BANGUNAN SILANG DAN

BANGUNAN TERJUN

BANGUNAN SILANG DAN BANGUNAN TERJUN
6. 1 BANGUNAN SILANG 1. Umum
Bangunan silang adalah bangunan yang membawa air buangan atau air hujan dari saluran atas ke saluran bawah melalui suatu hambatan alam mesalnya sungai, jalan, buit dan sebagainya. Saluran pada umumnya melintas pada bawah saluran. Macam-macam dari bangunan silang adalah : a. Sipon b. Gorong-gorong c. Talang . d. Alur pembnang 2. Sipon

Sipon adalah bangunan yang membawa air lewat bawah jalan, melalui sungai atau saluran pembuang yang dalam. Antara saluran dan sipon pada pemasukan dan pengeluaran dip'erlukanpengaliran yang cocok. Agar sipon dapat berfungsi dengan baik maka sipon tidak boleh dimasuki oleh udara. Mulut sipon sebaiknya di bawah permukaan air hulu. Kedalaman air di atas sisi atas sipon dari permukaan air, tergantung dari kemirigan dan ukuran sipon. Pada sipon kecepatan harus dibuat setinggi mungkin sesuai dengan kehilangan tinggi energi maksimum yang diizinkan agar tidak teIjadi pengendapan lumpur. Perencanaan hidrolis sipon harus mempertimbangkan kecepatan aliran, kehilangan pada pralihan masuk, kehilangan akibat gesekan, kehilangan pada bagian siku sipon, serta k~hilangan pada peralihan keluar. Disalurkan yang lebih besar, sipon dibuat dengan pipa rangkap guna menghindari kehilangan yang lebih besar didalam sipon. Kehilangan tinggi energi yang timbul dalam pengaliran melalui sipon adalah :

144

1) ilH keluar keluar (v2 .1) =A/P = kRJ/6 dimana : hf = kehilanganakibat gesekan.m V = kecepatandalam banguna.6 Koefiseian Kekasaran Strickler Bahan Baja beton Beton. tidak selesai Baja Pasangan batu k 76 70 80 60 b.3) 145 . Kehilangan Energi Pada Peralihan Untuk peralihan pada saluran terbuka dengan bilangan Froude kecil dari 0.mJdt2 R P C k = = = = jari-jari hidrolis. Kehilangan akibat gesekan hf R C = v2 * L C2 * R (6.5 maka kehilangan energi pada peralihan masuk dan keluar dinyatakan dengan rumus Borda : ilH masuk = S = S _ masuk ( va .mJdt L = panjang pipa.vl)2 2g (6. m koefeisien Chezy koefisien kekasaran Strickler Tabel 1. m keliling basah.va)2 2g (6.a. m g = percepatangravitasi. bentuk kayu.

. .4) koefisien kehilangan energi.1 1.11 0. . m/dt kecepatan rata-rata dihilir...2 Koefisien Kehilangan Energi Potongan 5 Bulat Segiempat 0.ldt c.0 90 1.05 22.:::':'::i:':'::'. m/dt kecepatan rata-rata disaluran hulu.".14 Sudut a 45 0. '" "..'. " .3 60 0.. :.::" p-otongon m~ma~~g Gambar 6.dimana : S masuk..IT" .'. Penampang Memanjang Sipon Penampang Hemanjang Sipon .. (6.05 0. . Bagian siku dan tikungan Kehilangan energi pada bagian siku dan tikungan adalah : v2 a = dimana : ~: 2g .6 75 0.. va VI V2 S keluar = = = = faktor kehilangan energi kecepata rata-rata yang dipercepat.80 1..5 0.1.06 30 0.:.:: ".02 10 0. . ..::...24 0.03 0... ". ' . . '.04 15 0.. Contoh Sipon 146 . . m. p-in'~ 'biles '".02 0.47 0.04 0.4 1. sesuai tabel 6.' '.. .2 Tabel 6. :.

8) (6.10) dimana : Fu Fl = = gaya tekan keatas. kN Js = Jet B H hc Vct fs = = = = = = beban mati. kN berat jenis spesifik.5) (6.1. m tinggi penutup tanah Volume beton sipon faktor keamanan. kN F2 = Jw = tekanan tanah.pipa persegi.2. m tinggi total sipon.9) (6. 1000kg/m3 berat jenis tanah.5 (6.4 ( 1(2 X ( 0. Potongan Memanjang Sipon Sebelum profil memanjang sipon ditentukan maka kondisi berikut hams diperhatikan : a. Situasi kritis untuk gaya tekan keatas terjadi jika muka air tanah setinggi muka sipon Gaya Tekan keatas : Fu = / w * g * B * H Gaya Resistensi : 1) Penutup tanah Fl = / s * g * he 2) Penutup beban mati F2 = / et * g *. dengan demikian diperlukan penutup tanah yang memadai. dimensinya menjadi : A = 2 x ( h x b . 2400 kg/m3 lebar total sipon.5 Fu < FI + F2 147 . 1700kg/m3 berat jenis beton.25 h )2 » (6. Sipon dalam keadaan kosong hams menahan gaya tekanan ke atas.6) 3. Potongan Melintang Sipon (luas basah) Potongan melintang sipon dihitung dengan mmus : A = QN Jika dipakai sipon . vel (6.11) Untuk keseimbangan : 1.

Gorong-gorongmengalir pemuh jika lubang keluar tenggelam atau jika air dihulu tinggi dan gorong-gorong panjang.14) 148 .V)2 (6.12) 2g Kehilangan energi akibat gesekan : L V2 hf = J · - D ·- 2g (6.3. Gorong-gorong mempunyai potongan melintang yang lebih keeil daripada luas basah saluran hulu maupun hilir. Potongan melintang gorong-gorong dapat dibedakan atas 2 jenis yaitu : 1.6 m untuk saluran pasangan. 2. Berikut ini beberapa tipe gorong-gorong : Gorong-gorong pipa beton tulang Gorong-gorong pipa beton tumbuk diberi alas beton Gorong-gorong pasangan batu dengan dek beton bertulang Gorong-gorong bentuk boks segi empat dari beton bertulang Kehilangan tinggi energi yang timbul dalam pengaliran melalui gorong-gorong adalah: Kehilangan energi masuk : ~H masuk = S masuk (va . Gorong-gorong Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air melewati jalan bawah air lainnya. Pereepatan yang dipakai pada pereneanaan gorong-gorong tergantung pada jumlah kehilangan energi yang ada dan geometri lubang masuk dan keluar.5 m/dt untuk saluran irigasi dan v = 3 m/dt untuk saluran pembuang Gorong-gorong sebaiknya melewati bawah saluran dengan ruang bebas 0.3 m untuk saluran tanah dan 0. Keeepatan aliran gorong-gorong umumnya adalah : v = 1. Gorong-gorong aliran bebas yaitu gorong-gorong yang berada diatas muka air.

......ldt panjang pipa.. mldt 149 ....... (m) koefisien gesek 124...............mldt2 diameter pipa..V)2 2g (6. m percepatangravitasi.............14) dimana : c k = = = = = kRl/6 R L v va = koefisienkekasaranStrickler jari-jari hidroulisuntuk pipa dengandiameterD : R_lI 4D panjang pipa........6 m2fRI13 ...............dimana : hf = V L g D f = = = = = = kehilanganakibat gesekan.......... m.. Kehilangan energi keluar ~H keluar = S keluar (va .. (pipa) (persegi) f' = f/4 = 19........ mldt kecepatan aliran dalam saluran... m kecepatan aliran dalam pipa.6 m2 DI/3 ....m kecepatandalam pipa.............

.g E i : Oi . o :: :: b. == - 8 ..() 0 .. 8 . I 10____ jn S! .:! n ..s == ::: " .L~ t I 1 ..i_ ..... o :> 5 " I' : " .: iU): :: " :: :~ : :: ~: I .. saluran. atau sepanjang lereng bukit.... 150 .~ r " II '.::c . .. : I..$. 4.. L1 . Talang Talang atau flum adakah penampang saluran buatan dimana air mengalir dengan permukaan bebas yang dibuat melintas cekungan..1 .. :1 . .. Q :r~ .: " I' == t . sungai. a 'C5 ..

Harga tinggi jagaan minimum untuk talang adalah : Tabel 6.2 0. a.2 0. namun dimensinya dibuat sekecil mungkin tergantung pada kehilangan tinggi energi yang tersedia.3.5 1.0 10. 1) Kehilangan tinggi energi masuk ~H masuk = ~ masuk (v. m 0. Untuk saluran yang lebih besar dipakai talang baja atau beton.15) 2) Kehilangan tinggi energi keluar ~H keluar b. kecepatan dan faktor lain.V1)2 2g (6.0 .3 0. Kehilangan Energi Kehilangan energi pada talang pada prinsipnya adalah sarna dengan pada sipon.Bangunan ini dapat didukung oleh pilar atau atau konstruksi lain.0 10.0 15.. Potongan talang direncanakan dengan mas yang sarna dengan luas potongan saluran.5 5. Tinggi jagaan Tinggi jagaan minimum untuk air yang megalir dalam talang didasarkan pada debit. (6.4 0.25 0.5 151 1.16) tinggi jagaan.5 5. Talang Debit m3/dt < 0.5 15 = ~ keluar (v2 . ataupun gorong-gorong. Talang tersebut dilengkapi dengan saluran masuk dan saluran keluar.vy 2g b.0 > 0.

.'<:-:J :. .: '4.. ..l..~..~~.~:'~~ .jian atos tangc.. .: ~7:~ ::".:.' '.' .>:.jul alur p-f'mbuOn9 bogion atos tonQ9ul soluron normal ~~t~1.: .. ..4.:. Potongan dan denah alur pembuang pipa 152 . Contoh Talang bo~'cn atas \on99ul salUfan ...~:'::/:.:." ..5 bentang dalam beton bertulang yang dieor di tempat 1 kisi-kisi penyaring potongan . I ~ .3. . \>~. /:'::'." ~: ).O Iongo'n A _ A .~mblJQnCJ dl"noh boc.!~~~ dOSQf saluron_~mbuon9 P.r. : :-.. ~.'.~ . °0:°0 :. ..0.alurnlJ. " Gambar 6.' memanjang Gambar 6.

05 Ditanyakan : Hitung dimensi dan kehilangan tinggi energi pada talang untuk flum beton 153 .00 m m = 1.0 h = 1.60 Saluran pembuang B = 2. Karena ujung alur pembuang paling cocok digunakan jika saluran seluruhnya berada di bawah permukaan tanah asli.5 m3/dt Q = 0.2 mldt v = 15. Alur pembuang bisa dibuat disalurkan pembuang alami atau diujung saluran pembuang yang sejajar dengan saluran irigasi. Namun kadang lebih ekonomis untuk membawa air bersih kedalam saluran daripada membelokkannya keluar. pasir atau benda-benda hanyut. Untuk aliran yang besar bisanya air diseberangkan lewat atas atau bawah saluran dengan menggunakan gorong-gorong yang selanjutnya dibuang jauh diluar saluran. Hal ini terutama apabila aliran air diperkirakan mengangkut cukup banyak lanau.80 ELl = EL3 16. Alur Pembuang Alur pembuang adalah bangunan yang dipakai untuk membawa air buangan dalam jumlah kedl ke saluran.5 = 0.30 EL4 16. Contoh soal : Talang pada saluran tersier melewati saluran pembuang Oiketahui Saluran tersier bl = hi = 0.25 m EL6 = 13.5.80 EL7 = 15.

60 ambil 8.5 (tabe1) 0.20 m2 jadi : v = Q/A dan: R = AlO = = 0.425 = I = 70 x 0. Dimensi flum beton Lebar minimum flum (b3) adalah 0.va)2/2g m (tabel) = = ~ keluar = 1.0.0026 m 1.425 .20 .40 x 0.13.00 (0. . Jumlah kehilangantinggi energi : 154 .0005 3.425)2/19.00 x 0.006 m .v1)2/2g = = 0.20)2/19. V = kR2/3 P/2 0.40 m dari kedalaman air saluran (hI = 0.6 0.80) = 7.EL6) 2.00 m (standar) 2.0.4 + 2 x 0.6 sekan : Hf = Lt x I = 8. Kehilangan tinggi energi Bagian masuk : ~H masuk = ~H masuk ~ masuk (va .50) A = b3 x hI = 0.0013 m ~ masuk= Bagian keluar : ~H keluar = ~H keluart ~ keluar (vI .425 mldt 0.02/(0.5) = 0.20= 0.14 Kemiringan flum dihitung dengan rumus Strickler.142/3 X pl2 0.5 (0.50 = 0.0005 = 0.085/0.60 . : Panjang flum : L = = B + 2m(EL4 .00 + 2 x Ix (16.Penyelesaian 1.00 0.

H c.0099 m ambil = 0.5) yaitu tempat dimana energi diredam.2 BANGUNAN TERJUN 1.006 0. d.0013 + 0. Bagian peralihan saluran memerlukan perlindungan untuk mencegah erosi. b. P"!'ngon\rol p~ralihon ~aliran I ' + . Bagian hulu pengontrol. yaitu bagian dimana aliram menjadi superkritis.1i f'ne-rgi c. Bangunan semacam ini mempunyai 4 bagian fungsional. c. Bagian dimana air dialirkan ke elevasi yang lebih rendah.5.Z Gambar 6. Bagian tepat disebelah hilir potongan U dalam gambar (6.0026 + 0.~H = = = AH masuk + AH keluar + Hf 0.001 6. Bangunan terjun atau got miring diperlukan jika kemiringan permukaan tanah asli lebih curam daripada kemiringan maksimum saluran yang diijinkan. masingmasing memiliki sifat perencanaan yang khas sebagai berikut : a. r(indUn~i ~nurunan \iOQ<. /lustrasi peristilahan yang berhubungan dengan bangunan peredam energi 155 .

2. tidak perludibuat ambang agar tidak terjadi sedimentasi. Hubungan tinggi energi yang memakai ambang sebagai acuan (hi) dengan debit (Q) pada pengontrol ini bergantung ketinggian ambang (PI)' Potongan memanjang mercu bangunan.17) 156 . dengan demikian mengurangi biaya pemeliharaan.36 x 1. Kurve Q-h saluran diberikan pada lebar bagian pengontrol segiempat ditentukan dengan menggunakan kriteria bahwa pada 70% dari debit rencana saluran (0.50 1.7 x QIOO%) diperkenankan tidak terjadi penurunan muka air. 1. Untuk bagian pengontrol kurve Qh ditentukan dengan hubungan sebagai berikut : Q = Cd2l3-Y2/3 g B HI. tetapi bagian pengontrol segiempat lebih murah. Mempersempit luas basah tanpa ambang.300m3/dt. kedalaman bagian yang tegak lurus terhadap aliran. Untuk saluran yang mengangkut aliran dengan kandungan sedimen tinggi.37 m.5 x 1. Dimensi Bangunan a. Pemberian ambang memberikanpengaruh yang baikterhadap besaran debit disebelah hulu pada debit rendah. dan lebar bagian pengontrol ini.5 x 1.77 x 1.36 + 0. Pemakaian ambang dengan permukaan hulu miring.3/10. Bagian pengontrol Pada bagian ini berfungsi sebagai pengontrol aHran.62 + v702/2g = 0. Untuk bagian pengontrol ada dua altematif : I. Mempersempat luas basah berarti memperbaiki kurve Q-h bahkan bagian pengontrol segitiga bisa sesuai dengan kurve Q-h saluran. Bagian pengontrol segiempat.502/19.36 m by 70% my\O% + 5.62 m2 H70% = = Y70 1 A70% = 5.7 X QIOO% = 5.2. Q70% = = Y70% = = A70% v70% 0.36 Q70% = = 10.5 (6.6 1.

Iof"-"s.8 x B x 1.00 I O.90 m 1.93 + 0.5 x 1... m kedalaman energi.10 (H70%/L) = 1. I .J2/3 9. 4' I sl ~I I 1.93 + 0.:1 gl °1 .10 H/L panjang bagian pengontrol (m) Dengan L = 1. I I I I I I I 60 o lO 10 ~ CoD &..021 = Cd70..30 = = B 1.0 I JO I i &0 Grafik 6.021 x 2/3 . C.SO r. m gravitasi konstan.2/3.H .f' I ~ :1 .dimana : Q B = = H = g = Cd = L = debit.8 mIdt2 0..50 Sekarang lebih bagian pengontrol dapat dihitung : Q70% 5.01 .J2/3g B H70%I.371.90 0 ~ PE~u(lHlUN 0.W 1..50 --------I I t 5o\Lu~. ~ ~ ~ ~ :1 '" 8 -I 1 PE~~I-JTROL eo . Lebar bagian pengontrol 157 .1. 9..oJ I..1..50 koefisien debit pada Q70 menjadi Cd70% = 0. m3/dt lebar bagian pengontrol. Z r.

Dapat dilihat bahwa pada debit dibawah penurunan muka air dapat terjadi maximum 0. Untuk saluran-saluran irigasi.h bagian pengontrol. telah dikembangkan beberapagrafik.:~ a.05) lebar dasar celah.90 m). Kisaranvaliditasdiambildari Q20% sampai QIOO% (atau 1. dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi mengenai kekasaran saluran danketelitian dimensi setelah pelaksanaan.18) = Ye = s = H = g = b koefisien debit (= 1. Bagianpengontrol trapesium Perencanaan bagian pengontrol trapesium didasarkan pada rumus untuk flum trapesium : Q = Cd (bYe sYe2) (Hy) ]0.Untuk lebar air (B = 1. dapat digambar Q70' kurve Q . m/dt2 Untuk mempermudah perencanaan. m kedalaman kritis pada bagian pengontrol. Untuk kondisi tertentu 158 .57 m3/dt). m percepatan gravitasi. 0' ID.<7' r I . harga-harga ini adalah marginal. m kemiringan samping celah tinggi energi di saluran.07 m.51 sampai 7.5 + [2g dimana Cd = (6.

00 1. Dengan cara yang sarna. Q. -I'O.biasanya terdapat lebih dad satu celah yang dapat memberikan kontrol yang kurang lebih sarna untuk besaran debit yang dikontrol. Kurva kemiringan ini hams sarna untuk kedua debit.Bacalah harga S untuk kurva kemiringan yang terletak tepat di sebelah titik ini. namun ni tidak akan terjadi.57 sampai 7.!IO O.-..2 o. Kurva ini untuk kemiringan S = 0.6i:E7"ls. Dalam contoh ini akan dipilih dahulu grafik dengan b = 100 m.57 m3/det. ambillah grafik yang mempunyai harga b terkecil yang akan memberikan besaran debit penuh dari 1.s to 1.SO HC-l Grafik 6. cheklah kurva mana yang mengontrol Q S = 1. .67 m dan kemudian teruskan ke arah vertikal ke titik potong dengan garis horisontal 7.2S 2 ---s .S · .64 m.2.57 m3/det. I I-S' 1. Celah kontrol trapesium B = 1.51 m3/det dan H = 0. ) .7S o o 0.75.t! --. lnilah kurva 159 . = 1. . Untuk memulai proses pemilihan celah kontrol yang akan dipakai.57 sampai yang akan memberikan besaran debit penuh dari 1.2 u..00m Masukkan ke grafik H = 1.

Fru = vul.J gy u Vu = q = q/yu QIB 160 .5 10.\.50 untuk ke dua debit.O. kemiringan celah dapat ditentukan S = 0. b.~o Grafik 6. pertama-tama hams dihitung bilangan Froude pada bagian masuk kolam olak..25 1..25.00 1.5 IS0 12. dapat dipakai bangunan terjun tegak.2~ -. Dengan prosedur yang sarna seperti yang sudah diuraikan.0 r.00 1.3. 1.671. Kolam olak untuk bangunan terjun miring segiempat.. a. c.200 Q1 .fA 17. Celah kontrol trapesum B = 125 Oleh sebab itu perlu dicoba grafik lain dengan harga yang lebih tinggi b = 1.75 200---" ..50 . Untuk menentukan tipe kolam olak yang akan dipakai.50 m akan dipakai bangunan terjun miring.. Bagian Pembawa Pemilihan bagian pembawa hanya bergantung kepada tinggi terjun saja..7~ -...C.~ . 75 5. Jika tinggi terjun lebih dari 1. Untuk tinggi terjun yang lebih rendah.0 I .

debit. Bangunan terjun tegak. Harga Hd ini dapat dipakai untuk menentukan ~z untuk sebuah bangunan terjun tegak. Perencanaan hidraulis bangunan dipengaruhi oleh besaranbesaran berikut : HI = tinggi energi di muka ambang.65 m maka: H/H( = 1. m 161 . Sisa energi hilir yang memakai dasar kolam sebagai bidang persamaan Hd tidak berbeda jauh dari perbandingan ~z/H(. Bangunan terjun tegak sebaiknya tidak dipakai apabila perubahan tinggi energi diatas bangunan melebihi 1.5). Bangunan terjun tegak menjadi lebih besar apabila ketinggiannya ditambah. luapan yang jatuh bebas akan mengenai lantai kolam dan bergerak kehilir pada potongan U (gambar 6. m kedalaman air di bagian masuk kolam olak Contoh soal : Diketahui : H = 1. m.m ~H = perubahan tinggi energi pada bangunan.976 d. sebagian dari energi diredam di depan potongan U.Dimana : H" Q q B y" = = = = tinggi energi pada u. debit per satuan lebar. m2/det lebar bukan bangunan terjun.50 m.65 m H2 = 1. Akibat luapan dan turbulensi (pusaran air) di dalam kolam di bawah tirai luapan. me/det.65 = 0. m Hd = tinggi energi hilir pada kolam olak. Dengan bangunan terjun tegak. juga kemampuan hidrolisnya dapat berkurang akibat variasi di tempat jatuhnya pancaran di lantai kolam jika terjadi perubahan debitl.61 m HI = 1.61/1.

II i III 'I .1 Q.: It .20) Kemudian kecepatan aliran paa potongan aliran pad a potongan U dapat diperkirakan dengan : Vu = . 10 a . I . !1z = (!1H + Hd) .19) Untuk perkiraan awal Hd boleh diandaikan.6 . 0'_ " . . . II " "l"- ..S .a . m Besaran-besaran ini dapat digabung untuk membuat perkiraan awal tinggi bangunan terjun. 1984) 162 .q g n = = = debit per satuan lebar ambang.J..67 HI (6.8 mIdet2) tinggi ambang pada ujung kolam olak.Yd/6Z atau Lp/6Z 2 Grafik 6. " ." o. 3'" I II ill III S 6749)() I 0. Q. m3/detlml percepatan gravitasi.. . I I t I II I~ ~3 ~ > u.J 0. " .4. 0 III I I. 0 ."J2g/2 (6. Grafik tak berdimensi dari geometri bangunan terjun tegak (Bos.2. I I 2 I I I K III .22) Aliran pada potongan U kemudian dapat dibedakan sifatnya dengan bilangan Froude tak berdimensi : vu Fru = rgyu (6. bahwa : Hd = 1. .0 .. I ""- III I " . I.23) Geometri bangunan terjun tegak dengan perbandingan panjang Yi!1z kini dapat dihitung dari grafik 6.4. Reploge and Clemmens. mIdet2 (= 9. III .21) Yu = q/vu (6. II .9 1. II I ":1 i'- II II I II III I .J . .HI (6...

~~ K - ~9'a" p. HI maksimum.ngcnlr~ --------------. 'Ye panjcog k~miringon b.Cn dii' t r. r: 0 SHI ipotongcn U pmJcng krmirin!. Bangunan terjun miring Permukaan miring yang menghantar air ke dasar kolam olak adalah praktek perencanaan yang umum. Sketsa dimensi untuk Tabel A. sudut runcing harus diganti dengan kurve peralihan dengan jari-jari r =0. kemiringan permukaan belakang dibuat securam mungkin dan relatp pendek. disarankan untuk memakai kemiringan yang tidak lebih curam dari 12 m.M.e. Jika diperlukan kemiringan yang lebih curam. Jika peralihan ujung runcing dipakai diantara permukaan pengontrol dan permukaan belakang (hilir).5.26 (Lampiran 2) Alasannya adalah untuk mencegah pemisahan aliran pada sudut miring.5.lt.5 m pada bangunan terjun.:: t~d t i! Grafik 6. khususnya jika tinggi jatuh melebihi 1. Tinggi energi Hu pada luapan 163 .

Dengan bangunan terjun miring. 164 . peredaman energi menjadi jauh berkurang akibat gesekan dan aliran turbulensi di atas permukaan yang miring. Sebabnya ialah bahwa dengan bangunan terjun tegak. dibandingkan apabila luapan jatuh bebas seperti pada bangunan terjun tegak.yang masuk kolam pada potongan U mempunyai harga yang jauh lebih tinggi jika digunakan permukaan hilir yang miring. energi diredam karena terjadinya benturan luapan dengan lantai kolam dan karena pusaran terbulensi air di dalam kolam di bawah tirai luapan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful