P. 1
Indahnya Ukhuwah Islamiyah

Indahnya Ukhuwah Islamiyah

|Views: 8|Likes:
Published by Defi_Rahmah_Fa_3650

More info:

Published by: Defi_Rahmah_Fa_3650 on Feb 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

INDAHNYA UKHUWAH ISLAMIYAH

By H Sugiarta
Diambil dari berbagai sumber

Sikap individualistik mendorong manusia bersikap acuh tak peduli pada urusan orang lain. Bahkan pada urusan yang bersifat hidup matinya seseorang. Tidak mengherankan pada pergaulan masyarakat muslim di hari ini tidak lagi mempedulikan apa yang dialami orang lain. Sebelah rumahnya sedang kesusahan ia tidak mengetahuinya. Tetangganya sedang meregang nyawa ia tidak mendengarnya. Tidaklah aneh saat ini apabila orang mengenal tetangganya bukan ketika bercengkerama di rumahnya, melainkan ia mengetahui tetangganya itu di tempat yang jauh dan terjadi pada kurun waktu yang cukup lama setelah bertetangga. Dalam sebuah pesta besar, ada seorang pria terheran-heran pada kenalannya di pesta itu. Pasalnya, kenalan barunya itu adalah tetangga sebelah rumahnya. Padahal mereka telah lama hidup saling bertetangga. Aneh memang tapi begitulah gaya hidup masa kini. Tidaklah jarang dalam kehidupan dewasa ini kita setiap waktu selalu melihat atau mendengar baik secara langsung dengan mata kepala sendiri atau melalui perantara media, baik cetak maupun elektronik yaitu begitu mudahnya orang memulai permusuhan, kemudian dilanjutkan dengan pertengkaran, pertikaian, baku hantam bahkan saling serang dan saling bunuh. Orang tua tega membunuh anak kandungnya sendiri, seorang anak tega membunuh ayahnya, karena utang nyawa bisa melayang. Sudah tidak ada lagi rasa sayang, apalagi rasa empaty. Sungguh tragis kondisi sosial masyarakat kita saat ini, ukhuwah sudah terkikis dari sendi-sendi kehidupan kita, bahkan menjadi barang langka yang mahal dan sulit kita temukan, padahal Alloh telah menegaskan dalam firmanNya bahwa seama muslim itu bersaudara. Sebagaimana firman Alloh berikut ini:

“Sesungguhnya mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [QS Al-Hujurat (49):10]
Tetapi kenapa semua ini bisa terjadi, tentu pasti ada penyebabnya mari kita perhatikan peringatan dari Alloh swt dalam firman-Nya berikut ini:

ada enam hal yang menjadikan rusaknya kondisi sosial masyarakat kita saat ini : Pertama. padahal sekarang sifatnya justru sudah jujur tapi gelar si pembohong tetap melekat pada dirinya. justru akan menimbulkan rasa kesombongan dan selalu diakhiri dengan permusuhan bagi para . jauhilah kebanyakan dari prasangka. Dan bertaqwalah kepada Allah. kemarahan dan permusuhan. memanggil orang lain dengan panggilan gelar-gelar yang tidak disukai. mencari-cari kesalahan orang lain. Ketiga. janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan) dan jangan pula wanita wanita-wanita mengolok-olokan wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Kelima. begitulah seterusnya karena panggilan-panggilan seperti itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Memanggil orang dengan gelar sifat yang buruk juga tidak dibolehkan meskipun sifat itu memang dimilikinya. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?. maka dipanggillah ia dengan si pembohong. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat. misalnya karena si A sering berbohong. Orang yang pendek tidak mesti kita panggil si pendek. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Manusia yang suka menghina berarti merendahkan orang lain.” [QS Al-Hujurat (49): 11-12] Dari ayat di atas. Karenanya jangan dipanggil seseorang dengan gelar-gelar yang buruk. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.“Hai orang-orang yang beriman. Manakala kita tidak suka diolok-olok. hal ini karena memang tidak ada perlunya bagi kita. berburuk sangka. Keempat. baik dengan kata-kata maupun dengan bahasa isyarat karena hal ini dapat menimbulkan rasa sakit hati. dan iapun akan jatuh martabatnya. ini merupakan sikap yang bermula dari iri hati (hasad). Kedua. mencaci atau menghina orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. maka mereka itulah orang-orang yang zalim. baik antar individu maupun antar kelompok. Sikap seperti ini harus dicegah karena akan menimbulkan sikap-sikap buruk lainnya yang bisa merusak ukhuwah islamiyah. orang yang badannya gemuk tidak harus kita panggil dengan si gembrot. Akibatnya ia berburuk sangka bila seseorang mendapatkan kenikmatan atau keberhasilan. memperolok-olokan. maka janganlah kita memperolok-olok. Kekurangan secara fisik bukanlah menjadi alasan bagi kita untuk memanggil orang lain dengan keadaan fisiknya itu. apalagi bila kalimat penghinaan itu bukan sesuatu yang benar. apalagi belum tentu orang yang kita olok-olok itu lebih buruk dari diri kita. Hai orang-orang yang beriman.

tetapi apabila hal itu tidak segera kita bersihkan dari dalam diri kita maka lama kelamaan akan menjadi penyakit. Karena ia bukan hanya ucapan melainkan ia adalah amalan. Mereka lebih memilih lapar bagi dirinya daripada saudaranya yang lapar. Mungkin kita mengawalinya dengan melakukan perbuatan tersebut sekali dua kali. seseorang rela mati demi saudaranya. Maka tidaklah mengherankan ketika terjadi peristiwa hijrah ke kota Yatrib. Keenam. begitu indah sambutan yang dilakukan oleh kaum Anshor kepada kaum muhajirin. Ukhuwah merupakan urat nadi kehidupan mereka. Mereka lebih mendahulukan kepentingan orang lain dari kepentingan diri mereka sendiri meskipun mereka teramat membutuhkannya. Mereka sangat menjaga kehormatan dirinya ketimbang harus menjadi orang yang rakus lagi terhina. Mencari kesalahan diri sendiri lebih baik untuk kita lakukan agar kita bisa memperbaiki diri sendiri. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. Manakala kita mengetahui rahasia orang lain yang ia tidak suka bila hal itu diketahui orang lain. Bagaimana tidak. Sebagai mana firman Alloh swt berikut: “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum kedatangan mereka (kaum Muhajirin) mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Sangat beda dan terasa jauh sekali bila kita bandingkan dengan kondisi dimana Rosullulloh saw dan para sahabat masih hidup. bergunjing dengan membicarakan keadaan orang lain yang bila ia ketahui tentu tidak menyukainya. Sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu. Bahkan bukan sekedar amalan biasa tetapi amalan yang dikaitkan dengan kondisi keimanan pelakunya. Potret ukhuwah islamiyah yang telah dilakoni para pendahulu menggores kesan mendalam yang teramat indah bagi peradaban manusia.pelakunya. . apalagi bila hal itu menyangkut rahasia pribadi seseorang. ukhuwah selalu menhiasi relung hidup mereka. Bahkan hal itu bisa menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. maka menjadi amanah bagi kita untuk tidak membicarakannya. mereka itulah orang-orang yang beruntung” (Al-Hasyr: 9) Berbicara ukhuwah memang tidak sekedar teori melainkan nilai-nilai mulia yang mesti diimplementasikan dengan jiwa besar. Dan mereka tiada menaruh keingan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (kaum Muhajirin) dan mereka mengutamakan orang-orang Muhajirin atas diri mereka sendiri.

Mereka tidak disatukan karena motivasi materi. tidak dikaitkan dengan nilai-nilai moralitas yang tertanam dari benih ideologi samawiyah. Akan tetapi masing-masing pihak berupaya untuk dapat menyenangkan khalayak sekitarnya. Keimananlah yang menjadi pijakan muamalah mereka. tersenyum melihat seorang sahabat yang telah membuktikan sikap ukhuwahnya pada saudaranya yang lain. Sehingga mereka melakukan suatu kebaikan lantaran faktor humanisme. Wihdatul aqidah itulah jawabannya. tidak dapat dibatasi oleh dinding setebal apapun. Lihatlah sejarah manusia-manusia pilihan yang telah mengukir indahnya peradaban orang-orang yang beriman. Beliau mendapatkan informasi bahwa sahabat tersebut menjamu tamunya dengan hidangan yang diperuntukkan keluarganya. Menjadi kewajiban setiap kader dakwah untuk membangun bangunan keimanan yang kokoh agar dapat merefleksikannya dalam berinteraksi antar sesama. Agar tamunya berselera menyantap hidangannya. Menjadi kepuasan bagi dirinya apabila kelebihannya dapat dicicipi oleh banyak orang. Karena itu pancaran persaudaran berasal dari cahaya keimanan si pemiliknya dapat menembus dan tak pernah lekang oleh waktu dan demensi. membangun Madinah sebagai sentral aktivitas muslim. menepisnya dengan mengatakan: “Salman adalah keluargaku”. tuan rumah berpura-pura sedang menyantap makanan tersebut bersama-sama dengan lahap. kedaerahan serta ashabiyah lainnya. Dan mereka terhina apabila orang lain terepotkan lantaran dirinya . Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa sungkan tamunya untuk menyantap makanan tersebut. beliau mempersaudarakan sahabat Muhajirin dan Anshar. Hasasiyah ukhuwah ini akan semakin dinamis bila dilakukan dua arah. Mereka tidak pula celamitan pada kebaikan orang lain. Untuk menyenangkan hati tamunya. Pagi-pagi Rasulullah SAW. Ketika banyak orang mengaitkan sikap persaudaraan pada nasab. Nyata betul prinsip Islam ini. Rasulullah SAW. Karena keimanan yang menjadi landasannya juga tidak dapat dibatasi oleh batasan apapun. Di antaranya Abdurrahman bin Auf RA. Mereka tidak bakhil pada orang lain akan kelebihan dirinya. Keimanan ini melandasi hubungan mereka yang teramat indah itu. Lantaran porsi hidangan yang tersedia hanya cukup untuk seorang. Melainkan hubungan mereka diikat oleh keimanan. Keimanan yang stabil senantiasa memproduk amal khairiyah dan merealisasikannya dalam bentuk nyata tatkala bermuamalah dengan banyak manusia.Iman Landasan Persaudaraan Islam Ukhuwah islamiyah tidaklah sama dengan cita rasa humanisme seperti yang dipahami banyak orang. dia matikan lampu rumah sehingga makanan yang disajikan tidak tampak pada sang tamu. Mereka merasa bahagia apabila orang lain merasakan kebaikannya. kesukuan. sebaliknya keimanan yang labil dapat menghambat produktivitas amal tersebut. kondisi temporer yang mereka alami. Juga ketika Rasulullah SAW. kesukuan. Hubungan personal ketika bermuamalah pada sesama muslim memang tidak diikat pada simpulsimpul kesatuan aktivitas manusia dalam kesehariannya. Sikap inilah yang mendapatkan senyuman malaikat dan membuat senang hati Rasulullah SAW. Akan tetapi ukhuwah islamiyah merupakan manivestasi keimanan pelakunya. . Kepekaan Ukhuwah Keimanan yang selalu bersinar terang akan menyalakan kepekaan ukhuwah. Sehingga semua pihak menahan diri untuk hanya menikmati ukhuwah orang lain.

Ia menyatukan irama hati dari bermacam-macam orang. Akan tetapi keduapun telah meninggal dunia.dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi‟i RA. Dengan itu setiap organ mempunyai investasi pada satu gerakan organ lainnya. Secepat kilat peetugas itu mendatangi orang kedua tadi. orang kedua ini mendengar ada arang lain yang juga membutuhkannya. Orang keduapun mengatakan. Sambil diobati juga diberikan makan atau minum yang dibutuhkannya. Akan tetapi lebih baik bagiku tunjukkanlah padaku dimana pasar?” Jawab Abdurrahman bin Auf RA. Demikianlah pengakuan M. Mereka dapat memposisikan dirinya secara tepat. “Berikan air itu padanya dia lebih butuh daripada saya”. Ia akan menjadi harmonika yang merdu dalam sebuah simponi. Saat sedang melayani orang-orang yang memerlukan bantuannya. Rupanya orang ketiga yang membutuhkan air ketika ia jumpai sudah meninggal dunia. Mereka ditautkan oleh perasaan kolektif pada dirinya masing-masing. Mereka tahu betul apa yang mesti dilakukan untuk orang lain. Mereka merasa bersedih apabila tidak mampu berbuat banyak untuk orang lain. Al-Imam menerima kunjungan para diplomat Indonesia dengan antusias dan mengajak para pemimpin Mesir untuk turut mendukungnya. terima kasih atas penawaranmu. Betapa manisnya kehidupan orang-orang yang beriman. Akan aku ceraikan dia dan nikahilah setelah selesai masa iddahnya”. Petugas tersebut mendatanginya. Iapun berlari menjumpai orang pertama. Mereka dapat merasakan kesusahan dan kebahagiaan saudaranya. Saudaranya adalah cermin sejati bagi dirinya. Hasan Al-Banna memberikan sokongan yang sangat besar atas perjuangan bangsa Indonesia mengusir kolonial Belanda. Petugas itupun segera mencari-cari sumber suara tadi. Khalifah mengajak rakyat untuk membebaskan wanita tersebut. Namun ketika akan dituangkan pada mulut orang itu terdengar pula suara orang yang juga berhajat pada air. dia lebih membutuhkannya ketimbang diriku!”. Lalu orang pertama yang membutuhkan air itu berujaar pada petugas logistik itu. Alunan simponi yang indah ini dapat menjadi suatu kekuatan besar dalam membangun umat. Hasan Zein penulis Diplomasi Revolusi di Luar Negeri. Akan tetapi ketika akan diminumkan air. . Perasaan bahwa saudaranya adalah dirinya. Menumbuhkan Perasaan Kolektif Seusainya perang Badar petugas logistik mengamati pejuang-pejuang Islam yang terluka. “Semoga Allah senantiasa memberkahi dirimu dan keluargamu. Ukhuwah merupakan wujud perasaan kolektif dalam bermuamalah antar manusia. Begitupun orang pertama. Dengan hati yang tulus Saad bin Rabi‟ mengatakan: “Aku memiliki beberapa perniagaan silahkan ambil yang kau cenderungi. Perasaan kolektif ini bagaikan saraf yang memadukan aneka ragam organ dalam tubuh. “Berikan air itu padanya. Umar mengangkat sendiri bahan pangan untuk rakyatnya yang sedang menderita. Khalifah Sulaiman Al-Manshur tidak bisa berdiam diri ketika ia mendengar ada seorang muslimah yang teraniaya di Byzantium. Dan bahagia bila saudaranya bahagia. ia dapati telah meninggal dunia. Dan aku mempunyai beberapa isteri silahkan lihat mana yang menarik hatimu. Itulah kisah manusia yang diabadikan sepanjang sejarah. Petugas ini mendengar ada suara orang yang meminta air karena rasa haus yang mencekik. Merasa sakit apabila saudaranya sakit. Maka petugas itu segera menemui orang kedua itu. Umar bin Khathab menangis terisak-isak tatkala ia mengetahui ada rakyatnya dirundung kelaparan.

Tidak ada solusi sedikit pun kecuali Islam yang dapat menyatukan hati yang beragam bentuknya. Ukhuwah. Juga akan kehilangan kendali arah sehingga alur roda itu berputar tanpa arah. di atas manhaj Allah dan dalam merealisasikan manhaj Rabbani yang agung. Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki permusuhan antara kaum Aus dan Khazraj di kota Madinah sebelum Islam. Ia adalah nadi dari geliat umat ini. dan ingatlah akan nikmat Allah saat itu kalian saling bermusuhan maka disatukan antara hati kalian maka jadilah dengan Nikmat Allah saling bersaudara. namun pertemuan yang berdasarkan pada ukhuwah islamiyah. yaitu nikmat yang diberikan bagi mereka yang dicintai dan dikehendaki Allah dari hamba-hamba-Nya. Berhentinya akan berdampak pada lambannya mobilitas kader untuk mengemban tugas mulia. Perasaan kolektif harus menjadi bukti keimanan. lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Persaudaraan yang terjaga dengan tali Allah merupakan kenikmatan yang diberikan Allah atas jamaah Islamiyah. Akan tetapi perasaan kolektif ketika manusia hidup dengan sikap dan gaya individualistik. Demikianlah Allah ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah menyatukan hati di antara mereka. Hal ini mengingatkan kepada kita akan nikmat yang begitu besar. Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak beriman salah seorang diantaramu apabila tidak mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri”.Itulah perasaan kolektif menjadi gelombang besar yang dapat menggerakkan sebuah kekuatan umat. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjalin perasaan kolektif ini.R. agar kamu mendapat petunjuk”. berkembang dan berbuah. (H. merupakan pertemuan yang bukan sekadar pertemuan untuk mencapai keuntungan yang nisbi atau mencapai tujuan tentunya. dan tidak mungkin hati-hati itu akan bersatu kecuali karena ukhuwah fillah. Setiap kader wajib merawat dan meningkatkan perasaan kolektif ini agar ia tumbuh. tidak ada yang terjadi kecuali karena tali Allah yang dapat menyatukan mereka menjadi saudara. Ukhuwah karena Allah. dan mengingatkan kita bagaimana kita sebelumnya dalam keadaan jahili saling bermusuh-musuhan. Firman Alloh : “Dan berpegang teguhlah kepada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai. Bahasa Amal Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah menceritakan kisah tentang tukang sol sepatu yang menunda pergi hajinya karena uang yang dipersipakan untuk berangkat ke Baitullah Al-Haram diberikan pada . perjanjian dan agamanya. Bukhari dan Muslim) Bagi kader dakwah perasaan kolektif ini tidak boleh berhenti denyutnya. Namun setelah masuk Islam. 3 : 103) Gambaran di atas yang dilukiskan Al-Quran terhadap mereka yang bertemu dalam tali (agama) Allah dan menjadikannya sebagai manhaj. (QS. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka. Sikap ini menjadi barang langka yang jarang ditemukan.

Resep ini memang terkesan sangat simple. Komunikasi yang harmonis dibangun atas dasar hubungan manusiawi yang utuh dari berbagai dimensi bukan pada hubungan formalitas apalagi hiasan bibir semata. Subhanallah. Sinar keimanan yang lahir dari pembiasaan watak dan prilaku para pemiliknya. menyebarkan salam. memberikan resep sederhana untuk dapat mengikat kembali tali-tali yang putus hingga dapat menghimpun hati-hati yang retak. Ia rela menyerahkan harta yang ia kumpulkan dari jerih payahnya berbulan-bulan kepada saudaranya sesama muslim. Adakah yang mendapatkan musibah atau adakah diantara mereka yang telah dianugerahi Allah kebaikan yang dapat menyenangkan orang banyak. teramat indah bahasa amal itu. Dalam kegiatan ini bisa dijabarkan dengan bermacam-macam perlakuan. Kehambaran itu sirna dengan segera. Namun banyak teman-temannya yang berangkat menunaikan ibadah haji melihat tukang sol sepatu itu berada di tanah suci. Begitulah bahasa amal. Dan banyak lagi segudang ungkapan untuk memulai menyebarkan salam antar sesama kader. nasib saudaranya sesama muslim. Adakah yang sakit. tukang sol sepatu itulah orang yang termasuk diterima ibadah hajinya oleh Allah SWT. Ukhuwah adalah bahasa amal bukan bahasa teori atau konsep. Artinya sikap itu dilakukan secara refleks tidak perlu kalkulasi yang amat teliti. Dalam mimpi Ibnul Mubarak rahimahullah. Akan tetapi yang saya maksudkan disini adalah sikap arif tukang sol sepatu itu. sikap ini tidak dapat dihambat oleh berbagai kalkulasi material.tetangganya yang kelaparan. Sikap ini pancaran kebiasaan yang berasal dari sinar keimanan. Ungkapnya gembira. Bagaimana mereka selama ini. kali ini dia menyampaikan kabar beritanya dan menanyakan keadaan saya. “Saya senang dan terharu. Dengan menanyakan kabar teman di seberang telepon hubungan itu kembali hangat. keluarganya. Karena itu. Dapat saling mendoakan keadaan masing-masing agar meraih kemudahan dalam menjalani aktifitas hariannya serta mendapatkan karunia dari Allah sehingga meredam rasa berat dalam menerima ujian dan cobaan hidup. Inti masalahnya adalah bagaimana menyebarkan salam itu menjadi sebuah media komunikasi antar sesama kader dakwah agar tetap terjalin dengan baik. istri dan anaknya? Baik-baikkah mereka. Ia merupakan amalan bukan sekedar teori. Ia begitu lancar untuk bertindak cepat memutuskan pilihan-pilihan sulit baginya. Rasanya tali yang putus kembali tersambung”. Tukang sol sepatu itu tahu betul apa yang mesti diputuskan pada saat-saat yang tepat. Ia tidak mempedulikan keuntungan apa yang bakal diperoleh malah ia rela mendapatkan kerugian bagi dirinya asalkan saudaranya meraih kebahagian atas sikapnya. sehingga mereka tidak kehilangan informasi dan kendali arah. Pertama. sekian lama saya tidak pernah mendengar berita kawan saya. Beliau mengatakan: “Sebarkanlah salam. Rasulullah SAW. Kisah diatas tentu bukan persoalan maqbulnya ibadah haji yang dilakukannya. Bila kita melihat cerita pengalaman seorang teman tadi. . berikanlah makan dan dirikanlah shalat malam”. Tiba-tiba. Dari Mana Kita Memulainya Suatu saat seorang teman berbinar-binar matanya menyiratkan rasa haru dalam hatinya. Ia mengatakan baru saja menerima telepon dari kawannya yang menanyakan kabar berita tentang diri dan keluarganya. diantaranya bertanya bagaimana kabarnya. Sikapnya yang penuh perhatian pada nasib tetangganya. Sepertinya sederhana sekali untuk menyambung lagi tali persaudaraan yang nyaris putus.

Sehingga mereka bisa berbicara dan tertawa lepas yang selama ini tidak mereka temukan karena masih dirasakan terdapat dinding pembatas hati mereka.” Seorang sahabat merasa tersanjung ketika Rasulullah SAW jalan beriringan di sampingnya sambil beliau menanyakan keadaannya. Muslim) . karena dengan komunikasi ini manusia menemukan eksitensi dirinya sebagai makhluk yang multi dimensional. Media berkomunikasi saat ini sangat banyak apalagi kemajuan teknologi dapat menunjang pelaksanaannya. Dari saling menyapa itulah hubungan yang kaku diantara mereka mencair seketika. Mereka bisa saling tawar menawar suatu harga barang yang selama ini mereka jualbelikan dengan mesin atau robot. akhirnya mereka begitu akrab satu sama lainnya. Bahkan pernah ia kesulitan dengan apa memulai berkomunikasi kepada orang yang ada di hadapannya. Melakoni satu babak kehidupan ke babak berikut bagai mesin yang rutin berputar. Berziarah atau mengunjungi saudaranya yang muslim merupakan sebagian tanda keimanan. Komunikasi yang harmonis bagi masyarakat barat amat mahal. dari mana asalnya. saling bertegur sapa dan saling mengekspresikan ruat wajah yang dapat disaksikan oleh mitra bicara. Tanpa seni yang menyentuh ruang hati manusia yang paling dalam. hardik orang tersebut. “Maaf tuan. Saat ini banyak kita temukan orang yang kehilangan rasa. Sikap ini menunjukkan betapa manisnya pergaulan yang dilakukan Rasulullah SAW. Dengan mengunjungi kita dapat menuangkan berbagai suasana hati. Berkomunikasi dapat dilakukan melalui silaturrahmi atau mengunjunginya. bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia silaturrahim”. Diantaranya mereka mengadakan pasar loakan setiap hari libur sebagai sarana mereka berkomunikasi.Menjalin komunikasi yang harmonis ini menjadi kebutuhan asasi masyarakat modern. Begitu mumpuninya komunikasi dalam bergaul antar sesama yang dapat meluluhkan hati-hati yang keras membatu. Yakni ia menginjak kaki orang tersebut sehingga orang itu memarahinya. (H. termasuk rasa dalam berkomunikasi ketika bergaul antar sesama.R. Mereka dapat saling menyapa untuk menanyakan dimana tinggalnya. Abbas Asisi menjawab. sudah berapa lama tinggal di daerah itu dan sapaan lainnya. Kondisi ini membuat mereka berupaya untuk menemukan format baru dalam berkomunikasi dengan sesama. Rasulullah SAW. Makhluk yang dihargai oleh lingkungan sekitarnya. Karena ia adalah hak sesama muslim. pelajaran serta berbagi lainnya. Namun ia menemukan juga jalan ke arah itu. kepada sahabatnya begitupun sebaliknya. Abbas Asisi salah seorang murid Hasan Al-Banna selalu membuka komunikasi dengan banyak orang yang ia jumpai. pengalaman. Makanya banyak orang berupaya mencari tempat kongkow-kongkow hanya sekedar mendapatkan sebuah tali komunikasi yang tidak diikat oleh formalitas kehidupan. ”berkomunikasilah karena ia seni kehidupan„. Dapat saling bertatap muka. Orang bijak mengatakan. Melalui komunikasi itulah ia membuka peluang dakwah di hati mitra bicaranya. karena selama ini mereka menjalani kehidupan ini secara mekanik. Dengan mengunjungi kita dapat berkomunikasi dan berbagi perasaan. Dengan pengakuan itu orang tersebut malah meminta maaf atas ucapannya tadi lalu perbincangan akhirnya berlanjut pada tema-tema lainnya yang kemudian menyentuh tema-tema dakwah. “Apa matamu buta? mengapa kamu injak kaki saya”. mata saya memang rabun sehingga saya tidak begitu jelas melihatnya”.

Apalagi hadiah yang diberikan kepada saudaranya sangat ia sukai. Nabi SAW. Ia bagaikan samudera lepas. Hadiah pertanda penghargaan dan kasih sayang. Rasulullah SAW. (Ali Imran: 92) Ketiga. (H. Sedikit sekali manusia yang dapat menyelami samudera hati. Mulailah dari darimu sendiri. melaksanakan shalat malam (doa). Memang alangkah bagusnya bila mampu memberikan hadiah yang menarik serta bernilai lebih. Sebab ia adalah bentuk visualisasi dari atensi yang besar. email. Bahkan Dia dapat mengendalikan hati-hati yang liar. Melancarkan sumbatan-sumbatannya.R. Ia akan terurai ketika hatinya liar. Firman Allah SWT. Muamalah antar manusia juga bagian dari gerakan hati. bisa melalui telepon. Maka tidaklah naif memberikan hadiah yang sepertinya tidak begitu bernilai. yang memberikan hadiah berupa sekerat kurma kepada saudaranya. memberi makan (hadiah). maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. Disamping itu agar hati yang kering lagi tandus menjadi basah dan subur. Untuk mencapai sasaran tersebut. menjadi pelopor. sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Karenanya hadiah jangan dipandang dari nilai nominalnya akan tetapi lihatlah bahwa adalah ekspresi kecintaan. Dialah Allah Pemilik hati manusia yang mampu membolak-balikan gerakan hati secara dratis. Malah dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa ada seorang sahabat Nabi SAW. Apalagi menanti siapa yang akan memulainya. internet. Akan tetapi menjadi sederhana ketika conecting langsung pada pemiliknya. Ibda‟ binafsik. “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna). Hubungan dengan Sang Penakluk Hati diantaranya dapat diwujudkan dengan panjatan doa untuk diri dan saudaranya. . Ia wujud atensi yang dalam. Tidak perlu menunggu orang lain memberi aba-aba untuk memulainya. Semua resep sederhana di atas akhirnya berpulang pada satu kalimat . Sebagai upaya mendayagunakan kekuatan doa untuk mengikat dan menyatukan hati manusia.Dan komunikasi dapat pula dilakukan lewat piranti teknologi canggih sekarang ini. Kedua. Ia akan terkait tatkala hatinya sudah tertambat. mendengar berita itu tersenyum bahagia. Duhai mulianya ia yang mau memberikan hadiah meski kondisi hidupnya dalam kesulitan. Doa menjadi media perantara untuk merajut hati yang retak. Tirmidzi) Hadiah sebagai media mengungkapkan kata hati pada seseorang dalam kondisi tertentu. Hati merupakan ruang yang luas lagi dalam. Permasalahannya tampaknya rumit dan jelimet. Hasan Al-Banna mengajak para pengikutnya untuk membaca doa Rabithah selepas mengikuti majelis pertemuannya. Artinya setiap individu segera untuk memulainya. Oleh karena itu tidak perlu merasa malu untuk memberikan hadiah yang tidak mewah atau mahal. bersabda: “Salinglah berbagi hadiah niscaya kalian akan saling mencintai”. Menjalin hubungan langsung pada si Empunya hati manusia secara rutin dapat menjadi sebuah kekuatan besar yang mampu menghimpun aneka ragam hati manusia. Persoalan hati manusia adalah persoalan yang penuh misteri. surat atau media-media lainnya. Dan apa saja yang kamu nafkahkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->