Hakikat Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.

Pd Pendidik di Malang Pengertian Media Pembelajaran Kata media merupakan bentuk jamak dari Medium yang secara harfiah tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan dari pengirim pesan (Azhar Arsyad, 2002:3). Sedangkan dalam kepustakaan asing yang ada sementra para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aids (AVA), untuk pengertian yang sama. Banyak pula para ahli menggunakan istilah Teaching Material atau Instruksional Material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasl dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamanati melalui panca indera kita (Hamalik , 1994:11). Dan sebelum diambil sebuah kesimpulan mengenai arti dari media pembelajaran ada baiknya penulis memaparkan tentang pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya : 1. Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi (Azhar Arsyad, 2002:3) 2. Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 ) 3. Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3) 4. Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir, Basyiruddin, 2002:11) 5. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80) 6. Muhaimin dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan, perhatian, dan

minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9) Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar. Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai. Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang Kriteria Media Pembelajaran Menurut Arif S. Sadiman dkk. dalam bukunya “Media Pendidikan” menjelaskan bahwa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi setempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan (Sadiman, 83-84). Dalam hal ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu : pertama, ketersedian sumber setempat yaitu apabila media yang bersangkutan tidak terdapat sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga, adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama artinya bias digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah di bawa atau dipindahkan. Faktor keempat, adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal (contohnya program film bingkai) tetapi dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang.

Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai atau mengadaptasi media yang bersangkutan (Arief S. Sadiman dkk, 1993 : 84). Adapun kriteria dalam pemilihan media pembelajaran adalah : a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan insrtuksional yang diterpakan secara umum mengacu kepada kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga arah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa seperti menghafal, melakukan kegiatan fisik, dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi. b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi media yang berbeda, contoh film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. c. Praktis, luwes dan bertahan, jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber cara lainnya memproduksi, maka tidak perlu dipaksakan. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada yang ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemanamana. d. Guru terampil menggunakannya, ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun jenis media yang digunakan, guru harus mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Nilai dan manfaat media sangat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. e. Pengelompokan sasaran, media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Oleh karena itu ada berbagai macam media yang digunakan untuk jenis kelompok besar, kecil, dan perorangan. f. Mutu tekhnis, pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan tekhnis tertentu. Contohnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lainnya yang berupa latar belakang ( Azhar Arsyad, 1997 : 72-74). Menurut Ahmad Rohani dalam bukunya “Media Instruksional Edukatif” menyatakan bahwa pemilihan dan pemanfaatan media perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut : a. Tujuan Media hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. b. Ketepatgunaan Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. c. Keadaan peserta didik Kemampuan berfikir dan daya tangkapa peserta didik, dan besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan. d. Ketersediaan Pemilihan perlu memperlihatkan ada atau tidak media tersedia di perpustakaan atau di sekolah serta mudah-sulinya diperoleh. e. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.

f. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. (Ahmad Rohani, 1997: 72-74) Berkaitan dengan hal tersebut beberapa ahli menyatakan : untuk memilih media atau menggunakannya media pembelajaran perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. Biaya lebih murah, pada saat pembelian ataupun dalam pemeliharaan b. Kesesuaian dengan metode pembelajaran c. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik d. Pertimbangan praktis Media dipilih atas dasar praktis tidaknya untuk digunakan seperti : 1) Kemudahannya dipindahkan atau ditempatkan. 2) Kesesuaian dengan fasilitas yang dad di kelas. 3) Keamanan penggunaannya. 4) Kemudahan perbaikinya. 5) Daya Tahannya. e. Ketersediaan media tersebut berikut suku cadang di pasaran serta keterbatasan bagi peserta didik. Jenis media yang digunakan harus dipilih berdasarkan kriteria utama, yaitu kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran dan kriteria lain, seperti yang telah diuraikan diatas. Bila media yang dipilih hanya memenuhi sebagian dari kriteria, dapat terjadi halhal sebagai berikut: 1) tampak baik dalam perencanaan tetapi tidak berhasil diproduksi, karena terlalu mahal atau sulit diperoleh peralatan dan bahan bakunya. 2) Diproduksi dengan kualitas rendah karena alasan yang sama seperti diatas. 3) Tidak atau kurang digunakan karena tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik, tidak praktis untuk digunakan atau tidak sesuai dengan metode pembelajaran. 4) Kurang efektif dalam mencapai tujuan (Ahmad Rohani, 1997: 29-30). Akhirnya perlu dipahami tentang cara-cara pemilihan media ada tiga cara yaitu: a. Model, flow Chart, Eliminasi. Menggunakan sistem pengguguran (batal) dalam pengambilan keputusan. b. Model Matriks. Menangguhkan pengambilan keputusan, untuk memilih ini cocok kalau menggunakan media rancangan. c. Model Checeklist. Menangguhkan keputusan untuk memilih sampai seluruh kriteria dipertimbangkan, hal ini cocok untuk media jadi dan media rancangan. ( Ahmad Rohani, 1997: 34) Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com

Dengan demikian dalam praktik pengajaran diperlukan keputusan yang bijaksana dalam menerapkan teori belajar karena tidak ada suatu teori yang sesuai untuk segala situasi. 2. Belajar adalah penambahan ilmu pengetahuan. 3. yang nampak di sekolah. Belajar siswa yang ditafsirkan guru hanya sebagai menghafal atau mendengarkan keterangan guru saja merupakan problem yang harus diatasi.2 Konsep Mengajar . 5. Belajar adalah suatu perbuatan yang kompleks yang mencakup beberapa segi. kebiasaan. Robert Gagne menyatakan. Untuk itulah guru harus mengubah pandangan tentang belajar dan mengetahui bagaimana sebenarnya belajar itu. belajar adalah suatu proses untuk memperoleh modifikasi dalam pengetahuan. 1. Proses Pembelajaran 1. Belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gage). sikap. dan tingkah laku yang diperoleh dari instruksi. 4. belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatukan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan. belajar adalah suatu proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan karena mereaksi terhadap suatu keadaan (karena adanya latihan). Ernest R. 1. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat diketahui bahwa belajar pada dasarnya adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang yang menghasilan perubahan pada dirinya akibat dari interaksi dengan lingkungannya. Ada beberapa pengertian belajar yang telah disampaikan oleh para pemikir pendidikan mulai yang sangat sederhana sampai dengan yang kompleks berdasarkan teori belajar yang digunakannya.1 Konsep Belajar Konsep belajar menurut guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. kebiasaan.Konsep Dasar Pembelajaran I. kepandaian atau suatu pengertian. Hal ini karena jika guru menganggap bahwa belajar hanyalah menghafal atau hanya untuk mendengarkan keterangan guru maka selama itu pula pembelajaran masih terpusat pada guru dan tidak pada siswa yang seharusnya mengalami belajar. Hilgard memberi batasan. Menurut HC Witherington. keterampilan.

pendapat yang dikemukakan para pakar tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan hanya kegiatan guru menuangkan materi kepada siswa dengan pola datang. duduk. 3. diam. proses mengatur. Nana Sudjana menyatakan mengajar pada hakikatnya suatu proses. Lebih dari itu. Guru menyampaikan materi dan siswa menerima materi. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar. 2. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. mengajar adalah upaya dalam memberi perangsang. Agar tidak sekedar mengajar di depan kelas. guru perlu menerapkan prinsip-prinsip mengajar. 1. Tanpa mengurangi makna secara komprehensif. 1. William H Burton memberi pengertian. . dan selesai melakukan kegiatan mengajar. 1. Mohamad Ali mendefinisikan. tentu pembelajaran yang dilakukan hanya upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa secara sederhana.Seperti halnya belajar. Pengajar harus dapat membangkitkan perhatian peserta belajar kepada topik dan pengalaman belajar yang sedang dipelajari. berikut adalah prinsip mengajar yang dapat dipedomani pengajar agar dapat mengajar dengan efektif. seorang guru/dosen yang berpandangan bahwa mengajar sekedar menyampaikan pelajaran/materi. banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan guru baik sebelum. dan catat. Guru berlaku aktif mendominasi aktivitas kelas. Misalnya. Berdasarkan ilustrasi di atas. Jika dicermati. Agar hasil atau tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. mengajar merupakan suatu proses yang melibatkan sejumlah kegiatan yang direncanakan dalam upaya menciptakan kondisi agar siswa mengalami perbuatan belajar secara aktif sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Berikut beberapa pengertian yang representatif menggambarkan apa sebenarnya mengajar itu. sebaliknya siswa banyak mendengar secara pasif. Perhatian. sedang. Oleh sebab itu rumusan pengertian mengajar tidak dapat dirumuskan begitu saja secara sederhana yang tidak meliputi seluruh kegiatan dan tindakan dalam perbuatan mengajar itu sendiri. pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.3 Prinsip Mengajar Mengajar bukanlah pekerjaan atau tugas yang ringan bagi seorang guru. Setiap rumusan akan berimplikasi pada aktivitas yang terjadi dalam pembelajaran. Ada beberapa pendapat tentang prinsip mengajar secara efektif. konsep mengajar yang relatif komprehensif harus dipahami oleh guru. mengajar merupakan proses yang kompleks karena banyak kegiatan yang harus dilakukan agar hasil belajar siswa lebih baik. bimbingan.

Pengajar hendaknya berusaha menggunakan media untuk menunjukkan benda atau hal-hal yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan dalam kelas. 3. Oleh sebab itu pengajar harus bisa menghargai setiap perbedaan dan melayani secara optimal. Pengajar harus mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta belajar dan efektifitas mengajarnya. Untuk melaksanakan mengajar yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut. Appersepsi. Korelasi. 5. masing-masing memiliki perbedaan kemampuan belajar. Evaluasi. Guru harus mampu menciptakan kondisi agar siswa bisa belajar dan mengalami aktivitas mental dan fisik. Repetisi. . 1. Hal itu berarti mengajar secara efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar siswa/mahasiswa yang efektif. Peragaan.2. Pengajar hendaknya selalu menghubungkan materi yang diajarkan dengan pelajaran lain sehingga cakrawala peserta belajar bertambah luas. Sosialisasi. guru perlu mengulang penjelasannya jika diperlukan. 6. Guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi saat mengajar. Aktivitas. 9. 7. 1. Mengingat ingatan itu tidak setia (terbatas). Guru harus menguasai materi/bahan pengajaran. Pengajar harus memikirkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktunya (sesuai dengan urutan atau tahapan). 10. 4. Manusia adalah makhluk yang unik. Sequence. maka guru/dosen harus mampu mengajar secara efektif. Pengajar hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang kondusif yang mengakibatkan terjadinya proses sosial. Guru harus cinta kepada apa yang diajarkan. 8. Individualisasi. Pengajar harus melibatkan peserta belajar berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. 4. 3. 2.4 Syarat Mengajar Efektif Jika disepakati bahwa mengajar adalah proses menciptakan kondisi agar siswa/mahasiswa mengalami proses belajar. Pengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta belajar.

alat. komponen-komponen tersebut adalah tujuan. membuat.6 Peran Guru Proses pendidikan tampak pada pelaksanaan proses belajar mengajar. kegiatan belajar mengajar. Proses belajar mengajar merupakan implementasi dari serangkaian perencanaan yang telah dilakukan oleh guru dalam bentuk proses interaksi dengan siswa di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan. Guru harus mampu dan mau membuat perencanaan sebelum mengajar dan mengimplementasikan dalam kelas. melainkan penanaman sikap dan nilai serta keterampilan pada diri siswa yang sedang belajar. Guru hendaknya memotivasi siswa sesuai sasaran dalam belajar. Guru harus mampu mengadakan evaluasi secara tepat sesuai dengan tujuan. evaluasi. ekonomi dan administrasi. dalam proses belajar mengajar ini tidak sekedar guru menyampaikan pesan berupa materi pelajaran. Dalam pelaksanaan tersebut guru merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. Menurut T. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas). Guru harus mampu memberikan masalah yang merangsang berpikir siswa. Guru harus mampu merencanakan. Ini berarti. Raka Joni. 1. Proses belajar mengajar merupakan suatu sistem. 9. 8. Guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pengajaran. pengajar. Dalam kondisi ini terdapat serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dan terpadu yang berlangsung dalam situasi edukatif. Guru harus menanamkan norma-norma dan nilai kepada anak didiknya. proses belajar mengajar bisa berlangsung secara optimal jika seluruh komponennya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. dibangun oleh komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. . Guru sebagai pendidik. Artinya. Proses belajar mengajar dapat dikatakan sebagai proses “pengaturan” lingkungan dan sumber daya yang ada agar terjadi kegiatan belajar (perubahan tingkah laku) pada siswa. metode. 6. manusia. dan menggunakan media pengajaran secara tepat. bahan. 1. siswa. 10. sumber pelajaran. Komponen proses belajar mengajar tersebut adalah tujuan. 7.5.5 Proses Belajar Mengajar Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. Hal ini berarti guru memiliki peranan yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. Peran guru dalam proses belajar mengajar adalah: 1. isi dan struktur bahan pengajaran.

pengetahuan. Guru hendaknya “mengadministrasikan” secara baik komponen yang ada di kelas (mengetahui dan membuat program pengajaran. Guru sebagai administrator. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin. Guru harus memberikan bimbingan (akademik. Guru sebagai pembimbing. 1. 8. 9. 6. mengelola kelas. waktu senggang) kepada siswa. sosial. dan keterampilan yang cukup tentang media pendidikan serta menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. Bila dirumuskan lebih luas. individu. 3. 5. Dengan adanya naluri tersebut komunikasi dapat dikatakan merupakan bagian hakikat dari kehidupannya yang senantiasa hidup bermasyarakat.2. nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama antara penyampai pesan sebagai komunikator dan penerima pesan sebagai komunikan. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan pada diri siswa. Guru sebagai mediator. “berpartisipasi”. Guru sebagai demonstrator. Keinginan untuk berhubungan di antara sesamanya sesungguhnya merupakan naluri manusia yang ingin hidup berkelompok atau bermasyarakat. saling interaksi dan saling membutuhkan. Guru harus mampu menguasai dan terampil melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan. Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan.7 Proses Belajar Mengajar Sebagai Proses Komunikasi Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah sebuah komunikasi yang dibangun dan dilakukan oleh guru sebagai komunikator dengan siswa sebagai komunikan. Guru sebagai evaluator. . berita. Guru hendaknya senantiasa menguasai bahan yang diajarkan dan mampu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis. sesuai dengan nalurinya yang selalu ingin berhubungan satu sama lain. Guru sebagai pengajar. atau “menjadi milik bersama”. dan sebagainya) 7. komunikasi mengandung makna menyebarkan informasi. Guru hendaknya memberikan fasilitas yang maksimal agar tujuan pengajaran tercapai. pemahaman. Guru sebagai fasilitator. Komunikasi ini merupakan kegiatan manusia. pesan. 4. Dengan kata lain. Guru harus mengorganisasikan dan mengelola semua komponen dan kompetensi belajar mengajar. pekerjaan. Guru sebagai pelatih. manusia akan kehilangan hakikatnya sebagai manusia bila ia tidak melakukan kegiatan komunikasi dengan sesamanya. yaitu communicare yang artinya “memberitahukan”.

Gangguan tersebut dapat dirinci menjadi hambatan psikologis. kultural. konsep. Semakin lancar (berhasil) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin mudah pencapaian tujuan. orang lain atau penulis buku dan produser media. Sumber pesan bisa berupa guru. fakta.8 Komponen dan Pola Instruksional . Dalam konteks proses belajar mengajar. gagasan. dan decoder. Sebaliknya. atau pernyataan tertentu yang ditujukan kepada dan diterima oleh seseorang atau kelompok. Lebih lanjut. Encoder (pembuat sandi) adalah komunikator yang mempunyai informasi tertentu dan benar serta mampu mengirimkan informasi tersebut secara tepat pada kecepatan yang optimal. sign/signal. Sign/signal adalah pesan. semakin tidak lancar (gagal) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin sulit pencapaian tujuan. geografis. 1. dan lingkungan. Gangguan ini juga akan berimplikasi pada hasil sebuah komunikasi. siswa. dan data dari sumber pesan melalui media/saluran yang sengaja dirancang sehingga dapat diterima oleh penerima pesan atau komunikan. Ini berarti guru/dosen harus dapat meminimalkan gangguan komunikasi yang selalu terjadi dalam setiap kesempatan berkomunikasi dengan taraf yang tidak sama. yaitu encoder. Wilbur Schramm menjabarkan pengertian komunikasi dalam tiga komponen utama. Decoder (pemecah sandi) adalah komunikan yang menerima pesan dan mampu memahami pesan yang diterimanya. Keberhasilan komunikasi dalam proses belajar mengajar akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. fisik. komunikasi adalah proses penyampaian pesan. Claude Shannon membuat model komunikasi yang menunjukkan peristiwa komunikasi secara lebih rinci. Berdasarkan pemahaman komponen utama komunikasi tersebut. pesan yang disampaikan adalah isi pelajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. Shannon melengkapai proses komunikasi dengan adanya gangguan yang terjadi saat berkomunikasi. Salurannya adalah media pembelajaran dan penerima pesannya adalah siswa atau guru.Komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses pengoperan dan penerimaan lambanglambang yang mengandung makna. berita.

Pola instruksional yang merupakan tanggung jawab bersama dosen dan media. 4. bahan. Lingkungan adalah situasi sekitar pesan diterima. Dari macam-macam media visual tersebut diatas. pengolah. Sistem instruksional memiliki beberapa komponen. d). b) Media audio. yaitu pesan. dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. 2. Pola instruksional kombinasi. fakta. Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbolsimbol komunikasi visual. Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto. 3. Adapun macammacam pembelajaran adalah : a) Media visual. teknik. Pesan adalah ajaran atau informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide. dan penyaji pesan. Pola instruksional dengan media 5. dan data. Ada lima pola instruksional dimulai dari pola tradisional. maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. e) Media cetakan Sadiman (1986).html#ixzz2JWQHXh6D Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran sangat beraneka ragam. yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. Orang adalah manusia yang bertindak sebagai penyimpan.Instruksional merupakan sebuah sistem. 1982).com/2010/03/bab-1-konsep-dasarpembelajaran. Teknik adalah prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan. dan lingkungan. peralatan. Adapun media pembelajaran tersebut: 1. Pola instruksional tradisional. Pola instruksional mengalami perkembangan sangat pesat setelah adanya aplikasi teknologi instruksional dalam pendidikan. Pola instruksional dibantu alat peraga. Sumber: http://www. Bahan adalah sesuatu (biasa pula disebut media atau software) yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri..vilila. orang. Berdasarkan hasil penelitian para ahli. 1. orang. alat. c) media proyeksi diam. ada . Alat adalah sesuatu (biasa disebut hardware atau perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Media visual Media visual termasuk media grtafis. Media audio visual. ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat.

Dipublikasikan Oleh: M. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman. 1986) 2. Selain meliputi bahan bacaan. Buku Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. b. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Peta dan Globe Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil. yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Asrori Ardiansyah. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataankenyataan (Soeparto. Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas. c. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan.Pd Pendidik di Malang . sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. Majalah Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya. karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru. 1983). Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa. Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali.tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu : a. teori. media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. analisis atau penemuan orang lain. Gambar/Foto Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. c. Media Cetak Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. 1986). Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. b. juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. M. penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain : a. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan. Gambar merupakan bahasa yang umum. Bagan/Chart Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan. 1984). Surat kabar atau koran Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah.

arminaperdana. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. ide. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. ketekunan. menetapkan. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. nilai. sementara siswa dibuat pasif.blogspot. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. penetapan. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”.blogspot. Pendahuluan Next Next I.kabar-pendidikan. Itulah sebabnya dalam belajar.Sumber: www. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran.blogspot. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.com Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. kecerdasan. http://grosirlaptop. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. keterampilan.com. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Pemilihan. www. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. cara berfikir. Untuk . Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran.com. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. sarana untuk mengekpresikan dirinya.

membangkitkan motivasi belajar. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Sehubungan dengan tugas ini. kecerdasan. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. ketekunan. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal.bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. strategi pembelajaran. . penggunaan metode mengajar. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. Jadi. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran.

optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. ketekunan. menetapkan. penetapan. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. kecerdasan. Pemilihan. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Itulah sebabnya dalam belajar. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Pendahuluan Next Next I. sarana untuk mengekpresikan dirinya. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. keterampilan. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. ide. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. keahlian guru dalam mengajar. cara berfikir. nilai.

edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. penggunaan metode mengajar. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. sementara siswa dibuat pasif. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. membangkitkan motivasi belajar. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. strategi pembelajaran. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Sehubungan dengan tugas ini. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Jadi. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal.

Pemilihan. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. ketekunan. . sarana untuk mengekpresikan dirinya. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Pendahuluan Next Next I. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. keahlian guru dalam mengajar. ketekunan. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. ide. cara berfikir. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. kecerdasan. kecerdasan. keterampilan. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. nilai. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. penetapan. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. menetapkan. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1].edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Itulah sebabnya dalam belajar. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik.

membangkitkan motivasi belajar. . selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu.Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Jadi. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. penggunaan metode mengajar. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. strategi pembelajaran. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. sementara siswa dibuat pasif. Sehubungan dengan tugas ini. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif.

Ciri-ciri konteks yang baik adalah: • • Dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat Terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. justru karena tujuan itu sendiri. Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. bereksplorasi. Selain itu. 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal.. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. b. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai[36]. Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar.Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya H. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . seperti uraian berikut ini. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar . Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. Konteks Belajar. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. dan daya penentu. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi.

suatu soal yang perlu dipecahkan. hal ini perlu dikctahui. 3) Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. Evaluasi . saran. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. g. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi.2) Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. sosialisasi. Sosialisasi Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. tetapi sejauh mana percobaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. e. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. Dengan dernikian. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. diskusi dan sebagainya. Belajar memang harus merupakan persoalan individual. fokalisasi. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. Timbulnya pertanyaan. dan individualisasi. rnelihat eksplorasi dan penernuan. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. Namun demikian. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaik-baiknya.. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. c. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. f.

kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. kecerdasan. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. ketekunan. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. kecerdasan. ketekunan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. III. Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik.Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. Pendahuluan Next Next I. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. PENDAHULUAN . Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. keahlian guru dalam mengajar. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan.

Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. cara berfikir. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Sehubungan dengan tugas ini. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Itulah sebabnya dalam belajar. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha . guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Jadi. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. nilai. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. penggunaan metode mengajar. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. menetapkan. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. ide. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. penetapan. strategi pembelajaran. Pemilihan. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. keterampilan. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. sementara siswa dibuat pasif.Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah.

Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. II. penyakit. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. . pengertian. PEMBAHASAN A. sikap. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. penyesuaian diri. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. kelelahan. tetapi juga berbentuk kecakapan. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. usaha untuk menguasai. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. minat. harga diri. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. membangkitkan motivasi belajar.menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. atau suatu pengertian.” Dengan demikian. kedua. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. watak. keterampilan. 1. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya.

Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. material (buku. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. fasilitas (ruang. baik kuantitas maupun kualitasnya.[11] Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik adalah pembelajaran efektif. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan. 3. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. kecerdasan. tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa. ”Guru yang berhasil adalah mengajar murid bagaimana memiliki informasi dalam pembicaraan dan membuatnya menjadi milik mereka. ketekunan. kelas audio visual). Artinya. Pengertian Efektif Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh. Hakikat Pembelajaran Efektif Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif.[9] Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. tetapi lebih menekankan pada internalisasi. kapur dan alat belajar). Sedangkan pelajar efektif adalah membentuk informasi.[10] Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. makna dan manfaat tertentu. makna dan manfaat tertentu. dari posisi murid tercipta belajar efektif.Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). keterampilan. dari posisi guru tercipta mengajar efektif. 2. Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif. papan tulis. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru. gagasan dan . Menurut Joyce and Weil .

memungkinkan dapat menghubungkannya dengan pemahaman sebelumnya serta membuka peluang untuk mencari dan menemukan pemahaman terhadap konsep baru.[13] Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. Intinya adalah aktivitas pengajaran sebagai penataan lingkungan. Melalui pengalaman tersebut. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi dan belajar tersebut maka dapat diambil kesimpulan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan. perasaan dan kesadaran. maka semakin terbuka lebar peluang kerja kreatif masyarakat terdidik. guru lebih memikirkan/memfokuskan penciptaan pengalaman baru bagi siswa. Proses pembelajaran dengan metode ceramah. Peran utama dalam pengajaran adalah menciptakan model aktivitas pengajaran kuat dan tangguh. 1995: 197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dan diketahui dari nilai hasil ujian semester. melainkan terbuka peluang bagi industri lokal untuk memproduksi alat-alat peraga dan simulasi. siswa dapat mengembangkan pengetahuannya. Guru mengolah kurikulum yang tepat sehingga dengan pemahaman konsep yang benar yang dibentuk siswa. Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran. maka pertumbuhan industri pendukung pendidikan juga semakin berkembang. dan hasil-hasil yang diharapkan sesuai denagn tingkat kematangan peserta didik serta latar belakang mereka. untuk mencapai pembelajaran aktif. Proses belajar akan berjalan baik jika peserta didik bias melihat hasil yang fositif untuk dirinya dan memperoleh kemajuan-kemajuan jika ia menguasai dan menyelesaikan proses belajarnya. Bukan hanya terpusat pada teknologi informasi. yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport. yaitu : • • • Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan eterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. yang didalamnya para pelajar dapat berinterkasi dan belajar mengetahui bagaimana caranya belajar. Aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan. guru mendominasi pembicaraan sementara siswa terpaksa atau bahkan dipaksa untuk duduk. . Paradigma baru dalam pembelajaran siswa aktif mengharuskan guru untuk mengubah cara pandang terhadap pembelajaran. Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik. pengaturan ruang kelas.kebijaksanaan dari guru mereka dan menggunakan sumber daya belajar secara efektif”[12]. bahan-bahan. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek. Semakin tinggi dan banyak teknologi didayagunakan dalam dunia pendidikan. mendengar dan mencatat hal ini sangat tidak dianjurkan. (Daradjat. satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. Dalam persiapan mengajar. Pendayagunaan teknologi pendidikan telah memasyarakat.

Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. 3. sehingga keberhasilan belajar dan prestasi dapat dicapai dengan baik sesuai tujuan pembelajaran. terdapat interaksi balajar-mengajar yang bagus. membuat peta dan lainlain. Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. menyenangkan. memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. tercipta suasana dan iklim pembelajaran yang kondusif. 4. bisa berbentuk anka jiga berbentuk huruf. menghargai pendapat orang lain. misalnya menyusun intisari pelajaran. dapat mengerti kebutuhan siswa. 7. sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain. 3. Berpusat pada siswa Interaksi eduktaif. Para guru diharapkan dan harus mampu menciptakan pembelajaran dengan efektif. Interaksi belajar yang kondusif. Guru-Siswa Suasana demokratis Metode yang bervariasi Bahan belajar bermanfaat Lingkungan kondusif Suasana belajar menunjang . yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati. Suasana demokratis di sekolah.[14] B. Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul. 4. 6. Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar. 6. Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan ciri[15]: 1. 2. dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri. maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. Karakteristik Belajar yang Efektif Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian. Penilaian prestasi siswa yang dicantumkan dalam rapot. 2. Metode yang bervariasi. 7. Prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu yang telah dipelajarinya. 5. sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya. 5. jika diperlukan Selain itu Ciri pengajaran Efektif juga dapat diketahui dengan: 1. mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan. akan tetapi juga keberhasilan sebagai indikator kualitas institusi pendidikan di tempat dia belajar. tenggang rasa. kemampuan berfikir kritis. Dan secara fisik.Nilai tersebut merupakan nilai yang dapat dijadikan acuan berhasil tidaknya siswa belajar serta dijadikan acuan berhasil tidaknya proses belajar mengajar di kelas.

Aktivitas visual. Aktivitas lisan. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif. Adapun karakteristknya yaitu: 1. e. Kondisi efektif Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. seperti mendengarkan penjelasan guru. sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa. membuat karya tulis dsb. Kedua. Melibatkan Siswa secara aktif Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Memiliki minat terhadap mata pelajaran 2. Aktivitas menulis. tergantung pada segi tujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. d. Aktivitas gerak. Memiliki sikap terbuka terhadap siswa C. kendati memang keberadaan guru merupakan faktor penentu dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. keamanannya. Menumbuhkan semangat belajar 4. membuat surat. tidak gelap dan tidak mengganggu mata. Menguasai metode/strategi pembelajaran 6. diantaranya keaktifan siswa. tersedianya fasilitas belajar. dsb. hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama. misalnya ruang belajar harus bersih. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal. seperti bercerita. seperti mengarang. hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dan keprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia. misalnya kesehatan. Aktivitas mendengarkan. b. ruangan cukup terang. menulis. maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa : . Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur. antara lain : a. kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri. Dalam menciptakan kondisi yang baik. penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. melakukan eksprimen dsb. tetapi melibatkan banyak faktor. Yang jelas. Setiap jenis aktivitas memiliki kadar atau bobot yang berbeda. seperti membaca. atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. ketentramannya. kenyamanan dan keamanan ruangan kelas dan beberapa faktor lainnya. seperti melakukan praktek di tempat praktek.[16] Keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas memang tidak semata tergantung guru. dan sebagainya. Memiliki imajinasi dalam menjelaskan 5.Selain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimana Karakteristik Guru Efektif. tanya jawab. umpamanya kebersihan rumah. mendengarkan pengarahan guru dsb. Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa 3. c. Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.

[17] 3. Membangkitkan motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri. Pada awal kegiatan pembelajaran. 4. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. Guru sering kurang menyadari bahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik. 2. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin. 3. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar. Disinilah sebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya.1. Menarik minat dan perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran. dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar[18].[19] . bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. 2. Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa : • • • • • • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat. Kemampuan indiviadual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda. bakat dan kecerdasan siswa. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat. Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa.

Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman kongkret yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas. pembelajaran yang mengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan.Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja. Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok. sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Dalam sistem pembelajaran tuntas. dan Rosmawati. sebagai berikut : • • • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan. Suasana pembelajaran efektif Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pengajaran sangat tergantung pada kemampuan mengatur kelas yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak didik dapat belajar. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik. Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk . Alat yang dipilih hendaknya tepat. tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. memadai dan mudah digunakan. Sebab. tanpa terkecuali. 5. belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat dan atau melalui lembagalembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual. melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Setiap sub materi pelajaran yang disajikan harus dapat dimengerti oleh semua siswa. Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar. bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan keaktifan. Oleh karena itu dalam pembelajaran tuntas. pelayanan individu merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. Hal ini senada seperti yang ditulis Madri M. Lihat Selanjutnya D. Sistem pembelajaran individual atau pembelajaran privat. materi pelajaran tidak boleh diteruskan sebelum materi yang sedang diajarkan dapat diserap oleh seluruh siswa. Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga. Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya.

tidak bersemangat. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar. meningkatkan prestasi belajar siswa. malas/tidak berminat. Konsentrasi tinggi. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai Menurut Nasrun dalam forum pendidikan mengemukakan bahwa guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran sesuai dengan materi yang akan di sajikan. Perhatian peserta didik tercurah. Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran 7. (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan. pembelajaran tidak menarik siswa. Selalu bersikap sopan kepada murid. Memanggil setiap murid dengan namanya 2. sehingga dengan hal tersebut siswa tidak akan merasakan tekananan. Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran 5.melaksanakan tugas ajar. Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. dituntut mampu menggunakan metode mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik. Bersemangat. suasana belajar yang menyenangkan suasana belajar yang menyenangkan membuat pembelajaran akan berjalan efektif. Perasaan menakutkan.[22] dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran: 1. Bangkitnya minat belajar. Adanya keterlibatan penuh. Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap murid tertentu 4.[24] 3. 3. Bebas dari tekanan. Aman. apabila suasana pembelajaran tersebut menyenangkan. Menarik. Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalam pelajaran ini 6. adanya rasa takut. Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara 8. Suasana bebas Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi siswa dalam berbicara dan atau berpendapat sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran.[25] . Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid. jenuh/bosan. malu dan lainnya terhadap guru maupun sesame peserta didik. Suasana pembelajaran yang menyenagkan menghindarkan pembelajaran yang tidak efektif. pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak). karena peserta didik tidak Tertekan. dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar. suasana pembelajaran monoton. maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. merasa tidak berdaya. Perasaan terancam. Perasaan gembira. peserta didik akan lebih Rileks.[23] 2.[20] Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu efektivitas proses belajar mengajar[21] yaitu : 1.

Pendekatan pribadi dimaksudkan untuk lebih mengenal dan memahami murid-murid secara mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruan belajar mengajar. . guru juga hendaknya mampu mengelola kelas dengan baik. Adapun yang harus dilakukan seorang guru adalah: • • • • • Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif. Upaya Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif Dalam perannya sebagai pengelola kelas. Lingkungan kelas hendaknya diatur dan diawasi sedemikian rupa agar kegiatan belajar lebih terarah dan dapat merangsang siswa untuk giat belajar serta aktif mengikuti pelajaran[26]. memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah. dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif . dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal. aktif. memfokuskan perhatian kepada peserta didik.E. dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar[27]. Guru sebagai pengelolah pengajaran. Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat.[28] Guru sebagai evaluator of learning.[29] Guru sebagai pembimbing. dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. 1. karena kelas merupakan lingkungan belajar yang paling utama dan merupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan dengan baik.[30] Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. Keberhasilan Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. guru berusaha mendayagunakan potensi kelas. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. sehingga siswa dapat belajar optimal. Tanggung jawab Pendidik Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagai pembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya.

Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswa merupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru b. 3. Menurut Milan Rianto. cara pengajaran Pendidik Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi. keahlian motivasional. dapat di klasifikasikan yang menyangkut : lingkungan (keadaan) fisik. mempunyai keahlian manajemen kelas. Untuk itu guru harus: a. Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan d. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran. maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara pleksibel. Penataan Lingkungan Belajar Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataan lingkungan belajar.[31] Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar. dan lingkungan sosial. Motivasi perlu dimiliki oleh siswa agar mereka memiliki ketangguhan dalam belajar Motivasi merupakan proses yang kompleks.[32] Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesional dalam pelaksanaan pembelajaran. Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah c. 2. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom management). Hal ini karena: a. Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar c. strategi pengajaran. sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini. keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. hal ini terlihat bahwa motivasi merupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran. pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkan memotivasi siswa yaitu: . Motif merupakan sebab terjadinya tindakan b. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas.

Strategi pembelajaran Efektif Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai[33]. Bentuk pengalaman yang sistematis. Perubahan fungsional d. akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yang signifikan diantaranya: a. Perubahan bersifat positif aktif e. Keteladanan Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka harus terwujud seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran. Pengembangan minat g. Perubahan yang disadari b. Dengan adanya prinsip belajar ini. Prinsip Pemacu c. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai d. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar . diperlukan beberapa hal yaitu: 1. dan terarah 3. Perubahan secara permanen f. Lingkungan yang kondusif h. Prinsip-prinsip belajar Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Pemahaman hasil f. Proses yang disengaja dan disadari c. Esensi Belajar a. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan b. Prisnip Ganjaran dan Hukuman d. Perubahan yang berkesinambungan c.a. Rangkaian aktivitas belajar a. serta cara atau strategi pengajaran seorang guru yang profesional. F. Dalam melaksanakan strategi tersebut. Perubuhan yang terarah 2. adanya penataan lingkungan belajar yang baik. Kejelasan dan kedekatan tujuan e. Prinsip Kompetisi b. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan c. Perubahan seluruh aspek pribadi b.

kemampuan.d. Kecakapan motorik 5. keterampilan. Respons : aktivitas belajar 4. Kecakapan intelektual : diskriminasi. Pertama. . Strategi kognitif d. Ketiga. Belajar untuk belajar c. dan pemahaman terhadap dunia di sekitarnya secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Manajemen Pengajaran Efektif Pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu kegiatan. Kedua. dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas[35]. mengorganisasikan. Dalam kegiatan mengembangkan aktivitas pengajaran secara efektif sebagaimana dikemukakan diatas terdapat pembaharuan atau perubahan secara inovatif. Stoner mengemukakan bahwa : ”Management is the proses of planing. Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek e. organizing. Hasil Pembelajaran a. Belajar untuk berbuat d. aturan c. manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) untuk mencapai visi dan misi pengajaran. konsep konkret. Hersey dan Blanchard memberi arti pengelolaan sebagai[34] berikut : Management as working with and trough individuals and groups to accomplish organizatinal goals (pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui seseorang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi). secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar. leading and controling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals. baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan. Sikap e. Informasi verbal b. manajemen pengajaran efektif merupakan serangkaian kegiatan merencanakan. Belajar untuk menjadi diri sendiri b. mengendalikan dan mengembangkan segala upaya dalam proses menolong murid mencapai pengetahuan. menggerakkan. Keempat. Belajar untuk hidup bersama secara damai G. Kualitas Belajar a.

Guru harus menentukan kebutuhan murid-murid dengan mengembangkan suatu sistem manajemen untuk keseharian kepada kebutuhan kepribadian anak yang diharapkan berinteraksi terhadap prestasi tertentu. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen dalam suatu model pembelajaran . Keempat.dll. Manajemen efektif mencakup pengaruh ulang terhadap perilaku diinginkan dan penguatan dari perilaku yang diinginkan. kunjungan / fiel trif yang memiliki kualifikasi pengetahuan. outline yang dapat melayani tujuan pengajaran selama proses aktivitas pengajaran. yaitu : • • • • • • • • • Manajemen efektif adalah hasil dari sejumlah faktor. Guru tidak seharusnya menghukum dengan marah atau putus asa. Keenam. Manajemen efektif bebas dan tidak terbatas. guru pun seharusnya jangan takut untuk amarah sepanjang marah itu tidak mengurangi motivasi dan hukuman yang diberikan. Manajemen efektif melibatkan perhatian dan pengembangan inovasi. Para guru harus bekerja dalam cara yang sama untuk pengungkapan yang sama dari perilaku salah. Vidiotapes.Berbagai sumber daya pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran antara lain : Pertama. diagram. Keenam. Hal itu seharusnya muncul untuk murid bahwa manajemen dilaksanakan oleh guru untuk memelihara pembelajaran murid dan mengembangkan inovasi aktivitas pengajaran. Keadaan ini menyebabkan pola kerja yang konsisten dan bebas dari kebingungan dan disiplin yang kurang terstruktur untuk menghasilkan penuh kreativitas mereka. dan sikap kepada pelajar. Keberhasilan meningkatkan penghargaan kepada murid jika murid-murid berprestasi. berbagai tulisan/paper. penggunaan gambar-gambar. Efektifitas manajemen bersifat konsisten. Ketujuh. Problem manajemen mungkin saja tidak menghargai kualitas sistem pengajaran. Kelima. Ketiga. Banyak guru mempercayai bahwa jika manajemen terlalu terstruktur. . tidak ada cetak biru/pedoman yang sederhana bagi manajemen kelas yang efektif. buku-buku pelajaran. CD yang berisikan rekaman gambar dari film dan dapat diakses dengan menggunakan komputer. Film. maka guru akan lebih berusaha mencapai prestasi dalam pengelolaan kelas yang lemah. hal itu mengurangi kreativitas murid. keterampilan. Pembelajaran yang terobsesi seharusnya dijadikan model oleh para guru. Fungsi manajemen yang baik adalah sebagai alat penghubung kekuatan yang dimiliki murid ke dalam suatu pengalaman pembelajaran produktif jika murid belajar secara efisien. ada hasil perasaan puas. pengaturan ruang kelas untuk melayani berbagai aktivitas pengajaran. maka harga diri dan dorongan untuk berprestasi semakin tinggi. Guru-guru adalah model dari perilaku yang diterima. Manajemen efektif mendorong keberhasilan murid. peralatan pengajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran. Tentu saja. Kedua. Bagaimanapun manajemen efektif memberikan kepada murid dengan pedoman yang jelas dan bekerja.

masyarakat. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. and. . Kedua. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. kepala sekolah. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Ketiga. keahlian guru dalam mengajar. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. menurut Urlich dkk ada tiga perlakuan yang harus dilakukan guru yaitu : Pertama. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. guru-guru.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran.• Manajemen efektif menuntut teamworks. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. email :ibrahimstwo0@gmail. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. they communikate effectively with their students. Lihat selanjutnya III. They are well organized in their planing. they have high expectations of their student. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Untuk keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Bekerja secara konsisten menuju tujuan yang sama. kecerdasan..Salam saya Ibrahim Lubis. dan profesional pendidikan lainnya. orang tua. ketekunan. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal.saya yakin Sobat orang yang baik.

1996) Footnote • • [1] Bruce R.S. Kurikulum dan Pembelajaran. E. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. Models of Teaching.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. 1996). 1989) Nasrun.11 Prayitno.1996). (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Dede. 84 . Terj.com Lihat daftar pustaka dan Footnote DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. 1995) W. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. John W. 2001) Purwanto. 2002. Ngalim. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. Oemar. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Milan. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo.. Marsha Weil. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT.tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.shvoong.2005) Joyce. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. 2004). Cony. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). 2009) Rianto. h.. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. 2002) http://id. 1998. (London . H. 46 [2] Ngalim purwanto. Models of teaching (University of California: Allyn and Bacon. Manajemen Pembelajaran. Media. Hadari. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya.. Sri Esti Wuryani. 2007) cet. 2008) Semiawan. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media.Tri wibowo B. (Bandung : Falah Production .Bruce dan Marrsha Weil. Allyn Bacon. 2007) Rosyada. Jakarta : PT. Metode. Belajar dan Faktor . Imtima.com/social-sciences/education/2129621. 2004) Santrock. Wasty. email :ibrahimstwo0@gmail. Soemanto. pembelajaran efektif. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo.Salam saya Ibrahim Lubis. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2003) Nawawi.saya yakin Sobat orang yang baik. TT) Hamalik. Gulo. Bumi Aksara. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. educational Psychology. 1990) Slameto. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. Joyce. Syafaruddin dan Irwan Nasution. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana.

9 [31] Milan Rianto. 201 [5] Syaiful Bahri Djamarah. Bruce dan Marrsha Weil. 2002). Mulyasa. Terj. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. Op Cit. Manajemen Pembelajaran..dkk. 7-8 [28] Ibid [29] Rosyada. Santrock. Teaching Strategies. 1998). 226-227 [11] Slameto. diunduh pada tanggal 2 januari 2012 [34] Urlich. 2002). Media. 100 [14] Hadari Nawawi.upi. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB [24] W. [15] Slameto. 2001). h. h. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. 56 [9] E. (Penerbit Arcan. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. 2007) cet. h. 113 [20] Madri M. h. 1995). Op Cit. h. [26] Rosyada. Strategi Belajar Efektif (Universitas Pendidikan Indonesia: http://file. C.shvoong. 2004). h. h. h. 45 [13] Dede Rosyada. 274.. 9 [19] Rosyada.2000). hlm. Entang dan T. Educational psychology (New York: Harcourt. Desember 2004 ). [22] Cony Semiawan. Op Cit. Op Cit. Allyn Bacon.428. h. No. h.Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta : PT. h. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. h. Psikologi Pendidika : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta. Op Cit.com/social-sciences/education/2129621. 129 [18] John W. 123 [27] Santrock. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. 94-97 [16] Ibid [17] Rosyada. (London . 148 [30] Santrock.. 1 [32] Santrock. 2008). 21 [6] Wasty Soemanto. 1989). Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. h. ( Jurnal Pembelajaran. 2007). h. h. 329 [4] Prayitno. 27. Imtima. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. 47 [8] Oemar Hamalik. Op Cit. Pemahaman Guru Tentang Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar. 85 [25] Nasrun. 104 [7] Lee Joseph Cronbach.2005) [36] M. 1963).S. 1983). Bumi Aksara.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. h. (Massachusset: Heath an Company.11.1996). Models of Teaching. h. 35 [35] Syafaruddin dan Irwan Nasution.edu/Direktori/FIP/ SUHERMAN/BIMB_BELAJAR_EFEKTIF).. h. 117. Pengelolaan Kelas (Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud. 1990). Donald. pembelajaran efektif. 149 [10] Sri Esti Wuryani Djiwandono. Belajar dan Faktor .. Gulo. h. Brace & World. h. Op cit.Tri wibowo B. 121 .. 75-76 [12] Joyce..• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • [3] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 1994). h. h 39. Vol. TT). [21] Mary Underwood. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta. 2003). h. Raka Joni. h. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. educational Psychology. Metode. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. Pengelolaan Kelas yang Efektif suatu Pendekatan Praktis. 1980). (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching.. h. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Op Cit. 03. 2009). dan Rosmawati. h. 7 [33]Suherman. h. 63 [23] http://id. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia.

perasaan. dan papan.saya yakin Sobat orang yang baik.Salam saya Ibrahim Lubis. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. pangan. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. pandai dan berakhla. membimbing. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku.. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar.saya yakin Sobat orang yang baik. lingkungan sekolah. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.com Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. dan budi pekerti. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. dan moral anak. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. yaitu lingkungan keluarga. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. dan lingkungan masyarakat[1]. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama.Salam saya Ibrahim Lubis. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. email :ibrahimstwo0@gmail. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. Dari ketiga lingkungan tersebut.Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. maka secara ikhlas saya mengijinkannya.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. watak. Berbicara masalah pendidikan. email :ibrahimstwo0@gmail.. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas.

Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat. mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. perasaan. • b. membimbing. dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan.menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya. diantaranya: • Stoops. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya. . Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. misalnya. dibatasi kebebasannya. dan dan tidak saying padanya. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan. a. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. dan mempengaruhi sikap. menuntut kejalan yang benar. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan. Miller. sehingga akan menjadikannya berprestasi. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance. buku-buku pelajaran. karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ). Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun.

Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya. a. Sedangkan menurut winkel. prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. d. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua. e. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima. selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Namun. Selain itu prestasi menurut S.c. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. Sejak zaman dahulu. karena . orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Jadi. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.

Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. perhatian. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar. menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. dan benci. rasa marah. maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. . karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi. yaitu mendidik. Namun. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan. karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Dengan tersebut. dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak. maupun aturan. karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya.orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya. membimbing. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting.

Apabila anak siap mental dan fisik 2. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. b. karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar.Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. hadiah dan hukuman. peraturan. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima. Belajar adalah berusaha. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : . Dalam membimbing. serta tanggapan terhadap anaknya. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. maka wajib untuk seorang siswa belajar. D. orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Untuk menjadikan prestasi belajar baik. disiplin. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar .

karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Membantu mengatasi masalah anak 6. dan lingkungan masyarakat[1]. perasaan. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. Dari ketiga lingkungan tersebut. Berbicara masalah pendidikan. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. yaitu lingkungan keluarga. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. Memberi dukungan terhadap anak e. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. membimbing. dan moral anak. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. lingkungan sekolah. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. dan budi pekerti. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. Kedisiplinan b. Memberi penghargaan terhadap anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. dan papan. pandai dan berakhla. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. Harus disertai kasih saying 2. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. watak.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. pangan. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . Memotivasi belajar c. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku. Memberi pengarahan.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh.

menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, misalnya, buku-buku pelajaran. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, dan dan tidak saying padanya. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun, dan mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ), karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan, membimbing, menuntut kejalan yang benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan, diantaranya:

Stoops, mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal, dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Miller, mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

b. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya, sehingga akan menjadikannya berprestasi. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya.

c. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Sedangkan menurut winkel, prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Selain itu prestasi menurut S. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Jadi, dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. d. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya, selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. e. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. a. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Sejak zaman dahulu, orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Namun, dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua, karena

orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting, karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Dengan tersebut, maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan, karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar, yaitu mendidik, membimbing, menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya, karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Namun, apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang, perhatian, dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan, rasa marah, dan benci. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian, maupun aturan, maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan.

Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap anaknya. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. b. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Untuk menjadikan prestasi belajar baik, maka wajib untuk seorang siswa belajar. Belajar adalah berusaha, berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua, karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar , orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Dalam membimbing, orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak, karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. D. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

Poerwadarminto. Memberi dukungan terhadap anak e.html . Memberi Dorongan Positif pada Anak. 1989 http://www.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasi-siswa http://www. Remaja dan Keluarga. 1980 Singgih D. Memberi penghargaan terhadap anak Daftar Pustaka Imaduddin Ismail. Membantu mengatasi masalah anak 6. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Harus disertai kasih saying 2.Gunarsa.com/2011/04/makalahbimbingan-orang-tua-terhadap.S.blogspot.html http://aggilnet.html http://www.J. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d.anakciremai. Memotivasi belajar c. 2004 W.html http://heru-id.ilmiah-tesis. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Bulan Bintang : Jakarta. Memberi pengarahan. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. Kedisiplinan b. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. 2004 Jim Taylor. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.com/2008/06 makalah-psikologi-tentang-bimbingan. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia.psb-psma. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. Balai Pustaka : Jakarta.blogspot. Psikologi Praktis : Anak.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi.Gunarsa dan Yulia Singgih D. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. PT.

J. di download 8 April 2011 [4] Singgih D. Psikologi Praktis : Anak. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka : Jakarta.ilmiah-tesis. Nur uhbiyati A. Pendahuluan Berkembangnya ilmu pendidikan islam dalam dunia ilmiah menempatkan posisinya sebagai sebuah pelajaran yang harus dipelajari secara lebih fokus dan konsekuen.--------------------[1] http://www.Gunarsa dan Yulia Singgih D. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasisiswa.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua. hal : 6 [12] Imaduddin Ismail. hal : 244 [5] Jim Taylor.html. 1980. opcit. Ilmu pendidikan islam berkembang bukan dalam hal bagaimana supaya mengetahui cara syariat-syariat islam atau mengetahui diwajibkanya sesuatu seperti bagaimana kita shalat. opcit. Bulan Bintang : Jakarta. Poerwadarminto.J. di download 3 April 2011 [3] http://www. hal : 126 [11] W. opcit. di download 8 April 2011 [9] Ibid [10] Jim Taylor. hal : 129 [6] Imaduddin Ismail. di download 3 April 2011 [2] http://www. Poerwadarminto. 2004.html.D.psb-psma.html.anakciremai. Memberi Dorongan Positif pada Anak. 2004. ph.blogspot.S. hal : 13 [7] W.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak.Gunarsa. PT. Zakiah darajat dan dra. 1989. hal : 71 Metode pendidikan Islam menurut dra.com/2008/06makalah-psikologi-tentang-bimbingan. hal : 73 [8] http://heru-id.S. Remaja dan Keluarga. .

Karena itulah memakai kata-kata Ilmu Pendidikan Islam. dalam bahasa arab metode disebut “tariqah” artinya yaitu “jalan. Pengertian Metode Pendidikan Islam 1. pendidikan islam. tetapi hanya sekedar membahas dari segi metode atau cara-caranya saja. alangkah lebih baiknya apabila terlebih dahulu dabahas tentang apa yang dinamakan metode itu sendiri dan juga pengertian pemdidikan islam PEMBAHASAN Metode pendidikan Islam menurut dra. Sebelum saya membahas mengenai metode-metode pendidikan islam. marimba yang telah dikutip oleh Dra.puasa. maka saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa obyek ilmu ini. apa saja yang dipelajari. dan apa tujuanya. Nur uhbiyati B. Hj. Pengertian Pendidikan Islam Sedangkan Pendidikan Islam yaitu “suatu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan berdasarkan normanorma yang islami agar terbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim” [2] Sedangkan Pendidikan Islam menurut Abdurrahman Annahlawi yang dikutip oleh Nur Uhbiyati dalam buku Ilmu Pendidikan Islam yaitu: ‫التربية السلميه هي التنظيم المنفسي والجتماعي الذي يوءدي اعتناق السلم وتطبيقة‬ . Nur Uhbiyati dalam bukunya yang bejudul Ilmu Pendidikan Islam dan pembahasanya juga tidak terlalu sempit karena mencakup ilmu pendidikan secara islami. hal tersebut apabila di tulis hanya kata-kata “Ilmu Pendidikan” maka kata-kata ini sangat umum yang bisa berarti pendidikan modern. Zakiah darajat dan dra. pendidikan tradisional. Seperti yang telah tertulis tersebut diatas. Ilmu ini tidak terlalu berbeda dengan ilmu-ilmu umum yang lainya. Ahmad D. ataupun Non-islam. zakat. haji. Pengertian metode Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “meta” yang berarti “melalui” dan “hodos” yang berarti “jalan atau ke atau cara ke”. Akan tetapi ilmu ini lahir sebagai sosok ilmu yang baru tentang bagaimana menyampaikan pendidikan yang terbaik melalui sesuatu metode yang tepat atau cara yang terbaik bagi sipendidik dan yang terdidik. atau kegiatan ritual yang lainya. sistem atau ketertiban dalam mengajarkan sesuatu. hanya lebih cendrung kepada kata-kata “Kepribadian Muslim” seperti yang telah dikatakan oleh Drs. yaitu metode pendidikan islam. cara.” Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita [1] 2. maka terciptalah Ilmu Pendidikan Islam. Perlunya diadakan penelitian tentang adanya sebuah metode yang tepat bagi pendidikan.

Nur uhbiyati bahwa yang dinamakan Metode Pendidikan Islam ialah “suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik agar terbentuk kepribadian muslim” [6] C. ada yang mendefinisikan dengan melihat siterdidik tanpa melihat sipendidik .‫كليا فى حياة الفرد والجماعة‬ “Pendidikan islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif”[3] Pendapat diaatas sangat jauh bereda dengan pendapatnya Dra. Tetapi yang harus lebih berpotensi itu sipendidik karena dari sipendidik itulah segalanya akan ditiru oleh siterdidik baik perkataan maupun perbuatan. ada yang hanya melihat dari sisi kemaslahatanya saja. Nur Uhbiyati bahwa pengertian pendidikan islam itu adalah “bimbingan yang dilakukan oleh seseorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim”[5] Para ahli dalam mendefinisikan pendidikan islam sangat beragam dan berbeda–beda. ada juga yang sebaliknya yaitu mendefinisikan hanya melihat sipendidik tanpa melihat siterdidik. Pembahasan Sebenarnya kalau membahas tentang metode atau cara mendidik yang efektf al Qur’an sendiri telah banyak memberikan contoh seperti pada al qur’an surat luqman ayat: 12-19 yang berbunyi: ٌ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ ُ ْ َ َ ٌ َِ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد اتينا لقمن الحكمة ان شكرل ومن يشكر فا نما يشكر لنفسه ومن كفر فان ال غني حميد‬ َ ْ ‫0 واذ قا ل لقمن لبنيه وهويعظه يبني ل تشركِبا ل ان شرك لظلم عظيم0 ووصينا الءنسان بولديه حملته ام نه وهنننا‬ ً ْ َ ُ ُ ُ ُ ْ ََ َ ِ ْ َ َِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ َِ َ ‫ع َ وهن وفصا له فى عا مين عن ا شكر لي ولو لديك اءلي المصير 0 واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك بننه‬ ْ ِ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ٍ ْ َ ‫َل‬ ‫علم فل تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم اء الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتنم تعملنون‬ ‫0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الرض ياءت بهننا الن ان الن لطيننف‬ . Padahal antara sipendidik dengan yang terdidik itu saling mempengaruhi satu sama lainya. maka siterdidik akan merasa kesulitan untuk mudah memahaminya dan juga sebaliknya. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antara sipendidik dan siterdidik harus sama-sama mempunyai potensi yang baik. Hj. Contohnya seorang guru apabila mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai cara atau metode yang tepat. Zakiah Darajat yang mendefinisikan pendidikan islam dengan sangat ringkas yaitu “pembentukan kepribadian muslim”[4] Lain lagi kalau menurut Dra. Jadi bisa diambil kesimpulan dari uraian-uraian diatas sebagaimana disimpulkan oleh Dra.

sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. Luqman: 12-19) Dan Nabi Muhammad SAW. Tirmizi) . Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Luqman berkata): Hai anaku. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. dan barang siapa yang tidak bersyukur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. maka janganlah kamu mengikuti keduanya.” (HR. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”[7] (QS. janganlah kamu mempersekutukan allah. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut: ‫مرو ا الصبي با لصلة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها‬ “Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku. Sesungguhnya seburuk-burku suara adalah suara keledai. Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui. maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Hai anaku. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya).‫خبير 0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم المننر 0 ولتصننعر‬ ‫خدك للناس ول تمش فى الرض مرحا ان ال ليحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صننوتك ان‬ ‫انكرالصوة لصوت الحمير‬ “Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah. dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. hanya kepada-Kulah kembalimu. Hdan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu.

tindakan tegas itu adalah hikuman. maka letakanlah persoalan di tempat yang benar. Pendidikan Melalui Nasihat. sebab bagaimanapun cerita sudah merajut hati manusia dan akan mempengaruh kehidupan mereka. Apabila islam menyalurkan kekuatan tubuh dan jiwa ketka sudah menumpuk dan tidak menyimpanya karena penuh resiko maka islam sekaligus juga tidak senang kepada kekosongan . . ada yang mengunakan televisi. Kebiasaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena itu menghemat banyak sekali kekuatan manusia karena sudah kebiasaan yang mudah melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatn yang bermanfaat. ia mesti menggnakanya untuk membina. Teknik islam dalam membina manusia dan juga dalam meperbaikinya adalah mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa. Pendidikan Melalui kebiasaan. Hidup ini penuh perjuangan daan merupakan pengalaman-pengalaman dengan berbagai peristiwa. Mengisi Kekosongan.[8] Pada jaman sekarang pendidikan sangat beragam dan menggunakan alat yang serba canggih. Menyalurkan Kekuatan. oleh karena itu pengaruhnya tidak boleh hanya sebentar itu saja. Adapun Metode yang digunakan oleh Dra. Maka dari itulah metode menurut Dra. Didalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar. pembawaan itu biasanya tidak tetap dan oleh karena itu kata-kata harus diulang-ulang. komputer dan lain sebagainya. Apabila teladan dan nasehat tdak mempan. Pendidikan Melalui Peristiwa-peristiwa. Jakiah Drajat dalam bukunya yaitu Pendidikan Islam mengatakan bahwa metode yang akurat adalah bagaimana caranya mengunakan alat yang serba canggih itu supaya mudah menyampaikan materi kepada anak-anak didik. maupun karena sebab-sebab diluar kemampuanya. Pendidikan Melalui Cerita. baik yang timbul karena tindakanya sendiri. Pendidikan Melalui Hukuman. Nur Uhbiyati yang mengutip dari Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut Tarbiyah Islamiyah menyatakan bahwa teknik metode pendidikan islam itu ada delapan macam yaitu: • • • • • • • • Pendidikan Melalui Teladan yaitu: merupakan salah satu teknik pedidikan yang efektif dan sukses. Guru yang baik tidak akan membiarkan peristiwa peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa di ambil menjadi pengalaman yang berharga. menggunakan dua macam metode yang sangat terkenal yaitu: sistem Sorogan atau di sebut juga sistem bandongan dan juga sistem Wetonan. Cerita mempunyai daya tarik yang mennyentuh perasaan manusia. hukuman sebenarnya tidak mutlak diperlukan . ada juga orang-orang yang cukup dengan teladan dan nasehat saja. Hj. mengasuh dan mendidik jiwa.Di dalam pondok pesantren yang merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam Formal tertua di indonesia.

1989). Oleh karena itu. Hj. Cit [7] H. . (Jakarta: Bumi Aksara. dkk Loc. alih bahasa Drs. hal. namun sebagaimana yang diketahui bahwa memandikan jenazah merupakan bahagian fardhu kifayah dalam pengurusan jenazah. Loc. Dalil mengenai kewajiban seorang muslim untuk memandikan jenazah terdapat dalam hadis yang disabdakan Rasulullah Saw yaitu: Dari Abu Hurairah r. 2 [2] Ibid [3] Abdurrahman Annahlawi. Nur uhbiyati. hal. Jilid I. aku mendengar Rasulllulah saw bersabda. apabila tidak seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh bahagian kampung dan penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa. “hak seorang Muslim yang lain ada lima hal: menjawab salam.a berkata. Cit [6] Dr.” (HR Bukhari) Walaupun kata memandikan dalam hadis diatas tidak ada.2006). Nur Uhbiyati. membesuk orang sakit. 28 [5] Dr. Al qur’an dan Terjemah Al-Jumanatul Ali. Heri nur Ali. maka putuslah kewajiban penduduk muslim setempat [1]. Memandikan jenazah merupakan bahagian dari fardhu kifayah dalam mengurus jenazah. prinsip-prinsip dan metode pendidikan islam dalam keluarga di sekolah dan di masyarakat. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. (Bandung: CV. DKK. PENDAHULUAN Seperti orang yang hidup. Ilmu pendidikan Islam. memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan. Nur uhbiyati Loc. Cit hal. Cit Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah (Proses tata cara dalam melaksanakan bahagian fardhu kifayah dalam memandikan jenazah) Oleh: Ibrahim Lubis A. 1998). Hj. Ilmu Pendidikan Islam. Jenazah pun harus dimandikan sebelum dishalatkan dan dikuburkan. (Bandung: CV Penerbit J-ART). Dan apabila hal tersebut telah dilaksanakan.hal. (Bandung : CV Pustaka Setia. loc. 273-277 [4] Dr.Footnote ______________ [1] Dra. Diponegoro. fadli Abdurrahman. mengantar jenazah. dan menjawab orang bersin. Itulah sebabnya memandikan jenazah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan segera. mendatangi undangan. Juz 22 [8] Dra.203 [9] H Fadli Abdurrahman. Zakiah Drajat. Nur Uhbiyati.

3. namun perbedaannya adalah orang yang hidup mandi sendiri sedangkan jenazah harus dimandikan. sebelum ia dishalatkan. dan tidak adanya penghalang yang dapat mencegah sampainya air ke kulit mayat. mayat itu islam b. Menghilangkan najis dari badan mayat terlebih dahulu. Hukum Memandikan Jenazah . Dalam memandikan mayat wajib adanya niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mandi ini dilakukan dengan cara membersihkan segala najis yang ada di badannya dahulu. Memandikan jenazah dimaksudkan agar segala bentuk hadas dan najis yang ada pada jenazah tersebut hilang dan bersih.Dalam Makalah ini saya Ibrahim Lubis[2] akan membahas mengenai makalah yang berjudul “Tata Cara Memandikan Jenazah” B. ini harus di usahakan dengan hati-hati upaya mayat tersebut tidak membawa kotoran ke hadapan Allah[3]. Mengurus Jenazah Sebelum Jenazah dishalatkan. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan dalam memandikan jenazah. Memandikan jenazah adalah hal yang harus dilakukan atas jenazah seorang muslim. PEMBAHASAN Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah 1. 2. semua itu harus dipenuhi dalam memandikan mayat[4]. suci dan halalnya air. tidak saja meratakan air keseluruh tubuh. maka yang harus dilakukan adalah memandikannya. karena ia termasuk bagian dari ibadah. Pada dasarnya memandikan jenazah sama saja dengan mandinya orang yang hidup. Syarat Memandikan Jenazah Adapun syarat wajib memandikan jenazah yaitu : a. sehingga jenazah yang akan dikafani terus dishalatkan telah suci dari hadas dan najis. utamanya bagian kemaluan. Demikian pula muthlak. Jenazah tersebut bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah). kemudian meratakan air ke seleruh tubuhnya. namun dalam memandikannya juga harus dengan hatihati dan lemah lembut. Lengkap tubuhnya atau ada bahagian tubuhnya walaupun sedikit c.

hukumnya adalah fardhu kifayah artinya bila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh mukallaf[5].” Janin yang dibawah usia empat bulan tidak perlu dimandikan. c. Kemudian keluarga terdekat si mayit. Juga berdasarkan firman Allah SWT: “Dan janganlah sekali-kali kamu menyalatkan jenazah salah seorang yang mati diantara mereka. Hal ini disebabkan bahwa tidak semua jenazah yang ada dapat atau harus dimandikan. Klasifikasi dalam Memandikan Jenazah Klasifikasi ini bertujuan untuk memberikan perbedaan dalam memandikan jenazah.Jumhur Ulama atau golongan terbesar dari ulama berpendapat bahwa memandikan mayat muslim. . Adapun Orang yang berhak memandikan Jenazah Adalah: • • • Apabila mayat itu laki-laki. Orang Yang berhak memandikan Jenazah adalah orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya)[10] Kemudian bapaknya. Berikut 2 hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memandikan jenazah. Jenazah yang boleh dimandikan Jenazah yang wajib dimandikan adalah orang Islam dan orang yang meninggal bukan karena mati syahid di Medan pertempuran[6] b. Ini pernah dilakkan Nabi saw terhadap paman beliau yang kafir [10]. Cukup digali lubang dan dikebumikan. 4. kecuali istri dan muhrimnya. hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerahasian aib atau cacat penyakit yang masih ada di dalam tubuh jenazah tersebut. laki-laki tidak boleh memandikan mayat perempuan kecuali suami atau muhrimnya[9]. perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki. a. dan dishalatkan. hendaklah dimandikan permpuan pula. dikafani. Jenazah orang kafir tidak wajib dimandikan. Jenazah yang tidak perlu dimandikan Jenazah yang tidak boleh dimandikan adalah jenazah yang mati syahid di medan pertempuran karena setiap luka atau setetes darah akan semerbak dengan bau wangi pada hari Kiamat[7]. Orang Yang Berhak Memandikan Tidak semua orang berhak dalam memandikan jenazah. dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya[8]. sebab ia tentu lebih tahu mengenali si mayit daripada anak si mayit tersebut. Tujuan menjaga dan membatasi bagi orang yang ingin memandikan jenazah adalah agar tidak terjadi fitnah yang dapat memalukan keluarga jenazah tersebut. Jika mayat perempuan. hendaklah memandikannya laki-laki pula.

aurat jenzah harus senantiasa agar tidak terlihat . Kapas. Sabun atau bahan lainnya untuk membersihkan tubuh si jenazah Sampo untuk mengeramasi rambut si jenazah agar bersih dari kuman dan kotoran Air secukupnya untuk proses memandikan. Kemudian ibunya lalu anak perempuannya setelah itu keluarga terdekat. Basuhlah jenazah sebagaimana cara berwudhu. Meja besar atau dipan yang cukup dan kuat serta tahan air untuk tempat meletakkan jenazah ketika dimandikan Handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambut si jenazah. daun bidara. b. Boleh memakai air yang dialiri oleh selang. boleh juga menyiapkan air sebanyak tiga ember besar. Bersihkan kotoran dengan cara mengangkat pundak dan kepala sambil menekan perut dan dada Memiringkan ke kanan dan ke kiri sambil ditekan dengan mempergunakan sarung tangan atau kain perca dan disiram berkali-kali agar kotoran hilang. usahakan kepala lebih tinggi dari kaki Tempat jenazah harus tertutup. Bersihkan tubuhnya dengan air dan miringkan ke kanan serta ke kiri. kapur barus. Seorang suami boleh memandikan jenazah istrinya berdasarkan sabda Nabi saw kepada’Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Tentu tidak ada yang membuatmu gundah. Tata cara Dalam memandikan jenazah a. baik dinding maupun atapnya agar aurat dan cela jenazah tidak terlihat. akulah yang memandikan jenazahmu” [12] 5. sedangkan untuk jenazah perempuan dari dada sampai mata kaki.[15] Siram dari mulai yang kanan anggota wudhu dengan bilangan gasal menggunakan air dan daun bidara. Maka harus dilakukan beberapa Persiapan. Untuk jenazah putra dari pusar sampai lutut.• • Jenazah wanita dimandikan oleh pemegang wasiatnya[11] . Persiapan Sebelum Memandikan Jenazah Sebelum Memandikan jenazah. atau wewangian yang lain serta bedak. kemudian seluruh tubuh jenazah diberi sabun termasuk pada lipatan-lipatan yang ada. Selama memandikan. Dipersiapkan kain kafan tergantung jenis kelamin. Proses dan Tata Cara Memandikan Jenazah • • • • • • • • • Meletakkan jenazah diatas dipan atau meja. adapun Halhal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pemandian adalah: • • • • • • • • Masker dan kaos tangan untuk memandikan jenazah agar terhindar dari kuman jika si jenazah memiliki penyakit. sebab jika kamu wafat sebelumku. Menutup aurat jenazah dengan handuk besar dan kain.

letakkanlah mayit di tempat kosong. Daun bidara dan kapur yang dicampur dengan air itu jangan terlalu banyak. kedua dengan air yang dicapur sedikit kapur kecuali yang mati dalam keadaan ihram. lalu anggota tubuh yang kanan.[3] Antara tiga kali mandi tersebut. kewmudian ditutup dengan kain yang kering agar auratnya tetap tertutup. Setiap mayat muslim itu wajib di mandiakn dengan tiga kali .[4] 1. ketiga dengan aiir murnbi tanpa dicampur apapun. utamanya bagian kemaluan. sehingga tidak dapat menyucikan. pertama dengan air yang dicampur sedikit kapur dan bidara . Setelah selesai. b.[16] Siramkan pada siraman yang terakhir dengan kapur barus dan miringkan ke kanan dan ke kiri agar air keluar dari mulutnya dan dari lubang yang lain. 2. badannya dikeringkan dengan handuk. c. maka rambut itu harus dikembalikan dan ditanam bersamanya. papan umpamanya. maka tidak boleh dicampur dengan kapur . condong ke belakang. diwajibkan pula tertib antara anggota tubuh yang tiga. sedang kepalanya di sandarkan pada tangan kirinya. Bersihkan segala najis yang ada di badannya. kemudian meratakan air ke seluruh tubuh atau sebaiknya tiga kali yaitu dengan air yang bersih. Kepala dan wajah si mayat di basuh dengan sabun atau bisa juga digunakan dengan pembersih lainnya. Dilepas rambutnya kalau dia mempunyai rambut yang panjang. Dan jika jenazahnya wanita. air sabun dan air yang bercampur dengan kapur barus. dan tutuplah auratnya dengan kain atau semisalnya. • Pekerjaan yang pertama-tama dilakukan dalam menyelenggarakan urusan mayit adalah memandikannya. asal memenuhi arti mandi yang dengan demikian maka terlepaslah kita dari dosa. kemudian siramlah seluruh tubuhnya dengan air secara merata. rambut jenazah dikeramas dan disiram agar bersih. dan ketiga anggota tubuh yang kiri. yakni dimulai dengan kepala berikut leher. supaya isinya yang mungkin masih tersisa keluar. inilah asal najis yang barangkali ada pada tubuh si mayat hilang. Apabila sudah selesai kesemuanya yang terakhir adalah di wudhukan. setelah rambutnya dikeringkan kemudian dipintal menjadi tiga. dan kalau ada yang tercabut. yaitu cara yang sempurna sehingga memenuhi as-sunnah yakni agar orang memandikan mayit melakukan hal-hal berikut : a. kemudian dibersihkan pula mulut dan lubang hidungnya lantas diwudhukan seperti wudhu orang yang hidup. Mayat didudukkan di temapt mandi. karena dikhawatirkan air tersebut menjadi air mudhaf.• • • • Kemudian. menekan keras-keras perut si mayat. yaitu cara. diatas tempat yang tinggi. Sesudah itu balutlah tangan kiri itu dengan kain atau sarung tangan dan dibasuh kemaluannya dan dubur si mayat. yang mempunyai dua macam cara. .

PENUTUP 1. Muhammad Anis dan Salmah. 13-18 [7] Muhammad Anis Sumaji. A dan Sudarsono. Semarang: CV Asy Syifa’. hlm. karena di dalam perutnya itu mungkin masih ada kotoran. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. Muhammad. hlm. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah kiri. Kesimpulan Di dalam memandikan mayat harus teliti supaya mayat itu tidak membawa kotoran ke hadapan Allah. Fiqih Sunnah. Bandung : PT Al-ma`arif. 1995. Fiqih Iman Ja`far Shadiq. dengan demikian seluruh tubuhnya bisa di ratai air. (Bandung : PT Al-ma`arif. Solo: Tinta Medina. h 10 [2] Ibrahim Lubis adalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN-SU Medan yang saat ini sedang meyelesaikan tugas akhir yaitu Membuat tesis [3] A. 1992. Jawab. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. Abu Hasan Al-Maidani. Kemudian siramlah tubuhnya sebelah kanan baru sebelah kiri sampai air itu merata dalam tubuhnya. Shalat Jenazah. 22-23 [8] QS At-Taubah-84 . Fiqih Imam Ja`far Shadiq. 2001). 1994). 1994. karena niat adalah bahagian dari ibadah. Sisi kanan mayat sebelah depan terlebih dahului. Umar Anshary. TT. hlm. 2011 Tohaputra. Fiqih Syafi`I Sistematis. Muqhniyah. Solo: At-Tibyan. Di dalam memandikan mayat terlebih dahulu adalah niat. (Jakarta : Lentera.. Jakarta : Rineka cipta. Munir dan Sudarsono. 2011. (Jakarta : Rineka Cipta. Dasar-Dasar Agama Islam. Jakarta : lentera. Sumaji. Af Idah. Perut si mayat harus di tekan. setelah semuanya siap. 1995). Shalat Jenazah (TP. Ahmad. 90 [5] Sayyid Sabiq. Sabiq. DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • Al-Atsari. 1998 Munir. 1992). Fiqih Sunnah. C. 1992. hlm. 2011. barulah kemudian sisi depan sebelah kiri. karena saya sudah mengetahui lebih jelas lagi tentang cara-cara memandikan mayat. Sayyid. Semarang : CV Asy Syifa`. Dasar-Dasar Agama Islam. 2001. Al-Qur’an dan Terjemahannya. 78 [6] Muhammad Anis Sumaji. Dan saya berterima kasih atas bapak yang sudi memberikan judul ini terhadap saya.d. Sitanggal. ________________ [1] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. 134 [4] Muhammad Jawab Mughniyah. Panduan Praktis Pengurusan Jenazah. Demikianlah isi makalah saya ini dan sebelumnya penulis terlebih dahulu mohon maaf kepada bapak atas kekurangan yang terdapat di dalam makalah saya ini. kemudian sisi belakang sebelah kiri. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah belakang. lalu mayat tersebut diwudhukan. hlm.

Pengertian Motivasi Belajar . merangkumnya. Munir dan Sudarsono. dapat dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. Op. M. 135 [10] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah Kitab-Kitab hadits. maupun motivasi yang ditumbuhkan dari peranan lingkungan sosialnya. buku-buku hasil karya tulis dari beberapa ahli dan sejarawan pendidikan serta ulamaulama hadits. Semua ungkapan dalam haditshadits tersebut merupakan dalil-dalil yang dapat menjadi pedoman sebagai alat untuk memotivasi setiap umat Islam untuk terus menuntut ilmu.[9] A. yakni memilih hadits-hadits yang sesuai dan punya kaitan dengan motivasi belajar/menuntut ilmu. Motivasi belajar (menuntut ilmu) bagi setiap penuntut ilmu memang dibutuhkan. hlm 10-13 [12] Ibid Makalah Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Oleh: Dr. hlm 10-13 [11] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. cit. 2001. baik itu motivasi yang datang dari dalam diri sendiri. Shalat Jenazah. bahkan begitu banyak hadits-hadits yang memberikan pemahaman tentang manfaat menuntut ilmu dan perintah yang menganjurkan untuk belajar. Adapun pendekatan yang digunakan untuk membahas cakupan materi di artikel ini ialah dengan menggunakan metode analisa hadits. Anjuran menuntut ilmu tersebut dibarengi dengan urgennya faktor-faktor pendukung guna makin meningkatkan semangat belajar bagi setiap orang. 2001. Siti Zubaidah. Shalat Jenazah. mencakup: Apa pengertian Motivasi Belajar? Apa Jenis-Jenis Motivasi Belajar? Apa Fungsi Motivasi Belajar? Dan Bagaimana Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam? BAB II PENDAHULUAN A.Ag BAB I PENDAHULUAN Dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Salah satu faktor yang utama adalah motivasi. Dalam artikel ini akan dibahas perihal motivasi belajar. kemudian menganalisanya berdasarkan pemahaman penulis dan juga berdasarkan ulasan pendapat beberapa ulama tentang hadits-hadits tersebut. hlm.

b. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan.Secara terminologi.[2] dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai tujuan tertentu. Motivasi Intrinsik. C. tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan. ada 2 jenis motivasi yang mempengaruhi kegiatan belajar seseorang: a. motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar. dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. Motivasi Ekstrinsik.[4] Dalam kegiatan belajar. Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah belajar. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik. yang ahli dalam bidang studi tertentu. Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi.[3] Secara etimologi. kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.[5] B. yang berpengetahuan. tidak mungkin menjadi ahli. Tanpa motivasi. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar.[7] Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktifitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar. yaitu motif-motif[6] yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Fungsi Motivasi dalam Belajar . karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. bukan sekedar simbol dan seremonial. adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. kegiatan belajar sulit untuk berhasil. motivasi[1] adalah dorongan (dengan sokongan morel). Secara umum. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari.

[11] Tanpa ada pembedaan. juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya. research dan studi. ada tiga fungsi motivasi:[8] 1. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar. D. dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan RasulNya. guna mencapai tujuan. karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan.Motivasi merupakan hal yang essensial dalam belajar. agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya. Di samping itu. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar. 3. 2. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Menyeleksi perbuatan. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik apabila orangorang Islam tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan fikiran yang sehat. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim[10]” (HR.[12] Nabi bersabda: “Seseorang itu dapat dianggap seorang yang alim dan berilmu. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai. Makin tepat motivasi yang diberikan. Baihaqi) Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Terlepas dari benar . Oleh karena itu pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia. Sangat popular apa yang oleh sementara orang dianggap sebagai hadits Nabi saw yang berbunyi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat!”. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. akan makin berhasil pula pelajaran itu. maka ia sesungguhnya seorang jahil”. Menentukan arah perbuatan. sebagaimana sabdanya: “Dari Anas ra. selama ia masih terus belajar. apabila ia menyangka bahwa ia sudah serba tahu.sehubungan dengan hal tersebut. Dalam hal ini motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.[9] Dalam belajar (menuntut ilmu). ada juga fungsi-fungsi lain. bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan.

hadits Hasan) Juga seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: “Dari Abi Darda’ ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: …dan sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintang-bintang yang lain”. Abu Dawud.[16] Di antara derajat yang diperoleh orang yang berilmu itu ialah mereka termasuk pewaris para Nabi. atau dengan kata lain pendidikan yang berlangsung seumur hidup menjadi tanggungjawab bersama keluarga. dan Ibnu Hibban) Orang yang beriman dan berilmu itu termasuk orang terdekat kepada derajat para Nabi.[14] Kalau diperhatikan dengan seksama. Adapun orang-orang yang berilmu. (HR. . dan pemerintah. katanya Rasulullah saw bersabda: “Ulama itu pewaris para Nabi”. tetapi juga jalur informal dan nonformal. Maksudnya bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.tidaknya penisbahan ungkapan tersebut kepada Nabi. antara lain: Perbandingan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’. Mendorong orang menuntut ilmu dengan janji pemberian beberapa derajat bagi orangorang yang berilmu dan beriman.[13] Pendidikan seumur hidup yang dikemukakan ini tentunya tidak hanya terlaksana melalui jalur-jalur formal. At-Tarmidzi. Beberapa ungkapan yang dapat menjadi motivasi belajar.[15] Perbedaan antara keduanya. yang jelas ia sejalan dengan konsepsi al-Qur'an tentang keharusan menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan sepanjang hayat. maka mereka itu memberi petunjuk kepada manusia berdasarkan apa yang dibawa oleh para Rasul. (HR. dalam al-Hadits akan dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: “Manusia yang paling dekat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berjihad. masyarakat. at-Tarmidzi. di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits: “Dari Abu Umamah ra: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) itu seperti seperti kelebihan saya dari orang yang paling rendah dari para shahabatku”. Ibnu Majah. [17] Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas.

Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan pedang-pedang mereka untuk membela apa yang dibawa oleh para Rasul itu”. Status sosial yang sangat terhormat bagi orang-orang yang berilmu itu menjadi motivasi yang kuat bagi orang-orang yang beriman untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Menuntut ilmu itu mengandung nilai jihad yang tinggi.[18] Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw, beliau bersabda: “Pelajarilah ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah takut kepada Allah. Menuntutnya adalah ibadah; mengulang-ulangnya adalah tasbih; pembahasannya adalah jihad; mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu menjadi sedeqah; memberikannya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu itu teman sewaktu sendirian, dan sahabat sewaktu kesepian, …”. (HR. Ibnu Hibban dan Mu’adz) Ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu (dari tiga) amalan yang terus berguna hingga mati.[19] Dasarnya hadits berikut ini: “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Apabila manusia sudah mati, maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh yang mendo’akan”. (HR. Muslim) Selain beberapa point motivasi belajar yang telah dipaparkan tersebut, perlu ditekankan kembali bahwa di antara ajaran Islam yang mengajak masyarakat untuk melahirkan berbagai pemikiran dan karya ilmiah ialah memasyarakatkan pendidikan dan memberantas kebodohan. Kemudian di antara ajaran terpenting untuk mewujudkan suasana ilmiah ialah belajar bahasa asing jika dipandang perlu –khususnya bila pemilik bahasa itu mempunyai ilmu yang harus dipelajari, atau memiliki hikmah yang bisa dipetik manfaatnya– sehingga tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan kelebihan mereka tanpa memahami bahasa mereka. Islam tidak hanya tidak melarang umatnya mempelajari bahasa asing, bahkan menganjurkan mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa merupakan sarana terpenting untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.[20] Demikian beberapa hal mengenai motivasi belajar yang dapat dirangkum berdasarkan penafsiran yang dapat dipahami secara umum dan dianggap bisa mewakili perspektif Islam tentang motivasi dalam menuntut ilmu. Daftar Pustaka dan Footnote

• • • • • • • • • • • • • •

al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974). Ali, Maulana Muhammad, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.). al-Barry, M.D.J., dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996). Dagun, Save M., Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000). Deighton, Lee C., The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press, t.t.). al-Ghazali, Muhammad, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993). Lengrand, Paul, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981). Muhammad, Abubakar, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995). Purwanto MP., M. Ngalim, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994). Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000). Shihab, Quraish, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994). Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993). Syureich, M., Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991). al-Qaradlawi, Yusuf, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997).

______________ [1] Tidak ada kesepakatan umum di antara para ahli psikologi tentang bagaimana “motivasi” dan “faktor-faktor motivasi” seharusnya didefenisikan atau dianalisa secara teoritis. Istilah tersebut secara umum digunakan berkaitan dengan tiga pertanyaan yang saling terkait yang harus dijawab sebelum perilaku dipaparkan untuk menjadi suatu keterangan. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menentukan perubahan-perubahan dalam intensitas perilaku (pada istilah ini masuk dalam kategori perilaku internal, seperti berpikir). Kedua, adalah pertanyaan tentang aturan berperilaku. Perilaku ditentukan bersamaan dengan adanya dorongan eksternal dirasakan melalui alat panca indera dan oleh kondisi-kondisi dalam diri organism. Ketiga, pertanyaan yang berhubungan dengan bantuan perilaku belajar. Semua bentuk belajar memerlukan dua atau lebih rangsangan-rangsangan yang terjadi dalam kesinambungannya. Lebih lanjut baca Lee C. Deighton, The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company dan the Free Press, t.t.), h. 408. [2] M.D.J.al-Barry, dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996), h. 273.

[3] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000), h. 688. [4] M. Ngalim Purwanto MP., Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), h. 104. [5] Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000), h. 73. [6] Motif diartikan sebagai suatu kekuatan atau daya pendorong yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu tindakan. Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 160. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai sutau tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 71. [7] Selanjutnya lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 37, 87-89. [8] Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 83. [9] Muhammad al-Ghazali, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993), h. 445. [10] Kata setiap muslim menunjukkan laki-laki dan perempuan, sementara versi (hadits) yang lain menambahkan dan muslimah. Otoritas (penambahan kata dan muslimah) justru cenderung menjadikan hadits ini dhaif (lemah). Bagaimanapun, hadits tersebut lebih otentik dengan anjuran bagi seluruh muslim, laki-laki dan perempuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Lihat Maulana Muhammad Ali, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.), h. 39. [11] M. Syureich, Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991), h. 46. [12] Muhammad ‘Athiyah al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), h. 44. [13] Selanjutnya lihat Quraish Shihab, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994), h. 178. [14] Baca Paul Lengrand, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981), h. 41-55. [15] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995), h. 221. [16] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 227.

[17] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 228. [18] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 229. [19] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 233. [20] Selanjutnya baca Yusuf al-Qaradlawi, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997), h. 233, 235-236.

Pengembangan Desain Pelatihan untuk Organisasi Kepemudaan
A. Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran adalah satu proses transformasi nilai budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Ada tiga kata kunci dari kalimat di atas, yakni proses, nilai dan generasi. Proses menunjukkan adanya satu kegiatan atau aktivitas, maka dalam pendidikan dan pembelajaran terdapat rangkaian dari berbagai kegiatan tentunya mempunyai tujuan. Kemudian nilai menunjukkan ada sesuatu makna yang dijaga, disimpan dan dipelihara, dan tugas pendidikan adalah mentransformasikan nilai tadi dari satu keadaan kepada keadaan lain dalam arti luas. Dan terakhir adalah generasi ini menggambarkan ada satu masa depan manusia yakni penciptaan alih generasi yang lebih baik sebagaimana yang diinginkan. Dalam pendidikan dan pembelajaran, kegiatannya dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Inti kegiatan pendidikan dan pembelajaran bukan pada tempat atau waktu, atau siapa yang menjadi guru, akan tetapi lebih ditekankan pada adanya satu interaksi antara peserta dengan lingkungan atau sumber belajar, dimana dalam interaksi tersebut sarat dengan makna: proses, nilai dan generasi. Pendidikan luar sekolah merupakan satu alternatif untuk hal ini, menurut Santoso S.H (2003)[1] bahwa peran utama PLS adalah mengembangkan nilai dan sikap percaya diri dan mandiri masyarakat sebagai kekuatan sosial (social forces) untuk menciptakan proses proses demokratis, dinamisasi dan modernisasi. Berkenaan dengan itu, maka kegiatan yang paling luwes dan praktis tentang hal di atas, ditengah tengah masyarakat kita khususnya di dunia kepemudaan disebut dengan pelatihan. Bagaimana merancang atau mendesain pelatihan bagi pemuda secara baik dan tepat, yang dapat bermakna, kemudian apasaja yang dibutuhkan dan dikembangkan, serta bagaimana mengukur keberhasilan dari pelatihan tersebut? Tentu hal ini penting bagi kita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi para pamong belajar, atau kelompok pemuda dalam mengembangkan desain pelatihan, dan akan bermanfaat bagi mereka yang ingin menjadikan pemuda sebagai satu “icon” regenerasi yang baik di masa depan. B. Pendidikan dan Pelatihan

salah satunya adalah dengan pendidikan. C. Desain Pelatihan Desain berasal dari kata “designe” dapat diartikan sebagai fatron. Berkenaan dengan hal di atas. Menurut HAR. rancangan pola atau kisi kisi kegiatan yang akan dilaksanakan. haruslah diselenggarakan bergandengan dengan sitem pendidikan yang ada. Dimana. Atwi Suparman (1997)[5] menjelaskan bahwa.Siswanto (2003)[4] pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat.Pendidikan adalah bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia. pengembangan dan pengevaluasian. atau perencanaan instruksional. a conceptual report that gives all those involved in the development of a training program a picture of the overall course design. Pembahasan berikut lebih mengarah pada makna pelatihan sebagai sebuah proses pendidikan alternatif yang banyak dilakukan ditengah tengah masyarakat khususnya kepemudaan. dan tidak membebaskan pendidikan dalam mutu tenaga kerja yang diperlukan.Dalam desain terdapat berbagai informasi tentang data dan keterangan sebuah kegiatan. pengembangan instruksional. adalah proses menspesifikasi kondisi belajar. desain Instruksional. Masing masing kegiatan tersebut tentu memiliki karakteristik tersendiri yang dengannya menjadi satu kekuatan untuk mengembangkan sumber daya manusia baik pada karakteristik input kegiatan. Dalam pendidikan kadang terdapat kegiatan latihan. maupun pada tujuan yang ditetapkan. tahapan dan strategi instruksional secara keseluruhan untuk disajikan melalui masing masing komponen sistem instruksional dari satu sistem instruksional atau produk instruksional secara lengkap. pendidikan (education). dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. pengelolaan proses. untuk itu George (2000)[6] mendefinisikan pengertian Desain Document sebagai berikut. dan pengembangan (development). adalah suatu proses yang sistematik dalam menyusun sistem instruksional yang efektif dan efisien melalui kegiatan pengidentifikasian masalah. Sedangkan menurut B.Tilaar (1997)[3] bahwa terdapat hubungan antara pendidikan. yang dapat kita sebut lembaga pelatihan. Design (desain). Pengembangan sumber daya manusia menurut Abi Sujak (1990)[2] dapat dilakukan dengan tiga hal yakni. Banyak hal yang dapat dilakukan orang untuk melakukan investasi bagi sumber daya mansia di masa depan. maka perlu diselenggarakan suatu lembaga dengan kegiatan kegiatan yang memenuhi tuntutan dunia kerja. juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. pelatihan dan ketenagakerjaan. pelatihan (training). Lembaga tersebut. jadi hampir sulit untuk memisahkan keduanya. pendidikan ikut mempersiapkan dasar dasar yang diperlukan oleh dunia kerja. pelatihan dan pengembangan. Lebih spesifik lagi “design criteria”: adalah satu rincian diskripsi pengajaran tertulis secara lengkap yang dipakai untuk mengembangkan komponen sistem instruksional yang mencakup setiap kejadian kegiatan. Items might . pengembangan strategi kegiatan. perancangan instruksional. maka pada sistem birokrasi di Indonesia terdapat satu unit kegiatan pendidikan dan latihan disingkat “diklat”. dan dalam pelatihan di dalamnya ada proses pendidikan.

rinci. Sementara proses adalah upaya pengembangan pengeloalan pelatihan baik strategi. tujuan yang akan dicapai dari pelatihan. Sementara itu Sondang P. (9) Penyelengaraan dan. teknik. Ada tiga hal yang menjadi elemen penting dalam desain pelatihan yakni. (7) Penentuan teknik dan metode pengajaran. content outline. Pelatihan sebagai sebuah sistem sama halnya dengan pembelajaran. a course map. 7) Menyiapkan peserta pelatihan melalui prosedur seleksi tertentu. 3) Penyiapan program pelatihan secara jelas. dan 8) Mengembangkan prosedur penilaian (evaluasi) dan tindak lanjut. baik yang sifatnya kurikuler maupun ekstra kurikuler. media serta strategi sekaligus penetapan tujuan pelatihan yang akan dicapai. sebagaimana dapat dilihat pada kutipan berikut: 1) Menetapkan klasifikasi pekerjaan. and visual motif. (3) Seleksi peserta. Input dapat dikembangkan dengan menata karakteristik calon peserta pelatihan. (5) Penyusunan bahan pelajaran yang benar benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Walter Dick & Low Carey (1990)[8] merancang sistem instruksional melalui beberapa tahap. yang didasarkan atas analisis pekerjaan. (8) pelaksanaan evaluasi formatif melalui uji coba perorangan dan skala kecil serta besar. 5) Review program pelatihan dengan mengikutsertakan pengawasan dan manajemen puncak. (7) penentuan materi/bahan yang akan diberikan. dimana analisis terhadap karakteristik awal calon peserta merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. 6) Mempersiapkan para pelatih (instruktur). yaitu (1) identifikasi tujuan terminal. (5) pengembangan alat ukur keberhasilan belajar peserta. (3) identifikasi karakteristik peserta dan kemampuan awal peserta. kemudian pemilihan materi. (4) Penyusunan program. dan (9) revisi apabila diperlukan. (2) Keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan dan latihan. Kemudian yang terakhir adalah output dalam hal ini penetapan . an audience profile. (6) Seleksi pengajar. 2) Identifikasi kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. dan sistematik. input. kemudian menyusun suatu deskripsi pekerjaan lengkap dengan tugas tugas secara rinci.include a mission statement.Siagian (1987)[7] Komponen utama dari suatu siklus pendidikan dan latihan adalah: (1) Analisa kebutuhan pendidikan dan latihan. yaitu keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan terminal. yang terdiri dari perangkat keterampilan dan pengetahuan tertentu. course objectives. metode. (2) analisis instruksional. (8) Penyusunan program pelaksanaan. 4) Menetapkan metode dan tempat penyelenggaraan pelatihan dan materi pelatihan. an evaluation plan. (6) pengembangan strategi instruksional yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan khusus tersebut. Sementara itu Oemar Hamalik (2001)[9] menjelaskan tentang tahap tahap penyusunan program pelatihan mempunyai langkah langkah yang lebih rinci. pengembangan media dan lain sebagainya. (10) Evaluasi hasil kegiatan pendidikan dan latihan. proses dan out put.

yaitu meliputi sistem pelatihannya itu sendiri. sarana dan prasarana. jika menginginkan pelatihan dilaksanakan ing-griya/in-house training maka harus dipersiapkan beberapa orang manajer dari berbagai latar belakang ilmu.Coombs (1973)[10] menjelaskan untuk mengukur kebutuhan pendidikan anak anak. D. (4) instruktur yang berkualitas. dan instrukturnya. Sementara itu Satmoko dan Soejitno (2004)[13] sebuah desain pelatihan paling tidak harus menggambarkan lima hal yakni: (1) tujuan pelatihan harus ditetapkan dengan cermat. serta peyesuaian dengan karakteristik peserta didik. Perubahan pada peserta belajar ini memang sangat penting karena indikator terjadinya proses belajar adalah adanya perubahan. maka Philip H. durasi pelatihan. jadwal pelatihan mencakup waktu dan tempat penyelenggaraan pelatihan. mengelola dan sekaligus mengevaluasinya. (3) penyusunan jadwal. untuk apa orang dilatih. begitu juga strategi dan cara penyampaian materi dan bahkan evaluasi dari kegiatan. Maka langkah praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: . Desain yang baik tentu mempunyai karakteristik yang mampu menggambarkan rancangan sebuah kegiatan. pertama tama kita harus memiliki kejelasan dan konsepsi yang realistik tentang kebutuhan belajar penting minimum. artinya mampu mengabstraksikan seluruh rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah kegiatan. Dari bahan belajar ini. karena inilah salah satu tujuan dari pendidikan luar sekolah. Sebuah desain yang baik memuat berbagai unsur pembelajaran yakni rancangan materi atau bahan ajar yang akan dikembangkan dalam kegiatan. (b) deskriptif. dan pemuda di daerah pedesaan dan untuk merencanakan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam hal mengembangkan bahan ajar. (d) prediktif. antar kegiatan dalam mencapai sebuah tujuan baik tujuan utama maupun tujuan terminal. maka ditata kegiatan yang dapat merubah watak dan karakter warga belajar. artinya dengan desain seseorang dapat memperhitungkan tentang keberhasilan yang akan dicapai sebuah kegiatan. (a) obyektif artinya mampu menggambarkan apa yang akan menjadi tujuan kegiatan. materi atau silabus. artinya terdapat rangkaian yang menghubungkan antar komponen. diantara karaktersitik desain tersebut adalah. Pengembangan Desain Pelatihan Pengembangan desain ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk praktis bagi para pamong belajar dan pemuda di tengah tengah masyarakat dalam hal melakukan satu analisis mengapa perlu dilakukan kegiatan pelatihan. bagaimana merancang. Dalam menyusun desain pelatihan didalamnya terkait dengan sistem serta bahan ajar yang akan disampaikan. (2) pemilihan metode pelatihan secara tepat merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah pelatihan. (c) sistematis. dan (5) evaluasi.sistem evaluasi yang akurat akan sangat menentukan desain pelatihan yang mampu mengembangkan nilai apa yang diinginkan oleh pelatihan tersebut.

b. a. lembaga dan lain sebagainya. kebutuhan serta keinginan praktis dari kondisi pemuda kita. Kebutuhan organisasi Menurut Satmoko dan Soejitno Irmim (2004)[15]. Tujuan lembaga Pelatihan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau organisasi kepemudaan maka harus menjadikan tujuan lembaga sebagai satu bagian dalam kurikulumnya. Kebutuhan individu Perancangan program pelatihan didahului oleh analisis kebutuhan[14]. Biasanya kebutuhan organisasi. Kebutuhan masyarakat Pemuda adalah bagian dari masyarakat. Perancangan program pelatihan sebagai suatu sistem instruksional harus dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan sistem dengan alasan bahwa cara ini akan memberikan hasil yang efektif karena: (1) diketahui dengan jelas apa yang akan dapat dilakukan oleh peserta setelah mengikuti program tersebut. pendataan ini dapat dilakukan dengan cara mewawancarai. Jadi dengan membaca visi dan misi serta tujuan organisasi akan tampak apa yang dibutuhkan dalam kegiatan pelatihan. 2. atau lembaga akan menjadi yang utama karena dari tujuan organisasi inilah dilihat apa yang menjadi kebutuhan atau kualifikasi individu. Mengidentifiaksi kebutuhan a. bila ingin melakukan kegiatan pelatihan. mengamati atau juga angket dan lain sebagainya. bahwa untuk melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan seyogyanya memang berdasarkan pada visi dan misi corporate plan yang didalamnya terdapat carrier planning. b. Apa yang diinginkan oleh organisasi atau lembaga dapat dicantumkan dalam mata ajar agar peserta dapat mencapai kualifikasi yang diinginkan. Kegiatan pelatihan ada yang diselenggarakan oleh organisasi. maka tujuan pelatihan harus terkait dengan apa yang diinginkan masyarakat terhadap pemuda. pemerintahan setempat atau juga mengobservasi langsung terhadap apa yang diinginkan masyarakat tentang dunia kepemudaan. (3) merupakan suatu proses yang bersifat empirik dan dapat diulang kembali. c. Untuk itu maka dalam merancang pelatihan pertama sekali harus didaftar apa yang menjadi masalah. (2) adanya hubungan antar komponen khususnya antara strategi instruksional dengan keluaran yang diharapkan. Untuk mengetahui hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat para tokoh masyarakat.1. Menetapkan tujuan pelatihan. Tujuan peserta .

Pamong belajar atau perancang pelatihan tentu akan menetapkan strategi dan metode pelatihan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. kejadian dan keadaan keadan mengandung masalah. Bahan mentah ini mencakup antara lain gambar gambar tanpa urutan tertentu dan gambar gambar tunggal yang dapat bergerak (fleksifan). Gagasan kejadian kejadian yang terjadi dalam cerita berasal dari penulis kurikulum. yakni pelatih memberikan informasi dan keterampilan biasanya dengan kuliah dan penggunaan latihan latihan. Menetapkan strategi dan metode pelatihan Srinivasan (1997)[18] memberikan empat strategi pendekatan yakni: (1) pendekatan informasional. perbaikan sikap. Sementara itu menurut James R. 4. (3) pendekatan proyektif. yakni pelatih memberikan suatu rangsangan berbentuk gambar dan menghidupkan diskusi mengenai suatu gagasan. dalam hal ini pelatih memberikan bahan bahan mentah yang dapat dipergunakan oleh para warga belajar untuk menciptakan dan menceriterakan ceritera. pembentukan kepribadian. Bagi pelatihan di kalangan pemuda juga harus ditetapkan apakah pelatihan sampai sebatas penyadaran sikap. and attitude are naturade. Untuk ini maka para perancang pelatihan harus dapat membuat daftar kompetensi atau tujuan tujuan praktis yang dapat dicapai oleh peserta khususnya dapat diperoleh secara individual. 3. sikap atau perilaku sosial. pokok masalah atau persoalan tertentu. dan (4) pendekatan ekspresif/perwujudan. pengetahuan atau sikap tertentu.Davis & Adelaide B. bila tujuan materi adalah agar peserta . Davis (1998)[16] “Training is the process through which skills are development. apakah itu perubahan pada peningkatan pengetahuan. menyediakan informasi. Dapat diterjemahkan bahwa pelatihan maksudnya adalah proses untuk mengembangkan keterampilan peserta.Pelatihan dapat diterjemahkan sebagai satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. (2) pendekatan pemecahan masalah. kelompok atau organisasi kinerja yang menyiratkan bahwa terdapat perubahan yang dapat diukur dengan pengetahuan. dan membentuk sikap agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. pengetahuan atau sikap tertentu. Sebenarnya tujuan tidak perlu muluk muluk. information is provided. yaitu pelatih memberikan suatu ceritera terbuka atau ceritera bergambar dengan kejadian kejadian yang mengikuti suatu urutan tertentu. Dengan kata lain pelatihan merupakan salah satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. in order to help individuals to become more effective and efficient in their work. maupun peningkatan keterampilan. yang lebih utama adalah sesuai dengan kebutuhan apa paling mendesak bagi dunia kepemudaan setempat. atau peningkatan keterampilan. Menetapkan tujuan pembelajaran Dalam hal menetapkan tujuan pelatihan Jewel LN (1998)[17] menjelaskan bahwa pelatihan terdiri dari program program yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pada level individu.

Tentu masih banyak bagian lain yang dapat dikembangkan lagi. Penutup Tulisan ini adalah satu usaha untuk memberikan panduan praktis bagi para perancang pelatihan di tingkat organisasi kepemudaan di masyarakat bawah. dan (5) untuk mengetahui efisiensi metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan. dan nilai harus dipelihara dan dipertahankan dan proses transformasi harus dilakukan secara profesional. PENGEMBANGAN DESAIN PELATIHAN UNTUK ORGANISASI KEPEMUDAAN Oleh Mardianto. Pada prinsipnya strategi dan metode dipilih adalah sesuai dengan tujuan dari materi yang dikembangkan. (2) kontrol atas ketentuan pelatihan dan (3) intervensi kedalam proses organisasi yang mempengaruhi pelatihan. Inilah kata akhir dari betapa pentingnya desain pelatihan bagi organisasi kepemudaan. Untuk itu maka kegiatan pelatihan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan evaluasi pelatihan yang terencana sejak awal kegiatan.mempunyai peningkatan pengetahuan. karena dunia pelatihan terus maju dan berkembang seiring dengan kompleksnya persoalan pengembangan sumber daya manusia. Dalam hal mengembangkan evaluasi ini. untuk mengetahui efektifitas kegiatan pelatihan. maka ini leibh bersifat penyampaikan informasi. Inti dari kegiatan pelatihan tiada lain adalah adanya satu kesadaran bahwa sebuah generasi harus diteruskan. namun bila menitik beratkan pada aspek perubahan sikap maka yang dilakukan adalah pendekatan proyektif dan sterusnya. Menurut B. (1) untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh peserta dalam suatu periode proses belajar mengajar tertentu. E.Siswanto (2003)[20] evaluasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan yakni. Evaluasi atau penilaian pada prinsipnya adalah memberi makna apa yang telah terjadi baik hasil akhir dari kegiatan pelatihan maupun juga proses yang terjadi pada pelatihan.Pd . Desain pelatihan adalah proses kegiatan perancangan atau perencanaan. (1) umpan balik. (2) untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta dalam kelompoknya. Maka berhasil merencanakan itu berarti merencanakan keberhasilan. (3) untuk mengetahui tingkat usaha yang telah dilakukan para peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan. (4) untuk mengetahui sampai seberapa jauh para peserta telah merealisasikan kapasitasnya menjadi suatu achievement melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. seorang pamong belajar atau para pemuda yang ingin mengembangkan desain pelatihan memang harus belajar lebih banyak tentang kegiatan evalusi. begitu juga sebaliknya gagal merencanakan itu berarti merencanakan kegagalan. Evaluasi dan umpan balik Menurut Agus Suryana (2004)[19]terdapat tiga fungsi utama dari evaluasi dan umpan balik dalam kegiatan pelatihan yakni. 5. M. itu semua akan sukses bila didesain dengan tepat dan benar.

Lira. Srinivasan. Soedomo. Jakarta: Seyma Media. Jakarta: Grasindo. 2004. Siswanto. Piskurich. New York:Wold Education. Jakarta: Gunung Agung. Pengembangan Sumber Daya Manusia. New York: Harper Collins Publisher. Walter & Carey. Jakarta: Dirjen Dikti. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. Jakarta: Progres.B.Jewel & Siegall Marc. James R & Davis Adelaide B. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. Sondang P.R. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. Suryana.N. The Systematic Design of Instruction. New Paths to Learning For Rural Children and Youth. 1998. The Adult Learner: a Neglected Species. Agus. Psikologi Industri/Organisasi Modern.A. Jakarta: Bumi Aksara. Dirjen Dikti P2LPTK. Philip H. Siagian. Oemar. Jakarta: Rajawali. Pengembangan Sumber Daya Insani. Council for Educational Development. 1977. 2000. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. Low.1999 . Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. 2001. Abi. Hamalik. Rapid Instructional Design. Atwi. 1990. Suparman. 1990. Dick. Jakarta. Jakarta: Arcan. 1973. 2004. Tilaar H. Knowles & Malcolm S. Davis. M. 1998. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. 1997.Daftar Bacaan Coombs. Desain Instruksional. USA: Omtermatopma. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. Community and National Development. Jakarta: Bumi Aksara. Sastrohadiwiryo. Houston: Gulf Publishing Company. Kepemimpinan Manajer. 1986. George M. San Francisco: Josse Bass Peiffer. 1987. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. 1989 Sujak. Effective Training Strategies. L. 2003 Satmoko dan Soejitno Irmim.

Coombs. Siagian.5. Rapid Instructional Design. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. p. 241.Piskurich. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Pengentasan Kemiskinan. [3] H.________________________ [1] Santoso S. p. 1987). The Systematic Design of Instruction (New York: Harper Collins Publ. (Jakarta. 1986). 2003). New Paths to Learning For Rural Children and Youth (USA. (Jakarta: Grasindo.27-28. [12] Gambar diadaptasi dari M. 1990). [11] Knowles. p. 1997).Siswanto Sastrohadiwiryo. Kepemimpinan Manajer (Jakarta: Rajawali. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. [7] Sondang P. [4] B. [6] George M. Council for Educational Development.1997). p. 1989). Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. 2003).38.15/TH. Tilaar.254. edisi No. [2] Abi Sujak. [10] Philip H. [5] Atwi Suparman.200. Dirjen Dikti P2LPTK. Omtermatopma. (San Francisco: Josse Bass Pfeiffer. materi yang akan diberikan serta strategi dan metode apa yang harus diterapkan dan terakhir adalah apa alat . 2000). (Jakarta:Dirjen Dikti. Gulf Publishing Company.Soedomo. dengan dasar inilah maka disusun tujuan kegiatan.218. p. Desain Instruksional. p. [8] Walter Dick & Low Carey. The Adult Learner: a Neglected Species (Houston. dalam VISI. Pengembangan Sumber Daya Manusia. [14] Beberapa tokoh desain instruksional menjabarkan bahwa untuk merancang satu kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan harus diawali dari adanya analisis kebutuhan para peserta. (Jakarta: Bumi Aksara. [9] Oemar Hamalik.90. Pengembangan Sumber Daya Insani (Jakarta: Gunung Agung. (Jakarta: Direktorat Tenaga TeknisDirjen Diklusepa. (Jakarta: Seyma Media. p.150. 1973). p.R. p. Malcolm S.XI/2003. (Jakarta: Bumi Aksara. 2004).Hamijoyo. [13] Satmoko dan Soejitno Irmim. 2001).A. p. 1990).12.

(Jakarta: Seyma Media. (2) beberapa hambatan yang dihadapi adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. 2004). Untuk itu strategi perkuliahan yang dilakukan dikembangkan dengan cara menggali pengalaman mahasiswa untuk dijadikan bagian dari proses pembelajaran. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. Op. rencana. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. keberanian mengungkap masalah. p. pengumpulan data dengan observasi partisipatif selama tindakandan dokumen hasil kerja mahasiswa. 1998). p. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. tindakan. Effective Training Strategies (San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc.70-71. cit.evaluasi untuk mengukur keberhasilannya. Psikologi Industri/Organisasi Modern (Jakarta: Arcan.220. Tracey. p. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode .N & Siegall Marc. 1990. Community and National Development. [17] Jewel L. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi. p. 1977). tokoh tokoh tersebut diantaranya adalah Dick & Carey. Dalam hal mengembangkan pembelajaran mahasiswa dituntut menguasai teori serta praktek berbagai strategi dan metode pembelajaran. [20] B. (New York:Wold Education. untuk jenis materi. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. [15] Satmoko dan Soejitno Irmim. kemudian mampu merancang. Morrison. observasi dan refleksi ini diterapkan pada mahasiswa sebanyak 32 orang pada mata kuliah Strategi Pembelajaran untuk delapan kali pertemuan pada tahun ajaran 2006-2007. p. Metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif menggunakan siklus yang terdiri dari. [18] Srinivasan Lira.Siswanto. 1998). 1971. [19] Agus Suryana. (Jakarta: Progres. p.12. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara bertujuan memberikan keterampilan mengerti tentang kompetensi seorang pendidik.16 [16] James R Davis & Davis Adelaide B. 169. mengelola. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah.44. 1976. 2004).

karena hal ini sesuai dengan tujuan dari fakultas keguruan di IAIN Sumatera Utara. brain. mengembangkan dan mengevaluasi pendidikan terlebih strategi penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. pengelolaan yang profesional dan orientasi yang terapan. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUMATERA UTARA Oleh Mardianto Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran kini sedang mengalami revolusi yang sangat dahsyat. dimana perubahan dan pergeseran pada peran pendidik. fakultas Tarbiyah memberikan dasar dasar keilmuan dalam hal pendidikan. dan bahkan strategi pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda dari sebelumnya. Ini artinya program Tarbiyah kedepan selalu memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat khususnya dalam bidang kependidikan dan keguruan. pertama menguasai dasar dasar ilmu pendidikan agar tetap mempunyai komitmen dalam dunia pendidikan. Perubahan itu dipicu oleh adanya temua temuan baru dalam bidang pendidikan. agar tetap mendapat akses terhadap kemajuan pendidikan. Caranya adalah dengan. ilmu komunikasi. Dikalangan ilmuan. ilmu ilmu lain seperti. keterampilan dalam merancang. Tujuan dari fakultas Tarbiyah adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlaq mulia. menguasai pengetahuan agama Islam serta cabang cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam dan keguruan. Program S1 Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan dilingkungan IAIN Sumatera Utara memberikan media bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mendidik. ketiga partisipasi dalam bidang profesi pendidikan. bila ingin tetap menjadi pendidik ulung atau pengajar yang profesional.metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan. birokrat. tujuan pendidikan. Untuk itulah fungsi fungsi akademik terus diarahkan dalam rangka memberi pelayanan yang fungsional. namun instrumen atau ilmu pendidikan yang memberikan keterampilan untuk itu tidak memadai dan bahkan tidak dimiliki. Bagi para pendidik. kedua menguasai teknologi pendidikan agar tetap terampil dalam mengembangkan instrumen pendidikan. Semua bertujuan untuk memberikan kompetensi mendidik yang profesional dan handal. ilmu pendidikan dan pelatihan dan lainnya. perubahan dan perkembangan harus dijadikan tantangan sekaligus peluang. mengelola. . dan profesi lain sebagian mereka ingin menyampaikan ilmunya dan atau bahkan ingin menjadi pendidik. teknologi informatika. Dalam Program S1 Pendidikan Agama Islam ini.

Mengembangkan pembelajaran dengan mengangkat berbagai pengalaman yang dimiliki mahasiswa salah satu diantaranya adalah dengan metode kasus atau biasa disebut dengan case study. menciptakan dan menggunakan metode kasus serta . 2006). a method of instruction in swhich students and instructors participate in direct discussion of bussiness cases or problems (Leenders dan Erskine:1978). (4) perbedaan dan pembandingan contrast and comparison. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam perkuliahan Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Sementara itu menurut (Corey:1980) pembelajaran metode kasus dapat menyediakan elemen eleman dari pembelajaran yang efektif. Untuk pembelajaran sselama ini studi kasus juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan: (1) keahlian keahlian bekerja secara grup. Diakhir Program S1 Pendidikan Agama Islam ini peserta diharapkan dapat mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. dan (4) keahlian keahlian riset (Jogiyanto. (3) latihan berkelanjutan continual practice. Pembelajaran dengan metode kasus memungkinkan mentransfer managerial wisdom ke dalam ruang kelas. (2) investigasi probing. Wisdom tidak dapat diceriterakan(Gragg:1940). (3) keahlian keahlian berkomunikasi. mengelola. Metode kasus adalah suatu metode instruksi yang mana mahasiswa dan instruktor berpartisipasi di diskusi langsung tenang kasus kasus atau permasalahan permasalahan yang ada di lapangan. (2) keahlian keahlian di dunia nyata. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah: (1) bagi dosen untuk dapat mengembangkan kemampuan merencanakan.Pelaksanaan Program S1 Pendidikan Agama Islam ini adalah memberikan kompetensi seorang menjadi tenaga kependidikan yang dapat diterapkan untuk berbagai lembaga pendidikan baik umum maupun swasta. up to date dan aktual. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. Padahal pada umumnya mahasiswa peserta akta IV adalah mereka yang selama ini telah mengajar dan memiliki pengalaman dalam kegiatan pembelajaran di ingkungan kerjanya. dan Mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Pendidikan biasanya hanya mentransfer knowledge bukan wisdom atau judgment. yaitu (1) penemuan discovery. (3) Mengelola dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran. Salah satu definisi metode kasus adalah. (2) Merancang kegiatan pembelajaran. Pengamatan penulis menunjukkan bahwa dosen pada Program S1 Pendidikan Agama Islam belum banyak menunjukkan krativitas dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran khususnya yang lebih kontekstual. (2) untuk mendeskripsikan efktivitas penggunaan model pembelajaran berbasis kasus untuk perkuliahan Strategi Pembelajaran. kemudian mampu merancang. baik pada jenis pendidikan keagamaan. (5) keterlibatan involvement dan (6) motivasi motivation. pendidikan dan pelatihan dan lembaga pendidikan lainnya. (3) untuk mendeskrpsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitas perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan diterapkannya pendekatan metode kasus. Secara khusus peserta diharapkan dapat: (1) Memiliki wawasan tentang kompetensi seorang pendidik.

untuk mempelajari materi strategi pembelajaran kelas kecil dengan mengangkat kasus jumlah dan kemampuan siswa yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. (c) identifikasi permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Strategi Pemblajaran. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan sumber dan media yang tersedia. (d) merumuskan spesifikasi media desain dan model pembelajaran dengan metode kasus . Tujuan materi adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan pilihan pilihan strategi pembelajaran dengan pertimbangan materi apa yang akan diajarkan. (2) siklus II. (a) observasi dengan partisipasi selama tindakan kelas berlangsung di kelas Program S1 Pendidikan Agama Islam dan (b) dokumentasi hasil peragaan strategi pembelajaran yang dikembangkan di kelas. Kegiatannya dilakukan dengan (1) rencana tindakan.pengalamannya dalam penelitian tindakan kelas. (2) pelakanaan tindakan. (4) siklus IV. dan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkan teknik pemantauan. (3) bagi peneliti lain untuk menjadi masukan bahwa penelitian tindakan kelas yang sederhana praktis dan fungsional dapat lebih bermanfaat bagi dosen baik untuk peningkatan kualitas hasil pemblajaran bagi mahasiswanya maupun masukan bagi peningkatan proses pembelajaran. (e) melakukan kolaborasi dengan pengelola Program S1 Pendidikan Agama Islam dan program S. dan (4) refleksi (Kemmis & Taggart:1989). Mengenai siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan adalah: (1) siklus I. Sesuai dengan model siklus tersebut maka langkah kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: (a) permintaan ijin penelitian. (b) observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal pelaskanaan pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam. (3) observasi. (3) siklus III. Tujuan materi ini adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan ketersediaan sumber dan media di satu kelas. Hasil observasi dan dokumentasi tersebut dideskripsikan sesuai dengan tujuan . Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar. Artinya bahwa semakin banyak siklus dilakukan diharapkan semakin meningkat perubahan atau pencapaian hasil. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan obyek adalah sebanyak 32 orang mahasiswa pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Angkatan XVI pada tahun ajaran 2006-2007. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil. untuk pembelajaran materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. (2) bagi penyelenggara Program S1 Pendidikan Agama Islam sebagai masukan dalam membina dan mengelola program peningkatan kualitas pendidikan. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yakni.1 Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan rancangan pembelajaran. Rancangan penelitian tindakan kelas yang dipilih yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang ulang dan berkelanjutan (siklus spiral). untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan.

20 % menyelesaikan tugas tetapi belum sempurna. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keenam dan ketujuh materi strategi yang diusung adalah mengangkat kasus kelas kecil sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas maka terdapat beberapa perbedaan dari satu siklus kesiklus berikutnya. 20 % diantara mereka terlambat mengumpulkan tugasnya. Siklus I. Hambatan yang dihadapi adalah bahwa mahasiswa belum tahu maksud tugas secara umum. (c) dapat mempratekkan meode mengajar di kelas kecil secara langsung. (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. Hasil Penelitian Pada saat kondisi awal perkuliahan Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara terdapat beberapa gejala yang memperlihatkan sebagai berikut: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. Siklus ke II. Hasil yang ditampakkan mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil dengan tampilan. (c) dapat mempraktekkan metode mengajar di kelas besar secara langsung. kemudian komponen komponen yang harus dimasukkan perencanaan pembelajaran. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas besar. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas kecil. Hasil yang ditampakkan adalah mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar dengan tampilan. Dari jumlah 32 jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka naik 60 % mereka dapat menyelesaikan tugas secara benar. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian kecil dipraktekkan di kelas. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan plihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas kecil. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keempat dan kelima materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. (4) terdapat beberapa keterbatasan informasi tentang latar belakang mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan maupun pertimbangan bagi dosen untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran.penelitian. Dari sebanyak 32 orang mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti 40% menyiapkan tugasnya secara benar. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas besar. Hambatan yang diketahui adalah mahasiswa belum terampil . 20 % menyiapkan tugasnya namun belum lengkap dan 40 % mahasiswa tidak menyiapkan tugasnya.

(b) dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan pilhan metode yang tepat untuk pembelajaran yang didasarkan pada sumber dan media yang tersedia. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian dipraktekkan di kelas. Dari jumlah mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 80 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk jenis materi tertentu. Hasil yang ditampakkan mahasiswa adalah. perkuliahan dilakukan pada pertemuan kesembilan dan kesepuluh sementara materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. sementara 5 % dari mreka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. dan 15 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang dibeikan. dan 5 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang diberikan. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan materi yang diajarkan. Hambatan yang dialami adalah mahasiswa memang masih belum menguasai sepenuhnya jenis. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran pada materi tertentu.mendeskripsikan masalah yang terjadi selama ini di lingkungan kerjanya khususnya yang terkait dengan metode mengajar. Pembahasan Dari identifikasi kondisi awal sistem perkuliahan selama ini untuk mata kuliah Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. Hasil yang ditammpakkan mahasiswa adalah: (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk mensiasati sumber dan media tertentu dan terbatas. Dari jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 75 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. atau terlalu luasnya materi. Hambatan yang dialami mahasiswa adalah karena banyaknya tugas yang sedang dikerjakan. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan sumber dan media yang dirancang. Siklus IV. sementara 20 % dari mereka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. terkait dengan mata kuliah lain dimana mereka juga harus menyelesaikannya untuk saat yang sama. (3) hambatan yang . perkuliahan dilakukan pada pertemuan sebelas dan dua belas sementara itu materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode mengajar berdasarkan sumber dan media yang tersedia. bentuk serta macam macam materi yang menjadi pertimbnagan dalam pemilihan metode. Siklus III.

(2) Penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi mata kuliah Strategi Pembelajaran yakni. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama beberapa waktu. 1) model pembelajaran dengan metode kasus untuk mata kuliah Strataegi Pembelajaran dapat dikembangkan dan berhasil secara efektif.ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. kemudian karena belajar dari pengalaman. Dengan demikian keterampilan dan keberanian mahasiswa muncul dengan sendirinya akibat dari metode kasus yang dikembangkan. Kemudian membaca buku teks untuk mendalami teori teori yang mendukung kesimpulan pilihan metode yang dikembangkan. kemudian apa pendapat dan pengalaman mereka merasa dihargai oleh orang lain. kelas kecil. pembelajaran dengan metode kasus membuat banyak tugas diawali dari kemampuan mahasiswa dalam melihat kasus yang ada di sekitar sekolahnya. untuk . sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. (4) hambatan dalam pengembangan metode kasus tentunya juga banyak dihadapi. salah satunya adalah masih ada sebagian mahasiswa merasa tabu atau pantang untuk mengungkap masalah yang ada di lingkungan sekolahnya sehingga sebagian mereka hanya mengangkat kasus fiktif atau cerita belaka. (3) keterampilan dan keberanian. koordinasi dan pengembangan yang sistematis dan tepat sasaran. dan begitu juga sebaliknya. (2) singkronisasi antar materi mata kuliah. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. pada saat yang sama mata kuliah perencanaan pembelajaran juga sedang diajarkan. Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan dalam hal berikut: (1) penguasaan materi. Dari tindakan kelas yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan mengarah pada peningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menguasai hasil belajar Strategi Pembelajaran. Bahkan jalan keluar yang ditawarkan harus dapat didemonstrasikan di depan kelas. jumlah siswa serta ketersediaan sumbe dan media diminta dari mahasiswa untuk mengungkap apa yang mereka alami dari lingkungan kerja selama ini. Hal ini sangat mendukung bagi upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dituntut dari mata kuliah strategi pembelajaran. diungkap dan direfleksikan serta dicari solusinya. sehingga bagian tertentu dari kasus yang unik justru tertinggal. Apabila dilaksanakan dengan perencanaan. Dengan cara seperti itu mahasiswa memiliki pengetahuan dan ingatan yang kuat. dengan tugas dimana mahasiswa harus dapat menuangkan pilihan metode dalam bentuk prencanaan pembelajaran maka mereka akan menggunakan keterampilan mata kuliah lain untuk menyelesaikan tugas. diperoleh kesimpulan tentang perkuliahan mata kuliah Strategi Pembelajaran pada mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Sementara itu hambatan pada dosen yang menerapkan adalah mengorganisasi waktu yang terbatas kadang tidak dapat menampilkan semua kasus yang dimunculkan oleh mahasiswa. pemilihan metode mengajar dengan pertimbangan kelas besar. kemudian mendeskripsikan dan mencari jalan keluarnya kesemuanya ditulis dan dipresentasekan atau didiskusikan dideapan kelas.

H. ketekunan. Action Research: Principles and practice. Jonnasen. Jakarta: KaruniaUT. Case Method Teaching.Nyoman Sudana. Jogiyanto HM. . et all. Sage. Boston: Harvard Publishing. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPLPTK. 1999. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. IAIN Sumatera Utara. Pedoman Penyelenggaraan Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. 1990. 1989. 5th edition. 1940. New York: Mac Millan. Pendekatan. 1981. Beverly Hills. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Little Media. Hand book of Research for Educational Communication and Technology. Filosofi. Big Media.IAIN Sumatera Utara. 1996. Degeng I. Daftar Pustaka Corey ER. 1980. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Boston: Harvard Publisher Heinich R. Becouse Wisdom Can`tbe Told. D. Yogyakarta: Andi. keberanian mengungkap masalah. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. Instructional Media and Technologies for Learning. (3) beberapa hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. Schramm Wilbur. dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa. 2006. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. kecerdasan. 1992. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ).jenis materi. et al. 1996. Wiryawan Sri Anitah dan Noorhadi. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Kasihani. Medan: FT. Hakikat pembelajaran yang efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPGSD McNiff Jean. Kasbolah ES. Gragg CI.

I. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jadi. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. keterampilan. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. PENDAHULUAN perubahan prilaku dan Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Pemilihan. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. nilai. Itulah sebabnya dalam belajar. menetapkan. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. sarana untuk mengekpresikan dirinya. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. cara berfikir. Sehubungan dengan tugas ini. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. . Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. ide. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif.kesempatan dan mutu serta dapat memberikan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. sementara siswa dibuat pasif. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. penetapan.

berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. 2007) cet. Oemar.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. TT) Hamalik.S. Imtima.shvoong. 2002. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. Ngalim. E. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Bumi Aksara. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. strategi pembelajaran. 2007) Rosyada. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.2005) .Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Media. Gulo. 1990) Slameto. Hadari. penggunaan metode mengajar. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. 1995) W. John W. Cony. Syafaruddin dan Irwan Nasution. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Sri Esti Wuryani. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang.com/social-sciences/education/2129621. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Dede. Wasty. 2001) Purwanto. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung.Tri wibowo B. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. pembelajaran efektif. 2008) Semiawan. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. membangkitkan motivasi belajar. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. 2009) Rianto. 2004) Santrock.11 Prayitno. Kurikulum dan Pembelajaran. 1989) Nasrun. Terj. Manajemen Pembelajaran. Belajar dan Faktor . dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. educational Psychology. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. 2002) http://id. Jakarta : PT...Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. 2004). Milan. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. Soemanto. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. 2003) Nawawi. Metode. (Bandung : Falah Production . Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. 1998.

1. Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. material (buku. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. Allyn Bacon. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.Bruce dan Marrsha Weil. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan.1996) • • • II. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.” Dengan demikian.• Joyce. kapur dan alat belajar). • • • • • • • • • • . kedua. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. keterampilan. Models of Teaching. fasilitas (ruang. harga diri.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. atau suatu pengertian. usaha untuk menguasai. penyesuaian diri. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. PEMBAHASAN A. kelelahan. (London . seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. penyakit. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. papan tulis. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. tetapi juga berbentuk kecakapan. watak. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. pengertian.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. sikap. kelas audio visual). minat. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya.

. yaitu: Mengajar adalah membimbing aktivitas anak. Dari pengalaman. Pengalaman adalah proses dan hasil interaksi anak dengan lingkungan. keterampilan. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. Dengan demikian maka mengajar haruslah mengatur lingkungan agar terjadi proses belajar mengajar dengan baik. termasuk dirinya. Dari pengertian tersebut mengajar mempunyai dua arti. Dalam membimbing tersebut guru tidak hanya menggunakan buku pelajaran semata. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. Anak dianggap pasif. Hal ini membedakan dengan mengajar dalam arti menanamkan pengetahuan. sikap. BAB II HAKIKAT PEMBELAJARAN 2. dan bukan sebaliknya. maka dalam belajar siswa mengalami proses dan meningkatkan kemampuan mentalnya. dan sumber-sumber lain. Uraian di atas memberikan batasan-batasan yang benar tentang mengajar. yang biasanya pelajaran bersifat teacher-centered. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Pengajaran serupa ini disebut intelektualitas. Perbedaan itu ditunjukkan pada mengajar di sini adalah usaha dari pihak guru untuk mengatur lingkungan. Jadi yang aktif adalah siswa. sehingga terbentuk suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. dan gurulah yang memegang peranan utama. baik kuantitas maupun kualitasnya. sedangkan tugas guru adalah mengatur lingkungan dan membimbing aktivitas anak. dan Membimbing siswa. sedangkan guru hanya dapat membimbing anak. alat peraga. Mengajar yang berarti menanam pengetahuan. Artinya yang belajar adalah anak sendiri. sebab menekankan pada segi pengetahuan. tetapi dimanfaatkannya segala faktor dalam lingkungan. lingkungan. Kebanyakan ilmu pengetahuan diambil dari buku pelajaran yang tidak dihubungkan dengan realitas dalam kehidupan sehari-hari. Dua arti belajar di atas menunjukkan bahwa pelajaran lebih bersifat pupil-centered.1 Pengertian dan Ciri-ciri Pembelajaran Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. tujuannya adalah penguasaan pengetahuan anak. Mengajar berarti membimbing pengalaman anak. Jadi interaksi dengan lingkungan itulah yang dinamakan belajar. yaitu: Menyampaikan pengetahuan kepada siswa. berbekas. yang menyatakan bahwa perubahan yang dimaksud dengan belajar adalah perubahan yang konstan. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. Apabila dilihat dari arti belajar pada Bab I. dan menjadi milik siswa. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. anak memperoleh pengertian-pengertian. dan guru berperan sebagai meneger of learning. Hal di atas berbeda dengan pengertian belajar: “suatu aktivitas mengatur dan mengorganisasi lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar”.• • • Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Artinya yang belajar adalah anak itu sendiri dan berkat kegiatannya sendiri.

Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. untuk itu pelajaran hendaknya dihubungkan dengan kehidupan anak dalam lingkungannya.1 berikut ini: Tujuan Bahan Metode dan Media Penilaian Gambar 2. . Ia harus belajar berpikir. dan lain sebagainya. Mengajar berarti membantu anak berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. yaitu: Adanya tujuan. Untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya komponen-komponen pendukung dengan tujuan supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik.1 Hubungan antar komponen Pembelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan tafsiran yang kurang tepat tentang mengajar antara lain: Mengajar adalah menyuruh anak untuk menghafal. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: Tujuan. Atau dapat dikatakan bahwa mengajar atau pembelajaran adalah aktivitas mengatur lingkungan. Sedangkan membantu anak untuk supaya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat diupayakann dengan memberikan pelajaran yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. dan berbuat sesuai dengan norma-norma lingkungan.• • • • • • penghargaan. Adanya metode dan media pembelajaran. termasuk lingkungan sosialnya. Adanya penilaian. sehingga terjadi proses belajar. Dengan upaya tersebut diharapkan anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Jadi bukan saja mentransfer pengetahuan. Artinya mengajar adalah mengantarkan anak agar bakatnya berkembang. kecakapan. Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. merasa. Adanya situasi yang subur. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. tetapi juga membimbing ke arah norma yang benar. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). Penilaian. Hal ini agar lebih sanggup mengatasi masalah-masalah dalam kehidupannya. Metode dan media pembelajaran. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan. Seluruh lingkungan anak adalah sumber belajar. Seluruh rangkaian penjelasan tentang mengajar di atas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan mengajar di sini adalah juga termasuk di dalamnya mendidik. Bahan. Hubungan komponen-komponen pembelajaran tersebut dapat digambarkan pada Gambar 2. kebiasaan. Lingkungan jauh lebih luas dibandingkan dengan buku dan kata-kata guru.

2. Pembelajaran secara individual. supaya pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Tiga cara tersebut adalah: 1. 2. Pembelajaran secara klasikal 2. Siswa dapat memiliki kesempatan untuk menyusun program belajar sendiri. dan membantu siswa untuk melihat kemajuan. dan sumber. membuat program sesuai dengan kemampuan siswa. Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. Dalam kegiatan ini guru berperanan sebagai penasihat atau pembimbing. Pemberian bantuan dan bimbingan secara individual dapat dilakukan pada pembelajaran individual ataupun pembelajaran klasikal. menurut tugas dan kebutuhan siswa. . Pembelajaran secara kelompok.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. (2) membuat variasi belajar supaya tidak menimbulkan kebosanan.2 Jenis-jenis Pembelajaran 2. Jenis pembelajaran dapat ditentukan dari cara mengorganisasi siswa ataupun dari pendekatan pembelajarannya. Pengorganisasian kegiatan belajar. dan intensitas belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual adalah: Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri. Penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. (5) memberi balikan terhadap setiap siswa. (2) mendengarkan secara simpatik terhadap segala ungkapan jiwa siswa. kecepatan. ada 3 cara yang dapat dilakukan guru dalam mengelola siswa. Kebebasan menggunakan waktu belajar. (4) membina suasana aman sehingga siswa bebas mengemukakan pendapat.1 Pembelajaran secara individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Berdasarkan cara mengorganisasi siswa. Contohnya misalnya siswa diminta untuk membaca dalam hati pada pokok bahasan tertentu. Pembelajaran individual dalam pembelajaran individual dengan cara guru memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Tujuan pembelajaran individual adalah: Memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. sedangkan bantuan individual dalam pembelajaran klasikan dengan cara guru memberi bantuan individu secara umum.2. merencanakan pelaksanaan belajar. Dalam pengorganisasian ini guru berperan sebagai pengatur dan memonitor semua kegiatan dengan cara: (1) memberi orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu. dengan cara antara lain membantu menetapkan tujuan belajar. 3. (3) tanggap dan memberi reaksi positip terhadap siswa. (4) membagi perhatian pada sejumlah siswa. Siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. (3) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan. Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. Dilakukan dengan cara antara lain: (1) membuat hubungan akrab dan peka terhadap kebutuhan siswa.• • 2.1. materi. Kedudukan guru dalam pembelajaran individual adalah membantu dalam: Perencanaan kegiatan belajar. dan (6) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar.

Tidak semua bidang studi atau pokok bahasan sesuai diorganisasi dengan pembelajaran ini.• Fasilitator yang mempermudah belajar. latar belakang pengalaman siswa. Penekanan pembelajaran ini pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. Prosedur dan cara kerja dimengerti siswa. Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti siswa. Perencanaan tugas kelompok. (4) menjadi teman dalam mengevaluasi keberhasilan. Kriteria keberhasilan dimengerti siswa. Cara yang dapat dilakukan antara lain: (1) membimbing siswa belajar. Sedangkan tugas komplementer bearti masingmasing kelompok mempunyai tugas yang berbeda. yaitu: (1) dengan paralel. Pada peran guru dalam pembelajaran kelompok adalah: Pembentukan kelompok. Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan adalah untuk menentukan bentuk tugas. Tujuan pembelajaran kelompok adalah: Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. Mengembangkan sikap sosial dan bergotong royong. (2) dengan komplementer. dengan tujuan untuk mempermudah proses belajar. Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok. Mengembangkan kemampuan memimpin. minat atau pusat perhatian siswa. Pertimbangan dalam pembentukan kelompok adalah: tujuan yang akan diperoleh siswa dalam kelompok. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam pemecahan masalah. Pembelajaran ini dapat efektif bila: Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. (3) pada akhir diskusi guru berperanan sebagai evaluator terhadap hasil . Kelemahan pembelajaran individual adalah: Bila jumlah siswa banyak maka pembelajaran ini kurang efisien. (2) saat siswa berdiskusi tugas guru sebagai fasilitator. Ada interaksi dan komunikasi antar anggota. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok. Tugas guru dalam tugas kelompok antara lain: (1) memberi informasi umum tentang pelaksanaan diskusi. (5) memberi kesempatan siswa untuk memperbaiki diri. Pelaksanaan. Memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung.2. 2. antara 3-8 orang. Keberhasilan guru dalam evaluasi dimengerti oleh siswa. karena akan melelahkan guru. (3) memberi penguatan belajar. Tiap anggota mempunyai tanggung jawab terhadap kelompok. Kedudukan siswa dalam kelompok adalah: Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok.2 Pembelajaran secara kelompok Pembelajaran kelompok adalah pembelajaran dengan cara kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Tugas yang diberikan dalam kelompok ada dua macam. (2) menyedia media dan sumber belajar. Tugas kelompok paralel berarti semua kelompok mempunyai tugas yang sama.1.

Sedangkan sumber dari siswa dapat secara individu ataupun kelompok. Tindakan pembelajaran kelas antara lain: Penyususunan desain instruksional. 2. papan tulis kotor. dan lain sebaginya. Pengorganisasian belajar sesuai kondisi siswa. Sedangkan pengelolaan kelas biasanya dilakukan karena adanya masalah disaat pembelajaran. maka dalam pembelajaran klasikal diperlukan pelaksanaan dua kegiatan sekaligus. Penciptaan suasana senang dalam belajar.1 Pendekatan Konsep Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil. 2.1. Mengikut sertakan siswa aktif belajar. Pengelolaan pembelajaran adalah kegiatan untuk melaksanakan desain instruksional.2. 2. dan pengelolaan kelas.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 2. Melaksanakan tindakan-tindakan antara lain: Penciptaa tertib belajar di kelas. Karena guru harus menghadapi siswa dengan jumlah banyak. karena tidak mungkin semua pokok bahasan dapat digunakan pendekatan keterampilan proses. Sedangkan kelemahannya adalah kurang dapat memperhatikan kebutuhan individual.2.2 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan. Hanya saja perlu digali bagaimana penerapan pendekatan konsep ini dapat digunakan semaksimal mungkin di dalam pembelajaran. tetapi juga memperhatikan proses . Keterampilan proses ini tidak saja mementingkan hasil. Hal ini disebabkan karena jenis bahan atau mungkin waktu yang tidak memungkinkan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses semua. Contoh sumber masalah dari kondisi tempat belajar misalnya ruang kotor. kursi rusak. Evaluasi hasil belajar kelompok. di mana sumber masalah tersebut antara lain dari kondisi tempat belajar ataupun dari siswa yang terlibat dalam pembelajaran. Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi. sedangkan pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik.2. Bagaimanapun pendekatan ini masih pula dibutuhkan dalam pembelajaran.2.45 orang.2. Kelebihan pembelajaran ini adalah efisien dan murah.2. yaitu pengelolaan pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuwan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah).• • • • diskusi. sehingga hasilnya kurang bermakna dan bertahan lama.3 Pembelajaran secara klasikal Pembelajaran klasikal yaitu pembelajaran yang dilaksnakan secara klasikal atau diikuti siswa dalam jumlah berkisar antara 1. Pemusatan perhatian pada bahan ajar. sehingga kevalidannya dapat diandalkan. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memberikan pembelajaraan individual dalam pembelajaran klasikal. sehingga siswa mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan.

2. 2. dan lain sebagainya. mengumpulkan data. Sedangkan siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. yaitu anak harus berperan secara aktif di dalam kelas. membuat kesimpulan. merancang eksperimen. 2.2. Pendekatan ini dibagi menjadi dua. menjelaskan. Prioritasnya adalah pengalaman belajar yang diarahkan terhadap tanggapan minat. . dan kemampuan siswa. Proses mental itu misalnya mengamati. yaitu manusia yang kreatif. dan mampu mengambil keputusan yang menjangkau masa depan.2. Dengan melaksanakan pendekatan ketarmpila proses berarti siswa terlibat seccara aktif dalam kegiatan pengamatan. Perkembangan selanjutnya pendekatan keterampilan proses yang perlu di terapkan terutama dalam pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). Inqury atau penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi. dan sebaginya.5 Pendekatan Humanistik Suatu pendekatan yang berpusat pada siswa (Student centered).2. misalnya merumuskan problem. Dengan mengetahui proses diharapkan dapat merangsang daya cipta untuk menemukan sesuatu. Pendekatan ini mengutamakan perkembangan afektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian integral dari proses belajar. dan menemukan sendiri konsep dan prinsip.4 Pendekatan Discovery Discovery atau penemuan adalah proses mental yang dicirikan dengan siswa dapat mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Pendekatan Rekonstruksionalisme Suatu pendekatan yang menfokuskan pada masalah-masalah pendting yang dihadapi masyarakat. mengelompokkan. Hal ini dapat terlaksana apabila kesejahteraan mental dan emosional siswa dipandang sebagai sentral pendidikan. Berikut akan dibicarakan pendekatan STM.• • • • mendapatkan hasil. 2. kebutuhan. membuat kesimpulan. melaksanakan eksperimen. mampu memecahkan persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan. hukum atau dalil beserta bukti-bukti yang mendukung. yaitu: Rekonstruksionalisme Konservatif Pendekatan ini ditujukan kepada peningkatan mutu kehidupan individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat. menganalisis data. Dari sini dapat dilihat bahwa inquiry ini selaras dengan teori belajar yang ditemukan oleh Brunner.6. Rekonstruksionalisme Radikal Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk menrombak tata sosial yang ada dan membangun struktur sosial baru. Untuk itu pendekatan ini juga disebut pendekatan rekonstruksi sosisal. generalisasi. Sumber munculnya discovery learning ini adalah teori belajar Piaget. sehingga materi belajar mudah dikuasai oleh siswa.2. Pengajaran telah diolah oleh guru. 2.2. sehingga siap disampaikan kepada siswa. dan pada akhirnya dapat membentuk manusia yang berkualitas. yaitu dari khusus ke yang umum.2. Menurut Brunner discovery learning adalah merupakan belajar dengan menemukan sendiri menggunakan prinsip belajar induktif. dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu.2.3 Pendekatan Expository Pada pendekatan expository guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori.

Tujuan pendidikan nasional ini tercantum dalam Undang-Undang RI No. Tujuan .3. Tujuan institusional merupakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan. Tujuan pembelajaran pada jangka panjang sebenarnya akan mencapai pada tujuan pendidikan nasional. dan Perguruan Tinggi. sedangkan tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan hasil perencanaan dan perumusan guru. Jadi tujuan pendidikan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia baik formal maupun non formal mengarah pada tujuan pendidikan nasional tersebut. TIU menggunakan kata kerja yang bersifat umum. Tujuan Institusional. Sekolah Tingkat Menengah. Tujuan instruksional umum (TIU) telah tersedia di dalam kurikulum. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II. Sedangkan TIK menggunakan kata kerja yang bersifat operasional. kesehatan jasmani dan rohani. yang berbunyi: Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. Dan tujuan pendidikan nasional tersebut akan terwujud dengan dijabarkannya ke dalam tujuan institusional. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Citra tujuan pendidikan nasional adalah terbentuknya manusia pancasila yang utuh dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air melalui pembangunan nasional. Dengan demikian akan dapat segera dibedakan antara Sekolah Tingkat Dasar. sehingga mudah diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Atau dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional merupakan pedoman umum bagi pelaksanaan pendidikan dalam jenis dan jenjang pendidikan.3 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 2. dimana merupakan penjabaran dari tujuan instruksional umum.• • 2. yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. dan sekolah agama (di bawah naungan Departemen Agama). Pasal 4. kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Secara lengkap hierarki tujuan pembelajaran itu adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Nasional. dan memuat lebih dari satu pengertian. memahami. Keluaran dari lembaga akan tercermin dari tujuan institusional lembaga pendidikan tersebut. yaitu Pancasila. Tujuan instruksional ini dibedakan menjadi dua. sehingga sulit diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Penjabaran tersebut menjadi tujuan institusional. dan Madrasah Aliyah (MA) akan berbeda dengan Sekolah Menengah Umum (SMU).1 Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran yang biasanya disebut tujuan instruksional merupakan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai dilakukan. Begitu juga masih dapat dibedakan lagi antara sekolah umum (di bawah Departemen Pendidikan). misalnya mengenal. Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan berbeda dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Tingkat Pendidikan Mengah juga masih dapat dibedakan dari pendidikan kejuruan (SMK/Sekolah Menengah Kejuruan) dan pendidikan umum (SMU/Sekolah Menengah Umum). Misalnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan berbeda dengan Sekolah Dasar (SD). Tujuan pendidikan nasional didasarkan pada falsafah negara atau way of life nya bangsa Indonesia. yang memuat hanya satu pengertian. memiliki pengetahuan dan keterampilan. dapat dikerjakan. Tujuan instruksional ini sebenarnya merupakan tujuan yang dijabarkan dari tujuan kurikuler. Karena merupakan pedoman umum tentu saja dalam pencapaiannya perlu dioperasionalkan lagi supaya terealisasi. mengerti.

apabila dalam pembelajaran memperhatikan ketiga ranah tujuan pembelajaran. dan ingatan. Belum tentu pencapaian tujuan instruksional akan diikuti tercapainya tujuan kurikuler. Hasil belajar dapat tercermin melalui dampak pengajaran dan dampak pengiring. yang pada akhirnya akat tercapai tujuan pendidikan nasional. Ke tiga ranah tersebut harus tercermin dalam tujuan instruksional khusus (TIK) atau tujuan pembelajaran khusus (TPK). motivasi. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. Siswa memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepajang hayat. dan kondisi fisik. Tujuan instruksional adalah tujuan yang pencapaiannya dibebankan pada tiap pokok bahasan. Tujuan Kurikuler Tujuan kurikuler adalah tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh atau melalui tiap bidang studi. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsik. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. 2. Secara teoritis memang penjabaran secara struktural tujuan di atas dapat dipertanggungjawabkan. Gambar 2. Selanjutnya akan dibahas lebih rinci di bagian lain pada bab ini juga. Untuk memberi gambaran tentang dampak pengajaran dan dampak pengiring dapat dilihat pada Gambar 2. yaitu terapan pengetahuan dan kemampuan di bidang lain. pengolahan pesan. dan seterusnya.2 Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. berpikir.1. dilakukan dengan pengorganisasian siswa. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila di dalam pembelajaran berhasil mencapai dua hasil yang diharapkan dari pembelajaran. Siswa memiliki kemampuan pra belajar. namun pelaksanaannya sangat sulit. perhatian. kimia. Hasil belajar sebagai dampak pengajaran. siswa melakukan kegiatan belajar.3. misalnya tujuan sejarah. Guru melakukan evaluasi untuk melihat hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Atau dapat disebut juga tujuan bidang studi. Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur (tujuan instruksional khusus).• • • • institusional atau tujuan sekolah ini dapat tercapai dengan dijabarkannya tujuan ini ke tujuan kurikuler. Tujuan Instruksional. afektif. Tujuan kurikuler ini akan dicapai melalui tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. misalnya kecedasan. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif).1 dapat dijelaskan sebagai berikut: Guru melakukan tugas pembelajaran. Sedangkan faktor psikologis. dan dampak pengiring. . penglihatan. dan Dampak pengiring. yaitu damak pengajaran dan dampak pengiring. maka akan berhasil pula tujuan institusionalnya. dan evaluasi. dan lain sebaginya. biologi. psikomotorik. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). yaitu ranah kognitif. Rangkaian tujuan pembelajarn di atas mengandung harapan apabila rangkaian tujuan instruksional berhasil.

bahan ajar. 3. Pandangan ini sudah mulai ditinggalkan oleh karena ternyata manusia tidak pernah akan berhenti untuk memperoleh pendidikan. selain itu manusia itu akan terus – menerus berkembang selama dia hidup. 2. media. namun juga mempunyai berbagai kelemahan karena anak seakan – akan disolasikan dari kehidupan bersama didalam masyarakat. metode. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. 1. Anak mempuyai nilai – nilainya sendiri yang akan berkembang menuju kepada nilai – nilai seperti orang dewasa. Pendekatan Pedagogisme Titik tolak dari teori ini ialah anak yang dibesarkan menjadi dewasa. v Pnedekatan Religius atau Religionisme. v Pendekatan Sosiologis atau Sosilogisme. Pendekatan Religius Pendekatan religius atau religionisme dianut oleh pemikir – pemikir yang melihet hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. dan evaluasi. Teori – teori atau pendekatan reduksionisme sangat banyak dikemukakan didalam khazanah ilmu pendidikan. Pedagogisme melahirkan child centered education yang cenderung bahwa anak hidup didalam suatu masyarakat tertentu dan mempunyai cita – cita hidup bersama yang tertentu pula. v Pendekatan Psikologis atau Psikologisme. Pandangan pedagogisme ini memang mempunyai segi – segi yang positif yang sangat menghormati perkembangan anak. dengan demikian hakikat pendidikan ialah . anak bukanlah orang dewasa didalam bentuknya yang kecil. pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme Schopenhaur serta penganut – penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan – kemampuan yang dilahirkan dan tinggal dikembangkan saja atau apakah pandangan tersebut dari teori tabularasa atau empirisme John Locke yang mengatakan bahwa anak dilahirkan seperti kertas putih yang akan diisi oleh pendidikan. Dengan demikian pandangan bahwa pendidikan berakhir ketika manusia itu dewasa tidak relevan lagi di dalam dunia informasi dewasa ini dan pendidikan berlaku untuk seumur hidup. v Pendekatan Negativis atau negativisme. oleh sebab itu proses pendewasaan anak bertitik – tolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat – tingkat perkembangannya sendiri. Memang child centered education tersebut antara lain merupakan reaksi terhadap pendidikan yang tidak melihat hakikat anak sebagai makhluk manusia yang hidup didalam dunianya sendiri sehingga perlu memperoleh perlakuan – perlakuan khusus didalam proses mendewasakannya. Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berbeda dengan hakikat orang dewasa. Pendekatan Fisiolofis Pendekatan fisolofis atau fisiolofisme mengenai pendidikan antara lain bertitik – tolak dari pertentangan mengenai hakikat manusia dan hakikat anak. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionisme sebagai berikut : v Pendekatan Pedagogis atau Pedagogisme v Pendekatan Fisolofis atau Filosofisme. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional.• • • • Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua.

dan oleh sebab mengajar merupakan suatu tugas yang setua dengan manusia itu sendiri maka profesi pendidik mendapat penghargaan kurang dari profesi – profesi lainnya. Pandangan ini berarti menghindarkan peserta – didik dari hal – hal yang mengakibatkan dia itu menjadi warga negara yang tidak berguna bagi masyarakatnya. Di pihak lain kehidupan modern bukan hanya menuntut manusia – manusia yang religius dan bermoral tetapi juga kehidupan yang menuntut penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memerangi kemiskinan dan kemunduran hidup. Menurut beliau ada tiga teori yang sifatmya negatif yaitu : · Teori yang menyatakan bahwa tugas pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. pandangan ini tidak realistis oleh sebab seseorang didalam masyarakat akan menghadapi kenyataan hidup bermasyarakat yang penuh dengan hal – hal yang positif maupun yang negatif. · Proses pendidikan adalah melatih peserta – didik menjadi warga negara yang berguna. 5. jangan – jangan pendidikan yang sekuler telah ikut memicu berbagai pihak berbagai peperangan serta kemunduran moral manusia dewasa ini. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral. Psikologisme cenderung mereduksi ilmu pendidikan menjadi ilmu proses belajar dan mengajar. Pandangan ini di anggap sebagai pandangan yang negatif oleh karena didalam mengembangkan kepribadian anak implisif melindungi dari hal – hal yang negatif yang menghalangi perkembangan kepribadiannya. didalam pertumbuhan itu perlu disingkirkan hal – hal yang dapat merusak atau yang sifatnya negatif terhadap pertumbuhan itu. Pandangan – pandangan negatif tersebut memang membawa proses pendidikan kepada suatu proses yang defensif atau protektif. Pendekatan religius mengenai hakikat pendidikan menekankan kepada pendidikan untuk mempersiapkan peserta – didik bagi kehidupannya diakhirat. oleh sebab itu pendidikan agama manjadi yang sentral dalam proses pendidikan. Hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan – akan ilmu pendidikan terbatas pada ilmu mengajar saja. dengan demikian tidak akan membawa peserta . · Ialah yang melihat pendidikan sebagai usaha mangembangkan kepribadian pesert – didik atau dengan kata lain membudayakan individu. dengan sendiriny pendekatan tersebut lebih memperkuat lagi pandangan pedagogisme seperti yang telah dijelaskan.• • membawa peserta – didik menjadi manusia yang religius karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan peserta – didik itu harus dipersiapkan untuk hidup sesuai dengan harkatnya. Pendekatan Negativis Pendekatan negativis atau negativisme didalam urainan ini diambil dari pendapat filosof Bertrand Russel didalm bukunya yang terkenal Education and Social Order. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis atau psikologisme dalam pendidikan sangat kuat terutama pada tahap permulaan lahirnya ilmu pendidikan pada permulaan abad 20. Proses pendidikan yang mempunyai citra religius ini dikenal dalam semua kebudayaan baik di Barat maupun di Timur. Dengan demikian pandangan – pandangan pedagogisme serta psikologisme akan memperpuruk profesi pendidikan sebagai profesi yang tidak professional dan kurang bobot ilmiahnya. 4. Pandangan – pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi kedalam bidang ilmu pendidikan. Pendidikan hendaknya berfungsi bukan hanya untuk kehidupan akhirat tetapi juga untuk meningkatkan mutu kehidupan duniawi yang aman dan adil.

Pendekatan Sosiologis Pandangan sosiologisme mengenai hakikat pendidikan terdapat versi yang bermacam – macam. elan vital. keinginan. Proses tersebut berimplikasikan bahwa di dalam peserta-didik terdapat kemampuan-kemampuan yang immanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal. Kemampuankemampuan tersebut berupa dorongan-dorongan. Tidak dapat kita bayangkan apabila interaksi manusia dilumpuhkan. nasional dan global. Hal ini berarti eksistensi atau keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif. Pandangan – pandangan tersebut tidak menampilkan hakikat pendidikan secara utuh tetapi sepihak berdasarkan sudut pandangan yang digunakan. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta-didik menjadi dewasa tetapi akan terus-menerus berkembang selama terdapat interaksi antara manusia dengan lingkungan sesama manusia serta dengan lingkungan alamnya 2. b.Tanggung jawab manusia yang ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan bukan hanya mempunyai dimensi lokal tetapi juga berdimensi nasional dan global. Oleh sebab itu proses pendidikan bukanlah suatu proses yang protektif tetapi yang memberikan kesempatan yang seluas – luasnya untuk belajar berdiri sendiri dan mengambil keputusan sendiri secara moral. yang ada pada manusia. membudaya. peserta – didik dan keseluruhan perbuatan pendidikan termasuk lembaga – lembaga pendidikan telah menampilkan pandangan – pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mangenai hakikat pendidikan. 6. Proses pendidikan adalah proses mewujudkan eksistensi manusia yang memasyarakat. Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia. Rumusan operasional mengenai hakikat pendidikan tersebut diatas mempunyai komponen – komponen sebagai berikut : · Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan 1. Dengan kata lain manusia hanya eksis dalam masyarakatnya. pada prinsipnya pandangan ini meletakkan hakikat pendiddikan kepada keperluan hidup bersama dalam masyarakat.) Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai. Proses itu sendiri tidak terjadi di dalam vacuum atau ruang hampa tetapi sekurang-kurangnya terdapat unsur-unsur ibu. Lembaga-lembaga pendidikan adalah prana sosial . Kemampuan-kemampuan tersebut harus dikembangkan dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup atau dihidupkan dalam masyarakat.• • – didik kepada pengambilan keputusan untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab. Berdasarkan pengetahuan kita mengenai pendekatan reduksionisme terhadap hakikat khakikat pendidikan maka dapatlah dirumuskan suatu pengertian operasional mengenai hakikat pendidikan sebagai berikut : Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta – didik yang memasyarakat. Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan. Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme.2. orang tua 1 pendidik formal dan pendidik nonformal. Eksistensi manusia yang memasyarakat. titik – tolak dari pandangan ini prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu. 3. Interaksi tersebut bukan hanya interaksi dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam dan dunia ide termasuk dengan Tuhannya.Pendekatan Holistik Integratif Pendekatan – pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan.

Keseluruhan proses tersebut. Di mana ada pendidikan di situ ada kebudayaan. Kesulitan tersebut disebabkan karena bukan saja masyarakat dan bangsa Indonesia yang bhinneka tetapi juga karena manusia itu sendiri bersifat multi dimensional. Hanyala manusialah makhluk yagn menyerajarah. Menggugurkan pendidikan dari proses pembudayaan merupakan alienasi dari hakikat manusia dan dengan demikian alienasi dari proses humanisasi. Nilai-nilai tersebut (perlu dihayati. Karena proses pendidikan mengandalkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat maka dengan sendirinya proses pendidikan adalah penghayatan dan perwujudan nilai-nilai tersebut. Mencari Konsep Manusia Indonesia Sebagaimana sulitnya kita menggambarkan mengenai bentuk rupa kebudayaan nasional Indonesia maka begitu pula sulitnya kita merumuskan konsep manusia Indonesia yanr jelas dan dapat disepakati oieh semua orang. berarti bawah suatu masyarakat telah berkembang di dalam proses waktu. Oleh sebab itu manusia akan terus menerus berkembang selama keberadaannya di dunia . 7. berarti bahwa kekuatan-kekuatan historis telah menumpukj dan berasimilasi di dalam suatu proses kebudayaan. dilestarikan. manusia yang berbudaya. Dengan demikian pendekatan-pendekatan reduksionis yang hanya melihat manusia itu dari suatu segi tertentu tidak menggambarkan keseluruhan hakikat manusia dan hakikat pendidikan. Inti dari kehidupan bermasyarakat adalah nilai-nilai. Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya. Aspek historitas. Dengan demikian pendidikan tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari kebudayaan. Alienasi proses pendidikan dari kebudayaan berarti menjauhkan pendidikan dari perwujudan nilai-nilai moral di dalam kehidupan manusia 6. Potensi-potensi yang beragam tersebut hanya dapat dikembangkan di dalam dan oleh masyarakat di mana seseorang menjadi anggotanya dan sekaligus mewujudkan suatu tata kehidupan tertentu dengan nilai-nilai tertentu yang pada dasarnya diarahkan kepada perwujudan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ciptaan ilahi. proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang. kekinian dan visi masa depan. Itulah manusia yang berbudaya. Proses pendidikan adalah proses pembudayaan. Rumusan ini benar karena lahir dari pengertian bahwa pendidikan adalah aspek dari kebudayaan. dan proses pembudayaan adalah proses pendidikan. yang menyejarah. Manusia berpendidikan dan manusia berbudaya Manusia yang berpendidikan adalah sama artinya dengar. p roses tersebut mempunyai aspek historistas. Demikianlah pendekatan hakikat pendidikan yang holistik inregratif yang merupakan suatu pandangan pengembangan manusia seutuhnya.masyarakat yang ditugaskan untuk melaksankaan proses pendidikan secara sistematis. dikembangkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakatnya. Dengan dimensi waktu. adalah kebudayaan Di mana ada kebudayaan di situ ada pendidikan. Dengan demikian scoring yang lelah berkembang sesuai dengan kebudayaannya adalah juga seseorang yang telah memperoleh pendidikan yang bertujuan yang sama dengan perkembangan priadi di dalam kebudayaan di mana pendidikan itu berlangsung. tujuan atau visi pendidikan adalah kongruen dengan visi masyarakat di mana pendidikan itu berada. Nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai yang hidup maupun karena inovasi nilai-nilai baru. Pengembangan manusia seutuhnya melihat manusia itu atau peserta-didik sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Penciptanya berbagai potensi. Dengan kata lain. 4. 5.

4 Adanya penilaian. Maka lahirlah suatu tantangan yang ingin merumuskan pendidikan itu sebagai aktivitas untuk pembangunan manusia seutuhnya. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan.1. 4 Penilaian. Pendekatan Expository 4. BAB III PENUTUP 3. 3 Metode dan media pembelajaran. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. dan belum dilihat manusia saeabagai multi dimensional.1 Jenis-jenis Pembelajaran 3. Konsep pengembangan manusia seutuhnya muncul untuk mengimbangi konsep pendidikan yang mengarah kepada spesialisasi yagn sempit. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. 1 Pembelajaran secara individual.1.1. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. 3 Pembelajaran secara klasikal 3.1. Pendekatan Keterampilan Proses 3. Seorang spesialis yang sempit tidak melihat keahliannya itu di dalam keselurhan pola kehidupan yang menyeluruh. Pendekatan Konsep 2. yaitu: 1 Adanya tujuan. 2 Bahan. Dalam pelaksanaan pembelajaran. 3. Pendekatan Rekonstruksionalisme . 3 Adanya metode dan media pembelajaran.1.1 Kesimpulan Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. 8. maka ada kebutuhan untuk melihat manusia itu sebagai keseluruhan. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: 1 Tujuan. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar.• • ini. 5 Adanya situasi yang subur.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 1. Pengembangan Manusia Indonesia Seutuhnya Apabila kita melihat rumusan pakar-pakar tersebut di atas yang tentunya masing-masing dilihat dari dimensi tertentu. 2 Pembelajaran secara kelompok. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. Pendekatan Discovery 5. 6 Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. 2 Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. 7 Adanya siswa yang melaksanakan belajar.

2 Unsur dinamis pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. mengapa. Tujuan Kurikuler 4. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. dan pada . dan bagaimana PAKEM tersebut.1. media. Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif.1.2. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. Kreatif. Oleh karena itu. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. Latar Belakang Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. berpikir. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. 3. perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini. dan kondisi fisik. Tujuan Institusional. Pendekatan Humanistik 3. bahan ajar. Tujuan Pendidikan Nasional.1. METODE/PENDEKATAN/MODEL PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) BAB I PENDAHULUAN A. 3. Tujuan Instruksional. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. dan evaluasi. metode. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. Unit ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran).6. misalnya kecedasan.1 Tujuan Pembelajaran 1. penglihatan.2 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 3. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. Dengan membaca dan mengikuti proses-proses Fasilitatoran yang telah dirancang dalam Unit ini. para peserta Fasilitatoran diharapkan dapat mengenal apa. 2. dan bagaimana PAKEM tersebut. mengapa. dan ingatan. Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua.2. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Demikian pula sebaliknya. perhatian. Sedangkan faktor psikologis. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. Efektif. motivasi. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. serta prosedur atau langkah-langkah Fasilitatoran yang bisa dilakukan. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis.

Padahal bisa jadi mereka hanya duduk dalam kelompok dan tidak semua siswa bekerja. Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran PAKEM yang baik. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Melalui bentuk-bentuk tugas yang menantang. mengambil keputusan. Kreatif. dan Menyenangkan). kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. dan 3. profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. guru hendaknya mengubah paradigma mengenai mengajar siswa menjadi membelajarkan siswa. yang dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas PAKEM. termasuk penerapan PAKEM di kelas. dan orang tua siswa membantu dan mendukung keberhasilan PAKEM. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa. dan seperti apa kegiatan belajar yang dilakukan siswa. Efektif. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. dinamis dan dialogis 2. mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. semua menghadap ke depan. pasal 19. Komite Sekolah.akhirnya diharapkan dapat menerapkan di kelasnya masing-masing. kemudian secara aktif dan kreatif. Sementara itu dalam Peraturan Pemerintah No. 1. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. duduk berdua dengan satu bangku. Efektif. . Di bawah ini ada sejumlah isu penting tentang pelaksanaan PAKEM. guru harus memahami hakikat PAKEM dan menguasai berbagai strategi/model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM. dan Menyenangkan (PAKEM) sama dengan kerja kelompok. Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif. ayat (1) dinyatakan bahwa: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. Jika dalam suatu kelas sedang berlangsung pembelajaran dan di sana siswa tetap duduk seperti orang menonton bioskop. maka dengan mudah kita mengatakan kelas itu PAKEM. siswa bisa membangun kemampuan mencari dan mengolah informasi. AYAT (2) tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi : Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban : 1. menantang. Usaha-usaha yang menawarkan sebuah pembaharuan. Kreatif. inspiratif. 20 PASAL 40. siswa belajar salah satu kecakapan hidup yaitu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. Pelaksanaan PAKEM sebenarnya juga memberikan kesempatan pada guru untuk membelajarkan beberapa keterampilan hidup atau kecakapan hidup. Kecakapan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan. Sebaliknya. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Undang-undang RI No. kreatif. menyenangkan. dan memecahkan masalah. maka dengan mudah dan cepat dikatakan kelas itu tidak PAKEM. Penyajian PAKEM dalam pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MB S) dan Peran Serta Masyarakat (PSM) dilakukan dengan harapan agar sekolah. menyenangkan. Beberapa orang memandang bahwa Pembelajaran Aktif. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Seharusnya menilai PAKEM tidaknya suatu pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat pengaturan tempat duduk siswa. Dengan belajar kelompok yang benar misalnya. jika di suatu kelas siswa sedang duduk berkelompok. Untuk dapat melaksanakan amanat perundang-undangan tersebut. Di samping itu. tetapi harus diperhatikan pula intensitas keterlibatan siswa dalam belajar. memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

Pengaruh timbal balik mungkin diberikan dalam bentuk yang kuat. atau ditunjukan kopian dari jawaban yang benar atau contoh yang mereka pastikan bahwa jawabanya benar. Not only should they be able to practice. menurut Walter Dick ad Lou Carey (1990 : 165) dapat dikemukakan sebagai berikut : One of the most powerful components in the learning process is that of practice with feedback. K: Kreatif. Guru merasa khawatir untuk melaksanakan PAKEM di kelas 6 dan 9. We identify the reasons why a given learner has trouble relating to a particular learning environmet and then modulate the features of that environmet to make it easier for the learner to fit in. feedback. Anda bisa meningkatkan proses pembelajaran dengan baik yaitu dengan memberikan siswa aktifitas yang teratur dan berkaitan dengan tujuan. Kekuatan bagi pelajar dewasa yaitu khusus dalam istilah pernyataan seperti “Hebat. . Pengaruh timbal balik kadang-kadang ditunjukan sebagai “hasil pengetahuan” siswa diberitahu jawaban yang benar dan yang salah. Mereka seharusnya itdak hanya bisa praktek. BAB II HAKIKAT PAKEM PAKEM merupakan suatu singkatan dari P: Pembelajaran. 5. E: Efektif. 6. A: Aktif. Young children often respond favorably to froms of reinforcement such as an approving look from the instructor or even the opportunity to do some other activity. Anak-anak muda sering merespon baik yaitu pemberian dari instruktur atau pada kesempatan untuk melakukan aktifitas yang lain) Menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil (2003 : 394) menyatakan : Another solution is to adapt the models to conform to the characteristics of the learners. pintar/ 5. kurang pintar. dan M: Menyenangkan. dilakukan siswa seringkali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar. Kegiatan yang 4. Pembelajaran belum membelajarkan kecakapan hidup. or are shown a copy of the righ aswer or a example from which they mus infer whether their answer is correct. 3. Student are told whethertheir answer is right or wrong. Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk. Feedback may also be provided in the from of reinforcement.2. you are correct”. but they should be provided feedback orinformation about their performance. is sometimes referred to as “knowledge of results”. Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaannya bersifat tertutup. dan sosial ekonomi tinggi/rendah. Siswa seharusnya diberi kesempatan untuk praktek supaya bisa melakukannya. Salah satu komponen yang paling kuat dalam proses pembelajaran adalah praktik dengan timbal balik. tetapi juga diberikan informasi yang berlawanan tentang penampilannya. Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan. Reinforcement for adult learners is ty pically in term of statements like “Great. Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam. That is. kamu benar”. Kegiatan pembelajaran. Student should be provided an opportunity to practice what you wan them o be able o do. You can enhance the learning process greatly by providing the student wih activities that are directly relevant to the objectives. 7. 4.

but not necessarily. involving teaching in the sence of student. Tuntutan Perundangan-undangan Undang. apakah kegiatan pembelajaran dihentikan. Dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan selama ini. maupun secara koqnitif pembelajaran PAKEM harus dibudayakan oleh para praktisi pendidikan khususnya para guru dalam semua mata pelajaran di sekolah. ada yang menambahkan dengan satu huruf I: inovatif. Apalagi kalau terjadi dalam kurun waktu yang lama. inspiratif. Dalam penggunaannya di lapangan.Solusi yang lain adalah menyesuaikan model untuk menyesuaikan diri terhadap karakteristik pelajar. pasal 40 . diubah metodenya. psikomotor. Kegiatan belajar mengajar seringkali terhambat atau tidak berjalan karena guru sebagai fasilitator tidak berada di arena belajar. usually. sehingga menjadi PAIKEM. Hal ini mungkin disebabkan guru masih dalam perjalanan menuju sekolah atau boleh jadi berhalangan hadir ke sekolah karena sakit atau karena ada kepentingan lain. guru dan murid selalu berada dalam satu tempat. dinamis dan dialogis dan PP No. menantang. Dalam rangka menuju suatu tujuan. maka akan ada pihak yang dirugikan . biasanya. Jadi. yaitu siswa. kreatif. Pada dasarnya. Dalam PP no 19. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. Atau bisa jadi sekolahan tersebut masih kekurangan tenaga guru. Kita mengetahui alasan mengapa yang diberikan ke siswa mempunyai masalah yang berkaitan dengan keterangan lingkungan belajar. dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar. atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. teacher interaction in an education setting”. dan dalam situasi yang sama. Baik secara psikologis. yang pada intinya pembelajaran berpusat pada siswa . 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. ayat (1) dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. menyenangkan. Pembelajaran adalah penerapan dari rencana kurikulum. Dari tuntutan perundangan tersebut dengan jelas bahwa esensi pendidikan atau pembelajaran harus memperhatikan kebermaknaan bagi peserta didik yang dilakukan secara dialogis atau interaktif. Bila hal itu terjadi maka proses kegiatan belajar mengajar sedikit banyak akan mengalami hambatan. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. sesuai dengan rencana yang telah disusun. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa”. PAKEM didasarkan pada alasanalasan sebagai berikut : 1. maka pembelajaran di sekolah idealnya harus mengarah kepada kemandirian siswa dalam belajar.20 tentang Sisdiknas. menyenangkan. afektif. di mana salah satu ayatnya berbunyi: ”Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. satu waktu. pasal 19 ayat (1). tetapi tidak perlu di dalamnya termasuk aktifitas guru mengajar menghadapi siswa. Saylor dalam Mulyasa (2004 : 117) mengatakan bahwa “Instruction is this the implementation of curriculum plan. kemudian mengatur dari segi lingkungan itu supaya lebih mudah bagi siswa untuk semangat. artinya sedini mungkin siswa dilatih untuk mandiri di lingkungan sekolah/kelas dan di lingkungan keluarga.undang No.

2002:1) Peserta didik dalam belajar tidak sekedar meniru dan membentuk bayangan dari apa yang diamati atau diajarkan Guru. Lakukan asesmen terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran. 1987 dalam Nggandi Katu. prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. gagasan. otaknya tidak kosong dengan pengetahuan. dan lainlain). (Brook and Brook . Pengetahuan yang dikonstruksi peserta didik merupakan hasil interpretasi yang bersangkutan terhadap peristiwa atau informasi yang diterimanya. tetapi secara aktif menyeleksi. Ketika kita menemukan sesuatu yang baru. Mengajukan masalah yang relevan untuk siswa. mereka datang ke dalam situasi belajar dengan pengetahuan. Sedangkan Paul Suparno (1997:61) mengemukakan bahwa menurut pandangan konstruktivis. Proses membangun makna dilakukan secara terus menerus (sepanjang hayat). jadi kemungkinan pengetahuan itu mengubah keyakinan kita atau merupakan informasi baru yang diabaikan karena merupakan sesuatu yang tidak relevan dengan ide awal. Dalam prosesnya seorang siswa yang sedang belajar. kita dapat merekonstruksinya dengan ide-ide awal dan pengalaman kita. dan menguji kebenaran atas informasi yang diterimanya. sehingga siswa dapat meresponnya. Asumsi dasar belajar: Siswa yang membangun konsep. Makna belajar tersebut didasari oleh pandangan konstruktivisme. Sadarilah bahwa pendapat (perspektif) siswa merupakan jendela mereka untuk menalar (berpikir). sampah plastik bekas bungkus jajanan menumpuk. pengalaman fisis. Untuk memulai pembelajaran. pengetahuan awal ini merupakan materi dasar untuk pengetahuan baru yang akan mereka kembangkan. dialog. Para pendukung konsktruktisme berpendapat bahwa pengertian yang dibangun setiap individu peserta didik dapat berbeda dari apa yang diajarkan Guru (Bodner. menyaring. 2. Belajar dalam konteks PAKEM dimaknai sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan atau membangun makna. 5. yaitu menjelaskan bagaimana manusia membangun pemahaman dan pengetahuannya mengenai dunia sekitarnya melalui pengenalan terhadap benda-benda di sekitarnya yang direfleksikannya melalui pengalamannya.sebagai pebelajar dan pendidik sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar terjadi belajar pada peserta didik. memberi arti. ajukan permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. contoh di sekolah kita. 1999:2). Kontruktivisme merupakan suatu pandangan mengenai bagaimana seseorang belajar. Adaptasikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan siswa. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. . 3. apa yang dapat kalian lakukan untuk itu? 2. dan pemahaman yang sudah ada dalam pikiran mereka. Jika sesuai. 4. akan terlibat dalam proses sosial. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. belajar merupakan proses aktif siswa dalam mengkonstruksi arti (teks. Strukturkan pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. kita harus memiliki keyakinan bahwa ketika peserta didik datang ke kelas. jika Anda akan mengimplementasikan konstruktivisme dalam pembelajaran. Untuk mengimplementasikan konstruktivisme di kelas.

(b) laju teknologi komunikasi informasi yang tinggi. tujuan. dan era pasar terbuka.Proses belajar yang bercirikan konstruktivisme menurut para konstruktivis sebagai berikut : 1. menuntut perubahanperubahan dalam pembelajaran. 1997:12). 3. yaitu segi siswa dan segi guru. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang datang dari luar. dan 3. 2. Di samping alasan-alasan mendasar sebagaimana yang dipaparkan di atas. Tantangan kondisi saat ini di antaranya: (a) perkembangan IPTEK. memperhatikan interaksi sosial dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas atau kelompok. era otonomi. Situasi ketidakseimbangan adalah situasi yang baik untuk memacu belajar. 3. memecahkan masalah. 1997:61). Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui peserta didik (konsep. Belajar berarti membentuk makna. 1. motivasi) yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang dipelajari (Paul Suparno. 6. Pilar-pilar PAKEM Menurut Durori (2002:xii) metode pakem dapat ditinjau dari 2 segi. (Medriati Rosane . (d) tuntutan kemandirian. 2. Dalam hal ini guru aktif dalam : . Banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan kita. Peserta didik tidak dipandang sebagai suatu yang pasif melainkan individu yang memiliki tujuan serta dapat merespon situasi pembelajaran berdasarkan konsepsi awal yang dimilikinya. kemampuan untuk berpikir kritis. 5. melibatkan siswa dalam kegiatan aktif. melainkan lebih dari itu. perlunya PAKEM dilaksanakan dalam membelajarkan peserta didik dikarenakan berbagai tantangan yang akan dihadapi mereka saat ini. kemampuan melakukan relasi sosial. Iklim pembelajaran tersebut menuntut guru untuk : 1. A. 4. Semua itu harus dibekali kepada siswa agar mampu bersaing dalam era globalisasi. Adalah : 1) Dari segi guru A = Aktif. SOSBUD yang semakin cepat dan banyak perubahan. Dengan adanya pandangan konstruktivisme. yaitu pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. Guru hendaknya melibatkan proses aktif dalam pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta. 2. (c) sumber belajar semakin beragam. maka karakteristik iklim pembelajaran yang sesuai dengan konstruktivisme tersebut sebagai berikut. Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih lanjut. mengetahui dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa. melainkan melalui seleksi secara personal dan sosial. POLITIK.Memantau kegiatan belajar siswa . Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman peserta didik dengan dunia fisik dan lingkungannya. Konstruksi arti sesuatu hal yang sedang dipelajari terjadi dalam proses yang terus menerus. kerja sama.

takut dianggap sepele. yaitu: (a) Aktif. M = Menyenangkan. Fungsi dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator. Hal ini siswa dituntut untuk kreatif dalam : 1) Merancang / membuat sesuatu 2) Menulis/ mengarang E = Efektif.Mengembangkan kegiatan yang beragam . Sedangkan huruf ”P” merupakan pembelajaran yang didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik Dengan demikian pada waktu peserta didik belajar. M = Menyenangkan. Dalam PAKEM terdapat empat pilar utama. K = Kreatif. yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik (student centered ) daripada berpusat pada guru (teacher centered)..Memberi umpan balik . Kreatif. Hal ini guru dituntut untuk kreatif dalam : . kata kunci yang dapat dipegang guru adalah adanya kegiatan yang dirancang untuk dilakukan siswa baik kegiatan berpikir (minds-on) dan berbuat (hands-on). hal-hal yang akan dikaji meliputi : 1) Penyusunan program dan perangkat pembelajaran sebagai upaya persiapan pelaksanaan proses pembelajaran 2) Penyajian dan teknik model belajar mandiri dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif. 2) Dari segi siswa A = Aktif. Dalam hal pembelajaran membuat anak: 1) Berani mencoba 2) Berani bertanya 3) Berani mengemukakan pendapat/gagasan 4) Berani mempertanyakan gagasan orang lain Dalam dimensi proses belajar mengajar ini.Membantu alat bantu belajar sederhana E = Efektif.Memberi pertanyaan yang menantang . (b) Kreatif. dan (d) Menyenangkan. (c) Efektif. yaitu siswa harus menguasai ketrampilan yang diperlukan. takut ditertawakan. pilar-pilar PAKEM berikut harus dirancang : 1. Dalam hal ini siswa aktif : 1) Bertanya 2) Mengemukakan gagasan 3) Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya.Mempertanyakan gagasan siswa K = Kreatif. Pembelajaran aktif. Untuk mengaktifkan peserta didik. Dalam hal ini guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membuat anak takut salah. Efektif dan Menyenangkan) 3) Perilaku siswa yang muncul dari kegiatan model belajar mandiri yang merupakan penilaian proses pembelajaran. Perbedaan pembelajaran yang berpusat pada guru dan berpusat pada siswa Adalah Pembelajaran yang berpusat pada Guru • Guru sebagai pengajar • Penyampaian materi pelajaran dominan melalui ceramah . yaitu guru harus mampu mencapai tujuan pembelajaran.

“apa yang terjadi jika…” dan bukan pertanyaan “apa”. • Mampu menciptakan Kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi. ruang kelas dapat dibuat menarik dengan cara mengubah tata letak/formasi bangku • Memberikan waktu yang cukup untuk siswa berpikir dan menghasilkan karya • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas seperti : “mengapa”. mental dan emosi dari siswa Strategi mengajar yang dapat mengembangkan kreativitas siswa akan menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut : • Mampu memotivasi diri • Berpikir kritis • Daya imaginasi tinggi (imaginative) • Berpikir orisinil/bukan kutipan dari Guru (original ) • Memiliki tujuan untuk ingin berprestasi • Menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri. Berikut ini hal-hal lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi guru kreatif • Mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. . “kapan”. “bagaimana”.• Guru menentukan apa yang mau diajarkan dan bagaimana siswa mendapatkan informasi yang mereka pelajari Pembelajaran yang berpusat pada siswa • Guru sebagai fasilitator dan bukan penceramah • Fokus pembelajaran pada siswa bukan Guru • Siswa aktif belajar • Siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya sendiri tidak mengutip dari Guru • Pembelajaran bersifat interaktif Kegiatan guru pada strategi mengajar yang berpusat pada Guru • Membacakan • Menjelaskan • Memberikan instruksi • Memberikan informasi • Berceramah • Pengarahan tugas-tugas • Membimbing dalam tanya jawab • Kegiatan siswa pada strategi • mengajar yang berpusat pada siswa • Bermain peran • Menulis dengan kata-kata sendiri • Belajar kelompok • Memecahkan masalah • Diskusi/berdebat • Mempraktikkan keterampilan • Melakukan kegiatan penyelidikan Pengelolaan kelas diperlukan untuk membangkitkan minat belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa belajar.

Pembelajaran kreatif. 5) High expectations. 3) A Learning Environment. kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. 11) Home scoll prtnership. Suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut. 7) Monitoring progress. 4) Concentration on learning and teahing. Sebelas faktor penting dalam pembelajaran yang efektif yaitu 1) Kepemimpinan profesional. Strategi mengajar untuk mengembangkan kreativitas siswa adalah : • Memberi kebebasan pada siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru • Bersikap respek dan menghargai ide-ide siswa • Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa • Penekanan pada proses bukan penilaian hasil akhir karya siswa 3. membawa pengaruh. 6) Positive reinforcement. Pembelajaran efektif Secara harfiah efektif memiliki makna manjur. memiliki akibat dan membawa hasil.2. dan koneksi baru. konsentrasi yang tinggi terbukti meningkatkan hasil belajar. 4) Pembelajaran yang menyenangkan Menurut hasil penelitian. 8) Pupiil right and responsibiltes. hurahura. ( 2000:7) ada 11 ( sebelas ) faktor yang penting yaitu : 1) Profesional Leardersip. 2) Shared vision and goals. Dalam penelitian mengenai otak dan pembelajaran mengungkapkan fakta yang mengejutkan. 9) Purposeful teaching. Di dalam diri seseorang tercipta hal-hal baru seperti jaringan syaraf baru. jalur elektris baru. yaitu pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaat sumber belajar yang ada. • pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak) • Bersemangat • Perasaan gembira • Konsentrasi tinggi . 2) Visi dan tujuan ditanggung bersama dengan jelas. Ciri-ciri suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di antaranya adalah sebagai berikut : Ciri suasana belajar yang menyenangkan • Rileks • Bebas dari tekanan • Aman • Menarik • Bangkitnya minat belajar • Adanya keterlibatan penuh • Perhatianpeserta didik tercurah • Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. 10) A learning organisation. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung (seperti dicantumkan dalam tujuan pembelajaran. asosiasi baru. berdampak. yaitu apabila sesuatu dipelajari secara sungguh-sungguh (dimana perhatian yang tinggi dari seorang tercurah) maka struktur internal sistem syaraf kimiawi seseorang berubah. mujarab. 3) Sebuah lingkungan belajar yang kondusif. Karakteristik dari pembelajaran efektif di dalam sekolah yang efektif dinyatakan oleh Machbeath dan Mortimor. Dave Meier (2002:36) memberikan pengertian menyenangkan atau fun sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira.

• Hasil karya siswa dipajang di kelas • Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat belajar. kreatif. Kriteria Pakem . kritis serta mencurahkan perhatian /konsentrasinya secara penuh dalam belajar serta suasana pembelajaran yang menimbulkan kenyamanan bagi siswa untuk belajar. PAKEM sebagai berikut : Guru • Guru sebagai fasilitator Siswa • Siswa lebih mendominasi dan mewarnai pembelajaran • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning by doing). maka dapat disimpulkan bahwa PAKEM adalah proses pembelajaran dimana Guru harus menciptakan suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. mempertanyakan. laboratorium) • Guru mengatur lingkungan kelas dengan cara memajang buku-buku dan bahan belajar yang menarik. Di dalam PAKEM. Secara garis besar. • Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok • Guru menerapkan berbagai strategi/model pembelajaran • Guru memotivasi siswa melalui kegiatan yang menantang kemampuan siswa untuk berpikir kreatif. Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.Ciri suasana belajar yang tidak menyenangkan • Tertekan • Perasaan terancam • Perasaan menakutkan • merasa tidak berdaya • tidak bersemangat • malas/tidak berminat • jenuh/bosan • suasana pembelajaran monoton • pembelajaran tidak menarik iswa Berdasarkan uraian materi yang telah dipaparkan di atas. mengemukakan gagasan. • Siswa giat dan dinamis mengikuti pembelajaran Lingkungan (kelas indoor/outdoor. • Siswa tidak malu terlibat aktif dalam kegiatan • Tata letak /formasi kelas diubah dan disesuaikan dengan kegiatan. kritis dan mampu memecahkan masalah• Guru menggunakan berbagai macam strategi mengajar termasuk pembelajaan yang lebih interaktif dalam kelompok serta lebih banyak praktik • Kelas dibuat semenarik mungkin • secara fisik dan mental aktif ditandai dengan tercurahnya konsentrasi yang tinggi • siswa berani mengemukakan gagasan • Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. menyediakan pojok untuk membaca (pojok baca).

Memahami sikap yang dimiliki siswa. daya imaginasi yang tinggi 2. Hal-hal harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAKEM Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada waktu Guru akan melaksanakan PAKEM. Guru sebaiknya mengenal perbedaan kemampuan. rasa ingin tahu yang besar b. pengalaman. sikap terhadap .Secara garis besar kriteria PAKEM dapat dirangkum sebagai berikut : Kriteria Aktif Siswa melakukan sesuatu dan memikirkan apa yang mereka lakukan seperti : • Menulis • Berdiskusi • Berdebat • Memecahkan masalah • Mengajukan pertanyaan • Menjawab pertanyaan • Menjelaskan • Menganalisis • Mensintesa • Mengevaluasi • Kriteria Efektif Ketercapaian target hasil belajar. misalnya : a. dapat berupa: • Siswa menguasai konsep • Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana • Siswa menghasilkan produk tertentu • Siswa termotivasi untuk giat belajar Kriteria Kreatif • Berpikir kritis • Memecahkan masalah secara konstruktif • Ide/gagasan yang berbeda • Berpikir konvergen (pemencahan masalah yang “benar” atau “terbaik” • Berpikir divergen (beragam alternatif pemecahan masalah) • Fleksibilitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang) • Berpikir terbuka Kriteria Menyenangkan Pembelajaran berlangsung secara: • Interaktif • Dinamik • Menarik • Mengembirakan • Atraktif • Menimbulkan inspirasi B. Mengenal anak secara perorangan (karakter siswa). keinginan untuk belajar c. harapan. yaitu sebagai berikut. 1.

berhipotesis. “apa yang terjadi jika… (tipe open question) 5. puisi. merumuskan pertanyaan. mencatat. Guru memberikan tugas-tugas praktik b. Contoh Kegiatan PBM dan Kemampuan Guru yang Bersesuaian dengan Kriteria PAKEM Komponen Pembelajaran Guru merancang dan mengelola PBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran PAKEM Guru melaksanakan PBM dengan merancang kegiatan untuk siswa yang beragam. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “mengapa”. dan kemampuan memecahkan masalah. Meski demikian. 8. Siswa yang aktif secara mental memiliki indikator : sering bertanya.sekolah dan latar belakang ekonomi dan sosial dari setiap siswa. 4. Umpan balik diungkapkan secara santun dengan maksud agar siswa lebih percaya diri. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. sosial dan budaya dapat berperan sebagai sumber belajar sekaligus objek belajar. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Siswa yang aktif secara fisik memiliki indikator : terlihat sibuk bekerja dan bergerak. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar. Guru hendaknya menghilangkan rasa takut itu. kreatif. tidak takut disepelekan atau tidak takut dimarahi jika salah. Siswa dapat diberi kegiatan untuk melakukan pengamatan (dengan seluruh indera-nya). guru dapat membantu siswa apabila mendapat kesulitan sehingga anak belajar secara optimal 3. karangan dan lain sebagainya. Secara alami sebagai makhluk sosial siswa bermain secara berkelompok sehingga mereka dapat mengerjakan tugas belajar berpasangan/berkelompok. Berbekal pengetahuan tersebut. Pajangan dapat berupa: gambar. “bagaimana”. Lingkungan fisik. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan objek belajar. 6. peta. mempertanyakan gagasan orang lain. c. a. mengungkapkan gagasan. mengklasifikasi. Syarat berkembangnya aktifitas mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut ditertawakan. C. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar serta catatan yang bermakna untuk pengembangan siswa daripada sekedar pemberian angka/nilai. b. model. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. membuat tulisan. Umpan balik yang diberikan hendaknya mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. misalnya : • Melakukan percobaan • Diskusi kelompok . Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar a. siswa perlu diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas secara individu agar bakat individunya berkembang. diagram. 7. dan membuat diagram. Hasil pekerjaan siswa di pajang di kelas.

BAB III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI PAKEM Untuk melaksanakan PAKEM. prinsip-prinsip . Guru menggunakan berbagai media/sumber belajar. • mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri • Menarik kesimpulan • Memecahkan masalah. • mengamati.• Memecahkan masalah • Mencari informasi di perpustakaan • Menulis laporan/cerita/puisi • Mengamati objek di luar kelas • Berkunjung ke luar Sesuai dengan mata pelajaran. mencari rumus sendiri • Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri • Melakukan wawancara • Membuat produk Siswa melakukan: • Diskusi • Mengajukan pertanyaan terbuka • Mengajukan saran/ide • Membuat karangan bebas/karya lain • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut • Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegitan sehari-hari Kegiatan guru: • Guru memantau proses belajar/kerja siswa • Guru memberikan umpan balik • Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri • secara lisan atau tulisan • Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Guru mengaitkan PBM dengan pengalaman siswa sehari-hari Guru menilai PBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. guru selain harus hakikat PAKEM. misalnya : • Alat pabrikan atau alat yang dibuat sendiri • Gambar/film/foto • Kasus/ceritera • Nara sumber • Lingkungan sekitar • Siswa Melakukan percobaan: • menggunakan alat. • mengelompokkan.

Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah. Rumpun model-model Pemrosesan Informasi Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi. Dalam bab ini akan dipaparkan garis besar penggolongan model pembelajaran. dan Austin Tujuan: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif. Jenis model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini adalah : a. Penggolongan dan Jenis-Jenis Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1980. dan menggunakan simbol-simbol. dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. b. d. A. meskipun dapat khususnya . Model ini akademik memiliki meskipun diperlukan juga untuk kehidupan umumnya. Latihan inkuari Tokoh: Richard Suchman Misi/tujuan/manfaat : Sama dengan model berpikir induktif. Pemilihan model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan target hasil belajar yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. karakteristik model pembelajaran. mengenali masalah. dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis. Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum. memecahkan masalah. Lawrence dan Kohlberg Misi/tujuan/manfaat: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan intelektual berpikir pada logis. yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan. peserta didik dilatih mempelajari konsep secara efektif.1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan modelmodel pembelajaran ke dalam empat rumpun. mengorganisasi data. Edmun Sullivan. model ini ditujukan dalam untuk pembentukan akademik kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan kegiatan meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. dan contoh penerapan model pembelajaran dalam RPP. menyusun konsep. Good-now. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan baik model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan keterampilan psikomotor. Perkembangankognitif Tokoh: Jean Piaget. Irving Sigel. Pemrosesan Informasi Pembelajaran Berpikir Induktif Tokoh: Hilda Taba Misi/tujuan/manfaat: Ditujukan secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan pada dalam kegiatan. maupun keterampilan sosial. Pembentukan konsep Tokoh: Jerome Bruner. pengertian. juga harus menguasai berbagai model pembelajaran. ini berpikir/pengembangan umumnya. Keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir. keterampilan berpikir . Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran : 1. c.pembelajaran konstruktivisme.

Latihan Kesadaran Tokoh: Fritz Perls. 1992. Sistem Konseptual David Hunt Misi/Tujuan: Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas. William Schutz Misi/Tujuan: Pembentukan kemampuan menjajagi dan menyadari pemahaman diri sendiri. Rumpun model-model Pribadi/individual Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri. Rumpun model-model Interaksi Sosial Model-model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun Sosial ini menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain. Model Pembelajaran AdvAdvance organizer anc Tokoh David Ausubel Misi/tujuan/manfaat: Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi beragam (ceramah.model ini memfokuskan pada proses di mana realitas adalah negosiasi sosial. e. (Sumber: Bruce Joyce dan Marsha Weil. yang memandang manusia sebagai pembuat makna. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik. (Sumberi Bruce Joyce dan Marha Weil. ) 3. Delaney Tujuan: Strategi belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. dan Beverly Showers. f. Model-model pembelajaran dalam kelompok ini memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain untuk meningkatkan proses . Levin. 1980 dan Bruce Joyce. a. membaca. b. 1996: Models of Teaching) 2. Models of Teaching. Marsha Weil. 1980. Model. Model Pengajaran NonDirektif Tokoh: Carl Rogers Misi/Tujuan: Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. e. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita. Mnemonics Tokoh: Pressley. Sinektik William Gordon Misi/Tujuan: Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif.demikian pada kemampuan diterapkan kehidupan sosial dan pengembangan moral. c. d. dan media lainnya) dan menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada. Pertemuan kelas William Glasser Misi/Tujuan: Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya.

proses sosial tersebut. Pengertian Model Pembelajaran 1. George Shafted Tujuan: Didisain untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu Simulasi Sosial Tokoh: Sarene Boocock. dan fleksibilitas pribadi. B. Istilah pembelajaran sama dengan proses belajar mengajar. (investigati-on group) Tokoh: Herbert Thelen. Jurispru-dential Training kelompok kesadaran. Dengan demikian. Maine Donald Oliver. Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini. (Sumber: Bruce Joyce dan Marha Weil. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun Interaksi Sosial Model: Kerja kelompok. teori belajar sosial.Shaver Misi/tujuan: Pengembangan dan kerja keterampilan untuk interpersonal mencapai. Benjamin Cox Misi/tujuan: Pemecahan masalah sosial. John Dewey Misi/tujuan: Mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah. pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang . Harold Guetzkow Tujuan: Didisain untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses. yaitu guru dan peserta didik yang saling berinteraksi. Jurispru-dential Tokoh: National Laboratory Bethel. juga untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan keputusan. Rumpun Model-model Perilaku Semua model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku. atau perilaku terapi. teori belajar. utamanya melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis.demokratis dan untuk belajar dalam masyarakat secara produktif. Didisain utama untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berpikir Jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia). Tokoh-tokoh teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind) diri sebagai pribadi dan materi keakademisan. Model. Role playing (Bermain peran) Tokoh: Fannie Shaftel. Inkuari Sosial Tokoh: Byron Massialas.model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Models of Teaching) 4. modifikasi perilaku. 1980. Dalam konteks pembelajaran terdapat dua komponen penting. James P.

. nilai-nilai. perlengkapan belajar. dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Secara implisit di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat karakteristik lainnya dari sebuah model dan rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lainnya. Merujuk pada dua pendapat di atas. kursus-kursus. Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu pebelajar (peserta didik) memperoleh informasi. Karakteristik Model Pembelajaran Rangke L Tobing. Spesifikasi hasil belajar yang direncanakan Suatu model pembelajaran menyebutkan hasil-hasil belajar secara rinci mengenai penampilan peserta didik. yang meliputi berikut ini. 2. Model pembelajaran merencanakan tingkah laku yang diharapkan dari peserta didik yang dapat didemonstrasikannya setelah langkah-langkah mengajar tertentu. Di dalam pola pembelajaran yang dimaksud terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-peserta didik yang dikenal dengan istilah sintaks. Model pembelajaran Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu. rancangan unit pembelajaran. Cara-cara pelaksanaannya Semua model pembelajaran menyebutkan mekanisme yang menunjukkan reaksi peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan. dkk (1990:5) mengidentifikasi lima karakterististik suatu model pembelajaran yang baik. ide. keterampilan.memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik. dan bantuan belajar melalui program komputer. Spesifikasi lingkungan belajar Suatu model pembelajaran menyebutkan secara tegas kondisi lingkungan dimana respon peserta didik diobservasi. C. Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum. 5. Bruce dan Weil (1980 dan 1992: 135-136) mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran ke dalam aspek-aspek berikut. Secara luas. penulis memaknai model pembelajaran dalam modul ini sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu. Kriteria penampilan Suatu model pembelajaran merujuk pada kriteria penerimaaan penampilan yang diharapkan dari para peserta didik. cara berpikir. program multimedia. 4. buku-buku pelajaran. 2. dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru-peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada peserta didik. 3. dan belajar bagaimana cara belajar. 1. Prosedur Ilmiah Suatu model pembelajaran harus memiliki suatu prosedur yang sistematik untuk mengubah tingkah laku peserta didik atau memiliki sintaks yang merupakan urutan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru-peserta didik.

yaitu metode diskusi. D. Kegiatan elaborasi dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan arti pada informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan (informasi yang sudah dimiliki). Kemampuan peserta didik dalam mengelaborasi dapat berupa menguraikan materi yang sedang dipelajari lebih rinci dan lebih lengkap. guru memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan peserta didik atau mengambil sikap netral. Penerapan Model Pembelajaran dalam RPP Pembelajaran yang dirancang. dan konfirmasi. misalnya melalui lembar kerja peserta didik. tahun 2007. yaitu eksplorasi. kesiapan guru. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Dampak pembelajaran langsung merupakan hasil belajar yang dicapai dengan cara mengarahkan para peserta didik pada tujuan yang diharapkan sedangkan dampak iringan adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh peserta didik. Peran kepemimpinan guru bervariasi dalam satu model ke model pembelajaran lainnya. serta kesiapan peserta didik. Sistem sosial Sistem sosial menggambarkan bentuk kerja sama antara guru-peserta didik dalam pembelajaran atau peran-peran guru dan peserta didik dan hubungannya satu sama lain serta jenis-jenis aturan yang harus diterapkan. termasuk sarana dan prasarana. demikian pula pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat bervariasi. selain berorientasi pada pilar-pilar PAKEM. atau musium. namun dalam model pembelajaran yang terstruktur sedang peran guru dan peserta didik seimbang. elaborasi. bagaimana memfasilitasi peserta didik dalam menggunakan sumber belajar. misalnya alat dan bahan. Prinsip reaksi Prinsip reaksi menunjukkan kepada guru bagaimana cara menghargai atau menilai peserta didik dan bagaimana menanggapi apa yang dilakukan oleh peserta didik. pendekatan proses. eksperimen dan penugasan. misalnya bagaimana memulai pelajaran. Sistem pendukung menggambarkan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan model pembelajaran. 2. 5. media masa (koran. Dalam beberapa model pembelajaran. Sebagai contoh. dalam suatu situasi belajar. 4. Metode pembelajaran yang dapat digunakan guru juga bervariasi. guru bertindak sebagai pusat kegiatan dan sumber belajar (hal ini berlaku pada model yang terstruktur tinggi). Kegiatan yang dapat dirancang misalnya . atau pendekatan kontekstual. Kegiatan eksplorasi dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas mengenai materi yang sedang dipelajari dari berbagai sumber belajar baik yang ada di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. misalnya pendekatan lingkungan. 3.1. tentang Standar Proses). Setiap model memberikan peran yang berbeda pada guru dan peserta didik. juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan minimal yang harus ada dalam proses pembelajaran sesuai dengan pesan standar proses (Permendiknas RI no 41. praktikum. Sintaks Suatu model pembelajaran memiliki sintaks atau urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar yang diistilahkan dengan fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut bekerja dalam praktiknya. majalah).. buku teks. internet.

elaborasi. Kegiatan eksplorasi. mencari jawaban. Sintaks Model pembelajaran latihan inkuari ini memiliki lima fase sebagai sintaks pembelajarannya. seminar. seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan (mencari) jawaban yang berawal dari keingintahuan mereka. Adapun kelima fase tersebut adalah sebagai berikut. 1. penyelesaian masalah. memproses data secara logis. Tujuan umum dari model latihan inkuari adalah membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual dan keterampilan-keterampilan lainnya. dan lain-lain. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dan sintaksnya memuat kegiatan eksplorasi. diskusi kelompok . Kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa tanya jawab. Latihan inkuari menekankan pada sifat-sifat peserta didik ini. merumuskan hipotesis dan mengujinya. Kegiatan konfirmasi juga dapat digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam merefleksikan hasil belajarnya dari berbagai sumber belajar. Karakteristik Model Pembelajaran Latihan Inkuari a. dan konfirmasi. atau eksplanasi (penjelasan) yang diberikan peserta didik. Model pembelajaran latihan inkuari dikemukakan oleh Richard Suchman. Model pembelajaran ini menuntut partisipasi aktif peserta didik dalam inkuari (penyelidikan) ilmiah. Merumuskan penjelasan Merumuskan penjelasan. Penulis lebih memaknai ketiga kegiatan tersebut sebagai kegiatan-kegiatan kunci dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sebagai upaya menerapkan konstruktivisme. dan konfirmasi yang dipaparkan di atas. tulisan. penyusunan laporan. elaborasi. elaborasi. kemudian peserta didik melakukan kegiatan. Fase 3: Pengumpulan data dalam eksperimen Mengenali variabel-variabel yang relevan. Peserta didik memiliki keingintahuan dan ingin berkembang.melalui kegiatan membaca berbagai sumber menganalisis bacaan. aturan-aturan atau penjelasan Fase 5 : Mengalisis proses inkuari . pameran produk. Fase 2: Pengumpulan data untuk verifikasi Menemukan sifat obyek dan kondisi. Model Pembelajaran Latihan Inkuari Latihan inkuari berasal dari suatu keyakinan bahwa peserta didik memiliki kebebasan dalam belajar. Menemukan terjadinya masalah. Guru dalam upaya menerapkan PAKEM dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep yang akan dipelajari dan sesuai dengan tuntutan konstruktivisme. Kegiatan konfirmasi dapat dimaknai sebagai kegiatan guru untuk meminta penegasan atau pembenaran dari hasil eksplorasi. dan lain-lain. yaitu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bereksplorasi dan memberikan arah yang spesifik sehingga area-area baru dapat tereksplorasi dengan lebih baik. bukanlah sebagai nama dari urutan atau tahapan atau sintaks model pembelajaran. Kegiatan konfirmasi juga dapat berfungsi sebagai pemberian umpan balik dan kesempatan untuk memberikan penguatan baik dalam bentuk lisan. Fase 1 : Berhadapan dengan masalah Guru menjelaskan prosedur inkuari dan menyajikan peristiwa yang membingungkan. laporan lisan. isyarat. ia menginginkan peserta didik untuk bertanya mengapa suatu peristiwa terjadi. sampai akhirnya peserta didik mengembangkan strategi pengembangan intelektual yang dapat digunakan untuk menemukan mengapa suatu fenomena bisa terjadi.

Ada berbagai macam jenis model siklus belajar. model ini memiliki dampak pengajaran langsung dan iringan sebagai berikut. Guru harus mendorong peserta didik berinkuari sebanyak-banyaknya. merancang pembelajaran (1995: 153) mengemukakan bahwa dalam . Pada fase kedua. fase 2 dan 3 merupakan kegiatan eksplorasi peserta didik. dan diskusi dengan Guru. Apabila Guru ditanya oleh peserta didik yang tidak bisa dijawab “ya” atau “tidak”. Guru harus meminta peserta didik menata ulang pertanyaan yang akan diajukannya agar dapat dijawab oleh Guru “ya” atau “tidak” untuk menjaring mereka mengumpulkan data pada masalah yang akan diselesaikan. dialog dengan peserta didik lain. antara lain seperti berikut ini. Sistem sosial Sistem sosial dalam model latihan inkuari diharapkan bersifat kooperatif. guru dapat melakukan konfirmasi. b. Guru dan peserta didik berpartisipasi setara selama menyangkut adanya gagasan-gagasan. Prinsip reaksi Reaksi yang paling penting yang harus diberikan Guru adalah pada fase kedua dan ketiga. Model latihan Inkuari: • Keterampilan proses IPA • Strtegi untuk penyelidikan kreatif • Semangat untuk berkreativitas • Kebebasan atau otonomi dalam belajar • Toleran terhadap pendapat yang berbeda • Menyadari bahwa pengetahuan itu • bersifat sementara 2. dan sumber-sumber belajar yang ada dalam sebuah masalah. d. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Di dalam penggunaannya. Guru harus membantu peserta didik melakukan inkuari. strategi inkuari. Anton E. Sistem Pendukung Pendukung yang paling optimal terhadap keterlaksanaan model latihan inkuari adalah adanya bahan-bahan yang akan digunakan pada saat Guru menghadapkan peserta didik dengan masalah. Lawson. e. Dari lima fase di atas. c. dan pada fase 5. struktur dapat meluas hingga mencakup penggunaan sumber belajar. Pada fase terakhir. Meskipun model ini dapat sangat terstruktur dengan sistem sosial yang dikendalikan Guru. fase 4 adalah kegiatan elaborasi. Guru harus memahami betul proses intelektual . lingkungan intelektual terbuka bagi seluruh gagasan yang relevan. tetapi bukan melakukan inkuari sendiri untuk keperluan mereka.prinsip inkuari. Model Pembelajaran Siklus Belajar Model siklus belajar merupakan satu model pembelajaran yang dapat digunakan sebagai kerangka umum untuk melaksanakan kegiatan kontruktivis. Ketika peserta didik belajar prinsip. tugas Guru menjaga agar inkuari tetap terarah pada proses penyelidikan itu sendiri.Menganalisis strategi inkuari dan mengembangkannya menjadi lebih efektif. melakukan percobaan.

d. guru memberikan kesempatan dan pengalaman baru kepada peserta didik yang dapat menimbulkan konflik-konflik berpikir serta menimbulkan pertentangan dan analisis terhadap ide dan pemikiran mereka sendiri. b. Jadi melalui fase ini. f. Guru mengakomodasi berbagai jawaban sementara. fase Penelusuran (Invention). Pada fase ini peserta didik belajar melalui tindakantindakan dan reaksi-reaksi yang telah mereka miliki terhadap situasi baru. Fase Eksplorasi juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan fenomena melalui cara mereka masing-masing yang dapat menguji baik keterampilan observasi maupun dalam berhipotesis. Penggalian fenomena harus didahului oleh hal-hal yang membuat mereka bingung atau hal-hal yang dan kontradiktif sehingga menghasilkan yang akan bentuk ketidakseimbangan meningkatkan berpikir pertanyaan-pertanyaan dan berpikir provokasi argumentasi dalam jika…dan…. Pengalaman baru mereka akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan menimbulkan kerumitan-kerumitan yang pada suatu ketika tidak dapat mereka pecahkan dengan cara berpikir mereka. fase Pengenalan Istilah (Term introduction). berbagai pengalaman baru haruslah disediakan bagi peserta didik untuk menguji dan mengembangkan konsep-konsep atau prosedur-prosedur baru dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam konteks yang terkait. maka… Dengan cara ini peserta didik diharapkan berusaha merefleksikan keyakian atau prosedur yang telah dimilikinya untuk mencari pemecahan terhadap fenomena baru tersebut. ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. . agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif. dan fase Penemuan (Discovery). atau didasarkan pada prosedur maupun keterampilan berpikir yang telah dikenalnya pula. Mereka menggali materi-materi baru dan ide-ide baru dengan bimbingan yang minimal dari guru. Dan hal ini juga akan menimbulkan kehati-hatian dalam menguji prosedur dalam siklus ini.konsep-konsep mengembangkan (pengetahuan) maupun keterampilan berpikir. Tetapi belakangan oleh Lawson (1988) fase-fase tersebut dinamai fase Eksplorasi (Exploration). prediksi-prediksi atau data baru yang memungkinkan dapat mengubah keyakinan atau konstruksi pengetahuan lama peserta didik terhadap konsep baru yang diperkenalkan. Di samping langkah-langkah di atas. dan fase Penerapan Konsep (Concept application). baik yang diajukan oleh peserta didik maupun sebagai hasil intervensi yang dilakukan Guru. Jawaban sementara peserta didik digunakan untuk membangkitkan argumen-argumen. Pada akhirnya analisis tersebut dapat memunculkan pembahasan-pembahasan untuk menguji ide-ide alternatif melalui prediksi-prediksi. maka ada 3 fase yang harus diperhatikan yang oleh Karlplus dan Thier (1967) dinamai fase Eksplorasi (Exploration). c. Proses ini akan memunculkan beberapa ide sekaligus menghilangkan ide-ide lainnya yang tidak relevan dalam pola siklus dari pengaturan-sendiri. Peserta didik harus menggali fenomena baru yang didasarkan pada keyakinan yang telah dimiliki peserta didik (konsep-konsep dan sistem konseptual). yaitu sebagai berikut. Untuk dapat memungkinkan terjadinya pengaturan-sendiri sebagai upaya untuk mencapai kemantapan keseimbangan baru. e. Fase Eksplorasi Fase pertama adalah fase eksplorasi. Eksplorasi harus didahului oleh identifikasi terhadap pola keteraturan dari suatu fenomena.

Daftar Pustaka Arronson.Observe. Perlu diperhatikan di sini bahwa konsep adalah pola mental yang direpresentasikan melalui label verbal (dalam hal ini berarti istilah). guru melaksanakan kegiatan. Mintalah mereka mengamati fenomena yang didemonstrasikan. An Account from Professor Aronson [on line]. Using Cooperative Learning in Science Education. guru meminta peserta didik untuk mengajukan hipotesis mengenai mengapa terjadi seperti yang mereka lakukan dan menjelaskan perbedaan antara prediksi yang dibuatnya dengan hasil observasinya.eric. Tersedia :http://www. yang dimulai dengan memperkenalkan istilah baru yang merujuk pada pola yang sudah ditemukan pada fase eksplorasi.O. P. mintalah pada peserta didik untuk mengamati apa yang akan Anda demonstrasikan. Di sini peserta didik mencoba mengaplikasikan konsep atau istilah (term) atau pola pikir baru pada situasi permasalahan baru. tetapi yang lebih penting peserta didik harus dapat mempersepsi istilah tersebut dengan kemampuan mereka sendiri.O. Berns. Jadi. Fase Aplikasi Konsep Fase ketiga yaitu penerapan konsep (concept application). Penerapan diusahakan dengan banyak variasi agar pengertian baru yang telah mereka peroleh lebih mantap dan permanen.org/history. konsep tiada lain adalah pola plus istilah. E. 2001.jigsaw. dengan Penerapan Konsep (concept aplication) memungkinkan peserta didik untuk menemukan penerapannya (juga non aplications) dari konsep-konsep tersebut pada konteks-konteks baru. observasi. Guru dapat memperkenalkan istilah.E adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain .E (Predict.edu. Tersedia [on line] http://www. dilain pihak peserta didik dengan kesempatannya dapat menghubungkan pola-pola dengan istilah yang merupakan pembentukan konsep. 3. 1992. Robert G dan Erickson.O. yaitu predik. Observe: pada tahap ini. Patricia M. eksplorasi (exploration) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan pola-pola. History of The Jigsaw. Akhirnya. Istilah atau nama konsep ini dapat diinformasikan oleh guru atau diperoleh peserta didik melalui buku. P. ERIC Clearing House. menunjukkan proses atau demonstrasi dan mintalah peserta didik untuk mencatat apa yang terjadi.Fase Pengenalan konsep/istilah Fase kedua pengenalan istilah (term instroduction).dan memberikan penjelasan (explain). Model Pembelajaran P.E ini sering juga disebut suatu strategi pembelajaran di mana guru menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka untuk melaksanakan tiga tugas utama. film atau media lainnya.Explain) P. Contextual Teaching and Learning: . 2000. Tahap ini harus selalu diikuti eksplorasi dan dihubungkan dengan pola-pola yang mereka temukan dalam setiap kegiatan eksplorasi.htm Blosser. E. Ketiga tugas siswa dalam model pembelajaran POE yaitu: Predict : pada tahap ini. kemudian mereka memprediksi hasilnya dan mempertimbangkan hasil prediksinya. Explain: pada tahap ini. Pengenalan Istilah (term introduction) memungkinkan Guru dengan kesempatannya dapat memperkenalkan istilah.

Fourt Edition. Bandung: PPPPTK IPA http://www. SD. Boston: Allyb and Bacon Horley. Mulyasa. Models of Teaching. Bandung: PPPG IPA. E. 1986. The systematic Design Of Instruction .gif Indrawati. 2007(b). Rangke L . Friedl. Walter and Lou Carey. (tanpa tahun).20 tentang Sisdiknas Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Third Edition. and Society A Primer For Elementary Teachers. USA: A Simon Schuster Company BSNP. Lawson. 1990. 2005. Makalah dalam penataran Calon Penatar Dosen Pendidikan Guru SD (Program D-II). Models of Teaching. et. 1986. Remaja Rosdakarya. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Boston. Bruce Joyce & Marsha Weil. Monson.cew. 1992. Boston: Allyn and Bacon. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Indrawati. 1995. Daugs and Jay A. Cooperative Learning and Hands-on Science. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Second Edition. 1990.edu/teachnet/ctl What is contextual teaching and learning? http://education. Bandung Slavin. Model-Model mengajar Metodik Khusus Pendidikan Ilmu pengetahuan Alam Sekolah Dasar. Research and Practice. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. L. 1990. Undang. -------------. 5th. Elementary School Science for The’90.jlab. Model Pembelajaran Rumpun Pemrosesan Informasi (Modul). California: Kagan Cooperative Learning. 2003. The Highligh Zone: Research @ Work no 5. Effective Teaching Strategies. Hendriani. New Jersey: Prentice Hall. Killen. Bandung: Penerbit Alfabeta Tobing.Preparing Student for the New Economy. Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sf/MI. Science Teaching and The Development of Thinking. second edition. Florida : Harper Collins Publishers. Makalah pada Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup. 1995. Syaiful Sagala. Bandung: PPPG IPA Indrawati.undang No.. Technology.org/reading/img/water_cycle_01. Diknas: Jakarta Chandler. . Science. Alfred E. 1998. Logan: Utah State University. Penerbit PT. Model Pembelajaran PAKEM. R. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. 2007(a). Yeni. Setia Adi.. E. (1995). Teaching Science to Children: An Integrated Approach. Mengapa. 1998. Hinduan. Dick. Inc. New York: Random House Joyce and Weil. 2007. Bandung: PPPG IPA.al. Donald R. Virginia: association for Supervission and Curriculum Development. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. 2004. Australia: Social Science Press. 2006. Model Pembelajaran Langsung (Modul). Apa.wisc. Anton E. Cooperative Learning: Theory. Roy. Models of Teaching. Lessons from Research and Practice. dan Bagaimana Pendekatan STS. Konsep dan Makna Pembelajaran. BelmontCalifornia: wadswort Publishing Company.

Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. efektif. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Hal senada dikatakan Margaretha S. Dengan cara kerja seperti itu. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. melainkan sudah dikenal dan populer. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. dan bermakna 4. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. sumber belajar. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Siswa boleh saja berpikir secara global. kreatif. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. inovatif. Inovatif. Mohamad Yunus. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna .Y. efektif. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsabangsa lain di seluruh dunia. hanya saja sering terlupakan. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Artinya.Berdasarkan teori belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Suasana yang menarik. melainkan kita belajar dari kesalahankesalahan orang lain. kreatif.. dan sarana belajar. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Dengan mendirikan Grameen Bank. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. dalam Wilis:154). baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Prinsip pembelajaran aktif. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. 2002). menyenangkan. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Berpusat pada peserta didik 2. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. dan menyenangkan (PAIKEM). Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi.

dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. 5. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. untuk mengungkapkan gagasannya. dan cocok bagi siswa. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. 1. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Belajar melalui berbuat. kemungkinan kegagalan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Kreatif. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. 9. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. dan mengemukakan gagasan. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. dan tentu saja rasa bosan. 4. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. 4. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. guru menggunakan. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. menyenangkan. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Sesuai mata pelajaran. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. peserta didik aktif berbuat Menekankan pada penggalian. auditory atau kemampuan mendengar. 2. mempertanyakan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. • • • • • • • • • • . penemuan. misalnya: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber 1. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. dan Menyenangkan. Efektif. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Menurut hasil penelitian. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. 8. 3.6. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Pada saat yang sama. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. 7. 2. misalnya: Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas 6. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. 3. dan kinestetik. keterbatasan pilihan. 5. Inovatif. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. termasuk cara belajar kelompok. dan penciptaan Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif.

kreatif. Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah.php?id=323 Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. dan menyenangkan. inovatif. inovatif. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus Guru memantau kerja siswa. kreatif.edublogs. Jakarta. melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa · Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) · Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Penggunaan metode yang bermacam-macam dan variatif ini disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajarn. efektif. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.• Lingkungan • • • • • • • • • • • • • • • • Siswa: Melakukan percobaan. mencari rumus sendiri. Ibrahim. · Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/ http://www. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Indonesia. Model Pembelajaran PAIKEM Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. kreatif. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. 2003. yaiti : aktif. Guru memberikan umpan balik. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif.id/berita. menyenangkan yang disingkat PAKEM. kreatif.ac. Kemandirian dan tanggung jawab dibina sejak . efektif. inovatif. pengamatan. Orientasi proses dalam model PAKEM berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar. Directorate Pendidikan Menengah Umum. Model PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpuh pada empat prinsip. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. http://gora.umy. Model PAKEM berorientasi pada proses dan tujuan. Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru mulai dari yang sederhana samapi dengan yang kompleks. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. efektif dan menyenagkan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. peneliti menggunakan metode pembelajaran aktif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Dalam penelitian tindakan kelas ini. Jakarta: Bumi Aksara.

Kebersamaan dan bekerjasama untuk mengasah emosional. Tidak kalah pentingnya anak sipa mengahadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan. diajak ke sumber belajar. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan melibatkan keaktifan mental (intelektual-emosional) walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan phisik. 1. d) Efektif dapat diartikan : mamanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar. anak lebih kritis dan kreatif. percaya diri dan kritis serta mempunyai banyak cara. tidak mudah puas dengan hasil kerja dan selalu ingin berbuat terus. terutama berinteraksi antar siswa. tidak cepat putus asa. Efektif dan Menyenangkan a) Aktif dapat diartikan : selalu mencoba. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. ingin mengadkan motivasi. Patisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran. b) Inovatif. memunculkan hal-hal baru dari pengalaman siswa yang dikontruksikan dengan materi pembelajaran. Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan sekolah. e) Menyenangkan dapat diartikan : penampilan guru yang menarik. mendiskusikan. . Tekanan pada afektif dalam penbelajaran. menumbuhkan motivasi. Jumlah waktu yang dipergunakan untuk mengulangi masalah pribadi siswa baik berhubungan ataupun tidak dengan mata pelajaran. Persaingan yang sehat ditumbuhkan dengan saling menghargai satu sama lain serta menumbuhkan sikap kepemimpinan. desain kelas yang tidak membosankan (enjoi learning). Kadar keaktifan tersebut ditentukan oleh tujuh dimensi (Mc Keachie. memanfaatkan modalitas belajar ( visual. kaya dengan metode. mengoptimalkan panca indera dan mengatur strategi pembelajaran. memanfaatkan waktu yang ada. Kata "aktif" sendiri dapat dalam bermacam-macam bentuk seperti: mendengarkan. suasana belajar tidak searah. menulis. membuat sesuatu.Inovatif. belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajadnya tidak sama antara siswa satu dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas. suasana belajar menjadi bervariasi serta meningkatkan kematangan emosional. Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. Kreatif. Tidak ingin menjadi penonton. 1954) sebagai berikut.awal. mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu. melakukan observasi. Auditorial atau kinestika) Pada hakikatnya. Orientasi tujuan adalah agar anak belajar lebih mendalam. Kadar keaktifan siswa dalam belajar terdapat dalam rentang keaktifan antara Teacher-centered lawan student-centered. Kekohesiofan kelas sebagai kelompok. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribuasi siswa yang kurang relevan bahkan salah sama sekali. Gurus harus dapat memberi empan atau memfasilitasi siswa dalam memunculkan daya inovatif. Makna Aktif. c) Kreatif dapat diartikan : menginginkan adanya perubahan yang baru.

Anak yang mempunyai gaya belajar auditorial. cenderung senang dengan cara melihat. didekatkan ke alam nyata. 3) Skenario pembelajaran secara rinci dan matang Skenario merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru. Dulu guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered learning). auditorial dan kinestik. 4) Menerapkan asas fleksibilitas Asas fleksibilitas. baik perbedaaan cara belajar maupun perbedaan kecerdasan. 5) Melayani perbedaan individual Semua memaklumi bahwa anak mempunyai perbedaan. Seorang guru tidak bias membuat anak sama seperti gerigi sisir. Pelaksanaan pembelajaran PAKEM a. Sedangkan anak yang mempunyai gaya belajar kinestik cenderung belajar dengan cara bergerak. cenderung senang dengan mendengar. Persiapan 1) Berpusat pada siswa Perubahan paradigma pembelajaran sangat terasa saat ini. 2) Guru membuat persiapan matang Persiapan bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak harus dikerjakan. ada penghargaan bagi yang berprestasi. Anak yang mempunyai gaya belajar visual. Sebagaimana berbagai teori sudah disepakati oleh para pakar pendidikan bahwa setiap anak mempunyai modalitas belajar atau gaya belajar yang berbeda. artinya lebih lentur dalam memahami kondisi yang akan dihadapi. seorang guru sudah membuat format pada setiap pertemuan dengan siswa. Berbagai hambatan dalam proses pembelajaran akan dihadapi. Untuk itu.belajar sambil bermain dan bernyanyi. berbagai alternatif terutama metode harus disiapkan. Untuk itulah dalam menangani anak sudah dipersiapkan cara pelayanannya. bekerja dan menyentuh. hasil belajar anak dipajang di kelas. 2. Modal belajar anak cenderung pada karakter alamiah yang dimiliki. baik gambar maupun bagan. yaitu : gaya belajar visual. Dengan disusun skenario pembelajaran. tetapi desesuaikan dengan karakter dan kepribadian yang khas yang dimiliki anak. Modalitas belajar yang dimiliki anak ada tiga. melainkan guru sudah mendesain pola pembelajaran yang ideal dengan karakter materi yang sedang diajarkan. Saat ini pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa (student centeret learning). Seorang guru tidak hanya terpaku pada satu metode yang ada. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau strategi pembelajaran(RPP). Bukan hanya sekedar format. Seorang guru tidak bisa kaku dalam menerpakan pola pembelajaran di kelas. . Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. Berbagai metode dengan karakter materi yang akan diajarkan sudah dipersiapkan sebelum diajarkan. Jiuka hal itu sudah diantisipasi maka akan terjadi proses pembelajaran yang mengasyikkan.

f) Proses 1) Mendengarkan pendapat siswa 2) Menggunakan bermacam-macam sumber belajar 3) Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu. kecerdasan visualspisial. musikal. yaitu intelegensi tunggal yang sering disebut intellegence quotient (IQ). anak juga mempunyai perbedaan kecerdasan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi . Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Teori ini dirumuskan oleh Prof. Saat ini muncul teori intellegensi majemuk yang disebut multiple intelligences.Selain perbedaan gaya belajar. kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan natural. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. jelas tidak bijak bagi guru ataupun orang tua yang memaksa murid untuk masuk dalam bidang-bidang tertentu yang anak tidak berminat. hanya saja sering terlupakan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. menantang dan produktifem soving) 6) Menuntut hasil yang terbaik dari siswa 7) Memberikan umpan balik seketika 8) Siswa memanjangkan hasil karyanya 9) Kompetitif dan kooperatif Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Howard Garder. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Dengan berpedoman pada kenyataan bahwa murid mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. 4) Pertanyaan terbuka. Berdasarkan teori belajar. kecerdasan kinestis-jasmani. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Manurut Garder anak mempunyai delapan kecerdasan. kecerdasan interpersonal. Jika selama ini orang lebih banyak membicarakan teori yang dikembangkan oleh ahli psikologi. Akan tetapi guru dan orang tua dapat mendampingi anak di dalam mengembangkan potensi sepenuhnya dengan penuh minat dan kegembiraan. Alfred Bine. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. melainkan sudah dikenal dan populer. kecerdasan logis-matematis. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. yaitu : kecerdasan linguistik.

Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. efektif. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget.Y. Dengan mendirikan Grameen Bank. dan sarana belajar. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Mohamad Yunus. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Hal senada dikatakan Margaretha S. kreatif. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. inovatif. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. Dengan cara kerja seperti itu. Dasar Pemikiran: . sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. Artinya. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. dalam Wilis:154). dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.. sumber belajar. dan menyenangkan (PAIKEM). Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. 2002). Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Siswa boleh saja berpikir secara global. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan.

penemuan. kreatif. Kreatif. Belajar melalui berbuat. Inovatif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. kemungkinan kegagalan. menyenangkan. efektif. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. dan Menyenangkan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. Suasana yang menarik. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Inovatif. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. peserta didik aktif berbuat 7. Prinsip pembelajaran aktif. auditory atau kemampuan mendengar. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Berpusat pada peserta didik 2. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. keterbatasan pilihan. Efektif. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM : PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. dan bermakna 4. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. dan tentu saja rasa bosan. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. dan mengemukakan gagasan. dan kinestetik. mempertanyakan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. dan penciptaan 8. Menekankan pada penggalian. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: . Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Menurut hasil penelitian. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai.Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1.

Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. untuk mengungkapkan gagasannya.Berkunjung keluar kelas . 3. Pada saat yang sama.Melakukan percobaan. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam.Diskusi kelompok .Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri . misalnya: .Memecahkan masalah . .Mencari informasi . PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.Nara sumber .Studi kasus . termasuk cara belajar kelompok.Lingkungan .Menarik kesimpulan Memecahkan masalah.Percobaan . misalnya: .1. 5.Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri . Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. mencari rumus sendiri.Sesuai mata pelajaran.Menulis laporan/cerita/puisi . menyenangkan. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. pengamatan. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. . atau wawancara . Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa: . 2. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4.Gambar . Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. dan cocok bagi siswa. guru menggunakan. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam.

• Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus • Guru memantau kerja siswa. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. dan menyenangkan. inovatif.Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. inovatif. Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. . Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. efektif. kreatif. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Ibrahim. • Guru memberikan umpan balik. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. 2003. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. kreatif. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. studi kasus. Dalam pembelajaran. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4.PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran. Sementara itu. B. (e) Menentukan strategi pembelajaran. menyenangkan dan efektif. dan portofolio. 3. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. Pembelajarannya efektif d. (f) Akuntabilitas lembaga. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian . (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. tertulis. dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. kuesioner. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. dan perbuatan. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. 2. 4. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. (c) Membantu dan mendorong siswa. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan. A. kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. cek lis. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. mental maupun emosional 2. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu.

Membantu dan mendorong siswa 4. Meningkatkan kualitas pendidikan F. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Pembelajaran Inovatif.net/ Pembelajaran. Kreatif. selama pembelajaran itu berlangsung. Kreatif. Pembelajaran Konstruktivisme. 2. Apa itu PAKEM? P AKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Efektif. Sumber : http://www. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Proses Pembelajaran oleh : Depdiknas A.sekolahdasar. Pendidikan [PAKEM] Pembelajaran Aktif. Akuntabilitas lembaga 7. mempertanyakan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. dan Menyenangkan. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran.tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. E. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. Menentukan strategi pembelajaran 6. Efektif dan Menyenangkan Posted by AKHMAD SUDRAJAT ⋅ 22 Januari 2008 ⋅ 99 Komentar Filed Under Inovasi Pembelajaran. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Sehingga. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. dan mengemukakan gagasan. Artinya. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Pembelajaran Kooperatif. jika pembelajaran .

maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. termasuk cara belajar kelompok. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. tersebut.tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Anak desa. menyenangkan. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. anak kota. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Menurut hasil penelitian. . Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. dan cocok bagi siswa. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. untuk mengungkapkan gagasannya. anugerah Tuhan. anak orang kaya. B. Secara garis besar. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. anak orang miskin. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. misalnya. anak Indonesia. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: • • • • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. kreatif. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu. Berdasarkan pengalaman. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. berapa.2. Oleh karena itu. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. tugas guru adalah mengembangkannya. kapan”. Kritis untuk menganalisis masalah. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. . anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dengan mengenal kemampuan anak. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. kritis dan kreatif. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. 4. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Menyenangkan. Kedua jenis berpikir tersebut. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian. 5. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). 3. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif.

Oleh karena itu. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM? . guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. dan membuat gambar/diagram. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. karangan. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. puisi. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. dan sebagainya. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Sering bertanya. benda asli. Selain itu. 6. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. 8. atau kelompok. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. membuat tulisan. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun.Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. dan ditata dengan baik.’ C. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. takut disepelekan. mencatat. berpasangan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). mengklasifikasi. 7. peta. merumuskan pertanyaan. model. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. sosial. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Pajangan dapat berupa gambar. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. diagram. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. atau takut dimarahi jika salah. berhipotesis. mempertanyakan gagasan orang lain.

Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. Pada saat yang sama. Guru menyampaikan materi-materi pelajaran dan siswa dituntut untuk menghafal semua pengetahuannya. Pembelajaran seperti ini memang terbukti berhasil dalam kompetisi . misal:Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiriGambarStudi kasusNara sumberLingkungan Siswa:Melakukan percobaan. atau wawancaraMengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiriMenarik kesimpulanMemecahkan masalah. Pembelajaran Sesuai mata pelajaran. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa.Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari Guru memantau kerja siswaGuru memberikan umpan balik Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. pengamatan. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Kemampuan Guru Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. trackback Mengapa harus Paikem? Kita tidak dapat memungkiri bahwa sampai saat ini proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. mencari rumus sendiriMenulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Melalui:DiskusiLebih banyak pertanyaan terbukaHasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. guru menggunakan. Pembelajaran Berbasis PAIKEM Januari 9. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. 2011 Posted by msuratman in Uncategorized. Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. Pembelajaran lebih berorientasi kepada penguasaan materi.Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.

Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. dan keterampilannya. d. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. dan Menyenangkan. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. sumber referensi terbatas. Pembelajaran berbasis PAIKEM (dulu PAKEM) diyakini dapat membantu siswa tidak hanya mampu menyerap pengetahuan tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Apersepsi diperlukan untuk . serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. 1992). Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. dan e.mengingat dalam jangka pendek. Preparasi. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). dan kemadirian sesuai dengan bakat. Raka Joni. alokasi waktu terbatas. minat. Kritis/Kreatif. metode. menantang. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. materi. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. b. dan konfirmasi. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Ekspositori dan Inkuiri Diskoveri Sebuah proses pembelajaran memerlukan teknik. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Efektif. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. jumlah materi (tuntutan kompeteni dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. dan sumber daya. a. c. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). peserta didik. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Jadi secara yuridis pembelajaran berbasis Paikem sudah jadi keharusan dilaksanakan dalam pemblajaran di sekolah. krativitas. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses juga diamanatkan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secara interaktif. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. elaborasi. menyenangkan. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. inspiratif. Pembelajaran PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. pengetahuan. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Memerlukan juga strategi yang tepat dan efektif. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori.

yaitus ebagai berikut: a. pengamatan. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. Prinsip Pembelajaran PAIKEM PAIKEM sebagai model pembelajaran berbasis kompetensi menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga . Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. simulasi. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. eksperimen. dan kecepatan belajar yang beragam. media. eksperimen. diskusi kelompok. d. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. b. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. diskusi kelas. dan sebagainya. penelitian sederhana. potensi. dan e. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. pemecahan masalah. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. pengetahuan. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. a. alat.penyegaran c. c. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. b. Metode yang digunakan adalah observasi. d. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. dan bahan cukup. sumber referensi. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Peserta didik memiliki karakteristik. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). dan tanya jawab. alokasi waktu cukup tersedia. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. ekplorasi. Resitasi.

makna. persepsi. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. aktivitas. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain . sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. motivasi. kecakapan sistematis dalam menilai. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). IPS Terpadu). e. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). memecahkan masalah. kreatif. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. kecakapan sistematis dalam menilai. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. komunikasi. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. memecahkan masalah menarik keputusan. f. IPA Terpadu. 1. interaksi dan refleksi. kesulitan maupun ancaman. Tanggung jawab belajar. memberi keyakinan. retensi. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. 2. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. perhatian. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). pengalaman dan kemandirian siswa. Interaksi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). dan transfer dalam belajar. memang berada pada diri siswa. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. menarik keputusan. memberi keyakinan. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Pembelajaran Terpadu (Tematik.mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Komunikasi. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah.

demonstrasi. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Metode yang digunakan seperti penugasan. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). applying. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. observasi lingkungan. atau proyek. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. 3. 2010 Implementasi Inovasi Pembelajaran Teknik paikem 14 Mar IMPLEMENTASI INOVASI PEMBELAJARAN METODE PAIKEM DI MTs NEGERI CIAMIS Abstrak . observasi di sekolah. Materi Penguatan Pengawas. yaitu relating. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. atau simulasi. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. atau simulasi. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. experiencing. Baca lebih lanjut tentang Pembelajaran Kontekstual (contextual teaching and learning: CTL). Ditjen PMPTK Kemendiknas. Sumber: Pembelajaran Berbasis Paikem. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. peran guru sebagai fasilitator. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. eksperimen. diskusi kelas.dengan Lesson Study. observasi di sekolah. tanya jawab. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. presentasi. atau proyek. diskusi kelas. tanya jawab. tutor. observasi lingkungan. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. eksperimen. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. demonstrasi. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. atau demonstrasi. presentasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. 1. diskusi kelompok. teman belajar. cooperating. 2.

Namun demikian. as well as guide the whole process of learning. Pengajar yang profesional ditandai dari penguasaan kelas yang diasuhnya untuk mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar yang optimal. Sehingga kerjasama yang baik antara guru dengan pihak-pihak yang terkait untuk implementasi inovasi pembelajaran harus ditingkatkan Berbagai metode pengajaran dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa di MTs Negeri Ciamis khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. masih ada sebagian guru yang menghadapi masalah dalam pelaksanaannya.PAIKEM. Teachers are also provided with some training to assist with the implementation of learning innovations in schools. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan impelementasi inovasi PAIKEM hasilnya lebih baik dibanding dengan sistem pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat kepada guru. there are some teachers who are facing problems in its . Hal tersebut terjadi karena pengajar selain sebagai orang yang berperan dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan. IMPLEMENTATION OF EDUCATION INNOVATION BY USING PAIKEM METHODE AT MTS NEGERI CIAMIS Abstract A determined learning success by the tips of each teacher in the classroom as teachers than as people who play a role in the process of transformation of knowledge and skills. Sebagian guru-guru mempraktekkan metode PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa. Guru-guru tersebut dibekali dengan beberapa latihan untuk membantu implementasi metode tersebut di sekolah. Kata kunci : Inovasi Pendidikan. juga memandu segenap proses pembelajaran. to deliver learners achieve optimal learning outcomes. metode pengajaran. However. Salah satu yang digunakan adalah metode PAIKEM. Most of the teachers in learning the practice of innovation in schools. Metode yang menitikberatkan bahwa belajar itu adalah menyenangkan. Professional teachers who can be a sign of the extent to which he was master class fosterage. Sebanyak 59 siswa orang MTs Ciamis menjadi responden kajian ini.Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar di kelas dalam meciptakan proses pengajaran.

PAIKEM Pendahuluan 1. di mana telah mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal. social dan lain-lain. Rumusan Masalah Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi. Itulah sebabnya setiap adanya implementasi inovasi pembelajaran.implementation. implementasi gagasan inovasi pendidikan oleh seorang pendidik sangatlah diperlukan. b. tidak lagi mengenal batas-batas . The method is to conduct of education with fun. Keahlian dan kepribadian guru merupakan salah satu faktor yang sangat berperan sekaligus menjadi loncatan bagi siswa untuk meraih keberhasilan khususnya prestasi baik dari segi analisis maupun kemampuan mendayagunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. . merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap usaha pendidikan dengan pengajaran. dengan dukungan elemen terkait supaya tidak terjadi kemandekan pada dunia pendidikan kemudian akan berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik. ekonomi. Therefore need good cooperation between the teachers with related parties for the implementation of learning innovation must be increased. The study results found that learning with innovation PAIKEM Implementation results are better with the conventional learning system or as a teacher in the learning resource center. a. Many methods of education are implemented to increasing capability of MTs Negeri Ciamis students particularly in social science. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru dituntut untuk senantiasa berperan aktif dan eksis dalam dunia pendidikan sesuai dengan zaman yang selalu berkembang. A total of 59 students from two classes of MTs Negeri Ciamis were respondents in this study. Keywords: educational innovation. Dalam dunia pendidikan inovasi adalah tantangan penyelenggaraan pendidikan yang berkwalitas yang merupakan cita-cita mulia bangsa Indonesia. akan dihasilkan oleh pembelajaran yang sering bermuara pada faktor kemampuan guru. Guru sebagai pengajar atau pendidik. educational method. khususnya mengenai masalah kurikulum dan peningkatan sumber daya yang dimiliki oleh siswa. Permasalahan utama Mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidup menjadi lebih baik itu adalah syarat mutlak untuk tidak tertinggal atau tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. Oleh karena itu. One of them is PAIKEM method.

Setiap orang atau individu dalam pendidikan hendaknya berperan dalam implementasi inovasi pengajaran karena prestasi pendidikan tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan.negara dan teritori. Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. sumber belajar. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. Prestasi individu dalam pendidikan merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi organisasi pendidikan. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang semakin canggih dan inovatif. kemacetan lalu lintas. c. Dsb . Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). dsb. banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. Semua pihak yang berperan serta dalam proses inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan. kegagalan panen. Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. memecahkan masalah menarik keputusan. pelatihan guru. antara lain dalam hal manajemen pendidikan. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam sistem mekanisme pasar global. implementasi kurikulum. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). memberi keyakinan. sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan. Bagaimana implementasi inovasi pengajaran di Indonesia untuk mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan. sasarannya dan perencanaan maupun strategi yang dipergunakan. baik guru maupun yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi yang terintegrasi dan berkesinambungan. media. Tujuan dan Manfaat Kajian/tulisan Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. Dalam bidang pendidikan. kecakapan sistematis dalam menilai. ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Di sini dibutuhkan manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi implementasi inovasi pengajaran agar organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas. metodologi pengajaran. terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut. pembusukan makanan. umpamanya masalah kemiskinan. wabah penyakit. pemalsuan produk. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. kejahatan.

pengetahuan dan visi). yaitu modal. Oleh sebab itu. yaitu mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya.Implemantasi Inovasi pengajaran dalam pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain oleh Johnson dan Jacobson (dalam Taufik. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Memfasilitasi penciptaan ekonomi eksternal yang positif (dalam bentuk pertukaran informasi. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. gagasan. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. dan mengemukakan gagasan. kompetensi dan sumber daya lainnya. Kreatif. kualitas dan efektivitas. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pengajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Dari pendapat diatas penulis menarik kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi. Sedangkan menurut Kusmana (2010: 4) inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Efektif. Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi. relevansi. Inovatif. inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011). Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi . 2009). Memfasilitasi formasi pasar. dan Menyenangkan. Memasok/menyediakan sumber daya. karna mempunyai manfaat utama sebagai berikut : • • • • • Menciptakan pengetahuan baru. Landasan Teori Pengertian Inovasi Inovasi adalah suatu ide . mempertanyakan.

Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak .1985 (dalam Kemendiknas : 2011) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. auditory atau kemampuan mendengar. Guru dapat membantu proses ini dengan caracara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. (4) rangkaian verbal. (3) rangkaian gerak. dan tentu saja rasa bosan. keterbatasan pilihan. Menurut hasil penelitian. kemungkinan kegagalan. yaitu: (1) belajar isyarat. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. jika cara pengajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. perasaan tertekan . Implementasi pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya dengan metode mengakomodir setiap karakteristik diri. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dengan memberikan ide-ide. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif.terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. maka pembelajaran bertentangan dengan hakikat belajar. (6) pembentukan konsep. (5) membedakan. (2) stimulus-respon. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Sehingga.

2. termasuk cara belajar kelompok. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD). makna. dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. . maka rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) haruslah berfokus pada siswa. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. kreativitas. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. elaborasi. Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran. Penerapan PAKEM dalam Implementasi Pembelajaran Menurut Tarmizi. pelaksanaan proses pembelajaran. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. 2011) Secara garis besar. minat. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. penilaian hasil pembelajaran. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. menantang. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. inspiratif. Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. 3. Berdasarkan inovasi PAIKEM. menyenangkan. dan konfirmasi. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. untuk mengungkapkan gagasannya. menyenangkan. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. kegiatan inti dan kegiatan penutup. 5. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. 2008 (dalam Pusbang Tendik. dan cocok bagi siswa.

Komunikasi. retensi. motivasi. • • • • • • Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: Melakukan pengamatan Melakukan percobaan Melakukan penyelidikan Melakukan wawancara Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. memang berada pada diri siswa. perhatian. Mengemukakan pendapat Presentasi laporan Memajangkan hasil kerja Ungkap gagasan Interaksi. Tanggung jawab belajar. interaksi dan refleksi. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. komunikasi.aktivitas. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. bentuknya antara lain: • • • • b. dan transfer dalam belajar. a. pengalaman dan kemandirian siswa. persepsi. bentuknya antara lain: c. d. • • • • • • Diskusi Tanya jawab Lempar lagi pertanyaan Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Metodologi . • • • • • Mengapa demikian? Apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut.

Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar.1. . menganalisis. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip bahwa guru dan belajar didapatkan dari aneka sumber. 1. memberi kesempatan untuk berpikir. dan konfirmasi. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna. elaborasi. dan sumber belajar lainnya. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif. guru: a. diskusi. guru: a. dan sumber belajar lain. dan bertindak tanpa rasa takut. menyelesaikan masalah. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. yang meliputi proses eksplorasi. studio. memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. Metode Kajian yang digunakan Adapun kegiatan inti menggunakan metode observasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi. c. lingkungan. Maksud dari eksplorasi. elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut. e. 1. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. d. a. media pembelajaran. b. b. d. atau lapangan. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. c. dan e. 2. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium.

f. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; g. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; h. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. 3. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik, b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

• • • •

berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah; memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Dalam kegiatan penutup, guru:
• • • •

bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

1. b.

Objek Kajian

Objek kajian siswa dan guru MTs Negeri Ciamis yang berjumlah 57 orang, dan kajian ini di lakukan pada minggu ke dua pada bulan Maret 2012. 1. c. Sumber Data

Sumber data dalam kajian ini adalah guru mata pelajaran IPS kelas VIII (Agus Gozali, M.Pd) dan siswa MTs Negeri Ciamis terbagi menjadi 2 kelompok observasi yaitu kelas VIII a dan VIII b. Kelompok yang pertama (VIII a) : dengan implementasi Inovasi pendidikan dengan dengan kajian tiga kali pertemuan sebagai berikut : Tujuan Pembelajaran : 1. 2. 3. Menunjukkan letak aliran sungai Bengawan Solo Menyebutkan kota-kota yang dilalui aliran sungai Bengawan Solo Mendeskripsikan kondisi alam di lembah Bengawan Solo

4. Menjelaskan hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara 5. Menjelaskan corak kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat pra-aksara.

Pertemuan ke 1
• • • •

• •

Kelas dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Tiap kelompok mencari informasi dari internet sekolah yang berkaitan dengan kondisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat disekitar lembah Bengawan. Tiap kelompok mendiskusikan / membahas informasi yang telah ditemukan dari sumber, membuat laporan hasil diskusi dan mempresentasikan hasilnya. Masing-masing kelompok mengamati peta Jawa Tengah di internet khususnya Surakarta dan menginterpretasikan letak aliran sungai bengawan Solo dan menunjukkan kota-kota yang dilalui alran sungai Bengawan Solo. Membuat peta aliran sungai Bengawan Solo Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat / pekerjaan siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke 2

Siswa dibagi ke dalam kelompok

Setiap kelompok mengkaji materi pelajaran dengan mempelajari di internet sekolah dan mendiskusikan :

ü Bukti-bukti apa menunjukkan adanya zaman pra-aksara? ü Bagaimana kehidupan ekonomi zaman pra aksara. ü Bagaimana kehidupan sosila-budaya zaman pra aksara ü Bagaimana hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara ?
• •

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, dilanjutkan tanggapan dari kelompok lain Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke tiga
• • • • • • •

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok Setiap kelompok mengkaji materi tentang corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara melalui internet. Setiap kelompok melakukan studi kasus tentang diminta corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Kelompok lain memberikan tanggapan ,sanggahan dan pendapat terhadap materi yang disajikan Tanya jawab corak kehidupan ekonomi, sosial dan budaya manusia. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap pendapat dan pertanyaan para siswa dengan merujuk pada referensi dan pendapat para ahli :

Kelompok yang kedua (VIII b)

Dalam tiga kali pertemuan, kelompok ke dua menggunakan cara konvensional, yaitu pembelajaran terpusat pada guru. 1. d. Prosedur Penelitian

Obyek : kelas VIII a yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok pertama dengan implementasi inovasi pengajaran PAIKEM, dan kelas VIII b jumlah 30 orang sebagai kelompok kedua dengan menggunakan pola pembelajaran konvensional. Mata pelajaran yang di bahas adalah IPS terpadu, dengan 3 kali perbandingan antara kelompok yang menggunakan implementasi inovasi pengajaran dan kelompok kedua yang dengan mengunakan cara konvensional. Untuk mengetahui hasil pembelajaran diadakan test awal (pre test) dan test akhir (Posttest).

Berikut adalah hasilnya Pertemuan ke 1 2 3 Kelas VIII a pre test Posttest 65, 45 84, 35 64, 98 86, 17 66, 37 85, 20 Kelas VIII b pre test Posttest 64, 74 75, 89 63, 26 78, 29 62, 27 76, 15 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1. Kelompok pertama yang menggunakan metode PAIKEM yang berlandaskan implementasi inovasi pembelajaran hasilnya lebih baik terbukti dari nilai posttest yang lebih baik dari kelompok ke dua yang menggunakan cara konvensional. 2. Peran guru dalam implementasi inovasi pembelajaran adalah guru dituntut mampu mewujudkan PAIKEM dalam kelas sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan dengan mudah dan maksimal, penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran harus memperhatikan fungsi dari media tersebut, guru juga harus mempunyai ketrampilan untuk mensiasati media ke alat yang lebih sederhana tanpa hanya mengandalkan fasilitas dari sekolah, kegiatan mengajar belajar semestinya dapat diimplementasikan dalam realitas kehidupan, evaluasi pembelajaran saat ini menuntut tidak hanya penilaian terhadap akademis peserta didik, akan tetapi juga penilaian melalui pendekatan afektif atau perkembangan sikap siswa; 3. hasil dalam implementasi inovasi pembelajaran dijabarkan ke dalam tiga hal yaitu motivasi belajar siswa menjadi bertambah, perubahan perilaku siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, dan hasil belajar siswa yang meningkat; 4. kendala dalam implementasi inovasi pembelajaran dirasakan oleh guru dan murid, guru merasa takut dan tidak percaya dengan kemampuannya sedangkan murid harus merubah cara belajar mereka dari pasif menjadi aktif, dukungan dari sekolah terwakili dengan adanya budaya sekolah yang mencerminkan aplikasi dari pelajaran PKn yaitu sikap toleransi dan saling menghargai dan kebijakan sekolah yang memberi kebebasan kepada guru guna terwujudnya pembelajaran inovatif; 5. dampak dari implementasi inovasi pembelajaran berimbas kepada guru dan siswa, guru meninggalkan pembelajaran konvensional menuju pembelajaran inovatif, guru menjadi bertambah inovatif dalam melakukan pembelajaran dan bagi siswa telah merubah siswa menjadi subyek belajar yang aktif dalam kegiatan mengajar belajar. Keterangan hasil A>B A>B A>B

Saran

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetapi juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.Inovasi pendidikan sebagai usaha perubahan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatakan semua unsur yang terkait di dalamnya, seperti inovator, penyelenggara inovasi seperti guru dan siswa. Disamping itu, kesalahpahaman yang harus dihindari oleh seorang pendidik dalam implementasi inovasi pendidikan adalah sebagai berikut : 1. PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat. 2. PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah. 3. PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran 4. PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi. Penutup Demikian tulisan ini penulis buat dengan harapan menambah pemahaman dan wawasan dalam implementasi inovasi pengajaran khususnya untuk penulis sendiri, umumnya untuk semua yang membaca tulisan ini.

Daftar Pustaka Tarmizi. pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan. Dalam situs http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-danmenyenangkan/. Dikunjungi 11 Maret 2012 Pusbang Tendik/Badan PSDMP dan PMP-Kemdiknas/2011

Tatang Taufik. Sistem Inovasi dan Pendidikan. Dalam situs http://sisteminovasi.blogspot.com/2009/01/sistem-inovasi-dan-pendidikan.html. Dikunjungi 24 Februari 2012 Anneahira.Inovasi Pendidikan. Dalam situs http://www.anneahira.com/artikelpendidikan/inovasipendidikan.htm/2011.Dikunjungi 24 Februari 2012 Kusmana, Suherli, Ciamis : pascasarjana unigal press, 2010 LAMPIRAN Gambar 1. Contoh inovasi pola duduk dalam pembelajaran Gambar 2.Siswa berperan aktif dalam pembelajaran Gambar 3. Mencari informasi dari internet Gambar 4.Cara belajar konvensional Biodata Penulis Shilphy Afiattresna Octavia, dilahirkan 04 Oktober 1979 di Ciamis. Pekerjaan saat ini adalah sebagai guru di MTs Negeri Ciamis yang dilakukan sejak tahun 2004. Pendidikan dasar dan menengah dilakukan di Ciamis, Strata 1 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan Srata S2 dalam Manajemen Pendidikan Jurusan Manajemen Sistem Pendidikan di Universitas Galuh Ciamis. (Ciamis, 14 Maret 2012)

Merencanakan pembelajaran
Kegiatan rutin guru setiap tahun sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah sama yaitu membuat rencana pembelajaran. Seperangkat mengajar yang kita buat dibendel dan diserahkan kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk di validasi dan disahkan oleh kepala sekolah. Mengelola proses belajar-mengajar (pembelajaran) adalah upaya secara sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut M. Saekhan Muchith, M.Pd dalam buku pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group, 2008, hal 99 Kemampuan merencanakan pengajaran meliputi :

1. Menguasai perangkat pembelajaran, yaitu kemampuan memahami segala hal yang terkait dengan proses pembelajaran 2. Menyusun analisis materi pelajaran ( AMP), yaitu kemampuan menjabarkan materi dari materi yang bersifat umum ke dalam materi yang khusus, atau menjabarkan standar kompetensi ke dalam indicator keberhasilan pembelajaran. 3. Menyusun program semesteran dan program tahunan, ini merupakan jadwal pelajaran dalam kurun waktu tertentu 4. Menyusun rencana pengajaran, dengan memperhatikan :1. Standar kompetensi siswa, kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran; 2. Indikator keberhasilan, kemampuan atau ketrampilan yang ditampilkan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran. Indikator ini perlu dilihat dari segi intelektual (kognitif) dan juga ketrampilan mekanik (psikomotor); 3. Perumusan tujuan pengajaran, yaitu aspek kemampuan yang harus dicapai melalui proses pengajaran; 4. Pemilihan bahan dan urutan bahan, yang perlu diingat bahwa bahan pembelajaran tidak hanya dari buku panduan saja, tetapi bahan pembelajaran bisa diperoleh dari mana saja, apa saja asalkan mampu memberikan kemampuan akademik siswa; 5. Pemilihan metode mengajar, motode yang ideal adalah metode yang sesuai dengan materi, dengan perlengkapan sarana, sesuai dengan waktu, sesuai dengan kemampuan guru, dan sesuai dengan kemampuan siswa; 6. Pemilihan sarana / alat pendidikan, guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan memberdayakan segala sarana untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran; 7. Pemilihan stategi evaluasi, evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui tentang (a) kemampuan siswa mengetahui materi pelajaran, (b) mengetahui kekurangan dan kelebihan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (c) mengetahui keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin lembaga pendidikan Model pembelajaran terakhir yang aku dengar adalah model pembelajaran PAIKEM, yaitu model yang dalam proses pembelajarannya menjadikan siswa menjadi aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Dalam melaksanakan model PAIKEM, guru harus memperhatikan : 1. Memahami sifat yang dimiliki anak; 2. Mengenal anak secara perorangan; 3. Memanfaatkan perilaku anak dalam mengorganisasian belajar; 4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan untuk memecahkan masalah; 5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik; 6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar; 7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar; 8. Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental. Dalam buku yang digunakan untuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) rayon 16 Jember, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk melaksanakan PAIKEM ditunjukkan beberapa kegiatan guru dan siswa. Juga kemampuan yang perlu dikuasasi guru untuk menciptakan suasana aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Contoh KBM model PAIKEM :

Komponen pembelajaran

hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
• • • • • •

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran

Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan

Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya :

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

• • • •

Alat yang sudah ada / dibuat sendiri. Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan

Siswa :
• •

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembankan ketrampilan

• •

Melakukan percobaan, pengamatan atau wawancara Mengumpulkan data / jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri

Menulis laporan / hasil karya lain dengan kata kata sendiri Melalui :

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan

• • • •

Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan hasil pemikiran siswa sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan ( untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut Tugas perbaikan atau pengayaan yang diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari

Guru Menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa

• •

Guru mengkaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari

Model ini melibatkan siswa sejak perencanaan. 2000: 21-22) Pembelajaran jigsaw adalah cara pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memberikan tugas kelompok kepada siswa. dkk 2004 : 64-67) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi 4 model : 1. NILAI 1. baik menentukan topic maupun cara mempelajari melalui investigasi. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. karena model ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa selama proses belajar mengajar. Jujur . tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan berkomunikasi maupun ketrampilan proses kelompok. 1998: 20) Model pembelajaran GI adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda baik dari segi gender. 2. Number head together (NHT). pancasila. etnis. Abdurrahman dan Bintoro ( dalam nurhadi. Grup investigation (GI). 3. dan agama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topic. yaitu siswa saling berinteraksi untuk memecahkan masalah. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. kita juga memperhatikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. diidentifikasi dari sumber-sumber : agama. dan diskusi ( Ibrahim. Model pembelajaran STAD adalah siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran lain untuk menuntaskan materi pembelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami materi tutorial.Model pembelajaran yang dapat mendukung proses PAIKEM adalah pembelajaran kooperatif. terdapat sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. Student teams achiement devision (STAD). tindakan. dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menyelesaikan materi pembelajaran. 4. budaya dan tujuan pendidikan nasional. dan pekerjaan. Menurut Nurhadi. kemudian mempresentasikan materi tersebut kepala kelompok yang lain (Hadisubroto. 2. Jigsaw. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Dalam merencanakan pembelajaran tidak hanya memperhatikan model pembelajaran. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. kuis.

4. 8. dan didengar. budaya. sikap. bersikap. 9. 6. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. dan . bergaul. bersikap. ekonomi. 7.NILAI 3. bertindak. 13. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. 5. dilihat. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 10. 15. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. perkataan. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. Toleransi DESKRIPSI Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. Demokratis Cara berfikir. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. sosial. Cinta Tanah Air Cara berfikir. dan bekerja sama dengan orang lain. dan politik bangsa. 14. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. etnis. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. dan mengakui. serta menghormati keberhasilan orang lain. pendapat. 16. Cinta Damai Sikap. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. 11. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. kepedulian. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang Komuniktif berbicara. 12. lingkungan fisik. suku.

Sumber pustaka : M. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Saekhan Muchith. digunakan terbatas untuk pendidikan dan latihan profesi guru rayon 16 universitas jember Kementerian pendidikan nasional. yang seharusnya dia lakukan. jakarta. jakarta. Tahun pelajaran sekarang. Sumber : Kementerian pendidikan nasional. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP . Tim penyusun modul rayon 16 universitas jember. PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. Berarti membuat 4 perangkat pembelajaran. 2008. sosial dan budaya). M. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. pedoman sekolah. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. masyarakat.NILAI 17. pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. aku dapat tugas mengajar 4 pelajaran. Peduli Sosial 18. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.Pd . Tanggung-jawab DESKRIPSI mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. terhadap diri sendiri. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. Semoga tahun sekarang lebih baik pelayananku kepada siswa dari pada tahun yang lalu. lingkungan (alam. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. pedoman sekolah. 24 jam perminggu.

UU No. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. menyenangkan. Dengan demikian. 2007). Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. Inovatif. b. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Menyenangkan). dinamis dan dialogis. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Singapura (25). Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. a. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. Selain PAIKEM. Kreatif. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. 1. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. 2007). B. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. . melainkan sebagai subyek didik. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi.. pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. kreatif. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Thailand (73). Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran.pada tahun 2005. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Efektif. Brunei (33). Philipina (84). Malaysia (61). sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono.

dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. 2007). Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. menyenangkan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. untuk mengungkapkan gagasannya. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. mempertanyakan. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. 3. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Menurut hasil penelitian. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. 5. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. Kreatif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. dan cocok bagi siswa. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. termasuk cara belajar kelompok. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Secara garis besar. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Sehingga.BAB II PEMBAHASAN A. dan mengemukakan gagasan. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Inovatif. 2. 2. dan Menyenangkan. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM . Efektif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

Tugas guru adalah mengembangkannya.. Sering bertanya. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. Kritis untuk menganalisis masalah. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. 2007). 2007). menurut Suprijanto dkk. (2008). tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif.. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. berapa.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. kapan”. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. Dengan umpan balik. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan yang mendalam pada diri anak. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. Dengan mengenal kemampuan anak. mempertanyakan gagasan orang lain.Dalam melaksanakan PAIKEM. sehingga mereka mampu . 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. kreatif. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme . Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Siswa: Melakukan percobaan. Sesuai mata pelajaran. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari.4. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. guru menggunakan. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Pada saat yang sama. pengamatan. 3. percobaan. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Indikator : Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. 2007) 4.merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.

Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok . dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur.Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.

Artinya.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe .Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih. Presentasikan rancangan eksperimen . Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. Sebagai contoh : . Berdasarkan masalah di atas.Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji 3. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut .

2. yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. yaitu: 1. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7.6. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. dalam merencanakan. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. melaksanakan. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. berdasarkan data. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. 2009). Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. Tujuan bersama untuk jangka panjang. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. 2008). Dalam tulisannya yang lain. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. LESSON STUDY 1. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. 2008). di luar peserta Lesson Study. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. Meski pada awalnya. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. Presentasikan laporan B. Buatlah laporan penelitian 8. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka . (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif.

baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study . serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. dan bukan sebagai pengganti. misalnya. Sementara itu. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. Studi tentang siswa secara cermat. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. 2. Dengan demikian. Observasi pembelajaran secara langsung. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa diambil dari Lesson Study. 3. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. dan sebagainya. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. Dengan melakukan pengamatan langsung. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. pengembangan kemampuan individual siswa. Materi pelajaran yang penting. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. partisipasi.panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. 4.

Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. 2. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. 2008). d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. yaitu: 1. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See).(Sudrajat. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan . guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. Sementara itu. 3. Pemerintah melalui Permen no. dijumpai beberapa pendapat. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. 3. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei).Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. 4. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. 4.

baik pada tahap awal. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. 4. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. 6. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. 2. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. diantaranya: 1. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. siswa-lingkungan lainnya. Selanjutnya. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. 3. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. 5. 7. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. 2). siswa-guru. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. seperti tentang: kompetensi dasar. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural.pembelajaran. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. siswabahan ajar. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. kepala sekolah. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran . Untuk lebih jelasnya. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. cara membelajarkan siswa. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. atau pengawas sekolah. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. dan sebagainya. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. 5.

Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Oleh karena itu. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. Pada tataran manajerial. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. 5.berlangsung. Menganilisis hubungan antara ekosistem. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. baik pada tataran indiividual. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study.2. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. Selanjutnya. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. Indikator : 1. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu . berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. maupun menajerial. Dalam menyampaikan saran-saranya.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3). sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. tidak berdasarkan opininya. Pada tataran individual. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran.

Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3. peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2.Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan .Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” . Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki .2. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. . Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV.

Penilaian terhadap LKPD .Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi Penilaian 1.

Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126.000 meter kubik per hari. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1). jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Kedua. Namun demikian.000 m3 per hari. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. lumpur terus menyembur setiap harinya. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50.000 m3 sampai 60. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. Kecamatan Porong. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo.000 m3 per hari.2. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan .000 meter kubik per hari menjadi 126. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . Jawa Timur. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. Pertama. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. Oleh karena itu. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. dari antara 40. hingga saat ini. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Kabupaten Sidoarjo. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan.000 meter kubik per hari. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). sejak tanggal 27 Mei 2006.

............................ Metode Pembelajaran : ...........wikipedia........... Asal Sekolah : .... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong............................ karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id............. mencapai Rp10........... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI............... Bidang Studi : .........penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain.......... Menteri Kelautan dan Perikanan. 1................................. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo.... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2..................................... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut.......................................................................... Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4.....org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini..................... Jawa Timur............. Guru Pengajar : ... Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5...................... Konsep : ......9 miliar per tahun............................ 5 September 2006............. diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]........ Freddy Numberi............................ seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo......... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini. Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ...... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3.................. ................ menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen............................................... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya....................

................................................................................................................................ 2................................................. .............................. ...................................................................................................................................................................... Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ..................................................................................................................... 1....................................................................................................... Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ......................................................................................................................................Waktu : .................................................................... ....................................................... Asal Sekolah : ..................... 3............................................................................................................................................................. Mata Pembelajaran : ......... Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? .................................................................. 1...................................... ..............tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ....................................................................... Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? .............................................. Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ..................... 4................................................ 3.............................. 4.................................................................................................................................................................................................... Pengalaman Mengajar: ................................................... 2............ Guru Pengajar : ............................................................................................................................................................. ....................................................................... Tempat : .................................... Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ... Kelas : ........................... 3.................................................................................................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No.......................................................... Nama Observer : ...................................................................................... .................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ............................................................................ 2............................................................... .................................................. Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ............ ............................................................................................... ............................................... Nama Bidang Studi Tanda Tangan 1.............................................................................................................

Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. Malang . (online). FPMIPA UPI dan JICA. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif.. 2009. Hendayana dkk. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Model-model Pembelajaran untuk PTK.BAB III PENUTUP A. Depdiknas. Bayumedia Publishing.worpress. Efektif. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL).com/. dkk. B. 2007. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. C. Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. 2008. diakses 16 Mei 2009) Susilo. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. Malang. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. 2007. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson Study Berbasis Sekolah. (http://akhmadsudrajat. Ahmad. 2002.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Sudrajat. Kreatif. Jakarta. Inovatif. DAFTAR PUSTAKA Chotimah.

........................Tarmizi...... Pengertian PAIKEM ...... Saran ........ DAFTAR ISI .... Rumusan Masalah ........... PEMBAHASAN.......................................................................... diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ............................................. LESSON STUDY .... PEMBELAJARAN PAIKEM ..................................................... 2........................................................................................ 3................ Kesimpulan .....................com/.......................................... 5................................ 1......... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ............................................ BAB II.......................................... B........................................................ Hakekat Lesson Study ..................................... Tujuan Penulisan Makalah ... A...... PENUTUP .................. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ............ 4........... PENDAHULUAN ................................................ A............ PAIKEM................................................................. B............................................. BAB I................................ 1....................................................................................................... (online)........ A......... Latar Belakang ............................. Pelaksanaan PAIKEM .......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ (http://tarmizi............................ Manfaat Lesson Study ................. Contoh Skenario Pembelajaran ......................... 4................................... 3. BAB III................. 2008...................wordpress.................. B........................................ C...... 2..................................... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 9 9 10 . Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ............. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM .

12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. 608682521992 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI . M. M.Pd 2. Hj.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. Dr. Dr. SOEDJONO BASUKI. H. SRI ENDAH INDRIWATI.

Oleh sebab itu koreksi. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. PEMBELAJARAN Kamis. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Mei 2009 Diposkan oleh Trisno Marsa di 03. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. Soedjono Basuki. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. dan Bapak Dr. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai . Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study.22 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: ADMINISTRASI. Sri Endah Indriwati M. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin.Pd. H. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Hj.Pd.MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. Malang. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. M. Akirnya. 04 Agustus 2011 PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A.

Philipina (84). Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. UU No.upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. menyenangkan. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. 1. Thailand (73). Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Efektif. 2007). yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Kreatif.. Dengan demikian. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Selain PAIKEM. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. B. Inovatif. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. . kreatif. Brunei (33). Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. Malaysia (61). Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP pada tahun 2005. Singapura (25). melainkan sebagai subyek didik. 2007). Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. b. Menyenangkan). dinamis dan dialogis. a.

Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. dan mengemukakan gagasan. menyenangkan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. dan Menyenangkan. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. dan melibatkam siswa dalam menciptakan . Efektif. termasuk cara belajar kelompok. 2. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan cocok bagi siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. mempertanyakan. Inovatif. Kreatif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. 2007). Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1.BAB II PEMBAHASAN A. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. 5. Menurut hasil penelitian. Sehingga. untuk mengungkapkan gagasannya. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Secara garis besar. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. 3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4.

Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. 2007). 2. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM Dalam melaksanakan PAIKEM. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Sering bertanya. 2007). 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. kreatif. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Dengan mengenal kemampuan anak.lingkungan sekolahnya. (2008).. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. kapan”. berapa. mempertanyakan gagasan orang lain. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. Kritis untuk menganalisis masalah. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan . 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. Dengan umpan balik.. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. misalnya dengan memajang hasil karya siswa.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. menurut Suprijanto dkk. Tugas guru adalah mengembangkannya. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka.

Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). pengamatan. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari.4. percobaan. 3.yang mendalam pada diri anak. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Pada saat yang sama. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Siswa: Melakukan percobaan. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. guru menggunakan. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Indikator : . 2007) 4. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Sesuai mata pelajaran.

Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen . Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV.Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2. peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.

Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Sebagai contoh : . nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji . Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . Artinya. Berdasarkan masalah di atas.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe .Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih.

Meski pada awalnya. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. yang diperolehnya berdasarkan hasil . Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. LESSON STUDY 1. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa.3. melaksanakan. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. 2009). Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. 2008). Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. Presentasikan laporan B. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. Presentasikan rancangan eksperimen 6. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. Dalam tulisannya yang lain. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. 2008). (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. Buatlah laporan penelitian 8. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. dalam merencanakan. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. 2. berdasarkan data. di luar peserta Lesson Study.

materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. Dengan demikian. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). Observasi pembelajaran secara langsung. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. Sementara itu. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap.observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. Studi tentang siswa secara cermat. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. 2. 3. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). misalnya. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. yaitu: 1. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. Materi pelajaran yang penting. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa . (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. 4. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. dan bukan sebagai pengganti. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. partisipasi. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. pengembangan kemampuan individual siswa. Dengan melakukan pengamatan langsung. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Tujuan bersama untuk jangka panjang. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. dan sebagainya. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran.

2008). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. Sementara itu. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). 3. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). . Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study (Sudrajat. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. yaitu: 1. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). dijumpai beberapa pendapat. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. Pemerintah melalui Permen no. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. 2. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study.diambil dari Lesson Study. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. 4.

diantaranya: 1. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. 2). Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. 5. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. siswa-lingkungan lainnya. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. kepala sekolah. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. 6. Untuk lebih jelasnya. cara membelajarkan siswa. 4. dan sebagainya. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran. baik pada tahap awal. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. 2. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. 4. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. seperti tentang: kompetensi dasar. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP.3. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. 5. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. 3. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk . pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. Selanjutnya. atau pengawas sekolah. siswabahan ajar. siswa-guru. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran.

baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. Dalam menyampaikan saran-saranya. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. maupun menajerial. Pada tataran individual. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. Selanjutnya. Pada tataran manajerial.2. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Menganilisis hubungan antara ekosistem. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. Oleh karena itu. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan . baik pada tataran indiividual.keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 7. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). 5. tidak berdasarkan opininya. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. 3). dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study.

Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1.masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu 2. .Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Indikator : 1. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” .Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan . Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV. Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2.

Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi .

sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Pertama. Penilaian terhadap LKPD 2. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi.000 m3 per hari. Namun demikian. Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur. Oleh karena itu. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Kedua.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut.000 m3 per hari. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. lumpur terus menyembur setiap harinya. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. Kecamatan Porong. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas . hingga saat ini. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran.000 meter kubik per hari.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1). dari antara 40.Penilaian 1. sejak tanggal 27 Mei 2006. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo.000 m3 sampai 60. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan.

Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo...................... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen................. Bidang Studi : . Freddy Numberi......org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini....... 1.. Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2......... Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50.... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3..000 meter kubik per hari menjadi 126........ diantaranya Walhi [4] dan ITS [5].....................................9 miliar per tahun..... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong..... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI............. seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo............ Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ...... untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain........... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini......... Menteri Kelautan dan Perikanan. mencapai Rp10......... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya...... Konsep : . karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id.... 5 September 2006........ Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5...................Sidoardjo langsung ke Kali Porong... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut... ...................wikipedia. Jawa Timur......................000 meter kubik per hari............. Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4........

........................................................................ Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? .................................................................. Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ................................................................. Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? .................................................................................................................................................................................... 1..... Waktu : .................................................................................................................................................................................................................................................................................. Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? .................................................................................................................................................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ....................... ....................................................................................................... ........................................ 1....................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No........... ..................................................... Pengalaman Mengajar: ...... Asal Sekolah : ....................................................................................................................................................... Guru Pengajar : .. ............................................ ................................ 4...................................................................................................................................... Nama Bidang Studi Tanda Tangan ............................................................................................................. Mata Pembelajaran : ... Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? .......... Tempat : ................................................................................................................................ Kelas : ........................................................................ Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? .................. Guru Pengajar : ...............................................................................................Metode Pembelajaran : ...................................................................................... 2............ Nama Observer : ................................................................................................................................................................................................................................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ......................... 4........................................................................ .............................................................................. 2............................................................ 3....................... Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ........................................................... ................................................................................................................ 3............................................................................................................................................................................................. Asal Sekolah : ................................................................ ..............................

B. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar.com/. Model-model Pembelajaran untuk PTK. 2. 3.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. BAB III PENUTUP A. FPMIPA UPI dan JICA. Inovatif. 2002. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Malang. diakses 16 Mei 2009) .1. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. 2007. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. C. (online). Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 2007. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Sudrajat. (http://akhmadsudrajat. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). 2008.. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. Kreatif.worpress. Ahmad. Hendayana dkk. Jakarta. Depdiknas. Efektif. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM.

.....................................Susilo.... PAIKEM................. 3................................................................. 3. dkk...... B......................................................................... LESSON STUDY ....................................... 5...........................wordpress.................. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ....................................................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ......................................................... A....... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ........ 1.................................... DAFTAR PUSTAKA .......................... B................ C...... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ....... Manfaat Lesson Study ...................... PENDAHULUAN ....... Malang Tarmizi................................................................................... 2009.. BAB II.......... 4......................................... Pengertian PAIKEM .....................................com/.. A............................................... 1.............. Latar Belakang ......... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 ....................................... Saran ..................................... BAB III................. A................ Hakekat Lesson Study .............................................................................. 4...... (online)......... 2008... Rumusan Masalah .... Lesson Study Berbasis Sekolah............ 2............................. PEMBAHASAN. (http://tarmizi...................... BAB I........ PEMBELAJARAN PAIKEM ........ Pelaksanaan PAIKEM .................................................. Bayumedia Publishing................... B........ Tujuan Penulisan Makalah ................................................................................................. diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .............................. PENUTUP .............................................................. Kesimpulan ....................................................................................................... Contoh Skenario Pembelajaran ...... DAFTAR ISI ...................................... 2...

9 9 10 12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. M. Dr. M. Dr.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. SRI ENDAH INDRIWATI. 608682521992 . Hj. H. SOEDJONO BASUKI.Pd 2.

.Pd. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Hj. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. H. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. Oleh sebab itu koreksi. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. Sri Endah Indriwati M. Akirnya. dan Bapak Dr.UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. M. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. Soedjono Basuki.Pd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful