PIL (PILULAE

)

Disusun Oleh : Andhika Jaya Saputra (1213015018) Ulfa Wahyu (1213015039) Indah Puspa Dewi (1213015020) Nunuk Hidayanti (1213015035) Ruli Kuswati (1213015051)

UP. FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MULAWARMAN 2012

Di samping itu.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Desember 2012 Penyusun . Dalam penyusunan makalah ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Bapak Angga selaku dosen pengajar kami yang senantiasa memberikan saran. kritikan. Tiada gading yang tak retak. Amin Samarinda. dan masukan yang membangun demi perbaikan makalah ini di masa yang akan datang. kami mengharapkan saran. akhirnya makalah Faramsetika tentang “PIL” ini telah selesai kami susun. dan dorongan sehingga makalah ini dapat hadir di khayalak pembaca semuanya. komentar. begitu juga dengan makalah ini. Akhirnya. juga untuk melengkapi kepustakaan di bidang Ilmu Farmasi terutama yang terkait dengan PIL. Maksud dari penyususnan makalah ini adalah untuk membantu mahasiswa Farmasi dalam mempelajari bentuk sediaan PIL yang dapat mempermudah uantuk menganalisis sediaan PIL tersebut.

...................................................................................................................................... 4  Zat Pengikat ................... 8 BAB III (PENUTUP) A.... Syarat PIL yang Baik .......... 1 B......................................................................................................... Tujuan ............................................................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA ............................................ 4  Zat Pembasah ... Keuntungan dan Kerugian PIL ........................ Pembuatan Sediaan PIL ........................................................................ 3 4... Syarat Waktu Hancur PIL ................... Cara Menghitung Resep pada Sediaan PIL ...... Kesimpulan ................................... 5  Zat Penabur .......... 2 C.................................. 6 8................................................... Pengertian PIL ............................. Pembuatan Sediaan PIL dengan Bahan Khusus .........................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........ Rumusan Masalah .................................................................... 11 ................................ 5  Zat Pemecah ............... 6 7................................. Latar Belakang ........................ 4 5......... 3 2............................................ 4  Zat Pengisi .................... 5 6.......................................................................... Komponen dalam PIL ...................... 5  Zat Penyalut.................... 2 BAB II (PEMBAHASAN) 1.......................... 7 9............ x DAFTAR ISI ................................................................ Soal Diskusi .................................................................... Persyaratan PIL .............................................. 3 3........................................................ xi BAB I (PENDAHULUAN) A.............................................................................. 9 B................................

Sedian pil bisa di buat dengan cara tradisional dan cara modern. Namun bagi para pembuat yang masih baru pertama membuat terkadang masih banyak hambatan yang terjadi. cara–cara pembuatan pil harus dipahami oleh para pembuat. karena pil sangat evisien dikonsumsi tidak berasa pahit dan cara minum yang sangat mudah dari pada sedian yang lain. banyak juga bahan–bahan yang digunakan untuk membuat sediaan pil. Selain itu. dahulu pil dibuat dengan cara tradisional akan tetapi untuk saat ini pil lebih mudah dibuat dengan cara yang lebih modern. Sedian pil sudah dikenal sebelum keluarnya produk obat modern. Latar Belakang Pil merupakan salah satu sediaan farmasi yang sudah lama digunakan. Oleh karena itu. Tidak menutup kemungkinan sedian pil juga dikembangkan dalam pembuatan obat-obat sintesis dan obat-obat modern. Masyarakat lebih menggemari obat-obat tardisional dalam bentuk sedian pil dari pada sedian yang lain seperti jamu cair dan jamu serbuk. pil obat magg dan lain-lain. Oleh sebap itu sedian pil masih sangat diterima oleh masyarakat luas.BAB I PENDAHULUAN A. Itu disebabkan karena banyak bahan obat yang perlu diperlakukan secara khusus. . seperti halanya pil KB. Oleh sebab itu sediaan ini masih diajarkan dan di kembangkaan dalam lingkungan sekolah dibidang kefarmasian.

Mengetahui syarat waktu hancur PIL 5. Mengetahui pembuatan sediaan PIL dengan bahan khusus 9. Bagaimana syarat-syarat PIL yang baik ? 4. Bagaiman pembuatan sediaan PIL? 8. Apa saja persyaratan PIL? 3. Bagaiman syarat waktu hancur PIL? 5. Mengetahui cara menghitung resep sediaan PIL . Bagaimana pembuatan sediaan PIL dengan bahan khusus? 9. Mengetahui persyaratan PIL 3. Apa saja keuntungan dan kerugian PIL? 7. Apa yang dimaksud dengan sediaan PIL? 2. Apa saja komponen PIL? 6. Rumusan Masalah 1. Tujuan 1. Mengetahui syarat –syarat PIL yang baik 4. Mengetahui komponen yang ada dalam PIL 6. Bagaimana cara membuat resep sediaan PIL? C. Mengetahui keuntungan dan kerugian PIL 7. Mengetahui pembuatan sediaan PIL 8. Mengetahui apa yang dimaksud dengan sediaan PIL 2.B.

Granul  1/3 – 1 grain d. Granula ialah pil kecil yang beratnya tidak lebih dari 30 mg. Syarat PIL yang Baik  Homogen (ukuran. Pil  60 – 300 mg c.  Mempunyai waktu hancur tertentu.  Memenuhi keseragaman bobot pil (FI ed III).  Mempunyai kekenyalan. mengandung 1 mg bahan obat  Referensi Lain Parvul ialah pil kecil yang beratnya tidak lebih dari 20 mg (Ilmu resep).  Menurut FI ed III Pilulae ialah suatu sediaan berupa massa bulat mengandung satu atau lebih bahan obat. 3. Bolus > 300 mg b. tetapi tidak begitu keras sehingga dapat hancur dalam saluran pencernaan. Persyaratan PIL  Memenuhi syarat waktu yang tertera pada compresi (FI ed III). Macam –macam sediaan PIL diantaranya adalah : a. dosis). warna. Parvul  < 20 mg  2.BAB II PEMBAHASAN 1. pembuatannya sama dengan pil. . Pengertian PIL Pil berasal dari bahasa latin “pila” : bola.  Pada penyimpanan bentuknya harus tetap. Boli ialah pil yang beratnya diatas 300 mg. daya rekat dan kekerasan tertentu. bentuk.

 PGS (500 mg / 60 pil).5 g/60 pil . Zat Pengisi Fungsi bahan pengisi adalah untuk memperbesar masa PIL.  Tidak boleh lebih dari 60 menit untuk pil bersalut gula atau selaput. pada pengujian selanjutnya (larutan dapar pH 6.  Succus dan saccharum album aa (75 g/1000 pil) berfungsi sbg pengisi dan pengikat. 5.8) waktu hancur pil tidak boleh lebih dari 60 menit.  Zat Tambahan. b. .  Jumlahnya sangat besar : pulvis pro pilulae (radix dan succus sama banyak). yaitu :  radix liquiritiae : untuk pil berwarna  saccharum album : pil putih  bolus alba : pil yg BOnya oksidator Jumlah pemakaian untuk bahan obat adalah :  Jumlahnya terlalu kecil. utk yg voluminous : 1-1. radix yg digunakan 2x succus. Zat Pengikat Bahan pengikat terdiri dari :  Succus liquiritiae ( 2g / 60 pil). yaitu : a.06 N selama 3 jam.  Golongan oksidator atau senyawa garam timbal (Pb) : bolus alba 100 mg/pil. Komponen dalam PIL  Zat Utama ialah berupa bahan obat. ialah :  Tidak boleh lebih dari 15 menit untuk pil tidak bersalut. syarat waktu hancur PIL.  Untuk pil salut enterik. Pada zat tambahan ini terdiri dari beberapa komponen.  Setelah dilakukan pengujian dalam larutan HCl 0. Adapun jenis – jenis dari bahan pengisi. Syarat Waktu Hancur PIL Menurut Farmakope Indonesia edisi III.4.

Zat Pembasah Bahan Pembasah pada PIL berasal dari :  Air  Aqua gliserinata  Sirupus simplex  Madu  Adeps lanae/ vaselin album d. terurai dengan air. f. yaitu agar tak lengket pada alat dan satu sama lain dalam kemasan. Zat Penabur Adapun fungsi bahan penabur. Gliserin cum tragacanth. Zat Penyalut Fungsi bahan penyalut adalah :  Menjaga stabilitas Bahan Obat  Menutup rasa dan bau Bahan Obat  Memperbaiki penampilan pil  Mencegah pecahnya pil dalam lambung . Oksidator. Zat Pemecah Adanya bahan pengikat membuat pil sukar larut/pecah di lambung butuh bahan pemecah Natrium bikarbonat. Adeps lanae/vaselin album qs untuk bahan obat yang bersifat :     saling bereaksi dg adanya air. Talk untuk :  BO oksidator/ garam PB  pil putih  akan disalut amilum orizae  MgCO3  radix liquiritiae pulv e. Jenis – jenis bahan penabur diantaranya. c. garam-garam timbal.

e. Mudah digunakan atau ditelan. Obat yang dikehendaki memberikan aksi yang cepat. Kerugian a. . c. setelah homogen ditetesi bahan pembasah. Carbowax 6000. PEG. d. Ada kemungkinan ditumbuhi jamur (dapat diatasi dengan bahan pengawet). Penyimpanan lama sering menjadi keras dan tidak memenuhi waktu hancur. schellak. Relatif lebih stabil dibanding bentuk sedian serbuk dan solutio. Sangat baik utk sedian yang penyerapannya dikehendaki lambat. Bahan Obat padat/serbuk yang voluminous dan Bahan Obat cair dalam jumlah besar. ialah :  Penyalut gula : saccharum album  Penyalut selaput/film : CMC-Na.  7. Menutup rasa obat yang tidak enak. c. perak  Penyalut enterik : salol. kemudian diterus dengan cara ditekan sampai diperoleh massa pil yang elastis lalu dibuat bentuk dan dipotong dengan alat pemotong pil sesuai dengan jumlah pil yang diminta. Bahan penabur ditambahkan setelah terbentuk massa pil agar supaya massa pil yang telah jadi tidak melekat pada alat pembulat pil. Pembuatan Sediaan PIL Cara pembuatan pil pada prinsipnya dilakukan dengan cara mencampur bahan-bahan obat padat sampai homogen. b. Obat yang dalam keadaan larutan pekat dapat mengiritasi lambung. cellulose acetat phtalat 6.Beberapa jenis bahan yang digunakan pada penyalut. Keuntungan dan Kerugian PIL  Keuntungan a. Balsamum tolutanum. b. d. kemudian ditambah zat-zat tambahan.

supaya digerus halus didalam mortir panas. Dalam jumlah kecil. Penambahan Succus Liquiritiae dan Pulvis Liquiritiae Radix diperlukan ± 1.  Pil dengan sari-sari cair. AgNO3) atau garam-garam Pb.  Pil dengan mengandung zat-zat yang higroskopis.  Pil dengan digitalis folium. diuapkan kemudian tambahkan radix secukupnya atau diganti dengan sisa keringnya. ferrum pulveratum. Kalii Iodidum dan Natrii Salicilas. pengisi menggunakan 100 mg bolus alba. natrii carbonas. natrii bicarbonas. . pengikat adeps/vaselin secukupnya. seperti Kalii Bromidum.5 gram masing-masing untuk 7 gram bahan obat tersebut. Untuk pil dikerjakan dengan adeps lanae dan radix liquiritiae. Dalam jumlah besar. Pembuatan Sediaan PIL dengan Bahan Khusus  Pil dengan senyawa mengoxid (KMnO4.  Pil dengan garam-garam ferro harus dibalut dengan tolubalsem untuk mencegah oksidasi oleh udara.Contoh alat pemotong dalam sediaan PIL 8. FeCl3. Digitalis akan rusak atau glukosidanya akan terurai bila ada lembab atau air. Selain itu menggunakan pillen plank ebonit. KNO3. tetap digunakan succus dan radix sari cair digunakan sebagai aqua gliserinata. maka untuk menetralkan asamnya perlu ditambah MgO sebanyak 100 mg untuk setiap 3 gram extract gentian.  Pil dengan extractum gentian ( bereaksi asam) bila diberikan bersama-sama dengan zat lain yang dengan asam-asam melepaskan gas misal : ferrum reductum.

Jajang Penyelesaian: Penimbangan Bahan  Luminal  Succus Liq  Laktosa  Aqua gli = = = = 50 mg 30 x 2 / 60 = 1 gram 2 x 1 gram = 2 gram 5 tetes .b dd Pil 1 Pro : Tn.9.f Pil no. Cara Menghitung Resep pada Sediaan PIL Contoh Resep : R/ Luminal 0.05 Laktosa qs Succus Liq qs Aqua Gliserinata qs m. XXX s.

Oleh karena itu PIL lebih digemari daripada obat dalam bentuk sediaan lain. zat pengikat. PIL juga terdiri dari beberapa bahan. Kesimpulan Pilulae ialah suatu sediaan berupa massa bulat mengandung satu atau lebih bahan obat. Adapun bahan tambahan terdiri dari beberapa bagian. diantaranya ialah zat pengisi. zat pembasah. karenanya PIL masih diterima dikalangan masyarakat sampai saat ini. yaitu bahan utama dan bahan tambahan. Hal tersebut karena PIL mudah diminum dan tidak terasa pahit. zat penabur. zat pemecah dan zat penyalut. . Yang beratnya beratnya berkisar antara < 20 mg sampai > 300 mg.BAB III PENUTUP A.

3. Maksud dari kerugian PIL “obat yang dikehendaki memberikan aksi yang cepat” ialah PIL tidak bisa diberikan pada penderita Gagal Jantung yang memerlukan obat dengan aksi yang cepat. . Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan PIL? 2. 6. Zat penyalut adalah zat yang digunakan untuk menutupi rasa dan bau yang kurang enak. Apa maksud dari pembuatan PIL dengan sari-sari cair? Jawaban : 1. Apakah PIL KB masuk dalam sediaan PIL? 5.SOAL DISKUSI Pertanyaan : 1. PIL KB bukan termasuk sediaan PIL. Apa maksud dari kerugian PIL “obat yang dikehendaki memberikan aksi yang cepat”? 4. Apa maksud dari keuntungan PIL “sangat baik untuk sediaan yang dikehendaki lambat”? 3. Maksud dari pembuatan PIL dengan sari-sari cair ialah sari cair digunakan sebagai pengganti air (aqua gliserinata). selain itu juga untuk mencegah perubahan PIL karena pengaruh udara. sehingga sangat baik untuk dikonsumsi penyakit ringan. Apa maksud dari zat penyalut? 6. 5. 4. Yang perlu diperhatikan adalah zat aktif dan terutama zat tambahan karena akan berpengaruh pada bentuk dan cara kerja PIL tersebut 2. Maksud dari keuntungan PIL “sangat baik untuk sediaan yang dikehendaki lambat” ialah karena PIL ditujukan untuk penyakit dengan intensitas panyakit yang memberikan reaksi lambat.

Farmasi. 2007. 2010. Jakarta : EGC . Yogyakarta. Irwan.blogspot. Tersedia: http://irwanfarmasi.html Syamsuni. Gadjah Mada Universitas Press. Ilmu Resep. 2000. M. Ilmu Meracik Obat.com/2010/04/makalah-sediaanpil.DAFTAR PUSTAKA Arif. A. Makalah Sediaan Pil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful