P. 1
Khutbah Idul Adha

Khutbah Idul Adha

|Views: 40|Likes:
Published by Mochammad Dawud

More info:

Published by: Mochammad Dawud on Feb 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

Ma’asirol muslimin

Kita bersyukur kepada Allah karena diberi kesempatan menghirup udara segar di pagi hari yang
penuh berkah ini, yakni hari raya idul adha ini. Hari raya penyembelihan binatang kurban. Sebagai
wujud kongkrit kita atas syukur kita kepada Allah Swt marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah
Swt dengan mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Allahu akbar walillahil hamd
Berkurban merupakan ajaran yang sangat ditekankan dalam ajaran syariat Islam. Berkurban dalam
arti menyembelih binatang ternak dalam rangka memenuhi perintah Allah Swt dan meratakan
rahmat Allah kepada sesama manusia sebagaimana firman Allah Swt, Inna a’thoiynakal
kautsarfasollilirobbika wan har....
Sungguh kami telah memberimu nikmat, nikmat yang sangat banyak. Maka sholatlah, karena
Tuhanmu dan sembelihlah, ,.
Demikian pentingnya kurban hingga Nabi Saw menyatakan man wajada....
Barangsiapa yang memiliki keluasan rejeki, dan ia tidak mau berkorban. Maka tidak usahlah ia
mendekati musholla ku ini.
Allahuakbar2 walillahilhamd
Penekanan islam terhadap pengajaran kurban sehingga harus ada hari raya kurban tentu tidak
semata mata karena ritual karena islam adalah agama rasional, agama islam adalah agama moderen,
sehingga seluruh ajarannya senantiasa memiliki rasionalitas yang tinggi termasuk di dalamnya ajaran
kurban. Dalam ajaran ibadah kurban ada nilai-nilai ritual transendental yaitu yang bersifat ta’abbudi,
ada juga nilai-nilai rasionalitasnya ta’akkuli, yang kedua-duanya harus dipenuhi dalam ibadah
kurban.
Allahu akbar2 walillahilhamd
Ajaran kurban adalah pengabadian pengurbanan agung yang dilakukan oleh hamba-hamba pilihan
dan kekasih-kekasih Allah. Hamba-hamba Allah yang benar-benar memiliki monoloyalitas dan
kecintaan murni kepada Allah Swt. Yakni seorang ayah yang rela mengobankan seorang anak yang
sangat dicintainya demi melaksanakan perintah Allah. Seorang ibu yang sangat patuh kepada suami
dan pasrah kepada Allah sehingga rela mengorbankan anak satu satunya karena Allah semata. Serta
seorang anak soleh yang sangat patuh kepada kedua orangtuanya yang ia yakini sebagai
melaksanakan perintah Allah. Itulah Ibrahim kekasih Allah, sayyidah Hajar dan Ismail nabiyullah As.
Miniatur dari pengurbanan mereka itulah yang disyariatkan kepada umat islam yakni mengorbankan
binatang ternak sebagai bukti syukur kita dan bakti kita kepada Allah Swt.
Allahu akbar
Mengapa harus binatang ternak ? itulah yang mungkin menjadi pertanyaan kita. Memang
sebenarnya pengurbanan bukan dinilai dari materinya. Tetapi nilai pengurbanan terfokus pada
niatan dan sikap mental kita dalam berkurban. Allah berfirman......al Hajj 37
}·¯ 4·4L4C -.- E_N`O+4q¯ ºº4Ò
E-74.4`g1 }´¯·¯4Ò N¡¬.4L4C
¯O4O^³+-¯- ¯ª7¯Lg` _ Elg¯EOE
E-4OOCEc ¯7¯·¯ W-Ò+O´)¯·¯+-g¯
-.- _OÞ>4N 4` ¯7¯.E³E- ¯ )O´]¯E´4Ò
¬--gL´O¯·÷©^¯- ^@_÷
37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan
dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu
mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang
berbuat baik.

Sedangkan bentuk-bentuk formal syar’i kurban seperti binatang-binatang tertentu dan waktu-waktu tertentu
adalah simbol-simbol dan isyarat-isyarat penuh makna yang seharusnya bisa dipetik oleh umat Muhammad
Saw. Manusia moderen dan rasional saat ini. Karena itulah pesan Allah untuk kita semua.
Allahu Akbar
Ajaran islam menetapkan kurban dengan binatang terbak, binatang jinak yakni unta, sapi kerbau dan kambing.
Bukan dengan pengorbanan harta benda yang lain. Iniadalah simbolisasi dan pesan moral secara khusus dari
dzat Yang Maha Pencipta kepada manusia yang kebanyakan bermental rendah yang bermental kebinatangan
jinak yaitu mental bahimiyah. Yaitu mental orientasi hidup sebagaimana binatang jinak yang hanya mengejar
kenikmatan badani, seperti makan, minum, hura-hura dan seks. Itulah kenikmatan kenbinatangan manusia
yang harus dikurbankan atau disembelih, selanjutnya dijadikan kendaraan ruhani menuju ridlo Ilahi. Karena
jiwa kebinatangan itu pula yang bisa menjadikan kita sekalian untuk aktif melaksanakan perintah-perintah
Allah dan menjauhi larangan-larangannya.
Allahu akbar
Kaum muslimin hendaknya memegang prinsip dan komitmen atas pengurbanan nafsu kebinatang jinakannyaa.
Ia harus sadar bahwa hidup ini adalah perjalanan panjang menuju Allah. Jika seseorang dalam hidupnya hanya
berorientasi pada kepentingan kebinatang jinakan, seperti niatan hidup hanya menuju kepada kepentingan
keenakan makan, minum, tidur dan seks. Maka berarti ia menjadikan dirinya sebagai binatang jinak secara
maknawi, walaupun wujud lahirnya adalah manusia. Maka jadilah ia sebagai manusia bermental kambing, sapi,
kerbau, ayam dll. Jika seseorang sampai mati masih didominasi oleh nafsu kebinatang jinakan ini maka ia nanti
akan bangkit di hari kemudian dalam wujud maknawi jiwanya tersebut. Sehingga ada orang yang bangkit dari
kuburnya berkepala kerbau, sapi, kambing, harimau dll , macam-macam jiwa yang menempel dalam dirinya
hingga sampai mati. Demikian juga orang yang beriman yang melaksanakan ibadah kurban dengan ikhlas hati
dan memenuhi syar’i maka akan mendapatkan kendaraan-kendaraanpadang mahsyar berupa jiwa-jiwa
kebinatangan yang telah terbebaskan. Kendaraan ini sangat berarti untuk perjalanan menuju ke tempat
kemballi pada sumber kenikmatan abadi, yaitu surga yang dijanjikan.
Allahu akbar
Menyembelih bukan berarti mematikan jiwa, karena jiwa tidak dapat mati. Menyembelih berarti menransfer
jiwa ke alam ruhaniah sehingga jiwa justru bisa terbebaskan dari ikatan dan belenggu badan sehingga jiwa
kebinatangan, jiwa kambing, jiwa sapi atau yang lain-lainnya yang kita kurbankan dapat dikendarai menuju
Tuhan melalui taman-tamannya yang indah yaitu surga.
Makan, minum , tidur dan seks tetap penting dalam rangka menjaga stamina dan generasi untuk berbakti
kepada Ilahi. Makan, minum, tidur dan seks bukan tujuan untuk memuaskan menggemukkan nafsu
kebinatangan kita. Tetapi sarana untuk mencari ridlo Allah, untuk menjadi kendaraan kita, kuat untuk
melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Inilah diantara sekian banyak hikmah pesan moral yang terdapat dalam hari raya kurban. Hari ini justru kita
diharamkan untuk puasa, begitu juga 3 hari setelah ini. Oleh karena itu marilah kita atur makan dan minum
kita dengan niatan menjaga kekuatan dan kesehatan kita sehingga kita dapat melaksanakan perintah dan
menjauhi larangan Allah. Kita istirahatkan badan kita dengan tidur agar kita dapat beribadah kepada Allah
dengan baik. Kita salurkan nafsu seks kita sesuai dengan ketetapan Allah dalam rangka mencari ridlo Allah Swt
semata.
Allahu akbar
Demikain khutbah yang bisa saya sampaikan semoga bisa memupuk keimanan dan ketakwaan kita kepada
Allah Swt.
Idza jaa a nasrullahi wal fatkh.....

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->