Makalah Manajemen Pemasaran

20:11 ardy 5 Komentar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia. Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. 1.2. Tujuan Pembahasan Makalah. 1. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan teori pemasaran dan semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. 2. Untuk memberikan pengetahuan dasar bagaimana cara melakukan kegiatan pemasaran dan apa saja yang harus dilakukan dalam kegiatan pemasaran. 3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan bauran pemasaran atau marketing mix. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Pemasaran. Pemasaran adalah suatu proses sosial manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan; pasar, pemasaran dan pemasar. Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga

produk yang di jual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan. Promotion dan Place). diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang harus di fikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia. menyatakan bahwa: Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan.1 Bauran Pemasaran Kotler (2000) mendefinisikan bahwa “bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran“. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu.2 Pembahasan. organisasi dan ide. Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. struktur harga.sehingga produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya. American Marketing Association.1. jasa.2. 1. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk. Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Philip dan Duncan. William J Stanton. Pengertian pemasaran oleh beberapa ahli diartikan menjadi : 1. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan. Price. 2. 2. 2. Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan : 1. Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang. 3. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product.2 Kegiatan Utama pemasaran Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut marketing mix adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4 variable yaitu produk. orang. Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-barang berwujud kepada konsumen. mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial. 2. Product (Produk). Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi perusahaan yang nantinya akan di jual . menentukan harga. 2. 3. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan. kegiatan promosi dan saluran distribusi dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang di harapkan.

promosi. Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan produk baru. Pembungkus barang c.perusahaan atau barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali kepada konsumen akhir (bagi perusahaan dagang). Tahap pertumbuhan 3. (Produck life cycle) 1. Pemilihan produk b. Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi 3 bagian : a. Tahap kedewasaan 4. yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran.sebagai pengganti atau strategi baru. Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan. Lima tahap tersebut adalah sebagai berikut : 1. Tahap kejenuhan 5. Tahap-tahap siklus kehidupan dibagi menjadi 5 tahapan di mana untuk masing-masing tahap suatu perusahaan harus memasang strategi atau kebijaksanaan yang berlainan untuk menjaga agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Pemilihan barang/produk Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga. strategi. Daur siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan. Tahap Perkenalan . Merk barang a. Tahap perkenalan 2. Tahap penurunan Apabila di gambarkan maka akan menjadi sebagai berikut: Penjualan 12345 Waktu Gambar 1.

merk dagang. Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan perusahaan mempunyai tenaga yang punya kemampuan dalam membuat motivasi baru. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen. kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana kegunaanya bagi konsumen dan lain-lain.Tahap perkenalan ini menunjukan bahwa barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya sehingga perlu memperkenalkan barang tersebut pada masyarakat melalui penyampaian informasi dengan kegiatan promosi yang gencar dan agresif menekankan merk penjualan. yaitu : 1. Tambahan volume penjualan sudah dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita kuasai sudah banyak yang dimasuki produk-produk pesaing yang sedikit demi sedikit mulai mengikis segmen pasar kita. 2. ditambah lagi dengan konsumen sudah mulai melirik produk sejenis lainnya yang sekiranya mempunyai keunggulan lebih banyak atau dengan kata lain konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang kita jual. Usaha yang dilakukan dalam tahap ini adalah menurunkan kegiatan promosinya untuk diganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah-daerah (lokasi-lokasi segmen pasar) yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan perusahaan pesaing. Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos promosi yang sangat tinggi sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit dalam memberikan tambahan pendapatan produsen. Tahap kedewasaan dan kejenuhan Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Tahap Pertumbuhan Tahap pertunbuhan ditunjukan dengan meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai. 3. Pada tahap ini bermunculan perusahaan-perusahaan pesaing yang mencoba merebut segmen pasar yang kita kuasai dengan menggunakan strategi-strategi yang dengan perlahan dan pasti dapat menggeser kedudukan perusahaan yang lebih dulu masuk pasar. 4. cara . kreasi. pembungkus. atau menciptakan barang yang akan menggantikannya. Tujuan utama promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal dengan baik produk perusahaan dan mulai menyukainya. Tahap kemunduran/penurunan Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut. 2. Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan digantikan oleh barang yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama. sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan. Kalau alternatif ini tidak dapat dilakukan perusahaan harus dapat membuat barang yang benar-benar baru yang memerlukan penelitian dari awal baik dari segi mutu. Adapun kebijaksanaan yang akan di ambil oleh perusahaan pada umumnya terdiri dari 2. Tetap mempertahankan barang lama tetapi memperbaharui atribut-atribut lamanya baik dari segi kemasan atau dapat juga menonjolkan kelebihan lain.

Price (Harga) Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga. harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa. rasa yang sama atau kegiatan yang relative berbeda.mendistribusikan dan lain-lain.¬ Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga tidak dapat besaing dengan produk sejenis yang lain. penyusunan di rak took. Pembungkus barang Bungkus barang merupakan pertimbangan ke dua setelah produk yang sejenis ternyata mempunyai kualitas yang sama kualitas yang sama.¬ Bungkus yang mudah diingat. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan diantaranya: Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli. c. Secara lebih luas. Maka bagi pembeli yang merasa bingung dengan berbagai merk tersebut akhirnya akan mempertimbangkan bungkus luar produk yang akan dipilih. syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. penyimpanan. Dengan merk yang sudah menjadi langganan pemakai dapat menghemat waktu dalam membeli karena dapat menyuruh orang lain untuk membelinya (praktis) dan membuat anggaran tertentu dalam memakainya. More broadly. 2. Sedangkan Stanton mendefinisikan harga: “Price is the amount of money and or goods needed to acquire some combination of . b. mutunya atau keadaanya tidak akan nemilih lagi dalam memilih lagi dalam membeli barang cukup hanya dengan melihat gambar tertentu atau kata-kata tertentu dalam suatu prroduk menganggap sudah cukup memutuskan untuk membeli. memudahkan¬ pengangkutan. Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “price is the amount of money charged for a product or service. Merk Barang Merk barang yang dinyatakan dengan kata-kata saja atau disertai dengan gambar tertentu untuk mempertegaskan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain. keindahan maupun praktisnya. Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau fanatic terhadap rasanya. atau memmpunyai kegiatan setelah dipakai habis (ada kegiatan ganda). Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Untuk membuat bungkus agar menarik pembeli maka perusahaan harus mempertimbangkan dari berbagai aspek baik aspek ekonomis. struktur diskon. price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.¬ Bungkus di design agar dapat menjaga mutu barang. hal ini dilakukan untuk menguasai pasar. Oleh karena itu bungkus juga memegang peranan penting dalam penjualan produk. Banyaknya manfaat yang dapat diperoleh konsumen ini ternyata terlihat juga oleh produsen sehingga sering sekali produsen menggunakan merk tersebut sebagai salah satu strategi pemasarannya dengan jalan perusahaan memproduksi barang yang tidak terlalu berbeda setiap memakai berbagai merk.

“…apabila pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan. yang mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga. Harga adalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan pemasukan. dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan. maka seseorang akan datang ke tempat kita jika waktu atau dana yang dikorbankan untuk mendapatkan produk layanan kita sesuai dengan produk layanan yang ditawarkan. Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pengguna untuk mendapatkan produk. bagaimanapun harga mendatangkan masalah tersendiri. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan harga. Hal yang menarik sekali adalah bahwa para penjual kerap kali mengetahui permintaan in-elastis. prakiraan biaya. Akan tetapi mereka lalai bertindak yang sebaliknya. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga.another goods and its companying services”. Dengan kata lain seseorang akan membeli barang kita jika pengorbanan yang dikeluarkan (uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari prouksi tersebut (Moenroe. memakasimumkan pertumbuhan penjualan. termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung. 2. yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Elastisitas = Persen (%) perubahan dalam kuantitas yang dibeli Persentase perubahan dalam harga 4. memakasimumkan penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas. memakasimumkan penerimaan sekarang. Oleh karena itu mereka menetapkan harga yang paling tinggi. pendapatan total. Harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel. dan biaya-biaya yang teralokasi. menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing. maka besarnya harus disesuaikan dengan kemampuan pengguna. Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam menetapkan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. kreatifitas dan keahlian manajemen paling banyak dibutuhkan dalam masalah penetapan harga.” Dalam hal pemasaran jasa. Bila suatu produk atau . biaya tetap dan biaya variabel. jika menghadpi permintaan yang elastis. para pemasar bisa menghitung elastisitas permintaan. Pengertian di atas mengandung arti bahwa harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. penggunaan fasilitas dan mungkin juga naiknya laba bersih. Jika hal ini dikaitkan dengan produk layanan. pemilihan metode penetapan harga. Untuk mengevaluasi sensitifitas harga. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harganya. biaya tidak langsung yang bisa dilacak. Secara singkat prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithaml dan Bitner (1996) adalah sebagai berikut: 1. 3. walaupun harga lebih rendah akan menaikkan penjualan unit. menentukan tingkat permintaan. Harga dan kebijaksanaan harga adalah elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam pemasaran. Prinsip penetapan harga barang dapat juga diterapkan daam penetapan harga jasa. Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit makasimum melalui penetapan harga. Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival. dan menentukan harga akhir. Condous (1983) menyarankan. 1990).

Waktu merupakan komoditas utama bagi sejumlah orang. Selanjutnya menetapkan marjin secukupnya sehingga mampu memberikan keuntungan yang memuaskan. Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up. nilai yang bisa diterima. Harga yang bersifat moneter mempuyai peranan penting bagi bagian pemasaran untuk mengukur tingkat atau porsi penerimaan dari konsumen”. seperti upaya yang bersifat mental (berpikir). mereka akan memperhitungkan biaya terhadap waktu yang digunakan dalam mencari/memburu suatu jasa. Selanjutnya dikatakan bahwa. 1999) 3. Biaya-biaya ini kadang-kadang dikenakan untuk penggunaan suatu jasa tertentu. Biaya-biaya ini bisa saja dikenakan sehubungan dengan adanya kebisingan. 3. yaitu Iklan. Waktu. Promosi Penjualan. Upaya-upaya yang bersifat fisik. dan harga diskrimiasi. tempat duduk yang tidak nyaman. Setelah menetapkan struktur harga. (Yazid. Dengan demikian. serta harga bauran produk. Biaya-biaya sensor. sealed-bid. 5. khususnya bila penyajian jasa dilakukan secara swalayan. Promotion (Promosi) Bauran promosi meliputi berbagai metode. sasaran perolehan. bau tidak sedap. Yazid (1999) yang mengatakan bahwa. Pusat informasi yang menghendaki profit harus mampu menutup semua biaya yang berkaitan dengan proses memproduksi dan memasarkan suatu jasa. Penjualan .jasa harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Dalam situasi tertentu. harga merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akan diberikan oleh suatu produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan penggunaan produk tersebut (Yazid). harga promosi. di samping itu beberapa biaya non-moneter yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggunakan suatu jasa mencakup: 1. karena barangkali waktu yang terbuang itu sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan lain. going rate. terlalu panas atau terlalu dingin ruangannya. pengguna melakukan penilaian atau menghitung-hitung tentang apa yang akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. dan bagi seseorang yang menawarkan jasa dengan pelayanan yang berbeda kepada setiap individu. bahkan rasa yang tidak mengenakkan. 6. Biaya-biaya psikologis. tetapi mempunyai keterbatasan waktu. 1999). perasaan adanya ketimpangan atau ketidakadilan bahkan rasa takut. aliran udara yang tidak lancar. perusahaan menyesuikan harganya dengan menggunakan harga geografis. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga. harga harus mampu menutup semua biaya mencakup mark-upnya. “Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup harga yang bersifat moneter dan harga yang bersifat non-moneter. diskon harga. 4. 7. Biaya untuk melakukan upaya-upaya fisik yang diperlukan unruk memperoleh sejumlah jasa bisa saja dimasukkan. dan harga psikologis. 2. lingkungan yang terkesan jorok.

Oleh karena itu pembeli adalah raja.1 Promosi 1. Personal selling. lembaga non laba. a. b. Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dapat mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual. pos langsung atau bahkan melalui biro periklanan. sugesti.Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. demonstrasi. Periklanan sering dilakukan baik melalui surat kabar. pengangkutannya dan sebagainya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara rasional seperti: karena mempertimbangkan riwatnya. b. hadiah. pameran. perusahaan iklan. Para produsen berbagai barang bersaing untuk merebut hati pembeli agar tertarik dan mau membeli barang yang dijualnya. segi kepraktisan. Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh motif-motif pertimbangan secara emosional.*) Proses personal selling adalah sebagai berikut: Pelayanan sesudah penjualan *) Nichles : “Principles of marketing” Prentice Hall 1978. menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak. 3. seperti : merasa bangga. d. harganya. ekonomisnya. Personal selling Personal selling adalah kegiatan promosi yang dilakukan antar individu yang sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan. Promosi penjualan Promosi penjualan adalah salah satu bentuk kegiatan promosi dengan menggunakan alat peraga seperti: Peragaan. Pengertian Promosi.1. d. contoh barang dan sebagainya. c. Publisitas Publisitas merupakan kegiatan promosi yang hampir sama dengan periklanan yaitu melalui media masa tetapi informasi yang diberikan tidak dalam bentuk iklan tetapi . Periklanan dilakukan untuk memasarkan produk baru. Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen. memperbaiki. angan-angan dan sebagainya. pada umumnya ada 4 kegiatan yang biasa dilakukan yaitu: a. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen. memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh salesman maupun personal selling. c. Periklanan (Advertensi) Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan melalui komunikasi non individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa. Publisitas dan humas. Promosi penjualan. Periklanan. Dalam promosi terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan. radio dan TV. individu-individu yang membuat poster dan sebagainya.

Demikian juga sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. 4. apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak. Sifat perantara. Sifat perusahaan. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran. Demikian juga masalah sifat perantara. Sifat pesaing e. 4. Saluran distribusi adalah saluran yang dipakai produsen untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen. Biasanya lembaga yang dipublisitaskan tidak mengeluarkan biaya sedikitpun tetapi bisa merugikan kalau lembaga yang dipublisitaskan diberitakan kejelekannya. pesaing. b. d. Sifat produk. pasar yang dituju dan .2 Pemilihan saluran distribusi Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Sifat pembeli. kalau jumlah pembeli hanya. harganya dan sebagainya. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk. c. frekuensi pembelian. baik sampai berpindahnya hak (penguasaan) sampai dengan pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak kepemilikannya saja. Sebagai salah satu variabel marketing mix. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas. dan sebagainya Sifat pembeli sangat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai. 4. Misalnya. seperti kebiasaan membeli. bagaimana kualitas barang kalau dilihat dari segi konsumen. Pengertian Saluran Distribusi. Kesemuanya itu perlu dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga. bagaimana ukurannya. Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a. Sebagai contohnya.1. place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya. Definisi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat. Saluran Distribusi ( Place ) Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan.berupa berita. perusahaan. letak geografis dsb. frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi.

Biarpun sebagai agen mereka bisa menjual dalam partai besar tetapi tetap hak miliknya ada pada produsennya. agen mempunyai perbedaan baik dengan pedagang besar mupun pengecer. Kalau fungsi pemasaran yang dilakukan perantara ternyata lebih efisien disbanding dengan kalau fungsi pemasaran dilakukan oleh produsen maka produsen yang bersangkutan biasanya memasukan perantara kedalam saluran distribusi yang dipilihnya. Pedagang (Wholesaler) adalah perantara yang secara nyata mempunyai barang dagangan dan melakukan fungsi pemasaran di mana barang yang di dagangkan dalam jumlah volume penjualan yang besar sehingga pedagang besar ini biasanya hanya melayani pembelian dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain tidak melayani kosumen akhir yang membeli untuk memenuhi kebutuhan pribadinnya (atau besifat nonbisnis). Kebijaksanaan yang dipakai perusahaan dengan jalan memakai sebanyak mungkin penyalur atau pengecer untuk mencapai dengan cepat kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan segera.3 Alternatif pemilihan saluran distribusi. Untuk memakai saluran distribusi tertentu di samping mempertimbangkan faktor-faktor di atas perusahaan juga perlu mengetahui unsure apa saja yang sebenarnya juga mempengaruhi pemilihan saluran distribusi. b. penjualan. ini menyangkut untuk tingkat penyebaran pasar yang diinginkan oleh produsen. Biasanya kebijaksanaan ini dilakukan kalau produsen menjual .4. pembelian dan sebagainya. Distribusi Insentif. Saluran distribusi yang digunakan itu dengan tujuan agar barang yang ditawarkan sampai pada konsumen industry maupun konsumen akhir. Agen merupakan perantara yang ketiga. Jumlah Perantara. Saluran distribusi yang memasukan agen dan langsung ke konsumen akhir. Dengan mempertimbangkan jumlah perantara/penyalur maka produsen mempunyai 3 jenis kebijaksanaan alternative pemakaian saluran distribusi. Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi pemasaran seperti penyimpanan. Tipe perantara. Pada dasarnya ada 3 jenis perantara yaitu : 1. yaitu: 1. Kalau digambarkan sebagai berikut: Gambar 5.3. diantaranya: a. Hal ini diperlihatkan pada masalah hak kepemilikan barang yang dijualnya. pengangkutan.sebagainya menjadi faktor yang penting dalam memilih saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan. Saluran distribusi pemasaran. Kalau digambarkan saaluran distribusi tersebut adalah sebagai berikut: Gambar 5. Pengecer (retailer) adalah perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk keperluan pribadi maupun konsumen industri. 2. 4. Agen. Kalau ditinjau dari jumlah perantara. Kalau pedagang besar dan pengecer memiliki hak milik pada barang yang dijual maka kalau pada agen sebaliknya. 3.

Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi. promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Distribusi ini dipakai untuk memasarkan barang-barang baru. Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memakai beberapa perantara saja. sosial kultural dan pasar. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara . juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.1 Kesimpulan Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Distribusi ini dipakai produsen penghasil barang-barang yang relatif mahal/berat. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. barang spesial maupun barang industri jenis peralatan ekstra. Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran. Physical Evidence (Bukti Fisik).barang-barang konsumsi sejenis. teori Marketing mix juga terus berkembang. harga. dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang). seperti masalah budaya perusahaan. Penulis buku Seth Godin. keberhasilan suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen. Distribusi eksklusif.benar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Di sisi lain. konvinen atau kebutuhan pokok sehari-hari. misalnya. ekonomi. Hal tersebut agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat memuaskan konsumen. Sehingga dalam pemakaian saluran distribusi ini produsen berusaha memilih berapa penyalur yang benar-benar baik dan mampu melaksanakan fungsi pemasaran. 2. 3. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk. produk yang dihasilkan harus mencerminkan kualitas yang baik.[1] Perencanaan saluran distribusi dilakukan dengan maksud untuk memperlancar penyaluran produk agar sampai kepada konsumen. Dalam perkembangannya. struktur. pemegang saham. untuk memudahkan pengawasan terhadap penyalur. Selain itu. Hal ini digunakan untuk pengawasan yang lebih intensif dan mendorong semangat penyalur agar agresif dalam melaksanakan fungsi pemasarannya. karyawan. Dengan kegiatan distribusi ini diharapkan dapat mempermudah konsumen untuk memperoleh produk setiap saat. Kecepatan dan ketepatan dari saluran distribusi yang dilakukan oleh perusahaan akan sangat membantu konsumen dalam mendapatkan produk perusahaan. Distribusi selektif. BAB III PENUTUP 3. hal ini agar dapat menaikkan citra keberadaan produk dan perusahaan itu sendiri. Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memilih satu perantara saja dalam wilayah geografis tertentu. Process (Proses). Perencanaan produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus benar. Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan (finance). secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah peliknya.

1996. pricing. place. Seri Pemasaran dan Promosi. P.Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler. .seri. Implementasi dan Pengendalian. Sustainable Marketing Enterprise in Asia.Gruenwald. Analisa.Seri Diktat Kuliah: Gunadarma . Jakarta. . Alexander Sindoro Jilid 1. 1985. . Manajemen Pemasaran. G. DAFTAR PUSTAKA .Kotler. Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business concept). Warren J.1995. 1995. Jakarta .Cetakan ke IV edisi 1. Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa. Jakarta: Prenhallindo.Depok. dan promotion). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is.Widyatmini. Perencanaan.Keegan. .Dan Berbagai sumber lainnya. Pengantar Bisnis. Jilid I. Penerbit Salemba Empat. Jakarta: Prenhallindo. edisi kedelapan. melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan. periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product. Pengembangan Produk Baru. 2002.tentang penjualan. PT Alex Media Komputindo. Rethinking Marketing.

Centranusa Insan Cemerlang (1999) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Kebijaksanaan Pengembangan Produk Meja Tulis Pada PT. Etona Abadi (2000)Strategi Pemimpin Pasar Pada Garuda Food Group (2000) Pelaksanaan Strategi pelayanan Pada Restoran Sari Kuring Batu Ceper (2000) Pelaksanaan Distribusi Fisik Pada PT. Dalam Usahanya Untuk Meningkatkan Penjualan (1999) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Evaluasi Pelaksanaan Program Humas Di Children Center Jakarta (1999) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Evaluasi Pelaksanaan Tahap-Tahap Pengembangan Produk Tabungan Pada Bank BNI 46 (1999) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Sistem Multi Level Marketing Dan Pelaksanaan Pada PT. Mustika Ratu (2000) Pelaksanaan Langkah-Langkah Positioning Untuk Produk Jamu Celup Lokal Tea Pada PT. Semesta Ampuh Jakarta (2000) Kualitas Produk Bedak Ratu Mas Pada PT. Sepatu Bata Tbk Indonesia (2000) Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam kemasan Pada Produk Nivea And Body Lotion Di Jakarta (2000) Penerapan Strategi Penentang Pasar Yang Dilakukan PT. Mustika Ratu (2000) Pelaksanaan Pengembangan Produk Sepatu Aero Sole Pada PT.National Motor Co. Mustika Ratu (2000) Pengaruh penanganan complain terhadap trust dan commitment pada PT Rutan machinery company (2000) Kebijakan Kemasan Gatsby Water Gloss Pada PT. Mustika Ratu (2000) Penjualan pada PT unibindo Pertiwi (2000) Efektivitas Kemasan Produk Minuman Jamu Gula Asem Pada PT. Indofood Sukses Makmur (2000) Pelaksanaan Pengembangan Produk Minuman Teh Dalam Kemasan Merek Fruit Tea Pada PT. Tancho Indonesia Tbk (2000) Pelaksanaan Pengembangan Produk Mie Instant Pop Mie Pada PT. Pusri PPD Lampung (2000) . HM Sampoerna (2000) Strategi Pemimpin Pasar Pada Garuda Food Group (2000) Pelaksanaan Pengembangan Produk Sirup Golden Valley Pada PT. Sinar Sosro (2000) Pelaksanaan Saluran Distribusi Pada PT. Sasana Caraka Mekar Jaya (2000) Efektivitas Kemasan Produk Minuman Jamu Segar Gula Asem Pada PT.Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Pelaksanaan Kebijakan Distribusi Pada PT. Alfa Retailindo Tbk (2000) Tanggapan Konsumen Terhadap Slogan Produk Fruit Tea Pada PT. Ateja Multi Industri Di Indonesia (1999) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Pengembangan Produk Yang Dilaksanakan Oleh Contoh judul skripsi manajemen pemasaran PT. Mustika Ratu (2000) Peranan Kepercayaan Terhadap Pemasok Dalam Menentukan Keputusan Pembelian Pada PT. Cahaya Sakti Furintralo (1999) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Kualitas Produk Bedak Ratu Mas Pada PT.

Alfa Retailindo (2000) Pelaksanaan Saluran Distribusi Pada PT. Tbk) (2001) Kualitas Produk. Kereta Api (Persero) Dalam Rangka Membangun Kekuatan Merek (2001) Pelaksanaan Saluran Distribusi Pada Perusahaan Baso Sapi Sari Murni (2001) Pelaksanaan Penetapan Posisi Produk Pada PT.bentuk pelayanan purna jual utama sebagai kunci sukses usaha PT Wira Andra Wina .Kebijakan Distribusi Fisik Produk Emas Pada PT. Kepuasan Dan Kecenderungan Berprilaku Pada Mobil Toyota Kijang Di Jakarta (2001) Le projet pineapple concentrate PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk Unit Pengolahan Dan Pemurnian Logam Mulia Di Jakarta (2000) Pelaksanaan Distribusi Fisik Minyak Goreng Dan Margarin Di PT. Tancho Indonesia Tbk (2000) Efektivitas Pelaksanaan Saluran Distribusi Beras Oleh Bulog (2000) Pelaksanaan Distribusi Fisik Pada Perusahaan Percetakan PT. Pajar Inter Pratama Jakarta (2000) Pelaksanaan Distribusi Fisik Pada PT. X Di Bekasi (2001) Kualitas Pelayanan Pada Restoran Akung Baso Sapi Asli Di Jakarta (2001) Devaluasi Pelaksanaan Promosi Penjualan Permen Kopiko Pada PT. Bhineka Karya Manunggal Jakarta (2000) Pengaruh Nama Merek Favorable (Brand Favorable) Terhadap Persepsi Produk Oleh Konsumen (2000) Pelaksanaan pemasaran Langsung Melalui Telepon Pada Citibank Di Jakarta (2000) Desain Strategi Pensponsoran Dalam Meningkatkan Citra Produk Kosmetika Sari Ayu Pada PT. Inti Boga Sejahtera (2000) Pelaksanaan Saluran Distribusi Lem Dextone Pada PT. JAU etude de cas Thyssen Krupp (Indonesie) (2001) Pelaksanaan promosi penjualan pada PT Bumi Serpong Damai di Tanggerang (2001) Pengaruh pemberian merek berbahasa asing terhadap persepsi konsumen pada produk minuman kesehatan BGS Jelly (2001) Analisis kepuasan konsumen di Hotel Menteng Group Jakarta (2001) Bentuk. Mayora Indah Di Jakarta (2001) Kemitraan asing sebagai strategi usaha dalam industri komponen otomotif (kasus PT Astra Otoparts. Medan (2001) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Brand Quality Produk obat sakit maag PROMAG pada PT Kalbe Farma (2002) . Sinar Sosro (2000) Pelaksanaan Strategi Kaizen Pada PT. Carolus (2000) Pelaksanaan Pengembangan Produk Minuman Teh Dalam Kemasan Merek Fruit Tea Pada PT. Karya Lestari (2000) Pelaksanaan Strategi Diferensiasi Pada Delika Tirta Prima Jakarta (2000) Evaluasi Pelaksanaan Strategi Diferensiasi Pada Rumah Sakit St. Jakarta (2000) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Strategi Kemasan PO Powder Mbk Pada CV. Bahagia Jakarta (2001) Strategi Nama Merek Pada Perusahaan Jasa Transportasi Kereta Api PT. X Di Jakarta (2000) Pengaruh Harga Dalam Penilaian Konsumen Terhadap Kualitas Mobil Mitsubishi (2000) Strategi Penempatan Produk Pada Radio Sonora.

Tbk (2004) Pengaruh kepuasan pelanggan terhadap kesetiaan pelanggan provider hand phone simpati (2004) Pengaruh kepercayaan merek terhadap kesetiaan konsumen pada kendaraan merk Toyota (2004) Sumber: CONTOH JUDUL SKRIPSI MANAJEMEN PEMASARAN 200 JUDUL KATA GUSBUD . Jakarana Taiya (2002) Faktor-Faktor Yang Menunjang Kualitas Merek Fruit tea Pada PT. Lampung (2004) Faktor. Pupuk Kaltim (2003) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perusahaan Multinasional Dalam Mengambil Keputusan Untuk Melakukan Joint Venture (2003) Pengaruh sumber pesan terhadap persepsi konsumen dalam iklan rokok (2003) Pengaruh karateristik franchise terhadap tingkat kepuasan franchise (2003) Membangun ekuitas merek Sim Card Mentari pada PT Satelindo di Jakarta (2003) Pelaksanaan customer relationship pada Hero Supermarket cabang Gatot Subroto (2003) Pelaksanaan kualitas pelayana pada PT Bank X TBK di Jakarta Selatan (2003) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Kualitas pelayanan pada rumah makan ayam goring Toh Jonodi Jakarta selatan (2004) Membangun komunitas merek pada mentari club (2004) Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam dalam melakukan pembelian sepeda motor Honda di Jakarta (2004) Mutu buah Tbs plasma sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan petani pada PT Sumber Indah Perkasa. Krakatau Steel Di Jakarta (2002) Contoh judul skripsi manajemen pemasaran Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Tabloid Olahraga (Dalam Kasus Tabloid BOLA) (2003) Outsourcing Sebagai Alternatif Aktivitas Distribusi Pada PT. Bangun Indo Tbk Di Jakarta (2002) Pelaksanaan Program Perikalanan Produk Gaga Mie 100 Pada PT. Sinar Sosro Bekasi JaBar (2002) Kebijakan Saluran Distribusi Hot Roller Coil (HRC) Pada PT.(2004) Loyalitas konsumen terhadap merek putrid pada PT Mustika Ratu.faktor yang membentuk kepercayaan dan komitmen dalam upaya menjalin hubungan antara pelanggan dengan perusahan bengkel mobil korea .Analisa Hubungan Reputasi dan Ukuran Pemasok Terhadap kepercayaan Pada PT. jepang dan eropa di Jakarta (2004) Pelaksanaan diferensasi kelayakan produk televisi Panasonic pada PT National Panasonic Gobel di Jakarta (2004) Faktor.faktor yang mempengaruhi kualitas produk baru. Tirta Ratna (2002) Pelaksanaan Periklanan Produk Miyako Pada PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful