BANGUNAN SILANG DAN

BANGUNAN TERJUN

BANGUNAN SILANG DAN BANGUNAN TERJUN
6. 1 BANGUNAN SILANG 1. Umum
Bangunan silang adalah bangunan yang membawa air buangan atau air hujan dari saluran atas ke saluran bawah melalui suatu hambatan alam mesalnya sungai, jalan, buit dan sebagainya. Saluran pada umumnya melintas pada bawah saluran. Macam-macam dari bangunan silang adalah : a. Sipon b. Gorong-gorong c. Talang . d. Alur pembnang 2. Sipon

Sipon adalah bangunan yang membawa air lewat bawah jalan, melalui sungai atau saluran pembuang yang dalam. Antara saluran dan sipon pada pemasukan dan pengeluaran dip'erlukanpengaliran yang cocok. Agar sipon dapat berfungsi dengan baik maka sipon tidak boleh dimasuki oleh udara. Mulut sipon sebaiknya di bawah permukaan air hulu. Kedalaman air di atas sisi atas sipon dari permukaan air, tergantung dari kemirigan dan ukuran sipon. Pada sipon kecepatan harus dibuat setinggi mungkin sesuai dengan kehilangan tinggi energi maksimum yang diizinkan agar tidak teIjadi pengendapan lumpur. Perencanaan hidrolis sipon harus mempertimbangkan kecepatan aliran, kehilangan pada pralihan masuk, kehilangan akibat gesekan, kehilangan pada bagian siku sipon, serta k~hilangan pada peralihan keluar. Disalurkan yang lebih besar, sipon dibuat dengan pipa rangkap guna menghindari kehilangan yang lebih besar didalam sipon. Kehilangan tinggi energi yang timbul dalam pengaliran melalui sipon adalah :

144

mJdt L = panjang pipa. Kehilangan Energi Pada Peralihan Untuk peralihan pada saluran terbuka dengan bilangan Froude kecil dari 0.1) ilH keluar keluar (v2 . m g = percepatangravitasi.mJdt2 R P C k = = = = jari-jari hidrolis.m V = kecepatandalam banguna. Kehilangan akibat gesekan hf R C = v2 * L C2 * R (6. bentuk kayu.a.1) =A/P = kRJ/6 dimana : hf = kehilanganakibat gesekan.vl)2 2g (6.5 maka kehilangan energi pada peralihan masuk dan keluar dinyatakan dengan rumus Borda : ilH masuk = S = S _ masuk ( va .va)2 2g (6. tidak selesai Baja Pasangan batu k 76 70 80 60 b.3) 145 .6 Koefiseian Kekasaran Strickler Bahan Baja beton Beton. m keliling basah. m koefeisien Chezy koefisien kekasaran Strickler Tabel 1.

47 0.24 0.04 0.dimana : S masuk. .. (6..' '.4 1. m/dt kecepatan rata-rata disaluran hulu.2 Tabel 6.. p-in'~ 'biles '". m. .1 1.'.02 10 0.1..04 15 0. Contoh Sipon 146 .06 30 0.03 0. '...11 0.::. ' ..02 0. va VI V2 S keluar = = = = faktor kehilangan energi kecepata rata-rata yang dipercepat.ldt c... ..80 1.4) koefisien kehilangan energi. Penampang Memanjang Sipon Penampang Hemanjang Sipon .:.. :. m/dt kecepatan rata-rata dihilir.'.14 Sudut a 45 0.. '" ". sesuai tabel 6. " ..6 75 0..".. Bagian siku dan tikungan Kehilangan energi pada bagian siku dan tikungan adalah : v2 a = dimana : ~: 2g .3 60 0. .:::':'::i:':'::'. .0 90 1. ". .::" p-otongon m~ma~~g Gambar 6. ..05 22.5 0. :.2 Koefisien Kehilangan Energi Potongan 5 Bulat Segiempat 0.:: ". .05 0.IT" .

1. kN Js = Jet B H hc Vct fs = = = = = = beban mati. kN berat jenis spesifik.5 (6. m tinggi total sipon. m tinggi penutup tanah Volume beton sipon faktor keamanan.10) dimana : Fu Fl = = gaya tekan keatas. vel (6. kN F2 = Jw = tekanan tanah. dimensinya menjadi : A = 2 x ( h x b .8) (6. Sipon dalam keadaan kosong hams menahan gaya tekanan ke atas.11) Untuk keseimbangan : 1. Situasi kritis untuk gaya tekan keatas terjadi jika muka air tanah setinggi muka sipon Gaya Tekan keatas : Fu = / w * g * B * H Gaya Resistensi : 1) Penutup tanah Fl = / s * g * he 2) Penutup beban mati F2 = / et * g *.9) (6. 1000kg/m3 berat jenis tanah.2. 2400 kg/m3 lebar total sipon.5) (6. 1700kg/m3 berat jenis beton. Potongan Melintang Sipon (luas basah) Potongan melintang sipon dihitung dengan mmus : A = QN Jika dipakai sipon . dengan demikian diperlukan penutup tanah yang memadai.6) 3. Potongan Memanjang Sipon Sebelum profil memanjang sipon ditentukan maka kondisi berikut hams diperhatikan : a.25 h )2 » (6.pipa persegi.5 Fu < FI + F2 147 .4 ( 1(2 X ( 0.

2. Pereepatan yang dipakai pada pereneanaan gorong-gorong tergantung pada jumlah kehilangan energi yang ada dan geometri lubang masuk dan keluar. Keeepatan aliran gorong-gorong umumnya adalah : v = 1. Berikut ini beberapa tipe gorong-gorong : Gorong-gorong pipa beton tulang Gorong-gorong pipa beton tumbuk diberi alas beton Gorong-gorong pasangan batu dengan dek beton bertulang Gorong-gorong bentuk boks segi empat dari beton bertulang Kehilangan tinggi energi yang timbul dalam pengaliran melalui gorong-gorong adalah: Kehilangan energi masuk : ~H masuk = S masuk (va .5 m/dt untuk saluran irigasi dan v = 3 m/dt untuk saluran pembuang Gorong-gorong sebaiknya melewati bawah saluran dengan ruang bebas 0.V)2 (6. Gorong-gorong aliran bebas yaitu gorong-gorong yang berada diatas muka air.3 m untuk saluran tanah dan 0.6 m untuk saluran pasangan. Potongan melintang gorong-gorong dapat dibedakan atas 2 jenis yaitu : 1.3. Gorong-gorong mempunyai potongan melintang yang lebih keeil daripada luas basah saluran hulu maupun hilir.14) 148 . Gorong-gorong Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air melewati jalan bawah air lainnya. Gorong-gorongmengalir pemuh jika lubang keluar tenggelam atau jika air dihulu tinggi dan gorong-gorong panjang.12) 2g Kehilangan energi akibat gesekan : L V2 hf = J · - D ·- 2g (6.

.........V)2 2g (6...........m kecepatandalam pipa. m kecepatan aliran dalam pipa.................. m percepatangravitasi............... (pipa) (persegi) f' = f/4 = 19...mldt2 diameter pipa.6 m2 DI/3 ....dimana : hf = V L g D f = = = = = = kehilanganakibat gesekan...... (m) koefisien gesek 124.. mldt 149 .....14) dimana : c k = = = = = kRl/6 R L v va = koefisienkekasaranStrickler jari-jari hidroulisuntuk pipa dengandiameterD : R_lI 4D panjang pipa... m...ldt panjang pipa... mldt kecepatan aliran dalam saluran.........6 m2fRI13 . Kehilangan energi keluar ~H keluar = S keluar (va ..................

: I. o :: :: b. 4. Q :r~ ...g E i : Oi .$. o :> 5 " I' : " . atau sepanjang lereng bukit. ....L~ t I 1 .() 0 . a 'C5 .i_ ... :1 .. 150 .1 ... I 10____ jn S! .. Talang Talang atau flum adakah penampang saluran buatan dimana air mengalir dengan permukaan bebas yang dibuat melintas cekungan.::c ... 8 ..~ r " II '.:! n .: " I' == t . ....s == ::: " . saluran... L1 ..: iU): :: " :: :~ : :: ~: I . sungai. == - 8 .

(6.0 15.5 151 1.0 10.2 0.15) 2) Kehilangan tinggi energi keluar ~H keluar b. Harga tinggi jagaan minimum untuk talang adalah : Tabel 6.3 0.2 0.16) tinggi jagaan.4 0. Kehilangan Energi Kehilangan energi pada talang pada prinsipnya adalah sarna dengan pada sipon.0 10.Bangunan ini dapat didukung oleh pilar atau atau konstruksi lain.5 1. 1) Kehilangan tinggi energi masuk ~H masuk = ~ masuk (v.5 5. Tinggi jagaan Tinggi jagaan minimum untuk air yang megalir dalam talang didasarkan pada debit. Talang Debit m3/dt < 0. a. kecepatan dan faktor lain.vy 2g b. namun dimensinya dibuat sekecil mungkin tergantung pada kehilangan tinggi energi yang tersedia.5 5.5 15 = ~ keluar (v2 .0 .0 > 0. m 0.. Potongan talang direncanakan dengan mas yang sarna dengan luas potongan saluran.3. Untuk saluran yang lebih besar dipakai talang baja atau beton. ataupun gorong-gorong. Talang tersebut dilengkapi dengan saluran masuk dan saluran keluar.V1)2 2g (6.25 0.

' memanjang Gambar 6.: ~7:~ ::".jul alur p-f'mbuOn9 bogion atos tonQ9ul soluron normal ~~t~1..~:'~~ .~.. Potongan dan denah alur pembuang pipa 152 .r..'<:-:J :.. . .4.alurnlJ. .l..:." ~: ). /:'::'." .. . \>~. ~.~~... °0:°0 :.: '4...O Iongo'n A _ A . I ~ .0. : :-.'..~mblJQnCJ dl"noh boc.' .5 bentang dalam beton bertulang yang dieor di tempat 1 kisi-kisi penyaring potongan .jian atos tangc.!~~~ dOSQf saluron_~mbuon9 P.' '... Contoh Talang bo~'cn atas \on99ul salUfan . " Gambar 6.: .3. .>:.:. .:.~:'::/:.~ .

30 EL4 16. Alur pembuang bisa dibuat disalurkan pembuang alami atau diujung saluran pembuang yang sejajar dengan saluran irigasi. Untuk aliran yang besar bisanya air diseberangkan lewat atas atau bawah saluran dengan menggunakan gorong-gorong yang selanjutnya dibuang jauh diluar saluran.5.0 h = 1. pasir atau benda-benda hanyut.80 EL7 = 15.60 Saluran pembuang B = 2. Contoh soal : Talang pada saluran tersier melewati saluran pembuang Oiketahui Saluran tersier bl = hi = 0.5 m3/dt Q = 0.2 mldt v = 15. Karena ujung alur pembuang paling cocok digunakan jika saluran seluruhnya berada di bawah permukaan tanah asli.80 ELl = EL3 16.00 m m = 1. Alur Pembuang Alur pembuang adalah bangunan yang dipakai untuk membawa air buangan dalam jumlah kedl ke saluran. Hal ini terutama apabila aliran air diperkirakan mengangkut cukup banyak lanau.25 m EL6 = 13. Namun kadang lebih ekonomis untuk membawa air bersih kedalam saluran daripada membelokkannya keluar.5 = 0.05 Ditanyakan : Hitung dimensi dan kehilangan tinggi energi pada talang untuk flum beton 153 .

50) A = b3 x hI = 0.00 x 0.5) = 0.20= 0.6 0.00 + 2 x Ix (16. .20 m2 jadi : v = Q/A dan: R = AlO = = 0.006 m .20 .50 = 0.425)2/19.00 (0. Kehilangan tinggi energi Bagian masuk : ~H masuk = ~H masuk ~ masuk (va .425 = I = 70 x 0. V = kR2/3 P/2 0.00 m (standar) 2.6 sekan : Hf = Lt x I = 8. : Panjang flum : L = = B + 2m(EL4 .0013 m ~ masuk= Bagian keluar : ~H keluar = ~H keluart ~ keluar (vI .0026 m 1.40 x 0.Penyelesaian 1.02/(0.425 mldt 0.085/0.60 .v1)2/2g = = 0.5 (tabe1) 0.0.0005 3.4 + 2 x 0.142/3 X pl2 0.425 .80) = 7.0.13. Jumlah kehilangantinggi energi : 154 .00 0.0005 = 0.40 m dari kedalaman air saluran (hI = 0.20)2/19. Dimensi flum beton Lebar minimum flum (b3) adalah 0.14 Kemiringan flum dihitung dengan rumus Strickler.EL6) 2.60 ambil 8.5 (0.va)2/2g m (tabel) = = ~ keluar = 1.

1i f'ne-rgi c.0013 + 0. yaitu bagian dimana aliram menjadi superkritis. d. Bangunan semacam ini mempunyai 4 bagian fungsional.Z Gambar 6.0099 m ambil = 0. Bagian peralihan saluran memerlukan perlindungan untuk mencegah erosi. r(indUn~i ~nurunan \iOQ<.5) yaitu tempat dimana energi diredam. /lustrasi peristilahan yang berhubungan dengan bangunan peredam energi 155 .~H = = = AH masuk + AH keluar + Hf 0.001 6. masingmasing memiliki sifat perencanaan yang khas sebagai berikut : a. Bagian hulu pengontrol. P"!'ngon\rol p~ralihon ~aliran I ' + . Bagian tepat disebelah hilir potongan U dalam gambar (6.2 BANGUNAN TERJUN 1.H c. c.006 0. Bangunan terjun atau got miring diperlukan jika kemiringan permukaan tanah asli lebih curam daripada kemiringan maksimum saluran yang diijinkan. Bagian dimana air dialirkan ke elevasi yang lebih rendah. b.5.0026 + 0.

36 + 0.17) 156 . Untuk bagian pengontrol kurve Qh ditentukan dengan hubungan sebagai berikut : Q = Cd2l3-Y2/3 g B HI.62 m2 H70% = = Y70 1 A70% = 5.36 Q70% = = 10. dan lebar bagian pengontrol ini. Dimensi Bangunan a. Kurve Q-h saluran diberikan pada lebar bagian pengontrol segiempat ditentukan dengan menggunakan kriteria bahwa pada 70% dari debit rencana saluran (0. 2.5 x 1.50 1.300m3/dt.36 m by 70% my\O% + 5.37 m. Pemberian ambang memberikanpengaruh yang baikterhadap besaran debit disebelah hulu pada debit rendah. Untuk bagian pengontrol ada dua altematif : I. Bagian pengontrol segiempat.3/10.6 1. Q70% = = Y70% = = A70% v70% 0.2. kedalaman bagian yang tegak lurus terhadap aliran. tidak perludibuat ambang agar tidak terjadi sedimentasi.77 x 1.502/19. Pemakaian ambang dengan permukaan hulu miring. Bagian pengontrol Pada bagian ini berfungsi sebagai pengontrol aHran. Mempersempat luas basah berarti memperbaiki kurve Q-h bahkan bagian pengontrol segitiga bisa sesuai dengan kurve Q-h saluran. dengan demikian mengurangi biaya pemeliharaan. 1.7 x QIOO%) diperkenankan tidak terjadi penurunan muka air.36 x 1.5 (6.7 X QIOO% = 5. Mempersempit luas basah tanpa ambang.62 + v702/2g = 0. tetapi bagian pengontrol segiempat lebih murah. Untuk saluran yang mengangkut aliran dengan kandungan sedimen tinggi.5 x 1. Hubungan tinggi energi yang memakai ambang sebagai acuan (hi) dengan debit (Q) pada pengontrol ini bergantung ketinggian ambang (PI)' Potongan memanjang mercu bangunan.

~ ~ ~ ~ :1 '" 8 -I 1 PE~~I-JTROL eo . m gravitasi konstan.021 x 2/3 . Lebar bagian pengontrol 157 .5 x 1. Z r..371.0 I JO I i &0 Grafik 6.50 koefisien debit pada Q70 menjadi Cd70% = 0.2/3.021 = Cd70.00 I O.50 --------I I t 5o\Lu~..93 + 0.90 0 ~ PE~u(lHlUN 0.oJ I.J2/3g B H70%I.50 Sekarang lebih bagian pengontrol dapat dihitung : Q70% 5.SO r..10 (H70%/L) = 1. I I I I I I I 60 o lO 10 ~ CoD &.30 = = B 1.93 + 0. I ..8 mIdt2 0.H .1.dimana : Q B = = H = g = Cd = L = debit. 9. m kedalaman energi.01 ..8 x B x 1.f' I ~ :1 .:1 gl °1 . Iof"-"s. C.10 H/L panjang bagian pengontrol (m) Dengan L = 1. 4' I sl ~I I 1.90 m 1.J2/3 9..W 1. m3/dt lebar bagian pengontrol.1....

harga-harga ini adalah marginal. Dapat dilihat bahwa pada debit dibawah penurunan muka air dapat terjadi maximum 0. Bagianpengontrol trapesium Perencanaan bagian pengontrol trapesium didasarkan pada rumus untuk flum trapesium : Q = Cd (bYe sYe2) (Hy) ]0. m kemiringan samping celah tinggi energi di saluran.18) = Ye = s = H = g = b koefisien debit (= 1. Untuk saluran-saluran irigasi. dapat digambar Q70' kurve Q .51 sampai 7.h bagian pengontrol. Kisaranvaliditasdiambildari Q20% sampai QIOO% (atau 1.05) lebar dasar celah. Untuk kondisi tertentu 158 .57 m3/dt). m/dt2 Untuk mempermudah perencanaan.<7' r I . 0' ID. telah dikembangkan beberapagrafik.07 m.90 m). m kedalaman kritis pada bagian pengontrol.Untuk lebar air (B = 1.5 + [2g dimana Cd = (6. dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi mengenai kekasaran saluran danketelitian dimensi setelah pelaksanaan.:~ a. m percepatan gravitasi.

= 1.2.. Q.00 1.biasanya terdapat lebih dad satu celah yang dapat memberikan kontrol yang kurang lebih sarna untuk besaran debit yang dikontrol.t! --. Kurva ini untuk kemiringan S = 0. -I'O.51 m3/det dan H = 0.-.75.7S o o 0.57 m3/det.Bacalah harga S untuk kurva kemiringan yang terletak tepat di sebelah titik ini. Dengan cara yang sarna.2S 2 ---s .. Untuk memulai proses pemilihan celah kontrol yang akan dipakai. Kurva kemiringan ini hams sarna untuk kedua debit. lnilah kurva 159 . Dalam contoh ini akan dipilih dahulu grafik dengan b = 100 m.64 m.S · . cheklah kurva mana yang mengontrol Q S = 1.SO HC-l Grafik 6.57 m3/det.67 m dan kemudian teruskan ke arah vertikal ke titik potong dengan garis horisontal 7.2 u. ambillah grafik yang mempunyai harga b terkecil yang akan memberikan besaran debit penuh dari 1.6i:E7"ls.57 sampai 7.00m Masukkan ke grafik H = 1.2 o. . Celah kontrol trapesium B = 1.!IO O. I I-S' 1. ) .s to 1. .57 sampai yang akan memberikan besaran debit penuh dari 1. namun ni tidak akan terjadi.

Bagian Pembawa Pemilihan bagian pembawa hanya bergantung kepada tinggi terjun saja..75 200---" . 75 5. Untuk tinggi terjun yang lebih rendah.J gy u Vu = q = q/yu QIB 160 .7~ -.00 1.50 m akan dipakai bangunan terjun miring.. 1..3.. b.. Jika tinggi terjun lebih dari 1.5 10. kemiringan celah dapat ditentukan S = 0.5 IS0 12. Fru = vul.2~ -.50 untuk ke dua debit.~ . dapat dipakai bangunan terjun tegak..25. Kolam olak untuk bangunan terjun miring segiempat.\. a. Untuk menentukan tipe kolam olak yang akan dipakai. Celah kontrol trapesum B = 125 Oleh sebab itu perlu dicoba grafik lain dengan harga yang lebih tinggi b = 1.O.00 1. pertama-tama hams dihitung bilangan Froude pada bagian masuk kolam olak. Dengan prosedur yang sarna seperti yang sudah diuraikan.fA 17.671.25 1.0 I .0 r...C.~o Grafik 6.50 . c.200 Q1 .

Sisa energi hilir yang memakai dasar kolam sebagai bidang persamaan Hd tidak berbeda jauh dari perbandingan ~z/H(. debit per satuan lebar. juga kemampuan hidrolisnya dapat berkurang akibat variasi di tempat jatuhnya pancaran di lantai kolam jika terjadi perubahan debitl.61 m HI = 1. Perencanaan hidraulis bangunan dipengaruhi oleh besaranbesaran berikut : HI = tinggi energi di muka ambang. Akibat luapan dan turbulensi (pusaran air) di dalam kolam di bawah tirai luapan.50 m. Bangunan terjun tegak menjadi lebih besar apabila ketinggiannya ditambah.65 m maka: H/H( = 1. m2/det lebar bukan bangunan terjun. m kedalaman air di bagian masuk kolam olak Contoh soal : Diketahui : H = 1. Bangunan terjun tegak.65 = 0.61/1. m Hd = tinggi energi hilir pada kolam olak. Bangunan terjun tegak sebaiknya tidak dipakai apabila perubahan tinggi energi diatas bangunan melebihi 1.Dimana : H" Q q B y" = = = = tinggi energi pada u. m 161 .65 m H2 = 1. Harga Hd ini dapat dipakai untuk menentukan ~z untuk sebuah bangunan terjun tegak.976 d.5).m ~H = perubahan tinggi energi pada bangunan. m. debit. luapan yang jatuh bebas akan mengenai lantai kolam dan bergerak kehilir pada potongan U (gambar 6. sebagian dari energi diredam di depan potongan U. me/det. Dengan bangunan terjun tegak.

bahwa : Hd = 1.HI (6.Yd/6Z atau Lp/6Z 2 Grafik 6.4. Q...19) Untuk perkiraan awal Hd boleh diandaikan.67 HI (6.8 mIdet2) tinggi ambang pada ujung kolam olak. I I 2 I I I K III . 3'" I II ill III S 6749)() I 0.4. m Besaran-besaran ini dapat digabung untuk membuat perkiraan awal tinggi bangunan terjun.23) Geometri bangunan terjun tegak dengan perbandingan panjang Yi!1z kini dapat dihitung dari grafik 6...1 Q. 0'_ " . Reploge and Clemmens.a .22) Aliran pada potongan U kemudian dapat dibedakan sifatnya dengan bilangan Froude tak berdimensi : vu Fru = rgyu (6.S . " . I ""- III I " . 0 III I I.: It .0 . II " "l"- . II i III 'I .J. .21) Yu = q/vu (6.J . ... I. !1z = (!1H + Hd) .q g n = = = debit per satuan lebar ambang. III .J 0. 0 . II . 10 a . . m3/detlml percepatan gravitasi. II I ":1 i'- II II I II III I . ." o.20) Kemudian kecepatan aliran paa potongan aliran pad a potongan U dapat diperkirakan dengan : Vu = .6 . . " .9 1. I I t I II I~ ~3 ~ > u. Grafik tak berdimensi dari geometri bangunan terjun tegak (Bos. mIdet2 (= 9. 1984) 162 .2."J2g/2 (6. I .

kemiringan permukaan belakang dibuat securam mungkin dan relatp pendek. khususnya jika tinggi jatuh melebihi 1.5 m pada bangunan terjun.5. Jika peralihan ujung runcing dipakai diantara permukaan pengontrol dan permukaan belakang (hilir). Jika diperlukan kemiringan yang lebih curam. disarankan untuk memakai kemiringan yang tidak lebih curam dari 12 m. HI maksimum.ngcnlr~ --------------.26 (Lampiran 2) Alasannya adalah untuk mencegah pemisahan aliran pada sudut miring.Cn dii' t r. Bangunan terjun miring Permukaan miring yang menghantar air ke dasar kolam olak adalah praktek perencanaan yang umum.e.:: t~d t i! Grafik 6. 'Ye panjcog k~miringon b.5. Tinggi energi Hu pada luapan 163 .M. r: 0 SHI ipotongcn U pmJcng krmirin!. ~~ K - ~9'a" p. Sketsa dimensi untuk Tabel A. sudut runcing harus diganti dengan kurve peralihan dengan jari-jari r =0.lt.

164 . peredaman energi menjadi jauh berkurang akibat gesekan dan aliran turbulensi di atas permukaan yang miring. energi diredam karena terjadinya benturan luapan dengan lantai kolam dan karena pusaran terbulensi air di dalam kolam di bawah tirai luapan. Sebabnya ialah bahwa dengan bangunan terjun tegak. dibandingkan apabila luapan jatuh bebas seperti pada bangunan terjun tegak. Dengan bangunan terjun miring.yang masuk kolam pada potongan U mempunyai harga yang jauh lebih tinggi jika digunakan permukaan hilir yang miring.