P. 1
teori asuransi tesis.doc

teori asuransi tesis.doc

|Views: 200|Likes:
Published by Hendra Surya Meukek

More info:

Published by: Hendra Surya Meukek on Feb 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2015

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN

A. Landasan Teori 1. Pengertian, Macam, dan Tujuan Asuransi a. Pengertian Asuransi Perasuransian adalah istilah hukum (legal term) yang dipakai dalam perundang-undangan dan Perusahaan perasuransian. Istilah perasuransian berasal dari kata "asuransi" yang berarti pertanggungan atau perlindungan atas suatu objek dari ancaman bahaya yang menimbulkan kerugian. Asuransi ialah jaminan atau perdagangan yang di berikan oleh penanggung (misalnya kantor asuransi) kepada yang bertanggung untuk risiko kerugian sebagai yang ditetapkan dalam surat perjanjian (polis) bila terjadi kebakaran, kecurian, kerusakan dan sebagainya ataupun mengenai kehilangan jiwa (kematian) atau kecelakaan lainnya, dengan yang tertanggung membayar premi sebanyak yang di tentukan kepada penanggung tiap-tiap bulan.1 Usaha yang berkenaan dengan asuransi ada 2 (dua) jenis, yaitu : a. Usaha dibidang kegiatan asuransi disebut usaha asuransi (insurance business). Perusahaan yang menjalankan usaha asuransi disebut perusahaan asuransi (insurance company). b. Usaha dibidang kegiatan penunjang usaha asuransi disebut usaha penunjang usaha asuransi (complementary insurance business).

1

EnsikloMedi@, Asuransi Syariah, juli 2006

Perusahaan yang menjalankan usaha penunjang usaha asuransi disebut Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi (complementary insurance

company).Dalam pengertian perasuransian selalu meliputi 2(dua) jenis kegiatan usaha yaitu usaha asuransi dan usaha penunjang usaha asuransi. Perusahaan asuransi adalah jenis perusahaan yang menjalankan usaha asuransi Perusahaan Penunjang Asuransi adalah jenis perusahaan yang menjalankan usaha penunjang usaha asuransi. a. kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) menurut ketentuan pasal 246 KUHD : "Pertanggungan adalah perjanjian dengan mana penanggung mengaitkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin dideritanya akibat dari suatu evenemen".2 Berdasarkan definisi tersebut dapat diuraikan unsur-unsur asuransi atau pertanggungan sebagai berikut:3 1. pihak-pihak Subjek asuransi adalah pihak-pihak dalam asuransi, yaitu penanggung dan tertanggung yang mengadakan perjanjian asuransi. Pihak tertanggung berkewajiban membayar premi kepada penanggung, sedangkan penanggung memberikan jaminan atas kerugian yang diderita tertanggung. 2. status pihak-pihak

2 3

Indonesia, Kitab Undang - Undang Hukum Dagang, Pasal 246 Muhammad, Abdulkadir, Hukum Asuransi Indonesia, (Bandung:Citra Aditya Bakti, 2006), Hal : 8

baik sebagai perusahaan ataupun bukan perusahaan. hak. peristiwa asuransi Peristiwa asuransi adalah perbuatan hukum (legal act) berupa persetujuan atau kesepakatan bebas antara penanggung dan tertanggung mengenai objek asuransi. dan syarat-syarat yang berlaku dalam asuransi. Tertanggung berstatus sebagai pemilik atau pihak berkepentingan atas harta yang diasuransikan. 4. Tertanggung dapat berstatus sebagai perseorangan. 3. hubungan asuransi . persekutuan. Perusahaan Perseroan (Persero) atau koperasi. atau kepentingan yang melekat pada benda. atau badan hukum. 5. Penanggung bertujuan memperoleh pembayaran sejumlah premi sebagai imbalan pengalihan risiko. dan sejumlah uang yang disebut premi atau ganti kerugian. Tertanggung bertujuan bebas dari resiko dan memperoleh penggantian jika timbul kerugian atas harta miliknya.Penanggung harus berstatus sebagai perusahaan badan hukum dapat berbentuk perseroan terbatas (PT). objek asuransi Objek asuransi dapat berupa benda. Polis ini merupakan satu-satunya alat bukti yang dipakai untuk membuktikan telah terjadi asuransi. Melalui objek asuransi tersebut ada tujuan yang ingin dicapai oleh pihakpihak. peristiwa tidak pasti (evenemen) yang mengancam benda asuransi. Persetujuan atau kesepakatan bebas tersebut dibuat dalam bentuk tertulis berupa akta yang disebut polis.

maka dapat diidentifikasi beberapa unsur yang harus ada pada asuransi kerugian sebagai berikut : a) Penanggung dan tertanggung b) Persetujuan bebas antara penanggung dan tertanggung c) Benda asuransi dan kepentingan tertanggung d) Tujuan yang ingin dicapai e) Resiko dan premi f) Evenemen dan ganti kerugian g) Syarat-syarat yang berlaku h) Bentuk akta polis asuransi b. nasabah harus membayar sejumlah dana (premi) kepada perusahaan asuransi. menurut ketentuan pasal 41 New York Insurance Law : . Keterikatan tersebut timbul secara sukarela. New York Insurance Law Defenisi yang lebih luas daripada defenisi dalam pasal 246 KUHD adalah defenisi asuransi dalam pasal 41 New York Insurance Law.Hubungan asuransi yang terjadi antara penanggung dan tertanggung adalah keterikatan (legally bound) yang timbul karena persetujuan atau kesepakatan bebas. Di lain pihak. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas. yaitu Pihak penanggung (perusahaan asuransi) berkewajiban mengganti kerugian yang dialami nasabah karena kejadian atau musibah tertentu (sesuai dengan perjanjian yang disepakati).

Undang-Udang Nomor 2 Tahun 1992 Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian: "Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung . termasuk juga pembayaran sejumlah uang pada asuransi jiwa. is obligated to cobfer benefit of pecuniary value upon another party herein called the insured or beneficiary. tidak digunakan kata-kata to confer indemnity of pecuniary value. or is assumed by the paties to be. dependent up on the happening of a fortuitous event in which the insured or beneficiary has. c. Definisi dalam pasal 41New York Insurance Law meliputi asuransi kerugian dan asuransi jumlah. to a substansial extend beyond the control of either party". Jadi. tetapi juga meliputi pengertian "yang ada manfaatnya" bagi tertanggung. or expected to have at the time of such happening a material interest which will be adveresely affected by the happening of such event. Pengertian benefit tidak hanya meliputi ganti kerugian terhadap harta kekayaan. Dalam definisi tersebut digunakan kata-kata to confer benefit of pecuniary value. A fortutious event is any occurance or failur to occur which is."The insurance contract is any agreement or other transaction whereby one party herein called the insurer. Rumusan tersebut lebih memuaskan daripada rumusan Pasal 246 KUHD.

karena tidak hanya meliputi asuransi kerugian tetapi juga asuransi jiwa. tetapi juga jiwa/raga manusia.karena kerugian. Dari pengertian asuransi menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tersebut mengandung arti lebih luas dibandingkan dengan pengertian asuransi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Definisi dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 secara eksplisit meliputi juga asuransi untuk kepentingan pihak ketiga. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatau peristiwa yang tidak pasti. . berikut ini disajikan perbandingan antara rumusan Pasal 1 angka (1) Udang-Udang Nomor 2 Tahun 1992 dan Pasal 246 KUHD : 1. Hal ini terdapat dalam bagian kalimat "Tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga". Definisi dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 meliputi asuransi kerugian dan asuransi jiwa. 2. Bagian ini tidak ada dalam definisi Pasal 246 KUHD. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. Asuransi kerugian dibuktikan oleh bagian kalimat "Penggantian karena kerugian. Untuk memahami lebih lanjut. atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan". Dengan demikian objek asuransi tidak hanya meliputi harta kekayaan. Asuransi jiwa dibuktikan oleh bagian kalimat "memberikan pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang". kehilangan keuntungan yang diharapkan". Bagian ini tidak terdapat dalam definisi Pasal 246 KUHD. kerusakan.

sekaligus atau dengan berangsur-angsur. Intermasa. hal. macam-macam Asuransi dan Usaha Asuransi 1.3. Hukum Asuransi di Indonesia. baik kerugian itu berupa: . (Jakarta:PT. kepentingan yang melekat atas benda. yang semula belum jelas akan terjadi. sekaligus atau berangsur-angsur jika terlaksana unsur ke-3. Dari definisi tentang asuransi tersebut terdapat tiga unsur tentang pengertian asuransi. sejumlah uang dan jiwa manusia. Definisi dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 1992 meliputi objek asuransi berupa benda. Unsur ke-3 : suatu peristiwa.Kehilangan keuntungan yang diharapkan oleh tertanggung. Objek asuransi berupa jiwa manusia tidak terdapat dalam definisi Pasal 246 KUHD.Kekurangan nilainya atau . Asuransi kerugian adalah asuransi yang memberikan ganti rugi kepada tertanggung yang menderita kerugian barang atau benda miliknya. Definisi dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 meliputi evenemen berupa peristiwa yang menimbulkan kerugian pada benda objekj asuransi dan peristiwa meninggalnya seseorang. 4 Prodjodikoro. b. . 1. Wirjono. Peristiwa meninggalnya seseorang tidak terdapat dalam definisi Pasal 246 KUHD. Unsur ke-2 : pihak penajamin berjanji akan membayar sejumlah uang kepada pihak terjamin. kerugian mana terjadi karena bencana atau bahaya terhadap mana pertanggungan ini diadakan. yaitu :4 Unsur ke-1 : pihak terjamin (verzekerde) berjanji membayar uang premi kepada pihak penjamin (verzekeraar). 1987).Kehilangan nilai pakai atau . 4.

Menurut kitab udang-udang hukum dagang menyebutkan lima macam asuransi.Dapat bersifat asuransi jiwa. Asuransi jiwa adalah perjanjian tentang pembayaran uang dengan nikmat dari premi dan yang berhubungan dengan hidup atau matinya seseorang termasuk juga perjanjian asuransi kembali uang dengan pengertian catatan dengan perjanjian dimaksud tidak termasuik perjanjian asuransi kecelakaan (yang masuk dalam asuransi kerugian) berdasarkan pasal I a Bab I Staatblad 1941 .Asuransi TASPEN. .Kalau tertanggung meninggalkan dalam massa berlaku perjanjian.101). 2. yaitu: . Asuransi Sosial Ialah asuransi yang memberikan jaminan kepada masyarakat dan diselenggarakan oleh pemerintah.Dapat bersifat asuransi kerugian . Pasal 247. asuransi terhadap kebakaran 5 Indonesia. kepada tertanggung . yaitu :5 1.Penanggung tidak harus membayarganti rugi kepadatertanggung kalau selama jangka waktu perjanjian obyek pertanggungan tidak mengalami bencana atau bahaya yang dipertanggungkan. ASABRI. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. .Asuransi kecelakaan lalu lintas (jasa raharja).Pada saat berakhirnyajangka waktu perjanjian keperluannya suka rela. ASKES. atau . Sifat asuransi sosial . ASTEK. Dalam asuransi jiwa (yang mengandung SAVING) penanggung akan tetap mengembalikan jumlah uang yang diperjanjikan. 3.

Usaha Asuransi kerugian yang memberikan jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian.2. Pasal 2 huruf (a).6 Usaha Asuransi dikelompokan menjadi 3 (tiga) jenis. kehilangan manfaat. yang timbul dari peristiwa tidak pasti. asuransi terhadap bahaya dilaut dan perbudakan 5. asuransi terhadap bahaya dalam pengangkutan didaratan dan disungaisungai Istilah perasuransian melingkupi kegiatan usaha yang bergerak dibidang usaha asuransi dan usaha penunjang usaha asuransi. . asuransi terhadap kematian orang 4. b. dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga. Usaha Reasuransi yang memberikan jasa dalam asuransi ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh Perusahaan Asuransi Kerugian dan atau Perusahaan Asuransi Jiwa. 6 Indonesia. Usaha Asuransi Jiwa yang memberikan jasa dalam penanggulangan resiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. "Usaha Asuransi adalah Usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terrhadap hidup atau meninggalnya seseorang". yaitu : a. asuransi terhadap bahaya-bahaya pertanian 3. c.

yaitu :7 1. Usaha asuransi komersial dalam rangka penyelenggaraan Program Asuransi Kerugian dan Asuransi jiwa yang bersifat kesepakatan berdasarkan kontrak asuransi dengan tujuan memperoleh keuntungan c. 2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian. Usaha konsultan aktuaria yang memberikan jasa konsultasi aktuaria. 3.Dalam pasalnya yang lain. Usaha Asuransi Sosial dalam rangka penyelenggaraan Program Asuransi Sosial yang bersifat wajib berdasarkan undang-undang memberikan perlindungan dasar untuk kepentingan masyarakat. usaha penunjang usaha asuransi dikelompokan menjadi 5 (lima) jenis. Selain pengelompokan menurut jenis usahanya. 4. Usaha pialang asuransi yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti kerugian asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung. Usaha agen asuransi yang memberikan jasa keperantaraan dalam rangka pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung. 2. 5. yaitu : 1. Pasal 5 . usaha asuransi dapat pula dibagi berdasarkan sifat dari penyelenggaraan usahanya menjadi 2(dua) kelompok. Usaha pialang reasuransi yang memberikan jasa keperantaraan dalam penempatan reasuransi dan penanganan penyelesaian ganti kerugian reasuransi dengan bertindak untuk kepentingan Perusahaan asuransi. Tujuan Asuransi 7 Indonesia. Usaha penilai kerugian asuransi yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada objek asuransi yang dipertanggungkan.

"Asuransi atau pertanggungan didalamnya tersirat pengertian adanya suatu resiko. 8 Wirjono. Sebagai kontra prestasi dari pihak lain yang melimpahkan tanggung jawab ini. tertanggung menyadari bahwa ada ancaman bahaya terhadap harta kekayaan miliknya atau terhadap jiwanya. hal. pihak tertanggung berupaya mengalihkan beban resiko ancaman bahaya tersebut kepada pihak lain yang bersedia dengan membayar kontra prestasi yang disebut premi. Jika bahaya tersebut terjadi terhadapnya maka kerugian yang dideritanya sangat besar untuk ditanggung olehnya sendiri. Sehingga untuk menghilangkan resiko tersebut upaya yang dilakukan yaitu asuransi.Manusia dalam hidupnya selalu mempunyai resiko yaitu sesuatu yang dapat mengancam kehidupannya serta menimbulkan kerugian. yang terjadinya sebelum dapat dipastikan.8 Secara umum 3 (tiga) tujuan utama dari asuransi yaitu : 1. 4 . dan adanya pelimpahan tanggung jawab memikul beban resiko dari pihak yang mempunyai beban resiko tersebut. kepada pihak lain yang sanggup mengambil alih tanggung jawab. Teori Pengalihan Resiko Menurut teori pengalihan resiko (Risk Transfer Theory). Opcit. Tujuan dari semua asuransi ialah menutup suatu kerugian yang diderita selaku akibat dari suatu peristiwa yang bersangkutan dan yang belum dapat ditentukan semula akan terjadi atau tidak. Untuk mengurangi atau menghilangkan beban resiko tersebut.

Abdulkadir. penanggung beruntung memiliki dan menikmati premi yang telah diterimanya dari tertanggung. jika pada suatu ketika sungguh-sungguh terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian tersebut maka kepada tertanggung yang bersangkutan akan dibayarkan ganti kerugian seimbang dengan jumlah asuransinya. pada asuransi jiwa apabila dalam jangka waktu asuransi terjadi peristiwa kematian atau kecelakaan yang menimpa diri tertanggung. maka penanggung akan membayar jumlah asuransi yang telah disepakati bersama seperti tercantum dalam polis. hal. (Bandung:Citra Aditya Bakti. Dalam praktiknya. Muhammad. Apabila sampai berakhirnya jangka waktu asuransi tidak terjadi peristiwa yang merugikan. 2. Berbeda dengan asuransi kerugian. kerugian yang timbul itu bersifat sebagian (partial loss). 2006). 12 . Perjanjian Asuransi Dalam Praktek dan Penyelesaian Sengketa. Hukum Asuransi Indonesia.9 Tertanggung mengadakan asuransi dengan tujuan mengalihkan resiko yang mengancam harta kekayaan atau jiwanya. Pembayaran Ganti Kerugian Dalam suatu asuransi untuk melindungi terhadap peristiwa yang menimbulkan kerugian. hal.yang diwajibkan membayar sejumlah uang kepada pihak yang menerima tanggung jawab. sejak itu pula resiko beralih kepada penanggung. Hasil simp10 osium tentang Hukum Asuransi (Padang: BPHN. Dengan demikian tertanggung mengadakan asuransi yang bertujuan untuk memperoleh pembayaran ganti kerugian yang sungguh-sungguh dideritanya. Jumlah asuransi yang 9 Dewan Asuransi Indonesia. tidak semuanya berupa kerugian total (total loss). 107.10 Dengan membayar sejumlah premi kepada perusahaan asuransi (pananggung). 1978).

artinya tertanggung terikat dengan penanggung karena perintah undang-undang. Asuransi jenis ini disebut asuransi sosial (social security insurance). karena jiwa atau raga manusia bukan harta kekayaan dan tidak dapat dinilai dengan uang. tertanggung berhak memperoleh perlindungan dari ancaman bahaya. Apabila mereka mendapat musibah kecelakaan dalam perkerjaannya atau selama angkutan berlangsung. hal. Pembayaran Santunan Asuransi kerugian dan asuransi jiwa diadakan berdasarkan perjanjian bebas (sukarela) antara penanggung dan tertanggung (voluntary insurance). dan mereka yang terkena musibah diberi santunan sejumlah uang. Dengan membayar sejumlah kontribusi (semacam premi). 3. bukan karena perjanjian. Jadi tujuan mengadakan asuransi sosial menurut pembentuk undang-undang adalah untuk melindungi kepentingan masyarakat. Akan tetapi undang-undang mengatur asuransi yang bersifat wajib (compulsory insurance). Ibid. mereka (atau ahli warisnya) akan memperoleh pembayaran santunan dari penanggung (BUMN). Asuransi sosial bertujuan melindungi masyarakat dari ancaman bahaya kecelakaan yang mengakibatkan kematian atau cacat tubuh. 15 . Jadi pembayaran sejumlah uang itu bukan sebagai ganti kerugian. yang jumlahnya telah ditetapkan oleh undang-undang.11 11 Abdulkadir.disepakati itu merupakan dasar perhitungan premi dan untuk memudahkan penanggung membayar sejumlah uang akibat terjadi peristiwa kematian atau kecelakaan.

Program Studi Magister Ilmu Hukum. maka disamping ketentuan syarat-syarat sah suatu perjanjian. yaitu kesepakatan para pihak. S. sehingga perjanjian ini mempunyai sifat dan karakteristik tertentu yang sangat khas dibandingkan dengan jenis perjanjian lain. Kalimantan.R. Heri. Syarat-Syarat Sah Asuransi Asuransi merupakan salah satu jenis perjanjian khusus yang diatur dalam KUHD. Perjanjian asuransi atau pertanggungan merupakan suatu perjanjian yang mempunyai sifat khusus dan unik. 8 Sulistiyanto.1995). maka ketentuan.2. kewenangan berbuat. hal. Perjanjian Asuransi Dalam melakukan asuransi maka tertanggung harus melakukan perjanjian asuransi dengan penanggung dengan membayar premi kepada perusahaan asuransi sebagai pelaksanaan dari perjanjian asuransi tersebut. sehingga mengharuskan untuk ditaatinya seluruh point-point perjanjian yang merupakan bagian dari kesepakatan dalam perjanjian tersebut.12 Perjanjian asuransi merupakan suatu perjanjian baku yang menegaskan tentang pemenuhan hak dan kewajiban yang mengikat antara penanggung dengan tertanggung.13 a. Menurut ketentuan pasal tersebut. 2008 . objek tertentu. dan 12 13 Hartono. Syarat-syarat sah suatu perjanjian diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Karena perjanjian asuransi merupakan perjanjian khusus. Telaah Yuridis Tentang Penerapan Asas Kebebasan Berkontrak Dalam Perjanjian Asuransi Jiwa. syarat-syarat sah suatu perjanjian dalam KUHPerdata berlaku juga bagi perjanjian asuransi. Hukum Asuransi dan Perusahaan Asuransi (Jakarta:Sinar Grafika. Sebagai perjanjian. ada 4 syarat sah suatu perjanjian.. berlaku juga syarat-syarat khusus yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.

benda yang menjadi objek asuransi b. 1. Kewenangan (Authority) 14 Abdulkadir. tekanan. atau paksaan pihak tertentu. artinya tidak berada dibawah pengaruh.14 Kedua belah pihak sepakat menentukan syarat-syarat perjanjian asuransi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.kausa yang halal. hal. Syarat yang diatur dalam KUHD adalah kewajiban pemberitahuan yang diatur dalam Pasal 251 KUHD.. Kesepakatan (consensus) Tertanggung dan penanggung sepakat mengadakan perjanjian asuransi. Kesepakatan tersebut pada pokoknya meliputi : a. 50 . evenemen dan ganti kerugian d. syarat-syarat khusus asuransi e. Dalam Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 ditentukan bahwa penutupan asuransi atas objek asuransi harus didasarkan pada kebebasan memilih penanggung kecuali bagi Program Asuransi Sosial. cit. Ketentuan ini dimaksudkan untuk melindungi hak tertanggung agar dapat secara bebas memilih perusahaan asuransi sebagai penanggungnya. dibuat secara tertulis yang disebut polis Kesepakatan antara tertanggung dan penanggung dibuat secara bebas. 2. op. pengalihan resiko dan pembayaran premi c.

Kausa yang Halal (Legal Cause) . Kewenangan subjektif artinya kedua pihak sudah dewasa. 4. Objek Tertentu (Fixed objek) Objek tertentu dalam perjanjian asuransi adalah objek yang diasuransikan. Kewenangan berbuat tersebut ada yang bersifat subjektif dan ada yang bersifat objektif. Penanggung adalah pihak yang sah mewakili perushaan asuransi berdasarkan anggaran dasar perusahaan. maka tertanggung yang mengadakan asuransi itu mendapat kuasa atau pembenaran dari pihak ketiga yang bersangkutan.Kedua pihak tertanggung dan penanggung berwenang melakukan perbuatan hukum yang diakui oleh undang-undang. Objek tertentu berupa jiwa atau raga manusia terdapat pada perjanjian asuransi jiwa. Kewenangan pihak tertanggung dan penanggung tersebut tidak hanya dalam rangka mengadakan perjanjian asuransi. 3. Apabila asuransi yang diadakan itu untuk kepentingan pihak ketiga. Objek tertentu berupa harta kekayaan dan kepentingan yang melekat pada harta kekayaan terdapat pada Perjanjian asuransi kerugian. dapat berupa harta kekayaan dan kepentingan yang melekat pada harta kekayaan. dapat pula berupa jiwa atau raga menusia. Kewenangan objektif artinya tertanggung mempunyai hubungan yang sah dengan benda objek asuransi karena benda tersebut adalah kekayaan miliknya sendiri. tidak berada dibawah perwalian. sehat ingatan. atau pemegang kuasa yang sah. tetapi juga dalam hubungan internal dilingkungan perusahaan asuransi bagi penanggung dan hubungan dengan pihak ketiga.

Pengaturan pemberitahuan dalam KUHD tertanggung wajib memberitahukan kepada penanggung mengenai keadaan objek asuransi. 2. menurut teori ini setiap asuransi harus mempunyai objek tertentu. 5. maka akibat hukumnya asuransi batal. tidak bertentangan dengan ketertiban umum. b. Pemberitahuan (Notification) 1. Kewajiban ini dilakukan pada saat mengadakan asuransi. Apabila tertanggung lalai. tidak boleh ada yang disembunyikan. . Menurut ketentuan Pasal 255 KUHD perjanjian asuransi harus dibuat secara tertulis dalam bentuk akta yang disebut polis. dan sifat yang dimiliki objek tersebut harus jelas dan pasti. Polis Bukti Asuransi Polis merupakan suatu akta tertulis yang dijadikan sebagai bukti telah dilakukannya perjanjian asuransi. Berdasarkan kausa yang halal itu. Teori objektifitas salah satu teori ilmu hukum yang dikenal dalam hukum asuransi adalah teori objektifitas. Objek tertentu artinya jenis. Jenis identitas dan sifat objek asuransi wajib diberitahukan oleh tertanggung kepada penanggung.Kausa yang halal maksudnya adalah isi perjanjian asuransi itu tidak dilarang undang-undang. tujuan yang hendak dicapai oleh tertanggung dan penanggung adalah beralihnya resiko atas objek asuransi yang diimbangi dengan pembayaran premi. dan tidak bertentangan dengan kesusilaan. identitas.

uang premi yang harus dibayar oleh si terjamin. 8. 6. nama pihak terjamin yang menyetujui terbentuknya asuransi. 1976). penyebutan yang cukup jelas tentang hal atau objek yang dijamin. 15 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (wetboek Van Koophandel). yaitu atas tanggungannya sendiri atau tanggungan orang lain. 4. polis atau bentuk perjanjian asuransi dengan nama apapun. kecuali yang mengenai asuransi jiwa harus memuat :15 1. jumlah uang. mulai dan akhir tenggang waktu. pada umumnya semua hal-hal yang perlu diketahui oleh pihak penjamin. Surat polis untuk segala macam asuransi. serta semua janji-janji tertentu yang diadakan antara kedua pihak. atau mempersulit tertanggung mengurus haknya. Cet. 3. berikut dengan lampiran yang merupakan satu kesatuan dengannya. dalam mana diadakan jaminan oleh penjamin. surat pembentukan asuransi 2.Selanjutnya dalam Pasal 19 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 menentukan. untuk mana diadakan jaminan (uang asuransi) 5. tidak boleh mengandung kata-kata atau kalimat yang dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda mengenai resiko yang ditutup asuransinya. kewajiban penanggung dan tertanggung. Pasal 256. 8. (Jakarta : Pradnya Paramita. . bahaya-bahaya yang ditanggung oleh si penjamin. Secara umum polis harus memuat ketentuan-ketentuan yang harus ada didalam asuransi. Tjitrosudibio.Subekti dan R. 7. Terjemahan R.

2. atau pengawas yakni kepentingan pemerintah melalui direktorat asuransi. apa yang tercantum dalam undang-undang. Berdasarkan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam polis. Kepentingan industri asuransi: Yang dimaksud dengan kepentingan industri asuransi adalah industri asuransi harus terlindungi dari usaha atau itikad buruk pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan diri dari asuransi. Polis maskapai Dinamakan polis maskapai karena polis ini dibuat dan diterbitkan oleh maskapai asuransi. 3. peraturanperaturan pemerintah harus menjadi referensi dan syarat-syarat umum polis tersebut.Berdasarkan ketentuan pasal tersebut diatas maka dapat dipahami polis berfungsi sebagai alat bukti tertulis yang menyatakan bahwa telah terjadi perjanjian asuransi antara tertanggung dan penanggung. mereka mendapatkan syarat-syarat yang sama di perusahaan asuransi. ada 3 (tiga) jenis polis yang terkenal yaitu : a. Kepentingan instansi pembina atau pengawas: Yang dimaksud kepentingan instansi pembina. Nasabah bisa dilindungi. yakni : 1. Dalam praktik asuransi setiap perusahaan asuransi telah menyusun polisnya masing-masing dengan syarat-syarat khusus dan klausula-klausula tertentu pula. . Selain syarat-syarat yang diharuskan oleh undang-undang. Adapun syarat-syarat umum polis harus memperhatikan tiga kepentingan. Kepentingan nasabah: Kepentingan nasabah di sini agar bisa memberikan sesuatu hal yang jelas untuk kepentingan nasabah atau tertanggung.

Kedua polis ini digunakan pada asuransi pengangkutan laut dan asuransi kebakaran. sehingga lambat laun polis maskapai ini ditinggalkan dan orang mulai mengarah pada pembuatan dan penggunaan polis seragam. Polis Lloyds Polis Lloyds adalah polis yang digunakan di Bursa Lloyds London. Benda asuransi adalah harta kekayaan yang mempunyai nilai ekonomi. Ada 2 (dua) macam polis bursa. Benda asuransi selalu berwujud misalnya gedung pertokoan. asuransi kebakaran. yang dapat dihargai dengan sejumlah uang. yaitu Polis Bursa Amsterdam dan Polis Bursa Rotterdam. Objek Asuransi Benda asuransi adalah benda yang menjadi objek perjanjian asuransi (objek of insurance). Polis ini telah dikembangkan tersendiri dibawah merek Lloyds dan hanya digunakan oleh perusahaan asuransi yang menjadi anggota The Lloyds Corporation. kapal. rumah. Benda asuransi selalu diancam dengan bahaya atau peristiwa yang terjadinya tidak pasti. Polis bursa polis ini mempunyai syarat-syarat yang seragam dan digunakan pada bursa asuransi. Dalam operasi kerjanya Perusahaan Asuransi yang menggunakan polis maskapai ini banyak mengalami kesulitan. b.polis maskapai memuat beberapa ketentuan khusus yang berlaku bagi maskapai yang menciptakan syarat tersebut. c. Polis Lloyds digunakan untuk asuransi pengangkutan laut. dan asuransi terhadap bahaya-bahaya lain 3. .

maka kepentingan juga adalah harta kekayaan. Menurut Pasal 268 KUHD. harus dapat dinilai dengan uang 3. pada benda asuransi melekat hak subjektif yang tidak berwujud.Benda asuransi erat hubungannya dengan teori kepentingan yang secara umum dikenal dalam hukum asuransi. atau berkurang nilainya. asuransi dapat mengenai segala macam kepentingan yang dapat dinilai dengan uang. Dalam literatur hukum asuransi. Karena kepentingan itu melekat pada benda asuransi. hilang. harus ada pada setiap asuransi 2. Benda asuransi adalah harta kekayaan. harus tidak dikecualikan oleh undang-undang Tidak dikecualikan oleh undang-undang artinya tidak dilarang oleh undang-undang. musnah. Karena benda asuransi dapat rusak. a. Nilai Benda Asuransi . diancam oleh bahaya dan tidak dikecualikan oleh undang-undang. Menurut teori kepentingan. atau berkurang nilainya. Kepentingan itu harus sudah ada pada benda asuransi pada saat asuransi diadakan atau setidak-tidaknya pada saat terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian. Sebagai harta kekayaan kepentingan memiliki unsur-unsur bersifat ekonomi. tidak bertentangan dengan kepentingan umum/kesusilaan. harus diancam oleh bahaya 4. musnah. Kepentingan itu sifatnya absolut. artinya harus ada pada setiap objek asuransi dan mengikuti kemana saja benda asuransi itu berada. hak subjektif ini disebut kepentingan. maka hak subjektif juga dapat rusak. hilang. Berdasarkan ketentuan pasal ini dapat ditentukan kriteria kepentingan yaitu : 1.

Dalam Pasal 256 KUHD yang mengatur tentang isi polis tidak terdapat butir mengenai ketentuan mengenai nilai benda asuransi. Tidak ada keharusan pencantuman nilai nbenda asuransi dalam polis diperkuat oleh alasan yang dinyatakan dalam pasal 274 KUHD. maka wajarlah apabila nilai benda pada waktu terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian itu. walaupun nilai benda asuransi dicantumkan dalam polis. b. Persoalan penting adalah pengertian nilai benda asuransi karena nilai itu dapat berubah-ubah dari waktu kewaktu bergantung pada sifat dan keadaan benda tersebut. penanggung dapat mengajukan alasan untuk tidak menyetujui nilai benda asuransi apabila menurut dugaannya nilai benda tersebut terlalu tinggi. tertanggung memberitahukan kepada penanggungnya besar nilai benda asuransi itu dengan menggunakan segala macam alat bukti. Dengan membayar premi asuransi maka terciptalah hubungan antara tertanggung dan penanggung (pihak asuransi). Apabila benda asuransi itu mengalami kerusakan ataupun kehancuran akibat peristiwa terhadap mana benda itu diasuransikan. Sehingga nilai benda pada waktu diadakan asuransi berbeda dengan nilai benda pada waktu terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian. Premi Asuransi Dalam suatu asuransi premi merupakan salah satu syarat utama dalam pelaksanaan kegiatan asuransi dan juga merupakan kewajiban tertanggung yang harus dibayarkan kepada pihak asuransi. maka jika terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian. . yang dicantumkan adalah butir mengenai benda yang diasuransikan. nilai benda asuransi belum dinyatakan dalam polis. Apabila pada waktu mengadakan asuransi.

dalam bentuk sejumlah uang b. karena asuransi dapat berjalan atau Resiko dapat dialihkan dari tertanggung kepada penanggung apabila tertangung telah membayar premi kepada penanggung/ Perusahaan asuransi tersebut. biaya polis. dibayar lebih dahulu oleh tertanggung c. . misalnya biaya materai. sebagai imbalan pengalihan resiko d.16 Maka dapat dipahami bahwa premi asuransi merupakan syarat mutlak untuk menentukan perjanjian asuransi dilaksanakan atau tidak. Jumlah persentase dari jumlah yang diasuransikan b.Premi adalah salah satu unsur penting dalam asuransi karena merupakan kewajiban utama yang wajib dipenuhi oleh tertanggung kepada penanggung. dihitung berdasarkan presentase terhadap nilai resiko yang dialihkan Penetapan tingkat premi asuransi harus didasarkan pada perhitungan analisis perhitungan yang sehat. Ibid. Dalam jumlah premi yang harus dibayar oleh tertanggung juga termasuk biaya yang berkenaan dengan pengadaan asuransi itu. Kriteria premi asuransi adalah sebagai berikut : a. 103. Besarnya jumlah premi yang harus dibayar oleh tertanggung ditentukan berdasarkan penilaian resiko yang dipikul oleh penanggung. 16 Abdulkadir. hal. Jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh penanggung. Rincian yang dapat dikalkulasikan dalam jumlah premi adalah : a.

atau tanggung jawab financial seseorang.c. Kriteria atau ciri Risiko dalam asuransi sebagai berikut : a. cacat badan atau kematian atas objek asuransi. alam. Penerapan tingkat premi secara berkelanjutan akan dapat merusak iklim kompetisi yang sehat. 4. atau manusia c. Tingkat premi dinilai tidak mencukupi apabila: a. selama itu pula bahaya yang mengancam objek asuransi disebut risiko. Resiko. Sedemikian rendah sehingga sangat tidak sebanding dengan manfaat yang diperjanjikan dalam polis asuransi yang bersangkutan. Diklasifikasikan menjadi risiko pribadi. dan tidak diterapkan secara diskriminatif. b. ancaman bahaya yang menjadi beban penanggung merupakan peristiwa penyebab timbulnya kerugian. kekayaan. Selama belum terjadi peristiwa penyebab timbulnya kerugian. Keuntungan bagi penanggung dan jumlah cadangan Menurut ketentuan Pasal 20 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992. Evenemen. Penerapan tingkat pemi secara berkelanjutan akan membahayakan tingkat solvabilitas perusahaan. c. premi harus ditetapkan pada tingkat yang mencukupi. Hanya berpeluang menimbulkan kerugian . dan Ganti Kerugian 1. Berasal dari faktor ekonomi. kekayaan. Resiko Dalam hukum asuransi. tanggung jawab d. Kurtase untuk pialang jika asuransi diadakan melalui pialang d. tidak berlebihan. Risiko tersebut tertuju pada pribadi. Bahaya yang mengancam benda atau objek asuransi b.

Dapat dinilai dengan uang b. Risiko yang dapat diasuransikan digolongkan menjadi 3(tiga) jenis yaitu : a. rumah terbakar. pesawat terbang jatuh merugikan rumah penduduk. yaitu risiko yang ancamannya mengganti kerugian kepada pihak ketiga akibat perbuatan pelaku (tertanggung). kekayaan. Risiko tanggung gugat. Evenemen .Agar Risiko dapat diasuransikan maka harus memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Risiko harta. 2. c. menghancurkan. pencurian kendaraan bermotor. misalnya tabrakan. Risiko pribadi ini dapat dialihkan kepada Perusahaan Asuransi sosial atau Asuransi Jiwa. Tertanggung harus memeliki insurable interest e. bahaya menderita penyakit berat atau kematian. misalnya tabrakan yang yang merugikan pihak lain. Risiko pribadi yaitu risiko yang ancamannya mengurangi atau menghilangkan kemampuan diri seseorang untuk memperoleh penghasilan atau keuntungan. Kerugian timbul akibat bahaya/peristiwa tidak pasti d. kecelakaan penumpang. Harus risiko murni. yaitu risiko yang ancamannya menghilangkan. misalnya bahaya kecelakaan kerja. artinya hanya berpeluang menimbulkan kerugian c. b. Berdasarkan klasifikasi objek asuransi (jiwa/raga. tanggung jawab). Tidak dilarang undang-undang dan tidak bertentangan dengan ketertiban umum. merusakan kekayaan seseorang.

dan tanggung jawab seseorang 3. Peristiwa yang terjadi itu menimbulkan kerugian b. alam. . saat terjadinya itu tidak dapat ditentukan dan juga tidak diharapkan akan terjadi. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Ganti kerugian Kerugian erat sekali hubungannya dengan evenemen karena kerugian tersebut timbul dari suatu evenemen.17 Ciri-ciri Evenemen yaitu : a. Kerugian yang dapat diganti. tidak akan ada asrtinya bagi asuransi. "Evenemen adalah peristiwa yang menurut pengalaman manusia normal tidak dapat dipastikan terjadi. Berasal dari faktor ekonomi.Evenemen atau peristiwa yang tidak pasti adalah peristiwa terhadap mana asuransi diadakan. jika terjadi juga mengakibatkan kerugian". Terjadinya itu tidak diketahui. evenemen adalah sebab dan kerugian adalah akibat. dan manusia d. maka asuransi itu batal. Dengan kata lain antara evenemen yang terjadi dengan kerugian yang timbul ada hubungan kausal (sebab-akibat). Pasal 251. Ciri-ciri kerugian dalam asuransi yang diganti oleh penanggung yaitu : 17 Indonesia. tidak dapat dipasikan terjadi dan tidak diharapkan akan terjadi. sebab tidak akan ada orang yang mau memikul resiko demikian itu. atau walaupun sudah pasti terjadi. Kerugian terhadap diri. kekayaan. yaitu jika evenemen tersebut dicantumkan dalam polis maka penanggung terikat untuk membayar ganti kerugian. tidak dapat diprediksi lebih dahulu c. Jika terjadi juga asuransi. Jika peristiwa itu sudah diketahui sebelumnya bahwa itu pasti terjadi atau sudah diketahui saat terjadinya.

C. Didalam suatu pengiriman barang menggunakan pesawat terbang maka diperlukan suatu sistem untuk menjamin keselamatan barang yang diangkut terhadap kerusakan atau kehilangan agar para pemakai jasa pengangkutan tersebut tidak menderita kerugian yang sangat besar. Seseorang yang ingin melindungi terhadap suatu objek /aset tertentu maka ia harus mengasuransikan asset tersebut. truck. Kerangka Berfikir Asuransi merupakan upaya untuk meringankan resiko terhadap peristiwa yang tidak diinginkan. Hipotesa Asuransi Pengangkutan adalah asuransi yang memberikan jaminan ganti rugi kepada Tertanggung yang timbul karena bahaya dan/atau kecelakaan/kerugian yang terjadi selama pengangkutan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Peristiwa tidak pasti tersebut ditanggung oleh penanggung c. kereta api. terutama dengan alat pengangkutnya seperti kapal laut. pesawat udara atau kapal-kapal danau/sungai sesuai dengan kelaziman pada perdagangan. Berasal dari peristiwa tidak pasti b. Ada hubungan kausal antara peristiwa tidak pasti dengan kerugian d. . Berdasarkan asas keseimbangan B.a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->