Hakikat Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.

Pd Pendidik di Malang Pengertian Media Pembelajaran Kata media merupakan bentuk jamak dari Medium yang secara harfiah tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan dari pengirim pesan (Azhar Arsyad, 2002:3). Sedangkan dalam kepustakaan asing yang ada sementra para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aids (AVA), untuk pengertian yang sama. Banyak pula para ahli menggunakan istilah Teaching Material atau Instruksional Material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasl dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamanati melalui panca indera kita (Hamalik , 1994:11). Dan sebelum diambil sebuah kesimpulan mengenai arti dari media pembelajaran ada baiknya penulis memaparkan tentang pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya : 1. Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi (Azhar Arsyad, 2002:3) 2. Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 ) 3. Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3) 4. Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir, Basyiruddin, 2002:11) 5. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80) 6. Muhaimin dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan, perhatian, dan

minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9) Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar. Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai. Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang Kriteria Media Pembelajaran Menurut Arif S. Sadiman dkk. dalam bukunya “Media Pendidikan” menjelaskan bahwa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi setempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan (Sadiman, 83-84). Dalam hal ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu : pertama, ketersedian sumber setempat yaitu apabila media yang bersangkutan tidak terdapat sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga, adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama artinya bias digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah di bawa atau dipindahkan. Faktor keempat, adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal (contohnya program film bingkai) tetapi dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang.

Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai atau mengadaptasi media yang bersangkutan (Arief S. Sadiman dkk, 1993 : 84). Adapun kriteria dalam pemilihan media pembelajaran adalah : a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan insrtuksional yang diterpakan secara umum mengacu kepada kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga arah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa seperti menghafal, melakukan kegiatan fisik, dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi. b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi media yang berbeda, contoh film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. c. Praktis, luwes dan bertahan, jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber cara lainnya memproduksi, maka tidak perlu dipaksakan. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada yang ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemanamana. d. Guru terampil menggunakannya, ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun jenis media yang digunakan, guru harus mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Nilai dan manfaat media sangat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. e. Pengelompokan sasaran, media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Oleh karena itu ada berbagai macam media yang digunakan untuk jenis kelompok besar, kecil, dan perorangan. f. Mutu tekhnis, pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan tekhnis tertentu. Contohnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lainnya yang berupa latar belakang ( Azhar Arsyad, 1997 : 72-74). Menurut Ahmad Rohani dalam bukunya “Media Instruksional Edukatif” menyatakan bahwa pemilihan dan pemanfaatan media perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut : a. Tujuan Media hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. b. Ketepatgunaan Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. c. Keadaan peserta didik Kemampuan berfikir dan daya tangkapa peserta didik, dan besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan. d. Ketersediaan Pemilihan perlu memperlihatkan ada atau tidak media tersedia di perpustakaan atau di sekolah serta mudah-sulinya diperoleh. e. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.

f. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. (Ahmad Rohani, 1997: 72-74) Berkaitan dengan hal tersebut beberapa ahli menyatakan : untuk memilih media atau menggunakannya media pembelajaran perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. Biaya lebih murah, pada saat pembelian ataupun dalam pemeliharaan b. Kesesuaian dengan metode pembelajaran c. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik d. Pertimbangan praktis Media dipilih atas dasar praktis tidaknya untuk digunakan seperti : 1) Kemudahannya dipindahkan atau ditempatkan. 2) Kesesuaian dengan fasilitas yang dad di kelas. 3) Keamanan penggunaannya. 4) Kemudahan perbaikinya. 5) Daya Tahannya. e. Ketersediaan media tersebut berikut suku cadang di pasaran serta keterbatasan bagi peserta didik. Jenis media yang digunakan harus dipilih berdasarkan kriteria utama, yaitu kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran dan kriteria lain, seperti yang telah diuraikan diatas. Bila media yang dipilih hanya memenuhi sebagian dari kriteria, dapat terjadi halhal sebagai berikut: 1) tampak baik dalam perencanaan tetapi tidak berhasil diproduksi, karena terlalu mahal atau sulit diperoleh peralatan dan bahan bakunya. 2) Diproduksi dengan kualitas rendah karena alasan yang sama seperti diatas. 3) Tidak atau kurang digunakan karena tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik, tidak praktis untuk digunakan atau tidak sesuai dengan metode pembelajaran. 4) Kurang efektif dalam mencapai tujuan (Ahmad Rohani, 1997: 29-30). Akhirnya perlu dipahami tentang cara-cara pemilihan media ada tiga cara yaitu: a. Model, flow Chart, Eliminasi. Menggunakan sistem pengguguran (batal) dalam pengambilan keputusan. b. Model Matriks. Menangguhkan pengambilan keputusan, untuk memilih ini cocok kalau menggunakan media rancangan. c. Model Checeklist. Menangguhkan keputusan untuk memilih sampai seluruh kriteria dipertimbangkan, hal ini cocok untuk media jadi dan media rancangan. ( Ahmad Rohani, 1997: 34) Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com

Belajar adalah penambahan ilmu pengetahuan. 5. dan tingkah laku yang diperoleh dari instruksi. kepandaian atau suatu pengertian. Dengan demikian dalam praktik pengajaran diperlukan keputusan yang bijaksana dalam menerapkan teori belajar karena tidak ada suatu teori yang sesuai untuk segala situasi. Ernest R. Hal ini karena jika guru menganggap bahwa belajar hanyalah menghafal atau hanya untuk mendengarkan keterangan guru maka selama itu pula pembelajaran masih terpusat pada guru dan tidak pada siswa yang seharusnya mengalami belajar. 4. 3. Belajar adalah suatu perbuatan yang kompleks yang mencakup beberapa segi. Untuk itulah guru harus mengubah pandangan tentang belajar dan mengetahui bagaimana sebenarnya belajar itu. 1. sikap. belajar adalah suatu proses untuk memperoleh modifikasi dalam pengetahuan. Robert Gagne menyatakan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat diketahui bahwa belajar pada dasarnya adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang yang menghasilan perubahan pada dirinya akibat dari interaksi dengan lingkungannya. Belajar siswa yang ditafsirkan guru hanya sebagai menghafal atau mendengarkan keterangan guru saja merupakan problem yang harus diatasi. 2. Ada beberapa pengertian belajar yang telah disampaikan oleh para pemikir pendidikan mulai yang sangat sederhana sampai dengan yang kompleks berdasarkan teori belajar yang digunakannya.2 Konsep Mengajar .Konsep Dasar Pembelajaran I. Belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gage). Menurut HC Witherington. 1. Hilgard memberi batasan.1 Konsep Belajar Konsep belajar menurut guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. keterampilan. belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatukan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan. yang nampak di sekolah. kebiasaan. Proses Pembelajaran 1. kebiasaan. belajar adalah suatu proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan karena mereaksi terhadap suatu keadaan (karena adanya latihan).

1. Misalnya. Tanpa mengurangi makna secara komprehensif. mengajar adalah upaya dalam memberi perangsang. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. diam. Mohamad Ali mendefinisikan.3 Prinsip Mengajar Mengajar bukanlah pekerjaan atau tugas yang ringan bagi seorang guru. mengajar merupakan suatu proses yang melibatkan sejumlah kegiatan yang direncanakan dalam upaya menciptakan kondisi agar siswa mengalami perbuatan belajar secara aktif sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Guru berlaku aktif mendominasi aktivitas kelas. tentu pembelajaran yang dilakukan hanya upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa secara sederhana. 1. Guru menyampaikan materi dan siswa menerima materi. 3. Berikut beberapa pengertian yang representatif menggambarkan apa sebenarnya mengajar itu. bimbingan. . Lebih dari itu. Oleh sebab itu rumusan pengertian mengajar tidak dapat dirumuskan begitu saja secara sederhana yang tidak meliputi seluruh kegiatan dan tindakan dalam perbuatan mengajar itu sendiri. mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Agar hasil atau tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan guru baik sebelum. Ada beberapa pendapat tentang prinsip mengajar secara efektif. dan selesai melakukan kegiatan mengajar. guru perlu menerapkan prinsip-prinsip mengajar. berikut adalah prinsip mengajar yang dapat dipedomani pengajar agar dapat mengajar dengan efektif. Setiap rumusan akan berimplikasi pada aktivitas yang terjadi dalam pembelajaran. William H Burton memberi pengertian. sebaliknya siswa banyak mendengar secara pasif.Seperti halnya belajar. pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. duduk. Jika dicermati. konsep mengajar yang relatif komprehensif harus dipahami oleh guru. 2. Perhatian. pendapat yang dikemukakan para pakar tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan hanya kegiatan guru menuangkan materi kepada siswa dengan pola datang. Agar tidak sekedar mengajar di depan kelas. sedang. mengajar merupakan proses yang kompleks karena banyak kegiatan yang harus dilakukan agar hasil belajar siswa lebih baik. 1. proses mengatur. Berdasarkan ilustrasi di atas. seorang guru/dosen yang berpandangan bahwa mengajar sekedar menyampaikan pelajaran/materi. Pengajar harus dapat membangkitkan perhatian peserta belajar kepada topik dan pengalaman belajar yang sedang dipelajari. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar. dan catat. Nana Sudjana menyatakan mengajar pada hakikatnya suatu proses.

3. Korelasi.4 Syarat Mengajar Efektif Jika disepakati bahwa mengajar adalah proses menciptakan kondisi agar siswa/mahasiswa mengalami proses belajar. . masing-masing memiliki perbedaan kemampuan belajar. Repetisi.2. Manusia adalah makhluk yang unik. 1. 6. Pengajar harus mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta belajar dan efektifitas mengajarnya. 10. guru perlu mengulang penjelasannya jika diperlukan. Sosialisasi. maka guru/dosen harus mampu mengajar secara efektif. Peragaan. 3. Individualisasi. Pengajar harus melibatkan peserta belajar berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. 9. Aktivitas. Guru harus mampu menciptakan kondisi agar siswa bisa belajar dan mengalami aktivitas mental dan fisik. Hal itu berarti mengajar secara efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar siswa/mahasiswa yang efektif. Evaluasi. 4. 4. 5. Pengajar hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang kondusif yang mengakibatkan terjadinya proses sosial. Appersepsi. 1. 8. Guru harus cinta kepada apa yang diajarkan. Sequence. Guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi saat mengajar. Pengajar hendaknya berusaha menggunakan media untuk menunjukkan benda atau hal-hal yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan dalam kelas. Guru harus menguasai materi/bahan pengajaran. Pengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta belajar. Pengajar harus memikirkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktunya (sesuai dengan urutan atau tahapan). 7. Untuk melaksanakan mengajar yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut. 2. Pengajar hendaknya selalu menghubungkan materi yang diajarkan dengan pelajaran lain sehingga cakrawala peserta belajar bertambah luas. Oleh sebab itu pengajar harus bisa menghargai setiap perbedaan dan melayani secara optimal. Mengingat ingatan itu tidak setia (terbatas).

dibangun oleh komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Guru harus mampu mengadakan evaluasi secara tepat sesuai dengan tujuan. Artinya. manusia. evaluasi. sumber pelajaran.5 Proses Belajar Mengajar Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. ekonomi dan administrasi. proses belajar mengajar bisa berlangsung secara optimal jika seluruh komponennya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Proses belajar mengajar dapat dikatakan sebagai proses “pengaturan” lingkungan dan sumber daya yang ada agar terjadi kegiatan belajar (perubahan tingkah laku) pada siswa. membuat. Guru sebagai pendidik. Guru harus mampu merencanakan. kegiatan belajar mengajar. 1. dalam proses belajar mengajar ini tidak sekedar guru menyampaikan pesan berupa materi pelajaran. 1. Proses belajar mengajar merupakan implementasi dari serangkaian perencanaan yang telah dilakukan oleh guru dalam bentuk proses interaksi dengan siswa di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan. Guru harus menanamkan norma-norma dan nilai kepada anak didiknya. melainkan penanaman sikap dan nilai serta keterampilan pada diri siswa yang sedang belajar. alat. Menurut T. Proses belajar mengajar merupakan suatu sistem. bahan. 6. dan menggunakan media pengajaran secara tepat. Dalam kondisi ini terdapat serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dan terpadu yang berlangsung dalam situasi edukatif. 10. Guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pengajaran. . Hal ini berarti guru memiliki peranan yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. Guru harus mampu memberikan masalah yang merangsang berpikir siswa. Raka Joni. 8. pengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar adalah: 1. komponen-komponen tersebut adalah tujuan. Ini berarti.5. Komponen proses belajar mengajar tersebut adalah tujuan. metode. isi dan struktur bahan pengajaran. Guru hendaknya memotivasi siswa sesuai sasaran dalam belajar.6 Peran Guru Proses pendidikan tampak pada pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan tersebut guru merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. 7. 9. siswa. Guru harus mampu dan mau membuat perencanaan sebelum mengajar dan mengimplementasikan dalam kelas. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas).

6. Dengan kata lain. Komunikasi ini merupakan kegiatan manusia. 1. Guru harus memberikan bimbingan (akademik. individu. Guru hendaknya senantiasa menguasai bahan yang diajarkan dan mampu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis. Keinginan untuk berhubungan di antara sesamanya sesungguhnya merupakan naluri manusia yang ingin hidup berkelompok atau bermasyarakat. Guru hendaknya “mengadministrasikan” secara baik komponen yang ada di kelas (mengetahui dan membuat program pengajaran. sesuai dengan nalurinya yang selalu ingin berhubungan satu sama lain. Guru sebagai pembimbing. komunikasi mengandung makna menyebarkan informasi. dan sebagainya) 7. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin. sosial. mengelola kelas. 9. Guru sebagai demonstrator. Guru sebagai administrator.7 Proses Belajar Mengajar Sebagai Proses Komunikasi Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah sebuah komunikasi yang dibangun dan dilakukan oleh guru sebagai komunikator dengan siswa sebagai komunikan. 5. berita. Guru sebagai pelatih. waktu senggang) kepada siswa. “berpartisipasi”. 3. Guru sebagai mediator. . Guru hendaknya memberikan fasilitas yang maksimal agar tujuan pengajaran tercapai. 4. Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan. pemahaman. Guru sebagai fasilitator. manusia akan kehilangan hakikatnya sebagai manusia bila ia tidak melakukan kegiatan komunikasi dengan sesamanya. saling interaksi dan saling membutuhkan. yaitu communicare yang artinya “memberitahukan”. 8. pengetahuan. atau “menjadi milik bersama”.2. dan keterampilan yang cukup tentang media pendidikan serta menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama antara penyampai pesan sebagai komunikator dan penerima pesan sebagai komunikan. Bila dirumuskan lebih luas. Guru harus mengorganisasikan dan mengelola semua komponen dan kompetensi belajar mengajar. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan pada diri siswa. Guru sebagai evaluator. pekerjaan. pesan. Dengan adanya naluri tersebut komunikasi dapat dikatakan merupakan bagian hakikat dari kehidupannya yang senantiasa hidup bermasyarakat. Guru harus mampu menguasai dan terampil melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan. Guru sebagai pengajar.

kultural. fakta. Wilbur Schramm menjabarkan pengertian komunikasi dalam tiga komponen utama. sign/signal. Ini berarti guru/dosen harus dapat meminimalkan gangguan komunikasi yang selalu terjadi dalam setiap kesempatan berkomunikasi dengan taraf yang tidak sama. Claude Shannon membuat model komunikasi yang menunjukkan peristiwa komunikasi secara lebih rinci. berita.Komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses pengoperan dan penerimaan lambanglambang yang mengandung makna. Semakin lancar (berhasil) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin mudah pencapaian tujuan. Shannon melengkapai proses komunikasi dengan adanya gangguan yang terjadi saat berkomunikasi. Gangguan ini juga akan berimplikasi pada hasil sebuah komunikasi. Sebaliknya. yaitu encoder. pesan yang disampaikan adalah isi pelajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. atau pernyataan tertentu yang ditujukan kepada dan diterima oleh seseorang atau kelompok. Berdasarkan pemahaman komponen utama komunikasi tersebut. Decoder (pemecah sandi) adalah komunikan yang menerima pesan dan mampu memahami pesan yang diterimanya. Gangguan tersebut dapat dirinci menjadi hambatan psikologis.8 Komponen dan Pola Instruksional . Encoder (pembuat sandi) adalah komunikator yang mempunyai informasi tertentu dan benar serta mampu mengirimkan informasi tersebut secara tepat pada kecepatan yang optimal. orang lain atau penulis buku dan produser media. Keberhasilan komunikasi dalam proses belajar mengajar akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. dan lingkungan. 1. semakin tidak lancar (gagal) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin sulit pencapaian tujuan. Dalam konteks proses belajar mengajar. geografis. komunikasi adalah proses penyampaian pesan. gagasan. dan decoder. Sign/signal adalah pesan. dan data dari sumber pesan melalui media/saluran yang sengaja dirancang sehingga dapat diterima oleh penerima pesan atau komunikan. Lebih lanjut. konsep. siswa. Salurannya adalah media pembelajaran dan penerima pesannya adalah siswa atau guru. fisik. Sumber pesan bisa berupa guru.

Lingkungan adalah situasi sekitar pesan diterima. dan data. ada . fakta. yaitu pesan. teknik. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbolsimbol komunikasi visual.com/2010/03/bab-1-konsep-dasarpembelajaran.Instruksional merupakan sebuah sistem. Pola instruksional mengalami perkembangan sangat pesat setelah adanya aplikasi teknologi instruksional dalam pendidikan. Pola instruksional kombinasi. orang. Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto. alat. Pola instruksional dengan media 5. Orang adalah manusia yang bertindak sebagai penyimpan. dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Dari macam-macam media visual tersebut diatas. Sumber: http://www. Sistem instruksional memiliki beberapa komponen. 1. bahan. d). Bahan adalah sesuatu (biasa pula disebut media atau software) yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri. 3. Teknik adalah prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan.. 1982).vilila. 4. Berdasarkan hasil penelitian para ahli. c) media proyeksi diam. Pesan adalah ajaran atau informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide. Pola instruksional dibantu alat peraga. ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Media audio visual. orang. Adapun macammacam pembelajaran adalah : a) Media visual. yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. b) Media audio. Pola instruksional tradisional. peralatan. Media visual Media visual termasuk media grtafis. dan penyaji pesan.html#ixzz2JWQHXh6D Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran sangat beraneka ragam. maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas. Alat adalah sesuatu (biasa disebut hardware atau perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Pola instruksional yang merupakan tanggung jawab bersama dosen dan media. dan lingkungan. e) Media cetakan Sadiman (1986). 2. pengolah. Adapun media pembelajaran tersebut: 1. Ada lima pola instruksional dimulai dari pola tradisional.

juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. Gambar merupakan bahasa yang umum. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa. Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto. Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas. Majalah Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya. sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. c. Dipublikasikan Oleh: M. media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. c. membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataankenyataan (Soeparto. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Gambar/Foto Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. b. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman. Media Cetak Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan. 1984). b. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Buku Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. M. Bagan/Chart Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan. Surat kabar atau koran Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah. 1983). Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Peta dan Globe Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil. Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali. teori. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Asrori Ardiansyah. Selain meliputi bahan bacaan.Pd Pendidik di Malang . analisis atau penemuan orang lain. 1986).tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu : a. karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa. 1986) 2. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan. penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain : a. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru.

tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Untuk . bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. cara berfikir. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1].com. Pemilihan. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. penetapan.blogspot. www.blogspot. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”.blogspot. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif.com Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kecerdasan. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar.kabar-pendidikan. ketekunan. Pendahuluan Next Next I. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada.arminaperdana.Sumber: www. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. http://grosirlaptop. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. nilai. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah.com. sementara siswa dibuat pasif. keterampilan. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. ide. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. menetapkan. Itulah sebabnya dalam belajar.

namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. ketekunan. Sehubungan dengan tugas ini. strategi pembelajaran. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. kecerdasan. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. membangkitkan motivasi belajar. . Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Jadi. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. penggunaan metode mengajar. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai.bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran.

Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. keahlian guru dalam mengajar. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. penetapan.Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. cara berfikir. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pemilihan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. ketekunan. kecerdasan. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. ide. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. nilai. keterampilan. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Itulah sebabnya dalam belajar. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. menetapkan. Pendahuluan Next Next I.

Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. penggunaan metode mengajar. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Sehubungan dengan tugas ini. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. strategi pembelajaran. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. membangkitkan motivasi belajar. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Jadi. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. sementara siswa dibuat pasif. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran.

ketekunan. menetapkan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. cara berfikir. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pemilihan. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. penetapan. Itulah sebabnya dalam belajar. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. ide. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. kecerdasan. Pendahuluan Next Next I. ketekunan. kecerdasan. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. keterampilan. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. . kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. keahlian guru dalam mengajar. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. sarana untuk mengekpresikan dirinya. nilai. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar.

Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. penggunaan metode mengajar. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. sementara siswa dibuat pasif. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. membangkitkan motivasi belajar. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. strategi pembelajaran. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Sehubungan dengan tugas ini. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. . Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut.Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Jadi. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium.

Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. Konteks Belajar. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri .. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. seperti uraian berikut ini. b. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai[36]. dan daya penentu. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: • • Dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat Terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar . Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. justru karena tujuan itu sendiri. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi. bereksplorasi. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Selain itu. Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi.Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya H. Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar.

lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaik-baiknya. saran. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. hal ini perlu dikctahui. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. dan individualisasi. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. Sosialisasi Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. suatu soal yang perlu dipecahkan. Namun demikian. g. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. rnelihat eksplorasi dan penernuan. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. diskusi dan sebagainya. sosialisasi. e. tetapi sejauh mana percobaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian. Evaluasi . Timbulnya pertanyaan. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. Belajar memang harus merupakan persoalan individual.. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. fokalisasi. f. c. Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar.2) Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. 3) Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. Dengan dernikian.

Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. kecerdasan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. ketekunan. Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. PENDAHULUAN .Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pendahuluan Next Next I. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. III. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. ketekunan. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. kecerdasan. keahlian guru dalam mengajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik.

Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. strategi pembelajaran. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Pemilihan. penggunaan metode mengajar. ide. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. menetapkan. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Sehubungan dengan tugas ini. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Itulah sebabnya dalam belajar. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. nilai. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. keterampilan. sarana untuk mengekpresikan dirinya. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha . penetapan. Jadi. sementara siswa dibuat pasif. cara berfikir.

[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. . 1.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. sikap. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. harga diri. keterampilan. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Konsep ini mengandung dua hal: pertama.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. kelelahan. usaha untuk menguasai. atau suatu pengertian. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. penyesuaian diri. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. II. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. minat. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. watak. kedua.” Dengan demikian. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. membangkitkan motivasi belajar. penyakit. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. PEMBAHASAN A. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. pengertian. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. tetapi juga berbentuk kecakapan. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan.

kecerdasan. Artinya. Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. material (buku. 2. maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. tetapi lebih menekankan pada internalisasi. Hakikat Pembelajaran Efektif Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif. Menurut Joyce and Weil . ”Guru yang berhasil adalah mengajar murid bagaimana memiliki informasi dalam pembicaraan dan membuatnya menjadi milik mereka. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif. tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa.[10] Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. 3. dari posisi murid tercipta belajar efektif. kelas audio visual). namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. gagasan dan . keterampilan. papan tulis. kapur dan alat belajar). ketekunan.[11] Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik adalah pembelajaran efektif.[9] Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh. baik kuantitas maupun kualitasnya. Sedangkan pelajar efektif adalah membentuk informasi. fasilitas (ruang. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru. dari posisi guru tercipta mengajar efektif. Pengertian Efektif Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh. makna dan manfaat tertentu.Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. makna dan manfaat tertentu.

yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport. dan hasil-hasil yang diharapkan sesuai denagn tingkat kematangan peserta didik serta latar belakang mereka. yang didalamnya para pelajar dapat berinterkasi dan belajar mengetahui bagaimana caranya belajar. Melalui pengalaman tersebut. Intinya adalah aktivitas pengajaran sebagai penataan lingkungan. perasaan dan kesadaran. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan. 1995: 197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dan diketahui dari nilai hasil ujian semester. satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. mendengar dan mencatat hal ini sangat tidak dianjurkan. bahan-bahan. Peran utama dalam pengajaran adalah menciptakan model aktivitas pengajaran kuat dan tangguh.kebijaksanaan dari guru mereka dan menggunakan sumber daya belajar secara efektif”[12]. Semakin tinggi dan banyak teknologi didayagunakan dalam dunia pendidikan. Proses belajar akan berjalan baik jika peserta didik bias melihat hasil yang fositif untuk dirinya dan memperoleh kemajuan-kemajuan jika ia menguasai dan menyelesaikan proses belajarnya. siswa dapat mengembangkan pengetahuannya. Paradigma baru dalam pembelajaran siswa aktif mengharuskan guru untuk mengubah cara pandang terhadap pembelajaran. (Daradjat. Aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental. untuk mencapai pembelajaran aktif. Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek. memungkinkan dapat menghubungkannya dengan pemahaman sebelumnya serta membuka peluang untuk mencari dan menemukan pemahaman terhadap konsep baru. Bukan hanya terpusat pada teknologi informasi. yaitu : • • • Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan eterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. . maka pertumbuhan industri pendukung pendidikan juga semakin berkembang. Proses pembelajaran dengan metode ceramah. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran. maka semakin terbuka lebar peluang kerja kreatif masyarakat terdidik. Pendayagunaan teknologi pendidikan telah memasyarakat. Guru mengolah kurikulum yang tepat sehingga dengan pemahaman konsep yang benar yang dibentuk siswa. Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik. guru lebih memikirkan/memfokuskan penciptaan pengalaman baru bagi siswa.[13] Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. melainkan terbuka peluang bagi industri lokal untuk memproduksi alat-alat peraga dan simulasi. Dalam persiapan mengajar. guru mendominasi pembicaraan sementara siswa terpaksa atau bahkan dipaksa untuk duduk. pengaturan ruang kelas. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi dan belajar tersebut maka dapat diambil kesimpulan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan.

[14] B. sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain. Prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu yang telah dipelajarinya. sehingga keberhasilan belajar dan prestasi dapat dicapai dengan baik sesuai tujuan pembelajaran. 5. tercipta suasana dan iklim pembelajaran yang kondusif. jika diperlukan Selain itu Ciri pengajaran Efektif juga dapat diketahui dengan: 1. kemampuan berfikir kritis. Para guru diharapkan dan harus mampu menciptakan pembelajaran dengan efektif. 3. Guru-Siswa Suasana demokratis Metode yang bervariasi Bahan belajar bermanfaat Lingkungan kondusif Suasana belajar menunjang . Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. menyenangkan. Karakteristik Belajar yang Efektif Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian. tenggang rasa. terdapat interaksi balajar-mengajar yang bagus. maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. akan tetapi juga keberhasilan sebagai indikator kualitas institusi pendidikan di tempat dia belajar. dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri. 6. menghargai pendapat orang lain. 3. membuat peta dan lainlain. 2. 5. Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya. Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata. 4. 7. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar. Berpusat pada siswa Interaksi eduktaif. 7. Interaksi belajar yang kondusif. Suasana demokratis di sekolah. memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. misalnya menyusun intisari pelajaran.Nilai tersebut merupakan nilai yang dapat dijadikan acuan berhasil tidaknya siswa belajar serta dijadikan acuan berhasil tidaknya proses belajar mengajar di kelas. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan ciri[15]: 1. 2. 4. yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati. 6. Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul. Dan secara fisik. Metode yang bervariasi. mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan. Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. dapat mengerti kebutuhan siswa. Penilaian prestasi siswa yang dicantumkan dalam rapot. bisa berbentuk anka jiga berbentuk huruf.

tanya jawab. Memiliki imajinasi dalam menjelaskan 5. Aktivitas menulis. dsb. tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. Memiliki sikap terbuka terhadap siswa C. Kondisi efektif Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. seperti membaca. Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur. melakukan eksprimen dsb. b. Kedua. kendati memang keberadaan guru merupakan faktor penentu dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. tersedianya fasilitas belajar. Memiliki minat terhadap mata pelajaran 2. e. Aktivitas lisan.Selain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimana Karakteristik Guru Efektif. hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dan keprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif.[16] Keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas memang tidak semata tergantung guru. menulis. seperti melakukan praktek di tempat praktek. aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa. membuat surat. membuat karya tulis dsb. seperti mengarang. dan sebagainya. Melibatkan Siswa secara aktif Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal. sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. c. Setiap jenis aktivitas memiliki kadar atau bobot yang berbeda. antara lain : a. kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia. atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. mendengarkan pengarahan guru dsb. seperti bercerita. Dalam menciptakan kondisi yang baik. misalnya kesehatan. ruangan cukup terang. Aktivitas gerak. hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama. Yang jelas. Aktivitas visual. Menguasai metode/strategi pembelajaran 6. seperti mendengarkan penjelasan guru. misalnya ruang belajar harus bersih. tergantung pada segi tujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa 3. diantaranya keaktifan siswa. maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. kenyamanan dan keamanan ruangan kelas dan beberapa faktor lainnya. ketentramannya. keamanannya. d. kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri. Aktivitas mendengarkan. Menumbuhkan semangat belajar 4. penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa : . Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif. tidak gelap dan tidak mengganggu mata. umpamanya kebersihan rumah. Adapun karakteristknya yaitu: 1. tetapi melibatkan banyak faktor.

Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran. Disinilah sebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan. 2. Guru sering kurang menyadari bahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik. Menarik minat dan perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat. Kemampuan indiviadual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa : • • • • • • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.[19] . dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. 4. bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. bakat dan kecerdasan siswa. sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada awal kegiatan pembelajaran. Membangkitkan motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat. 2. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar.1.[17] 3. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. 3. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar[18]. Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin.

sebagai berikut : • • • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan. Dalam sistem pembelajaran tuntas. Sebab. Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan keaktifan. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman kongkret yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas. tanpa terkecuali. Hal ini senada seperti yang ditulis Madri M. bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya. dan Rosmawati. Setiap sub materi pelajaran yang disajikan harus dapat dimengerti oleh semua siswa. Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar. Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. memadai dan mudah digunakan. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik. sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga. Lihat Selanjutnya D. tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Suasana pembelajaran efektif Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pengajaran sangat tergantung pada kemampuan mengatur kelas yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak didik dapat belajar. Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok. pelayanan individu merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. Sistem pembelajaran individual atau pembelajaran privat.Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja. Oleh karena itu dalam pembelajaran tuntas. Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat dan atau melalui lembagalembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual. materi pelajaran tidak boleh diteruskan sebelum materi yang sedang diajarkan dapat diserap oleh seluruh siswa. 5. pembelajaran yang mengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Alat yang dipilih hendaknya tepat. seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk .

Perhatian peserta didik tercurah. tidak bersemangat.[22] dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran: 1. Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara 8.[25] . Aman. Perasaan gembira.[24] 3. jenuh/bosan. Adanya keterlibatan penuh. Selalu bersikap sopan kepada murid. Konsentrasi tinggi. karena peserta didik tidak Tertekan. Suasana bebas Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi siswa dalam berbicara dan atau berpendapat sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran.[20] Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu efektivitas proses belajar mengajar[21] yaitu : 1. meningkatkan prestasi belajar siswa. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai Menurut Nasrun dalam forum pendidikan mengemukakan bahwa guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran sesuai dengan materi yang akan di sajikan. 3. Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap murid tertentu 4. Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalam pelajaran ini 6. Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid. dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar. Bersemangat. dituntut mampu menggunakan metode mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik. Perasaan terancam. Bebas dari tekanan. Memanggil setiap murid dengan namanya 2. Bangkitnya minat belajar. apabila suasana pembelajaran tersebut menyenangkan. pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak). pembelajaran tidak menarik siswa. Perasaan menakutkan. Suasana pembelajaran yang menyenagkan menghindarkan pembelajaran yang tidak efektif. adanya rasa takut. sehingga dengan hal tersebut siswa tidak akan merasakan tekananan. Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran 7. peserta didik akan lebih Rileks. Menarik. merasa tidak berdaya. Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran 5. suasana belajar yang menyenangkan suasana belajar yang menyenangkan membuat pembelajaran akan berjalan efektif. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar.[23] 2. malu dan lainnya terhadap guru maupun sesame peserta didik. (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan. maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. malas/tidak berminat.melaksanakan tugas ajar. suasana pembelajaran monoton.

Keberhasilan Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Guru sebagai pengelolah pengajaran. guru berusaha mendayagunakan potensi kelas. guru juga hendaknya mampu mengelola kelas dengan baik. Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Lingkungan kelas hendaknya diatur dan diawasi sedemikian rupa agar kegiatan belajar lebih terarah dan dapat merangsang siswa untuk giat belajar serta aktif mengikuti pelajaran[26]. Adapun yang harus dilakukan seorang guru adalah: • • • • • Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif. dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif . memfokuskan perhatian kepada peserta didik.[28] Guru sebagai evaluator of learning. Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. sehingga siswa dapat belajar optimal. 1. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal. memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah. dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Upaya Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif Dalam perannya sebagai pengelola kelas. Tanggung jawab Pendidik Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagai pembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya. aktif.E. karena kelas merupakan lingkungan belajar yang paling utama dan merupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan dengan baik. yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar[27].[29] Guru sebagai pembimbing. yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif.[30] Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. . dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. Pendekatan pribadi dimaksudkan untuk lebih mengenal dan memahami murid-murid secara mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruan belajar mengajar.

[31] Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkan memotivasi siswa yaitu: . Untuk itu guru harus: a. strategi pengajaran.Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini. maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara pleksibel.[32] Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesional dalam pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom management). keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. cara pengajaran Pendidik Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. 3. Penataan Lingkungan Belajar Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataan lingkungan belajar. hal ini terlihat bahwa motivasi merupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran. Menurut Milan Rianto. pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan. mempunyai keahlian manajemen kelas. Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar c. Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah c. Motivasi perlu dimiliki oleh siswa agar mereka memiliki ketangguhan dalam belajar Motivasi merupakan proses yang kompleks. Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan d. Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswa merupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. Motif merupakan sebab terjadinya tindakan b. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. dan lingkungan sosial. Hal ini karena: a. sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. 2. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran. keahlian motivasional. dapat di klasifikasikan yang menyangkut : lingkungan (keadaan) fisik. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi. Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru b.

diperlukan beberapa hal yaitu: 1. Perubuhan yang terarah 2. Perubahan bersifat positif aktif e.a. serta cara atau strategi pengajaran seorang guru yang profesional. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar . Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan b. Rangkaian aktivitas belajar a. Perubahan yang berkesinambungan c. dan terarah 3. Perubahan fungsional d. Prinsip-prinsip belajar Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Perubahan secara permanen f. Keteladanan Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka harus terwujud seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran. Perubahan seluruh aspek pribadi b. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan c. Kejelasan dan kedekatan tujuan e. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai d. Proses yang disengaja dan disadari c. Pemahaman hasil f. Prinsip Kompetisi b. akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yang signifikan diantaranya: a. Dalam melaksanakan strategi tersebut. Esensi Belajar a. Dengan adanya prinsip belajar ini. Pengembangan minat g. Prinsip Pemacu c. F. Strategi pembelajaran Efektif Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai[33]. adanya penataan lingkungan belajar yang baik. Lingkungan yang kondusif h. Prisnip Ganjaran dan Hukuman d. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Perubahan yang disadari b. Bentuk pengalaman yang sistematis.

keterampilan.d. kemampuan. Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek e. secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar. leading and controling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals. Pertama. Belajar untuk berbuat d. dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas[35]. Keempat. manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) untuk mencapai visi dan misi pengajaran. Belajar untuk hidup bersama secara damai G. Sikap e. manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan. organizing. Hersey dan Blanchard memberi arti pengelolaan sebagai[34] berikut : Management as working with and trough individuals and groups to accomplish organizatinal goals (pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui seseorang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi). Strategi kognitif d. Dalam kegiatan mengembangkan aktivitas pengajaran secara efektif sebagaimana dikemukakan diatas terdapat pembaharuan atau perubahan secara inovatif. Kualitas Belajar a. Informasi verbal b. Kecakapan motorik 5. manajemen pengajaran efektif merupakan serangkaian kegiatan merencanakan. . Kecakapan intelektual : diskriminasi. aturan c. Kedua. dan pemahaman terhadap dunia di sekitarnya secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Stoner mengemukakan bahwa : ”Management is the proses of planing. mengendalikan dan mengembangkan segala upaya dalam proses menolong murid mencapai pengetahuan. Respons : aktivitas belajar 4. Belajar untuk belajar c. mengorganisasikan. baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. menggerakkan. Belajar untuk menjadi diri sendiri b. Hasil Pembelajaran a. konsep konkret. Ketiga. Manajemen Pengajaran Efektif Pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu kegiatan.

guru pun seharusnya jangan takut untuk amarah sepanjang marah itu tidak mengurangi motivasi dan hukuman yang diberikan. ada hasil perasaan puas. pengaturan ruang kelas untuk melayani berbagai aktivitas pengajaran. Kelima. Banyak guru mempercayai bahwa jika manajemen terlalu terstruktur. keterampilan. diagram.Berbagai sumber daya pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran antara lain : Pertama. maka guru akan lebih berusaha mencapai prestasi dalam pengelolaan kelas yang lemah. Vidiotapes. Ketujuh. Keempat. yaitu : • • • • • • • • • Manajemen efektif adalah hasil dari sejumlah faktor.dll. hal itu mengurangi kreativitas murid. Keenam. Para guru harus bekerja dalam cara yang sama untuk pengungkapan yang sama dari perilaku salah. Bagaimanapun manajemen efektif memberikan kepada murid dengan pedoman yang jelas dan bekerja. Guru tidak seharusnya menghukum dengan marah atau putus asa. Kedua. Guru harus menentukan kebutuhan murid-murid dengan mengembangkan suatu sistem manajemen untuk keseharian kepada kebutuhan kepribadian anak yang diharapkan berinteraksi terhadap prestasi tertentu. buku-buku pelajaran. berbagai tulisan/paper. Pembelajaran yang terobsesi seharusnya dijadikan model oleh para guru. Keberhasilan meningkatkan penghargaan kepada murid jika murid-murid berprestasi. kunjungan / fiel trif yang memiliki kualifikasi pengetahuan. Keenam. Guru-guru adalah model dari perilaku yang diterima. Manajemen efektif mendorong keberhasilan murid. tidak ada cetak biru/pedoman yang sederhana bagi manajemen kelas yang efektif. Keadaan ini menyebabkan pola kerja yang konsisten dan bebas dari kebingungan dan disiplin yang kurang terstruktur untuk menghasilkan penuh kreativitas mereka. Ketiga. maka harga diri dan dorongan untuk berprestasi semakin tinggi. peralatan pengajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran. Hal itu seharusnya muncul untuk murid bahwa manajemen dilaksanakan oleh guru untuk memelihara pembelajaran murid dan mengembangkan inovasi aktivitas pengajaran. CD yang berisikan rekaman gambar dari film dan dapat diakses dengan menggunakan komputer. dan sikap kepada pelajar. Manajemen efektif melibatkan perhatian dan pengembangan inovasi. . Efektifitas manajemen bersifat konsisten. Problem manajemen mungkin saja tidak menghargai kualitas sistem pengajaran. Manajemen efektif bebas dan tidak terbatas. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen dalam suatu model pembelajaran . penggunaan gambar-gambar. Tentu saja. Fungsi manajemen yang baik adalah sebagai alat penghubung kekuatan yang dimiliki murid ke dalam suatu pengalaman pembelajaran produktif jika murid belajar secara efisien. Film. outline yang dapat melayani tujuan pengajaran selama proses aktivitas pengajaran. Manajemen efektif mencakup pengaruh ulang terhadap perilaku diinginkan dan penguatan dari perilaku yang diinginkan.

kepala sekolah. and. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Lihat selanjutnya III. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. masyarakat. Kedua. email :ibrahimstwo0@gmail. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya.• Manajemen efektif menuntut teamworks. kecerdasan. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. they have high expectations of their student. They are well organized in their planing. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. menurut Urlich dkk ada tiga perlakuan yang harus dilakukan guru yaitu : Pertama. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif.saya yakin Sobat orang yang baik. Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Ketiga.. orang tua. keahlian guru dalam mengajar. . KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Untuk keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. they communikate effectively with their students. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. maka secara ikhlas saya mengijinkannya.Salam saya Ibrahim Lubis. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. guru-guru. dan profesional pendidikan lainnya. Bekerja secara konsisten menuju tujuan yang sama. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. ketekunan. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik.

Marsha Weil. (London . 1996).Tri wibowo B. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Models of Teaching.. TT) Hamalik.shvoong. John W. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. h. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. Media.Salam saya Ibrahim Lubis. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. Terj. 1989) Nasrun. Manajemen Pembelajaran.2005) Joyce.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta.com/social-sciences/education/2129621. 2008) Semiawan. Metode. Milan. pembelajaran efektif. 2004). anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. 2002. H. 1990) Slameto. Wasty. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Soemanto. 2002) http://id. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. 1995) W. 2009) Rianto. 2003) Nawawi. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. E. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. 2007) Rosyada.tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.1996). 46 [2] Ngalim purwanto. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya.Bruce dan Marrsha Weil. (Bandung : Falah Production . Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. email :ibrahimstwo0@gmail. 2004) Santrock. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Syafaruddin dan Irwan Nasution. Gulo. Cony.. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya.S. Bumi Aksara. Ngalim. Hadari.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo.com Lihat daftar pustaka dan Footnote DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. Imtima. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : PT. 1998.saya yakin Sobat orang yang baik. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. Joyce. Models of teaching (University of California: Allyn and Bacon.11 Prayitno. Dede.. 2001) Purwanto. 84 .1996) Footnote • • [1] Bruce R. Allyn Bacon. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Belajar dan Faktor . educational Psychology. Sri Esti Wuryani. 2007) cet. Oemar.

Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. 1994). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta.. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. Teaching Strategies. Op Cit. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. 149 [10] Sri Esti Wuryani Djiwandono. 21 [6] Wasty Soemanto. 35 [35] Syafaruddin dan Irwan Nasution. 274. Desember 2004 ).11. [15] Slameto. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. diunduh pada tanggal 2 januari 2012 [34] Urlich. h. 2002).shvoong.. Belajar dan Faktor . h. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. 9 [31] Milan Rianto.Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta : PT. Op Cit. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. 27. [22] Cony Semiawan. C. Op Cit. (London . 7-8 [28] Ibid [29] Rosyada. hlm. h. No. 85 [25] Nasrun. 45 [13] Dede Rosyada. 2008).2000). Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. 1990).Tri wibowo B. 1998). Santrock.. [26] Rosyada. Brace & World. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. h. h. 1995). h. h. Allyn Bacon. Psikologi Pendidika : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta. 121 . TT). Imtima. 2007) cet. 1963). Op Cit. 329 [4] Prayitno. 123 [27] Santrock.S.428. 9 [19] Rosyada. Entang dan T. h. 148 [30] Santrock. Mulyasa. 47 [8] Oemar Hamalik. Terj. h. 129 [18] John W. Op cit.. Donald. h. 2004). Strategi Belajar Efektif (Universitas Pendidikan Indonesia: http://file. h 39. Op Cit. Educational psychology (New York: Harcourt. h.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • [3] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Metode.upi. h. 226-227 [11] Slameto. Manajemen Pembelajaran. h. Pengelolaan Kelas yang Efektif suatu Pendekatan Praktis. 113 [20] Madri M. dan Rosmawati. 104 [7] Lee Joseph Cronbach. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB [24] W. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. educational Psychology. ( Jurnal Pembelajaran. Op Cit.. [21] Mary Underwood. 03. Vol. 2003). h.. h. 1980). Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo.. 1 [32] Santrock. 201 [5] Syaiful Bahri Djamarah. 1989).dkk. h. h. h. 7 [33]Suherman. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Op Cit. Models of Teaching.edu/Direktori/FIP/ SUHERMAN/BIMB_BELAJAR_EFEKTIF). Bruce dan Marrsha Weil. 2001). 2007).1996). Raka Joni. h. Pemahaman Guru Tentang Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar. 63 [23] http://id. 2002). 94-97 [16] Ibid [17] Rosyada. Media.2005) [36] M. h. 2009). Pengelolaan Kelas (Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud. Gulo. h. h. 100 [14] Hadari Nawawi.. (Penerbit Arcan. 117. pembelajaran efektif. 56 [9] E. h. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. 1983). 75-76 [12] Joyce. h. Bumi Aksara. h.com/social-sciences/education/2129621.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. (Massachusset: Heath an Company. h.

anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Berbicara masalah pendidikan. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. dan papan. email :ibrahimstwo0@gmail. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. Dari ketiga lingkungan tersebut. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang.. perasaan.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. pandai dan berakhla. dan budi pekerti. yaitu lingkungan keluarga. lingkungan sekolah.Salam saya Ibrahim Lubis. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama.saya yakin Sobat orang yang baik.saya yakin Sobat orang yang baik. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. pangan. dan moral anak. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. membimbing. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. email :ibrahimstwo0@gmail. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama.com Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku.Salam saya Ibrahim Lubis. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. watak.Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. dan lingkungan masyarakat[1].. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah.

dan mempengaruhi sikap. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan.menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. misalnya. sehingga akan menjadikannya berprestasi. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ). membimbing. dan dan tidak saying padanya. mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan. dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan. Miller. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun. a. mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. . Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat. dibatasi kebebasannya. menuntut kejalan yang benar. perasaan. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. buku-buku pelajaran. diantaranya: • Stoops. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya. • b.

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. e.c. a. d. prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. karena . Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima. Sedangkan menurut winkel. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup. Selain itu prestasi menurut S. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. Namun. Sejak zaman dahulu. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Jadi.

Namun. maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. maupun aturan. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi. yaitu mendidik. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya. membimbing. dan benci. dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya.orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. .[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan. rasa marah. berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Dengan tersebut. maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang. karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi. perhatian. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting.

disiplin. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima. orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. hadiah dan hukuman. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : . serta tanggapan terhadap anaknya. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar . Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua. b. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. D. berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Untuk menjadikan prestasi belajar baik. peraturan.Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. maka wajib untuk seorang siswa belajar. Dalam membimbing. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Belajar adalah berusaha.

Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. Memberi dukungan terhadap anak e. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Membantu mengatasi masalah anak 6. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. lingkungan sekolah. yaitu lingkungan keluarga. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku. Kedisiplinan b. pangan. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. Memberi penghargaan terhadap anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. dan budi pekerti. Memberi pengarahan. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. Harus disertai kasih saying 2. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. perasaan. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. Memotivasi belajar c. Dari ketiga lingkungan tersebut. watak. membimbing. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Berbicara masalah pendidikan. dan moral anak. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. dan papan. dan lingkungan masyarakat[1]. pandai dan berakhla. Selain itu sebagai orang tua harus mampu .

menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, misalnya, buku-buku pelajaran. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, dan dan tidak saying padanya. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun, dan mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ), karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan, membimbing, menuntut kejalan yang benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan, diantaranya:

Stoops, mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal, dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Miller, mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

b. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya, sehingga akan menjadikannya berprestasi. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya.

c. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Sedangkan menurut winkel, prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Selain itu prestasi menurut S. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Jadi, dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. d. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya, selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. e. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. a. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Sejak zaman dahulu, orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Namun, dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua, karena

orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting, karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Dengan tersebut, maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan, karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar, yaitu mendidik, membimbing, menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya, karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Namun, apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang, perhatian, dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan, rasa marah, dan benci. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian, maupun aturan, maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan.

Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap anaknya. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. b. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Untuk menjadikan prestasi belajar baik, maka wajib untuk seorang siswa belajar. Belajar adalah berusaha, berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua, karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar , orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Dalam membimbing, orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak, karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. D. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

Kamus Besar Bahasa Indonesia.Gunarsa dan Yulia Singgih D. Memotivasi belajar c. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. 1980 Singgih D. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.html . Memberi dukungan terhadap anak e. Memberi pengarahan. Harus disertai kasih saying 2.Gunarsa. Kedisiplinan b. Poerwadarminto.blogspot. Memberi penghargaan terhadap anak Daftar Pustaka Imaduddin Ismail.com/2008/06 makalah-psikologi-tentang-bimbingan.com/2011/04/makalahbimbingan-orang-tua-terhadap. Remaja dan Keluarga. PT.ilmiah-tesis.blogspot. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. Memberi Dorongan Positif pada Anak. Balai Pustaka : Jakarta. 1989 http://www. 2004 W. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik.S.html http://www. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. Bulan Bintang : Jakarta.html http://heru-id. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1.J.html http://aggilnet.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasi-siswa http://www. 2004 Jim Taylor.psb-psma. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Membantu mengatasi masalah anak 6.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3.anakciremai. Psikologi Praktis : Anak.

html. Remaja dan Keluarga.J.D. 2004.S. opcit. Pendahuluan Berkembangnya ilmu pendidikan islam dalam dunia ilmiah menempatkan posisinya sebagai sebuah pelajaran yang harus dipelajari secara lebih fokus dan konsekuen. di download 3 April 2011 [2] http://www. opcit. Memberi Dorongan Positif pada Anak.com/2008/06makalah-psikologi-tentang-bimbingan. . Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. hal : 6 [12] Imaduddin Ismail. Balai Pustaka : Jakarta.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa.Gunarsa dan Yulia Singgih D. Ilmu pendidikan islam berkembang bukan dalam hal bagaimana supaya mengetahui cara syariat-syariat islam atau mengetahui diwajibkanya sesuatu seperti bagaimana kita shalat. Bulan Bintang : Jakarta. 1989. di download 8 April 2011 [9] Ibid [10] Jim Taylor. Kamus Besar Bahasa Indonesia. hal : 244 [5] Jim Taylor. di download 3 April 2011 [3] http://www.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.ilmiah-tesis. hal : 129 [6] Imaduddin Ismail. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Zakiah darajat dan dra.html. hal : 71 Metode pendidikan Islam menurut dra. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. di download 8 April 2011 [4] Singgih D.J. hal : 126 [11] W. Poerwadarminto.--------------------[1] http://www. opcit. Psikologi Praktis : Anak.html. ph. 2004. Poerwadarminto.anakciremai. Nur uhbiyati A.S.blogspot. PT.psb-psma.Gunarsa.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasisiswa. hal : 13 [7] W. 1980. hal : 73 [8] http://heru-id.

pendidikan tradisional. sistem atau ketertiban dalam mengajarkan sesuatu. Ilmu ini tidak terlalu berbeda dengan ilmu-ilmu umum yang lainya. Ahmad D. pendidikan islam. Akan tetapi ilmu ini lahir sebagai sosok ilmu yang baru tentang bagaimana menyampaikan pendidikan yang terbaik melalui sesuatu metode yang tepat atau cara yang terbaik bagi sipendidik dan yang terdidik.puasa. maka saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa obyek ilmu ini. yaitu metode pendidikan islam. haji. alangkah lebih baiknya apabila terlebih dahulu dabahas tentang apa yang dinamakan metode itu sendiri dan juga pengertian pemdidikan islam PEMBAHASAN Metode pendidikan Islam menurut dra. Hj. Pengertian Metode Pendidikan Islam 1. atau kegiatan ritual yang lainya. maka terciptalah Ilmu Pendidikan Islam. cara. Pengertian Pendidikan Islam Sedangkan Pendidikan Islam yaitu “suatu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan berdasarkan normanorma yang islami agar terbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim” [2] Sedangkan Pendidikan Islam menurut Abdurrahman Annahlawi yang dikutip oleh Nur Uhbiyati dalam buku Ilmu Pendidikan Islam yaitu: ‫التربية السلميه هي التنظيم المنفسي والجتماعي الذي يوءدي اعتناق السلم وتطبيقة‬ . hal tersebut apabila di tulis hanya kata-kata “Ilmu Pendidikan” maka kata-kata ini sangat umum yang bisa berarti pendidikan modern. Zakiah darajat dan dra. Seperti yang telah tertulis tersebut diatas. apa saja yang dipelajari. dalam bahasa arab metode disebut “tariqah” artinya yaitu “jalan. tetapi hanya sekedar membahas dari segi metode atau cara-caranya saja. hanya lebih cendrung kepada kata-kata “Kepribadian Muslim” seperti yang telah dikatakan oleh Drs. ataupun Non-islam. marimba yang telah dikutip oleh Dra. Sebelum saya membahas mengenai metode-metode pendidikan islam. dan apa tujuanya. Pengertian metode Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “meta” yang berarti “melalui” dan “hodos” yang berarti “jalan atau ke atau cara ke”. Karena itulah memakai kata-kata Ilmu Pendidikan Islam. Nur Uhbiyati dalam bukunya yang bejudul Ilmu Pendidikan Islam dan pembahasanya juga tidak terlalu sempit karena mencakup ilmu pendidikan secara islami. Nur uhbiyati B.” Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita [1] 2. zakat. Perlunya diadakan penelitian tentang adanya sebuah metode yang tepat bagi pendidikan.

Tetapi yang harus lebih berpotensi itu sipendidik karena dari sipendidik itulah segalanya akan ditiru oleh siterdidik baik perkataan maupun perbuatan.‫كليا فى حياة الفرد والجماعة‬ “Pendidikan islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif”[3] Pendapat diaatas sangat jauh bereda dengan pendapatnya Dra. Pembahasan Sebenarnya kalau membahas tentang metode atau cara mendidik yang efektf al Qur’an sendiri telah banyak memberikan contoh seperti pada al qur’an surat luqman ayat: 12-19 yang berbunyi: ٌ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ ُ ْ َ َ ٌ َِ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد اتينا لقمن الحكمة ان شكرل ومن يشكر فا نما يشكر لنفسه ومن كفر فان ال غني حميد‬ َ ْ ‫0 واذ قا ل لقمن لبنيه وهويعظه يبني ل تشركِبا ل ان شرك لظلم عظيم0 ووصينا الءنسان بولديه حملته ام نه وهنننا‬ ً ْ َ ُ ُ ُ ُ ْ ََ َ ِ ْ َ َِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ َِ َ ‫ع َ وهن وفصا له فى عا مين عن ا شكر لي ولو لديك اءلي المصير 0 واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك بننه‬ ْ ِ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ٍ ْ َ ‫َل‬ ‫علم فل تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم اء الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتنم تعملنون‬ ‫0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الرض ياءت بهننا الن ان الن لطيننف‬ . Zakiah Darajat yang mendefinisikan pendidikan islam dengan sangat ringkas yaitu “pembentukan kepribadian muslim”[4] Lain lagi kalau menurut Dra. Jadi bisa diambil kesimpulan dari uraian-uraian diatas sebagaimana disimpulkan oleh Dra. Nur uhbiyati bahwa yang dinamakan Metode Pendidikan Islam ialah “suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik agar terbentuk kepribadian muslim” [6] C. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antara sipendidik dan siterdidik harus sama-sama mempunyai potensi yang baik. ada yang hanya melihat dari sisi kemaslahatanya saja. Contohnya seorang guru apabila mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai cara atau metode yang tepat. Nur Uhbiyati bahwa pengertian pendidikan islam itu adalah “bimbingan yang dilakukan oleh seseorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim”[5] Para ahli dalam mendefinisikan pendidikan islam sangat beragam dan berbeda–beda. ada yang mendefinisikan dengan melihat siterdidik tanpa melihat sipendidik . Padahal antara sipendidik dengan yang terdidik itu saling mempengaruhi satu sama lainya. Hj. maka siterdidik akan merasa kesulitan untuk mudah memahaminya dan juga sebaliknya. ada juga yang sebaliknya yaitu mendefinisikan hanya melihat sipendidik tanpa melihat siterdidik.

Hai anaku. dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya). Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu. Sesungguhnya seburuk-burku suara adalah suara keledai. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut: ‫مرو ا الصبي با لصلة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها‬ “Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. hanya kepada-Kulah kembalimu.” (HR. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Tirmizi) . sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. Luqman: 12-19) Dan Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. janganlah kamu mempersekutukan allah. (Luqman berkata): Hai anaku.”[7] (QS. Hdan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.‫خبير 0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم المننر 0 ولتصننعر‬ ‫خدك للناس ول تمش فى الرض مرحا ان ال ليحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صننوتك ان‬ ‫انكرالصوة لصوت الحمير‬ “Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku. dan barang siapa yang tidak bersyukur. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.

Hj. maupun karena sebab-sebab diluar kemampuanya. pembawaan itu biasanya tidak tetap dan oleh karena itu kata-kata harus diulang-ulang. Mengisi Kekosongan. Kebiasaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena itu menghemat banyak sekali kekuatan manusia karena sudah kebiasaan yang mudah melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatn yang bermanfaat.Di dalam pondok pesantren yang merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam Formal tertua di indonesia. Teknik islam dalam membina manusia dan juga dalam meperbaikinya adalah mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa. mengasuh dan mendidik jiwa. maka letakanlah persoalan di tempat yang benar. oleh karena itu pengaruhnya tidak boleh hanya sebentar itu saja. Maka dari itulah metode menurut Dra. ada yang mengunakan televisi. Nur Uhbiyati yang mengutip dari Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut Tarbiyah Islamiyah menyatakan bahwa teknik metode pendidikan islam itu ada delapan macam yaitu: • • • • • • • • Pendidikan Melalui Teladan yaitu: merupakan salah satu teknik pedidikan yang efektif dan sukses. Didalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar. Pendidikan Melalui kebiasaan. Menyalurkan Kekuatan. Cerita mempunyai daya tarik yang mennyentuh perasaan manusia. Jakiah Drajat dalam bukunya yaitu Pendidikan Islam mengatakan bahwa metode yang akurat adalah bagaimana caranya mengunakan alat yang serba canggih itu supaya mudah menyampaikan materi kepada anak-anak didik. Pendidikan Melalui Nasihat. Pendidikan Melalui Cerita. Pendidikan Melalui Hukuman. . baik yang timbul karena tindakanya sendiri. Guru yang baik tidak akan membiarkan peristiwa peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa di ambil menjadi pengalaman yang berharga. Apabila islam menyalurkan kekuatan tubuh dan jiwa ketka sudah menumpuk dan tidak menyimpanya karena penuh resiko maka islam sekaligus juga tidak senang kepada kekosongan . ia mesti menggnakanya untuk membina. Apabila teladan dan nasehat tdak mempan. komputer dan lain sebagainya. Pendidikan Melalui Peristiwa-peristiwa. menggunakan dua macam metode yang sangat terkenal yaitu: sistem Sorogan atau di sebut juga sistem bandongan dan juga sistem Wetonan. tindakan tegas itu adalah hikuman. Hidup ini penuh perjuangan daan merupakan pengalaman-pengalaman dengan berbagai peristiwa. sebab bagaimanapun cerita sudah merajut hati manusia dan akan mempengaruh kehidupan mereka. ada juga orang-orang yang cukup dengan teladan dan nasehat saja.[8] Pada jaman sekarang pendidikan sangat beragam dan menggunakan alat yang serba canggih. hukuman sebenarnya tidak mutlak diperlukan . Adapun Metode yang digunakan oleh Dra.

2006). . Hj. (Bandung: CV Penerbit J-ART). Diponegoro. Nur Uhbiyati. membesuk orang sakit. PENDAHULUAN Seperti orang yang hidup. prinsip-prinsip dan metode pendidikan islam dalam keluarga di sekolah dan di masyarakat. (Bandung: CV. Loc.203 [9] H Fadli Abdurrahman. Cit Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah (Proses tata cara dalam melaksanakan bahagian fardhu kifayah dalam memandikan jenazah) Oleh: Ibrahim Lubis A.1989). Nur uhbiyati Loc. loc. Cit [7] H. Ilmu Pendidikan Islam. hal. Heri nur Ali. DKK. memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan.hal. Itulah sebabnya memandikan jenazah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan segera. alih bahasa Drs. Dalil mengenai kewajiban seorang muslim untuk memandikan jenazah terdapat dalam hadis yang disabdakan Rasulullah Saw yaitu: Dari Abu Hurairah r. Jenazah pun harus dimandikan sebelum dishalatkan dan dikuburkan. 2 [2] Ibid [3] Abdurrahman Annahlawi. “hak seorang Muslim yang lain ada lima hal: menjawab salam. Zakiah Drajat. dkk Loc. mengantar jenazah. hal. Cit hal. 28 [5] Dr. (Jakarta: Bumi Aksara. Ilmu pendidikan Islam.a berkata. Dan apabila hal tersebut telah dilaksanakan. dan menjawab orang bersin. namun sebagaimana yang diketahui bahwa memandikan jenazah merupakan bahagian fardhu kifayah dalam pengurusan jenazah. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. (Bandung : CV Pustaka Setia. Jilid I. Al qur’an dan Terjemah Al-Jumanatul Ali. Hj.Footnote ______________ [1] Dra. Oleh karena itu. maka putuslah kewajiban penduduk muslim setempat [1]. 273-277 [4] Dr. apabila tidak seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh bahagian kampung dan penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa. aku mendengar Rasulllulah saw bersabda. Nur Uhbiyati.” (HR Bukhari) Walaupun kata memandikan dalam hadis diatas tidak ada. Nur uhbiyati. Memandikan jenazah merupakan bahagian dari fardhu kifayah dalam mengurus jenazah. fadli Abdurrahman. mendatangi undangan. Juz 22 [8] Dra. Cit [6] Dr. 1998).

dan tidak adanya penghalang yang dapat mencegah sampainya air ke kulit mayat. Jenazah tersebut bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah). sehingga jenazah yang akan dikafani terus dishalatkan telah suci dari hadas dan najis. Memandikan jenazah dimaksudkan agar segala bentuk hadas dan najis yang ada pada jenazah tersebut hilang dan bersih. 2. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan dalam memandikan jenazah. namun perbedaannya adalah orang yang hidup mandi sendiri sedangkan jenazah harus dimandikan. mayat itu islam b. suci dan halalnya air. Memandikan jenazah adalah hal yang harus dilakukan atas jenazah seorang muslim. PEMBAHASAN Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah 1. Hukum Memandikan Jenazah . Syarat Memandikan Jenazah Adapun syarat wajib memandikan jenazah yaitu : a. kemudian meratakan air ke seleruh tubuhnya. sebelum ia dishalatkan. Menghilangkan najis dari badan mayat terlebih dahulu.Dalam Makalah ini saya Ibrahim Lubis[2] akan membahas mengenai makalah yang berjudul “Tata Cara Memandikan Jenazah” B. Lengkap tubuhnya atau ada bahagian tubuhnya walaupun sedikit c. utamanya bagian kemaluan. Demikian pula muthlak. Pada dasarnya memandikan jenazah sama saja dengan mandinya orang yang hidup. ini harus di usahakan dengan hati-hati upaya mayat tersebut tidak membawa kotoran ke hadapan Allah[3]. karena ia termasuk bagian dari ibadah. maka yang harus dilakukan adalah memandikannya. namun dalam memandikannya juga harus dengan hatihati dan lemah lembut. Mengurus Jenazah Sebelum Jenazah dishalatkan. tidak saja meratakan air keseluruh tubuh. semua itu harus dipenuhi dalam memandikan mayat[4]. 3. Mandi ini dilakukan dengan cara membersihkan segala najis yang ada di badannya dahulu. Dalam memandikan mayat wajib adanya niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

hendaklah memandikannya laki-laki pula. . c. dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya[8]. perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki. Adapun Orang yang berhak memandikan Jenazah Adalah: • • • Apabila mayat itu laki-laki. laki-laki tidak boleh memandikan mayat perempuan kecuali suami atau muhrimnya[9]. Orang Yang Berhak Memandikan Tidak semua orang berhak dalam memandikan jenazah. kecuali istri dan muhrimnya. Tujuan menjaga dan membatasi bagi orang yang ingin memandikan jenazah adalah agar tidak terjadi fitnah yang dapat memalukan keluarga jenazah tersebut. hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerahasian aib atau cacat penyakit yang masih ada di dalam tubuh jenazah tersebut. dikafani. Berikut 2 hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memandikan jenazah. sebab ia tentu lebih tahu mengenali si mayit daripada anak si mayit tersebut. Juga berdasarkan firman Allah SWT: “Dan janganlah sekali-kali kamu menyalatkan jenazah salah seorang yang mati diantara mereka.” Janin yang dibawah usia empat bulan tidak perlu dimandikan. Cukup digali lubang dan dikebumikan. Klasifikasi dalam Memandikan Jenazah Klasifikasi ini bertujuan untuk memberikan perbedaan dalam memandikan jenazah. Kemudian keluarga terdekat si mayit. Jenazah orang kafir tidak wajib dimandikan. hendaklah dimandikan permpuan pula. Hal ini disebabkan bahwa tidak semua jenazah yang ada dapat atau harus dimandikan. Orang Yang berhak memandikan Jenazah adalah orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya)[10] Kemudian bapaknya. Jenazah yang boleh dimandikan Jenazah yang wajib dimandikan adalah orang Islam dan orang yang meninggal bukan karena mati syahid di Medan pertempuran[6] b. Ini pernah dilakkan Nabi saw terhadap paman beliau yang kafir [10]. hukumnya adalah fardhu kifayah artinya bila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh mukallaf[5]. dan dishalatkan. Jika mayat perempuan. a.Jumhur Ulama atau golongan terbesar dari ulama berpendapat bahwa memandikan mayat muslim. 4. Jenazah yang tidak perlu dimandikan Jenazah yang tidak boleh dimandikan adalah jenazah yang mati syahid di medan pertempuran karena setiap luka atau setetes darah akan semerbak dengan bau wangi pada hari Kiamat[7].

Bersihkan kotoran dengan cara mengangkat pundak dan kepala sambil menekan perut dan dada Memiringkan ke kanan dan ke kiri sambil ditekan dengan mempergunakan sarung tangan atau kain perca dan disiram berkali-kali agar kotoran hilang. kapur barus. baik dinding maupun atapnya agar aurat dan cela jenazah tidak terlihat.[15] Siram dari mulai yang kanan anggota wudhu dengan bilangan gasal menggunakan air dan daun bidara. atau wewangian yang lain serta bedak. b. aurat jenzah harus senantiasa agar tidak terlihat . Boleh memakai air yang dialiri oleh selang. Dipersiapkan kain kafan tergantung jenis kelamin. Persiapan Sebelum Memandikan Jenazah Sebelum Memandikan jenazah. Tata cara Dalam memandikan jenazah a. Bersihkan tubuhnya dengan air dan miringkan ke kanan serta ke kiri. Untuk jenazah putra dari pusar sampai lutut. Seorang suami boleh memandikan jenazah istrinya berdasarkan sabda Nabi saw kepada’Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Tentu tidak ada yang membuatmu gundah. Proses dan Tata Cara Memandikan Jenazah • • • • • • • • • Meletakkan jenazah diatas dipan atau meja. sedangkan untuk jenazah perempuan dari dada sampai mata kaki. Kemudian ibunya lalu anak perempuannya setelah itu keluarga terdekat. usahakan kepala lebih tinggi dari kaki Tempat jenazah harus tertutup. akulah yang memandikan jenazahmu” [12] 5. Maka harus dilakukan beberapa Persiapan. Selama memandikan. Sabun atau bahan lainnya untuk membersihkan tubuh si jenazah Sampo untuk mengeramasi rambut si jenazah agar bersih dari kuman dan kotoran Air secukupnya untuk proses memandikan. Basuhlah jenazah sebagaimana cara berwudhu. adapun Halhal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pemandian adalah: • • • • • • • • Masker dan kaos tangan untuk memandikan jenazah agar terhindar dari kuman jika si jenazah memiliki penyakit. daun bidara. sebab jika kamu wafat sebelumku. kemudian seluruh tubuh jenazah diberi sabun termasuk pada lipatan-lipatan yang ada. Menutup aurat jenazah dengan handuk besar dan kain.• • Jenazah wanita dimandikan oleh pemegang wasiatnya[11] . Meja besar atau dipan yang cukup dan kuat serta tahan air untuk tempat meletakkan jenazah ketika dimandikan Handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambut si jenazah. boleh juga menyiapkan air sebanyak tiga ember besar. Kapas.

rambut jenazah dikeramas dan disiram agar bersih. inilah asal najis yang barangkali ada pada tubuh si mayat hilang. Daun bidara dan kapur yang dicampur dengan air itu jangan terlalu banyak. kemudian siramlah seluruh tubuhnya dengan air secara merata. Dan jika jenazahnya wanita. Apabila sudah selesai kesemuanya yang terakhir adalah di wudhukan. Kepala dan wajah si mayat di basuh dengan sabun atau bisa juga digunakan dengan pembersih lainnya. diwajibkan pula tertib antara anggota tubuh yang tiga. Mayat didudukkan di temapt mandi. Bersihkan segala najis yang ada di badannya. utamanya bagian kemaluan. pertama dengan air yang dicampur sedikit kapur dan bidara . sedang kepalanya di sandarkan pada tangan kirinya. letakkanlah mayit di tempat kosong. kewmudian ditutup dengan kain yang kering agar auratnya tetap tertutup. b. yaitu cara yang sempurna sehingga memenuhi as-sunnah yakni agar orang memandikan mayit melakukan hal-hal berikut : a. kedua dengan air yang dicapur sedikit kapur kecuali yang mati dalam keadaan ihram. ketiga dengan aiir murnbi tanpa dicampur apapun. 2. menekan keras-keras perut si mayat. dan kalau ada yang tercabut. diatas tempat yang tinggi. c. yakni dimulai dengan kepala berikut leher. kemudian meratakan air ke seluruh tubuh atau sebaiknya tiga kali yaitu dengan air yang bersih. badannya dikeringkan dengan handuk. Sesudah itu balutlah tangan kiri itu dengan kain atau sarung tangan dan dibasuh kemaluannya dan dubur si mayat. Setiap mayat muslim itu wajib di mandiakn dengan tiga kali . kemudian dibersihkan pula mulut dan lubang hidungnya lantas diwudhukan seperti wudhu orang yang hidup. Setelah selesai. lalu anggota tubuh yang kanan.[4] 1. sehingga tidak dapat menyucikan. papan umpamanya.• • • • Kemudian. • Pekerjaan yang pertama-tama dilakukan dalam menyelenggarakan urusan mayit adalah memandikannya. supaya isinya yang mungkin masih tersisa keluar. air sabun dan air yang bercampur dengan kapur barus. maka tidak boleh dicampur dengan kapur . dan tutuplah auratnya dengan kain atau semisalnya. maka rambut itu harus dikembalikan dan ditanam bersamanya. karena dikhawatirkan air tersebut menjadi air mudhaf. .[16] Siramkan pada siraman yang terakhir dengan kapur barus dan miringkan ke kanan dan ke kiri agar air keluar dari mulutnya dan dari lubang yang lain. setelah rambutnya dikeringkan kemudian dipintal menjadi tiga.[3] Antara tiga kali mandi tersebut. Dilepas rambutnya kalau dia mempunyai rambut yang panjang. yaitu cara. dan ketiga anggota tubuh yang kiri. yang mempunyai dua macam cara. condong ke belakang. asal memenuhi arti mandi yang dengan demikian maka terlepaslah kita dari dosa.

DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • Al-Atsari. Muhammad. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. 2001. hlm. Kemudian siramlah tubuhnya sebelah kanan baru sebelah kiri sampai air itu merata dalam tubuhnya. Sisi kanan mayat sebelah depan terlebih dahului. 2001). Muqhniyah. Al-Qur’an dan Terjemahannya. 2011. Semarang : CV Asy Syifa`. 90 [5] Sayyid Sabiq. Sayyid. Demikianlah isi makalah saya ini dan sebelumnya penulis terlebih dahulu mohon maaf kepada bapak atas kekurangan yang terdapat di dalam makalah saya ini. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah belakang. 1994. Ahmad. Jakarta : Rineka cipta. 1995). 1992. hlm. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah kiri. Solo: Tinta Medina. Jakarta : lentera. TT. PENUTUP 1. Jawab. Shalat Jenazah. hlm. karena di dalam perutnya itu mungkin masih ada kotoran. 22-23 [8] QS At-Taubah-84 . Muhammad Anis dan Salmah. Fiqih Iman Ja`far Shadiq. Panduan Praktis Pengurusan Jenazah. Fiqih Syafi`I Sistematis. 134 [4] Muhammad Jawab Mughniyah. kemudian sisi belakang sebelah kiri. Di dalam memandikan mayat terlebih dahulu adalah niat. 2011 Tohaputra. Fiqih Imam Ja`far Shadiq. barulah kemudian sisi depan sebelah kiri. Af Idah. Fiqih Sunnah. karena saya sudah mengetahui lebih jelas lagi tentang cara-cara memandikan mayat. 1992. 2011. Shalat Jenazah (TP. hlm. Dan saya berterima kasih atas bapak yang sudi memberikan judul ini terhadap saya. (Bandung : PT Al-ma`arif. h 10 [2] Ibrahim Lubis adalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN-SU Medan yang saat ini sedang meyelesaikan tugas akhir yaitu Membuat tesis [3] A.. Fiqih Sunnah. A dan Sudarsono. karena niat adalah bahagian dari ibadah. 78 [6] Muhammad Anis Sumaji. Abu Hasan Al-Maidani. C. 13-18 [7] Muhammad Anis Sumaji. ________________ [1] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. 1992). dengan demikian seluruh tubuhnya bisa di ratai air. Sitanggal. Munir dan Sudarsono. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. hlm. Dasar-Dasar Agama Islam. (Jakarta : Rineka Cipta. setelah semuanya siap. Sumaji. 1998 Munir. Umar Anshary. Bandung : PT Al-ma`arif.d. 1994). lalu mayat tersebut diwudhukan. Perut si mayat harus di tekan. (Jakarta : Lentera. Sabiq. Solo: At-Tibyan. Kesimpulan Di dalam memandikan mayat harus teliti supaya mayat itu tidak membawa kotoran ke hadapan Allah. Semarang: CV Asy Syifa’. 1995. Dasar-Dasar Agama Islam.

Pengertian Motivasi Belajar . Op. maupun motivasi yang ditumbuhkan dari peranan lingkungan sosialnya. 2001. cit. Salah satu faktor yang utama adalah motivasi. hlm 10-13 [12] Ibid Makalah Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Oleh: Dr. bahkan begitu banyak hadits-hadits yang memberikan pemahaman tentang manfaat menuntut ilmu dan perintah yang menganjurkan untuk belajar. merangkumnya. baik itu motivasi yang datang dari dalam diri sendiri.[9] A.Ag BAB I PENDAHULUAN Dalam al-Qur’an dan al-Hadits. mencakup: Apa pengertian Motivasi Belajar? Apa Jenis-Jenis Motivasi Belajar? Apa Fungsi Motivasi Belajar? Dan Bagaimana Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam? BAB II PENDAHULUAN A. Shalat Jenazah. hlm. yakni memilih hadits-hadits yang sesuai dan punya kaitan dengan motivasi belajar/menuntut ilmu. 2001. 135 [10] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. hlm 10-13 [11] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. Siti Zubaidah. Motivasi belajar (menuntut ilmu) bagi setiap penuntut ilmu memang dibutuhkan. dapat dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. buku-buku hasil karya tulis dari beberapa ahli dan sejarawan pendidikan serta ulamaulama hadits. kemudian menganalisanya berdasarkan pemahaman penulis dan juga berdasarkan ulasan pendapat beberapa ulama tentang hadits-hadits tersebut. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah Kitab-Kitab hadits. Anjuran menuntut ilmu tersebut dibarengi dengan urgennya faktor-faktor pendukung guna makin meningkatkan semangat belajar bagi setiap orang. Dalam artikel ini akan dibahas perihal motivasi belajar. Semua ungkapan dalam haditshadits tersebut merupakan dalil-dalil yang dapat menjadi pedoman sebagai alat untuk memotivasi setiap umat Islam untuk terus menuntut ilmu. M. Adapun pendekatan yang digunakan untuk membahas cakupan materi di artikel ini ialah dengan menggunakan metode analisa hadits. Munir dan Sudarsono. Shalat Jenazah.

[4] Dalam kegiatan belajar. Fungsi Motivasi dalam Belajar . tidak mungkin menjadi ahli. tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan. Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah belajar. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar. kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. b.Secara terminologi.[3] Secara etimologi. Motivasi Ekstrinsik.[2] dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai tujuan tertentu. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik.[5] B. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. yang ahli dalam bidang studi tertentu. Tanpa motivasi. motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. bukan sekedar simbol dan seremonial. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. motivasi[1] adalah dorongan (dengan sokongan morel). Secara umum. dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. kegiatan belajar sulit untuk berhasil.[7] Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktifitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. yang berpengetahuan. C. ada 2 jenis motivasi yang mempengaruhi kegiatan belajar seseorang: a. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan. yaitu motif-motif[6] yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Motivasi Intrinsik. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari.

Baihaqi) Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah. D.sehubungan dengan hal tersebut. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan RasulNya. sebagaimana sabdanya: “Dari Anas ra. ada juga fungsi-fungsi lain. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar. Sangat popular apa yang oleh sementara orang dianggap sebagai hadits Nabi saw yang berbunyi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat!”. Oleh karena itu pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia. maka ia sesungguhnya seorang jahil”. Menentukan arah perbuatan. 2. research dan studi. Dalam hal ini motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.[11] Tanpa ada pembedaan. ada tiga fungsi motivasi:[8] 1. 3. selama ia masih terus belajar. bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan. agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya. Di samping itu. Terlepas dari benar . akan makin berhasil pula pelajaran itu. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Mendorong manusia untuk berbuat. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai. Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik apabila orangorang Islam tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan fikiran yang sehat. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.[9] Dalam belajar (menuntut ilmu). Menyeleksi perbuatan. apabila ia menyangka bahwa ia sudah serba tahu. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim[10]” (HR. guna mencapai tujuan. Makin tepat motivasi yang diberikan. karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya.[12] Nabi bersabda: “Seseorang itu dapat dianggap seorang yang alim dan berilmu.Motivasi merupakan hal yang essensial dalam belajar. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar.

maka mereka itu memberi petunjuk kepada manusia berdasarkan apa yang dibawa oleh para Rasul. (HR. at-Tarmidzi. yang jelas ia sejalan dengan konsepsi al-Qur'an tentang keharusan menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan sepanjang hayat. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: “Manusia yang paling dekat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berjihad. . masyarakat. Adapun orang-orang yang berilmu. Beberapa ungkapan yang dapat menjadi motivasi belajar.[14] Kalau diperhatikan dengan seksama. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: …dan sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintang-bintang yang lain”. katanya Rasulullah saw bersabda: “Ulama itu pewaris para Nabi”.[16] Di antara derajat yang diperoleh orang yang berilmu itu ialah mereka termasuk pewaris para Nabi. Maksudnya bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.tidaknya penisbahan ungkapan tersebut kepada Nabi. dan pemerintah. Mendorong orang menuntut ilmu dengan janji pemberian beberapa derajat bagi orangorang yang berilmu dan beriman. hadits Hasan) Juga seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: “Dari Abi Darda’ ra.[13] Pendidikan seumur hidup yang dikemukakan ini tentunya tidak hanya terlaksana melalui jalur-jalur formal. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’. di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits: “Dari Abu Umamah ra: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) itu seperti seperti kelebihan saya dari orang yang paling rendah dari para shahabatku”. antara lain: Perbandingan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.[15] Perbedaan antara keduanya. Ibnu Majah. (HR. At-Tarmidzi. Abu Dawud. [17] Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. tetapi juga jalur informal dan nonformal. dalam al-Hadits akan dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. dan Ibnu Hibban) Orang yang beriman dan berilmu itu termasuk orang terdekat kepada derajat para Nabi. atau dengan kata lain pendidikan yang berlangsung seumur hidup menjadi tanggungjawab bersama keluarga.

Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan pedang-pedang mereka untuk membela apa yang dibawa oleh para Rasul itu”. Status sosial yang sangat terhormat bagi orang-orang yang berilmu itu menjadi motivasi yang kuat bagi orang-orang yang beriman untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Menuntut ilmu itu mengandung nilai jihad yang tinggi.[18] Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw, beliau bersabda: “Pelajarilah ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah takut kepada Allah. Menuntutnya adalah ibadah; mengulang-ulangnya adalah tasbih; pembahasannya adalah jihad; mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu menjadi sedeqah; memberikannya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu itu teman sewaktu sendirian, dan sahabat sewaktu kesepian, …”. (HR. Ibnu Hibban dan Mu’adz) Ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu (dari tiga) amalan yang terus berguna hingga mati.[19] Dasarnya hadits berikut ini: “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Apabila manusia sudah mati, maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh yang mendo’akan”. (HR. Muslim) Selain beberapa point motivasi belajar yang telah dipaparkan tersebut, perlu ditekankan kembali bahwa di antara ajaran Islam yang mengajak masyarakat untuk melahirkan berbagai pemikiran dan karya ilmiah ialah memasyarakatkan pendidikan dan memberantas kebodohan. Kemudian di antara ajaran terpenting untuk mewujudkan suasana ilmiah ialah belajar bahasa asing jika dipandang perlu –khususnya bila pemilik bahasa itu mempunyai ilmu yang harus dipelajari, atau memiliki hikmah yang bisa dipetik manfaatnya– sehingga tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan kelebihan mereka tanpa memahami bahasa mereka. Islam tidak hanya tidak melarang umatnya mempelajari bahasa asing, bahkan menganjurkan mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa merupakan sarana terpenting untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.[20] Demikian beberapa hal mengenai motivasi belajar yang dapat dirangkum berdasarkan penafsiran yang dapat dipahami secara umum dan dianggap bisa mewakili perspektif Islam tentang motivasi dalam menuntut ilmu. Daftar Pustaka dan Footnote

• • • • • • • • • • • • • •

al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974). Ali, Maulana Muhammad, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.). al-Barry, M.D.J., dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996). Dagun, Save M., Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000). Deighton, Lee C., The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press, t.t.). al-Ghazali, Muhammad, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993). Lengrand, Paul, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981). Muhammad, Abubakar, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995). Purwanto MP., M. Ngalim, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994). Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000). Shihab, Quraish, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994). Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993). Syureich, M., Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991). al-Qaradlawi, Yusuf, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997).

______________ [1] Tidak ada kesepakatan umum di antara para ahli psikologi tentang bagaimana “motivasi” dan “faktor-faktor motivasi” seharusnya didefenisikan atau dianalisa secara teoritis. Istilah tersebut secara umum digunakan berkaitan dengan tiga pertanyaan yang saling terkait yang harus dijawab sebelum perilaku dipaparkan untuk menjadi suatu keterangan. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menentukan perubahan-perubahan dalam intensitas perilaku (pada istilah ini masuk dalam kategori perilaku internal, seperti berpikir). Kedua, adalah pertanyaan tentang aturan berperilaku. Perilaku ditentukan bersamaan dengan adanya dorongan eksternal dirasakan melalui alat panca indera dan oleh kondisi-kondisi dalam diri organism. Ketiga, pertanyaan yang berhubungan dengan bantuan perilaku belajar. Semua bentuk belajar memerlukan dua atau lebih rangsangan-rangsangan yang terjadi dalam kesinambungannya. Lebih lanjut baca Lee C. Deighton, The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company dan the Free Press, t.t.), h. 408. [2] M.D.J.al-Barry, dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996), h. 273.

[3] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000), h. 688. [4] M. Ngalim Purwanto MP., Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), h. 104. [5] Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000), h. 73. [6] Motif diartikan sebagai suatu kekuatan atau daya pendorong yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu tindakan. Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 160. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai sutau tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 71. [7] Selanjutnya lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 37, 87-89. [8] Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 83. [9] Muhammad al-Ghazali, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993), h. 445. [10] Kata setiap muslim menunjukkan laki-laki dan perempuan, sementara versi (hadits) yang lain menambahkan dan muslimah. Otoritas (penambahan kata dan muslimah) justru cenderung menjadikan hadits ini dhaif (lemah). Bagaimanapun, hadits tersebut lebih otentik dengan anjuran bagi seluruh muslim, laki-laki dan perempuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Lihat Maulana Muhammad Ali, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.), h. 39. [11] M. Syureich, Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991), h. 46. [12] Muhammad ‘Athiyah al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), h. 44. [13] Selanjutnya lihat Quraish Shihab, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994), h. 178. [14] Baca Paul Lengrand, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981), h. 41-55. [15] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995), h. 221. [16] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 227.

[17] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 228. [18] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 229. [19] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 233. [20] Selanjutnya baca Yusuf al-Qaradlawi, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997), h. 233, 235-236.

Pengembangan Desain Pelatihan untuk Organisasi Kepemudaan
A. Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran adalah satu proses transformasi nilai budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Ada tiga kata kunci dari kalimat di atas, yakni proses, nilai dan generasi. Proses menunjukkan adanya satu kegiatan atau aktivitas, maka dalam pendidikan dan pembelajaran terdapat rangkaian dari berbagai kegiatan tentunya mempunyai tujuan. Kemudian nilai menunjukkan ada sesuatu makna yang dijaga, disimpan dan dipelihara, dan tugas pendidikan adalah mentransformasikan nilai tadi dari satu keadaan kepada keadaan lain dalam arti luas. Dan terakhir adalah generasi ini menggambarkan ada satu masa depan manusia yakni penciptaan alih generasi yang lebih baik sebagaimana yang diinginkan. Dalam pendidikan dan pembelajaran, kegiatannya dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Inti kegiatan pendidikan dan pembelajaran bukan pada tempat atau waktu, atau siapa yang menjadi guru, akan tetapi lebih ditekankan pada adanya satu interaksi antara peserta dengan lingkungan atau sumber belajar, dimana dalam interaksi tersebut sarat dengan makna: proses, nilai dan generasi. Pendidikan luar sekolah merupakan satu alternatif untuk hal ini, menurut Santoso S.H (2003)[1] bahwa peran utama PLS adalah mengembangkan nilai dan sikap percaya diri dan mandiri masyarakat sebagai kekuatan sosial (social forces) untuk menciptakan proses proses demokratis, dinamisasi dan modernisasi. Berkenaan dengan itu, maka kegiatan yang paling luwes dan praktis tentang hal di atas, ditengah tengah masyarakat kita khususnya di dunia kepemudaan disebut dengan pelatihan. Bagaimana merancang atau mendesain pelatihan bagi pemuda secara baik dan tepat, yang dapat bermakna, kemudian apasaja yang dibutuhkan dan dikembangkan, serta bagaimana mengukur keberhasilan dari pelatihan tersebut? Tentu hal ini penting bagi kita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi para pamong belajar, atau kelompok pemuda dalam mengembangkan desain pelatihan, dan akan bermanfaat bagi mereka yang ingin menjadikan pemuda sebagai satu “icon” regenerasi yang baik di masa depan. B. Pendidikan dan Pelatihan

dan pengembangan (development). pengembangan dan pengevaluasian. Masing masing kegiatan tersebut tentu memiliki karakteristik tersendiri yang dengannya menjadi satu kekuatan untuk mengembangkan sumber daya manusia baik pada karakteristik input kegiatan. Sedangkan menurut B. pengembangan strategi kegiatan. C. Atwi Suparman (1997)[5] menjelaskan bahwa. tahapan dan strategi instruksional secara keseluruhan untuk disajikan melalui masing masing komponen sistem instruksional dari satu sistem instruksional atau produk instruksional secara lengkap. Lembaga tersebut. dan tidak membebaskan pendidikan dalam mutu tenaga kerja yang diperlukan. pendidikan (education). Lebih spesifik lagi “design criteria”: adalah satu rincian diskripsi pengajaran tertulis secara lengkap yang dipakai untuk mengembangkan komponen sistem instruksional yang mencakup setiap kejadian kegiatan. maupun pada tujuan yang ditetapkan. pelatihan (training). adalah proses menspesifikasi kondisi belajar. Banyak hal yang dapat dilakukan orang untuk melakukan investasi bagi sumber daya mansia di masa depan. untuk itu George (2000)[6] mendefinisikan pengertian Desain Document sebagai berikut. pelatihan dan ketenagakerjaan. desain Instruksional. Berkenaan dengan hal di atas. juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. maka perlu diselenggarakan suatu lembaga dengan kegiatan kegiatan yang memenuhi tuntutan dunia kerja. jadi hampir sulit untuk memisahkan keduanya. Items might . pengelolaan proses. atau perencanaan instruksional. maka pada sistem birokrasi di Indonesia terdapat satu unit kegiatan pendidikan dan latihan disingkat “diklat”.Dalam desain terdapat berbagai informasi tentang data dan keterangan sebuah kegiatan. salah satunya adalah dengan pendidikan.Tilaar (1997)[3] bahwa terdapat hubungan antara pendidikan. perancangan instruksional. Dimana. Pengembangan sumber daya manusia menurut Abi Sujak (1990)[2] dapat dilakukan dengan tiga hal yakni. Menurut HAR. yang dapat kita sebut lembaga pelatihan. dan dalam pelatihan di dalamnya ada proses pendidikan. Desain Pelatihan Desain berasal dari kata “designe” dapat diartikan sebagai fatron. Pembahasan berikut lebih mengarah pada makna pelatihan sebagai sebuah proses pendidikan alternatif yang banyak dilakukan ditengah tengah masyarakat khususnya kepemudaan.Pendidikan adalah bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia. rancangan pola atau kisi kisi kegiatan yang akan dilaksanakan. pengembangan instruksional. Design (desain). pendidikan ikut mempersiapkan dasar dasar yang diperlukan oleh dunia kerja. adalah suatu proses yang sistematik dalam menyusun sistem instruksional yang efektif dan efisien melalui kegiatan pengidentifikasian masalah. a conceptual report that gives all those involved in the development of a training program a picture of the overall course design.Siswanto (2003)[4] pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat. pelatihan dan pengembangan. dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. haruslah diselenggarakan bergandengan dengan sitem pendidikan yang ada. Dalam pendidikan kadang terdapat kegiatan latihan.

Ada tiga hal yang menjadi elemen penting dalam desain pelatihan yakni. kemudian pemilihan materi. Sementara itu Sondang P. (4) Penyusunan program. (7) Penentuan teknik dan metode pengajaran. (8) Penyusunan program pelaksanaan. pengembangan media dan lain sebagainya. sebagaimana dapat dilihat pada kutipan berikut: 1) Menetapkan klasifikasi pekerjaan. content outline. (3) Seleksi peserta. (2) Keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan dan latihan. media serta strategi sekaligus penetapan tujuan pelatihan yang akan dicapai. an evaluation plan. Pelatihan sebagai sebuah sistem sama halnya dengan pembelajaran. course objectives. (7) penentuan materi/bahan yang akan diberikan. 7) Menyiapkan peserta pelatihan melalui prosedur seleksi tertentu. input. (5) Penyusunan bahan pelajaran yang benar benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. yaitu (1) identifikasi tujuan terminal. 3) Penyiapan program pelatihan secara jelas. and visual motif. (10) Evaluasi hasil kegiatan pendidikan dan latihan. (6) pengembangan strategi instruksional yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan khusus tersebut. dimana analisis terhadap karakteristik awal calon peserta merupakan bagian penting yang harus diperhatikan.Siagian (1987)[7] Komponen utama dari suatu siklus pendidikan dan latihan adalah: (1) Analisa kebutuhan pendidikan dan latihan. yang didasarkan atas analisis pekerjaan. dan (9) revisi apabila diperlukan. a course map. metode. proses dan out put. teknik. Walter Dick & Low Carey (1990)[8] merancang sistem instruksional melalui beberapa tahap. tujuan yang akan dicapai dari pelatihan. an audience profile. 4) Menetapkan metode dan tempat penyelenggaraan pelatihan dan materi pelatihan. (6) Seleksi pengajar. (9) Penyelengaraan dan. Kemudian yang terakhir adalah output dalam hal ini penetapan . kemudian menyusun suatu deskripsi pekerjaan lengkap dengan tugas tugas secara rinci. (8) pelaksanaan evaluasi formatif melalui uji coba perorangan dan skala kecil serta besar. yaitu keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan terminal. dan 8) Mengembangkan prosedur penilaian (evaluasi) dan tindak lanjut. Sementara proses adalah upaya pengembangan pengeloalan pelatihan baik strategi. 6) Mempersiapkan para pelatih (instruktur). 5) Review program pelatihan dengan mengikutsertakan pengawasan dan manajemen puncak. 2) Identifikasi kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. rinci. (5) pengembangan alat ukur keberhasilan belajar peserta. dan sistematik. Input dapat dikembangkan dengan menata karakteristik calon peserta pelatihan. yang terdiri dari perangkat keterampilan dan pengetahuan tertentu. (3) identifikasi karakteristik peserta dan kemampuan awal peserta.include a mission statement. (2) analisis instruksional. baik yang sifatnya kurikuler maupun ekstra kurikuler. Sementara itu Oemar Hamalik (2001)[9] menjelaskan tentang tahap tahap penyusunan program pelatihan mempunyai langkah langkah yang lebih rinci.

(c) sistematis. Pengembangan Desain Pelatihan Pengembangan desain ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk praktis bagi para pamong belajar dan pemuda di tengah tengah masyarakat dalam hal melakukan satu analisis mengapa perlu dilakukan kegiatan pelatihan. (2) pemilihan metode pelatihan secara tepat merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah pelatihan. Perubahan pada peserta belajar ini memang sangat penting karena indikator terjadinya proses belajar adalah adanya perubahan. (a) obyektif artinya mampu menggambarkan apa yang akan menjadi tujuan kegiatan. Desain yang baik tentu mempunyai karakteristik yang mampu menggambarkan rancangan sebuah kegiatan. sarana dan prasarana. jadwal pelatihan mencakup waktu dan tempat penyelenggaraan pelatihan. diantara karaktersitik desain tersebut adalah. dan instrukturnya. untuk apa orang dilatih. (b) deskriptif. D. Dalam hal mengembangkan bahan ajar. Maka langkah praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: . durasi pelatihan. dan pemuda di daerah pedesaan dan untuk merencanakan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tersebut. yaitu meliputi sistem pelatihannya itu sendiri. dan (5) evaluasi. serta peyesuaian dengan karakteristik peserta didik. begitu juga strategi dan cara penyampaian materi dan bahkan evaluasi dari kegiatan. Sementara itu Satmoko dan Soejitno (2004)[13] sebuah desain pelatihan paling tidak harus menggambarkan lima hal yakni: (1) tujuan pelatihan harus ditetapkan dengan cermat. artinya dengan desain seseorang dapat memperhitungkan tentang keberhasilan yang akan dicapai sebuah kegiatan. maka ditata kegiatan yang dapat merubah watak dan karakter warga belajar. Dalam menyusun desain pelatihan didalamnya terkait dengan sistem serta bahan ajar yang akan disampaikan. (3) penyusunan jadwal. pertama tama kita harus memiliki kejelasan dan konsepsi yang realistik tentang kebutuhan belajar penting minimum. artinya mampu mengabstraksikan seluruh rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah kegiatan. artinya terdapat rangkaian yang menghubungkan antar komponen.sistem evaluasi yang akurat akan sangat menentukan desain pelatihan yang mampu mengembangkan nilai apa yang diinginkan oleh pelatihan tersebut. maka Philip H. mengelola dan sekaligus mengevaluasinya. Dari bahan belajar ini. (d) prediktif. jika menginginkan pelatihan dilaksanakan ing-griya/in-house training maka harus dipersiapkan beberapa orang manajer dari berbagai latar belakang ilmu. (4) instruktur yang berkualitas. bagaimana merancang. karena inilah salah satu tujuan dari pendidikan luar sekolah. Sebuah desain yang baik memuat berbagai unsur pembelajaran yakni rancangan materi atau bahan ajar yang akan dikembangkan dalam kegiatan. antar kegiatan dalam mencapai sebuah tujuan baik tujuan utama maupun tujuan terminal. materi atau silabus.Coombs (1973)[10] menjelaskan untuk mengukur kebutuhan pendidikan anak anak.

1. bahwa untuk melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan seyogyanya memang berdasarkan pada visi dan misi corporate plan yang didalamnya terdapat carrier planning. Untuk mengetahui hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat para tokoh masyarakat. Tujuan peserta . Biasanya kebutuhan organisasi. atau lembaga akan menjadi yang utama karena dari tujuan organisasi inilah dilihat apa yang menjadi kebutuhan atau kualifikasi individu. (3) merupakan suatu proses yang bersifat empirik dan dapat diulang kembali. Kegiatan pelatihan ada yang diselenggarakan oleh organisasi. 2. lembaga dan lain sebagainya. pemerintahan setempat atau juga mengobservasi langsung terhadap apa yang diinginkan masyarakat tentang dunia kepemudaan. Kebutuhan organisasi Menurut Satmoko dan Soejitno Irmim (2004)[15]. Tujuan lembaga Pelatihan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau organisasi kepemudaan maka harus menjadikan tujuan lembaga sebagai satu bagian dalam kurikulumnya. b. Kebutuhan masyarakat Pemuda adalah bagian dari masyarakat. (2) adanya hubungan antar komponen khususnya antara strategi instruksional dengan keluaran yang diharapkan. a. bila ingin melakukan kegiatan pelatihan. Untuk itu maka dalam merancang pelatihan pertama sekali harus didaftar apa yang menjadi masalah. b. Menetapkan tujuan pelatihan. maka tujuan pelatihan harus terkait dengan apa yang diinginkan masyarakat terhadap pemuda. Apa yang diinginkan oleh organisasi atau lembaga dapat dicantumkan dalam mata ajar agar peserta dapat mencapai kualifikasi yang diinginkan. c. Jadi dengan membaca visi dan misi serta tujuan organisasi akan tampak apa yang dibutuhkan dalam kegiatan pelatihan. Mengidentifiaksi kebutuhan a. mengamati atau juga angket dan lain sebagainya. Perancangan program pelatihan sebagai suatu sistem instruksional harus dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan sistem dengan alasan bahwa cara ini akan memberikan hasil yang efektif karena: (1) diketahui dengan jelas apa yang akan dapat dilakukan oleh peserta setelah mengikuti program tersebut. pendataan ini dapat dilakukan dengan cara mewawancarai. kebutuhan serta keinginan praktis dari kondisi pemuda kita. Kebutuhan individu Perancangan program pelatihan didahului oleh analisis kebutuhan[14].

kejadian dan keadaan keadan mengandung masalah. bila tujuan materi adalah agar peserta . 4. (2) pendekatan pemecahan masalah. pembentukan kepribadian. sikap atau perilaku sosial. dalam hal ini pelatih memberikan bahan bahan mentah yang dapat dipergunakan oleh para warga belajar untuk menciptakan dan menceriterakan ceritera. and attitude are naturade.Pelatihan dapat diterjemahkan sebagai satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. 3. dan (4) pendekatan ekspresif/perwujudan. pokok masalah atau persoalan tertentu. (3) pendekatan proyektif. Sebenarnya tujuan tidak perlu muluk muluk. in order to help individuals to become more effective and efficient in their work.Davis & Adelaide B. Bagi pelatihan di kalangan pemuda juga harus ditetapkan apakah pelatihan sampai sebatas penyadaran sikap. Gagasan kejadian kejadian yang terjadi dalam cerita berasal dari penulis kurikulum. yakni pelatih memberikan suatu rangsangan berbentuk gambar dan menghidupkan diskusi mengenai suatu gagasan. pengetahuan atau sikap tertentu. Davis (1998)[16] “Training is the process through which skills are development. yakni pelatih memberikan informasi dan keterampilan biasanya dengan kuliah dan penggunaan latihan latihan. kelompok atau organisasi kinerja yang menyiratkan bahwa terdapat perubahan yang dapat diukur dengan pengetahuan. pengetahuan atau sikap tertentu. atau peningkatan keterampilan. menyediakan informasi. Dapat diterjemahkan bahwa pelatihan maksudnya adalah proses untuk mengembangkan keterampilan peserta. maupun peningkatan keterampilan. Pamong belajar atau perancang pelatihan tentu akan menetapkan strategi dan metode pelatihan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. yang lebih utama adalah sesuai dengan kebutuhan apa paling mendesak bagi dunia kepemudaan setempat. yaitu pelatih memberikan suatu ceritera terbuka atau ceritera bergambar dengan kejadian kejadian yang mengikuti suatu urutan tertentu. perbaikan sikap. information is provided. dan membentuk sikap agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. Menetapkan strategi dan metode pelatihan Srinivasan (1997)[18] memberikan empat strategi pendekatan yakni: (1) pendekatan informasional. Dengan kata lain pelatihan merupakan salah satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. Untuk ini maka para perancang pelatihan harus dapat membuat daftar kompetensi atau tujuan tujuan praktis yang dapat dicapai oleh peserta khususnya dapat diperoleh secara individual. Bahan mentah ini mencakup antara lain gambar gambar tanpa urutan tertentu dan gambar gambar tunggal yang dapat bergerak (fleksifan). apakah itu perubahan pada peningkatan pengetahuan. Sementara itu menurut James R. Menetapkan tujuan pembelajaran Dalam hal menetapkan tujuan pelatihan Jewel LN (1998)[17] menjelaskan bahwa pelatihan terdiri dari program program yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pada level individu.

(2) kontrol atas ketentuan pelatihan dan (3) intervensi kedalam proses organisasi yang mempengaruhi pelatihan. Untuk itu maka kegiatan pelatihan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan evaluasi pelatihan yang terencana sejak awal kegiatan. (1) untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh peserta dalam suatu periode proses belajar mengajar tertentu. (1) umpan balik. begitu juga sebaliknya gagal merencanakan itu berarti merencanakan kegagalan. namun bila menitik beratkan pada aspek perubahan sikap maka yang dilakukan adalah pendekatan proyektif dan sterusnya. Inti dari kegiatan pelatihan tiada lain adalah adanya satu kesadaran bahwa sebuah generasi harus diteruskan. Evaluasi dan umpan balik Menurut Agus Suryana (2004)[19]terdapat tiga fungsi utama dari evaluasi dan umpan balik dalam kegiatan pelatihan yakni. (3) untuk mengetahui tingkat usaha yang telah dilakukan para peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan. dan nilai harus dipelihara dan dipertahankan dan proses transformasi harus dilakukan secara profesional. itu semua akan sukses bila didesain dengan tepat dan benar.Pd . E. Pada prinsipnya strategi dan metode dipilih adalah sesuai dengan tujuan dari materi yang dikembangkan. Menurut B.Siswanto (2003)[20] evaluasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan yakni. karena dunia pelatihan terus maju dan berkembang seiring dengan kompleksnya persoalan pengembangan sumber daya manusia. M. Tentu masih banyak bagian lain yang dapat dikembangkan lagi. PENGEMBANGAN DESAIN PELATIHAN UNTUK ORGANISASI KEPEMUDAAN Oleh Mardianto. Desain pelatihan adalah proses kegiatan perancangan atau perencanaan. 5. dan (5) untuk mengetahui efisiensi metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan. Maka berhasil merencanakan itu berarti merencanakan keberhasilan. Penutup Tulisan ini adalah satu usaha untuk memberikan panduan praktis bagi para perancang pelatihan di tingkat organisasi kepemudaan di masyarakat bawah. seorang pamong belajar atau para pemuda yang ingin mengembangkan desain pelatihan memang harus belajar lebih banyak tentang kegiatan evalusi. untuk mengetahui efektifitas kegiatan pelatihan. Inilah kata akhir dari betapa pentingnya desain pelatihan bagi organisasi kepemudaan. maka ini leibh bersifat penyampaikan informasi. (2) untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta dalam kelompoknya. Evaluasi atau penilaian pada prinsipnya adalah memberi makna apa yang telah terjadi baik hasil akhir dari kegiatan pelatihan maupun juga proses yang terjadi pada pelatihan. (4) untuk mengetahui sampai seberapa jauh para peserta telah merealisasikan kapasitasnya menjadi suatu achievement melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. Dalam hal mengembangkan evaluasi ini.mempunyai peningkatan pengetahuan.

Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Progres. 1990. 1977. New York:Wold Education. 2000. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Philip H.R. Dick. Lira. Suparman. 2001.1999 . Dirjen Dikti P2LPTK. San Francisco: Josse Bass Peiffer. 2003 Satmoko dan Soejitno Irmim. Knowles & Malcolm S. Jakarta: Gunung Agung. 1973. Srinivasan. Jakarta: Seyma Media. Low.Daftar Bacaan Coombs. 1997. Atwi. The Systematic Design of Instruction. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. Houston: Gulf Publishing Company. Davis. Jakarta: Grasindo. 1998. Effective Training Strategies. Community and National Development. Piskurich. Walter & Carey. James R & Davis Adelaide B. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. Sastrohadiwiryo. Oemar. 1989 Sujak. Rapid Instructional Design. M. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu.N. 2004. Kepemimpinan Manajer. Desain Instruksional. L. Council for Educational Development. 1998. George M.B.A. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. Siagian. Abi. Jakarta: Bumi Aksara. Agus. Sondang P. Hamalik. Jakarta: Dirjen Dikti. 1990. Jakarta: Arcan. Suryana. Psikologi Industri/Organisasi Modern. The Adult Learner: a Neglected Species. Tilaar H. USA: Omtermatopma. Pengembangan Sumber Daya Insani. Jakarta: Rajawali. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. Jakarta. 1987.Jewel & Siegall Marc. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. New Paths to Learning For Rural Children and Youth. New York: Harper Collins Publisher. Soedomo. 2004. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. 1986. Siswanto.

1990). (San Francisco: Josse Bass Pfeiffer. [5] Atwi Suparman. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. 2003).1997). p. [13] Satmoko dan Soejitno Irmim. Dirjen Dikti P2LPTK. edisi No. (Jakarta. p. Coombs. Pengembangan Sumber Daya Manusia.15/TH. Siagian. 1987). New Paths to Learning For Rural Children and Youth (USA. (Jakarta: Direktorat Tenaga TeknisDirjen Diklusepa. [12] Gambar diadaptasi dari M. 1973). p. p.Soedomo.12.90. p. 241.27-28. [11] Knowles. Pengembangan Sumber Daya Insani (Jakarta: Gunung Agung. [8] Walter Dick & Low Carey. [6] George M. p.________________________ [1] Santoso S.200. Malcolm S. dengan dasar inilah maka disusun tujuan kegiatan. Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Pengentasan Kemiskinan. p. [14] Beberapa tokoh desain instruksional menjabarkan bahwa untuk merancang satu kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan harus diawali dari adanya analisis kebutuhan para peserta. p. materi yang akan diberikan serta strategi dan metode apa yang harus diterapkan dan terakhir adalah apa alat . 1997). (Jakarta: Bumi Aksara. The Systematic Design of Instruction (New York: Harper Collins Publ. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. 2003). (Jakarta: Bumi Aksara. 1989).Siswanto Sastrohadiwiryo. Omtermatopma. p. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu.Piskurich. [10] Philip H. Council for Educational Development. [4] B.Hamijoyo. (Jakarta: Seyma Media. 1986). dalam VISI. [7] Sondang P.XI/2003. [9] Oemar Hamalik. p.38. [3] H.R. 2004). 1990). Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. The Adult Learner: a Neglected Species (Houston.218. 2001). Desain Instruksional. 2000).254.150.A.5. (Jakarta:Dirjen Dikti. Kepemimpinan Manajer (Jakarta: Rajawali. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. Tilaar. [2] Abi Sujak. Rapid Instructional Design. (Jakarta: Grasindo. Gulf Publishing Company.

mengelola. [20] B. cit. pengumpulan data dengan observasi partisipatif selama tindakandan dokumen hasil kerja mahasiswa. (New York:Wold Education. Untuk itu strategi perkuliahan yang dilakukan dikembangkan dengan cara menggali pengalaman mahasiswa untuk dijadikan bagian dari proses pembelajaran.12. [15] Satmoko dan Soejitno Irmim. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. observasi dan refleksi ini diterapkan pada mahasiswa sebanyak 32 orang pada mata kuliah Strategi Pembelajaran untuk delapan kali pertemuan pada tahun ajaran 2006-2007. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode . 169.220. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah.N & Siegall Marc. (Jakarta: Seyma Media. 1990. 1998). p. Psikologi Industri/Organisasi Modern (Jakarta: Arcan. Op. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. [19] Agus Suryana. Community and National Development. 2004). Tracey. Effective Training Strategies (San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. untuk jenis materi. p. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. p. (Jakarta: Progres. p. Dalam hal mengembangkan pembelajaran mahasiswa dituntut menguasai teori serta praktek berbagai strategi dan metode pembelajaran. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara bertujuan memberikan keterampilan mengerti tentang kompetensi seorang pendidik.Siswanto. tindakan.70-71. (2) beberapa hambatan yang dihadapi adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. rencana. 2004). kemudian mampu merancang. keberanian mengungkap masalah.44. 1998). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. 1977). [18] Srinivasan Lira. Morrison. 1976. p. Metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif menggunakan siklus yang terdiri dari. [17] Jewel L. 1971. p. tokoh tokoh tersebut diantaranya adalah Dick & Carey.evaluasi untuk mengukur keberhasilannya.16 [16] James R Davis & Davis Adelaide B.

Program S1 Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan dilingkungan IAIN Sumatera Utara memberikan media bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mendidik. Dalam Program S1 Pendidikan Agama Islam ini. Dikalangan ilmuan. mengembangkan dan mengevaluasi pendidikan terlebih strategi penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Bagi para pendidik. tujuan pendidikan. fakultas Tarbiyah memberikan dasar dasar keilmuan dalam hal pendidikan.metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan. Tujuan dari fakultas Tarbiyah adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlaq mulia. keterampilan dalam merancang. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUMATERA UTARA Oleh Mardianto Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran kini sedang mengalami revolusi yang sangat dahsyat. . namun instrumen atau ilmu pendidikan yang memberikan keterampilan untuk itu tidak memadai dan bahkan tidak dimiliki. ilmu ilmu lain seperti. ilmu komunikasi. karena hal ini sesuai dengan tujuan dari fakultas keguruan di IAIN Sumatera Utara. Semua bertujuan untuk memberikan kompetensi mendidik yang profesional dan handal. teknologi informatika. dan bahkan strategi pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda dari sebelumnya. menguasai pengetahuan agama Islam serta cabang cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam dan keguruan. Ini artinya program Tarbiyah kedepan selalu memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat khususnya dalam bidang kependidikan dan keguruan. bila ingin tetap menjadi pendidik ulung atau pengajar yang profesional. pengelolaan yang profesional dan orientasi yang terapan. birokrat. Perubahan itu dipicu oleh adanya temua temuan baru dalam bidang pendidikan. ketiga partisipasi dalam bidang profesi pendidikan. dan profesi lain sebagian mereka ingin menyampaikan ilmunya dan atau bahkan ingin menjadi pendidik. perubahan dan perkembangan harus dijadikan tantangan sekaligus peluang. mengelola. dimana perubahan dan pergeseran pada peran pendidik. ilmu pendidikan dan pelatihan dan lainnya. Untuk itulah fungsi fungsi akademik terus diarahkan dalam rangka memberi pelayanan yang fungsional. agar tetap mendapat akses terhadap kemajuan pendidikan. Caranya adalah dengan. brain. kedua menguasai teknologi pendidikan agar tetap terampil dalam mengembangkan instrumen pendidikan. pertama menguasai dasar dasar ilmu pendidikan agar tetap mempunyai komitmen dalam dunia pendidikan.

Mengembangkan pembelajaran dengan mengangkat berbagai pengalaman yang dimiliki mahasiswa salah satu diantaranya adalah dengan metode kasus atau biasa disebut dengan case study. (4) perbedaan dan pembandingan contrast and comparison. (2) untuk mendeskripsikan efktivitas penggunaan model pembelajaran berbasis kasus untuk perkuliahan Strategi Pembelajaran. (2) Merancang kegiatan pembelajaran. Pendidikan biasanya hanya mentransfer knowledge bukan wisdom atau judgment. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah: (1) bagi dosen untuk dapat mengembangkan kemampuan merencanakan. Metode kasus adalah suatu metode instruksi yang mana mahasiswa dan instruktor berpartisipasi di diskusi langsung tenang kasus kasus atau permasalahan permasalahan yang ada di lapangan. Untuk pembelajaran sselama ini studi kasus juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan: (1) keahlian keahlian bekerja secara grup. pendidikan dan pelatihan dan lembaga pendidikan lainnya. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. a method of instruction in swhich students and instructors participate in direct discussion of bussiness cases or problems (Leenders dan Erskine:1978). baik pada jenis pendidikan keagamaan.Pelaksanaan Program S1 Pendidikan Agama Islam ini adalah memberikan kompetensi seorang menjadi tenaga kependidikan yang dapat diterapkan untuk berbagai lembaga pendidikan baik umum maupun swasta. Pengamatan penulis menunjukkan bahwa dosen pada Program S1 Pendidikan Agama Islam belum banyak menunjukkan krativitas dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran khususnya yang lebih kontekstual. dan Mengevaluasi kegiatan pembelajaran. up to date dan aktual. Sementara itu menurut (Corey:1980) pembelajaran metode kasus dapat menyediakan elemen eleman dari pembelajaran yang efektif. kemudian mampu merancang. Padahal pada umumnya mahasiswa peserta akta IV adalah mereka yang selama ini telah mengajar dan memiliki pengalaman dalam kegiatan pembelajaran di ingkungan kerjanya. menciptakan dan menggunakan metode kasus serta . Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam perkuliahan Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. 2006). (2) investigasi probing. Pembelajaran dengan metode kasus memungkinkan mentransfer managerial wisdom ke dalam ruang kelas. dan (4) keahlian keahlian riset (Jogiyanto. (3) keahlian keahlian berkomunikasi. Secara khusus peserta diharapkan dapat: (1) Memiliki wawasan tentang kompetensi seorang pendidik. (3) untuk mendeskrpsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitas perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan diterapkannya pendekatan metode kasus. Wisdom tidak dapat diceriterakan(Gragg:1940). (5) keterlibatan involvement dan (6) motivasi motivation. yaitu (1) penemuan discovery. (3) Mengelola dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran. Diakhir Program S1 Pendidikan Agama Islam ini peserta diharapkan dapat mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. (2) keahlian keahlian di dunia nyata. mengelola. Salah satu definisi metode kasus adalah. (3) latihan berkelanjutan continual practice.

Artinya bahwa semakin banyak siklus dilakukan diharapkan semakin meningkat perubahan atau pencapaian hasil. Sesuai dengan model siklus tersebut maka langkah kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: (a) permintaan ijin penelitian. (a) observasi dengan partisipasi selama tindakan kelas berlangsung di kelas Program S1 Pendidikan Agama Islam dan (b) dokumentasi hasil peragaan strategi pembelajaran yang dikembangkan di kelas. Tujuan materi ini adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan ketersediaan sumber dan media di satu kelas. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil. (3) bagi peneliti lain untuk menjadi masukan bahwa penelitian tindakan kelas yang sederhana praktis dan fungsional dapat lebih bermanfaat bagi dosen baik untuk peningkatan kualitas hasil pemblajaran bagi mahasiswanya maupun masukan bagi peningkatan proses pembelajaran. (2) bagi penyelenggara Program S1 Pendidikan Agama Islam sebagai masukan dalam membina dan mengelola program peningkatan kualitas pendidikan. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran kelas kecil dengan mengangkat kasus jumlah dan kemampuan siswa yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Rancangan penelitian tindakan kelas yang dipilih yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang ulang dan berkelanjutan (siklus spiral). (2) siklus II. dan (4) refleksi (Kemmis & Taggart:1989). Hasil observasi dan dokumentasi tersebut dideskripsikan sesuai dengan tujuan . Kegiatannya dilakukan dengan (1) rencana tindakan. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yakni.pengalamannya dalam penelitian tindakan kelas. (3) siklus III. (c) identifikasi permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Strategi Pemblajaran. dan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkan teknik pemantauan. (3) observasi. (e) melakukan kolaborasi dengan pengelola Program S1 Pendidikan Agama Islam dan program S. (2) pelakanaan tindakan.1 Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan rancangan pembelajaran. (b) observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal pelaskanaan pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam. Tujuan materi adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan pilihan pilihan strategi pembelajaran dengan pertimbangan materi apa yang akan diajarkan. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar. (d) merumuskan spesifikasi media desain dan model pembelajaran dengan metode kasus . untuk pembelajaran materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. Mengenai siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan adalah: (1) siklus I. (4) siklus IV. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan sumber dan media yang tersedia. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan obyek adalah sebanyak 32 orang mahasiswa pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Angkatan XVI pada tahun ajaran 2006-2007. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan.

(b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas besar. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian kecil dipraktekkan di kelas. Dari jumlah 32 jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka naik 60 % mereka dapat menyelesaikan tugas secara benar. 20 % menyiapkan tugasnya namun belum lengkap dan 40 % mahasiswa tidak menyiapkan tugasnya. Siklus ke II. (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. (4) terdapat beberapa keterbatasan informasi tentang latar belakang mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan maupun pertimbangan bagi dosen untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran. kemudian komponen komponen yang harus dimasukkan perencanaan pembelajaran. Siklus I. Hasil Penelitian Pada saat kondisi awal perkuliahan Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara terdapat beberapa gejala yang memperlihatkan sebagai berikut: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. 20 % menyelesaikan tugas tetapi belum sempurna. (c) dapat mempratekkan meode mengajar di kelas kecil secara langsung. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas kecil. 20 % diantara mereka terlambat mengumpulkan tugasnya. Hambatan yang dihadapi adalah bahwa mahasiswa belum tahu maksud tugas secara umum. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. Dari sebanyak 32 orang mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti 40% menyiapkan tugasnya secara benar. Hambatan yang diketahui adalah mahasiswa belum terampil . Hasil yang ditampakkan adalah mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar dengan tampilan. (c) dapat mempraktekkan metode mengajar di kelas besar secara langsung. Hasil yang ditampakkan mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil dengan tampilan. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan plihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas kecil. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas besar. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keempat dan kelima materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas maka terdapat beberapa perbedaan dari satu siklus kesiklus berikutnya. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keenam dan ketujuh materi strategi yang diusung adalah mengangkat kasus kelas kecil sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran.penelitian.

terkait dengan mata kuliah lain dimana mereka juga harus menyelesaikannya untuk saat yang sama. Dari jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 75 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian dipraktekkan di kelas. sementara 20 % dari mereka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. Pembahasan Dari identifikasi kondisi awal sistem perkuliahan selama ini untuk mata kuliah Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan sumber dan media yang dirancang. Hasil yang ditampakkan mahasiswa adalah. Hambatan yang dialami adalah mahasiswa memang masih belum menguasai sepenuhnya jenis. (b) dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan pilhan metode yang tepat untuk pembelajaran yang didasarkan pada sumber dan media yang tersedia. perkuliahan dilakukan pada pertemuan sebelas dan dua belas sementara itu materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode mengajar berdasarkan sumber dan media yang tersedia. Siklus IV. Hasil yang ditammpakkan mahasiswa adalah: (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk mensiasati sumber dan media tertentu dan terbatas. Siklus III. atau terlalu luasnya materi. (3) hambatan yang . Hambatan yang dialami mahasiswa adalah karena banyaknya tugas yang sedang dikerjakan. Dari jumlah mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 80 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. dan 5 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang diberikan. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk jenis materi tertentu.mendeskripsikan masalah yang terjadi selama ini di lingkungan kerjanya khususnya yang terkait dengan metode mengajar. perkuliahan dilakukan pada pertemuan kesembilan dan kesepuluh sementara materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan materi yang diajarkan. sementara 5 % dari mreka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. dan 15 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang dibeikan. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran pada materi tertentu. bentuk serta macam macam materi yang menjadi pertimbnagan dalam pemilihan metode.

Kemudian membaca buku teks untuk mendalami teori teori yang mendukung kesimpulan pilihan metode yang dikembangkan. sehingga bagian tertentu dari kasus yang unik justru tertinggal. kemudian mendeskripsikan dan mencari jalan keluarnya kesemuanya ditulis dan dipresentasekan atau didiskusikan dideapan kelas. Dengan demikian keterampilan dan keberanian mahasiswa muncul dengan sendirinya akibat dari metode kasus yang dikembangkan. pada saat yang sama mata kuliah perencanaan pembelajaran juga sedang diajarkan. Dari tindakan kelas yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan mengarah pada peningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menguasai hasil belajar Strategi Pembelajaran. kemudian karena belajar dari pengalaman. Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan dalam hal berikut: (1) penguasaan materi. untuk . koordinasi dan pengembangan yang sistematis dan tepat sasaran. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama beberapa waktu. diungkap dan direfleksikan serta dicari solusinya. Dengan cara seperti itu mahasiswa memiliki pengetahuan dan ingatan yang kuat. (3) keterampilan dan keberanian. 1) model pembelajaran dengan metode kasus untuk mata kuliah Strataegi Pembelajaran dapat dikembangkan dan berhasil secara efektif. salah satunya adalah masih ada sebagian mahasiswa merasa tabu atau pantang untuk mengungkap masalah yang ada di lingkungan sekolahnya sehingga sebagian mereka hanya mengangkat kasus fiktif atau cerita belaka. Hal ini sangat mendukung bagi upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dituntut dari mata kuliah strategi pembelajaran. Bahkan jalan keluar yang ditawarkan harus dapat didemonstrasikan di depan kelas. Apabila dilaksanakan dengan perencanaan. (2) Penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi mata kuliah Strategi Pembelajaran yakni. jumlah siswa serta ketersediaan sumbe dan media diminta dari mahasiswa untuk mengungkap apa yang mereka alami dari lingkungan kerja selama ini. pembelajaran dengan metode kasus membuat banyak tugas diawali dari kemampuan mahasiswa dalam melihat kasus yang ada di sekitar sekolahnya. kemudian apa pendapat dan pengalaman mereka merasa dihargai oleh orang lain. dan begitu juga sebaliknya. (2) singkronisasi antar materi mata kuliah. dengan tugas dimana mahasiswa harus dapat menuangkan pilihan metode dalam bentuk prencanaan pembelajaran maka mereka akan menggunakan keterampilan mata kuliah lain untuk menyelesaikan tugas. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. kelas kecil. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. Sementara itu hambatan pada dosen yang menerapkan adalah mengorganisasi waktu yang terbatas kadang tidak dapat menampilkan semua kasus yang dimunculkan oleh mahasiswa. (4) hambatan dalam pengembangan metode kasus tentunya juga banyak dihadapi.ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. pemilihan metode mengajar dengan pertimbangan kelas besar. diperoleh kesimpulan tentang perkuliahan mata kuliah Strategi Pembelajaran pada mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara.

IAIN Sumatera Utara. Big Media.Nyoman Sudana. Jogiyanto HM. 1999. Little Media. Boston: Harvard Publisher Heinich R. Wiryawan Sri Anitah dan Noorhadi. IAIN Sumatera Utara. Jonnasen. Boston: Harvard Publishing. Pedoman Penyelenggaraan Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Medan: FT. Kasihani. Case Method Teaching. 1980. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. Strategi Belajar Mengajar. ketekunan. 1992. Filosofi. . Degeng I. Beverly Hills. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPLPTK. 1989. D. 2006. dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa. Hand book of Research for Educational Communication and Technology. New York: Mac Millan. (3) beberapa hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. Instructional Media and Technologies for Learning. kecerdasan. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Pendekatan. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Yogyakarta: Andi. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah.jenis materi. 1996. 5th edition. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Sage. 2006. Hakikat pembelajaran yang efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Kasbolah ES. 1940. Action Research: Principles and practice. et al. 1996. et all. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. 1990. Jakarta: KaruniaUT. Schramm Wilbur. Becouse Wisdom Can`tbe Told. Gragg CI. 1981. keberanian mengungkap masalah. Daftar Pustaka Corey ER. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPGSD McNiff Jean.H.

maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. I. menetapkan.kesempatan dan mutu serta dapat memberikan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pemilihan. PENDAHULUAN perubahan prilaku dan Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. ide. nilai. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. penetapan. keterampilan. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Sehubungan dengan tugas ini. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. sementara siswa dibuat pasif. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. . Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Itulah sebabnya dalam belajar. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. cara berfikir. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Jadi. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1].

Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. (Bandung : Falah Production . Ngalim. membangkitkan motivasi belajar. 1989) Nasrun.. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. strategi pembelajaran.S. Oemar. TT) Hamalik. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. 1998.. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. 2009) Rianto. Jakarta : PT. John W. Gulo. Milan. penggunaan metode mengajar.2005) . dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching.Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. 2002) http://id. Wasty. 1990) Slameto. 2001) Purwanto. Manajemen Pembelajaran. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. Dede. Kurikulum dan Pembelajaran. Belajar dan Faktor . Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya.shvoong.11 Prayitno. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Imtima. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. 2004) Santrock. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Syafaruddin dan Irwan Nasution. 2008) Semiawan. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. E. Bumi Aksara. Media. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. 2004). Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. Sri Esti Wuryani. Soemanto. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. Hadari. 2007) cet. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Cony. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang.Tri wibowo B. 1995) W. Terj. Metode. 2003) Nawawi. • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. educational Psychology.com/social-sciences/education/2129621. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). 2007) Rosyada. pembelajaran efektif. 2002.

kelelahan. pengertian. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. harga diri. fasilitas (ruang. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar.” Dengan demikian. Allyn Bacon. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. (London . atau suatu pengertian. tetapi juga berbentuk kecakapan. minat. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. penyakit.• Joyce. watak. papan tulis. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. penyesuaian diri.1996) • • • II.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5].”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. kapur dan alat belajar). Models of Teaching. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. PEMBAHASAN A. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. usaha untuk menguasai.Bruce dan Marrsha Weil. material (buku. kedua. keterampilan. kelas audio visual). Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. • • • • • • • • • • . dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. sikap. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. 1. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru).

dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. Hal di atas berbeda dengan pengertian belajar: “suatu aktivitas mengatur dan mengorganisasi lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar”. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. dan gurulah yang memegang peranan utama. tetapi dimanfaatkannya segala faktor dalam lingkungan. sehingga terbentuk suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. Jadi yang aktif adalah siswa. Perbedaan itu ditunjukkan pada mengajar di sini adalah usaha dari pihak guru untuk mengatur lingkungan.1 Pengertian dan Ciri-ciri Pembelajaran Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. Dari pengalaman. Dalam membimbing tersebut guru tidak hanya menggunakan buku pelajaran semata.• • • Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Uraian di atas memberikan batasan-batasan yang benar tentang mengajar. alat peraga. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. tujuannya adalah penguasaan pengetahuan anak. berbekas. Dari pengertian tersebut mengajar mempunyai dua arti. dan Membimbing siswa. Artinya yang belajar adalah anak sendiri. dan sumber-sumber lain. sedangkan tugas guru adalah mengatur lingkungan dan membimbing aktivitas anak. sebab menekankan pada segi pengetahuan. Pengajaran serupa ini disebut intelektualitas. yang biasanya pelajaran bersifat teacher-centered. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. . dan menjadi milik siswa. Artinya yang belajar adalah anak itu sendiri dan berkat kegiatannya sendiri. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. anak memperoleh pengertian-pengertian. Dengan demikian maka mengajar haruslah mengatur lingkungan agar terjadi proses belajar mengajar dengan baik. Pengalaman adalah proses dan hasil interaksi anak dengan lingkungan. sedangkan guru hanya dapat membimbing anak. dan bukan sebaliknya. Dua arti belajar di atas menunjukkan bahwa pelajaran lebih bersifat pupil-centered. termasuk dirinya. Kebanyakan ilmu pengetahuan diambil dari buku pelajaran yang tidak dihubungkan dengan realitas dalam kehidupan sehari-hari. Mengajar berarti membimbing pengalaman anak. Jadi interaksi dengan lingkungan itulah yang dinamakan belajar. yaitu: Menyampaikan pengetahuan kepada siswa. sikap. yang menyatakan bahwa perubahan yang dimaksud dengan belajar adalah perubahan yang konstan. Mengajar yang berarti menanam pengetahuan. yaitu: Mengajar adalah membimbing aktivitas anak. maka dalam belajar siswa mengalami proses dan meningkatkan kemampuan mentalnya. keterampilan. dan guru berperan sebagai meneger of learning. baik kuantitas maupun kualitasnya. Hal ini membedakan dengan mengajar dalam arti menanamkan pengetahuan. Apabila dilihat dari arti belajar pada Bab I. lingkungan. Anak dianggap pasif. BAB II HAKIKAT PEMBELAJARAN 2.

Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: Tujuan. Bahan. Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan.1 Hubungan antar komponen Pembelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran. Lingkungan jauh lebih luas dibandingkan dengan buku dan kata-kata guru. dan berbuat sesuai dengan norma-norma lingkungan. Seluruh rangkaian penjelasan tentang mengajar di atas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan mengajar di sini adalah juga termasuk di dalamnya mendidik. . Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Seluruh lingkungan anak adalah sumber belajar. sehingga terjadi proses belajar. Adanya situasi yang subur. Hubungan komponen-komponen pembelajaran tersebut dapat digambarkan pada Gambar 2. Artinya mengajar adalah mengantarkan anak agar bakatnya berkembang.• • • • • • penghargaan. kebiasaan. Untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya komponen-komponen pendukung dengan tujuan supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik. kecakapan. dan lain sebagainya. Atau dapat dikatakan bahwa mengajar atau pembelajaran adalah aktivitas mengatur lingkungan. Penilaian. Jadi bukan saja mentransfer pengetahuan. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). Adanya metode dan media pembelajaran. Dengan upaya tersebut diharapkan anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. termasuk lingkungan sosialnya. merasa. Ia harus belajar berpikir. Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. Sedangkan tafsiran yang kurang tepat tentang mengajar antara lain: Mengajar adalah menyuruh anak untuk menghafal. untuk itu pelajaran hendaknya dihubungkan dengan kehidupan anak dalam lingkungannya.1 berikut ini: Tujuan Bahan Metode dan Media Penilaian Gambar 2. Adanya penilaian. Sedangkan membantu anak untuk supaya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat diupayakann dengan memberikan pelajaran yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. Mengajar berarti membantu anak berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. tetapi juga membimbing ke arah norma yang benar. yaitu: Adanya tujuan. Hal ini agar lebih sanggup mengatasi masalah-masalah dalam kehidupannya. Metode dan media pembelajaran.

dan (6) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar. dan intensitas belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan.2.1. supaya pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Pembelajaran secara individual. Kedudukan guru dalam pembelajaran individual adalah membantu dalam: Perencanaan kegiatan belajar. Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual adalah: Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri.• • 2. kecepatan. dan membantu siswa untuk melihat kemajuan. Pemberian bantuan dan bimbingan secara individual dapat dilakukan pada pembelajaran individual ataupun pembelajaran klasikal. (3) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan.1 Pembelajaran secara individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Kebebasan menggunakan waktu belajar. Siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. dan sumber. Tiga cara tersebut adalah: 1. membuat program sesuai dengan kemampuan siswa. Dalam pengorganisasian ini guru berperan sebagai pengatur dan memonitor semua kegiatan dengan cara: (1) memberi orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu. . Pembelajaran secara kelompok.2.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. (4) membagi perhatian pada sejumlah siswa. merencanakan pelaksanaan belajar. Penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. Dilakukan dengan cara antara lain: (1) membuat hubungan akrab dan peka terhadap kebutuhan siswa. dengan cara antara lain membantu menetapkan tujuan belajar. Dalam kegiatan ini guru berperanan sebagai penasihat atau pembimbing. ada 3 cara yang dapat dilakukan guru dalam mengelola siswa. 2.2 Jenis-jenis Pembelajaran 2. Tujuan pembelajaran individual adalah: Memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. menurut tugas dan kebutuhan siswa. (5) memberi balikan terhadap setiap siswa. sedangkan bantuan individual dalam pembelajaran klasikan dengan cara guru memberi bantuan individu secara umum. (4) membina suasana aman sehingga siswa bebas mengemukakan pendapat. (2) membuat variasi belajar supaya tidak menimbulkan kebosanan. Pengorganisasian kegiatan belajar. (3) tanggap dan memberi reaksi positip terhadap siswa. materi. (2) mendengarkan secara simpatik terhadap segala ungkapan jiwa siswa. Pembelajaran secara klasikal 2. Pembelajaran individual dalam pembelajaran individual dengan cara guru memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Contohnya misalnya siswa diminta untuk membaca dalam hati pada pokok bahasan tertentu. Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. Siswa dapat memiliki kesempatan untuk menyusun program belajar sendiri. Berdasarkan cara mengorganisasi siswa. 3. Jenis pembelajaran dapat ditentukan dari cara mengorganisasi siswa ataupun dari pendekatan pembelajarannya.

Pembelajaran ini dapat efektif bila: Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. (3) memberi penguatan belajar. Ada interaksi dan komunikasi antar anggota. Sedangkan tugas komplementer bearti masingmasing kelompok mempunyai tugas yang berbeda. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam pemecahan masalah. Tiap anggota mempunyai tanggung jawab terhadap kelompok. (2) menyedia media dan sumber belajar. Prosedur dan cara kerja dimengerti siswa. Penekanan pembelajaran ini pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok. Pertimbangan dalam pembentukan kelompok adalah: tujuan yang akan diperoleh siswa dalam kelompok.2. 2. Pada peran guru dalam pembelajaran kelompok adalah: Pembentukan kelompok.2 Pembelajaran secara kelompok Pembelajaran kelompok adalah pembelajaran dengan cara kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Kedudukan siswa dalam kelompok adalah: Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok. minat atau pusat perhatian siswa. Perencanaan tugas kelompok. (2) saat siswa berdiskusi tugas guru sebagai fasilitator. antara 3-8 orang. karena akan melelahkan guru. Memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung. Tidak semua bidang studi atau pokok bahasan sesuai diorganisasi dengan pembelajaran ini. Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan adalah untuk menentukan bentuk tugas. Kelemahan pembelajaran individual adalah: Bila jumlah siswa banyak maka pembelajaran ini kurang efisien. (5) memberi kesempatan siswa untuk memperbaiki diri. latar belakang pengalaman siswa. Cara yang dapat dilakukan antara lain: (1) membimbing siswa belajar. Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti siswa. Mengembangkan sikap sosial dan bergotong royong. Keberhasilan guru dalam evaluasi dimengerti oleh siswa. Mengembangkan kemampuan memimpin. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok. (3) pada akhir diskusi guru berperanan sebagai evaluator terhadap hasil .1. Tugas yang diberikan dalam kelompok ada dua macam. Tujuan pembelajaran kelompok adalah: Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. yaitu: (1) dengan paralel. (4) menjadi teman dalam mengevaluasi keberhasilan. dengan tujuan untuk mempermudah proses belajar. Kriteria keberhasilan dimengerti siswa. Tugas guru dalam tugas kelompok antara lain: (1) memberi informasi umum tentang pelaksanaan diskusi. (2) dengan komplementer.• Fasilitator yang mempermudah belajar. Pelaksanaan. Tugas kelompok paralel berarti semua kelompok mempunyai tugas yang sama.

Pengelolaan pembelajaran adalah kegiatan untuk melaksanakan desain instruksional. Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi.2. 2. Pemusatan perhatian pada bahan ajar. dan pengelolaan kelas.2. Hanya saja perlu digali bagaimana penerapan pendekatan konsep ini dapat digunakan semaksimal mungkin di dalam pembelajaran. dan lain sebaginya.45 orang. Hal ini disebabkan karena jenis bahan atau mungkin waktu yang tidak memungkinkan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses semua. yaitu pengelolaan pembelajaran. di mana sumber masalah tersebut antara lain dari kondisi tempat belajar ataupun dari siswa yang terlibat dalam pembelajaran.2. tetapi juga memperhatikan proses . sehingga siswa mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan.2. 2. Bagaimanapun pendekatan ini masih pula dibutuhkan dalam pembelajaran. papan tulis kotor. 2.• • • • diskusi. Keterampilan proses ini tidak saja mementingkan hasil. Karena guru harus menghadapi siswa dengan jumlah banyak. maka dalam pembelajaran klasikal diperlukan pelaksanaan dua kegiatan sekaligus. Pengorganisasian belajar sesuai kondisi siswa. sehingga kevalidannya dapat diandalkan. Sedangkan sumber dari siswa dapat secara individu ataupun kelompok. Penciptaan suasana senang dalam belajar.2 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuwan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah). kursi rusak. Mengikut sertakan siswa aktif belajar. Kelebihan pembelajaran ini adalah efisien dan murah.3 Pembelajaran secara klasikal Pembelajaran klasikal yaitu pembelajaran yang dilaksnakan secara klasikal atau diikuti siswa dalam jumlah berkisar antara 1.1 Pendekatan Konsep Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil.2. sehingga hasilnya kurang bermakna dan bertahan lama. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memberikan pembelajaraan individual dalam pembelajaran klasikal. Sedangkan kelemahannya adalah kurang dapat memperhatikan kebutuhan individual.1. sedangkan pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik. Melaksanakan tindakan-tindakan antara lain: Penciptaa tertib belajar di kelas. Contoh sumber masalah dari kondisi tempat belajar misalnya ruang kotor. Evaluasi hasil belajar kelompok. Sedangkan pengelolaan kelas biasanya dilakukan karena adanya masalah disaat pembelajaran.2.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 2. karena tidak mungkin semua pokok bahasan dapat digunakan pendekatan keterampilan proses. Tindakan pembelajaran kelas antara lain: Penyususunan desain instruksional.

Inqury atau penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi. misalnya merumuskan problem.5 Pendekatan Humanistik Suatu pendekatan yang berpusat pada siswa (Student centered).4 Pendekatan Discovery Discovery atau penemuan adalah proses mental yang dicirikan dengan siswa dapat mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu. merancang eksperimen.2. 2. Berikut akan dibicarakan pendekatan STM. Dari sini dapat dilihat bahwa inquiry ini selaras dengan teori belajar yang ditemukan oleh Brunner. sehingga siap disampaikan kepada siswa. Pendekatan Rekonstruksionalisme Suatu pendekatan yang menfokuskan pada masalah-masalah pendting yang dihadapi masyarakat. Perkembangan selanjutnya pendekatan keterampilan proses yang perlu di terapkan terutama dalam pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). membuat kesimpulan. Menurut Brunner discovery learning adalah merupakan belajar dengan menemukan sendiri menggunakan prinsip belajar induktif. Pengajaran telah diolah oleh guru. hukum atau dalil beserta bukti-bukti yang mendukung. dan kemampuan siswa. yaitu dari khusus ke yang umum. Sedangkan siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. dan menemukan sendiri konsep dan prinsip. dan pada akhirnya dapat membentuk manusia yang berkualitas. membuat kesimpulan.2. generalisasi.2. melaksanakan eksperimen.2. . menganalisis data. yaitu manusia yang kreatif.3 Pendekatan Expository Pada pendekatan expository guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori.• • • • mendapatkan hasil. dan mampu mengambil keputusan yang menjangkau masa depan.6. sehingga materi belajar mudah dikuasai oleh siswa. mengelompokkan. kebutuhan.2. 2. menjelaskan. yaitu: Rekonstruksionalisme Konservatif Pendekatan ini ditujukan kepada peningkatan mutu kehidupan individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat. dan sebaginya. Pendekatan ini dibagi menjadi dua. Prioritasnya adalah pengalaman belajar yang diarahkan terhadap tanggapan minat. Dengan mengetahui proses diharapkan dapat merangsang daya cipta untuk menemukan sesuatu. 2. Dengan melaksanakan pendekatan ketarmpila proses berarti siswa terlibat seccara aktif dalam kegiatan pengamatan. Hal ini dapat terlaksana apabila kesejahteraan mental dan emosional siswa dipandang sebagai sentral pendidikan. dan lain sebagainya. mengumpulkan data.2. Rekonstruksionalisme Radikal Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk menrombak tata sosial yang ada dan membangun struktur sosial baru.2. Pendekatan ini mengutamakan perkembangan afektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian integral dari proses belajar. Sumber munculnya discovery learning ini adalah teori belajar Piaget. Proses mental itu misalnya mengamati. mampu memecahkan persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan. Untuk itu pendekatan ini juga disebut pendekatan rekonstruksi sosisal.2. 2. yaitu anak harus berperan secara aktif di dalam kelas.

Penjabaran tersebut menjadi tujuan institusional.3. Karena merupakan pedoman umum tentu saja dalam pencapaiannya perlu dioperasionalkan lagi supaya terealisasi. Tujuan . yang memuat hanya satu pengertian. sehingga mudah diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Tingkat Pendidikan Mengah juga masih dapat dibedakan dari pendidikan kejuruan (SMK/Sekolah Menengah Kejuruan) dan pendidikan umum (SMU/Sekolah Menengah Umum). Tujuan Institusional. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. dapat dikerjakan. dan sekolah agama (di bawah naungan Departemen Agama). TIU menggunakan kata kerja yang bersifat umum. sedangkan tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan hasil perencanaan dan perumusan guru. sehingga sulit diukur keberhasilannya atau dievaluasi.• • 2. Pasal 4.3 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 2. Tujuan instruksional ini sebenarnya merupakan tujuan yang dijabarkan dari tujuan kurikuler. dan Madrasah Aliyah (MA) akan berbeda dengan Sekolah Menengah Umum (SMU). Citra tujuan pendidikan nasional adalah terbentuknya manusia pancasila yang utuh dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air melalui pembangunan nasional. Tujuan pendidikan nasional didasarkan pada falsafah negara atau way of life nya bangsa Indonesia. Tujuan institusional merupakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan. Secara lengkap hierarki tujuan pembelajaran itu adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Nasional. Tujuan instruksional ini dibedakan menjadi dua. misalnya mengenal. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II. Tujuan pendidikan nasional ini tercantum dalam Undang-Undang RI No. yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. yang berbunyi: Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. Dan tujuan pendidikan nasional tersebut akan terwujud dengan dijabarkannya ke dalam tujuan institusional. Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan berbeda dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan instruksional umum (TIU) telah tersedia di dalam kurikulum. Tujuan pembelajaran pada jangka panjang sebenarnya akan mencapai pada tujuan pendidikan nasional. Keluaran dari lembaga akan tercermin dari tujuan institusional lembaga pendidikan tersebut. Dengan demikian akan dapat segera dibedakan antara Sekolah Tingkat Dasar. kesehatan jasmani dan rohani. Begitu juga masih dapat dibedakan lagi antara sekolah umum (di bawah Departemen Pendidikan). dan Perguruan Tinggi. dimana merupakan penjabaran dari tujuan instruksional umum. memahami. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Misalnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan berbeda dengan Sekolah Dasar (SD). dan memuat lebih dari satu pengertian. mengerti.1 Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran yang biasanya disebut tujuan instruksional merupakan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai dilakukan. Sedangkan TIK menggunakan kata kerja yang bersifat operasional. Atau dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional merupakan pedoman umum bagi pelaksanaan pendidikan dalam jenis dan jenjang pendidikan. Jadi tujuan pendidikan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia baik formal maupun non formal mengarah pada tujuan pendidikan nasional tersebut. Sekolah Tingkat Menengah. yaitu Pancasila.

1 dapat dijelaskan sebagai berikut: Guru melakukan tugas pembelajaran. dan lain sebaginya. Selanjutnya akan dibahas lebih rinci di bagian lain pada bab ini juga. misalnya kecedasan. Gambar 2. motivasi. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. namun pelaksanaannya sangat sulit. Sedangkan faktor psikologis. yaitu damak pengajaran dan dampak pengiring.2 Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. afektif. Siswa memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepajang hayat. dan dampak pengiring. maka akan berhasil pula tujuan institusionalnya. Guru melakukan evaluasi untuk melihat hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Tujuan kurikuler ini akan dicapai melalui tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. Atau dapat disebut juga tujuan bidang studi. berpikir. Tujuan Kurikuler Tujuan kurikuler adalah tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh atau melalui tiap bidang studi. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila di dalam pembelajaran berhasil mencapai dua hasil yang diharapkan dari pembelajaran. Belum tentu pencapaian tujuan instruksional akan diikuti tercapainya tujuan kurikuler. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. perhatian. dan evaluasi. siswa melakukan kegiatan belajar. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). misalnya tujuan sejarah.3. yaitu ranah kognitif. penglihatan. Hasil belajar sebagai dampak pengajaran. dilakukan dengan pengorganisasian siswa. Tujuan Instruksional. yaitu terapan pengetahuan dan kemampuan di bidang lain. Secara teoritis memang penjabaran secara struktural tujuan di atas dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan instruksional adalah tujuan yang pencapaiannya dibebankan pada tiap pokok bahasan. dan ingatan. Hasil belajar dapat tercermin melalui dampak pengajaran dan dampak pengiring. dan Dampak pengiring. Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur (tujuan instruksional khusus). Ke tiga ranah tersebut harus tercermin dalam tujuan instruksional khusus (TIK) atau tujuan pembelajaran khusus (TPK). Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsik. Siswa memiliki kemampuan pra belajar. Rangkaian tujuan pembelajarn di atas mengandung harapan apabila rangkaian tujuan instruksional berhasil. psikomotorik. apabila dalam pembelajaran memperhatikan ketiga ranah tujuan pembelajaran.1. yang pada akhirnya akat tercapai tujuan pendidikan nasional. 2. dan seterusnya. biologi. Untuk memberi gambaran tentang dampak pengajaran dan dampak pengiring dapat dilihat pada Gambar 2. kimia. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. dan kondisi fisik. .• • • • institusional atau tujuan sekolah ini dapat tercapai dengan dijabarkannya tujuan ini ke tujuan kurikuler. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). pengolahan pesan.

anak bukanlah orang dewasa didalam bentuknya yang kecil. v Pendekatan Negativis atau negativisme. bahan ajar. 2. dengan demikian hakikat pendidikan ialah . selain itu manusia itu akan terus – menerus berkembang selama dia hidup. oleh sebab itu proses pendewasaan anak bertitik – tolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat – tingkat perkembangannya sendiri. 1. Pendekatan Fisiolofis Pendekatan fisolofis atau fisiolofisme mengenai pendidikan antara lain bertitik – tolak dari pertentangan mengenai hakikat manusia dan hakikat anak. Teori – teori atau pendekatan reduksionisme sangat banyak dikemukakan didalam khazanah ilmu pendidikan.• • • • Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. namun juga mempunyai berbagai kelemahan karena anak seakan – akan disolasikan dari kehidupan bersama didalam masyarakat. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. Dengan demikian pandangan bahwa pendidikan berakhir ketika manusia itu dewasa tidak relevan lagi di dalam dunia informasi dewasa ini dan pendidikan berlaku untuk seumur hidup. Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berbeda dengan hakikat orang dewasa. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Pedagogisme melahirkan child centered education yang cenderung bahwa anak hidup didalam suatu masyarakat tertentu dan mempunyai cita – cita hidup bersama yang tertentu pula. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionisme sebagai berikut : v Pendekatan Pedagogis atau Pedagogisme v Pendekatan Fisolofis atau Filosofisme. Pandangan pedagogisme ini memang mempunyai segi – segi yang positif yang sangat menghormati perkembangan anak. Anak mempuyai nilai – nilainya sendiri yang akan berkembang menuju kepada nilai – nilai seperti orang dewasa. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme Schopenhaur serta penganut – penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan – kemampuan yang dilahirkan dan tinggal dikembangkan saja atau apakah pandangan tersebut dari teori tabularasa atau empirisme John Locke yang mengatakan bahwa anak dilahirkan seperti kertas putih yang akan diisi oleh pendidikan. v Pendekatan Sosiologis atau Sosilogisme. media. v Pnedekatan Religius atau Religionisme. Pandangan ini sudah mulai ditinggalkan oleh karena ternyata manusia tidak pernah akan berhenti untuk memperoleh pendidikan. 3. Memang child centered education tersebut antara lain merupakan reaksi terhadap pendidikan yang tidak melihat hakikat anak sebagai makhluk manusia yang hidup didalam dunianya sendiri sehingga perlu memperoleh perlakuan – perlakuan khusus didalam proses mendewasakannya. metode. Pendekatan Pedagogisme Titik tolak dari teori ini ialah anak yang dibesarkan menjadi dewasa. Pendekatan Religius Pendekatan religius atau religionisme dianut oleh pemikir – pemikir yang melihet hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. dan evaluasi. v Pendekatan Psikologis atau Psikologisme.

Pandangan – pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi kedalam bidang ilmu pendidikan. Menurut beliau ada tiga teori yang sifatmya negatif yaitu : · Teori yang menyatakan bahwa tugas pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. dengan demikian tidak akan membawa peserta . · Proses pendidikan adalah melatih peserta – didik menjadi warga negara yang berguna.• • membawa peserta – didik menjadi manusia yang religius karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan peserta – didik itu harus dipersiapkan untuk hidup sesuai dengan harkatnya. pandangan ini tidak realistis oleh sebab seseorang didalam masyarakat akan menghadapi kenyataan hidup bermasyarakat yang penuh dengan hal – hal yang positif maupun yang negatif. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral. oleh sebab itu pendidikan agama manjadi yang sentral dalam proses pendidikan. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis atau psikologisme dalam pendidikan sangat kuat terutama pada tahap permulaan lahirnya ilmu pendidikan pada permulaan abad 20. · Ialah yang melihat pendidikan sebagai usaha mangembangkan kepribadian pesert – didik atau dengan kata lain membudayakan individu. Dengan demikian pandangan – pandangan pedagogisme serta psikologisme akan memperpuruk profesi pendidikan sebagai profesi yang tidak professional dan kurang bobot ilmiahnya. dengan sendiriny pendekatan tersebut lebih memperkuat lagi pandangan pedagogisme seperti yang telah dijelaskan. Pendekatan religius mengenai hakikat pendidikan menekankan kepada pendidikan untuk mempersiapkan peserta – didik bagi kehidupannya diakhirat. Pandangan – pandangan negatif tersebut memang membawa proses pendidikan kepada suatu proses yang defensif atau protektif. Hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan – akan ilmu pendidikan terbatas pada ilmu mengajar saja. Pandangan ini di anggap sebagai pandangan yang negatif oleh karena didalam mengembangkan kepribadian anak implisif melindungi dari hal – hal yang negatif yang menghalangi perkembangan kepribadiannya. Di pihak lain kehidupan modern bukan hanya menuntut manusia – manusia yang religius dan bermoral tetapi juga kehidupan yang menuntut penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memerangi kemiskinan dan kemunduran hidup. Pendidikan hendaknya berfungsi bukan hanya untuk kehidupan akhirat tetapi juga untuk meningkatkan mutu kehidupan duniawi yang aman dan adil. dan oleh sebab mengajar merupakan suatu tugas yang setua dengan manusia itu sendiri maka profesi pendidik mendapat penghargaan kurang dari profesi – profesi lainnya. didalam pertumbuhan itu perlu disingkirkan hal – hal yang dapat merusak atau yang sifatnya negatif terhadap pertumbuhan itu. Pendekatan Negativis Pendekatan negativis atau negativisme didalam urainan ini diambil dari pendapat filosof Bertrand Russel didalm bukunya yang terkenal Education and Social Order. jangan – jangan pendidikan yang sekuler telah ikut memicu berbagai pihak berbagai peperangan serta kemunduran moral manusia dewasa ini. 4. Proses pendidikan yang mempunyai citra religius ini dikenal dalam semua kebudayaan baik di Barat maupun di Timur. Psikologisme cenderung mereduksi ilmu pendidikan menjadi ilmu proses belajar dan mengajar. Pandangan ini berarti menghindarkan peserta – didik dari hal – hal yang mengakibatkan dia itu menjadi warga negara yang tidak berguna bagi masyarakatnya. 5.

Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta-didik menjadi dewasa tetapi akan terus-menerus berkembang selama terdapat interaksi antara manusia dengan lingkungan sesama manusia serta dengan lingkungan alamnya 2. Berdasarkan pengetahuan kita mengenai pendekatan reduksionisme terhadap hakikat khakikat pendidikan maka dapatlah dirumuskan suatu pengertian operasional mengenai hakikat pendidikan sebagai berikut : Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta – didik yang memasyarakat. Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan. titik – tolak dari pandangan ini prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu. Lembaga-lembaga pendidikan adalah prana sosial . Dengan kata lain manusia hanya eksis dalam masyarakatnya. Proses itu sendiri tidak terjadi di dalam vacuum atau ruang hampa tetapi sekurang-kurangnya terdapat unsur-unsur ibu.• • – didik kepada pengambilan keputusan untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab.2. membudaya. Kemampuan-kemampuan tersebut harus dikembangkan dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup atau dihidupkan dalam masyarakat. Tidak dapat kita bayangkan apabila interaksi manusia dilumpuhkan. Pendekatan Sosiologis Pandangan sosiologisme mengenai hakikat pendidikan terdapat versi yang bermacam – macam. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal. 3. Pandangan – pandangan tersebut tidak menampilkan hakikat pendidikan secara utuh tetapi sepihak berdasarkan sudut pandangan yang digunakan. nasional dan global. Proses pendidikan adalah proses mewujudkan eksistensi manusia yang memasyarakat. keinginan. Kemampuankemampuan tersebut berupa dorongan-dorongan. elan vital. Hal ini berarti eksistensi atau keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif.) Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai. pada prinsipnya pandangan ini meletakkan hakikat pendiddikan kepada keperluan hidup bersama dalam masyarakat. Rumusan operasional mengenai hakikat pendidikan tersebut diatas mempunyai komponen – komponen sebagai berikut : · Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan 1. Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme. peserta – didik dan keseluruhan perbuatan pendidikan termasuk lembaga – lembaga pendidikan telah menampilkan pandangan – pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mangenai hakikat pendidikan. Proses tersebut berimplikasikan bahwa di dalam peserta-didik terdapat kemampuan-kemampuan yang immanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat. b. Interaksi tersebut bukan hanya interaksi dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam dan dunia ide termasuk dengan Tuhannya.Tanggung jawab manusia yang ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan bukan hanya mempunyai dimensi lokal tetapi juga berdimensi nasional dan global. 6. orang tua 1 pendidik formal dan pendidik nonformal.Pendekatan Holistik Integratif Pendekatan – pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan. Eksistensi manusia yang memasyarakat. Oleh sebab itu proses pendidikan bukanlah suatu proses yang protektif tetapi yang memberikan kesempatan yang seluas – luasnya untuk belajar berdiri sendiri dan mengambil keputusan sendiri secara moral. yang ada pada manusia.

Hanyala manusialah makhluk yagn menyerajarah. Inti dari kehidupan bermasyarakat adalah nilai-nilai. Aspek historitas. p roses tersebut mempunyai aspek historistas. Alienasi proses pendidikan dari kebudayaan berarti menjauhkan pendidikan dari perwujudan nilai-nilai moral di dalam kehidupan manusia 6. Potensi-potensi yang beragam tersebut hanya dapat dikembangkan di dalam dan oleh masyarakat di mana seseorang menjadi anggotanya dan sekaligus mewujudkan suatu tata kehidupan tertentu dengan nilai-nilai tertentu yang pada dasarnya diarahkan kepada perwujudan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ciptaan ilahi. yang menyejarah. Dengan demikian pendekatan-pendekatan reduksionis yang hanya melihat manusia itu dari suatu segi tertentu tidak menggambarkan keseluruhan hakikat manusia dan hakikat pendidikan. Nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai yang hidup maupun karena inovasi nilai-nilai baru.masyarakat yang ditugaskan untuk melaksankaan proses pendidikan secara sistematis. Keseluruhan proses tersebut. Dengan demikian pendidikan tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari kebudayaan. Dengan kata lain. dikembangkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakatnya. dan proses pembudayaan adalah proses pendidikan. Mencari Konsep Manusia Indonesia Sebagaimana sulitnya kita menggambarkan mengenai bentuk rupa kebudayaan nasional Indonesia maka begitu pula sulitnya kita merumuskan konsep manusia Indonesia yanr jelas dan dapat disepakati oieh semua orang. Nilai-nilai tersebut (perlu dihayati. Manusia berpendidikan dan manusia berbudaya Manusia yang berpendidikan adalah sama artinya dengar. Karena proses pendidikan mengandalkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat maka dengan sendirinya proses pendidikan adalah penghayatan dan perwujudan nilai-nilai tersebut. Menggugurkan pendidikan dari proses pembudayaan merupakan alienasi dari hakikat manusia dan dengan demikian alienasi dari proses humanisasi. kekinian dan visi masa depan. 7. Di mana ada pendidikan di situ ada kebudayaan. Demikianlah pendekatan hakikat pendidikan yang holistik inregratif yang merupakan suatu pandangan pengembangan manusia seutuhnya. Proses pendidikan adalah proses pembudayaan. dilestarikan. Pengembangan manusia seutuhnya melihat manusia itu atau peserta-didik sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Penciptanya berbagai potensi. Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya. Itulah manusia yang berbudaya. proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang. tujuan atau visi pendidikan adalah kongruen dengan visi masyarakat di mana pendidikan itu berada. Rumusan ini benar karena lahir dari pengertian bahwa pendidikan adalah aspek dari kebudayaan. Oleh sebab itu manusia akan terus menerus berkembang selama keberadaannya di dunia . 4. Kesulitan tersebut disebabkan karena bukan saja masyarakat dan bangsa Indonesia yang bhinneka tetapi juga karena manusia itu sendiri bersifat multi dimensional. Dengan dimensi waktu. berarti bahwa kekuatan-kekuatan historis telah menumpukj dan berasimilasi di dalam suatu proses kebudayaan. berarti bawah suatu masyarakat telah berkembang di dalam proses waktu. Dengan demikian scoring yang lelah berkembang sesuai dengan kebudayaannya adalah juga seseorang yang telah memperoleh pendidikan yang bertujuan yang sama dengan perkembangan priadi di dalam kebudayaan di mana pendidikan itu berlangsung. manusia yang berbudaya. 5. adalah kebudayaan Di mana ada kebudayaan di situ ada pendidikan.

maka ada kebutuhan untuk melihat manusia itu sebagai keseluruhan. Pendekatan Keterampilan Proses 3. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. yaitu: 1 Adanya tujuan. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran.1. 3 Adanya metode dan media pembelajaran.1. 3 Metode dan media pembelajaran.• • ini.1.1. Seorang spesialis yang sempit tidak melihat keahliannya itu di dalam keselurhan pola kehidupan yang menyeluruh. 8. 4 Adanya penilaian. 3 Pembelajaran secara klasikal 3. 2 Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. Pendekatan Konsep 2. Maka lahirlah suatu tantangan yang ingin merumuskan pendidikan itu sebagai aktivitas untuk pembangunan manusia seutuhnya. Pendekatan Discovery 5. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 1. 6 Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. 2 Bahan.1 Kesimpulan Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. dan belum dilihat manusia saeabagai multi dimensional. Pendekatan Rekonstruksionalisme . Pengembangan Manusia Indonesia Seutuhnya Apabila kita melihat rumusan pakar-pakar tersebut di atas yang tentunya masing-masing dilihat dari dimensi tertentu.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. Konsep pengembangan manusia seutuhnya muncul untuk mengimbangi konsep pendidikan yang mengarah kepada spesialisasi yagn sempit. 4 Penilaian. 5 Adanya situasi yang subur. 2 Pembelajaran secara kelompok. Dalam pelaksanaan pembelajaran. Pendekatan Expository 4. 3.1 Jenis-jenis Pembelajaran 3. BAB III PENUTUP 3. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: 1 Tujuan. 7 Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). 1 Pembelajaran secara individual. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran.1.

Demikian pula sebaliknya. Latar Belakang Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak. perhatian.2 Unsur dinamis pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. misalnya kecedasan. perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. Efektif. 3. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. Dengan membaca dan mengikuti proses-proses Fasilitatoran yang telah dirancang dalam Unit ini. Kreatif. penglihatan. Oleh karena itu. Tujuan Instruksional. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif. dan bagaimana PAKEM tersebut. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula. berpikir. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Sedangkan faktor psikologis. motivasi. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. METODE/PENDEKATAN/MODEL PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) BAB I PENDAHULUAN A.1. 2. dan bagaimana PAKEM tersebut.1 Tujuan Pembelajaran 1. Faktor fisiologis misalnya pendengaran.2. media. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. Tujuan Kurikuler 4. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). dan ingatan.2. Tujuan Pendidikan Nasional. 3. Tujuan Institusional. Pendekatan Humanistik 3. mengapa. para peserta Fasilitatoran diharapkan dapat mengenal apa. dan pada .2 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 3. dan kondisi fisik. Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). bahan ajar. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya.6. serta prosedur atau langkah-langkah Fasilitatoran yang bisa dilakukan. metode. dan evaluasi.1.1. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Unit ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. mengapa.

Kreatif. dinamis dan dialogis 2. kemudian secara aktif dan kreatif. Efektif. menyenangkan. Sebaliknya. siswa belajar salah satu kecakapan hidup yaitu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. mengambil keputusan. AYAT (2) tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi : Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban : 1. Di bawah ini ada sejumlah isu penting tentang pelaksanaan PAKEM. Kecakapan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan. yang dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas PAKEM. 1. maka dengan mudah kita mengatakan kelas itu PAKEM. Jika dalam suatu kelas sedang berlangsung pembelajaran dan di sana siswa tetap duduk seperti orang menonton bioskop. Beberapa orang memandang bahwa Pembelajaran Aktif. mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Seharusnya menilai PAKEM tidaknya suatu pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat pengaturan tempat duduk siswa. guru harus memahami hakikat PAKEM dan menguasai berbagai strategi/model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM. memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Pelaksanaan PAKEM sebenarnya juga memberikan kesempatan pada guru untuk membelajarkan beberapa keterampilan hidup atau kecakapan hidup. dan Menyenangkan (PAKEM) sama dengan kerja kelompok. maka dengan mudah dan cepat dikatakan kelas itu tidak PAKEM. kreatif. Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif. inspiratif. duduk berdua dengan satu bangku.akhirnya diharapkan dapat menerapkan di kelasnya masing-masing. dan seperti apa kegiatan belajar yang dilakukan siswa. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan Menyenangkan). dan 3. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. ayat (1) dinyatakan bahwa: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Komite Sekolah. Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran PAKEM yang baik. menantang. Efektif. guru hendaknya mengubah paradigma mengenai mengajar siswa menjadi membelajarkan siswa. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa. . pasal 19. semua menghadap ke depan. 20 PASAL 40. Untuk dapat melaksanakan amanat perundang-undangan tersebut. jika di suatu kelas siswa sedang duduk berkelompok. Padahal bisa jadi mereka hanya duduk dalam kelompok dan tidak semua siswa bekerja. Usaha-usaha yang menawarkan sebuah pembaharuan. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Dengan belajar kelompok yang benar misalnya. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. dan memecahkan masalah. siswa bisa membangun kemampuan mencari dan mengolah informasi. menyenangkan. Kreatif. Di samping itu. dan orang tua siswa membantu dan mendukung keberhasilan PAKEM. Undang-undang RI No. Melalui bentuk-bentuk tugas yang menantang. tetapi harus diperhatikan pula intensitas keterlibatan siswa dalam belajar. Sementara itu dalam Peraturan Pemerintah No. profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. termasuk penerapan PAKEM di kelas. Penyajian PAKEM dalam pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MB S) dan Peran Serta Masyarakat (PSM) dilakukan dengan harapan agar sekolah.

Feedback may also be provided in the from of reinforcement. Kekuatan bagi pelajar dewasa yaitu khusus dalam istilah pernyataan seperti “Hebat. dan M: Menyenangkan. 5.2. but they should be provided feedback orinformation about their performance. Young children often respond favorably to froms of reinforcement such as an approving look from the instructor or even the opportunity to do some other activity. Kegiatan pembelajaran. You can enhance the learning process greatly by providing the student wih activities that are directly relevant to the objectives. Anda bisa meningkatkan proses pembelajaran dengan baik yaitu dengan memberikan siswa aktifitas yang teratur dan berkaitan dengan tujuan. menurut Walter Dick ad Lou Carey (1990 : 165) dapat dikemukakan sebagai berikut : One of the most powerful components in the learning process is that of practice with feedback. Siswa seharusnya diberi kesempatan untuk praktek supaya bisa melakukannya. 6. you are correct”. dilakukan siswa seringkali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar. kurang pintar. Guru merasa khawatir untuk melaksanakan PAKEM di kelas 6 dan 9. atau ditunjukan kopian dari jawaban yang benar atau contoh yang mereka pastikan bahwa jawabanya benar. feedback. kamu benar”. Kegiatan yang 4. tetapi juga diberikan informasi yang berlawanan tentang penampilannya. Salah satu komponen yang paling kuat dalam proses pembelajaran adalah praktik dengan timbal balik. Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk. BAB II HAKIKAT PAKEM PAKEM merupakan suatu singkatan dari P: Pembelajaran. Pembelajaran belum membelajarkan kecakapan hidup. Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam. dan sosial ekonomi tinggi/rendah. 4. is sometimes referred to as “knowledge of results”. Reinforcement for adult learners is ty pically in term of statements like “Great. pintar/ 5. Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaannya bersifat tertutup. Pengaruh timbal balik kadang-kadang ditunjukan sebagai “hasil pengetahuan” siswa diberitahu jawaban yang benar dan yang salah. or are shown a copy of the righ aswer or a example from which they mus infer whether their answer is correct. Student should be provided an opportunity to practice what you wan them o be able o do. K: Kreatif. Mereka seharusnya itdak hanya bisa praktek. Anak-anak muda sering merespon baik yaitu pemberian dari instruktur atau pada kesempatan untuk melakukan aktifitas yang lain) Menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil (2003 : 394) menyatakan : Another solution is to adapt the models to conform to the characteristics of the learners. 7. Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan. Student are told whethertheir answer is right or wrong. A: Aktif. We identify the reasons why a given learner has trouble relating to a particular learning environmet and then modulate the features of that environmet to make it easier for the learner to fit in. Not only should they be able to practice. E: Efektif. That is. 3. . Pengaruh timbal balik mungkin diberikan dalam bentuk yang kuat.

teacher interaction in an education setting”. tetapi tidak perlu di dalamnya termasuk aktifitas guru mengajar menghadapi siswa. Dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan selama ini. Pembelajaran adalah penerapan dari rencana kurikulum. Kita mengetahui alasan mengapa yang diberikan ke siswa mempunyai masalah yang berkaitan dengan keterangan lingkungan belajar. kemudian mengatur dari segi lingkungan itu supaya lebih mudah bagi siswa untuk semangat. diubah metodenya. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa”. Hal ini mungkin disebabkan guru masih dalam perjalanan menuju sekolah atau boleh jadi berhalangan hadir ke sekolah karena sakit atau karena ada kepentingan lain. involving teaching in the sence of student. Apalagi kalau terjadi dalam kurun waktu yang lama. menantang. atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. usually. PAKEM didasarkan pada alasanalasan sebagai berikut : 1. sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan belajar mengajar seringkali terhambat atau tidak berjalan karena guru sebagai fasilitator tidak berada di arena belajar. Dalam penggunaannya di lapangan. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. maupun secara koqnitif pembelajaran PAKEM harus dibudayakan oleh para praktisi pendidikan khususnya para guru dalam semua mata pelajaran di sekolah. Dalam PP no 19. pasal 19 ayat (1).20 tentang Sisdiknas. Dari tuntutan perundangan tersebut dengan jelas bahwa esensi pendidikan atau pembelajaran harus memperhatikan kebermaknaan bagi peserta didik yang dilakukan secara dialogis atau interaktif. dan dalam situasi yang sama. Atau bisa jadi sekolahan tersebut masih kekurangan tenaga guru. maka akan ada pihak yang dirugikan . Bila hal itu terjadi maka proses kegiatan belajar mengajar sedikit banyak akan mengalami hambatan. biasanya. artinya sedini mungkin siswa dilatih untuk mandiri di lingkungan sekolah/kelas dan di lingkungan keluarga. sehingga menjadi PAIKEM. di mana salah satu ayatnya berbunyi: ”Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Saylor dalam Mulyasa (2004 : 117) mengatakan bahwa “Instruction is this the implementation of curriculum plan. ada yang menambahkan dengan satu huruf I: inovatif. Pada dasarnya. dinamis dan dialogis dan PP No. ayat (1) dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. apakah kegiatan pembelajaran dihentikan.undang No. menyenangkan. Jadi. yang pada intinya pembelajaran berpusat pada siswa . Dalam rangka menuju suatu tujuan. yaitu siswa. but not necessarily. satu waktu. maka pembelajaran di sekolah idealnya harus mengarah kepada kemandirian siswa dalam belajar. psikomotor. menyenangkan. kreatif. dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar.Solusi yang lain adalah menyesuaikan model untuk menyesuaikan diri terhadap karakteristik pelajar. guru dan murid selalu berada dalam satu tempat. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. Tuntutan Perundangan-undangan Undang. pasal 40 . afektif. inspiratif. Baik secara psikologis.

apa yang dapat kalian lakukan untuk itu? 2.2002:1) Peserta didik dalam belajar tidak sekedar meniru dan membentuk bayangan dari apa yang diamati atau diajarkan Guru. jadi kemungkinan pengetahuan itu mengubah keyakinan kita atau merupakan informasi baru yang diabaikan karena merupakan sesuatu yang tidak relevan dengan ide awal. Sedangkan Paul Suparno (1997:61) mengemukakan bahwa menurut pandangan konstruktivis. dan pemahaman yang sudah ada dalam pikiran mereka. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. sampah plastik bekas bungkus jajanan menumpuk. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. Jika sesuai. 1999:2). gagasan. Asumsi dasar belajar: Siswa yang membangun konsep. Adaptasikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan siswa. Strukturkan pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. pengetahuan awal ini merupakan materi dasar untuk pengetahuan baru yang akan mereka kembangkan. Ketika kita menemukan sesuatu yang baru. dan lainlain). pengalaman fisis. sehingga siswa dapat meresponnya. tetapi secara aktif menyeleksi. Untuk memulai pembelajaran. jika Anda akan mengimplementasikan konstruktivisme dalam pembelajaran. contoh di sekolah kita. dan menguji kebenaran atas informasi yang diterimanya. ajukan permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sadarilah bahwa pendapat (perspektif) siswa merupakan jendela mereka untuk menalar (berpikir). Lakukan asesmen terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran. dialog. 4. 2. . Dalam prosesnya seorang siswa yang sedang belajar. Belajar dalam konteks PAKEM dimaknai sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan atau membangun makna. yaitu menjelaskan bagaimana manusia membangun pemahaman dan pengetahuannya mengenai dunia sekitarnya melalui pengenalan terhadap benda-benda di sekitarnya yang direfleksikannya melalui pengalamannya. Para pendukung konsktruktisme berpendapat bahwa pengertian yang dibangun setiap individu peserta didik dapat berbeda dari apa yang diajarkan Guru (Bodner. Proses membangun makna dilakukan secara terus menerus (sepanjang hayat). mereka datang ke dalam situasi belajar dengan pengetahuan.sebagai pebelajar dan pendidik sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar terjadi belajar pada peserta didik. menyaring. Mengajukan masalah yang relevan untuk siswa. (Brook and Brook . belajar merupakan proses aktif siswa dalam mengkonstruksi arti (teks. memberi arti. kita dapat merekonstruksinya dengan ide-ide awal dan pengalaman kita. Makna belajar tersebut didasari oleh pandangan konstruktivisme. kita harus memiliki keyakinan bahwa ketika peserta didik datang ke kelas. otaknya tidak kosong dengan pengetahuan. Untuk mengimplementasikan konstruktivisme di kelas. 3. Kontruktivisme merupakan suatu pandangan mengenai bagaimana seseorang belajar. 1987 dalam Nggandi Katu. akan terlibat dalam proses sosial. 5. Pengetahuan yang dikonstruksi peserta didik merupakan hasil interpretasi yang bersangkutan terhadap peristiwa atau informasi yang diterimanya.

Proses belajar yang bercirikan konstruktivisme menurut para konstruktivis sebagai berikut : 1. Guru hendaknya melibatkan proses aktif dalam pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya. A. 5. memecahkan masalah. Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih lanjut. mengetahui dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang datang dari luar. Peserta didik tidak dipandang sebagai suatu yang pasif melainkan individu yang memiliki tujuan serta dapat merespon situasi pembelajaran berdasarkan konsepsi awal yang dimilikinya. memperhatikan interaksi sosial dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas atau kelompok. Pilar-pilar PAKEM Menurut Durori (2002:xii) metode pakem dapat ditinjau dari 2 segi. melainkan melalui seleksi secara personal dan sosial. SOSBUD yang semakin cepat dan banyak perubahan. (c) sumber belajar semakin beragam. kerja sama.Memantau kegiatan belajar siswa . Banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan kita. perlunya PAKEM dilaksanakan dalam membelajarkan peserta didik dikarenakan berbagai tantangan yang akan dihadapi mereka saat ini. kemampuan melakukan relasi sosial. yaitu pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. menuntut perubahanperubahan dalam pembelajaran. Semua itu harus dibekali kepada siswa agar mampu bersaing dalam era globalisasi. Adalah : 1) Dari segi guru A = Aktif. 1. tujuan. 1997:61). 2. Di samping alasan-alasan mendasar sebagaimana yang dipaparkan di atas. Iklim pembelajaran tersebut menuntut guru untuk : 1. kemampuan untuk berpikir kritis. 1997:12). dan 3. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman peserta didik dengan dunia fisik dan lingkungannya. melainkan lebih dari itu. (Medriati Rosane . motivasi) yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang dipelajari (Paul Suparno. POLITIK. (b) laju teknologi komunikasi informasi yang tinggi. era otonomi. (d) tuntutan kemandirian. yaitu segi siswa dan segi guru. maka karakteristik iklim pembelajaran yang sesuai dengan konstruktivisme tersebut sebagai berikut. Tantangan kondisi saat ini di antaranya: (a) perkembangan IPTEK. 4. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta. 2. Dalam hal ini guru aktif dalam : . 3. melibatkan siswa dalam kegiatan aktif. dan era pasar terbuka. 3. Konstruksi arti sesuatu hal yang sedang dipelajari terjadi dalam proses yang terus menerus. Dengan adanya pandangan konstruktivisme. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui peserta didik (konsep. Belajar berarti membentuk makna. 2. 6. Situasi ketidakseimbangan adalah situasi yang baik untuk memacu belajar.

Hal ini siswa dituntut untuk kreatif dalam : 1) Merancang / membuat sesuatu 2) Menulis/ mengarang E = Efektif. yaitu siswa harus menguasai ketrampilan yang diperlukan. K = Kreatif.Mempertanyakan gagasan siswa K = Kreatif.Membantu alat bantu belajar sederhana E = Efektif. yaitu guru harus mampu mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini siswa aktif : 1) Bertanya 2) Mengemukakan gagasan 3) Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya. (b) Kreatif. Fungsi dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator. takut ditertawakan. Dalam hal pembelajaran membuat anak: 1) Berani mencoba 2) Berani bertanya 3) Berani mengemukakan pendapat/gagasan 4) Berani mempertanyakan gagasan orang lain Dalam dimensi proses belajar mengajar ini.Memberi umpan balik .Mengembangkan kegiatan yang beragam . dan (d) Menyenangkan. yaitu: (a) Aktif. kata kunci yang dapat dipegang guru adalah adanya kegiatan yang dirancang untuk dilakukan siswa baik kegiatan berpikir (minds-on) dan berbuat (hands-on). Perbedaan pembelajaran yang berpusat pada guru dan berpusat pada siswa Adalah Pembelajaran yang berpusat pada Guru • Guru sebagai pengajar • Penyampaian materi pelajaran dominan melalui ceramah . Sedangkan huruf ”P” merupakan pembelajaran yang didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik Dengan demikian pada waktu peserta didik belajar. 2) Dari segi siswa A = Aktif. pilar-pilar PAKEM berikut harus dirancang : 1. Kreatif. takut dianggap sepele. hal-hal yang akan dikaji meliputi : 1) Penyusunan program dan perangkat pembelajaran sebagai upaya persiapan pelaksanaan proses pembelajaran 2) Penyajian dan teknik model belajar mandiri dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif. Efektif dan Menyenangkan) 3) Perilaku siswa yang muncul dari kegiatan model belajar mandiri yang merupakan penilaian proses pembelajaran.. yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik (student centered ) daripada berpusat pada guru (teacher centered). Untuk mengaktifkan peserta didik. (c) Efektif.Memberi pertanyaan yang menantang . M = Menyenangkan. Hal ini guru dituntut untuk kreatif dalam : . Dalam PAKEM terdapat empat pilar utama. Pembelajaran aktif. Dalam hal ini guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membuat anak takut salah. M = Menyenangkan.

“bagaimana”. mental dan emosi dari siswa Strategi mengajar yang dapat mengembangkan kreativitas siswa akan menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut : • Mampu memotivasi diri • Berpikir kritis • Daya imaginasi tinggi (imaginative) • Berpikir orisinil/bukan kutipan dari Guru (original ) • Memiliki tujuan untuk ingin berprestasi • Menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri. • Mampu menciptakan Kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi.• Guru menentukan apa yang mau diajarkan dan bagaimana siswa mendapatkan informasi yang mereka pelajari Pembelajaran yang berpusat pada siswa • Guru sebagai fasilitator dan bukan penceramah • Fokus pembelajaran pada siswa bukan Guru • Siswa aktif belajar • Siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya sendiri tidak mengutip dari Guru • Pembelajaran bersifat interaktif Kegiatan guru pada strategi mengajar yang berpusat pada Guru • Membacakan • Menjelaskan • Memberikan instruksi • Memberikan informasi • Berceramah • Pengarahan tugas-tugas • Membimbing dalam tanya jawab • Kegiatan siswa pada strategi • mengajar yang berpusat pada siswa • Bermain peran • Menulis dengan kata-kata sendiri • Belajar kelompok • Memecahkan masalah • Diskusi/berdebat • Mempraktikkan keterampilan • Melakukan kegiatan penyelidikan Pengelolaan kelas diperlukan untuk membangkitkan minat belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa belajar. Berikut ini hal-hal lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi guru kreatif • Mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. ruang kelas dapat dibuat menarik dengan cara mengubah tata letak/formasi bangku • Memberikan waktu yang cukup untuk siswa berpikir dan menghasilkan karya • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas seperti : “mengapa”. “apa yang terjadi jika…” dan bukan pertanyaan “apa”. “kapan”. .

2) Visi dan tujuan ditanggung bersama dengan jelas. Sebelas faktor penting dalam pembelajaran yang efektif yaitu 1) Kepemimpinan profesional. Ciri-ciri suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di antaranya adalah sebagai berikut : Ciri suasana belajar yang menyenangkan • Rileks • Bebas dari tekanan • Aman • Menarik • Bangkitnya minat belajar • Adanya keterlibatan penuh • Perhatianpeserta didik tercurah • Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. 6) Positive reinforcement. Pembelajaran kreatif.2. asosiasi baru. 5) High expectations. 3) Sebuah lingkungan belajar yang kondusif. 10) A learning organisation. • pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak) • Bersemangat • Perasaan gembira • Konsentrasi tinggi . berdampak. Pembelajaran efektif Secara harfiah efektif memiliki makna manjur. Suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut. dan koneksi baru. Dalam penelitian mengenai otak dan pembelajaran mengungkapkan fakta yang mengejutkan. 8) Pupiil right and responsibiltes. 2) Shared vision and goals. jalur elektris baru. hurahura. 3) A Learning Environment. Dave Meier (2002:36) memberikan pengertian menyenangkan atau fun sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira. 4) Pembelajaran yang menyenangkan Menurut hasil penelitian. Karakteristik dari pembelajaran efektif di dalam sekolah yang efektif dinyatakan oleh Machbeath dan Mortimor. mujarab. yaitu apabila sesuatu dipelajari secara sungguh-sungguh (dimana perhatian yang tinggi dari seorang tercurah) maka struktur internal sistem syaraf kimiawi seseorang berubah. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung (seperti dicantumkan dalam tujuan pembelajaran. 4) Concentration on learning and teahing. 9) Purposeful teaching. Di dalam diri seseorang tercipta hal-hal baru seperti jaringan syaraf baru. 11) Home scoll prtnership. membawa pengaruh. Strategi mengajar untuk mengembangkan kreativitas siswa adalah : • Memberi kebebasan pada siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru • Bersikap respek dan menghargai ide-ide siswa • Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa • Penekanan pada proses bukan penilaian hasil akhir karya siswa 3. memiliki akibat dan membawa hasil. 7) Monitoring progress. konsentrasi yang tinggi terbukti meningkatkan hasil belajar. yaitu pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaat sumber belajar yang ada. kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. ( 2000:7) ada 11 ( sebelas ) faktor yang penting yaitu : 1) Profesional Leardersip.

• Siswa tidak malu terlibat aktif dalam kegiatan • Tata letak /formasi kelas diubah dan disesuaikan dengan kegiatan. • Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok • Guru menerapkan berbagai strategi/model pembelajaran • Guru memotivasi siswa melalui kegiatan yang menantang kemampuan siswa untuk berpikir kreatif. Secara garis besar. mempertanyakan. kritis dan mampu memecahkan masalah• Guru menggunakan berbagai macam strategi mengajar termasuk pembelajaan yang lebih interaktif dalam kelompok serta lebih banyak praktik • Kelas dibuat semenarik mungkin • secara fisik dan mental aktif ditandai dengan tercurahnya konsentrasi yang tinggi • siswa berani mengemukakan gagasan • Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Kriteria Pakem . kreatif. Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. Di dalam PAKEM. • Hasil karya siswa dipajang di kelas • Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat belajar. menyediakan pojok untuk membaca (pojok baca). maka dapat disimpulkan bahwa PAKEM adalah proses pembelajaran dimana Guru harus menciptakan suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. laboratorium) • Guru mengatur lingkungan kelas dengan cara memajang buku-buku dan bahan belajar yang menarik. kritis serta mencurahkan perhatian /konsentrasinya secara penuh dalam belajar serta suasana pembelajaran yang menimbulkan kenyamanan bagi siswa untuk belajar. mengemukakan gagasan.Ciri suasana belajar yang tidak menyenangkan • Tertekan • Perasaan terancam • Perasaan menakutkan • merasa tidak berdaya • tidak bersemangat • malas/tidak berminat • jenuh/bosan • suasana pembelajaran monoton • pembelajaran tidak menarik iswa Berdasarkan uraian materi yang telah dipaparkan di atas. • Siswa giat dan dinamis mengikuti pembelajaran Lingkungan (kelas indoor/outdoor. PAKEM sebagai berikut : Guru • Guru sebagai fasilitator Siswa • Siswa lebih mendominasi dan mewarnai pembelajaran • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning by doing).

Mengenal anak secara perorangan (karakter siswa). pengalaman. dapat berupa: • Siswa menguasai konsep • Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana • Siswa menghasilkan produk tertentu • Siswa termotivasi untuk giat belajar Kriteria Kreatif • Berpikir kritis • Memecahkan masalah secara konstruktif • Ide/gagasan yang berbeda • Berpikir konvergen (pemencahan masalah yang “benar” atau “terbaik” • Berpikir divergen (beragam alternatif pemecahan masalah) • Fleksibilitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang) • Berpikir terbuka Kriteria Menyenangkan Pembelajaran berlangsung secara: • Interaktif • Dinamik • Menarik • Mengembirakan • Atraktif • Menimbulkan inspirasi B.Secara garis besar kriteria PAKEM dapat dirangkum sebagai berikut : Kriteria Aktif Siswa melakukan sesuatu dan memikirkan apa yang mereka lakukan seperti : • Menulis • Berdiskusi • Berdebat • Memecahkan masalah • Mengajukan pertanyaan • Menjawab pertanyaan • Menjelaskan • Menganalisis • Mensintesa • Mengevaluasi • Kriteria Efektif Ketercapaian target hasil belajar. keinginan untuk belajar c. harapan. Guru sebaiknya mengenal perbedaan kemampuan. 1. yaitu sebagai berikut. Memahami sikap yang dimiliki siswa. Hal-hal harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAKEM Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada waktu Guru akan melaksanakan PAKEM. misalnya : a. sikap terhadap . daya imaginasi yang tinggi 2. rasa ingin tahu yang besar b.

Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. kreatif. Contoh Kegiatan PBM dan Kemampuan Guru yang Bersesuaian dengan Kriteria PAKEM Komponen Pembelajaran Guru merancang dan mengelola PBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran PAKEM Guru melaksanakan PBM dengan merancang kegiatan untuk siswa yang beragam. model. dan kemampuan memecahkan masalah. 8. puisi. mempertanyakan gagasan orang lain. Syarat berkembangnya aktifitas mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut ditertawakan. mencatat. berhipotesis. Berbekal pengetahuan tersebut. Umpan balik yang diberikan hendaknya mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar serta catatan yang bermakna untuk pengembangan siswa daripada sekedar pemberian angka/nilai. Umpan balik diungkapkan secara santun dengan maksud agar siswa lebih percaya diri. tidak takut disepelekan atau tidak takut dimarahi jika salah. “apa yang terjadi jika… (tipe open question) 5. dan membuat diagram. 6. Siswa yang aktif secara mental memiliki indikator : sering bertanya.sekolah dan latar belakang ekonomi dan sosial dari setiap siswa. misalnya : • Melakukan percobaan • Diskusi kelompok . siswa perlu diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas secara individu agar bakat individunya berkembang. sosial dan budaya dapat berperan sebagai sumber belajar sekaligus objek belajar. membuat tulisan. 7. Hasil pekerjaan siswa di pajang di kelas. mengungkapkan gagasan. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Siswa yang aktif secara fisik memiliki indikator : terlihat sibuk bekerja dan bergerak. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar. “bagaimana”. karangan dan lain sebagainya. merumuskan pertanyaan. c. Lingkungan fisik. Pajangan dapat berupa: gambar. Secara alami sebagai makhluk sosial siswa bermain secara berkelompok sehingga mereka dapat mengerjakan tugas belajar berpasangan/berkelompok. b. Siswa dapat diberi kegiatan untuk melakukan pengamatan (dengan seluruh indera-nya). Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “mengapa”. C. Guru memberikan tugas-tugas praktik b. mengklasifikasi. 4. a. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan objek belajar. diagram. Meski demikian. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar a. guru dapat membantu siswa apabila mendapat kesulitan sehingga anak belajar secara optimal 3. Guru hendaknya menghilangkan rasa takut itu. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. peta.

mencari rumus sendiri • Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri • Melakukan wawancara • Membuat produk Siswa melakukan: • Diskusi • Mengajukan pertanyaan terbuka • Mengajukan saran/ide • Membuat karangan bebas/karya lain • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut • Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegitan sehari-hari Kegiatan guru: • Guru memantau proses belajar/kerja siswa • Guru memberikan umpan balik • Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri • secara lisan atau tulisan • Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Guru mengaitkan PBM dengan pengalaman siswa sehari-hari Guru menilai PBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. guru selain harus hakikat PAKEM. • mengelompokkan. misalnya : • Alat pabrikan atau alat yang dibuat sendiri • Gambar/film/foto • Kasus/ceritera • Nara sumber • Lingkungan sekitar • Siswa Melakukan percobaan: • menggunakan alat. BAB III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI PAKEM Untuk melaksanakan PAKEM. Guru menggunakan berbagai media/sumber belajar.• Memecahkan masalah • Mencari informasi di perpustakaan • Menulis laporan/cerita/puisi • Mengamati objek di luar kelas • Berkunjung ke luar Sesuai dengan mata pelajaran. • mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri • Menarik kesimpulan • Memecahkan masalah. • mengamati. prinsip-prinsip .

A. d. Pemrosesan Informasi Pembelajaran Berpikir Induktif Tokoh: Hilda Taba Misi/tujuan/manfaat: Ditujukan secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan pada dalam kegiatan. Irving Sigel. maupun keterampilan sosial. dan menggunakan simbol-simbol. Perkembangankognitif Tokoh: Jean Piaget. Penggolongan dan Jenis-Jenis Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1980. menyusun konsep. Good-now.1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan modelmodel pembelajaran ke dalam empat rumpun. dan contoh penerapan model pembelajaran dalam RPP. Pembentukan konsep Tokoh: Jerome Bruner. yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan. model ini ditujukan dalam untuk pembentukan akademik kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan kegiatan meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. meskipun dapat khususnya . ini berpikir/pengembangan umumnya. mengenali masalah. karakteristik model pembelajaran. b. dan Austin Tujuan: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan baik model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan keterampilan psikomotor. Lawrence dan Kohlberg Misi/tujuan/manfaat: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan intelektual berpikir pada logis. mengorganisasi data. pengertian. keterampilan berpikir . Model ini akademik memiliki meskipun diperlukan juga untuk kehidupan umumnya. memecahkan masalah. Latihan inkuari Tokoh: Richard Suchman Misi/tujuan/manfaat : Sama dengan model berpikir induktif. dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis. Rumpun model-model Pemrosesan Informasi Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi. Jenis model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini adalah : a. Pemilihan model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan target hasil belajar yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.pembelajaran konstruktivisme. juga harus menguasai berbagai model pembelajaran. dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. Edmun Sullivan. Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran : 1. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah. c. Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum. Dalam bab ini akan dipaparkan garis besar penggolongan model pembelajaran. peserta didik dilatih mempelajari konsep secara efektif. Keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir.

1996: Models of Teaching) 2. Marsha Weil. Model. 1980 dan Bruce Joyce. Sistem Konseptual David Hunt Misi/Tujuan: Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas. (Sumberi Bruce Joyce dan Marha Weil.demikian pada kemampuan diterapkan kehidupan sosial dan pengembangan moral. ) 3. Delaney Tujuan: Strategi belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. Rumpun model-model Pribadi/individual Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. dan media lainnya) dan menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada. e. Mnemonics Tokoh: Pressley. 1980.model ini memfokuskan pada proses di mana realitas adalah negosiasi sosial. Model-model pembelajaran dalam kelompok ini memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain untuk meningkatkan proses . (Sumber: Bruce Joyce dan Marsha Weil. b. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri. f. Models of Teaching. Rumpun model-model Interaksi Sosial Model-model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun Sosial ini menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain. c. Model Pembelajaran AdvAdvance organizer anc Tokoh David Ausubel Misi/tujuan/manfaat: Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi beragam (ceramah. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Model Pengajaran NonDirektif Tokoh: Carl Rogers Misi/Tujuan: Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. membaca. Latihan Kesadaran Tokoh: Fritz Perls. William Schutz Misi/Tujuan: Pembentukan kemampuan menjajagi dan menyadari pemahaman diri sendiri. Levin. yang memandang manusia sebagai pembuat makna. Sinektik William Gordon Misi/Tujuan: Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif. 1992. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita. e. Pertemuan kelas William Glasser Misi/Tujuan: Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya. dan Beverly Showers. d. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik. a.

Inkuari Sosial Tokoh: Byron Massialas. teori belajar sosial. Didisain utama untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berpikir Jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia). Istilah pembelajaran sama dengan proses belajar mengajar. yaitu guru dan peserta didik yang saling berinteraksi. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun Interaksi Sosial Model: Kerja kelompok. 1980. Tokoh-tokoh teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind) diri sebagai pribadi dan materi keakademisan. (Sumber: Bruce Joyce dan Marha Weil. Dalam konteks pembelajaran terdapat dua komponen penting. Role playing (Bermain peran) Tokoh: Fannie Shaftel. pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang . Maine Donald Oliver. Dengan demikian.proses sosial tersebut. Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini. Rumpun Model-model Perilaku Semua model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku. John Dewey Misi/tujuan: Mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah. Pengertian Model Pembelajaran 1. (investigati-on group) Tokoh: Herbert Thelen. Model. Jurispru-dential Training kelompok kesadaran. dan fleksibilitas pribadi. James P. utamanya melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis. teori belajar. George Shafted Tujuan: Didisain untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu Simulasi Sosial Tokoh: Sarene Boocock.demokratis dan untuk belajar dalam masyarakat secara produktif.model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. juga untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan keputusan. Harold Guetzkow Tujuan: Didisain untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses. modifikasi perilaku.Shaver Misi/tujuan: Pengembangan dan kerja keterampilan untuk interpersonal mencapai. B. Benjamin Cox Misi/tujuan: Pemecahan masalah sosial. atau perilaku terapi. Jurispru-dential Tokoh: National Laboratory Bethel. Models of Teaching) 4.

Cara-cara pelaksanaannya Semua model pembelajaran menyebutkan mekanisme yang menunjukkan reaksi peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan. Karakteristik Model Pembelajaran Rangke L Tobing. Prosedur Ilmiah Suatu model pembelajaran harus memiliki suatu prosedur yang sistematik untuk mengubah tingkah laku peserta didik atau memiliki sintaks yang merupakan urutan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru-peserta didik. perlengkapan belajar. cara berpikir. 2. Model pembelajaran Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Spesifikasi hasil belajar yang direncanakan Suatu model pembelajaran menyebutkan hasil-hasil belajar secara rinci mengenai penampilan peserta didik.memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik. Secara implisit di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat karakteristik lainnya dari sebuah model dan rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lainnya. kursus-kursus. Kriteria penampilan Suatu model pembelajaran merujuk pada kriteria penerimaaan penampilan yang diharapkan dari para peserta didik. 1. dan bantuan belajar melalui program komputer. Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu pebelajar (peserta didik) memperoleh informasi. nilai-nilai. buku-buku pelajaran. Di dalam pola pembelajaran yang dimaksud terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-peserta didik yang dikenal dengan istilah sintaks. ide. Secara luas. 5. Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum. Model pembelajaran merencanakan tingkah laku yang diharapkan dari peserta didik yang dapat didemonstrasikannya setelah langkah-langkah mengajar tertentu. C. 3. dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. keterampilan. rancangan unit pembelajaran. Merujuk pada dua pendapat di atas. Spesifikasi lingkungan belajar Suatu model pembelajaran menyebutkan secara tegas kondisi lingkungan dimana respon peserta didik diobservasi. dan belajar bagaimana cara belajar. dkk (1990:5) mengidentifikasi lima karakterististik suatu model pembelajaran yang baik. program multimedia. yang meliputi berikut ini. . Bruce dan Weil (1980 dan 1992: 135-136) mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran ke dalam aspek-aspek berikut. 4. 2. dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru-peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada peserta didik. penulis memaknai model pembelajaran dalam modul ini sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu.

Sebagai contoh. demikian pula pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat bervariasi. Prinsip reaksi Prinsip reaksi menunjukkan kepada guru bagaimana cara menghargai atau menilai peserta didik dan bagaimana menanggapi apa yang dilakukan oleh peserta didik. misalnya melalui lembar kerja peserta didik. Dalam beberapa model pembelajaran.. Sistem pendukung menggambarkan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan model pembelajaran. juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan minimal yang harus ada dalam proses pembelajaran sesuai dengan pesan standar proses (Permendiknas RI no 41. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Dampak pembelajaran langsung merupakan hasil belajar yang dicapai dengan cara mengarahkan para peserta didik pada tujuan yang diharapkan sedangkan dampak iringan adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh peserta didik. misalnya bagaimana memulai pelajaran. guru memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan peserta didik atau mengambil sikap netral. 5. Sintaks Suatu model pembelajaran memiliki sintaks atau urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar yang diistilahkan dengan fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut bekerja dalam praktiknya. buku teks.1. tentang Standar Proses). Metode pembelajaran yang dapat digunakan guru juga bervariasi. D. internet. 4. Peran kepemimpinan guru bervariasi dalam satu model ke model pembelajaran lainnya. selain berorientasi pada pilar-pilar PAKEM. kesiapan guru. bagaimana memfasilitasi peserta didik dalam menggunakan sumber belajar. atau pendekatan kontekstual. 2. dalam suatu situasi belajar. eksperimen dan penugasan. serta kesiapan peserta didik. guru bertindak sebagai pusat kegiatan dan sumber belajar (hal ini berlaku pada model yang terstruktur tinggi). Kegiatan eksplorasi dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas mengenai materi yang sedang dipelajari dari berbagai sumber belajar baik yang ada di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. yaitu metode diskusi. praktikum. 3. Kegiatan elaborasi dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan arti pada informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan (informasi yang sudah dimiliki). majalah). atau musium. Setiap model memberikan peran yang berbeda pada guru dan peserta didik. yaitu eksplorasi. Kegiatan yang dapat dirancang misalnya . dan konfirmasi. pendekatan proses. Kemampuan peserta didik dalam mengelaborasi dapat berupa menguraikan materi yang sedang dipelajari lebih rinci dan lebih lengkap. misalnya pendekatan lingkungan. Penerapan Model Pembelajaran dalam RPP Pembelajaran yang dirancang. media masa (koran. misalnya alat dan bahan. namun dalam model pembelajaran yang terstruktur sedang peran guru dan peserta didik seimbang. Sistem sosial Sistem sosial menggambarkan bentuk kerja sama antara guru-peserta didik dalam pembelajaran atau peran-peran guru dan peserta didik dan hubungannya satu sama lain serta jenis-jenis aturan yang harus diterapkan. tahun 2007. elaborasi. termasuk sarana dan prasarana.

Menemukan terjadinya masalah. Model pembelajaran latihan inkuari dikemukakan oleh Richard Suchman. merumuskan hipotesis dan mengujinya. bukanlah sebagai nama dari urutan atau tahapan atau sintaks model pembelajaran. Kegiatan konfirmasi juga dapat digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam merefleksikan hasil belajarnya dari berbagai sumber belajar. Tujuan umum dari model latihan inkuari adalah membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual dan keterampilan-keterampilan lainnya. aturan-aturan atau penjelasan Fase 5 : Mengalisis proses inkuari . Kegiatan konfirmasi juga dapat berfungsi sebagai pemberian umpan balik dan kesempatan untuk memberikan penguatan baik dalam bentuk lisan.melalui kegiatan membaca berbagai sumber menganalisis bacaan. elaborasi. Sintaks Model pembelajaran latihan inkuari ini memiliki lima fase sebagai sintaks pembelajarannya. laporan lisan. Adapun kelima fase tersebut adalah sebagai berikut. isyarat. memproses data secara logis. atau eksplanasi (penjelasan) yang diberikan peserta didik. elaborasi. Fase 3: Pengumpulan data dalam eksperimen Mengenali variabel-variabel yang relevan. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dan sintaksnya memuat kegiatan eksplorasi. Guru dalam upaya menerapkan PAKEM dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep yang akan dipelajari dan sesuai dengan tuntutan konstruktivisme. Kegiatan eksplorasi. diskusi kelompok . elaborasi. dan konfirmasi yang dipaparkan di atas. Fase 1 : Berhadapan dengan masalah Guru menjelaskan prosedur inkuari dan menyajikan peristiwa yang membingungkan. kemudian peserta didik melakukan kegiatan. dan lain-lain. Merumuskan penjelasan Merumuskan penjelasan. Model Pembelajaran Latihan Inkuari Latihan inkuari berasal dari suatu keyakinan bahwa peserta didik memiliki kebebasan dalam belajar. penyelesaian masalah. Fase 2: Pengumpulan data untuk verifikasi Menemukan sifat obyek dan kondisi. Penulis lebih memaknai ketiga kegiatan tersebut sebagai kegiatan-kegiatan kunci dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sebagai upaya menerapkan konstruktivisme. penyusunan laporan. 1. Kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa tanya jawab. yaitu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bereksplorasi dan memberikan arah yang spesifik sehingga area-area baru dapat tereksplorasi dengan lebih baik. Model pembelajaran ini menuntut partisipasi aktif peserta didik dalam inkuari (penyelidikan) ilmiah. dan konfirmasi. sampai akhirnya peserta didik mengembangkan strategi pengembangan intelektual yang dapat digunakan untuk menemukan mengapa suatu fenomena bisa terjadi. seminar. Peserta didik memiliki keingintahuan dan ingin berkembang. seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan (mencari) jawaban yang berawal dari keingintahuan mereka. dan lain-lain. mencari jawaban. Kegiatan konfirmasi dapat dimaknai sebagai kegiatan guru untuk meminta penegasan atau pembenaran dari hasil eksplorasi. Latihan inkuari menekankan pada sifat-sifat peserta didik ini. ia menginginkan peserta didik untuk bertanya mengapa suatu peristiwa terjadi. tulisan. pameran produk. Karakteristik Model Pembelajaran Latihan Inkuari a.

model ini memiliki dampak pengajaran langsung dan iringan sebagai berikut. e. d. Anton E. Guru dan peserta didik berpartisipasi setara selama menyangkut adanya gagasan-gagasan. Dari lima fase di atas. Lawson. tugas Guru menjaga agar inkuari tetap terarah pada proses penyelidikan itu sendiri. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Di dalam penggunaannya. Ketika peserta didik belajar prinsip. antara lain seperti berikut ini. Apabila Guru ditanya oleh peserta didik yang tidak bisa dijawab “ya” atau “tidak”. struktur dapat meluas hingga mencakup penggunaan sumber belajar. fase 2 dan 3 merupakan kegiatan eksplorasi peserta didik. Guru harus mendorong peserta didik berinkuari sebanyak-banyaknya.Menganalisis strategi inkuari dan mengembangkannya menjadi lebih efektif. dan diskusi dengan Guru. dan pada fase 5. c. Model Pembelajaran Siklus Belajar Model siklus belajar merupakan satu model pembelajaran yang dapat digunakan sebagai kerangka umum untuk melaksanakan kegiatan kontruktivis. Pada fase terakhir. Prinsip reaksi Reaksi yang paling penting yang harus diberikan Guru adalah pada fase kedua dan ketiga. Model latihan Inkuari: • Keterampilan proses IPA • Strtegi untuk penyelidikan kreatif • Semangat untuk berkreativitas • Kebebasan atau otonomi dalam belajar • Toleran terhadap pendapat yang berbeda • Menyadari bahwa pengetahuan itu • bersifat sementara 2. Guru harus memahami betul proses intelektual . guru dapat melakukan konfirmasi. dan sumber-sumber belajar yang ada dalam sebuah masalah. Sistem Pendukung Pendukung yang paling optimal terhadap keterlaksanaan model latihan inkuari adalah adanya bahan-bahan yang akan digunakan pada saat Guru menghadapkan peserta didik dengan masalah. tetapi bukan melakukan inkuari sendiri untuk keperluan mereka. fase 4 adalah kegiatan elaborasi. b. melakukan percobaan. Guru harus meminta peserta didik menata ulang pertanyaan yang akan diajukannya agar dapat dijawab oleh Guru “ya” atau “tidak” untuk menjaring mereka mengumpulkan data pada masalah yang akan diselesaikan. strategi inkuari. Pada fase kedua. merancang pembelajaran (1995: 153) mengemukakan bahwa dalam . Ada berbagai macam jenis model siklus belajar. Sistem sosial Sistem sosial dalam model latihan inkuari diharapkan bersifat kooperatif. Meskipun model ini dapat sangat terstruktur dengan sistem sosial yang dikendalikan Guru. dialog dengan peserta didik lain. lingkungan intelektual terbuka bagi seluruh gagasan yang relevan. Guru harus membantu peserta didik melakukan inkuari.prinsip inkuari.

fase Pengenalan Istilah (Term introduction). Peserta didik harus menggali fenomena baru yang didasarkan pada keyakinan yang telah dimiliki peserta didik (konsep-konsep dan sistem konseptual). maka ada 3 fase yang harus diperhatikan yang oleh Karlplus dan Thier (1967) dinamai fase Eksplorasi (Exploration). Pada akhirnya analisis tersebut dapat memunculkan pembahasan-pembahasan untuk menguji ide-ide alternatif melalui prediksi-prediksi. c. guru memberikan kesempatan dan pengalaman baru kepada peserta didik yang dapat menimbulkan konflik-konflik berpikir serta menimbulkan pertentangan dan analisis terhadap ide dan pemikiran mereka sendiri. f. Pada fase ini peserta didik belajar melalui tindakantindakan dan reaksi-reaksi yang telah mereka miliki terhadap situasi baru. baik yang diajukan oleh peserta didik maupun sebagai hasil intervensi yang dilakukan Guru. Di samping langkah-langkah di atas. atau didasarkan pada prosedur maupun keterampilan berpikir yang telah dikenalnya pula. dan fase Penerapan Konsep (Concept application). prediksi-prediksi atau data baru yang memungkinkan dapat mengubah keyakinan atau konstruksi pengetahuan lama peserta didik terhadap konsep baru yang diperkenalkan. . dan fase Penemuan (Discovery). Proses ini akan memunculkan beberapa ide sekaligus menghilangkan ide-ide lainnya yang tidak relevan dalam pola siklus dari pengaturan-sendiri. b. Eksplorasi harus didahului oleh identifikasi terhadap pola keteraturan dari suatu fenomena. yaitu sebagai berikut. Untuk dapat memungkinkan terjadinya pengaturan-sendiri sebagai upaya untuk mencapai kemantapan keseimbangan baru. d. Fase Eksplorasi Fase pertama adalah fase eksplorasi. Tetapi belakangan oleh Lawson (1988) fase-fase tersebut dinamai fase Eksplorasi (Exploration). Guru mengakomodasi berbagai jawaban sementara. Penggalian fenomena harus didahului oleh hal-hal yang membuat mereka bingung atau hal-hal yang dan kontradiktif sehingga menghasilkan yang akan bentuk ketidakseimbangan meningkatkan berpikir pertanyaan-pertanyaan dan berpikir provokasi argumentasi dalam jika…dan…. Fase Eksplorasi juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan fenomena melalui cara mereka masing-masing yang dapat menguji baik keterampilan observasi maupun dalam berhipotesis. berbagai pengalaman baru haruslah disediakan bagi peserta didik untuk menguji dan mengembangkan konsep-konsep atau prosedur-prosedur baru dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam konteks yang terkait. Jawaban sementara peserta didik digunakan untuk membangkitkan argumen-argumen. Pengalaman baru mereka akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan menimbulkan kerumitan-kerumitan yang pada suatu ketika tidak dapat mereka pecahkan dengan cara berpikir mereka. ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. e. Dan hal ini juga akan menimbulkan kehati-hatian dalam menguji prosedur dalam siklus ini. Jadi melalui fase ini. Mereka menggali materi-materi baru dan ide-ide baru dengan bimbingan yang minimal dari guru. maka… Dengan cara ini peserta didik diharapkan berusaha merefleksikan keyakian atau prosedur yang telah dimilikinya untuk mencari pemecahan terhadap fenomena baru tersebut. agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif.konsep-konsep mengembangkan (pengetahuan) maupun keterampilan berpikir. fase Penelusuran (Invention).

Observe.jigsaw.O. 2001. Daftar Pustaka Arronson. Akhirnya. Tahap ini harus selalu diikuti eksplorasi dan dihubungkan dengan pola-pola yang mereka temukan dalam setiap kegiatan eksplorasi.edu. Jadi. Tersedia [on line] http://www.E (Predict. guru meminta peserta didik untuk mengajukan hipotesis mengenai mengapa terjadi seperti yang mereka lakukan dan menjelaskan perbedaan antara prediksi yang dibuatnya dengan hasil observasinya. 3. Contextual Teaching and Learning: . Berns. dilain pihak peserta didik dengan kesempatannya dapat menghubungkan pola-pola dengan istilah yang merupakan pembentukan konsep.dan memberikan penjelasan (explain). Penerapan diusahakan dengan banyak variasi agar pengertian baru yang telah mereka peroleh lebih mantap dan permanen.org/history. P. History of The Jigsaw. Istilah atau nama konsep ini dapat diinformasikan oleh guru atau diperoleh peserta didik melalui buku. Tersedia :http://www.Fase Pengenalan konsep/istilah Fase kedua pengenalan istilah (term instroduction). 2000. Mintalah mereka mengamati fenomena yang didemonstrasikan. Di sini peserta didik mencoba mengaplikasikan konsep atau istilah (term) atau pola pikir baru pada situasi permasalahan baru. menunjukkan proses atau demonstrasi dan mintalah peserta didik untuk mencatat apa yang terjadi. Robert G dan Erickson. ERIC Clearing House. Ketiga tugas siswa dalam model pembelajaran POE yaitu: Predict : pada tahap ini. mintalah pada peserta didik untuk mengamati apa yang akan Anda demonstrasikan. Perlu diperhatikan di sini bahwa konsep adalah pola mental yang direpresentasikan melalui label verbal (dalam hal ini berarti istilah). kemudian mereka memprediksi hasilnya dan mempertimbangkan hasil prediksinya. film atau media lainnya. Model Pembelajaran P. eksplorasi (exploration) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan pola-pola. Observe: pada tahap ini. tetapi yang lebih penting peserta didik harus dapat mempersepsi istilah tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. Fase Aplikasi Konsep Fase ketiga yaitu penerapan konsep (concept application).E adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain . konsep tiada lain adalah pola plus istilah.O. observasi. Patricia M. 1992. yaitu predik. guru melaksanakan kegiatan. Guru dapat memperkenalkan istilah.eric. P.E ini sering juga disebut suatu strategi pembelajaran di mana guru menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka untuk melaksanakan tiga tugas utama. Pengenalan Istilah (term introduction) memungkinkan Guru dengan kesempatannya dapat memperkenalkan istilah. An Account from Professor Aronson [on line]. Explain: pada tahap ini. E. dengan Penerapan Konsep (concept aplication) memungkinkan peserta didik untuk menemukan penerapannya (juga non aplications) dari konsep-konsep tersebut pada konteks-konteks baru.O.htm Blosser. E. yang dimulai dengan memperkenalkan istilah baru yang merujuk pada pola yang sudah ditemukan pada fase eksplorasi. Using Cooperative Learning in Science Education.Explain) P.

USA: A Simon Schuster Company BSNP. New York: Random House Joyce and Weil. Boston: Allyb and Bacon Horley. Bandung: Penerbit Alfabeta Tobing.. Monson. The systematic Design Of Instruction . 2005. Models of Teaching. R. Model Pembelajaran PAKEM. Lessons from Research and Practice.wisc. 2007(a). Remaja Rosdakarya. Walter and Lou Carey.. Model Pembelajaran Rumpun Pemrosesan Informasi (Modul). Bandung: PPPPTK IPA http://www. E. Mulyasa. Cooperative Learning: Theory. (tanpa tahun). Virginia: association for Supervission and Curriculum Development. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Anton E.org/reading/img/water_cycle_01. Killen. 2007(b). Science Teaching and The Development of Thinking. Bandung: PPPG IPA Indrawati. 2003. et. 2006. Research and Practice. BelmontCalifornia: wadswort Publishing Company. Bandung: PPPG IPA. Effective Teaching Strategies. Setia Adi. Makalah pada Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup. Model Pembelajaran Langsung (Modul). Rangke L . and Society A Primer For Elementary Teachers. (1995). Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.edu/teachnet/ctl What is contextual teaching and learning? http://education. 1986.cew. Undang.jlab. Apa. Daugs and Jay A. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. California: Kagan Cooperative Learning. 1986. Cooperative Learning and Hands-on Science. Fourt Edition. Teaching Science to Children: An Integrated Approach. 1990. Logan: Utah State University. Boston: Allyn and Bacon. Second Edition. 1995. Bandung Slavin. Friedl. Hinduan. Diknas: Jakarta Chandler. -------------. The Highligh Zone: Research @ Work no 5. Inc. .gif Indrawati. Syaiful Sagala. 2004. Technology. Elementary School Science for The’90. Model-Model mengajar Metodik Khusus Pendidikan Ilmu pengetahuan Alam Sekolah Dasar. Donald R. 2007. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Bruce Joyce & Marsha Weil. Australia: Social Science Press. Indrawati.20 tentang Sisdiknas Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Konsep dan Makna Pembelajaran. Roy. 1990. Penerbit PT. Florida : Harper Collins Publishers. 1992. Dick. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. 1990.Preparing Student for the New Economy. Hendriani. Lawson. 1998. SD. Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sf/MI.al. New Jersey: Prentice Hall. L. dan Bagaimana Pendekatan STS. Alfred E.undang No. Models of Teaching. Makalah dalam penataran Calon Penatar Dosen Pendidikan Guru SD (Program D-II). 5th. 1998. Boston. Bandung: PPPG IPA. Mengapa. Third Edition. 1995. Science. Models of Teaching. second edition. Yeni. E.

Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. melainkan kita belajar dari kesalahankesalahan orang lain. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). Suasana yang menarik. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. dan sarana belajar. inovatif. Dengan mendirikan Grameen Bank. Berpusat pada peserta didik 2. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. dalam Wilis:154). Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Artinya.Y. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. hanya saja sering terlupakan. Mohamad Yunus. Prinsip pembelajaran aktif. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Hal senada dikatakan Margaretha S. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. 2002). Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. menyenangkan. efektif. Dengan cara kerja seperti itu. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. efektif. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna . sumber belajar. dan bermakna 4. Inovatif. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. dan menyenangkan (PAIKEM). kreatif. Siswa boleh saja berpikir secara global. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. melainkan sudah dikenal dan populer. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsabangsa lain di seluruh dunia. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret.. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. kreatif. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.Berdasarkan teori belajar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun.

gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan Menyenangkan. • • • • • • • • • • . Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. kemungkinan kegagalan. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. keterbatasan pilihan. Pada saat yang sama. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. misalnya: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber 1. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. 8. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. dan cocok bagi siswa. 4. 2. dan penciptaan Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. menyenangkan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. untuk mengungkapkan gagasannya. dan tentu saja rasa bosan. misalnya: Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas 6. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan.6. Inovatif. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. 3. penemuan. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. 1. guru menggunakan. auditory atau kemampuan mendengar. 5. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. 3. Belajar melalui berbuat. termasuk cara belajar kelompok. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Sesuai mata pelajaran. peserta didik aktif berbuat Menekankan pada penggalian. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. mempertanyakan. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. 5. Menurut hasil penelitian. Efektif. Kreatif. 4. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. 2. 9. dan mengemukakan gagasan. dan kinestetik. 7.

ac. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. pengamatan. melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa · Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) · Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. http://gora. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Guru memberikan umpan balik. inovatif. Orientasi proses dalam model PAKEM berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Model PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpuh pada empat prinsip.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/ http://www.php?id=323 Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. kreatif. Jakarta. · Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Dalam penelitian tindakan kelas ini.id/berita. efektif dan menyenagkan. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. kreatif. Model Pembelajaran PAIKEM Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. inovatif. menyenangkan yang disingkat PAKEM. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. dan menyenangkan. Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru mulai dari yang sederhana samapi dengan yang kompleks. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus Guru memantau kerja siswa.umy. efektif. Jakarta: Bumi Aksara.• Lingkungan • • • • • • • • • • • • • • • • Siswa: Melakukan percobaan. Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. efektif. kreatif. peneliti menggunakan metode pembelajaran aktif.edublogs. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. Model PAKEM berorientasi pada proses dan tujuan. Kemandirian dan tanggung jawab dibina sejak . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Penggunaan metode yang bermacam-macam dan variatif ini disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajarn. Ibrahim. Directorate Pendidikan Menengah Umum. Indonesia. 2003. kreatif. mencari rumus sendiri. yaiti : aktif. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. inovatif.

. Kreatif. kaya dengan metode. Tekanan pada afektif dalam penbelajaran. 1. ingin mengadkan motivasi. menumbuhkan motivasi. d) Efektif dapat diartikan : mamanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar. c) Kreatif dapat diartikan : menginginkan adanya perubahan yang baru. Tidak kalah pentingnya anak sipa mengahadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan. Kebersamaan dan bekerjasama untuk mengasah emosional. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribuasi siswa yang kurang relevan bahkan salah sama sekali. mendiskusikan. Orientasi tujuan adalah agar anak belajar lebih mendalam. Gurus harus dapat memberi empan atau memfasilitasi siswa dalam memunculkan daya inovatif. Patisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran. Kadar keaktifan siswa dalam belajar terdapat dalam rentang keaktifan antara Teacher-centered lawan student-centered. anak lebih kritis dan kreatif. desain kelas yang tidak membosankan (enjoi learning). suasana belajar menjadi bervariasi serta meningkatkan kematangan emosional. Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. Kekohesiofan kelas sebagai kelompok. Makna Aktif. 1954) sebagai berikut. Efektif dan Menyenangkan a) Aktif dapat diartikan : selalu mencoba. tidak cepat putus asa. Auditorial atau kinestika) Pada hakikatnya. e) Menyenangkan dapat diartikan : penampilan guru yang menarik. Tidak ingin menjadi penonton. Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan sekolah. belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajadnya tidak sama antara siswa satu dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas. percaya diri dan kritis serta mempunyai banyak cara. b) Inovatif. Kata "aktif" sendiri dapat dalam bermacam-macam bentuk seperti: mendengarkan. mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu. Persaingan yang sehat ditumbuhkan dengan saling menghargai satu sama lain serta menumbuhkan sikap kepemimpinan. memunculkan hal-hal baru dari pengalaman siswa yang dikontruksikan dengan materi pembelajaran. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan melibatkan keaktifan mental (intelektual-emosional) walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan phisik. mengoptimalkan panca indera dan mengatur strategi pembelajaran. suasana belajar tidak searah. memanfaatkan waktu yang ada. Jumlah waktu yang dipergunakan untuk mengulangi masalah pribadi siswa baik berhubungan ataupun tidak dengan mata pelajaran. melakukan observasi. terutama berinteraksi antar siswa. Kadar keaktifan tersebut ditentukan oleh tujuh dimensi (Mc Keachie. tidak mudah puas dengan hasil kerja dan selalu ingin berbuat terus.awal. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. diajak ke sumber belajar. memanfaatkan modalitas belajar ( visual.Inovatif. menulis. membuat sesuatu.

berbagai alternatif terutama metode harus disiapkan. seorang guru sudah membuat format pada setiap pertemuan dengan siswa. Jiuka hal itu sudah diantisipasi maka akan terjadi proses pembelajaran yang mengasyikkan. cenderung senang dengan mendengar. 3) Skenario pembelajaran secara rinci dan matang Skenario merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru. Seorang guru tidak bisa kaku dalam menerpakan pola pembelajaran di kelas. Berbagai hambatan dalam proses pembelajaran akan dihadapi. . Sebagaimana berbagai teori sudah disepakati oleh para pakar pendidikan bahwa setiap anak mempunyai modalitas belajar atau gaya belajar yang berbeda. ada penghargaan bagi yang berprestasi. Anak yang mempunyai gaya belajar visual. Anak yang mempunyai gaya belajar auditorial. Untuk itu. Modalitas belajar yang dimiliki anak ada tiga. bekerja dan menyentuh. 5) Melayani perbedaan individual Semua memaklumi bahwa anak mempunyai perbedaan. Dengan disusun skenario pembelajaran.belajar sambil bermain dan bernyanyi. cenderung senang dengan cara melihat. yaitu : gaya belajar visual. Seorang guru tidak hanya terpaku pada satu metode yang ada. Pelaksanaan pembelajaran PAKEM a. tetapi desesuaikan dengan karakter dan kepribadian yang khas yang dimiliki anak. baik gambar maupun bagan. melainkan guru sudah mendesain pola pembelajaran yang ideal dengan karakter materi yang sedang diajarkan. Modal belajar anak cenderung pada karakter alamiah yang dimiliki. baik perbedaaan cara belajar maupun perbedaan kecerdasan. Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. Saat ini pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa (student centeret learning). didekatkan ke alam nyata. 2. Berbagai metode dengan karakter materi yang akan diajarkan sudah dipersiapkan sebelum diajarkan. 2) Guru membuat persiapan matang Persiapan bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak harus dikerjakan. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau strategi pembelajaran(RPP). hasil belajar anak dipajang di kelas. 4) Menerapkan asas fleksibilitas Asas fleksibilitas. Persiapan 1) Berpusat pada siswa Perubahan paradigma pembelajaran sangat terasa saat ini. artinya lebih lentur dalam memahami kondisi yang akan dihadapi. Dulu guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered learning). Sedangkan anak yang mempunyai gaya belajar kinestik cenderung belajar dengan cara bergerak. Bukan hanya sekedar format. auditorial dan kinestik. Seorang guru tidak bias membuat anak sama seperti gerigi sisir. Untuk itulah dalam menangani anak sudah dipersiapkan cara pelayanannya.

kecerdasan logis-matematis. Manurut Garder anak mempunyai delapan kecerdasan. Teori ini dirumuskan oleh Prof. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.Selain perbedaan gaya belajar. f) Proses 1) Mendengarkan pendapat siswa 2) Menggunakan bermacam-macam sumber belajar 3) Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu. 4) Pertanyaan terbuka. kecerdasan kinestis-jasmani. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Berdasarkan teori belajar. yaitu intelegensi tunggal yang sering disebut intellegence quotient (IQ). Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. kecerdasan interpersonal. menantang dan produktifem soving) 6) Menuntut hasil yang terbaik dari siswa 7) Memberikan umpan balik seketika 8) Siswa memanjangkan hasil karyanya 9) Kompetitif dan kooperatif Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Howard Garder. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Saat ini muncul teori intellegensi majemuk yang disebut multiple intelligences. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. hanya saja sering terlupakan. anak juga mempunyai perbedaan kecerdasan. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi . melainkan sudah dikenal dan populer. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. jelas tidak bijak bagi guru ataupun orang tua yang memaksa murid untuk masuk dalam bidang-bidang tertentu yang anak tidak berminat. kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan natural. musikal. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. kecerdasan visualspisial. Alfred Bine. Dengan berpedoman pada kenyataan bahwa murid mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. yaitu : kecerdasan linguistik. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Jika selama ini orang lebih banyak membicarakan teori yang dikembangkan oleh ahli psikologi. Akan tetapi guru dan orang tua dapat mendampingi anak di dalam mengembangkan potensi sepenuhnya dengan penuh minat dan kegembiraan.

Dengan cara kerja seperti itu. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. tetapi mereka harus bertindak secara lokal.. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Hal senada dikatakan Margaretha S. Siswa boleh saja berpikir secara global. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. dan menyenangkan (PAIKEM). penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. inovatif. kreatif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. efektif. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Dengan mendirikan Grameen Bank. dan sarana belajar. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). dalam Wilis:154). Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Artinya. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih.Y.pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Dasar Pemikiran: . melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. 2002). setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. sumber belajar. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Mohamad Yunus.

dan bermakna 4. Inovatif. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: . penemuan. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. efektif. mempertanyakan. Inovatif. Menurut hasil penelitian. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Menekankan pada penggalian. dan penciptaan 8. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. dan kinestetik. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Berpusat pada peserta didik 2. kemungkinan kegagalan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. dan tentu saja rasa bosan. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Belajar melalui berbuat. kreatif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. peserta didik aktif berbuat 7. dan mengemukakan gagasan. menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. dan Menyenangkan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. auditory atau kemampuan mendengar. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Efektif. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM : PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Kreatif. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Prinsip pembelajaran aktif. keterbatasan pilihan. Suasana yang menarik.

Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. guru menggunakan. .Lingkungan .Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri .Diskusi kelompok . termasuk cara belajar kelompok.Nara sumber . Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah.Memecahkan masalah . gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. .Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri .Melakukan percobaan.Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.Sesuai mata pelajaran.Gambar . dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. misalnya: . 2.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa: . misalnya: .Menulis laporan/cerita/puisi .Studi kasus .Percobaan . Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat.1. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. mencari rumus sendiri. dan cocok bagi siswa. atau wawancara . PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. menyenangkan.Mencari informasi . Pada saat yang sama. 3. pengamatan. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif.Berkunjung keluar kelas .Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. untuk mengungkapkan gagasannya. 5.

. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. • Guru memberikan umpan balik. efektif. dan menyenangkan. inovatif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Ibrahim. kreatif. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. inovatif. 2003.Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. efektif. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Jakarta: Bumi Aksara. kreatif. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus • Guru memantau kerja siswa.

CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. 2. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. (f) Akuntabilitas lembaga. studi kasus. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. mental maupun emosional 2. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. 3. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. (c) Membantu dan mendorong siswa. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. dan portofolio. (e) Menentukan strategi pembelajaran. menyenangkan dan efektif. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. kuesioner. Sementara itu. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. A. tertulis. 4. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Pembelajarannya efektif d. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. dan perbuatan. cek lis. (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran. B.PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian . (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. Dalam pembelajaran.

Membantu dan mendorong siswa 4. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3.sekolahdasar. Akuntabilitas lembaga 7. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Sehingga. E. selama pembelajaran itu berlangsung. Apa itu PAKEM? P AKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Pembelajaran Konstruktivisme. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. Pembelajaran Kooperatif. dan mengemukakan gagasan. Sumber : http://www. dan Menyenangkan. Artinya. 2. Efektif.net/ Pembelajaran. jika pembelajaran . Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya.tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Meningkatkan kualitas pendidikan F. Proses Pembelajaran oleh : Depdiknas A. mempertanyakan. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Pendidikan [PAKEM] Pembelajaran Aktif. Pembelajaran Inovatif. Efektif dan Menyenangkan Posted by AKHMAD SUDRAJAT ⋅ 22 Januari 2008 ⋅ 99 Komentar Filed Under Inovasi Pembelajaran. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Menentukan strategi pembelajaran 6. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Kreatif. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. Kreatif.

Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. anak orang kaya. anak kota. Secara garis besar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. misalnya. Anak desa. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. . anak orang miskin. tersebut. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. dan cocok bagi siswa. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. anak Indonesia. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. termasuk cara belajar kelompok. B. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Menurut hasil penelitian. anugerah Tuhan. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. untuk mengungkapkan gagasannya. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: • • • • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. menyenangkan. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya.

melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. 4. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. . Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. 5. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. 3. Selain itu. Menyenangkan. Kritis untuk menganalisis masalah. Berdasarkan pengalaman. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. kritis dan kreatif. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Dengan mengenal kemampuan anak. kapan”. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. kreatif. berapa. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. tugas guru adalah mengembangkannya. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM.2. Namun demikian. Oleh karena itu. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). Kedua jenis berpikir tersebut. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir.

mengklasifikasi. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. dan ditata dengan baik. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. merumuskan pertanyaan. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. 8. 6. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. dan sebagainya. benda asli. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Sering bertanya. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM? .Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. dan membuat gambar/diagram. sosial. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak.’ C. atau kelompok. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. model. mempertanyakan gagasan orang lain. Oleh karena itu. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. membuat tulisan. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Selain itu. karangan. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. puisi. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. atau takut dimarahi jika salah. 7. mencatat. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). berhipotesis. takut disepelekan. Pajangan dapat berupa gambar. berpasangan. diagram. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan. peta. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak.

mencari rumus sendiriMenulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Melalui:DiskusiLebih banyak pertanyaan terbukaHasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Pembelajaran seperti ini memang terbukti berhasil dalam kompetisi . trackback Mengapa harus Paikem? Kita tidak dapat memungkiri bahwa sampai saat ini proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. guru menggunakan. Pembelajaran Berbasis PAIKEM Januari 9. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. pengamatan. Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. Pada saat yang sama. Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. Pembelajaran Sesuai mata pelajaran. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Pembelajaran lebih berorientasi kepada penguasaan materi.Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. misal:Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiriGambarStudi kasusNara sumberLingkungan Siswa:Melakukan percobaan. Kemampuan Guru Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. 2011 Posted by msuratman in Uncategorized.Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari Guru memantau kerja siswaGuru memberikan umpan balik Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Guru menyampaikan materi-materi pelajaran dan siswa dituntut untuk menghafal semua pengetahuannya. atau wawancaraMengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiriMenarik kesimpulanMemecahkan masalah. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan.

Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kritis/Kreatif. Jadi secara yuridis pembelajaran berbasis Paikem sudah jadi keharusan dilaksanakan dalam pemblajaran di sekolah. krativitas. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. peserta didik. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. dan konfirmasi. materi. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. menantang. jumlah materi (tuntutan kompeteni dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. minat. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. dan e. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). dan keterampilannya. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. 1992). Apersepsi diperlukan untuk . Preparasi. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. pengetahuan. Memerlukan juga strategi yang tepat dan efektif. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. dan kemadirian sesuai dengan bakat. metode. inspiratif. b. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. d. Pembelajaran PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Ekspositori dan Inkuiri Diskoveri Sebuah proses pembelajaran memerlukan teknik. dan sumber daya. Raka Joni. elaborasi. a. c. Efektif. sumber referensi terbatas. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Pembelajaran berbasis PAIKEM (dulu PAKEM) diyakini dapat membantu siswa tidak hanya mampu menyerap pengetahuan tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.mengingat dalam jangka pendek. menyenangkan. alokasi waktu terbatas. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. dan Menyenangkan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses juga diamanatkan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secara interaktif.

tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru.penyegaran c. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. pengamatan. alokasi waktu cukup tersedia. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. diskusi kelas. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. eksperimen. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Prinsip Pembelajaran PAIKEM PAIKEM sebagai model pembelajaran berbasis kompetensi menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. simulasi. dan bahan cukup. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. media. eksperimen. Resitasi. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . c. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). pengetahuan. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. potensi. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. dan kecepatan belajar yang beragam. Metode yang digunakan adalah observasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. dan tanya jawab. b. sumber referensi. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. b. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. penelitian sederhana. ekplorasi. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga . dan e. a. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. pemecahan masalah. diskusi kelompok. dan sebagainya. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. d. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Peserta didik memiliki karakteristik. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. yaitus ebagai berikut: a. c. alat. d. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a.

sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. memecahkan masalah. IPS Terpadu). Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. Komunikasi. Tanggung jawab belajar. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain . e. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Pembelajaran Terpadu (Tematik. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). makna. memberi keyakinan. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. 2. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. 1. perhatian. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. kesulitan maupun ancaman. f. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. Interaksi. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. retensi. kecakapan sistematis dalam menilai. motivasi. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. aktivitas. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. memberi keyakinan. kreatif. pengalaman dan kemandirian siswa. kecakapan sistematis dalam menilai. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. IPA Terpadu. interaksi dan refleksi. memecahkan masalah menarik keputusan. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. memang berada pada diri siswa. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. menarik keputusan. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. komunikasi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). dan transfer dalam belajar. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. persepsi. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating).mencapai ketuntasan yang ditetapkan. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya.

applying. diskusi kelas. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. 2. teman belajar. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. atau proyek. diskusi kelas. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. atau simulasi. 1. atau demonstrasi. Materi Penguatan Pengawas. eksperimen. eksperimen. diskusi kelompok. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. demonstrasi. 2010 Implementasi Inovasi Pembelajaran Teknik paikem 14 Mar IMPLEMENTASI INOVASI PEMBELAJARAN METODE PAIKEM DI MTs NEGERI CIAMIS Abstrak . tanya jawab. yaitu relating. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. atau proyek.dengan Lesson Study. demonstrasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. observasi di sekolah. observasi lingkungan. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. cooperating. atau simulasi. Metode yang digunakan seperti penugasan. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. Sumber: Pembelajaran Berbasis Paikem. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. presentasi. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Baca lebih lanjut tentang Pembelajaran Kontekstual (contextual teaching and learning: CTL). ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. observasi lingkungan. experiencing. 3. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. peran guru sebagai fasilitator. observasi di sekolah. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. tanya jawab. tutor. presentasi. Ditjen PMPTK Kemendiknas.

However. Hal tersebut terjadi karena pengajar selain sebagai orang yang berperan dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan. juga memandu segenap proses pembelajaran. Namun demikian. Guru-guru tersebut dibekali dengan beberapa latihan untuk membantu implementasi metode tersebut di sekolah. Kata kunci : Inovasi Pendidikan. Pengajar yang profesional ditandai dari penguasaan kelas yang diasuhnya untuk mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar yang optimal. Sebanyak 59 siswa orang MTs Ciamis menjadi responden kajian ini. metode pengajaran. Teachers are also provided with some training to assist with the implementation of learning innovations in schools.PAIKEM. Most of the teachers in learning the practice of innovation in schools. Salah satu yang digunakan adalah metode PAIKEM.Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar di kelas dalam meciptakan proses pengajaran. as well as guide the whole process of learning. Metode yang menitikberatkan bahwa belajar itu adalah menyenangkan. to deliver learners achieve optimal learning outcomes. IMPLEMENTATION OF EDUCATION INNOVATION BY USING PAIKEM METHODE AT MTS NEGERI CIAMIS Abstract A determined learning success by the tips of each teacher in the classroom as teachers than as people who play a role in the process of transformation of knowledge and skills. Sebagian guru-guru mempraktekkan metode PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa. there are some teachers who are facing problems in its . Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan impelementasi inovasi PAIKEM hasilnya lebih baik dibanding dengan sistem pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat kepada guru. Sehingga kerjasama yang baik antara guru dengan pihak-pihak yang terkait untuk implementasi inovasi pembelajaran harus ditingkatkan Berbagai metode pengajaran dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa di MTs Negeri Ciamis khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Professional teachers who can be a sign of the extent to which he was master class fosterage. masih ada sebagian guru yang menghadapi masalah dalam pelaksanaannya.

akan dihasilkan oleh pembelajaran yang sering bermuara pada faktor kemampuan guru. dengan dukungan elemen terkait supaya tidak terjadi kemandekan pada dunia pendidikan kemudian akan berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik. The study results found that learning with innovation PAIKEM Implementation results are better with the conventional learning system or as a teacher in the learning resource center. Dalam dunia pendidikan inovasi adalah tantangan penyelenggaraan pendidikan yang berkwalitas yang merupakan cita-cita mulia bangsa Indonesia. Oleh karena itu. Keahlian dan kepribadian guru merupakan salah satu faktor yang sangat berperan sekaligus menjadi loncatan bagi siswa untuk meraih keberhasilan khususnya prestasi baik dari segi analisis maupun kemampuan mendayagunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. A total of 59 students from two classes of MTs Negeri Ciamis were respondents in this study. Therefore need good cooperation between the teachers with related parties for the implementation of learning innovation must be increased. ekonomi. Permasalahan utama Mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidup menjadi lebih baik itu adalah syarat mutlak untuk tidak tertinggal atau tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. tidak lagi mengenal batas-batas . Itulah sebabnya setiap adanya implementasi inovasi pembelajaran. . b. One of them is PAIKEM method. khususnya mengenai masalah kurikulum dan peningkatan sumber daya yang dimiliki oleh siswa. merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap usaha pendidikan dengan pengajaran. Many methods of education are implemented to increasing capability of MTs Negeri Ciamis students particularly in social science.implementation. implementasi gagasan inovasi pendidikan oleh seorang pendidik sangatlah diperlukan. Keywords: educational innovation. Guru sebagai pengajar atau pendidik. a. di mana telah mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal. The method is to conduct of education with fun. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru dituntut untuk senantiasa berperan aktif dan eksis dalam dunia pendidikan sesuai dengan zaman yang selalu berkembang. PAIKEM Pendahuluan 1. educational method. Rumusan Masalah Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi. social dan lain-lain.

Dalam bidang pendidikan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. media. Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. implementasi kurikulum. c. banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. dsb.negara dan teritori. Prestasi individu dalam pendidikan merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi organisasi pendidikan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. Bagaimana implementasi inovasi pengajaran di Indonesia untuk mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan. kegagalan panen. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). pembusukan makanan. pelatihan guru. sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan. Di sini dibutuhkan manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi implementasi inovasi pengajaran agar organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas. umpamanya masalah kemiskinan. sasarannya dan perencanaan maupun strategi yang dipergunakan. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam sistem mekanisme pasar global. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan. kecakapan sistematis dalam menilai. baik guru maupun yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi yang terintegrasi dan berkesinambungan. memecahkan masalah menarik keputusan. memberi keyakinan. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang semakin canggih dan inovatif. Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. Semua pihak yang berperan serta dalam proses inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan. metodologi pengajaran. Tujuan dan Manfaat Kajian/tulisan Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. wabah penyakit. kemacetan lalu lintas. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. Setiap orang atau individu dalam pendidikan hendaknya berperan dalam implementasi inovasi pengajaran karena prestasi pendidikan tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan. pemalsuan produk. Dsb . Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut. ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). sumber belajar. terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. kejahatan. antara lain dalam hal manajemen pendidikan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality).

pengetahuan dan visi). kompetensi dan sumber daya lainnya. yaitu mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya. Efektif. Memasok/menyediakan sumber daya. Oleh sebab itu. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi . Dari pendapat diatas penulis menarik kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi. kualitas dan efektivitas. Inovatif. gagasan. yaitu modal. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011). Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pengajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya.Implemantasi Inovasi pengajaran dalam pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain oleh Johnson dan Jacobson (dalam Taufik. 2009). dan Menyenangkan. Memfasilitasi formasi pasar. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. karna mempunyai manfaat utama sebagai berikut : • • • • • Menciptakan pengetahuan baru. Kreatif. relevansi. Memfasilitasi penciptaan ekonomi eksternal yang positif (dalam bentuk pertukaran informasi. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. dan mengemukakan gagasan. Landasan Teori Pengertian Inovasi Inovasi adalah suatu ide . Sedangkan menurut Kusmana (2010: 4) inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi. mempertanyakan.

Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. (6) pembentukan konsep. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. yaitu: (1) belajar isyarat. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. (4) rangkaian verbal. dengan memberikan ide-ide. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. (2) stimulus-respon. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. dan tentu saja rasa bosan. Menurut hasil penelitian. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. perasaan tertekan . Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. maka pembelajaran bertentangan dengan hakikat belajar.terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. (3) rangkaian gerak. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. (5) membedakan. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat membantu proses ini dengan caracara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. jika cara pengajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. keterbatasan pilihan. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. kemungkinan kegagalan. auditory atau kemampuan mendengar. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak . Sehingga.1985 (dalam Kemendiknas : 2011) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. dan kinestetik. Implementasi pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya dengan metode mengakomodir setiap karakteristik diri. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne.

inspiratif. 2008 (dalam Pusbang Tendik. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. untuk mengungkapkan gagasannya.kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. penilaian hasil pembelajaran. termasuk cara belajar kelompok. kegiatan inti dan kegiatan penutup. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. makna. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. dan konfirmasi. elaborasi. 3. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan cocok bagi siswa. pelaksanaan proses pembelajaran. menyenangkan. kreativitas. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. menyenangkan. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. 2011) Secara garis besar. maka rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) haruslah berfokus pada siswa. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan. minat. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD). menantang. 5. Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Berdasarkan inovasi PAIKEM. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. . Penerapan PAKEM dalam Implementasi Pembelajaran Menurut Tarmizi. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. 2. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

bentuknya antara lain: c. • • • • • • Diskusi Tanya jawab Lempar lagi pertanyaan Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. pengalaman dan kemandirian siswa. Mengemukakan pendapat Presentasi laporan Memajangkan hasil kerja Ungkap gagasan Interaksi. Metodologi . interaksi dan refleksi. dan transfer dalam belajar. perhatian. bentuknya antara lain: • • • • b. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Tanggung jawab belajar. memang berada pada diri siswa. retensi. motivasi. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. • • • • • Mengapa demikian? Apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. persepsi. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. • • • • • • Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: Melakukan pengamatan Melakukan percobaan Melakukan penyelidikan Melakukan wawancara Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.aktivitas. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. a. d. Komunikasi. komunikasi.

memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar. memberi kesempatan untuk berpikir. a. b. dan e. yang meliputi proses eksplorasi. dan sumber belajar lain. guru: a. guru: a. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. media pembelajaran. d. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru. Metode Kajian yang digunakan Adapun kegiatan inti menggunakan metode observasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. dan konfirmasi. diskusi. 1. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi. e. Maksud dari eksplorasi. c. menganalisis. 2.1. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip bahwa guru dan belajar didapatkan dari aneka sumber. d. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. 1. c. atau lapangan. lingkungan. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. menyelesaikan masalah. dan sumber belajar lainnya. elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut. studio. . elaborasi. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif. dan bertindak tanpa rasa takut. b.

f. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; g. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; h. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. 3. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik, b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

• • • •

berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah; memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Dalam kegiatan penutup, guru:
• • • •

bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

1. b.

Objek Kajian

Objek kajian siswa dan guru MTs Negeri Ciamis yang berjumlah 57 orang, dan kajian ini di lakukan pada minggu ke dua pada bulan Maret 2012. 1. c. Sumber Data

Sumber data dalam kajian ini adalah guru mata pelajaran IPS kelas VIII (Agus Gozali, M.Pd) dan siswa MTs Negeri Ciamis terbagi menjadi 2 kelompok observasi yaitu kelas VIII a dan VIII b. Kelompok yang pertama (VIII a) : dengan implementasi Inovasi pendidikan dengan dengan kajian tiga kali pertemuan sebagai berikut : Tujuan Pembelajaran : 1. 2. 3. Menunjukkan letak aliran sungai Bengawan Solo Menyebutkan kota-kota yang dilalui aliran sungai Bengawan Solo Mendeskripsikan kondisi alam di lembah Bengawan Solo

4. Menjelaskan hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara 5. Menjelaskan corak kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat pra-aksara.

Pertemuan ke 1
• • • •

• •

Kelas dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Tiap kelompok mencari informasi dari internet sekolah yang berkaitan dengan kondisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat disekitar lembah Bengawan. Tiap kelompok mendiskusikan / membahas informasi yang telah ditemukan dari sumber, membuat laporan hasil diskusi dan mempresentasikan hasilnya. Masing-masing kelompok mengamati peta Jawa Tengah di internet khususnya Surakarta dan menginterpretasikan letak aliran sungai bengawan Solo dan menunjukkan kota-kota yang dilalui alran sungai Bengawan Solo. Membuat peta aliran sungai Bengawan Solo Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat / pekerjaan siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke 2

Siswa dibagi ke dalam kelompok

Setiap kelompok mengkaji materi pelajaran dengan mempelajari di internet sekolah dan mendiskusikan :

ü Bukti-bukti apa menunjukkan adanya zaman pra-aksara? ü Bagaimana kehidupan ekonomi zaman pra aksara. ü Bagaimana kehidupan sosila-budaya zaman pra aksara ü Bagaimana hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara ?
• •

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, dilanjutkan tanggapan dari kelompok lain Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke tiga
• • • • • • •

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok Setiap kelompok mengkaji materi tentang corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara melalui internet. Setiap kelompok melakukan studi kasus tentang diminta corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Kelompok lain memberikan tanggapan ,sanggahan dan pendapat terhadap materi yang disajikan Tanya jawab corak kehidupan ekonomi, sosial dan budaya manusia. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap pendapat dan pertanyaan para siswa dengan merujuk pada referensi dan pendapat para ahli :

Kelompok yang kedua (VIII b)

Dalam tiga kali pertemuan, kelompok ke dua menggunakan cara konvensional, yaitu pembelajaran terpusat pada guru. 1. d. Prosedur Penelitian

Obyek : kelas VIII a yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok pertama dengan implementasi inovasi pengajaran PAIKEM, dan kelas VIII b jumlah 30 orang sebagai kelompok kedua dengan menggunakan pola pembelajaran konvensional. Mata pelajaran yang di bahas adalah IPS terpadu, dengan 3 kali perbandingan antara kelompok yang menggunakan implementasi inovasi pengajaran dan kelompok kedua yang dengan mengunakan cara konvensional. Untuk mengetahui hasil pembelajaran diadakan test awal (pre test) dan test akhir (Posttest).

Berikut adalah hasilnya Pertemuan ke 1 2 3 Kelas VIII a pre test Posttest 65, 45 84, 35 64, 98 86, 17 66, 37 85, 20 Kelas VIII b pre test Posttest 64, 74 75, 89 63, 26 78, 29 62, 27 76, 15 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1. Kelompok pertama yang menggunakan metode PAIKEM yang berlandaskan implementasi inovasi pembelajaran hasilnya lebih baik terbukti dari nilai posttest yang lebih baik dari kelompok ke dua yang menggunakan cara konvensional. 2. Peran guru dalam implementasi inovasi pembelajaran adalah guru dituntut mampu mewujudkan PAIKEM dalam kelas sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan dengan mudah dan maksimal, penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran harus memperhatikan fungsi dari media tersebut, guru juga harus mempunyai ketrampilan untuk mensiasati media ke alat yang lebih sederhana tanpa hanya mengandalkan fasilitas dari sekolah, kegiatan mengajar belajar semestinya dapat diimplementasikan dalam realitas kehidupan, evaluasi pembelajaran saat ini menuntut tidak hanya penilaian terhadap akademis peserta didik, akan tetapi juga penilaian melalui pendekatan afektif atau perkembangan sikap siswa; 3. hasil dalam implementasi inovasi pembelajaran dijabarkan ke dalam tiga hal yaitu motivasi belajar siswa menjadi bertambah, perubahan perilaku siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, dan hasil belajar siswa yang meningkat; 4. kendala dalam implementasi inovasi pembelajaran dirasakan oleh guru dan murid, guru merasa takut dan tidak percaya dengan kemampuannya sedangkan murid harus merubah cara belajar mereka dari pasif menjadi aktif, dukungan dari sekolah terwakili dengan adanya budaya sekolah yang mencerminkan aplikasi dari pelajaran PKn yaitu sikap toleransi dan saling menghargai dan kebijakan sekolah yang memberi kebebasan kepada guru guna terwujudnya pembelajaran inovatif; 5. dampak dari implementasi inovasi pembelajaran berimbas kepada guru dan siswa, guru meninggalkan pembelajaran konvensional menuju pembelajaran inovatif, guru menjadi bertambah inovatif dalam melakukan pembelajaran dan bagi siswa telah merubah siswa menjadi subyek belajar yang aktif dalam kegiatan mengajar belajar. Keterangan hasil A>B A>B A>B

Saran

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetapi juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.Inovasi pendidikan sebagai usaha perubahan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatakan semua unsur yang terkait di dalamnya, seperti inovator, penyelenggara inovasi seperti guru dan siswa. Disamping itu, kesalahpahaman yang harus dihindari oleh seorang pendidik dalam implementasi inovasi pendidikan adalah sebagai berikut : 1. PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat. 2. PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah. 3. PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran 4. PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi. Penutup Demikian tulisan ini penulis buat dengan harapan menambah pemahaman dan wawasan dalam implementasi inovasi pengajaran khususnya untuk penulis sendiri, umumnya untuk semua yang membaca tulisan ini.

Daftar Pustaka Tarmizi. pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan. Dalam situs http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-danmenyenangkan/. Dikunjungi 11 Maret 2012 Pusbang Tendik/Badan PSDMP dan PMP-Kemdiknas/2011

Tatang Taufik. Sistem Inovasi dan Pendidikan. Dalam situs http://sisteminovasi.blogspot.com/2009/01/sistem-inovasi-dan-pendidikan.html. Dikunjungi 24 Februari 2012 Anneahira.Inovasi Pendidikan. Dalam situs http://www.anneahira.com/artikelpendidikan/inovasipendidikan.htm/2011.Dikunjungi 24 Februari 2012 Kusmana, Suherli, Ciamis : pascasarjana unigal press, 2010 LAMPIRAN Gambar 1. Contoh inovasi pola duduk dalam pembelajaran Gambar 2.Siswa berperan aktif dalam pembelajaran Gambar 3. Mencari informasi dari internet Gambar 4.Cara belajar konvensional Biodata Penulis Shilphy Afiattresna Octavia, dilahirkan 04 Oktober 1979 di Ciamis. Pekerjaan saat ini adalah sebagai guru di MTs Negeri Ciamis yang dilakukan sejak tahun 2004. Pendidikan dasar dan menengah dilakukan di Ciamis, Strata 1 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan Srata S2 dalam Manajemen Pendidikan Jurusan Manajemen Sistem Pendidikan di Universitas Galuh Ciamis. (Ciamis, 14 Maret 2012)

Merencanakan pembelajaran
Kegiatan rutin guru setiap tahun sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah sama yaitu membuat rencana pembelajaran. Seperangkat mengajar yang kita buat dibendel dan diserahkan kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk di validasi dan disahkan oleh kepala sekolah. Mengelola proses belajar-mengajar (pembelajaran) adalah upaya secara sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut M. Saekhan Muchith, M.Pd dalam buku pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group, 2008, hal 99 Kemampuan merencanakan pengajaran meliputi :

1. Menguasai perangkat pembelajaran, yaitu kemampuan memahami segala hal yang terkait dengan proses pembelajaran 2. Menyusun analisis materi pelajaran ( AMP), yaitu kemampuan menjabarkan materi dari materi yang bersifat umum ke dalam materi yang khusus, atau menjabarkan standar kompetensi ke dalam indicator keberhasilan pembelajaran. 3. Menyusun program semesteran dan program tahunan, ini merupakan jadwal pelajaran dalam kurun waktu tertentu 4. Menyusun rencana pengajaran, dengan memperhatikan :1. Standar kompetensi siswa, kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran; 2. Indikator keberhasilan, kemampuan atau ketrampilan yang ditampilkan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran. Indikator ini perlu dilihat dari segi intelektual (kognitif) dan juga ketrampilan mekanik (psikomotor); 3. Perumusan tujuan pengajaran, yaitu aspek kemampuan yang harus dicapai melalui proses pengajaran; 4. Pemilihan bahan dan urutan bahan, yang perlu diingat bahwa bahan pembelajaran tidak hanya dari buku panduan saja, tetapi bahan pembelajaran bisa diperoleh dari mana saja, apa saja asalkan mampu memberikan kemampuan akademik siswa; 5. Pemilihan metode mengajar, motode yang ideal adalah metode yang sesuai dengan materi, dengan perlengkapan sarana, sesuai dengan waktu, sesuai dengan kemampuan guru, dan sesuai dengan kemampuan siswa; 6. Pemilihan sarana / alat pendidikan, guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan memberdayakan segala sarana untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran; 7. Pemilihan stategi evaluasi, evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui tentang (a) kemampuan siswa mengetahui materi pelajaran, (b) mengetahui kekurangan dan kelebihan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (c) mengetahui keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin lembaga pendidikan Model pembelajaran terakhir yang aku dengar adalah model pembelajaran PAIKEM, yaitu model yang dalam proses pembelajarannya menjadikan siswa menjadi aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Dalam melaksanakan model PAIKEM, guru harus memperhatikan : 1. Memahami sifat yang dimiliki anak; 2. Mengenal anak secara perorangan; 3. Memanfaatkan perilaku anak dalam mengorganisasian belajar; 4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan untuk memecahkan masalah; 5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik; 6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar; 7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar; 8. Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental. Dalam buku yang digunakan untuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) rayon 16 Jember, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk melaksanakan PAIKEM ditunjukkan beberapa kegiatan guru dan siswa. Juga kemampuan yang perlu dikuasasi guru untuk menciptakan suasana aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Contoh KBM model PAIKEM :

Komponen pembelajaran

hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
• • • • • •

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran

Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan

Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya :

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

• • • •

Alat yang sudah ada / dibuat sendiri. Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan

Siswa :
• •

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembankan ketrampilan

• •

Melakukan percobaan, pengamatan atau wawancara Mengumpulkan data / jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri

Menulis laporan / hasil karya lain dengan kata kata sendiri Melalui :

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan

• • • •

Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan hasil pemikiran siswa sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan ( untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut Tugas perbaikan atau pengayaan yang diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari

Guru Menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa

• •

Guru mengkaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari

Student teams achiement devision (STAD). Number head together (NHT). 2000: 21-22) Pembelajaran jigsaw adalah cara pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memberikan tugas kelompok kepada siswa. kita juga memperhatikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.Model pembelajaran yang dapat mendukung proses PAIKEM adalah pembelajaran kooperatif. budaya dan tujuan pendidikan nasional. yaitu siswa saling berinteraksi untuk memecahkan masalah. Grup investigation (GI). etnis. Menurut Nurhadi. dan agama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topic. tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan berkomunikasi maupun ketrampilan proses kelompok. dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menyelesaikan materi pembelajaran. kemudian mempresentasikan materi tersebut kepala kelompok yang lain (Hadisubroto. kuis. Dalam merencanakan pembelajaran tidak hanya memperhatikan model pembelajaran. Model ini melibatkan siswa sejak perencanaan. 1998: 20) Model pembelajaran GI adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda baik dari segi gender. terdapat sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. dan diskusi ( Ibrahim. Jigsaw. karena model ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa selama proses belajar mengajar. baik menentukan topic maupun cara mempelajari melalui investigasi. Abdurrahman dan Bintoro ( dalam nurhadi. NILAI 1. 2. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. dan pekerjaan. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. pancasila. 2. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. 3. Model pembelajaran STAD adalah siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran lain untuk menuntaskan materi pembelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami materi tutorial. 4. tindakan. diidentifikasi dari sumber-sumber : agama. Jujur . dkk 2004 : 64-67) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi 4 model : 1.

Toleransi DESKRIPSI Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. bertindak. 10. 15. 8. dan . Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. 16. 5. dan bekerja sama dengan orang lain. bergaul. lingkungan fisik. ekonomi. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. 4. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang Komuniktif berbicara. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. dan mengakui. 7. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. 13. 9. bersikap. Demokratis Cara berfikir. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.NILAI 3. bersikap. 11. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. sosial. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. dan didengar. budaya. kepedulian. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. dan politik bangsa. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. suku. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. 14. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. Cinta Tanah Air Cara berfikir. dilihat. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Cinta Damai Sikap. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. perkataan. 12. etnis. sikap. 6. pendapat. serta menghormati keberhasilan orang lain. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya.

badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. Tanggung-jawab DESKRIPSI mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. lingkungan (alam. sosial dan budaya). Saekhan Muchith. jakarta. 24 jam perminggu. jakarta. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Peduli Sosial 18. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP . terhadap diri sendiri. Semoga tahun sekarang lebih baik pelayananku kepada siswa dari pada tahun yang lalu. yang seharusnya dia lakukan.Pd . M. Sumber pustaka : M. Sumber : Kementerian pendidikan nasional. 2008. pedoman sekolah. pedoman sekolah. aku dapat tugas mengajar 4 pelajaran. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Tim penyusun modul rayon 16 universitas jember. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. masyarakat. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. Berarti membuat 4 perangkat pembelajaran. PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Tahun pelajaran sekarang. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita.NILAI 17. digunakan terbatas untuk pendidikan dan latihan profesi guru rayon 16 universitas jember Kementerian pendidikan nasional.

dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. Efektif. a. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. . Dengan demikian. 2007). UU No.. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Malaysia (61). Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Selain PAIKEM. Philipina (84). 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Kreatif. kreatif. Thailand (73). Brunei (33). Inovatif. dinamis dan dialogis. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. 2007). Menyenangkan). Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. b. menyenangkan. 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. B.pada tahun 2005. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Singapura (25). melainkan sebagai subyek didik. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif.

Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. 2007). Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. mempertanyakan. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dan cocok bagi siswa. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. dan mengemukakan gagasan. Menurut hasil penelitian. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM . jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. 3. menyenangkan. Secara garis besar. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif. 2. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Inovatif. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Efektif. Sehingga. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. termasuk cara belajar kelompok. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.BAB II PEMBAHASAN A. 5. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. dan Menyenangkan. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. untuk mengungkapkan gagasannya. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. 2.

lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut.. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. 2007). misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . (2008). kreatif.Dalam melaksanakan PAIKEM. Tugas guru adalah mengembangkannya. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. 2007). antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. Sering bertanya. sehingga mereka mampu . mempertanyakan gagasan orang lain. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. menurut Suprijanto dkk. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). kapan”. Kritis untuk menganalisis masalah. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan yang mendalam pada diri anak. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. Dengan mengenal kemampuan anak. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. berapa. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. Dengan umpan balik. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain.

pengamatan. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. guru menggunakan. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. 3. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. 2007) 4. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme .4. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. Sesuai mata pelajaran. Siswa: Melakukan percobaan. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Indikator : Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. Pada saat yang sama. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas.merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. percobaan. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.

Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok . peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur.Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.

Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. Artinya. Berdasarkan masalah di atas. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Sebagai contoh : .variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1.Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih. Presentasikan rancangan eksperimen . anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut .pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji 3.Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4.

Tujuan bersama untuk jangka panjang. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. Buatlah laporan penelitian 8. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. 2008). Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. melaksanakan. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo.6. dalam merencanakan. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. 2008). berdasarkan data. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. Presentasikan laporan B. Meski pada awalnya. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. Dalam tulisannya yang lain. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka . di luar peserta Lesson Study. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. yaitu: 1. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. LESSON STUDY 1. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. 2. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. 2009).

serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. Materi pelajaran yang penting. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa diambil dari Lesson Study. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Dengan melakukan pengamatan langsung.panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. 2. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. Sementara itu. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. Studi tentang siswa secara cermat. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. pengembangan kemampuan individual siswa. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. partisipasi. Observasi pembelajaran secara langsung. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan demikian. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. dan bukan sebagai pengganti. 4. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. misalnya. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study . 3. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. dan sebagainya. pemenuhan kebutuhan belajar siswa.

Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. 4. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. yaitu: 1. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. dijumpai beberapa pendapat. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu.(Sudrajat. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. 3. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). 2008).Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan . Pemerintah melalui Permen no. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. Sementara itu. 2. 3. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. 4. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study.

7. diantaranya: 1. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. atau pengawas sekolah.pembelajaran. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. Untuk lebih jelasnya. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. cara membelajarkan siswa. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. 2). Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. siswabahan ajar. seperti tentang: kompetensi dasar. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. siswa-guru. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. baik pada tahap awal. siswa-lingkungan lainnya. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Selanjutnya. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran . Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. 2. 6. kepala sekolah. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. 5. 5. 3. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. 4. dan sebagainya. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan.

Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. maupun menajerial. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. Selanjutnya. Pada tataran manajerial. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu . berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. Pada tataran individual. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. tidak berdasarkan opininya.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. 3).2. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.berlangsung. Dalam menyampaikan saran-saranya. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. baik pada tataran indiividual. Indikator : 1. Menganilisis hubungan antara ekosistem. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. 5. Oleh karena itu. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan.

2. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. . Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III.Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan . peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3.Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” .

Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Penilaian terhadap LKPD . Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi Penilaian 1.

Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur.000 meter kubik per hari. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1). akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. sejak tanggal 27 Mei 2006.000 m3 per hari. Kedua. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui.000 meter kubik per hari. Jawa Timur. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan . Namun demikian. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. hingga saat ini. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). Pertama. Oleh karena itu.000 meter kubik per hari menjadi 126. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo.000 m3 sampai 60. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo.000 m3 per hari. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo.2. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. Kabupaten Sidoarjo. dari antara 40. Kecamatan Porong. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . lumpur terus menyembur setiap harinya.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126.

.......... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya.......................................... Konsep : ................................... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini..... 5 September 2006............................................ Bidang Studi : ........................ seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo........wikipedia......................... Jawa Timur...................... 1...... Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ................. Asal Sekolah : .................................................... Metode Pembelajaran : ......... Guru Pengajar : ................. Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5................ Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4...............................9 miliar per tahun...........................penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain.............. Freddy Numberi........ menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen.................... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong...... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3....... mencapai Rp10....... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut.............. . Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo...... Menteri Kelautan dan Perikanan........ Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2.................................. dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI..................org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini..... karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id... diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]............

.... 4.......................................................... .............. 4................ Tempat : ......................................................................................................... Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ......................................................... 3....................... Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ...... 2................................................................................................................................................................................................................................. Mata Pembelajaran : ........................................................................................... Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ................................................ Pengalaman Mengajar: .................................................................................. Kelas : ....................................................................... Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? .................................................................................................................................................................. ...............................................Waktu : ......................... ............ ........................................ ...................................................................... ............................................ Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ................................................................................................ ......................... ..................................................... 1................ DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No..................... Nama Bidang Studi Tanda Tangan 1............. Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ............................................................................................................................................... Guru Pengajar : ......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Nama Observer : ......................................................................................................................................................................................................... Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ....... 3........................................................................... Asal Sekolah : . 1.................................. 3............................................................................................................. 2...........................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ............................................................................................................. .................................... 2.................... Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? .............................................................................................

Efektif. FPMIPA UPI dan JICA. 2007. 2007. Jakarta. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Bayumedia Publishing.com/. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik.worpress. Kreatif. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. 2009.. (http://akhmadsudrajat. Malang. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Ahmad. Model-model Pembelajaran untuk PTK. B. Depdiknas. dkk.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Hendayana dkk. 2008. Inovatif. diakses 16 Mei 2009) Susilo. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. (online). Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL).BAB III PENUTUP A. Lesson Study Berbasis Sekolah. Sudrajat. C. 2002. Malang . Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM.

........................................ A........................ 2008....................... 4.................Tarmizi................ PEMBAHASAN....................... Kesimpulan ................................................................................... A................................................. PENUTUP ................................ Manfaat Lesson Study ................................... B...................... A.......................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM . (online)................. 2...... C.............. 4. BAB II......................................................... BAB III.............................. Tujuan Penulisan Makalah .................... Rumusan Masalah ....... 5...... 1................................................. BAB I......... Hakekat Lesson Study .......................... Contoh Skenario Pembelajaran ...... PAIKEM.............................................................................. Pelaksanaan PAIKEM .............. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ....................................... DAFTAR ISI ..............................................................................wordpress..... (http://tarmizi................... 2............................................................................................. PENDAHULUAN ......................................................................... Saran ........ DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ Pengertian PAIKEM ..... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 9 9 10 ................................... 3................................ Latar Belakang ................................. diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .. PEMBELAJARAN PAIKEM ..............com/............ B...................................... 1........... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study .................. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ...................... 3........................ B....... LESSON STUDY ........................................................................................................

Hj.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. SOEDJONO BASUKI. Dr. H. 608682521992 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI . Dr.12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. SRI ENDAH INDRIWATI. M. M.Pd 2.

Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. PEMBELAJARAN Kamis. Hj. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. dan Bapak Dr. H. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. 04 Agustus 2011 PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. M.Pd. Akirnya. Oleh sebab itu koreksi. Malang. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. Soedjono Basuki. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai . Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. Mei 2009 Diposkan oleh Trisno Marsa di 03. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya.Pd. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. Sri Endah Indriwati M.22 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: ADMINISTRASI. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan.MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya.

kreatif. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Philipina (84). 1. . Menyenangkan). Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Efektif. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP pada tahun 2005. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. B. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. 2007). Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. melainkan sebagai subyek didik. b. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Dengan demikian. Inovatif. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita.upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Kreatif. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. 2007). yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Thailand (73). a. Malaysia (61). 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Singapura (25).. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. UU No. Selain PAIKEM. dinamis dan dialogis. Brunei (33). menyenangkan. pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik.

mempertanyakan. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4.BAB II PEMBAHASAN A. 5. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. dan mengemukakan gagasan. Inovatif. menyenangkan. dan Menyenangkan. Secara garis besar. dan cocok bagi siswa. Sehingga. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. dan melibatkam siswa dalam menciptakan . tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. termasuk cara belajar kelompok. Menurut hasil penelitian. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. 3. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Kreatif. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Efektif. 2. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. untuk mengungkapkan gagasannya. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. 2007).

2. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. (2008). Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik.. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan . 2007). Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. mempertanyakan gagasan orang lain. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. kreatif.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. menurut Suprijanto dkk. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM Dalam melaksanakan PAIKEM.. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. 2007). seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . Sering bertanya. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. kapan”. Tugas guru adalah mengembangkannya. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas.lingkungan sekolahnya. Dengan umpan balik. Dengan mengenal kemampuan anak. Kritis untuk menganalisis masalah. berapa.

Pada saat yang sama. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. Sesuai mata pelajaran. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Siswa: Melakukan percobaan. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. 2007) 4.4. 3. pengamatan. sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. percobaan. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. guru menggunakan. Indikator : . misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan.yang mendalam pada diri anak. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas.

Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen .Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.

anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji .Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih.Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. Artinya. Berdasarkan masalah di atas. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . Sebagai contoh : .variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe .

Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya.3. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. berdasarkan data. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. 2009). termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. di luar peserta Lesson Study. dalam merencanakan. 2008). yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Meski pada awalnya. melaksanakan. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. LESSON STUDY 1. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. Dalam tulisannya yang lain. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. yang diperolehnya berdasarkan hasil . Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. Presentasikan rancangan eksperimen 6. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. 2. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. Buatlah laporan penelitian 8. 2008). Presentasikan laporan B. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat.

yaitu: 1. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. partisipasi. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. Observasi pembelajaran secara langsung. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). 4. dan sebagainya. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. Dengan melakukan pengamatan langsung. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. 2. dan bukan sebagai pengganti. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa . (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. Sementara itu. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran.observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. Materi pelajaran yang penting. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. 3. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Studi tentang siswa secara cermat. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. misalnya. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. pengembangan kemampuan individual siswa. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. Tujuan bersama untuk jangka panjang. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil.

Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. dijumpai beberapa pendapat. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. Sementara itu. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei).Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. . yaitu: 1. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study (Sudrajat. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. Pemerintah melalui Permen no. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. 2008). Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. 4. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar.diambil dari Lesson Study. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. 2. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). 3.

Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. siswabahan ajar. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. atau pengawas sekolah. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. 2). 5. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. dan sebagainya. 5. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. 4. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran.3. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. 6. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran. siswa-lingkungan lainnya. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. 4. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. cara membelajarkan siswa. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. 3. kepala sekolah. baik pada tahap awal. diantaranya: 1. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. Untuk lebih jelasnya. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. 2. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk . mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. seperti tentang: kompetensi dasar. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. siswa-guru. Selanjutnya.

Dalam menyampaikan saran-saranya. maupun menajerial. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP.2. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Pada tataran individual. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. 7. baik pada tataran indiividual. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. tidak berdasarkan opininya. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. Selanjutnya. Pada tataran manajerial. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. 5. Oleh karena itu. Menganilisis hubungan antara ekosistem. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. 3). Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan . dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study.keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk.

Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. .Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan . Indikator : 1.Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu 2. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3.masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” .

Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi .

yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo.000 m3 sampai 60. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Namun demikian. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur.000 meter kubik per hari. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Pertama. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1). yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. Kabupaten Sidoarjo. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. hingga saat ini. Kecamatan Porong. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi.000 m3 per hari.000 m3 per hari. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Kedua. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. sejak tanggal 27 Mei 2006. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1.Penilaian 1. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. dari antara 40. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. lumpur terus menyembur setiap harinya. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Penilaian terhadap LKPD 2. Jawa Timur. Oleh karena itu. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas . jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) .

org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini...... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3........ Freddy Numberi......... Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50........................... untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain...... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen... seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo............... Menteri Kelautan dan Perikanan...... 1...... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI.... Konsep : . Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini...................wikipedia... Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4. Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5..................9 miliar per tahun. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo........ diantaranya Walhi [4] dan ITS [5].......... mencapai Rp10........... ................Sidoardjo langsung ke Kali Porong... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut....................... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2... 5 September 2006..000 meter kubik per hari menjadi 126.............. karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id..... Bidang Studi : ........... Jawa Timur. Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong............. Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : .................. bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya.....................000 meter kubik per hari.

.................. Tempat : ...................................................................................... Nama Bidang Studi Tanda Tangan .................................................................................................................. Nama Observer : ...................................................................... ............................................................................................................ Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ................................. 1....................................................................................................................................... Waktu : ......... .................................................... ........................ ..................................................................................................................................... ...................................... 4................................................................................................. Kelas : ...... Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? .................................................................................................................. Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? .............. Mata Pembelajaran : ........................................................................................................................................... 2..... Guru Pengajar : ... 4............ Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ...................................................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No. Guru Pengajar : ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ ........................ 3.............. Pengalaman Mengajar: .. Asal Sekolah : ................................................................................... Asal Sekolah : .................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ................................................................................................................. Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ......................................................................................................... 2............................................................................................................................................................................................................................................................................................................ Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ....................................................................................................................Metode Pembelajaran : ................................................................... 3.......................... ....................................................... 1..................................................... .................................................... Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ......................................................................................................................................... Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ............................................................................................................................................................

sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. BAB III PENUTUP A. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. diakses 16 Mei 2009) . Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. 2008. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. Malang. Kreatif. 2002.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi.worpress. (online). Sudrajat. Depdiknas. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Hendayana dkk. FPMIPA UPI dan JICA. Efektif. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. B. Inovatif. Jakarta. Model-model Pembelajaran untuk PTK. 3. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar.. (http://akhmadsudrajat. C. 2. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. 2007. Ahmad.com/.1. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 2007. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

................................................................................................. Contoh Skenario Pembelajaran ..................... 5............................................................... B............ DAFTAR ISI ....................... 2..... diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ....................... 2008.......... Kesimpulan .................wordpress................................. 2009..................................... 1.......................... Rumusan Masalah ..................................................................................... BAB III.............. Hakekat Lesson Study ........................... (http://tarmizi................................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ....... Bayumedia Publishing............................................................ 3......... 2..... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ............................ 3...................................... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ......................... Saran ....... PEMBAHASAN........ Malang Tarmizi.............................................. i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 ....Susilo......... 4........ Pengertian PAIKEM ....... PEMBELAJARAN PAIKEM ........ Lesson Study Berbasis Sekolah........................ Latar Belakang ..................................................... 1........................................................... LESSON STUDY ....... Pelaksanaan PAIKEM . DAFTAR PUSTAKA ....... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ................. C.................com/................................................................................................................................................... dkk.......... (online)................................................... Manfaat Lesson Study ... BAB I............ PENDAHULUAN ..................................... B.................... A.......................... PENUTUP .................... Tujuan Penulisan Makalah ..................................................... B..... A............ 4.... A.......................... PAIKEM.................................................................. BAB II..........

M.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. H.Pd 2. 608682521992 . SOEDJONO BASUKI. Dr. M. Dr. Hj. SRI ENDAH INDRIWATI.9 9 10 12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1.

dan Bapak Dr. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. Soedjono Basuki. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. H. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Sri Endah Indriwati M.UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT.Pd.Pd. Oleh sebab itu koreksi. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. . Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. Akirnya. M. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Hj. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful