2012

ALJABAR BOOLEAN, Komplemen dan Peta karnaugh (K-Map)
Makalah Sistem Digital
STMIK ELRAHMA YOGYAKARTA

Nama NIM Kelas

: Irwanto : 12110985 : TI.A/3

1. ALJABAR BOOLEAN Aljabar boolean merupakan aljabar yang berhubungan dengan variabel-variabel biner dan operasi-operasi logik. Variabel-variabel diperlihatkan dengan huruf-huruf alfabet, dan tiga operasi dasar dengan AND, OR dan NOT (komplemen). Fungsi boolean terdiri dari variabel-variabel biner yang menunjukkan fungsi, suatu tanda sama dengan, dan suatu ekspresi aljabar yang dibentuk dengan menggunakan variabel-variabel biner, konstanta-konstanta 0 dan 1, simbol-simbol operasi logik, dan tanda kurung. Suatu fungsi boolean bisa dinyatakan dalam tabel kebenaran. Suatu tabel kebenaran untuk fungsi boolean merupakan daftar semua kombinasi angka-angka biner 0 dan 1 yang diberikan ke variabel-variabel biner dan daftar yang memperlihatkan nilai fungsi untuk masing-masing kombinasi biner. Aljabar boolean mempunyai 2 fungsi berbeda yang saling berhubungan. Dalam arti luas, aljabar boolean berarti suatu jenis simbol-simbol yang ditemukan oleh George Boole untuk memanipulasi nilainilai kebenaran logika secara aljabar. Dalam hal ini aljabar boolean cocok untuk diaplikasikan dalam komputer. Disisi lain, aljabar boolean juga merupakan suatu struktur aljabar yang operasi-operasinya memenuhi aturan tertentu. DASAR OPERASI LOGIKA LOGIKA : Memberikan batasan yang pasti dari suatu keadaan, sehingga suatu keadaan tidak dapat berada dalam dua ketentuan sekaligus. Dalam logika dikenal aturan sbb :  Suatu keadaan tidak dapat dalam keduanya benar dan salah sekaligus  Masing-masing adalah benar / salah.  Suatu keadaan disebut benar bila tidak salah. Dalam ajabar boolean keadaan ini ditunjukkan dengan dua konstanta : LOGIKA ‘1’ dan ‘0’ Operasi-operasi dasar logika dan gerbang logika : Pengertian GERBANG (GATE) :  Rangkaian satu atau lebih sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal keluaran.  Rangkaian digital (dua keadaan), karena sinyal masukan atau keluaran hanya berupa tegangan tinggi atau low ( 1 atau 0 ).  Setiap keluarannya tergantung sepenuhnya pada sinyal yang diberikan pada masukan-masukannya. Operasi logika NOT ( Invers ) Operasi merubah logika 1 ke 0 dan sebaliknya  x = x’

Tabel Operasi NOT X X’ 0 1 1 0

Simbol

B 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 B Operasi logika OR Operasi antara 2 variabel (A. Simbol Tabel Operasi OR A A+B A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 A+B 0 1 1 1 B Operasi logika NOR Operasi ini merupakan operasi OR dan NOT. keluarannya merupakan keluaran operasi OR yang di inverter.B) Operasi ini akan menghasilkan logika 0. Simbol Tabel Operasi NOR A A+B ( A + B )’ A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 ( A + B)’ 1 0 0 0 B Atau A ( A + B )’ B Operasi logika NAND . jika kedua variabel tersebut berlogika 1 Simbol A A.B Tabel operasi AND A B A.B)  Operasi ini akan menghasilkan logika 1.Operasi logika AND  Operasi antara dua variabel (A. jika kedua variabel tersebut berlogika 0.

Simbol A A. Simbol A Y Tabel Operasi EXNOR A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 A+B 1 0 0 1 B DALIL BOOLEAN . Simbol A Y Tabel Operasi EXOR A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 A+B 0 1 1 0 B Operasi logika EXNOR Operasi ini akan menghasilkan keluaran ‘1’ jika jumlah masukan yang bernilai ‘1’ berjumlah genap atau tidak ada sama sekali. B )’ Tabel Operasi NAND A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 ( A . X=0 ATAU X=1 2.B ( A . 1 + 1 = 1 . 1. B)’ 1 1 1 0 B Atau A ( A . 0 = 0 3. B )’ B Operasi logika EXOR akan menghasilkan keluaran ‘1’ jika jumlah masukan yang bernilai ‘1’ berjumlah ganjil.Operasi logika ini merupakan gabungan operasi AND dan NOT. 0 . Keluarannya merupakan keluaran gerbang AND yang di inverter.

B .0 . B = ( A. A + A’ . B = (A’ + B’) . DISTRIBUTIF A .B = ( A.(A+B) = A CONTOH : 1. KOMUTATIF A+B=B+A A.4.A 2. HK. B=B .A=A 7. 0 + A = A ----. HK. 6. (B+C) = A. (A+C) 4.1= 1 1.B + A.C) 3. NEGASI ( A’ ) = A’ (A’)’ = A 5.B = A A. HK. B = A .B )’ + 0 = A’. A =0 9.C A + (B. C = A . (B. (A + B)= A . A’ + A = 1 A’ . 5. A = A 1 + A = 1 ----. 7. B = A+B 2. B 6. A + A .1. HK. HK. B 10.B) .0=0. 1 + A’ . B = A + A’ .B)’ . 0+0=0 1.1=0 1+0=0+1=0 TEOREMA BOOLEAN 1. B )’ = A’ + B’ = A . ASSOSIATIF (A+B)+C = A+(B+C) (A. B = A + B A . DE MORGAN’S ( A+ B )’ = A’ . HK.C) = (A+B) . ( 1 + B’ ) + A’ . B’ ( A . IDENTITAS A+A=A A . ABRSORPSI A+ A.B )’ + B’. A = 0 8. A B X X = (A. B’ + A’ .

Sebuah operator uner: ’. Komplemen1: .B : himpunan yang didefinisikan pada opeartor +.A B X = A’. ’) disebut aljabar Boolean jika untuk setiap a. dan ’ . .Dua operator biner: + dan  .0 dan 1 adalah dua elemen yang berbeda dari B. +. c  B berlaku aksioma-aksioma atau postulat Huntington berikut: 1.B Aljabar Boolean  Misalkan terdapat . Closure: (i) a + b  B (ii) a  b  B 2. . Tupel (B. b. Distributif: (i) a  (b + c) = (a  b) + (a  c) (ii) a + (b  c) = (a + b)  (a + c) (i) a + a’ = 1 (ii) a  a’ = 0 5. . a 4. Identitas: (i) a + 0 = a (ii) a  1 = a 3. Komutatif: (i) a + b = b + a (ii) a  b = b .B ATAU A B X = A’.

operator uner. Untuk mempunyai sebuah aljabar Boolean. Distributif: (i) a  (b + c) = (a  b) + (a  c) dapat ditunjukkan benar dari tabel operator biner di atas dengan membentuk tabel kebenaran: a 0 0 0 0 1 1 1 1 b 0 0 1 1 0 0 1 1 c 0 1 0 1 0 1 0 1 b+c 0 1 1 1 0 1 1 1 a  (b + c) 0 0 0 0 0 1 1 1 ab 0 0 0 0 0 0 1 1 ac 0 0 0 0 0 1 0 1 (a  b) + (a  c) 0 0 0 0 0 1 1 1 . 3. Kaidah operasi untuk operator biner dan operator uner.Kaidah untuk operator biner dan operator uner: a 0 0 1 1 B 0 1 0 1 ab 0 0 0 1 a 0 0 1 1 b 0 1 0 1 a+b 0 1 1 1 a 0 1 a’ 1 0 Cek apakah memenuhi postulat Huntington: 1. Closure : jelas berlaku 2. Komutatif: jelas berlaku dengan melihat simetri tabel operator biner. 2. ’ . Identitas: jelas berlaku karena dari tabel dapat kita lihat bahwa: (i) 0 + 1 = 1 + 0 = 1 (ii) 1  0 = 0  1 = 0 3. 4. Memenuhi postulat Huntington. + dan  . harus diperlihatkan: 1. Elemen-elemen himpunan B.B = {0. Aljabar Boolean Dua-Nilai Aljabar Boolean dua-nilai: . 1} .operator biner.

+. Komplemen: jelas berlaku karena Tabel 7. ’) adalah sebuah aljabar Boolean. 1} bersama-sama dengan operator biner + dan  operator komplemen ‘ merupakan aljabar Boolean. maka terbukti bahwa B = {0. . Suatu ekspresi Boolean dalam (B. karena 0  0’= 0  1 = 0 dan 1  1’ = 1  0 = 0 Karena kelima postulat Huntington dipenuhi. e1  e2. dan c = 0. (ii) setiap peubah. karena 0 + 0’= 0 + 1 = 1 dan 1 + 1’= 1 + 0 = 1 (ii) a  a = 0. b) + (a  c) . e1’ adalah ekspresi Boolean Contoh: 0 1 a b c a+b ab a’ (b + c) a  b’ + a  b  c’ + b’.3 memperlihatkan bahwa: (i) a + a‘ = 1. b = 1. 5. Contoh: a  (b + c) = (a . (iii) jika e1 dan e2 adalah ekspresi Boolean. maka hasil evaluasi ekspresi: 0’ (1 + 0) = 1  1 = 1  Dua ekspresi Boolean dikatakan ekivalen (dilambangkan dengan ‘=’) jika keduanya mempunyai nilai yang sama untuk setiap pemberian nilai-nilai kepada n peubah. maka e1 + e2. Ekspresi Boolean  Misalkan (B. . dan sebagainya Mengevaluasi Ekspresi Boolean  Contoh: a’ (b + c) jika a = 0. ’) adalah: (i) setiap elemen di dalam B. +.(ii) Hukum distributif a + (b  c) = (a + b)  (a + c) dapat ditunjukkan benar dengan membuat tabel kebenaran dengan cara yang sama seperti (i).

Penyelesaian: a 0 0 1 1  b 0 1 0 1 a’ 1 1 0 0 a’b 0 1 0 0 a + a’b 0 1 1 1 a+b 0 1 1 1 Perjanjian: tanda titik () dapat dihilangkan dari penulisan ekspresi Boolean. S* disebut sebagai dual dari S. Perlihatkan bahwa a + a’b = a + b . Contoh. dan komplemen. maka jika pernyataan S* diperoleh dengan cara mengganti  + 0 1 dengan dengan dengan dengan +  1 0 dan membiarkan operator komplemen tetap apa adanya.Contoh. bukan a0 Prinsip Dualitas  Misalkan S adalah kesamaan (identity) di dalam aljabar Boolean yang melibatkan operator +. (i) (a  1)(0 + a’) = 0 dualnya (a + 0) + (1  a’) = 1 (ii) a(a‘ + b) = ab dualnya a + a‘b = a + b . kecuali jika ada penekanan: (i) (ii) (iii) a(b + c) = ab + ac a + bc = (a + b) (a + c) a  0 . . maka kesamaan S* juga benar.

Hukum idempoten: (i) a + a = a (ii) a  a = a 4. Hukum 0/1 (i) 0’ = 1 (ii) 1’ = 0 2. Hukum dominansi: (i) a0 =0 (ii) a + 1 = 1 6.   Setiap ekspresi Boolean tidak lain merupakan fungsi Boolean. Misalkan sebuah fungsi Boolean adalah . Hukum identitas: (i) a+0=a (ii) a  1 = a 3.3. Buktikan (i) a + a’b = a + b dan (ii) a(a’ + b) = ab Penyelesaian: (i) a + a’b = (a + ab) + a’b = a + (ab + a’b) = a + (a + a’)b =a+1b =a+b (ii) adalah dual dari (i) Fungsi Boolean  Fungsi Boolean (disebut juga fungsi biner) adalah pemetaan dari Bn ke B melalui ekspresi Boolean. Hukum De Morgan: (i) (a + b)’ = a’b’ (ii) (ab)’ = a’ + b’ Contoh 7. Hukum distributif: (i) a + (b c) = (a + b) (a + c) (ii) a (b + c) = a b + a c 11. Hukum involusi: (i) (a’)’ = a 7.Hukum-hukum Aljabar Boolean 1. Hukum asosiatif: (i) a + (b + c) = (a + b) + c (ii) a (b c) = (a b) c 10. Hukum komplemen: (i) a + a’ = 1 (ii) aa’ = 0 5. Hukum komutatif: (i) a+b=b+a (ii) ab = ba 9. kita menuliskannya sebagai (Penyerapan) (Asosiatif) (Distributif) (Komplemen) (Identitas) f : Bn  B yang dalam hal ini Bn adalah himpunan yang beranggotakan pasangan terurut ganda-n (ordered ntuple) di dalam daerah asal B. Hukum penyerapan: (i) a + ab = a (ii) a(a + b) = a 8.

y) = x’y + xy’+ y’ 3. y) = (x + y)’ 5. Penyelesaian: x 0 0 0 0 1 1 1 1 y 0 0 1 1 0 0 1 1 z 0 1 0 1 0 1 0 1 f(x. yaitu x. Contoh: Fungsi h(x. nyatakan h dalam tabel kebenaran. f(x. adalah . dan z = 1 sehingga f(1. Contoh. f(x. y. z) = xy z’. x1 dan x2. z) = xy z’ 0 0 0 0 0 0 1 0 Komplemen Fungsi 1. Contohnya. y = 0. z) = xyz’  Setiap peubah di dalam fungsi Boolean. y. 1) = 1  0  1 + 1’  0 + 0’ 1 = 0 + 0 + 1 = 1 . f(x. Contoh-contoh fungsi Boolean yang lain: 1. 1) yang berarti x = 1. 0. z) = xyz + x’y + y’z Fungsi f memetakan nilai-nilai pasangan terurut ganda-3 (x. y) = x’ y’ 4. y. f(x) = x 2. Cara pertama: menggunakan hukum De Morgan Hukum De Morgan untuk dua buah peubah. (1. termasuk dalam bentuk komplemennya. 1}. 0. Contoh. y. Diketahui fungsi Booelan f(x. z) ke himpunan {0. y. y. disebut literal. z) = xyz’ pada contoh di atas terdiri dari 3 buah literal. f(x. dan z’.f(x. y.

Contoh. Nyatakan fungsi f(x. Misalkan f(x. y. maka f ’(x. Jawab: (a) Cara pertama x y xy xy+x'y x y x' x'y (b) Cara kedua x y xy xy+x'y x' x'y . Rangkaian Digital Elektronik x y Gerbang AND xy x y Gerbang OR x+ y x x' Gerbang NOT (inverter) Contoh. z) = xy + x’y ke dalam rangkaian logika. y. y. z) = x(y’z’ + yz). z) = (x(y’z’ + yz))’ = x’ + (y’z’ + yz)’ = x’ + (y’z’)’ (yz)’ = x’ + (y + z) (y’ + z’) Aplikasi Aljabar Boolean 2.

(b) Cara ketiga x y xy xy+x'y x' x'y Gerbang turunan x y Gerbang NAND x (xy)' x +y y Gerbang XOR x y Gerbang NOR x (x+y)' y (x + y)' Gerbang XNOR x y (x + y)' ekivalen dengan x y x +y (x + y)' x' y' x'y' ekivalen dengan x y (x+y)' Penyederhanaan Fungsi Boolean Contoh. y) = x’y + xy’ + y’ x' x' + y' y' ekivalen dengan x y (xy)' . f(x.

y. f(x. Menggunakan Peta Karnaugh 3. y) = x + x’y = (x + x’)(x + y) = 1  (x + y ) =x+y 2. Penyederhanaan Secara Aljabar Contoh: 1. z) = x’y’z + x’yz + xy’ = x’z(y’ + y) + xy’ = x’z + xz’ 3. y) = x’ + y’ Penyederhanaan fungsi Boolean dapat dilakukan dengan 3 cara: 1. z) = xy + x’z + yz = xy + x’z + yz(x + x’) = xy + x’z + xyz + x’yz = xy(1 + z) + x’z(1 + y) = xy + x’z . f(x. Menggunakan metode Quine Mc Cluskey (metode Tabulasi) 1.disederhanakan menjadi f(x. y. f(x. Secara aljabar 2.

maka dual dari ekspresi Booleannya adalah x + (y’ + z’) (y + z) . .. . . Komplemen Bila sebuah fungsi Boolean dikomplemenkan. x2)’ = x1’ + x2’ adalah Hukum De Morgan untuk tiga buah peubah. Cara kedua : menggunakan prinsip dualitas. x1 dan x2 adalah (i) (ii) (x1 + x2)’ = x1’x2’ dan dualnya : (x1 . x2 . Tentukan dual dari ekspresi Boolean yang merepresentasikan f.2.. kita memperoleh fungsi komplemen... xn’ dan dualnya : (x1 . y. xn)’ = x1’ + x2’ + .. x3)’ = x1’ + x2’ + x3’ Hukum De Morgan untuk n buah peubah. x2 dan x3 (i) (x1 + x2 + x3)’ = (x1 + y’) . lalu komplemenkan setiap literal di dalam dual tersebut.. Fungsi komplemen berguna pada saat kita melakukan penyederhanaan fungsi Boolean. z) = x(y’z’ + yz)..xn.... Misalkan f(x. x2 . yaitu f ’ dapat dicari dengan dua cara berikut : a. + xn’ b. x2. x1. adalah (iii) (iv) (x1 + x2 + . Sebagai contoh. Bentuk akhir yang diperoleh menyatakan fungsi komplemen. Fungsi komplemen dari suatu fungsi f. yang dalam hal ini y = x2 + x3 = x1’y’ = x1’(x2 + x3)’ = x1’x2’x3’ (ii) dan dualnya : (x1 . x1. + xn)’ = x1’ x2’ . . Cara pertama : menggunakan hukum De Morgan Hukum De Morgan untuk dua buah peubah.

y. z) = x’ + (y + z) (y’ + z’) .Komplemenkan tiap literal dari dual di atas menjadi x’ + (y + z) (y’ + z’) = f ’ Jadi. f‘(x.

K-MAP (PETA KARNAUGH) K.logika atau mengkonversikan sebuah tabel kebenaran menjadi sebuah rangkaian logika. * K-MAP 2 input A B 0 1 0 1 * K-MAP 3 input AB C 00 01 0 1 atau 0 1B 0 A 1 atau 1A A BC 00 0 0 B 1 11 10 00 01 0 11 10 0 01 1 atau 1B atau 11 10 * K-MAP 4 input AB CD 00 00 01 11 10 01 11 10 00 00 01 11 10 atau 01 11 10 00 00 01 11 10 atau 01 11 10 . K-MAP juga sebagai salah satu metode yang paling mudah untuk penyederhanaan rangkaian logika.3.MAP adalah suatu peralatan grafis yang digunakan untuk menyederhanakan pers.

Contoh : AB A C 00 01 11 10 0 B 1 K-MAP b) KUAD : output bernilai 1 berkelompok 4 membentuk vertikal / horizontal / kotak . PENGELOMPOKAN a) DUAL : output bernilai 1 berpasangan secara vertikal / horizontal maka inputan yang bertemu pasangannya / komplementnya dihilangkan. contoh : 00 01 11 10 = = = c) OKTET : pengelompokan 8 secara vertikal / horizontal 00 01 11 10 = = .Contoh : Jawab : . tentukanlah K-Map !! K.Map PENYEDERHANAAN I.

Bilangan 1 yang sudah digunakan pada suatu kelompok dapat digunakan oleh kelompok lain selama dapat membentuk kelompok yang lebih besar 4. Bentukkan kelompok terbesar terlebih dahulu 2. dapat diganti 1 bila membentuk kelompok terbesar 00 01 11 10 = = = Kondisi DON’T CARE 00 01 11 10 = = . Kondisi DON’T CARE dapat diganti 0 dan 1 .KETENTUAN DALAM PENYEDERHANAAN K-MAP 1. Dapat menggunkan metode rolling/menggulung untuk membuat kelompok terbesar 3.

gunadarma.id/ http://ebookbrowse.mercubuana. 4. 3. http://www.com/tke-113-handout-peta-karnaugh-pdf .ac.ac.com/doc/88320535/Catatan-Sistem-Digital miftah.Referensi: 1.id/ kk.staff. 2.scribd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful