MAKALAH TENTANG PENDIDIKAN

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM UPAYA MEMBANGUN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Mata Kuliah : Poleksosbud Dalam Pendidikan

Disusun Oleh : KutuBlog

PERPUSTAKAAN ONLINE BLOGGER INDONESIA WWW.DUNIABACA.COM

Page 1 of 30

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM UPAYA MEMBANGUN PENDIDIKAN DI INDONESIA

I.

LATAR BELAKANG Masalah pendidikan tidak dapat dilepaskan dari faktor-faktor lain yang sangat mempengaruhinya yang dikenal dengan istilah Poleksosbud. Dari dimensi ekonomi, selama bertahun-tahun, dunia pendidikan di Indonesia dikondisikan pada kepentingan untuk mengejar ekonomi, tapi kondisi ekonomi kita belumlah berhasil karena masih terjadi kemiskinan dan pengangguran yang berpotensi menghasilkan kecemburuan sosial. Dari dimensi sosial budaya, kepribadian bangsa dapat dikatakan rusak akibat budaya konsumerisme dan sikap hidup materialistik yang semakin memperparah karakter bangsa, sebagai contoh di mana korupsi diberantas tetapi semakin merajalela. Selain itu, nilai-nilai sosial kemasyarakatan semakin rapuh dan maraknya konflik horizontal di berbagai daerah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penyebab krisis multidimensi harus dilihat dari berbagai aspek pendidikan, bukan hanya dilihat dari kecerdasan intelektual dan nilai kelulusan saja yang selama ini disebut sebagai kualitas, tetapi dihubungkan dengan kondisi Indonesia sekarang ini yang sedang mengalami berbagai krisis. Krisis

kepemimpinan, mafia hukum, korupsi, pertikaian elit politik dan lain-lain, maka dapat disimpulkan bahwa yang diperlukan sekarang ini adalah pendidikan tentang nilai-nilai kemanusiaan, cinta tanah air dan turut bertanggung jawab dalam membangun bangsa. Berikut adalah kutipan yang menggambarkan kondisi pendidikan di Indonesia. Selama bertahun-tahun dunia pendidikan di Indonesia terpasung oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang absurd, tersisih diantara hingar bingar ambisi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa. Pendidikan tampaknya kurang diarahkan untuk

memanusiakan manusia secara utuh lahir dan batin, tetapi lebih diorientasikan pada hal-hal yang bersifat materialistis, ekonomis,
Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog)
www.duniabaca.com

100% free

Page 2 of 30
teknokratis, kering dari sentuhan nilai-nilai moral, kemanusian dan budi pekerti. Pendidikan lebih mementingkan kecerdasan intelektual, akal, dan penalaran, tanpa diimbangi dengan intensifnya pengembangan

kecerdasan hati, perasaan, dan emosi. Akibatnya, apresiasi output pendidikan terhadap keunggulan nilai humanistik, keluhuran budi, dan hati budi nurani menjadi dangkal (Sodijarto, 2008). Pendidikan di Indonesia selama ini ukuran keberhasilannya diterjemahkan dalam pendidikan bentuk hasil Ujian Nasional, evaluasi hasil

hanya menyertakan unsur-unsur kompetensi tertentu saja

seperti hasil Ujian Nasional yang berlaku sekarang ini, diakui sebagai ukuran keberhasilan. Hal serupa terjadi di perguruan tinggi. Ukuran keberhasilan ditentukan apabila mahasiswa tersebut tepat waktu dalam menyelesaikan kuliahnya dan IP tinggi. Kedua hal itu perlu, tetapi apabila hanya hal itu saja, maka tidak heran kalau lulusannya kurang bisa bergaul, banyak yang tidak jujur, atau menjadi pengusaha tanpa tanggung jawab sosial. Dasar pemikiran dari uraian yang dipaparkan di atas, penulis akan membahas tentang Pendidikan dan Perubahan Sosial Budaya ldalam Membangun Bangsa. Hal-hal yang akan dibahas adalah: 1. Bagaimana pemahaman tentang Pendidikan sebagai Sosialisasi Kebudayaan ? 2. Bagaimana pemahaman masyarakat dalam mengimplementasikan Keanekaragaman Budaya dalam pendidikan nasional? 3. Bagaimana relevansi pendidikan dalam lingkup kebudayaan 4. Apakah Perubahan sosial dapat mempengaruhi proses pendidikan dalam membangun bangsa dalam makalah ini

II. PEMBAHASAN A. Peran Pemerintah dalam Pendidikan Nasional Pasca kemerdekaan hingga masa Reformasi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pendidikan, namun jika diamati dari kondisi riil yang ada, terlihat adanya ketimpangan antara kebijakan
Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog)
www.duniabaca.com

100% free

terjadinya krisis multidimensi di Indonesia. hendaknya Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Dalam hal ini peran pemerintah dalam pendidikan nasional. Kedua kutipan dari UU tersebut menggambarkan bahwa antara pendidikan dan pembangunan bangsa tidak bisa dipisahkan. Jerman. Jadi pemerintah bukan hanya mengatur tetapi ”Mengusahakan dan menyelenggrakan satu sistem pendidikan nasional”. Perancis. 2008). dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Pernyataan tersebut didukung pasal 31 ayat (3) UUD 1945 yang antara lain tertulis ”Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional”. yang pada hakikatnya bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran (Soedijarto. Pada pasal 1 UU No 2 tahun 1989 menegaskan pula bahwa: ”Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. berwenang untuk mengusahakan dan menyelenggarakan suatu pengajaran/ sistem pendidikan. Kondisi ini jelas berdampak pada program pembangunan nasional. pengajaran. UU No 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa ”Dalam kehidupan suatu bangsa.duniabaca.Page 3 of 30 yang diharapkan dan hasil yang dicapai dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM.com 100% free . Oleh karena itu. dan negara-negara Skandinivia) peserta didik dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi (termasuk program Doktor) tidak dipungut biaya (Makalah Soedijarto) Pendidikan dalam Membangun Bangsa Pendidikan sebagai suatu proses untuk menyiapkan generasi masa depan sehingga pelaksanaan pendidikan harus berorientasi pada wawasan kehidupan mendatang. pendidikan mempunyai peranan yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan”. yang di negara-negara Eropa Barat (Belanda. termasuk kualitas tenaga kerja yang tersedia.

Jepang merupakan negara Asia pertama yang berhasil mengalahkan negara Eropa. Selanjutnya tersebar lagi ke lebih banyak negara-negara ASEAN di sekitar tahun 80-an pada masa pemerintahan Soeharto.com Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) 100% free . Pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi karena kebutuhan Jepang untuk mencari pasar baru dan memindahkan industrinya ke negara dengan tenaga kerja yang lebih murah. dengan Jepang sebagai pemimpinnya di paling depan. pada saat itu masih belum mulai membuka ekonominya dan masih www. hal ini dikenal dengan Flying Geese Style Economic Development. terutama yang ada di Asia seperti Indonesia. sehingga setelah NIEs juga mengalami kenaikan biaya hidup .Page 4 of 30 segera diapresiasi oleh pemerintah dengan melihat dari berbagai aspek juga permasalahannya. Dalam hal membangun bangsa.duniabaca. Mereka sangat bangga bahwa dalam Perang Jepang-Rusia. penulis mengambil contoh dari Jepang dan China yang berhasil membuat negaranya melaju menjadi negara maju. Yang pertama adalah bagi Newly Industrialized Economies (NIEs) yaitu Korea Selatan. giliran negara-negara ASEAN yang menjadi target masuknya investasi asing. Hal ini menjadi titik tolak kebangkitan nasionalisme bangsabangsa di Asia yang sebelumnya rata-rata dijajah negara Eropa. biaya hidup dan biaya tenaga kerja akan terus naik. Taiwan dan Hongkong. Singapura. Seiring dengan perkembangan ekonomi. Jepang yang tadinya pernah disebut sebagai pemimpin Asia. merupakan contoh yang paling baik bagi negaranegara berkembang. Karena pertumbuhan ekonomi di Asia mirip dengan formasi burung yang sedang terbang bermigrasi. Adapun Negara China yang dipegang partai komunis. Pada masa inilah kondisi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat Indonesia jauh membaik dibanding kesulitan ekonomi di masa Soekarno sehingga Soeharto mendapatkan gelarnya sebagai Bapak Pembangunan. Dalam ilmu ekonomi. Begitu juga kemajuan pesat ekonomi Jepang setelah Perang Dunia II menjadi model dan sumber teknologi bagi negara-negara Asia lainnya.

karena seperti kodok melompat. Sejak tahun 2006-2010 Jepang sudah mengganti Perdana Menterinya 4 kali. meskipun akhirnya mengalami kegagalan).. Ditambah dengan ketidakstabilan politik Jepang yang lebih parah dari Indonesia.Page 5 of 30 menutup diri dari dunia asing sehingga dijuluki negara tirai bambu.com 100% free . kegagalan ekonomi China jauh lebih parah dari kegagalan ekonomi Soekarno pada zamannya. Sebelum reformasi ekonomi tahun 1989. Hal ini berarti rata-rata satu Perdana Menteri hanya bertahan setahun. Apa betul negara berkembang memerlukan demokrasi? Mengapa negara berkembang yang paling Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. ekonomi China langsung melompati ASEAN. saat ini sudah melampaui negara-negara ASEAN bahkan melampaui negara-negara maju.duniabaca. yang menandakan kekisruhan politik. Ini berarti di negara demokrasi yang sudah maju dan kaya sekalipun kekisruhan masih bisa terjadi. (Di Indonesia pada pemerintahan Soekarno membangun ekonomi tanpa bantuan asing ini dicetuskan dengan slogan berdikari atau “berdiri di kaki sendiri”. Jutaan orang mati oleh apa yang di sebut dalam bahasa China sebagai Da Yue Jin (The Great Leap Forward) yakni usaha partai komunis untuk menjadikan China sebagai negara industrialis dengan tenaganya sendiri tanpa bantuan asing. Penutupan diri China dilakukan terhadap intervensi asing. NIEs dan bahkan Jepang dalam waktu yang singkat. Uniknya RRC yang boleh dibilang kecolongan start dibandingkan dengan negara-negara Asia yang lain.sehingga penutupan diri ini memberikan julukan pada China sebagai negara tirai bambu. kemudian dilanjutkan dengan host World Expo 2010. Ekonominya begitu besar sampai dipercaya untuk menjadi host Olimpiade. Hal ini menyebabkan ekonomi China disebut sebagai Jumping Frog Style Economic Development. Kini kiblat Asia terhadap Jepang sudah mulai tergeser karena Pendapatan Domestik Bruto (PDB) China sudah menggeser Jepang. Apalagi demokrasi di negara berkembang. bahkan tidak jarang dengan kekerasan.

Mungkin bagi China. yakni sesuatu yang ideal dan aktualitas (Robert A. selain itu melumpuhkan ekonomi juga pariwisata dan akhirnya menjadi bentrok berdarah. 1998). misalnya situs jejaring sosial Facebook atau situs video YouTube keduanya dilarang di RRC. atau mereka berpikir politik demokrasi akan membuka karir politik yang menjanjikan bagi mereka atau hal-hal Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Kericuhan politik seperti itu bukan tidak mungkin terjadi di Indonesia. mereka tidak akan mengorbankan ekonomi Negara berpenduduk mahasiswa 1 milyarnya dan mereka hanya karena demonstrasi seribu membuktikan keputusannya dalam kemajuan China tahun 2010 ini. Beberapa mengabsahkan demokrasi karena mereka percaya bahwa dengan sebuah pemerintah demokrasi mereka akan menyangga kesempatan lebih baik untuk dapat kaya. Mengapa demokrasi? Alasan apa yang dapat kita berikan untuk meyakini bahwa demokrasi adalah sistem politik terbaik? Nilainilai apa yang terbaik diberikan oleh demokrasi? Beberapa memilih demokrasi tanpa berpikir mengapa. Sementara di Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi. Mulai dari contoh kecil. Disini ada perbedaan langkah awal pembangunan Indonesia dan China. demonstrasi di Jakarta kerap kali menimbulkan macet.duniabaca. sementara RRC dikenal membunuh demokrasi secara tuntas bahkan sampai saat ini. Bung Karno mencita-citakan terwujudnya demokrasi perwakilan di Indonesia. Bahkan demokrasi di Indonesia tergolong rentan terhadap kemungkinan timbulnya pergolakan. mungkin tidak ada yang lebih membingungkan dari fakta sederhana bahwa demokrasi merujuk pada dua hal. Dahl. lip service tentang demokrasi mungkin hal konvensional yang dilakukan. Sampai dengan contoh brutal pembantaian mahasiswa di Tian An Men yang mendapat kecaman luar negeri.com 100% free .Page 6 of 30 pesat kemajuannya justru China yang merupakan musuh besar demokrasi? Apakah demokrasi bisa diterapkan di Indonesia? Ketika kita membicarakan demokrasi.

sebagai puncak dari kegagalan demokrasi. Pendidikan nasional terbukti dapat menjadikan Perancis. AS. Krisis di Amerika dan Eropa plus Jepang ini disebut oleh beberapa pihak. Dalam hal ini.1998) Memasuki tahun 2010 ini. Pendidikan sebagai Sosialisasi Kebudayaan Telah kita ketahui bersama bahwasanya pendidikan lahir seiring dengan keberadaan manusia. Sebagai sistem pengetahuan dan gagasan. Di dalam G20 ini terdapat 7 negara paling maju di dunia yang disebut G7. Di tahun ini krisis utang Yunani melumpuhkan zona Euro.duniabaca.Page 7 of 30 lain. Cara untuk membangun bangsa adalah dengan memperkuat pendidikan nasional. kebudayaan yang dimiliki suatu masyarakat www. dan Geertz. yaitu dibawah China dan India. pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya cukup baik dan berada di urutan ketiga dalam gabungan negara-negara G20.com Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) 100% free . Tahun lalu Amerika dilanda krisis finansial akibat subprime loan yang sekaligus melumpuhkan Jepang. bahkan dalam proses pembentukan masyarakat pendidikan ikut andil untuk menyumbangkan proses-proses perwujudan pilar-pilar penyangga masyarakat. (Soedijarto hal 105) B. 1971. 2002). gagasan dan ide yangdimiliki oleh suatu kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai landasan pijak dan pedoman bagi masyarakat itu dalam bersikap dan berperilaku dalam lingkungan alam dan sosial di tempat mereka berada (Sairin . Spradley. Apakah alasan-alasan untuk mendukung demokrasi lebih umum dan mungkin memiliki relevansi universal? (RobertA. dapat dikatakan bahwa demokrasi belum tentu dapat membangun bangsa. China. Dahl. Britania Raya. Dengan demikian. 1972. Jerman. partner Asianya. kita bisa mengingat salah satu ungkapan para tokoh antropologi seperti Goodenough. 1973 mendefinisikan arti kebudayaan di mana kebudayaan merupakan suatu sistem pengetahuan. serta Jepang setelah kekalahannya dalam Perang Dunia II menjadi negara maju.

kesenian dan sebagainya. Proses belajar dalam konteks kebudayaan bukan hanya dalam bentuk internalisasi dari system “pengetahuan” yang diperoleh manusia melalui pewarisan atau transmisi dalam keluarga. pendidikan menjadi instrumen kekuatan sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan anggota masyarakat yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman. dimensi-dimensi sosial yang senantiasa mengalami dinamika perkembangan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor dominan yang telah membentuk eksistensi pendidikan manusia.pengertian baru serta perubahan-perubahan di seluruh Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. kebudayaan tidak diperoleh manusia dengan begitu saja secara ascribed. sosial. politik.Page 8 of 30 merupakan kekuatan yang tidak tampak (invisble power). Sebagai suatu sistem. melainkan juga diperoleh melalui proses belajar dari berinteraksi dengan lingkungan alam dan sosialnya. Abad globalisasi telah menyajikan nilai-nilai baru.com 100% free . baik di bidang ekonomi. Sebaliknya. berinteraksi dengan nilai-nilai masyarakat setempat dan memelihara hubungan timbal balik yang menentukan proses-proses perubahan tatanan sosio-kultur masyarakat dalam rangka mengembangkan kemajuan peradabannya. tetapi melalui proses belajar yang berlangsung tanpa henti.duniabaca. Dalam hal ini. Melalui pewarisan kebudayaan dan internalisasi pada setiap individu. sejak dari manusia itu dilahirkan sampai dengan ajal menjemputnya. yang mampu menggiring dan mengarahkan manusia pendukung kebudayaan itu untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan pengetahuan dan gagasan yang menjadi milik masyarakat tersebut. pendidikan hadir dalam bentuk sosialisasi kebudayaan. lewat sistem pendidikan formal di sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya. Penggunaan alat dan sarana kebutuhan hidup yang modern telah memungkinkan pola pikir dan sikap manusia untuk memproduk nilai-nilai baru sesuai dengan intensitas pengaruh teknologi terhadap tatanan kehidupan sosial budaya. pengertian.

Sebagai salah satu perangkat kebudayaan pendidikan akan melakukan tugas-tugas kelembagaan sesuai dengan hukum perkembangan masyarakat. penyediaan SDM yang profesional. Pergulatan Manusia dalam Keanekaragaman Budaya Semenjak awal dunia telah melakukan penelusuran hakikat asal usul dari manusia. demokratis. humanis serta progresif dalam menghadapi kemajuan jaman merupakan beberapa bekal mutlak yang harus dimiliki oleh semua bangsa di dunia ini yang ingin tetap bertahan menghadapi tata masyarakat baru berwujud globalisasi. pemecahan seluk beluk sejarah manusia telah menyita waktu dan pemikiran yang menimbulkan penafsiran bermacam-macam. C. Diantaranya adalah tiga asumsi besar yang hadir pada masyarakat awam sebelum jaman pencerahan. Dari sini dapat kita amati bersama sebuah alur pembahasan hubungan dialektik antara pendidikan dengan realitas perkembangan sosial faktual yang saat ini tengah menggejala pada hampir seluruh masyarakat dunia.duniabaca. Melihat urgensi hubungan antara pendidikan dan dinamika sosial budaya.com 100% free . terampil dan berdaya guna bagi masyarakat. Seperti mengungkap kotak hitam misteri yang tak pernah ditemukan kunci pembukanya. sosiologi pendidikan berusaha menerapkan analisis ilmiah untuk memahami fenomena pendidikan dalam hubungannya dengan perubahan sosial-kebudayaan. perwujudan tatanan sosial masyarakat yang terbuka. Sehingga dunia pendidikan merasa perlu untuk membekali diri dengan perangkat pembelajaran yang dapat memproduk manusia zaman sesuai dengan atmosfir tuntutan global. Di mana pada langkah awalnya akan dibangun suatu proses penjelasan hakikat kebudayaan sebagai wahana tumbuh kembangnya eksistensi pendidikan terhadap anggota masyarakat. kemahiran menerapkan Iptek.Page 9 of 30 ruang lingkup kehidupan manusia yang waktu kedatangannya tidak bisa diduga-duga. Masing-masing pemikir atau asumsi umum silih berganti mengajak masyarakat menjadi penganut perspektif tersebut. Penguasaan teknologi informasi. Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www.

para cendekiawan di masa Aufklarung selalu menempatkan bangsa-bangsa di luar Eropa sebagai contoh orang yang tingkat perkembangan kebudayaannya berada pada tahap awal. sebagai akibat proses kemunduran yang disebabkan oleh dosa abadi yang pernah dilakukan oleh Nabi Adam. periode beternak (barbarism) dan periode pertanian yang berkembang ke arah peradaban atau civilitation . sebagian lain berpendapat bahwa sebenarnya makhluk manusia dan kebudayaan tidak mengalami proses degenerasi. 2000) menyatakan bahwa tingkat kemajuan masyarakat manusia dapat dibagi ke dalam tiga periode evolusi. Oleh karena itu. tidak selalu terjadi secara vertikal atau kepada Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. ada yang berpendapat bahwa pada dasarnya makhluk manusia memang diciptakan beraneka macam atau poligenesis. lebih disebabkan oleh tingkat kemajuan mereka yang berbeda. yaitu dari satu makhluk induk dan bahwa semua makhluk manusia di dunia ini merupakan keturunan Adam. tetapi kebudayaan yang dimilikinya seterusnya. Menurut Morgan. Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dalam konteks tersebut. 1877 (dalam Poerwanto. dan menganggap bahwa orang-orang di Eropa yang berkulit putih merupakan makhluk manusia yang paling baik dan kuat. demikian Pewarisan kebudayaan makhluk manusia. Sebagian dari mereka yang punya pandangan ini berpendapat bahwa keanekaragaman makhluk manusia dan kebudayaannya. Sekalipun makhluk manusia akan mati.duniabaca. akan diwariskan pada keturunannya. Sebaliknya.Page 10 of 30 Pertama. sementara itu pendukung kebudayaan adalah makhluk manusia itu sendiri. kebudayaan yang dimilikinya juga paling sempurna dan paling tinggi. Cara berpikir yang kedua adalah yang meyakini bahwa sebenarnya makhluk manusia itu hanya pernah diciptakan sekali saja atau monogenesis.com 100% free . Akan tetapi apabila pada masa kini terdapat perbedaan. dari tinggi sampai rendah. yaitu periode masyarakat berburu atau periode liar (savage).

Pendidikan dalam Lingkup Kebudayaan Pada dasarnya pendidikan tidak akan pernah bisa dilepaskan dari ruang lingkup kebudayaan. Pergerakan ini telah berakibat pada persebaran kebudayaan. melainkan dapat pula secara horisontal yaitu manusia yang satu dapat belajar kebudayaan dari manusia lainnya. Proses selanjutnya yang terjadi adalah hubungan Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. ia hanya dapat pindah ke ruang lain pada masa lain. baik lisan maupun tertulis. Kebudayaan merupakan hasil perolehan manusia selama menjalin interaksi kehidupan baik dengan lingkungan fisik maupun non fisik. Dalam konteks hidupnya demi membentuk ketahanan hasil buah budi tersebut manusia melanjutkan dalam suatu tatanan simbol yang memberi arah bagi kehidupan. penambahan dan pengurangan. Sebagai akibatnya di berbagai adanya tempat dan waktu yang di berlainan.com 100% free . Berbagai pengalaman makhluk manusia dalam rangka kebudayaannya. Manusia tidak berada pada dua tempat atau ruang sekaligus. dan di luar tempatnya dipandang asing atau janggal. diteruskan dan dikomunikasikan kepada generasi berikutnya oleh indiividu lain. Sistem simbol ini menjadi rujukan utama bagi masyarakat pendukung dalam berpikir maupun bertindak. Hasil perolehan tersebut berguna untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu di luar masanya. samping dimungkinkan unsur-unsur persamaan perbedaan-perbedaan. dari masa ke masa. dan dari satu tempat ke tempat lain. Berbagai lain gagasannya karena itu ia dapat mampu bentuk dikomunikasikannya mengembangkan kepada orang gagasan-gagasannya dalam lambanglambang vokal berupa bahasa. Proses hubungan antar manusia dengan lingkungan luarnya telah mengkisahkan suatu rangkaian pembelajaran secara alamiah. D. suatu kebudayaan dapat dipandang ketinggalan zaman (anakronistik).duniabaca. Kebudayaan mengenal ruang dan tempat tumbuh kembangnya.Page 11 of 30 anak-cucu mereka. dengan mengalami perubahan.

Dari paparan terakhir dapat ditangkap bahwa pada dasarnya pendidikan yang berlangsung adalah suatu proses pembentukan kualitas manusia sesuai dengan kodrat budaya yang dimiliki. Agen yang berfungsi sebagai transmitor produk budaya kepada anggota (khususnya generasi muda) adalah pendidikan. Uraian tentang pendidikan dan kebudayaan akan diterangkan dalam urutan pembahasan dibawah ini. meskipun kebudayaan bukanlah sekadar jumlah kepribadian-kepribadian. Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat dalam arti keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yakni nilai-nilai. Hal ini mengingat pendidikan itu tiada lain adalah wahana pembelajaran segala bentuk kemampuan bagi sang pembelajar agar menjadi manusia dewasa. Dalam hal ini sistem symbol dengan sendirinya melakukan reaksi untuk mengintegrasikan perubahan atas unsur kebudayaan. menunjuk kepada peranan individu bukan hanya sebagai bidak-bidak di dalam papan catur kebudayaan. 1. Di dalam hal ini studi kebudayaan mengemukakan pengertian “sebab-akibat sirkuler” yang berarti bahwa antara kepribadian dan kebudayaan terdapat suatu interaksi yang saling menguntungkan.com 100% free .duniabaca. Kepribadian dalam Proses Kebudayaan Fungsi pendidikan dalam konteks kebudayaan dapat dilihat dalam perkembangan kepribadian manusia. Para pakar antropologi. Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www.Page 12 of 30 transformatif dan penguatan sistem simbol agar dapat diteruskan kepada anggota berikutnya. Selain itu selama kehidupan berjalan unsur-unsur kebudayaan selalu berubah menyesuaikan perkembangan jaman. Dalam konteks kebudayaan justeru pendidikan memainkan peranan sebagai agen pengajaran nilai-nilai budaya. Individu adalah creator dan sekaligus manipulator kebudayaannya. Tanpa kepribadian manusia tidak ada kebudayaan.

Di sinilah peran pendidikan di dalam pembentukan perilaku manusia. Inilah yang disebut sebab-akibat sirkuler antara kepribadian dan kebudayaan. Dengan demikian tingkah laku manusia bukanlah diturunkan seperti tingkah-laku binatang tetapi yang harus dipelajari kembali berulang-ulang dari orang dewasa dalam suatu generasi. Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www.Page 13 of 30 Di dalam dan perkembangan seterusnya kepribadian diperlukan akan dapat kebudayaan kebudayaan berkembang melalui kepribadian–kepribadian tersebut. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa pendidikan bukan semata-mata transmisi kebudayaan secara pasif tetapi perlu mengembangkan kepribadian yang kreatif. Namun apa yang terjadi di dalam lembaga pendidikan yang disebut sekolah kita ialah sekolah telah menjadi sejenis penjara yang memasung kreativitas peserta didik. John Gillin dalam Tilaar (1999) menyatukan pandangan behaviorisme dan psikoanalis mengenai perkembangan kepribadian manusia sebagai berikut : a. Kebudayaan memberikan kondisi yang disadari dan yang tidak disadari untuk belajar.duniabaca. Di sini kita lihat betapa pentingnya peranan pendidikan dalam pembentukan kepribadian manusia. Pranata sosial yang disebut sekolah harus kondusif untuk dapat mengembangkan kepribadian yang kreatif tersebut. Para pakar yang menaruh perhatian terhadap pendidikan dalam kebudayaan mula-mulanya muncul dari kaum behavioris dan psikoanalisis Para ahli psikologi behaviorisme melihat perilaku manusia sebagai suatu reaksi dari rangsangan dari sekitarnya. Kebudayaan sebenarnya adalah istilah sosiologis untuk tingkah-laku yang bisa dipelajari.com 100% free . Begitu pula psikolog aliran psikoanalis menganggap perilaku manusia ditentukan oleh dorongandorongan yang sadar maupun tidak sadar ini ditentukan antara lain oleh kebudayaan dimana pribadi itu hidup.

Apabila analisis Gillin di atas kita cermati. yang terakhir ini kebudayaan merupakan perangsang-perangsang untuk terbentuknya perilaku-perilaku tertentu. Tentunya dinamika tersebut bukanlah suatu dinamika yang otomatis tetapi yang muncul dari aktor dan manipulator dari interaksi tersebut ialah manusia. d. tampak betapa peranan kebudayaan dalam pembentukan kepribadian manusia. Jadi selain kebudayaan meletakkan kondisi. Pada dasarnya pengaruh kebudayaan terhadap pembentukan kepribadian tersebut sebagaimana dikutip Tilaar (1999) dapat dilukiskan sebagai berikut : a. b. c. Kepribadian mempunyai keterarahan dalam perkembangan untuk mencapai suatu misi tertentu. Terutama bagi para pakar aliran behaviorisme. Kepribadian adalah suatu proses. Hal ini berarti antara pribadi dan kebudayaan terdapat suatu dinamika. Keterarahan perkembangan tersebut tentunya tidak terjadi di dalam ruang Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www.duniabaca.com 100% free . Seperti yang telah kita lihat kebudayaan juga merupakan suatu proses. Setiap kebudayaan akan mendorong suatu bentuk perilaku yang sesuai dengan system nilai dalam kebudayaan tersebut dan sebaliknya memberikan hukuman terhadap perilaku-perilaku yang bertentangan atau mengusik ketentraman hidup suatu masyarakat budaya tertentu. Kebudayaan mendorong secara sadar ataupun tidak sadar akan reaksi-reaksi perilaku tertentu. maka pengaruh antropologi terhadap konsep pembentukan kepribadian juga akan tampak dengan jelas. Kebudayaan mempunyai sistem “reward and punishment” terhadap perilaku-perilaku tertentu.Page 14 of 30 b. melihat adanya suatu rangsangan kebudayaan terhadap pengembangan kepribadian manusia. Kebudayaan cenderung mengulang bentuk-bentuk kelakuan tertentu melalui proses belajar.

Super-ego tersebut tidak lain adalah dunia masa depan yang ideal. Dalam psikoanalisis juga dikemukakan mengenai peranan super-ego dalam perkembangan kepribadian. Dan seperti yang telah diuraikan. Bayangkan bagaimana kehidupan kebudayaan manusia apabila setiap kali harus dimulai dari nol. g. dapatlah disimpulkan bahwa proses belajar adalah proses yang ditujukan untuk mencapai tujuan. dunia masa depan yang ideal Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Yang paling efisien adalah dia secara harmonis mencari keseimbangan antara tujuan hidupnya dengan tujuan hidup dalam masyarakatnya.duniabaca. Baik waktu yang dekat maupun tujuan dalam jangka waktu yang panjang. Learning is agoal teaching behavior. namun demikian itu berarti seseorang akan melawan arus di dalam perkembangan hidupnya. Kepribadian mengadopsi secara harmonis tujuan hidup dalam masyarakat agar ia dapat hidup dan berkembang. e. Berkaitan dengan keberadaan tujuan di dalam pengembangan kepribadian manusia. d. Manusia tanpa imajinasi tidak mungkin mengembangkan kepribadiannya.Page 15 of 30 kosong tetapi dalam suatu masyarakat manusia yang berbudaya. f. Tentunya manusia itu dapat saja menentang tujuan hidup yang ada didalam masyarakatnya. Imajinasi seseorang akan dapat diperolehnya secara langsung dari lingkungan kebudayaannya. Dalam perkembangan kepribadian salah satu faktor penting ialah imajinasi.com 100% free . sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai hidup di dalam suatu masyarakat. Hal ini berarti apabila seseorang hidup terasing seorang diri dari nol di dalam perkembangan kepribadiannya. c. Di dalam pencapaian tujuan oleh pribadi yang sedang berkembang itu dapat dibedakan antara tujuan dalam waktu yang dekat maupun tujuan dalam waktu yang panjang.

Di dalam transmisi tersebut kita lihat tiga unsur utama yaitu. keduanya merupakan energi yang ada di dalam diri pribadi seseorang. (2) proses transmisi. adat-istiadat masyarakat. kepribadian bukanlah semata-mata hasil tempaan dari kebudayaan. Mengenai masalah ini marilah kita cermati lebih jauh oleh karena seperti yang telah dijelaskan.Page 16 of 30 merupakan kemampuan imajinasi yang dikondisikan serta diarahkan oleh nilai-nilai budaya yang hidup di dalam suatu masyarakat. Selain itu. Bahkan banyak ahli pendidikan yang merumuskan proses pendidikan tidak lebih dari proses transmisi kebudayaan. h. dan (3) cara transmisi. (1) unsur-unsur yang ditransmisi. pandangan mengenai hidup serta berbagai konsep hidup lainnya yang ada di dalam masyarakat.duniabaca. Manusia atau pribadi adalah aktor dan sekaligus manipulator bukanlah kebudayaannya. beserta ide. Proses tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu ditransmisikan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.com 100% free . Dengan demikian. Unsur-unsur kebudayaan manakah yang ditransmisi? Pertama-tama tentunya unsur-unsur tesebut ialah nilai-nilai budaya. berbagai sikap serta peranan yang diperlukan di dalam dunia pergaulan dan akhirnya berbagai tingkah-laku lainnya termasuk Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Kepribadian juga ditentukan oleh bawah sadar manusia. Penerusan Kebudayaan Satu proses yang dikenal luas tentang kebudayaan adalah transmisi kebudayaan. Bersama-sama dengan ego. 2. Selanjutnya berbagai kebiasaan sosial yang digunakan dalam interaksi atau pergaulan para anggota di dalam masyarakat tersebut. Untuk membuktikan hal tersebut marilah kita lihat variable variabel transmisi kebudayaan yang dikemukakan oleh Fortes dalam Koentjoroningrat (1991). kebudayaan sesuatu entity yang statis tetapi sesuatu yang terus-menerus berubah.

dan sosialisasi. Dalam hal ini ada dua bentuk peran-serta dan bimbingan. Dengan demikian proses transmisi kebudayaan di dalam masyarakat modern akan Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Proses identifikasi itu berjalan sepanjang hayat sesuai dengan tingkat kemampuan manusia itu sendiri. Cara transmisi dengan peran-serta antara lain dengan melalui perbandingan. Bentuk bimbingan tesebut melalui pranata-pranata tradisional seperti inisiasi. unsur-unsur tersebut harus diidentifikasi. Proses tersebut terjadi di dalam suatu masyarakat sederhana yang relatif tertutup dari pengaruh dunia luar. Seperti telah dikemukakan manusia adalah aktor dan manipulator dalam kebudayaannya. Imitasi adalah meniru tingkah laku dari sekitar.Page 17 of 30 proses fisiologi.com 100% free . dan sekolah formal yang sekuler. Rangkaian transmisi berangkat dari imitasi. identifikasi. refleks dan gerak atau reaksi-reaksi tertentu dalam penyesuaian fisik termasuk gizi dan tata-makanan untuk dapat bertahan hidup. Pertama-tama tentunya imitasi di dalam lingkungan keluarga dan semakin lama semakin meluas terhadap masyarakat lokal. Transmisi unsur-unsur tidak dapat berjalan dengan sendirinya.duniabaca. Demikian pula peran-serta dapat berwujud ikutserta di dalam kegiatan sehari-hari di dalam lingkungan masyarakat. sekolah agama. berkaitan dengan bagaimana cara mentransimisikannya. Yang diimitasi adalah unsur-unsur yang telah dikemukakan di atas. identifikasi dan sosialisasi. upacara-upacara yang berkaitan dengan tingkat umur. Oleh sebab itu. Data dan informasi dengan mudah dapat diperoleh sehingga peranan lingkungan bukan lagi lingkungan sosial yang terbatas tetapi lingkungan yang mondial. proses transmisi kebudayaan yang sederhana tersebut tentunya telah berubah. Proses transmisi meliputi proses-proses imitasi. Demikianlah proses transmisi kebudayaan sebagai proses pendidikan yang dikemukakan oleh Fortes. Di dalam dunia terbuka dewasa ini dengan kemajuan teknologi komunikasi.

Hanya dengan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya lokal akan dapat memberikan sumbangan bagi terwujudnya nilai. Hal itu mengingat tanpa penemuan-penemuan yang baru dan tanpa invensi suatu budaya akan mati. Di sinilah letak peranan pendidikan untuk mengembangkan kepribadian yang kreatif dan dapat memilih nilai-nilai dari berbagai lingkungan. Misalnya di dalam sejarah perkembangan umat manusia terjadi penemuan-penemuan dunia baru sehingga pemukiman manusia menjadi lebih luas dan berarti pula semakin luasnya penyebaran kebudayaan. Selain itu. Beberapa proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Suatu penemuan berarti menemukan sesuatu yang sebelumnya belum dikenal tetapi telah tersedia di alam sekitar atau di alam semesta ini. inovasi. Penemuan atau Invensi Dua konsep tersebut merupakan proses terpenting dalam pertumbuhan dan kebudayaan. krisis. difusi kebudayaan. Pendidikan dan Proses Pembudayaan Seperti yang telah kita bicarakan mengenai transmisi kebudayaan. nilai-nilai kebudayaan bukanlah hanya sekadar dipindahkan dari satu bejana ke bejana berikut yaitu kepada generasi mudanya.nilai global. akulturasi.duniabaca. fokus. Biasanya pengertian kedua terminologi ini dibedakan. asimilasi. dan prediksi masa depan serta banyak lagi terminology lainnya. di Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Didalam proses pembudayaan terdapat pengertian seperti inovasi dan penemuan. tetapi dalam proses interaksi antara pribadi dengan kebudayaan betapa pribadi merupakan agen yang kreatif dan bukan pasif. Dalam hal ini kita berbicara mengenai keberadaan kebudayaan dunia yang meminta suatu proses pendidikan yang lain yaitu kepribadian yang kokoh yang tetap berakar kepada budaya lokal.Page 18 of 30 menghadapi tantangan-tantangan yang berat.com 100% free . 3.

Selain itu.duniabaca. Dengan penemuan-penemuan melalui ilmu pengetahuan maka lahirlah kebudayaan industri yang telah menyebabkan suatu revolusi kebudayaan terutama di negara-negara barat. Abad 21 disebut sebagai millennium teknologi yang akan mempersatukan manusia dan mungkin pula budayanya. Hal ini berarti manusia akan kehilangan identitasnya dan kepribadiannya akan berbentuk kepribadian kodian. Sudah tentu penemuan-penemuan baru dan invensi-invensi melalui ilmu pengetahuan akan semakin intens kerana interaksi dengan bermacam-macam budaya akan bermacam-macam manusia yang dimiliki oleh seluruh umat manusia. Apakah kehidupan kebudayaan pada milenium ketiga merupakan kebudayaan robotic ataukah kebudayaan yang akan lebih mementingkan harkat dan budaya manusia tidak ada seorang pun yang akan dapat memastikannya. menjadi manusia melalui kebudayaannya. Seperti kita lihat. penemuan-penemuan dan Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Masafikasi kebudayaan dapat berupa komersialisasi kebudayaan dan konsemuerisme yang berarti pendangkalan kebudayaan. pendangkalan kebudayaan akan berakibat dalam pembentukan manusia kepribadian manusia. Dengan demikian. Istilah invensi lebih terkenal di dalam bidang ilmu pengetahuan. Invensi teknologi terutama teknologi komunikasi mengubah secara total kebudayaan dunia. Memanusia berarti membudaya. Bukan suatu hal yang tidak mungkin bahwa wajah kehidupan teknologi yang tidak atau belum dapat kita gambarkan dewasa ini.com 100% free . Dapat kita bayangkan bagaimana jadinya proses memanusia dalam kebudayaan global. Hal ini mengandung bahaya dengan masafikasi kebudayaan manusia.Page 19 of 30 dalam penemuan dunia baru akan terjadi difusi atau proses lainnya mengenai pertemuan kebudayaan-kebudayaan tersebut. Dengan invensi maka umat manusia dapat menemukan hal-hal yang dapat mengubah kebudayaan.

Hanya saja proses difusi pada jaman yang lalu lebih bersifat perlahan-lahan. Begitu pula terjadi akulturasi unsur-unsur budaya antarsub-etnis di Nusantara ini. Pada dasarnya setiap masyarakat setiap jaman selalu mengalami difusi.Page 20 of 30 invensi baru tidak lagi merupakan monopoli dari suatu bangsa atau suatu kebudayaan tetapi lebih menjadi milik dunia. maka difusi kebudayaan akan berjalan dengan sangat cepat. Dewasa ini misalnya unsur-unsur budaya Jawa telah masuk di dalam budaya sistem pemerintahan di daerah. Nama-nama petugas negara di daerah telah mengadopsi nama-nama pemimpin di dalam kebudayaan Jawa seperti bupati. lurah. Proses akulturasi tersebut lebih dipercepat dengan adanya sistem pendidikan yang tersentralisasi dan mempunyai kurikulum yang uniform. c. Difusi Difusi kebudayaan berarti pembauran dan atau penyebaran budaya-budaya tertentu antara masyarakat yang lebih maju kepada masyarakat yang lebih tradisional. camat. b.com 100% free . Akulturasi Salah satu bentuk difusi kebudayaan ialah akulturasi. dan unsureunsur tersebut telah disosialisasi dan diterima oleh masyarakat luas. Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Namun hal itu berbeda dengan sekarang dimana abad komunikasi mampu menyajikan beragam informasi yang serba cepat dan intens.duniabaca. Kebudayan dunia yang akan muncul pada milenium ketiga dengan demikian perlu diarahkan dengan nilainilai moral yang telah terpelihara di dalam kebudayaan umat manusia karena kalau tidak dapat saja manusia itu menuju kepada kehancurannya sendiri dengan alat-alat pemusnah massal yang diciptakannya. Dalam proses ini terjadi pembaruan budaya antarkelompok atau di dalam kelompok yang besar.

Selama perjalanan hidup negara kita telah terjadi asimilasi unsur-unsur budaya tersebut. Perdagangan bebas.com 100% free . Persaingan di dalam dunia modern telah merupakan suatu tuntutan oleh karena kita tidak mengenal lagi batas-batas negara. dunia yang terbuka tanpa-batas. Betapa besar peranan inovasi di dalam dunia modern. kemampuan untuk inovasi merupakan cirri dari manusia yang dapat survive dan dapat bersaing. Dengan sendirinya wajah kebudayaan dunia masa depan akan lain sifatnya. Biasanya proses asimilasi dikaitkan dengan adanya sejenis pembauran antar-etnis masih sangat terbatas dan kadang-kadang dianggap tabu.Page 21 of 30 d. kehidupan cyber yang menisbikan waktu dan ruang. menuntut manusia-manusia inovatif. menuntut peran dan fungsi pendidikan yang luar biasa untuk Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Didalam kehidupan bernegara terdapat berbagai kebijakan yang mempercepat proses tersebut. Apalagi hal-hal yang membatasi proses prejudis.duniabaca. Namun dewasa ini proses asimilasi itu banyak sulit dihilangkan. Asimilasi Proses asimilasi dalam kebudayaan terjadi terutama antaretnis dengan subbudaya masing-masing. Di dalam kebudayaan modern pada abad teknologi dan informasi dalam millennium ketiga. Kita lihat misalnya unsure etnis yang berada di Nusantara kita ini dengan subbudaya masing-masing. ada yang terjadi secara alamiah ada pula yang tidak alamiah. Biasanya proses asimilasi kebudayaan yang terjadi di dalam perkawinan akan lebih cepat dan lebih alamiah sifatnya. teknologi komunikasi yang menyatukan. perbedaan agama dan kepercayaan dapat menghalangi suatu proses asimilasi yang cepat. e. Inovasi Inovasi kebudayaan di dalam bidang teknologi dewasa ini begitu cepat dan begitu tersebar luas sehingga merupakan motor dari lahirnya suatu masyarakat dunia yang bersatu.

Krisis Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Pendidikan dapat memainkan peranan penting di dalam terjadinya proses perubahan yang sangat mendasar tersebut tetapi juga yang dapat menghancurkan kebudayaan itu sendiri. yang bukan tidak mungkin berbahaya bagi kelangsungan hidup kebudayaan tersebut. peraturan-peraturan seks mulai dilanggar dengan adanya kebebasan seks dan kebebasan pergaulan. g. cenderung mulai diabaikan.Page 22 of 30 melahirkan manusia-manusia yang inovatif. Dalam proses pembudayaan melalui fokus itu kita lihat betapa besar peranan pendidikan. Tentu saja kita dapat memberikan fokus tertentu kepada pengembangan ilmu pengetahuan asal saja dengan fokus tersebut tidak mengabaikan kepada terbentuknya manusia yang utuh seperti yang telah diuraikan di muka.com 100% free . Kebudayaan yang hanya memberikan fokus kepada teknologi akan menghasilkan manusia-manusia robot yang tidak seimbang. lembaga-lembaga budaya primer seperti keluarga. berarti tidak memungkinkan suatu bangsa untuk bersaing dan hidup di dalam masyarakat modern yang akan datang. Sistem pendidikannya dengan demikian telah terpisahkan atau teralienasi dari totalitas kebudayaan. Fokus Dalam dunia pendidikan hal ini sudah terjadi seperti di Indonesia. Dunia barat yang telah lama memberikan fokus kepada kemampuan akal. Ikatan dalam lembaga keluarga mulai longgar. Dengan demikian aspek-aspek kebudayaan yang lain seperti nilai-nilai moral. f. Dengan kata lain. menekankan kepada pembentukan intelektualisme di dalam sistem pendidikannya. Dengan demikian. pendidikan yang tidak inovatif.duniabaca. pendidikan akan menempati peranan sentral didalam lahirnya suatu kebudayaan dunia yang baru. yang mematikan kreativitas generasi muda.

Sejalan dengan maraknya kolonialisme ialah masuknya unsur-unsur budaya Barat memasuki dunia ketiga.com 100% free . Krisis kebudayaan tersebut akan lebih cepat dan intens di dalam era komunikasi yang pesat. Terjadilah proses akulturasi yang kadang-kadang menyebabkan hancurnya kebudayaan lokal. Krisis dapat menyebabkan dis-organisasi sosial misalnya dalam gerakan reformasi total kehidupan.duniabaca. krisis ekonomi dan berbagai jenis krisis lainnya. Timbul krisis yang menjurus kepada hancurnya sendi-sendi kehidupan orisinil. Suatu contoh yang jelas timbulnya krisis di dalam proses westernisasi terhadap kehidupan budaya-budaya Timur. Visi Masa Depan Suatu hal yang baru dalam proses pembudayaan dewasa ini ialah peranan visi masa depan. h. Keluarga mengalami krisis. Bangsa Indonesia dewasa ini di dalam memasuki era reformasi menghadapi suatu era yang kritis karena masyarakat mengalami krisis kebudayaan.Page 23 of 30 Konsep tersebut merupakan konsekuensi akibat proses akulturasi kebudayaan. Lihat saja kepada krisis moral yang terjadi pada generasi muda yang diakibatkan oleh masuknya nilainilai budaya Barat yang belum serasi dengan kehidupan budaya yang ada. Gerakan reformasi akan menyebabkan krisis sosial. peranan orang tua dan pemimpin mengalami krisis. Terutama dalam Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. gerakan reformasi total dewasa ini perlu diarahkan dan dibimbing oleh nilai-nilai moral yang hidup di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Dalam jangka panjang pendidikan akan menentukan pencapaian tujuan dari reformasi itu sendiri. Oleh sebab itu. Dalam kaitan ini peranan pendidikan sangat menentukan karena pendidikan didasarkan kepada nilai-nilai moral bangsa dalam jangka panjang akan memantapkan arah jalannya reformasi tersebut. Apabila gerakan reformasi tidak diarahkan sebagai suatu gerakan moral maka gerakan tersebut akan kehilangan arah.

murid di kelas lain dan pegawai administrasi. Dengan begitu kehidupan manusia tidak dapat dilepas dari peran ketiga lingkungan sistem aktivitas belajar dan mencermati dirinya. (3) lingkungan komunitas masyarakat: manusia akan belajar dari lingkungan komunitasnya sehingga mencakup peran serta masyarakat.com 100% free . birokrasi yang mendukung. CATATAN PENUTUP Perubahan sosial sebagai “cetak biru” pemikiran. Menurut Peter Senge. budaya global dasar kehilangan identitasnya. pada akhirnya akan memiliki manfaat untuk memahami kehidupan manusia dalam kaitan dengan lingkungan kebudayaannya. apa yang dapat Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. (2) Lingkungan sekolah: manusia akan belajar dalam lingkungan sekolah sehingga melibatkan unsur kepala sekolah. Tanpa visi yang jelas yaitu visi yang berdasarkan nilai-nilai yang hidup di dalam kebudayaan bangsa (Indonesia). kelompokkelompok belajar sepanjang hidup. 2000 (dalam Salim. pengalaman yang menggelitas dan keberanian untuk mulai menapak menggunakan potensi yang dimilikinya.Page 24 of 30 dunia global tanpa-batas dewasa ini diperlukan suatu visi ke arah mana masyarakat dan bangsa kita akan menuju. sumber informasi yang luas dan beragam dll. 2002) bahwa manusia akan menjumpai (1) ruang kelas dalam sekolah: manusia akan belajar dalam lingkungan kelas sehingga melibatkan unsur guru.duniabaca. akan sulit untuk menentukan arah perkembangan masyarakat dan bangsa kita ke masa depan. III. terbentuknya kesadaran. dalam pola belajarnya akan berhadapan dengan tiga sistem aktivitas. atau pilihan lain ialah tinggal mengadopsi Mengadopsi saja apa yang disebut tanpa budaya global. Kehidupan manusia adalah satuan sosial terkecil. orang tua dan murid. Di sinilah letak peranan pendidikan nasional untuk meletakkan dasar-dasar yang kuat dari nilai-nilai budaya yang hidup di dalam masyarakat Indonesia yang akan dijadikan pondasi untuk membentuk budaya masa depan yang lebih jelas dan terarah. Analogi dengan pemikiran itu. kelompok pengajar.

dari keluarga. tidak dikaitkan dengan agama dan golongan. tentunya pendidikan akan ikut terjaring dalam hukum-hukum perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.duniabaca. Pemerintah harus mempunyai komitmen dan bertanggung jawab penuh dengan cara melakukan pendekatan dan menerapkan strategi pembudayaan perubahan sosial yang diharapkan mampu Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. penulis melihat keberhasilan Malaysia dalam membangun bangsanya sebagai bahan komparasi saja.com 100% free . lengkap yang mencakup suatu tatanan kehidupan manusia. masyarakat dan yang paling memegang peranan penting adalah pemerintah. Intervensi kekuatan proses tersebut juga mencakup semua proses pendidikan yang terjadi di berbagai sektor lain masyarakat. Oleh karena itu diperlukan penguatan dan pendidikan di tingkat keluarga dan melalui pembudayaan. Sebagai bagian dari pranata sosial.Page 25 of 30 dinyatakan dengan lengkap. Oleh karena itu daya serap perubahan sosial akan selalu merembes ke segala segi kehidupan yang dihuni oleh manusia. Dalam proses pembudayaan utamanya harus ditekankan tentang rasa cinta tanah air. Dalam hal pembudayaan perubahan situasi sosial. khususnya dalam sektor pendidikan. mengambil maknanya dari segi baiknya yakni tentang proses pembudayaan dalam mencintai semangat pembudayaan perubahan sosial tanah airnya tidak pernah kehilangan jati diri dan ciri sosial budayanya yang egaliter. Perubahan sosial tidak hanya dilihat sebagai serpihan atau kepingan dari peristiwa sekelompok manusia tetapi fenomena itu menjadi saksi adanya suatu proses perubahan empiris dari kehidupan umat manusia. Pembudayaan dan mengantisipasi perubahan sosial harus dilakukan oleh semua komponen bangsa. Baik dari tingkat basis keluarga sampai interaksi antar pranata sosial. Krisis yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah krisis sosial budaya. perubahan sosial adalah suatu proses yang luas. dimana bangsa Indonesia harus memaknai Bhinika Tunggal Ika dan mempunyai tujuan yang sama. Perubahan sosial akan mempengaruhi segala aktivitas maupun orientasi pendidikan yang berlangsung. sekolah. membangun Indonesia.

duniabaca.com 100% free .menjadi benteng bangsa ini untuk menahan derasnya laju perubaha sosial yang semakin tak terkendali.Page 26 of 30 . Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www.

Page 27 of 30 DAFTAR BIBLIOGRAFI 1) Soedijarto. 5) Talcott Parson. THE ECONOMICS OF DEMOCRACY : Financing Human Development in Indonesia. Levin. Anchor Books. LEARNING THE TREASURE WITHIN. Landasan dan Arah Pendidikan Nasional Kita. Lipset. Report to UNESCO of The International Comission on Education for Twenty-First Century. and Political Change in 43 Countries. Boston. Harbison & Ch. M. David Me. Press. Harper Torchbook. 8) Phillip Kotler et. Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. New York. Princeton. (1998). (1997). et. (1965). New York. al. Me. New Heaven & London. N. Indonesia Human Development. Myers. The Marketing. UNESCO.duniabaca. The Free Press. New York. Graw-Hill Books. Economic. Double Day & Co. The Limits Of Educational Reform (1976). 2004 4) Joseph Fischer (edit). Paris. A.com 100% free . Kay Co. International Textbook Co. Delors. On Democracy. The Social Science and the Comparative Study of Educational Systems. Modernization and Post Modernization : Culture. : Theoritical Foundation for the Social Science. Inc. Yale University Press. 6) Our Creative Diversity : Report of the World Commision on Culture and Development.M. 11) Robert Dahl. Man Power and Education. 13) J. Scranton. (1997) Princeton Univ. (1970). Little Brown & Co. BAPPENAS. The Civic Culture : Political Attitudes and Democracy in Five Nations. 9) S. Penerbit Buku KOMPAS. UNDP. (1962). 1996 7) F. Toward a General Theory of Action. 3) BPS. Paris. New York. : Country Studies in Economic Development. al. (1963). The Academy Library. 2008 2) Martin Corney & H. Peninsylvania. Jakarta. 12) Ronald Inglehart. 10) G. (1965).. New York. of The Nation : A Strategic Approach to Building National Wealth.J. Political Man : The Social Bases of Politics. Almond & Sidney Verba.

2004 Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www. Dahl.(1999b). pengantar: Amri Marzali.disunting oleh: Weinata Sairin dan J. Geertz.Robert A. (049). Robert A.duniabaca. penterjemah Sahat Simamora. dan Masyarakat Madani Indonesia. 1998 14) Sumber-sumber lain yang berkaitan dengan pembahasan makalah ini 15) Spradley.com 100% free ..Religious as 19) Dahl.M. James P. Rosdakarya.Civil rights.21cm. 218p.M.Hubungan gereja dan Negara dan hak asasi manusia.Metode Etnografi.Bumi Aksara Psikologi Pendidikan.Tiara Wacana.Page 28 of 30 UNESCO. Spradley . Kebudayaan. 213 hal. Clifford.Analisa politik modern.Jakarta. Weinata.095 98. Geertz. Pendidikan..1997 16) Tilaar. Ngalim Purwanto.iv.Yogyakarta. xiii. PT Remaja Rosdakarya 17) Kinship in Bali. Pattiasina.1994. Penerjemah: Misbah Zulfa Elizabeth.Jakarta.James P. 301.BPK Gunung Mulia. c1975. Bandung. Chicago : The University of Chicago Press..Church and state. Hildred . Antropologi dan Kebudayaan di Indonesia 18) Sairin.bunga rampai pemikiran.

Untuk selengkapnya silakan kunjungi www.Page 29 of 30 NOTE : Dapatkan selalu update terbaru artikel-artikel menarik duniabaca.duniabaca.duniabaca.com via email maupun facebook.com Salam KutuBlog Aspek Poleksosbud dalam Pendidikan (By : KutuBlog) www.com. Anda ONLINE? INGAT duniabaca.com 100% free .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful