Hakikat Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.

Pd Pendidik di Malang Pengertian Media Pembelajaran Kata media merupakan bentuk jamak dari Medium yang secara harfiah tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan dari pengirim pesan (Azhar Arsyad, 2002:3). Sedangkan dalam kepustakaan asing yang ada sementra para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aids (AVA), untuk pengertian yang sama. Banyak pula para ahli menggunakan istilah Teaching Material atau Instruksional Material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasl dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamanati melalui panca indera kita (Hamalik , 1994:11). Dan sebelum diambil sebuah kesimpulan mengenai arti dari media pembelajaran ada baiknya penulis memaparkan tentang pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya : 1. Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi (Azhar Arsyad, 2002:3) 2. Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 ) 3. Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3) 4. Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir, Basyiruddin, 2002:11) 5. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80) 6. Muhaimin dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan, perhatian, dan

minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9) Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar. Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai. Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang Kriteria Media Pembelajaran Menurut Arif S. Sadiman dkk. dalam bukunya “Media Pendidikan” menjelaskan bahwa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi setempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan (Sadiman, 83-84). Dalam hal ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu : pertama, ketersedian sumber setempat yaitu apabila media yang bersangkutan tidak terdapat sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga, adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama artinya bias digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah di bawa atau dipindahkan. Faktor keempat, adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal (contohnya program film bingkai) tetapi dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang.

Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai atau mengadaptasi media yang bersangkutan (Arief S. Sadiman dkk, 1993 : 84). Adapun kriteria dalam pemilihan media pembelajaran adalah : a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan insrtuksional yang diterpakan secara umum mengacu kepada kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga arah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa seperti menghafal, melakukan kegiatan fisik, dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi. b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi media yang berbeda, contoh film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. c. Praktis, luwes dan bertahan, jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber cara lainnya memproduksi, maka tidak perlu dipaksakan. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada yang ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemanamana. d. Guru terampil menggunakannya, ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun jenis media yang digunakan, guru harus mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Nilai dan manfaat media sangat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. e. Pengelompokan sasaran, media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Oleh karena itu ada berbagai macam media yang digunakan untuk jenis kelompok besar, kecil, dan perorangan. f. Mutu tekhnis, pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan tekhnis tertentu. Contohnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lainnya yang berupa latar belakang ( Azhar Arsyad, 1997 : 72-74). Menurut Ahmad Rohani dalam bukunya “Media Instruksional Edukatif” menyatakan bahwa pemilihan dan pemanfaatan media perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut : a. Tujuan Media hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. b. Ketepatgunaan Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. c. Keadaan peserta didik Kemampuan berfikir dan daya tangkapa peserta didik, dan besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan. d. Ketersediaan Pemilihan perlu memperlihatkan ada atau tidak media tersedia di perpustakaan atau di sekolah serta mudah-sulinya diperoleh. e. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.

f. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. (Ahmad Rohani, 1997: 72-74) Berkaitan dengan hal tersebut beberapa ahli menyatakan : untuk memilih media atau menggunakannya media pembelajaran perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. Biaya lebih murah, pada saat pembelian ataupun dalam pemeliharaan b. Kesesuaian dengan metode pembelajaran c. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik d. Pertimbangan praktis Media dipilih atas dasar praktis tidaknya untuk digunakan seperti : 1) Kemudahannya dipindahkan atau ditempatkan. 2) Kesesuaian dengan fasilitas yang dad di kelas. 3) Keamanan penggunaannya. 4) Kemudahan perbaikinya. 5) Daya Tahannya. e. Ketersediaan media tersebut berikut suku cadang di pasaran serta keterbatasan bagi peserta didik. Jenis media yang digunakan harus dipilih berdasarkan kriteria utama, yaitu kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran dan kriteria lain, seperti yang telah diuraikan diatas. Bila media yang dipilih hanya memenuhi sebagian dari kriteria, dapat terjadi halhal sebagai berikut: 1) tampak baik dalam perencanaan tetapi tidak berhasil diproduksi, karena terlalu mahal atau sulit diperoleh peralatan dan bahan bakunya. 2) Diproduksi dengan kualitas rendah karena alasan yang sama seperti diatas. 3) Tidak atau kurang digunakan karena tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik, tidak praktis untuk digunakan atau tidak sesuai dengan metode pembelajaran. 4) Kurang efektif dalam mencapai tujuan (Ahmad Rohani, 1997: 29-30). Akhirnya perlu dipahami tentang cara-cara pemilihan media ada tiga cara yaitu: a. Model, flow Chart, Eliminasi. Menggunakan sistem pengguguran (batal) dalam pengambilan keputusan. b. Model Matriks. Menangguhkan pengambilan keputusan, untuk memilih ini cocok kalau menggunakan media rancangan. c. Model Checeklist. Menangguhkan keputusan untuk memilih sampai seluruh kriteria dipertimbangkan, hal ini cocok untuk media jadi dan media rancangan. ( Ahmad Rohani, 1997: 34) Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com

1.1 Konsep Belajar Konsep belajar menurut guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. 5. Belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gage). Dengan demikian dalam praktik pengajaran diperlukan keputusan yang bijaksana dalam menerapkan teori belajar karena tidak ada suatu teori yang sesuai untuk segala situasi. 2. 4. Belajar adalah penambahan ilmu pengetahuan. dan tingkah laku yang diperoleh dari instruksi. yang nampak di sekolah. Untuk itulah guru harus mengubah pandangan tentang belajar dan mengetahui bagaimana sebenarnya belajar itu. 3. Hal ini karena jika guru menganggap bahwa belajar hanyalah menghafal atau hanya untuk mendengarkan keterangan guru maka selama itu pula pembelajaran masih terpusat pada guru dan tidak pada siswa yang seharusnya mengalami belajar. keterampilan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat diketahui bahwa belajar pada dasarnya adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang yang menghasilan perubahan pada dirinya akibat dari interaksi dengan lingkungannya. Robert Gagne menyatakan. kepandaian atau suatu pengertian. belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatukan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan.2 Konsep Mengajar . belajar adalah suatu proses untuk memperoleh modifikasi dalam pengetahuan. belajar adalah suatu proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan karena mereaksi terhadap suatu keadaan (karena adanya latihan). Proses Pembelajaran 1. Belajar adalah suatu perbuatan yang kompleks yang mencakup beberapa segi. 1. Ada beberapa pengertian belajar yang telah disampaikan oleh para pemikir pendidikan mulai yang sangat sederhana sampai dengan yang kompleks berdasarkan teori belajar yang digunakannya. kebiasaan. Belajar siswa yang ditafsirkan guru hanya sebagai menghafal atau mendengarkan keterangan guru saja merupakan problem yang harus diatasi. Menurut HC Witherington. Hilgard memberi batasan. kebiasaan. sikap.Konsep Dasar Pembelajaran I. Ernest R.

pendapat yang dikemukakan para pakar tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan hanya kegiatan guru menuangkan materi kepada siswa dengan pola datang. Guru menyampaikan materi dan siswa menerima materi. 1. seorang guru/dosen yang berpandangan bahwa mengajar sekedar menyampaikan pelajaran/materi.3 Prinsip Mengajar Mengajar bukanlah pekerjaan atau tugas yang ringan bagi seorang guru. berikut adalah prinsip mengajar yang dapat dipedomani pengajar agar dapat mengajar dengan efektif. mengajar merupakan suatu proses yang melibatkan sejumlah kegiatan yang direncanakan dalam upaya menciptakan kondisi agar siswa mengalami perbuatan belajar secara aktif sehingga terjadi perubahan tingkah laku. 3. bimbingan. Ada beberapa pendapat tentang prinsip mengajar secara efektif. dan catat. 2. mengajar adalah upaya dalam memberi perangsang. Agar tidak sekedar mengajar di depan kelas. banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan guru baik sebelum. duduk. Berdasarkan ilustrasi di atas. mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. . Setiap rumusan akan berimplikasi pada aktivitas yang terjadi dalam pembelajaran. Pengajar harus dapat membangkitkan perhatian peserta belajar kepada topik dan pengalaman belajar yang sedang dipelajari. Tanpa mengurangi makna secara komprehensif. Misalnya. Agar hasil atau tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. guru perlu menerapkan prinsip-prinsip mengajar. Oleh sebab itu rumusan pengertian mengajar tidak dapat dirumuskan begitu saja secara sederhana yang tidak meliputi seluruh kegiatan dan tindakan dalam perbuatan mengajar itu sendiri. Lebih dari itu. Nana Sudjana menyatakan mengajar pada hakikatnya suatu proses. tentu pembelajaran yang dilakukan hanya upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa secara sederhana.Seperti halnya belajar. konsep mengajar yang relatif komprehensif harus dipahami oleh guru. 1. sebaliknya siswa banyak mendengar secara pasif. dan selesai melakukan kegiatan mengajar. William H Burton memberi pengertian. pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. proses mengatur. diam. mengajar merupakan proses yang kompleks karena banyak kegiatan yang harus dilakukan agar hasil belajar siswa lebih baik. Jika dicermati. Berikut beberapa pengertian yang representatif menggambarkan apa sebenarnya mengajar itu. 1. Guru berlaku aktif mendominasi aktivitas kelas. Mohamad Ali mendefinisikan. sedang. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. Perhatian.

Korelasi. Repetisi. Pengajar hendaknya berusaha menggunakan media untuk menunjukkan benda atau hal-hal yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan dalam kelas. 3. Manusia adalah makhluk yang unik. . 4. masing-masing memiliki perbedaan kemampuan belajar. Sosialisasi. Peragaan. Appersepsi. Guru harus cinta kepada apa yang diajarkan. Sequence.4 Syarat Mengajar Efektif Jika disepakati bahwa mengajar adalah proses menciptakan kondisi agar siswa/mahasiswa mengalami proses belajar. Guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi saat mengajar. 7. Pengajar hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang kondusif yang mengakibatkan terjadinya proses sosial. Pengajar harus memikirkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktunya (sesuai dengan urutan atau tahapan). 1. guru perlu mengulang penjelasannya jika diperlukan. 2. Pengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta belajar. Guru harus mampu menciptakan kondisi agar siswa bisa belajar dan mengalami aktivitas mental dan fisik. Aktivitas. 6. Guru harus menguasai materi/bahan pengajaran. Pengajar harus mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta belajar dan efektifitas mengajarnya. 10. 1. 9.2. Individualisasi. Pengajar harus melibatkan peserta belajar berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. Untuk melaksanakan mengajar yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut. 5. Hal itu berarti mengajar secara efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar siswa/mahasiswa yang efektif. 3. Oleh sebab itu pengajar harus bisa menghargai setiap perbedaan dan melayani secara optimal. 8. maka guru/dosen harus mampu mengajar secara efektif. 4. Pengajar hendaknya selalu menghubungkan materi yang diajarkan dengan pelajaran lain sehingga cakrawala peserta belajar bertambah luas. Mengingat ingatan itu tidak setia (terbatas). Evaluasi.

10.6 Peran Guru Proses pendidikan tampak pada pelaksanaan proses belajar mengajar. isi dan struktur bahan pengajaran. 6. Guru sebagai pendidik. Menurut T. Raka Joni. kegiatan belajar mengajar. komponen-komponen tersebut adalah tujuan. Komponen proses belajar mengajar tersebut adalah tujuan. Guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pengajaran. Ini berarti. 9. dan menggunakan media pengajaran secara tepat. sumber pelajaran. metode. 8. melainkan penanaman sikap dan nilai serta keterampilan pada diri siswa yang sedang belajar. membuat. proses belajar mengajar bisa berlangsung secara optimal jika seluruh komponennya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dalam kondisi ini terdapat serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dan terpadu yang berlangsung dalam situasi edukatif. Guru harus mampu mengadakan evaluasi secara tepat sesuai dengan tujuan. Guru harus mampu dan mau membuat perencanaan sebelum mengajar dan mengimplementasikan dalam kelas. ekonomi dan administrasi. Artinya. Proses belajar mengajar dapat dikatakan sebagai proses “pengaturan” lingkungan dan sumber daya yang ada agar terjadi kegiatan belajar (perubahan tingkah laku) pada siswa. manusia. siswa. Proses belajar mengajar merupakan implementasi dari serangkaian perencanaan yang telah dilakukan oleh guru dalam bentuk proses interaksi dengan siswa di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan. dalam proses belajar mengajar ini tidak sekedar guru menyampaikan pesan berupa materi pelajaran. 1. dibangun oleh komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Guru harus mampu memberikan masalah yang merangsang berpikir siswa.5 Proses Belajar Mengajar Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. . 1. Proses belajar mengajar merupakan suatu sistem. pengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar adalah: 1.5. Dalam pelaksanaan tersebut guru merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. Guru harus mampu merencanakan. evaluasi. 7. Guru hendaknya memotivasi siswa sesuai sasaran dalam belajar. bahan. alat. Guru harus menanamkan norma-norma dan nilai kepada anak didiknya. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas). Hal ini berarti guru memiliki peranan yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan.

Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan pada diri siswa. Guru sebagai pelatih. Guru sebagai pembimbing. Guru harus mampu menguasai dan terampil melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan. Guru sebagai pengajar. pekerjaan. Guru sebagai demonstrator. atau “menjadi milik bersama”. sosial. 8. saling interaksi dan saling membutuhkan. pengetahuan.2. “berpartisipasi”. Guru hendaknya senantiasa menguasai bahan yang diajarkan dan mampu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis. pemahaman. Guru hendaknya memberikan fasilitas yang maksimal agar tujuan pengajaran tercapai. individu. Guru harus mengorganisasikan dan mengelola semua komponen dan kompetensi belajar mengajar. 5. dan sebagainya) 7. Guru sebagai mediator. yaitu communicare yang artinya “memberitahukan”. 1. Keinginan untuk berhubungan di antara sesamanya sesungguhnya merupakan naluri manusia yang ingin hidup berkelompok atau bermasyarakat. berita. Dengan kata lain. sesuai dengan nalurinya yang selalu ingin berhubungan satu sama lain. komunikasi mengandung makna menyebarkan informasi. dan keterampilan yang cukup tentang media pendidikan serta menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan. pesan. Guru sebagai administrator. manusia akan kehilangan hakikatnya sebagai manusia bila ia tidak melakukan kegiatan komunikasi dengan sesamanya. Dengan adanya naluri tersebut komunikasi dapat dikatakan merupakan bagian hakikat dari kehidupannya yang senantiasa hidup bermasyarakat. 6. Bila dirumuskan lebih luas. mengelola kelas. Guru sebagai fasilitator.7 Proses Belajar Mengajar Sebagai Proses Komunikasi Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah sebuah komunikasi yang dibangun dan dilakukan oleh guru sebagai komunikator dengan siswa sebagai komunikan. nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama antara penyampai pesan sebagai komunikator dan penerima pesan sebagai komunikan. waktu senggang) kepada siswa. Guru harus memberikan bimbingan (akademik. 4. 3. 9. Guru sebagai evaluator. . Komunikasi ini merupakan kegiatan manusia. Guru hendaknya “mengadministrasikan” secara baik komponen yang ada di kelas (mengetahui dan membuat program pengajaran.

Lebih lanjut. geografis. Gangguan ini juga akan berimplikasi pada hasil sebuah komunikasi. berita. yaitu encoder.Komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses pengoperan dan penerimaan lambanglambang yang mengandung makna. sign/signal. konsep. Sebaliknya. dan data dari sumber pesan melalui media/saluran yang sengaja dirancang sehingga dapat diterima oleh penerima pesan atau komunikan. Dalam konteks proses belajar mengajar. orang lain atau penulis buku dan produser media.8 Komponen dan Pola Instruksional . Ini berarti guru/dosen harus dapat meminimalkan gangguan komunikasi yang selalu terjadi dalam setiap kesempatan berkomunikasi dengan taraf yang tidak sama. Shannon melengkapai proses komunikasi dengan adanya gangguan yang terjadi saat berkomunikasi. dan lingkungan. pesan yang disampaikan adalah isi pelajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. atau pernyataan tertentu yang ditujukan kepada dan diterima oleh seseorang atau kelompok. Salurannya adalah media pembelajaran dan penerima pesannya adalah siswa atau guru. Keberhasilan komunikasi dalam proses belajar mengajar akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Gangguan tersebut dapat dirinci menjadi hambatan psikologis. semakin tidak lancar (gagal) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin sulit pencapaian tujuan. fakta. dan decoder. Sumber pesan bisa berupa guru. fisik. kultural. Berdasarkan pemahaman komponen utama komunikasi tersebut. Sign/signal adalah pesan. komunikasi adalah proses penyampaian pesan. Encoder (pembuat sandi) adalah komunikator yang mempunyai informasi tertentu dan benar serta mampu mengirimkan informasi tersebut secara tepat pada kecepatan yang optimal. 1. gagasan. Wilbur Schramm menjabarkan pengertian komunikasi dalam tiga komponen utama. Semakin lancar (berhasil) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin mudah pencapaian tujuan. Decoder (pemecah sandi) adalah komunikan yang menerima pesan dan mampu memahami pesan yang diterimanya. Claude Shannon membuat model komunikasi yang menunjukkan peristiwa komunikasi secara lebih rinci. siswa.

Orang adalah manusia yang bertindak sebagai penyimpan. b) Media audio. Pola instruksional dengan media 5. Pola instruksional tradisional. Adapun macammacam pembelajaran adalah : a) Media visual. alat. peralatan. teknik. 1982). Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto.vilila. yaitu pesan. fakta.html#ixzz2JWQHXh6D Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran sangat beraneka ragam.. orang. maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. Pola instruksional yang merupakan tanggung jawab bersama dosen dan media. ada . dan penyaji pesan.Instruksional merupakan sebuah sistem. pengolah. Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas. ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Pola instruksional dibantu alat peraga. bahan. Teknik adalah prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan.com/2010/03/bab-1-konsep-dasarpembelajaran. Adapun media pembelajaran tersebut: 1. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbolsimbol komunikasi visual. 1. 3. 4. Lingkungan adalah situasi sekitar pesan diterima. 2. Ada lima pola instruksional dimulai dari pola tradisional. Pola instruksional mengalami perkembangan sangat pesat setelah adanya aplikasi teknologi instruksional dalam pendidikan. c) media proyeksi diam. dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Dari macam-macam media visual tersebut diatas. Media audio visual. d). orang. Alat adalah sesuatu (biasa disebut hardware atau perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. dan data. e) Media cetakan Sadiman (1986). Pola instruksional kombinasi. yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. dan lingkungan. Sistem instruksional memiliki beberapa komponen. Sumber: http://www. Media visual Media visual termasuk media grtafis. Pesan adalah ajaran atau informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide. Berdasarkan hasil penelitian para ahli. Bahan adalah sesuatu (biasa pula disebut media atau software) yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri.

Pd Pendidik di Malang . Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman. juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. teori. Bagan/Chart Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. 1983). b. sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. 1986) 2. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Peta dan Globe Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil. Media Cetak Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan.tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu : a. penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain : a. b. karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa. 1986). M. Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas. Dipublikasikan Oleh: M. yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Gambar/Foto Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. Asrori Ardiansyah. membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataankenyataan (Soeparto. media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. Gambar merupakan bahasa yang umum. Buku Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. c. Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru. c. Selain meliputi bahan bacaan. 1984). Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan. Surat kabar atau koran Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah. Majalah Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali. analisis atau penemuan orang lain. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa.

com Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. http://grosirlaptop. kecerdasan. Untuk . Pemilihan. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. menetapkan. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran.arminaperdana.com. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah.Sumber: www. sementara siswa dibuat pasif. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Itulah sebabnya dalam belajar. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. penetapan. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. cara berfikir. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. www. nilai. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi.blogspot.kabar-pendidikan. keterampilan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik.blogspot. ketekunan. sarana untuk mengekpresikan dirinya.blogspot. ide.com. Pendahuluan Next Next I.

pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Jadi. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. . selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. membangkitkan motivasi belajar. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Sehubungan dengan tugas ini. strategi pembelajaran. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. ketekunan. penggunaan metode mengajar. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. kecerdasan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya.

PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. kecerdasan. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. ide. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. ketekunan. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. keterampilan. sarana untuk mengekpresikan dirinya.Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Pemilihan. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Pendahuluan Next Next I. penetapan. cara berfikir. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. nilai. keahlian guru dalam mengajar. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. Itulah sebabnya dalam belajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. menetapkan.

sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Jadi. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Sehubungan dengan tugas ini. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. sementara siswa dibuat pasif. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. membangkitkan motivasi belajar. strategi pembelajaran. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. penggunaan metode mengajar. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif.

ketekunan. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. kecerdasan. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. keahlian guru dalam mengajar. keterampilan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. kecerdasan. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. cara berfikir. penetapan. ketekunan. Itulah sebabnya dalam belajar. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. nilai. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. menetapkan. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Pemilihan. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. ide. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. sarana untuk mengekpresikan dirinya. . Pendahuluan Next Next I. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya.

bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. membangkitkan motivasi belajar. sementara siswa dibuat pasif. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. penggunaan metode mengajar. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Sehubungan dengan tugas ini. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. strategi pembelajaran. Jadi. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. . sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat.

b. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai[36]. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. bereksplorasi. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi.. seperti uraian berikut ini. Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. Selain itu. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar . dan daya penentu. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif.Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya H. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. justru karena tujuan itu sendiri. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Konteks Belajar. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: • • Dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat Terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian.

3) Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. dan individualisasi. Evaluasi . Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. tetapi sejauh mana percobaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain. sosialisasi.2) Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). saran. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. rnelihat eksplorasi dan penernuan. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian. Namun demikian. c.. Timbulnya pertanyaan. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. diskusi dan sebagainya. f. suatu soal yang perlu dipecahkan. Belajar memang harus merupakan persoalan individual. Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah. hal ini perlu dikctahui. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. g. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. Sosialisasi Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaik-baiknya. Dengan dernikian. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. e. fokalisasi.

namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Pendahuluan Next Next I. ketekunan. III. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar.Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. PENDAHULUAN . Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. ketekunan. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. kecerdasan. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. kecerdasan. keahlian guru dalam mengajar. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik.

Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Pemilihan. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. strategi pembelajaran. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. ide. Sehubungan dengan tugas ini. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. cara berfikir. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”.Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Itulah sebabnya dalam belajar. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. menetapkan. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. nilai. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. keterampilan. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. penetapan. Jadi. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha . sementara siswa dibuat pasif. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. penggunaan metode mengajar. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah.

Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya.” Dengan demikian. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. 1. kedua. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. watak. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. penyakit. usaha untuk menguasai. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. pengertian. tetapi juga berbentuk kecakapan. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. penyesuaian diri.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. kelelahan. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. membangkitkan motivasi belajar. harga diri.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar.menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. sikap. . ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. PEMBAHASAN A. minat. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. atau suatu pengertian. II. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. keterampilan.

kelas audio visual). maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. makna dan manfaat tertentu. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Sedangkan pelajar efektif adalah membentuk informasi. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. ketekunan. makna dan manfaat tertentu. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. Hakikat Pembelajaran Efektif Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif.[10] Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru. keterampilan. dari posisi murid tercipta belajar efektif. ”Guru yang berhasil adalah mengajar murid bagaimana memiliki informasi dalam pembicaraan dan membuatnya menjadi milik mereka. kapur dan alat belajar).Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). Artinya. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan.[9] Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh. material (buku. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pengertian Efektif Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. tetapi lebih menekankan pada internalisasi. fasilitas (ruang.[11] Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik adalah pembelajaran efektif. 3. 2. papan tulis. kecerdasan. Menurut Joyce and Weil . Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif. dari posisi guru tercipta mengajar efektif. tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa. baik kuantitas maupun kualitasnya. gagasan dan .

Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman. Peran utama dalam pengajaran adalah menciptakan model aktivitas pengajaran kuat dan tangguh. Dalam persiapan mengajar. maka pertumbuhan industri pendukung pendidikan juga semakin berkembang. Semakin tinggi dan banyak teknologi didayagunakan dalam dunia pendidikan. pengaturan ruang kelas. Proses pembelajaran dengan metode ceramah. melainkan terbuka peluang bagi industri lokal untuk memproduksi alat-alat peraga dan simulasi. Guru mengolah kurikulum yang tepat sehingga dengan pemahaman konsep yang benar yang dibentuk siswa. guru lebih memikirkan/memfokuskan penciptaan pengalaman baru bagi siswa. untuk mencapai pembelajaran aktif. yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan. maka semakin terbuka lebar peluang kerja kreatif masyarakat terdidik. Pendayagunaan teknologi pendidikan telah memasyarakat. yaitu : • • • Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan eterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. siswa dapat mengembangkan pengetahuannya. Bukan hanya terpusat pada teknologi informasi. dan hasil-hasil yang diharapkan sesuai denagn tingkat kematangan peserta didik serta latar belakang mereka. 1995: 197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dan diketahui dari nilai hasil ujian semester.kebijaksanaan dari guru mereka dan menggunakan sumber daya belajar secara efektif”[12]. . yang didalamnya para pelajar dapat berinterkasi dan belajar mengetahui bagaimana caranya belajar. Melalui pengalaman tersebut.[13] Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. Proses belajar akan berjalan baik jika peserta didik bias melihat hasil yang fositif untuk dirinya dan memperoleh kemajuan-kemajuan jika ia menguasai dan menyelesaikan proses belajarnya. bahan-bahan. memungkinkan dapat menghubungkannya dengan pemahaman sebelumnya serta membuka peluang untuk mencari dan menemukan pemahaman terhadap konsep baru. Paradigma baru dalam pembelajaran siswa aktif mengharuskan guru untuk mengubah cara pandang terhadap pembelajaran. mendengar dan mencatat hal ini sangat tidak dianjurkan. Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik. satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi dan belajar tersebut maka dapat diambil kesimpulan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan. Aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental. guru mendominasi pembicaraan sementara siswa terpaksa atau bahkan dipaksa untuk duduk. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek. (Daradjat. Intinya adalah aktivitas pengajaran sebagai penataan lingkungan. perasaan dan kesadaran.

maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. 2. 6. Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. terdapat interaksi balajar-mengajar yang bagus. memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. Karakteristik Belajar yang Efektif Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian. sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain. dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri. 3. akan tetapi juga keberhasilan sebagai indikator kualitas institusi pendidikan di tempat dia belajar. mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan. Prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu yang telah dipelajarinya. Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata. Para guru diharapkan dan harus mampu menciptakan pembelajaran dengan efektif. 2.[14] B. Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul. tenggang rasa.Nilai tersebut merupakan nilai yang dapat dijadikan acuan berhasil tidaknya siswa belajar serta dijadikan acuan berhasil tidaknya proses belajar mengajar di kelas. 5. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan ciri[15]: 1. Berpusat pada siswa Interaksi eduktaif. Dan secara fisik. 6. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar. 4. 5. Metode yang bervariasi. yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati. Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. kemampuan berfikir kritis. Guru-Siswa Suasana demokratis Metode yang bervariasi Bahan belajar bermanfaat Lingkungan kondusif Suasana belajar menunjang . menghargai pendapat orang lain. bisa berbentuk anka jiga berbentuk huruf. tercipta suasana dan iklim pembelajaran yang kondusif. 7. misalnya menyusun intisari pelajaran. 4. Penilaian prestasi siswa yang dicantumkan dalam rapot. Suasana demokratis di sekolah. jika diperlukan Selain itu Ciri pengajaran Efektif juga dapat diketahui dengan: 1. sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. 3. Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. 7. sehingga keberhasilan belajar dan prestasi dapat dicapai dengan baik sesuai tujuan pembelajaran. dapat mengerti kebutuhan siswa. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya. Interaksi belajar yang kondusif. menyenangkan. membuat peta dan lainlain.

Memiliki minat terhadap mata pelajaran 2. misalnya ruang belajar harus bersih. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal. Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa 3. membuat surat. Kondisi efektif Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut.Selain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimana Karakteristik Guru Efektif. hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dan keprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. Setiap jenis aktivitas memiliki kadar atau bobot yang berbeda. tetapi melibatkan banyak faktor. kendati memang keberadaan guru merupakan faktor penentu dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. atau lebih memperhatikan aktivitas siswa.[16] Keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas memang tidak semata tergantung guru. Memiliki imajinasi dalam menjelaskan 5. aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa. Kedua. Aktivitas lisan. tidak gelap dan tidak mengganggu mata. penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri. keamanannya. tanya jawab. melakukan eksprimen dsb. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa : . Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. misalnya kesehatan. dan sebagainya. Menumbuhkan semangat belajar 4. antara lain : a. Aktivitas visual. ketentramannya. e. d. tersedianya fasilitas belajar. kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia. Memiliki sikap terbuka terhadap siswa C. seperti mengarang. seperti mendengarkan penjelasan guru. Yang jelas. Dalam menciptakan kondisi yang baik. Menguasai metode/strategi pembelajaran 6. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif. hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama. seperti bercerita. menulis. Aktivitas menulis. b. c. tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. kenyamanan dan keamanan ruangan kelas dan beberapa faktor lainnya. membuat karya tulis dsb. dsb. Melibatkan Siswa secara aktif Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Aktivitas mendengarkan. seperti membaca. ruangan cukup terang. Aktivitas gerak. diantaranya keaktifan siswa. Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur. umpamanya kebersihan rumah. Adapun karakteristknya yaitu: 1. mendengarkan pengarahan guru dsb. tergantung pada segi tujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. seperti melakukan praktek di tempat praktek.

Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa. Membangkitkan motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Pada awal kegiatan pembelajaran. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar[18]. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. 3. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa : • • • • • • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat. Guru sering kurang menyadari bahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik. 2. Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. 4. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar. guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya.[19] . Menarik minat dan perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. bakat dan kecerdasan siswa. Kemampuan indiviadual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda. Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. 2.[17] 3. Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. Disinilah sebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan. sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar. Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat.1.

belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat dan atau melalui lembagalembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual. Setiap sub materi pelajaran yang disajikan harus dapat dimengerti oleh semua siswa. sebagai berikut : • • • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan. Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga. memadai dan mudah digunakan. Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar. Sistem pembelajaran individual atau pembelajaran privat. Sebab. Alat yang dipilih hendaknya tepat. bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya. Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik. tanpa terkecuali. dan Rosmawati. materi pelajaran tidak boleh diteruskan sebelum materi yang sedang diajarkan dapat diserap oleh seluruh siswa. pelayanan individu merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. pembelajaran yang mengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk . Suasana pembelajaran efektif Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pengajaran sangat tergantung pada kemampuan mengatur kelas yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak didik dapat belajar. Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok. Hal ini senada seperti yang ditulis Madri M. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman kongkret yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas. Dalam sistem pembelajaran tuntas. 5. Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran.Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja. bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan keaktifan. Oleh karena itu dalam pembelajaran tuntas. melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Lihat Selanjutnya D. Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa.

Perasaan menakutkan.[23] 2. suasana belajar yang menyenangkan suasana belajar yang menyenangkan membuat pembelajaran akan berjalan efektif.[20] Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu efektivitas proses belajar mengajar[21] yaitu : 1. (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan. Bebas dari tekanan. Selalu bersikap sopan kepada murid. Perasaan terancam. suasana pembelajaran monoton.melaksanakan tugas ajar. Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai Menurut Nasrun dalam forum pendidikan mengemukakan bahwa guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran sesuai dengan materi yang akan di sajikan. malu dan lainnya terhadap guru maupun sesame peserta didik. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar. 3. pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak).[25] . Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalam pelajaran ini 6. maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. Memanggil setiap murid dengan namanya 2. Suasana bebas Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi siswa dalam berbicara dan atau berpendapat sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran. Suasana pembelajaran yang menyenagkan menghindarkan pembelajaran yang tidak efektif. Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara 8.[22] dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran: 1. Bersemangat. sehingga dengan hal tersebut siswa tidak akan merasakan tekananan. Bangkitnya minat belajar.[24] 3. Aman. Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran 7. Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap murid tertentu 4. apabila suasana pembelajaran tersebut menyenangkan. Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. karena peserta didik tidak Tertekan. Perhatian peserta didik tercurah. Perasaan gembira. dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar. peserta didik akan lebih Rileks. tidak bersemangat. Konsentrasi tinggi. jenuh/bosan. meningkatkan prestasi belajar siswa. Adanya keterlibatan penuh. dituntut mampu menggunakan metode mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik. merasa tidak berdaya. Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran 5. Menarik. malas/tidak berminat. adanya rasa takut. pembelajaran tidak menarik siswa.

Adapun yang harus dilakukan seorang guru adalah: • • • • • Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif. yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar[27]. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal. Tanggung jawab Pendidik Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagai pembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya.[29] Guru sebagai pembimbing. dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif . aktif.[30] Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. . yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif. memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah.[28] Guru sebagai evaluator of learning. karena kelas merupakan lingkungan belajar yang paling utama dan merupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan dengan baik. dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. guru juga hendaknya mampu mengelola kelas dengan baik. memfokuskan perhatian kepada peserta didik. guru berusaha mendayagunakan potensi kelas. dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu.E. Pendekatan pribadi dimaksudkan untuk lebih mengenal dan memahami murid-murid secara mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruan belajar mengajar. Lingkungan kelas hendaknya diatur dan diawasi sedemikian rupa agar kegiatan belajar lebih terarah dan dapat merangsang siswa untuk giat belajar serta aktif mengikuti pelajaran[26]. Guru sebagai pengelolah pengajaran. Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat. sehingga siswa dapat belajar optimal. Keberhasilan Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. 1. Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Upaya Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif Dalam perannya sebagai pengelola kelas.

Untuk itu guru harus: a. Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswa merupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah c. Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan d. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkan memotivasi siswa yaitu: . dan lingkungan sosial. keahlian motivasional. cara pengajaran Pendidik Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Menurut Milan Rianto. Motivasi perlu dimiliki oleh siswa agar mereka memiliki ketangguhan dalam belajar Motivasi merupakan proses yang kompleks.[31] Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar. Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru b. pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi. Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar c. 2. mempunyai keahlian manajemen kelas. hal ini terlihat bahwa motivasi merupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran. Penataan Lingkungan Belajar Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataan lingkungan belajar.Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini. 3. keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran. dapat di klasifikasikan yang menyangkut : lingkungan (keadaan) fisik. Hal ini karena: a. strategi pengajaran. maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara pleksibel.[32] Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesional dalam pelaksanaan pembelajaran. sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom management). Motif merupakan sebab terjadinya tindakan b.

Keteladanan Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka harus terwujud seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran. Perubahan fungsional d. Strategi pembelajaran Efektif Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai[33]. akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yang signifikan diantaranya: a. Perubahan secara permanen f. dan terarah 3. Kejelasan dan kedekatan tujuan e. diperlukan beberapa hal yaitu: 1. Prinsip Pemacu c. Perubahan seluruh aspek pribadi b. Perubahan yang berkesinambungan c. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai d. Prinsip-prinsip belajar Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif.a. Perubahan yang disadari b. Perubahan bersifat positif aktif e. Bentuk pengalaman yang sistematis. F. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar . Prinsip Kompetisi b. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan c. adanya penataan lingkungan belajar yang baik. Rangkaian aktivitas belajar a. Esensi Belajar a. Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan b. Prisnip Ganjaran dan Hukuman d. Pengembangan minat g. serta cara atau strategi pengajaran seorang guru yang profesional. Dengan adanya prinsip belajar ini. Proses yang disengaja dan disadari c. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Lingkungan yang kondusif h. Pemahaman hasil f. Dalam melaksanakan strategi tersebut. Perubuhan yang terarah 2.

Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek e. Sikap e. dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas[35]. Keempat. Belajar untuk menjadi diri sendiri b. manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan. kemampuan. mengorganisasikan. Kecakapan motorik 5. Stoner mengemukakan bahwa : ”Management is the proses of planing. Belajar untuk belajar c. konsep konkret. baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Kedua. Hasil Pembelajaran a. manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) untuk mencapai visi dan misi pengajaran. Dalam kegiatan mengembangkan aktivitas pengajaran secara efektif sebagaimana dikemukakan diatas terdapat pembaharuan atau perubahan secara inovatif. Informasi verbal b. dan pemahaman terhadap dunia di sekitarnya secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Respons : aktivitas belajar 4. organizing. manajemen pengajaran efektif merupakan serangkaian kegiatan merencanakan.d. keterampilan. Ketiga. Manajemen Pengajaran Efektif Pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu kegiatan. Hersey dan Blanchard memberi arti pengelolaan sebagai[34] berikut : Management as working with and trough individuals and groups to accomplish organizatinal goals (pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui seseorang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi). leading and controling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals. . Kecakapan intelektual : diskriminasi. aturan c. menggerakkan. Belajar untuk hidup bersama secara damai G. Kualitas Belajar a. mengendalikan dan mengembangkan segala upaya dalam proses menolong murid mencapai pengetahuan. Belajar untuk berbuat d. secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar. Pertama. Strategi kognitif d.

pengaturan ruang kelas untuk melayani berbagai aktivitas pengajaran. diagram. penggunaan gambar-gambar.Berbagai sumber daya pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran antara lain : Pertama.dll. Guru-guru adalah model dari perilaku yang diterima. CD yang berisikan rekaman gambar dari film dan dapat diakses dengan menggunakan komputer. Banyak guru mempercayai bahwa jika manajemen terlalu terstruktur. Guru harus menentukan kebutuhan murid-murid dengan mengembangkan suatu sistem manajemen untuk keseharian kepada kebutuhan kepribadian anak yang diharapkan berinteraksi terhadap prestasi tertentu. peralatan pengajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran. tidak ada cetak biru/pedoman yang sederhana bagi manajemen kelas yang efektif. kunjungan / fiel trif yang memiliki kualifikasi pengetahuan. yaitu : • • • • • • • • • Manajemen efektif adalah hasil dari sejumlah faktor. Keenam. Manajemen efektif mendorong keberhasilan murid. buku-buku pelajaran. Hal itu seharusnya muncul untuk murid bahwa manajemen dilaksanakan oleh guru untuk memelihara pembelajaran murid dan mengembangkan inovasi aktivitas pengajaran. hal itu mengurangi kreativitas murid. keterampilan. ada hasil perasaan puas. Keempat. Fungsi manajemen yang baik adalah sebagai alat penghubung kekuatan yang dimiliki murid ke dalam suatu pengalaman pembelajaran produktif jika murid belajar secara efisien. Keberhasilan meningkatkan penghargaan kepada murid jika murid-murid berprestasi. . Tentu saja. Keadaan ini menyebabkan pola kerja yang konsisten dan bebas dari kebingungan dan disiplin yang kurang terstruktur untuk menghasilkan penuh kreativitas mereka. Manajemen efektif mencakup pengaruh ulang terhadap perilaku diinginkan dan penguatan dari perilaku yang diinginkan. Guru tidak seharusnya menghukum dengan marah atau putus asa. Ketiga. outline yang dapat melayani tujuan pengajaran selama proses aktivitas pengajaran. Kedua. Bagaimanapun manajemen efektif memberikan kepada murid dengan pedoman yang jelas dan bekerja. dan sikap kepada pelajar. Ketujuh. Vidiotapes. berbagai tulisan/paper. Kelima. maka harga diri dan dorongan untuk berprestasi semakin tinggi. Para guru harus bekerja dalam cara yang sama untuk pengungkapan yang sama dari perilaku salah. Film. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen dalam suatu model pembelajaran . guru pun seharusnya jangan takut untuk amarah sepanjang marah itu tidak mengurangi motivasi dan hukuman yang diberikan. Manajemen efektif bebas dan tidak terbatas. Problem manajemen mungkin saja tidak menghargai kualitas sistem pengajaran. Efektifitas manajemen bersifat konsisten. Manajemen efektif melibatkan perhatian dan pengembangan inovasi. Pembelajaran yang terobsesi seharusnya dijadikan model oleh para guru. Keenam. maka guru akan lebih berusaha mencapai prestasi dalam pengelolaan kelas yang lemah.

selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. kepala sekolah. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif.. kecerdasan. dan profesional pendidikan lainnya. Bekerja secara konsisten menuju tujuan yang sama. keahlian guru dalam mengajar. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. guru-guru. Lihat selanjutnya III. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. masyarakat.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Untuk keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. ketekunan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. orang tua. . Kedua. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. Ketiga.Salam saya Ibrahim Lubis.• Manajemen efektif menuntut teamworks. They are well organized in their planing. email :ibrahimstwo0@gmail. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. they have high expectations of their student.saya yakin Sobat orang yang baik. and. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. menurut Urlich dkk ada tiga perlakuan yang harus dilakukan guru yaitu : Pertama. they communikate effectively with their students.

(Bandung : Falah Production .Bruce dan Marrsha Weil. 1989) Nasrun. Oemar. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. 2007) Rosyada. 2004) Santrock. Models of teaching (University of California: Allyn and Bacon. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Terj. Soemanto.. H. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. Allyn Bacon. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa.1996). Manajemen Pembelajaran. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. TT) Hamalik. Hadari. Syafaruddin dan Irwan Nasution. Jakarta : PT. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Gulo.shvoong. 2002. 1996). selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif.Tri wibowo B. 2003) Nawawi.saya yakin Sobat orang yang baik. (London . Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. 84 . Bumi Aksara. Models of Teaching. Marsha Weil.Salam saya Ibrahim Lubis. Metode. 46 [2] Ngalim purwanto. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya..com/social-sciences/education/2129621. 2001) Purwanto.com Lihat daftar pustaka dan Footnote DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. Ngalim. email :ibrahimstwo0@gmail. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. educational Psychology. Belajar dan Faktor . 1995) W. Dede. 2008) Semiawan. 1998. Imtima. 2009) Rianto. Joyce. Media. Wasty. Kurikulum dan Pembelajaran.1996) Footnote • • [1] Bruce R. 2004).tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru).2005) Joyce. E. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. Cony. 2002) http://id. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Sri Esti Wuryani. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. Milan. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. h. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung.11 Prayitno.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya.. 2007) cet. pembelajaran efektif. John W.S. 1990) Slameto. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah.

(Massachusset: Heath an Company.11. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Models of Teaching. 2007) cet. (Penerbit Arcan. Santrock.1996). h. Strategi Belajar Efektif (Universitas Pendidikan Indonesia: http://file. C. 2007).Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. educational Psychology. Op Cit.. dan Rosmawati. 1995). (London . h. 129 [18] John W. Teaching Strategies. [15] Slameto. 2008). Mulyasa. 2003). h. Op Cit.. h. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya.. ( Jurnal Pembelajaran. h. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. h.. 100 [14] Hadari Nawawi. h. 27. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. Imtima. Bruce dan Marrsha Weil. 1989). h. Raka Joni. h. 274.dkk. 117.428. No. 75-76 [12] Joyce. diunduh pada tanggal 2 januari 2012 [34] Urlich. h. h.com/social-sciences/education/2129621. 1990). Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. 329 [4] Prayitno.S. Op cit. 56 [9] E. h.shvoong. [26] Rosyada. hlm. 1963).2000). Media. Op Cit. 121 . 85 [25] Nasrun. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta. Terj.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • [3] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 35 [35] Syafaruddin dan Irwan Nasution. 2002). h. h. 47 [8] Oemar Hamalik. Psikologi Pendidika : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta. h. 2002). h. 7 [33]Suherman. 148 [30] Santrock. Op Cit. 1983). Op Cit. Bumi Aksara. TT). 9 [31] Milan Rianto. pembelajaran efektif.upi.. 63 [23] http://id. Op Cit. 7-8 [28] Ibid [29] Rosyada. Pengelolaan Kelas (Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud. Belajar dan Faktor . h. Educational psychology (New York: Harcourt. Vol. Entang dan T. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. 2004). Manajemen Pembelajaran. 123 [27] Santrock. Donald. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. 94-97 [16] Ibid [17] Rosyada.Tri wibowo B. h. 201 [5] Syaiful Bahri Djamarah.. 1 [32] Santrock. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB [24] W. Gulo. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT.edu/Direktori/FIP/ SUHERMAN/BIMB_BELAJAR_EFEKTIF). 113 [20] Madri M. 2001).. 9 [19] Rosyada.2005) [36] M. Desember 2004 ). 1980). [22] Cony Semiawan. 1998). Pengelolaan Kelas yang Efektif suatu Pendekatan Praktis. h. 149 [10] Sri Esti Wuryani Djiwandono. 1994). Pemahaman Guru Tentang Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar. 03. 226-227 [11] Slameto. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. 45 [13] Dede Rosyada. h. h. h. Allyn Bacon. h. Metode. h 39. 104 [7] Lee Joseph Cronbach. h.Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta : PT. h. Op Cit. Brace & World. 2009). (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. 21 [6] Wasty Soemanto. h. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo.. [21] Mary Underwood.

Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Dari ketiga lingkungan tersebut. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. pandai dan berakhla. lingkungan sekolah. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama.. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. email :ibrahimstwo0@gmail. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . dan moral anak. Berbicara masalah pendidikan..Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. pangan. dan budi pekerti. membimbing. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. yang dikenal dengan tripusat pendidikan.com Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. perasaan.Salam saya Ibrahim Lubis. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua.saya yakin Sobat orang yang baik. yaitu lingkungan keluarga. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. dan papan.Salam saya Ibrahim Lubis. dan lingkungan masyarakat[1]. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. email :ibrahimstwo0@gmail. watak. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah.saya yakin Sobat orang yang baik. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini.

buku-buku pelajaran.menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat. menuntut kejalan yang benar. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. membimbing. dan dan tidak saying padanya. mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan. . a. dan mempengaruhi sikap. • b. dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. diantaranya: • Stoops. misalnya. mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Miller. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. perasaan. sehingga akan menjadikannya berprestasi. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ). Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya. karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. dibatasi kebebasannya. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan.

Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. karena . Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan. dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. Selain itu prestasi menurut S. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. d. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup. dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Jadi. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat.c. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua. Namun.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Sejak zaman dahulu. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. e. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya. orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Sedangkan menurut winkel. a.

Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. membimbing. perhatian.orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Dengan tersebut. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. rasa marah. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi. . Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya. karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian. menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan. yaitu mendidik. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan. maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Namun. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. maupun aturan. dan benci. karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar. apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang.

Dalam membimbing. serta tanggapan terhadap anaknya. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. maka wajib untuk seorang siswa belajar. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima. disiplin. hadiah dan hukuman. Apabila anak siap mental dan fisik 2. karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan.Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Belajar adalah berusaha. b. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. peraturan. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar .[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua. Untuk menjadikan prestasi belajar baik. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : . D.

dan papan. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. perasaan. pandai dan berakhla. yaitu lingkungan keluarga. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. dan moral anak. Memberi dukungan terhadap anak e. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Dari ketiga lingkungan tersebut. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. pangan. dan lingkungan masyarakat[1]. dan budi pekerti. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. watak. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. Berbicara masalah pendidikan. membimbing. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. lingkungan sekolah. Memberi pengarahan. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. Memotivasi belajar c. Memberi penghargaan terhadap anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Harus disertai kasih saying 2. Kedisiplinan b. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. Membantu mengatasi masalah anak 6.

menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, misalnya, buku-buku pelajaran. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, dan dan tidak saying padanya. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun, dan mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ), karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan, membimbing, menuntut kejalan yang benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan, diantaranya:

Stoops, mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal, dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Miller, mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

b. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya, sehingga akan menjadikannya berprestasi. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya.

c. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Sedangkan menurut winkel, prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Selain itu prestasi menurut S. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Jadi, dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. d. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya, selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. e. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. a. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Sejak zaman dahulu, orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Namun, dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua, karena

orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting, karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Dengan tersebut, maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan, karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar, yaitu mendidik, membimbing, menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya, karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Namun, apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang, perhatian, dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan, rasa marah, dan benci. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian, maupun aturan, maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan.

Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap anaknya. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. b. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Untuk menjadikan prestasi belajar baik, maka wajib untuk seorang siswa belajar. Belajar adalah berusaha, berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua, karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar , orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Dalam membimbing, orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak, karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. D. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

Kedisiplinan b.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. 1980 Singgih D.S.blogspot.html http://www. PT. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. 2004 Jim Taylor.blogspot. Memberi pengarahan. Remaja dan Keluarga. Memberi dukungan terhadap anak e. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.com/2008/06 makalah-psikologi-tentang-bimbingan. Poerwadarminto.html http://aggilnet. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasi-siswa http://www. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. Psikologi Praktis : Anak.anakciremai.html . peringatan dan mengontrol aktivitas anak d.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua. Membantu mengatasi masalah anak 6.psb-psma. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Memotivasi belajar c.Gunarsa dan Yulia Singgih D. 1989 http://www. 2004 W.Gunarsa. Harus disertai kasih saying 2. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. Bulan Bintang : Jakarta.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik.com/2011/04/makalahbimbingan-orang-tua-terhadap. Memberi penghargaan terhadap anak Daftar Pustaka Imaduddin Ismail. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3.html http://heru-id.J.ilmiah-tesis. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka : Jakarta. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Memberi Dorongan Positif pada Anak.

opcit. Poerwadarminto.D. di download 8 April 2011 [9] Ibid [10] Jim Taylor. Zakiah darajat dan dra.html. Nur uhbiyati A.ilmiah-tesis.psb-psma.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa. hal : 73 [8] http://heru-id. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pendahuluan Berkembangnya ilmu pendidikan islam dalam dunia ilmiah menempatkan posisinya sebagai sebuah pelajaran yang harus dipelajari secara lebih fokus dan konsekuen. Memberi Dorongan Positif pada Anak.html. hal : 71 Metode pendidikan Islam menurut dra. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta.Gunarsa dan Yulia Singgih D.S. Poerwadarminto. . opcit.html.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasisiswa. 2004.Gunarsa.S. hal : 13 [7] W.blogspot.com/2008/06makalah-psikologi-tentang-bimbingan. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Ilmu pendidikan islam berkembang bukan dalam hal bagaimana supaya mengetahui cara syariat-syariat islam atau mengetahui diwajibkanya sesuatu seperti bagaimana kita shalat. di download 3 April 2011 [3] http://www.anakciremai. Remaja dan Keluarga.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua. hal : 126 [11] W.J. di download 3 April 2011 [2] http://www. 1989. PT.--------------------[1] http://www. 2004. di download 8 April 2011 [4] Singgih D. opcit. Psikologi Praktis : Anak. Balai Pustaka : Jakarta. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak. ph. hal : 129 [6] Imaduddin Ismail. Bulan Bintang : Jakarta. hal : 244 [5] Jim Taylor.J. hal : 6 [12] Imaduddin Ismail. 1980.

pendidikan tradisional. dalam bahasa arab metode disebut “tariqah” artinya yaitu “jalan. Hj. maka terciptalah Ilmu Pendidikan Islam. Zakiah darajat dan dra. Pengertian Metode Pendidikan Islam 1. Ilmu ini tidak terlalu berbeda dengan ilmu-ilmu umum yang lainya. Akan tetapi ilmu ini lahir sebagai sosok ilmu yang baru tentang bagaimana menyampaikan pendidikan yang terbaik melalui sesuatu metode yang tepat atau cara yang terbaik bagi sipendidik dan yang terdidik. alangkah lebih baiknya apabila terlebih dahulu dabahas tentang apa yang dinamakan metode itu sendiri dan juga pengertian pemdidikan islam PEMBAHASAN Metode pendidikan Islam menurut dra. Perlunya diadakan penelitian tentang adanya sebuah metode yang tepat bagi pendidikan. hanya lebih cendrung kepada kata-kata “Kepribadian Muslim” seperti yang telah dikatakan oleh Drs. Pengertian metode Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “meta” yang berarti “melalui” dan “hodos” yang berarti “jalan atau ke atau cara ke”. sistem atau ketertiban dalam mengajarkan sesuatu. hal tersebut apabila di tulis hanya kata-kata “Ilmu Pendidikan” maka kata-kata ini sangat umum yang bisa berarti pendidikan modern. Sebelum saya membahas mengenai metode-metode pendidikan islam. Nur uhbiyati B. atau kegiatan ritual yang lainya. tetapi hanya sekedar membahas dari segi metode atau cara-caranya saja. dan apa tujuanya. haji. pendidikan islam. Karena itulah memakai kata-kata Ilmu Pendidikan Islam. zakat. Pengertian Pendidikan Islam Sedangkan Pendidikan Islam yaitu “suatu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan berdasarkan normanorma yang islami agar terbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim” [2] Sedangkan Pendidikan Islam menurut Abdurrahman Annahlawi yang dikutip oleh Nur Uhbiyati dalam buku Ilmu Pendidikan Islam yaitu: ‫التربية السلميه هي التنظيم المنفسي والجتماعي الذي يوءدي اعتناق السلم وتطبيقة‬ . yaitu metode pendidikan islam. Seperti yang telah tertulis tersebut diatas. maka saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa obyek ilmu ini. cara. apa saja yang dipelajari.puasa. ataupun Non-islam. Ahmad D. Nur Uhbiyati dalam bukunya yang bejudul Ilmu Pendidikan Islam dan pembahasanya juga tidak terlalu sempit karena mencakup ilmu pendidikan secara islami. marimba yang telah dikutip oleh Dra.” Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita [1] 2.

Zakiah Darajat yang mendefinisikan pendidikan islam dengan sangat ringkas yaitu “pembentukan kepribadian muslim”[4] Lain lagi kalau menurut Dra. Padahal antara sipendidik dengan yang terdidik itu saling mempengaruhi satu sama lainya. Contohnya seorang guru apabila mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai cara atau metode yang tepat. ada juga yang sebaliknya yaitu mendefinisikan hanya melihat sipendidik tanpa melihat siterdidik. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antara sipendidik dan siterdidik harus sama-sama mempunyai potensi yang baik. ada yang hanya melihat dari sisi kemaslahatanya saja.‫كليا فى حياة الفرد والجماعة‬ “Pendidikan islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif”[3] Pendapat diaatas sangat jauh bereda dengan pendapatnya Dra. Tetapi yang harus lebih berpotensi itu sipendidik karena dari sipendidik itulah segalanya akan ditiru oleh siterdidik baik perkataan maupun perbuatan. maka siterdidik akan merasa kesulitan untuk mudah memahaminya dan juga sebaliknya. Nur Uhbiyati bahwa pengertian pendidikan islam itu adalah “bimbingan yang dilakukan oleh seseorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim”[5] Para ahli dalam mendefinisikan pendidikan islam sangat beragam dan berbeda–beda. Pembahasan Sebenarnya kalau membahas tentang metode atau cara mendidik yang efektf al Qur’an sendiri telah banyak memberikan contoh seperti pada al qur’an surat luqman ayat: 12-19 yang berbunyi: ٌ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ ُ ْ َ َ ٌ َِ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد اتينا لقمن الحكمة ان شكرل ومن يشكر فا نما يشكر لنفسه ومن كفر فان ال غني حميد‬ َ ْ ‫0 واذ قا ل لقمن لبنيه وهويعظه يبني ل تشركِبا ل ان شرك لظلم عظيم0 ووصينا الءنسان بولديه حملته ام نه وهنننا‬ ً ْ َ ُ ُ ُ ُ ْ ََ َ ِ ْ َ َِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ َِ َ ‫ع َ وهن وفصا له فى عا مين عن ا شكر لي ولو لديك اءلي المصير 0 واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك بننه‬ ْ ِ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ٍ ْ َ ‫َل‬ ‫علم فل تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم اء الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتنم تعملنون‬ ‫0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الرض ياءت بهننا الن ان الن لطيننف‬ . Hj. Nur uhbiyati bahwa yang dinamakan Metode Pendidikan Islam ialah “suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik agar terbentuk kepribadian muslim” [6] C. Jadi bisa diambil kesimpulan dari uraian-uraian diatas sebagaimana disimpulkan oleh Dra. ada yang mendefinisikan dengan melihat siterdidik tanpa melihat sipendidik .

‫خبير 0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم المننر 0 ولتصننعر‬ ‫خدك للناس ول تمش فى الرض مرحا ان ال ليحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صننوتك ان‬ ‫انكرالصوة لصوت الحمير‬ “Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”[7] (QS. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Sesungguhnya seburuk-burku suara adalah suara keledai. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman berkata): Hai anaku. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut: ‫مرو ا الصبي با لصلة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها‬ “Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu.” (HR. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hdan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu. sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. janganlah kamu mempersekutukan allah. hanya kepada-Kulah kembalimu. dan barang siapa yang tidak bersyukur. Tirmizi) . sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya). Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Luqman: 12-19) Dan Nabi Muhammad SAW. maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Hai anaku. Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui.

oleh karena itu pengaruhnya tidak boleh hanya sebentar itu saja. ada yang mengunakan televisi. sebab bagaimanapun cerita sudah merajut hati manusia dan akan mempengaruh kehidupan mereka. Maka dari itulah metode menurut Dra. Nur Uhbiyati yang mengutip dari Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut Tarbiyah Islamiyah menyatakan bahwa teknik metode pendidikan islam itu ada delapan macam yaitu: • • • • • • • • Pendidikan Melalui Teladan yaitu: merupakan salah satu teknik pedidikan yang efektif dan sukses. hukuman sebenarnya tidak mutlak diperlukan . ada juga orang-orang yang cukup dengan teladan dan nasehat saja. Cerita mempunyai daya tarik yang mennyentuh perasaan manusia. Kebiasaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena itu menghemat banyak sekali kekuatan manusia karena sudah kebiasaan yang mudah melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatn yang bermanfaat. .[8] Pada jaman sekarang pendidikan sangat beragam dan menggunakan alat yang serba canggih. tindakan tegas itu adalah hikuman. Pendidikan Melalui Nasihat. Pendidikan Melalui Peristiwa-peristiwa. Guru yang baik tidak akan membiarkan peristiwa peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa di ambil menjadi pengalaman yang berharga. maka letakanlah persoalan di tempat yang benar. Mengisi Kekosongan. Adapun Metode yang digunakan oleh Dra. ia mesti menggnakanya untuk membina. maupun karena sebab-sebab diluar kemampuanya. Pendidikan Melalui Cerita. Teknik islam dalam membina manusia dan juga dalam meperbaikinya adalah mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa. Pendidikan Melalui kebiasaan. Hj. mengasuh dan mendidik jiwa. komputer dan lain sebagainya. Menyalurkan Kekuatan. Apabila islam menyalurkan kekuatan tubuh dan jiwa ketka sudah menumpuk dan tidak menyimpanya karena penuh resiko maka islam sekaligus juga tidak senang kepada kekosongan . Pendidikan Melalui Hukuman. pembawaan itu biasanya tidak tetap dan oleh karena itu kata-kata harus diulang-ulang. Apabila teladan dan nasehat tdak mempan. baik yang timbul karena tindakanya sendiri. Didalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar.Di dalam pondok pesantren yang merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam Formal tertua di indonesia. menggunakan dua macam metode yang sangat terkenal yaitu: sistem Sorogan atau di sebut juga sistem bandongan dan juga sistem Wetonan. Hidup ini penuh perjuangan daan merupakan pengalaman-pengalaman dengan berbagai peristiwa. Jakiah Drajat dalam bukunya yaitu Pendidikan Islam mengatakan bahwa metode yang akurat adalah bagaimana caranya mengunakan alat yang serba canggih itu supaya mudah menyampaikan materi kepada anak-anak didik.

Ilmu pendidikan Islam. dkk Loc. (Bandung: CV. 28 [5] Dr. apabila tidak seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh bahagian kampung dan penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa. alih bahasa Drs. Juz 22 [8] Dra. Hj. “hak seorang Muslim yang lain ada lima hal: menjawab salam. loc. 1998). Oleh karena itu. Cit [7] H. Jilid I. Nur uhbiyati. Cit Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah (Proses tata cara dalam melaksanakan bahagian fardhu kifayah dalam memandikan jenazah) Oleh: Ibrahim Lubis A.Footnote ______________ [1] Dra.203 [9] H Fadli Abdurrahman. mendatangi undangan. Itulah sebabnya memandikan jenazah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan segera. hal. (Bandung : CV Pustaka Setia. Heri nur Ali. Loc. . 273-277 [4] Dr. Nur Uhbiyati. maka putuslah kewajiban penduduk muslim setempat [1].1989). Cit hal. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan.hal. namun sebagaimana yang diketahui bahwa memandikan jenazah merupakan bahagian fardhu kifayah dalam pengurusan jenazah. Al qur’an dan Terjemah Al-Jumanatul Ali. Jenazah pun harus dimandikan sebelum dishalatkan dan dikuburkan. dan menjawab orang bersin. PENDAHULUAN Seperti orang yang hidup.2006). (Bandung: CV Penerbit J-ART). fadli Abdurrahman. Hj. Zakiah Drajat. prinsip-prinsip dan metode pendidikan islam dalam keluarga di sekolah dan di masyarakat. Ilmu Pendidikan Islam. hal. mengantar jenazah. Diponegoro. Nur Uhbiyati. (Jakarta: Bumi Aksara. Memandikan jenazah merupakan bahagian dari fardhu kifayah dalam mengurus jenazah. Cit [6] Dr.” (HR Bukhari) Walaupun kata memandikan dalam hadis diatas tidak ada. aku mendengar Rasulllulah saw bersabda.a berkata. memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan. DKK. Nur uhbiyati Loc. membesuk orang sakit. Dalil mengenai kewajiban seorang muslim untuk memandikan jenazah terdapat dalam hadis yang disabdakan Rasulullah Saw yaitu: Dari Abu Hurairah r. 2 [2] Ibid [3] Abdurrahman Annahlawi. Dan apabila hal tersebut telah dilaksanakan.

dan tidak adanya penghalang yang dapat mencegah sampainya air ke kulit mayat. Pada dasarnya memandikan jenazah sama saja dengan mandinya orang yang hidup. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan dalam memandikan jenazah. PEMBAHASAN Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah 1. sehingga jenazah yang akan dikafani terus dishalatkan telah suci dari hadas dan najis. Menghilangkan najis dari badan mayat terlebih dahulu. Jenazah tersebut bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah). 3. mayat itu islam b. Mandi ini dilakukan dengan cara membersihkan segala najis yang ada di badannya dahulu. maka yang harus dilakukan adalah memandikannya. Memandikan jenazah dimaksudkan agar segala bentuk hadas dan najis yang ada pada jenazah tersebut hilang dan bersih. sebelum ia dishalatkan. namun perbedaannya adalah orang yang hidup mandi sendiri sedangkan jenazah harus dimandikan. Hukum Memandikan Jenazah . suci dan halalnya air. tidak saja meratakan air keseluruh tubuh. Dalam memandikan mayat wajib adanya niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Demikian pula muthlak.Dalam Makalah ini saya Ibrahim Lubis[2] akan membahas mengenai makalah yang berjudul “Tata Cara Memandikan Jenazah” B. namun dalam memandikannya juga harus dengan hatihati dan lemah lembut. semua itu harus dipenuhi dalam memandikan mayat[4]. 2. Lengkap tubuhnya atau ada bahagian tubuhnya walaupun sedikit c. Mengurus Jenazah Sebelum Jenazah dishalatkan. ini harus di usahakan dengan hati-hati upaya mayat tersebut tidak membawa kotoran ke hadapan Allah[3]. Memandikan jenazah adalah hal yang harus dilakukan atas jenazah seorang muslim. utamanya bagian kemaluan. karena ia termasuk bagian dari ibadah. kemudian meratakan air ke seleruh tubuhnya. Syarat Memandikan Jenazah Adapun syarat wajib memandikan jenazah yaitu : a.

Jika mayat perempuan. hukumnya adalah fardhu kifayah artinya bila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh mukallaf[5]. Klasifikasi dalam Memandikan Jenazah Klasifikasi ini bertujuan untuk memberikan perbedaan dalam memandikan jenazah. hendaklah dimandikan permpuan pula. sebab ia tentu lebih tahu mengenali si mayit daripada anak si mayit tersebut. Adapun Orang yang berhak memandikan Jenazah Adalah: • • • Apabila mayat itu laki-laki. kecuali istri dan muhrimnya. Jenazah yang boleh dimandikan Jenazah yang wajib dimandikan adalah orang Islam dan orang yang meninggal bukan karena mati syahid di Medan pertempuran[6] b. . Jenazah yang tidak perlu dimandikan Jenazah yang tidak boleh dimandikan adalah jenazah yang mati syahid di medan pertempuran karena setiap luka atau setetes darah akan semerbak dengan bau wangi pada hari Kiamat[7].Jumhur Ulama atau golongan terbesar dari ulama berpendapat bahwa memandikan mayat muslim. Jenazah orang kafir tidak wajib dimandikan. Orang Yang berhak memandikan Jenazah adalah orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya)[10] Kemudian bapaknya. laki-laki tidak boleh memandikan mayat perempuan kecuali suami atau muhrimnya[9]. a. Hal ini disebabkan bahwa tidak semua jenazah yang ada dapat atau harus dimandikan. Kemudian keluarga terdekat si mayit. Juga berdasarkan firman Allah SWT: “Dan janganlah sekali-kali kamu menyalatkan jenazah salah seorang yang mati diantara mereka. hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerahasian aib atau cacat penyakit yang masih ada di dalam tubuh jenazah tersebut. Ini pernah dilakkan Nabi saw terhadap paman beliau yang kafir [10]. dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya[8]. dan dishalatkan.” Janin yang dibawah usia empat bulan tidak perlu dimandikan. Cukup digali lubang dan dikebumikan. c. hendaklah memandikannya laki-laki pula. Orang Yang Berhak Memandikan Tidak semua orang berhak dalam memandikan jenazah. Berikut 2 hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memandikan jenazah. 4. perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki. dikafani. Tujuan menjaga dan membatasi bagi orang yang ingin memandikan jenazah adalah agar tidak terjadi fitnah yang dapat memalukan keluarga jenazah tersebut.

Maka harus dilakukan beberapa Persiapan. Untuk jenazah putra dari pusar sampai lutut. sedangkan untuk jenazah perempuan dari dada sampai mata kaki. Meja besar atau dipan yang cukup dan kuat serta tahan air untuk tempat meletakkan jenazah ketika dimandikan Handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambut si jenazah. baik dinding maupun atapnya agar aurat dan cela jenazah tidak terlihat. Bersihkan tubuhnya dengan air dan miringkan ke kanan serta ke kiri. b. Seorang suami boleh memandikan jenazah istrinya berdasarkan sabda Nabi saw kepada’Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Tentu tidak ada yang membuatmu gundah. Menutup aurat jenazah dengan handuk besar dan kain. Kapas. Persiapan Sebelum Memandikan Jenazah Sebelum Memandikan jenazah. kapur barus. Bersihkan kotoran dengan cara mengangkat pundak dan kepala sambil menekan perut dan dada Memiringkan ke kanan dan ke kiri sambil ditekan dengan mempergunakan sarung tangan atau kain perca dan disiram berkali-kali agar kotoran hilang. boleh juga menyiapkan air sebanyak tiga ember besar.[15] Siram dari mulai yang kanan anggota wudhu dengan bilangan gasal menggunakan air dan daun bidara. daun bidara. aurat jenzah harus senantiasa agar tidak terlihat . atau wewangian yang lain serta bedak. adapun Halhal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pemandian adalah: • • • • • • • • Masker dan kaos tangan untuk memandikan jenazah agar terhindar dari kuman jika si jenazah memiliki penyakit. Kemudian ibunya lalu anak perempuannya setelah itu keluarga terdekat. akulah yang memandikan jenazahmu” [12] 5. Selama memandikan. kemudian seluruh tubuh jenazah diberi sabun termasuk pada lipatan-lipatan yang ada. usahakan kepala lebih tinggi dari kaki Tempat jenazah harus tertutup. Sabun atau bahan lainnya untuk membersihkan tubuh si jenazah Sampo untuk mengeramasi rambut si jenazah agar bersih dari kuman dan kotoran Air secukupnya untuk proses memandikan.• • Jenazah wanita dimandikan oleh pemegang wasiatnya[11] . Boleh memakai air yang dialiri oleh selang. Proses dan Tata Cara Memandikan Jenazah • • • • • • • • • Meletakkan jenazah diatas dipan atau meja. Basuhlah jenazah sebagaimana cara berwudhu. sebab jika kamu wafat sebelumku. Tata cara Dalam memandikan jenazah a. Dipersiapkan kain kafan tergantung jenis kelamin.

badannya dikeringkan dengan handuk. setelah rambutnya dikeringkan kemudian dipintal menjadi tiga. condong ke belakang. yang mempunyai dua macam cara. b. letakkanlah mayit di tempat kosong. Setelah selesai. Sesudah itu balutlah tangan kiri itu dengan kain atau sarung tangan dan dibasuh kemaluannya dan dubur si mayat. diwajibkan pula tertib antara anggota tubuh yang tiga. utamanya bagian kemaluan. . menekan keras-keras perut si mayat. maka rambut itu harus dikembalikan dan ditanam bersamanya. • Pekerjaan yang pertama-tama dilakukan dalam menyelenggarakan urusan mayit adalah memandikannya.[16] Siramkan pada siraman yang terakhir dengan kapur barus dan miringkan ke kanan dan ke kiri agar air keluar dari mulutnya dan dari lubang yang lain. kemudian dibersihkan pula mulut dan lubang hidungnya lantas diwudhukan seperti wudhu orang yang hidup. Dan jika jenazahnya wanita. karena dikhawatirkan air tersebut menjadi air mudhaf. dan kalau ada yang tercabut.[4] 1. Kepala dan wajah si mayat di basuh dengan sabun atau bisa juga digunakan dengan pembersih lainnya. kemudian siramlah seluruh tubuhnya dengan air secara merata. ketiga dengan aiir murnbi tanpa dicampur apapun. rambut jenazah dikeramas dan disiram agar bersih. diatas tempat yang tinggi. Mayat didudukkan di temapt mandi. air sabun dan air yang bercampur dengan kapur barus. 2. yakni dimulai dengan kepala berikut leher. papan umpamanya. kewmudian ditutup dengan kain yang kering agar auratnya tetap tertutup. Apabila sudah selesai kesemuanya yang terakhir adalah di wudhukan. supaya isinya yang mungkin masih tersisa keluar. sehingga tidak dapat menyucikan. inilah asal najis yang barangkali ada pada tubuh si mayat hilang. Daun bidara dan kapur yang dicampur dengan air itu jangan terlalu banyak. dan ketiga anggota tubuh yang kiri. sedang kepalanya di sandarkan pada tangan kirinya. yaitu cara.[3] Antara tiga kali mandi tersebut. yaitu cara yang sempurna sehingga memenuhi as-sunnah yakni agar orang memandikan mayit melakukan hal-hal berikut : a. Bersihkan segala najis yang ada di badannya. kedua dengan air yang dicapur sedikit kapur kecuali yang mati dalam keadaan ihram.• • • • Kemudian. lalu anggota tubuh yang kanan. asal memenuhi arti mandi yang dengan demikian maka terlepaslah kita dari dosa. maka tidak boleh dicampur dengan kapur . Dilepas rambutnya kalau dia mempunyai rambut yang panjang. kemudian meratakan air ke seluruh tubuh atau sebaiknya tiga kali yaitu dengan air yang bersih. Setiap mayat muslim itu wajib di mandiakn dengan tiga kali . dan tutuplah auratnya dengan kain atau semisalnya. c. pertama dengan air yang dicampur sedikit kapur dan bidara .

DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • Al-Atsari. Jakarta : Rineka cipta. Fiqih Iman Ja`far Shadiq. Jakarta : lentera. karena saya sudah mengetahui lebih jelas lagi tentang cara-cara memandikan mayat. Sisi kanan mayat sebelah depan terlebih dahului. Semarang : CV Asy Syifa`. Di dalam memandikan mayat terlebih dahulu adalah niat. PENUTUP 1. Ahmad. Sumaji. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. Fiqih Sunnah. Fiqih Sunnah. 1992. Sabiq. karena niat adalah bahagian dari ibadah.. (Jakarta : Rineka Cipta. Solo: Tinta Medina. A dan Sudarsono. h 10 [2] Ibrahim Lubis adalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN-SU Medan yang saat ini sedang meyelesaikan tugas akhir yaitu Membuat tesis [3] A. ________________ [1] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. Jawab. 1998 Munir. TT. 1995. Kemudian siramlah tubuhnya sebelah kanan baru sebelah kiri sampai air itu merata dalam tubuhnya. 78 [6] Muhammad Anis Sumaji. Munir dan Sudarsono. Solo: At-Tibyan. Demikianlah isi makalah saya ini dan sebelumnya penulis terlebih dahulu mohon maaf kepada bapak atas kekurangan yang terdapat di dalam makalah saya ini. (Bandung : PT Al-ma`arif. 13-18 [7] Muhammad Anis Sumaji. Shalat Jenazah (TP. Panduan Praktis Pengurusan Jenazah. 2001). Af Idah. 1994. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah belakang. Muqhniyah. Fiqih Imam Ja`far Shadiq. setelah semuanya siap. Muhammad Anis dan Salmah. karena di dalam perutnya itu mungkin masih ada kotoran. hlm. kemudian sisi belakang sebelah kiri. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah kiri. 2001. Dasar-Dasar Agama Islam. Dan saya berterima kasih atas bapak yang sudi memberikan judul ini terhadap saya. hlm. 1992. Abu Hasan Al-Maidani. Bandung : PT Al-ma`arif. barulah kemudian sisi depan sebelah kiri. (Jakarta : Lentera. Shalat Jenazah. Sayyid. lalu mayat tersebut diwudhukan. 2011. Fiqih Syafi`I Sistematis. hlm.d. hlm. Dasar-Dasar Agama Islam. Umar Anshary. C. 1992). 1994). 90 [5] Sayyid Sabiq. 2011 Tohaputra. dengan demikian seluruh tubuhnya bisa di ratai air. hlm. 2011. Semarang: CV Asy Syifa’. Sitanggal. Kesimpulan Di dalam memandikan mayat harus teliti supaya mayat itu tidak membawa kotoran ke hadapan Allah. Al-Qur’an dan Terjemahannya. 22-23 [8] QS At-Taubah-84 . 134 [4] Muhammad Jawab Mughniyah. Perut si mayat harus di tekan. Muhammad. 1995).

135 [10] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. kemudian menganalisanya berdasarkan pemahaman penulis dan juga berdasarkan ulasan pendapat beberapa ulama tentang hadits-hadits tersebut. Munir dan Sudarsono. hlm. maupun motivasi yang ditumbuhkan dari peranan lingkungan sosialnya. Dalam artikel ini akan dibahas perihal motivasi belajar. hlm 10-13 [12] Ibid Makalah Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Oleh: Dr. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah Kitab-Kitab hadits. Pengertian Motivasi Belajar . Motivasi belajar (menuntut ilmu) bagi setiap penuntut ilmu memang dibutuhkan. Op. baik itu motivasi yang datang dari dalam diri sendiri. Shalat Jenazah. Shalat Jenazah. Salah satu faktor yang utama adalah motivasi. buku-buku hasil karya tulis dari beberapa ahli dan sejarawan pendidikan serta ulamaulama hadits. 2001. cit. Adapun pendekatan yang digunakan untuk membahas cakupan materi di artikel ini ialah dengan menggunakan metode analisa hadits. 2001. merangkumnya. Anjuran menuntut ilmu tersebut dibarengi dengan urgennya faktor-faktor pendukung guna makin meningkatkan semangat belajar bagi setiap orang. mencakup: Apa pengertian Motivasi Belajar? Apa Jenis-Jenis Motivasi Belajar? Apa Fungsi Motivasi Belajar? Dan Bagaimana Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam? BAB II PENDAHULUAN A. dapat dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. hlm 10-13 [11] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. Siti Zubaidah. M. Semua ungkapan dalam haditshadits tersebut merupakan dalil-dalil yang dapat menjadi pedoman sebagai alat untuk memotivasi setiap umat Islam untuk terus menuntut ilmu. yakni memilih hadits-hadits yang sesuai dan punya kaitan dengan motivasi belajar/menuntut ilmu.[9] A. bahkan begitu banyak hadits-hadits yang memberikan pemahaman tentang manfaat menuntut ilmu dan perintah yang menganjurkan untuk belajar.Ag BAB I PENDAHULUAN Dalam al-Qur’an dan al-Hadits.

karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. yang ahli dalam bidang studi tertentu. yang berpengetahuan. yaitu motif-motif[6] yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar.[4] Dalam kegiatan belajar. Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah belajar. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi Ekstrinsik. Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari. motivasi[1] adalah dorongan (dengan sokongan morel). Tanpa motivasi. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan. kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan.Secara terminologi. adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Fungsi Motivasi dalam Belajar . b. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik. tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan. C. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. bukan sekedar simbol dan seremonial. motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar. ada 2 jenis motivasi yang mempengaruhi kegiatan belajar seseorang: a.[2] dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai tujuan tertentu.[3] Secara etimologi. tidak mungkin menjadi ahli. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. kegiatan belajar sulit untuk berhasil. Secara umum. Motivasi Intrinsik.[7] Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktifitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar.[5] B.

Mendorong manusia untuk berbuat. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik apabila orangorang Islam tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan fikiran yang sehat. research dan studi.Motivasi merupakan hal yang essensial dalam belajar. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai. maka ia sesungguhnya seorang jahil”. selama ia masih terus belajar. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim[10]” (HR.[11] Tanpa ada pembedaan. Menyeleksi perbuatan. Sangat popular apa yang oleh sementara orang dianggap sebagai hadits Nabi saw yang berbunyi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat!”. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. ada tiga fungsi motivasi:[8] 1. Makin tepat motivasi yang diberikan. Di samping itu. akan makin berhasil pula pelajaran itu. bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan. Menentukan arah perbuatan. guna mencapai tujuan. agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu. apabila ia menyangka bahwa ia sudah serba tahu. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Oleh karena itu pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia.[12] Nabi bersabda: “Seseorang itu dapat dianggap seorang yang alim dan berilmu. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar. juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya. ada juga fungsi-fungsi lain. 2.[9] Dalam belajar (menuntut ilmu).sehubungan dengan hal tersebut. D. Terlepas dari benar . dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan RasulNya. sebagaimana sabdanya: “Dari Anas ra. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. 3. Baihaqi) Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar.

katanya Rasulullah saw bersabda: “Ulama itu pewaris para Nabi”. Ibnu Majah. antara lain: Perbandingan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: “Manusia yang paling dekat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berjihad. hadits Hasan) Juga seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: “Dari Abi Darda’ ra.tidaknya penisbahan ungkapan tersebut kepada Nabi. Abu Dawud. at-Tarmidzi. maka mereka itu memberi petunjuk kepada manusia berdasarkan apa yang dibawa oleh para Rasul.[13] Pendidikan seumur hidup yang dikemukakan ini tentunya tidak hanya terlaksana melalui jalur-jalur formal. Beberapa ungkapan yang dapat menjadi motivasi belajar.[15] Perbedaan antara keduanya. (HR. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’. At-Tarmidzi. tetapi juga jalur informal dan nonformal. atau dengan kata lain pendidikan yang berlangsung seumur hidup menjadi tanggungjawab bersama keluarga. masyarakat. (HR. dan pemerintah. [17] Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Mendorong orang menuntut ilmu dengan janji pemberian beberapa derajat bagi orangorang yang berilmu dan beriman. . di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits: “Dari Abu Umamah ra: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) itu seperti seperti kelebihan saya dari orang yang paling rendah dari para shahabatku”.[16] Di antara derajat yang diperoleh orang yang berilmu itu ialah mereka termasuk pewaris para Nabi. Maksudnya bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: …dan sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintang-bintang yang lain”. Adapun orang-orang yang berilmu. yang jelas ia sejalan dengan konsepsi al-Qur'an tentang keharusan menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan sepanjang hayat. dan Ibnu Hibban) Orang yang beriman dan berilmu itu termasuk orang terdekat kepada derajat para Nabi. dalam al-Hadits akan dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar.[14] Kalau diperhatikan dengan seksama.

Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan pedang-pedang mereka untuk membela apa yang dibawa oleh para Rasul itu”. Status sosial yang sangat terhormat bagi orang-orang yang berilmu itu menjadi motivasi yang kuat bagi orang-orang yang beriman untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Menuntut ilmu itu mengandung nilai jihad yang tinggi.[18] Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw, beliau bersabda: “Pelajarilah ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah takut kepada Allah. Menuntutnya adalah ibadah; mengulang-ulangnya adalah tasbih; pembahasannya adalah jihad; mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu menjadi sedeqah; memberikannya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu itu teman sewaktu sendirian, dan sahabat sewaktu kesepian, …”. (HR. Ibnu Hibban dan Mu’adz) Ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu (dari tiga) amalan yang terus berguna hingga mati.[19] Dasarnya hadits berikut ini: “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Apabila manusia sudah mati, maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh yang mendo’akan”. (HR. Muslim) Selain beberapa point motivasi belajar yang telah dipaparkan tersebut, perlu ditekankan kembali bahwa di antara ajaran Islam yang mengajak masyarakat untuk melahirkan berbagai pemikiran dan karya ilmiah ialah memasyarakatkan pendidikan dan memberantas kebodohan. Kemudian di antara ajaran terpenting untuk mewujudkan suasana ilmiah ialah belajar bahasa asing jika dipandang perlu –khususnya bila pemilik bahasa itu mempunyai ilmu yang harus dipelajari, atau memiliki hikmah yang bisa dipetik manfaatnya– sehingga tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan kelebihan mereka tanpa memahami bahasa mereka. Islam tidak hanya tidak melarang umatnya mempelajari bahasa asing, bahkan menganjurkan mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa merupakan sarana terpenting untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.[20] Demikian beberapa hal mengenai motivasi belajar yang dapat dirangkum berdasarkan penafsiran yang dapat dipahami secara umum dan dianggap bisa mewakili perspektif Islam tentang motivasi dalam menuntut ilmu. Daftar Pustaka dan Footnote

• • • • • • • • • • • • • •

al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974). Ali, Maulana Muhammad, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.). al-Barry, M.D.J., dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996). Dagun, Save M., Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000). Deighton, Lee C., The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press, t.t.). al-Ghazali, Muhammad, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993). Lengrand, Paul, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981). Muhammad, Abubakar, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995). Purwanto MP., M. Ngalim, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994). Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000). Shihab, Quraish, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994). Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993). Syureich, M., Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991). al-Qaradlawi, Yusuf, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997).

______________ [1] Tidak ada kesepakatan umum di antara para ahli psikologi tentang bagaimana “motivasi” dan “faktor-faktor motivasi” seharusnya didefenisikan atau dianalisa secara teoritis. Istilah tersebut secara umum digunakan berkaitan dengan tiga pertanyaan yang saling terkait yang harus dijawab sebelum perilaku dipaparkan untuk menjadi suatu keterangan. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menentukan perubahan-perubahan dalam intensitas perilaku (pada istilah ini masuk dalam kategori perilaku internal, seperti berpikir). Kedua, adalah pertanyaan tentang aturan berperilaku. Perilaku ditentukan bersamaan dengan adanya dorongan eksternal dirasakan melalui alat panca indera dan oleh kondisi-kondisi dalam diri organism. Ketiga, pertanyaan yang berhubungan dengan bantuan perilaku belajar. Semua bentuk belajar memerlukan dua atau lebih rangsangan-rangsangan yang terjadi dalam kesinambungannya. Lebih lanjut baca Lee C. Deighton, The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company dan the Free Press, t.t.), h. 408. [2] M.D.J.al-Barry, dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996), h. 273.

[3] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000), h. 688. [4] M. Ngalim Purwanto MP., Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), h. 104. [5] Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000), h. 73. [6] Motif diartikan sebagai suatu kekuatan atau daya pendorong yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu tindakan. Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 160. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai sutau tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 71. [7] Selanjutnya lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 37, 87-89. [8] Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 83. [9] Muhammad al-Ghazali, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993), h. 445. [10] Kata setiap muslim menunjukkan laki-laki dan perempuan, sementara versi (hadits) yang lain menambahkan dan muslimah. Otoritas (penambahan kata dan muslimah) justru cenderung menjadikan hadits ini dhaif (lemah). Bagaimanapun, hadits tersebut lebih otentik dengan anjuran bagi seluruh muslim, laki-laki dan perempuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Lihat Maulana Muhammad Ali, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.), h. 39. [11] M. Syureich, Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991), h. 46. [12] Muhammad ‘Athiyah al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), h. 44. [13] Selanjutnya lihat Quraish Shihab, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994), h. 178. [14] Baca Paul Lengrand, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981), h. 41-55. [15] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995), h. 221. [16] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 227.

[17] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 228. [18] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 229. [19] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 233. [20] Selanjutnya baca Yusuf al-Qaradlawi, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997), h. 233, 235-236.

Pengembangan Desain Pelatihan untuk Organisasi Kepemudaan
A. Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran adalah satu proses transformasi nilai budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Ada tiga kata kunci dari kalimat di atas, yakni proses, nilai dan generasi. Proses menunjukkan adanya satu kegiatan atau aktivitas, maka dalam pendidikan dan pembelajaran terdapat rangkaian dari berbagai kegiatan tentunya mempunyai tujuan. Kemudian nilai menunjukkan ada sesuatu makna yang dijaga, disimpan dan dipelihara, dan tugas pendidikan adalah mentransformasikan nilai tadi dari satu keadaan kepada keadaan lain dalam arti luas. Dan terakhir adalah generasi ini menggambarkan ada satu masa depan manusia yakni penciptaan alih generasi yang lebih baik sebagaimana yang diinginkan. Dalam pendidikan dan pembelajaran, kegiatannya dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Inti kegiatan pendidikan dan pembelajaran bukan pada tempat atau waktu, atau siapa yang menjadi guru, akan tetapi lebih ditekankan pada adanya satu interaksi antara peserta dengan lingkungan atau sumber belajar, dimana dalam interaksi tersebut sarat dengan makna: proses, nilai dan generasi. Pendidikan luar sekolah merupakan satu alternatif untuk hal ini, menurut Santoso S.H (2003)[1] bahwa peran utama PLS adalah mengembangkan nilai dan sikap percaya diri dan mandiri masyarakat sebagai kekuatan sosial (social forces) untuk menciptakan proses proses demokratis, dinamisasi dan modernisasi. Berkenaan dengan itu, maka kegiatan yang paling luwes dan praktis tentang hal di atas, ditengah tengah masyarakat kita khususnya di dunia kepemudaan disebut dengan pelatihan. Bagaimana merancang atau mendesain pelatihan bagi pemuda secara baik dan tepat, yang dapat bermakna, kemudian apasaja yang dibutuhkan dan dikembangkan, serta bagaimana mengukur keberhasilan dari pelatihan tersebut? Tentu hal ini penting bagi kita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi para pamong belajar, atau kelompok pemuda dalam mengembangkan desain pelatihan, dan akan bermanfaat bagi mereka yang ingin menjadikan pemuda sebagai satu “icon” regenerasi yang baik di masa depan. B. Pendidikan dan Pelatihan

C. salah satunya adalah dengan pendidikan. adalah suatu proses yang sistematik dalam menyusun sistem instruksional yang efektif dan efisien melalui kegiatan pengidentifikasian masalah. pendidikan (education).Pendidikan adalah bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia. jadi hampir sulit untuk memisahkan keduanya. yang dapat kita sebut lembaga pelatihan. pelatihan (training). maka perlu diselenggarakan suatu lembaga dengan kegiatan kegiatan yang memenuhi tuntutan dunia kerja. Atwi Suparman (1997)[5] menjelaskan bahwa. perancangan instruksional. Items might . Pembahasan berikut lebih mengarah pada makna pelatihan sebagai sebuah proses pendidikan alternatif yang banyak dilakukan ditengah tengah masyarakat khususnya kepemudaan. haruslah diselenggarakan bergandengan dengan sitem pendidikan yang ada. dan pengembangan (development).Dalam desain terdapat berbagai informasi tentang data dan keterangan sebuah kegiatan. Lembaga tersebut.Siswanto (2003)[4] pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat. juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. untuk itu George (2000)[6] mendefinisikan pengertian Desain Document sebagai berikut. maka pada sistem birokrasi di Indonesia terdapat satu unit kegiatan pendidikan dan latihan disingkat “diklat”. Menurut HAR. pelatihan dan ketenagakerjaan. pelatihan dan pengembangan. dan tidak membebaskan pendidikan dalam mutu tenaga kerja yang diperlukan. pengembangan strategi kegiatan. tahapan dan strategi instruksional secara keseluruhan untuk disajikan melalui masing masing komponen sistem instruksional dari satu sistem instruksional atau produk instruksional secara lengkap. a conceptual report that gives all those involved in the development of a training program a picture of the overall course design. Banyak hal yang dapat dilakukan orang untuk melakukan investasi bagi sumber daya mansia di masa depan. atau perencanaan instruksional. Desain Pelatihan Desain berasal dari kata “designe” dapat diartikan sebagai fatron. desain Instruksional. Lebih spesifik lagi “design criteria”: adalah satu rincian diskripsi pengajaran tertulis secara lengkap yang dipakai untuk mengembangkan komponen sistem instruksional yang mencakup setiap kejadian kegiatan. maupun pada tujuan yang ditetapkan. pengembangan instruksional. pengelolaan proses. Sedangkan menurut B. Pengembangan sumber daya manusia menurut Abi Sujak (1990)[2] dapat dilakukan dengan tiga hal yakni. dan dalam pelatihan di dalamnya ada proses pendidikan.Tilaar (1997)[3] bahwa terdapat hubungan antara pendidikan. adalah proses menspesifikasi kondisi belajar. Design (desain). rancangan pola atau kisi kisi kegiatan yang akan dilaksanakan. dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. Masing masing kegiatan tersebut tentu memiliki karakteristik tersendiri yang dengannya menjadi satu kekuatan untuk mengembangkan sumber daya manusia baik pada karakteristik input kegiatan. pendidikan ikut mempersiapkan dasar dasar yang diperlukan oleh dunia kerja. Dimana. Dalam pendidikan kadang terdapat kegiatan latihan. pengembangan dan pengevaluasian. Berkenaan dengan hal di atas.

7) Menyiapkan peserta pelatihan melalui prosedur seleksi tertentu. (8) Penyusunan program pelaksanaan. (2) Keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan dan latihan. Ada tiga hal yang menjadi elemen penting dalam desain pelatihan yakni. yaitu keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan terminal. input. yaitu (1) identifikasi tujuan terminal. content outline. yang terdiri dari perangkat keterampilan dan pengetahuan tertentu. an evaluation plan. Walter Dick & Low Carey (1990)[8] merancang sistem instruksional melalui beberapa tahap. course objectives. (5) Penyusunan bahan pelajaran yang benar benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. dan sistematik. sebagaimana dapat dilihat pada kutipan berikut: 1) Menetapkan klasifikasi pekerjaan. (7) Penentuan teknik dan metode pengajaran. 4) Menetapkan metode dan tempat penyelenggaraan pelatihan dan materi pelatihan. (6) pengembangan strategi instruksional yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan khusus tersebut.Siagian (1987)[7] Komponen utama dari suatu siklus pendidikan dan latihan adalah: (1) Analisa kebutuhan pendidikan dan latihan. an audience profile. and visual motif. yang didasarkan atas analisis pekerjaan. Sementara itu Sondang P. Kemudian yang terakhir adalah output dalam hal ini penetapan . (3) Seleksi peserta. media serta strategi sekaligus penetapan tujuan pelatihan yang akan dicapai. (4) Penyusunan program. Sementara itu Oemar Hamalik (2001)[9] menjelaskan tentang tahap tahap penyusunan program pelatihan mempunyai langkah langkah yang lebih rinci. tujuan yang akan dicapai dari pelatihan. (2) analisis instruksional. 5) Review program pelatihan dengan mengikutsertakan pengawasan dan manajemen puncak. a course map. Sementara proses adalah upaya pengembangan pengeloalan pelatihan baik strategi. dan 8) Mengembangkan prosedur penilaian (evaluasi) dan tindak lanjut. baik yang sifatnya kurikuler maupun ekstra kurikuler. (7) penentuan materi/bahan yang akan diberikan. 6) Mempersiapkan para pelatih (instruktur). rinci. metode. teknik. (6) Seleksi pengajar. (5) pengembangan alat ukur keberhasilan belajar peserta. dan (9) revisi apabila diperlukan.include a mission statement. Input dapat dikembangkan dengan menata karakteristik calon peserta pelatihan. Pelatihan sebagai sebuah sistem sama halnya dengan pembelajaran. (9) Penyelengaraan dan. pengembangan media dan lain sebagainya. proses dan out put. 3) Penyiapan program pelatihan secara jelas. kemudian menyusun suatu deskripsi pekerjaan lengkap dengan tugas tugas secara rinci. 2) Identifikasi kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. dimana analisis terhadap karakteristik awal calon peserta merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. (10) Evaluasi hasil kegiatan pendidikan dan latihan. (8) pelaksanaan evaluasi formatif melalui uji coba perorangan dan skala kecil serta besar. kemudian pemilihan materi. (3) identifikasi karakteristik peserta dan kemampuan awal peserta.

maka ditata kegiatan yang dapat merubah watak dan karakter warga belajar. dan instrukturnya. Pengembangan Desain Pelatihan Pengembangan desain ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk praktis bagi para pamong belajar dan pemuda di tengah tengah masyarakat dalam hal melakukan satu analisis mengapa perlu dilakukan kegiatan pelatihan. diantara karaktersitik desain tersebut adalah. D. dan pemuda di daerah pedesaan dan untuk merencanakan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam menyusun desain pelatihan didalamnya terkait dengan sistem serta bahan ajar yang akan disampaikan. dan (5) evaluasi. jadwal pelatihan mencakup waktu dan tempat penyelenggaraan pelatihan. jika menginginkan pelatihan dilaksanakan ing-griya/in-house training maka harus dipersiapkan beberapa orang manajer dari berbagai latar belakang ilmu. (b) deskriptif. mengelola dan sekaligus mengevaluasinya. (c) sistematis. (2) pemilihan metode pelatihan secara tepat merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah pelatihan. yaitu meliputi sistem pelatihannya itu sendiri. artinya dengan desain seseorang dapat memperhitungkan tentang keberhasilan yang akan dicapai sebuah kegiatan. artinya mampu mengabstraksikan seluruh rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah kegiatan. bagaimana merancang. karena inilah salah satu tujuan dari pendidikan luar sekolah. begitu juga strategi dan cara penyampaian materi dan bahkan evaluasi dari kegiatan. maka Philip H. artinya terdapat rangkaian yang menghubungkan antar komponen. Desain yang baik tentu mempunyai karakteristik yang mampu menggambarkan rancangan sebuah kegiatan. (3) penyusunan jadwal. Sementara itu Satmoko dan Soejitno (2004)[13] sebuah desain pelatihan paling tidak harus menggambarkan lima hal yakni: (1) tujuan pelatihan harus ditetapkan dengan cermat. Dari bahan belajar ini.Coombs (1973)[10] menjelaskan untuk mengukur kebutuhan pendidikan anak anak. (d) prediktif. serta peyesuaian dengan karakteristik peserta didik. (4) instruktur yang berkualitas. antar kegiatan dalam mencapai sebuah tujuan baik tujuan utama maupun tujuan terminal. durasi pelatihan. pertama tama kita harus memiliki kejelasan dan konsepsi yang realistik tentang kebutuhan belajar penting minimum.sistem evaluasi yang akurat akan sangat menentukan desain pelatihan yang mampu mengembangkan nilai apa yang diinginkan oleh pelatihan tersebut. Perubahan pada peserta belajar ini memang sangat penting karena indikator terjadinya proses belajar adalah adanya perubahan. (a) obyektif artinya mampu menggambarkan apa yang akan menjadi tujuan kegiatan. untuk apa orang dilatih. Sebuah desain yang baik memuat berbagai unsur pembelajaran yakni rancangan materi atau bahan ajar yang akan dikembangkan dalam kegiatan. sarana dan prasarana. Dalam hal mengembangkan bahan ajar. Maka langkah praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: . materi atau silabus.

pemerintahan setempat atau juga mengobservasi langsung terhadap apa yang diinginkan masyarakat tentang dunia kepemudaan. Untuk itu maka dalam merancang pelatihan pertama sekali harus didaftar apa yang menjadi masalah. a. Kebutuhan individu Perancangan program pelatihan didahului oleh analisis kebutuhan[14]. Mengidentifiaksi kebutuhan a. (2) adanya hubungan antar komponen khususnya antara strategi instruksional dengan keluaran yang diharapkan. Menetapkan tujuan pelatihan. Jadi dengan membaca visi dan misi serta tujuan organisasi akan tampak apa yang dibutuhkan dalam kegiatan pelatihan. Biasanya kebutuhan organisasi.1. bahwa untuk melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan seyogyanya memang berdasarkan pada visi dan misi corporate plan yang didalamnya terdapat carrier planning. Kebutuhan organisasi Menurut Satmoko dan Soejitno Irmim (2004)[15]. bila ingin melakukan kegiatan pelatihan. Apa yang diinginkan oleh organisasi atau lembaga dapat dicantumkan dalam mata ajar agar peserta dapat mencapai kualifikasi yang diinginkan. b. c. Tujuan lembaga Pelatihan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau organisasi kepemudaan maka harus menjadikan tujuan lembaga sebagai satu bagian dalam kurikulumnya. (3) merupakan suatu proses yang bersifat empirik dan dapat diulang kembali. mengamati atau juga angket dan lain sebagainya. Perancangan program pelatihan sebagai suatu sistem instruksional harus dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan sistem dengan alasan bahwa cara ini akan memberikan hasil yang efektif karena: (1) diketahui dengan jelas apa yang akan dapat dilakukan oleh peserta setelah mengikuti program tersebut. 2. Kegiatan pelatihan ada yang diselenggarakan oleh organisasi. atau lembaga akan menjadi yang utama karena dari tujuan organisasi inilah dilihat apa yang menjadi kebutuhan atau kualifikasi individu. Untuk mengetahui hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat para tokoh masyarakat. pendataan ini dapat dilakukan dengan cara mewawancarai. Kebutuhan masyarakat Pemuda adalah bagian dari masyarakat. kebutuhan serta keinginan praktis dari kondisi pemuda kita. maka tujuan pelatihan harus terkait dengan apa yang diinginkan masyarakat terhadap pemuda. b. Tujuan peserta . lembaga dan lain sebagainya.

Gagasan kejadian kejadian yang terjadi dalam cerita berasal dari penulis kurikulum. kejadian dan keadaan keadan mengandung masalah. Untuk ini maka para perancang pelatihan harus dapat membuat daftar kompetensi atau tujuan tujuan praktis yang dapat dicapai oleh peserta khususnya dapat diperoleh secara individual. pengetahuan atau sikap tertentu. and attitude are naturade. Sebenarnya tujuan tidak perlu muluk muluk. Davis (1998)[16] “Training is the process through which skills are development. (2) pendekatan pemecahan masalah. dan (4) pendekatan ekspresif/perwujudan. Bagi pelatihan di kalangan pemuda juga harus ditetapkan apakah pelatihan sampai sebatas penyadaran sikap. dalam hal ini pelatih memberikan bahan bahan mentah yang dapat dipergunakan oleh para warga belajar untuk menciptakan dan menceriterakan ceritera. apakah itu perubahan pada peningkatan pengetahuan. pembentukan kepribadian. pokok masalah atau persoalan tertentu. Dengan kata lain pelatihan merupakan salah satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. yakni pelatih memberikan informasi dan keterampilan biasanya dengan kuliah dan penggunaan latihan latihan. Dapat diterjemahkan bahwa pelatihan maksudnya adalah proses untuk mengembangkan keterampilan peserta. maupun peningkatan keterampilan. in order to help individuals to become more effective and efficient in their work. Menetapkan tujuan pembelajaran Dalam hal menetapkan tujuan pelatihan Jewel LN (1998)[17] menjelaskan bahwa pelatihan terdiri dari program program yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pada level individu. kelompok atau organisasi kinerja yang menyiratkan bahwa terdapat perubahan yang dapat diukur dengan pengetahuan. 4. (3) pendekatan proyektif.Pelatihan dapat diterjemahkan sebagai satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. Menetapkan strategi dan metode pelatihan Srinivasan (1997)[18] memberikan empat strategi pendekatan yakni: (1) pendekatan informasional. 3. yaitu pelatih memberikan suatu ceritera terbuka atau ceritera bergambar dengan kejadian kejadian yang mengikuti suatu urutan tertentu. information is provided. atau peningkatan keterampilan. Pamong belajar atau perancang pelatihan tentu akan menetapkan strategi dan metode pelatihan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. pengetahuan atau sikap tertentu. menyediakan informasi. yakni pelatih memberikan suatu rangsangan berbentuk gambar dan menghidupkan diskusi mengenai suatu gagasan.Davis & Adelaide B. yang lebih utama adalah sesuai dengan kebutuhan apa paling mendesak bagi dunia kepemudaan setempat. Sementara itu menurut James R. dan membentuk sikap agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. bila tujuan materi adalah agar peserta . Bahan mentah ini mencakup antara lain gambar gambar tanpa urutan tertentu dan gambar gambar tunggal yang dapat bergerak (fleksifan). sikap atau perilaku sosial. perbaikan sikap.

maka ini leibh bersifat penyampaikan informasi. (2) kontrol atas ketentuan pelatihan dan (3) intervensi kedalam proses organisasi yang mempengaruhi pelatihan. Dalam hal mengembangkan evaluasi ini. Inti dari kegiatan pelatihan tiada lain adalah adanya satu kesadaran bahwa sebuah generasi harus diteruskan. (3) untuk mengetahui tingkat usaha yang telah dilakukan para peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan. Maka berhasil merencanakan itu berarti merencanakan keberhasilan. begitu juga sebaliknya gagal merencanakan itu berarti merencanakan kegagalan. Evaluasi atau penilaian pada prinsipnya adalah memberi makna apa yang telah terjadi baik hasil akhir dari kegiatan pelatihan maupun juga proses yang terjadi pada pelatihan.Siswanto (2003)[20] evaluasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan yakni. Penutup Tulisan ini adalah satu usaha untuk memberikan panduan praktis bagi para perancang pelatihan di tingkat organisasi kepemudaan di masyarakat bawah. seorang pamong belajar atau para pemuda yang ingin mengembangkan desain pelatihan memang harus belajar lebih banyak tentang kegiatan evalusi. namun bila menitik beratkan pada aspek perubahan sikap maka yang dilakukan adalah pendekatan proyektif dan sterusnya. Menurut B. itu semua akan sukses bila didesain dengan tepat dan benar. E. (2) untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta dalam kelompoknya. dan nilai harus dipelihara dan dipertahankan dan proses transformasi harus dilakukan secara profesional. Inilah kata akhir dari betapa pentingnya desain pelatihan bagi organisasi kepemudaan. karena dunia pelatihan terus maju dan berkembang seiring dengan kompleksnya persoalan pengembangan sumber daya manusia. Pada prinsipnya strategi dan metode dipilih adalah sesuai dengan tujuan dari materi yang dikembangkan. (4) untuk mengetahui sampai seberapa jauh para peserta telah merealisasikan kapasitasnya menjadi suatu achievement melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan.mempunyai peningkatan pengetahuan. (1) umpan balik. Untuk itu maka kegiatan pelatihan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan evaluasi pelatihan yang terencana sejak awal kegiatan. PENGEMBANGAN DESAIN PELATIHAN UNTUK ORGANISASI KEPEMUDAAN Oleh Mardianto. dan (5) untuk mengetahui efisiensi metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan.Pd . M. Tentu masih banyak bagian lain yang dapat dikembangkan lagi. Desain pelatihan adalah proses kegiatan perancangan atau perencanaan. 5. untuk mengetahui efektifitas kegiatan pelatihan. Evaluasi dan umpan balik Menurut Agus Suryana (2004)[19]terdapat tiga fungsi utama dari evaluasi dan umpan balik dalam kegiatan pelatihan yakni. (1) untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh peserta dalam suatu periode proses belajar mengajar tertentu.

1977. Psikologi Industri/Organisasi Modern. Council for Educational Development. Jakarta. Lira. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Knowles & Malcolm S. Jakarta: Seyma Media.Jewel & Siegall Marc. Effective Training Strategies. Dick. Houston: Gulf Publishing Company. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. Soedomo. 2004. Oemar. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. Sondang P. Hamalik. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Gunung Agung.A. Jakarta: Progres. James R & Davis Adelaide B. Jakarta: Grasindo. Srinivasan. Kepemimpinan Manajer. 1987. Jakarta: Bumi Aksara.B. Davis. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. Jakarta: Dirjen Dikti.Daftar Bacaan Coombs. Suparman. Siagian. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. 1998. Jakarta: Rajawali. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. New York:Wold Education. 2003 Satmoko dan Soejitno Irmim. 2000. The Systematic Design of Instruction. Suryana. George M. Tilaar H. Siswanto. 1990. New Paths to Learning For Rural Children and Youth. Dirjen Dikti P2LPTK. Jakarta: Arcan. L. Desain Instruksional. 1986. Atwi. Philip H. 1989 Sujak. 1997. Community and National Development. Abi. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. USA: Omtermatopma. Rapid Instructional Design. 1973. Walter & Carey.N. 1998. Piskurich. 2001. 1990. Sastrohadiwiryo. Agus.R. Low.1999 . New York: Harper Collins Publisher. Pengembangan Sumber Daya Insani. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. 2004. San Francisco: Josse Bass Peiffer. M. The Adult Learner: a Neglected Species.

[13] Satmoko dan Soejitno Irmim. [6] George M. [9] Oemar Hamalik.38. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. (Jakarta: Grasindo. Dirjen Dikti P2LPTK.R. Kepemimpinan Manajer (Jakarta: Rajawali. 1997). Pengembangan Sumber Daya Insani (Jakarta: Gunung Agung. p. Omtermatopma. Tilaar.200. New Paths to Learning For Rural Children and Youth (USA. Gulf Publishing Company. 241.A. (Jakarta: Bumi Aksara. p. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. (Jakarta: Bumi Aksara. 1990). p. [14] Beberapa tokoh desain instruksional menjabarkan bahwa untuk merancang satu kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan harus diawali dari adanya analisis kebutuhan para peserta. 2003). Pengembangan Sumber Daya Manusia.Soedomo. [4] B. (Jakarta:Dirjen Dikti. p.218. [10] Philip H. Council for Educational Development. 1990).12.________________________ [1] Santoso S.1997). p. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. [3] H. p. 1986). p. [7] Sondang P. materi yang akan diberikan serta strategi dan metode apa yang harus diterapkan dan terakhir adalah apa alat . (Jakarta: Direktorat Tenaga TeknisDirjen Diklusepa. dalam VISI.254. [8] Walter Dick & Low Carey. Desain Instruksional. dengan dasar inilah maka disusun tujuan kegiatan. (Jakarta. 1973). 2001).27-28.150. Malcolm S. 1987).Siswanto Sastrohadiwiryo. Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Pengentasan Kemiskinan. 2003). [12] Gambar diadaptasi dari M. 2000). edisi No.90. p. 2004). Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat. Coombs.15/TH.Hamijoyo. Rapid Instructional Design. [2] Abi Sujak. (Jakarta: Seyma Media. p.5. [11] Knowles. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Siagian.XI/2003. p. The Systematic Design of Instruction (New York: Harper Collins Publ. The Adult Learner: a Neglected Species (Houston. (San Francisco: Josse Bass Pfeiffer. 1989).Piskurich. [5] Atwi Suparman.

Op. mengelola.220. 1998). Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. tokoh tokoh tersebut diantaranya adalah Dick & Carey. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. (2) beberapa hambatan yang dihadapi adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. Metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif menggunakan siklus yang terdiri dari. 1976. p. (New York:Wold Education. kemudian mampu merancang. tindakan. Morrison.N & Siegall Marc. (Jakarta: Seyma Media. 1990. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara bertujuan memberikan keterampilan mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. untuk jenis materi. 1971. 2004). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi.evaluasi untuk mengukur keberhasilannya. [19] Agus Suryana. Psikologi Industri/Organisasi Modern (Jakarta: Arcan. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. (Jakarta: Progres. [15] Satmoko dan Soejitno Irmim. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. Tracey. pengumpulan data dengan observasi partisipatif selama tindakandan dokumen hasil kerja mahasiswa. 1998). [18] Srinivasan Lira. cit. 169. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. 2004). Untuk itu strategi perkuliahan yang dilakukan dikembangkan dengan cara menggali pengalaman mahasiswa untuk dijadikan bagian dari proses pembelajaran. Dalam hal mengembangkan pembelajaran mahasiswa dituntut menguasai teori serta praktek berbagai strategi dan metode pembelajaran. p. [20] B. p. p.16 [16] James R Davis & Davis Adelaide B. keberanian mengungkap masalah. observasi dan refleksi ini diterapkan pada mahasiswa sebanyak 32 orang pada mata kuliah Strategi Pembelajaran untuk delapan kali pertemuan pada tahun ajaran 2006-2007. Community and National Development. rencana.44. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode . Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan.Siswanto. Effective Training Strategies (San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc.12. [17] Jewel L. 1977).70-71. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. p. p.

pengelolaan yang profesional dan orientasi yang terapan. dan bahkan strategi pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda dari sebelumnya. menguasai pengetahuan agama Islam serta cabang cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam dan keguruan.metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan. pertama menguasai dasar dasar ilmu pendidikan agar tetap mempunyai komitmen dalam dunia pendidikan. Program S1 Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan dilingkungan IAIN Sumatera Utara memberikan media bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mendidik. Bagi para pendidik. Untuk itulah fungsi fungsi akademik terus diarahkan dalam rangka memberi pelayanan yang fungsional. Caranya adalah dengan. Dalam Program S1 Pendidikan Agama Islam ini. mengembangkan dan mengevaluasi pendidikan terlebih strategi penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. perubahan dan perkembangan harus dijadikan tantangan sekaligus peluang. brain. birokrat. namun instrumen atau ilmu pendidikan yang memberikan keterampilan untuk itu tidak memadai dan bahkan tidak dimiliki. ilmu pendidikan dan pelatihan dan lainnya. Semua bertujuan untuk memberikan kompetensi mendidik yang profesional dan handal. ilmu komunikasi. ilmu ilmu lain seperti. fakultas Tarbiyah memberikan dasar dasar keilmuan dalam hal pendidikan. keterampilan dalam merancang. tujuan pendidikan. teknologi informatika. Dikalangan ilmuan. dimana perubahan dan pergeseran pada peran pendidik. karena hal ini sesuai dengan tujuan dari fakultas keguruan di IAIN Sumatera Utara. kedua menguasai teknologi pendidikan agar tetap terampil dalam mengembangkan instrumen pendidikan. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUMATERA UTARA Oleh Mardianto Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran kini sedang mengalami revolusi yang sangat dahsyat. ketiga partisipasi dalam bidang profesi pendidikan. Tujuan dari fakultas Tarbiyah adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlaq mulia. Ini artinya program Tarbiyah kedepan selalu memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat khususnya dalam bidang kependidikan dan keguruan. dan profesi lain sebagian mereka ingin menyampaikan ilmunya dan atau bahkan ingin menjadi pendidik. agar tetap mendapat akses terhadap kemajuan pendidikan. mengelola. bila ingin tetap menjadi pendidik ulung atau pengajar yang profesional. . Perubahan itu dipicu oleh adanya temua temuan baru dalam bidang pendidikan.

dan (4) keahlian keahlian riset (Jogiyanto. (3) Mengelola dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam perkuliahan Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. (2) keahlian keahlian di dunia nyata. Wisdom tidak dapat diceriterakan(Gragg:1940). a method of instruction in swhich students and instructors participate in direct discussion of bussiness cases or problems (Leenders dan Erskine:1978). yaitu (1) penemuan discovery. dan Mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Sementara itu menurut (Corey:1980) pembelajaran metode kasus dapat menyediakan elemen eleman dari pembelajaran yang efektif. Untuk pembelajaran sselama ini studi kasus juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan: (1) keahlian keahlian bekerja secara grup. Salah satu definisi metode kasus adalah. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah.Pelaksanaan Program S1 Pendidikan Agama Islam ini adalah memberikan kompetensi seorang menjadi tenaga kependidikan yang dapat diterapkan untuk berbagai lembaga pendidikan baik umum maupun swasta. Padahal pada umumnya mahasiswa peserta akta IV adalah mereka yang selama ini telah mengajar dan memiliki pengalaman dalam kegiatan pembelajaran di ingkungan kerjanya. (3) untuk mendeskrpsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitas perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan diterapkannya pendekatan metode kasus. (3) keahlian keahlian berkomunikasi. Pengamatan penulis menunjukkan bahwa dosen pada Program S1 Pendidikan Agama Islam belum banyak menunjukkan krativitas dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran khususnya yang lebih kontekstual. 2006). (4) perbedaan dan pembandingan contrast and comparison. Secara khusus peserta diharapkan dapat: (1) Memiliki wawasan tentang kompetensi seorang pendidik. mengelola. pendidikan dan pelatihan dan lembaga pendidikan lainnya. Diakhir Program S1 Pendidikan Agama Islam ini peserta diharapkan dapat mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. kemudian mampu merancang. (5) keterlibatan involvement dan (6) motivasi motivation. (2) Merancang kegiatan pembelajaran. baik pada jenis pendidikan keagamaan. menciptakan dan menggunakan metode kasus serta . Mengembangkan pembelajaran dengan mengangkat berbagai pengalaman yang dimiliki mahasiswa salah satu diantaranya adalah dengan metode kasus atau biasa disebut dengan case study. Pembelajaran dengan metode kasus memungkinkan mentransfer managerial wisdom ke dalam ruang kelas. (2) investigasi probing. (3) latihan berkelanjutan continual practice. Metode kasus adalah suatu metode instruksi yang mana mahasiswa dan instruktor berpartisipasi di diskusi langsung tenang kasus kasus atau permasalahan permasalahan yang ada di lapangan. (2) untuk mendeskripsikan efktivitas penggunaan model pembelajaran berbasis kasus untuk perkuliahan Strategi Pembelajaran. up to date dan aktual. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah: (1) bagi dosen untuk dapat mengembangkan kemampuan merencanakan. Pendidikan biasanya hanya mentransfer knowledge bukan wisdom atau judgment.

(2) bagi penyelenggara Program S1 Pendidikan Agama Islam sebagai masukan dalam membina dan mengelola program peningkatan kualitas pendidikan. (c) identifikasi permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Strategi Pemblajaran. (2) pelakanaan tindakan. (3) observasi. dan (4) refleksi (Kemmis & Taggart:1989). untuk mempelajari materi strategi pembelajaran kelas kecil dengan mengangkat kasus jumlah dan kemampuan siswa yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar. Artinya bahwa semakin banyak siklus dilakukan diharapkan semakin meningkat perubahan atau pencapaian hasil. (2) siklus II. Kegiatannya dilakukan dengan (1) rencana tindakan. (3) bagi peneliti lain untuk menjadi masukan bahwa penelitian tindakan kelas yang sederhana praktis dan fungsional dapat lebih bermanfaat bagi dosen baik untuk peningkatan kualitas hasil pemblajaran bagi mahasiswanya maupun masukan bagi peningkatan proses pembelajaran. Rancangan penelitian tindakan kelas yang dipilih yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang ulang dan berkelanjutan (siklus spiral). untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. Hasil observasi dan dokumentasi tersebut dideskripsikan sesuai dengan tujuan . Sesuai dengan model siklus tersebut maka langkah kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: (a) permintaan ijin penelitian. (4) siklus IV. Mengenai siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan adalah: (1) siklus I. (3) siklus III.1 Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan rancangan pembelajaran. Tujuan materi ini adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan ketersediaan sumber dan media di satu kelas. (a) observasi dengan partisipasi selama tindakan kelas berlangsung di kelas Program S1 Pendidikan Agama Islam dan (b) dokumentasi hasil peragaan strategi pembelajaran yang dikembangkan di kelas.pengalamannya dalam penelitian tindakan kelas. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil. dan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkan teknik pemantauan. (d) merumuskan spesifikasi media desain dan model pembelajaran dengan metode kasus . untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan sumber dan media yang tersedia. untuk pembelajaran materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. Tujuan materi adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan pilihan pilihan strategi pembelajaran dengan pertimbangan materi apa yang akan diajarkan. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yakni. (b) observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal pelaskanaan pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan obyek adalah sebanyak 32 orang mahasiswa pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Angkatan XVI pada tahun ajaran 2006-2007. (e) melakukan kolaborasi dengan pengelola Program S1 Pendidikan Agama Islam dan program S.

Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas maka terdapat beberapa perbedaan dari satu siklus kesiklus berikutnya. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang.penelitian. Hasil yang ditampakkan adalah mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar dengan tampilan. Hasil Penelitian Pada saat kondisi awal perkuliahan Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara terdapat beberapa gejala yang memperlihatkan sebagai berikut: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. Siklus I. (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. (4) terdapat beberapa keterbatasan informasi tentang latar belakang mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan maupun pertimbangan bagi dosen untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran. 20 % menyiapkan tugasnya namun belum lengkap dan 40 % mahasiswa tidak menyiapkan tugasnya. Siklus ke II. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian kecil dipraktekkan di kelas. (c) dapat mempraktekkan metode mengajar di kelas besar secara langsung. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keenam dan ketujuh materi strategi yang diusung adalah mengangkat kasus kelas kecil sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Hambatan yang dihadapi adalah bahwa mahasiswa belum tahu maksud tugas secara umum. Hambatan yang diketahui adalah mahasiswa belum terampil . kemudian komponen komponen yang harus dimasukkan perencanaan pembelajaran. Hasil yang ditampakkan mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil dengan tampilan. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan plihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas kecil. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keempat dan kelima materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. (c) dapat mempratekkan meode mengajar di kelas kecil secara langsung. 20 % menyelesaikan tugas tetapi belum sempurna. Dari sebanyak 32 orang mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti 40% menyiapkan tugasnya secara benar. 20 % diantara mereka terlambat mengumpulkan tugasnya. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas besar. Dari jumlah 32 jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka naik 60 % mereka dapat menyelesaikan tugas secara benar. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas kecil. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas besar.

(c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan sumber dan media yang dirancang. atau terlalu luasnya materi. sementara 5 % dari mreka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. Siklus III. Dari jumlah mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 80 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. Pembahasan Dari identifikasi kondisi awal sistem perkuliahan selama ini untuk mata kuliah Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. dan 15 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang dibeikan.mendeskripsikan masalah yang terjadi selama ini di lingkungan kerjanya khususnya yang terkait dengan metode mengajar. Hambatan yang dialami adalah mahasiswa memang masih belum menguasai sepenuhnya jenis. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan materi yang diajarkan. Siklus IV. Dari jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 75 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. Hasil yang ditampakkan mahasiswa adalah. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk jenis materi tertentu. Hambatan yang dialami mahasiswa adalah karena banyaknya tugas yang sedang dikerjakan. bentuk serta macam macam materi yang menjadi pertimbnagan dalam pemilihan metode. (b) dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan pilhan metode yang tepat untuk pembelajaran yang didasarkan pada sumber dan media yang tersedia. sementara 20 % dari mereka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. perkuliahan dilakukan pada pertemuan kesembilan dan kesepuluh sementara materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. perkuliahan dilakukan pada pertemuan sebelas dan dua belas sementara itu materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode mengajar berdasarkan sumber dan media yang tersedia. terkait dengan mata kuliah lain dimana mereka juga harus menyelesaikannya untuk saat yang sama. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian dipraktekkan di kelas. (3) hambatan yang . Hasil yang ditammpakkan mahasiswa adalah: (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk mensiasati sumber dan media tertentu dan terbatas. dan 5 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang diberikan. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran pada materi tertentu.

dengan tugas dimana mahasiswa harus dapat menuangkan pilihan metode dalam bentuk prencanaan pembelajaran maka mereka akan menggunakan keterampilan mata kuliah lain untuk menyelesaikan tugas. Kemudian membaca buku teks untuk mendalami teori teori yang mendukung kesimpulan pilihan metode yang dikembangkan. koordinasi dan pengembangan yang sistematis dan tepat sasaran. Dari tindakan kelas yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan mengarah pada peningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menguasai hasil belajar Strategi Pembelajaran. salah satunya adalah masih ada sebagian mahasiswa merasa tabu atau pantang untuk mengungkap masalah yang ada di lingkungan sekolahnya sehingga sebagian mereka hanya mengangkat kasus fiktif atau cerita belaka. 1) model pembelajaran dengan metode kasus untuk mata kuliah Strataegi Pembelajaran dapat dikembangkan dan berhasil secara efektif. (4) hambatan dalam pengembangan metode kasus tentunya juga banyak dihadapi. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. kemudian mendeskripsikan dan mencari jalan keluarnya kesemuanya ditulis dan dipresentasekan atau didiskusikan dideapan kelas. kelas kecil. diungkap dan direfleksikan serta dicari solusinya. (3) keterampilan dan keberanian. jumlah siswa serta ketersediaan sumbe dan media diminta dari mahasiswa untuk mengungkap apa yang mereka alami dari lingkungan kerja selama ini. pada saat yang sama mata kuliah perencanaan pembelajaran juga sedang diajarkan. pemilihan metode mengajar dengan pertimbangan kelas besar. dan begitu juga sebaliknya. pembelajaran dengan metode kasus membuat banyak tugas diawali dari kemampuan mahasiswa dalam melihat kasus yang ada di sekitar sekolahnya. Dengan demikian keterampilan dan keberanian mahasiswa muncul dengan sendirinya akibat dari metode kasus yang dikembangkan. kemudian apa pendapat dan pengalaman mereka merasa dihargai oleh orang lain. diperoleh kesimpulan tentang perkuliahan mata kuliah Strategi Pembelajaran pada mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan dalam hal berikut: (1) penguasaan materi. Bahkan jalan keluar yang ditawarkan harus dapat didemonstrasikan di depan kelas. (2) singkronisasi antar materi mata kuliah. Hal ini sangat mendukung bagi upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dituntut dari mata kuliah strategi pembelajaran. Apabila dilaksanakan dengan perencanaan. (2) Penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi mata kuliah Strategi Pembelajaran yakni. untuk . pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. kemudian karena belajar dari pengalaman. Dengan cara seperti itu mahasiswa memiliki pengetahuan dan ingatan yang kuat. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama beberapa waktu.ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. sehingga bagian tertentu dari kasus yang unik justru tertinggal. Sementara itu hambatan pada dosen yang menerapkan adalah mengorganisasi waktu yang terbatas kadang tidak dapat menampilkan semua kasus yang dimunculkan oleh mahasiswa.

Nyoman Sudana. Daftar Pustaka Corey ER. Pedoman Penyelenggaraan Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. 1981. Jakarta: KaruniaUT. 1996. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPGSD McNiff Jean. Strategi Belajar Mengajar.H. 1940.jenis materi. Instructional Media and Technologies for Learning. Boston: Harvard Publisher Heinich R. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPLPTK. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Wiryawan Sri Anitah dan Noorhadi. 1996. 2006. (3) beberapa hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. keberanian mengungkap masalah. New York: Mac Millan. Jonnasen. Boston: Harvard Publishing. Little Media. Hand book of Research for Educational Communication and Technology. Beverly Hills. Sage. Filosofi. . kecerdasan. Hakikat pembelajaran yang efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Schramm Wilbur. 1999. et all. Kasbolah ES. ketekunan. 1990. Kasihani. 1980. 2006. Jogiyanto HM. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. 1992. Case Method Teaching. 5th edition. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Yogyakarta: Andi. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pendekatan. Degeng I.IAIN Sumatera Utara. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. Gragg CI. Action Research: Principles and practice. dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa. et al. Big Media. 1989. Becouse Wisdom Can`tbe Told. IAIN Sumatera Utara. Medan: FT. D. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran.

Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. PENDAHULUAN perubahan prilaku dan Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Pemilihan. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. I. ide. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. nilai. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. cara berfikir. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. . penetapan. keterampilan. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Jadi. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Sehubungan dengan tugas ini. menetapkan. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Itulah sebabnya dalam belajar. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. sementara siswa dibuat pasif. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. sarana untuk mengekpresikan dirinya. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar.kesempatan dan mutu serta dapat memberikan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa.

. 2007) Rosyada. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. 2003) Nawawi. (Bandung : Falah Production . 2007) cet.. Wasty. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Cony. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media.com/social-sciences/education/2129621. E. • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono.shvoong. 2004). Manajemen Pembelajaran. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. pembelajaran efektif. Kurikulum dan Pembelajaran. 2004) Santrock. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. 2001) Purwanto. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. Terj. John W. Milan. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. Media. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). Sri Esti Wuryani. 1990) Slameto. 2009) Rianto. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. 2002. 1998. TT) Hamalik. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran.Tri wibowo B. 2008) Semiawan. educational Psychology.2005) . Gulo. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Dede. Imtima.Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Metode. 2002) http://id. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. 1995) W. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. Syafaruddin dan Irwan Nasution.S. membangkitkan motivasi belajar. Belajar dan Faktor . Oemar. Ngalim. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. Soemanto.11 Prayitno. Bumi Aksara. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. strategi pembelajaran. 1989) Nasrun. Jakarta : PT. Hadari. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. penggunaan metode mengajar.

[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan.• Joyce. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif.1996) • • • II. tetapi juga berbentuk kecakapan. kedua. kapur dan alat belajar). usaha untuk menguasai. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. (London . penyesuaian diri. keterampilan. Allyn Bacon. Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. atau suatu pengertian. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. pengertian. watak. kelas audio visual). belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.” Dengan demikian. PEMBAHASAN A. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. kelelahan. Models of Teaching. fasilitas (ruang. 1. papan tulis. • • • • • • • • • • . Konsep ini mengandung dua hal: pertama. minat. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan.Bruce dan Marrsha Weil. penyakit. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. harga diri. sikap.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. material (buku. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Artinya yang belajar adalah anak itu sendiri dan berkat kegiatannya sendiri. dan gurulah yang memegang peranan utama. Kebanyakan ilmu pengetahuan diambil dari buku pelajaran yang tidak dihubungkan dengan realitas dalam kehidupan sehari-hari. Artinya yang belajar adalah anak sendiri. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. Pengajaran serupa ini disebut intelektualitas. Dari pengalaman. Uraian di atas memberikan batasan-batasan yang benar tentang mengajar. alat peraga. anak memperoleh pengertian-pengertian. Dari pengertian tersebut mengajar mempunyai dua arti. Hal di atas berbeda dengan pengertian belajar: “suatu aktivitas mengatur dan mengorganisasi lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar”. sedangkan guru hanya dapat membimbing anak. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. dan guru berperan sebagai meneger of learning. dan bukan sebaliknya.• • • Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. termasuk dirinya. BAB II HAKIKAT PEMBELAJARAN 2. sedangkan tugas guru adalah mengatur lingkungan dan membimbing aktivitas anak. lingkungan. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. yang biasanya pelajaran bersifat teacher-centered. keterampilan.1 Pengertian dan Ciri-ciri Pembelajaran Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. maka dalam belajar siswa mengalami proses dan meningkatkan kemampuan mentalnya. dan sumber-sumber lain. sikap. Perbedaan itu ditunjukkan pada mengajar di sini adalah usaha dari pihak guru untuk mengatur lingkungan. Jadi interaksi dengan lingkungan itulah yang dinamakan belajar. Mengajar yang berarti menanam pengetahuan. yaitu: Mengajar adalah membimbing aktivitas anak. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. yaitu: Menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Dalam membimbing tersebut guru tidak hanya menggunakan buku pelajaran semata. Anak dianggap pasif. Jadi yang aktif adalah siswa. berbekas. sehingga terbentuk suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar. baik kuantitas maupun kualitasnya. dan Membimbing siswa. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. tetapi dimanfaatkannya segala faktor dalam lingkungan. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. sebab menekankan pada segi pengetahuan. tujuannya adalah penguasaan pengetahuan anak. Mengajar berarti membimbing pengalaman anak. Dengan demikian maka mengajar haruslah mengatur lingkungan agar terjadi proses belajar mengajar dengan baik. Apabila dilihat dari arti belajar pada Bab I. dan menjadi milik siswa. Dua arti belajar di atas menunjukkan bahwa pelajaran lebih bersifat pupil-centered. . Hal ini membedakan dengan mengajar dalam arti menanamkan pengetahuan. Pengalaman adalah proses dan hasil interaksi anak dengan lingkungan. yang menyatakan bahwa perubahan yang dimaksud dengan belajar adalah perubahan yang konstan.

Untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya komponen-komponen pendukung dengan tujuan supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik. Bahan. merasa. Jadi bukan saja mentransfer pengetahuan. dan berbuat sesuai dengan norma-norma lingkungan. . Hubungan komponen-komponen pembelajaran tersebut dapat digambarkan pada Gambar 2. termasuk lingkungan sosialnya. Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan. Sedangkan membantu anak untuk supaya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat diupayakann dengan memberikan pelajaran yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Mengajar berarti membantu anak berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan.• • • • • • penghargaan. Artinya mengajar adalah mengantarkan anak agar bakatnya berkembang. Penilaian. untuk itu pelajaran hendaknya dihubungkan dengan kehidupan anak dalam lingkungannya. yaitu: Adanya tujuan. Sedangkan tafsiran yang kurang tepat tentang mengajar antara lain: Mengajar adalah menyuruh anak untuk menghafal. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: Tujuan. dan lain sebagainya. sehingga terjadi proses belajar.1 Hubungan antar komponen Pembelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran.1 berikut ini: Tujuan Bahan Metode dan Media Penilaian Gambar 2. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. Seluruh rangkaian penjelasan tentang mengajar di atas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan mengajar di sini adalah juga termasuk di dalamnya mendidik. Adanya penilaian. Hal ini agar lebih sanggup mengatasi masalah-masalah dalam kehidupannya. tetapi juga membimbing ke arah norma yang benar. Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Ia harus belajar berpikir. kebiasaan. Seluruh lingkungan anak adalah sumber belajar. Atau dapat dikatakan bahwa mengajar atau pembelajaran adalah aktivitas mengatur lingkungan. Metode dan media pembelajaran. Adanya situasi yang subur. Dengan upaya tersebut diharapkan anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Lingkungan jauh lebih luas dibandingkan dengan buku dan kata-kata guru. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. kecakapan. Adanya metode dan media pembelajaran.

2 Jenis-jenis Pembelajaran 2. Pembelajaran secara kelompok. Dalam pengorganisasian ini guru berperan sebagai pengatur dan memonitor semua kegiatan dengan cara: (1) memberi orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu. Contohnya misalnya siswa diminta untuk membaca dalam hati pada pokok bahasan tertentu. Dalam kegiatan ini guru berperanan sebagai penasihat atau pembimbing. dengan cara antara lain membantu menetapkan tujuan belajar. merencanakan pelaksanaan belajar. Berdasarkan cara mengorganisasi siswa. materi. Pembelajaran secara klasikal 2. (4) membina suasana aman sehingga siswa bebas mengemukakan pendapat. Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal.1 Pembelajaran secara individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. (3) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan.2.1. Pengorganisasian kegiatan belajar. Penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. Kedudukan guru dalam pembelajaran individual adalah membantu dalam: Perencanaan kegiatan belajar. Pembelajaran individual dalam pembelajaran individual dengan cara guru memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. Pemberian bantuan dan bimbingan secara individual dapat dilakukan pada pembelajaran individual ataupun pembelajaran klasikal. sedangkan bantuan individual dalam pembelajaran klasikan dengan cara guru memberi bantuan individu secara umum. dan intensitas belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual adalah: Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri. (2) membuat variasi belajar supaya tidak menimbulkan kebosanan. supaya pembelajaran berjalan efektif dan efisien. 3. Tiga cara tersebut adalah: 1.2. (3) tanggap dan memberi reaksi positip terhadap siswa. kecepatan. membuat program sesuai dengan kemampuan siswa. (2) mendengarkan secara simpatik terhadap segala ungkapan jiwa siswa. 2. Pembelajaran secara individual. Tujuan pembelajaran individual adalah: Memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. Siswa dapat memiliki kesempatan untuk menyusun program belajar sendiri. menurut tugas dan kebutuhan siswa. dan membantu siswa untuk melihat kemajuan. dan sumber. (4) membagi perhatian pada sejumlah siswa. (5) memberi balikan terhadap setiap siswa. Jenis pembelajaran dapat ditentukan dari cara mengorganisasi siswa ataupun dari pendekatan pembelajarannya. .• • 2. Kebebasan menggunakan waktu belajar. dan (6) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. ada 3 cara yang dapat dilakukan guru dalam mengelola siswa. Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. Dilakukan dengan cara antara lain: (1) membuat hubungan akrab dan peka terhadap kebutuhan siswa.

dengan tujuan untuk mempermudah proses belajar. Cara yang dapat dilakukan antara lain: (1) membimbing siswa belajar. karena akan melelahkan guru. (4) menjadi teman dalam mengevaluasi keberhasilan. Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok. Tugas guru dalam tugas kelompok antara lain: (1) memberi informasi umum tentang pelaksanaan diskusi. minat atau pusat perhatian siswa.2. Pembelajaran ini dapat efektif bila: Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok. (2) menyedia media dan sumber belajar. Tujuan pembelajaran kelompok adalah: Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. Tidak semua bidang studi atau pokok bahasan sesuai diorganisasi dengan pembelajaran ini.1. Kelemahan pembelajaran individual adalah: Bila jumlah siswa banyak maka pembelajaran ini kurang efisien. Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan adalah untuk menentukan bentuk tugas.2 Pembelajaran secara kelompok Pembelajaran kelompok adalah pembelajaran dengan cara kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. latar belakang pengalaman siswa. yaitu: (1) dengan paralel. (2) saat siswa berdiskusi tugas guru sebagai fasilitator. (3) memberi penguatan belajar. (3) pada akhir diskusi guru berperanan sebagai evaluator terhadap hasil . 2. Mengembangkan kemampuan memimpin. Memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung. Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti siswa. Pada peran guru dalam pembelajaran kelompok adalah: Pembentukan kelompok. Mengembangkan sikap sosial dan bergotong royong. Kedudukan siswa dalam kelompok adalah: Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok. Penekanan pembelajaran ini pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. (2) dengan komplementer. Tiap anggota mempunyai tanggung jawab terhadap kelompok. antara 3-8 orang. Tugas yang diberikan dalam kelompok ada dua macam. Ada interaksi dan komunikasi antar anggota. Keberhasilan guru dalam evaluasi dimengerti oleh siswa. (5) memberi kesempatan siswa untuk memperbaiki diri. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam pemecahan masalah. Sedangkan tugas komplementer bearti masingmasing kelompok mempunyai tugas yang berbeda. Pertimbangan dalam pembentukan kelompok adalah: tujuan yang akan diperoleh siswa dalam kelompok. Pelaksanaan. Tugas kelompok paralel berarti semua kelompok mempunyai tugas yang sama. Perencanaan tugas kelompok.• Fasilitator yang mempermudah belajar. Prosedur dan cara kerja dimengerti siswa. Kriteria keberhasilan dimengerti siswa.

Bagaimanapun pendekatan ini masih pula dibutuhkan dalam pembelajaran. tetapi juga memperhatikan proses . Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi. Hal ini disebabkan karena jenis bahan atau mungkin waktu yang tidak memungkinkan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses semua. sehingga siswa mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan. Kelebihan pembelajaran ini adalah efisien dan murah. Hanya saja perlu digali bagaimana penerapan pendekatan konsep ini dapat digunakan semaksimal mungkin di dalam pembelajaran. 2. dan lain sebaginya. sehingga hasilnya kurang bermakna dan bertahan lama. Pengorganisasian belajar sesuai kondisi siswa. yaitu pengelolaan pembelajaran. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memberikan pembelajaraan individual dalam pembelajaran klasikal. Sedangkan kelemahannya adalah kurang dapat memperhatikan kebutuhan individual. Evaluasi hasil belajar kelompok. Melaksanakan tindakan-tindakan antara lain: Penciptaa tertib belajar di kelas. Karena guru harus menghadapi siswa dengan jumlah banyak. di mana sumber masalah tersebut antara lain dari kondisi tempat belajar ataupun dari siswa yang terlibat dalam pembelajaran. maka dalam pembelajaran klasikal diperlukan pelaksanaan dua kegiatan sekaligus.2. sehingga kevalidannya dapat diandalkan. Tindakan pembelajaran kelas antara lain: Penyususunan desain instruksional. Pemusatan perhatian pada bahan ajar. papan tulis kotor. Contoh sumber masalah dari kondisi tempat belajar misalnya ruang kotor.2.1 Pendekatan Konsep Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil.2.• • • • diskusi. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuwan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah). karena tidak mungkin semua pokok bahasan dapat digunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses ini tidak saja mementingkan hasil. 2.1.45 orang.2. Pengelolaan pembelajaran adalah kegiatan untuk melaksanakan desain instruksional. Mengikut sertakan siswa aktif belajar.2.2 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan. sedangkan pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik.2. dan pengelolaan kelas.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 2.3 Pembelajaran secara klasikal Pembelajaran klasikal yaitu pembelajaran yang dilaksnakan secara klasikal atau diikuti siswa dalam jumlah berkisar antara 1. Penciptaan suasana senang dalam belajar. 2. Sedangkan sumber dari siswa dapat secara individu ataupun kelompok. kursi rusak. Sedangkan pengelolaan kelas biasanya dilakukan karena adanya masalah disaat pembelajaran.

2. dan kemampuan siswa. dan menemukan sendiri konsep dan prinsip. dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu. membuat kesimpulan.2. Prioritasnya adalah pengalaman belajar yang diarahkan terhadap tanggapan minat. sehingga siap disampaikan kepada siswa. dan mampu mengambil keputusan yang menjangkau masa depan.2. Pengajaran telah diolah oleh guru. yaitu anak harus berperan secara aktif di dalam kelas. Sumber munculnya discovery learning ini adalah teori belajar Piaget. 2. 2. yaitu: Rekonstruksionalisme Konservatif Pendekatan ini ditujukan kepada peningkatan mutu kehidupan individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat.4 Pendekatan Discovery Discovery atau penemuan adalah proses mental yang dicirikan dengan siswa dapat mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. hukum atau dalil beserta bukti-bukti yang mendukung.2. dan pada akhirnya dapat membentuk manusia yang berkualitas. . Perkembangan selanjutnya pendekatan keterampilan proses yang perlu di terapkan terutama dalam pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). sehingga materi belajar mudah dikuasai oleh siswa. Pendekatan ini mengutamakan perkembangan afektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian integral dari proses belajar.2.2. menjelaskan. 2. kebutuhan. Hal ini dapat terlaksana apabila kesejahteraan mental dan emosional siswa dipandang sebagai sentral pendidikan. Pendekatan ini dibagi menjadi dua. melaksanakan eksperimen. Proses mental itu misalnya mengamati.2. Berikut akan dibicarakan pendekatan STM. mampu memecahkan persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan. merancang eksperimen. dan sebaginya. yaitu manusia yang kreatif.6. 2. mengelompokkan. misalnya merumuskan problem. Untuk itu pendekatan ini juga disebut pendekatan rekonstruksi sosisal. Inqury atau penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi.2. Pendekatan Rekonstruksionalisme Suatu pendekatan yang menfokuskan pada masalah-masalah pendting yang dihadapi masyarakat.• • • • mendapatkan hasil. Dari sini dapat dilihat bahwa inquiry ini selaras dengan teori belajar yang ditemukan oleh Brunner. mengumpulkan data. Rekonstruksionalisme Radikal Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk menrombak tata sosial yang ada dan membangun struktur sosial baru. yaitu dari khusus ke yang umum. Menurut Brunner discovery learning adalah merupakan belajar dengan menemukan sendiri menggunakan prinsip belajar induktif.5 Pendekatan Humanistik Suatu pendekatan yang berpusat pada siswa (Student centered). generalisasi. menganalisis data. Sedangkan siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. membuat kesimpulan. Dengan mengetahui proses diharapkan dapat merangsang daya cipta untuk menemukan sesuatu. dan lain sebagainya.3 Pendekatan Expository Pada pendekatan expository guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori. Dengan melaksanakan pendekatan ketarmpila proses berarti siswa terlibat seccara aktif dalam kegiatan pengamatan.

dan Madrasah Aliyah (MA) akan berbeda dengan Sekolah Menengah Umum (SMU). dan memuat lebih dari satu pengertian.1 Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran yang biasanya disebut tujuan instruksional merupakan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai dilakukan. dimana merupakan penjabaran dari tujuan instruksional umum. mengerti. Jadi tujuan pendidikan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia baik formal maupun non formal mengarah pada tujuan pendidikan nasional tersebut. yang memuat hanya satu pengertian. sehingga mudah diukur keberhasilannya atau dievaluasi. dapat dikerjakan. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. yang berbunyi: Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. Tujuan . Tujuan instruksional ini sebenarnya merupakan tujuan yang dijabarkan dari tujuan kurikuler. Tujuan pendidikan nasional didasarkan pada falsafah negara atau way of life nya bangsa Indonesia. Secara lengkap hierarki tujuan pembelajaran itu adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Nasional. Tujuan pembelajaran pada jangka panjang sebenarnya akan mencapai pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan instruksional umum (TIU) telah tersedia di dalam kurikulum.3 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 2. Sekolah Tingkat Menengah. kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.• • 2. Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan berbeda dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Sedangkan TIK menggunakan kata kerja yang bersifat operasional. dan sekolah agama (di bawah naungan Departemen Agama). Tujuan Institusional.3. yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. TIU menggunakan kata kerja yang bersifat umum. Tujuan pendidikan nasional ini tercantum dalam Undang-Undang RI No. memahami. Begitu juga masih dapat dibedakan lagi antara sekolah umum (di bawah Departemen Pendidikan). misalnya mengenal. kesehatan jasmani dan rohani. Keluaran dari lembaga akan tercermin dari tujuan institusional lembaga pendidikan tersebut. Dengan demikian akan dapat segera dibedakan antara Sekolah Tingkat Dasar. Dan tujuan pendidikan nasional tersebut akan terwujud dengan dijabarkannya ke dalam tujuan institusional. Tujuan institusional merupakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan. dan Perguruan Tinggi. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Tingkat Pendidikan Mengah juga masih dapat dibedakan dari pendidikan kejuruan (SMK/Sekolah Menengah Kejuruan) dan pendidikan umum (SMU/Sekolah Menengah Umum). 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II. Misalnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan berbeda dengan Sekolah Dasar (SD). Citra tujuan pendidikan nasional adalah terbentuknya manusia pancasila yang utuh dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air melalui pembangunan nasional. sedangkan tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan hasil perencanaan dan perumusan guru. Pasal 4. Atau dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional merupakan pedoman umum bagi pelaksanaan pendidikan dalam jenis dan jenjang pendidikan. yaitu Pancasila. sehingga sulit diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Tujuan instruksional ini dibedakan menjadi dua. Penjabaran tersebut menjadi tujuan institusional. Karena merupakan pedoman umum tentu saja dalam pencapaiannya perlu dioperasionalkan lagi supaya terealisasi.

maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). Tujuan Kurikuler Tujuan kurikuler adalah tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh atau melalui tiap bidang studi. Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsik. Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur (tujuan instruksional khusus). Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. misalnya kecedasan. dan kondisi fisik. dan evaluasi. biologi. misalnya tujuan sejarah.• • • • institusional atau tujuan sekolah ini dapat tercapai dengan dijabarkannya tujuan ini ke tujuan kurikuler. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. . kimia. dilakukan dengan pengorganisasian siswa. dan Dampak pengiring. Hasil belajar dapat tercermin melalui dampak pengajaran dan dampak pengiring. Tujuan kurikuler ini akan dicapai melalui tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. Gambar 2. namun pelaksanaannya sangat sulit. Tujuan instruksional adalah tujuan yang pencapaiannya dibebankan pada tiap pokok bahasan.3. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. perhatian. yaitu terapan pengetahuan dan kemampuan di bidang lain. pengolahan pesan. dan lain sebaginya. Secara teoritis memang penjabaran secara struktural tujuan di atas dapat dipertanggungjawabkan.2 Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. motivasi. maka akan berhasil pula tujuan institusionalnya. dan seterusnya. yang pada akhirnya akat tercapai tujuan pendidikan nasional. afektif. Selanjutnya akan dibahas lebih rinci di bagian lain pada bab ini juga. Atau dapat disebut juga tujuan bidang studi. Tujuan Instruksional. psikomotorik. 2. apabila dalam pembelajaran memperhatikan ketiga ranah tujuan pembelajaran. yaitu damak pengajaran dan dampak pengiring. yaitu ranah kognitif. Siswa memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepajang hayat. Siswa memiliki kemampuan pra belajar. siswa melakukan kegiatan belajar. Ke tiga ranah tersebut harus tercermin dalam tujuan instruksional khusus (TIK) atau tujuan pembelajaran khusus (TPK). Hasil belajar sebagai dampak pengajaran. penglihatan. berpikir. dan dampak pengiring. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila di dalam pembelajaran berhasil mencapai dua hasil yang diharapkan dari pembelajaran. Sedangkan faktor psikologis.1 dapat dijelaskan sebagai berikut: Guru melakukan tugas pembelajaran. Untuk memberi gambaran tentang dampak pengajaran dan dampak pengiring dapat dilihat pada Gambar 2. Belum tentu pencapaian tujuan instruksional akan diikuti tercapainya tujuan kurikuler. Rangkaian tujuan pembelajarn di atas mengandung harapan apabila rangkaian tujuan instruksional berhasil. dan ingatan.1. Guru melakukan evaluasi untuk melihat hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran).

Pendekatan Fisiolofis Pendekatan fisolofis atau fisiolofisme mengenai pendidikan antara lain bertitik – tolak dari pertentangan mengenai hakikat manusia dan hakikat anak. 3. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Pendekatan Pedagogisme Titik tolak dari teori ini ialah anak yang dibesarkan menjadi dewasa. Anak mempuyai nilai – nilainya sendiri yang akan berkembang menuju kepada nilai – nilai seperti orang dewasa. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Pedagogisme melahirkan child centered education yang cenderung bahwa anak hidup didalam suatu masyarakat tertentu dan mempunyai cita – cita hidup bersama yang tertentu pula. bahan ajar. metode. v Pendekatan Negativis atau negativisme. oleh sebab itu proses pendewasaan anak bertitik – tolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat – tingkat perkembangannya sendiri. namun juga mempunyai berbagai kelemahan karena anak seakan – akan disolasikan dari kehidupan bersama didalam masyarakat. anak bukanlah orang dewasa didalam bentuknya yang kecil. 1. Pandangan ini sudah mulai ditinggalkan oleh karena ternyata manusia tidak pernah akan berhenti untuk memperoleh pendidikan. dan evaluasi. Teori – teori atau pendekatan reduksionisme sangat banyak dikemukakan didalam khazanah ilmu pendidikan. Dengan demikian pandangan bahwa pendidikan berakhir ketika manusia itu dewasa tidak relevan lagi di dalam dunia informasi dewasa ini dan pendidikan berlaku untuk seumur hidup. v Pendekatan Sosiologis atau Sosilogisme. 2. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah.• • • • Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionisme sebagai berikut : v Pendekatan Pedagogis atau Pedagogisme v Pendekatan Fisolofis atau Filosofisme. Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berbeda dengan hakikat orang dewasa. v Pendekatan Psikologis atau Psikologisme. media. selain itu manusia itu akan terus – menerus berkembang selama dia hidup. dengan demikian hakikat pendidikan ialah . Pandangan pedagogisme ini memang mempunyai segi – segi yang positif yang sangat menghormati perkembangan anak. Memang child centered education tersebut antara lain merupakan reaksi terhadap pendidikan yang tidak melihat hakikat anak sebagai makhluk manusia yang hidup didalam dunianya sendiri sehingga perlu memperoleh perlakuan – perlakuan khusus didalam proses mendewasakannya. Pendekatan Religius Pendekatan religius atau religionisme dianut oleh pemikir – pemikir yang melihet hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. v Pnedekatan Religius atau Religionisme. pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme Schopenhaur serta penganut – penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan – kemampuan yang dilahirkan dan tinggal dikembangkan saja atau apakah pandangan tersebut dari teori tabularasa atau empirisme John Locke yang mengatakan bahwa anak dilahirkan seperti kertas putih yang akan diisi oleh pendidikan.

5. Pendidikan hendaknya berfungsi bukan hanya untuk kehidupan akhirat tetapi juga untuk meningkatkan mutu kehidupan duniawi yang aman dan adil. dan oleh sebab mengajar merupakan suatu tugas yang setua dengan manusia itu sendiri maka profesi pendidik mendapat penghargaan kurang dari profesi – profesi lainnya. Pendekatan Negativis Pendekatan negativis atau negativisme didalam urainan ini diambil dari pendapat filosof Bertrand Russel didalm bukunya yang terkenal Education and Social Order. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis atau psikologisme dalam pendidikan sangat kuat terutama pada tahap permulaan lahirnya ilmu pendidikan pada permulaan abad 20. Pendekatan religius mengenai hakikat pendidikan menekankan kepada pendidikan untuk mempersiapkan peserta – didik bagi kehidupannya diakhirat. pandangan ini tidak realistis oleh sebab seseorang didalam masyarakat akan menghadapi kenyataan hidup bermasyarakat yang penuh dengan hal – hal yang positif maupun yang negatif. oleh sebab itu pendidikan agama manjadi yang sentral dalam proses pendidikan. Psikologisme cenderung mereduksi ilmu pendidikan menjadi ilmu proses belajar dan mengajar. · Proses pendidikan adalah melatih peserta – didik menjadi warga negara yang berguna.• • membawa peserta – didik menjadi manusia yang religius karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan peserta – didik itu harus dipersiapkan untuk hidup sesuai dengan harkatnya. Pandangan ini berarti menghindarkan peserta – didik dari hal – hal yang mengakibatkan dia itu menjadi warga negara yang tidak berguna bagi masyarakatnya. Di pihak lain kehidupan modern bukan hanya menuntut manusia – manusia yang religius dan bermoral tetapi juga kehidupan yang menuntut penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memerangi kemiskinan dan kemunduran hidup. jangan – jangan pendidikan yang sekuler telah ikut memicu berbagai pihak berbagai peperangan serta kemunduran moral manusia dewasa ini. Menurut beliau ada tiga teori yang sifatmya negatif yaitu : · Teori yang menyatakan bahwa tugas pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. Pandangan ini di anggap sebagai pandangan yang negatif oleh karena didalam mengembangkan kepribadian anak implisif melindungi dari hal – hal yang negatif yang menghalangi perkembangan kepribadiannya. Pandangan – pandangan negatif tersebut memang membawa proses pendidikan kepada suatu proses yang defensif atau protektif. Proses pendidikan yang mempunyai citra religius ini dikenal dalam semua kebudayaan baik di Barat maupun di Timur. · Ialah yang melihat pendidikan sebagai usaha mangembangkan kepribadian pesert – didik atau dengan kata lain membudayakan individu. Pandangan – pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi kedalam bidang ilmu pendidikan. Dengan demikian pandangan – pandangan pedagogisme serta psikologisme akan memperpuruk profesi pendidikan sebagai profesi yang tidak professional dan kurang bobot ilmiahnya. 4. dengan sendiriny pendekatan tersebut lebih memperkuat lagi pandangan pedagogisme seperti yang telah dijelaskan. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral. didalam pertumbuhan itu perlu disingkirkan hal – hal yang dapat merusak atau yang sifatnya negatif terhadap pertumbuhan itu. dengan demikian tidak akan membawa peserta . Hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan – akan ilmu pendidikan terbatas pada ilmu mengajar saja.

orang tua 1 pendidik formal dan pendidik nonformal. Lembaga-lembaga pendidikan adalah prana sosial . Kemampuan-kemampuan tersebut harus dikembangkan dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup atau dihidupkan dalam masyarakat. elan vital. Kemampuankemampuan tersebut berupa dorongan-dorongan. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal. 6. nasional dan global.Pendekatan Holistik Integratif Pendekatan – pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta-didik menjadi dewasa tetapi akan terus-menerus berkembang selama terdapat interaksi antara manusia dengan lingkungan sesama manusia serta dengan lingkungan alamnya 2. Proses pendidikan adalah proses mewujudkan eksistensi manusia yang memasyarakat. b. Interaksi tersebut bukan hanya interaksi dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam dan dunia ide termasuk dengan Tuhannya.Tanggung jawab manusia yang ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan bukan hanya mempunyai dimensi lokal tetapi juga berdimensi nasional dan global. peserta – didik dan keseluruhan perbuatan pendidikan termasuk lembaga – lembaga pendidikan telah menampilkan pandangan – pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mangenai hakikat pendidikan. yang ada pada manusia. Tidak dapat kita bayangkan apabila interaksi manusia dilumpuhkan. Eksistensi manusia yang memasyarakat. Dengan kata lain manusia hanya eksis dalam masyarakatnya. 3. titik – tolak dari pandangan ini prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu. Proses itu sendiri tidak terjadi di dalam vacuum atau ruang hampa tetapi sekurang-kurangnya terdapat unsur-unsur ibu.) Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai. Proses tersebut berimplikasikan bahwa di dalam peserta-didik terdapat kemampuan-kemampuan yang immanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat. Pandangan – pandangan tersebut tidak menampilkan hakikat pendidikan secara utuh tetapi sepihak berdasarkan sudut pandangan yang digunakan. Rumusan operasional mengenai hakikat pendidikan tersebut diatas mempunyai komponen – komponen sebagai berikut : · Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan 1. Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme. Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia. pada prinsipnya pandangan ini meletakkan hakikat pendiddikan kepada keperluan hidup bersama dalam masyarakat. Oleh sebab itu proses pendidikan bukanlah suatu proses yang protektif tetapi yang memberikan kesempatan yang seluas – luasnya untuk belajar berdiri sendiri dan mengambil keputusan sendiri secara moral.• • – didik kepada pengambilan keputusan untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab. membudaya. Berdasarkan pengetahuan kita mengenai pendekatan reduksionisme terhadap hakikat khakikat pendidikan maka dapatlah dirumuskan suatu pengertian operasional mengenai hakikat pendidikan sebagai berikut : Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta – didik yang memasyarakat. Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan. keinginan. Hal ini berarti eksistensi atau keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif.2. Pendekatan Sosiologis Pandangan sosiologisme mengenai hakikat pendidikan terdapat versi yang bermacam – macam.

Potensi-potensi yang beragam tersebut hanya dapat dikembangkan di dalam dan oleh masyarakat di mana seseorang menjadi anggotanya dan sekaligus mewujudkan suatu tata kehidupan tertentu dengan nilai-nilai tertentu yang pada dasarnya diarahkan kepada perwujudan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ciptaan ilahi. dikembangkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakatnya. Dengan kata lain. Nilai-nilai tersebut (perlu dihayati. Dengan dimensi waktu. Karena proses pendidikan mengandalkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat maka dengan sendirinya proses pendidikan adalah penghayatan dan perwujudan nilai-nilai tersebut. Dengan demikian scoring yang lelah berkembang sesuai dengan kebudayaannya adalah juga seseorang yang telah memperoleh pendidikan yang bertujuan yang sama dengan perkembangan priadi di dalam kebudayaan di mana pendidikan itu berlangsung. Aspek historitas. Pengembangan manusia seutuhnya melihat manusia itu atau peserta-didik sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Penciptanya berbagai potensi. 7. Mencari Konsep Manusia Indonesia Sebagaimana sulitnya kita menggambarkan mengenai bentuk rupa kebudayaan nasional Indonesia maka begitu pula sulitnya kita merumuskan konsep manusia Indonesia yanr jelas dan dapat disepakati oieh semua orang. Manusia berpendidikan dan manusia berbudaya Manusia yang berpendidikan adalah sama artinya dengar. Dengan demikian pendekatan-pendekatan reduksionis yang hanya melihat manusia itu dari suatu segi tertentu tidak menggambarkan keseluruhan hakikat manusia dan hakikat pendidikan. Menggugurkan pendidikan dari proses pembudayaan merupakan alienasi dari hakikat manusia dan dengan demikian alienasi dari proses humanisasi. berarti bahwa kekuatan-kekuatan historis telah menumpukj dan berasimilasi di dalam suatu proses kebudayaan. Demikianlah pendekatan hakikat pendidikan yang holistik inregratif yang merupakan suatu pandangan pengembangan manusia seutuhnya. Alienasi proses pendidikan dari kebudayaan berarti menjauhkan pendidikan dari perwujudan nilai-nilai moral di dalam kehidupan manusia 6. Keseluruhan proses tersebut. Di mana ada pendidikan di situ ada kebudayaan. Nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai yang hidup maupun karena inovasi nilai-nilai baru.masyarakat yang ditugaskan untuk melaksankaan proses pendidikan secara sistematis. kekinian dan visi masa depan. Kesulitan tersebut disebabkan karena bukan saja masyarakat dan bangsa Indonesia yang bhinneka tetapi juga karena manusia itu sendiri bersifat multi dimensional. Hanyala manusialah makhluk yagn menyerajarah. dan proses pembudayaan adalah proses pendidikan. Inti dari kehidupan bermasyarakat adalah nilai-nilai. dilestarikan. 5. proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang. p roses tersebut mempunyai aspek historistas. manusia yang berbudaya. Oleh sebab itu manusia akan terus menerus berkembang selama keberadaannya di dunia . adalah kebudayaan Di mana ada kebudayaan di situ ada pendidikan. 4. Dengan demikian pendidikan tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari kebudayaan. Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya. yang menyejarah. tujuan atau visi pendidikan adalah kongruen dengan visi masyarakat di mana pendidikan itu berada. Rumusan ini benar karena lahir dari pengertian bahwa pendidikan adalah aspek dari kebudayaan. Itulah manusia yang berbudaya. Proses pendidikan adalah proses pembudayaan. berarti bawah suatu masyarakat telah berkembang di dalam proses waktu.

tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: 1 Tujuan.1. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran.• • ini. 6 Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. 8. 3. 3 Metode dan media pembelajaran. 3 Adanya metode dan media pembelajaran.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. Konsep pengembangan manusia seutuhnya muncul untuk mengimbangi konsep pendidikan yang mengarah kepada spesialisasi yagn sempit.1. Pendekatan Rekonstruksionalisme . dan belum dilihat manusia saeabagai multi dimensional. 4 Adanya penilaian. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa.1. Pendekatan Keterampilan Proses 3.1 Jenis-jenis Pembelajaran 3. yaitu: 1 Adanya tujuan. Pengembangan Manusia Indonesia Seutuhnya Apabila kita melihat rumusan pakar-pakar tersebut di atas yang tentunya masing-masing dilihat dari dimensi tertentu. Maka lahirlah suatu tantangan yang ingin merumuskan pendidikan itu sebagai aktivitas untuk pembangunan manusia seutuhnya. 3 Pembelajaran secara klasikal 3. 7 Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Pendekatan Konsep 2. 4 Penilaian. 2 Pembelajaran secara kelompok.1 Kesimpulan Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa.1.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 1. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. 1 Pembelajaran secara individual. Dalam pelaksanaan pembelajaran. maka ada kebutuhan untuk melihat manusia itu sebagai keseluruhan. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan.1. Pendekatan Discovery 5. 2 Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. BAB III PENUTUP 3. 2 Bahan. Seorang spesialis yang sempit tidak melihat keahliannya itu di dalam keselurhan pola kehidupan yang menyeluruh. Pendekatan Expository 4. 5 Adanya situasi yang subur.

3.1. motivasi. dan evaluasi. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. Kreatif. para peserta Fasilitatoran diharapkan dapat mengenal apa. dan bagaimana PAKEM tersebut. Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif.6. Latar Belakang Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. Demikian pula sebaliknya. dan pada . maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif).2 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 3.1. Unit ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. 3. dan kondisi fisik. misalnya kecedasan. bahan ajar. perhatian. mengapa. Tujuan Pendidikan Nasional. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah.2. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula. Tujuan Institusional. metode.2. perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini.2 Unsur dinamis pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran.1. serta prosedur atau langkah-langkah Fasilitatoran yang bisa dilakukan.1 Tujuan Pembelajaran 1. dan bagaimana PAKEM tersebut. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. mengapa. Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. METODE/PENDEKATAN/MODEL PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) BAB I PENDAHULUAN A. dan ingatan. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. media. Oleh karena itu. penglihatan. 2. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Efektif. Tujuan Instruksional. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. Dengan membaca dan mengikuti proses-proses Fasilitatoran yang telah dirancang dalam Unit ini. berpikir. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Sedangkan faktor psikologis. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. Tujuan Kurikuler 4. Pendekatan Humanistik 3.

Beberapa orang memandang bahwa Pembelajaran Aktif. Dengan belajar kelompok yang benar misalnya. inspiratif. Pelaksanaan PAKEM sebenarnya juga memberikan kesempatan pada guru untuk membelajarkan beberapa keterampilan hidup atau kecakapan hidup. Penyajian PAKEM dalam pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MB S) dan Peran Serta Masyarakat (PSM) dilakukan dengan harapan agar sekolah. Sementara itu dalam Peraturan Pemerintah No. Seharusnya menilai PAKEM tidaknya suatu pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat pengaturan tempat duduk siswa. Undang-undang RI No. Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif. maka dengan mudah kita mengatakan kelas itu PAKEM. kemudian secara aktif dan kreatif. 1. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. siswa belajar salah satu kecakapan hidup yaitu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. kreatif. semua menghadap ke depan. Untuk dapat melaksanakan amanat perundang-undangan tersebut. menyenangkan. dan orang tua siswa membantu dan mendukung keberhasilan PAKEM. guru harus memahami hakikat PAKEM dan menguasai berbagai strategi/model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM. guru hendaknya mengubah paradigma mengenai mengajar siswa menjadi membelajarkan siswa. tetapi harus diperhatikan pula intensitas keterlibatan siswa dalam belajar. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan 3. pasal 19. Komite Sekolah. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. Di bawah ini ada sejumlah isu penting tentang pelaksanaan PAKEM. menantang. Kecakapan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan. dan memecahkan masalah. siswa bisa membangun kemampuan mencari dan mengolah informasi. mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Sebaliknya. Usaha-usaha yang menawarkan sebuah pembaharuan. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif.akhirnya diharapkan dapat menerapkan di kelasnya masing-masing. dan Menyenangkan). termasuk penerapan PAKEM di kelas. Jika dalam suatu kelas sedang berlangsung pembelajaran dan di sana siswa tetap duduk seperti orang menonton bioskop. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa. dan Menyenangkan (PAKEM) sama dengan kerja kelompok. yang dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas PAKEM. Kreatif. Kreatif. dinamis dan dialogis 2. AYAT (2) tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi : Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban : 1. jika di suatu kelas siswa sedang duduk berkelompok. 20 PASAL 40. Padahal bisa jadi mereka hanya duduk dalam kelompok dan tidak semua siswa bekerja. duduk berdua dengan satu bangku. menyenangkan. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Efektif. Efektif. Di samping itu. . mengambil keputusan. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Melalui bentuk-bentuk tugas yang menantang. memerlukan dukungan dari berbagai pihak. ayat (1) dinyatakan bahwa: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. maka dengan mudah dan cepat dikatakan kelas itu tidak PAKEM. dan seperti apa kegiatan belajar yang dilakukan siswa. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran PAKEM yang baik.

dan sosial ekonomi tinggi/rendah. but they should be provided feedback orinformation about their performance. Siswa seharusnya diberi kesempatan untuk praktek supaya bisa melakukannya.2. pintar/ 5. Not only should they be able to practice. dan M: Menyenangkan. Feedback may also be provided in the from of reinforcement. Student are told whethertheir answer is right or wrong. Mereka seharusnya itdak hanya bisa praktek. Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk. is sometimes referred to as “knowledge of results”. That is. tetapi juga diberikan informasi yang berlawanan tentang penampilannya. Anak-anak muda sering merespon baik yaitu pemberian dari instruktur atau pada kesempatan untuk melakukan aktifitas yang lain) Menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil (2003 : 394) menyatakan : Another solution is to adapt the models to conform to the characteristics of the learners. Kegiatan pembelajaran. You can enhance the learning process greatly by providing the student wih activities that are directly relevant to the objectives. We identify the reasons why a given learner has trouble relating to a particular learning environmet and then modulate the features of that environmet to make it easier for the learner to fit in. 7. A: Aktif. E: Efektif. 5. Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaannya bersifat tertutup. kamu benar”. Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam. Reinforcement for adult learners is ty pically in term of statements like “Great. Pembelajaran belum membelajarkan kecakapan hidup. kurang pintar. Pengaruh timbal balik mungkin diberikan dalam bentuk yang kuat. Kegiatan yang 4. 4. K: Kreatif. Anda bisa meningkatkan proses pembelajaran dengan baik yaitu dengan memberikan siswa aktifitas yang teratur dan berkaitan dengan tujuan. or are shown a copy of the righ aswer or a example from which they mus infer whether their answer is correct. Young children often respond favorably to froms of reinforcement such as an approving look from the instructor or even the opportunity to do some other activity. Kekuatan bagi pelajar dewasa yaitu khusus dalam istilah pernyataan seperti “Hebat. 6. atau ditunjukan kopian dari jawaban yang benar atau contoh yang mereka pastikan bahwa jawabanya benar. feedback. BAB II HAKIKAT PAKEM PAKEM merupakan suatu singkatan dari P: Pembelajaran. menurut Walter Dick ad Lou Carey (1990 : 165) dapat dikemukakan sebagai berikut : One of the most powerful components in the learning process is that of practice with feedback. . 3. dilakukan siswa seringkali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar. Salah satu komponen yang paling kuat dalam proses pembelajaran adalah praktik dengan timbal balik. Guru merasa khawatir untuk melaksanakan PAKEM di kelas 6 dan 9. you are correct”. Pengaruh timbal balik kadang-kadang ditunjukan sebagai “hasil pengetahuan” siswa diberitahu jawaban yang benar dan yang salah. Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan. Student should be provided an opportunity to practice what you wan them o be able o do.

undang No. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa”. Hal ini mungkin disebabkan guru masih dalam perjalanan menuju sekolah atau boleh jadi berhalangan hadir ke sekolah karena sakit atau karena ada kepentingan lain. satu waktu. apakah kegiatan pembelajaran dihentikan. Dalam rangka menuju suatu tujuan. Dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan selama ini. Jadi. ayat (1) dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. maka pembelajaran di sekolah idealnya harus mengarah kepada kemandirian siswa dalam belajar. kemudian mengatur dari segi lingkungan itu supaya lebih mudah bagi siswa untuk semangat. Kita mengetahui alasan mengapa yang diberikan ke siswa mempunyai masalah yang berkaitan dengan keterangan lingkungan belajar. di mana salah satu ayatnya berbunyi: ”Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. guru dan murid selalu berada dalam satu tempat. teacher interaction in an education setting”. PAKEM didasarkan pada alasanalasan sebagai berikut : 1. biasanya. Saylor dalam Mulyasa (2004 : 117) mengatakan bahwa “Instruction is this the implementation of curriculum plan. yaitu siswa. pasal 40 . pasal 19 ayat (1). afektif. maupun secara koqnitif pembelajaran PAKEM harus dibudayakan oleh para praktisi pendidikan khususnya para guru dalam semua mata pelajaran di sekolah. Pada dasarnya. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. Bila hal itu terjadi maka proses kegiatan belajar mengajar sedikit banyak akan mengalami hambatan. involving teaching in the sence of student. inspiratif. Dalam PP no 19. dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar.Solusi yang lain adalah menyesuaikan model untuk menyesuaikan diri terhadap karakteristik pelajar. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. artinya sedini mungkin siswa dilatih untuk mandiri di lingkungan sekolah/kelas dan di lingkungan keluarga. yang pada intinya pembelajaran berpusat pada siswa . usually. diubah metodenya. menyenangkan. dan dalam situasi yang sama. Dalam penggunaannya di lapangan. atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. Apalagi kalau terjadi dalam kurun waktu yang lama.20 tentang Sisdiknas. sehingga menjadi PAIKEM. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Atau bisa jadi sekolahan tersebut masih kekurangan tenaga guru. but not necessarily. ada yang menambahkan dengan satu huruf I: inovatif. menantang. dinamis dan dialogis dan PP No. Baik secara psikologis. Pembelajaran adalah penerapan dari rencana kurikulum. tetapi tidak perlu di dalamnya termasuk aktifitas guru mengajar menghadapi siswa. menyenangkan. psikomotor. sesuai dengan rencana yang telah disusun. Dari tuntutan perundangan tersebut dengan jelas bahwa esensi pendidikan atau pembelajaran harus memperhatikan kebermaknaan bagi peserta didik yang dilakukan secara dialogis atau interaktif. kreatif. Kegiatan belajar mengajar seringkali terhambat atau tidak berjalan karena guru sebagai fasilitator tidak berada di arena belajar. Tuntutan Perundangan-undangan Undang. maka akan ada pihak yang dirugikan .

dan menguji kebenaran atas informasi yang diterimanya. dan pemahaman yang sudah ada dalam pikiran mereka. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Pengetahuan yang dikonstruksi peserta didik merupakan hasil interpretasi yang bersangkutan terhadap peristiwa atau informasi yang diterimanya. pengalaman fisis. Proses membangun makna dilakukan secara terus menerus (sepanjang hayat). Jika sesuai. contoh di sekolah kita. tetapi secara aktif menyeleksi. Kontruktivisme merupakan suatu pandangan mengenai bagaimana seseorang belajar. prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. 4. (Brook and Brook . akan terlibat dalam proses sosial. Ketika kita menemukan sesuatu yang baru. . pengetahuan awal ini merupakan materi dasar untuk pengetahuan baru yang akan mereka kembangkan. mereka datang ke dalam situasi belajar dengan pengetahuan. Para pendukung konsktruktisme berpendapat bahwa pengertian yang dibangun setiap individu peserta didik dapat berbeda dari apa yang diajarkan Guru (Bodner. Untuk mengimplementasikan konstruktivisme di kelas. Makna belajar tersebut didasari oleh pandangan konstruktivisme. Untuk memulai pembelajaran. dialog. 1999:2). kita dapat merekonstruksinya dengan ide-ide awal dan pengalaman kita. 2. Sadarilah bahwa pendapat (perspektif) siswa merupakan jendela mereka untuk menalar (berpikir). jadi kemungkinan pengetahuan itu mengubah keyakinan kita atau merupakan informasi baru yang diabaikan karena merupakan sesuatu yang tidak relevan dengan ide awal. Mengajukan masalah yang relevan untuk siswa. yaitu menjelaskan bagaimana manusia membangun pemahaman dan pengetahuannya mengenai dunia sekitarnya melalui pengenalan terhadap benda-benda di sekitarnya yang direfleksikannya melalui pengalamannya. apa yang dapat kalian lakukan untuk itu? 2. 3. jika Anda akan mengimplementasikan konstruktivisme dalam pembelajaran. otaknya tidak kosong dengan pengetahuan. memberi arti. kita harus memiliki keyakinan bahwa ketika peserta didik datang ke kelas. dan lainlain). ajukan permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.sebagai pebelajar dan pendidik sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar terjadi belajar pada peserta didik. 1987 dalam Nggandi Katu. sampah plastik bekas bungkus jajanan menumpuk. Dalam prosesnya seorang siswa yang sedang belajar. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. belajar merupakan proses aktif siswa dalam mengkonstruksi arti (teks. gagasan. menyaring. Lakukan asesmen terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran. Sedangkan Paul Suparno (1997:61) mengemukakan bahwa menurut pandangan konstruktivis. 5.2002:1) Peserta didik dalam belajar tidak sekedar meniru dan membentuk bayangan dari apa yang diamati atau diajarkan Guru. Adaptasikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan siswa. sehingga siswa dapat meresponnya. Strukturkan pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. Belajar dalam konteks PAKEM dimaknai sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan atau membangun makna. Asumsi dasar belajar: Siswa yang membangun konsep.

(Medriati Rosane . 2. 3. Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih lanjut. dan 3. memperhatikan interaksi sosial dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas atau kelompok. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang datang dari luar. 3. mengetahui dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa. Iklim pembelajaran tersebut menuntut guru untuk : 1. 4. Banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan kita. 2. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman peserta didik dengan dunia fisik dan lingkungannya. Adalah : 1) Dari segi guru A = Aktif. 1997:61). 5. yaitu segi siswa dan segi guru. Konstruksi arti sesuatu hal yang sedang dipelajari terjadi dalam proses yang terus menerus. Tantangan kondisi saat ini di antaranya: (a) perkembangan IPTEK. dan era pasar terbuka. era otonomi. Belajar berarti membentuk makna. Situasi ketidakseimbangan adalah situasi yang baik untuk memacu belajar. Semua itu harus dibekali kepada siswa agar mampu bersaing dalam era globalisasi. melibatkan siswa dalam kegiatan aktif. POLITIK. 1997:12). Di samping alasan-alasan mendasar sebagaimana yang dipaparkan di atas. Dalam hal ini guru aktif dalam : . A. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta. (b) laju teknologi komunikasi informasi yang tinggi. kemampuan melakukan relasi sosial. 2. maka karakteristik iklim pembelajaran yang sesuai dengan konstruktivisme tersebut sebagai berikut. kerja sama. yaitu pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. (c) sumber belajar semakin beragam. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui peserta didik (konsep. Dengan adanya pandangan konstruktivisme. memecahkan masalah. Pilar-pilar PAKEM Menurut Durori (2002:xii) metode pakem dapat ditinjau dari 2 segi. motivasi) yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang dipelajari (Paul Suparno. (d) tuntutan kemandirian. Peserta didik tidak dipandang sebagai suatu yang pasif melainkan individu yang memiliki tujuan serta dapat merespon situasi pembelajaran berdasarkan konsepsi awal yang dimilikinya. melainkan melalui seleksi secara personal dan sosial. SOSBUD yang semakin cepat dan banyak perubahan.Proses belajar yang bercirikan konstruktivisme menurut para konstruktivis sebagai berikut : 1. menuntut perubahanperubahan dalam pembelajaran. melainkan lebih dari itu. 1. tujuan. perlunya PAKEM dilaksanakan dalam membelajarkan peserta didik dikarenakan berbagai tantangan yang akan dihadapi mereka saat ini. kemampuan untuk berpikir kritis. 6. Guru hendaknya melibatkan proses aktif dalam pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya.Memantau kegiatan belajar siswa .

(c) Efektif. Dalam hal ini guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membuat anak takut salah. yaitu guru harus mampu mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mengaktifkan peserta didik..Memberi pertanyaan yang menantang . K = Kreatif. yaitu: (a) Aktif. M = Menyenangkan. hal-hal yang akan dikaji meliputi : 1) Penyusunan program dan perangkat pembelajaran sebagai upaya persiapan pelaksanaan proses pembelajaran 2) Penyajian dan teknik model belajar mandiri dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif. Dalam hal pembelajaran membuat anak: 1) Berani mencoba 2) Berani bertanya 3) Berani mengemukakan pendapat/gagasan 4) Berani mempertanyakan gagasan orang lain Dalam dimensi proses belajar mengajar ini.Mempertanyakan gagasan siswa K = Kreatif. Fungsi dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator. M = Menyenangkan. dan (d) Menyenangkan. (b) Kreatif. Perbedaan pembelajaran yang berpusat pada guru dan berpusat pada siswa Adalah Pembelajaran yang berpusat pada Guru • Guru sebagai pengajar • Penyampaian materi pelajaran dominan melalui ceramah . Efektif dan Menyenangkan) 3) Perilaku siswa yang muncul dari kegiatan model belajar mandiri yang merupakan penilaian proses pembelajaran. takut ditertawakan. Sedangkan huruf ”P” merupakan pembelajaran yang didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik Dengan demikian pada waktu peserta didik belajar. Hal ini siswa dituntut untuk kreatif dalam : 1) Merancang / membuat sesuatu 2) Menulis/ mengarang E = Efektif. Dalam PAKEM terdapat empat pilar utama. Kreatif. yaitu siswa harus menguasai ketrampilan yang diperlukan.Membantu alat bantu belajar sederhana E = Efektif. kata kunci yang dapat dipegang guru adalah adanya kegiatan yang dirancang untuk dilakukan siswa baik kegiatan berpikir (minds-on) dan berbuat (hands-on). Pembelajaran aktif. Hal ini guru dituntut untuk kreatif dalam : . Dalam hal ini siswa aktif : 1) Bertanya 2) Mengemukakan gagasan 3) Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya. 2) Dari segi siswa A = Aktif. pilar-pilar PAKEM berikut harus dirancang : 1.Memberi umpan balik .Mengembangkan kegiatan yang beragam . yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik (student centered ) daripada berpusat pada guru (teacher centered). takut dianggap sepele.

. mental dan emosi dari siswa Strategi mengajar yang dapat mengembangkan kreativitas siswa akan menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut : • Mampu memotivasi diri • Berpikir kritis • Daya imaginasi tinggi (imaginative) • Berpikir orisinil/bukan kutipan dari Guru (original ) • Memiliki tujuan untuk ingin berprestasi • Menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri.• Guru menentukan apa yang mau diajarkan dan bagaimana siswa mendapatkan informasi yang mereka pelajari Pembelajaran yang berpusat pada siswa • Guru sebagai fasilitator dan bukan penceramah • Fokus pembelajaran pada siswa bukan Guru • Siswa aktif belajar • Siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya sendiri tidak mengutip dari Guru • Pembelajaran bersifat interaktif Kegiatan guru pada strategi mengajar yang berpusat pada Guru • Membacakan • Menjelaskan • Memberikan instruksi • Memberikan informasi • Berceramah • Pengarahan tugas-tugas • Membimbing dalam tanya jawab • Kegiatan siswa pada strategi • mengajar yang berpusat pada siswa • Bermain peran • Menulis dengan kata-kata sendiri • Belajar kelompok • Memecahkan masalah • Diskusi/berdebat • Mempraktikkan keterampilan • Melakukan kegiatan penyelidikan Pengelolaan kelas diperlukan untuk membangkitkan minat belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa belajar. • Mampu menciptakan Kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi. “apa yang terjadi jika…” dan bukan pertanyaan “apa”. “bagaimana”. ruang kelas dapat dibuat menarik dengan cara mengubah tata letak/formasi bangku • Memberikan waktu yang cukup untuk siswa berpikir dan menghasilkan karya • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas seperti : “mengapa”. Berikut ini hal-hal lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi guru kreatif • Mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. “kapan”.

yaitu apabila sesuatu dipelajari secara sungguh-sungguh (dimana perhatian yang tinggi dari seorang tercurah) maka struktur internal sistem syaraf kimiawi seseorang berubah. Karakteristik dari pembelajaran efektif di dalam sekolah yang efektif dinyatakan oleh Machbeath dan Mortimor. 8) Pupiil right and responsibiltes. berdampak. yaitu pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaat sumber belajar yang ada. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung (seperti dicantumkan dalam tujuan pembelajaran. 4) Pembelajaran yang menyenangkan Menurut hasil penelitian. memiliki akibat dan membawa hasil. dan koneksi baru. 3) A Learning Environment.2. 5) High expectations. hurahura. membawa pengaruh. 10) A learning organisation. Dalam penelitian mengenai otak dan pembelajaran mengungkapkan fakta yang mengejutkan. 6) Positive reinforcement. asosiasi baru. 2) Shared vision and goals. Suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut. Ciri-ciri suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di antaranya adalah sebagai berikut : Ciri suasana belajar yang menyenangkan • Rileks • Bebas dari tekanan • Aman • Menarik • Bangkitnya minat belajar • Adanya keterlibatan penuh • Perhatianpeserta didik tercurah • Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. • pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak) • Bersemangat • Perasaan gembira • Konsentrasi tinggi . Pembelajaran kreatif. ( 2000:7) ada 11 ( sebelas ) faktor yang penting yaitu : 1) Profesional Leardersip. Strategi mengajar untuk mengembangkan kreativitas siswa adalah : • Memberi kebebasan pada siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru • Bersikap respek dan menghargai ide-ide siswa • Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa • Penekanan pada proses bukan penilaian hasil akhir karya siswa 3. 9) Purposeful teaching. konsentrasi yang tinggi terbukti meningkatkan hasil belajar. 11) Home scoll prtnership. jalur elektris baru. 2) Visi dan tujuan ditanggung bersama dengan jelas. 7) Monitoring progress. mujarab. Di dalam diri seseorang tercipta hal-hal baru seperti jaringan syaraf baru. Dave Meier (2002:36) memberikan pengertian menyenangkan atau fun sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira. Sebelas faktor penting dalam pembelajaran yang efektif yaitu 1) Kepemimpinan profesional. kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. 3) Sebuah lingkungan belajar yang kondusif. Pembelajaran efektif Secara harfiah efektif memiliki makna manjur. 4) Concentration on learning and teahing.

kritis dan mampu memecahkan masalah• Guru menggunakan berbagai macam strategi mengajar termasuk pembelajaan yang lebih interaktif dalam kelompok serta lebih banyak praktik • Kelas dibuat semenarik mungkin • secara fisik dan mental aktif ditandai dengan tercurahnya konsentrasi yang tinggi • siswa berani mengemukakan gagasan • Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. kreatif. maka dapat disimpulkan bahwa PAKEM adalah proses pembelajaran dimana Guru harus menciptakan suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Kriteria Pakem . • Hasil karya siswa dipajang di kelas • Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat belajar. • Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok • Guru menerapkan berbagai strategi/model pembelajaran • Guru memotivasi siswa melalui kegiatan yang menantang kemampuan siswa untuk berpikir kreatif. laboratorium) • Guru mengatur lingkungan kelas dengan cara memajang buku-buku dan bahan belajar yang menarik. PAKEM sebagai berikut : Guru • Guru sebagai fasilitator Siswa • Siswa lebih mendominasi dan mewarnai pembelajaran • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning by doing). menyediakan pojok untuk membaca (pojok baca). • Siswa tidak malu terlibat aktif dalam kegiatan • Tata letak /formasi kelas diubah dan disesuaikan dengan kegiatan. Secara garis besar. mengemukakan gagasan. • Siswa giat dan dinamis mengikuti pembelajaran Lingkungan (kelas indoor/outdoor. Di dalam PAKEM. mempertanyakan.Ciri suasana belajar yang tidak menyenangkan • Tertekan • Perasaan terancam • Perasaan menakutkan • merasa tidak berdaya • tidak bersemangat • malas/tidak berminat • jenuh/bosan • suasana pembelajaran monoton • pembelajaran tidak menarik iswa Berdasarkan uraian materi yang telah dipaparkan di atas. kritis serta mencurahkan perhatian /konsentrasinya secara penuh dalam belajar serta suasana pembelajaran yang menimbulkan kenyamanan bagi siswa untuk belajar.

Secara garis besar kriteria PAKEM dapat dirangkum sebagai berikut : Kriteria Aktif Siswa melakukan sesuatu dan memikirkan apa yang mereka lakukan seperti : • Menulis • Berdiskusi • Berdebat • Memecahkan masalah • Mengajukan pertanyaan • Menjawab pertanyaan • Menjelaskan • Menganalisis • Mensintesa • Mengevaluasi • Kriteria Efektif Ketercapaian target hasil belajar. Guru sebaiknya mengenal perbedaan kemampuan. dapat berupa: • Siswa menguasai konsep • Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana • Siswa menghasilkan produk tertentu • Siswa termotivasi untuk giat belajar Kriteria Kreatif • Berpikir kritis • Memecahkan masalah secara konstruktif • Ide/gagasan yang berbeda • Berpikir konvergen (pemencahan masalah yang “benar” atau “terbaik” • Berpikir divergen (beragam alternatif pemecahan masalah) • Fleksibilitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang) • Berpikir terbuka Kriteria Menyenangkan Pembelajaran berlangsung secara: • Interaktif • Dinamik • Menarik • Mengembirakan • Atraktif • Menimbulkan inspirasi B. sikap terhadap . yaitu sebagai berikut. rasa ingin tahu yang besar b. Memahami sikap yang dimiliki siswa. Hal-hal harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAKEM Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada waktu Guru akan melaksanakan PAKEM. misalnya : a. Mengenal anak secara perorangan (karakter siswa). pengalaman. harapan. 1. daya imaginasi yang tinggi 2. keinginan untuk belajar c.

Secara alami sebagai makhluk sosial siswa bermain secara berkelompok sehingga mereka dapat mengerjakan tugas belajar berpasangan/berkelompok. Berbekal pengetahuan tersebut. model. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan objek belajar. 6. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Siswa yang aktif secara fisik memiliki indikator : terlihat sibuk bekerja dan bergerak. Umpan balik yang diberikan hendaknya mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. puisi. Guru hendaknya menghilangkan rasa takut itu. c. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. Lingkungan fisik. Syarat berkembangnya aktifitas mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut ditertawakan. Guru memberikan tugas-tugas praktik b. Siswa dapat diberi kegiatan untuk melakukan pengamatan (dengan seluruh indera-nya). Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. membuat tulisan. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar serta catatan yang bermakna untuk pengembangan siswa daripada sekedar pemberian angka/nilai. kreatif. tidak takut disepelekan atau tidak takut dimarahi jika salah. peta. Umpan balik diungkapkan secara santun dengan maksud agar siswa lebih percaya diri. Hasil pekerjaan siswa di pajang di kelas. berhipotesis. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “mengapa”. siswa perlu diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas secara individu agar bakat individunya berkembang. 7. karangan dan lain sebagainya. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar a. Meski demikian. sosial dan budaya dapat berperan sebagai sumber belajar sekaligus objek belajar. misalnya : • Melakukan percobaan • Diskusi kelompok . C. Pajangan dapat berupa: gambar. a. b. mempertanyakan gagasan orang lain. Siswa yang aktif secara mental memiliki indikator : sering bertanya. merumuskan pertanyaan. 8. “bagaimana”. diagram. guru dapat membantu siswa apabila mendapat kesulitan sehingga anak belajar secara optimal 3. dan kemampuan memecahkan masalah. Contoh Kegiatan PBM dan Kemampuan Guru yang Bersesuaian dengan Kriteria PAKEM Komponen Pembelajaran Guru merancang dan mengelola PBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran PAKEM Guru melaksanakan PBM dengan merancang kegiatan untuk siswa yang beragam. mencatat.sekolah dan latar belakang ekonomi dan sosial dari setiap siswa. mengklasifikasi. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar. dan membuat diagram. mengungkapkan gagasan. “apa yang terjadi jika… (tipe open question) 5. 4.

Guru menggunakan berbagai media/sumber belajar. • mengamati. guru selain harus hakikat PAKEM. • mengelompokkan. prinsip-prinsip . BAB III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI PAKEM Untuk melaksanakan PAKEM. mencari rumus sendiri • Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri • Melakukan wawancara • Membuat produk Siswa melakukan: • Diskusi • Mengajukan pertanyaan terbuka • Mengajukan saran/ide • Membuat karangan bebas/karya lain • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut • Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegitan sehari-hari Kegiatan guru: • Guru memantau proses belajar/kerja siswa • Guru memberikan umpan balik • Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri • secara lisan atau tulisan • Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Guru mengaitkan PBM dengan pengalaman siswa sehari-hari Guru menilai PBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. • mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri • Menarik kesimpulan • Memecahkan masalah. misalnya : • Alat pabrikan atau alat yang dibuat sendiri • Gambar/film/foto • Kasus/ceritera • Nara sumber • Lingkungan sekitar • Siswa Melakukan percobaan: • menggunakan alat.• Memecahkan masalah • Mencari informasi di perpustakaan • Menulis laporan/cerita/puisi • Mengamati objek di luar kelas • Berkunjung ke luar Sesuai dengan mata pelajaran.

pembelajaran konstruktivisme. Jenis model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini adalah : a. Penggolongan dan Jenis-Jenis Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1980. Good-now.1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan modelmodel pembelajaran ke dalam empat rumpun. Lawrence dan Kohlberg Misi/tujuan/manfaat: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan intelektual berpikir pada logis. A. dan Austin Tujuan: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif. menyusun konsep. dan menggunakan simbol-simbol. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan baik model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan keterampilan psikomotor. ini berpikir/pengembangan umumnya. mengorganisasi data. yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan. mengenali masalah. Edmun Sullivan. dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. Keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir. c. Rumpun model-model Pemrosesan Informasi Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi. Dalam bab ini akan dipaparkan garis besar penggolongan model pembelajaran. karakteristik model pembelajaran. dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis. model ini ditujukan dalam untuk pembentukan akademik kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan kegiatan meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. memecahkan masalah. Model ini akademik memiliki meskipun diperlukan juga untuk kehidupan umumnya. Perkembangankognitif Tokoh: Jean Piaget. Latihan inkuari Tokoh: Richard Suchman Misi/tujuan/manfaat : Sama dengan model berpikir induktif. peserta didik dilatih mempelajari konsep secara efektif. Pembentukan konsep Tokoh: Jerome Bruner. dan contoh penerapan model pembelajaran dalam RPP. d. Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran : 1. maupun keterampilan sosial. pengertian. keterampilan berpikir . Pemrosesan Informasi Pembelajaran Berpikir Induktif Tokoh: Hilda Taba Misi/tujuan/manfaat: Ditujukan secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan pada dalam kegiatan. Irving Sigel. Pemilihan model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan target hasil belajar yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah. meskipun dapat khususnya . b. juga harus menguasai berbagai model pembelajaran. Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum.

Model-model pembelajaran dalam kelompok ini memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain untuk meningkatkan proses . Latihan Kesadaran Tokoh: Fritz Perls. e. membaca.model ini memfokuskan pada proses di mana realitas adalah negosiasi sosial. Models of Teaching. (Sumberi Bruce Joyce dan Marha Weil. Sistem Konseptual David Hunt Misi/Tujuan: Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas. c. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik. b. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita. e. Rumpun model-model Pribadi/individual Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Model Pengajaran NonDirektif Tokoh: Carl Rogers Misi/Tujuan: Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. Delaney Tujuan: Strategi belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. f. 1980. William Schutz Misi/Tujuan: Pembentukan kemampuan menjajagi dan menyadari pemahaman diri sendiri. a.demikian pada kemampuan diterapkan kehidupan sosial dan pengembangan moral. Mnemonics Tokoh: Pressley. 1992. Levin. Model Pembelajaran AdvAdvance organizer anc Tokoh David Ausubel Misi/tujuan/manfaat: Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi beragam (ceramah. (Sumber: Bruce Joyce dan Marsha Weil. Sinektik William Gordon Misi/Tujuan: Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif. 1980 dan Bruce Joyce. d. ) 3. dan media lainnya) dan menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada. yang memandang manusia sebagai pembuat makna. Model. 1996: Models of Teaching) 2. Marsha Weil. dan Beverly Showers. Pertemuan kelas William Glasser Misi/Tujuan: Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya. Rumpun model-model Interaksi Sosial Model-model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun Sosial ini menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain.

John Dewey Misi/tujuan: Mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah. Model. Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini. Jurispru-dential Tokoh: National Laboratory Bethel. juga untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan keputusan. dan fleksibilitas pribadi.model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Harold Guetzkow Tujuan: Didisain untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses. Jurispru-dential Training kelompok kesadaran. yaitu guru dan peserta didik yang saling berinteraksi. Dalam konteks pembelajaran terdapat dua komponen penting. James P. B. Tokoh-tokoh teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind) diri sebagai pribadi dan materi keakademisan. Istilah pembelajaran sama dengan proses belajar mengajar. Role playing (Bermain peran) Tokoh: Fannie Shaftel.demokratis dan untuk belajar dalam masyarakat secara produktif.proses sosial tersebut. (investigati-on group) Tokoh: Herbert Thelen. Models of Teaching) 4. Pengertian Model Pembelajaran 1. 1980. teori belajar. Dengan demikian. George Shafted Tujuan: Didisain untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu Simulasi Sosial Tokoh: Sarene Boocock. atau perilaku terapi. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun Interaksi Sosial Model: Kerja kelompok. Inkuari Sosial Tokoh: Byron Massialas. (Sumber: Bruce Joyce dan Marha Weil. modifikasi perilaku. utamanya melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis. teori belajar sosial. Didisain utama untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berpikir Jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia). Rumpun Model-model Perilaku Semua model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku.Shaver Misi/tujuan: Pengembangan dan kerja keterampilan untuk interpersonal mencapai. Maine Donald Oliver. pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang . Benjamin Cox Misi/tujuan: Pemecahan masalah sosial.

dan belajar bagaimana cara belajar. Model pembelajaran Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model pembelajaran merencanakan tingkah laku yang diharapkan dari peserta didik yang dapat didemonstrasikannya setelah langkah-langkah mengajar tertentu. perlengkapan belajar. kursus-kursus.memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik. yang meliputi berikut ini. . penulis memaknai model pembelajaran dalam modul ini sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu. Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu pebelajar (peserta didik) memperoleh informasi. Spesifikasi lingkungan belajar Suatu model pembelajaran menyebutkan secara tegas kondisi lingkungan dimana respon peserta didik diobservasi. dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Bruce dan Weil (1980 dan 1992: 135-136) mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran ke dalam aspek-aspek berikut. Secara implisit di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat karakteristik lainnya dari sebuah model dan rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lainnya. Secara luas. rancangan unit pembelajaran. C. dan bantuan belajar melalui program komputer. cara berpikir. Cara-cara pelaksanaannya Semua model pembelajaran menyebutkan mekanisme yang menunjukkan reaksi peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan. Spesifikasi hasil belajar yang direncanakan Suatu model pembelajaran menyebutkan hasil-hasil belajar secara rinci mengenai penampilan peserta didik. Di dalam pola pembelajaran yang dimaksud terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-peserta didik yang dikenal dengan istilah sintaks. Merujuk pada dua pendapat di atas. Prosedur Ilmiah Suatu model pembelajaran harus memiliki suatu prosedur yang sistematik untuk mengubah tingkah laku peserta didik atau memiliki sintaks yang merupakan urutan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru-peserta didik. ide. dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru-peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada peserta didik. Kriteria penampilan Suatu model pembelajaran merujuk pada kriteria penerimaaan penampilan yang diharapkan dari para peserta didik. Karakteristik Model Pembelajaran Rangke L Tobing. nilai-nilai. keterampilan. Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum. 4. program multimedia. 3. 2. buku-buku pelajaran. 2. dkk (1990:5) mengidentifikasi lima karakterististik suatu model pembelajaran yang baik. 5. 1.

4. Kegiatan eksplorasi dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas mengenai materi yang sedang dipelajari dari berbagai sumber belajar baik yang ada di lingkungan sekolah atau di luar sekolah.1. atau musium. Peran kepemimpinan guru bervariasi dalam satu model ke model pembelajaran lainnya. 5. Sistem sosial Sistem sosial menggambarkan bentuk kerja sama antara guru-peserta didik dalam pembelajaran atau peran-peran guru dan peserta didik dan hubungannya satu sama lain serta jenis-jenis aturan yang harus diterapkan. Dalam beberapa model pembelajaran. kesiapan guru. juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan minimal yang harus ada dalam proses pembelajaran sesuai dengan pesan standar proses (Permendiknas RI no 41. majalah). atau pendekatan kontekstual. guru memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan peserta didik atau mengambil sikap netral.. Sistem pendukung menggambarkan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan model pembelajaran. internet. yaitu metode diskusi. Sintaks Suatu model pembelajaran memiliki sintaks atau urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar yang diistilahkan dengan fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut bekerja dalam praktiknya. misalnya pendekatan lingkungan. yaitu eksplorasi. elaborasi. misalnya bagaimana memulai pelajaran. Metode pembelajaran yang dapat digunakan guru juga bervariasi. praktikum. Prinsip reaksi Prinsip reaksi menunjukkan kepada guru bagaimana cara menghargai atau menilai peserta didik dan bagaimana menanggapi apa yang dilakukan oleh peserta didik. Kegiatan yang dapat dirancang misalnya . bagaimana memfasilitasi peserta didik dalam menggunakan sumber belajar. namun dalam model pembelajaran yang terstruktur sedang peran guru dan peserta didik seimbang. selain berorientasi pada pilar-pilar PAKEM. D. guru bertindak sebagai pusat kegiatan dan sumber belajar (hal ini berlaku pada model yang terstruktur tinggi). Penerapan Model Pembelajaran dalam RPP Pembelajaran yang dirancang. dalam suatu situasi belajar. buku teks. misalnya melalui lembar kerja peserta didik. demikian pula pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat bervariasi. media masa (koran. pendekatan proses. 2. 3. Kegiatan elaborasi dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan arti pada informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan (informasi yang sudah dimiliki). Dampak pembelajaran langsung dan iringan Dampak pembelajaran langsung merupakan hasil belajar yang dicapai dengan cara mengarahkan para peserta didik pada tujuan yang diharapkan sedangkan dampak iringan adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh peserta didik. tahun 2007. serta kesiapan peserta didik. Setiap model memberikan peran yang berbeda pada guru dan peserta didik. misalnya alat dan bahan. termasuk sarana dan prasarana. Sebagai contoh. tentang Standar Proses). eksperimen dan penugasan. dan konfirmasi. Kemampuan peserta didik dalam mengelaborasi dapat berupa menguraikan materi yang sedang dipelajari lebih rinci dan lebih lengkap.

diskusi kelompok . 1. Guru dalam upaya menerapkan PAKEM dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep yang akan dipelajari dan sesuai dengan tuntutan konstruktivisme. Peserta didik memiliki keingintahuan dan ingin berkembang.melalui kegiatan membaca berbagai sumber menganalisis bacaan. kemudian peserta didik melakukan kegiatan. Adapun kelima fase tersebut adalah sebagai berikut. isyarat. laporan lisan. dan lain-lain. memproses data secara logis. penyelesaian masalah. Tujuan umum dari model latihan inkuari adalah membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual dan keterampilan-keterampilan lainnya. Latihan inkuari menekankan pada sifat-sifat peserta didik ini. Kegiatan konfirmasi juga dapat digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam merefleksikan hasil belajarnya dari berbagai sumber belajar. bukanlah sebagai nama dari urutan atau tahapan atau sintaks model pembelajaran. Karakteristik Model Pembelajaran Latihan Inkuari a. sampai akhirnya peserta didik mengembangkan strategi pengembangan intelektual yang dapat digunakan untuk menemukan mengapa suatu fenomena bisa terjadi. seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan (mencari) jawaban yang berawal dari keingintahuan mereka. tulisan. Kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa tanya jawab. pameran produk. Fase 2: Pengumpulan data untuk verifikasi Menemukan sifat obyek dan kondisi. Menemukan terjadinya masalah. Fase 1 : Berhadapan dengan masalah Guru menjelaskan prosedur inkuari dan menyajikan peristiwa yang membingungkan. elaborasi. aturan-aturan atau penjelasan Fase 5 : Mengalisis proses inkuari . Penulis lebih memaknai ketiga kegiatan tersebut sebagai kegiatan-kegiatan kunci dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sebagai upaya menerapkan konstruktivisme. yaitu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bereksplorasi dan memberikan arah yang spesifik sehingga area-area baru dapat tereksplorasi dengan lebih baik. Kegiatan konfirmasi juga dapat berfungsi sebagai pemberian umpan balik dan kesempatan untuk memberikan penguatan baik dalam bentuk lisan. Kegiatan konfirmasi dapat dimaknai sebagai kegiatan guru untuk meminta penegasan atau pembenaran dari hasil eksplorasi. elaborasi. seminar. Model Pembelajaran Latihan Inkuari Latihan inkuari berasal dari suatu keyakinan bahwa peserta didik memiliki kebebasan dalam belajar. dan konfirmasi. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dan sintaksnya memuat kegiatan eksplorasi. Sintaks Model pembelajaran latihan inkuari ini memiliki lima fase sebagai sintaks pembelajarannya. mencari jawaban. dan konfirmasi yang dipaparkan di atas. merumuskan hipotesis dan mengujinya. Merumuskan penjelasan Merumuskan penjelasan. atau eksplanasi (penjelasan) yang diberikan peserta didik. penyusunan laporan. elaborasi. Fase 3: Pengumpulan data dalam eksperimen Mengenali variabel-variabel yang relevan. ia menginginkan peserta didik untuk bertanya mengapa suatu peristiwa terjadi. Kegiatan eksplorasi. Model pembelajaran latihan inkuari dikemukakan oleh Richard Suchman. Model pembelajaran ini menuntut partisipasi aktif peserta didik dalam inkuari (penyelidikan) ilmiah. dan lain-lain.

tugas Guru menjaga agar inkuari tetap terarah pada proses penyelidikan itu sendiri. strategi inkuari. Model latihan Inkuari: • Keterampilan proses IPA • Strtegi untuk penyelidikan kreatif • Semangat untuk berkreativitas • Kebebasan atau otonomi dalam belajar • Toleran terhadap pendapat yang berbeda • Menyadari bahwa pengetahuan itu • bersifat sementara 2. Dari lima fase di atas. dan sumber-sumber belajar yang ada dalam sebuah masalah. Lawson. fase 2 dan 3 merupakan kegiatan eksplorasi peserta didik. Ada berbagai macam jenis model siklus belajar. Sistem Pendukung Pendukung yang paling optimal terhadap keterlaksanaan model latihan inkuari adalah adanya bahan-bahan yang akan digunakan pada saat Guru menghadapkan peserta didik dengan masalah. struktur dapat meluas hingga mencakup penggunaan sumber belajar.Menganalisis strategi inkuari dan mengembangkannya menjadi lebih efektif. Guru dan peserta didik berpartisipasi setara selama menyangkut adanya gagasan-gagasan. lingkungan intelektual terbuka bagi seluruh gagasan yang relevan. melakukan percobaan. b. antara lain seperti berikut ini. tetapi bukan melakukan inkuari sendiri untuk keperluan mereka.prinsip inkuari. dan diskusi dengan Guru. fase 4 adalah kegiatan elaborasi. Meskipun model ini dapat sangat terstruktur dengan sistem sosial yang dikendalikan Guru. Apabila Guru ditanya oleh peserta didik yang tidak bisa dijawab “ya” atau “tidak”. Model Pembelajaran Siklus Belajar Model siklus belajar merupakan satu model pembelajaran yang dapat digunakan sebagai kerangka umum untuk melaksanakan kegiatan kontruktivis. Ketika peserta didik belajar prinsip. dialog dengan peserta didik lain. Guru harus membantu peserta didik melakukan inkuari. Sistem sosial Sistem sosial dalam model latihan inkuari diharapkan bersifat kooperatif. d. Guru harus memahami betul proses intelektual . guru dapat melakukan konfirmasi. merancang pembelajaran (1995: 153) mengemukakan bahwa dalam . c. Guru harus mendorong peserta didik berinkuari sebanyak-banyaknya. dan pada fase 5. Guru harus meminta peserta didik menata ulang pertanyaan yang akan diajukannya agar dapat dijawab oleh Guru “ya” atau “tidak” untuk menjaring mereka mengumpulkan data pada masalah yang akan diselesaikan. Pada fase terakhir. Pada fase kedua. model ini memiliki dampak pengajaran langsung dan iringan sebagai berikut. Anton E. e. Prinsip reaksi Reaksi yang paling penting yang harus diberikan Guru adalah pada fase kedua dan ketiga. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Di dalam penggunaannya.

c. baik yang diajukan oleh peserta didik maupun sebagai hasil intervensi yang dilakukan Guru. Fase Eksplorasi Fase pertama adalah fase eksplorasi. dan fase Penemuan (Discovery). fase Pengenalan Istilah (Term introduction). . maka… Dengan cara ini peserta didik diharapkan berusaha merefleksikan keyakian atau prosedur yang telah dimilikinya untuk mencari pemecahan terhadap fenomena baru tersebut. Di samping langkah-langkah di atas. Pengalaman baru mereka akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan menimbulkan kerumitan-kerumitan yang pada suatu ketika tidak dapat mereka pecahkan dengan cara berpikir mereka. agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif. fase Penelusuran (Invention). Jadi melalui fase ini. b. Tetapi belakangan oleh Lawson (1988) fase-fase tersebut dinamai fase Eksplorasi (Exploration). Pada fase ini peserta didik belajar melalui tindakantindakan dan reaksi-reaksi yang telah mereka miliki terhadap situasi baru. ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. prediksi-prediksi atau data baru yang memungkinkan dapat mengubah keyakinan atau konstruksi pengetahuan lama peserta didik terhadap konsep baru yang diperkenalkan.konsep-konsep mengembangkan (pengetahuan) maupun keterampilan berpikir. Untuk dapat memungkinkan terjadinya pengaturan-sendiri sebagai upaya untuk mencapai kemantapan keseimbangan baru. Dan hal ini juga akan menimbulkan kehati-hatian dalam menguji prosedur dalam siklus ini. Peserta didik harus menggali fenomena baru yang didasarkan pada keyakinan yang telah dimiliki peserta didik (konsep-konsep dan sistem konseptual). maka ada 3 fase yang harus diperhatikan yang oleh Karlplus dan Thier (1967) dinamai fase Eksplorasi (Exploration). dan fase Penerapan Konsep (Concept application). d. yaitu sebagai berikut. Proses ini akan memunculkan beberapa ide sekaligus menghilangkan ide-ide lainnya yang tidak relevan dalam pola siklus dari pengaturan-sendiri. Penggalian fenomena harus didahului oleh hal-hal yang membuat mereka bingung atau hal-hal yang dan kontradiktif sehingga menghasilkan yang akan bentuk ketidakseimbangan meningkatkan berpikir pertanyaan-pertanyaan dan berpikir provokasi argumentasi dalam jika…dan…. Fase Eksplorasi juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan fenomena melalui cara mereka masing-masing yang dapat menguji baik keterampilan observasi maupun dalam berhipotesis. berbagai pengalaman baru haruslah disediakan bagi peserta didik untuk menguji dan mengembangkan konsep-konsep atau prosedur-prosedur baru dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam konteks yang terkait. Jawaban sementara peserta didik digunakan untuk membangkitkan argumen-argumen. Pada akhirnya analisis tersebut dapat memunculkan pembahasan-pembahasan untuk menguji ide-ide alternatif melalui prediksi-prediksi. f. atau didasarkan pada prosedur maupun keterampilan berpikir yang telah dikenalnya pula. Eksplorasi harus didahului oleh identifikasi terhadap pola keteraturan dari suatu fenomena. Guru mengakomodasi berbagai jawaban sementara. Mereka menggali materi-materi baru dan ide-ide baru dengan bimbingan yang minimal dari guru. e. guru memberikan kesempatan dan pengalaman baru kepada peserta didik yang dapat menimbulkan konflik-konflik berpikir serta menimbulkan pertentangan dan analisis terhadap ide dan pemikiran mereka sendiri.

konsep tiada lain adalah pola plus istilah. An Account from Professor Aronson [on line]. 3. Model Pembelajaran P. Berns. kemudian mereka memprediksi hasilnya dan mempertimbangkan hasil prediksinya. yang dimulai dengan memperkenalkan istilah baru yang merujuk pada pola yang sudah ditemukan pada fase eksplorasi. Perlu diperhatikan di sini bahwa konsep adalah pola mental yang direpresentasikan melalui label verbal (dalam hal ini berarti istilah). Penerapan diusahakan dengan banyak variasi agar pengertian baru yang telah mereka peroleh lebih mantap dan permanen. mintalah pada peserta didik untuk mengamati apa yang akan Anda demonstrasikan. Using Cooperative Learning in Science Education. Robert G dan Erickson. History of The Jigsaw. 2000. P.eric. Guru dapat memperkenalkan istilah. tetapi yang lebih penting peserta didik harus dapat mempersepsi istilah tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. Contextual Teaching and Learning: . guru meminta peserta didik untuk mengajukan hipotesis mengenai mengapa terjadi seperti yang mereka lakukan dan menjelaskan perbedaan antara prediksi yang dibuatnya dengan hasil observasinya.dan memberikan penjelasan (explain). Ketiga tugas siswa dalam model pembelajaran POE yaitu: Predict : pada tahap ini. Tersedia :http://www.jigsaw. Tahap ini harus selalu diikuti eksplorasi dan dihubungkan dengan pola-pola yang mereka temukan dalam setiap kegiatan eksplorasi.Observe.Explain) P. E. menunjukkan proses atau demonstrasi dan mintalah peserta didik untuk mencatat apa yang terjadi. 1992. Explain: pada tahap ini.E ini sering juga disebut suatu strategi pembelajaran di mana guru menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka untuk melaksanakan tiga tugas utama. Patricia M. yaitu predik. Fase Aplikasi Konsep Fase ketiga yaitu penerapan konsep (concept application). Di sini peserta didik mencoba mengaplikasikan konsep atau istilah (term) atau pola pikir baru pada situasi permasalahan baru. eksplorasi (exploration) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan pola-pola. film atau media lainnya.Fase Pengenalan konsep/istilah Fase kedua pengenalan istilah (term instroduction). P. Akhirnya.E adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain .edu. Tersedia [on line] http://www. Mintalah mereka mengamati fenomena yang didemonstrasikan.E (Predict. Pengenalan Istilah (term introduction) memungkinkan Guru dengan kesempatannya dapat memperkenalkan istilah.htm Blosser.O. observasi. Jadi. Observe: pada tahap ini.O. Daftar Pustaka Arronson. Istilah atau nama konsep ini dapat diinformasikan oleh guru atau diperoleh peserta didik melalui buku. dengan Penerapan Konsep (concept aplication) memungkinkan peserta didik untuk menemukan penerapannya (juga non aplications) dari konsep-konsep tersebut pada konteks-konteks baru. dilain pihak peserta didik dengan kesempatannya dapat menghubungkan pola-pola dengan istilah yang merupakan pembentukan konsep. E. 2001. ERIC Clearing House.O.org/history. guru melaksanakan kegiatan.

Bandung: PPPG IPA Indrawati. California: Kagan Cooperative Learning. Elementary School Science for The’90. 1998.org/reading/img/water_cycle_01. Makalah dalam penataran Calon Penatar Dosen Pendidikan Guru SD (Program D-II). 2006. Bandung: PPPPTK IPA http://www. 5th. New York: Random House Joyce and Weil.gif Indrawati. Monson. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung Slavin. Dick. Setia Adi.al.20 tentang Sisdiknas Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Anton E. BelmontCalifornia: wadswort Publishing Company. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.wisc. Killen. Alfred E. (tanpa tahun). Mulyasa..jlab. USA: A Simon Schuster Company BSNP. Bandung: PPPG IPA. Undang. Rangke L . Bruce Joyce & Marsha Weil. Third Edition. Syaiful Sagala. Makalah pada Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup. Roy. Hendriani. Bandung: Penerbit Alfabeta Tobing. Model Pembelajaran Rumpun Pemrosesan Informasi (Modul). Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. . L. Models of Teaching. Models of Teaching. 2007(a). 1990. Remaja Rosdakarya. et. Boston. Australia: Social Science Press. Model-Model mengajar Metodik Khusus Pendidikan Ilmu pengetahuan Alam Sekolah Dasar. Effective Teaching Strategies. Second Edition. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Virginia: association for Supervission and Curriculum Development. Donald R. Science. and Society A Primer For Elementary Teachers. Yeni. Science Teaching and The Development of Thinking. The Highligh Zone: Research @ Work no 5. Lawson. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. The systematic Design Of Instruction . Walter and Lou Carey. second edition. 1992. Penerbit PT. Logan: Utah State University. E. Technology. 1990. 2003. 1995. Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sf/MI. Teaching Science to Children: An Integrated Approach. Model Pembelajaran Langsung (Modul).edu/teachnet/ctl What is contextual teaching and learning? http://education. 1986. New Jersey: Prentice Hall. Boston: Allyb and Bacon Horley. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. -------------. 1990. Daugs and Jay A. Cooperative Learning: Theory.. Cooperative Learning and Hands-on Science. Models of Teaching. 1998. Indrawati. Model Pembelajaran PAKEM. Lessons from Research and Practice. E. Florida : Harper Collins Publishers. Hinduan. Inc. (1995). dan Bagaimana Pendekatan STS.Preparing Student for the New Economy. 1986. Mengapa. 1995. Research and Practice. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. 2007.undang No. Friedl. Boston: Allyn and Bacon.cew. Fourt Edition. SD. 2004. Diknas: Jakarta Chandler. 2007(b). 2005. Apa. R. Bandung: PPPG IPA.

learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. inovatif. Prinsip pembelajaran aktif. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. Dengan mendirikan Grameen Bank. Inovatif. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. kreatif. efektif. hanya saja sering terlupakan. Hal senada dikatakan Margaretha S. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). sumber belajar. Berpusat pada peserta didik 2.Y. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna . penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Suasana yang menarik. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. menyenangkan. Dengan cara kerja seperti itu. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsabangsa lain di seluruh dunia. melainkan sudah dikenal dan populer. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). dan sarana belajar. Artinya. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. dan menyenangkan (PAIKEM). dalam Wilis:154). Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. kreatif. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Mohamad Yunus. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. dan bermakna 4. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. 2002). sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Siswa boleh saja berpikir secara global.Berdasarkan teori belajar. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. efektif.. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. melainkan kita belajar dari kesalahankesalahan orang lain. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan.

3. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. 9. untuk mengungkapkan gagasannya. 5. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Belajar melalui berbuat. dan penciptaan Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. mempertanyakan. dan cocok bagi siswa. Pada saat yang sama. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. 2. dan kinestetik. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. dan tentu saja rasa bosan. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. 1. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. menyenangkan. keterbatasan pilihan. penemuan. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. 5. 2. Inovatif. auditory atau kemampuan mendengar. termasuk cara belajar kelompok. Menurut hasil penelitian. 3. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. dan Menyenangkan. Sesuai mata pelajaran. misalnya: Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas 6. Efektif. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. Kreatif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. 4. kemungkinan kegagalan. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. dan mengemukakan gagasan. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.6. misalnya: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber 1. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. 7. 4. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. • • • • • • • • • • . Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. peserta didik aktif berbuat Menekankan pada penggalian. 8. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. guru menggunakan.

http://gora. Kemandirian dan tanggung jawab dibina sejak . Jakarta: Bumi Aksara. Ibrahim. 2003. efektif. Dalam penelitian tindakan kelas ini. pengamatan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. · Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Guru memberikan umpan balik. Directorate Pendidikan Menengah Umum. inovatif. efektif dan menyenagkan.php?id=323 Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru mulai dari yang sederhana samapi dengan yang kompleks. Model Pembelajaran PAIKEM Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Jakarta. dan menyenangkan. peneliti menggunakan metode pembelajaran aktif. kreatif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Indonesia. Model PAKEM berorientasi pada proses dan tujuan. inovatif.umy. Model PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpuh pada empat prinsip. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. Penggunaan metode yang bermacam-macam dan variatif ini disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajarn.id/berita. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. inovatif. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Orientasi proses dalam model PAKEM berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar. kreatif. menyenangkan yang disingkat PAKEM. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus Guru memantau kerja siswa. kreatif. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/ http://www. efektif. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. kreatif. Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. yaiti : aktif. melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa · Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) · Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.edublogs. mencari rumus sendiri. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.ac. DAFTAR PUSTAKA Bafadal.• Lingkungan • • • • • • • • • • • • • • • • Siswa: Melakukan percobaan.

ingin mengadkan motivasi. Kata "aktif" sendiri dapat dalam bermacam-macam bentuk seperti: mendengarkan. . Jumlah waktu yang dipergunakan untuk mengulangi masalah pribadi siswa baik berhubungan ataupun tidak dengan mata pelajaran. melakukan observasi. menulis. suasana belajar tidak searah. Kadar keaktifan tersebut ditentukan oleh tujuh dimensi (Mc Keachie. desain kelas yang tidak membosankan (enjoi learning). menumbuhkan motivasi. percaya diri dan kritis serta mempunyai banyak cara. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. mengoptimalkan panca indera dan mengatur strategi pembelajaran. memanfaatkan waktu yang ada. Makna Aktif. 1. Patisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran. Tidak ingin menjadi penonton. Auditorial atau kinestika) Pada hakikatnya. Tekanan pada afektif dalam penbelajaran. Efektif dan Menyenangkan a) Aktif dapat diartikan : selalu mencoba. memanfaatkan modalitas belajar ( visual. tidak mudah puas dengan hasil kerja dan selalu ingin berbuat terus. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan melibatkan keaktifan mental (intelektual-emosional) walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan phisik.Inovatif. c) Kreatif dapat diartikan : menginginkan adanya perubahan yang baru. Gurus harus dapat memberi empan atau memfasilitasi siswa dalam memunculkan daya inovatif. Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan sekolah. diajak ke sumber belajar. Kekohesiofan kelas sebagai kelompok. mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu. tidak cepat putus asa. kaya dengan metode. Kadar keaktifan siswa dalam belajar terdapat dalam rentang keaktifan antara Teacher-centered lawan student-centered. terutama berinteraksi antar siswa. memunculkan hal-hal baru dari pengalaman siswa yang dikontruksikan dengan materi pembelajaran. Kebersamaan dan bekerjasama untuk mengasah emosional.awal. Kreatif. e) Menyenangkan dapat diartikan : penampilan guru yang menarik. Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. 1954) sebagai berikut. membuat sesuatu. anak lebih kritis dan kreatif. b) Inovatif. belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajadnya tidak sama antara siswa satu dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribuasi siswa yang kurang relevan bahkan salah sama sekali. Tidak kalah pentingnya anak sipa mengahadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan. d) Efektif dapat diartikan : mamanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar. Orientasi tujuan adalah agar anak belajar lebih mendalam. suasana belajar menjadi bervariasi serta meningkatkan kematangan emosional. mendiskusikan. Persaingan yang sehat ditumbuhkan dengan saling menghargai satu sama lain serta menumbuhkan sikap kepemimpinan.

cenderung senang dengan mendengar. Saat ini pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa (student centeret learning). Untuk itu. . Berbagai hambatan dalam proses pembelajaran akan dihadapi. 3) Skenario pembelajaran secara rinci dan matang Skenario merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru. berbagai alternatif terutama metode harus disiapkan. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau strategi pembelajaran(RPP). Bukan hanya sekedar format. Modalitas belajar yang dimiliki anak ada tiga. didekatkan ke alam nyata. Modal belajar anak cenderung pada karakter alamiah yang dimiliki. Untuk itulah dalam menangani anak sudah dipersiapkan cara pelayanannya. melainkan guru sudah mendesain pola pembelajaran yang ideal dengan karakter materi yang sedang diajarkan. Seorang guru tidak bias membuat anak sama seperti gerigi sisir. Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. baik perbedaaan cara belajar maupun perbedaan kecerdasan. hasil belajar anak dipajang di kelas. auditorial dan kinestik. cenderung senang dengan cara melihat. 2. Dengan disusun skenario pembelajaran. yaitu : gaya belajar visual. Anak yang mempunyai gaya belajar visual. seorang guru sudah membuat format pada setiap pertemuan dengan siswa. Pelaksanaan pembelajaran PAKEM a. Dulu guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered learning). bekerja dan menyentuh. Sedangkan anak yang mempunyai gaya belajar kinestik cenderung belajar dengan cara bergerak. artinya lebih lentur dalam memahami kondisi yang akan dihadapi. tetapi desesuaikan dengan karakter dan kepribadian yang khas yang dimiliki anak. 5) Melayani perbedaan individual Semua memaklumi bahwa anak mempunyai perbedaan. 2) Guru membuat persiapan matang Persiapan bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak harus dikerjakan. Jiuka hal itu sudah diantisipasi maka akan terjadi proses pembelajaran yang mengasyikkan. Anak yang mempunyai gaya belajar auditorial. Berbagai metode dengan karakter materi yang akan diajarkan sudah dipersiapkan sebelum diajarkan.belajar sambil bermain dan bernyanyi. 4) Menerapkan asas fleksibilitas Asas fleksibilitas. Seorang guru tidak bisa kaku dalam menerpakan pola pembelajaran di kelas. Sebagaimana berbagai teori sudah disepakati oleh para pakar pendidikan bahwa setiap anak mempunyai modalitas belajar atau gaya belajar yang berbeda. ada penghargaan bagi yang berprestasi. Seorang guru tidak hanya terpaku pada satu metode yang ada. baik gambar maupun bagan. Persiapan 1) Berpusat pada siswa Perubahan paradigma pembelajaran sangat terasa saat ini.

musikal. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. melainkan sudah dikenal dan populer. kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan natural. jelas tidak bijak bagi guru ataupun orang tua yang memaksa murid untuk masuk dalam bidang-bidang tertentu yang anak tidak berminat. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Howard Garder. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. 4) Pertanyaan terbuka. Teori ini dirumuskan oleh Prof. kecerdasan visualspisial. f) Proses 1) Mendengarkan pendapat siswa 2) Menggunakan bermacam-macam sumber belajar 3) Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu. anak juga mempunyai perbedaan kecerdasan. Alfred Bine. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. yaitu : kecerdasan linguistik.Selain perbedaan gaya belajar. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi . kecerdasan kinestis-jasmani. kecerdasan interpersonal. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Berdasarkan teori belajar. Jika selama ini orang lebih banyak membicarakan teori yang dikembangkan oleh ahli psikologi. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Saat ini muncul teori intellegensi majemuk yang disebut multiple intelligences. menantang dan produktifem soving) 6) Menuntut hasil yang terbaik dari siswa 7) Memberikan umpan balik seketika 8) Siswa memanjangkan hasil karyanya 9) Kompetitif dan kooperatif Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Manurut Garder anak mempunyai delapan kecerdasan. hanya saja sering terlupakan. yaitu intelegensi tunggal yang sering disebut intellegence quotient (IQ). Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Akan tetapi guru dan orang tua dapat mendampingi anak di dalam mengembangkan potensi sepenuhnya dengan penuh minat dan kegembiraan. kecerdasan logis-matematis. Dengan berpedoman pada kenyataan bahwa murid mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri.

baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. sumber belajar. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. dan sarana belajar. inovatif. kreatif.Y. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. 2002). efektif. Dasar Pemikiran: . Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Mohamad Yunus. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Siswa boleh saja berpikir secara global. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Artinya. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). Dengan mendirikan Grameen Bank. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. dan menyenangkan (PAIKEM). Dengan cara kerja seperti itu. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif.pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Hal senada dikatakan Margaretha S. dalam Wilis:154). maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam..

Menekankan pada penggalian. Belajar melalui berbuat. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung.Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. dan kinestetik. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Inovatif. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. menyenangkan. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. penemuan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. auditory atau kemampuan mendengar. kreatif. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. dan bermakna 4. Kreatif. mempertanyakan. efektif. dan penciptaan 8. keterbatasan pilihan. dan tentu saja rasa bosan. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM : PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. dan mengemukakan gagasan. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. peserta didik aktif berbuat 7. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Suasana yang menarik. Berpusat pada peserta didik 2. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. kemungkinan kegagalan. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Inovatif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. Menurut hasil penelitian. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: . Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Prinsip pembelajaran aktif. dan Menyenangkan. Efektif. dan menyenangkan (PAIKEM) 5.

.Nara sumber . 2. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.Menulis laporan/cerita/puisi . atau wawancara . Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam.Menarik kesimpulan Memecahkan masalah.Gambar . misalnya: . 3. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. mencari rumus sendiri.Melakukan percobaan. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. misalnya: . termasuk cara belajar kelompok.Diskusi kelompok . dan cocok bagi siswa. Pada saat yang sama. menyenangkan.Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri .Studi kasus .1.Sesuai mata pelajaran.Berkunjung keluar kelas . Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. 5.Memecahkan masalah .Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri .Mencari informasi . guru menggunakan.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa: . Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif.Lingkungan . pengamatan. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. .Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam.Percobaan . untuk mengungkapkan gagasannya.

Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus • Guru memantau kerja siswa. dan menyenangkan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. kreatif. . efektif. inovatif. 2003. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Jakarta: Bumi Aksara. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. Ibrahim. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. kreatif. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. efektif. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari.Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. • Guru memberikan umpan balik. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. inovatif.

sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. 4. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. dan portofolio. (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. dan perbuatan. Pembelajarannya efektif d. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. (e) Menentukan strategi pembelajaran.PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran. studi kasus. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian . CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. kuesioner. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. A. (f) Akuntabilitas lembaga. 3. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. Sementara itu. cek lis. kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. B. mental maupun emosional 2. (c) Membantu dan mendorong siswa. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Dalam pembelajaran. menyenangkan dan efektif. tertulis. 2. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D.

Apa itu PAKEM? P AKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Menentukan strategi pembelajaran 6. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. dan Menyenangkan. E. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Membantu dan mendorong siswa 4. Akuntabilitas lembaga 7. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Proses Pembelajaran oleh : Depdiknas A. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1.net/ Pembelajaran. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Efektif dan Menyenangkan Posted by AKHMAD SUDRAJAT ⋅ 22 Januari 2008 ⋅ 99 Komentar Filed Under Inovasi Pembelajaran. Meningkatkan kualitas pendidikan F. Efektif. Pembelajaran Inovatif. Artinya. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Pembelajaran Konstruktivisme. Pembelajaran Kooperatif. dan mengemukakan gagasan. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. Sehingga. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Kreatif. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. Kreatif. jika pembelajaran . Pendidikan [PAKEM] Pembelajaran Aktif. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3. selama pembelajaran itu berlangsung.sekolahdasar.tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. Sumber : http://www. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. mempertanyakan. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. 2.

Menurut hasil penelitian. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. anak kota. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: • • • • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Secara garis besar. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. untuk mengungkapkan gagasannya. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. anak orang kaya. dan cocok bagi siswa. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. anak Indonesia. . termasuk cara belajar kelompok. misalnya. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. B. anugerah Tuhan. Anak desa. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. anak orang miskin. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. menyenangkan. tersebut. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif.tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan.

dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. kritis dan kreatif. Namun demikian. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. . anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Dengan mengenal kemampuan anak. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. kreatif. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu. tugas guru adalah mengembangkannya. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. 4. 5. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Kritis untuk menganalisis masalah. Berdasarkan pengalaman. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah.2. Menyenangkan. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Kedua jenis berpikir tersebut. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Oleh karena itu. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. 3. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. kapan”. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. berapa.

Pajangan dapat berupa gambar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Oleh karena itu. puisi. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM? . mempertanyakan gagasan orang lain. peta. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. atau takut dimarahi jika salah. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan.’ C. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. berpasangan. karangan. mencatat. 7. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). merumuskan pertanyaan. Selain itu. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. 6. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. dan sebagainya. dan membuat gambar/diagram. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar).Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Sering bertanya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. dan ditata dengan baik. 8. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. mengklasifikasi. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. benda asli. diagram. atau kelompok. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. membuat tulisan. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. takut disepelekan. berhipotesis. model. sosial.

Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. misal:Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiriGambarStudi kasusNara sumberLingkungan Siswa:Melakukan percobaan. Pada saat yang sama.Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari Guru memantau kerja siswaGuru memberikan umpan balik Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Kemampuan Guru Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Pembelajaran Sesuai mata pelajaran.Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa.Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. Guru menyampaikan materi-materi pelajaran dan siswa dituntut untuk menghafal semua pengetahuannya. 2011 Posted by msuratman in Uncategorized. Pembelajaran lebih berorientasi kepada penguasaan materi. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. trackback Mengapa harus Paikem? Kita tidak dapat memungkiri bahwa sampai saat ini proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. mencari rumus sendiriMenulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Melalui:DiskusiLebih banyak pertanyaan terbukaHasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. atau wawancaraMengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiriMenarik kesimpulanMemecahkan masalah. Pembelajaran Berbasis PAIKEM Januari 9. Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. pengamatan. Pembelajaran seperti ini memang terbukti berhasil dalam kompetisi . guru menggunakan.

Preparasi. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. c. pengetahuan. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. alokasi waktu terbatas. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. 1992). PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Kritis/Kreatif. materi. Apersepsi diperlukan untuk . Ekspositori dan Inkuiri Diskoveri Sebuah proses pembelajaran memerlukan teknik. dan keterampilannya. sumber referensi terbatas. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). peserta didik. dan e. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).mengingat dalam jangka pendek. menantang. minat. jumlah materi (tuntutan kompeteni dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. dan Menyenangkan. d. dan sumber daya. Pembelajaran PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Efektif. Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses juga diamanatkan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secara interaktif. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Pembelajaran berbasis PAIKEM (dulu PAKEM) diyakini dapat membantu siswa tidak hanya mampu menyerap pengetahuan tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Memerlukan juga strategi yang tepat dan efektif. dan kemadirian sesuai dengan bakat. krativitas. elaborasi. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. menyenangkan. a. dan konfirmasi. Jadi secara yuridis pembelajaran berbasis Paikem sudah jadi keharusan dilaksanakan dalam pemblajaran di sekolah. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). metode. b. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Raka Joni. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. inspiratif.

simulasi.penyegaran c. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. diskusi kelas. diskusi kelompok. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. dan sebagainya. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. pengamatan. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. sumber referensi. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. dan tanya jawab. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. b. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. yaitus ebagai berikut: a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. pemecahan masalah. potensi. Resitasi. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. c. d. Prinsip Pembelajaran PAIKEM PAIKEM sebagai model pembelajaran berbasis kompetensi menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. ekplorasi. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga . Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. eksperimen. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan e. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. alokasi waktu cukup tersedia. media. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . b. dan kecepatan belajar yang beragam. dan bahan cukup. alat. Metode yang digunakan adalah observasi. eksperimen. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. pengetahuan. Peserta didik memiliki karakteristik. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. c. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. a. d. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. penelitian sederhana. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL).

tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. motivasi. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. aktivitas. memang berada pada diri siswa. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Komunikasi. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. e. 1. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. menarik keputusan. memberi keyakinan. kecakapan sistematis dalam menilai. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. perhatian. kesulitan maupun ancaman. Tanggung jawab belajar. makna.mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. 2. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain . Pembelajaran Terpadu (Tematik. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). memecahkan masalah. IPS Terpadu). retensi. memberi keyakinan. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. dan transfer dalam belajar. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. persepsi. f. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). Interaksi. IPA Terpadu. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). pengalaman dan kemandirian siswa. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. interaksi dan refleksi. kreatif. memecahkan masalah menarik keputusan. komunikasi. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. kecakapan sistematis dalam menilai. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Pembelajaran berbasis TIK (ICT).

cooperating. eksperimen. peran guru sebagai fasilitator. atau proyek. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Materi Penguatan Pengawas. diskusi kelompok. Baca lebih lanjut tentang Pembelajaran Kontekstual (contextual teaching and learning: CTL). Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri.dengan Lesson Study. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. applying. atau simulasi. teman belajar. tanya jawab. 2. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). demonstrasi. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. demonstrasi. observasi di sekolah. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Ditjen PMPTK Kemendiknas. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Sumber: Pembelajaran Berbasis Paikem. Metode yang digunakan seperti penugasan. tanya jawab. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. tutor. observasi lingkungan. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. diskusi kelas. observasi di sekolah. yaitu relating. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. presentasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. presentasi. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. 1. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. eksperimen. experiencing. atau simulasi. atau demonstrasi. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. atau proyek. 3. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. diskusi kelas. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. 2010 Implementasi Inovasi Pembelajaran Teknik paikem 14 Mar IMPLEMENTASI INOVASI PEMBELAJARAN METODE PAIKEM DI MTs NEGERI CIAMIS Abstrak . observasi lingkungan.

masih ada sebagian guru yang menghadapi masalah dalam pelaksanaannya. metode pengajaran. Sehingga kerjasama yang baik antara guru dengan pihak-pihak yang terkait untuk implementasi inovasi pembelajaran harus ditingkatkan Berbagai metode pengajaran dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa di MTs Negeri Ciamis khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. juga memandu segenap proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan impelementasi inovasi PAIKEM hasilnya lebih baik dibanding dengan sistem pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat kepada guru. Kata kunci : Inovasi Pendidikan. to deliver learners achieve optimal learning outcomes. as well as guide the whole process of learning. Most of the teachers in learning the practice of innovation in schools. Namun demikian.PAIKEM. Pengajar yang profesional ditandai dari penguasaan kelas yang diasuhnya untuk mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar yang optimal.Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar di kelas dalam meciptakan proses pengajaran. Salah satu yang digunakan adalah metode PAIKEM. However. Hal tersebut terjadi karena pengajar selain sebagai orang yang berperan dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan. there are some teachers who are facing problems in its . Teachers are also provided with some training to assist with the implementation of learning innovations in schools. Sebagian guru-guru mempraktekkan metode PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa. IMPLEMENTATION OF EDUCATION INNOVATION BY USING PAIKEM METHODE AT MTS NEGERI CIAMIS Abstract A determined learning success by the tips of each teacher in the classroom as teachers than as people who play a role in the process of transformation of knowledge and skills. Metode yang menitikberatkan bahwa belajar itu adalah menyenangkan. Sebanyak 59 siswa orang MTs Ciamis menjadi responden kajian ini. Guru-guru tersebut dibekali dengan beberapa latihan untuk membantu implementasi metode tersebut di sekolah. Professional teachers who can be a sign of the extent to which he was master class fosterage.

ekonomi. akan dihasilkan oleh pembelajaran yang sering bermuara pada faktor kemampuan guru. The study results found that learning with innovation PAIKEM Implementation results are better with the conventional learning system or as a teacher in the learning resource center. Keahlian dan kepribadian guru merupakan salah satu faktor yang sangat berperan sekaligus menjadi loncatan bagi siswa untuk meraih keberhasilan khususnya prestasi baik dari segi analisis maupun kemampuan mendayagunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Keywords: educational innovation. Permasalahan utama Mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidup menjadi lebih baik itu adalah syarat mutlak untuk tidak tertinggal atau tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. tidak lagi mengenal batas-batas . social dan lain-lain. One of them is PAIKEM method. b. merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap usaha pendidikan dengan pengajaran. Rumusan Masalah Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru dituntut untuk senantiasa berperan aktif dan eksis dalam dunia pendidikan sesuai dengan zaman yang selalu berkembang. Guru sebagai pengajar atau pendidik. di mana telah mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal.implementation. Therefore need good cooperation between the teachers with related parties for the implementation of learning innovation must be increased. Many methods of education are implemented to increasing capability of MTs Negeri Ciamis students particularly in social science. PAIKEM Pendahuluan 1. A total of 59 students from two classes of MTs Negeri Ciamis were respondents in this study. Oleh karena itu. Dalam dunia pendidikan inovasi adalah tantangan penyelenggaraan pendidikan yang berkwalitas yang merupakan cita-cita mulia bangsa Indonesia. Itulah sebabnya setiap adanya implementasi inovasi pembelajaran. educational method. dengan dukungan elemen terkait supaya tidak terjadi kemandekan pada dunia pendidikan kemudian akan berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik. . implementasi gagasan inovasi pendidikan oleh seorang pendidik sangatlah diperlukan. a. khususnya mengenai masalah kurikulum dan peningkatan sumber daya yang dimiliki oleh siswa. The method is to conduct of education with fun.

Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. sasarannya dan perencanaan maupun strategi yang dipergunakan. Di sini dibutuhkan manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi implementasi inovasi pengajaran agar organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas. umpamanya masalah kemiskinan. Prestasi individu dalam pendidikan merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi organisasi pendidikan. ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). media. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). antara lain dalam hal manajemen pendidikan. pemalsuan produk.negara dan teritori. Semua pihak yang berperan serta dalam proses inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan. terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. Setiap orang atau individu dalam pendidikan hendaknya berperan dalam implementasi inovasi pengajaran karena prestasi pendidikan tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan. pembusukan makanan. Tujuan dan Manfaat Kajian/tulisan Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. kemacetan lalu lintas. implementasi kurikulum. sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan. c. sumber belajar. kecakapan sistematis dalam menilai. memberi keyakinan. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam sistem mekanisme pasar global. pelatihan guru. dsb. Dalam bidang pendidikan. wabah penyakit. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. memecahkan masalah menarik keputusan. Dsb . metodologi pengajaran. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. kegagalan panen. baik guru maupun yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi yang terintegrasi dan berkesinambungan. kejahatan. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang semakin canggih dan inovatif. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan. Bagaimana implementasi inovasi pengajaran di Indonesia untuk mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

gagasan. kompetensi dan sumber daya lainnya. inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011). yaitu modal. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif.Implemantasi Inovasi pengajaran dalam pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain oleh Johnson dan Jacobson (dalam Taufik. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. 2009). Memasok/menyediakan sumber daya. kualitas dan efektivitas. dan Menyenangkan. Kreatif. pengetahuan dan visi). Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pengajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Inovatif. Sedangkan menurut Kusmana (2010: 4) inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi . Memfasilitasi penciptaan ekonomi eksternal yang positif (dalam bentuk pertukaran informasi. karna mempunyai manfaat utama sebagai berikut : • • • • • Menciptakan pengetahuan baru. Dari pendapat diatas penulis menarik kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi. mempertanyakan. relevansi. Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi. yaitu mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya. Landasan Teori Pengertian Inovasi Inovasi adalah suatu ide . Efektif. dan mengemukakan gagasan. Oleh sebab itu. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Memfasilitasi formasi pasar.

(3) rangkaian gerak. yaitu: (1) belajar isyarat. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. maka pembelajaran bertentangan dengan hakikat belajar. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. auditory atau kemampuan mendengar. (4) rangkaian verbal. jika cara pengajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak . Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Guru dapat membantu proses ini dengan caracara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. (5) membedakan. Sehingga. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan.1985 (dalam Kemendiknas : 2011) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. dengan memberikan ide-ide. dan kinestetik. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Menurut hasil penelitian. dan tentu saja rasa bosan. (2) stimulus-respon.terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. keterbatasan pilihan. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. perasaan tertekan . dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Implementasi pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya dengan metode mengakomodir setiap karakteristik diri. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. kemungkinan kegagalan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. (6) pembentukan konsep. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya.

Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. 3. . 2008 (dalam Pusbang Tendik. termasuk cara belajar kelompok. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. kegiatan inti dan kegiatan penutup. menantang. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. menyenangkan.kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Berdasarkan inovasi PAIKEM. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. kreativitas. menyenangkan. Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran. dan kemandirian sesuai dengan bakat. untuk mengungkapkan gagasannya. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. inspiratif. pelaksanaan proses pembelajaran. 2011) Secara garis besar. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. 2. dan konfirmasi. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. minat. penilaian hasil pembelajaran. maka rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) haruslah berfokus pada siswa. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. elaborasi. Penerapan PAKEM dalam Implementasi Pembelajaran Menurut Tarmizi. 5. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD). dan cocok bagi siswa. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. makna.

serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. motivasi. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. • • • • • Mengapa demikian? Apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. a. perhatian. komunikasi. dan transfer dalam belajar. bentuknya antara lain: c. d. bentuknya antara lain: • • • • b. retensi. persepsi. Mengemukakan pendapat Presentasi laporan Memajangkan hasil kerja Ungkap gagasan Interaksi. interaksi dan refleksi. pengalaman dan kemandirian siswa. • • • • • • Diskusi Tanya jawab Lempar lagi pertanyaan Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa.aktivitas. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Komunikasi. Metodologi . memang berada pada diri siswa. Tanggung jawab belajar. • • • • • • Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: Melakukan pengamatan Melakukan percobaan Melakukan penyelidikan Melakukan wawancara Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.

2. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif. guru: a. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. menyelesaikan masalah. dan bertindak tanpa rasa takut. Metode Kajian yang digunakan Adapun kegiatan inti menggunakan metode observasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. dan sumber belajar lain. b. c. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna. media pembelajaran. dan e. atau lapangan. studio. menganalisis. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. 1. Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi. dan konfirmasi. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip bahwa guru dan belajar didapatkan dari aneka sumber. dan sumber belajar lainnya. guru: a. memberi kesempatan untuk berpikir. yang meliputi proses eksplorasi. lingkungan. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar. 1. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi. memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru. Maksud dari eksplorasi. elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. e. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. elaborasi. d. c. .1. d. diskusi. a. b.

f. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; g. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; h. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. 3. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik, b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

• • • •

berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah; memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Dalam kegiatan penutup, guru:
• • • •

bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

1. b.

Objek Kajian

Objek kajian siswa dan guru MTs Negeri Ciamis yang berjumlah 57 orang, dan kajian ini di lakukan pada minggu ke dua pada bulan Maret 2012. 1. c. Sumber Data

Sumber data dalam kajian ini adalah guru mata pelajaran IPS kelas VIII (Agus Gozali, M.Pd) dan siswa MTs Negeri Ciamis terbagi menjadi 2 kelompok observasi yaitu kelas VIII a dan VIII b. Kelompok yang pertama (VIII a) : dengan implementasi Inovasi pendidikan dengan dengan kajian tiga kali pertemuan sebagai berikut : Tujuan Pembelajaran : 1. 2. 3. Menunjukkan letak aliran sungai Bengawan Solo Menyebutkan kota-kota yang dilalui aliran sungai Bengawan Solo Mendeskripsikan kondisi alam di lembah Bengawan Solo

4. Menjelaskan hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara 5. Menjelaskan corak kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat pra-aksara.

Pertemuan ke 1
• • • •

• •

Kelas dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Tiap kelompok mencari informasi dari internet sekolah yang berkaitan dengan kondisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat disekitar lembah Bengawan. Tiap kelompok mendiskusikan / membahas informasi yang telah ditemukan dari sumber, membuat laporan hasil diskusi dan mempresentasikan hasilnya. Masing-masing kelompok mengamati peta Jawa Tengah di internet khususnya Surakarta dan menginterpretasikan letak aliran sungai bengawan Solo dan menunjukkan kota-kota yang dilalui alran sungai Bengawan Solo. Membuat peta aliran sungai Bengawan Solo Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat / pekerjaan siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke 2

Siswa dibagi ke dalam kelompok

Setiap kelompok mengkaji materi pelajaran dengan mempelajari di internet sekolah dan mendiskusikan :

ü Bukti-bukti apa menunjukkan adanya zaman pra-aksara? ü Bagaimana kehidupan ekonomi zaman pra aksara. ü Bagaimana kehidupan sosila-budaya zaman pra aksara ü Bagaimana hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara ?
• •

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, dilanjutkan tanggapan dari kelompok lain Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke tiga
• • • • • • •

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok Setiap kelompok mengkaji materi tentang corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara melalui internet. Setiap kelompok melakukan studi kasus tentang diminta corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Kelompok lain memberikan tanggapan ,sanggahan dan pendapat terhadap materi yang disajikan Tanya jawab corak kehidupan ekonomi, sosial dan budaya manusia. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap pendapat dan pertanyaan para siswa dengan merujuk pada referensi dan pendapat para ahli :

Kelompok yang kedua (VIII b)

Dalam tiga kali pertemuan, kelompok ke dua menggunakan cara konvensional, yaitu pembelajaran terpusat pada guru. 1. d. Prosedur Penelitian

Obyek : kelas VIII a yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok pertama dengan implementasi inovasi pengajaran PAIKEM, dan kelas VIII b jumlah 30 orang sebagai kelompok kedua dengan menggunakan pola pembelajaran konvensional. Mata pelajaran yang di bahas adalah IPS terpadu, dengan 3 kali perbandingan antara kelompok yang menggunakan implementasi inovasi pengajaran dan kelompok kedua yang dengan mengunakan cara konvensional. Untuk mengetahui hasil pembelajaran diadakan test awal (pre test) dan test akhir (Posttest).

Berikut adalah hasilnya Pertemuan ke 1 2 3 Kelas VIII a pre test Posttest 65, 45 84, 35 64, 98 86, 17 66, 37 85, 20 Kelas VIII b pre test Posttest 64, 74 75, 89 63, 26 78, 29 62, 27 76, 15 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1. Kelompok pertama yang menggunakan metode PAIKEM yang berlandaskan implementasi inovasi pembelajaran hasilnya lebih baik terbukti dari nilai posttest yang lebih baik dari kelompok ke dua yang menggunakan cara konvensional. 2. Peran guru dalam implementasi inovasi pembelajaran adalah guru dituntut mampu mewujudkan PAIKEM dalam kelas sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan dengan mudah dan maksimal, penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran harus memperhatikan fungsi dari media tersebut, guru juga harus mempunyai ketrampilan untuk mensiasati media ke alat yang lebih sederhana tanpa hanya mengandalkan fasilitas dari sekolah, kegiatan mengajar belajar semestinya dapat diimplementasikan dalam realitas kehidupan, evaluasi pembelajaran saat ini menuntut tidak hanya penilaian terhadap akademis peserta didik, akan tetapi juga penilaian melalui pendekatan afektif atau perkembangan sikap siswa; 3. hasil dalam implementasi inovasi pembelajaran dijabarkan ke dalam tiga hal yaitu motivasi belajar siswa menjadi bertambah, perubahan perilaku siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, dan hasil belajar siswa yang meningkat; 4. kendala dalam implementasi inovasi pembelajaran dirasakan oleh guru dan murid, guru merasa takut dan tidak percaya dengan kemampuannya sedangkan murid harus merubah cara belajar mereka dari pasif menjadi aktif, dukungan dari sekolah terwakili dengan adanya budaya sekolah yang mencerminkan aplikasi dari pelajaran PKn yaitu sikap toleransi dan saling menghargai dan kebijakan sekolah yang memberi kebebasan kepada guru guna terwujudnya pembelajaran inovatif; 5. dampak dari implementasi inovasi pembelajaran berimbas kepada guru dan siswa, guru meninggalkan pembelajaran konvensional menuju pembelajaran inovatif, guru menjadi bertambah inovatif dalam melakukan pembelajaran dan bagi siswa telah merubah siswa menjadi subyek belajar yang aktif dalam kegiatan mengajar belajar. Keterangan hasil A>B A>B A>B

Saran

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetapi juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.Inovasi pendidikan sebagai usaha perubahan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatakan semua unsur yang terkait di dalamnya, seperti inovator, penyelenggara inovasi seperti guru dan siswa. Disamping itu, kesalahpahaman yang harus dihindari oleh seorang pendidik dalam implementasi inovasi pendidikan adalah sebagai berikut : 1. PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat. 2. PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah. 3. PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran 4. PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi. Penutup Demikian tulisan ini penulis buat dengan harapan menambah pemahaman dan wawasan dalam implementasi inovasi pengajaran khususnya untuk penulis sendiri, umumnya untuk semua yang membaca tulisan ini.

Daftar Pustaka Tarmizi. pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan. Dalam situs http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-danmenyenangkan/. Dikunjungi 11 Maret 2012 Pusbang Tendik/Badan PSDMP dan PMP-Kemdiknas/2011

Tatang Taufik. Sistem Inovasi dan Pendidikan. Dalam situs http://sisteminovasi.blogspot.com/2009/01/sistem-inovasi-dan-pendidikan.html. Dikunjungi 24 Februari 2012 Anneahira.Inovasi Pendidikan. Dalam situs http://www.anneahira.com/artikelpendidikan/inovasipendidikan.htm/2011.Dikunjungi 24 Februari 2012 Kusmana, Suherli, Ciamis : pascasarjana unigal press, 2010 LAMPIRAN Gambar 1. Contoh inovasi pola duduk dalam pembelajaran Gambar 2.Siswa berperan aktif dalam pembelajaran Gambar 3. Mencari informasi dari internet Gambar 4.Cara belajar konvensional Biodata Penulis Shilphy Afiattresna Octavia, dilahirkan 04 Oktober 1979 di Ciamis. Pekerjaan saat ini adalah sebagai guru di MTs Negeri Ciamis yang dilakukan sejak tahun 2004. Pendidikan dasar dan menengah dilakukan di Ciamis, Strata 1 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan Srata S2 dalam Manajemen Pendidikan Jurusan Manajemen Sistem Pendidikan di Universitas Galuh Ciamis. (Ciamis, 14 Maret 2012)

Merencanakan pembelajaran
Kegiatan rutin guru setiap tahun sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah sama yaitu membuat rencana pembelajaran. Seperangkat mengajar yang kita buat dibendel dan diserahkan kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk di validasi dan disahkan oleh kepala sekolah. Mengelola proses belajar-mengajar (pembelajaran) adalah upaya secara sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut M. Saekhan Muchith, M.Pd dalam buku pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group, 2008, hal 99 Kemampuan merencanakan pengajaran meliputi :

1. Menguasai perangkat pembelajaran, yaitu kemampuan memahami segala hal yang terkait dengan proses pembelajaran 2. Menyusun analisis materi pelajaran ( AMP), yaitu kemampuan menjabarkan materi dari materi yang bersifat umum ke dalam materi yang khusus, atau menjabarkan standar kompetensi ke dalam indicator keberhasilan pembelajaran. 3. Menyusun program semesteran dan program tahunan, ini merupakan jadwal pelajaran dalam kurun waktu tertentu 4. Menyusun rencana pengajaran, dengan memperhatikan :1. Standar kompetensi siswa, kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran; 2. Indikator keberhasilan, kemampuan atau ketrampilan yang ditampilkan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran. Indikator ini perlu dilihat dari segi intelektual (kognitif) dan juga ketrampilan mekanik (psikomotor); 3. Perumusan tujuan pengajaran, yaitu aspek kemampuan yang harus dicapai melalui proses pengajaran; 4. Pemilihan bahan dan urutan bahan, yang perlu diingat bahwa bahan pembelajaran tidak hanya dari buku panduan saja, tetapi bahan pembelajaran bisa diperoleh dari mana saja, apa saja asalkan mampu memberikan kemampuan akademik siswa; 5. Pemilihan metode mengajar, motode yang ideal adalah metode yang sesuai dengan materi, dengan perlengkapan sarana, sesuai dengan waktu, sesuai dengan kemampuan guru, dan sesuai dengan kemampuan siswa; 6. Pemilihan sarana / alat pendidikan, guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan memberdayakan segala sarana untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran; 7. Pemilihan stategi evaluasi, evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui tentang (a) kemampuan siswa mengetahui materi pelajaran, (b) mengetahui kekurangan dan kelebihan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (c) mengetahui keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin lembaga pendidikan Model pembelajaran terakhir yang aku dengar adalah model pembelajaran PAIKEM, yaitu model yang dalam proses pembelajarannya menjadikan siswa menjadi aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Dalam melaksanakan model PAIKEM, guru harus memperhatikan : 1. Memahami sifat yang dimiliki anak; 2. Mengenal anak secara perorangan; 3. Memanfaatkan perilaku anak dalam mengorganisasian belajar; 4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan untuk memecahkan masalah; 5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik; 6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar; 7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar; 8. Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental. Dalam buku yang digunakan untuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) rayon 16 Jember, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk melaksanakan PAIKEM ditunjukkan beberapa kegiatan guru dan siswa. Juga kemampuan yang perlu dikuasasi guru untuk menciptakan suasana aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Contoh KBM model PAIKEM :

Komponen pembelajaran

hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
• • • • • •

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran

Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan

Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya :

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

• • • •

Alat yang sudah ada / dibuat sendiri. Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan

Siswa :
• •

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembankan ketrampilan

• •

Melakukan percobaan, pengamatan atau wawancara Mengumpulkan data / jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri

Menulis laporan / hasil karya lain dengan kata kata sendiri Melalui :

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan

• • • •

Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan hasil pemikiran siswa sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan ( untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut Tugas perbaikan atau pengayaan yang diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari

Guru Menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa

• •

Guru mengkaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari

Model pembelajaran yang dapat mendukung proses PAIKEM adalah pembelajaran kooperatif. tindakan. Abdurrahman dan Bintoro ( dalam nurhadi. tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan berkomunikasi maupun ketrampilan proses kelompok. kuis. Model pembelajaran STAD adalah siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran lain untuk menuntaskan materi pembelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami materi tutorial. kita juga memperhatikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan agama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topic. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. diidentifikasi dari sumber-sumber : agama. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Model ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Jigsaw. dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menyelesaikan materi pembelajaran. 1998: 20) Model pembelajaran GI adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda baik dari segi gender. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. baik menentukan topic maupun cara mempelajari melalui investigasi. etnis. Grup investigation (GI). pancasila. dkk 2004 : 64-67) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi 4 model : 1. Student teams achiement devision (STAD). yaitu siswa saling berinteraksi untuk memecahkan masalah. Dalam merencanakan pembelajaran tidak hanya memperhatikan model pembelajaran. terdapat sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. 2. NILAI 1. budaya dan tujuan pendidikan nasional. 3. 2. dan diskusi ( Ibrahim. karena model ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa selama proses belajar mengajar. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. dan pekerjaan. 2000: 21-22) Pembelajaran jigsaw adalah cara pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memberikan tugas kelompok kepada siswa. Jujur . Menurut Nurhadi. kemudian mempresentasikan materi tersebut kepala kelompok yang lain (Hadisubroto. 4. Number head together (NHT).

8. dan mengakui. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Cinta Damai Sikap. 16. 4. 9. 10. dan bekerja sama dengan orang lain. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.NILAI 3. suku. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. Toleransi DESKRIPSI Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. 12. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. lingkungan fisik. dan politik bangsa. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. Cinta Tanah Air Cara berfikir. sikap. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. etnis. serta menghormati keberhasilan orang lain. bertindak. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. ekonomi. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. bergaul. 15. bersikap. dilihat. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. 11. sosial. bersikap. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang Komuniktif berbicara. 5. 13. dan . pendapat. Demokratis Cara berfikir. 6. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. budaya. 14. 7. perkataan. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. dan didengar. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. kepedulian.

sosial dan budaya). jakarta. PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. yang seharusnya dia lakukan. jakarta. Semoga tahun sekarang lebih baik pelayananku kepada siswa dari pada tahun yang lalu. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group.NILAI 17. 24 jam perminggu. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP . 2008. Tanggung-jawab DESKRIPSI mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Tim penyusun modul rayon 16 universitas jember. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. terhadap diri sendiri. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. pedoman sekolah. pedoman sekolah. aku dapat tugas mengajar 4 pelajaran. masyarakat. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Tahun pelajaran sekarang. Sumber : Kementerian pendidikan nasional.Pd . Peduli Sosial 18. Saekhan Muchith. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Sumber pustaka : M. digunakan terbatas untuk pendidikan dan latihan profesi guru rayon 16 universitas jember Kementerian pendidikan nasional. lingkungan (alam. M. Berarti membuat 4 perangkat pembelajaran.

dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. Thailand (73). kreatif. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. Philipina (84). B. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C.. Menyenangkan). pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. . Efektif. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. Inovatif. Singapura (25). Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. a. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Malaysia (61). 2007). b. dinamis dan dialogis. Dengan demikian.pada tahun 2005. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. menyenangkan. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. 1. Selain PAIKEM. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. Kreatif. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Brunei (33). 2007). melainkan sebagai subyek didik. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. UU No. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study.

2007). dan mengemukakan gagasan. termasuk cara belajar kelompok. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. mempertanyakan. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Menurut hasil penelitian. dan cocok bagi siswa. Secara garis besar. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.BAB II PEMBAHASAN A. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM . Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Sehingga. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. 3. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. 2. 2. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Efektif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. untuk mengungkapkan gagasannya. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 5. Inovatif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. menyenangkan. Kreatif. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar.

6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . mempertanyakan gagasan orang lain. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Dengan umpan balik. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. (2008).” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. menurut Suprijanto dkk. Tugas guru adalah mengembangkannya. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar.. Dengan mengenal kemampuan anak. kreatif. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. 2007). Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. 2007). Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. kapan”. berapa. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. sehingga mereka mampu . antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. misalnya dengan memajang hasil karya siswa.. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah.Dalam melaksanakan PAIKEM. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. Kritis untuk menganalisis masalah. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan yang mendalam pada diri anak. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya. 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar).

dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. Indikator : Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme . atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Siswa: Melakukan percobaan. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas.merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. pengamatan.4. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. 2007) 4. Sesuai mata pelajaran. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. guru menggunakan. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. 3. Pada saat yang sama. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. percobaan.

peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok .

nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji 3. Artinya. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . Berdasarkan masalah di atas.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. Presentasikan rancangan eksperimen .Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1.Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Sebagai contoh : . Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2.

Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. Tujuan bersama untuk jangka panjang. 2008). yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka . (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. dalam merencanakan. yaitu: 1. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Presentasikan laporan B. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. melaksanakan. 2008). tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. 2. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain.6. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. di luar peserta Lesson Study. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. berdasarkan data. Buatlah laporan penelitian 8. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. LESSON STUDY 1. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. Meski pada awalnya. 2009). Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. Dalam tulisannya yang lain. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa.

(3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. Studi tentang siswa secara cermat. misalnya. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. 4. dan bukan sebagai pengganti. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). Observasi pembelajaran secara langsung. Sementara itu. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. pengembangan kemampuan individual siswa. Dengan melakukan pengamatan langsung. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. Materi pelajaran yang penting. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. Dengan demikian. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. 3. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study . (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa diambil dari Lesson Study. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. partisipasi. dan sebagainya. 2.panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran.

Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study.(Sudrajat. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan . 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. 2. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. 4. 4. Sementara itu. 3. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. 2008). (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). dijumpai beberapa pendapat. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. 3. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. yaitu: 1. Pemerintah melalui Permen no. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei).

sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran . Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. 2). 5. siswa-lingkungan lainnya. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. diantaranya: 1. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. 3. 7. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. Untuk lebih jelasnya. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. 6. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. seperti tentang: kompetensi dasar. 4. atau pengawas sekolah. cara membelajarkan siswa. kepala sekolah. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. 2. 5. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. dan sebagainya. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. siswabahan ajar. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. baik pada tahap awal. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. Selanjutnya. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP.pembelajaran. siswa-guru. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran.

Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. baik pada tataran indiividual. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Menganilisis hubungan antara ekosistem. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. 3). Oleh karena itu. maupun menajerial. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Indikator : 1. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. Selanjutnya. Pada tataran manajerial. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. 5. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. Pada tataran individual.2. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4.berlangsung. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. tidak berdasarkan opininya. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu . Dalam menyampaikan saran-saranya. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study.

Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan .Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV.2. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” . Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. . Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2.

Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi Penilaian 1. Penilaian terhadap LKPD .Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3.

Pertama.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol.000 m3 per hari. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. hingga saat ini. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Kecamatan Porong. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. sejak tanggal 27 Mei 2006. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1).Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1).000 meter kubik per hari menjadi 126. lumpur terus menyembur setiap harinya. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui.000 meter kubik per hari. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5.000 m3 sampai 60. Kabupaten Sidoarjo.000 meter kubik per hari.2. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.000 m3 per hari. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. Kedua. dari antara 40. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan . Oleh karena itu. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. Jawa Timur. Namun demikian. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo.

... Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5................................... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini.... Menteri Kelautan dan Perikanan..................wikipedia......................................... karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id.....................................penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain.org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini.......................................................... Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4.. Metode Pembelajaran : . Jawa Timur................................... Konsep : . Freddy Numberi................... mencapai Rp10...... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut.... Guru Pengajar : .............. seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo............... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya............................................. 1............. Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3............... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong.................................... Bidang Studi : ........9 miliar per tahun............... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2...... Asal Sekolah : ........ ............................................................................... Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ... diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]......... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen...... 5 September 2006..........

.............................. ................................................................................................................................. Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ...................................... Nama Bidang Studi Tanda Tangan 1......................................................................................................................... 2................................................................................ Nama Observer : ................................................................................ Pengalaman Mengajar: ............................................................................... Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? .............................................................................. .................. Mata Pembelajaran : . 1.......................................................... 4.............................. 2............................................................................................................................................................................................................................................................................................................. ......... Tempat : ...................................................................................................................... 2...................................................................................................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : .............. ......... Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? .......................................................................... Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? . 3................. 3...................................................... 3............................................................................ Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ Guru Pengajar : ..................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? .... 1................................................. ............................................................................................................... ........................................................................................................ Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ................................. Kelas : ............................ 4................Waktu : .... ............. ....................................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No....................................................................................................................................................................................................................................... Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ................................ ................................................ Asal Sekolah : .............................................................

Malang . 2008. Kreatif. Ahmad. Depdiknas. Jakarta.com/. C. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Sudrajat. (http://akhmadsudrajat. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. Malang. Model-model Pembelajaran untuk PTK. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.worpress. 2007. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. Hendayana dkk. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. FPMIPA UPI dan JICA. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama..BAB III PENUTUP A. Efektif. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. 2009. dkk. B. (online). 2002. Bayumedia Publishing. 2007. Inovatif. Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. diakses 16 Mei 2009) Susilo. Lesson Study Berbasis Sekolah.

........ PEMBAHASAN................. B.......................... 3............ Tujuan Penulisan Makalah .. Manfaat Lesson Study ... A.............................................. BAB III....... 2...................................... 4........... LESSON STUDY ......... B........... A.......... A................................... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ......................................... diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .......................................................... PAIKEM............................................................................................................................ BAB I................. 5............................................................ PENUTUP ...................... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 9 9 10 ............................... 3....................................................................................... 1............. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM .......... PEMBELAJARAN PAIKEM .................................................................................................................... PENDAHULUAN ...... B............................................. Hakekat Lesson Study ................. Saran ................... (online)............. Kesimpulan .Tarmizi......... Pelaksanaan PAIKEM ............................................. 4........... DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................wordpress....................................... Contoh Skenario Pembelajaran ......................................................................... 2008.................. DAFTAR ISI .......... 1.............................. C..............com/............. BAB II............ Pengertian PAIKEM ......................... (http://tarmizi.............. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ........ Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ................... 2.............................................................. Rumusan Masalah ....................................................... Latar Belakang ............................

M. Dr. SOEDJONO BASUKI. Dr. 608682521992 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI . H. M. Hj. SRI ENDAH INDRIWATI.Pd 2.12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1.Pd Oleh ROHMAWATI NIM.

Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. 04 Agustus 2011 PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan.MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. Malang. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Oleh sebab itu koreksi. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. M. H. Mei 2009 Diposkan oleh Trisno Marsa di 03. Sri Endah Indriwati M. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya.Pd. Akirnya. Hj. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. PEMBELAJARAN Kamis. Soedjono Basuki. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. dan Bapak Dr. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai .22 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: ADMINISTRASI.Pd.

20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. . dan Vietnam (108) (Hendayana dkk.. Efektif. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP pada tahun 2005. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. UU No. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Menyenangkan). Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. kreatif. Inovatif. Malaysia (61). Kreatif. Dengan demikian. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. B. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. menyenangkan. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. a. Selain PAIKEM. Philipina (84). Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. 2007). 2007). pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. dinamis dan dialogis. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. 1. b. melainkan sebagai subyek didik. Singapura (25). mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Thailand (73). sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. Brunei (33). dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik.

Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya.BAB II PEMBAHASAN A. Sehingga. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. dan Menyenangkan. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. mempertanyakan. 5. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. termasuk cara belajar kelompok. Inovatif. 2007). dan melibatkam siswa dalam menciptakan . dan cocok bagi siswa. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. untuk mengungkapkan gagasannya. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. menyenangkan. Secara garis besar. Efektif. dan mengemukakan gagasan. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. 2. Kreatif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. 3. Menurut hasil penelitian. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. berapa. Dengan umpan balik. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan . Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. kreatif. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. kapan”.. menurut Suprijanto dkk. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. 2007). Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. 2007).” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. (2008). 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. Tugas guru adalah mengembangkannya. Sering bertanya. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Dengan mengenal kemampuan anak. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Kritis untuk menganalisis masalah.. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. 2. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM Dalam melaksanakan PAIKEM. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik.lingkungan sekolahnya. mempertanyakan gagasan orang lain.

Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.yang mendalam pada diri anak. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Sesuai mata pelajaran. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. 2007) 4. Siswa: Melakukan percobaan. Indikator : . pengamatan. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. Pada saat yang sama. 3. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa.4. sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. percobaan. guru menggunakan.

Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen . Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV.Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III.

pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe .variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. Sebagai contoh : . Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut .Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji .Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih. Berdasarkan masalah di atas. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Artinya. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2.

Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. berdasarkan data. Presentasikan laporan B. Presentasikan rancangan eksperimen 6.3. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. Meski pada awalnya. 2009). 2008). Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. LESSON STUDY 1. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. yang diperolehnya berdasarkan hasil . Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. melaksanakan. dalam merencanakan. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. Dalam tulisannya yang lain. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. di luar peserta Lesson Study. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. Buatlah laporan penelitian 8. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. 2008). 2. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus.

(6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. dan sebagainya. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. 2. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). Tujuan bersama untuk jangka panjang. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. partisipasi. pengembangan kemampuan individual siswa. Studi tentang siswa secara cermat. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. Dengan demikian.observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. 4. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. Sementara itu. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). misalnya. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. 3. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. yaitu: 1. Dengan melakukan pengamatan langsung. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa . namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. Observasi pembelajaran secara langsung. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. dan bukan sebagai pengganti. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. Materi pelajaran yang penting. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas.

1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. . Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009).diambil dari Lesson Study. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. 4. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. Pemerintah melalui Permen no. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. yaitu: 1. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. 2. dijumpai beberapa pendapat. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. 3. 2008). b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. Sementara itu. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study (Sudrajat. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu.

baik pada tahap awal. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. siswabahan ajar. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. atau pengawas sekolah. siswa-guru. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. 2. 5. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. 6. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. 3. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung.3. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. siswa-lingkungan lainnya. dan sebagainya. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran. 4. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. cara membelajarkan siswa. 2). Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk . 4. Untuk lebih jelasnya. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. seperti tentang: kompetensi dasar. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. diantaranya: 1. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. kepala sekolah. Selanjutnya. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. 5.

5. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. Pada tataran manajerial. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. baik pada tataran indiividual. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. Selanjutnya. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Menganilisis hubungan antara ekosistem. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. maupun menajerial.2. tidak berdasarkan opininya. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan . Pada tataran individual. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. 7. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun.keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Oleh karena itu. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. 3). dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. Dalam menyampaikan saran-saranya. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk.

Indikator : 1.masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. .Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu 2. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3. peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki .Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” .Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan .

Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi .

Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Kedua. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Kecamatan Porong. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50.000 m3 per hari. Oleh karena itu. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). hingga saat ini. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur.000 m3 per hari. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo. sejak tanggal 27 Mei 2006. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. lumpur terus menyembur setiap harinya.Penilaian 1. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Pertama. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo.000 m3 sampai 60. dari antara 40. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol.000 meter kubik per hari. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. Penilaian terhadap LKPD 2. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1). Jawa Timur. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas . sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. Namun demikian.

.... Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4.............. Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2... Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut.. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain................... diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]..... Menteri Kelautan dan Perikanan........... Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50........................... karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id...000 meter kubik per hari... mencapai Rp10..................... Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini......... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo.... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya............... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong................ dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI................... Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5.... Freddy Numberi......org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini..... 1.... ........9 miliar per tahun..... Konsep : ..Sidoardjo langsung ke Kali Porong..... Jawa Timur................ menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen............... seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo..... Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3.... Bidang Studi : .........000 meter kubik per hari menjadi 126................wikipedia.... 5 September 2006.......

.......................................................................................... ................................ Nama Observer : ..................... 3....................................................... Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ............... 4........................................................................................................................................................................... ................ Asal Sekolah : ................ Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ........................................................................................................................................................................................................................................... Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ................................................................................................................................................................... Tempat : .............................................. .....................................................................................................Metode Pembelajaran : ...............tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ...................... Waktu : ............................................................ Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? ................................................................................................ Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ..................................................................................................................................................................................................................... ................ 2............................................. DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No.......................................... Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ......... ..................................................................... Pengalaman Mengajar: .................................................................................................................................................................................................................... ........ .................................. 2.............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. 4. Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ......................................... Mata Pembelajaran : ................................................................................................................................. Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? .................................................. Guru Pengajar : ........................................................................ Nama Bidang Studi Tanda Tangan ........ ............................... Kelas : . Asal Sekolah : ............................................................................................ 3................................................................................................................. 1.......................................... 1......................................... Guru Pengajar : ................................................................................................................................................

¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.com/. 2008. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). B. Efektif. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). BAB III PENUTUP A. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. 3. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. (online). Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. Ahmad. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki.. Kreatif.worpress. Jakarta. C. Model-model Pembelajaran untuk PTK. Inovatif. diakses 16 Mei 2009) . Hendayana dkk. FPMIPA UPI dan JICA. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. 2007. Depdiknas. 2007. Sudrajat. 2002.1. (http://akhmadsudrajat. Malang. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 2.

.com/... 5.......... Kesimpulan .................. 2........................ Saran ............................ Pengertian PAIKEM ................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study . Lesson Study Berbasis Sekolah................... 3............................................. 2008..... Latar Belakang .................................................................wordpress.................. 2........................................... Malang Tarmizi............ Pelaksanaan PAIKEM ............................... PAIKEM.......................................... DAFTAR PUSTAKA .. Bayumedia Publishing....................................................... dkk...................................................... 3.................................................................................. LESSON STUDY ..... 1..................... A.... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 ................... Tujuan Penulisan Makalah ...... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ........... BAB III............... Rumusan Masalah ........ B.......................................................................... PENUTUP .......... PENDAHULUAN ..... Manfaat Lesson Study ................................. C.................................................. BAB II............ BAB I............................... diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ................ DAFTAR ISI ........................................ PEMBAHASAN...........................................Susilo.......... 2009........................................................ 4...................... (online)..... A.......... Hakekat Lesson Study ................ (http://tarmizi..................................... 4......... A.......... B................ B.......................................................... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ..................................................... PEMBELAJARAN PAIKEM .................................... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study .............................. 1....................................................................................................................................... Contoh Skenario Pembelajaran .

M. SRI ENDAH INDRIWATI.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. H.9 9 10 12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. M. Hj. SOEDJONO BASUKI.Pd 2. 608682521992 . Dr. Dr.

yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. dan Bapak Dr. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. M. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin.Pd.UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. Soedjono Basuki. Oleh sebab itu koreksi. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Sri Endah Indriwati M. . Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. H. Akirnya. Hj. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1.Pd.