Hakikat Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.

Pd Pendidik di Malang Pengertian Media Pembelajaran Kata media merupakan bentuk jamak dari Medium yang secara harfiah tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan dari pengirim pesan (Azhar Arsyad, 2002:3). Sedangkan dalam kepustakaan asing yang ada sementra para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aids (AVA), untuk pengertian yang sama. Banyak pula para ahli menggunakan istilah Teaching Material atau Instruksional Material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasl dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamanati melalui panca indera kita (Hamalik , 1994:11). Dan sebelum diambil sebuah kesimpulan mengenai arti dari media pembelajaran ada baiknya penulis memaparkan tentang pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya : 1. Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi (Azhar Arsyad, 2002:3) 2. Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 ) 3. Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3) 4. Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir, Basyiruddin, 2002:11) 5. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80) 6. Muhaimin dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan, perhatian, dan

minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9) Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar. Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai. Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang Kriteria Media Pembelajaran Menurut Arif S. Sadiman dkk. dalam bukunya “Media Pendidikan” menjelaskan bahwa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi setempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan (Sadiman, 83-84). Dalam hal ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu : pertama, ketersedian sumber setempat yaitu apabila media yang bersangkutan tidak terdapat sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga, adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama artinya bias digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah di bawa atau dipindahkan. Faktor keempat, adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal (contohnya program film bingkai) tetapi dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang.

Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai atau mengadaptasi media yang bersangkutan (Arief S. Sadiman dkk, 1993 : 84). Adapun kriteria dalam pemilihan media pembelajaran adalah : a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan insrtuksional yang diterpakan secara umum mengacu kepada kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga arah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa seperti menghafal, melakukan kegiatan fisik, dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi. b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi media yang berbeda, contoh film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. c. Praktis, luwes dan bertahan, jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber cara lainnya memproduksi, maka tidak perlu dipaksakan. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada yang ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemanamana. d. Guru terampil menggunakannya, ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun jenis media yang digunakan, guru harus mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Nilai dan manfaat media sangat ditentukan oleh guru yang menggunakannya. e. Pengelompokan sasaran, media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Oleh karena itu ada berbagai macam media yang digunakan untuk jenis kelompok besar, kecil, dan perorangan. f. Mutu tekhnis, pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan tekhnis tertentu. Contohnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lainnya yang berupa latar belakang ( Azhar Arsyad, 1997 : 72-74). Menurut Ahmad Rohani dalam bukunya “Media Instruksional Edukatif” menyatakan bahwa pemilihan dan pemanfaatan media perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut : a. Tujuan Media hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. b. Ketepatgunaan Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. c. Keadaan peserta didik Kemampuan berfikir dan daya tangkapa peserta didik, dan besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan. d. Ketersediaan Pemilihan perlu memperlihatkan ada atau tidak media tersedia di perpustakaan atau di sekolah serta mudah-sulinya diperoleh. e. Mutu teknis Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.

f. Biaya Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak. (Ahmad Rohani, 1997: 72-74) Berkaitan dengan hal tersebut beberapa ahli menyatakan : untuk memilih media atau menggunakannya media pembelajaran perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. Biaya lebih murah, pada saat pembelian ataupun dalam pemeliharaan b. Kesesuaian dengan metode pembelajaran c. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik d. Pertimbangan praktis Media dipilih atas dasar praktis tidaknya untuk digunakan seperti : 1) Kemudahannya dipindahkan atau ditempatkan. 2) Kesesuaian dengan fasilitas yang dad di kelas. 3) Keamanan penggunaannya. 4) Kemudahan perbaikinya. 5) Daya Tahannya. e. Ketersediaan media tersebut berikut suku cadang di pasaran serta keterbatasan bagi peserta didik. Jenis media yang digunakan harus dipilih berdasarkan kriteria utama, yaitu kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran dan kriteria lain, seperti yang telah diuraikan diatas. Bila media yang dipilih hanya memenuhi sebagian dari kriteria, dapat terjadi halhal sebagai berikut: 1) tampak baik dalam perencanaan tetapi tidak berhasil diproduksi, karena terlalu mahal atau sulit diperoleh peralatan dan bahan bakunya. 2) Diproduksi dengan kualitas rendah karena alasan yang sama seperti diatas. 3) Tidak atau kurang digunakan karena tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik, tidak praktis untuk digunakan atau tidak sesuai dengan metode pembelajaran. 4) Kurang efektif dalam mencapai tujuan (Ahmad Rohani, 1997: 29-30). Akhirnya perlu dipahami tentang cara-cara pemilihan media ada tiga cara yaitu: a. Model, flow Chart, Eliminasi. Menggunakan sistem pengguguran (batal) dalam pengambilan keputusan. b. Model Matriks. Menangguhkan pengambilan keputusan, untuk memilih ini cocok kalau menggunakan media rancangan. c. Model Checeklist. Menangguhkan keputusan untuk memilih sampai seluruh kriteria dipertimbangkan, hal ini cocok untuk media jadi dan media rancangan. ( Ahmad Rohani, 1997: 34) Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com

Menurut HC Witherington. Robert Gagne menyatakan. dan tingkah laku yang diperoleh dari instruksi. Belajar adalah penambahan ilmu pengetahuan. Belajar siswa yang ditafsirkan guru hanya sebagai menghafal atau mendengarkan keterangan guru saja merupakan problem yang harus diatasi. keterampilan. belajar adalah suatu proses untuk memperoleh modifikasi dalam pengetahuan. kebiasaan. Hilgard memberi batasan. kepandaian atau suatu pengertian. 2. Belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gage). Proses Pembelajaran 1. kebiasaan.1 Konsep Belajar Konsep belajar menurut guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Untuk itulah guru harus mengubah pandangan tentang belajar dan mengetahui bagaimana sebenarnya belajar itu. Dengan demikian dalam praktik pengajaran diperlukan keputusan yang bijaksana dalam menerapkan teori belajar karena tidak ada suatu teori yang sesuai untuk segala situasi. 3. Hal ini karena jika guru menganggap bahwa belajar hanyalah menghafal atau hanya untuk mendengarkan keterangan guru maka selama itu pula pembelajaran masih terpusat pada guru dan tidak pada siswa yang seharusnya mengalami belajar. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat diketahui bahwa belajar pada dasarnya adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang yang menghasilan perubahan pada dirinya akibat dari interaksi dengan lingkungannya.2 Konsep Mengajar .Konsep Dasar Pembelajaran I. 5. sikap. belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatukan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan. belajar adalah suatu proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan karena mereaksi terhadap suatu keadaan (karena adanya latihan). 4. Ada beberapa pengertian belajar yang telah disampaikan oleh para pemikir pendidikan mulai yang sangat sederhana sampai dengan yang kompleks berdasarkan teori belajar yang digunakannya. yang nampak di sekolah. Belajar adalah suatu perbuatan yang kompleks yang mencakup beberapa segi. 1. 1. Ernest R.

diam. Lebih dari itu. sebaliknya siswa banyak mendengar secara pasif. duduk. mengajar adalah upaya dalam memberi perangsang. mengajar merupakan proses yang kompleks karena banyak kegiatan yang harus dilakukan agar hasil belajar siswa lebih baik. Berikut beberapa pengertian yang representatif menggambarkan apa sebenarnya mengajar itu. Misalnya. 2. Agar hasil atau tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Pengajar harus dapat membangkitkan perhatian peserta belajar kepada topik dan pengalaman belajar yang sedang dipelajari. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar. berikut adalah prinsip mengajar yang dapat dipedomani pengajar agar dapat mengajar dengan efektif. Setiap rumusan akan berimplikasi pada aktivitas yang terjadi dalam pembelajaran. 3. sedang. mengajar merupakan suatu proses yang melibatkan sejumlah kegiatan yang direncanakan dalam upaya menciptakan kondisi agar siswa mengalami perbuatan belajar secara aktif sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Nana Sudjana menyatakan mengajar pada hakikatnya suatu proses. 1. dan catat. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. Mohamad Ali mendefinisikan. Berdasarkan ilustrasi di atas. pendapat yang dikemukakan para pakar tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan hanya kegiatan guru menuangkan materi kepada siswa dengan pola datang. dan selesai melakukan kegiatan mengajar. Tanpa mengurangi makna secara komprehensif. Oleh sebab itu rumusan pengertian mengajar tidak dapat dirumuskan begitu saja secara sederhana yang tidak meliputi seluruh kegiatan dan tindakan dalam perbuatan mengajar itu sendiri. bimbingan. pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.3 Prinsip Mengajar Mengajar bukanlah pekerjaan atau tugas yang ringan bagi seorang guru. 1. Agar tidak sekedar mengajar di depan kelas. Ada beberapa pendapat tentang prinsip mengajar secara efektif.Seperti halnya belajar. Guru berlaku aktif mendominasi aktivitas kelas. . seorang guru/dosen yang berpandangan bahwa mengajar sekedar menyampaikan pelajaran/materi. 1. proses mengatur. konsep mengajar yang relatif komprehensif harus dipahami oleh guru. Guru menyampaikan materi dan siswa menerima materi. Jika dicermati. William H Burton memberi pengertian. Perhatian. mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan guru baik sebelum. guru perlu menerapkan prinsip-prinsip mengajar. tentu pembelajaran yang dilakukan hanya upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa secara sederhana.

1. 6. Evaluasi. Sequence. 5. Mengingat ingatan itu tidak setia (terbatas). Pengajar harus mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta belajar dan efektifitas mengajarnya. masing-masing memiliki perbedaan kemampuan belajar. Guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi saat mengajar. Pengajar hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang kondusif yang mengakibatkan terjadinya proses sosial. 4. Pengajar harus melibatkan peserta belajar berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. Guru harus mampu menciptakan kondisi agar siswa bisa belajar dan mengalami aktivitas mental dan fisik. 8.4 Syarat Mengajar Efektif Jika disepakati bahwa mengajar adalah proses menciptakan kondisi agar siswa/mahasiswa mengalami proses belajar. Guru harus cinta kepada apa yang diajarkan. Pengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta belajar. Manusia adalah makhluk yang unik. Individualisasi. Oleh sebab itu pengajar harus bisa menghargai setiap perbedaan dan melayani secara optimal. Untuk melaksanakan mengajar yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut. . Pengajar harus memikirkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktunya (sesuai dengan urutan atau tahapan). Hal itu berarti mengajar secara efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar siswa/mahasiswa yang efektif. 2. Korelasi. Guru harus menguasai materi/bahan pengajaran. Pengajar hendaknya berusaha menggunakan media untuk menunjukkan benda atau hal-hal yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan dalam kelas. guru perlu mengulang penjelasannya jika diperlukan. 7. 4. Aktivitas. 3.2. Peragaan. Repetisi. 1. Sosialisasi. 10. maka guru/dosen harus mampu mengajar secara efektif. Pengajar hendaknya selalu menghubungkan materi yang diajarkan dengan pelajaran lain sehingga cakrawala peserta belajar bertambah luas. 9. 3. Appersepsi.

7. 10. . 8. Menurut T. Guru harus mampu memberikan masalah yang merangsang berpikir siswa. Guru hendaknya memotivasi siswa sesuai sasaran dalam belajar. siswa. Guru harus menanamkan norma-norma dan nilai kepada anak didiknya. sumber pelajaran. Proses belajar mengajar merupakan implementasi dari serangkaian perencanaan yang telah dilakukan oleh guru dalam bentuk proses interaksi dengan siswa di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan. Guru sebagai pendidik. Peran guru dalam proses belajar mengajar adalah: 1. Raka Joni. Guru harus mampu merencanakan. manusia. 6. alat. evaluasi. 1. Proses belajar mengajar dapat dikatakan sebagai proses “pengaturan” lingkungan dan sumber daya yang ada agar terjadi kegiatan belajar (perubahan tingkah laku) pada siswa.5. Komponen proses belajar mengajar tersebut adalah tujuan. 9. Guru harus mampu mengadakan evaluasi secara tepat sesuai dengan tujuan. melainkan penanaman sikap dan nilai serta keterampilan pada diri siswa yang sedang belajar. dibangun oleh komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. dan menggunakan media pengajaran secara tepat. bahan. Guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pengajaran. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas). kegiatan belajar mengajar. proses belajar mengajar bisa berlangsung secara optimal jika seluruh komponennya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. ekonomi dan administrasi.6 Peran Guru Proses pendidikan tampak pada pelaksanaan proses belajar mengajar. Artinya. dalam proses belajar mengajar ini tidak sekedar guru menyampaikan pesan berupa materi pelajaran. pengajar. metode. isi dan struktur bahan pengajaran. 1. Dalam pelaksanaan tersebut guru merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. Hal ini berarti guru memiliki peranan yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan.5 Proses Belajar Mengajar Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. Dalam kondisi ini terdapat serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dan terpadu yang berlangsung dalam situasi edukatif. Proses belajar mengajar merupakan suatu sistem. membuat. Ini berarti. komponen-komponen tersebut adalah tujuan. Guru harus mampu dan mau membuat perencanaan sebelum mengajar dan mengimplementasikan dalam kelas.

Guru sebagai pelatih. manusia akan kehilangan hakikatnya sebagai manusia bila ia tidak melakukan kegiatan komunikasi dengan sesamanya. Guru sebagai mediator. Dengan kata lain. 6. nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama antara penyampai pesan sebagai komunikator dan penerima pesan sebagai komunikan.7 Proses Belajar Mengajar Sebagai Proses Komunikasi Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah sebuah komunikasi yang dibangun dan dilakukan oleh guru sebagai komunikator dengan siswa sebagai komunikan. dan sebagainya) 7. Guru harus mengorganisasikan dan mengelola semua komponen dan kompetensi belajar mengajar. pekerjaan. Bila dirumuskan lebih luas. Komunikasi ini merupakan kegiatan manusia. Guru sebagai fasilitator. yaitu communicare yang artinya “memberitahukan”. Guru sebagai demonstrator. Keinginan untuk berhubungan di antara sesamanya sesungguhnya merupakan naluri manusia yang ingin hidup berkelompok atau bermasyarakat. saling interaksi dan saling membutuhkan. atau “menjadi milik bersama”.2. 5. pemahaman. sesuai dengan nalurinya yang selalu ingin berhubungan satu sama lain. 9. Guru sebagai evaluator. Guru sebagai pembimbing. waktu senggang) kepada siswa. “berpartisipasi”. Guru hendaknya memberikan fasilitas yang maksimal agar tujuan pengajaran tercapai. pesan. Guru harus memberikan bimbingan (akademik. 3. pengetahuan. Guru sebagai pengajar. Dengan adanya naluri tersebut komunikasi dapat dikatakan merupakan bagian hakikat dari kehidupannya yang senantiasa hidup bermasyarakat. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan pada diri siswa. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin. Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan. Guru harus mampu menguasai dan terampil melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan. mengelola kelas. dan keterampilan yang cukup tentang media pendidikan serta menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. 1. 4. 8. . berita. sosial. Guru hendaknya senantiasa menguasai bahan yang diajarkan dan mampu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis. individu. Guru hendaknya “mengadministrasikan” secara baik komponen yang ada di kelas (mengetahui dan membuat program pengajaran. Guru sebagai administrator. komunikasi mengandung makna menyebarkan informasi.

Ini berarti guru/dosen harus dapat meminimalkan gangguan komunikasi yang selalu terjadi dalam setiap kesempatan berkomunikasi dengan taraf yang tidak sama. Sumber pesan bisa berupa guru. Semakin lancar (berhasil) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin mudah pencapaian tujuan. Lebih lanjut. pesan yang disampaikan adalah isi pelajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. gagasan. semakin tidak lancar (gagal) komunikasi dalam proses belajar mengajar semakin sulit pencapaian tujuan. yaitu encoder. Encoder (pembuat sandi) adalah komunikator yang mempunyai informasi tertentu dan benar serta mampu mengirimkan informasi tersebut secara tepat pada kecepatan yang optimal. Keberhasilan komunikasi dalam proses belajar mengajar akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Decoder (pemecah sandi) adalah komunikan yang menerima pesan dan mampu memahami pesan yang diterimanya. dan lingkungan. Gangguan tersebut dapat dirinci menjadi hambatan psikologis. fakta.8 Komponen dan Pola Instruksional . dan decoder. Shannon melengkapai proses komunikasi dengan adanya gangguan yang terjadi saat berkomunikasi. berita. Wilbur Schramm menjabarkan pengertian komunikasi dalam tiga komponen utama. Sebaliknya. Gangguan ini juga akan berimplikasi pada hasil sebuah komunikasi. Sign/signal adalah pesan. orang lain atau penulis buku dan produser media. komunikasi adalah proses penyampaian pesan. siswa. geografis. Salurannya adalah media pembelajaran dan penerima pesannya adalah siswa atau guru. 1. atau pernyataan tertentu yang ditujukan kepada dan diterima oleh seseorang atau kelompok. Berdasarkan pemahaman komponen utama komunikasi tersebut. Dalam konteks proses belajar mengajar. Claude Shannon membuat model komunikasi yang menunjukkan peristiwa komunikasi secara lebih rinci.Komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses pengoperan dan penerimaan lambanglambang yang mengandung makna. dan data dari sumber pesan melalui media/saluran yang sengaja dirancang sehingga dapat diterima oleh penerima pesan atau komunikan. sign/signal. fisik. konsep. kultural.

Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto. maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. yaitu pesan. Pola instruksional dengan media 5. 4. Pesan adalah ajaran atau informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide. alat. dan data. teknik. orang. Berdasarkan hasil penelitian para ahli. orang. Media visual Media visual termasuk media grtafis. Alat adalah sesuatu (biasa disebut hardware atau perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. e) Media cetakan Sadiman (1986). Adapun media pembelajaran tersebut: 1. dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Pola instruksional mengalami perkembangan sangat pesat setelah adanya aplikasi teknologi instruksional dalam pendidikan. Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas.vilila. dan penyaji pesan. dan lingkungan. fakta. bahan. Teknik adalah prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan. Sumber: http://www. peralatan. d). Adapun macammacam pembelajaran adalah : a) Media visual. Bahan adalah sesuatu (biasa pula disebut media atau software) yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri. Pola instruksional dibantu alat peraga. Pola instruksional kombinasi. ada . Dari macam-macam media visual tersebut diatas. Pola instruksional yang merupakan tanggung jawab bersama dosen dan media. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbolsimbol komunikasi visual. Orang adalah manusia yang bertindak sebagai penyimpan. 1982). pengolah. Media audio visual. 2. c) media proyeksi diam. 3. Pola instruksional tradisional.Instruksional merupakan sebuah sistem. ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. Sistem instruksional memiliki beberapa komponen.html#ixzz2JWQHXh6D Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran sangat beraneka ragam.com/2010/03/bab-1-konsep-dasarpembelajaran. b) Media audio. 1. Ada lima pola instruksional dimulai dari pola tradisional. Lingkungan adalah situasi sekitar pesan diterima..

Bagan/Chart Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. M. 1984). Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Surat kabar atau koran Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah. 1986). membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataankenyataan (Soeparto. sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas. Dipublikasikan Oleh: M. b. Majalah Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya.Pd Pendidik di Malang . Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman. c.tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu : a. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Selain meliputi bahan bacaan. b. Asrori Ardiansyah. penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain : a. karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa. juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. Gambar merupakan bahasa yang umum. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan. Gambar/Foto Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. 1986) 2. 1983). c. Buku Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Media Cetak Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru. media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. analisis atau penemuan orang lain. Peta dan Globe Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil. Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan. teori.

guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”.com. menetapkan. sarana untuk mengekpresikan dirinya. www. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal.blogspot. penetapan. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. ketekunan. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. ide. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Itulah sebabnya dalam belajar.blogspot. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. keterampilan.arminaperdana. Untuk . http://grosirlaptop. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. cara berfikir.kabar-pendidikan.com Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. nilai.blogspot. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai.Sumber: www. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. sementara siswa dibuat pasif. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada.com. kecerdasan. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Pemilihan. Pendahuluan Next Next I. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

penggunaan metode mengajar. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. . kecerdasan. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. membangkitkan motivasi belajar. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. ketekunan. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik.bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. strategi pembelajaran. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Jadi. Sehubungan dengan tugas ini.

kecerdasan. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Itulah sebabnya dalam belajar. keterampilan. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. cara berfikir. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Pendahuluan Next Next I. Pemilihan. keahlian guru dalam mengajar. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. sarana untuk mengekpresikan dirinya. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa.Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. nilai. menetapkan. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. ide. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. penetapan. ketekunan. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada.

Sehubungan dengan tugas ini. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. sementara siswa dibuat pasif. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. membangkitkan motivasi belajar. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. penggunaan metode mengajar. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya III. strategi pembelajaran. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi . Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran.

kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. kecerdasan. kecerdasan. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. ide. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. ketekunan. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. Itulah sebabnya dalam belajar. cara berfikir. Pemilihan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. keahlian guru dalam mengajar. PENDAHULUAN Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. penetapan. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. keterampilan.edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. sarana untuk mengekpresikan dirinya. nilai. menetapkan. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. . ketekunan. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Pendahuluan Next Next I.

Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. penggunaan metode mengajar. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. strategi pembelajaran. sementara siswa dibuat pasif. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Sehubungan dengan tugas ini. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. membangkitkan motivasi belajar. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. . Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut.

sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. justru karena tujuan itu sendiri. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai[36]. Selain itu. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi.. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. bereksplorasi. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi.Lihat Selanjutnya Lihat selanjutnya H. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. Konteks Belajar. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar . 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: • • Dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat Terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. seperti uraian berikut ini. dan daya penentu. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. b.

Timbulnya pertanyaan. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. rnelihat eksplorasi dan penernuan. Dengan dernikian. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. c. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku.. Sosialisasi Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. tetapi sejauh mana percobaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain. saran. sosialisasi. fokalisasi. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaik-baiknya. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. e. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. hal ini perlu dikctahui. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. diskusi dan sebagainya. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. 3) Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. g. f. Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. Evaluasi . Namun demikian. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. suatu soal yang perlu dipecahkan. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. dan individualisasi. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku.2) Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah. Belajar memang harus merupakan persoalan individual.

Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. PENDAHULUAN . Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. keahlian guru dalam mengajar. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. kecerdasan. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. ketekunan. III. Pendahuluan Next Next I. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif.Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. kecerdasan. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. ketekunan. Hakikat Pembelajaran Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal.

nilai. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. keterampilan. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. menetapkan. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha . sarana untuk mengekpresikan dirinya. Jadi. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. ide. Itulah sebabnya dalam belajar. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. Pemilihan. penetapan. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa.Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. cara berfikir. Sehubungan dengan tugas ini. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih. penggunaan metode mengajar. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. sementara siswa dibuat pasif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. strategi pembelajaran. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru.

Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. membangkitkan motivasi belajar. sikap. watak. keterampilan.menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. 1. usaha untuk menguasai. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. pengertian. minat. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. atau suatu pengertian. PEMBAHASAN A. penyesuaian diri. kedua. kelelahan. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. II. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience.” Dengan demikian. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif.[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. harga diri. tetapi juga berbentuk kecakapan. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. penyakit. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. .”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5].

tetapi lebih menekankan pada internalisasi. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru. Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. material (buku. makna dan manfaat tertentu. Menurut Joyce and Weil .Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik.[9] Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh. tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. kecerdasan. papan tulis. baik kuantitas maupun kualitasnya. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif. dari posisi guru tercipta mengajar efektif. kelas audio visual). Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. keterampilan. 2. Sedangkan pelajar efektif adalah membentuk informasi. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. Pengertian Efektif Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.[10] Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Hakikat Pembelajaran Efektif Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif. fasilitas (ruang. gagasan dan . ketekunan.[11] Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik adalah pembelajaran efektif. 3. dari posisi murid tercipta belajar efektif. ”Guru yang berhasil adalah mengajar murid bagaimana memiliki informasi dalam pembicaraan dan membuatnya menjadi milik mereka. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. makna dan manfaat tertentu. Artinya. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan. kapur dan alat belajar).

Dalam persiapan mengajar. Bukan hanya terpusat pada teknologi informasi. Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman. melainkan terbuka peluang bagi industri lokal untuk memproduksi alat-alat peraga dan simulasi. pengaturan ruang kelas. mendengar dan mencatat hal ini sangat tidak dianjurkan. guru mendominasi pembicaraan sementara siswa terpaksa atau bahkan dipaksa untuk duduk. Intinya adalah aktivitas pengajaran sebagai penataan lingkungan. siswa dapat mengembangkan pengetahuannya. bahan-bahan. yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan. Melalui pengalaman tersebut.kebijaksanaan dari guru mereka dan menggunakan sumber daya belajar secara efektif”[12]. perasaan dan kesadaran. satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. Proses pembelajaran dengan metode ceramah. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek. yang didalamnya para pelajar dapat berinterkasi dan belajar mengetahui bagaimana caranya belajar. Pendayagunaan teknologi pendidikan telah memasyarakat. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi dan belajar tersebut maka dapat diambil kesimpulan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan. Paradigma baru dalam pembelajaran siswa aktif mengharuskan guru untuk mengubah cara pandang terhadap pembelajaran.[13] Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. guru lebih memikirkan/memfokuskan penciptaan pengalaman baru bagi siswa. maka pertumbuhan industri pendukung pendidikan juga semakin berkembang. maka semakin terbuka lebar peluang kerja kreatif masyarakat terdidik. (Daradjat. . Proses belajar akan berjalan baik jika peserta didik bias melihat hasil yang fositif untuk dirinya dan memperoleh kemajuan-kemajuan jika ia menguasai dan menyelesaikan proses belajarnya. Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik. untuk mencapai pembelajaran aktif. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran. memungkinkan dapat menghubungkannya dengan pemahaman sebelumnya serta membuka peluang untuk mencari dan menemukan pemahaman terhadap konsep baru. Semakin tinggi dan banyak teknologi didayagunakan dalam dunia pendidikan. dan hasil-hasil yang diharapkan sesuai denagn tingkat kematangan peserta didik serta latar belakang mereka. Aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental. Peran utama dalam pengajaran adalah menciptakan model aktivitas pengajaran kuat dan tangguh. yaitu : • • • Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan eterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. 1995: 197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dan diketahui dari nilai hasil ujian semester. Guru mengolah kurikulum yang tepat sehingga dengan pemahaman konsep yang benar yang dibentuk siswa.

7. 4. Prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu yang telah dipelajarinya. 7. Dan secara fisik. terdapat interaksi balajar-mengajar yang bagus. Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata. bisa berbentuk anka jiga berbentuk huruf. 6. 2. Suasana demokratis di sekolah. Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. sehingga keberhasilan belajar dan prestasi dapat dicapai dengan baik sesuai tujuan pembelajaran. menyenangkan. Berpusat pada siswa Interaksi eduktaif.Nilai tersebut merupakan nilai yang dapat dijadikan acuan berhasil tidaknya siswa belajar serta dijadikan acuan berhasil tidaknya proses belajar mengajar di kelas. Karakteristik Belajar yang Efektif Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian.[14] B. yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati. maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. 4. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya. 5. 2. tercipta suasana dan iklim pembelajaran yang kondusif. dapat mengerti kebutuhan siswa. sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain. akan tetapi juga keberhasilan sebagai indikator kualitas institusi pendidikan di tempat dia belajar. Guru-Siswa Suasana demokratis Metode yang bervariasi Bahan belajar bermanfaat Lingkungan kondusif Suasana belajar menunjang . tenggang rasa. 6. jika diperlukan Selain itu Ciri pengajaran Efektif juga dapat diketahui dengan: 1. 5. 3. mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan. Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul. memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. kemampuan berfikir kritis. Interaksi belajar yang kondusif. misalnya menyusun intisari pelajaran. menghargai pendapat orang lain. sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. Para guru diharapkan dan harus mampu menciptakan pembelajaran dengan efektif. Metode yang bervariasi. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan ciri[15]: 1. Penilaian prestasi siswa yang dicantumkan dalam rapot. membuat peta dan lainlain. Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri. 3.

Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa 3. tidak gelap dan tidak mengganggu mata. Menguasai metode/strategi pembelajaran 6. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif. e. Melibatkan Siswa secara aktif Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. b. dan sebagainya. dsb. Memiliki sikap terbuka terhadap siswa C. kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia. tetapi melibatkan banyak faktor. hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dan keprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. mendengarkan pengarahan guru dsb. melakukan eksprimen dsb. menulis. Menumbuhkan semangat belajar 4. maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. Aktivitas visual. Aktivitas lisan. Kondisi efektif Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. Aktivitas mendengarkan. ruangan cukup terang. Yang jelas. seperti membaca. misalnya ruang belajar harus bersih. penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. ketentramannya. tersedianya fasilitas belajar. c. Aktivitas menulis. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal. Memiliki minat terhadap mata pelajaran 2. kenyamanan dan keamanan ruangan kelas dan beberapa faktor lainnya. hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama. kendati memang keberadaan guru merupakan faktor penentu dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. seperti mengarang. seperti melakukan praktek di tempat praktek. Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur. tanya jawab. membuat surat. Dalam menciptakan kondisi yang baik. Aktivitas gerak. Kedua. sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. membuat karya tulis dsb. umpamanya kebersihan rumah. diantaranya keaktifan siswa.Selain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimana Karakteristik Guru Efektif.[16] Keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas memang tidak semata tergantung guru. misalnya kesehatan. keamanannya. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa : . kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri. seperti mendengarkan penjelasan guru. antara lain : a. seperti bercerita. Adapun karakteristknya yaitu: 1. Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. tergantung pada segi tujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa. d. Memiliki imajinasi dalam menjelaskan 5. Setiap jenis aktivitas memiliki kadar atau bobot yang berbeda.

3. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat. Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri.[17] 3. Menarik minat dan perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Pada awal kegiatan pembelajaran. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar[18]. 4.1. Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa. Kemampuan indiviadual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar. sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Membangkitkan motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa : • • • • • • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. 2. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin. Disinilah sebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar. sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.[19] . 2. Guru sering kurang menyadari bahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. bakat dan kecerdasan siswa. bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.

bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya. sebagai berikut : • • • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik.Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja. Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok. Sebab. Alat yang dipilih hendaknya tepat. tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Setiap sub materi pelajaran yang disajikan harus dapat dimengerti oleh semua siswa. sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. pembelajaran yang mengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk . Suasana pembelajaran efektif Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pengajaran sangat tergantung pada kemampuan mengatur kelas yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak didik dapat belajar. Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga. Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. tanpa terkecuali. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman kongkret yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. materi pelajaran tidak boleh diteruskan sebelum materi yang sedang diajarkan dapat diserap oleh seluruh siswa. melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Dalam sistem pembelajaran tuntas. 5. Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar. Sistem pembelajaran individual atau pembelajaran privat. Oleh karena itu dalam pembelajaran tuntas. Lihat Selanjutnya D. bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan keaktifan. memadai dan mudah digunakan. pelayanan individu merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat dan atau melalui lembagalembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual. dan Rosmawati. Hal ini senada seperti yang ditulis Madri M.

Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalam pelajaran ini 6. Selalu bersikap sopan kepada murid. malas/tidak berminat. Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid. Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara 8.melaksanakan tugas ajar. dituntut mampu menggunakan metode mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik. Konsentrasi tinggi. adanya rasa takut. tidak bersemangat. Menarik. pembelajaran tidak menarik siswa. suasana pembelajaran monoton. dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar. meningkatkan prestasi belajar siswa. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai Menurut Nasrun dalam forum pendidikan mengemukakan bahwa guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran sesuai dengan materi yang akan di sajikan.[25] . Aman. karena peserta didik tidak Tertekan. Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran 5. Perasaan gembira. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar. Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. merasa tidak berdaya.[23] 2. Memanggil setiap murid dengan namanya 2. Suasana bebas Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi siswa dalam berbicara dan atau berpendapat sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran. Perasaan menakutkan. pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak). apabila suasana pembelajaran tersebut menyenangkan. Perhatian peserta didik tercurah. sehingga dengan hal tersebut siswa tidak akan merasakan tekananan. Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran 7. Perasaan terancam. Suasana pembelajaran yang menyenagkan menghindarkan pembelajaran yang tidak efektif. maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai.[24] 3. Bebas dari tekanan. malu dan lainnya terhadap guru maupun sesame peserta didik. 3.[20] Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu efektivitas proses belajar mengajar[21] yaitu : 1. jenuh/bosan. peserta didik akan lebih Rileks. Adanya keterlibatan penuh. Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap murid tertentu 4. (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan.[22] dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran: 1. suasana belajar yang menyenangkan suasana belajar yang menyenangkan membuat pembelajaran akan berjalan efektif. Bersemangat. Bangkitnya minat belajar.

Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif. Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat. 1. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal. karena kelas merupakan lingkungan belajar yang paling utama dan merupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan dengan baik. dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru sebagai pengelolah pengajaran. .[29] Guru sebagai pembimbing. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Upaya Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif Dalam perannya sebagai pengelola kelas.[30] Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar[27]. sehingga siswa dapat belajar optimal. Tanggung jawab Pendidik Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagai pembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya. memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah. guru berusaha mendayagunakan potensi kelas. Keberhasilan Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Lingkungan kelas hendaknya diatur dan diawasi sedemikian rupa agar kegiatan belajar lebih terarah dan dapat merangsang siswa untuk giat belajar serta aktif mengikuti pelajaran[26].E. dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. memfokuskan perhatian kepada peserta didik. dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif . Adapun yang harus dilakukan seorang guru adalah: • • • • • Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif. dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu.[28] Guru sebagai evaluator of learning. guru juga hendaknya mampu mengelola kelas dengan baik. Pendekatan pribadi dimaksudkan untuk lebih mengenal dan memahami murid-murid secara mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruan belajar mengajar. aktif.

Hal ini karena: a. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi. Motivasi perlu dimiliki oleh siswa agar mereka memiliki ketangguhan dalam belajar Motivasi merupakan proses yang kompleks. Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah c. Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru b. cara pengajaran Pendidik Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran.[32] Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesional dalam pelaksanaan pembelajaran. mempunyai keahlian manajemen kelas. maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara pleksibel. Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan d. pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan. dan lingkungan sosial. keahlian motivasional. Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar c.Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini.[31] Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar. Untuk itu guru harus: a. keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. 3. dapat di klasifikasikan yang menyangkut : lingkungan (keadaan) fisik. hal ini terlihat bahwa motivasi merupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran. Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswa merupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penataan Lingkungan Belajar Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataan lingkungan belajar. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkan memotivasi siswa yaitu: . sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom management). Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. 2. Menurut Milan Rianto. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran. strategi pengajaran. Motif merupakan sebab terjadinya tindakan b.

Perubahan fungsional d. Pemahaman hasil f. Kejelasan dan kedekatan tujuan e. Prisnip Ganjaran dan Hukuman d. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai d. Dengan adanya prinsip belajar ini. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar . Perubahan bersifat positif aktif e. Strategi pembelajaran Efektif Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai[33]. Pengembangan minat g. adanya penataan lingkungan belajar yang baik. Prinsip-prinsip belajar Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Perubuhan yang terarah 2. dan terarah 3. Perubahan yang disadari b. Perubahan yang berkesinambungan c. Dalam melaksanakan strategi tersebut. Bentuk pengalaman yang sistematis. Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan b. Rangkaian aktivitas belajar a. Esensi Belajar a. akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yang signifikan diantaranya: a. Prinsip Pemacu c. Lingkungan yang kondusif h. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. diperlukan beberapa hal yaitu: 1. Perubahan secara permanen f. serta cara atau strategi pengajaran seorang guru yang profesional. Keteladanan Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka harus terwujud seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran. Perubahan seluruh aspek pribadi b. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan c.a. F. Proses yang disengaja dan disadari c. Prinsip Kompetisi b.

Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek e. baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Kualitas Belajar a.d. keterampilan. Dalam kegiatan mengembangkan aktivitas pengajaran secara efektif sebagaimana dikemukakan diatas terdapat pembaharuan atau perubahan secara inovatif. manajemen pengajaran efektif merupakan serangkaian kegiatan merencanakan. dan pemahaman terhadap dunia di sekitarnya secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Sikap e. Belajar untuk berbuat d. Manajemen Pengajaran Efektif Pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu kegiatan. mengendalikan dan mengembangkan segala upaya dalam proses menolong murid mencapai pengetahuan. aturan c. mengorganisasikan. organizing. konsep konkret. Ketiga. Strategi kognitif d. leading and controling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals. Belajar untuk belajar c. Respons : aktivitas belajar 4. . secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar. Kedua. Belajar untuk hidup bersama secara damai G. Hasil Pembelajaran a. kemampuan. Keempat. manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) untuk mencapai visi dan misi pengajaran. Informasi verbal b. dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas[35]. manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan. Kecakapan motorik 5. menggerakkan. Hersey dan Blanchard memberi arti pengelolaan sebagai[34] berikut : Management as working with and trough individuals and groups to accomplish organizatinal goals (pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui seseorang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi). Pertama. Stoner mengemukakan bahwa : ”Management is the proses of planing. Kecakapan intelektual : diskriminasi. Belajar untuk menjadi diri sendiri b.

Manajemen efektif melibatkan perhatian dan pengembangan inovasi. CD yang berisikan rekaman gambar dari film dan dapat diakses dengan menggunakan komputer. Keempat. berbagai tulisan/paper. Manajemen efektif mendorong keberhasilan murid. maka harga diri dan dorongan untuk berprestasi semakin tinggi. ada hasil perasaan puas. guru pun seharusnya jangan takut untuk amarah sepanjang marah itu tidak mengurangi motivasi dan hukuman yang diberikan. Kedua. Vidiotapes. kunjungan / fiel trif yang memiliki kualifikasi pengetahuan. Para guru harus bekerja dalam cara yang sama untuk pengungkapan yang sama dari perilaku salah. buku-buku pelajaran. Ketiga. Keenam.dll.Berbagai sumber daya pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran antara lain : Pertama. Film. hal itu mengurangi kreativitas murid. Ketujuh. Problem manajemen mungkin saja tidak menghargai kualitas sistem pengajaran. Manajemen efektif mencakup pengaruh ulang terhadap perilaku diinginkan dan penguatan dari perilaku yang diinginkan. Keadaan ini menyebabkan pola kerja yang konsisten dan bebas dari kebingungan dan disiplin yang kurang terstruktur untuk menghasilkan penuh kreativitas mereka. Pembelajaran yang terobsesi seharusnya dijadikan model oleh para guru. dan sikap kepada pelajar. Manajemen efektif bebas dan tidak terbatas. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen dalam suatu model pembelajaran . Banyak guru mempercayai bahwa jika manajemen terlalu terstruktur. diagram. Tentu saja. Keenam. Fungsi manajemen yang baik adalah sebagai alat penghubung kekuatan yang dimiliki murid ke dalam suatu pengalaman pembelajaran produktif jika murid belajar secara efisien. . outline yang dapat melayani tujuan pengajaran selama proses aktivitas pengajaran. pengaturan ruang kelas untuk melayani berbagai aktivitas pengajaran. Keberhasilan meningkatkan penghargaan kepada murid jika murid-murid berprestasi. peralatan pengajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran. Bagaimanapun manajemen efektif memberikan kepada murid dengan pedoman yang jelas dan bekerja. yaitu : • • • • • • • • • Manajemen efektif adalah hasil dari sejumlah faktor. Efektifitas manajemen bersifat konsisten. Guru-guru adalah model dari perilaku yang diterima. Guru tidak seharusnya menghukum dengan marah atau putus asa. tidak ada cetak biru/pedoman yang sederhana bagi manajemen kelas yang efektif. keterampilan. Guru harus menentukan kebutuhan murid-murid dengan mengembangkan suatu sistem manajemen untuk keseharian kepada kebutuhan kepribadian anak yang diharapkan berinteraksi terhadap prestasi tertentu. Hal itu seharusnya muncul untuk murid bahwa manajemen dilaksanakan oleh guru untuk memelihara pembelajaran murid dan mengembangkan inovasi aktivitas pengajaran. penggunaan gambar-gambar. Kelima. maka guru akan lebih berusaha mencapai prestasi dalam pengelolaan kelas yang lemah.

Bekerja secara konsisten menuju tujuan yang sama. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar. Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif. email :ibrahimstwo0@gmail. Lihat selanjutnya III. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. kepala sekolah. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik. kecerdasan. Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. They are well organized in their planing. optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. they have high expectations of their student. orang tua.Salam saya Ibrahim Lubis.• Manajemen efektif menuntut teamworks.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. they communikate effectively with their students. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. menurut Urlich dkk ada tiga perlakuan yang harus dilakukan guru yaitu : Pertama. Untuk keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.saya yakin Sobat orang yang baik. dan profesional pendidikan lainnya. fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik.. . maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Ketiga. Kedua. and. guru-guru. ketekunan. masyarakat. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. keahlian guru dalam mengajar.

(Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. John W. Metode. Belajar dan Faktor . educational Psychology. Dede. Wasty.Bruce dan Marrsha Weil.1996) Footnote • • [1] Bruce R.. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. 2008) Semiawan. 84 . (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. Manajemen Pembelajaran.tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. 1990) Slameto. 2002. Oemar.. 2003) Nawawi. Joyce. 2004) Santrock. Jakarta : PT. Hadari. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. (Bandung : Falah Production . diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Models of teaching (University of California: Allyn and Bacon. 2007) Rosyada. 2002) http://id. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. H. Gulo.com/social-sciences/education/2129621.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. Allyn Bacon. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Terj..com Lihat daftar pustaka dan Footnote DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono.11 Prayitno. 2009) Rianto. TT) Hamalik. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. 1995) W. Soemanto. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. Sri Esti Wuryani. E. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung.1996).1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 1989) Nasrun. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. Cony. 2004). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. Models of Teaching.S. Kurikulum dan Pembelajaran. 1998. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. Milan. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. 46 [2] Ngalim purwanto. Ngalim. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). Bumi Aksara. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Media. 2001) Purwanto.saya yakin Sobat orang yang baik. Imtima. pembelajaran efektif. Syafaruddin dan Irwan Nasution. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya. Marsha Weil.Tri wibowo B. h. 1996).2005) Joyce.Salam saya Ibrahim Lubis. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. (London . email :ibrahimstwo0@gmail. 2007) cet.shvoong.

h. Belajar dan Faktor . 113 [20] Madri M. 2002). h.. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • [3] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Bumi Aksara.Tri wibowo B. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. 2001).com/social-sciences/education/2129621. 2007). Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. 1963). 75-76 [12] Joyce. Op Cit. (Penerbit Arcan. h. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. h.edu/Direktori/FIP/ SUHERMAN/BIMB_BELAJAR_EFEKTIF).. Strategi Belajar Efektif (Universitas Pendidikan Indonesia: http://file. h. Bruce dan Marrsha Weil. Terj.upi. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Vol. 85 [25] Nasrun. 2004). dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan. Allyn Bacon. Mulyasa. 94-97 [16] Ibid [17] Rosyada. Desember 2004 ). 1 [32] Santrock. 2003). 45 [13] Dede Rosyada. 27. Metode. h. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang. 2002). 329 [4] Prayitno. h.2005) [36] M. Op Cit. 100 [14] Hadari Nawawi. Op Cit. Op Cit.shvoong.11. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. 226-227 [11] Slameto. h. Pengelolaan Kelas (Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud.Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. (London . Brace & World. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. educational Psychology. Imtima. Models of Teaching. 2009). 2008). 35 [35] Syafaruddin dan Irwan Nasution. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. 123 [27] Santrock. 121 .S. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. 2007) cet. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta. h. 1989). No. TT). 201 [5] Syaiful Bahri Djamarah. h. h. h. h. h. [21] Mary Underwood. Op cit. 7-8 [28] Ibid [29] Rosyada. Educational psychology (New York: Harcourt. 149 [10] Sri Esti Wuryani Djiwandono. 21 [6] Wasty Soemanto. diunduh pada tanggal 2 januari 2012 [34] Urlich. 117. h. 1998). [22] Cony Semiawan. Op Cit. Santrock. Op Cit. h 39. Gulo. h. Pemahaman Guru Tentang Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar.Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta : PT. Entang dan T. 1990). Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo. Raka Joni. 1983).dkk. 63 [23] http://id. (Massachusset: Heath an Company. Media. 148 [30] Santrock. 274.428. 03. 1994). 7 [33]Suherman. dan Rosmawati. hlm.. 47 [8] Oemar Hamalik. 1980). h.. Donald.. pembelajaran efektif. Pengelolaan Kelas yang Efektif suatu Pendekatan Praktis.1996). diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB [24] W. h. 104 [7] Lee Joseph Cronbach. 1995). Psikologi Pendidika : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta. 9 [31] Milan Rianto.. 9 [19] Rosyada. C. h.2000). 129 [18] John W. h. 56 [9] E.. Manajemen Pembelajaran. h. Teaching Strategies. Op Cit. ( Jurnal Pembelajaran. [15] Slameto. h. h. h. [26] Rosyada. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. h. h..

Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut.saya yakin Sobat orang yang baik. pandai dan berakhla.Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. dan lingkungan masyarakat[1]. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. membimbing. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. dan papan.. watak.Salam saya Ibrahim Lubis. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini.Salam saya Ibrahim Lubis. email :ibrahimstwo0@gmail. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.. Berbicara masalah pendidikan. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. email :ibrahimstwo0@gmail. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. selain Makalah Hakikat Pembelajaran Efektif. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama.com Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Dari ketiga lingkungan tersebut. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. lingkungan sekolah. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya.saya yakin Sobat orang yang baik. dan budi pekerti. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua.com Lihat daftar pustaka dan Footnote Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan. dan moral anak. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. yaitu lingkungan keluarga. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. pangan. perasaan. anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah.

misalnya. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat. karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. diantaranya: • Stoops. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya. dan dan tidak saying padanya. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan. a. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan. buku-buku pelajaran. • b. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. dibatasi kebebasannya. mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal. menuntut kejalan yang benar. membimbing. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance. perasaan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ). dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan.menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. dan mempengaruhi sikap.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Miller.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. sehingga akan menjadikannya berprestasi. mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. .

[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi.c. dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Selain itu prestasi menurut S. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima. d. Namun. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua. Sejak zaman dahulu. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. karena . a.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. e. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Jadi. Sedangkan menurut winkel.

perhatian. yaitu mendidik. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya. Namun. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. maupun aturan. membimbing. menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan. apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang. . [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. dan benci. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak.orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. rasa marah. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian. Dengan tersebut. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan.

Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Belajar adalah berusaha. orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. Untuk menjadikan prestasi belajar baik. orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Dalam membimbing. karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima. karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. serta tanggapan terhadap anaknya. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. D. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar . Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : . Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. hadiah dan hukuman. peraturan. b. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. disiplin.Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua. maka wajib untuk seorang siswa belajar.

Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. Memberi pengarahan. lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. pandai dan berakhla.[2] Tugas utama orang tua adalah mengasuh. Memberi dukungan terhadap anak e. memelihara serta mendidik anak untuk menjadi cerdas. Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. yaitu lingkungan keluarga. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. perasaan. yang dikenal dengan tripusat pendidikan. Sedangkan potensi rohaninya adalah berupa pembinaan intelektual. dan lingkungan masyarakat[1]. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. Memberi penghargaan terhadap anak Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7. pangan. Berbicara masalah pendidikan. Membantu mengatasi masalah anak 6. Kedisiplinan b. Selain itu sebagai orang tua harus mampu . lingkungan sekolah. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut. karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. watak. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d. dan budi pekerti. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti mengembangkan kemampuan siswa secara wajar. Harus disertai kasih saying 2. membimbing. Dari ketiga lingkungan tersebut. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak. Memotivasi belajar c. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. dan moral anak. dan papan. Potensi jasmani yang harus dipenuhi adalah sandang. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku.

menyediakan fasilitas atau keprluan anak dalam pembelajaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, misalnya, buku-buku pelajaran. Namun sekarang ini banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mendidiknya membuat seorang anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, dan dan tidak saying padanya. Perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang anak prestasinya menurun, dan mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara berfikir bahkan kecerdasannya. a. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh orang tua ( Keluarga ), karena dari merekalah anak mendapatkan pengalaman. Pengalaman untuk menjalani kehidupannya kedepan. Bimbingan secara umum dapat diartikan sebagai bantuan. Bimbingan adalah terjemahan dari bahasa Inggris yaitu guidance.[3] Kata guidance berasal dari kata kerja to guidance artinya menunjukkan, membimbing, menuntut kejalan yang benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa guidance adalah memberikan petunjuk pada orang lain yang membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik. Untuk lebih memperjelas pengertian pendidikan ada beberapa pendapat tokoh tentang bimbingan, diantaranya:

Stoops, mengemukakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kemampuannya secara maksimal, dan pengaruh pada manfaat yang sebenar-benarnya baik untuk dirinya maupun masyarakat. Miller, mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

b. Pengertian orang tua Orangtua adalah anggota dari keluarga. Sedangkan keluarga adalah unit social terkecil dalam masyrakat.[4] orang tua adalah seorang yang melahirkan kita serta bertugas membimbing anaknya untuk menjalani kehidupan terutama pendidik. Orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan terpenting terutama dalam hal pendidikan. Sehingga baik buruknya prestasi anak ditentukan oleh bimbingan orang tua. Tujuan dari seorang orang tua membimbing anaknya karena kewajaran selain itu juga karena orang tua mencintainya, sehingga akan menjadikannya berprestasi. Dengan prestasi tersebut maka dapat mengangkat nama baik orang tua yang telah menyayangi serta membimbingnya.

c. Pengertian Prestasi Prestsi adalah proses jangka panjang dimana imbalan terbesarnya tidak langsung diterima.[5] Atau prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari sebuah proses (pendidikan). Sedangkan menurut winkel, prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan sesuai bobot yang dicapainya. Selain itu prestasi menurut S. Nasution adalah kesempurnaan yang dicapai oleh seseorang dalam berfikir dan berbuat. Jadi, dari kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah sebuah hasil yang dicapai oleh seseorang dari kegiatan-kegiatan tertentu dan disesuaikan dengan bobot kemampuan seseorang. d. Pengertian Belajar Belajar adalah berusaha / berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian. Belajar merupakan suatu mukjizat terbaik dalam hidup.[6] Karena belajar dapat menjadikan pertumbuhan seseorang dan menjadikannya sukses atau berprestasi. Pengaruh orang tua dan guru sangat besar dalam proses belajar. Karena mereka membantu anak untuk memilih apa yang dipelajarinya, selain itu menolong mereka untuk belajar dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat. Untuk menjadikan belajar lebih baik jika seorang anak memahami dan mengetahui lebih dulu apa yang akan dipelajarinya. Kemudian menolongnya untuk menentukan tujuan tempat diarahkannya kegiatan. Sesungguhnya menumbuhkan semangat untuk belajar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan oleh orang tua ataupun guru. Karena dengan belajar tersebut hidup anak mereka akan menjadi lebih sempurna dan lebih bahagia. e. Pengertian pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu barang atau benda yang membentuk suatu perbuatan.[7] Jadi pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa adalah suatu daya yang ditimbulkan dari proses yang digunakan oleh orang tua untuk menjadikan siswa berhasil dalam proses belajar sesuai dengan kesungguhan dan keberhasilan mereka yang diukur dengan menggunakan evaluasi. a. Bimbingan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak. Sejak zaman dahulu, orang tua mengharapkan seorang anak yang sukses. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menccapai tujuan tersebut. Namun, dalam menjalankanya ada yang berhasil ada juga yang tidak. Bimbingan adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan sebenarnya harus dilakukan oleh anggota keluarga atu orang tua, karena

orang tua adalah lingkungan hidup pertama yang mempengaruhi jalan hidup anak. Keluarga adalah lingkungan social terkecil tetapi peranannya sangat besar. Dalam mendapatkan sebuah prestasi kegiatan yang wajib dilaksanakan anak adalah belajahar. Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting, karena orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi anak dalam belajar serta membimbingnya. Dalam hal tersebut maka akan menjadikan anak untuk memperhatikan apa yang harus dikerjakannya. Karena orang tuanya selalu memperhatikan apa yang harus dipelajarinya. [8] Dalam kegiatan tersebut orang tua harus mengetahui pertumbuhan anak. Dengan tersebut, maka orang tua akan mudah mengetahui tingkatan yang harus dipelajari anak. Selain itu kita harus mampu membuat kenyamanan dalam proses belajar. Bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan, karena dengan bimbingan tersebut orang tua dapat mengetahui segala kekurangan dan kedulitan yang dihadapi anak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan besar, yaitu mendidik, membimbing, menyediakan sarana dan prasarana belajar serta memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Bimbingan orang tua juga sangat berperan penting untuk mengikatkan motivasi belajar. Dengan motovasi tersebut maka seorang anak dapat menunjukkan bakat serta ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Bimbingan yang harus dilakukan oleh orang tua adalah harus mengarah pada kedisiplinan dalam belajar. Motivasi yang ditanamkan harus kuat serta hanya untuk bertujuan mengikuti kegiatan pendidikan. Situasi ini dapat tercipta jika ikatan emosional anak dan orang tua menyatu. Suasana yang aman ini akan membuat anak mengembangkan dirinya untuk menuju masa depan yang berprestasi.[9] Dalam membimbing dan mendidik anak orang tua tidak boleh memastikan keberhasilannya, karena hal itu dapat menjadikan anak tidak berhasil. Namun, apabila orang tua mendidiknya dengan kasih sayang, perhatian, dan membolehkan kegagalan malah dapat menjadikan keberhasilan anak.[10] Karena pada dasarnya jika seorang anak dipaksa maka anak itu akan memberikan penolakan, rasa marah, dan benci. Selain itu jika seorang anaki diperlakukan dengan sikap orang tua yang tidak berlebihan dalam memberikan perhatian, maupun aturan, maka akan membuat anak merasa dirinya dipercaya dan dihargai serta tidak tertekan dan akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugasnya khususnya belajar. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut pasti berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola dan cara tersebut merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pembimbingan.

Adapun hal-hal yang diberikan orang tua dalam membimbing anak adalah memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap anaknya. Dengan hal-hal tersebut maka akan diharapkan semangat belajar anak naik dan menjadikan prestasi yang unggul. b. Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa Prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimilikinya dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar. Prestasi seseorang sesuai dengan tingkat kesungguhan dan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Untuk menjadikan prestasi belajar baik, maka wajib untuk seorang siswa belajar. Belajar adalah berusaha, berlatih untuk mendapatkan suatu kepandaian.[11] Untuk menjadikan motivasi belajar siswa tinggi diperlukan bimbingan dari orang tua, karena dengan perhatian orang tua terhadap pribadi anak akan memperkecil kegagalan. Penelitian membuktikan bahwa keberhasilan seorang anak karena rajin belajar. Dan untuk menumbuhkan semangat belajar , orang tua dapat memberikannya bimbingan sehingga menjadikan anak lebih semangat atau rajin belajar. Dalam membimbing, orang tua harus mampu menerapkan prinsip pendidikan yaitu :[12] 1. Apabila anak siap mental dan fisik 2. Apabila cukup padanya minat untuk belajar 3. Apabila dilakukannya sesuatu yang akan dipelajarinya 4. Apabila ia ikut aktif dalam pengalaman belajar Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bloom adalah bahwa seorang anak yang berprestasi dan sukses karena dididik oleh orang tuanya dengan penuh perhatian dan didampingi oleh pelatih atau pembimbing yang professional. Selain itu untuk menjadikan prestasi anak lebih tinggi orang tua dapat memberikan pujian dengan ucapan selamat atas prestasi mereka. Sikap orang tua tersebut dapat memberikan efek psikologis bahwa anak merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprerstasi lebih baik. Bimbingan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap prestasi anak, karena dengan bimbingan orang tua siswa atau anak dapat mengetahui tentang cara-cara dalam belajar serta dapat meningkatkan semangat belajar anak yang akan menjadikannya keberhasilan dan kesuksesan. Selain itu seorang anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar karena orang tua selalu mendampinginya dan memperhatikannya. D. Simpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

Adapun hal-hal yang dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berprestasi adalah : a. Memotivasi belajar c. Menanamkan sikap disiplin yang membangun 3. 2004 W. Balai Pustaka : Jakarta.Gunarsa dan Yulia Singgih D. Memberi dukungan terhadap anak e. Memberi pengarahan. Membantu mengatasi masalah anak 6. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta. Kedisiplinan b.anakciremai. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.html http://aggilnet.com/2011/04/makalahbimbingan-orang-tua-terhadap. Memahami keterbatasan pada anak Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan bobot yang dicapainya dan diukur dengan evaluasi. Bulan Bintang : Jakarta. 2004 Jim Taylor. Pengaruh antara bimbingan orang tua sangat erat karena pembimbingan seorang anak merasa diperhatikan dan mengurangi kegagalan. Memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak 5. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.blogspot. Harus disertai kasih saying 2. peringatan dan mengontrol aktivitas anak d.Bimbingan adalah suatu proses yang digunakan untuk membantu seorang individu untuk menjadi lebih baik. Memberi penghargaan terhadap anak Daftar Pustaka Imaduddin Ismail.html http://heru-id. Psikologi Praktis : Anak.html . 1989 http://www.com/2008/06 makalah-psikologi-tentang-bimbingan.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa.J.blogspot.psb-psma.ilmiah-tesis.S.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasi-siswa http://www. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Poerwadarminto. Memberi Dorongan Positif pada Anak. Mengajarkan tentang sesuatu yang salah dan benar 4. PT. Dalam melakukan pembimbingan hal-hal yang dilakukan orang tua adalah : 1. Remaja dan Keluarga.Gunarsa. 1980 Singgih D.html http://www. Melatih anak mengenal diri dan lingkungan 7.

html. Nur uhbiyati A. ph.org/content/blog/pengaruh-pola-asuh-anak-terhadaprestasisiswa. Bulan Bintang : Jakarta. hal : 126 [11] W.html. hal : 6 [12] Imaduddin Ismail.S.anakciremai. hal : 71 Metode pendidikan Islam menurut dra. hal : 129 [6] Imaduddin Ismail. hal : 73 [8] http://heru-id.D. Zakiah darajat dan dra. Ilmu pendidikan islam berkembang bukan dalam hal bagaimana supaya mengetahui cara syariat-syariat islam atau mengetahui diwajibkanya sesuatu seperti bagaimana kita shalat.blogspot. Psikologi Praktis : Anak. di download 3 April 2011 [3] http://www.html.psb-psma. . 2004. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. opcit. di download 3 April 2011 [2] http://www.com/2008/06makalah-psikologi-tentang-bimbingan.Gunarsa dan Yulia Singgih D. 1980. Kamus Besar Bahasa Indonesia. di download 8 April 2011 [4] Singgih D. opcit. PT. Poerwadarminto. Pengembangan Kemampuan Belajar pada Anak-anak.Gunarsa. Remaja dan Keluarga. Pendahuluan Berkembangnya ilmu pendidikan islam dalam dunia ilmiah menempatkan posisinya sebagai sebuah pelajaran yang harus dipelajari secara lebih fokus dan konsekuen. Poerwadarminto. hal : 13 [7] W. Memberi Dorongan Positif pada Anak. opcit. Balai Pustaka : Jakarta. 2004.ilmiah-tesis. PTBpK Gunung Mulia : Jakarta.J.--------------------[1] http://www.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.com/2009/11/pengaruh-partisipasi-orang-tua-siswa.S. 1989.J. di download 8 April 2011 [9] Ibid [10] Jim Taylor. hal : 244 [5] Jim Taylor.

sistem atau ketertiban dalam mengajarkan sesuatu. haji. zakat. dan apa tujuanya. pendidikan tradisional. maka saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa obyek ilmu ini. Sebelum saya membahas mengenai metode-metode pendidikan islam. Karena itulah memakai kata-kata Ilmu Pendidikan Islam. Zakiah darajat dan dra. ataupun Non-islam. Pengertian Metode Pendidikan Islam 1. Akan tetapi ilmu ini lahir sebagai sosok ilmu yang baru tentang bagaimana menyampaikan pendidikan yang terbaik melalui sesuatu metode yang tepat atau cara yang terbaik bagi sipendidik dan yang terdidik. hanya lebih cendrung kepada kata-kata “Kepribadian Muslim” seperti yang telah dikatakan oleh Drs. Ahmad D. cara. yaitu metode pendidikan islam. dalam bahasa arab metode disebut “tariqah” artinya yaitu “jalan. Seperti yang telah tertulis tersebut diatas. marimba yang telah dikutip oleh Dra. Pengertian Pendidikan Islam Sedangkan Pendidikan Islam yaitu “suatu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan berdasarkan normanorma yang islami agar terbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim” [2] Sedangkan Pendidikan Islam menurut Abdurrahman Annahlawi yang dikutip oleh Nur Uhbiyati dalam buku Ilmu Pendidikan Islam yaitu: ‫التربية السلميه هي التنظيم المنفسي والجتماعي الذي يوءدي اعتناق السلم وتطبيقة‬ . Nur uhbiyati B.puasa. Perlunya diadakan penelitian tentang adanya sebuah metode yang tepat bagi pendidikan. Hj. Ilmu ini tidak terlalu berbeda dengan ilmu-ilmu umum yang lainya.” Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita [1] 2. pendidikan islam. Pengertian metode Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “meta” yang berarti “melalui” dan “hodos” yang berarti “jalan atau ke atau cara ke”. atau kegiatan ritual yang lainya. hal tersebut apabila di tulis hanya kata-kata “Ilmu Pendidikan” maka kata-kata ini sangat umum yang bisa berarti pendidikan modern. alangkah lebih baiknya apabila terlebih dahulu dabahas tentang apa yang dinamakan metode itu sendiri dan juga pengertian pemdidikan islam PEMBAHASAN Metode pendidikan Islam menurut dra. Nur Uhbiyati dalam bukunya yang bejudul Ilmu Pendidikan Islam dan pembahasanya juga tidak terlalu sempit karena mencakup ilmu pendidikan secara islami. tetapi hanya sekedar membahas dari segi metode atau cara-caranya saja. apa saja yang dipelajari. maka terciptalah Ilmu Pendidikan Islam.

Nur Uhbiyati bahwa pengertian pendidikan islam itu adalah “bimbingan yang dilakukan oleh seseorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim”[5] Para ahli dalam mendefinisikan pendidikan islam sangat beragam dan berbeda–beda. Jadi bisa diambil kesimpulan dari uraian-uraian diatas sebagaimana disimpulkan oleh Dra. Tetapi yang harus lebih berpotensi itu sipendidik karena dari sipendidik itulah segalanya akan ditiru oleh siterdidik baik perkataan maupun perbuatan. ada yang hanya melihat dari sisi kemaslahatanya saja. Hj. Pembahasan Sebenarnya kalau membahas tentang metode atau cara mendidik yang efektf al Qur’an sendiri telah banyak memberikan contoh seperti pada al qur’an surat luqman ayat: 12-19 yang berbunyi: ٌ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ ُ ْ َ َ ٌ َِ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد اتينا لقمن الحكمة ان شكرل ومن يشكر فا نما يشكر لنفسه ومن كفر فان ال غني حميد‬ َ ْ ‫0 واذ قا ل لقمن لبنيه وهويعظه يبني ل تشركِبا ل ان شرك لظلم عظيم0 ووصينا الءنسان بولديه حملته ام نه وهنننا‬ ً ْ َ ُ ُ ُ ُ ْ ََ َ ِ ْ َ َِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ َِ َ ‫ع َ وهن وفصا له فى عا مين عن ا شكر لي ولو لديك اءلي المصير 0 واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك بننه‬ ْ ِ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ٍ ْ َ ‫َل‬ ‫علم فل تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم اء الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتنم تعملنون‬ ‫0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الرض ياءت بهننا الن ان الن لطيننف‬ . Padahal antara sipendidik dengan yang terdidik itu saling mempengaruhi satu sama lainya. ada yang mendefinisikan dengan melihat siterdidik tanpa melihat sipendidik . ada juga yang sebaliknya yaitu mendefinisikan hanya melihat sipendidik tanpa melihat siterdidik. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antara sipendidik dan siterdidik harus sama-sama mempunyai potensi yang baik. Nur uhbiyati bahwa yang dinamakan Metode Pendidikan Islam ialah “suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik agar terbentuk kepribadian muslim” [6] C. maka siterdidik akan merasa kesulitan untuk mudah memahaminya dan juga sebaliknya.‫كليا فى حياة الفرد والجماعة‬ “Pendidikan islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif”[3] Pendapat diaatas sangat jauh bereda dengan pendapatnya Dra. Contohnya seorang guru apabila mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai cara atau metode yang tepat. Zakiah Darajat yang mendefinisikan pendidikan islam dengan sangat ringkas yaitu “pembentukan kepribadian muslim”[4] Lain lagi kalau menurut Dra.

sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.‫خبير 0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم المننر 0 ولتصننعر‬ ‫خدك للناس ول تمش فى الرض مرحا ان ال ليحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صننوتك ان‬ ‫انكرالصوة لصوت الحمير‬ “Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah. Tirmizi) . maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui. hanya kepada-Kulah kembalimu. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. (Luqman berkata): Hai anaku. janganlah kamu mempersekutukan allah. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Luqman: 12-19) Dan Nabi Muhammad SAW.” (HR. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut: ‫مرو ا الصبي با لصلة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها‬ “Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia.”[7] (QS. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu. dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Hdan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. dan barang siapa yang tidak bersyukur. Sesungguhnya seburuk-burku suara adalah suara keledai. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya). Hai anaku.

Didalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar. Kebiasaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena itu menghemat banyak sekali kekuatan manusia karena sudah kebiasaan yang mudah melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatn yang bermanfaat. Guru yang baik tidak akan membiarkan peristiwa peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa di ambil menjadi pengalaman yang berharga. Apabila teladan dan nasehat tdak mempan. Pendidikan Melalui Cerita. maka letakanlah persoalan di tempat yang benar. hukuman sebenarnya tidak mutlak diperlukan . baik yang timbul karena tindakanya sendiri. tindakan tegas itu adalah hikuman. Hj. Pendidikan Melalui kebiasaan. Hidup ini penuh perjuangan daan merupakan pengalaman-pengalaman dengan berbagai peristiwa. Menyalurkan Kekuatan. Pendidikan Melalui Nasihat. oleh karena itu pengaruhnya tidak boleh hanya sebentar itu saja. menggunakan dua macam metode yang sangat terkenal yaitu: sistem Sorogan atau di sebut juga sistem bandongan dan juga sistem Wetonan. maupun karena sebab-sebab diluar kemampuanya. Cerita mempunyai daya tarik yang mennyentuh perasaan manusia. mengasuh dan mendidik jiwa. ia mesti menggnakanya untuk membina. Teknik islam dalam membina manusia dan juga dalam meperbaikinya adalah mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa. ada yang mengunakan televisi. Nur Uhbiyati yang mengutip dari Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut Tarbiyah Islamiyah menyatakan bahwa teknik metode pendidikan islam itu ada delapan macam yaitu: • • • • • • • • Pendidikan Melalui Teladan yaitu: merupakan salah satu teknik pedidikan yang efektif dan sukses. Pendidikan Melalui Peristiwa-peristiwa. Maka dari itulah metode menurut Dra.[8] Pada jaman sekarang pendidikan sangat beragam dan menggunakan alat yang serba canggih. komputer dan lain sebagainya. Adapun Metode yang digunakan oleh Dra.Di dalam pondok pesantren yang merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam Formal tertua di indonesia. Pendidikan Melalui Hukuman. Jakiah Drajat dalam bukunya yaitu Pendidikan Islam mengatakan bahwa metode yang akurat adalah bagaimana caranya mengunakan alat yang serba canggih itu supaya mudah menyampaikan materi kepada anak-anak didik. Apabila islam menyalurkan kekuatan tubuh dan jiwa ketka sudah menumpuk dan tidak menyimpanya karena penuh resiko maka islam sekaligus juga tidak senang kepada kekosongan . Mengisi Kekosongan. pembawaan itu biasanya tidak tetap dan oleh karena itu kata-kata harus diulang-ulang. . sebab bagaimanapun cerita sudah merajut hati manusia dan akan mempengaruh kehidupan mereka. ada juga orang-orang yang cukup dengan teladan dan nasehat saja.

prinsip-prinsip dan metode pendidikan islam dalam keluarga di sekolah dan di masyarakat. Cit hal.” (HR Bukhari) Walaupun kata memandikan dalam hadis diatas tidak ada. (Jakarta: Bumi Aksara. membesuk orang sakit. namun sebagaimana yang diketahui bahwa memandikan jenazah merupakan bahagian fardhu kifayah dalam pengurusan jenazah. Jenazah pun harus dimandikan sebelum dishalatkan dan dikuburkan. PENDAHULUAN Seperti orang yang hidup. Nur uhbiyati. Hj. Ilmu pendidikan Islam. hal. aku mendengar Rasulllulah saw bersabda. Jilid I. Dan apabila hal tersebut telah dilaksanakan. Loc.hal. loc. Itulah sebabnya memandikan jenazah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan segera. Juz 22 [8] Dra. 2 [2] Ibid [3] Abdurrahman Annahlawi. Cit [6] Dr.1989). Dalil mengenai kewajiban seorang muslim untuk memandikan jenazah terdapat dalam hadis yang disabdakan Rasulullah Saw yaitu: Dari Abu Hurairah r. Nur Uhbiyati. Memandikan jenazah merupakan bahagian dari fardhu kifayah dalam mengurus jenazah. . Hj. Diponegoro. mengantar jenazah. “hak seorang Muslim yang lain ada lima hal: menjawab salam. Al qur’an dan Terjemah Al-Jumanatul Ali. (Bandung : CV Pustaka Setia.2006). 28 [5] Dr. alih bahasa Drs. apabila tidak seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh bahagian kampung dan penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa. 273-277 [4] Dr. Zakiah Drajat.a berkata. (Bandung: CV.203 [9] H Fadli Abdurrahman. maka putuslah kewajiban penduduk muslim setempat [1]. DKK. hal. memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan. fadli Abdurrahman. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. dan menjawab orang bersin. mendatangi undangan. 1998). Nur uhbiyati Loc. Cit Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah (Proses tata cara dalam melaksanakan bahagian fardhu kifayah dalam memandikan jenazah) Oleh: Ibrahim Lubis A.Footnote ______________ [1] Dra. (Bandung: CV Penerbit J-ART). Heri nur Ali. Cit [7] H. Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan Islam. dkk Loc. Oleh karena itu.

2. kemudian meratakan air ke seleruh tubuhnya. Hukum Memandikan Jenazah . dan tidak adanya penghalang yang dapat mencegah sampainya air ke kulit mayat. Syarat Memandikan Jenazah Adapun syarat wajib memandikan jenazah yaitu : a. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan dalam memandikan jenazah. Lengkap tubuhnya atau ada bahagian tubuhnya walaupun sedikit c. karena ia termasuk bagian dari ibadah. namun perbedaannya adalah orang yang hidup mandi sendiri sedangkan jenazah harus dimandikan. utamanya bagian kemaluan. Mandi ini dilakukan dengan cara membersihkan segala najis yang ada di badannya dahulu. Pada dasarnya memandikan jenazah sama saja dengan mandinya orang yang hidup. sebelum ia dishalatkan. Mengurus Jenazah Sebelum Jenazah dishalatkan. Memandikan jenazah adalah hal yang harus dilakukan atas jenazah seorang muslim. ini harus di usahakan dengan hati-hati upaya mayat tersebut tidak membawa kotoran ke hadapan Allah[3]. Dalam memandikan mayat wajib adanya niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. 3. Memandikan jenazah dimaksudkan agar segala bentuk hadas dan najis yang ada pada jenazah tersebut hilang dan bersih. suci dan halalnya air. semua itu harus dipenuhi dalam memandikan mayat[4]. mayat itu islam b.Dalam Makalah ini saya Ibrahim Lubis[2] akan membahas mengenai makalah yang berjudul “Tata Cara Memandikan Jenazah” B. tidak saja meratakan air keseluruh tubuh. sehingga jenazah yang akan dikafani terus dishalatkan telah suci dari hadas dan najis. Jenazah tersebut bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah). PEMBAHASAN Makalah Tata Cara Memandikan Jenazah 1. Demikian pula muthlak. namun dalam memandikannya juga harus dengan hatihati dan lemah lembut. Menghilangkan najis dari badan mayat terlebih dahulu. maka yang harus dilakukan adalah memandikannya.

Hal ini disebabkan bahwa tidak semua jenazah yang ada dapat atau harus dimandikan. Adapun Orang yang berhak memandikan Jenazah Adalah: • • • Apabila mayat itu laki-laki. Cukup digali lubang dan dikebumikan. 4. hukumnya adalah fardhu kifayah artinya bila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh mukallaf[5]. hendaklah dimandikan permpuan pula. laki-laki tidak boleh memandikan mayat perempuan kecuali suami atau muhrimnya[9].Jumhur Ulama atau golongan terbesar dari ulama berpendapat bahwa memandikan mayat muslim. hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerahasian aib atau cacat penyakit yang masih ada di dalam tubuh jenazah tersebut. Jenazah yang tidak perlu dimandikan Jenazah yang tidak boleh dimandikan adalah jenazah yang mati syahid di medan pertempuran karena setiap luka atau setetes darah akan semerbak dengan bau wangi pada hari Kiamat[7]. c. Ini pernah dilakkan Nabi saw terhadap paman beliau yang kafir [10]. Kemudian keluarga terdekat si mayit. Jika mayat perempuan. Orang Yang berhak memandikan Jenazah adalah orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya)[10] Kemudian bapaknya.” Janin yang dibawah usia empat bulan tidak perlu dimandikan. . a. Jenazah orang kafir tidak wajib dimandikan. kecuali istri dan muhrimnya. sebab ia tentu lebih tahu mengenali si mayit daripada anak si mayit tersebut. perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki. Juga berdasarkan firman Allah SWT: “Dan janganlah sekali-kali kamu menyalatkan jenazah salah seorang yang mati diantara mereka. hendaklah memandikannya laki-laki pula. Berikut 2 hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memandikan jenazah. dikafani. Klasifikasi dalam Memandikan Jenazah Klasifikasi ini bertujuan untuk memberikan perbedaan dalam memandikan jenazah. Tujuan menjaga dan membatasi bagi orang yang ingin memandikan jenazah adalah agar tidak terjadi fitnah yang dapat memalukan keluarga jenazah tersebut. Orang Yang Berhak Memandikan Tidak semua orang berhak dalam memandikan jenazah. dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya[8]. Jenazah yang boleh dimandikan Jenazah yang wajib dimandikan adalah orang Islam dan orang yang meninggal bukan karena mati syahid di Medan pertempuran[6] b. dan dishalatkan.

[15] Siram dari mulai yang kanan anggota wudhu dengan bilangan gasal menggunakan air dan daun bidara. b. kemudian seluruh tubuh jenazah diberi sabun termasuk pada lipatan-lipatan yang ada. baik dinding maupun atapnya agar aurat dan cela jenazah tidak terlihat. Bersihkan tubuhnya dengan air dan miringkan ke kanan serta ke kiri. kapur barus. Meja besar atau dipan yang cukup dan kuat serta tahan air untuk tempat meletakkan jenazah ketika dimandikan Handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambut si jenazah. Proses dan Tata Cara Memandikan Jenazah • • • • • • • • • Meletakkan jenazah diatas dipan atau meja. aurat jenzah harus senantiasa agar tidak terlihat . adapun Halhal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pemandian adalah: • • • • • • • • Masker dan kaos tangan untuk memandikan jenazah agar terhindar dari kuman jika si jenazah memiliki penyakit. Maka harus dilakukan beberapa Persiapan. sebab jika kamu wafat sebelumku. sedangkan untuk jenazah perempuan dari dada sampai mata kaki. Basuhlah jenazah sebagaimana cara berwudhu. akulah yang memandikan jenazahmu” [12] 5. Boleh memakai air yang dialiri oleh selang. Selama memandikan. boleh juga menyiapkan air sebanyak tiga ember besar. Dipersiapkan kain kafan tergantung jenis kelamin. Bersihkan kotoran dengan cara mengangkat pundak dan kepala sambil menekan perut dan dada Memiringkan ke kanan dan ke kiri sambil ditekan dengan mempergunakan sarung tangan atau kain perca dan disiram berkali-kali agar kotoran hilang.• • Jenazah wanita dimandikan oleh pemegang wasiatnya[11] . Seorang suami boleh memandikan jenazah istrinya berdasarkan sabda Nabi saw kepada’Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Tentu tidak ada yang membuatmu gundah. Menutup aurat jenazah dengan handuk besar dan kain. Kapas. Tata cara Dalam memandikan jenazah a. daun bidara. Kemudian ibunya lalu anak perempuannya setelah itu keluarga terdekat. usahakan kepala lebih tinggi dari kaki Tempat jenazah harus tertutup. atau wewangian yang lain serta bedak. Sabun atau bahan lainnya untuk membersihkan tubuh si jenazah Sampo untuk mengeramasi rambut si jenazah agar bersih dari kuman dan kotoran Air secukupnya untuk proses memandikan. Persiapan Sebelum Memandikan Jenazah Sebelum Memandikan jenazah. Untuk jenazah putra dari pusar sampai lutut.

Bersihkan segala najis yang ada di badannya. asal memenuhi arti mandi yang dengan demikian maka terlepaslah kita dari dosa. air sabun dan air yang bercampur dengan kapur barus. setelah rambutnya dikeringkan kemudian dipintal menjadi tiga. dan kalau ada yang tercabut. yakni dimulai dengan kepala berikut leher. diatas tempat yang tinggi. inilah asal najis yang barangkali ada pada tubuh si mayat hilang. lalu anggota tubuh yang kanan. condong ke belakang. dan tutuplah auratnya dengan kain atau semisalnya. badannya dikeringkan dengan handuk. utamanya bagian kemaluan. pertama dengan air yang dicampur sedikit kapur dan bidara . 2. kemudian dibersihkan pula mulut dan lubang hidungnya lantas diwudhukan seperti wudhu orang yang hidup. maka rambut itu harus dikembalikan dan ditanam bersamanya. karena dikhawatirkan air tersebut menjadi air mudhaf.• • • • Kemudian.[3] Antara tiga kali mandi tersebut. Setelah selesai. dan ketiga anggota tubuh yang kiri. letakkanlah mayit di tempat kosong. sehingga tidak dapat menyucikan. c. Apabila sudah selesai kesemuanya yang terakhir adalah di wudhukan. Setiap mayat muslim itu wajib di mandiakn dengan tiga kali . Dan jika jenazahnya wanita. maka tidak boleh dicampur dengan kapur . kedua dengan air yang dicapur sedikit kapur kecuali yang mati dalam keadaan ihram. Mayat didudukkan di temapt mandi. yang mempunyai dua macam cara.[4] 1. ketiga dengan aiir murnbi tanpa dicampur apapun. sedang kepalanya di sandarkan pada tangan kirinya. Kepala dan wajah si mayat di basuh dengan sabun atau bisa juga digunakan dengan pembersih lainnya. • Pekerjaan yang pertama-tama dilakukan dalam menyelenggarakan urusan mayit adalah memandikannya. . Daun bidara dan kapur yang dicampur dengan air itu jangan terlalu banyak.[16] Siramkan pada siraman yang terakhir dengan kapur barus dan miringkan ke kanan dan ke kiri agar air keluar dari mulutnya dan dari lubang yang lain. rambut jenazah dikeramas dan disiram agar bersih. Sesudah itu balutlah tangan kiri itu dengan kain atau sarung tangan dan dibasuh kemaluannya dan dubur si mayat. supaya isinya yang mungkin masih tersisa keluar. diwajibkan pula tertib antara anggota tubuh yang tiga. papan umpamanya. menekan keras-keras perut si mayat. b. yaitu cara yang sempurna sehingga memenuhi as-sunnah yakni agar orang memandikan mayit melakukan hal-hal berikut : a. Dilepas rambutnya kalau dia mempunyai rambut yang panjang. kemudian meratakan air ke seluruh tubuh atau sebaiknya tiga kali yaitu dengan air yang bersih. kewmudian ditutup dengan kain yang kering agar auratnya tetap tertutup. kemudian siramlah seluruh tubuhnya dengan air secara merata. yaitu cara.

Demikianlah isi makalah saya ini dan sebelumnya penulis terlebih dahulu mohon maaf kepada bapak atas kekurangan yang terdapat di dalam makalah saya ini. Muhammad. 2001). 78 [6] Muhammad Anis Sumaji. Kemudian siramlah tubuhnya sebelah kanan baru sebelah kiri sampai air itu merata dalam tubuhnya. Fiqih Iman Ja`far Shadiq.d. (Bandung : PT Al-ma`arif. Sitanggal. 2011. Muhammad Anis dan Salmah. Fiqih Syafi`I Sistematis. 134 [4] Muhammad Jawab Mughniyah. Umar Anshary. 90 [5] Sayyid Sabiq. 13-18 [7] Muhammad Anis Sumaji. karena di dalam perutnya itu mungkin masih ada kotoran. Sayyid. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah belakang. Semarang : CV Asy Syifa`. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. Dasar-Dasar Agama Islam. Jawab. PENUTUP 1. Sabiq. Solo: Tinta Medina. Solo: At-Tibyan. Kesimpulan Di dalam memandikan mayat harus teliti supaya mayat itu tidak membawa kotoran ke hadapan Allah. Af Idah. 1992. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Sisi kanan mayat sebelah depan terlebih dahului. hlm. Dasar-Dasar Agama Islam. Fiqih Sunnah. hlm. 2011 Tohaputra. Abu Hasan Al-Maidani. Ahmad. dengan demikian seluruh tubuhnya bisa di ratai air. (Jakarta : Lentera. 1994. setelah semuanya siap. karena saya sudah mengetahui lebih jelas lagi tentang cara-cara memandikan mayat. barulah kemudian sisi depan sebelah kiri. karena niat adalah bahagian dari ibadah. Fiqih Imam Ja`far Shadiq. Shalat Jenazah (TP. lalu mayat tersebut diwudhukan. Jakarta : lentera. C. Dan saya berterima kasih atas bapak yang sudi memberikan judul ini terhadap saya. 1994). 1995. hlm. Fiqih Sunnah.. kemudian sisi belakang sebelah kiri. Shalat Jenazah. 1995). Jakarta : Rineka cipta. 22-23 [8] QS At-Taubah-84 . Munir dan Sudarsono. Panduan Praktis Pengurusan Jenazah. hlm. (Jakarta : Rineka Cipta. 2011. A dan Sudarsono. ________________ [1] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. 2001. DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • Al-Atsari. Muqhniyah. TT. Bandung : PT Al-ma`arif. h 10 [2] Ibrahim Lubis adalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN-SU Medan yang saat ini sedang meyelesaikan tugas akhir yaitu Membuat tesis [3] A. Semarang: CV Asy Syifa’. 1992. sesudah itu basuh pula sisi kanannya sebelah kiri. 1992). hlm. Sumaji. Panduan Pengurusan Shalat Jenazah. 1998 Munir. Di dalam memandikan mayat terlebih dahulu adalah niat. Perut si mayat harus di tekan.

maupun motivasi yang ditumbuhkan dari peranan lingkungan sosialnya. 135 [10] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. 2001. kemudian menganalisanya berdasarkan pemahaman penulis dan juga berdasarkan ulasan pendapat beberapa ulama tentang hadits-hadits tersebut. Siti Zubaidah. Semua ungkapan dalam haditshadits tersebut merupakan dalil-dalil yang dapat menjadi pedoman sebagai alat untuk memotivasi setiap umat Islam untuk terus menuntut ilmu. Op. Anjuran menuntut ilmu tersebut dibarengi dengan urgennya faktor-faktor pendukung guna makin meningkatkan semangat belajar bagi setiap orang. Motivasi belajar (menuntut ilmu) bagi setiap penuntut ilmu memang dibutuhkan. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah Kitab-Kitab hadits.[9] A. dapat dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. hlm. Shalat Jenazah. M. Pengertian Motivasi Belajar . cit. Munir dan Sudarsono.Ag BAB I PENDAHULUAN Dalam al-Qur’an dan al-Hadits. mencakup: Apa pengertian Motivasi Belajar? Apa Jenis-Jenis Motivasi Belajar? Apa Fungsi Motivasi Belajar? Dan Bagaimana Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam? BAB II PENDAHULUAN A. hlm 10-13 [12] Ibid Makalah Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Oleh: Dr. yakni memilih hadits-hadits yang sesuai dan punya kaitan dengan motivasi belajar/menuntut ilmu. 2001. Shalat Jenazah. hlm 10-13 [11] Abu Ihsan Al-Maidani Al-Atsari. buku-buku hasil karya tulis dari beberapa ahli dan sejarawan pendidikan serta ulamaulama hadits. Adapun pendekatan yang digunakan untuk membahas cakupan materi di artikel ini ialah dengan menggunakan metode analisa hadits. Salah satu faktor yang utama adalah motivasi. bahkan begitu banyak hadits-hadits yang memberikan pemahaman tentang manfaat menuntut ilmu dan perintah yang menganjurkan untuk belajar. Dalam artikel ini akan dibahas perihal motivasi belajar. baik itu motivasi yang datang dari dalam diri sendiri. merangkumnya.

motivasi[1] adalah dorongan (dengan sokongan morel). Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial. ada 2 jenis motivasi yang mempengaruhi kegiatan belajar seseorang: a. Secara umum. Fungsi Motivasi dalam Belajar . Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan.Secara terminologi. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. C. kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. b. motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. yaitu motif-motif[6] yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar.[7] Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktifitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar.[3] Secara etimologi. Tanpa motivasi. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari.[2] dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai tujuan tertentu. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. kegiatan belajar sulit untuk berhasil. Motivasi Ekstrinsik.[4] Dalam kegiatan belajar. bukan sekedar simbol dan seremonial. Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah belajar. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi Intrinsik. tidak mungkin menjadi ahli. dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari.[5] B. yang berpengetahuan. tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan. yang ahli dalam bidang studi tertentu.

ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim[10]” (HR. Oleh karena itu pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia.[12] Nabi bersabda: “Seseorang itu dapat dianggap seorang yang alim dan berilmu. Menyeleksi perbuatan. Makin tepat motivasi yang diberikan. Mendorong manusia untuk berbuat. guna mencapai tujuan. agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. ada juga fungsi-fungsi lain. apabila ia menyangka bahwa ia sudah serba tahu. maka ia sesungguhnya seorang jahil”.sehubungan dengan hal tersebut. ada tiga fungsi motivasi:[8] 1. Sangat popular apa yang oleh sementara orang dianggap sebagai hadits Nabi saw yang berbunyi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat!”. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai. selama ia masih terus belajar. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. 2. karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu. Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik apabila orangorang Islam tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan fikiran yang sehat. juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya. Baihaqi) Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah. 3. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. akan makin berhasil pula pelajaran itu. bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan.Motivasi merupakan hal yang essensial dalam belajar.[11] Tanpa ada pembedaan. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar. Menentukan arah perbuatan. dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan RasulNya. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Terlepas dari benar . research dan studi. D. sebagaimana sabdanya: “Dari Anas ra. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Di samping itu.[9] Dalam belajar (menuntut ilmu). Dalam hal ini motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

hadits Hasan) Juga seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: “Dari Abi Darda’ ra. at-Tarmidzi. antara lain: Perbandingan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. (HR.[14] Kalau diperhatikan dengan seksama. maka mereka itu memberi petunjuk kepada manusia berdasarkan apa yang dibawa oleh para Rasul. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: “Manusia yang paling dekat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berjihad. katanya Rasulullah saw bersabda: “Ulama itu pewaris para Nabi”.[13] Pendidikan seumur hidup yang dikemukakan ini tentunya tidak hanya terlaksana melalui jalur-jalur formal. dan pemerintah. Ibnu Majah. atau dengan kata lain pendidikan yang berlangsung seumur hidup menjadi tanggungjawab bersama keluarga. Abu Dawud. (HR. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’. dan Ibnu Hibban) Orang yang beriman dan berilmu itu termasuk orang terdekat kepada derajat para Nabi. dalam al-Hadits akan dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. Mendorong orang menuntut ilmu dengan janji pemberian beberapa derajat bagi orangorang yang berilmu dan beriman. [17] Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas.tidaknya penisbahan ungkapan tersebut kepada Nabi. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: …dan sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintang-bintang yang lain”. Adapun orang-orang yang berilmu. Maksudnya bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. masyarakat. . di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits: “Dari Abu Umamah ra: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) itu seperti seperti kelebihan saya dari orang yang paling rendah dari para shahabatku”. Beberapa ungkapan yang dapat menjadi motivasi belajar. yang jelas ia sejalan dengan konsepsi al-Qur'an tentang keharusan menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan sepanjang hayat.[16] Di antara derajat yang diperoleh orang yang berilmu itu ialah mereka termasuk pewaris para Nabi. tetapi juga jalur informal dan nonformal. At-Tarmidzi.[15] Perbedaan antara keduanya.

Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan pedang-pedang mereka untuk membela apa yang dibawa oleh para Rasul itu”. Status sosial yang sangat terhormat bagi orang-orang yang berilmu itu menjadi motivasi yang kuat bagi orang-orang yang beriman untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Menuntut ilmu itu mengandung nilai jihad yang tinggi.[18] Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw, beliau bersabda: “Pelajarilah ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah takut kepada Allah. Menuntutnya adalah ibadah; mengulang-ulangnya adalah tasbih; pembahasannya adalah jihad; mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu menjadi sedeqah; memberikannya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu itu teman sewaktu sendirian, dan sahabat sewaktu kesepian, …”. (HR. Ibnu Hibban dan Mu’adz) Ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu (dari tiga) amalan yang terus berguna hingga mati.[19] Dasarnya hadits berikut ini: “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Apabila manusia sudah mati, maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh yang mendo’akan”. (HR. Muslim) Selain beberapa point motivasi belajar yang telah dipaparkan tersebut, perlu ditekankan kembali bahwa di antara ajaran Islam yang mengajak masyarakat untuk melahirkan berbagai pemikiran dan karya ilmiah ialah memasyarakatkan pendidikan dan memberantas kebodohan. Kemudian di antara ajaran terpenting untuk mewujudkan suasana ilmiah ialah belajar bahasa asing jika dipandang perlu –khususnya bila pemilik bahasa itu mempunyai ilmu yang harus dipelajari, atau memiliki hikmah yang bisa dipetik manfaatnya– sehingga tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan kelebihan mereka tanpa memahami bahasa mereka. Islam tidak hanya tidak melarang umatnya mempelajari bahasa asing, bahkan menganjurkan mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa merupakan sarana terpenting untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.[20] Demikian beberapa hal mengenai motivasi belajar yang dapat dirangkum berdasarkan penafsiran yang dapat dipahami secara umum dan dianggap bisa mewakili perspektif Islam tentang motivasi dalam menuntut ilmu. Daftar Pustaka dan Footnote

• • • • • • • • • • • • • •

al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974). Ali, Maulana Muhammad, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.). al-Barry, M.D.J., dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996). Dagun, Save M., Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000). Deighton, Lee C., The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press, t.t.). al-Ghazali, Muhammad, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993). Lengrand, Paul, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981). Muhammad, Abubakar, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995). Purwanto MP., M. Ngalim, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994). Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000). Shihab, Quraish, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994). Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993). Syureich, M., Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991). al-Qaradlawi, Yusuf, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997).

______________ [1] Tidak ada kesepakatan umum di antara para ahli psikologi tentang bagaimana “motivasi” dan “faktor-faktor motivasi” seharusnya didefenisikan atau dianalisa secara teoritis. Istilah tersebut secara umum digunakan berkaitan dengan tiga pertanyaan yang saling terkait yang harus dijawab sebelum perilaku dipaparkan untuk menjadi suatu keterangan. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menentukan perubahan-perubahan dalam intensitas perilaku (pada istilah ini masuk dalam kategori perilaku internal, seperti berpikir). Kedua, adalah pertanyaan tentang aturan berperilaku. Perilaku ditentukan bersamaan dengan adanya dorongan eksternal dirasakan melalui alat panca indera dan oleh kondisi-kondisi dalam diri organism. Ketiga, pertanyaan yang berhubungan dengan bantuan perilaku belajar. Semua bentuk belajar memerlukan dua atau lebih rangsangan-rangsangan yang terjadi dalam kesinambungannya. Lebih lanjut baca Lee C. Deighton, The Encyclopedia of Education, Vol. 6 (USA: The Macmillan Company dan the Free Press, t.t.), h. 408. [2] M.D.J.al-Barry, dkk., Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah, 1996), h. 273.

[3] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 2000), h. 688. [4] M. Ngalim Purwanto MP., Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), h. 104. [5] Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000), h. 73. [6] Motif diartikan sebagai suatu kekuatan atau daya pendorong yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu tindakan. Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 160. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai sutau tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 71. [7] Selanjutnya lihat Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 37, 87-89. [8] Sardiman, Interaksi dan Motivasi, Op.cit., h. 83. [9] Muhammad al-Ghazali, Akhlaq seorang Muslim, Terj. Moh. Rifa’i (Semarang: Wicaksana, 1993), h. 445. [10] Kata setiap muslim menunjukkan laki-laki dan perempuan, sementara versi (hadits) yang lain menambahkan dan muslimah. Otoritas (penambahan kata dan muslimah) justru cenderung menjadikan hadits ini dhaif (lemah). Bagaimanapun, hadits tersebut lebih otentik dengan anjuran bagi seluruh muslim, laki-laki dan perempuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Lihat Maulana Muhammad Ali, A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, t.t.), h. 39. [11] M. Syureich, Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, 1991), h. 46. [12] Muhammad ‘Athiyah al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), h. 44. [13] Selanjutnya lihat Quraish Shihab, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994), h. 178. [14] Baca Paul Lengrand, Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat, Terj. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung, 1981), h. 41-55. [15] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas, 1995), h. 221. [16] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 227.

[17] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 228. [18] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 229. [19] Abubakar Muhammad, Hadits Tarbiyah I, Op.cit., h. 233. [20] Selanjutnya baca Yusuf al-Qaradlawi, Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, Terj. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997), h. 233, 235-236.

Pengembangan Desain Pelatihan untuk Organisasi Kepemudaan
A. Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran adalah satu proses transformasi nilai budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Ada tiga kata kunci dari kalimat di atas, yakni proses, nilai dan generasi. Proses menunjukkan adanya satu kegiatan atau aktivitas, maka dalam pendidikan dan pembelajaran terdapat rangkaian dari berbagai kegiatan tentunya mempunyai tujuan. Kemudian nilai menunjukkan ada sesuatu makna yang dijaga, disimpan dan dipelihara, dan tugas pendidikan adalah mentransformasikan nilai tadi dari satu keadaan kepada keadaan lain dalam arti luas. Dan terakhir adalah generasi ini menggambarkan ada satu masa depan manusia yakni penciptaan alih generasi yang lebih baik sebagaimana yang diinginkan. Dalam pendidikan dan pembelajaran, kegiatannya dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Inti kegiatan pendidikan dan pembelajaran bukan pada tempat atau waktu, atau siapa yang menjadi guru, akan tetapi lebih ditekankan pada adanya satu interaksi antara peserta dengan lingkungan atau sumber belajar, dimana dalam interaksi tersebut sarat dengan makna: proses, nilai dan generasi. Pendidikan luar sekolah merupakan satu alternatif untuk hal ini, menurut Santoso S.H (2003)[1] bahwa peran utama PLS adalah mengembangkan nilai dan sikap percaya diri dan mandiri masyarakat sebagai kekuatan sosial (social forces) untuk menciptakan proses proses demokratis, dinamisasi dan modernisasi. Berkenaan dengan itu, maka kegiatan yang paling luwes dan praktis tentang hal di atas, ditengah tengah masyarakat kita khususnya di dunia kepemudaan disebut dengan pelatihan. Bagaimana merancang atau mendesain pelatihan bagi pemuda secara baik dan tepat, yang dapat bermakna, kemudian apasaja yang dibutuhkan dan dikembangkan, serta bagaimana mengukur keberhasilan dari pelatihan tersebut? Tentu hal ini penting bagi kita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi para pamong belajar, atau kelompok pemuda dalam mengembangkan desain pelatihan, dan akan bermanfaat bagi mereka yang ingin menjadikan pemuda sebagai satu “icon” regenerasi yang baik di masa depan. B. Pendidikan dan Pelatihan

Dimana. Desain Pelatihan Desain berasal dari kata “designe” dapat diartikan sebagai fatron. perancangan instruksional.Dalam desain terdapat berbagai informasi tentang data dan keterangan sebuah kegiatan.Siswanto (2003)[4] pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat. a conceptual report that gives all those involved in the development of a training program a picture of the overall course design. Items might . dan pengembangan (development). salah satunya adalah dengan pendidikan. Masing masing kegiatan tersebut tentu memiliki karakteristik tersendiri yang dengannya menjadi satu kekuatan untuk mengembangkan sumber daya manusia baik pada karakteristik input kegiatan. desain Instruksional. maka pada sistem birokrasi di Indonesia terdapat satu unit kegiatan pendidikan dan latihan disingkat “diklat”. Lembaga tersebut. Lebih spesifik lagi “design criteria”: adalah satu rincian diskripsi pengajaran tertulis secara lengkap yang dipakai untuk mengembangkan komponen sistem instruksional yang mencakup setiap kejadian kegiatan. yang dapat kita sebut lembaga pelatihan. pengembangan strategi kegiatan. Berkenaan dengan hal di atas. haruslah diselenggarakan bergandengan dengan sitem pendidikan yang ada. rancangan pola atau kisi kisi kegiatan yang akan dilaksanakan. atau perencanaan instruksional. dan tidak membebaskan pendidikan dalam mutu tenaga kerja yang diperlukan. Pengembangan sumber daya manusia menurut Abi Sujak (1990)[2] dapat dilakukan dengan tiga hal yakni. pelatihan (training). jadi hampir sulit untuk memisahkan keduanya. Sedangkan menurut B. dan dalam pelatihan di dalamnya ada proses pendidikan. untuk itu George (2000)[6] mendefinisikan pengertian Desain Document sebagai berikut.Tilaar (1997)[3] bahwa terdapat hubungan antara pendidikan. C. pengembangan dan pengevaluasian. pengembangan instruksional. adalah proses menspesifikasi kondisi belajar. tahapan dan strategi instruksional secara keseluruhan untuk disajikan melalui masing masing komponen sistem instruksional dari satu sistem instruksional atau produk instruksional secara lengkap. pelatihan dan ketenagakerjaan. maka perlu diselenggarakan suatu lembaga dengan kegiatan kegiatan yang memenuhi tuntutan dunia kerja.Pendidikan adalah bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia. pelatihan dan pengembangan. adalah suatu proses yang sistematik dalam menyusun sistem instruksional yang efektif dan efisien melalui kegiatan pengidentifikasian masalah. pendidikan ikut mempersiapkan dasar dasar yang diperlukan oleh dunia kerja. juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. Atwi Suparman (1997)[5] menjelaskan bahwa. Design (desain). pendidikan (education). Menurut HAR. pengelolaan proses. maupun pada tujuan yang ditetapkan. Pembahasan berikut lebih mengarah pada makna pelatihan sebagai sebuah proses pendidikan alternatif yang banyak dilakukan ditengah tengah masyarakat khususnya kepemudaan. Banyak hal yang dapat dilakukan orang untuk melakukan investasi bagi sumber daya mansia di masa depan. Dalam pendidikan kadang terdapat kegiatan latihan.

(5) pengembangan alat ukur keberhasilan belajar peserta. proses dan out put. dan (9) revisi apabila diperlukan. metode. teknik. (8) Penyusunan program pelaksanaan. yaitu keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan terminal. an audience profile. Sementara proses adalah upaya pengembangan pengeloalan pelatihan baik strategi. Sementara itu Oemar Hamalik (2001)[9] menjelaskan tentang tahap tahap penyusunan program pelatihan mempunyai langkah langkah yang lebih rinci. (3) identifikasi karakteristik peserta dan kemampuan awal peserta. (6) pengembangan strategi instruksional yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan khusus tersebut.Siagian (1987)[7] Komponen utama dari suatu siklus pendidikan dan latihan adalah: (1) Analisa kebutuhan pendidikan dan latihan. (7) penentuan materi/bahan yang akan diberikan. dan 8) Mengembangkan prosedur penilaian (evaluasi) dan tindak lanjut. yang terdiri dari perangkat keterampilan dan pengetahuan tertentu. an evaluation plan. content outline. Ada tiga hal yang menjadi elemen penting dalam desain pelatihan yakni. Walter Dick & Low Carey (1990)[8] merancang sistem instruksional melalui beberapa tahap. 4) Menetapkan metode dan tempat penyelenggaraan pelatihan dan materi pelatihan. 2) Identifikasi kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. (5) Penyusunan bahan pelajaran yang benar benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. 6) Mempersiapkan para pelatih (instruktur). Sementara itu Sondang P. Input dapat dikembangkan dengan menata karakteristik calon peserta pelatihan. dimana analisis terhadap karakteristik awal calon peserta merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. kemudian pemilihan materi. course objectives. yaitu (1) identifikasi tujuan terminal. (9) Penyelengaraan dan. input. (6) Seleksi pengajar. (7) Penentuan teknik dan metode pengajaran. (3) Seleksi peserta. tujuan yang akan dicapai dari pelatihan. (10) Evaluasi hasil kegiatan pendidikan dan latihan. (2) analisis instruksional. yang didasarkan atas analisis pekerjaan. a course map. 7) Menyiapkan peserta pelatihan melalui prosedur seleksi tertentu. and visual motif.include a mission statement. (4) Penyusunan program. rinci. 5) Review program pelatihan dengan mengikutsertakan pengawasan dan manajemen puncak. (8) pelaksanaan evaluasi formatif melalui uji coba perorangan dan skala kecil serta besar. sebagaimana dapat dilihat pada kutipan berikut: 1) Menetapkan klasifikasi pekerjaan. kemudian menyusun suatu deskripsi pekerjaan lengkap dengan tugas tugas secara rinci. Pelatihan sebagai sebuah sistem sama halnya dengan pembelajaran. (2) Keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan dan latihan. dan sistematik. baik yang sifatnya kurikuler maupun ekstra kurikuler. Kemudian yang terakhir adalah output dalam hal ini penetapan . 3) Penyiapan program pelatihan secara jelas. media serta strategi sekaligus penetapan tujuan pelatihan yang akan dicapai. pengembangan media dan lain sebagainya.

Perubahan pada peserta belajar ini memang sangat penting karena indikator terjadinya proses belajar adalah adanya perubahan. jadwal pelatihan mencakup waktu dan tempat penyelenggaraan pelatihan. maka Philip H. untuk apa orang dilatih. Dalam hal mengembangkan bahan ajar. materi atau silabus. dan pemuda di daerah pedesaan dan untuk merencanakan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Desain yang baik tentu mempunyai karakteristik yang mampu menggambarkan rancangan sebuah kegiatan. mengelola dan sekaligus mengevaluasinya. Maka langkah praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: .Coombs (1973)[10] menjelaskan untuk mengukur kebutuhan pendidikan anak anak. bagaimana merancang. pertama tama kita harus memiliki kejelasan dan konsepsi yang realistik tentang kebutuhan belajar penting minimum. begitu juga strategi dan cara penyampaian materi dan bahkan evaluasi dari kegiatan. Pengembangan Desain Pelatihan Pengembangan desain ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk praktis bagi para pamong belajar dan pemuda di tengah tengah masyarakat dalam hal melakukan satu analisis mengapa perlu dilakukan kegiatan pelatihan. Sebuah desain yang baik memuat berbagai unsur pembelajaran yakni rancangan materi atau bahan ajar yang akan dikembangkan dalam kegiatan. (d) prediktif. artinya mampu mengabstraksikan seluruh rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah kegiatan. Sementara itu Satmoko dan Soejitno (2004)[13] sebuah desain pelatihan paling tidak harus menggambarkan lima hal yakni: (1) tujuan pelatihan harus ditetapkan dengan cermat. durasi pelatihan. Dalam menyusun desain pelatihan didalamnya terkait dengan sistem serta bahan ajar yang akan disampaikan. (b) deskriptif. dan instrukturnya. (4) instruktur yang berkualitas. (c) sistematis. jika menginginkan pelatihan dilaksanakan ing-griya/in-house training maka harus dipersiapkan beberapa orang manajer dari berbagai latar belakang ilmu. dan (5) evaluasi. serta peyesuaian dengan karakteristik peserta didik. karena inilah salah satu tujuan dari pendidikan luar sekolah. diantara karaktersitik desain tersebut adalah. (a) obyektif artinya mampu menggambarkan apa yang akan menjadi tujuan kegiatan. Dari bahan belajar ini. D. maka ditata kegiatan yang dapat merubah watak dan karakter warga belajar. (3) penyusunan jadwal. artinya dengan desain seseorang dapat memperhitungkan tentang keberhasilan yang akan dicapai sebuah kegiatan. antar kegiatan dalam mencapai sebuah tujuan baik tujuan utama maupun tujuan terminal. (2) pemilihan metode pelatihan secara tepat merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah pelatihan. sarana dan prasarana. yaitu meliputi sistem pelatihannya itu sendiri.sistem evaluasi yang akurat akan sangat menentukan desain pelatihan yang mampu mengembangkan nilai apa yang diinginkan oleh pelatihan tersebut. artinya terdapat rangkaian yang menghubungkan antar komponen.

Tujuan peserta . Kegiatan pelatihan ada yang diselenggarakan oleh organisasi. Mengidentifiaksi kebutuhan a. Jadi dengan membaca visi dan misi serta tujuan organisasi akan tampak apa yang dibutuhkan dalam kegiatan pelatihan. Biasanya kebutuhan organisasi. Apa yang diinginkan oleh organisasi atau lembaga dapat dicantumkan dalam mata ajar agar peserta dapat mencapai kualifikasi yang diinginkan. mengamati atau juga angket dan lain sebagainya. 2. Tujuan lembaga Pelatihan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau organisasi kepemudaan maka harus menjadikan tujuan lembaga sebagai satu bagian dalam kurikulumnya. maka tujuan pelatihan harus terkait dengan apa yang diinginkan masyarakat terhadap pemuda.1. (3) merupakan suatu proses yang bersifat empirik dan dapat diulang kembali. b. pendataan ini dapat dilakukan dengan cara mewawancarai. Kebutuhan individu Perancangan program pelatihan didahului oleh analisis kebutuhan[14]. Menetapkan tujuan pelatihan. kebutuhan serta keinginan praktis dari kondisi pemuda kita. c. Kebutuhan organisasi Menurut Satmoko dan Soejitno Irmim (2004)[15]. pemerintahan setempat atau juga mengobservasi langsung terhadap apa yang diinginkan masyarakat tentang dunia kepemudaan. (2) adanya hubungan antar komponen khususnya antara strategi instruksional dengan keluaran yang diharapkan. b. Perancangan program pelatihan sebagai suatu sistem instruksional harus dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan sistem dengan alasan bahwa cara ini akan memberikan hasil yang efektif karena: (1) diketahui dengan jelas apa yang akan dapat dilakukan oleh peserta setelah mengikuti program tersebut. Untuk mengetahui hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat para tokoh masyarakat. bahwa untuk melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan seyogyanya memang berdasarkan pada visi dan misi corporate plan yang didalamnya terdapat carrier planning. bila ingin melakukan kegiatan pelatihan. Untuk itu maka dalam merancang pelatihan pertama sekali harus didaftar apa yang menjadi masalah. atau lembaga akan menjadi yang utama karena dari tujuan organisasi inilah dilihat apa yang menjadi kebutuhan atau kualifikasi individu. lembaga dan lain sebagainya. a. Kebutuhan masyarakat Pemuda adalah bagian dari masyarakat.

in order to help individuals to become more effective and efficient in their work. perbaikan sikap. menyediakan informasi. dan membentuk sikap agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. Bagi pelatihan di kalangan pemuda juga harus ditetapkan apakah pelatihan sampai sebatas penyadaran sikap. dalam hal ini pelatih memberikan bahan bahan mentah yang dapat dipergunakan oleh para warga belajar untuk menciptakan dan menceriterakan ceritera. pembentukan kepribadian.Pelatihan dapat diterjemahkan sebagai satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. kelompok atau organisasi kinerja yang menyiratkan bahwa terdapat perubahan yang dapat diukur dengan pengetahuan. apakah itu perubahan pada peningkatan pengetahuan. information is provided. dan (4) pendekatan ekspresif/perwujudan. Menetapkan tujuan pembelajaran Dalam hal menetapkan tujuan pelatihan Jewel LN (1998)[17] menjelaskan bahwa pelatihan terdiri dari program program yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pada level individu. yakni pelatih memberikan informasi dan keterampilan biasanya dengan kuliah dan penggunaan latihan latihan. sikap atau perilaku sosial. Pamong belajar atau perancang pelatihan tentu akan menetapkan strategi dan metode pelatihan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. yakni pelatih memberikan suatu rangsangan berbentuk gambar dan menghidupkan diskusi mengenai suatu gagasan. kejadian dan keadaan keadan mengandung masalah. Bahan mentah ini mencakup antara lain gambar gambar tanpa urutan tertentu dan gambar gambar tunggal yang dapat bergerak (fleksifan). maupun peningkatan keterampilan. Davis (1998)[16] “Training is the process through which skills are development. (2) pendekatan pemecahan masalah. Untuk ini maka para perancang pelatihan harus dapat membuat daftar kompetensi atau tujuan tujuan praktis yang dapat dicapai oleh peserta khususnya dapat diperoleh secara individual. Sementara itu menurut James R. yaitu pelatih memberikan suatu ceritera terbuka atau ceritera bergambar dengan kejadian kejadian yang mengikuti suatu urutan tertentu. Dapat diterjemahkan bahwa pelatihan maksudnya adalah proses untuk mengembangkan keterampilan peserta. (3) pendekatan proyektif. bila tujuan materi adalah agar peserta .Davis & Adelaide B. Sebenarnya tujuan tidak perlu muluk muluk. 4. Menetapkan strategi dan metode pelatihan Srinivasan (1997)[18] memberikan empat strategi pendekatan yakni: (1) pendekatan informasional. pengetahuan atau sikap tertentu. 3. Dengan kata lain pelatihan merupakan salah satu pengalaman belajar terstruktur dengan tujuan mengembangkan kemampuan menjadi keterampilan khusus. atau peningkatan keterampilan. pokok masalah atau persoalan tertentu. Gagasan kejadian kejadian yang terjadi dalam cerita berasal dari penulis kurikulum. pengetahuan atau sikap tertentu. and attitude are naturade. yang lebih utama adalah sesuai dengan kebutuhan apa paling mendesak bagi dunia kepemudaan setempat.

Inilah kata akhir dari betapa pentingnya desain pelatihan bagi organisasi kepemudaan. maka ini leibh bersifat penyampaikan informasi. Evaluasi atau penilaian pada prinsipnya adalah memberi makna apa yang telah terjadi baik hasil akhir dari kegiatan pelatihan maupun juga proses yang terjadi pada pelatihan. PENGEMBANGAN DESAIN PELATIHAN UNTUK ORGANISASI KEPEMUDAAN Oleh Mardianto. (2) kontrol atas ketentuan pelatihan dan (3) intervensi kedalam proses organisasi yang mempengaruhi pelatihan. seorang pamong belajar atau para pemuda yang ingin mengembangkan desain pelatihan memang harus belajar lebih banyak tentang kegiatan evalusi. E. Desain pelatihan adalah proses kegiatan perancangan atau perencanaan. (1) umpan balik.mempunyai peningkatan pengetahuan. Inti dari kegiatan pelatihan tiada lain adalah adanya satu kesadaran bahwa sebuah generasi harus diteruskan. Maka berhasil merencanakan itu berarti merencanakan keberhasilan. (4) untuk mengetahui sampai seberapa jauh para peserta telah merealisasikan kapasitasnya menjadi suatu achievement melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. M. Menurut B. itu semua akan sukses bila didesain dengan tepat dan benar.Pd . Pada prinsipnya strategi dan metode dipilih adalah sesuai dengan tujuan dari materi yang dikembangkan. dan (5) untuk mengetahui efisiensi metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan. (1) untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh peserta dalam suatu periode proses belajar mengajar tertentu. Penutup Tulisan ini adalah satu usaha untuk memberikan panduan praktis bagi para perancang pelatihan di tingkat organisasi kepemudaan di masyarakat bawah. karena dunia pelatihan terus maju dan berkembang seiring dengan kompleksnya persoalan pengembangan sumber daya manusia. begitu juga sebaliknya gagal merencanakan itu berarti merencanakan kegagalan. Evaluasi dan umpan balik Menurut Agus Suryana (2004)[19]terdapat tiga fungsi utama dari evaluasi dan umpan balik dalam kegiatan pelatihan yakni.Siswanto (2003)[20] evaluasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan yakni. namun bila menitik beratkan pada aspek perubahan sikap maka yang dilakukan adalah pendekatan proyektif dan sterusnya. Tentu masih banyak bagian lain yang dapat dikembangkan lagi. (3) untuk mengetahui tingkat usaha yang telah dilakukan para peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan. Untuk itu maka kegiatan pelatihan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan evaluasi pelatihan yang terencana sejak awal kegiatan. 5. untuk mengetahui efektifitas kegiatan pelatihan. Dalam hal mengembangkan evaluasi ini. (2) untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta dalam kelompoknya. dan nilai harus dipelihara dan dipertahankan dan proses transformasi harus dilakukan secara profesional.

1989 Sujak. 2003 Satmoko dan Soejitno Irmim.A. Desain Instruksional. Sastrohadiwiryo. Jakarta. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Jakarta: Grasindo. Walter & Carey. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. 1998. Hamalik. M. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. Tilaar H. Piskurich. Jakarta: Gunung Agung. Siagian. 2001. Houston: Gulf Publishing Company. Effective Training Strategies.N. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. The Adult Learner: a Neglected Species. 1987. Agus. 1973. James R & Davis Adelaide B. Jakarta: Progres.Jewel & Siegall Marc. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. New York:Wold Education.1999 . Dick. San Francisco: Josse Bass Peiffer. Jakarta: Dirjen Dikti. 2000. Atwi. 1990. George M. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi. Knowles & Malcolm S. 1986. Dirjen Dikti P2LPTK. Oemar. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. Jakarta: Bumi Aksara. Lira. 1990. Jakarta: Bumi Aksara. 1977. Srinivasan. Sondang P. 2004. Rapid Instructional Design. Community and National Development. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Council for Educational Development. New Paths to Learning For Rural Children and Youth. Suparman. USA: Omtermatopma. Philip H. 2004. Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat.R. Jakarta: Arcan. Pengembangan Sumber Daya Insani. Psikologi Industri/Organisasi Modern. L. 1997. Suryana. Abi. Low.Daftar Bacaan Coombs. Kepemimpinan Manajer. Davis.B. 1998. Jakarta: Rajawali. Soedomo. Siswanto. The Systematic Design of Instruction. New York: Harper Collins Publisher. Jakarta: Seyma Media.

edisi No. Council for Educational Development. New Paths to Learning For Rural Children and Youth (USA.R. Rapid Instructional Design. materi yang akan diberikan serta strategi dan metode apa yang harus diterapkan dan terakhir adalah apa alat . 2000). Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pengembangan Sistem Belajar Masyarakat.15/TH. dalam VISI. Desain Instruksional. (Jakarta. (Jakarta:Dirjen Dikti.218. p. The Systematic Design of Instruction (New York: Harper Collins Publ. p. (Jakarta: Direktorat Tenaga TeknisDirjen Diklusepa. [8] Walter Dick & Low Carey. 2003). [7] Sondang P. 2003). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Malcolm S. [3] H. 2001). 1990). 1989). p. 241.254. 1987). Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi.Piskurich. (Jakarta: Seyma Media. p. [2] Abi Sujak.200.90. [10] Philip H. Omtermatopma. 1986).A.XI/2003. p.27-28.38.5. (Jakarta: Bumi Aksara.12. 1973). (Jakarta: Grasindo. p. 1997). [6] George M. (Jakarta: Bumi Aksara. p. Dirjen Dikti P2LPTK.Soedomo.Hamijoyo. p. [13] Satmoko dan Soejitno Irmim. Gulf Publishing Company. [11] Knowles. Pengembangan Sumber Daya Insani (Jakarta: Gunung Agung.1997). Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Coombs. (San Francisco: Josse Bass Pfeiffer. [5] Atwi Suparman. dengan dasar inilah maka disusun tujuan kegiatan. The Adult Learner: a Neglected Species (Houston.Siswanto Sastrohadiwiryo. [4] B. [9] Oemar Hamalik. [14] Beberapa tokoh desain instruksional menjabarkan bahwa untuk merancang satu kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan harus diawali dari adanya analisis kebutuhan para peserta. [12] Gambar diadaptasi dari M.________________________ [1] Santoso S. 1990). Kepemimpinan Manajer (Jakarta: Rajawali. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. p. Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Pengentasan Kemiskinan. Siagian. 2004).150. p. Tilaar.

N & Siegall Marc.Siswanto. (Jakarta: Progres. [17] Jewel L. p. Tracey. kemudian mampu merancang. p. pengumpulan data dengan observasi partisipatif selama tindakandan dokumen hasil kerja mahasiswa.12. tokoh tokoh tersebut diantaranya adalah Dick & Carey. 169. Perspectives on Non-formal Adult Learning: Functional Education for Individual. 1998). rencana. 1977). Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. (New York:Wold Education. cit. 1971. [18] Srinivasan Lira.44. Psikologi Industri/Organisasi Modern (Jakarta: Arcan. (Jakarta: Seyma Media. observasi dan refleksi ini diterapkan pada mahasiswa sebanyak 32 orang pada mata kuliah Strategi Pembelajaran untuk delapan kali pertemuan pada tahun ajaran 2006-2007. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode . p. 1998). Untuk itu strategi perkuliahan yang dilakukan dikembangkan dengan cara menggali pengalaman mahasiswa untuk dijadikan bagian dari proses pembelajaran. Dalam hal mengembangkan pembelajaran mahasiswa dituntut menguasai teori serta praktek berbagai strategi dan metode pembelajaran. Community and National Development. p. [19] Agus Suryana. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Effective Training Strategies (San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. 2004).70-71. tindakan. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. Op. (2) beberapa hambatan yang dihadapi adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. [20] B. p.220.evaluasi untuk mengukur keberhasilannya. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan.16 [16] James R Davis & Davis Adelaide B. Metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif menggunakan siklus yang terdiri dari. 2004). STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara bertujuan memberikan keterampilan mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. Morrison. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. 1990. 1976. mengelola. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi. untuk jenis materi. p. keberanian mengungkap masalah. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. [15] Satmoko dan Soejitno Irmim.

tujuan pendidikan. brain. karena hal ini sesuai dengan tujuan dari fakultas keguruan di IAIN Sumatera Utara. keterampilan dalam merancang. namun instrumen atau ilmu pendidikan yang memberikan keterampilan untuk itu tidak memadai dan bahkan tidak dimiliki. Tujuan dari fakultas Tarbiyah adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlaq mulia. ilmu komunikasi.metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan. birokrat. kedua menguasai teknologi pendidikan agar tetap terampil dalam mengembangkan instrumen pendidikan. ilmu ilmu lain seperti. mengelola. pengelolaan yang profesional dan orientasi yang terapan. fakultas Tarbiyah memberikan dasar dasar keilmuan dalam hal pendidikan. Bagi para pendidik. mengembangkan dan mengevaluasi pendidikan terlebih strategi penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. teknologi informatika. pertama menguasai dasar dasar ilmu pendidikan agar tetap mempunyai komitmen dalam dunia pendidikan. Caranya adalah dengan. perubahan dan perkembangan harus dijadikan tantangan sekaligus peluang. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUMATERA UTARA Oleh Mardianto Pendahuluan Pendidikan dan pembelajaran kini sedang mengalami revolusi yang sangat dahsyat. . Dikalangan ilmuan. agar tetap mendapat akses terhadap kemajuan pendidikan. dan bahkan strategi pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda dari sebelumnya. Semua bertujuan untuk memberikan kompetensi mendidik yang profesional dan handal. dimana perubahan dan pergeseran pada peran pendidik. menguasai pengetahuan agama Islam serta cabang cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam dan keguruan. Ini artinya program Tarbiyah kedepan selalu memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat khususnya dalam bidang kependidikan dan keguruan. Dalam Program S1 Pendidikan Agama Islam ini. Untuk itulah fungsi fungsi akademik terus diarahkan dalam rangka memberi pelayanan yang fungsional. Program S1 Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan dilingkungan IAIN Sumatera Utara memberikan media bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mendidik. Perubahan itu dipicu oleh adanya temua temuan baru dalam bidang pendidikan. bila ingin tetap menjadi pendidik ulung atau pengajar yang profesional. dan profesi lain sebagian mereka ingin menyampaikan ilmunya dan atau bahkan ingin menjadi pendidik. ilmu pendidikan dan pelatihan dan lainnya. ketiga partisipasi dalam bidang profesi pendidikan.

Pembelajaran dengan metode kasus memungkinkan mentransfer managerial wisdom ke dalam ruang kelas. a method of instruction in swhich students and instructors participate in direct discussion of bussiness cases or problems (Leenders dan Erskine:1978). (3) Mengelola dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran. (5) keterlibatan involvement dan (6) motivasi motivation. Untuk pembelajaran sselama ini studi kasus juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan: (1) keahlian keahlian bekerja secara grup. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah: (1) bagi dosen untuk dapat mengembangkan kemampuan merencanakan. kemudian mampu merancang. (2) keahlian keahlian di dunia nyata. melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. baik pada jenis pendidikan keagamaan. (2) investigasi probing. yaitu (1) penemuan discovery. (3) untuk mendeskrpsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitas perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan diterapkannya pendekatan metode kasus. Metode kasus adalah suatu metode instruksi yang mana mahasiswa dan instruktor berpartisipasi di diskusi langsung tenang kasus kasus atau permasalahan permasalahan yang ada di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam perkuliahan Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. (3) latihan berkelanjutan continual practice. up to date dan aktual. dan Mengevaluasi kegiatan pembelajaran. (2) untuk mendeskripsikan efktivitas penggunaan model pembelajaran berbasis kasus untuk perkuliahan Strategi Pembelajaran. (3) keahlian keahlian berkomunikasi. mengelola. Pendidikan biasanya hanya mentransfer knowledge bukan wisdom atau judgment. pendidikan dan pelatihan dan lembaga pendidikan lainnya. Pengamatan penulis menunjukkan bahwa dosen pada Program S1 Pendidikan Agama Islam belum banyak menunjukkan krativitas dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran khususnya yang lebih kontekstual. Secara khusus peserta diharapkan dapat: (1) Memiliki wawasan tentang kompetensi seorang pendidik. (2) Merancang kegiatan pembelajaran. menciptakan dan menggunakan metode kasus serta . Sementara itu menurut (Corey:1980) pembelajaran metode kasus dapat menyediakan elemen eleman dari pembelajaran yang efektif. Wisdom tidak dapat diceriterakan(Gragg:1940). Padahal pada umumnya mahasiswa peserta akta IV adalah mereka yang selama ini telah mengajar dan memiliki pengalaman dalam kegiatan pembelajaran di ingkungan kerjanya. (4) perbedaan dan pembandingan contrast and comparison. Mengembangkan pembelajaran dengan mengangkat berbagai pengalaman yang dimiliki mahasiswa salah satu diantaranya adalah dengan metode kasus atau biasa disebut dengan case study. Diakhir Program S1 Pendidikan Agama Islam ini peserta diharapkan dapat mengerti tentang kompetensi seorang pendidik. 2006). dan (4) keahlian keahlian riset (Jogiyanto.Pelaksanaan Program S1 Pendidikan Agama Islam ini adalah memberikan kompetensi seorang menjadi tenaga kependidikan yang dapat diterapkan untuk berbagai lembaga pendidikan baik umum maupun swasta. Salah satu definisi metode kasus adalah.

(2) siklus II. (4) siklus IV. (3) bagi peneliti lain untuk menjadi masukan bahwa penelitian tindakan kelas yang sederhana praktis dan fungsional dapat lebih bermanfaat bagi dosen baik untuk peningkatan kualitas hasil pemblajaran bagi mahasiswanya maupun masukan bagi peningkatan proses pembelajaran. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yakni. Artinya bahwa semakin banyak siklus dilakukan diharapkan semakin meningkat perubahan atau pencapaian hasil. Kegiatannya dilakukan dengan (1) rencana tindakan. (d) merumuskan spesifikasi media desain dan model pembelajaran dengan metode kasus . (c) identifikasi permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Strategi Pemblajaran. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan obyek adalah sebanyak 32 orang mahasiswa pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Angkatan XVI pada tahun ajaran 2006-2007. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan sumber dan media yang tersedia. Sesuai dengan model siklus tersebut maka langkah kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: (a) permintaan ijin penelitian. (2) bagi penyelenggara Program S1 Pendidikan Agama Islam sebagai masukan dalam membina dan mengelola program peningkatan kualitas pendidikan. (3) observasi. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. Hasil observasi dan dokumentasi tersebut dideskripsikan sesuai dengan tujuan . (e) melakukan kolaborasi dengan pengelola Program S1 Pendidikan Agama Islam dan program S. dan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkan teknik pemantauan. Mengenai siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan adalah: (1) siklus I. Tujuan materi ini adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan ketersediaan sumber dan media di satu kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas yang dipilih yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang ulang dan berkelanjutan (siklus spiral). Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil. untuk mempelajari materi strategi pembelajaran kelas kecil dengan mengangkat kasus jumlah dan kemampuan siswa yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. (3) siklus III. (b) observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal pelaskanaan pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam.pengalamannya dalam penelitian tindakan kelas.1 Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan rancangan pembelajaran. Tujuan materi adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan pilihan pilihan strategi pembelajaran dengan pertimbangan materi apa yang akan diajarkan. dan (4) refleksi (Kemmis & Taggart:1989). (a) observasi dengan partisipasi selama tindakan kelas berlangsung di kelas Program S1 Pendidikan Agama Islam dan (b) dokumentasi hasil peragaan strategi pembelajaran yang dikembangkan di kelas. (2) pelakanaan tindakan. untuk pembelajaran materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru.

Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas maka terdapat beberapa perbedaan dari satu siklus kesiklus berikutnya. (c) dapat mempraktekkan metode mengajar di kelas besar secara langsung. (c) dapat mempratekkan meode mengajar di kelas kecil secara langsung. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan plihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas kecil. (4) terdapat beberapa keterbatasan informasi tentang latar belakang mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan maupun pertimbangan bagi dosen untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran. Siklus ke II. Hambatan yang dihadapi adalah bahwa mahasiswa belum tahu maksud tugas secara umum. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas besar. Dari jumlah 32 jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka naik 60 % mereka dapat menyelesaikan tugas secara benar. Hasil yang ditampakkan mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil dengan tampilan. (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. 20 % menyiapkan tugasnya namun belum lengkap dan 40 % mahasiswa tidak menyiapkan tugasnya. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas besar. Hasil yang ditampakkan adalah mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar dengan tampilan. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. 20 % menyelesaikan tugas tetapi belum sempurna. kemudian komponen komponen yang harus dimasukkan perencanaan pembelajaran. Siklus I. Dari sebanyak 32 orang mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti 40% menyiapkan tugasnya secara benar. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keenam dan ketujuh materi strategi yang diusung adalah mengangkat kasus kelas kecil sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian kecil dipraktekkan di kelas. 20 % diantara mereka terlambat mengumpulkan tugasnya. perkuliahan dilakukan pada pertemuan keempat dan kelima materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru.penelitian. Hambatan yang diketahui adalah mahasiswa belum terampil . Hasil Penelitian Pada saat kondisi awal perkuliahan Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara terdapat beberapa gejala yang memperlihatkan sebagai berikut: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas kecil.

(a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk jenis materi tertentu. Pembahasan Dari identifikasi kondisi awal sistem perkuliahan selama ini untuk mata kuliah Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester. Hasil yang ditampakkan mahasiswa adalah. (b) dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan pilhan metode yang tepat untuk pembelajaran yang didasarkan pada sumber dan media yang tersedia. sementara 20 % dari mereka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian dipraktekkan di kelas. Dari jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 75 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. sementara 5 % dari mreka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan materi yang diajarkan. perkuliahan dilakukan pada pertemuan kesembilan dan kesepuluh sementara materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. Hasil yang ditammpakkan mahasiswa adalah: (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk mensiasati sumber dan media tertentu dan terbatas. (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan sumber dan media yang dirancang.mendeskripsikan masalah yang terjadi selama ini di lingkungan kerjanya khususnya yang terkait dengan metode mengajar. perkuliahan dilakukan pada pertemuan sebelas dan dua belas sementara itu materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode mengajar berdasarkan sumber dan media yang tersedia. (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran pada materi tertentu. Siklus IV. dan 15 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang dibeikan. dan 5 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang diberikan. Siklus III. Hambatan yang dialami adalah mahasiswa memang masih belum menguasai sepenuhnya jenis. Hambatan yang dialami mahasiswa adalah karena banyaknya tugas yang sedang dikerjakan. Dari jumlah mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 80 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki. terkait dengan mata kuliah lain dimana mereka juga harus menyelesaikannya untuk saat yang sama. atau terlalu luasnya materi. (3) hambatan yang . bentuk serta macam macam materi yang menjadi pertimbnagan dalam pemilihan metode.

salah satunya adalah masih ada sebagian mahasiswa merasa tabu atau pantang untuk mengungkap masalah yang ada di lingkungan sekolahnya sehingga sebagian mereka hanya mengangkat kasus fiktif atau cerita belaka.ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang. pembelajaran dengan metode kasus membuat banyak tugas diawali dari kemampuan mahasiswa dalam melihat kasus yang ada di sekitar sekolahnya. Dari tindakan kelas yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan mengarah pada peningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menguasai hasil belajar Strategi Pembelajaran. Kemudian membaca buku teks untuk mendalami teori teori yang mendukung kesimpulan pilihan metode yang dikembangkan. diperoleh kesimpulan tentang perkuliahan mata kuliah Strategi Pembelajaran pada mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. (4) hambatan dalam pengembangan metode kasus tentunya juga banyak dihadapi. untuk . 1) model pembelajaran dengan metode kasus untuk mata kuliah Strataegi Pembelajaran dapat dikembangkan dan berhasil secara efektif. Sementara itu hambatan pada dosen yang menerapkan adalah mengorganisasi waktu yang terbatas kadang tidak dapat menampilkan semua kasus yang dimunculkan oleh mahasiswa. (2) singkronisasi antar materi mata kuliah. (2) Penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi mata kuliah Strategi Pembelajaran yakni. jumlah siswa serta ketersediaan sumbe dan media diminta dari mahasiswa untuk mengungkap apa yang mereka alami dari lingkungan kerja selama ini. pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil. kemudian mendeskripsikan dan mencari jalan keluarnya kesemuanya ditulis dan dipresentasekan atau didiskusikan dideapan kelas. Dengan demikian keterampilan dan keberanian mahasiswa muncul dengan sendirinya akibat dari metode kasus yang dikembangkan. diungkap dan direfleksikan serta dicari solusinya. (3) keterampilan dan keberanian. Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan dalam hal berikut: (1) penguasaan materi. pemilihan metode mengajar dengan pertimbangan kelas besar. sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang. dengan tugas dimana mahasiswa harus dapat menuangkan pilihan metode dalam bentuk prencanaan pembelajaran maka mereka akan menggunakan keterampilan mata kuliah lain untuk menyelesaikan tugas. kemudian karena belajar dari pengalaman. Dengan cara seperti itu mahasiswa memiliki pengetahuan dan ingatan yang kuat. Apabila dilaksanakan dengan perencanaan. Bahkan jalan keluar yang ditawarkan harus dapat didemonstrasikan di depan kelas. koordinasi dan pengembangan yang sistematis dan tepat sasaran. sehingga bagian tertentu dari kasus yang unik justru tertinggal. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama beberapa waktu. dan begitu juga sebaliknya. pada saat yang sama mata kuliah perencanaan pembelajaran juga sedang diajarkan. kelas kecil. kemudian apa pendapat dan pengalaman mereka merasa dihargai oleh orang lain. Hal ini sangat mendukung bagi upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dituntut dari mata kuliah strategi pembelajaran.

keberanian mengungkap masalah. Big Media. dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah. 5th edition. et all. et al. terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik.H. Schramm Wilbur. Daftar Pustaka Corey ER. Pendekatan. Case Method Teaching. 1996. 1980. Gragg CI. Yogyakarta: Andi. Degeng I. kecerdasan.IAIN Sumatera Utara. Pedoman Penyelenggaraan Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. 1996. Hakikat pembelajaran yang efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. 2006. Beverly Hills. Kasihani. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPLPTK. Jonnasen. . 1992. Little Media. Filosofi. Becouse Wisdom Can`tbe Told. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPGSD McNiff Jean. IAIN Sumatera Utara. Hand book of Research for Educational Communication and Technology.jenis materi. Boston: Harvard Publisher Heinich R. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Instructional Media and Technologies for Learning. Jogiyanto HM. Medan: FT. Jakarta: KaruniaUT. D. New York: Mac Millan. Strategi Belajar Mengajar. Wiryawan Sri Anitah dan Noorhadi. 1999. 2006. Kasbolah ES. 1990. sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran.Nyoman Sudana. dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa. Sage. Action Research: Principles and practice. Boston: Harvard Publishing. ketekunan. 1989. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). 1981. (3) beberapa hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa. 1940.

sementara siswa dibuat pasif. guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut. guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Kegiatankegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. I. selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Itulah sebabnya dalam belajar. maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. nilai. dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Secara implisit dalam pengertian ini terdapat kegiatan memilih.kesempatan dan mutu serta dapat memberikan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan bukan pada “äpa yang dipelajari siswa”. diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. Sehubungan dengan tugas ini. sarana untuk mengekpresikan dirinya. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. . keterampilan. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. penetapan. Pemilihan. proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru. Jadi. Oleh karena itu pembelajaran menaruh perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”. dan cara-cara belajar bagaimana belajar[1]. ide. cara berfikir. PENDAHULUAN perubahan prilaku dan Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi. menetapkan. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran.

Soemanto. diunduh pada tanggal 16 Nopember 2011 Pukul 21:00 WIB Mulyasa. Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya. E. 1998. Manajemen Pembelajaran. 2003) Nawawi. sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. 2002) http://id. Jakarta : PT. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya. pembelajaran efektif. Kurikulum dan Pembelajaran. Oemar. Jakarta : PT Rineka Cipta Sudjana. 2007) Rosyada. John W. 2002. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group. berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. Dede. Imtima. • • • • • • • • • • • • • • • • • • Djiwandono. Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung. sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai.. Hadari. Belajar dan Faktor . Sri Esti Wuryani. TT) Hamalik. Ngalim. 2008) Semiawan. educational Psychology. Wasty. 2004). 1990) Slameto. Gulo.Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Syafaruddin dan Irwan Nasution. 2004) Santrock. 1989) Nasrun. 2009) Rianto. 1995) W. Cony. 2001) Purwanto. Media.shvoong.1996) Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Jakarta: PT. Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia. Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya.2005) .11 Prayitno. (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo. dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan.. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo. penggunaan metode mengajar. Bumi Aksara. (Bandung : Falah Production . Milan. Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. 2007) cet. membangkitkan motivasi belajar. pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru).Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta. strategi pembelajaran.com/social-sciences/education/2129621. (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang.Tri wibowo B. Metode. Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK. Terj. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo.S.

kelelahan. Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi (siswa dan guru). papan tulis. PEMBAHASAN A.1996) • • • II. Allyn Bacon. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. harga diri.” Dengan demikian.Bruce dan Marrsha Weil. material (buku. Soemanto[6] mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. usaha untuk menguasai. Konsep ini mengandung dua hal: pertama. sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar. dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul ”Educational Psychology” sebagai berikut: ”Learning is shown by change in behavior as a result of experience. fasilitas (ruang. Hakikat Pembelajaran Efektif Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif. pengertian. penyesuaian diri. atau suatu pengertian. Pengertian belajar dan pembelajaran Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. penyakit.[2] Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha. 1. tetapi juga berbentuk kecakapan. suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience.• Joyce. atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar. watak. kapur dan alat belajar).[4] Dalam defenisi lain dijelaskan bahwa Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari[5]. (London . • • • • • • • • • • .[3] Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. Belajar dalam arti mengubah tingkah laku. Models of Teaching. dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran[8]. sikap. kelas audio visual). Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. kedua. keterampilan. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan. belajar juga kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. minat. hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif.”[7] Maksudnya bahwa dalam proses belajar.

sikap. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan.• • • Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. yaitu: Menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Dengan demikian maka mengajar haruslah mengatur lingkungan agar terjadi proses belajar mengajar dengan baik. Jadi yang aktif adalah siswa. Mengajar berarti membimbing pengalaman anak. Hal di atas berbeda dengan pengertian belajar: “suatu aktivitas mengatur dan mengorganisasi lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar”. berbekas.1 Pengertian dan Ciri-ciri Pembelajaran Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. Dalam membimbing tersebut guru tidak hanya menggunakan buku pelajaran semata. tetapi dimanfaatkannya segala faktor dalam lingkungan. Dari pengalaman. Anak dianggap pasif. dan menjadi milik siswa. tujuannya adalah penguasaan pengetahuan anak. BAB II HAKIKAT PEMBELAJARAN 2. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah. baik kuantitas maupun kualitasnya. yang menyatakan bahwa perubahan yang dimaksud dengan belajar adalah perubahan yang konstan. Pengajaran serupa ini disebut intelektualitas. maka dalam belajar siswa mengalami proses dan meningkatkan kemampuan mentalnya. dan guru berperan sebagai meneger of learning. sedangkan tugas guru adalah mengatur lingkungan dan membimbing aktivitas anak. Uraian di atas memberikan batasan-batasan yang benar tentang mengajar. keterampilan. Pengalaman adalah proses dan hasil interaksi anak dengan lingkungan. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. Mengajar yang berarti menanam pengetahuan. sehingga terbentuk suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar. dan bukan sebaliknya. dan gurulah yang memegang peranan utama. Apabila dilihat dari arti belajar pada Bab I. alat peraga. Dari pengertian tersebut mengajar mempunyai dua arti. anak memperoleh pengertian-pengertian. yaitu: Mengajar adalah membimbing aktivitas anak. sebab menekankan pada segi pengetahuan. Kebanyakan ilmu pengetahuan diambil dari buku pelajaran yang tidak dihubungkan dengan realitas dalam kehidupan sehari-hari. Dua arti belajar di atas menunjukkan bahwa pelajaran lebih bersifat pupil-centered. . Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. sedangkan guru hanya dapat membimbing anak. Hal ini membedakan dengan mengajar dalam arti menanamkan pengetahuan. Artinya yang belajar adalah anak itu sendiri dan berkat kegiatannya sendiri. Perbedaan itu ditunjukkan pada mengajar di sini adalah usaha dari pihak guru untuk mengatur lingkungan. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. Jadi interaksi dengan lingkungan itulah yang dinamakan belajar. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Artinya yang belajar adalah anak sendiri. yang biasanya pelajaran bersifat teacher-centered. dan Membimbing siswa. lingkungan. termasuk dirinya. dan sumber-sumber lain.

Hubungan komponen-komponen pembelajaran tersebut dapat digambarkan pada Gambar 2. dan lain sebagainya. Adanya siswa yang melaksanakan belajar. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). . Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. Dengan upaya tersebut diharapkan anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Seluruh rangkaian penjelasan tentang mengajar di atas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan mengajar di sini adalah juga termasuk di dalamnya mendidik. termasuk lingkungan sosialnya. Sedangkan membantu anak untuk supaya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat diupayakann dengan memberikan pelajaran yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran. Metode dan media pembelajaran. Mengajar berarti membantu anak berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Seluruh lingkungan anak adalah sumber belajar. untuk itu pelajaran hendaknya dihubungkan dengan kehidupan anak dalam lingkungannya. Untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya komponen-komponen pendukung dengan tujuan supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik. Atau dapat dikatakan bahwa mengajar atau pembelajaran adalah aktivitas mengatur lingkungan. sehingga terjadi proses belajar. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan. kebiasaan. Hal ini agar lebih sanggup mengatasi masalah-masalah dalam kehidupannya. Adanya metode dan media pembelajaran. Artinya mengajar adalah mengantarkan anak agar bakatnya berkembang. Lingkungan jauh lebih luas dibandingkan dengan buku dan kata-kata guru. Jadi bukan saja mentransfer pengetahuan. dan berbuat sesuai dengan norma-norma lingkungan. Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. Sedangkan tafsiran yang kurang tepat tentang mengajar antara lain: Mengajar adalah menyuruh anak untuk menghafal.1 berikut ini: Tujuan Bahan Metode dan Media Penilaian Gambar 2. Adanya situasi yang subur. merasa. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: Tujuan. Bahan. Penilaian. yaitu: Adanya tujuan. kecakapan. Adanya penilaian.• • • • • • penghargaan. Ia harus belajar berpikir.1 Hubungan antar komponen Pembelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran. tetapi juga membimbing ke arah norma yang benar.

materi.2. supaya pembelajaran berjalan efektif dan efisien. (5) memberi balikan terhadap setiap siswa. Kedudukan guru dalam pembelajaran individual adalah membantu dalam: Perencanaan kegiatan belajar. (2) mendengarkan secara simpatik terhadap segala ungkapan jiwa siswa. kecepatan. dan membantu siswa untuk melihat kemajuan.2. (2) membuat variasi belajar supaya tidak menimbulkan kebosanan. (3) tanggap dan memberi reaksi positip terhadap siswa. Berdasarkan cara mengorganisasi siswa. dan sumber. (4) membagi perhatian pada sejumlah siswa. Pembelajaran secara kelompok. Jenis pembelajaran dapat ditentukan dari cara mengorganisasi siswa ataupun dari pendekatan pembelajarannya. Pembelajaran individual dalam pembelajaran individual dengan cara guru memberi bantuan pada masing-masing pribadi. membuat program sesuai dengan kemampuan siswa. merencanakan pelaksanaan belajar. dan intensitas belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. dengan cara antara lain membantu menetapkan tujuan belajar. 3. Contohnya misalnya siswa diminta untuk membaca dalam hati pada pokok bahasan tertentu. Dalam pengorganisasian ini guru berperan sebagai pengatur dan memonitor semua kegiatan dengan cara: (1) memberi orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu.1.• • 2. sedangkan bantuan individual dalam pembelajaran klasikan dengan cara guru memberi bantuan individu secara umum. Kebebasan menggunakan waktu belajar. dan (6) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar. ada 3 cara yang dapat dilakukan guru dalam mengelola siswa. Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. Tujuan pembelajaran individual adalah: Memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. Pemberian bantuan dan bimbingan secara individual dapat dilakukan pada pembelajaran individual ataupun pembelajaran klasikal. Tiga cara tersebut adalah: 1.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. Pembelajaran secara individual. menurut tugas dan kebutuhan siswa. Siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. Penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. (4) membina suasana aman sehingga siswa bebas mengemukakan pendapat. .2 Jenis-jenis Pembelajaran 2. (3) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan.1 Pembelajaran secara individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Pengorganisasian kegiatan belajar. Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. Dalam kegiatan ini guru berperanan sebagai penasihat atau pembimbing. Pembelajaran secara klasikal 2. Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual adalah: Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri. Dilakukan dengan cara antara lain: (1) membuat hubungan akrab dan peka terhadap kebutuhan siswa. 2. Siswa dapat memiliki kesempatan untuk menyusun program belajar sendiri.

Cara yang dapat dilakukan antara lain: (1) membimbing siswa belajar. Ada interaksi dan komunikasi antar anggota. Tugas yang diberikan dalam kelompok ada dua macam.1. Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti siswa. (2) dengan komplementer. latar belakang pengalaman siswa. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok. 2. Pertimbangan dalam pembentukan kelompok adalah: tujuan yang akan diperoleh siswa dalam kelompok. Tiap anggota mempunyai tanggung jawab terhadap kelompok. Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok. Memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung. Perencanaan tugas kelompok. Pada peran guru dalam pembelajaran kelompok adalah: Pembentukan kelompok. Tugas guru dalam tugas kelompok antara lain: (1) memberi informasi umum tentang pelaksanaan diskusi. Pelaksanaan. (2) saat siswa berdiskusi tugas guru sebagai fasilitator. (5) memberi kesempatan siswa untuk memperbaiki diri. (3) pada akhir diskusi guru berperanan sebagai evaluator terhadap hasil . Kriteria keberhasilan dimengerti siswa. Mengembangkan kemampuan memimpin.2. (4) menjadi teman dalam mengevaluasi keberhasilan. Penekanan pembelajaran ini pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. (3) memberi penguatan belajar. Kedudukan siswa dalam kelompok adalah: Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok.2 Pembelajaran secara kelompok Pembelajaran kelompok adalah pembelajaran dengan cara kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. (2) menyedia media dan sumber belajar. dengan tujuan untuk mempermudah proses belajar. Mengembangkan sikap sosial dan bergotong royong. minat atau pusat perhatian siswa. Tidak semua bidang studi atau pokok bahasan sesuai diorganisasi dengan pembelajaran ini. Sedangkan tugas komplementer bearti masingmasing kelompok mempunyai tugas yang berbeda. karena akan melelahkan guru. yaitu: (1) dengan paralel. Prosedur dan cara kerja dimengerti siswa. Tujuan pembelajaran kelompok adalah: Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional.• Fasilitator yang mempermudah belajar. Pembelajaran ini dapat efektif bila: Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan adalah untuk menentukan bentuk tugas. Keberhasilan guru dalam evaluasi dimengerti oleh siswa. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam pemecahan masalah. Tugas kelompok paralel berarti semua kelompok mempunyai tugas yang sama. Kelemahan pembelajaran individual adalah: Bila jumlah siswa banyak maka pembelajaran ini kurang efisien. antara 3-8 orang.

2. Sedangkan kelemahannya adalah kurang dapat memperhatikan kebutuhan individual. kursi rusak.2. papan tulis kotor. Sedangkan sumber dari siswa dapat secara individu ataupun kelompok. Penciptaan suasana senang dalam belajar. Sedangkan pengelolaan kelas biasanya dilakukan karena adanya masalah disaat pembelajaran. 2.2 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan. dan pengelolaan kelas. sehingga hasilnya kurang bermakna dan bertahan lama. Pengelolaan pembelajaran adalah kegiatan untuk melaksanakan desain instruksional.2. 2. Hal ini disebabkan karena jenis bahan atau mungkin waktu yang tidak memungkinkan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses semua. yaitu pengelolaan pembelajaran.2.3 Pembelajaran secara klasikal Pembelajaran klasikal yaitu pembelajaran yang dilaksnakan secara klasikal atau diikuti siswa dalam jumlah berkisar antara 1. Bagaimanapun pendekatan ini masih pula dibutuhkan dalam pembelajaran.2. sedangkan pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik.1. Pengorganisasian belajar sesuai kondisi siswa. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuwan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah). 2. Pemusatan perhatian pada bahan ajar. tetapi juga memperhatikan proses . karena tidak mungkin semua pokok bahasan dapat digunakan pendekatan keterampilan proses. Melaksanakan tindakan-tindakan antara lain: Penciptaa tertib belajar di kelas. Kelebihan pembelajaran ini adalah efisien dan murah. sehingga siswa mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan. Evaluasi hasil belajar kelompok. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memberikan pembelajaraan individual dalam pembelajaran klasikal. sehingga kevalidannya dapat diandalkan.1 Pendekatan Konsep Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil. Contoh sumber masalah dari kondisi tempat belajar misalnya ruang kotor. maka dalam pembelajaran klasikal diperlukan pelaksanaan dua kegiatan sekaligus. Karena guru harus menghadapi siswa dengan jumlah banyak. Tindakan pembelajaran kelas antara lain: Penyususunan desain instruksional.45 orang. Keterampilan proses ini tidak saja mementingkan hasil. Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 2.• • • • diskusi. di mana sumber masalah tersebut antara lain dari kondisi tempat belajar ataupun dari siswa yang terlibat dalam pembelajaran.2. Hanya saja perlu digali bagaimana penerapan pendekatan konsep ini dapat digunakan semaksimal mungkin di dalam pembelajaran. dan lain sebaginya. Mengikut sertakan siswa aktif belajar.

2. dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu.2.5 Pendekatan Humanistik Suatu pendekatan yang berpusat pada siswa (Student centered).2. Untuk itu pendekatan ini juga disebut pendekatan rekonstruksi sosisal.• • • • mendapatkan hasil. Sumber munculnya discovery learning ini adalah teori belajar Piaget.2. Dengan melaksanakan pendekatan ketarmpila proses berarti siswa terlibat seccara aktif dalam kegiatan pengamatan.6.2. merancang eksperimen. yaitu manusia yang kreatif. mampu memecahkan persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan. Pendekatan ini dibagi menjadi dua. 2. Menurut Brunner discovery learning adalah merupakan belajar dengan menemukan sendiri menggunakan prinsip belajar induktif. Pendekatan ini mengutamakan perkembangan afektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian integral dari proses belajar. Pengajaran telah diolah oleh guru. mengelompokkan. 2. Inqury atau penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi.2. dan mampu mengambil keputusan yang menjangkau masa depan.3 Pendekatan Expository Pada pendekatan expository guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori. hukum atau dalil beserta bukti-bukti yang mendukung. . yaitu: Rekonstruksionalisme Konservatif Pendekatan ini ditujukan kepada peningkatan mutu kehidupan individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat. yaitu dari khusus ke yang umum. Hal ini dapat terlaksana apabila kesejahteraan mental dan emosional siswa dipandang sebagai sentral pendidikan.2. Dari sini dapat dilihat bahwa inquiry ini selaras dengan teori belajar yang ditemukan oleh Brunner. membuat kesimpulan. dan kemampuan siswa. dan lain sebagainya. Rekonstruksionalisme Radikal Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk menrombak tata sosial yang ada dan membangun struktur sosial baru. generalisasi. dan sebaginya.4 Pendekatan Discovery Discovery atau penemuan adalah proses mental yang dicirikan dengan siswa dapat mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. yaitu anak harus berperan secara aktif di dalam kelas. melaksanakan eksperimen. dan pada akhirnya dapat membentuk manusia yang berkualitas. misalnya merumuskan problem. sehingga materi belajar mudah dikuasai oleh siswa. 2. Prioritasnya adalah pengalaman belajar yang diarahkan terhadap tanggapan minat. menganalisis data. Proses mental itu misalnya mengamati.2. kebutuhan. Berikut akan dibicarakan pendekatan STM. Dengan mengetahui proses diharapkan dapat merangsang daya cipta untuk menemukan sesuatu. 2. Sedangkan siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. membuat kesimpulan. Perkembangan selanjutnya pendekatan keterampilan proses yang perlu di terapkan terutama dalam pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). sehingga siap disampaikan kepada siswa. dan menemukan sendiri konsep dan prinsip. menjelaskan. Pendekatan Rekonstruksionalisme Suatu pendekatan yang menfokuskan pada masalah-masalah pendting yang dihadapi masyarakat. mengumpulkan data.

2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II. Tujuan . Sekolah Tingkat Menengah. Begitu juga masih dapat dibedakan lagi antara sekolah umum (di bawah Departemen Pendidikan). Citra tujuan pendidikan nasional adalah terbentuknya manusia pancasila yang utuh dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air melalui pembangunan nasional. dapat dikerjakan. TIU menggunakan kata kerja yang bersifat umum. dimana merupakan penjabaran dari tujuan instruksional umum. Karena merupakan pedoman umum tentu saja dalam pencapaiannya perlu dioperasionalkan lagi supaya terealisasi. Pasal 4.3. yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. Tingkat Pendidikan Mengah juga masih dapat dibedakan dari pendidikan kejuruan (SMK/Sekolah Menengah Kejuruan) dan pendidikan umum (SMU/Sekolah Menengah Umum). Dengan demikian akan dapat segera dibedakan antara Sekolah Tingkat Dasar. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. yang memuat hanya satu pengertian. Tujuan instruksional umum (TIU) telah tersedia di dalam kurikulum. yang berbunyi: Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. kesehatan jasmani dan rohani. sehingga mudah diukur keberhasilannya atau dievaluasi. Tujuan instruksional ini dibedakan menjadi dua. Tujuan pendidikan nasional didasarkan pada falsafah negara atau way of life nya bangsa Indonesia. Misalnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan berbeda dengan Sekolah Dasar (SD). Atau dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional merupakan pedoman umum bagi pelaksanaan pendidikan dalam jenis dan jenjang pendidikan.3 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 2. Secara lengkap hierarki tujuan pembelajaran itu adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Nasional. yaitu Pancasila. Sedangkan TIK menggunakan kata kerja yang bersifat operasional. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Tujuan pendidikan nasional ini tercantum dalam Undang-Undang RI No. Keluaran dari lembaga akan tercermin dari tujuan institusional lembaga pendidikan tersebut. sehingga sulit diukur keberhasilannya atau dievaluasi. dan Perguruan Tinggi. dan Madrasah Aliyah (MA) akan berbeda dengan Sekolah Menengah Umum (SMU).1 Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran yang biasanya disebut tujuan instruksional merupakan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai dilakukan. Tujuan institusional merupakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan. Dan tujuan pendidikan nasional tersebut akan terwujud dengan dijabarkannya ke dalam tujuan institusional. Penjabaran tersebut menjadi tujuan institusional. dan memuat lebih dari satu pengertian.• • 2. kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan berbeda dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Tujuan pembelajaran pada jangka panjang sebenarnya akan mencapai pada tujuan pendidikan nasional. misalnya mengenal. mengerti. Jadi tujuan pendidikan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia baik formal maupun non formal mengarah pada tujuan pendidikan nasional tersebut. Tujuan Institusional. sedangkan tujuan instruksional khusus (TIK) merupakan hasil perencanaan dan perumusan guru. memahami. Tujuan instruksional ini sebenarnya merupakan tujuan yang dijabarkan dari tujuan kurikuler. dan sekolah agama (di bawah naungan Departemen Agama).

kimia. Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). Tujuan Kurikuler Tujuan kurikuler adalah tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh atau melalui tiap bidang studi. dan kondisi fisik. pengolahan pesan. Secara teoritis memang penjabaran secara struktural tujuan di atas dapat dipertanggungjawabkan. Hasil belajar dapat tercermin melalui dampak pengajaran dan dampak pengiring. yaitu terapan pengetahuan dan kemampuan di bidang lain. namun pelaksanaannya sangat sulit. . dan seterusnya. Sedangkan faktor psikologis. Hasil belajar sebagai dampak pengajaran. afektif. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. motivasi. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. dan ingatan. siswa melakukan kegiatan belajar. biologi.3. Siswa memiliki kemampuan pra belajar. dan evaluasi. dan lain sebaginya. Guru melakukan evaluasi untuk melihat hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Tujuan instruksional adalah tujuan yang pencapaiannya dibebankan pada tiap pokok bahasan. yaitu ranah kognitif. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). dan Dampak pengiring. dilakukan dengan pengorganisasian siswa.2 Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. yaitu damak pengajaran dan dampak pengiring. Tujuan kurikuler ini akan dicapai melalui tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. Tujuan Instruksional. Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsik. psikomotorik. Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur (tujuan instruksional khusus).• • • • institusional atau tujuan sekolah ini dapat tercapai dengan dijabarkannya tujuan ini ke tujuan kurikuler. misalnya kecedasan. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila di dalam pembelajaran berhasil mencapai dua hasil yang diharapkan dari pembelajaran. Untuk memberi gambaran tentang dampak pengajaran dan dampak pengiring dapat dilihat pada Gambar 2. perhatian. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. maka akan berhasil pula tujuan institusionalnya. Ke tiga ranah tersebut harus tercermin dalam tujuan instruksional khusus (TIK) atau tujuan pembelajaran khusus (TPK). apabila dalam pembelajaran memperhatikan ketiga ranah tujuan pembelajaran. dan dampak pengiring. yang pada akhirnya akat tercapai tujuan pendidikan nasional. Siswa memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepajang hayat. 2. penglihatan. berpikir.1. Rangkaian tujuan pembelajarn di atas mengandung harapan apabila rangkaian tujuan instruksional berhasil. Selanjutnya akan dibahas lebih rinci di bagian lain pada bab ini juga. Gambar 2. misalnya tujuan sejarah. Atau dapat disebut juga tujuan bidang studi. Belum tentu pencapaian tujuan instruksional akan diikuti tercapainya tujuan kurikuler.1 dapat dijelaskan sebagai berikut: Guru melakukan tugas pembelajaran.

bahan ajar. Pendekatan Fisiolofis Pendekatan fisolofis atau fisiolofisme mengenai pendidikan antara lain bertitik – tolak dari pertentangan mengenai hakikat manusia dan hakikat anak.• • • • Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. dengan demikian hakikat pendidikan ialah . Pandangan pedagogisme ini memang mempunyai segi – segi yang positif yang sangat menghormati perkembangan anak. v Pendekatan Sosiologis atau Sosilogisme. Pendekatan Religius Pendekatan religius atau religionisme dianut oleh pemikir – pemikir yang melihet hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionisme sebagai berikut : v Pendekatan Pedagogis atau Pedagogisme v Pendekatan Fisolofis atau Filosofisme. Teori – teori atau pendekatan reduksionisme sangat banyak dikemukakan didalam khazanah ilmu pendidikan. v Pnedekatan Religius atau Religionisme. dan evaluasi. selain itu manusia itu akan terus – menerus berkembang selama dia hidup. oleh sebab itu proses pendewasaan anak bertitik – tolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat – tingkat perkembangannya sendiri. Pedagogisme melahirkan child centered education yang cenderung bahwa anak hidup didalam suatu masyarakat tertentu dan mempunyai cita – cita hidup bersama yang tertentu pula. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Anak mempuyai nilai – nilainya sendiri yang akan berkembang menuju kepada nilai – nilai seperti orang dewasa. pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme Schopenhaur serta penganut – penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan – kemampuan yang dilahirkan dan tinggal dikembangkan saja atau apakah pandangan tersebut dari teori tabularasa atau empirisme John Locke yang mengatakan bahwa anak dilahirkan seperti kertas putih yang akan diisi oleh pendidikan. Memang child centered education tersebut antara lain merupakan reaksi terhadap pendidikan yang tidak melihat hakikat anak sebagai makhluk manusia yang hidup didalam dunianya sendiri sehingga perlu memperoleh perlakuan – perlakuan khusus didalam proses mendewasakannya. metode. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. 3. 1. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. anak bukanlah orang dewasa didalam bentuknya yang kecil. Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berbeda dengan hakikat orang dewasa. Pandangan ini sudah mulai ditinggalkan oleh karena ternyata manusia tidak pernah akan berhenti untuk memperoleh pendidikan. Dengan demikian pandangan bahwa pendidikan berakhir ketika manusia itu dewasa tidak relevan lagi di dalam dunia informasi dewasa ini dan pendidikan berlaku untuk seumur hidup. namun juga mempunyai berbagai kelemahan karena anak seakan – akan disolasikan dari kehidupan bersama didalam masyarakat. v Pendekatan Negativis atau negativisme. Pendekatan Pedagogisme Titik tolak dari teori ini ialah anak yang dibesarkan menjadi dewasa. media. v Pendekatan Psikologis atau Psikologisme. 2. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional.

Pandangan ini di anggap sebagai pandangan yang negatif oleh karena didalam mengembangkan kepribadian anak implisif melindungi dari hal – hal yang negatif yang menghalangi perkembangan kepribadiannya. dengan sendiriny pendekatan tersebut lebih memperkuat lagi pandangan pedagogisme seperti yang telah dijelaskan. Proses pendidikan yang mempunyai citra religius ini dikenal dalam semua kebudayaan baik di Barat maupun di Timur. Menurut beliau ada tiga teori yang sifatmya negatif yaitu : · Teori yang menyatakan bahwa tugas pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. didalam pertumbuhan itu perlu disingkirkan hal – hal yang dapat merusak atau yang sifatnya negatif terhadap pertumbuhan itu. Pandangan – pandangan negatif tersebut memang membawa proses pendidikan kepada suatu proses yang defensif atau protektif. Pendidikan hendaknya berfungsi bukan hanya untuk kehidupan akhirat tetapi juga untuk meningkatkan mutu kehidupan duniawi yang aman dan adil. Pandangan – pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi kedalam bidang ilmu pendidikan. Psikologisme cenderung mereduksi ilmu pendidikan menjadi ilmu proses belajar dan mengajar. jangan – jangan pendidikan yang sekuler telah ikut memicu berbagai pihak berbagai peperangan serta kemunduran moral manusia dewasa ini.• • membawa peserta – didik menjadi manusia yang religius karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan peserta – didik itu harus dipersiapkan untuk hidup sesuai dengan harkatnya. 4. dan oleh sebab mengajar merupakan suatu tugas yang setua dengan manusia itu sendiri maka profesi pendidik mendapat penghargaan kurang dari profesi – profesi lainnya. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis atau psikologisme dalam pendidikan sangat kuat terutama pada tahap permulaan lahirnya ilmu pendidikan pada permulaan abad 20. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral. Pendekatan religius mengenai hakikat pendidikan menekankan kepada pendidikan untuk mempersiapkan peserta – didik bagi kehidupannya diakhirat. · Proses pendidikan adalah melatih peserta – didik menjadi warga negara yang berguna. · Ialah yang melihat pendidikan sebagai usaha mangembangkan kepribadian pesert – didik atau dengan kata lain membudayakan individu. 5. oleh sebab itu pendidikan agama manjadi yang sentral dalam proses pendidikan. Pendekatan Negativis Pendekatan negativis atau negativisme didalam urainan ini diambil dari pendapat filosof Bertrand Russel didalm bukunya yang terkenal Education and Social Order. dengan demikian tidak akan membawa peserta . Pandangan ini berarti menghindarkan peserta – didik dari hal – hal yang mengakibatkan dia itu menjadi warga negara yang tidak berguna bagi masyarakatnya. Di pihak lain kehidupan modern bukan hanya menuntut manusia – manusia yang religius dan bermoral tetapi juga kehidupan yang menuntut penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memerangi kemiskinan dan kemunduran hidup. Dengan demikian pandangan – pandangan pedagogisme serta psikologisme akan memperpuruk profesi pendidikan sebagai profesi yang tidak professional dan kurang bobot ilmiahnya. Hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan – akan ilmu pendidikan terbatas pada ilmu mengajar saja. pandangan ini tidak realistis oleh sebab seseorang didalam masyarakat akan menghadapi kenyataan hidup bermasyarakat yang penuh dengan hal – hal yang positif maupun yang negatif.

yang ada pada manusia. Proses itu sendiri tidak terjadi di dalam vacuum atau ruang hampa tetapi sekurang-kurangnya terdapat unsur-unsur ibu. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta-didik menjadi dewasa tetapi akan terus-menerus berkembang selama terdapat interaksi antara manusia dengan lingkungan sesama manusia serta dengan lingkungan alamnya 2. b. peserta – didik dan keseluruhan perbuatan pendidikan termasuk lembaga – lembaga pendidikan telah menampilkan pandangan – pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mangenai hakikat pendidikan. pada prinsipnya pandangan ini meletakkan hakikat pendiddikan kepada keperluan hidup bersama dalam masyarakat. elan vital.Tanggung jawab manusia yang ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan bukan hanya mempunyai dimensi lokal tetapi juga berdimensi nasional dan global. Eksistensi manusia yang memasyarakat.2. Pendekatan Sosiologis Pandangan sosiologisme mengenai hakikat pendidikan terdapat versi yang bermacam – macam. Pandangan – pandangan tersebut tidak menampilkan hakikat pendidikan secara utuh tetapi sepihak berdasarkan sudut pandangan yang digunakan. membudaya. Proses pendidikan adalah proses mewujudkan eksistensi manusia yang memasyarakat.) Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai. Dengan kata lain manusia hanya eksis dalam masyarakatnya. Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia. Berdasarkan pengetahuan kita mengenai pendekatan reduksionisme terhadap hakikat khakikat pendidikan maka dapatlah dirumuskan suatu pengertian operasional mengenai hakikat pendidikan sebagai berikut : Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta – didik yang memasyarakat. Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme. Tidak dapat kita bayangkan apabila interaksi manusia dilumpuhkan. Kemampuankemampuan tersebut berupa dorongan-dorongan. titik – tolak dari pandangan ini prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu. Interaksi tersebut bukan hanya interaksi dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam dan dunia ide termasuk dengan Tuhannya. nasional dan global. 6. Kemampuan-kemampuan tersebut harus dikembangkan dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup atau dihidupkan dalam masyarakat. Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan. 3. orang tua 1 pendidik formal dan pendidik nonformal. Proses tersebut berimplikasikan bahwa di dalam peserta-didik terdapat kemampuan-kemampuan yang immanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat. Oleh sebab itu proses pendidikan bukanlah suatu proses yang protektif tetapi yang memberikan kesempatan yang seluas – luasnya untuk belajar berdiri sendiri dan mengambil keputusan sendiri secara moral.• • – didik kepada pengambilan keputusan untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab. Lembaga-lembaga pendidikan adalah prana sosial . Hal ini berarti eksistensi atau keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif. Rumusan operasional mengenai hakikat pendidikan tersebut diatas mempunyai komponen – komponen sebagai berikut : · Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan 1. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal. keinginan.Pendekatan Holistik Integratif Pendekatan – pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan.

manusia yang berbudaya. Kesulitan tersebut disebabkan karena bukan saja masyarakat dan bangsa Indonesia yang bhinneka tetapi juga karena manusia itu sendiri bersifat multi dimensional. Nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai yang hidup maupun karena inovasi nilai-nilai baru. dikembangkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakatnya. Itulah manusia yang berbudaya. proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang. Alienasi proses pendidikan dari kebudayaan berarti menjauhkan pendidikan dari perwujudan nilai-nilai moral di dalam kehidupan manusia 6. berarti bahwa kekuatan-kekuatan historis telah menumpukj dan berasimilasi di dalam suatu proses kebudayaan. Dengan kata lain. Dengan demikian pendidikan tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari kebudayaan. Inti dari kehidupan bermasyarakat adalah nilai-nilai. Nilai-nilai tersebut (perlu dihayati. Demikianlah pendekatan hakikat pendidikan yang holistik inregratif yang merupakan suatu pandangan pengembangan manusia seutuhnya. Aspek historitas. Potensi-potensi yang beragam tersebut hanya dapat dikembangkan di dalam dan oleh masyarakat di mana seseorang menjadi anggotanya dan sekaligus mewujudkan suatu tata kehidupan tertentu dengan nilai-nilai tertentu yang pada dasarnya diarahkan kepada perwujudan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ciptaan ilahi. Menggugurkan pendidikan dari proses pembudayaan merupakan alienasi dari hakikat manusia dan dengan demikian alienasi dari proses humanisasi. Keseluruhan proses tersebut. Rumusan ini benar karena lahir dari pengertian bahwa pendidikan adalah aspek dari kebudayaan. berarti bawah suatu masyarakat telah berkembang di dalam proses waktu. Dengan demikian pendekatan-pendekatan reduksionis yang hanya melihat manusia itu dari suatu segi tertentu tidak menggambarkan keseluruhan hakikat manusia dan hakikat pendidikan. tujuan atau visi pendidikan adalah kongruen dengan visi masyarakat di mana pendidikan itu berada. Manusia berpendidikan dan manusia berbudaya Manusia yang berpendidikan adalah sama artinya dengar. Pengembangan manusia seutuhnya melihat manusia itu atau peserta-didik sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Penciptanya berbagai potensi. 7. dilestarikan. Dengan demikian scoring yang lelah berkembang sesuai dengan kebudayaannya adalah juga seseorang yang telah memperoleh pendidikan yang bertujuan yang sama dengan perkembangan priadi di dalam kebudayaan di mana pendidikan itu berlangsung.masyarakat yang ditugaskan untuk melaksankaan proses pendidikan secara sistematis. p roses tersebut mempunyai aspek historistas. Oleh sebab itu manusia akan terus menerus berkembang selama keberadaannya di dunia . adalah kebudayaan Di mana ada kebudayaan di situ ada pendidikan. kekinian dan visi masa depan. Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya. dan proses pembudayaan adalah proses pendidikan. 5. 4. Mencari Konsep Manusia Indonesia Sebagaimana sulitnya kita menggambarkan mengenai bentuk rupa kebudayaan nasional Indonesia maka begitu pula sulitnya kita merumuskan konsep manusia Indonesia yanr jelas dan dapat disepakati oieh semua orang. Di mana ada pendidikan di situ ada kebudayaan. Dengan dimensi waktu. Proses pendidikan adalah proses pembudayaan. Hanyala manusialah makhluk yagn menyerajarah. Karena proses pendidikan mengandalkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat maka dengan sendirinya proses pendidikan adalah penghayatan dan perwujudan nilai-nilai tersebut. yang menyejarah.

dan belum dilihat manusia saeabagai multi dimensional. Dan perlu pula memperhatikan dari pelaku belajar (siswa) dan pelaku pembelajaran (guru). Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan. 3. 2 Bahan. tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan.1 Jenis belajar berdasarkan cara mengorganisasi siswa. 4 Penilaian.1 Kesimpulan Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. 5 Adanya situasi yang subur. 2 Pembelajaran secara kelompok. Maka lahirlah suatu tantangan yang ingin merumuskan pendidikan itu sebagai aktivitas untuk pembangunan manusia seutuhnya. Pendekatan Konsep 2. 2 Adanya bahan yang sesuai dengan tujuan. 6 Adanya guru yang melaksanakan pembelajaran.2 Jenis Pembelajaran berdasarkan Pendekatan 1. 8. 7 Adanya siswa yang melaksanakan belajar. 3 Adanya metode dan media pembelajaran.1. Pendekatan Expository 4. 4 Adanya penilaian. Pendekatan Keterampilan Proses 3. 3 Metode dan media pembelajaran. Seorang spesialis yang sempit tidak melihat keahliannya itu di dalam keselurhan pola kehidupan yang menyeluruh. Dalam pelaksanaan pembelajaran. Pendekatan Discovery 5.1. 3 Pembelajaran secara klasikal 3. maka ada kebutuhan untuk melihat manusia itu sebagai keseluruhan.1. BAB III PENUTUP 3. disamping memperhatikan ke 5 komponen dasar di atas ternyata masih harus dipertimbangkan pula lingkungan untuk membentuk situasi yang menyenangkan di dalam pembelajaran. Komponen pembelajaran secara garis besar terdiri dari: 1 Tujuan.1. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. Pengembangan Manusia Indonesia Seutuhnya Apabila kita melihat rumusan pakar-pakar tersebut di atas yang tentunya masing-masing dilihat dari dimensi tertentu. Dari sini dapat ditunjukkan ciri-ciri pembelajaran.1.1 Jenis-jenis Pembelajaran 3. yaitu: 1 Adanya tujuan. Konsep pengembangan manusia seutuhnya muncul untuk mengimbangi konsep pendidikan yang mengarah kepada spesialisasi yagn sempit.• • ini. Pendekatan Rekonstruksionalisme . 1 Pembelajaran secara individual.

Bedanya dengan faktor dinamis belajar di atas adalah internal yang dimaksud di dalam pembelajaran adalah dari segi guru (pelaku pembelajaran). dan ingatan. serta prosedur atau langkah-langkah Fasilitatoran yang bisa dilakukan. dan kondisi fisik. dan evaluasi. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. Demikian pula sebaliknya. Latar Belakang Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. 3. Faktor eksternal belajar dapat dibedakan menjadi dua. Sama halnya dengan unsur dinamis belajar. dan pada . Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak.1. Sedangkan sistem instruksional antara lain kurikulum. Penjelasannya sama dengan faktor dinamis belajar di atas. dan bagaimana PAKEM tersebut. para peserta Fasilitatoran diharapkan dapat mengenal apa.1 Tujuan Pembelajaran 1. bahan ajar. dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM.2 Unsur dinamis pembelajaran Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dinamakan unsur-unsur dinamis pembelajaran. berpikir. motivasi. Oleh karena itu. Sedangkan faktor psikologis. 3. Unit ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa.2. Kreatif.1. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. mengapa. mengapa. Dengan membaca dan mengikuti proses-proses Fasilitatoran yang telah dirancang dalam Unit ini. 2. perhatian. perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. Tujuan Institusional. Tujuan Kurikuler 4.2 Tujuan dan Unsur-unsur Dinamis Pembelajaran 3. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. Lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi lingkungan dalam sekolah dan dan lingkungan luar sekolah. media. metode.2. misalnya kecedasan. Tujuan Pendidikan Nasional. Tujuan Instruksional. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula. Faktor fisiologis misalnya pendengaran. dan bagaimana PAKEM tersebut.6.1. Faktor internal yang berpengaruh dalam proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi faktor fisiologis dan psikologis. Efektif. maka nnsur dinamis pembelajaran juga dapat mendukung (berpengaruh positif) atau sebaliknya menjadi penghambat (berpengaruh negatif). Pendekatan Humanistik 3. penglihatan. Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif. METODE/PENDEKATAN/MODEL PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) BAB I PENDAHULUAN A. yaitu faktor lingkungan pembelajar dan sistem instruksional.

Jika dalam suatu kelas sedang berlangsung pembelajaran dan di sana siswa tetap duduk seperti orang menonton bioskop. Efektif. guru hendaknya mengubah paradigma mengenai mengajar siswa menjadi membelajarkan siswa. 1. ayat (1) dinyatakan bahwa: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. . Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelaksanaan PAKEM sebenarnya juga memberikan kesempatan pada guru untuk membelajarkan beberapa keterampilan hidup atau kecakapan hidup. mengambil keputusan. Kecakapan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan. 20 PASAL 40. inspiratif. yang dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas PAKEM. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. termasuk penerapan PAKEM di kelas. dan Menyenangkan). Usaha-usaha yang menawarkan sebuah pembaharuan. siswa belajar salah satu kecakapan hidup yaitu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. duduk berdua dengan satu bangku. Undang-undang RI No. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. AYAT (2) tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi : Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban : 1. menyenangkan. kreatif. Sementara itu dalam Peraturan Pemerintah No. dan 3. Penyajian PAKEM dalam pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MB S) dan Peran Serta Masyarakat (PSM) dilakukan dengan harapan agar sekolah. guru harus memahami hakikat PAKEM dan menguasai berbagai strategi/model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM. profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Melalui bentuk-bentuk tugas yang menantang. Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif. Komite Sekolah. Kreatif.akhirnya diharapkan dapat menerapkan di kelasnya masing-masing. Beberapa orang memandang bahwa Pembelajaran Aktif. maka dengan mudah dan cepat dikatakan kelas itu tidak PAKEM. Kreatif. Dengan belajar kelompok yang benar misalnya. kemudian secara aktif dan kreatif. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. siswa bisa membangun kemampuan mencari dan mengolah informasi. dan memecahkan masalah. dinamis dan dialogis 2. Untuk dapat melaksanakan amanat perundang-undangan tersebut. Di bawah ini ada sejumlah isu penting tentang pelaksanaan PAKEM. Efektif. Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran PAKEM yang baik. dan Menyenangkan (PAKEM) sama dengan kerja kelompok. memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Di samping itu. mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. tetapi harus diperhatikan pula intensitas keterlibatan siswa dalam belajar. dan orang tua siswa membantu dan mendukung keberhasilan PAKEM. menyenangkan. jika di suatu kelas siswa sedang duduk berkelompok. dan seperti apa kegiatan belajar yang dilakukan siswa. maka dengan mudah kita mengatakan kelas itu PAKEM. menantang. pasal 19. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Padahal bisa jadi mereka hanya duduk dalam kelompok dan tidak semua siswa bekerja. Seharusnya menilai PAKEM tidaknya suatu pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat pengaturan tempat duduk siswa. semua menghadap ke depan. Sebaliknya.

Pengaruh timbal balik kadang-kadang ditunjukan sebagai “hasil pengetahuan” siswa diberitahu jawaban yang benar dan yang salah. feedback. Guru merasa khawatir untuk melaksanakan PAKEM di kelas 6 dan 9. 4. BAB II HAKIKAT PAKEM PAKEM merupakan suatu singkatan dari P: Pembelajaran. Student should be provided an opportunity to practice what you wan them o be able o do. 3. Reinforcement for adult learners is ty pically in term of statements like “Great. A: Aktif. 6. or are shown a copy of the righ aswer or a example from which they mus infer whether their answer is correct. K: Kreatif. Anda bisa meningkatkan proses pembelajaran dengan baik yaitu dengan memberikan siswa aktifitas yang teratur dan berkaitan dengan tujuan. 5. but they should be provided feedback orinformation about their performance. tetapi juga diberikan informasi yang berlawanan tentang penampilannya. Pengaruh timbal balik mungkin diberikan dalam bentuk yang kuat. You can enhance the learning process greatly by providing the student wih activities that are directly relevant to the objectives. menurut Walter Dick ad Lou Carey (1990 : 165) dapat dikemukakan sebagai berikut : One of the most powerful components in the learning process is that of practice with feedback. E: Efektif. Anak-anak muda sering merespon baik yaitu pemberian dari instruktur atau pada kesempatan untuk melakukan aktifitas yang lain) Menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil (2003 : 394) menyatakan : Another solution is to adapt the models to conform to the characteristics of the learners. Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan. We identify the reasons why a given learner has trouble relating to a particular learning environmet and then modulate the features of that environmet to make it easier for the learner to fit in. pintar/ 5. Not only should they be able to practice. Siswa seharusnya diberi kesempatan untuk praktek supaya bisa melakukannya. Pembelajaran belum membelajarkan kecakapan hidup. is sometimes referred to as “knowledge of results”. Student are told whethertheir answer is right or wrong. Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk.2. Kegiatan pembelajaran. Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaannya bersifat tertutup. Kegiatan yang 4. you are correct”. kurang pintar. Young children often respond favorably to froms of reinforcement such as an approving look from the instructor or even the opportunity to do some other activity. Salah satu komponen yang paling kuat dalam proses pembelajaran adalah praktik dengan timbal balik. Kekuatan bagi pelajar dewasa yaitu khusus dalam istilah pernyataan seperti “Hebat. dilakukan siswa seringkali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar. Feedback may also be provided in the from of reinforcement. kamu benar”. Mereka seharusnya itdak hanya bisa praktek. dan M: Menyenangkan. 7. atau ditunjukan kopian dari jawaban yang benar atau contoh yang mereka pastikan bahwa jawabanya benar. . That is. Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam. dan sosial ekonomi tinggi/rendah.

Dalam rangka menuju suatu tujuan. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. yang pada intinya pembelajaran berpusat pada siswa . Dari tuntutan perundangan tersebut dengan jelas bahwa esensi pendidikan atau pembelajaran harus memperhatikan kebermaknaan bagi peserta didik yang dilakukan secara dialogis atau interaktif. yaitu siswa. PAKEM didasarkan pada alasanalasan sebagai berikut : 1. Pada dasarnya. kreatif. minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa”. artinya sedini mungkin siswa dilatih untuk mandiri di lingkungan sekolah/kelas dan di lingkungan keluarga. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. di mana salah satu ayatnya berbunyi: ”Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. diubah metodenya. menyenangkan. Pembelajaran adalah penerapan dari rencana kurikulum. Tuntutan Perundangan-undangan Undang. atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. ada yang menambahkan dengan satu huruf I: inovatif. sehingga menjadi PAIKEM. usually. Kegiatan belajar mengajar seringkali terhambat atau tidak berjalan karena guru sebagai fasilitator tidak berada di arena belajar. menantang. Saylor dalam Mulyasa (2004 : 117) mengatakan bahwa “Instruction is this the implementation of curriculum plan. dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar. pasal 19 ayat (1). Dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan selama ini. inspiratif. maka pembelajaran di sekolah idealnya harus mengarah kepada kemandirian siswa dalam belajar. Kita mengetahui alasan mengapa yang diberikan ke siswa mempunyai masalah yang berkaitan dengan keterangan lingkungan belajar. kemudian mengatur dari segi lingkungan itu supaya lebih mudah bagi siswa untuk semangat.20 tentang Sisdiknas. psikomotor. afektif. sesuai dengan rencana yang telah disusun. menyenangkan. Atau bisa jadi sekolahan tersebut masih kekurangan tenaga guru. Dalam penggunaannya di lapangan. dan dalam situasi yang sama. Baik secara psikologis. Hal ini mungkin disebabkan guru masih dalam perjalanan menuju sekolah atau boleh jadi berhalangan hadir ke sekolah karena sakit atau karena ada kepentingan lain. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan. pasal 40 . maka akan ada pihak yang dirugikan . but not necessarily.Solusi yang lain adalah menyesuaikan model untuk menyesuaikan diri terhadap karakteristik pelajar. biasanya.undang No. apakah kegiatan pembelajaran dihentikan. involving teaching in the sence of student. guru dan murid selalu berada dalam satu tempat. maupun secara koqnitif pembelajaran PAKEM harus dibudayakan oleh para praktisi pendidikan khususnya para guru dalam semua mata pelajaran di sekolah. Bila hal itu terjadi maka proses kegiatan belajar mengajar sedikit banyak akan mengalami hambatan. Jadi. teacher interaction in an education setting”. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. satu waktu. Apalagi kalau terjadi dalam kurun waktu yang lama. tetapi tidak perlu di dalamnya termasuk aktifitas guru mengajar menghadapi siswa. Dalam PP no 19. ayat (1) dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. dinamis dan dialogis dan PP No.

jika Anda akan mengimplementasikan konstruktivisme dalam pembelajaran.sebagai pebelajar dan pendidik sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar terjadi belajar pada peserta didik. 2. belajar merupakan proses aktif siswa dalam mengkonstruksi arti (teks. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan. memberi arti. 4. prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pengetahuan yang dikonstruksi peserta didik merupakan hasil interpretasi yang bersangkutan terhadap peristiwa atau informasi yang diterimanya. Sadarilah bahwa pendapat (perspektif) siswa merupakan jendela mereka untuk menalar (berpikir). Lakukan asesmen terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran. Jika sesuai. Sedangkan Paul Suparno (1997:61) mengemukakan bahwa menurut pandangan konstruktivis. pengetahuan awal ini merupakan materi dasar untuk pengetahuan baru yang akan mereka kembangkan. dan pemahaman yang sudah ada dalam pikiran mereka. Dalam prosesnya seorang siswa yang sedang belajar. Belajar dalam konteks PAKEM dimaknai sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan atau membangun makna. dan menguji kebenaran atas informasi yang diterimanya. Proses membangun makna dilakukan secara terus menerus (sepanjang hayat). Para pendukung konsktruktisme berpendapat bahwa pengertian yang dibangun setiap individu peserta didik dapat berbeda dari apa yang diajarkan Guru (Bodner. . akan terlibat dalam proses sosial. Untuk mengimplementasikan konstruktivisme di kelas. kita dapat merekonstruksinya dengan ide-ide awal dan pengalaman kita. contoh di sekolah kita. jadi kemungkinan pengetahuan itu mengubah keyakinan kita atau merupakan informasi baru yang diabaikan karena merupakan sesuatu yang tidak relevan dengan ide awal. ajukan permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. tetapi secara aktif menyeleksi. otaknya tidak kosong dengan pengetahuan. Kontruktivisme merupakan suatu pandangan mengenai bagaimana seseorang belajar. 5. Strukturkan pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. Untuk memulai pembelajaran. dialog. Adaptasikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan siswa. (Brook and Brook .2002:1) Peserta didik dalam belajar tidak sekedar meniru dan membentuk bayangan dari apa yang diamati atau diajarkan Guru. 3. Makna belajar tersebut didasari oleh pandangan konstruktivisme. 1987 dalam Nggandi Katu. menyaring. sampah plastik bekas bungkus jajanan menumpuk. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. 1999:2). kita harus memiliki keyakinan bahwa ketika peserta didik datang ke kelas. Ketika kita menemukan sesuatu yang baru. mereka datang ke dalam situasi belajar dengan pengetahuan. dan lainlain). Asumsi dasar belajar: Siswa yang membangun konsep. apa yang dapat kalian lakukan untuk itu? 2. yaitu menjelaskan bagaimana manusia membangun pemahaman dan pengetahuannya mengenai dunia sekitarnya melalui pengenalan terhadap benda-benda di sekitarnya yang direfleksikannya melalui pengalamannya. pengalaman fisis. sehingga siswa dapat meresponnya. gagasan. Mengajukan masalah yang relevan untuk siswa.

SOSBUD yang semakin cepat dan banyak perubahan. (c) sumber belajar semakin beragam. Guru hendaknya melibatkan proses aktif dalam pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman peserta didik dengan dunia fisik dan lingkungannya. dan 3. 6. 5. era otonomi. melainkan lebih dari itu. Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih lanjut. kemampuan melakukan relasi sosial. mengetahui dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa. memecahkan masalah. Belajar berarti membentuk makna. yaitu segi siswa dan segi guru. 4. perlunya PAKEM dilaksanakan dalam membelajarkan peserta didik dikarenakan berbagai tantangan yang akan dihadapi mereka saat ini. A. Dalam hal ini guru aktif dalam : . menuntut perubahanperubahan dalam pembelajaran. 3. Banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan kita. 2. Semua itu harus dibekali kepada siswa agar mampu bersaing dalam era globalisasi. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang datang dari luar. memperhatikan interaksi sosial dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas atau kelompok. (d) tuntutan kemandirian. 3. Dengan adanya pandangan konstruktivisme. 1997:12). motivasi) yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang dipelajari (Paul Suparno. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui peserta didik (konsep. melibatkan siswa dalam kegiatan aktif. yaitu pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta.Proses belajar yang bercirikan konstruktivisme menurut para konstruktivis sebagai berikut : 1. 2. POLITIK. (b) laju teknologi komunikasi informasi yang tinggi. Peserta didik tidak dipandang sebagai suatu yang pasif melainkan individu yang memiliki tujuan serta dapat merespon situasi pembelajaran berdasarkan konsepsi awal yang dimilikinya. kemampuan untuk berpikir kritis. Konstruksi arti sesuatu hal yang sedang dipelajari terjadi dalam proses yang terus menerus. dan era pasar terbuka. melainkan melalui seleksi secara personal dan sosial. Pilar-pilar PAKEM Menurut Durori (2002:xii) metode pakem dapat ditinjau dari 2 segi. kerja sama. tujuan. 1997:61). Tantangan kondisi saat ini di antaranya: (a) perkembangan IPTEK. maka karakteristik iklim pembelajaran yang sesuai dengan konstruktivisme tersebut sebagai berikut. Iklim pembelajaran tersebut menuntut guru untuk : 1. Situasi ketidakseimbangan adalah situasi yang baik untuk memacu belajar. 1. Adalah : 1) Dari segi guru A = Aktif. Di samping alasan-alasan mendasar sebagaimana yang dipaparkan di atas. 2. (Medriati Rosane .Memantau kegiatan belajar siswa .

Dalam hal ini siswa aktif : 1) Bertanya 2) Mengemukakan gagasan 3) Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya. Hal ini siswa dituntut untuk kreatif dalam : 1) Merancang / membuat sesuatu 2) Menulis/ mengarang E = Efektif.Membantu alat bantu belajar sederhana E = Efektif. M = Menyenangkan. K = Kreatif. takut ditertawakan. dan (d) Menyenangkan. hal-hal yang akan dikaji meliputi : 1) Penyusunan program dan perangkat pembelajaran sebagai upaya persiapan pelaksanaan proses pembelajaran 2) Penyajian dan teknik model belajar mandiri dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif. yaitu guru harus mampu mencapai tujuan pembelajaran. yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik (student centered ) daripada berpusat pada guru (teacher centered). Efektif dan Menyenangkan) 3) Perilaku siswa yang muncul dari kegiatan model belajar mandiri yang merupakan penilaian proses pembelajaran.Mempertanyakan gagasan siswa K = Kreatif. Pembelajaran aktif.Mengembangkan kegiatan yang beragam . Fungsi dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator. yaitu siswa harus menguasai ketrampilan yang diperlukan. 2) Dari segi siswa A = Aktif. takut dianggap sepele. yaitu: (a) Aktif. (c) Efektif. Sedangkan huruf ”P” merupakan pembelajaran yang didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik Dengan demikian pada waktu peserta didik belajar.. Untuk mengaktifkan peserta didik. Dalam hal ini guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membuat anak takut salah.Memberi umpan balik .Memberi pertanyaan yang menantang . Kreatif. pilar-pilar PAKEM berikut harus dirancang : 1. (b) Kreatif. Perbedaan pembelajaran yang berpusat pada guru dan berpusat pada siswa Adalah Pembelajaran yang berpusat pada Guru • Guru sebagai pengajar • Penyampaian materi pelajaran dominan melalui ceramah . Dalam hal pembelajaran membuat anak: 1) Berani mencoba 2) Berani bertanya 3) Berani mengemukakan pendapat/gagasan 4) Berani mempertanyakan gagasan orang lain Dalam dimensi proses belajar mengajar ini. Hal ini guru dituntut untuk kreatif dalam : . Dalam PAKEM terdapat empat pilar utama. M = Menyenangkan. kata kunci yang dapat dipegang guru adalah adanya kegiatan yang dirancang untuk dilakukan siswa baik kegiatan berpikir (minds-on) dan berbuat (hands-on).

• Mampu menciptakan Kegiatan belajar yang dibuat memperhatikan/ menyesuaikan dengan level perkembangan kognisi.• Guru menentukan apa yang mau diajarkan dan bagaimana siswa mendapatkan informasi yang mereka pelajari Pembelajaran yang berpusat pada siswa • Guru sebagai fasilitator dan bukan penceramah • Fokus pembelajaran pada siswa bukan Guru • Siswa aktif belajar • Siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya sendiri tidak mengutip dari Guru • Pembelajaran bersifat interaktif Kegiatan guru pada strategi mengajar yang berpusat pada Guru • Membacakan • Menjelaskan • Memberikan instruksi • Memberikan informasi • Berceramah • Pengarahan tugas-tugas • Membimbing dalam tanya jawab • Kegiatan siswa pada strategi • mengajar yang berpusat pada siswa • Bermain peran • Menulis dengan kata-kata sendiri • Belajar kelompok • Memecahkan masalah • Diskusi/berdebat • Mempraktikkan keterampilan • Melakukan kegiatan penyelidikan Pengelolaan kelas diperlukan untuk membangkitkan minat belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa belajar. “kapan”. . “apa yang terjadi jika…” dan bukan pertanyaan “apa”. Berikut ini hal-hal lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi guru kreatif • Mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. ruang kelas dapat dibuat menarik dengan cara mengubah tata letak/formasi bangku • Memberikan waktu yang cukup untuk siswa berpikir dan menghasilkan karya • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah kreativitas seperti : “mengapa”. “bagaimana”. mental dan emosi dari siswa Strategi mengajar yang dapat mengembangkan kreativitas siswa akan menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut : • Mampu memotivasi diri • Berpikir kritis • Daya imaginasi tinggi (imaginative) • Berpikir orisinil/bukan kutipan dari Guru (original ) • Memiliki tujuan untuk ingin berprestasi • Menyampaikan pemikiran dengan bahasa sendiri.

2. 7) Monitoring progress. Di dalam diri seseorang tercipta hal-hal baru seperti jaringan syaraf baru. Ciri-ciri suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di antaranya adalah sebagai berikut : Ciri suasana belajar yang menyenangkan • Rileks • Bebas dari tekanan • Aman • Menarik • Bangkitnya minat belajar • Adanya keterlibatan penuh • Perhatianpeserta didik tercurah • Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang. 9) Purposeful teaching. Pembelajaran kreatif. 2) Shared vision and goals. Strategi mengajar untuk mengembangkan kreativitas siswa adalah : • Memberi kebebasan pada siswa untuk mengembangkan gagasan dan pengetahuan baru • Bersikap respek dan menghargai ide-ide siswa • Penghargaan pada inisiatif dan kesadaran diri siswa • Penekanan pada proses bukan penilaian hasil akhir karya siswa 3. yaitu apabila sesuatu dipelajari secara sungguh-sungguh (dimana perhatian yang tinggi dari seorang tercurah) maka struktur internal sistem syaraf kimiawi seseorang berubah. Pembelajaran efektif Secara harfiah efektif memiliki makna manjur. 8) Pupiil right and responsibiltes. mujarab. dan koneksi baru. memiliki akibat dan membawa hasil. asosiasi baru. ( 2000:7) ada 11 ( sebelas ) faktor yang penting yaitu : 1) Profesional Leardersip. Dalam penelitian mengenai otak dan pembelajaran mengungkapkan fakta yang mengejutkan. 11) Home scoll prtnership. Suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut. membawa pengaruh. 4) Pembelajaran yang menyenangkan Menurut hasil penelitian. Sebelas faktor penting dalam pembelajaran yang efektif yaitu 1) Kepemimpinan profesional. konsentrasi yang tinggi terbukti meningkatkan hasil belajar. 2) Visi dan tujuan ditanggung bersama dengan jelas. 5) High expectations. Karakteristik dari pembelajaran efektif di dalam sekolah yang efektif dinyatakan oleh Machbeath dan Mortimor. hurahura. yaitu pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaat sumber belajar yang ada. 10) A learning organisation. 3) A Learning Environment. • pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak) • Bersemangat • Perasaan gembira • Konsentrasi tinggi . 4) Concentration on learning and teahing. 3) Sebuah lingkungan belajar yang kondusif. Dave Meier (2002:36) memberikan pengertian menyenangkan atau fun sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira. 6) Positive reinforcement. berdampak. jalur elektris baru. kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung (seperti dicantumkan dalam tujuan pembelajaran.

• Hasil karya siswa dipajang di kelas • Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat belajar. menyediakan pojok untuk membaca (pojok baca). mengemukakan gagasan. Secara garis besar. • Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok • Guru menerapkan berbagai strategi/model pembelajaran • Guru memotivasi siswa melalui kegiatan yang menantang kemampuan siswa untuk berpikir kreatif. Kriteria Pakem . mempertanyakan. • Siswa giat dan dinamis mengikuti pembelajaran Lingkungan (kelas indoor/outdoor. Di dalam PAKEM. kreatif. laboratorium) • Guru mengatur lingkungan kelas dengan cara memajang buku-buku dan bahan belajar yang menarik. kritis dan mampu memecahkan masalah• Guru menggunakan berbagai macam strategi mengajar termasuk pembelajaan yang lebih interaktif dalam kelompok serta lebih banyak praktik • Kelas dibuat semenarik mungkin • secara fisik dan mental aktif ditandai dengan tercurahnya konsentrasi yang tinggi • siswa berani mengemukakan gagasan • Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. • Siswa tidak malu terlibat aktif dalam kegiatan • Tata letak /formasi kelas diubah dan disesuaikan dengan kegiatan. PAKEM sebagai berikut : Guru • Guru sebagai fasilitator Siswa • Siswa lebih mendominasi dan mewarnai pembelajaran • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning by doing).Ciri suasana belajar yang tidak menyenangkan • Tertekan • Perasaan terancam • Perasaan menakutkan • merasa tidak berdaya • tidak bersemangat • malas/tidak berminat • jenuh/bosan • suasana pembelajaran monoton • pembelajaran tidak menarik iswa Berdasarkan uraian materi yang telah dipaparkan di atas. Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. kritis serta mencurahkan perhatian /konsentrasinya secara penuh dalam belajar serta suasana pembelajaran yang menimbulkan kenyamanan bagi siswa untuk belajar. maka dapat disimpulkan bahwa PAKEM adalah proses pembelajaran dimana Guru harus menciptakan suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya.

yaitu sebagai berikut. pengalaman. misalnya : a. daya imaginasi yang tinggi 2. rasa ingin tahu yang besar b. Memahami sikap yang dimiliki siswa.Secara garis besar kriteria PAKEM dapat dirangkum sebagai berikut : Kriteria Aktif Siswa melakukan sesuatu dan memikirkan apa yang mereka lakukan seperti : • Menulis • Berdiskusi • Berdebat • Memecahkan masalah • Mengajukan pertanyaan • Menjawab pertanyaan • Menjelaskan • Menganalisis • Mensintesa • Mengevaluasi • Kriteria Efektif Ketercapaian target hasil belajar. sikap terhadap . 1. Guru sebaiknya mengenal perbedaan kemampuan. harapan. Mengenal anak secara perorangan (karakter siswa). keinginan untuk belajar c. Hal-hal harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAKEM Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada waktu Guru akan melaksanakan PAKEM. dapat berupa: • Siswa menguasai konsep • Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana • Siswa menghasilkan produk tertentu • Siswa termotivasi untuk giat belajar Kriteria Kreatif • Berpikir kritis • Memecahkan masalah secara konstruktif • Ide/gagasan yang berbeda • Berpikir konvergen (pemencahan masalah yang “benar” atau “terbaik” • Berpikir divergen (beragam alternatif pemecahan masalah) • Fleksibilitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang) • Berpikir terbuka Kriteria Menyenangkan Pembelajaran berlangsung secara: • Interaktif • Dinamik • Menarik • Mengembirakan • Atraktif • Menimbulkan inspirasi B.

Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar serta catatan yang bermakna untuk pengembangan siswa daripada sekedar pemberian angka/nilai. 7. Syarat berkembangnya aktifitas mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut ditertawakan. Berbekal pengetahuan tersebut. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Siswa yang aktif secara fisik memiliki indikator : terlihat sibuk bekerja dan bergerak. puisi. Siswa dapat diberi kegiatan untuk melakukan pengamatan (dengan seluruh indera-nya). mengungkapkan gagasan. Guru hendaknya menghilangkan rasa takut itu. Pajangan dapat berupa: gambar. Umpan balik diungkapkan secara santun dengan maksud agar siswa lebih percaya diri. dan membuat diagram. b. Secara alami sebagai makhluk sosial siswa bermain secara berkelompok sehingga mereka dapat mengerjakan tugas belajar berpasangan/berkelompok. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “mengapa”. siswa perlu diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas secara individu agar bakat individunya berkembang. peta. “apa yang terjadi jika… (tipe open question) 5. sosial dan budaya dapat berperan sebagai sumber belajar sekaligus objek belajar. 8. Meski demikian. mengklasifikasi. model. Hasil pekerjaan siswa di pajang di kelas. 4. membuat tulisan. c. tidak takut disepelekan atau tidak takut dimarahi jika salah. Contoh Kegiatan PBM dan Kemampuan Guru yang Bersesuaian dengan Kriteria PAKEM Komponen Pembelajaran Guru merancang dan mengelola PBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran PAKEM Guru melaksanakan PBM dengan merancang kegiatan untuk siswa yang beragam. a. mempertanyakan gagasan orang lain. C. berhipotesis. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan objek belajar. “bagaimana”. Siswa yang aktif secara mental memiliki indikator : sering bertanya. Lingkungan fisik. dan kemampuan memecahkan masalah. guru dapat membantu siswa apabila mendapat kesulitan sehingga anak belajar secara optimal 3. Guru memberikan tugas-tugas praktik b. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Umpan balik yang diberikan hendaknya mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. misalnya : • Melakukan percobaan • Diskusi kelompok . karangan dan lain sebagainya. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar a. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar.sekolah dan latar belakang ekonomi dan sosial dari setiap siswa. merumuskan pertanyaan. mencatat. kreatif. diagram. 6.

Guru menggunakan berbagai media/sumber belajar. • mengamati. BAB III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI PAKEM Untuk melaksanakan PAKEM. • mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri • Menarik kesimpulan • Memecahkan masalah.• Memecahkan masalah • Mencari informasi di perpustakaan • Menulis laporan/cerita/puisi • Mengamati objek di luar kelas • Berkunjung ke luar Sesuai dengan mata pelajaran. • mengelompokkan. guru selain harus hakikat PAKEM. mencari rumus sendiri • Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri • Melakukan wawancara • Membuat produk Siswa melakukan: • Diskusi • Mengajukan pertanyaan terbuka • Mengajukan saran/ide • Membuat karangan bebas/karya lain • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut • Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegitan sehari-hari Kegiatan guru: • Guru memantau proses belajar/kerja siswa • Guru memberikan umpan balik • Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri • secara lisan atau tulisan • Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Guru mengaitkan PBM dengan pengalaman siswa sehari-hari Guru menilai PBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. prinsip-prinsip . misalnya : • Alat pabrikan atau alat yang dibuat sendiri • Gambar/film/foto • Kasus/ceritera • Nara sumber • Lingkungan sekitar • Siswa Melakukan percobaan: • menggunakan alat.

Penggolongan dan Jenis-Jenis Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1980. ini berpikir/pengembangan umumnya. mengenali masalah. memecahkan masalah. c. Irving Sigel. yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan. Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran : 1.1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan modelmodel pembelajaran ke dalam empat rumpun. pengertian. Model ini akademik memiliki meskipun diperlukan juga untuk kehidupan umumnya. Rumpun model-model Pemrosesan Informasi Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi. d. dan contoh penerapan model pembelajaran dalam RPP. A. b. Edmun Sullivan. dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis. Pembentukan konsep Tokoh: Jerome Bruner. keterampilan berpikir . Pemrosesan Informasi Pembelajaran Berpikir Induktif Tokoh: Hilda Taba Misi/tujuan/manfaat: Ditujukan secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan pada dalam kegiatan. Jenis model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini adalah : a. dan menggunakan simbol-simbol. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan baik model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan keterampilan psikomotor.pembelajaran konstruktivisme. Latihan inkuari Tokoh: Richard Suchman Misi/tujuan/manfaat : Sama dengan model berpikir induktif. meskipun dapat khususnya . model ini ditujukan dalam untuk pembentukan akademik kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan kegiatan meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. Pemilihan model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan target hasil belajar yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. peserta didik dilatih mempelajari konsep secara efektif. mengorganisasi data. maupun keterampilan sosial. karakteristik model pembelajaran. menyusun konsep. dan Austin Tujuan: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif. Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum. juga harus menguasai berbagai model pembelajaran. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah. Dalam bab ini akan dipaparkan garis besar penggolongan model pembelajaran. Lawrence dan Kohlberg Misi/tujuan/manfaat: Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan intelektual berpikir pada logis. Good-now. Keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir. Perkembangankognitif Tokoh: Jean Piaget.

Sinektik William Gordon Misi/Tujuan: Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif. Model. Model Pengajaran NonDirektif Tokoh: Carl Rogers Misi/Tujuan: Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. e. dan media lainnya) dan menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada. yang memandang manusia sebagai pembuat makna. 1992. Delaney Tujuan: Strategi belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. Rumpun model-model Pribadi/individual Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. e. 1980 dan Bruce Joyce. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Pertemuan kelas William Glasser Misi/Tujuan: Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya. (Sumberi Bruce Joyce dan Marha Weil. a. b. c. membaca. Mnemonics Tokoh: Pressley. (Sumber: Bruce Joyce dan Marsha Weil. Model Pembelajaran AdvAdvance organizer anc Tokoh David Ausubel Misi/tujuan/manfaat: Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi beragam (ceramah. 1996: Models of Teaching) 2. d. William Schutz Misi/Tujuan: Pembentukan kemampuan menjajagi dan menyadari pemahaman diri sendiri. Marsha Weil. f. 1980. Sistem Konseptual David Hunt Misi/Tujuan: Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas. dan Beverly Showers. ) 3. Latihan Kesadaran Tokoh: Fritz Perls.demikian pada kemampuan diterapkan kehidupan sosial dan pengembangan moral. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita. Model-model pembelajaran dalam kelompok ini memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain untuk meningkatkan proses . Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik.model ini memfokuskan pada proses di mana realitas adalah negosiasi sosial. Levin. Models of Teaching. Rumpun model-model Interaksi Sosial Model-model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun Sosial ini menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain.

utamanya melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis. Harold Guetzkow Tujuan: Didisain untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses. Istilah pembelajaran sama dengan proses belajar mengajar. (investigati-on group) Tokoh: Herbert Thelen. yaitu guru dan peserta didik yang saling berinteraksi. juga untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan keputusan. Jurispru-dential Tokoh: National Laboratory Bethel. 1980. Inkuari Sosial Tokoh: Byron Massialas. Dengan demikian. Models of Teaching) 4. James P. Maine Donald Oliver. Tokoh-tokoh teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind) diri sebagai pribadi dan materi keakademisan. pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang . George Shafted Tujuan: Didisain untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu Simulasi Sosial Tokoh: Sarene Boocock.model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki.Shaver Misi/tujuan: Pengembangan dan kerja keterampilan untuk interpersonal mencapai. Dalam konteks pembelajaran terdapat dua komponen penting. teori belajar sosial. Rumpun Model-model Perilaku Semua model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku. Model.proses sosial tersebut. modifikasi perilaku. Role playing (Bermain peran) Tokoh: Fannie Shaftel. Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini. Jurispru-dential Training kelompok kesadaran. John Dewey Misi/tujuan: Mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun Interaksi Sosial Model: Kerja kelompok. atau perilaku terapi. Benjamin Cox Misi/tujuan: Pemecahan masalah sosial. dan fleksibilitas pribadi. (Sumber: Bruce Joyce dan Marha Weil. teori belajar. Pengertian Model Pembelajaran 1. Didisain utama untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berpikir Jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia). B.demokratis dan untuk belajar dalam masyarakat secara produktif.

dkk (1990:5) mengidentifikasi lima karakterististik suatu model pembelajaran yang baik. 5. 2. dan bantuan belajar melalui program komputer. C. program multimedia. kursus-kursus. Prosedur Ilmiah Suatu model pembelajaran harus memiliki suatu prosedur yang sistematik untuk mengubah tingkah laku peserta didik atau memiliki sintaks yang merupakan urutan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru-peserta didik. cara berpikir. 2. Spesifikasi lingkungan belajar Suatu model pembelajaran menyebutkan secara tegas kondisi lingkungan dimana respon peserta didik diobservasi. nilai-nilai. Kriteria penampilan Suatu model pembelajaran merujuk pada kriteria penerimaaan penampilan yang diharapkan dari para peserta didik. Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu pebelajar (peserta didik) memperoleh informasi.memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik. keterampilan. dan belajar bagaimana cara belajar. dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru-peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada peserta didik. Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum. Spesifikasi hasil belajar yang direncanakan Suatu model pembelajaran menyebutkan hasil-hasil belajar secara rinci mengenai penampilan peserta didik. Model pembelajaran Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model pembelajaran merencanakan tingkah laku yang diharapkan dari peserta didik yang dapat didemonstrasikannya setelah langkah-langkah mengajar tertentu. Di dalam pola pembelajaran yang dimaksud terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-peserta didik yang dikenal dengan istilah sintaks. ide. 4. Karakteristik Model Pembelajaran Rangke L Tobing. Bruce dan Weil (1980 dan 1992: 135-136) mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran ke dalam aspek-aspek berikut. Merujuk pada dua pendapat di atas. Cara-cara pelaksanaannya Semua model pembelajaran menyebutkan mekanisme yang menunjukkan reaksi peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan. rancangan unit pembelajaran. 3. penulis memaknai model pembelajaran dalam modul ini sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu. Secara implisit di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat karakteristik lainnya dari sebuah model dan rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lainnya. yang meliputi berikut ini. 1. . perlengkapan belajar. dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. buku-buku pelajaran. Secara luas.

5. Prinsip reaksi Prinsip reaksi menunjukkan kepada guru bagaimana cara menghargai atau menilai peserta didik dan bagaimana menanggapi apa yang dilakukan oleh peserta didik. 4. Sistem pendukung menggambarkan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan model pembelajaran. Kemampuan peserta didik dalam mengelaborasi dapat berupa menguraikan materi yang sedang dipelajari lebih rinci dan lebih lengkap. dan konfirmasi. media masa (koran. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Dampak pembelajaran langsung merupakan hasil belajar yang dicapai dengan cara mengarahkan para peserta didik pada tujuan yang diharapkan sedangkan dampak iringan adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh peserta didik. tahun 2007. praktikum. misalnya alat dan bahan. yaitu metode diskusi. atau pendekatan kontekstual. majalah). Penerapan Model Pembelajaran dalam RPP Pembelajaran yang dirancang. Kegiatan elaborasi dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan arti pada informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan (informasi yang sudah dimiliki). guru memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan peserta didik atau mengambil sikap netral. 3. pendekatan proses. serta kesiapan peserta didik. Sistem sosial Sistem sosial menggambarkan bentuk kerja sama antara guru-peserta didik dalam pembelajaran atau peran-peran guru dan peserta didik dan hubungannya satu sama lain serta jenis-jenis aturan yang harus diterapkan. Sintaks Suatu model pembelajaran memiliki sintaks atau urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar yang diistilahkan dengan fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut bekerja dalam praktiknya. bagaimana memfasilitasi peserta didik dalam menggunakan sumber belajar. misalnya bagaimana memulai pelajaran. Setiap model memberikan peran yang berbeda pada guru dan peserta didik. kesiapan guru. Metode pembelajaran yang dapat digunakan guru juga bervariasi. yaitu eksplorasi. dalam suatu situasi belajar. D. Peran kepemimpinan guru bervariasi dalam satu model ke model pembelajaran lainnya. misalnya melalui lembar kerja peserta didik. Sebagai contoh. Kegiatan yang dapat dirancang misalnya .1. guru bertindak sebagai pusat kegiatan dan sumber belajar (hal ini berlaku pada model yang terstruktur tinggi). namun dalam model pembelajaran yang terstruktur sedang peran guru dan peserta didik seimbang. atau musium. juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan minimal yang harus ada dalam proses pembelajaran sesuai dengan pesan standar proses (Permendiknas RI no 41. 2. demikian pula pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat bervariasi. termasuk sarana dan prasarana. elaborasi. internet. selain berorientasi pada pilar-pilar PAKEM. tentang Standar Proses). eksperimen dan penugasan.. Dalam beberapa model pembelajaran. buku teks. Kegiatan eksplorasi dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas mengenai materi yang sedang dipelajari dari berbagai sumber belajar baik yang ada di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. misalnya pendekatan lingkungan.

elaborasi. elaborasi. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dan sintaksnya memuat kegiatan eksplorasi. Kegiatan eksplorasi. Guru dalam upaya menerapkan PAKEM dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep yang akan dipelajari dan sesuai dengan tuntutan konstruktivisme. Fase 3: Pengumpulan data dalam eksperimen Mengenali variabel-variabel yang relevan. Latihan inkuari menekankan pada sifat-sifat peserta didik ini. isyarat. pameran produk. Kegiatan konfirmasi juga dapat digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam merefleksikan hasil belajarnya dari berbagai sumber belajar.melalui kegiatan membaca berbagai sumber menganalisis bacaan. kemudian peserta didik melakukan kegiatan. elaborasi. Fase 1 : Berhadapan dengan masalah Guru menjelaskan prosedur inkuari dan menyajikan peristiwa yang membingungkan. Merumuskan penjelasan Merumuskan penjelasan. aturan-aturan atau penjelasan Fase 5 : Mengalisis proses inkuari . merumuskan hipotesis dan mengujinya. dan konfirmasi. dan konfirmasi yang dipaparkan di atas. Karakteristik Model Pembelajaran Latihan Inkuari a. Sintaks Model pembelajaran latihan inkuari ini memiliki lima fase sebagai sintaks pembelajarannya. memproses data secara logis. yaitu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bereksplorasi dan memberikan arah yang spesifik sehingga area-area baru dapat tereksplorasi dengan lebih baik. Kegiatan konfirmasi dapat dimaknai sebagai kegiatan guru untuk meminta penegasan atau pembenaran dari hasil eksplorasi. atau eksplanasi (penjelasan) yang diberikan peserta didik. Tujuan umum dari model latihan inkuari adalah membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual dan keterampilan-keterampilan lainnya. diskusi kelompok . mencari jawaban. Model Pembelajaran Latihan Inkuari Latihan inkuari berasal dari suatu keyakinan bahwa peserta didik memiliki kebebasan dalam belajar. dan lain-lain. 1. Kegiatan konfirmasi juga dapat berfungsi sebagai pemberian umpan balik dan kesempatan untuk memberikan penguatan baik dalam bentuk lisan. bukanlah sebagai nama dari urutan atau tahapan atau sintaks model pembelajaran. penyusunan laporan. penyelesaian masalah. Menemukan terjadinya masalah. seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan (mencari) jawaban yang berawal dari keingintahuan mereka. Penulis lebih memaknai ketiga kegiatan tersebut sebagai kegiatan-kegiatan kunci dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sebagai upaya menerapkan konstruktivisme. tulisan. Adapun kelima fase tersebut adalah sebagai berikut. sampai akhirnya peserta didik mengembangkan strategi pengembangan intelektual yang dapat digunakan untuk menemukan mengapa suatu fenomena bisa terjadi. dan lain-lain. Model pembelajaran ini menuntut partisipasi aktif peserta didik dalam inkuari (penyelidikan) ilmiah. Fase 2: Pengumpulan data untuk verifikasi Menemukan sifat obyek dan kondisi. Peserta didik memiliki keingintahuan dan ingin berkembang. ia menginginkan peserta didik untuk bertanya mengapa suatu peristiwa terjadi. laporan lisan. Model pembelajaran latihan inkuari dikemukakan oleh Richard Suchman. seminar. Kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa tanya jawab.

d. Model Pembelajaran Siklus Belajar Model siklus belajar merupakan satu model pembelajaran yang dapat digunakan sebagai kerangka umum untuk melaksanakan kegiatan kontruktivis. lingkungan intelektual terbuka bagi seluruh gagasan yang relevan. merancang pembelajaran (1995: 153) mengemukakan bahwa dalam . Pada fase terakhir. Ketika peserta didik belajar prinsip. dan diskusi dengan Guru. tugas Guru menjaga agar inkuari tetap terarah pada proses penyelidikan itu sendiri. model ini memiliki dampak pengajaran langsung dan iringan sebagai berikut. melakukan percobaan. antara lain seperti berikut ini. tetapi bukan melakukan inkuari sendiri untuk keperluan mereka. e. Prinsip reaksi Reaksi yang paling penting yang harus diberikan Guru adalah pada fase kedua dan ketiga. Dampak pembelajaran langsung dan iringan Di dalam penggunaannya. Guru harus meminta peserta didik menata ulang pertanyaan yang akan diajukannya agar dapat dijawab oleh Guru “ya” atau “tidak” untuk menjaring mereka mengumpulkan data pada masalah yang akan diselesaikan. guru dapat melakukan konfirmasi. Pada fase kedua. struktur dapat meluas hingga mencakup penggunaan sumber belajar. Guru harus memahami betul proses intelektual .prinsip inkuari.Menganalisis strategi inkuari dan mengembangkannya menjadi lebih efektif. Anton E. Sistem Pendukung Pendukung yang paling optimal terhadap keterlaksanaan model latihan inkuari adalah adanya bahan-bahan yang akan digunakan pada saat Guru menghadapkan peserta didik dengan masalah. dan sumber-sumber belajar yang ada dalam sebuah masalah. fase 4 adalah kegiatan elaborasi. Model latihan Inkuari: • Keterampilan proses IPA • Strtegi untuk penyelidikan kreatif • Semangat untuk berkreativitas • Kebebasan atau otonomi dalam belajar • Toleran terhadap pendapat yang berbeda • Menyadari bahwa pengetahuan itu • bersifat sementara 2. dan pada fase 5. dialog dengan peserta didik lain. Sistem sosial Sistem sosial dalam model latihan inkuari diharapkan bersifat kooperatif. b. Ada berbagai macam jenis model siklus belajar. Dari lima fase di atas. fase 2 dan 3 merupakan kegiatan eksplorasi peserta didik. Apabila Guru ditanya oleh peserta didik yang tidak bisa dijawab “ya” atau “tidak”. strategi inkuari. c. Guru harus membantu peserta didik melakukan inkuari. Guru harus mendorong peserta didik berinkuari sebanyak-banyaknya. Meskipun model ini dapat sangat terstruktur dengan sistem sosial yang dikendalikan Guru. Guru dan peserta didik berpartisipasi setara selama menyangkut adanya gagasan-gagasan. Lawson.

. Jadi melalui fase ini. atau didasarkan pada prosedur maupun keterampilan berpikir yang telah dikenalnya pula. Fase Eksplorasi Fase pertama adalah fase eksplorasi. Di samping langkah-langkah di atas. maka… Dengan cara ini peserta didik diharapkan berusaha merefleksikan keyakian atau prosedur yang telah dimilikinya untuk mencari pemecahan terhadap fenomena baru tersebut. agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Eksplorasi harus didahului oleh identifikasi terhadap pola keteraturan dari suatu fenomena. dan fase Penerapan Konsep (Concept application). e. yaitu sebagai berikut. dan fase Penemuan (Discovery). Jawaban sementara peserta didik digunakan untuk membangkitkan argumen-argumen. d. Untuk dapat memungkinkan terjadinya pengaturan-sendiri sebagai upaya untuk mencapai kemantapan keseimbangan baru. ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. Penggalian fenomena harus didahului oleh hal-hal yang membuat mereka bingung atau hal-hal yang dan kontradiktif sehingga menghasilkan yang akan bentuk ketidakseimbangan meningkatkan berpikir pertanyaan-pertanyaan dan berpikir provokasi argumentasi dalam jika…dan…. maka ada 3 fase yang harus diperhatikan yang oleh Karlplus dan Thier (1967) dinamai fase Eksplorasi (Exploration). Pada akhirnya analisis tersebut dapat memunculkan pembahasan-pembahasan untuk menguji ide-ide alternatif melalui prediksi-prediksi. Dan hal ini juga akan menimbulkan kehati-hatian dalam menguji prosedur dalam siklus ini. baik yang diajukan oleh peserta didik maupun sebagai hasil intervensi yang dilakukan Guru. berbagai pengalaman baru haruslah disediakan bagi peserta didik untuk menguji dan mengembangkan konsep-konsep atau prosedur-prosedur baru dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam konteks yang terkait. Tetapi belakangan oleh Lawson (1988) fase-fase tersebut dinamai fase Eksplorasi (Exploration). Pengalaman baru mereka akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan menimbulkan kerumitan-kerumitan yang pada suatu ketika tidak dapat mereka pecahkan dengan cara berpikir mereka. b. Mereka menggali materi-materi baru dan ide-ide baru dengan bimbingan yang minimal dari guru. fase Pengenalan Istilah (Term introduction). prediksi-prediksi atau data baru yang memungkinkan dapat mengubah keyakinan atau konstruksi pengetahuan lama peserta didik terhadap konsep baru yang diperkenalkan. guru memberikan kesempatan dan pengalaman baru kepada peserta didik yang dapat menimbulkan konflik-konflik berpikir serta menimbulkan pertentangan dan analisis terhadap ide dan pemikiran mereka sendiri. Peserta didik harus menggali fenomena baru yang didasarkan pada keyakinan yang telah dimiliki peserta didik (konsep-konsep dan sistem konseptual). fase Penelusuran (Invention). Proses ini akan memunculkan beberapa ide sekaligus menghilangkan ide-ide lainnya yang tidak relevan dalam pola siklus dari pengaturan-sendiri.konsep-konsep mengembangkan (pengetahuan) maupun keterampilan berpikir. Guru mengakomodasi berbagai jawaban sementara. f. Pada fase ini peserta didik belajar melalui tindakantindakan dan reaksi-reaksi yang telah mereka miliki terhadap situasi baru. c. Fase Eksplorasi juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan fenomena melalui cara mereka masing-masing yang dapat menguji baik keterampilan observasi maupun dalam berhipotesis.

Guru dapat memperkenalkan istilah.htm Blosser.E adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain . Perlu diperhatikan di sini bahwa konsep adalah pola mental yang direpresentasikan melalui label verbal (dalam hal ini berarti istilah). Ketiga tugas siswa dalam model pembelajaran POE yaitu: Predict : pada tahap ini.eric. History of The Jigsaw. Akhirnya. yaitu predik.O. Di sini peserta didik mencoba mengaplikasikan konsep atau istilah (term) atau pola pikir baru pada situasi permasalahan baru. guru meminta peserta didik untuk mengajukan hipotesis mengenai mengapa terjadi seperti yang mereka lakukan dan menjelaskan perbedaan antara prediksi yang dibuatnya dengan hasil observasinya. Istilah atau nama konsep ini dapat diinformasikan oleh guru atau diperoleh peserta didik melalui buku. dengan Penerapan Konsep (concept aplication) memungkinkan peserta didik untuk menemukan penerapannya (juga non aplications) dari konsep-konsep tersebut pada konteks-konteks baru. Patricia M. yang dimulai dengan memperkenalkan istilah baru yang merujuk pada pola yang sudah ditemukan pada fase eksplorasi.Explain) P. menunjukkan proses atau demonstrasi dan mintalah peserta didik untuk mencatat apa yang terjadi. Contextual Teaching and Learning: .O.Observe. 2001. observasi. film atau media lainnya.dan memberikan penjelasan (explain). Penerapan diusahakan dengan banyak variasi agar pengertian baru yang telah mereka peroleh lebih mantap dan permanen. An Account from Professor Aronson [on line]. Robert G dan Erickson. 1992. Berns. dilain pihak peserta didik dengan kesempatannya dapat menghubungkan pola-pola dengan istilah yang merupakan pembentukan konsep. P. Tahap ini harus selalu diikuti eksplorasi dan dihubungkan dengan pola-pola yang mereka temukan dalam setiap kegiatan eksplorasi.E ini sering juga disebut suatu strategi pembelajaran di mana guru menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka untuk melaksanakan tiga tugas utama.jigsaw. P. E. Using Cooperative Learning in Science Education. tetapi yang lebih penting peserta didik harus dapat mempersepsi istilah tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. 3. guru melaksanakan kegiatan.O. ERIC Clearing House.org/history.edu. eksplorasi (exploration) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan pola-pola. Explain: pada tahap ini. Tersedia :http://www. Fase Aplikasi Konsep Fase ketiga yaitu penerapan konsep (concept application). Jadi.E (Predict. Tersedia [on line] http://www. 2000. Observe: pada tahap ini.Fase Pengenalan konsep/istilah Fase kedua pengenalan istilah (term instroduction). kemudian mereka memprediksi hasilnya dan mempertimbangkan hasil prediksinya. mintalah pada peserta didik untuk mengamati apa yang akan Anda demonstrasikan. Daftar Pustaka Arronson. Mintalah mereka mengamati fenomena yang didemonstrasikan. konsep tiada lain adalah pola plus istilah. E. Model Pembelajaran P. Pengenalan Istilah (term introduction) memungkinkan Guru dengan kesempatannya dapat memperkenalkan istilah.

New Jersey: Prentice Hall. 1995. Mengapa. 1990. Bandung: PPPG IPA. 2005.. Third Edition. 1986. Logan: Utah State University. Australia: Social Science Press. Boston: Allyn and Bacon. Mulyasa. Killen. Roy. Walter and Lou Carey. Model Pembelajaran Rumpun Pemrosesan Informasi (Modul). Model Pembelajaran PAKEM.org/reading/img/water_cycle_01. Bandung: Penerbit Alfabeta Tobing. Models of Teaching. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. Yeni. Anton E. Bandung: PPPPTK IPA http://www. Alfred E.undang No. Boston: Allyb and Bacon Horley. Technology. Science Teaching and The Development of Thinking. 2004. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Boston. Virginia: association for Supervission and Curriculum Development. 2007. California: Kagan Cooperative Learning.gif Indrawati. . The systematic Design Of Instruction . USA: A Simon Schuster Company BSNP. (tanpa tahun). Donald R. Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sf/MI. Effective Teaching Strategies. 1992. Bandung Slavin. Undang. Hinduan. Inc. E. 2006. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. 1986. Models of Teaching. Makalah pada Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup. Bandung: PPPG IPA Indrawati. Hendriani. New York: Random House Joyce and Weil. Konsep dan Makna Pembelajaran. Makalah dalam penataran Calon Penatar Dosen Pendidikan Guru SD (Program D-II). Monson. Diknas: Jakarta Chandler. and Society A Primer For Elementary Teachers. 5th. -------------. Daugs and Jay A. 1990. Remaja Rosdakarya. E.al. Model Pembelajaran Langsung (Modul). Rangke L .Preparing Student for the New Economy. Lawson. Bandung: PPPG IPA. R. 2007(b).cew. Lessons from Research and Practice. 1998. Syaiful Sagala. second edition. Elementary School Science for The’90. SD. The Highligh Zone: Research @ Work no 5. Bruce Joyce & Marsha Weil. L. et. 1998. 2003. Apa. Research and Practice. Setia Adi. Models of Teaching. Cooperative Learning and Hands-on Science. Friedl.. Florida : Harper Collins Publishers. Science. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. 1990. (1995).edu/teachnet/ctl What is contextual teaching and learning? http://education. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. dan Bagaimana Pendekatan STS.wisc. Penerbit PT. BelmontCalifornia: wadswort Publishing Company. 2007(a). 1995.20 tentang Sisdiknas Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Model-Model mengajar Metodik Khusus Pendidikan Ilmu pengetahuan Alam Sekolah Dasar. Dick. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas.jlab. Teaching Science to Children: An Integrated Approach. Fourt Edition. Second Edition. Indrawati. Cooperative Learning: Theory.

penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. dan menyenangkan (PAIKEM) 5.Berdasarkan teori belajar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. melainkan sudah dikenal dan populer. Suasana yang menarik. Dengan mendirikan Grameen Bank. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. dan sarana belajar. kreatif. dan bermakna 4. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Mohamad Yunus. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. sumber belajar. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Siswa boleh saja berpikir secara global. dalam Wilis:154). Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsabangsa lain di seluruh dunia. Hal senada dikatakan Margaretha S. 2002). sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. melainkan kita belajar dari kesalahankesalahan orang lain. dan menyenangkan (PAIKEM). hanya saja sering terlupakan. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna . Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Inovatif. efektif. kreatif.. inovatif. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Artinya. menyenangkan. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Dengan cara kerja seperti itu. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih.Y. efektif. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Prinsip pembelajaran aktif. Berpusat pada peserta didik 2. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun.

sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Efektif. dan Menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. 2. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. untuk mengungkapkan gagasannya. misalnya: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber 1. dan tentu saja rasa bosan. • • • • • • • • • • . Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. guru menggunakan. Pada saat yang sama. 5. 7. Inovatif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Menurut hasil penelitian. 2. 4. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. 9. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. dan cocok bagi siswa. termasuk cara belajar kelompok. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. 1. penemuan. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. 3. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. misalnya: Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas 6.6. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. dan penciptaan Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Sesuai mata pelajaran. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. dan mengemukakan gagasan. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Belajar melalui berbuat. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Kreatif. 5. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. kemungkinan kegagalan. 3. mempertanyakan. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. 8. keterbatasan pilihan. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. peserta didik aktif berbuat Menekankan pada penggalian. dan kinestetik. auditory atau kemampuan mendengar. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. 4. menyenangkan.

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan.php?id=323 Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Directorate Pendidikan Menengah Umum.• Lingkungan • • • • • • • • • • • • • • • • Siswa: Melakukan percobaan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. peneliti menggunakan metode pembelajaran aktif. efektif.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/ http://www. Jakarta. mencari rumus sendiri. dan menyenangkan. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. inovatif. Jakarta: Bumi Aksara. inovatif. Ibrahim. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. menyenangkan yang disingkat PAKEM. kreatif. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah.id/berita. Model PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpuh pada empat prinsip. kreatif. Model PAKEM berorientasi pada proses dan tujuan. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. Penggunaan metode yang bermacam-macam dan variatif ini disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajarn. Model Pembelajaran PAIKEM Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. efektif dan menyenagkan. Orientasi proses dalam model PAKEM berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar.ac. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus Guru memantau kerja siswa. Indonesia. Dalam penelitian tindakan kelas ini. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. efektif. kreatif. Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari.umy. 2003. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa · Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) · Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. inovatif. · Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. kreatif. Kemandirian dan tanggung jawab dibina sejak .edublogs. http://gora. pengamatan. yaiti : aktif. Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru mulai dari yang sederhana samapi dengan yang kompleks. Guru memberikan umpan balik.

terutama berinteraksi antar siswa.Inovatif. memunculkan hal-hal baru dari pengalaman siswa yang dikontruksikan dengan materi pembelajaran. Kekohesiofan kelas sebagai kelompok. tidak cepat putus asa. Tekanan pada afektif dalam penbelajaran. suasana belajar menjadi bervariasi serta meningkatkan kematangan emosional. Auditorial atau kinestika) Pada hakikatnya. Makna Aktif. ingin mengadkan motivasi. memanfaatkan modalitas belajar ( visual. diajak ke sumber belajar. b) Inovatif. Kreatif. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. 1. d) Efektif dapat diartikan : mamanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar. belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajadnya tidak sama antara siswa satu dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas. Kata "aktif" sendiri dapat dalam bermacam-macam bentuk seperti: mendengarkan. kaya dengan metode. desain kelas yang tidak membosankan (enjoi learning). mendiskusikan. memanfaatkan waktu yang ada. Kadar keaktifan tersebut ditentukan oleh tujuh dimensi (Mc Keachie. c) Kreatif dapat diartikan : menginginkan adanya perubahan yang baru. Efektif dan Menyenangkan a) Aktif dapat diartikan : selalu mencoba. anak lebih kritis dan kreatif. Tidak ingin menjadi penonton. Persaingan yang sehat ditumbuhkan dengan saling menghargai satu sama lain serta menumbuhkan sikap kepemimpinan. Patisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran. mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu. Tidak kalah pentingnya anak sipa mengahadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan. Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribuasi siswa yang kurang relevan bahkan salah sama sekali. menumbuhkan motivasi.awal. . membuat sesuatu. percaya diri dan kritis serta mempunyai banyak cara. Kebersamaan dan bekerjasama untuk mengasah emosional. Jumlah waktu yang dipergunakan untuk mengulangi masalah pribadi siswa baik berhubungan ataupun tidak dengan mata pelajaran. suasana belajar tidak searah. e) Menyenangkan dapat diartikan : penampilan guru yang menarik. mengoptimalkan panca indera dan mengatur strategi pembelajaran. Gurus harus dapat memberi empan atau memfasilitasi siswa dalam memunculkan daya inovatif. melakukan observasi. Orientasi tujuan adalah agar anak belajar lebih mendalam. menulis. Kadar keaktifan siswa dalam belajar terdapat dalam rentang keaktifan antara Teacher-centered lawan student-centered. 1954) sebagai berikut. tidak mudah puas dengan hasil kerja dan selalu ingin berbuat terus. Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan sekolah. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan melibatkan keaktifan mental (intelektual-emosional) walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan phisik.

2. Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. Modalitas belajar yang dimiliki anak ada tiga. Seorang guru tidak bisa kaku dalam menerpakan pola pembelajaran di kelas. Untuk itulah dalam menangani anak sudah dipersiapkan cara pelayanannya. cenderung senang dengan cara melihat. Berbagai hambatan dalam proses pembelajaran akan dihadapi. Seorang guru tidak bias membuat anak sama seperti gerigi sisir. bekerja dan menyentuh. didekatkan ke alam nyata. auditorial dan kinestik. Dengan disusun skenario pembelajaran. baik perbedaaan cara belajar maupun perbedaan kecerdasan. 3) Skenario pembelajaran secara rinci dan matang Skenario merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru. ada penghargaan bagi yang berprestasi. Saat ini pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa (student centeret learning). artinya lebih lentur dalam memahami kondisi yang akan dihadapi. Pelaksanaan pembelajaran PAKEM a. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau strategi pembelajaran(RPP). baik gambar maupun bagan. hasil belajar anak dipajang di kelas. Anak yang mempunyai gaya belajar visual. Anak yang mempunyai gaya belajar auditorial. 2) Guru membuat persiapan matang Persiapan bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak harus dikerjakan. berbagai alternatif terutama metode harus disiapkan. Sebagaimana berbagai teori sudah disepakati oleh para pakar pendidikan bahwa setiap anak mempunyai modalitas belajar atau gaya belajar yang berbeda. Bukan hanya sekedar format.belajar sambil bermain dan bernyanyi. tetapi desesuaikan dengan karakter dan kepribadian yang khas yang dimiliki anak. yaitu : gaya belajar visual. Seorang guru tidak hanya terpaku pada satu metode yang ada. . cenderung senang dengan mendengar. Sedangkan anak yang mempunyai gaya belajar kinestik cenderung belajar dengan cara bergerak. Untuk itu. Persiapan 1) Berpusat pada siswa Perubahan paradigma pembelajaran sangat terasa saat ini. 5) Melayani perbedaan individual Semua memaklumi bahwa anak mempunyai perbedaan. Dulu guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered learning). seorang guru sudah membuat format pada setiap pertemuan dengan siswa. Berbagai metode dengan karakter materi yang akan diajarkan sudah dipersiapkan sebelum diajarkan. 4) Menerapkan asas fleksibilitas Asas fleksibilitas. melainkan guru sudah mendesain pola pembelajaran yang ideal dengan karakter materi yang sedang diajarkan. Modal belajar anak cenderung pada karakter alamiah yang dimiliki. Jiuka hal itu sudah diantisipasi maka akan terjadi proses pembelajaran yang mengasyikkan.

Akan tetapi guru dan orang tua dapat mendampingi anak di dalam mengembangkan potensi sepenuhnya dengan penuh minat dan kegembiraan. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi . musikal. menantang dan produktifem soving) 6) Menuntut hasil yang terbaik dari siswa 7) Memberikan umpan balik seketika 8) Siswa memanjangkan hasil karyanya 9) Kompetitif dan kooperatif Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. kecerdasan interpersonal. jelas tidak bijak bagi guru ataupun orang tua yang memaksa murid untuk masuk dalam bidang-bidang tertentu yang anak tidak berminat. Teori ini dirumuskan oleh Prof. kecerdasan visualspisial. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Saat ini muncul teori intellegensi majemuk yang disebut multiple intelligences. yaitu : kecerdasan linguistik. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. yaitu intelegensi tunggal yang sering disebut intellegence quotient (IQ). Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. f) Proses 1) Mendengarkan pendapat siswa 2) Menggunakan bermacam-macam sumber belajar 3) Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu. anak juga mempunyai perbedaan kecerdasan. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Alfred Bine. Dengan berpedoman pada kenyataan bahwa murid mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. kecerdasan kinestis-jasmani. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. kecerdasan logis-matematis. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan.Selain perbedaan gaya belajar. hanya saja sering terlupakan. Manurut Garder anak mempunyai delapan kecerdasan. Jika selama ini orang lebih banyak membicarakan teori yang dikembangkan oleh ahli psikologi. 4) Pertanyaan terbuka. Howard Garder. Berdasarkan teori belajar. kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan natural. melainkan sudah dikenal dan populer. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.

Y. Dengan mendirikan Grameen Bank. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. dan sarana belajar. dalam Wilis:154). sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. inovatif. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. sumber belajar. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. dan menyenangkan (PAIKEM). kreatif. Hal senada dikatakan Margaretha S. 2002). kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. efektif. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Artinya. Dasar Pemikiran: . Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Siswa boleh saja berpikir secara global. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Mohamad Yunus. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan cara kerja seperti itu. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui).pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain.. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret.

perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM : PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. kreatif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. dan bermakna 4. menyenangkan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. auditory atau kemampuan mendengar. Menurut hasil penelitian. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. keterbatasan pilihan. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. dan tentu saja rasa bosan. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. dan mengemukakan gagasan. dan Menyenangkan.Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Kreatif. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. peserta didik aktif berbuat 7. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. dan kinestetik. efektif. kemungkinan kegagalan. Berpusat pada peserta didik 2. mempertanyakan. Inovatif. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. Menekankan pada penggalian. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Belajar melalui berbuat. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Efektif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. penemuan. Prinsip pembelajaran aktif. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: . Inovatif. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. dan penciptaan 8. Suasana yang menarik.

mencari rumus sendiri.Menulis laporan/cerita/puisi .Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri . dan cocok bagi siswa. misalnya: . Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.Nara sumber . Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. 3.Memecahkan masalah .Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam.Melakukan percobaan.Lingkungan . termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. guru menggunakan.1.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa: .Mencari informasi .Studi kasus .Diskusi kelompok . untuk mengungkapkan gagasannya. misalnya: . . atau wawancara . Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Pada saat yang sama. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4.Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. termasuk cara belajar kelompok. 5.Percobaan . Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. pengamatan.Gambar . Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif.Berkunjung keluar kelas . gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. menyenangkan. 2. .Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri . Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.Sesuai mata pelajaran. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM.

efektif. • Guru memberikan umpan balik. 2003. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. inovatif. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. kreatif. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Ibrahim. Jakarta: Bumi Aksara. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. DAFTAR PUSTAKA Bafadal. dan menyenangkan. inovatif. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus • Guru memantau kerja siswa.Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. efektif. kreatif. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. .

dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. cek lis. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran. kuesioner. A. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. Dalam pembelajaran. kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. 4. (e) Menentukan strategi pembelajaran. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian . dan perbuatan. Sementara itu. tertulis. 2. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. Pembelajarannya efektif d. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. studi kasus. menyenangkan dan efektif. mental maupun emosional 2. B. (c) Membantu dan mendorong siswa. 3. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. dan portofolio. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik.PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. (f) Akuntabilitas lembaga. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1.

Efektif. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. Kreatif. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Pembelajaran Inovatif. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. dan Menyenangkan. Pembelajaran Konstruktivisme. Pendidikan [PAKEM] Pembelajaran Aktif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3. Sumber : http://www. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Menentukan strategi pembelajaran 6. dan mengemukakan gagasan. Efektif dan Menyenangkan Posted by AKHMAD SUDRAJAT ⋅ 22 Januari 2008 ⋅ 99 Komentar Filed Under Inovasi Pembelajaran.sekolahdasar.tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. Kreatif. Sehingga. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Apa itu PAKEM? P AKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. mempertanyakan. jika pembelajaran . 2.net/ Pembelajaran. selama pembelajaran itu berlangsung. Proses Pembelajaran oleh : Depdiknas A. Membantu dan mendorong siswa 4. E. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Pembelajaran Kooperatif. Akuntabilitas lembaga 7. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Artinya. Meningkatkan kualitas pendidikan F.

Secara garis besar. Anak desa. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. anak Indonesia. anugerah Tuhan. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. dan cocok bagi siswa. termasuk cara belajar kelompok. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. B. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. tersebut. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: • • • • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. anak kota. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi.tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. anak orang kaya. untuk mengungkapkan gagasannya. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. menyenangkan. anak orang miskin. misalnya. . atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. Menurut hasil penelitian.

Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. kapan”. 4. Kedua jenis berpikir tersebut. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Berdasarkan pengalaman. berapa. Dengan mengenal kemampuan anak. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Kritis untuk menganalisis masalah. . berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Oleh karena itu.2. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. tugas guru adalah mengembangkannya. kritis dan kreatif. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Selain itu. 5. Menyenangkan. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. 3. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. Namun demikian. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. kreatif. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu.

tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Selain itu. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. 7. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. atau kelompok. puisi. merumuskan pertanyaan. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. dan ditata dengan baik. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. benda asli. peta.’ C. 8. Oleh karena itu. takut disepelekan. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan. model. 6. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM? . Sering bertanya. atau takut dimarahi jika salah. berpasangan. berhipotesis. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. sosial. mengklasifikasi. mempertanyakan gagasan orang lain. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Pajangan dapat berupa gambar. dan sebagainya. karangan.Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. dan membuat gambar/diagram. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. membuat tulisan. mencatat. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. diagram.

Pembelajaran seperti ini memang terbukti berhasil dalam kompetisi . Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus.Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari Guru memantau kerja siswaGuru memberikan umpan balik Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Guru menyampaikan materi-materi pelajaran dan siswa dituntut untuk menghafal semua pengetahuannya. Pembelajaran lebih berorientasi kepada penguasaan materi. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. pengamatan.Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. misal:Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiriGambarStudi kasusNara sumberLingkungan Siswa:Melakukan percobaan. trackback Mengapa harus Paikem? Kita tidak dapat memungkiri bahwa sampai saat ini proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. Pembelajaran Sesuai mata pelajaran. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. 2011 Posted by msuratman in Uncategorized. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. mencari rumus sendiriMenulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Melalui:DiskusiLebih banyak pertanyaan terbukaHasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Kemampuan Guru Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. guru menggunakan. atau wawancaraMengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiriMenarik kesimpulanMemecahkan masalah. Pembelajaran Berbasis PAIKEM Januari 9. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Pada saat yang sama.Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN.

jumlah materi (tuntutan kompeteni dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Pembelajaran berbasis PAIKEM (dulu PAKEM) diyakini dapat membantu siswa tidak hanya mampu menyerap pengetahuan tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). menyenangkan. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. Jadi secara yuridis pembelajaran berbasis Paikem sudah jadi keharusan dilaksanakan dalam pemblajaran di sekolah. Raka Joni. Ekspositori dan Inkuiri Diskoveri Sebuah proses pembelajaran memerlukan teknik. minat. b. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Memerlukan juga strategi yang tepat dan efektif. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). sumber referensi terbatas. dan Menyenangkan. menantang. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. alokasi waktu terbatas. c. Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses juga diamanatkan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secara interaktif. krativitas. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). peserta didik. 1992). elaborasi. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. Apersepsi diperlukan untuk . Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. a. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Efektif. Pembelajaran PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. d. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. dan konfirmasi. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. metode. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. dan e. dan keterampilannya. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. dan kemadirian sesuai dengan bakat. Kritis/Kreatif. inspiratif. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. Preparasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. materi. dan sumber daya.mengingat dalam jangka pendek. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. pengetahuan.

pengamatan. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. b. eksperimen. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. diskusi kelas. dan e. potensi. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. diskusi kelompok. Metode yang digunakan adalah observasi. Prinsip Pembelajaran PAIKEM PAIKEM sebagai model pembelajaran berbasis kompetensi menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. dan bahan cukup. media. alokasi waktu cukup tersedia. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. d. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. eksperimen. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. c. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. alat. Resitasi. d. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. pengetahuan. ekplorasi. Peserta didik memiliki karakteristik. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. dan kecepatan belajar yang beragam. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. pemecahan masalah. simulasi. dan sebagainya. a. c. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. yaitus ebagai berikut: a. dan tanya jawab. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga .penyegaran c. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. b. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. sumber referensi. penelitian sederhana.

aktivitas. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). retensi. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. 1. Komunikasi. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain . memecahkan masalah. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. memecahkan masalah menarik keputusan. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. makna. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Interaksi. IPS Terpadu). sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. kecakapan sistematis dalam menilai. komunikasi. motivasi. kesulitan maupun ancaman.mencapai ketuntasan yang ditetapkan. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. interaksi dan refleksi. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. 2. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. memberi keyakinan. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. dan transfer dalam belajar. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). memberi keyakinan. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). kreatif. f. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. memang berada pada diri siswa. kecakapan sistematis dalam menilai. persepsi. IPA Terpadu. e. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. menarik keputusan. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Tanggung jawab belajar. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. perhatian. Pembelajaran Terpadu (Tematik. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. pengalaman dan kemandirian siswa.

Sumber: Pembelajaran Berbasis Paikem. tutor. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. cooperating. demonstrasi. presentasi. eksperimen. presentasi. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. 3. diskusi kelompok. Materi Penguatan Pengawas. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Baca lebih lanjut tentang Pembelajaran Kontekstual (contextual teaching and learning: CTL). kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. atau proyek. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).dengan Lesson Study. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. atau simulasi. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. yaitu relating. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. atau proyek. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. 2010 Implementasi Inovasi Pembelajaran Teknik paikem 14 Mar IMPLEMENTASI INOVASI PEMBELAJARAN METODE PAIKEM DI MTs NEGERI CIAMIS Abstrak . peran guru sebagai fasilitator. tanya jawab. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. applying. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. observasi lingkungan. observasi lingkungan. experiencing. diskusi kelas. atau demonstrasi. 1. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. atau simulasi. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. eksperimen. Ditjen PMPTK Kemendiknas. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. observasi di sekolah. Metode yang digunakan seperti penugasan. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. diskusi kelas. 2. tanya jawab. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. demonstrasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. teman belajar. observasi di sekolah. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran).

PAIKEM. juga memandu segenap proses pembelajaran. Teachers are also provided with some training to assist with the implementation of learning innovations in schools. Guru-guru tersebut dibekali dengan beberapa latihan untuk membantu implementasi metode tersebut di sekolah. Sebagian guru-guru mempraktekkan metode PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa. as well as guide the whole process of learning. there are some teachers who are facing problems in its . Kata kunci : Inovasi Pendidikan. Sebanyak 59 siswa orang MTs Ciamis menjadi responden kajian ini. Pengajar yang profesional ditandai dari penguasaan kelas yang diasuhnya untuk mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar yang optimal. Most of the teachers in learning the practice of innovation in schools. Metode yang menitikberatkan bahwa belajar itu adalah menyenangkan. Sehingga kerjasama yang baik antara guru dengan pihak-pihak yang terkait untuk implementasi inovasi pembelajaran harus ditingkatkan Berbagai metode pengajaran dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa di MTs Negeri Ciamis khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. masih ada sebagian guru yang menghadapi masalah dalam pelaksanaannya. IMPLEMENTATION OF EDUCATION INNOVATION BY USING PAIKEM METHODE AT MTS NEGERI CIAMIS Abstract A determined learning success by the tips of each teacher in the classroom as teachers than as people who play a role in the process of transformation of knowledge and skills. However.Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar di kelas dalam meciptakan proses pengajaran. Namun demikian. Professional teachers who can be a sign of the extent to which he was master class fosterage. Hal tersebut terjadi karena pengajar selain sebagai orang yang berperan dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan. metode pengajaran. to deliver learners achieve optimal learning outcomes. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan impelementasi inovasi PAIKEM hasilnya lebih baik dibanding dengan sistem pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat kepada guru. Salah satu yang digunakan adalah metode PAIKEM.

di mana telah mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal. a. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru dituntut untuk senantiasa berperan aktif dan eksis dalam dunia pendidikan sesuai dengan zaman yang selalu berkembang. Itulah sebabnya setiap adanya implementasi inovasi pembelajaran. dengan dukungan elemen terkait supaya tidak terjadi kemandekan pada dunia pendidikan kemudian akan berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik. akan dihasilkan oleh pembelajaran yang sering bermuara pada faktor kemampuan guru. Guru sebagai pengajar atau pendidik. b. merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap usaha pendidikan dengan pengajaran. Keywords: educational innovation. Many methods of education are implemented to increasing capability of MTs Negeri Ciamis students particularly in social science. khususnya mengenai masalah kurikulum dan peningkatan sumber daya yang dimiliki oleh siswa. The study results found that learning with innovation PAIKEM Implementation results are better with the conventional learning system or as a teacher in the learning resource center. Dalam dunia pendidikan inovasi adalah tantangan penyelenggaraan pendidikan yang berkwalitas yang merupakan cita-cita mulia bangsa Indonesia. ekonomi. Rumusan Masalah Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi. PAIKEM Pendahuluan 1. The method is to conduct of education with fun. implementasi gagasan inovasi pendidikan oleh seorang pendidik sangatlah diperlukan. Therefore need good cooperation between the teachers with related parties for the implementation of learning innovation must be increased. Keahlian dan kepribadian guru merupakan salah satu faktor yang sangat berperan sekaligus menjadi loncatan bagi siswa untuk meraih keberhasilan khususnya prestasi baik dari segi analisis maupun kemampuan mendayagunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. A total of 59 students from two classes of MTs Negeri Ciamis were respondents in this study. Permasalahan utama Mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidup menjadi lebih baik itu adalah syarat mutlak untuk tidak tertinggal atau tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. Oleh karena itu. One of them is PAIKEM method.implementation. educational method. tidak lagi mengenal batas-batas . . social dan lain-lain.

Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. pembusukan makanan. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. baik guru maupun yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi yang terintegrasi dan berkesinambungan. pemalsuan produk. media. kemacetan lalu lintas. Dsb . kejahatan. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam bidang pendidikan. wabah penyakit. umpamanya masalah kemiskinan. Setiap orang atau individu dalam pendidikan hendaknya berperan dalam implementasi inovasi pengajaran karena prestasi pendidikan tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang semakin canggih dan inovatif. metodologi pengajaran. memecahkan masalah menarik keputusan. antara lain dalam hal manajemen pendidikan. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan. implementasi kurikulum. ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). pelatihan guru. Semua pihak yang berperan serta dalam proses inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan. Di sini dibutuhkan manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi implementasi inovasi pengajaran agar organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas. Tujuan dan Manfaat Kajian/tulisan Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Prestasi individu dalam pendidikan merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi organisasi pendidikan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). sasarannya dan perencanaan maupun strategi yang dipergunakan. kegagalan panen. banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan.negara dan teritori. terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan. Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut. sumber belajar. Bagaimana implementasi inovasi pengajaran di Indonesia untuk mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan. Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. kecakapan sistematis dalam menilai. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam sistem mekanisme pasar global. memberi keyakinan. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). c. dsb.

Memfasilitasi formasi pasar.Implemantasi Inovasi pengajaran dalam pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain oleh Johnson dan Jacobson (dalam Taufik. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pengajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Dari pendapat diatas penulis menarik kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. dan Menyenangkan. yaitu mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya. gagasan. Inovatif. Sedangkan menurut Kusmana (2010: 4) inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Landasan Teori Pengertian Inovasi Inovasi adalah suatu ide . yaitu modal. mempertanyakan. Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi. karna mempunyai manfaat utama sebagai berikut : • • • • • Menciptakan pengetahuan baru. 2009). Memfasilitasi penciptaan ekonomi eksternal yang positif (dalam bentuk pertukaran informasi. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi . kualitas dan efektivitas. Efektif. Kreatif. dan mengemukakan gagasan. pengetahuan dan visi). Oleh sebab itu. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. kompetensi dan sumber daya lainnya. relevansi. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011). Memasok/menyediakan sumber daya.

tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. auditory atau kemampuan mendengar. (5) membedakan. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Implementasi pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya dengan metode mengakomodir setiap karakteristik diri. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. (4) rangkaian verbal. jika cara pengajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Menurut hasil penelitian. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak . Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne. Guru dapat membantu proses ini dengan caracara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). yaitu: (1) belajar isyarat.1985 (dalam Kemendiknas : 2011) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. maka pembelajaran bertentangan dengan hakikat belajar. (6) pembentukan konsep. keterbatasan pilihan. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. perasaan tertekan . (3) rangkaian gerak. kemungkinan kegagalan. dan tentu saja rasa bosan. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Sehingga. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. dan kinestetik. dengan memberikan ide-ide. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu.terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. (2) stimulus-respon.

menyenangkan. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. menantang. . Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Berdasarkan inovasi PAIKEM. maka rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) haruslah berfokus pada siswa. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran.kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. elaborasi. inspiratif. termasuk cara belajar kelompok. 3. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. 5. menyenangkan. dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. penilaian hasil pembelajaran. 2008 (dalam Pusbang Tendik. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. minat. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. 2011) Secara garis besar. kegiatan inti dan kegiatan penutup. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. kreativitas. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan cocok bagi siswa. dan kemandirian sesuai dengan bakat. untuk mengungkapkan gagasannya. Penerapan PAKEM dalam Implementasi Pembelajaran Menurut Tarmizi. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. pelaksanaan proses pembelajaran. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD). 2. makna. PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. dan konfirmasi.

motivasi. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Mengemukakan pendapat Presentasi laporan Memajangkan hasil kerja Ungkap gagasan Interaksi. perhatian. • • • • • Mengapa demikian? Apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. dan transfer dalam belajar. • • • • • • Diskusi Tanya jawab Lempar lagi pertanyaan Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. pengalaman dan kemandirian siswa. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. Komunikasi.aktivitas. Tanggung jawab belajar. persepsi. komunikasi. bentuknya antara lain: c. interaksi dan refleksi. a. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. d. Metodologi . retensi. bentuknya antara lain: • • • • b. memang berada pada diri siswa. • • • • • • Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: Melakukan pengamatan Melakukan percobaan Melakukan penyelidikan Melakukan wawancara Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.

guru: a. c. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna. lingkungan. Maksud dari eksplorasi. b. studio. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip bahwa guru dan belajar didapatkan dari aneka sumber. . d. dan bertindak tanpa rasa takut. elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut. Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi. 1. a. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif. memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru. c. guru: a. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. media pembelajaran. menyelesaikan masalah. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. b. elaborasi. diskusi. dan sumber belajar lain. 1. dan konfirmasi. dan sumber belajar lainnya. menganalisis. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar. Metode Kajian yang digunakan Adapun kegiatan inti menggunakan metode observasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. d. yang meliputi proses eksplorasi. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. dan e. atau lapangan. e.1. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. memberi kesempatan untuk berpikir. 2.

f. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; g. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; h. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. 3. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik, b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

• • • •

berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah; memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Dalam kegiatan penutup, guru:
• • • •

bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

1. b.

Objek Kajian

Objek kajian siswa dan guru MTs Negeri Ciamis yang berjumlah 57 orang, dan kajian ini di lakukan pada minggu ke dua pada bulan Maret 2012. 1. c. Sumber Data

Sumber data dalam kajian ini adalah guru mata pelajaran IPS kelas VIII (Agus Gozali, M.Pd) dan siswa MTs Negeri Ciamis terbagi menjadi 2 kelompok observasi yaitu kelas VIII a dan VIII b. Kelompok yang pertama (VIII a) : dengan implementasi Inovasi pendidikan dengan dengan kajian tiga kali pertemuan sebagai berikut : Tujuan Pembelajaran : 1. 2. 3. Menunjukkan letak aliran sungai Bengawan Solo Menyebutkan kota-kota yang dilalui aliran sungai Bengawan Solo Mendeskripsikan kondisi alam di lembah Bengawan Solo

4. Menjelaskan hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara 5. Menjelaskan corak kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat pra-aksara.

Pertemuan ke 1
• • • •

• •

Kelas dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Tiap kelompok mencari informasi dari internet sekolah yang berkaitan dengan kondisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat disekitar lembah Bengawan. Tiap kelompok mendiskusikan / membahas informasi yang telah ditemukan dari sumber, membuat laporan hasil diskusi dan mempresentasikan hasilnya. Masing-masing kelompok mengamati peta Jawa Tengah di internet khususnya Surakarta dan menginterpretasikan letak aliran sungai bengawan Solo dan menunjukkan kota-kota yang dilalui alran sungai Bengawan Solo. Membuat peta aliran sungai Bengawan Solo Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat / pekerjaan siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke 2

Siswa dibagi ke dalam kelompok

Setiap kelompok mengkaji materi pelajaran dengan mempelajari di internet sekolah dan mendiskusikan :

ü Bukti-bukti apa menunjukkan adanya zaman pra-aksara? ü Bagaimana kehidupan ekonomi zaman pra aksara. ü Bagaimana kehidupan sosila-budaya zaman pra aksara ü Bagaimana hubungan antara kondisi alam lembah Bengawan Solo dengan penemuan fosil-fosil manusia pra-aksara ?
• •

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, dilanjutkan tanggapan dari kelompok lain Guru memberi tanggapan dan penguatan terhadap pendapat-pendapat siswa dan membuat kesimpulan dengan merujuk pada referensi atau pendapat para ahli

Pertemuan ke tiga
• • • • • • •

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok Setiap kelompok mengkaji materi tentang corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara melalui internet. Setiap kelompok melakukan studi kasus tentang diminta corak kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya manusia zaman pra aksara Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Kelompok lain memberikan tanggapan ,sanggahan dan pendapat terhadap materi yang disajikan Tanya jawab corak kehidupan ekonomi, sosial dan budaya manusia. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap pendapat dan pertanyaan para siswa dengan merujuk pada referensi dan pendapat para ahli :

Kelompok yang kedua (VIII b)

Dalam tiga kali pertemuan, kelompok ke dua menggunakan cara konvensional, yaitu pembelajaran terpusat pada guru. 1. d. Prosedur Penelitian

Obyek : kelas VIII a yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok pertama dengan implementasi inovasi pengajaran PAIKEM, dan kelas VIII b jumlah 30 orang sebagai kelompok kedua dengan menggunakan pola pembelajaran konvensional. Mata pelajaran yang di bahas adalah IPS terpadu, dengan 3 kali perbandingan antara kelompok yang menggunakan implementasi inovasi pengajaran dan kelompok kedua yang dengan mengunakan cara konvensional. Untuk mengetahui hasil pembelajaran diadakan test awal (pre test) dan test akhir (Posttest).

Berikut adalah hasilnya Pertemuan ke 1 2 3 Kelas VIII a pre test Posttest 65, 45 84, 35 64, 98 86, 17 66, 37 85, 20 Kelas VIII b pre test Posttest 64, 74 75, 89 63, 26 78, 29 62, 27 76, 15 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1. Kelompok pertama yang menggunakan metode PAIKEM yang berlandaskan implementasi inovasi pembelajaran hasilnya lebih baik terbukti dari nilai posttest yang lebih baik dari kelompok ke dua yang menggunakan cara konvensional. 2. Peran guru dalam implementasi inovasi pembelajaran adalah guru dituntut mampu mewujudkan PAIKEM dalam kelas sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan dengan mudah dan maksimal, penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran harus memperhatikan fungsi dari media tersebut, guru juga harus mempunyai ketrampilan untuk mensiasati media ke alat yang lebih sederhana tanpa hanya mengandalkan fasilitas dari sekolah, kegiatan mengajar belajar semestinya dapat diimplementasikan dalam realitas kehidupan, evaluasi pembelajaran saat ini menuntut tidak hanya penilaian terhadap akademis peserta didik, akan tetapi juga penilaian melalui pendekatan afektif atau perkembangan sikap siswa; 3. hasil dalam implementasi inovasi pembelajaran dijabarkan ke dalam tiga hal yaitu motivasi belajar siswa menjadi bertambah, perubahan perilaku siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, dan hasil belajar siswa yang meningkat; 4. kendala dalam implementasi inovasi pembelajaran dirasakan oleh guru dan murid, guru merasa takut dan tidak percaya dengan kemampuannya sedangkan murid harus merubah cara belajar mereka dari pasif menjadi aktif, dukungan dari sekolah terwakili dengan adanya budaya sekolah yang mencerminkan aplikasi dari pelajaran PKn yaitu sikap toleransi dan saling menghargai dan kebijakan sekolah yang memberi kebebasan kepada guru guna terwujudnya pembelajaran inovatif; 5. dampak dari implementasi inovasi pembelajaran berimbas kepada guru dan siswa, guru meninggalkan pembelajaran konvensional menuju pembelajaran inovatif, guru menjadi bertambah inovatif dalam melakukan pembelajaran dan bagi siswa telah merubah siswa menjadi subyek belajar yang aktif dalam kegiatan mengajar belajar. Keterangan hasil A>B A>B A>B

Saran

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetapi juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.Inovasi pendidikan sebagai usaha perubahan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatakan semua unsur yang terkait di dalamnya, seperti inovator, penyelenggara inovasi seperti guru dan siswa. Disamping itu, kesalahpahaman yang harus dihindari oleh seorang pendidik dalam implementasi inovasi pendidikan adalah sebagai berikut : 1. PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat. 2. PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah. 3. PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran 4. PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi. Penutup Demikian tulisan ini penulis buat dengan harapan menambah pemahaman dan wawasan dalam implementasi inovasi pengajaran khususnya untuk penulis sendiri, umumnya untuk semua yang membaca tulisan ini.

Daftar Pustaka Tarmizi. pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan. Dalam situs http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-danmenyenangkan/. Dikunjungi 11 Maret 2012 Pusbang Tendik/Badan PSDMP dan PMP-Kemdiknas/2011

Tatang Taufik. Sistem Inovasi dan Pendidikan. Dalam situs http://sisteminovasi.blogspot.com/2009/01/sistem-inovasi-dan-pendidikan.html. Dikunjungi 24 Februari 2012 Anneahira.Inovasi Pendidikan. Dalam situs http://www.anneahira.com/artikelpendidikan/inovasipendidikan.htm/2011.Dikunjungi 24 Februari 2012 Kusmana, Suherli, Ciamis : pascasarjana unigal press, 2010 LAMPIRAN Gambar 1. Contoh inovasi pola duduk dalam pembelajaran Gambar 2.Siswa berperan aktif dalam pembelajaran Gambar 3. Mencari informasi dari internet Gambar 4.Cara belajar konvensional Biodata Penulis Shilphy Afiattresna Octavia, dilahirkan 04 Oktober 1979 di Ciamis. Pekerjaan saat ini adalah sebagai guru di MTs Negeri Ciamis yang dilakukan sejak tahun 2004. Pendidikan dasar dan menengah dilakukan di Ciamis, Strata 1 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan Srata S2 dalam Manajemen Pendidikan Jurusan Manajemen Sistem Pendidikan di Universitas Galuh Ciamis. (Ciamis, 14 Maret 2012)

Merencanakan pembelajaran
Kegiatan rutin guru setiap tahun sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah sama yaitu membuat rencana pembelajaran. Seperangkat mengajar yang kita buat dibendel dan diserahkan kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk di validasi dan disahkan oleh kepala sekolah. Mengelola proses belajar-mengajar (pembelajaran) adalah upaya secara sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut M. Saekhan Muchith, M.Pd dalam buku pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group, 2008, hal 99 Kemampuan merencanakan pengajaran meliputi :

1. Menguasai perangkat pembelajaran, yaitu kemampuan memahami segala hal yang terkait dengan proses pembelajaran 2. Menyusun analisis materi pelajaran ( AMP), yaitu kemampuan menjabarkan materi dari materi yang bersifat umum ke dalam materi yang khusus, atau menjabarkan standar kompetensi ke dalam indicator keberhasilan pembelajaran. 3. Menyusun program semesteran dan program tahunan, ini merupakan jadwal pelajaran dalam kurun waktu tertentu 4. Menyusun rencana pengajaran, dengan memperhatikan :1. Standar kompetensi siswa, kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran; 2. Indikator keberhasilan, kemampuan atau ketrampilan yang ditampilkan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran. Indikator ini perlu dilihat dari segi intelektual (kognitif) dan juga ketrampilan mekanik (psikomotor); 3. Perumusan tujuan pengajaran, yaitu aspek kemampuan yang harus dicapai melalui proses pengajaran; 4. Pemilihan bahan dan urutan bahan, yang perlu diingat bahwa bahan pembelajaran tidak hanya dari buku panduan saja, tetapi bahan pembelajaran bisa diperoleh dari mana saja, apa saja asalkan mampu memberikan kemampuan akademik siswa; 5. Pemilihan metode mengajar, motode yang ideal adalah metode yang sesuai dengan materi, dengan perlengkapan sarana, sesuai dengan waktu, sesuai dengan kemampuan guru, dan sesuai dengan kemampuan siswa; 6. Pemilihan sarana / alat pendidikan, guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan memberdayakan segala sarana untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran; 7. Pemilihan stategi evaluasi, evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui tentang (a) kemampuan siswa mengetahui materi pelajaran, (b) mengetahui kekurangan dan kelebihan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (c) mengetahui keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin lembaga pendidikan Model pembelajaran terakhir yang aku dengar adalah model pembelajaran PAIKEM, yaitu model yang dalam proses pembelajarannya menjadikan siswa menjadi aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Dalam melaksanakan model PAIKEM, guru harus memperhatikan : 1. Memahami sifat yang dimiliki anak; 2. Mengenal anak secara perorangan; 3. Memanfaatkan perilaku anak dalam mengorganisasian belajar; 4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan untuk memecahkan masalah; 5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik; 6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar; 7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar; 8. Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental. Dalam buku yang digunakan untuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) rayon 16 Jember, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk melaksanakan PAIKEM ditunjukkan beberapa kegiatan guru dan siswa. Juga kemampuan yang perlu dikuasasi guru untuk menciptakan suasana aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Contoh KBM model PAIKEM :

Komponen pembelajaran

hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
• • • • • •

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran

Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan

Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya :

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

• • • •

Alat yang sudah ada / dibuat sendiri. Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan

Siswa :
• •

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembankan ketrampilan

• •

Melakukan percobaan, pengamatan atau wawancara Mengumpulkan data / jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri

Menulis laporan / hasil karya lain dengan kata kata sendiri Melalui :

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan

• • • •

Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan hasil pemikiran siswa sendiri Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan ( untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut Tugas perbaikan atau pengayaan yang diberikan Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari

Guru Menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa

• •

Guru mengkaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari

dkk 2004 : 64-67) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi 4 model : 1. dan pekerjaan. kuis. etnis. dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menyelesaikan materi pembelajaran. NILAI 1. 3. Grup investigation (GI). kemudian mempresentasikan materi tersebut kepala kelompok yang lain (Hadisubroto. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Number head together (NHT). Model pembelajaran STAD adalah siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran lain untuk menuntaskan materi pembelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami materi tutorial. Jigsaw.Model pembelajaran yang dapat mendukung proses PAIKEM adalah pembelajaran kooperatif. Abdurrahman dan Bintoro ( dalam nurhadi. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. yaitu siswa saling berinteraksi untuk memecahkan masalah. 4. tindakan. budaya dan tujuan pendidikan nasional. 2. 2000: 21-22) Pembelajaran jigsaw adalah cara pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memberikan tugas kelompok kepada siswa. baik menentukan topic maupun cara mempelajari melalui investigasi. kita juga memperhatikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. Student teams achiement devision (STAD). 2. Menurut Nurhadi. terdapat sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Dalam merencanakan pembelajaran tidak hanya memperhatikan model pembelajaran. dan agama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topic. Model ini melibatkan siswa sejak perencanaan. dan diskusi ( Ibrahim. 1998: 20) Model pembelajaran GI adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda baik dari segi gender. tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan berkomunikasi maupun ketrampilan proses kelompok. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Jujur . karena model ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa selama proses belajar mengajar. pancasila. diidentifikasi dari sumber-sumber : agama.

dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. kepedulian. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. Cinta Damai Sikap. bersikap. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Cinta Tanah Air Cara berfikir. perkataan. dilihat. 12. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. ekonomi. etnis. 15. bersikap. 5. 13. dan didengar. sosial. 11. dan . 8. lingkungan fisik. budaya. bertindak.NILAI 3. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. bergaul. 14. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. 10. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. suku. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. 16. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang Komuniktif berbicara. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Demokratis Cara berfikir. 6. dan mengakui. serta menghormati keberhasilan orang lain. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. 7. 4. pendapat. Toleransi DESKRIPSI Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. dan bekerja sama dengan orang lain. dan politik bangsa. sikap. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. 9.

24 jam perminggu. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.NILAI 17. jakarta. digunakan terbatas untuk pendidikan dan latihan profesi guru rayon 16 universitas jember Kementerian pendidikan nasional. pembelajaran kontektual yang diterbitkan RaSail Media Group. PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. Tim penyusun modul rayon 16 universitas jember. sosial dan budaya). jakarta. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Tanggung-jawab DESKRIPSI mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. lingkungan (alam. pedoman sekolah. Semoga tahun sekarang lebih baik pelayananku kepada siswa dari pada tahun yang lalu. yang seharusnya dia lakukan. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP . Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Saekhan Muchith. Peduli Sosial 18. Tahun pelajaran sekarang. 2010 dalam buku : pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. pedoman sekolah. Sumber : Kementerian pendidikan nasional. aku dapat tugas mengajar 4 pelajaran. 2008. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. terhadap diri sendiri. badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum. Sumber pustaka : M. masyarakat. Berarti membuat 4 perangkat pembelajaran.Pd . Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. M.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Selain PAIKEM. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. menyenangkan. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. dinamis dan dialogis. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. 1. . Kreatif. B.pada tahun 2005. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. 2007). Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Inovatif. Thailand (73). 2007). Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. melainkan sebagai subyek didik. UU No. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. Singapura (25). a. kreatif. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. b. Brunei (33). Dengan demikian. topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Menyenangkan). Malaysia (61).. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. Philipina (84). Efektif. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif.

Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. 2. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. mempertanyakan. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. Secara garis besar. untuk mengungkapkan gagasannya. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif.BAB II PEMBAHASAN A. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. 5. Sehingga. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian. menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM . tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. dan cocok bagi siswa. Kreatif. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. 3. 2. dan mengemukakan gagasan. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. Efektif. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas. 2007). termasuk cara belajar kelompok. Inovatif. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. dan Menyenangkan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

..Dalam melaksanakan PAIKEM. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. kapan”. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. Kritis untuk menganalisis masalah. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Dengan umpan balik. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. kreatif. sehingga mereka mampu . mempertanyakan gagasan orang lain. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. (2008). 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan yang mendalam pada diri anak. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. 2007). Tugas guru adalah mengembangkannya. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. berapa. Sering bertanya. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . 2007). Dengan mengenal kemampuan anak. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory). 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. menurut Suprijanto dkk. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka.

Sesuai mata pelajaran. 3. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2.4.merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. pengamatan. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Pada saat yang sama. percobaan. Indikator : Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. Siswa: Melakukan percobaan. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme . Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. guru menggunakan. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. 2007) 4.

dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur.Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok . peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2.

Artinya.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . Berdasarkan masalah di atas.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Sebagai contoh : . Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . Presentasikan rancangan eksperimen . Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji 3.Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3. Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5.Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih.

(2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. 2. Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. Dalam tulisannya yang lain. Meski pada awalnya. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. melaksanakan. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. 2008). Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. di luar peserta Lesson Study. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. yaitu: 1. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat.6. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7. 2008). Presentasikan laporan B. yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka . Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. dalam merencanakan. Tujuan bersama untuk jangka panjang. 2009). berdasarkan data. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. Buatlah laporan penelitian 8. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. LESSON STUDY 1.

(6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. 4. partisipasi. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. Sementara itu. Materi pelajaran yang penting. (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. 3. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa diambil dari Lesson Study. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study . Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study.panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. misalnya. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. Dengan melakukan pengamatan langsung. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. Observasi pembelajaran secara langsung. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. dan bukan sebagai pengganti. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. pengembangan kemampuan individual siswa. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. dan sebagainya. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. Studi tentang siswa secara cermat. 2. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa.

Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). 4. 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. dijumpai beberapa pendapat. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. 2008).(Sudrajat. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. 4. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. 3. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. 2. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan . yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. yaitu: 1. Sementara itu. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). Pemerintah melalui Permen no. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). 3.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah.

yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung.pembelajaran. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. siswabahan ajar. 7. siswa-lingkungan lainnya. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. atau pengawas sekolah. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. 2. 5. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. kepala sekolah. diantaranya: 1. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. 4. cara membelajarkan siswa. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. dan sebagainya. 3. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selanjutnya. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. baik pada tahap awal. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. 2). dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. 6. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. siswa-guru. seperti tentang: kompetensi dasar. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran . 5. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. Untuk lebih jelasnya. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP.

5. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu . baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. maupun menajerial. 3). Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4.2. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. Indikator : 1. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. Pada tataran individual. Dalam menyampaikan saran-saranya. Pada tataran manajerial.berlangsung. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Menganilisis hubungan antara ekosistem. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. baik pada tataran indiividual.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Oleh karena itu. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. tidak berdasarkan opininya. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. Selanjutnya. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.

Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan . Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III. Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3. Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV. Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4.Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” . Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. . peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2.2.

Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi Penilaian 1. Penilaian terhadap LKPD .Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3.

Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Oleh karena itu. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. dari antara 40. lumpur terus menyembur setiap harinya. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). Pertama. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi. Jawa Timur.000 meter kubik per hari menjadi 126. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan.000 m3 sampai 60. Namun demikian. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. Kecamatan Porong.000 m3 per hari. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. Kabupaten Sidoarjo. hingga saat ini. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. sejak tanggal 27 Mei 2006.000 meter kubik per hari. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui.Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1).000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan . Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo.000 m3 per hari. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. Kedua. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo.000 meter kubik per hari. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo.2. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut.

................................ mencapai Rp10.......................... Jawa Timur... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen. bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya............. Guru Pengajar : ............................. Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3..................... karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id................................................ Konsep : .......penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain................................. Freddy Numberi...........9 miliar per tahun..................... 5 September 2006............................................... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo........ Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong......... Metode Pembelajaran : ........................ Bidang Studi : ... diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]. Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5.... Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : ............ 1........................................ Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4..... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI................. seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo.......................wikipedia.. Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut...... Menteri Kelautan dan Perikanan.............org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini.................................................. Asal Sekolah : .......... Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini........... ....... Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2................

.................... 3........................................... Pengalaman Mengajar: ................................................................... 2...................................................................................................................................................................................... Mata Pembelajaran : ................................... Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? .... 1....................................................................................................................................................................................... ....................................................................... Nama Observer : ................................. Kelas : ............................. DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No................................... Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ........................................................... Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ..................................................................................... 3.................. .............................................................................. ................................................................................................................................................................................................. 4.............................................. ..... ..................................................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ........................................................ Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ..................................................................................................................... 2................................................................. 2....................................................................... ........................................................................................................................................................ 3................................................................................................ ....... 1....................................... Guru Pengajar : ............................................................................................................................................................................................................................ Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ...................... Asal Sekolah : .............. Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? ..... Tempat : ................. Nama Bidang Studi Tanda Tangan 1................ Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ........................................................................................................................................... Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? .......................................................................................................... 4........................................................... ....................Waktu : .................. .....................................................................................................................................................................................................

C. Hendayana dkk. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Sudrajat. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. (http://akhmadsudrajat.. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. Jakarta. Malang . Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. Ahmad.BAB III PENUTUP A. Inovatif. Efektif. 2008. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Model-model Pembelajaran untuk PTK. dkk. Depdiknas. (online). 2007. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Lesson Study Berbasis Sekolah.com/. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Malang. 2002. B. Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. 2009. 2007. Bayumedia Publishing.worpress. FPMIPA UPI dan JICA. Kreatif. diakses 16 Mei 2009) Susilo.

.............................. A................................................................................... i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 9 9 10 .................................................................. Pelaksanaan PAIKEM ................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study .. Pengertian PAIKEM ............ C............................................................................wordpress.............................................................. Rumusan Masalah ....................................................... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM ....................................................... BAB II.......................................................................... LESSON STUDY .................................. A....... 1............................. DAFTAR ISI ................. Contoh Skenario Pembelajaran ....................... 3................. 4........ (online)...........................com/................................................. 5.................... Manfaat Lesson Study . Kesimpulan ................... 2.................................................................... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ........... 4.............. 2008......................................... PENDAHULUAN .................................... Hakekat Lesson Study .......... B............................ PENUTUP ............ 2... PAIKEM.............. B.................................. DAFTAR PUSTAKA .. Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study .................................................................................................................................................. PEMBELAJARAN PAIKEM ....... 3................... Saran ............Tarmizi................................ Latar Belakang .... BAB I. B................. Tujuan Penulisan Makalah ................................. diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .......................................................... 1..................... (http://tarmizi...................... A. PEMBAHASAN......................................... BAB III.......

M.12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. M. Dr.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. SOEDJONO BASUKI. Dr. H. SRI ENDAH INDRIWATI. Hj.Pd 2. 608682521992 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI .

tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1. dan Bapak Dr. M. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. PEMBELAJARAN Kamis.22 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: ADMINISTRASI. Hj. selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. 04 Agustus 2011 PEMBELAJARAN PAIKEM TRISNO MARSA BAB I PENDAHULUAN A. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. Latar Belakang Isu yang terus bergulir di bidang pendidikan akhir-akhir ini adalah mengenai berbagai . Soedjono Basuki. Mei 2009 Diposkan oleh Trisno Marsa di 03. Malang. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. H. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. Oleh sebab itu koreksi. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study.Pd.Pd. Sri Endah Indriwati M. Akirnya.MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT.

Selain PAIKEM. b. Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sangat rendah berperan sangat signifikan terhadap mutu pendidikan kita. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Singapura (25). maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. kreatif. Brunei (33). Untuk mengetahui pelaksanaan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran biologi. pola pembelajaran pun berubah dari pola behavioristik menjadi konstruktivistik. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki (Hartono. dan Vietnam (108) (Hendayana dkk. yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. a. Thailand (73). menyenangkan. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 40 ayat (2) point (a) menyatakan dengan jelas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. melainkan sebagai subyek didik. Peserta didik tidak lagi dijadikan obyek pembelajaran. Bagaimanakah pelaksanaan PAIKEM ? 2. Berdasarkan indeks pembangunan manusia (HDI) yang diteliti UNDP pada tahun 2005. Efektif. Malaysia (61). Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. . topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study. 2007). Inovatif. Untuk mengetahui pelaksanaan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran biologi. Pola pembelajaran konstruktivistik lebih menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. UU No. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memainkan peranan penting pada peningkatan mutu pendidikan. Sejalan dengan strategi pembelajaran aktif. B. Dengan demikian. Philipina (84).upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Menyenangkan). Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru.. 1. dewasa ini guru-guru diarahkan untuk menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Bagaimanakah pelaksanaan Lessons Study ? C. mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia dan di ASEAN pun Indonesia ketinggalan dari negara-negara tetangga kita. Kreatif. dinamis dan dialogis. 2007).

Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Pengertian PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. gambaran PAIKEM yang dijelaskan oleh Depdiknas (2007) adalah sebagai berikut: 1. Kreatif. Inovatif dimaksudkan agar siswa memiliki daya imajinasi yang dituangkan dalam ide-ide yang tidak ketinggalan jaman. Jika pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. termasuk cara belajar kelompok. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Sehingga. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. 2. 5. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. untuk mengungkapkan gagasannya. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dan melibatkam siswa dalam menciptakan . Menurut hasil penelitian. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. mempertanyakan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. 2007). Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. dan mengemukakan gagasan. dan Menyenangkan. Inovatif. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. dan cocok bagi siswa. Efektif. menyenangkan. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa (Depdiknas.BAB II PEMBAHASAN A. 3. PEMBELAJARAN PAIKEM 1. Secara garis besar.

dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. misalnya dengan memajang hasil karya siswa. lingkungan sosial dan budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. 2007). 2) Mengenal anak secara perorangan Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. kapan”. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu) (Depdiknas. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan memberi kesan . 2007). Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.lingkungan sekolahnya. 1) Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan tidak hanya lingkungan fisik. 2. Kritis untuk menganalisis masalah. Dengan mengenal kemampuan anak. seperti yang dikemukan Thorndike dengan teori belajarnya. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. menurut Suprijanto dkk. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain.” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM Dalam melaksanakan PAIKEM.. misalnya dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika . 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik sangat disarankan. Hasil pekerjaan yang dipajang diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dengan umpan balik. 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. antara lain dengan sering-sering mengajukan pertanyaan terbuka. Tugas guru adalah mengembangkannya.. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. berapa. mempertanyakan gagasan orang lain. Guru hendaknya mengembangkan aktif mental pada anak didik. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal (Depdiknas. siswa dapat mengetahui kekuatan serta kelemahannya. 9) Membuat pembelajaran yang menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat ingatan siswa lebih kuat karena ada hubungan stimulus-respon yang berulang. 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Sering bertanya. (2008). kreatif. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar.

Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan. Pelaksanaan PAIKEM Gambaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Siswa: Melakukan percobaan. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik (Depdiknas. Melalui: Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Kemampuan Guru Pembelajaran Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. 3. 2007) 4. percobaan. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2. misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Lingkungan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktifitas tersebut. guru menggunakan. sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. Pada saat yang sama. Akibat dari ini adalah anak didik mampu mempertahankan stimulus dalam memori mereka dalam waktu lama (longterm memory).4. pengamatan. Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM Standar Kompetensi : 2. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Sesuai mata pelajaran. mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru. dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.yang mendalam pada diri anak. Indikator : .

Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : Perancangan Eksperimen No Kegiatan Guru Peserta Didik 1 Kegiatan Awal . Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme Strategi Pembelajaran Eksperimen dengan pendekatan Group Investigation IV. peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing) 2. peserta didik menjawab sesuai pengetahuannya ) Menulis topic yang akan dipelajari Menulis tujuan pembelajaran Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.Melaporkan proses pembuatan suatu produk yang menggunakan jamur III. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan eksperimen .Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi oleh jamur. dengan mengajukan pertanyaan “ Produk pengawetan ini menggunakan proses apa?” Melanjutkan pertanyaan “Ada yang dapat menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe ?” Menuliskan topic yang akan dipelajari yaitu Pembuatan produk makanan menggunakan jamur Menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “ Bagaimana cara memvariasi pembuiatan tempe ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab “ fermentasi”) Menjawab pertanyaan guru (harapan guru.

anda dapat membuat berbagai perlakuan pada pembuatan tempe. Berdasarkan masalah di atas. Buatlah rumusan masalah dari eksperimen yang akan anda lakukan 2. Sebagai contoh : .Meminta peserta didik mempelajari tugasnya dan memberi waktu untuk bekerja kelompok Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberi penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Memberikan penjelasan singkat Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru serta memilih salah satu anggotanya sebagai ketua kelompok Masing-masing kelompok mendapat materi tugas yang berbeda Mempelajari tugas dan mengerjakan lembar kerja Ketua Kelompok dan anggotanya menyampaikan dalam diskusi kelas Mencatat penguatan yang diberikan guru Mencatat penjelasan guru 3.variasi tempe dari berbagai jenis kacang Petunjuk Kegiatan : 1. Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut . Artinya.Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Menyimpulkan materi pelajaran Pertemuan II : Siswa melakukan ekperimen Pertemuan III : Siswa mempresentasikan hasil eksperimen Kegiatan akhir: evaluasi LEMBAR KERJA SISWA Perancangan Eksperimen Topik : Variasi Pembuatan Tempe Tujuan : Melalui kegiatan ini anda diharapkan dapat merancang eksperimen untuk membuat tempe yang memiliki nilai lebih.pengaruh variasi pembungkus tempe terhadap rasa tempe . nyatakan rumusan hipotesis yang akan anda uji .

Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. melaksanakan. Manfaat Lesson Study Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama. Buatlah laporan penelitian 8. Hakekat Lesson Study Konsep dan praktik Lesson Study pertama kali dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang. Laksanakan eksperimen berdasarkan rancangan 7.3. bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. LESSON STUDY 1. yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan. Sementara di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa. Meski pada awalnya. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran. (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. di luar peserta Lesson Study. yang diperolehnya berdasarkan hasil . 2. namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis. yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terusmenerus. 2008). Catherine Lewis dalam Sudrajat (2084) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. 2008). dalam merencanakan. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri. Dalam tulisannya yang lain. termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993 (Sudrajat. berdasarkan data. (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya. mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Deskripsikan rancangan eksperimen yang akan dilakukan 5. Identifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel responsnya 4. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain. Presentasikan rancangan eksperimen 6. tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management. 2009). baik pada tataran individual maupun manajerial (Sudrajat. yang dalam bahasa Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo (Susilo. dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar. Presentasikan laporan B.

Sementara itu. baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa. yaitu: 1. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. 2. 4. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. (5) mengembangkan keahlian dalam mengajar. dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang. menurut Lesson Study Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa . Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: (1) memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan. materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa. Materi pelajaran yang penting. pengembangan kemampuan individual siswa. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver). dan (7) mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me). apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. Studi tentang siswa secara cermat. 3. pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa. (6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial. Observasi pembelajaran secara langsung. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas. misalnya. (4) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa. dan sebagainya.observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas. baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. serta halhal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. Dengan demikian. dan bukan sebagai pengganti. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan. (3) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study). Berdasarkan wawancara dengan sejumlah guru di Jepang. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. (2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. Dengan melakukan pengamatan langsung. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. Tujuan bersama untuk jangka panjang. partisipasi.

3. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin dalam Sudrajat (2008) mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. b) Keterbukaan terhadap masukan yang diberikan oleh orang lain. Berbagai pengalaman melalui lesson study merupakan suatu hal yang perlu dipelajari karena biasanya guru merasa malu bila proses pembelajaran dilihat orang lain. tidak berusaha mencari hasil pemikiran sendiri yang “asli” atau “murni” yang terpenting adalah hasil pemikiran itu dapat menggalakkan peserta didik untuk belajar. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). 22 tahun 2006 memberikan kebebasan kepada guru dan satuan pendidikan atau sekolah untuk menetapkan sendiri kurikulum yang dianggap paling cocok dengan kondisi sekolah. Pemerintah melalui Permen no. c) Guru pelaksana lesson study mengedepankan sikap mau mengakui kesalahan. a) Semangat “mengkritik diri sendiri” merupakan salah satu nilai yang dikembangkan dalam lesson study (bahasa Jepangnya hansei). Sikap ini perlu dikembangkan oleh guru yang terlibat dalam lesson study. guru dapat memusatkan perhatian dalam mencari cara membelajarkan peserta didik yang terbaik sehingga menarik minat mereka dan berdampak hasil belajar yang mendalam dan tidak mudah melupakan isi pembelajaran karena cukup waktu. yaitu melakukan refleksi secara jujur untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. Dengan karakteristik kurikulum seperti itu.diambil dari Lesson Study. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya. 4. yaitu: 1. Lesson Study akan mudah dilaksanakan bila memenuhi persyaratan kurikulum dan persyaratan sikap guru sebagai berikut. 2) Persyaratan Sikap Guru Lesson study akan mudah dilaksanakan bila guru memiliki lima sikap sebagai berikut. e) Guru mau memberi masukan secara jujur dan penuh respek. d) Bersikap terbuka terhadap ide orang lain. Slamet Mulyana dalam Sudrajat (2008) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. Perubahan akan terjadi bila orang mau menyediakan waktu dan upaya untuk melakukan perubahan karena mungkin di dalamnya ada kesalahan-kesalahan. 2008). 1) Persyaratan Kurikulum Lessons study lebih mungkin dilaksanakan di negara yang kurikulumnya sederhana dan luwes. 2. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study Menurut Susilo (2009). dijumpai beberapa pendapat.Tahap-tahap Pelaksanaan Lessons Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. yaitu : (1) Perencanaan (Plan). (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya. dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study (Sudrajat. Sementara itu. .

5. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk . Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. diantaranya: 1. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. atau pengawas sekolah. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. Untuk lebih jelasnya. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. 2). Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. baik pada tahap awal. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. Selanjutnya. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. 2. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. siswa-lingkungan lainnya. para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sudrajat (2008) mengemukakan tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1) Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. mengumpulkan buktibukti dari pembelajaran siswa. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. siswabahan ajar. 6. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar.3. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. 3. cara membelajarkan siswa. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. 4. siswa-guru. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. dan sebagainya. yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. 5. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran. 4. seperti tentang: kompetensi dasar. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa. kepala sekolah.

Oleh karena itu. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem Kompetensi Dasar : 4. 7. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan.Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan.keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Contoh Skenario Pembelajaran Standar Kompetensi : 4. baik pada tataran indiividual. Dalam menyampaikan saran-saranya. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. maupun menajerial. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan . sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.2. misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Pada tataran individual. tidak berdasarkan opininya. 5. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Menganilisis hubungan antara ekosistem. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. Pada tataran manajerial. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. Selanjutnya. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. 3). dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.

peserta didik dapat menjawab sesuai pengetahuan awal masing-masing) 2. . Menjelaskan pengaruh bahan pencemar terhadap organisme tertentu 2. Kegiatan Inti Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang) Membagikan nomor yang berbeda pada peserta didik dalam kelompok Memberikan LKPD yang berisi wacana serta soal terkait pencemaran lingkungan (setiap kelompok mendapat 5 nomor soal) Meminta peserta didik mengerjakan soal sesuai dengan nomor yang dimiliki . Menjelaskan dampak berbagai bahan pencemar terhadap lingkungan 4.masalah kerusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan I.Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan “ Apa yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang bekerja sebagai pemulung atau petugas kebersihan?” . Starategi Pembelajaran NHT dengan pendekatan PBL IV.Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pencemaran Lingkungan . Menyimpulkan pengaruh bahan pencemar terhadap kehidupan organisme 3. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Guru Peserta Didik 1. Indikator : 1.Mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan “Apa saja dampak bahan pencemar terhadap lingkungan lingkungan ?” Menjawab pertanyaan guru (harapan guru peserta didik menjawab sesuai dengan pemahamannya) Memperhatikan Menjawab pertanyaan guru (harapan guru. Mendeskripsikan upaya pencegahan pencemaran lingkungan III.

Kegiatan Akhir/Tindak Lanjut Membantu siswa menyimpulkan materi pelajaran Memberikan evaluasi Menyimpulkan materi pelajaran Mengerjakan soal-soal evaluasi .Memanggil salah satu nomor peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerjasama mereka Menjadi fasilitator dan moderator diskusi kelas Memberikan penguatan pada hasil diskusi (penguatan berupa konsep-konsep penting) Duduk dalam kelompok yang dibentuk oleh guru Mendapat nomor yang berbeda Membaca LKPD yang diberikan guru Mengerjakan nomor soal yang terdapat pada LKPD yang diberikan guru Mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya Nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Berpartisipasi aktif dalam diskusi Memperhatikan 3.

sejak tanggal 27 Mei 2006.000 m3 per hari. Pertama. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi.000 m3 (Mei-Agustus) menjadi 126. Kabupaten Sidoarjo. lumpur terus menyembur setiap harinya. akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1. Oleh karena itu. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). semburan lumpur "kebetulan" terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong.Penilaian 1. Jawa Timur. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan pengeboran. volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. Kecamatan Porong. Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas . hingga saat ini. dari antara 40. Penilaian proses belajar peserta didik LKPD Banjir Lumpur Panas Sidoarjo Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) .Indonesia Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1).000 m3 sampai 60. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Penilaian terhadap LKPD 2. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Namun demikian. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur.000 meter kubik per hari. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Kedua.000 m3 per hari. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50.. Ekosistem apa saja yang mungkin ada di sekitar lokasi semuran lumpur panas di Sidoarjo 2........... dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI........Sidoardjo langsung ke Kali Porong. Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini.......000 meter kubik per hari menjadi 126.............org/wiki/semburan-lumpur panas di Sidoarjo Jawablah pertanyaan berikut ini................ Salah satu upaya mengatasi luapan lumpur panas adalah dengan dibuang ke laut.............000 meter kubik per hari..............wikipedia.......... 1.. Teknologi apa yang diterapkan untuk menanggulangi lumpur tersebut? 4. ..... Masalah apa yang mungkin timbul akibat pembuangan lumpur tersebut ke laut? Bagaimanakah dampaknya terhadap organisme yang hidup di laut dan lingkungan sekitar perairan tersebut ? Rekap Skor Kelompok Peserta Didik Kelompok Skor Total Wacana 1 Wacana 2 1234512345 I II III LEMBAR OBSERVASI LESSON STUDY Hari/Tanggal : .. Konsep : .. Jawa Timur... Bidang Studi : ..... Freddy Numberi.................. Menteri Kelautan dan Perikanan......... mencapai Rp10....................... Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo......9 miliar per tahun.... Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong... untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain..... bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya........................ Bagaimana pengaruh semburan lumpur tersebut terhadap ekosistem ? 3.. 5 September 2006.............. diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]........... menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen....................... seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo........ Dampak apa saja yang dirasakan masyarakat akibat semburan lumpur tersebut? Adakah pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian Indonesia? 5......... karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai Sumber :http://id...................

............................................... Asal Sekolah : ....................... DAFTAR HADIR PENGAMAT LESSON STUDY No.................................................................................................................... ........ Pengalaman berharga apakah yang saudara peroleh dari kegiatan pembelajaran ini? ............................................................................................................. ............................................................ 4.................................................................................. 3............................................. 4.......................................................................................... .................................................. ........................tahun ANGKET LESSON STUDY UNTUK PESERTA DIDIK Nama : ................... Asal Sekolah : ....... 1... Apakah pembelajaran hari ini menarik (alasan)? .................................. ................. 1........................................................................ Apa kelebihan yang dimiliki guru saat proses pembelajaran untuk kita tiru? .................................... Kelas : ........... Waktu : .................................................Metode Pembelajaran : ................................................................................................................................................................................................................................................................... .......................................................................................... Guru Pengajar : .................................... 2.............................................................. Apa yang sebaiknya ditingkatkan pada pembelajaran hari ini? ........................................................................................................................................................................................................................... Kapan peserta didik mulai berkonsentrasi belajar? ................................................................................................... Apa yang anda dapatkan dari pembelajaran hari ini ? ......................................................................................................................................................................... 2.............................................................. Apa yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini? ...... Nama Bidang Studi Tanda Tangan ............................................................ Nama Observer : ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Kapan peserta didik mulai tidak berkonsentrasi belajar? ........ Guru Pengajar : ............................................................................................................................................................................................. ........................................................ 3............. Pengalaman Mengajar: .............................................................. Tempat : ....................... Mata Pembelajaran : ....................................................................................................................................................................................................................................................................... ........................................

2007. B. C. Depdiknas. Kesimpulan Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif. (http://akhmadsudrajat. diakses 16 Mei 2009) . Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar. 2007. Ahmad. Lesson Study: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Saran Pembelajaran PAIKEM serta Lesson Study pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Inovatif.1. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL). Kreatif. Hendayana dkk. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. DAFTAR PUSTAKA Chotimah. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai karakteristik pribadi yang mereka miliki. Sudrajat. Model-model Pembelajaran untuk PTK.worpress.. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik¬ melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. 2008.com/. Malang. (online). FPMIPA UPI dan JICA. Efektif. 2.¬ Menyenangkan) menekankan pada active learning yang memungkinkan siswa untuk berkreasi. Oleh karena itu guru sebaiknya melakukan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran PAIKEM dan Lessons Study sesederhana apapun. Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang SMA Laboratorium UM. 2002. 3. BAB III PENUTUP A. Jakarta. Dikdasmen-Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

............................. 4.................................... Manfaat Lesson Study ...................... Tujuan Penulisan Makalah ................................................... Tahap-tahap Pelaksanaan Lesson Study ..................................................................... BAB I............................................. 3.................................... 2009........................................................ A........... 2008............ 1.... 2.... B............................ PEMBELAJARAN PAIKEM ......................... Rumusan Masalah ............ A...... C.............................wordpress............... Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAIKEM .... 3................. Latar Belakang ............................. 1. PENUTUP ... PAIKEM.................................................................................................................. PEMBAHASAN..... 4.......... BAB III............................... Hakekat Lesson Study ............. 2............................................ 5................................. Malang Tarmizi................................. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelaksanaan Lesson Study ........ i ii 1 1 2 2 3 3 3 4 6 7 ....... BAB II..................................... LESSON STUDY ....................................................... B....... DAFTAR ISI ......................Susilo..................... (http://tarmizi....... (online)................... Pelaksanaan PAIKEM .. Saran ........................................................................................................... Lesson Study Berbasis Sekolah......................... Kesimpulan ......................................................... Pengertian PAIKEM ...........................................................................................................com/................................................... DAFTAR PUSTAKA .......... diakses 16 Mei 2009) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ................................ PENDAHULUAN ...................................... Contoh Skenario Pembelajaran PAIKEM ... A....... Contoh Skenario Pembelajaran ................ dkk.. B.............. Bayumedia Publishing...

SRI ENDAH INDRIWATI. H. Dr.9 9 10 12 13 16 22 22 22 23 PEMBELAJARAN PAIKEM DAN LESSON STUDY MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi I Yang dibina oleh : 1. Hj. M. SOEDJONO BASUKI. M.Pd 2. Dr.Pd Oleh ROHMAWATI NIM. 608682521992 .

selaku dosen pembimbing mata kuliah PBM Bidang Studi Biologi 1. Akirnya. sudah tentu uraian materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna.Pd. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Proses pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. M. tujuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan pendidikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan bermuara ke tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Materi makalah ini berisi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan) dan Lessons Study. Oleh sebab itu koreksi. Hj.Pd. kritik dan saran akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kami selanjutnya. H. Sri Endah Indriwati M. yand didasari oleh student active learning serta pembinaan profesi pendidik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. dan Bapak Dr. kami dapat menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Biologi 1.UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MEI 2009 KATA PENGANTAR Seraya mempersembahkan puji syukur yang khidmat dan tulus kehadirat ALLAH SWT. . Soedjono Basuki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful