P. 1
Ips Sejarah Kolonial

Ips Sejarah Kolonial

|Views: 139|Likes:
Published by Harizon Usman
pelajaran ips
pelajaran ips

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Harizon Usman on Feb 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $9,999.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/25/2013

$9,999.00

USD

pdf

text

original

BAB 4

Nama: Ryan Cyrilla Adinata

MASUKNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BANGSA BARAT DI INDONESIA
Kolonialisme adalah penguasaan suatu wilayah dan rakyatnya oleh negara lain untuk tujuantujuan yang bersifat militer atau ekonomi. Imprealis adalah usaha untuk menguasai daerah lain atau perluasan daerah jajahan atau kekuasaan. Tujuannya adalah untuk memperoleh kekayaan, rizki, segala macam kemewahan dunia dan kebendaan dengan segala macam cara.

Latar belakang Kedatangan Orang-Orang Eropa ke Dunia Timur
Perkembangan kolonialisme dan imprialisme erat kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa pada masa-masa Renaissance, Reformasi Gereja, Merkantilisme, Revolusi Industri, dan Revolusi Perancis 1. Renaissance dan Humanisme Adalah usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan Yunani Kuno dan Romawi. Pada abad ke-14, 15 di Eropa terdapat suatu gerakan cendikiawan dan ilmuwan untuk mengkaji kembali ilmu pengetahuan, seni, sastra, arsitektur, dan filsafat Yunani dan Romawi dengan penafsiran baru. Tujuannya untuk memperteguh ajaran Kristiani dan mengubah pandangan hidup abad pertengahan yang bersifat dogmatik menjadi pandangan yang berdasarkan akal. Humanisme adalah faham yang berusaha mempelajari dan menyelidiki buku-buku kuno yang ditinggalkan bangsa Yunani dan Romawi. Tersebarnya ilmu pengetahuan adalah berkat jasa Gutenberg seorang Jerman yang menemukan mesin cetak, dimungkinkan ditulisnya buku dalam jumlah yang cukup banyak. 2. Reformasi Gereja Gerakan reformasi yang muncul pada abad ke-15 merupakan protes terhadap gaya hidup para biarawan yang dianggap telah menyimpang dari ajaran-ajaran kristus. 3. Merkantilisme Adalah aliran yang mengajarkan proteksi ekonomi. Negara aliran ini sangat kuat pengaruhnya sehingga pada abad ke-18 berkembang menjadi politik ekonomi di negara Eropa Barat. 4. Revolusi Industri Perubahan besar, cepat, mendadak dan radikal yang mempengaruhi corak kehidupan manusia disebut revolusi. Antara tahun 1760-1840, perindustrian di Inggris mengalami perubahan besar sebagai negara yang memiliki daerah koloni yang cukup luas, Inggris berada dalam keadaan yang relatif makmur. Persekutuan Dagang Hindia Timur (East India Company) milik Inggris mendatangkan keuntungan yang memiiki cukup banyak berkat perdagangan yang dilakukan dengan daerah jajahannya. Kemajuan dan perubahan dalam bidang industri yang dicapai oleh Inggris kemudian menyebar ke negara-negara lain di Eropa sehingga muncullah negara-negar industri yang berlomba-omba menguasai pasar. Dengan demikian terjadi perlombaan mencari daerah jajahan.

Revolusi Perancis Sejak 1795. kekayaan yang dicari adalah rempah-rempah b) Adanya keinginan menyebarkan agama (gospel) c) Adanya keinginan mencari kejayaan (glory) d) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi:  Ditemukan kompas  Dikemukakan bahwa bumi itu bulat  Dikembangkannya teknik pembuatan kapal  Ditemukan mesin untuk persenjataan e) Jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan Bangsa Turki (1453) Tokoh-tokoh penjelajahan samudera Bangsa Portugis :  Bartholomeus Diaz  Vasco Da Gama  Alfonso D’ Albuquerque Bangsa Spanyol :  Christophorus Columbus  Ferdinand Magelhaens  Sebastian Del Cano Bangsa Inggris:  Sir Francis Drake  Pilgrim Fathers  Sir James Lencester & George Raymond  Sir Henry Middleton  William Dampier  James Cook . Faktor-Faktor Pendorong Bangsa Eropa dalam Penjelajahan Samudera a) Adanya keinginan mencari kekayaan (gold). Napoleon Bonaparte mengangkat adiknya Louis. Sebagai orang yang sangat mengagumi prinsip-prinsip Revolusi Perancis. Pada tahun 1808 Louis Napoleon mengirim Marsekal Herman Willem Daendek ke Indonesia menjadi Gubernur Jenderal. Negeri Belanda berada di bawah kekuasaan Perancis. sebagai penguasa Negeri Belanda.5. dia membawa paham liberal ke Indonesia.

Pada tahun 1453 Kerajaan Romawi Timur yang ber-ibukota di Konstantinopel pun berhasil dikuasai oleh kekhalifahan timur. Akibatnya para pedagang eropa menjadi kesulitan mendapatkan komoditas penting berupa rempah-rempah dari Indonesia. Ia melaporkan perkembangan Agama Islam di daerah pesisir sumatera waktu itu. hubungan ekonomi antara Eropa dan Indonesia sebenarnya telah ada berlangsung jauh sebelum para pedagang Eropa itu datang. Setelah menguasai Konstantinopel. Dengan demikian para pedagang muslim berperan sebagai mediator yang menghubungkan Indonesia dan Eropa b. Palestina. Marcopolo singgah di bandar-bandar pantai utara Sumatera pada akhir abad ke-13. dengan melakukan penjelajahan samudera. Pedagang Italia kemudian memasarkannya ke Eropa melalui Venesia dan Genoa. c. Mesopotamia. Turki Osmani melarang para pedagang eropa berdagang di sekitar laut tengah. Bangsa Turki Osmani menguasai wilayah yang cukup luas meliputi Mesir. dan Asia Kecil. Kekuasaan baru itu dikenal sebagai kekhalifahan timur . Hubungan ekonomi Indonesia – Eropa sebelum abad ke-16 Tahukah anda siapa Bangsa eropa yang telah datang ke Indonesia sebelum abad ke-16? Ia adalah Marcopolo dari Venesia. Pada tahun 1390-an. Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang memiliki keinginan mencari wilayah jajahan. Bangsa Barat mulai datang ke indonesia pada abad ke-16. Dalam perjalanannya. Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia a) Kedatangan Portugis di Indonesia . sekitar 6 ton cengkeh dan 1 ton pala dari Maluku telah mencapai Eropa. Caranya. Terputusnya Hubungan Ekonomi Indonesia. Dengan demikian. Para pedagang Italia kemudian membelinya dari para pedagang muslim di Mesir dan Beirut.Eropa Setelah perang salib selesai muncullah kekuasaan baru yang dibangun oleh Turki Osmani. hubungan ekonomi Indonesia – eropa seolah menjadi terputus. Namun.Bangsa Belanda:  Barentz  Cornelis de Houtman  Abel Tasman Proses Kedatangan Bangsa Barat di Berbagai Daerah sampai Terbentuknya Kekuasaan a. E. Syrria. Proses rempah-rempah Indonesia dapat mencapai Eropa dibawa secara berantai hingga mencapai kawasan di sekitar laut tengah. Penjelajahan Samudera Yang dilakukan bangsa Eropa dalam mengatasi kesulitan tersebut adalah mereka berusaha mencari jalan langsung menuju ke daerah penghasil rempah-rempah.

Ketika TSR bekuasa sejak 17 September 1811. dan buyskess. Negeri belanda tidak lagi di kuasai prancis. Janssens kalah dan menyerah dalam perjanjian tuntang. Penyerahan wilayah hindia-belanda dari Inggris kepada belanda berlangsung pada tanggal 9 agustus 1816. . Peperangan tidak terlelakkan lagi. Hal itu berarti raja lowewijik napoleon di belanda juga berakhir. yang kemudaian dikenal dengan convention of London. Pemerintah di wakili oleh John Fendall. sejak peristiwa itu. Sejak tahun 1816. Pada tanggal 3 Agustus 1811 Inggris muncul di Batavia. Dalam masa pemerintahannya . Pada tanggal 19 agustus 1816. Pada tahun 1512 Alfonso d’ Alburquerque mengirimkan beberapa buah kapal ke Maluku dan berhasil mendarat di Ternate. Pada tahun 1580 Raja Philip II dari Spanyol menyatukan Portugal di bawah kekuasaannnya daan memerintahka gubernur jenderal Spanyol di Filipina agar tidak mencampuri urusan Portugis di Maluku serta memberi bantuan kepada Portugis. Penyerahan kembali wilayah Indonesia yang di kuasai Inggis dilaksanakan pada tahun 1816 dalam suatu penandatanganan perjanjian. Sebagai gantinya. berhakir kekuasaan Inggris di Indonesia Pada tahun 1811 Louis Napoleon mencopot kedudukan Daendels. karena di eropa sedang terjadi perubahan politik baru.Portugis berusaha menjalin hubungan dagang dengan Maluku. inggis. Pihak belanda d wakili oleh sebuah komisariat jenderal yang terdiri atas mr. Dengan demikian Portugis mengusir Spanyol c) Kedatangan Inggris Pemerintahan Inggris mulai menguasai Indonesia sejak tahun 1811 pemerintahan Inggris mengangkat Thomas Stamford Raffles (TSR) sebagai gubernur jendral di Indonesia. dengan alasan terlalu keras dalam menjalankan pemerintahan. b) Kedatangan bangsa Spanyol Pada tahun 1521 bangsa Spanyol mendarat di Tidore (Maluku). yang di kenal dengan nama perjanjian London.elout. Sementara pihak Inggris d wakili oleh john fendall. van der capellen. Portugis berhasil menduduki Ternate-Tidore. Inggris dapat menguasai prancis. dianggap Jenderal Janssens.social. Raffles tidak begitu lama memerintah hindia-belanda . berhakirlah penjajahan Inggris di wilyah hindia-belanda. beslangsung penyerahaan kekuasaan atas Indonesia dari inggis kepada belanda. Ingfgris kemudian mengadakan perjanjian dengan belanda. Penyerahan kekuasaan itu di adakan d London. Pada tahun1529. sedangkan pihak dari belanda di wakili oleh Van der Cappelen. Isinya: belanda akan menerima kembali tanah jajahnya yang dulu direbut prancis. Janssens menghadapi kesulitan memulihkan pertahan yang belum stabil. Wilayah bekas hindia-belanda di serahkan kepada Thomas Stamford raffles sebagai penguasa baru. dan budaya. ia telah menempuh beberapa langkah yang dipertibangkan. Pulau Jawa pun berpindah tangan ke Inggris. Disini Portugis menerapkan sistem monopoli yang merugikan. Penyerahaan kekuasaan itu dilakukan setelah kekuasaan kaisar napoleon bonaparter jatuh. baik di bidang ekonomi.

Tentu saja Kompeni tidak mendapatkannya dengan gratis. Mereka dibawah pimpinan Jacob Van Neck. Kepala desa menyerahkannya kepada bupati untuk disampaikan kepada Kompeni. Biasanya uang itu sudah dipotong oleh pegawai-pegawai VOC maupun oleh kepala-kepala daerah pribumi. Dalam revolusi tersebut. rempah-rempah. Di mana-mana mereka memaksakan monopoli di bidang perdagangan. Tetapi harga itu ditetapkan oleh Kompeni. dan tidak ada tawar-menawar terlebih dahulu. Daerah kekuasaannya pun semakin luas. antara lain sebagai berikut : 1. merupakan pengaruh revolusi yang dikendalikan oleh Prancis. uang harga pembelian itu tidak untuk sampai ke tangan petani di desa-desa. Sistem Kerja Wajib (Kerja Rodi) Setelah lebih kurang 200 tahun berkuasa. Pada zaman Kompeni penduduk kerajaan-kerajaan diharuskan menyerahkan hasil bumi seperti beras. kekuasaan raja Willem V runtuh. 2. Kebijakan-kebijakan itu. kopi. akhirnya pada tanggal 31 Desember 1799. akhirnya VOC (Kompeni) mengalami kemunduran dan kebangkrutan. Kedudukan Portugis mulai terdesak. Hasil bumi itu harus dikumpulkan pada kepala desa dan untuk setiap desa ditetapkan jatah tertentu. tetapi juga memberi imbalan berupa harga hasil bumi itu. berturut-turut kekuasaan kolonial Barat telah datang ke Indonesia dengan tujuan mencari laba sebesar-besarnya.Selat Sunda – Banten. Untuk itu pemerintah kolonial telah merusak ekonomi rakyat. secara resmi VOC dibubarkan. Hal ini disebabkan banyak biaya perang yang dikeluarkan untuk mengatasi perlawanan penduduk. Mereka berhasil mendarat di Banten pada tahun 1596. Kekuasaan VOC kemudian diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda. terjadinya korupsi di antara pegawai-pegawainya. sehingga menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan yang luar biasa. Hal ini secara tidak langsung memengaruhi koloni Belanda di Indonesia. Lagi pula. Makin lama Kompeni makin berubah menjadi kekuatan yang tidak hanya berdagang. Tidak lama . bangsa Belanda memulai pelayaran menuju nusantara. Pada tanggal 28 Nopember 1598 datanglah rombongan baru pedagang Belanda. Ekspedisi mereka terdiri atas empat buah kapal dibawah pimpinan Cornelis de Houtman. Faktor-faktor itulah. Kompeni mempunyai pegawai dan anggota tentara yang semakin banyak. KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL Pada abad ke-16 dan 17. Kompeni membutuhkan biaya besar untuk memelihara pegawai dan tentaranya.d) Kedatangan Belanda Pada bulan April 1595. Biaya itu diambil dari penduduk. Perubahan politik yang terjadi di Belanda. dan bendera Kompeni mulai berkibar. tetapi ikut mengendalikan pemerintahan di Indonesia. Pelayaran Cornelis de Houtman melalui rute Belanda – pantai barat Afrika – Tanjung Harapan – Samudera Hindia. Kompeni mengikat raja-raja kita dengan berbagai perjanjian yang merugikan. kayu jati dan lain sebagainya kepada VOC. Mereka juga menjalankan kebijakan-kebijakan ekonomi yang pada umumnya sangat merugikan rakyat Indonesia. dan timbulnya persaingan dengan kongsi-kongsi dagang yang lain. Sistem Penyerahan Wajib oleh VOC Dengan hak-hak istimewa yang dimiliki oleh VOC. maka kongsi dagang yang sering disebut Kompeni ini berkembang dengan cepat. lada. dan berdirilah Republik Bataaf.

Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya. yaitu antara tahun 1811 dan 1816. Daendels mengambil beberapa langkah. . yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman Inggris di India. . Oleh karena itu. Untuk melaksanakan tugas tersebut. . berarti ia telah melanggar undang-undang negara. Zaman pendudukan Inggris ini hanya berlangsung selama lima tahun. Inggris mengirimkan Thomas Stamford Raffles sebagai letnan gubernur di Indonesia. Selain itu. untuk memperoleh dana guna menghadapi Inggris.Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan. antara lain sebagai berikut.Membangun benteng-benteng. Untuk mewujudkan langkah tersebut. 3. . antara lain sebagai berikut. yaitu kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditetapkan.000 km. . . Daendels melakukan beberapa cara. Daendels dikenal sebagai penguasa pemerintah yang sangat disiplin. .Membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon. maka Indonesia jatuh ke tangan Inggris. Pada hakekatnya. Sistem Sewa Tanah (Lande Lijk Stelsel) Dengan adanya Kapitulasi Tuntang. akan tetapi selama waktu ini telah diletakkan dasar-dasar kebijaksanaan ekonomi yang sangat mempengaruhi sifat dan arah kebijaksanaan pemerintah kolonial Belanda yang dalam tahun 1816 mengambil alih kembali kekuasaan dari pemerintah kolonial Inggris. Juga diberi tugas mengatur pemerintahan di Indonesia. Raffles ingin menciptakan suatu sistem ekonomi di Jawa yang bebas dari segala unsur paksaan yang dahulu melekat pada sistem penyerahan paksa dan pekerjaan rodi yang dijalankan oleh Kompeni Belanda. yaitu pajak yang harus dibayar oleh rakyat dengan menyerahkan hasil bumi. akibat tindakannya menjual tanah milik negara kepada pengusaha swasta asing.kemudian Republik Bataaf juga dibubarkan dan Belanda dijadikan kerajaan di bawah pengaruh Prancis. pemerintah Belanda memanggil pulang Daendels ke negeri Belanda. Asas-asas pemerintahan sementara Inggris ini ditentukan oleh Letnan Gubernur Raffles.Menetapkan verplichte leverentie. yaitu kewajiban yang dibebankan kepada rakyat Priangan untuk menanam kopi. sehingga dapat dikalahkan oleh Inggris dan harus menandatangani perjanjian di Tuntang yang terkenal dengan nama Kapitulasi Tuntang. Louis Napoleon kemudian mengirim HermanWillem Daendels sebagai gubernur jenderal dengan tugas utama mempertahankan pulau Jawa dari ancaman Inggris. Janssens ternyata sangat lemah dan kurang cakap dalam melaksanakan tugasnya.Melaksanakan contingenten stelsel. dalam rangka kerja sama dengan raja-raja dan para bupati. seperti kepada Han Ti Ko seorang pengusaha Cina. Daendels menerapkan sistem kerja wajib (kerja rodi). Di samping kerja wajib. .Melaksanakan preanger stelsel. Sebagai pengganti Daendels adalah Janssens sebagai gubernur jenderal di Indonesia. yang panjangnya + 1. Daendels berkuasa di Indonesia pada tahun 1808 – 1811. .Menarik orang-orang Indonesia untuk dijadikan tentara. keras dan kejam. . sebagai rajanya adalah Louis Napoleon.Menjual tanah-tanah negara kepada pihak swasta asing.

Para bupati dijadikan pegawai pemerintah dengan gaji setiap bulan. khususnya para petani. nila dan sebagainya. dan mengingat pula terbatasnya pegawaipegawai yang cukup dan dana-dana keuangan. Dalam usahanya untuk menegakkan suatu kebijaksanaan kolonial yang baru. yaitu lima tahun. dan Van der Capellen (1816-1819). sedangkan di daerah Parahiyangan pemerintah kolonial berkeberatan untuk menghapus sistem tanam paksa kopi yang memberi keuntungan besar. Jelaslah kiranya. Sistem sewa tanah baru dihapuskan dengan kedatangan seorang Gubernur Jenderal yang baru. dan kemudian di bawah Gubernur Jenderal Van der Capellen (1819-1826) dan Komisaris Jenderal du Bus de Gisignies (1826-1830).Raffles beranggapan bahwa pemerintah kolonial adalah pemilik tanah. maupun di daerah-daerah Parahiyangan sistem sewa tanah tidak diadakan.Secara konkrit Raffles ingin menghapus segala penyerahan wajib dan pekerjaan rodi yang selama zaman VOC selalu dibebankan kepada rakyat. kopi. Sebaiknya tanaman yang laku di pasaran dunia. terutama yang bertalian dengan sewa tanah. di daerah-daerah sekitar Jakarta. . karena daerah-daerah sekitar Jakarta pada umumnya adalah milik swasta. sulit menentukan besar kecilnya pajak bagi setiap pemilik tanah. bernama Van den Bosch. bahwa pemerintah kolonial tidak bersedia untuk menerapkan asas-asas liberal secara konsisten jika hal ini mengandung kerugian material yang besar. Untuk penyewaan tanah ini para petani diwajibkan membayar sewa tanah (land-rent) atau pajak atas pemakaian tanah pemerintah. Kepada para petani ini Raffles ingin memberikan kepastian hukum dan kebebasan berusaha. Raffles juga ingin agar para petani dapat berdiri sendiri dan bebas menentukan sendiri tanaman apa yang akan dikerjakan. karena tidak semua rakyat mempunyai tanah yang sama. pada tahun 1830 yang kemudian menghidupkan kembali unsur-unsur paksaan dalampenanaman tanaman dagangan dalam bentuk yang lebih keras dan efisien. c. telah sangat mempengaruhi pandangan dari pejabatpejabat pemerintahan Belanda yang dalam tahun 1816 mengambil alih kembali kekuasaan politik atas pulau Jawa dari pemerintah Inggris. pertama-tama di bawah Komisaris Jenderal Elout. a. Raffles membagi pulau Jawa dan Madura menjadi 16 karesidenan yang dikepalai oleh seorang Residen dan dibantu asisten residen dari Eropa. Peranan para bupati sebagai pemungut pajak dihapuskan dan sebagai penggantinya mereka dijadikan bagian yang integral dari pemerintahan kolonial dengan fungsi-fungsi pemerintahan yang sesuai dengan asas-asas pemerintahan di negeri Barat. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa kebijakan Raffles pada umumnya diteruskan oleh pemerintahan kolonial Belanda yang baru. maka tidak mengherankan bahwa Raffles akhirnya tidak sanggup melaksanakan segala peraturan yang bertalian dengan sistem sewa tanah itu. Buyskes. Secara konkrit hal ini berarti bahwa para bupati dan kepala pemerintahan pada tingkat rendahan harus memusatkan perhatiannya kepada proyekproyek pekerjaan umum yang dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk. Gagasan-gagasan Raffles mengenai kebijaksanaan ekonomi kolonial yang baru. b. Sistem sewa tanah tidak meliputi seluruh pulau Jawa. Misalnya. pada waktu itu Batavia. maka para petani yang menggarap tanah dianggap sebagai penyewa ( tenant) tanah milik pemerintah. Raffles ingin berpatokan pada tiga asas. dan masyarakat pedesaan belum mengenal sistem uang. seperti tebu. Di bidang pemerintahan. Mengingat bahwa Raffles hanya berkuasa untuk waktu yang singkat di Jawa. Segala bentuk dan jenis penyerahan wajib maupun pekerjaan rodi perlu dihapuskan dan kebebasan penuh diberikan kepada rakyat untuk menentukan jenis tanaman apa yang hendak ditanam tanpa unsur paksaan apapun juga. Sewa tanah inilah selanjutnya yang dijadikan dasar kebijaksanaan ekonomi pemerintah Inggris di bawah Raffles dan kemudian dari pemerintah Belanda sampai tahun 1830.

nila. hanya 20% tanah rakyat yang akan digunakan untuk cultuur stelsel. Ketentuan-ketentuan pokok dari sistem tanam paksa tertera dalam Staatsblad (Lembaran Negara) tahun 1834. Jadi jelas. jauh dari desa dan kampung halamannya. Pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman cultuur stelsel itu tidak boleh melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi. dan di sana dijual kepada penduduk Eropa dan Amerika. Tanah petani itu kecil-kecil. Makin banyak setoran. Tiap pegawai akan mendapat persen tertentu (cultuur procenten) kalau berhasil menyerahkan hasil tanaman kepada pemerintah. 2). dipaksa bekerja selama tujuh bulan. Akibatnya para pegawai itu berlomba-lomba mengejar untung. Hasil tanaman paksa itu dikirim ke negeri Belanda. Tetapi dalam praktik. Tetapi dalam kenyataannya. Sistem ini dinamakan Cultuur Stelsel yang oleh bangsa Indonesia dinamakan Tanam Paksa. Ketentuan ini tentu masuk akal. Johannes Van den Bosch. Tetapi dalam praktik sungguh sulit untuk dilaksanakan. 3). 22 jadi beberapa tahun setelah sistem tanam paksa mulai dijalankan di pulau Jawa. dengan seringkali melanggar ketentuan. No. Lagi pula tempatnya berserak-serak. Terjadilah banyak penyelewengan. pegawai-pegawai pemerintah itu mengambil lebih dari seperlima tanah penduduk. maka sistem tanam paksa Van den Bosch ini justru menyuruh rakyat untuk membayar pajaknya dengan hasil tanaman. Ketika mereka pulang. Padahal. Bagian dari tanah yang disediakan untuk cultuur stelsel. pertanian untuk tebu. Berlainan dengan sistem pajak tanah Raffles. yakni supaya petani tidak habis waktunya untuk menggarap kebun tanam paksanya dan masih cukup waktu untuk menggarap tanah-tanahnya sendiri. Sistem tanam paksa itu mewajibkan petani di Jawa untuk menanami sawah ladangnya dengan tanaman yang hasilnya laku dijual ke luar negeri. Lagi pula pegawai pemerintah Belanda langsung mengawasi dan ikut mengatur. Pernah petani-petani di daerah Simpur. ternyata sawah ladangnya terlantar. sehingga mereka tidak sempat mengerjakan sawah ladangnya. Tetapi pengaruh sistem tanam paksa mempunyai akibat yang lebih luas dari pada cara penyerahan wajib pada zaman kompeni dulu. dibebaskan dari pembayaran pajak. Pekerjaan yang paling berat dilakukan di perkebunan nila. rakyat akan menyerahkan tanahnya dengan sukarela. Ketika itu negeri Belanda sangat payah keuangannya karena harus membiayai perang Diponegoro dan usaha mencegah Belgia memisahkan diri. Bagian dari tanah pertanian yang disediakan penduduk untuk tujuan ini tidak boleh melebihi seperlima dari tanah pertanian yang dimiliki penduduk desa.4. 4). Kadang-kadang malah mencapai separoh bagiannya. Dalam menjalankan tanam paksa itu. Tetapi dalam kenyataannya tidak demikian. petani seringkali masih . Belum lagi adanya penyelewengan. kopi. tidak dihiraukan. Jawa Barat. Tanpa ada rasa ketakutan karena didesak dan ditekan. yang kemudian menjadi gubernur jenderal mengajukan rencana untuk dapat meningkatkan produksi tanaman ekspor di Indonesia. biasanya juga yang paling subur. Ketentuan-ketentuan pokok itu bunyinya memang bagus dan baik. Maksud ketentuan di atas tentu baik. rakyat dipaksa menyerahkan sebagian tanahnya. Dengan perantaran bupati dan kepala desa. Tetapi dalam pelaksanaannya. dan teh. Tanah-tanah milik petani itu dipersatukan dan diambil sebagian untuk tanam paksa. Tentu dipilih yang paling tepat untuk tanaman ekspor. seperlima bagiannya tentu akan lebih kecil lagi. Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) Pada tahun 1830 terjadi perubahan. pada umumnya menyimpang jauh dan banyak merugikan rakyat Ketentuan-ketentuan itu. Karena itu pemerintah mengambil jalan yang mudah. makin banyak persennya. tembakau. antara lain: 1). Hasilnya dijamin akan dapat menolong keuangan negeri Belanda. Persetujuan-persetujuan akan diadakan dengan penduduk agar mereka menyediakan sebagian dari tanahnya untuk penanaman tanaman dagangan yang dapat dijual di pasaran Eropa. Bunyinya sudah jelas. membutuhkan tanah pertanian yang luas. para petani itu dipaksa mencurahkan lebih banyak perhatian dan waktu serta tenaga untuk tanam paksa.

6). sedikit-sedikitnya jika kegagalan ini tidak disebabkan oleh kurang rajin atau ketekunan dari pihak rakyat. 5). Tebu adalah bahan untuk gula. Mereka juga mendengar tentang sikap pegawai-pegawai Belanda yang sewenang-wenang. hama. dan Grobogan lambat laun sampai pula terdengar di negeri Belanda. sedangkan pegawai-pegawai Eropa hanya membatasi diri pada pengawasan apakah membajak tanah. Kedua buku itu ialah Max Havelaar yang dikarang oleh Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli. Pegawaipegawai pemerintah Hindia Belanda seringkali melihat panen yang gagal sebagai kesalahan petani. Tetapi sesudah tahun 1850 terjadi perubahan. pajak-pajak tanah tidak makin turun. kecuali kopi di daerah Priangan yang baru dihapuskan pada tahun 1917. Tanaman hasil cultuur stelsel itu diserahkan kepada pemerintah.kepala mereka. Pada tahun 1860. Tanah yang dipakai juga luas. golongan liberal di negeri Belanda mulai memperoleh kemenangan dalam pemerintahan. para petani mempercayakan segala sesuatunya kepada kepala desa dan bupati. Maklumlah waktu itu hubungan masih sulit. Tentu para petani itu kebanyakan buta huruf. mulai terjadi pengendoran. Sementara itu pada tahun 1860 di negeri Belanda terbit dua buah buku yang menentang tanam paksa sehingga semakin besar kalangan masyarakat yang menghendaki agar tanam paksa dihapus. bencana alam banjir. kekeringan. sejak itu tanam paksa berangsur-angsur dihapuskan. Di antara jenis tanaman kultur yang diusahakan itu. Sedangkan di antara pegawai pemerintah itu. Jumlah petani yang terlibat dalam tanam paksa gula dan kopi adalah besar. Penduduk desa mengerjakan tanah-tanah mereka di bawah pengawasan kepala. karena itu nila dibutuhkan.harus membayar pajak tanah untuk tanah yang dipakai tanam paksa. Tetapi jangan harap bahwa ketentuan ini dipegang teguh. Pada bad ke -19 itu pengetahuan kimia tentang bahan pewarna kain belum berkembang. tebu dan nila. Demak. Tahun 1870 boleh dikata semua tanam paksa sudah hapus. Rakyat di negeri Belanda tidak banyak mengetahui tentang tanam paksa di Indonesia. Buku kedua ialah Suiker Contracten (Kontrak-kontrak gula) ditulis oleh Frans van de Putte. Pada waktu itu Negeri Belanda menikmati hasil tanam paksa yang tertinggi. Panen tanaman dagangan yang gagal harus dibebankan kepada pemerintah. Karena itu kepada kedua jenis tanaman itu pemerintah memberi perhatian yang luar biasa. tanam paksa lada dihapuskan. Malapetaka di Cirebon. radio dan hubungan telekomunikasi belum ada. panen. banyak pula yang sampai hati mengelabuhi para petani dengan akibatnya bahwa ketentuan itu tidak dapat dijalankan. Pelaksanaan Politik Kolonial Liberal Pada tahun 1850. Mereka tidak mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.tanaman berjalan dengan baik dan tepat pada waktunya. misalnya. Karena pendapat umum yang membalik. jenis tanaman yang memberi untung banyak ialah kopi dan gula. surat kabar masih kurang. Tetapi sesudah tahun 1850. pada tahun 1865 menyusul nila dan teh. Jarang yang dapat melihat keadaan yang sebenarnya. tetapi malaha naik terus. dan lain-lain. laba yang diperoleh juga banyak. yang merupakan bahan ekspor yang penting. Tanam paksa mencapai puncak perkembangannya sekitar tahun 1830-1840. adalah yang terpenting. dan pengangkutan tanaman. Selama tanam paksa. maka selisihnya dikembalikan kepada rakyat. Ketentuan yang bagus itupun pernah dijalankan. sedangkan nila bahan untuk mewarnai kain. 5. Jika harganya lebih besar dari jumlah pajak tanah yang harus dibayarkan. 7). Lagi pula. Di negeri Belanda antara tahun 1850-1860 sering terjadi perdebatan tentang untung- . Kemudian menyusul kopi. Buktinya.

Kedua. Undang-undang itu juga dimaksudkan untuk melindungi petani. ialah mereka yang merasa iba mendengar keadaan petani Indonesia yang menderita akibat tanam paksa. Koeli Ordonnantie ini. kelapa. Undang-Undang Gula (Suiker Wet) Dalam undang-undang ini ditetapkan bahwa tebu tidak boleh diangkut ke luar Indonesia. Golongan yang menentang tanam paksa terdiri dari beberapa golongan. Mereka juga menghendaki agar diberi kesempatan untuk berusaha dengan menanam modalnya di Indonesia. Mereka menghendaki agar tanam paksa dihapuskan. Tetapi seringkali hal itu tidak diperhatikan oleh pembesar-pembesar pemerintah. Sejak saat itu pemerintah Hindia Belanda membuka Indonesia bagi para pengusaha asing untuk menanamkan modalnya. Mereka tidak dapat menerima keadaan di mana pemerintah saja yang memegang kegiatan ekonomi. Pabrik gula milik pemerintah akan dihapus secara bertahap dan diambil alih oleh pihak swasta. kina. pabrik cokelat. Sewa-menyewa tanah itu diatur dalam Undang-Undang Agraria tahun 1870. Pihak swasta juga diberi kesempatan yang luas untuk mendirikan Dalam tahun 1888 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan pertama mengenai persyaratan hubungan kerja kuli kontrak di Sumatera Timur yang disebut (Koelie Ordonnantie). Periode antara tahun 1870 -1900 disebut zaman liberalisme. Perusahaan NHM ini selama berlakunya tanam paksa mendapat hak monopoli untuk mengangkut hasil tanam paksa dari Indonesia ke Eropa. Golongan ini biasa disebut kaum liberal. Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870 Undang-undang agraria pada intinya menjelaskan bahwa semua tanah milik penduduk Indonesia adalah milik pemerintah kerajaan Belanda. memberi jaminan-jaminan tertentu pada majikan terhadap kemungkinan pekerjapekerja melarikan diri sebelum masa kerja mereka menurut kontrak kerja habis. Golongan yang menyetujui tanam paksa terdiri dari pegawaipegawai pemerintah dan pemegang saham perusahaan Nederlandsche Handel Maatschappy (NHM). menyediakan prasarana dan mengatur jalannya hukum. dan lain-lain. Kebanyakan di antaranya diilhami oleh ajaran agama. Mereka juga mendirikan pabrik seperti pabrik gula. Pada tahun 1870 di Indonesia mulai dilaksanakan politik kolonial liberal yang sering disebut ”Politik Pintu Terbuka (open door policy)”. Kegiatan ekonomi supaya diserahkan kepada swasta. kelapa sawit dan sebagainya. cokelat. teh. agar tanahnya tidak lepas dari tangan mereka dan jatuh ke tangan para pengusaha. Di lain pihak juga . ialah golongan menengah yang terdiri dari pengusaha dan pedagang swasta. rokok.ruginya dan baik buruknya tanam paksa. tembakau. teh. tebu. yang mulamula hanya berlaku untuk Sumatera Timur tetapi kemudian berlaku pula di semua wilayah Hindia Belanda di luar Jawa. Maka pemerintah Belanda memberi mereka kesempatan untuk menyewa tanah milik penduduk dalam jangka waktu yang panjang. dan ketertiban. keamanan. bilamana di Indonesia tidak ada sistem tanam paksa yang disponsori oleh pemerintah. Hal demikian baru mungkin dijalankan. Mereka menghendaki agar pemerintah hanya bertindak sebagai pelindung warganya. b. berdasarkan perikemanusiaan. a. Pertama. Pelaksanaan politik kolonial liberal ditandai dengan keluarnya undang-undang agraria dan undangundang gula. khususnya di bidang perkebunan. Mereka mengusahakan perkebunan besar seperti perkebunan kopi. Pada waktu itu pemerintahan Belanda dipegang oleh kaum liberal yang kebanyakan terdiri dari pengusaha swasta mendapat kesempatan untuk menanam modalnya di Indonesia dengan cara besar-besaran. tetapi harus diproses di dalam negeri.

pemerintah Belanda menerima saran tentang Politik Etis. anak bangsawan. Tetapi pengairan tersebut tidak ditujukan untuk pengairan sawah dan ladang milik rakyat. dimasukkan pula peraturan mengenai hukuman-hukuman yang dapat dikenakan terhadap pelanggaran. pandai dalam administrasi dan sanggup menjadi pegawai dengan gaji yang rendah. Van Deventer memperjuangkan nasib bangsa Indonesia dengan menulis karangan dalam majalah De Gids yang berjudul Een Eereschuld (Hutang Budi). Dalam kenyataan ternyata bahwa ancaman hukuman yang dapat dikenakan terhadap pihak majikan hanya merupakan peraturan di atas kertas jarang atau tidak pernah dilaksanakan. Emigrasi juga dilaksanakan oleh pemerintah Belanda bukan untuk memberikan penghidupan yang layak serta pemerataan penduduk. Pendidikan dipisah-pisah antara orang Belanda. Edukasi (Pendidikan) Dengan edukasi akan dapat meningkatkan kualitas bangsa Indonesia sehingga dapat diajak memajukan perusahaan perkebunan dan mengurangi keterbelakangan. baik dari pihak majikan maupun dari pihak pekerja. tetapi semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pegawai rendahan. Bagi rakyat kecil hanya tersedia sekolah rendah untuk mendidik anak menjadi orang yang setia pada penjajah. b. Hutang budi itu harus dikembalikan dengan memperbaiki nasib rakyat. namun untuk mengairi perkebunan-perkebunan milik swasta asing dan pemerintah kolonial. akan dapat diolah untuk menambah penghasilan. Van Deventer menjelaskan bahwa Belanda telah berhutang budi kepada rakyat Indonesia. Usulan Van Deventer tersebut mendapat perhatian besar dari pemerintah Belanda. dan rakyat. Irigasi (pengairan) Dengan irigasi tanah pertanian akan menjadi subur dan produksinya bertambah. Politik Etis Pencetus politik etis (politik balas budi) ini adalah Van Deventer. Untuk memberi kekuatan pada peratuan-peraturan dalam Koeli Ordonnantie. Menurut Van Deventer. ada tiga cara untuk memperbaiki nasib rakyat tersebut yaitu memajukan : a. namun akan diselaraskan dengan sistem kolonial di Indonesia. mencerdaskan dan memakmurkan. Dengan demikian ancaman hukuman untuk pelanggaran-pelanggaran hanya jatuh di atas pundak pekerja-pekerja perkebunan. 6. tetapi untuk membuka hutan. Emigrasi (pemindahan penduduk) Dengan emigrasi tanah-tanah di luar Jawa yang belum diolah menjadi lahan perkebunan. Dalam bidang irigasi (pengairan) diadakan pembangunan dan perbaikan. Selain itu juga untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah. .hutan baru di luar pulau Jawa bagi perkebunan dan perusahaan swasta asing. Edukasi dilaksanakan. Selain itu juga untuk mengurangi kepadatan penduduk Jawa. c.diadakan peraturan-peraturan yang melindungi para pekerja terhadap tindakan sewenang-wenang dari sang majikan.

bahasa. Praktik-praktik pemerasan dan penindasan yang dilakukan oleh penguasa dalam menjalankan pemungutan pajak. Kedudukan mereka menjadi merosot. Hubungan rakyat dengan para bupati terbatas pada soal administratif dan pungutan pajak. Sementara itu kesejahteraan hidup semakin merosot sehingga mencapai tingkat kemiskinan yang tinggi. Upacara dan tatacara yang berlaku di istana kerajaan juga disederhanakan.PENGARUH KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL DI INDONESIA 1. Cara pergaulan. Bidang Kebudayaan Dalam bidang kebudayaan. gaya hidup. Tidak mengherankan. sekolah-sekolah mulai didirikan walaupun tujuan sebenarnya untuk kepentingan penjajah itu sendiri. dan pendidikan barat mulai dikenal di kalangan atas. Sistem penyewaan tanah. Bidang Politik Semenjak awal abad ke-19 pengusaha Belanda mulai mengadakan pembaharuan politik kolonial. Mereka tidak memiliki tempat berlindung dan tempat untuk mengatakan keberatan-keberatan yang dirasakan. Sementara itu. masalah tanah dan penggarapannya. apabila kebijakan kolonial tersebut menimbulkan rasa antipati di kalangan rakyat. pengangkatan pejabat birokrasi. . Ekonomi uang memudahkan bagi pelaksana pemungutan pajak. Selain itu. dan praktik-praktik kerja paksa juga telah memperberat kehidupan penduduk pedesaan. beberapa tradisi di lingkungan penduduk mulai luntur dan hilang. lahirnya buruh upahan. peningkatan perdagangan hasil bumi. penyewaan tanah dan penyelewengan-penyelewengan lainnya. Bidang Sosial Ekonomi Dengan masuknya sistem ekonomi uang. pandangan keagamaan ini dijadikan dasar ajakan untuk melakukan perlawanan. telah menjadikan rakyat di pedesaan menjadi lemah. pengaruh kehidupan Barat di lingkungan tradisional makin meluas. cara berpakaian. yang dapat menuju ke arah timbulnya perlawanan-perlawanan. Akibat yang terjadi dari tindakan pemerintah itu timbul perubahan tata kehidupan di kalangan rakyat Indonesia. Dalam suasana kritis. meruntuhkan kewibawaan tradisional penguasa pribumi. Secara administratif para bupati atau penguasa pribumi lainnya adalah pegawai pemerintah Belanda yang ditempatkan di bawah pengawasan pemerintah kolonial. Pengaruh Belanda makin kuat karena intervensi yang intensif dalam persoalan-persoalan intern negaranegara tradisional seperti dalam soal penggantian takhta. ataupun campur tangan dalam menentukan kebijaksanaan politik negara. kerja paksa. Tradisi keagamaan rakyat pun mulai terancam. Dengan demikian ikatan tradisi dalam kehidupan pribumi menjadi lemah. 2. Kuatnya pengaruh Barat. Tantangan yang kuat datang dari para pemimpin agama yang memandang kehidupan Barat bertentangan dengan norma-norma keagamaan. Pemilikan tanah lungguh atau tanah jabatan dihapus dan diganti dengan gaji. 3. Tindakan pemerintah Belanda untuk menghapus kedudukan menurut adat penguasa pribumi dan menjadikan mereka pegawai pemerintah. maka beban rakyat bertambah berat. Hak-hak yang diberikan oleh adat telah hilang. menimbulkan kekuatiran bahwa pengaruh kehidupan Barat dapat merusak nilai-nilai kehidupan tradisional.

c. penyebabnya adalah tidak ada kerja sama antara kerajaan Ternate. Perlawanan Rakyat Demak Perlawanan ini dipimpin oleh Adipati Unus terhadap Portugis di Malaka. Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia : a. sehingga jalur perdagangan Nusantara bagian timur dapat dikuasai. Sultan Hasanuddin menduduki Sumbawa. Kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh kekuatan bangsa Belanda yang lebih kuat. penguasa kerajaan Pajajaran melakukan kerja sama dengan Portugis. segera menarik kembali tahta putranya. Pelawanan Rakyat Mataram Sultan Agung yang memiliki cita – cita mempersatukan pulau Jawa. Sultan Agung yang sangat anti VOC. yang berisi : . Kondisi inilah yang menyebabkan kegagalan dalam mengusir bangsa bangsa barat dari nusantara. Pertempuran antara Sultan Hasnuddin dengan Belanda yang dipimpin Cornelis Speelman selalu dapat dihalau pasukan Sultan Hasanuddin. Penyerangan yang dilakukan pada 1628 & 1629 mengalami kegagalan. segera meminta bantuan VOC di Batavia untuk membantu mengembalikan tahtanya. Serangan pasukan Adipati Unus dilakukan dua kali (1512 & 1513) mengalami kegagalan. dia memperoleh tahtanya kembali dengan imbalan menyerahkan sebagian wilayah Banten kepada VOC. sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak berhasil. akhirnya dengan bantuan VOC. memberi jalan bagi Belanda untuk menguasai kerajaan – kerajaan Sulawesi tersebut. Perlawanan sebelum tahun 1800 Ditandai dengan perang/perlawanan langsung terhadap kekuasaan bangsa barat. Putranya yang tidak terima. Dalam persaingan tersebut kerajaan – kerajaan di Nusantara sering melibatkan bangsa barat untuk membantu mengalahkan pesaingnya. Untuk memperkuat kedudukannya di Sulawesi.BENTUK-BENTUK PERLAWANAN RAKYAT MENENTANG KOLONIALISME 1. e. karena selain persiapan pasukannya yang belum matang. setelah mendapat ancaman dari kekuatan Islam di pesisir utara pulau Jawa. Perlawanan Rakyat Makasar Konflik antara Sultan Hasanuddin dari Makasar dan Arupalaka dari Bone. b. Hal ini dianggap oleh Belanda sebagai penghalang dalam perdagangan. dan Sultan Hasanuddin harus menandatangani perjanjian Bongaya pada 1667. Perlawanan Rakyat Banten Setelah Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya yang bergelar Sultan Haji sebagai Sultan Banten. Pada saat yang sama. Tidore. Lalu Belanda meminta bantuan Arupalaka yang menyebabkan Makasar jatuh ke tangan Belanda. berusaha mengalahkan VOC di Batavia. dan juga ditandai dengan persaingan antara kerajaan – kerajaan Nusantara dalam memperebutkan hegemoni di kawasan tersebut. Perlawanan Rakyat Maluku Upaya rakyat Ternate yang dipimpin Sultan Hairun maupun Sultan Baabulah(1575). juga tidak mampu membuat blok perlawanan bersama kerajaan lainnya. yaitu Cirebon dan Banten. dan Nuku. d. Belanda ikut campur dalam urusan Banten dengan mendekati Sultan Haji.

2. Perlawanan sultan Nuku (Tidore) Sultan Nuku adalah raja dari Kesultanan Tidore yang berhasil meningkatkan kekuatan perangnya hingga 200 kapal perang dan 6000 pasukan untuk menghadapi Belanda. Pelawanan Pattimura (1817) Dimulai dengan penyerangan terhadap benteng Duurstede di Saparua. Perlawanan ini meluas ke Ambon. Akhirnya Pattimura berhasil ditangkap dalam suatu pertempuran dan pada 16 Desember 1817.a. Sunan Amangkurat II berterima kasih kepada Untung Surapati dengan memberikan daerah Pasuruan dan menetapkannya menjadi Bupati di sana dengan gelar Adipati Wiranegara. namun gagal. b. Dia mengadu domba antara Inggris – Belanda. dan tempat – tempat lainnya. dan kemudian membuat perjanjian dengan VOC. Perlawanan sesudah tahun 1800 Tidak banyak perbedaan dengan perlawanan sebelum tahun 1800. setelah itu dimulailah peperangan antara Sunan Pakubuwana I dengan Untung Surapati yang dibantu Sunan Amangkurat III. Selain itu dia juga menjalankan perjuangan melalui diplomasi. Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia : a. Dia kemudian bersekutu dengan VOC. Untuk menghadapi serangan tersebut. dengan pusat Makasar. Untuk menghadapi Belanda . Seram. c. Pada 20 Juni 1801 dia berhasil membebaskan kota Soa – Siu dari Belanda. VOC berhasil melumpuhkan Untung Surapati di Kartasura. Belanda harus mengerahkan seluruh kekuatannya yang berada di Maluku. Martha Christina Tiahahu. Sultan Hasanuddin harus memberikan kebebasan kepada VOC berdagang di Makasar dan Maluku. Untuk meredam pemberontakan Untung Surapati. VOC memegang monopoli perdagangan di Indonesia bagian timur. dengan menyerahkan sebagian wilayah kekuasaan Mataram. dan berhasil merebut benteng tersebut dari tangan Belanda. yang hanya dilakukan secara kedaerahan dan sedikit ditandai dengan persaingan memperebutkan hegemoni antara kerajaan – kerajaan tersebut. b. dia dan kawan – kawannya dihukum mati di tiang gantungan. Pada 1706. f. dan dia diangkat menjadi Raja Bone. akhirnya Maluku Utara dapat dipersatukan di bawah kekuasaan Sultan Nuku. Perlawanan Untung Surapati (1686 – 1706) Untung Surapati bersekutu dengan Sunan Amangkurat II untuk melawan VOC. Perlawanan lainnya dilakukan oleh pahlawan wanita. Pada 1705 Pangeran Puger dinobatkan menjadi Sunan Mataram dengan gelar Sunan Pakubuwana I. dia mengadakan hubungan dengan Inggris untuk meminta bantuan dan dukungan. . Wilayah kerajaan Bone yang diserang dan diduduki Sultan Hasanuddin dikembalikan kepada Arupalaka. Pada 1803 Sunan Amangkurat II meninggal dan digantikan oleh putranya yang bergelar Sunan Amangkurat III. pamannya yang bernama Pangeran Puger menginginkan tahta raja di Mataram. VOC mengutus Kapten Tack ke Mataram.

Perang Diponegoro (1825 – 1830) Penyebab perang ini adalah rasa tidak puas masyarakat terhadap kebijakan -kebijakan yang dijalankan pemerintah Belanda di kesultanan Yogyakarta. Pada 25 Oktober 1833. Belanda akan membuat jalan Yogyakarta Magelang.Kaum adat yang terdesak saat perang kemudian meminta bantuan kepada Inggris yang sejak 1795 telah menguasai Padang. Sesuai perjanjian tersebut Belanda mulai mengerahkan pasukannya untuk menyerang kaumPaderi. kota Bonjol jatuh ke tangan Belanda pada September 1832. dia pergi dari keraton dan menetap di Tegalrejo. kedua belah pihak menandatangani perjanjian. Pertempuran pertama terjadi pada April 1821 di daerah Sulit air. Dia wafat pada usia 92 tahun dan dimakamkan di Tomohon. d. Pertempuran berkobar di mana – mana. Sulawesi Utara. Suatu ketika. Namun Belanda berhianat dengan menangkap dan membuangnya ke Cianjur. yang berisi ajakan kepada penduduk Sumatra Barat untuk berdamai dan menghentikan perang. di Keraton Mataram terbentuk 2 kelompok. Jalan tersebut menembus makam leluhur . perbedaan pandangan ini menyebabkan perang saudara serta mengundang kekuatan Inggris dan Belanda. Dengan serangan yang gencar. Belanda menerima Padang dan daerah sekitarnya dari Inggris.Saat pertempuran Diponegoro. tetapi tidak mau dan bekerja sama dengan kaum Paderi. Belanda melakukan Maklumat Plakat Panjang. Pada 25 Oktober 1837. dan pada 11 Januari 1833. dekat danau Singkarak. Tujuan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena kaum adat yang tidak ingin kehilangan kedudukannya. Belanda menarik pasukannya di Sumatra Barat untuk menunda penyerangan pada kaum Paderi. dan memusatkan perhatian di Sumatra Barat untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol. Akibatnya. Belanda berhasil menguasai Pagarruyung.c. Kaum agama (Pembaru/Paderi) berusaha untuk mengajarkan Islam kepada warga sambil menghapus adat istiadat yang bertentangan dengan Islam. Pada tahun 1819. Pada 16 Agustus 1837. yang bertujuan untuk memurnikan Islam di wilayah Sumatra Barat serta menentang aspek – aspek budaya yang bertentangan dengan aqidah Islam. Di mata Belanda. Tuanku Imam Bonjol berunding di Palupuh. dapat direbut kembali oleh kaum Paderi. Belanda kembali menyerang kaum Paderi. pro dan anti Belanda. dan berhasil meloloskan diri. Golongan adat meminta bantuan kepada Belanda dalam menghadapi golongan Paderi. belanda mengajak berunding Tuanku Imam Bonjol (pemimpin Paderi) pada 1824. Sawah Lunto dan Kapau. Solok. Diponegoro adalah orang yang berbahaya. Namun dia jarang diajak bicara karena sikapnya yang kritis terhadap kehidupan keraton yang dianggapnya terpengaruh budaya barat dan intervensi Belanda. bekas kedudukan kerajaan Minangkabau. Sehingga Belanda memerintahkan Sentot Alibasha Prawirodirjo (bekas panglima perang diponegoro) untuk memerangi Paderi. dan terakhir kota dekat Manado. Pangeran Diponegoro diangkat menjadi anggota Dewan Perwalian. dan beberapa daerah di pesisir barat setelah direbut dari Belanda. Pada Februari 1821. Bukittinggi. Golongan agama pada saat itu telah menguasai daerah pedalaman Sumatra Barat dan menjalankan pemerintahan berdasarkan agama. Untuk mensiasati hal ini. dan golongan adat berbalik melawan. Pada pemerintahan Sultan HB V. Oleh karena itu. namun gagal merebut pertahanan Paderi di Lintau. namun perjanjian dilanggar oleh Belanda. Ambon. Tuanku Imam Bonjol jatuh ke tangan Belanda. Belanda seenaknya mencampuri urusan intern kesultanan. Namun pada Juni 1834. Perang Paderi (1821 – 1837) Dilatar belakangi konflik antara kaum agama dan tokoh – tokoh adat Sumatera Barat. serta adat istiadatnya menentang ajaran kaum Paderi.

yang menyebabkan kedudukan Aceh menjadi Strategis di Selat Malaka dan menjadi incaran bangsa barat. Walaupun telah dikuasai secara militer. Diantaranya Puputan Badung (1906). Pada 28 Maret 1830. karena Terusan Suez diuka. Pada 1848. sehingga Belanda mengirim pasukannya ke Kutaraja yang dipimpin oleh Mayor Jendral J. Sentot Alibasha Prawirodirjo. Dengan demikian. Teuku Umar tewas di Meulaboh. Sementara Sentot Alibasha menyerah pada Oktober 1829. Oleh karena itu Belanda mendatangkan pasukan dari Sumatra Barat dan Sulawesi Utara yang dipimpin Jendral Marcus de Kock. Baru pada 1912. Tokoh – tokoh yang bergabung antara lain : Pangeran Mangkubumi. Penyerangan tersebut gagal dan Jendral J. Pada November 1828. Sultan Daudsyah menyerah. namun pada Maret 1896. Sejak 1826. Lalu pada 1 Januari 1903. Belanda yang merasa takut disaingi menuntut Aceh untuk mengakui kedaulatannya di Nusantara. Demikian pula Panglima Polim pada September 1903. Diponegoro dan pengikutnya ditangkap. Dia marah dan mengganti patok penanda jalan dengan tombak. f. Cut Nyak Dhien. Aceh mencari bantuan ke luar negeri. Sampai 1826. . Magelang. Belanda mengirim Snouck Hurgronye untuk menyelidiki masyarakat Aceh. namun gagal. Belanda memberi 2 pilihan. Belanda menyerang kerajaan Buleleng. dan Puputan Klungkung (1908). Melihat gelagat ini. Pertempuran ini diberi nama Puputan Jagaraga. Namun Aceh menolaknya. Pada November 1902. e. Diponegoro memperoleh kemenangan.H. Oleh karena itu.R Kohler. Setelah Buleleng ditaklukkan. banyak terjadi perang puputan antara kerajaan – kerajaan Bali dengan Belanda untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan. perhu dagang Belanda terdampar di Prancak. Untuk melawannya. Belanda menjawab dengan mengirim pasukan ke Tegalrejo pada 25 Juni 1825. Kemudian perjuangannya dilanjutkan oleh istrinya. Namun Belanda berhianat. Perang Aceh Aceh dihormati oleh Inggris dan Belanda melalui Traktat London pada 1824. kekuatannya berkurang karena banyak pengikutnya yang ditangkap dan gugur dalam pertempuran. Kyai Maja ditangkap Belanda. Perang Bali Pulau Bali dikuasai oleh kerajaan Klungkung yang mengadakan perjanjian dengan Belanda pada 1841 yang menyatakan bahwa kerajaan Klungkung di bawah pemerintahan Raja Dewa Agung Putera adalah suatu negara yang bebas dari kekuasaan Belanda. Belanda dan Inggris menandatangani Traktat Sumatra pada 1871. berakhirlah perang Diponegoro. dan Kyai Maja. wilayah kerajaan Buleleng dan terkena hukum Tawan Karang yang memihak penguasa kerajaan untuk menguasai kapal dan isinya. Puputan Kusamba (1908). Belanda melakukan taktik benteng Stelsel.Pada 1905. dia dibuang ke Manado dan Makasar.V Michies dan Van Swieeten berhasil merbut benteng kerajaan Buleleng di Jagaraga. Untuk mengantisipasi hal itu. dilangsungkan perundingan antara Jendral De Kock dengan Diponegoro di kantor karesidenan Kedu. Serangan ke – 2 dilakukan pada Desember 1873 dan berhasil merebut Istana kerajaan Aceh di bawah pimpinan Letnan Jendral Van Swieten. Belanda menangkap 2 isteri Sultan Daudsyah dan anak – anaknya. Cut Nyak Dhien tertangkap di hutan. ia kabur dan bergabung dengan para pejuang dengan membawa sejumlah uang dan senjata. Aceh kehilangan Teuku Cik Ditiro. Serangan ke – 2 pada 1849. Dia mendapat berbagai dukungan dari daerah – daerah. Pada 11 Februari 1899. perang Aceh benar – benar berakhir.Diponegoro di Tegalrejo. Pada 1891. Cut Nyak Meutia gugur pada 1910.H. lalu pada 1893. di bawah pimpinan Jendral Mayor A. menyerah atau keluarganya dibuang. Pada 1844. Aceh secara keseluruhan belum dapat ditaklukkan. Diponegoro dan pasukannya membangun pertahanan di Selarong.R Kohler tewas di depan Masjid Raya Aceh. Teuku Umar menyerah kepada Belanda. Jendral De Kock memerintahkan Kolonel Cleerens untuk mencari kontak dengan Diponegoro.

Karena terdesak pasukan Sisingamangaraja XII menyingkir ke Paranginan dan menyingkir lagi ke Lintung ni Huta. ▪ Kelompok Pangeran Anom. DAERAH-DAERAH PERSEBARAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA . Berturut-turut daerah-daerah yang jatuh ke tangan Belanda yaitu Tambunan. Selain itu daerah-daerah lain yang mengadakan perlawanan tapi dapat dipadamkan oleh Belanda adalah Tangga Batu dan Pintu Batu. Padang Lawas. terjadi perang Banjarmasin pada 1859 yang dipimpin Pangeran Antasari. Onang geang-geang. Hal ini rakyat mulai hati-hati dan tidak simpati dengan masuknya penjajah Belanda ke tanah Batak. Di tengah kekacauan tersebut. Pangeran Antasari tewas. h. Lagu Boti. terjadi perebutan kekuasaan oleh 3 kelompok : ▪ Kelompok Pangeran Tamjid Illah. maka seluruh daerah Batak jatuh ke tangan Belanda. rakyat Batak memiliki dua macam benteng pertahanan yaitu benteng alam dan benteng buatan. Hal ini dianggap oleh Sisingamangaraja XII sebagai hal yang membahayakan tanah Batak dan menggoyahkan kedudukannya. Selanjutnya pertempuran sengit juga terjadi di Bakkora atau Lumbung raja. dan Upu ni Srabar. Dengan meluasnya daerah yang jatuh ke tangan Belanda maka daerah gerak Sisingamangaraja semakin kecil dan pengikutnya semakin berkurang. 2) Peristiwa terbunuhnya Tuan na Balon (Sisingamangaraja X). Namun karena pasukan Sisingamangaraja XII terdesak. Pangeran Hidayatullah ditangkap dan dibuang ke Cianjur. Masuknya pasukan militer Belanda ke Silindung. akhirnya menyingkir. ▪ Kelompok Pangeran Hidayatullah. Pertempuran pertama terjadi di Toba Silindung. cucu Sultan Adam. Perang Batak (1878 – 1907) Sebab-Sebab Perlawanan: 1) Pemerintah Hindia Belanda berkali-kali mengirimkan ekspedisi militernya untuk menaklukkan daerah-daerah di Sumatera Utara antara lain Mandailing. cucu Sultan Adam. Dalam menghadapi serangan Belanda. Pakik Sabungan dan Pintu Besi. Sipirok. Angkola. sepeninggal Sultan Adam. Dalam beberapa pertempuran pasukan Sisingamangaraja XII dapat terdesak dan Belanda berhasil menawan keluarga Sisingamangaraja XII. Dalam pertempuran di daerah Dairi. Lobu Siregar. Sisingamangaraja tertembak dan gugur pada tanggal 17 Juni 1907. Pada 1862. Pertempuran terus terjadi antara lain di Blitar. Dengan gugurnya Sisingamangaraja XII. Perang Banjarmasin Sultan Adam menyatakan secara resmi hubungan kerajaan Banjarmasin – Belanda pada 1826 sampai beliau meninggal pada tahun 1857. dan sekitarnya. Putra Sultan Adam. segera dijawab oleh Sisingamangaraja XII (Patuan Basar Ompu Pula Batu) dengan pernyataan perang. Dalam pertempuran dengan Belanda pada tahun tersebut. yaitu tempat tinggal Sisingamangaraja. Balige. Tapanuli.g. seorang putra Sultan Muhammad yang anti Belanda. Dalam melawan Belanda. Pertempuran terus menjalar ke Bahal Batu. 3) Adanya perluasan agama Kristen di daerah Batak. Pangeran Antasari dibantu oleh Pangeran Hidayatullah.

Gereja Kristen Jawa (GKJ). b. Sangir. Hal tersebut ternyata sangat menurunkan citra para zending di mata rakyat. kemudian menyebar ke Kalimantan dan Jawa Timur. Timor. Pemerintah Belanda melarang pelaksanaan ibadah agama Katholik di muka umum dan menerapkan anti Katholik. dia punya agama”. Talaud. Di kalangan pribumi ia dikenal kejujuran dan keikhlasannya membantu kesulitan rakyat. 2. dan bertahan di Flores dan Timor. Misionaris Portugis di Indonesia Pada abad ke-16 kegiatan misionaris sangat aktif menyampaikan kabar Injil ke seluruh penjuru dunia dengan menumpang kapal pedagang Portugis dan Spanyol. kegiatan misionaris Katholik terdesak oleh kegiatan zending Kristen Protestan. VOC yang terbentuk tahun 1602 mendapat kekuasaan dan tanggung jawab memajukan agama. dan mendirikan sekolah-sekolah yang menitikberatkan pada penyebaran agama Kristen Protestan. 3. Menyebarkan agama Kristen Protestan di Maluku. Penyebaran agama Katholik di Maluku menjadi tersendat setelah terbunuhnya Sultan Hairun yang menimbulkan kebencian rakyat terhadap semua orang Portugis. Namun sejak Daendels berkuasa. Kegiatan zending di Indonesia meliputi: a. VOC mendukung penyebaran agama Kristen Protestan dengan semboyan “siapa punya negara. dan kota-kota besar di Jawa dan Sumatra. Kemudian bangsa Belanda pun tertarik untuk menyebarkan ajaran agama Kristen Protestan dengan mengirimkan para zending di negeri-negeri jajahannya. Nusa Tenggara Timur. Sebastian Danckaerts. VOC turut membiayai pendirian sekolah-sekolah dan membiayai upaya menerjemahkan injil ke dalam bahasa setempat. Ia seorang Portugis yang membela rakyat yang tertindas oleh jajahan bangsa Portugis. Pulau Siau. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Salah seorang misionaris yang bertugas di Indonesia terutama Maluku adalah Fransiscus Xaverius (1506–1552). Mendirikan Nederlands Zendeling Genootschap (NZG). Ia menyebarkan ajaran agama Katholik dengan berkeliling ke kampung-kampung sambil membawa lonceng di tangan untuk mengumpulkan anak-anak dan orang dewasa untuk diajarkan agama Katholik. Setelah jatuhnya Maluku ke tangan Belanda. Tapanuli. dan Sangir. kemudian VOC menyuruh penganut agama Katholik untuk masuk agama Kristen Protestan. Kegiatan misionaris Portugis tersebut berlangsung di Kepulauan Maluku. yaitu perkumpulan pemberi kabar Injil Belanda yang berusaha menyebarkan agama Kristen Protestan. Zending Belanda di Indonesia Pada abad ke-17 gereja di negeri Belanda mengalami perubahan. karena VOC tidak disukai rakyat. termasuk di tanahtanah jajahannya. Adriaan Hulsebos. Sulawesi Utara. Di balik itu para pendeta dijadikan alat VOC agar pendeta memuji-muji VOC dan tunduk dengan VOC. agama Katholik dan Kristen Protestan . Wilayah Persebaran Agama Nasrani di Indonesia pada Masa Kolonial Saat VOC berkuasa. 1. agama Katholik yang semula menjadi agama resmi negara diganti dengan agama Kristen Protestan. kegiatan misionaris surut dan diganti kegiatan zending Belanda yang menyebarkan agama Kristen Protestan. mendirikan wadah gereja bagi jemaat di Indonesia seperti Gereja Protestan Maluku (GPM). Tokoh zending di Indonesia antara lain Ludwig Ingwer Nommensen.Sejak abad ke-15 Paus di Roma memberi tugas kepada misionaris bangsa Portugis dan Spanyol untuk menyebarkan agama Katholik. dan Hernius.

Di Jawa Barat pusat penyebaran agama Kristen terdapat di Bogor. Sirombu. Ambarawa. Lewonama. dan Lembang (Bandung). Luwu. Wonosobo. dan Jogjakarta. Sebagian besar rakyat Indonesia telah menganut agama lain. Tondano. Namun. Kegiatan agama Kristen pada masyarakat Batak dipusatkan pada organisasi HKBP.diberi hak sama. Ngoro dekat Jombang. Faktor-faktor penyebab sulitnya perkembangan agama Kristen di Indonesia pada waktu itu adalah: a) b) c) Pada waktu itu agama Kristen dianggap identik dengan agama penjajah. Di Jawa Tengah meliputi Magelang. Salatiga. Minahasa. Agama Kristen Protestan di Jawa Timur berkembang di Mojowarno. Tapanuli Selatan. dan mulailah misionaris menyebarkan kembali agama Katholik terutama ke daerahdaerah yang belum terjangkau agama-agama lain. Sibolga. Penyebaran agama Kristen menjangkau Sulawesi Utara di Manado. dan kepulauan Nias. Pulau Ende. Tomohon. dan Flores. Buluh Hawar di Karo. Pulau Siau. Jawa Timur. Kalimantan Tengah di pemukiman masyarakat Dayak desa Perak dan Kapuas Kahayan. Pemerintah kolonial tidak menghargai prinsip persamaan derajat manusia. Samosir. Di Kalimantan Timur banyak terdapat di Samarinda. Oleh karena itulah upaya penyebaran dilakukan di daerah-daerah yang belum tersentuh agama lainnya. Panarukan. seperti Batavia. Kabanjahe. Sukabumi. Di Kalimantan Barat umat Nasrani banyak terdapat di Pontianak. Semarang. Penyebaran agama Kristen Protestan di Maluku menjadi giat setelah didirikan Gereja Protestan Maluku (GPM) tanggal 6 September 1935. Cilacap. Larantuka. Adapun di Kalimantan Selatan agama Kristen berkembang di Barito dan Kuala Kapuas. serta di Nusa Tenggara Timur yang meliputi Timor. Juga dilakukan dengan mengadakan tindakan-tindakan kemanusiaan seperti mendirikan rumah sakit dan sekolah. Purbalingga. Organisasi GPM menampung penganut Kristen Protestan di seluruh Maluku dan Papua bagian selatan. Mamasa dan Poso. dan Banyumas. Kebumen. . Adapun persebaran agama Katholik di Jawa semula hanya berlangsung di Blambangan. agama Kristen dapat berkembang di Indonesia sampai sekarang. Purworejo. Di Sumatra Utara masyarakat Batak yang menganut agama Kristen berpusat di Angkola Sipirok. Akhirnya berkat kerja keras kaum misionaris dan zending. Pulau Sangir Talaud. kemudian menyebar ke wilayah barat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->