P. 1
Distosia Karena Kelainan Panggul

Distosia Karena Kelainan Panggul

|Views: 139|Likes:
Published by qeew

More info:

Published by: qeew on Feb 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2015

pdf

text

original

Distosia Karena Kelainan Panggul

 Jenis kelainan panggul Menurut Cadwell dan Moloy berdasarkan penyelidikan roentgenologik dan anatomik, panggul-panggul menurut morfologinya dibagi menjadi 4 jenis pokok. Jenis-jenis ini dengan ciriciri pentingnya: 1. Panggul ginekoid : Pintu atas panggul yang bundar, atau dengan diameter transfersa yang lebih panjang sedikit daripada diameter anteoposterior dan dengan panggul tengah serta pintu bawah panggul yang cukup luas. 2. Panggul antropoid : Dengan diamneter anteroposterior yang lebih panjang dari pada diameter transversa, dan dengan arkus pubis menyempit sedikit. 3. Panggul android : Pintu atas panggul yang berbentuk sebagai segitiga berhubungan dengan penyempitan ke depan, dengan spina isiadika menonjol ke dalam den dengan arkus pubuis menyempit. 4. Panggul platipelloid : Diameter anteroposterior yang jelas lebih pendek dari pada diameter transversa pada pintu atas panggul dan dengan arkus pubis yang luas. Oleh Cadwell dan Moloy dijelaskan pula bahwa jenis-jenis pokok seperti gambaran diatas tidak seberapa sering terdapat. Yang lebih sering ditemukan adalah panggul-panggul dengan ciriciri jenis yang satu di bagian belakang dan ciri-ciri jenis yang lain di bagian depan. Berhubungan dengan pengaruh faktor-faktor ras dan sosial ekonomi, frekuensi dan ukuranukuran jenis-jenis panggul berbeda-beda di antara berbagai bangsa. Dengan demikian standar ukuran panggul normal pada seorang wanitaEropa berlainan dengan standar panggul wanita normal AsiaTenggara. Pada panggul dengan ukuran normal, apapun jenis pokoknya, kelahiran pervaginam janin dengan berat badan yang normal tidak akan mengalami kesukaran. Akan tetapi karena pengaruh gizi, lingkungan atau hal-hal lain ukuran-ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil darp pada standar normal, sehingga bisa terjadi kesulitan dalam persalian pervaginam. Terutama kelainan pada panggul android dapat menimbulkan distosia yang sukar diatasi. Disamping panggulpanggul karena ukuran-ukuran pada jenis pokok tersebut diatas kurang normal, terdapat pula panggul-panggul sempit yang lain, yang umumnya juga disertai perubahan dalam bentuknya. Menurut klasifikasinya yang dianjurkan oleh Munro kerr yang diubah sedikit, panggulpanggul yang terakhir ini dapat digolongkan sebagai berikut.     Perubahan bentuk karena kelainan pertumbuhan intrauterin : Panggul naegele, panggul robert, split pelvis, panggul asimilasi. Perubahan bentuk karena penyakit dan tulang-tulang panggul atau sendi panggul : Rakitis, osteomalasia, neoplasma, fraktur, atrofi, karies, nekrosis, penyakit pada sendi sakroiliaka, sendi sakrokoksigea. Perubahan bentuk karena peruabahan tulang belakang: Kifosis, skoliosis, spondilolistesis. Peruabahan bentuk karena penyakit kaki: Koksitis, luksasio, koksa, atrofi atau kelumpuhan satu kaki. Panggul naegele hanya mempunyai sebuah sayap pada sakrum, sehingga panggul tumbuh sebagai panggul miring. Pada panggul robertkedua sayap sakrum tidak ada, sehingga panggul

. ankilosis pada artikulasio koksa disebelah kanan atau kiri dan lain-lain pada pemeriksaan fisik umum memberikan isyarat-isyarat tertentu. Pada skoliosis tulang belakang bagian bbawah. Sebagai mana adanya tuberkolosis pada kolumna vertebtra atau pada panggul. Jika anak mulai duduk. Dewasa ini panggul rakitis dengan kesempitan yang ekstrim tidak ditemukan lagi. Anamnesis tentang persalinan-persalinan terdahulu dapat memberi petunjuk tentang keadaan panggul. maka kecil kemungkinan bahwa wanita yang bersangkutan menderita kesempitan panggul yang brarti.  Diagnosis panggul sempit dan distroporsi sefalopelfik Pemeriksaan umum kadang-kadang sudah membawa pikiran kearah kemungkinan kesempitan panggul. Pada kifosis tulang belakang bagian bawah. suatu penyakit karena gangguan gizi yang hebat dan karena kekurangan sinar matahari. sedang sakrum bagian bawah memutar kedepan. yang menyebabkan perubahan dalam bentuk-bentuk tulang termasuk panggul sehingga rongganya mejadi sempit. tekanan badan dengan panggul dengan tulang-tulang dan sendisendi yang lembek karena rakitis dapat menyebabkan sakrum dengan promotoriumnya bergerak ke depan dan dengan bagian bawahnya kebelakang. ditinjau dari satu atau beberapa segi bidang panggul. Demikian pula osteomalasia. luksasio koksakonginetalis dan poliomielitis dalam anamesis memberi petunjuk penting. Apabila persalinan tersebut berjalan lancar dengan dilahirkannya janin dengam berat badan yang normal. Dahulu panggul rahitis banyak terdapat pada orangorang miskin di dunia barat karena mereka pada masa kanak-kanak menderita rakhitis sebagai akibat kekurangan vitamin D serta kalsium dalam makanan dan kurang mendapatkan sinar matahari. Dalam hubungan ini beberapa hal perlu mendapat perhatian. Akibatnya panggul bertumbuh miring( pada pospoliomyelitis masa kanak-kanak). Tumor tulang panggul yang dapat menimbulkan kesempatan jalan lahir jarang sekali terdapat. Demikian pulan halnya dengan fraktur tulang panggul yang disebabkan timbulnya kallus. kini jarang ditemukan. bentuk panggul dipengaruhi oleh perubahan pada tulang-tulang diatas dan panggul menjadi miriing. sehingga berat badan harus dipikul oleh kaki yang sehat. Akan tetapi apap yang dikemukakan diatas tidak dapat diartikan bahwa seorang wanita dengan bentuk badan normal tidak dapat memiliki panggul dengan ukuranukuran yang kurang dari normal. Panggul asimilasi tinggi dapat menimbulkan kesukaran dalam turunnya kepala janin ke rongga panggul. Dengan demikian terdapat panggul corong( tunnel pelvis). Akan tetapi panggul picak yang ringan karena ganguan gizi masih terdapat. kemungkinan panggul kecil perlu diperhatikan pula. Dengan pintu atas panggul yang luas dan dengan bidang-bidang lain menyempit. Pada wanita yang lebih pendek daripada ukuran normal bagi bangsanya. demikian pula ditemukannya kifosis. Pada split pelvis penyatuan tulang-tulang panggul pada simfisis tidk terjadi sehingga panggul terbuka kedepan.sempit dalam ukuran melintang. Pada panggul asimilasi sakrum terdiri dari 6 os vertebra (asimilasi tinggi) atau os 4 vertebra (asimilasi rendah). Kelainan atau penyakit pada satu kaki yang diderita sejak lahir atau dalam masa kanak-kanak menyebabkan kaki tersebut tidak dapat digunakan dengan sempurna. atau karena kurang sempurna sembuhnya yang dapat mengubah bentuk panggul. sakrum bagaian atas ditekan kebelakang. dalam proses ini sakrum mendatar. Ciri pokok panggul rakitis adalah mengecilnya diameter anteroposterior pada pintu atas panggul.

menentukan apakah bagian ini menonjol di atas simfisis atau tidak. Keadaan panggul merupakan faktor penting dalam kelangsungan persalinan. Untuk hal ini pemeriksaan dengan tangan yang satu menekan kepala janin dari atas ke atas rongga panggul. . Akan tetapi pemeriksaan ini pada masa kehamilan mengandung bahaya. Masih ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan apakah persaliann pervaginam berlangsung dengan baik atau tidak. lebih penting lagi ialah panggul sempit secara fungsionil artinya perbandingan antara kepala dan panggul. Kesempitan pintu atas panggul : Pintu atas panggul dianggap sempit kalau conjugata vera kurang dari 10 cm. Cara ini tidak bahaya dibandingkan dengan pemeriksaan roengenologik. Pengukuran diameter biparietalis dengan cara ultrasonik yang sudah mulai banyak dilakukan memberikan hasil yang cukup memuaskan. Yang penting dalam Obstetri bukan panggul sempit secara anatomis. Dengan pelvimetri roengenologik diperoleh gambaran yang jelas tentang bentuk panggul dan ditemukan angka-angka mengenai ukuran-ukuran dalam ketiga bidang panggul. atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm. maka sudah jelas bahwa conjugata vera yang kurang 10 cm dapat menimbulkan kesulitan. akan tetapi faktor-faktor ini baru dapat diketahui pada waktu persalinan. Cara pelaksananan pelvimetri sudah dibahas dengan lengkap pada fisiologi kehamilan. tangan yang satu memegang kepala janin dan menekannya ke arah rongga panggul. sedang 2 jari tangan yang lain dimasukkan ke dalam rongga vagian untuk menentukan sampai berapa jauh kepala kepala mengikuti menekan tersebut. sedang tangan lain yang diletakkan pada kepala. dan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai pintu bawah panggul. Kaan tetapi sefalometri roengenologik lebih sukar pelaksanaannya dan mengandung bahaya sperti pemeriksaan-pemeriksaan roengenologik lainnya. Pemeriksaan yang lebih sempurna adalah metode muller munro kerr.Pengukuran panggul (pelvimetri) merupakan cara pemeriksaan yang penting untuk mendpaat keterangan lebih banyak tentang keadaan panggul. Conjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang berukuran kurang lebih 9. Besarnya kepala janin. semetara itu ibu jari tangan yang masuk dalam vagina memeriksa dari luar hubungan atara kepala dan simfisis. khususnya bagi janin. kecuali untuk pengukuran pintu bawah panggul. seperti kekuatan his dan terjadinya moulage kepala janin.5 cm dan kadang-kadang mencapai 10 cm.  Distosia karena panggul sempit. Besarnya kepala janin dalam perbandingan dengan luasnya panggul ibu menentukan pakah ada disporposisi sefalopelvik atau tidak. Pelvimetri luar tidak banyak artinya. Pelvimetri dalam dengan tangan mempunyai arti yang penting untuk menilai secara aga kasar pintu atas panggul serta panggul tengah. Oleh sebab itu. baik dalam masa antenantal maupun dalam persalinan. tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk menjalankan pelvimetri roengenologik secara rutin pada masa kehamilan melainkan harus didasarkan atas indikasi yang nyata. disini hanya dikemukakan beberapa hal pokok saja. Pada hamil tua dengan janin dalam presentasi kepala dapat dinilai agak kasar adanya disporporsi sefalopelvik dan kemungkinan mengatasinya. khusunya diameter biparietalisnya dapat diukur dengan menggunakan sinar roentgen. Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : 1. tetapi yang tidak kurang penting adalah hubungan antara ke[pala janin dengan panggul ibu. dan dalam beberapa hal yang khusus sepertio panggul miring.

ukuran melintang biasa. a. Pengaruh pada kehamilan Dapat menimbulkan retrofleksi uteri gravidi incarcerata. - Kelainan panggul disebabkan kelainan anggota bawah : Coxitis.kesukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter anteroposterior maupun diameter transversa sempit. luxatio. pintu bawah panggul sempit. Kelainan karena gangguan pertumbuhan : Panggul sempit keseluruhan : semua ukuran panggul kecil b. Disamping itu mungkin pula ada exostose atau fraktur dari tulang panggul yang menjadi sebab kelainan panggul. Scoliose di daerah tulang punggung menyebabkan panggul sempit miring. maka terutama pada primigravida fundus lebih tinggi dari pada biasa dan menimbulkan sesak nafas atau gangguan perdarahan darah. Panggul osteomalaci : panggul sempit melintang. Panggul rachitis : panggul picak. Panggul sempit picak : semua ukuran kecil. Kadang-kadang fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung. b. c. b. Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi sebagai berikut : a. tapi terlebih ukuran muka belakang. Perut yang menggantung pada seorang primigravida merupakan tanda panggul sempit. Kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya. Karena kepala tidak dapat turun. Panggul belah : simphisis terbuka. panggul sempit. . c. e. Panggul corong : pintu atas panggul biasa. Radang articulatio sacroiliaca : panggul sempit miring. Panggul picak : ukuran muka belakang sempit. Kiphose di daerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong. d. seluruh panggul sempit picak dan lain-=lain. menyebabkan panggul sempit miring. a.  Pengaruh panggul sempit pada kehamilan dan persalinan : Panggul sempit mempunyai pengaruh yang besar pada kehamilan maupun persalinan. atrofia merupakan salah satu anggota. yaitu sebagai berikut : a. Kelainan panggul disebabkan kelainan tulang-belakang.

Infeksi ini tidak saja membahayakan ibu tapi juga dapat menyebabkan kematian anak di dalam rahim. Biasanya anak seorang ibu dengan panggul sempit lebih kecil dari pada ukuran bayi pukul rata. Kadang-kadang karena infeksi dapat terjadi timpani uteri atau physometra. Ruptur simfisis (simpisiolisis) dapat terjadi : malahan kadang-kadang ruptur dari articukulatio sacroiliaca. Asynklitismus sering juga terjadi. Terjadinya fistel : tekanan yang lama pada jaringan dapat menimbulkan ischaemia yang menyebabkan nekrose. - Pada panggul sempit sering terjadi kelainan presentasi atau posisi misalnya :  Pada panggul picak sering terjadi letak defleksi supaya diameter bitemporalis yang lebih kecil dari diameter biparietalis dapat melalui conjugata vera yang sempit itu. Sebaliknya jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh panggul sempit dapat terjadi infeksi intrapartum. Kelainan pembukaan disebabkan karena ketuban pecah sebelum waktunya.- Kepala tidak turun ke dalam rongga panggul pada bulan terakhir. letak sungsang dan letak lintang. Nekrose ini menimbulkan fistula vesicovaginalis lebih sering terjadi karena kandung kencing tertekan antara kepala anak dan simfisis sedangkan rectum jarang tertekan dengan hebat karena adanya rongga sacrum. selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan pada serviks karena tertahan pintu atas panggul. Pengaruh pada persalinan Persalinan lebih lama dari biasa  Karena gangguan pembukaan  Karena banyak waktu dipergunakan untuk moulage kepala anak. Dapat terjadi ruptur uteri kalau his menjadi terlalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yang ditimbulkan oleh panggul yang sempit. karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul. Kalau terjadi simpisiolisis maka pasien mengeluh tentang nyeri di daerah simpisis dan tidak dapat mengangkat tungkainya.  Pada panggul sempit melintang sutura sagittalis dalam jurusan muka belakang (positio occipitalis directa) pada pintu atas panggul. - - . Dapat meimbulkan letak muka. yang dapat diterangkan dengan “knopfloch mechanismus” (mechanisme lobang kancing).  Pada panggul sempit seluruh kepala anak mengadakan hiperfleksi supaya ukuran-ukuran kepala yang melalui jalan lahir sekecil-kesilnya. b.

Presentasi dan posisi kepala. His Diantara faktor-faktor tersebut di atas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul : karena itu ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan. scoliose. yang paling sering terjadi ialah kelumpuhan N. b) Pada primipara ada perut menggantung. c) Pada multipara persalinan yang dulu-dulu sulit. Moulage yang kuat dapat menimbulkan perdarahan otak. Selain dari itu mungkin pada tengkorak terdapat tanda-tanda tekanan.  Prognosa : Prognosa persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai faktor antaranya: Bentuk panggul Ukuran panggul. Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala. .peroneus. terutama pada bagian yang melalui promontorium (os parietale) malahan dapat terjadi fractur impressi. e) Kelainan bentuk badan (cebol. jadi derajat kesempitan.  Persangkaan panggul sempit : Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau : a) Pada primipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36. terutama kalau diameter biparietal berkurang lebih dari ½ cm. Prolapsus foeniculi dapat menimbulkan kematian anak. pincang dan lain-lain) f) Osborn positif. d) Kelainan letak pada hamil tua.- Parese kaki dapat menjelma karena tekanan dari kepala pada urat-utar saraf di dalam rongga panggul. Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul.  Pengaruh pada anak : Partus yang lama misalnya yang lebih lama dari 20 jam atau kala II yang lebih dari 3 jam sangat menambah kematian perinatal apalagi kalau ketuban pecah sebelum waktunya.

kepala dalam 2 jam tidak mau masuk kedalam rongga panggul walaupun his cukup baik Forsep yang gagal . presentasi dan posisi anak.  Persalinan Percobaan : Yang disebut persalinan percobaan adalah percobaan untuk persalinan pervaginam pada wanita-wanita dengan panggul yang relatif sempit. Besarnya. Secara kesimpulan maka kalau : CV < 8.Menurut pengalaman tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir dengan selamat pervaginam kalau CV kurang dari 8. letak muka atau kelainan letak lainnya.5 cm – 10 cm kesempitan ringan prognosa baik Karena itu maka kalau CV < 8.5 cm – 10 cm (sering disebut panggul sempit relatif) maka pada panggul sedemikian dilakukan persalinan percobaan.5 cm dilakukan SC primer (panggul demikian disebut panggul sempit absolut ). Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forsep atau vakum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik.5 cm – 10 cm hasil persalinan tergantung pada banyak faktor : Riwayat persalinan yang lampau. Kita hentikan persalinan percobaan kalau :      Pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuannya Keadaan ibu atau anak menjadi kurang baik Kalau ada lingkaran retraksi yang patologis Setelah pembukaan lengkap dan pecahnya ketuban.5 kesempitan berat prognosa buruk CV 8. Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapat keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung pervaginam atau setelah anak lahir pervaginam. Karena banyak faktor mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8. Sebaliknya pada CV antara 8. letak dahi. Persalinan percobaan hanya dilakukan pada letak sungsang.5 cm atau lebih persalinan per vaginam dapat diharapkan berlangsung dengan selamat. Sebaliknya kalau CV 8. Pecahnya ketuban sebelum waktunya memburukkan prognosa His Lancarnya pembukaan Infeksi intrapartum Bentuk panggul dan derajat kesempitan.5 cm.

karena ekstraksi dengan forcep kurang memuaskan berhubung forcp memperkecil ruangan jalan lahir.5 cm). Jika diameter antara spina 9 cm atau kurang kadang-kadang diperlukan sc Terapi : Jika persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka baiknya dipergunakan ekstraktor vakum.Test of labor : sebetulnya merupakan fase terakhir dari trial of labor. Kesempitan bidang tengah panggul Bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah simpisis dan spina ossis ischi dan memotong sakrum kira-kira pada pertemuan ruas sakral ke empat dan kelima. Ukuran-ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis. - . . Diameter antara spina kurang 9cm. harus diukur secara rontgenelogis. Ukuran yang terpenting dari bidang ini ialah : 1 2 3 Diameter transversa( diameter antar spina) 10 ½ cm Diameter anteroposterior dari pinggir bawah 11 ½ cm simpisis kepertemuan ruas sakral 4 dan 5 Diameter sagitalis posterior dari pertengahan 5cm garis antar spina kepertemuan sakral 4 dan 5 Dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit jika : a. 3. Prognosa : Kesempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi.Trial of labor : serupa dengan persalinan percobaan yang di terangkan diatas. Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13. b. b) Kematiaan anak terlalu tinggi dengan percobaan tersebut. Kesempitan pintu bawah panggul. tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang di tengah panggul jika : Spina ishiadika sangat menonjol Dinding samping panggul konvergen Jika diameter antara tuber ischi 8 ½ cm atau kurang.Dalam keadaan-keadaan tersebut diatas dilakukan SC.5 atau kurang (10. Kalau dalam 2 jam setelah pembukaan lengkap kepala turun sampai H-III (station 0) maka test of labor dikatakan berhasil. 2. Dalam istilah inggris ada dua macam persalinan percobaan: .5 cm + 5 cm = 15. Pintu bawah panggul terdiri atas dua segitiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan. karena test of labor mulai pada pembukaan lengkap dan berakhir dua jam sesudahnya. Sekarang test of labor jarang dipergunakan lagi karena: a) Seringkali pembukaan tidak menjadi lengkap pada persalinan dengan panggul sempit. Kalau SC dilakukan atas indikasi tersebut dalam golongan dua maka pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya untuk melakukan persalinan percobaan lagi.

 Kesempitan pada pintu atas panggul : Pintu atas panggul dianggap sempit apabila konjugata vera kurang dari 10cm atau diameter transversa kurang dari 12cm. maka segitiga belakang tidak mempunyai batas tulang sebelah samping. anak lahir spontan B. tetapi diameter sagitalis posterior cukup sehingga anak dapat lahir. Hubungan antara kepala dengan pintu bawah panggul A. Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan SC biasanya dapat diselesaikan dengan forceps dan dengan episiotomy yang cukup luas. Kombinasi kesempitan pintu atas panggul.  Mekanisme persalinan Diatas sudah diterapkan bahwa kesempitan panggul bukan faktor satu-satunya yang menentukan apakah persalinan pervaginam akan berlangsung dengan aman atau tidak untuk ibu. Kalau pintu bawah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit. bidang tengah dan pintu bawah panggul. Kesempitan panggul dapat ditemukan pada satu bidang atau lebih.Ukuran-ukuran yang penting ialah : a) Diameter transversa (diameter antar tuberum) 11 cm b) Diameter antero posterior dari pinggir bawah symphyse ke ujung os sacrum 11 ½ cm c) Diameter sagitalis posterior dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung os sacrum 7 ½ cm Pintu bawah panggul dikatakan sempit kalau jarak antara tubera ossis ischii 8 atau kurang. Pintu bawah panggul sempit. tapi agak kebelakang C. Kalau jarak ini berkurang dengan sendirinya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul Kalau segitiga depan dibatasi oleh arcus pubis. Apabila pada panggul sempit pintu atas panggul tidak tertutup dengan . Kesempitan pada panggul tengah umumnya juga disertai kesempitan pintu bawah panggul. Walaupun demikian penegtahuan tentang ukuran dan bentuk panggul sangat membantu dalam penilaian jalannya persalinan pada wanita bersangkutan. sehingga anak tak dapat lahir 4. Hal ini dapat mengakibatkan inersia uteri serta lambannya pendataran dan pembukaan serviks.5 cm = 18. Lahirnya kepala pada segitiga yang belakang biasanya menimbulkan robekan perineum yang besar. Pintu bawah pangul normal. maka dalam hal ini serviks uteri kurang mengalami tekanan kepala. Kesempitan pada konjugata vera(panggul picak) umumnya lebih menguntungkan darpada kesempitan pada semua ukuran (Panggul sempit seluruhnya). Maka menurut thoms dystosia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior < 15 cm (normal 11 cm + 7.5 cm). Oleh karena pada panggul sempit kemungkinan lebih besar bahwa kepala tertahan oleh pintu atas panggul. Karena itu jelaslah bahwa kalau jarak antar tuberum sempit kepala akan dipaksa keluar sebelah belakang dan mungkin tidaknya persalinan tergantung pada besarnya segitiga belakang. Pintu bawah panggul sempit. juga diameter sagitalis posteriornya. Kesempitan pintu bawah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi.

Sumber gambar : Buku Sarwono “Ilmu Kebidanan”  Kesempitan pintu bawah panggul : Pintu bawah panggul tidak merupakan bidang yang datar. dan infeksi intrapartum . timbul kemacetan pada kelahiran janin ukuran biasa.sempurna oleh kepala janin. maka sudut arkus pubis mengecil pula (kurang dari pada 80%). dapat diharapkan bahwa panggul tengah tidak akan menyebabkan rintangan bagi lewatnya kepala janin. walawpun dengan perlukaan luas pada perineum. timbul bahaya bagi ibu dan janin. Sumber gambar : Buku Sarwono “Ilmu Kebidanan”  Prognosis Apabila persalinan dengan disproporsi sefalopelvik dibiarkan berlangsung sendiri apabilamana perlu-pengambilan tindkan yang tepat. foramen iskiadikum mayor cukup luas. Pada panggul tengah yang sempit. dapat menimbulkan dehidrasi serta asidosis. kepala memasuki rongga panggul dengan hiperfleksi. sedang pada asinklitismus anterior os parietale anterior data bergerak lebih leluasa ke belakang. Dengan distansia tuberum bersama dengan diameter sagittalis posterior kurang dari 15 cm. ialah distansia interpinarum. dalam hal ini asinklitismus anterior lebih menguntungkan dari pada asinklitismus posterior oleh karena pada mekanisme yang terakhir gerakan os parietale posterior yang terletak paling bawah tertahan oleh simfisis. Agar supaya dalam hal in kepala janin dapat lahir.  Bahaya pada ibu : a. Pada panggul picak turunya belakang kepala bisa tertahan dengan akibat terjadinya defleksi kepala. (transverse arrest). perlu kita waspada terhadap kemungkinan kesukaran pada persalinan. diperlukan ruangan yang lebih besar pada bagian belakang pintu bawah panggul.5 cm. Partus lama yang sering kali disertai pecahnya ketuban pada pembukaan kecil. Apabila ukuran yang terakhir ini lebih kecil dari pada biasa. Ukuran terpentng. sedang pada panggul sempit seluruhnya ditemukan rintangan pada semua ukuran.  Kesempitan panggul tengah : Dengan sacrum melengkung sempurna. dan spina iskiadika tidak menonjol kedalam. yakni distansia tuberum. dinding-dinding panggul tidak berkonvergensi. lebih serin ditemukan posisi oksipitalis posterior persisten atau presentasi kepala dalam posisi lintang tetap. Selanjutnya moulage keoala jann dapat dipengaruhi oleh jenis asinklistismus. Apabila ukuran inu kurang dari 9. Dengan diameter sagitalis posterior yang cukup panjang persalinan pervaginam dapat dilaksanakan. ketuban bisa pecah pada pembukaan kecil dan ada bahaya pula terjadinya prolapsus funikuli. yang hanya dapat ditetapkan secara pasti dengan pelvimetri roentgenologik. tetapi terdiri atas segi tiga depan dan segi tiga belakang yang mempunyai dasar yang sama. apalagi bila diameter sagittalis posterior pendek pula.

c. malahan dapat pula menimbulkan fraktur pada os paretalis. Keadaan ini terkenal dengan nama rupture uteri mengancam. jalan lahir pada suatu tempat mengalami tekanan yang lama antara kepala janin dan tulang panggul. dapat timbul regangan segmen bawah uterus dan pembentukan lingkaran retraksi patologik (bandl). Hal itu menimbulkan gangguan sirkulasi dengan akibat terjadinya iskemia dan kemudian nekrosis pada tempat tersebut. Induksi partus premarturus umumnya juga tidak dilakukan lagi. akan timbul rupture uteri.  Bahaya pada janin : a. terjadi sobekan pada tentorium serebelli dan perdarahan intracranial. atau fistula rektovaginalis. Beberapa hari post partum akan terjadi fistula vesikoservikalis. sedang kemajuan janin dalam jalan lahir tertahan. kini diganti oleh seksio sesarea yang jauh lebih aman. sedangkan kraniotomia hanya dikerjakan pada janin mati. atau fistula vesikovagnalis. mengandung bahaya yang sangat besar bagi janin dan memerlukan kelairannya dengan segera apabila ia masih hidup c. .  Penanganan Dewasa ini 2 tindakan dalam penanganan disproporsi sefalopevik yang dahulu banyak dilakukan tidak diselenggarakan lagi. apabila terjadi. Partus lama dapat dapat meningkatkan kematian perinatal. Selanjutnya tekanan oleh promontorium atau kadang-kadang oleh simfisis pada panggul picak menyebabkan perlukaan pada jaringan diatas tulang kepala janin. Tindakan ini yang sangat berbahaya bagi janin dan ibu. yakni seksio sesarea dan partus percobaan. Apakah janin walaupun belum cukup bulan. Dengan persalinan tidak maju karena disproporsi sefalopelvik. Cunam tinggi dengan menggunakan axis-traction forceps dahulu dilakukan untuk membawa kepala kepala janin yang dengan ukuran besarnya belum melewati pintu atas panggul-kedalam rogga panggul dan terus keluar.b. apalagi jika di tambah dengan infeksi intrapartum b. akan tetapi apabila batas-batas tersebut dilampaui. Dengan his yang kuat. Dengan adanya disproporsi sefalopelvik kepala janin dapat melewati rintangan mengadakan moulage. Di samping itu kadang-kadang ada indikasi untuk melakukan simfisiotomia dan kraniotomia. Apakah kepala janin dapat dengan aman melewati kesempitan pada panggul bersangkutan Dewasa ini 2 cara merupakan tindakan utama untuk menangani persalinan pada disproporsi sefalopelvik. sudah cukup tua dan besar untuk hidup dengan selamat diluar tubuh ibu. Moulage dapat dialami oleh kepala janin tanpa akibat yang jelek sampai batas-batas tertentu. Prolapsus funikul. dan b. d. akan tetapi simfisiotomia jarang sekali dilakukan di ndonesia. Keberatan tindakan ini ialah kesulitan untuk menetapkan : a. apalagi tidak segera diambil tindakan untuk mengurangi regangan.

Pada persalinan yang agak lama perlu dijaga adanya bahaya dehidrasi dan asidosis pada ibu. Di atas sudah dibahas indikasi-indikasi untuk seksio sesarea elektif. Perlu disadari pula bahwa kesempitan panggul dalam satu bidang.  Persalinan percobaan : Setelah pada panggul sempit berdasarkan pemeriksaan yang teliti pada hamil tua diadakan penilaian tentang bentuk serta ukuran-ukuran panggul dalam semua bidang dan hubungan antara kepala janin dan panggul. untuk mengetahui keadaan serviks. serta tidak banyak menderita. termasuk moulage kepala janin. Seksio sesarea : Seksio sesarea dapat dilakukan secara elektif atau primer. atau karena timbul indkasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin. Dengan demikian persalinan ini merupakan suatu test terhadap kekuatan his dan daya akomodasi . keadaan – keadaan ini dengan sendirinya merupakan kontra indikasi untuk persalinan percobaan. Selain ini beberapa hal perlu pula mendapat perhatian. untuk mengetahui apakah ketuban sudah pecah dan untuk mengetahui ada tidaknya prolapsus funikuli atau prolapsus lengan . seperti pada panggul picak.benar perlu. kedua faktor ini tidak dapat diketahui sebelum persalinan berlangsung selama beberapa waktu. Seksio sesarea sekunder dilakukan karena persalinanpercobaan dianggap gagal. Dalam hubungan ini his yang kuat. Perlu disadari bahwa kesempitan panggul tidak jarang mengakibatkan kelainan his dan gangguan pembukaan serviks. Kemajuan turunnya kepala dapat ditentukan dengan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. dan perlu diusahakan supaya ia dapat beristirahat cukup. sedang syarat-syarat untuk persalinan pervaginam tidak atau belum dipenuhi. Pemeriksaan dalam penting untuk menilai turunnya kepala. kemajuan dalam turunnya kepala dalam rongga panggul dan kemajuan dalam mendatar serta membukanya serviks merupakan hal-hal yang menguntungkan. dan berhubung dengan kemungkinan adanya disfungsi plasenta janin mungkin kurang mampu mengatasi kesukaran yang dapat timbul pada persalinan percobaan. pemeriksaan ini hendaknya hanya dilakukan jika benar. lebih menguntungkan daripada kesempitan dalam beberapa bidang. Keadaan denyut jantung janin harus pula diawasi terus menerus. penyakit jantung dan lain-lani. dan setelah dicapai kesimpulan bahwa ada harapan bahwa persalinan dapat berlangsung pervaginam dengan selamat. seperti primigravida tua. Alasan bagi ketentuan yang terakhir ini ialah kepala janin bertambah besar serta lebih sukar mengadakan moulage. Seksio sesarea elektif direncanakan lebih dahulu dan dilakukan pada kehamilan cukup bulan karena kesempitan panggul yang cukup berat atau karena terdapat disproporsi sefalopelvik yang nyata. Selain itu seksio tersebut diselenggarakan pada kesempitan ringan apabla ada factor-faktor lain yang merupakn komplikasi. Mengenai penanganan khusus pada persalinan percobaan perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. dapat diambil keputusan untuk menyelenggarakan persalinan percobaan. yakni sesudah persalinan berlangsung selama beberapa waktu. secara sekunder. Kualitas dan turunnya kepala janin dalam rongga panggul harus terus diawasi. Hendaknya kepadanya jangan diberikan makanan secara biasa melainkan dengan jalan infus inntravena oleh karena ada kemungkinan persalinan harus diakhiri dengan seksio sesarea. yakni sebelum persalinan mulai atau pada awal persalinan. kehamilan pada wanita yang mengalami masa infertilitas yang lama. Akan tetapi mengingat bahayanya . Perlu diadakan pengawasan yang seksama terhadap keadaan ibu dan janin. Pemilihan kasus-kasus untuk persalinan percobaan harus dilakukan dengan cermat. Janin harus berada dalam presentasi kepala dan tuanya kehamilan tidak lebih dari 42 minggu. Mengingat bahaya infeksi pada pemeriksaan dalam dan dengan . Pemeriksaan roentgenologik memberi gambaran yang jelas mengenai hal ini dan mengenai tingkat moulage kepala janin. kelainan letak janin yang tidak dapat diperbaiki.

ruptura uteri yang membakat dan lain-lain)? Apabila ada salah satu gangguan di atas. baik spontan atau dengan buatan. Bagaimana kemajuan pembukaan serviks? Adakah gangguan pembukaan : misalnya: o Pemanjangan fase laten. Berhubung banyaknya fakor yang harus ikut diperhitungkan dalam mengambil keputusa tersebut. Tindakan ini tidak banyak lagi dilakukan oleh karena terdesak oleh seksio sesarea. perlu ditentukan ada tidaknya prolapsus funikuli. kepala janin pada umumnya tidak dapat masuk ke dalam rongga panggul dengan sempurna. Apabila his cukup sempurna maka sebagai indikator berhasil atau tidaknya partus percobaan tersebut adalah hal-hal yang mencakup keadaan-keadaan sebagai berikut : 1.  Kraniotomi . pada disproporsi sefalopelvik ketuban tidak jarang pecah pada permulaan persalinan. Masalah yang penting ialah menentukan berapa lama partus percobaan boleh berlangsung. Selanjutnya setelah ketuban pecah. Sebelum ketuban pecah. o Sekunder arrest? 2. Bagaimana kemajuan penurunan bagian terendah janin (belakang kepala)? 3. b. o Pemanjangan fase aktif. terjadi penurunan kepala yang berarti atau tidak. Satu-satunya indikasi ialah apabila pada panggul sempit dengan janin masih hidup terdapat infeksi intrapartum berat. Sebaliknya bila kemajuan pembukaan serta penurunan kepala berjalan lancar. sehingga seksio sesarea dianggap terlalu berbahaya. maka pemeriksaan ini seyogjanya dibatasi dan hanya dilakukan apabila diharapkan akan memberikan bahan-bahan penting guna penilaian keadaan. Tujuan tindakan ini ialah untuk mendapatkan kepastian apakah dengan his yang teratur dan mungkin bertambah kuat . Adakah tanda-tanda klinis dari pihak anak maupun ibu yang menunjukkan adanya bahaya bagi anak maupun ibu (gawat janin. seperti sudah dijelaskan di atas.demikian memperbesar risiko seksio sesarea apabila tindakan terakhir ini perlu dilakukan. maka menandakan bahwa persalinan pervaginam tidak mungkin dan harus diselesaikan dengan seksio sesarea. Pemecahan ketuban secara aktif hanya dapat dilakukan apabila his berjalan secara teratur dan sudah ada pembukaan serviks untuk separohnya atau lebih. tiap kasus harus dinilai sendiri-sendiri.  Simfisiotomi Simfisiotomi ialah tindakan untuk memisahkan tulang panggul kiri dari tulang panggul kanan pada simfisis supaya dengan demikian rongga panggul menjadi lebih luas . maka persalinan pervaginam bisa dilaksanakan sesuai dengan persyaratan yang ada. c. Namun.

Staf Pengajar LAB / UPF Obstetri dan Ginekologi. 1998. Jakarta 3. . Jakarta : EGC Yayasan Sarwono Prawihardjo. DAFTAR PUSTAKA 1. 1989. sebaiknya persalinan diselesaikan dengan kraniotomi dan kranioklasi. 2. Muchtar. 1997. EGC: Jakarta 4. Osbetetri Patologi. FKUI. Ilmu Kebidanan. Ida Bagus Gede Manuaga. Ekstar Offset: BandungWinknjosastro. Sinopsis Obstetri Jilid I.Pada persalinan yang dibiarkan berlarut-larut dan dengan janin sudah meninggal. Hanya jika panggul demikian sempitnya sehingga janin tidak dapat dilahirkan dengan kraniotomi. Rustam. 1998. terpaksa dilakukan seksio sesarea. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Ilmu Kebidanan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->