ilmu nahwu

Bahasa Arab Online dan Artikel Islami

Bahasa Arab | Nahwu | Sharaf | Software Islami | Ebook Islami |Audio Islami | Terjemah Kitab Matan | Syair Bahasa Arab | Al Qur'an |

 

HOME DOWNLOAD EBOOK MAKTABAH AR RAZIN

Showing posts with label An Nahwu Al Wadhih Jilid I. Show all posts

Pengantar Kitab An Nahwul Wadhih Jilid 1
Posted by Abu Razin Batawy at 21:23

‫ال َنحوُ الواضح‬ ِ َ ْ
Nahwu (perumpamaan) yang Jelas

‫فً قواعد اللغة العربٌة‬
pada kaidah bahasa arab

‫للدرسات االبتدائٌة‬
untuk tingkat sekolah dasar

‫الجزء االول‬

jilid 1

‫تالٌف‬

Pengarang

‫علً الجارمً و مصطفى امٌن‬

Segala puji milik Allah Ta‟ala, Rabb semesta alam, dengan sebenar-benar pujian. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan hambaNya Muhammad Shallallahu „alihi wasallam, kepada keluarga, sahabat dan pengikut beliau hingga hari akhir.
Amma Ba’du :

Kitab An Nahwu Al Wadhih (nahwu yang jelas) ini adalah kitab yang dikarang oleh Ali Al Jarimy dan Mushtafa Amin, sebuah kitab kaidah bahasa arab (nahwu) yang disusun untuk tingkatan sekolah dasar. Kitab ini ada tiga jilid dan terjemahan ini adalah untuk jilid I. An Nahwul Wadhih adalah sebuah kitab yang ringan bahasanya namun berat muatan materinya. Sebuah kitab yang akan memberikan kita perkenalan dan gambaran umum tentang tata bahasa arab.

Terjemahan ini ane buat karena ane begitu kagum dengan muatan materinya yang disusun secara sistematis sehingga ane yakin bahwa kitab ini bagus sekali untuk dijadikan pegangan awal bagi orang-orang yang ingin mempelajari bahasa arab. Dalam melakukan penerjemahan, ane melakukan

penerjemahan dengan makna karena pada beberapa tempat amat sulit menyesuakan tata bahasa arab dengan tata bahasa Indonesia.

Dalam terjemahan ini, ane hanya menerjemahkan materi-materinya, adapun latihan-latihannya tidak ane terjemahkan. Selain karena pertimbangan waktu, mengingat sifatnya sebagai latihan, ane pikir diperlukan keberadaan guru yang mengajari secara langsung. Oleh karena itu bagi yang ingin melihat latihannya, silahkan merujuk ke kitabnya langsung. Mungkin jika ane diberi kelapangan waktu, akan ane terjemahkan seluruh bagian kitab.

Terjemahan ini ane dedikasikan untuk diri ane sendiri, sahabat-sahabat, dan kaum muslimin pada umumnya.

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita dalam mempelajari bahasa yang terbaik ini.. Semoga Allah menjadikan pekerjaan saya ini bermanfaat untuk kaum muslimin.

Ane juga mendapatkan kitab asli An Nahwul Wadhih Jilid 1 hasil scan dalam format pdf yang dapat di download di link berikut

http://www.ziddu.com/download/1900766/0298.pdf.html

Jika ada pertanyaan berkaitan materi tersebut, silahkan tanyakan langsung dengan memberikan komentar di blog ini.. Semoga bermanfaat!!! Ilmu itu dibagi!!! Jaahidu

‫ابوعبد النافع خٌر االمم ابن شهرالدٌن البتاوي‬
“Abu Abdin Nafi’ Khairul Umam Ibnu Syahruddin Al Batawy”

www.umam.web.id

irul_moslemboy@yahoo.com
13 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I

Taman itu bagus 2. Muhammad memetik bunga 5.Kalimat Sempurna (Al Jumlah Al Mufidah) (1) Posted by Abu Razin Batawy at 21:02 Kalimat Sempurna (berfaidah) 1. Ali Mencium Bunga Mawar 4. Matahari terbit 3. Pohon kurma banyak di Mesir Read more » 16 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Bagian-bagian Kalimat (2) Posted by Abu Razin Batawy at 20:59 . Ikan hidup di dalam air 6.

Kita katakan: Jika kita membahas kalimat di atas kita akan mendapati bahwa kata ibrohim. Ibrahim menunggangi kuda 2. Apakah kamu menyukai perjalanan? Kita mengetahui pada pembahasan sebelumnya bahwa jumlah mufidah tersusun dari bagianbagian yaitu kata-kata. Perahu berjalan di atas air 8.Contoh-contoh: 1. Domba memakan buncis dan jelai (sejenis gandum) 5. isma'il. Kita akan mengetahui pada pelajaran ini macam-macam kata. dan “‫”انفَالح‬petani adalah macam-macam penamaan terhadap orang dan . Aku mendengarkan nasihat 6. Cahaya bersinar di dalam kamar 7. Ismai'l bermain-main dengan kucing 3. Petani memanen gandum 4.

adalah lafadzh-lafadzh yang dengannya dinamakan macamtumbuhan. benda mati. Oleh karena itu setiap kata ini disebut dengan ISIM (kata benda). َ ْ ُ macam yang lain. "فِي‬di atas"‫ ،"عال‬dan apakah "ٌ ‫ "ه‬apabila diucapkan sendiri. b.kata “ٌ‫ ”انذصا‬kuda. Oleh karena itu kata-kata ini dinamakan kemudian jika kita perhatikan lagi kita akan mendapati bahwa kalimat: di dalam “‫. dan “‫ ”انًاء‬air adalah ْ َّ َ macam-macam benda mati. dll. dan adapun“‫ ”اننصيذح‬nasihat. Huruf : setiap lafadzh yang tidak sempurna maknanya kecuali jika digabungkan bersama lainna (dalam suatu kalimat) 2 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I . Kata itu ada tiga: Isim. Kemudian jika kita perhatikan lagi contoh kalimat di atas kita akan mendapati kata: “ٌَ ‫ ”رك‬telah mengendarai. “ٌ ‫ ”يَذص‬sedang ‫َ ِة‬ ‫َ ِة‬ ‫ْ ُد‬ ُ memanen. semuanya menunjukkan atas suatu pekerjaan pada ‫ُم‬ ُ zaman tertentu. ‫َ ِة‬ dan kata ٌُ ‫ يُداع‬dan sisanya menunjukkan atas pekerjaan yang sedang dilakukan (present ‫َ ِة‬ FI'IL (kata kerja) continous tense) atau akan dilakukan (future tense). hewan. ‫َم‬ َ ْ Namun jika dimasukkan ke dalam suatu kalimat. Setiap kata-kata ini dinamakan dengan HURUF. َ ِْ ْ dan “‫ ”انسفَر‬perjalanan. ‫ظ‬ َ ِ dan kata “‫ ”انقًَخ‬gandum. tidak dipahami makna sempurna. tumbuhan. FI'il. dan kata “‫”انذجرج‬ruangan. “ٌ ِ‫”انق‬kucing. hewan. “‫ ”اننور‬cahaya. Maka kataٌَ ‫ رك‬menunjukkan makna pekerjaan pada masa lalu (past tense). KAIDAH: 3. dan jelai "‫ "انشعير‬adalah macam-macam ِْ ْ ْ “‫ ”انسفِينَح‬perahu. dan “‫ ”انشَاج‬domba adalah macam-macam hewan. “ٌُ ‫ ”يُداع‬sedang bermain-main. Begitupun setiap kata yang digunakan untuk menamakan manusia. dan “ٌ ‫”ذَأْك‬sedang memakan. benda mati dan hal-hal lainnya maka disebut isim. Fi'il : setiap lafadzh yang menunjukkan suatu pekerjaan pada masa tertentu c. Isim: Setiap lafadzh yang digunakan untuk menamakan manusia. tumbuhan.“‫ ”انفُول‬buncis. maka akan menjadi jelas maknanya. dan Huruf a.

Seorang laki-laki telah berdiri 3. Sebuah jam telah berdering 5. Seorang anak perempuan telah datang 6. Sebuah kitab telah hilang 4. Seekor anjing telah berlari 2. Ayam telah berkokok Pembahasan: .Pembagian Fi'il (kata kerja) Berdasarkan Waktu (3) Posted by Abu Razin Batawy at 20:57 Pembagian Fi'il Berdasarkan Waktu (1) Fi'il Madhi Contoh-contoh: 1.

Begitu juga kata“ٌَ َ‫ "وق‬menunjukkan perbuatan “duduk” yang telah ‫َ ف‬ terjadi sebelum pembicaraan.perhatikanlah kalimat pertama pada contoh-contoh di atas kalian akan mendapati fi'il-fi'il karena setiap kata itu menunjukkan suatu perbuatan pada waktu tertentu yaitu waktu lampau. Aku mencuci tanganku . Fi'il Madhy adalah setiap perbuatan yang terjadi pada waktu yang telah lewat (past tense) (2) Fi‟il Mudhari‟ Contoh: 1. Oleh karena itu setiap kata ini disebut dengan “FI”IL MADHY”. KAIDAH: 4. Maka kata “‫"جرى‬pada contoh menunjukkan perbuatan “berlari” yang telah terjadi َ َ sebelum pembicaraan.

َ َ َ ُ ُ ْ makan yang sedang berlangsung atau akan berlangsung. nun. Jika kamu perhatikan huruf pertama pada fi'il mudhari' maka kamu akan mendapati bahwa hanya ada hamzah 5. . Anak perempuan makan 8. Fi'il mudhari pasti selalu diawali salah satu dari 4 huruf mudharaah yiatu hamzah. Setiap kata kerja ini dinamakan dengan “FI'IL MUDHARI'”. Aku mengenakan bajuku 3. Anjing menggonggong 6. Jika dilihat. ya dan ta. Bunga mawar layu Pembahasan: kata-kata pertama pada contoh-contoh di atas semuanya adalah fi'il. Karena semuanya menunjukkan suatu perbuatan pada waktu tertentu.atau nun atau ya atau ta (disingkat aniyta).2. Aku bermain bola 4. Maka kata “ٌ ‫ "اَغس‬menunjukkan ‫ْ ِم‬ ُ KAIDAH: fi'il mudhari' adalah setiap kata kerja yang menunjukkan perbuatan pada waktu yang sedang berlangsung atau akan berlangsung. Kami berjalan di trotoar 5. kata kerja ini bisa memilki perbuatan “mencuci” pada saat yang sedang berlangsung atau akan berlangsung. Empat huruf ini dinamakan dengan “‫ "اَدرفُ ٌانًضارعح‬huruf-huruf mudhara'ah. Pengawas Mengamati 7.

(3) Fi‟il Amar Contoh-contoh: 1. Bersihkan bajumu! 4. Bermain bola lah kamu! 2. Tidurlah lebih awal! 5. JIka diperhatikan. Beri makan kucingmu! 3. berusahalah mengunyah makanan! Pembahasan: Kata pertama dari setiap contoh di atas adalah fi‟il karena menunjukkan atas perbuatan pada waktu yan tertentu. akan kita dapati bahwa setiap kata kerja itu menuntut dilakukannya sesuatu pada waktu yang akan dating sehingga karena itu dinamakan “FI”IL . Pelan-pelan dalam berjalan! 6.

ikan itu mengapungg 5. 2 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Fa'il (predikat / pelaku) (4) Posted by Abu Razin Batawy at 20:55 1. Fi'il Amr adalah setiap kata kerja yang menuntut dikerjakannya sesuatu pada masa yang akan datang (kata perintah). Nyamuk itu meenggigit . Begitu pula dengan kata kerja “ْْ‫ "اَطعم‬menuntut kepada perbuatan “memakan” bagi yang diajak bicara pada waktu ِْ yang akan datang. KAIDAH: 6. Kuda itu berlari 3.AMAR” (kata kerja perintah). Maka kata kerja “ْْ‫ "اِ ْلعب‬pada contoh pertama menuntut yang َ diajak bicara akan pekerjaan “bermain” pada waktu yang akan datang. Seorang anak bermain 4. Burung itu terbang 2.

Jika kita lihat pada contoh di atas. 5 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Maf'ul Bih (Objek) (5) Posted by Abu Razin Batawy at 20:54 Maf'ul Bih (Objek) . dan dan seorang anak adalah yang melakukan pekerjaan bermain. didhammahkan). kita mendapati bahwa kalimat tersebut didahului oleh fi'il.6 Seorang anak perempauan sedang makan. Setiap kalimat itu tersusun dari fi'il dan isim. dan yang bermain adalah seorang anak. Pembahasan: contoh-contoh di atas semuanya adalah kalimat. Setiap isim ini disebut fa'il (predikat) begitupun untuk contoh sisanya. Jika kita membahas 3 contoh pertama. Fa'il adalah isim yang dirafa'kan yang didahului oleh kata kerja (fi'il) dan menunjuk kepada yang melakukan perbuatan. Maka burung adalah yang melakukan pekerjaan terbang. dan kita dapati akhir dari kata fa'il nya dirafa'kan (dalam makna sederhananya. akan kita dapati bahwa yang terbang adalah burung. KAIDAH 7. kuda yang melakukan pekerjaan lari. yang lewat adalah kuda.

Rubah berburu ayam 6.Anak perempuan melipat baju 3. Semua ini adalah fa'il. Serigala memakan domba 4. Tukang daging menjual daging Pembahasan: setiap kalimat pada contoh di atas disusun oleh satu fi'il dan dua isim. dan melipat yang dilakukan terhadap domba. Orang yang lomba memperoleh hadiah 5. Apabila kita perhatikan pada 3 contoh pertama kita akan lihat bahwa isim yang kedua pada setiap contoh yaitu: “ٌ،ٌ"‫انذثم‬ َ َْ ٌَ‫ ”انثَّوبٌ“ٌانخروف‬adalah yang dikerjakan suatu perbuatan (objek).1. Murid itu mengikat tali 2. Dan ٌ“ٌ‫انذثم"ٌ،ٌانثَّوب‬ َ ْ َ َْ dilakukan anak perempuan dilakukan terhadap baju. Isim yang pertama dinamakan “fa'il” karena perbuatan itu dikerjakan olehnya. Maka kata kerja َ ْ ْ ُ َ seperti “mengikat” yang dilakukan oleh murid terjadi terhadap tali. dan makan yang dilakukan oleh serigala ٌَ‫ ”انخروف‬setiap sesuatu yang terjadi padanya suatu perbuatan dinamakan dengan maf'ul ْ ُ َ .

Petani menyiram bibit tanaman 5. Pemain melemparkan bola . Kuda menarik roda (semacam gerobak) 2. Jika kita perhatikan pada akhir kata maf'ul bih kita akan melihat bahwa iadinashabkan. Fatimah mengikat kambing muda 4. Anak laki-laki memetik bunga 3. 4 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Perbandingan antara fa'il (predikat) dan maf'ul bih (objek) (6) Posted by Abu Razin Batawy at 20:50 Perbandingan antara fa'il dan maf'ul bih 1.bih (objek). Maf'ul bih (objek) adalah isim yang dinashabkan yang suatu perbuatan terjadi padanya. KAIDAH: 8.

Akhir kata maf'ul bih harus dinashabkan 2 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Mubdata (diterangkan) & Khabar (menerangkan) (7) Posted by Abu Razin Batawy at 20:48 Mubtada dan Khabar Contoh-contoh: .6. Polisi mengepung pencuri Kesimpulan: Kita tahu dari pembahasan terdahulu dan dari memperhatikan contoh di atas bahwa: 1. Fa'il adalah yang mengerjakan sutu perbuatan 3. Maf'ul bih adalah yang dikenakan suatu perbuatan 4. Akhir kata fa'il harus dirafa'kan 5. Setiap fa'il dan maf'ul itu adalah isim 2.

Jika kita perhatikan bahwa akhir setiap isim dari dua isim ini kita mendapatinya dirafa'kan (dalam makna sederhananyam didhammahkan). Bumi itu bulat Pembahasan: contoh-contoh di atas semuanya adalah kalimat. Gambar itu indah 3. kenapa apel? Kenapa gambar? Kenapa lari?”. Dan yang membuat kita paham adalah isim kedua pada setiap kalimat. isim yang pertama adalah yang memulai suatu kalimat yang disebut “mubtada”.1. dan setiap kalimat tersebut disusun dari 2 isim. yang memberi keterangan tentang manisnya apel. Oleh karena itu jika kita katakan Apel itu manis. KAIDAH: 9. indahnya gambar. Kebersihan adalah kewajiban 6. ********* .”..”. Lari itu bermanfaat 4.” maka pastilah ada pertanyaan selanjutnya: “ya. lari itu bermanfaat. Maka jika kita cukupkan saja pada kata yang pertama kemudian kita berkata: “apel. Semua ini dinamakan khabar. “lari. Khabar adalah isim yang dirafa'kan yang bersatu dengan mubtada agar menjadi jumlah mufidah. Apel itu manis 2. dan bermanfaatnya lari... Mubtada adalah isim yang dirafa'kan yang ada pada awal kalimat 10. Kereta itu cepat 5. gambar itu bagus. atau “gambar. pastilah kalimat ini bisa dipahami dengan sempurna...

Hawa dingin memuncak 5. Salju berjatuhan 4. dimana mubtada adalah yag diterangkan. Serigala mengaum 3. khabar yang mnerangkan. Petiklah mawar! 6. Kilat bercahaya 2. Ambillah kitab! . 3 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Jumlah Fi'liyyah (kalimat kata kerja) (8) Posted by Abu Razin Batawy at 20:47 Jumlah Fi'liyyah Contoh-contoh: 1.notes: dalam bahasa indonesia susunan seperti ini biasa kita kenal dengan kalimat diterangkan dan menerangkan.

Pembahasan: Kita tahu dari pembahasan terdahulu bahwa setiap kalimat di atas termasuk jumlah mufidah karena ia tersusun dari dua kata atau lebih dan memberikan faidah kepada pendengar (dimengerti). Setiap kalimat yang tersusun dari fi'il dan fa'il dinamakan jumlah f'iliyyah (kalimat fi'il) 0 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Jumlah Ismiyyah (9) Posted by Abu Razin Batawy at 20:46 Jumlah Ismiyyah Contoh-contoh: . Oleh karena setiap kalimat ini dimulai dengan fi'il. KAIDAH: 11. maka ini dinamai jumlah fi'liyyah. Jika kita perhatikan setiap kalimat-kalimat ini tersusun dari fi'il dan fa'il.

Jalanan itu sempit 6. yang pertama mubtada dan yang kedua khabar. Oleh karena setiap jumlah ini diawali dengan isim maka dinamakan jumlah ismiyyah. Setiap kalimat yang tersusun dari mubtada dan khabar dinamakan jumlah ismiyyah. KAIDAH: 12. Rumah itu luas 2. Jalanan Macet 5. Tikus itu bersembunyi Pembahasan: Setiap contoh di atas adalah jumlah mufidah dan setiap jumlah di atas tersusun dari 2 isim. Debu itu beterbangan 4. Udaranya sejuk 3. 2 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Nashab bagi Fi'il Mudhari (10) Posted by Abu Razin Batawy at 20:44 Nashab Fi'il Mudhari' .1.

Kalau begitu perdaganganmu akan menguntungkan (jawaban kamu atas orang yang berkata: “aku akan memegang amanah”) . Kalau begitu kamu tinggal bersama kami (jawaban kamu atas orang yang berkata: “Aku akan mengunjungi kotamu”) 8.Contoh: 1. Orang malas tidak akan beruntung 6. Aku ingin pandai berenang 2. Aku senang kamu mengunjungiku 4. Aku tidak akan berbohong 5. Aku berharap udara akan sejuk 3. Aku tidak akan memukul kucing *** 7.

kita akan dapati fi'il dirafa'kan Dari yang demikian itu dipahami bahwa huruf-huruf ini menashabkan f'il mudhari' yang ada setelahnya.9. KAIDAH: 13. difathahkan). Fi'il Mudhari' dinashabkan ketika didahului oleh salah satu dari huruf nashab yang empat yaitu: َ َ ْ ْ ْْ‫اَن،ْلَن،ْاِذن،ْكي‬ 0 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Jazm bagi Fi'il Mudhari (11) Posted by Abu Razin Batawy at 20:43 Jazm bagi Fi'il Mudhari' . Kalau begitu udara akan pengap(jawaban kamu atas orang yang berkata:”aku akan menutp jendela”) Pembahasan: Setiap contoh di atas terdapat fi'il mudhari' yang didahului oleh salah satu dari empat huruf: َ َ ٌْ‫اٌَْ ،ٌنٍَْ ،ٌاِذٌ،ٌكي‬ Jika kita perhatikan akhir dari fi'il mudhari' yang didahului oleh empat huruf ini kita dapati fi'il mudhari itu dinashabkan (dalam makna sederhana. Akan tetapi jika empat huruf ini dibuang.

Jangan cepat-cepat dalam berjalan! *** 7.Contoh-contoh: 1. Seorangpun belum menangkap pencuri 4. Muhammad belum menghafal pelajarannya 2. Jangan kamu makan dalam keadaan kenyang! 5. Hujan yang turun belum berhenti 3. Jangan banyak tertawa! 6. Jika kamu duduk-duduk di jalan. kamu akan sakit. 9. kamu pergi bersamanya Pembahasan: . udara akan terbaharui (pertukaran udara) 8. Jika kamu buka jendala kamar. Jika saudara kamu pergi.

Adapun yang memberi efek syarat dan menjazamkan kedua fi'il dalam setiap kalimat adalah huruf “ْْ‫ "اِن‬oleh karena itu ia disebut sebagai “ٌ‫اٌِْ ٌدرفُ ٌشَرط‬ ْ َ ٍ ْ ْ َ َ ٌٍ‫ "وجزو‬huruf syarat dan jazm. kamu akan mendapatinya dalam keadaan dijazmkan (dalam makna sederhana. jaku akan mendapatinya dirafa'kaan. dan fi'il yang kedua jawab syarat. Fi'il pertama adalah syarat bagi fi'il kedua. Jika kamu perhatikan 3 contoh kedua kamu akan mendapati setiap contoh diatas yang diawali dengan huruf “ٌٌِْ‫ "ا‬mengandung 2 fi'il mudhari yang dijazmkan keduanya. ٌٌِْ‫ ا‬menjazmkan dua fi'il dimana fi'il pertama adalah syarat terjadinya fi'il kedua. Fi'il mudhari' dijazmkan jika didahului oleh huruf jazm seperti huruuf berikut: “ٌ َ‫ "ن‬belum.fi'il mudhari pada setiap contoh di atas didahului oleh salah satu dari dua َ‫ل‬ huruf: “ٌ َ‫( "ن‬belum) dan“ٌ " (jangan). ‫ى‬ ِ ْ 15. 0 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Rafa' bagi Fi'il Mudhari' (12) . “‫ "لٌَآننَّاهيَح‬Laa dengan makna larangan (jangan). dan “ٌٌِْ‫ "ا‬jika. KAIDAH: 14. Maka membuka jendela pada contoh pertama adalah syarat untuk terbaharui udara. akan tetapi jika kamu buang huruf ini. ‫ لم‬menafikan terjadinya perbuatan ْ pada masa lalu (belum) dan ‫ ل‬melarang dari dikerjakan suatu perbuatan (jangan). Dinamakan fi'il yang pertama dengan fi'il syarat. adapun huruf kedua adalah pelarangan terhadap lawan bicara untuk mengerjakan suatu perbuatan. Apabila kamu perhatikan akhir setiap 6 contoh mudhari' pertama yang didahului oleh salah satu dari dua huruf ini. Huruf yang pertama menunjukkan atas penafian ‫ى‬ ْ suatu perbuatan pada waktu yang telah berlalu. Oleh karena itu kedua huruf ini apabila masuk atas mudhari' maka akan menjazmkan akhir katanya. ،‫ نَى‬dan ََْ‫ ل‬keduanya menjazmkan satu fi'il mudhari. 16. disukunkan).

Hujan turun 5. Awan berjalan 4. . Apabila kita perhatikan akhir dari fi'il mudhari' tersebut dirafa'kan. Musafir itu pulang 3. Maka kosongnya fi'il itu dari 'amil nashab dan 'amil jazam adalah sebab rafa'. Debu berterbangan 6. Kenapa dirafa'kan? Sebabnya adalah fi'il-fi'il ini tidak didahului sesuatu dari 'amil yang mewajibkan nashab.Posted by Abu Razin Batawy at 20:42 Rafa' bagi Fi'il Mudhari' Contoh-contoh: 1. atau mewajibkan jazm oleh karena itu dirafa'kan. Hakim memberi keputusan Pembahasan: fi'il-fi'il pada contoh di atas semuanya adalah fi'il mudhari'. Burung merpati terbang 2.

Fi'il mudhari' dirafa'kan jika tidak didahului oleh 'amil nashab dan 'amil jazm 0 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Kaana dan saudara-saudaranya (13) Posted by Abu Razin Batawy at 20:35 Kaana dan Saudara-saudaranya. .KAIDAH: 17.

Baju itu pendek :: Baju itu menjadi pendek 4. Pembantu itu kuat :: pembantu itu tidaklah kuat 6. Orang rakus itu sakit :: orang rakus itu sakit pada pagi hari . rasa dingin itu memuncak :: Rasa dingin menjadi memuncak 5. Kemacetan itu parah :: Kemacetan yang telah terjadi itu parah 2. Pekerja itu rajin :: Pekerja itu tidaklah rajin 7.Contoh-contoh: 1. Rumah itu bersih :: Rumah itu bersih 3.

Pekerja itu kelelahan :: pekerja itu kelehan di sore hari 10.8. Jalanan itu macet :: Jalan itu macet di waktu dhuha 13. udaranya lembab :: udaranya lembab di pagi hari 9. Debu berterbangan :: debu berterbangan di siang hari 15. kamu mendapati contoh-contoh itu didahului oleh salah satu dari fi'il-fi'il berikut: ٌَ‫كاٌٌَ-ٌصاَرٌَ-نَيسٌَ-اَصثَخٌَ-اَيسي-اضذي-ظَ ٌ-تاَخ‬ ‫م‬ َ ْ ْ َ ْ َ ْ َّ apabila kamu perhatikan akhir dari isim-isim pada bagian ini. Bunga itu layu :: bunga itu layu di sore hari 11. Orang sakit itu menderita :: Orang sakit itu menderita di malam hari Pembahasan: setiap contoh pada bagian pertama (kanan) tersusun dari mubtada' dan khabar. Lampu itu menyala :: lampu itu menyala di malam hari 16. Awan itu tebal :: awan itu tebal di waktu dhuha (sekitar jam 10) 12. Apabila kamu lihat bagian kedua (kiri). kamu mendapati bahwa isim pertama pada setiap contoh itu dirafa'kan dan isim keduanya dinashabkan seluruhnya. Keduanya dirafa'kan sebagaimana yang kamu ketahui. Perubahan ini terjadi tidak lain karena adanya fi'il-fi'il di atas yang masuk . Hujannya deras :: hujannya deras di siang hari 14.

fi'il berikut juga memiliki pengaruh tersebut. maka ia merafa'kan (dalam arti sederhana. Setiap fi'il mudhari' dan amar dari fi'il tersebut memiliki pengaruh seperti fi'il madhinya. waktu dhuha. KAIDAH: َ 18. waktu siang. Begitupun juga dengan bentuk fi'il mudahari' dan fi'il mudhari' dan amr nya. amr dari fi'il-fi'il tersebut memiliki pengaruh seperti itu kecuali “ٌَ ‫ "نَي‬yang tidak memiliki ‫ْس‬ Apabila kamu perhatikan makna dari fi'il-fi'il ini. kecuali ‫نيس‬karena tidak punya bentuk mudhari' dan amr nya. maka dirafa'akan isim yang pertama (mubtada) dan disebut isim kaana "ٌ‫ ،"اسىٌكا‬dan menashabkan isim yang kedua (khabar) dan disebut khabar kaana “ٌ‫"خثرٌكا‬ 19. mendhammahkan) isimnya (mubtada) dan menashabkan (dalam arti sederhana. jika َْ‫ كان‬masuk atas mubtada dan khabar . fi'il itu adalah: ٌَ‫صاَرٌَ-نَيسٌَ-اَصثَخٌَ-اَيسي-اضذي-ظَ ٌ-تاَخ‬ ‫م‬ ْ ْ َ ْ َ ْ َّ fi'il-fi'il ini disebut dengan suadara-saudara kaana 20. 0 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I . akan kamu dapati bahwa “ٌ‫ "كا‬berfungsi memberi sifat mubtada dengan khabar pada masa yang telah lalu. Sama seperti kana. Jika fi'il-fi'il ini apabila masuk atas mubtada dan khabar. menashabkan) khabarnya.atasnya. dan “‫ "صار‬menunjuki atas perubahan mubtada dari suatu kondisi ke kondisi lain. dan “‫ "نيس‬berfungsi sebagai penafian. adapun ٌَ‫اَصثَخٌَ-اَيسي-اضذي-ظَ ٌ-تاَخ‬ ‫م‬ ْ َ ْ َ ْ َّ berfungsi memberi keterangan waktu mubtada' dengan khabar berturut-turut waktu subuh. dan waktu malam. waktu sore.

Inna dan Saudara-saudaranya (14) Posted by Abu Razin Batawy at 20:27 Inna dan saudara-saudaranya .

Bulan itu lampu :: Bulan bagaikan (seperti) lampu ***** 7. Perabot rumah tangga itu tua :: Rumahnya baru. akan tetapi kerugiannya sedikit ****** 9. akan tetapi perabotannya lama 8. Buku adalah guru :: Buku bagaikan (seperti) guru 6. Bulan itu sudah muncul :: Andai bulan itu sudah muncul . kerugiannya sedikit :: Api membesar.Contoh-contoh: 1. Onta itu bagus :: Sungguh onta itu bagus 2. Masa ujian sudah Dekat :: Aku tahu sesungguhnya masa ujian sudah dekat 4. Bunga itu tumbuh dengan baik :: Aku senang karena sungguh bunga itu tumbuh dengan baik ***** 5. Piramid itu tua :: Sungguh piramid itu tua ***** 3. Buah itu sudah masak :: Andai buah itu sudah masak 10.

Orang sakit itu tidur :: Semoga orang sakit itu tidur Pembahasan: Setiap contoh pada bagian kanan tersusun dari mubtada dan khabar dan keduanya dirafa'kan sebagaimana yang telah kamu ketahui. maka akan kamu dapati isim pertama (mubtada) pada setiap contoh tersebut dinashabkan dan setiap isim keduanya (khabar) dirafa'kan.******* 11. maka ia menashabkan yang pertama (mubtada) dan disebut isim nya. dan “ٍ‫ "نك‬bermakna mempertentangkan. dan merafa'kan yang kedua (khabar) dan disebut khabar nya. Buku itu murah :: Semoga buku itu murah 12. Apabila kalian mau telusuri makna-makna huruf yang enam di atas. dan “‫ "نيد‬menunjukkan atas makna pengandaiandaian (ٌْ‫ )انرًَّنِّي‬terjadinya khabar. yaitu mencegah pendengar dari memahami sesuatu yang tidak dimaksudkan. kamu akan mendapati contoh tersebut telah masuk atasnya huruf-huruf berikut: َّْ‫اِن،ْاَن،كاَن،ْلَكن،لَيْت،ْلَعل‬ َ َ َّ ِ َّ َ َّ َّ jika kamu perhatikan semua isim pada bagian kiri ini. dan “‫ "نعم‬menunjukkan makna َ harapan (‫ )انرجاء‬terjadinya khabar. Huruf-huruf tersebut jika masuk atas mubtada dan khabar.ٌْ‫ انرًَّنِّي‬biasanya digunakan untuk harapan yang lama َ َ َ . Perubahan ini terjadi karena adanya huruf-huruf di atas. akan kalian dapati bahwa makna“ٌٌَِّ‫ "ا‬dan “ٌٌََّ‫ "ا‬untuk menguatkan (penekanan makna) kondisi khabar bagi َ mubtada'. Apabila kamu lihat pada bagian yang kiri. dan “ٌ‫"كا‬bermakna penyerupaan mubtada dengan khabar.

dan merafa'kan khabar dan disebut khabar nya. 0 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Jar untuk Isim (15) Posted by Abu Razin Batawy at 20:25 Jar atau Khafadh untuk Isim . KAIDAH: َّ 21. maka menashabkan ‫َّ َّ َ َّ ِ َّ َ َ ل‬ mubtada' dan disebuut isim nya. sedangkan ‫ انرجاء‬biasanya digunakan untuk harapan yang segera (mudah) َ َ terwujud. Jika ْ ‫ اِن،ْاَن،كاَن،ْلَكن،لَيْت،ْلَع‬masuk atas mubtada dan khabar.(sulit) terwujud.

Hujan turun dari langit 2. Ikan berasal dari laut .1.

Pejalan kaki berjalan di trotoar 5. Buah jatuh di atas tanah 9. Maka pada kelompok pertama didahulukan dengan huruf ْْ‫ من‬dan pada kelompok kedua ِ didahului oleh huruf‫ اِنَي‬dan kemudian kelompok-kelompok selanjutnya didahului oleh ٌ، ٍَْ‫ع‬ ‫. Terpidana masuk di penjara 11. Rasa takut pergi dari seorang anak 7. Anjing menggonggong di taman 10. Hadiah itu untuk pemenang 14. فِي،ٌانثاء،ٌانالو‬ ْ . Tentara berperang dengan pedang-pedang 13. Kayu terhanyut di atas air 8. Pasukan berjuang ke medan perang 4.3. Tentara turun dari kuda 6. Aku membeli kunci untuk lemari Pembahasan: Kata terakhir dalam setiap kalimat di atas adalah isim dan setiap isim itu didahului oleh huruf. Aku mengupas Buah dengan pisau 12.

ٌُ‫(انكاف‬seperti). dikasrohkan). Ini tidak lain disebabkan karena masuknya huruf-huruf ini. Isim dijarkan apalabila didahului salah satu dari huruf -huruf jar. ٌْ‫(فِي‬di 0 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Kata Sifat (Na'at) (16) Posted by Abu Razin Batawy at 20:22 Na'at (kata sifat) . ‫(عهَي‬di َ ِ َ dalam). oleh karena itu dinamakan dengan huruf jar.Apabila kita perhatikan akhir setiap kata yang didahului oleh huruf-huruf di atas kita akan mendapatinya dijarkan (dalam arti yang sederhana. KAIDAH: 22. َ atas).ٌُ‫(انالَو‬bagi/untuk). ْ ‫(انثَاء‬dengan). Huruf jar itu: ٌٍْ‫(ي‬dari). ‫( اِنَي‬ke). ٌٍَْ‫(ع‬dari).

Ini adalah kitab yang bermanfaat 2. Aku melihat lapangan yang luas 3. Aku berlari pada lapangan yang luas 1. Ini adalah lapangan yang luas 2. Aku memetik bunga mawar yang indah . Bunga mawar yang indah bermekaran 2.Contoh-contoh: 1. Aku melihat kitab yang bermanfaat 1. Aku membaca kitab yang bermanfaat 3.

Aku mellihat bunga mawar yang indah Pembahasan: Setiap contoh dari kalimat yang tiga: “‫ "يفِيد"،ٌ"فَسيخ"،ٌانجًيهَح‬mensifati isim ِْ َ ِْ ْ ُ sebelumnya. dan dinamakan isim yang sebelumnya dengan “MAN'UT” (yang disifati). dan jar nya. ْ ُ kemudian nashab. 0 comments Labels: An Nahwu Al Wadhih Jilid I Newer PostsOlder PostsHome Subscribe to: Posts (Atom) SEARCH Ebook Ilmu Sharaf Gratis! . artinya menunjukkan sifat yang ada padanya. dan jar nya. nashabnya. nashab nya. Na'at adalah lafadzh yang menunjuki atas sifat pada isim yang sebelumnya. Jika kita perhatikan setiap (baris akhir) na'at ini mengikuti (baris akhir) man'ut pada rafa' nya. Kalimat ‫ يفِيد‬pada contoh ketiga datang dalam keadaan rafa'. kemudian jar mengikuti isim sebelumnya. dan dinamakan isim yang disifati ini dengan Man'ut. 24. ِْ َ ِْ KAIDAH: 23. begitupun dengan dua kata : "‫ "فَسيخ"،ٌانجًيهَح‬seperti itu. Na'at itu mengikuti man'ut pada rafa' nya. oleh karena itu dinamakan dengan “NA'AT”.3.

Silahkan unduh ebook "ilmu sharaf untuk pemula" dengan mengklik gambar Kategori  Ilmu Fiqih (19)  An Nahwu Al Wadhih Jilid I (17)  kosa kata bahasa arab (15)  Ilmu Bahasa Arab dan Nahwu (14)  Terjemah Kitab Matan (14)  Ilmu Sharaf (10)  Software Islami (9)  Ilmu Hadits (8)  At Ta'liqat Al Atsariyyah (7)  Syair Arab (6)  An Nahwul Wadhih Jilid 2 (5)  Ebook Islami (5)  Matan Safiinatun Najaah (4)  kamus bahasa arab (3)  Ilmu Tajwid (2)  Info Pendidikan Islam (2)  Salam Admin (2)  Al Mandzhuumah Al Baiquuniyyah (1)  Al Qawaidul Fiqhiyyah (1)  Matan Al Waraqaat (1)  Nasihat (1)  Tilawah Al Qur'an (1)  Tuhfatul Athfal Wal Ghilman (1)  download kitab (1) Langganan Artikel Via Email .

Enter your email address: Subscribe Delivered by FeedBurner Recent Comments Followers Blog Teman  Encang Irul  Konsultan ISO 9001 © Copyright Bahasa Arab Online dan Artikel Islami Design by site5 Blogger Theme by Blogger Templates .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful