P. 1
mesin sinkron

mesin sinkron

|Views: 35|Likes:
Published by Aizaul Amiri
penting........
penting........

More info:

Published by: Aizaul Amiri on Feb 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

MESIN SEREMPAK ( MESIN SINKRON

)
BAB I GENERATOR SINKRON (ALTERNATOR)
Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron. Generator sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron yangdigunakan untuk mengubah daya mekanik menjadi daya listrik. Generator sinkrondapat berupa generator sinkron tiga fasa atau generator sinkron AC satu fasatergantung dari kebutuhan.

1.1 Konstruksi Generator Sinkron
Pada generator sinkron, arus DC diterapkan pada lilitan rotor untuk mengahasilkan mdan magnet rotor. Rotor generator diputar oleh prime mover menghasilkan medan magnet berputar pada mesin. Medan magnet putar ini menginduksi tegangan tiga fasa pada kumparan stator generator. Rotor pada generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnet yang besar. Kutub medan magnet rotor dapat berupa salient (kutub sepatu) dan dan non salient (rotor silinder). Gambaran bentuk kutup sepatu generator sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 1.1 Rotor salient (kutub sepatu) pada generator sinkron Pada kutub salient, kutub magnet menonjol keluar dari permukaan rotor sedangkan pada kutub non salient, konstruksi kutub magnet rata dengan permukaan rotor.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin

ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK

1

1. Generator dengan kecepatan 1500 rpm ke atas pada frekuensi 50 Hz dan rating daya sekitar 10MVA menggunakan rotor silinder. Pada mesin tipe ini medan magnet diletakkan pada stator (disebut generator kutub eksternal / external pole generator) yang mana energi listrik dibangkitkan pada kumparan rotor. frekuensi dan rating daya generator. Pemilihan konstruksi rotor tergantung dari kecepatan putar prime mover.2 Gambaran bentuk (a) rotor Non-salient (rotor silinder). maka akan terinduksi tegangan sinusoidal pada kumparan tersebut.Rotor silinder umumnya digunakan untuk rotor dua kutub dan empat kutub. sehingga menimbulkan permasalahan pada pembangkitan daya tinggi. Gambaran bentuk kutup silinder generator sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini. (b) penampang rotor pada generator sinkron Arus DC disuplai ke rangkaian medan rotor dengan dua cara: 1.2 Prinsip Kerja Generator Sinkron Jika sebuah kumparan diputar pada kecepatan konstan pada medan magnethomogen. digunakan tipe generator dengan kutub internal (internal pole generator). sedangkan rotor kutub sepatu digunakan untuk rotor dengan empat atau lebih kutub. Medan magnet bisa dihasilkan oleh kumparan yang dialiri arus DC atau oleh magnet tetap. yang mana medan magnet dibangkitkan oleh kutub rotor dan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 2 . Menyuplai daya DC dari sumber DC khusus yang ditempelkan langsung pada batang rotor generator sinkron. 2. Untuk mengatasi permasalahan ini. Menyuplai daya DC ke rangkaian dari sumber DC eksternal dengan sarana slip ring dan sikat. Sementara untuk daya dibawah 10 MVA dan kecepatan rendah maka digunakan rotor kutub sepatu. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada slip ring dan karbon sikat. (a) (b) Gambar 1.

Hubungan antara kecepatan putar medan magnet pada mesin dengan frekuensi elektrik pada stator adalah: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 3 .3 Gambaran sederhana kumparan 3-fasa dan tegangan yang dibangkitkan . Bentuk gambaran sederhana hubungan kumparan 3-fasa dengan tegangan yang dibangkitkan diperlilhatkan pada gambar di bawah ini. Untuk tipe generator dengan kutub internal (internal pole generator).3 Kecepatan Putar Generator Sinkron Frekuensi elektris yang dihasilkan generator sinkron adalah sinkron dengan kecepatan putar generator. Sedangkan pada rotor silinder. suplai DC yang dihubungkan ke kumparan rotor melalui slip ring dan sikat untuk menghasilkan medan magnet merupakan eksitasi daya rendah. kumparan rotor disusun secara khusus untuk mendapatkan fluks terdistribusi secara sinusoidal. maka tidak slip ring dan sikat karbon tidak begitu diperlukan.tegangan AC dibangkitkan pada rangkaian stator. Gambar 1. Medan magnet rotor bergerak pada arah putaran rotor. Rotor generator sinkron terdiri atas rangkaian elektromagnet dengan suplai arus DC. Tegangan AC tiga fasa dibangkitan pada mesin sinkron kutub internal pada tiga kumparan stator yang diset sedemikian rupa sehingga membentuk beda fasa dengan sudut 120°. 1. Tegangan yang dihasilkan akan sinusoidal jika rapat fluks magnet pada celah udara terdistribusi sinusoidal dan rotor diputar pada kecepatan konstan. Pada rotor kutub sepatu. Jika rotor menggunakan magnet permanen. fluks terdistribusi sinusoidal didapatkan dengan mendesain bentuk sepatu kutub.

φ yang mana: c = konstanta mesin n = putaran sinkron φ = fluks yang dihasilkan oleh IF (1. rotor arus berputar dengan kecepatan 3600 rpm. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 4 .4 Alternator tanpa beban Dengan memutar alternator pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (IF). Sebagai contoh untuk membangkitkan 60 Hz pada mesin dua kutub.n. Fluks hanya dihasilkan oleh arus medan (IF). Untuk membangkitkan daya 50 Hz pada mesin empat kutub. maka generator harus berputar pada kecepatan tetapdengan jumlah kutub mesin yang telah ditentukan.fe = nr . Apabila arus medan (IF) diubah-ubah harganya. karenanya tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. Bentuk hubungannya diperlihatkan pada persamaan berikut.2) Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator. akan diperoleh harga Ea seperti yang terlihat pada kurva sebagai berikut. rotor harus berputar pada 1500 rpm. Agar daya listrik dibangkitkan tetap pada frekuensi 50Hz atau 60 Hz. Ea = c. persamaan diatas juga menunjukkan hubungan antara kecepatan putar rotor dengan frekuensi listrik yang dihasilkan.p 120 (1.1) yang mana: fe = frekuensi listrik (Hz) nr = kecepatan putar rotor = kecepatan medan magnet (rpm) p = jumlah kutub magnet Oleh karena rotor berputar pada kecepatan yang sama dengan medan magnet. 1. maka tegangan (Ea ) akan terinduksi pada kumparan jangkar stator.

4) Karakteristik pembebanan dan diagram vektor dari alternator berbeban induktif (faktor kerja terbelakang) dapat dilihat pada gambar di bawah ini : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 5 .Xs Xs = Xm + Xa yang mana: Ea = tegangan induksi pada jangkar V = tegangan terminal output Ra = resistansi jangkar Xs = reaktansi sinkron (1. Persamaan tegangan pada generator adalah: Ea = V + I.gambar 1.4 Karakteristik tanpa beban generator sinkron 1.3) (1. Reaksi jangkar besifat reaktif karena itu dinyatakan sebagai reaktansi. dan disebut reaktansi magnetisasi (Xm ).5 Alternator Berbeban Dalam keadaan berbeban arus jangkar akan mengalir dan mengakibatkan terjadinya reaksi jangkar.Ra + j I. Reaktansi pemagnet (Xm ) ini bersama-sama dengan reaktansi fluks bocor (Xa ) dikenal sebagai reaktansi sinkron (Xs) .

Gambar 1. Kemudian arus eksitasi medan dinaikan bertahap dan tegangan terminal generator diukur pada tiap tahapan. 4. Tegangan induksi sama dengan tegangan output terminal hanya ketika tidak ada arus jangkar yang mengalir pada mesin. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 6 . Dari kurva ini harga yang akan dipakai adalah harga liniernya (unsaturated). Distorsi medan magnet pada celah udara oleh mengalirnya arus pada stator. Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan antara tegangan induksi dengan tegangan terminal adalah: 1. Induktansi sendiri kumparan jangkar.5 Karakteristik alternator berbeban induktif 1.7 Menentukan Parameter Generator Sinkron Harga s X diperoleh dari dua macam percobaan yaitu percobaan tanpa beban dan percobaan hubungan singkat. Gambar 1. Resistansi kumparan jangkar. Tegangan ini biasanya tidak sama dengan tegangan yang muncul pada terminal generator. Dari percobaan tanpa beban arus jangkar adalah nol (Ia = 0) sehingga V sama dengan Ea.6 Rangkaian ekuivalen generator sinkron perfasa 1. 3.6 Rangkaian Ekuivalen Generator Sinkron Tegangan induksi Ea dibangkitkan pada fasa generator sinkron. Sehingga dari pengujian ini diperoleh kurva Ea sebagai fungsi arus medan (If). 2. Pemakaian harga linier yang merupakan garis lurus cukup beralasan mengingat kelebihan arus medan pada keadaan jenuh sebenarnya dikompensasi oleh adanya reaksi jangkar. Arus eksitasi medan mula adalah nol. disebut reaksi jangkar. Rangkaian ekuivalen generator sinkron perfasa ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Pada pengujian tanpa beban. Efek permukaan rotor kutub sepatu. generator diputar pada kecepatan ratingnya dan terminal generator tidak dihubungkan ke beban.

dan terminal generator dihubung singkat melalui ampere meter.6) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 7 . Pada pengujian ini mula-mula arus eksitasi medan dibuat nol. Gambar 1.7 Karakteristik tanpa beban Pengujian yang kedua yaitu pengujian hubung singkat. Kemudian arus jangkar Ia (= arus saluran) diukur dengan mengubah arus eksitasi medan.Gambar 1.8 Karakteristik hubung singkat alternator Ketika terminal generator dihubung singkat maka tegangan terminal adalah nol.5) Oleh karena Xs >> Ra. Dari pengujian hubung singkat akan menghasilkan hubungan antara arus jangkar (Ia ) sebagai fungsi arus medan (IF). Gambaran karakteristik hubung singkat alternator diberikan di bawah ini. Impedansi internal mesin adalah: Zs = Ra 2 + Xs 2 = Ea Ia (1. maka persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi: Xs = Ea VOC = Ia Iahs (1. dan ini merupakan garis lurus.

Tahanan jangkar dapat diukur dengan menerapkan tegangan DC pada kumparan jangkar pada kondisi generator diam saat hubungan bintang (Y). Diagram dipengaruhi selain oleh faktor kerja juga oleh besarnya arus jangkar (Ia ) yang mengalir. 1. karakteristik tegangan teminal V terhadap arus jangkar Ia diperlihatkan pada gambar 1.9 Diagram fasor (a) Faktor daya satu (b) faktor daya tertinggal (c) faktor daya mendahului Diagram fasor memperlihatkan bahwa terjadinya pebedaan antara tegangan teminal V dalam keadaan berbeban dengan tegangan induksi (Ea ) atau tegangan pada saat tidak berbeban. kemudian arus yang mengalir diukur. Selanjutnya tahanan jangkar perfasa pada kumparan dapat diperoleh dengan menggunakan hukum ohm sebagai berikut. maka nilai reaktansi sinkron dapat diketahui.Jika Ia dan Ea diketahui untuk kondisi tertentu.7) Penggunaan tegangan DC ini adalah supaya reaktansi kumparan sama dengan nol pada saat pengukuran.9 Pengaturan Tegangan (Regulasi Tegangan) Pengaturan tegangan adalah perubahan tegangan terminal alternator antara keadaan beban nol (VNL) dengan beban penuh (VFL).8 Diagram Fasor Gambar 1. 1.9. Keadaan ini memberikan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 8 . Ra = V DC 2.I DC (1. Dengan memperhatikan perubahan tegangan V untuk faktor keja yang berbeda-beda.

Frekuensi kedua alternator atau frekuensi alternator dengan jala harus sama 3. ada beberapa pesyaratan yang harus dipenuhi. misalnya untuk istirahat atau reparasi. maka mula-mula G diputar oleh penggerak mula mendekati putaran sinkronnya. Fasa kedua alternator harus sama 4. yang dinyatakan sebagai berikut. Harga sesaat ggl kedua alternator harus sama dalam kebesarannya.gambaran batasan drop tegangan yang terjadi pada generator. kerja pararel juga sering dibutuhkan untuk menjaga kontinuitas pelayanan apabila ada mesin (alternator) yang harus dihentikan. maka alternator lain masih bisa bekerja untuk mensuplai beban yang lain. atau harga sesaat ggl alternator harus sama dalam kebesarannya dan bertentangan dalam arah dengan harga efektif tegangan jalajala. yaitu: 1. Agar sumber daya listrik yang yang baru (alternator baru) bisa digunakan bersama. Bentuk hubungan operasi paralel generator sinkron dengan lampu sinkronoskop diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Untuk maksud mempararelkan ini. Urutan fasa kedua alternator harus sama Bila sebuah generator ’G’ akan diparaelkan dengan jala-jala. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 9 . VR = V NL − V FL x100% V FL (1. Benar tidaknya hubungan pararel tadi. maka diperlukan tambahan sumber daya listrik.8) 1.10 Kerja Paralel Alternator Untuk melayani beban yang berkembang. maka dilakukan penggabungan alternator dengan cara mempararelkan dua atau lebih alternator pada sistem tenaga dengan maksud memperbesar kapasitas daya yang dibangkitkan pada sistem. Untuk mendekati frekuensi dan urutan fasa kedua tegangan (generator dan jala-jala) digunakan alat pendeteksi yang dapat berupa lampu sinkronoskop hubungan terang. dan bertentangan dalam arah. 2. Selain untuk tujuan di atas. lalu penguatan IF diatur hingga tegangan terminal generator tersebut sama denga jala-jala. dapat dilihat dari lampu tersebut.

Gambar 1. maka lampu L1. Frekuensi tegangan generator diatur oleh penggerak mula. Jika urutan fasa kedua sistem tegangan sama.fG cycle. dan L3. Sehingga apabila ke tiga lampu sedang tidak bekedip berarti fL = fG atau frekuensi tegangan generator dan jala-jala sudah sama. Dalam hal ini dua buah fasa (sebarang) pada terminal generator harus kita pertukarkan.fG cycle. Dalam keadaan ini. BAB II PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 10 .10 Operasi paralel generator sinkron Jika rangakaian untuk pararel itu benar (urutan fasa sama) maka lampu L1. L2 dan L3 akan hidup-mati dengan frekuensi fL . L2 dan L3 akan hidup-mati bergantian dengan frekuensi (fL + fG ) cycle. posisi semua fasa sistem tegangan jala-jala berimpit dengan semua fasa sistem tegangan generator. dan L3 akan hidup-mati bergantian dengan frekuensi fL . L2. Saat mempararelkan adalah pada keadaan L1 mati sedangkan L2 dan L3 menyala sama terang. Jika rangkaian untuk mempararelkan itu salah (urutan fasa tidak sama) maka lampu L1. L2. sedang besar tegangan diatur oleh penguatan medan. dan keadaan ini berlangsung agak lama (yang berarti fL dan fG sudah sangat dekat atau benar-benar sama). Untuk mengetahui bahwa fasa kedua tegangan (generator dan jala-jala) sama dapat dilihat dari lampu L1.

Torsi yang dihasilkan motor sinkron merupakan fungsi sudut torsi (δ). Kutub medan rotor mendapat tarikan dari kutub medan putar stator hingga turut berputar dengan kecepatan yang sama (sinkron). Berbeda dengan motor induksi. Arus searah (DC) untuk menghasilkan fluks pada kumparan medan dialirkan ke rotor melalui cincin dan sikat. Kumparan jangkarnya berbentuk sama dengan mesin induksi. sumbu kutub medan putar berimpit dengan sumbu kumparan medan (δ = 0). Mesin sinkron mempunyai kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan pada rotor. Setiap penambahan beban membuat medan motor “tertinggal” dari PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 11 . Arus tiga fasa pada kumparan jangkar ini menghasilkan medan putar homogen (BS). 2.BR .1 memperlihatkan keadaan terjadinya torsi pada motor sinkron. Semakin besar sudut antara kedua medan magnet. Keadaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut: apabila kumparan jangkar (pada stator) dihubungkan dengan sumber tegangan tiga fasa maka akan mengalir arus tiga fasa pada kumparan.MOTOR SINKRON Motor Sinkron adalah mesin sinkron yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. sedangkan kumparan medan mesin sinkron dapat berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder). motor sinkron mendapat eksitasi dari sumber DC eksternal yang dihubungkan ke rangkaian rotor melalui slip ring dan sikat.1) Pada beban nol.Bnet sin δ (2.1 Terjadinya torsi pada motor sinkron (a) tanpa beban (b) kondisi berbeban (c) kurva karakteristik torsi Gambar 2. maka torsi yang dihasilkan akan semakin besar seperti persamaan di bawah ini. T = k . Arus DC pada rotor ini menghasilkan medan magnet rotor (BR) yang tetap.1 Prinsip Kerja Motor Sinkron Gambar 2.

maka ketika arus medan pada rotor cukup untuk membangkitkan fluks (ggm) yang diperlukan motor. sehingga motor bekerja pada faktor daya terbelakang (lagging).0. stator akan menarik arus magnetisasi dari jala-jala.Ra + jIa. maka stator tidak perlu memberikan arus magnetisasi atau daya reaktif dan motor bekerja pada faktor daya = 1. maka arah aliran arus pada stator motor sinkron juga dapat dianggap dibalik. Penambahan beban lebih lanjut mengakibatkan hilangnya kekuatan torsi dan motor disebut kehilangan sinkronisasi.2) 12 .2.2 Rangkaian ekuivalen motor sinkron Dari gambar 2. Sebaliknya bila arus pada medan rotor belebih (penguat berlebih).2 dapat dibuatkan persamaan tegangan rangkaian ekuivalen motor sinkron sebagai berikut.2 Rangkaian Ekuivalen Motor Sinkron Motor sinkron pada dasarnya adalah sama dengan generator sinkron.XS atau : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK (2. Bentuk rangkaian ekuivalen motor sinkron diperlihatkan pada gambar 2. untuk kemudian berputar dengan kecepatan yang sama lagi. Oleh karena arah aliran daya pada motor sinkron dibalik. berbentuk sudut kopel (δ). Vθ = Ea + Ia. Ketika arus medan pada rotor kurang (penguat bekurang). Maka rangkaianekuivalen motor sinkron adalah sama dengan rangkaian ekuivalen generator sinkron. kecuali arah arus Ia dibalik. Beban maksimum tercapai ketika δ = 90o. Gambar 2. Dengan demikian. kelebihan fluks (ggm) ini harus diimbangi. faktor daya motor sinkron dapat diatur dengan mengubah-ubah harga arus medan (IF) 2. dan karenanya motor bekerja pada faktor daya mendahului (leading).medan stator. dan stator akan menarik arus yang bersifat kapasitif dari jala-jala. kecuali arah aliran daya pada motor sinkron merupakan kebalikan dari generator sinkron. Oleh karena pada motor sinkron terdapat dua sumber pembangkit fluks yaitu arus bolak-balik (AC) pada stator dan arus searah (DC) pada rotor.

3) dapat dibuatkan kembali persamaan torsi motor sinkron sebagai berikut. Kecepatan putaran motor adalah terkunci pada frekuensi listrik yang diterapkan. Tind = k . Xs (2.3) Motor sinkron pada dasarnya merupakan alat yang menyuplai tenaga ke beban pada kecepatan konstan.kecepatan Dengan mengacu kebali ke persamaan (2.Ia. oleh karena itu kecepatan motor adalah konstan pada beban bagaimanapun. Gambar 2. Kecepatan motor yang tetap ini dari kondisi tanpa beban sampai torsi maksimum yang bisa disuplai motor disebut torsi pullout.Ea.Ea = Vθ . sin δ Tind = ω m . Dengan mengacu kembali ke persamaan (2.Bnet atau (2.3 Kurva Karakteristik Torsi-Kecepatan Motor Sinkron (2.XS 2. Umumnya torsi maksimum motor sinkron adalah tiga kali torsi beban penuhnya.1) dan (2.4).5) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 13 .4) Torsi maksimum motor terjadi ketika δ = 90°. 3. Bentuk karakteristik torsi terhadap kecepatan ini diperlihatkan pada gambar di bawah ini.B R . Ketika torsi pada motor sinkron melebihi torsi maksimum maka motor akan kehilangan sinkronisasi. maka persamaan Torsi maksimum (pullout) motor sinkron dapat dibuatkan sebagai berikut.Ra – jIa.3 Karakteristik torsi .Vφ .

Oleh karena perubahan arus medan tidak mempengaruhi kecepatan dan beban yang dipasang pada motor tidak berubah sehingga daya real yang disuplai motor tidak berubah. dan tegangan fasa sumber juga konstan. maka motor akan membangkitkan torsi yang cukup untuk menjaga motor dan bebannya berputar pada kecepatan sinkron. putaran rotor pada asalnya akan melambat.4 Pengaruh Perubahan Beban Pada Motor Sinkron Gambar 2.Tind = 3.5 Pengaruh Pengubahan Arus Medan pada Motor Sinkron Kenaikan arus medan IF menyebabkan kenaikan besar Ea tetapi tidak mempengaruhi daya real yang disuplai motor. Xs (2. Jika beban pada motor dinaikkan. Ketika arus medan dinaikan. Ketika hal ini terjadi. Daya yang disuplai motor berubah hanya ketika torsi beban berubah.4 Pengaruh perubahan beban pada motor sinkron Gambar 2.sin δ dan Ia. 2. Misal mula-mula motor sinkron beroperasi pada faktor daya mendahului (leading).Ea.cos θ) juga harus konstan.6) Dari persamaan di atas menunjukkan bahwa semakin besar arus medan. Kenaikan torsi induksi akan menambah kecepatan rotor. 2. maka sudut torsi δ menjadi lebih besar dan torsi induksi akan naik. dan motor akan kembali berputar pada kecepatan sinkron tapi dengan sudut torsi δ yang lebih besar. tetapi ia hanya bergeser di sepanjang garis dengan daya PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 14 .4 memberikan gambaran bentuk pengaruh perubahan beban pada motor sinkron. Jika beban dihubungkan pada motor sinkron.Vφ . maka jarak daya pada diagram fasor (Ea. ω m . maka Ea naik. maka torsi maksimum motor akan semakin besar.

Gambaran hubungan pengaruh kenaikan arus medan pada motor sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini. arus jangkar Ia adalah lagging dan motor bersifat induktif. Gambar 2. maka arus jangkar akan menjadi mendahului (leading) dan motor menjadi beban kapasitif. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 15 . Ketika arus medan dinaikkan lebih jauh. Ketika arus medan dinaikkan. Ia bertindak seperti kombinasi resistor-kapasitor menyerap daya reaktif negatif –Q (menyuplai daya reaktif Q ke sistem). Pada kondisi ini motor bersifat resistif murni. Ia bertindak seperti kombinasi resitor-induktor dan menyerap daya reaktif Q.5 Pengaruh kenaikan arus medan pada motor sinkron Ketika nilai Ea naik. Hubungan antara arus jangkar Ia dengan arus medan IF untuk satu beban (P) yang tetap akan merupakan kurva yang berbentuk V seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini. besar arus Ia mula-mula turun dan kemudian naik lagi. arus jangkar menjadi kecil dan pada akhirnya menjadi segaris (sefasa) dengan tegangan.konstan. Pada nila Ea rendah.

Gambar 2. maka untuk mengkompensasi kelebihan fluks. Karena itu motor sinkron (tanpa beban) yang diberi penguat berlebih akan berfungsi sebagai kapasitor dan mempunyai kemampuan untuk memperbaiki faktor daya. maka arus jangkar akan tertinggal (lagging) dan menyerap Q.6 Kondensor Sinkron Telah diterangkan sebelumnya bahwa apabila motor sinkron diberi penguatan berlebih. daya reaktif disuplai ke atau dari motor.7 Daya Reaktif PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 16 . 2. Arus jangkar minimum terjadi pada faktor daya satu dimana hanya daya real yang disuplai ke motor. Pada titik lain.6 Kurva V hubungan antara arus jangkar Ia dengan arus medan IF untuk satu beban (P) yang tetap pada motor sinkron Beberapa kurva V digambarkan untuk level daya yang berbeda. maka motor dikatakan under excitation. Motor sinkron demikian disebut kondensor sinkron. dari jala-jala akan ditarik arus kapasitif. Kondisi ini disebut over excitation. Untuk arus medan lebih besar dari nilai yang menyebabkan Ia minimum. maka arus jangkar akan mendahului (leading) dan menyuplai Q. 2. Untuk arus medan lebih rendah dari nilai yang menyebabkan Ia minimum. Oleh karena arus medan pada kondisi ini adalah kecil.

V berimpit dengan E karena dalam keadaan tanpa beban sudut daya δ = 0.7 Diagram vektor daya reaktif motor sinkron tanpa beban Pada gambar (a). penguatan berkurang. Arus kapasitif (leading current) ditarik dari jala-jala. sehingga E >V. Pada gambar (c). Arus magnetisasi (lagging current) ditarik dari jala-jala. Saat t = 0. Daya aktif P = VI cos θ = 0. maka torsi induksi pada rotor adalah nol. Demikian seterusnya pada t = 1 siklus medan magnet stator kembali segaris dengan medan magnet rotor. Bentuk hubungan Torsi motor sinkron pada kondisi start ini diperlihatkan pada gambar di bawah ini. sehingga E < V. Pada t = ¾ siklus medan magnet stator ke arah kanan menghasilkan torsi searah jarum jam. motor berfungsi sebagai pembangkit daya reaktif yang bersifat induktif (induktor). Selanjutnya pada t = ½ siklus BR dan BS berlawanan arah dan torsi induksi pada kondisi ini adalah nol. Pada gambar (b). Gambar 2. penguatan berlebih.8 Starting Motor Sinkron Pada saat start ( tegangan dihubungkan ke kumparan stator) kondisi motor adalah diam dan medan rotor BR juga stasioner. penguatan normal. BR dan BS adalah segaris. Jadi. medan magnet stator mulai berputar pada kecepatan sinkron. sehingga V = E.Motor sinkron tanpa beban dalam keadaan penguatan tertentu dapat menimbulkan daya reaktif. Motor dalam keadaan mengambang karena tidak memberikan ataupun menarik arus. motor berfungsi sebagai pembangkit daya reaktif yang bersifat kapasitif (kapasitor). Kemudian saat t = ¼ siklus rotor belum bergerak dan medan magnet stator ke arah kiri menghasilkan torsi induksi pada rotor berlawanan arah jarum jam. Perhatikan diagram vektor motor sinkron tanpa beban pada gambar di bawah ini. Jadi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 17 . 2.

Menggunakan penggerak mula eksternal untuk mengakselarasikan motor sinkron hingga mencapai kecepatan sinkron. 2.8 Torsi motor sinkron pada kondisi start Selama satu siklus elektrik dihasilkan torsi pertama berlawanan jarum jam kemudian searah jarum jam. 3. Mengurangi kecepatan medan magnet stator pada nilai yang rendah sehingga rotor dapat mengikuti dan menguncinya pada setengah siklus putaran medan magnet. Tiga pendekatan dasar yang dapat digunakan untuk menstart motor sinkron dengan aman adalah. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin ELEKTRONIKA DAN TENAGA LISTRIK 18 . kemudian penggerak mula dimatikan (dilepaskan). sehingga torsi rata-rata pada satu siklus adalah nol.Gambar 2. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi frekuensi tegangan yang diterapkan. 1. Ini menyebabkan motor bergetar pada setiap siklus dan mengalami pemanasan lebih. Menggunakan kumparan peredam (damper winding) atau dengan membuat kumparan rotor motor sinkron seperti kumparan rotor belitan pada motor induksi (hanya saat start).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->