Penatalaksanaan GIGITAN HEWAN.docx

GIGITAN HEWAN

BAB I

PENDAHULUAN

Hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat bersahabat dengan pemiliknya. Tetapi terkadang hewan peliharaan itu bisa juga menggigit bila merasa terpojok atau terprovokasi. Gigitan hewan peliharaan sering terjadi tiba-tiba. Anjing biasanya lebih sering mengigit ketimbang kucing. Namun gigitan kucing bisa lebih menyebabkan infeksi. Berbagai macam penyakit dapat disebarkan melalui gigitan tersebut.

Kita boleh berhati-hati jika kita memelihara hewan di rumah. Gigitan hewan tidak hanya menorehkan rasa sakit, namun juga memicu trauma berkepanjangan pada anak-anak. Bermain bersama hewan peliharaan tentu saja mengasyikkan.Anak-anak juga menyukainya. Banyak manfaat yang bisa diambil ketika anak dibiarkan bermain bersama hewan. Di antaranya, mengajak anak berbagai kasih sayang dengan makhluk lain, sebagai ilmu pengetahuan bagi anak. Apalagi, banyak buku bacaan yang mempunyai tokoh hewan.Apalagi ada hewan-hewan jenis tertentu yang bagus untuk menunjang perkembangan anak.

Namun, saat anak bermain dengan hewan, orang tua mesti waspada penuh agar hewan tidak menggigit. Tidak hanya sakit secara fisik, penelitian terbaru menunjukkan, anak yang terkena gigitan hewan akan mengalami gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD). Sejumlah orang biasanya menderita PTSD setelah mengalami suatu peristiwa yang membuat mereka atau orang lain dalam bahaya, seperti kecelakaan mobil atau penyerangan oleh orang tak dikenal. Orang yang menderita PTSD sering kali mengalami gangguan ingatan dan bayangan mimpi peristiwa yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 1

GIGITAN HEWAN

PTSD dapat menyebabkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan pada anak-anak karena dapat mengganggu perkembangan normal mereka,kata Dr Nancy Kassam-Adams, Wakil Direktur The Center for Pediatric Traumatic Stress at The Children’s Hospital di Philadelphia, Amerika Serikat. Dia mencontohkan, seorang anak yang mengalami kesulitan belajar membaca sehingga menyebabkan peristiwa yang traumatik. Anak yang mengalaminya kemungkinan besar dapat pulih, namun dalam waktu lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa. Selanjutnya, Dr Li Ji, seorang dokter anak di Peking Union Medical College Hospital di Beijing, China, dan rekan-rekannya mempelajari 358 anak usia 5–17 tahun yang datang ke bagian unit gawat darurat (UGD) di Peking University People’s Hospital setelah digigit seekor hewan, seperti kucing, kelinci, anjing, atau tikus. Banyak jenis hewan mulai dari anjing dan kucing ke hamster, musang, musang, dan tupai dapat menggigit orang dewasa dan anak-anak. Banyak kali, gigitan berasal dari hewan peliharaan keluarga.

Luka gigitan hewan ini salah satunya bisa menyebabkan penyakit rabies, rabies adalah infeksi yang sangat jarang tetapi fatal yang mungkin timbul dari gigitan hewan. Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila.

Di Amerika Serikat, tidak seperti seluruh dunia, hewan liar seperti kelelawar, sigung, rakun, dan rubah menyebar lebih dari 90% dari infeksi rabies. Gigitan hewan harus dilaporkan ke departemen kesehatan setempat.Mereka mungkin meminta bantuan para medis dalam menemukan hewan sehingga dapat dibatasi dan diamati gejala rabiesnya.

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 2

GIGITAN HEWAN

Sifat-sifat virus ini tidak dapat hidup di alam bebas, mudah sekali mati pada pemanasan 50°C dalam waktu 15 menit, mati oleh sinar matahari. Virus ini dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Karena kapsulnya terdiri dari lemak sehingga memudahkan kita untuk mematikan virus tersebut dengan zat-zat larut lemak seperti sabun atau detergen.

Rabies bukanlah penyakit baru dalam sejarah perabadan manusia. Catatan tertulis mengenai perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi buas ditemukan pada Kode Mesopotamia yang ditulis 4000 tahun lalu serta pada Kode Babilonia Eshunna yang ditulis pada 2300 SM. Democritus pada 500 SM juga menuliskan karakteristik gejala penyakit yang menyerupai rabies. Aristotle, pada 400 SM, menulis di Natural History of Animals edisi 8, bab 22 “ .... anjing itu menjadi gila. Hal ini menyebabkan mereka menjadi agresif dan semua binatang yang digigitnya juga mengalami sakit yang sama. ”

Hippocrates, Plutarch, Xenophon, Epimarcus, Virgil, Horace, dan Ovid adalah orangorang yang pernah menyinggung karakteristik rabies dalam tulisan-tulisannya. Celsius, seorang dokter di zaman Romawi, mengasosiasikan hidrofobia (ketakutan terhadap air) dengan gigitan anjing, di tahun 100 Masehi. Cardanus, seorang penulis zaman Romawi menjelaskan sifat infeksi yang ada di air liur anjing yang terkena rabies. Pada penulis Romawi zaman itu mendeskripsikan rabies sebagai racun, yang mana adalah kata Latin bagi virus. Pliny dan Ovid adalah orang yang pertama menjelaskan penyebab lain dari rabies, yang saat itu disebut cacing lidah anjing (dog tongue worm). Untuk mencegah rabies di masa itu, permukaan lidah yang diduga mengandung "cacing" dipotong. Anggapan tersebut bertahan sampai abad 19, ketika akhirnya Louis Pasteur berhasil mendemonstrasikan penyebaran rabies dengan menumbuhkan jaringan otak yang terinfeksi di tahun 1885. Goldwasser dan Kissling menemukan cara diagnosis rabies secara modern pada tahun 1958, yaitu dengan teknik antibodi imunofluoresens untuk menemukan antigen rabies pada jaringan.

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 3

Jawa Timur. Senang menyerang siapa saja. Jumlah penderita rabies ratusan orang per tahun dan sebagian besar meninggal dunia. 9. Jika Anda memiliki monyet di rumah. hewan yang terkena penyakit rabies biasanya menjadi sangat buas. Rabies bukan hanya terdapat pada anjing saja. dilatih sebagai hewan sirkus dan tak jarang dirawat sebagai hewan peliharaan. DKI Jakarta. Jawa Tengah. Sembilan provinsi yang tidak ditemukan kasus rabies atau bebas rabies. Monyet di dunia ada sekitar 264 jenis. Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyakit ini adalah penyakit akut yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Monyet sedikit lebih galak. apabila ia tak mengenal lawan interaksinya tak jarang ia akan menyerang dan mencakar. tapi juga terdapat pada monyet dan kucing. Papua. Jadi. diantaranya oranghutan dan kera.565 orang mendapat vaksin serta obat-obatan. penderita rabies 85 orang. penyakit rabies ini menyerang gangguan syaraf pusat. sebaiknya setiap sebulan sekali periksakan dan bawalah monyet Anda ke dokter hewan. Monyet berbeda dengan kera.GIGITAN HEWAN Sedangkan. jumlah kasus gigitan anjing 14. dan Papua Barat.M.106 orang. rata-rata jumlah penduduk yang digigit anjing lebih dari 15. yaitu Bangka Belitung. Djoelham Binjai Page 4 . SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Monyet adalah hewan yang paling mudah untuk berinteraksi dengan manusia. Untuk itulah jika Anda melihat keanehan yang terjadi pada hewan Anda. Banyak sekali ordo yang menyerupai monyet ini. monyet berekor lebih kecil. suaranya menjadi sangat parau dan sering kejang-kejang. walaupun satu jenis sama-sama berkelas primata. sebagian besar provinsi di Indonesia termasukendemis rabies. Dalam lima tahun terakhir. Monyet juga hewan yang digunakan untuk percobaan laboratorium. R. Pada tahun 2008. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Barat. tetapi mereka mempunyai perbedaan. segeralah untuk membawanya ke dokter.000 orang di 24 provinsi.

Selain terdapat di susunan saraf pusat. khususnya anjing dan kera. hewan yang menggigit manusia harus segera ditangkap. berapa lama digigit. Selain itu. bila lokasi gigitan di leher atau dekat kepala. Bila dalam dua pekan mati. Untuk memastikan hal itu. dan segera diberi vaksin atau serum anti rabies. tiap ada kasus gigitan hewan. Rabies atau dikenal sebagai penyakit anjing gila merupakan penyakit menular yang berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. menyatakan.Mangku Sitepu. Oleh karena. virus ini juga terdapat di air liur hewan penderita. biasanya pemeriksaan dilakukan dengan mengambil cairan dari otak hewan penderita. Orang yang digigit hewan itu harus diperiksa di mana lokasi gigitan. Djoelham Binjai Page 5 . drh. di provinsi itu harus dilaporkan ke Puskesmas atau rumah sakit dan dinas peternakan setempat. virus itu bisa menyebar ke otak melalui jaringan saraf dalam waktu cepat atau sekitar seminggu dan berakibat fatal bagi penderita. dan diobservasi apakah dalam dua minggu mati atau tidak.M. dikarantina.GIGITAN HEWAN Bila ditemukan ada kasus dugaan rabies. maka penanganan terhadap para korban yang digigit hewan yang diduga terinfeksi virus rabies sesuai indikasi dan prosedur. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. ada kemungkinan hewan itu terinfeksi virus itu. Penyakit ini disebabkan virus Rhabdho yang dapat menyerang semua hewan berdarah ganas dan manusia. R. Pengamat masalah kesehatan hewan. karena Jambi termasuk daerah endemis rabies.

penyakit yang berbahaya terhadap nyawa manusia. Gigitan dan cakaran hewan/hewan yang sampai merusak kulit kadang kala dapat mengakibatkan infeksi. Pengobatan dini dan tepat adalah kunci untuk meminimalkan potensi masalah dari gigitan. Dalam kasus tertentu gigitan hewan (terutama oleh hewan liar) dapat menularkan penyakit rabies. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Beberapa luka gigitan perlu ditutup dengan jahitan. Hewan mungkin menggigit untuk mempertahankan dirinya. musang juga anjing menularkan sebagian besar kasus rabies. Gigitan yang sangat umum dan dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan dan cepat dapat berkembang menjadi infeksi dan kekakuan di tangan.GIGITAN HEWAN BAB II DEFINISI Luka gigitan adalah cedera yang disebabkan oleh mulut dan gigi hewan atau manusia. sedangkan beberapa lainnya cukup dibiarkan saja dan sembuh dengan sendirinya.M. Pada manusia yang menggigit dan menyebabkan luka dapat disebabkan faktor kejiwaan atau emosi. R. Luka ini dapat menyebabkan: > Kerusakan jaringan secara umum > Pendarahan serius bila pembuluh darah besar terluka > Infeksi oleh bakteri atau patogen lainnya. Kelelawar. Beberapa kelainan seperti sindrom Lesch-Nyhan menyebabkan manusia menggigit dirinya sendiri. dan pada kesempatan khusus untuk mencari makanan. Luka gigitan penting untuk diperhatikan dalam dunia kedokteran. Djoelham Binjai Page 6 . seperti rabies > Dapat mengandung racun seperti pada gigitan ular > Awal dari peradangan dan gatal-gatal.

musang. dan kelelawar.M. Di Amerika Serikat. penyegelan dari luka tusukan. Dengan perawatan yang cepat dan tepat. buaya. kehadiran benda asing dalam luka (seperti chip dari gigi). bahkan oleh individu yang digigit. keterlambatan dalam pengobatan.GIGITAN HEWAN Ketika gigitan hewan. menghalangi drainase terbuka dan memungkinkan infeksi untuk berkembang. Hasil infeksi berkisar dari ketidaknyamanan ringan sampai komplikasi yang mengancam jiwa. hewan ternak. termasuk jenis dan lokasi. Rabies disebut juga penyakit anjing gila. Infeksi lebih sering terjadi pada gigitan kucing. hewan laut (ikan hiu. Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Perhatian utama dari semua luka gigitan adalah infeksi berikutnya. gigi runcing yang dapat menyebabkan luka tusukan yang dalam. monyet. Djoelham Binjai Page 7 . Mayoritas gigitan hewan di Amerika Serikat disebabkan oleh anjing. kera. kelinci.Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap pengembangan infeksi. Bakteri ini kemudian dapat tumbuh di luka dan menyebabkan infeksi. dengan gigitan kucing jauh kedua. Penyakit ini bersifat zoonotik. belut). ular. HIV). bakteri dari mulut mencemari luka. kondisi kesehatan pra-luka yang ada di orang yang merusak kekebalan digigit mereka (seperti diabetes. sekitar 1% dari gigitan anjing dan sekitar 5-10% dari gigitan kucing memerlukan rawat inap. dan di daerah pesisir. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. penyakit vaskular. kucing. R. dan jenis hewan yang sedikit individu. rakun.Gigitan ini sering jauh lebih dalam yang awalnya dihargai. karena gigi mereka sangat tajam. Gigitan hewan lain termasuk hewan pengerat. kanker. yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. prognosis biasanya sangat baik untuk pemulihan dari cedera ini. Kulit biasanya robek jika tergigit.

R. Tetapi pada kasus tertentu yang jarang. Jenis penularan yang paling umum adalah melalui gigitan dari inang yang air liurnya sudah terinfeksi virus rabies. Djoelham Binjai Page 8 . Manusia biasanya tertular virus rabies karena gigitan dari hewan yang terinfeksi virus rabies. hidung & mulut). tetapi penyakit rabies tersebut masih menimbulkan masalah kesehatan yang cukup banyak di berbagai negara Asia & Afrika. penularan melalui alat hirup serta penularan karena transplantasi mata atau organ tubuh lainnya. manusia juga dapat tertular virus rabies melalui kontak non gigitan.Karena kapsulnya terdiri dari lemak sehingga memudahkan kita untuk mematikan virus tersebut dengan zat-zat larut lemak seperti sabun atau detergen. Virus ini dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Menurut WHO. Diagnosis rabies pada hewan dapat dilakukan setelah terdeteksi adanya virus rabies pada bagian otak manapun. meskipun saat ini telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit rabies.GIGITAN HEWAN Sifat-sifat virus ini tidak dapat hidup di alam bebas. mati oleh sinar matahari.M. Meskipun demikian. dimana tingkat kematiannya mencapai 95% Penularan virus rabies biasanya terjadi ketika air liur yang sudah terinfeksi dari inang kontak dengan hewan lain. mudah sekali mati pada pemanasan 50°C dalam waktu 15 menit. cara penularan lain belum banyak tercatat seperti misalnya penularan melalui selaput lendir (seperti pada mata. tidak perduli letaknya mempunyai bahaya potensial untuk menularkan virus rabies. Semua gigitan binatang. tetapi untuk lebih pastinya sebaiknya tes tersebut juga menyertakan jaringan dari otak besar & otak kecil. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.

luka terbuka ataupun selaput lendir (seperti pada mata.gov. yang dimaksudkan dengan kontak non gigitan adalah melalui goresan. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.ca yang medicastore kutip. Djoelham Binjai Page 9 . R. hidung & mulut) yang terkontaminasi dengan air liur yang mengandung virus atau zat lain dari hewan yang menderita rabies.M.on.GIGITAN HEWAN Menurut situs health.

Stadium Sensoris SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Dengan demikian virus menyerang hampir tiap organ dan jaringan didalam tubuh. Sesampainya di otak virus kemudian memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua bagian neuron. Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral. Masa inkubasi bervariasi yaitu berkisar antara 2 minggu sampai 2 tahun. malaise. ginjal. GEJALA KLINIS 1. Hipotalamus dan batang otak. Stadium Prodromal Gejala-gejala awal berupa demam.M. kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan-perubahan fungsinya. virus kemudian kearah perifer dalam serabut saraf eferen dan pada saraf volunter maupun saraf otonom. dan berkembang biak dalam jaringan jaringannya.GIGITAN HEWAN BAB III PATOGENESIS Setelah virus rabies masuk melalui luka gigitan. R. dan sebagainya. mual dan rasa nyeri ditenggorokan selama beberapa hari. tetapi pada umumnya 3-8 minggu. seperti kelenjar ludah. berhubungan dengan jarak yang harus ditempuh oleh virus sebelum mencapai otak. maka selama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatnya. 2. terutama mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbik. Djoelham Binjai Page 10 .

yang memperlihatkan gejala paresis otot-otot pernafasan. Stadium Eksitasi Tonus otot-otot dan aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala hiperhidrosis.M. Djoelham Binjai Page 11 . Gejalagejala eksitasi ini dapat terus berlangsung sampai penderita meninggal. dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsang sensorik. 4. Stadium Paralis Sebagian besar penderita rabies meninggal dalam stadium eksitasi Kadang-kadang ditemukan juga kasus tanpa gejala-gejala eksitasi. sianosis. Kontraksi otot-otot Faring dan otot-otot pernapasan dapat pula ditimbulkan oleh rangsang sensorik seperti meniupkan udara kemuka penderita atau dengan menjatuhkan sinar kemata atau dengan menepuk tangan didekat telinga penderita. 3. rasa panas disertai kesemutan pada tempat bekas luka. yang sangat khas pada stadium ini ialah adanya macam-macam fobi. hingga terjadi paresis flaksid otot-otot. R.GIGITAN HEWAN Penderita merasa nyeri. hipersalivasi. konvulsa da tahikardi. tetapi pada saat dekat kematian justru lebih sering terjadi otot-otot melemah. Bersamaan dengan stadium eksitasi ini penyakit mencapai puncaknya. yang sangat terkenal diantaranya ialah hidrofobi. Kemudian disusul dengan gejala cemas. melainkan paresis otot-otot yang bersifat progresif. Pada stadium ini dapat terjadi apnoe. Hal ini karena gangguan sumsum tulang belakang. hiperlakrimasi dan pupil dilatasi. Tindak-tanduk penderita tidak rasional kadang-kadang maniakal disertai dengan saat-saat responsif. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.

Disamping itu harus dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian serum/ vaksin anti tetanus. kecuali jahitan situasi. Djoelham Binjai Page 12 .M. yang disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya disuntikan secara intra muskuler. usaha yang paling efektif ialah mencuci luka gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau diteregent selama 10-15 menit. R. Untuk mengurangi/mematikan virus rabies yang masuk pada luka gigitan.GIGITAN HEWAN BAB IV PENANGANAN LUKA GIGITAN HEWAN MENULAR RABIES Setiap ada kasus gigitan hewan menular rabies harus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin. betadine. kemudian diberi antiseptik (alkohol 70 %. anti biotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik. obat merah dan lain-lain). Bila memang perlu sekali untuk dijahit (jahitannya jahitan situasi). maka diberi Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan dosis. Luka gigitan tidak dibenarkan untuk dijahit. Meskipun pencucian luka menurut keterangan penderita sudah dilakukan namun di Puskesmas Pembantu/Puskesmas/Rumah Sakit harus dilakukan kembali seperti di atas. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. PEMBERIAN VAKSIN DAN SERUM ANTI RABIES Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Vaksin Anti Rabies (VAR) disertai Serum Anti Rabies (SAR) harus didasarkan atas tindakan tajam dengan mempertimbangkan hasil-hasil penemuan dibawah ini.

Pemeriksaan Fisik .Hewan yang menggigit hilang.Hewan yang menggigit menunjukkan gejala rabies .Kontak / jilatan / gigitan .Hewan yang menggigit mati. R.Kejadian didaerah tertular / terancam / bebas . tapi masih diragukan menderita rabies.Didahului tindakan provokatif / tidak .M.Hewan yang menggigit pernah di VAR dan kapan? b. walaupun secara klinis cukup jelas. .Identifikasi luka gigitan (status lokalis). Pemeriksaan Laboratorium Penyakit ini sering berjalan dengan cepat dan dalam 10 hari dapat menyebabkan kematian sejak timbulnya gejala. misalnya gejala paralis yang dominan dan mengaburkan diagnosis maka pemeriksaan laboratorium sangat membantu dalam menegakkan diagnosis. .GIGITAN HEWAN a. Pada kasus dengan perjalanan yang agak lama . Virus rabies dapat diisolasi dari air SMF Ilmu Bedah RSUD DR. sehingga pemeriksaan serologis kadang-kadang belum sempat dilakukan. c. Anamnesis : . Djoelham Binjai Page 13 .Penderita luka gigitan pernah di VAR dan kapan? . lari dan tidak dapat di tangkap atau dibunuh dan dibuat.

Terhadap luka resiko tinggi. isolasi virus kadang-kadang tidak berhasil didapatkan dari jaringan otak dan bahan tersebut setelah 1 – 4 hari sakit. bila antibodi telah terbentuk. Yang termasuk luka berbahaya adalah jilatan/luka pada mukosa. tetapi setelah itu titer akan meningkat dengan cepat. maka terhadap luka resiko rendah diberi VAR saja. luka pada jari tangan/kaki. selain VAR juga diberi SAR. genetalia. Hal ini berhubungan dengan adanya neutralizing antibodies. kepala. badan dan kaki. luka kecil disekitar tangan. maka tidak PERLU diberikan pengobatan VAR maupun SAR. kontak tak langsung. R.M. luka diatas daerah bahu (muka.20 % kasus. Walaupun secara klinis gejalanya patognomonik namun Negri bodies dengan pemeriksaan mikroskopis (Seller) dapat negatif pada 10 % . Walaupun begitu. Untuk kontak (dengan air liur atau saliva hewan tersangka/hewan rabies atau penderita rabies). SMF Ilmu Bedah RSUD DR. pada kasus yang divaksinasi dapat membantu diagnosis. Bila ada indikasi pengobatan Pasteur. Serum neutralizing antibody pada kasus yang tidak divaksinasi tidak akan terbentuk sampai hari ke 10 pengobatan. Djoelham Binjai Page 14 . Sedangkan apabila kontak dengan air luir pada kulit luka yang tidak berbahaya. kulit dan hapusan kornea. tetapi tidak ada luka. leher). bahkan setelah teknik isolasi tidak berhasil. Yang termasuk luka yang tidak berbahaya adalah jilatan pada kulit luka. cairan serebrospinal dan urin penderita. garukan atau lecet (erosi. terutama pada kasus kasus yang sempat divaksinasi dan penderita yang dapat bertahan hidup setelah lebih dari 2 minggu. luka yang lebar/dalam dan luka yang banyak (multipel).GIGITAN HEWAN liur. urin. FAT ini juga bisa negatif. tidak ada kontak. Karakteristik responimun ini. ekskoriasi). maka diberikan VAR atau diberikan kombinasi VAR dan SAR apabila kontak dengan air liur pada luka berbahaya. Peningkatan titer yang cepat juga nampak pada hari ke 6 – 10 setelah onset klinis pada penderita yang diobati dengan anti rabies. sedimen cairan serebrospinal. Pemeriksaan Flourescent Antibodies Test (FAT) dapat menunjukkan antigen virus di jaringan otak.

GIGITAN HEWAN Dosis dengan cara pemberian Vaksin dan Serum Anti Rabies adalah sebagai berikut : I. Djoelham Binjai Page 15 .M. a. Dosisi dan Cara Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) 1. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.5 ml dalam syringe. Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV) Kemasan : Vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0. R.Cara pemberian : disuntikkan secara intra muskuler (im) di daerah deltoideus (anak–anak di daerah paha). Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Exposure Treatment) .

5 ml WAKTU PEMBERIAN 4 x pemberian: Hari ke-0. R.M. 2x Pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan) .GIGITAN HEWAN – Dosis : VAKSINASI DOSIS ANAK Dasar 0.a.Cara pemberian : sama seperti pada butir 1.Hari ke 7 dan 21 Ulangan - b. Djoelham Binjai Page 16 . SMF Ilmu Bedah RSUD DR.5 ml DOSIS DEWASA 0. Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR sesudah digigit (Post Exposure Treatment) .

5 ml 4 x pemberian: .5 ml WAKTU PEMBERIAN 0.Dos berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml. 2x pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan) . R.5ml 0.Hari ke-0.5 ml 0.GIGITAN HEWAN .Hari ke 7 dan 21 Ulangan 0. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Djoelham Binjai Page 17 .M. Suckling Mice Brain Vaccine (SMBV) Kemasan : .Dosis : VAKSINASI DOSIS ANAK DOSIS DEWASA Dasar 0.5 ml Hari ke 90 2.

GIGITAN HEWAN .Dos berisi 5 ampul @ 1 dosis intra cutan dan 5 ampul pelarut @ 0. R.Cara pemberian : Untuk vaksinasi dasar disuntikkan secara sub cutan (sc) di sekitar daerah pusar. Sedangkan untuk vaksinasi ulang disuntikkan secara intra cutan (ic) di bagaian fleksor lengan bawah . Djoelham Binjai Page 18 .Dosis : VAKSINASI DOSIS ANAK Dasar 1 ml DOSIS DEWASA 2 ml WAKTU PEMBERIAN 7 x Pemberian Anak: setiap hari 3 tahun ke bawah KET Ulangan 0.1 ml 0.25 ml Hari ke 11. 30 dan 90 SMF Ilmu Bedah RSUD DR.4 ml.M. a. . 15. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Exposure Treatment) .

. Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah digigit (Post Exposure Treatment) .1 ml 0.Dosis VAKSINASI DOSIS ANAK DOSIS DEWASA Dasar 1 ml 2 ml WAKTU PEMBERIAN 7 x Pemberian Anak: 3 tahun ke KET setiap hari bawah Ulangan 0. 25.GIGITAN HEWAN b.Cara pemberian : sama seperti pada butir 2. R.Kemasasn : vial 20 ml (1 ml = 100 IU) . 15. Serum hetorolog (Kuda) .a. Djoelham Binjai Page 19 . Dosis dan Cara Pemberian Serum Anti Rabies (SAR) 2.Cara pemberian : SMF Ilmu Bedah RSUD DR.25 ml Hari ke 11.M. 35 dan 90 II.

. sisanya disuntikkan intra maskuler. Djoelham Binjai Page 20 . R.M.Cara pemberian : Disuntikkan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin. Serum Momolog Kemasan : vial 2 ml ( 1 ml = 150 IU ) . SMF Ilmu Bedah RSUD DR.Dosis : JENIS SERUM DOSIS WAKTU PEMBERIAN Serum Heterolog 40 IU/kg BB Bersamaan dengan Sebelunya dilakukan KETERANGAN Pemberian VAR hari skin test ke-0 2. sisanya disuntikkan intra muskuler.GIGITAN HEWAN Disuntikkan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin.

.5 ml dalam syringe.Cara pemberian (cara I) : Disuntikkan secara intra muskuler (im) di daerah deltoideus.Dosis : JENIS SERUM DOSIS WAKTU PEMBERIAN Serum Homolog 20 IU/kg BB Bersamaan dengan Sebelunya tidak KETERANGAN Pemberian VAR hari dilakukan skin test ke-0 III. Djoelham Binjai Page 21 . Dosis dan Cara Pemberian VAR Untuk pengebalan Sebelum Digigit (Pre Exposure Immunization) 1. Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV) Kemasan : Vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0. R.M.GIGITAN HEWAN . SMF Ilmu Bedah RSUD DR.

Cara pemberian (cara II) : Disuntikkan secara intra cutan ( dibagian fleksor lengan bawah ). 0.M.5 ml WAKTU PEMBERIAN Pemberian I (hari ke – 0) Hari ke 7 Hari ke 28 1 tahun setelah pemberian 1 Tiap 6 bulan – 1tahun 0. 0. Suncling Mice Brain Vaccine (SMBV) Kemasan : SMF Ilmu Bedah RSUD DR. 0. R. 0.Dosis : VAKSINASI Dasar DOSIS I.1 ml Ulangan Ulangan Selanjutnya 0.Dosis : VAKSINASI Dasar DOSIS I.5 ml WAKTU PEMBERIAN Pemberian I (hari ke – 0) Hari ke 28 1 tahun setelah pemberian 1 Tiap 3 tahun 2. .1 ml 0. 0.5 ml II.5 ml III.5 ml Ulangan Ulangan Selanjutnya .5 ml 0.GIGITAN HEWAN . Djoelham Binjai Page 22 .1 ml II.

25 ml Tiap 1 tahun PERAWATAN RABIES PADA MANUSIA . 0. kalau perlu diberi anti konvulsan dan sebaiknya penderita difiksasi selama di perjalanan dan waspada terhadap tindak–tanduk penderita yang tidak rasional.GIGITAN HEWAN Dus berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml Dus berisi 5 ampul @ 1 dosis intra cutan dan 5 ampul pelarut @ 0. 0. 0.4 ml.5 ml WAKTU PEMBERIAN Pemberian I 3 minggu setelah pemberian I III. .Cara pemberian : Disuntikkan secara intra cutan (ic) di bagian flektor lengan bawah.1ml DOSIS DEWASA I.1 ml 0.9%/cairan lainnya.25 ml II.Sebelum dirujuk. Djoelham Binjai Page 23 . SMF Ilmu Bedah RSUD DR. 0.M.1 ml 6 minggu setelah pemberian I Ulangan 0. R.Dosis : VAKSINASI Dasar DOSIS ANAK I.Penderita dirujuk ke Rumah Sakit.1ml III. 0. .1ml II. . kadang – kadang maniakal disertai saat–saat responsif. penderita diinfus dengan cairan Ringer Laktat/NACI 0. 0.

Sebelum digunakan hendaklah dilakukan pengujian terlebih dahulu (skin test ). .urtica. 1.25 % kasus ). .Di Rumah Sakit penderita dirawat di ruang perawatan dan diisolasi. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.2. maka sewaktu menangani kasus rabies pada manusia. dll ). . Jika digunakan serum heterolog dapat terjadi serum sicknecs ( 15 % .Beri pengobatan simptomatis( antihstamine.Tindakan medik dan pemberian obat–obat simptomatis dan supportif termasukanti biotik bila diperlukan. kemungkinan terjadi pula syok anafilaktif. Gejala dan tanda klinis : panas. hendaknya dokter dan paramedis memakai sarung tangan. Djoelham Binjai Page 24 . EFEK SAMPING PEMBERIAN SAR DAN PENANGANANNYA Reaksi terhadap SAR heterolog dapat terjadi. serta sebaiknya dilakukan fiksasi penderita pada tempat tidurnya .1.Untuk menghindari adanya kemungkinan penularan dari penderita.GIGITAN HEWAN .Hentikan pemberian SAR. walaupun serum heterrolog yang digunakan sudah dimurnikan dan dipekatkan. 1.M. Penanganan : . R. Serum Sickness : 1. kaca mata dan masker.

denyut jantung tidak melebihi 120 x / menit.Bila nafas berhenti.Kortikosteroid.3 – 0. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.9 % . Syok Anafilaktik Penanganan: . v. R. Djoelham Binjai Page 25 . kepala ditarik ke belakang dan rahang ke atas. beri pernafasan dari mulut ke mulut.GIGITAN HEWAN 2. .Monitoring “ vital sihn “ ( tanda – tanda vital ) . usahakan pernafasan buatan.5 ml sc / im.Tiap 5 –10 menit ulangi adrenalin( 0. Anak -anak 0.O2 ( jika ada ). .Bila jantung berhenti lakukan kompresi jantung luar.Baringkan penderita dengan kaki lebih tinggi dari kepala .01 mg / Kg BB ( 1ampul adrenalin = 1 m1 = 1 mg ).Intra venous Fluid Drip ( IVFD ) : Ringer laktat atau NaCI 0. .3 – 0. . seperti oradexon 1 ampul i.M.5 ml sampai tekanan sistolik mencapai 90–100 mmHg.Beri adrenalin 0. at dexamethasone 5 – 10 mg i. v. .

Djoelham Binjai Page 26 . R.M.GIGITAN HEWAN . SMF Ilmu Bedah RSUD DR. observasi dulu dengan seksama.Penderitan yang sembuh jangan terlalu cepat dipulangkan.

Pencegahan rabies kepada mereka yang mempunyai resiko besar untuk mendapat infeksi. Indikasi : 1. Djoelham Binjai Page 27 . diinaktivasi dengan beta propiolakton. sebelum dan sesudah pemanasan selama 1 bulan pada suhu + 37o c.Karyawan rumah potong hewan . . 1 dosis imunisasi dengan daya proteksi lebih besar atau sama dengan 2. Group profesi : . dll.M.5 ml Internasional Unit. b. a.Dokter Hewan . bayi. 5 ml.Teknisi yang bekerja pada hewan .GIGITAN HEWAN Lampiran : 1 PURIFIED VERO RABIES VACCINE ( PVRV ) Komposisi : Vaksin kering beku. R.Karyawan laboratorium yang bekerja dengan virus rabies . terutama yang berisiko terinfeksi rabies SMF Ilmu Bedah RSUD DR. diperoleh dari biakan pada vero contineous cellines. Albumin plasenta manusia qs 1 dosis imunisasi Pelarut : NaCI 4 % 0.Petugas kesehatan ( dokter / perawat ) yang menangani kasus luka gigitan hewan penular rabies / penderita rabies. Maltosa qs 1 dosis imunisasi.Petugas peternakan yang menangani hewan perular rabies. Virus rabies ( Wistar Rabies PM / WI 38 – 1503 M strain ).

kucing. semua kontra indikasi adalah sekunder bila terdapat kasus tersanka/kontaminasi dengan virus rabies. digigit anjing tersangka rabies lagi antara 3 bulan 1 tahun cukup diberi VAR 1 kali pada hari ke – 0-1 tahun atau lebih dianggap penderita baru. Kontra Indikasi Mengingat pentingnya pencegahan rabies. Jarang terjadi demam .GIGITAN HEWAN 2. Djoelham Binjai Page 28 . maka pasien tadi tak perlu divaksinasi lagi : sedangkan. Pengobatan setelah kontaminasi Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksin anti rabies secara komplit dengan VPRV dan dalam jangka waktu 3 bulan setelah divaksinasi digigit lagi oleh anjing. Penyimpanan : Antara 2o C – 8o C Kadaluwarsa : 3 ( tiga ) tahun SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Perhatian : Hati – hati terhadap kasus alergistreptomisin dan/atau neomisin (terdapat dalam vaksin) Interaksi Obat : Kortikosteroid dan obat–obat imunosupresif dapat menyebabkan kegagalan vaksinasi/ imunisasi. Pada kasus ini perlu dilakukan pemeriksaan anti bodi secara serologis Efek Samping : Efek samping yang terjadi seperti : kemerahan dan indurasi ringan pada tempat bekas suntikan. kera maupun hewan lain yang positif rabies.M. R.

Djoelham Binjai Page 29 . Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksi antirabies secara komplit dengan SMBV dan masih dalam jangka waktu 3 bulan setelah divaksinasi. Kemudian virus dimatikan dengan betapropio/laktor. cukup diberi 2 kali sun cutan (sc) di sekitar pusar dengan interval 1minggu : sedangkan apabila digigit anjing tersangka rabies lagi antara 6 bulan atau lebih dianggap penderita baru. Indikasi : Untuk mencegah timbulnya rabies.M. kucing dan kera ataupun hewan lain yang positif rabies.GIGITAN HEWAN Lampiran : 2 SUCKLING MICE BRAIN VACCINE (SMBV) Merupakan vaksin rabies kering untuk manusia. Imunisasi sebelum digigit (Pre Exposure Immunization) sebagai pencegahan misalnya pada pemelihara hewan. Bayi mencit disuntik intra serebral dengan virus fexed rabies strain Pasteur. R. mertiolat 0. dan waktu panen berumur kurang dari 10 hari. 3 –6 bulan. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. digigit lagi oleh anjing. pengobatan harus dimulai sedini-dininya setelah digigit oleh hewan yang mencurigakan. petugas kesehatan yang menangani luka gigitan hewan penular rabies dan penderita rabies. Vaksin ini dibuat dari jaringan otak bayi mencit yang masih menyusui. maka pasien tadi tak perlu di vaksinasi lagi.025 . ditambah kanamisin 0.01 dan dibeku keringkan Vaksin tidakmengandung faktor paralitik. yang bebas dari kuman patogen. petugas peternakan yang menangani hewan penular rabies. mempunyai proteksi terhadap 106 LD 50 virus. pegawai laboratorium yang bekerja dengan virus rabies dan lain–lain .

Penyimpanan : pada suhu 2o C – 8o C Kadaluwarsa : Satu (1) tahun. seperti kemerahan. Gejala neuroparalitik sangan jarang terjadi dengan vaksin ini. Bila ini terjadi atasi dengan pemberian obat – obat simptomatis (antihistamine. Sediaan kortikosteroid tidak boleh diberikan. gatal–gatal dan pembengkakan. R.M. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.GIGITAN HEWAN Reaksi : Baik pada suntikan sub cutan intra cutan dapat terjadi reaksi lokal yang tidak berarti. Djoelham Binjai Page 30 . dan lain–lain ).

Djoelham Binjai Page 31 .1 ml cairan ( 1 / 100 ). berasal dari serum kuda. Jika skin test ( + ) serum heterolog tidak dibenarkan untuk diberikan. R. sebelum diberikan kepada penderita.GIGITAN HEWAN Lampiran : 3 SERUM ANTI RABIES (SAR) Serum Anti Rabies buatan Perum Bio Farma adalah serum heterolog. Ket : Kasus gigitan hewan tersangka rabies. Serum anti rabies jenis lain ialah serum homolog yang berasal dari serum manusia. perlu dilakukan skin test terlebih dahulu. Untuk pemberian serum heterolog. Skin tes ini dilakukan secara intra cutan ( ic ) sebanyak 0. karena serum ini berasal dari serum kuda.M. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Serum ini dibuat oleh IFFA Merieux Perancis dengan nama Imogam dan produksi Cutter USA dengan nama Hyperab / Bayrab.

dengan air mengalir selama 10-15 menit (Luka jangan diikat ) Ket : Laporkan kasus gigitan ke desa/kelurahan SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.GIGITAN HEWAN Ket : Cuci luka dengan sabun.M. Djoelham Binjai Page 32 .

Djoelham Binjai Page 33 . R. Terdekat SMF Ilmu Bedah RSUD DR.GIGITAN HEWAN Ket : Segera ke Puskesmas/RS.M.

M. R.GIGITAN HEWAN Ket: Laporkan kasus rabies ke Dinas Peternakan setempat Ket: Anjing gila rabies ditangkap tetapi jangan dibunuh! SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Djoelham Binjai Page 34 .

GIGITAN HEWAN virus rabies berbentuk peluru SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Djoelham Binjai Page 35 .M. R.

SMF Ilmu Bedah RSUD DR.GIGITAN HEWAN Anjing doberman jantan di Pitbull Cross. Djoelham Binjai Page 36 . Salah satu ciri anjing yang terkena rabies adalah terus-terusan mengeluarkan air liur. R.M.

R. Djoelham Binjai Page 37 .M.GIGITAN HEWAN INDONESIA INDONESIA SMF Ilmu Bedah RSUD DR.

R.GIGITAN HEWAN FLORIDA .M.AS INDONESIA SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Djoelham Binjai Page 38 .

GIGITAN HEWAN

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 39

GIGITAN HEWAN

Contoh gigitan monyet:

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 40

GIGITAN HEWAN

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 41

GIGITAN HEWAN SMF Ilmu Bedah RSUD DR.M. R. Djoelham Binjai Page 42 .

Djoelham Binjai Page 43 . Kelenjar yang mengeluarkan bisa merupakan suatu modifikasi kelenjar ludah parotid yang terletak di setiap bagian bawah sisi kepala di belakang mata. Mengingat masih sering terjadi keracunan akibat gigitan ular maka untuk dapat menambah pengetahuan masyarakat kami menyampaikan informasi mengenai bahaya dan pertolongan terhadap gigitan ular berbisa. Bisa tersebut merupakan ludah yang termodifikasi. Pada kenyataannya bukan hanya pangan atau bahan kimia saja yang dapat menyebabkan keracunan. yang memiliki aktivitas enzimatik. Bisa ular tidak hanya terdiri atas satu substansi tunggal.GIGITAN HEWAN BAB V GIGITAN ULAR & SABU (Serum Anti Bisa Ular) Racun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. tetapi merupakan campuran kompleks. bahkan kematian. Pada taring tersebut terdapat saluran bisa untuk menginjeksikan bisa ke dalam tubuh mangsanya secara subkutan atau intramuskular.M. Salah satunya adalah gigitan ular berbisa yang sering terjadi di daerah tropis dan subtropis. penyakit. yang dihasilkan oleh kelenjar khusus. Ular berbisa memiliki sepasang taring pada bagian rahang atas. terutama protein. Keracunan sering dihubungkan dengan pangan atau bahan kimia. Spesies ular dapat dibedakan atas ular berbisa dan ular tidak berbisa. Ular merupakan jenis hewan melata yang banyak terdapat di Indonesia. R. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri. Di sekeliling kita ada racun alam yang terdapat pada beberapa tumbuhan dan hewan.

ukuran ular. R. Ular berbisa kebanyakan termasuk dalam famili Colubridae. ular tanah (Calloselasma rhodostoma). Hydropiidae. serta banyaknya serangan yang terjadi. yang terletak di antara lubang hidung dan mata. tetapi dapat ditegakkan bila sedang menyerang mangsanya. Crotalinae memiliki organ untuk mendeteksi mangsa berdarah panas (pit organ).GIGITAN HEWAN Efek toksik bisa ular pada saat menggigit mangsanya tergantung pada spesies. ular weling (Bungarus candidus). jenis kelamin. usia. ular tikus atau ular jali (Ptyas korros). SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Ular berbisa kuat yang terdapat di Indonesia biasanya masuk dalam famili Elapidae. yaitu Viperinae dan Crotalinae. Elapidae memiliki taring pendek dan tegak permanen. dan efisiensi mekanik gigitan (apakah hanya satu atau kedua taring menusuk kulit). Beberapa contoh anggota famili ini adalah ular cabai (Maticora intestinalis). atau Viperidae. ular sendok (Naja sumatrana). Ada dua subfamili pada Viperidae. dan ular king kobra (Ophiophagus hannah). Viperidae memiliki taring panjang yang secara normal dapat dilipat ke bagian rahang atas. Djoelham Binjai Page 44 . tetapi pada umumnya bisa yang dihasilkannya bersifat lemah. Beberapa contoh Viperidae adalah ular bandotan (Vipera russelli). Contoh ular yang termasuk famili ini adalah ular sapi (Zaocys carinatus). dan ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris). dan ular serasah (Sibynophis geminatus). ular tali (Dendrelaphis pictus).M.

GIGITAN HEWAN Penyebab terjadinya gigitan ular Korban gigitan ular terutama adalah petani. Djoelham Binjai Page 45 . Beberapa spesies ular tidak berbisa dapat tampak menyerupai ular berbisa. R. Ciri-ciri ular berbisa: 1. Gigitan ular juga dapat terjadi pada penghuni rumah.M. Bentuk kepala segiempat panjang 2. ukuran gigi taring kecil. Kebanyakan gigitan ular terjadi ketika orang tidak mengenakan alas kaki atau hanya memakai sandal dan menginjak ular secara tidak sengaja. warna. atau tikus. Ciri-ciri ular berbisa dan tidak berbisa Tidak ada cara sederhana untuk mengidentifikasi ular berbisa. bentuk. pekerja perkebunan. Bekas gigitan: dua luka gigitan utama akibat gigi taring SMF Ilmu Bedah RSUD DR. ketika ular memasuki rumah untuk mencari mangsa berupa ular lain. dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring. katak. Dua gigi taring besar di rahang atas 3. kebiasaan dan suara yang dikeluarkan saat merasa terancam. Namun. Bekas gigitan: luka halus berbentuk lengkungan Ciri-ciri ular tidak berbisa: 1. nelayan. Bentuk kepala segitiga 2. pemburu. beberapa ular berbisa dapat dikenali melalui ukuran. Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga. dan penangkap ular. cicak. pawang ular. Gigi taring kecil 3.

R. dan Tanda Gigitan Ular Daya toksik bisa ular yang telah diketahui ada 2 macam : 1. mengakibatkan timbulnya perdarahan pada selaput tipis (lender) pada mulut.GIGITAN HEWAN Gambar 1. Bekas gigitanan ular. (A) Ular tidak berbisa tanpa bekas dengan bekas taring. Gejala. hidung. sehingga sel darah menjadi hancur dan larut (hemolysin) dan keluar menembus pembuluh-pembuluh darah. (B) Ular berbisa Sifat Bisa. Djoelham Binjai Page 46 . tenggorokan. Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah (hematoxic) Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah. taring. dan lain-lain. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.M. yaitu bisa ular yang menyerang dan merusak (menghancurkan) sel-sel darah merah dengan jalan menghancurkan stroma lecethine ( dinding sel darah merah).

R. nyeri ringan. dan pembengkakan local yang progresif. Bisa ular yang bersifat saraf (Neurotoxic) Yaitu bisa ular yang merusak dan melumpuhkan jaringan-jaringan sel saraf sekitar luka gigitan yang menyebabkan jaringan-jaringan sel saraf tersebut mati dengan tanda-tanda kulit sekitar luka gigitan tampak kebiru-biruan dan hitam (nekrotis). Tanda dan gejala Gejala-gejala awal terdiri dari satu atau lebih tanda bekas gigitan ular. berarti envenomasi yang bermakna sudah terjadi. meskipun tidak ada bisa yang diinjeksikan ke tubuhnya dapat menjadi panik. nyeri lokal. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. atau fasikulasi otot fasial. radang. Orang yang digigit ular. bibir. Bahaya gigitan ular racun pelarut darah adakalanya timbul setelah satu atau dua hari.rasa terbakar. pada selaput lendir hidung. yaitu timbulnya gejala-gejala hemorrhage (pendarahan) pada selaput tipis atau lender pada rongga mulut. gatal. infeksi lokal. Pendarahan alat dalam tubuh dapat kita lihat pada air kencing (urine) atau hematuria. dan kepala menjadi pening. melepuh. Penyebaran dan peracunan selanjutnya mempengaruhi susunan saraf pusat dengan jalan melumpuhkan susunan saraf pusat. Gejala dan tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks). Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. Bila timbul parestesi. dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae). nafas menjadi cepat. dan mati rasa perioral. pembengkakan kelenjar getah bening. gusi. seperti saraf pernafasan dan jantung. tenggorokan atau dapat juga pada pori-pori kulit seluruh tubuh. Djoelham Binjai Page 47 .GIGITAN HEWAN 2. memar. Penyebaran bisa ular keseluruh tubuh.M. ialah melalui pembuluh limphe. pendarahan lokal. tangan dan kaki menjadi kaku. Tidak semua ular berbisa pada waktu menggigit menginjeksikan bisa pada korbannya.

Gejala hemorrhage biasanya disertai keluhan pusing-pusing kepala. otot melemah. hipersalivasi (ludah bertambah banyak). nyeri kepala. nyeri tekan pada luka gigitan.M. muntah.badan terasa lemah. Gejala lokal: edema.GIGITAN HEWAN yaitu pendarahan melalui saluran kencing. Pendarahan pada alat saluran pencernaan seperti usus dan lambung dapat keluar melalui pelepasan (anus).denyut nadi kecil dan lemah. rasa haus. Djoelham Binjai Page 48 . pernapasan pendek. banyak keluar keringat. R. pandangan kabur. dan akhirnya mati. berkeringat. menggigil. Patofisiologi SMF Ilmu Bedah RSUD DR. menggigil. mual. Gejala sistemik: hipotensi. ekimosis (kulit kegelapan karena darah yang terperangkap di jaringan bawah kulit).

2. ular welang.M. 3. ular bandotan puspo): 1. Kematian dapat terjadi dalam 24 jam. muntah. bengkak di sekitar mulut. lidah. bibir. dan kulit yang rusak. ular weling. kelopak mata menurun. sehingga sukar bicara. coral snakes. Gejala sistemik muncul setelah 5 menit atau setelah beberapa jam.GIGITAN HEWAN Jenis-jenis ular Gigitan Elapidae (misal: ular kobra. susah menelan. 15 menit: muncul gejala sistemik. tenggorokan. mati rasa di sekitar mulut. Keracunan berat ditandai dengan pembengkakan di atas siku dan lutut dalam waktu 2 jam atau ditandai dengan perdarahan hebat. otot lemas. sakit kepala. Setelah digigit ular a. atau setelah beberapa jam berupa bengkak di dekat gigitan yang menyebar ke seluruh anggota badan. ular anang. 2. Semburan kobra pada mata dapat menimbulkan rasa sakit yang berdenyut. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R. kaku pada kelopak mata. Djoelham Binjai Page 49 . ular hijau. mambas. Gejala lokal timbul dalam 15 menit. kulit dingin. Gigitan Viperidae/Crotalidae (ular: ular tanah. b. ular cabai. ular sendok. 3. Gambaran sakit yang berat. kraits) 1. melepuh. pandangan kabur. 10 jam: paralisis urat-urat di wajah.

yaitu terjadi edem (pembengkakan) pada tungkai ditandai dengan 5P: pain (nyeri). mioglobulinuria yang ditandai dengan urin warna coklat gelap (ini penting untuk diagnosis). dilatasi pupil. paralisis otot. nyeri di daerah gigitan. dan muntah. seperti histamin dan 5-hidroksitriptamin. Sindrom kompartemen merupakan salah satu gejala khusus gigitan ular berbisa. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. ekimosis. trombositopeni. pallor (muka pucat). Gigitan Rattlesnake dan Crotalidae 1. paresthesia (mati rasa). ular hijau.GIGITAN HEWAN Gigitan Hydropiidae 1. Djoelham Binjai Page 50 . ginjal rusak. (misalnya: ular laut): Segera timbul sakit kepala. Anemia. henti jantung. lidah terasa tebal. hipotensi. pulselesness (denyutan). spasme otot rahang. (misalnya: ular tanah. pembengkakan. berkeringat.M. Setelah 30 menit sampai beberapa jam biasanya timbul kaku dan nyeri menyeluruh. ular bandotan puspo) Gejala lokal: ditemukan tanda gigitan taring. R. yang ditemukan pada Viperidae. Rasa nyeri pada gigitan ular mungkin ditimbulkan dari amin biogenik. semua ini indikasi perlunya pemberian polivalen crotalidae antivenin. 2. 2. paralysis (kelumpuhan otot).

Gagal napas Penatalaksanaan Keracunan Akibat Gigitan Ular Langkah-langkah yang harus diikuti pada penatalaksanaan gigitan ular adalah: 1.GIGITAN HEWAN Komplikasi 1. Kemudian segera bawa korban ke tempat perawatan medis. harus dilaksanakan secepatnya setelah terjadi gigitan ular Sebelum korban dibawa ke rumah sakit. Metode pertolongan yang dilakukan adalah menenangkan korban yang cemas. mempertahankan hidup korban dan menghindari komplikasi sebelum mendapatkan perawatan medis di rumah sakit serta mengawasi gejala dini yang membahayakan. pertimbangkan pressure-immobilisation pada gigitan Elapidae. Syok hipovolemik 2. karena pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam aliran darah dan getah bening. R. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Tujuan pertolongan pertama adalah untuk menghambat penyerapan bisa. Kematian 4.M. Djoelham Binjai Page 51 . Pertolongan pertama. Edema paru 3. Hal ini dapat dilakukan oleh korban sendiri atau orang lain yang ada di tempat kejadian. imobilisasi (membuat tidak bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara mengikat atau menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot. hindari gangguan terhadap luka gigitan karena dapat meningkatkan penyerapan bisa dan menimbulkan pendarahan lokal.

Penggunaan torniket tidak dianjurkan karena dapat SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Pengobatan gigitan ular Pada umumnya terjadi salah pengertian mengenai pengelolaan gigitan ular. panjang 45 m. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya. Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal atau air steril. yang dibalutkan kuat di sekeliling bagian tubuh yang tergigit. R. Terapi yang dianjurkan meliputi: a. pendinginan daerah yang digigit. Gambar 2. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun elastis dengan lebar + 10 cm. 3. insisi (pengirisan dengan alat tajam). b. Bungkus rapat dengan perban seperti membungkus kaki yang terkilir. dengan cara yang aman dan senyaman mungkin. Hindari pergerakan atau kontraksi otot untuk mencegah peningkatan penyerapan bisa. mulai dari ujung jari kaki sampai bagian yang terdekat dengan gigitan. Imobilisasi bagian tubuh menggunakan perban. pengisapan tempat gigitan. tetapi ikatan jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu. Djoelham Binjai Page 52 . 4.M. pemberian antihistamin dan kortikosteroid harus dihindari karena tidak terbukti manfaatnya.GIGITAN HEWAN 2. Metode penggunaan torniket (diikat dengan keras sehingga menghambat peredaran darah).

Di Indonesia. c. e. Serum antibisa ini hanya diindikasikan bila terdapat kerusakan jaringan lokal yang luas. f.M. Pemberian suntikan antitetanus. g. atau bila korban pernah mendapatkan toksoid maka diberikan satu dosis toksoid tetanus. shock perdarahan. kondisi yang tiba-tiba memburuk akibat terlepasnya penekanan perban. d. yang mengandung antibodi terhadap beberapa bisa ular. antibisa bersifat polivalen. Pemberian serum antibisa.GIGITAN HEWAN mengganggu aliran darah dan pelepasan torniket dapat menyebabkan efek sistemik yang lebih berat. maka sifatnya adalah antigenik sehingga dapat dibuat dari serum kuda. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang meliputi penatalaksanaan jalan nafas. Djoelham Binjai Page 53 . kelumpuhan saraf pernafasan. penatalaksanaan sirkulasi. penatalaksanaan fungsi pernafasan. penatalaksanaan resusitasi perlu dilaksanakan bila kondisi klinis korban berupa hipotensi berat dan shock. hiperkalaemia akibat rusaknya otot rangka. Pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular. Karena bisa ular sebagian besar terdiri atas protein. serta kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis lokal. R. Pemberian sedasi atau analgesik untuk menghilangkan rasa takut cepat mati/panik.

2. Maksimal 100 ml (20 vial).9 % atau Dextrose 5% dengan kecepatan 40-80 tetes per menit.25% v/v. Setelah dibawa ke rumah sakit: Beri SABU (Serum Anti Bisa Ular) polivalen 1 ml berisi: 1. R. Bila belum tersedia antibisa. Djoelham Binjai Page 54 . ikatlah 2 ujung yang terkena gigitan. Teknik Pemberian: 2 vial @ 5 ml intravena dalam 500 ml NaCl 0.GIGITAN HEWAN Cara pemberian SABU : 1. Penatalaksanaan Sebelum dibawa ke rumah sakit: Diistirahatkan dalam posisi horizontal terhadap luka gigitan. 25-50 LD50 bisa Naya sputarix 4. Fenol 0.M. 10-50 LD50 bisa Ankystrodon 2. 25-50 LD50 bisa Bungarus 3. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Tindakan ini kurang berguna jika dilakukan lebih dari 30 menit paskagigitan.

ular kobra.80 tetes per menit. Dosis yang tepat sulit untuk ditentukan karena tergantung dari jumlah bisa ular yang masuk peredaran darah korban dan keadaan korban sewaktu menerima anti serum. Bungarus fasciatus .GIGITAN HEWAN Deskripsi Serum Anti Bisa Ular (Polivalen) Kuda (1) .M. Apabila diperlukan (misalnya gejala-gejala tidak berkurang atau bertambah) anti serum dapat terus diberikan setiap 24 jam sampai maksimum (80 . Djoelham Binjai Page 55 . Indikasi Untuk pengobatan terhadap gigitan ular berbisa Dosis. Dosis pertama sebanyak 2 vial @ 5 ml sebagai larutan 2% dalam garam faali dapat diberikan sebagai infus dengan kecepatan 40 .Sifat Fisikokimia .Nama & Struktur Kimia .100 ml).Keterangan : Serum anti bisa ular polivalen (kuda) : : Serum polivalen yang berasal dari plasma kuda yang dikebalkan terhadap bisa ular yang memiliki efek neurotoksik (ular jenis Naja sputatrix . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Pemilihan anti bisa ular tergantung dari spesies ular yang menggigit. Dosis anti serum untuk anak-anak sama atau lebih besar daripada dosis untuk dewasa. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.ular tanah) yang keban Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi Sistem Imun.ular belang) dan hemotoksik (ular Ankystrodon rhodostoma . Anti serum yang tidak diencerkan dapat diberikan langsung sebagai suntikan intravena dengan sangat perlahan-lahan. kemudian diulang setiap 6 jam. R.

sesak napas dan gejala alergi lainnya. 2. gatal-gatal. terapi diperlukan dan biasanya digunakan untuk menyelamatkan jiwa. Demam disertai menggigil yang biasanya timbul setelah pemberian serum secara intravena. Djoelham Binjai Page 56 . Efek Samping 1. Rasa nyeri pada tempat suntikan.M. Reaksi anafilaktik. Kontraindikasi Tidak ada kontraindikasi absolut pada terapi anti bisa ular untuk envenoming sistemik yang nyata.8°C dalam lemari es. jarang terjadi. eksantema. tetapi bila ada timbulnya dapat segera atau dalam waktu beberapa jam sesudah suntikan. Serum sickness. 4. Reaksi ini biasanya terjadi dalam 24 jam. jangan dalam freezer. 3. Daluarsa = 2 tahun.GIGITAN HEWAN Stabilitas Penyimpanan Disimpan pada suhu 2 . SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R. dapat timbul 7-10 hari setelah suntikan berupa demam. yang biasanya timbul pada penyuntikan serum dalam jumlah besar.

M.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak ada data. Anak-anak membutuhkan dosis yang sama dengan dewasa.Terhadap Anak-anak : Anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar terhadap envenoming yang parah karena massa tubuh yang lebih kecil dan kemungkinan aktivitas fisik yang lebih besar. Djoelham Binjai Page 57 . Keuntungan penggunaan terhadap ibu dan bayi melebihi kemungkian risiko penggunaan serum anti bisa ular.Terhadap Kehamilan : Tidak ada data mengenai penggunaan anti bisa ular pada kehamilan. . Pengaruh . dan tidak boleh diberikan dosis anak berdasarkan berat badan (pediatric weight-adjusted dose): disebabkan hal ini dapat menimbulkan perkiraan dosis yang lebih rendah.Dengan Obat Lain : Belum ada interaksi signifikan yang dilaporkan. .GIGITAN HEWAN Interaksi . Keuntungan pengunaan terhadap ibu melebihi kemungkinan risiko pada bayi. Jumlah serum anti bisa ular yang diperlukan tergantung dari jumlah bisa ular yang perlu dinetralisasi bukan berat badan pasien. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.

waktu tromboplastin parsial. Bentuk Sediaan: Vial 5 ml. Djoelham Binjai Page 58 . monitor coagulopathy. dan mengandung fenol 0. Tiap ml Sediaan Dapat Menetralisasi : 10-15 LD50 Bisa Ular Tanah (Ankystrodon Rhodostoma) 25-50 LD50 Bisa Ular Belang (Bungarus Fasciatus) 25-50 LD50 Bisa ular kobra (Naja Sputatrix). dan waktu retraksi bekuan.25% v/v Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium dasar. fragilitas sel darah merah. R.GIGITAN HEWAN Parameter Monitoring Monitor efek dari serum anti bisa ular baik secara klinis maupun laboratorium. dan penentuan kadar gula darah. flaccid paralysis. waktu protrombin.M.hitung trombosit. Monitoring yang diperlukan dapat berbeda tergantung dari jenis ular yang menggigit. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Hitung sel darah lengkap. Bila ragu-ragu mengenai jenis ular yang menggigit. waktu pembekuan. myolysis dan fungsi ginjal. Pemeriksaaan kimia darah. lakukan pemeriksaan fibrinogen. penentuan golongan darah dan uji silang. urinalisis. dan elektrolit. Monitor efek samping setelah administrasi serum anti bisa ular. Untuk gigitan yang hebat. BUN.

kecuali apabila gigitan ular baru terjadi beberapa menit sebelumnya. Bila mungkin anggota badan yang digigit didinginkan dengan es batu. Djoelham Binjai Page 59 . Insisi luka yang dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa atau dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman justru seing merusak jaringan dibawah kulit dan akan meninggalkan luka parut yang cukup besar. terutama serum sickness (demam. 5. 6. Insisi atau eksisi luka tidak dianjurkan. 3. Luka dicuci dengan air bersih atau dengan larutan kalium permanganat untuk menghilangkan atau menetralisir bisa ular yang belum terabsorpsi. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Pseudechis papuanus dll) dan terhadap gigitan ular laut (Enhydrina cysta). Informasi Pasien Informasikan pada pasien mengenai kemungkinan efek samping yang tertunda. 7. Anggota badan yang digigit secepatnya diikat untuk menghambat penyebaran racun 4. R. 2. Xyuranus scuttelatus.M. Lakukan kemudian imobilisasi anggota badan yang digigit dengan cara memasang bidai karena gerakan otot dapat mempercepat penyebaran racun. Penderita secepatnya harus dibawa ke dokter atau rumah sakit yang terdekat untuk menerima perawatan selanjutnya.GIGITAN HEWAN Peringatan Karena tidak ada netralisasi-silang (cross-neutralization) serum antibisa ular ini tidak berkhasiat terhadap gigitan ular yang terdapat di Indonesia bagian Timur (misalnya jenis-jenis Acanthopis antarticus. Penderita dilarang untuk bergerak dan apabila perlu dapat diberikan analgetika atau sedativa. rash. Tindakan pertama pada gigitan ular: 1. arthralgias).

J Neuropathol Exp Neurol 53 (1): 1. Ditjen PPM & PLP. Ditjen PUOD (1993) Paket Program Pemberantasan Rabies Terpadu se Pulau Jawa dan Kalimantan.GIGITAN HEWAN DAFTAR PUSTAKA                 (Inggris) Madigan MT (2009). 1. hlm. 1003-1005. Djoelham Binjai Page 60 . (1993) Pedoman Pelaksanaan Program Penanggulangan Rabies di Indonesia SMF Ilmu Bedah RSUD DR. DW.psu. J Virol 82 (19): 9730.com: Rabies diakses 16 Mei 2010 Situs tabanankab. Inggris) Wirblich C (2008).I.M. "Rabies encephalitis in humans: pathology. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. "PPEY motif within the rabies virus (RV) matrix protein is essential for efficient virion release and RV pathogenicity" (pdf).com: Rabies Symptoms diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs cdc. Ditjen PUOD (1993) Paket Program Pemberantasan Rabies Terpadu se Pulau Sumatera dan Sulawesi. R. Ditjen Peternakan. pathogenesis.com: Rabies Diagnosis diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs who-rabies-buletin. (Inggris) Situs klikdokter. Ditjen Peternakan. (Inggris) Situs hmc. Ditjen PPM & PLP. "Quest for a life-long protection by vaccination" (pdf). Ditjen PPM & PLP. and pathophysiology" (pdf). p. (Inggris) Mrak RE (1994).emedtv. Texas Cooperative Extension The Texas A&M University System.org: Diagnosis of rabies in animals diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs rabies.org: rabies prevention diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Dowdle WR (1994).gov: Medical care rabies diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs nwcphp.com: Rabies diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Smith. "Rabies: the biting reality" (pdf). Diakses pada 16 Mei 2010.edu: Rabies diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs animalhealthchannel. Depkes R. Proc Natl Acad Sci USA 91: 2464.

Dan pulau Sumatera dan Sulawesi 1993. Simanjuntak (1993) The Current Status of Zoonosis in Indonesia.com/2011/05/rabies-monyet. Bahang and Thomas Ruosos (1996) preventiod and Control of Zoonotic New Emerging and Remerging Diseases in Indonesia Symposium on Prevention and Control of Selected Communicable Diseases With Epedemic Potential.depkes.wikipedia.id/downloads/Petunjuk%20Rabies. Winarno.blogspot. Djoelham Binjai Page 61 .tv/lintas-dewata/lintas-denpasar/2010/12/teknik-baru-penyuntikanvaksin-anti-rabies/ http://www. Moh. World Health Organization. R.html http://dewatatv.   Region. Sitti Ganefa. Endang.depkes.pdf http://id. Pedoman Teknis Operasional Pembebasan Rabies Terpadu Se Pulau jawa dan Kalimantan. Pedoman Pertolongan Keracunan untuk Puskesmas. CDEC & EH.  Snake Venom: The Pain and Potential of Poison.go.  Soesilo Soerjosembodo Koesharjono C.pdf SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Toni Wandra. New Delhi. Misriyah. 28. 2002. 3 – 7 Juni 1996. 2002          Australia Medicines Handbook.org/wiki/Retrovirus http://explore-onyet.blogspot.id/downloads/rabies. Timoria. 2004 Serum Anti Bisa Ular (Polivalen) Kuda (1) http://www.go.wikipedia. Cecilia. Indonesia.html http://id.GIGITAN HEWAN  Gindo Simanjuntak. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Directorate of Vector Borne Disease Control.  Team Perumus Rapat Teknis Pemberantasn Rabies Terpadu Se Pulau Jawa dan Kalimantan 1990. Gindo M. The Cold Blooded News Vol.M. 2005. SEARO.org/wiki/Rabies http://veterinaryclinic-drhkoes.Vademecum Bio Farma.com/2011/03/rabies-penyakit-anjing-gila.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful