MODUL PENYUSUNAN PERENCANAAN PENDIDIKAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH A.

PENDAHULUAN Suatu tantangan yang besar di hadapi sekolah sebagai unit satuan pendidikan adalah meningkatkan kualitas hasil lulusan atau out put , kualitas penampilan dan kualitas pelayanan sehingga kepala sekolah dalam memainkan fungsi dan perannya harus mampu membuat sekolah dapat berhasil, memenangkan persaingan kualitas hasil, penampilan dan pelayanannya. Salah satu cara untuk menjamin dalam memenangkan persaingan kualitas tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas dan produktifitas manajeman. Di era global ini manajemen tradisional dalam pengelolaan sekolah tidak akan mampu bertahan terhadap dampak dari globalisasi itu sendiri serta paradigma yang begitu cepat berubah dan berkembang. Perubahan memang merupakan suatu kunci untuk bertahan dalam suatu persaingan namun demikian perubahan yang terjadi bukanlan sesuatu yang terjadi secara kebetulan saja akan tetapi harus direncanakan, minimal di konsultasikan atau dipikirkan karena perubahan itu juga tidak bejalan begitu saja oleh karena itu perubahan perlu di kelola dengan baik. Sekolah tidak dapat menghindari hambatan atau perlunya melakukan perubahan. Perubahan ini tidak sekedar menambah apa yang sudah ada seperti misalnya menambah guru dan gedung sekolah dll. Tetapi juga perlunya melakukan perubahan secara terencana, terprogram dengan lebih baik atara lain dapat meningkatkan perubahanperubahan misalnya: dapat menambah yang sudah ada dengan yang lebih baik atau melaksanakan yang sudah pernah dilakukan dengan cara yang lebih baik. ,menambah guru yang bergelar sarjana, membangun gedung sekolah dilengkapi penyejuk udara, atau meningkatkan efisiensi dalam kegiatan penambahan, meningkatkan efektivitas sistem yang sudah ada dengan membenahi komponen-komponen tertentu, misalnya mengembangkan pendekatan baru dalam proses belajar mengajar, menyediakan berbagai macam media pembelajaran, atau meningkatkan efektivites sistem dengan memperbaiki berbagai komponen dalam pendidikan ( increasing the effectineness of the present by rearranginng its components). Atau dapat juga melekukan perubahan dengan cara merombak sistem untuk memberi kesempatan kepada setiap pembelajar ( siswa ) untuk mengembangkan potensi diri sesuai dengan kondisi, situasi, dan kebutuhannya seperti misalnya memberikan kesempatan belajar dengan aneka sumber, melakukan penilaian hasil belajar dengan mempertimbangkan karakteristik pembelajar, atau berarti mengembangkan hal-hal baru yang berbeda dengan sebelumnya (doing it differently ). Dengan demikian sekolah sangat perlu sekali melakukan perubahan terencana dengan baik atau dengan kata lain perlunnya membuat suatu rencana pengembangan sekolah. Dalam modul ini akan dibahas mengenai: Pengelolaan perubahan Sekolah, Rencana Strategi Sekolah, Rencana Anggaran Pendapatan Belaja Sekolah dan Pengukuran Kinerja Sekolah. B. TUJUAN Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.co.cc | http://pandu32.co.cc

Setelah menyelesaikan modul ini, diharapkan akan memiliki kemampuan : 1. Menguasai konsep dasar perubahan untuk menyusun rencana pengembangan sekolah 2. Menguasai tentang teknik-teknik dan pentahapan untuk melakukan perubahan sekolah 3. Menguasai konsep dasar penyusunan rencana strategis sekolah sebagai upaya penyusunan program yang sinergis, sistematis dan berkesinambungan. 4. Menyusun rencana strategis sekolah untuk jangka menengah dan jangka panjang, serta program kerja tahunan atau rencana kinerja tahunan 5. Melaksanakan rencana strategis sekolah sesuai dengan program dan pentahapan yang telah ditetapkan. 6. Memahami Struktur perencanaan anggaran disekolah 7. Memahami langkah-langkah penyusunan RAPBS 8. Memahami Kelengkapan –kelengkapan dalam penyusunan RAPBS 9. Mengenal pelbagai format dan cara pengisian dalam penyusunan RAPBS 10. Menguasai konsep dasar penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekolah. 11. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekolah setiap akhir tahun 12. Menyusun rencana tindak lanjut hasil Laporan Akuntabilitas Sekolah. C. METODOLOGI Metode dalam pendidikan dan pelatihan ini untuk mendorong aktifitas dan kreatifitas peserta digunakan metode penyajian sebagai berikut” :  Pemaparan konseptual dalam bentuk ceramah  Diskusi Kelompok  Dialog interaktif  Penugasan  kerja idividual D. ALUR KEGIATAN E. MENGELOLA PERUBAHAN SEKOLAH Perubahan pendidikan menuntut adanya cara berfikir dan bertindak yang berbeda dari apa yang telah ada, dengan mengadakan diagnosis secara menyeluruh atau perubahan paradigma dengan pendekatan yang sistemik. Paradigma yang sistemik, kecuali bersifat menyeluruh, harus pula memperhatikan bahwa perubahan mendasar pada salah satu aspek pendidikan, akan memperngaruhi perubahan mendasar pada aspek lain. Perubahan itu dapat dibedakan dalam empat lapis sistem yang saling berkaitan. Pada lapis pertama adalah perubahan pada pengalaman belajar; lapis kedua pada sistem belajar-pembelajaran yang memungkinkan terlaksananya pengalaman belajar yang diinginkan seperti misalnya didalam sekolah. Lapis ketiga adalah perubahan sistem pada pengelolaan sistem wilayah, yang mendukung terselenggaranya sistem pembelajaran dan lapis keempat adalah perubahan pada sistem perundangan yang mengatur dan menjamin berlangsungnya keseluruhan sistem pendidikan secara nasional. (Banathy, 1991; Reigeluth & Garfinkle, 1992) Berdasarkan hakikat perubahan sebagai pemberdayaan warga sekolah, maka sudah seharusnya perhatian utama diberikan parubahan pada lapis pertama yaitu pengalaman belajar, dengan konsekuensi dan implikasi pada perubahan pada lapis kedua sampai lapis keempat. Pendekatan mulai lapis pertama, disebut pula sebagai pendekatan dari bawah Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.co.cc | http://pandu32.co.cc

keatas (bottom – up approach). Dengan pendekatan dari bawah keatas maka perhatian utama diberikan kepada peserta didik/warga belajar agar mereka menguasai tugas belajar dan mampu mengatasi persoalan belajar. Semua satuan penyelenggara pendidikan, termasuk sekolah, pusat kegiatan belajar masyarakat, perguruan tinggi dan lain sebagainya, wajib mengelola sumber daya yang diperlukan dan mengatur penggunaanya. Perubahan paradigma ini (dari etatisme ke pemberdayaan peserta didik/warga belajar) mempengaruhi semua aspek pendidikan lain, bahkan memicu tumbuhnya serangkaian paradigma lain. Perubahan paradigma ini memunculkan konsep-konsep baru, seperti belajar berbasis aneka sumber, manajemen berbasis sekolah (MBS). Salah satu cara untuk pengembangan MBS adalah dengan menggunakan pendekatan sistem, yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap semua komponen serta lingkungan yang mempengaruhi sistem sekolah yang bersangkutan ilustrasi menyeluruh tersebut meliputi komponen ditunjukkan pada gambar dibawah ini : Manajemen sistem ini meliputi semua komponen secara keseluruhan. Pembaharuan pendidikan banyak tergantung kepada kemampuan manegerial dan kepemimpinan Kepala Sekolah. Berdasarkan pengertian MBS yang telah dirumuskan, tujuan terpenting diselenggarakannya MBS adalah meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu dalam sekolah perlu dipahami dan diterapkan konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPBS) atau School Based Quality Improvement Management. Karakteristik bermutu dinyatakan dengan diperhatikan dan diusahakan pengembangan indikator kualitas sekomperhemsif mungkin, meliputi : 1) Konteks pendidikan atau lingkungan dimana sekolah tersebut berlokasi; 2) Masukan yang terdiri atas rencana, sumber daya manusia, fasilitas/sarana dan manjemen; 3) Proses pengolahan organisasi, belajar pembelajaran dan penilaian; 4) hasil yang berupa pencapaian akademik, peningkatan keterampilan, serta perubahan sikap dan perilaku; 5) dampak yang meliputi keberhasilan studi lanjut, kesiapan karja, perolehan pendapatan dan meningkatnya citra sekolah sebagai komponen integral sistem pendidikan nasional. Hal ini berarti pemberdayaan sekolah, yaitu secara mandiri berkewenangan untuk mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya dengan melibatkan semua kelompok yang berkepentingan dengan proses peningkatan mutu pendidikan dalam kerangka sistem pendidikan nasional. Sekolah yang mandiri atau berdaya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: : 1) tingkat ketergantungan dari birokrasi rendah (tidak menantikan petunjuk dari atas); 2) bersifat adaptif dan proaktif dalam menghadapi peubahan dan tantangan; 3) memiliki semangat kewirausahaan (entrepeneurship) yang tinggi dengan secara gigih dan inovatif berani mengambil tindakan dan menanggung resiko untuk itu; 4) bertanggung jawab terhadap hasil sekolah; 5) memiliki kontrol yang kuat terhadap masukan manjemen dan sumber dayanya; 6) komitmen yang tinggi pada dirinya; dan 7) prestasi merupakan acuan bagi penilainya.

Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.co.cc | http://pandu32.co.cc

Bila mana sumber daya dan dana memungkinkan. keagamaan. akan lebih baik lagi bila dapat dilakukan studi penelusuran (tracers study) mengenai lulusan. Untuk keperluan itu sebaliknya dikembangkan suatu sistem informasi manjemen yang dikenal dengan EMIS (Educational Management Information System = Sistim Informasi Manajemen Pendidikan). Indikator umum dampak ini adalah keberhasilan lulusan sekolah dalam kehidupannya dimasa depan. Yang dimaksudkan dengan dampak adalah hasil pendidikan jangka panjang. Berbagai ukuran atau penilaian dapat dilakukan atas kinerja sekolah. ditata. Konsep Rencana Strategis Renstra adalah rencana jangka panjang (5-10 tahun ) yang akan dijadikan acuan Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. kesenian. yayasan pembina sekolah. keberhasilan dalam karier. Pada setiap sekolah seharusnya tersedia data dan informasi tentang kondisi awal dan status perkembangan sekolah. namun sekolah mempunyai peran penting karena menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan dirinya dan berkarya. lomba karya penelitian). dan perubahan yang terjadi pada dirinya. melainkan pula prestasi dibidang lain. keterampilan dan kegiatan sosial. Para pemegang peran adalah guru dan tenaga kependidikan lain. lembaga pendidikan lanjut yang menerima lulusan.co. UJIAN NASONAL dan SPMB. Konsumen itu adalah para siswa yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensinya. olahraga. keberhasilan dalam memperoleh penghasilan. komite sekolah. masyarakat yang berpartisipasi dan pemerintah. efektivitasnya dan efisiensi programnya. Mutu lulusan yang dihasilkan tidak semata-mata diukur dari hasil tes kemampuan akademik seperti UJIAN SEKOLAH. baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi masyarakat secara luas.cc | http://pandu32. sehingga dengan demikian dapat diketahui perubahan atau peningkatan apa yang telah terjadi. keberhasilan dalam berwirausaha dan keberhasilannya sebagai tokoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk dalam bidang keagamaan dan sosial.Termasuk dalam manjemen sistem ini adalah manajemen data dan informasi mengenai keadaan dan perkembangan sekolah sebagai suatu sistem dalam sistem pendidikan nasional.co. Oleh karena itu pimpinan sekolah diharapkan dapat mendukung prakarsa untuk membentuk atau meningkatkan organisasi alumni. Pada dasarnya mutu itu ditentukan atas dasar kepuasan para konsumen dan pemegang peran (stakeholder).cc . semangat kerjanya. para orang tua yang memperoleh anak yang terdidik. Data dan informasi ini perlu dikumpulkan. Kinerja sekolah merupakan prestasi yang dicapai dari semua proses dan perilaku dalam sekolah itu sendiri. Manajemen dampak ini memang bukan semata-mata tanggung jawab sekolah. Secara khusus indikator ini termasuk keberhasilan dalam menempuh pendidikan lanjut (jenjang pendidikan tinggi). misalnya dalam kegiatan ilmiah (lomba karya tulis. Dalam usaha megetahui dampak pendidikan ini sangat penting sekali peranan alumni. Hasil pendidikan adalah wujud kinerja sekolah. F. temuan atau pembaharuan yang dikembangkannya. diolah. masyarakat yang memperoleh warga yang bertanggung jawab dan bangsa yang mendapatkan warga yang cedas dan berkarakter. dan di manfaatkan untuk kepentingan perencanaan dan pengembangan sekolah lebih lanjut.

karyawan. baik secara langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan (Andrews : 1980. Oleh karena itu rencana strategi yang disusun akan mengacu pada beberapa rambu atau keenam kriteria yang telah dirumuskan tersebut di atas.  Selalu bertitik tolak dari peluang dan ancaman. Dalam rujukan tersebut salah satunya adalah bagaimana suatu organisasi di lingkungan sistem pemerintahan diwajibkan menyusun rencana strategi jangka panjang ataupun jangka menengah dan laporan akuntabilitas kinerjanya. 3. manajer. Strategi merupakan respon secara terus menerus maupun adaftif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi (Argyris : 1985. Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus. Semua ide Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Untuk memberikan gambaran pengertian strategi di bawah ini disajikan beberapa definisi menurut beberapa ahli : 1.cc . Sebagai acuan pokok dalam menyusun rencana strategis sekolah ini merujuk pada Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dari perencanaan tersebut dapat diturunkan ke dalam rencana tahunan yang disesuaikan dengan tuntutan dan prioritas kondisi yang terjadi di organisasi. 2.  Merupakan kegiatan terus-menerus yang senantiasa meningkat (selalu berangkat dari apa yang dapat terjadi dan bukan apa yang terjadi ). pemerintah dan lain-lain. Pola pikir kita dalam menyusun rencana strategi selalu bertanya apakah sudah memenuhi keenam kriteria tersebut. konsumen. Steiner dan Miner : 1977). :239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Inmendiknas No : 1/U/2002 tentang Pelaksanaan Akuntabilitas di lingkungan Depdiknas.co.cc | http://pandu32.co.  Yang selalu berorientasi pada pelanggan / kastemer (masyarakat). 4. Mintzber : 1979. karena mereka itulah yang akan melaksanakan atau mengimplementasikan rencana tersebut. Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa. Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing (Porter : 1985). Chaffe : 1985). rencana strategi adalah :  Merupakan tujuan jangka panjang untuk mencapai keunggulan bersaing (termasuk menengah dan pendek). kekuatan dan kelemahan. Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholder.  Merupakan respon dan adaftif terhadap kondisi yang akan datang. komunitas.dalam pengelolaan sekolah untuk mencapai mutu yang dikehendaki. dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan (Hamel dan Prahalad : 1995). Renstra merupakan framework dari keseluruhan rencana sekolah jangka panjang.  Merupakan kekuatan motivasi bagi penyelenggara dan masyarakat. Sebagai salah satu pendekatan yang ditempuh dalam menyusun renstra adalah melibatkan semua unsur yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi. Keputusan Kepala LAN No.

Strategi tersebut perlu dilalui agar nantinya dalam implementasi tidak terjadi konflik antara anggota yang kurang sependapat. maupun peraturan perundangan yang berlaku. c. Dengan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis.atau gagasan yang muncul dalam diskusi dapat dicerna dan diikuti oleh seluruh unsur penyelenggara. Oleh karena itu dalam menyusun rencana strategi visi dan misi sekolah sudah tersusun (perumusan visi dan misi tidak dibahas disini). Rumusan misi yang baik harus mencakup : a. Namun untuk penyusunan renstra ini. Memberikan petunjuk terhadap tujuan gaya akan dicapai. ancaman maupun kelemahan yang dihadapi sekolah. Dalam merumuskan strategi organisasi dengan pendekatan analisis SWOT pada dasarnya menggunakan logika kegiatan apa yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities). kekuatan dan kelemahan. dan pada gilirannya akan mampu mengarahkan dan menggerakkan segala sumber daya sekolah yang ada.co. Mencakup semua pesan yang terdapat dalam visi. Grand Strategy dan lain-lain. sehingga menjadi visi bersama (shared vision). perlu disepakati pendekatan yang diambil mulai dari studi peluang dan ancaman. Misi juga terkait dengan kewenangan yang dimiliki oleh organisasi tersebut. peluang. Matrik SPACE.cc | http://pandu32. Pada umumnya sekelompok anggota yang termasuk dalam penghambat biasanya mereka tidak mengerti latar belakang permasalahan yang sudah dibahas secara mendalam sewaktu menyusun renstra.co. sekolah akan dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi. Adapun yang dikembangkan melalui analisis ini selalu berkaitan dengan visi. Secara teoritis diagram proses keputusan strategis seperti tergambar di bawah ini : (Freddy Rangkuti. Memperhitungkan berbagai masukan dari stakeholders. misi. Misi suatu organisasi harus jelas dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi tersebut. yang dapat menghambat tercapainya tujuan organisasi. Analisa SWOT sebagai Alat Formulasi Strategi Untuk menyusun renstra bisa mengambil dari beberapa konsep yang diajukan oleh beberapa ahli seperti : SWOT dan matrik TOWS. BCG. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rumusan visi antara lain perlunya setiap unsur dalam organisasi untuk menghayatinya. Memberikan petunjuk kelompok sasaran yang akan dilayani oleh sekolah. Oleh karena itu pendekatan yang diambil dalam proses penyusunan renstra ini sebaiknya melalui pendekatan “bottom up approach” dan “top down approach” sehingga semua pihak merasa terwadahi dan saling mengisi dalam mencapai visi dan misi organisasi. 1. 1999 : 18).cc . tujuan organisasi. Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. dan secara bersamaan meminimalkan kelemahan (weaknesses ) dan ancaman (Threats). Matrik Internal dan Eksternal. Fishbone. b. d. Konsep yang paling dekat dari pendekatan tersebut adalah analisa SWOT atau analisis lingkungan.

Dengan cara membandingkan dan menganalisa antara faktor internal dan faktor eksternal. Memelihara dan meningkatkan iklim kerja organisasi. b. dapat ditetapkan atau diperkirakan satu kegiatan yang mampu mengoptimalkan S/O dan meminimalkan W/T. Dalam diagram tersebut di atas dapat diambil strategi yang perlu dipertimbangkan : Kwadran 1 : Merupakan kombinasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan. and Threats) Dalam beberapa penelitian menunjukkan kinerja organisasi ditentukan oleh kombinasi faktor internal (S/W) dan faktor eksternal (O/T). Kwadran 3 : Organisasi memiliki peluang yang besar. Misalkan : a. Meningkatkan kegiatan program akademik bagi siswa dalam kegiatan ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler. b. Contoh : a. Kwadran 4 : Kondisi ini merupakan situasi yang tidak menguntungkan. b. 1999 : 19). Strategi difokuskan pada meminimalkan masalah internal organisasi.co.co. rotasi staf dalam usaha penyegaran untuk mendorong produktivitas dan lain-lain. Memperbanyak kegiatan pratikum. Koordinasi dan sikronisasi pelaksanaan tugas dan lain-lain. Optimalisasi peran Pemerintah Daerah dalam program peningkatan mutu pendidikan b. organisasi ini masih memiliki kekuatan internal.cc | http://pandu32. Strategi yang diterapkan dalam kombinasi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy )  program yang agresif. Contoh : a. Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. namun di sisi lain menghadapi kendala kelemahan internal. Memberdayakan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yang mampu bersaing di era global. Melakukan pemetaan kompetensi guru dan mengikuti diklat kompetensi sesuai bidang studi. Usahakan kondisi tersebut bertahan dan akan lebih disarankan bisa diminimalkan. Opportunities. Kondisi organisasi seperti ini mirip dengan Question Mark pada BCG matrik. Strategi yang perlu diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversivikasi. Melakukan restruktur program. Misalkan : a. Weakness. Diagram menggambarkan strategi kombinasi. organisasi menghadapi ancaman dari luar dan kelemahan internal. Konsep Dasar Analisa SWOT ( Strengths. Kwadran 2 : Meskipun menghadapi ancaman.cc . karya ilmiah maupun lomba.2. dengan saran sebagai berikut : (Freddy Rangkuti. untuk merebut peluang yang lebih baik. kedua faktor tersebut perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisa SWOT.

Langkah pertama : Merumuskan tujuan organisasi / sekolah. seperti : a. Selanjutnya tujuan ini akan mengarahkan pada perumusan sasaran.cc | http://pandu32.co. Biasanya untuk lebih mudah merumuskan indikator sasaran dapat ditempuh dengan mengambil dari rumusan keluaran (outputs) dan atau hasil (outcomes). Penyusunan Rencana Strategis a. Dengan memperhatikan visi dan misi organisasi selanjutnya perlu menetapkan langkah atau kegiatan apa saja yang perlu dilakukan guna mencapai visi dan misi organisasi. Yang dimaksud dengan tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 sampai dengan 5 tahunan dalam kerangka mewujudkan misi serta visi organisasi. c.cc . kebijakan. Yang dimaksud dengan indikator sasaran adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran pada tahun bersangkutan. Kelemahan adalah suatu potensi yang menjadi beban organisasi dalam mencapai misi organisasi. Untuk memperjelas sasaran perlu dirancang indikator sasaran. dengan mencari faktor yang paling dominan khususnya yang sangat berpengaruh atau berdampak besar terhadap pencapaian visi dan misi. b. karena diperlukan kemampuan yang bisa melihat secara internal dan eksternal apa yang terjadi dan apa yang bisa kita optimalkan dalam mencapai visi dan misi organisasi. Tujuan ditetapkan dengan rujukan pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis yang telah dilakukan.co. yang dapat mendukung atau merupakan dorongan tercapainya misi atau tujuan organisasi. Langkah kedua : Merumuskan sasaran dan indikatornya Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh sekolah. Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Kekuatan adalah potensi yang dimiliki oleh organisasi pada saat sekarang maupun yang akan datang. b. Setiap sasaran dapat memiliki lebih dari satu indikator. program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi organisasi / sekolah. Langkah ketiga : Menetapkan faktor internal dan eksternal Langkah ini sangat penting.3. Misalnya : • Prosentase peningkatan kualitas lulusan • Prosentase peningkatan lulusan yang diterima di PTN melalui SPMB • Dan lain-lain. terukur dan lebih pendek kurun waktunya dibanding tujuan. Sebagai langkah pertama mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) biasanya disebut analisa lingkungan internal (ALI) maupun faktor eksternal (peluang dan tantangan) yang disebut analisa lingkungan eksternal (ALE). tetapi diperlukan dalam mencapai misi dan tujuan organisasi. Dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan maupun peluang dan ancaman organisasi perlu memperhatikan pengertian-pengertian faktor internal dan eksternal. Dengan mengacu pada visi dan misi organisasi serta tugas pokok dan fungsi organisasi perlu dirumuskan tujuan dari organisasi / sekolah. sehingga rumusan sasaran harus lebih spesifik. Setiap indikator sasaran disertai dengan rencana tingkat capaiannya.

Kelebihan dari strategi ini adalah para pelaksana sendiri yang mendesain program dan mereka juga yang akan melaksanakan. Dalam pelaksanaan nya masih sangat tergantung pada para penyelenggara organisasi. perlu menggunakan format yang dapat membantu dalam menetapkan format yang dapat membantu dalam menetapkan strategi potensial. 1. Sebenarnya pendekatan ini cukup potensial karena berakar pada para pelaksana yang menguasai secara tepat kondisi lapangan dengan segala permasalahannya. atau orang-orang yang memiliki idealisme bagaimana organisasi ini sebaiknya diarahkan. Dalam menetapkan strategi potensial yang dapat mencapai tujuan.Pendekatan konvensional Pendekatan ini berdasarkan naluri para peserta atau para stakeholder yang selama ini telah menangani pekerjaan tersebut. S/T. Dalam menyusun rencana strategis sekolah perlu diperhatikan Keputusan Kepala LAN Nomor : 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Inmendiknas Nomor : 1/U/2002 tentang Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. W/O dan W/T seperti lampiran 1. misi dan visi sangat diperlukan ketajaman analisis agar mampu menyusun strategi secara tepat.cc | http://pandu32. Peluang adalah suatu kondisi atau situasi yang merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan dalam mencapai misi atau tujuan organisasi. Pendekatan ini lebih banyak diambil oleh para organisasi konvensional yang lebih mengandalkan pada intuitif masing-masing pengelola. Untuk menghasilkan strategi yang maksimal. seperti peta tersebut di atas.c. Sehingga diperkirakan dalam operasionalnya tidak akan menghadapi kesulitan karena mereka adalah orang lapangan yang sekaligus mengerti secara tepat segala permasalahan yang akan dihadapi. bahkan tidak jarang mereka memiliki konsep jangka panjang yang perlu diperhitungkan. Ancaman adalah suatu kondisi atau situasi yang dapat menjadi hambatan dalam mencapai misi atau tujuan organisasi. Untuk mencapai hasil optimal diperlukan wawasan yang luas dan inovatif agar mampu menetapkan strategi dengan ciri memiliki tahapan tantangan dan yang akan dicapai dalam beberapa tahun. Kombinasi antara intuitif dengan wawasan luas para stakeholder akan mampu memberikan yang terbaiknya. Pendekatan nilai-nilai strategis setiap peserta atau stakeholder yang akan mampu memberikan gambaran program jangka panjang dalam mencapai tujuan organisasinya. Potensi intuitif para stakeholder bila dikelola dengan tepat akan ampu menghasilkan rencana strategis yang tidak kalah dengan produk manajemen modern. Langkah keempat : Menetapkan Isu-isu Strategis Selanjutnya dibutuhkan analisis strategis yang merupakan gabungan potensi internal dan eksternal. d. dalam hal ini adalah para pegawai yang setiap hari menghadapi seluruh permasalahan lapangan.co. Kebanyakan orang tersebut memiliki pengalaman bagaimana cara mengatasi dan menyelesaikan masalah di lapangan. d. Pendekatan ini akan efektif bila dipoles dengan manajemen modern atau gabungan antara manajemen konvensional dan modern sehingga dapat membentuk satu organisasi yang boleh solid.co. seperti melalui format analisa strategi S/O. Pendekatan nilai-nilai strategi (Bottom up approach) .cc .

kebijakan dan program perlu dituangkan ke dalam format RS (lihat lampiran II).co.Pelaksanaan Akuntabilitas di lingkungan Depdiknas. 2. Diagram pola pikir penyusunan rencana strategis seperti diagram berikut : Diagram pola pikir penyusunan rencana strategi 1. sasaran. Jabaran program adalah merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam mewujudkan tujuan dan sasaran rencana strategis tersebut. 3. Merumuskan cara mencapai tujuan dan sasaran Dalam merumuskan cara mencapai tujuan dan sasaran dengan jalan menjabarkan ke dalam kebijakan dan program-program sekolah yang bersangkutan. Dalam menyusun rencana strategis diperlukan konsep pola pikir sebagai pedoman tahapan dalam melakukan analisa. Grand strategic ini dikembangkan menurut potensi sekolah baik pendukung maupun penghambat dalam bentuk beberapa bidang garapan yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi sekolah.co. Untuk mempermudah dalam menyusun rencana strategis maupun keterbacaannya. Pola pikir tersebut sebagai konsep untuk disepakati dari beberapa alternatif konsep penyusunan rencana strategis. Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan yang telah ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman. Mengidentifikasi strategi prioritas Langkah identifikasi prioritas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dan manajemen sekolah yang akan dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahunan.cc | http://pandu32. Struktur penulisan dokumen rencana strategis Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. tujuan. pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program / kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam mewujudkan sasaran. Strategis prioritas tersebut merupakan bagian dari grand strategic sekolah yang ditetapkan sebagai langkah merumuskan strategi dalam mencapai tujuan. 5. Menyusun rencana strategis dalam format RS. serta misi dan visi sekolah. Menyusun “grand strategic” Grand strategic ini merupakan program jangka panjang dalam mencapai visi dan misi sekolah yang kemungkinan merupakan program 5 – 25 tahun. 4.cc . Di era otonomi daerah kemungkinan kebijakan tersebut datang dari Kantor dinas Pendidikan Kabupaten / Bupati / Walikota atau kebijakan pusat di bidang pendidikan. hasil analisa tujuan. melalui rumusan kebijakan sekolah dan program-program strategis.

Nilai-nilai B. Visi 2. MISI DAN KONDISI SMP A. Latar Belakang B. Tujuan Penyusunan Renstra C.cc | http://pandu32. Misi 3. Profil Sekolah 1. Tujuan B.KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A.cc . Data Siswa 4.co. Ruang Lingkup D. Fasilitas Pendidikan 3. Sasaran Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.co. Visi dan Misi SMP 1. Data Akademik Siswa 5. Data Non Akademik Siswa BAB III RENCANA STRATEGIS SMP A. Strategi Penyusunan Renstra BAB II VISI. Peta SDM/Tenaga Kependidikan 2.

b. merupakan satuan uraian dari urutan rencana kerja yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu yang dinyatakan dalam bentuk besaran biaya 3) Anggaran pendapatan. Konsep/Teori RAPBS (Rencana Angaran Belanja dan Pendapatan Sekolah) Tersusunnya RAPBS yang memuat perencanaan penerimaan dan pembiayaan operasional selama setahun. Program BAB IV PENUTUP A. merupakan rencana kerja yang dinyatakan dalam bentuk biaya. Analisa Lingkungan D. Rencana Strategis dalam format RS 2. 2) Anggaran belanja.co. selalu berpedoman pada RENSTRA yang memuat program prioritas mencakup perencanaan (komponen-komponen) sekolah selama lima tahun. Isu Strategis E. 4) Anggaran pendapatan dan belanja sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung secara terus-menerus serta berkelanjutan sepanjang tahun.C. uraian kegiatan dalam kurun waktu tertentu. Saran – saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. merupakan rencana jumlah pendapatan dan pembelanjaan yang dinyatakan dalam bentuk biaya atau uang untuk keperluan pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dalam waktu tertentu. merupakan suatu proses kegiatan yang didahului dengan kegiatan penyusuna anggaran kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelaksanaan anggaran dan pengawasan anggaran. Urutan kerja penyusunan RAPBS 1) Perumusan program kerja berdasarkan RENSTRA sekolah 2) Menghitung biaya setiap satuan program yang diprioritaskan taun yang akan berjalan 3) Melakukan identifikasi sumber-sumber pendapatan Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.cc | http://pandu32. 5) Siklus anggaran. Kebijakan F. Deskripsi Pentahapan Ranstra G. merupakan urutan rencana penerimaan dalam kurun waktu tertentu yang dinyatakan dalam jumlah uang yang diperkirakan dapat digunakan untuk membiayai segala pengeluaran yang direncanakan.cc . Kesimpulan B. Penyusunan Anggaran biaya Ada beberapa kata kunci yang perlu dipahami dalam rangka penyusunan anggaran yaitu : 1) Anggaran. Jadwal Pentahapan Renstra 3. RAPBS yang merupakan jabaran pendanaan operasional sekolah haruslah tidak melenceng dari program pengembangan sekolah jangka panjang (RENSTRA) a.co.

kebijakan. dijelaskan komponen rencana kinerja memuat informasi tentang : sasaran yang ingin dicapai. sasaran dan Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Langkah-langkah Penyusunan RAPBS 1) Membentuk Tim Penyusun yang terdiri dar iWakasek dan Kasubag TU 2) Mendapatkan masukan dari guru. misi. Pengukuran Kinerja Yang dimaksud dengan kinerja adalah gambaran tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan. program dan kebijakan sekolah dalam mewujudkan sasaran. index harga barang dsb. kegiatan. serta kelompok indikator kinerja dan rencana capaiannya. Cara pengisian format RKT tinggal memindahkan dari format RS sesuai dengan kolom yang tersedia. Pengukuran kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan elak kegiatan sesuai dengan program. TU. Dalam menyusun rencana kerja tahunan sekolah dipergunakan format RKT (lihat lampiran I). KONSEP LAPORAN AKUNTABILITAS Pengertian akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggung jawaban dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang / badan hukum / pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggung jawaban. dan rencana capaiannya.cc | http://pandu32. Dalam pedoman menyusun pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang tertuang dalam surat keputusan LAN Nomor : 239/IX/6/8/2003. karyawan dan OSIS 3) Melakukan pleno untuk draft pertama dengan seluruh guru-guru dan staf 4) Melakukan revisi draft pertama hasil perbaikan dari pleno 5) Mengadakan re-cek dengan perwakilan guru dan staf untuk hasil perbaikan 6) Mengajukan Draft kedua hasil perbaikan ke Komite Sekolah 7) Melakukan perbaikan draft RAPBS hasil dari sidang komite Pengesahan RAPBS oleh Komite Sekolah dalam rapat pleno orang tua murid 1) Melakukan Sosialisasi RAPBS dengan warga sekolah d. spesifikasi alat yang dibutuhkan. Sebelum menyusun laporan akuntabilitas sekolah. I. terlebih dahulu disusun rencana kinerja tahunan sekolah berdasarkan pentahapan yang telah ditetapkan.cc . Kelengkapan-kelengkapan penyusunan RAPBS 1) Rencana Strategis Sekolah (RENSTRA Sekolah) 2) Data pendukung tiap komponen yang akan dibiayai 3) Data sumber pendapatan/peneriman sekolah 4) Data pendukung sesuai kebutuhan misalnya. photo kerusakan gedung. tujuan. dan visi sekolah. H.co. indikator kinerja sasaran.4) Pengesahan rencana anggaran c. dimana rencana kinerja tahunan sekolah merupakan action plan yang disusun merujuk pada rencana strategi sekolah.co. program. dan dapat berupa buku II Rencana Strategi (RS) sedang buku I merupakan Induk Rencana Strategi.

pengumpulan data kinerja. Penetapan indikator kinerja dituangkan pada Rencana Kinerja Tahunan menggunakan format RKT (lihat lampiran I). 5. Masukan (inputs) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar kegiatan dan program dapat berjalan atau dalam rangka menghasilkan keluaran (output). efektifitas. merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada indikator kinerja kata berupa indikator-indikator : 1. keluaran. Indikator kinerja yang dimaksud harus : (1) spesifik dan jelas. dan cara pengukuran kinerja. efesiensi dan kualitas pencapaian sasaran. Outcomes merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk / jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Pengumpulan data kinerja diarahkan untuk mendapatkan data kinerja yang akurat. Pengumpulan data kinerja kegiatan untuk indikator masukan. ekonomi. dan konsisten yang berguna bagi pengambil keputusan dalam rangak perbaikan kinerja sekolah tanpa meninggalkan prinsip keseimbangan biaya dan manfaat. misi dan strategi sekolah.co. 3. berasal dari luar sekolah baik data primer maupun data sekunder.cc . tepat waktu.cc | http://pandu32. Dalam hubungan ini. dan (2) data eksternal. Khusus untuk indikator dampak dapat melakukan survei tersendiri guna mendapatkan data mengenai kepuasan masyarakat dan manfaat Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Sedangkan untuk indikator manfaat dan dampak dapat diukur pada akhir periode selesainya suatu program atau dalam rangak mengukur pencapaian tujuan sekolah. Kerangka Pengukuran Kinerja Tahapan pengukuran kinerja meliputi: tahapan penetapan. Hasil (outcomes) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah. 4.co. Keluaran (outputs) adalah segala sesuatu berupa produk / jasa (fisik dan atau non fisik) sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan yang digunakan. II. 2. dan hasil dilakukan secara terencana dan sistematis setiap tahun untuk mengukur kehematan. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan dengan menggunakan data kinerja yang ada. lengkap.tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi. penetapan indikator kinerja kegiatan merupakan proses identifikasi. lingkungan atau kepentingan umum lainnya yang dimulai oleh capaian kinerja setiap indikator dalam suatu kegiatan. Indikator-indikator tersebut secara langsung atau tidak langsung dapat mengidentifikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran. Penetapan indikator kinerja kegiatan harus berdasarkan perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan serta data pendukung yang ada di sekolah. seleksi dan konsultasi tentang indikator kinerja atau ukuran kinerja atau ukuran keberhasilan kegiatan dalam program-program sekolah. biasanya : (1) data internasional. Dalam pengukuran kinerja yang dimaksud. (2) dapat diukur secara obyektif. efisiensi dan efektifitas. pengembangan. dan (4) tidak bias. Dampak (impacts) adalah ukuran tingkat pengaruh sosial. Dapat berupa tersedianya fasilitas yang dapat diakses oleh publik. Manfaat (benefit) adalah kegunaan suatu keluaran (outputs) yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (3) relevan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.

Pengisian format PPS dalam rangka pengukuran pencapaian sasaran. Pengukuran kinerja mencakup : (1) kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan. dan pengukuran kinerja sasaran menggunakan format Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS).cc | http://pandu32. misalnya : a. dan dampak.cc . e. Peningkatan rata-rata nilai UAN setiap tahun 0. c. rencana tingkat capaian (target) dari dokumen RS dan RKT. indikator sasaran. Pengiriman guru bidang studi untuk mengikuti diklat kompetensi. Peningkatan kegiatan karya tulis siswa dalam bidang sains. lihat lampiran II dan III. Peningkatan jumlah lulusan gaya diterima SPMB sebesar 5% atau 5 lulusan (atau jumlah lulusan yang diterima SPMB minimal 25 lulusan). Misalnya : 1. Penulisan Rencana Kerja dalam Format RKT Pengisian format mengikuti uraian yang telah tertuang dalam format RS dengan memindahkan pada kolom yang sesuai. III. Kegagalan adalah sesuatu yang perlu dicari akar permasalahannya dan bukan hasil laporan yang baik akan tetapi sarat dengan permasalahan yang setiap tahun terakumulasi. Pengisian jenis kegiatan pada tahun bersangkutan disesuaikan dengan program gaya telah ditetapkan. Untuk mengisi uraian indikator kinerja kegiatan berdasarkan kelompok masukan.co. pengisian hanya memindahkan sasaran. Misalnya : Pada peningkatan rata-rata nilai UN Masukan : Jumlah siswa kelas 3 Keluaran : Jumlah siswa yang lulus Hasil : Nilai rata-rata UN Manfaat : Kesiapan lulusan menghadapi SPMB Dampak : Peningkatan pengakuan masyarakat terhadap sekolah Untuk mengisi rencana tingkat capaian (target) dari masing-masing indikator kinerja kegiatan disesuaikan dengan tingkat ketercapaian masing-masing indikator kinerja kegiatan dan jangan melakukan manipulasi. Dalam menetapkan rencana tingkat capaian (target) sasaran harus realistik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sekolah. Pemetaan kompetensi tenaga kependidikan. Penambahan jam belajar sebesar 2 jam per Minggu untuk mata pelajaran UN. hasil manfaat.co. d. Rumus umum dalam menghitung presentase ketercapaian adalah : Rumusan ini dipakai apabila : Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Untuk pengisian kolom realisasi dengan memindahkan hasil pengukuran kinerja yang telah dilakukan dari dokumen PKK. b. dan akhirnya sulit untuk pemecahannya. Dan lain-lain. keluaran.25 (atau nilai rata-rata UAN minimal 5.dampak kebijakan sekolah terhadap masyarakat. 2. Pengukuran kinerja kegiatan menggunakan format Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK). dan (2) tingkat pencapaian sasaran sekolah yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator sasaran sekolah seperti gaya dituangkan dalam dokumen Rencana Strategis Sekolah.50).

Kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya. b. perlu menggunakan pembandingan antara : 1. kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pencapaian misi.cc . serta bermanfaat. baik tingkat ASEAN maupun Internasional.. perbedaan realisasi dan target. V. Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi. PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1.cc | http://pandu32. Persentase pencapaian rencana tingkat capaian : Rumusan ini dipakai apabila : a. Realisasi secara kuantitatif semakin tinggi menunjukkan kinerja yang kurang baik.a. 4. Rencana Kerja (Tahun yang bersangkutan) C. Kinerja nyata dengan kinerja sekolah di negara lain. Disamping itu harus pula diperhatikan prinsip-prinsip : Pertanggung jawaban yang bersangkutan dengan keberhasilan dan kegagalan. Dalam menguraikan evaluasi kinerja. Realisasi secara kuantitatif semakin tinggi menunjukkan kinerja yang semakin baik. AKUNTABILITAS KINERJA D. IKHTISAR EKSEKUTIF A. RENCANA STRATEGIS 1. Kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan. Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Evaluasi Kinerja Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian setiap indikator kinerja kegiatan untuk melihat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan suatu kegiatan.1 ANALISIS STRATEGI S – O (AGRESIVE) Visi : ……………………………………………………………………………………………………. obyektif dan transparan.co.co. Juga perlu dilakukan evaluasi terhadap setiap perbedaan kinerja yang terjadi (performance gap). IV. manfaat atau dampak. 2. b. Selanjutnya analisis tingkat efektifitas yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil. Kinerja sekolah dengan kinerja sekolah lain yang unggul atau kinerja sektor swasta lainnya. Evaluasi juga dilakukan dengan cara membandingkan antara output dan input baik rencana maupun realisasinya untuk melihat tingkat efisiensinya. Realisasi secara kuantitaif semakin rendah menunjukkan kinerja yang baik. PENDAHULUAN B. 3. agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program / kegiatan di masa mendatang. Struktur penulisan laporan Penyusunan laporan harus disusun secara jujur. baik terhadap penyebab terjadinya gap maupun strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan. Rencana Strategis 2. 2. …………………………………………………………………………………………………………… …. Realisasi secara kuantitatif semakin rendah menunjukkan kinerja yang kurang baik.

…………………………………………………………………………………………………………… …. Strength/ Kekuatan : S – 1 : …………………………………………. …………………………………………………………………………………………………………… …. Strategi SO : S1 – O1 : …………………………………………………………………………………………………………… …. S1 – O2 : …………………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………………………… …. S2 – O1 : …………………………………………………………………………………………………………… ….. …………………………………………………….. ……………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………………… …. Dst.. …………………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………………………… Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.…………………………………………………………………………………………………………… ….2 ANALISIS STRATEGI S – T (DIVERSIFIKASI) Visi : …………………………………………………………………………………………………….cc | http://pandu32.. …………………………………………………….... S2 – O2 : …………………………………………………………………………………………………………… …. S – 2 : ………………………………………….. Opportunity/ Peluang : O – 1 : …………………………………………...co.co.. ……………………………………………………. O – 2 : …………………………………………. Dst.... …………………………………………………………………………………………………………… …... …………………………………………………………………………………………………………… …... Lampiran 1.cc .. Misi : ……………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………….. Dst..cc | http://pandu32.co. …………………………………………………….. S2 – T2 : …………………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………………………… ….. S2 – T1 : …………………………………………………………………………………………………………… ….co. …………………………………………………………………………………………………………… …. ……………………………………………………... …………………………………………………………………………………………………………… ….…... S – 2 : …………………………………………. Dst. ……………………………………………………. S1 – T2 : …………………………………………………………………………………………………………… …. Strategi ST : S1 – T1 : …………………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………………………… ….. …………………………………………………………………………………………………………… …. Lampiran 1.. Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. T – 2 : ………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………………………… ….. Strength/ Kekuatan : S – 1 : ………………………………………….cc .... Threat/ Ancaman : T – 1 : …………………………………………...3 ANALISIS STRATEGI W – O (TURN AROUND) Visi : ……………………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………………… …..... Misi : …………………………………………………………………………………………………….

Strategi SO : W1 – O1 : …………………………………………………………………………………………………………… …... …………………………………………………………………………………………………………… ….. …………………………………………………………………………………………………………… …..co.cc . ……………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………………… ….. …………………………………………………………………………………………………………… …. W1 – O2 : …………………………………………………………………………………………………………… …... Dst..…………………………………………………………………………………………………………… ….. …………………………………………………………………………………………………………… …. Lampiran 1.co.... 4 ANALISIS STRATEGI W – T (DIVERSIFIKASI) Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. ……………………………………………………. …………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………………… …. W2 – O2 : …………………………………………………………………………………………………………… …. O – 2 : …………………………………………. …………………………………………………….cc | http://pandu32. Weakness/ Kelemahan : W – 1 : …………………………………………. Opportunity/ Peluang : O – 1 : …………………………………………. w – 2 : …………………………………………...... …………………………………………………………………………………………………………… …. W2 – O1 : …………………………………………………………………………………………………………… …. Dst. …………………………………………………………………………………………………………… …. Misi : ……………………………………………………………………………………………………....

Dst. …………………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………………………… ….. …………………………………………………………………………………………………………… …...Visi : …………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………………… ….cc .... …………………………………………………………………………………………………………… …. W2 – T1 : …………………………………………………………………………………………………………… ….. Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. …………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………………… ….co.. W1 – T2 : …………………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………………………… …. W2 – T2 : …………………………………………………………………………………………………………… ….. Weakness/ Kelemahan : W – 1 : ………………………………………….cc | http://pandu32. …………………………………………………….. Misi : ……………………………………………………………………………………………………..... Dst. …………………………………………………………………………………………………………… ….. Strategi ST : W1 – T1 : …………………………………………………………………………………………………………… …. T – 2 : …………………………………………. W – 2 : ………………………………………….. Threat/ Ancaman : T – 1 : ………………………………………….co. …………………………………………………….... …………………………………………………….

14. 2. 6.co. ………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………….. Tujuan Sasaran Cara Mencapai tujuan dan sasaran Keterangan Uraian Indikator Kebijakan Program 123456 Format 1. 3. 12. ………………………………………………………………………………………. 11... ……………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. 7. GRAND STRATEGIC 1. 8.7 Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Visi : ……………………………………... 15.Lampiran 1.. ………………………………………………………………………………………. 10. 4. ………………………………………………………………………………………..co. Formant 1. 5 GRAND STRATEGIC SEKOLAH DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU MANAJEMEN DAN MUTU PENDIDIKAN NO.... 9. 13. ………………………………………………………………………………………. Instansi : ……………………………………. ……………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………...cc .8 RENCANA STRATEGIS SMPN ……………… Tahun : …………………… s/d ……………………. ………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………….. 5. ………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………….cc | http://pandu32.. Misi : …………………………………….

NO TUJUAN SASARAN KEBIJAKAN PROGRAM PEMBABAKAN Pen..8 CONTOH FORMAT PROFILE SEKOLAH Data Berikut ini diisi dan dibawa ketika anda akan mengikuti pelatihan manajemen Kepala Sekolah. Pendidikan Terakhir : D3/S1/S2/S3 c. Jurusan : d. Tamatan (3 tahun Terakhir) Tahun Pelajaran Tamatan % Rata-rata NEM Siswa Yang melanjutkan ke PTN Jumlah Target Hasil Target Jumlah Target 5. . Instansi : ………………………………. Kepala sekolah : a.JADWAL PENTAHAPAN PROGRAM RENCANA STRATEGIS TAHUN ………. Format ini dibut rangkap 2 (dua) satu rangkap diserahkan kepanitia dan lainnya akan digunakan dalam kegiatan ini 1. Nama Lengkap : b. Nama Sekolah : Kabupaten/Kota : Propinsi : 2. Jumlah Siswa ( 3 Tahun Terakhir) Tahun Pelajaran Kelas I Kelas II Kelas III Jumlah 8.co. Pelatihan yang diikuti : Tahun Nama Pelatihan Lama Pelatihan (hari) 3. Kondisi Guru Ijazah Tertinggi Jumlah Jumlah GT GTT S3/S2 S1 Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32..cc | http://pandu32.cc . PSB (3 Tahun Terakhir) Tahun Pelajaran Jumlah NEM Pendaftar Yang diterima Rata-rata Tertinggi Terendah 4. Angka Mengulang Siswa ( 3 tahun terakhir ) Tahun Pelajaran Kelas I (orang) Kelas II (orang) Kelas III (Orang) 7.s/d ………….co.Prestasi yang pernah dicapai oleh sekolah 3 tahun terakhir AKADEMIK Tahun Pelajaran Uraian Juara NON AKADEMIK Tahun Pelajaran Uraian Juara 6. Jab 04 05 06 07 08 Lampiran 1.

co. Rehabilitasi dan pengadaan Sarana/Prasarana Pendidikan 1.Ruang Kasek .D3 Jumlah 9.Peninggian pagar ..000. …………………………………………………………………………………………………………. Pengecatan Ruangan .Ruang Belajar .1 Pemeliharaan a. Pemeliharaan pagar halaman bangunan .... ………………………………………………………………………………………………………….co. ………………………………….Pemeliharaan halaman Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.cc . ………………………………………………………………………………………………………….. …………………………………. …………………………………………………………………………………………………………. Potensi lingkungan sekolah yng mendukung program : …………………………………………………………………………………………………………. NIP …………………………….. Anggaran Sekolah (Sesuai RAPBS) 3 tahun terakhir Tahun Pelajaran Pemerintah Orang Tua Masyarakat Jumlah 12.Ruang Bengkel . Kepala SMP ……………….Ruang lainnya b. Data lain dapat ditambahkan.. ………………………………………………………………………………………………………….Ruang guru .. Sarana dan Prasarana Ruang Jumlah Luas Buku Jumlah Teori/Kelas Judul Buku Laboratorium Jumlah Buku Perpustakaan Keterampilan Lain-lain 10. jika dianggap penting No KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN SATUAN VOLUME SATUAN BIAYA PER KEGIATAN JUMLAH BIAYA PERKEGIATAN KETERANGAN 1 Pemeliharaan.cc | http://pandu32. Kondisi Orang Tua Pekerjaan Jumlah ( % ) Penghasilan /bulan Jumlah ( % ) Tingkat Pendidikan Jumlah PNS 1.000 Nelayan Lain-lain 11..

Perbaikan mesin potong rumput .Penyekatan Bengkel c. Buku KBM.Tempat pembunagan sampah 1. dll ..2 Rehabilitasi a.Adm.Perbaikan lampu penerangan dan instalasi M2 M2 M2 M2 M2 M2 Bulan Bulan M2 Buah M2 M2 M2 Titik No KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN SATUAN VOLUME SATUAN BIAYA PER KEGIATAN JUMLAH BIAYA PERKEGIATAN KETERANGAN b. Perbaikan mesin-mesin kantor .Perbaikan talang& lesplang .co. Perbaikan Ruang Bengkel .Perbaikan Mesin tik (3 buah x 12 bulan) . Perbaikan Ruang Belajar .Rehabilitasi ruang belajar 6×6 . Stapel. rak .Perbaikan pompa air e. Guru.cc | http://pandu32.Perbaikan atap .Perbaikan mesin tensil . Pengadaan sarana penddikan .co.Perbaikan almari.Perbaikan Komputer .Perbaikan meja kursi siswa .Perbaikan kaca .Pengadaan mesin printer f.Perbaikan kunci .Perbaikan papan data d.Pemeluran teras Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.cc .Pengadaan mesin tensil . Perbaikan perabot/Meubelair . Pengadaan sarana pendidikan .

cc | http://pandu32..Kebutuhan bahan dan alat praktek siswa . Penyelenggaraan PSG (Kelas II) Siswa Ls Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.co.co.cc .Pemeluran lapang OR .Kebutuhan ATK 2.Renovasi mushola uk.Alat pemadam kebakaran M2 Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Set Unit Unit M2 M2 Tabung No KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN SATUAN VOLUME SATUAN BIAYA PER KEGIATAN JUMLAH BIAYA PERKEGIATAN KETERANGAN II Peningkatan Kegiatan Belajar (PBM/KBM) 1. Penyelenggaraan Tes Sumatif (Ulum) 3. Penyelenggaraan Uji Kompetensi (kelas III) 7. 6×2 m . Penyelenggaraan UAS (Teori dan Praktek) 4. Penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar: . Penyelenggaraan Pra UAN 5. Penyelenggaraan UAN 6.

Kegiatan Palang Merah Remaja .Siswa III Peningkatan Kegiatan Pembinaan Kesiswaan 1.Peralatan kemping 3. Peringatan Hari Besar Nasional/Keagamaan . Biaya Tingkat Kodya 11.POR kelas .Lomba Pengetahuan Ilmiah .co.Kebutuhan bahan Adm.Kegiatan kemping (2 kali) .Kegiatan rapat (3 kelas) 2.Administrasi pramuka 5. Lomba Pengetahuan Ilmiah dan Cepat Tepat . Lomba Keterampilan Siswa .Obat-obatan . Kegiatan PKS 6. Wawasan Wiyata Mandala : Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Biaya Latihan Dasar b.Hardiknas .HUT kemerdekaan RI . Kegiatan Hari Pertama Masuk Sekolah (MOS) 10.Lomba Cepat Tepat 12. Siswa Orang Kegiatan Kegiatan Bulan Bulan Unit Siswa No KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN SATUAN VOLUME SATUAN BIAYA PER KEGIATAN JUMLAH BIAYA PERKEGIATAN KETERANGAN 4.cc . Kegiatan Pramuka .Penataran pengurus .Peringatan Hari Besar lainnya 9. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa a.cc | http://pandu32.Biaya pelantikan . Kegiatan OSIS: .Peringatan Hari Besar Keagamaan . Kegiatan Paskibra 7.Velbet . Kegiatan UKS 8.co.

Peningkatan kualitas dan keterampilan Personil : .000) .Kasubag Tata Usaha (1 Orang @ Rp. Open House/Pameran Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Kegiatan Kegiatan Siswa Kegiatan No KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN SATUAN VOLUME SATUAN BIAYA PER KEGIATAN JUMLAH BIAYA PERKEGIATAN KETERANGAN IV Dukungan Biaya kegiatan personil dan peningkatan Keterampilan 1.Penyelenggaraan Jumsih .cc | http://pandu32. .75. Biaya Perjalanan Dinas Persnl. 150.Magang Guru ke Industri .Wakasek (5 Orang @Rp150.Kepala Sekolah .Lomba Kebersihan Antar Kls 13.000) Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.Penatara n KaSek . Penyelenggaraan Porseni 14.Wakasek (5orang @Rp250.000) 3.Penataran Guru .Guru dan Staf Pimpinan (5 Orang @Rp. Transport Dukungan Personil .000) ..Kepala Sekolah .000) .Penataran Pegawai .cc .co.Caraka (10 Orang @Rp.co.Bursa Kerja Khusus 2. 100.

50. 000) .Pegawai Tidak Tetap TU (10 Orang @ Rp.000) .Kelebihan Jam Mengajar Guru (1200 Jam @ Rp. 25.Staf Kubin (6Orang @Rp50.000) .Staf Kurikulum (6 Orang@Rp.Team Penilai Angka Kredit (1 Orang) .Petugas BP/BK/BKK (3 orang @ Rp. 50.000) .50.000) .Kepala Instansi/Jurusan(1orang) .000) Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan No KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN SATUAN VOLUME SATUAN BIAYA PER KEGIATAN JUMLAH BIAYA PERKEGIATAN KETERANGAN . 50. 50.Staf Unit Produksi (8 Orang @ Rp.000) .cc | http://pandu32. Honorarium Guru Tidak Tetap (2 Orang @ Rp.Staf Sarana/Prasana (6 Orang @ Rp. 50. 250.50.Pegawai Tetap TU (7 Orang @ Rp.cc .Kasubag TU (1 Orang) .000) JUMLAH IV …………………………….Pembina OSIS 92 Orang @ Rp.co. 100.000) .. 50.Kepala Bengkel (1 orang) .000 .000) .000) 4.Seksi Perpustakaan (2 Orang @ Rp.000) . Bulan Bulan Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. 50.Wali Kelas (24Orang @ Rp.co.Staf Kesiswaan (10 Orang @ Rp.

Rapat Pengurus Dewan Sekolah . Biaya Pembinaan: – Biaya kegiatan K3S – Biaya Kegiatan MKS (790 Siswa @ Rp.100) JUMLAH ………………….Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan No KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN SATUAN VOLUME SATUAN BIAYA PER KEGIATAN JUMLAH BIAYA PERKEGIATAN KETERANGAN V Kegiatan Rumah Tangga Sekolah dan BP3 1.Biaya Pelaporan 2. Bantuan langganan daya dan Jasa .Rapat Dinas Guru dan Pegawai .Langganan Telepon 3. 1.Langganan Listrik .Administrasi Sekolah (ATK) .Rapat Orang Tua Siswa 4.cc .co.Administrasi Dewan Sekolah . Biaya Rapat Dinas : . Kebutuhan Biaya Rumah Tangga: .cc | http://pandu32.. Setoran DSP ke BLPT Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.co.

. Gaji Pokok 1.co. Tunjangan Beras 1.) Lampiran 2. Sumbangan Awal Tahun Siswa 2. No Pendapatan Jumlah No Pengeluaran Jumlah 1 2 3 Memorandum Anggaran 1. Kesejahteraan Pegawai 1.3. Belanja Barang 1.Kegiatan Kegiatan Kegiatan Bulan Bulan Siswa VI Lain-Lain No KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN SATUAN VOLUME BIAYA PER SATUAN JUMLAH BIAYA KETERANGAN ………….. ……………………………….3 Rekapitulasi Penerimaan dan Pengeluaran Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS) SMP Negeri ……………………………….3 Kelas I baru Lain-lain 1 2 3 4 5 Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.) (……………………………….. Iuran Bulanan 2.5 Belanja Pemeliharaan Sumbangan Orang Tua Murid 2.. Tahun Ajaran ……………/ ………….1.2.cc | http://pandu32.cc ...2.4. KOMITE KEPALA SMP (………………………….co.1.

. Kepala Dinas Dikdas Komite SMP Kepala SMP ………………….co. Stempel ttd Stempel ttd Stempel ttd (……………………………) (…………………………) (…………………………………. No Kegiatan Biaya Yang dibutuhkan Sumber Dana KET Memorandum Anggaran Rutin /DIK Sumbangan Orang Tua Block Grant Bantuan Pemda Mutasi Siswa Beasiwa Lain-lain DPS/SAT Kelas I Bulanan 1 2 3 4 5 Kegiatan Proses Belajar Mengajar Kegiatan Kesiswaan Pemeliharaan..2 1..1 1. ……………………………………. Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana/Prasaran Kegiatan Pengembangan Tenaga Kependidikan Kegiatan Kerumah Tanggaan Mengetahui. …………………………… Kepala Dinas Dikdas Komite SMP Kepala SMP………………….cc .) (…………………………) Lampiran 2.cc | http://pandu32.Rehabilitasi & pengadaan Sarana/Prasarana Kegiatan Pengembangan Tenaga Kependidikan Kegiatan Rumah Tangga dan Komite Sekolah Jumlah Mengetahui. Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32.) (…………………….5 Kegiatan Proses Belajar Mengajar Kegiatan Pembinaan Kesiswaan Pemeliharaan.) Lampiran 3.4 Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS) Tahun Pelajaran ………/…………… Nama Sekolah : SMP ………………….3 1. ……. Stempel ttd Stempel ttd Stempel ttd (………………………….co.6 Memorandum Anggaran 1.. Alamat : …………………………..1 Formulir RKT RENCANA KERJA TAHUNAN TAHUN : ………………….4 1.

co. bahan. Target yang diharapkan harus menjadi kesepakatan bersama semua unsur sekolah. : Diisi tujuan melakukan kegiatan.Instansi : …………….2 FORMAT RENCANA AKSI (ACTION PLAN) Formulir PPS TOPIK : NAMA : SEKOLAH : No. Penetapan target memperhatikan peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh sekolah.co. dana atau sumber daya lain yang dibutuhkan agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan. : Diisi jadwal kegiatan Jadwal menunjukkan kapan kegiatan tersebut dimulai dan diakhiri. : Diisi target yang diharapkan oleh sekolah.cc . : Rumusan indikator keberhasilan harus menggunakan kata kerja operasional dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. prasarana. sarana. Sasaran Indikator Sasaran Rencana tingkat Capaian / target Realisasi Presentase Pencapaian Rencana tingkat Capaian Keterangan 123456 Krida Pandu Gunata | kridagoen@pandu32. Kolom 5. Kegiatan yang hendak dilakukan ditulis secara jelas..cc | http://pandu32. : Diisi nomor urut Kolom 2. Tujuan harus dapat diukur Kolom 3. Kolom 6. Uraian kegiatan merupakan penjelasan secara detail setiap kegiatan yang hendak dicapai. Tujuan Target Uraian Kegiatan Indikator Keberhasilan Sumber daya Jadwal Penanggung Jawab 12345678 Cara pengisian : Kolom 1. ………………………. Sasaran Program Kegiatan Keterangan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian 123456789 Lampiran 3. : Penanggung jawab utama atau pendukung (boleh lebih dari satu) Lampiran 3. Tujuan harus dirumuskan dan ditulis secara jelas. Kolom 7. Kolom 8. Instansi : ……………………. : Diisi sumber daya Sumber daya yang dimaksud adalah sumber daya manusia..Uraian kegiatan menggambarkan keberhasilan dari suatu kegiatan. : Diisi kegiatan dan uraian kegiatan. Kolom 4.3 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN TAHUN :.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful