Hakikat Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.

Pd Pendidik di Malang Pengertian Media Pembelajaran Kata media merupakan bentuk jamak dari Medium yang secara harfiah tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan dari pengirim pesan (Azhar Arsyad, 2002:3). Sedangkan dalam kepustakaan asing yang ada sementra para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aids (AVA), untuk pengertian yang sama. Banyak pula para ahli menggunakan istilah Teaching Material atau Instruksional Material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasl dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamanati melalui panca indera kita (Hamalik , 1994:11). Dan sebelum diambil sebuah kesimpulan mengenai arti dari media pembelajaran ada baiknya penulis memaparkan tentang pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya : 1. Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi (Azhar Arsyad, 2002:3) 2. Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 ) 3. Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3) 4. Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir, Basyiruddin, 2002:11) 5. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80) 6. Muhaimin dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan, perhatian, dan

minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9) Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar. Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai. Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang Kriteria Media Pembelajaran Menurut Arif S. Sadiman dkk. dalam bukunya “Media Pendidikan” menjelaskan bahwa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi setempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan (Sadiman, 83-84). Dalam hal ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu : pertama, ketersedian sumber setempat yaitu apabila media yang bersangkutan tidak terdapat sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga, adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama artinya bias digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah di bawa atau dipindahkan. Faktor keempat, adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal (contohnya program film bingkai) tetapi dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang.

Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai atau mengadaptasi media yang bersangkutan (Arief S. Sadiman dkk, 1993 : 84). Adapun kriteria dalam pemilihan media pembelajaran adalah : a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan insrtuksional yang diterpakan secara umum mengacu kepada kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga arah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa seperti menghafal, melakukan kegiatan fisik, dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi. b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi media yang berbeda, contoh film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. c. Praktis, luwes dan bertahan, jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber cara lainnya memproduksi, maka tidak perlu dipaksakan. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada yang ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemanamana. d. Guru terampil menggunakannya, ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun jenis media yang digunakan, guru harus mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Nilai dan manfaat media sangat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. e. Pengelompokan sasaran, media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Oleh karena itu ada berbagai macam media yang digunakan untuk jenis kelompok besar, kecil, dan perorangan. f. Mutu tekhnis, pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan tekhnis tertentu. Contohnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lainnya yang berupa latar belakang ( Azhar Arsyad, 1997 : 72-74). Menurut Ahmad Rohani dalam bukunya “Media Instruksional Edukatif” menyatakan bahwa pemilihan dan pemanfaatan media perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut : a. Tujuan Media hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. b. Ketepatgunaan Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. c. Keadaan peserta didik Kemampuan berfikir dan daya tangkapa peserta didik, dan besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan. d. Ketersediaan Pemilihan perlu memperlihatkan ada atau tidak media tersedia di perpustakaan atau di sekolah serta mudah-sulinya diperoleh. e. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.

f. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. (Ahmad Rohani, 1997: 72-74) Berkaitan dengan hal tersebut beberapa ahli menyatakan : untuk memilih media atau menggunakannya media pembelajaran perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. Biaya lebih murah, pada saat pembelian ataupun dalam pemeliharaan b. Kesesuaian dengan metode pembelajaran c. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik d. Pertimbangan praktis Media dipilih atas dasar praktis tidaknya untuk digunakan seperti : 1) Kemudahannya dipindahkan atau ditempatkan. 2) Kesesuaian dengan fasilitas yang dad di kelas. 3) Keamanan penggunaannya. 4) Kemudahan perbaikinya. 5) Daya Tahannya. e. Ketersediaan media tersebut berikut suku cadang di pasaran serta keterbatasan bagi peserta didik. Jenis media yang digunakan harus dipilih berdasarkan kriteria utama, yaitu kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran dan kriteria lain, seperti yang telah diuraikan diatas. Bila media yang dipilih hanya memenuhi sebagian dari kriteria, dapat terjadi halhal sebagai berikut: 1) tampak baik dalam perencanaan tetapi tidak berhasil diproduksi, karena terlalu mahal atau sulit diperoleh peralatan dan bahan bakunya. 2) Diproduksi dengan kualitas rendah karena alasan yang sama seperti diatas. 3) Tidak atau kurang digunakan karena tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik, tidak praktis untuk digunakan atau tidak sesuai dengan metode pembelajaran. 4) Kurang efektif dalam mencapai tujuan (Ahmad Rohani, 1997: 29-30). Akhirnya perlu dipahami tentang cara-cara pemilihan media ada tiga cara yaitu: a. Model, flow Chart, Eliminasi. Menggunakan sistem pengguguran (batal) dalam pengambilan keputusan. b. Model Matriks. Menangguhkan pengambilan keputusan, untuk memilih ini cocok kalau menggunakan media rancangan. c. Model Checeklist. Menangguhkan keputusan untuk memilih sampai seluruh kriteria dipertimbangkan, hal ini cocok untuk media jadi dan media rancangan. ( Ahmad Rohani, 1997: 34) Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com

kebiasaan.Konsep Dasar Pembelajaran I. Untuk itulah guru harus mengubah pandangan tentang belajar dan mengetahui bagaimana sebenarnya belajar itu. kebiasaan. Dengan demikian dalam praktik pengajaran diperlukan keputusan yang bijaksana dalam menerapkan teori belajar karena tidak ada suatu teori yang sesuai untuk segala situasi. belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatukan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan. Belajar siswa yang ditafsirkan guru hanya sebagai menghafal atau mendengarkan keterangan guru saja merupakan problem yang harus diatasi. Hal ini karena jika guru menganggap bahwa belajar hanyalah menghafal atau hanya untuk mendengarkan keterangan guru maka selama itu pula pembelajaran masih terpusat pada guru dan tidak pada siswa yang seharusnya mengalami belajar. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat diketahui bahwa belajar pada dasarnya adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang yang menghasilan perubahan pada dirinya akibat dari interaksi dengan lingkungannya. belajar adalah suatu proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan karena mereaksi terhadap suatu keadaan (karena adanya latihan). 5. 3.2 Konsep Mengajar . Belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gage).1 Konsep Belajar Konsep belajar menurut guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. 1. keterampilan. Ernest R. dan tingkah laku yang diperoleh dari instruksi. 2. Menurut HC Witherington. kepandaian atau suatu pengertian. Robert Gagne menyatakan. Ada beberapa pengertian belajar yang telah disampaikan oleh para pemikir pendidikan mulai yang sangat sederhana sampai dengan yang kompleks berdasarkan teori belajar yang digunakannya. 4. yang nampak di sekolah. 1. Belajar adalah penambahan ilmu pengetahuan. Belajar adalah suatu perbuatan yang kompleks yang mencakup beberapa segi. sikap. belajar adalah suatu proses untuk memperoleh modifikasi dalam pengetahuan. Hilgard memberi batasan. Proses Pembelajaran 1.

1. 3. Nana Sudjana menyatakan mengajar pada hakikatnya suatu proses. Jika dicermati. proses mengatur. mengajar adalah upaya dalam memberi perangsang. sedang. banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan guru baik sebelum. Setiap rumusan akan berimplikasi pada aktivitas yang terjadi dalam pembelajaran. Tanpa mengurangi makna secara komprehensif. sebaliknya siswa banyak mendengar secara pasif. Mohamad Ali mendefinisikan. . Lebih dari itu. bimbingan. 1. mengajar merupakan suatu proses yang melibatkan sejumlah kegiatan yang direncanakan dalam upaya menciptakan kondisi agar siswa mengalami perbuatan belajar secara aktif sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Agar hasil atau tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. diam. Berdasarkan ilustrasi di atas. dan selesai melakukan kegiatan mengajar. konsep mengajar yang relatif komprehensif harus dipahami oleh guru. Guru menyampaikan materi dan siswa menerima materi. 1. Berikut beberapa pengertian yang representatif menggambarkan apa sebenarnya mengajar itu. tentu pembelajaran yang dilakukan hanya upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa secara sederhana. Ada beberapa pendapat tentang prinsip mengajar secara efektif. Guru berlaku aktif mendominasi aktivitas kelas. William H Burton memberi pengertian. berikut adalah prinsip mengajar yang dapat dipedomani pengajar agar dapat mengajar dengan efektif.Seperti halnya belajar. pendapat yang dikemukakan para pakar tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan hanya kegiatan guru menuangkan materi kepada siswa dengan pola datang. 2. Oleh sebab itu rumusan pengertian mengajar tidak dapat dirumuskan begitu saja secara sederhana yang tidak meliputi seluruh kegiatan dan tindakan dalam perbuatan mengajar itu sendiri. Pengajar harus dapat membangkitkan perhatian peserta belajar kepada topik dan pengalaman belajar yang sedang dipelajari. Perhatian.3 Prinsip Mengajar Mengajar bukanlah pekerjaan atau tugas yang ringan bagi seorang guru. pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. duduk. mengajar merupakan proses yang kompleks karena banyak kegiatan yang harus dilakukan agar hasil belajar siswa lebih baik. Agar tidak sekedar mengajar di depan kelas. Misalnya. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar. seorang guru/dosen yang berpandangan bahwa mengajar sekedar menyampaikan pelajaran/materi. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. guru perlu menerapkan prinsip-prinsip mengajar. dan catat.

1. guru perlu mengulang penjelasannya jika diperlukan. Individualisasi. 7. Pengajar harus mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta belajar dan efektifitas mengajarnya. 3. 8. Manusia adalah makhluk yang unik. Hal itu berarti mengajar secara efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar siswa/mahasiswa yang efektif. Pengajar hendaknya selalu menghubungkan materi yang diajarkan dengan pelajaran lain sehingga cakrawala peserta belajar bertambah luas. 2. Mengingat ingatan itu tidak setia (terbatas). 9. Guru harus cinta kepada apa yang diajarkan. Aktivitas.4 Syarat Mengajar Efektif Jika disepakati bahwa mengajar adalah proses menciptakan kondisi agar siswa/mahasiswa mengalami proses belajar. Pengajar hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang kondusif yang mengakibatkan terjadinya proses sosial. Sosialisasi. 3. Untuk melaksanakan mengajar yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut. Sequence. Guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi saat mengajar. Guru harus mampu menciptakan kondisi agar siswa bisa belajar dan mengalami aktivitas mental dan fisik. Pengajar harus memikirkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktunya (sesuai dengan urutan atau tahapan). Pengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta belajar. Oleh sebab itu pengajar harus bisa menghargai setiap perbedaan dan melayani secara optimal. 6. 4. Pengajar harus melibatkan peserta belajar berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. 5. Peragaan. 1. . Pengajar hendaknya berusaha menggunakan media untuk menunjukkan benda atau hal-hal yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan dalam kelas.2. Korelasi. Guru harus menguasai materi/bahan pengajaran. 4. Appersepsi. Evaluasi. Repetisi. maka guru/dosen harus mampu mengajar secara efektif. masing-masing memiliki perbedaan kemampuan belajar. 10.

pengajar. Proses belajar mengajar merupakan implementasi dari serangkaian perencanaan yang telah dilakukan oleh guru dalam bentuk proses interaksi dengan siswa di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan. Hal ini berarti guru memiliki peranan yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. metode. siswa. Guru sebagai pendidik. 9. dalam proses belajar mengajar ini tidak sekedar guru menyampaikan pesan berupa materi pelajaran.5 Proses Belajar Mengajar Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. Proses belajar mengajar dapat dikatakan sebagai proses “pengaturan” lingkungan dan sumber daya yang ada agar terjadi kegiatan belajar (perubahan tingkah laku) pada siswa. Guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pengajaran. alat. Guru hendaknya memotivasi siswa sesuai sasaran dalam belajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar adalah: 1. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas). dan menggunakan media pengajaran secara tepat. bahan. Guru harus mampu mengadakan evaluasi secara tepat sesuai dengan tujuan. Menurut T. dibangun oleh komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. manusia. sumber pelajaran. kegiatan belajar mengajar.5. Guru harus mampu merencanakan. Guru harus mampu memberikan masalah yang merangsang berpikir siswa. 10. Proses belajar mengajar merupakan suatu sistem. komponen-komponen tersebut adalah tujuan. proses belajar mengajar bisa berlangsung secara optimal jika seluruh komponennya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. 8. Ini berarti. ekonomi dan administrasi. Raka Joni. 1. Guru harus menanamkan norma-norma dan nilai kepada anak didiknya. Guru harus mampu dan mau membuat perencanaan sebelum mengajar dan mengimplementasikan dalam kelas. Dalam pelaksanaan tersebut guru merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. Artinya. 1. isi dan struktur bahan pengajaran. evaluasi. Dalam kondisi ini terdapat serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dan terpadu yang berlangsung dalam situasi edukatif.6 Peran Guru Proses pendidikan tampak pada pelaksanaan proses belajar mengajar. 7. melainkan penanaman sikap dan nilai serta keterampilan pada diri siswa yang sedang belajar. 6. membuat. . Komponen proses belajar mengajar tersebut adalah tujuan.

dan sebagainya) 7. Guru sebagai mediator. pesan. Guru sebagai demonstrator. berita. Guru sebagai administrator. Dengan kata lain. pemahaman. Keinginan untuk berhubungan di antara sesamanya sesungguhnya merupakan naluri manusia yang ingin hidup berkelompok atau bermasyarakat. saling interaksi dan saling membutuhkan.2. manusia akan kehilangan hakikatnya sebagai manusia bila ia tidak melakukan kegiatan komunikasi dengan sesamanya. sosial. pekerjaan. nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama antara penyampai pesan sebagai komunikator dan penerima pesan sebagai komunikan. Dengan adanya naluri tersebut komunikasi dapat dikatakan merupakan bagian hakikat dari kehidupannya yang senantiasa hidup bermasyarakat. Guru hendaknya “mengadministrasikan” secara baik komponen yang ada di kelas (mengetahui dan membuat program pengajaran. 1. .7 Proses Belajar Mengajar Sebagai Proses Komunikasi Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah sebuah komunikasi yang dibangun dan dilakukan oleh guru sebagai komunikator dengan siswa sebagai komunikan. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan pada diri siswa. Guru hendaknya senantiasa menguasai bahan yang diajarkan dan mampu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin. Bila dirumuskan lebih luas. 9. waktu senggang) kepada siswa. Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan. Guru sebagai fasilitator. Guru harus memberikan bimbingan (akademik. komunikasi mengandung makna menyebarkan informasi. Guru sebagai pengajar. mengelola kelas. Guru harus mengorganisasikan dan mengelola semua komponen dan kompetensi belajar mengajar. 8. Guru sebagai evaluator. dan keterampilan yang cukup tentang media pendidikan serta menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. 6. 5. pengetahuan. Guru sebagai pembimbing. sesuai dengan nalurinya yang selalu ingin berhubungan satu sama lain. “berpartisipasi”. Guru sebagai pelatih. 3. yaitu communicare yang artinya “memberitahukan”. individu. Guru harus mampu menguasai dan terampil melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan. atau “menjadi milik bersama”. Guru hendaknya memberikan fasilitas yang maksimal agar tujuan pengajaran tercapai. Komunikasi ini merupakan kegiatan manusia. 4.

dan lingkungan. konsep. semakin tidak lancar (gagal) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin sulit pencapaian tujuan. Ini berarti guru/dosen harus dapat meminimalkan gangguan komunikasi yang selalu terjadi dalam setiap kesempatan berkomunikasi dengan taraf yang tidak sama. Wilbur Schramm menjabarkan pengertian komunikasi dalam tiga komponen utama. fakta. 1. Gangguan tersebut dapat dirinci menjadi hambatan psikologis. Sebaliknya. Gangguan ini juga akan berimplikasi pada hasil sebuah komunikasi. gagasan. geografis. pesan yang disampaikan adalah isi pelajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. sign/signal. Keberhasilan komunikasi dalam proses belajar mengajar akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Salurannya adalah media pembelajaran dan penerima pesannya adalah siswa atau guru. Semakin lancar (berhasil) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin mudah pencapaian tujuan.Komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses pengoperan dan penerimaan lambanglambang yang mengandung makna.8 Komponen dan Pola Instruksional . Dalam konteks proses belajar mengajar. atau pernyataan tertentu yang ditujukan kepada dan diterima oleh seseorang atau kelompok. Claude Shannon membuat model komunikasi yang menunjukkan peristiwa komunikasi secara lebih rinci. Encoder (pembuat sandi) adalah komunikator yang mempunyai informasi tertentu dan benar serta mampu mengirimkan informasi tersebut secara tepat pada kecepatan yang optimal. Sumber pesan bisa berupa guru. Shannon melengkapai proses komunikasi dengan adanya gangguan yang terjadi saat berkomunikasi. berita. yaitu encoder. orang lain atau penulis buku dan produser media. fisik. dan decoder. siswa. Sign/signal adalah pesan. dan data dari sumber pesan melalui media/saluran yang sengaja dirancang sehingga dapat diterima oleh penerima pesan atau komunikan. Berdasarkan pemahaman komponen utama komunikasi tersebut. Lebih lanjut. kultural. komunikasi adalah proses penyampaian pesan. Decoder (pemecah sandi) adalah komunikan yang menerima pesan dan mampu memahami pesan yang diterimanya.

com/2010/03/bab-1-konsep-dasarpembelajaran. Orang adalah manusia yang bertindak sebagai penyimpan. dan penyaji pesan. Adapun media pembelajaran tersebut: 1. Lingkungan adalah situasi sekitar pesan diterima. Pola instruksional kombinasi. b) Media audio. orang. Pola instruksional yang merupakan tanggung jawab bersama dosen dan media. Ada lima pola instruksional dimulai dari pola tradisional. Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto. Media visual Media visual termasuk media grtafis. 1. d). dan data. Pola instruksional tradisional.Instruksional merupakan sebuah sistem. maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. 3. yaitu pesan. Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas.. teknik. Bahan adalah sesuatu (biasa pula disebut media atau software) yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri. Media audio visual. e) Media cetakan Sadiman (1986). c) media proyeksi diam. Sumber: http://www. dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. 2. 4. pengolah. bahan. 1982). Adapun macammacam pembelajaran adalah : a) Media visual. Dari macam-macam media visual tersebut diatas. alat. yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Pola instruksional dibantu alat peraga.html#ixzz2JWQHXh6D Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran sangat beraneka ragam. ada . Berdasarkan hasil penelitian para ahli. dan lingkungan. fakta. Teknik adalah prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan.vilila. Pola instruksional dengan media 5. orang. Pesan adalah ajaran atau informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide. Sistem instruksional memiliki beberapa komponen. peralatan. Pola instruksional mengalami perkembangan sangat pesat setelah adanya aplikasi teknologi instruksional dalam pendidikan. Alat adalah sesuatu (biasa disebut hardware atau perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbolsimbol komunikasi visual.

Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa. Bagan/Chart Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. M. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi.Pd Pendidik di Malang . teori. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. 1986). Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman. 1986) 2. Asrori Ardiansyah. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan. yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Media Cetak Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. 1983). media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. Dipublikasikan Oleh: M. Majalah Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. c. penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain : a. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan. c. Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas.tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu : a. karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa. analisis atau penemuan orang lain. membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataankenyataan (Soeparto. Buku Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Gambar merupakan bahasa yang umum. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Peta dan Globe Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil. b. 1984). Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan. juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. Gambar/Foto Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Selain meliputi bahan bacaan. b. Surat kabar atau koran Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah. Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto.

kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.blogspot. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. sarana untuk mengekpresikan dirinya.com Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik.com. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran.Sumber: www.blogspot. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Itulah sebabnya dalam belajar. Pemilihan. penetapan. www. cara berfikir. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. kecerdasan. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Pendahuluan Next Next I. sementara siswa dibuat pasif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Untuk . Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. ide. ketekunan. keterampilan.blogspot. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai.arminaperdana. menetapkan.kabar-pendidikan. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah.com. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. http://grosirlaptop. nilai.

Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. Sehubungan dengan tugas ini. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Jadi. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. . membangkitkan motivasi belajar. ketekunan. kecerdasan. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik.bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. penggunaan metode mengajar. strategi pembelajaran.

Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. keahlian guru dalam mengajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. menetapkan. nilai. sarana untuk mengekpresikan dirinya. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. kecerdasan.Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. penetapan. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. ketekunan. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Pemilihan. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pendahuluan Next Next I. Itulah sebabnya dalam belajar. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. keterampilan. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. ide. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . cara berfikir.

maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Jadi. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. penggunaan metode mengajar. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. strategi pembelajaran. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . Sehubungan dengan tugas ini. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. sementara siswa dibuat pasif. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. membangkitkan motivasi belajar. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar.

Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pemilihan. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. sarana untuk mengekpresikan dirinya. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. menetapkan. cara berfikir. keahlian guru dalam mengajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. ide. kecerdasan. nilai. penetapan. keterampilan. ketekunan. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. ketekunan. kecerdasan. Pendahuluan Next Next I. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. . Itulah sebabnya dalam belajar. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran.

Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. sementara siswa dibuat pasif. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. membangkitkan motivasi belajar. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Jadi. strategi pembelajaran. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. penggunaan metode mengajar. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Sehubungan dengan tugas ini. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. . dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar.Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif.

bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi. Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif.Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya H. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: • • Dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat Terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai[36]. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. Konteks Belajar. seperti uraian berikut ini. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. dan daya penentu. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar . Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar.. Selain itu. b. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. justru karena tujuan itu sendiri. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. bereksplorasi.

Evaluasi . organisasi rangkaian atau urutan dari belajar dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. saran.. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. diskusi dan sebagainya. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. dan individualisasi. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. fokalisasi. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaik-baiknya. Sosialisasi Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. e. Namun demikian. rnelihat eksplorasi dan penernuan. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. suatu soal yang perlu dipecahkan. Timbulnya pertanyaan. 3) Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah. f. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. g. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. sosialisasi. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. Dengan dernikian.2) Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). c. Belajar memang harus merupakan persoalan individual. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. hal ini perlu dikctahui. tetapi sejauh mana percobaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan.

untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kecerdasan. III. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. ketekunan. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. PENDAHULUAN . Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. ketekunan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. kecerdasan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pendahuluan Next Next I. Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. keahlian guru dalam mengajar. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik.Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.

Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Itulah sebabnya dalam belajar. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. keterampilan. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Pemilihan. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. ide. Jadi. cara berfikir. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Sehubungan dengan tugas ini. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. nilai. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha . Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. penggunaan metode mengajar. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. penetapan. sarana untuk mengekpresikan dirinya. menetapkan.Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. sementara siswa dibuat pasif. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. strategi pembelajaran. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar.

sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. membangkitkan motivasi belajar.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. penyesuaian diri. kedua. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha.menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. minat. II.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. sikap. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. watak. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. atau suatu pengertian. tetapi juga berbentuk kecakapan. kelelahan. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. usaha untuk menguasai. . Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. pengertian. keterampilan. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. 1. harga diri. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. penyakit. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience.” Dengan demikian. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. PEMBAHASAN A.

”Guru yang berhasil adalah mengajar murid bagaimana memiliki informasi dalam pembicaraan dan membuatnya menjadi milik mereka. baik kuantitas maupun kualitasnya. Pengertian Efektif Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh. gagasan dan . Menurut Joyce and Weil .[10] Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru. keterampilan. maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. 2. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan. ketekunan. Hakikat Pembelajaran Efektif Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif. 3. Sedangkan pelajar efektif adalah membentuk informasi. kecerdasan. kelas audio visual). sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Artinya. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. makna dan manfaat tertentu.[9] Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh. tetapi lebih menekankan pada internalisasi. dari posisi guru tercipta mengajar efektif. dari posisi murid tercipta belajar efektif. makna dan manfaat tertentu. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah.Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). kapur dan alat belajar). papan tulis. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif.[11] Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik adalah pembelajaran efektif. Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. fasilitas (ruang. material (buku.

yaitu : • • • Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan eterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. melainkan terbuka peluang bagi industri lokal untuk memproduksi alat-alat peraga dan simulasi. 1995: 197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dan diketahui dari nilai hasil ujian semester. Dalam persiapan mengajar. pengaturan ruang kelas. dan hasil-hasil yang diharapkan sesuai denagn tingkat kematangan peserta didik serta latar belakang mereka. satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. siswa dapat mengembangkan pengetahuannya. Guru mengolah kurikulum yang tepat sehingga dengan pemahaman konsep yang benar yang dibentuk siswa. (Daradjat. yang didalamnya para pelajar dapat berinterkasi dan belajar mengetahui bagaimana caranya belajar. Paradigma baru dalam pembelajaran siswa aktif mengharuskan guru untuk mengubah cara pandang terhadap pembelajaran. yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport. Melalui pengalaman tersebut. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran. Proses pembelajaran dengan metode ceramah. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi dan belajar tersebut maka dapat diambil kesimpulan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan. Peran utama dalam pengajaran adalah menciptakan model aktivitas pengajaran kuat dan tangguh. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek. Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik. Intinya adalah aktivitas pengajaran sebagai penataan lingkungan. untuk mencapai pembelajaran aktif. Semakin tinggi dan banyak teknologi didayagunakan dalam dunia pendidikan. Aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental. perasaan dan kesadaran. mendengar dan mencatat hal ini sangat tidak dianjurkan. guru mendominasi pembicaraan sementara siswa terpaksa atau bahkan dipaksa untuk duduk. bahan-bahan. Proses belajar akan berjalan baik jika peserta didik bias melihat hasil yang fositif untuk dirinya dan memperoleh kemajuan-kemajuan jika ia menguasai dan menyelesaikan proses belajarnya.[13] Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. maka semakin terbuka lebar peluang kerja kreatif masyarakat terdidik. Pendayagunaan teknologi pendidikan telah memasyarakat. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan. .kebijaksanaan dari guru mereka dan menggunakan sumber daya belajar secara efektif”[12]. guru lebih memikirkan/memfokuskan penciptaan pengalaman baru bagi siswa. Bukan hanya terpusat pada teknologi informasi. maka pertumbuhan industri pendukung pendidikan juga semakin berkembang. memungkinkan dapat menghubungkannya dengan pemahaman sebelumnya serta membuka peluang untuk mencari dan menemukan pemahaman terhadap konsep baru. Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman.

Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata. sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. akan tetapi juga keberhasilan sebagai indikator kualitas institusi pendidikan di tempat dia belajar. Dan secara fisik. Interaksi belajar yang kondusif. Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. menyenangkan. kemampuan berfikir kritis. membuat peta dan lainlain. terdapat interaksi balajar-mengajar yang bagus. Karakteristik Belajar yang Efektif Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian. dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri. 4. 6. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan ciri[15]: 1. 2. sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain. dapat mengerti kebutuhan siswa. bisa berbentuk anka jiga berbentuk huruf. 7. jika diperlukan Selain itu Ciri pengajaran Efektif juga dapat diketahui dengan: 1. menghargai pendapat orang lain. sehingga keberhasilan belajar dan prestasi dapat dicapai dengan baik sesuai tujuan pembelajaran. 5. 5. mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan. misalnya menyusun intisari pelajaran. tercipta suasana dan iklim pembelajaran yang kondusif. Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul. Penilaian prestasi siswa yang dicantumkan dalam rapot. Para guru diharapkan dan harus mampu menciptakan pembelajaran dengan efektif. 2. Suasana demokratis di sekolah. 4. Prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu yang telah dipelajarinya. memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri.[14] B. 6. Guru-Siswa Suasana demokratis Metode yang bervariasi Bahan belajar bermanfaat Lingkungan kondusif Suasana belajar menunjang . maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. 3. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya. 3. Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. Metode yang bervariasi. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar.Nilai tersebut merupakan nilai yang dapat dijadikan acuan berhasil tidaknya siswa belajar serta dijadikan acuan berhasil tidaknya proses belajar mengajar di kelas. 7. Berpusat pada siswa Interaksi eduktaif. tenggang rasa. yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati.

seperti melakukan praktek di tempat praktek. aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa.Selain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimana Karakteristik Guru Efektif. Memiliki minat terhadap mata pelajaran 2. hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama. seperti bercerita. ruangan cukup terang. membuat surat. seperti mengarang. b. tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. misalnya kesehatan. Adapun karakteristknya yaitu: 1. tetapi melibatkan banyak faktor. melakukan eksprimen dsb. seperti membaca. hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dan keprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. misalnya ruang belajar harus bersih. kenyamanan dan keamanan ruangan kelas dan beberapa faktor lainnya. Kondisi efektif Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. Melibatkan Siswa secara aktif Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa : . Menumbuhkan semangat belajar 4. maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. kendati memang keberadaan guru merupakan faktor penentu dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. d. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif. tergantung pada segi tujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Dalam menciptakan kondisi yang baik. e. Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa 3. kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri. Yang jelas.[16] Keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas memang tidak semata tergantung guru. c. tersedianya fasilitas belajar. dsb. Aktivitas mendengarkan. keamanannya. tanya jawab. seperti mendengarkan penjelasan guru. Aktivitas gerak. Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur. Kedua. dan sebagainya. Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Memiliki sikap terbuka terhadap siswa C. menulis. Setiap jenis aktivitas memiliki kadar atau bobot yang berbeda. membuat karya tulis dsb. tidak gelap dan tidak mengganggu mata. diantaranya keaktifan siswa. Memiliki imajinasi dalam menjelaskan 5. Aktivitas visual. ketentramannya. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal. Menguasai metode/strategi pembelajaran 6. Aktivitas menulis. kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia. umpamanya kebersihan rumah. mendengarkan pengarahan guru dsb. antara lain : a. Aktivitas lisan.

Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat. sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. Guru sering kurang menyadari bahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik. Disinilah sebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Membangkitkan motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. bakat dan kecerdasan siswa. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa : • • • • • • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. Pada awal kegiatan pembelajaran. Menarik minat dan perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar. Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin. 2. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar[18]. Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran. Kemampuan indiviadual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda.[17] 3.1. Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. 3.[19] . 4. bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. 2.

pelayanan individu merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. Setiap sub materi pelajaran yang disajikan harus dapat dimengerti oleh semua siswa. seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk . 5. Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga. bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan keaktifan. pembelajaran yang mengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik. Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar. Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. materi pelajaran tidak boleh diteruskan sebelum materi yang sedang diajarkan dapat diserap oleh seluruh siswa. Sistem pembelajaran individual atau pembelajaran privat. Dalam sistem pembelajaran tuntas. Hal ini senada seperti yang ditulis Madri M. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman kongkret yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas. belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat dan atau melalui lembagalembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok. sebagai berikut : • • • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan. Alat yang dipilih hendaknya tepat. Suasana pembelajaran efektif Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pengajaran sangat tergantung pada kemampuan mengatur kelas yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak didik dapat belajar. Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. memadai dan mudah digunakan. Sebab. bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya. sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. dan Rosmawati. Lihat Selanjutnya D. tanpa terkecuali. tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Oleh karena itu dalam pembelajaran tuntas.Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja.

jenuh/bosan. Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalam pelajaran ini 6. Bangkitnya minat belajar. Perasaan terancam.[20] Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu efektivitas proses belajar mengajar[21] yaitu : 1. adanya rasa takut. Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. suasana belajar yang menyenangkan suasana belajar yang menyenangkan membuat pembelajaran akan berjalan efektif. Perasaan menakutkan. Bersemangat. peserta didik akan lebih Rileks. Bebas dari tekanan.melaksanakan tugas ajar. Selalu bersikap sopan kepada murid. (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan. 3. Menarik. Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid. pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak). suasana pembelajaran monoton.[22] dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran: 1. Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran 5. Suasana pembelajaran yang menyenagkan menghindarkan pembelajaran yang tidak efektif. pembelajaran tidak menarik siswa. Perasaan gembira. Aman. apabila suasana pembelajaran tersebut menyenangkan. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar. karena peserta didik tidak Tertekan.[25] . maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. Perhatian peserta didik tercurah. dituntut mampu menggunakan metode mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik. sehingga dengan hal tersebut siswa tidak akan merasakan tekananan. meningkatkan prestasi belajar siswa. Memanggil setiap murid dengan namanya 2. Suasana bebas Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi siswa dalam berbicara dan atau berpendapat sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran. malu dan lainnya terhadap guru maupun sesame peserta didik. Konsentrasi tinggi. Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara 8.[24] 3. Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran 7. Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap murid tertentu 4.[23] 2. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai Menurut Nasrun dalam forum pendidikan mengemukakan bahwa guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran sesuai dengan materi yang akan di sajikan. merasa tidak berdaya. tidak bersemangat. dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar. malas/tidak berminat. Adanya keterlibatan penuh.

guru juga hendaknya mampu mengelola kelas dengan baik. sehingga siswa dapat belajar optimal. Adapun yang harus dilakukan seorang guru adalah: • • • • • Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif. guru berusaha mendayagunakan potensi kelas. dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif . optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal. . memfokuskan perhatian kepada peserta didik. Tanggung jawab Pendidik Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagai pembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya. Lingkungan kelas hendaknya diatur dan diawasi sedemikian rupa agar kegiatan belajar lebih terarah dan dapat merangsang siswa untuk giat belajar serta aktif mengikuti pelajaran[26]. Upaya Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif Dalam perannya sebagai pengelola kelas.[29] Guru sebagai pembimbing. Guru sebagai pengelolah pengajaran. Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif.[30] Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. 1.[28] Guru sebagai evaluator of learning. aktif. Pendekatan pribadi dimaksudkan untuk lebih mengenal dan memahami murid-murid secara mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruan belajar mengajar. memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah. karena kelas merupakan lingkungan belajar yang paling utama dan merupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan dengan baik. dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. Keberhasilan Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif. dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat. yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar[27].E.

hal ini terlihat bahwa motivasi merupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran. 3. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom management). Penataan Lingkungan Belajar Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataan lingkungan belajar. Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan d. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi. mempunyai keahlian manajemen kelas. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran. cara pengajaran Pendidik Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan.[32] Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesional dalam pelaksanaan pembelajaran. keahlian motivasional. keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. Untuk itu guru harus: a. Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar c. Motif merupakan sebab terjadinya tindakan b. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. dapat di klasifikasikan yang menyangkut : lingkungan (keadaan) fisik. maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara pleksibel. Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru b. 2. strategi pengajaran. Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini. Motivasi perlu dimiliki oleh siswa agar mereka memiliki ketangguhan dalam belajar Motivasi merupakan proses yang kompleks. Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah c. Hal ini karena: a. dan lingkungan sosial. Menurut Milan Rianto. Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswa merupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkan memotivasi siswa yaitu: .[31] Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar.

akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yang signifikan diantaranya: a. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai d. Perubahan bersifat positif aktif e. Rangkaian aktivitas belajar a. Perubahan fungsional d. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan c. Prinsip Pemacu c. Perubahan yang berkesinambungan c. dan terarah 3. serta cara atau strategi pengajaran seorang guru yang profesional. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Prisnip Ganjaran dan Hukuman d. Dengan adanya prinsip belajar ini. Perubahan yang disadari b. F. Perubahan seluruh aspek pribadi b. Perubahan secara permanen f. Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan b. Bentuk pengalaman yang sistematis. Pengembangan minat g. Pemahaman hasil f. Dalam melaksanakan strategi tersebut. Kejelasan dan kedekatan tujuan e. Keteladanan Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka harus terwujud seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran. diperlukan beberapa hal yaitu: 1. Lingkungan yang kondusif h. adanya penataan lingkungan belajar yang baik. Perubuhan yang terarah 2. Esensi Belajar a.a. Prinsip-prinsip belajar Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar . Strategi pembelajaran Efektif Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai[33]. Prinsip Kompetisi b. Proses yang disengaja dan disadari c.

organizing. manajemen pengajaran efektif merupakan serangkaian kegiatan merencanakan. Kualitas Belajar a. secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar. mengorganisasikan. keterampilan. Belajar untuk menjadi diri sendiri b. dan pemahaman terhadap dunia di sekitarnya secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Informasi verbal b. Strategi kognitif d. Stoner mengemukakan bahwa : ”Management is the proses of planing. .d. Hersey dan Blanchard memberi arti pengelolaan sebagai[34] berikut : Management as working with and trough individuals and groups to accomplish organizatinal goals (pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui seseorang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi). Belajar untuk hidup bersama secara damai G. manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) untuk mencapai visi dan misi pengajaran. Sikap e. Hasil Pembelajaran a. Pertama. Belajar untuk belajar c. manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan. Manajemen Pengajaran Efektif Pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu kegiatan. Ketiga. mengendalikan dan mengembangkan segala upaya dalam proses menolong murid mencapai pengetahuan. konsep konkret. leading and controling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals. menggerakkan. baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Respons : aktivitas belajar 4. Belajar untuk berbuat d. Kedua. Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek e. aturan c. kemampuan. Kecakapan motorik 5. Dalam kegiatan mengembangkan aktivitas pengajaran secara efektif sebagaimana dikemukakan diatas terdapat pembaharuan atau perubahan secara inovatif. Kecakapan intelektual : diskriminasi. dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas[35]. Keempat.

pengaturan ruang kelas untuk melayani berbagai aktivitas pengajaran. CD yang berisikan rekaman gambar dari film dan dapat diakses dengan menggunakan komputer. diagram. kunjungan / fiel trif yang memiliki kualifikasi pengetahuan. hal itu mengurangi kreativitas murid. maka guru akan lebih berusaha mencapai prestasi dalam pengelolaan kelas yang lemah. Fungsi manajemen yang baik adalah sebagai alat penghubung kekuatan yang dimiliki murid ke dalam suatu pengalaman pembelajaran produktif jika murid belajar secara efisien. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen dalam suatu model pembelajaran . Manajemen efektif mencakup pengaruh ulang terhadap perilaku diinginkan dan penguatan dari perilaku yang diinginkan. Pembelajaran yang terobsesi seharusnya dijadikan model oleh para guru. Hal itu seharusnya muncul untuk murid bahwa manajemen dilaksanakan oleh guru untuk memelihara pembelajaran murid dan mengembangkan inovasi aktivitas pengajaran. Manajemen efektif mendorong keberhasilan murid.Berbagai sumber daya pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran antara lain : Pertama. Film. Manajemen efektif melibatkan perhatian dan pengembangan inovasi. Tentu saja.dll. Kedua. buku-buku pelajaran. outline yang dapat melayani tujuan pengajaran selama proses aktivitas pengajaran. Vidiotapes. Ketiga. dan sikap kepada pelajar. tidak ada cetak biru/pedoman yang sederhana bagi manajemen kelas yang efektif. berbagai tulisan/paper. Keenam. Guru tidak seharusnya menghukum dengan marah atau putus asa. Guru-guru adalah model dari perilaku yang diterima. Keenam. Para guru harus bekerja dalam cara yang sama untuk pengungkapan yang sama dari perilaku salah. Kelima. peralatan pengajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran. Problem manajemen mungkin saja tidak menghargai kualitas sistem pengajaran. Keberhasilan meningkatkan penghargaan kepada murid jika murid-murid berprestasi. Keadaan ini menyebabkan pola kerja yang konsisten dan bebas dari kebingungan dan disiplin yang kurang terstruktur untuk menghasilkan penuh kreativitas mereka. Keempat. keterampilan. Manajemen efektif bebas dan tidak terbatas. Efektifitas manajemen bersifat konsisten. Guru harus menentukan kebutuhan murid-murid dengan mengembangkan suatu sistem manajemen untuk keseharian kepada kebutuhan kepribadian anak yang diharapkan berinteraksi terhadap prestasi tertentu. yaitu : • • • • • • • • • Manajemen efektif adalah hasil dari sejumlah faktor. guru pun seharusnya jangan takut untuk amarah sepanjang marah itu tidak mengurangi motivasi dan hukuman yang diberikan. maka harga diri dan dorongan untuk berprestasi semakin tinggi. ada hasil perasaan puas. Banyak guru mempercayai bahwa jika manajemen terlalu terstruktur. penggunaan gambar-gambar. . Bagaimanapun manajemen efektif memberikan kepada murid dengan pedoman yang jelas dan bekerja. Ketujuh.

Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. guru-guru. keahlian guru dalam mengajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. kecerdasan. Bekerja secara konsisten menuju tujuan yang sama. orang tua. Untuk keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. dan profesional pendidikan lainnya. Ketiga. menurut Urlich dkk ada tiga perlakuan yang harus dilakukan guru yaitu : Pertama. They are well organized in their planing.saya yakin Sobat orang yang baik. kepala sekolah. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. maka secara ikhlas saya mengijinkannya.• Manajemen efektif menuntut teamworks. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Kedua. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. ketekunan. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. they communikate effectively with their students. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya.Salam saya Ibrahim Lubis. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Lihat selanjutnya III. and. email :ibrahimstwo0@gmail.. . they have high expectations of their student.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. masyarakat.

1989) Nasrun. Wasty. 2008) Semiawan.Tri wibowo B. 1996). Milan.Bruce dan Marrsha Weil. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Oemar. TT) Hamalik. 2007) cet.tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.Salam saya Ibrahim Lubis. Metode... (London .S.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. 46 [2] Ngalim purwanto. 2002) http://id. Kurikulum dan Pembelajaran. Hadari. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. 1995) W. Models of teaching (University of California: Allyn and Bacon. 2009) Rianto. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. Marsha Weil. Gulo. (Bandung : Falah Production .1996). 2007) Rosyada.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Dede. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. Imtima. Sri Esti Wuryani. Allyn Bacon. Bumi Aksara. Belajar dan Faktor . John W.11 Prayitno. educational Psychology. 2001) Purwanto. Cony. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa.com/social-sciences/education/2129621. email :ibrahimstwo0@gmail. Media. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK.shvoong. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. Models of Teaching. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). H. Ngalim. Soemanto.com Lihat daftar pustaka dan Footnote DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Manajemen Pembelajaran. 84 . Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Joyce. E. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. h. 2002. 2003) Nawawi. 2004) Santrock. pembelajaran efektif. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. 2004). Syafaruddin dan Irwan Nasution. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia.saya yakin Sobat orang yang baik. 1990) Slameto.. Terj.2005) Joyce. 1998. Jakarta : PT.1996) Footnote • • [1] Bruce R.

Models of Teaching.edu/Direktori/FIP/ SUHERMAN/BIMB_BELAJAR_EFEKTIF). [21] Mary Underwood. Allyn Bacon.1996). 7 [33]Suherman. Manajemen Pembelajaran. [22] Cony Semiawan.. ( Jurnal Pembelajaran. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. 03. Pengelolaan Kelas yang Efektif suatu Pendekatan Praktis.11. 2008). h. h. h. 2009). 329 [4] Prayitno. dan Rosmawati.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • [3] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. TT). 1 [32] Santrock. h. Santrock. Desember 2004 ). 56 [9] E. Teaching Strategies. h. Strategi Belajar Efektif (Universitas Pendidikan Indonesia: http://file. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. Op Cit. Bumi Aksara. 1989). 1963). 121 . Gulo.2005) [36] M. 63 [23] http://id. Media. 35 [35] Syafaruddin dan Irwan Nasution. 201 [5] Syaiful Bahri Djamarah.428.com/social-sciences/education/2129621.upi. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta. 1990). h. 21 [6] Wasty Soemanto.S.. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. h. 117. Brace & World. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. h. 113 [20] Madri M. h. pembelajaran efektif. 274.Tri wibowo B. 27.. Raka Joni.shvoong. 2007). h. [26] Rosyada. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. [15] Slameto. h 39. Op Cit. Op Cit... h. 1980). Bruce dan Marrsha Weil. hlm.Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta : PT. Donald. diunduh pada tanggal 2 januari 2012 [34] Urlich. 94-97 [16] Ibid [17] Rosyada. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. (Penerbit Arcan. Educational psychology (New York: Harcourt. Vol. 100 [14] Hadari Nawawi. 1983).dkk. 2002). h. C. h. 149 [10] Sri Esti Wuryani Djiwandono. Metode.2000). Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. No. 2007) cet. 2002). h. educational Psychology. 2001). Belajar dan Faktor . 1998). 75-76 [12] Joyce. Terj. Pemahaman Guru Tentang Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. h. 129 [18] John W. h. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB [24] W. h. 85 [25] Nasrun. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. 123 [27] Santrock. 2003). 7-8 [28] Ibid [29] Rosyada. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. 47 [8] Oemar Hamalik. (London . 148 [30] Santrock. (Massachusset: Heath an Company. h. Imtima. Op Cit. h. h. 104 [7] Lee Joseph Cronbach. Entang dan T. h. 9 [31] Milan Rianto. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. Op Cit.. 1995). Op Cit.. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. h. h. Mulyasa. h. 1994). Op Cit. h. 9 [19] Rosyada. h. 226-227 [11] Slameto. Psikologi Pendidika : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta. Pengelolaan Kelas (Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud. Op cit. 45 [13] Dede Rosyada. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. 2004)..

lingkungan sekolah. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. perasaan. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. dan papan. pandai dan berakhla. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif.com Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku. Dari ketiga lingkungan tersebut.Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. dan moral anak.Salam saya Ibrahim Lubis. dan lingkungan masyarakat[1]. email :ibrahimstwo0@gmail. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Berbicara masalah pendidikan. email :ibrahimstwo0@gmail. dan budi pekerti. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. yaitu lingkungan keluarga.saya yakin Sobat orang yang baik. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. yang dikenal dengan tripusat pendidikan.. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.saya yakin Sobat orang yang baik. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. pangan. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. membimbing. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak.Salam saya Ibrahim Lubis. watak. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan..com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini.

Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. diantaranya: • Stoops. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan. buku-buku pelajaran. dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat.menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. dan dan tidak saying padanya. misalnya. dan mempengaruhi sikap. sehingga akan menjadikannya berprestasi. Miller. mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ). membimbing. menuntut kejalan yang benar. mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal. perasaan. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat. . dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. dibatasi kebebasannya.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan. • b. a.

Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu prestasi menurut S. Namun.c. d. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. Sejak zaman dahulu.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan).[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. Jadi. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. karena . dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. e. Sedangkan menurut winkel. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. a. prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua.

Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan. dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. yaitu mendidik. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. .[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan. karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. membimbing. perhatian. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya. apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Dengan tersebut. rasa marah. karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi. dan benci. berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan. maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian. Namun. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting. menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi.orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. maupun aturan. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan.

Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima. peraturan. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar . disiplin. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak. Belajar adalah berusaha. serta tanggapan terhadap anaknya. Untuk menjadikan prestasi belajar baik. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. maka wajib untuk seorang siswa belajar. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. D. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Dalam membimbing. hadiah dan hukuman. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : . karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran.Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian. b.

Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. pangan. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. Membantu mengatasi masalah anak 6. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. dan budi pekerti. watak. Memberi penghargaan terhadap anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. lingkungan sekolah. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. yang dikenal dengan tripusat pendidikan.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. perasaan. membimbing. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. dan moral anak. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. pandai dan berakhla.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. Memberi pengarahan. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Kedisiplinan b. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. Harus disertai kasih saying 2. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. dan lingkungan masyarakat[1]. yaitu lingkungan keluarga. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. Dari ketiga lingkungan tersebut. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. dan papan. Memberi dukungan terhadap anak e. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. Berbicara masalah pendidikan. Memotivasi belajar c.

menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, misalnya, buku-buku pelajaran. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, dan dan tidak saying padanya. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun, dan mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ), karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan, membimbing, menuntut kejalan yang benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan, diantaranya:

Stoops, mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal, dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Miller, mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

b. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya, sehingga akan menjadikannya berprestasi. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya.

c. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Sedangkan menurut winkel, prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Selain itu prestasi menurut S. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Jadi, dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. d. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya, selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. e. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. a. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Sejak zaman dahulu, orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Namun, dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua, karena

orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting, karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Dengan tersebut, maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan, karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar, yaitu mendidik, membimbing, menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya, karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Namun, apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang, perhatian, dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan, rasa marah, dan benci. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian, maupun aturan, maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan.

Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap anaknya. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. b. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Untuk menjadikan prestasi belajar baik, maka wajib untuk seorang siswa belajar. Belajar adalah berusaha, berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua, karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar , orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Dalam membimbing, orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak, karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. D. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

peringatan dan mengontrol aktivitas anak d.html http://www.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua. Memotivasi belajar c. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Harus disertai kasih saying 2. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. Memberi pengarahan.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasi-siswa http://www. Memberi Dorongan Positif pada Anak. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Poerwadarminto.html .ilmiah-tesis. 2004 Jim Taylor.J. Bulan Bintang : Jakarta.psb-psma. Memberi penghargaan terhadap anak Daftar Pustaka Imaduddin Ismail. Remaja dan Keluarga. Membantu mengatasi masalah anak 6.com/2008/06 makalah-psikologi-tentang-bimbingan. 2004 W. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7.S.blogspot. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. Kedisiplinan b.Gunarsa. PT. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Balai Pustaka : Jakarta. Psikologi Praktis : Anak.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa.blogspot.Gunarsa dan Yulia Singgih D. 1980 Singgih D.anakciremai. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4.com/2011/04/makalahbimbingan-orang-tua-terhadap.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik.html http://heru-id. Memberi dukungan terhadap anak e.html http://aggilnet. 1989 http://www. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi.

PT.J.Gunarsa. di download 3 April 2011 [2] http://www. hal : 129 [6] Imaduddin Ismail.html. di download 8 April 2011 [4] Singgih D. 2004. Pendahuluan Berkembangnya ilmu pendidikan islam dalam dunia ilmiah menempatkan posisinya sebagai sebuah pelajaran yang harus dipelajari secara lebih fokus dan konsekuen.blogspot. 2004. Balai Pustaka : Jakarta. hal : 13 [7] W.html. opcit.J. Poerwadarminto. hal : 6 [12] Imaduddin Ismail.ilmiah-tesis. hal : 126 [11] W.psb-psma. Poerwadarminto.com/2008/06makalah-psikologi-tentang-bimbingan. Bulan Bintang : Jakarta. di download 8 April 2011 [9] Ibid [10] Jim Taylor. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Zakiah darajat dan dra. Kamus Besar Bahasa Indonesia.--------------------[1] http://www. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. Psikologi Praktis : Anak.html. di download 3 April 2011 [3] http://www.D.S. Memberi Dorongan Positif pada Anak. Ilmu pendidikan islam berkembang bukan dalam hal bagaimana supaya mengetahui cara syariat-syariat islam atau mengetahui diwajibkanya sesuatu seperti bagaimana kita shalat. hal : 71 Metode pendidikan Islam menurut dra. hal : 73 [8] http://heru-id. Nur uhbiyati A. ph. Remaja dan Keluarga. hal : 244 [5] Jim Taylor.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. 1980.S. opcit. opcit.anakciremai. 1989.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasisiswa. .Gunarsa dan Yulia Singgih D.

Akan tetapi ilmu ini lahir sebagai sosok ilmu yang baru tentang bagaimana menyampaikan pendidikan yang terbaik melalui sesuatu metode yang tepat atau cara yang terbaik bagi sipendidik dan yang terdidik. Ahmad D. Hj. Sebelum saya membahas mengenai metode-metode pendidikan islam. Pengertian Metode Pendidikan Islam 1. maka terciptalah Ilmu Pendidikan Islam. Nur uhbiyati B. sistem atau ketertiban dalam mengajarkan sesuatu. Zakiah darajat dan dra. Seperti yang telah tertulis tersebut diatas. apa saja yang dipelajari.puasa. hal tersebut apabila di tulis hanya kata-kata “Ilmu Pendidikan” maka kata-kata ini sangat umum yang bisa berarti pendidikan modern.” Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita [1] 2. Nur Uhbiyati dalam bukunya yang bejudul Ilmu Pendidikan Islam dan pembahasanya juga tidak terlalu sempit karena mencakup ilmu pendidikan secara islami. haji. marimba yang telah dikutip oleh Dra. alangkah lebih baiknya apabila terlebih dahulu dabahas tentang apa yang dinamakan metode itu sendiri dan juga pengertian pemdidikan islam PEMBAHASAN Metode pendidikan Islam menurut dra. ataupun Non-islam. Perlunya diadakan penelitian tentang adanya sebuah metode yang tepat bagi pendidikan. hanya lebih cendrung kepada kata-kata “Kepribadian Muslim” seperti yang telah dikatakan oleh Drs. pendidikan islam. pendidikan tradisional. Ilmu ini tidak terlalu berbeda dengan ilmu-ilmu umum yang lainya. dan apa tujuanya. zakat. tetapi hanya sekedar membahas dari segi metode atau cara-caranya saja. Karena itulah memakai kata-kata Ilmu Pendidikan Islam. Pengertian Pendidikan Islam Sedangkan Pendidikan Islam yaitu “suatu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan berdasarkan normanorma yang islami agar terbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim” [2] Sedangkan Pendidikan Islam menurut Abdurrahman Annahlawi yang dikutip oleh Nur Uhbiyati dalam buku Ilmu Pendidikan Islam yaitu: ‫التربية السلميه هي التنظيم المنفسي والجتماعي الذي يوءدي اعتناق السلم وتطبيقة‬ . yaitu metode pendidikan islam. atau kegiatan ritual yang lainya. cara. dalam bahasa arab metode disebut “tariqah” artinya yaitu “jalan. maka saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa obyek ilmu ini. Pengertian metode Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “meta” yang berarti “melalui” dan “hodos” yang berarti “jalan atau ke atau cara ke”.

Nur uhbiyati bahwa yang dinamakan Metode Pendidikan Islam ialah “suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik agar terbentuk kepribadian muslim” [6] C. Hj. maka siterdidik akan merasa kesulitan untuk mudah memahaminya dan juga sebaliknya. Contohnya seorang guru apabila mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai cara atau metode yang tepat. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antara sipendidik dan siterdidik harus sama-sama mempunyai potensi yang baik. Tetapi yang harus lebih berpotensi itu sipendidik karena dari sipendidik itulah segalanya akan ditiru oleh siterdidik baik perkataan maupun perbuatan. Nur Uhbiyati bahwa pengertian pendidikan islam itu adalah “bimbingan yang dilakukan oleh seseorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim”[5] Para ahli dalam mendefinisikan pendidikan islam sangat beragam dan berbeda–beda. Zakiah Darajat yang mendefinisikan pendidikan islam dengan sangat ringkas yaitu “pembentukan kepribadian muslim”[4] Lain lagi kalau menurut Dra. ada yang mendefinisikan dengan melihat siterdidik tanpa melihat sipendidik . Jadi bisa diambil kesimpulan dari uraian-uraian diatas sebagaimana disimpulkan oleh Dra. Pembahasan Sebenarnya kalau membahas tentang metode atau cara mendidik yang efektf al Qur’an sendiri telah banyak memberikan contoh seperti pada al qur’an surat luqman ayat: 12-19 yang berbunyi: ٌ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ ُ ْ َ َ ٌ َِ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد اتينا لقمن الحكمة ان شكرل ومن يشكر فا نما يشكر لنفسه ومن كفر فان ال غني حميد‬ َ ْ ‫0 واذ قا ل لقمن لبنيه وهويعظه يبني ل تشركِبا ل ان شرك لظلم عظيم0 ووصينا الءنسان بولديه حملته ام نه وهنننا‬ ً ْ َ ُ ُ ُ ُ ْ ََ َ ِ ْ َ َِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ َِ َ ‫ع َ وهن وفصا له فى عا مين عن ا شكر لي ولو لديك اءلي المصير 0 واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك بننه‬ ْ ِ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ٍ ْ َ ‫َل‬ ‫علم فل تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم اء الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتنم تعملنون‬ ‫0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الرض ياءت بهننا الن ان الن لطيننف‬ . ada yang hanya melihat dari sisi kemaslahatanya saja. ada juga yang sebaliknya yaitu mendefinisikan hanya melihat sipendidik tanpa melihat siterdidik.‫كليا فى حياة الفرد والجماعة‬ “Pendidikan islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif”[3] Pendapat diaatas sangat jauh bereda dengan pendapatnya Dra. Padahal antara sipendidik dengan yang terdidik itu saling mempengaruhi satu sama lainya.

dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. dan barang siapa yang tidak bersyukur. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Hdan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. (Luqman berkata): Hai anaku. maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya). maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku. hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu.” (HR. janganlah kamu mempersekutukan allah. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut: ‫مرو ا الصبي با لصلة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها‬ “Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui.‫خبير 0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم المننر 0 ولتصننعر‬ ‫خدك للناس ول تمش فى الرض مرحا ان ال ليحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صننوتك ان‬ ‫انكرالصوة لصوت الحمير‬ “Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah. Tirmizi) . Luqman: 12-19) Dan Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya seburuk-burku suara adalah suara keledai. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu. Hai anaku. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”[7] (QS. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu.

Menyalurkan Kekuatan. Nur Uhbiyati yang mengutip dari Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut Tarbiyah Islamiyah menyatakan bahwa teknik metode pendidikan islam itu ada delapan macam yaitu: • • • • • • • • Pendidikan Melalui Teladan yaitu: merupakan salah satu teknik pedidikan yang efektif dan sukses. Pendidikan Melalui Nasihat. menggunakan dua macam metode yang sangat terkenal yaitu: sistem Sorogan atau di sebut juga sistem bandongan dan juga sistem Wetonan. Hidup ini penuh perjuangan daan merupakan pengalaman-pengalaman dengan berbagai peristiwa. komputer dan lain sebagainya. Didalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar. baik yang timbul karena tindakanya sendiri. hukuman sebenarnya tidak mutlak diperlukan . Apabila islam menyalurkan kekuatan tubuh dan jiwa ketka sudah menumpuk dan tidak menyimpanya karena penuh resiko maka islam sekaligus juga tidak senang kepada kekosongan . Cerita mempunyai daya tarik yang mennyentuh perasaan manusia. Teknik islam dalam membina manusia dan juga dalam meperbaikinya adalah mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa. Adapun Metode yang digunakan oleh Dra. maupun karena sebab-sebab diluar kemampuanya. Pendidikan Melalui Hukuman. mengasuh dan mendidik jiwa. ada juga orang-orang yang cukup dengan teladan dan nasehat saja. Pendidikan Melalui Peristiwa-peristiwa. Apabila teladan dan nasehat tdak mempan. Maka dari itulah metode menurut Dra. Jakiah Drajat dalam bukunya yaitu Pendidikan Islam mengatakan bahwa metode yang akurat adalah bagaimana caranya mengunakan alat yang serba canggih itu supaya mudah menyampaikan materi kepada anak-anak didik. sebab bagaimanapun cerita sudah merajut hati manusia dan akan mempengaruh kehidupan mereka. Hj. pembawaan itu biasanya tidak tetap dan oleh karena itu kata-kata harus diulang-ulang. ada yang mengunakan televisi. tindakan tegas itu adalah hikuman. maka letakanlah persoalan di tempat yang benar. Pendidikan Melalui Cerita.Di dalam pondok pesantren yang merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam Formal tertua di indonesia. oleh karena itu pengaruhnya tidak boleh hanya sebentar itu saja.[8] Pada jaman sekarang pendidikan sangat beragam dan menggunakan alat yang serba canggih. ia mesti menggnakanya untuk membina. Mengisi Kekosongan. Kebiasaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena itu menghemat banyak sekali kekuatan manusia karena sudah kebiasaan yang mudah melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatn yang bermanfaat. Guru yang baik tidak akan membiarkan peristiwa peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa di ambil menjadi pengalaman yang berharga. . Pendidikan Melalui kebiasaan.

Juz 22 [8] Dra. Itulah sebabnya memandikan jenazah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan segera. mengantar jenazah. loc. hal. (Bandung : CV Pustaka Setia. DKK. Nur uhbiyati Loc. membesuk orang sakit.Footnote ______________ [1] Dra. mendatangi undangan. Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan Islam. prinsip-prinsip dan metode pendidikan islam dalam keluarga di sekolah dan di masyarakat. Dan apabila hal tersebut telah dilaksanakan. Cit [7] H. Dalil mengenai kewajiban seorang muslim untuk memandikan jenazah terdapat dalam hadis yang disabdakan Rasulullah Saw yaitu: Dari Abu Hurairah r. Zakiah Drajat.2006). Al qur’an dan Terjemah Al-Jumanatul Ali. Jilid I. Oleh karena itu. Memandikan jenazah merupakan bahagian dari fardhu kifayah dalam mengurus jenazah. 28 [5] Dr.a berkata. “hak seorang Muslim yang lain ada lima hal: menjawab salam. apabila tidak seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh bahagian kampung dan penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa. . fadli Abdurrahman. Jenazah pun harus dimandikan sebelum dishalatkan dan dikuburkan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Heri nur Ali. aku mendengar Rasulllulah saw bersabda. dan menjawab orang bersin. 1998).1989). namun sebagaimana yang diketahui bahwa memandikan jenazah merupakan bahagian fardhu kifayah dalam pengurusan jenazah. (Bandung: CV. Cit Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah (Proses tata cara dalam melaksanakan bahagian fardhu kifayah dalam memandikan jenazah) Oleh: Ibrahim Lubis A. hal. (Bandung: CV Penerbit J-ART).hal. memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan. Hj. Ilmu pendidikan Islam. PENDAHULUAN Seperti orang yang hidup. alih bahasa Drs. Diponegoro. Nur Uhbiyati. Nur uhbiyati. (Jakarta: Bumi Aksara. Cit [6] Dr.” (HR Bukhari) Walaupun kata memandikan dalam hadis diatas tidak ada. Loc. maka putuslah kewajiban penduduk muslim setempat [1]. 2 [2] Ibid [3] Abdurrahman Annahlawi. 273-277 [4] Dr. Hj.203 [9] H Fadli Abdurrahman. dkk Loc. Cit hal.

Lengkap tubuhnya atau ada bahagian tubuhnya walaupun sedikit c. sehingga jenazah yang akan dikafani terus dishalatkan telah suci dari hadas dan najis.Dalam Makalah ini saya Ibrahim Lubis[2] akan membahas mengenai makalah yang berjudul “Tata Cara Memandikan Jenazah” B. suci dan halalnya air. karena ia termasuk bagian dari ibadah. utamanya bagian kemaluan. semua itu harus dipenuhi dalam memandikan mayat[4]. namun perbedaannya adalah orang yang hidup mandi sendiri sedangkan jenazah harus dimandikan. Jenazah tersebut bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah). mayat itu islam b. maka yang harus dilakukan adalah memandikannya. Menghilangkan najis dari badan mayat terlebih dahulu. kemudian meratakan air ke seleruh tubuhnya. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan dalam memandikan jenazah. sebelum ia dishalatkan. ini harus di usahakan dengan hati-hati upaya mayat tersebut tidak membawa kotoran ke hadapan Allah[3]. Memandikan jenazah dimaksudkan agar segala bentuk hadas dan najis yang ada pada jenazah tersebut hilang dan bersih. 2. Syarat Memandikan Jenazah Adapun syarat wajib memandikan jenazah yaitu : a. dan tidak adanya penghalang yang dapat mencegah sampainya air ke kulit mayat. Pada dasarnya memandikan jenazah sama saja dengan mandinya orang yang hidup. tidak saja meratakan air keseluruh tubuh. Memandikan jenazah adalah hal yang harus dilakukan atas jenazah seorang muslim. Mandi ini dilakukan dengan cara membersihkan segala najis yang ada di badannya dahulu. Hukum Memandikan Jenazah . Dalam memandikan mayat wajib adanya niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. 3. Demikian pula muthlak. PEMBAHASAN Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah 1. namun dalam memandikannya juga harus dengan hatihati dan lemah lembut. Mengurus Jenazah Sebelum Jenazah dishalatkan.

kecuali istri dan muhrimnya. Tujuan menjaga dan membatasi bagi orang yang ingin memandikan jenazah adalah agar tidak terjadi fitnah yang dapat memalukan keluarga jenazah tersebut. hukumnya adalah fardhu kifayah artinya bila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh mukallaf[5]. Jenazah orang kafir tidak wajib dimandikan. c. sebab ia tentu lebih tahu mengenali si mayit daripada anak si mayit tersebut. Kemudian keluarga terdekat si mayit. .” Janin yang dibawah usia empat bulan tidak perlu dimandikan.Jumhur Ulama atau golongan terbesar dari ulama berpendapat bahwa memandikan mayat muslim. Jenazah yang boleh dimandikan Jenazah yang wajib dimandikan adalah orang Islam dan orang yang meninggal bukan karena mati syahid di Medan pertempuran[6] b. hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerahasian aib atau cacat penyakit yang masih ada di dalam tubuh jenazah tersebut. laki-laki tidak boleh memandikan mayat perempuan kecuali suami atau muhrimnya[9]. Jika mayat perempuan. hendaklah dimandikan permpuan pula. Ini pernah dilakkan Nabi saw terhadap paman beliau yang kafir [10]. 4. Cukup digali lubang dan dikebumikan. Juga berdasarkan firman Allah SWT: “Dan janganlah sekali-kali kamu menyalatkan jenazah salah seorang yang mati diantara mereka. Klasifikasi dalam Memandikan Jenazah Klasifikasi ini bertujuan untuk memberikan perbedaan dalam memandikan jenazah. dan dishalatkan. Orang Yang Berhak Memandikan Tidak semua orang berhak dalam memandikan jenazah. Berikut 2 hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memandikan jenazah. Hal ini disebabkan bahwa tidak semua jenazah yang ada dapat atau harus dimandikan. dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya[8]. Adapun Orang yang berhak memandikan Jenazah Adalah: • • • Apabila mayat itu laki-laki. perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki. a. hendaklah memandikannya laki-laki pula. Orang Yang berhak memandikan Jenazah adalah orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya)[10] Kemudian bapaknya. dikafani. Jenazah yang tidak perlu dimandikan Jenazah yang tidak boleh dimandikan adalah jenazah yang mati syahid di medan pertempuran karena setiap luka atau setetes darah akan semerbak dengan bau wangi pada hari Kiamat[7].

aurat jenzah harus senantiasa agar tidak terlihat . akulah yang memandikan jenazahmu” [12] 5. Bersihkan tubuhnya dengan air dan miringkan ke kanan serta ke kiri. Persiapan Sebelum Memandikan Jenazah Sebelum Memandikan jenazah. baik dinding maupun atapnya agar aurat dan cela jenazah tidak terlihat. usahakan kepala lebih tinggi dari kaki Tempat jenazah harus tertutup. kemudian seluruh tubuh jenazah diberi sabun termasuk pada lipatan-lipatan yang ada. Kapas. Proses dan Tata Cara Memandikan Jenazah • • • • • • • • • Meletakkan jenazah diatas dipan atau meja.[15] Siram dari mulai yang kanan anggota wudhu dengan bilangan gasal menggunakan air dan daun bidara. Kemudian ibunya lalu anak perempuannya setelah itu keluarga terdekat. kapur barus. Menutup aurat jenazah dengan handuk besar dan kain. b. sebab jika kamu wafat sebelumku. Dipersiapkan kain kafan tergantung jenis kelamin. Meja besar atau dipan yang cukup dan kuat serta tahan air untuk tempat meletakkan jenazah ketika dimandikan Handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambut si jenazah. Seorang suami boleh memandikan jenazah istrinya berdasarkan sabda Nabi saw kepada’Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Tentu tidak ada yang membuatmu gundah. Untuk jenazah putra dari pusar sampai lutut. daun bidara. boleh juga menyiapkan air sebanyak tiga ember besar. Selama memandikan. Basuhlah jenazah sebagaimana cara berwudhu. adapun Halhal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pemandian adalah: • • • • • • • • Masker dan kaos tangan untuk memandikan jenazah agar terhindar dari kuman jika si jenazah memiliki penyakit. sedangkan untuk jenazah perempuan dari dada sampai mata kaki. atau wewangian yang lain serta bedak.• • Jenazah wanita dimandikan oleh pemegang wasiatnya[11] . Bersihkan kotoran dengan cara mengangkat pundak dan kepala sambil menekan perut dan dada Memiringkan ke kanan dan ke kiri sambil ditekan dengan mempergunakan sarung tangan atau kain perca dan disiram berkali-kali agar kotoran hilang. Sabun atau bahan lainnya untuk membersihkan tubuh si jenazah Sampo untuk mengeramasi rambut si jenazah agar bersih dari kuman dan kotoran Air secukupnya untuk proses memandikan. Boleh memakai air yang dialiri oleh selang. Tata cara Dalam memandikan jenazah a. Maka harus dilakukan beberapa Persiapan.

[3] Antara tiga kali mandi tersebut. Setiap mayat muslim itu wajib di mandiakn dengan tiga kali . karena dikhawatirkan air tersebut menjadi air mudhaf. kemudian siramlah seluruh tubuhnya dengan air secara merata.[16] Siramkan pada siraman yang terakhir dengan kapur barus dan miringkan ke kanan dan ke kiri agar air keluar dari mulutnya dan dari lubang yang lain. dan ketiga anggota tubuh yang kiri. menekan keras-keras perut si mayat. c. yaitu cara. lalu anggota tubuh yang kanan. kewmudian ditutup dengan kain yang kering agar auratnya tetap tertutup. 2. dan kalau ada yang tercabut. dan tutuplah auratnya dengan kain atau semisalnya. asal memenuhi arti mandi yang dengan demikian maka terlepaslah kita dari dosa. maka tidak boleh dicampur dengan kapur . utamanya bagian kemaluan. yakni dimulai dengan kepala berikut leher. diwajibkan pula tertib antara anggota tubuh yang tiga. rambut jenazah dikeramas dan disiram agar bersih. maka rambut itu harus dikembalikan dan ditanam bersamanya. Dan jika jenazahnya wanita. b. supaya isinya yang mungkin masih tersisa keluar. setelah rambutnya dikeringkan kemudian dipintal menjadi tiga. diatas tempat yang tinggi. yang mempunyai dua macam cara.[4] 1. . kemudian dibersihkan pula mulut dan lubang hidungnya lantas diwudhukan seperti wudhu orang yang hidup. badannya dikeringkan dengan handuk. air sabun dan air yang bercampur dengan kapur barus. Bersihkan segala najis yang ada di badannya. Daun bidara dan kapur yang dicampur dengan air itu jangan terlalu banyak. condong ke belakang. Setelah selesai. pertama dengan air yang dicampur sedikit kapur dan bidara . Sesudah itu balutlah tangan kiri itu dengan kain atau sarung tangan dan dibasuh kemaluannya dan dubur si mayat. Apabila sudah selesai kesemuanya yang terakhir adalah di wudhukan. kedua dengan air yang dicapur sedikit kapur kecuali yang mati dalam keadaan ihram. ketiga dengan aiir murnbi tanpa dicampur apapun. • Pekerjaan yang pertama-tama dilakukan dalam menyelenggarakan urusan mayit adalah memandikannya. papan umpamanya. sehingga tidak dapat menyucikan. inilah asal najis yang barangkali ada pada tubuh si mayat hilang. Mayat didudukkan di temapt mandi. Kepala dan wajah si mayat di basuh dengan sabun atau bisa juga digunakan dengan pembersih lainnya. yaitu cara yang sempurna sehingga memenuhi as-sunnah yakni agar orang memandikan mayit melakukan hal-hal berikut : a. letakkanlah mayit di tempat kosong. Dilepas rambutnya kalau dia mempunyai rambut yang panjang. sedang kepalanya di sandarkan pada tangan kirinya.• • • • Kemudian. kemudian meratakan air ke seluruh tubuh atau sebaiknya tiga kali yaitu dengan air yang bersih.

d. hlm. 2011 Tohaputra. Fiqih Iman Ja`far Shadiq. Kesimpulan Di dalam memandikan mayat harus teliti supaya mayat itu tidak membawa kotoran ke hadapan Allah. setelah semuanya siap. A dan Sudarsono. kemudian sisi belakang sebelah kiri. C. Jakarta : lentera. Semarang : CV Asy Syifa`. Muqhniyah. Dasar-Dasar Agama Islam. Di dalam memandikan mayat terlebih dahulu adalah niat. Fiqih Imam Ja`far Shadiq. Demikianlah isi makalah saya ini dan sebelumnya penulis terlebih dahulu mohon maaf kepada bapak atas kekurangan yang terdapat di dalam makalah saya ini. 90 [5] Sayyid Sabiq. Abu Hasan Al-Maidani. 2011. Dasar-Dasar Agama Islam. PENUTUP 1. Kemudian siramlah tubuhnya sebelah kanan baru sebelah kiri sampai air itu merata dalam tubuhnya. DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • Al-Atsari. Sumaji. Sabiq. 13-18 [7] Muhammad Anis Sumaji. Perut si mayat harus di tekan. Ahmad. karena saya sudah mengetahui lebih jelas lagi tentang cara-cara memandikan mayat. Shalat Jenazah (TP. 1992. 2001. Munir dan Sudarsono. 1998 Munir. (Jakarta : Rineka Cipta. hlm. Umar Anshary. Bandung : PT Al-ma`arif. (Bandung : PT Al-ma`arif. TT. Al-Qur’an dan Terjemahannya. 22-23 [8] QS At-Taubah-84 . Fiqih Sunnah. Semarang: CV Asy Syifa’. Muhammad Anis dan Salmah. Muhammad. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah belakang. Dan saya berterima kasih atas bapak yang sudi memberikan judul ini terhadap saya. barulah kemudian sisi depan sebelah kiri. 1994). karena niat adalah bahagian dari ibadah. Af Idah. Jawab. hlm. Sisi kanan mayat sebelah depan terlebih dahului. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah kiri. ________________ [1] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. 1992. 78 [6] Muhammad Anis Sumaji. hlm. Jakarta : Rineka cipta. dengan demikian seluruh tubuhnya bisa di ratai air. Fiqih Sunnah. 1994. hlm. 1995). Fiqih Syafi`I Sistematis. h 10 [2] Ibrahim Lubis adalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN-SU Medan yang saat ini sedang meyelesaikan tugas akhir yaitu Membuat tesis [3] A. Shalat Jenazah. Panduan Praktis Pengurusan Jenazah. karena di dalam perutnya itu mungkin masih ada kotoran. (Jakarta : Lentera. 134 [4] Muhammad Jawab Mughniyah. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. 2011. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. 1992). Sayyid.. 1995. Sitanggal. lalu mayat tersebut diwudhukan. Solo: At-Tibyan. 2001). Solo: Tinta Medina.

Munir dan Sudarsono. Motivasi belajar (menuntut ilmu) bagi setiap penuntut ilmu memang dibutuhkan. Shalat Jenazah. M. 135 [10] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. 2001. Siti Zubaidah. Dalam artikel ini akan dibahas perihal motivasi belajar. 2001. Pengertian Motivasi Belajar . buku-buku hasil karya tulis dari beberapa ahli dan sejarawan pendidikan serta ulamaulama hadits.Ag BAB I PENDAHULUAN Dalam al-Qur’an dan al-Hadits. maupun motivasi yang ditumbuhkan dari peranan lingkungan sosialnya. bahkan begitu banyak hadits-hadits yang memberikan pemahaman tentang manfaat menuntut ilmu dan perintah yang menganjurkan untuk belajar. baik itu motivasi yang datang dari dalam diri sendiri. Semua ungkapan dalam haditshadits tersebut merupakan dalil-dalil yang dapat menjadi pedoman sebagai alat untuk memotivasi setiap umat Islam untuk terus menuntut ilmu. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah Kitab-Kitab hadits. Adapun pendekatan yang digunakan untuk membahas cakupan materi di artikel ini ialah dengan menggunakan metode analisa hadits. dapat dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. hlm. yakni memilih hadits-hadits yang sesuai dan punya kaitan dengan motivasi belajar/menuntut ilmu. kemudian menganalisanya berdasarkan pemahaman penulis dan juga berdasarkan ulasan pendapat beberapa ulama tentang hadits-hadits tersebut. mencakup: Apa pengertian Motivasi Belajar? Apa Jenis-Jenis Motivasi Belajar? Apa Fungsi Motivasi Belajar? Dan Bagaimana Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam? BAB II PENDAHULUAN A. hlm 10-13 [12] Ibid Makalah Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Oleh: Dr. Salah satu faktor yang utama adalah motivasi.[9] A. Anjuran menuntut ilmu tersebut dibarengi dengan urgennya faktor-faktor pendukung guna makin meningkatkan semangat belajar bagi setiap orang. cit. Shalat Jenazah. Op. hlm 10-13 [11] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. merangkumnya.

Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan.[7] Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktifitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial. motivasi[1] adalah dorongan (dengan sokongan morel). dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.[2] dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai tujuan tertentu. tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan. Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah belajar. bukan sekedar simbol dan seremonial. kegiatan belajar sulit untuk berhasil. Secara umum. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari.[5] B. yang ahli dalam bidang studi tertentu. Motivasi Intrinsik. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan.[4] Dalam kegiatan belajar. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik. motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. b. yang berpengetahuan. C. Fungsi Motivasi dalam Belajar . adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. ada 2 jenis motivasi yang mempengaruhi kegiatan belajar seseorang: a.Secara terminologi. yaitu motif-motif[6] yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar.[3] Secara etimologi. tidak mungkin menjadi ahli. Tanpa motivasi. Motivasi Ekstrinsik.

yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan. dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan RasulNya. Di samping itu. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya. karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu. Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik apabila orangorang Islam tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan fikiran yang sehat. 3. akan makin berhasil pula pelajaran itu. guna mencapai tujuan. selama ia masih terus belajar.[9] Dalam belajar (menuntut ilmu).[11] Tanpa ada pembedaan. Oleh karena itu pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar. Menentukan arah perbuatan. ada tiga fungsi motivasi:[8] 1. Mendorong manusia untuk berbuat. Baihaqi) Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim[10]” (HR.Motivasi merupakan hal yang essensial dalam belajar. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. 2. ada juga fungsi-fungsi lain. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar. Makin tepat motivasi yang diberikan. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. research dan studi. Menyeleksi perbuatan.[12] Nabi bersabda: “Seseorang itu dapat dianggap seorang yang alim dan berilmu. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. D. maka ia sesungguhnya seorang jahil”.sehubungan dengan hal tersebut. apabila ia menyangka bahwa ia sudah serba tahu. Dalam hal ini motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya. Terlepas dari benar . sebagaimana sabdanya: “Dari Anas ra. Sangat popular apa yang oleh sementara orang dianggap sebagai hadits Nabi saw yang berbunyi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat!”.

(HR.[15] Perbedaan antara keduanya. dan pemerintah. Mendorong orang menuntut ilmu dengan janji pemberian beberapa derajat bagi orangorang yang berilmu dan beriman. Maksudnya bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. dalam al-Hadits akan dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. (HR. dan Ibnu Hibban) Orang yang beriman dan berilmu itu termasuk orang terdekat kepada derajat para Nabi. [17] Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. hadits Hasan) Juga seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: “Dari Abi Darda’ ra. tetapi juga jalur informal dan nonformal. di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits: “Dari Abu Umamah ra: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) itu seperti seperti kelebihan saya dari orang yang paling rendah dari para shahabatku”. Ibnu Majah. . ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: …dan sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintang-bintang yang lain”. Abu Dawud. yang jelas ia sejalan dengan konsepsi al-Qur'an tentang keharusan menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan sepanjang hayat. masyarakat. At-Tarmidzi.tidaknya penisbahan ungkapan tersebut kepada Nabi. antara lain: Perbandingan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Adapun orang-orang yang berilmu. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: “Manusia yang paling dekat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berjihad.[14] Kalau diperhatikan dengan seksama. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’. Beberapa ungkapan yang dapat menjadi motivasi belajar.[16] Di antara derajat yang diperoleh orang yang berilmu itu ialah mereka termasuk pewaris para Nabi. maka mereka itu memberi petunjuk kepada manusia berdasarkan apa yang dibawa oleh para Rasul. atau dengan kata lain pendidikan yang berlangsung seumur hidup menjadi tanggungjawab bersama keluarga. katanya Rasulullah saw bersabda: “Ulama itu pewaris para Nabi”. at-Tarmidzi.[13] Pendidikan seumur hidup yang dikemukakan ini tentunya tidak hanya terlaksana melalui jalur-jalur formal.

Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan pedang-pedang mereka untuk membela apa yang dibawa oleh para Rasul itu”. Status sosial yang sangat terhormat bagi orang-orang yang berilmu itu menjadi motivasi yang kuat bagi orang-orang yang beriman untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Menuntut ilmu itu mengandung nilai jihad yang tinggi.[18] Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw, beliau bersabda: “Pelajarilah ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah takut kepada Allah. Menuntutnya adalah ibadah; mengulang-ulangnya adalah tasbih; pembahasannya adalah jihad; mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu menjadi sedeqah; memberikannya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu itu teman sewaktu sendirian, dan sahabat sewaktu kesepian, …”. (HR. Ibnu Hibban dan Mu’adz) Ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu (dari tiga) amalan yang terus berguna hingga mati.[19] Dasarnya hadits berikut ini: “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Apabila manusia sudah mati, maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh yang mendo’akan”. (HR. Muslim) Selain beberapa point motivasi belajar yang telah dipaparkan tersebut, perlu ditekankan kembali bahwa di antara ajaran Islam yang mengajak masyarakat untuk melahirkan berbagai pemikiran dan karya ilmiah ialah memasyarakatkan pendidikan dan memberantas kebodohan. Kemudian di antara ajaran terpenting untuk mewujudkan suasana ilmiah ialah belajar bahasa asing jika dipandang perlu –khususnya bila pemilik bahasa itu mempunyai ilmu yang harus dipelajari, atau memiliki hikmah yang bisa dipetik manfaatnya– sehingga tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan kelebihan mereka tanpa memahami bahasa mereka. Islam tidak hanya tidak melarang umatnya mempelajari bahasa asing, bahkan menganjurkan mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa merupakan sarana terpenting untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.[20] Demikian beberapa hal mengenai motivasi belajar yang dapat dirangkum berdasarkan penafsiran yang dapat dipahami secara umum dan dianggap bisa mewakili perspektif Islam tentang motivasi dalam menuntut ilmu. Daftar Pustaka dan Footnote

• • • • • • • • • • • • • •

al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974). Ali, Maulana Muhammad, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.). al-Barry, M.D.J., dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996). Dagun, Save M., Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000). Deighton, Lee C., The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press, t.t.). al-Ghazali, Muhammad, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993). Lengrand, Paul, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981). Muhammad, Abubakar, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995). Purwanto MP., M. Ngalim, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994). Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000). Shihab, Quraish, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994). Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993). Syureich, M., Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991). al-Qaradlawi, Yusuf, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997).

______________ [1] Tidak ada kesepakatan umum di antara para ahli psikologi tentang bagaimana “motivasi” dan “faktor-faktor motivasi” seharusnya didefenisikan atau dianalisa secara teoritis. Istilah tersebut secara umum digunakan berkaitan dengan tiga pertanyaan yang saling terkait yang harus dijawab sebelum perilaku dipaparkan untuk menjadi suatu keterangan. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menentukan perubahan-perubahan dalam intensitas perilaku (pada istilah ini masuk dalam kategori perilaku internal, seperti berpikir). Kedua, adalah pertanyaan tentang aturan berperilaku. Perilaku ditentukan bersamaan dengan adanya dorongan eksternal dirasakan melalui alat panca indera dan oleh kondisi-kondisi dalam diri organism. Ketiga, pertanyaan yang berhubungan dengan bantuan perilaku belajar. Semua bentuk belajar memerlukan dua atau lebih rangsangan-rangsangan yang terjadi dalam kesinambungannya. Lebih lanjut baca Lee C. Deighton, The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company dan the Free Press, t.t.), h. 408. [2] M.D.J.al-Barry, dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996), h. 273.

[3] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000), h. 688. [4] M. Ngalim Purwanto MP., Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), h. 104. [5] Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000), h. 73. [6] Motif diartikan sebagai suatu kekuatan atau daya pendorong yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu tindakan. Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 160. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai sutau tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 71. [7] Selanjutnya lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 37, 87-89. [8] Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 83. [9] Muhammad al-Ghazali, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993), h. 445. [10] Kata setiap muslim menunjukkan laki-laki dan perempuan, sementara versi (hadits) yang lain menambahkan dan muslimah. Otoritas (penambahan kata dan muslimah) justru cenderung menjadikan hadits ini dhaif (lemah). Bagaimanapun, hadits tersebut lebih otentik dengan anjuran bagi seluruh muslim, laki-laki dan perempuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Lihat Maulana Muhammad Ali, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.), h. 39. [11] M. Syureich, Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991), h. 46. [12] Muhammad ‘Athiyah al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), h. 44. [13] Selanjutnya lihat Quraish Shihab, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994), h. 178. [14] Baca Paul Lengrand, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981), h. 41-55. [15] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995), h. 221. [16] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 227.

[17] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 228. [18] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 229. [19] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 233. [20] Selanjutnya baca Yusuf al-Qaradlawi, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997), h. 233, 235-236.

Pengembangan Desain Pelatihan untuk Organisasi Kepemudaan
A. Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran adalah satu proses transformasi nilai budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Ada tiga kata kunci dari kalimat di atas, yakni proses, nilai dan generasi. Proses menunjukkan adanya satu kegiatan atau aktivitas, maka dalam pendidikan dan pembelajaran terdapat rangkaian dari berbagai kegiatan tentunya mempunyai tujuan. Kemudian nilai menunjukkan ada sesuatu makna yang dijaga, disimpan dan dipelihara, dan tugas pendidikan adalah mentransformasikan nilai tadi dari satu keadaan kepada keadaan lain dalam arti luas. Dan terakhir adalah generasi ini menggambarkan ada satu masa depan manusia yakni penciptaan alih generasi yang lebih baik sebagaimana yang diinginkan. Dalam pendidikan dan pembelajaran, kegiatannya dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Inti kegiatan pendidikan dan pembelajaran bukan pada tempat atau waktu, atau siapa yang menjadi guru, akan tetapi lebih ditekankan pada adanya satu interaksi antara peserta dengan lingkungan atau sumber belajar, dimana dalam interaksi tersebut sarat dengan makna: proses, nilai dan generasi. Pendidikan luar sekolah merupakan satu alternatif untuk hal ini, menurut Santoso S.H (2003)[1] bahwa peran utama PLS adalah mengembangkan nilai dan sikap percaya diri dan mandiri masyarakat sebagai kekuatan sosial (social forces) untuk menciptakan proses proses demokratis, dinamisasi dan modernisasi. Berkenaan dengan itu, maka kegiatan yang paling luwes dan praktis tentang hal di atas, ditengah tengah masyarakat kita khususnya di dunia kepemudaan disebut dengan pelatihan. Bagaimana merancang atau mendesain pelatihan bagi pemuda secara baik dan tepat, yang dapat bermakna, kemudian apasaja yang dibutuhkan dan dikembangkan, serta bagaimana mengukur keberhasilan dari pelatihan tersebut? Tentu hal ini penting bagi kita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi para pamong belajar, atau kelompok pemuda dalam mengembangkan desain pelatihan, dan akan bermanfaat bagi mereka yang ingin menjadikan pemuda sebagai satu “icon” regenerasi yang baik di masa depan. B. Pendidikan dan Pelatihan

dan pengembangan (development). Pembahasan berikut lebih mengarah pada makna pelatihan sebagai sebuah proses pendidikan alternatif yang banyak dilakukan ditengah tengah masyarakat khususnya kepemudaan. dan tidak membebaskan pendidikan dalam mutu tenaga kerja yang diperlukan. haruslah diselenggarakan bergandengan dengan sitem pendidikan yang ada. tahapan dan strategi instruksional secara keseluruhan untuk disajikan melalui masing masing komponen sistem instruksional dari satu sistem instruksional atau produk instruksional secara lengkap. Design (desain). Masing masing kegiatan tersebut tentu memiliki karakteristik tersendiri yang dengannya menjadi satu kekuatan untuk mengembangkan sumber daya manusia baik pada karakteristik input kegiatan. pengelolaan proses. maka perlu diselenggarakan suatu lembaga dengan kegiatan kegiatan yang memenuhi tuntutan dunia kerja.Pendidikan adalah bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia.Tilaar (1997)[3] bahwa terdapat hubungan antara pendidikan. Pengembangan sumber daya manusia menurut Abi Sujak (1990)[2] dapat dilakukan dengan tiga hal yakni. pelatihan dan pengembangan. pelatihan (training). pendidikan (education). jadi hampir sulit untuk memisahkan keduanya. Atwi Suparman (1997)[5] menjelaskan bahwa. perancangan instruksional. desain Instruksional. pengembangan strategi kegiatan. maka pada sistem birokrasi di Indonesia terdapat satu unit kegiatan pendidikan dan latihan disingkat “diklat”. pelatihan dan ketenagakerjaan. dan dalam pelatihan di dalamnya ada proses pendidikan. C. Lebih spesifik lagi “design criteria”: adalah satu rincian diskripsi pengajaran tertulis secara lengkap yang dipakai untuk mengembangkan komponen sistem instruksional yang mencakup setiap kejadian kegiatan. Items might . Desain Pelatihan Desain berasal dari kata “designe” dapat diartikan sebagai fatron. dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. Lembaga tersebut. salah satunya adalah dengan pendidikan. Sedangkan menurut B. juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. Menurut HAR.Dalam desain terdapat berbagai informasi tentang data dan keterangan sebuah kegiatan. Dalam pendidikan kadang terdapat kegiatan latihan. adalah proses menspesifikasi kondisi belajar. yang dapat kita sebut lembaga pelatihan. pengembangan dan pengevaluasian. Banyak hal yang dapat dilakukan orang untuk melakukan investasi bagi sumber daya mansia di masa depan. pengembangan instruksional. Dimana. a conceptual report that gives all those involved in the development of a training program a picture of the overall course design. untuk itu George (2000)[6] mendefinisikan pengertian Desain Document sebagai berikut. rancangan pola atau kisi kisi kegiatan yang akan dilaksanakan. atau perencanaan instruksional.Siswanto (2003)[4] pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat. pendidikan ikut mempersiapkan dasar dasar yang diperlukan oleh dunia kerja. Berkenaan dengan hal di atas. adalah suatu proses yang sistematik dalam menyusun sistem instruksional yang efektif dan efisien melalui kegiatan pengidentifikasian masalah. maupun pada tujuan yang ditetapkan.

5) Review program pelatihan dengan mengikutsertakan pengawasan dan manajemen puncak. yaitu (1) identifikasi tujuan terminal. (6) pengembangan strategi instruksional yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan khusus tersebut. yang terdiri dari perangkat keterampilan dan pengetahuan tertentu. (4) Penyusunan program. input. rinci. (10) Evaluasi hasil kegiatan pendidikan dan latihan. (2) analisis instruksional. metode. dimana analisis terhadap karakteristik awal calon peserta merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. (7) Penentuan teknik dan metode pengajaran. Ada tiga hal yang menjadi elemen penting dalam desain pelatihan yakni. Input dapat dikembangkan dengan menata karakteristik calon peserta pelatihan. yang didasarkan atas analisis pekerjaan. content outline. a course map. proses dan out put. yaitu keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan terminal. (9) Penyelengaraan dan. Kemudian yang terakhir adalah output dalam hal ini penetapan . (8) pelaksanaan evaluasi formatif melalui uji coba perorangan dan skala kecil serta besar. (3) Seleksi peserta. (3) identifikasi karakteristik peserta dan kemampuan awal peserta. kemudian menyusun suatu deskripsi pekerjaan lengkap dengan tugas tugas secara rinci. baik yang sifatnya kurikuler maupun ekstra kurikuler. tujuan yang akan dicapai dari pelatihan. Sementara itu Sondang P. an evaluation plan. 3) Penyiapan program pelatihan secara jelas. Walter Dick & Low Carey (1990)[8] merancang sistem instruksional melalui beberapa tahap. sebagaimana dapat dilihat pada kutipan berikut: 1) Menetapkan klasifikasi pekerjaan. 4) Menetapkan metode dan tempat penyelenggaraan pelatihan dan materi pelatihan. dan sistematik. (2) Keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan dan latihan. (6) Seleksi pengajar. kemudian pemilihan materi. Sementara itu Oemar Hamalik (2001)[9] menjelaskan tentang tahap tahap penyusunan program pelatihan mempunyai langkah langkah yang lebih rinci. (8) Penyusunan program pelaksanaan. 6) Mempersiapkan para pelatih (instruktur). (7) penentuan materi/bahan yang akan diberikan. Pelatihan sebagai sebuah sistem sama halnya dengan pembelajaran. (5) Penyusunan bahan pelajaran yang benar benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. teknik. 7) Menyiapkan peserta pelatihan melalui prosedur seleksi tertentu. an audience profile. 2) Identifikasi kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.include a mission statement. pengembangan media dan lain sebagainya. and visual motif. (5) pengembangan alat ukur keberhasilan belajar peserta.Siagian (1987)[7] Komponen utama dari suatu siklus pendidikan dan latihan adalah: (1) Analisa kebutuhan pendidikan dan latihan. Sementara proses adalah upaya pengembangan pengeloalan pelatihan baik strategi. course objectives. media serta strategi sekaligus penetapan tujuan pelatihan yang akan dicapai. dan (9) revisi apabila diperlukan. dan 8) Mengembangkan prosedur penilaian (evaluasi) dan tindak lanjut.

D. Perubahan pada peserta belajar ini memang sangat penting karena indikator terjadinya proses belajar adalah adanya perubahan. Pengembangan Desain Pelatihan Pengembangan desain ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk praktis bagi para pamong belajar dan pemuda di tengah tengah masyarakat dalam hal melakukan satu analisis mengapa perlu dilakukan kegiatan pelatihan. karena inilah salah satu tujuan dari pendidikan luar sekolah. mengelola dan sekaligus mengevaluasinya. (b) deskriptif. Dalam menyusun desain pelatihan didalamnya terkait dengan sistem serta bahan ajar yang akan disampaikan. (c) sistematis. durasi pelatihan. Sementara itu Satmoko dan Soejitno (2004)[13] sebuah desain pelatihan paling tidak harus menggambarkan lima hal yakni: (1) tujuan pelatihan harus ditetapkan dengan cermat. diantara karaktersitik desain tersebut adalah. artinya mampu mengabstraksikan seluruh rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah kegiatan. (4) instruktur yang berkualitas. Sebuah desain yang baik memuat berbagai unsur pembelajaran yakni rancangan materi atau bahan ajar yang akan dikembangkan dalam kegiatan. (3) penyusunan jadwal. antar kegiatan dalam mencapai sebuah tujuan baik tujuan utama maupun tujuan terminal. artinya dengan desain seseorang dapat memperhitungkan tentang keberhasilan yang akan dicapai sebuah kegiatan. maka ditata kegiatan yang dapat merubah watak dan karakter warga belajar. sarana dan prasarana. yaitu meliputi sistem pelatihannya itu sendiri. untuk apa orang dilatih. jadwal pelatihan mencakup waktu dan tempat penyelenggaraan pelatihan. Desain yang baik tentu mempunyai karakteristik yang mampu menggambarkan rancangan sebuah kegiatan. materi atau silabus. artinya terdapat rangkaian yang menghubungkan antar komponen. maka Philip H. (a) obyektif artinya mampu menggambarkan apa yang akan menjadi tujuan kegiatan. Maka langkah praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: . serta peyesuaian dengan karakteristik peserta didik. dan (5) evaluasi.sistem evaluasi yang akurat akan sangat menentukan desain pelatihan yang mampu mengembangkan nilai apa yang diinginkan oleh pelatihan tersebut. dan pemuda di daerah pedesaan dan untuk merencanakan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tersebut.Coombs (1973)[10] menjelaskan untuk mengukur kebutuhan pendidikan anak anak. Dalam hal mengembangkan bahan ajar. (d) prediktif. jika menginginkan pelatihan dilaksanakan ing-griya/in-house training maka harus dipersiapkan beberapa orang manajer dari berbagai latar belakang ilmu. pertama tama kita harus memiliki kejelasan dan konsepsi yang realistik tentang kebutuhan belajar penting minimum. begitu juga strategi dan cara penyampaian materi dan bahkan evaluasi dari kegiatan. Dari bahan belajar ini. (2) pemilihan metode pelatihan secara tepat merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah pelatihan. dan instrukturnya. bagaimana merancang.

Perancangan program pelatihan sebagai suatu sistem instruksional harus dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan sistem dengan alasan bahwa cara ini akan memberikan hasil yang efektif karena: (1) diketahui dengan jelas apa yang akan dapat dilakukan oleh peserta setelah mengikuti program tersebut. 2. b. Jadi dengan membaca visi dan misi serta tujuan organisasi akan tampak apa yang dibutuhkan dalam kegiatan pelatihan. c. Tujuan lembaga Pelatihan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau organisasi kepemudaan maka harus menjadikan tujuan lembaga sebagai satu bagian dalam kurikulumnya. bila ingin melakukan kegiatan pelatihan. maka tujuan pelatihan harus terkait dengan apa yang diinginkan masyarakat terhadap pemuda. Mengidentifiaksi kebutuhan a. Apa yang diinginkan oleh organisasi atau lembaga dapat dicantumkan dalam mata ajar agar peserta dapat mencapai kualifikasi yang diinginkan. Menetapkan tujuan pelatihan. Tujuan peserta . pendataan ini dapat dilakukan dengan cara mewawancarai. b. (2) adanya hubungan antar komponen khususnya antara strategi instruksional dengan keluaran yang diharapkan. bahwa untuk melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan seyogyanya memang berdasarkan pada visi dan misi corporate plan yang didalamnya terdapat carrier planning. a. Kebutuhan organisasi Menurut Satmoko dan Soejitno Irmim (2004)[15]. Kegiatan pelatihan ada yang diselenggarakan oleh organisasi. Biasanya kebutuhan organisasi. Kebutuhan individu Perancangan program pelatihan didahului oleh analisis kebutuhan[14].1. kebutuhan serta keinginan praktis dari kondisi pemuda kita. atau lembaga akan menjadi yang utama karena dari tujuan organisasi inilah dilihat apa yang menjadi kebutuhan atau kualifikasi individu. lembaga dan lain sebagainya. Kebutuhan masyarakat Pemuda adalah bagian dari masyarakat. pemerintahan setempat atau juga mengobservasi langsung terhadap apa yang diinginkan masyarakat tentang dunia kepemudaan. (3) merupakan suatu proses yang bersifat empirik dan dapat diulang kembali. Untuk mengetahui hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat para tokoh masyarakat. mengamati atau juga angket dan lain sebagainya. Untuk itu maka dalam merancang pelatihan pertama sekali harus didaftar apa yang menjadi masalah.

yaitu pelatih memberikan suatu ceritera terbuka atau ceritera bergambar dengan kejadian kejadian yang mengikuti suatu urutan tertentu. Menetapkan tujuan pembelajaran Dalam hal menetapkan tujuan pelatihan Jewel LN (1998)[17] menjelaskan bahwa pelatihan terdiri dari program program yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pada level individu. Sebenarnya tujuan tidak perlu muluk muluk. kelompok atau organisasi kinerja yang menyiratkan bahwa terdapat perubahan yang dapat diukur dengan pengetahuan. Pamong belajar atau perancang pelatihan tentu akan menetapkan strategi dan metode pelatihan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Bahan mentah ini mencakup antara lain gambar gambar tanpa urutan tertentu dan gambar gambar tunggal yang dapat bergerak (fleksifan).Pelatihan dapat diterjemahkan sebagai satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. menyediakan informasi. perbaikan sikap. Menetapkan strategi dan metode pelatihan Srinivasan (1997)[18] memberikan empat strategi pendekatan yakni: (1) pendekatan informasional. Dapat diterjemahkan bahwa pelatihan maksudnya adalah proses untuk mengembangkan keterampilan peserta. dan (4) pendekatan ekspresif/perwujudan. yang lebih utama adalah sesuai dengan kebutuhan apa paling mendesak bagi dunia kepemudaan setempat.Davis & Adelaide B. Dengan kata lain pelatihan merupakan salah satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. dan membentuk sikap agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. pokok masalah atau persoalan tertentu. sikap atau perilaku sosial. pengetahuan atau sikap tertentu. 4. (3) pendekatan proyektif. apakah itu perubahan pada peningkatan pengetahuan. information is provided. kejadian dan keadaan keadan mengandung masalah. bila tujuan materi adalah agar peserta . Davis (1998)[16] “Training is the process through which skills are development. (2) pendekatan pemecahan masalah. pembentukan kepribadian. Untuk ini maka para perancang pelatihan harus dapat membuat daftar kompetensi atau tujuan tujuan praktis yang dapat dicapai oleh peserta khususnya dapat diperoleh secara individual. pengetahuan atau sikap tertentu. Bagi pelatihan di kalangan pemuda juga harus ditetapkan apakah pelatihan sampai sebatas penyadaran sikap. Sementara itu menurut James R. in order to help individuals to become more effective and efficient in their work. 3. atau peningkatan keterampilan. yakni pelatih memberikan suatu rangsangan berbentuk gambar dan menghidupkan diskusi mengenai suatu gagasan. Gagasan kejadian kejadian yang terjadi dalam cerita berasal dari penulis kurikulum. dalam hal ini pelatih memberikan bahan bahan mentah yang dapat dipergunakan oleh para warga belajar untuk menciptakan dan menceriterakan ceritera. and attitude are naturade. yakni pelatih memberikan informasi dan keterampilan biasanya dengan kuliah dan penggunaan latihan latihan. maupun peningkatan keterampilan.

Pd . dan (5) untuk mengetahui efisiensi metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan. Dalam hal mengembangkan evaluasi ini. (1) umpan balik. Maka berhasil merencanakan itu berarti merencanakan keberhasilan. namun bila menitik beratkan pada aspek perubahan sikap maka yang dilakukan adalah pendekatan proyektif dan sterusnya. Untuk itu maka kegiatan pelatihan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan evaluasi pelatihan yang terencana sejak awal kegiatan. Penutup Tulisan ini adalah satu usaha untuk memberikan panduan praktis bagi para perancang pelatihan di tingkat organisasi kepemudaan di masyarakat bawah. (3) untuk mengetahui tingkat usaha yang telah dilakukan para peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan. Tentu masih banyak bagian lain yang dapat dikembangkan lagi. E. maka ini leibh bersifat penyampaikan informasi. dan nilai harus dipelihara dan dipertahankan dan proses transformasi harus dilakukan secara profesional. (1) untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh peserta dalam suatu periode proses belajar mengajar tertentu. Menurut B. M. Pada prinsipnya strategi dan metode dipilih adalah sesuai dengan tujuan dari materi yang dikembangkan. itu semua akan sukses bila didesain dengan tepat dan benar. untuk mengetahui efektifitas kegiatan pelatihan. (2) kontrol atas ketentuan pelatihan dan (3) intervensi kedalam proses organisasi yang mempengaruhi pelatihan. 5. Evaluasi dan umpan balik Menurut Agus Suryana (2004)[19]terdapat tiga fungsi utama dari evaluasi dan umpan balik dalam kegiatan pelatihan yakni. (4) untuk mengetahui sampai seberapa jauh para peserta telah merealisasikan kapasitasnya menjadi suatu achievement melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. Inilah kata akhir dari betapa pentingnya desain pelatihan bagi organisasi kepemudaan. Inti dari kegiatan pelatihan tiada lain adalah adanya satu kesadaran bahwa sebuah generasi harus diteruskan. karena dunia pelatihan terus maju dan berkembang seiring dengan kompleksnya persoalan pengembangan sumber daya manusia. begitu juga sebaliknya gagal merencanakan itu berarti merencanakan kegagalan. Desain pelatihan adalah proses kegiatan perancangan atau perencanaan. seorang pamong belajar atau para pemuda yang ingin mengembangkan desain pelatihan memang harus belajar lebih banyak tentang kegiatan evalusi. Evaluasi atau penilaian pada prinsipnya adalah memberi makna apa yang telah terjadi baik hasil akhir dari kegiatan pelatihan maupun juga proses yang terjadi pada pelatihan.Siswanto (2003)[20] evaluasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan yakni. PENGEMBANGAN DESAIN PELATIHAN UNTUK ORGANISASI KEPEMUDAAN Oleh Mardianto. (2) untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta dalam kelompoknya.mempunyai peningkatan pengetahuan.

Davis. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Walter & Carey. The Adult Learner: a Neglected Species. Sastrohadiwiryo. Dirjen Dikti P2LPTK. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. Dick. 2000. Tilaar H.Jewel & Siegall Marc. Atwi. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. 1998. Siagian. Lira. Jakarta: Seyma Media. New York:Wold Education. Knowles & Malcolm S. Suparman. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. USA: Omtermatopma. Jakarta: Arcan. Jakarta. Low. Hamalik. San Francisco: Josse Bass Peiffer.N. 1977.1999 . 2003 Satmoko dan Soejitno Irmim. Jakarta: Dirjen Dikti. 2001. Jakarta: Bumi Aksara. 1973. Council for Educational Development. L. George M. 1989 Sujak.R.A. New Paths to Learning For Rural Children and Youth. 1998. Philip H. Rapid Instructional Design. Pengembangan Sumber Daya Insani. Piskurich. Siswanto. 1986. Desain Instruksional. Jakarta: Progres. Jakarta: Grasindo. The Systematic Design of Instruction. Abi. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Effective Training Strategies. 1997. Sondang P. 2004. New York: Harper Collins Publisher. M. 2004. Jakarta: Rajawali. Oemar. Community and National Development. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. 1987. Soedomo. Srinivasan. 1990. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. Psikologi Industri/Organisasi Modern. 1990. Agus.Daftar Bacaan Coombs. Jakarta: Gunung Agung. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. Houston: Gulf Publishing Company.B. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. James R & Davis Adelaide B. Suryana. Kepemimpinan Manajer. Jakarta: Bumi Aksara.

Soedomo. (Jakarta: Bumi Aksara. p. dalam VISI. 1990). edisi No. [6] George M. Kepemimpinan Manajer (Jakarta: Rajawali. [7] Sondang P. Rapid Instructional Design.R. p. 2004). Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. [5] Atwi Suparman.38. Omtermatopma. The Adult Learner: a Neglected Species (Houston. p. p.________________________ [1] Santoso S. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. 2001).150. Malcolm S. 1997).15/TH. p. 1989).12. Siagian. [3] H.90. 241. [8] Walter Dick & Low Carey. 2003). (San Francisco: Josse Bass Pfeiffer. 1987). p. [14] Beberapa tokoh desain instruksional menjabarkan bahwa untuk merancang satu kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan harus diawali dari adanya analisis kebutuhan para peserta. (Jakarta. p. Pengembangan Sumber Daya Insani (Jakarta: Gunung Agung. 1990). Council for Educational Development. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Pengembangan Sumber Daya Manusia. p. New Paths to Learning For Rural Children and Youth (USA.200.27-28. Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Pengentasan Kemiskinan. Coombs. [13] Satmoko dan Soejitno Irmim. p.A. p. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. Dirjen Dikti P2LPTK. 2003). [2] Abi Sujak. 2000). (Jakarta:Dirjen Dikti. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. (Jakarta: Direktorat Tenaga TeknisDirjen Diklusepa. Gulf Publishing Company. [9] Oemar Hamalik.Hamijoyo.Siswanto Sastrohadiwiryo. [10] Philip H. (Jakarta: Seyma Media.1997). Desain Instruksional. materi yang akan diberikan serta strategi dan metode apa yang harus diterapkan dan terakhir adalah apa alat .5.218. (Jakarta: Grasindo. dengan dasar inilah maka disusun tujuan kegiatan. [11] Knowles.Piskurich. 1973). Tilaar. (Jakarta: Bumi Aksara.254. 1986). [4] B.XI/2003. The Systematic Design of Instruction (New York: Harper Collins Publ. [12] Gambar diadaptasi dari M.

2004).16 [16] James R Davis & Davis Adelaide B. kemudian mampu merancang.evaluasi untuk mengukur keberhasilannya. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah.44. p. 1977). sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode . 1998). 1990. Psikologi Industri/Organisasi Modern (Jakarta: Arcan. p. Tracey. Morrison. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi. observasi dan refleksi ini diterapkan pada mahasiswa sebanyak 32 orang pada mata kuliah Strategi Pembelajaran untuk delapan kali pertemuan pada tahun ajaran 2006-2007. 2004).12. (New York:Wold Education. 1998). Effective Training Strategies (San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. tokoh tokoh tersebut diantaranya adalah Dick & Carey. 1976. [19] Agus Suryana.Siswanto. (2) beberapa hambatan yang dihadapi adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. pengumpulan data dengan observasi partisipatif selama tindakandan dokumen hasil kerja mahasiswa. Dalam hal mengembangkan pembelajaran mahasiswa dituntut menguasai teori serta praktek berbagai strategi dan metode pembelajaran. Op. [15] Satmoko dan Soejitno Irmim. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. [18] Srinivasan Lira. untuk jenis materi. (Jakarta: Progres. Untuk itu strategi perkuliahan yang dilakukan dikembangkan dengan cara menggali pengalaman mahasiswa untuk dijadikan bagian dari proses pembelajaran. 1971.220. p. mengelola. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil.70-71. Community and National Development. tindakan. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara bertujuan memberikan keterampilan mengerti tentang kompetensi seorang pendidik.N & Siegall Marc. p. rencana. 169. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. p. p. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. [17] Jewel L. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. keberanian mengungkap masalah. (Jakarta: Seyma Media. Metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif menggunakan siklus yang terdiri dari. cit. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. [20] B.

Perubahan itu dipicu oleh adanya temua temuan baru dalam bidang pendidikan. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUMATERA UTARA Oleh Mardianto Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran kini sedang mengalami revolusi yang sangat dahsyat. dimana perubahan dan pergeseran pada peran pendidik. Dikalangan ilmuan. ilmu komunikasi. Caranya adalah dengan. dan bahkan strategi pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda dari sebelumnya. tujuan pendidikan. perubahan dan perkembangan harus dijadikan tantangan sekaligus peluang. mengembangkan dan mengevaluasi pendidikan terlebih strategi penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Bagi para pendidik. mengelola. namun instrumen atau ilmu pendidikan yang memberikan keterampilan untuk itu tidak memadai dan bahkan tidak dimiliki.metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan. karena hal ini sesuai dengan tujuan dari fakultas keguruan di IAIN Sumatera Utara. Dalam Program S1 Pendidikan Agama Islam ini. brain. pertama menguasai dasar dasar ilmu pendidikan agar tetap mempunyai komitmen dalam dunia pendidikan. Program S1 Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan dilingkungan IAIN Sumatera Utara memberikan media bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mendidik. ilmu pendidikan dan pelatihan dan lainnya. teknologi informatika. pengelolaan yang profesional dan orientasi yang terapan. menguasai pengetahuan agama Islam serta cabang cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam dan keguruan. Untuk itulah fungsi fungsi akademik terus diarahkan dalam rangka memberi pelayanan yang fungsional. Ini artinya program Tarbiyah kedepan selalu memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat khususnya dalam bidang kependidikan dan keguruan. keterampilan dalam merancang. ilmu ilmu lain seperti. Tujuan dari fakultas Tarbiyah adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlaq mulia. birokrat. ketiga partisipasi dalam bidang profesi pendidikan. kedua menguasai teknologi pendidikan agar tetap terampil dalam mengembangkan instrumen pendidikan. agar tetap mendapat akses terhadap kemajuan pendidikan. Semua bertujuan untuk memberikan kompetensi mendidik yang profesional dan handal. dan profesi lain sebagian mereka ingin menyampaikan ilmunya dan atau bahkan ingin menjadi pendidik. . bila ingin tetap menjadi pendidik ulung atau pengajar yang profesional. fakultas Tarbiyah memberikan dasar dasar keilmuan dalam hal pendidikan.

(2) Merancang kegiatan pembelajaran. Wisdom tidak dapat diceriterakan(Gragg:1940). (3) keahlian keahlian berkomunikasi. Mengembangkan pembelajaran dengan mengangkat berbagai pengalaman yang dimiliki mahasiswa salah satu diantaranya adalah dengan metode kasus atau biasa disebut dengan case study. Secara khusus peserta diharapkan dapat: (1) Memiliki wawasan tentang kompetensi seorang pendidik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam perkuliahan Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. (3) untuk mendeskrpsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitas perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan diterapkannya pendekatan metode kasus. baik pada jenis pendidikan keagamaan. up to date dan aktual. Untuk pembelajaran sselama ini studi kasus juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan: (1) keahlian keahlian bekerja secara grup. (2) untuk mendeskripsikan efktivitas penggunaan model pembelajaran berbasis kasus untuk perkuliahan Strategi Pembelajaran. pendidikan dan pelatihan dan lembaga pendidikan lainnya. (3) Mengelola dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran. kemudian mampu merancang. a method of instruction in swhich students and instructors participate in direct discussion of bussiness cases or problems (Leenders dan Erskine:1978). menciptakan dan menggunakan metode kasus serta . (5) keterlibatan involvement dan (6) motivasi motivation. (2) investigasi probing. mengelola. Diakhir Program S1 Pendidikan Agama Islam ini peserta diharapkan dapat mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. Salah satu definisi metode kasus adalah. Sementara itu menurut (Corey:1980) pembelajaran metode kasus dapat menyediakan elemen eleman dari pembelajaran yang efektif. Pengamatan penulis menunjukkan bahwa dosen pada Program S1 Pendidikan Agama Islam belum banyak menunjukkan krativitas dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran khususnya yang lebih kontekstual. 2006).Pelaksanaan Program S1 Pendidikan Agama Islam ini adalah memberikan kompetensi seorang menjadi tenaga kependidikan yang dapat diterapkan untuk berbagai lembaga pendidikan baik umum maupun swasta. dan (4) keahlian keahlian riset (Jogiyanto. Metode kasus adalah suatu metode instruksi yang mana mahasiswa dan instruktor berpartisipasi di diskusi langsung tenang kasus kasus atau permasalahan permasalahan yang ada di lapangan. dan Mengevaluasi kegiatan pembelajaran. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. Padahal pada umumnya mahasiswa peserta akta IV adalah mereka yang selama ini telah mengajar dan memiliki pengalaman dalam kegiatan pembelajaran di ingkungan kerjanya. Pendidikan biasanya hanya mentransfer knowledge bukan wisdom atau judgment. Pembelajaran dengan metode kasus memungkinkan mentransfer managerial wisdom ke dalam ruang kelas. yaitu (1) penemuan discovery. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah: (1) bagi dosen untuk dapat mengembangkan kemampuan merencanakan. (2) keahlian keahlian di dunia nyata. (4) perbedaan dan pembandingan contrast and comparison. (3) latihan berkelanjutan continual practice.

(e) melakukan kolaborasi dengan pengelola Program S1 Pendidikan Agama Islam dan program S. Rancangan penelitian tindakan kelas yang dipilih yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang ulang dan berkelanjutan (siklus spiral). (b) observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal pelaskanaan pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam. dan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkan teknik pemantauan. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran kelas kecil dengan mengangkat kasus jumlah dan kemampuan siswa yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. (2) bagi penyelenggara Program S1 Pendidikan Agama Islam sebagai masukan dalam membina dan mengelola program peningkatan kualitas pendidikan. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil. (a) observasi dengan partisipasi selama tindakan kelas berlangsung di kelas Program S1 Pendidikan Agama Islam dan (b) dokumentasi hasil peragaan strategi pembelajaran yang dikembangkan di kelas. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan obyek adalah sebanyak 32 orang mahasiswa pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Angkatan XVI pada tahun ajaran 2006-2007. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar. (4) siklus IV. Hasil observasi dan dokumentasi tersebut dideskripsikan sesuai dengan tujuan . untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan sumber dan media yang tersedia. Artinya bahwa semakin banyak siklus dilakukan diharapkan semakin meningkat perubahan atau pencapaian hasil. (3) bagi peneliti lain untuk menjadi masukan bahwa penelitian tindakan kelas yang sederhana praktis dan fungsional dapat lebih bermanfaat bagi dosen baik untuk peningkatan kualitas hasil pemblajaran bagi mahasiswanya maupun masukan bagi peningkatan proses pembelajaran. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. (d) merumuskan spesifikasi media desain dan model pembelajaran dengan metode kasus .1 Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan rancangan pembelajaran. Kegiatannya dilakukan dengan (1) rencana tindakan. (3) observasi. (3) siklus III. untuk pembelajaran materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru.pengalamannya dalam penelitian tindakan kelas. (2) pelakanaan tindakan. Mengenai siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan adalah: (1) siklus I. dan (4) refleksi (Kemmis & Taggart:1989). Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yakni. Tujuan materi adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan pilihan pilihan strategi pembelajaran dengan pertimbangan materi apa yang akan diajarkan. Tujuan materi ini adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan ketersediaan sumber dan media di satu kelas. (c) identifikasi permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Strategi Pemblajaran. (2) siklus II. Sesuai dengan model siklus tersebut maka langkah kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: (a) permintaan ijin penelitian.

20 % menyiapkan tugasnya namun belum lengkap dan 40 % mahasiswa tidak menyiapkan tugasnya.penelitian. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. Hasil Penelitian Pada saat kondisi awal perkuliahan Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara terdapat beberapa gejala yang memperlihatkan sebagai berikut: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. Dari jumlah 32 jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka naik 60 % mereka dapat menyelesaikan tugas secara benar. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian kecil dipraktekkan di kelas. Siklus ke II. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keenam dan ketujuh materi strategi yang diusung adalah mengangkat kasus kelas kecil sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. 20 % menyelesaikan tugas tetapi belum sempurna. (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. (4) terdapat beberapa keterbatasan informasi tentang latar belakang mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan maupun pertimbangan bagi dosen untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran. Siklus I. Dari sebanyak 32 orang mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti 40% menyiapkan tugasnya secara benar. Hambatan yang diketahui adalah mahasiswa belum terampil . (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan plihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas kecil. kemudian komponen komponen yang harus dimasukkan perencanaan pembelajaran. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas kecil. 20 % diantara mereka terlambat mengumpulkan tugasnya. (c) dapat mempraktekkan metode mengajar di kelas besar secara langsung. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keempat dan kelima materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. Hasil yang ditampakkan adalah mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar dengan tampilan. Hasil yang ditampakkan mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil dengan tampilan. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas besar. Hambatan yang dihadapi adalah bahwa mahasiswa belum tahu maksud tugas secara umum. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas besar. (c) dapat mempratekkan meode mengajar di kelas kecil secara langsung. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas maka terdapat beberapa perbedaan dari satu siklus kesiklus berikutnya.

(c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan sumber dan media yang dirancang. (3) hambatan yang . Hambatan yang dialami adalah mahasiswa memang masih belum menguasai sepenuhnya jenis. Dari jumlah mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 80 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. sementara 5 % dari mreka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. Pembahasan Dari identifikasi kondisi awal sistem perkuliahan selama ini untuk mata kuliah Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. Siklus IV. Dari jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 75 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. Siklus III. Hasil yang ditampakkan mahasiswa adalah. dan 15 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang dibeikan.mendeskripsikan masalah yang terjadi selama ini di lingkungan kerjanya khususnya yang terkait dengan metode mengajar. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan materi yang diajarkan. Hasil yang ditammpakkan mahasiswa adalah: (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk mensiasati sumber dan media tertentu dan terbatas. Hambatan yang dialami mahasiswa adalah karena banyaknya tugas yang sedang dikerjakan. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian dipraktekkan di kelas. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk jenis materi tertentu. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran pada materi tertentu. sementara 20 % dari mereka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. bentuk serta macam macam materi yang menjadi pertimbnagan dalam pemilihan metode. perkuliahan dilakukan pada pertemuan sebelas dan dua belas sementara itu materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode mengajar berdasarkan sumber dan media yang tersedia. (b) dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan pilhan metode yang tepat untuk pembelajaran yang didasarkan pada sumber dan media yang tersedia. dan 5 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang diberikan. perkuliahan dilakukan pada pertemuan kesembilan dan kesepuluh sementara materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. atau terlalu luasnya materi. terkait dengan mata kuliah lain dimana mereka juga harus menyelesaikannya untuk saat yang sama.

sehingga bagian tertentu dari kasus yang unik justru tertinggal. kelas kecil. Dari tindakan kelas yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan mengarah pada peningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menguasai hasil belajar Strategi Pembelajaran. salah satunya adalah masih ada sebagian mahasiswa merasa tabu atau pantang untuk mengungkap masalah yang ada di lingkungan sekolahnya sehingga sebagian mereka hanya mengangkat kasus fiktif atau cerita belaka. diungkap dan direfleksikan serta dicari solusinya. kemudian apa pendapat dan pengalaman mereka merasa dihargai oleh orang lain. koordinasi dan pengembangan yang sistematis dan tepat sasaran. kemudian karena belajar dari pengalaman. diperoleh kesimpulan tentang perkuliahan mata kuliah Strategi Pembelajaran pada mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama beberapa waktu.ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. Bahkan jalan keluar yang ditawarkan harus dapat didemonstrasikan di depan kelas. Hal ini sangat mendukung bagi upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dituntut dari mata kuliah strategi pembelajaran. (3) keterampilan dan keberanian. Dengan cara seperti itu mahasiswa memiliki pengetahuan dan ingatan yang kuat. 1) model pembelajaran dengan metode kasus untuk mata kuliah Strataegi Pembelajaran dapat dikembangkan dan berhasil secara efektif. untuk . sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. (4) hambatan dalam pengembangan metode kasus tentunya juga banyak dihadapi. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. Apabila dilaksanakan dengan perencanaan. Sementara itu hambatan pada dosen yang menerapkan adalah mengorganisasi waktu yang terbatas kadang tidak dapat menampilkan semua kasus yang dimunculkan oleh mahasiswa. pembelajaran dengan metode kasus membuat banyak tugas diawali dari kemampuan mahasiswa dalam melihat kasus yang ada di sekitar sekolahnya. (2) singkronisasi antar materi mata kuliah. dengan tugas dimana mahasiswa harus dapat menuangkan pilihan metode dalam bentuk prencanaan pembelajaran maka mereka akan menggunakan keterampilan mata kuliah lain untuk menyelesaikan tugas. Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan dalam hal berikut: (1) penguasaan materi. pemilihan metode mengajar dengan pertimbangan kelas besar. pada saat yang sama mata kuliah perencanaan pembelajaran juga sedang diajarkan. kemudian mendeskripsikan dan mencari jalan keluarnya kesemuanya ditulis dan dipresentasekan atau didiskusikan dideapan kelas. Dengan demikian keterampilan dan keberanian mahasiswa muncul dengan sendirinya akibat dari metode kasus yang dikembangkan. (2) Penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi mata kuliah Strategi Pembelajaran yakni. Kemudian membaca buku teks untuk mendalami teori teori yang mendukung kesimpulan pilihan metode yang dikembangkan. jumlah siswa serta ketersediaan sumbe dan media diminta dari mahasiswa untuk mengungkap apa yang mereka alami dari lingkungan kerja selama ini. dan begitu juga sebaliknya.

2006. Becouse Wisdom Can`tbe Told. Jonnasen. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. Beverly Hills. 1999. 1989. 1980. Hand book of Research for Educational Communication and Technology. 5th edition. Hakikat pembelajaran yang efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik.H. 1981. Jogiyanto HM. et al. Pendekatan. Big Media.IAIN Sumatera Utara. Kasbolah ES. Yogyakarta: Andi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPGSD McNiff Jean. Schramm Wilbur. 1996. dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPLPTK. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. kecerdasan. 2006. Instructional Media and Technologies for Learning. Boston: Harvard Publisher Heinich R. Degeng I. IAIN Sumatera Utara. New York: Mac Millan. 1940. Strategi Belajar Mengajar. 1992. Gragg CI. Boston: Harvard Publishing. Filosofi. Action Research: Principles and practice. Medan: FT. et all. Little Media. Sage. Pedoman Penyelenggaraan Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. (3) beberapa hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. 1990. D. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. Case Method Teaching. 1996. keberanian mengungkap masalah.jenis materi. Jakarta: KaruniaUT. Kasihani. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ).Nyoman Sudana. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Wiryawan Sri Anitah dan Noorhadi. . ketekunan. Daftar Pustaka Corey ER.

I. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Jadi. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. penetapan. PENDAHULUAN perubahan prilaku dan Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. keterampilan. sarana untuk mengekpresikan dirinya. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. nilai. cara berfikir. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. . Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. ide. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. sementara siswa dibuat pasif. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Sehubungan dengan tugas ini. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. menetapkan. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Itulah sebabnya dalam belajar. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai.kesempatan dan mutu serta dapat memberikan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pemilihan. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran.

Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo.. Soemanto. (Bandung : Falah Production . Milan.Tri wibowo B. Ngalim. penggunaan metode mengajar. 2004) Santrock.11 Prayitno. 2009) Rianto.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. Syafaruddin dan Irwan Nasution. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). Bumi Aksara.S. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. 2002) http://id. pembelajaran efektif. Dede.. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Terj. Media. 1989) Nasrun. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT.com/social-sciences/education/2129621. Sri Esti Wuryani. Oemar. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. 1990) Slameto. 2007) Rosyada.2005) . 1998.Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Imtima. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Hadari. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. strategi pembelajaran.shvoong. 2001) Purwanto. E. 1995) W. Jakarta : PT. 2002. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2003) Nawawi. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. 2008) Semiawan. • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. educational Psychology. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Manajemen Pembelajaran. Wasty. Belajar dan Faktor . Gulo. Kurikulum dan Pembelajaran. John W.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. membangkitkan motivasi belajar. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Metode. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. 2007) cet. TT) Hamalik. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Cony. 2004).

kelelahan. usaha untuk menguasai. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. atau suatu pengertian.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. kapur dan alat belajar). penyakit.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. (London . Models of Teaching.Bruce dan Marrsha Weil. keterampilan. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya.• Joyce. minat. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. tetapi juga berbentuk kecakapan. penyesuaian diri. • • • • • • • • • • . pengertian. sikap. Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). Konsep ini mengandung dua hal: pertama. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. kedua. material (buku. 1. harga diri. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan.1996) • • • II. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. Allyn Bacon. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. watak. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. PEMBAHASAN A.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. kelas audio visual). papan tulis. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.” Dengan demikian.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. fasilitas (ruang. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8].

maka dalam belajar siswa mengalami proses dan meningkatkan kemampuan mentalnya. . yang menyatakan bahwa perubahan yang dimaksud dengan belajar adalah perubahan yang konstan. termasuk dirinya. yaitu: Mengajar adalah membimbing aktivitas anak. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. alat peraga. Mengajar berarti membimbing pengalaman anak. dan guru berperan sebagai meneger of learning. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik.1 Pengertian dan Ciri-ciri Pembelajaran Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. Hal di atas berbeda dengan pengertian belajar: “suatu aktivitas mengatur dan mengorganisasi lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar”. Dari pengertian tersebut mengajar mempunyai dua arti. yaitu: Menyampaikan pengetahuan kepada siswa. lingkungan. berbekas. Dari pengalaman. Dengan demikian maka mengajar haruslah mengatur lingkungan agar terjadi proses belajar mengajar dengan baik. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. Pengalaman adalah proses dan hasil interaksi anak dengan lingkungan. Kebanyakan ilmu pengetahuan diambil dari buku pelajaran yang tidak dihubungkan dengan realitas dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. Hal ini membedakan dengan mengajar dalam arti menanamkan pengetahuan. Artinya yang belajar adalah anak sendiri. dan sumber-sumber lain. sedangkan tugas guru adalah mengatur lingkungan dan membimbing aktivitas anak. sikap. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. dan Membimbing siswa. dan gurulah yang memegang peranan utama. baik kuantitas maupun kualitasnya. Artinya yang belajar adalah anak itu sendiri dan berkat kegiatannya sendiri. dan menjadi milik siswa. Dua arti belajar di atas menunjukkan bahwa pelajaran lebih bersifat pupil-centered. Apabila dilihat dari arti belajar pada Bab I. Mengajar yang berarti menanam pengetahuan. anak memperoleh pengertian-pengertian. Perbedaan itu ditunjukkan pada mengajar di sini adalah usaha dari pihak guru untuk mengatur lingkungan. Dalam membimbing tersebut guru tidak hanya menggunakan buku pelajaran semata. yang biasanya pelajaran bersifat teacher-centered. Pengajaran serupa ini disebut intelektualitas. Anak dianggap pasif. sedangkan guru hanya dapat membimbing anak. BAB II HAKIKAT PEMBELAJARAN 2. Uraian di atas memberikan batasan-batasan yang benar tentang mengajar. dan bukan sebaliknya. sehingga terbentuk suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar.• • • Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. sebab menekankan pada segi pengetahuan. tetapi dimanfaatkannya segala faktor dalam lingkungan. Jadi yang aktif adalah siswa. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. tujuannya adalah penguasaan pengetahuan anak. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. keterampilan. Jadi interaksi dengan lingkungan itulah yang dinamakan belajar.

Adanya metode dan media pembelajaran.• • • • • • penghargaan. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. Seluruh rangkaian penjelasan tentang mengajar di atas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan mengajar di sini adalah juga termasuk di dalamnya mendidik. Adanya penilaian. Hal ini agar lebih sanggup mengatasi masalah-masalah dalam kehidupannya. Lingkungan jauh lebih luas dibandingkan dengan buku dan kata-kata guru. untuk itu pelajaran hendaknya dihubungkan dengan kehidupan anak dalam lingkungannya. Ia harus belajar berpikir. Artinya mengajar adalah mengantarkan anak agar bakatnya berkembang. . Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). Sedangkan membantu anak untuk supaya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat diupayakann dengan memberikan pelajaran yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: Tujuan. Jadi bukan saja mentransfer pengetahuan. Hubungan komponen-komponen pembelajaran tersebut dapat digambarkan pada Gambar 2. Bahan. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. kebiasaan. termasuk lingkungan sosialnya. dan berbuat sesuai dengan norma-norma lingkungan.1 Hubungan antar komponen Pembelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran. Metode dan media pembelajaran. Penilaian. Mengajar berarti membantu anak berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan. Atau dapat dikatakan bahwa mengajar atau pembelajaran adalah aktivitas mengatur lingkungan. Adanya situasi yang subur. tetapi juga membimbing ke arah norma yang benar. yaitu: Adanya tujuan. dan lain sebagainya. Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Dengan upaya tersebut diharapkan anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. merasa. Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. sehingga terjadi proses belajar. Seluruh lingkungan anak adalah sumber belajar.1 berikut ini: Tujuan Bahan Metode dan Media Penilaian Gambar 2. Sedangkan tafsiran yang kurang tepat tentang mengajar antara lain: Mengajar adalah menyuruh anak untuk menghafal. kecakapan. Untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya komponen-komponen pendukung dengan tujuan supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik.

• • 2. (2) mendengarkan secara simpatik terhadap segala ungkapan jiwa siswa.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. Pemberian bantuan dan bimbingan secara individual dapat dilakukan pada pembelajaran individual ataupun pembelajaran klasikal. Tujuan pembelajaran individual adalah: Memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. 2. (4) membina suasana aman sehingga siswa bebas mengemukakan pendapat. kecepatan. Kebebasan menggunakan waktu belajar. (3) tanggap dan memberi reaksi positip terhadap siswa. (5) memberi balikan terhadap setiap siswa. Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. Berdasarkan cara mengorganisasi siswa. merencanakan pelaksanaan belajar. ada 3 cara yang dapat dilakukan guru dalam mengelola siswa.1 Pembelajaran secara individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Pengorganisasian kegiatan belajar.2. Dalam pengorganisasian ini guru berperan sebagai pengatur dan memonitor semua kegiatan dengan cara: (1) memberi orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu. sedangkan bantuan individual dalam pembelajaran klasikan dengan cara guru memberi bantuan individu secara umum. (2) membuat variasi belajar supaya tidak menimbulkan kebosanan. Tiga cara tersebut adalah: 1. Dilakukan dengan cara antara lain: (1) membuat hubungan akrab dan peka terhadap kebutuhan siswa. membuat program sesuai dengan kemampuan siswa. Pembelajaran secara klasikal 2. Siswa dapat memiliki kesempatan untuk menyusun program belajar sendiri. . Pembelajaran individual dalam pembelajaran individual dengan cara guru memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. 3.1. Pembelajaran secara individual.2.2 Jenis-jenis Pembelajaran 2. Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual adalah: Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri. dan intensitas belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. dan (6) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar. (4) membagi perhatian pada sejumlah siswa. (3) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan. materi. Kedudukan guru dalam pembelajaran individual adalah membantu dalam: Perencanaan kegiatan belajar. Pembelajaran secara kelompok. Siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. Dalam kegiatan ini guru berperanan sebagai penasihat atau pembimbing. Jenis pembelajaran dapat ditentukan dari cara mengorganisasi siswa ataupun dari pendekatan pembelajarannya. menurut tugas dan kebutuhan siswa. dan sumber. Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. supaya pembelajaran berjalan efektif dan efisien. dengan cara antara lain membantu menetapkan tujuan belajar. Contohnya misalnya siswa diminta untuk membaca dalam hati pada pokok bahasan tertentu. dan membantu siswa untuk melihat kemajuan.

(3) memberi penguatan belajar. (5) memberi kesempatan siswa untuk memperbaiki diri. Mengembangkan sikap sosial dan bergotong royong. Tidak semua bidang studi atau pokok bahasan sesuai diorganisasi dengan pembelajaran ini. Pertimbangan dalam pembentukan kelompok adalah: tujuan yang akan diperoleh siswa dalam kelompok. Pada peran guru dalam pembelajaran kelompok adalah: Pembentukan kelompok. dengan tujuan untuk mempermudah proses belajar. Tugas kelompok paralel berarti semua kelompok mempunyai tugas yang sama. Tugas guru dalam tugas kelompok antara lain: (1) memberi informasi umum tentang pelaksanaan diskusi. Mengembangkan kemampuan memimpin. (2) dengan komplementer.2. karena akan melelahkan guru. Penekanan pembelajaran ini pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. Sedangkan tugas komplementer bearti masingmasing kelompok mempunyai tugas yang berbeda. minat atau pusat perhatian siswa. Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti siswa. yaitu: (1) dengan paralel. 2. latar belakang pengalaman siswa. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok. Ada interaksi dan komunikasi antar anggota. Keberhasilan guru dalam evaluasi dimengerti oleh siswa.2 Pembelajaran secara kelompok Pembelajaran kelompok adalah pembelajaran dengan cara kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Prosedur dan cara kerja dimengerti siswa.1. Pelaksanaan. antara 3-8 orang. Pembelajaran ini dapat efektif bila: Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung.• Fasilitator yang mempermudah belajar. Tujuan pembelajaran kelompok adalah: Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. Kriteria keberhasilan dimengerti siswa. Perencanaan tugas kelompok. Tiap anggota mempunyai tanggung jawab terhadap kelompok. Kedudukan siswa dalam kelompok adalah: Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok. (4) menjadi teman dalam mengevaluasi keberhasilan. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam pemecahan masalah. Tugas yang diberikan dalam kelompok ada dua macam. (2) menyedia media dan sumber belajar. (3) pada akhir diskusi guru berperanan sebagai evaluator terhadap hasil . Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan adalah untuk menentukan bentuk tugas. Cara yang dapat dilakukan antara lain: (1) membimbing siswa belajar. Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok. Kelemahan pembelajaran individual adalah: Bila jumlah siswa banyak maka pembelajaran ini kurang efisien. (2) saat siswa berdiskusi tugas guru sebagai fasilitator.

1 Pendekatan Konsep Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil. 2. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuwan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah). Sedangkan sumber dari siswa dapat secara individu ataupun kelompok.45 orang. Mengikut sertakan siswa aktif belajar. Hal ini disebabkan karena jenis bahan atau mungkin waktu yang tidak memungkinkan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses semua. dan pengelolaan kelas. Tindakan pembelajaran kelas antara lain: Penyususunan desain instruksional.3 Pembelajaran secara klasikal Pembelajaran klasikal yaitu pembelajaran yang dilaksnakan secara klasikal atau diikuti siswa dalam jumlah berkisar antara 1. Bagaimanapun pendekatan ini masih pula dibutuhkan dalam pembelajaran. Contoh sumber masalah dari kondisi tempat belajar misalnya ruang kotor. Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi.2. Pengorganisasian belajar sesuai kondisi siswa. Pemusatan perhatian pada bahan ajar.1.2.• • • • diskusi. karena tidak mungkin semua pokok bahasan dapat digunakan pendekatan keterampilan proses.2. Sedangkan kelemahannya adalah kurang dapat memperhatikan kebutuhan individual.2 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan. Melaksanakan tindakan-tindakan antara lain: Penciptaa tertib belajar di kelas. Keterampilan proses ini tidak saja mementingkan hasil. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memberikan pembelajaraan individual dalam pembelajaran klasikal. yaitu pengelolaan pembelajaran.2. sehingga siswa mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan. Sedangkan pengelolaan kelas biasanya dilakukan karena adanya masalah disaat pembelajaran. papan tulis kotor. dan lain sebaginya. sehingga kevalidannya dapat diandalkan. Pengelolaan pembelajaran adalah kegiatan untuk melaksanakan desain instruksional.2. Kelebihan pembelajaran ini adalah efisien dan murah. tetapi juga memperhatikan proses . Karena guru harus menghadapi siswa dengan jumlah banyak. sehingga hasilnya kurang bermakna dan bertahan lama. 2. di mana sumber masalah tersebut antara lain dari kondisi tempat belajar ataupun dari siswa yang terlibat dalam pembelajaran.2. Penciptaan suasana senang dalam belajar. Hanya saja perlu digali bagaimana penerapan pendekatan konsep ini dapat digunakan semaksimal mungkin di dalam pembelajaran. maka dalam pembelajaran klasikal diperlukan pelaksanaan dua kegiatan sekaligus. kursi rusak. Evaluasi hasil belajar kelompok.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 2. sedangkan pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik. 2.

Hal ini dapat terlaksana apabila kesejahteraan mental dan emosional siswa dipandang sebagai sentral pendidikan. sehingga siap disampaikan kepada siswa. membuat kesimpulan. Inqury atau penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi.5 Pendekatan Humanistik Suatu pendekatan yang berpusat pada siswa (Student centered). dan sebaginya. generalisasi.2. menjelaskan. Dengan melaksanakan pendekatan ketarmpila proses berarti siswa terlibat seccara aktif dalam kegiatan pengamatan.2. Dari sini dapat dilihat bahwa inquiry ini selaras dengan teori belajar yang ditemukan oleh Brunner. Perkembangan selanjutnya pendekatan keterampilan proses yang perlu di terapkan terutama dalam pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). . Proses mental itu misalnya mengamati. 2. dan menemukan sendiri konsep dan prinsip. yaitu manusia yang kreatif. mampu memecahkan persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan. Pendekatan Rekonstruksionalisme Suatu pendekatan yang menfokuskan pada masalah-masalah pendting yang dihadapi masyarakat. dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu. yaitu anak harus berperan secara aktif di dalam kelas. kebutuhan. menganalisis data. Dengan mengetahui proses diharapkan dapat merangsang daya cipta untuk menemukan sesuatu.2. Berikut akan dibicarakan pendekatan STM. mengelompokkan.2.4 Pendekatan Discovery Discovery atau penemuan adalah proses mental yang dicirikan dengan siswa dapat mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. yaitu: Rekonstruksionalisme Konservatif Pendekatan ini ditujukan kepada peningkatan mutu kehidupan individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat. 2.2. dan kemampuan siswa. dan mampu mengambil keputusan yang menjangkau masa depan. Rekonstruksionalisme Radikal Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk menrombak tata sosial yang ada dan membangun struktur sosial baru. 2. membuat kesimpulan. Prioritasnya adalah pengalaman belajar yang diarahkan terhadap tanggapan minat.2. yaitu dari khusus ke yang umum.• • • • mendapatkan hasil. melaksanakan eksperimen. Menurut Brunner discovery learning adalah merupakan belajar dengan menemukan sendiri menggunakan prinsip belajar induktif.2.6. Pendekatan ini mengutamakan perkembangan afektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian integral dari proses belajar.3 Pendekatan Expository Pada pendekatan expository guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori. Sedangkan siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. Sumber munculnya discovery learning ini adalah teori belajar Piaget. dan pada akhirnya dapat membentuk manusia yang berkualitas. Pengajaran telah diolah oleh guru. Untuk itu pendekatan ini juga disebut pendekatan rekonstruksi sosisal. hukum atau dalil beserta bukti-bukti yang mendukung.2. misalnya merumuskan problem. mengumpulkan data. 2. sehingga materi belajar mudah dikuasai oleh siswa. dan lain sebagainya. Pendekatan ini dibagi menjadi dua. merancang eksperimen.

TIU menggunakan kata kerja yang bersifat umum. mengerti. Secara lengkap hierarki tujuan pembelajaran itu adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Nasional. sehingga sulit diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Tujuan pembelajaran pada jangka panjang sebenarnya akan mencapai pada tujuan pendidikan nasional. dan Madrasah Aliyah (MA) akan berbeda dengan Sekolah Menengah Umum (SMU). Jadi tujuan pendidikan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia baik formal maupun non formal mengarah pada tujuan pendidikan nasional tersebut. Tujuan instruksional ini sebenarnya merupakan tujuan yang dijabarkan dari tujuan kurikuler. Sekolah Tingkat Menengah. Tingkat Pendidikan Mengah juga masih dapat dibedakan dari pendidikan kejuruan (SMK/Sekolah Menengah Kejuruan) dan pendidikan umum (SMU/Sekolah Menengah Umum). yang berbunyi: Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan berbeda dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). yaitu Pancasila. Penjabaran tersebut menjadi tujuan institusional. Citra tujuan pendidikan nasional adalah terbentuknya manusia pancasila yang utuh dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air melalui pembangunan nasional. Sedangkan TIK menggunakan kata kerja yang bersifat operasional. dapat dikerjakan.3. dimana merupakan penjabaran dari tujuan instruksional umum. Tujuan pendidikan nasional didasarkan pada falsafah negara atau way of life nya bangsa Indonesia. dan Perguruan Tinggi. Misalnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan berbeda dengan Sekolah Dasar (SD). Begitu juga masih dapat dibedakan lagi antara sekolah umum (di bawah Departemen Pendidikan). Dan tujuan pendidikan nasional tersebut akan terwujud dengan dijabarkannya ke dalam tujuan institusional. dan memuat lebih dari satu pengertian. dan sekolah agama (di bawah naungan Departemen Agama). Pasal 4. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Tujuan instruksional ini dibedakan menjadi dua. Tujuan Institusional. Atau dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional merupakan pedoman umum bagi pelaksanaan pendidikan dalam jenis dan jenjang pendidikan. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II. yang memuat hanya satu pengertian. Karena merupakan pedoman umum tentu saja dalam pencapaiannya perlu dioperasionalkan lagi supaya terealisasi.• • 2. sedangkan tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan hasil perencanaan dan perumusan guru. Dengan demikian akan dapat segera dibedakan antara Sekolah Tingkat Dasar.1 Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran yang biasanya disebut tujuan instruksional merupakan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai dilakukan. kesehatan jasmani dan rohani. Tujuan institusional merupakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan. kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan pendidikan nasional ini tercantum dalam Undang-Undang RI No. memahami. sehingga mudah diukur keberhasilannya atau dievaluasi. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Keluaran dari lembaga akan tercermin dari tujuan institusional lembaga pendidikan tersebut.3 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 2. misalnya mengenal. Tujuan . yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. Tujuan instruksional umum (TIU) telah tersedia di dalam kurikulum.

kimia.2 Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. dan dampak pengiring. yaitu terapan pengetahuan dan kemampuan di bidang lain. misalnya tujuan sejarah. dilakukan dengan pengorganisasian siswa. Sedangkan faktor psikologis. 2. biologi. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. Tujuan kurikuler ini akan dicapai melalui tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. dan ingatan.3. yaitu ranah kognitif. yang pada akhirnya akat tercapai tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya akan dibahas lebih rinci di bagian lain pada bab ini juga. Gambar 2. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. Guru melakukan evaluasi untuk melihat hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Siswa memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepajang hayat. dan evaluasi. Atau dapat disebut juga tujuan bidang studi. berpikir. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. dan Dampak pengiring. siswa melakukan kegiatan belajar. Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsik. Ke tiga ranah tersebut harus tercermin dalam tujuan instruksional khusus (TIK) atau tujuan pembelajaran khusus (TPK). Tujuan Kurikuler Tujuan kurikuler adalah tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh atau melalui tiap bidang studi. misalnya kecedasan. pengolahan pesan.1. afektif. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). Belum tentu pencapaian tujuan instruksional akan diikuti tercapainya tujuan kurikuler. Tujuan instruksional adalah tujuan yang pencapaiannya dibebankan pada tiap pokok bahasan. maka akan berhasil pula tujuan institusionalnya. Untuk memberi gambaran tentang dampak pengajaran dan dampak pengiring dapat dilihat pada Gambar 2. psikomotorik. . Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). Hasil belajar sebagai dampak pengajaran. namun pelaksanaannya sangat sulit. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila di dalam pembelajaran berhasil mencapai dua hasil yang diharapkan dari pembelajaran. Siswa memiliki kemampuan pra belajar. dan lain sebaginya. penglihatan. Rangkaian tujuan pembelajarn di atas mengandung harapan apabila rangkaian tujuan instruksional berhasil.1 dapat dijelaskan sebagai berikut: Guru melakukan tugas pembelajaran.• • • • institusional atau tujuan sekolah ini dapat tercapai dengan dijabarkannya tujuan ini ke tujuan kurikuler. perhatian. dan seterusnya. motivasi. Tujuan Instruksional. yaitu damak pengajaran dan dampak pengiring. Secara teoritis memang penjabaran secara struktural tujuan di atas dapat dipertanggungjawabkan. dan kondisi fisik. Hasil belajar dapat tercermin melalui dampak pengajaran dan dampak pengiring. Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur (tujuan instruksional khusus). apabila dalam pembelajaran memperhatikan ketiga ranah tujuan pembelajaran.

Anak mempuyai nilai – nilainya sendiri yang akan berkembang menuju kepada nilai – nilai seperti orang dewasa. Teori – teori atau pendekatan reduksionisme sangat banyak dikemukakan didalam khazanah ilmu pendidikan. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionisme sebagai berikut : v Pendekatan Pedagogis atau Pedagogisme v Pendekatan Fisolofis atau Filosofisme. bahan ajar. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. metode. 1. selain itu manusia itu akan terus – menerus berkembang selama dia hidup. Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berbeda dengan hakikat orang dewasa. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Pandangan ini sudah mulai ditinggalkan oleh karena ternyata manusia tidak pernah akan berhenti untuk memperoleh pendidikan. 3. Dengan demikian pandangan bahwa pendidikan berakhir ketika manusia itu dewasa tidak relevan lagi di dalam dunia informasi dewasa ini dan pendidikan berlaku untuk seumur hidup. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. v Pendekatan Negativis atau negativisme. Pandangan pedagogisme ini memang mempunyai segi – segi yang positif yang sangat menghormati perkembangan anak. pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme Schopenhaur serta penganut – penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan – kemampuan yang dilahirkan dan tinggal dikembangkan saja atau apakah pandangan tersebut dari teori tabularasa atau empirisme John Locke yang mengatakan bahwa anak dilahirkan seperti kertas putih yang akan diisi oleh pendidikan. Pendekatan Pedagogisme Titik tolak dari teori ini ialah anak yang dibesarkan menjadi dewasa. v Pnedekatan Religius atau Religionisme. dan evaluasi.• • • • Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. namun juga mempunyai berbagai kelemahan karena anak seakan – akan disolasikan dari kehidupan bersama didalam masyarakat. 2. Pedagogisme melahirkan child centered education yang cenderung bahwa anak hidup didalam suatu masyarakat tertentu dan mempunyai cita – cita hidup bersama yang tertentu pula. oleh sebab itu proses pendewasaan anak bertitik – tolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat – tingkat perkembangannya sendiri. v Pendekatan Psikologis atau Psikologisme. anak bukanlah orang dewasa didalam bentuknya yang kecil. v Pendekatan Sosiologis atau Sosilogisme. Pendekatan Religius Pendekatan religius atau religionisme dianut oleh pemikir – pemikir yang melihet hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. dengan demikian hakikat pendidikan ialah . Pendekatan Fisiolofis Pendekatan fisolofis atau fisiolofisme mengenai pendidikan antara lain bertitik – tolak dari pertentangan mengenai hakikat manusia dan hakikat anak. media. Memang child centered education tersebut antara lain merupakan reaksi terhadap pendidikan yang tidak melihat hakikat anak sebagai makhluk manusia yang hidup didalam dunianya sendiri sehingga perlu memperoleh perlakuan – perlakuan khusus didalam proses mendewasakannya. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah.

oleh sebab itu pendidikan agama manjadi yang sentral dalam proses pendidikan. Hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan – akan ilmu pendidikan terbatas pada ilmu mengajar saja. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis atau psikologisme dalam pendidikan sangat kuat terutama pada tahap permulaan lahirnya ilmu pendidikan pada permulaan abad 20. · Proses pendidikan adalah melatih peserta – didik menjadi warga negara yang berguna. didalam pertumbuhan itu perlu disingkirkan hal – hal yang dapat merusak atau yang sifatnya negatif terhadap pertumbuhan itu. 5. dengan demikian tidak akan membawa peserta . dan oleh sebab mengajar merupakan suatu tugas yang setua dengan manusia itu sendiri maka profesi pendidik mendapat penghargaan kurang dari profesi – profesi lainnya. jangan – jangan pendidikan yang sekuler telah ikut memicu berbagai pihak berbagai peperangan serta kemunduran moral manusia dewasa ini.• • membawa peserta – didik menjadi manusia yang religius karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan peserta – didik itu harus dipersiapkan untuk hidup sesuai dengan harkatnya. Di pihak lain kehidupan modern bukan hanya menuntut manusia – manusia yang religius dan bermoral tetapi juga kehidupan yang menuntut penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memerangi kemiskinan dan kemunduran hidup. Pandangan – pandangan negatif tersebut memang membawa proses pendidikan kepada suatu proses yang defensif atau protektif. Proses pendidikan yang mempunyai citra religius ini dikenal dalam semua kebudayaan baik di Barat maupun di Timur. Pendekatan religius mengenai hakikat pendidikan menekankan kepada pendidikan untuk mempersiapkan peserta – didik bagi kehidupannya diakhirat. 4. Psikologisme cenderung mereduksi ilmu pendidikan menjadi ilmu proses belajar dan mengajar. Pandangan ini berarti menghindarkan peserta – didik dari hal – hal yang mengakibatkan dia itu menjadi warga negara yang tidak berguna bagi masyarakatnya. pandangan ini tidak realistis oleh sebab seseorang didalam masyarakat akan menghadapi kenyataan hidup bermasyarakat yang penuh dengan hal – hal yang positif maupun yang negatif. Pandangan – pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi kedalam bidang ilmu pendidikan. Dengan demikian pandangan – pandangan pedagogisme serta psikologisme akan memperpuruk profesi pendidikan sebagai profesi yang tidak professional dan kurang bobot ilmiahnya. Pendidikan hendaknya berfungsi bukan hanya untuk kehidupan akhirat tetapi juga untuk meningkatkan mutu kehidupan duniawi yang aman dan adil. Menurut beliau ada tiga teori yang sifatmya negatif yaitu : · Teori yang menyatakan bahwa tugas pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral. Pandangan ini di anggap sebagai pandangan yang negatif oleh karena didalam mengembangkan kepribadian anak implisif melindungi dari hal – hal yang negatif yang menghalangi perkembangan kepribadiannya. · Ialah yang melihat pendidikan sebagai usaha mangembangkan kepribadian pesert – didik atau dengan kata lain membudayakan individu. dengan sendiriny pendekatan tersebut lebih memperkuat lagi pandangan pedagogisme seperti yang telah dijelaskan. Pendekatan Negativis Pendekatan negativis atau negativisme didalam urainan ini diambil dari pendapat filosof Bertrand Russel didalm bukunya yang terkenal Education and Social Order.

Dengan kata lain manusia hanya eksis dalam masyarakatnya. titik – tolak dari pandangan ini prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu. Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan. Pendekatan Sosiologis Pandangan sosiologisme mengenai hakikat pendidikan terdapat versi yang bermacam – macam. Hal ini berarti eksistensi atau keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif. Interaksi tersebut bukan hanya interaksi dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam dan dunia ide termasuk dengan Tuhannya.Pendekatan Holistik Integratif Pendekatan – pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan. b. Berdasarkan pengetahuan kita mengenai pendekatan reduksionisme terhadap hakikat khakikat pendidikan maka dapatlah dirumuskan suatu pengertian operasional mengenai hakikat pendidikan sebagai berikut : Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta – didik yang memasyarakat. Kemampuankemampuan tersebut berupa dorongan-dorongan. orang tua 1 pendidik formal dan pendidik nonformal. Proses itu sendiri tidak terjadi di dalam vacuum atau ruang hampa tetapi sekurang-kurangnya terdapat unsur-unsur ibu. elan vital.Tanggung jawab manusia yang ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan bukan hanya mempunyai dimensi lokal tetapi juga berdimensi nasional dan global. Kemampuan-kemampuan tersebut harus dikembangkan dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup atau dihidupkan dalam masyarakat. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta-didik menjadi dewasa tetapi akan terus-menerus berkembang selama terdapat interaksi antara manusia dengan lingkungan sesama manusia serta dengan lingkungan alamnya 2. Rumusan operasional mengenai hakikat pendidikan tersebut diatas mempunyai komponen – komponen sebagai berikut : · Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan 1. Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia. Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme. 3. peserta – didik dan keseluruhan perbuatan pendidikan termasuk lembaga – lembaga pendidikan telah menampilkan pandangan – pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mangenai hakikat pendidikan.2. Proses pendidikan adalah proses mewujudkan eksistensi manusia yang memasyarakat. Oleh sebab itu proses pendidikan bukanlah suatu proses yang protektif tetapi yang memberikan kesempatan yang seluas – luasnya untuk belajar berdiri sendiri dan mengambil keputusan sendiri secara moral. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal.• • – didik kepada pengambilan keputusan untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab. Eksistensi manusia yang memasyarakat. Tidak dapat kita bayangkan apabila interaksi manusia dilumpuhkan. yang ada pada manusia. Pandangan – pandangan tersebut tidak menampilkan hakikat pendidikan secara utuh tetapi sepihak berdasarkan sudut pandangan yang digunakan. Lembaga-lembaga pendidikan adalah prana sosial . membudaya. pada prinsipnya pandangan ini meletakkan hakikat pendiddikan kepada keperluan hidup bersama dalam masyarakat. keinginan. nasional dan global.) Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai. 6. Proses tersebut berimplikasikan bahwa di dalam peserta-didik terdapat kemampuan-kemampuan yang immanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat.

Dengan kata lain. Proses pendidikan adalah proses pembudayaan. manusia yang berbudaya. 7. Nilai-nilai tersebut (perlu dihayati. dikembangkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakatnya. Dengan dimensi waktu. Di mana ada pendidikan di situ ada kebudayaan. Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya. Dengan demikian scoring yang lelah berkembang sesuai dengan kebudayaannya adalah juga seseorang yang telah memperoleh pendidikan yang bertujuan yang sama dengan perkembangan priadi di dalam kebudayaan di mana pendidikan itu berlangsung. adalah kebudayaan Di mana ada kebudayaan di situ ada pendidikan. Pengembangan manusia seutuhnya melihat manusia itu atau peserta-didik sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Penciptanya berbagai potensi. Aspek historitas. Manusia berpendidikan dan manusia berbudaya Manusia yang berpendidikan adalah sama artinya dengar. Hanyala manusialah makhluk yagn menyerajarah. kekinian dan visi masa depan. Rumusan ini benar karena lahir dari pengertian bahwa pendidikan adalah aspek dari kebudayaan. Kesulitan tersebut disebabkan karena bukan saja masyarakat dan bangsa Indonesia yang bhinneka tetapi juga karena manusia itu sendiri bersifat multi dimensional. proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang. Menggugurkan pendidikan dari proses pembudayaan merupakan alienasi dari hakikat manusia dan dengan demikian alienasi dari proses humanisasi. Inti dari kehidupan bermasyarakat adalah nilai-nilai. berarti bawah suatu masyarakat telah berkembang di dalam proses waktu. tujuan atau visi pendidikan adalah kongruen dengan visi masyarakat di mana pendidikan itu berada. berarti bahwa kekuatan-kekuatan historis telah menumpukj dan berasimilasi di dalam suatu proses kebudayaan.masyarakat yang ditugaskan untuk melaksankaan proses pendidikan secara sistematis. Karena proses pendidikan mengandalkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat maka dengan sendirinya proses pendidikan adalah penghayatan dan perwujudan nilai-nilai tersebut. 5. p roses tersebut mempunyai aspek historistas. Itulah manusia yang berbudaya. 4. Demikianlah pendekatan hakikat pendidikan yang holistik inregratif yang merupakan suatu pandangan pengembangan manusia seutuhnya. Potensi-potensi yang beragam tersebut hanya dapat dikembangkan di dalam dan oleh masyarakat di mana seseorang menjadi anggotanya dan sekaligus mewujudkan suatu tata kehidupan tertentu dengan nilai-nilai tertentu yang pada dasarnya diarahkan kepada perwujudan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ciptaan ilahi. Dengan demikian pendekatan-pendekatan reduksionis yang hanya melihat manusia itu dari suatu segi tertentu tidak menggambarkan keseluruhan hakikat manusia dan hakikat pendidikan. Nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai yang hidup maupun karena inovasi nilai-nilai baru. Mencari Konsep Manusia Indonesia Sebagaimana sulitnya kita menggambarkan mengenai bentuk rupa kebudayaan nasional Indonesia maka begitu pula sulitnya kita merumuskan konsep manusia Indonesia yanr jelas dan dapat disepakati oieh semua orang. Dengan demikian pendidikan tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari kebudayaan. Oleh sebab itu manusia akan terus menerus berkembang selama keberadaannya di dunia . dan proses pembudayaan adalah proses pendidikan. Keseluruhan proses tersebut. yang menyejarah. Alienasi proses pendidikan dari kebudayaan berarti menjauhkan pendidikan dari perwujudan nilai-nilai moral di dalam kehidupan manusia 6. dilestarikan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran. 1 Pembelajaran secara individual. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. 3 Pembelajaran secara klasikal 3.1 Jenis-jenis Pembelajaran 3. Pengembangan Manusia Indonesia Seutuhnya Apabila kita melihat rumusan pakar-pakar tersebut di atas yang tentunya masing-masing dilihat dari dimensi tertentu. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran.• • ini. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: 1 Tujuan. 3 Metode dan media pembelajaran.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. yaitu: 1 Adanya tujuan.1. 3 Adanya metode dan media pembelajaran. dan belum dilihat manusia saeabagai multi dimensional.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 1. maka ada kebutuhan untuk melihat manusia itu sebagai keseluruhan. 3.1. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. 2 Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. Pendekatan Discovery 5.1. 7 Adanya siswa yang melaksanakan belajar.1. 8.1. Pendekatan Rekonstruksionalisme . 6 Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. 2 Bahan.1 Kesimpulan Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. Pendekatan Konsep 2. Pendekatan Keterampilan Proses 3. Konsep pengembangan manusia seutuhnya muncul untuk mengimbangi konsep pendidikan yang mengarah kepada spesialisasi yagn sempit. 5 Adanya situasi yang subur. Seorang spesialis yang sempit tidak melihat keahliannya itu di dalam keselurhan pola kehidupan yang menyeluruh. 4 Penilaian. Maka lahirlah suatu tantangan yang ingin merumuskan pendidikan itu sebagai aktivitas untuk pembangunan manusia seutuhnya. 4 Adanya penilaian. Pendekatan Expository 4. 2 Pembelajaran secara kelompok. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. BAB III PENUTUP 3. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru).

2. Tujuan Kurikuler 4. Tujuan Pendidikan Nasional.1. dan bagaimana PAKEM tersebut.1.6.1 Tujuan Pembelajaran 1.2. Pendekatan Humanistik 3. 3. dan bagaimana PAKEM tersebut. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. media. Latar Belakang Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. mengapa. Sedangkan faktor psikologis. Demikian pula sebaliknya. dan pada . dan evaluasi. Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. berpikir.2 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 3. dan ingatan. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). penglihatan. Oleh karena itu. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah.2 Unsur dinamis pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. bahan ajar. motivasi. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. Kreatif. METODE/PENDEKATAN/MODEL PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Institusional.1. Efektif. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). metode. Dengan membaca dan mengikuti proses-proses Fasilitatoran yang telah dirancang dalam Unit ini. perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini. Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif. Tujuan Instruksional. misalnya kecedasan. para peserta Fasilitatoran diharapkan dapat mengenal apa. mengapa. Unit ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. dan kondisi fisik. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum.2. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. perhatian. 3. serta prosedur atau langkah-langkah Fasilitatoran yang bisa dilakukan.

Dengan belajar kelompok yang benar misalnya. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Komite Sekolah. mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. ayat (1) dinyatakan bahwa: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. guru hendaknya mengubah paradigma mengenai mengajar siswa menjadi membelajarkan siswa. dinamis dan dialogis 2.akhirnya diharapkan dapat menerapkan di kelasnya masing-masing. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. Padahal bisa jadi mereka hanya duduk dalam kelompok dan tidak semua siswa bekerja. Di samping itu. Undang-undang RI No. duduk berdua dengan satu bangku. dan orang tua siswa membantu dan mendukung keberhasilan PAKEM. AYAT (2) tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi : Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban : 1. Di bawah ini ada sejumlah isu penting tentang pelaksanaan PAKEM. Untuk dapat melaksanakan amanat perundang-undangan tersebut. maka dengan mudah dan cepat dikatakan kelas itu tidak PAKEM. Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran PAKEM yang baik. menantang. dan seperti apa kegiatan belajar yang dilakukan siswa. dan 3. profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. kemudian secara aktif dan kreatif. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. termasuk penerapan PAKEM di kelas. Sementara itu dalam Peraturan Pemerintah No. dan Menyenangkan). jika di suatu kelas siswa sedang duduk berkelompok. Jika dalam suatu kelas sedang berlangsung pembelajaran dan di sana siswa tetap duduk seperti orang menonton bioskop. guru harus memahami hakikat PAKEM dan menguasai berbagai strategi/model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. pasal 19. Kreatif. Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif. Pelaksanaan PAKEM sebenarnya juga memberikan kesempatan pada guru untuk membelajarkan beberapa keterampilan hidup atau kecakapan hidup. mengambil keputusan. menyenangkan. Kecakapan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan. inspiratif. 1. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Efektif. dan memecahkan masalah. menyenangkan. Seharusnya menilai PAKEM tidaknya suatu pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat pengaturan tempat duduk siswa. maka dengan mudah kita mengatakan kelas itu PAKEM. Beberapa orang memandang bahwa Pembelajaran Aktif. Usaha-usaha yang menawarkan sebuah pembaharuan. semua menghadap ke depan. Sebaliknya. tetapi harus diperhatikan pula intensitas keterlibatan siswa dalam belajar. Melalui bentuk-bentuk tugas yang menantang. dan Menyenangkan (PAKEM) sama dengan kerja kelompok. memerlukan dukungan dari berbagai pihak. . kreatif. yang dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas PAKEM. siswa belajar salah satu kecakapan hidup yaitu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. Kreatif. Efektif. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa. siswa bisa membangun kemampuan mencari dan mengolah informasi. Penyajian PAKEM dalam pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MB S) dan Peran Serta Masyarakat (PSM) dilakukan dengan harapan agar sekolah. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. 20 PASAL 40.

2. We identify the reasons why a given learner has trouble relating to a particular learning environmet and then modulate the features of that environmet to make it easier for the learner to fit in. Guru merasa khawatir untuk melaksanakan PAKEM di kelas 6 dan 9. 7. Pembelajaran belum membelajarkan kecakapan hidup. Mereka seharusnya itdak hanya bisa praktek. That is. Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam. A: Aktif. Young children often respond favorably to froms of reinforcement such as an approving look from the instructor or even the opportunity to do some other activity. menurut Walter Dick ad Lou Carey (1990 : 165) dapat dikemukakan sebagai berikut : One of the most powerful components in the learning process is that of practice with feedback. 6. K: Kreatif. E: Efektif. Salah satu komponen yang paling kuat dalam proses pembelajaran adalah praktik dengan timbal balik. Feedback may also be provided in the from of reinforcement. dilakukan siswa seringkali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar. 5. Pengaruh timbal balik mungkin diberikan dalam bentuk yang kuat. Kegiatan pembelajaran. kurang pintar. feedback. Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan. or are shown a copy of the righ aswer or a example from which they mus infer whether their answer is correct. . BAB II HAKIKAT PAKEM PAKEM merupakan suatu singkatan dari P: Pembelajaran. Kekuatan bagi pelajar dewasa yaitu khusus dalam istilah pernyataan seperti “Hebat. Kegiatan yang 4. Reinforcement for adult learners is ty pically in term of statements like “Great. Siswa seharusnya diberi kesempatan untuk praktek supaya bisa melakukannya. 4. atau ditunjukan kopian dari jawaban yang benar atau contoh yang mereka pastikan bahwa jawabanya benar. kamu benar”. dan sosial ekonomi tinggi/rendah. You can enhance the learning process greatly by providing the student wih activities that are directly relevant to the objectives. is sometimes referred to as “knowledge of results”. 3. dan M: Menyenangkan. Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaannya bersifat tertutup. Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk. Student are told whethertheir answer is right or wrong. Anak-anak muda sering merespon baik yaitu pemberian dari instruktur atau pada kesempatan untuk melakukan aktifitas yang lain) Menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil (2003 : 394) menyatakan : Another solution is to adapt the models to conform to the characteristics of the learners. Pengaruh timbal balik kadang-kadang ditunjukan sebagai “hasil pengetahuan” siswa diberitahu jawaban yang benar dan yang salah. tetapi juga diberikan informasi yang berlawanan tentang penampilannya. but they should be provided feedback orinformation about their performance. Anda bisa meningkatkan proses pembelajaran dengan baik yaitu dengan memberikan siswa aktifitas yang teratur dan berkaitan dengan tujuan. you are correct”. Not only should they be able to practice. Student should be provided an opportunity to practice what you wan them o be able o do. pintar/ 5.

yang pada intinya pembelajaran berpusat pada siswa . memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif.undang No. ada yang menambahkan dengan satu huruf I: inovatif. tetapi tidak perlu di dalamnya termasuk aktifitas guru mengajar menghadapi siswa. maka pembelajaran di sekolah idealnya harus mengarah kepada kemandirian siswa dalam belajar. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan dalam situasi yang sama. Kita mengetahui alasan mengapa yang diberikan ke siswa mempunyai masalah yang berkaitan dengan keterangan lingkungan belajar. Pada dasarnya. di mana salah satu ayatnya berbunyi: ”Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. menyenangkan. menyenangkan. Dari tuntutan perundangan tersebut dengan jelas bahwa esensi pendidikan atau pembelajaran harus memperhatikan kebermaknaan bagi peserta didik yang dilakukan secara dialogis atau interaktif. Bila hal itu terjadi maka proses kegiatan belajar mengajar sedikit banyak akan mengalami hambatan. Jadi. Atau bisa jadi sekolahan tersebut masih kekurangan tenaga guru.Solusi yang lain adalah menyesuaikan model untuk menyesuaikan diri terhadap karakteristik pelajar. Dalam rangka menuju suatu tujuan. pasal 40 . minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa”. Dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan selama ini. artinya sedini mungkin siswa dilatih untuk mandiri di lingkungan sekolah/kelas dan di lingkungan keluarga. biasanya. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. pasal 19 ayat (1). PAKEM didasarkan pada alasanalasan sebagai berikut : 1. psikomotor. Tuntutan Perundangan-undangan Undang. Dalam PP no 19. Dalam penggunaannya di lapangan. apakah kegiatan pembelajaran dihentikan. kreatif. ayat (1) dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. yaitu siswa. sehingga menjadi PAIKEM. Hal ini mungkin disebabkan guru masih dalam perjalanan menuju sekolah atau boleh jadi berhalangan hadir ke sekolah karena sakit atau karena ada kepentingan lain. afektif. satu waktu. maka akan ada pihak yang dirugikan . dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar. maupun secara koqnitif pembelajaran PAKEM harus dibudayakan oleh para praktisi pendidikan khususnya para guru dalam semua mata pelajaran di sekolah. involving teaching in the sence of student. inspiratif. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. teacher interaction in an education setting”. Saylor dalam Mulyasa (2004 : 117) mengatakan bahwa “Instruction is this the implementation of curriculum plan. but not necessarily. Apalagi kalau terjadi dalam kurun waktu yang lama. Kegiatan belajar mengajar seringkali terhambat atau tidak berjalan karena guru sebagai fasilitator tidak berada di arena belajar. guru dan murid selalu berada dalam satu tempat. atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. Pembelajaran adalah penerapan dari rencana kurikulum. kemudian mengatur dari segi lingkungan itu supaya lebih mudah bagi siswa untuk semangat. diubah metodenya. sesuai dengan rencana yang telah disusun. dinamis dan dialogis dan PP No. menantang. usually.20 tentang Sisdiknas. Baik secara psikologis.

kita harus memiliki keyakinan bahwa ketika peserta didik datang ke kelas. jika Anda akan mengimplementasikan konstruktivisme dalam pembelajaran.2002:1) Peserta didik dalam belajar tidak sekedar meniru dan membentuk bayangan dari apa yang diamati atau diajarkan Guru. dialog. Dalam prosesnya seorang siswa yang sedang belajar. gagasan. 1987 dalam Nggandi Katu. dan lainlain). sehingga siswa dapat meresponnya. sampah plastik bekas bungkus jajanan menumpuk. pengetahuan awal ini merupakan materi dasar untuk pengetahuan baru yang akan mereka kembangkan. Para pendukung konsktruktisme berpendapat bahwa pengertian yang dibangun setiap individu peserta didik dapat berbeda dari apa yang diajarkan Guru (Bodner. memberi arti. Strukturkan pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. contoh di sekolah kita. Makna belajar tersebut didasari oleh pandangan konstruktivisme. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Jika sesuai. apa yang dapat kalian lakukan untuk itu? 2. 3. akan terlibat dalam proses sosial. pengalaman fisis. Lakukan asesmen terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran. Kontruktivisme merupakan suatu pandangan mengenai bagaimana seseorang belajar. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. otaknya tidak kosong dengan pengetahuan. Belajar dalam konteks PAKEM dimaknai sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan atau membangun makna. Untuk mengimplementasikan konstruktivisme di kelas.sebagai pebelajar dan pendidik sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar terjadi belajar pada peserta didik. 5. kita dapat merekonstruksinya dengan ide-ide awal dan pengalaman kita. yaitu menjelaskan bagaimana manusia membangun pemahaman dan pengetahuannya mengenai dunia sekitarnya melalui pengenalan terhadap benda-benda di sekitarnya yang direfleksikannya melalui pengalamannya. ajukan permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. dan menguji kebenaran atas informasi yang diterimanya. Sadarilah bahwa pendapat (perspektif) siswa merupakan jendela mereka untuk menalar (berpikir). mereka datang ke dalam situasi belajar dengan pengetahuan. menyaring. 4. Adaptasikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan siswa. dan pemahaman yang sudah ada dalam pikiran mereka. belajar merupakan proses aktif siswa dalam mengkonstruksi arti (teks. Mengajukan masalah yang relevan untuk siswa. (Brook and Brook . jadi kemungkinan pengetahuan itu mengubah keyakinan kita atau merupakan informasi baru yang diabaikan karena merupakan sesuatu yang tidak relevan dengan ide awal. Asumsi dasar belajar: Siswa yang membangun konsep. Sedangkan Paul Suparno (1997:61) mengemukakan bahwa menurut pandangan konstruktivis. . Pengetahuan yang dikonstruksi peserta didik merupakan hasil interpretasi yang bersangkutan terhadap peristiwa atau informasi yang diterimanya. 2. 1999:2). Untuk memulai pembelajaran. Ketika kita menemukan sesuatu yang baru. tetapi secara aktif menyeleksi. Proses membangun makna dilakukan secara terus menerus (sepanjang hayat).

kerja sama. tujuan. mengetahui dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa. Tantangan kondisi saat ini di antaranya: (a) perkembangan IPTEK. yaitu pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. 2. kemampuan melakukan relasi sosial. Banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan kita. Dalam hal ini guru aktif dalam : . era otonomi. melainkan lebih dari itu. 3. perlunya PAKEM dilaksanakan dalam membelajarkan peserta didik dikarenakan berbagai tantangan yang akan dihadapi mereka saat ini. A. Pilar-pilar PAKEM Menurut Durori (2002:xii) metode pakem dapat ditinjau dari 2 segi. Peserta didik tidak dipandang sebagai suatu yang pasif melainkan individu yang memiliki tujuan serta dapat merespon situasi pembelajaran berdasarkan konsepsi awal yang dimilikinya. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman peserta didik dengan dunia fisik dan lingkungannya. 5. 2. Belajar berarti membentuk makna. melainkan melalui seleksi secara personal dan sosial. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang datang dari luar. POLITIK. (b) laju teknologi komunikasi informasi yang tinggi. 3. dan era pasar terbuka. (c) sumber belajar semakin beragam. Konstruksi arti sesuatu hal yang sedang dipelajari terjadi dalam proses yang terus menerus. Adalah : 1) Dari segi guru A = Aktif. Situasi ketidakseimbangan adalah situasi yang baik untuk memacu belajar. kemampuan untuk berpikir kritis. (d) tuntutan kemandirian. dan 3. Di samping alasan-alasan mendasar sebagaimana yang dipaparkan di atas. 1. 4. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta. (Medriati Rosane . 1997:12). yaitu segi siswa dan segi guru. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui peserta didik (konsep. maka karakteristik iklim pembelajaran yang sesuai dengan konstruktivisme tersebut sebagai berikut.Memantau kegiatan belajar siswa . Guru hendaknya melibatkan proses aktif dalam pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya. 1997:61). motivasi) yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang dipelajari (Paul Suparno. menuntut perubahanperubahan dalam pembelajaran. Iklim pembelajaran tersebut menuntut guru untuk : 1. memperhatikan interaksi sosial dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas atau kelompok. Semua itu harus dibekali kepada siswa agar mampu bersaing dalam era globalisasi. SOSBUD yang semakin cepat dan banyak perubahan. 2. memecahkan masalah.Proses belajar yang bercirikan konstruktivisme menurut para konstruktivis sebagai berikut : 1. melibatkan siswa dalam kegiatan aktif. 6. Dengan adanya pandangan konstruktivisme. Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih lanjut.

Membantu alat bantu belajar sederhana E = Efektif. (c) Efektif. M = Menyenangkan. yaitu: (a) Aktif. takut ditertawakan. Fungsi dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator. Hal ini guru dituntut untuk kreatif dalam : .Mempertanyakan gagasan siswa K = Kreatif. Hal ini siswa dituntut untuk kreatif dalam : 1) Merancang / membuat sesuatu 2) Menulis/ mengarang E = Efektif. 2) Dari segi siswa A = Aktif. M = Menyenangkan. Sedangkan huruf ”P” merupakan pembelajaran yang didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik Dengan demikian pada waktu peserta didik belajar. takut dianggap sepele. yaitu siswa harus menguasai ketrampilan yang diperlukan. Kreatif. yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik (student centered ) daripada berpusat pada guru (teacher centered). (b) Kreatif. pilar-pilar PAKEM berikut harus dirancang : 1. hal-hal yang akan dikaji meliputi : 1) Penyusunan program dan perangkat pembelajaran sebagai upaya persiapan pelaksanaan proses pembelajaran 2) Penyajian dan teknik model belajar mandiri dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif. Efektif dan Menyenangkan) 3) Perilaku siswa yang muncul dari kegiatan model belajar mandiri yang merupakan penilaian proses pembelajaran. K = Kreatif. dan (d) Menyenangkan. Dalam hal ini siswa aktif : 1) Bertanya 2) Mengemukakan gagasan 3) Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya. Dalam hal pembelajaran membuat anak: 1) Berani mencoba 2) Berani bertanya 3) Berani mengemukakan pendapat/gagasan 4) Berani mempertanyakan gagasan orang lain Dalam dimensi proses belajar mengajar ini.. Pembelajaran aktif. Dalam PAKEM terdapat empat pilar utama. yaitu guru harus mampu mencapai tujuan pembelajaran.Mengembangkan kegiatan yang beragam . Untuk mengaktifkan peserta didik. Dalam hal ini guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membuat anak takut salah.Memberi umpan balik .Memberi pertanyaan yang menantang . Perbedaan pembelajaran yang berpusat pada guru dan berpusat pada siswa Adalah Pembelajaran yang berpusat pada Guru • Guru sebagai pengajar • Penyampaian materi pelajaran dominan melalui ceramah . kata kunci yang dapat dipegang guru adalah adanya kegiatan yang dirancang untuk dilakukan siswa baik kegiatan berpikir (minds-on) dan berbuat (hands-on).

ruang kelas dapat dibuat menarik dengan cara mengubah tata letak/formasi bangku • Memberikan waktu yang cukup untuk siswa berpikir dan menghasilkan karya • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas seperti : “mengapa”.• Guru menentukan apa yang mau diajarkan dan bagaimana siswa mendapatkan informasi yang mereka pelajari Pembelajaran yang berpusat pada siswa • Guru sebagai fasilitator dan bukan penceramah • Fokus pembelajaran pada siswa bukan Guru • Siswa aktif belajar • Siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya sendiri tidak mengutip dari Guru • Pembelajaran bersifat interaktif Kegiatan guru pada strategi mengajar yang berpusat pada Guru • Membacakan • Menjelaskan • Memberikan instruksi • Memberikan informasi • Berceramah • Pengarahan tugas-tugas • Membimbing dalam tanya jawab • Kegiatan siswa pada strategi • mengajar yang berpusat pada siswa • Bermain peran • Menulis dengan kata-kata sendiri • Belajar kelompok • Memecahkan masalah • Diskusi/berdebat • Mempraktikkan keterampilan • Melakukan kegiatan penyelidikan Pengelolaan kelas diperlukan untuk membangkitkan minat belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa belajar. “bagaimana”. “kapan”. • Mampu menciptakan Kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi. mental dan emosi dari siswa Strategi mengajar yang dapat mengembangkan kreativitas siswa akan menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut : • Mampu memotivasi diri • Berpikir kritis • Daya imaginasi tinggi (imaginative) • Berpikir orisinil/bukan kutipan dari Guru (original ) • Memiliki tujuan untuk ingin berprestasi • Menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri. Berikut ini hal-hal lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi guru kreatif • Mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. “apa yang terjadi jika…” dan bukan pertanyaan “apa”. .

dan koneksi baru. ( 2000:7) ada 11 ( sebelas ) faktor yang penting yaitu : 1) Profesional Leardersip. yaitu apabila sesuatu dipelajari secara sungguh-sungguh (dimana perhatian yang tinggi dari seorang tercurah) maka struktur internal sistem syaraf kimiawi seseorang berubah. 3) A Learning Environment. Di dalam diri seseorang tercipta hal-hal baru seperti jaringan syaraf baru. 10) A learning organisation. Dave Meier (2002:36) memberikan pengertian menyenangkan atau fun sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira. Karakteristik dari pembelajaran efektif di dalam sekolah yang efektif dinyatakan oleh Machbeath dan Mortimor. 11) Home scoll prtnership. Ciri-ciri suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di antaranya adalah sebagai berikut : Ciri suasana belajar yang menyenangkan • Rileks • Bebas dari tekanan • Aman • Menarik • Bangkitnya minat belajar • Adanya keterlibatan penuh • Perhatianpeserta didik tercurah • Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. Sebelas faktor penting dalam pembelajaran yang efektif yaitu 1) Kepemimpinan profesional. Pembelajaran kreatif. 4) Pembelajaran yang menyenangkan Menurut hasil penelitian. yaitu pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaat sumber belajar yang ada. berdampak. 8) Pupiil right and responsibiltes. jalur elektris baru. Strategi mengajar untuk mengembangkan kreativitas siswa adalah : • Memberi kebebasan pada siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru • Bersikap respek dan menghargai ide-ide siswa • Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa • Penekanan pada proses bukan penilaian hasil akhir karya siswa 3. 4) Concentration on learning and teahing. 5) High expectations. Pembelajaran efektif Secara harfiah efektif memiliki makna manjur. 2) Visi dan tujuan ditanggung bersama dengan jelas. konsentrasi yang tinggi terbukti meningkatkan hasil belajar. 6) Positive reinforcement. Dalam penelitian mengenai otak dan pembelajaran mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung (seperti dicantumkan dalam tujuan pembelajaran. membawa pengaruh. mujarab. asosiasi baru. hurahura. • pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak) • Bersemangat • Perasaan gembira • Konsentrasi tinggi . kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. 7) Monitoring progress. Suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut. 9) Purposeful teaching. 2) Shared vision and goals.2. memiliki akibat dan membawa hasil. 3) Sebuah lingkungan belajar yang kondusif.

kritis serta mencurahkan perhatian /konsentrasinya secara penuh dalam belajar serta suasana pembelajaran yang menimbulkan kenyamanan bagi siswa untuk belajar. Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. • Siswa giat dan dinamis mengikuti pembelajaran Lingkungan (kelas indoor/outdoor. kritis dan mampu memecahkan masalah• Guru menggunakan berbagai macam strategi mengajar termasuk pembelajaan yang lebih interaktif dalam kelompok serta lebih banyak praktik • Kelas dibuat semenarik mungkin • secara fisik dan mental aktif ditandai dengan tercurahnya konsentrasi yang tinggi • siswa berani mengemukakan gagasan • Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar.Ciri suasana belajar yang tidak menyenangkan • Tertekan • Perasaan terancam • Perasaan menakutkan • merasa tidak berdaya • tidak bersemangat • malas/tidak berminat • jenuh/bosan • suasana pembelajaran monoton • pembelajaran tidak menarik iswa Berdasarkan uraian materi yang telah dipaparkan di atas. Di dalam PAKEM. maka dapat disimpulkan bahwa PAKEM adalah proses pembelajaran dimana Guru harus menciptakan suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. mempertanyakan. Secara garis besar. laboratorium) • Guru mengatur lingkungan kelas dengan cara memajang buku-buku dan bahan belajar yang menarik. • Siswa tidak malu terlibat aktif dalam kegiatan • Tata letak /formasi kelas diubah dan disesuaikan dengan kegiatan. • Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok • Guru menerapkan berbagai strategi/model pembelajaran • Guru memotivasi siswa melalui kegiatan yang menantang kemampuan siswa untuk berpikir kreatif. Kriteria Pakem . PAKEM sebagai berikut : Guru • Guru sebagai fasilitator Siswa • Siswa lebih mendominasi dan mewarnai pembelajaran • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning by doing). • Hasil karya siswa dipajang di kelas • Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat belajar. kreatif. mengemukakan gagasan. menyediakan pojok untuk membaca (pojok baca).

Memahami sikap yang dimiliki siswa. Guru sebaiknya mengenal perbedaan kemampuan. 1. keinginan untuk belajar c. dapat berupa: • Siswa menguasai konsep • Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana • Siswa menghasilkan produk tertentu • Siswa termotivasi untuk giat belajar Kriteria Kreatif • Berpikir kritis • Memecahkan masalah secara konstruktif • Ide/gagasan yang berbeda • Berpikir konvergen (pemencahan masalah yang “benar” atau “terbaik” • Berpikir divergen (beragam alternatif pemecahan masalah) • Fleksibilitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang) • Berpikir terbuka Kriteria Menyenangkan Pembelajaran berlangsung secara: • Interaktif • Dinamik • Menarik • Mengembirakan • Atraktif • Menimbulkan inspirasi B. Hal-hal harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAKEM Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada waktu Guru akan melaksanakan PAKEM. misalnya : a. pengalaman. sikap terhadap . harapan. rasa ingin tahu yang besar b. daya imaginasi yang tinggi 2. yaitu sebagai berikut. Mengenal anak secara perorangan (karakter siswa).Secara garis besar kriteria PAKEM dapat dirangkum sebagai berikut : Kriteria Aktif Siswa melakukan sesuatu dan memikirkan apa yang mereka lakukan seperti : • Menulis • Berdiskusi • Berdebat • Memecahkan masalah • Mengajukan pertanyaan • Menjawab pertanyaan • Menjelaskan • Menganalisis • Mensintesa • Mengevaluasi • Kriteria Efektif Ketercapaian target hasil belajar.

Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar serta catatan yang bermakna untuk pengembangan siswa daripada sekedar pemberian angka/nilai. mencatat. c. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “mengapa”. Meski demikian. Lingkungan fisik. dan membuat diagram.sekolah dan latar belakang ekonomi dan sosial dari setiap siswa. Umpan balik yang diberikan hendaknya mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan objek belajar. a. guru dapat membantu siswa apabila mendapat kesulitan sehingga anak belajar secara optimal 3. sosial dan budaya dapat berperan sebagai sumber belajar sekaligus objek belajar. kreatif. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Siswa yang aktif secara fisik memiliki indikator : terlihat sibuk bekerja dan bergerak. peta. Secara alami sebagai makhluk sosial siswa bermain secara berkelompok sehingga mereka dapat mengerjakan tugas belajar berpasangan/berkelompok. merumuskan pertanyaan. 4. Siswa dapat diberi kegiatan untuk melakukan pengamatan (dengan seluruh indera-nya). puisi. “apa yang terjadi jika… (tipe open question) 5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Siswa yang aktif secara mental memiliki indikator : sering bertanya. model. membuat tulisan. mengungkapkan gagasan. mengklasifikasi. 6. “bagaimana”. diagram. misalnya : • Melakukan percobaan • Diskusi kelompok . 7. C. Hasil pekerjaan siswa di pajang di kelas. dan kemampuan memecahkan masalah. Berbekal pengetahuan tersebut. karangan dan lain sebagainya. Contoh Kegiatan PBM dan Kemampuan Guru yang Bersesuaian dengan Kriteria PAKEM Komponen Pembelajaran Guru merancang dan mengelola PBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran PAKEM Guru melaksanakan PBM dengan merancang kegiatan untuk siswa yang beragam. berhipotesis. Pajangan dapat berupa: gambar. Guru hendaknya menghilangkan rasa takut itu. tidak takut disepelekan atau tidak takut dimarahi jika salah. b. mempertanyakan gagasan orang lain. Guru memberikan tugas-tugas praktik b. siswa perlu diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas secara individu agar bakat individunya berkembang. 8. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar a. Umpan balik diungkapkan secara santun dengan maksud agar siswa lebih percaya diri. Syarat berkembangnya aktifitas mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut ditertawakan.

• mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri • Menarik kesimpulan • Memecahkan masalah. prinsip-prinsip . • mengelompokkan. Guru menggunakan berbagai media/sumber belajar. misalnya : • Alat pabrikan atau alat yang dibuat sendiri • Gambar/film/foto • Kasus/ceritera • Nara sumber • Lingkungan sekitar • Siswa Melakukan percobaan: • menggunakan alat. guru selain harus hakikat PAKEM.• Memecahkan masalah • Mencari informasi di perpustakaan • Menulis laporan/cerita/puisi • Mengamati objek di luar kelas • Berkunjung ke luar Sesuai dengan mata pelajaran. mencari rumus sendiri • Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri • Melakukan wawancara • Membuat produk Siswa melakukan: • Diskusi • Mengajukan pertanyaan terbuka • Mengajukan saran/ide • Membuat karangan bebas/karya lain • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut • Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegitan sehari-hari Kegiatan guru: • Guru memantau proses belajar/kerja siswa • Guru memberikan umpan balik • Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri • secara lisan atau tulisan • Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Guru mengaitkan PBM dengan pengalaman siswa sehari-hari Guru menilai PBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. BAB III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI PAKEM Untuk melaksanakan PAKEM. • mengamati.

Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum. Perkembangankognitif Tokoh: Jean Piaget. Rumpun model-model Pemrosesan Informasi Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi.1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan modelmodel pembelajaran ke dalam empat rumpun.pembelajaran konstruktivisme. Penggolongan dan Jenis-Jenis Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1980. karakteristik model pembelajaran. Pemrosesan Informasi Pembelajaran Berpikir Induktif Tokoh: Hilda Taba Misi/tujuan/manfaat: Ditujukan secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan pada dalam kegiatan. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah. Irving Sigel. Keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir. mengorganisasi data. b. yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan. menyusun konsep. dan contoh penerapan model pembelajaran dalam RPP. juga harus menguasai berbagai model pembelajaran. dan menggunakan simbol-simbol. peserta didik dilatih mempelajari konsep secara efektif. Lawrence dan Kohlberg Misi/tujuan/manfaat: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan intelektual berpikir pada logis. Edmun Sullivan. A. keterampilan berpikir . Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran : 1. Jenis model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini adalah : a. Dalam bab ini akan dipaparkan garis besar penggolongan model pembelajaran. maupun keterampilan sosial. dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. c. dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis. mengenali masalah. Pembentukan konsep Tokoh: Jerome Bruner. pengertian. d. Latihan inkuari Tokoh: Richard Suchman Misi/tujuan/manfaat : Sama dengan model berpikir induktif. Model ini akademik memiliki meskipun diperlukan juga untuk kehidupan umumnya. dan Austin Tujuan: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif. Pemilihan model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan target hasil belajar yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan baik model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan keterampilan psikomotor. meskipun dapat khususnya . memecahkan masalah. Good-now. model ini ditujukan dalam untuk pembentukan akademik kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan kegiatan meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. ini berpikir/pengembangan umumnya.

Latihan Kesadaran Tokoh: Fritz Perls. Levin.demikian pada kemampuan diterapkan kehidupan sosial dan pengembangan moral. f. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri. c. Model. Models of Teaching. (Sumberi Bruce Joyce dan Marha Weil. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita. Sistem Konseptual David Hunt Misi/Tujuan: Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas. Model Pembelajaran AdvAdvance organizer anc Tokoh David Ausubel Misi/tujuan/manfaat: Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi beragam (ceramah. e. Pertemuan kelas William Glasser Misi/Tujuan: Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya. Marsha Weil. a. 1996: Models of Teaching) 2. Sinektik William Gordon Misi/Tujuan: Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif. 1980 dan Bruce Joyce.model ini memfokuskan pada proses di mana realitas adalah negosiasi sosial. yang memandang manusia sebagai pembuat makna. b. Model Pengajaran NonDirektif Tokoh: Carl Rogers Misi/Tujuan: Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. ) 3. e. membaca. Rumpun model-model Pribadi/individual Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. 1992. William Schutz Misi/Tujuan: Pembentukan kemampuan menjajagi dan menyadari pemahaman diri sendiri. Model-model pembelajaran dalam kelompok ini memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain untuk meningkatkan proses . dan media lainnya) dan menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada. d. Rumpun model-model Interaksi Sosial Model-model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun Sosial ini menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain. Delaney Tujuan: Strategi belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. dan Beverly Showers. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik. Mnemonics Tokoh: Pressley. (Sumber: Bruce Joyce dan Marsha Weil. 1980.

Shaver Misi/tujuan: Pengembangan dan kerja keterampilan untuk interpersonal mencapai. James P. atau perilaku terapi. John Dewey Misi/tujuan: Mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah. Maine Donald Oliver. 1980. Benjamin Cox Misi/tujuan: Pemecahan masalah sosial. pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang . B. Jurispru-dential Tokoh: National Laboratory Bethel. Model. Role playing (Bermain peran) Tokoh: Fannie Shaftel. utamanya melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis. George Shafted Tujuan: Didisain untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu Simulasi Sosial Tokoh: Sarene Boocock. Rumpun Model-model Perilaku Semua model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku. dan fleksibilitas pribadi. Jurispru-dential Training kelompok kesadaran. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun Interaksi Sosial Model: Kerja kelompok. Pengertian Model Pembelajaran 1. (Sumber: Bruce Joyce dan Marha Weil. juga untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan keputusan. Harold Guetzkow Tujuan: Didisain untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses. Dengan demikian. yaitu guru dan peserta didik yang saling berinteraksi. Tokoh-tokoh teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind) diri sebagai pribadi dan materi keakademisan.proses sosial tersebut. Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini. teori belajar. teori belajar sosial. (investigati-on group) Tokoh: Herbert Thelen.model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Istilah pembelajaran sama dengan proses belajar mengajar. Didisain utama untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berpikir Jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia). Dalam konteks pembelajaran terdapat dua komponen penting. Models of Teaching) 4. Inkuari Sosial Tokoh: Byron Massialas. modifikasi perilaku.demokratis dan untuk belajar dalam masyarakat secara produktif.

dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Kriteria penampilan Suatu model pembelajaran merujuk pada kriteria penerimaaan penampilan yang diharapkan dari para peserta didik. dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru-peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada peserta didik. Model pembelajaran Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu. ide. Merujuk pada dua pendapat di atas. Spesifikasi hasil belajar yang direncanakan Suatu model pembelajaran menyebutkan hasil-hasil belajar secara rinci mengenai penampilan peserta didik. Di dalam pola pembelajaran yang dimaksud terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-peserta didik yang dikenal dengan istilah sintaks. Secara luas. Secara implisit di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat karakteristik lainnya dari sebuah model dan rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lainnya. Spesifikasi lingkungan belajar Suatu model pembelajaran menyebutkan secara tegas kondisi lingkungan dimana respon peserta didik diobservasi. rancangan unit pembelajaran. program multimedia.memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik. 3. Cara-cara pelaksanaannya Semua model pembelajaran menyebutkan mekanisme yang menunjukkan reaksi peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan. 2. Prosedur Ilmiah Suatu model pembelajaran harus memiliki suatu prosedur yang sistematik untuk mengubah tingkah laku peserta didik atau memiliki sintaks yang merupakan urutan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru-peserta didik. kursus-kursus. keterampilan. . Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu pebelajar (peserta didik) memperoleh informasi. buku-buku pelajaran. 2. Bruce dan Weil (1980 dan 1992: 135-136) mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran ke dalam aspek-aspek berikut. nilai-nilai. Model pembelajaran merencanakan tingkah laku yang diharapkan dari peserta didik yang dapat didemonstrasikannya setelah langkah-langkah mengajar tertentu. cara berpikir. C. Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum. 4. penulis memaknai model pembelajaran dalam modul ini sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu. dan bantuan belajar melalui program komputer. perlengkapan belajar. dkk (1990:5) mengidentifikasi lima karakterististik suatu model pembelajaran yang baik. yang meliputi berikut ini. dan belajar bagaimana cara belajar. Karakteristik Model Pembelajaran Rangke L Tobing. 5. 1.

yaitu metode diskusi. majalah). D. praktikum. Kemampuan peserta didik dalam mengelaborasi dapat berupa menguraikan materi yang sedang dipelajari lebih rinci dan lebih lengkap. yaitu eksplorasi. bagaimana memfasilitasi peserta didik dalam menggunakan sumber belajar. internet. eksperimen dan penugasan. dalam suatu situasi belajar. serta kesiapan peserta didik. misalnya bagaimana memulai pelajaran. misalnya pendekatan lingkungan. guru memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan peserta didik atau mengambil sikap netral. 5. Prinsip reaksi Prinsip reaksi menunjukkan kepada guru bagaimana cara menghargai atau menilai peserta didik dan bagaimana menanggapi apa yang dilakukan oleh peserta didik. misalnya alat dan bahan. Sintaks Suatu model pembelajaran memiliki sintaks atau urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar yang diistilahkan dengan fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut bekerja dalam praktiknya. termasuk sarana dan prasarana. Peran kepemimpinan guru bervariasi dalam satu model ke model pembelajaran lainnya. kesiapan guru. Sistem pendukung menggambarkan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan model pembelajaran. Kegiatan yang dapat dirancang misalnya . selain berorientasi pada pilar-pilar PAKEM. 3. guru bertindak sebagai pusat kegiatan dan sumber belajar (hal ini berlaku pada model yang terstruktur tinggi). atau pendekatan kontekstual. tentang Standar Proses). Dalam beberapa model pembelajaran. media masa (koran. 4. juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan minimal yang harus ada dalam proses pembelajaran sesuai dengan pesan standar proses (Permendiknas RI no 41. Sistem sosial Sistem sosial menggambarkan bentuk kerja sama antara guru-peserta didik dalam pembelajaran atau peran-peran guru dan peserta didik dan hubungannya satu sama lain serta jenis-jenis aturan yang harus diterapkan. Kegiatan elaborasi dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan arti pada informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan (informasi yang sudah dimiliki). pendekatan proses..1. 2. Penerapan Model Pembelajaran dalam RPP Pembelajaran yang dirancang. elaborasi. namun dalam model pembelajaran yang terstruktur sedang peran guru dan peserta didik seimbang. buku teks. Kegiatan eksplorasi dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas mengenai materi yang sedang dipelajari dari berbagai sumber belajar baik yang ada di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. tahun 2007. dan konfirmasi. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Dampak pembelajaran langsung merupakan hasil belajar yang dicapai dengan cara mengarahkan para peserta didik pada tujuan yang diharapkan sedangkan dampak iringan adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh peserta didik. Setiap model memberikan peran yang berbeda pada guru dan peserta didik. misalnya melalui lembar kerja peserta didik. Sebagai contoh. demikian pula pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat bervariasi. Metode pembelajaran yang dapat digunakan guru juga bervariasi. atau musium.

Merumuskan penjelasan Merumuskan penjelasan. elaborasi. Kegiatan konfirmasi juga dapat digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam merefleksikan hasil belajarnya dari berbagai sumber belajar. dan konfirmasi. dan konfirmasi yang dipaparkan di atas. isyarat. tulisan. seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan (mencari) jawaban yang berawal dari keingintahuan mereka. 1. Fase 3: Pengumpulan data dalam eksperimen Mengenali variabel-variabel yang relevan. Sintaks Model pembelajaran latihan inkuari ini memiliki lima fase sebagai sintaks pembelajarannya. yaitu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bereksplorasi dan memberikan arah yang spesifik sehingga area-area baru dapat tereksplorasi dengan lebih baik. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dan sintaksnya memuat kegiatan eksplorasi. merumuskan hipotesis dan mengujinya. penyelesaian masalah. Kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa tanya jawab. ia menginginkan peserta didik untuk bertanya mengapa suatu peristiwa terjadi. memproses data secara logis.melalui kegiatan membaca berbagai sumber menganalisis bacaan. Kegiatan konfirmasi dapat dimaknai sebagai kegiatan guru untuk meminta penegasan atau pembenaran dari hasil eksplorasi. Tujuan umum dari model latihan inkuari adalah membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual dan keterampilan-keterampilan lainnya. Guru dalam upaya menerapkan PAKEM dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep yang akan dipelajari dan sesuai dengan tuntutan konstruktivisme. Penulis lebih memaknai ketiga kegiatan tersebut sebagai kegiatan-kegiatan kunci dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sebagai upaya menerapkan konstruktivisme. Fase 2: Pengumpulan data untuk verifikasi Menemukan sifat obyek dan kondisi. mencari jawaban. laporan lisan. Model pembelajaran ini menuntut partisipasi aktif peserta didik dalam inkuari (penyelidikan) ilmiah. Latihan inkuari menekankan pada sifat-sifat peserta didik ini. penyusunan laporan. atau eksplanasi (penjelasan) yang diberikan peserta didik. Fase 1 : Berhadapan dengan masalah Guru menjelaskan prosedur inkuari dan menyajikan peristiwa yang membingungkan. Menemukan terjadinya masalah. dan lain-lain. Peserta didik memiliki keingintahuan dan ingin berkembang. dan lain-lain. Karakteristik Model Pembelajaran Latihan Inkuari a. pameran produk. elaborasi. kemudian peserta didik melakukan kegiatan. Kegiatan konfirmasi juga dapat berfungsi sebagai pemberian umpan balik dan kesempatan untuk memberikan penguatan baik dalam bentuk lisan. elaborasi. Kegiatan eksplorasi. diskusi kelompok . sampai akhirnya peserta didik mengembangkan strategi pengembangan intelektual yang dapat digunakan untuk menemukan mengapa suatu fenomena bisa terjadi. Model pembelajaran latihan inkuari dikemukakan oleh Richard Suchman. bukanlah sebagai nama dari urutan atau tahapan atau sintaks model pembelajaran. aturan-aturan atau penjelasan Fase 5 : Mengalisis proses inkuari . Model Pembelajaran Latihan Inkuari Latihan inkuari berasal dari suatu keyakinan bahwa peserta didik memiliki kebebasan dalam belajar. Adapun kelima fase tersebut adalah sebagai berikut. seminar.

Sistem sosial Sistem sosial dalam model latihan inkuari diharapkan bersifat kooperatif. dan sumber-sumber belajar yang ada dalam sebuah masalah. Pada fase kedua. e. Ketika peserta didik belajar prinsip. Anton E. d. lingkungan intelektual terbuka bagi seluruh gagasan yang relevan. Guru harus memahami betul proses intelektual . strategi inkuari. antara lain seperti berikut ini. c.Menganalisis strategi inkuari dan mengembangkannya menjadi lebih efektif. Prinsip reaksi Reaksi yang paling penting yang harus diberikan Guru adalah pada fase kedua dan ketiga. fase 4 adalah kegiatan elaborasi. struktur dapat meluas hingga mencakup penggunaan sumber belajar. Meskipun model ini dapat sangat terstruktur dengan sistem sosial yang dikendalikan Guru. guru dapat melakukan konfirmasi. model ini memiliki dampak pengajaran langsung dan iringan sebagai berikut. b. Pada fase terakhir. Lawson. Model latihan Inkuari: • Keterampilan proses IPA • Strtegi untuk penyelidikan kreatif • Semangat untuk berkreativitas • Kebebasan atau otonomi dalam belajar • Toleran terhadap pendapat yang berbeda • Menyadari bahwa pengetahuan itu • bersifat sementara 2.prinsip inkuari. tetapi bukan melakukan inkuari sendiri untuk keperluan mereka. Guru dan peserta didik berpartisipasi setara selama menyangkut adanya gagasan-gagasan. Model Pembelajaran Siklus Belajar Model siklus belajar merupakan satu model pembelajaran yang dapat digunakan sebagai kerangka umum untuk melaksanakan kegiatan kontruktivis. dan pada fase 5. Ada berbagai macam jenis model siklus belajar. dan diskusi dengan Guru. Dari lima fase di atas. tugas Guru menjaga agar inkuari tetap terarah pada proses penyelidikan itu sendiri. dialog dengan peserta didik lain. melakukan percobaan. Guru harus meminta peserta didik menata ulang pertanyaan yang akan diajukannya agar dapat dijawab oleh Guru “ya” atau “tidak” untuk menjaring mereka mengumpulkan data pada masalah yang akan diselesaikan. merancang pembelajaran (1995: 153) mengemukakan bahwa dalam . Guru harus membantu peserta didik melakukan inkuari. Sistem Pendukung Pendukung yang paling optimal terhadap keterlaksanaan model latihan inkuari adalah adanya bahan-bahan yang akan digunakan pada saat Guru menghadapkan peserta didik dengan masalah. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Di dalam penggunaannya. fase 2 dan 3 merupakan kegiatan eksplorasi peserta didik. Guru harus mendorong peserta didik berinkuari sebanyak-banyaknya. Apabila Guru ditanya oleh peserta didik yang tidak bisa dijawab “ya” atau “tidak”.

atau didasarkan pada prosedur maupun keterampilan berpikir yang telah dikenalnya pula.konsep-konsep mengembangkan (pengetahuan) maupun keterampilan berpikir. guru memberikan kesempatan dan pengalaman baru kepada peserta didik yang dapat menimbulkan konflik-konflik berpikir serta menimbulkan pertentangan dan analisis terhadap ide dan pemikiran mereka sendiri. yaitu sebagai berikut. Dan hal ini juga akan menimbulkan kehati-hatian dalam menguji prosedur dalam siklus ini. Fase Eksplorasi juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan fenomena melalui cara mereka masing-masing yang dapat menguji baik keterampilan observasi maupun dalam berhipotesis. fase Pengenalan Istilah (Term introduction). Untuk dapat memungkinkan terjadinya pengaturan-sendiri sebagai upaya untuk mencapai kemantapan keseimbangan baru. Penggalian fenomena harus didahului oleh hal-hal yang membuat mereka bingung atau hal-hal yang dan kontradiktif sehingga menghasilkan yang akan bentuk ketidakseimbangan meningkatkan berpikir pertanyaan-pertanyaan dan berpikir provokasi argumentasi dalam jika…dan…. . Di samping langkah-langkah di atas. f. ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. dan fase Penerapan Konsep (Concept application). Fase Eksplorasi Fase pertama adalah fase eksplorasi. Guru mengakomodasi berbagai jawaban sementara. d. Pengalaman baru mereka akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan menimbulkan kerumitan-kerumitan yang pada suatu ketika tidak dapat mereka pecahkan dengan cara berpikir mereka. Mereka menggali materi-materi baru dan ide-ide baru dengan bimbingan yang minimal dari guru. Proses ini akan memunculkan beberapa ide sekaligus menghilangkan ide-ide lainnya yang tidak relevan dalam pola siklus dari pengaturan-sendiri. berbagai pengalaman baru haruslah disediakan bagi peserta didik untuk menguji dan mengembangkan konsep-konsep atau prosedur-prosedur baru dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam konteks yang terkait. maka ada 3 fase yang harus diperhatikan yang oleh Karlplus dan Thier (1967) dinamai fase Eksplorasi (Exploration). prediksi-prediksi atau data baru yang memungkinkan dapat mengubah keyakinan atau konstruksi pengetahuan lama peserta didik terhadap konsep baru yang diperkenalkan. Jadi melalui fase ini. e. Pada fase ini peserta didik belajar melalui tindakantindakan dan reaksi-reaksi yang telah mereka miliki terhadap situasi baru. agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Eksplorasi harus didahului oleh identifikasi terhadap pola keteraturan dari suatu fenomena. maka… Dengan cara ini peserta didik diharapkan berusaha merefleksikan keyakian atau prosedur yang telah dimilikinya untuk mencari pemecahan terhadap fenomena baru tersebut. Pada akhirnya analisis tersebut dapat memunculkan pembahasan-pembahasan untuk menguji ide-ide alternatif melalui prediksi-prediksi. Peserta didik harus menggali fenomena baru yang didasarkan pada keyakinan yang telah dimiliki peserta didik (konsep-konsep dan sistem konseptual). dan fase Penemuan (Discovery). c. b. fase Penelusuran (Invention). Jawaban sementara peserta didik digunakan untuk membangkitkan argumen-argumen. baik yang diajukan oleh peserta didik maupun sebagai hasil intervensi yang dilakukan Guru. Tetapi belakangan oleh Lawson (1988) fase-fase tersebut dinamai fase Eksplorasi (Exploration).

Observe: pada tahap ini.Explain) P.edu. tetapi yang lebih penting peserta didik harus dapat mempersepsi istilah tersebut dengan kemampuan mereka sendiri.E (Predict. yang dimulai dengan memperkenalkan istilah baru yang merujuk pada pola yang sudah ditemukan pada fase eksplorasi. Istilah atau nama konsep ini dapat diinformasikan oleh guru atau diperoleh peserta didik melalui buku.dan memberikan penjelasan (explain). Penerapan diusahakan dengan banyak variasi agar pengertian baru yang telah mereka peroleh lebih mantap dan permanen. Pengenalan Istilah (term introduction) memungkinkan Guru dengan kesempatannya dapat memperkenalkan istilah. Tersedia :http://www. yaitu predik. mintalah pada peserta didik untuk mengamati apa yang akan Anda demonstrasikan. observasi. Tahap ini harus selalu diikuti eksplorasi dan dihubungkan dengan pola-pola yang mereka temukan dalam setiap kegiatan eksplorasi. 3. Guru dapat memperkenalkan istilah. P. History of The Jigsaw. Explain: pada tahap ini. guru melaksanakan kegiatan. dengan Penerapan Konsep (concept aplication) memungkinkan peserta didik untuk menemukan penerapannya (juga non aplications) dari konsep-konsep tersebut pada konteks-konteks baru. Using Cooperative Learning in Science Education. menunjukkan proses atau demonstrasi dan mintalah peserta didik untuk mencatat apa yang terjadi. film atau media lainnya. guru meminta peserta didik untuk mengajukan hipotesis mengenai mengapa terjadi seperti yang mereka lakukan dan menjelaskan perbedaan antara prediksi yang dibuatnya dengan hasil observasinya. Model Pembelajaran P. Berns. Perlu diperhatikan di sini bahwa konsep adalah pola mental yang direpresentasikan melalui label verbal (dalam hal ini berarti istilah). An Account from Professor Aronson [on line]. E. Fase Aplikasi Konsep Fase ketiga yaitu penerapan konsep (concept application). 2001.jigsaw.E adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain . 2000. 1992. P.htm Blosser. Robert G dan Erickson. Patricia M.org/history. E.O. kemudian mereka memprediksi hasilnya dan mempertimbangkan hasil prediksinya. Daftar Pustaka Arronson.E ini sering juga disebut suatu strategi pembelajaran di mana guru menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka untuk melaksanakan tiga tugas utama. dilain pihak peserta didik dengan kesempatannya dapat menghubungkan pola-pola dengan istilah yang merupakan pembentukan konsep.Fase Pengenalan konsep/istilah Fase kedua pengenalan istilah (term instroduction). Ketiga tugas siswa dalam model pembelajaran POE yaitu: Predict : pada tahap ini. Mintalah mereka mengamati fenomena yang didemonstrasikan. Contextual Teaching and Learning: .O.O.eric. konsep tiada lain adalah pola plus istilah. Tersedia [on line] http://www. ERIC Clearing House. Akhirnya.Observe. eksplorasi (exploration) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan pola-pola. Jadi. Di sini peserta didik mencoba mengaplikasikan konsep atau istilah (term) atau pola pikir baru pada situasi permasalahan baru.

Daugs and Jay A. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. second edition. Setia Adi. Syaiful Sagala. Yeni. Mulyasa.. Remaja Rosdakarya. Hendriani. Lessons from Research and Practice. Fourt Edition. Elementary School Science for The’90. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Killen. Konsep dan Makna Pembelajaran. 1986. Cooperative Learning: Theory.al. 2007. Science. Florida : Harper Collins Publishers. -------------. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar.org/reading/img/water_cycle_01.edu/teachnet/ctl What is contextual teaching and learning? http://education. 1998.. Roy. Friedl.20 tentang Sisdiknas Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Anton E. 2003.undang No. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. 1990. Penerbit PT. 2007(b). Bruce Joyce & Marsha Weil. 1992. Dick. Second Edition. Models of Teaching. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. 1998. 1990. Boston. Lawson. New York: Random House Joyce and Weil. Boston: Allyn and Bacon. California: Kagan Cooperative Learning. (1995). Bandung Slavin. L. Undang. Makalah pada Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup. Model Pembelajaran Rumpun Pemrosesan Informasi (Modul). The systematic Design Of Instruction . Third Edition. Inc. Makalah dalam penataran Calon Penatar Dosen Pendidikan Guru SD (Program D-II). Diknas: Jakarta Chandler. Indrawati. Research and Practice. Model Pembelajaran PAKEM. Science Teaching and The Development of Thinking. Logan: Utah State University. 2007(a).cew. Bandung: PPPPTK IPA http://www. Bandung: PPPG IPA. Teaching Science to Children: An Integrated Approach. Cooperative Learning and Hands-on Science. Rangke L . and Society A Primer For Elementary Teachers. Bandung: PPPG IPA Indrawati. BelmontCalifornia: wadswort Publishing Company.jlab.Preparing Student for the New Economy. R. (tanpa tahun). Australia: Social Science Press. Model-Model mengajar Metodik Khusus Pendidikan Ilmu pengetahuan Alam Sekolah Dasar. Models of Teaching. Mengapa. E. Bandung: PPPG IPA. E. The Highligh Zone: Research @ Work no 5. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sf/MI. et. SD. Effective Teaching Strategies. Walter and Lou Carey. Virginia: association for Supervission and Curriculum Development. . 1995. 1995. Model Pembelajaran Langsung (Modul). USA: A Simon Schuster Company BSNP. Boston: Allyb and Bacon Horley. Monson.wisc. 1986. Alfred E. 1990. Models of Teaching. 5th. Donald R. 2005. Apa. dan Bagaimana Pendekatan STS. Hinduan. Technology. Bandung: Penerbit Alfabeta Tobing. New Jersey: Prentice Hall.gif Indrawati. 2006. 2004.

kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Suasana yang menarik. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih.. kreatif. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. efektif. hanya saja sering terlupakan. Inovatif. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Artinya. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Dengan cara kerja seperti itu. melainkan sudah dikenal dan populer. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsabangsa lain di seluruh dunia. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. melainkan kita belajar dari kesalahankesalahan orang lain. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. menyenangkan. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Siswa boleh saja berpikir secara global. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. inovatif. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Dengan mendirikan Grameen Bank. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. efektif. Prinsip pembelajaran aktif. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar.Berdasarkan teori belajar. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Mohamad Yunus. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. dan sarana belajar. Berpusat pada peserta didik 2. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. kreatif. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). dalam Wilis:154). maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. Hal senada dikatakan Margaretha S. 2002). Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. dan menyenangkan (PAIKEM).Y. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. dan bermakna 4. sumber belajar. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna .

4. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Kreatif. Sesuai mata pelajaran. guru menggunakan. menyenangkan. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. 2. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. 3. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. • • • • • • • • • • . PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. keterbatasan pilihan. dan Menyenangkan. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.6. Menurut hasil penelitian. 3. kemungkinan kegagalan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. dan tentu saja rasa bosan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. penemuan. 5. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. auditory atau kemampuan mendengar. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. dan cocok bagi siswa. 1. Efektif. dan kinestetik. peserta didik aktif berbuat Menekankan pada penggalian. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. mempertanyakan. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. termasuk cara belajar kelompok. 7. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. misalnya: Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas 6. dan penciptaan Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. 9. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. 4. Belajar melalui berbuat. 8. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. 5. dan mengemukakan gagasan. Inovatif. Pada saat yang sama. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. misalnya: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber 1. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. 2. untuk mengungkapkan gagasannya.

id/berita. efektif. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. menyenangkan yang disingkat PAKEM.edublogs. kreatif.• Lingkungan • • • • • • • • • • • • • • • • Siswa: Melakukan percobaan. kreatif. efektif. Guru memberikan umpan balik. Directorate Pendidikan Menengah Umum. · Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru mulai dari yang sederhana samapi dengan yang kompleks. Orientasi proses dalam model PAKEM berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar. pengamatan. Model PAKEM berorientasi pada proses dan tujuan. kreatif. melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa · Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) · Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.umy. Model PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpuh pada empat prinsip. dan menyenangkan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Jakarta. Ibrahim. inovatif. mencari rumus sendiri. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. Dalam penelitian tindakan kelas ini. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri.php?id=323 Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. peneliti menggunakan metode pembelajaran aktif. Model Pembelajaran PAIKEM Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. inovatif. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Penggunaan metode yang bermacam-macam dan variatif ini disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajarn. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah.ac. Kemandirian dan tanggung jawab dibina sejak . Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. efektif dan menyenagkan. http://gora.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/ http://www. yaiti : aktif. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus Guru memantau kerja siswa. 2003. Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara. inovatif. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. kreatif.

Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan sekolah. Tidak kalah pentingnya anak sipa mengahadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan. memunculkan hal-hal baru dari pengalaman siswa yang dikontruksikan dengan materi pembelajaran. menumbuhkan motivasi. diajak ke sumber belajar. c) Kreatif dapat diartikan : menginginkan adanya perubahan yang baru. Kadar keaktifan tersebut ditentukan oleh tujuh dimensi (Mc Keachie. Tekanan pada afektif dalam penbelajaran. Kadar keaktifan siswa dalam belajar terdapat dalam rentang keaktifan antara Teacher-centered lawan student-centered. e) Menyenangkan dapat diartikan : penampilan guru yang menarik.awal. Auditorial atau kinestika) Pada hakikatnya. Makna Aktif. belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajadnya tidak sama antara siswa satu dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas. memanfaatkan waktu yang ada. kaya dengan metode. 1. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan melibatkan keaktifan mental (intelektual-emosional) walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan phisik. desain kelas yang tidak membosankan (enjoi learning). Orientasi tujuan adalah agar anak belajar lebih mendalam. membuat sesuatu. melakukan observasi. ingin mengadkan motivasi. Efektif dan Menyenangkan a) Aktif dapat diartikan : selalu mencoba. menulis. tidak mudah puas dengan hasil kerja dan selalu ingin berbuat terus. suasana belajar tidak searah. Kekohesiofan kelas sebagai kelompok. percaya diri dan kritis serta mempunyai banyak cara. suasana belajar menjadi bervariasi serta meningkatkan kematangan emosional. . tidak cepat putus asa. Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu. Gurus harus dapat memberi empan atau memfasilitasi siswa dalam memunculkan daya inovatif. Persaingan yang sehat ditumbuhkan dengan saling menghargai satu sama lain serta menumbuhkan sikap kepemimpinan. d) Efektif dapat diartikan : mamanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar. Kebersamaan dan bekerjasama untuk mengasah emosional. Kata "aktif" sendiri dapat dalam bermacam-macam bentuk seperti: mendengarkan. Kreatif. Patisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran. terutama berinteraksi antar siswa. mengoptimalkan panca indera dan mengatur strategi pembelajaran. anak lebih kritis dan kreatif. 1954) sebagai berikut. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribuasi siswa yang kurang relevan bahkan salah sama sekali. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. memanfaatkan modalitas belajar ( visual. mendiskusikan.Inovatif. b) Inovatif. Jumlah waktu yang dipergunakan untuk mengulangi masalah pribadi siswa baik berhubungan ataupun tidak dengan mata pelajaran. Tidak ingin menjadi penonton.

Dulu guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered learning). Untuk itulah dalam menangani anak sudah dipersiapkan cara pelayanannya. Sedangkan anak yang mempunyai gaya belajar kinestik cenderung belajar dengan cara bergerak. Modal belajar anak cenderung pada karakter alamiah yang dimiliki. Modalitas belajar yang dimiliki anak ada tiga. Persiapan 1) Berpusat pada siswa Perubahan paradigma pembelajaran sangat terasa saat ini. 2. auditorial dan kinestik. Berbagai hambatan dalam proses pembelajaran akan dihadapi. seorang guru sudah membuat format pada setiap pertemuan dengan siswa. . didekatkan ke alam nyata. baik gambar maupun bagan. ada penghargaan bagi yang berprestasi. hasil belajar anak dipajang di kelas. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau strategi pembelajaran(RPP). Seorang guru tidak hanya terpaku pada satu metode yang ada. cenderung senang dengan cara melihat. Sebagaimana berbagai teori sudah disepakati oleh para pakar pendidikan bahwa setiap anak mempunyai modalitas belajar atau gaya belajar yang berbeda. Untuk itu. Seorang guru tidak bias membuat anak sama seperti gerigi sisir. Jiuka hal itu sudah diantisipasi maka akan terjadi proses pembelajaran yang mengasyikkan. cenderung senang dengan mendengar.belajar sambil bermain dan bernyanyi. baik perbedaaan cara belajar maupun perbedaan kecerdasan. berbagai alternatif terutama metode harus disiapkan. 4) Menerapkan asas fleksibilitas Asas fleksibilitas. Seorang guru tidak bisa kaku dalam menerpakan pola pembelajaran di kelas. Anak yang mempunyai gaya belajar auditorial. Bukan hanya sekedar format. bekerja dan menyentuh. 5) Melayani perbedaan individual Semua memaklumi bahwa anak mempunyai perbedaan. Berbagai metode dengan karakter materi yang akan diajarkan sudah dipersiapkan sebelum diajarkan. 3) Skenario pembelajaran secara rinci dan matang Skenario merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru. melainkan guru sudah mendesain pola pembelajaran yang ideal dengan karakter materi yang sedang diajarkan. Pelaksanaan pembelajaran PAKEM a. 2) Guru membuat persiapan matang Persiapan bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak harus dikerjakan. artinya lebih lentur dalam memahami kondisi yang akan dihadapi. Dengan disusun skenario pembelajaran. Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. Saat ini pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa (student centeret learning). Anak yang mempunyai gaya belajar visual. tetapi desesuaikan dengan karakter dan kepribadian yang khas yang dimiliki anak. yaitu : gaya belajar visual.

Berdasarkan teori belajar. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Alfred Bine. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. kecerdasan kinestis-jasmani. Manurut Garder anak mempunyai delapan kecerdasan. f) Proses 1) Mendengarkan pendapat siswa 2) Menggunakan bermacam-macam sumber belajar 3) Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu. Saat ini muncul teori intellegensi majemuk yang disebut multiple intelligences. kecerdasan visualspisial. menantang dan produktifem soving) 6) Menuntut hasil yang terbaik dari siswa 7) Memberikan umpan balik seketika 8) Siswa memanjangkan hasil karyanya 9) Kompetitif dan kooperatif Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. kecerdasan interpersonal. Jika selama ini orang lebih banyak membicarakan teori yang dikembangkan oleh ahli psikologi. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. musikal. jelas tidak bijak bagi guru ataupun orang tua yang memaksa murid untuk masuk dalam bidang-bidang tertentu yang anak tidak berminat. hanya saja sering terlupakan. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. kecerdasan logis-matematis. yaitu intelegensi tunggal yang sering disebut intellegence quotient (IQ). Akan tetapi guru dan orang tua dapat mendampingi anak di dalam mengembangkan potensi sepenuhnya dengan penuh minat dan kegembiraan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi . 4) Pertanyaan terbuka. Dengan berpedoman pada kenyataan bahwa murid mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. yaitu : kecerdasan linguistik. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. anak juga mempunyai perbedaan kecerdasan. Howard Garder. melainkan sudah dikenal dan populer. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Teori ini dirumuskan oleh Prof.Selain perbedaan gaya belajar. kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan natural.

Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Artinya. Dengan mendirikan Grameen Bank. Dengan cara kerja seperti itu. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Mohamad Yunus. Hal senada dikatakan Margaretha S. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. Siswa boleh saja berpikir secara global.Y. dalam Wilis:154). maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal.pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. inovatif. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Dasar Pemikiran: . 2002). kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret.. dan sarana belajar. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. sumber belajar. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. efektif. kreatif. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. dan menyenangkan (PAIKEM). dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien.

menyenangkan. peserta didik aktif berbuat 7. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Inovatif. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. penemuan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. efektif. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. auditory atau kemampuan mendengar. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dan mengemukakan gagasan. kemungkinan kegagalan. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM : PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Prinsip pembelajaran aktif. Berpusat pada peserta didik 2. Menurut hasil penelitian. dan tentu saja rasa bosan. Suasana yang menarik. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. mempertanyakan. dan penciptaan 8. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. dan kinestetik. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. keterbatasan pilihan. kreatif. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: . Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Efektif. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan bermakna 4. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. dan Menyenangkan. Menekankan pada penggalian. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Belajar melalui berbuat. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Kreatif. Inovatif. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3.

Menulis laporan/cerita/puisi .Mencari informasi .Diskusi kelompok . misalnya: . atau wawancara . Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.Menarik kesimpulan Memecahkan masalah.Berkunjung keluar kelas .Lingkungan . dan cocok bagi siswa.Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri .Gambar . PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. menyenangkan. Pada saat yang sama.Nara sumber . misalnya: .Melakukan percobaan. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4.Memecahkan masalah . untuk mengungkapkan gagasannya.Studi kasus . dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa: . termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. 5. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. termasuk cara belajar kelompok. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. . 2. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. mencari rumus sendiri.Sesuai mata pelajaran. .1. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. 3.Percobaan . pengamatan. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri . guru menggunakan.

inovatif. 2003. efektif. inovatif. • Guru memberikan umpan balik. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. kreatif. kreatif. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. Jakarta: Bumi Aksara.Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. dan menyenangkan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. efektif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Ibrahim. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus • Guru memantau kerja siswa. .

tertulis. kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. B. 3. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. 2. mental maupun emosional 2.PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. (e) Menentukan strategi pembelajaran. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. kuesioner. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian . Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. Sementara itu. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. cek lis. dan portofolio. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. (f) Akuntabilitas lembaga. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. 4. (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. A. Dalam pembelajaran. Pembelajarannya efektif d. menyenangkan dan efektif. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. studi kasus. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. dan perbuatan. (c) Membantu dan mendorong siswa.

Sumber : http://www. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Apa itu PAKEM? P AKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Akuntabilitas lembaga 7. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. Membantu dan mendorong siswa 4. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3. Menentukan strategi pembelajaran 6. Artinya. Meningkatkan kualitas pendidikan F. Kreatif. Pembelajaran Kooperatif. 2.net/ Pembelajaran.sekolahdasar. Pembelajaran Inovatif. selama pembelajaran itu berlangsung. Kreatif. dan mengemukakan gagasan. mempertanyakan. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. E. jika pembelajaran . Sehingga. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Pembelajaran Konstruktivisme. Proses Pembelajaran oleh : Depdiknas A. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran.tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Pendidikan [PAKEM] Pembelajaran Aktif. Efektif. Efektif dan Menyenangkan Posted by AKHMAD SUDRAJAT ⋅ 22 Januari 2008 ⋅ 99 Komentar Filed Under Inovasi Pembelajaran. dan Menyenangkan. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut.

Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. anak orang kaya. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. B. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: • • • • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. . tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. dan cocok bagi siswa. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. anak orang miskin. termasuk cara belajar kelompok. tersebut. Anak desa. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. anak kota. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. untuk mengungkapkan gagasannya. anak Indonesia. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi.tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Menurut hasil penelitian. anugerah Tuhan. Secara garis besar. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. misalnya. menyenangkan. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat.

Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. kapan”. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. berapa. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. . dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.2. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. Namun demikian. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Oleh karena itu. 5. kritis dan kreatif. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. 4. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). tugas guru adalah mengembangkannya. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Menyenangkan. dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Berdasarkan pengalaman. 3. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Selain itu. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. Dengan mengenal kemampuan anak. kreatif. Kedua jenis berpikir tersebut. Kritis untuk menganalisis masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain.

Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. dan membuat gambar/diagram. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. benda asli. peta. Sering bertanya. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. diagram. karangan. atau kelompok. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. atau takut dimarahi jika salah. mencatat. puisi. mempertanyakan gagasan orang lain. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). berpasangan. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. dan ditata dengan baik. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Oleh karena itu.’ C. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. dan sebagainya. berhipotesis. takut disepelekan. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). sosial.Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. merumuskan pertanyaan. mengklasifikasi. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Pajangan dapat berupa gambar. Selain itu. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. 8. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM? . membuat tulisan. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. model. 7. 6. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan.

Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus.Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Pembelajaran Berbasis PAIKEM Januari 9. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. mencari rumus sendiriMenulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Melalui:DiskusiLebih banyak pertanyaan terbukaHasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. trackback Mengapa harus Paikem? Kita tidak dapat memungkiri bahwa sampai saat ini proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Pembelajaran Sesuai mata pelajaran. Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. guru menggunakan. Kemampuan Guru Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam.Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari Guru memantau kerja siswaGuru memberikan umpan balik Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. pengamatan. 2011 Posted by msuratman in Uncategorized. Pada saat yang sama. misal:Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiriGambarStudi kasusNara sumberLingkungan Siswa:Melakukan percobaan.Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. atau wawancaraMengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiriMenarik kesimpulanMemecahkan masalah. Pembelajaran seperti ini memang terbukti berhasil dalam kompetisi . Guru menyampaikan materi-materi pelajaran dan siswa dituntut untuk menghafal semua pengetahuannya. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Pembelajaran lebih berorientasi kepada penguasaan materi.

1992). b. dan Menyenangkan. Kritis/Kreatif. alokasi waktu terbatas. jumlah materi (tuntutan kompeteni dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Apersepsi diperlukan untuk . menantang. c.mengingat dalam jangka pendek. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Pembelajaran PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Pembelajaran berbasis PAIKEM (dulu PAKEM) diyakini dapat membantu siswa tidak hanya mampu menyerap pengetahuan tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. materi. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. dan konfirmasi. d. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. peserta didik. dan kemadirian sesuai dengan bakat. krativitas. Raka Joni. metode. dan e. elaborasi. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. inspiratif. Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses juga diamanatkan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secara interaktif. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Preparasi. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Berdasarkan pendekatan yang digunakan. menyenangkan. Ekspositori dan Inkuiri Diskoveri Sebuah proses pembelajaran memerlukan teknik. dan keterampilannya. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Efektif. sumber referensi terbatas. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. dan sumber daya. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). minat. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Jadi secara yuridis pembelajaran berbasis Paikem sudah jadi keharusan dilaksanakan dalam pemblajaran di sekolah. Memerlukan juga strategi yang tepat dan efektif. a. pengetahuan. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T.

karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. simulasi. Prinsip Pembelajaran PAIKEM PAIKEM sebagai model pembelajaran berbasis kompetensi menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. alokasi waktu cukup tersedia. pengetahuan. Resitasi. pemecahan masalah. yaitus ebagai berikut: a. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. eksperimen. Metode yang digunakan adalah observasi. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. eksperimen. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh.penyegaran c. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. c. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga . Peserta didik memiliki karakteristik. dan tanya jawab. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. c. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. sumber referensi. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. materi pembelajaran tidak terlalu luas. diskusi kelas. ekplorasi. dan kecepatan belajar yang beragam. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. penelitian sederhana. a. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. dan bahan cukup. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. diskusi kelompok. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. pengamatan. dan e. alat. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. potensi. d. dan sebagainya. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. d. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. media. b.

menarik keputusan. kesulitan maupun ancaman. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. 1.mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Tanggung jawab belajar. IPS Terpadu). menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. memecahkan masalah menarik keputusan. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. memberi keyakinan. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). retensi. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain . aktivitas. motivasi. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Interaksi. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. 2. persepsi. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. kecakapan sistematis dalam menilai. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. f. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. komunikasi. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. e. kecakapan sistematis dalam menilai. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Komunikasi. memecahkan masalah. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. dan transfer dalam belajar. memberi keyakinan. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. interaksi dan refleksi. IPA Terpadu. Pembelajaran Terpadu (Tematik. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. perhatian. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). kreatif. makna. pengalaman dan kemandirian siswa. memang berada pada diri siswa.

Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). observasi lingkungan. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. atau demonstrasi. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. tanya jawab. teman belajar. 2. observasi di sekolah. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. presentasi. yaitu relating. presentasi. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti penugasan. experiencing. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. atau simulasi. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. eksperimen. atau proyek. Baca lebih lanjut tentang Pembelajaran Kontekstual (contextual teaching and learning: CTL). atau proyek. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Materi Penguatan Pengawas. tanya jawab. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. diskusi kelas. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. 2010 Implementasi Inovasi Pembelajaran Teknik paikem 14 Mar IMPLEMENTASI INOVASI PEMBELAJARAN METODE PAIKEM DI MTs NEGERI CIAMIS Abstrak . Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. observasi lingkungan. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. diskusi kelas. applying. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. atau simulasi. 1. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Sumber: Pembelajaran Berbasis Paikem. tutor. diskusi kelompok. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. 3. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Ditjen PMPTK Kemendiknas. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). cooperating. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. demonstrasi. eksperimen. demonstrasi. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. observasi di sekolah. peran guru sebagai fasilitator.dengan Lesson Study.

Guru-guru tersebut dibekali dengan beberapa latihan untuk membantu implementasi metode tersebut di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan impelementasi inovasi PAIKEM hasilnya lebih baik dibanding dengan sistem pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat kepada guru. Sebanyak 59 siswa orang MTs Ciamis menjadi responden kajian ini.Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar di kelas dalam meciptakan proses pengajaran.PAIKEM. Teachers are also provided with some training to assist with the implementation of learning innovations in schools. Namun demikian. Professional teachers who can be a sign of the extent to which he was master class fosterage. as well as guide the whole process of learning. there are some teachers who are facing problems in its . Pengajar yang profesional ditandai dari penguasaan kelas yang diasuhnya untuk mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar yang optimal. to deliver learners achieve optimal learning outcomes. Sehingga kerjasama yang baik antara guru dengan pihak-pihak yang terkait untuk implementasi inovasi pembelajaran harus ditingkatkan Berbagai metode pengajaran dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa di MTs Negeri Ciamis khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Most of the teachers in learning the practice of innovation in schools. Kata kunci : Inovasi Pendidikan. juga memandu segenap proses pembelajaran. Metode yang menitikberatkan bahwa belajar itu adalah menyenangkan. IMPLEMENTATION OF EDUCATION INNOVATION BY USING PAIKEM METHODE AT MTS NEGERI CIAMIS Abstract A determined learning success by the tips of each teacher in the classroom as teachers than as people who play a role in the process of transformation of knowledge and skills. masih ada sebagian guru yang menghadapi masalah dalam pelaksanaannya. However. Hal tersebut terjadi karena pengajar selain sebagai orang yang berperan dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan. metode pengajaran. Salah satu yang digunakan adalah metode PAIKEM. Sebagian guru-guru mempraktekkan metode PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa.

Oleh karena itu. khususnya mengenai masalah kurikulum dan peningkatan sumber daya yang dimiliki oleh siswa. akan dihasilkan oleh pembelajaran yang sering bermuara pada faktor kemampuan guru. . The study results found that learning with innovation PAIKEM Implementation results are better with the conventional learning system or as a teacher in the learning resource center. ekonomi.implementation. One of them is PAIKEM method. Itulah sebabnya setiap adanya implementasi inovasi pembelajaran. Keywords: educational innovation. a. Guru sebagai pengajar atau pendidik. merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap usaha pendidikan dengan pengajaran. tidak lagi mengenal batas-batas . PAIKEM Pendahuluan 1. Rumusan Masalah Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi. Keahlian dan kepribadian guru merupakan salah satu faktor yang sangat berperan sekaligus menjadi loncatan bagi siswa untuk meraih keberhasilan khususnya prestasi baik dari segi analisis maupun kemampuan mendayagunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. The method is to conduct of education with fun. Therefore need good cooperation between the teachers with related parties for the implementation of learning innovation must be increased. educational method. Permasalahan utama Mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidup menjadi lebih baik itu adalah syarat mutlak untuk tidak tertinggal atau tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. social dan lain-lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru dituntut untuk senantiasa berperan aktif dan eksis dalam dunia pendidikan sesuai dengan zaman yang selalu berkembang. A total of 59 students from two classes of MTs Negeri Ciamis were respondents in this study. Many methods of education are implemented to increasing capability of MTs Negeri Ciamis students particularly in social science. dengan dukungan elemen terkait supaya tidak terjadi kemandekan pada dunia pendidikan kemudian akan berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik. Dalam dunia pendidikan inovasi adalah tantangan penyelenggaraan pendidikan yang berkwalitas yang merupakan cita-cita mulia bangsa Indonesia. di mana telah mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal. b. implementasi gagasan inovasi pendidikan oleh seorang pendidik sangatlah diperlukan.

ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut. dsb. kecakapan sistematis dalam menilai. implementasi kurikulum. pemalsuan produk. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. media. pembusukan makanan. Tujuan dan Manfaat Kajian/tulisan Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. antara lain dalam hal manajemen pendidikan. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang semakin canggih dan inovatif.negara dan teritori. Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. baik guru maupun yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi yang terintegrasi dan berkesinambungan. Prestasi individu dalam pendidikan merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi organisasi pendidikan. pelatihan guru. umpamanya masalah kemiskinan. metodologi pengajaran. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. Di sini dibutuhkan manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi implementasi inovasi pengajaran agar organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan. kegagalan panen. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam sistem mekanisme pasar global. sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. Bagaimana implementasi inovasi pengajaran di Indonesia untuk mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan. wabah penyakit. banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. Dalam bidang pendidikan. Dsb . kemacetan lalu lintas. Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. c. memecahkan masalah menarik keputusan. Setiap orang atau individu dalam pendidikan hendaknya berperan dalam implementasi inovasi pengajaran karena prestasi pendidikan tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan. kejahatan. sumber belajar. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. sasarannya dan perencanaan maupun strategi yang dipergunakan. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). Semua pihak yang berperan serta dalam proses inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan. memberi keyakinan.

relevansi. Kreatif. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi . kualitas dan efektivitas. Dari pendapat diatas penulis menarik kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi. Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi. yaitu mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya. gagasan. kompetensi dan sumber daya lainnya. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. mempertanyakan. inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011). yaitu modal. karna mempunyai manfaat utama sebagai berikut : • • • • • Menciptakan pengetahuan baru. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Memfasilitasi penciptaan ekonomi eksternal yang positif (dalam bentuk pertukaran informasi. praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Sedangkan menurut Kusmana (2010: 4) inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. dan Menyenangkan. Oleh sebab itu. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Memasok/menyediakan sumber daya.Implemantasi Inovasi pengajaran dalam pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain oleh Johnson dan Jacobson (dalam Taufik. Landasan Teori Pengertian Inovasi Inovasi adalah suatu ide . pengetahuan dan visi). Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pengajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. 2009). Memfasilitasi formasi pasar. Efektif. dan mengemukakan gagasan. Inovatif.

perasaan tertekan . yaitu: (1) belajar isyarat. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Guru dapat membantu proses ini dengan caracara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas.1985 (dalam Kemendiknas : 2011) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. (6) pembentukan konsep. auditory atau kemampuan mendengar. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne.terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak . Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. (4) rangkaian verbal. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. (5) membedakan. kemungkinan kegagalan. maka pembelajaran bertentangan dengan hakikat belajar. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Implementasi pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya dengan metode mengakomodir setiap karakteristik diri. (3) rangkaian gerak. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. dan kinestetik. (2) stimulus-respon. keterbatasan pilihan. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. jika cara pengajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Menurut hasil penelitian. Sehingga. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dan tentu saja rasa bosan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. dengan memberikan ide-ide. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri.

2. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. termasuk cara belajar kelompok. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. kreativitas. minat. 5. maka rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) haruslah berfokus pada siswa. dan cocok bagi siswa. Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD). dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Penerapan PAKEM dalam Implementasi Pembelajaran Menurut Tarmizi. penilaian hasil pembelajaran. menyenangkan. dan konfirmasi. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. dan kemandirian sesuai dengan bakat. untuk mengungkapkan gagasannya. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan. menyenangkan. 2011) Secara garis besar. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. makna. 2008 (dalam Pusbang Tendik. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. kegiatan inti dan kegiatan penutup. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. menantang. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. 3. Berdasarkan inovasi PAIKEM. pelaksanaan proses pembelajaran. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. inspiratif. . elaborasi.

Mengemukakan pendapat Presentasi laporan Memajangkan hasil kerja Ungkap gagasan Interaksi. • • • • • • Diskusi Tanya jawab Lempar lagi pertanyaan Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. dan transfer dalam belajar. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan.aktivitas. • • • • • • Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: Melakukan pengamatan Melakukan percobaan Melakukan penyelidikan Melakukan wawancara Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Tanggung jawab belajar. memang berada pada diri siswa. pengalaman dan kemandirian siswa. persepsi. Metodologi . tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. bentuknya antara lain: • • • • b. Komunikasi. retensi. a. • • • • • Mengapa demikian? Apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. motivasi. komunikasi. interaksi dan refleksi. bentuknya antara lain: c. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. perhatian. d.

menganalisis. Metode Kajian yang digunakan Adapun kegiatan inti menggunakan metode observasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. d. guru: a. e. atau lapangan. c. yang meliputi proses eksplorasi. . lingkungan. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. guru: a. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. dan sumber belajar lainnya.1. c. diskusi. dan bertindak tanpa rasa takut. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. dan konfirmasi. dan sumber belajar lain. 1. menyelesaikan masalah. studio. d. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip bahwa guru dan belajar didapatkan dari aneka sumber. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. 1. elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut. b. media pembelajaran. Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif. 2. dan e. memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar. elaborasi. b. memberi kesempatan untuk berpikir. a. Maksud dari eksplorasi.

f. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; g. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; h. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. 3. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik, b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

• • • •

berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah; memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Dalam kegiatan penutup, guru:
• • • •

bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

1. b.

Objek Kajian

Objek kajian siswa dan guru MTs Negeri Ciamis yang berjumlah 57 orang, dan kajian ini di lakukan pada minggu ke dua pada bulan Maret 2012. 1. c. Sumber Data

Sumber data dalam kajian ini adalah guru mata pelajaran IPS kelas VIII (Agus Gozali, M.Pd) dan siswa MTs Negeri Ciamis terbagi menjadi 2 kelompok observasi yaitu kelas VIII a dan VIII b. Kelompok yang pertama (VIII a) : dengan implementasi Inovasi pendidikan dengan dengan kajian tiga kali pertemuan sebagai berikut : Tujuan Pembelajaran : 1. 2. 3. Menunjukkan letak aliran sungai Bengawan Solo Menyebutkan kota-kota yang dilalui aliran sungai Bengawan Solo Mendeskripsikan kondisi alam di lembah Bengawan Solo

4. Menjelaskan hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara 5. Menjelaskan corak kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat pra-aksara.

Pertemuan ke 1
• • • •

• •

Kelas dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Tiap kelompok mencari informasi dari internet sekolah yang berkaitan dengan kondisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat disekitar lembah Bengawan. Tiap kelompok mendiskusikan / membahas informasi yang telah ditemukan dari sumber, membuat laporan hasil diskusi dan mempresentasikan hasilnya. Masing-masing kelompok mengamati peta Jawa Tengah di internet khususnya Surakarta dan menginterpretasikan letak aliran sungai bengawan Solo dan menunjukkan kota-kota yang dilalui alran sungai Bengawan Solo. Membuat peta aliran sungai Bengawan Solo Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat / pekerjaan siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke 2

Siswa dibagi ke dalam kelompok

Setiap kelompok mengkaji materi pelajaran dengan mempelajari di internet sekolah dan mendiskusikan :

ü Bukti-bukti apa menunjukkan adanya zaman pra-aksara? ü Bagaimana kehidupan ekonomi zaman pra aksara. ü Bagaimana kehidupan sosila-budaya zaman pra aksara ü Bagaimana hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara ?
• •

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, dilanjutkan tanggapan dari kelompok lain Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke tiga
• • • • • • •

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok Setiap kelompok mengkaji materi tentang corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara melalui internet. Setiap kelompok melakukan studi kasus tentang diminta corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Kelompok lain memberikan tanggapan ,sanggahan dan pendapat terhadap materi yang disajikan Tanya jawab corak kehidupan ekonomi, sosial dan budaya manusia. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap pendapat dan pertanyaan para siswa dengan merujuk pada referensi dan pendapat para ahli :

Kelompok yang kedua (VIII b)

Dalam tiga kali pertemuan, kelompok ke dua menggunakan cara konvensional, yaitu pembelajaran terpusat pada guru. 1. d. Prosedur Penelitian

Obyek : kelas VIII a yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok pertama dengan implementasi inovasi pengajaran PAIKEM, dan kelas VIII b jumlah 30 orang sebagai kelompok kedua dengan menggunakan pola pembelajaran konvensional. Mata pelajaran yang di bahas adalah IPS terpadu, dengan 3 kali perbandingan antara kelompok yang menggunakan implementasi inovasi pengajaran dan kelompok kedua yang dengan mengunakan cara konvensional. Untuk mengetahui hasil pembelajaran diadakan test awal (pre test) dan test akhir (Posttest).

Berikut adalah hasilnya Pertemuan ke 1 2 3 Kelas VIII a pre test Posttest 65, 45 84, 35 64, 98 86, 17 66, 37 85, 20 Kelas VIII b pre test Posttest 64, 74 75, 89 63, 26 78, 29 62, 27 76, 15 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1. Kelompok pertama yang menggunakan metode PAIKEM yang berlandaskan implementasi inovasi pembelajaran hasilnya lebih baik terbukti dari nilai posttest yang lebih baik dari kelompok ke dua yang menggunakan cara konvensional. 2. Peran guru dalam implementasi inovasi pembelajaran adalah guru dituntut mampu mewujudkan PAIKEM dalam kelas sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan dengan mudah dan maksimal, penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran harus memperhatikan fungsi dari media tersebut, guru juga harus mempunyai ketrampilan untuk mensiasati media ke alat yang lebih sederhana tanpa hanya mengandalkan fasilitas dari sekolah, kegiatan mengajar belajar semestinya dapat diimplementasikan dalam realitas kehidupan, evaluasi pembelajaran saat ini menuntut tidak hanya penilaian terhadap akademis peserta didik, akan tetapi juga penilaian melalui pendekatan afektif atau perkembangan sikap siswa; 3. hasil dalam implementasi inovasi pembelajaran dijabarkan ke dalam tiga hal yaitu motivasi belajar siswa menjadi bertambah, perubahan perilaku siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, dan hasil belajar siswa yang meningkat; 4. kendala dalam implementasi inovasi pembelajaran dirasakan oleh guru dan murid, guru merasa takut dan tidak percaya dengan kemampuannya sedangkan murid harus merubah cara belajar mereka dari pasif menjadi aktif, dukungan dari sekolah terwakili dengan adanya budaya sekolah yang mencerminkan aplikasi dari pelajaran PKn yaitu sikap toleransi dan saling menghargai dan kebijakan sekolah yang memberi kebebasan kepada guru guna terwujudnya pembelajaran inovatif; 5. dampak dari implementasi inovasi pembelajaran berimbas kepada guru dan siswa, guru meninggalkan pembelajaran konvensional menuju pembelajaran inovatif, guru menjadi bertambah inovatif dalam melakukan pembelajaran dan bagi siswa telah merubah siswa menjadi subyek belajar yang aktif dalam kegiatan mengajar belajar. Keterangan hasil A>B A>B A>B

Saran

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetapi juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.Inovasi pendidikan sebagai usaha perubahan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatakan semua unsur yang terkait di dalamnya, seperti inovator, penyelenggara inovasi seperti guru dan siswa. Disamping itu, kesalahpahaman yang harus dihindari oleh seorang pendidik dalam implementasi inovasi pendidikan adalah sebagai berikut : 1. PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat. 2. PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah. 3. PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran 4. PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi. Penutup Demikian tulisan ini penulis buat dengan harapan menambah pemahaman dan wawasan dalam implementasi inovasi pengajaran khususnya untuk penulis sendiri, umumnya untuk semua yang membaca tulisan ini.

Daftar Pustaka Tarmizi. pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan. Dalam situs http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-danmenyenangkan/. Dikunjungi 11 Maret 2012 Pusbang Tendik/Badan PSDMP dan PMP-Kemdiknas/2011

Tatang Taufik. Sistem Inovasi dan Pendidikan. Dalam situs http://sisteminovasi.blogspot.com/2009/01/sistem-inovasi-dan-pendidikan.html. Dikunjungi 24 Februari 2012 Anneahira.Inovasi Pendidikan. Dalam situs http://www.anneahira.com/artikelpendidikan/inovasipendidikan.htm/2011.Dikunjungi 24 Februari 2012 Kusmana, Suherli, Ciamis : pascasarjana unigal press, 2010 LAMPIRAN Gambar 1. Contoh inovasi pola duduk dalam pembelajaran Gambar 2.Siswa berperan aktif dalam pembelajaran Gambar 3. Mencari informasi dari internet Gambar 4.Cara belajar konvensional Biodata Penulis Shilphy Afiattresna Octavia, dilahirkan 04 Oktober 1979 di Ciamis. Pekerjaan saat ini adalah sebagai guru di MTs Negeri Ciamis yang dilakukan sejak tahun 2004. Pendidikan dasar dan menengah dilakukan di Ciamis, Strata 1 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan Srata S2 dalam Manajemen Pendidikan Jurusan Manajemen Sistem Pendidikan di Universitas Galuh Ciamis. (Ciamis, 14 Maret 2012)

Merencanakan pembelajaran
Kegiatan rutin guru setiap tahun sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah sama yaitu membuat rencana pembelajaran. Seperangkat mengajar yang kita buat dibendel dan diserahkan kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk di validasi dan disahkan oleh kepala sekolah. Mengelola proses belajar-mengajar (pembelajaran) adalah upaya secara sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut M. Saekhan Muchith, M.Pd dalam buku pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group, 2008, hal 99 Kemampuan merencanakan pengajaran meliputi :

1. Menguasai perangkat pembelajaran, yaitu kemampuan memahami segala hal yang terkait dengan proses pembelajaran 2. Menyusun analisis materi pelajaran ( AMP), yaitu kemampuan menjabarkan materi dari materi yang bersifat umum ke dalam materi yang khusus, atau menjabarkan standar kompetensi ke dalam indicator keberhasilan pembelajaran. 3. Menyusun program semesteran dan program tahunan, ini merupakan jadwal pelajaran dalam kurun waktu tertentu 4. Menyusun rencana pengajaran, dengan memperhatikan :1. Standar kompetensi siswa, kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran; 2. Indikator keberhasilan, kemampuan atau ketrampilan yang ditampilkan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran. Indikator ini perlu dilihat dari segi intelektual (kognitif) dan juga ketrampilan mekanik (psikomotor); 3. Perumusan tujuan pengajaran, yaitu aspek kemampuan yang harus dicapai melalui proses pengajaran; 4. Pemilihan bahan dan urutan bahan, yang perlu diingat bahwa bahan pembelajaran tidak hanya dari buku panduan saja, tetapi bahan pembelajaran bisa diperoleh dari mana saja, apa saja asalkan mampu memberikan kemampuan akademik siswa; 5. Pemilihan metode mengajar, motode yang ideal adalah metode yang sesuai dengan materi, dengan perlengkapan sarana, sesuai dengan waktu, sesuai dengan kemampuan guru, dan sesuai dengan kemampuan siswa; 6. Pemilihan sarana / alat pendidikan, guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan memberdayakan segala sarana untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran; 7. Pemilihan stategi evaluasi, evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui tentang (a) kemampuan siswa mengetahui materi pelajaran, (b) mengetahui kekurangan dan kelebihan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (c) mengetahui keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin lembaga pendidikan Model pembelajaran terakhir yang aku dengar adalah model pembelajaran PAIKEM, yaitu model yang dalam proses pembelajarannya menjadikan siswa menjadi aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Dalam melaksanakan model PAIKEM, guru harus memperhatikan : 1. Memahami sifat yang dimiliki anak; 2. Mengenal anak secara perorangan; 3. Memanfaatkan perilaku anak dalam mengorganisasian belajar; 4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan untuk memecahkan masalah; 5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik; 6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar; 7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar; 8. Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental. Dalam buku yang digunakan untuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) rayon 16 Jember, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk melaksanakan PAIKEM ditunjukkan beberapa kegiatan guru dan siswa. Juga kemampuan yang perlu dikuasasi guru untuk menciptakan suasana aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Contoh KBM model PAIKEM :

Komponen pembelajaran

hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
• • • • • •

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran

Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan

Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya :

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

• • • •

Alat yang sudah ada / dibuat sendiri. Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan

Siswa :
• •

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembankan ketrampilan

• •

Melakukan percobaan, pengamatan atau wawancara Mengumpulkan data / jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri

Menulis laporan / hasil karya lain dengan kata kata sendiri Melalui :

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan

• • • •

Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan hasil pemikiran siswa sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan ( untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut Tugas perbaikan atau pengayaan yang diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari

Guru Menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa

• •

Guru mengkaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari

tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan berkomunikasi maupun ketrampilan proses kelompok. baik menentukan topic maupun cara mempelajari melalui investigasi. Student teams achiement devision (STAD). Model ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Jujur . yaitu siswa saling berinteraksi untuk memecahkan masalah. 4. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. etnis. dan agama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topic. Number head together (NHT). dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menyelesaikan materi pembelajaran. dan pekerjaan. kemudian mempresentasikan materi tersebut kepala kelompok yang lain (Hadisubroto. diidentifikasi dari sumber-sumber : agama. dkk 2004 : 64-67) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi 4 model : 1. pancasila. Model pembelajaran STAD adalah siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran lain untuk menuntaskan materi pembelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami materi tutorial. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. kuis. Abdurrahman dan Bintoro ( dalam nurhadi. Dalam merencanakan pembelajaran tidak hanya memperhatikan model pembelajaran. Grup investigation (GI). kita juga memperhatikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. Menurut Nurhadi. 2. terdapat sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. tindakan. 3. NILAI 1. dan diskusi ( Ibrahim. 2. budaya dan tujuan pendidikan nasional. karena model ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa selama proses belajar mengajar. 2000: 21-22) Pembelajaran jigsaw adalah cara pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memberikan tugas kelompok kepada siswa.Model pembelajaran yang dapat mendukung proses PAIKEM adalah pembelajaran kooperatif. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Jigsaw. 1998: 20) Model pembelajaran GI adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda baik dari segi gender. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.

4. Demokratis Cara berfikir. 8. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. suku. bersikap. pendapat. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya.NILAI 3. bergaul. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. 15. dan bekerja sama dengan orang lain. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. kepedulian. 13. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. dan mengakui. etnis. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang Komuniktif berbicara. sosial. dilihat. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. sikap. dan . Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. 6. 5. bersikap. budaya. 7. perkataan. 16. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. lingkungan fisik. 14. 11. bertindak. 9. dan didengar. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 12. Cinta Damai Sikap. Cinta Tanah Air Cara berfikir. ekonomi. Toleransi DESKRIPSI Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. dan politik bangsa. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. serta menghormati keberhasilan orang lain. 10.

jakarta. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. jakarta. Peduli Sosial 18. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. lingkungan (alam. Semoga tahun sekarang lebih baik pelayananku kepada siswa dari pada tahun yang lalu. Tahun pelajaran sekarang. pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. yang seharusnya dia lakukan. Tim penyusun modul rayon 16 universitas jember. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. aku dapat tugas mengajar 4 pelajaran. terhadap diri sendiri. Tanggung-jawab DESKRIPSI mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Berarti membuat 4 perangkat pembelajaran. 2008. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum.Pd . sosial dan budaya). Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. Sumber pustaka : M. PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. digunakan terbatas untuk pendidikan dan latihan profesi guru rayon 16 universitas jember Kementerian pendidikan nasional. Sumber : Kementerian pendidikan nasional. masyarakat. pedoman sekolah.NILAI 17. pedoman sekolah. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. M. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP . 24 jam perminggu. Saekhan Muchith.

Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. B. Malaysia (61). dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. UU No. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Brunei (33). Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Philipina (84). 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. . maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. a. 2007). melainkan sebagai subyek didik. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. Inovatif. Kreatif. Selain PAIKEM. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan.pada tahun 2005. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. Singapura (25). Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. 1. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. Efektif. 2007).. b. kreatif. menyenangkan. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. Dengan demikian. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Menyenangkan). pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. dinamis dan dialogis. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. Thailand (73).

maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. 2. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. mempertanyakan. dan Menyenangkan. Kreatif. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM . Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan mengemukakan gagasan. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. termasuk cara belajar kelompok. Sehingga. 3. Inovatif. 5. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif.BAB II PEMBAHASAN A. untuk mengungkapkan gagasannya. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. Secara garis besar. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Efektif. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. 2007). Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. 2. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. dan cocok bagi siswa. Menurut hasil penelitian.

Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. 2007). Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. menurut Suprijanto dkk. sehingga mereka mampu . Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. mempertanyakan gagasan orang lain. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Dengan umpan balik. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. berapa.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Dengan mengenal kemampuan anak. 2007). 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . kreatif. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. Tugas guru adalah mengembangkannya. Kritis untuk menganalisis masalah. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. (2008). sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut.Dalam melaksanakan PAIKEM. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka... anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. kapan”. Sering bertanya. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). misalnya dengan memajang hasil karya siswa. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan yang mendalam pada diri anak.

Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Sesuai mata pelajaran. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. guru menggunakan. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. 2007) 4. Indikator : Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. 3.4. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme . Pada saat yang sama. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. Siswa: Melakukan percobaan. percobaan. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. pengamatan. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa.

peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur.Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok .

Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Artinya. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Sebagai contoh : .Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. Presentasikan rancangan eksperimen . Berdasarkan masalah di atas.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji 3.Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5.

baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. yaitu: 1. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. 2008). dalam merencanakan. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama.6. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. 2009). namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. LESSON STUDY 1. melaksanakan. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. 2. Meski pada awalnya. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. Dalam tulisannya yang lain. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. 2008). bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka . yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. Presentasikan laporan B. berdasarkan data. Buatlah laporan penelitian 8. yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. di luar peserta Lesson Study. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Tujuan bersama untuk jangka panjang. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.

baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. Dengan melakukan pengamatan langsung. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa diambil dari Lesson Study.panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). Dengan demikian. partisipasi. 3. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. 4. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study . Studi tentang siswa secara cermat. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. Sementara itu. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. misalnya. pengembangan kemampuan individual siswa. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. 2. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). pemenuhan kebutuhan belajar siswa. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. Materi pelajaran yang penting. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. dan sebagainya. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. dan bukan sebagai pengganti. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. Observasi pembelajaran secara langsung.

a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan . Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. Sementara itu. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. 3. Pemerintah melalui Permen no. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain.(Sudrajat. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. 3. 4. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. 4. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). yaitu: 1. 2008). 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. dijumpai beberapa pendapat. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. 2.

diantaranya: 1. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. siswa-guru. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. 7. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. 6. 5. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. baik pada tahap awal. dan sebagainya. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan.pembelajaran. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. siswabahan ajar. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. 2). dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. 4. atau pengawas sekolah. 5. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. Selanjutnya. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. 3. seperti tentang: kompetensi dasar. cara membelajarkan siswa. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. Untuk lebih jelasnya. kepala sekolah. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran . yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. siswa-lingkungan lainnya. 2. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran.

misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. tidak berdasarkan opininya. Oleh karena itu. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Selanjutnya. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran.2.berlangsung. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu . misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. 3).Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. maupun menajerial. Pada tataran individual. 5. Dalam menyampaikan saran-saranya. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. baik pada tataran indiividual. Pada tataran manajerial. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. Indikator : 1. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. Menganilisis hubungan antara ekosistem. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk.

Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2. . Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki .Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan .Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” .2. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV.

Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi Penilaian 1.Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Penilaian terhadap LKPD .

Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan.000 meter kubik per hari menjadi 126. sejak tanggal 27 Mei 2006.2. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. Kecamatan Porong. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1). Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126.000 m3 per hari. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Pertama. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1.000 m3 sampai 60. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi.000 meter kubik per hari. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. hingga saat ini. Kabupaten Sidoarjo. Namun demikian. dari antara 40. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). Oleh karena itu. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui.000 meter kubik per hari. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kedua. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan . lumpur terus menyembur setiap harinya.000 m3 per hari. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong.

............................................................ diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]............................. 5 September 2006.......... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong......org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini.......................... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo..................... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut..... Jawa Timur....................... Freddy Numberi................. bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya............................... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2.............................. Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5.....9 miliar per tahun.....................penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain............. Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3....... mencapai Rp10........ Menteri Kelautan dan Perikanan... Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4..... Asal Sekolah : ................ .. Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini................ Metode Pembelajaran : ................................ Guru Pengajar : ............................... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen.... Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : .... Bidang Studi : ...... 1................wikipedia.... Konsep : .............. dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI................... seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo................. karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id....................................................

.................................................................................................................................................................................................... .................................................................................... Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ............................................................................................................ Tempat : ....................................................................................... Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ............................ Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ...... Asal Sekolah : ..................................................................................................................................................................................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No............................................................................................................................................................. ..................................................................................................................................... ....................................Waktu : .................................................................................................................................................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ....................................... Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? .. Nama Observer : ................................................................. 2.... ................................ Pengalaman Mengajar: ............................ Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ........ Nama Bidang Studi Tanda Tangan 1.......................... 3................................................................................................................................................ . 2............................... Mata Pembelajaran : ........................................................... 3.............. 2.................................................................................... ....... 4..........................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ........ Kelas : ................................................ Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ...................................................................................................................................... 4... 1.................................................................................................................... .................................................... 1.................................................................................................................. ................................................................................................................................................................................................. Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ........................................................................................................................................................ 3........................ Guru Pengajar : ..................... .........................................

Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. Bayumedia Publishing. Malang . Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. dkk. Inovatif. (http://akhmadsudrajat.com/. C. B. (online). Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. Kreatif. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. 2007. Lesson Study Berbasis Sekolah. 2002. Depdiknas. 2008.worpress. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Malang. Efektif. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. 2007. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. FPMIPA UPI dan JICA.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. 2009. Ahmad. Hendayana dkk. Model-model Pembelajaran untuk PTK.BAB III PENUTUP A. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. diakses 16 Mei 2009) Susilo. Sudrajat..

.........................................................wordpress...... 1....... PENUTUP ......... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ............................................. B............................................... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 9 9 10 .................... BAB II....... Hakekat Lesson Study ............................... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ....... Manfaat Lesson Study .. DAFTAR ISI ........................................................................................................................................ PENDAHULUAN ............... C........................................................ Pengertian PAIKEM .. 2.......................................................................................................... 2008..... 4............................... PAIKEM. A..................... PEMBELAJARAN PAIKEM ................... BAB I........... LESSON STUDY ..................... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ..................................... 5........ B....................... A...................................................................................................... 2.................. Kesimpulan ..................................................................................... (http://tarmizi............... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM .......... Rumusan Masalah ..................... 3.... (online).. PEMBAHASAN.................... A..................................................... 4.. B.........................Tarmizi............................................................................................................................ Saran ... BAB III....................... Contoh Skenario Pembelajaran ................... DAFTAR PUSTAKA .........................................................................com/.... Latar Belakang .............. 1................................................................................................. diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .... 3............ Pelaksanaan PAIKEM .... Tujuan Penulisan Makalah ...............

Pd 2. Hj. Dr. M. Dr. M.12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. SOEDJONO BASUKI. H.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. 608682521992 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI . SRI ENDAH INDRIWATI.

Mei 2009 Diposkan oleh Trisno Marsa di 03. Soedjono Basuki. M.22 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: ADMINISTRASI.MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. Oleh sebab itu koreksi. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna.Pd. Sri Endah Indriwati M. Hj. H. PEMBELAJARAN Kamis. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin.Pd. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai . selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. 04 Agustus 2011 PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Malang. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. dan Bapak Dr. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. Akirnya.

b. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. Selain PAIKEM. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Kreatif. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. kreatif. 2007). mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Thailand (73). B. Brunei (33). Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Menyenangkan). Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. . Philipina (84).. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. Dengan demikian. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif.upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. 2007). sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. menyenangkan. Malaysia (61). dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Singapura (25). 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. a. pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. dinamis dan dialogis. 1. melainkan sebagai subyek didik. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Efektif. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. UU No. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP pada tahun 2005. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. Inovatif.

5. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. 3. untuk mengungkapkan gagasannya. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. dan cocok bagi siswa. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Secara garis besar. dan melibatkam siswa dalam menciptakan . Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. dan mengemukakan gagasan. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. menyenangkan. Efektif. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. Kreatif. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. termasuk cara belajar kelompok. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Menurut hasil penelitian. 2007). dan Menyenangkan. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. 2. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Sehingga. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.BAB II PEMBAHASAN A. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Inovatif. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. mempertanyakan.

berapa. kapan”. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. 2. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM Dalam melaksanakan PAIKEM. 2007). lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Sering bertanya. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan . menurut Suprijanto dkk. Kritis untuk menganalisis masalah. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. mempertanyakan gagasan orang lain. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. Tugas guru adalah mengembangkannya. Dengan mengenal kemampuan anak. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika .lingkungan sekolahnya. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. Dengan umpan balik.. (2008). misalnya dengan memajang hasil karya siswa. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental.. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. kreatif. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. 2007).

Indikator : . mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. percobaan. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut.yang mendalam pada diri anak. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun.4. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. 2007) 4. pengamatan. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. 3. guru menggunakan. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Sesuai mata pelajaran. Siswa: Melakukan percobaan. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. Pada saat yang sama.

Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV.Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen . dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur.

variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji . anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Sebagai contoh : .Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut .Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Berdasarkan masalah di atas. Artinya.

Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. berdasarkan data. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. Buatlah laporan penelitian 8.3. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Presentasikan rancangan eksperimen 6. Presentasikan laporan B. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. 2009). di luar peserta Lesson Study. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. 2008). Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. dalam merencanakan. melaksanakan. LESSON STUDY 1. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. 2. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. Meski pada awalnya. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. yang diperolehnya berdasarkan hasil . Dalam tulisannya yang lain. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. 2008). Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.

Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali.observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. Sementara itu. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. Dengan melakukan pengamatan langsung. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa . Tujuan bersama untuk jangka panjang. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. pengembangan kemampuan individual siswa. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. misalnya. Materi pelajaran yang penting. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. Studi tentang siswa secara cermat. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. Observasi pembelajaran secara langsung. 2. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. 4. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. partisipasi. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Dengan demikian. dan sebagainya. 3. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. yaitu: 1. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. dan bukan sebagai pengganti. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa.

dijumpai beberapa pendapat. Pemerintah melalui Permen no. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. 2. yaitu: 1. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei).Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. 3. 2008).diambil dari Lesson Study. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Sementara itu. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. . Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. 4. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study (Sudrajat. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya.

dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. baik pada tahap awal. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. 4. siswa-guru. dan sebagainya. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. 5. 2). Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. siswa-lingkungan lainnya. atau pengawas sekolah. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. diantaranya: 1. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas.3. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk . sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. 5. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. seperti tentang: kompetensi dasar. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. kepala sekolah. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. Untuk lebih jelasnya. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. siswabahan ajar. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. 3. 2. 6. cara membelajarkan siswa. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. Selanjutnya. 4. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6.

Oleh karena itu. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Dalam menyampaikan saran-saranya. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. baik pada tataran indiividual.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. Pada tataran individual. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. maupun menajerial. Selanjutnya. Pada tataran manajerial. 3). dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. Menganilisis hubungan antara ekosistem.2. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan . 7. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. 5. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. tidak berdasarkan opininya. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa.keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung.

peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2.Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan . Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” . . Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu 2. Indikator : 1.masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4.Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV.

Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi .Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3.

semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. dari antara 40. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. Oleh karena itu. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. Pertama.000 m3 per hari. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. sejak tanggal 27 Mei 2006. Kedua. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas .000 meter kubik per hari. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo.000 m3 per hari. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. lumpur terus menyembur setiap harinya. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. Penilaian terhadap LKPD 2. Jawa Timur. Namun demikian.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1).Penilaian 1. hingga saat ini. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Kecamatan Porong. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. Kabupaten Sidoarjo.000 m3 sampai 60.

...... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo.. Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4........ Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. Menteri Kelautan dan Perikanan.. Freddy Numberi......wikipedia.. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain... Bidang Studi : ........................... Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : . 5 September 2006..... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini..................Sidoardjo langsung ke Kali Porong......... diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]..000 meter kubik per hari menjadi 126............ Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut...... mencapai Rp10. .................. Konsep : ...................org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini................. bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya...... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2.. Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong..9 miliar per tahun..... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI................... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3..... seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo.......... Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5. menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen......000 meter kubik per hari..................................................... karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id....... Jawa Timur........ 1....

............................ 2................................................................................................................................................................. Nama Observer : ...................................... Tempat : ........................................... Nama Bidang Studi Tanda Tangan ..........................................................................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ................................................................................................ 3.......................................................................................................................................... Pengalaman Mengajar: ............... 1..................................................................................................... Guru Pengajar : ...................................................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No.......................................................................................................................................................................... 1............................................... Asal Sekolah : ............... ......................................................................................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? .................................................................... .............................................................................. Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ................... 4............................................................................................................................................................................................................................................................. Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ................................................................. ........................ 3............................... 4............................................................ Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ............................................................................................................................... Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? .......................................................................................................................................................... Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ................................... Asal Sekolah : .. Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ..................................................................... Waktu : ............................... 2....................................................... ..................... ............................................................................................................................................................................................................................................................................. Guru Pengajar : ............................................ ..................................................................................................... Kelas : ...................................... .................................................................................................................... Mata Pembelajaran : ............................. Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ..............Metode Pembelajaran : ............................................................................................. ....................................

Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Efektif. 2002.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Malang. Jakarta.1.com/. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. BAB III PENUTUP A.worpress. Depdiknas. 2. Ahmad. (http://akhmadsudrajat. 2008. Model-model Pembelajaran untuk PTK. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). 2007. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. Kreatif. 2007. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. C. 3. diakses 16 Mei 2009) . sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. (online). sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Hendayana dkk. FPMIPA UPI dan JICA.. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Inovatif. Sudrajat. B.

................................... Hakekat Lesson Study .. 4............................... A....................................... A.......... 1..... PAIKEM.................................. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ............................................................. (http://tarmizi.................................................... Saran ..................................... 5...... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ....... Contoh Skenario Pembelajaran ................... PENUTUP ....................................................... 2008........................ Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ................................... Pelaksanaan PAIKEM ..................................................................................com/......................................... B...................................................... Rumusan Masalah ............ Tujuan Penulisan Makalah ................................... 2................. B......................... A...... Lesson Study Berbasis Sekolah.. PEMBELAJARAN PAIKEM ......wordpress. Kesimpulan .................................... 4.............................. PEMBAHASAN............ dkk............... 1..... PENDAHULUAN ... 3................. DAFTAR ISI ............. (online)............................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study .................................................................... Manfaat Lesson Study .... BAB III.......................................................................... 3................................................. 2009......................................................................................... Latar Belakang ..... Malang Tarmizi................. Pengertian PAIKEM ... Bayumedia Publishing............................................................................... DAFTAR PUSTAKA ........ diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ............................................. B. LESSON STUDY ...Susilo...... BAB II.... BAB I........... C................... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 ................................................ 2........................................................

SOEDJONO BASUKI.9 9 10 12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1.Pd 2. SRI ENDAH INDRIWATI. Dr. Hj.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. 608682521992 . Dr. H. M. M.

Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. . Soedjono Basuki. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. M.UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. Hj.Pd. Oleh sebab itu koreksi. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. dan Bapak Dr. Akirnya. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.Pd. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Sri Endah Indriwati M. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful