1

I.

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dewasa ini kebutuhan akan transportasi baik dalam bentuk darat, air dan udara semakin mendesak. Hal tersebut salah satunya dapat disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan penduduk yang dari tahun ke tahun dan juga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membuat mobilisasi manusia dan barang untuk keperluan bisnis atau dagang semakin tinggi. Hal ini tentu saja perlu diimbangi dengan diadakannya pembangunan infrastruktur. Untuk mengimbangi kebutuhan tersebut pemerintah telah banyak membangun berbagai sarana dan prasarana, sehingga dengan adanya pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat tercipta efisiensi yang tinggi terhadap pemakaian waktu. Berbagai sarana dan prasarana yang sedang banyak dibangun diantaranya adalah jalan raya, jalan tol, gedung, tanggul dan jembatan. Namun, permasalahan yang sering muncul setelah terciptanya berbagai macam pembangunan adalah kerusakan yang terjadi pada sarana dan prasarana tersebut. Pemakaian yang terusmenerus dalam jangka waktu yang lama dan kurangya perhatian dan pemeliharaan akan mengakibatkan kerusakan, seperti halnya yang sering terjadi pada banyak jembatan di Indonesia. Jembatan merupakan sarana penghubung jalan yang satu dengan yang lainnya, bisa melintas diatas sungai atau melintas diatas jalan raya. Jembatan beton termasuk kedalam jenis jembatan tetap yang terbuat dari beton, dapat terbuat dari beton bertulang ataupun beton prategang. Jembatan beton merupakan jembatan yang dapat dikatakan minim pemeliharaan, karena alasan inilah banyak jembatan beton yang akhirnya justru perawatannya terabaikan dan akhirnya banyak kerusakan – kerusakan yang terjadi tetapi tidak diperbaiki. Saat hal tersebut terjadi dibutuhkan sebuah perbaikan dan penanganan yang memadai agar sarana dan prasarana tersebut dapat terus berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Jembatan yang banyak dibangun di Indonesia sekarang ini adalah jembatan gelagar/girder beton bertulang. Masalah yang terjadi pada beton bertulang biasanya adalah retak, korosi pada tulangan karena adanya celah yang memungkinkan air untuk masuk kedalam tulangan, lendutan yang melebihi persyaratan dan banyak lagi. Retak yang terjadi pada beton umumnya dapat terlihat langsung oleh penglihatan tanpa bantuan alat apapun, namun korosi dan lendutan merupakan permasalahan pada jembatan yang sulit untuk dilihat dan memerlukan alat bantu khusus. Dari permasalahan tersebut kami tertarik untuk mengambil permasalahan tentang lendutan yang terjadi pada gelagar beton bertulang, karena lendutan adalah permasalahan yang jarang dibahas bahkan kadang terlupakan. Dari uraian tersebut maka muncul ide untuk mengatasi permasalahan lendutan ini. Pada akhirnya kami pun mengangkat karya ilmiah ini dengan judul “WIRE DEFLECTION SENSOR/ KABEL PENDETEKSI LENDUTAN”. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka timbul berbagai permasalahan, seperti seberapa besar lendutan yang terjadi, bagaimana cara mendeteksi lendutan dan lain - lain. Untuk lebih mengarahkan permasalahan yang dibahas, maka pembahasan ini perlu dibatasi permasalahannya, sehingga pembahasan tidak menyebar terlalu luas. Dalam hal ini, masalah yang akan menjadi pembahasan ini adalah:

2 1. Menciptakan alat yang dapat mendeteksi lendutan yang terjadi pada gelagar beton bertulang. Kegunaan Program Berikut ini merupakan kegunaan dari penelitian yang akan dihasilkan. akibat yang ditimbulkan dari lendutan tersebut pada gelagar beton dan jembatan juga memberikan solusi cara penanggulangan dan pemeliharaan pada gelagar beton yang sudah mengalami lendutan melebihi syarat. sehingga berbagai jembatan yang telah dibangun dan dipergunakan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Bagaimana cara mendeteksi lendutan pada gelagar beton bertulang? Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi/menyebabkan lendutan? Apakah akibat yang ditimbulkan dari lendutan tersebut pada gelagar beton dan jembatan? Bagaimana cara penanggulangan dan pemeliharaan beton yang lendutannya melebihi syarat? Tujuan Program Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan agar karya ilmiah tersebut dapat memberikan sumbangsih dalam penanganan dan pemeliharaan jembatan beton bertulang. Selain itu tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah: 1. Membantu dinas terkait yaitu Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Bina Marga dalam pemeliharaan jembatan dengan alat pendeteksi yang telah dibuat. 2. Memberikan pengetahuan kepada insinyur-insinyur perencana jalan dan jembatan juga pemerintah terkait speerti Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Bina Marga tentang penanggulangan lendut pada jembatan. 2. 3. Menyadarkan masyarakat pengguna jalan dan jembatan juga pemerintah terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Bina Marga tentang pentingnya pemeliharaan jembatan untuk meningkatkan daya layan jembatan sebagai sarana penghubung. 3. Mengetahui faktor-faktor penyebab lendutan. Menciptakan alat yang dapat memberikan informasi tentang seberapa besar lendutan yang terjadi pada jembatan. 3. 2. Luaran Yang Diharapkan Untuk karya tulis ini luaran yang diharapkan adalah prototype/model desain perangkat keras yang dapat mendeteksi lendutan dan mengukur lendutan yang terjadi pada gelagar beton bertulang. . 4. yaitu: 1.

TINJAUAN PUSTAKA Jembatan merupakan salah satu infrastruktur yang diperlukan untuk keberlangsungan kegiatan ekonomi dan sosial suatu daerah atau wilayah.06 L Sedangkan untuk balok menerus tinggi komponen balok dikurangi 10 %. Oleh karena itu.box girder : h > L/25 . Lendutan akibat beban hidup layan termasuk kejut harus dalam batas yang sesuai dengan struktur dan kegunaannya. perlunya dilakukan analisa mengenai beban lalu lintas di tiap jembatan agar pengelola jembatan dapat mengetahui kapan suatu jembatan akan rusak atau tidak dapat berfungsi. Beban lalu lintas merupakan faktor penyebab terjadinya penurunan kondisi. Lendutan akibat beban rencana untuk daya layan pada Peraturan Pembebanan untuk Jembatan Jalan Raya tidak melampaui 1/250 bentang. Geometrik dari penampang harus direncanakan untuk melawan lendutan akibat pengaruh tetap sehingga sisa lendutan (positif atau negatif) masih dalam batas yang dapat diterima.3 II. Kecuali dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Setiap jembatan akan mengalami penurunan kondisi. Agar lendutan tidak mengganggu tampak dari struktur. lendutan scaffolding tidak melebihi (L-40)/2000. Padahal lendutan ini berpengaruh pada aspek kenyamanan pegguna jalan dan jembatan dan juga aspek psikologis dari pengguna jalan dan jembatan. karena jembatan yang melendut membuat pengguna merasa takut dan berpikir bahwa jembatan tersebut akan runtuh/roboh. Jika deformasi struktur ditentukan dari perhitungan.gelagar : h > L/20 Sedangkan untuk bentang menerus tinggi komponen dapat dikurangi 10%. d. Sifat material diambil sebagai nilai .pelat lantai : h > L/30 . Jadi. Peristiwa rusaknya jembatan di beberapa daerah diperkirakan disebabkan oleh beban berlebih. Untuk mencegah retak beton selama pengecoran. b. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar pengelola dapat menentukan tindakan yang harus dilakukan sebelum jembatan rusak ataupun tidak berfungsi. c. kondisi infrastruktur mempengaruhi kualitas kegiatan ekonomi dan sosial. Pembatasan Dari Lendutan Balok dan Pelat Lendutan balok dan pelat akibat beban layan harus dikontrol sebagai berikut: a. Tinggi komponen beton prategang untuk bentang sederhana: . Lendutan merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada jembatan dan seringkali diabaikan dalam hal pemantauan untuk pemeliharaan. lendutan akibat pengaruh tetap yang diberikan pada Peraturan Pembebanan untuk Jembatan Jalan Raya harus sedemikian sehingga pada bagian tengah bentang tidak melebihi 1/300 bentang dan tidak terjadi lendutan. maka harus diperhitungkan kombinasi pembebanan quasi-permanent. dan tidak melampaui L/800 untuk bentang dan L/400 untuk kantilever. atau L/300 jika retak saat pengecoran terkontrol. Kegiatan ekonomi dan sosial dapat berjalan dengan baik jika kondisi infrastruktur yang ada juga baik. Tinggi komponen balok beton bertulang untuk balok sederhana : h > 165 + 0.

3. c. diambil dari 70% harga di tengah bentang ditambah 15% dari harga masing-masing perletakan menerus.4 rata-rata. sedangkan pengaruh rangkak bisa dihitung dengan mrnggunakan model viskoelastis. Untuk bentang tengah pada balok menerus dua ujung. tapi tidak lebih besar dari Ig Harga Ief dapat ditentukan dari penampang melintang yang ditinjau sebagai berikut: a. besarnya lendutan sesaat sesudah pembebanan harus dihitung dengan menggunakan nilai modulus elastisitas beton Ec sesuai sub pasal 1. diambil di tengah bentang. dan pengaruh rangkak. dengan memperhitungkan pengaruh retak dan tulangan terhadap kekakuan komponen struktur. b. Untuk kantilever.5 dan dengan momen inersia efektif berikut. Untuk bentang tepi pada balok menerus salah satu ujungnya. diambil harga Ief pada perletakan. susut dan retak harus dimasukkan.1. Harga Ief pada masing-masing penampang melintang : di mana: . Jika nilai kekakuan tidak dihitung dengan analisis yang lebih detail dan teliti. diambil 85% dari harga di tengah bentang ditambah 15% harga untuk perletakan menerus. d. Lendutan harus dihitung dengan modulus elastisitas yang sesuai dengan beton actual. Lendutan Sesaat Pada Balok Lendutan yang terjadi sesaat sesudah bekerjanya beban harus dihitung dengan metoda atau formula standar untuk lendutan elastis. Untuk balok di atas dua perletakan.

lendutan rangkak jangka panjang tambahan. ditentukan dari perkiraan sifat-sifat susut beton dan prinsip mekanika. b. komponen susut dari lendutan jangka panjang. momen inersia efektif dapat diambil dari nilai yang didapat dari persamaan di atas pada tengah bentang balok di atas dua tumpuan atau balok menerus. momen inersia efektif dapat diambil sebagai nilai rata-rata dari persamaam di atas untuk dimana momen positif dan negatifnya kritis.2.2.Untuk komponen struktur prismatis. maka penambahan lendutan jangka panjang akibat rangkak dan susut dari komponen struktur lentur (beton normal dan beton ringan) harus dihitung dengan mengalikan lendutan sesaat akibat beban tetap yang ditinjau dengan faktor: dimana: ξ = faktor ketergantungan waktu untuk beban jangka panjang yang besarnya dipengaruhi oleh faktor rangkak dan susut seperti disebutkan dalam pasal . dan b. faktor pengali untuk lendutan jangka panjang harus diambil: Bila tidak dihitung dengan cara yang lebih mendetail dan teliti. lendutan jangka panjang untuk komponen struktur lentur beton normal dan beton ringan harus dihitung dengan mengalikan lendutan sesaat akibat beban tetap pada sub pasal 9. Bila lendutan sesaat didasarkan pada Ig. dan di daerah tumpuan untuk kantilever. Lendutan Jangka Panjang Lendutan Jangka Panjang Untuk Balok Tidak Retak Pada Beban Tetap Untuk balok beton bertulang atau prategang. faktor pengali untuk lendutan jangka panjang harus diambil 4. lendutan yang terjadi setelah lendutan sesaat harus dihitung sebagai jumlah dari: a. dihitung dengan mengalikan deformasi beton jangka pendek akibat beban dengan koefisien rangkak yang memadai. Bila lendutan sesaat didasarkan pada Ief. dengan salah satu faktor berikut ini: a.5 Untuk komponen struktur menerus. Jika tidak dihitung dengan analisis yang lebih mendetail dan teliti.

III.. faktor umur rencana yang sudah terlampaui. beban kendaraan yang melintas berlebihan (tidak sesuai dengan perencanaan) c.Retak dan pengkakuan tarik. yaitu dengan melakukan pengukuran bentang jembatan. lalu lintas yang melewati jembatan. dll.1. dimensi gelagar/girder beton.Riwayat pembebanan yang diharapkan. Dan untuk menanggulangi lendutan tersebut.0 12 bulan …………………………………………………………….. karena bagian tengah merupakan bagian yang menerima momen paling besar.1.. Faktor-faktor yang Menyebabkan Lendutan dan Cara Penanggulangannya Lendutan pada gelagar beton bisa diakibatkan oleh beberapa hal.8 dan 1.3..1. harus diperkuat dengan menggunakan tambahan gelagar memanjang atau pelekatan plat baja. METODE PENDEKATAN Pemeriksaan (Survey Lapangan) Pemeriksaan (survey lapangan) dilakukan untuk mendapatkan data dari jembatan yang akan dianalisis apakah ada kerusakan atau tidak.2 3 bulan ……………………………………………………………….. bahan-bahan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. maka usaha-usaha atau caracara yang dapat dilakukan adalah: a.0 Lendutan Jangka Panjang Untuk Balok Retak Pada Beban Tetap Apabila tidak menggunakan perhitungan dengan cara yang lebih teliti.1.. namun bila tidak dihitung secara rinci nilai ξ dapat diambil sebesar: 5 tahun atau lebih ……………………………………………………. kesalahan pada saat proses konstruksi (contoh: pembukaan bekisting yang terlalu cepat.6 1. yaitu: a.2.3.4 6 bulan ……………………………………………………………….1.) b. yang gunanya untuk mengetahui metode yang tepat dalam melakukan perawatannya.Sifat-sifat penyusutan dan rangkak dari beton.9. lendutan jangka panjang tambahan dari balok beton bertulang akibat rangkak dan susut dihitung dengan mengalikan lendutan sesaat akibat beban tetap dengan: Lendutan Balok Dengan Perhitungan yang Lebih Teliti Lendutan balok dengan perhitungan yang lebih teliti harus ada kelonggaran untuk: . Pembuatan Alat Pendeteksi Lendutan “Wire Deflection Sensor” . bagian yang mengalami deformasi (lendutan) melebihi syarat yang ditentukan. . . Pemeriksaan dilakukan dengan melihat secara visual konsdisi elemen-elemen dari Jembatan. Biasanya bagian yang mengalami deformasi (lendutan) terparah adalah bagian tengah dari bentang.

Mikrokontroler AVR MA-8535 Alat ini menggunakan Mikrokontroller keluarga AVR yaitu ATmega8535. maka alat tersebut akan memberikan data seberapa besar lendutan yang terjadi. dibutuhkan beberapa komponen dan software untuk melakukan pemrograman. Data yang sudah tersimpan tersebut kemudian diambil dan ditransfer kedalam laptop untuk diolah RANCANGAN ALAT Dalam mengimplementasikan alat pengukur kelendutan pada jembatan. Gambar 1 Minimum System ATmega8535 Gambar 2 Fisik Modul ATmega8535 . tali ini terhubung dengan alat elektronik tersebut sehingga apabila alat elektronik yang disiapkan sebagai sensor itu tertarik. tali ini akan mengalami tarikan apabila gelagar tersebut mengalami lendutan. Mikrokontroller ATmega8535 sebagai pusat menerimaan data dari Mikrokontroller kemudian komputer sebagai penerima data ADC dari potensio meteruntuk kemudian ditampilkan pada LCD.7 Pembuatan alat pendeteksi ini berguna untuk memudahkan kita dalam pengecekan lendutan dari jembatan itu sendiri. Diantaranya : Komponen: 1. Tali/kawat baja dibentangkan dibagian bawah dari gelagar/girder beton. Pada kesempatan ini. Alat ini berbasis elektronik dengan menggunakan pemrograman yang dibuat sesuai dengan kebutuhan. kami mengembangkan sebuah alat yaitu “WIRE DEFLECTION SENSOR”. sehingga kita bisa lebih mudah dalam melakukan perawatan dan cepat dalam melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan. dikarenakan memiliki memori yang cukup besar. yaitu apabila terjadi lendutan maka alat tersebut akan memberikan data yang akan tertera di komputer dan juga disampaikan lewat LCD monitor.

Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser). LCD (Liquid Crystal Display) 16x2 Liquid crystal display (LCD) 16x2 merupakan suatu perangakat hardware yang digunakan untuk menampilkan suatu karakter. Fungsi dari LCD ini sendiri pada minimum sistem ATmega8535 untuk menampilkan data yang dikirimkan dari form layer kontrol. dimana LCD terhubung pada PORTB pada minimum sistem ATmega8535. Potensio Meter . Potensio Meter Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel.8 2. Gambar 3 Liquid Crystal Display (LCD) 16x2 3. Gambar 4 Potensio Meter 4. Dalam alat ukur yang dibuat potensiometer digunakan sebagai pengukur besarnya kelendutan pada jembatan. potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. misalnya sebagai sensor joystick. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser. Kabel Pelangi 30 cm Digunakan sebagai penghubung antar komponen yang ada pada alat ukur.

Gambar 6 Baterai AA 7. Baterai ukuran ini paling sering digunakan dalam portabel perangkat elektronik . Baterai AA terdiri dari satu sel elektrokimia . Gambar 7 Soket Baterai .Terminal yang tepat tegangan dan kapasitas baterai ukuran AA tergantung pada kimia sel. Black hosing digunakan untuk menghubungkan potensio meter ke pin pin yang ada pada Mikrokontroler. Baterai AA Baterai AA adalah ukuran standar baterai . Black Hosing Black hosing digunakan sebagai pin konektor pada komponen. Gambar 5 Black Hosing 6.9 Gambar 4 Kabel Pelangi 5. Soket atau Dudukan Baterai Soket digunakan sebagai dudukan baterai.

dengan tambahan beberapa fitur untuk mengambil kelebihan khusus dari arsitektur AVR dan kebutuhan pada sistem embedde MEKANISME KERJA ALAT Pada mikrokontroler AVR MA-8535 terdapat fitur ADC yang dapat digunakan untuk melakukan pembacaan tegangan analog ke dalam bentuk digital sehingga ADC banyak digunakan dalam perancangan alat ukur digital.10 8. Besar lendutan yang terjadi akan di tampilkan pada LCD (Liquid Crystal Display) 16x2. atau sama dengan 0 mm. Integrated Development Environtment (IDE).2 mm. NT4. Secara otomatis tali akan memutar potensio meter sehingga didapat besarnya lendutan. Tali / Benang Tali digunakan sebagai parameter utama jika terjadi lendutan. Tali akan dipasang pada ujung potensio meter dan pada ujung tali yang lain akan dikaitkan secara lepas pada bagian bawah jembatan. 98. Cross-compiler C mampu menerjemahkan hampir semua perintah dari bahasa ANSI C. dan Automatic Program Generator yang didesain untuk mikrokontroler buatan Atmel seri AVR. Tali digunakan sebagai media utama pengukur atau parameter apabila terjadi kelendutan. CodeVisionAVR dapat dijalankan pada sistem operasi Windows 95. setiap 3 bit mewakili besar lendutan 0.255) bit. Besaran tegangan yang dihasilkan oleh potensio meter berupa besaran bit sejumlah 256 ( 0 . . Codevision AVR CodeVisionAVR merupakan sebuah cross-compiler C. Gambar 8 Tali Software : 1. 2000. dan XP. Besarnya lendutan akan terlihat apabila tali yang dibentangkan mengalami pergeseran akibat adanya beban atau akibat kondisi jembatan. Me. sejauh yang diijinkan oleh arsitektur dari AVR.Untuk menunjukan angka awal atau keadaan normal kelendutan pada jembatan mengambil besaran bit 147. digunakan potensio meter untuk mengukur besarnya lendutan. Dalam alat pengukur kelendutan yang dibuat.

Untuk posisi serta peletakan komponen dapat dilihat dalam gambar berikut.11 Gambar 9 Flowchart Kerja Alat Pada alat ini digunakan 4 buah baterai AA. Setelah alat selesai dirangkai. Gambar 10 Rancangan Alat IV. Pemrograman dilakukan untuk memberikan logika pada besaran tegangan / bit yang dihasilkan oleh potensio meter. dilakukan pemrograman menggunakan Codevision AVR. agar disesuaikan dengan besarnya lendutan yang terjadi. PELAKSANAAN PROGRAM Tahapan Pelaksanaan/Jadwal Faktual Pelaksanaan JADWAL PELAKSANAAN ALOKASI WAKTU (Bulan NO KEGIATAN Ke) 1 2 3 1 Persiapan Studi Literatur 2 Pelaksanaan Survey Lokasi Persiapan Alat Pembuatan Alat Uji Kelayakan . Baterai diletakan pada soket atau dudukan yang telah disediakan. sehingga membutuhkan tegangan sebesar 6 volt.

000 Rp 2 500 Rp 8.000 132.000 8. 154.000 516.000 740.12 Analisis Data 3 Pelaporan Penulisan Penggandaan Laporan Realisasi Biaya NO Material Alat & Bahan 1 mickontroler 2 LCD 6 X 2 3 Kabel Pelangi 4 hanging 5 tempat betrei 6 baut 7 Kabel 8 soket LCD 9 Prototipe Jembatan Transportasi dan konsumsi Transportasi dan konsumsi Administrasi & Dokumentasi Jumlah Satuan 1 1 1 10 1 6 1 2 1 buah buah m buah unit buah m buah buah Harga Satuan Rp 295. alat ini mengunakan mikrokontroler AVR MA-8535 terdapat fitur ADC yang dapat digunakan untuk melakukan pembacaan tegangan analog ke dalam bentuk digital sehingga ADC banyak digunakan dalam perancangan alat ukur digital.000 200. . VI.000 Rp 132.000 25.000 Rp 8.500 Rp 10.000 154. Alat diletakan di salah satu sisi jembatan yang nantinya dihubungkan oleh kawat ke sisi lainnya.000 1.000 10.000 516.500 Rp 200.000 Rp 30. lendutan pada jembatan harus dikontrol agar jembatan tersebut memliki masa layan yang maksimal.000 Harga Total Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp.000 25.000 Total Rp.000 30. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan alat yang kami buat yaitu “WIRE DEFLECTION SENSOR “.500. Rp 295. saat jembatan mendapatkan beban dan terjadi lendutan.000 1 6 orang 2 Total Keseluruhan V. digunakan potensio meter untuk mengukur besarnya lendutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil akhir deri Penelitian Perawatan Jembatan adalah sebuah alat wire deflection sensor yang dapat mendeteksi besarnya lendutan pada jembatan. Dengan alat tersebut kita akan lebih mudah mengecek lendutan beton.000 15.000 Rp 2. Dalam alat pengukur kelendutan yang dibuat.000 Total Rp 516. kita akan mendapat kemudahan di dalam pengecekan lendutan beton pada jembatan.

.. Tjahjono Elly.html Hidayat Lanny.Si.13 Pemeliharaan jembatan seharusnya tidak hanya dilakukan pada saat jembatan itu rusak saja. Lase Yuskar.. M.. Ir.com/2012/02/ penanggulangan-kerusakan-under. tetapi juga pada saat pembangunan dan selama masa layan dari jembatan tersebut. Badan Standardisasi Nasional. Tristanto Lanneke. Ir.. RSNI Perencanaan Struktur Beton Untuk Jembatan. Ir. Purnomo Joko. DR.X. Supartono F. Lendutan yang Berlebih.. DAFTAR PUSTAKA 2012.blogspot. DR. Ir.. Ir. http://noviandrianicivil. Ir. 2004.

ANGGOTA PENELITI a.111 Jakarta Barat f. Telepon : 08988277569 g. Perguruan Tinggi : Politeknik Negeri Jakarta d.14 LAMPIRAN I DAFTAR RIWAYAT HIDUP: 1. Telepon : 081310259974 g. NIM c. Jembatan Lama No.05/07 Kelurahan Makasar. 11-12 Kota Bogor f. Alamat : Jl. Alamat : Mohammad Iqbal Yanuar : 2109010178 : Politeknik Negeri Jakarta : Teknik Sipil / S1 Terapan Jalan Tol : Villa Bogor Indah 3 Blok BD 4 No. Jurusan / Program Studi e. Nama lengkap : Reni Inda Efitania b. ANGGOTA PENELITI a. Perguruan Tinggi : Dedy Yudha Christian : 1310250008 : Politeknik Negeri Jakarta . Jakarta Timur f. Jurusan / Program Studi : Teknik Sipil / S1 Terapan Jalan Tol e. NIM : 2109010213 c. Nama lengkap : Ryan Rachmat Fauzy b. Nama lengkap b. Alamat Perguruan Tinggi : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta – Kampus UI Depok 16422 4. NIM c. Jurusan / Program Studi e. 51 Rt. Kaja Rt. Kebon Jeruk No. 04/11 No. Telepon : 085624250728 g. Telepon : 089653536519 g. Jurusan / Program Studi : Teknik Sipil / S1 Terapan Jalan Tol e. Alamat : Edwin Rico : 1310250010 : Politeknik Negeri Jakarta : Teknik Elektro / D3 Teknik Multimedia Jaringan : Jl. 45 Ciracas. Alamat : Jln. Nama lengkap b. ANGGOTA PENELITI a. Alamat Perguruan Tinggi : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta – Kampus UI Depok 16422 2. NIM c. Jakarta Timur f. Perguruan Tinggi d. Perguruan Tinggi d. Alamat Perguruan Tinggi : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta – Kampus UI Depok 16422 5. KETUA PENELITI a. Alamat Perguruan Tinggi : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta – Kampus UI Depok 16422 3. Nama Lengkap b. ANGGOTA PENELITI a. Perguruan Tinggi : Politeknik Negeri Jakarta d. NIM : 4110110008 c.

Alamat Perguruan Tinggi : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta – Kampus UI Depok 16422 6. Depok f. 45 Kelurahan Meruyung. Musa Gg. Telepon :g. Alamat Perguruan Tinggi: Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta – Kampus UI Depok 16422 LAMPIRAN II .15 d. NIM c. 34 Rt 01/11 Kelurahan Depok. Kecamatan Limo. Alamat : Achmad Subakrie : 3210110025 : Jl. Jurusan : Teknik Mesin / Konsentrasi Produksi f. Kecamatan Pancoranmas. Telepon : 085691772119 e. Nama Lengkap b. H. Jurusan / Program Studi : Teknik Elektro / D3 Teknik Multimedia Jaringan e. ANGGOTA PENELITI a. Perintis No. Depok d. Alamat : Jalan Margonda No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful