P. 1
Daftar pustaka

Daftar pustaka

|Views: 21|Likes:
Published by Rhieny Edogawa

More info:

Published by: Rhieny Edogawa on Feb 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

Daftar pustaka http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/197404171999032ANA_RATNAWULAN/FOTOSINTESIS.

pdf http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/suyitno-aloysius-drs-ms/faktor-faktorfotosintesis.pdf http://www.scribd.com/doc/57820245/MAKALAH-FOTOSINTESIS

LATARBELAKANG

Pada tahun 1771, Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendetaberkebangsaan Inggris, menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyaladengan sebuah toples terbalik, nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. Iakemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin, tikusitu akan mati lemas. Dari kedua percobaan itu, Priestley menyimpulkan bahwa nyalalilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus Iakemudian menunjukkan bahwa udara yang telah ³dirusak´ oleh lilin tersebut dapat³dipulihkan´ oleh tumbuhan. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalamtoples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan.

Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz. okter kerajaan Austria, mengulangi eksperimenPriestley. Ia memperlihatkan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhansehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak".

Ia juga menemukan bahwatumbuhan juga 'mengotori udara' pada keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankanagar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada malam hari untuk mencegah kemungkinanmeracuni penghuninya.

Akhirnya di tahun 1782, Jean Senebier, seorang pastor Perancis, menunjukkan bahwaudara yang ³dipulihkan´ dan ³merusak´ itu adalah karbon dioksida yang diserap olehtumbuhan dalam fotosintesis. Tidak lama kemudian, Theodore de Saussure berhasilmenunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanyakarena penyerapan karbon dioksida, tetapi juga oleh pemberian air.

Melaluiserangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan persamaanumum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa).

Tinjauan pustaka Fotosintesis yaitu peristiwa pembentukan makanan dengan bantuan sinar matahari. Proses ini membutuhkan bahan makanan berupa air, karbon dioksida,oksigen dan berbagai zat mineral. Hasil dari fotosintesis akan diedarkan keseluruhbagian tumbuhan melalui pembuluh tapis. Zat-zat mineral yang dibutuhkan olehtumbuhan dalam fotosintesis ini ada 14 unsur, yaitunitrogen,fosfor,belerang,potasium,kalsium,sedikit unsur besi, magnesium, tembaga,boron, klor, seng,kobalt, mangan, dan molibdenum.Jika salah satu dari unsur tersebut tidak terpenuhi, tumbuhan tidak dapat tumbuhsecara normal. Dari peristiwa fotosintesis dihasilkan makanan berupa karbohidratsebagai hasil utama dan oksigen sebagai hasil sampingnya.

Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalammengggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organic sertadiasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Oleh karena proses pengubahan itu memerlukanenergy cahaya, maka asimilasi zat karbon disebut fotosintesis. Atau secara lengkappengertian fotosintesis atau asimilasi karbon ialah proses pengubahan zat ± zatanorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organic karbohidrat dengan bantuancahaya.Klorplas sebagai bahan dasar fotosintesis memiliki energi dari sinar matahari disimpanlalu diubah menjadi molekul dan glukosa. Didalam mitokondria energy yang telahdiubah menjadi glukosa dibongkar kembali untuk digunakan bagi keperluan proses ±proses dalam sel.

Kloroplas dibungkus oleh dua lapisan (membrane) , lapisan dalam berupa suatumembrane yang kompleks , pada membrane ini terdapat beberapa lapisan kantungyang rata , disebut grana. Zat warna klorofil dan molekul ± molekul yang membantupenangkapan sinar matahari berada sisalam grana.didalam seluruh grana terdapatlarutan protein yang disebut stroma.

BAB II PEMBAHASAN

A. Tempat terjadinya proses fotosintesis

Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil.Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalamorganel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalamfotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijaumengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalamdaun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah jutakloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpawarna dan yang transparan, menuju mesofil.dari lilin yang bersifat anti air untukmencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yangberlebihan.Fotosintesis pada alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanyaterdiri dari satu sel. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat,fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Hanya saja karena algamemiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya, maka panjang gelombang cahayayang diserapnya pun lebih bervariasi. Semua alga menghasilkan oksigen dankebanyakan bersifat autotrof. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yangberarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain.

B. Bagaimana terjadinya proses fotosintesis

Proses fotosintesis yang terjadi di kloroplas melalui dua tahap reaksi, yaitureaksi terang dan reaksi gelap. 1. Reaksi terang Terjadi bila terdapat sinar, misalkan sinar matahari. Selama tahap ini klorofil didalammembrane gana menyerap sinar merah dan nila yang bergelombang panjang padaspectrum sinar.Energy yang ditangkap oleh klorofil digunakan untuk memecah molekul air. Pemecahanini disebut fotolisis. Fotolisis mengakibatkan molekul air pecah menjadi hydrogen danoksigen. Reaksi fotolisis dapat ditulis dengan persamaan: 2 H2O 2 H2+ O2 H2 yang terlepas ditampung oleh koenzim NADP. Dalam hal ini, NADP bertindaksebagai akseptor H2 , bentuknya berubah menjadi NADPH2 dan O2 tetap dalam keadaanbebas.NADP (Nikotinamida Adenin Dinukleotida Fosfat) merupakan koenzim yang pentingperanannya dalam kegiatan oksidasi reduksi dan banyak terdapat dalam sel hidup.Selama proses tersebut dihasilkan ATP.

2. Reaksi gelap

Blackman (1905) adalah seorang ahli membuktikan bahwa reduksi dari CO2 ke CHOberlangsung tanpa sinar. Sehingga reaksi gelap disebut pula sebagai reaksi blackmanatau reduksi CO.Bila reaksi terang (Hill) dan reaksi gelap (blackman) digabung maka reaksinya sebagaiberikut:Hill:2 H2O 2 NADP H2+ O2 Balckman:CO2+ 2 NADP H2+ O22 NADP + H2+ CO + O + H2+ O2 Penggabungan :2 H2O + CO CH2O + H2O + O2 Bila baris terakhir ini dikalikan 6 , maka kita akan memperoleh:12 H2O + 6 CO2 (CH2O)6 + 6 H2 + 6 O2 ' C.Faktor- factor yang mempengaruhi proses fotosintesis Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor yang dapatmemengaruhi secara langsung seperti kondisi lingkungan maupun faktor yang tidakmemengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yangpenting bagi proses fotosintesis.Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadapbeberapa kondisi lingkungan meliputi kehadiran cahaya matahari, suhu lingkungan,konsentrasi karbondioksida (CO2). Faktor lingkungan tersebut dikenal juga sebagaifaktor pembatas dan berpengaruh secara langsung bagi laju fotosintesis.

Faktor pembatas tersebut dapat mencegah laju fotosintesis mencapai kondisi optimummeskipun kondisi lain untuk fotosintesis telah ditingkatkan, inilah sebabnya faktor-faktor pembatas tersebut sangat memengaruhi laju fotosintesis yaitu dengan mengendalikanlaju optimum fotosintesis. Selain itu, faktorfaktor seperti translokasi karbohidrat, umur daun, serta ketersediaan nutrisi memengaruhi fungsi organ yang penting padafotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut memengaruhi laju fotosintesis.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis :

1. Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.

2. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang daptdigunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.

3. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhuoptimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhuhingga batas toleransi enzim.

4.Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambatpenyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.

5.Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bilakadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.

6.Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yangsedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakantumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmeninilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yangdisebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.

a. Reaksi terang Terjadi bila terdapat sinar, misalkan sinar matahari. Selama tahap ini klorofil didalammembrane gana menyerap sinar merah dan nila yang bergelombang panjang padaspectrum sinar.

b.Reaksi gelap Blackman (1905) adalah seorang ahli membuktikan bahwa reduksi dari CO2 ke CHOberlangsung tanpa sinar. Sehingga reaksi gelap disebut pula sebagai reaksi blackmanatau reduksi CO.

Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor yang dapat memengaruhisecara langsung seperti kondisi lingkungan maupun faktor yang tidak memengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yang penting bagi prosesfotosintesis.

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN FOTOSINTESIS Dosen pembimbing : Drs. H. Hery Purnobasuki, MSi., PhD Disusun oleh : DEPARTEMEN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2011

I. Pendahuluan I. 1 Latar belakang Fotosintesis adalah suatu proses yang hanya terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil dan bakteri fotosintetik, dimana energy matahari (dalam bentuk foton) ditangkap dan diubah menjadi energy kimia (ATP dan NADPH). Energy kimia ini akan digunakan untuk fotosintesa karbohidrat dari air dan karbondioksida. Jadi, seluruh molekul organic lainnya dari tanaman disintesa dari energy dan adanya organisme hidup lainnya tergantung pada kemampuan tumbuhan atau bakteri fotosintetik untuk berfotosintesis. (delving, 1975).

Klorofil adalah pigmen hijau fotosintesis yang terdapat dalam tanaman, algae dan cyanobakteria. Nama klorofil barasal dari bahasa yunani yaitu chlorophyll (choloros = green (hijau) dan phyllon = leaf (daun)). Fungsi klorofil pada tanaman adalah menyerap energy dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis adalah Proses perubahan zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil dengan bantuan cahaya/sinar matahari menjadi zat organik karbohidrat. Reaksi dari fotosintesis dapat dituliskan pada persamaan sebagai berikut: C2H6 + 2C6 + 6C22H6O
lkryrolk

C + c yg nO O O2H22 + 2OC6

Dalam peramaan ini dihasilkan bahan organic yang mengandung energy kimia potensial dan oksigen. Oleh karena itu dalam fotosintesis, energy radiasi cahaya diubah menjadi energy kimia dalam senyawa organik yang stabil (semacam karbohidrat). Proses fotosintesis merupakan bagian penting bagi kehidupan, karena: 1. 2. 3. 4. Sebagai sumber energi bagi semua mahluk hidup. Pertumbuhan dan hasil tumbuh dipengaruhi oleh kecepatan fotosintesis. Diperlukan untuk sintesis berbagai senyawa organic yang diperlukan. Menyediakan oksigen bagi kehidupan.

Fotosintesis berlangsung di kloroplas, yang mana pada bagian ini mengandung banyak pigmen klorofil. Klorofildapat dibedakan menjadi bebrapa tipe, yaitu: klorofil a, b, c, d dan tipe e. pembagian tersebut adalah berddasarkan rantai samping yang mengingat inti porfitinnya. Jenis klorofil yang paling banyak ditemukan pada tumbuhan tingkat tinngi adalah jenis a dan b. Klorofil a biasanya adalah untuk sinar hijsu biru, sementara klorofil b untuk sinar kunig hijau. Klorofil laen (jenis c, d, e) ditemukan hanya pada alga dan dikombinasikan dengan klorofil a. Gb. Struktur klorofil a dan klorofil b Selain klorofil, di dalam kloroplas juga terdapat pigmen-pigmen lainnya, yaitu Karotinoid yang merupakan derivate dari likopen. Pada korola, kaliks, kulit buah yang telah matang atau masak, klorofil telah menghilang (terurai) dan menimbulkan warna kuning atau warna merah yang kemudian tampak, atau warna-warna lainnya. Dalam hal demikina kloroplas telah berganti isi yang disebut kromoplas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->