PSAP 04 Perbedaan antara PP No. 24 Tahun 2005 Dengan PP No.

71 Tahun 2010

. 24 Tahun 2005  Tujuan Pernyataan   Standar ini mengatur penyajian dan pengungkapan yang diperlukan pada Catatan atas Laporan Keuangan. 71 Tahun 2010 Terdapat penambahan tujuan. yaitu :  Penyajian Catatan atas LK adalah untuk meningkatkan transparasi LK dan penyediaan pemahaman yang lebih baik. atas informasi keuangan pemerintahan. PP No. PP No.

(g) informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar. (b) informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan. (d) informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya. pencapaian target Undang-undang APBN/Perda APBD. Catatan atas Laporan Keuangan mengungkapkan hal-hal sebagai berikut: (a) Informasi Umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi. (c) ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target. (c) Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakankebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya. (b) Menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan. ekonomi makro. antara lain: (a) Menyajikan informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan. yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan. 71 Tahun 2010 Dalam rangka pengungkapan yang memadai. e) Mengungkapkan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan   PP No. 24 Tahun 2005 Catatan atas Laporan Keuangan menyajikan informasi tentang penjelasan pos-pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai.  PP No. (f) informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan. (e) rincian dan penjelasan masing-masing pos yang di sajikan pada lembar muka laporan keuangan. ekonomi makro. berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target. (d) Mengungkapkan informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.             .

Cartatan atas laporan keuangan harus mengungkapkan informasi yang merupakan gambaran entitas secara umum.  (b) penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan pokoknya. . 71 Tahun 2010. 24 Tahun 2005. Dan tidak ditemui di PP No. dan  (c) ketentuan perundang-undangan yang menjadi landasan kegiatan operasionalnya. Untuk membantu pemahaman para pembaca laporan keuangan. perlu ada penjelasan awal mengenai baik entitas pelaporan maupun entitas akuntansi yang meliputi :  (a) domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta jurisdiksi tempat entitas tersebut berada.   Hal ini terdapat pada PP No.

maupun pembiayaan dengan struktur sebagai berikut: (a) nilai target total. Ikhtisar ini disajikan untuk memperoleh gambaran umum tentang kinerja keuangan pemerintah dalam merealisasikan potensi pendapatan-LRA dan alokasi belanja yang telah ditetapkan dalam APBN/APBD Ikhtisar ini disajikan baik untuk pendapatan-LRA. dan perbedaan yang ada dengan tujuan atau rencana. (d) Menyajikan informasi penjelasan lainnya yang diyakini oleh manajemen akan dibutuhkan oleh pembaca laporan keuangan untuk dapat memahami indikator. (c) Prosentase perbandingan antara target dan realisasi. (c) Membandingkan hasil yang dicapai dengan tujuan dan rencana yang telah ditetapkan. 71 Tahun 2010 Ikhtisar pencapaian target keuangan merupakan perbandingan secara garis besar antara target sebagaimana yang tertuang dalam APBN/APBD dengan realisasinya. (b) niali realisasi total. hasil. (b) Memberikan gambaran yang jelas atas realisasi dan rencana kinerja keuangan dalam satu entitas pelaporan. (b) Menyajikan data historis yang relevan. dan (d) alasan utama terjadinya perbedaan antara target dan realisasi               . 24 Tahun 2005 Pembahasan mengenai kinerja keuangan harus dihubungkan dengan tujuan dan sasaran dari rencana strategis pemerintah dan indikator sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  PP No. Ikhtisar pembahasan kinerja keuangan dalam Catatan atas Laporan Keuangan harus: (a) Menguraikan strategi dan sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan. dan (c) Menguraikan prosedur yang telah disusun dan dijalankan oleh manajemen untuk dapat memberikan keyakinan yang beralasan bahwa informasi kinerja keuangan yang dilaporkan adalah relevan dan andal. Pembahasan mengenai kinerja keuangan harus: (a) Meliputi baik hasil yang positif maupun negatif. belanja.   PP No.

ahli ekonomi. pelanggan. 24 Tahun 2005 Laporan keuangan mengandung informasi bagi pemakai yang berbeda-beda. investasi. 71 Tahun 2010 Pengguna/pemakai laporan keuangan pemerintah meliputi : (a) masyarakat. penjamin. dan lembaga pemeriksa. dan pihak yang berwenang membuat peraturan. dan pinjaman. organisasi perdagangan. dan (d) pemerintah. kreditor dan karyawan. analis keuangan. ahli statistik.     .   PP No. calon investor. seperti anggota legislatif.  PP No. (c) pihak yang memberi atau yang berperan dalam proses donasi. (b) para wakil rakyat. lembaga pengawas. Pemakai penting lain meliputi pemasok.

Neraca. Pengungkapan juga harus meliputi pertimbanganpertimbangan penting yang diambil dalam memilih prinsip- . 24 Tahun 2005 Pengungkapan kebijakan akuntansi harus mengidentifikasikan dan menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan oleh entitas pelaporan dan metodemetode penerapannya yang secara material mempengaruhi penyajian Laporan Realisasi Anggaran.  PP No. Laporan Arus Kas dan Laporan Perubahan Ekuitas. Pengungkapan juga harus meliputi pertimbanganpertimbangan penting yang diambil dalam memilih prinsipprinsip yang sesuai.   PP No. 71 Tahun 2010 Pengungkapan kebijakan akuntansi harus mengidentifikasikan dan menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan oleh entitas pelaporan dan metodemetode penerapannya yang secara material mempengaruhi penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Neraca. dan Laporan Arus Kas. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih. Laporan Operasional.

(i) Kebijakan kapitalisasi pengeluaran. (j) Persediaan.                  PP No. (f) Kontrak-kontrak konstruksi. (k) Pembentukan dana cadangan. (b) Pengakuan belanja. (g) Pengakuan dan penghentian/penghapusan aset berwujud dan tidak berwujud. (b) Pengakuan pendapatan-LO. baik yang untuk dijual maupun untuk dipakai sendiri. (h) Kontrak-kontrak konstruksi. (e) Pengakuan dan penghentian/penghapusan aset berwujud dan tidak berwujud. (e) Prinsip-prinsip penyusunan laporan konsolidasian. tetapi tidak terbatas pada. (i) Biaya penelitian dan pengembangan. tetapi tidak terbatas pada. (j) Kemitraan dengan pihak ketiga. 24 Tahun 2005 Kebijakan-kebijakan akuntansi yang perlu dipertimbangkan untuk disajikan meliputi. (m) Pembentukan dana cadangan. (c) Prinsip-prinsip penyusunan laporan konsolidasian. (m) Penjabaran mata uang asing dan lindung nilai. (f) investasi. (c) Pengakuan belanja. (o) Penjabaran mata uang asing dan lindung nilai. (l) Persediaan. (l) Pembentukan dana kesejahteraan pegawai. (d) pengakuan beban. (d) investasi. . (k) Biaya penelitian dan pengembangan. hal-hal sebagai berikut: (a) Pengakuan pendapatan-LRA. (h) Kemitraan dengan pihak ketiga. baik yang untuk dijual maupun untuk dipakai sendiri. hal-hal sebagai berikut: (a) Pengakuan pendapatan. (n) Pembentukan dana kesejahteraan pegawai. 71 Tahun 2010 Kebijakan-kebijakan akuntansi yang perlu dipertimbangkan untuk disajikan meliputi. (g) Kebijakan kapitalisasi pengeluaran.               PP No.

biaya dibayar di muka. Tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk menyajikan hubungan antara Laporan Kinerja Keuangan dengan Laporan Realisasi Anggaran. Hal ini dimaksudkan agar pembaca laporan dapat memahami pos-pos aset dan kewajiban yang timbul dikarenakan penerapan basis akrual pada pos-pos pendapatan dan belanja. Pos-pos aset dan kewajiban tersebut merupakan akibat dari penerapan basis akrual atas pos-pos pendapatan dan belanja. Laporan rekonsiliasi dimulai dari penambahan/penurunan ekuitas yang berasal dari Laporan Kinerja Keuangan yang disusun berdasarkan basis akrual. tinjauan program dan laporan lain mengenai pencapaian kinerja keuangan entitas selama periode pelaporan. seperti pendapatan yang diterima di muka. . Nilai tersebut selanjutnya disesuaikan dengan transaksi penambahan dan pengurangan aset bersih dikarenakan penggunaan basis akrual yang kemudian menghasilkan nilai yang sama dengan nilai akhir pada Laporan Realisasi Anggaran. laporan kinerja keuangan. dan biaya penyusutan/depresiasi. Entitas pelaporan tersebut harus menyediakan informasi tambahan termasuk rincian mengenai output entitas dan outcome dalam bentuk indikator kinerja keuangan. 24 Tahun 2005 Entitas pelaporan yang menyusun laporan keuangan berbasis akrual atas pendapatan dan belanja harus mengungkapkan pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual dan menyajikan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas.    PP No.

71 Tahun 2010 . PP No.

24 Tahun 2005 Suatu entitas pelaporan mengungkapkan hal-hal berikut ini apabila belum diinformasikan dalam bagian manapun dari laporan keuangan. 71 Tahun 2010 .  (b) penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan pokoknya.PP No.  (c) ketentuan perundangundangan yang menjadi landasan kegiatan operasionalnya. yaitu:  (a) domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta jurisdiksi tempat entitas tersebut berada.    PP No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful