PERATURAN CABANG OLAHRAGA BULU TANGKIS

Koordinator Kategori Tempat Jadwal : Faisal Mahmuddin (idhoe_naval99@yahoo.com) Khaerunnisa (big_beauty2002@yahoo.com) : Ganda putra dan ganda putri : Kyoto City Nishikyogoku Comprehensive Sports Park : 09.30-14.00 (putra), 10.00-13.45 (putri)

PERATURAN PERTANDINGAN 1. Umum a. Setiap kontingen diperkenankan untuk mengirimkan maksimal 2 tim ganda putra dan 2 tim ganda putri dan minimal 1 orang wasit perwakilan. b. Nama-nama peserta dan wasit harus sudah berada di panitia selambat-lambatnya tanggal 20 Juli 2010, pukul 24.00. Setelah batas waktu pendaftaran tersebut, nama-nama pasangan pemain yang telah diterima panitia tidak boleh dirubah, kecuali disertai dengan alasan yg bisa diterima oleh seluruh peserta lainnya. 2. Peserta (selanjutnya disebut pemain) a. Pemain membawa raket masing-masing. Panitia tidak menyediakan raket. b. Sesuai dengan permintaan pengelola stadion tempat diadakannya PORMAS 2010, setiap atlet diminta untuk menyiapkan dan memakai sepatu olahraga indoor, bukan sepatu yang dipakai dari luar stadion. c. Kualifikasi dan syarat peserta mengacu pada ketentuan umum peserta yang berhak mengikuti PORMAS 2010 3. Technical meeting dan penentuan lawan tanding a. Technical meeting (memuat penjelasan singkat tentang peraturan pertandingan) dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2010 (waktu dan tempat ditentukan kemudian) dan dihadiri perwakilan kontingen. Dilanjutkan dengan undian penentuan lawan tanding. b. Undian dipandu oleh panitia dan dilakukan oleh perwakilan kontingen. c. Hasil undian menentukan penempatan utusan pemain dari masing-masing kontingen ke dalam skema pertandingan yang telah dibuat oleh panitia. Skema pertandingan terbagi menjadi dua pool (pool A dan pool B). Setiap kontingen yang mengirimkan 2 tim ganda putra/putri akan diundi di masing-masing pool yang berbeda. d. Hasil undian bersifat mutlak dan tidak dilakukan pengulangan undian.

4. Lapangan dan waktu pertandingan
1

b. Wasit dapat diganti ke tim yang lain apabila wasit yang seharusnya bertugas berasal dari tim yg sama dengan salah satu tim yang akan bermain. d. Perubahan jadwal dan hal yg lain yg berhubungan dengan pertandingan akan diumumkan di bagan pertandingan. 5. 2 . 6. Yang bertindak sebagai wasit utama adalah salah seorang perwakilan wasit dari masing-masing kontingen yang pembagian dan alokasi nya ditentukan dan disepakati pada saat technical meeting.a. e. Pertandingan menggunakan sistem gugur. Wasit utama bertugas memimpin pertandingan. menghitung angka yang diperoleh masing-masing ganda dan melaporkan hasil pertandingan ke panitia. c. Keputusan pengunduran diri karena ketidakhadiran peserta berada di tangan Koordinator dengan berdasarkan informasi dari wasit utama yang memimpin pertandingan. Perselisihan yang terjadi di saat pertandingan berlangsung akan diputuskan penyelesaiannya oleh wasit utama. sedangkan dua orang hakim garis adalah pemain dari pasangan/ganda yang kalah dipertandingan sebelumnya di lapangan yang sama. Apabila telah tiba waktu pertandingan namun pemain yang bersangkutan tidak hadir. Pemain hendaknya telah bersiap di samping lapangan paling lambat 5 menit sebelum pertandingan dimulai. Tiap pertandingan dilakukan di lapangan dan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Waktu pertandingan tidak dapat diundur atau dimajukan dengan alasan apapun (termasuk alasan menunggu pemain). dan akan diberitahukan kepada pemain yang bersangkutan melalui ketua kontingen. c. Perwasitan a. d. Setiap peserta diharapkan memantau jalannya kompetisi melalui bagan pertandingan yang akan dipasang oleh panitia pada hari pertandingan. b. Sistem pertandingan dan penghitungan nilai a. kecuali perubahan waktu karena lama pertandingan sebelumnya yang melebihi/kurang dari perkiraan waktu yang telah ditentukan. f. e. Wasit utama dapat membatalkan secara objektif keputusan Hakim Garis. maka kehadirannya hanya akan ditunggu hingga 5 menit. Keputusan wasit utama adalah mutlak dan tidak dapat diubah. g. Perubahan waktu ini diputuskan oleh panitia. Hakim garis bertugas membantu wasit utama dalam menyatakan apakah shuttlecock masuk atau keluar lapangan pertandingan. Peraturan pertandingan yang dipergunakan adalah mengacu pada peraturan pertandingan PBSI/BWF dengan sedikit dilakukan modifikasi oleh panitia mengingat keterbatasan waktu yang tersedia. Setiap pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit utama dibantu oleh 2 orang hakim garis b. maka pemain ini dianggap mengundurkan diri. Bila setelah waktu 5 menit pemain tidak hadir juga. h.

pemain pelaku servis melakukan servis dari lapangan servis kiri menyilang ke arah pemain penerima servis. 3 .d. d. Diberikan waktu istirahat 1 menit bagi pemain setiap menyelesaikan tiap game pertandingan. Dilakukan juga undian yang dipimpin oleh wasit untuk menentukan lapangan dan pemain yang pertama melakukan servis. g. b. Perhitungan angka (scoring system) a. Pemain yang mendapatkan score 21 angka terlebih dahulu dinyatakan sebagai pemenang tiap game. Pemain yang mengalami cedera tidak dapat digantikan oleh pemain lainnya. jika terjadi “deuce” terus menerus. Setiap pertandingan diberikan kesempatan menggunakan shuttlecock maksimum 2 buah. 9. Apabila pemain tersebut dianggap tidak dapat melanjutkan pertandingan. Di saat pertandingan sedang berlangsung.c.e. kecuali jika terjadi “deuce” (mulai dari score 20 – 20) maka akan diberlakukan ketentuan 7. Jenis dan merk shuttlecock yang dipergunakan dalam pertandingan ditentukan oleh panitia. pemain pelaku servis melakukan servis dari lapangan servis kanan menyilang ke arah pemain penerima servis. Mengingat keterbatasan waktu yang tersedia. e. b. maka akan diberlakukan ketentuan 7. Jika belum ada pemain yang mendapatkan selisih 2 angka. maka pemenang tiap game diberikan kepada pemain yang terlebih dahulu memperoleh selisih 2 angka lebih dari lawannya. c. Jika pemegang servis memiliki angka ganjil. d. pemain diberikan kesempatan maksimum 2 kali tiap game pertandingan untuk meminta break minum atau menyeka keringat namun tidak melebihi dari 30 detik f. e. Pemain yang memperoleh kemenangan 2 game dinyatakan sebagai pemenang pertandingan. Sebelum pertandingan dimulai. pemain bertukar tempat ketika hitungan mencapai angka 11 dan diberikan kesempatan istirahat selama 2 menit. maka tim tersebut akan dinyatakan mengundurkan diri dari kompetisi. Apabila terjadi rubber game. Jika score 20-20. Sistem perhitungan angka mempergunakan “Rally Point Scoring System” 3 x 21 (The Best of Three Games) dari babak penyisihan sampai final. 8. Pemain diberikan angka tiap memenangi rally permainan di tiap game yang sedang berlangsung hingga mencapai score 21. Shuttlecock a. Permulaan servis tiap game dilakukan oleh pemain yang memenangkan game sebelumnya. Jika pemegang servis memiliki angka genap. pemain diberi kesempatan untuk mencoba lapangan dan shuttlecock selama 1 menit. maka pemenang tiap game akan diberikan kepada pemain yang mendapatkan score 25 angka terlebih dahulu (modifikasi dari panitia terhadap peraturan pertandingan BWF/PBSI). Pemain bertukar tempat tiap pergantian game. 7. b. Ketentuan servis a.

d. Apabila pemain atau tim mempunyai komplain terhadap jalannya kompetisi. dan diumumkan kepada pemain yang bersangkutan melalui ketua kontingen. wasit utama dapat meminta tambahan shuttlecock kepada panitia.c. Hal-hal yang belum ditentukan dalam peraturan ini akan ditentukan oleh panitia pada hari pelaksanaan pertandingan. 4 . Pergantian shuttlecock dapat diusulkan oleh pemain dengan persetujuan lawan tanding dan wasit utama. Apabila shuttlecock yang tersedia dianggap kurang. Lain-lain a. komplain tersebut harus segera disampaikan ke koordinator pertandingan yang akan didiskusikan penyelesaiannya dengan tim kepanitiaan. 10. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful