BADAN PEMBANTU PIMPINAN DAN ORGANISASI OTONOM DALAM MUHAMMADIYAH

PENYUSUN KELOMPOK III ANDI SILPIA ARAFANI PUTRI YAMAN RR. YUNISA PUTRI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNUVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2012-2013

KATA PENGANTAR Segala puji bagi ALLAH SWT yang telangmelimpahkan ilmu dan hikmah kepada kita semua,sehinggakita dapat menjalankan tugas-tugas dengan baik. Semoga ALLAHberkenan senantiasa menambahkan ilmu dan iman kita, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini sesuai waktu dengan judul “ Badan Pembantu Pimpinan dan Organisasi Dalam Muhammadiah “. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad Saw. Yang telah berjasa meubah peta kekafiran menjadi hidayah yang menerangi alam semesta. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu penilaian mata kuliah kami yaitu Kemuhammadiyahan. Makalah initelah selesai karena aas izin dari ALLAH SWT dan bantuan serta bimbingan dari semua pihak. Untuk itupenulis sampaikan terima kasih setinggitingginya semoga ALLAH SWT membalas amal baiknya. Makalah ini hanya sekedar salah satu sarana untuk sumber pembelajaran, dan masih banyak lagi sumber yang perlu digali. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Kritik dan saran selalu penulis harapkan demi perbaikan selanjutnya.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Muhammadiyah adalah gerakan Islam, maksud dari geraknya dakwah Islam, amar ma’ruf nahi mungkar, bergerak dalam kehidupan kemasyarakatan. B. Rumusan Masalah 1. Apa saja majelis-majelis dalam Muhammadiyah beserta Tugas dan fungsinya ? 2. Apa saja organisasi otonom dalam muhammadiyah beserta tugas dan fungsinya ? C. Tujuan Penulisan Agar warga belajar dapat : 1. Mengurai sejarah perkembangan majelis-majelis di lingkungan Muhammadiyah 2. Mampu berkiprah dalam majelis-majelis dilingkungan Muhammadiyah sesuai dengan keahlian masing-masing 3. Mengurai sejarah dan perkembangan organisasi otonom Muhammadiyah 4. Menjelaskan kiprah organisasi otonom Muhammadiyah dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. D. Mitode Penulisan Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode kepustakaan, yaitu dalam mencari bahan-bahan yang diperlukan dan sesuai dengan judul makalah ini melalui buku Study Kemuhammadiyahan. E. Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari tiga babyang secara sistematis disusun menurut urutan sebagai berikut : Bab I : pendahuluan Bab II : Pembahasan 1. Badan Pembantu Pimpinan dalam Muhammadiyah A. Majelis-majelis dalam Muhammadiyah B. Lembaga dan Badan 2. Organisasi Otonom dalam Muhammadiyah Bab III : Penutup

untuk diamalkan oleh warga muhammadiyah. Majelis di bentuk oleh Pimpinan Pusat. Dalam perkembangan selanjutnyamajelis initidak sekedar mentarjihkan masalah-masalah khilafiyat. Pimpinan Daerah.terbukti adanya organisasi vertikal danorganisasi horizontal. Namun perkembangan kesejahteraan namanya tetap majelis tarjih.dengan KH. KH. telah menata kelembagaan-kelembagaan di Ranting Cabang dan Daerah serta Wilayah. Majelis-majelis dalam Muhammadiyah Majelis adalah unsur pembantu pimpinan yang diserahi tugas sebagai penyelenggaraan usaha persyarikatan.memperhatikan hal-hal tersebut Muhammadiyah sejak awal periode KH. KH.BAB II PEMBAHASAN 1. Mas Mansur (1937-1934). dan Cabang Pimpinan. Badan Pembantu Pimpinan dalam Muhammadiyah Muhammadiyah dalam perkembangan selalu mengikuti perkembangan zaman dan kemasyarakaan. Oleh karena itu. Perkembangan selanjutnya bahwa kehidupan modern-industrial di abad ke-21 membawa pengaruh terhadap corak kehidupan keagamaan. Majelis ini didirikan pertama kaliuntuk menyelesaikan : persoalanpersoalan khilafiyat. A. Hisyam (19341937). Ahmad Dahlan ( 1912-1923). tidak heran kalau banyak anggota lajnah tarjih menuntutagar Majelis Tarjih diubahmenjadi Majelis Ijtihad. Majelis Tarjih dan Pembangunan Pemikiran Islam (MT-PPI) Majelis Tarjih adalah suatu lembaga dalam Muhammadiyah yang membidangi masalah-masalah keagaamaan. akan tetapi mengarah pada penyeleseian persoalan-persoalan baruatau kontenporer. Mas Mansur sebagai ketua pertama. Isu spritualitas keagamaan digemari oleh generasi muda yang sudah mulai terkena akss perubahan sosial yang tercermin dalam budaya hedoistik-materialistik. sesuai kebutuhan masing-masing tingkat pimpinan. khususnya hukum bidang fiqih. Majelis-majelis yang dibentuk ditingkat Pimpinan Pusat pada periode tahun 2000-2005 terdiri atas : 1. Respon keagamaan yang bersifat pluralistik-majemuk terhadap modernitas tersebut perlu dicermati pleh Muhammadiyah. Semua itu menjadi bukti kedewasaan dan kematangan Muhammadiyah dalam memberikan aturan dan batasan dalam mencapai tujuan bersama. KH. yang pada waktu itu di anggap rawan oleh Muhammadiyah. Karena itu aspek pemikiran keagamaan perlu lebih serius ditekuni oleh warganya dan Muhammadiyah tidak boleh lepas tangan dari . Majelis dibentukdan disahkan pada kongres Muhammadiyah XVII tahun1928 di pekalogan. Kemudian majelis tarjih itu menetakan pendapat mana yang dianggap paling kuat. Ibrahim (1923-1941).

bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya. c. 2. Mengembangkan pemikiran-pemikiran pembaharuan dalam keislaman dan menampung aspirasi baru yang tumbuh di kalangan umat. beliau ingin mengembalikan umat Islam yang bersumber kepada al-qur’an dan al-hadis. Ahmad Dahlan dan pimpinan-pimpinan sesuadahna dibentuk dan diadakan terus-menerus sampai dewasa ini. memberikan arah. Mempergiat pengkajian dan penelitian ajaran islam dalam rangka pengembangan ciri pelaksanaan tajdid dan mengantisipasi pertembangan yang tumbuh dalam masyarakat. Majelis Tabligh ini oleh KH. amar ma’ruf nahi mungkar. Ahmad Dahlan tampil kemuka sebagai mujadid dan mujadid besar Islam.problem modernitas dalam kaitannya dengan kehidupan spiritualitas keagamaan. Mendampingi dan pembantu pimpinan persyerikatan dalam hal membimbing anggota melaksanakan ajaran islam. d. Jiwa dan semangat KH. Peran Majelis Tarjih dan Perkembangan Pemikiran Islam: a. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MT-DK) KH. majelis ini diadakan dan digerakkan dengan berpedoman firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 102. sebagaikebenaran dan hal yang diperlukan”. dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam . menyampaikan fatwa keagamaan dan memberikan sesuatu dasar pembenaran keagamaan yang dapat dipahami umat dalam suatu konsep yang terpublikasi secara terencana dan meluas agar masalah dan tantangan yang tumbuh bisa dimengerti dan dijawab dengan semangat rahmat al-alamin. pada wktu muktamar ke-83 di Ujung Pandang tahn 1971 ditetapkan program umum sebagai berikut “ Mewujudkan Muhammadiayah sebagai gerakan dakwah Islam.. Tugas dan fungsi Majelis Tarjih dan Perkembangan Pemikiran Islam: a. Memperluas bidang tugas sesuai kebutuhan akan jawaban terhadap tantangan dan permasalahan dunia global.yang berkesanggupan menyampaikan ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasul SAW. Bertanggung jawab mengambil keputusan ketarjihan b. b. Ahmad Dahlan itu dijabarkan dan di canangkan oleh lembaga yang yang bernama Majelis Tabligh atau Majelis Dakwah.103 dan 104 yang berbunyi : Hai orang-orang yang beriman. kepada semua golongan dan lapisan masyarakat dalam seluruh aspek kehidupannya. Membimbin umat. menentukan kebijaksanaan dalam menjalankan kepemimpinan sertameningkatkan kualitas ulama dalam persyarikatan Muhammadiyah.

Majelis Tabligh mempunyai fungsi: 1. Penyelenggaraan pendidikan dan kaderisasi mubaligh dan khatib sehingga memiliki kemampuan profesional serta kemandirian dalam menjalankan tugasnya dalam kehidupan masyarakat dan bangsa yang selalu berubah dan berkembang. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. Penggerak pengajian dan pengembangan dan pengamalan ajaran Islam. Pasal 3 : untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut pada pasal 2. Dan hndaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepadakebjikan. dan janganlah kamu bercerai-berai. dan kmu telah berada di tepi jurang neraka. agar kamu mendapat petunjuk. Daerah dan cabang. 6. Pembinaan dan peningkatan kemampuan serta pengkordinasian kegiatan dan gerak mualigh dalam menyiarkan agama Islam kepada anggota. dan ingatlah akan nikmt Allah kepdamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan. umat dan korp mubaligh Muhammadiyah di tingkat Pusat. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padangknya. masjid. maka Allah mempersatukan hatimu lalu menjadikn kamu karena nikmat Allah orang-orang yng bersudara. 3. langgar dan surau serta sejenisnya sebagai ibadah dan sarana peningkatan mutu kehidupan anggota dan masyarakat sepanjang ajaran islam dalam kerangka kehidupan nerbangsa. Penggerak dan pembimbing pelaksanaan serta pengembangan kegiatan pengajian pimpinan dan anggita serta khutbah-khutbah dengan memanfaatkan jasa IPTEK. Wilayah. Fungsi dan Tugas Majelis Tabligh : Sesuai SK PP. pemeliharaan dan pengeloalaan wakaf.keadaan beragama Islam. mushola. 4. bangsa yang selalu berubah dan berkembang. 5. Memberikan pertimbangan kepada pimpinan persyarikatan untuk sigunakan sebagai bahan dalam menyusun kebijaksanaan persyarikatan dalam bidang tabligh. sehingga neniliki kemampuan penyelesaian persoalan hidupnya sebagai orang Islam dalam kehidupan masyarakat. dan 7. guna meningkatkan mutu kehidupannuya sepanjang ajaran Islam. . Penggerak dan pembimbing penyelenggaraan. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Penyelenggaraan penelitian dakwah dan perikehidupan anggota umat dan masyarakat. 2. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah. merekalah orang-orang yang beruntung. Muhammadiyah tentang Qoidah Majelis Tabligh Bab 1 Pasal 2 : bahwa Majelis Tabligh mempunyai tugas pokok memimoin dan melakukan program yamg jelas meliputi seluruh aspek kegiatan dakwah yang tidak termasuk dalam bidang tugas Majelis lainnya. serta menggembirakan kegiatan ibadah janaah.

mencakup program penelitian dan pengembangan PTM. Perkembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dapat di kendalikan dan diseimbangkan antara kuantitas dan kualitasnya. Pengembangan PTM. yaitu : a. didirikan Majelis Diktilitbang. Di samping itu perseolan-persoalan pelik yang muncul di berbagai PTM dapat diselesaikan dengan lebih baik. melipitu : a.yang mencakupi : peningkatan kualitas pendidikan PTM. Muhammad Djazman al-Kindi. pengembangan organisasi dan kelembagaan dan penyempurnaan Qaidah PTM. Penelitian dan Pengambangan. Bidang Peningkatan Kualitas PTM 1) Supervisi PTM yang diselenggarakan sekaligus dengan Temu Regional PTM 2) Mengintensifkan kunjungan ke PTM kecil sebagai supporting bagi peningkatan kualitas pengelolaan PTM 3) Workshop pengembangan kurikulum PT 4) Workshop persiapan akreditasi PT 5) Pelatihan menejemen PTM . Secara umum. H.menengah hingga perguruan tinggi. pengajaran dan kebudayaan dipecah menjadi dua majelis. yaitu Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Majels Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang). MBA. Majelis ini mengembangkan dua tugas sekaligus. diperlukan majelis khusus yang mengkonsentrasikan diri untuk menangani perkembangan dan perkembangan perguruan tinggi di Muhammadiyah. Dengan semakin pesat perkembangan amal usaha pendidikan. Mulai tahun 1985 setelah muktamar ke 41 di Surakarta. khususnya pendidikan tinggi di lingkungan Muhammdiyah. dan penelitian-pengembangan Muhammadiyah Dari program pook di atas kemudian dijabarkan kedalam emapat bidang. pengembangan jaringan kerjasama internal dan eksternal. program pokok Majelis Diktilitbang. Untuk itu. yaitu mengembangkan kualitas dan kuantitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Perkembangan (Diklitibang) Majelis ini merupakan pemecahan dari Majelis Pendidikan. b. Dengan terbentuknya Majelis ini. dengan ketua pertamanya Drs. pengajaran dan Kebudayaan yang semula membawahi seluruh amal usaha Muhammdiyah bidang pendidikan sejak pendidikan dasar. dan menyelenggarakan aktvitas penelitian dalam konteks perkembangan persyarikatan.3. sejak pasca Muktamar Muhammadiyah ke 41 Majelis pendidikan.

Sekolah Tinggi (73 buah). tahun 1985. jumlah PTM seindonesia sebanyak 75 buah. Ketika awal dibentuknya Majelis Diktilitbang. Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan 1) Kerjasama dengan badan pendidikan Muhammadiyah (baik majelis maupun ortom) dan pengembangan kurikulum 2) Kerjasama dengan pihak luar dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian 3) Kerjasama antara PTM dalam peningkatan kualitas SDM dan fasilitas pendidikan 4) Jaringan internet antar PTM 5) Mengupayakan beasiswa bagi AMM dan kader Persyerikatan dalam PTM 6) LKTI mahasiswa PTM 7) Temu olahraga dan seni mahasiswa PTM d. Bidang Organisasi dan Kelembagaan 1) Konsolidasi organisasi 2) Rapat Kerja Majelis Diktilitbang 3) Rapat Rutin Majelis 4) Forum Rektor PTM pembina 5) Pertemuan Regional PTM 6) Rakernas Bidang Pendidikan Muhammadiyah 7) Penyempurnaan Qaidah PTM Di bawah kordinasi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pertumbuhan PTM sangat pesat. terdiri atas Universitas (36 buah).bahkan melampaui target. .6) Pelatihan metodologi penelitian tingkat lanjut 7) Kompetisi penelitian dosen PTM dengan sistem Hibah Kompetisi 8) Mengaktifkan Pusbang PTM b. dan kini pada tahun 2005 ini berkembang menjadi 166 buah. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Pengembangan database dan pusat informasi persyerikatan 2) Perkembangan kerjasama lembaga penelitian dilingkungan persyerikatan 3) Peningkatan kualitas penelitian di PTM c. Akademic (74 buah) dan Politeknik (4 buah).

PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah). Majelis Perkembangan Kader dan Sumberdaya Insani (MPK-SDI) Majelis Perkembangan Kader dan Sumber daya Insani merupakan Majelis yang baru di OrganisasiMuhammadiyah ke-44 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 6-9 rabi’ul Akhir 1421 H bertepatan dengan tanggal 8-11 juli 2000 M. Baitul Arqam. h. f. . Menerbitkan publikasi dan pedoman-pedoman yang berkaitan dengan kepentingan pengembangan kader Muhammadiyah dalam berbagai aspek. Mengintensifkan pendataan kader dan aspek-aspek yang terkait lainnya guna kepentingan pengembangan kader Muhammadiyah diberbagai struktur dilingkungan Persyerikatan. e. b. Menyelenggarakan forum Ideopolitor ( Ideologi. pengajian Ramadhan dan kegiatan-kegiatan pengkaderan lainnya yang dilahirkan secara terpadu di seluruh lingkungan Persyerikatan termasuk Amal Usaha sesuai dengan kepentingan dan sasaran yang dikehendakinya.Refreshing. komitmen. Organisasi Otonom. Politik. Mengintensifkan dan memprioritaskan penempatan kader dalam proses seleksi yang mempertimbangkan aspek kekaderan. Menyelenggarakan Darul Arqam.oeganisasi otonom Muhammadiyah yang mampu menghasilkan sumber daya kader yang berkualitas guna menyongsong perubahan-perubahan baru dalam kehidupan umat dan bangsa yang melibatkan kerjasama terutama antara Badan Pendidikan Kader. g. Memperrioritaskan pengembangan studi lanjut dalam mengembangkan kualitas sumberdaya kader Muhammadiyah yangpelaksanaannya dilakuan secara bertahap dan berlembaga. Majelis. c. pengelola. Mnysun konsep pengkaderan dan mengoprasionalisaskannya secara simultan (menyeluruh)dan berpadu dilingkungan pendidikan. Majelis Pendidikan. d. keluarga. pengajian Mubaligh. Up Grading. dan pengalaman aktivitas. Adapun fungsi dan tugas majelis perkembangan Kader dan Sumberdaya Insani sebagai berikut: a. dan Organisasi) sebagai program Refreshing (penyegaran) khusus anggota Pemimpin Persyarikatandi berbagai tingkat struktur yang mengembangkan metode dialogis.4. Job-Tranning. Aisisyiah. bermuhammadiyah dalam penempatan personil.organisasi otonom Muhammadiyah. Badan. dan Amal Usaha Muhammadiyah denga kepentingan kelangsungan misi persyarikatan. dan pimpinan di lingkungan kepemimpinan persyarikatan. Lembaga. Mengembangkan kerjasama penyelenggaraan pendidikan khusus seperti pendidikan non-formal untuk pembangunan SDM Persyarikatan.

. menejemen. Mengembangkan binaan kader melalui Hizbul wathan Muhammadiyah yang disusun secara sistematik dan terprogram. Kemudian berkenbang kepengurusannya sampai dengan perguruan tinggi. pergedungan. 3) Mengusahan alat kelengkapan pengajaran dan pendidikan serta alat-alat administrasi sekolah dan madrasa.dan silabusnya. k.. Mengoptimalkan dukungan fasilitas. Semula bernama urusan sekolahan “QismuArqo”. dan sekolah-sekolah/madrasahmadrasah khusus Muhammadiyah sebagai wahana khususpembentukan kader Persyarikatan. Pengajaran. Menanamkan keadaran akan pentingnya bidang pendidikan dan pengajaran serta kebudayaan sebagai rangkaian usaha untuk mencapai tujuan persyarikatanserta menggerakkan kegiatan anggota-anggota untuk beramal di bidang itu. 2) Mempertebal keyakinan agama dan kesadaran kemuhammadiyahan kepada tenaga pendidik dan pengajar. . sarana.i. d. b. nusa dan bangsa. Pengajaran dan Kebudayaan (Dik-dasmen) Majelis ini lahir sejak KH. Mengusahakan bantuan dan vasilitas dari pemerintahan dan bahanbahan lain yang halal dan baik. Majelis ini memikirkan kemajuan sarana dan prasarana pendidikan. e. dan Kebudayaan adalah : a. dan l. kurikulum. bertanggung jawab. Membantu dan mengkoordinasi kegiatan anggota dan masyarakat serta organisasi Islam yang bergerak dibidang pendidikan dan pegajaran serta kebudayaan sesuai dengan maksud dan tujuan persyarikatan. Majelis ini memikirkan generasi kader yang alim dan intelek serta intelek yang alim. Mengadakan pendidikan untuk: 1) Membentuk tenaga pendidikan dan pengajaran yang berjiwa Muhammadiyah. administrasi. kader pemimpin bangsa dan handal dan cakap penuh iman dan taqwa. c. Tsanawiyah sampai Aliyah. pendidikan dan pelatihan Muhammdiyahyang dilaksanakan secara sistematik. prasarana. Adapun tugas dan fungsi Majelis Kependidikan. berguna bagi agama. Mu’allimat. pondok pesantren. Mengembangkan pusat studi. Ahmad Dahlan.dan dana untuk membangun kualitas kader dan sumberdaya manusiadi lingkungan Muhammadiyah. Memimpin dan membantu usaha cabang-cabang dalam usahanya di bidang pendidikan dan pengajaran serta kebudayaan. j. bentuk Madrasah ibtida’iyah. Mengintensifkan pembinaan siswa di MadrasahMu’allimin. yang kemudian menjadi madrasah Mu’allimin/Mu’allimat Muhammadiyah. 5. Majelis Pendidikan.

Ahmad Dahlan berulang kali mengajarkan ayat dan surat itu. KH. Ahmad Dahlan dibantu oleh muridmuridnya yang atas kesadaran mengamalkan surat Al-Maun KH. meskipun santrinya telah hafal. rumah miskin. Majlis Kesehatan dan Pembinaan Kesejahteraan Sosial ( MKKM ) Majlis ini digerakkan oleh KH. Membantu dan mengordinir kegiatan anggota dan masyarakatserta organisasi Islam yang bergerak dalam bidang tersebut sejalan dengan tujuan persyarikatan. b. tetapi mengamalannya tidak ada. Mengusahakan bantuan dan vasilitas kepada pemerintah dan badan lainnya. dimana ada Muhammadiyah disitu ada gerakan-gerakan kemanusian dan kesosialan. memberikan sandang pangan. Pengembangan dan kemajuan serta pelayanan kesehatan masyarakat secara intensif dan efektif. 6. 5) Mengurus dan menyelenggarakan sekolah-sekolah percontohan atau teladan. mendidik mereka shalat dan memberikan kerja-kerja yang positif. panti asuhan.33/PP/86 tanggal 12 Desember 1986 tentang pokok-pokok ketentuan tentang Badan-badan Pembantu Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah.4) Membuka dan menyelenggarakan sekolah/madrasah asrama dan sebagainya di tempat yang penting (strategis). Menyelenggarakan dan memimpin musyawarah kerja Majelis pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan qoidah-qoidah yang ada. Ahmad Dahlan akhirnya berkembang banyak memiliki rumah yatim. oleh KH Sudja’ murid setia KH. disebutkan tugas pokok Majlis Kesehatan dan Pembinaan Kesejahteraan Sosial adalah: a.08/PP/89 dan N0. menyantuni dan menghimpuni. Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta dan di Aceh ( ke-42 dan 43 ) Majlis PKU diubah menjadi Majlis Kesehatan dan Pembinaan Kesejahteraan Sosial. c. Fungsi tugas Majlis Kesehatandan Pembinaan Kesejahteraan Sosial: Sesuai kaidah Majlis dari PP Muhammadiyah No. dan BKIA. Memimpin dan membantu cabang dalam usahanya di bidang itu. rumah sakit. Ahmad Dahlan mendorong mencari anak fakir miskin. Ide ini diteruskan. Menanam kesadaran akan kewajiban hidup tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta menggerakan kegiatan anggota-anggota beramal dalam bidang tolong-menolong sebagai rangkaian usaha dan mencapai tujuan persyarikatan. Disamping itu banyak gerakan kemanusiaan serta sosial yang semuanya telah merakyat dalam kehidupan masyarakat. d. dan f. di mana cabangcabang yang bersangkutan tidak atau belum mungkin menyelenggarakan sendiri. .

e. Memberikan bantuan dan bimbingan kepada organisasi tersebut dan menjalin hubungan kerjasama dengan Muhammadiyah. MajlisWakafdanKehartabendaan( MWK ) Muhammadiyah memiliki Majlis wakaf dan kehartabendaan dimaksudkan agar barang wakaf dari pewakafan tetap lestari. Menyelenggarakan pendidikan membentuk tenaga dan petugas pertolongan yang berjiwa Islam dan sadar terhadap Muhammadiyah f. Dan orang yang wakaf tetap mendapatkan amal jariyah. nusa. maka Muhammadiyah terus membangun infrastruktur pendukung Jami’ah dalam berbagai bentuk. dan bangsa. Mempertebal rasa keagamaan dan kesadaran akan keMuhammadiyahan kepada petugas sosial kemanusiaan. menjaga. c. 8. dan e. Majlis Ekonomi ( ME ) Majlis Ekonomi dibentuk dalam rangka memajukan perekonomian warga dan anggota Muhammadiyah sesuai yang tercantumkan dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab II Pasal 3 ayat (8) berbunyi “ Membimbing masyarakat kearah perbaikan kehidupan dan mengembangkan ekonomisesuai dengan ajaran Islam “. d. dan h. Menggiatkan kegiatan anggota-anggota Muhammadiyah dalam bidang perekonomian anggota Muhammadiyah yang berdiri di luar ikatan persyarikatan. b. Pada periode kepemimpinan KH. AR Fachruddin majlis ini diusahakan badan hukum pada pemerintah dengan SK. mendatangkan kemanfaatan bagi agama. Mentri dalam negeri RI NO: SK . Mempertinggi mutu dan kecerdasan para petugas tenaga pertolongan masyarakat. Adapun tugas dan fungsi Majlis Ekonomi adalah: a. melestarikan kebaikannya. Merumuskan dasar tujuan dan sistem ekonomi islam. Menyelenggarakan dan memimpin musyawarah kerja Majlis. Mendorong terbentuknya wadah atau organisasi perekonomian Islam diluar persyarikatan. abadi. 7. Ahmad Dahlan telah mempelopori wakaf dengan memberikan tanah untuk mushola dan madrasah. g. Persyarikatan Muhammadiyah sebagai pengembang amanat. Mengusahakan bantuan dan fasilitas kepada pemerintah dan badanbadan lain yang berhubungan dengan bidang ekonomi. Dengan mewujudkan “ Sistem Jami’ah “ ( jaringan ekonomi Muhammadiyah) sebagai revitalisasi gerakan dakwah secara menyeluruh. KH.

terdapat Lembaga yang hanya dibentukdi tingkat pusat. 2000 Pimpinan Pusat Muhammadiyah membentuk tujuh Lembaga dan Badan. dan e. khususnya perjuangan Muhammadiyah. Memecah kan kesulitan dan persoalan barang wakaf yang dikuasai oleh pimpinan persyarikatan serta hak milik persyarikatan. Dalam periode pasca Muktamar ke 44 di Jakarta. Lembaga Hikmah Lembaga Hikmah dibentuk sebagai Lembaga yang bertugas untuk melakukan ajian-kajian strategis dakwah Islam amar makruf nahi mungkar Muhammadiyah dalam konteks perkembangan politik nasional.14/DDA/1972 yang menegas kan bahwa “Persyarikatan Muhammadiyah sebagai badan hukum dapat mempunyai tanah dan hak milik “ Ada pun tugas dan fungsi Majlis wakaf dapat diterangkan sebagai berikut: a. b. 2. Menyelenggarakan musyawarah kerja dan memberikan bimbingan praktis bidang wakaf dan harta pusaka. Adapun Pimpinan Wilayah dan Daerah. Memberi bimbingan kepada cabang-cabang tentang cara mengurus dan memelihara serta memanfaatkan barang wakaf dan hak milik persyarikatan.baik politik kepartaian maupun politik kenegaraan. Mengurus barang wakaf yang berlangsung dikuasi oleh pimpinan persyarikatan serta hak milik persyarikatan. Lembaga adalah Pembantu Pimpinan yang diserahi tugas bidang tertetu. c. B. Sedangkan badan adalah unsur Pembantu Pimpinan untuk membantu penyelenggaraan administrasi dan menejemen persyarikatan.yang pelaksanaannya dapat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi . Mengadakankajian politik yang berkaitan dengan perjuangan umat Islam. 3. Menyelenggarakan pendidikan politik bagi kader persyarikta.adapun Pimpinan Daerah. dipandang perlu dapat membentuk Lembaga tertentu dengan perstujuan Pimpinan Persyerikatan setingkat di atasnya.Badan dibentuk oleh Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah. Menggiatkan anggota untuk berwakaf. Memberi maukan pada Pimpinan Persyarikatan mengenai masalhmasalah politik yang menyangkut jalannya persyarikatan dan kebijakan Pimpinan persyarikatan. Lembaga hanya dibentuk oleh Pimpinan Pusat. Lembaga dan Badan Di samping Majelis yang dibentukdiseluruh tingkatan kepemimpinan.bila dipandang perlu dapat membentuk Badan khusus dengan persetujuan Pimpinan Wilayah. yaitu : 1. Tugas Lembaga ini antara lain : 1. d.

(6) lembaga ini juga diperlukan sebagai lembaga arbitrase. Menghimpun dan mengadakan forum silatuhrahmi para politisi kader Muhammadiyah lintas partai dalam rangka mengembangkan misi Persyarikatan dalam bidang politik dan kenegaraan. Melakukan advokasi terhadap kasus-kasus yang diakibatkan oleh ketidak adilan dan kekerasan Politik. dengan peran yang prima dan persyarikatan dan umat Islam. tidak transparan dan tidak tuntas.4. 7. . (2) penanganan atas kasus-kasus pelanggaran HAM sering berakhir dengan ketidakjelasan. Meningkatkan pemanfaat media massa ( cetak dan elektronik) sebagai media komunikasi politik Muhammadiyah dan Umat Islam.dan misinya adalah terwujudnya ukhwuah Islamiyah dan jarinagan dan kerjasama global secara meneluruh. (5) terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. (2) meningkatkan peran dan keterlibatan Muhammadiyah dalam pengembangan wacana pemikiran Keislaman dikalangan dunia islam khususnya dab dunia internasiaonal pada umumnya. 3. (3) muhammadiyah sebagaikekuatan moral bagi perdamaian dunia. 6. dengan visi dan misi : (1) Muhammadiyah sebagai kekuatan Moral bangsa. (4) rendahnya kesadaran hukum yang dimiliki masyarakat. Melakukan usaha-usaha yang berarti untuk terciptanya kesatuan politik umat Islam dan ukhwuah Islamiayah dan terbentuknya kekuatan nasional politik Islam. Lembaga Penegakan Supremasi Hukum dan HAM Dibentuknya lembaga ini didasarkan pada beberapa pemikiran : (1) kasus-kasus penyelenggaraan HAM dan ketidakadilan hukum dari tahun ketahun cenderung meningkat baik kuantitatif maupun kualitatif. 2. (2) Muhammadiyah sebagai inspirator peradaban islam. Muhammadiyah atau majelis perkembangan Kader dan Sumberdaya Insani. 8. Adapun tujuan dari lenbaga iniyaitu: (1) mengembangkan SDM dalam bidang jaringan dan kerjasama internasioanal. 5. (3) meingkatkan sosialisasi pemikiran dan aktivitas Muhammadiyah kedunia Islam untk mewujudkan perdamaian dunia sebagai kebutuhan bersama. Melaksanakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat menuju terbentuknya Masyarakat Madani yang berbasis nilai-nilai dan akhlakIslam. Lembaga Hubungan Luar Negeri Lembaga ini di bentuk untuk melaksanakan tugas khusus persyarikatan dalam membangun jaringan kerja internasinal. dengan bekerjasama dengan Lembaga Penegakan Supremasi Hukum dan HAM. (5) mengkoordinir kerjasama dan jaringan kader Muhammdiyah yang tersebar diberbagai negara dengan membentuk cabang-cabang khusus Mhammadiyah dimanca negara. (3) semakin terbukanya alam reformasi.

Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup ( LSPLH) Pendirian lembaga ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah dalam mencermati masalah-masalah lingkungan hidup. pegawai dan karyawan persyarikatan. Pengkajian dan Pengembangan 4. kelemahan. yang muncul permasalahan dalam masyarakat. Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi Seiring dengan pesatnya perkembangan Muhammadiyah. (2) pendidikan dan pelatihan untuk pendampingan masyarakat dalam pelestarian dan . 4. 3. yaitu : 1) Devisi pendidikan sosialisai hukum 2) Devisi pemberdayaan SDM dan HAM 3) Devisi pembinaan dan pemberdayaan pranata hukum 4) Devisi advokasi. 4. 6. 2. Bekerjasama dengan lembaga terkait baik internal maupun eksternal persyarikatan dalam rangka peningkatan profesionalitas kekaryaan dalam Muhammadiyah. Adapun tugas-tugas Lembaga ini.Lembaga ini memiliki program-priogram kegiatan dalam empat devisi. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kerja profesi sesuai dengan bidang kerja amal usaha persyarikatan. Melakukan kajian tentang kekuatan. Program dan kegiatan LSB Muammadiyah meliputi bidang : 1. pegawai dan karyawan persyarikatan dan amal usahanya.bantuan dan konsutasi hukum. Pendidikan dan Latihan 3. yang dalam perkembangan terakhir. Pengembangan media dan sarana-prasarana 2. Membuat database potensi pimpinan. Lembaga Seni Budaya Lembaga Seni Budaya (LSB) adalah bagian integral dari gerakan dakwah Muhammadiyah dengan mewadai potensi seni budaya warga persyariatan agar aktivitas dan kreativitasnya terarah sesuai dengan nilainilai ajaran Islam. Untuk program dan kegiatan dari LSPLH PP Muhammadiyah ini meliputi : (1) pengkajian dan penelitian dalam masalah lingkungan. sangat diperlukan kader-kader yang memiliki komitmen dan integritas yang kuat bagi penyelenggarakan Persyarikatan. dan menjadi salah satu daya dukung bagi perkembangan dakwah Muhammadiyah. Penguatan Kelembagaan 5. Melakukan pembinaan dan pengenbangan SDM dalam melaksanakan masyarakat. baik pimpinan.peluang dan tantangan dan di miliki oleh SDM Muhammadiyah. yaitu : 1. 5.

Ahmad Dahlam dan Nyai Walidah ( istri KH. Pembantu Pimpinan dan Amal Usahanya 2. Diskusi. Pembantu Pimpinan dan Amal Usahanya 3. Organisasi Otonom Muhammadiyah 1.2000 di Jakarta. Badan Pembina dan Pengawas Keuangan Badan ini dibentuk sebagai kelanjutan dari Lembaga Pembina dan Pengawasan Keuangan (LPPK) yang ada pada periode sebelumnya. Aisyiyah a. dengan maksud untuk memberikan penguatan dan pembelaan kepada kaum buruh. . Dengan diketahuioleh seorang aktivis LSM dan pakar antropologi yang cukup lama malang melintang dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat akar rumput. (5) penerbitan jurnal dan buku-buku tentang lingkungandan peran persyarikatan. K. (4) melaksanakan diskusi dan seminar Lingkungan.H Ahmad Dahlan sangat memperhatikan pembinaan terhadap kaum wanita dengan diadakan kelompok pengajian wanita dibawah bimbingan KH. Sosialisasi pemberdayaan kaum rentang 7.pemberdayaan lingkungan. (3) worksho Teologi (etika) Islam tentang Lingkungan. 2. Moeslim Abdurrahman. Pelatihan untuk Muhammadiyah Community Organizer 5. Ahmad Dahlan ) dengan nama “Sopo Tresno“. lembaga ini memiliki program dan kegiatan antara lain: 1. Sejarah Kelahiran Sejarah berdirinya Muhammadiyah. Pembentukan Qoryah Thayyibah 3. Pengembangan media komunitas 2. dan Nelayan (LP-BTN) Lembaga ini didirikan setelah Muktamar 44. (6) pembentukan komunitas peduli lingkungan dan advokasi terhadap kasus-kasus lingkungan dan pemberdayaan lingkungan hidup. 7. Dr. Membina dan menguasai pengelolahan keuangan Persyarikatan. Melakukan kajian tentang sistem keuangan umum sebagai pertimbangan bagi Pimpinan Persyarikatan dalam kebajiakn keuangan. seminar. dan nelayan yang dalamstruktur sosial dalam masyarakat indonesia cenderung terpinggirkan dan terzhalimi. Pembentukan Ma’had Islamy Litanmiyatil Ijtima’iyyah 8. Tani. Lembaga Pemberdayaan Buruh. Menyusun dan memasyaakatkan sistem pengelolaan keuangan Persyarikatan. Diskusi rutin 8.dan serasehan 6.dengan tugas : 1.tani. Pembentukan lembaga advocasi 4.

mendirikan shalat. Sesuai dengan keterangan KH. dan mereka taat kepada Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Waktu itu diusulkan nama Fatimah.Semenjak berdirinya Aisyiyah. c. Setelah secara aklamasi pertemuan itu memberi nama “ Aisyiyah “ kemudian diresmikan bersamaan dengan 27 Rajab 1335 H bertepatan dengan tanggan 19 Mei 1917 M dengan ketua Siti Bariyah. Amal Usaha Aisyiyah dengan tugas dan peran (fungsi) sederhana ini Aisyiyah telah banyak memiliki amal usaha dibidang : 1. beberapa tokoh Muhammadiyah seperti KH. Fachruddin dicetuskan nama “ Aisyiyah” yang kemudian dipandang tepat dengan harapan perjuangan perkumpulan itu meniru perjuangan Aisyah. Mokhtar. menyalurkan serta menggembirakan amalan-amalannya. akan mendapatkan surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Lembaga ini sejak kehadirannya merupakan bagian horizontal dari Muhammadiyah yang membidangi kegiatan untuk kalangan putri atau kaum wanita Muhammadiyah. dan 2. namun tidak diterima rapat. Sejak berstatus PP Aisyiyah berkedudukan di Yogyakarta dan diketuai oleh Prof. istri Nabi Muhammad SAW yang selalu membantu berdakwah. KH.72: Artinya.Itu adalah keberuntungan yang besar.Untuk memberikan suatu nama yang kongkrit suatu perkumpulan. lembaga ini merupakan bagian horizontal dari Muhammadiyah. b. Membimbing kaum wanita kearah kesaadaran beragama dan berorganisasi.. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar. menunaikan zakat. mereka kekal di dalamnya. dam memiliki kewenangan untuk mengatur dan membina eslon di bawahnya. Dalam muktamar ke 37 di Yogyakarta tahun 1968 status “ Aisyiyah “ didewasakan menjadi Pimpinan Pusat Aisyiyah. dimana asas dan tujuan tidak terpisah dari induk persyarikatan. Kewanitaan . “ Dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan sebagian mereka adalah menjadi penolong sebagian yang lain. Ahmad Badawi lembaga ini didirikan berpedoman firman Allah surat Attaubah: 71. Fachruddin dan Ki Bagus Hadi Kusuma serta pengurus Muhammadiyah yang lain mengadakan pertemuan di rumah Nyai Ahmad Dahlan. Tugas dan Perannya Tugas dan Peran Aisyiyah adalah sebagai berikut : 1. Dra. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin lelaki dan perempuan. Ahmad Dahlan. Baroroh Baried. Mereka menyuruh mengerjakan maaruf.Oleh karena itu Aisyiyah memiliki fungsi sebagai patner gerak langkah Muhammadiyah. Oleh KH. H. dan mendapat tempat yang bagus di surga’and. KH. Pendidikan 2. Menghimpun anggota-anggota Muhammadiyah wanita. mencegah yang munkar.

dan anak. Keluarga Muhammadiyah. 26.Dalam tulisan ini kata dipakai dengan pengertian orang seisi rumah (masyarakat terkecil) terdiri dari ayah. tentram. yaitu untuk menyifati atau menerangkan kata keluarga. berislam dan sebagainya. bahagia. memberikan bimbingan perkawinan dan kerumahtanggan. 18. memberikan bimbingan pemeliharaan bayi sehat. ibu.3. keluarga berencana. Organisasi wanita Pimpinan Pusat Aisyiyah berusaha memberi didikan dikalangan wanita Islam untuk berpakaian muslimah yang baik. Pengertian Keluarga Sakinah Istilah keluarga sakinah terdiri dari kata keluarga dan kata sakinah. At-Taubah (9). anak istri. keluarga Nahdatul Ulama. Munculnya istilah sakinah dimaksudkan sebagai penjabaran firman Allah dalam surat Ar-Rum (30): 21. Kesehatan. antara lain (1) sanak saudara. batih. kaum kerabat. tetapi kadang dengan hal yang memuaskan hati ( Al-Baqarah (2): 248). bermoral dan bermental luhur. memberikan motivasi keluarga sejahtera. d. tanggung jawab. tentram. Keluarga Sakinah 1. Dalam istilah keluarga sakinah. (3) orang-orang yang di bawah naungan organisasi (dan sejenisnya). dan sejahtera lahir batin. (2) orang rumah. kata ini dalam Al Quran dijumpai antara lain dalam Al Baqarah (2) : 248. dan 5. Selanjutnya kata sakinah. 26. sehari-hari kata keluarga dipakai dengan pengertian. Zainuddin Hamidy menerjemahkan kata sakinah kadang dengan ketenangan ( At-Taubah (9): 26). dengan makna ketenangan. sejahtera. Dalam kehidupan. yang menyatakan bahwa tujuan berumah tangga atau berkeluarga adalah mencari ketentraman atau . keluarga bahagia. kata sakinah dipakai sebagai kata sifat dengan arti tenang. Al-Fath (48): 4. dan lain-lain. istri di dalam dan di luar rumah tangga. PKK 4. Itulah sebabnya kata sakinah sering digunakan dengan pengertian tenang.Selanjutnya kata itu masih ditafsirkan mengandung makna bahagia.

Kemudia dalam istilah keluarga sakinah. Pasangan suami istri yang taat beragama tentu keduannya mendapatkan kedudukan dirinya sebagai hamba Allah yang baik. Seagam dan taat beragama menjadi syarat utama pasangan calon pembina keluarga sakinah. baik rupa. maupun kekayaan. Maka keluarga Sakinah dapat didefinisikan sebagai keluargayang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah. Rasulullah memberi persyaratan-persyaratan manusia yang akan membinanya. . yaitu agar si wanita lama-kelamaan menjadi Islam. syarat yang utama adalah keduanya harus seagama dan taat beragama. Persyaratan yang dimaksud istri sebaiknya seimbang (kufu). mampu memberikan kasih sayang kepada anggota keluarganya sehingga mereka memiliki rasa aman.Memang laki-laki Islam boleh mengawini wanita ahli kitab. Untuk membina rumah tangga atau keluarga sakinah sebagai tujuan perkawinan seperti yang disyaratkan Allah dalam Ar-Rum (30): 21 tersebut di atas. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. damai serta bahagia dalam mengusahakan tercapainya kesejahteraan dunia akhirat. dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir “ Dari kata taskuru dalam ayat di atas itulah barangkali diturunkan kata sakinah sebagai bentuk ismi fa’il dengan makna tentram. karena syarat inilah yang betul-betul akan menjadi sumber ketenangan keluarga. keturunan.Apa pun wujudnya perintah dan larangan serta hak kewajiban yang datang dari Allah dan Rasul-Nya akan disambut dengan ucapan sami’na waatha’na.ketenangan dengan dasar mawaddah warahmah saling mencinta dan penuh kasih sayang (QS Ar-Ruum/30:21) “ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri.Namun. ism fa’il ini berfungsi sebagai kata sifat. tetapi kebolehan itu dalam rangka dakwah. yaitu calon pasangan suami istri. tenram.

aman. sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat (49):13 . dan sejahtera lahir dan batin. Dalam hubungan dengan Allah. ketaatannya itu sungguhsungguh dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kegembiraan. 1) Keluarga Sakinah dan Pembinaan Manusia Takwa Keluarga sakinah sebagai suatu keluarga terpilih akan menjadi lahan yang subur untuk tumbeh kembangnya anak. Pribadi yang demikian itulah wujud manusia takwa. bebas dari rasa takut dalam menghadapi kehidupan dunia dan akhirat serta mampu mengomunikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. sedangkan dalam hubungannya dengan kembang menjadi kesadaran manusia memilikirasa tanggung jawab untuk menciptakan kesejahteraan jenisnya dan lingkungan alamnya. damai. Amanat Allah atas penciptaan manusia adalah terciptanya manusia takwa serta terciptanya manusia takwa serta terciptanya masyarakat sejahtera. Amanat ini dapat terwujud apabila setiap orang berbentuk menjadi pribadi muslim seutuhnya. Ketaatannya bukan ketaatan terpaksa.Dengan demikian. yang pada perkembangan selanjutnya akan dapat mewujudkan masyarakat taqwa yang mendapatkan kesejahteraan hidup dunia akhirat. melainkan ketaatan yang didasari rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. setiap anggotanya merasa suasana tentram. bahagia. Sejahtera batin ialah bebas dari kemiskinan iman.kami dengar dan kami taati.Di samping itu suasana keluarga sakinah memberikan kemungkinan kepada setiap anggotanya untuk dapat mengembangkan kemampuan dasar fitrah kemanusiaan itu dalam keluar sakinah berkembangan menjadi bentuk tanggung jawab manusia dalam hubungannya dengan Allah dan dalamnya. Takwa adalah nilai hidup yang tertinggi. Di dalam keluarga sakinah. fitrahnya itu mekar menjadi Allah yang baik. yang merupakan amanat Allah SWT bagi setiap orang tua. Sebaliknya Allah tidak akan mencurahkan kecintaan-Nya kepada hamba-Nya yang demikian. Pribadi muslim seutuhnya disini dimaksudkan pribadi yang unsur-unsurnya berafaskan rasa pengabdian kepada Allah SWT dan yang bentuk perilakunya serta aktifitas kehidupannya merupakan perwujudan rasa pengabdian kepada Allah SWT.

“Hai manusia. . dan (memerdekakan) hamba sahaya. akhlakm serta hubungan kemasyarakatan seseorang. akan terbentuklah rasa penghambaan kepada Allah secara mutlak.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. hari kemudian. Dengan demikian. sebagai berikut : "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. dan mereka itulah orangorang yang bertakwa. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. dan akan memberikan kebahagiaan yang tinggi nilainya. mendirikan shalat. ibadah. malaikatmalaikat.” Tanda-tanda ketakwaan seseorang antara lain. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. kitab-kitab. dan menunaikan zakat. penderitaan dan dalam peperangan. akhlak serta hubungan kemasyarakatan seseorang. ibadah. apabila segisegi keagamaan ini telah dihayati dan diamalkan. semakin tinggi juga rasa pengabdian kepada Allah SWT. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. difirmankan Allah dalam Surah Al- Baqarah (2) : 7." Menurut ayat tersebut ciri-ciri ketakwaan dapat dilihat pada kadar keimanan (akidah).Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. orang-orang miskin. Semakin tinggi kadar akidah. anak-anak yatim. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya).

Untuk menjadi manusia takwa. sabar. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami).Kemampuan ini bersumber kepada kemampuan dasar manusia yang dibawahnya sejak lahir. adalah sifat-sifat dasar manusia yang sejenis dengan sifat-sifat Allah Ar-Rahman. tetapi dalam ukuran batas kemanusiaan. semenjak masa . Ash-Shabur. hati nurani akan mempengaruhi dan mendasari segala unsur kepribadian (kerohanian. Jika sudah demikian hal maka sudah terbentuklah perilaku takwa. rasa tanggung jawab. yang tercermin dalam sikap dan aktivitas hidup. pemaaf. perasaan. Dorongan dasar yang pertama diperoleh semenjak roh manusia berjanji di alam arwah. Al-Ghaffar. kami menjadi saksi".Selanjutnya rasa pengabdian yang mengendap ke dalam dasar jiwa akan membentuk hati nurani. Semua manusia mempunyai kemampuan untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa. Al-Malik. yaitu mendorong dasar untuk mengabdi kepada Allah SWT dan dorongan dasar untuk berakkhlak mulia. Sifat-sifat manusia seperti kasih sayang. pikiran. Sifat-sifat ini sejenis dengan sifat-sifat Allah SWT yang tersebut dalam asma’ul husna. seseorang harusa dapat mengembangkan dorongan dasar rasa ketauhidan serta dorongan dasar untuk berakhlak mulia secara terus menerus. suci. kemauan. Ar-Rahim. Al-Adil. seperti disebutkan dalam firman Allah Surat Al-Araf (7):172 “Dan (ingatlah). (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" Dorongan dasar yang kedua berasal dari sifat-sifat dasar manusia yang merupakan pemberian Allah SWT semenjak rohnya ditiupkan ke dalam bada jasmaninya. hubungan sosial). adil. yaitu pribadi muslim yang sempurna. Dalam proses selanjutnya. Al-Qudus.

Agar masyarakat mencapai predikat sejahtera. Dalam masuarakat sejahtera. Di dalam Alquran terdapat ungkapan bbaldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur yang arti hafiahnya suatu negeri yang baik dan Tuhan Maha Pengampun. metode yang akan diterapkan. Apabila pembinaan ketakwaan sudah dimulai sejak dini. 2) Keluarga sakinah dan Pembinaan Masyarakat Sejahtera Terbentuknya masyarakat sejahtera merupakan tujuan diturunkannya Al-Quran. sekolah maupun masyarakat. dalam proses ini berperang sangat menentukan. Dalam hal ini keluarga sakinah dan segenap anggotanya merupakan lahan yang subur. . Konsep-konsep itu misalnya berbentuk dari diri manusia takwa yang akan dicapai tujuan pembentukannya. Ungkapan ini sering digunakan untuk menyebut masyarakat ideal yang terbentuk sangat kita dambakan yaitu masyarakat adil makmur makmur dan penuh ridha Tuhan.Rasa aman dan tentram menyangkut hidup kejasmanian dan kerohanian. diperlukan beberapa persyaratan. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. materi-materi yang diperlukan. antara lain harus menunjukan suasana ketakwaan kepada Allah SWT.Manusia takwa dilahirkan oleh keluarga sakinah. serta ketimpangan sosial. maka pembinaannya pada masa dewasa akan lebih mudah Pembinaan ini ditempuh baik melalui keluarga. baik secara perseorangan maupun kelompok. Orang tua sebagai penanggungjawab keluarga. dan sarana-sarana yang akan menunjang.kanak-kanak. bebas dari ketidakseimbangaan ekonomi. Pada perkembangaan selanjutnya akan lahirlah manusia takwa yang siap untuk membentuk keluarga sakinah yang baru. pada setiap anggotanya harus tumbuh rasa saling memiliki dan tumbuh pula dorongan untuk memperhatikan kesejahteraan anggota yang lain. orang tua akan menentukan konsep-konsep dasar yang berhubungan dengan tumbuh dan berkembang ketakwaan anggota keluarganya.Dengan demikian. antara keluarga sakonah dan ketakwaan terdapat timbal balik yang erat. Sebagai manusia bertakwa. sebaliknya rasa ketakwaan dapat memberikan makna kepada kehidupan manusianya serta memperkokoh dan melahirkan keluarga sakinah demikian seterusnya. antara lain lahan. dapat mengembangkan sifat adil berdasarkan nilai keislaman. yaitu sejak masa kanak-kanak. kedua kemampuan dasar itu memerlukan banyak faktor. Dalam tulisan ini dipakai istilah masyarakat sejahtera dengan pengertian masarakat yang anggota-anggotanya merasa aman dan tentram dalam seluruh kehidupannya.

memiliki usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan keharusan. ketakutan. untuk sellau beribadah kepada Allah dan mengusahakan kesejahteraan umat manusia. Dari studi yang dilakukan secara lintas negara.Dalam masyarakat sejahtera. e. dan lintas etnik disimpulkan bahwa persoalan perempuan bukan terletak pada diri perempuan semata. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keluarga sakinah memiliki peran ganda. Sebagai lembaga keluarga yang mempunyai persyaratan yang menyangkut kehidupan dunia akhirat. keluarga sakinah dalam jumlah besar akan melahirkan masyarakat sejahtera. tetapi berkaitan erat dengan kompleksitas relasi sosial yang dipayungi ideology kultural yang membentuk cara pandang terhadap eksistensi laki-laki dan perempuan. Tanpa keinginan meningkatkan kesejahteraan orang miskin. Bagi seorang muslim. membahas masalah perempuan sesungguhnya adalah membahas persoalan relasi antara perempuan dan laki-laki maupun antar perempuan dengan keluarga. Jender dalam Muhammadiyah Berbagai studi telah dilakukan untuk memetakan berbagai faktor yang menghambat proses pemberdayaan perempuan (gerakan gender). Usaha mewujudkan masyarakat sejahtera dapat tercapai apabila setiap keluarga merupakan keluarga sakinah. keluarga sakinah akan sanggup melahirkan manusia takwa yang mampu bertanggung jawab atas kesejahteraan manusia lain dan sanggup mewujudkan terbentuknya masyarakat sejahtera. Oleh karena itu. masyarakat sejahtera merupakan tempat bernaung manusia takwa yang telah dilahirkan oleh keluarga sakinah. manusia takwa dapat mewujudkan rasa ketakwaannya secara baik. yaitu menjadi hamba Allah yang selalu taat dan dapat mengembangkan dorongan rasa sosial secara wajar. yaitu. komunitas dan keluarga. yaitu dorongan untuk mensejahterakan masyarakat. salat yang merupaka perbuatan terpuji dapat diubah menjadi perbuatan munafik. Persoalan perempuan dan agama makin marak berkembang seiring dengan kesadaran baru kaum perempuan untuk mempertanyakan sejauh manakah agama mampu memberikan rasa aman dan segala bentuk tekanan.Dengan kondisi seperti dilukiskan diatas. dan ketidakadilan.Saat ini agama . seperti fiman Allah dalamsurat Al-Maun (107):1-7 Melalui masyarakat sejahtera akan tercapai tujuan kehidupan manusia di bumi. yaitu disamping dapat melahirkan manusia takwa. lintas budaya.Keluarga sebagai unsur terkecil masyarakat berperan penting dalammenujudkan masyarakat sejahtera.

Adaptasi tersebut berlawanan dengan pendapat para ulama sezamannya yang cenderung mengambil jarak dengan hal-hal yang dianggapi sebagai tradisi orang “kafir”. dan rumah sakit. Pendirian beliau yang keras terhadap taqlid dan keterbukaan terhadap perubahan menjadikan Muahmmadiyah sebagai organisasi yang dinamis dan mudah menyesuaikan diri dengan perubahan. harus ikut menyumbangkan pemikirannya dalam masalah pemberdayaan perempuan ini. KH. pakaian.Tuntutan keterlibatan Muhammadiyah dalam persoalan ini sebenarnya sejalan dengan semangat tajdid (oembaharuan) yang dicanangkan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan. bisa jadi terpengaruh oleh bisa kultur tertentu. sekolah putri yang diprakarsai hanya untuk mempersiapkan kaum perempuan menjadi isteri dan ibu yang mandiri.Dengan semboyan kembali kepada Al-Quran dan Hadia. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang cukup besar dan berpengaruh terhadap perkembangan Islam Indonesia. Hal tersebut tercermin dari keterbukaan KH. kurikulum. Penyederhanaan upacara kematian merupakan salah satu contoh KH. Ahmad Dahlan memberikan kesempatan yang sama bagi anak laki-laki dan perempuan unutk belajar ilmu-ilmu modern di sekolah-sekolah Muhammadiyah.mendapatkan tantangan baru karena dianggap sebagai salah satu unsur yang melanggengkan ketidakadilan terhadap perempuan. KH. Dalam sekolah Muhammadiyah murid-murid diajarkan ilmu modern yang dipadukan dengan ilmu-ilmu keislaman. Kesempatan ini telah memberikan jalan bagi kaum perempuan di lingkungan . semboyan ini juga memungkinkan Muahmmadiyah untuk secara fleksibel dan terbuka bagi unsur-unsur sumbernya. asalkan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip kedua sumber diatas. panti asuhan. Ahmad Dahlan mengajarkan umat islam untuk berhemat tanpa menghilangkan unsur-unsur esensial yang diajarkan Islam.Ahmad Dahlan untuk mengadaptasi berbagai bentuk pemikiran dan institusi yang berasal dari colonial Barat dan Kristen seperti sistem pendidikan. Oleh karena itu agamawan. Disisi lain.Lebih dari langkah yang dilakukan Kartini. Ahmad Dahlan bersikap keras terhadap aspek-aspek kulturan yang disebut bid’ah dan sikap taqlid karena dapat membelenggu umat Islam pada hal yang tidak bermanfaat. apakah ketidakadilan tersebut inheren dalam agama itu sendirii atau persoalan terletak pada tafsir keagamaan. baik secara individu secara kelompok dituntut untuk secara jeli melihat.Muhammadiyah progresif meningkatankan posisi perempuan melalui pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman.

Aisyiyah termasuk sebagai pioneer organisasi perempuan yang turut membidani lahirnya KOWANI pada tahun 1928. Kesewenangan laki-laki ini dapat dihilangkan dengan mencantumkan kewajiban dan tanggung jawab suami terhadap istri. Kemudia disusul dengan perdirinya “Mualimat” sebagai sekolah agama khusus untuk murid putri. namun secara kultural sudah merespons tuntutan global bagi hak-hak perempuan untuk menerima pendidikan dan kebebasan mereka dari bias kultural yang mengesahkan kesewenangan suami seperti yang digambarkan oleh Kartini. bersama isteri beliau memprakarsai berdirinya Aisyiyah sebagai organisasi perempuan di lingkungan Muhammadiyah.Seperti ditulis oleh Kumari Jayawardena (1986:16) bahwa peran istri sebagai pendamping suami yang setia sangat ditekankan sebagai upaya untuk mencegah mereka berbalik pada agam sebelumnya (Islam). buku ini telah memberikan garansi kebolehan perempuan untuk .Masa 40 tahun merupakan masa yang sangat lambat bagi suatu perubahan visi di tengan intensitas perubahan sosial politik pada tataran makro yang tentu saja mempengaruhi kehidupan kaum perempuan.Sedangkan secara politisi buku tersebut menjadi imbangan dari pemerintah kolonial yang mendukung penyebaran agama Kristen dengan menyediakan sekolah-sekolah keputrian. Buku “ Menjadi Istri yang Berarti “ mengalami revisi setelah digunakan selama 40 tahun.Tujuan dari perdirian sekolah keterampilan puteri untuk mempersiapkan mereka menjadi istri para birokrat lokal yang sebagian besar pindah agama Kristen. Sebagai kelanjutan dari proses pemberdayaan terhadap posisi perempuan. Kesempatan ini telah memberikan jalan bagi kaum perempuan memasuki jenjang pendidikan yang sama dengan laki-laki. revisi tersebut dipandang sebagai gerakan tajdid Muahmmadiyah untuk mengakomodasikan sekaligus memberikan tuntunan Islam terhadap berbagai pencapaian perempuan masa itu. Jauh sebelum Presiden perempuan dipersalahkan pada pemilu 1999 yang lalu.Namu demekian. Tepatnya pada tahun 1972 dengan menggantinya dengan Adabul Mar’ah fil Islam. Aisyiyah dan Muhammadiyah secara bersama-sama mengeluarkan pedoman “ Menjadi Isteri yang Berarti “. Dalam Adabul Mar’ah fil Islam telah dimasukkan tentang peran-peran public sebagai bagian dari eksistensi perempuan. pada Muktamar tahun 1937.Pendidikan yang setara antara laki-laki dan perempuan telah memberikan akses pada keduanya untuk bersama-sama memperjuangkan membangun kehidupan yang sejahtera pasca kemerdekaan. Di samping itu.Muhammadiyah. Meskipun buku tersebut lebih banyak menekankan cara perempuan berperan sebagai istri dan ibu yang baik.

ekonomi. hakim. maskulin dan feminism. Ketimpangan tersebut terjadi karena adanya bias pemikiran yang meletakkan gender pada dataran given (kodrati). Kaitannya dengan persoalan peremuan. Muhammadiyah harus berhadapan dengan perkembangan pemikiran feminisme sebagai bagian dari kajian-kajian keislaman ( Islamic Studeis) mutakhir.Disamping itu. Sementara gender bersifat particular dank has dari satu budaya dengan budaya yang lain. politik. posis dan pembagian kerja dalam masyarakat. Kalangan feminis berhasil merumuskan perangkat analisis sosial yang dapat digunakan untuk mengkritisi berbagai ketimpangan sosial yang berbasis gender. jaksa. Perbedaan antara jenis kelamin dan gender adalah bahwa jenis kelamin (sex) bersifat universal.menduduki berbagai jabatan-jabatan politik dan profesi secara tradisional “ditabukan” bagi kaum perempuan seperti direktur. pola relasi.Jadi. berubah-ubah sesuai dengan perubahan suprasruktur. gender berbeda dengan jenis kelamin (sex) yang bersifat kodrati. Tentu saja peran Muhammadiyah cukup besar dalam membuka wacana modern tentang hak-hak perempuan. Secara keras analisis gender mempertanyakan ideology kultural ketidakadilan ini. pencapaian pendidikan dan atau desakan ekonomi telah memperluas nasional. Sesungguhnya gender merupakan konstruksi sosial budaya terhadap laki-laki dan perempuan termasuk citra diri. Demikian pula dengan pembagian kerja domestic dan publik bukan merupakan bagian kordati tetapi dikontruksi sesuai kebutuhan masyarakat. Pengakuan hak-hak public ini membuat kaum perempuan muslim muncul sebagai kaum perempuan yang mandiri dan percaya diri dalam menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi di bidang pendidikan. polisi. Mengapa feminism ?karena feminism merupaka bagian dari perkembangan wacana ilmiah yang berkaitan dengan keadaan sosial. Secara keras analisis gender . menetap serta tidak bisa dipertukarkan seperti fungsi organorgan reproduksi. baik pada diri laki-laki dan perempuan. termasuk kenakalan remaja. struktur dan techo environment tertentu. dan sosial.Intensitas perkembangan ekonomi telah banyak menciptakan urbanisasi yang mendasari terbentuknya keluarga inti (nuclear family).Komplesitas kehidupan urban mengakibatkan munculnya berbagai patologi sosial. dan jabatan sejenis lainnya. Analisis gender adalah perangkat analisis yang ditujukan untuk mengkritis berbagai ideology kultural yang dirasakan merugikan perempuan di masa di mana techno-enviroment tidak menjadikan lagi aspek kordati sebagao hambatan. bisa pergunakan seperti citra diri yang lemah lembut atau keras dan rasional yang dapat terjadi.

aborsi.Raden Hajid yang disebut Padvinder Muhammadiyah oleh orang Belanda.Anggotanya adalah angkatan muda dan remaja yang dididik keterampilan kepanduan.Muhctar dan KH. b.mempertanyakan ideologi kultural ketidakadilan ini. Secara umum persoalannya terletak pada budaya patriarkhi yang dibangun di atas asumsi superioritas laki-laki. Tugas dan Perannya Pemuda Muhammadiyah persyarikatan Muhammadiyah diberi tugas sebagai berikut : . keagamaan. Muhtar tahun 1920. Sekali lagi. tingkat anak-anak dinamakan Pandu Atfal dan tingkat remaja dinamakan Pandu Pengkela. Mucholish Madjid. Kuntowijoyo. dan anti rumah tangga. Amien Rais dan kalangan modernis lainnya. kemasyarakatan. dan sosial kependidikan. Ali Syariati maupun beberapa intelektual muslim Indonesia seperti.Dan baru diberi otonim penuh sejak Muktamar ke-37 di Yogyakarta tahun 1968.HW Atfal dan HW Pengkela pada saat itu dipimpin oleh dua tokoh KH. Ide-ide reformasi keagamaan banyak sekali dibantu oleh berbagai analisis sosial modern yang pada gilirannya menggugah kesadaran nasionalisme seperti yang dilakukan oleh Abduh dan Rasyid Ridha. analisis gender adalah analisis sosial yang berguna menumbuhkan kesadaran akan keadilan sosial. sampai saat ini masih terjadi resistensi yang tinggi di antara kaum Muslimin untuk menggunakan analisis gender dalam wacana keagamaan. Dalam perkembangannya tahun 1932 atas keputusan kingres ke-21 di Makassar ditetapkan berdirinya “Pemuda Muhammadiyah”.Hizbul Wathon terdiri atas dua tingkat. Muhammadiyah telah menyingkapi dengan menetapkan program membentuk proyek keluarga sakinah diberbagai lingkungan Cabang atau Ranting Muhammadiyah sebagai perwujudan program keluarga sakinah secara nyata dan terukur yang pelaksanaannya terkoordinasi dengan program keluarga sakinahyang dikelola Aisyiyah 2. Namun. Sejarah Kelahiran Berasal dari berdirinya “ Hizbul Wathon” yaitu tentara tanah air yang dipelopori KH. Pemuda Muhammadiyah a.resistensi tersebut pada dasarnya terletak pda kesimpangsiuran pemahaman analisis dengan ideologi perempuan Barat yang menganut free sex.

Siswa Praja Wanita (SPW) pimpinannya diserahkan pada Sit Wasilah sebagai ketua. jamaah shalat dan kegiatan keputrian. 3. Mahasiswa. Menanamkan rasa persatuan 2. Olahraga. Tujuan terbentuknya Siswa Praja adalah : 1. Memperbaiki Akhlak 3. . Kegiatannya semakin banyak dan nyata pada tahun 1931 nama SPW diganti dengan Nasyiatul Aisyiyah (Nasyiah) tahun 1938 pada konggres muhammadiyah ke 26 di Yogyakarta diputuskan “simbul padi” menjadi simbul Nasyiah. Bausasran dan Kota Gede. Sejarah Kelahirannya Berdrinya Nasyiatul Aisyiyah bermula dari ide Somodirjo dalam usahanya untuk memajukan Muhammadiyah dengan mengadakan perkumpulan yang anggotanya terdiri dari para remaja putra-putri Standar Scholl Muhammadiyah dengan nama Siswa Praja (SP) pada tahun 1919. Kebudayaan. Nasyiatul Aisyiyah a. Pada tahun 1923 secara organisatoris SPW menjadi urusan Aisyiyah. Karangkajen. berpidato. Memperdalam agama Siswa Praja memiliki ranting-ranting disekolah-sekolah Muhammmadiyah yang ada yaitu : Suronatan. penyempurnaan amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah. dan sebagainya) 3) Memberi bantuan bimbingan dan pengayoman kepada organisasi-organisasi tersebut serta menjadi penghubung aktif secara timbal balik 4) Memimpin dan menyelenggarakan musyawarah kerja Dalam perkembangan tahun 1966 Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke IV di Jakarta tanggal 28-24 November 1966 dalam Muqaddimah AD Pemuda Muhammadiyah ditetapkan bahwa Pemuda Muhammadiyah memiliki fungsi sebagai Pelopor. 2) Mendorong terbentuknya organisasi /gerakanan pemuda sebagai tempat bagi putraputri Muhammadiyah yang berdiri sendiri dalam pengayoman Muhammadiyah yang berbentuk pengkhususan ( Pemuda.1) Menanamkan kesadaran dan pentingnya peranan putra-putri Muhammadiyah sebagai pelangsung gerakan Muhammadiyah serta kesadaran organisasi. pelangsung. Pelajar. Bapak Achyar Anies kemudian mengarang nyanyian simbul padi dan dijadikan Mars Nasyiah. Tempat mengadakan kegiatan SPW di rumah Haji Irsyad dengan bentuk pengajian.

Berakhlak mulia. bersih. ibadah dan taat kepada Allah SWT. maka pada tahun 1965 di Bandung.a. Dengan didahului konfrensi di Solo. secara kekeluargaan Aisyiyah mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari Nasyiah. faktor intern. yang merupakan gerakan putrid Islam. maka peran Nasyiah semakin diperhatikan. Baru setelah Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta tahun 1950 saat itu Aisyiyah mnjadi otonom. Faktor ini lebih dominan daripada faktor . bergerak di bidang keagamaan. bergerak di bidang keagamaan . 4. d. kemasyarakatan dan keputrian. kemasyarakatan dan keputrian. serta mengajak dan mengarahkan orang lain sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan asSunnah. Munas diikuti oleh 33 daerah dan 1666 cabang. serta menjalankan fungsinya sebagai kader umat. Pada masa sekitar revolusi percaturan politik mempengaruhi kehidupan masyarakat. Mulai saat ini Nasyiyah mendapatkan status sebagai organisasi otonom Muhammadiyah. menuju terbentuknya putrid Islam yang ber-Akhlak mulia. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ada dua faktor integral yang menjadi dasar dan latar belakang sejarah berdirinya IMM. c. e. Nasyiah mendasarkan usaha dan perjuangannya di atas prinsip-prinsip yang terkandung di dalam anggaran dasarnya. Menunaikan kewajiban terhadap agama. adalah faktor yang ada di dalam organisasi Muhammadiyah itu sendiri. Aisyiyah dan Nasyiah mengalami kemacetan. Nasyiah berhasil mengadakan munasnya yang pertama bersamaan dengan muktamar muhammadiyah dan Aisyiyah. agar terwujud masyarakat yang indah . suka dan ikhlas bekerja karena Allah serta senantiasa berjuang dengan gembira. Maksud gerakan putri Islam ialah menggerakan putrid-putri islam untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Maksud gerakan putri Islam. Melancarkan dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar dan Melancarkan amal usaha dan perjuangan. bangsa dan Negara serta rumah tangga. Pertama. suci dan makmur di bawah lindungan Tuhan yang Maha Pengampun. memurnikan agama. Ketika Muktamar di Jakarta tahun 1962 Nasyiah mulai diberi kesempatan untuk mengadakan musyawarah sendiri tahun 1963 dalam siding tanwir disepakati untuk memberi status otonom kepada Nasyiah di bawah pimpinan Majlis bimbingan Pemuda. kader persyarikatan dan kader bangsa. pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah/ Aisyiyah. Organisasi-organisasi termasuk Muhammadiyah. b. Nasyiatul Aisyiyah adalah organisasi otonom dan kader Muhammadiyah. Dalam melaksanakan usahanya menuju terbentuknya pribadi putrid Islam yang berarti bagi agama. yaitu: Hidup manusia harus berdasar tauhid. serta meningkatkan fungsi dan peran Nasyiatul Aisyiyah sebagai pelopor. bangsa dan Negara. Secara organisatoris lepas dari Aisyiyah.

Keadaan dan kehidupan umat islam waktu itu masih banyak dipenuhi oleh tradisi. Namun cita-cita membentuk organisasi mahasiswa belum dapat terwujud karena Muhammadiyah masih menjadi anggota istimewa Masyumi yang terikat ikrar abadi umat islam. lain dalam bentuk motivasi idealis dari dalam. b. Suherman. undang-undang. paham dan keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. faktor ekstern. Kemudian pada tahun 1958 fakultas serupa dibangun di Surakarta. paham dan cita-cita dan merefleksikan ideologinya itu. mahasiswa-mahasiswa ini juga datang dari mahasiswa Muhammadiyah yang ada di Jakarta seperti Nurwijoyo Sarjono.a. M. Djazman Al-Kindi sebagai sekertaris umum mengusulkan kepada PP Muhammadiyah yang waktu itu diketuai oleh KH. dan Sutrisno Muhdam. d. Peresmian berdirinya IMM resepsinya diadakan di gedung Dinoto Yogyakarta dengan ditandai penandatanganan “ Lima penegasan IMM” oleh KH Ahmad Badawi yang berbunyi: Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah organisasi mahasiwa yang sah dengan mengindahkan segala hukum. Yang salah satu isinyamenyatakan satu-satunya organisasi mahasiswa Islam adalah HMI. M. maka Muhammadiyah mesti bersinggungan dan berinteraksi dengan mahasiswa dengan cara menyediakan dan membentuk wadah khusus yang bisa menarik animo dan mengembangkan potensi mahasiswa. dan Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahi ta’ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat. Yasif. Akademi Tabligh Muhammadiyah di Yogyakarta. Kedua. Ahmad Badawi untuk mendirikan organisasi Khusus bagi mahasiswa dengan nama Ikatan Mahasisswa Muhammadiyah (IMM). yang kemudian diresmikan pada tangggal 14 Maret 1964 (29 syawal 1384). c. Keyakinan dan praktik keagamaan umat Islam termasuk di . Fachrurrazi sebagai ketua umum dan M. Anggapan mengenai pentingnya wadah bagi mahasiswa tersebut lahir pada saat Muktamar ke-25 Muhammadiyah di Jakarta (1963) pada tanggal 18 November 1955 Muhammadyah baru bisa mewujudkan cita-cita untuk mendirikan perguruan tinggi yaitu Fakultas Hukum dan Filsafat di Padang Panjang.Z. peraturan. Dengan banyaknya desakan dan dorongan tersebut . Menjelang Muktamar Muhammadiyah setengah abad di Jakarta pada tahun 1962. yaitu situasi dan kondisi kehidupan umat dan bangsa serta dinamika gerakan organisasi-organisasi mahasiswa. maka PP Pemuda Muhammdiyah waktu M. yaitu dorongan untuk mengembangkan ideologi. Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah. Faklutas Ilmu Sosial di Jakarta. serta dasar dan falsafah Negara. adalah hal-hal dan keadaan yang datang dari dan berada di luar Muhammadiyah. e. Usulan itu disetujui oleh PP Muhammadiyah.

dan c. dan kurafat. Ikatan Remaja Muhammadiyah ( IRM ) Upaya dan keinginan para pelajar Muhammadiyah untuk mendirikan organisasi pelajar Muhammadiyah telah dirintis sejak tahun 1919 dengan adanya siswa praja di sekola-sekolah. dan kemahasiswaan. pengembanan misi robbani. Setelah ada kesepakatan antara PP Pemuda Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah Majlis Pendidikan dan Pengajaran tanggal 15 Juni 1961 ditandatangani peraturan bersama tentang organisasi IRM ini. 5. Sebagaimana diketahui bahwa HMI pada mulanya didirikan dan dibesarkan oleh orang-orang Muhammadiyah untuk mengembangkan ideology Muhammadiyah. kebodohan. Sebagai organisasi kader. keterbelakangan. memiliki fungsi : a. b. umat dan bangsa. Yakni sebagai kader persyarikatan. Sementara itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga tengah terancam oleh pengaruh ideology komunis ( PKI ). memutuskan untuk membentuk IPM. menyadarkan dan meyakinkan anggotanya bahwa ia berada dalam kaitan dari tanggung jawab sebagai khalitafullah fi al-ardi. Himpunan mahasiswa islam ( HMI ) pada masa ini. bid’ah. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah merupaka gerakan mahasiwa Islam yang bergerak dibidang keagamaan.dalamnya maasiswa banyak bercampur baur dengan takhayaul. Kemudia keputusan itu diperkuat pada Mukhtamar Pemuda Muhammadiyah 2 berlangsung pada 24-24 Juli 1960 di Yogyakarta. kemisikinan. kendati telah berusaha menunjukkan eksistensi dirinya sebagai bagian dari kekuatan revolusioner. Kemudia dimatangkan lagi di dalam konfrensi pemuda Muhammadiyah di Surakarta . senantiasa berupaya melakukan proses unutk mengaktulaisasikan dan mengembangkan potensi manusiawi anggota ikatan seuai dengan fitrah yang diberikan Allah SWT. Sebagai organisasi dakwah. namun HMI tetap menjadi sasaran PKI untuk dibubarkan seperti halnya organisasiorganisasi mahasiswa yang lain. Maka berdirinya IMM membantu dan mempertahankan HMI dari upaya pembubaran oleh PKI. dan konflik kekuasaan antara golongan dan partai politik. Sebagai eksponen mahasiswa islam dalam Muhammadiyah. senantiasa berusaha untuk menginternalisasikan dan mensosialisasikan agama islam ke dalam segenap dimensi kehidupan. kemasyarakatan. Dengan kegigihan dan kesungguhan aktifitas Muhammadiyah untuk membentuk organisasi kader di kalangan pelajar baru ada titik terang dan mulai menunjukan keberhasilan yaitu ketika 1958 konfrensi Pemuda Muhammadiyah di Garut menempatkan Organisasi Pelajar Muhammadiyah dibawah pengawasan Pemuda Muhamadiyah. IMM merupaka bagian dari mata rantai perjuangan dan gerakan mahasiswa Islam Indonesia yang berada dalam Muhammadiyah yang berusaha memadukan kompetensi akidah dan intelektual.

Sekitar tahun 1925 sampai dengan 1951 di kampung kauman banyak sekali berkembang aliran pencak silat yang berbau ajaran islam maupun yang menyimpang dari ajaran islam. umat dan bangsa mempunyai kesadaran dan kemampuan untuk menegakkan dan menjujung tinggi agama islam. Dengan berbagai pertimbangan pada tanggal 18 November 1992 nama IPM resmi diganti menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah ( IRM ). . Tapak Suci Putra Muhammadiyah Berdiri Tapak Suci Putra Muhammadiyah memiliki sejarah yang panjang. Ikatan Remaja Muhammadiyah merupaka pergantian nama dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai kader persyarikatan. Dalam konpinwi IPM tahun 1992 di Yogyakarta. Dan ditetapkan tanggal 18 Juli 1961 M. disamping ke khawatiran makin terpecah belahnya perguruan pencak silat. Membina dan meningkatkan kesatuan akidah islamiah seluruh remaja muslim b.tanggal 18-20 Juli 1961. 6. Mukhtamar IRM yang pertama dilaksanakan pada tanggal 3-7 Agustus 1993. Akbar Tanjung secara implisif menyampaikan kebijakan pemerintah pada IPM unutk melakukan penyesuaian dalam tubuh organisasi. Bermula dari desakan anak murid perguruan Kasedu kepada pendekar Moh. keterampilan. Mempersiapkan kader persyarikatan. bertepatan dengan tanggal 5 Shafar 1381 H sebagai Hari Kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah ( IPM ). yang sebenar-benarnya. setelah perubahan nama IPM menjadi IRM. umat dan bangsa dalam menunjang pembangunan manusia seutuhnya. Membina dan meningkatkan pemahana serta pengamalan ajaran islam kepada seluruh remaja muslim c. dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi d. Didasari atas keprihatinan dengan merosotnya kegiatan para pendekar besar dalam mengembangkan pencak silat. maka fungsi atau peran Ikatan Remaja Muhammadiyah sebagai berikut : a. Konpiwil PP IPM diminta Depdagri mengisi formulir direktori organisasi dengan disertai cacatan untuk mengubah nama IPM. seiring dengan perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan eksistensi bangsa dari penjajahan bangsa lain. Mengembangkan potensi remaja muslim dengan membina dan meningkatan kecakapan.Ir. Dari mukhtamar ke mukhtamar.Barie Irsjad. Berdasarkan hal tersebut diatas. Menpora RI. agar dapat didirikan satu perguruan yang menggabungkan semua perguruan yang sejalur. sehingga terwujud masyarakat islam. IPM mengalami perkembangan sampai dengan Mukhtamar ke VII 26-30 April 1989 di Cirebon nama IPM menjadi agenda penting yang belum dapat terselesaikan sehingga berakibat gagalnya rencana penyelenggaraan Mukhtmar VIII IPM di Medan yang diganti menjadi Mukhtamar terbatas di Yogyakarta.

Tapak suci putra Muhammdiyah mengajarkan pencak silat sebagai olahragawi menyeimbangkan antara lahir dan batin dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Hizbul Wathan Hizbul Wathan ( kepanduan muhammadiyah). Berkat kebesaran pendekar-pendekar terdahulu yang sudah mampu memandang jauh kedepan dengan melebur perguruan kauman yang telah ada sejak 1925. Dengan melihat perkembangan dan potensi tapak suci yang telah berperan besar untuk umat Islam. Untuk itu dalam sidang Tanwir Muhammadiyah tanggal 28 Juli 1 Agustus 1967. 7. Mengabdi perguruan untuk perjuangan agama serta bangsa dan Negara. Segala perangkat dan prasarana yang telah disiapkan dibawa dalam pertemuan pendekar tanggal 1 juli 1963. didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada tahun 1918. Sikap mental dan gerak langkah anak murid harus merupakan tindakan-tindakan kesucian. Ahmad Dahlan Badawi ketua PP Muhammadiyah memandang tapak suci tepat sekali dijadikan wadah pengkaderan Muhammadiyah. Atas usul H. Pembahasan organisasi tidak mengalami banyak kesulitan menemui persoalan. Agus Salim. Untuk proses persiapan berdirinya perguruan ini dibentuklah dua tim yaitu: tim organisasi dijetuai Irfan Nadjam. bersih dari ilmu sesat dan syirik b. maka atas rahmat Allah SWT lahirlah perguruan tapak suci secara resmi pada tanggal 31 Juli 1963 bertepatan dengan tanggal 10 Rabiul Awwal 1383 H. Pelopor beridirinya antara lain siradj Dahlan dan Sarbini. dan tim perguruan diketuai oleh Moh. Hal ini disebabkan karena telah disepakati bahwa lahirnya tapak suci bukan lahirnya aliran baru. KH. Tapak Suci putra muhammmdiyah lahir dan berkembang untuk menjadi pelopor pembangan pencak silat yang metodis dan dinamis dengan dasar: a. tapak suci ditetapkan sebagai organisasi otonom Muhammmdiyah. Semula bernama Padvinder Muhammdiyah. bangsa dan Negara dalam menentang PKI. kemudian restu diberikan dengan pengertian perguruan nanti adalah kelanjutan dari perguruan di Kauman yang didirikan sejak tahun 1925 dan berkedudukan di kauman. kelahirannya ditandai dengan sebuah pertemuan tebuka yang di hadiri segenap tokoh-tokoh persilatan dari masyarakat umum bertempat di gedung pesantren Aisyiyah Kauman Yogyakarta. Setelah melalui berulang kali sarasehan. c. Barie Irsjad dapat menerima kenyataan itu. Membina pencak silat yang berwatak serta kepribadian Indonesia. Rustam Djundab. pendekar Moh. istilah belanda tersebut di indonsesiakan dengan “ kepanduan .Dengan dasar pengertian bahwa kekuatan dapat disatukan dan tidak akan ada lagi lahirnya perguruan dari aliran yang sama. Jadi iman dan akhlak anak didik tapak suci merupakan sumber kekuatan yang berasal dari Allah dan samasekali bukan berasal dari manusia itu sendiri.

kepanduan muhammadiyah berganti nama menjadi hizbul wathan (HW). antara lain Jendral Sudirman yang pada tanggal 18 desember 1945 diangkat oleh presiden soekarno menjadi panglima besar tentara keamanan rakyat.Muhammadiyah”.H. tertanggal 20 Mei 1961. Bahkan diintruksikan untuk mendirikan HW di tingkat Pusat sampai tingkat ranting. Dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia banyak memberikan andil dalam mempersiapkan para pemuda untuk menghadapi penjajah Belanda. kegiatan kepanduan yang berbentuk HW dihidupkan kembali berdasarkan hasil keputusan Muktamar Muhammdiyah ke-44 tahun 2000 di Jakarta. Hadjid. Ada beberapa tingkatan pada HW: tingkat Athfal untuk usia 8-11 tahun. HW ditiadakan dan disatukan kedalam Gerakan Pramuka ( Praja Muda Karana). dan tingkat penghela untuk usia 17 tahun ke atas. Setelah orde baru tumbang digantikan dengan orde reformasi. atas usul R. Pada tahun 1920. 238/1961. Berdasarkan SK Presiden RI No. . tingkat pengenal untuk usia 12-16 tahun.

sekolah dan organisasi. memiliki fungsi yang menyusun kebijakan dalam bidang tabligh. memelihara wakaf. menyelenggarakan pendidikan dan kaderisasi mubaligh. Majelis ini berdiri pada tahun 1928. mengkoordinasikan korp mubaligh. Selain itu berperan juga dalam mentarjih dalil agama untuk dipilih yang paling kuat. dan memiliki fungsi membimbing pengamalam ajaran islam. menyelenggarakan usaha-usaha pertolongan (RS. mempergiat pengkajan dan penelitian. Lembaga ini hanya dibentuk di tingkat pusat saja. dan melakukan penelitian dakwah. sedangkan badan dapat dibentuk sampai tingkat wilayah. Baik pendidikan dasar .dan mengembangkan perbaharuan pemikiran agama. Majelis ini bersiri pada tahun1917. sesuai dengan bidang garapnya masing-masing. Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Perkembangan (Diklitibang). klinik kesehatan. Majelis ini diberi amanah oleh persyerikatan untuk menyusun onsep pengkaderan dan mengoperasionalkan di lingkungan keluarga.       .meningkatkan kualitas ulama.memberikan fatwa agama. mempertebal akidah. mengeembangkan studi lanjut. Majelis Hikmah.KESIMPULAN  Ada delapan majelis dalam Muhammadiyah yang berfungsi mengdukung dan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka tercapainya tujuan Muhammadiyah.pendataan kader. menyelenggarakan pendidikan kesehatan sehingga tersedia tenaga kesehatan. Majelis Kesehatan dan Pembinaan Kesejahteraan Sosial. tekun beribadah.dan mempertinggi kecerdasan politik. aklakul karimah dan penguasaan IPTEK Majelis Perkembangan Kader dan Sumberdaya Insani (MPK-SDI). kalau ada daerah yang ingin memiliki badan pembina dan pengawasan keuangan diperbolehkan asalkan mendapatkan izin dari PWM ( Pengurus/Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) setempat. mempublikasikan pedoman kaderisasi. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MT-DK). menengah ataupun pendidikan tinggi majelis ini diberikan tugas oleh persyerikatan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam rangka menyiapkan sumberdaya manusia yang memiliki jiwa Muhammadiyah. PKU. masjid. mengadakan darul arqam dan kegiatan sejenisnya. Ada tujuh lembaga dan satu badan pembina dan pengawas keungan. Majelis ini brtugas mengadakan kajian-kajian polotik. klinik bersalin). menyelenggarakan forum ideopolitor. Majelis Tarjih dan Pembangunan Pemikiran Islam (MT-PPI). Majelis ini diberi tugas oleh persyerikatan untuk menanamkan hidup tolong menolong. musollah sebagai sarana ibadah dan meningkatkan mutu kehidupan umat. memberikan pertimbangan kepada pimpinan persyerikatan tentang perkembangan politik sedang terjadi.

dan nelayan dalam terstruktur sosial yang terpinggirkan dan terzholimi. lembaga ini didirikan dengan tujuan mengembangkan SDM dalam membangun jaringan internasional. bantuan dan konsultasi hukum. IMM. (3) worksho Teologi (etika) Islam tentang Lingkungan.           Majelis Ekonomi. (b) Pemberdayaan SDM dan HAM. dan sebagai fasilitator pengembalian ekonomi antara berbagao pihak. menggiatkan kegiatan ekonomi warga muhammadiyah. Majelis Wakaf dan Kehartabendaan. NA. (6) pembentukan komunitas peduli lingkungan dan advokasi terhadap kasus-kasus lingkungan dan pemberdayaan lingkungan hidup. Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi. Lembaga Seni Budaya. (c) advokasi. pengembangan pemikiran keislaman dunia solidaritas umat islam dunia. Pemuda. Tani. Tani. mengelola dan mengawasi keuangan. (c) pendidikan dan pelatihan Profesi. Majelis ini dibetuk oleh Muhammadiyah dengan tugas utama merumuskan sistem ekonomi Islam. (4) melaksanakan diskusi dan seminar Lingkungan.memiliki fungsi menggiatkan wakaf umat. Untuk tercapainya tujuan persyarikatan Muhammadiyah juga didukung oleh organisasi otonom. Badan Pembina dan Pengawas Keuangan. (b) pendidikan dan pelatihan. memiliki program (a) pengembangan media dan sara prasarana. dan membentuk network kader Muhammadiyah di luar negeri. diarahkan memberikan penguatan dan pembelaan kaum buruh. mengusahakan sertifikat tanah dan bangunan wakaf milik persyerikatan. .IRM. (5) penerbitan jurnal dan buku-buku tentang lingkungandan peran persyarikatan. menyelenggarakan pendidikan politik kader persyarikatan dan lain sebagainya. badan ini dengan tugas menyusun sistem pengelolaan keuangan persyarikatan. Lembaga Hikmah. Lembaga Hubungan Luar Negeri. dan (d) penguatan kelembagaan. (b) melakukan kajian yang analitis SWOT SDM Muhammadiyah.TS putra Muhammadiyah dan HW. dan Nelayan (LP-BTN). (c) pengkajian dan pengembangan. dan (d) kerjasama dengan lembaga lain ang meningkatkan profesionalitas kekaryaan dalam Muhammadiyah. Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup ( LSPLH). Lembaga Pemberdayaan Buruh. mendorong terbentuknya Organisasi perekonomian Islam di luar persyerikatan. mempunyai tugas (a) membuat data bas. Lembaga Penegakan Supremasi Hukum dan HAM. memiliki program (a) pendidikan dan sosialisasi hukum. Majelis ini berdiri pada tahun 1972. yakni Aisyiyah. bertugas untuk mengadakan kajian-kajian politik yang berkaitan dengan perjuangan muhammadiyah. mengarahkan kegiatan pada (1) pengkajian dan penelitian dalam masalah lingkungan. (2) pendidikan dan pelatihan untuk pendampingan masyarakat dalam pelestarian dan pemberdayaan lingkungan.

menghimpun wanita-wanita untuk berkiprah secara aktif dalam kehidupan beragama. kemasyarakatan dan keputrian. IRM semula bernama IPM. berdiri sejak tahun 1961 dengan fungsi meningkatkan kesatuan aqidah islamiyah seluruh remaja muslim. TS Putra Muhammadiyah berdiri tahun 1963 dengan tugas untuk membina pencak silat yang berwatak serta berkepribadian indonesia. NA berdiri tahun 1919 dengan tugas pokok menggerakan putra-putri muhammadiyah untuk memahami dan mengamalkan islam. dan bagian dari mata rantai perjuangan mahasiswa islam indonesia. kemasyarakatan dan kemahasiswaan memiliki fungsi sebagai organisasi kader. berbangsa dan bernegara. Bidang garap NA adalah keagamaan. untuk perjuangan agama serta bangsa dan negara. Pemuda muhammadiyah berdiri tahun 1932 dengan mengemban tugas untuk melakukan kegiatan yang mengarah pada kesadaran putra muhammadiyah sebagai pelopor. mengembangkan potensi remaja muslim dalam bidang keterampilan dan penguasaan iptek. umat dan bangsa. mempersiapkan kader persyarikatan. bersih dari ilmu sesat dan syirik. Aisyiyah berdiri tahun 1917 dengan mengemban tugas untuk membimbing kaum wanita sadar beragama dan berorganisasi. putri yang berakhlak mulia. IMM berdiri tahun 1963 merupakan organisasi otonom yang bergerak dalam bidang keagamaan. dakwah. dan sikap mental gerak langkah anak murid harus merupakan tindakan-tindakan kesucian.      . pelangsung dan penyempurna amal usaha muhammadiyah.