P. 1
Penatalaksanaan GIGITAN HEWAN.docx

Penatalaksanaan GIGITAN HEWAN.docx

|Views: 230|Likes:
Published by Febry Anhar

More info:

Published by: Febry Anhar on Feb 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2014

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • DEFINISI
  • BAB III
  • PATOGENESIS
  • GEJALA KLINIS
  • BAB IV
  • PENANGANAN LUKA GIGITAN HEWAN MENULAR RABIES
  • PEMBERIAN VAKSIN DAN SERUM ANTI RABIES
  • a. Anamnesis :
  • b. Pemeriksaan Fisik
  • I. Dosisi dan Cara Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR)
  • II. Dosis dan Cara Pemberian Serum Anti Rabies (SAR)
  • 2. Serum Momolog
  • III. Dosis dan Cara Pemberian VAR Untuk pengebalan Sebelum Digigit (Pre Exposure
  • Immunization)
  • 2. Suncling Mice Brain Vaccine (SMBV)
  • PERAWATAN RABIES PADA MANUSIA
  • EFEK SAMPING PEMBERIAN SAR DAN PENANGANANNYA
  • PURIFIED VERO RABIES VACCINE ( PVRV )
  • Kontra Indikasi
  • SUCKLING MICE BRAIN VACCINE (SMBV)
  • SERUM ANTI RABIES (SAR)
  • Penyebab terjadinya gigitan ular
  • Ciri-ciri ular berbisa dan tidak berbisa
  • Penatalaksanaan Keracunan Akibat Gigitan Ular
  • Indikasi
  • Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian
  • Stabilitas Penyimpanan
  • Kontraindikasi
  • Efek Samping
  • Interaksi
  • DAFTAR PUSTAKA

GIGITAN HEWAN

BAB I

PENDAHULUAN

Hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat bersahabat dengan pemiliknya. Tetapi terkadang hewan peliharaan itu bisa juga menggigit bila merasa terpojok atau terprovokasi. Gigitan hewan peliharaan sering terjadi tiba-tiba. Anjing biasanya lebih sering mengigit ketimbang kucing. Namun gigitan kucing bisa lebih menyebabkan infeksi. Berbagai macam penyakit dapat disebarkan melalui gigitan tersebut.

Kita boleh berhati-hati jika kita memelihara hewan di rumah. Gigitan hewan tidak hanya menorehkan rasa sakit, namun juga memicu trauma berkepanjangan pada anak-anak. Bermain bersama hewan peliharaan tentu saja mengasyikkan.Anak-anak juga menyukainya. Banyak manfaat yang bisa diambil ketika anak dibiarkan bermain bersama hewan. Di antaranya, mengajak anak berbagai kasih sayang dengan makhluk lain, sebagai ilmu pengetahuan bagi anak. Apalagi, banyak buku bacaan yang mempunyai tokoh hewan.Apalagi ada hewan-hewan jenis tertentu yang bagus untuk menunjang perkembangan anak.

Namun, saat anak bermain dengan hewan, orang tua mesti waspada penuh agar hewan tidak menggigit. Tidak hanya sakit secara fisik, penelitian terbaru menunjukkan, anak yang terkena gigitan hewan akan mengalami gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD). Sejumlah orang biasanya menderita PTSD setelah mengalami suatu peristiwa yang membuat mereka atau orang lain dalam bahaya, seperti kecelakaan mobil atau penyerangan oleh orang tak dikenal. Orang yang menderita PTSD sering kali mengalami gangguan ingatan dan bayangan mimpi peristiwa yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 1

GIGITAN HEWAN

PTSD dapat menyebabkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan pada anak-anak karena dapat mengganggu perkembangan normal mereka,kata Dr Nancy Kassam-Adams, Wakil Direktur The Center for Pediatric Traumatic Stress at The Children’s Hospital di Philadelphia, Amerika Serikat. Dia mencontohkan, seorang anak yang mengalami kesulitan belajar membaca sehingga menyebabkan peristiwa yang traumatik. Anak yang mengalaminya kemungkinan besar dapat pulih, namun dalam waktu lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa. Selanjutnya, Dr Li Ji, seorang dokter anak di Peking Union Medical College Hospital di Beijing, China, dan rekan-rekannya mempelajari 358 anak usia 5–17 tahun yang datang ke bagian unit gawat darurat (UGD) di Peking University People’s Hospital setelah digigit seekor hewan, seperti kucing, kelinci, anjing, atau tikus. Banyak jenis hewan mulai dari anjing dan kucing ke hamster, musang, musang, dan tupai dapat menggigit orang dewasa dan anak-anak. Banyak kali, gigitan berasal dari hewan peliharaan keluarga.

Luka gigitan hewan ini salah satunya bisa menyebabkan penyakit rabies, rabies adalah infeksi yang sangat jarang tetapi fatal yang mungkin timbul dari gigitan hewan. Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila.

Di Amerika Serikat, tidak seperti seluruh dunia, hewan liar seperti kelelawar, sigung, rakun, dan rubah menyebar lebih dari 90% dari infeksi rabies. Gigitan hewan harus dilaporkan ke departemen kesehatan setempat.Mereka mungkin meminta bantuan para medis dalam menemukan hewan sehingga dapat dibatasi dan diamati gejala rabiesnya.

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 2

GIGITAN HEWAN

Sifat-sifat virus ini tidak dapat hidup di alam bebas, mudah sekali mati pada pemanasan 50°C dalam waktu 15 menit, mati oleh sinar matahari. Virus ini dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Karena kapsulnya terdiri dari lemak sehingga memudahkan kita untuk mematikan virus tersebut dengan zat-zat larut lemak seperti sabun atau detergen.

Rabies bukanlah penyakit baru dalam sejarah perabadan manusia. Catatan tertulis mengenai perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi buas ditemukan pada Kode Mesopotamia yang ditulis 4000 tahun lalu serta pada Kode Babilonia Eshunna yang ditulis pada 2300 SM. Democritus pada 500 SM juga menuliskan karakteristik gejala penyakit yang menyerupai rabies. Aristotle, pada 400 SM, menulis di Natural History of Animals edisi 8, bab 22 “ .... anjing itu menjadi gila. Hal ini menyebabkan mereka menjadi agresif dan semua binatang yang digigitnya juga mengalami sakit yang sama. ”

Hippocrates, Plutarch, Xenophon, Epimarcus, Virgil, Horace, dan Ovid adalah orangorang yang pernah menyinggung karakteristik rabies dalam tulisan-tulisannya. Celsius, seorang dokter di zaman Romawi, mengasosiasikan hidrofobia (ketakutan terhadap air) dengan gigitan anjing, di tahun 100 Masehi. Cardanus, seorang penulis zaman Romawi menjelaskan sifat infeksi yang ada di air liur anjing yang terkena rabies. Pada penulis Romawi zaman itu mendeskripsikan rabies sebagai racun, yang mana adalah kata Latin bagi virus. Pliny dan Ovid adalah orang yang pertama menjelaskan penyebab lain dari rabies, yang saat itu disebut cacing lidah anjing (dog tongue worm). Untuk mencegah rabies di masa itu, permukaan lidah yang diduga mengandung "cacing" dipotong. Anggapan tersebut bertahan sampai abad 19, ketika akhirnya Louis Pasteur berhasil mendemonstrasikan penyebaran rabies dengan menumbuhkan jaringan otak yang terinfeksi di tahun 1885. Goldwasser dan Kissling menemukan cara diagnosis rabies secara modern pada tahun 1958, yaitu dengan teknik antibodi imunofluoresens untuk menemukan antigen rabies pada jaringan.

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 3

yaitu Bangka Belitung. Penyakit ini adalah penyakit akut yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. jumlah kasus gigitan anjing 14. penyakit rabies ini menyerang gangguan syaraf pusat. Jawa Timur. dan Papua Barat. Dalam lima tahun terakhir. Rabies bukan hanya terdapat pada anjing saja. Monyet berbeda dengan kera. Papua. Daerah Istimewa Yogyakarta. suaranya menjadi sangat parau dan sering kejang-kejang. Jawa Tengah. dilatih sebagai hewan sirkus dan tak jarang dirawat sebagai hewan peliharaan. Banyak sekali ordo yang menyerupai monyet ini. Monyet adalah hewan yang paling mudah untuk berinteraksi dengan manusia. sebagian besar provinsi di Indonesia termasukendemis rabies. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R. Monyet juga hewan yang digunakan untuk percobaan laboratorium. Nusa Tenggara Barat.GIGITAN HEWAN Sedangkan. Monyet sedikit lebih galak. diantaranya oranghutan dan kera. hewan yang terkena penyakit rabies biasanya menjadi sangat buas. 9.M. sebaiknya setiap sebulan sekali periksakan dan bawalah monyet Anda ke dokter hewan. apabila ia tak mengenal lawan interaksinya tak jarang ia akan menyerang dan mencakar. Pada tahun 2008. segeralah untuk membawanya ke dokter.000 orang di 24 provinsi. rata-rata jumlah penduduk yang digigit anjing lebih dari 15. Jumlah penderita rabies ratusan orang per tahun dan sebagian besar meninggal dunia. Djoelham Binjai Page 4 . tapi juga terdapat pada monyet dan kucing. walaupun satu jenis sama-sama berkelas primata. Sembilan provinsi yang tidak ditemukan kasus rabies atau bebas rabies. DKI Jakarta. Jadi. Monyet di dunia ada sekitar 264 jenis. tetapi mereka mempunyai perbedaan.565 orang mendapat vaksin serta obat-obatan. Senang menyerang siapa saja. monyet berekor lebih kecil. penderita rabies 85 orang. Kepulauan Riau. Jika Anda memiliki monyet di rumah.106 orang. Untuk itulah jika Anda melihat keanehan yang terjadi pada hewan Anda.

biasanya pemeriksaan dilakukan dengan mengambil cairan dari otak hewan penderita. tiap ada kasus gigitan hewan. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. hewan yang menggigit manusia harus segera ditangkap. dan diobservasi apakah dalam dua minggu mati atau tidak. karena Jambi termasuk daerah endemis rabies. Selain itu. R. dikarantina. virus ini juga terdapat di air liur hewan penderita. di provinsi itu harus dilaporkan ke Puskesmas atau rumah sakit dan dinas peternakan setempat. menyatakan. Djoelham Binjai Page 5 . virus itu bisa menyebar ke otak melalui jaringan saraf dalam waktu cepat atau sekitar seminggu dan berakibat fatal bagi penderita. drh. Orang yang digigit hewan itu harus diperiksa di mana lokasi gigitan.GIGITAN HEWAN Bila ditemukan ada kasus dugaan rabies. Untuk memastikan hal itu. Rabies atau dikenal sebagai penyakit anjing gila merupakan penyakit menular yang berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Oleh karena. dan segera diberi vaksin atau serum anti rabies.Mangku Sitepu. khususnya anjing dan kera. Selain terdapat di susunan saraf pusat. maka penanganan terhadap para korban yang digigit hewan yang diduga terinfeksi virus rabies sesuai indikasi dan prosedur. Bila dalam dua pekan mati. berapa lama digigit. ada kemungkinan hewan itu terinfeksi virus itu. Pengamat masalah kesehatan hewan. Penyakit ini disebabkan virus Rhabdho yang dapat menyerang semua hewan berdarah ganas dan manusia.M. bila lokasi gigitan di leher atau dekat kepala.

Dalam kasus tertentu gigitan hewan (terutama oleh hewan liar) dapat menularkan penyakit rabies. Luka gigitan penting untuk diperhatikan dalam dunia kedokteran. Hewan mungkin menggigit untuk mempertahankan dirinya. sedangkan beberapa lainnya cukup dibiarkan saja dan sembuh dengan sendirinya. dan pada kesempatan khusus untuk mencari makanan. Beberapa kelainan seperti sindrom Lesch-Nyhan menyebabkan manusia menggigit dirinya sendiri.M. musang juga anjing menularkan sebagian besar kasus rabies. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Luka ini dapat menyebabkan: > Kerusakan jaringan secara umum > Pendarahan serius bila pembuluh darah besar terluka > Infeksi oleh bakteri atau patogen lainnya. seperti rabies > Dapat mengandung racun seperti pada gigitan ular > Awal dari peradangan dan gatal-gatal. Pada manusia yang menggigit dan menyebabkan luka dapat disebabkan faktor kejiwaan atau emosi. R. Djoelham Binjai Page 6 . Beberapa luka gigitan perlu ditutup dengan jahitan. Pengobatan dini dan tepat adalah kunci untuk meminimalkan potensi masalah dari gigitan. Kelelawar. penyakit yang berbahaya terhadap nyawa manusia.GIGITAN HEWAN BAB II DEFINISI Luka gigitan adalah cedera yang disebabkan oleh mulut dan gigi hewan atau manusia. Gigitan dan cakaran hewan/hewan yang sampai merusak kulit kadang kala dapat mengakibatkan infeksi. Gigitan yang sangat umum dan dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan dan cepat dapat berkembang menjadi infeksi dan kekakuan di tangan.

keterlambatan dalam pengobatan. kondisi kesehatan pra-luka yang ada di orang yang merusak kekebalan digigit mereka (seperti diabetes. dan di daerah pesisir. kera. Kulit biasanya robek jika tergigit. bahkan oleh individu yang digigit. dengan gigitan kucing jauh kedua. yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. prognosis biasanya sangat baik untuk pemulihan dari cedera ini. bakteri dari mulut mencemari luka. hewan ternak. Perhatian utama dari semua luka gigitan adalah infeksi berikutnya. penyegelan dari luka tusukan. gigi runcing yang dapat menyebabkan luka tusukan yang dalam. Mayoritas gigitan hewan di Amerika Serikat disebabkan oleh anjing. HIV). Infeksi lebih sering terjadi pada gigitan kucing. sekitar 1% dari gigitan anjing dan sekitar 5-10% dari gigitan kucing memerlukan rawat inap. kucing. musang. kehadiran benda asing dalam luka (seperti chip dari gigi). termasuk jenis dan lokasi. Djoelham Binjai Page 7 . rakun. dan jenis hewan yang sedikit individu. kelinci. Penyakit ini bersifat zoonotik. menghalangi drainase terbuka dan memungkinkan infeksi untuk berkembang. R. ular. Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. monyet. Dengan perawatan yang cepat dan tepat.Gigitan ini sering jauh lebih dalam yang awalnya dihargai. buaya. Di Amerika Serikat.Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing. kanker.GIGITAN HEWAN Ketika gigitan hewan. Rabies disebut juga penyakit anjing gila. belut). dan kelelawar. Hasil infeksi berkisar dari ketidaknyamanan ringan sampai komplikasi yang mengancam jiwa. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap pengembangan infeksi.M. penyakit vaskular. hewan laut (ikan hiu. Gigitan hewan lain termasuk hewan pengerat. Bakteri ini kemudian dapat tumbuh di luka dan menyebabkan infeksi. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. karena gigi mereka sangat tajam.

cara penularan lain belum banyak tercatat seperti misalnya penularan melalui selaput lendir (seperti pada mata. manusia juga dapat tertular virus rabies melalui kontak non gigitan. mudah sekali mati pada pemanasan 50°C dalam waktu 15 menit. Semua gigitan binatang.Karena kapsulnya terdiri dari lemak sehingga memudahkan kita untuk mematikan virus tersebut dengan zat-zat larut lemak seperti sabun atau detergen. Menurut WHO.GIGITAN HEWAN Sifat-sifat virus ini tidak dapat hidup di alam bebas. dimana tingkat kematiannya mencapai 95% Penularan virus rabies biasanya terjadi ketika air liur yang sudah terinfeksi dari inang kontak dengan hewan lain.M. Meskipun demikian. tidak perduli letaknya mempunyai bahaya potensial untuk menularkan virus rabies. Tetapi pada kasus tertentu yang jarang. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. tetapi untuk lebih pastinya sebaiknya tes tersebut juga menyertakan jaringan dari otak besar & otak kecil. Virus ini dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. R. mati oleh sinar matahari. meskipun saat ini telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit rabies. Jenis penularan yang paling umum adalah melalui gigitan dari inang yang air liurnya sudah terinfeksi virus rabies. Djoelham Binjai Page 8 . Manusia biasanya tertular virus rabies karena gigitan dari hewan yang terinfeksi virus rabies. tetapi penyakit rabies tersebut masih menimbulkan masalah kesehatan yang cukup banyak di berbagai negara Asia & Afrika. Diagnosis rabies pada hewan dapat dilakukan setelah terdeteksi adanya virus rabies pada bagian otak manapun. hidung & mulut). penularan melalui alat hirup serta penularan karena transplantasi mata atau organ tubuh lainnya.

Djoelham Binjai Page 9 .M.GIGITAN HEWAN Menurut situs health.on. hidung & mulut) yang terkontaminasi dengan air liur yang mengandung virus atau zat lain dari hewan yang menderita rabies. yang dimaksudkan dengan kontak non gigitan adalah melalui goresan.gov. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. luka terbuka ataupun selaput lendir (seperti pada mata. R.ca yang medicastore kutip.

malaise. Sesampainya di otak virus kemudian memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua bagian neuron.M. virus kemudian kearah perifer dalam serabut saraf eferen dan pada saraf volunter maupun saraf otonom. Djoelham Binjai Page 10 . Dengan demikian virus menyerang hampir tiap organ dan jaringan didalam tubuh. berhubungan dengan jarak yang harus ditempuh oleh virus sebelum mencapai otak. Masa inkubasi bervariasi yaitu berkisar antara 2 minggu sampai 2 tahun. Stadium Sensoris SMF Ilmu Bedah RSUD DR. mual dan rasa nyeri ditenggorokan selama beberapa hari. ginjal. maka selama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatnya. dan berkembang biak dalam jaringan jaringannya. tetapi pada umumnya 3-8 minggu. Stadium Prodromal Gejala-gejala awal berupa demam. Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral. terutama mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbik. Hipotalamus dan batang otak. dan sebagainya. seperti kelenjar ludah. GEJALA KLINIS 1. 2. R.GIGITAN HEWAN BAB III PATOGENESIS Setelah virus rabies masuk melalui luka gigitan. kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan-perubahan fungsinya.

Hal ini karena gangguan sumsum tulang belakang. Kemudian disusul dengan gejala cemas. yang sangat khas pada stadium ini ialah adanya macam-macam fobi. hiperlakrimasi dan pupil dilatasi. Bersamaan dengan stadium eksitasi ini penyakit mencapai puncaknya. yang sangat terkenal diantaranya ialah hidrofobi. hingga terjadi paresis flaksid otot-otot. 4. melainkan paresis otot-otot yang bersifat progresif. Stadium Paralis Sebagian besar penderita rabies meninggal dalam stadium eksitasi Kadang-kadang ditemukan juga kasus tanpa gejala-gejala eksitasi. Stadium Eksitasi Tonus otot-otot dan aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala hiperhidrosis.GIGITAN HEWAN Penderita merasa nyeri. rasa panas disertai kesemutan pada tempat bekas luka. sianosis. hipersalivasi. R. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Tindak-tanduk penderita tidak rasional kadang-kadang maniakal disertai dengan saat-saat responsif.M. Gejalagejala eksitasi ini dapat terus berlangsung sampai penderita meninggal. dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsang sensorik. 3. konvulsa da tahikardi. Kontraksi otot-otot Faring dan otot-otot pernapasan dapat pula ditimbulkan oleh rangsang sensorik seperti meniupkan udara kemuka penderita atau dengan menjatuhkan sinar kemata atau dengan menepuk tangan didekat telinga penderita. Pada stadium ini dapat terjadi apnoe. tetapi pada saat dekat kematian justru lebih sering terjadi otot-otot melemah. yang memperlihatkan gejala paresis otot-otot pernafasan. Djoelham Binjai Page 11 .

obat merah dan lain-lain). Disamping itu harus dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian serum/ vaksin anti tetanus. usaha yang paling efektif ialah mencuci luka gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau diteregent selama 10-15 menit. yang disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya disuntikan secara intra muskuler.M. Djoelham Binjai Page 12 . Bila memang perlu sekali untuk dijahit (jahitannya jahitan situasi). maka diberi Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan dosis.GIGITAN HEWAN BAB IV PENANGANAN LUKA GIGITAN HEWAN MENULAR RABIES Setiap ada kasus gigitan hewan menular rabies harus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin. anti biotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Luka gigitan tidak dibenarkan untuk dijahit. betadine. R. kecuali jahitan situasi. PEMBERIAN VAKSIN DAN SERUM ANTI RABIES Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Vaksin Anti Rabies (VAR) disertai Serum Anti Rabies (SAR) harus didasarkan atas tindakan tajam dengan mempertimbangkan hasil-hasil penemuan dibawah ini. kemudian diberi antiseptik (alkohol 70 %. Meskipun pencucian luka menurut keterangan penderita sudah dilakukan namun di Puskesmas Pembantu/Puskesmas/Rumah Sakit harus dilakukan kembali seperti di atas. Untuk mengurangi/mematikan virus rabies yang masuk pada luka gigitan.

Anamnesis : .Identifikasi luka gigitan (status lokalis). Djoelham Binjai Page 13 . .Hewan yang menggigit mati.Didahului tindakan provokatif / tidak . Virus rabies dapat diisolasi dari air SMF Ilmu Bedah RSUD DR.Hewan yang menggigit hilang.GIGITAN HEWAN a.Kejadian didaerah tertular / terancam / bebas . walaupun secara klinis cukup jelas. Pemeriksaan Fisik . Pada kasus dengan perjalanan yang agak lama . R. sehingga pemeriksaan serologis kadang-kadang belum sempat dilakukan.Penderita luka gigitan pernah di VAR dan kapan? . lari dan tidak dapat di tangkap atau dibunuh dan dibuat. misalnya gejala paralis yang dominan dan mengaburkan diagnosis maka pemeriksaan laboratorium sangat membantu dalam menegakkan diagnosis. .M.Hewan yang menggigit menunjukkan gejala rabies .Kontak / jilatan / gigitan . Pemeriksaan Laboratorium Penyakit ini sering berjalan dengan cepat dan dalam 10 hari dapat menyebabkan kematian sejak timbulnya gejala. tapi masih diragukan menderita rabies.Hewan yang menggigit pernah di VAR dan kapan? b. c.

badan dan kaki.GIGITAN HEWAN liur. Serum neutralizing antibody pada kasus yang tidak divaksinasi tidak akan terbentuk sampai hari ke 10 pengobatan. Yang termasuk luka yang tidak berbahaya adalah jilatan pada kulit luka. Peningkatan titer yang cepat juga nampak pada hari ke 6 – 10 setelah onset klinis pada penderita yang diobati dengan anti rabies. isolasi virus kadang-kadang tidak berhasil didapatkan dari jaringan otak dan bahan tersebut setelah 1 – 4 hari sakit. Sedangkan apabila kontak dengan air luir pada kulit luka yang tidak berbahaya. luka yang lebar/dalam dan luka yang banyak (multipel). kulit dan hapusan kornea. FAT ini juga bisa negatif. luka kecil disekitar tangan. bahkan setelah teknik isolasi tidak berhasil. maka tidak PERLU diberikan pengobatan VAR maupun SAR. cairan serebrospinal dan urin penderita. Walaupun secara klinis gejalanya patognomonik namun Negri bodies dengan pemeriksaan mikroskopis (Seller) dapat negatif pada 10 % . pada kasus yang divaksinasi dapat membantu diagnosis. maka terhadap luka resiko rendah diberi VAR saja. Pemeriksaan Flourescent Antibodies Test (FAT) dapat menunjukkan antigen virus di jaringan otak. kepala. Untuk kontak (dengan air liur atau saliva hewan tersangka/hewan rabies atau penderita rabies). terutama pada kasus kasus yang sempat divaksinasi dan penderita yang dapat bertahan hidup setelah lebih dari 2 minggu. R. selain VAR juga diberi SAR. tidak ada kontak. Djoelham Binjai Page 14 . Karakteristik responimun ini. maka diberikan VAR atau diberikan kombinasi VAR dan SAR apabila kontak dengan air liur pada luka berbahaya. kontak tak langsung. tetapi setelah itu titer akan meningkat dengan cepat. luka pada jari tangan/kaki. Walaupun begitu. tetapi tidak ada luka. Hal ini berhubungan dengan adanya neutralizing antibodies. sedimen cairan serebrospinal. bila antibodi telah terbentuk. Bila ada indikasi pengobatan Pasteur. luka diatas daerah bahu (muka. leher).M. Yang termasuk luka berbahaya adalah jilatan/luka pada mukosa. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. ekskoriasi). genetalia. garukan atau lecet (erosi. Terhadap luka resiko tinggi.20 % kasus. urin.

Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Exposure Treatment) . SMF Ilmu Bedah RSUD DR.M.GIGITAN HEWAN Dosis dengan cara pemberian Vaksin dan Serum Anti Rabies adalah sebagai berikut : I.Cara pemberian : disuntikkan secara intra muskuler (im) di daerah deltoideus (anak–anak di daerah paha). a. Djoelham Binjai Page 15 . Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV) Kemasan : Vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0. R.5 ml dalam syringe. Dosisi dan Cara Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) 1.

Cara pemberian : sama seperti pada butir 1. 2x Pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan) .5 ml DOSIS DEWASA 0. R.Hari ke 7 dan 21 Ulangan - b. Djoelham Binjai Page 16 .M.a.5 ml WAKTU PEMBERIAN 4 x pemberian: Hari ke-0.GIGITAN HEWAN – Dosis : VAKSINASI DOSIS ANAK Dasar 0. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR sesudah digigit (Post Exposure Treatment) .

Djoelham Binjai Page 17 .5 ml WAKTU PEMBERIAN 0.5 ml 4 x pemberian: .M.Hari ke-0. 2x pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan) . Suckling Mice Brain Vaccine (SMBV) Kemasan : .GIGITAN HEWAN .5 ml Hari ke 90 2. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.5ml 0.Dosis : VAKSINASI DOSIS ANAK DOSIS DEWASA Dasar 0.Hari ke 7 dan 21 Ulangan 0. R.Dos berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml.5 ml 0.

a.M. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Exposure Treatment) . Sedangkan untuk vaksinasi ulang disuntikkan secara intra cutan (ic) di bagaian fleksor lengan bawah .25 ml Hari ke 11.Dos berisi 5 ampul @ 1 dosis intra cutan dan 5 ampul pelarut @ 0. R. Djoelham Binjai Page 18 .Cara pemberian : Untuk vaksinasi dasar disuntikkan secara sub cutan (sc) di sekitar daerah pusar.Dosis : VAKSINASI DOSIS ANAK Dasar 1 ml DOSIS DEWASA 2 ml WAKTU PEMBERIAN 7 x Pemberian Anak: setiap hari 3 tahun ke bawah KET Ulangan 0.GIGITAN HEWAN . 30 dan 90 SMF Ilmu Bedah RSUD DR. 15.4 ml. .1 ml 0.

15.GIGITAN HEWAN b.1 ml 0. Serum hetorolog (Kuda) .a. 25. 35 dan 90 II. R.Dosis VAKSINASI DOSIS ANAK DOSIS DEWASA Dasar 1 ml 2 ml WAKTU PEMBERIAN 7 x Pemberian Anak: 3 tahun ke KET setiap hari bawah Ulangan 0.25 ml Hari ke 11.Cara pemberian : SMF Ilmu Bedah RSUD DR.Cara pemberian : sama seperti pada butir 2.M. .Kemasasn : vial 20 ml (1 ml = 100 IU) . Dosis dan Cara Pemberian Serum Anti Rabies (SAR) 2. Djoelham Binjai Page 19 . Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah digigit (Post Exposure Treatment) .

Cara pemberian : Disuntikkan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin. Serum Momolog Kemasan : vial 2 ml ( 1 ml = 150 IU ) .GIGITAN HEWAN Disuntikkan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin.M.Dosis : JENIS SERUM DOSIS WAKTU PEMBERIAN Serum Heterolog 40 IU/kg BB Bersamaan dengan Sebelunya dilakukan KETERANGAN Pemberian VAR hari skin test ke-0 2. Djoelham Binjai Page 20 . . sisanya disuntikkan intra maskuler. sisanya disuntikkan intra muskuler. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.

GIGITAN HEWAN .5 ml dalam syringe.Cara pemberian (cara I) : Disuntikkan secara intra muskuler (im) di daerah deltoideus.M. . Djoelham Binjai Page 21 . Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV) Kemasan : Vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0. R. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.Dosis : JENIS SERUM DOSIS WAKTU PEMBERIAN Serum Homolog 20 IU/kg BB Bersamaan dengan Sebelunya tidak KETERANGAN Pemberian VAR hari dilakukan skin test ke-0 III. Dosis dan Cara Pemberian VAR Untuk pengebalan Sebelum Digigit (Pre Exposure Immunization) 1.

1 ml 0. R.5 ml WAKTU PEMBERIAN Pemberian I (hari ke – 0) Hari ke 7 Hari ke 28 1 tahun setelah pemberian 1 Tiap 6 bulan – 1tahun 0.M.GIGITAN HEWAN .1 ml II.5 ml III. 0. Djoelham Binjai Page 22 .5 ml Ulangan Ulangan Selanjutnya . 0.Dosis : VAKSINASI Dasar DOSIS I. Suncling Mice Brain Vaccine (SMBV) Kemasan : SMF Ilmu Bedah RSUD DR.5 ml 0. 0.Cara pemberian (cara II) : Disuntikkan secara intra cutan ( dibagian fleksor lengan bawah ).5 ml II. 0.5 ml WAKTU PEMBERIAN Pemberian I (hari ke – 0) Hari ke 28 1 tahun setelah pemberian 1 Tiap 3 tahun 2.Dosis : VAKSINASI Dasar DOSIS I. .1 ml Ulangan Ulangan Selanjutnya 0. 0.

0. 0.1 ml 0.25 ml Tiap 1 tahun PERAWATAN RABIES PADA MANUSIA .Penderita dirujuk ke Rumah Sakit.M. R.Dosis : VAKSINASI Dasar DOSIS ANAK I.Cara pemberian : Disuntikkan secara intra cutan (ic) di bagian flektor lengan bawah. kadang – kadang maniakal disertai saat–saat responsif. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. penderita diinfus dengan cairan Ringer Laktat/NACI 0.9%/cairan lainnya. Djoelham Binjai Page 23 .1ml II. 0. .1ml DOSIS DEWASA I. . 0. 0.4 ml. kalau perlu diberi anti konvulsan dan sebaiknya penderita difiksasi selama di perjalanan dan waspada terhadap tindak–tanduk penderita yang tidak rasional.GIGITAN HEWAN Dus berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml Dus berisi 5 ampul @ 1 dosis intra cutan dan 5 ampul pelarut @ 0.1 ml 6 minggu setelah pemberian I Ulangan 0.1ml III.Sebelum dirujuk. 0.5 ml WAKTU PEMBERIAN Pemberian I 3 minggu setelah pemberian I III. .25 ml II.

EFEK SAMPING PEMBERIAN SAR DAN PENANGANANNYA Reaksi terhadap SAR heterolog dapat terjadi.Di Rumah Sakit penderita dirawat di ruang perawatan dan diisolasi. . . Sebelum digunakan hendaklah dilakukan pengujian terlebih dahulu (skin test ). kemungkinan terjadi pula syok anafilaktif.Hentikan pemberian SAR. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Gejala dan tanda klinis : panas.M. dll ). Jika digunakan serum heterolog dapat terjadi serum sicknecs ( 15 % . Penanganan : .urtica. hendaknya dokter dan paramedis memakai sarung tangan. maka sewaktu menangani kasus rabies pada manusia.Tindakan medik dan pemberian obat–obat simptomatis dan supportif termasukanti biotik bila diperlukan. serta sebaiknya dilakukan fiksasi penderita pada tempat tidurnya . walaupun serum heterrolog yang digunakan sudah dimurnikan dan dipekatkan.25 % kasus ). . 1. kaca mata dan masker. R.GIGITAN HEWAN .1. 1.Untuk menghindari adanya kemungkinan penularan dari penderita. Djoelham Binjai Page 24 .Beri pengobatan simptomatis( antihstamine.2. Serum Sickness : 1.

Beri adrenalin 0. Anak -anak 0.Tiap 5 –10 menit ulangi adrenalin( 0. seperti oradexon 1 ampul i. at dexamethasone 5 – 10 mg i. .5 ml sc / im.GIGITAN HEWAN 2. beri pernafasan dari mulut ke mulut.5 ml sampai tekanan sistolik mencapai 90–100 mmHg.Baringkan penderita dengan kaki lebih tinggi dari kepala .9 % .M. Syok Anafilaktik Penanganan: . kepala ditarik ke belakang dan rahang ke atas.3 – 0. Djoelham Binjai Page 25 . .Bila nafas berhenti. v. .O2 ( jika ada ). denyut jantung tidak melebihi 120 x / menit.Intra venous Fluid Drip ( IVFD ) : Ringer laktat atau NaCI 0.Bila jantung berhenti lakukan kompresi jantung luar.Kortikosteroid. R.Monitoring “ vital sihn “ ( tanda – tanda vital ) .01 mg / Kg BB ( 1ampul adrenalin = 1 m1 = 1 mg ).3 – 0. . v. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. . usahakan pernafasan buatan.

R. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. observasi dulu dengan seksama.Penderitan yang sembuh jangan terlalu cepat dipulangkan.M. Djoelham Binjai Page 26 .GIGITAN HEWAN .

5 ml. Virus rabies ( Wistar Rabies PM / WI 38 – 1503 M strain ). a. diperoleh dari biakan pada vero contineous cellines. Djoelham Binjai Page 27 .M. Group profesi : .Petugas kesehatan ( dokter / perawat ) yang menangani kasus luka gigitan hewan penular rabies / penderita rabies.Karyawan rumah potong hewan . 1 dosis imunisasi dengan daya proteksi lebih besar atau sama dengan 2. .Teknisi yang bekerja pada hewan . R. diinaktivasi dengan beta propiolakton.5 ml Internasional Unit. Albumin plasenta manusia qs 1 dosis imunisasi Pelarut : NaCI 4 % 0. terutama yang berisiko terinfeksi rabies SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Maltosa qs 1 dosis imunisasi. Indikasi : 1. sebelum dan sesudah pemanasan selama 1 bulan pada suhu + 37o c.Karyawan laboratorium yang bekerja dengan virus rabies .Dokter Hewan . Pencegahan rabies kepada mereka yang mempunyai resiko besar untuk mendapat infeksi. b.Petugas peternakan yang menangani hewan perular rabies.GIGITAN HEWAN Lampiran : 1 PURIFIED VERO RABIES VACCINE ( PVRV ) Komposisi : Vaksin kering beku. bayi. dll.

Kontra Indikasi Mengingat pentingnya pencegahan rabies. Pengobatan setelah kontaminasi Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksin anti rabies secara komplit dengan VPRV dan dalam jangka waktu 3 bulan setelah divaksinasi digigit lagi oleh anjing. semua kontra indikasi adalah sekunder bila terdapat kasus tersanka/kontaminasi dengan virus rabies. R. digigit anjing tersangka rabies lagi antara 3 bulan 1 tahun cukup diberi VAR 1 kali pada hari ke – 0-1 tahun atau lebih dianggap penderita baru. Djoelham Binjai Page 28 . Pada kasus ini perlu dilakukan pemeriksaan anti bodi secara serologis Efek Samping : Efek samping yang terjadi seperti : kemerahan dan indurasi ringan pada tempat bekas suntikan. maka pasien tadi tak perlu divaksinasi lagi : sedangkan. kucing. kera maupun hewan lain yang positif rabies. Perhatian : Hati – hati terhadap kasus alergistreptomisin dan/atau neomisin (terdapat dalam vaksin) Interaksi Obat : Kortikosteroid dan obat–obat imunosupresif dapat menyebabkan kegagalan vaksinasi/ imunisasi.GIGITAN HEWAN 2.M. Jarang terjadi demam . Penyimpanan : Antara 2o C – 8o C Kadaluwarsa : 3 ( tiga ) tahun SMF Ilmu Bedah RSUD DR.

dan waktu panen berumur kurang dari 10 hari.025 . petugas peternakan yang menangani hewan penular rabies. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. 3 –6 bulan. Indikasi : Untuk mencegah timbulnya rabies. Kemudian virus dimatikan dengan betapropio/laktor. digigit lagi oleh anjing. mempunyai proteksi terhadap 106 LD 50 virus. R.GIGITAN HEWAN Lampiran : 2 SUCKLING MICE BRAIN VACCINE (SMBV) Merupakan vaksin rabies kering untuk manusia.M. Bayi mencit disuntik intra serebral dengan virus fexed rabies strain Pasteur. maka pasien tadi tak perlu di vaksinasi lagi.01 dan dibeku keringkan Vaksin tidakmengandung faktor paralitik. yang bebas dari kuman patogen. kucing dan kera ataupun hewan lain yang positif rabies. cukup diberi 2 kali sun cutan (sc) di sekitar pusar dengan interval 1minggu : sedangkan apabila digigit anjing tersangka rabies lagi antara 6 bulan atau lebih dianggap penderita baru. Djoelham Binjai Page 29 . Vaksin ini dibuat dari jaringan otak bayi mencit yang masih menyusui. pengobatan harus dimulai sedini-dininya setelah digigit oleh hewan yang mencurigakan. mertiolat 0. Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksi antirabies secara komplit dengan SMBV dan masih dalam jangka waktu 3 bulan setelah divaksinasi. ditambah kanamisin 0. petugas kesehatan yang menangani luka gigitan hewan penular rabies dan penderita rabies. Imunisasi sebelum digigit (Pre Exposure Immunization) sebagai pencegahan misalnya pada pemelihara hewan. pegawai laboratorium yang bekerja dengan virus rabies dan lain–lain .

seperti kemerahan. Sediaan kortikosteroid tidak boleh diberikan. dan lain–lain ).GIGITAN HEWAN Reaksi : Baik pada suntikan sub cutan intra cutan dapat terjadi reaksi lokal yang tidak berarti. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Gejala neuroparalitik sangan jarang terjadi dengan vaksin ini. R. Bila ini terjadi atasi dengan pemberian obat – obat simptomatis (antihistamine. Penyimpanan : pada suhu 2o C – 8o C Kadaluwarsa : Satu (1) tahun.M. Djoelham Binjai Page 30 . gatal–gatal dan pembengkakan.

Skin tes ini dilakukan secara intra cutan ( ic ) sebanyak 0. R.GIGITAN HEWAN Lampiran : 3 SERUM ANTI RABIES (SAR) Serum Anti Rabies buatan Perum Bio Farma adalah serum heterolog.M. Ket : Kasus gigitan hewan tersangka rabies. Serum anti rabies jenis lain ialah serum homolog yang berasal dari serum manusia. sebelum diberikan kepada penderita. Serum ini dibuat oleh IFFA Merieux Perancis dengan nama Imogam dan produksi Cutter USA dengan nama Hyperab / Bayrab. Jika skin test ( + ) serum heterolog tidak dibenarkan untuk diberikan. karena serum ini berasal dari serum kuda. perlu dilakukan skin test terlebih dahulu. Djoelham Binjai Page 31 . SMF Ilmu Bedah RSUD DR. berasal dari serum kuda. Untuk pemberian serum heterolog.1 ml cairan ( 1 / 100 ).

Djoelham Binjai Page 32 . R. dengan air mengalir selama 10-15 menit (Luka jangan diikat ) Ket : Laporkan kasus gigitan ke desa/kelurahan SMF Ilmu Bedah RSUD DR.GIGITAN HEWAN Ket : Cuci luka dengan sabun.M.

R. Terdekat SMF Ilmu Bedah RSUD DR.M. Djoelham Binjai Page 33 .GIGITAN HEWAN Ket : Segera ke Puskesmas/RS.

Djoelham Binjai Page 34 .M.GIGITAN HEWAN Ket: Laporkan kasus rabies ke Dinas Peternakan setempat Ket: Anjing gila rabies ditangkap tetapi jangan dibunuh! SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.

M.GIGITAN HEWAN virus rabies berbentuk peluru SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R. Djoelham Binjai Page 35 .

R.M. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.GIGITAN HEWAN Anjing doberman jantan di Pitbull Cross. Salah satu ciri anjing yang terkena rabies adalah terus-terusan mengeluarkan air liur. Djoelham Binjai Page 36 .

GIGITAN HEWAN INDONESIA INDONESIA SMF Ilmu Bedah RSUD DR.M. R. Djoelham Binjai Page 37 .

GIGITAN HEWAN FLORIDA .M. R.AS INDONESIA SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Djoelham Binjai Page 38 .

GIGITAN HEWAN

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 39

GIGITAN HEWAN

Contoh gigitan monyet:

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 40

GIGITAN HEWAN

SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai

Page 41

GIGITAN HEWAN SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R. Djoelham Binjai Page 42 .M.

R. Spesies ular dapat dibedakan atas ular berbisa dan ular tidak berbisa.GIGITAN HEWAN BAB V GIGITAN ULAR & SABU (Serum Anti Bisa Ular) Racun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Kelenjar yang mengeluarkan bisa merupakan suatu modifikasi kelenjar ludah parotid yang terletak di setiap bagian bawah sisi kepala di belakang mata. terutama protein. Keracunan sering dihubungkan dengan pangan atau bahan kimia. Pada kenyataannya bukan hanya pangan atau bahan kimia saja yang dapat menyebabkan keracunan. bahkan kematian. Ular berbisa memiliki sepasang taring pada bagian rahang atas. Salah satunya adalah gigitan ular berbisa yang sering terjadi di daerah tropis dan subtropis. yang dihasilkan oleh kelenjar khusus. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Bisa tersebut merupakan ludah yang termodifikasi. Pada taring tersebut terdapat saluran bisa untuk menginjeksikan bisa ke dalam tubuh mangsanya secara subkutan atau intramuskular. tetapi merupakan campuran kompleks. Di sekeliling kita ada racun alam yang terdapat pada beberapa tumbuhan dan hewan. Ular merupakan jenis hewan melata yang banyak terdapat di Indonesia. Djoelham Binjai Page 43 . Mengingat masih sering terjadi keracunan akibat gigitan ular maka untuk dapat menambah pengetahuan masyarakat kami menyampaikan informasi mengenai bahaya dan pertolongan terhadap gigitan ular berbisa. Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri.M. Bisa ular tidak hanya terdiri atas satu substansi tunggal. penyakit. yang memiliki aktivitas enzimatik.

ukuran ular. tetapi pada umumnya bisa yang dihasilkannya bersifat lemah. dan ular serasah (Sibynophis geminatus). ular tikus atau ular jali (Ptyas korros). yaitu Viperinae dan Crotalinae. usia. R. Elapidae memiliki taring pendek dan tegak permanen.M. Viperidae memiliki taring panjang yang secara normal dapat dilipat ke bagian rahang atas. ular sendok (Naja sumatrana). SMF Ilmu Bedah RSUD DR. tetapi dapat ditegakkan bila sedang menyerang mangsanya. Ada dua subfamili pada Viperidae. ular weling (Bungarus candidus). ular tali (Dendrelaphis pictus). atau Viperidae. dan efisiensi mekanik gigitan (apakah hanya satu atau kedua taring menusuk kulit).GIGITAN HEWAN Efek toksik bisa ular pada saat menggigit mangsanya tergantung pada spesies. ular tanah (Calloselasma rhodostoma). Hydropiidae. Beberapa contoh anggota famili ini adalah ular cabai (Maticora intestinalis). Djoelham Binjai Page 44 . yang terletak di antara lubang hidung dan mata. Crotalinae memiliki organ untuk mendeteksi mangsa berdarah panas (pit organ). dan ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris). Contoh ular yang termasuk famili ini adalah ular sapi (Zaocys carinatus). serta banyaknya serangan yang terjadi. Ular berbisa kebanyakan termasuk dalam famili Colubridae. jenis kelamin. Ular berbisa kuat yang terdapat di Indonesia biasanya masuk dalam famili Elapidae. dan ular king kobra (Ophiophagus hannah). Beberapa contoh Viperidae adalah ular bandotan (Vipera russelli).

dan penangkap ular. beberapa ular berbisa dapat dikenali melalui ukuran. Bentuk kepala segiempat panjang 2. Bekas gigitan: dua luka gigitan utama akibat gigi taring SMF Ilmu Bedah RSUD DR. kebiasaan dan suara yang dikeluarkan saat merasa terancam. Djoelham Binjai Page 45 . katak. cicak. warna. bentuk. Ciri-ciri ular berbisa: 1.GIGITAN HEWAN Penyebab terjadinya gigitan ular Korban gigitan ular terutama adalah petani. ukuran gigi taring kecil. Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga. pemburu. ketika ular memasuki rumah untuk mencari mangsa berupa ular lain. Bekas gigitan: luka halus berbentuk lengkungan Ciri-ciri ular tidak berbisa: 1. atau tikus. R. nelayan. Gigi taring kecil 3.M. dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring. Kebanyakan gigitan ular terjadi ketika orang tidak mengenakan alas kaki atau hanya memakai sandal dan menginjak ular secara tidak sengaja. Gigitan ular juga dapat terjadi pada penghuni rumah. Namun. Bentuk kepala segitiga 2. Ciri-ciri ular berbisa dan tidak berbisa Tidak ada cara sederhana untuk mengidentifikasi ular berbisa. Dua gigi taring besar di rahang atas 3. pawang ular. Beberapa spesies ular tidak berbisa dapat tampak menyerupai ular berbisa. pekerja perkebunan.

hidung. Bekas gigitanan ular. dan Tanda Gigitan Ular Daya toksik bisa ular yang telah diketahui ada 2 macam : 1. (B) Ular berbisa Sifat Bisa. Djoelham Binjai Page 46 .M. Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah (hematoxic) Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah. (A) Ular tidak berbisa tanpa bekas dengan bekas taring. dan lain-lain. tenggorokan. taring. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Gejala. R.GIGITAN HEWAN Gambar 1. yaitu bisa ular yang menyerang dan merusak (menghancurkan) sel-sel darah merah dengan jalan menghancurkan stroma lecethine ( dinding sel darah merah). mengakibatkan timbulnya perdarahan pada selaput tipis (lender) pada mulut. sehingga sel darah menjadi hancur dan larut (hemolysin) dan keluar menembus pembuluh-pembuluh darah.

dan kepala menjadi pening. infeksi lokal. meskipun tidak ada bisa yang diinjeksikan ke tubuhnya dapat menjadi panik. gatal. Gejala dan tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks). ialah melalui pembuluh limphe. Orang yang digigit ular. dan pembengkakan local yang progresif. Bisa ular yang bersifat saraf (Neurotoxic) Yaitu bisa ular yang merusak dan melumpuhkan jaringan-jaringan sel saraf sekitar luka gigitan yang menyebabkan jaringan-jaringan sel saraf tersebut mati dengan tanda-tanda kulit sekitar luka gigitan tampak kebiru-biruan dan hitam (nekrotis). radang. dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae). tenggorokan atau dapat juga pada pori-pori kulit seluruh tubuh. seperti saraf pernafasan dan jantung. pembengkakan kelenjar getah bening. pada selaput lendir hidung. Tidak semua ular berbisa pada waktu menggigit menginjeksikan bisa pada korbannya. R. tangan dan kaki menjadi kaku.rasa terbakar. nyeri lokal. Bila timbul parestesi. dan mati rasa perioral.GIGITAN HEWAN 2. Penyebaran bisa ular keseluruh tubuh. Djoelham Binjai Page 47 . Tanda dan gejala Gejala-gejala awal terdiri dari satu atau lebih tanda bekas gigitan ular. Pendarahan alat dalam tubuh dapat kita lihat pada air kencing (urine) atau hematuria. nafas menjadi cepat. bibir. nyeri ringan. yaitu timbulnya gejala-gejala hemorrhage (pendarahan) pada selaput tipis atau lender pada rongga mulut. memar. atau fasikulasi otot fasial. pendarahan lokal.M. Bahaya gigitan ular racun pelarut darah adakalanya timbul setelah satu atau dua hari. Penyebaran dan peracunan selanjutnya mempengaruhi susunan saraf pusat dengan jalan melumpuhkan susunan saraf pusat. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. berarti envenomasi yang bermakna sudah terjadi. melepuh. Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. gusi.

nyeri tekan pada luka gigitan.badan terasa lemah. menggigil. hipersalivasi (ludah bertambah banyak).denyut nadi kecil dan lemah. Gejala lokal: edema.M. Gejala sistemik: hipotensi. dan akhirnya mati. banyak keluar keringat. Djoelham Binjai Page 48 . mual. ekimosis (kulit kegelapan karena darah yang terperangkap di jaringan bawah kulit). muntah. berkeringat. otot melemah. R. rasa haus. Gejala hemorrhage biasanya disertai keluhan pusing-pusing kepala. pandangan kabur. Pendarahan pada alat saluran pencernaan seperti usus dan lambung dapat keluar melalui pelepasan (anus).GIGITAN HEWAN yaitu pendarahan melalui saluran kencing. pernapasan pendek. Patofisiologi SMF Ilmu Bedah RSUD DR. menggigil. nyeri kepala.

kelopak mata menurun. ular bandotan puspo): 1. kulit dingin. sehingga sukar bicara. Semburan kobra pada mata dapat menimbulkan rasa sakit yang berdenyut. 3. mati rasa di sekitar mulut. 15 menit: muncul gejala sistemik. Djoelham Binjai Page 49 . Setelah digigit ular a. Gambaran sakit yang berat. 2. Gejala lokal timbul dalam 15 menit. dan kulit yang rusak. muntah. ular anang. b. bengkak di sekitar mulut. Gigitan Viperidae/Crotalidae (ular: ular tanah. susah menelan. 10 jam: paralisis urat-urat di wajah. mambas. melepuh.M. 2. tenggorokan. kaku pada kelopak mata.GIGITAN HEWAN Jenis-jenis ular Gigitan Elapidae (misal: ular kobra. ular weling. coral snakes. otot lemas. R. ular hijau. sakit kepala. lidah. ular cabai. Kematian dapat terjadi dalam 24 jam. bibir. 3. atau setelah beberapa jam berupa bengkak di dekat gigitan yang menyebar ke seluruh anggota badan. Gejala sistemik muncul setelah 5 menit atau setelah beberapa jam. ular welang. ular sendok. pandangan kabur. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Keracunan berat ditandai dengan pembengkakan di atas siku dan lutut dalam waktu 2 jam atau ditandai dengan perdarahan hebat. kraits) 1.

Djoelham Binjai Page 50 . pulselesness (denyutan). berkeringat. paralysis (kelumpuhan otot). ular bandotan puspo) Gejala lokal: ditemukan tanda gigitan taring. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. trombositopeni. ular hijau. paresthesia (mati rasa).GIGITAN HEWAN Gigitan Hydropiidae 1. yaitu terjadi edem (pembengkakan) pada tungkai ditandai dengan 5P: pain (nyeri). paralisis otot. pembengkakan. 2. seperti histamin dan 5-hidroksitriptamin. Gigitan Rattlesnake dan Crotalidae 1. yang ditemukan pada Viperidae. pallor (muka pucat). spasme otot rahang. dilatasi pupil. R. henti jantung. 2. Anemia. Setelah 30 menit sampai beberapa jam biasanya timbul kaku dan nyeri menyeluruh. Sindrom kompartemen merupakan salah satu gejala khusus gigitan ular berbisa. (misalnya: ular tanah. mioglobulinuria yang ditandai dengan urin warna coklat gelap (ini penting untuk diagnosis). hipotensi. nyeri di daerah gigitan. ginjal rusak. dan muntah. (misalnya: ular laut): Segera timbul sakit kepala.M. ekimosis. semua ini indikasi perlunya pemberian polivalen crotalidae antivenin. lidah terasa tebal. Rasa nyeri pada gigitan ular mungkin ditimbulkan dari amin biogenik.

GIGITAN HEWAN Komplikasi 1. karena pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam aliran darah dan getah bening. Metode pertolongan yang dilakukan adalah menenangkan korban yang cemas. hindari gangguan terhadap luka gigitan karena dapat meningkatkan penyerapan bisa dan menimbulkan pendarahan lokal. Syok hipovolemik 2. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Tujuan pertolongan pertama adalah untuk menghambat penyerapan bisa. Djoelham Binjai Page 51 .M. harus dilaksanakan secepatnya setelah terjadi gigitan ular Sebelum korban dibawa ke rumah sakit. Edema paru 3. Gagal napas Penatalaksanaan Keracunan Akibat Gigitan Ular Langkah-langkah yang harus diikuti pada penatalaksanaan gigitan ular adalah: 1. Pertolongan pertama. mempertahankan hidup korban dan menghindari komplikasi sebelum mendapatkan perawatan medis di rumah sakit serta mengawasi gejala dini yang membahayakan. Kemudian segera bawa korban ke tempat perawatan medis. R. Kematian 4. Hal ini dapat dilakukan oleh korban sendiri atau orang lain yang ada di tempat kejadian. pertimbangkan pressure-immobilisation pada gigitan Elapidae. imobilisasi (membuat tidak bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara mengikat atau menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot.

Pengobatan gigitan ular Pada umumnya terjadi salah pengertian mengenai pengelolaan gigitan ular. 4. panjang 45 m. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya.GIGITAN HEWAN 2. pemberian antihistamin dan kortikosteroid harus dihindari karena tidak terbukti manfaatnya. Bungkus rapat dengan perban seperti membungkus kaki yang terkilir. mulai dari ujung jari kaki sampai bagian yang terdekat dengan gigitan. yang dibalutkan kuat di sekeliling bagian tubuh yang tergigit. insisi (pengirisan dengan alat tajam). Metode penggunaan torniket (diikat dengan keras sehingga menghambat peredaran darah). Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal atau air steril. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun elastis dengan lebar + 10 cm. pendinginan daerah yang digigit. R. 3. Djoelham Binjai Page 52 . Hindari pergerakan atau kontraksi otot untuk mencegah peningkatan penyerapan bisa. Penggunaan torniket tidak dianjurkan karena dapat SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Gambar 2. b. tetapi ikatan jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu. pengisapan tempat gigitan.M. Imobilisasi bagian tubuh menggunakan perban. Terapi yang dianjurkan meliputi: a. dengan cara yang aman dan senyaman mungkin.

atau bila korban pernah mendapatkan toksoid maka diberikan satu dosis toksoid tetanus.GIGITAN HEWAN mengganggu aliran darah dan pelepasan torniket dapat menyebabkan efek sistemik yang lebih berat. antibisa bersifat polivalen. R. Pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular. Djoelham Binjai Page 53 . g. Serum antibisa ini hanya diindikasikan bila terdapat kerusakan jaringan lokal yang luas. d. penatalaksanaan sirkulasi. Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang meliputi penatalaksanaan jalan nafas. kondisi yang tiba-tiba memburuk akibat terlepasnya penekanan perban. Pemberian serum antibisa. hiperkalaemia akibat rusaknya otot rangka. f. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. yang mengandung antibodi terhadap beberapa bisa ular. shock perdarahan. penatalaksanaan resusitasi perlu dilaksanakan bila kondisi klinis korban berupa hipotensi berat dan shock. serta kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis lokal. e. Pemberian sedasi atau analgesik untuk menghilangkan rasa takut cepat mati/panik. Pemberian suntikan antitetanus. c. kelumpuhan saraf pernafasan. Di Indonesia. maka sifatnya adalah antigenik sehingga dapat dibuat dari serum kuda. penatalaksanaan fungsi pernafasan. Karena bisa ular sebagian besar terdiri atas protein.M.

GIGITAN HEWAN Cara pemberian SABU : 1.25% v/v. 25-50 LD50 bisa Bungarus 3. Maksimal 100 ml (20 vial).9 % atau Dextrose 5% dengan kecepatan 40-80 tetes per menit.M. Bila belum tersedia antibisa. 25-50 LD50 bisa Naya sputarix 4. Penatalaksanaan Sebelum dibawa ke rumah sakit: Diistirahatkan dalam posisi horizontal terhadap luka gigitan. ikatlah 2 ujung yang terkena gigitan. 2. Teknik Pemberian: 2 vial @ 5 ml intravena dalam 500 ml NaCl 0. Djoelham Binjai Page 54 . Tindakan ini kurang berguna jika dilakukan lebih dari 30 menit paskagigitan. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. R. Setelah dibawa ke rumah sakit: Beri SABU (Serum Anti Bisa Ular) polivalen 1 ml berisi: 1. Fenol 0. 10-50 LD50 bisa Ankystrodon 2.

Dosis anti serum untuk anak-anak sama atau lebih besar daripada dosis untuk dewasa. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. Anti serum yang tidak diencerkan dapat diberikan langsung sebagai suntikan intravena dengan sangat perlahan-lahan.Sifat Fisikokimia . Indikasi Untuk pengobatan terhadap gigitan ular berbisa Dosis.GIGITAN HEWAN Deskripsi Serum Anti Bisa Ular (Polivalen) Kuda (1) .ular tanah) yang keban Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi Sistem Imun.100 ml). R. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Pemilihan anti bisa ular tergantung dari spesies ular yang menggigit.80 tetes per menit.Nama & Struktur Kimia .M. Bungarus fasciatus .ular kobra. kemudian diulang setiap 6 jam. Apabila diperlukan (misalnya gejala-gejala tidak berkurang atau bertambah) anti serum dapat terus diberikan setiap 24 jam sampai maksimum (80 . Dosis yang tepat sulit untuk ditentukan karena tergantung dari jumlah bisa ular yang masuk peredaran darah korban dan keadaan korban sewaktu menerima anti serum. Djoelham Binjai Page 55 .Keterangan : Serum anti bisa ular polivalen (kuda) : : Serum polivalen yang berasal dari plasma kuda yang dikebalkan terhadap bisa ular yang memiliki efek neurotoksik (ular jenis Naja sputatrix .ular belang) dan hemotoksik (ular Ankystrodon rhodostoma . Dosis pertama sebanyak 2 vial @ 5 ml sebagai larutan 2% dalam garam faali dapat diberikan sebagai infus dengan kecepatan 40 .

8°C dalam lemari es. terapi diperlukan dan biasanya digunakan untuk menyelamatkan jiwa. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. yang biasanya timbul pada penyuntikan serum dalam jumlah besar. Kontraindikasi Tidak ada kontraindikasi absolut pada terapi anti bisa ular untuk envenoming sistemik yang nyata. 3. tetapi bila ada timbulnya dapat segera atau dalam waktu beberapa jam sesudah suntikan.GIGITAN HEWAN Stabilitas Penyimpanan Disimpan pada suhu 2 . dapat timbul 7-10 hari setelah suntikan berupa demam. Efek Samping 1. Serum sickness. R.M. 4. Reaksi ini biasanya terjadi dalam 24 jam. Daluarsa = 2 tahun. jangan dalam freezer. sesak napas dan gejala alergi lainnya. Rasa nyeri pada tempat suntikan. eksantema. 2. jarang terjadi. gatal-gatal. Djoelham Binjai Page 56 . Demam disertai menggigil yang biasanya timbul setelah pemberian serum secara intravena. Reaksi anafilaktik.

. Anak-anak membutuhkan dosis yang sama dengan dewasa. R. Djoelham Binjai Page 57 .Terhadap Ibu Menyusui : Tidak ada data.Terhadap Kehamilan : Tidak ada data mengenai penggunaan anti bisa ular pada kehamilan. Jumlah serum anti bisa ular yang diperlukan tergantung dari jumlah bisa ular yang perlu dinetralisasi bukan berat badan pasien. .Dengan Obat Lain : Belum ada interaksi signifikan yang dilaporkan. Pengaruh . Keuntungan penggunaan terhadap ibu dan bayi melebihi kemungkian risiko penggunaan serum anti bisa ular.Terhadap Anak-anak : Anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar terhadap envenoming yang parah karena massa tubuh yang lebih kecil dan kemungkinan aktivitas fisik yang lebih besar. Keuntungan pengunaan terhadap ibu melebihi kemungkinan risiko pada bayi.M. SMF Ilmu Bedah RSUD DR.GIGITAN HEWAN Interaksi . dan tidak boleh diberikan dosis anak berdasarkan berat badan (pediatric weight-adjusted dose): disebabkan hal ini dapat menimbulkan perkiraan dosis yang lebih rendah.

Untuk gigitan yang hebat. lakukan pemeriksaan fibrinogen. dan elektrolit. fragilitas sel darah merah. Djoelham Binjai Page 58 . myolysis dan fungsi ginjal. Monitor efek samping setelah administrasi serum anti bisa ular. Bila ragu-ragu mengenai jenis ular yang menggigit. Tiap ml Sediaan Dapat Menetralisasi : 10-15 LD50 Bisa Ular Tanah (Ankystrodon Rhodostoma) 25-50 LD50 Bisa Ular Belang (Bungarus Fasciatus) 25-50 LD50 Bisa ular kobra (Naja Sputatrix). dan waktu retraksi bekuan. R. penentuan golongan darah dan uji silang. waktu pembekuan.25% v/v Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium dasar. flaccid paralysis. Pemeriksaaan kimia darah. BUN. waktu tromboplastin parsial.M.GIGITAN HEWAN Parameter Monitoring Monitor efek dari serum anti bisa ular baik secara klinis maupun laboratorium. urinalisis. dan mengandung fenol 0. Bentuk Sediaan: Vial 5 ml.hitung trombosit. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. monitor coagulopathy. dan penentuan kadar gula darah. Hitung sel darah lengkap. waktu protrombin. Monitoring yang diperlukan dapat berbeda tergantung dari jenis ular yang menggigit.

kecuali apabila gigitan ular baru terjadi beberapa menit sebelumnya. Pseudechis papuanus dll) dan terhadap gigitan ular laut (Enhydrina cysta). Xyuranus scuttelatus.GIGITAN HEWAN Peringatan Karena tidak ada netralisasi-silang (cross-neutralization) serum antibisa ular ini tidak berkhasiat terhadap gigitan ular yang terdapat di Indonesia bagian Timur (misalnya jenis-jenis Acanthopis antarticus. Luka dicuci dengan air bersih atau dengan larutan kalium permanganat untuk menghilangkan atau menetralisir bisa ular yang belum terabsorpsi. Penderita dilarang untuk bergerak dan apabila perlu dapat diberikan analgetika atau sedativa. rash. R. Bila mungkin anggota badan yang digigit didinginkan dengan es batu. Insisi atau eksisi luka tidak dianjurkan. Anggota badan yang digigit secepatnya diikat untuk menghambat penyebaran racun 4. 2. Insisi luka yang dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa atau dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman justru seing merusak jaringan dibawah kulit dan akan meninggalkan luka parut yang cukup besar. Djoelham Binjai Page 59 . terutama serum sickness (demam. SMF Ilmu Bedah RSUD DR. 5. 6. 3. Penderita secepatnya harus dibawa ke dokter atau rumah sakit yang terdekat untuk menerima perawatan selanjutnya. Tindakan pertama pada gigitan ular: 1. 7.M. Informasi Pasien Informasikan pada pasien mengenai kemungkinan efek samping yang tertunda. Lakukan kemudian imobilisasi anggota badan yang digigit dengan cara memasang bidai karena gerakan otot dapat mempercepat penyebaran racun. arthralgias).

gov: Medical care rabies diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs nwcphp. pathogenesis. Ditjen PUOD (1993) Paket Program Pemberantasan Rabies Terpadu se Pulau Sumatera dan Sulawesi. Ditjen PPM & PLP.com: Rabies Symptoms diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs cdc. Ditjen Peternakan. Ditjen PPM & PLP. p.org: Diagnosis of rabies in animals diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs rabies.org: rabies prevention diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Dowdle WR (1994).psu. Diakses pada 16 Mei 2010. Djoelham Binjai Page 60 . 1003-1005. J Neuropathol Exp Neurol 53 (1): 1.M. Texas Cooperative Extension The Texas A&M University System. Ditjen PUOD (1993) Paket Program Pemberantasan Rabies Terpadu se Pulau Jawa dan Kalimantan.I.com: Rabies diakses 16 Mei 2010 Situs tabanankab. Ditjen Peternakan. Proc Natl Acad Sci USA 91: 2464.GIGITAN HEWAN DAFTAR PUSTAKA                 (Inggris) Madigan MT (2009).com: Rabies Diagnosis diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs who-rabies-buletin. and pathophysiology" (pdf).emedtv. Inggris) Wirblich C (2008). (Inggris) Mrak RE (1994). (1993) Pedoman Pelaksanaan Program Penanggulangan Rabies di Indonesia SMF Ilmu Bedah RSUD DR. (Inggris) Situs hmc. "Rabies encephalitis in humans: pathology. hlm. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition.com: Rabies diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Smith.edu: Rabies diakses 16 Mei 2010 (Inggris) Situs animalhealthchannel. R. "Rabies: the biting reality" (pdf). "PPEY motif within the rabies virus (RV) matrix protein is essential for efficient virion release and RV pathogenicity" (pdf). (Inggris) Situs klikdokter. DW. "Quest for a life-long protection by vaccination" (pdf). 1. J Virol 82 (19): 9730. Depkes R. Ditjen PPM & PLP.

Pedoman Teknis Operasional Pembebasan Rabies Terpadu Se Pulau jawa dan Kalimantan.org/wiki/Retrovirus http://explore-onyet.depkes.pdf http://id. Gindo M. Pedoman Pertolongan Keracunan untuk Puskesmas.id/downloads/rabies.M.com/2011/03/rabies-penyakit-anjing-gila. Toni Wandra. New Delhi.go.  Snake Venom: The Pain and Potential of Poison. Moh. Endang.   Region.org/wiki/Rabies http://veterinaryclinic-drhkoes.tv/lintas-dewata/lintas-denpasar/2010/12/teknik-baru-penyuntikanvaksin-anti-rabies/ http://www. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.  Soesilo Soerjosembodo Koesharjono C. SEARO. Cecilia. Winarno.blogspot. Dan pulau Sumatera dan Sulawesi 1993. The Cold Blooded News Vol.Vademecum Bio Farma. 2002.wikipedia. Timoria. 2004 Serum Anti Bisa Ular (Polivalen) Kuda (1) http://www. R.go.html http://id. Sitti Ganefa. Indonesia. Misriyah. 2002          Australia Medicines Handbook.html http://dewatatv.blogspot.wikipedia.depkes.pdf SMF Ilmu Bedah RSUD DR.GIGITAN HEWAN  Gindo Simanjuntak. CDEC & EH. 2005. Simanjuntak (1993) The Current Status of Zoonosis in Indonesia. Djoelham Binjai Page 61 . 28. Bahang and Thomas Ruosos (1996) preventiod and Control of Zoonotic New Emerging and Remerging Diseases in Indonesia Symposium on Prevention and Control of Selected Communicable Diseases With Epedemic Potential. Directorate of Vector Borne Disease Control. World Health Organization.  Team Perumus Rapat Teknis Pemberantasn Rabies Terpadu Se Pulau Jawa dan Kalimantan 1990.id/downloads/Petunjuk%20Rabies. 3 – 7 Juni 1996.com/2011/05/rabies-monyet.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->