P. 1
Hakikat Media Pembelajaran

Hakikat Media Pembelajaran

|Views: 487|Likes:
Published by Mutiara Ar-Razi

More info:

Published by: Mutiara Ar-Razi on Feb 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2014

pdf

text

original

Hakikat Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.

Pd Pendidik di Malang Pengertian Media Pembelajaran Kata media merupakan bentuk jamak dari Medium yang secara harfiah tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan dari pengirim pesan (Azhar Arsyad, 2002:3). Sedangkan dalam kepustakaan asing yang ada sementra para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aids (AVA), untuk pengertian yang sama. Banyak pula para ahli menggunakan istilah Teaching Material atau Instruksional Material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasl dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamanati melalui panca indera kita (Hamalik , 1994:11). Dan sebelum diambil sebuah kesimpulan mengenai arti dari media pembelajaran ada baiknya penulis memaparkan tentang pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya : 1. Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi (Azhar Arsyad, 2002:3) 2. Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 ) 3. Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3) 4. Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir, Basyiruddin, 2002:11) 5. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80) 6. Muhaimin dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan, perhatian, dan

minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9) Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar. Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai. Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang Kriteria Media Pembelajaran Menurut Arif S. Sadiman dkk. dalam bukunya “Media Pendidikan” menjelaskan bahwa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi setempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan (Sadiman, 83-84). Dalam hal ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu : pertama, ketersedian sumber setempat yaitu apabila media yang bersangkutan tidak terdapat sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga, adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama artinya bias digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah di bawa atau dipindahkan. Faktor keempat, adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal (contohnya program film bingkai) tetapi dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang.

Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai atau mengadaptasi media yang bersangkutan (Arief S. Sadiman dkk, 1993 : 84). Adapun kriteria dalam pemilihan media pembelajaran adalah : a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan insrtuksional yang diterpakan secara umum mengacu kepada kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga arah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa seperti menghafal, melakukan kegiatan fisik, dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi. b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi media yang berbeda, contoh film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. c. Praktis, luwes dan bertahan, jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber cara lainnya memproduksi, maka tidak perlu dipaksakan. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada yang ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemanamana. d. Guru terampil menggunakannya, ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun jenis media yang digunakan, guru harus mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Nilai dan manfaat media sangat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. e. Pengelompokan sasaran, media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Oleh karena itu ada berbagai macam media yang digunakan untuk jenis kelompok besar, kecil, dan perorangan. f. Mutu tekhnis, pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan tekhnis tertentu. Contohnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lainnya yang berupa latar belakang ( Azhar Arsyad, 1997 : 72-74). Menurut Ahmad Rohani dalam bukunya “Media Instruksional Edukatif” menyatakan bahwa pemilihan dan pemanfaatan media perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut : a. Tujuan Media hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. b. Ketepatgunaan Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. c. Keadaan peserta didik Kemampuan berfikir dan daya tangkapa peserta didik, dan besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan. d. Ketersediaan Pemilihan perlu memperlihatkan ada atau tidak media tersedia di perpustakaan atau di sekolah serta mudah-sulinya diperoleh. e. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.

f. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. (Ahmad Rohani, 1997: 72-74) Berkaitan dengan hal tersebut beberapa ahli menyatakan : untuk memilih media atau menggunakannya media pembelajaran perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. Biaya lebih murah, pada saat pembelian ataupun dalam pemeliharaan b. Kesesuaian dengan metode pembelajaran c. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik d. Pertimbangan praktis Media dipilih atas dasar praktis tidaknya untuk digunakan seperti : 1) Kemudahannya dipindahkan atau ditempatkan. 2) Kesesuaian dengan fasilitas yang dad di kelas. 3) Keamanan penggunaannya. 4) Kemudahan perbaikinya. 5) Daya Tahannya. e. Ketersediaan media tersebut berikut suku cadang di pasaran serta keterbatasan bagi peserta didik. Jenis media yang digunakan harus dipilih berdasarkan kriteria utama, yaitu kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran dan kriteria lain, seperti yang telah diuraikan diatas. Bila media yang dipilih hanya memenuhi sebagian dari kriteria, dapat terjadi halhal sebagai berikut: 1) tampak baik dalam perencanaan tetapi tidak berhasil diproduksi, karena terlalu mahal atau sulit diperoleh peralatan dan bahan bakunya. 2) Diproduksi dengan kualitas rendah karena alasan yang sama seperti diatas. 3) Tidak atau kurang digunakan karena tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik, tidak praktis untuk digunakan atau tidak sesuai dengan metode pembelajaran. 4) Kurang efektif dalam mencapai tujuan (Ahmad Rohani, 1997: 29-30). Akhirnya perlu dipahami tentang cara-cara pemilihan media ada tiga cara yaitu: a. Model, flow Chart, Eliminasi. Menggunakan sistem pengguguran (batal) dalam pengambilan keputusan. b. Model Matriks. Menangguhkan pengambilan keputusan, untuk memilih ini cocok kalau menggunakan media rancangan. c. Model Checeklist. Menangguhkan keputusan untuk memilih sampai seluruh kriteria dipertimbangkan, hal ini cocok untuk media jadi dan media rancangan. ( Ahmad Rohani, 1997: 34) Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com

Belajar siswa yang ditafsirkan guru hanya sebagai menghafal atau mendengarkan keterangan guru saja merupakan problem yang harus diatasi. Ada beberapa pengertian belajar yang telah disampaikan oleh para pemikir pendidikan mulai yang sangat sederhana sampai dengan yang kompleks berdasarkan teori belajar yang digunakannya. 1. Belajar adalah penambahan ilmu pengetahuan. 3. Hilgard memberi batasan. kepandaian atau suatu pengertian.2 Konsep Mengajar . Belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gage). kebiasaan. 5. 1. belajar adalah suatu proses untuk memperoleh modifikasi dalam pengetahuan. Belajar adalah suatu perbuatan yang kompleks yang mencakup beberapa segi.Konsep Dasar Pembelajaran I. Hal ini karena jika guru menganggap bahwa belajar hanyalah menghafal atau hanya untuk mendengarkan keterangan guru maka selama itu pula pembelajaran masih terpusat pada guru dan tidak pada siswa yang seharusnya mengalami belajar. Menurut HC Witherington. 2. keterampilan. Ernest R. Robert Gagne menyatakan. belajar adalah suatu proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan karena mereaksi terhadap suatu keadaan (karena adanya latihan).1 Konsep Belajar Konsep belajar menurut guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Dengan demikian dalam praktik pengajaran diperlukan keputusan yang bijaksana dalam menerapkan teori belajar karena tidak ada suatu teori yang sesuai untuk segala situasi. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat diketahui bahwa belajar pada dasarnya adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang yang menghasilan perubahan pada dirinya akibat dari interaksi dengan lingkungannya. dan tingkah laku yang diperoleh dari instruksi. 4. sikap. yang nampak di sekolah. kebiasaan. Proses Pembelajaran 1. Untuk itulah guru harus mengubah pandangan tentang belajar dan mengetahui bagaimana sebenarnya belajar itu. belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatukan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan.

pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. mengajar merupakan proses yang kompleks karena banyak kegiatan yang harus dilakukan agar hasil belajar siswa lebih baik. mengajar adalah upaya dalam memberi perangsang. . Jika dicermati. Tanpa mengurangi makna secara komprehensif. Mohamad Ali mendefinisikan. Misalnya. 3. 1. sebaliknya siswa banyak mendengar secara pasif. bimbingan. banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan guru baik sebelum. 1. proses mengatur. Guru berlaku aktif mendominasi aktivitas kelas. dan selesai melakukan kegiatan mengajar. guru perlu menerapkan prinsip-prinsip mengajar. Ada beberapa pendapat tentang prinsip mengajar secara efektif. tentu pembelajaran yang dilakukan hanya upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa secara sederhana. Berikut beberapa pengertian yang representatif menggambarkan apa sebenarnya mengajar itu. Oleh sebab itu rumusan pengertian mengajar tidak dapat dirumuskan begitu saja secara sederhana yang tidak meliputi seluruh kegiatan dan tindakan dalam perbuatan mengajar itu sendiri. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar. mengajar merupakan suatu proses yang melibatkan sejumlah kegiatan yang direncanakan dalam upaya menciptakan kondisi agar siswa mengalami perbuatan belajar secara aktif sehingga terjadi perubahan tingkah laku. 2. seorang guru/dosen yang berpandangan bahwa mengajar sekedar menyampaikan pelajaran/materi. diam. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. berikut adalah prinsip mengajar yang dapat dipedomani pengajar agar dapat mengajar dengan efektif. Nana Sudjana menyatakan mengajar pada hakikatnya suatu proses. Setiap rumusan akan berimplikasi pada aktivitas yang terjadi dalam pembelajaran. Perhatian. duduk.3 Prinsip Mengajar Mengajar bukanlah pekerjaan atau tugas yang ringan bagi seorang guru. konsep mengajar yang relatif komprehensif harus dipahami oleh guru. William H Burton memberi pengertian. mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Lebih dari itu. Agar tidak sekedar mengajar di depan kelas. dan catat. 1. Pengajar harus dapat membangkitkan perhatian peserta belajar kepada topik dan pengalaman belajar yang sedang dipelajari. sedang. pendapat yang dikemukakan para pakar tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan hanya kegiatan guru menuangkan materi kepada siswa dengan pola datang. Guru menyampaikan materi dan siswa menerima materi. Berdasarkan ilustrasi di atas. Agar hasil atau tujuan pembelajaran tercapai dengan baik.Seperti halnya belajar.

1. 8. 1. Pengajar hendaknya berusaha menggunakan media untuk menunjukkan benda atau hal-hal yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan dalam kelas. Guru harus cinta kepada apa yang diajarkan. Pengajar hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang kondusif yang mengakibatkan terjadinya proses sosial.2. Guru harus mampu menciptakan kondisi agar siswa bisa belajar dan mengalami aktivitas mental dan fisik. guru perlu mengulang penjelasannya jika diperlukan. Pengajar harus mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta belajar dan efektifitas mengajarnya. Appersepsi. Sequence. Pengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta belajar. Hal itu berarti mengajar secara efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar siswa/mahasiswa yang efektif. Mengingat ingatan itu tidak setia (terbatas). Sosialisasi. 9. Repetisi. 10. Guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi saat mengajar.4 Syarat Mengajar Efektif Jika disepakati bahwa mengajar adalah proses menciptakan kondisi agar siswa/mahasiswa mengalami proses belajar. Manusia adalah makhluk yang unik. Untuk melaksanakan mengajar yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut. 4. 3. 2. Aktivitas. Peragaan. maka guru/dosen harus mampu mengajar secara efektif. 3. Oleh sebab itu pengajar harus bisa menghargai setiap perbedaan dan melayani secara optimal. masing-masing memiliki perbedaan kemampuan belajar. 5. Individualisasi. 7. 6. Pengajar harus memikirkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktunya (sesuai dengan urutan atau tahapan). Guru harus menguasai materi/bahan pengajaran. Evaluasi. Korelasi. 4. . Pengajar harus melibatkan peserta belajar berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. Pengajar hendaknya selalu menghubungkan materi yang diajarkan dengan pelajaran lain sehingga cakrawala peserta belajar bertambah luas.

9. Dalam kondisi ini terdapat serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dan terpadu yang berlangsung dalam situasi edukatif. Peran guru dalam proses belajar mengajar adalah: 1. metode. Guru sebagai pendidik. Guru harus mampu mengadakan evaluasi secara tepat sesuai dengan tujuan. 6. evaluasi.6 Peran Guru Proses pendidikan tampak pada pelaksanaan proses belajar mengajar. sumber pelajaran. pengajar. ekonomi dan administrasi. Proses belajar mengajar merupakan implementasi dari serangkaian perencanaan yang telah dilakukan oleh guru dalam bentuk proses interaksi dengan siswa di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan. kegiatan belajar mengajar. Guru harus menanamkan norma-norma dan nilai kepada anak didiknya.5 Proses Belajar Mengajar Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. Proses belajar mengajar dapat dikatakan sebagai proses “pengaturan” lingkungan dan sumber daya yang ada agar terjadi kegiatan belajar (perubahan tingkah laku) pada siswa. melainkan penanaman sikap dan nilai serta keterampilan pada diri siswa yang sedang belajar. 7. alat. Proses belajar mengajar merupakan suatu sistem. Artinya. komponen-komponen tersebut adalah tujuan. Guru harus mampu dan mau membuat perencanaan sebelum mengajar dan mengimplementasikan dalam kelas. Komponen proses belajar mengajar tersebut adalah tujuan. Hal ini berarti guru memiliki peranan yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. 10. proses belajar mengajar bisa berlangsung secara optimal jika seluruh komponennya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. . 20 tahun 2003 tentang sisdiknas). 8. Ini berarti. bahan. Dalam pelaksanaan tersebut guru merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. Guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pengajaran. membuat. manusia. 1. Guru harus mampu merencanakan. isi dan struktur bahan pengajaran. Guru hendaknya memotivasi siswa sesuai sasaran dalam belajar. dan menggunakan media pengajaran secara tepat. Menurut T.5. Guru harus mampu memberikan masalah yang merangsang berpikir siswa. siswa. dalam proses belajar mengajar ini tidak sekedar guru menyampaikan pesan berupa materi pelajaran. Raka Joni. dibangun oleh komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. 1.

komunikasi mengandung makna menyebarkan informasi. Bila dirumuskan lebih luas. nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama antara penyampai pesan sebagai komunikator dan penerima pesan sebagai komunikan. Komunikasi ini merupakan kegiatan manusia. dan sebagainya) 7. sesuai dengan nalurinya yang selalu ingin berhubungan satu sama lain. 9. Keinginan untuk berhubungan di antara sesamanya sesungguhnya merupakan naluri manusia yang ingin hidup berkelompok atau bermasyarakat. Guru harus mengorganisasikan dan mengelola semua komponen dan kompetensi belajar mengajar. Guru hendaknya senantiasa menguasai bahan yang diajarkan dan mampu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis. Guru sebagai pembimbing. saling interaksi dan saling membutuhkan. Dengan adanya naluri tersebut komunikasi dapat dikatakan merupakan bagian hakikat dari kehidupannya yang senantiasa hidup bermasyarakat. manusia akan kehilangan hakikatnya sebagai manusia bila ia tidak melakukan kegiatan komunikasi dengan sesamanya. . pekerjaan. Dengan kata lain. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin. 1. mengelola kelas. 3. Guru hendaknya memberikan fasilitas yang maksimal agar tujuan pengajaran tercapai. Guru harus mampu menguasai dan terampil melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan. 6. 8.7 Proses Belajar Mengajar Sebagai Proses Komunikasi Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah sebuah komunikasi yang dibangun dan dilakukan oleh guru sebagai komunikator dengan siswa sebagai komunikan. dan keterampilan yang cukup tentang media pendidikan serta menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. yaitu communicare yang artinya “memberitahukan”. pemahaman. 5. berita. pesan. atau “menjadi milik bersama”. “berpartisipasi”. Guru sebagai pengajar. sosial. pengetahuan. individu. Guru sebagai evaluator. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan pada diri siswa. Guru harus memberikan bimbingan (akademik. 4. Guru sebagai administrator. Guru sebagai fasilitator. Guru sebagai pelatih. Guru hendaknya “mengadministrasikan” secara baik komponen yang ada di kelas (mengetahui dan membuat program pengajaran. Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan. waktu senggang) kepada siswa. Guru sebagai mediator.2. Guru sebagai demonstrator.

dan lingkungan. sign/signal. Ini berarti guru/dosen harus dapat meminimalkan gangguan komunikasi yang selalu terjadi dalam setiap kesempatan berkomunikasi dengan taraf yang tidak sama.Komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses pengoperan dan penerimaan lambanglambang yang mengandung makna. dan data dari sumber pesan melalui media/saluran yang sengaja dirancang sehingga dapat diterima oleh penerima pesan atau komunikan. Wilbur Schramm menjabarkan pengertian komunikasi dalam tiga komponen utama. Lebih lanjut. Sebaliknya. Gangguan ini juga akan berimplikasi pada hasil sebuah komunikasi. fakta. gagasan. komunikasi adalah proses penyampaian pesan. fisik. Gangguan tersebut dapat dirinci menjadi hambatan psikologis. Sign/signal adalah pesan. pesan yang disampaikan adalah isi pelajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. dan decoder. yaitu encoder. Claude Shannon membuat model komunikasi yang menunjukkan peristiwa komunikasi secara lebih rinci. Sumber pesan bisa berupa guru. orang lain atau penulis buku dan produser media. kultural. Encoder (pembuat sandi) adalah komunikator yang mempunyai informasi tertentu dan benar serta mampu mengirimkan informasi tersebut secara tepat pada kecepatan yang optimal. Dalam konteks proses belajar mengajar. atau pernyataan tertentu yang ditujukan kepada dan diterima oleh seseorang atau kelompok. geografis. 1. semakin tidak lancar (gagal) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin sulit pencapaian tujuan. Semakin lancar (berhasil) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin mudah pencapaian tujuan. konsep. Salurannya adalah media pembelajaran dan penerima pesannya adalah siswa atau guru. siswa. Decoder (pemecah sandi) adalah komunikan yang menerima pesan dan mampu memahami pesan yang diterimanya. berita. Keberhasilan komunikasi dalam proses belajar mengajar akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Shannon melengkapai proses komunikasi dengan adanya gangguan yang terjadi saat berkomunikasi. Berdasarkan pemahaman komponen utama komunikasi tersebut.8 Komponen dan Pola Instruksional .

html#ixzz2JWQHXh6D Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran sangat beraneka ragam. dan lingkungan. 4. Adapun media pembelajaran tersebut: 1. Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto. Pesan adalah ajaran atau informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide. Sumber: http://www. dan penyaji pesan. Pola instruksional mengalami perkembangan sangat pesat setelah adanya aplikasi teknologi instruksional dalam pendidikan. peralatan. Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas.Instruksional merupakan sebuah sistem. Alat adalah sesuatu (biasa disebut hardware atau perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan.com/2010/03/bab-1-konsep-dasarpembelajaran. maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. Pola instruksional dengan media 5. d). Sistem instruksional memiliki beberapa komponen. Orang adalah manusia yang bertindak sebagai penyimpan. fakta. 1. Media audio visual. 2. Pola instruksional kombinasi.. alat. 3. ada . orang. orang. Bahan adalah sesuatu (biasa pula disebut media atau software) yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri. pengolah. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbolsimbol komunikasi visual. Dari macam-macam media visual tersebut diatas. e) Media cetakan Sadiman (1986). yaitu pesan. Teknik adalah prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan. Pola instruksional dibantu alat peraga.vilila. dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. dan data. Adapun macammacam pembelajaran adalah : a) Media visual. teknik. Pola instruksional tradisional. 1982). Ada lima pola instruksional dimulai dari pola tradisional. ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Berdasarkan hasil penelitian para ahli. bahan. yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. Media visual Media visual termasuk media grtafis. c) media proyeksi diam. Pola instruksional yang merupakan tanggung jawab bersama dosen dan media. b) Media audio. Lingkungan adalah situasi sekitar pesan diterima.

Surat kabar atau koran Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah. membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataankenyataan (Soeparto. media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. c.Pd Pendidik di Malang . b. Media Cetak Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. teori. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dipublikasikan Oleh: M. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa. Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas. Gambar merupakan bahasa yang umum. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Buku Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Selain meliputi bahan bacaan. 1986). Gambar/Foto Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. Asrori Ardiansyah. karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa. 1983). analisis atau penemuan orang lain. 1986) 2. b. penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain : a.tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu : a. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru. 1984). Bagan/Chart Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali. M. Majalah Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya. juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan. Peta dan Globe Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil. c. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan. yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto.

ketekunan. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. nilai. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. penetapan. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. www.blogspot. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik.com.com Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran.blogspot. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Itulah sebabnya dalam belajar. http://grosirlaptop. sementara siswa dibuat pasif. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. kecerdasan. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.kabar-pendidikan. keterampilan. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif.Sumber: www. sarana untuk mengekpresikan dirinya. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada.blogspot. ide. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Pendahuluan Next Next I. Pemilihan. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai.com. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Untuk . menetapkan.arminaperdana. cara berfikir.

Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas.bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. ketekunan. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. penggunaan metode mengajar. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. . diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. membangkitkan motivasi belajar. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Sehubungan dengan tugas ini. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kecerdasan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Jadi. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. strategi pembelajaran. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu.

cara berfikir. kecerdasan. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. penetapan. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. nilai. ketekunan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. keahlian guru dalam mengajar. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. menetapkan. Itulah sebabnya dalam belajar. Pemilihan. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”.Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. ide. keterampilan. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Pendahuluan Next Next I. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal.

selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. strategi pembelajaran. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. membangkitkan motivasi belajar. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi .edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. penggunaan metode mengajar. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. sementara siswa dibuat pasif. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Sehubungan dengan tugas ini. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Jadi. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai.

Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. sarana untuk mengekpresikan dirinya. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. keahlian guru dalam mengajar. Itulah sebabnya dalam belajar. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Pemilihan. ketekunan. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. penetapan. Pendahuluan Next Next I. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. nilai. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kecerdasan. ketekunan. menetapkan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. kecerdasan. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. ide. keterampilan. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. cara berfikir. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. .

berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. . seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Sehubungan dengan tugas ini. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. sementara siswa dibuat pasif. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. penggunaan metode mengajar. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. membangkitkan motivasi belajar. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. strategi pembelajaran.Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Jadi. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut.

harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. justru karena tujuan itu sendiri. b. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. dan daya penentu. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . Selain itu. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi. bereksplorasi. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar.. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. Konteks Belajar. sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: • • Dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat Terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. seperti uraian berikut ini. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai[36]. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar .Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya H.

at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. tetapi sejauh mana percobaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. Belajar memang harus merupakan persoalan individual. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. Sosialisasi Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. f. fokalisasi. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. rnelihat eksplorasi dan penernuan. e. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. Evaluasi .. suatu soal yang perlu dipecahkan. Namun demikian.2) Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah. saran. g. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. Dengan dernikian. c. hal ini perlu dikctahui. 3) Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. dan individualisasi. Timbulnya pertanyaan. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. diskusi dan sebagainya. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. sosialisasi. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaik-baiknya. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian.

maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. III. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. kecerdasan. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pendahuluan Next Next I. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik.Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. ketekunan. keahlian guru dalam mengajar. ketekunan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. kecerdasan. PENDAHULUAN . Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif.

Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. sarana untuk mengekpresikan dirinya. keterampilan. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. strategi pembelajaran. Itulah sebabnya dalam belajar. cara berfikir. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. menetapkan. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. sementara siswa dibuat pasif. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha . Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal.Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. penetapan. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. penggunaan metode mengajar. ide. nilai. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Jadi. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Sehubungan dengan tugas ini. Pemilihan.

kedua. keterampilan. minat. PEMBAHASAN A. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. membangkitkan motivasi belajar. kelelahan. sikap. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. penyesuaian diri. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. . 1. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. atau suatu pengertian. watak. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. tetapi juga berbentuk kecakapan. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. harga diri. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif.menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. usaha untuk menguasai.” Dengan demikian. II. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. penyakit. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. pengertian.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru.

dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. makna dan manfaat tertentu. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif.[10] Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. Menurut Joyce and Weil . makna dan manfaat tertentu. Sedangkan pelajar efektif adalah membentuk informasi. ”Guru yang berhasil adalah mengajar murid bagaimana memiliki informasi dalam pembicaraan dan membuatnya menjadi milik mereka. keterampilan. papan tulis. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. kecerdasan. maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. material (buku. 3. gagasan dan .[11] Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik adalah pembelajaran efektif. fasilitas (ruang. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Pengertian Efektif Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh. 2. Artinya.Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). Hakikat Pembelajaran Efektif Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan. baik kuantitas maupun kualitasnya. Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. tetapi lebih menekankan pada internalisasi. dari posisi guru tercipta mengajar efektif.[9] Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh. ketekunan. kelas audio visual). namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. kapur dan alat belajar). dari posisi murid tercipta belajar efektif.

[13] Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. Bukan hanya terpusat pada teknologi informasi. guru mendominasi pembicaraan sementara siswa terpaksa atau bahkan dipaksa untuk duduk. 1995: 197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dan diketahui dari nilai hasil ujian semester. siswa dapat mengembangkan pengetahuannya. melainkan terbuka peluang bagi industri lokal untuk memproduksi alat-alat peraga dan simulasi. mendengar dan mencatat hal ini sangat tidak dianjurkan. Dalam persiapan mengajar. yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport. Proses belajar akan berjalan baik jika peserta didik bias melihat hasil yang fositif untuk dirinya dan memperoleh kemajuan-kemajuan jika ia menguasai dan menyelesaikan proses belajarnya. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek. . Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik. dan hasil-hasil yang diharapkan sesuai denagn tingkat kematangan peserta didik serta latar belakang mereka. Intinya adalah aktivitas pengajaran sebagai penataan lingkungan. satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. bahan-bahan.kebijaksanaan dari guru mereka dan menggunakan sumber daya belajar secara efektif”[12]. Pendayagunaan teknologi pendidikan telah memasyarakat. yang didalamnya para pelajar dapat berinterkasi dan belajar mengetahui bagaimana caranya belajar. Peran utama dalam pengajaran adalah menciptakan model aktivitas pengajaran kuat dan tangguh. Semakin tinggi dan banyak teknologi didayagunakan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi dan belajar tersebut maka dapat diambil kesimpulan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan. maka semakin terbuka lebar peluang kerja kreatif masyarakat terdidik. Guru mengolah kurikulum yang tepat sehingga dengan pemahaman konsep yang benar yang dibentuk siswa. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran. memungkinkan dapat menghubungkannya dengan pemahaman sebelumnya serta membuka peluang untuk mencari dan menemukan pemahaman terhadap konsep baru. Melalui pengalaman tersebut. Paradigma baru dalam pembelajaran siswa aktif mengharuskan guru untuk mengubah cara pandang terhadap pembelajaran. yaitu : • • • Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan eterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. untuk mencapai pembelajaran aktif. (Daradjat. pengaturan ruang kelas. perasaan dan kesadaran. guru lebih memikirkan/memfokuskan penciptaan pengalaman baru bagi siswa. maka pertumbuhan industri pendukung pendidikan juga semakin berkembang. Proses pembelajaran dengan metode ceramah. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan. Aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental.

menyenangkan. tenggang rasa. 2. Metode yang bervariasi. 5. sehingga keberhasilan belajar dan prestasi dapat dicapai dengan baik sesuai tujuan pembelajaran. dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri. Penilaian prestasi siswa yang dicantumkan dalam rapot. 3. Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. 7. menghargai pendapat orang lain. terdapat interaksi balajar-mengajar yang bagus. 4. maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. 3. dapat mengerti kebutuhan siswa. Berpusat pada siswa Interaksi eduktaif. kemampuan berfikir kritis. jika diperlukan Selain itu Ciri pengajaran Efektif juga dapat diketahui dengan: 1. 7. mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan. Prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu yang telah dipelajarinya. Karakteristik Belajar yang Efektif Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian. Guru-Siswa Suasana demokratis Metode yang bervariasi Bahan belajar bermanfaat Lingkungan kondusif Suasana belajar menunjang . Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati. 5. sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain. Suasana demokratis di sekolah. tercipta suasana dan iklim pembelajaran yang kondusif. Dan secara fisik. misalnya menyusun intisari pelajaran. Interaksi belajar yang kondusif. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan ciri[15]: 1. bisa berbentuk anka jiga berbentuk huruf. membuat peta dan lainlain. 2.[14] B.Nilai tersebut merupakan nilai yang dapat dijadikan acuan berhasil tidaknya siswa belajar serta dijadikan acuan berhasil tidaknya proses belajar mengajar di kelas. akan tetapi juga keberhasilan sebagai indikator kualitas institusi pendidikan di tempat dia belajar. Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata. Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. 6. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya. Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul. memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. 4. Para guru diharapkan dan harus mampu menciptakan pembelajaran dengan efektif. 6.

Memiliki imajinasi dalam menjelaskan 5. kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri. maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. seperti mengarang. tetapi melibatkan banyak faktor. ruangan cukup terang. kendati memang keberadaan guru merupakan faktor penentu dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa : . menulis. kenyamanan dan keamanan ruangan kelas dan beberapa faktor lainnya. kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia. Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa 3. Memiliki minat terhadap mata pelajaran 2. Aktivitas visual. Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Setiap jenis aktivitas memiliki kadar atau bobot yang berbeda. membuat surat. tidak gelap dan tidak mengganggu mata. tergantung pada segi tujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. seperti melakukan praktek di tempat praktek. ketentramannya. dsb. tersedianya fasilitas belajar. misalnya ruang belajar harus bersih. Melibatkan Siswa secara aktif Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap.[16] Keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas memang tidak semata tergantung guru. Aktivitas menulis. membuat karya tulis dsb. misalnya kesehatan. hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama. Kondisi efektif Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa. seperti mendengarkan penjelasan guru. tanya jawab. Aktivitas mendengarkan. Adapun karakteristknya yaitu: 1. mendengarkan pengarahan guru dsb. penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. seperti membaca. tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. umpamanya kebersihan rumah. Menumbuhkan semangat belajar 4. Aktivitas gerak. Dalam menciptakan kondisi yang baik. Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur. c.Selain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimana Karakteristik Guru Efektif. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal. Menguasai metode/strategi pembelajaran 6. Yang jelas. seperti bercerita. b. keamanannya. antara lain : a. d. e. melakukan eksprimen dsb. dan sebagainya. hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dan keprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. Kedua. Aktivitas lisan. Memiliki sikap terbuka terhadap siswa C. diantaranya keaktifan siswa.

Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Guru sering kurang menyadari bahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik. 4. guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran. Disinilah sebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan.1. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar[18]. 2. bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar. Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. Membangkitkan motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Menarik minat dan perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Kemampuan indiviadual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda. Pada awal kegiatan pembelajaran. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. 3. sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa : • • • • • • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin. bakat dan kecerdasan siswa. sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa.[19] . Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri. 2.[17] 3. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar.

melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Oleh karena itu dalam pembelajaran tuntas. Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. 5. bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan keaktifan. Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk . pelayanan individu merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya. Hal ini senada seperti yang ditulis Madri M. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik. tanpa terkecuali. belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat dan atau melalui lembagalembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual. Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga. pembelajaran yang mengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. sebagai berikut : • • • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan. Alat yang dipilih hendaknya tepat. materi pelajaran tidak boleh diteruskan sebelum materi yang sedang diajarkan dapat diserap oleh seluruh siswa. Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Setiap sub materi pelajaran yang disajikan harus dapat dimengerti oleh semua siswa. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman kongkret yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas. Sistem pembelajaran individual atau pembelajaran privat. sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Suasana pembelajaran efektif Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pengajaran sangat tergantung pada kemampuan mengatur kelas yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak didik dapat belajar. Lihat Selanjutnya D.Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja. dan Rosmawati. memadai dan mudah digunakan. Sebab. Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. Dalam sistem pembelajaran tuntas. Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar.

Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid. Menarik. Suasana pembelajaran yang menyenagkan menghindarkan pembelajaran yang tidak efektif. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar. dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar. Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalam pelajaran ini 6. Aman. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai Menurut Nasrun dalam forum pendidikan mengemukakan bahwa guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran sesuai dengan materi yang akan di sajikan. tidak bersemangat. sehingga dengan hal tersebut siswa tidak akan merasakan tekananan. meningkatkan prestasi belajar siswa.melaksanakan tugas ajar. Perasaan gembira. peserta didik akan lebih Rileks. Bebas dari tekanan.[24] 3.[22] dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran: 1. jenuh/bosan. (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan. Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara 8. Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap murid tertentu 4. Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang.[20] Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu efektivitas proses belajar mengajar[21] yaitu : 1. Selalu bersikap sopan kepada murid. malu dan lainnya terhadap guru maupun sesame peserta didik.[23] 2. malas/tidak berminat.[25] . Bangkitnya minat belajar. pembelajaran tidak menarik siswa. Perasaan menakutkan. Perasaan terancam. pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak). 3. Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran 5. Bersemangat. Memanggil setiap murid dengan namanya 2. adanya rasa takut. karena peserta didik tidak Tertekan. Perhatian peserta didik tercurah. suasana belajar yang menyenangkan suasana belajar yang menyenangkan membuat pembelajaran akan berjalan efektif. Konsentrasi tinggi. merasa tidak berdaya. Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran 7. Adanya keterlibatan penuh. suasana pembelajaran monoton. apabila suasana pembelajaran tersebut menyenangkan. dituntut mampu menggunakan metode mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik. maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. Suasana bebas Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi siswa dalam berbicara dan atau berpendapat sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran.

Adapun yang harus dilakukan seorang guru adalah: • • • • • Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif. dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif.[29] Guru sebagai pembimbing. guru juga hendaknya mampu mengelola kelas dengan baik. dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. Pendekatan pribadi dimaksudkan untuk lebih mengenal dan memahami murid-murid secara mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruan belajar mengajar. Upaya Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif Dalam perannya sebagai pengelola kelas. karena kelas merupakan lingkungan belajar yang paling utama dan merupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan dengan baik. Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat. Lingkungan kelas hendaknya diatur dan diawasi sedemikian rupa agar kegiatan belajar lebih terarah dan dapat merangsang siswa untuk giat belajar serta aktif mengikuti pelajaran[26]. Guru sebagai pengelolah pengajaran. aktif. sehingga siswa dapat belajar optimal.E. 1. Tanggung jawab Pendidik Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagai pembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal. Keberhasilan Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar[27].[28] Guru sebagai evaluator of learning.[30] Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. memfokuskan perhatian kepada peserta didik. dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif . guru berusaha mendayagunakan potensi kelas. dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. . memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah. yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif.

cara pengajaran Pendidik Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. hal ini terlihat bahwa motivasi merupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran.[31] Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar. 3.Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini. 2. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar c. Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru b. Motivasi perlu dimiliki oleh siswa agar mereka memiliki ketangguhan dalam belajar Motivasi merupakan proses yang kompleks. Motif merupakan sebab terjadinya tindakan b. Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah c. Penataan Lingkungan Belajar Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataan lingkungan belajar. keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran. strategi pengajaran. Hal ini karena: a. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom management). dan lingkungan sosial. Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan d. Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswa merupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. keahlian motivasional. Menurut Milan Rianto. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkan memotivasi siswa yaitu: . dapat di klasifikasikan yang menyangkut : lingkungan (keadaan) fisik. mempunyai keahlian manajemen kelas. Untuk itu guru harus: a. pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan. maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara pleksibel.[32] Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesional dalam pelaksanaan pembelajaran. sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Rangkaian aktivitas belajar a. Dalam melaksanakan strategi tersebut. Prinsip Kompetisi b. Perubahan secara permanen f. Dengan adanya prinsip belajar ini. Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan b. Perubahan yang disadari b. Lingkungan yang kondusif h. Perubahan yang berkesinambungan c. Prinsip Pemacu c. Proses yang disengaja dan disadari c. Perubuhan yang terarah 2. Kejelasan dan kedekatan tujuan e. Strategi pembelajaran Efektif Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai[33]. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan c. adanya penataan lingkungan belajar yang baik. diperlukan beberapa hal yaitu: 1. Keteladanan Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka harus terwujud seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran. F. dan terarah 3. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar . Pengembangan minat g. Prisnip Ganjaran dan Hukuman d. Perubahan seluruh aspek pribadi b.a. Prinsip-prinsip belajar Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif. serta cara atau strategi pengajaran seorang guru yang profesional. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Pemahaman hasil f. Esensi Belajar a. Perubahan bersifat positif aktif e. Bentuk pengalaman yang sistematis. akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yang signifikan diantaranya: a. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai d. Perubahan fungsional d.

Hersey dan Blanchard memberi arti pengelolaan sebagai[34] berikut : Management as working with and trough individuals and groups to accomplish organizatinal goals (pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui seseorang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi). Belajar untuk hidup bersama secara damai G. organizing. aturan c. baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Kedua. Informasi verbal b. Kualitas Belajar a. Ketiga. dan pemahaman terhadap dunia di sekitarnya secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Manajemen Pengajaran Efektif Pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu kegiatan. Keempat. Pertama. dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas[35]. manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) untuk mencapai visi dan misi pengajaran.d. manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan. kemampuan. mengendalikan dan mengembangkan segala upaya dalam proses menolong murid mencapai pengetahuan. Hasil Pembelajaran a. Respons : aktivitas belajar 4. konsep konkret. Stoner mengemukakan bahwa : ”Management is the proses of planing. keterampilan. Kecakapan motorik 5. Sikap e. Kecakapan intelektual : diskriminasi. . Belajar untuk berbuat d. menggerakkan. mengorganisasikan. secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar. manajemen pengajaran efektif merupakan serangkaian kegiatan merencanakan. Belajar untuk belajar c. Belajar untuk menjadi diri sendiri b. Dalam kegiatan mengembangkan aktivitas pengajaran secara efektif sebagaimana dikemukakan diatas terdapat pembaharuan atau perubahan secara inovatif. Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek e. leading and controling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals. Strategi kognitif d.

Ketujuh. Manajemen efektif mendorong keberhasilan murid. Vidiotapes. Banyak guru mempercayai bahwa jika manajemen terlalu terstruktur. . Keenam. tidak ada cetak biru/pedoman yang sederhana bagi manajemen kelas yang efektif. Manajemen efektif melibatkan perhatian dan pengembangan inovasi. outline yang dapat melayani tujuan pengajaran selama proses aktivitas pengajaran. Kelima. penggunaan gambar-gambar. yaitu : • • • • • • • • • Manajemen efektif adalah hasil dari sejumlah faktor. Keadaan ini menyebabkan pola kerja yang konsisten dan bebas dari kebingungan dan disiplin yang kurang terstruktur untuk menghasilkan penuh kreativitas mereka. Ketiga. guru pun seharusnya jangan takut untuk amarah sepanjang marah itu tidak mengurangi motivasi dan hukuman yang diberikan. Pembelajaran yang terobsesi seharusnya dijadikan model oleh para guru. dan sikap kepada pelajar.dll. Guru harus menentukan kebutuhan murid-murid dengan mengembangkan suatu sistem manajemen untuk keseharian kepada kebutuhan kepribadian anak yang diharapkan berinteraksi terhadap prestasi tertentu. Keempat. maka guru akan lebih berusaha mencapai prestasi dalam pengelolaan kelas yang lemah. hal itu mengurangi kreativitas murid. Film. Fungsi manajemen yang baik adalah sebagai alat penghubung kekuatan yang dimiliki murid ke dalam suatu pengalaman pembelajaran produktif jika murid belajar secara efisien. Keberhasilan meningkatkan penghargaan kepada murid jika murid-murid berprestasi. keterampilan. berbagai tulisan/paper. maka harga diri dan dorongan untuk berprestasi semakin tinggi. Tentu saja. Keenam. Bagaimanapun manajemen efektif memberikan kepada murid dengan pedoman yang jelas dan bekerja. peralatan pengajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran. Guru-guru adalah model dari perilaku yang diterima. Kedua. ada hasil perasaan puas. Efektifitas manajemen bersifat konsisten. Problem manajemen mungkin saja tidak menghargai kualitas sistem pengajaran. buku-buku pelajaran. Manajemen efektif bebas dan tidak terbatas. Manajemen efektif mencakup pengaruh ulang terhadap perilaku diinginkan dan penguatan dari perilaku yang diinginkan. kunjungan / fiel trif yang memiliki kualifikasi pengetahuan. Guru tidak seharusnya menghukum dengan marah atau putus asa. diagram. Hal itu seharusnya muncul untuk murid bahwa manajemen dilaksanakan oleh guru untuk memelihara pembelajaran murid dan mengembangkan inovasi aktivitas pengajaran.Berbagai sumber daya pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran antara lain : Pertama. pengaturan ruang kelas untuk melayani berbagai aktivitas pengajaran. Para guru harus bekerja dalam cara yang sama untuk pengungkapan yang sama dari perilaku salah. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen dalam suatu model pembelajaran . CD yang berisikan rekaman gambar dari film dan dapat diakses dengan menggunakan komputer.

Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar.• Manajemen efektif menuntut teamworks. Bekerja secara konsisten menuju tujuan yang sama. and. they communikate effectively with their students. Kedua.Salam saya Ibrahim Lubis. ketekunan. guru-guru. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Untuk keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. email :ibrahimstwo0@gmail. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. menurut Urlich dkk ada tiga perlakuan yang harus dilakukan guru yaitu : Pertama. They are well organized in their planing. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. they have high expectations of their student.. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Lihat selanjutnya III. keahlian guru dalam mengajar. dan profesional pendidikan lainnya.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. .saya yakin Sobat orang yang baik. Ketiga. kecerdasan. orang tua. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. kepala sekolah. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. masyarakat. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah.com/social-sciences/education/2129621. 2007) cet. 2002) http://id. Ngalim. H. John W. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. Dede. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo.com Lihat daftar pustaka dan Footnote DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Models of Teaching.Bruce dan Marrsha Weil. Belajar dan Faktor . Syafaruddin dan Irwan Nasution. 2009) Rianto. pembelajaran efektif. 1998. h. 2004) Santrock. Jakarta : PT. Oemar. Milan..Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta.shvoong. Sri Esti Wuryani. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. 84 .1996). Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. Imtima. 2003) Nawawi. Manajemen Pembelajaran. Media. Allyn Bacon. (Bandung : Falah Production .1996) Footnote • • [1] Bruce R. 1996). Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. 2004). (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Wasty.2005) Joyce. 2007) Rosyada. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT.saya yakin Sobat orang yang baik. Metode. Gulo..Tri wibowo B.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. 46 [2] Ngalim purwanto. email :ibrahimstwo0@gmail. (London . Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). E.Salam saya Ibrahim Lubis. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Models of teaching (University of California: Allyn and Bacon. Kurikulum dan Pembelajaran. 1995) W. Hadari. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. 2001) Purwanto. Bumi Aksara. 2008) Semiawan. Joyce. TT) Hamalik. 2002. Cony.tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.S. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Soemanto.. educational Psychology. 1990) Slameto. Marsha Weil. 1989) Nasrun. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Terj.11 Prayitno. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya.

Terj. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. 113 [20] Madri M. 100 [14] Hadari Nawawi. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Brace & World. 2002). (Massachusset: Heath an Company. Op Cit.shvoong. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. 2007).. h.. Models of Teaching. 2008). Pengelolaan Kelas (Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud. 274. h. h 39. 85 [25] Nasrun. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. h. 149 [10] Sri Esti Wuryani Djiwandono. 7-8 [28] Ibid [29] Rosyada. Op Cit. dan Rosmawati. h. h.. 03. 1994). 1 [32] Santrock. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media.. Raka Joni.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. h. Op Cit. 63 [23] http://id. Op cit. 129 [18] John W.. h.. (Penerbit Arcan. h. 121 . Desember 2004 ). Imtima. h. [15] Slameto. TT). 117. h. Op Cit. [21] Mary Underwood. 104 [7] Lee Joseph Cronbach. 329 [4] Prayitno. Media. h. h. h. 2001).dkk. 2007) cet. Donald. [26] Rosyada. 1980). (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. C. 47 [8] Oemar Hamalik. diunduh pada tanggal 2 januari 2012 [34] Urlich. Educational psychology (New York: Harcourt. 35 [35] Syafaruddin dan Irwan Nasution. Strategi Belajar Efektif (Universitas Pendidikan Indonesia: http://file. 21 [6] Wasty Soemanto. h. h. pembelajaran efektif. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. 2002). h. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. h. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta. No. 45 [13] Dede Rosyada. Mulyasa. 2003). 226-227 [11] Slameto. Entang dan T. Psikologi Pendidika : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta. 2009). Vol. ( Jurnal Pembelajaran. Bumi Aksara. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB [24] W. h. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. h. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. Manajemen Pembelajaran. 1989). Op Cit. 75-76 [12] Joyce. 1983).S.2005) [36] M. Gulo. h. Op Cit. h.428.Tri wibowo B. 7 [33]Suherman. [22] Cony Semiawan. 2004). 9 [19] Rosyada. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. Teaching Strategies. Bruce dan Marrsha Weil..1996).2000). h.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • [3] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 9 [31] Milan Rianto.upi. 1995). educational Psychology. h. 56 [9] E.com/social-sciences/education/2129621. 1998). h. Pengelolaan Kelas yang Efektif suatu Pendekatan Praktis. 201 [5] Syaiful Bahri Djamarah. 123 [27] Santrock. (London .edu/Direktori/FIP/ SUHERMAN/BIMB_BELAJAR_EFEKTIF). Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. Metode. Belajar dan Faktor . Op Cit. Santrock. 94-97 [16] Ibid [17] Rosyada. 27. h.11. hlm. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. 1963). Allyn Bacon.Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta : PT. Pemahaman Guru Tentang Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar. 148 [30] Santrock.. 1990). h.

tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. membimbing. dan papan. pangan.Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. perasaan.com Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. dan lingkungan masyarakat[1]. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama.saya yakin Sobat orang yang baik. lingkungan sekolah. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. email :ibrahimstwo0@gmail.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak.saya yakin Sobat orang yang baik. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. yaitu lingkungan keluarga. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif.. Berbicara masalah pendidikan. dan budi pekerti. email :ibrahimstwo0@gmail. pandai dan berakhla. watak.Salam saya Ibrahim Lubis. Dari ketiga lingkungan tersebut. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku.. dan moral anak.Salam saya Ibrahim Lubis. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini.

dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan. mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal. misalnya. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. . dan mempengaruhi sikap. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya. sehingga akan menjadikannya berprestasi. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ). Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat. mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. menuntut kejalan yang benar. dibatasi kebebasannya. membimbing.menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. • b. Miller. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. perasaan. buku-buku pelajaran. dan dan tidak saying padanya. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya. diantaranya: • Stoops. karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman.

c. Namun. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. d. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). karena . Sedangkan menurut winkel. e. orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima. Jadi. a. Selain itu prestasi menurut S. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Sejak zaman dahulu. prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup. dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan.

Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar.orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Namun. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. perhatian. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. membimbing. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi. apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang. menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan. Dengan tersebut. maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. maupun aturan. maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian. rasa marah. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting. yaitu mendidik. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. . Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. dan benci. karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil.

Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. maka wajib untuk seorang siswa belajar. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua. karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. peraturan. disiplin. orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar.Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : . Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Dalam membimbing. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. hadiah dan hukuman. Belajar adalah berusaha. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar . Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak. berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. b. Apabila anak siap mental dan fisik 2. D. serta tanggapan terhadap anaknya. Untuk menjadikan prestasi belajar baik. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik.

Dari ketiga lingkungan tersebut. dan budi pekerti. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. watak. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. pangan. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. dan papan. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. Kedisiplinan b. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. lingkungan sekolah. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. pandai dan berakhla. dan lingkungan masyarakat[1]. Memotivasi belajar c. membimbing. Memberi pengarahan. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. Membantu mengatasi masalah anak 6. Berbicara masalah pendidikan. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. yaitu lingkungan keluarga. Memberi dukungan terhadap anak e. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. perasaan. Harus disertai kasih saying 2. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Memberi penghargaan terhadap anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. dan moral anak.

menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, misalnya, buku-buku pelajaran. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, dan dan tidak saying padanya. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun, dan mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ), karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan, membimbing, menuntut kejalan yang benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan, diantaranya:

Stoops, mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal, dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Miller, mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

b. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya, sehingga akan menjadikannya berprestasi. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya.

c. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Sedangkan menurut winkel, prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Selain itu prestasi menurut S. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Jadi, dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. d. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya, selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. e. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. a. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Sejak zaman dahulu, orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Namun, dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua, karena

orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting, karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Dengan tersebut, maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan, karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar, yaitu mendidik, membimbing, menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya, karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Namun, apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang, perhatian, dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan, rasa marah, dan benci. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian, maupun aturan, maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan.

Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap anaknya. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. b. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Untuk menjadikan prestasi belajar baik, maka wajib untuk seorang siswa belajar. Belajar adalah berusaha, berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua, karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar , orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Dalam membimbing, orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak, karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. D. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1.com/2008/06 makalah-psikologi-tentang-bimbingan.html http://aggilnet. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. PT.blogspot. Memberi dukungan terhadap anak e.psb-psma. Memberi penghargaan terhadap anak Daftar Pustaka Imaduddin Ismail. 2004 W. Kedisiplinan b. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3.html http://heru-id. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. Kamus Besar Bahasa Indonesia.ilmiah-tesis. Memberi pengarahan. Psikologi Praktis : Anak.com/2011/04/makalahbimbingan-orang-tua-terhadap. Memotivasi belajar c. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Harus disertai kasih saying 2.html .S.Gunarsa. Balai Pustaka : Jakarta.html http://www. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. 1989 http://www. Remaja dan Keluarga. 2004 Jim Taylor. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi.anakciremai. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasi-siswa http://www.Gunarsa dan Yulia Singgih D. Poerwadarminto. 1980 Singgih D.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. Membantu mengatasi masalah anak 6. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. Memberi Dorongan Positif pada Anak.J.blogspot. Bulan Bintang : Jakarta.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.

di download 3 April 2011 [3] http://www. hal : 244 [5] Jim Taylor.blogspot.html. Zakiah darajat dan dra.html.D. Psikologi Praktis : Anak. Balai Pustaka : Jakarta. Ilmu pendidikan islam berkembang bukan dalam hal bagaimana supaya mengetahui cara syariat-syariat islam atau mengetahui diwajibkanya sesuatu seperti bagaimana kita shalat.com/2008/06makalah-psikologi-tentang-bimbingan. hal : 126 [11] W. hal : 6 [12] Imaduddin Ismail. opcit. Remaja dan Keluarga.Gunarsa dan Yulia Singgih D.html. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta.S.J. Pendahuluan Berkembangnya ilmu pendidikan islam dalam dunia ilmiah menempatkan posisinya sebagai sebuah pelajaran yang harus dipelajari secara lebih fokus dan konsekuen.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. 1989. 2004. Bulan Bintang : Jakarta.S. hal : 13 [7] W. hal : 71 Metode pendidikan Islam menurut dra. di download 8 April 2011 [4] Singgih D. opcit.anakciremai.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua. hal : 129 [6] Imaduddin Ismail. Nur uhbiyati A.ilmiah-tesis. ph.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasisiswa. di download 8 April 2011 [9] Ibid [10] Jim Taylor.Gunarsa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Poerwadarminto. .--------------------[1] http://www. di download 3 April 2011 [2] http://www. hal : 73 [8] http://heru-id. opcit. PT.J. Memberi Dorongan Positif pada Anak.psb-psma. Poerwadarminto. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. 1980. 2004.

Zakiah darajat dan dra. marimba yang telah dikutip oleh Dra. tetapi hanya sekedar membahas dari segi metode atau cara-caranya saja. dan apa tujuanya. Akan tetapi ilmu ini lahir sebagai sosok ilmu yang baru tentang bagaimana menyampaikan pendidikan yang terbaik melalui sesuatu metode yang tepat atau cara yang terbaik bagi sipendidik dan yang terdidik. Ilmu ini tidak terlalu berbeda dengan ilmu-ilmu umum yang lainya. Seperti yang telah tertulis tersebut diatas. Pengertian Pendidikan Islam Sedangkan Pendidikan Islam yaitu “suatu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan berdasarkan normanorma yang islami agar terbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim” [2] Sedangkan Pendidikan Islam menurut Abdurrahman Annahlawi yang dikutip oleh Nur Uhbiyati dalam buku Ilmu Pendidikan Islam yaitu: ‫التربية السلميه هي التنظيم المنفسي والجتماعي الذي يوءدي اعتناق السلم وتطبيقة‬ . Ahmad D. ataupun Non-islam. Pengertian Metode Pendidikan Islam 1. dalam bahasa arab metode disebut “tariqah” artinya yaitu “jalan. sistem atau ketertiban dalam mengajarkan sesuatu. maka terciptalah Ilmu Pendidikan Islam. Karena itulah memakai kata-kata Ilmu Pendidikan Islam. Hj. Sebelum saya membahas mengenai metode-metode pendidikan islam. cara. pendidikan islam. yaitu metode pendidikan islam. haji.puasa. atau kegiatan ritual yang lainya. alangkah lebih baiknya apabila terlebih dahulu dabahas tentang apa yang dinamakan metode itu sendiri dan juga pengertian pemdidikan islam PEMBAHASAN Metode pendidikan Islam menurut dra. zakat. maka saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa obyek ilmu ini. Nur uhbiyati B. Pengertian metode Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “meta” yang berarti “melalui” dan “hodos” yang berarti “jalan atau ke atau cara ke”. apa saja yang dipelajari. hal tersebut apabila di tulis hanya kata-kata “Ilmu Pendidikan” maka kata-kata ini sangat umum yang bisa berarti pendidikan modern. Nur Uhbiyati dalam bukunya yang bejudul Ilmu Pendidikan Islam dan pembahasanya juga tidak terlalu sempit karena mencakup ilmu pendidikan secara islami. pendidikan tradisional. hanya lebih cendrung kepada kata-kata “Kepribadian Muslim” seperti yang telah dikatakan oleh Drs. Perlunya diadakan penelitian tentang adanya sebuah metode yang tepat bagi pendidikan.” Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita [1] 2.

Nur Uhbiyati bahwa pengertian pendidikan islam itu adalah “bimbingan yang dilakukan oleh seseorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim”[5] Para ahli dalam mendefinisikan pendidikan islam sangat beragam dan berbeda–beda. Contohnya seorang guru apabila mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai cara atau metode yang tepat. Hj. Pembahasan Sebenarnya kalau membahas tentang metode atau cara mendidik yang efektf al Qur’an sendiri telah banyak memberikan contoh seperti pada al qur’an surat luqman ayat: 12-19 yang berbunyi: ٌ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ ُ ْ َ َ ٌ َِ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد اتينا لقمن الحكمة ان شكرل ومن يشكر فا نما يشكر لنفسه ومن كفر فان ال غني حميد‬ َ ْ ‫0 واذ قا ل لقمن لبنيه وهويعظه يبني ل تشركِبا ل ان شرك لظلم عظيم0 ووصينا الءنسان بولديه حملته ام نه وهنننا‬ ً ْ َ ُ ُ ُ ُ ْ ََ َ ِ ْ َ َِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ َِ َ ‫ع َ وهن وفصا له فى عا مين عن ا شكر لي ولو لديك اءلي المصير 0 واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك بننه‬ ْ ِ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ٍ ْ َ ‫َل‬ ‫علم فل تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم اء الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتنم تعملنون‬ ‫0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الرض ياءت بهننا الن ان الن لطيننف‬ . Padahal antara sipendidik dengan yang terdidik itu saling mempengaruhi satu sama lainya. Tetapi yang harus lebih berpotensi itu sipendidik karena dari sipendidik itulah segalanya akan ditiru oleh siterdidik baik perkataan maupun perbuatan.‫كليا فى حياة الفرد والجماعة‬ “Pendidikan islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif”[3] Pendapat diaatas sangat jauh bereda dengan pendapatnya Dra. Jadi bisa diambil kesimpulan dari uraian-uraian diatas sebagaimana disimpulkan oleh Dra. ada yang hanya melihat dari sisi kemaslahatanya saja. Zakiah Darajat yang mendefinisikan pendidikan islam dengan sangat ringkas yaitu “pembentukan kepribadian muslim”[4] Lain lagi kalau menurut Dra. maka siterdidik akan merasa kesulitan untuk mudah memahaminya dan juga sebaliknya. ada juga yang sebaliknya yaitu mendefinisikan hanya melihat sipendidik tanpa melihat siterdidik. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antara sipendidik dan siterdidik harus sama-sama mempunyai potensi yang baik. ada yang mendefinisikan dengan melihat siterdidik tanpa melihat sipendidik . Nur uhbiyati bahwa yang dinamakan Metode Pendidikan Islam ialah “suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik agar terbentuk kepribadian muslim” [6] C.

dan barang siapa yang tidak bersyukur. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku. Tirmizi) . Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. hanya kepada-Kulah kembalimu.‫خبير 0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم المننر 0 ولتصننعر‬ ‫خدك للناس ول تمش فى الرض مرحا ان ال ليحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صننوتك ان‬ ‫انكرالصوة لصوت الحمير‬ “Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah. maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.” (HR. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. janganlah kamu mempersekutukan allah. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu. Hai anaku. Sesungguhnya seburuk-burku suara adalah suara keledai. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut: ‫مرو ا الصبي با لصلة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها‬ “Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya). dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui. (Luqman berkata): Hai anaku. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Hdan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Luqman: 12-19) Dan Nabi Muhammad SAW. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi.”[7] (QS. sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.

Pendidikan Melalui kebiasaan. Pendidikan Melalui Hukuman. hukuman sebenarnya tidak mutlak diperlukan . Mengisi Kekosongan. mengasuh dan mendidik jiwa. tindakan tegas itu adalah hikuman. Menyalurkan Kekuatan. komputer dan lain sebagainya. menggunakan dua macam metode yang sangat terkenal yaitu: sistem Sorogan atau di sebut juga sistem bandongan dan juga sistem Wetonan. Kebiasaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena itu menghemat banyak sekali kekuatan manusia karena sudah kebiasaan yang mudah melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatn yang bermanfaat. maupun karena sebab-sebab diluar kemampuanya. ada yang mengunakan televisi. Pendidikan Melalui Peristiwa-peristiwa. Apabila teladan dan nasehat tdak mempan. . Hidup ini penuh perjuangan daan merupakan pengalaman-pengalaman dengan berbagai peristiwa.[8] Pada jaman sekarang pendidikan sangat beragam dan menggunakan alat yang serba canggih. Adapun Metode yang digunakan oleh Dra. Didalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar. Teknik islam dalam membina manusia dan juga dalam meperbaikinya adalah mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa. Apabila islam menyalurkan kekuatan tubuh dan jiwa ketka sudah menumpuk dan tidak menyimpanya karena penuh resiko maka islam sekaligus juga tidak senang kepada kekosongan . Pendidikan Melalui Nasihat. Maka dari itulah metode menurut Dra. Nur Uhbiyati yang mengutip dari Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut Tarbiyah Islamiyah menyatakan bahwa teknik metode pendidikan islam itu ada delapan macam yaitu: • • • • • • • • Pendidikan Melalui Teladan yaitu: merupakan salah satu teknik pedidikan yang efektif dan sukses. maka letakanlah persoalan di tempat yang benar. baik yang timbul karena tindakanya sendiri. pembawaan itu biasanya tidak tetap dan oleh karena itu kata-kata harus diulang-ulang. oleh karena itu pengaruhnya tidak boleh hanya sebentar itu saja. ada juga orang-orang yang cukup dengan teladan dan nasehat saja. Hj. Jakiah Drajat dalam bukunya yaitu Pendidikan Islam mengatakan bahwa metode yang akurat adalah bagaimana caranya mengunakan alat yang serba canggih itu supaya mudah menyampaikan materi kepada anak-anak didik. Pendidikan Melalui Cerita. ia mesti menggnakanya untuk membina. Cerita mempunyai daya tarik yang mennyentuh perasaan manusia. sebab bagaimanapun cerita sudah merajut hati manusia dan akan mempengaruh kehidupan mereka.Di dalam pondok pesantren yang merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam Formal tertua di indonesia. Guru yang baik tidak akan membiarkan peristiwa peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa di ambil menjadi pengalaman yang berharga.

Cit Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah (Proses tata cara dalam melaksanakan bahagian fardhu kifayah dalam memandikan jenazah) Oleh: Ibrahim Lubis A. prinsip-prinsip dan metode pendidikan islam dalam keluarga di sekolah dan di masyarakat. Cit [7] H. aku mendengar Rasulllulah saw bersabda. Loc.” (HR Bukhari) Walaupun kata memandikan dalam hadis diatas tidak ada. Nur uhbiyati. Hj.hal. hal. Ilmu Pendidikan Islam. fadli Abdurrahman. Al qur’an dan Terjemah Al-Jumanatul Ali. Nur uhbiyati Loc. Heri nur Ali. Zakiah Drajat. loc. Ilmu pendidikan Islam. (Bandung: CV Penerbit J-ART).203 [9] H Fadli Abdurrahman. hal. maka putuslah kewajiban penduduk muslim setempat [1]. “hak seorang Muslim yang lain ada lima hal: menjawab salam. Jilid I.1989). (Bandung: CV. 2 [2] Ibid [3] Abdurrahman Annahlawi. 1998). (Jakarta: Bumi Aksara. Hj. mendatangi undangan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Memandikan jenazah merupakan bahagian dari fardhu kifayah dalam mengurus jenazah. PENDAHULUAN Seperti orang yang hidup. apabila tidak seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh bahagian kampung dan penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa. DKK. Juz 22 [8] Dra. (Bandung : CV Pustaka Setia. Cit hal.2006). Diponegoro. Dan apabila hal tersebut telah dilaksanakan. Oleh karena itu. dkk Loc. Itulah sebabnya memandikan jenazah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan segera. Dalil mengenai kewajiban seorang muslim untuk memandikan jenazah terdapat dalam hadis yang disabdakan Rasulullah Saw yaitu: Dari Abu Hurairah r.a berkata.Footnote ______________ [1] Dra. alih bahasa Drs. Cit [6] Dr. Nur Uhbiyati. dan menjawab orang bersin. Jenazah pun harus dimandikan sebelum dishalatkan dan dikuburkan. mengantar jenazah. . Nur Uhbiyati. membesuk orang sakit. namun sebagaimana yang diketahui bahwa memandikan jenazah merupakan bahagian fardhu kifayah dalam pengurusan jenazah. memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan. 28 [5] Dr. 273-277 [4] Dr.

namun dalam memandikannya juga harus dengan hatihati dan lemah lembut. mayat itu islam b. Syarat Memandikan Jenazah Adapun syarat wajib memandikan jenazah yaitu : a. Dalam memandikan mayat wajib adanya niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Demikian pula muthlak. Memandikan jenazah adalah hal yang harus dilakukan atas jenazah seorang muslim. Memandikan jenazah dimaksudkan agar segala bentuk hadas dan najis yang ada pada jenazah tersebut hilang dan bersih. 3. kemudian meratakan air ke seleruh tubuhnya. karena ia termasuk bagian dari ibadah. Lengkap tubuhnya atau ada bahagian tubuhnya walaupun sedikit c. maka yang harus dilakukan adalah memandikannya. PEMBAHASAN Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah 1. namun perbedaannya adalah orang yang hidup mandi sendiri sedangkan jenazah harus dimandikan. dan tidak adanya penghalang yang dapat mencegah sampainya air ke kulit mayat.Dalam Makalah ini saya Ibrahim Lubis[2] akan membahas mengenai makalah yang berjudul “Tata Cara Memandikan Jenazah” B. Hukum Memandikan Jenazah . utamanya bagian kemaluan. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan dalam memandikan jenazah. Mengurus Jenazah Sebelum Jenazah dishalatkan. ini harus di usahakan dengan hati-hati upaya mayat tersebut tidak membawa kotoran ke hadapan Allah[3]. Mandi ini dilakukan dengan cara membersihkan segala najis yang ada di badannya dahulu. 2. semua itu harus dipenuhi dalam memandikan mayat[4]. Pada dasarnya memandikan jenazah sama saja dengan mandinya orang yang hidup. tidak saja meratakan air keseluruh tubuh. sebelum ia dishalatkan. suci dan halalnya air. Jenazah tersebut bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah). Menghilangkan najis dari badan mayat terlebih dahulu. sehingga jenazah yang akan dikafani terus dishalatkan telah suci dari hadas dan najis.

dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya[8]. a. perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki. . Berikut 2 hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memandikan jenazah. Cukup digali lubang dan dikebumikan. Jenazah yang boleh dimandikan Jenazah yang wajib dimandikan adalah orang Islam dan orang yang meninggal bukan karena mati syahid di Medan pertempuran[6] b. kecuali istri dan muhrimnya. 4. dikafani. Hal ini disebabkan bahwa tidak semua jenazah yang ada dapat atau harus dimandikan. Tujuan menjaga dan membatasi bagi orang yang ingin memandikan jenazah adalah agar tidak terjadi fitnah yang dapat memalukan keluarga jenazah tersebut. Jenazah orang kafir tidak wajib dimandikan. Adapun Orang yang berhak memandikan Jenazah Adalah: • • • Apabila mayat itu laki-laki. laki-laki tidak boleh memandikan mayat perempuan kecuali suami atau muhrimnya[9]. hukumnya adalah fardhu kifayah artinya bila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh mukallaf[5]. hendaklah dimandikan permpuan pula.” Janin yang dibawah usia empat bulan tidak perlu dimandikan. Kemudian keluarga terdekat si mayit. Orang Yang berhak memandikan Jenazah adalah orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya)[10] Kemudian bapaknya. Orang Yang Berhak Memandikan Tidak semua orang berhak dalam memandikan jenazah. hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerahasian aib atau cacat penyakit yang masih ada di dalam tubuh jenazah tersebut. hendaklah memandikannya laki-laki pula. Jenazah yang tidak perlu dimandikan Jenazah yang tidak boleh dimandikan adalah jenazah yang mati syahid di medan pertempuran karena setiap luka atau setetes darah akan semerbak dengan bau wangi pada hari Kiamat[7]. Ini pernah dilakkan Nabi saw terhadap paman beliau yang kafir [10]. dan dishalatkan. c. Juga berdasarkan firman Allah SWT: “Dan janganlah sekali-kali kamu menyalatkan jenazah salah seorang yang mati diantara mereka. sebab ia tentu lebih tahu mengenali si mayit daripada anak si mayit tersebut.Jumhur Ulama atau golongan terbesar dari ulama berpendapat bahwa memandikan mayat muslim. Klasifikasi dalam Memandikan Jenazah Klasifikasi ini bertujuan untuk memberikan perbedaan dalam memandikan jenazah. Jika mayat perempuan.

atau wewangian yang lain serta bedak. Seorang suami boleh memandikan jenazah istrinya berdasarkan sabda Nabi saw kepada’Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Tentu tidak ada yang membuatmu gundah. Tata cara Dalam memandikan jenazah a. adapun Halhal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pemandian adalah: • • • • • • • • Masker dan kaos tangan untuk memandikan jenazah agar terhindar dari kuman jika si jenazah memiliki penyakit. Bersihkan tubuhnya dengan air dan miringkan ke kanan serta ke kiri. Persiapan Sebelum Memandikan Jenazah Sebelum Memandikan jenazah. Meja besar atau dipan yang cukup dan kuat serta tahan air untuk tempat meletakkan jenazah ketika dimandikan Handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambut si jenazah. b. sebab jika kamu wafat sebelumku. boleh juga menyiapkan air sebanyak tiga ember besar. daun bidara. Kemudian ibunya lalu anak perempuannya setelah itu keluarga terdekat. usahakan kepala lebih tinggi dari kaki Tempat jenazah harus tertutup. kapur barus. akulah yang memandikan jenazahmu” [12] 5. Sabun atau bahan lainnya untuk membersihkan tubuh si jenazah Sampo untuk mengeramasi rambut si jenazah agar bersih dari kuman dan kotoran Air secukupnya untuk proses memandikan. sedangkan untuk jenazah perempuan dari dada sampai mata kaki. Proses dan Tata Cara Memandikan Jenazah • • • • • • • • • Meletakkan jenazah diatas dipan atau meja.[15] Siram dari mulai yang kanan anggota wudhu dengan bilangan gasal menggunakan air dan daun bidara. Untuk jenazah putra dari pusar sampai lutut. kemudian seluruh tubuh jenazah diberi sabun termasuk pada lipatan-lipatan yang ada. Dipersiapkan kain kafan tergantung jenis kelamin. Bersihkan kotoran dengan cara mengangkat pundak dan kepala sambil menekan perut dan dada Memiringkan ke kanan dan ke kiri sambil ditekan dengan mempergunakan sarung tangan atau kain perca dan disiram berkali-kali agar kotoran hilang. Boleh memakai air yang dialiri oleh selang. aurat jenzah harus senantiasa agar tidak terlihat . Menutup aurat jenazah dengan handuk besar dan kain. Kapas.• • Jenazah wanita dimandikan oleh pemegang wasiatnya[11] . baik dinding maupun atapnya agar aurat dan cela jenazah tidak terlihat. Maka harus dilakukan beberapa Persiapan. Basuhlah jenazah sebagaimana cara berwudhu. Selama memandikan.

diatas tempat yang tinggi. yaitu cara. papan umpamanya. setelah rambutnya dikeringkan kemudian dipintal menjadi tiga. yakni dimulai dengan kepala berikut leher. Bersihkan segala najis yang ada di badannya. Dilepas rambutnya kalau dia mempunyai rambut yang panjang.[16] Siramkan pada siraman yang terakhir dengan kapur barus dan miringkan ke kanan dan ke kiri agar air keluar dari mulutnya dan dari lubang yang lain. menekan keras-keras perut si mayat. asal memenuhi arti mandi yang dengan demikian maka terlepaslah kita dari dosa. badannya dikeringkan dengan handuk. pertama dengan air yang dicampur sedikit kapur dan bidara . diwajibkan pula tertib antara anggota tubuh yang tiga. condong ke belakang. Kepala dan wajah si mayat di basuh dengan sabun atau bisa juga digunakan dengan pembersih lainnya. Apabila sudah selesai kesemuanya yang terakhir adalah di wudhukan. Setiap mayat muslim itu wajib di mandiakn dengan tiga kali . Sesudah itu balutlah tangan kiri itu dengan kain atau sarung tangan dan dibasuh kemaluannya dan dubur si mayat. yaitu cara yang sempurna sehingga memenuhi as-sunnah yakni agar orang memandikan mayit melakukan hal-hal berikut : a. kemudian dibersihkan pula mulut dan lubang hidungnya lantas diwudhukan seperti wudhu orang yang hidup. • Pekerjaan yang pertama-tama dilakukan dalam menyelenggarakan urusan mayit adalah memandikannya. ketiga dengan aiir murnbi tanpa dicampur apapun. utamanya bagian kemaluan. Dan jika jenazahnya wanita. lalu anggota tubuh yang kanan. kedua dengan air yang dicapur sedikit kapur kecuali yang mati dalam keadaan ihram. sedang kepalanya di sandarkan pada tangan kirinya. . karena dikhawatirkan air tersebut menjadi air mudhaf. kemudian meratakan air ke seluruh tubuh atau sebaiknya tiga kali yaitu dengan air yang bersih. Mayat didudukkan di temapt mandi. maka rambut itu harus dikembalikan dan ditanam bersamanya. supaya isinya yang mungkin masih tersisa keluar.• • • • Kemudian. kewmudian ditutup dengan kain yang kering agar auratnya tetap tertutup. dan kalau ada yang tercabut. yang mempunyai dua macam cara. sehingga tidak dapat menyucikan. maka tidak boleh dicampur dengan kapur . rambut jenazah dikeramas dan disiram agar bersih. dan tutuplah auratnya dengan kain atau semisalnya. kemudian siramlah seluruh tubuhnya dengan air secara merata. letakkanlah mayit di tempat kosong.[4] 1. inilah asal najis yang barangkali ada pada tubuh si mayat hilang. Daun bidara dan kapur yang dicampur dengan air itu jangan terlalu banyak. Setelah selesai. b.[3] Antara tiga kali mandi tersebut. 2. c. dan ketiga anggota tubuh yang kiri. air sabun dan air yang bercampur dengan kapur barus.

Shalat Jenazah. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. 2011. (Jakarta : Lentera. Solo: At-Tibyan. A dan Sudarsono. PENUTUP 1. Semarang: CV Asy Syifa’. Sisi kanan mayat sebelah depan terlebih dahului. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah belakang. Fiqih Iman Ja`far Shadiq. hlm. kemudian sisi belakang sebelah kiri. 1992). hlm. Demikianlah isi makalah saya ini dan sebelumnya penulis terlebih dahulu mohon maaf kepada bapak atas kekurangan yang terdapat di dalam makalah saya ini. barulah kemudian sisi depan sebelah kiri. C. 2001. Jakarta : lentera. Munir dan Sudarsono. Muhammad Anis dan Salmah. Fiqih Sunnah. lalu mayat tersebut diwudhukan. Kesimpulan Di dalam memandikan mayat harus teliti supaya mayat itu tidak membawa kotoran ke hadapan Allah. Af Idah. 13-18 [7] Muhammad Anis Sumaji. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. 1994). 22-23 [8] QS At-Taubah-84 . Semarang : CV Asy Syifa`. Fiqih Sunnah. h 10 [2] Ibrahim Lubis adalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN-SU Medan yang saat ini sedang meyelesaikan tugas akhir yaitu Membuat tesis [3] A. 2011. 90 [5] Sayyid Sabiq. Sayyid. Sabiq. 1992. Di dalam memandikan mayat terlebih dahulu adalah niat. (Bandung : PT Al-ma`arif.d. Dasar-Dasar Agama Islam. 2011 Tohaputra. Dan saya berterima kasih atas bapak yang sudi memberikan judul ini terhadap saya. Panduan Praktis Pengurusan Jenazah. Umar Anshary. 2001). Jawab. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah kiri. Sitanggal. Perut si mayat harus di tekan.. Fiqih Imam Ja`far Shadiq. (Jakarta : Rineka Cipta. TT. Abu Hasan Al-Maidani. Solo: Tinta Medina. ________________ [1] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. hlm. Al-Qur’an dan Terjemahannya. 78 [6] Muhammad Anis Sumaji. karena saya sudah mengetahui lebih jelas lagi tentang cara-cara memandikan mayat. karena niat adalah bahagian dari ibadah. hlm. Muhammad. DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • Al-Atsari. Dasar-Dasar Agama Islam. Kemudian siramlah tubuhnya sebelah kanan baru sebelah kiri sampai air itu merata dalam tubuhnya. Jakarta : Rineka cipta. Ahmad. Sumaji. Bandung : PT Al-ma`arif. Muqhniyah. Shalat Jenazah (TP. dengan demikian seluruh tubuhnya bisa di ratai air. Fiqih Syafi`I Sistematis. setelah semuanya siap. 1998 Munir. 1995). 1994. 1992. hlm. 1995. 134 [4] Muhammad Jawab Mughniyah. karena di dalam perutnya itu mungkin masih ada kotoran.

2001. merangkumnya. cit. Adapun pendekatan yang digunakan untuk membahas cakupan materi di artikel ini ialah dengan menggunakan metode analisa hadits. kemudian menganalisanya berdasarkan pemahaman penulis dan juga berdasarkan ulasan pendapat beberapa ulama tentang hadits-hadits tersebut. hlm. bahkan begitu banyak hadits-hadits yang memberikan pemahaman tentang manfaat menuntut ilmu dan perintah yang menganjurkan untuk belajar. hlm 10-13 [12] Ibid Makalah Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Oleh: Dr. Siti Zubaidah. Salah satu faktor yang utama adalah motivasi. Shalat Jenazah. yakni memilih hadits-hadits yang sesuai dan punya kaitan dengan motivasi belajar/menuntut ilmu. Motivasi belajar (menuntut ilmu) bagi setiap penuntut ilmu memang dibutuhkan. M. maupun motivasi yang ditumbuhkan dari peranan lingkungan sosialnya. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah Kitab-Kitab hadits. Op. 135 [10] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari.Ag BAB I PENDAHULUAN Dalam al-Qur’an dan al-Hadits.[9] A. dapat dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. mencakup: Apa pengertian Motivasi Belajar? Apa Jenis-Jenis Motivasi Belajar? Apa Fungsi Motivasi Belajar? Dan Bagaimana Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam? BAB II PENDAHULUAN A. Dalam artikel ini akan dibahas perihal motivasi belajar. Anjuran menuntut ilmu tersebut dibarengi dengan urgennya faktor-faktor pendukung guna makin meningkatkan semangat belajar bagi setiap orang. 2001. hlm 10-13 [11] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. Munir dan Sudarsono. baik itu motivasi yang datang dari dalam diri sendiri. Pengertian Motivasi Belajar . Semua ungkapan dalam haditshadits tersebut merupakan dalil-dalil yang dapat menjadi pedoman sebagai alat untuk memotivasi setiap umat Islam untuk terus menuntut ilmu. buku-buku hasil karya tulis dari beberapa ahli dan sejarawan pendidikan serta ulamaulama hadits. Shalat Jenazah.

dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari.[5] B. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. Motivasi Intrinsik. Fungsi Motivasi dalam Belajar . Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah belajar. bukan sekedar simbol dan seremonial. motivasi[1] adalah dorongan (dengan sokongan morel). yang berpengetahuan. tidak mungkin menjadi ahli. Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari. Secara umum. Tanpa motivasi.[7] Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktifitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar.[2] dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai tujuan tertentu. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. kegiatan belajar sulit untuk berhasil. ada 2 jenis motivasi yang mempengaruhi kegiatan belajar seseorang: a. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar.[4] Dalam kegiatan belajar. Motivasi Ekstrinsik. adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan.Secara terminologi. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik. yang ahli dalam bidang studi tertentu.[3] Secara etimologi. yaitu motif-motif[6] yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. b. C.

Terlepas dari benar . Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Baihaqi) Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah. Dalam hal ini motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik apabila orangorang Islam tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan fikiran yang sehat. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Menentukan arah perbuatan. 2.Motivasi merupakan hal yang essensial dalam belajar. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. selama ia masih terus belajar. sebagaimana sabdanya: “Dari Anas ra. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai. juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya. research dan studi. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. guna mencapai tujuan. 3.[11] Tanpa ada pembedaan. dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan RasulNya. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim[10]” (HR. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar. Makin tepat motivasi yang diberikan. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. D. Oleh karena itu pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar. Sangat popular apa yang oleh sementara orang dianggap sebagai hadits Nabi saw yang berbunyi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat!”. karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu. apabila ia menyangka bahwa ia sudah serba tahu. ada tiga fungsi motivasi:[8] 1. bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan. ada juga fungsi-fungsi lain.sehubungan dengan hal tersebut. agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. akan makin berhasil pula pelajaran itu. Di samping itu. maka ia sesungguhnya seorang jahil”. Mendorong manusia untuk berbuat.[12] Nabi bersabda: “Seseorang itu dapat dianggap seorang yang alim dan berilmu.[9] Dalam belajar (menuntut ilmu). Menyeleksi perbuatan. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi.

dalam al-Hadits akan dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. maka mereka itu memberi petunjuk kepada manusia berdasarkan apa yang dibawa oleh para Rasul. antara lain: Perbandingan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. katanya Rasulullah saw bersabda: “Ulama itu pewaris para Nabi”. . masyarakat. [17] Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Adapun orang-orang yang berilmu. (HR. dan pemerintah.[14] Kalau diperhatikan dengan seksama. dan Ibnu Hibban) Orang yang beriman dan berilmu itu termasuk orang terdekat kepada derajat para Nabi. tetapi juga jalur informal dan nonformal. Abu Dawud. hadits Hasan) Juga seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: “Dari Abi Darda’ ra. (HR. Ibnu Majah. At-Tarmidzi. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: “Manusia yang paling dekat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berjihad. atau dengan kata lain pendidikan yang berlangsung seumur hidup menjadi tanggungjawab bersama keluarga. Mendorong orang menuntut ilmu dengan janji pemberian beberapa derajat bagi orangorang yang berilmu dan beriman. yang jelas ia sejalan dengan konsepsi al-Qur'an tentang keharusan menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan sepanjang hayat. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: …dan sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintang-bintang yang lain”. di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits: “Dari Abu Umamah ra: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) itu seperti seperti kelebihan saya dari orang yang paling rendah dari para shahabatku”.[13] Pendidikan seumur hidup yang dikemukakan ini tentunya tidak hanya terlaksana melalui jalur-jalur formal. at-Tarmidzi.tidaknya penisbahan ungkapan tersebut kepada Nabi.[16] Di antara derajat yang diperoleh orang yang berilmu itu ialah mereka termasuk pewaris para Nabi. Maksudnya bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’. Beberapa ungkapan yang dapat menjadi motivasi belajar.[15] Perbedaan antara keduanya.

Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan pedang-pedang mereka untuk membela apa yang dibawa oleh para Rasul itu”. Status sosial yang sangat terhormat bagi orang-orang yang berilmu itu menjadi motivasi yang kuat bagi orang-orang yang beriman untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Menuntut ilmu itu mengandung nilai jihad yang tinggi.[18] Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw, beliau bersabda: “Pelajarilah ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah takut kepada Allah. Menuntutnya adalah ibadah; mengulang-ulangnya adalah tasbih; pembahasannya adalah jihad; mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu menjadi sedeqah; memberikannya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu itu teman sewaktu sendirian, dan sahabat sewaktu kesepian, …”. (HR. Ibnu Hibban dan Mu’adz) Ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu (dari tiga) amalan yang terus berguna hingga mati.[19] Dasarnya hadits berikut ini: “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Apabila manusia sudah mati, maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh yang mendo’akan”. (HR. Muslim) Selain beberapa point motivasi belajar yang telah dipaparkan tersebut, perlu ditekankan kembali bahwa di antara ajaran Islam yang mengajak masyarakat untuk melahirkan berbagai pemikiran dan karya ilmiah ialah memasyarakatkan pendidikan dan memberantas kebodohan. Kemudian di antara ajaran terpenting untuk mewujudkan suasana ilmiah ialah belajar bahasa asing jika dipandang perlu –khususnya bila pemilik bahasa itu mempunyai ilmu yang harus dipelajari, atau memiliki hikmah yang bisa dipetik manfaatnya– sehingga tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan kelebihan mereka tanpa memahami bahasa mereka. Islam tidak hanya tidak melarang umatnya mempelajari bahasa asing, bahkan menganjurkan mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa merupakan sarana terpenting untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.[20] Demikian beberapa hal mengenai motivasi belajar yang dapat dirangkum berdasarkan penafsiran yang dapat dipahami secara umum dan dianggap bisa mewakili perspektif Islam tentang motivasi dalam menuntut ilmu. Daftar Pustaka dan Footnote

• • • • • • • • • • • • • •

al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974). Ali, Maulana Muhammad, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.). al-Barry, M.D.J., dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996). Dagun, Save M., Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000). Deighton, Lee C., The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press, t.t.). al-Ghazali, Muhammad, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993). Lengrand, Paul, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981). Muhammad, Abubakar, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995). Purwanto MP., M. Ngalim, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994). Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000). Shihab, Quraish, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994). Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993). Syureich, M., Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991). al-Qaradlawi, Yusuf, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997).

______________ [1] Tidak ada kesepakatan umum di antara para ahli psikologi tentang bagaimana “motivasi” dan “faktor-faktor motivasi” seharusnya didefenisikan atau dianalisa secara teoritis. Istilah tersebut secara umum digunakan berkaitan dengan tiga pertanyaan yang saling terkait yang harus dijawab sebelum perilaku dipaparkan untuk menjadi suatu keterangan. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menentukan perubahan-perubahan dalam intensitas perilaku (pada istilah ini masuk dalam kategori perilaku internal, seperti berpikir). Kedua, adalah pertanyaan tentang aturan berperilaku. Perilaku ditentukan bersamaan dengan adanya dorongan eksternal dirasakan melalui alat panca indera dan oleh kondisi-kondisi dalam diri organism. Ketiga, pertanyaan yang berhubungan dengan bantuan perilaku belajar. Semua bentuk belajar memerlukan dua atau lebih rangsangan-rangsangan yang terjadi dalam kesinambungannya. Lebih lanjut baca Lee C. Deighton, The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company dan the Free Press, t.t.), h. 408. [2] M.D.J.al-Barry, dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996), h. 273.

[3] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000), h. 688. [4] M. Ngalim Purwanto MP., Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), h. 104. [5] Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000), h. 73. [6] Motif diartikan sebagai suatu kekuatan atau daya pendorong yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu tindakan. Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 160. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai sutau tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 71. [7] Selanjutnya lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 37, 87-89. [8] Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 83. [9] Muhammad al-Ghazali, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993), h. 445. [10] Kata setiap muslim menunjukkan laki-laki dan perempuan, sementara versi (hadits) yang lain menambahkan dan muslimah. Otoritas (penambahan kata dan muslimah) justru cenderung menjadikan hadits ini dhaif (lemah). Bagaimanapun, hadits tersebut lebih otentik dengan anjuran bagi seluruh muslim, laki-laki dan perempuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Lihat Maulana Muhammad Ali, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.), h. 39. [11] M. Syureich, Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991), h. 46. [12] Muhammad ‘Athiyah al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), h. 44. [13] Selanjutnya lihat Quraish Shihab, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994), h. 178. [14] Baca Paul Lengrand, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981), h. 41-55. [15] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995), h. 221. [16] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 227.

[17] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 228. [18] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 229. [19] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 233. [20] Selanjutnya baca Yusuf al-Qaradlawi, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997), h. 233, 235-236.

Pengembangan Desain Pelatihan untuk Organisasi Kepemudaan
A. Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran adalah satu proses transformasi nilai budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Ada tiga kata kunci dari kalimat di atas, yakni proses, nilai dan generasi. Proses menunjukkan adanya satu kegiatan atau aktivitas, maka dalam pendidikan dan pembelajaran terdapat rangkaian dari berbagai kegiatan tentunya mempunyai tujuan. Kemudian nilai menunjukkan ada sesuatu makna yang dijaga, disimpan dan dipelihara, dan tugas pendidikan adalah mentransformasikan nilai tadi dari satu keadaan kepada keadaan lain dalam arti luas. Dan terakhir adalah generasi ini menggambarkan ada satu masa depan manusia yakni penciptaan alih generasi yang lebih baik sebagaimana yang diinginkan. Dalam pendidikan dan pembelajaran, kegiatannya dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Inti kegiatan pendidikan dan pembelajaran bukan pada tempat atau waktu, atau siapa yang menjadi guru, akan tetapi lebih ditekankan pada adanya satu interaksi antara peserta dengan lingkungan atau sumber belajar, dimana dalam interaksi tersebut sarat dengan makna: proses, nilai dan generasi. Pendidikan luar sekolah merupakan satu alternatif untuk hal ini, menurut Santoso S.H (2003)[1] bahwa peran utama PLS adalah mengembangkan nilai dan sikap percaya diri dan mandiri masyarakat sebagai kekuatan sosial (social forces) untuk menciptakan proses proses demokratis, dinamisasi dan modernisasi. Berkenaan dengan itu, maka kegiatan yang paling luwes dan praktis tentang hal di atas, ditengah tengah masyarakat kita khususnya di dunia kepemudaan disebut dengan pelatihan. Bagaimana merancang atau mendesain pelatihan bagi pemuda secara baik dan tepat, yang dapat bermakna, kemudian apasaja yang dibutuhkan dan dikembangkan, serta bagaimana mengukur keberhasilan dari pelatihan tersebut? Tentu hal ini penting bagi kita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi para pamong belajar, atau kelompok pemuda dalam mengembangkan desain pelatihan, dan akan bermanfaat bagi mereka yang ingin menjadikan pemuda sebagai satu “icon” regenerasi yang baik di masa depan. B. Pendidikan dan Pelatihan

salah satunya adalah dengan pendidikan. Design (desain). C. Berkenaan dengan hal di atas. Atwi Suparman (1997)[5] menjelaskan bahwa. pelatihan (training). jadi hampir sulit untuk memisahkan keduanya. pengembangan dan pengevaluasian. dan pengembangan (development). tahapan dan strategi instruksional secara keseluruhan untuk disajikan melalui masing masing komponen sistem instruksional dari satu sistem instruksional atau produk instruksional secara lengkap. perancangan instruksional. pendidikan (education).Siswanto (2003)[4] pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat. dan tidak membebaskan pendidikan dalam mutu tenaga kerja yang diperlukan. pelatihan dan pengembangan. pengembangan strategi kegiatan. Dimana. Desain Pelatihan Desain berasal dari kata “designe” dapat diartikan sebagai fatron. maka perlu diselenggarakan suatu lembaga dengan kegiatan kegiatan yang memenuhi tuntutan dunia kerja. pengelolaan proses. haruslah diselenggarakan bergandengan dengan sitem pendidikan yang ada.Dalam desain terdapat berbagai informasi tentang data dan keterangan sebuah kegiatan. Pengembangan sumber daya manusia menurut Abi Sujak (1990)[2] dapat dilakukan dengan tiga hal yakni. desain Instruksional. rancangan pola atau kisi kisi kegiatan yang akan dilaksanakan. Masing masing kegiatan tersebut tentu memiliki karakteristik tersendiri yang dengannya menjadi satu kekuatan untuk mengembangkan sumber daya manusia baik pada karakteristik input kegiatan. Sedangkan menurut B. a conceptual report that gives all those involved in the development of a training program a picture of the overall course design. adalah proses menspesifikasi kondisi belajar. adalah suatu proses yang sistematik dalam menyusun sistem instruksional yang efektif dan efisien melalui kegiatan pengidentifikasian masalah. Dalam pendidikan kadang terdapat kegiatan latihan. Pembahasan berikut lebih mengarah pada makna pelatihan sebagai sebuah proses pendidikan alternatif yang banyak dilakukan ditengah tengah masyarakat khususnya kepemudaan. juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. Lembaga tersebut. Menurut HAR. pengembangan instruksional. dan dalam pelatihan di dalamnya ada proses pendidikan. untuk itu George (2000)[6] mendefinisikan pengertian Desain Document sebagai berikut. dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori.Tilaar (1997)[3] bahwa terdapat hubungan antara pendidikan. atau perencanaan instruksional. pelatihan dan ketenagakerjaan. maka pada sistem birokrasi di Indonesia terdapat satu unit kegiatan pendidikan dan latihan disingkat “diklat”. pendidikan ikut mempersiapkan dasar dasar yang diperlukan oleh dunia kerja. maupun pada tujuan yang ditetapkan. Banyak hal yang dapat dilakukan orang untuk melakukan investasi bagi sumber daya mansia di masa depan. yang dapat kita sebut lembaga pelatihan. Items might . Lebih spesifik lagi “design criteria”: adalah satu rincian diskripsi pengajaran tertulis secara lengkap yang dipakai untuk mengembangkan komponen sistem instruksional yang mencakup setiap kejadian kegiatan.Pendidikan adalah bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia.

metode. 5) Review program pelatihan dengan mengikutsertakan pengawasan dan manajemen puncak. 4) Menetapkan metode dan tempat penyelenggaraan pelatihan dan materi pelatihan. dan sistematik. (2) Keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan dan latihan. media serta strategi sekaligus penetapan tujuan pelatihan yang akan dicapai. and visual motif. content outline. a course map. rinci. Ada tiga hal yang menjadi elemen penting dalam desain pelatihan yakni. yang terdiri dari perangkat keterampilan dan pengetahuan tertentu. Sementara itu Sondang P. Kemudian yang terakhir adalah output dalam hal ini penetapan . (3) identifikasi karakteristik peserta dan kemampuan awal peserta. dan 8) Mengembangkan prosedur penilaian (evaluasi) dan tindak lanjut. (6) pengembangan strategi instruksional yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan khusus tersebut. teknik. (8) pelaksanaan evaluasi formatif melalui uji coba perorangan dan skala kecil serta besar. 3) Penyiapan program pelatihan secara jelas. (2) analisis instruksional. input. 7) Menyiapkan peserta pelatihan melalui prosedur seleksi tertentu. Walter Dick & Low Carey (1990)[8] merancang sistem instruksional melalui beberapa tahap. yang didasarkan atas analisis pekerjaan. course objectives. (7) Penentuan teknik dan metode pengajaran. baik yang sifatnya kurikuler maupun ekstra kurikuler. Pelatihan sebagai sebuah sistem sama halnya dengan pembelajaran. yaitu (1) identifikasi tujuan terminal. an audience profile. proses dan out put. sebagaimana dapat dilihat pada kutipan berikut: 1) Menetapkan klasifikasi pekerjaan. (7) penentuan materi/bahan yang akan diberikan. Sementara itu Oemar Hamalik (2001)[9] menjelaskan tentang tahap tahap penyusunan program pelatihan mempunyai langkah langkah yang lebih rinci.include a mission statement. 6) Mempersiapkan para pelatih (instruktur). an evaluation plan. 2) Identifikasi kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. (4) Penyusunan program. (6) Seleksi pengajar. (5) Penyusunan bahan pelajaran yang benar benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. yaitu keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan terminal. dimana analisis terhadap karakteristik awal calon peserta merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. pengembangan media dan lain sebagainya. kemudian pemilihan materi. Sementara proses adalah upaya pengembangan pengeloalan pelatihan baik strategi. tujuan yang akan dicapai dari pelatihan. (10) Evaluasi hasil kegiatan pendidikan dan latihan. (9) Penyelengaraan dan. kemudian menyusun suatu deskripsi pekerjaan lengkap dengan tugas tugas secara rinci.Siagian (1987)[7] Komponen utama dari suatu siklus pendidikan dan latihan adalah: (1) Analisa kebutuhan pendidikan dan latihan. Input dapat dikembangkan dengan menata karakteristik calon peserta pelatihan. (3) Seleksi peserta. dan (9) revisi apabila diperlukan. (5) pengembangan alat ukur keberhasilan belajar peserta. (8) Penyusunan program pelaksanaan.

yaitu meliputi sistem pelatihannya itu sendiri. (2) pemilihan metode pelatihan secara tepat merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah pelatihan. diantara karaktersitik desain tersebut adalah. artinya mampu mengabstraksikan seluruh rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah kegiatan. durasi pelatihan. begitu juga strategi dan cara penyampaian materi dan bahkan evaluasi dari kegiatan. sarana dan prasarana. D. (3) penyusunan jadwal. serta peyesuaian dengan karakteristik peserta didik. Perubahan pada peserta belajar ini memang sangat penting karena indikator terjadinya proses belajar adalah adanya perubahan. mengelola dan sekaligus mengevaluasinya. pertama tama kita harus memiliki kejelasan dan konsepsi yang realistik tentang kebutuhan belajar penting minimum. Dalam menyusun desain pelatihan didalamnya terkait dengan sistem serta bahan ajar yang akan disampaikan. Dalam hal mengembangkan bahan ajar. dan instrukturnya. Pengembangan Desain Pelatihan Pengembangan desain ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk praktis bagi para pamong belajar dan pemuda di tengah tengah masyarakat dalam hal melakukan satu analisis mengapa perlu dilakukan kegiatan pelatihan.Coombs (1973)[10] menjelaskan untuk mengukur kebutuhan pendidikan anak anak. artinya terdapat rangkaian yang menghubungkan antar komponen. (a) obyektif artinya mampu menggambarkan apa yang akan menjadi tujuan kegiatan. dan pemuda di daerah pedesaan dan untuk merencanakan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tersebut. (b) deskriptif. jadwal pelatihan mencakup waktu dan tempat penyelenggaraan pelatihan. maka ditata kegiatan yang dapat merubah watak dan karakter warga belajar. (d) prediktif. bagaimana merancang. Sebuah desain yang baik memuat berbagai unsur pembelajaran yakni rancangan materi atau bahan ajar yang akan dikembangkan dalam kegiatan. materi atau silabus. untuk apa orang dilatih. jika menginginkan pelatihan dilaksanakan ing-griya/in-house training maka harus dipersiapkan beberapa orang manajer dari berbagai latar belakang ilmu. maka Philip H. (c) sistematis. antar kegiatan dalam mencapai sebuah tujuan baik tujuan utama maupun tujuan terminal. Sementara itu Satmoko dan Soejitno (2004)[13] sebuah desain pelatihan paling tidak harus menggambarkan lima hal yakni: (1) tujuan pelatihan harus ditetapkan dengan cermat. Maka langkah praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: .sistem evaluasi yang akurat akan sangat menentukan desain pelatihan yang mampu mengembangkan nilai apa yang diinginkan oleh pelatihan tersebut. Dari bahan belajar ini. karena inilah salah satu tujuan dari pendidikan luar sekolah. artinya dengan desain seseorang dapat memperhitungkan tentang keberhasilan yang akan dicapai sebuah kegiatan. (4) instruktur yang berkualitas. Desain yang baik tentu mempunyai karakteristik yang mampu menggambarkan rancangan sebuah kegiatan. dan (5) evaluasi.

Biasanya kebutuhan organisasi.1. 2. Kebutuhan organisasi Menurut Satmoko dan Soejitno Irmim (2004)[15]. Perancangan program pelatihan sebagai suatu sistem instruksional harus dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan sistem dengan alasan bahwa cara ini akan memberikan hasil yang efektif karena: (1) diketahui dengan jelas apa yang akan dapat dilakukan oleh peserta setelah mengikuti program tersebut. Untuk mengetahui hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat para tokoh masyarakat. a. Tujuan peserta . maka tujuan pelatihan harus terkait dengan apa yang diinginkan masyarakat terhadap pemuda. kebutuhan serta keinginan praktis dari kondisi pemuda kita. Menetapkan tujuan pelatihan. Mengidentifiaksi kebutuhan a. b. Kegiatan pelatihan ada yang diselenggarakan oleh organisasi. (2) adanya hubungan antar komponen khususnya antara strategi instruksional dengan keluaran yang diharapkan. (3) merupakan suatu proses yang bersifat empirik dan dapat diulang kembali. pemerintahan setempat atau juga mengobservasi langsung terhadap apa yang diinginkan masyarakat tentang dunia kepemudaan. atau lembaga akan menjadi yang utama karena dari tujuan organisasi inilah dilihat apa yang menjadi kebutuhan atau kualifikasi individu. Jadi dengan membaca visi dan misi serta tujuan organisasi akan tampak apa yang dibutuhkan dalam kegiatan pelatihan. Kebutuhan individu Perancangan program pelatihan didahului oleh analisis kebutuhan[14]. bahwa untuk melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan seyogyanya memang berdasarkan pada visi dan misi corporate plan yang didalamnya terdapat carrier planning. bila ingin melakukan kegiatan pelatihan. Apa yang diinginkan oleh organisasi atau lembaga dapat dicantumkan dalam mata ajar agar peserta dapat mencapai kualifikasi yang diinginkan. Tujuan lembaga Pelatihan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau organisasi kepemudaan maka harus menjadikan tujuan lembaga sebagai satu bagian dalam kurikulumnya. b. c. Untuk itu maka dalam merancang pelatihan pertama sekali harus didaftar apa yang menjadi masalah. lembaga dan lain sebagainya. Kebutuhan masyarakat Pemuda adalah bagian dari masyarakat. mengamati atau juga angket dan lain sebagainya. pendataan ini dapat dilakukan dengan cara mewawancarai.

kelompok atau organisasi kinerja yang menyiratkan bahwa terdapat perubahan yang dapat diukur dengan pengetahuan. bila tujuan materi adalah agar peserta . Pamong belajar atau perancang pelatihan tentu akan menetapkan strategi dan metode pelatihan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. dan membentuk sikap agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. Menetapkan strategi dan metode pelatihan Srinivasan (1997)[18] memberikan empat strategi pendekatan yakni: (1) pendekatan informasional. yakni pelatih memberikan suatu rangsangan berbentuk gambar dan menghidupkan diskusi mengenai suatu gagasan. information is provided. and attitude are naturade. menyediakan informasi. 4. (3) pendekatan proyektif. Sebenarnya tujuan tidak perlu muluk muluk. Bahan mentah ini mencakup antara lain gambar gambar tanpa urutan tertentu dan gambar gambar tunggal yang dapat bergerak (fleksifan). 3. yaitu pelatih memberikan suatu ceritera terbuka atau ceritera bergambar dengan kejadian kejadian yang mengikuti suatu urutan tertentu. kejadian dan keadaan keadan mengandung masalah. Davis (1998)[16] “Training is the process through which skills are development. in order to help individuals to become more effective and efficient in their work. maupun peningkatan keterampilan. dan (4) pendekatan ekspresif/perwujudan. Dapat diterjemahkan bahwa pelatihan maksudnya adalah proses untuk mengembangkan keterampilan peserta. pengetahuan atau sikap tertentu. sikap atau perilaku sosial. Untuk ini maka para perancang pelatihan harus dapat membuat daftar kompetensi atau tujuan tujuan praktis yang dapat dicapai oleh peserta khususnya dapat diperoleh secara individual. pengetahuan atau sikap tertentu. (2) pendekatan pemecahan masalah. pembentukan kepribadian. Dengan kata lain pelatihan merupakan salah satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. pokok masalah atau persoalan tertentu.Davis & Adelaide B. apakah itu perubahan pada peningkatan pengetahuan. Sementara itu menurut James R. Bagi pelatihan di kalangan pemuda juga harus ditetapkan apakah pelatihan sampai sebatas penyadaran sikap.Pelatihan dapat diterjemahkan sebagai satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. Menetapkan tujuan pembelajaran Dalam hal menetapkan tujuan pelatihan Jewel LN (1998)[17] menjelaskan bahwa pelatihan terdiri dari program program yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pada level individu. yang lebih utama adalah sesuai dengan kebutuhan apa paling mendesak bagi dunia kepemudaan setempat. atau peningkatan keterampilan. Gagasan kejadian kejadian yang terjadi dalam cerita berasal dari penulis kurikulum. yakni pelatih memberikan informasi dan keterampilan biasanya dengan kuliah dan penggunaan latihan latihan. dalam hal ini pelatih memberikan bahan bahan mentah yang dapat dipergunakan oleh para warga belajar untuk menciptakan dan menceriterakan ceritera. perbaikan sikap.

Untuk itu maka kegiatan pelatihan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan evaluasi pelatihan yang terencana sejak awal kegiatan.mempunyai peningkatan pengetahuan.Pd . (1) untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh peserta dalam suatu periode proses belajar mengajar tertentu. itu semua akan sukses bila didesain dengan tepat dan benar. Inti dari kegiatan pelatihan tiada lain adalah adanya satu kesadaran bahwa sebuah generasi harus diteruskan. Penutup Tulisan ini adalah satu usaha untuk memberikan panduan praktis bagi para perancang pelatihan di tingkat organisasi kepemudaan di masyarakat bawah. E. PENGEMBANGAN DESAIN PELATIHAN UNTUK ORGANISASI KEPEMUDAAN Oleh Mardianto. (3) untuk mengetahui tingkat usaha yang telah dilakukan para peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan. Pada prinsipnya strategi dan metode dipilih adalah sesuai dengan tujuan dari materi yang dikembangkan. dan nilai harus dipelihara dan dipertahankan dan proses transformasi harus dilakukan secara profesional. (1) umpan balik. Maka berhasil merencanakan itu berarti merencanakan keberhasilan. untuk mengetahui efektifitas kegiatan pelatihan. Evaluasi dan umpan balik Menurut Agus Suryana (2004)[19]terdapat tiga fungsi utama dari evaluasi dan umpan balik dalam kegiatan pelatihan yakni. Desain pelatihan adalah proses kegiatan perancangan atau perencanaan.Siswanto (2003)[20] evaluasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan yakni. Evaluasi atau penilaian pada prinsipnya adalah memberi makna apa yang telah terjadi baik hasil akhir dari kegiatan pelatihan maupun juga proses yang terjadi pada pelatihan. Menurut B. seorang pamong belajar atau para pemuda yang ingin mengembangkan desain pelatihan memang harus belajar lebih banyak tentang kegiatan evalusi. begitu juga sebaliknya gagal merencanakan itu berarti merencanakan kegagalan. Inilah kata akhir dari betapa pentingnya desain pelatihan bagi organisasi kepemudaan. (2) untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta dalam kelompoknya. 5. karena dunia pelatihan terus maju dan berkembang seiring dengan kompleksnya persoalan pengembangan sumber daya manusia. (4) untuk mengetahui sampai seberapa jauh para peserta telah merealisasikan kapasitasnya menjadi suatu achievement melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. (2) kontrol atas ketentuan pelatihan dan (3) intervensi kedalam proses organisasi yang mempengaruhi pelatihan. namun bila menitik beratkan pada aspek perubahan sikap maka yang dilakukan adalah pendekatan proyektif dan sterusnya. Dalam hal mengembangkan evaluasi ini. M. maka ini leibh bersifat penyampaikan informasi. Tentu masih banyak bagian lain yang dapat dikembangkan lagi. dan (5) untuk mengetahui efisiensi metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan.

Daftar Bacaan Coombs. Desain Instruksional. 1990. 2004.B. San Francisco: Josse Bass Peiffer. Oemar. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. Walter & Carey. Tilaar H. 1977. Dirjen Dikti P2LPTK. 1989 Sujak. 1986. 2001. Atwi. 1973. Siswanto. Pengembangan Sumber Daya Insani. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. Jakarta: Dirjen Dikti. New Paths to Learning For Rural Children and Youth.R. Philip H. James R & Davis Adelaide B. Agus. Lira. Jakarta: Seyma Media. Hamalik. 2000. L. Jakarta: Progres. 1998. Piskurich. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. 1987. Psikologi Industri/Organisasi Modern. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. Srinivasan. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. 1998. New York:Wold Education. Soedomo. Houston: Gulf Publishing Company. The Adult Learner: a Neglected Species. Suparman. Jakarta: Arcan.1999 .Jewel & Siegall Marc. Dick. Jakarta. Jakarta: Grasindo. George M. Suryana. Davis. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Effective Training Strategies. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Rajawali. Low. Kepemimpinan Manajer. 1997. Rapid Instructional Design. 2004. Sondang P. Sastrohadiwiryo. Community and National Development. The Systematic Design of Instruction. 1990. 2003 Satmoko dan Soejitno Irmim.A. Council for Educational Development. Jakarta: Bumi Aksara. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Abi. Siagian. Knowles & Malcolm S. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. M. USA: Omtermatopma.N. New York: Harper Collins Publisher. Jakarta: Gunung Agung.

Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu.254.Siswanto Sastrohadiwiryo. [7] Sondang P. [5] Atwi Suparman. dalam VISI.5.12. p. 1990). materi yang akan diberikan serta strategi dan metode apa yang harus diterapkan dan terakhir adalah apa alat . 2000). Omtermatopma. 1973). edisi No. [9] Oemar Hamalik. [8] Walter Dick & Low Carey. 1990). The Systematic Design of Instruction (New York: Harper Collins Publ. Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Pengentasan Kemiskinan. p. p.27-28. [3] H. 1989).38. p. [10] Philip H. 1986).Hamijoyo. Siagian. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Malcolm S. Dirjen Dikti P2LPTK. [12] Gambar diadaptasi dari M. p. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. (Jakarta: Bumi Aksara. 2003). Coombs. p. Kepemimpinan Manajer (Jakarta: Rajawali. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. (Jakarta: Grasindo. (Jakarta: Direktorat Tenaga TeknisDirjen Diklusepa. p. [6] George M. [11] Knowles. p.Piskurich. (Jakarta.XI/2003. (Jakarta: Bumi Aksara.A. 1997). 2001). 2004). 2003). 241. (San Francisco: Josse Bass Pfeiffer. (Jakarta:Dirjen Dikti.200. Desain Instruksional. New Paths to Learning For Rural Children and Youth (USA.15/TH.150.Soedomo. The Adult Learner: a Neglected Species (Houston. (Jakarta: Seyma Media. p.1997). Gulf Publishing Company. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan.________________________ [1] Santoso S.R. p. Tilaar. Pengembangan Sumber Daya Insani (Jakarta: Gunung Agung. [4] B.218. 1987).90. [14] Beberapa tokoh desain instruksional menjabarkan bahwa untuk merancang satu kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan harus diawali dari adanya analisis kebutuhan para peserta. Rapid Instructional Design. [2] Abi Sujak. dengan dasar inilah maka disusun tujuan kegiatan. Council for Educational Development. [13] Satmoko dan Soejitno Irmim.

(New York:Wold Education. Tracey. Morrison.evaluasi untuk mengukur keberhasilannya. rencana. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. tindakan. keberanian mengungkap masalah. [15] Satmoko dan Soejitno Irmim. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. 1977). 1998). observasi dan refleksi ini diterapkan pada mahasiswa sebanyak 32 orang pada mata kuliah Strategi Pembelajaran untuk delapan kali pertemuan pada tahun ajaran 2006-2007. p. (2) beberapa hambatan yang dihadapi adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. Effective Training Strategies (San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. 1990.44. (Jakarta: Seyma Media. (Jakarta: Progres. Untuk itu strategi perkuliahan yang dilakukan dikembangkan dengan cara menggali pengalaman mahasiswa untuk dijadikan bagian dari proses pembelajaran.70-71. tokoh tokoh tersebut diantaranya adalah Dick & Carey. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. pengumpulan data dengan observasi partisipatif selama tindakandan dokumen hasil kerja mahasiswa.220. [20] B. p. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode .N & Siegall Marc. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. Metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif menggunakan siklus yang terdiri dari. 2004). Psikologi Industri/Organisasi Modern (Jakarta: Arcan. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. kemudian mampu merancang. [17] Jewel L. Community and National Development.16 [16] James R Davis & Davis Adelaide B. [19] Agus Suryana. 169. [18] Srinivasan Lira. 2004). p. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan.12. mengelola. 1976. cit. p. 1998). Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. 1971. p. Op.Siswanto. p. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi. Dalam hal mengembangkan pembelajaran mahasiswa dituntut menguasai teori serta praktek berbagai strategi dan metode pembelajaran. untuk jenis materi. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara bertujuan memberikan keterampilan mengerti tentang kompetensi seorang pendidik.

namun instrumen atau ilmu pendidikan yang memberikan keterampilan untuk itu tidak memadai dan bahkan tidak dimiliki. bila ingin tetap menjadi pendidik ulung atau pengajar yang profesional. brain. Caranya adalah dengan. dimana perubahan dan pergeseran pada peran pendidik. fakultas Tarbiyah memberikan dasar dasar keilmuan dalam hal pendidikan. dan profesi lain sebagian mereka ingin menyampaikan ilmunya dan atau bahkan ingin menjadi pendidik. ilmu pendidikan dan pelatihan dan lainnya. teknologi informatika. perubahan dan perkembangan harus dijadikan tantangan sekaligus peluang. Perubahan itu dipicu oleh adanya temua temuan baru dalam bidang pendidikan.metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUMATERA UTARA Oleh Mardianto Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran kini sedang mengalami revolusi yang sangat dahsyat. Dikalangan ilmuan. agar tetap mendapat akses terhadap kemajuan pendidikan. menguasai pengetahuan agama Islam serta cabang cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam dan keguruan. ketiga partisipasi dalam bidang profesi pendidikan. mengembangkan dan mengevaluasi pendidikan terlebih strategi penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Untuk itulah fungsi fungsi akademik terus diarahkan dalam rangka memberi pelayanan yang fungsional. Semua bertujuan untuk memberikan kompetensi mendidik yang profesional dan handal. Bagi para pendidik. Ini artinya program Tarbiyah kedepan selalu memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat khususnya dalam bidang kependidikan dan keguruan. mengelola. karena hal ini sesuai dengan tujuan dari fakultas keguruan di IAIN Sumatera Utara. Tujuan dari fakultas Tarbiyah adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlaq mulia. ilmu komunikasi. pengelolaan yang profesional dan orientasi yang terapan. birokrat. . tujuan pendidikan. keterampilan dalam merancang. dan bahkan strategi pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda dari sebelumnya. Dalam Program S1 Pendidikan Agama Islam ini. pertama menguasai dasar dasar ilmu pendidikan agar tetap mempunyai komitmen dalam dunia pendidikan. kedua menguasai teknologi pendidikan agar tetap terampil dalam mengembangkan instrumen pendidikan. ilmu ilmu lain seperti. Program S1 Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan dilingkungan IAIN Sumatera Utara memberikan media bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mendidik.

melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. (2) keahlian keahlian di dunia nyata. Padahal pada umumnya mahasiswa peserta akta IV adalah mereka yang selama ini telah mengajar dan memiliki pengalaman dalam kegiatan pembelajaran di ingkungan kerjanya. dan (4) keahlian keahlian riset (Jogiyanto. (3) keahlian keahlian berkomunikasi. pendidikan dan pelatihan dan lembaga pendidikan lainnya. up to date dan aktual. (2) investigasi probing. baik pada jenis pendidikan keagamaan. Sementara itu menurut (Corey:1980) pembelajaran metode kasus dapat menyediakan elemen eleman dari pembelajaran yang efektif. a method of instruction in swhich students and instructors participate in direct discussion of bussiness cases or problems (Leenders dan Erskine:1978). Metode kasus adalah suatu metode instruksi yang mana mahasiswa dan instruktor berpartisipasi di diskusi langsung tenang kasus kasus atau permasalahan permasalahan yang ada di lapangan. mengelola. (4) perbedaan dan pembandingan contrast and comparison.Pelaksanaan Program S1 Pendidikan Agama Islam ini adalah memberikan kompetensi seorang menjadi tenaga kependidikan yang dapat diterapkan untuk berbagai lembaga pendidikan baik umum maupun swasta. (3) untuk mendeskrpsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitas perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan diterapkannya pendekatan metode kasus. Untuk pembelajaran sselama ini studi kasus juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan: (1) keahlian keahlian bekerja secara grup. (3) Mengelola dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran. dan Mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Diakhir Program S1 Pendidikan Agama Islam ini peserta diharapkan dapat mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. yaitu (1) penemuan discovery. Salah satu definisi metode kasus adalah. (5) keterlibatan involvement dan (6) motivasi motivation. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam perkuliahan Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Pengamatan penulis menunjukkan bahwa dosen pada Program S1 Pendidikan Agama Islam belum banyak menunjukkan krativitas dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran khususnya yang lebih kontekstual. Pendidikan biasanya hanya mentransfer knowledge bukan wisdom atau judgment. 2006). (2) untuk mendeskripsikan efktivitas penggunaan model pembelajaran berbasis kasus untuk perkuliahan Strategi Pembelajaran. Wisdom tidak dapat diceriterakan(Gragg:1940). Secara khusus peserta diharapkan dapat: (1) Memiliki wawasan tentang kompetensi seorang pendidik. (2) Merancang kegiatan pembelajaran. Mengembangkan pembelajaran dengan mengangkat berbagai pengalaman yang dimiliki mahasiswa salah satu diantaranya adalah dengan metode kasus atau biasa disebut dengan case study. Pembelajaran dengan metode kasus memungkinkan mentransfer managerial wisdom ke dalam ruang kelas. menciptakan dan menggunakan metode kasus serta . Manfaat dari hasil penelitian ini adalah: (1) bagi dosen untuk dapat mengembangkan kemampuan merencanakan. (3) latihan berkelanjutan continual practice. kemudian mampu merancang.

Kegiatannya dilakukan dengan (1) rencana tindakan. (2) siklus II. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan sumber dan media yang tersedia. (2) bagi penyelenggara Program S1 Pendidikan Agama Islam sebagai masukan dalam membina dan mengelola program peningkatan kualitas pendidikan. (3) bagi peneliti lain untuk menjadi masukan bahwa penelitian tindakan kelas yang sederhana praktis dan fungsional dapat lebih bermanfaat bagi dosen baik untuk peningkatan kualitas hasil pemblajaran bagi mahasiswanya maupun masukan bagi peningkatan proses pembelajaran. (a) observasi dengan partisipasi selama tindakan kelas berlangsung di kelas Program S1 Pendidikan Agama Islam dan (b) dokumentasi hasil peragaan strategi pembelajaran yang dikembangkan di kelas. (c) identifikasi permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Strategi Pemblajaran. Tujuan materi ini adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan ketersediaan sumber dan media di satu kelas. (b) observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal pelaskanaan pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam.1 Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan rancangan pembelajaran. Rancangan penelitian tindakan kelas yang dipilih yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang ulang dan berkelanjutan (siklus spiral). (3) observasi. dan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkan teknik pemantauan. (d) merumuskan spesifikasi media desain dan model pembelajaran dengan metode kasus . dan (4) refleksi (Kemmis & Taggart:1989). untuk mempelajari materi strategi pembelajaran kelas kecil dengan mengangkat kasus jumlah dan kemampuan siswa yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. (3) siklus III. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar. (2) pelakanaan tindakan. Hasil observasi dan dokumentasi tersebut dideskripsikan sesuai dengan tujuan . Sesuai dengan model siklus tersebut maka langkah kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: (a) permintaan ijin penelitian. Tujuan materi adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan pilihan pilihan strategi pembelajaran dengan pertimbangan materi apa yang akan diajarkan. Mengenai siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan adalah: (1) siklus I. (e) melakukan kolaborasi dengan pengelola Program S1 Pendidikan Agama Islam dan program S. Artinya bahwa semakin banyak siklus dilakukan diharapkan semakin meningkat perubahan atau pencapaian hasil. untuk pembelajaran materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yakni. (4) siklus IV.pengalamannya dalam penelitian tindakan kelas. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan obyek adalah sebanyak 32 orang mahasiswa pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Angkatan XVI pada tahun ajaran 2006-2007.

penelitian. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keenam dan ketujuh materi strategi yang diusung adalah mengangkat kasus kelas kecil sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. 20 % menyiapkan tugasnya namun belum lengkap dan 40 % mahasiswa tidak menyiapkan tugasnya. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan plihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas kecil. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian kecil dipraktekkan di kelas. Siklus I. Hasil Penelitian Pada saat kondisi awal perkuliahan Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara terdapat beberapa gejala yang memperlihatkan sebagai berikut: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. (4) terdapat beberapa keterbatasan informasi tentang latar belakang mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan maupun pertimbangan bagi dosen untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran. (c) dapat mempraktekkan metode mengajar di kelas besar secara langsung. (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. 20 % menyelesaikan tugas tetapi belum sempurna. Dari jumlah 32 jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka naik 60 % mereka dapat menyelesaikan tugas secara benar. (c) dapat mempratekkan meode mengajar di kelas kecil secara langsung. Hambatan yang dihadapi adalah bahwa mahasiswa belum tahu maksud tugas secara umum. Siklus ke II. Dari sebanyak 32 orang mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti 40% menyiapkan tugasnya secara benar. Hambatan yang diketahui adalah mahasiswa belum terampil . Hasil yang ditampakkan mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil dengan tampilan. kemudian komponen komponen yang harus dimasukkan perencanaan pembelajaran. 20 % diantara mereka terlambat mengumpulkan tugasnya. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas besar. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas besar. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas kecil. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keempat dan kelima materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. Hasil yang ditampakkan adalah mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar dengan tampilan. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas maka terdapat beberapa perbedaan dari satu siklus kesiklus berikutnya.

Hasil yang ditammpakkan mahasiswa adalah: (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk mensiasati sumber dan media tertentu dan terbatas. bentuk serta macam macam materi yang menjadi pertimbnagan dalam pemilihan metode. (b) dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan pilhan metode yang tepat untuk pembelajaran yang didasarkan pada sumber dan media yang tersedia. sementara 20 % dari mereka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna.mendeskripsikan masalah yang terjadi selama ini di lingkungan kerjanya khususnya yang terkait dengan metode mengajar. Hambatan yang dialami mahasiswa adalah karena banyaknya tugas yang sedang dikerjakan. sementara 5 % dari mreka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. perkuliahan dilakukan pada pertemuan kesembilan dan kesepuluh sementara materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. dan 15 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang dibeikan. Hasil yang ditampakkan mahasiswa adalah. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk jenis materi tertentu. atau terlalu luasnya materi. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian dipraktekkan di kelas. Siklus IV. terkait dengan mata kuliah lain dimana mereka juga harus menyelesaikannya untuk saat yang sama. dan 5 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang diberikan. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran pada materi tertentu. Dari jumlah mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 80 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. Siklus III. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan sumber dan media yang dirancang. perkuliahan dilakukan pada pertemuan sebelas dan dua belas sementara itu materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode mengajar berdasarkan sumber dan media yang tersedia. Dari jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 75 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. (3) hambatan yang . (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan materi yang diajarkan. Hambatan yang dialami adalah mahasiswa memang masih belum menguasai sepenuhnya jenis. Pembahasan Dari identifikasi kondisi awal sistem perkuliahan selama ini untuk mata kuliah Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester.

(3) keterampilan dan keberanian. Apabila dilaksanakan dengan perencanaan.ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. jumlah siswa serta ketersediaan sumbe dan media diminta dari mahasiswa untuk mengungkap apa yang mereka alami dari lingkungan kerja selama ini. diungkap dan direfleksikan serta dicari solusinya. pada saat yang sama mata kuliah perencanaan pembelajaran juga sedang diajarkan. diperoleh kesimpulan tentang perkuliahan mata kuliah Strategi Pembelajaran pada mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. untuk . dengan tugas dimana mahasiswa harus dapat menuangkan pilihan metode dalam bentuk prencanaan pembelajaran maka mereka akan menggunakan keterampilan mata kuliah lain untuk menyelesaikan tugas. Hal ini sangat mendukung bagi upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dituntut dari mata kuliah strategi pembelajaran. dan begitu juga sebaliknya. sehingga bagian tertentu dari kasus yang unik justru tertinggal. Kemudian membaca buku teks untuk mendalami teori teori yang mendukung kesimpulan pilihan metode yang dikembangkan. kemudian apa pendapat dan pengalaman mereka merasa dihargai oleh orang lain. Dari tindakan kelas yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan mengarah pada peningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menguasai hasil belajar Strategi Pembelajaran. kemudian mendeskripsikan dan mencari jalan keluarnya kesemuanya ditulis dan dipresentasekan atau didiskusikan dideapan kelas. koordinasi dan pengembangan yang sistematis dan tepat sasaran. (2) Penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi mata kuliah Strategi Pembelajaran yakni. pembelajaran dengan metode kasus membuat banyak tugas diawali dari kemampuan mahasiswa dalam melihat kasus yang ada di sekitar sekolahnya. Dengan cara seperti itu mahasiswa memiliki pengetahuan dan ingatan yang kuat. pemilihan metode mengajar dengan pertimbangan kelas besar. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama beberapa waktu. (2) singkronisasi antar materi mata kuliah. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. (4) hambatan dalam pengembangan metode kasus tentunya juga banyak dihadapi. kemudian karena belajar dari pengalaman. Bahkan jalan keluar yang ditawarkan harus dapat didemonstrasikan di depan kelas. salah satunya adalah masih ada sebagian mahasiswa merasa tabu atau pantang untuk mengungkap masalah yang ada di lingkungan sekolahnya sehingga sebagian mereka hanya mengangkat kasus fiktif atau cerita belaka. Sementara itu hambatan pada dosen yang menerapkan adalah mengorganisasi waktu yang terbatas kadang tidak dapat menampilkan semua kasus yang dimunculkan oleh mahasiswa. kelas kecil. Dengan demikian keterampilan dan keberanian mahasiswa muncul dengan sendirinya akibat dari metode kasus yang dikembangkan. 1) model pembelajaran dengan metode kasus untuk mata kuliah Strataegi Pembelajaran dapat dikembangkan dan berhasil secara efektif. Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan dalam hal berikut: (1) penguasaan materi.

Pendekatan. 2006. 1992. Pedoman Penyelenggaraan Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Jonnasen. Case Method Teaching. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa. Medan: FT. Boston: Harvard Publishing. et al. keberanian mengungkap masalah.IAIN Sumatera Utara. D. Little Media. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. 1940. Big Media. Hakikat pembelajaran yang efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. 1990. . kecerdasan. ketekunan. Kasihani. 2006. Daftar Pustaka Corey ER. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. 1999. 1980. Jakarta: KaruniaUT. 1981. 1989.jenis materi. 1996. IAIN Sumatera Utara. (3) beberapa hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. Becouse Wisdom Can`tbe Told. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas.H. Wiryawan Sri Anitah dan Noorhadi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPGSD McNiff Jean. Filosofi. Strategi Belajar Mengajar. Degeng I. Beverly Hills. 5th edition. Kasbolah ES. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ).Nyoman Sudana. New York: Mac Millan. Boston: Harvard Publisher Heinich R. Gragg CI. Schramm Wilbur. Hand book of Research for Educational Communication and Technology. Action Research: Principles and practice. 1996. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPLPTK. Jogiyanto HM. Sage. et all. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. Yogyakarta: Andi. Instructional Media and Technologies for Learning.

sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Pemilihan. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Jadi. penetapan. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Itulah sebabnya dalam belajar. cara berfikir. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. sementara siswa dibuat pasif. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. . Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. keterampilan. PENDAHULUAN perubahan prilaku dan Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. ide. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. menetapkan. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Sehubungan dengan tugas ini.kesempatan dan mutu serta dapat memberikan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. nilai. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. I. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat.

TT) Hamalik. educational Psychology. Jakarta : PT. Cony. Gulo. Soemanto. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Kurikulum dan Pembelajaran.Tri wibowo B. Oemar. 1995) W. Sri Esti Wuryani. 2001) Purwanto. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Terj. Metode. 2003) Nawawi. Imtima. 2002. (Bandung : Falah Production . Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. 1989) Nasrun. penggunaan metode mengajar. 2009) Rianto. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. 1990) Slameto. • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Dede. pembelajaran efektif. 2008) Semiawan. 2007) cet.Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. 2007) Rosyada. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. strategi pembelajaran. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Bumi Aksara. Milan..2005) . E. membangkitkan motivasi belajar. Syafaruddin dan Irwan Nasution. Hadari.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. Manajemen Pembelajaran.S. Media. 2002) http://id. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK.. Belajar dan Faktor . John W. Ngalim.com/social-sciences/education/2129621.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. 1998. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. 2004). Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Wasty. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). 2004) Santrock.shvoong.11 Prayitno. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya.

(London . belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.” Dengan demikian. keterampilan. 1. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. PEMBAHASAN A. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. atau suatu pengertian. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. minat. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. papan tulis. kedua. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. Allyn Bacon. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. Models of Teaching. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. harga diri.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. penyakit. usaha untuk menguasai. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. fasilitas (ruang.Bruce dan Marrsha Weil.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. watak. material (buku.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar.• Joyce. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. penyesuaian diri. kapur dan alat belajar).1996) • • • II. • • • • • • • • • • .[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. pengertian. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. tetapi juga berbentuk kecakapan. sikap. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. kelelahan. kelas audio visual).

Hal ini membedakan dengan mengajar dalam arti menanamkan pengetahuan. alat peraga. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. Uraian di atas memberikan batasan-batasan yang benar tentang mengajar. Dengan demikian maka mengajar haruslah mengatur lingkungan agar terjadi proses belajar mengajar dengan baik. lingkungan. sedangkan guru hanya dapat membimbing anak. Mengajar yang berarti menanam pengetahuan. BAB II HAKIKAT PEMBELAJARAN 2. keterampilan. dan Membimbing siswa. tujuannya adalah penguasaan pengetahuan anak. yang biasanya pelajaran bersifat teacher-centered.1 Pengertian dan Ciri-ciri Pembelajaran Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. dan sumber-sumber lain. Perbedaan itu ditunjukkan pada mengajar di sini adalah usaha dari pihak guru untuk mengatur lingkungan. sehingga terbentuk suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. baik kuantitas maupun kualitasnya. termasuk dirinya. anak memperoleh pengertian-pengertian. Mengajar berarti membimbing pengalaman anak. Jadi yang aktif adalah siswa. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. maka dalam belajar siswa mengalami proses dan meningkatkan kemampuan mentalnya. sikap. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Pengalaman adalah proses dan hasil interaksi anak dengan lingkungan. Apabila dilihat dari arti belajar pada Bab I. dan bukan sebaliknya. Kebanyakan ilmu pengetahuan diambil dari buku pelajaran yang tidak dihubungkan dengan realitas dalam kehidupan sehari-hari. . Anak dianggap pasif.• • • Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Artinya yang belajar adalah anak itu sendiri dan berkat kegiatannya sendiri. dan menjadi milik siswa. Pengajaran serupa ini disebut intelektualitas. Dari pengertian tersebut mengajar mempunyai dua arti. dan gurulah yang memegang peranan utama. Artinya yang belajar adalah anak sendiri. yaitu: Menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Dalam membimbing tersebut guru tidak hanya menggunakan buku pelajaran semata. Dari pengalaman. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. berbekas. Dua arti belajar di atas menunjukkan bahwa pelajaran lebih bersifat pupil-centered. Jadi interaksi dengan lingkungan itulah yang dinamakan belajar. Hal di atas berbeda dengan pengertian belajar: “suatu aktivitas mengatur dan mengorganisasi lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar”. yaitu: Mengajar adalah membimbing aktivitas anak. tetapi dimanfaatkannya segala faktor dalam lingkungan. dan guru berperan sebagai meneger of learning. sedangkan tugas guru adalah mengatur lingkungan dan membimbing aktivitas anak. yang menyatakan bahwa perubahan yang dimaksud dengan belajar adalah perubahan yang konstan. sebab menekankan pada segi pengetahuan.

Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. sehingga terjadi proses belajar. Seluruh lingkungan anak adalah sumber belajar. Adanya situasi yang subur. merasa. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. dan berbuat sesuai dengan norma-norma lingkungan. Untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya komponen-komponen pendukung dengan tujuan supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik. Hal ini agar lebih sanggup mengatasi masalah-masalah dalam kehidupannya. Metode dan media pembelajaran. Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran.• • • • • • penghargaan. termasuk lingkungan sosialnya. Atau dapat dikatakan bahwa mengajar atau pembelajaran adalah aktivitas mengatur lingkungan. Lingkungan jauh lebih luas dibandingkan dengan buku dan kata-kata guru. Ia harus belajar berpikir. kecakapan. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan. Adanya metode dan media pembelajaran. Sedangkan membantu anak untuk supaya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat diupayakann dengan memberikan pelajaran yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan upaya tersebut diharapkan anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Bahan. Seluruh rangkaian penjelasan tentang mengajar di atas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan mengajar di sini adalah juga termasuk di dalamnya mendidik. .1 berikut ini: Tujuan Bahan Metode dan Media Penilaian Gambar 2. Mengajar berarti membantu anak berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan.1 Hubungan antar komponen Pembelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran. tetapi juga membimbing ke arah norma yang benar. Artinya mengajar adalah mengantarkan anak agar bakatnya berkembang. Hubungan komponen-komponen pembelajaran tersebut dapat digambarkan pada Gambar 2. Sedangkan tafsiran yang kurang tepat tentang mengajar antara lain: Mengajar adalah menyuruh anak untuk menghafal. Penilaian. untuk itu pelajaran hendaknya dihubungkan dengan kehidupan anak dalam lingkungannya. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. yaitu: Adanya tujuan. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: Tujuan. Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Adanya penilaian. kebiasaan. dan lain sebagainya. Jadi bukan saja mentransfer pengetahuan.

kecepatan. Dilakukan dengan cara antara lain: (1) membuat hubungan akrab dan peka terhadap kebutuhan siswa.2. Pembelajaran individual dalam pembelajaran individual dengan cara guru memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Tiga cara tersebut adalah: 1. dan membantu siswa untuk melihat kemajuan. supaya pembelajaran berjalan efektif dan efisien.1. 2. Dalam kegiatan ini guru berperanan sebagai penasihat atau pembimbing. ada 3 cara yang dapat dilakukan guru dalam mengelola siswa. Pemberian bantuan dan bimbingan secara individual dapat dilakukan pada pembelajaran individual ataupun pembelajaran klasikal. (2) membuat variasi belajar supaya tidak menimbulkan kebosanan. Pembelajaran secara individual. merencanakan pelaksanaan belajar. Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. membuat program sesuai dengan kemampuan siswa.2 Jenis-jenis Pembelajaran 2. Penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar.• • 2. Pembelajaran secara klasikal 2. (5) memberi balikan terhadap setiap siswa. (4) membagi perhatian pada sejumlah siswa. materi. Pengorganisasian kegiatan belajar. Contohnya misalnya siswa diminta untuk membaca dalam hati pada pokok bahasan tertentu. Siswa dapat memiliki kesempatan untuk menyusun program belajar sendiri.1 Pembelajaran secara individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. sedangkan bantuan individual dalam pembelajaran klasikan dengan cara guru memberi bantuan individu secara umum. Tujuan pembelajaran individual adalah: Memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. (4) membina suasana aman sehingga siswa bebas mengemukakan pendapat.2. Kebebasan menggunakan waktu belajar. . Pembelajaran secara kelompok. dan (6) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar. (2) mendengarkan secara simpatik terhadap segala ungkapan jiwa siswa. Dalam pengorganisasian ini guru berperan sebagai pengatur dan memonitor semua kegiatan dengan cara: (1) memberi orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu. Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual adalah: Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. Jenis pembelajaran dapat ditentukan dari cara mengorganisasi siswa ataupun dari pendekatan pembelajarannya. Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. (3) tanggap dan memberi reaksi positip terhadap siswa. dan intensitas belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. (3) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan. menurut tugas dan kebutuhan siswa. Berdasarkan cara mengorganisasi siswa. dan sumber. dengan cara antara lain membantu menetapkan tujuan belajar. 3. Kedudukan guru dalam pembelajaran individual adalah membantu dalam: Perencanaan kegiatan belajar.

Penekanan pembelajaran ini pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. Mengembangkan sikap sosial dan bergotong royong. (2) saat siswa berdiskusi tugas guru sebagai fasilitator. karena akan melelahkan guru. dengan tujuan untuk mempermudah proses belajar. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam pemecahan masalah. Tugas guru dalam tugas kelompok antara lain: (1) memberi informasi umum tentang pelaksanaan diskusi. Tujuan pembelajaran kelompok adalah: Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. (4) menjadi teman dalam mengevaluasi keberhasilan. Prosedur dan cara kerja dimengerti siswa. yaitu: (1) dengan paralel. Tugas kelompok paralel berarti semua kelompok mempunyai tugas yang sama.2 Pembelajaran secara kelompok Pembelajaran kelompok adalah pembelajaran dengan cara kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Pada peran guru dalam pembelajaran kelompok adalah: Pembentukan kelompok. latar belakang pengalaman siswa. antara 3-8 orang. Sedangkan tugas komplementer bearti masingmasing kelompok mempunyai tugas yang berbeda. (5) memberi kesempatan siswa untuk memperbaiki diri. Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan adalah untuk menentukan bentuk tugas. 2. Ada interaksi dan komunikasi antar anggota. (3) memberi penguatan belajar. Perencanaan tugas kelompok. Cara yang dapat dilakukan antara lain: (1) membimbing siswa belajar. Tugas yang diberikan dalam kelompok ada dua macam. Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti siswa. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok. Tiap anggota mempunyai tanggung jawab terhadap kelompok. Kelemahan pembelajaran individual adalah: Bila jumlah siswa banyak maka pembelajaran ini kurang efisien. Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok. Pembelajaran ini dapat efektif bila: Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. (2) menyedia media dan sumber belajar. (2) dengan komplementer. Pertimbangan dalam pembentukan kelompok adalah: tujuan yang akan diperoleh siswa dalam kelompok. Kedudukan siswa dalam kelompok adalah: Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok.2. Mengembangkan kemampuan memimpin. Pelaksanaan.• Fasilitator yang mempermudah belajar.1. Memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung. minat atau pusat perhatian siswa. Tidak semua bidang studi atau pokok bahasan sesuai diorganisasi dengan pembelajaran ini. Keberhasilan guru dalam evaluasi dimengerti oleh siswa. Kriteria keberhasilan dimengerti siswa. (3) pada akhir diskusi guru berperanan sebagai evaluator terhadap hasil .

Mengikut sertakan siswa aktif belajar. Pengelolaan pembelajaran adalah kegiatan untuk melaksanakan desain instruksional. dan pengelolaan kelas. Hal ini disebabkan karena jenis bahan atau mungkin waktu yang tidak memungkinkan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses semua. di mana sumber masalah tersebut antara lain dari kondisi tempat belajar ataupun dari siswa yang terlibat dalam pembelajaran. sehingga siswa mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan.2.2. Sedangkan pengelolaan kelas biasanya dilakukan karena adanya masalah disaat pembelajaran. 2. sedangkan pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik.2 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan.2.3 Pembelajaran secara klasikal Pembelajaran klasikal yaitu pembelajaran yang dilaksnakan secara klasikal atau diikuti siswa dalam jumlah berkisar antara 1. Sedangkan sumber dari siswa dapat secara individu ataupun kelompok. yaitu pengelolaan pembelajaran. 2. 2. dan lain sebaginya.2.2. Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi. Pemusatan perhatian pada bahan ajar.1. Melaksanakan tindakan-tindakan antara lain: Penciptaa tertib belajar di kelas. Keterampilan proses ini tidak saja mementingkan hasil. sehingga hasilnya kurang bermakna dan bertahan lama. maka dalam pembelajaran klasikal diperlukan pelaksanaan dua kegiatan sekaligus. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuwan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah). Pengorganisasian belajar sesuai kondisi siswa. Bagaimanapun pendekatan ini masih pula dibutuhkan dalam pembelajaran. sehingga kevalidannya dapat diandalkan. Hanya saja perlu digali bagaimana penerapan pendekatan konsep ini dapat digunakan semaksimal mungkin di dalam pembelajaran. Tindakan pembelajaran kelas antara lain: Penyususunan desain instruksional. Karena guru harus menghadapi siswa dengan jumlah banyak. Sedangkan kelemahannya adalah kurang dapat memperhatikan kebutuhan individual. kursi rusak. tetapi juga memperhatikan proses . papan tulis kotor.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 2.45 orang.• • • • diskusi. Kelebihan pembelajaran ini adalah efisien dan murah. Evaluasi hasil belajar kelompok. Contoh sumber masalah dari kondisi tempat belajar misalnya ruang kotor. Penciptaan suasana senang dalam belajar. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memberikan pembelajaraan individual dalam pembelajaran klasikal.1 Pendekatan Konsep Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil. karena tidak mungkin semua pokok bahasan dapat digunakan pendekatan keterampilan proses.2.

membuat kesimpulan. Dari sini dapat dilihat bahwa inquiry ini selaras dengan teori belajar yang ditemukan oleh Brunner. misalnya merumuskan problem. 2. generalisasi.2. yaitu manusia yang kreatif. dan pada akhirnya dapat membentuk manusia yang berkualitas. Hal ini dapat terlaksana apabila kesejahteraan mental dan emosional siswa dipandang sebagai sentral pendidikan. Inqury atau penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi.2.• • • • mendapatkan hasil.3 Pendekatan Expository Pada pendekatan expository guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori.2. Perkembangan selanjutnya pendekatan keterampilan proses yang perlu di terapkan terutama dalam pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). Menurut Brunner discovery learning adalah merupakan belajar dengan menemukan sendiri menggunakan prinsip belajar induktif. menjelaskan.2.6. 2. melaksanakan eksperimen. Rekonstruksionalisme Radikal Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk menrombak tata sosial yang ada dan membangun struktur sosial baru. Pendekatan ini dibagi menjadi dua. dan sebaginya. Sedangkan siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. Prioritasnya adalah pengalaman belajar yang diarahkan terhadap tanggapan minat.2. sehingga materi belajar mudah dikuasai oleh siswa.2. Berikut akan dibicarakan pendekatan STM.2. 2. dan mampu mengambil keputusan yang menjangkau masa depan. dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu. Sumber munculnya discovery learning ini adalah teori belajar Piaget. Untuk itu pendekatan ini juga disebut pendekatan rekonstruksi sosisal. yaitu dari khusus ke yang umum. kebutuhan. yaitu: Rekonstruksionalisme Konservatif Pendekatan ini ditujukan kepada peningkatan mutu kehidupan individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat. Pendekatan ini mengutamakan perkembangan afektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian integral dari proses belajar. mengumpulkan data. dan lain sebagainya. Pengajaran telah diolah oleh guru. mengelompokkan. Dengan melaksanakan pendekatan ketarmpila proses berarti siswa terlibat seccara aktif dalam kegiatan pengamatan. dan menemukan sendiri konsep dan prinsip. Dengan mengetahui proses diharapkan dapat merangsang daya cipta untuk menemukan sesuatu. mampu memecahkan persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan. Proses mental itu misalnya mengamati. hukum atau dalil beserta bukti-bukti yang mendukung.2.4 Pendekatan Discovery Discovery atau penemuan adalah proses mental yang dicirikan dengan siswa dapat mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip.5 Pendekatan Humanistik Suatu pendekatan yang berpusat pada siswa (Student centered). sehingga siap disampaikan kepada siswa. membuat kesimpulan. dan kemampuan siswa. Pendekatan Rekonstruksionalisme Suatu pendekatan yang menfokuskan pada masalah-masalah pendting yang dihadapi masyarakat. yaitu anak harus berperan secara aktif di dalam kelas. merancang eksperimen. menganalisis data. 2. .

3. Karena merupakan pedoman umum tentu saja dalam pencapaiannya perlu dioperasionalkan lagi supaya terealisasi. Tujuan instruksional umum (TIU) telah tersedia di dalam kurikulum. Citra tujuan pendidikan nasional adalah terbentuknya manusia pancasila yang utuh dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air melalui pembangunan nasional. Tingkat Pendidikan Mengah juga masih dapat dibedakan dari pendidikan kejuruan (SMK/Sekolah Menengah Kejuruan) dan pendidikan umum (SMU/Sekolah Menengah Umum). yang berbunyi: Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan berbeda dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Dengan demikian akan dapat segera dibedakan antara Sekolah Tingkat Dasar. Pasal 4.3 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 2. yaitu Pancasila. Penjabaran tersebut menjadi tujuan institusional. Tujuan institusional merupakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan. dan Perguruan Tinggi.• • 2. kesehatan jasmani dan rohani. dan memuat lebih dari satu pengertian. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Misalnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan berbeda dengan Sekolah Dasar (SD). dan sekolah agama (di bawah naungan Departemen Agama). Tujuan . Keluaran dari lembaga akan tercermin dari tujuan institusional lembaga pendidikan tersebut. Tujuan pendidikan nasional ini tercantum dalam Undang-Undang RI No. dan Madrasah Aliyah (MA) akan berbeda dengan Sekolah Menengah Umum (SMU). Tujuan pembelajaran pada jangka panjang sebenarnya akan mencapai pada tujuan pendidikan nasional. misalnya mengenal. yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. sedangkan tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan hasil perencanaan dan perumusan guru. Tujuan instruksional ini dibedakan menjadi dua. dimana merupakan penjabaran dari tujuan instruksional umum. sehingga mudah diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Sedangkan TIK menggunakan kata kerja yang bersifat operasional. Atau dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional merupakan pedoman umum bagi pelaksanaan pendidikan dalam jenis dan jenjang pendidikan. Tujuan Institusional. Begitu juga masih dapat dibedakan lagi antara sekolah umum (di bawah Departemen Pendidikan). Jadi tujuan pendidikan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia baik formal maupun non formal mengarah pada tujuan pendidikan nasional tersebut. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II. memahami. sehingga sulit diukur keberhasilannya atau dievaluasi. TIU menggunakan kata kerja yang bersifat umum. Sekolah Tingkat Menengah.1 Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran yang biasanya disebut tujuan instruksional merupakan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai dilakukan. dapat dikerjakan. Tujuan instruksional ini sebenarnya merupakan tujuan yang dijabarkan dari tujuan kurikuler. Tujuan pendidikan nasional didasarkan pada falsafah negara atau way of life nya bangsa Indonesia. mengerti. Secara lengkap hierarki tujuan pembelajaran itu adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Nasional. memiliki pengetahuan dan keterampilan. yang memuat hanya satu pengertian. Dan tujuan pendidikan nasional tersebut akan terwujud dengan dijabarkannya ke dalam tujuan institusional.

misalnya tujuan sejarah.3. Secara teoritis memang penjabaran secara struktural tujuan di atas dapat dipertanggungjawabkan. Ke tiga ranah tersebut harus tercermin dalam tujuan instruksional khusus (TIK) atau tujuan pembelajaran khusus (TPK). maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). Hasil belajar dapat tercermin melalui dampak pengajaran dan dampak pengiring. penglihatan. Tujuan kurikuler ini akan dicapai melalui tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. yaitu ranah kognitif. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). afektif. misalnya kecedasan. apabila dalam pembelajaran memperhatikan ketiga ranah tujuan pembelajaran. Siswa memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepajang hayat. kimia. perhatian. Guru melakukan evaluasi untuk melihat hasil yang dicapai dalam pembelajaran. 2. Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur (tujuan instruksional khusus). namun pelaksanaannya sangat sulit. Untuk memberi gambaran tentang dampak pengajaran dan dampak pengiring dapat dilihat pada Gambar 2. Tujuan Kurikuler Tujuan kurikuler adalah tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh atau melalui tiap bidang studi. motivasi. Hasil belajar sebagai dampak pengajaran. pengolahan pesan. psikomotorik. Atau dapat disebut juga tujuan bidang studi. dan kondisi fisik. yaitu damak pengajaran dan dampak pengiring. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. Siswa memiliki kemampuan pra belajar. Sedangkan faktor psikologis. biologi. yang pada akhirnya akat tercapai tujuan pendidikan nasional. Belum tentu pencapaian tujuan instruksional akan diikuti tercapainya tujuan kurikuler. Gambar 2. siswa melakukan kegiatan belajar. dilakukan dengan pengorganisasian siswa. . Tujuan instruksional adalah tujuan yang pencapaiannya dibebankan pada tiap pokok bahasan. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila di dalam pembelajaran berhasil mencapai dua hasil yang diharapkan dari pembelajaran. dan dampak pengiring. maka akan berhasil pula tujuan institusionalnya. berpikir.1. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. yaitu terapan pengetahuan dan kemampuan di bidang lain. dan evaluasi. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. Tujuan Instruksional. dan lain sebaginya. Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsik.• • • • institusional atau tujuan sekolah ini dapat tercapai dengan dijabarkannya tujuan ini ke tujuan kurikuler.1 dapat dijelaskan sebagai berikut: Guru melakukan tugas pembelajaran. dan ingatan.2 Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. Rangkaian tujuan pembelajarn di atas mengandung harapan apabila rangkaian tujuan instruksional berhasil. Selanjutnya akan dibahas lebih rinci di bagian lain pada bab ini juga. dan Dampak pengiring. dan seterusnya.

v Pnedekatan Religius atau Religionisme. Pedagogisme melahirkan child centered education yang cenderung bahwa anak hidup didalam suatu masyarakat tertentu dan mempunyai cita – cita hidup bersama yang tertentu pula. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. dan evaluasi. v Pendekatan Negativis atau negativisme. Pendekatan Religius Pendekatan religius atau religionisme dianut oleh pemikir – pemikir yang melihet hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionisme sebagai berikut : v Pendekatan Pedagogis atau Pedagogisme v Pendekatan Fisolofis atau Filosofisme. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. anak bukanlah orang dewasa didalam bentuknya yang kecil. Anak mempuyai nilai – nilainya sendiri yang akan berkembang menuju kepada nilai – nilai seperti orang dewasa. 3. namun juga mempunyai berbagai kelemahan karena anak seakan – akan disolasikan dari kehidupan bersama didalam masyarakat. Memang child centered education tersebut antara lain merupakan reaksi terhadap pendidikan yang tidak melihat hakikat anak sebagai makhluk manusia yang hidup didalam dunianya sendiri sehingga perlu memperoleh perlakuan – perlakuan khusus didalam proses mendewasakannya.• • • • Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. dengan demikian hakikat pendidikan ialah . oleh sebab itu proses pendewasaan anak bertitik – tolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat – tingkat perkembangannya sendiri. Pendekatan Fisiolofis Pendekatan fisolofis atau fisiolofisme mengenai pendidikan antara lain bertitik – tolak dari pertentangan mengenai hakikat manusia dan hakikat anak. Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berbeda dengan hakikat orang dewasa. selain itu manusia itu akan terus – menerus berkembang selama dia hidup. metode. v Pendekatan Sosiologis atau Sosilogisme. Teori – teori atau pendekatan reduksionisme sangat banyak dikemukakan didalam khazanah ilmu pendidikan. Pandangan pedagogisme ini memang mempunyai segi – segi yang positif yang sangat menghormati perkembangan anak. bahan ajar. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. 2. Pandangan ini sudah mulai ditinggalkan oleh karena ternyata manusia tidak pernah akan berhenti untuk memperoleh pendidikan. 1. v Pendekatan Psikologis atau Psikologisme. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Pendekatan Pedagogisme Titik tolak dari teori ini ialah anak yang dibesarkan menjadi dewasa. Dengan demikian pandangan bahwa pendidikan berakhir ketika manusia itu dewasa tidak relevan lagi di dalam dunia informasi dewasa ini dan pendidikan berlaku untuk seumur hidup. pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme Schopenhaur serta penganut – penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan – kemampuan yang dilahirkan dan tinggal dikembangkan saja atau apakah pandangan tersebut dari teori tabularasa atau empirisme John Locke yang mengatakan bahwa anak dilahirkan seperti kertas putih yang akan diisi oleh pendidikan. media.

Pendidikan hendaknya berfungsi bukan hanya untuk kehidupan akhirat tetapi juga untuk meningkatkan mutu kehidupan duniawi yang aman dan adil. didalam pertumbuhan itu perlu disingkirkan hal – hal yang dapat merusak atau yang sifatnya negatif terhadap pertumbuhan itu. dengan sendiriny pendekatan tersebut lebih memperkuat lagi pandangan pedagogisme seperti yang telah dijelaskan. Psikologisme cenderung mereduksi ilmu pendidikan menjadi ilmu proses belajar dan mengajar. Pendekatan Negativis Pendekatan negativis atau negativisme didalam urainan ini diambil dari pendapat filosof Bertrand Russel didalm bukunya yang terkenal Education and Social Order. 4. Hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan – akan ilmu pendidikan terbatas pada ilmu mengajar saja. 5. Pandangan – pandangan negatif tersebut memang membawa proses pendidikan kepada suatu proses yang defensif atau protektif. Di pihak lain kehidupan modern bukan hanya menuntut manusia – manusia yang religius dan bermoral tetapi juga kehidupan yang menuntut penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memerangi kemiskinan dan kemunduran hidup.• • membawa peserta – didik menjadi manusia yang religius karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan peserta – didik itu harus dipersiapkan untuk hidup sesuai dengan harkatnya. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral. oleh sebab itu pendidikan agama manjadi yang sentral dalam proses pendidikan. Pandangan ini di anggap sebagai pandangan yang negatif oleh karena didalam mengembangkan kepribadian anak implisif melindungi dari hal – hal yang negatif yang menghalangi perkembangan kepribadiannya. pandangan ini tidak realistis oleh sebab seseorang didalam masyarakat akan menghadapi kenyataan hidup bermasyarakat yang penuh dengan hal – hal yang positif maupun yang negatif. Pandangan – pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi kedalam bidang ilmu pendidikan. dan oleh sebab mengajar merupakan suatu tugas yang setua dengan manusia itu sendiri maka profesi pendidik mendapat penghargaan kurang dari profesi – profesi lainnya. Pandangan ini berarti menghindarkan peserta – didik dari hal – hal yang mengakibatkan dia itu menjadi warga negara yang tidak berguna bagi masyarakatnya. dengan demikian tidak akan membawa peserta . · Proses pendidikan adalah melatih peserta – didik menjadi warga negara yang berguna. Proses pendidikan yang mempunyai citra religius ini dikenal dalam semua kebudayaan baik di Barat maupun di Timur. jangan – jangan pendidikan yang sekuler telah ikut memicu berbagai pihak berbagai peperangan serta kemunduran moral manusia dewasa ini. Pendekatan religius mengenai hakikat pendidikan menekankan kepada pendidikan untuk mempersiapkan peserta – didik bagi kehidupannya diakhirat. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis atau psikologisme dalam pendidikan sangat kuat terutama pada tahap permulaan lahirnya ilmu pendidikan pada permulaan abad 20. Menurut beliau ada tiga teori yang sifatmya negatif yaitu : · Teori yang menyatakan bahwa tugas pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. · Ialah yang melihat pendidikan sebagai usaha mangembangkan kepribadian pesert – didik atau dengan kata lain membudayakan individu. Dengan demikian pandangan – pandangan pedagogisme serta psikologisme akan memperpuruk profesi pendidikan sebagai profesi yang tidak professional dan kurang bobot ilmiahnya.

Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan. Kemampuan-kemampuan tersebut harus dikembangkan dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup atau dihidupkan dalam masyarakat.2. keinginan. Hal ini berarti eksistensi atau keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif. Dengan kata lain manusia hanya eksis dalam masyarakatnya. Proses tersebut berimplikasikan bahwa di dalam peserta-didik terdapat kemampuan-kemampuan yang immanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat. Kemampuankemampuan tersebut berupa dorongan-dorongan.) Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai. b. Interaksi tersebut bukan hanya interaksi dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam dan dunia ide termasuk dengan Tuhannya. nasional dan global. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta-didik menjadi dewasa tetapi akan terus-menerus berkembang selama terdapat interaksi antara manusia dengan lingkungan sesama manusia serta dengan lingkungan alamnya 2. 6. Berdasarkan pengetahuan kita mengenai pendekatan reduksionisme terhadap hakikat khakikat pendidikan maka dapatlah dirumuskan suatu pengertian operasional mengenai hakikat pendidikan sebagai berikut : Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta – didik yang memasyarakat. Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme. Pendekatan Sosiologis Pandangan sosiologisme mengenai hakikat pendidikan terdapat versi yang bermacam – macam. Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia. Oleh sebab itu proses pendidikan bukanlah suatu proses yang protektif tetapi yang memberikan kesempatan yang seluas – luasnya untuk belajar berdiri sendiri dan mengambil keputusan sendiri secara moral. membudaya. Proses itu sendiri tidak terjadi di dalam vacuum atau ruang hampa tetapi sekurang-kurangnya terdapat unsur-unsur ibu. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal.Tanggung jawab manusia yang ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan bukan hanya mempunyai dimensi lokal tetapi juga berdimensi nasional dan global. 3. titik – tolak dari pandangan ini prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu. Proses pendidikan adalah proses mewujudkan eksistensi manusia yang memasyarakat. Tidak dapat kita bayangkan apabila interaksi manusia dilumpuhkan. orang tua 1 pendidik formal dan pendidik nonformal. yang ada pada manusia. Pandangan – pandangan tersebut tidak menampilkan hakikat pendidikan secara utuh tetapi sepihak berdasarkan sudut pandangan yang digunakan.Pendekatan Holistik Integratif Pendekatan – pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan adalah prana sosial .• • – didik kepada pengambilan keputusan untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab. Eksistensi manusia yang memasyarakat. pada prinsipnya pandangan ini meletakkan hakikat pendiddikan kepada keperluan hidup bersama dalam masyarakat. elan vital. Rumusan operasional mengenai hakikat pendidikan tersebut diatas mempunyai komponen – komponen sebagai berikut : · Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan 1. peserta – didik dan keseluruhan perbuatan pendidikan termasuk lembaga – lembaga pendidikan telah menampilkan pandangan – pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mangenai hakikat pendidikan.

Inti dari kehidupan bermasyarakat adalah nilai-nilai. manusia yang berbudaya. Keseluruhan proses tersebut. 7. 4. Di mana ada pendidikan di situ ada kebudayaan. proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang. Dengan demikian scoring yang lelah berkembang sesuai dengan kebudayaannya adalah juga seseorang yang telah memperoleh pendidikan yang bertujuan yang sama dengan perkembangan priadi di dalam kebudayaan di mana pendidikan itu berlangsung. Manusia berpendidikan dan manusia berbudaya Manusia yang berpendidikan adalah sama artinya dengar. Oleh sebab itu manusia akan terus menerus berkembang selama keberadaannya di dunia . Karena proses pendidikan mengandalkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat maka dengan sendirinya proses pendidikan adalah penghayatan dan perwujudan nilai-nilai tersebut. Menggugurkan pendidikan dari proses pembudayaan merupakan alienasi dari hakikat manusia dan dengan demikian alienasi dari proses humanisasi.masyarakat yang ditugaskan untuk melaksankaan proses pendidikan secara sistematis. Itulah manusia yang berbudaya. dan proses pembudayaan adalah proses pendidikan. Dengan demikian pendidikan tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari kebudayaan. dikembangkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakatnya. Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya. Dengan kata lain. tujuan atau visi pendidikan adalah kongruen dengan visi masyarakat di mana pendidikan itu berada. Demikianlah pendekatan hakikat pendidikan yang holistik inregratif yang merupakan suatu pandangan pengembangan manusia seutuhnya. Nilai-nilai tersebut (perlu dihayati. Kesulitan tersebut disebabkan karena bukan saja masyarakat dan bangsa Indonesia yang bhinneka tetapi juga karena manusia itu sendiri bersifat multi dimensional. yang menyejarah. Potensi-potensi yang beragam tersebut hanya dapat dikembangkan di dalam dan oleh masyarakat di mana seseorang menjadi anggotanya dan sekaligus mewujudkan suatu tata kehidupan tertentu dengan nilai-nilai tertentu yang pada dasarnya diarahkan kepada perwujudan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ciptaan ilahi. Nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai yang hidup maupun karena inovasi nilai-nilai baru. Alienasi proses pendidikan dari kebudayaan berarti menjauhkan pendidikan dari perwujudan nilai-nilai moral di dalam kehidupan manusia 6. p roses tersebut mempunyai aspek historistas. berarti bahwa kekuatan-kekuatan historis telah menumpukj dan berasimilasi di dalam suatu proses kebudayaan. Proses pendidikan adalah proses pembudayaan. 5. kekinian dan visi masa depan. Dengan dimensi waktu. Hanyala manusialah makhluk yagn menyerajarah. Pengembangan manusia seutuhnya melihat manusia itu atau peserta-didik sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Penciptanya berbagai potensi. Rumusan ini benar karena lahir dari pengertian bahwa pendidikan adalah aspek dari kebudayaan. berarti bawah suatu masyarakat telah berkembang di dalam proses waktu. adalah kebudayaan Di mana ada kebudayaan di situ ada pendidikan. Aspek historitas. dilestarikan. Mencari Konsep Manusia Indonesia Sebagaimana sulitnya kita menggambarkan mengenai bentuk rupa kebudayaan nasional Indonesia maka begitu pula sulitnya kita merumuskan konsep manusia Indonesia yanr jelas dan dapat disepakati oieh semua orang. Dengan demikian pendekatan-pendekatan reduksionis yang hanya melihat manusia itu dari suatu segi tertentu tidak menggambarkan keseluruhan hakikat manusia dan hakikat pendidikan.

Maka lahirlah suatu tantangan yang ingin merumuskan pendidikan itu sebagai aktivitas untuk pembangunan manusia seutuhnya. Pendekatan Konsep 2. Konsep pengembangan manusia seutuhnya muncul untuk mengimbangi konsep pendidikan yang mengarah kepada spesialisasi yagn sempit.1. yaitu: 1 Adanya tujuan. Pendekatan Rekonstruksionalisme . Pengembangan Manusia Indonesia Seutuhnya Apabila kita melihat rumusan pakar-pakar tersebut di atas yang tentunya masing-masing dilihat dari dimensi tertentu. 3. 2 Bahan. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: 1 Tujuan.1.1. 6 Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. dan belum dilihat manusia saeabagai multi dimensional. Pendekatan Discovery 5. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 1. 3 Metode dan media pembelajaran. 5 Adanya situasi yang subur. 3 Pembelajaran secara klasikal 3. Pendekatan Keterampilan Proses 3. maka ada kebutuhan untuk melihat manusia itu sebagai keseluruhan.1.1 Jenis-jenis Pembelajaran 3. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. Seorang spesialis yang sempit tidak melihat keahliannya itu di dalam keselurhan pola kehidupan yang menyeluruh. 8. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. 3 Adanya metode dan media pembelajaran. Pendekatan Expository 4. 2 Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar.1.1 Kesimpulan Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. 2 Pembelajaran secara kelompok. 7 Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. 1 Pembelajaran secara individual. 4 Penilaian. BAB III PENUTUP 3. 4 Adanya penilaian.• • ini.

Tujuan Institusional. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. dan ingatan. motivasi. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). penglihatan. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif.1 Tujuan Pembelajaran 1. 3. Pendekatan Humanistik 3.2 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 3. dan pada . Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak. Tujuan Pendidikan Nasional.1. METODE/PENDEKATAN/MODEL PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Kurikuler 4. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. Sedangkan faktor psikologis.1. bahan ajar.1.6. dan bagaimana PAKEM tersebut. perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini. perhatian. Oleh karena itu. Tujuan Instruksional. Unit ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. mengapa. dan kondisi fisik. Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. media. misalnya kecedasan. metode. para peserta Fasilitatoran diharapkan dapat mengenal apa. Latar Belakang Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). Dengan membaca dan mengikuti proses-proses Fasilitatoran yang telah dirancang dalam Unit ini. Efektif. dan bagaimana PAKEM tersebut. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. dan evaluasi. Kreatif. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula.2 Unsur dinamis pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran.2. mengapa. 2. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. 3.2. berpikir. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. Demikian pula sebaliknya. serta prosedur atau langkah-langkah Fasilitatoran yang bisa dilakukan.

Undang-undang RI No. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. kreatif. ayat (1) dinyatakan bahwa: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. inspiratif. mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. guru harus memahami hakikat PAKEM dan menguasai berbagai strategi/model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM. profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Melalui bentuk-bentuk tugas yang menantang. semua menghadap ke depan. pasal 19. Untuk dapat melaksanakan amanat perundang-undangan tersebut. Usaha-usaha yang menawarkan sebuah pembaharuan. duduk berdua dengan satu bangku. Komite Sekolah. Dengan belajar kelompok yang benar misalnya. menyenangkan. Kecakapan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan. Sebaliknya. Kreatif.akhirnya diharapkan dapat menerapkan di kelasnya masing-masing. menantang. yang dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas PAKEM. . 1. Padahal bisa jadi mereka hanya duduk dalam kelompok dan tidak semua siswa bekerja. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran PAKEM yang baik. dan seperti apa kegiatan belajar yang dilakukan siswa. siswa belajar salah satu kecakapan hidup yaitu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. menyenangkan. Jika dalam suatu kelas sedang berlangsung pembelajaran dan di sana siswa tetap duduk seperti orang menonton bioskop. dan Menyenangkan). dan Menyenangkan (PAKEM) sama dengan kerja kelompok. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. dan 3. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Kreatif. Di samping itu. tetapi harus diperhatikan pula intensitas keterlibatan siswa dalam belajar. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Seharusnya menilai PAKEM tidaknya suatu pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat pengaturan tempat duduk siswa. dinamis dan dialogis 2. dan memecahkan masalah. memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif. guru hendaknya mengubah paradigma mengenai mengajar siswa menjadi membelajarkan siswa. Beberapa orang memandang bahwa Pembelajaran Aktif. Efektif. Sementara itu dalam Peraturan Pemerintah No. AYAT (2) tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi : Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban : 1. siswa bisa membangun kemampuan mencari dan mengolah informasi. dan orang tua siswa membantu dan mendukung keberhasilan PAKEM. jika di suatu kelas siswa sedang duduk berkelompok. kemudian secara aktif dan kreatif. mengambil keputusan. Penyajian PAKEM dalam pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MB S) dan Peran Serta Masyarakat (PSM) dilakukan dengan harapan agar sekolah. termasuk penerapan PAKEM di kelas. maka dengan mudah kita mengatakan kelas itu PAKEM. 20 PASAL 40. maka dengan mudah dan cepat dikatakan kelas itu tidak PAKEM. Efektif. Di bawah ini ada sejumlah isu penting tentang pelaksanaan PAKEM. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa. Pelaksanaan PAKEM sebenarnya juga memberikan kesempatan pada guru untuk membelajarkan beberapa keterampilan hidup atau kecakapan hidup. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa.

kurang pintar. Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan. atau ditunjukan kopian dari jawaban yang benar atau contoh yang mereka pastikan bahwa jawabanya benar. Feedback may also be provided in the from of reinforcement. Student are told whethertheir answer is right or wrong. E: Efektif. pintar/ 5. Kegiatan yang 4. feedback. We identify the reasons why a given learner has trouble relating to a particular learning environmet and then modulate the features of that environmet to make it easier for the learner to fit in. or are shown a copy of the righ aswer or a example from which they mus infer whether their answer is correct. . dilakukan siswa seringkali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar. 3. Reinforcement for adult learners is ty pically in term of statements like “Great. but they should be provided feedback orinformation about their performance. Not only should they be able to practice. 6. Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaannya bersifat tertutup. Pengaruh timbal balik mungkin diberikan dalam bentuk yang kuat. Anak-anak muda sering merespon baik yaitu pemberian dari instruktur atau pada kesempatan untuk melakukan aktifitas yang lain) Menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil (2003 : 394) menyatakan : Another solution is to adapt the models to conform to the characteristics of the learners. Anda bisa meningkatkan proses pembelajaran dengan baik yaitu dengan memberikan siswa aktifitas yang teratur dan berkaitan dengan tujuan. Student should be provided an opportunity to practice what you wan them o be able o do.2. tetapi juga diberikan informasi yang berlawanan tentang penampilannya. dan M: Menyenangkan. Pembelajaran belum membelajarkan kecakapan hidup. Salah satu komponen yang paling kuat dalam proses pembelajaran adalah praktik dengan timbal balik. Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam. Pengaruh timbal balik kadang-kadang ditunjukan sebagai “hasil pengetahuan” siswa diberitahu jawaban yang benar dan yang salah. Young children often respond favorably to froms of reinforcement such as an approving look from the instructor or even the opportunity to do some other activity. A: Aktif. Kekuatan bagi pelajar dewasa yaitu khusus dalam istilah pernyataan seperti “Hebat. Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk. Guru merasa khawatir untuk melaksanakan PAKEM di kelas 6 dan 9. 7. 5. K: Kreatif. Mereka seharusnya itdak hanya bisa praktek. you are correct”. is sometimes referred to as “knowledge of results”. BAB II HAKIKAT PAKEM PAKEM merupakan suatu singkatan dari P: Pembelajaran. kamu benar”. Siswa seharusnya diberi kesempatan untuk praktek supaya bisa melakukannya. menurut Walter Dick ad Lou Carey (1990 : 165) dapat dikemukakan sebagai berikut : One of the most powerful components in the learning process is that of practice with feedback. 4. That is. dan sosial ekonomi tinggi/rendah. Kegiatan pembelajaran. You can enhance the learning process greatly by providing the student wih activities that are directly relevant to the objectives.

Atau bisa jadi sekolahan tersebut masih kekurangan tenaga guru. Baik secara psikologis. teacher interaction in an education setting”. pasal 40 . ada yang menambahkan dengan satu huruf I: inovatif. maka pembelajaran di sekolah idealnya harus mengarah kepada kemandirian siswa dalam belajar. kreatif. Jadi. Tuntutan Perundangan-undangan Undang. but not necessarily. kemudian mengatur dari segi lingkungan itu supaya lebih mudah bagi siswa untuk semangat.Solusi yang lain adalah menyesuaikan model untuk menyesuaikan diri terhadap karakteristik pelajar. Hal ini mungkin disebabkan guru masih dalam perjalanan menuju sekolah atau boleh jadi berhalangan hadir ke sekolah karena sakit atau karena ada kepentingan lain. maupun secara koqnitif pembelajaran PAKEM harus dibudayakan oleh para praktisi pendidikan khususnya para guru dalam semua mata pelajaran di sekolah. Dari tuntutan perundangan tersebut dengan jelas bahwa esensi pendidikan atau pembelajaran harus memperhatikan kebermaknaan bagi peserta didik yang dilakukan secara dialogis atau interaktif. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. guru dan murid selalu berada dalam satu tempat. Saylor dalam Mulyasa (2004 : 117) mengatakan bahwa “Instruction is this the implementation of curriculum plan. satu waktu. dan dalam situasi yang sama. Apalagi kalau terjadi dalam kurun waktu yang lama. Dalam penggunaannya di lapangan. biasanya. Pembelajaran adalah penerapan dari rencana kurikulum. afektif. Kegiatan belajar mengajar seringkali terhambat atau tidak berjalan karena guru sebagai fasilitator tidak berada di arena belajar. PAKEM didasarkan pada alasanalasan sebagai berikut : 1. dinamis dan dialogis dan PP No. Bila hal itu terjadi maka proses kegiatan belajar mengajar sedikit banyak akan mengalami hambatan. inspiratif. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Dalam PP no 19. apakah kegiatan pembelajaran dihentikan. involving teaching in the sence of student.undang No. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. di mana salah satu ayatnya berbunyi: ”Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. maka akan ada pihak yang dirugikan . yaitu siswa. dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar. menyenangkan. ayat (1) dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. Kita mengetahui alasan mengapa yang diberikan ke siswa mempunyai masalah yang berkaitan dengan keterangan lingkungan belajar. menyenangkan. psikomotor. menantang. tetapi tidak perlu di dalamnya termasuk aktifitas guru mengajar menghadapi siswa. sesuai dengan rencana yang telah disusun. usually.20 tentang Sisdiknas. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa”. diubah metodenya. artinya sedini mungkin siswa dilatih untuk mandiri di lingkungan sekolah/kelas dan di lingkungan keluarga. sehingga menjadi PAIKEM. yang pada intinya pembelajaran berpusat pada siswa . atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. Dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan selama ini. Pada dasarnya. Dalam rangka menuju suatu tujuan. pasal 19 ayat (1). 19 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Kontruktivisme merupakan suatu pandangan mengenai bagaimana seseorang belajar. jika Anda akan mengimplementasikan konstruktivisme dalam pembelajaran. Mengajukan masalah yang relevan untuk siswa. sehingga siswa dapat meresponnya. Dalam prosesnya seorang siswa yang sedang belajar. akan terlibat dalam proses sosial. contoh di sekolah kita. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. otaknya tidak kosong dengan pengetahuan. Untuk memulai pembelajaran. Belajar dalam konteks PAKEM dimaknai sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan atau membangun makna. Jika sesuai. 4. 3. dan lainlain). Proses membangun makna dilakukan secara terus menerus (sepanjang hayat). gagasan. menyaring. Untuk mengimplementasikan konstruktivisme di kelas. Para pendukung konsktruktisme berpendapat bahwa pengertian yang dibangun setiap individu peserta didik dapat berbeda dari apa yang diajarkan Guru (Bodner. Ketika kita menemukan sesuatu yang baru. mereka datang ke dalam situasi belajar dengan pengetahuan. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. 1999:2). Sadarilah bahwa pendapat (perspektif) siswa merupakan jendela mereka untuk menalar (berpikir). . 2. 5. yaitu menjelaskan bagaimana manusia membangun pemahaman dan pengetahuannya mengenai dunia sekitarnya melalui pengenalan terhadap benda-benda di sekitarnya yang direfleksikannya melalui pengalamannya. dan pemahaman yang sudah ada dalam pikiran mereka. kita harus memiliki keyakinan bahwa ketika peserta didik datang ke kelas. pengetahuan awal ini merupakan materi dasar untuk pengetahuan baru yang akan mereka kembangkan. ajukan permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pengetahuan yang dikonstruksi peserta didik merupakan hasil interpretasi yang bersangkutan terhadap peristiwa atau informasi yang diterimanya. jadi kemungkinan pengetahuan itu mengubah keyakinan kita atau merupakan informasi baru yang diabaikan karena merupakan sesuatu yang tidak relevan dengan ide awal. Makna belajar tersebut didasari oleh pandangan konstruktivisme. dan menguji kebenaran atas informasi yang diterimanya.2002:1) Peserta didik dalam belajar tidak sekedar meniru dan membentuk bayangan dari apa yang diamati atau diajarkan Guru. apa yang dapat kalian lakukan untuk itu? 2. pengalaman fisis. dialog. sampah plastik bekas bungkus jajanan menumpuk. Asumsi dasar belajar: Siswa yang membangun konsep. 1987 dalam Nggandi Katu. kita dapat merekonstruksinya dengan ide-ide awal dan pengalaman kita. Strukturkan pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. tetapi secara aktif menyeleksi. prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. (Brook and Brook . memberi arti. Adaptasikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan siswa.sebagai pebelajar dan pendidik sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar terjadi belajar pada peserta didik. Sedangkan Paul Suparno (1997:61) mengemukakan bahwa menurut pandangan konstruktivis. Lakukan asesmen terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran. belajar merupakan proses aktif siswa dalam mengkonstruksi arti (teks.

(b) laju teknologi komunikasi informasi yang tinggi. kemampuan untuk berpikir kritis. memperhatikan interaksi sosial dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas atau kelompok. Iklim pembelajaran tersebut menuntut guru untuk : 1. 1997:12). 1997:61). Peserta didik tidak dipandang sebagai suatu yang pasif melainkan individu yang memiliki tujuan serta dapat merespon situasi pembelajaran berdasarkan konsepsi awal yang dimilikinya. Dengan adanya pandangan konstruktivisme. 3. kemampuan melakukan relasi sosial. A. POLITIK. 2. Dalam hal ini guru aktif dalam : . melainkan lebih dari itu. Konstruksi arti sesuatu hal yang sedang dipelajari terjadi dalam proses yang terus menerus. (c) sumber belajar semakin beragam. motivasi) yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang dipelajari (Paul Suparno. Semua itu harus dibekali kepada siswa agar mampu bersaing dalam era globalisasi. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang datang dari luar. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman peserta didik dengan dunia fisik dan lingkungannya.Proses belajar yang bercirikan konstruktivisme menurut para konstruktivis sebagai berikut : 1. era otonomi. maka karakteristik iklim pembelajaran yang sesuai dengan konstruktivisme tersebut sebagai berikut. mengetahui dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa. Di samping alasan-alasan mendasar sebagaimana yang dipaparkan di atas. 5. melibatkan siswa dalam kegiatan aktif. Tantangan kondisi saat ini di antaranya: (a) perkembangan IPTEK. Banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan kita. Adalah : 1) Dari segi guru A = Aktif. 4. memecahkan masalah. SOSBUD yang semakin cepat dan banyak perubahan. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta. 2. Pilar-pilar PAKEM Menurut Durori (2002:xii) metode pakem dapat ditinjau dari 2 segi. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui peserta didik (konsep. 1. Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih lanjut. kerja sama. 6. melainkan melalui seleksi secara personal dan sosial. yaitu segi siswa dan segi guru. dan era pasar terbuka. (Medriati Rosane . menuntut perubahanperubahan dalam pembelajaran. Guru hendaknya melibatkan proses aktif dalam pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya. Belajar berarti membentuk makna. yaitu pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. 3. (d) tuntutan kemandirian. dan 3. tujuan. Situasi ketidakseimbangan adalah situasi yang baik untuk memacu belajar.Memantau kegiatan belajar siswa . perlunya PAKEM dilaksanakan dalam membelajarkan peserta didik dikarenakan berbagai tantangan yang akan dihadapi mereka saat ini. 2.

Sedangkan huruf ”P” merupakan pembelajaran yang didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik Dengan demikian pada waktu peserta didik belajar.Mengembangkan kegiatan yang beragam . yaitu: (a) Aktif. Perbedaan pembelajaran yang berpusat pada guru dan berpusat pada siswa Adalah Pembelajaran yang berpusat pada Guru • Guru sebagai pengajar • Penyampaian materi pelajaran dominan melalui ceramah . (c) Efektif. yaitu siswa harus menguasai ketrampilan yang diperlukan..Memberi umpan balik . Hal ini siswa dituntut untuk kreatif dalam : 1) Merancang / membuat sesuatu 2) Menulis/ mengarang E = Efektif. Dalam hal ini guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membuat anak takut salah. M = Menyenangkan. Kreatif. kata kunci yang dapat dipegang guru adalah adanya kegiatan yang dirancang untuk dilakukan siswa baik kegiatan berpikir (minds-on) dan berbuat (hands-on). Pembelajaran aktif. yaitu guru harus mampu mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mengaktifkan peserta didik.Memberi pertanyaan yang menantang . Hal ini guru dituntut untuk kreatif dalam : .Membantu alat bantu belajar sederhana E = Efektif.Mempertanyakan gagasan siswa K = Kreatif. hal-hal yang akan dikaji meliputi : 1) Penyusunan program dan perangkat pembelajaran sebagai upaya persiapan pelaksanaan proses pembelajaran 2) Penyajian dan teknik model belajar mandiri dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif. (b) Kreatif. takut dianggap sepele. Dalam hal ini siswa aktif : 1) Bertanya 2) Mengemukakan gagasan 3) Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya. Efektif dan Menyenangkan) 3) Perilaku siswa yang muncul dari kegiatan model belajar mandiri yang merupakan penilaian proses pembelajaran. Dalam hal pembelajaran membuat anak: 1) Berani mencoba 2) Berani bertanya 3) Berani mengemukakan pendapat/gagasan 4) Berani mempertanyakan gagasan orang lain Dalam dimensi proses belajar mengajar ini. Dalam PAKEM terdapat empat pilar utama. pilar-pilar PAKEM berikut harus dirancang : 1. dan (d) Menyenangkan. 2) Dari segi siswa A = Aktif. takut ditertawakan. Fungsi dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator. M = Menyenangkan. yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik (student centered ) daripada berpusat pada guru (teacher centered). K = Kreatif.

Berikut ini hal-hal lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi guru kreatif • Mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.• Guru menentukan apa yang mau diajarkan dan bagaimana siswa mendapatkan informasi yang mereka pelajari Pembelajaran yang berpusat pada siswa • Guru sebagai fasilitator dan bukan penceramah • Fokus pembelajaran pada siswa bukan Guru • Siswa aktif belajar • Siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya sendiri tidak mengutip dari Guru • Pembelajaran bersifat interaktif Kegiatan guru pada strategi mengajar yang berpusat pada Guru • Membacakan • Menjelaskan • Memberikan instruksi • Memberikan informasi • Berceramah • Pengarahan tugas-tugas • Membimbing dalam tanya jawab • Kegiatan siswa pada strategi • mengajar yang berpusat pada siswa • Bermain peran • Menulis dengan kata-kata sendiri • Belajar kelompok • Memecahkan masalah • Diskusi/berdebat • Mempraktikkan keterampilan • Melakukan kegiatan penyelidikan Pengelolaan kelas diperlukan untuk membangkitkan minat belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa belajar. “bagaimana”. mental dan emosi dari siswa Strategi mengajar yang dapat mengembangkan kreativitas siswa akan menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut : • Mampu memotivasi diri • Berpikir kritis • Daya imaginasi tinggi (imaginative) • Berpikir orisinil/bukan kutipan dari Guru (original ) • Memiliki tujuan untuk ingin berprestasi • Menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri. . “apa yang terjadi jika…” dan bukan pertanyaan “apa”. • Mampu menciptakan Kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi. “kapan”. ruang kelas dapat dibuat menarik dengan cara mengubah tata letak/formasi bangku • Memberikan waktu yang cukup untuk siswa berpikir dan menghasilkan karya • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas seperti : “mengapa”.

7) Monitoring progress. yaitu apabila sesuatu dipelajari secara sungguh-sungguh (dimana perhatian yang tinggi dari seorang tercurah) maka struktur internal sistem syaraf kimiawi seseorang berubah. asosiasi baru. • pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak) • Bersemangat • Perasaan gembira • Konsentrasi tinggi . 2) Visi dan tujuan ditanggung bersama dengan jelas. konsentrasi yang tinggi terbukti meningkatkan hasil belajar.2. Pembelajaran kreatif. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung (seperti dicantumkan dalam tujuan pembelajaran. Suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut. Strategi mengajar untuk mengembangkan kreativitas siswa adalah : • Memberi kebebasan pada siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru • Bersikap respek dan menghargai ide-ide siswa • Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa • Penekanan pada proses bukan penilaian hasil akhir karya siswa 3. Di dalam diri seseorang tercipta hal-hal baru seperti jaringan syaraf baru. membawa pengaruh. 5) High expectations. mujarab. 4) Pembelajaran yang menyenangkan Menurut hasil penelitian. Sebelas faktor penting dalam pembelajaran yang efektif yaitu 1) Kepemimpinan profesional. Karakteristik dari pembelajaran efektif di dalam sekolah yang efektif dinyatakan oleh Machbeath dan Mortimor. memiliki akibat dan membawa hasil. Dalam penelitian mengenai otak dan pembelajaran mengungkapkan fakta yang mengejutkan. 9) Purposeful teaching. ( 2000:7) ada 11 ( sebelas ) faktor yang penting yaitu : 1) Profesional Leardersip. Ciri-ciri suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di antaranya adalah sebagai berikut : Ciri suasana belajar yang menyenangkan • Rileks • Bebas dari tekanan • Aman • Menarik • Bangkitnya minat belajar • Adanya keterlibatan penuh • Perhatianpeserta didik tercurah • Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. hurahura. Pembelajaran efektif Secara harfiah efektif memiliki makna manjur. 3) Sebuah lingkungan belajar yang kondusif. 2) Shared vision and goals. berdampak. dan koneksi baru. jalur elektris baru. 3) A Learning Environment. Dave Meier (2002:36) memberikan pengertian menyenangkan atau fun sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira. 4) Concentration on learning and teahing. yaitu pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaat sumber belajar yang ada. 10) A learning organisation. 6) Positive reinforcement. 11) Home scoll prtnership. 8) Pupiil right and responsibiltes. kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal.

kritis serta mencurahkan perhatian /konsentrasinya secara penuh dalam belajar serta suasana pembelajaran yang menimbulkan kenyamanan bagi siswa untuk belajar. • Hasil karya siswa dipajang di kelas • Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat belajar. maka dapat disimpulkan bahwa PAKEM adalah proses pembelajaran dimana Guru harus menciptakan suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. kritis dan mampu memecahkan masalah• Guru menggunakan berbagai macam strategi mengajar termasuk pembelajaan yang lebih interaktif dalam kelompok serta lebih banyak praktik • Kelas dibuat semenarik mungkin • secara fisik dan mental aktif ditandai dengan tercurahnya konsentrasi yang tinggi • siswa berani mengemukakan gagasan • Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar.Ciri suasana belajar yang tidak menyenangkan • Tertekan • Perasaan terancam • Perasaan menakutkan • merasa tidak berdaya • tidak bersemangat • malas/tidak berminat • jenuh/bosan • suasana pembelajaran monoton • pembelajaran tidak menarik iswa Berdasarkan uraian materi yang telah dipaparkan di atas. Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. Kriteria Pakem . menyediakan pojok untuk membaca (pojok baca). • Siswa tidak malu terlibat aktif dalam kegiatan • Tata letak /formasi kelas diubah dan disesuaikan dengan kegiatan. PAKEM sebagai berikut : Guru • Guru sebagai fasilitator Siswa • Siswa lebih mendominasi dan mewarnai pembelajaran • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning by doing). kreatif. laboratorium) • Guru mengatur lingkungan kelas dengan cara memajang buku-buku dan bahan belajar yang menarik. Secara garis besar. mengemukakan gagasan. mempertanyakan. Di dalam PAKEM. • Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok • Guru menerapkan berbagai strategi/model pembelajaran • Guru memotivasi siswa melalui kegiatan yang menantang kemampuan siswa untuk berpikir kreatif. • Siswa giat dan dinamis mengikuti pembelajaran Lingkungan (kelas indoor/outdoor.

pengalaman. Guru sebaiknya mengenal perbedaan kemampuan. Mengenal anak secara perorangan (karakter siswa). rasa ingin tahu yang besar b. dapat berupa: • Siswa menguasai konsep • Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana • Siswa menghasilkan produk tertentu • Siswa termotivasi untuk giat belajar Kriteria Kreatif • Berpikir kritis • Memecahkan masalah secara konstruktif • Ide/gagasan yang berbeda • Berpikir konvergen (pemencahan masalah yang “benar” atau “terbaik” • Berpikir divergen (beragam alternatif pemecahan masalah) • Fleksibilitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang) • Berpikir terbuka Kriteria Menyenangkan Pembelajaran berlangsung secara: • Interaktif • Dinamik • Menarik • Mengembirakan • Atraktif • Menimbulkan inspirasi B. daya imaginasi yang tinggi 2. keinginan untuk belajar c. yaitu sebagai berikut.Secara garis besar kriteria PAKEM dapat dirangkum sebagai berikut : Kriteria Aktif Siswa melakukan sesuatu dan memikirkan apa yang mereka lakukan seperti : • Menulis • Berdiskusi • Berdebat • Memecahkan masalah • Mengajukan pertanyaan • Menjawab pertanyaan • Menjelaskan • Menganalisis • Mensintesa • Mengevaluasi • Kriteria Efektif Ketercapaian target hasil belajar. Memahami sikap yang dimiliki siswa. misalnya : a. harapan. Hal-hal harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAKEM Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada waktu Guru akan melaksanakan PAKEM. sikap terhadap . 1.

8. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. 7. Siswa dapat diberi kegiatan untuk melakukan pengamatan (dengan seluruh indera-nya). berhipotesis. guru dapat membantu siswa apabila mendapat kesulitan sehingga anak belajar secara optimal 3. 4. mencatat. mengungkapkan gagasan. Pajangan dapat berupa: gambar. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Siswa yang aktif secara fisik memiliki indikator : terlihat sibuk bekerja dan bergerak. 6. c. Syarat berkembangnya aktifitas mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut ditertawakan. misalnya : • Melakukan percobaan • Diskusi kelompok . Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar. siswa perlu diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas secara individu agar bakat individunya berkembang. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “mengapa”. b. puisi. Berbekal pengetahuan tersebut. a. Secara alami sebagai makhluk sosial siswa bermain secara berkelompok sehingga mereka dapat mengerjakan tugas belajar berpasangan/berkelompok. peta. membuat tulisan. Guru memberikan tugas-tugas praktik b. “bagaimana”. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan objek belajar. Guru hendaknya menghilangkan rasa takut itu. dan membuat diagram. Siswa yang aktif secara mental memiliki indikator : sering bertanya. C. tidak takut disepelekan atau tidak takut dimarahi jika salah. merumuskan pertanyaan. Contoh Kegiatan PBM dan Kemampuan Guru yang Bersesuaian dengan Kriteria PAKEM Komponen Pembelajaran Guru merancang dan mengelola PBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran PAKEM Guru melaksanakan PBM dengan merancang kegiatan untuk siswa yang beragam. dan kemampuan memecahkan masalah. “apa yang terjadi jika… (tipe open question) 5. Meski demikian. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar serta catatan yang bermakna untuk pengembangan siswa daripada sekedar pemberian angka/nilai. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar a. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. diagram. model. Umpan balik diungkapkan secara santun dengan maksud agar siswa lebih percaya diri. Lingkungan fisik. Umpan balik yang diberikan hendaknya mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. mengklasifikasi. kreatif. karangan dan lain sebagainya. mempertanyakan gagasan orang lain. Hasil pekerjaan siswa di pajang di kelas.sekolah dan latar belakang ekonomi dan sosial dari setiap siswa. sosial dan budaya dapat berperan sebagai sumber belajar sekaligus objek belajar.

• mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri • Menarik kesimpulan • Memecahkan masalah. • mengelompokkan. Guru menggunakan berbagai media/sumber belajar. mencari rumus sendiri • Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri • Melakukan wawancara • Membuat produk Siswa melakukan: • Diskusi • Mengajukan pertanyaan terbuka • Mengajukan saran/ide • Membuat karangan bebas/karya lain • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut • Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegitan sehari-hari Kegiatan guru: • Guru memantau proses belajar/kerja siswa • Guru memberikan umpan balik • Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri • secara lisan atau tulisan • Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Guru mengaitkan PBM dengan pengalaman siswa sehari-hari Guru menilai PBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. prinsip-prinsip . misalnya : • Alat pabrikan atau alat yang dibuat sendiri • Gambar/film/foto • Kasus/ceritera • Nara sumber • Lingkungan sekitar • Siswa Melakukan percobaan: • menggunakan alat. guru selain harus hakikat PAKEM. • mengamati. BAB III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI PAKEM Untuk melaksanakan PAKEM.• Memecahkan masalah • Mencari informasi di perpustakaan • Menulis laporan/cerita/puisi • Mengamati objek di luar kelas • Berkunjung ke luar Sesuai dengan mata pelajaran.

Pemilihan model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan target hasil belajar yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. memecahkan masalah. A. dan menggunakan simbol-simbol. Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran : 1. pengertian. Pembentukan konsep Tokoh: Jerome Bruner. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah. yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan. dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis. menyusun konsep. dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. keterampilan berpikir . Edmun Sullivan. Lawrence dan Kohlberg Misi/tujuan/manfaat: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan intelektual berpikir pada logis. dan contoh penerapan model pembelajaran dalam RPP. Model ini akademik memiliki meskipun diperlukan juga untuk kehidupan umumnya. juga harus menguasai berbagai model pembelajaran. d. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan baik model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan keterampilan psikomotor. model ini ditujukan dalam untuk pembentukan akademik kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan kegiatan meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya.pembelajaran konstruktivisme.1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan modelmodel pembelajaran ke dalam empat rumpun. mengenali masalah. Latihan inkuari Tokoh: Richard Suchman Misi/tujuan/manfaat : Sama dengan model berpikir induktif. Jenis model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini adalah : a. mengorganisasi data. karakteristik model pembelajaran. peserta didik dilatih mempelajari konsep secara efektif. Rumpun model-model Pemrosesan Informasi Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi. maupun keterampilan sosial. Dalam bab ini akan dipaparkan garis besar penggolongan model pembelajaran. b. Keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir. Irving Sigel. meskipun dapat khususnya . Perkembangankognitif Tokoh: Jean Piaget. Good-now. ini berpikir/pengembangan umumnya. Penggolongan dan Jenis-Jenis Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1980. dan Austin Tujuan: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif. Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum. c. Pemrosesan Informasi Pembelajaran Berpikir Induktif Tokoh: Hilda Taba Misi/tujuan/manfaat: Ditujukan secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan pada dalam kegiatan.

1980. e. ) 3. 1996: Models of Teaching) 2. Marsha Weil. Model-model pembelajaran dalam kelompok ini memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain untuk meningkatkan proses . d. Sistem Konseptual David Hunt Misi/Tujuan: Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas. e. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri. Rumpun model-model Interaksi Sosial Model-model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun Sosial ini menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain. dan Beverly Showers. a. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita.demikian pada kemampuan diterapkan kehidupan sosial dan pengembangan moral. dan media lainnya) dan menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada. (Sumberi Bruce Joyce dan Marha Weil. Model Pengajaran NonDirektif Tokoh: Carl Rogers Misi/Tujuan: Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. (Sumber: Bruce Joyce dan Marsha Weil. Pertemuan kelas William Glasser Misi/Tujuan: Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik. Model Pembelajaran AdvAdvance organizer anc Tokoh David Ausubel Misi/tujuan/manfaat: Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi beragam (ceramah. Delaney Tujuan: Strategi belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. Models of Teaching.model ini memfokuskan pada proses di mana realitas adalah negosiasi sosial. 1980 dan Bruce Joyce. William Schutz Misi/Tujuan: Pembentukan kemampuan menjajagi dan menyadari pemahaman diri sendiri. membaca. yang memandang manusia sebagai pembuat makna. c. Latihan Kesadaran Tokoh: Fritz Perls. Mnemonics Tokoh: Pressley. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Model. 1992. Levin. Rumpun model-model Pribadi/individual Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Sinektik William Gordon Misi/Tujuan: Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif. b. f.

Istilah pembelajaran sama dengan proses belajar mengajar. pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang . 1980.model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Model. B.proses sosial tersebut. teori belajar sosial. (Sumber: Bruce Joyce dan Marha Weil. Tokoh-tokoh teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind) diri sebagai pribadi dan materi keakademisan.demokratis dan untuk belajar dalam masyarakat secara produktif. Dengan demikian. Jurispru-dential Training kelompok kesadaran. Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini. modifikasi perilaku. Harold Guetzkow Tujuan: Didisain untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses. Pengertian Model Pembelajaran 1. Jurispru-dential Tokoh: National Laboratory Bethel. (investigati-on group) Tokoh: Herbert Thelen. Maine Donald Oliver.Shaver Misi/tujuan: Pengembangan dan kerja keterampilan untuk interpersonal mencapai. John Dewey Misi/tujuan: Mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah. Role playing (Bermain peran) Tokoh: Fannie Shaftel. Dalam konteks pembelajaran terdapat dua komponen penting. Didisain utama untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berpikir Jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia). teori belajar. utamanya melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis. juga untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan keputusan. atau perilaku terapi. Models of Teaching) 4. dan fleksibilitas pribadi. George Shafted Tujuan: Didisain untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu Simulasi Sosial Tokoh: Sarene Boocock. Benjamin Cox Misi/tujuan: Pemecahan masalah sosial. yaitu guru dan peserta didik yang saling berinteraksi. Inkuari Sosial Tokoh: Byron Massialas. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun Interaksi Sosial Model: Kerja kelompok. Rumpun Model-model Perilaku Semua model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku. James P.

dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru-peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada peserta didik. 5. Bruce dan Weil (1980 dan 1992: 135-136) mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran ke dalam aspek-aspek berikut. Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu pebelajar (peserta didik) memperoleh informasi. dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. rancangan unit pembelajaran. 3. dkk (1990:5) mengidentifikasi lima karakterististik suatu model pembelajaran yang baik. Spesifikasi hasil belajar yang direncanakan Suatu model pembelajaran menyebutkan hasil-hasil belajar secara rinci mengenai penampilan peserta didik. Karakteristik Model Pembelajaran Rangke L Tobing. Model pembelajaran merencanakan tingkah laku yang diharapkan dari peserta didik yang dapat didemonstrasikannya setelah langkah-langkah mengajar tertentu. 4. buku-buku pelajaran. penulis memaknai model pembelajaran dalam modul ini sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu. Secara implisit di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat karakteristik lainnya dari sebuah model dan rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lainnya. keterampilan.memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik. cara berpikir. 1. yang meliputi berikut ini. ide. 2. Model pembelajaran Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum. Kriteria penampilan Suatu model pembelajaran merujuk pada kriteria penerimaaan penampilan yang diharapkan dari para peserta didik. Di dalam pola pembelajaran yang dimaksud terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-peserta didik yang dikenal dengan istilah sintaks. Cara-cara pelaksanaannya Semua model pembelajaran menyebutkan mekanisme yang menunjukkan reaksi peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan. Secara luas. Prosedur Ilmiah Suatu model pembelajaran harus memiliki suatu prosedur yang sistematik untuk mengubah tingkah laku peserta didik atau memiliki sintaks yang merupakan urutan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru-peserta didik. dan bantuan belajar melalui program komputer. nilai-nilai. Merujuk pada dua pendapat di atas. program multimedia. Spesifikasi lingkungan belajar Suatu model pembelajaran menyebutkan secara tegas kondisi lingkungan dimana respon peserta didik diobservasi. 2. . dan belajar bagaimana cara belajar. kursus-kursus. C. perlengkapan belajar.

yaitu metode diskusi. buku teks. 5.1. 3. atau musium. bagaimana memfasilitasi peserta didik dalam menggunakan sumber belajar. dalam suatu situasi belajar. selain berorientasi pada pilar-pilar PAKEM. tentang Standar Proses). Sistem pendukung menggambarkan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan model pembelajaran. Prinsip reaksi Prinsip reaksi menunjukkan kepada guru bagaimana cara menghargai atau menilai peserta didik dan bagaimana menanggapi apa yang dilakukan oleh peserta didik. Metode pembelajaran yang dapat digunakan guru juga bervariasi. tahun 2007. 2. misalnya bagaimana memulai pelajaran. majalah). namun dalam model pembelajaran yang terstruktur sedang peran guru dan peserta didik seimbang. Sistem sosial Sistem sosial menggambarkan bentuk kerja sama antara guru-peserta didik dalam pembelajaran atau peran-peran guru dan peserta didik dan hubungannya satu sama lain serta jenis-jenis aturan yang harus diterapkan. eksperimen dan penugasan. misalnya melalui lembar kerja peserta didik. dan konfirmasi. guru memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan peserta didik atau mengambil sikap netral. 4. D. juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan minimal yang harus ada dalam proses pembelajaran sesuai dengan pesan standar proses (Permendiknas RI no 41. misalnya alat dan bahan. serta kesiapan peserta didik.. Sebagai contoh. media masa (koran. misalnya pendekatan lingkungan. demikian pula pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat bervariasi. Dalam beberapa model pembelajaran. elaborasi. praktikum. Peran kepemimpinan guru bervariasi dalam satu model ke model pembelajaran lainnya. Penerapan Model Pembelajaran dalam RPP Pembelajaran yang dirancang. Kemampuan peserta didik dalam mengelaborasi dapat berupa menguraikan materi yang sedang dipelajari lebih rinci dan lebih lengkap. termasuk sarana dan prasarana. Kegiatan elaborasi dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan arti pada informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan (informasi yang sudah dimiliki). atau pendekatan kontekstual. internet. kesiapan guru. pendekatan proses. Setiap model memberikan peran yang berbeda pada guru dan peserta didik. yaitu eksplorasi. guru bertindak sebagai pusat kegiatan dan sumber belajar (hal ini berlaku pada model yang terstruktur tinggi). Kegiatan eksplorasi dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas mengenai materi yang sedang dipelajari dari berbagai sumber belajar baik yang ada di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. Sintaks Suatu model pembelajaran memiliki sintaks atau urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar yang diistilahkan dengan fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut bekerja dalam praktiknya. Kegiatan yang dapat dirancang misalnya . Dampak pembelajaran langsung dan iringan Dampak pembelajaran langsung merupakan hasil belajar yang dicapai dengan cara mengarahkan para peserta didik pada tujuan yang diharapkan sedangkan dampak iringan adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh peserta didik.

yaitu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bereksplorasi dan memberikan arah yang spesifik sehingga area-area baru dapat tereksplorasi dengan lebih baik. Sintaks Model pembelajaran latihan inkuari ini memiliki lima fase sebagai sintaks pembelajarannya. kemudian peserta didik melakukan kegiatan. Merumuskan penjelasan Merumuskan penjelasan. bukanlah sebagai nama dari urutan atau tahapan atau sintaks model pembelajaran. elaborasi. diskusi kelompok . Menemukan terjadinya masalah.melalui kegiatan membaca berbagai sumber menganalisis bacaan. dan lain-lain. Kegiatan eksplorasi. Peserta didik memiliki keingintahuan dan ingin berkembang. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dan sintaksnya memuat kegiatan eksplorasi. dan konfirmasi. Fase 1 : Berhadapan dengan masalah Guru menjelaskan prosedur inkuari dan menyajikan peristiwa yang membingungkan. seminar. atau eksplanasi (penjelasan) yang diberikan peserta didik. Adapun kelima fase tersebut adalah sebagai berikut. dan lain-lain. Kegiatan konfirmasi juga dapat digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam merefleksikan hasil belajarnya dari berbagai sumber belajar. mencari jawaban. Tujuan umum dari model latihan inkuari adalah membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual dan keterampilan-keterampilan lainnya. Karakteristik Model Pembelajaran Latihan Inkuari a. 1. elaborasi. Guru dalam upaya menerapkan PAKEM dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep yang akan dipelajari dan sesuai dengan tuntutan konstruktivisme. sampai akhirnya peserta didik mengembangkan strategi pengembangan intelektual yang dapat digunakan untuk menemukan mengapa suatu fenomena bisa terjadi. Kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa tanya jawab. penyelesaian masalah. Latihan inkuari menekankan pada sifat-sifat peserta didik ini. pameran produk. Kegiatan konfirmasi dapat dimaknai sebagai kegiatan guru untuk meminta penegasan atau pembenaran dari hasil eksplorasi. tulisan. aturan-aturan atau penjelasan Fase 5 : Mengalisis proses inkuari . Model Pembelajaran Latihan Inkuari Latihan inkuari berasal dari suatu keyakinan bahwa peserta didik memiliki kebebasan dalam belajar. memproses data secara logis. laporan lisan. merumuskan hipotesis dan mengujinya. ia menginginkan peserta didik untuk bertanya mengapa suatu peristiwa terjadi. isyarat. Fase 3: Pengumpulan data dalam eksperimen Mengenali variabel-variabel yang relevan. elaborasi. Kegiatan konfirmasi juga dapat berfungsi sebagai pemberian umpan balik dan kesempatan untuk memberikan penguatan baik dalam bentuk lisan. Model pembelajaran ini menuntut partisipasi aktif peserta didik dalam inkuari (penyelidikan) ilmiah. Penulis lebih memaknai ketiga kegiatan tersebut sebagai kegiatan-kegiatan kunci dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sebagai upaya menerapkan konstruktivisme. penyusunan laporan. seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan (mencari) jawaban yang berawal dari keingintahuan mereka. Model pembelajaran latihan inkuari dikemukakan oleh Richard Suchman. Fase 2: Pengumpulan data untuk verifikasi Menemukan sifat obyek dan kondisi. dan konfirmasi yang dipaparkan di atas.

merancang pembelajaran (1995: 153) mengemukakan bahwa dalam . Ketika peserta didik belajar prinsip. Dari lima fase di atas. Apabila Guru ditanya oleh peserta didik yang tidak bisa dijawab “ya” atau “tidak”. dan sumber-sumber belajar yang ada dalam sebuah masalah. dan pada fase 5. Guru harus membantu peserta didik melakukan inkuari. b. Meskipun model ini dapat sangat terstruktur dengan sistem sosial yang dikendalikan Guru. Guru dan peserta didik berpartisipasi setara selama menyangkut adanya gagasan-gagasan. Pada fase kedua. Guru harus memahami betul proses intelektual . Guru harus mendorong peserta didik berinkuari sebanyak-banyaknya. fase 2 dan 3 merupakan kegiatan eksplorasi peserta didik. antara lain seperti berikut ini. Guru harus meminta peserta didik menata ulang pertanyaan yang akan diajukannya agar dapat dijawab oleh Guru “ya” atau “tidak” untuk menjaring mereka mengumpulkan data pada masalah yang akan diselesaikan. dialog dengan peserta didik lain. e. lingkungan intelektual terbuka bagi seluruh gagasan yang relevan. melakukan percobaan. Prinsip reaksi Reaksi yang paling penting yang harus diberikan Guru adalah pada fase kedua dan ketiga. d. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Di dalam penggunaannya. strategi inkuari. fase 4 adalah kegiatan elaborasi. struktur dapat meluas hingga mencakup penggunaan sumber belajar. Lawson. tugas Guru menjaga agar inkuari tetap terarah pada proses penyelidikan itu sendiri. dan diskusi dengan Guru. Pada fase terakhir. Sistem sosial Sistem sosial dalam model latihan inkuari diharapkan bersifat kooperatif. Model Pembelajaran Siklus Belajar Model siklus belajar merupakan satu model pembelajaran yang dapat digunakan sebagai kerangka umum untuk melaksanakan kegiatan kontruktivis. tetapi bukan melakukan inkuari sendiri untuk keperluan mereka. Model latihan Inkuari: • Keterampilan proses IPA • Strtegi untuk penyelidikan kreatif • Semangat untuk berkreativitas • Kebebasan atau otonomi dalam belajar • Toleran terhadap pendapat yang berbeda • Menyadari bahwa pengetahuan itu • bersifat sementara 2.prinsip inkuari. Ada berbagai macam jenis model siklus belajar. model ini memiliki dampak pengajaran langsung dan iringan sebagai berikut. Anton E. Sistem Pendukung Pendukung yang paling optimal terhadap keterlaksanaan model latihan inkuari adalah adanya bahan-bahan yang akan digunakan pada saat Guru menghadapkan peserta didik dengan masalah. guru dapat melakukan konfirmasi. c.Menganalisis strategi inkuari dan mengembangkannya menjadi lebih efektif.

Guru mengakomodasi berbagai jawaban sementara. Jadi melalui fase ini. maka ada 3 fase yang harus diperhatikan yang oleh Karlplus dan Thier (1967) dinamai fase Eksplorasi (Exploration). dan fase Penerapan Konsep (Concept application). atau didasarkan pada prosedur maupun keterampilan berpikir yang telah dikenalnya pula. agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Proses ini akan memunculkan beberapa ide sekaligus menghilangkan ide-ide lainnya yang tidak relevan dalam pola siklus dari pengaturan-sendiri. Dan hal ini juga akan menimbulkan kehati-hatian dalam menguji prosedur dalam siklus ini. Tetapi belakangan oleh Lawson (1988) fase-fase tersebut dinamai fase Eksplorasi (Exploration). maka… Dengan cara ini peserta didik diharapkan berusaha merefleksikan keyakian atau prosedur yang telah dimilikinya untuk mencari pemecahan terhadap fenomena baru tersebut. Fase Eksplorasi juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan fenomena melalui cara mereka masing-masing yang dapat menguji baik keterampilan observasi maupun dalam berhipotesis. b. ada beberapa unsur yang harus diperhatikan.konsep-konsep mengembangkan (pengetahuan) maupun keterampilan berpikir. fase Pengenalan Istilah (Term introduction). dan fase Penemuan (Discovery). fase Penelusuran (Invention). . prediksi-prediksi atau data baru yang memungkinkan dapat mengubah keyakinan atau konstruksi pengetahuan lama peserta didik terhadap konsep baru yang diperkenalkan. c. Pengalaman baru mereka akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan menimbulkan kerumitan-kerumitan yang pada suatu ketika tidak dapat mereka pecahkan dengan cara berpikir mereka. d. Eksplorasi harus didahului oleh identifikasi terhadap pola keteraturan dari suatu fenomena. Pada fase ini peserta didik belajar melalui tindakantindakan dan reaksi-reaksi yang telah mereka miliki terhadap situasi baru. Untuk dapat memungkinkan terjadinya pengaturan-sendiri sebagai upaya untuk mencapai kemantapan keseimbangan baru. guru memberikan kesempatan dan pengalaman baru kepada peserta didik yang dapat menimbulkan konflik-konflik berpikir serta menimbulkan pertentangan dan analisis terhadap ide dan pemikiran mereka sendiri. Peserta didik harus menggali fenomena baru yang didasarkan pada keyakinan yang telah dimiliki peserta didik (konsep-konsep dan sistem konseptual). Mereka menggali materi-materi baru dan ide-ide baru dengan bimbingan yang minimal dari guru. Di samping langkah-langkah di atas. e. baik yang diajukan oleh peserta didik maupun sebagai hasil intervensi yang dilakukan Guru. Pada akhirnya analisis tersebut dapat memunculkan pembahasan-pembahasan untuk menguji ide-ide alternatif melalui prediksi-prediksi. f. yaitu sebagai berikut. Jawaban sementara peserta didik digunakan untuk membangkitkan argumen-argumen. Penggalian fenomena harus didahului oleh hal-hal yang membuat mereka bingung atau hal-hal yang dan kontradiktif sehingga menghasilkan yang akan bentuk ketidakseimbangan meningkatkan berpikir pertanyaan-pertanyaan dan berpikir provokasi argumentasi dalam jika…dan…. Fase Eksplorasi Fase pertama adalah fase eksplorasi. berbagai pengalaman baru haruslah disediakan bagi peserta didik untuk menguji dan mengembangkan konsep-konsep atau prosedur-prosedur baru dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam konteks yang terkait.

ERIC Clearing House.Fase Pengenalan konsep/istilah Fase kedua pengenalan istilah (term instroduction). guru melaksanakan kegiatan. History of The Jigsaw. P. observasi. E. yaitu predik.O. Jadi. film atau media lainnya. Istilah atau nama konsep ini dapat diinformasikan oleh guru atau diperoleh peserta didik melalui buku. 1992. Ketiga tugas siswa dalam model pembelajaran POE yaitu: Predict : pada tahap ini. 2001. 3.Observe.O. konsep tiada lain adalah pola plus istilah. Using Cooperative Learning in Science Education. Robert G dan Erickson.jigsaw. mintalah pada peserta didik untuk mengamati apa yang akan Anda demonstrasikan. 2000. P.org/history. Fase Aplikasi Konsep Fase ketiga yaitu penerapan konsep (concept application). eksplorasi (exploration) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan pola-pola. Explain: pada tahap ini. Mintalah mereka mengamati fenomena yang didemonstrasikan.Explain) P. Tahap ini harus selalu diikuti eksplorasi dan dihubungkan dengan pola-pola yang mereka temukan dalam setiap kegiatan eksplorasi. Berns. menunjukkan proses atau demonstrasi dan mintalah peserta didik untuk mencatat apa yang terjadi.htm Blosser. An Account from Professor Aronson [on line].eric. Model Pembelajaran P. Tersedia :http://www. Pengenalan Istilah (term introduction) memungkinkan Guru dengan kesempatannya dapat memperkenalkan istilah. Tersedia [on line] http://www. dilain pihak peserta didik dengan kesempatannya dapat menghubungkan pola-pola dengan istilah yang merupakan pembentukan konsep. Di sini peserta didik mencoba mengaplikasikan konsep atau istilah (term) atau pola pikir baru pada situasi permasalahan baru.edu. kemudian mereka memprediksi hasilnya dan mempertimbangkan hasil prediksinya. E.E adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain . Patricia M. yang dimulai dengan memperkenalkan istilah baru yang merujuk pada pola yang sudah ditemukan pada fase eksplorasi. tetapi yang lebih penting peserta didik harus dapat mempersepsi istilah tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. Perlu diperhatikan di sini bahwa konsep adalah pola mental yang direpresentasikan melalui label verbal (dalam hal ini berarti istilah).dan memberikan penjelasan (explain). guru meminta peserta didik untuk mengajukan hipotesis mengenai mengapa terjadi seperti yang mereka lakukan dan menjelaskan perbedaan antara prediksi yang dibuatnya dengan hasil observasinya. Contextual Teaching and Learning: . Daftar Pustaka Arronson. Observe: pada tahap ini. Akhirnya.O.E ini sering juga disebut suatu strategi pembelajaran di mana guru menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka untuk melaksanakan tiga tugas utama.E (Predict. Penerapan diusahakan dengan banyak variasi agar pengertian baru yang telah mereka peroleh lebih mantap dan permanen. Guru dapat memperkenalkan istilah. dengan Penerapan Konsep (concept aplication) memungkinkan peserta didik untuk menemukan penerapannya (juga non aplications) dari konsep-konsep tersebut pada konteks-konteks baru.

2003. Boston: Allyn and Bacon. dan Bagaimana Pendekatan STS. Makalah dalam penataran Calon Penatar Dosen Pendidikan Guru SD (Program D-II). Bandung: PPPPTK IPA http://www. Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sf/MI. Elementary School Science for The’90. New York: Random House Joyce and Weil. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. 2006. Model-Model mengajar Metodik Khusus Pendidikan Ilmu pengetahuan Alam Sekolah Dasar. Hendriani.20 tentang Sisdiknas Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Anton E. Apa. Bruce Joyce & Marsha Weil. 2004. Undang.Preparing Student for the New Economy. Rangke L . E. Third Edition. Australia: Social Science Press. (tanpa tahun). Monson. Roy. Konsep dan Makna Pembelajaran. BelmontCalifornia: wadswort Publishing Company. 1990. Diknas: Jakarta Chandler. 2007(b). Dick.edu/teachnet/ctl What is contextual teaching and learning? http://education. Remaja Rosdakarya. Technology. 1992.cew. Lawson. Bandung: PPPG IPA.. Makalah pada Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup. 1990. Models of Teaching.org/reading/img/water_cycle_01. 1998. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Fourt Edition.undang No. Model Pembelajaran Langsung (Modul). Donald R. Bandung: PPPG IPA. Penerbit PT. -------------. Science Teaching and The Development of Thinking. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Boston: Allyb and Bacon Horley. (1995). Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Cooperative Learning and Hands-on Science. Florida : Harper Collins Publishers. Cooperative Learning: Theory. Virginia: association for Supervission and Curriculum Development. New Jersey: Prentice Hall. Effective Teaching Strategies. Yeni. Syaiful Sagala. Setia Adi. 2007. et. 1998. Model Pembelajaran PAKEM. 1995. Boston. Bandung: PPPG IPA Indrawati. 2005. Bandung Slavin. and Society A Primer For Elementary Teachers. Teaching Science to Children: An Integrated Approach. Models of Teaching. SD.wisc. Second Edition. Killen. 1986. second edition. R. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Friedl.al. E. California: Kagan Cooperative Learning.. Daugs and Jay A. Indrawati. L. Bandung: Penerbit Alfabeta Tobing.jlab. The Highligh Zone: Research @ Work no 5. Science. Research and Practice. Lessons from Research and Practice. Logan: Utah State University. The systematic Design Of Instruction . Mengapa. .gif Indrawati. Hinduan. Alfred E. Inc. 1995. Mulyasa. Walter and Lou Carey. 5th. 2007(a). 1990. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Model Pembelajaran Rumpun Pemrosesan Informasi (Modul). Models of Teaching. USA: A Simon Schuster Company BSNP. 1986.

Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. Prinsip pembelajaran aktif. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsabangsa lain di seluruh dunia. hanya saja sering terlupakan. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. Mohamad Yunus. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Artinya. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. menyenangkan. melainkan sudah dikenal dan populer. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Hal senada dikatakan Margaretha S. Berpusat pada peserta didik 2.Y. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. inovatif. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. efektif. 2002). Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan cara kerja seperti itu. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. kreatif. Siswa boleh saja berpikir secara global. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. dan bermakna 4. melainkan kita belajar dari kesalahankesalahan orang lain. dan sarana belajar. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.. sumber belajar. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Dengan mendirikan Grameen Bank. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Suasana yang menarik. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna . bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. dan menyenangkan (PAIKEM). melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien.Berdasarkan teori belajar. kreatif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. efektif. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. dalam Wilis:154). sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. Inovatif. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif.

Menurut hasil penelitian. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Kreatif. peserta didik aktif berbuat Menekankan pada penggalian. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya.6. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. 3. dan Menyenangkan. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. Sesuai mata pelajaran. misalnya: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber 1. 4. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. 3. 7. mempertanyakan. 9. keterbatasan pilihan. termasuk cara belajar kelompok. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. dan tentu saja rasa bosan. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. 4. 5. dan penciptaan Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. • • • • • • • • • • . penemuan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. untuk mengungkapkan gagasannya. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. 2. Inovatif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dan cocok bagi siswa. menyenangkan. 2. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. dan mengemukakan gagasan. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Belajar melalui berbuat. 1. Pada saat yang sama. auditory atau kemampuan mendengar. dan kinestetik. misalnya: Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas 6. guru menggunakan. Efektif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. 5. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. 8. kemungkinan kegagalan.

yaiti : aktif. Guru memberikan umpan balik.umy. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah. efektif dan menyenagkan. efektif. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. mencari rumus sendiri. kreatif. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Jakarta. Penggunaan metode yang bermacam-macam dan variatif ini disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajarn. efektif. Indonesia. kreatif. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. peneliti menggunakan metode pembelajaran aktif. · Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Model Pembelajaran PAIKEM Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Orientasi proses dalam model PAKEM berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar. melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa · Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) · Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.id/berita. kreatif. dan menyenangkan. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah.• Lingkungan • • • • • • • • • • • • • • • • Siswa: Melakukan percobaan. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus Guru memantau kerja siswa. Dalam penelitian tindakan kelas ini. pengamatan. 2003.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/ http://www. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. Ibrahim.php?id=323 Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.edublogs.ac. inovatif. http://gora. Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru mulai dari yang sederhana samapi dengan yang kompleks. Model PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpuh pada empat prinsip. inovatif. inovatif. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. Model PAKEM berorientasi pada proses dan tujuan. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Kemandirian dan tanggung jawab dibina sejak . Jakarta: Bumi Aksara. kreatif. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. menyenangkan yang disingkat PAKEM. Directorate Pendidikan Menengah Umum.

diajak ke sumber belajar. Makna Aktif. mendiskusikan. c) Kreatif dapat diartikan : menginginkan adanya perubahan yang baru. Efektif dan Menyenangkan a) Aktif dapat diartikan : selalu mencoba. Jumlah waktu yang dipergunakan untuk mengulangi masalah pribadi siswa baik berhubungan ataupun tidak dengan mata pelajaran. suasana belajar tidak searah. Persaingan yang sehat ditumbuhkan dengan saling menghargai satu sama lain serta menumbuhkan sikap kepemimpinan. menumbuhkan motivasi. membuat sesuatu. Kata "aktif" sendiri dapat dalam bermacam-macam bentuk seperti: mendengarkan. kaya dengan metode. Kebersamaan dan bekerjasama untuk mengasah emosional. Kreatif. memanfaatkan modalitas belajar ( visual. melakukan observasi. belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajadnya tidak sama antara siswa satu dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas. Kekohesiofan kelas sebagai kelompok. Kadar keaktifan tersebut ditentukan oleh tujuh dimensi (Mc Keachie. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan melibatkan keaktifan mental (intelektual-emosional) walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan phisik.awal. desain kelas yang tidak membosankan (enjoi learning). Orientasi tujuan adalah agar anak belajar lebih mendalam. Kadar keaktifan siswa dalam belajar terdapat dalam rentang keaktifan antara Teacher-centered lawan student-centered. tidak cepat putus asa. menulis. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribuasi siswa yang kurang relevan bahkan salah sama sekali. Tidak kalah pentingnya anak sipa mengahadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan. . memanfaatkan waktu yang ada. memunculkan hal-hal baru dari pengalaman siswa yang dikontruksikan dengan materi pembelajaran. Auditorial atau kinestika) Pada hakikatnya. Tekanan pada afektif dalam penbelajaran. 1954) sebagai berikut.Inovatif. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. mengoptimalkan panca indera dan mengatur strategi pembelajaran. tidak mudah puas dengan hasil kerja dan selalu ingin berbuat terus. Gurus harus dapat memberi empan atau memfasilitasi siswa dalam memunculkan daya inovatif. ingin mengadkan motivasi. b) Inovatif. Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan sekolah. e) Menyenangkan dapat diartikan : penampilan guru yang menarik. suasana belajar menjadi bervariasi serta meningkatkan kematangan emosional. terutama berinteraksi antar siswa. Patisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran. mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu. d) Efektif dapat diartikan : mamanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar. Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. percaya diri dan kritis serta mempunyai banyak cara. anak lebih kritis dan kreatif. 1. Tidak ingin menjadi penonton.

Modal belajar anak cenderung pada karakter alamiah yang dimiliki. Jiuka hal itu sudah diantisipasi maka akan terjadi proses pembelajaran yang mengasyikkan. Modalitas belajar yang dimiliki anak ada tiga. cenderung senang dengan cara melihat. baik perbedaaan cara belajar maupun perbedaan kecerdasan. seorang guru sudah membuat format pada setiap pertemuan dengan siswa. Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. 2) Guru membuat persiapan matang Persiapan bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak harus dikerjakan. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau strategi pembelajaran(RPP). Bukan hanya sekedar format. didekatkan ke alam nyata. cenderung senang dengan mendengar. Untuk itulah dalam menangani anak sudah dipersiapkan cara pelayanannya. Sedangkan anak yang mempunyai gaya belajar kinestik cenderung belajar dengan cara bergerak. Saat ini pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa (student centeret learning). Seorang guru tidak hanya terpaku pada satu metode yang ada. . yaitu : gaya belajar visual. Pelaksanaan pembelajaran PAKEM a. Anak yang mempunyai gaya belajar auditorial. Sebagaimana berbagai teori sudah disepakati oleh para pakar pendidikan bahwa setiap anak mempunyai modalitas belajar atau gaya belajar yang berbeda. tetapi desesuaikan dengan karakter dan kepribadian yang khas yang dimiliki anak. melainkan guru sudah mendesain pola pembelajaran yang ideal dengan karakter materi yang sedang diajarkan. Untuk itu. ada penghargaan bagi yang berprestasi. auditorial dan kinestik. 2. Berbagai metode dengan karakter materi yang akan diajarkan sudah dipersiapkan sebelum diajarkan. artinya lebih lentur dalam memahami kondisi yang akan dihadapi. 3) Skenario pembelajaran secara rinci dan matang Skenario merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru.belajar sambil bermain dan bernyanyi. baik gambar maupun bagan. Persiapan 1) Berpusat pada siswa Perubahan paradigma pembelajaran sangat terasa saat ini. Seorang guru tidak bisa kaku dalam menerpakan pola pembelajaran di kelas. bekerja dan menyentuh. 4) Menerapkan asas fleksibilitas Asas fleksibilitas. Anak yang mempunyai gaya belajar visual. berbagai alternatif terutama metode harus disiapkan. Dengan disusun skenario pembelajaran. Seorang guru tidak bias membuat anak sama seperti gerigi sisir. Berbagai hambatan dalam proses pembelajaran akan dihadapi. Dulu guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered learning). hasil belajar anak dipajang di kelas. 5) Melayani perbedaan individual Semua memaklumi bahwa anak mempunyai perbedaan.

Alfred Bine. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Dengan berpedoman pada kenyataan bahwa murid mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Teori ini dirumuskan oleh Prof. Saat ini muncul teori intellegensi majemuk yang disebut multiple intelligences. kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan natural. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi . Jika selama ini orang lebih banyak membicarakan teori yang dikembangkan oleh ahli psikologi. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. musikal. Howard Garder. 4) Pertanyaan terbuka. jelas tidak bijak bagi guru ataupun orang tua yang memaksa murid untuk masuk dalam bidang-bidang tertentu yang anak tidak berminat.Selain perbedaan gaya belajar. f) Proses 1) Mendengarkan pendapat siswa 2) Menggunakan bermacam-macam sumber belajar 3) Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu. kecerdasan logis-matematis. Berdasarkan teori belajar. melainkan sudah dikenal dan populer. Akan tetapi guru dan orang tua dapat mendampingi anak di dalam mengembangkan potensi sepenuhnya dengan penuh minat dan kegembiraan. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. yaitu : kecerdasan linguistik. menantang dan produktifem soving) 6) Menuntut hasil yang terbaik dari siswa 7) Memberikan umpan balik seketika 8) Siswa memanjangkan hasil karyanya 9) Kompetitif dan kooperatif Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. kecerdasan visualspisial. hanya saja sering terlupakan. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Manurut Garder anak mempunyai delapan kecerdasan. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. yaitu intelegensi tunggal yang sering disebut intellegence quotient (IQ). Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. kecerdasan interpersonal. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. kecerdasan kinestis-jasmani. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. anak juga mempunyai perbedaan kecerdasan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna.

Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar.Y. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif.pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Siswa boleh saja berpikir secara global. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. dalam Wilis:154). dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. kreatif. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. dan sarana belajar. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. efektif. inovatif. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. 2002). maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Mohamad Yunus. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. dan menyenangkan (PAIKEM). Dengan mendirikan Grameen Bank. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Dasar Pemikiran: . Dengan cara kerja seperti itu. Artinya. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan.. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Hal senada dikatakan Margaretha S. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. sumber belajar. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui).

perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. dan Menyenangkan. auditory atau kemampuan mendengar. menyenangkan. mempertanyakan. efektif. Prinsip pembelajaran aktif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Kreatif. Belajar melalui berbuat. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. dan penciptaan 8. dan kinestetik. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. dan bermakna 4. penemuan. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. Inovatif. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. kemungkinan kegagalan. keterbatasan pilihan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. dan tentu saja rasa bosan. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung.Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Menekankan pada penggalian. Efektif. Menurut hasil penelitian. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. peserta didik aktif berbuat 7. dan mengemukakan gagasan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Berpusat pada peserta didik 2. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM : PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Inovatif. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. kreatif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Suasana yang menarik. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: . Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9.

gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.Nara sumber . dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.Menulis laporan/cerita/puisi .Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa: .Percobaan . pengamatan.Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Pada saat yang sama.Memecahkan masalah . Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif.Gambar . Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. 3.Sesuai mata pelajaran.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. dan cocok bagi siswa.Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri . mencari rumus sendiri. 5. untuk mengungkapkan gagasannya. guru menggunakan.Diskusi kelompok . Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. . misalnya: .Lingkungan .1. menyenangkan. . Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. termasuk cara belajar kelompok. 2.Berkunjung keluar kelas .Melakukan percobaan. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat.Studi kasus . PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. misalnya: .Mencari informasi . atau wawancara . termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri .

kreatif. Ibrahim. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus • Guru memantau kerja siswa. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. . inovatif. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). kreatif.Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. efektif. 2003. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. dan menyenangkan. inovatif. Jakarta: Bumi Aksara. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. efektif. • Guru memberikan umpan balik. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif.

Sementara itu. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. Dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian . 3.PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. (e) Menentukan strategi pembelajaran. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. dan portofolio. (f) Akuntabilitas lembaga. B. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan. (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. 4. kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. studi kasus. 2. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. menyenangkan dan efektif. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. cek lis. (c) Membantu dan mendorong siswa. dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. mental maupun emosional 2. A. (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. dan perbuatan. tertulis. kuesioner. Pembelajarannya efektif d.

Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Proses Pembelajaran oleh : Depdiknas A. Pembelajaran Kooperatif. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. Kreatif.tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. Efektif. mempertanyakan. Membantu dan mendorong siswa 4. Meningkatkan kualitas pendidikan F.net/ Pembelajaran.sekolahdasar. Sumber : http://www. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. 2. Artinya. Akuntabilitas lembaga 7. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Pendidikan [PAKEM] Pembelajaran Aktif. selama pembelajaran itu berlangsung. Kreatif. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Apa itu PAKEM? P AKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. dan Menyenangkan. Sehingga. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Efektif dan Menyenangkan Posted by AKHMAD SUDRAJAT ⋅ 22 Januari 2008 ⋅ 99 Komentar Filed Under Inovasi Pembelajaran. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. jika pembelajaran . Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Menentukan strategi pembelajaran 6. dan mengemukakan gagasan. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3. Pembelajaran Inovatif. E. Pembelajaran Konstruktivisme.

anak orang miskin. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. menyenangkan. untuk mengungkapkan gagasannya. anak orang kaya. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. anugerah Tuhan. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. anak kota. misalnya. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: • • • • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. tersebut. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. anak Indonesia. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. . Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian.tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. dan cocok bagi siswa. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Secara garis besar. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. B. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Anak desa. termasuk cara belajar kelompok. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif.

antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Kedua jenis berpikir tersebut. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Menyenangkan. Kritis untuk menganalisis masalah. dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). Namun demikian. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. 3. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. 5. kreatif. kapan”. Berdasarkan pengalaman. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Dengan mengenal kemampuan anak. kritis dan kreatif. Selain itu. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. 4. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. berapa. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar.2. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu. . tugas guru adalah mengembangkannya. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah.

peta.’ C. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. Oleh karena itu. atau kelompok. Sering bertanya. 7. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. membuat tulisan. model. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. takut disepelekan. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. benda asli. berhipotesis. atau takut dimarahi jika salah. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. karangan. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. merumuskan pertanyaan. dan sebagainya. 8. diagram. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. dan membuat gambar/diagram. berpasangan. 6. Selain itu. puisi. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Pajangan dapat berupa gambar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). sosial. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan. dan ditata dengan baik. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. mengklasifikasi. mempertanyakan gagasan orang lain. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. mencatat. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM? .

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. mencari rumus sendiriMenulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Melalui:DiskusiLebih banyak pertanyaan terbukaHasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. atau wawancaraMengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiriMenarik kesimpulanMemecahkan masalah. pengamatan. Pembelajaran Sesuai mata pelajaran. guru menggunakan. Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Pembelajaran lebih berorientasi kepada penguasaan materi. Pembelajaran seperti ini memang terbukti berhasil dalam kompetisi . misal:Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiriGambarStudi kasusNara sumberLingkungan Siswa:Melakukan percobaan.Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN.Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Kemampuan Guru Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. Guru menyampaikan materi-materi pelajaran dan siswa dituntut untuk menghafal semua pengetahuannya. 2011 Posted by msuratman in Uncategorized. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. trackback Mengapa harus Paikem? Kita tidak dapat memungkiri bahwa sampai saat ini proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Pembelajaran Berbasis PAIKEM Januari 9. Pada saat yang sama. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa.Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari Guru memantau kerja siswaGuru memberikan umpan balik Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan.

melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). krativitas. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Pembelajaran PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. dan keterampilannya. Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses juga diamanatkan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secara interaktif. alokasi waktu terbatas. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. dan kemadirian sesuai dengan bakat. peserta didik.mengingat dalam jangka pendek. c. Memerlukan juga strategi yang tepat dan efektif. dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. dan konfirmasi. dan e. Jadi secara yuridis pembelajaran berbasis Paikem sudah jadi keharusan dilaksanakan dalam pemblajaran di sekolah. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. 1992). dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. jumlah materi (tuntutan kompeteni dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Preparasi. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Efektif. materi. d. inspiratif. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). dan sumber daya. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. sumber referensi terbatas. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. Ekspositori dan Inkuiri Diskoveri Sebuah proses pembelajaran memerlukan teknik. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. elaborasi. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. Apersepsi diperlukan untuk . pengetahuan. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. a. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Kritis/Kreatif. menantang. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. b. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). Pembelajaran berbasis PAIKEM (dulu PAKEM) diyakini dapat membantu siswa tidak hanya mampu menyerap pengetahuan tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. minat. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. menyenangkan. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. metode. Raka Joni. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a.

guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. dan tanya jawab. c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. materi pembelajaran tidak terlalu luas. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. potensi. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. pengamatan. dan bahan cukup. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. ekplorasi. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. Resitasi. media. Metode yang digunakan adalah observasi. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. b. d. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. diskusi kelompok. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. diskusi kelas. pemecahan masalah. alokasi waktu cukup tersedia. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. dan e. sumber referensi. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . pengetahuan. Peserta didik memiliki karakteristik. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut.penyegaran c. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. d. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. simulasi. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. yaitus ebagai berikut: a. b. Prinsip Pembelajaran PAIKEM PAIKEM sebagai model pembelajaran berbasis kompetensi menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. dan kecepatan belajar yang beragam. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. penelitian sederhana. dan sebagainya. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. alat. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. c. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. a. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. eksperimen. eksperimen. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga .

perhatian. komunikasi. Tanggung jawab belajar. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. f. retensi. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. kesulitan maupun ancaman. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. 2. memang berada pada diri siswa. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. motivasi. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Pembelajaran Terpadu (Tematik. interaksi dan refleksi. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. memberi keyakinan. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). kecakapan sistematis dalam menilai. pengalaman dan kemandirian siswa.mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. memberi keyakinan. menarik keputusan. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. dan transfer dalam belajar. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). kecakapan sistematis dalam menilai. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. Komunikasi. persepsi. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. memecahkan masalah. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. Interaksi. memecahkan masalah menarik keputusan. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. 1. makna. IPA Terpadu. kreatif. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. aktivitas. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain . Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. IPS Terpadu). e.

diskusi kelompok. observasi di sekolah. 1. tanya jawab. Ditjen PMPTK Kemendiknas. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. presentasi. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. diskusi kelas. tanya jawab. applying. peran guru sebagai fasilitator. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Metode yang digunakan seperti penugasan. atau proyek. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. observasi lingkungan. eksperimen. observasi di sekolah. presentasi. yaitu relating. teman belajar. atau proyek. 3. observasi lingkungan. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). cooperating. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. atau simulasi. 2010 Implementasi Inovasi Pembelajaran Teknik paikem 14 Mar IMPLEMENTASI INOVASI PEMBELAJARAN METODE PAIKEM DI MTs NEGERI CIAMIS Abstrak . atau simulasi. Sumber: Pembelajaran Berbasis Paikem. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. demonstrasi. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.dengan Lesson Study. atau demonstrasi. tutor. diskusi kelas. 2. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. Baca lebih lanjut tentang Pembelajaran Kontekstual (contextual teaching and learning: CTL). demonstrasi. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Materi Penguatan Pengawas. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. eksperimen. experiencing. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif.

Teachers are also provided with some training to assist with the implementation of learning innovations in schools. to deliver learners achieve optimal learning outcomes. metode pengajaran. Most of the teachers in learning the practice of innovation in schools. However. as well as guide the whole process of learning. Sebanyak 59 siswa orang MTs Ciamis menjadi responden kajian ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan impelementasi inovasi PAIKEM hasilnya lebih baik dibanding dengan sistem pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat kepada guru.Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar di kelas dalam meciptakan proses pengajaran. Metode yang menitikberatkan bahwa belajar itu adalah menyenangkan. Pengajar yang profesional ditandai dari penguasaan kelas yang diasuhnya untuk mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar yang optimal. IMPLEMENTATION OF EDUCATION INNOVATION BY USING PAIKEM METHODE AT MTS NEGERI CIAMIS Abstract A determined learning success by the tips of each teacher in the classroom as teachers than as people who play a role in the process of transformation of knowledge and skills. Sehingga kerjasama yang baik antara guru dengan pihak-pihak yang terkait untuk implementasi inovasi pembelajaran harus ditingkatkan Berbagai metode pengajaran dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa di MTs Negeri Ciamis khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. there are some teachers who are facing problems in its . Guru-guru tersebut dibekali dengan beberapa latihan untuk membantu implementasi metode tersebut di sekolah. Namun demikian. juga memandu segenap proses pembelajaran. Hal tersebut terjadi karena pengajar selain sebagai orang yang berperan dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan. Salah satu yang digunakan adalah metode PAIKEM.PAIKEM. masih ada sebagian guru yang menghadapi masalah dalam pelaksanaannya. Sebagian guru-guru mempraktekkan metode PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa. Professional teachers who can be a sign of the extent to which he was master class fosterage. Kata kunci : Inovasi Pendidikan.

Keahlian dan kepribadian guru merupakan salah satu faktor yang sangat berperan sekaligus menjadi loncatan bagi siswa untuk meraih keberhasilan khususnya prestasi baik dari segi analisis maupun kemampuan mendayagunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Guru sebagai pengajar atau pendidik. One of them is PAIKEM method. . implementasi gagasan inovasi pendidikan oleh seorang pendidik sangatlah diperlukan. Dalam dunia pendidikan inovasi adalah tantangan penyelenggaraan pendidikan yang berkwalitas yang merupakan cita-cita mulia bangsa Indonesia. b. Itulah sebabnya setiap adanya implementasi inovasi pembelajaran. Oleh karena itu. a. Therefore need good cooperation between the teachers with related parties for the implementation of learning innovation must be increased. ekonomi. tidak lagi mengenal batas-batas . Hal tersebut menunjukkan bahwa guru dituntut untuk senantiasa berperan aktif dan eksis dalam dunia pendidikan sesuai dengan zaman yang selalu berkembang. Permasalahan utama Mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidup menjadi lebih baik itu adalah syarat mutlak untuk tidak tertinggal atau tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. The method is to conduct of education with fun. social dan lain-lain. di mana telah mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal. akan dihasilkan oleh pembelajaran yang sering bermuara pada faktor kemampuan guru. Keywords: educational innovation.implementation. merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap usaha pendidikan dengan pengajaran. khususnya mengenai masalah kurikulum dan peningkatan sumber daya yang dimiliki oleh siswa. PAIKEM Pendahuluan 1. dengan dukungan elemen terkait supaya tidak terjadi kemandekan pada dunia pendidikan kemudian akan berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik. A total of 59 students from two classes of MTs Negeri Ciamis were respondents in this study. Many methods of education are implemented to increasing capability of MTs Negeri Ciamis students particularly in social science. educational method. Rumusan Masalah Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi. The study results found that learning with innovation PAIKEM Implementation results are better with the conventional learning system or as a teacher in the learning resource center.

sasarannya dan perencanaan maupun strategi yang dipergunakan. Prestasi individu dalam pendidikan merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi organisasi pendidikan. ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Semua pihak yang berperan serta dalam proses inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan. metodologi pengajaran. Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. memberi keyakinan. kemacetan lalu lintas. Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut. kejahatan. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. kecakapan sistematis dalam menilai. c. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang semakin canggih dan inovatif. Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. wabah penyakit. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam sistem mekanisme pasar global. kegagalan panen. Dalam bidang pendidikan. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. pelatihan guru. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. antara lain dalam hal manajemen pendidikan. Bagaimana implementasi inovasi pengajaran di Indonesia untuk mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan. Tujuan dan Manfaat Kajian/tulisan Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. pembusukan makanan. media. Dsb . Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Setiap orang atau individu dalam pendidikan hendaknya berperan dalam implementasi inovasi pengajaran karena prestasi pendidikan tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. umpamanya masalah kemiskinan. sumber belajar. dsb. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). pemalsuan produk. implementasi kurikulum. banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan. memecahkan masalah menarik keputusan. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. baik guru maupun yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi yang terintegrasi dan berkesinambungan.negara dan teritori. Di sini dibutuhkan manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi implementasi inovasi pengajaran agar organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.

Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi . mempertanyakan. 2009). Memfasilitasi formasi pasar. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Oleh sebab itu. praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. yaitu modal. Dari pendapat diatas penulis menarik kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. Sedangkan menurut Kusmana (2010: 4) inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. karna mempunyai manfaat utama sebagai berikut : • • • • • Menciptakan pengetahuan baru. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pengajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. dan Menyenangkan. gagasan. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Memfasilitasi penciptaan ekonomi eksternal yang positif (dalam bentuk pertukaran informasi. relevansi. Kreatif. yaitu mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya. kualitas dan efektivitas.Implemantasi Inovasi pengajaran dalam pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain oleh Johnson dan Jacobson (dalam Taufik. Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi. Efektif. inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011). pengetahuan dan visi). kompetensi dan sumber daya lainnya. Memasok/menyediakan sumber daya. Landasan Teori Pengertian Inovasi Inovasi adalah suatu ide . Inovatif. dan mengemukakan gagasan.

tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. dengan memberikan ide-ide. Implementasi pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya dengan metode mengakomodir setiap karakteristik diri. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. keterbatasan pilihan. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. kemungkinan kegagalan. (6) pembentukan konsep. yaitu: (1) belajar isyarat. maka pembelajaran bertentangan dengan hakikat belajar. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Guru dapat membantu proses ini dengan caracara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak . perasaan tertekan . dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menurut hasil penelitian. (2) stimulus-respon. jika cara pengajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. auditory atau kemampuan mendengar. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Sehingga. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne.terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). (4) rangkaian verbal. (3) rangkaian gerak. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. dan tentu saja rasa bosan. dan kinestetik. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif.1985 (dalam Kemendiknas : 2011) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. (5) membedakan.

Penerapan PAKEM dalam Implementasi Pembelajaran Menurut Tarmizi. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. maka rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) haruslah berfokus pada siswa. makna. dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. . Berdasarkan inovasi PAIKEM. Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. menantang. elaborasi. kreativitas. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan.kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. untuk mengungkapkan gagasannya. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. penilaian hasil pembelajaran. 2011) Secara garis besar. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD). Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. pelaksanaan proses pembelajaran. 3. 5. inspiratif. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. minat. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. dan cocok bagi siswa. menyenangkan. menyenangkan. dan konfirmasi. 2008 (dalam Pusbang Tendik. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. 2. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran. termasuk cara belajar kelompok. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

dan transfer dalam belajar. d. retensi. bentuknya antara lain: c. Tanggung jawab belajar. persepsi. • • • • • • Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: Melakukan pengamatan Melakukan percobaan Melakukan penyelidikan Melakukan wawancara Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Komunikasi. memang berada pada diri siswa. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Metodologi . a. • • • • • • Diskusi Tanya jawab Lempar lagi pertanyaan Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Mengemukakan pendapat Presentasi laporan Memajangkan hasil kerja Ungkap gagasan Interaksi. bentuknya antara lain: • • • • b. perhatian. komunikasi. • • • • • Mengapa demikian? Apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. motivasi. pengalaman dan kemandirian siswa.aktivitas. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. interaksi dan refleksi.

dan konfirmasi. d. b. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. menyelesaikan masalah. guru: a. lingkungan. diskusi. elaborasi. dan sumber belajar lainnya. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi. . melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip bahwa guru dan belajar didapatkan dari aneka sumber. yang meliputi proses eksplorasi. memberi kesempatan untuk berpikir. dan bertindak tanpa rasa takut. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi. memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium.1. b. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. media pembelajaran. a. Maksud dari eksplorasi. 2. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar. 1. dan sumber belajar lain. studio. d. Metode Kajian yang digunakan Adapun kegiatan inti menggunakan metode observasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. menganalisis. c. guru: a. dan e. atau lapangan. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna. c. 1. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut. e.

f. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; g. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; h. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. 3. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik, b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

• • • •

berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah; memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Dalam kegiatan penutup, guru:
• • • •

bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

1. b.

Objek Kajian

Objek kajian siswa dan guru MTs Negeri Ciamis yang berjumlah 57 orang, dan kajian ini di lakukan pada minggu ke dua pada bulan Maret 2012. 1. c. Sumber Data

Sumber data dalam kajian ini adalah guru mata pelajaran IPS kelas VIII (Agus Gozali, M.Pd) dan siswa MTs Negeri Ciamis terbagi menjadi 2 kelompok observasi yaitu kelas VIII a dan VIII b. Kelompok yang pertama (VIII a) : dengan implementasi Inovasi pendidikan dengan dengan kajian tiga kali pertemuan sebagai berikut : Tujuan Pembelajaran : 1. 2. 3. Menunjukkan letak aliran sungai Bengawan Solo Menyebutkan kota-kota yang dilalui aliran sungai Bengawan Solo Mendeskripsikan kondisi alam di lembah Bengawan Solo

4. Menjelaskan hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara 5. Menjelaskan corak kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat pra-aksara.

Pertemuan ke 1
• • • •

• •

Kelas dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Tiap kelompok mencari informasi dari internet sekolah yang berkaitan dengan kondisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat disekitar lembah Bengawan. Tiap kelompok mendiskusikan / membahas informasi yang telah ditemukan dari sumber, membuat laporan hasil diskusi dan mempresentasikan hasilnya. Masing-masing kelompok mengamati peta Jawa Tengah di internet khususnya Surakarta dan menginterpretasikan letak aliran sungai bengawan Solo dan menunjukkan kota-kota yang dilalui alran sungai Bengawan Solo. Membuat peta aliran sungai Bengawan Solo Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat / pekerjaan siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke 2

Siswa dibagi ke dalam kelompok

Setiap kelompok mengkaji materi pelajaran dengan mempelajari di internet sekolah dan mendiskusikan :

ü Bukti-bukti apa menunjukkan adanya zaman pra-aksara? ü Bagaimana kehidupan ekonomi zaman pra aksara. ü Bagaimana kehidupan sosila-budaya zaman pra aksara ü Bagaimana hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara ?
• •

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, dilanjutkan tanggapan dari kelompok lain Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke tiga
• • • • • • •

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok Setiap kelompok mengkaji materi tentang corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara melalui internet. Setiap kelompok melakukan studi kasus tentang diminta corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Kelompok lain memberikan tanggapan ,sanggahan dan pendapat terhadap materi yang disajikan Tanya jawab corak kehidupan ekonomi, sosial dan budaya manusia. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap pendapat dan pertanyaan para siswa dengan merujuk pada referensi dan pendapat para ahli :

Kelompok yang kedua (VIII b)

Dalam tiga kali pertemuan, kelompok ke dua menggunakan cara konvensional, yaitu pembelajaran terpusat pada guru. 1. d. Prosedur Penelitian

Obyek : kelas VIII a yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok pertama dengan implementasi inovasi pengajaran PAIKEM, dan kelas VIII b jumlah 30 orang sebagai kelompok kedua dengan menggunakan pola pembelajaran konvensional. Mata pelajaran yang di bahas adalah IPS terpadu, dengan 3 kali perbandingan antara kelompok yang menggunakan implementasi inovasi pengajaran dan kelompok kedua yang dengan mengunakan cara konvensional. Untuk mengetahui hasil pembelajaran diadakan test awal (pre test) dan test akhir (Posttest).

Berikut adalah hasilnya Pertemuan ke 1 2 3 Kelas VIII a pre test Posttest 65, 45 84, 35 64, 98 86, 17 66, 37 85, 20 Kelas VIII b pre test Posttest 64, 74 75, 89 63, 26 78, 29 62, 27 76, 15 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1. Kelompok pertama yang menggunakan metode PAIKEM yang berlandaskan implementasi inovasi pembelajaran hasilnya lebih baik terbukti dari nilai posttest yang lebih baik dari kelompok ke dua yang menggunakan cara konvensional. 2. Peran guru dalam implementasi inovasi pembelajaran adalah guru dituntut mampu mewujudkan PAIKEM dalam kelas sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan dengan mudah dan maksimal, penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran harus memperhatikan fungsi dari media tersebut, guru juga harus mempunyai ketrampilan untuk mensiasati media ke alat yang lebih sederhana tanpa hanya mengandalkan fasilitas dari sekolah, kegiatan mengajar belajar semestinya dapat diimplementasikan dalam realitas kehidupan, evaluasi pembelajaran saat ini menuntut tidak hanya penilaian terhadap akademis peserta didik, akan tetapi juga penilaian melalui pendekatan afektif atau perkembangan sikap siswa; 3. hasil dalam implementasi inovasi pembelajaran dijabarkan ke dalam tiga hal yaitu motivasi belajar siswa menjadi bertambah, perubahan perilaku siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, dan hasil belajar siswa yang meningkat; 4. kendala dalam implementasi inovasi pembelajaran dirasakan oleh guru dan murid, guru merasa takut dan tidak percaya dengan kemampuannya sedangkan murid harus merubah cara belajar mereka dari pasif menjadi aktif, dukungan dari sekolah terwakili dengan adanya budaya sekolah yang mencerminkan aplikasi dari pelajaran PKn yaitu sikap toleransi dan saling menghargai dan kebijakan sekolah yang memberi kebebasan kepada guru guna terwujudnya pembelajaran inovatif; 5. dampak dari implementasi inovasi pembelajaran berimbas kepada guru dan siswa, guru meninggalkan pembelajaran konvensional menuju pembelajaran inovatif, guru menjadi bertambah inovatif dalam melakukan pembelajaran dan bagi siswa telah merubah siswa menjadi subyek belajar yang aktif dalam kegiatan mengajar belajar. Keterangan hasil A>B A>B A>B

Saran

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetapi juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.Inovasi pendidikan sebagai usaha perubahan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatakan semua unsur yang terkait di dalamnya, seperti inovator, penyelenggara inovasi seperti guru dan siswa. Disamping itu, kesalahpahaman yang harus dihindari oleh seorang pendidik dalam implementasi inovasi pendidikan adalah sebagai berikut : 1. PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat. 2. PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah. 3. PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran 4. PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi. Penutup Demikian tulisan ini penulis buat dengan harapan menambah pemahaman dan wawasan dalam implementasi inovasi pengajaran khususnya untuk penulis sendiri, umumnya untuk semua yang membaca tulisan ini.

Daftar Pustaka Tarmizi. pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan. Dalam situs http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-danmenyenangkan/. Dikunjungi 11 Maret 2012 Pusbang Tendik/Badan PSDMP dan PMP-Kemdiknas/2011

Tatang Taufik. Sistem Inovasi dan Pendidikan. Dalam situs http://sisteminovasi.blogspot.com/2009/01/sistem-inovasi-dan-pendidikan.html. Dikunjungi 24 Februari 2012 Anneahira.Inovasi Pendidikan. Dalam situs http://www.anneahira.com/artikelpendidikan/inovasipendidikan.htm/2011.Dikunjungi 24 Februari 2012 Kusmana, Suherli, Ciamis : pascasarjana unigal press, 2010 LAMPIRAN Gambar 1. Contoh inovasi pola duduk dalam pembelajaran Gambar 2.Siswa berperan aktif dalam pembelajaran Gambar 3. Mencari informasi dari internet Gambar 4.Cara belajar konvensional Biodata Penulis Shilphy Afiattresna Octavia, dilahirkan 04 Oktober 1979 di Ciamis. Pekerjaan saat ini adalah sebagai guru di MTs Negeri Ciamis yang dilakukan sejak tahun 2004. Pendidikan dasar dan menengah dilakukan di Ciamis, Strata 1 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan Srata S2 dalam Manajemen Pendidikan Jurusan Manajemen Sistem Pendidikan di Universitas Galuh Ciamis. (Ciamis, 14 Maret 2012)

Merencanakan pembelajaran
Kegiatan rutin guru setiap tahun sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah sama yaitu membuat rencana pembelajaran. Seperangkat mengajar yang kita buat dibendel dan diserahkan kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk di validasi dan disahkan oleh kepala sekolah. Mengelola proses belajar-mengajar (pembelajaran) adalah upaya secara sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut M. Saekhan Muchith, M.Pd dalam buku pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group, 2008, hal 99 Kemampuan merencanakan pengajaran meliputi :

1. Menguasai perangkat pembelajaran, yaitu kemampuan memahami segala hal yang terkait dengan proses pembelajaran 2. Menyusun analisis materi pelajaran ( AMP), yaitu kemampuan menjabarkan materi dari materi yang bersifat umum ke dalam materi yang khusus, atau menjabarkan standar kompetensi ke dalam indicator keberhasilan pembelajaran. 3. Menyusun program semesteran dan program tahunan, ini merupakan jadwal pelajaran dalam kurun waktu tertentu 4. Menyusun rencana pengajaran, dengan memperhatikan :1. Standar kompetensi siswa, kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran; 2. Indikator keberhasilan, kemampuan atau ketrampilan yang ditampilkan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran. Indikator ini perlu dilihat dari segi intelektual (kognitif) dan juga ketrampilan mekanik (psikomotor); 3. Perumusan tujuan pengajaran, yaitu aspek kemampuan yang harus dicapai melalui proses pengajaran; 4. Pemilihan bahan dan urutan bahan, yang perlu diingat bahwa bahan pembelajaran tidak hanya dari buku panduan saja, tetapi bahan pembelajaran bisa diperoleh dari mana saja, apa saja asalkan mampu memberikan kemampuan akademik siswa; 5. Pemilihan metode mengajar, motode yang ideal adalah metode yang sesuai dengan materi, dengan perlengkapan sarana, sesuai dengan waktu, sesuai dengan kemampuan guru, dan sesuai dengan kemampuan siswa; 6. Pemilihan sarana / alat pendidikan, guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan memberdayakan segala sarana untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran; 7. Pemilihan stategi evaluasi, evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui tentang (a) kemampuan siswa mengetahui materi pelajaran, (b) mengetahui kekurangan dan kelebihan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (c) mengetahui keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin lembaga pendidikan Model pembelajaran terakhir yang aku dengar adalah model pembelajaran PAIKEM, yaitu model yang dalam proses pembelajarannya menjadikan siswa menjadi aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Dalam melaksanakan model PAIKEM, guru harus memperhatikan : 1. Memahami sifat yang dimiliki anak; 2. Mengenal anak secara perorangan; 3. Memanfaatkan perilaku anak dalam mengorganisasian belajar; 4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan untuk memecahkan masalah; 5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik; 6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar; 7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar; 8. Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental. Dalam buku yang digunakan untuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) rayon 16 Jember, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk melaksanakan PAIKEM ditunjukkan beberapa kegiatan guru dan siswa. Juga kemampuan yang perlu dikuasasi guru untuk menciptakan suasana aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Contoh KBM model PAIKEM :

Komponen pembelajaran

hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
• • • • • •

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran

Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan

Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya :

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

• • • •

Alat yang sudah ada / dibuat sendiri. Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan

Siswa :
• •

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembankan ketrampilan

• •

Melakukan percobaan, pengamatan atau wawancara Mengumpulkan data / jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri

Menulis laporan / hasil karya lain dengan kata kata sendiri Melalui :

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan

• • • •

Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan hasil pemikiran siswa sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan ( untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut Tugas perbaikan atau pengayaan yang diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari

Guru Menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa

• •

Guru mengkaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari

tindakan. karena model ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa selama proses belajar mengajar. Number head together (NHT). kita juga memperhatikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. kemudian mempresentasikan materi tersebut kepala kelompok yang lain (Hadisubroto. dan pekerjaan. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Abdurrahman dan Bintoro ( dalam nurhadi.Model pembelajaran yang dapat mendukung proses PAIKEM adalah pembelajaran kooperatif. Jujur . Dalam merencanakan pembelajaran tidak hanya memperhatikan model pembelajaran. tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan berkomunikasi maupun ketrampilan proses kelompok. Model pembelajaran STAD adalah siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran lain untuk menuntaskan materi pembelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami materi tutorial. dkk 2004 : 64-67) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi 4 model : 1. 2000: 21-22) Pembelajaran jigsaw adalah cara pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memberikan tugas kelompok kepada siswa. Student teams achiement devision (STAD). Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. etnis. 4. Grup investigation (GI). Jigsaw. pancasila. baik menentukan topic maupun cara mempelajari melalui investigasi. 1998: 20) Model pembelajaran GI adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda baik dari segi gender. budaya dan tujuan pendidikan nasional. terdapat sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. 3. NILAI 1. yaitu siswa saling berinteraksi untuk memecahkan masalah. dan diskusi ( Ibrahim. diidentifikasi dari sumber-sumber : agama. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. 2. dan agama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topic. kuis. Menurut Nurhadi. dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menyelesaikan materi pembelajaran. Model ini melibatkan siswa sejak perencanaan. 2.

Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. dan bekerja sama dengan orang lain. dan mengakui. budaya. Cinta Tanah Air Cara berfikir.NILAI 3. bersikap. perkataan. pendapat. 16. 4. suku. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. 14. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. 10. 6. bersikap. sosial. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. sikap. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Toleransi DESKRIPSI Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. Demokratis Cara berfikir. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 12. 5. 11. dilihat. 13. dan . Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. 15. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. ekonomi. kepedulian. 9. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. 8. bergaul. etnis. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. dan didengar. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. serta menghormati keberhasilan orang lain. bertindak. Cinta Damai Sikap. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang Komuniktif berbicara. lingkungan fisik. 7. dan politik bangsa.

jakarta. pedoman sekolah.Pd . 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Tahun pelajaran sekarang. 2008. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Berarti membuat 4 perangkat pembelajaran. 24 jam perminggu. digunakan terbatas untuk pendidikan dan latihan profesi guru rayon 16 universitas jember Kementerian pendidikan nasional. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP . 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. terhadap diri sendiri. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. M.NILAI 17. yang seharusnya dia lakukan. jakarta. sosial dan budaya). Sumber pustaka : M. pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group. Tanggung-jawab DESKRIPSI mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Semoga tahun sekarang lebih baik pelayananku kepada siswa dari pada tahun yang lalu. Peduli Sosial 18. Sumber : Kementerian pendidikan nasional. masyarakat. pedoman sekolah. Saekhan Muchith. PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. Tim penyusun modul rayon 16 universitas jember. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. aku dapat tugas mengajar 4 pelajaran. lingkungan (alam.

dinamis dan dialogis. b. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. menyenangkan. a. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. Malaysia (61). B. Philipina (84). pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik.. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. . Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Selain PAIKEM. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Brunei (33). 1. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. 2007). yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Efektif. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. 2007). dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Thailand (73). Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. Kreatif. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Menyenangkan). UU No. Inovatif. kreatif. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk.pada tahun 2005. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Singapura (25). melainkan sebagai subyek didik. Dengan demikian. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study.

BAB II PEMBAHASAN A. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. termasuk cara belajar kelompok. 5. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. menyenangkan. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. dan mengemukakan gagasan. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. 2. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Kreatif. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. 3. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan cocok bagi siswa. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Secara garis besar. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Efektif. Menurut hasil penelitian. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. untuk mengungkapkan gagasannya. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. 2. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. dan Menyenangkan. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. Inovatif. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Sehingga. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM . mempertanyakan. 2007). Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan.

Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Tugas guru adalah mengembangkannya. Sering bertanya. mempertanyakan gagasan orang lain. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas.Dalam melaksanakan PAIKEM. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan yang mendalam pada diri anak. Kritis untuk menganalisis masalah. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. kreatif. berapa. kapan”. menurut Suprijanto dkk. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. ada beberapa hal yang harus diperhatikan.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa.. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. (2008). Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. sehingga mereka mampu . lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. 2007). Dengan umpan balik. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. Dengan mengenal kemampuan anak. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. 2007). kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas.

4. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme . Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Siswa: Melakukan percobaan. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. 2007) 4. guru menggunakan. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. Indikator : Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Pada saat yang sama. Sesuai mata pelajaran. 3. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah.merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. pengamatan. percobaan.

peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal .Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok .Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur.

pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . Sebagai contoh : . Presentasikan rancangan eksperimen . Berdasarkan masalah di atas. Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . Artinya.Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih.Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji 3. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4.

mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. 2009). Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. berdasarkan data. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. Meski pada awalnya. di luar peserta Lesson Study. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. Buatlah laporan penelitian 8. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. Presentasikan laporan B. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. 2008). yaitu: 1. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka .6. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Tujuan bersama untuk jangka panjang. melaksanakan. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Dalam tulisannya yang lain. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. 2. dalam merencanakan. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. LESSON STUDY 1. 2008).

pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa diambil dari Lesson Study. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. Materi pelajaran yang penting. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. Observasi pembelajaran secara langsung. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. Dengan melakukan pengamatan langsung. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. 3. partisipasi. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. misalnya. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. dan bukan sebagai pengganti. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. 2. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. 4. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. Studi tentang siswa secara cermat. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study).panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study . dan sebagainya. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. Sementara itu. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. pengembangan kemampuan individual siswa. Dengan demikian. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. 4. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). 2008).Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). 2. 3. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. 3. dijumpai beberapa pendapat. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). yaitu: 1. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan . Sementara itu. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study.(Sudrajat. 4. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. Pemerintah melalui Permen no. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes.

atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. 4. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. seperti tentang: kompetensi dasar. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. kepala sekolah. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. 5. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. 2). pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. 7. baik pada tahap awal. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. atau pengawas sekolah. siswabahan ajar. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. 6. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran.pembelajaran. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. siswa-guru. Untuk lebih jelasnya. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. dan sebagainya. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. 5. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. siswa-lingkungan lainnya. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. cara membelajarkan siswa. diantaranya: 1. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran . 3. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. Selanjutnya. 2. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas.

Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. baik pada tataran indiividual. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu . dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. 5. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Selanjutnya. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. Dalam menyampaikan saran-saranya. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. maupun menajerial. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Pada tataran manajerial. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. Pada tataran individual. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. Oleh karena itu. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study.2. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. 3). dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Menganilisis hubungan antara ekosistem.berlangsung. tidak berdasarkan opininya. Indikator : 1.

Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III.Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. . Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” . Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3.Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan .2.

Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Penilaian terhadap LKPD . Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi Penilaian 1.

semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Pertama. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) .000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. Kedua. sejak tanggal 27 Mei 2006. lumpur terus menyembur setiap harinya. Kabupaten Sidoarjo. Kecamatan Porong. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan . diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Namun demikian.000 m3 per hari. dari antara 40.000 meter kubik per hari. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut.000 m3 sampai 60. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan.000 meter kubik per hari menjadi 126. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui.000 meter kubik per hari.2. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. Oleh karena itu. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50.000 m3 per hari. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). hingga saat ini. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. Jawa Timur. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1).

................................ karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id................... diantaranya Walhi [4] dan ITS [5].......................... seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo....... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2....................................... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3......... 5 September 2006........... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya... Freddy Numberi..... 1.............................. dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI...... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut.......9 miliar per tahun....................................... Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5......... ...... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo................................ Konsep : ........................penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain............. Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4................................................... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen......wikipedia................... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong... Asal Sekolah : . Menteri Kelautan dan Perikanan.... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini........................... Metode Pembelajaran : .... mencapai Rp10........ Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ................ Guru Pengajar : ................................org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini............................................... Jawa Timur............ Bidang Studi : ......

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ......................................... Mata Pembelajaran : ......................................... ......... Kelas : ................................................................................................................................................................................................................................................................... ................................................................... ............................................................................................................................................................................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No..... 4............................................................. Nama Bidang Studi Tanda Tangan 1...................................................................................... 2................................................. 2............................ 3.. Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ...................................................................................................................................................... Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? . ............................................................................................................... 1..................................................... Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ........................ 3............ 3....... Guru Pengajar : ..... Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ....... .............. Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? .................... ........................................................................................................................................ Pengalaman Mengajar: ..... .............................................................................................................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ..................................... 1................................................................................................... Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ..................Waktu : ......................................................................................................... Nama Observer : .......................................... Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ................................... 4................................................................................................................................................. Asal Sekolah : .... ................... 2........................ Tempat : .............................................................................................................. ............................................................

Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 2007. DAFTAR PUSTAKA Chotimah.. 2008. 2007. Inovatif. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. FPMIPA UPI dan JICA. (online).¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Jakarta. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik.worpress. Sudrajat. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). 2002. Depdiknas. B. Malang. dkk. Ahmad. Hendayana dkk. Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. Lesson Study Berbasis Sekolah. 2009. Kreatif. diakses 16 Mei 2009) Susilo. (http://akhmadsudrajat. Malang .com/. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Bayumedia Publishing. C. Model-model Pembelajaran untuk PTK. Efektif.BAB III PENUTUP A.

..............................................Tarmizi.......................................... C.......... B........................................... Latar Belakang ........... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ........... BAB I....................... 3.. 2. 4......................... 3.......................................... DAFTAR PUSTAKA . Tujuan Penulisan Makalah .. (online)................... DAFTAR ISI .............................................. Manfaat Lesson Study ............................ 2008........................................................ PEMBAHASAN..... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM .................. Kesimpulan ....................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ............................................................................... A................... PAIKEM............................................................................................................ A................................. 1...... (http://tarmizi...................com/........................ Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ............ PEMBELAJARAN PAIKEM ..................... diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ..................................................... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 9 9 10 ........................ Rumusan Masalah ...................................................... PENDAHULUAN ... 2.................................................. BAB III....................................................... Pengertian PAIKEM ....... LESSON STUDY ....................... 4................. Hakekat Lesson Study .................................................................................................. A.................................................................................wordpress...................... Pelaksanaan PAIKEM ............................................. 5............ Saran ........................ B.. B.................. PENUTUP .................................... BAB II.... 1........................................................ Contoh Skenario Pembelajaran ....................

608682521992 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI . Hj. M.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. SOEDJONO BASUKI. M.12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. SRI ENDAH INDRIWATI. Dr.Pd 2. Dr. H.

yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Oleh sebab itu koreksi. PEMBELAJARAN Kamis. M. Hj. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study.22 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: ADMINISTRASI. Sri Endah Indriwati M. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai .Pd. Mei 2009 Diposkan oleh Trisno Marsa di 03. Malang. Soedjono Basuki. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. dan Bapak Dr. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. Akirnya. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna.Pd. 04 Agustus 2011 PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. H. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin.MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT.

Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Efektif. Singapura (25). Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. UU No. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Philipina (84). Kreatif. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. . Brunei (33). Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. Inovatif. Menyenangkan). Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Selain PAIKEM. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP pada tahun 2005.. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian. 1. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. 2007). B. dinamis dan dialogis. 2007). pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. b. menyenangkan. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. a. kreatif. Thailand (73). Malaysia (61).upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. melainkan sebagai subyek didik. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut.

Sehingga. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. termasuk cara belajar kelompok. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. dan Menyenangkan. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. menyenangkan. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. mempertanyakan. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. dan mengemukakan gagasan. 3.BAB II PEMBAHASAN A. 2. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Inovatif. untuk mengungkapkan gagasannya. Kreatif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. 2007). dan melibatkam siswa dalam menciptakan . 5. Secara garis besar. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Menurut hasil penelitian. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Efektif. dan cocok bagi siswa. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif.

Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan . ada beberapa hal yang harus diperhatikan.. 2. Sering bertanya. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.lingkungan sekolahnya. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. berapa. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM Dalam melaksanakan PAIKEM. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. kreatif. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. (2008). Dengan umpan balik. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Dengan mengenal kemampuan anak. mempertanyakan gagasan orang lain. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Kritis untuk menganalisis masalah. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. Tugas guru adalah mengembangkannya. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. kapan”. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. menurut Suprijanto dkk. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik.. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. 2007). 2007). 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

3. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Siswa: Melakukan percobaan. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. pengamatan. percobaan. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. Pada saat yang sama. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun.yang mendalam pada diri anak.4. Indikator : . dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. 2007) 4. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Sesuai mata pelajaran. guru menggunakan. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari.

dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen . Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV.

Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Sebagai contoh : . Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Artinya.Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji .variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . Berdasarkan masalah di atas.

(2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. berdasarkan data. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. di luar peserta Lesson Study. Buatlah laporan penelitian 8. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. 2. Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. LESSON STUDY 1. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. 2009). bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. yang diperolehnya berdasarkan hasil . Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. Presentasikan rancangan eksperimen 6. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. Dalam tulisannya yang lain. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. dalam merencanakan. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. 2008). (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. melaksanakan. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Meski pada awalnya.3. 2008). Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. Presentasikan laporan B. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar.

(6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. 2. 3. Sementara itu. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. Tujuan bersama untuk jangka panjang. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Dengan demikian. pengembangan kemampuan individual siswa. misalnya. 4. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa . serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. Dengan melakukan pengamatan langsung. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. Observasi pembelajaran secara langsung. yaitu: 1. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. dan bukan sebagai pengganti. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. pemenuhan kebutuhan belajar siswa.observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. dan sebagainya. Studi tentang siswa secara cermat. Materi pelajaran yang penting. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. partisipasi. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang.

d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. yaitu: 1. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. 2. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek.diambil dari Lesson Study. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study (Sudrajat. dijumpai beberapa pendapat. Sementara itu. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. . 4. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. 2008). a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. 3. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. Pemerintah melalui Permen no.

5. 6. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk . Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. dan sebagainya. atau pengawas sekolah. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. 5. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. 2). Untuk lebih jelasnya. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. Selanjutnya. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. 3. siswa-lingkungan lainnya. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. siswabahan ajar. cara membelajarkan siswa. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. kepala sekolah. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. 4. seperti tentang: kompetensi dasar.3. 2. diantaranya: 1. baik pada tahap awal. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. 4. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. siswa-guru. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar.

baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. Selanjutnya. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. 3). 7.2. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. 5. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk.keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Oleh karena itu. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan . misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Menganilisis hubungan antara ekosistem. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. baik pada tataran indiividual. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Pada tataran manajerial. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. tidak berdasarkan opininya. Dalam menyampaikan saran-saranya. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. Pada tataran individual. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). maupun menajerial.

Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu 2. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV.masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. . Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3. peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2. Indikator : 1. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki .Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” .Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan .

Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi .

000 m3 sampai 60. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). sejak tanggal 27 Mei 2006. lumpur terus menyembur setiap harinya.000 m3 per hari. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. Pertama. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas .000 m3 per hari. hingga saat ini. Jawa Timur. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . Kecamatan Porong. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. Oleh karena itu. Kabupaten Sidoarjo. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui.Penilaian 1. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur).000 meter kubik per hari. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. dari antara 40. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1). yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. Penilaian terhadap LKPD 2. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Namun demikian.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. Kedua. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan.

....... 5 September 2006........ Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong............. Freddy Numberi.... Konsep : .... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI............ Bidang Studi : ...... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya..... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo.......... Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4..... mencapai Rp10....Sidoardjo langsung ke Kali Porong........... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2.. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50........................ Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3...................... 1....... Jawa Timur... Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ........org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini................... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen........... .................... untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain......9 miliar per tahun........ Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5...000 meter kubik per hari menjadi 126................. diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]...... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini........ karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id.... Menteri Kelautan dan Perikanan.... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut.......................wikipedia....000 meter kubik per hari.. seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo...

. Pengalaman Mengajar: ..... 2........................................ Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ..................................................................................................................... Guru Pengajar : ........................................................................................................................ .......................................................................................................................................................... 4............................................................................................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No................. ............................................................... Asal Sekolah : ..................................................................................... Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ............................................... Asal Sekolah : ....................... Nama Bidang Studi Tanda Tangan .............................................. ...................................................................................................................................................................... Kelas : .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. 3...... Tempat : ............................................................................................................................. 1. Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ...............................................................................................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : .......................... .......... 2................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. 1..................................................................................................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ...................... Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? .......................................................................................... ....................................................................................................................................................................... 3............................................................................................................. Waktu : ......................................................... Mata Pembelajaran : ............. Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? . Guru Pengajar : .................. 4............................................................... Nama Observer : ........Metode Pembelajaran : .......................................................................................................... ............................................................................................................................................................. .......... ....... Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ............. Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ..........

2007. C. Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. B. Kreatif. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. diakses 16 Mei 2009) . sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. FPMIPA UPI dan JICA. 2007. 2008. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. 2002.worpress. Hendayana dkk. Ahmad.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Depdiknas. Jakarta. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Sudrajat. (http://akhmadsudrajat.1. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Inovatif. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. (online). Efektif. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar.com/. Malang. Model-model Pembelajaran untuk PTK. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. 2. BAB III PENUTUP A. 3..

.............. B........................... BAB II.................... C......................................................... 1........................................ BAB I. Pelaksanaan PAIKEM ................. Rumusan Masalah ................. Contoh Skenario Pembelajaran . diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ... Malang Tarmizi.............. Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ..................... Manfaat Lesson Study .................. A............................................................................... A............................. Lesson Study Berbasis Sekolah............... Tujuan Penulisan Makalah ................... BAB III.............wordpress........... Saran ............ 3....... A.................................................................. DAFTAR PUSTAKA . Kesimpulan ............................................................... PAIKEM............................................................................... LESSON STUDY ................ (online)............... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study .................................................................................. Latar Belakang .................................................... Bayumedia Publishing.......................................... 5....... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 ................... (http://tarmizi.......................................................... PENDAHULUAN .Susilo....................... PEMBELAJARAN PAIKEM .. 4........................ Pengertian PAIKEM .......................................... PEMBAHASAN................................... 3........................... 2.................... 2008.............................................. B...................... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ............... Hakekat Lesson Study .................................................................... PENUTUP ... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ............... 1.................... 2........................................................................................... dkk............................. B............ 4..................... 2009......................... DAFTAR ISI ...com/.....

608682521992 .Pd Oleh ROHMAWATI NIM. SRI ENDAH INDRIWATI.9 9 10 12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. H. Hj. M. SOEDJONO BASUKI. M. Dr.Pd 2. Dr.

Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Oleh sebab itu koreksi.Pd. Akirnya. M. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Sri Endah Indriwati M.Pd. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Soedjono Basuki. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. dan Bapak Dr. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. H.UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. Hj. . Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->