LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI KEDOKTERAN I

PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN

Oleh Satria Nita Pinta Karunia I1A007033 Kelompok 9

Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru 2008 HALAMAN PENGESAHAN

Judul Hari/Tanggal Waktu Tempat

: Pemeriksaan Makanan dan Minuman : Sabtu, 12 April 2008 : 14.00-15.00 WITA : Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UNLAM

Praktikan

Satria Nita Pinta Karunia NIM. I1A007033

dapat menjadi salah satu faktor sumber penyakit bagi manusia. tes metode .Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui cara pemeriksaan makanan dan minuman dengan metode MPN ( Most Probable Number). Dosen Pembimbing Asisten Kelompok dr. Nama Mahasiswa Praktikan Pengambil Mata Kuliah Mikrobiologi I 2. Pada pemeriksaan makanan dan minuman.Banjarbaru. Nama Asisten Kelompok Mata Kuliah Mikrobiologi I Abstrak Makanan dan minuman merupakan komponen penting yang diperlukan manusia untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Rahmiati. NIP. Kes. 12 April 2008 Mengetahui. Oleh karena itulah. Keberadaan kuman/ bakteri patogen pada makanan atau minuman yang dikonsumsi. 132303423 Edwin Pratama NIM. M. untuk menghindari hal tersebut maka makanan/minuman yang dikonsumsi hendaknya sudah memenuhi standar kesehatan yang sudah ditetapkan. I1A004069 PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN Satria Nita Pinta Karunia Edwin Pratama 1 2 1.

dan bergizi yang tidak mengganggu kesehatan tubuh kita. Dengan melihat tabel indeks MPN Coliform diperoleh jumlah koloni sebanyak 21 koloni. Alasan untuk mengawasi kualitas air minum adalah untuk mengetahui apakah sistem supply air . Kata kunci : MPN. Pada uji MPN dihasilkan pembacaan 4 1 1. Begitu juga dengan makanan. baik itu yang patogen maupun non patogen.MPN menunjukkan jumlah koloni dari minuman yang dites sehingga dapat memperkuat dari tes perkiraan dan penegasan. Pada makanan yang dikonsumsi. Air minum yang aman dapat diawasi dengan beberapa cara. makanan hendaklah bersih. Kuman-kuman ini tentu perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. makanan. Kandungan zat-zat dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi akan sangat berpengaruh terhadap keseimbangan fungsi fisiologis tubuh. biasanya hampir selalu ditemukan bakteri/kuman. Air yang dikonsumsi hendaklah air yang bersih dalam arti tidak mengandung bakteri dan mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit. sehat. minuman PENDAHULUAN Latar Belakang Makanan dan minuman merupakan subtansi yang sangat essensial bagi pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia.

Air merupakan pengantar semua bahan gizi yang diperlukan ke luar sel.dioperasikan dengan baik atau tidak. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum pemeriksaan makanan dan minuman ini adalah memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai cara pemeriksaan makanan dan minuman. serta untuk melancarkan reaksi-reaksi metabolisme. . air juga merupakan bagian terbesar dari protoplasma. Sel hidup. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kualitas makanan dan air dari segi kesehatannya adalah dengan diadakan pemeriksaan MPN pada sampel coli dan makanan. yang akhirnya menjadikan air aman untuk diminum atau tidak. Oleh karena itu air dan makanan yang ingin dikonsumsi hendaklah memenuhi standar kesehatan. 1 Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Selain untuk melancarkan gizi ke luar sel. Tidak satupun mahluk hidup di dunia ini yang tidak memerlukan dan tidak mengandung air. Tinjauan Pustaka Kuman memerlukan air dengan konsentrasi tinggi disekitarnya karena diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembang biakan.

Kehadiran mikroba di dalam air dapat menguntungkan tetapi juga dapat merugikan.baik tumbuhan maupun hewan. Banyak plankton. merupakan rumus kimia air yang hanya berlaku untuk air bersih seperti aquadest. Scenedesmus. seperti di dalam sel tumbuhan terkandung lebih dari 75% atau di dalam sel hewan terkandung lebih dari 67%. aquademin dan sebagainya. sebagian besar tersusun oleh air.Faktor yang bersifat abiotik Faktor-faktor biotik yang terdapat di dalam air terdiri dari bakteria. 1) Menguntungkan a. danau. 2 Perairan alami memang merupakan habitat atau tempat yang sangat parah terkena pencemaran. mikroalgae. sehingga kehadirannya merupakan tanda kesuburan perairan tersebut.. serta kumpulan hewan ataupun tumbuhan air lainnya yang tidak termasuk kelompok mikroba. Jenis-jenis mikroalgae misalnya : Chlorella. Banyak jenis bakteri atau fungi di dalam badan air berlaku sebagai jasad ”dekomposer”. Pinnularia. 2 2 Hydrodyction. Sedang untuk air alami yang berada di dalam sungai. kolam. laut dan sumber-sumber lainnya akan menjadi H2O ditambah dengan: . b. protozoa dan virus. Tabellaria. fungi.Faktor yang bersifat biotik . artinya jasad tersebut mempunyai kemampuan untuk . Sehingga rumus kimia air : H2O. baik fitoplankton ataupun zooplankton merupakan makanan utama ikan.

Di dalam air. sehingga dapat melakukan fotosintesis dengan menghasilkan oksigen. Entamoeba penyebab disentriamuba. Kehadiran senyawa hasil rombakan bakteri atau fungi dimanfaatkan oleh jasad pemakai/konsumen. Shigella penyebab penyakit disentribasiler. b. Vibrio penyebab penyakit kolera. yang hidup aerobik misalnya : . kegiatan fotosintesis akan menambah jumlah oksigen. khususnnya ikan. seperti : Salmonella penyebab penyakit tifus/paratifus. Pada umumnya mikroalgae mempunyai klorofil. Di dalam air juga ditemukan mikroba penghasil toksin seperti : Clostridium yang hidup anaerobik. ini yang diperlukan oleh kehidupan di dalam air. sehingga nilai kelarutan oksigen akan naik/bertambah.mengurai atau merombak senyawa yang berada dalam badan air. d. 2) Merugikan a. Yang paling dikuatirkan. c. Sehingga kehadirannya dimanfaatkan dalam pengolahan buangan di dalam air secara biologis. Tanpa adanya jasad pemakai kemungkinan besar akumulasi hasil uraian tersebut dapat mengakibatkan keracunan terhadap jasad lain. bila di dalam badan air terdapat mikroba penyebab penyakit.

serta beberapa jenis mikroalgae seperti Anabaena dan Microcystis c. misal di daerah permukiman baru yang tadinya persawahan. biru-hijau atau warna-warna lain yang sesuai dengan warna yang dimiliki oleh mikroalgae. Ini disebabkan oleh adanya bakteri belerang misal Thiobacillus yang mempunyai kemampuan mereduksi senyawa sulfat menjadi H2S. Ini disebabkan oleh adanya bakteri besi misal Crenothrix yang mempunyai kemampuan untuk mengoksidasi senyawa ferro menjadi ferri. Staphyloccus. padahal air tersebut berasal dari air pompa. Dalam keadaan blooming sering terjadi kasus-kasus : o Ikan mati.Pseudomonas. . terutama yang masih kecil yang disebabkan karena jenis-jenis mikroalgae tersebut dapat menghasilkan toksin yang dapat meracuni ikan. Sering didapatkan warna air bila disimpan cepat berubah. Salmonella. e. Biasanya jenis mikroalgae yang berperan didalamnya adalah Anabaena flosaquae dan Microcystis aerugynosa. kalau air pompa disimpan menjadi berbau (bau busuk). Badan dan warna air dapat berubah menjadi berwarna hijau. Di permukiman baru yang asalnya persawahan. d. Bahkan suatu proses yang sering terjadi pada danau atau kolam yang besar yang seluruh permukaan airnya ditumbuhi oleh algae yang sangat banyak dinamakan blooming.

Bakteri-bakteri indikator sanitasi umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. 2 Koliform merupakan suatu grup bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air. Jadi. penghasil toksin. sejak keluar dari mata air. air danau dan sumber-sumber lainnya. air kolam. juga kelompok mikroba lainnya yang tergolong penyebab penyakit. adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan pernah mengalami kontak dengan feses yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lain yang berbahaya. misal air sungai. penyebab blooming. khususnya bakteri atau mikroalgae. 2 Dalam bidang mikrobiologi pangan dikenal istilah bakteri indikator sanitasi. sumur. susu . Ada pernyataan bahwa air jernih belum tentu bersih.o Korosi atau pengkaratan terhadap logam (yang mengandung senyawa Fe atau S). penyebab korosi. Ini dihubungkan dengan keadaan bahwa air. Pada air yang kotor atau sudah tercemar. ternyata sudah mengandung mikroba. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh feses manusia. disamping akan didapati mikroba seperti pada air jernih. penyebab pencemaran ini adalah bakteri coli. penyebab deteriorasi. karena di dalam massa mikroalgae penyebab blooming didapatkan pula bakteri Fe atau penghasil asam yang korosif. makanan.

standar air minum mensyaratkan Escherichia coli harus nol dalam 100 ml.coli/coliform dalam .dan produk-produk susu. aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35 C. Sebagai indikator terhadap pencemaran tinja manusia adalah adanya bekteri E. sedangkan Enterobacter aerogenes biasanya ditemukan pada hewan atau tanam-tanaman yang telah mati.Adanya bakteri koliform di dalam makanan/minuman menunjukkan kemungkinan adanya mikroba yang bersifat enteropatogenik dan atau toksigenik yang berbahaya bagi kesehatan. 2 2 2 o (1) (2) Untuk mengetahui jumlah koliform di dalam contoh digunakan metode Most Probable Number ( MPN ). Metode ini ditujukan untuk mendeteksi adanya pencemaran air oleh tinja manusia. gram negatif. Koliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang. Oleh karena itu. Bakteri koliform dapat dibedakan menjadi 2 grup yaitu: koliform fekal misalnya Escherichia coli dan koliform nonfekal misalnya Enterobacter aerogenes. tidak membentuk spora. Jadi. Escherichia coli merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan atau manusia. adanya Escherichia coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum itu pernah terkontaminasi feses manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus.

Semua sampel tidak boleh mengandung E. Tergantung kepada kepentingan. 3 tabung untuk 1.sampel air yang diperiksa. Sejumlah besar kehadiran E. Uji penduga juga merupakan uji kuantitatif koliform menggunakan metode MPN. renang. (2) Uji penguat (confirmed test) dan Uji pelengkap (completed test). produksi/ pengolahan ikan dan industri. Standar yang dipakai oleh WHO tersebut terdiri atas:5 . 4 3 Pemeriksaan kehadiran bakteri coli dari air dilakukan berdasarkan penggunaan medium kaldu laktosa yang ditempatkan di dalam tabung reaksi berisi tabung durham (tabung kecil yang letaknya terbalik. E. 2 Uji kualitatif koliform secara lengkap terdiri dari 3 tahap yaitu (1) Uji penduga (presumptive test). 2 Macam-macam standar dan tes yang digunakan untuk pemeriksaan air tergantung pada penggunaan air untuk minum.1 ml) atau 5-5-5 atau 5-1-1.coli pada usu manusia dan hewan berdarah panas lain dan fakta dari ketidakhadiran mereka di lingkungan lainnya mendukung mendukung kegunaan lanjutan dari mereka sebagai indikator paling sensitif pada tersedianya polusi fekal.coli dianggap indikator paling sensitif pada polusi fekal. coli dan sebagainya juga bebas dari bakteri coliform. 3 tabung untuk 0. digunakan untuk menangkap gas yang terjadi akibat fermentasi laktosa menjadi asam dan gas). ada yang menggunakan sistem 3-3-3 (3 tabung untuk 10 ml.0 ml.

coli dalam 100 ml.coli adalah salah satu grup coliform yang dapat . Dalam setiap tahun. yang tumbuh dengan adanya garam empedu dan memfermentasikan laktosa dengan menghasilkan asam. Flora bakterial di dalam air minum sangat bermacam-macam dan tidak sama pada setiap contoh air. Tidak boleh ada koliform dalam 100 ml dari dua sampel yang berurutan. 5 Adapun beberapa cara pemeriksaan air minum. Tidak ada sampel yang mengandung E. diantaranya adalah sebagai berikut: 6 1. 3. Macam-macam standar dan tes yang digunakan untuk pemeriksaan air tergantung pada penggunaan air tersebut . jika akan diperiksa adanya kuman patogen maka volumenya sampai 500 ml. Karena itu sebaiknya perlu diadakan pemeriksaan yang teratur terhadap air minum. Bila dari pemeriksaan suatu laboratorium dinyatakan dengan baik (pemeriksaan tunggal). Metode Most Probable Number Yang dimaksud golongan coliform termasuk bakteri batang Gram negatif tidak membentuk spora dan fakultatif anaerob. belum tentu air tersebut baik sebagai air minum: 5 Volume minimal yang diperlukan untuk analisa dari semua jenis air adalah 100 ml. 2. 4. Tidak ada sampel yang mengandung koliform lebih dari 10 dalam 100 ml. Yang dimaksud E. 95% dari sampel-sampel tidak boleh mengandung koliform dalam 100 ml.1.

Bakteri yang tumbuh paling baik pada suhu 37 C. tidak dapat menggunakan citrat. dapat tumbuh lebih baik pada suhu 22 C. daripada temperatur yang lebih tinggi. Bakteri yang dapat tumbuh di air. Sejumlah volume air yang cocok difiltrasi melalui membran steril. menghasilkan asam dari manitol pada 37 C. Volume aliquot untuk air kualitas tinggi adalah 50-100 ml. Jumlah koloni pada membran yang baik untuk dihitung adalah 10-80 koloni. Dapat dilihat bahwa kontaminasi pada air yang telah diklorinasi jumlahnya sedikit. 2. Keuntungan dari metode ini ialah dapat dikerjakan dengan cepat sebab lebih baik memeriksa dengan frekuensi yang lebih banyak dengan metode sederhana daripada dengan metode yang lebih rumit seperti metode MPN. MR positif. Metode Plate Count Perhitungan bakteri secara umum dalam air. sedang untuk kualitas rendah dan air terkontaminasi yang telah diencerkan ialah 10 ml. indol positif. 3. Filtrasi Membran Sebagian besar laboratorium menggunakan metode ini jika kekeruhan air memerlukan filtrasi.memfermentasikan laktosa dengan membentuk asam dan gas pada 44 C. biasanya dalam air tidak dapat tumbuh dengan baik dan lebih banyak karena pencemaran dari sumber o o o o . menggunakan petunjuk untuk mengelola pengadaan air. VP negatif.

diperlukan perhitungan yang berbeda (sendiri-sendiri). Jika dua grup dari bakteri berbeda secara nyata. Erlenmeyer steril volume 250 ml 2. Pengujian bakteriologik ini terutama berhubungan dengan kesehatan lingkungan dalam usaha membasmi bakteri patogen dalam air minum.external. Pipet volume 10 ml dan 1 ml 3. maka tidak sesuai bila digunakan sebagai standar untuk pengujian. sehingga bakteri yang berasal dari feces dipakai sebagai indikator adanya bakteri patogen yang berasal dari perut. alkohol Bahan-bahan yang digunakan adalah : 1. karena kuman patogen biasanya dalam jumlah kecil. kapas. Tabung besar ( ukuran 10 x 250 ml) 4. LBDS : 5 tabung 2. Lampu spiritus. LBSS : 2 tabung . 6 METODE PRAKTIKUM Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah : 1.

LBDS Tes perkiraan LBSS 5. Inkubasikan lagi selama 18-24 jam pada suhu 37 C atau selama 1 hari. Inkubasikan pada suhu 37 C selama 18-24 jam atau bisa juga 2 hari. Masukkan makanan/minuman yang akan diperiksa ke dalam tabung (pada praktikum ini digunakan air) : masukkan air 10 ml pada 5 tabung masukkan air 1 ml pada 1 tabung masukkan air 0. Brilliant Green Lactose Broth ( BGLB ) : 7 tabung Cara Kerja Adapun cara kerja Pemeriksaan Makanan dan Minuman ini adalah : 1. 3. Coli dan lihat dengan tabel 0 .1 ml Pembacaan E. Tabung yang ada gas pada BGLB ditanam masingmasing satu tetes.1 ml pada 1 tabung 0 Ragam 5 : 1 : 1 2. tabung yang menunjukkan adanya gas ditanam pada BGLB 1 tetes Makanan/minuman Tes penegasan Inkubasi 37 C. selama 18-24 jam Skema cara kerja pemeriksaan makanan dan minuman Dibaca ada gas/tidak. Dibaca ada gas atau tidak. Baca jumlah E.3. coli dengan melihat tabel Masukkan air 1 ml Masukkan air 10 ml 0 0 Inkubasi 37 C. selama 18-24 jam Masukkan air 0. 4.

.

dan V LBDS tidak keruh dan tidak terbentuk gas pada tabung Durham 3. Tabung I BGLB berwarna tidak keruh dan tidak terbentuk gas pada tabung durham Catatan : Pembahasan sesuaikan dengan hasil kita. Tabung I dan II tidak keruh dan tidak terbentuk gas pada tabung durham 4. kalau mau bagus contoh pmbhasan hasil laporan ini .1 Penegasan 10 1 0. III. Tabung I LBDS berwarna keruh dengan pembentukan gas pada tabung Durham 2.IV. didapat hasil yakni : Tabel Pemeriksaan Makanan / Minuman Metode MPN Sumber Air Perkiraan 10 1 0. Tabung II.HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Praktikum Dari praktikum yang dilaksanakan.1 Indeks Air Sirup 1 0 0 0 0 0 21 Keterangan : 1..

Air dan makanan yang ingin dikonsumsi hendaklah memenuhi standar kesehatan. 1. Uji penduga juga merupakan uji kuantitatif koliform menggunakan metode MPN. dan gas yang dihasilkan dapat dilihat dalam tabung Durham berupa gelembung udara. Pada percobaan ini digunakan air ledeng sebagai sampel. Terbentuknya asam dilihat dari kekeruhan pada media laktosa. MPN (Most Probably Number) digunakan untuk mendeteksi adanya Coliform pada sampel air. Tabung dinyatakan positif jika . Uji kualitatif ini digunakan indeks MPN Coliform 5:1:1.Pembahasan Pada praktikum kali ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kualitas makanan dan air dari segi kesehatannya adalah dengan diadakan pemeriksaan MPN pada sampel coli dan makanan. dilakukan percobaan mengenai pemeriksaan makanan/minuman dengan metode MPN (Most Probably Number). 7 Uji kualitatif koliform secara lengkap terdiri dari 3 tahap yaitu (1) Uji penduga (presumptive test). 2 Uji penduga/ perkiraan (presumptive test) Merupakan tes pendahuluan tentang ada tidaknya kehadiran bakteri koliform berdasarkan terbentuknya asam dan gas disebabkan karena fermentasi laktosa oleh bakteri golongan koli. (2) Uji penguat (confirmed test) dan Uji pelengkap (completed test).

Bila inkubasi 1 x 24 jam hasilnya negatif. IV. Hal ini ditandai dengan adanya gas yang muncul pada tabung durham yang diletakkan dalam tabung reaksi dan warna sampel yang berubah menjadi keruh. MPN penduga dapat dihitung dengan melihat tabel MPN. 2.terbentuk gas sebanyak 10% atau lebih dari volume di dalam tabung Durham. II. Tabung hanya terlihat keruh. yaitu pemeriksaan air ledeng dengan metode MPN didapatkan bahwa dengan ragam percobaan 4 : 1 : 1. Metode MPN dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair. maka diketahui bahwa nilai indeks untuk air ledeng tersebut adalah 27. Tabung I. Namun taung III tidak menunjukkan hasil positif. Jumlah tabung yang positif dihitung pada masing-masing seri. Ini berarti bahwa dalam 100 ml air ledeng tersebut diperkirakan terdapat 27 bakteri golongan coli. maka dilanjutkan dengan inkubasi 2 x 24 jam pada suhu 37 C. Berdasarkan tabel indeks MPN Coliform dengan ragam 4 : 1 : 1 . 2 o Pada langkah pertama ini didapatkan hasil. namun tidak terbentuk gas pada tabung Durham. dan V menunjukkan hasil positif. Uji penguat/ penegasan (confirmed test) . Banyaknya kandungan bakteri Escherichia coli dapat dilihat dengan menghitung tabung yang menunjukkan reaksi positif terbentuk asam dan gas dan dibandingkan dengan tabel MPN. dihitung sebagai hasil negatif. Jika dalam waktu 2 x 24 jam tidak terbentuk gas dalam tabung Durham.

Berdasarkan tabel indeks MPN Coliform dengan ragam 4 : 1 : 0 . Ini berarti bahwa dalam 100 ml air ledeng tersebut diperkirakan terdapat 21 bakteri golongan coli. Tabung hanya terlihat keruh. IV. Dari tabung yang positif terbentuk asam dan gas terutama pada masa inkubasi 1x 24 jam. yaitu pemeriksaan air ledeng dengan metode MPN didapatkan bahwa dengan ragam percobaan 4 : 1 : 0. Hal ini ditandai dengan adanya gas yang muncul pada tabung durham yang diletakkan dalam tabung reaksi dan warna sampel yang berubah menjadi keruh. 2 Pada langkah pertama ini didapatkan hasil. II. Karena dianggap hal tersebut tidak perlu dilakukan. maka diketahui bahwa nilai indeks untuk air ledeng tersebut adalah 21.Hasil uji dugaan dilanjutkan dengan uji ketetapan. Setelah uji penegasan tidak lagi dilakukan uji kepastian/ pelengkap. namun tidak terbentuk gas pada tabung Durham. suspensi ditanamkan pada media Eosin Methylen Biru Agar ( EMBA ) secara aseptik dengan menggunakan jarum inokulasi. dan V menunjukkan hasil positif. Namun perlu untuk diketahui apa yang dilakukan pada langkah ketiga. Tabung I. 3. Namun taung III tidak menunjukkan hasil positif. Uji pelengkap/ kepastian (completed test) . Koloni bakteri Escherichia coli tumbuh ber-warna merah kehijauan dengan kilat metalik atau koloni berwarna merah muda dengan lendir untuk kelompok koliform lainnya.

2. coli dalam 100 ml. Hasil pemeriksaan dikatakan BAIK apabila nilai MPN coli = 0. Dari koloni yang berwarna pada uji ketetapan diinokulasikan ke dalam medium kaldu laktosa dan medium agar miring Nutrient Agar ( NA ). Dari media agar miring NA dibuat pewarnaan Gram dimana bakter Escherichia coli menunjukkan Gram negatif berbentuk batang pendek. Untuk membedakan bakteri golongan koli dari bakteri golongan coli fekal (berasal dari tinja hewan berdarah panas). maka sampel positif mengandung bakteri Escherichia coli. pekerjaan dibuat Duplo. Bakteri golongan koli tidak dapat tumbuh dengan baik pada suhu 42 C. 3. dengan jarum inokulasi secara aseptik. . Standar yang dipakai oleh WHO tersebut terdiri atas :5 1. Tidak ada sampel yang mengandung E. Bila hasilnya positif terbentuk asam dan gas pada kaldu laktosa. Dalam setiap tahun. Diinkubasi pada suhu 37 C selama 1 x 24 jam. o 2 o o o o Hasil ini mengindikasikan bahwa air ledeng tersebut sama sekali tidak memenuhi standar air minum yang bersih dan sehat. dimana satu seri diinkubasi pada suhu 37 C (untuk golongan coli ) dan satu seri diinkubasi pada suhu 42 C (untuk golongan koli fekal).Pengujian selanjutnya dilanjutkan dengan uji kelengkapan untuk menentukan bakteri Escherichia coli. Tidak ada sampel yang mengandung koliform lebih dari 10 dalam 100 ml. sedangkan golongan coli fekal dapat tumbuh dengan baik pada suhu 42 C. 95% dari sampel-sampel tidak boleh mengandung koliform dalam 100 ml.

Mikroorganisme mengeluarkan eksotoksin dalam makanan dan menyebabkan mabuk makanan atau pencampuran makanan bagi yang memakannya. Pengendalian infeksi asal air terutama tergantung pada cara pencegahan pencemaran persediaan air. bila berasal dari orang sakit atau penular penyakit. Hal ini dapat di capai dengan cara melakukan usaha-usaha sanitasi atau pemurnian persediaan air minum serta mengusahakan pembuangan kotoran dengan baik . Sebenarnya sumber infeksi bukanlah airnya tetapi berasal dari tinja atau zat-zat yang telah mencemari air tersebut. tak berbau. Penyakit yang berasal dari makanan dapat terjadi atau dialami manusia menurut salah satu dari mekanisme yaitu : 1.4. dan tak berasa. Air yang baik dan aman untuk diminum ialah air yang bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit dan zat kimia yang merusak kesehatan. 8 Mikroorganisme yang terdapat dalam makanan menginfeksi inang sehingga menyebabkan penyakit asal makanan. 2. Tinja tersebut mengandung enterik. Pencemaran air oleh mikroorganisme atau zat-zat kimia berarti air tersebut mengalami polusi dan tidak dapat diminum. 8 Air mungkin saja terlihat jernih. Tidak boleh ada koliform dalam 100 ml dari dua sampel yang berurutan. tetapi tidak aman untuk diminum. Penyakit berasal dari air dapat karena meminum air yang tercemar. 8 .

Alasan untuk mengawasi kualitas air minum adalah untuk mengetahui apakah sistem supply air dioperasikan dengan baik atau tidak. 8 Makanan yang kurang matang masaknya. Makanan yang diperoleh dari sumber yang kurang bersih. 5.Air minum yang aman dapat diawasi dengan beberapa cara. Penyimpanan makanan pada suhu yang tidak sesuai. Alat-alat yang tercemar. 9 Penunjang terjadinya penyakit yang berasal dari makanan didukung oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. Dengan demikian selain kita mengetahui adanya kontaminasi juga kita mengetahui apakah proses desinfeksi sudah sempurna atau belum. 2. Keadaan sanitasi dari sumbernya 2. Hasil pemeriksaan laboratorium 5 . 4. Baik tidaknya kualitas air minum dapat dinilai dari: 1. yang akhirnya menjadikan air aman untuk diminum atau tidak. 6. Kesehatan perorangan yang kurang baik Cara pengawetan yang kurang sempurna. 3.

maka diketahui bahwa air sirup yang diperiksa tidak memenuhi standar kualitas air minum yang bersih & sehat karena memiliki koloni kuman sebanyak 21 koloni. .SIMPULAN Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu bahwa antara berdasarkan hasil yang diperoleh dari tes metode MPN.

6 (22). Microbiol. 5. Anonymous. Triatmodjo.N. 2007 . 2000 88:106–116. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Kedokteran. April 2004 : 64 – 73 3.al. Jakarta: Bagian Mikrobiologi FK UI. Banjarbaru : Bagian Laboratorium Mikrobiologi FK UNLAM. Escherichia coli: the best biological drinking water indicator for public health protection. Pelczar Jr. India with reference to coliforms. Chatterjee. Setiaty. 1988 9. African Journal of Biotechnology Vol. pp. Cermin Dunia Kedokteran No. Jurnal Ekologi Kesehatan Vol 3 No 1. Cahtim. Jakarta : FKUI Press . 19 November. 1995 8. Appl. Jakarta: FKUI Press. 1993 37 4. Buku Ajar Mikrobiologi. 2004 6. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Kedokteran. Minuman dan Air pada Beberapa Rumah Sakit di Jakarta. Ni Luh Putu Manik dan Ni Putu Ristiati. Symp. Supplement. Analisis Kualitatif Bakteri Koliform pada Depo Air Minum Isi Ulang Di Kota Singaraja Bali. 1993 2.DAFTAR PUSTAKA 1. Widiyanti. J. 1989 7. S. Yogyakarta: Laboratorium Mikrobiologi FK UGM. Bacteriological examination of drinking water in Burdwan. Kimia Lingkungan.. 83. A & Suharto. Michael J et al. Allen MJ. Pudjarwoto. Karlin RJ. Anonymous. Rice EW. et. 2601-2602. Edberg SC. Tinjauan MikrobiologiMakanan. Dasar-dasar Mikrobiologi. P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful