Program Latihan Renang

hobi akan olahraga renang, ingin menjadi atlet renang professional atau bahkan hanya sekedar ingin berlatih renang. Dibutuhkan program latihan renang untuk memberi hasil yang maksimal, berikut program latihan renang : Pemanasan
    

lakukan pemanasan ringan selama 5 menit sebelum masuk kedalam kolam renang. berenang dengan jarak 50 meter : tangan memegang papan renang dengan ayunan kaki renang jarak 50 meter : jepit pull buoy pada paha agar kaki tetap mengapung, latih tangan dengan gerakan menarik. lakukan dengan santai dan perlahan istirahat

Latihan Berjenjang
      

renang jarak 25 meter dengan istirahat 15 detik renang jarak 50 meter dengan istirahat 15 detik renang jarak 75 meter dengan istirahat 15 detik jarak renang 100 meter, waktu istirahat 30 detik jarak renang 75 meter, waktu istirahat 30 detik jarak renang 50 meter, waktu istirahat 30 detik jarak renang 25 meter, waktu istirahat 30 detik

Kick Set
   

ayun kaki sejauh 25 meter mulai dengan perlahan lalu mulai tingkatkan kecepatan sprint sampai ujung dinding kolam renang. istirahat 30 detik ulangi sampai 6 kali latihan.

Renang Pemulihan
  

berenang dengan jarak tempuh 150 meter lakukan dengan tenang dan perlahan istiraht 1 menit

Uji Kemampuan
   

renang sprint dengan jarak 50 meter gunakan stopwatch untuk mengukur waktu catat waktu yang dicapai guna dijadikan tolak ukur untuk mengembangkan kemampuan dan meraih hasil waktu yang lebih baik dari sebelumnya istirahat dua menit

Pendinginan
 

berenang dengan jarak 100 meter nikmati renang dengan santai

Keterangan:
  

lakukan latihan sebanyak tiga kali dalam seminggu jarak renang awal adalah 1000 meter jika sudah mampu maka tingkatkan jarak renang menjadi 2000 meter

Selamat menjalani program latihan renang. (mb)

Tips Latihan Renang Efektif
Redaksi | August 27, 2012

Tips Renang
Renang merupakan salah satu olahraga yang memiliki banyak manfaat untuk membentuk tubuh dan menjaga bentuk tubuh.

lakukan latihan pernapasan dengan kepala berada di dalam air kolam lanjutkan dengan belajar menggerakan tangan dan kaki dengan rileks dan benar. cobalah untuk memakai pelampung terlebih dahulu. tapi jangan sampai membuat kita merasa gugup Dan jika tidak memungkinkan untuk latihan renang tanpa alat bantu. saat berenag kita lebih banyak melakukan pernapasan dengan mulut. terbuka (seperti gerakan kaki katak) Dalam posisi lurus. proses latihan ini bisa kita lakukan secara bertahap. rasa gugup hanya akan menghambat proses latihan latihan bernafas dengan benar. tekad yang kuat adalah kunci dari keberhasilan latihan renang yang kita jalani gunakan peralatan renang yang membuat kita merasa nyaman seperti pakaian renang yang sesuai dan kacamata renang yang bisa membantu kita untuk menguasai medan dengan penglihatan yang jelas mulailah dari belajar untuk mengapung. 2012 Teknik Renang Gaya Katak Gerakan Tangan pada Renang Gaya Katak      Tangan lurus ke depan berdekatan dan saling menempel Tarik tangan kanan – kiri secara bersamaaan ke samping. jika sudah terbiasa.Agar latihan renang yang kita jalani semakin efektif. konsentrasi dalam melakukan latihan ini memang penting. rapatkan kaku hingga telapak kaki agar bersentuhan . tapi tidak terlalu berebihan Kemudian tarik tangan sedikit ke bawah Luruskan kembali tangan ke depan (kembali ke posisi awal) Ulangi lagi gerakan tersebut Gerakan Kaki pada Renang Gaya Katak    Kaki agak sedikit ditekuk ke dalam Tendang lurus kaki ke belakang (pantulkan kaki ke belakang) dengan posisi kedua kaki renang. berikut adalah tips – tips yang bisa dilakukan :       jangan malu untuk memulai latihan dari awal. karena kunci dari belajar renang adalah terbiasa. (nn) Teknik Renang Gaya Katak Redaksi | May 17. o pertama lakukan latihan bernapas dengan mulut saat kepala kita berada di atas permukaan air o kemudian. lakukan proses meluncur berkali – kali hingga kita mulai terbiasa dengan air usahakan tubuh untuk selalu dalam keadaan rileks selama melakukan latihan renang.

bisa dilakukan dengan cara berpegangan pada orang lain. ketika tangan berada di atas tekuk siku sedikit (saat berada di dekat telinga) Pada tangan kiri berada di atas. lurus. tendang. gerakan tangan kanan seperti gerakan tangan kiri sebelumnya Lakukan gerakan di atas secara bergantian dan ulangi terus Gerakan Kaki pada Renang Gaya Bebas . samping pinggang Angkat tangan ke atas permukaan air dan ayunkan ke depan. secara bersamaan tarik tangan kanan ke bawah. latih gerakan tangan dengan perbandingan 2 – 3 set gerakan kaki baru gerakan tangan. hanya untuk melatig gerakan kaki Lakukan gerakan kaki sembari latihan mengambil napas. secara singkat bisa disingkat o tekuk o tendang o rapatkan o tekuk (kembali ke posisi awal) Cara Mengambil Napas pada Renang Gaya Katak   Ambil napas ketika tangan berada di samping badan Angkat kepala dan ambil napas Teknik belajar gaya katak :        Pegangan pada pinggir kolam dan latih kaki untuk bergerak seperti katak Tekuk. Ulangi lagi di atas. bisa dilakukan dengan cara memasukan kepala ke dalam air dan hanya mengangkat ketika akan mengambil napas Latihan dilanjutkan dengan cara mengapungkan badan. (nn) Teknik Renang Gaya Bebas Gerakan Tangan pada Renang Gaya Bebas      Tangan lurus ke depan dengan jarak yang berdekatan namun tidak saling menempel Tarik tangan kiri ke bwah hingga berada di belakang. lakukan dengan cara meleuncurkan badan kemudian gerakan kaki hingga ke pinggir kola Setelah menguasai gerakan kaki. rapatkan dan tekuk kembali Ulangi gerakan hingga terbiasa Kemudian lanjutkan dengan menyebrangi kolam.

(nn) PETUNJUK PELATIHAN UNTUK ATLIT MUDA 13:53:00 ERIYAN TONI BLOG Share .   Kaki lurus dengan jarak yang berdekatan namun tidak saling menempel Gerakan kaki ke atas – bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kiri Latihan ini bisa dilakukan di pinggir kolam renang Cara Mengambil Napas pada Renang Gaya Bebas     Ambil napas ketika kepala miring ke kiri atau ke kanan. saat kepala berada di atas permukaan air Saat kepala berada dalam air keluarkan udara melalui hidung secara perlahan Untuk menghasilkan kecepatan yang maksimal. perenang harus sesedikit mungkin mengambil napas Pengambilan napas bisa dilakukan setiap dua kayuhan tangan atau tiga kayuhan tangan Hal yang perlu diperhatikan dalam renang gaya bebas      Posisi tubuh harus sejajar dan sedatar mungkin selama berenang dalam gaya bebas Tubuh harus berputar (oleng ke kanan – kiri) pada garias pusat tubuh atau rotasi Hindari gerakan yang bisa membuat tubuh meliuk – liuk atau naik – turun Kaki harus selalu digerakan walaupun saat perenang mengambil napas Tangan kanan – kiri harus selalau bergerak secara bergantian tanpa jeda.

yang bagi mereka sudah menarik hati imajinasi dari atlit muda dan pelatih mereka. program olahraga anak-anak meniru program atlit elit yang mereka kenal. Para pengikut program seperti itu sering mengatakan jika program untuk Michael Jordan atau Pete Sampras. Dalam bidang olahraga. Walaupun banyak pelatih dan instruktur yang berkompeten pada perancangan program pelatihan musiman. tanpa mengevaluasi derajat tingkat itu apakah sesuai dengan minat dari atlit muda yang mereka layani. Semua atlit yang sukses maupun individu terlatih dan melampaui aktivitas phisik tertentu pada umumnya sudah mengikuti suatu program pelatihan jangka panjang yang dirancang dengan baik di atas beberapa tahun. kerja keras.Kesuksesan di arena pada umumnya adalah hasil dari perencanaan. Anak-anak maupun orang dewasa. Untuk atlit. program pelatihan jangka panjang ini yang kondisi jiwa raga kepada pokok-pokok kompetisi dan mendorong kearah di dalam pencapaian keunggulan. mereka mempunyai . adalah program untuk atlit aku juga! Pelatih yang biasanya mempergunakan program ini dengan bijak. Program seperti itu adalah sering ditiru secara detil. Atletik harus dimulai pada masa kanakkanak. sedikit mempunyai latar belakang pengetahuan biologis tentang anak-anak dan dengan tidak adanya panduan konsep seperti prinsip-prinsip latihan. sehingga atlit semakin dapat dan secara sistematis mengembangkan jiwa raga untuk mencapai keunggulan jangka panjang dibanding jangka pendek/singkat. adalah penting untuk dilihat di luar pendekatan jangka pendek ini dan rencana untuk pengembangan atlit jangka panjang. Terlalu sering. dan tidak kecuali dalam pelatihan atletik. dan komitmen. baik yang prestasi nasional maupun prestasi internasional. pelatihan adalah proses dari latihan progresif berulang atau pekerjaan guna meningkatkan potensi untuk pencapaian jumlah maksimum. Sesuai Pelatihan.

konstruksi seperti itu adalah kesalahan yang akan mengakibatkan bangunan itu roboh. Di dalam usaha mereka untuk mencapai hasil yang cepat. dan atlit lari jarak jauh harus melatih sistem energi aerobic. Mengembangkan Program Pelatihan Jangka panjang Dalam waktu jangka panjang. Sebagai contoh. Beberapa ahli fisiologi olahraga mengambil konsep tua ini.  Dapat mendorong kearah pengembangan secara sempit bagian otot dan fungsi organ tubuh. dan mengembangkannya ke dalam suatu prinsip pelatihan. . tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di masa datang terhadap atlit muda itu. di mana satu-satunya lingkup pelatihan adalah menuju keberhasilan dengan hasil cepat. tidak berarti bahwa pelatih dan atlit harus mengikutinya dari awal sampai ahkhir kematangan phisik. Ini adalah pendekatan yang sempit yang dilakukan untuk atlit muda. Sungguh.karakteristik fisiologis berbeda yang harus diperhitungkan.  Ikuti keahlian ketrampilan motorik. pelatih memforsil atlit dengan pelatihan yang sangat intensive dan spesifik tanpa menggunakan waktu untuk membangun suatu dasar yang baik. Bab ini membicarakan empat petunjuk pelatihan untuk atlit muda. Mereka mengusulkan bahwa untuk menghasilkan cara paling cepat adalah harus melakukan suatu program pelatihan berikut:  Penggunaan sistem energi yang dominan dalam olahraga itu dapat ditentukan. Ini adalah seperti berusaha untuk membangun suatu bangunan yang bertingkat namun memiliki dasar pondasi yang lemah. memberi sedikit harapan kepada atlit untuk memusatkan pengembangan mereka di dalam satu olahraga sebelum mereka siap secara phisik dan secara psikologis adalah sering menimbulkan permasalahan. maksudnya atlit itu harus memilih latihan yang meniru keterampilan dan melibatkan kelompok otot yang mereka gunakan untuk melaksanakan suatu kecakapan teknis. Fakta bahwa riset laboratorium menunjukkan ketegasan pelatihan itu mengakibatkan adaptasi lebih cepat. Demikian juga. yang mana beberapa pelatih pun masih menggunakannya pada hari ini. beberapa pelatih mengusulkan melakukan latihan khusus olahraga dari usia dini adalah cara yang terbaik untuk mengembangkan suatu program pelatihan optimal. seorang pelari cepat harus menyelesaikan lomba lari jarak pendek. mendorong ke arah kenaikan pencapaian lebih cepat.

di mana ada sekolah olahraga yang menawarkan suatu program latihan dasar. Kebanyakan program juga mempunyai program berenang. seperti berenang membantu anak dalam mengembangkan kapasitas aerobic. Sering atlit muda berhenti/ meninggalkan olahraga sebelum mengalami pematangan psikologis dan fisiologis. Ini disebut pengembangan multilateral. di negara-negara eropa timur. seperti lari. dapat mengakibatkan kelelahan otot berlebihan. jenis pelatihan ini menciptakan dan keikutsertaan kompetisi banyak orang. dan ini adalah salah satu prinsip-prinsip latihan yang paling utama untuk anak-anak dan atlet muda. dan bahkan cedera. Jika kita mendorong anak-anak untuk mengembangkan berbagai ketrampilan. kita harus menyediakan peluang dan bimbingan yang . prasyarat kematangan phisik atlet. melempar. dan keseimbangan. overtraining. menangkap. oleh karena tekanan yang tinggi. membosankan. mereka mungkin mengalami sukses dalam beberapa aktivitas olahraga. melompat. dan sepakbola. Ketika anak-anak menunjukkan minat dan lebih lanjut mengembangkan bakat mereka. atlet muda dan orang yang berbakat tidak pernah menemukan bakatnya dan bagaimana bisa mengembangkannya. dan pengembangan kesehatan seorang atlit. sebagai konsekwensinya.  Dapat mempengaruhi motivasi anak-anak.  Dapat mengganggu perkembangan hubungan sosial anak. karena aktivitas dan waktu pelatihan yang padat. Dapat mengganggu keseimbangan biologis dan perkembangan phisik yang harmonis. berguling.  Dapat berakibat dampak negatif pada kesehatan mental anak-anak. bolabasket. Pengembangan Multilateral Adalah penting untuk atlet muda untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pokok guna membantu mereka menjadi atlit baik sebelum mereka mulai pelatihan olahraga spesifik. sebab program penuh tekanan. Anak-anak yang mengikuti sekolah dikembangkan ketrampilan dasarnya.  Dalam jangka panjang. Anak-anak dikoordinir dengan baik dan memperoleh ketrampilan yang merupakan dasar kesuksesan dalam olahraga individu dan olahraga beregu. seperti nomor lintasan dan nomor lapangan. dan beberapa akan mempunyai keinginan untuk mengkhususkan dan mengembangkan bakat mereka lebih lanjut. seperti kurang bergaul diluar kegiatan olahraga. dan kekurangan waktu untuk bermain. Pengembangan Multilateral atau multiskill.

Membuat program pelatihan jangka panjang menuju atlit kelas dunia.1 menggambarkan contoh bagi pengembangkan bakat atlet dalam beberapa tahun. . terdiri dari pengembangan multilateral.mereka perlukan. Dua studi berikut menunjukkan: dalam suatu studi selama 14 tahun yang dilakukan negara Jerman Timur ( Harre 1982). dan masuk tahap pengembangan yang kedua atlit mengkhususkan satu olahraga yang spesifik guna pencapaian hasil yang tinggi. Ketika pengembangan menjangkau suatu tingkatan yang bisa diterima. Sebuah program pelatihan multilateral yang tertuju pada keseluruhan pengembangan atlet. menunjukkan pentingnya pengembangan model progresif. bersama dengan memperoleh strategi olahraga dan ketrampilan spesifik. Kelompok yang pertama mengambil bagian suatu program pelatihan yang mendekati serupa kepada Amerika Utara. bersepeda.1 menggambarkan. koordinasi. Walaupun setiap zaman berganti dari olahraga ke olahraga. Kita perlu mendorong atlit muda untuk mengembangkan kemampuan motorik dan ketrampilan yang mereka perlukan untuk sukses di dalam olahraga yang dipilih mereka dan olahraga lainnya. tanpa merasakan beban dihubungkan pada spesialisasi. ada banyak manfaat bagi program multilateral. AnakAnak pada usia muda mengembangkan berbagai ketrampilan dan kemampuan motorik lebih mungkin untuk menyesuaikan tuntutan latihan. akan mendorong kearah pencapaian yang lebih sukses pada suatu langkah pengembangannya. suatu kelompok besar anak-anak usia 9 -12 tahun dibagi menjadi dua kelompok. daya tahan otot. dan dari individu ke individu. Tujuan pengembangan multilateral adalah untuk meningkatkan adaptasi keseluruhan. Dasar piramida yang memberikan analogi. Sebagai contoh. kita harus mempertimbangkan pondasi dasar bagi program pelatihan. dan fleksibilitas. Gambar 1. dan kita harus mempersiapkan atlit muda itu untuk mengejar keunggulan dengan suatu rencana jangka panjang yang sistematis berdasar pada prinsip ilmiah. Atlit yang mampu untuk berenang. kita harus siap untuk menunda spesialisasi dan mengorbankan hasil jangka pendek. tetapi mereka adalah juga lebih peka ke pembebanan berlebihan (overuse). Sebagai contoh. power. kapasitas anaerobic. atlit muda yang mengkhususkan lari jarak menengah mungkin lebih mampu mengembangkan kapasitas aerobic mereka dengan lari. ketangkasan. dan lari dapat melatih sistem cardiorespiratory mereka dalam berbagai jalan dan dengan mantap mengurangi cedera. Ini memerlukan awal spesialisasi di dalam olahraga yang ditentukan. Jika kita tertarik mengembangkan pencapaian yang tinggi dalam kompetisi. kekuatan. program olahraga untuk anak-anak dan atlit muda akan meliputi latihan intensitas rendah untuk mengembangkan kapasitas aerobic. kecepatan. Seperti tabel 1.

dan bersepeda. tanpa melalaikan olahraga dan melakukan aktivitas pada usia lebih muda. membuktikan bahwa suatu pondasi yang kuat membawa ke arah atlet yang sukses. berenang. meluncur.1 menggambarkan. .latihan ketegasan penggunaan dan metoda pelatihan dikhususkan untuk kebutuhan olahraga itu. Mereka tidak pernah juara yunior atau memegang record nasional. telah banyak juga berhenti dari olahraga sebelum mencapai tingkat senior. olahraga dayung. Kelompok yang kedua mengikuti suatu program disamaratakan di mana anak-anak mengambil bagian ketrampilan spesifik dan pelatihan phisik. olahraga senam. dan keseluruhan pelatihan phisik. bersama dengan berbagai olaharaga lain. berlari. bagaimanapun banyak pencapaian tingkat nasional dan internasional. Hanya sedikit atlit yang mengkhususkan sejak dini bisa meningkatkan pencapaian di usia senior.8 tahun dalam olahraga spesialisasi.  Kebanyakan atlit yang yang telah mempertimbangkan bahwa kesuksesan mereka adalah mungkin dimudahkan oleh pondasi dasar yang multilateral yang telah mereka bangun di masa kanak-kanak dan usia yunior.  Program yang khusus dimulai pada usia 15 . Survei di Soviet ( Nagorni 1978) melaporkan penemuan yang serupa.  Studi menyimpulkan bahwa spesialisasi mestinya tidak di mulai sebelum usia 15 atau 16 tahun.  Bagi Atlit yang mengkhususkan pada usia lebih muda telah mencapai prestasi terbaik mereka pada usia yang lebih muda. seperti sepakbola. Sepanjang tahun aktivitas yang awal yang mereka lakukan dalam berbagai kegiatan olahraga. Kebanyakan atlit memulai kegiatan berolahraga pada usia 7 atau 8 tahun. seperti tabel 1. dan nomor lintasan dan lapangan. studi ini dilaporkan sebagai berikut:   Mayoritas Atlit Soviet yang terbaik pasti mempunyai suatu pondasi dasar multilateral kuat. ketrampilan. Kesimpulan nya. Hasilnya.17 tahun. Dari umur 10 . Capaian terbaik telah dicapai setelah 5 .13 anak-anak juga melakukan olahraga beregu. Capaian ini tidak pernah diulang kembali ketika mereka menjadi senior di atas 18 tahun. Di usia senior. cross country.  Banyak Atlit Top Soviet yang telah memulai untuk berlatih dalam lingkungan terorganisir di usia yunior (14 sampai 18).

Bagaimanapun. Dari pencapaian spesialisasi. pada umur 16 dia mungkin melakukan 3. taktik.2 menyarankan suatu perbandingan jangka panjang antara pengembangan multilateral dan spesifik. mari kita lihat perbedaan antara pelari jarak jauh dan pelompat tinggi. Sekali ketika spesialisasi berlangsung. Mengambil kejadian kasus Jane. teknik. Yang belakangan pengalaman mendewasakan Jane.5 . perbandingan antara kedua format pelatihan bervariasi dari olahraga ke olahraga. Sebagai contoh. ketangkasan. Spesialisasi adalah diperlukan untuk mencapai tujuan yang tinggi di olahraga. adalah penting bagi atlit untuk memelihara pondasi dasar yang multilateral yang mereka dirikan pada perkembangan awal mereka sepanjang seluruh karier atlet mereka. hanyalah kurang di dalam latihan kemampuan phisik dasar seperti kekuatan. dan fleksibilitas akan merintangi kemampuan bermainnya di dalam waktu lama. Volume latihan untuk pelari jarak jauh akan berisi kebanyakan latihan berlari atau aktivitas seperti bersepeda dan berenang. Bagaimanapun. dan adaptasi psikologis merupakan suatu proses kompleks. Gambar 1. itu juga menjadi bagian dari kelanjutan cara pelatihan untuk atlit. usia 12 tahun seorang petenis. Orangtua atau pelatih mungkin merasakan latihan tenis itu lebih akan membuat keterampilan bermain Jane lebih baik.16 jam setiap minggu.Walaupun pelatihan multilateral adalah paling utama sepanjang perkembangan tahap awal. Tiap minggu Jane terlibat latihan tenis dalam 10 jam dan selain itu 4 . meningkatkan pelatihan tenisnya adalah mungkin hanya atas biaya pelatihan multilateral. Jika pada umur 12 tahun Jane melakukan 4 .4 jam. pelatihan meliputi latihan yang meningkatkan pengembangan untuk olahraga yang spesifik dan berlatih mengembangkan kemampuan motorik umum. itu adalah . sebab kualitas phisik.5 jam pelatihan multilateral. kekuatan basis dasar (menggunakan bola medicine dan dambel).5 jam latihan phisik dan pelatihan multilateral seperti fleksibilitas. dan ketangkasan berlatih. dan ketika mereka mempunyai keinginan untuk mengkhususkan olahraga tertentu atau mengiginkan olahraga beregu.2 menggambarkan bahwa perbandingan antara pelatihan khusus dan pengembangan multilateral dan latihan spesialisasi merupakan perubahan terhadap proses latihan jangka panjang. Dalam jangka pendek Jane dapat meningkatkan ketrampilan tenisnya. Pengembangan yang Khusus Spesialisasi berlangsung setelah atlit mengembangkan suatu pondasi multilateral. atlit harus bersiap-siap menghadapi kenaikan berkelanjutan dalam volume pelatihan dan intensitas. Gambar 1. berkurangnya kelincahan dan ketangkasan. Pada waktu yang sama latihan tenis spesifiknya dapat meningkatkan beban 14 . Bagaimanapun. Ketika Jane berusia 18 tahun penurunan kualitas phisik yang akan menurunkan potensi bermain tenisnya dengan pergerakan yang lebih lambat. pukulan lebih lemah diatas lapangan.

atlit dapat mulai praktek teknik dasar olahraga pada usia muda. Beberapa atlit daya tahan mampu untuk menuju kemenangan yang mengagumkan yang diperoleh pada usia 30 tahun atau lebih. baseball. atau mereka akan kalah. di mana sukses tergantung pada kemampuan untuk mengatasi usaha daya tahan maksimal. Pelatihan menuntut peningkatan yang signifikan. seperti lari jarak jauh. Spesialisasi berlangsung pada tahap berbeda. pengujian tes.80 persen dari waktu pelatihan total mereka menyelenggarakan latihan dari olahraga khusus. dengan harapan secepatnya mencapai suatu prestasi tinggi. Mereka perlu keseimbangan dari waktu pengembangan multilateral dan meningkakan kemampuan biomotorik spesifik. Karena olahraga ini menggunakan dominasi kecepatan dan kekuatan seperti sepak bola. Pelompat tinggi akan mempunyai suatu program terdiri dari kira-kira 40 persen yang spesifik latihan melompat tinggi. bagaimanapun spesialisasi dalam masa yang panjang pengembangan atlit mencapai 60 . Dalam kecepatan dan kekuatan olahraga. lintas alam. menyelam. spesialisasi berlangsung pada akhir pertumbuhan anak remaja. atlit dapat mengkhususkan pada waktu yang sama mereka mengembangkan kecepatan dan kekuatan. sebagai contoh. Menambahkan Variasi Pelatihan Sepanjang proses pengembangan atlit. Pertama kali ketika atlit sudah memutuskan untuk mengkhususkan. Spesialisasi. atlit muda menjalani beribu-ribu jam pelatihan dan menyelesaikan latihan yang komplek dan latihan yang beribu kali untuk mengembangkan kemampuan mereka. Untuk olahraga lain. dan 60 persen berlatih seperti plyometrics dan mengukur pelatihan untuk megembangkan kemampuan motorik tertentu. pengembangan ketrampilan motorik kompleks.peningkatkan daya tahan aerobic. tergantung pada olahraga. dan bola voli. mereka harus siap untuk menggunakan metoda pelatihan spesifik untuk adaptasi phisik dan psikologis olahraga. ski. atlit mengkhususkan pada usia muda.2. banyak atlit akan menghadapi kesulitan . kekuatan kaki dan daya kekuatan (power) melompat . Jika program pelatihan tidak diawasi dengan teliti. Tabel 1. dan kemampuan fleksibilitas tinggi. dan bersepeda. dan cabang selancar. pada usia umum atlit mulai mengembangkan ketrampilan dan mengkhususkan cabang olahraga. seperti olahraga senam. Adalah penting untuk memahami. berlangsung ketika atlit mampu untuk secara efektif mengatasi kebutuhan intensitas latihan yang tinggi. dan pelatih merencanakan jadwal kompetisi pada kalender tahunan. Di dalam olahraga itu memerlukan seni perlakuan.

unsur-unsur teknis. pelari jarak menengah yang mengalami kelelahan otot berlebihan (overuse) yang lebih komplet. Jenis pelatihan yang sering dilakukan dapat mendorong kearah kelelahan yang mengakibatkan cedera dan permasalahan psikologis. pemain sepak bola dapat melakukan pemanasan dengan atlit lari. Dengan cara yang sama. power. tanpa mengalami ketegangan yang sama pada engsel kaki. baseball. tetapi juga mencegah kerugian dan menghindari kebosanan dan kelelahan. mereka mengembangkan keterampilan secara efektif melalui pelatihan yang beraneka ragam. Untuk mengejar keunggulan di dalam olahraga seperti permainan hoki.. di mana interval training dapat juga dilakukan (e. 6 x 60 detik atau 60 sampai 70 persen percepatan). dan bolabasket. Dalam olahraga lain. dan memperbanyak latihan 2 sampai 3 jam dalam sehari. selama 20 tahun. Sebagai contoh. Pelatih dapat juga memberikan sesi pelatihan yang seperti dalam lingkungan berbeda atau dapat melakukan pemanasan dengan atlit dari cabang olahraga yang berbeda. Sebagai contoh. pemain . atau pemain bolabasket dapat pemanasan bersama pelari jarak menengah di atas lapangan rumput. Sebagai contoh. terutama sekali berbagai kesulitan yang berhubungan dengan emosional dengan sifat kegiatan monoton dan membosankan. lebih sedikit keragaman latihan. sebab pelatih dapat mendisain setiap variasi program latihan. terutama olahraga individu seperti berenang dan bersepeda. Seorang pelatih yang kreatif dan memiliki pengetahuan mempunyai kelebihan dalam merancang program latihan.g. dengan istirahat jog ringan 4 sampai 5 menit. Dalam kondisi sesi latihan yang normal akan dapat merangsang atlit yang muda tertarik dan dalam beberapa hal lebih termotivasi. Untuk memecahkan permasalahan ini. Termasuk latihan yang berbeda dan pengembangan ketrampilan dalam program pelatihan pada tiap proses pengembangan yang tidak hanya membantu atlit mengembangkan kemampuan baru.dalam menghadapi tekanan phisik dan psikologis. yang mempunyai ketangkasan yang lebih dalam pemanasan. 4 sampai 7 hari dalam seminggu. seperti kecepatan. atlit harus menjadi berkualitas dengan banyak ketrampilan dan latihan. dan daya tahan. Mereka juga dapat melakukan latihan pengembangan kemampuan motorik untuk olahraga yang spesifik. Kebanyakan cabang olahraga mengenalkan atlit kepada berbagai metoda pelatihan. Mempedomani aktifitas yang sama yang didapat dari aktifitas lain dari petunjuk latihan yang digunakan. perenang yang jarang mengambil bagian olahraga lain dan sering juga melaksanakan latihan yang sama. Latihan cross country juga membantu mengembangkan daya tahan. pelatih harus mampu membimbing berbagai latihan dalam tiap sesi latihan. 45 sampai 50 minggu dalam satu tahun.

Atlit yang dikoordinir dengan baik akan cepat belajar ketrampilan yang sulit. Melakukan berbagai variasi latihan juga dapat mengembangkan otot-otot yang lain yang dipergunakan secara khusus dalam olahraga yang dipilih. variasi pergerakan mencakup praktek olahraga lain akan meningkatkan koordinasi dan ketangkasan. Usia Anatomis . atau berenang. untuk menggolongkan anak-anak dan atlet muda dengan keras berdasarkan usia. Tidak lagi pantas atau bisa diterima. sebab usia anak-anak yang sama dapat berbeda dalam hal pematangan anatomis mereka. Oleh karena itu. dan kapasitas intelektual. struktur program pelatihan individu dapat bermakna dimana atlit secara obyektif dan subyektif diamati. perilaku sosial. Mempertimbangkan usia anatomis. pemulihan latihan dan mengikuti kompetisi. Pelatih yang kreatif menyertakan berbagai variasi ke dalam program latihannya yang akan bermanfaat bagi atlit yang bermotivasi tinggi sehingga lebih sedikit untuk mengalami overuse. Dengan cara yang sama. Di bawah keadaan khusus. Sebagai contoh. Penting bagi kita sebagai pelatih untuk memenuhi kebutuhan individu setiap atlit. jarak tempuh lari dapat mengembangkan daya tahan mereka melalui latihan cross country. Secara efektif menyusun program latihan untuk atlit. tarikan otot agonistic menjadi sangat kuat yang memungkinkan menyebabkan cedera di urat daging dan jaringan otot yang berlawanan. status kesehatan. seperti langkah pengembangan.baseball dapat pemanasan dengan atlit lari dan atlet lempar. otot yang secara rinci digunakan dalam olahraga yang berbeda (yang mempertentangkan bergeraknya otot yang agonistic). usia biologis dan usia atlet adalah rumit. berbagai latihan yang menggunakan banyak otot megakibatkan kerusakan pada jaringan otot. menggunakan bola medicine. Pemahaman Karakteristik Individu Setiap atlit mempunyai kepribadian yang unik. latar belakang pelatihan dan pengalaman. Pelatih harus mempertimbangkan perbedaan individu. Banyak latihan yang spesifik dapat mengakibatkan kelelahan otot berlebihan. Kapasitas kerja atlit yang terbatas bervariasi dengan signifikan. adalah penting untuk memahami kekuatan individu dan batasannya. karakteristik phisik. dapat menyebabkan ketidak seimbangan antara otot yang agonistis(searah). bersepeda. Ini juga mungkin untuk mendisain sepanjang sesi latihan yang mendorong atlit untuk melatih kemampuan motorik dengan bantuan olahraga lain. Selain itu. serta jenis kelamin. Ketika ada ketidak seimbangan antara kedua otot ini.

Dari perspektif pengembangan atlet. Tinggal di daerah ketinggian menggunakan oksigen lebih rendah dibanding dengan mereka yang ditinggal di daerah pantai. Pelari dari Kenya. Itu membantu menjelaskan mengapa beberapa anak-anak perkembangkan ketrampilan dan kemampuan motorik yang lebih cepat atau lebih lambat dibanding yang lakukan orang lain. tahap yang ketiga (16 sampai 18 tahun) adalah yang paling baik. Walaupun sangat banyak perbedaan individu mengenai karakteristik. Usia anatomis dengan jelas menunjukkan kompleksitas pertumbuhan dan perkembangan. lingkungan tempat tinggal (kota/pedesaan) sangat jelas mempengaruhi tingkat perkembangan kaum muda. atlit mungkin pada tingkat yang berbeda dari banyak orang. dan secara phisik. anak-anak yang tinggal di ketinggian cenderung lebih baik kemampuan daya tahan dibanding anak-anak yang berada pada dataran rendah. banyak atlit yang sudah mengembangkan suatu pondasi dasar dan menginginkan untuk mengejar keunggulan dalam olahraga yang spesifik. untuk menjangkau prestasi terbaik. Ketika pengelompokan pemilihan atlit. Sepanjang pelajaran dari tahun yang telah berlalu. ada variasi. dibanding atlit yang berasal dari dataran rendah. mendominasi lari jarak jauh. Seorang anak menjadi lebih baik perkembanganya secara anatomis akan lebih cepat belajar ketrampilan dari seorang anak yang tertinggal perkembangan anatomisnya. Dalam beberapa cabang olahraga mereka akan mengembangkan berbagai ketrampilan dan kemampuan motorik. secara genetika mereka mempunyai kemampuan lebih baik menggunakan oksigen secara efektif. atlit akan memaksimalkan pencapaian mereka. Sebagai contoh. dan menetapkan suatu pondasi dasar untuk perkembangan masa depan. Sebagai contoh. baik dalam latihan dan kompetisi. Di dalam olahraga lain seperti olahraga senam. Selama tahap ini. Permulaan pengelompokan usia dalam sistem olahraga . anak-anak di negaranegara dengan iklim panas lebih cepat dewasa secara seksual.3 meringkas tahap-tahap perkembangan kaum muda dan anak-anak tertentu. Usia Biologi Usia biologis mengacu pada perkembangan organ fisiologis dan sistem jaringan tubuh. Sebagai konsekwensi. Sebagai hasilnya. prestasi atlet dapat meningkat lebih cepat pada umur 14 sampai 18 dibanding negaranegara dengan iklim lebih dingin. secara emosional. tabel 1. Walaupun banyak anak-anak mengikuti pola pertumbuhan serupa.Usia anatomis mengacu pada beberapa tahap-tahap dari pertumbuhan anatomis yang dapat kita kenali dengan mengidentifikasi karakteristik tertentu. iklim. kamu harus mempertimbangkan usia biologis. sebagai contoh. letak geografis. Dengan cara yang sama.

dan perkembangan otot. anak-anak yang lahir pada tahun yang sama adalah di dalam kategori yang sama. Sebagai hasilnya. Inilah alasan kenapa kamu harus menilai usia biologis secara obyektif melalui test sederhana. dari Jepang. berat. anak-anak yang lahir di awal tahun mungkin akan mempunyai anatomis dan keuntungan biologis melebihi anak-anak yang lahir pada bulan Desember. Tanpa mempertimbangkan usia biologis. banyak studi sudah menunjukkan bahwa anak-anak lahir pada bulan Desember adalah lebih sedikit mengalami sukses di dalam program olahraga dibanding mereka yang telah dilahirkan pada bulan Januari. di dalam banyak program olahraga. . Takemoto. Dalam banyak kesempatan. Sebaliknya. kapan divisi ditentukan oleh usia menurut kelompok usia. dari Australia. pengembangan usia biologis tidak. Sedangkan usia anatomis adalah dapat dilihat. dan kuat tidak dapat kamu pandang apakah dia lebih cepat. banyak orang mungkin mempertimbangkan untuk menjadi atlit senior untuk mencapai prestasi tinggi. Sebagai contoh. menurut anatomi dalam tinggi.akan menghasilkan misjudg ments. yang mana sedemikian penting di dalam olahraga daya tahan. menerima medali perak di cabang senam pada usia 44 tahun. seorang anak yang sedikit lebih kecil mungkin lebih tangkas pada posisi tertentu dalam regu/tim mu. M. Ini juga sukar untuk menilai potensi dari atlit yang lebih tua. pelatih masih menggunakan kronologi usia sebagai ukuran yang utama untuk pengelompokan. Adalah penting bagi kita untuk mempertimbangkan perbedaan individu di dalam usia biologis. Dua atlet dengan usia anatomis yang sama. akan dapat berbeda usia biologis dan penguasaan kemampuan berbeda untuk melaksanakan suatu tugas pelatihan. Kekeliruan. terutama di dalam olahraga beregu. dan keputusan yang lemah. Efisiensi jantung. efektivitas pemanfaatan oksigen. kesalahan evaluasi. adalah peraih medali Perak olimpic untuk nomor rowing pada tahun 1956 pada usia 39 tahun  Tahun 1964 pada Olimpiade di Tokyo. sangat sukar untuk menentukan apakah anak-anak terlalu muda untuk melaksanakan ketrampilan tertentu atau untuk menerima pelatihan spesifik. Sebuah bentuk fisik dapat menggambarkan jantung yang efisien dan kuat. untuk menemukan perbedaan potensi latihan antara anak-anak. tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Seorang anak yang jangkung. Daftar berikut ini akan menggambarkan beberapa perbedaan luar biasa di dalam usia biologis dari juara olahraga internasional:  Murray wood.

 L. juga sulit untuk menentukan kesiapan anak-anak dan kaum muda untuk mengambil bagian pada kompetisi level tinggi. pada tingkatan olahraga. adalah pada pengembangan keseluruhan dan bukan awal spesialisasi. Yeu. menerima medali perak di dalam cabang rowing pada tahun 1980 di Moscow Olympic Games pada usia 39 Tahun. dari Canada. dari Romania. Allison Higson.  Tahun 1991. dari Canada. Sejumlah anak-anak dimasa muda akan meningkatkan kemampuan phisik mereka di dalam olahraga tertentu. mempunyai implikasi penting pada perancangan rencana latihan jangka panjang. dari Negeri China. usia 14 tahun dari Romania. Program pelatihan harus tersusun sehingga difokuskan untuk anak-anak dan kaum muda. hasil yang langsung dalam jumlah dan mutu pekerjaan yang mereka capai dalam . Ceapura. Tahun 1976 pada Montreal Olympic Games. A. pada usia 12 tahun. Banyak organisasi olahraga nasional dan internasional melakukan riset ilmiah mengenai potensi biologis pada usia yang ditentukan.  Tahun 1988. Usia Atlet. kita mungkin akan menghasilkan beberapa juara internasional. banyak organisasi sudah menetapkan kebutuhan usia minimum untuk kompetisi. memecahkan rekor dunia di dalam nomor 100 meter gaya bebas. Peningkatan Beban Latihan yang sewajarnya Pemahaman metoda penggunakan peningkatan beban latihan adalah penting bagi program pelatihan. pada usia 15 tahun. pada usia minimum dan usia pada level kompetisi senior. adalah seorang juara dunia di dalam cabang menyelam. pemenang medali emas di dalam cabang senam artistik. Di dalam tabel 1. Sebagai hasilnya. aku menyajikan berbagai usia minimum untuk kompetisi internasional. Walaupun terjadi kontroversi mengenai keputusan tersebut. Jika kita memusatkan pengembangan atlit dalam beberapa tahun.  Gordie Howe. Nadia Comaneci. masih bermain hoki di Liga nasional Hoki pada usia 52 tahun (dari tahun 1946-1971 dan 1979-1980).4. seperti kejuaraan dunia atau Pertandingan Olimpiade. Usia Atlet Pelatih sering menentukan usia biologis dan usia anatomis secara subyektif karena kesukaran di dalam melaksanakan penilaian yang akurat.

. dari satu jam ke dua jam. peningkatan pencapaian hampir tidak kelihatan jika mereka meningkatkan beban itu terlalu banyak. menurut kebutuhan individu mereka. Kamu dapat meningkatan program pengembangan latihan untuk atlit muda pada tahap berikutnya. tetapi mereka pada hakekatnya meningkatkan prestasi namun kemungkinan akan mengalami cedera. Durasi Sesi Latihan Lama pelatihan masing-masing sesi dapat meningkat dari awal sampai akhir. beberapa manfaat segera mungkin kelihatan. Ketika durasi meningkat kepada 1 jam 30 menit. adalah penting untuk semakin meningkatkan beban latihan. Jika mereka mempertahankan beban pada tingkatan yang sama dalam jangka panjang. Walaupun hasil jangka pendek akan sukar untuk mencapainya. tetapi tanpa sebuah peningkatan di dalam keseluruhan volume latihan. Pada tahap awal pengembangan sulit untuk memonitor beban latihan. Atlit yang berkembang secara berangsur-angsur akan mungkin lebih mampu untuk melakukan menyelenggarakan suatu periode jangka panjang. Mereka boleh meningkatkan hasil pengembangan dan pertumbuhan mereka. Atlit usia 10 sampai 15 tahun yang mengambil bagian pada suatu regu baseball yang praktek dua kali dalam seminggu dan main sebuah game setiap akhir pekan semua musim tidak mungkin mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang musim sebagai hasil latihan. Oleh karena itu penting untuk atlit muda untuk pelan-pelan meningkatkan beban latihan itu. atlit harus meningkatkan beban kerja di dalam pelatihan secara berangsur-angsur. Untuk meningkatkan pencapaian prestasi atlit muda tergantung pada metoda dan tingkat pembebanan tekanan latihan. sebab pencapaian latihan kekuatan. adalah penting untuk mempertahankan minat anakanak untuk menikmati variasi latihan. Bagaimanapun. atlit meningkatkan kapasitas mereka untuk mengatasi menghadapi latihan dan kompetisi. sehingga anak-anak dapat dengan mudah mengatasi kelelahannya. dan mempunyai interval istirahat lebih lama antara latihan ke latihan selanjutnya. dan daya tahan untuk beberapa atlit muda mungkin hasil dari perkembangan dan pertumbuhan normal. namun untuk tujuan potensi jangka panjang jauh lebih besar dan penting. seperti tabel 1. Dari tahap awal pengembangan tingkatan pencapaian yang tinggi. kecepatan.pelatihan mereka. sebagai contoh. akan jadi lebih sulit mengembangkan ketrampilan baseball dan kemampuan motorik spesifik.5. Selama adaptasi beban pelatihan tertentu.

mereka harus mempunyai lebih banyak sesi latihan dibanding permainan. Sering anak-anak dalam sepakbola. Oleh karena itu. akan mungkin melihat hasilnya. disini tidak ada tekanan dalam permainan untuk bermain sepanjang akhir pekan. karena atlit akan memperoleh ketrampilan yang pokok di usia yang ideal. mengalami sedikit latihan mingguan sebelum permainan dimulai. . Aku harus mengatakan lagi bahwa. Istirahat lebih panjang akan memberi anak-anak banyak energi untuk melaksanakan semua pekerjaan yang direncanakan untuk sesi latihan berikutnya. kamu harus secara teratur meningkatkan frekwensi latihan. Karena atlit muda untuk secara konstan menguasai ketrampilan olahraga dan pengembangan kemampuan motorik untuk kompetisi masa yang akan datang. Situasi yang ideal untuk praktek banyaknya bulan dalam setahun. Frekwensi Sesi Pelatihan Secara konstan dalam menghadapi tantangan atlit muda ke arah peningkatan pencapaian terbaik. Jumlah Latihan Sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan beban latihan. atau jumlah sesi pelatihan tiap minggu. pelatih harus secara hati-hati memonitor waktu istirahat antar mereka. orang tua memerlukan pelatih dan instruktur. Pelatih Atau orang tua dapat mengambil keuntungan dari persiapan yang panjang sebelum latihan atlit. seperti nomor lintasan dan nomor lapangan dan bidang renang. Ini benar untuk olahraga individu. Ini sangat penting sebab pengembangan ketrampilan sesi latihan dan bukan selama permainan dan kompetisi. Pendekatan seperti itu akan melunasi keterlambatan pencapaian karier atlet. ini akan mendorong kearah pengembangan kemampuan motorik dan ketrampilan yang lebih baik. atlit dapat juga memperbanyak latihan dan latihan yang mereka laksanakan tiap sesi pelatihan melebihi mingguan dan tahunan. baseball. mempunyai suatu perbandingan dua sampai empat sesi latihan untuk satu game.Catatan: Suatu sesi latihan yang dilakukan pada cuaca panas dan kondisi lembab perlu di persingkat durasinya sebab anak-anak lebih cepat lelah. Ditingkatkan jumlah pengulangan dari latihan teknik atau latihan untuk pengembangan phisik menuju peningkatan penampilan atlit. Latihan Mingguan Seorang Pelatih yang menambah sesi latihan mingguan dari persiapan sebelum kompetisi di mulai. dibandingkan olahraga beregu. terutama di dalam olahraga beregu. ketika banyaknya latihan dan peningkatan latihan.

bagaimanapun mereka terikat lebih banyak bulan untuk pelatihan olahraga spesifik jika mereka menginginkan hasil penampilan yang tinggi. 12. kemudian untuk dua kali seminggu selama 1 jam 30 menit. mereka mungkin menjalani pelatihan 10 bulan atau lebih dalam satu tahun. satu set menjadi 10. Jika kamu mempertimbangkan bagian atas ini. yaitu tiga kali selama 1 jam 30 menit. garasi. kamu sekarang dapat meningkatkan banyaknya latihan setiap sesi latihan. Latihan Bulanan Atlet muda hanya sedikit menggunakan waktu selama sebulan untuk latihan khusus dan dilakukan dimasa bulan kompetisi akan dapat menghasilkan atlit muda menjadi lebih berpengalaman. Ada dua metoda untuk dapat dipertimbangkan: 1. Ketika frekwensi sampai ambang batas untuk tahap pengembangan itu. 2. kamu dapat meningkatkan frekwensi sesi latihan setiap minggu dari dua kali selama 1 jam 30 menit. untuk dua kali seminggu selama 1 jam 15 menit. tiga kali selama 1 jam 30 menit. Meningkatkan banyaknya latihan sebelum mengambil istirahat ( yaitu. Untuk langkah pengembangan potensi atlit. akan mungkin berhenti meningkat. Aku juga menyarankan untuk kemajuan di dalam area ini. atau halaman belakang adalah tempat yang besar untuk pelatihan ketrampilan sederhana. orang tua perlu melakukannya. Pada mulanya. dari 1 set menjadi 8 kali.5 menit dan kemudiannya 2 menit). Meningkatkan waktu istirahat (yaitu dari 1 menit sampai 1. dan terutama kemampuan motorik. sebab atlit dengan beban tetap terutama pada usia muda. Langkah Yang memuat Sangat penting untuk semakin meningkatkan beban latihan. Ketika atlit muda membuat komitmen untuk mengkhususkan olahraga tertentu. Cara yang paling efektif untuk meningkatkan beban pelatihan adalah dengan memahami dan menggunakan metoda langkah-langkah . Untuk mengembangkan dasar kekuatan kamu tidak memerlukan fasilitas yang mesti canggih. kamu dapat meningkatkan frekwensi empat atau lima sesi pelatihan setiap minggu dan untuk beberapa jenis olahraga bahkan jumlahnya lebih tinggi. lapangan terbuka. atau bahkan 14 pase latihan). Landasan.Jika pelatih dan instruktur tidak bisa mengorganisir program pelatihan seperti itu. meningkatkan lama waktu latihan dari dua kali seminggu selama 1 jam.

meningkatkan beban untuk dua atau tiga minggu. beberapa atlit dapat mengalami cedera dan mereka akan kehilangan minat untuk berlatih dan secepatnya akan mengundurkan diri. seperti jarak. peningkatan beban dari minggu ke minggu. kemudian kemajuan mungkin hanyalah dua untuk langkah yang pertama dan tiga untuk langkah yang kedua. Mengenai sisanya interval.ini. masing-masing mewakili seminggu. Tabel 1. Jika kamu tidak menyertakan seminggu untuk regenerasi ke dalam rencana latihan ketika atlit sedang mengalami kelelahan. Jika kamu menggunakan ke tiga metoda langkah untuk anak-anak (digambar 1. Gambar 1. kemudian berkurang untuk satu minggu untuk memberikan regenerasi atau kesembuhan (recovery). Tolong catat bahwa pada tabel 1.6 banyaknya sesi pelatihan mencapai puncak 3 sampai 4. tingkat kelelahan akan tinggi. Kedua model mengacu pada latihan mingguan ketika atlit tidak berada dalam masa kompetisi.3). kurangi bebannya dalam 3 minggu untuk memberikan kesembuhan (recovery) sebelum lebih lanjut meningkatkan beban latihan. Kita berasumsi bahwa pada akhir langkah yang ketiga.6 menawarkan mengenai unsur-unsur pelatihan yang dapat kamu gunakan untuk meningkatkan beban latihan dari langkah ke langkah. alat baku periode yang normal . Untuk melanjutkan peningkatan latihan itu setelah minggu yang ketiga akan mengakibatkan kelelahan lebih besar. atau banyaknya latihan dan pengulangan.4 menunjukkan. Dari kedua-dua langkah-langkah itu. Aku menyarankan pilihan yang pertama untuk anak-anak muda. Dengan metoda ini. kita harapkan atlit anak belasan tahun dan atlit muda untuk mengatasi suatu program yang lebih menantang.3 dan 1. Sebagai contoh. Tabel 1. maka kurangi sedikit beban itu untuk memberikan kesembuhan (recovery). antarkan sampai beradaptasi ke tingkat beban yang lebih tinggi dan akhirnya mecapai beban superior. kamu harus meningkatkan yang lain. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. Seperti gambar 1. kecepatan.4 menggambarkan dua pilihan. Selama tiga minggu pertama pelatihan. beban yang meningkat merupakan tantangan bagi atlit muda untuk menyesuaikan jumlah pekerjaan yang lebih berat. dan aku merekomendasikan model yang kedua untuk atlit pada usia belasan tahun selanjutnya mereka dan atlit muda yang berolahraga cabang tertentu. atau untuk mengurangi masa seminggu regenerasi dari empat minggu yang beredar. di dalam pertunjukan yang sama. yang dapat mendorong kearah tingkatan kelelahan yang kritis atau sampai overtraining.3. yang semakin meningkatkan beban pelatihan. Ketika mereka merasa sangat kelelahan. Banyaknya jam pelatihan meningkat dengan cara yang sama.6 tidak menuntaskan semua unsur-unsur pelatihan.

teknik. pelatihan olahraga spesifik.4) dan langkah 2 (digambarkan 1. berkurang dalam pelatihan selama minggu ini. Seorang pelatih boleh mengorganisir hanya dua sesi pelatihan seminggu. atlit sangat kelelahan. terutama untuk olahraga beregu. Pasti ada pilihan lain untuk mengorganisir program mingguan itu. langkah-langkah metoda ini adalah yang paling sah sebelum awal season. Sampai akhir minggu. relax pikiran. taktik. Pada tahap sebelum season awal kamu dapat menggunakan 5 sampai 10 persen kenaikan dalam beban kerja. Regenerasi mingguan adalah metoda langkah yang rumit.7).yang digunakan instruktur. Seperti yang telah sebutkan. dan . Pondasi dasar pelatihan selama masa kanak-kanak sampai pengembangan multilateral. Karena kesehatan atlit muda.3). Variasi di dalam pelatihan. Pelatihan atlit muda harus dipandang sebagai suatu dalil jangka panjang di mana jika kenaikan beban dan keseluruhan phisik. Setelah langkah 3 (digambarkan 1. Ketika melatih atlit untuk kompetisi yang akan datang. dan untuk melanjutkan pelatihan di tingkatan yang sama adalah sebuah kekeliruan. dan mengisi keseluruhan energi. oleh karena itu. dan mental diterapkan secara berangsur-angsur sepanjang tahap pertumbuhan dan perkembangan. dan kamu akan mengorganisir suatu periode regenerasi untuk menghilangkan kelelahan selama mengikuti suatu permainan. pengaturan perbedaan individu antar atlit. Pada langkah yang paling tinggi. itu tidaklah sah sepanjang musim kompetisi. masing-masing dari intensitas yang mantap. terutama di dalam bagian kedua tahap awal season. banyak sekali pelatihan tiap minggu adalah sangat bagus. Ini akan menyebabkan kelelahan dari tubuh. Ketika minggu regenerasi berakhir langkah-langkah metoda itu dapat diterapkan lagi tetapi pada pelatihan yang sedikit lebih tinggi tuntutannya. Ketika atlit melakukan penyesuaian pada beban kerja ini. atlit akan merasakan beristirahat dan dalam suasana hati yang baik untuk lebih lanjut menaikan tingkat beban latihan. katakanlah Selasa dan Kamis. Sepanjang musim. sehingga mereka tidak akan mengalami kelelahan yang bisa merusak penampilan yang baik (tabel 1. menggunakan suatu periode istirahat yang sedikit lebih pendek sehingga tubuh atlit muda akan semakin ditantang. ketika atlit bermain pada akhir minggu. kenaikan beban dari tahap ke tahap dapat meningkat 10 sampai 20 persen. Atlit kebanyakan melaksanakan pelatihan sepanjang pertengahan minggu dan rencana pelatihan ringan untuk satu hari (atau maksimum untuk dua hari) sebelum permainan. akan memberi atlit muda suatu pondasi lebih baik untuk mencapai penampilan tinggi.

sistematis. Latihan yang dilakukan hanya insidentil. flexibility. Karakteristik Phisik dan emosional dari tiap tahap yang sebagian besar mendikte suatu potensi pelatihan atlit muda dan oleh karena itu harus diperhitungkan ketika merancang suatu program pelatihan. bahkan kurang setiap tahunnya. 2011 oleh ulya07 Mempersiapkan seorang atlit untuk menghadapi pertandingan hingga mencapai tingkat prestasi yang tinggi atau maksimal. Kemampuan atlit. d. atau hanya selama 6 bulan. (http://eriyantoni. f. baik fisik maupun mental b. e. Cabang olahraga yang akan disiapkan Standar atau tingkatan nasional atau internasional Keadaan daerah setempat: Tradisi. c. iklim. volume.sewajarnya merencanakan peningkatan beban itu dari tahap ke tahap juga mengakibatkan program pelatihan lebih efektif. intensitas Jadwal perlombaan dan uji coba Periodisasi latihan . formasi atlet.com) « PRINSIP PENGATURAN PROSES BELAJAR PENYUSUNAN PROGRAM LATIHAN Maret 12. g. dan lain-lain Faktor latihan: Prestasi. Bahkan mungkin dapat merusak perkembangan atlit di kemudian harinya. Bab 2 mendiskusikan bagaimana cara menerapkan konsep di dalam bab ini kepada ke tiga langkah-langkah dari inisiasi pengembangan atlet muda. Unsur.unsur yang Harus Diperhatikan Untuk menyusun program latihan yang teratur perlu diperhatikan unsur-unsur (Iwan Setiawan: 1991) sebagai berikut: a. teratur. dan spesialisasi. bertahap serta terus menerus sepanjang tahun tanpa selingan berhenti sedikitpun. dan lain-lain untuk dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Waktu pelaksanaan program latihan untuk mengembangkan tenaga/ kekuatan. diperlukan waktu yang cukup lama serta penyusunan program latihan yang seksama. kecepatan. h. tidak ada artinya sama sekali.blogspot. daya tahan. 1.

Siklus Mikro/ Latihan Mingguan Program latihan mingguan disusun setiap minggu dengan mempertimbangkan berbagai hal. b.Untuk membina atlit agar dapat ditingkatkan prestasi setinggi-tingginya. 30”. hari. Semakin cepat pertumbuhan dan perkembangan anak dan usia latihan yang semakin lama. 2. diperlukan jangka waktu yang cukup lama. Untuk menyusun latihan mingguan perlu diketahui periode dan fase latihan mingguan yang disusun. Bentuk beban latihan tunggal untuk menentukan intensitas beban latihan berdasarkan kemampuan maksimal atlit. Cara penentuan intensitas beban latihan anaerobik dengan gerakan-gerakan maksimal selama 10”. Periode dan fase perlu disesuaikan dengan grafik intensitas dan volume latihannya. Cara penentuan dosis beban latihan dengan Repetisi Maksimal. Oleh karena membutuhkan waktu yang lama. dan sesi latihan yang diberikan kepada siswa dapat ditingkatkan. yang terdiri dari: Program Jangka Panjang dan Program Tahunan. .5 kali denyut nadi normal c. Program latihan mingguan bermanfaat untuk menentukan jumlah hari latihan dan jumlah sesi latihan (frekuensi latihan). Dengan pengaturan beban latihan yang tepat dapat mengadaptasi dan mengalami kompensasi akibat latihan yang dilakukan. 15”. Beban latihan dikatakan maksimal apabila setelah selesai latihan denyut nadi atlet naik menjadi 3 – 3. 25”. 34” d. Usia kronologis dan usia pertumbuhan dan perkembangan anak. b. 1993) a. maka latihan-latihan tersebut dilaksanakan secara bertahap. Periode dan fase. Cara kenaikan denyut nadi. c. Pengaturan beban latihan Untuk memberikan beban secara proporsional kepada atlet perlu memper-hatikan pengaturan beban latihan. Penentuan Dosis Beban Latihan Pada dasarnya beban latihan itu bersifat individual (Suharno. Denyut Nadi Latihan (Training Zone) = 80 – 90% x DNM 3. Beberapa hal perlu dipertim-bangkan dalam menyusun program mingguan adalah sebagai berikut: a. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam proses berlatih adalah pertumbuhan fisik dan mental serta usia latihan (waktu yang diperlukan untuk berlatih). 20”. Denyut nadi maksimal (DNM) = 220 – umur.

Menurut Matveyev (1981) “One mesocycle consist of a minimum two microcycles” . Siklus Makro/ Latihan Bulanan Sebagai pedoman untuk memudahkan perencanaan. dan satu siklus mikro selama 1 minggu. Namun ini tidak mutlak. Bisa saja pelatih agak menyimpang dari pedoman. sesuai dengan kondisi atau waktu latihan yang tersedia. while microcycles are 7-10 days (weekly) in length” Ada beberapa pelatih yang memakai 1 siklus latihan lagi dalam programnya. anggaplah satu siklus makro berlangsung selama 1 bulan.4. yaitu siklus meso (mesocycle) yang menjembatani siklus makro dan mikro. Hal ini merujuk pendapat Pyke dan Rushall (1992) mengatakan “Macrocycles are periods of 3-5 weeks (monthly).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful