Hakikat Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.

Pd Pendidik di Malang Pengertian Media Pembelajaran Kata media merupakan bentuk jamak dari Medium yang secara harfiah tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan dari pengirim pesan (Azhar Arsyad, 2002:3). Sedangkan dalam kepustakaan asing yang ada sementra para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aids (AVA), untuk pengertian yang sama. Banyak pula para ahli menggunakan istilah Teaching Material atau Instruksional Material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasl dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamanati melalui panca indera kita (Hamalik , 1994:11). Dan sebelum diambil sebuah kesimpulan mengenai arti dari media pembelajaran ada baiknya penulis memaparkan tentang pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya : 1. Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi (Azhar Arsyad, 2002:3) 2. Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 ) 3. Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3) 4. Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir, Basyiruddin, 2002:11) 5. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80) 6. Muhaimin dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan, perhatian, dan

minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9) Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar. Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai. Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang Kriteria Media Pembelajaran Menurut Arif S. Sadiman dkk. dalam bukunya “Media Pendidikan” menjelaskan bahwa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi setempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan (Sadiman, 83-84). Dalam hal ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu : pertama, ketersedian sumber setempat yaitu apabila media yang bersangkutan tidak terdapat sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga, adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama artinya bias digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah di bawa atau dipindahkan. Faktor keempat, adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal (contohnya program film bingkai) tetapi dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang.

Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai atau mengadaptasi media yang bersangkutan (Arief S. Sadiman dkk, 1993 : 84). Adapun kriteria dalam pemilihan media pembelajaran adalah : a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan insrtuksional yang diterpakan secara umum mengacu kepada kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga arah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa seperti menghafal, melakukan kegiatan fisik, dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi. b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi media yang berbeda, contoh film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. c. Praktis, luwes dan bertahan, jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber cara lainnya memproduksi, maka tidak perlu dipaksakan. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada yang ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemanamana. d. Guru terampil menggunakannya, ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun jenis media yang digunakan, guru harus mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Nilai dan manfaat media sangat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. e. Pengelompokan sasaran, media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Oleh karena itu ada berbagai macam media yang digunakan untuk jenis kelompok besar, kecil, dan perorangan. f. Mutu tekhnis, pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan tekhnis tertentu. Contohnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lainnya yang berupa latar belakang ( Azhar Arsyad, 1997 : 72-74). Menurut Ahmad Rohani dalam bukunya “Media Instruksional Edukatif” menyatakan bahwa pemilihan dan pemanfaatan media perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut : a. Tujuan Media hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. b. Ketepatgunaan Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. c. Keadaan peserta didik Kemampuan berfikir dan daya tangkapa peserta didik, dan besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan. d. Ketersediaan Pemilihan perlu memperlihatkan ada atau tidak media tersedia di perpustakaan atau di sekolah serta mudah-sulinya diperoleh. e. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.

f. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. (Ahmad Rohani, 1997: 72-74) Berkaitan dengan hal tersebut beberapa ahli menyatakan : untuk memilih media atau menggunakannya media pembelajaran perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. Biaya lebih murah, pada saat pembelian ataupun dalam pemeliharaan b. Kesesuaian dengan metode pembelajaran c. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik d. Pertimbangan praktis Media dipilih atas dasar praktis tidaknya untuk digunakan seperti : 1) Kemudahannya dipindahkan atau ditempatkan. 2) Kesesuaian dengan fasilitas yang dad di kelas. 3) Keamanan penggunaannya. 4) Kemudahan perbaikinya. 5) Daya Tahannya. e. Ketersediaan media tersebut berikut suku cadang di pasaran serta keterbatasan bagi peserta didik. Jenis media yang digunakan harus dipilih berdasarkan kriteria utama, yaitu kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran dan kriteria lain, seperti yang telah diuraikan diatas. Bila media yang dipilih hanya memenuhi sebagian dari kriteria, dapat terjadi halhal sebagai berikut: 1) tampak baik dalam perencanaan tetapi tidak berhasil diproduksi, karena terlalu mahal atau sulit diperoleh peralatan dan bahan bakunya. 2) Diproduksi dengan kualitas rendah karena alasan yang sama seperti diatas. 3) Tidak atau kurang digunakan karena tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik, tidak praktis untuk digunakan atau tidak sesuai dengan metode pembelajaran. 4) Kurang efektif dalam mencapai tujuan (Ahmad Rohani, 1997: 29-30). Akhirnya perlu dipahami tentang cara-cara pemilihan media ada tiga cara yaitu: a. Model, flow Chart, Eliminasi. Menggunakan sistem pengguguran (batal) dalam pengambilan keputusan. b. Model Matriks. Menangguhkan pengambilan keputusan, untuk memilih ini cocok kalau menggunakan media rancangan. c. Model Checeklist. Menangguhkan keputusan untuk memilih sampai seluruh kriteria dipertimbangkan, hal ini cocok untuk media jadi dan media rancangan. ( Ahmad Rohani, 1997: 34) Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com

Robert Gagne menyatakan. 3. kepandaian atau suatu pengertian. Belajar siswa yang ditafsirkan guru hanya sebagai menghafal atau mendengarkan keterangan guru saja merupakan problem yang harus diatasi. Menurut HC Witherington. Ada beberapa pengertian belajar yang telah disampaikan oleh para pemikir pendidikan mulai yang sangat sederhana sampai dengan yang kompleks berdasarkan teori belajar yang digunakannya.2 Konsep Mengajar . 5. Ernest R. kebiasaan.1 Konsep Belajar Konsep belajar menurut guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Belajar adalah suatu perbuatan yang kompleks yang mencakup beberapa segi. 2. Belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gage). Proses Pembelajaran 1. 4. Untuk itulah guru harus mengubah pandangan tentang belajar dan mengetahui bagaimana sebenarnya belajar itu. Dengan demikian dalam praktik pengajaran diperlukan keputusan yang bijaksana dalam menerapkan teori belajar karena tidak ada suatu teori yang sesuai untuk segala situasi.Konsep Dasar Pembelajaran I. sikap. Hilgard memberi batasan. 1. yang nampak di sekolah. belajar adalah suatu proses untuk memperoleh modifikasi dalam pengetahuan. belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatukan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan. Hal ini karena jika guru menganggap bahwa belajar hanyalah menghafal atau hanya untuk mendengarkan keterangan guru maka selama itu pula pembelajaran masih terpusat pada guru dan tidak pada siswa yang seharusnya mengalami belajar. Belajar adalah penambahan ilmu pengetahuan. belajar adalah suatu proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan karena mereaksi terhadap suatu keadaan (karena adanya latihan). keterampilan. kebiasaan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat diketahui bahwa belajar pada dasarnya adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang yang menghasilan perubahan pada dirinya akibat dari interaksi dengan lingkungannya. dan tingkah laku yang diperoleh dari instruksi. 1.

Guru berlaku aktif mendominasi aktivitas kelas. bimbingan. Tanpa mengurangi makna secara komprehensif. Pengajar harus dapat membangkitkan perhatian peserta belajar kepada topik dan pengalaman belajar yang sedang dipelajari. mengajar adalah upaya dalam memberi perangsang. dan selesai melakukan kegiatan mengajar. Ada beberapa pendapat tentang prinsip mengajar secara efektif. konsep mengajar yang relatif komprehensif harus dipahami oleh guru. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar. sedang. mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. . duduk. Setiap rumusan akan berimplikasi pada aktivitas yang terjadi dalam pembelajaran. 1. pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Misalnya. dan catat. banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan guru baik sebelum. tentu pembelajaran yang dilakukan hanya upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa secara sederhana. 2. Agar hasil atau tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Lebih dari itu. guru perlu menerapkan prinsip-prinsip mengajar. Mohamad Ali mendefinisikan. Oleh sebab itu rumusan pengertian mengajar tidak dapat dirumuskan begitu saja secara sederhana yang tidak meliputi seluruh kegiatan dan tindakan dalam perbuatan mengajar itu sendiri. pendapat yang dikemukakan para pakar tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan hanya kegiatan guru menuangkan materi kepada siswa dengan pola datang. Perhatian. Jika dicermati. Berikut beberapa pengertian yang representatif menggambarkan apa sebenarnya mengajar itu. mengajar merupakan suatu proses yang melibatkan sejumlah kegiatan yang direncanakan dalam upaya menciptakan kondisi agar siswa mengalami perbuatan belajar secara aktif sehingga terjadi perubahan tingkah laku. William H Burton memberi pengertian. proses mengatur. 3. 1. Agar tidak sekedar mengajar di depan kelas. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. Berdasarkan ilustrasi di atas. sebaliknya siswa banyak mendengar secara pasif. diam. Nana Sudjana menyatakan mengajar pada hakikatnya suatu proses. 1.Seperti halnya belajar. mengajar merupakan proses yang kompleks karena banyak kegiatan yang harus dilakukan agar hasil belajar siswa lebih baik. berikut adalah prinsip mengajar yang dapat dipedomani pengajar agar dapat mengajar dengan efektif. Guru menyampaikan materi dan siswa menerima materi. seorang guru/dosen yang berpandangan bahwa mengajar sekedar menyampaikan pelajaran/materi.3 Prinsip Mengajar Mengajar bukanlah pekerjaan atau tugas yang ringan bagi seorang guru.

8. Pengajar harus mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta belajar dan efektifitas mengajarnya. Oleh sebab itu pengajar harus bisa menghargai setiap perbedaan dan melayani secara optimal. Hal itu berarti mengajar secara efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar siswa/mahasiswa yang efektif. Aktivitas. Pengajar hendaknya berusaha menggunakan media untuk menunjukkan benda atau hal-hal yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan dalam kelas. Individualisasi. Guru harus cinta kepada apa yang diajarkan. 4.4 Syarat Mengajar Efektif Jika disepakati bahwa mengajar adalah proses menciptakan kondisi agar siswa/mahasiswa mengalami proses belajar. Appersepsi. Guru harus menguasai materi/bahan pengajaran. 5. Peragaan.2. Repetisi. Sequence. 1. Mengingat ingatan itu tidak setia (terbatas). Evaluasi. Untuk melaksanakan mengajar yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut. Sosialisasi. Guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi saat mengajar. Pengajar hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang kondusif yang mengakibatkan terjadinya proses sosial. 4. 3. 6. 10. maka guru/dosen harus mampu mengajar secara efektif. 9. masing-masing memiliki perbedaan kemampuan belajar. 3. 1. guru perlu mengulang penjelasannya jika diperlukan. Pengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta belajar. Pengajar harus memikirkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktunya (sesuai dengan urutan atau tahapan). 2. . Pengajar harus melibatkan peserta belajar berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. 7. Korelasi. Pengajar hendaknya selalu menghubungkan materi yang diajarkan dengan pelajaran lain sehingga cakrawala peserta belajar bertambah luas. Guru harus mampu menciptakan kondisi agar siswa bisa belajar dan mengalami aktivitas mental dan fisik. Manusia adalah makhluk yang unik.

Komponen proses belajar mengajar tersebut adalah tujuan. komponen-komponen tersebut adalah tujuan. evaluasi. Dalam kondisi ini terdapat serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dan terpadu yang berlangsung dalam situasi edukatif. Guru harus mampu merencanakan. membuat. 8. bahan. Guru harus mampu memberikan masalah yang merangsang berpikir siswa. Proses belajar mengajar dapat dikatakan sebagai proses “pengaturan” lingkungan dan sumber daya yang ada agar terjadi kegiatan belajar (perubahan tingkah laku) pada siswa. manusia. Raka Joni. Dalam pelaksanaan tersebut guru merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. 10. dibangun oleh komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. 9. Proses belajar mengajar merupakan implementasi dari serangkaian perencanaan yang telah dilakukan oleh guru dalam bentuk proses interaksi dengan siswa di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan. kegiatan belajar mengajar. Artinya.6 Peran Guru Proses pendidikan tampak pada pelaksanaan proses belajar mengajar. 1. proses belajar mengajar bisa berlangsung secara optimal jika seluruh komponennya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Proses belajar mengajar merupakan suatu sistem. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas). . Menurut T. 1. pengajar. Hal ini berarti guru memiliki peranan yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. Guru sebagai pendidik. 7. Guru harus menanamkan norma-norma dan nilai kepada anak didiknya. siswa. Ini berarti. metode. alat. melainkan penanaman sikap dan nilai serta keterampilan pada diri siswa yang sedang belajar. Guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pengajaran. Peran guru dalam proses belajar mengajar adalah: 1. dan menggunakan media pengajaran secara tepat. ekonomi dan administrasi. Guru harus mampu dan mau membuat perencanaan sebelum mengajar dan mengimplementasikan dalam kelas. sumber pelajaran.5. dalam proses belajar mengajar ini tidak sekedar guru menyampaikan pesan berupa materi pelajaran. Guru harus mampu mengadakan evaluasi secara tepat sesuai dengan tujuan. 6.5 Proses Belajar Mengajar Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. isi dan struktur bahan pengajaran. Guru hendaknya memotivasi siswa sesuai sasaran dalam belajar.

mengelola kelas. 1. Bila dirumuskan lebih luas. pekerjaan. dan keterampilan yang cukup tentang media pendidikan serta menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. 9. berita. Guru hendaknya memberikan fasilitas yang maksimal agar tujuan pengajaran tercapai. 8.2. sesuai dengan nalurinya yang selalu ingin berhubungan satu sama lain. nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama antara penyampai pesan sebagai komunikator dan penerima pesan sebagai komunikan. Guru hendaknya “mengadministrasikan” secara baik komponen yang ada di kelas (mengetahui dan membuat program pengajaran. yaitu communicare yang artinya “memberitahukan”. Guru hendaknya senantiasa menguasai bahan yang diajarkan dan mampu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis. sosial. pesan. Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan. Guru sebagai evaluator. Dengan adanya naluri tersebut komunikasi dapat dikatakan merupakan bagian hakikat dari kehidupannya yang senantiasa hidup bermasyarakat. Guru sebagai pembimbing. pemahaman. “berpartisipasi”. Keinginan untuk berhubungan di antara sesamanya sesungguhnya merupakan naluri manusia yang ingin hidup berkelompok atau bermasyarakat. Guru sebagai pengajar. 6. Guru sebagai administrator. atau “menjadi milik bersama”. Guru harus mampu menguasai dan terampil melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan. individu. Komunikasi ini merupakan kegiatan manusia. pengetahuan. Guru harus memberikan bimbingan (akademik. waktu senggang) kepada siswa. saling interaksi dan saling membutuhkan. Dengan kata lain.7 Proses Belajar Mengajar Sebagai Proses Komunikasi Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah sebuah komunikasi yang dibangun dan dilakukan oleh guru sebagai komunikator dengan siswa sebagai komunikan. 5. . Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin. Guru sebagai pelatih. komunikasi mengandung makna menyebarkan informasi. 4. Guru sebagai mediator. Guru harus mengorganisasikan dan mengelola semua komponen dan kompetensi belajar mengajar. Guru sebagai demonstrator. Guru sebagai fasilitator. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan pada diri siswa. 3. manusia akan kehilangan hakikatnya sebagai manusia bila ia tidak melakukan kegiatan komunikasi dengan sesamanya. dan sebagainya) 7.

semakin tidak lancar (gagal) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin sulit pencapaian tujuan. fakta. Encoder (pembuat sandi) adalah komunikator yang mempunyai informasi tertentu dan benar serta mampu mengirimkan informasi tersebut secara tepat pada kecepatan yang optimal.8 Komponen dan Pola Instruksional . yaitu encoder. Gangguan tersebut dapat dirinci menjadi hambatan psikologis. geografis. Keberhasilan komunikasi dalam proses belajar mengajar akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. 1. Ini berarti guru/dosen harus dapat meminimalkan gangguan komunikasi yang selalu terjadi dalam setiap kesempatan berkomunikasi dengan taraf yang tidak sama. fisik. orang lain atau penulis buku dan produser media. konsep. dan lingkungan. Decoder (pemecah sandi) adalah komunikan yang menerima pesan dan mampu memahami pesan yang diterimanya. Gangguan ini juga akan berimplikasi pada hasil sebuah komunikasi. Lebih lanjut. Salurannya adalah media pembelajaran dan penerima pesannya adalah siswa atau guru.Komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses pengoperan dan penerimaan lambanglambang yang mengandung makna. Claude Shannon membuat model komunikasi yang menunjukkan peristiwa komunikasi secara lebih rinci. Sign/signal adalah pesan. Berdasarkan pemahaman komponen utama komunikasi tersebut. sign/signal. berita. Dalam konteks proses belajar mengajar. atau pernyataan tertentu yang ditujukan kepada dan diterima oleh seseorang atau kelompok. Sumber pesan bisa berupa guru. pesan yang disampaikan adalah isi pelajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. kultural. Wilbur Schramm menjabarkan pengertian komunikasi dalam tiga komponen utama. dan data dari sumber pesan melalui media/saluran yang sengaja dirancang sehingga dapat diterima oleh penerima pesan atau komunikan. gagasan. Sebaliknya. komunikasi adalah proses penyampaian pesan. dan decoder. Semakin lancar (berhasil) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin mudah pencapaian tujuan. Shannon melengkapai proses komunikasi dengan adanya gangguan yang terjadi saat berkomunikasi. siswa.

yaitu pesan. Teknik adalah prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan. teknik. Lingkungan adalah situasi sekitar pesan diterima. ada .Instruksional merupakan sebuah sistem. Bahan adalah sesuatu (biasa pula disebut media atau software) yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri. maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. pengolah. dan lingkungan. e) Media cetakan Sadiman (1986).com/2010/03/bab-1-konsep-dasarpembelajaran. Adapun macammacam pembelajaran adalah : a) Media visual. Pola instruksional dengan media 5.vilila. dan penyaji pesan. Pola instruksional tradisional. yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. Media visual Media visual termasuk media grtafis. Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto. orang. Dari macam-macam media visual tersebut diatas. Pesan adalah ajaran atau informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide. Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas. peralatan.. d). c) media proyeksi diam.html#ixzz2JWQHXh6D Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran sangat beraneka ragam. 3. Pola instruksional mengalami perkembangan sangat pesat setelah adanya aplikasi teknologi instruksional dalam pendidikan. 4. dan data. Pola instruksional dibantu alat peraga. dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Pola instruksional kombinasi. Adapun media pembelajaran tersebut: 1. Berdasarkan hasil penelitian para ahli. Ada lima pola instruksional dimulai dari pola tradisional. ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. fakta. alat. bahan. Sumber: http://www. 1. 2. Alat adalah sesuatu (biasa disebut hardware atau perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. orang. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbolsimbol komunikasi visual. b) Media audio. Orang adalah manusia yang bertindak sebagai penyimpan. Media audio visual. Pola instruksional yang merupakan tanggung jawab bersama dosen dan media. 1982). Sistem instruksional memiliki beberapa komponen.

tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu : a. Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan. membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataankenyataan (Soeparto. Asrori Ardiansyah. c. 1984). M. Majalah Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya. b. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Dipublikasikan Oleh: M. Media Cetak Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali. juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. Gambar merupakan bahasa yang umum. Bagan/Chart Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. c. sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Gambar/Foto Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. 1986). media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan. penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain : a. Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto. karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan.Pd Pendidik di Malang . 1983). Selain meliputi bahan bacaan. analisis atau penemuan orang lain. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa. Surat kabar atau koran Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah. Peta dan Globe Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil. teori. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru. b. Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman. 1986) 2. yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Buku Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar.

Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. cara berfikir.blogspot. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. sarana untuk mengekpresikan dirinya. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. menetapkan.arminaperdana. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. penetapan. sementara siswa dibuat pasif. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran.kabar-pendidikan.com. Pemilihan.com. http://grosirlaptop. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa.com Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. ide. Itulah sebabnya dalam belajar. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. keterampilan. Pendahuluan Next Next I. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. ketekunan. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran.blogspot. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. kecerdasan. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa.Sumber: www. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. nilai. www. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Untuk . sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif.blogspot. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar.

penggunaan metode mengajar. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal.bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Jadi. strategi pembelajaran. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Sehubungan dengan tugas ini. kecerdasan. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. membangkitkan motivasi belajar. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. ketekunan. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. . Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

kecerdasan. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. ketekunan. keahlian guru dalam mengajar. ide. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. keterampilan. penetapan. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Pendahuluan Next Next I. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. menetapkan. nilai. Pemilihan. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. cara berfikir. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif.Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Itulah sebabnya dalam belajar. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1].

penggunaan metode mengajar. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. sementara siswa dibuat pasif. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Jadi. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . strategi pembelajaran. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Sehubungan dengan tugas ini. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. membangkitkan motivasi belajar. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya.

PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. ketekunan. keahlian guru dalam mengajar. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. ketekunan. cara berfikir. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. nilai. Itulah sebabnya dalam belajar. kecerdasan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. kecerdasan. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. penetapan. . namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. ide. sarana untuk mengekpresikan dirinya. keterampilan. Pendahuluan Next Next I. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pemilihan. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. menetapkan.

guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. penggunaan metode mengajar. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Sehubungan dengan tugas ini. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. sementara siswa dibuat pasif. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. strategi pembelajaran. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran.Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. membangkitkan motivasi belajar. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Jadi. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. .

b. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi.. justru karena tujuan itu sendiri. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar . Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai[36]. Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. bereksplorasi. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi.Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya H. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. seperti uraian berikut ini. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: • • Dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat Terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. Konteks Belajar. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Selain itu. dan daya penentu. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus.

Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. Belajar memang harus merupakan persoalan individual. f. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. Namun demikian. sosialisasi. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. dan individualisasi.. Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah. c. e. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. tetapi sejauh mana percobaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain. g. Timbulnya pertanyaan. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. 3) Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaik-baiknya. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. diskusi dan sebagainya. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. Evaluasi . saran. suatu soal yang perlu dipecahkan. Dengan dernikian. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. hal ini perlu dikctahui.2) Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. rnelihat eksplorasi dan penernuan. Sosialisasi Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. fokalisasi.

Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Pendahuluan Next Next I. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. ketekunan. PENDAHULUAN . Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. ketekunan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. kecerdasan.Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. keahlian guru dalam mengajar. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. kecerdasan. III. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik.

strategi pembelajaran. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha . Sehubungan dengan tugas ini. cara berfikir. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. keterampilan. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. penggunaan metode mengajar. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya.Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Itulah sebabnya dalam belajar. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. ide. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. menetapkan. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. penetapan. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Pemilihan. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Jadi. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. nilai. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. sementara siswa dibuat pasif.

pengertian. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. membangkitkan motivasi belajar. PEMBAHASAN A. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. usaha untuk menguasai. kedua. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. keterampilan. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. penyesuaian diri. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. 1.menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. minat. sikap.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. watak. kelelahan. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. II. . harga diri. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. tetapi juga berbentuk kecakapan.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. penyakit. atau suatu pengertian. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan.” Dengan demikian.

makna dan manfaat tertentu. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. ketekunan. 3. fasilitas (ruang.[10] Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa.[11] Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik adalah pembelajaran efektif. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. ”Guru yang berhasil adalah mengajar murid bagaimana memiliki informasi dalam pembicaraan dan membuatnya menjadi milik mereka. dari posisi murid tercipta belajar efektif. baik kuantitas maupun kualitasnya.Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). papan tulis. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa. makna dan manfaat tertentu. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. kelas audio visual). tetapi lebih menekankan pada internalisasi. material (buku.[9] Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh. maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru. Sedangkan pelajar efektif adalah membentuk informasi. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif. 2. gagasan dan . Menurut Joyce and Weil . Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan. Pengertian Efektif Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. kecerdasan. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. keterampilan. Artinya. dari posisi guru tercipta mengajar efektif. kapur dan alat belajar). Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Hakikat Pembelajaran Efektif Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik.

. Pendayagunaan teknologi pendidikan telah memasyarakat. yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran.kebijaksanaan dari guru mereka dan menggunakan sumber daya belajar secara efektif”[12]. Proses belajar akan berjalan baik jika peserta didik bias melihat hasil yang fositif untuk dirinya dan memperoleh kemajuan-kemajuan jika ia menguasai dan menyelesaikan proses belajarnya. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek. guru lebih memikirkan/memfokuskan penciptaan pengalaman baru bagi siswa. Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik. satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. Dalam persiapan mengajar. Paradigma baru dalam pembelajaran siswa aktif mengharuskan guru untuk mengubah cara pandang terhadap pembelajaran. mendengar dan mencatat hal ini sangat tidak dianjurkan. Intinya adalah aktivitas pengajaran sebagai penataan lingkungan. bahan-bahan. Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman. pengaturan ruang kelas. Melalui pengalaman tersebut. maka pertumbuhan industri pendukung pendidikan juga semakin berkembang. perasaan dan kesadaran. yang didalamnya para pelajar dapat berinterkasi dan belajar mengetahui bagaimana caranya belajar. Semakin tinggi dan banyak teknologi didayagunakan dalam dunia pendidikan. Peran utama dalam pengajaran adalah menciptakan model aktivitas pengajaran kuat dan tangguh. Guru mengolah kurikulum yang tepat sehingga dengan pemahaman konsep yang benar yang dibentuk siswa. 1995: 197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dan diketahui dari nilai hasil ujian semester. yaitu : • • • Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan eterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. dan hasil-hasil yang diharapkan sesuai denagn tingkat kematangan peserta didik serta latar belakang mereka. untuk mencapai pembelajaran aktif.[13] Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi dan belajar tersebut maka dapat diambil kesimpulan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan. Proses pembelajaran dengan metode ceramah. maka semakin terbuka lebar peluang kerja kreatif masyarakat terdidik. (Daradjat. Aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental. siswa dapat mengembangkan pengetahuannya. guru mendominasi pembicaraan sementara siswa terpaksa atau bahkan dipaksa untuk duduk. Bukan hanya terpusat pada teknologi informasi. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan. memungkinkan dapat menghubungkannya dengan pemahaman sebelumnya serta membuka peluang untuk mencari dan menemukan pemahaman terhadap konsep baru. melainkan terbuka peluang bagi industri lokal untuk memproduksi alat-alat peraga dan simulasi.

Karakteristik Belajar yang Efektif Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian. membuat peta dan lainlain. sehingga keberhasilan belajar dan prestasi dapat dicapai dengan baik sesuai tujuan pembelajaran. 7. memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. Metode yang bervariasi. mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan. yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati. terdapat interaksi balajar-mengajar yang bagus. dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri. tercipta suasana dan iklim pembelajaran yang kondusif. misalnya menyusun intisari pelajaran. Berpusat pada siswa Interaksi eduktaif. jika diperlukan Selain itu Ciri pengajaran Efektif juga dapat diketahui dengan: 1. 2. bisa berbentuk anka jiga berbentuk huruf. Guru-Siswa Suasana demokratis Metode yang bervariasi Bahan belajar bermanfaat Lingkungan kondusif Suasana belajar menunjang . Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata. 3. dapat mengerti kebutuhan siswa. 6. 5.Nilai tersebut merupakan nilai yang dapat dijadikan acuan berhasil tidaknya siswa belajar serta dijadikan acuan berhasil tidaknya proses belajar mengajar di kelas. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar. Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya. maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. Para guru diharapkan dan harus mampu menciptakan pembelajaran dengan efektif. 7. 2. sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. 4. 6. Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan ciri[15]: 1. 4. Suasana demokratis di sekolah. sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain. Prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu yang telah dipelajarinya. kemampuan berfikir kritis. tenggang rasa. 5. Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. Dan secara fisik. akan tetapi juga keberhasilan sebagai indikator kualitas institusi pendidikan di tempat dia belajar. menghargai pendapat orang lain. Penilaian prestasi siswa yang dicantumkan dalam rapot. Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. Interaksi belajar yang kondusif. 3.[14] B. menyenangkan.

Menguasai metode/strategi pembelajaran 6. dsb. umpamanya kebersihan rumah. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa : . sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. Aktivitas lisan. Kondisi efektif Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. misalnya kesehatan. tersedianya fasilitas belajar.Selain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimana Karakteristik Guru Efektif. Menumbuhkan semangat belajar 4. Kedua. ketentramannya. dan sebagainya. Memiliki imajinasi dalam menjelaskan 5. Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur. antara lain : a. c. Yang jelas. hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama. diantaranya keaktifan siswa. seperti membaca. Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa 3. tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. Melibatkan Siswa secara aktif Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. seperti bercerita. kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia. tergantung pada segi tujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. seperti mengarang. mendengarkan pengarahan guru dsb. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal. seperti mendengarkan penjelasan guru. ruangan cukup terang. tetapi melibatkan banyak faktor. kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri. penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. Aktivitas mendengarkan. Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dan keprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. d. kendati memang keberadaan guru merupakan faktor penentu dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. e. membuat surat. menulis. Aktivitas visual. Adapun karakteristknya yaitu: 1. kenyamanan dan keamanan ruangan kelas dan beberapa faktor lainnya. Setiap jenis aktivitas memiliki kadar atau bobot yang berbeda. misalnya ruang belajar harus bersih. Aktivitas gerak. Dalam menciptakan kondisi yang baik. Memiliki sikap terbuka terhadap siswa C. membuat karya tulis dsb. tidak gelap dan tidak mengganggu mata. Aktivitas menulis. tanya jawab. b. seperti melakukan praktek di tempat praktek. atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif. aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa. keamanannya. Memiliki minat terhadap mata pelajaran 2. maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. melakukan eksprimen dsb.[16] Keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas memang tidak semata tergantung guru.

Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar. Pada awal kegiatan pembelajaran. Menarik minat dan perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri. sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran. Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. Disinilah sebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. 4. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.[19] . Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat. 3. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa : • • • • • • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.1. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat. sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya.[17] 3. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar. Guru sering kurang menyadari bahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik. Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar[18]. bakat dan kecerdasan siswa. dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. Kemampuan indiviadual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin. Membangkitkan motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. 2.

ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. sebagai berikut : • • • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan. belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat dan atau melalui lembagalembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual. Sebab. pelayanan individu merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. pembelajaran yang mengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga. Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. Dalam sistem pembelajaran tuntas. Sistem pembelajaran individual atau pembelajaran privat. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman kongkret yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas. Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok. dan Rosmawati. Setiap sub materi pelajaran yang disajikan harus dapat dimengerti oleh semua siswa. bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya. tanpa terkecuali. 5. tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik. memadai dan mudah digunakan. sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Lihat Selanjutnya D. bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan keaktifan. Oleh karena itu dalam pembelajaran tuntas. Hal ini senada seperti yang ditulis Madri M. Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar. Alat yang dipilih hendaknya tepat. Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Suasana pembelajaran efektif Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pengajaran sangat tergantung pada kemampuan mengatur kelas yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak didik dapat belajar. seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk .Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja. materi pelajaran tidak boleh diteruskan sebelum materi yang sedang diajarkan dapat diserap oleh seluruh siswa.

Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran 7. Selalu bersikap sopan kepada murid.[22] dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran: 1. Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalam pelajaran ini 6. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai Menurut Nasrun dalam forum pendidikan mengemukakan bahwa guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran sesuai dengan materi yang akan di sajikan. (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan. merasa tidak berdaya. Adanya keterlibatan penuh. Perasaan terancam. Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran 5. sehingga dengan hal tersebut siswa tidak akan merasakan tekananan. Bebas dari tekanan. Perhatian peserta didik tercurah. Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap murid tertentu 4. Menarik. jenuh/bosan. suasana pembelajaran monoton.[23] 2. apabila suasana pembelajaran tersebut menyenangkan. suasana belajar yang menyenangkan suasana belajar yang menyenangkan membuat pembelajaran akan berjalan efektif. Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. dituntut mampu menggunakan metode mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik. Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara 8. tidak bersemangat. Perasaan menakutkan.[24] 3. dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar. malas/tidak berminat. pembelajaran tidak menarik siswa. Konsentrasi tinggi. Bangkitnya minat belajar. Bersemangat. Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid. meningkatkan prestasi belajar siswa. Aman. 3.[25] . Suasana bebas Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi siswa dalam berbicara dan atau berpendapat sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar. Perasaan gembira.[20] Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu efektivitas proses belajar mengajar[21] yaitu : 1. malu dan lainnya terhadap guru maupun sesame peserta didik. Suasana pembelajaran yang menyenagkan menghindarkan pembelajaran yang tidak efektif. Memanggil setiap murid dengan namanya 2. maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai.melaksanakan tugas ajar. pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak). adanya rasa takut. karena peserta didik tidak Tertekan. peserta didik akan lebih Rileks.

dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif .[28] Guru sebagai evaluator of learning. Tanggung jawab Pendidik Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagai pembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya. Upaya Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif Dalam perannya sebagai pengelola kelas. memfokuskan perhatian kepada peserta didik. Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. 1. karena kelas merupakan lingkungan belajar yang paling utama dan merupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan dengan baik. sehingga siswa dapat belajar optimal. dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Pendekatan pribadi dimaksudkan untuk lebih mengenal dan memahami murid-murid secara mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruan belajar mengajar. yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar[27]. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Guru sebagai pengelolah pengajaran. Keberhasilan Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar.[30] Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal. yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif. aktif. dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu.E.[29] Guru sebagai pembimbing. Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat. guru berusaha mendayagunakan potensi kelas. Lingkungan kelas hendaknya diatur dan diawasi sedemikian rupa agar kegiatan belajar lebih terarah dan dapat merangsang siswa untuk giat belajar serta aktif mengikuti pelajaran[26]. . Adapun yang harus dilakukan seorang guru adalah: • • • • • Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif. guru juga hendaknya mampu mengelola kelas dengan baik. memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah.

keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. dapat di klasifikasikan yang menyangkut : lingkungan (keadaan) fisik.Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom management). Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar c. Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswa merupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. 3. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkan memotivasi siswa yaitu: . Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran. strategi pengajaran. pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan.[31] Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar. Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru b. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Hal ini karena: a. Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah c.[32] Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesional dalam pelaksanaan pembelajaran. Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan d. sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. dan lingkungan sosial. Menurut Milan Rianto. Motivasi perlu dimiliki oleh siswa agar mereka memiliki ketangguhan dalam belajar Motivasi merupakan proses yang kompleks. keahlian motivasional. maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara pleksibel. Penataan Lingkungan Belajar Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataan lingkungan belajar. cara pengajaran Pendidik Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk itu guru harus: a. 2. Motif merupakan sebab terjadinya tindakan b. hal ini terlihat bahwa motivasi merupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran. mempunyai keahlian manajemen kelas.

Proses yang disengaja dan disadari c. akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yang signifikan diantaranya: a. adanya penataan lingkungan belajar yang baik. Dengan adanya prinsip belajar ini. Pemahaman hasil f. serta cara atau strategi pengajaran seorang guru yang profesional. Lingkungan yang kondusif h. Prinsip Pemacu c. Perubuhan yang terarah 2. Strategi pembelajaran Efektif Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai[33]. F. Keteladanan Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka harus terwujud seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran. diperlukan beberapa hal yaitu: 1. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Prinsip-prinsip belajar Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Perubahan yang berkesinambungan c. Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan b. Pengembangan minat g. Perubahan secara permanen f. Perubahan bersifat positif aktif e. Perubahan yang disadari b. Perubahan fungsional d. Bentuk pengalaman yang sistematis. Kejelasan dan kedekatan tujuan e. Esensi Belajar a.a. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan c. Prisnip Ganjaran dan Hukuman d. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai d. Prinsip Kompetisi b. Perubahan seluruh aspek pribadi b. Dalam melaksanakan strategi tersebut. Rangkaian aktivitas belajar a. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar . dan terarah 3.

keterampilan. manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) untuk mencapai visi dan misi pengajaran. Manajemen Pengajaran Efektif Pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu kegiatan. Hasil Pembelajaran a. Strategi kognitif d. Kualitas Belajar a. dan pemahaman terhadap dunia di sekitarnya secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Belajar untuk belajar c. Kecakapan intelektual : diskriminasi. menggerakkan. Belajar untuk berbuat d. Pertama. leading and controling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals. aturan c. baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam kegiatan mengembangkan aktivitas pengajaran secara efektif sebagaimana dikemukakan diatas terdapat pembaharuan atau perubahan secara inovatif. Ketiga. Respons : aktivitas belajar 4. dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas[35]. Informasi verbal b. manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan. kemampuan. Kedua. mengorganisasikan. secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar. . Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek e. Hersey dan Blanchard memberi arti pengelolaan sebagai[34] berikut : Management as working with and trough individuals and groups to accomplish organizatinal goals (pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui seseorang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi). Belajar untuk hidup bersama secara damai G. Kecakapan motorik 5. organizing. konsep konkret. manajemen pengajaran efektif merupakan serangkaian kegiatan merencanakan. Stoner mengemukakan bahwa : ”Management is the proses of planing. Sikap e. mengendalikan dan mengembangkan segala upaya dalam proses menolong murid mencapai pengetahuan. Belajar untuk menjadi diri sendiri b. Keempat.d.

Guru tidak seharusnya menghukum dengan marah atau putus asa. buku-buku pelajaran. Banyak guru mempercayai bahwa jika manajemen terlalu terstruktur. yaitu : • • • • • • • • • Manajemen efektif adalah hasil dari sejumlah faktor. Keenam. . guru pun seharusnya jangan takut untuk amarah sepanjang marah itu tidak mengurangi motivasi dan hukuman yang diberikan. Keenam. Manajemen efektif bebas dan tidak terbatas. Vidiotapes. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen dalam suatu model pembelajaran . Para guru harus bekerja dalam cara yang sama untuk pengungkapan yang sama dari perilaku salah. Guru harus menentukan kebutuhan murid-murid dengan mengembangkan suatu sistem manajemen untuk keseharian kepada kebutuhan kepribadian anak yang diharapkan berinteraksi terhadap prestasi tertentu. Bagaimanapun manajemen efektif memberikan kepada murid dengan pedoman yang jelas dan bekerja. pengaturan ruang kelas untuk melayani berbagai aktivitas pengajaran. Pembelajaran yang terobsesi seharusnya dijadikan model oleh para guru. Guru-guru adalah model dari perilaku yang diterima. berbagai tulisan/paper. Fungsi manajemen yang baik adalah sebagai alat penghubung kekuatan yang dimiliki murid ke dalam suatu pengalaman pembelajaran produktif jika murid belajar secara efisien. outline yang dapat melayani tujuan pengajaran selama proses aktivitas pengajaran. kunjungan / fiel trif yang memiliki kualifikasi pengetahuan. Efektifitas manajemen bersifat konsisten. Film. Keadaan ini menyebabkan pola kerja yang konsisten dan bebas dari kebingungan dan disiplin yang kurang terstruktur untuk menghasilkan penuh kreativitas mereka. Problem manajemen mungkin saja tidak menghargai kualitas sistem pengajaran. Manajemen efektif melibatkan perhatian dan pengembangan inovasi. diagram. Manajemen efektif mencakup pengaruh ulang terhadap perilaku diinginkan dan penguatan dari perilaku yang diinginkan. hal itu mengurangi kreativitas murid. peralatan pengajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kedua. maka harga diri dan dorongan untuk berprestasi semakin tinggi. ada hasil perasaan puas. Ketujuh. dan sikap kepada pelajar.dll. Kelima. maka guru akan lebih berusaha mencapai prestasi dalam pengelolaan kelas yang lemah. Keberhasilan meningkatkan penghargaan kepada murid jika murid-murid berprestasi. keterampilan. CD yang berisikan rekaman gambar dari film dan dapat diakses dengan menggunakan komputer. penggunaan gambar-gambar. Hal itu seharusnya muncul untuk murid bahwa manajemen dilaksanakan oleh guru untuk memelihara pembelajaran murid dan mengembangkan inovasi aktivitas pengajaran. tidak ada cetak biru/pedoman yang sederhana bagi manajemen kelas yang efektif. Tentu saja. Ketiga. Keempat.Berbagai sumber daya pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran antara lain : Pertama. Manajemen efektif mendorong keberhasilan murid.

kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini.Salam saya Ibrahim Lubis.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya.• Manajemen efektif menuntut teamworks. they have high expectations of their student. Lihat selanjutnya III. ketekunan. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.. guru-guru. They are well organized in their planing. Bekerja secara konsisten menuju tujuan yang sama. Untuk keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. keahlian guru dalam mengajar. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. and. email :ibrahimstwo0@gmail. Kedua. they communikate effectively with their students. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. orang tua. Ketiga. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. kecerdasan. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. kepala sekolah. masyarakat.saya yakin Sobat orang yang baik. . anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. menurut Urlich dkk ada tiga perlakuan yang harus dilakukan guru yaitu : Pertama. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. dan profesional pendidikan lainnya.

. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Models of teaching (University of California: Allyn and Bacon.Tri wibowo B. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Soemanto. 2007) Rosyada. Milan.saya yakin Sobat orang yang baik. Hadari.1996).com/social-sciences/education/2129621.tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. Jakarta : PT. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo.Salam saya Ibrahim Lubis. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK.. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya.2005) Joyce. (London . 2008) Semiawan. 2009) Rianto. 2002. Sri Esti Wuryani. pembelajaran efektif. Belajar dan Faktor . E. 1995) W. 46 [2] Ngalim purwanto. 2002) http://id. 1989) Nasrun. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. h. Cony. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan.S. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. Kurikulum dan Pembelajaran. Media. Wasty. Dede. 2004). 2003) Nawawi. Ngalim. Metode. 1998. Bumi Aksara. Joyce. TT) Hamalik. 1996). Syafaruddin dan Irwan Nasution.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. John W. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. educational Psychology. Gulo. H. 1990) Slameto. Oemar. 2001) Purwanto.com Lihat daftar pustaka dan Footnote DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono..11 Prayitno.1996) Footnote • • [1] Bruce R. email :ibrahimstwo0@gmail. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung.shvoong. Imtima. Models of Teaching.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 2004) Santrock. 2007) cet. Marsha Weil. (Bandung : Falah Production .Bruce dan Marrsha Weil. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Allyn Bacon. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. 84 . Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. Manajemen Pembelajaran. Terj.

9 [31] Milan Rianto. Op Cit.dkk.. Bumi Aksara. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. h. 35 [35] Syafaruddin dan Irwan Nasution.. dan Rosmawati. Raka Joni. h. 201 [5] Syaiful Bahri Djamarah. h. [21] Mary Underwood. 2007). (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Psikologi Pendidika : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta. 1998). 1989).upi. Pengelolaan Kelas yang Efektif suatu Pendekatan Praktis. 94-97 [16] Ibid [17] Rosyada. 9 [19] Rosyada. 1994). 1983). (Massachusset: Heath an Company. 2002). h. [26] Rosyada..428. 226-227 [11] Slameto. Pemahaman Guru Tentang Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar. 03. 100 [14] Hadari Nawawi. 45 [13] Dede Rosyada.. h. No. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. Gulo. h. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. (London .1996). 1990).. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB [24] W. Models of Teaching. 113 [20] Madri M. Allyn Bacon. 329 [4] Prayitno. 7 [33]Suherman. 129 [18] John W. Media. h. Educational psychology (New York: Harcourt. 117. 123 [27] Santrock. h. TT). Manajemen Pembelajaran. Op Cit. h.. diunduh pada tanggal 2 januari 2012 [34] Urlich.edu/Direktori/FIP/ SUHERMAN/BIMB_BELAJAR_EFEKTIF). 2009). 56 [9] E. h. h. Op Cit. h. Op Cit. Vol. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. h 39. Teaching Strategies. Op cit. Donald. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. h. h.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. 2001). h.. (Penerbit Arcan.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • [3] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 1 [32] Santrock. 274. ( Jurnal Pembelajaran. 1963). 27. Mulyasa. hlm. Belajar dan Faktor .2000). Metode. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Pengelolaan Kelas (Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud.2005) [36] M. 85 [25] Nasrun. 148 [30] Santrock. Desember 2004 ). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. 2007) cet. h.com/social-sciences/education/2129621.shvoong. Op Cit. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. 1995). pembelajaran efektif. h.. 2004). Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. Imtima.11. Op Cit. h. 47 [8] Oemar Hamalik. Strategi Belajar Efektif (Universitas Pendidikan Indonesia: http://file. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. h. educational Psychology.Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta : PT. Brace & World. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. 149 [10] Sri Esti Wuryani Djiwandono. 2002). h.Tri wibowo B. 75-76 [12] Joyce. Op Cit. 104 [7] Lee Joseph Cronbach. h. h.S. h. C. 63 [23] http://id. Bruce dan Marrsha Weil. 21 [6] Wasty Soemanto. 121 . 7-8 [28] Ibid [29] Rosyada. [22] Cony Semiawan. 2003). Entang dan T. h. Santrock. [15] Slameto. 1980). Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Terj. h. h. 2008).

karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. dan budi pekerti.saya yakin Sobat orang yang baik. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . dan moral anak. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. yaitu lingkungan keluarga.com Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. membimbing. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Dari ketiga lingkungan tersebut.Salam saya Ibrahim Lubis. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. email :ibrahimstwo0@gmail. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual.saya yakin Sobat orang yang baik.Salam saya Ibrahim Lubis. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. email :ibrahimstwo0@gmail. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. watak. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. lingkungan sekolah. Berbicara masalah pendidikan.. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. perasaan. dan papan..Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. pandai dan berakhla. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. dan lingkungan masyarakat[1]. pangan. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama.

dan dan tidak saying padanya. dan mempengaruhi sikap. menuntut kejalan yang benar. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ). membimbing.menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. misalnya. perasaan. • b. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun. sehingga akan menjadikannya berprestasi. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. . Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan. karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. dibatasi kebebasannya. buku-buku pelajaran. dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Miller. diantaranya: • Stoops.

[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan).[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya. dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup. Selain itu prestasi menurut S. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. d. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. karena . Jadi. orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima. dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. Namun. a. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua. Sejak zaman dahulu.c.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Sedangkan menurut winkel. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan. e. selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat.

Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. yaitu mendidik. Dengan tersebut. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan. karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak.orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. dan benci. rasa marah. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. membimbing. berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi. dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. . Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya. Namun. maupun aturan. menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi. perhatian. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar.

disiplin. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. maka wajib untuk seorang siswa belajar. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Dalam membimbing.Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian. hadiah dan hukuman.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua. karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. serta tanggapan terhadap anaknya. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : . Apabila anak siap mental dan fisik 2. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. peraturan. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Untuk menjadikan prestasi belajar baik. Belajar adalah berusaha. D. karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar . b. orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima.

menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. Memberi pengarahan. pangan. dan papan. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. perasaan. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. Membantu mengatasi masalah anak 6. Selain itu sebagai orang tua harus mampu .Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. Harus disertai kasih saying 2. yaitu lingkungan keluarga. membimbing. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. Memberi penghargaan terhadap anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. dan lingkungan masyarakat[1]. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. lingkungan sekolah. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. dan budi pekerti. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Dari ketiga lingkungan tersebut. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. pandai dan berakhla. Kedisiplinan b. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. Berbicara masalah pendidikan. watak. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. Memberi dukungan terhadap anak e. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. Memotivasi belajar c. dan moral anak.

menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, misalnya, buku-buku pelajaran. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, dan dan tidak saying padanya. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun, dan mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ), karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan, membimbing, menuntut kejalan yang benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan, diantaranya:

Stoops, mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal, dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Miller, mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

b. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya, sehingga akan menjadikannya berprestasi. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya.

c. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Sedangkan menurut winkel, prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Selain itu prestasi menurut S. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Jadi, dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. d. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya, selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. e. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. a. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Sejak zaman dahulu, orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Namun, dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua, karena

orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting, karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Dengan tersebut, maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan, karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar, yaitu mendidik, membimbing, menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya, karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Namun, apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang, perhatian, dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan, rasa marah, dan benci. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian, maupun aturan, maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan.

Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap anaknya. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. b. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Untuk menjadikan prestasi belajar baik, maka wajib untuk seorang siswa belajar. Belajar adalah berusaha, berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua, karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar , orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Dalam membimbing, orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak, karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. D. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

Harus disertai kasih saying 2. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. 2004 W. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1.com/2011/04/makalahbimbingan-orang-tua-terhadap. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasi-siswa http://www. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. Kedisiplinan b.html http://aggilnet.html http://heru-id.anakciremai.S. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. Memberi Dorongan Positif pada Anak.J.com/2008/06 makalah-psikologi-tentang-bimbingan. Bulan Bintang : Jakarta.ilmiah-tesis.psb-psma. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. Membantu mengatasi masalah anak 6. Remaja dan Keluarga.Gunarsa. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. PT. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. Psikologi Praktis : Anak. 1980 Singgih D. Balai Pustaka : Jakarta. Memberi dukungan terhadap anak e. Poerwadarminto. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak.Gunarsa dan Yulia Singgih D.html . Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Memberi pengarahan.html http://www.blogspot. 1989 http://www. Memberi penghargaan terhadap anak Daftar Pustaka Imaduddin Ismail. 2004 Jim Taylor. Memotivasi belajar c.blogspot.

Psikologi Praktis : Anak. Poerwadarminto. 2004.html. 2004. hal : 244 [5] Jim Taylor. .S. di download 8 April 2011 [4] Singgih D. di download 8 April 2011 [9] Ibid [10] Jim Taylor.J.html. Zakiah darajat dan dra. Nur uhbiyati A.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasisiswa.S. 1989. Poerwadarminto.--------------------[1] http://www.Gunarsa dan Yulia Singgih D. hal : 129 [6] Imaduddin Ismail. Memberi Dorongan Positif pada Anak. Pendahuluan Berkembangnya ilmu pendidikan islam dalam dunia ilmiah menempatkan posisinya sebagai sebuah pelajaran yang harus dipelajari secara lebih fokus dan konsekuen.html.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. Remaja dan Keluarga. hal : 6 [12] Imaduddin Ismail.blogspot. PT. di download 3 April 2011 [3] http://www. hal : 73 [8] http://heru-id. ph. di download 3 April 2011 [2] http://www. Ilmu pendidikan islam berkembang bukan dalam hal bagaimana supaya mengetahui cara syariat-syariat islam atau mengetahui diwajibkanya sesuatu seperti bagaimana kita shalat.psb-psma. hal : 71 Metode pendidikan Islam menurut dra. opcit. Balai Pustaka : Jakarta.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.Gunarsa. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.anakciremai. opcit.ilmiah-tesis.J. Bulan Bintang : Jakarta. 1980. Kamus Besar Bahasa Indonesia. hal : 13 [7] W.com/2008/06makalah-psikologi-tentang-bimbingan.D. hal : 126 [11] W. opcit.

maka terciptalah Ilmu Pendidikan Islam. Pengertian Pendidikan Islam Sedangkan Pendidikan Islam yaitu “suatu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan berdasarkan normanorma yang islami agar terbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim” [2] Sedangkan Pendidikan Islam menurut Abdurrahman Annahlawi yang dikutip oleh Nur Uhbiyati dalam buku Ilmu Pendidikan Islam yaitu: ‫التربية السلميه هي التنظيم المنفسي والجتماعي الذي يوءدي اعتناق السلم وتطبيقة‬ . sistem atau ketertiban dalam mengajarkan sesuatu. hanya lebih cendrung kepada kata-kata “Kepribadian Muslim” seperti yang telah dikatakan oleh Drs. cara. Pengertian metode Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “meta” yang berarti “melalui” dan “hodos” yang berarti “jalan atau ke atau cara ke”. haji. alangkah lebih baiknya apabila terlebih dahulu dabahas tentang apa yang dinamakan metode itu sendiri dan juga pengertian pemdidikan islam PEMBAHASAN Metode pendidikan Islam menurut dra.” Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita [1] 2. Nur Uhbiyati dalam bukunya yang bejudul Ilmu Pendidikan Islam dan pembahasanya juga tidak terlalu sempit karena mencakup ilmu pendidikan secara islami. apa saja yang dipelajari. atau kegiatan ritual yang lainya. Ilmu ini tidak terlalu berbeda dengan ilmu-ilmu umum yang lainya. Ahmad D. hal tersebut apabila di tulis hanya kata-kata “Ilmu Pendidikan” maka kata-kata ini sangat umum yang bisa berarti pendidikan modern. Seperti yang telah tertulis tersebut diatas. dan apa tujuanya. Perlunya diadakan penelitian tentang adanya sebuah metode yang tepat bagi pendidikan. Akan tetapi ilmu ini lahir sebagai sosok ilmu yang baru tentang bagaimana menyampaikan pendidikan yang terbaik melalui sesuatu metode yang tepat atau cara yang terbaik bagi sipendidik dan yang terdidik. Karena itulah memakai kata-kata Ilmu Pendidikan Islam. Hj. Zakiah darajat dan dra. maka saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa obyek ilmu ini. zakat. Pengertian Metode Pendidikan Islam 1. pendidikan tradisional. pendidikan islam. dalam bahasa arab metode disebut “tariqah” artinya yaitu “jalan.puasa. Sebelum saya membahas mengenai metode-metode pendidikan islam. ataupun Non-islam. tetapi hanya sekedar membahas dari segi metode atau cara-caranya saja. yaitu metode pendidikan islam. marimba yang telah dikutip oleh Dra. Nur uhbiyati B.

Padahal antara sipendidik dengan yang terdidik itu saling mempengaruhi satu sama lainya. Zakiah Darajat yang mendefinisikan pendidikan islam dengan sangat ringkas yaitu “pembentukan kepribadian muslim”[4] Lain lagi kalau menurut Dra. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antara sipendidik dan siterdidik harus sama-sama mempunyai potensi yang baik. ada juga yang sebaliknya yaitu mendefinisikan hanya melihat sipendidik tanpa melihat siterdidik. Pembahasan Sebenarnya kalau membahas tentang metode atau cara mendidik yang efektf al Qur’an sendiri telah banyak memberikan contoh seperti pada al qur’an surat luqman ayat: 12-19 yang berbunyi: ٌ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ ُ ْ َ َ ٌ َِ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد اتينا لقمن الحكمة ان شكرل ومن يشكر فا نما يشكر لنفسه ومن كفر فان ال غني حميد‬ َ ْ ‫0 واذ قا ل لقمن لبنيه وهويعظه يبني ل تشركِبا ل ان شرك لظلم عظيم0 ووصينا الءنسان بولديه حملته ام نه وهنننا‬ ً ْ َ ُ ُ ُ ُ ْ ََ َ ِ ْ َ َِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ َِ َ ‫ع َ وهن وفصا له فى عا مين عن ا شكر لي ولو لديك اءلي المصير 0 واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك بننه‬ ْ ِ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ٍ ْ َ ‫َل‬ ‫علم فل تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم اء الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتنم تعملنون‬ ‫0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الرض ياءت بهننا الن ان الن لطيننف‬ . Nur Uhbiyati bahwa pengertian pendidikan islam itu adalah “bimbingan yang dilakukan oleh seseorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim”[5] Para ahli dalam mendefinisikan pendidikan islam sangat beragam dan berbeda–beda.‫كليا فى حياة الفرد والجماعة‬ “Pendidikan islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif”[3] Pendapat diaatas sangat jauh bereda dengan pendapatnya Dra. Jadi bisa diambil kesimpulan dari uraian-uraian diatas sebagaimana disimpulkan oleh Dra. Contohnya seorang guru apabila mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai cara atau metode yang tepat. maka siterdidik akan merasa kesulitan untuk mudah memahaminya dan juga sebaliknya. Hj. Nur uhbiyati bahwa yang dinamakan Metode Pendidikan Islam ialah “suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik agar terbentuk kepribadian muslim” [6] C. ada yang mendefinisikan dengan melihat siterdidik tanpa melihat sipendidik . Tetapi yang harus lebih berpotensi itu sipendidik karena dari sipendidik itulah segalanya akan ditiru oleh siterdidik baik perkataan maupun perbuatan. ada yang hanya melihat dari sisi kemaslahatanya saja.

maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).‫خبير 0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم المننر 0 ولتصننعر‬ ‫خدك للناس ول تمش فى الرض مرحا ان ال ليحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صننوتك ان‬ ‫انكرالصوة لصوت الحمير‬ “Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah. Sesungguhnya seburuk-burku suara adalah suara keledai. hanya kepada-Kulah kembalimu. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu. dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Hdan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Hai anaku. maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku. Tirmizi) . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. (Luqman berkata): Hai anaku.” (HR. dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya).”[7] (QS. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. janganlah kamu mempersekutukan allah. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu. Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui. Luqman: 12-19) Dan Nabi Muhammad SAW. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut: ‫مرو ا الصبي با لصلة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها‬ “Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. dan barang siapa yang tidak bersyukur.

ia mesti menggnakanya untuk membina. Apabila islam menyalurkan kekuatan tubuh dan jiwa ketka sudah menumpuk dan tidak menyimpanya karena penuh resiko maka islam sekaligus juga tidak senang kepada kekosongan . Apabila teladan dan nasehat tdak mempan. Hj. Pendidikan Melalui Cerita. mengasuh dan mendidik jiwa. Hidup ini penuh perjuangan daan merupakan pengalaman-pengalaman dengan berbagai peristiwa. menggunakan dua macam metode yang sangat terkenal yaitu: sistem Sorogan atau di sebut juga sistem bandongan dan juga sistem Wetonan. pembawaan itu biasanya tidak tetap dan oleh karena itu kata-kata harus diulang-ulang. Pendidikan Melalui Hukuman. Kebiasaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena itu menghemat banyak sekali kekuatan manusia karena sudah kebiasaan yang mudah melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatn yang bermanfaat. Pendidikan Melalui Peristiwa-peristiwa. Cerita mempunyai daya tarik yang mennyentuh perasaan manusia. ada yang mengunakan televisi. komputer dan lain sebagainya. maka letakanlah persoalan di tempat yang benar. maupun karena sebab-sebab diluar kemampuanya. Jakiah Drajat dalam bukunya yaitu Pendidikan Islam mengatakan bahwa metode yang akurat adalah bagaimana caranya mengunakan alat yang serba canggih itu supaya mudah menyampaikan materi kepada anak-anak didik. Adapun Metode yang digunakan oleh Dra. Teknik islam dalam membina manusia dan juga dalam meperbaikinya adalah mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa.[8] Pada jaman sekarang pendidikan sangat beragam dan menggunakan alat yang serba canggih. Didalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar. oleh karena itu pengaruhnya tidak boleh hanya sebentar itu saja. Menyalurkan Kekuatan. ada juga orang-orang yang cukup dengan teladan dan nasehat saja.Di dalam pondok pesantren yang merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam Formal tertua di indonesia. sebab bagaimanapun cerita sudah merajut hati manusia dan akan mempengaruh kehidupan mereka. tindakan tegas itu adalah hikuman. Nur Uhbiyati yang mengutip dari Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut Tarbiyah Islamiyah menyatakan bahwa teknik metode pendidikan islam itu ada delapan macam yaitu: • • • • • • • • Pendidikan Melalui Teladan yaitu: merupakan salah satu teknik pedidikan yang efektif dan sukses. Maka dari itulah metode menurut Dra. Guru yang baik tidak akan membiarkan peristiwa peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa di ambil menjadi pengalaman yang berharga. Pendidikan Melalui kebiasaan. hukuman sebenarnya tidak mutlak diperlukan . baik yang timbul karena tindakanya sendiri. Mengisi Kekosongan. . Pendidikan Melalui Nasihat.

Jenazah pun harus dimandikan sebelum dishalatkan dan dikuburkan. prinsip-prinsip dan metode pendidikan islam dalam keluarga di sekolah dan di masyarakat. Al qur’an dan Terjemah Al-Jumanatul Ali. (Jakarta: Bumi Aksara. namun sebagaimana yang diketahui bahwa memandikan jenazah merupakan bahagian fardhu kifayah dalam pengurusan jenazah. Dalil mengenai kewajiban seorang muslim untuk memandikan jenazah terdapat dalam hadis yang disabdakan Rasulullah Saw yaitu: Dari Abu Hurairah r. membesuk orang sakit. maka putuslah kewajiban penduduk muslim setempat [1]. Hj. Hj. (Bandung : CV Pustaka Setia. 1998). memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan.a berkata. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. (Bandung: CV. hal. Zakiah Drajat.Footnote ______________ [1] Dra. . Cit [6] Dr. fadli Abdurrahman. PENDAHULUAN Seperti orang yang hidup. Nur uhbiyati. 28 [5] Dr. Ilmu pendidikan Islam. Cit hal. mendatangi undangan. Memandikan jenazah merupakan bahagian dari fardhu kifayah dalam mengurus jenazah. “hak seorang Muslim yang lain ada lima hal: menjawab salam. Ilmu Pendidikan Islam. DKK. dkk Loc. mengantar jenazah. Cit Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah (Proses tata cara dalam melaksanakan bahagian fardhu kifayah dalam memandikan jenazah) Oleh: Ibrahim Lubis A. hal. Nur Uhbiyati. Itulah sebabnya memandikan jenazah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan segera. Jilid I. 2 [2] Ibid [3] Abdurrahman Annahlawi.203 [9] H Fadli Abdurrahman. Cit [7] H. Dan apabila hal tersebut telah dilaksanakan. Oleh karena itu.” (HR Bukhari) Walaupun kata memandikan dalam hadis diatas tidak ada. Nur Uhbiyati. aku mendengar Rasulllulah saw bersabda. Loc. Heri nur Ali. 273-277 [4] Dr. alih bahasa Drs. apabila tidak seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh bahagian kampung dan penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa. dan menjawab orang bersin. Diponegoro.hal. Nur uhbiyati Loc. Juz 22 [8] Dra. loc. (Bandung: CV Penerbit J-ART).2006).1989).

Memandikan jenazah dimaksudkan agar segala bentuk hadas dan najis yang ada pada jenazah tersebut hilang dan bersih. Pada dasarnya memandikan jenazah sama saja dengan mandinya orang yang hidup. Menghilangkan najis dari badan mayat terlebih dahulu. Syarat Memandikan Jenazah Adapun syarat wajib memandikan jenazah yaitu : a. Dalam memandikan mayat wajib adanya niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. karena ia termasuk bagian dari ibadah. sehingga jenazah yang akan dikafani terus dishalatkan telah suci dari hadas dan najis. Demikian pula muthlak. maka yang harus dilakukan adalah memandikannya. Jenazah tersebut bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah). kemudian meratakan air ke seleruh tubuhnya. ini harus di usahakan dengan hati-hati upaya mayat tersebut tidak membawa kotoran ke hadapan Allah[3]. Lengkap tubuhnya atau ada bahagian tubuhnya walaupun sedikit c. utamanya bagian kemaluan.Dalam Makalah ini saya Ibrahim Lubis[2] akan membahas mengenai makalah yang berjudul “Tata Cara Memandikan Jenazah” B. Mengurus Jenazah Sebelum Jenazah dishalatkan. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan dalam memandikan jenazah. 2. Hukum Memandikan Jenazah . dan tidak adanya penghalang yang dapat mencegah sampainya air ke kulit mayat. namun dalam memandikannya juga harus dengan hatihati dan lemah lembut. Memandikan jenazah adalah hal yang harus dilakukan atas jenazah seorang muslim. Mandi ini dilakukan dengan cara membersihkan segala najis yang ada di badannya dahulu. sebelum ia dishalatkan. suci dan halalnya air. 3. mayat itu islam b. PEMBAHASAN Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah 1. semua itu harus dipenuhi dalam memandikan mayat[4]. tidak saja meratakan air keseluruh tubuh. namun perbedaannya adalah orang yang hidup mandi sendiri sedangkan jenazah harus dimandikan.

Jika mayat perempuan. Berikut 2 hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memandikan jenazah. hendaklah dimandikan permpuan pula. hukumnya adalah fardhu kifayah artinya bila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh mukallaf[5]. Jenazah orang kafir tidak wajib dimandikan. perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki. sebab ia tentu lebih tahu mengenali si mayit daripada anak si mayit tersebut. . 4. Orang Yang berhak memandikan Jenazah adalah orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya)[10] Kemudian bapaknya. a. Klasifikasi dalam Memandikan Jenazah Klasifikasi ini bertujuan untuk memberikan perbedaan dalam memandikan jenazah. Adapun Orang yang berhak memandikan Jenazah Adalah: • • • Apabila mayat itu laki-laki. dan dishalatkan. Tujuan menjaga dan membatasi bagi orang yang ingin memandikan jenazah adalah agar tidak terjadi fitnah yang dapat memalukan keluarga jenazah tersebut. Cukup digali lubang dan dikebumikan. dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya[8]. Hal ini disebabkan bahwa tidak semua jenazah yang ada dapat atau harus dimandikan.Jumhur Ulama atau golongan terbesar dari ulama berpendapat bahwa memandikan mayat muslim. Ini pernah dilakkan Nabi saw terhadap paman beliau yang kafir [10]. laki-laki tidak boleh memandikan mayat perempuan kecuali suami atau muhrimnya[9]. dikafani. Juga berdasarkan firman Allah SWT: “Dan janganlah sekali-kali kamu menyalatkan jenazah salah seorang yang mati diantara mereka. hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerahasian aib atau cacat penyakit yang masih ada di dalam tubuh jenazah tersebut. hendaklah memandikannya laki-laki pula. Jenazah yang boleh dimandikan Jenazah yang wajib dimandikan adalah orang Islam dan orang yang meninggal bukan karena mati syahid di Medan pertempuran[6] b. c. Jenazah yang tidak perlu dimandikan Jenazah yang tidak boleh dimandikan adalah jenazah yang mati syahid di medan pertempuran karena setiap luka atau setetes darah akan semerbak dengan bau wangi pada hari Kiamat[7]. Kemudian keluarga terdekat si mayit. Orang Yang Berhak Memandikan Tidak semua orang berhak dalam memandikan jenazah. kecuali istri dan muhrimnya.” Janin yang dibawah usia empat bulan tidak perlu dimandikan.

Kemudian ibunya lalu anak perempuannya setelah itu keluarga terdekat. Basuhlah jenazah sebagaimana cara berwudhu. usahakan kepala lebih tinggi dari kaki Tempat jenazah harus tertutup. Sabun atau bahan lainnya untuk membersihkan tubuh si jenazah Sampo untuk mengeramasi rambut si jenazah agar bersih dari kuman dan kotoran Air secukupnya untuk proses memandikan. Bersihkan tubuhnya dengan air dan miringkan ke kanan serta ke kiri. Boleh memakai air yang dialiri oleh selang. sebab jika kamu wafat sebelumku. Bersihkan kotoran dengan cara mengangkat pundak dan kepala sambil menekan perut dan dada Memiringkan ke kanan dan ke kiri sambil ditekan dengan mempergunakan sarung tangan atau kain perca dan disiram berkali-kali agar kotoran hilang. Dipersiapkan kain kafan tergantung jenis kelamin. Menutup aurat jenazah dengan handuk besar dan kain. daun bidara. baik dinding maupun atapnya agar aurat dan cela jenazah tidak terlihat. Kapas. Tata cara Dalam memandikan jenazah a. Persiapan Sebelum Memandikan Jenazah Sebelum Memandikan jenazah.[15] Siram dari mulai yang kanan anggota wudhu dengan bilangan gasal menggunakan air dan daun bidara. aurat jenzah harus senantiasa agar tidak terlihat . Maka harus dilakukan beberapa Persiapan. akulah yang memandikan jenazahmu” [12] 5. Seorang suami boleh memandikan jenazah istrinya berdasarkan sabda Nabi saw kepada’Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Tentu tidak ada yang membuatmu gundah.• • Jenazah wanita dimandikan oleh pemegang wasiatnya[11] . atau wewangian yang lain serta bedak. b. Proses dan Tata Cara Memandikan Jenazah • • • • • • • • • Meletakkan jenazah diatas dipan atau meja. Meja besar atau dipan yang cukup dan kuat serta tahan air untuk tempat meletakkan jenazah ketika dimandikan Handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambut si jenazah. kemudian seluruh tubuh jenazah diberi sabun termasuk pada lipatan-lipatan yang ada. Untuk jenazah putra dari pusar sampai lutut. boleh juga menyiapkan air sebanyak tiga ember besar. adapun Halhal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pemandian adalah: • • • • • • • • Masker dan kaos tangan untuk memandikan jenazah agar terhindar dari kuman jika si jenazah memiliki penyakit. Selama memandikan. kapur barus. sedangkan untuk jenazah perempuan dari dada sampai mata kaki.

2. letakkanlah mayit di tempat kosong. air sabun dan air yang bercampur dengan kapur barus. c. setelah rambutnya dikeringkan kemudian dipintal menjadi tiga. Mayat didudukkan di temapt mandi. Apabila sudah selesai kesemuanya yang terakhir adalah di wudhukan. Dan jika jenazahnya wanita. yakni dimulai dengan kepala berikut leher. kemudian siramlah seluruh tubuhnya dengan air secara merata. diatas tempat yang tinggi. Bersihkan segala najis yang ada di badannya. asal memenuhi arti mandi yang dengan demikian maka terlepaslah kita dari dosa. Setelah selesai. dan ketiga anggota tubuh yang kiri. b. lalu anggota tubuh yang kanan.• • • • Kemudian. maka rambut itu harus dikembalikan dan ditanam bersamanya. pertama dengan air yang dicampur sedikit kapur dan bidara . badannya dikeringkan dengan handuk. kedua dengan air yang dicapur sedikit kapur kecuali yang mati dalam keadaan ihram. menekan keras-keras perut si mayat. sedang kepalanya di sandarkan pada tangan kirinya. . kewmudian ditutup dengan kain yang kering agar auratnya tetap tertutup. • Pekerjaan yang pertama-tama dilakukan dalam menyelenggarakan urusan mayit adalah memandikannya. Sesudah itu balutlah tangan kiri itu dengan kain atau sarung tangan dan dibasuh kemaluannya dan dubur si mayat. sehingga tidak dapat menyucikan. condong ke belakang. maka tidak boleh dicampur dengan kapur . utamanya bagian kemaluan. Daun bidara dan kapur yang dicampur dengan air itu jangan terlalu banyak. dan kalau ada yang tercabut. karena dikhawatirkan air tersebut menjadi air mudhaf.[3] Antara tiga kali mandi tersebut. dan tutuplah auratnya dengan kain atau semisalnya. Dilepas rambutnya kalau dia mempunyai rambut yang panjang. inilah asal najis yang barangkali ada pada tubuh si mayat hilang. yaitu cara yang sempurna sehingga memenuhi as-sunnah yakni agar orang memandikan mayit melakukan hal-hal berikut : a. diwajibkan pula tertib antara anggota tubuh yang tiga. papan umpamanya. kemudian dibersihkan pula mulut dan lubang hidungnya lantas diwudhukan seperti wudhu orang yang hidup. supaya isinya yang mungkin masih tersisa keluar. kemudian meratakan air ke seluruh tubuh atau sebaiknya tiga kali yaitu dengan air yang bersih. rambut jenazah dikeramas dan disiram agar bersih. Setiap mayat muslim itu wajib di mandiakn dengan tiga kali . ketiga dengan aiir murnbi tanpa dicampur apapun. yaitu cara.[16] Siramkan pada siraman yang terakhir dengan kapur barus dan miringkan ke kanan dan ke kiri agar air keluar dari mulutnya dan dari lubang yang lain.[4] 1. yang mempunyai dua macam cara. Kepala dan wajah si mayat di basuh dengan sabun atau bisa juga digunakan dengan pembersih lainnya.

(Jakarta : Rineka Cipta. Umar Anshary. Fiqih Iman Ja`far Shadiq. karena di dalam perutnya itu mungkin masih ada kotoran. Shalat Jenazah. 78 [6] Muhammad Anis Sumaji. karena saya sudah mengetahui lebih jelas lagi tentang cara-cara memandikan mayat. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah kiri. 2011. hlm. Fiqih Syafi`I Sistematis. Ahmad. 2001).. 134 [4] Muhammad Jawab Mughniyah. 1992. hlm. hlm. Kesimpulan Di dalam memandikan mayat harus teliti supaya mayat itu tidak membawa kotoran ke hadapan Allah. A dan Sudarsono. Bandung : PT Al-ma`arif. Muhammad. Jakarta : Rineka cipta. Panduan Praktis Pengurusan Jenazah. Jawab. Sabiq. Sumaji. 1994. Demikianlah isi makalah saya ini dan sebelumnya penulis terlebih dahulu mohon maaf kepada bapak atas kekurangan yang terdapat di dalam makalah saya ini. Abu Hasan Al-Maidani. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah belakang. Sayyid. Dasar-Dasar Agama Islam. 1992.d. hlm. 2011. karena niat adalah bahagian dari ibadah. Shalat Jenazah (TP. Fiqih Sunnah. Fiqih Imam Ja`far Shadiq. setelah semuanya siap. 1995. Semarang: CV Asy Syifa’. (Jakarta : Lentera. Semarang : CV Asy Syifa`. h 10 [2] Ibrahim Lubis adalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN-SU Medan yang saat ini sedang meyelesaikan tugas akhir yaitu Membuat tesis [3] A. Muhammad Anis dan Salmah. 1992). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Di dalam memandikan mayat terlebih dahulu adalah niat. dengan demikian seluruh tubuhnya bisa di ratai air. 2011 Tohaputra. 13-18 [7] Muhammad Anis Sumaji. Solo: At-Tibyan. 2001. Kemudian siramlah tubuhnya sebelah kanan baru sebelah kiri sampai air itu merata dalam tubuhnya. barulah kemudian sisi depan sebelah kiri. Perut si mayat harus di tekan. Dasar-Dasar Agama Islam. 1995). DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • Al-Atsari. hlm. Sitanggal. kemudian sisi belakang sebelah kiri. lalu mayat tersebut diwudhukan. 22-23 [8] QS At-Taubah-84 . Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. Muqhniyah. 90 [5] Sayyid Sabiq. Fiqih Sunnah. C. Sisi kanan mayat sebelah depan terlebih dahului. Dan saya berterima kasih atas bapak yang sudi memberikan judul ini terhadap saya. PENUTUP 1. TT. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. (Bandung : PT Al-ma`arif. Jakarta : lentera. 1998 Munir. 1994). Af Idah. Solo: Tinta Medina. Munir dan Sudarsono. ________________ [1] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari.

hlm 10-13 [12] Ibid Makalah Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Oleh: Dr. buku-buku hasil karya tulis dari beberapa ahli dan sejarawan pendidikan serta ulamaulama hadits.Ag BAB I PENDAHULUAN Dalam al-Qur’an dan al-Hadits. 135 [10] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. cit. Anjuran menuntut ilmu tersebut dibarengi dengan urgennya faktor-faktor pendukung guna makin meningkatkan semangat belajar bagi setiap orang. mencakup: Apa pengertian Motivasi Belajar? Apa Jenis-Jenis Motivasi Belajar? Apa Fungsi Motivasi Belajar? Dan Bagaimana Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam? BAB II PENDAHULUAN A. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah Kitab-Kitab hadits. Shalat Jenazah. bahkan begitu banyak hadits-hadits yang memberikan pemahaman tentang manfaat menuntut ilmu dan perintah yang menganjurkan untuk belajar. yakni memilih hadits-hadits yang sesuai dan punya kaitan dengan motivasi belajar/menuntut ilmu. Salah satu faktor yang utama adalah motivasi. Pengertian Motivasi Belajar . kemudian menganalisanya berdasarkan pemahaman penulis dan juga berdasarkan ulasan pendapat beberapa ulama tentang hadits-hadits tersebut. M. Dalam artikel ini akan dibahas perihal motivasi belajar.[9] A. 2001. maupun motivasi yang ditumbuhkan dari peranan lingkungan sosialnya. hlm 10-13 [11] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. Adapun pendekatan yang digunakan untuk membahas cakupan materi di artikel ini ialah dengan menggunakan metode analisa hadits. Op. hlm. merangkumnya. Munir dan Sudarsono. Semua ungkapan dalam haditshadits tersebut merupakan dalil-dalil yang dapat menjadi pedoman sebagai alat untuk memotivasi setiap umat Islam untuk terus menuntut ilmu. 2001. Siti Zubaidah. Motivasi belajar (menuntut ilmu) bagi setiap penuntut ilmu memang dibutuhkan. baik itu motivasi yang datang dari dalam diri sendiri. Shalat Jenazah. dapat dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar.

C.[7] Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktifitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Motivasi Ekstrinsik. yang berpengetahuan. Fungsi Motivasi dalam Belajar . Secara umum. dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar. kegiatan belajar sulit untuk berhasil.[4] Dalam kegiatan belajar. bukan sekedar simbol dan seremonial. tidak mungkin menjadi ahli. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari.[5] B. b. Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial. yaitu motif-motif[6] yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar.[3] Secara etimologi. tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan. Tanpa motivasi. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik.[2] dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai tujuan tertentu. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.Secara terminologi. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan. motivasi[1] adalah dorongan (dengan sokongan morel). ada 2 jenis motivasi yang mempengaruhi kegiatan belajar seseorang: a. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah belajar. yang ahli dalam bidang studi tertentu. motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Motivasi Intrinsik. kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan.

juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya. Baihaqi) Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. maka ia sesungguhnya seorang jahil”. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. sebagaimana sabdanya: “Dari Anas ra. Dalam hal ini motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. akan makin berhasil pula pelajaran itu. Makin tepat motivasi yang diberikan. Menyeleksi perbuatan. Terlepas dari benar .Motivasi merupakan hal yang essensial dalam belajar. Oleh karena itu pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia. ada tiga fungsi motivasi:[8] 1. 2. ada juga fungsi-fungsi lain. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar. research dan studi. Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik apabila orangorang Islam tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan fikiran yang sehat.sehubungan dengan hal tersebut. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim[10]” (HR. agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya. selama ia masih terus belajar. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. guna mencapai tujuan.[12] Nabi bersabda: “Seseorang itu dapat dianggap seorang yang alim dan berilmu.[9] Dalam belajar (menuntut ilmu). karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu. 3. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan.[11] Tanpa ada pembedaan. dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan RasulNya. Sangat popular apa yang oleh sementara orang dianggap sebagai hadits Nabi saw yang berbunyi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat!”. Menentukan arah perbuatan. D. Di samping itu. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar. apabila ia menyangka bahwa ia sudah serba tahu. bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan.

Abu Dawud. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’. (HR. Beberapa ungkapan yang dapat menjadi motivasi belajar. dalam al-Hadits akan dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. . katanya Rasulullah saw bersabda: “Ulama itu pewaris para Nabi”. antara lain: Perbandingan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. tetapi juga jalur informal dan nonformal.[16] Di antara derajat yang diperoleh orang yang berilmu itu ialah mereka termasuk pewaris para Nabi. hadits Hasan) Juga seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: “Dari Abi Darda’ ra.[15] Perbedaan antara keduanya. [17] Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. dan pemerintah. (HR. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: “Manusia yang paling dekat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berjihad. atau dengan kata lain pendidikan yang berlangsung seumur hidup menjadi tanggungjawab bersama keluarga. dan Ibnu Hibban) Orang yang beriman dan berilmu itu termasuk orang terdekat kepada derajat para Nabi.[13] Pendidikan seumur hidup yang dikemukakan ini tentunya tidak hanya terlaksana melalui jalur-jalur formal. Adapun orang-orang yang berilmu. Maksudnya bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Ibnu Majah. masyarakat. at-Tarmidzi. maka mereka itu memberi petunjuk kepada manusia berdasarkan apa yang dibawa oleh para Rasul. di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits: “Dari Abu Umamah ra: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) itu seperti seperti kelebihan saya dari orang yang paling rendah dari para shahabatku”. Mendorong orang menuntut ilmu dengan janji pemberian beberapa derajat bagi orangorang yang berilmu dan beriman. yang jelas ia sejalan dengan konsepsi al-Qur'an tentang keharusan menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan sepanjang hayat.[14] Kalau diperhatikan dengan seksama. At-Tarmidzi. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: …dan sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintang-bintang yang lain”.tidaknya penisbahan ungkapan tersebut kepada Nabi.

Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan pedang-pedang mereka untuk membela apa yang dibawa oleh para Rasul itu”. Status sosial yang sangat terhormat bagi orang-orang yang berilmu itu menjadi motivasi yang kuat bagi orang-orang yang beriman untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Menuntut ilmu itu mengandung nilai jihad yang tinggi.[18] Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw, beliau bersabda: “Pelajarilah ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah takut kepada Allah. Menuntutnya adalah ibadah; mengulang-ulangnya adalah tasbih; pembahasannya adalah jihad; mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu menjadi sedeqah; memberikannya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu itu teman sewaktu sendirian, dan sahabat sewaktu kesepian, …”. (HR. Ibnu Hibban dan Mu’adz) Ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu (dari tiga) amalan yang terus berguna hingga mati.[19] Dasarnya hadits berikut ini: “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Apabila manusia sudah mati, maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh yang mendo’akan”. (HR. Muslim) Selain beberapa point motivasi belajar yang telah dipaparkan tersebut, perlu ditekankan kembali bahwa di antara ajaran Islam yang mengajak masyarakat untuk melahirkan berbagai pemikiran dan karya ilmiah ialah memasyarakatkan pendidikan dan memberantas kebodohan. Kemudian di antara ajaran terpenting untuk mewujudkan suasana ilmiah ialah belajar bahasa asing jika dipandang perlu –khususnya bila pemilik bahasa itu mempunyai ilmu yang harus dipelajari, atau memiliki hikmah yang bisa dipetik manfaatnya– sehingga tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan kelebihan mereka tanpa memahami bahasa mereka. Islam tidak hanya tidak melarang umatnya mempelajari bahasa asing, bahkan menganjurkan mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa merupakan sarana terpenting untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.[20] Demikian beberapa hal mengenai motivasi belajar yang dapat dirangkum berdasarkan penafsiran yang dapat dipahami secara umum dan dianggap bisa mewakili perspektif Islam tentang motivasi dalam menuntut ilmu. Daftar Pustaka dan Footnote

• • • • • • • • • • • • • •

al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974). Ali, Maulana Muhammad, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.). al-Barry, M.D.J., dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996). Dagun, Save M., Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000). Deighton, Lee C., The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press, t.t.). al-Ghazali, Muhammad, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993). Lengrand, Paul, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981). Muhammad, Abubakar, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995). Purwanto MP., M. Ngalim, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994). Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000). Shihab, Quraish, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994). Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993). Syureich, M., Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991). al-Qaradlawi, Yusuf, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997).

______________ [1] Tidak ada kesepakatan umum di antara para ahli psikologi tentang bagaimana “motivasi” dan “faktor-faktor motivasi” seharusnya didefenisikan atau dianalisa secara teoritis. Istilah tersebut secara umum digunakan berkaitan dengan tiga pertanyaan yang saling terkait yang harus dijawab sebelum perilaku dipaparkan untuk menjadi suatu keterangan. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menentukan perubahan-perubahan dalam intensitas perilaku (pada istilah ini masuk dalam kategori perilaku internal, seperti berpikir). Kedua, adalah pertanyaan tentang aturan berperilaku. Perilaku ditentukan bersamaan dengan adanya dorongan eksternal dirasakan melalui alat panca indera dan oleh kondisi-kondisi dalam diri organism. Ketiga, pertanyaan yang berhubungan dengan bantuan perilaku belajar. Semua bentuk belajar memerlukan dua atau lebih rangsangan-rangsangan yang terjadi dalam kesinambungannya. Lebih lanjut baca Lee C. Deighton, The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company dan the Free Press, t.t.), h. 408. [2] M.D.J.al-Barry, dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996), h. 273.

[3] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000), h. 688. [4] M. Ngalim Purwanto MP., Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), h. 104. [5] Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000), h. 73. [6] Motif diartikan sebagai suatu kekuatan atau daya pendorong yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu tindakan. Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 160. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai sutau tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 71. [7] Selanjutnya lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 37, 87-89. [8] Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 83. [9] Muhammad al-Ghazali, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993), h. 445. [10] Kata setiap muslim menunjukkan laki-laki dan perempuan, sementara versi (hadits) yang lain menambahkan dan muslimah. Otoritas (penambahan kata dan muslimah) justru cenderung menjadikan hadits ini dhaif (lemah). Bagaimanapun, hadits tersebut lebih otentik dengan anjuran bagi seluruh muslim, laki-laki dan perempuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Lihat Maulana Muhammad Ali, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.), h. 39. [11] M. Syureich, Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991), h. 46. [12] Muhammad ‘Athiyah al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), h. 44. [13] Selanjutnya lihat Quraish Shihab, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994), h. 178. [14] Baca Paul Lengrand, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981), h. 41-55. [15] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995), h. 221. [16] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 227.

[17] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 228. [18] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 229. [19] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 233. [20] Selanjutnya baca Yusuf al-Qaradlawi, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997), h. 233, 235-236.

Pengembangan Desain Pelatihan untuk Organisasi Kepemudaan
A. Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran adalah satu proses transformasi nilai budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Ada tiga kata kunci dari kalimat di atas, yakni proses, nilai dan generasi. Proses menunjukkan adanya satu kegiatan atau aktivitas, maka dalam pendidikan dan pembelajaran terdapat rangkaian dari berbagai kegiatan tentunya mempunyai tujuan. Kemudian nilai menunjukkan ada sesuatu makna yang dijaga, disimpan dan dipelihara, dan tugas pendidikan adalah mentransformasikan nilai tadi dari satu keadaan kepada keadaan lain dalam arti luas. Dan terakhir adalah generasi ini menggambarkan ada satu masa depan manusia yakni penciptaan alih generasi yang lebih baik sebagaimana yang diinginkan. Dalam pendidikan dan pembelajaran, kegiatannya dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Inti kegiatan pendidikan dan pembelajaran bukan pada tempat atau waktu, atau siapa yang menjadi guru, akan tetapi lebih ditekankan pada adanya satu interaksi antara peserta dengan lingkungan atau sumber belajar, dimana dalam interaksi tersebut sarat dengan makna: proses, nilai dan generasi. Pendidikan luar sekolah merupakan satu alternatif untuk hal ini, menurut Santoso S.H (2003)[1] bahwa peran utama PLS adalah mengembangkan nilai dan sikap percaya diri dan mandiri masyarakat sebagai kekuatan sosial (social forces) untuk menciptakan proses proses demokratis, dinamisasi dan modernisasi. Berkenaan dengan itu, maka kegiatan yang paling luwes dan praktis tentang hal di atas, ditengah tengah masyarakat kita khususnya di dunia kepemudaan disebut dengan pelatihan. Bagaimana merancang atau mendesain pelatihan bagi pemuda secara baik dan tepat, yang dapat bermakna, kemudian apasaja yang dibutuhkan dan dikembangkan, serta bagaimana mengukur keberhasilan dari pelatihan tersebut? Tentu hal ini penting bagi kita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi para pamong belajar, atau kelompok pemuda dalam mengembangkan desain pelatihan, dan akan bermanfaat bagi mereka yang ingin menjadikan pemuda sebagai satu “icon” regenerasi yang baik di masa depan. B. Pendidikan dan Pelatihan

dan dalam pelatihan di dalamnya ada proses pendidikan. adalah suatu proses yang sistematik dalam menyusun sistem instruksional yang efektif dan efisien melalui kegiatan pengidentifikasian masalah. rancangan pola atau kisi kisi kegiatan yang akan dilaksanakan. Sedangkan menurut B. desain Instruksional. Atwi Suparman (1997)[5] menjelaskan bahwa. pengembangan instruksional. pelatihan dan pengembangan. Banyak hal yang dapat dilakukan orang untuk melakukan investasi bagi sumber daya mansia di masa depan.Pendidikan adalah bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia. Menurut HAR. Pengembangan sumber daya manusia menurut Abi Sujak (1990)[2] dapat dilakukan dengan tiga hal yakni. Lembaga tersebut. C. dan pengembangan (development). perancangan instruksional. Desain Pelatihan Desain berasal dari kata “designe” dapat diartikan sebagai fatron. salah satunya adalah dengan pendidikan. adalah proses menspesifikasi kondisi belajar. Design (desain). maupun pada tujuan yang ditetapkan. pengembangan strategi kegiatan.Dalam desain terdapat berbagai informasi tentang data dan keterangan sebuah kegiatan. pengelolaan proses. jadi hampir sulit untuk memisahkan keduanya. Dimana.Tilaar (1997)[3] bahwa terdapat hubungan antara pendidikan. pelatihan (training). untuk itu George (2000)[6] mendefinisikan pengertian Desain Document sebagai berikut. Dalam pendidikan kadang terdapat kegiatan latihan. dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. Berkenaan dengan hal di atas. maka perlu diselenggarakan suatu lembaga dengan kegiatan kegiatan yang memenuhi tuntutan dunia kerja. dan tidak membebaskan pendidikan dalam mutu tenaga kerja yang diperlukan. pengembangan dan pengevaluasian. a conceptual report that gives all those involved in the development of a training program a picture of the overall course design. pendidikan ikut mempersiapkan dasar dasar yang diperlukan oleh dunia kerja. Lebih spesifik lagi “design criteria”: adalah satu rincian diskripsi pengajaran tertulis secara lengkap yang dipakai untuk mengembangkan komponen sistem instruksional yang mencakup setiap kejadian kegiatan. juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. pendidikan (education).Siswanto (2003)[4] pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat. maka pada sistem birokrasi di Indonesia terdapat satu unit kegiatan pendidikan dan latihan disingkat “diklat”. Masing masing kegiatan tersebut tentu memiliki karakteristik tersendiri yang dengannya menjadi satu kekuatan untuk mengembangkan sumber daya manusia baik pada karakteristik input kegiatan. yang dapat kita sebut lembaga pelatihan. pelatihan dan ketenagakerjaan. haruslah diselenggarakan bergandengan dengan sitem pendidikan yang ada. Items might . Pembahasan berikut lebih mengarah pada makna pelatihan sebagai sebuah proses pendidikan alternatif yang banyak dilakukan ditengah tengah masyarakat khususnya kepemudaan. tahapan dan strategi instruksional secara keseluruhan untuk disajikan melalui masing masing komponen sistem instruksional dari satu sistem instruksional atau produk instruksional secara lengkap. atau perencanaan instruksional.

4) Menetapkan metode dan tempat penyelenggaraan pelatihan dan materi pelatihan. (5) pengembangan alat ukur keberhasilan belajar peserta. (2) analisis instruksional. kemudian menyusun suatu deskripsi pekerjaan lengkap dengan tugas tugas secara rinci. baik yang sifatnya kurikuler maupun ekstra kurikuler. rinci. yang terdiri dari perangkat keterampilan dan pengetahuan tertentu. media serta strategi sekaligus penetapan tujuan pelatihan yang akan dicapai. Ada tiga hal yang menjadi elemen penting dalam desain pelatihan yakni. yang didasarkan atas analisis pekerjaan. (3) Seleksi peserta. Pelatihan sebagai sebuah sistem sama halnya dengan pembelajaran. pengembangan media dan lain sebagainya. input. 6) Mempersiapkan para pelatih (instruktur). an audience profile. dan 8) Mengembangkan prosedur penilaian (evaluasi) dan tindak lanjut. (3) identifikasi karakteristik peserta dan kemampuan awal peserta. a course map. content outline. Input dapat dikembangkan dengan menata karakteristik calon peserta pelatihan. (2) Keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan dan latihan. (5) Penyusunan bahan pelajaran yang benar benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. (8) Penyusunan program pelaksanaan. 2) Identifikasi kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. (10) Evaluasi hasil kegiatan pendidikan dan latihan. Kemudian yang terakhir adalah output dalam hal ini penetapan . dan (9) revisi apabila diperlukan. dimana analisis terhadap karakteristik awal calon peserta merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. yaitu (1) identifikasi tujuan terminal. proses dan out put. Sementara itu Sondang P. teknik. metode. (6) Seleksi pengajar. (4) Penyusunan program.Siagian (1987)[7] Komponen utama dari suatu siklus pendidikan dan latihan adalah: (1) Analisa kebutuhan pendidikan dan latihan.include a mission statement. yaitu keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan terminal. Sementara itu Oemar Hamalik (2001)[9] menjelaskan tentang tahap tahap penyusunan program pelatihan mempunyai langkah langkah yang lebih rinci. (6) pengembangan strategi instruksional yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan khusus tersebut. (9) Penyelengaraan dan. an evaluation plan. Walter Dick & Low Carey (1990)[8] merancang sistem instruksional melalui beberapa tahap. and visual motif. 3) Penyiapan program pelatihan secara jelas. Sementara proses adalah upaya pengembangan pengeloalan pelatihan baik strategi. course objectives. 5) Review program pelatihan dengan mengikutsertakan pengawasan dan manajemen puncak. (7) penentuan materi/bahan yang akan diberikan. tujuan yang akan dicapai dari pelatihan. sebagaimana dapat dilihat pada kutipan berikut: 1) Menetapkan klasifikasi pekerjaan. 7) Menyiapkan peserta pelatihan melalui prosedur seleksi tertentu. (8) pelaksanaan evaluasi formatif melalui uji coba perorangan dan skala kecil serta besar. dan sistematik. (7) Penentuan teknik dan metode pengajaran. kemudian pemilihan materi.

untuk apa orang dilatih. dan (5) evaluasi. sarana dan prasarana. D. (4) instruktur yang berkualitas. maka Philip H. serta peyesuaian dengan karakteristik peserta didik. begitu juga strategi dan cara penyampaian materi dan bahkan evaluasi dari kegiatan. yaitu meliputi sistem pelatihannya itu sendiri. karena inilah salah satu tujuan dari pendidikan luar sekolah. (a) obyektif artinya mampu menggambarkan apa yang akan menjadi tujuan kegiatan. (2) pemilihan metode pelatihan secara tepat merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah pelatihan. Dalam hal mengembangkan bahan ajar. maka ditata kegiatan yang dapat merubah watak dan karakter warga belajar. bagaimana merancang. (c) sistematis. dan pemuda di daerah pedesaan dan untuk merencanakan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tersebut. jika menginginkan pelatihan dilaksanakan ing-griya/in-house training maka harus dipersiapkan beberapa orang manajer dari berbagai latar belakang ilmu. (d) prediktif. diantara karaktersitik desain tersebut adalah. Perubahan pada peserta belajar ini memang sangat penting karena indikator terjadinya proses belajar adalah adanya perubahan. Maka langkah praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: . (3) penyusunan jadwal. mengelola dan sekaligus mengevaluasinya.Coombs (1973)[10] menjelaskan untuk mengukur kebutuhan pendidikan anak anak. Dalam menyusun desain pelatihan didalamnya terkait dengan sistem serta bahan ajar yang akan disampaikan. dan instrukturnya. Desain yang baik tentu mempunyai karakteristik yang mampu menggambarkan rancangan sebuah kegiatan. artinya terdapat rangkaian yang menghubungkan antar komponen. pertama tama kita harus memiliki kejelasan dan konsepsi yang realistik tentang kebutuhan belajar penting minimum. durasi pelatihan. Sebuah desain yang baik memuat berbagai unsur pembelajaran yakni rancangan materi atau bahan ajar yang akan dikembangkan dalam kegiatan. Sementara itu Satmoko dan Soejitno (2004)[13] sebuah desain pelatihan paling tidak harus menggambarkan lima hal yakni: (1) tujuan pelatihan harus ditetapkan dengan cermat. artinya dengan desain seseorang dapat memperhitungkan tentang keberhasilan yang akan dicapai sebuah kegiatan. (b) deskriptif. antar kegiatan dalam mencapai sebuah tujuan baik tujuan utama maupun tujuan terminal. artinya mampu mengabstraksikan seluruh rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah kegiatan. Dari bahan belajar ini. jadwal pelatihan mencakup waktu dan tempat penyelenggaraan pelatihan. Pengembangan Desain Pelatihan Pengembangan desain ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk praktis bagi para pamong belajar dan pemuda di tengah tengah masyarakat dalam hal melakukan satu analisis mengapa perlu dilakukan kegiatan pelatihan.sistem evaluasi yang akurat akan sangat menentukan desain pelatihan yang mampu mengembangkan nilai apa yang diinginkan oleh pelatihan tersebut. materi atau silabus.

(2) adanya hubungan antar komponen khususnya antara strategi instruksional dengan keluaran yang diharapkan. lembaga dan lain sebagainya. Apa yang diinginkan oleh organisasi atau lembaga dapat dicantumkan dalam mata ajar agar peserta dapat mencapai kualifikasi yang diinginkan. c. Kebutuhan masyarakat Pemuda adalah bagian dari masyarakat. (3) merupakan suatu proses yang bersifat empirik dan dapat diulang kembali. Kebutuhan individu Perancangan program pelatihan didahului oleh analisis kebutuhan[14]. Jadi dengan membaca visi dan misi serta tujuan organisasi akan tampak apa yang dibutuhkan dalam kegiatan pelatihan. Untuk mengetahui hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat para tokoh masyarakat. bahwa untuk melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan seyogyanya memang berdasarkan pada visi dan misi corporate plan yang didalamnya terdapat carrier planning. bila ingin melakukan kegiatan pelatihan. b. a. Kebutuhan organisasi Menurut Satmoko dan Soejitno Irmim (2004)[15]. Untuk itu maka dalam merancang pelatihan pertama sekali harus didaftar apa yang menjadi masalah. Kegiatan pelatihan ada yang diselenggarakan oleh organisasi. pendataan ini dapat dilakukan dengan cara mewawancarai. Menetapkan tujuan pelatihan. atau lembaga akan menjadi yang utama karena dari tujuan organisasi inilah dilihat apa yang menjadi kebutuhan atau kualifikasi individu. kebutuhan serta keinginan praktis dari kondisi pemuda kita. Tujuan peserta . Mengidentifiaksi kebutuhan a. b. Biasanya kebutuhan organisasi. mengamati atau juga angket dan lain sebagainya. 2. Tujuan lembaga Pelatihan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau organisasi kepemudaan maka harus menjadikan tujuan lembaga sebagai satu bagian dalam kurikulumnya. Perancangan program pelatihan sebagai suatu sistem instruksional harus dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan sistem dengan alasan bahwa cara ini akan memberikan hasil yang efektif karena: (1) diketahui dengan jelas apa yang akan dapat dilakukan oleh peserta setelah mengikuti program tersebut. maka tujuan pelatihan harus terkait dengan apa yang diinginkan masyarakat terhadap pemuda. pemerintahan setempat atau juga mengobservasi langsung terhadap apa yang diinginkan masyarakat tentang dunia kepemudaan.1.

information is provided. kejadian dan keadaan keadan mengandung masalah. Menetapkan tujuan pembelajaran Dalam hal menetapkan tujuan pelatihan Jewel LN (1998)[17] menjelaskan bahwa pelatihan terdiri dari program program yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pada level individu. Pamong belajar atau perancang pelatihan tentu akan menetapkan strategi dan metode pelatihan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.Pelatihan dapat diterjemahkan sebagai satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. dan membentuk sikap agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. 3. Untuk ini maka para perancang pelatihan harus dapat membuat daftar kompetensi atau tujuan tujuan praktis yang dapat dicapai oleh peserta khususnya dapat diperoleh secara individual. Bagi pelatihan di kalangan pemuda juga harus ditetapkan apakah pelatihan sampai sebatas penyadaran sikap. Sebenarnya tujuan tidak perlu muluk muluk. kelompok atau organisasi kinerja yang menyiratkan bahwa terdapat perubahan yang dapat diukur dengan pengetahuan. perbaikan sikap. yakni pelatih memberikan suatu rangsangan berbentuk gambar dan menghidupkan diskusi mengenai suatu gagasan. sikap atau perilaku sosial. Sementara itu menurut James R. in order to help individuals to become more effective and efficient in their work. maupun peningkatan keterampilan. bila tujuan materi adalah agar peserta . Gagasan kejadian kejadian yang terjadi dalam cerita berasal dari penulis kurikulum. Davis (1998)[16] “Training is the process through which skills are development. yaitu pelatih memberikan suatu ceritera terbuka atau ceritera bergambar dengan kejadian kejadian yang mengikuti suatu urutan tertentu. yang lebih utama adalah sesuai dengan kebutuhan apa paling mendesak bagi dunia kepemudaan setempat. dalam hal ini pelatih memberikan bahan bahan mentah yang dapat dipergunakan oleh para warga belajar untuk menciptakan dan menceriterakan ceritera. yakni pelatih memberikan informasi dan keterampilan biasanya dengan kuliah dan penggunaan latihan latihan. apakah itu perubahan pada peningkatan pengetahuan. dan (4) pendekatan ekspresif/perwujudan. Dengan kata lain pelatihan merupakan salah satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. menyediakan informasi. atau peningkatan keterampilan. 4. Dapat diterjemahkan bahwa pelatihan maksudnya adalah proses untuk mengembangkan keterampilan peserta. (3) pendekatan proyektif.Davis & Adelaide B. pembentukan kepribadian. (2) pendekatan pemecahan masalah. and attitude are naturade. pengetahuan atau sikap tertentu. pengetahuan atau sikap tertentu. Menetapkan strategi dan metode pelatihan Srinivasan (1997)[18] memberikan empat strategi pendekatan yakni: (1) pendekatan informasional. Bahan mentah ini mencakup antara lain gambar gambar tanpa urutan tertentu dan gambar gambar tunggal yang dapat bergerak (fleksifan). pokok masalah atau persoalan tertentu.

Inti dari kegiatan pelatihan tiada lain adalah adanya satu kesadaran bahwa sebuah generasi harus diteruskan. Tentu masih banyak bagian lain yang dapat dikembangkan lagi. dan nilai harus dipelihara dan dipertahankan dan proses transformasi harus dilakukan secara profesional. (4) untuk mengetahui sampai seberapa jauh para peserta telah merealisasikan kapasitasnya menjadi suatu achievement melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. begitu juga sebaliknya gagal merencanakan itu berarti merencanakan kegagalan. Dalam hal mengembangkan evaluasi ini. Penutup Tulisan ini adalah satu usaha untuk memberikan panduan praktis bagi para perancang pelatihan di tingkat organisasi kepemudaan di masyarakat bawah. (2) untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta dalam kelompoknya. E. Pada prinsipnya strategi dan metode dipilih adalah sesuai dengan tujuan dari materi yang dikembangkan. (3) untuk mengetahui tingkat usaha yang telah dilakukan para peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan. Inilah kata akhir dari betapa pentingnya desain pelatihan bagi organisasi kepemudaan. Evaluasi atau penilaian pada prinsipnya adalah memberi makna apa yang telah terjadi baik hasil akhir dari kegiatan pelatihan maupun juga proses yang terjadi pada pelatihan.Siswanto (2003)[20] evaluasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan yakni. Maka berhasil merencanakan itu berarti merencanakan keberhasilan. maka ini leibh bersifat penyampaikan informasi. seorang pamong belajar atau para pemuda yang ingin mengembangkan desain pelatihan memang harus belajar lebih banyak tentang kegiatan evalusi. Desain pelatihan adalah proses kegiatan perancangan atau perencanaan. Menurut B.Pd . untuk mengetahui efektifitas kegiatan pelatihan.mempunyai peningkatan pengetahuan. (1) umpan balik. itu semua akan sukses bila didesain dengan tepat dan benar. Untuk itu maka kegiatan pelatihan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan evaluasi pelatihan yang terencana sejak awal kegiatan. Evaluasi dan umpan balik Menurut Agus Suryana (2004)[19]terdapat tiga fungsi utama dari evaluasi dan umpan balik dalam kegiatan pelatihan yakni. namun bila menitik beratkan pada aspek perubahan sikap maka yang dilakukan adalah pendekatan proyektif dan sterusnya. (1) untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh peserta dalam suatu periode proses belajar mengajar tertentu. dan (5) untuk mengetahui efisiensi metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan. karena dunia pelatihan terus maju dan berkembang seiring dengan kompleksnya persoalan pengembangan sumber daya manusia. (2) kontrol atas ketentuan pelatihan dan (3) intervensi kedalam proses organisasi yang mempengaruhi pelatihan. 5. PENGEMBANGAN DESAIN PELATIHAN UNTUK ORGANISASI KEPEMUDAAN Oleh Mardianto. M.

1999 . Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. 2003 Satmoko dan Soejitno Irmim. Dick. Piskurich. 1989 Sujak. USA: Omtermatopma. Lira. 1997. Sondang P. 1977. Knowles & Malcolm S. Jakarta: Seyma Media. The Systematic Design of Instruction. Siswanto. Kepemimpinan Manajer.R. 2004. 2001. Jakarta: Bumi Aksara. Soedomo. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. Davis. Walter & Carey.A. M. Jakarta: Arcan. 1990. The Adult Learner: a Neglected Species. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual.B. 1986. Desain Instruksional. 1973. George M. New Paths to Learning For Rural Children and Youth.N. 1998. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. Suparman. Jakarta: Dirjen Dikti. Jakarta: Bumi Aksara. New York:Wold Education. Jakarta: Progres. Jakarta: Rajawali. Pengembangan Sumber Daya Manusia. 1987. 1998.Daftar Bacaan Coombs. Pengembangan Sumber Daya Insani. 2004. Agus. Sastrohadiwiryo. Rapid Instructional Design. Srinivasan. San Francisco: Josse Bass Peiffer. Tilaar H. Jakarta. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. Abi. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. 2000. Hamalik. New York: Harper Collins Publisher.Jewel & Siegall Marc. L. Atwi. Philip H. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. Oemar. Psikologi Industri/Organisasi Modern. Houston: Gulf Publishing Company. Community and National Development. 1990. Effective Training Strategies. Dirjen Dikti P2LPTK. Council for Educational Development. Low. Jakarta: Gunung Agung. Siagian. Suryana. Jakarta: Grasindo. James R & Davis Adelaide B.

1973). The Adult Learner: a Neglected Species (Houston. 241. p.254. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. 2003). p. dalam VISI. (Jakarta: Direktorat Tenaga TeknisDirjen Diklusepa.12. p. Kepemimpinan Manajer (Jakarta: Rajawali. dengan dasar inilah maka disusun tujuan kegiatan. (Jakarta: Grasindo. [2] Abi Sujak. (Jakarta. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. [7] Sondang P. 1990). Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu.218. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. materi yang akan diberikan serta strategi dan metode apa yang harus diterapkan dan terakhir adalah apa alat . [10] Philip H.R. [6] George M. 2001). (Jakarta: Seyma Media.Siswanto Sastrohadiwiryo.A. Gulf Publishing Company. edisi No.Hamijoyo. Coombs. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Council for Educational Development. (Jakarta: Bumi Aksara. Pengembangan Sumber Daya Insani (Jakarta: Gunung Agung. [11] Knowles. [8] Walter Dick & Low Carey.Piskurich.________________________ [1] Santoso S. [13] Satmoko dan Soejitno Irmim. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. 2003). [12] Gambar diadaptasi dari M. 1997). 2000). (Jakarta:Dirjen Dikti. [3] H.1997). 1989).150. [5] Atwi Suparman. The Systematic Design of Instruction (New York: Harper Collins Publ. p. 1987). Desain Instruksional. Omtermatopma. Dirjen Dikti P2LPTK. (Jakarta: Bumi Aksara. p. Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Pengentasan Kemiskinan. p.38. Siagian. p. Tilaar. New Paths to Learning For Rural Children and Youth (USA.27-28. [9] Oemar Hamalik. p. Rapid Instructional Design.Soedomo.90. 1990).XI/2003. [4] B. [14] Beberapa tokoh desain instruksional menjabarkan bahwa untuk merancang satu kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan harus diawali dari adanya analisis kebutuhan para peserta.5. p. p. (San Francisco: Josse Bass Pfeiffer.200. 2004).15/TH. Malcolm S. 1986).

cit. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode . (2) beberapa hambatan yang dihadapi adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. [17] Jewel L. 2004).44. (Jakarta: Seyma Media. Psikologi Industri/Organisasi Modern (Jakarta: Arcan. (New York:Wold Education. tindakan. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. p. keberanian mengungkap masalah.70-71. p. 1998). p. Untuk itu strategi perkuliahan yang dilakukan dikembangkan dengan cara menggali pengalaman mahasiswa untuk dijadikan bagian dari proses pembelajaran. p. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. Effective Training Strategies (San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc.Siswanto. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. [20] B. 1971. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara bertujuan memberikan keterampilan mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. 169. Metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif menggunakan siklus yang terdiri dari. Morrison. p. Op. observasi dan refleksi ini diterapkan pada mahasiswa sebanyak 32 orang pada mata kuliah Strategi Pembelajaran untuk delapan kali pertemuan pada tahun ajaran 2006-2007. (Jakarta: Progres. rencana. [19] Agus Suryana. [18] Srinivasan Lira. Dalam hal mengembangkan pembelajaran mahasiswa dituntut menguasai teori serta praktek berbagai strategi dan metode pembelajaran. 1998). tokoh tokoh tersebut diantaranya adalah Dick & Carey.evaluasi untuk mengukur keberhasilannya. [15] Satmoko dan Soejitno Irmim. 2004). mengelola. kemudian mampu merancang. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. Community and National Development.12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi. p. untuk jenis materi.16 [16] James R Davis & Davis Adelaide B. 1977). pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. Tracey.220. 1976. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. pengumpulan data dengan observasi partisipatif selama tindakandan dokumen hasil kerja mahasiswa.N & Siegall Marc. 1990.

Tujuan dari fakultas Tarbiyah adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlaq mulia. ilmu pendidikan dan pelatihan dan lainnya. mengembangkan dan mengevaluasi pendidikan terlebih strategi penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Perubahan itu dipicu oleh adanya temua temuan baru dalam bidang pendidikan. dan bahkan strategi pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda dari sebelumnya. Ini artinya program Tarbiyah kedepan selalu memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat khususnya dalam bidang kependidikan dan keguruan. . STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUMATERA UTARA Oleh Mardianto Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran kini sedang mengalami revolusi yang sangat dahsyat. Semua bertujuan untuk memberikan kompetensi mendidik yang profesional dan handal. kedua menguasai teknologi pendidikan agar tetap terampil dalam mengembangkan instrumen pendidikan. birokrat. keterampilan dalam merancang. Program S1 Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan dilingkungan IAIN Sumatera Utara memberikan media bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mendidik. karena hal ini sesuai dengan tujuan dari fakultas keguruan di IAIN Sumatera Utara.metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan. menguasai pengetahuan agama Islam serta cabang cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam dan keguruan. namun instrumen atau ilmu pendidikan yang memberikan keterampilan untuk itu tidak memadai dan bahkan tidak dimiliki. bila ingin tetap menjadi pendidik ulung atau pengajar yang profesional. Caranya adalah dengan. Untuk itulah fungsi fungsi akademik terus diarahkan dalam rangka memberi pelayanan yang fungsional. perubahan dan perkembangan harus dijadikan tantangan sekaligus peluang. Dalam Program S1 Pendidikan Agama Islam ini. pengelolaan yang profesional dan orientasi yang terapan. ketiga partisipasi dalam bidang profesi pendidikan. agar tetap mendapat akses terhadap kemajuan pendidikan. brain. dan profesi lain sebagian mereka ingin menyampaikan ilmunya dan atau bahkan ingin menjadi pendidik. dimana perubahan dan pergeseran pada peran pendidik. mengelola. teknologi informatika. tujuan pendidikan. Bagi para pendidik. Dikalangan ilmuan. ilmu komunikasi. pertama menguasai dasar dasar ilmu pendidikan agar tetap mempunyai komitmen dalam dunia pendidikan. ilmu ilmu lain seperti. fakultas Tarbiyah memberikan dasar dasar keilmuan dalam hal pendidikan.

yaitu (1) penemuan discovery. Pendidikan biasanya hanya mentransfer knowledge bukan wisdom atau judgment. 2006). (3) Mengelola dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran. mengelola. (4) perbedaan dan pembandingan contrast and comparison. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam perkuliahan Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Diakhir Program S1 Pendidikan Agama Islam ini peserta diharapkan dapat mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. (3) latihan berkelanjutan continual practice. (3) keahlian keahlian berkomunikasi. Pembelajaran dengan metode kasus memungkinkan mentransfer managerial wisdom ke dalam ruang kelas. dan Mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Secara khusus peserta diharapkan dapat: (1) Memiliki wawasan tentang kompetensi seorang pendidik. Salah satu definisi metode kasus adalah. Untuk pembelajaran sselama ini studi kasus juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan: (1) keahlian keahlian bekerja secara grup. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah: (1) bagi dosen untuk dapat mengembangkan kemampuan merencanakan. kemudian mampu merancang. (2) Merancang kegiatan pembelajaran. Padahal pada umumnya mahasiswa peserta akta IV adalah mereka yang selama ini telah mengajar dan memiliki pengalaman dalam kegiatan pembelajaran di ingkungan kerjanya. (2) untuk mendeskripsikan efktivitas penggunaan model pembelajaran berbasis kasus untuk perkuliahan Strategi Pembelajaran. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. pendidikan dan pelatihan dan lembaga pendidikan lainnya. (3) untuk mendeskrpsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitas perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan diterapkannya pendekatan metode kasus. (2) investigasi probing. dan (4) keahlian keahlian riset (Jogiyanto. (5) keterlibatan involvement dan (6) motivasi motivation. Pengamatan penulis menunjukkan bahwa dosen pada Program S1 Pendidikan Agama Islam belum banyak menunjukkan krativitas dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran khususnya yang lebih kontekstual. baik pada jenis pendidikan keagamaan. menciptakan dan menggunakan metode kasus serta .Pelaksanaan Program S1 Pendidikan Agama Islam ini adalah memberikan kompetensi seorang menjadi tenaga kependidikan yang dapat diterapkan untuk berbagai lembaga pendidikan baik umum maupun swasta. (2) keahlian keahlian di dunia nyata. a method of instruction in swhich students and instructors participate in direct discussion of bussiness cases or problems (Leenders dan Erskine:1978). Wisdom tidak dapat diceriterakan(Gragg:1940). Mengembangkan pembelajaran dengan mengangkat berbagai pengalaman yang dimiliki mahasiswa salah satu diantaranya adalah dengan metode kasus atau biasa disebut dengan case study. Metode kasus adalah suatu metode instruksi yang mana mahasiswa dan instruktor berpartisipasi di diskusi langsung tenang kasus kasus atau permasalahan permasalahan yang ada di lapangan. up to date dan aktual. Sementara itu menurut (Corey:1980) pembelajaran metode kasus dapat menyediakan elemen eleman dari pembelajaran yang efektif.

(2) pelakanaan tindakan. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan sumber dan media yang tersedia. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan obyek adalah sebanyak 32 orang mahasiswa pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Angkatan XVI pada tahun ajaran 2006-2007. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran kelas kecil dengan mengangkat kasus jumlah dan kemampuan siswa yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. (3) bagi peneliti lain untuk menjadi masukan bahwa penelitian tindakan kelas yang sederhana praktis dan fungsional dapat lebih bermanfaat bagi dosen baik untuk peningkatan kualitas hasil pemblajaran bagi mahasiswanya maupun masukan bagi peningkatan proses pembelajaran. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yakni. (3) siklus III. (c) identifikasi permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Strategi Pemblajaran. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil. Rancangan penelitian tindakan kelas yang dipilih yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang ulang dan berkelanjutan (siklus spiral). (b) observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal pelaskanaan pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam.pengalamannya dalam penelitian tindakan kelas. (a) observasi dengan partisipasi selama tindakan kelas berlangsung di kelas Program S1 Pendidikan Agama Islam dan (b) dokumentasi hasil peragaan strategi pembelajaran yang dikembangkan di kelas. Tujuan materi adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan pilihan pilihan strategi pembelajaran dengan pertimbangan materi apa yang akan diajarkan. untuk pembelajaran materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. (e) melakukan kolaborasi dengan pengelola Program S1 Pendidikan Agama Islam dan program S. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar. (3) observasi. (d) merumuskan spesifikasi media desain dan model pembelajaran dengan metode kasus .1 Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan rancangan pembelajaran. (4) siklus IV. Mengenai siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan adalah: (1) siklus I. (2) siklus II. dan (4) refleksi (Kemmis & Taggart:1989). Tujuan materi ini adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan ketersediaan sumber dan media di satu kelas. Hasil observasi dan dokumentasi tersebut dideskripsikan sesuai dengan tujuan . dan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkan teknik pemantauan. Artinya bahwa semakin banyak siklus dilakukan diharapkan semakin meningkat perubahan atau pencapaian hasil. Sesuai dengan model siklus tersebut maka langkah kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: (a) permintaan ijin penelitian. Kegiatannya dilakukan dengan (1) rencana tindakan. (2) bagi penyelenggara Program S1 Pendidikan Agama Islam sebagai masukan dalam membina dan mengelola program peningkatan kualitas pendidikan.

20 % diantara mereka terlambat mengumpulkan tugasnya. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas besar. (4) terdapat beberapa keterbatasan informasi tentang latar belakang mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan maupun pertimbangan bagi dosen untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan plihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas kecil. Dari jumlah 32 jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka naik 60 % mereka dapat menyelesaikan tugas secara benar. Siklus I. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas kecil. Hambatan yang diketahui adalah mahasiswa belum terampil . Hasil Penelitian Pada saat kondisi awal perkuliahan Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara terdapat beberapa gejala yang memperlihatkan sebagai berikut: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. Hasil yang ditampakkan mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil dengan tampilan. (c) dapat mempraktekkan metode mengajar di kelas besar secara langsung. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keempat dan kelima materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keenam dan ketujuh materi strategi yang diusung adalah mengangkat kasus kelas kecil sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas besar.penelitian. 20 % menyelesaikan tugas tetapi belum sempurna. 20 % menyiapkan tugasnya namun belum lengkap dan 40 % mahasiswa tidak menyiapkan tugasnya. Dari sebanyak 32 orang mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti 40% menyiapkan tugasnya secara benar. (c) dapat mempratekkan meode mengajar di kelas kecil secara langsung. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian kecil dipraktekkan di kelas. Hasil yang ditampakkan adalah mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar dengan tampilan. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. kemudian komponen komponen yang harus dimasukkan perencanaan pembelajaran. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas maka terdapat beberapa perbedaan dari satu siklus kesiklus berikutnya. (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. Siklus ke II. Hambatan yang dihadapi adalah bahwa mahasiswa belum tahu maksud tugas secara umum.

dan 5 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang diberikan. Siklus III. Hambatan yang dialami adalah mahasiswa memang masih belum menguasai sepenuhnya jenis. perkuliahan dilakukan pada pertemuan sebelas dan dua belas sementara itu materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode mengajar berdasarkan sumber dan media yang tersedia. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian dipraktekkan di kelas. bentuk serta macam macam materi yang menjadi pertimbnagan dalam pemilihan metode. Hasil yang ditampakkan mahasiswa adalah. Dari jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 75 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. perkuliahan dilakukan pada pertemuan kesembilan dan kesepuluh sementara materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. terkait dengan mata kuliah lain dimana mereka juga harus menyelesaikannya untuk saat yang sama. sementara 5 % dari mreka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. Hambatan yang dialami mahasiswa adalah karena banyaknya tugas yang sedang dikerjakan. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan materi yang diajarkan. dan 15 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang dibeikan. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran pada materi tertentu. Hasil yang ditammpakkan mahasiswa adalah: (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk mensiasati sumber dan media tertentu dan terbatas.mendeskripsikan masalah yang terjadi selama ini di lingkungan kerjanya khususnya yang terkait dengan metode mengajar. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan sumber dan media yang dirancang. Pembahasan Dari identifikasi kondisi awal sistem perkuliahan selama ini untuk mata kuliah Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. Dari jumlah mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 80 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. (3) hambatan yang . Siklus IV. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk jenis materi tertentu. atau terlalu luasnya materi. sementara 20 % dari mereka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. (b) dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan pilhan metode yang tepat untuk pembelajaran yang didasarkan pada sumber dan media yang tersedia.

Apabila dilaksanakan dengan perencanaan. Dari tindakan kelas yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan mengarah pada peningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menguasai hasil belajar Strategi Pembelajaran. (4) hambatan dalam pengembangan metode kasus tentunya juga banyak dihadapi. kemudian karena belajar dari pengalaman. dan begitu juga sebaliknya. Hal ini sangat mendukung bagi upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dituntut dari mata kuliah strategi pembelajaran. sehingga bagian tertentu dari kasus yang unik justru tertinggal. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. (2) Penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi mata kuliah Strategi Pembelajaran yakni. Dengan demikian keterampilan dan keberanian mahasiswa muncul dengan sendirinya akibat dari metode kasus yang dikembangkan. Dengan cara seperti itu mahasiswa memiliki pengetahuan dan ingatan yang kuat. 1) model pembelajaran dengan metode kasus untuk mata kuliah Strataegi Pembelajaran dapat dikembangkan dan berhasil secara efektif. diungkap dan direfleksikan serta dicari solusinya. jumlah siswa serta ketersediaan sumbe dan media diminta dari mahasiswa untuk mengungkap apa yang mereka alami dari lingkungan kerja selama ini. pembelajaran dengan metode kasus membuat banyak tugas diawali dari kemampuan mahasiswa dalam melihat kasus yang ada di sekitar sekolahnya. kemudian mendeskripsikan dan mencari jalan keluarnya kesemuanya ditulis dan dipresentasekan atau didiskusikan dideapan kelas. (2) singkronisasi antar materi mata kuliah. untuk . pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan dalam hal berikut: (1) penguasaan materi.ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. Bahkan jalan keluar yang ditawarkan harus dapat didemonstrasikan di depan kelas. (3) keterampilan dan keberanian. kelas kecil. diperoleh kesimpulan tentang perkuliahan mata kuliah Strategi Pembelajaran pada mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. kemudian apa pendapat dan pengalaman mereka merasa dihargai oleh orang lain. salah satunya adalah masih ada sebagian mahasiswa merasa tabu atau pantang untuk mengungkap masalah yang ada di lingkungan sekolahnya sehingga sebagian mereka hanya mengangkat kasus fiktif atau cerita belaka. dengan tugas dimana mahasiswa harus dapat menuangkan pilihan metode dalam bentuk prencanaan pembelajaran maka mereka akan menggunakan keterampilan mata kuliah lain untuk menyelesaikan tugas. pemilihan metode mengajar dengan pertimbangan kelas besar. Kemudian membaca buku teks untuk mendalami teori teori yang mendukung kesimpulan pilihan metode yang dikembangkan. Sementara itu hambatan pada dosen yang menerapkan adalah mengorganisasi waktu yang terbatas kadang tidak dapat menampilkan semua kasus yang dimunculkan oleh mahasiswa. koordinasi dan pengembangan yang sistematis dan tepat sasaran. pada saat yang sama mata kuliah perencanaan pembelajaran juga sedang diajarkan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama beberapa waktu.

dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa.H. D. 5th edition. Jakarta: KaruniaUT. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. Instructional Media and Technologies for Learning. 1992. ketekunan. Pedoman Penyelenggaraan Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Jogiyanto HM. Kasihani. Case Method Teaching. 1940. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. 1990. keberanian mengungkap masalah. 1999. Gragg CI. Action Research: Principles and practice. et all. Degeng I. Boston: Harvard Publishing.IAIN Sumatera Utara. IAIN Sumatera Utara. 1980. Kasbolah ES. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Hakikat pembelajaran yang efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Big Media.jenis materi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPLPTK. Becouse Wisdom Can`tbe Told. Boston: Harvard Publisher Heinich R. Schramm Wilbur. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPGSD McNiff Jean. Daftar Pustaka Corey ER. 2006. Hand book of Research for Educational Communication and Technology. New York: Mac Millan. Jonnasen. Filosofi. Strategi Belajar Mengajar. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. Yogyakarta: Andi. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Medan: FT. 1996. Little Media. 1989. Sage. kecerdasan. et al. Beverly Hills. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. 2006. (3) beberapa hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. Pendekatan. Wiryawan Sri Anitah dan Noorhadi. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. . 1981. 1996.Nyoman Sudana.

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar.kesempatan dan mutu serta dapat memberikan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. sementara siswa dibuat pasif. nilai. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. . PENDAHULUAN perubahan prilaku dan Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Jadi. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. menetapkan. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. cara berfikir. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. ide. Sehubungan dengan tugas ini. penetapan. Itulah sebabnya dalam belajar. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. I. keterampilan. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Pemilihan. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran.

Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo.11 Prayitno. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Ngalim. Oemar. E. 2002. pembelajaran efektif. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. TT) Hamalik. Gulo.. Belajar dan Faktor . 1989) Nasrun. Terj. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. Sri Esti Wuryani. 2007) Rosyada. 2003) Nawawi. Wasty. penggunaan metode mengajar. 2004) Santrock.2005) . 1995) W. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. 2002) http://id.shvoong. Jakarta : PT. 1990) Slameto. Kurikulum dan Pembelajaran.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya.com/social-sciences/education/2129621. Milan. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. Hadari. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. 1998. strategi pembelajaran.Tri wibowo B. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. Media. John W. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. 2007) cet. 2008) Semiawan. Manajemen Pembelajaran. Cony. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. (Bandung : Falah Production . 2009) Rianto. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. Syafaruddin dan Irwan Nasution.Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Imtima. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. educational Psychology. Bumi Aksara. 2004). 2001) Purwanto. • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. Metode. Dede. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. membangkitkan motivasi belajar. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung.S. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. Soemanto.. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru).

papan tulis. minat. penyesuaian diri.• Joyce. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif.Bruce dan Marrsha Weil.1996) • • • II. kedua. kelelahan. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. keterampilan. kelas audio visual). Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). kapur dan alat belajar). akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. 1.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. tetapi juga berbentuk kecakapan. Konsep ini mengandung dua hal: pertama.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. usaha untuk menguasai. Models of Teaching. penyakit. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. fasilitas (ruang. watak. (London . belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. harga diri. PEMBAHASAN A. material (buku. Allyn Bacon.” Dengan demikian. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. atau suatu pengertian. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. sikap. • • • • • • • • • • . atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. pengertian. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5].

BAB II HAKIKAT PEMBELAJARAN 2. yaitu: Menyampaikan pengetahuan kepada siswa.1 Pengertian dan Ciri-ciri Pembelajaran Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. dan gurulah yang memegang peranan utama. Artinya yang belajar adalah anak sendiri. anak memperoleh pengertian-pengertian. Dalam membimbing tersebut guru tidak hanya menggunakan buku pelajaran semata. alat peraga. sebab menekankan pada segi pengetahuan. yang menyatakan bahwa perubahan yang dimaksud dengan belajar adalah perubahan yang konstan. Hal di atas berbeda dengan pengertian belajar: “suatu aktivitas mengatur dan mengorganisasi lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar”. baik kuantitas maupun kualitasnya. Dengan demikian maka mengajar haruslah mengatur lingkungan agar terjadi proses belajar mengajar dengan baik. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. Artinya yang belajar adalah anak itu sendiri dan berkat kegiatannya sendiri. Mengajar yang berarti menanam pengetahuan.• • • Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. tujuannya adalah penguasaan pengetahuan anak. dan Membimbing siswa. Pengalaman adalah proses dan hasil interaksi anak dengan lingkungan. tetapi dimanfaatkannya segala faktor dalam lingkungan. Apabila dilihat dari arti belajar pada Bab I. dan menjadi milik siswa. lingkungan. berbekas. Mengajar berarti membimbing pengalaman anak. yaitu: Mengajar adalah membimbing aktivitas anak. Dari pengalaman. Dari pengertian tersebut mengajar mempunyai dua arti. termasuk dirinya. Anak dianggap pasif. Uraian di atas memberikan batasan-batasan yang benar tentang mengajar. Hal ini membedakan dengan mengajar dalam arti menanamkan pengetahuan. maka dalam belajar siswa mengalami proses dan meningkatkan kemampuan mentalnya. dan sumber-sumber lain. Jadi yang aktif adalah siswa. Jadi interaksi dengan lingkungan itulah yang dinamakan belajar. sedangkan guru hanya dapat membimbing anak. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. dan guru berperan sebagai meneger of learning. dan bukan sebaliknya. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. yang biasanya pelajaran bersifat teacher-centered. Perbedaan itu ditunjukkan pada mengajar di sini adalah usaha dari pihak guru untuk mengatur lingkungan. sikap. sehingga terbentuk suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar. Dua arti belajar di atas menunjukkan bahwa pelajaran lebih bersifat pupil-centered. Kebanyakan ilmu pengetahuan diambil dari buku pelajaran yang tidak dihubungkan dengan realitas dalam kehidupan sehari-hari. sedangkan tugas guru adalah mengatur lingkungan dan membimbing aktivitas anak. . keterampilan. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Pengajaran serupa ini disebut intelektualitas. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan.

Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). Untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya komponen-komponen pendukung dengan tujuan supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik.1 Hubungan antar komponen Pembelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran. Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Jadi bukan saja mentransfer pengetahuan. merasa. Ia harus belajar berpikir. yaitu: Adanya tujuan. Adanya situasi yang subur. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: Tujuan. Seluruh rangkaian penjelasan tentang mengajar di atas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan mengajar di sini adalah juga termasuk di dalamnya mendidik. termasuk lingkungan sosialnya. Penilaian. Hal ini agar lebih sanggup mengatasi masalah-masalah dalam kehidupannya. sehingga terjadi proses belajar. Lingkungan jauh lebih luas dibandingkan dengan buku dan kata-kata guru. Adanya penilaian. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran.• • • • • • penghargaan. Mengajar berarti membantu anak berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. dan lain sebagainya. Artinya mengajar adalah mengantarkan anak agar bakatnya berkembang. dan berbuat sesuai dengan norma-norma lingkungan. Seluruh lingkungan anak adalah sumber belajar. Metode dan media pembelajaran. Adanya metode dan media pembelajaran. Hubungan komponen-komponen pembelajaran tersebut dapat digambarkan pada Gambar 2. Sedangkan membantu anak untuk supaya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat diupayakann dengan memberikan pelajaran yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. untuk itu pelajaran hendaknya dihubungkan dengan kehidupan anak dalam lingkungannya. Bahan.1 berikut ini: Tujuan Bahan Metode dan Media Penilaian Gambar 2. Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. Atau dapat dikatakan bahwa mengajar atau pembelajaran adalah aktivitas mengatur lingkungan. Dengan upaya tersebut diharapkan anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. tetapi juga membimbing ke arah norma yang benar. . Sedangkan tafsiran yang kurang tepat tentang mengajar antara lain: Mengajar adalah menyuruh anak untuk menghafal. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan. kecakapan. kebiasaan. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran.

Penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. membuat program sesuai dengan kemampuan siswa. (4) membina suasana aman sehingga siswa bebas mengemukakan pendapat. Dalam pengorganisasian ini guru berperan sebagai pengatur dan memonitor semua kegiatan dengan cara: (1) memberi orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu. dan intensitas belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. dan sumber. Dilakukan dengan cara antara lain: (1) membuat hubungan akrab dan peka terhadap kebutuhan siswa. (5) memberi balikan terhadap setiap siswa. dan (6) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar. Kebebasan menggunakan waktu belajar. dan membantu siswa untuk melihat kemajuan. (3) tanggap dan memberi reaksi positip terhadap siswa. Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. (2) mendengarkan secara simpatik terhadap segala ungkapan jiwa siswa. Siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. ada 3 cara yang dapat dilakukan guru dalam mengelola siswa. supaya pembelajaran berjalan efektif dan efisien. 2. (3) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan. kecepatan. 3.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. . Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. Pembelajaran secara individual. Pengorganisasian kegiatan belajar. (2) membuat variasi belajar supaya tidak menimbulkan kebosanan.2. sedangkan bantuan individual dalam pembelajaran klasikan dengan cara guru memberi bantuan individu secara umum. Pembelajaran secara klasikal 2.1 Pembelajaran secara individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu.2 Jenis-jenis Pembelajaran 2. Pembelajaran secara kelompok. Tujuan pembelajaran individual adalah: Memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. Pemberian bantuan dan bimbingan secara individual dapat dilakukan pada pembelajaran individual ataupun pembelajaran klasikal.1. Tiga cara tersebut adalah: 1. dengan cara antara lain membantu menetapkan tujuan belajar. Berdasarkan cara mengorganisasi siswa. (4) membagi perhatian pada sejumlah siswa. Dalam kegiatan ini guru berperanan sebagai penasihat atau pembimbing. Pembelajaran individual dalam pembelajaran individual dengan cara guru memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Kedudukan guru dalam pembelajaran individual adalah membantu dalam: Perencanaan kegiatan belajar. Siswa dapat memiliki kesempatan untuk menyusun program belajar sendiri. Jenis pembelajaran dapat ditentukan dari cara mengorganisasi siswa ataupun dari pendekatan pembelajarannya. Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual adalah: Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri.2. merencanakan pelaksanaan belajar. Contohnya misalnya siswa diminta untuk membaca dalam hati pada pokok bahasan tertentu.• • 2. materi. menurut tugas dan kebutuhan siswa.

Sedangkan tugas komplementer bearti masingmasing kelompok mempunyai tugas yang berbeda. (3) memberi penguatan belajar. Pembelajaran ini dapat efektif bila: Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Cara yang dapat dilakukan antara lain: (1) membimbing siswa belajar.• Fasilitator yang mempermudah belajar. minat atau pusat perhatian siswa. (4) menjadi teman dalam mengevaluasi keberhasilan.2 Pembelajaran secara kelompok Pembelajaran kelompok adalah pembelajaran dengan cara kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Penekanan pembelajaran ini pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. (2) menyedia media dan sumber belajar. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam pemecahan masalah. Mengembangkan kemampuan memimpin. latar belakang pengalaman siswa. Tujuan pembelajaran kelompok adalah: Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. Tugas kelompok paralel berarti semua kelompok mempunyai tugas yang sama. karena akan melelahkan guru. Tugas guru dalam tugas kelompok antara lain: (1) memberi informasi umum tentang pelaksanaan diskusi. Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan adalah untuk menentukan bentuk tugas. antara 3-8 orang. 2. (3) pada akhir diskusi guru berperanan sebagai evaluator terhadap hasil . Kedudukan siswa dalam kelompok adalah: Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok. Pada peran guru dalam pembelajaran kelompok adalah: Pembentukan kelompok. dengan tujuan untuk mempermudah proses belajar. Tidak semua bidang studi atau pokok bahasan sesuai diorganisasi dengan pembelajaran ini. Memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung. Pelaksanaan. (5) memberi kesempatan siswa untuk memperbaiki diri. Perencanaan tugas kelompok. (2) saat siswa berdiskusi tugas guru sebagai fasilitator. yaitu: (1) dengan paralel. Ada interaksi dan komunikasi antar anggota. (2) dengan komplementer. Tugas yang diberikan dalam kelompok ada dua macam.1. Keberhasilan guru dalam evaluasi dimengerti oleh siswa. Mengembangkan sikap sosial dan bergotong royong. Kriteria keberhasilan dimengerti siswa. Tiap anggota mempunyai tanggung jawab terhadap kelompok. Pertimbangan dalam pembentukan kelompok adalah: tujuan yang akan diperoleh siswa dalam kelompok. Prosedur dan cara kerja dimengerti siswa.2. Kelemahan pembelajaran individual adalah: Bila jumlah siswa banyak maka pembelajaran ini kurang efisien. Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti siswa. Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok.

Mengikut sertakan siswa aktif belajar.1 Pendekatan Konsep Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil. Bagaimanapun pendekatan ini masih pula dibutuhkan dalam pembelajaran. Pengorganisasian belajar sesuai kondisi siswa. di mana sumber masalah tersebut antara lain dari kondisi tempat belajar ataupun dari siswa yang terlibat dalam pembelajaran. Evaluasi hasil belajar kelompok. sehingga siswa mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan.2.2.• • • • diskusi. sedangkan pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik. sehingga hasilnya kurang bermakna dan bertahan lama. Hal ini disebabkan karena jenis bahan atau mungkin waktu yang tidak memungkinkan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses semua.3 Pembelajaran secara klasikal Pembelajaran klasikal yaitu pembelajaran yang dilaksnakan secara klasikal atau diikuti siswa dalam jumlah berkisar antara 1. sehingga kevalidannya dapat diandalkan. 2. karena tidak mungkin semua pokok bahasan dapat digunakan pendekatan keterampilan proses. Sedangkan sumber dari siswa dapat secara individu ataupun kelompok. yaitu pengelolaan pembelajaran. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memberikan pembelajaraan individual dalam pembelajaran klasikal.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 2. Tindakan pembelajaran kelas antara lain: Penyususunan desain instruksional. dan pengelolaan kelas. Sedangkan kelemahannya adalah kurang dapat memperhatikan kebutuhan individual.2 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan.2. Keterampilan proses ini tidak saja mementingkan hasil. Kelebihan pembelajaran ini adalah efisien dan murah. dan lain sebaginya. Pengelolaan pembelajaran adalah kegiatan untuk melaksanakan desain instruksional.45 orang. papan tulis kotor. Pemusatan perhatian pada bahan ajar. Hanya saja perlu digali bagaimana penerapan pendekatan konsep ini dapat digunakan semaksimal mungkin di dalam pembelajaran.2. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuwan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah). Karena guru harus menghadapi siswa dengan jumlah banyak.1. Penciptaan suasana senang dalam belajar. Contoh sumber masalah dari kondisi tempat belajar misalnya ruang kotor.2. maka dalam pembelajaran klasikal diperlukan pelaksanaan dua kegiatan sekaligus. Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi. 2. tetapi juga memperhatikan proses . Sedangkan pengelolaan kelas biasanya dilakukan karena adanya masalah disaat pembelajaran. 2. Melaksanakan tindakan-tindakan antara lain: Penciptaa tertib belajar di kelas.2. kursi rusak.

3 Pendekatan Expository Pada pendekatan expository guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori. mengelompokkan. yaitu manusia yang kreatif. Dengan mengetahui proses diharapkan dapat merangsang daya cipta untuk menemukan sesuatu. sehingga siap disampaikan kepada siswa.6. Hal ini dapat terlaksana apabila kesejahteraan mental dan emosional siswa dipandang sebagai sentral pendidikan. 2. dan kemampuan siswa. sehingga materi belajar mudah dikuasai oleh siswa. dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu. Dengan melaksanakan pendekatan ketarmpila proses berarti siswa terlibat seccara aktif dalam kegiatan pengamatan. Menurut Brunner discovery learning adalah merupakan belajar dengan menemukan sendiri menggunakan prinsip belajar induktif. membuat kesimpulan. melaksanakan eksperimen. Dari sini dapat dilihat bahwa inquiry ini selaras dengan teori belajar yang ditemukan oleh Brunner. Proses mental itu misalnya mengamati.2.4 Pendekatan Discovery Discovery atau penemuan adalah proses mental yang dicirikan dengan siswa dapat mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Pendekatan Rekonstruksionalisme Suatu pendekatan yang menfokuskan pada masalah-masalah pendting yang dihadapi masyarakat. Rekonstruksionalisme Radikal Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk menrombak tata sosial yang ada dan membangun struktur sosial baru.2. Pengajaran telah diolah oleh guru.2. generalisasi. Perkembangan selanjutnya pendekatan keterampilan proses yang perlu di terapkan terutama dalam pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). dan menemukan sendiri konsep dan prinsip. yaitu anak harus berperan secara aktif di dalam kelas. Pendekatan ini dibagi menjadi dua. menganalisis data.• • • • mendapatkan hasil. dan pada akhirnya dapat membentuk manusia yang berkualitas.2. yaitu dari khusus ke yang umum. mengumpulkan data.5 Pendekatan Humanistik Suatu pendekatan yang berpusat pada siswa (Student centered).2. merancang eksperimen. Untuk itu pendekatan ini juga disebut pendekatan rekonstruksi sosisal. menjelaskan. .2. Berikut akan dibicarakan pendekatan STM. dan mampu mengambil keputusan yang menjangkau masa depan. misalnya merumuskan problem. Pendekatan ini mengutamakan perkembangan afektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian integral dari proses belajar. 2. yaitu: Rekonstruksionalisme Konservatif Pendekatan ini ditujukan kepada peningkatan mutu kehidupan individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat. dan lain sebagainya. Sumber munculnya discovery learning ini adalah teori belajar Piaget. dan sebaginya.2. kebutuhan. membuat kesimpulan. 2. Inqury atau penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi. hukum atau dalil beserta bukti-bukti yang mendukung. Sedangkan siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. Prioritasnya adalah pengalaman belajar yang diarahkan terhadap tanggapan minat.2. mampu memecahkan persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan. 2.

Sedangkan TIK menggunakan kata kerja yang bersifat operasional. sehingga mudah diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Citra tujuan pendidikan nasional adalah terbentuknya manusia pancasila yang utuh dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air melalui pembangunan nasional. memahami. kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pasal 4. Tujuan instruksional umum (TIU) telah tersedia di dalam kurikulum. yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. sehingga sulit diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Tujuan pendidikan nasional ini tercantum dalam Undang-Undang RI No. Tujuan pendidikan nasional didasarkan pada falsafah negara atau way of life nya bangsa Indonesia. Tujuan instruksional ini dibedakan menjadi dua. sedangkan tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan hasil perencanaan dan perumusan guru. Dan tujuan pendidikan nasional tersebut akan terwujud dengan dijabarkannya ke dalam tujuan institusional. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II. Tingkat Pendidikan Mengah juga masih dapat dibedakan dari pendidikan kejuruan (SMK/Sekolah Menengah Kejuruan) dan pendidikan umum (SMU/Sekolah Menengah Umum).3 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 2. Karena merupakan pedoman umum tentu saja dalam pencapaiannya perlu dioperasionalkan lagi supaya terealisasi. kesehatan jasmani dan rohani. Penjabaran tersebut menjadi tujuan institusional. TIU menggunakan kata kerja yang bersifat umum. Dengan demikian akan dapat segera dibedakan antara Sekolah Tingkat Dasar. yang memuat hanya satu pengertian. dapat dikerjakan. Tujuan instruksional ini sebenarnya merupakan tujuan yang dijabarkan dari tujuan kurikuler.1 Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran yang biasanya disebut tujuan instruksional merupakan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai dilakukan. dan memuat lebih dari satu pengertian. Sekolah Tingkat Menengah. yang berbunyi: Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya.• • 2. dan sekolah agama (di bawah naungan Departemen Agama). Misalnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan berbeda dengan Sekolah Dasar (SD). yaitu Pancasila. Keluaran dari lembaga akan tercermin dari tujuan institusional lembaga pendidikan tersebut. dan Madrasah Aliyah (MA) akan berbeda dengan Sekolah Menengah Umum (SMU). Tujuan Institusional. Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan berbeda dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Tujuan pembelajaran pada jangka panjang sebenarnya akan mencapai pada tujuan pendidikan nasional. misalnya mengenal. dan Perguruan Tinggi. Jadi tujuan pendidikan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia baik formal maupun non formal mengarah pada tujuan pendidikan nasional tersebut.3. Secara lengkap hierarki tujuan pembelajaran itu adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Nasional. dimana merupakan penjabaran dari tujuan instruksional umum. Begitu juga masih dapat dibedakan lagi antara sekolah umum (di bawah Departemen Pendidikan). mengerti. Atau dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional merupakan pedoman umum bagi pelaksanaan pendidikan dalam jenis dan jenjang pendidikan. Tujuan institusional merupakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan. Tujuan . memiliki pengetahuan dan keterampilan. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.

Hasil belajar sebagai dampak pengajaran.1. dan kondisi fisik. Atau dapat disebut juga tujuan bidang studi. Untuk memberi gambaran tentang dampak pengajaran dan dampak pengiring dapat dilihat pada Gambar 2. yang pada akhirnya akat tercapai tujuan pendidikan nasional. Hasil belajar dapat tercermin melalui dampak pengajaran dan dampak pengiring. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). Gambar 2. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). biologi. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsik. motivasi. maka akan berhasil pula tujuan institusionalnya. psikomotorik. . dan Dampak pengiring. siswa melakukan kegiatan belajar. dan evaluasi. Tujuan kurikuler ini akan dicapai melalui tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. kimia. Ke tiga ranah tersebut harus tercermin dalam tujuan instruksional khusus (TIK) atau tujuan pembelajaran khusus (TPK). Siswa memiliki kemampuan pra belajar.3. yaitu ranah kognitif. dan ingatan. apabila dalam pembelajaran memperhatikan ketiga ranah tujuan pembelajaran. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila di dalam pembelajaran berhasil mencapai dua hasil yang diharapkan dari pembelajaran. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. Sedangkan faktor psikologis. Siswa memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepajang hayat. Rangkaian tujuan pembelajarn di atas mengandung harapan apabila rangkaian tujuan instruksional berhasil. pengolahan pesan. Tujuan instruksional adalah tujuan yang pencapaiannya dibebankan pada tiap pokok bahasan. misalnya kecedasan. Tujuan Instruksional. dan lain sebaginya. 2. dan seterusnya. dilakukan dengan pengorganisasian siswa. penglihatan. perhatian.2 Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. yaitu damak pengajaran dan dampak pengiring. Guru melakukan evaluasi untuk melihat hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Secara teoritis memang penjabaran secara struktural tujuan di atas dapat dipertanggungjawabkan. berpikir. Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur (tujuan instruksional khusus). Belum tentu pencapaian tujuan instruksional akan diikuti tercapainya tujuan kurikuler. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. Selanjutnya akan dibahas lebih rinci di bagian lain pada bab ini juga. dan dampak pengiring. misalnya tujuan sejarah. namun pelaksanaannya sangat sulit.1 dapat dijelaskan sebagai berikut: Guru melakukan tugas pembelajaran. yaitu terapan pengetahuan dan kemampuan di bidang lain. afektif.• • • • institusional atau tujuan sekolah ini dapat tercapai dengan dijabarkannya tujuan ini ke tujuan kurikuler. Tujuan Kurikuler Tujuan kurikuler adalah tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh atau melalui tiap bidang studi.

namun juga mempunyai berbagai kelemahan karena anak seakan – akan disolasikan dari kehidupan bersama didalam masyarakat. Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berbeda dengan hakikat orang dewasa. bahan ajar. metode. 3. oleh sebab itu proses pendewasaan anak bertitik – tolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat – tingkat perkembangannya sendiri. Pendekatan Religius Pendekatan religius atau religionisme dianut oleh pemikir – pemikir yang melihet hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. Pandangan pedagogisme ini memang mempunyai segi – segi yang positif yang sangat menghormati perkembangan anak. pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme Schopenhaur serta penganut – penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan – kemampuan yang dilahirkan dan tinggal dikembangkan saja atau apakah pandangan tersebut dari teori tabularasa atau empirisme John Locke yang mengatakan bahwa anak dilahirkan seperti kertas putih yang akan diisi oleh pendidikan. Pendekatan Fisiolofis Pendekatan fisolofis atau fisiolofisme mengenai pendidikan antara lain bertitik – tolak dari pertentangan mengenai hakikat manusia dan hakikat anak. v Pendekatan Sosiologis atau Sosilogisme. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. v Pendekatan Psikologis atau Psikologisme. Anak mempuyai nilai – nilainya sendiri yang akan berkembang menuju kepada nilai – nilai seperti orang dewasa. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. 1. Memang child centered education tersebut antara lain merupakan reaksi terhadap pendidikan yang tidak melihat hakikat anak sebagai makhluk manusia yang hidup didalam dunianya sendiri sehingga perlu memperoleh perlakuan – perlakuan khusus didalam proses mendewasakannya. Pendekatan Pedagogisme Titik tolak dari teori ini ialah anak yang dibesarkan menjadi dewasa. media. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. v Pendekatan Negativis atau negativisme. selain itu manusia itu akan terus – menerus berkembang selama dia hidup. Teori – teori atau pendekatan reduksionisme sangat banyak dikemukakan didalam khazanah ilmu pendidikan. 2. Pedagogisme melahirkan child centered education yang cenderung bahwa anak hidup didalam suatu masyarakat tertentu dan mempunyai cita – cita hidup bersama yang tertentu pula. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. dengan demikian hakikat pendidikan ialah .• • • • Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. anak bukanlah orang dewasa didalam bentuknya yang kecil. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionisme sebagai berikut : v Pendekatan Pedagogis atau Pedagogisme v Pendekatan Fisolofis atau Filosofisme. Dengan demikian pandangan bahwa pendidikan berakhir ketika manusia itu dewasa tidak relevan lagi di dalam dunia informasi dewasa ini dan pendidikan berlaku untuk seumur hidup. v Pnedekatan Religius atau Religionisme. Pandangan ini sudah mulai ditinggalkan oleh karena ternyata manusia tidak pernah akan berhenti untuk memperoleh pendidikan. dan evaluasi.

Pandangan – pandangan negatif tersebut memang membawa proses pendidikan kepada suatu proses yang defensif atau protektif. dengan sendiriny pendekatan tersebut lebih memperkuat lagi pandangan pedagogisme seperti yang telah dijelaskan. pandangan ini tidak realistis oleh sebab seseorang didalam masyarakat akan menghadapi kenyataan hidup bermasyarakat yang penuh dengan hal – hal yang positif maupun yang negatif. · Proses pendidikan adalah melatih peserta – didik menjadi warga negara yang berguna. 4. Pendekatan religius mengenai hakikat pendidikan menekankan kepada pendidikan untuk mempersiapkan peserta – didik bagi kehidupannya diakhirat. Psikologisme cenderung mereduksi ilmu pendidikan menjadi ilmu proses belajar dan mengajar. Di pihak lain kehidupan modern bukan hanya menuntut manusia – manusia yang religius dan bermoral tetapi juga kehidupan yang menuntut penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memerangi kemiskinan dan kemunduran hidup.• • membawa peserta – didik menjadi manusia yang religius karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan peserta – didik itu harus dipersiapkan untuk hidup sesuai dengan harkatnya. Pandangan ini di anggap sebagai pandangan yang negatif oleh karena didalam mengembangkan kepribadian anak implisif melindungi dari hal – hal yang negatif yang menghalangi perkembangan kepribadiannya. Hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan – akan ilmu pendidikan terbatas pada ilmu mengajar saja. dan oleh sebab mengajar merupakan suatu tugas yang setua dengan manusia itu sendiri maka profesi pendidik mendapat penghargaan kurang dari profesi – profesi lainnya. Menurut beliau ada tiga teori yang sifatmya negatif yaitu : · Teori yang menyatakan bahwa tugas pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. Pendidikan hendaknya berfungsi bukan hanya untuk kehidupan akhirat tetapi juga untuk meningkatkan mutu kehidupan duniawi yang aman dan adil. Pandangan ini berarti menghindarkan peserta – didik dari hal – hal yang mengakibatkan dia itu menjadi warga negara yang tidak berguna bagi masyarakatnya. 5. didalam pertumbuhan itu perlu disingkirkan hal – hal yang dapat merusak atau yang sifatnya negatif terhadap pertumbuhan itu. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis atau psikologisme dalam pendidikan sangat kuat terutama pada tahap permulaan lahirnya ilmu pendidikan pada permulaan abad 20. jangan – jangan pendidikan yang sekuler telah ikut memicu berbagai pihak berbagai peperangan serta kemunduran moral manusia dewasa ini. dengan demikian tidak akan membawa peserta . Pendekatan Negativis Pendekatan negativis atau negativisme didalam urainan ini diambil dari pendapat filosof Bertrand Russel didalm bukunya yang terkenal Education and Social Order. · Ialah yang melihat pendidikan sebagai usaha mangembangkan kepribadian pesert – didik atau dengan kata lain membudayakan individu. Pandangan – pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi kedalam bidang ilmu pendidikan. Proses pendidikan yang mempunyai citra religius ini dikenal dalam semua kebudayaan baik di Barat maupun di Timur. oleh sebab itu pendidikan agama manjadi yang sentral dalam proses pendidikan. Dengan demikian pandangan – pandangan pedagogisme serta psikologisme akan memperpuruk profesi pendidikan sebagai profesi yang tidak professional dan kurang bobot ilmiahnya.

membudaya. b. Dengan kata lain manusia hanya eksis dalam masyarakatnya. keinginan. Oleh sebab itu proses pendidikan bukanlah suatu proses yang protektif tetapi yang memberikan kesempatan yang seluas – luasnya untuk belajar berdiri sendiri dan mengambil keputusan sendiri secara moral. Tidak dapat kita bayangkan apabila interaksi manusia dilumpuhkan. Rumusan operasional mengenai hakikat pendidikan tersebut diatas mempunyai komponen – komponen sebagai berikut : · Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan 1. Kemampuankemampuan tersebut berupa dorongan-dorongan. elan vital. 6. titik – tolak dari pandangan ini prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu. Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia. Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme. peserta – didik dan keseluruhan perbuatan pendidikan termasuk lembaga – lembaga pendidikan telah menampilkan pandangan – pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mangenai hakikat pendidikan. Proses tersebut berimplikasikan bahwa di dalam peserta-didik terdapat kemampuan-kemampuan yang immanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat. yang ada pada manusia. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal. Pendekatan Sosiologis Pandangan sosiologisme mengenai hakikat pendidikan terdapat versi yang bermacam – macam. 3. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta-didik menjadi dewasa tetapi akan terus-menerus berkembang selama terdapat interaksi antara manusia dengan lingkungan sesama manusia serta dengan lingkungan alamnya 2. Eksistensi manusia yang memasyarakat.• • – didik kepada pengambilan keputusan untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab. pada prinsipnya pandangan ini meletakkan hakikat pendiddikan kepada keperluan hidup bersama dalam masyarakat. Berdasarkan pengetahuan kita mengenai pendekatan reduksionisme terhadap hakikat khakikat pendidikan maka dapatlah dirumuskan suatu pengertian operasional mengenai hakikat pendidikan sebagai berikut : Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta – didik yang memasyarakat. Hal ini berarti eksistensi atau keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif.) Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai.Tanggung jawab manusia yang ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan bukan hanya mempunyai dimensi lokal tetapi juga berdimensi nasional dan global. nasional dan global.Pendekatan Holistik Integratif Pendekatan – pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan. Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan. Kemampuan-kemampuan tersebut harus dikembangkan dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup atau dihidupkan dalam masyarakat. Pandangan – pandangan tersebut tidak menampilkan hakikat pendidikan secara utuh tetapi sepihak berdasarkan sudut pandangan yang digunakan. Lembaga-lembaga pendidikan adalah prana sosial .2. Proses pendidikan adalah proses mewujudkan eksistensi manusia yang memasyarakat. Interaksi tersebut bukan hanya interaksi dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam dan dunia ide termasuk dengan Tuhannya. orang tua 1 pendidik formal dan pendidik nonformal. Proses itu sendiri tidak terjadi di dalam vacuum atau ruang hampa tetapi sekurang-kurangnya terdapat unsur-unsur ibu.

Dengan kata lain. Keseluruhan proses tersebut. Karena proses pendidikan mengandalkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat maka dengan sendirinya proses pendidikan adalah penghayatan dan perwujudan nilai-nilai tersebut. Pengembangan manusia seutuhnya melihat manusia itu atau peserta-didik sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Penciptanya berbagai potensi. Kesulitan tersebut disebabkan karena bukan saja masyarakat dan bangsa Indonesia yang bhinneka tetapi juga karena manusia itu sendiri bersifat multi dimensional. Inti dari kehidupan bermasyarakat adalah nilai-nilai. Dengan dimensi waktu. Dengan demikian scoring yang lelah berkembang sesuai dengan kebudayaannya adalah juga seseorang yang telah memperoleh pendidikan yang bertujuan yang sama dengan perkembangan priadi di dalam kebudayaan di mana pendidikan itu berlangsung. tujuan atau visi pendidikan adalah kongruen dengan visi masyarakat di mana pendidikan itu berada. Menggugurkan pendidikan dari proses pembudayaan merupakan alienasi dari hakikat manusia dan dengan demikian alienasi dari proses humanisasi. Itulah manusia yang berbudaya. Proses pendidikan adalah proses pembudayaan. p roses tersebut mempunyai aspek historistas. yang menyejarah. Di mana ada pendidikan di situ ada kebudayaan. Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya. adalah kebudayaan Di mana ada kebudayaan di situ ada pendidikan. 7. manusia yang berbudaya. Hanyala manusialah makhluk yagn menyerajarah. Potensi-potensi yang beragam tersebut hanya dapat dikembangkan di dalam dan oleh masyarakat di mana seseorang menjadi anggotanya dan sekaligus mewujudkan suatu tata kehidupan tertentu dengan nilai-nilai tertentu yang pada dasarnya diarahkan kepada perwujudan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ciptaan ilahi. 4.masyarakat yang ditugaskan untuk melaksankaan proses pendidikan secara sistematis. Alienasi proses pendidikan dari kebudayaan berarti menjauhkan pendidikan dari perwujudan nilai-nilai moral di dalam kehidupan manusia 6. Nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai yang hidup maupun karena inovasi nilai-nilai baru. Oleh sebab itu manusia akan terus menerus berkembang selama keberadaannya di dunia . dikembangkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakatnya. Demikianlah pendekatan hakikat pendidikan yang holistik inregratif yang merupakan suatu pandangan pengembangan manusia seutuhnya. Rumusan ini benar karena lahir dari pengertian bahwa pendidikan adalah aspek dari kebudayaan. Aspek historitas. Dengan demikian pendekatan-pendekatan reduksionis yang hanya melihat manusia itu dari suatu segi tertentu tidak menggambarkan keseluruhan hakikat manusia dan hakikat pendidikan. 5. Mencari Konsep Manusia Indonesia Sebagaimana sulitnya kita menggambarkan mengenai bentuk rupa kebudayaan nasional Indonesia maka begitu pula sulitnya kita merumuskan konsep manusia Indonesia yanr jelas dan dapat disepakati oieh semua orang. kekinian dan visi masa depan. berarti bahwa kekuatan-kekuatan historis telah menumpukj dan berasimilasi di dalam suatu proses kebudayaan. berarti bawah suatu masyarakat telah berkembang di dalam proses waktu. Manusia berpendidikan dan manusia berbudaya Manusia yang berpendidikan adalah sama artinya dengar. dilestarikan. dan proses pembudayaan adalah proses pendidikan. proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang. Nilai-nilai tersebut (perlu dihayati. Dengan demikian pendidikan tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari kebudayaan.

maka ada kebutuhan untuk melihat manusia itu sebagai keseluruhan. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: 1 Tujuan.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 1. Pendekatan Keterampilan Proses 3.1 Jenis-jenis Pembelajaran 3.1. Pendekatan Rekonstruksionalisme . yaitu: 1 Adanya tujuan.1 Kesimpulan Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. Pendekatan Expository 4. 3 Pembelajaran secara klasikal 3. 2 Pembelajaran secara kelompok. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). 3 Adanya metode dan media pembelajaran.1. Dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. Pendekatan Discovery 5.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. 1 Pembelajaran secara individual. 6 Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. Konsep pengembangan manusia seutuhnya muncul untuk mengimbangi konsep pendidikan yang mengarah kepada spesialisasi yagn sempit. Seorang spesialis yang sempit tidak melihat keahliannya itu di dalam keselurhan pola kehidupan yang menyeluruh. 2 Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. dan belum dilihat manusia saeabagai multi dimensional. 7 Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Pengembangan Manusia Indonesia Seutuhnya Apabila kita melihat rumusan pakar-pakar tersebut di atas yang tentunya masing-masing dilihat dari dimensi tertentu. 3. 4 Adanya penilaian. BAB III PENUTUP 3.• • ini. 4 Penilaian. Pendekatan Konsep 2. 5 Adanya situasi yang subur. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. 3 Metode dan media pembelajaran.1.1. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan.1. 2 Bahan. Maka lahirlah suatu tantangan yang ingin merumuskan pendidikan itu sebagai aktivitas untuk pembangunan manusia seutuhnya. 8.

METODE/PENDEKATAN/MODEL PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) BAB I PENDAHULUAN A. mengapa. misalnya kecedasan. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula.1 Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan Institusional. perhatian. bahan ajar.1. Efektif.6. dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. Pendekatan Humanistik 3. 3. Oleh karena itu. Demikian pula sebaliknya. dan kondisi fisik. Tujuan Pendidikan Nasional. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. dan pada . dan ingatan. serta prosedur atau langkah-langkah Fasilitatoran yang bisa dilakukan.1. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. Unit ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa.2. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. motivasi. 2. dan bagaimana PAKEM tersebut. dan bagaimana PAKEM tersebut. Kreatif. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Tujuan Kurikuler 4. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran).2 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 3.2 Unsur dinamis pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. Dengan membaca dan mengikuti proses-proses Fasilitatoran yang telah dirancang dalam Unit ini. media. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. para peserta Fasilitatoran diharapkan dapat mengenal apa.1. mengapa. Tujuan Instruksional. 3. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. Latar Belakang Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. penglihatan. Sedangkan faktor psikologis. Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif. perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. metode. dan evaluasi. berpikir.2.

Usaha-usaha yang menawarkan sebuah pembaharuan. ayat (1) dinyatakan bahwa: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. dan orang tua siswa membantu dan mendukung keberhasilan PAKEM. maka dengan mudah kita mengatakan kelas itu PAKEM. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. dan seperti apa kegiatan belajar yang dilakukan siswa. . 1. guru harus memahami hakikat PAKEM dan menguasai berbagai strategi/model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM. profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. mengambil keputusan. Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif. Padahal bisa jadi mereka hanya duduk dalam kelompok dan tidak semua siswa bekerja. dan 3. menyenangkan. siswa belajar salah satu kecakapan hidup yaitu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. Kreatif. semua menghadap ke depan. dan memecahkan masalah. maka dengan mudah dan cepat dikatakan kelas itu tidak PAKEM. inspiratif. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. pasal 19. 20 PASAL 40. Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran PAKEM yang baik. AYAT (2) tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi : Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban : 1. dinamis dan dialogis 2. Penyajian PAKEM dalam pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MB S) dan Peran Serta Masyarakat (PSM) dilakukan dengan harapan agar sekolah.akhirnya diharapkan dapat menerapkan di kelasnya masing-masing. memerlukan dukungan dari berbagai pihak. termasuk penerapan PAKEM di kelas. dan Menyenangkan (PAKEM) sama dengan kerja kelompok. Jika dalam suatu kelas sedang berlangsung pembelajaran dan di sana siswa tetap duduk seperti orang menonton bioskop. menantang. Di samping itu. kemudian secara aktif dan kreatif. Seharusnya menilai PAKEM tidaknya suatu pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat pengaturan tempat duduk siswa. Melalui bentuk-bentuk tugas yang menantang. Pelaksanaan PAKEM sebenarnya juga memberikan kesempatan pada guru untuk membelajarkan beberapa keterampilan hidup atau kecakapan hidup. Kecakapan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan. Beberapa orang memandang bahwa Pembelajaran Aktif. Efektif. siswa bisa membangun kemampuan mencari dan mengolah informasi. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. yang dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas PAKEM. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. Komite Sekolah. Efektif. Sementara itu dalam Peraturan Pemerintah No. mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Di bawah ini ada sejumlah isu penting tentang pelaksanaan PAKEM. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. Dengan belajar kelompok yang benar misalnya. Sebaliknya. guru hendaknya mengubah paradigma mengenai mengajar siswa menjadi membelajarkan siswa. dan Menyenangkan). kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Undang-undang RI No. kreatif. duduk berdua dengan satu bangku. tetapi harus diperhatikan pula intensitas keterlibatan siswa dalam belajar. Untuk dapat melaksanakan amanat perundang-undangan tersebut. Kreatif. jika di suatu kelas siswa sedang duduk berkelompok. menyenangkan.

atau ditunjukan kopian dari jawaban yang benar atau contoh yang mereka pastikan bahwa jawabanya benar. 3. 4. dan M: Menyenangkan.2. Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk. That is. Student are told whethertheir answer is right or wrong. or are shown a copy of the righ aswer or a example from which they mus infer whether their answer is correct. Salah satu komponen yang paling kuat dalam proses pembelajaran adalah praktik dengan timbal balik. kurang pintar. BAB II HAKIKAT PAKEM PAKEM merupakan suatu singkatan dari P: Pembelajaran. 5. Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam. Mereka seharusnya itdak hanya bisa praktek. E: Efektif. pintar/ 5. Kegiatan pembelajaran. Kegiatan yang 4. dilakukan siswa seringkali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar. Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan. 7. Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaannya bersifat tertutup. Pengaruh timbal balik mungkin diberikan dalam bentuk yang kuat. Reinforcement for adult learners is ty pically in term of statements like “Great. Pembelajaran belum membelajarkan kecakapan hidup. Not only should they be able to practice. 6. We identify the reasons why a given learner has trouble relating to a particular learning environmet and then modulate the features of that environmet to make it easier for the learner to fit in. you are correct”. Pengaruh timbal balik kadang-kadang ditunjukan sebagai “hasil pengetahuan” siswa diberitahu jawaban yang benar dan yang salah. Kekuatan bagi pelajar dewasa yaitu khusus dalam istilah pernyataan seperti “Hebat. You can enhance the learning process greatly by providing the student wih activities that are directly relevant to the objectives. kamu benar”. A: Aktif. Young children often respond favorably to froms of reinforcement such as an approving look from the instructor or even the opportunity to do some other activity. Guru merasa khawatir untuk melaksanakan PAKEM di kelas 6 dan 9. menurut Walter Dick ad Lou Carey (1990 : 165) dapat dikemukakan sebagai berikut : One of the most powerful components in the learning process is that of practice with feedback. Siswa seharusnya diberi kesempatan untuk praktek supaya bisa melakukannya. Student should be provided an opportunity to practice what you wan them o be able o do. is sometimes referred to as “knowledge of results”. but they should be provided feedback orinformation about their performance. K: Kreatif. feedback. . tetapi juga diberikan informasi yang berlawanan tentang penampilannya. Anak-anak muda sering merespon baik yaitu pemberian dari instruktur atau pada kesempatan untuk melakukan aktifitas yang lain) Menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil (2003 : 394) menyatakan : Another solution is to adapt the models to conform to the characteristics of the learners. Anda bisa meningkatkan proses pembelajaran dengan baik yaitu dengan memberikan siswa aktifitas yang teratur dan berkaitan dengan tujuan. dan sosial ekonomi tinggi/rendah. Feedback may also be provided in the from of reinforcement.

usually. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa”. Kegiatan belajar mengajar seringkali terhambat atau tidak berjalan karena guru sebagai fasilitator tidak berada di arena belajar. Pembelajaran adalah penerapan dari rencana kurikulum. inspiratif. satu waktu. maka pembelajaran di sekolah idealnya harus mengarah kepada kemandirian siswa dalam belajar. Dalam rangka menuju suatu tujuan.20 tentang Sisdiknas. menyenangkan. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. artinya sedini mungkin siswa dilatih untuk mandiri di lingkungan sekolah/kelas dan di lingkungan keluarga. menantang. afektif.undang No. dinamis dan dialogis dan PP No. Dalam PP no 19. dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar. di mana salah satu ayatnya berbunyi: ”Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. maupun secara koqnitif pembelajaran PAKEM harus dibudayakan oleh para praktisi pendidikan khususnya para guru dalam semua mata pelajaran di sekolah. Bila hal itu terjadi maka proses kegiatan belajar mengajar sedikit banyak akan mengalami hambatan. Saylor dalam Mulyasa (2004 : 117) mengatakan bahwa “Instruction is this the implementation of curriculum plan. teacher interaction in an education setting”. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. apakah kegiatan pembelajaran dihentikan. pasal 19 ayat (1). yaitu siswa. diubah metodenya. pasal 40 . Apalagi kalau terjadi dalam kurun waktu yang lama. psikomotor. Pada dasarnya. yang pada intinya pembelajaran berpusat pada siswa . PAKEM didasarkan pada alasanalasan sebagai berikut : 1. tetapi tidak perlu di dalamnya termasuk aktifitas guru mengajar menghadapi siswa. atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. Dari tuntutan perundangan tersebut dengan jelas bahwa esensi pendidikan atau pembelajaran harus memperhatikan kebermaknaan bagi peserta didik yang dilakukan secara dialogis atau interaktif. guru dan murid selalu berada dalam satu tempat. dan dalam situasi yang sama. Kita mengetahui alasan mengapa yang diberikan ke siswa mempunyai masalah yang berkaitan dengan keterangan lingkungan belajar. Jadi. Baik secara psikologis. maka akan ada pihak yang dirugikan . sesuai dengan rencana yang telah disusun. Hal ini mungkin disebabkan guru masih dalam perjalanan menuju sekolah atau boleh jadi berhalangan hadir ke sekolah karena sakit atau karena ada kepentingan lain. Atau bisa jadi sekolahan tersebut masih kekurangan tenaga guru. biasanya. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. ada yang menambahkan dengan satu huruf I: inovatif. Dalam penggunaannya di lapangan. Tuntutan Perundangan-undangan Undang. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan selama ini.Solusi yang lain adalah menyesuaikan model untuk menyesuaikan diri terhadap karakteristik pelajar. but not necessarily. sehingga menjadi PAIKEM. ayat (1) dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. kreatif. kemudian mengatur dari segi lingkungan itu supaya lebih mudah bagi siswa untuk semangat. involving teaching in the sence of student. menyenangkan.

Sadarilah bahwa pendapat (perspektif) siswa merupakan jendela mereka untuk menalar (berpikir).sebagai pebelajar dan pendidik sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar terjadi belajar pada peserta didik. gagasan. dan menguji kebenaran atas informasi yang diterimanya. 1999:2). kita dapat merekonstruksinya dengan ide-ide awal dan pengalaman kita. dan pemahaman yang sudah ada dalam pikiran mereka. Untuk mengimplementasikan konstruktivisme di kelas. Makna belajar tersebut didasari oleh pandangan konstruktivisme. sampah plastik bekas bungkus jajanan menumpuk. apa yang dapat kalian lakukan untuk itu? 2. kita harus memiliki keyakinan bahwa ketika peserta didik datang ke kelas. jadi kemungkinan pengetahuan itu mengubah keyakinan kita atau merupakan informasi baru yang diabaikan karena merupakan sesuatu yang tidak relevan dengan ide awal. contoh di sekolah kita. Kontruktivisme merupakan suatu pandangan mengenai bagaimana seseorang belajar. Proses membangun makna dilakukan secara terus menerus (sepanjang hayat). Ketika kita menemukan sesuatu yang baru. Dalam prosesnya seorang siswa yang sedang belajar. dialog. dan lainlain). tetapi secara aktif menyeleksi. prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. Belajar dalam konteks PAKEM dimaknai sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan atau membangun makna. 1987 dalam Nggandi Katu. Lakukan asesmen terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran. mereka datang ke dalam situasi belajar dengan pengetahuan. pengetahuan awal ini merupakan materi dasar untuk pengetahuan baru yang akan mereka kembangkan. Asumsi dasar belajar: Siswa yang membangun konsep. ajukan permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. 2. menyaring. Pengetahuan yang dikonstruksi peserta didik merupakan hasil interpretasi yang bersangkutan terhadap peristiwa atau informasi yang diterimanya. Untuk memulai pembelajaran. pengalaman fisis. Jika sesuai. memberi arti. sehingga siswa dapat meresponnya. . Mengajukan masalah yang relevan untuk siswa. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. yaitu menjelaskan bagaimana manusia membangun pemahaman dan pengetahuannya mengenai dunia sekitarnya melalui pengenalan terhadap benda-benda di sekitarnya yang direfleksikannya melalui pengalamannya. akan terlibat dalam proses sosial. otaknya tidak kosong dengan pengetahuan. 5. 3. Strukturkan pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. Para pendukung konsktruktisme berpendapat bahwa pengertian yang dibangun setiap individu peserta didik dapat berbeda dari apa yang diajarkan Guru (Bodner.2002:1) Peserta didik dalam belajar tidak sekedar meniru dan membentuk bayangan dari apa yang diamati atau diajarkan Guru. 4. belajar merupakan proses aktif siswa dalam mengkonstruksi arti (teks. jika Anda akan mengimplementasikan konstruktivisme dalam pembelajaran. Sedangkan Paul Suparno (1997:61) mengemukakan bahwa menurut pandangan konstruktivis. Adaptasikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan siswa. (Brook and Brook .

2. melainkan lebih dari itu. maka karakteristik iklim pembelajaran yang sesuai dengan konstruktivisme tersebut sebagai berikut. memperhatikan interaksi sosial dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas atau kelompok. 2. melibatkan siswa dalam kegiatan aktif.Proses belajar yang bercirikan konstruktivisme menurut para konstruktivis sebagai berikut : 1. kemampuan untuk berpikir kritis. Belajar berarti membentuk makna. (d) tuntutan kemandirian. Guru hendaknya melibatkan proses aktif dalam pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta. perlunya PAKEM dilaksanakan dalam membelajarkan peserta didik dikarenakan berbagai tantangan yang akan dihadapi mereka saat ini. mengetahui dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa. memecahkan masalah. 4. 1997:61). tujuan. 5. (c) sumber belajar semakin beragam. 1997:12). Peserta didik tidak dipandang sebagai suatu yang pasif melainkan individu yang memiliki tujuan serta dapat merespon situasi pembelajaran berdasarkan konsepsi awal yang dimilikinya. Pilar-pilar PAKEM Menurut Durori (2002:xii) metode pakem dapat ditinjau dari 2 segi. Konstruksi arti sesuatu hal yang sedang dipelajari terjadi dalam proses yang terus menerus. SOSBUD yang semakin cepat dan banyak perubahan. kemampuan melakukan relasi sosial. Dalam hal ini guru aktif dalam : . Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih lanjut. menuntut perubahanperubahan dalam pembelajaran. yaitu pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. (Medriati Rosane . Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman peserta didik dengan dunia fisik dan lingkungannya. Tantangan kondisi saat ini di antaranya: (a) perkembangan IPTEK. 3. melainkan melalui seleksi secara personal dan sosial. dan era pasar terbuka. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui peserta didik (konsep. (b) laju teknologi komunikasi informasi yang tinggi. motivasi) yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang dipelajari (Paul Suparno. kerja sama. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang datang dari luar. era otonomi.Memantau kegiatan belajar siswa . dan 3. Adalah : 1) Dari segi guru A = Aktif. Di samping alasan-alasan mendasar sebagaimana yang dipaparkan di atas. Dengan adanya pandangan konstruktivisme. yaitu segi siswa dan segi guru. Situasi ketidakseimbangan adalah situasi yang baik untuk memacu belajar. Banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan kita. 3. Semua itu harus dibekali kepada siswa agar mampu bersaing dalam era globalisasi. A. 1. 6. 2. Iklim pembelajaran tersebut menuntut guru untuk : 1. POLITIK.

Fungsi dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator. Sedangkan huruf ”P” merupakan pembelajaran yang didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik Dengan demikian pada waktu peserta didik belajar. Pembelajaran aktif. Perbedaan pembelajaran yang berpusat pada guru dan berpusat pada siswa Adalah Pembelajaran yang berpusat pada Guru • Guru sebagai pengajar • Penyampaian materi pelajaran dominan melalui ceramah .. takut ditertawakan. M = Menyenangkan. 2) Dari segi siswa A = Aktif.Membantu alat bantu belajar sederhana E = Efektif.Memberi umpan balik . pilar-pilar PAKEM berikut harus dirancang : 1.Mengembangkan kegiatan yang beragam . dan (d) Menyenangkan. yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik (student centered ) daripada berpusat pada guru (teacher centered).Mempertanyakan gagasan siswa K = Kreatif. (b) Kreatif. Dalam hal ini siswa aktif : 1) Bertanya 2) Mengemukakan gagasan 3) Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya. M = Menyenangkan. Untuk mengaktifkan peserta didik. Kreatif.Memberi pertanyaan yang menantang . yaitu: (a) Aktif. Hal ini guru dituntut untuk kreatif dalam : . (c) Efektif. K = Kreatif. Hal ini siswa dituntut untuk kreatif dalam : 1) Merancang / membuat sesuatu 2) Menulis/ mengarang E = Efektif. kata kunci yang dapat dipegang guru adalah adanya kegiatan yang dirancang untuk dilakukan siswa baik kegiatan berpikir (minds-on) dan berbuat (hands-on). yaitu siswa harus menguasai ketrampilan yang diperlukan. Efektif dan Menyenangkan) 3) Perilaku siswa yang muncul dari kegiatan model belajar mandiri yang merupakan penilaian proses pembelajaran. hal-hal yang akan dikaji meliputi : 1) Penyusunan program dan perangkat pembelajaran sebagai upaya persiapan pelaksanaan proses pembelajaran 2) Penyajian dan teknik model belajar mandiri dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif. Dalam hal ini guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membuat anak takut salah. Dalam PAKEM terdapat empat pilar utama. takut dianggap sepele. yaitu guru harus mampu mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal pembelajaran membuat anak: 1) Berani mencoba 2) Berani bertanya 3) Berani mengemukakan pendapat/gagasan 4) Berani mempertanyakan gagasan orang lain Dalam dimensi proses belajar mengajar ini.

. “apa yang terjadi jika…” dan bukan pertanyaan “apa”. mental dan emosi dari siswa Strategi mengajar yang dapat mengembangkan kreativitas siswa akan menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut : • Mampu memotivasi diri • Berpikir kritis • Daya imaginasi tinggi (imaginative) • Berpikir orisinil/bukan kutipan dari Guru (original ) • Memiliki tujuan untuk ingin berprestasi • Menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri. “kapan”. • Mampu menciptakan Kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi.• Guru menentukan apa yang mau diajarkan dan bagaimana siswa mendapatkan informasi yang mereka pelajari Pembelajaran yang berpusat pada siswa • Guru sebagai fasilitator dan bukan penceramah • Fokus pembelajaran pada siswa bukan Guru • Siswa aktif belajar • Siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya sendiri tidak mengutip dari Guru • Pembelajaran bersifat interaktif Kegiatan guru pada strategi mengajar yang berpusat pada Guru • Membacakan • Menjelaskan • Memberikan instruksi • Memberikan informasi • Berceramah • Pengarahan tugas-tugas • Membimbing dalam tanya jawab • Kegiatan siswa pada strategi • mengajar yang berpusat pada siswa • Bermain peran • Menulis dengan kata-kata sendiri • Belajar kelompok • Memecahkan masalah • Diskusi/berdebat • Mempraktikkan keterampilan • Melakukan kegiatan penyelidikan Pengelolaan kelas diperlukan untuk membangkitkan minat belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa belajar. Berikut ini hal-hal lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi guru kreatif • Mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. “bagaimana”. ruang kelas dapat dibuat menarik dengan cara mengubah tata letak/formasi bangku • Memberikan waktu yang cukup untuk siswa berpikir dan menghasilkan karya • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas seperti : “mengapa”.

Dalam penelitian mengenai otak dan pembelajaran mengungkapkan fakta yang mengejutkan. 3) Sebuah lingkungan belajar yang kondusif. Dave Meier (2002:36) memberikan pengertian menyenangkan atau fun sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira. memiliki akibat dan membawa hasil. konsentrasi yang tinggi terbukti meningkatkan hasil belajar. Pembelajaran kreatif. 7) Monitoring progress. 4) Concentration on learning and teahing. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung (seperti dicantumkan dalam tujuan pembelajaran. Ciri-ciri suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di antaranya adalah sebagai berikut : Ciri suasana belajar yang menyenangkan • Rileks • Bebas dari tekanan • Aman • Menarik • Bangkitnya minat belajar • Adanya keterlibatan penuh • Perhatianpeserta didik tercurah • Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. asosiasi baru. • pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak) • Bersemangat • Perasaan gembira • Konsentrasi tinggi . Suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut. membawa pengaruh. mujarab. 2) Visi dan tujuan ditanggung bersama dengan jelas.2. yaitu apabila sesuatu dipelajari secara sungguh-sungguh (dimana perhatian yang tinggi dari seorang tercurah) maka struktur internal sistem syaraf kimiawi seseorang berubah. 3) A Learning Environment. Pembelajaran efektif Secara harfiah efektif memiliki makna manjur. 10) A learning organisation. hurahura. Sebelas faktor penting dalam pembelajaran yang efektif yaitu 1) Kepemimpinan profesional. yaitu pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaat sumber belajar yang ada. 4) Pembelajaran yang menyenangkan Menurut hasil penelitian. 5) High expectations. 2) Shared vision and goals. berdampak. Strategi mengajar untuk mengembangkan kreativitas siswa adalah : • Memberi kebebasan pada siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru • Bersikap respek dan menghargai ide-ide siswa • Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa • Penekanan pada proses bukan penilaian hasil akhir karya siswa 3. ( 2000:7) ada 11 ( sebelas ) faktor yang penting yaitu : 1) Profesional Leardersip. 9) Purposeful teaching. 11) Home scoll prtnership. jalur elektris baru. dan koneksi baru. Di dalam diri seseorang tercipta hal-hal baru seperti jaringan syaraf baru. Karakteristik dari pembelajaran efektif di dalam sekolah yang efektif dinyatakan oleh Machbeath dan Mortimor. 8) Pupiil right and responsibiltes. 6) Positive reinforcement.

kreatif. • Siswa tidak malu terlibat aktif dalam kegiatan • Tata letak /formasi kelas diubah dan disesuaikan dengan kegiatan. Kriteria Pakem . Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. menyediakan pojok untuk membaca (pojok baca). • Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok • Guru menerapkan berbagai strategi/model pembelajaran • Guru memotivasi siswa melalui kegiatan yang menantang kemampuan siswa untuk berpikir kreatif.Ciri suasana belajar yang tidak menyenangkan • Tertekan • Perasaan terancam • Perasaan menakutkan • merasa tidak berdaya • tidak bersemangat • malas/tidak berminat • jenuh/bosan • suasana pembelajaran monoton • pembelajaran tidak menarik iswa Berdasarkan uraian materi yang telah dipaparkan di atas. • Siswa giat dan dinamis mengikuti pembelajaran Lingkungan (kelas indoor/outdoor. Di dalam PAKEM. kritis serta mencurahkan perhatian /konsentrasinya secara penuh dalam belajar serta suasana pembelajaran yang menimbulkan kenyamanan bagi siswa untuk belajar. laboratorium) • Guru mengatur lingkungan kelas dengan cara memajang buku-buku dan bahan belajar yang menarik. kritis dan mampu memecahkan masalah• Guru menggunakan berbagai macam strategi mengajar termasuk pembelajaan yang lebih interaktif dalam kelompok serta lebih banyak praktik • Kelas dibuat semenarik mungkin • secara fisik dan mental aktif ditandai dengan tercurahnya konsentrasi yang tinggi • siswa berani mengemukakan gagasan • Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. mengemukakan gagasan. maka dapat disimpulkan bahwa PAKEM adalah proses pembelajaran dimana Guru harus menciptakan suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. PAKEM sebagai berikut : Guru • Guru sebagai fasilitator Siswa • Siswa lebih mendominasi dan mewarnai pembelajaran • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning by doing). Secara garis besar. mempertanyakan. • Hasil karya siswa dipajang di kelas • Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat belajar.

Mengenal anak secara perorangan (karakter siswa). harapan. Hal-hal harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAKEM Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada waktu Guru akan melaksanakan PAKEM. 1. keinginan untuk belajar c. sikap terhadap . rasa ingin tahu yang besar b. daya imaginasi yang tinggi 2. Memahami sikap yang dimiliki siswa. dapat berupa: • Siswa menguasai konsep • Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana • Siswa menghasilkan produk tertentu • Siswa termotivasi untuk giat belajar Kriteria Kreatif • Berpikir kritis • Memecahkan masalah secara konstruktif • Ide/gagasan yang berbeda • Berpikir konvergen (pemencahan masalah yang “benar” atau “terbaik” • Berpikir divergen (beragam alternatif pemecahan masalah) • Fleksibilitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang) • Berpikir terbuka Kriteria Menyenangkan Pembelajaran berlangsung secara: • Interaktif • Dinamik • Menarik • Mengembirakan • Atraktif • Menimbulkan inspirasi B. misalnya : a. Guru sebaiknya mengenal perbedaan kemampuan.Secara garis besar kriteria PAKEM dapat dirangkum sebagai berikut : Kriteria Aktif Siswa melakukan sesuatu dan memikirkan apa yang mereka lakukan seperti : • Menulis • Berdiskusi • Berdebat • Memecahkan masalah • Mengajukan pertanyaan • Menjawab pertanyaan • Menjelaskan • Menganalisis • Mensintesa • Mengevaluasi • Kriteria Efektif Ketercapaian target hasil belajar. yaitu sebagai berikut. pengalaman.

Syarat berkembangnya aktifitas mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut ditertawakan. 4. 6. Guru hendaknya menghilangkan rasa takut itu. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar. merumuskan pertanyaan. model. diagram. peta. 8. siswa perlu diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas secara individu agar bakat individunya berkembang. mengklasifikasi. tidak takut disepelekan atau tidak takut dimarahi jika salah. 7. “bagaimana”. C. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “mengapa”. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar serta catatan yang bermakna untuk pengembangan siswa daripada sekedar pemberian angka/nilai. karangan dan lain sebagainya. Umpan balik yang diberikan hendaknya mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. “apa yang terjadi jika… (tipe open question) 5. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Siswa yang aktif secara fisik memiliki indikator : terlihat sibuk bekerja dan bergerak. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik.sekolah dan latar belakang ekonomi dan sosial dari setiap siswa. c. Berbekal pengetahuan tersebut. Meski demikian. Lingkungan fisik. Contoh Kegiatan PBM dan Kemampuan Guru yang Bersesuaian dengan Kriteria PAKEM Komponen Pembelajaran Guru merancang dan mengelola PBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran PAKEM Guru melaksanakan PBM dengan merancang kegiatan untuk siswa yang beragam. Pajangan dapat berupa: gambar. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. kreatif. mempertanyakan gagasan orang lain. mencatat. Hasil pekerjaan siswa di pajang di kelas. misalnya : • Melakukan percobaan • Diskusi kelompok . Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar a. Siswa dapat diberi kegiatan untuk melakukan pengamatan (dengan seluruh indera-nya). Umpan balik diungkapkan secara santun dengan maksud agar siswa lebih percaya diri. Guru memberikan tugas-tugas praktik b. guru dapat membantu siswa apabila mendapat kesulitan sehingga anak belajar secara optimal 3. dan kemampuan memecahkan masalah. Siswa yang aktif secara mental memiliki indikator : sering bertanya. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan objek belajar. b. Secara alami sebagai makhluk sosial siswa bermain secara berkelompok sehingga mereka dapat mengerjakan tugas belajar berpasangan/berkelompok. mengungkapkan gagasan. puisi. a. sosial dan budaya dapat berperan sebagai sumber belajar sekaligus objek belajar. membuat tulisan. dan membuat diagram. berhipotesis.

mencari rumus sendiri • Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri • Melakukan wawancara • Membuat produk Siswa melakukan: • Diskusi • Mengajukan pertanyaan terbuka • Mengajukan saran/ide • Membuat karangan bebas/karya lain • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut • Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegitan sehari-hari Kegiatan guru: • Guru memantau proses belajar/kerja siswa • Guru memberikan umpan balik • Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri • secara lisan atau tulisan • Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Guru mengaitkan PBM dengan pengalaman siswa sehari-hari Guru menilai PBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. • mengelompokkan. • mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri • Menarik kesimpulan • Memecahkan masalah. guru selain harus hakikat PAKEM. • mengamati.• Memecahkan masalah • Mencari informasi di perpustakaan • Menulis laporan/cerita/puisi • Mengamati objek di luar kelas • Berkunjung ke luar Sesuai dengan mata pelajaran. BAB III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI PAKEM Untuk melaksanakan PAKEM. Guru menggunakan berbagai media/sumber belajar. misalnya : • Alat pabrikan atau alat yang dibuat sendiri • Gambar/film/foto • Kasus/ceritera • Nara sumber • Lingkungan sekitar • Siswa Melakukan percobaan: • menggunakan alat. prinsip-prinsip .

pengertian. keterampilan berpikir . dan menggunakan simbol-simbol. dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran : 1. juga harus menguasai berbagai model pembelajaran. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan baik model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan keterampilan psikomotor. memecahkan masalah. karakteristik model pembelajaran. mengenali masalah. Jenis model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini adalah : a. Edmun Sullivan. Keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir. Pemrosesan Informasi Pembelajaran Berpikir Induktif Tokoh: Hilda Taba Misi/tujuan/manfaat: Ditujukan secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan pada dalam kegiatan. Dalam bab ini akan dipaparkan garis besar penggolongan model pembelajaran. Latihan inkuari Tokoh: Richard Suchman Misi/tujuan/manfaat : Sama dengan model berpikir induktif. Perkembangankognitif Tokoh: Jean Piaget. Penggolongan dan Jenis-Jenis Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1980. meskipun dapat khususnya . Model ini akademik memiliki meskipun diperlukan juga untuk kehidupan umumnya. dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis. Rumpun model-model Pemrosesan Informasi Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah. yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan. ini berpikir/pengembangan umumnya. dan contoh penerapan model pembelajaran dalam RPP. A. Pemilihan model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan target hasil belajar yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.pembelajaran konstruktivisme. model ini ditujukan dalam untuk pembentukan akademik kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan kegiatan meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. maupun keterampilan sosial. menyusun konsep. c. d. Lawrence dan Kohlberg Misi/tujuan/manfaat: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan intelektual berpikir pada logis. Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum. peserta didik dilatih mempelajari konsep secara efektif. Good-now. Irving Sigel. mengorganisasi data. b. dan Austin Tujuan: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif.1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan modelmodel pembelajaran ke dalam empat rumpun. Pembentukan konsep Tokoh: Jerome Bruner.

William Schutz Misi/Tujuan: Pembentukan kemampuan menjajagi dan menyadari pemahaman diri sendiri. Mnemonics Tokoh: Pressley. e. Model Pembelajaran AdvAdvance organizer anc Tokoh David Ausubel Misi/tujuan/manfaat: Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi beragam (ceramah. Sistem Konseptual David Hunt Misi/Tujuan: Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas. 1980 dan Bruce Joyce. Pertemuan kelas William Glasser Misi/Tujuan: Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya. 1980. Model Pengajaran NonDirektif Tokoh: Carl Rogers Misi/Tujuan: Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. Model-model pembelajaran dalam kelompok ini memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain untuk meningkatkan proses . Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik. 1992. ) 3. e. (Sumberi Bruce Joyce dan Marha Weil. Delaney Tujuan: Strategi belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. (Sumber: Bruce Joyce dan Marsha Weil. Sinektik William Gordon Misi/Tujuan: Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri. Marsha Weil.model ini memfokuskan pada proses di mana realitas adalah negosiasi sosial. 1996: Models of Teaching) 2. Rumpun model-model Pribadi/individual Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Rumpun model-model Interaksi Sosial Model-model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun Sosial ini menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain. Model. Latihan Kesadaran Tokoh: Fritz Perls. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. yang memandang manusia sebagai pembuat makna. dan media lainnya) dan menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada. Models of Teaching. membaca. b. f. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita.demikian pada kemampuan diterapkan kehidupan sosial dan pengembangan moral. d. a. c. dan Beverly Showers. Levin.

pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang . Harold Guetzkow Tujuan: Didisain untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses. Model. Role playing (Bermain peran) Tokoh: Fannie Shaftel. James P.Shaver Misi/tujuan: Pengembangan dan kerja keterampilan untuk interpersonal mencapai. atau perilaku terapi. Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini. Pengertian Model Pembelajaran 1. teori belajar sosial. teori belajar. Jurispru-dential Training kelompok kesadaran. B. (Sumber: Bruce Joyce dan Marha Weil. (investigati-on group) Tokoh: Herbert Thelen. Istilah pembelajaran sama dengan proses belajar mengajar. utamanya melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis. Didisain utama untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berpikir Jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia). dan fleksibilitas pribadi. Dengan demikian. 1980. modifikasi perilaku.proses sosial tersebut. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun Interaksi Sosial Model: Kerja kelompok.demokratis dan untuk belajar dalam masyarakat secara produktif. juga untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan keputusan. George Shafted Tujuan: Didisain untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu Simulasi Sosial Tokoh: Sarene Boocock. Maine Donald Oliver. Inkuari Sosial Tokoh: Byron Massialas. Jurispru-dential Tokoh: National Laboratory Bethel. Models of Teaching) 4. Benjamin Cox Misi/tujuan: Pemecahan masalah sosial.model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Tokoh-tokoh teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind) diri sebagai pribadi dan materi keakademisan. Dalam konteks pembelajaran terdapat dua komponen penting. Rumpun Model-model Perilaku Semua model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku. yaitu guru dan peserta didik yang saling berinteraksi. John Dewey Misi/tujuan: Mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah.

program multimedia. dan bantuan belajar melalui program komputer. Merujuk pada dua pendapat di atas. buku-buku pelajaran. ide. Spesifikasi hasil belajar yang direncanakan Suatu model pembelajaran menyebutkan hasil-hasil belajar secara rinci mengenai penampilan peserta didik. Di dalam pola pembelajaran yang dimaksud terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-peserta didik yang dikenal dengan istilah sintaks. rancangan unit pembelajaran. perlengkapan belajar. 1. C. Bruce dan Weil (1980 dan 1992: 135-136) mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran ke dalam aspek-aspek berikut. Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu pebelajar (peserta didik) memperoleh informasi. Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum. penulis memaknai model pembelajaran dalam modul ini sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu. Karakteristik Model Pembelajaran Rangke L Tobing. Spesifikasi lingkungan belajar Suatu model pembelajaran menyebutkan secara tegas kondisi lingkungan dimana respon peserta didik diobservasi. 2. 3. nilai-nilai. . dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru-peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada peserta didik. 4. 2. Cara-cara pelaksanaannya Semua model pembelajaran menyebutkan mekanisme yang menunjukkan reaksi peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan. dkk (1990:5) mengidentifikasi lima karakterististik suatu model pembelajaran yang baik. yang meliputi berikut ini. Prosedur Ilmiah Suatu model pembelajaran harus memiliki suatu prosedur yang sistematik untuk mengubah tingkah laku peserta didik atau memiliki sintaks yang merupakan urutan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru-peserta didik. cara berpikir. Secara luas. Model pembelajaran Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu. kursus-kursus. 5. Secara implisit di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat karakteristik lainnya dari sebuah model dan rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lainnya. Model pembelajaran merencanakan tingkah laku yang diharapkan dari peserta didik yang dapat didemonstrasikannya setelah langkah-langkah mengajar tertentu. dan belajar bagaimana cara belajar.memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik. keterampilan. Kriteria penampilan Suatu model pembelajaran merujuk pada kriteria penerimaaan penampilan yang diharapkan dari para peserta didik. dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

Metode pembelajaran yang dapat digunakan guru juga bervariasi. misalnya alat dan bahan. D. selain berorientasi pada pilar-pilar PAKEM. Prinsip reaksi Prinsip reaksi menunjukkan kepada guru bagaimana cara menghargai atau menilai peserta didik dan bagaimana menanggapi apa yang dilakukan oleh peserta didik. eksperimen dan penugasan. atau musium. serta kesiapan peserta didik. Penerapan Model Pembelajaran dalam RPP Pembelajaran yang dirancang. Kemampuan peserta didik dalam mengelaborasi dapat berupa menguraikan materi yang sedang dipelajari lebih rinci dan lebih lengkap. media masa (koran. Sistem sosial Sistem sosial menggambarkan bentuk kerja sama antara guru-peserta didik dalam pembelajaran atau peran-peran guru dan peserta didik dan hubungannya satu sama lain serta jenis-jenis aturan yang harus diterapkan. 3. namun dalam model pembelajaran yang terstruktur sedang peran guru dan peserta didik seimbang. pendekatan proses. dan konfirmasi. Kegiatan eksplorasi dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas mengenai materi yang sedang dipelajari dari berbagai sumber belajar baik yang ada di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. tahun 2007. elaborasi. dalam suatu situasi belajar. Kegiatan elaborasi dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan arti pada informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan (informasi yang sudah dimiliki). tentang Standar Proses). Dalam beberapa model pembelajaran. Sistem pendukung menggambarkan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan model pembelajaran. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Dampak pembelajaran langsung merupakan hasil belajar yang dicapai dengan cara mengarahkan para peserta didik pada tujuan yang diharapkan sedangkan dampak iringan adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh peserta didik. bagaimana memfasilitasi peserta didik dalam menggunakan sumber belajar. 5. 4. guru memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan peserta didik atau mengambil sikap netral. internet. Kegiatan yang dapat dirancang misalnya . Sebagai contoh. majalah). termasuk sarana dan prasarana. buku teks. atau pendekatan kontekstual. guru bertindak sebagai pusat kegiatan dan sumber belajar (hal ini berlaku pada model yang terstruktur tinggi).1. misalnya pendekatan lingkungan. kesiapan guru. yaitu eksplorasi. Sintaks Suatu model pembelajaran memiliki sintaks atau urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar yang diistilahkan dengan fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut bekerja dalam praktiknya. 2. praktikum. yaitu metode diskusi. demikian pula pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat bervariasi. misalnya melalui lembar kerja peserta didik. juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan minimal yang harus ada dalam proses pembelajaran sesuai dengan pesan standar proses (Permendiknas RI no 41. Peran kepemimpinan guru bervariasi dalam satu model ke model pembelajaran lainnya. misalnya bagaimana memulai pelajaran.. Setiap model memberikan peran yang berbeda pada guru dan peserta didik.

Fase 2: Pengumpulan data untuk verifikasi Menemukan sifat obyek dan kondisi. Sintaks Model pembelajaran latihan inkuari ini memiliki lima fase sebagai sintaks pembelajarannya. elaborasi. aturan-aturan atau penjelasan Fase 5 : Mengalisis proses inkuari .melalui kegiatan membaca berbagai sumber menganalisis bacaan. memproses data secara logis. dan konfirmasi. kemudian peserta didik melakukan kegiatan. penyusunan laporan. merumuskan hipotesis dan mengujinya. bukanlah sebagai nama dari urutan atau tahapan atau sintaks model pembelajaran. penyelesaian masalah. Guru dalam upaya menerapkan PAKEM dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep yang akan dipelajari dan sesuai dengan tuntutan konstruktivisme. atau eksplanasi (penjelasan) yang diberikan peserta didik. sampai akhirnya peserta didik mengembangkan strategi pengembangan intelektual yang dapat digunakan untuk menemukan mengapa suatu fenomena bisa terjadi. Menemukan terjadinya masalah. Tujuan umum dari model latihan inkuari adalah membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual dan keterampilan-keterampilan lainnya. Karakteristik Model Pembelajaran Latihan Inkuari a. Model Pembelajaran Latihan Inkuari Latihan inkuari berasal dari suatu keyakinan bahwa peserta didik memiliki kebebasan dalam belajar. dan lain-lain. Model pembelajaran ini menuntut partisipasi aktif peserta didik dalam inkuari (penyelidikan) ilmiah. Fase 1 : Berhadapan dengan masalah Guru menjelaskan prosedur inkuari dan menyajikan peristiwa yang membingungkan. ia menginginkan peserta didik untuk bertanya mengapa suatu peristiwa terjadi. dan lain-lain. tulisan. Adapun kelima fase tersebut adalah sebagai berikut. diskusi kelompok . elaborasi. Model pembelajaran latihan inkuari dikemukakan oleh Richard Suchman. seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan (mencari) jawaban yang berawal dari keingintahuan mereka. isyarat. Kegiatan konfirmasi juga dapat digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam merefleksikan hasil belajarnya dari berbagai sumber belajar. Kegiatan konfirmasi juga dapat berfungsi sebagai pemberian umpan balik dan kesempatan untuk memberikan penguatan baik dalam bentuk lisan. Kegiatan eksplorasi. Fase 3: Pengumpulan data dalam eksperimen Mengenali variabel-variabel yang relevan. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dan sintaksnya memuat kegiatan eksplorasi. elaborasi. Kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa tanya jawab. 1. laporan lisan. Peserta didik memiliki keingintahuan dan ingin berkembang. Latihan inkuari menekankan pada sifat-sifat peserta didik ini. mencari jawaban. seminar. pameran produk. Merumuskan penjelasan Merumuskan penjelasan. Penulis lebih memaknai ketiga kegiatan tersebut sebagai kegiatan-kegiatan kunci dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sebagai upaya menerapkan konstruktivisme. Kegiatan konfirmasi dapat dimaknai sebagai kegiatan guru untuk meminta penegasan atau pembenaran dari hasil eksplorasi. dan konfirmasi yang dipaparkan di atas. yaitu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bereksplorasi dan memberikan arah yang spesifik sehingga area-area baru dapat tereksplorasi dengan lebih baik.

tugas Guru menjaga agar inkuari tetap terarah pada proses penyelidikan itu sendiri. Lawson. melakukan percobaan. struktur dapat meluas hingga mencakup penggunaan sumber belajar. model ini memiliki dampak pengajaran langsung dan iringan sebagai berikut. dan sumber-sumber belajar yang ada dalam sebuah masalah. Model latihan Inkuari: • Keterampilan proses IPA • Strtegi untuk penyelidikan kreatif • Semangat untuk berkreativitas • Kebebasan atau otonomi dalam belajar • Toleran terhadap pendapat yang berbeda • Menyadari bahwa pengetahuan itu • bersifat sementara 2. Anton E. Apabila Guru ditanya oleh peserta didik yang tidak bisa dijawab “ya” atau “tidak”.prinsip inkuari.Menganalisis strategi inkuari dan mengembangkannya menjadi lebih efektif. c. Guru harus memahami betul proses intelektual . e. Dari lima fase di atas. dan diskusi dengan Guru. Sistem sosial Sistem sosial dalam model latihan inkuari diharapkan bersifat kooperatif. strategi inkuari. lingkungan intelektual terbuka bagi seluruh gagasan yang relevan. merancang pembelajaran (1995: 153) mengemukakan bahwa dalam . Guru harus membantu peserta didik melakukan inkuari. Guru harus mendorong peserta didik berinkuari sebanyak-banyaknya. dan pada fase 5. Ketika peserta didik belajar prinsip. tetapi bukan melakukan inkuari sendiri untuk keperluan mereka. fase 2 dan 3 merupakan kegiatan eksplorasi peserta didik. dialog dengan peserta didik lain. guru dapat melakukan konfirmasi. Ada berbagai macam jenis model siklus belajar. b. Meskipun model ini dapat sangat terstruktur dengan sistem sosial yang dikendalikan Guru. fase 4 adalah kegiatan elaborasi. Sistem Pendukung Pendukung yang paling optimal terhadap keterlaksanaan model latihan inkuari adalah adanya bahan-bahan yang akan digunakan pada saat Guru menghadapkan peserta didik dengan masalah. Guru harus meminta peserta didik menata ulang pertanyaan yang akan diajukannya agar dapat dijawab oleh Guru “ya” atau “tidak” untuk menjaring mereka mengumpulkan data pada masalah yang akan diselesaikan. antara lain seperti berikut ini. Prinsip reaksi Reaksi yang paling penting yang harus diberikan Guru adalah pada fase kedua dan ketiga. Model Pembelajaran Siklus Belajar Model siklus belajar merupakan satu model pembelajaran yang dapat digunakan sebagai kerangka umum untuk melaksanakan kegiatan kontruktivis. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Di dalam penggunaannya. Pada fase kedua. Guru dan peserta didik berpartisipasi setara selama menyangkut adanya gagasan-gagasan. d. Pada fase terakhir.

Mereka menggali materi-materi baru dan ide-ide baru dengan bimbingan yang minimal dari guru. Di samping langkah-langkah di atas.konsep-konsep mengembangkan (pengetahuan) maupun keterampilan berpikir. Pada akhirnya analisis tersebut dapat memunculkan pembahasan-pembahasan untuk menguji ide-ide alternatif melalui prediksi-prediksi. e. guru memberikan kesempatan dan pengalaman baru kepada peserta didik yang dapat menimbulkan konflik-konflik berpikir serta menimbulkan pertentangan dan analisis terhadap ide dan pemikiran mereka sendiri. baik yang diajukan oleh peserta didik maupun sebagai hasil intervensi yang dilakukan Guru. dan fase Penemuan (Discovery). dan fase Penerapan Konsep (Concept application). . Guru mengakomodasi berbagai jawaban sementara. fase Pengenalan Istilah (Term introduction). Jawaban sementara peserta didik digunakan untuk membangkitkan argumen-argumen. c. Proses ini akan memunculkan beberapa ide sekaligus menghilangkan ide-ide lainnya yang tidak relevan dalam pola siklus dari pengaturan-sendiri. Untuk dapat memungkinkan terjadinya pengaturan-sendiri sebagai upaya untuk mencapai kemantapan keseimbangan baru. Jadi melalui fase ini. fase Penelusuran (Invention). atau didasarkan pada prosedur maupun keterampilan berpikir yang telah dikenalnya pula. agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif. d. Tetapi belakangan oleh Lawson (1988) fase-fase tersebut dinamai fase Eksplorasi (Exploration). Pengalaman baru mereka akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan menimbulkan kerumitan-kerumitan yang pada suatu ketika tidak dapat mereka pecahkan dengan cara berpikir mereka. berbagai pengalaman baru haruslah disediakan bagi peserta didik untuk menguji dan mengembangkan konsep-konsep atau prosedur-prosedur baru dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam konteks yang terkait. b. maka ada 3 fase yang harus diperhatikan yang oleh Karlplus dan Thier (1967) dinamai fase Eksplorasi (Exploration). Fase Eksplorasi Fase pertama adalah fase eksplorasi. Pada fase ini peserta didik belajar melalui tindakantindakan dan reaksi-reaksi yang telah mereka miliki terhadap situasi baru. ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. maka… Dengan cara ini peserta didik diharapkan berusaha merefleksikan keyakian atau prosedur yang telah dimilikinya untuk mencari pemecahan terhadap fenomena baru tersebut. yaitu sebagai berikut. f. Fase Eksplorasi juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan fenomena melalui cara mereka masing-masing yang dapat menguji baik keterampilan observasi maupun dalam berhipotesis. Eksplorasi harus didahului oleh identifikasi terhadap pola keteraturan dari suatu fenomena. prediksi-prediksi atau data baru yang memungkinkan dapat mengubah keyakinan atau konstruksi pengetahuan lama peserta didik terhadap konsep baru yang diperkenalkan. Penggalian fenomena harus didahului oleh hal-hal yang membuat mereka bingung atau hal-hal yang dan kontradiktif sehingga menghasilkan yang akan bentuk ketidakseimbangan meningkatkan berpikir pertanyaan-pertanyaan dan berpikir provokasi argumentasi dalam jika…dan…. Dan hal ini juga akan menimbulkan kehati-hatian dalam menguji prosedur dalam siklus ini. Peserta didik harus menggali fenomena baru yang didasarkan pada keyakinan yang telah dimiliki peserta didik (konsep-konsep dan sistem konseptual).

E ini sering juga disebut suatu strategi pembelajaran di mana guru menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka untuk melaksanakan tiga tugas utama. konsep tiada lain adalah pola plus istilah. 1992. eksplorasi (exploration) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan pola-pola. kemudian mereka memprediksi hasilnya dan mempertimbangkan hasil prediksinya. guru meminta peserta didik untuk mengajukan hipotesis mengenai mengapa terjadi seperti yang mereka lakukan dan menjelaskan perbedaan antara prediksi yang dibuatnya dengan hasil observasinya.O. Robert G dan Erickson. Observe: pada tahap ini. Daftar Pustaka Arronson.jigsaw. History of The Jigsaw. tetapi yang lebih penting peserta didik harus dapat mempersepsi istilah tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. 2001. Pengenalan Istilah (term introduction) memungkinkan Guru dengan kesempatannya dapat memperkenalkan istilah. guru melaksanakan kegiatan. Di sini peserta didik mencoba mengaplikasikan konsep atau istilah (term) atau pola pikir baru pada situasi permasalahan baru. Tersedia [on line] http://www. An Account from Professor Aronson [on line]. Tahap ini harus selalu diikuti eksplorasi dan dihubungkan dengan pola-pola yang mereka temukan dalam setiap kegiatan eksplorasi. Fase Aplikasi Konsep Fase ketiga yaitu penerapan konsep (concept application). Tersedia :http://www.dan memberikan penjelasan (explain). ERIC Clearing House. 2000.htm Blosser.O. P.Fase Pengenalan konsep/istilah Fase kedua pengenalan istilah (term instroduction).O. yaitu predik. yang dimulai dengan memperkenalkan istilah baru yang merujuk pada pola yang sudah ditemukan pada fase eksplorasi. Ketiga tugas siswa dalam model pembelajaran POE yaitu: Predict : pada tahap ini.org/history. Explain: pada tahap ini.Observe.Explain) P. Patricia M. Akhirnya. Jadi. observasi. dilain pihak peserta didik dengan kesempatannya dapat menghubungkan pola-pola dengan istilah yang merupakan pembentukan konsep. E. mintalah pada peserta didik untuk mengamati apa yang akan Anda demonstrasikan. Mintalah mereka mengamati fenomena yang didemonstrasikan.eric. Berns. menunjukkan proses atau demonstrasi dan mintalah peserta didik untuk mencatat apa yang terjadi. Guru dapat memperkenalkan istilah.edu.E adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain . Istilah atau nama konsep ini dapat diinformasikan oleh guru atau diperoleh peserta didik melalui buku. 3. film atau media lainnya. dengan Penerapan Konsep (concept aplication) memungkinkan peserta didik untuk menemukan penerapannya (juga non aplications) dari konsep-konsep tersebut pada konteks-konteks baru. Using Cooperative Learning in Science Education. Perlu diperhatikan di sini bahwa konsep adalah pola mental yang direpresentasikan melalui label verbal (dalam hal ini berarti istilah). Penerapan diusahakan dengan banyak variasi agar pengertian baru yang telah mereka peroleh lebih mantap dan permanen. Model Pembelajaran P.E (Predict. E. P. Contextual Teaching and Learning: .

Fourt Edition. USA: A Simon Schuster Company BSNP. Models of Teaching.wisc. Model-Model mengajar Metodik Khusus Pendidikan Ilmu pengetahuan Alam Sekolah Dasar. L. Apa. Makalah dalam penataran Calon Penatar Dosen Pendidikan Guru SD (Program D-II). Mulyasa. Third Edition. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. 2007(b). California: Kagan Cooperative Learning. Teaching Science to Children: An Integrated Approach. Friedl. 1995. Boston: Allyb and Bacon Horley. second edition. Syaiful Sagala. Bandung: Penerbit Alfabeta Tobing. New York: Random House Joyce and Weil. Setia Adi. 1990. Walter and Lou Carey. Alfred E.Preparing Student for the New Economy. Daugs and Jay A. (tanpa tahun). 2007. Bruce Joyce & Marsha Weil. Yeni.20 tentang Sisdiknas Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas.undang No.jlab. and Society A Primer For Elementary Teachers. Dick. Penerbit PT. Bandung: PPPG IPA. SD. 2004. 1990. . 1995. Anton E. 1986. 1992. 2005. E.org/reading/img/water_cycle_01. 2003. Lawson. Lessons from Research and Practice. Cooperative Learning and Hands-on Science. Models of Teaching. 1998. Cooperative Learning: Theory. Donald R. Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sf/MI. Hendriani. Model Pembelajaran Langsung (Modul).. Killen. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. The systematic Design Of Instruction . Remaja Rosdakarya. -------------. R. Hinduan. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Inc. Diknas: Jakarta Chandler. Bandung Slavin. Models of Teaching. Konsep dan Makna Pembelajaran. Boston. Rangke L . Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Boston: Allyn and Bacon. Effective Teaching Strategies. Logan: Utah State University. BelmontCalifornia: wadswort Publishing Company. The Highligh Zone: Research @ Work no 5.. Technology. 1986. Indrawati. Elementary School Science for The’90. Virginia: association for Supervission and Curriculum Development. 5th. Science. Florida : Harper Collins Publishers. et. E. 1998. Second Edition. 2007(a). New Jersey: Prentice Hall. 1990. Monson.cew. dan Bagaimana Pendekatan STS. Bandung: PPPG IPA. Makalah pada Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup. Science Teaching and The Development of Thinking.gif Indrawati. Model Pembelajaran PAKEM. Bandung: PPPG IPA Indrawati. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Roy. (1995). Undang. Model Pembelajaran Rumpun Pemrosesan Informasi (Modul). Mengapa. Bandung: PPPPTK IPA http://www. Research and Practice. Australia: Social Science Press.edu/teachnet/ctl What is contextual teaching and learning? http://education. 2006.al. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK.

(2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Dengan mendirikan Grameen Bank. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Siswa boleh saja berpikir secara global. sumber belajar. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsabangsa lain di seluruh dunia. dalam Wilis:154). tetapi mereka harus bertindak secara lokal.Y. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. melainkan sudah dikenal dan populer. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Artinya. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Inovatif. menyenangkan. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna . Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. dan sarana belajar. dan menyenangkan (PAIKEM). Berpusat pada peserta didik 2. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. 2002). setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. melainkan kita belajar dari kesalahankesalahan orang lain. kreatif.. efektif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. Mohamad Yunus. Prinsip pembelajaran aktif. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. efektif. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). hanya saja sering terlupakan. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Suasana yang menarik. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Hal senada dikatakan Margaretha S. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. kreatif. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. inovatif. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Dengan cara kerja seperti itu.Berdasarkan teori belajar. dan bermakna 4.

mempertanyakan. 8. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Sesuai mata pelajaran. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. untuk mengungkapkan gagasannya. Efektif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. 2. Inovatif. auditory atau kemampuan mendengar. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. 4. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. termasuk cara belajar kelompok. dan cocok bagi siswa. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Menurut hasil penelitian. 9. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. 5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. • • • • • • • • • • . Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan tentu saja rasa bosan. dan Menyenangkan. menyenangkan. 5. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Kreatif. dan mengemukakan gagasan. 7. misalnya: Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas 6. peserta didik aktif berbuat Menekankan pada penggalian. 3. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. Belajar melalui berbuat. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. 3. keterbatasan pilihan. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. guru menggunakan. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. penemuan. dan kinestetik.6. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. 4. dan penciptaan Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. kemungkinan kegagalan. 1. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. 2. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. misalnya: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber 1. Pada saat yang sama.

2003.edublogs. Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah. kreatif. Kemandirian dan tanggung jawab dibina sejak . Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru mulai dari yang sederhana samapi dengan yang kompleks. yaiti : aktif.ac. menyenangkan yang disingkat PAKEM. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi.umy. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus Guru memantau kerja siswa. Jakarta: Bumi Aksara. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Orientasi proses dalam model PAKEM berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. inovatif. Directorate Pendidikan Menengah Umum. melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa · Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) · Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Model PAKEM berorientasi pada proses dan tujuan. Ibrahim.• Lingkungan • • • • • • • • • • • • • • • • Siswa: Melakukan percobaan. Penggunaan metode yang bermacam-macam dan variatif ini disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajarn.php?id=323 Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. peneliti menggunakan metode pembelajaran aktif. inovatif. pengamatan. kreatif. kreatif. Indonesia. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. efektif. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. efektif. Model Pembelajaran PAIKEM Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/ http://www. dan menyenangkan. Model PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpuh pada empat prinsip. Guru memberikan umpan balik. http://gora. Jakarta. Dalam penelitian tindakan kelas ini. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. mencari rumus sendiri.id/berita. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. inovatif. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. · Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. kreatif. efektif dan menyenagkan.

menumbuhkan motivasi. Patisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran. 1954) sebagai berikut. . b) Inovatif. suasana belajar tidak searah. percaya diri dan kritis serta mempunyai banyak cara. Kreatif. memunculkan hal-hal baru dari pengalaman siswa yang dikontruksikan dengan materi pembelajaran. terutama berinteraksi antar siswa. ingin mengadkan motivasi. Kebersamaan dan bekerjasama untuk mengasah emosional. Efektif dan Menyenangkan a) Aktif dapat diartikan : selalu mencoba. c) Kreatif dapat diartikan : menginginkan adanya perubahan yang baru. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribuasi siswa yang kurang relevan bahkan salah sama sekali. Orientasi tujuan adalah agar anak belajar lebih mendalam. Jumlah waktu yang dipergunakan untuk mengulangi masalah pribadi siswa baik berhubungan ataupun tidak dengan mata pelajaran. Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan sekolah. mengoptimalkan panca indera dan mengatur strategi pembelajaran. Tekanan pada afektif dalam penbelajaran. tidak mudah puas dengan hasil kerja dan selalu ingin berbuat terus. Kata "aktif" sendiri dapat dalam bermacam-macam bentuk seperti: mendengarkan. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajadnya tidak sama antara siswa satu dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas. Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. Tidak ingin menjadi penonton. menulis. Persaingan yang sehat ditumbuhkan dengan saling menghargai satu sama lain serta menumbuhkan sikap kepemimpinan.Inovatif. diajak ke sumber belajar. kaya dengan metode. Kadar keaktifan tersebut ditentukan oleh tujuh dimensi (Mc Keachie. Gurus harus dapat memberi empan atau memfasilitasi siswa dalam memunculkan daya inovatif. Auditorial atau kinestika) Pada hakikatnya. melakukan observasi. Kekohesiofan kelas sebagai kelompok. Makna Aktif. Kadar keaktifan siswa dalam belajar terdapat dalam rentang keaktifan antara Teacher-centered lawan student-centered. memanfaatkan modalitas belajar ( visual. tidak cepat putus asa. mendiskusikan. mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu. d) Efektif dapat diartikan : mamanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar. e) Menyenangkan dapat diartikan : penampilan guru yang menarik.awal. memanfaatkan waktu yang ada. Tidak kalah pentingnya anak sipa mengahadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan. suasana belajar menjadi bervariasi serta meningkatkan kematangan emosional. 1. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan melibatkan keaktifan mental (intelektual-emosional) walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan phisik. anak lebih kritis dan kreatif. membuat sesuatu. desain kelas yang tidak membosankan (enjoi learning).

2) Guru membuat persiapan matang Persiapan bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak harus dikerjakan. Anak yang mempunyai gaya belajar auditorial. artinya lebih lentur dalam memahami kondisi yang akan dihadapi. seorang guru sudah membuat format pada setiap pertemuan dengan siswa. Modalitas belajar yang dimiliki anak ada tiga. berbagai alternatif terutama metode harus disiapkan. 2. 4) Menerapkan asas fleksibilitas Asas fleksibilitas. melainkan guru sudah mendesain pola pembelajaran yang ideal dengan karakter materi yang sedang diajarkan. Saat ini pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa (student centeret learning). Jiuka hal itu sudah diantisipasi maka akan terjadi proses pembelajaran yang mengasyikkan. Seorang guru tidak hanya terpaku pada satu metode yang ada. baik gambar maupun bagan. bekerja dan menyentuh. ada penghargaan bagi yang berprestasi. . Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. Untuk itulah dalam menangani anak sudah dipersiapkan cara pelayanannya. Dulu guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered learning). Berbagai metode dengan karakter materi yang akan diajarkan sudah dipersiapkan sebelum diajarkan. Anak yang mempunyai gaya belajar visual. 5) Melayani perbedaan individual Semua memaklumi bahwa anak mempunyai perbedaan. cenderung senang dengan cara melihat. yaitu : gaya belajar visual. auditorial dan kinestik. cenderung senang dengan mendengar. 3) Skenario pembelajaran secara rinci dan matang Skenario merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru. Bukan hanya sekedar format. Dengan disusun skenario pembelajaran. tetapi desesuaikan dengan karakter dan kepribadian yang khas yang dimiliki anak.belajar sambil bermain dan bernyanyi. Seorang guru tidak bisa kaku dalam menerpakan pola pembelajaran di kelas. Modal belajar anak cenderung pada karakter alamiah yang dimiliki. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau strategi pembelajaran(RPP). Pelaksanaan pembelajaran PAKEM a. Sebagaimana berbagai teori sudah disepakati oleh para pakar pendidikan bahwa setiap anak mempunyai modalitas belajar atau gaya belajar yang berbeda. didekatkan ke alam nyata. Sedangkan anak yang mempunyai gaya belajar kinestik cenderung belajar dengan cara bergerak. Persiapan 1) Berpusat pada siswa Perubahan paradigma pembelajaran sangat terasa saat ini. hasil belajar anak dipajang di kelas. baik perbedaaan cara belajar maupun perbedaan kecerdasan. Untuk itu. Seorang guru tidak bias membuat anak sama seperti gerigi sisir. Berbagai hambatan dalam proses pembelajaran akan dihadapi.

Howard Garder. Teori ini dirumuskan oleh Prof. Jika selama ini orang lebih banyak membicarakan teori yang dikembangkan oleh ahli psikologi. 4) Pertanyaan terbuka. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. kecerdasan interpersonal. musikal. anak juga mempunyai perbedaan kecerdasan. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Dengan berpedoman pada kenyataan bahwa murid mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Saat ini muncul teori intellegensi majemuk yang disebut multiple intelligences. f) Proses 1) Mendengarkan pendapat siswa 2) Menggunakan bermacam-macam sumber belajar 3) Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu. kecerdasan logis-matematis. Berdasarkan teori belajar. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Manurut Garder anak mempunyai delapan kecerdasan. Akan tetapi guru dan orang tua dapat mendampingi anak di dalam mengembangkan potensi sepenuhnya dengan penuh minat dan kegembiraan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan natural. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. kecerdasan kinestis-jasmani. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. kecerdasan visualspisial. yaitu : kecerdasan linguistik.Selain perbedaan gaya belajar. melainkan sudah dikenal dan populer. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. jelas tidak bijak bagi guru ataupun orang tua yang memaksa murid untuk masuk dalam bidang-bidang tertentu yang anak tidak berminat. yaitu intelegensi tunggal yang sering disebut intellegence quotient (IQ). Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. hanya saja sering terlupakan. menantang dan produktifem soving) 6) Menuntut hasil yang terbaik dari siswa 7) Memberikan umpan balik seketika 8) Siswa memanjangkan hasil karyanya 9) Kompetitif dan kooperatif Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi . Alfred Bine.

Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. Dengan mendirikan Grameen Bank. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. sumber belajar. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. dalam Wilis:154). Mohamad Yunus. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Hal senada dikatakan Margaretha S. dan menyenangkan (PAIKEM). maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Dengan cara kerja seperti itu.. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif.pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain.Y. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Artinya. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. inovatif. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). efektif. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Dasar Pemikiran: . sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Siswa boleh saja berpikir secara global. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. kreatif. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. 2002). penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. dan sarana belajar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan.

kreatif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. menyenangkan. Belajar melalui berbuat. dan bermakna 4. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Inovatif. Menurut hasil penelitian. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: . dan menyenangkan (PAIKEM) 5. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. efektif. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM : PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. mempertanyakan. auditory atau kemampuan mendengar. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. dan penciptaan 8. kemungkinan kegagalan. Efektif. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9.Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. dan kinestetik. Kreatif. dan mengemukakan gagasan. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan Menyenangkan. Suasana yang menarik. keterbatasan pilihan. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Berpusat pada peserta didik 2. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. Menekankan pada penggalian. dan tentu saja rasa bosan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Inovatif. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Prinsip pembelajaran aktif. penemuan. peserta didik aktif berbuat 7. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar.

. mencari rumus sendiri.1.Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. untuk mengungkapkan gagasannya. 3. termasuk cara belajar kelompok. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. atau wawancara .Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri .Memecahkan masalah . misalnya: . termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.Berkunjung keluar kelas . Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. dan cocok bagi siswa.Sesuai mata pelajaran. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. pengamatan. menyenangkan.Menulis laporan/cerita/puisi .Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa: . PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Pada saat yang sama. misalnya: .Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri . Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif.Diskusi kelompok . 5. .Percobaan . guru menggunakan.Lingkungan . 2.Melakukan percobaan.Nara sumber .Gambar . dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.Mencari informasi .Studi kasus .

Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). dan menyenangkan. kreatif. Ibrahim. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. • Guru memberikan umpan balik. inovatif. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus • Guru memantau kerja siswa. 2003. efektif. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. Jakarta: Bumi Aksara. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. efektif. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. . • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. inovatif. kreatif.

membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. menyenangkan dan efektif. dan perbuatan. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. kuesioner. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. 2. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. Sementara itu. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. studi kasus. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. dan portofolio. kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik.PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. (e) Menentukan strategi pembelajaran. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. cek lis. Pembelajarannya efektif d. (c) Membantu dan mendorong siswa. 3. 4. Dalam pembelajaran. B. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. (f) Akuntabilitas lembaga. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian . CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran. (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. A. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. mental maupun emosional 2. tertulis.

Sehingga.sekolahdasar. Efektif. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. E. selama pembelajaran itu berlangsung. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Meningkatkan kualitas pendidikan F. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Kreatif. jika pembelajaran . Pembelajaran Kooperatif. Kreatif. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Artinya. 2. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Sumber : http://www. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3. Pembelajaran Inovatif. Apa itu PAKEM? P AKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. dan mengemukakan gagasan.tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Proses Pembelajaran oleh : Depdiknas A. Akuntabilitas lembaga 7. Efektif dan Menyenangkan Posted by AKHMAD SUDRAJAT ⋅ 22 Januari 2008 ⋅ 99 Komentar Filed Under Inovasi Pembelajaran. dan Menyenangkan. Pendidikan [PAKEM] Pembelajaran Aktif. mempertanyakan. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut.net/ Pembelajaran. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. Membantu dan mendorong siswa 4. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Menentukan strategi pembelajaran 6. Pembelajaran Konstruktivisme.

Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. Anak desa. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. anak orang miskin. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. anugerah Tuhan. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Secara garis besar. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. tersebut. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. Menurut hasil penelitian. . misalnya. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. untuk mengungkapkan gagasannya. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. anak kota. dan cocok bagi siswa. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. anak Indonesia. anak orang kaya. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: • • • • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat.tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. B. termasuk cara belajar kelompok. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. menyenangkan. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. guru mengajukan pertanyaan yang menantang.

Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. berapa. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Dengan mengenal kemampuan anak. Kritis untuk menganalisis masalah. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. . Namun demikian. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. 3. dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Menyenangkan. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan pengalaman. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Selain itu. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. 4. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Kedua jenis berpikir tersebut. 5. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). kapan”. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Oleh karena itu. tugas guru adalah mengembangkannya. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. kritis dan kreatif.2. kreatif.

Selain itu. mengklasifikasi. sosial. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). puisi. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. 6. atau kelompok. takut disepelekan. peta. dan membuat gambar/diagram. 8. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu.Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. karangan. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). berhipotesis. Sering bertanya. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. diagram. benda asli. mencatat. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan. membuat tulisan. Oleh karena itu. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. merumuskan pertanyaan. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. Pajangan dapat berupa gambar. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik.’ C. dan ditata dengan baik. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. mempertanyakan gagasan orang lain. model. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. 7. dan sebagainya. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. atau takut dimarahi jika salah. berpasangan. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM? .

guru menggunakan. Pembelajaran Sesuai mata pelajaran. Pada saat yang sama. Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Pembelajaran lebih berorientasi kepada penguasaan materi. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. Pembelajaran Berbasis PAIKEM Januari 9. atau wawancaraMengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiriMenarik kesimpulanMemecahkan masalah.Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari Guru memantau kerja siswaGuru memberikan umpan balik Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan.Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. pengamatan. misal:Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiriGambarStudi kasusNara sumberLingkungan Siswa:Melakukan percobaan. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Guru menyampaikan materi-materi pelajaran dan siswa dituntut untuk menghafal semua pengetahuannya. mencari rumus sendiriMenulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Melalui:DiskusiLebih banyak pertanyaan terbukaHasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru.Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Pembelajaran seperti ini memang terbukti berhasil dalam kompetisi . 2011 Posted by msuratman in Uncategorized. trackback Mengapa harus Paikem? Kita tidak dapat memungkiri bahwa sampai saat ini proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Kemampuan Guru Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam.

inspiratif. Efektif. Ekspositori dan Inkuiri Diskoveri Sebuah proses pembelajaran memerlukan teknik. Apersepsi diperlukan untuk . Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. dan kemadirian sesuai dengan bakat. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. elaborasi. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. d. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. pengetahuan. peserta didik. metode. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. jumlah materi (tuntutan kompeteni dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. b. Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses juga diamanatkan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secara interaktif. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. krativitas. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. materi. dan e. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Preparasi. a. alokasi waktu terbatas. Pembelajaran PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi.mengingat dalam jangka pendek. Jadi secara yuridis pembelajaran berbasis Paikem sudah jadi keharusan dilaksanakan dalam pemblajaran di sekolah. Pembelajaran berbasis PAIKEM (dulu PAKEM) diyakini dapat membantu siswa tidak hanya mampu menyerap pengetahuan tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. minat. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. dan konfirmasi. menantang. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. sumber referensi terbatas. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Raka Joni. dan Menyenangkan. Kritis/Kreatif. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. 1992). tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. menyenangkan. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). dan sumber daya. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). dan keterampilannya. c. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. Memerlukan juga strategi yang tepat dan efektif. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.

a. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. d. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. b. d. penelitian sederhana. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). pengetahuan. dan sebagainya. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. dan kecepatan belajar yang beragam.penyegaran c. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. diskusi kelompok. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. yaitus ebagai berikut: a. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. media. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Prinsip Pembelajaran PAIKEM PAIKEM sebagai model pembelajaran berbasis kompetensi menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. pengamatan. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga . diskusi kelas. ekplorasi. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. simulasi. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Resitasi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. alokasi waktu cukup tersedia. sumber referensi. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. materi pembelajaran tidak terlalu luas. c. pemecahan masalah. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. dan tanya jawab. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. potensi. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. alat. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. dan e. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. dan bahan cukup. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. eksperimen. c. Metode yang digunakan adalah observasi. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Peserta didik memiliki karakteristik. eksperimen.

sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. retensi. memecahkan masalah menarik keputusan. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Interaksi. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. kreatif. pengalaman dan kemandirian siswa. makna. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain . kesulitan maupun ancaman. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. 2. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. dan transfer dalam belajar. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. IPS Terpadu). interaksi dan refleksi.mencapai ketuntasan yang ditetapkan. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). e. persepsi. Komunikasi. memberi keyakinan. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. perhatian. Pembelajaran Terpadu (Tematik. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). aktivitas. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. memecahkan masalah. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). motivasi. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. komunikasi. 1. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. kecakapan sistematis dalam menilai. memberi keyakinan. Tanggung jawab belajar. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. memang berada pada diri siswa. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. menarik keputusan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. IPA Terpadu. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. kecakapan sistematis dalam menilai. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. f.

eksperimen. 1. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Sumber: Pembelajaran Berbasis Paikem. diskusi kelas.dengan Lesson Study. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. observasi di sekolah. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. teman belajar. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). observasi lingkungan. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. 2. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. experiencing. yaitu relating. demonstrasi. tanya jawab. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. atau simulasi. 3. 2010 Implementasi Inovasi Pembelajaran Teknik paikem 14 Mar IMPLEMENTASI INOVASI PEMBELAJARAN METODE PAIKEM DI MTs NEGERI CIAMIS Abstrak . Ditjen PMPTK Kemendiknas. Baca lebih lanjut tentang Pembelajaran Kontekstual (contextual teaching and learning: CTL). Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. tanya jawab. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. presentasi. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. cooperating. atau demonstrasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. atau simulasi. observasi di sekolah. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Metode yang digunakan seperti penugasan. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. peran guru sebagai fasilitator. atau proyek. presentasi. Materi Penguatan Pengawas. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. tutor. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). observasi lingkungan. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. applying. atau proyek. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. diskusi kelas. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. diskusi kelompok. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. demonstrasi. eksperimen.

IMPLEMENTATION OF EDUCATION INNOVATION BY USING PAIKEM METHODE AT MTS NEGERI CIAMIS Abstract A determined learning success by the tips of each teacher in the classroom as teachers than as people who play a role in the process of transformation of knowledge and skills. Metode yang menitikberatkan bahwa belajar itu adalah menyenangkan.PAIKEM.Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar di kelas dalam meciptakan proses pengajaran. Namun demikian. masih ada sebagian guru yang menghadapi masalah dalam pelaksanaannya. However. juga memandu segenap proses pembelajaran. metode pengajaran. as well as guide the whole process of learning. Professional teachers who can be a sign of the extent to which he was master class fosterage. Sebagian guru-guru mempraktekkan metode PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa. Kata kunci : Inovasi Pendidikan. Teachers are also provided with some training to assist with the implementation of learning innovations in schools. Pengajar yang profesional ditandai dari penguasaan kelas yang diasuhnya untuk mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar yang optimal. to deliver learners achieve optimal learning outcomes. Sehingga kerjasama yang baik antara guru dengan pihak-pihak yang terkait untuk implementasi inovasi pembelajaran harus ditingkatkan Berbagai metode pengajaran dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa di MTs Negeri Ciamis khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Most of the teachers in learning the practice of innovation in schools. Salah satu yang digunakan adalah metode PAIKEM. there are some teachers who are facing problems in its . Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan impelementasi inovasi PAIKEM hasilnya lebih baik dibanding dengan sistem pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat kepada guru. Guru-guru tersebut dibekali dengan beberapa latihan untuk membantu implementasi metode tersebut di sekolah. Hal tersebut terjadi karena pengajar selain sebagai orang yang berperan dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan. Sebanyak 59 siswa orang MTs Ciamis menjadi responden kajian ini.

ekonomi. Rumusan Masalah Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi. akan dihasilkan oleh pembelajaran yang sering bermuara pada faktor kemampuan guru. a. b. Keahlian dan kepribadian guru merupakan salah satu faktor yang sangat berperan sekaligus menjadi loncatan bagi siswa untuk meraih keberhasilan khususnya prestasi baik dari segi analisis maupun kemampuan mendayagunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Keywords: educational innovation. educational method. One of them is PAIKEM method. Guru sebagai pengajar atau pendidik. PAIKEM Pendahuluan 1. social dan lain-lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru dituntut untuk senantiasa berperan aktif dan eksis dalam dunia pendidikan sesuai dengan zaman yang selalu berkembang. tidak lagi mengenal batas-batas . Dalam dunia pendidikan inovasi adalah tantangan penyelenggaraan pendidikan yang berkwalitas yang merupakan cita-cita mulia bangsa Indonesia.implementation. Oleh karena itu. khususnya mengenai masalah kurikulum dan peningkatan sumber daya yang dimiliki oleh siswa. Therefore need good cooperation between the teachers with related parties for the implementation of learning innovation must be increased. merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap usaha pendidikan dengan pengajaran. The method is to conduct of education with fun. implementasi gagasan inovasi pendidikan oleh seorang pendidik sangatlah diperlukan. . Itulah sebabnya setiap adanya implementasi inovasi pembelajaran. Permasalahan utama Mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidup menjadi lebih baik itu adalah syarat mutlak untuk tidak tertinggal atau tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. di mana telah mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal. dengan dukungan elemen terkait supaya tidak terjadi kemandekan pada dunia pendidikan kemudian akan berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik. Many methods of education are implemented to increasing capability of MTs Negeri Ciamis students particularly in social science. The study results found that learning with innovation PAIKEM Implementation results are better with the conventional learning system or as a teacher in the learning resource center. A total of 59 students from two classes of MTs Negeri Ciamis were respondents in this study.

banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. antara lain dalam hal manajemen pendidikan. Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. kemacetan lalu lintas. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan. Tujuan dan Manfaat Kajian/tulisan Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. implementasi kurikulum. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. memecahkan masalah menarik keputusan. baik guru maupun yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi yang terintegrasi dan berkesinambungan. Dsb .negara dan teritori. kegagalan panen. pembusukan makanan. Di sini dibutuhkan manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi implementasi inovasi pengajaran agar organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas. ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). c. media. sumber belajar. kecakapan sistematis dalam menilai. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam sistem mekanisme pasar global. sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. dsb. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. Semua pihak yang berperan serta dalam proses inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan. metodologi pengajaran. Bagaimana implementasi inovasi pengajaran di Indonesia untuk mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang semakin canggih dan inovatif. Setiap orang atau individu dalam pendidikan hendaknya berperan dalam implementasi inovasi pengajaran karena prestasi pendidikan tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan. kejahatan. Prestasi individu dalam pendidikan merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi organisasi pendidikan. umpamanya masalah kemiskinan. wabah penyakit. pelatihan guru. Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. memberi keyakinan. sasarannya dan perencanaan maupun strategi yang dipergunakan. pemalsuan produk. Dalam bidang pendidikan.

Memfasilitasi penciptaan ekonomi eksternal yang positif (dalam bentuk pertukaran informasi. Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi. Kreatif. Dari pendapat diatas penulis menarik kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. kualitas dan efektivitas. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pengajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. dan Menyenangkan. Landasan Teori Pengertian Inovasi Inovasi adalah suatu ide . Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. Efektif. Sedangkan menurut Kusmana (2010: 4) inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. karna mempunyai manfaat utama sebagai berikut : • • • • • Menciptakan pengetahuan baru. praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Memasok/menyediakan sumber daya. Inovatif. 2009). Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi . Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011).Implemantasi Inovasi pengajaran dalam pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain oleh Johnson dan Jacobson (dalam Taufik. yaitu modal. Oleh sebab itu. yaitu mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya. mempertanyakan. pengetahuan dan visi). gagasan. relevansi. kompetensi dan sumber daya lainnya. Memfasilitasi formasi pasar. dan mengemukakan gagasan.

tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Implementasi pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya dengan metode mengakomodir setiap karakteristik diri. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne. (3) rangkaian gerak. Guru dapat membantu proses ini dengan caracara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. dan kinestetik. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. maka pembelajaran bertentangan dengan hakikat belajar. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. (4) rangkaian verbal. (5) membedakan.terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. (2) stimulus-respon. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak . sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. dan tentu saja rasa bosan. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. yaitu: (1) belajar isyarat. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Sehingga. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Menurut hasil penelitian. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. keterbatasan pilihan. dengan memberikan ide-ide. auditory atau kemampuan mendengar. (6) pembentukan konsep. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. kemungkinan kegagalan. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar.1985 (dalam Kemendiknas : 2011) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. perasaan tertekan . dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. jika cara pengajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif.

. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. minat. 2011) Secara garis besar. 2. inspiratif. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. menyenangkan. dan cocok bagi siswa. kreativitas. penilaian hasil pembelajaran. termasuk cara belajar kelompok. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD). dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2008 (dalam Pusbang Tendik. menyenangkan. Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. menantang. Penerapan PAKEM dalam Implementasi Pembelajaran Menurut Tarmizi. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. 5. 3. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. kegiatan inti dan kegiatan penutup.kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. elaborasi. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. maka rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) haruslah berfokus pada siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. untuk mengungkapkan gagasannya. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. dan kemandirian sesuai dengan bakat. pelaksanaan proses pembelajaran. dan konfirmasi. Berdasarkan inovasi PAIKEM. makna.

aktivitas. Tanggung jawab belajar. interaksi dan refleksi. • • • • • Mengapa demikian? Apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. d. memang berada pada diri siswa. a. persepsi. retensi. komunikasi. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. bentuknya antara lain: • • • • b. Mengemukakan pendapat Presentasi laporan Memajangkan hasil kerja Ungkap gagasan Interaksi. motivasi. Metodologi . • • • • • • Diskusi Tanya jawab Lempar lagi pertanyaan Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. bentuknya antara lain: c. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. • • • • • • Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: Melakukan pengamatan Melakukan percobaan Melakukan penyelidikan Melakukan wawancara Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. perhatian. dan transfer dalam belajar. pengalaman dan kemandirian siswa. Komunikasi. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat.

2. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip bahwa guru dan belajar didapatkan dari aneka sumber. yang meliputi proses eksplorasi. menyelesaikan masalah. b. Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi. a. 1. media pembelajaran. dan e. atau lapangan. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. d. dan konfirmasi. 1. e. dan bertindak tanpa rasa takut. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif.1. memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru. elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut. d. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. . memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar. guru: a. guru: a. dan sumber belajar lainnya. dan sumber belajar lain. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. memberi kesempatan untuk berpikir. lingkungan. menganalisis. studio. diskusi. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi. b. elaborasi. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna. Metode Kajian yang digunakan Adapun kegiatan inti menggunakan metode observasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. c. c. Maksud dari eksplorasi.

f. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; g. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; h. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. 3. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik, b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

• • • •

berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah; memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Dalam kegiatan penutup, guru:
• • • •

bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

1. b.

Objek Kajian

Objek kajian siswa dan guru MTs Negeri Ciamis yang berjumlah 57 orang, dan kajian ini di lakukan pada minggu ke dua pada bulan Maret 2012. 1. c. Sumber Data

Sumber data dalam kajian ini adalah guru mata pelajaran IPS kelas VIII (Agus Gozali, M.Pd) dan siswa MTs Negeri Ciamis terbagi menjadi 2 kelompok observasi yaitu kelas VIII a dan VIII b. Kelompok yang pertama (VIII a) : dengan implementasi Inovasi pendidikan dengan dengan kajian tiga kali pertemuan sebagai berikut : Tujuan Pembelajaran : 1. 2. 3. Menunjukkan letak aliran sungai Bengawan Solo Menyebutkan kota-kota yang dilalui aliran sungai Bengawan Solo Mendeskripsikan kondisi alam di lembah Bengawan Solo

4. Menjelaskan hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara 5. Menjelaskan corak kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat pra-aksara.

Pertemuan ke 1
• • • •

• •

Kelas dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Tiap kelompok mencari informasi dari internet sekolah yang berkaitan dengan kondisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat disekitar lembah Bengawan. Tiap kelompok mendiskusikan / membahas informasi yang telah ditemukan dari sumber, membuat laporan hasil diskusi dan mempresentasikan hasilnya. Masing-masing kelompok mengamati peta Jawa Tengah di internet khususnya Surakarta dan menginterpretasikan letak aliran sungai bengawan Solo dan menunjukkan kota-kota yang dilalui alran sungai Bengawan Solo. Membuat peta aliran sungai Bengawan Solo Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat / pekerjaan siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke 2

Siswa dibagi ke dalam kelompok

Setiap kelompok mengkaji materi pelajaran dengan mempelajari di internet sekolah dan mendiskusikan :

ü Bukti-bukti apa menunjukkan adanya zaman pra-aksara? ü Bagaimana kehidupan ekonomi zaman pra aksara. ü Bagaimana kehidupan sosila-budaya zaman pra aksara ü Bagaimana hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara ?
• •

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, dilanjutkan tanggapan dari kelompok lain Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke tiga
• • • • • • •

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok Setiap kelompok mengkaji materi tentang corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara melalui internet. Setiap kelompok melakukan studi kasus tentang diminta corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Kelompok lain memberikan tanggapan ,sanggahan dan pendapat terhadap materi yang disajikan Tanya jawab corak kehidupan ekonomi, sosial dan budaya manusia. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap pendapat dan pertanyaan para siswa dengan merujuk pada referensi dan pendapat para ahli :

Kelompok yang kedua (VIII b)

Dalam tiga kali pertemuan, kelompok ke dua menggunakan cara konvensional, yaitu pembelajaran terpusat pada guru. 1. d. Prosedur Penelitian

Obyek : kelas VIII a yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok pertama dengan implementasi inovasi pengajaran PAIKEM, dan kelas VIII b jumlah 30 orang sebagai kelompok kedua dengan menggunakan pola pembelajaran konvensional. Mata pelajaran yang di bahas adalah IPS terpadu, dengan 3 kali perbandingan antara kelompok yang menggunakan implementasi inovasi pengajaran dan kelompok kedua yang dengan mengunakan cara konvensional. Untuk mengetahui hasil pembelajaran diadakan test awal (pre test) dan test akhir (Posttest).

Berikut adalah hasilnya Pertemuan ke 1 2 3 Kelas VIII a pre test Posttest 65, 45 84, 35 64, 98 86, 17 66, 37 85, 20 Kelas VIII b pre test Posttest 64, 74 75, 89 63, 26 78, 29 62, 27 76, 15 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1. Kelompok pertama yang menggunakan metode PAIKEM yang berlandaskan implementasi inovasi pembelajaran hasilnya lebih baik terbukti dari nilai posttest yang lebih baik dari kelompok ke dua yang menggunakan cara konvensional. 2. Peran guru dalam implementasi inovasi pembelajaran adalah guru dituntut mampu mewujudkan PAIKEM dalam kelas sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan dengan mudah dan maksimal, penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran harus memperhatikan fungsi dari media tersebut, guru juga harus mempunyai ketrampilan untuk mensiasati media ke alat yang lebih sederhana tanpa hanya mengandalkan fasilitas dari sekolah, kegiatan mengajar belajar semestinya dapat diimplementasikan dalam realitas kehidupan, evaluasi pembelajaran saat ini menuntut tidak hanya penilaian terhadap akademis peserta didik, akan tetapi juga penilaian melalui pendekatan afektif atau perkembangan sikap siswa; 3. hasil dalam implementasi inovasi pembelajaran dijabarkan ke dalam tiga hal yaitu motivasi belajar siswa menjadi bertambah, perubahan perilaku siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, dan hasil belajar siswa yang meningkat; 4. kendala dalam implementasi inovasi pembelajaran dirasakan oleh guru dan murid, guru merasa takut dan tidak percaya dengan kemampuannya sedangkan murid harus merubah cara belajar mereka dari pasif menjadi aktif, dukungan dari sekolah terwakili dengan adanya budaya sekolah yang mencerminkan aplikasi dari pelajaran PKn yaitu sikap toleransi dan saling menghargai dan kebijakan sekolah yang memberi kebebasan kepada guru guna terwujudnya pembelajaran inovatif; 5. dampak dari implementasi inovasi pembelajaran berimbas kepada guru dan siswa, guru meninggalkan pembelajaran konvensional menuju pembelajaran inovatif, guru menjadi bertambah inovatif dalam melakukan pembelajaran dan bagi siswa telah merubah siswa menjadi subyek belajar yang aktif dalam kegiatan mengajar belajar. Keterangan hasil A>B A>B A>B

Saran

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetapi juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.Inovasi pendidikan sebagai usaha perubahan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatakan semua unsur yang terkait di dalamnya, seperti inovator, penyelenggara inovasi seperti guru dan siswa. Disamping itu, kesalahpahaman yang harus dihindari oleh seorang pendidik dalam implementasi inovasi pendidikan adalah sebagai berikut : 1. PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat. 2. PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah. 3. PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran 4. PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi. Penutup Demikian tulisan ini penulis buat dengan harapan menambah pemahaman dan wawasan dalam implementasi inovasi pengajaran khususnya untuk penulis sendiri, umumnya untuk semua yang membaca tulisan ini.

Daftar Pustaka Tarmizi. pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan. Dalam situs http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-danmenyenangkan/. Dikunjungi 11 Maret 2012 Pusbang Tendik/Badan PSDMP dan PMP-Kemdiknas/2011

Tatang Taufik. Sistem Inovasi dan Pendidikan. Dalam situs http://sisteminovasi.blogspot.com/2009/01/sistem-inovasi-dan-pendidikan.html. Dikunjungi 24 Februari 2012 Anneahira.Inovasi Pendidikan. Dalam situs http://www.anneahira.com/artikelpendidikan/inovasipendidikan.htm/2011.Dikunjungi 24 Februari 2012 Kusmana, Suherli, Ciamis : pascasarjana unigal press, 2010 LAMPIRAN Gambar 1. Contoh inovasi pola duduk dalam pembelajaran Gambar 2.Siswa berperan aktif dalam pembelajaran Gambar 3. Mencari informasi dari internet Gambar 4.Cara belajar konvensional Biodata Penulis Shilphy Afiattresna Octavia, dilahirkan 04 Oktober 1979 di Ciamis. Pekerjaan saat ini adalah sebagai guru di MTs Negeri Ciamis yang dilakukan sejak tahun 2004. Pendidikan dasar dan menengah dilakukan di Ciamis, Strata 1 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan Srata S2 dalam Manajemen Pendidikan Jurusan Manajemen Sistem Pendidikan di Universitas Galuh Ciamis. (Ciamis, 14 Maret 2012)

Merencanakan pembelajaran
Kegiatan rutin guru setiap tahun sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah sama yaitu membuat rencana pembelajaran. Seperangkat mengajar yang kita buat dibendel dan diserahkan kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk di validasi dan disahkan oleh kepala sekolah. Mengelola proses belajar-mengajar (pembelajaran) adalah upaya secara sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut M. Saekhan Muchith, M.Pd dalam buku pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group, 2008, hal 99 Kemampuan merencanakan pengajaran meliputi :

1. Menguasai perangkat pembelajaran, yaitu kemampuan memahami segala hal yang terkait dengan proses pembelajaran 2. Menyusun analisis materi pelajaran ( AMP), yaitu kemampuan menjabarkan materi dari materi yang bersifat umum ke dalam materi yang khusus, atau menjabarkan standar kompetensi ke dalam indicator keberhasilan pembelajaran. 3. Menyusun program semesteran dan program tahunan, ini merupakan jadwal pelajaran dalam kurun waktu tertentu 4. Menyusun rencana pengajaran, dengan memperhatikan :1. Standar kompetensi siswa, kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran; 2. Indikator keberhasilan, kemampuan atau ketrampilan yang ditampilkan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran. Indikator ini perlu dilihat dari segi intelektual (kognitif) dan juga ketrampilan mekanik (psikomotor); 3. Perumusan tujuan pengajaran, yaitu aspek kemampuan yang harus dicapai melalui proses pengajaran; 4. Pemilihan bahan dan urutan bahan, yang perlu diingat bahwa bahan pembelajaran tidak hanya dari buku panduan saja, tetapi bahan pembelajaran bisa diperoleh dari mana saja, apa saja asalkan mampu memberikan kemampuan akademik siswa; 5. Pemilihan metode mengajar, motode yang ideal adalah metode yang sesuai dengan materi, dengan perlengkapan sarana, sesuai dengan waktu, sesuai dengan kemampuan guru, dan sesuai dengan kemampuan siswa; 6. Pemilihan sarana / alat pendidikan, guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan memberdayakan segala sarana untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran; 7. Pemilihan stategi evaluasi, evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui tentang (a) kemampuan siswa mengetahui materi pelajaran, (b) mengetahui kekurangan dan kelebihan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (c) mengetahui keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin lembaga pendidikan Model pembelajaran terakhir yang aku dengar adalah model pembelajaran PAIKEM, yaitu model yang dalam proses pembelajarannya menjadikan siswa menjadi aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Dalam melaksanakan model PAIKEM, guru harus memperhatikan : 1. Memahami sifat yang dimiliki anak; 2. Mengenal anak secara perorangan; 3. Memanfaatkan perilaku anak dalam mengorganisasian belajar; 4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan untuk memecahkan masalah; 5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik; 6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar; 7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar; 8. Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental. Dalam buku yang digunakan untuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) rayon 16 Jember, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk melaksanakan PAIKEM ditunjukkan beberapa kegiatan guru dan siswa. Juga kemampuan yang perlu dikuasasi guru untuk menciptakan suasana aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Contoh KBM model PAIKEM :

Komponen pembelajaran

hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
• • • • • •

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran

Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan

Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya :

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

• • • •

Alat yang sudah ada / dibuat sendiri. Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan

Siswa :
• •

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembankan ketrampilan

• •

Melakukan percobaan, pengamatan atau wawancara Mengumpulkan data / jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri

Menulis laporan / hasil karya lain dengan kata kata sendiri Melalui :

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan

• • • •

Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan hasil pemikiran siswa sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan ( untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut Tugas perbaikan atau pengayaan yang diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari

Guru Menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa

• •

Guru mengkaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari

pancasila. Student teams achiement devision (STAD). Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. dan pekerjaan. Jigsaw. kita juga memperhatikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. 3. 2. 2. 1998: 20) Model pembelajaran GI adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda baik dari segi gender. tindakan. baik menentukan topic maupun cara mempelajari melalui investigasi. NILAI 1. diidentifikasi dari sumber-sumber : agama. kemudian mempresentasikan materi tersebut kepala kelompok yang lain (Hadisubroto. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Abdurrahman dan Bintoro ( dalam nurhadi. Number head together (NHT). 2000: 21-22) Pembelajaran jigsaw adalah cara pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memberikan tugas kelompok kepada siswa. Jujur . kuis. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. budaya dan tujuan pendidikan nasional. yaitu siswa saling berinteraksi untuk memecahkan masalah. Model ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Menurut Nurhadi. dan agama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topic. Grup investigation (GI).Model pembelajaran yang dapat mendukung proses PAIKEM adalah pembelajaran kooperatif. terdapat sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. 4. tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan berkomunikasi maupun ketrampilan proses kelompok. dkk 2004 : 64-67) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi 4 model : 1. karena model ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa selama proses belajar mengajar. Dalam merencanakan pembelajaran tidak hanya memperhatikan model pembelajaran. etnis. Model pembelajaran STAD adalah siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran lain untuk menuntaskan materi pembelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami materi tutorial. dan diskusi ( Ibrahim. dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menyelesaikan materi pembelajaran. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan.

Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang Komuniktif berbicara. Cinta Tanah Air Cara berfikir. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. serta menghormati keberhasilan orang lain. dan didengar. 9. sosial. 16. Cinta Damai Sikap. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. 10. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. budaya. 5. bertindak. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. dilihat. 4. bersikap. sikap. 6. Toleransi DESKRIPSI Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. kepedulian. bergaul. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.NILAI 3. dan politik bangsa. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. ekonomi. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. pendapat. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. dan . 7. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. bersikap. 15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. perkataan. dan mengakui. 8. 14. etnis. Demokratis Cara berfikir. dan bekerja sama dengan orang lain. lingkungan fisik. 13. suku. 12. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. 11.

badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. Tahun pelajaran sekarang. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP . masyarakat. sosial dan budaya). M. 24 jam perminggu. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Sumber pustaka : M. PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. digunakan terbatas untuk pendidikan dan latihan profesi guru rayon 16 universitas jember Kementerian pendidikan nasional. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Semoga tahun sekarang lebih baik pelayananku kepada siswa dari pada tahun yang lalu.NILAI 17. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air.Pd . pedoman sekolah. aku dapat tugas mengajar 4 pelajaran. jakarta. jakarta. pedoman sekolah. pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group. Sumber : Kementerian pendidikan nasional. terhadap diri sendiri. Saekhan Muchith. Berarti membuat 4 perangkat pembelajaran. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Tim penyusun modul rayon 16 universitas jember. Peduli Sosial 18. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 2008. yang seharusnya dia lakukan. lingkungan (alam. Tanggung-jawab DESKRIPSI mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum.

Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. kreatif. dinamis dan dialogis. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. Philipina (84). Kreatif. Brunei (33). Thailand (73). a. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. 1. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. UU No. menyenangkan. Dengan demikian. Singapura (25). 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. melainkan sebagai subyek didik.. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Menyenangkan). . Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. B. 2007). maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Malaysia (61). Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. b. Efektif. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Inovatif. Selain PAIKEM.pada tahun 2005. 2007).

Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. menyenangkan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. mempertanyakan. dan mengemukakan gagasan. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Kreatif. termasuk cara belajar kelompok. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Inovatif. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM . yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. untuk mengungkapkan gagasannya. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. dan cocok bagi siswa. 2007). Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Efektif. Menurut hasil penelitian. 5. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.BAB II PEMBAHASAN A. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Sehingga. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. 2. dan Menyenangkan. 2. Secara garis besar. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. 3.

. berapa. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. sehingga mereka mampu . 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik.Dalam melaksanakan PAIKEM. kreatif. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan yang mendalam pada diri anak. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. (2008). siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. 2007). Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Kritis untuk menganalisis masalah. Sering bertanya. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dengan mengenal kemampuan anak.. Tugas guru adalah mengembangkannya. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. 2007). 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. kapan”. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. mempertanyakan gagasan orang lain. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory).” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. menurut Suprijanto dkk. Dengan umpan balik.

2007) 4. 3. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Indikator : Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. Pada saat yang sama. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. pengamatan. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Siswa: Melakukan percobaan. Sesuai mata pelajaran. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah.merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. guru menggunakan.4. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme . Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. percobaan.

Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok . Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal .Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2. peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.

Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji 3. Presentasikan rancangan eksperimen . Berdasarkan masalah di atas. Artinya. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. Sebagai contoh : .Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe .Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe.

Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka . yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. Presentasikan laporan B. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. melaksanakan. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. di luar peserta Lesson Study. Tujuan bersama untuk jangka panjang. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. LESSON STUDY 1. yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. 2008). yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. berdasarkan data. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat.6. 2009). Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. Dalam tulisannya yang lain. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. Buatlah laporan penelitian 8. yaitu: 1. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. 2008). Meski pada awalnya. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. 2. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. dalam merencanakan. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri.

pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). Sementara itu. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. dan sebagainya. 2. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. partisipasi. dan bukan sebagai pengganti. misalnya. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. pengembangan kemampuan individual siswa. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. 4. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study . baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. Observasi pembelajaran secara langsung. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa diambil dari Lesson Study. Dengan demikian. 3. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung.panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. Studi tentang siswa secara cermat. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. Materi pelajaran yang penting. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. Dengan melakukan pengamatan langsung. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah.

Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. 2. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. 4. 3. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan . 4. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. 2008). tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. dijumpai beberapa pendapat. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah.(Sudrajat. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. Sementara itu.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). yaitu: 1. 3. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. Pemerintah melalui Permen no. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons.

dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. baik pada tahap awal. 4. kepala sekolah. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. 3. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. siswa-lingkungan lainnya. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. 7. siswabahan ajar. 6. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. siswa-guru. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran . Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua.pembelajaran. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. atau pengawas sekolah. diantaranya: 1. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. dan sebagainya. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. 2. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. 5. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. Selanjutnya. 5. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. Untuk lebih jelasnya. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. seperti tentang: kompetensi dasar. 2). cara membelajarkan siswa.

terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu . Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. Menganilisis hubungan antara ekosistem. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. maupun menajerial.2. Oleh karena itu. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. Pada tataran individual. baik pada tataran indiividual. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. tidak berdasarkan opininya. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Dalam menyampaikan saran-saranya. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. 3).berlangsung.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Indikator : 1. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. 5. Selanjutnya. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. Pada tataran manajerial. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan).

Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1.Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan . peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4.2. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3.Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” . Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. .

Penilaian terhadap LKPD . Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi Penilaian 1.Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3.

diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.000 m3 per hari. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. Jawa Timur. sejak tanggal 27 Mei 2006.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Oleh karena itu. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. hingga saat ini. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. lumpur terus menyembur setiap harinya. Kedua. dari antara 40. Pertama.000 m3 sampai 60. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. Namun demikian. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur.000 meter kubik per hari. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1).2. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . Kabupaten Sidoarjo.000 meter kubik per hari. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan Porong. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan . Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo.000 meter kubik per hari menjadi 126.000 m3 per hari.

.............................. Metode Pembelajaran : .............9 miliar per tahun. 5 September 2006.......... Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4.................... Asal Sekolah : ...wikipedia............org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini...................... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen..................................... seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo.............................................................. Freddy Numberi................... karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id................. Konsep : ....................... Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5............... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut........................................................ ....... Menteri Kelautan dan Perikanan.............................. Bidang Studi : ................ mencapai Rp10..... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2...................... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya.. Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo....... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3................ 1..........................penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain.. dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI.................. Jawa Timur......... diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]................ Guru Pengajar : ................... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini............

...................................................................................... .............................................................................................................................. Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ............................................................................................................................................ ................ 1............. 4................................... 2...................................... Kelas : ............................................................................................... 4................................................................................. Asal Sekolah : ............................................................................................................. ........................................................................ ........................................... Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ............................................................. Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ......................................................... Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ................... ........................ Guru Pengajar : ..................................................................................................................................................................................................................................................................................... Nama Observer : .............................................................. Mata Pembelajaran : .............................. Pengalaman Mengajar: ................................................................................................................. ............................................... ........ 3........................................................................................................................................................................... Tempat : ........................................................... .................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? .................................................... 2......................................................................................................................Waktu : ....................................................................................................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : .... Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ....... Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ........................ 2........................................................................................................................................ 3......................................................................................................................................................................................................... Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ....... 1........................................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No........ Nama Bidang Studi Tanda Tangan 1................................ ................ 3..........................................................................................

C. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. diakses 16 Mei 2009) Susilo. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Efektif. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Ahmad.. 2007. (online). Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. Jakarta. 2009. Malang . Sudrajat. dkk. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.com/. Bayumedia Publishing. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. B. Hendayana dkk. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. Lesson Study Berbasis Sekolah. Inovatif.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. 2002. Malang. 2007.worpress. Kreatif. Depdiknas.BAB III PENUTUP A. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. (http://akhmadsudrajat. 2008. Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. Model-model Pembelajaran untuk PTK. FPMIPA UPI dan JICA.

............................................................................ 1........................ PENUTUP ..................................................... DAFTAR ISI ... DAFTAR PUSTAKA ....... Kesimpulan ................................. Tujuan Penulisan Makalah ............................ A.............. diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ................ Rumusan Masalah ................................................ A............................ B..................................... 3............................................................................................................................................................. PAIKEM...................... BAB III............ LESSON STUDY .................................. 2008............................... Contoh Skenario Pembelajaran .................com/....Tarmizi........................................................................................................... PEMBELAJARAN PAIKEM .... 5...................... (http://tarmizi............. Pelaksanaan PAIKEM ..... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ........................................................ 2............................ B.......................................................................... BAB I........... A........... BAB II.............. Hakekat Lesson Study ... 3.... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ................................................................................................. i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 9 9 10 ... B......... PEMBAHASAN....................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ..................................... 1......... PENDAHULUAN ........... Latar Belakang ............ 4.......... 2.................................................. Saran ............ (online)............................................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study .............wordpress...... Pengertian PAIKEM ...... 4........................................... C...................................................................... Manfaat Lesson Study .........................

Pd 2. Hj.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. M. SRI ENDAH INDRIWATI. Dr. 608682521992 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI . M. Dr.12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. SOEDJONO BASUKI. H.

Soedjono Basuki. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya.22 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: ADMINISTRASI.Pd. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. Malang. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. PEMBELAJARAN Kamis. Akirnya. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Mei 2009 Diposkan oleh Trisno Marsa di 03. dan Bapak Dr. H. 04 Agustus 2011 PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna.MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. M. Oleh sebab itu koreksi. Sri Endah Indriwati M. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. Hj.Pd. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai .

b. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Dengan demikian. Selain PAIKEM. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. melainkan sebagai subyek didik.. Menyenangkan). Malaysia (61). Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. Efektif. . Brunei (33). menyenangkan. Thailand (73). Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP pada tahun 2005. a. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. 2007). pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik.upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. kreatif. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Philipina (84). topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. dinamis dan dialogis. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. UU No. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Inovatif. B. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. Singapura (25). 2007). yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Kreatif. 1. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut.

termasuk cara belajar kelompok. Inovatif. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Efektif. Sehingga. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. 2. mempertanyakan. Secara garis besar. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. untuk mengungkapkan gagasannya. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif.BAB II PEMBAHASAN A. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. dan Menyenangkan. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. dan cocok bagi siswa. menyenangkan. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 5. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dan melibatkam siswa dalam menciptakan . termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Kreatif. dan mengemukakan gagasan. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. 3. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. 2007). Menurut hasil penelitian.

kapan”. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan . 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. Dengan umpan balik. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. Tugas guru adalah mengembangkannya. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. mempertanyakan gagasan orang lain. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM Dalam melaksanakan PAIKEM. Kritis untuk menganalisis masalah.. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. Dengan mengenal kemampuan anak. menurut Suprijanto dkk. 2007). dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. berapa. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. kreatif. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa..lingkungan sekolahnya. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. Sering bertanya. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. (2008). siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. 2. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. 2007).

Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2.4. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.yang mendalam pada diri anak. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. 2007) 4. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. Pada saat yang sama. guru menggunakan. sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. percobaan. Indikator : . Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). 3. Siswa: Melakukan percobaan. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. pengamatan. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. Sesuai mata pelajaran.

Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal .Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen . peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.

Berdasarkan masalah di atas. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji . Artinya.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2.Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3.Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih. Sebagai contoh : .

2009). tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. berdasarkan data. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. Buatlah laporan penelitian 8. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. Presentasikan laporan B. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. melaksanakan. 2. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. Dalam tulisannya yang lain. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. dalam merencanakan. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif.3. 2008). mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. yang diperolehnya berdasarkan hasil . (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. Meski pada awalnya. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. di luar peserta Lesson Study. LESSON STUDY 1. Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. 2008). Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. Presentasikan rancangan eksperimen 6. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar.

menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa . Dengan melakukan pengamatan langsung. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. Sementara itu. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. yaitu: 1. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar.observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). dan bukan sebagai pengganti. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. 4. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. dan sebagainya. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan demikian. misalnya. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. partisipasi. Tujuan bersama untuk jangka panjang. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. Studi tentang siswa secara cermat. pengembangan kemampuan individual siswa. Materi pelajaran yang penting. Observasi pembelajaran secara langsung. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). 3. 2. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung.

1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. Pemerintah melalui Permen no. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. 2. dijumpai beberapa pendapat. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. . 2008). diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. yaitu: 1. 3. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study (Sudrajat. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei).diambil dari Lesson Study. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). Sementara itu. 4.

pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. siswa-lingkungan lainnya. 6. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. 2. 4. siswa-guru. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. baik pada tahap awal. 5. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. seperti tentang: kompetensi dasar. dan sebagainya. atau pengawas sekolah. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. Untuk lebih jelasnya. 5. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk . Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. siswabahan ajar. Selanjutnya. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural.3. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. kepala sekolah. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. diantaranya: 1. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. cara membelajarkan siswa. 2). Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. 4. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. 3. sementara yang lainnya melakukan pengamatan.

5. maupun menajerial. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. 3). Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. Selanjutnya. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk.2. 7. Oleh karena itu.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. Dalam menyampaikan saran-saranya. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. tidak berdasarkan opininya.keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. baik pada tataran indiividual. Menganilisis hubungan antara ekosistem. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. Pada tataran manajerial. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. Pada tataran individual. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan . tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan.

Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3.Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan .Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” . Indikator : 1.Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV. .masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu 2.

Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi .

Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol.000 meter kubik per hari. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . dari antara 40. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. Kedua.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1).Penilaian 1. Kecamatan Porong. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126.000 m3 sampai 60. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas .000 m3 per hari. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi. Jawa Timur. Kabupaten Sidoarjo. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. Namun demikian. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Pertama. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. hingga saat ini. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan.000 m3 per hari. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Oleh karena itu. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. sejak tanggal 27 Mei 2006. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. Penilaian terhadap LKPD 2. lumpur terus menyembur setiap harinya. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut.

.. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50............ Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : . Menteri Kelautan dan Perikanan................. seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo... Jawa Timur. Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong..000 meter kubik per hari menjadi 126.... 1.............org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini........... . Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut................... 5 September 2006... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3............ Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5............... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2...wikipedia.................9 miliar per tahun. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo....... karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id. Bidang Studi : ...........000 meter kubik per hari........Sidoardjo langsung ke Kali Porong.................. Freddy Numberi............... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI........... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini.............. diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]........ Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4..... untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain... mencapai Rp10.. bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya.............. Konsep : ............................. menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen..........

........................................................................ Guru Pengajar : ............................ 1................................................ Tempat : ................................. 3.....................................................................................................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ........................................................................... ... Guru Pengajar : .............................................................................................. Mata Pembelajaran : ........................................................................................................................ Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ............................................................................................................. ............................................... ..................................................................................................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No................................................................................................... Waktu : .......................... .................. 3........................................................................................................................................................... Asal Sekolah : .. ............................................................................................................................................................................................................................... Kelas : .............. Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ................................................................................................................................................................................ Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ......... 4............................................... ................... Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ..... Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? .................................................................................................................................................................................................................................................... 1....................................................................................... 4........................................................................................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? .......................... Asal Sekolah : ................................................................................................................................................................................................. Nama Observer : ................................................................................. Pengalaman Mengajar: ........ Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? .................. ......................................................................................... 2............................................................................... ...... Nama Bidang Studi Tanda Tangan ...Metode Pembelajaran : ............................................................................................................................... 2...................................................................................................... Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ...........................................................................................................................

Jakarta. Ahmad. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. 2007. Hendayana dkk. (http://akhmadsudrajat. B. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.worpress.com/. diakses 16 Mei 2009) . 2007. 3. Depdiknas.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Efektif. Model-model Pembelajaran untuk PTK. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Malang. 2002. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. FPMIPA UPI dan JICA. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. 2. (online). DAFTAR PUSTAKA Chotimah. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Inovatif.1. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. C. BAB III PENUTUP A. Sudrajat. 2008.. Kreatif.

............................... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ............................................... 2009.. PEMBELAJARAN PAIKEM ..................................................................... Tujuan Penulisan Makalah . DAFTAR PUSTAKA ............ B.................................................................................... PENDAHULUAN ........... A...................... 4.......... A................................................ 4..................... (online)...... BAB II.............................................. Rumusan Masalah .................. 3................................... Pengertian PAIKEM ............ Malang Tarmizi............. DAFTAR ISI ..................................... BAB I..................... Kesimpulan ......................... Bayumedia Publishing........... dkk................... 3.................................................. Saran ................ PAIKEM................. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ................... Pelaksanaan PAIKEM ...... LESSON STUDY ........................................ 1.............. Hakekat Lesson Study ...................................................... Latar Belakang ...................... 2008.... (http://tarmizi................................................................ B...........................................................................Susilo........ Manfaat Lesson Study ......... 2.............. Lesson Study Berbasis Sekolah............................................................ C................................................................... diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ....wordpress........ B................. A............................................................................. 1........................... 5...................... PEMBAHASAN............................................ PENUTUP ..com/.... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 ........................................................................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ... 2. BAB III................................. Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study . Contoh Skenario Pembelajaran ..........................

Dr. SOEDJONO BASUKI. Dr. M. H.Pd 2.9 9 10 12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. M.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. SRI ENDAH INDRIWATI. 608682521992 . Hj.

Soedjono Basuki. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu koreksi. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study.UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT.Pd. Sri Endah Indriwati M. . kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Akirnya. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1.Pd. H. Hj. dan Bapak Dr. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. M. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr.