P. 1
Fisika SMA-MA_SMK Kelas x Bab 7 Kalor Dan Perpindahannya

Fisika SMA-MA_SMK Kelas x Bab 7 Kalor Dan Perpindahannya

4.89

|Views: 33,894|Likes:
Published by Pristiadi Utomo
Materi kalor ini diperuntukkan pembelajarannya bagi siswa siswi di tahun pertama sekolah lanjutan atas. Di dalamnya tercakup pula materi pemuaian, heat transforms (perpindahan panas) Diharapkan siswa siswi dapat tenbantukan dengan tambahan bacaan ini. Pak pris selalu siap membantu peningkatan akademis siswa siswi Indonesia
Materi kalor ini diperuntukkan pembelajarannya bagi siswa siswi di tahun pertama sekolah lanjutan atas. Di dalamnya tercakup pula materi pemuaian, heat transforms (perpindahan panas) Diharapkan siswa siswi dapat tenbantukan dengan tambahan bacaan ini. Pak pris selalu siap membantu peningkatan akademis siswa siswi Indonesia

More info:

Published by: Pristiadi Utomo on Feb 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2015

pdf

text

original

1.Suatu batang logam yang terbuat dari aluminium panjangnya 2 m pada
suhu 30 °C. Bila koefisien muai panjang aluminium 25 x 10–6
/°C.Berapakah pertambahan panjang batang aluminium tersebut bila
suhunya

dinaikkan menjadi 50 °C.

Jawab :

Δl = lo . α . Δt
= 2 . ( 25 x 10 -6

) . (50 – 30 )

= 10 -3

m
Δl = 0,1 cm
2.Jika besi sepanjang 20 m dengan koefisien muai panjang 1,2. 10-5

/K

dipanaskan dari suhu 00

C hingga 1000

C, maka tentukan pertambahan

panjangnya !

140

Jawab :

∆l = lo .α. ∆t
∆l = 20 . 1,2.10-5

. (100– 0)

∆l =2,4.10-3

m

Catatan :
Perubahan suhu dalam satuan derajat Celcius senilai dengan perubahan suhu
pada Kelvin. Namun perlu diingat bahwa suhu derajat Celcius tidak senilai
dengan Kelvin.

2) Pemuaian Bidang ( Luas )

Suatu bidang luasnya mula-mula Ao , terjadi kenaikkan suhu sebesar Δt
sehingga bidang bertambah luas sebesar ΔA, maka dapat dituliskan :
β = 1/Ao. ΔA / Δt
ΔA = Ao β Δt
β = Koefisien muai luas suatu zat ( per °C ) dimana β = 2 α
Sehingga luas bidang yang suhunya dinaikkan sebesar t akan menjadi
At = Ao + ΔA
At = Ao ( 1 + β Δt )

Contoh Soal:

1.Plat besi luasnya 4 m2

pada 20 °C. Bila suhunya dinaikkan menjadi 100 °C

maka berapa luasnya sekarang ?
Jawab: α = 11 x 10-6

/ °C

β = 22 x10-6

/ °C
At = Ao (1 + β . Δt )
= 4 .[1 + 22 . 10-6

. (100 - 20 ) ]

= 4 [ 1 + 1760 . 10-6

]

= 4 [ 1 + 0,00176 ]

141

= 4,00704 m2

2.Kaca seluas 2 m2

, dengan koefisien muai panjang 8,5.10-6

K, mengalami

pemanasan dari suhu 20 °C hingga 120 °C. Tentukan luas akhir dari kaca !

Jawab :

At =Ao (1+ β.∆t)
At =2 (1+ 2 x 8,5.10-6

.(120 – 20 )

At =2,66 m2

3) Pemuaian Ruang ( volume )

Volume mula-mula suatu benda Vo , kemudian dipanaskan sehingga
suhunya naik sebesar Δt, dan volumenya bertambah sebesar ΔV ini dapat
ditunjukkan dalam rumus :
γ = 1/Vo. ΔV/Δt
ΔV = γ . Vo . Δt
γ = koefisien muai ruang suatu zat ( per °C )
γ = 3 α
sehingga persamaan volumenya menjadi
Vt = Vo + Δt
Vt = Vo ( 1 + γ . Δt )

Contoh:

1. Sebuah balok kuningan mempunyai panjang 5 m, tinggi 2 m, dan lebar 1 m pada
suhu 20 °C. Jika kalor jenis kuningan 1,8 . 10-5

/K, tentukan volume kuningan pada

suhu 120 °C !

Jawab :

Vt =Vo (1+ γ.∆t)
Vt =(5 x 2 x 1) (1+3.x1,8.10-5

.(120 – 20 )

Vt =10,054 m3

142

a) Pemuaian Volume zat Cair

Zat cair yang hanya mempunyai koefisien muai volume ( γ ). Bila volume
mula-mula suatu zat cair V0 kemudian zat cair itu dipanaskan sehingga suhunya
naik sebesar Δt dan volumenya bertambah besar ΔV, maka dapat ditulis sebagai
berikut

Vt = γ . Vo . Δt
dan volumenya sekarang menjadi
Vt = Vo + ΔV
Vt = Vo ( 1 + γ Δt )
Hal ini tidak berlaku bagi air dibawah 4 °C, ingat anomali air.

b) Pemuaian Volume Gas

Khusus untuk gas, pemuaian volume dapat menggunakan persamaan

seperti pemuaian zat cair,

Vt = Vo ( 1 + γ Δt )dengan nilai γ =

273

1

Perubahan volume gas tidak hanya menggunakan persamaan tersebut di atas,
namun ada besaran-besaran lain yang perlu diperhatikan seperti tekanan dan
temperatur. Persamaan yang berlaku dalam pemuaian gas dapat dinyatakan dalam
persamaan sebagai berikut.

•Pada saat tekanan konstan, berlaku hukum Gay Lussac :

2

2

1

1

TV

TV

=

143

•Pada saat temperatur konstan, berlaku hukum Boyle :

P1.V1 = P2.V2

•Pada saat volume konstan, berlaku hukum Charles :

2

2

TP

TP

1

1

=

•Pada saat kondisi ideal dengan mol konstan, berlaku hukum Boyle-Gay

Lussac :

2

2

2

1

1

1

TV

P

TV

P

=

dengan keterangan,
V

= volume (liter atau m3
)

T

= temperature (K)

P

= tekanan (N/m2

atau atm atau Pa)

Contoh:

1.Suatu gas mula-mula volumenya V, berapa besarkah suhu harus dinaikkan
supaya volumenya menjadi 2 kali volume mula-mula, dengan tekanan
tetap.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->