…Makalah Sejarah…

Strategi Organisasi Pergerakan Kebangsaan Indonesia

Di susun oleh Dwi Puspitasari XI IPA 2/11

Kata Pengantar

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Karena rahmat dan ridhoNya saya dapat menyelesaikan makalah Sejarah mengenai Strategi Organisasi Pergerakan Kebangsaan Indonesia ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Orang tua, yang sudah mensupport saya 2. Bunda, yang telah membimbing saya 3. Teman - teman XI IPA 2, yang memberi semangat Harapan saya, semoga laporan ini berguna bagi semua orang yang memerlukan materi ini dan sebagai bahan pelajaran.

Wassalamualaikum wr.wb

Jakarta,

Januari 2010 Penulis

Pembahasan

Budi Utomo (BU) Budi Utomo adalah organisasi pergerakan modern yang pertama di Indonesia dengan memiliki struktur organisasi pengurus tetap. serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu. Goenawan Mangoenkoesoemo. Pada artikel kali ini yang kita sorot adalah Budi Utomo yang organisasi jaman dulu. Tanggal 20 Mei 1908 biasa diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesia. Goembrek. salah satunya STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen). antara lain Soetomo. Saleh. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda). a. Biasanya anak sekolah tersebut menyebut dengan singkatan Budut / Boedoet (Boedi Oetomo). Budi Utomo didirikan oleh mahasiswa STOVIA dengan pelopor pendiri Dr. Budi utomo pada saat ini lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu STM yang memiliki siswa yang suka tawuran. Sejak saat itu. meningkatkan martabat bangsa dan membangkitkan Kesadaran Nasional.A. bikin rusuh. tujuan dan juga rencana kerja dengan aturan-aturan tertentu yang telah ditetapkan. Dalam praktik mereka pun tampak menindas rakyat dan bangsa sendiri. bukan yang STM. Para pemuda mahasiswa itu juga menyadari bahwa mereka membutuhkan sebuah organisasi untuk mewadahi mereka. Latar belakang Budi Utomo lahir dari inspirasi yang dikemukakan oleh Wahidin Soedirohoesodo disaat beliau sedang berkeliling ke setiap sekolah untuk menyebarkan beasiswa. anggota. bandel. Para pejabat pangreh praja (sekarang pamong praja) kebanyakan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan jabatan. seperti halnya golongan-golongan lain yang mendirikan perkumpulan hanya untuk golongan mereka seperti Tiong Hoa Hwee Koan untuk orang Tionghoa dan Indische Bond untuk orang Indo- . dan sebagainya. Wahidin Sudirohusodo dan Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang bertujuan untuk memajukan Bangsa Indonesia. mahasiswa STOVIA mulai terbuka pikirannya dan mereka mulai mengadakan pertemuan-pertemuan dan diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan STOVIA oleh beberapa mahasiswa. misalnya dengan menarik pajak sebanyak-banyaknya untuk menyenangkan hati atasan dan para penguasa Belanda. dan Soeleman.

menurut anggapan para pemuda itu. ~ Mengadakan sekolah VAK / kejuruan untuk para bumi putera dan para perempuan. begitu pula kebudayaannya. merekalah yang selama ini menyengsarakan kaum pribumi dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang sangat merugikan rakyat kecil. ~ Menyediakan lebih banyak tempat pada sekolah pertanian. dan keinginan sukusuku bangsa lain di luar Pulau Jawa. para pemuda itu berjuang untuk penduduk yang tinggal di Pulau Jawa dan Madura.Belanda. terutama Sumatera. Dengan demikian. Pemerintah Hindia Belanda jelas juga tidak bisa diharapkan mau menolong dan memperbaiki nasib rakyat kecil kaum pribumi. penduduk Pulau Jawa dan Madura terikat oleh kebudayaan yang sama. Sunda. dan Madura yang diharapkan bisa dan bersedia memikirkan serta memperbaiki nasib bangsanya. tetapi sejarah penjajahan dan nasib suku-suku bangsa yang ada di wilayah itu bermacammacam. ~ Memelihara tingkat pelajaran di sekolah-sekolah dokter jawa. Pada awalnya. ~ Izin pendirian sekolah desa untuk Budi Utomo. Pada waktu itulah muncul gagasan Soetomo untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang akan mempersatukan semua orang Jawa. Perkumpulan ini tidak bersifat eksklusif tetapi terbuka untuk siapa saja tanpa melihat kedudukan. Sulawesi. ~ Memberi beasiswa bagi orang-orang bumi putera. yang untuk mudahnya disebut saja suku bangsa Jawa. dan Maluku. atau pendidikannya. aspirasi. Apa yang diketahui adalah bahwa Belanda menguasai suatu wilayah yang disebut Hindia (Timur) Belanda (Nederlandsch Oost-Indie). Para pemuda itu akhirnya berkesimpulan bahwa merekalah yang harus mengambil prakarsa menolong rakyatnya sendiri. Mereka mengakui bahwa mereka belum mengetahui nasib. Budi Utomo memberikan usulan kepada pemerintah Hidia Belanda sebagai mana berikut ini : ~ Meninggikan tingkat pengajaran di sekolah guru baik guru bumi putera maupun sekolah priyayi. . Sebagai suatu organisasi yang baik. bahkan sebaliknya. ~ Mendirikan TK / Taman kanak-kanak untuk bumi putera. sekali lagi pada awalnya Budi Utomo memang memusatkan perhatiannya pada penduduk yang mendiami Pulau Jawa dan Madura saja karena. kekayaan.

~ Memberikan kesempatan bumi putra untuk mengenyam bangku pendidikan di sekolah rendah eropa atau sekolah Tionghoa . Tirtokusumo lebih memperhatikan kepentingan pemerintah kolonial daripada rakyat. yakni :  Mengalami kesulitan dinansial  Kelurga R. Keterangan : Bumi Putera adalah bukan bank atau lembaga keuangan bisnis lainnya. arab. B. ⋲ Mengangkat R. dan lain-lainnya.  Bahasa belanda lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan Bahasa Indonesia. cina. namun tujuan organisasi Budi Utomo tidak maksimal karena banyak hal. ⋲ Bidang utama adalah pendidikan dan kebudayaan.T. Kongres pertama budi utomo diadakan di Yogyakarta pada oktober 1908 untuk mengkonsolidasikan diri dengan membuat keputusan sebagai berikut : ⋲ Tidak mengadakan kegiatan politik.Belanda. Danu .T.  Lebih memajukan pendidikan kaum priyayi dibanding rakyat jelata. tetapi yang dimaksud dengan bumi putera adalah warga pribumi yang pada zaman dahulu dianggap sebagai warga tingkat rendah dibanding warga ras eropa.  Bupati-bupati lebih suka mendirikan organisasi masing-masing.  Keluarga anggota-anggota dari golongan mahasiswa dan pelajar. ⋲ Terbatas wilayah jawa dan madura. Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan Budi Utomo sebaga badan hukum yang sah karena dinilai tidak membahayakan. Indische Partij (IP) Indische Partij (IP) didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 oleh Dr. Tirtokusumo yang menjabat sebagai Bupati Karanganyar sebagai ketua. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker yang kemudian dikenal sebagai Dr.  Pengaruh golongan priyayi yang mementingkan jabatan lebih kuat dibandingkan yang nasionalis.

Marxisme ataupun ukuran-ukuran suku bangsa yang sempit. dan rasa kebangsaan atau nasionalisme. Mengenai siapakah yang dimaksud dengan orang Hindia itu. Menurut anggaran dasarnya. merupakan satu-satunya partai yang lebih banyak berpikir dalam kerangka nasionalisme (Indonesia) daripada dalam kerangka Islam. Dr. Indo-Arab dan orang-orang yang dilahirkan di Hindia atau yang menganggap Hindia sebagai tanah airnya. . cucu dari Sri Paku Alam III. Ia seseorang yang pantang menyerah dalam menggapai cita-citanya dan terkenal dengan semboyannya “rawe-rawe rantas. rasa mampu.Dirdjo Setia Budhi. Isi tulisan tersebut kurang lebih sebagai berikut. Dan dalam hal ini mereka menganjurkan suatu nasionalisme yang jauh lebih luas dari nasionalisme Boedi Oetomo. Oleh karena itu sejarawan Ricklefs (2006) mengatakan bahwa Indische Partij yang sebagian besar anggotanya adalah orang-orang Indo-Eropa. Awalnya bersekolah di STOVIA. Dan Suwardi Suryaningrat adalah keturunan bangsawan. namun tidak selesai dan karena bakat jurnalistiknya ia bersama Douwes Dekker mengasuh majalah “De Express”. Indo-Cina. malang-malang putung”. Cipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat yang kemudian terkenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara. Pada tahun 1913. Hal ini dilakukan dengan cara menyadarkan masyarakat dengan menghidupkan kembali harga diri. Cipto adalah anak seorang guru dan pernah dianugerahi bintang jasa “Ridder in de Orde van Oranje Nassau” oleh Ratu Wilhelmina karena keberaniannya bertugas di Kepajen dekat kota Malang tatkala berjangkit wabah pes disana. Dan cita-cita ini mereka ini disebarluaskan melalui Harian De Express. ketika Belanda merayakan seratus tahun kemerdekaannya . Indische Partij berpendapat bahwa orang Hindia itu tidak hanya bumi putera saja. Soewardi Soerjaningrat menulis sebuah artikel dalam Harian De Express (edisi 19 Juli) yang berjudul “Als ik eens Nerdelander was” (Sekiranya saya menjadi seorang Belanda). EFE Douwes Dekker sendiri adalah cucu dari adik d Douwes Dekker penulis buku yang cukup terkenal “Max Haveelar” yang memuat kisah-kisah penderitaan “Saija dan Adinda” dengan menggunakan nama samaran Multatuli. Indische Partij bermaksud membangun rasa cinta dalam setiap hati orang Hindia terhadap bangsa dan tanah airnya. tetapi IndoBelanda. Sedangkan Dr.

Sedangkan Dr. Douwes Dekker bergerak di bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah yang diberi nama “Institut Ksatrian” yang berpusat di Bandung. Setelah kembali.“Sekiranya saya seorang Belanda. Pada 9 Juni 1919 Insulinde mengubah nama menjadi Nationaal-Indische Partij (NIP) . maka saya tidak akan merayakan pesta-pesta kemerdekaan di dalam suatu negeri yang kami sendiri tidak sudi memberikan kemerdekaan negeri itu” Akibatnya. terutama di daerah pesisir utara pulau Jawa. Cipto.000 orang meningkat menjadi 6. bersama Suwardi dan Douwes Dekker. Cipto menjadi anggota pengurus pusat Insulinde untuk beberapa waktu dan melancarkan propaganda untuk Insulinde. Cipto sendiri membuka praktek dokter di Bandung dan sempat menjadi anggota Volksraad tahun 1918. Mereka menerbitkan majalah” De Indier” yang berupaya menyadarkan masyarakat Belanda dan Indonesia yang berada di Belanda akan situasi di tanah jajahan. Count of Limburg Stirum (1916-1921). Kemudian Indische Partij berubah namanya menjadi “Insulinde”.000 orang. Dr. Akibat propaganda Dr. Ki Hadjar Dewantara mengikuti jejak Douwes Dekker dengan mendirikan “Taman Siswa” di Yogyakarta. surat kabar Madjapahit. Majalah De Indier menerbitkan artikel yang menyerang kebijaksanaan Pemerintah Hindia Belanda. oleh pemerintah kolonial Belanda yang waktu itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal A.000 orang pada tahun 1917.P. kemudian surat kabar berbahasa Belanda De Beweging. dan surat kabar Pahlawan. Cipto sendiri telah kembali pada tahun 1914 karena alasan kesehatan. artikel itu dianggap menghasut dan akhirnya tiga serangkai diasingkan ke negeri Belanda. van Idenburg. Para tokoh Indiche Partij kemudian kembali ke Hindia Belanda pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J.F. jumlah anggota Insulinde pada tahun 1915 yang semula berjumlah 1. Cipto tetap melancarkan aksi politiknya dengan melakukan propaganda politik berdasarkan ideologi Indische Partij. Dr. propaganda Cipto untuk kepentingan Insulinde dijalankan pula melalui majalah Indsulinde yaitu Goentoer Bergerak. Selama masa pembuangan di Belanda. Jumlah anggota Insulinde mencapai puncaknya pada Oktober 1919 yang mencapai 40. Selain itu. Insulinde di bawah pengaruh kuat Cipto menjadi partai yang radikal di Hindia Belanda.

Kegiatan-kegiatan dalam bentuk tulisan dan propaganda yang dilakukan oleh ketiganya memperjuangkan kemerdekaan dan nasionalisme Hindia tetap merupakan ancaman bagi pemerintah kolonial. melainkan didalangi oleh Soeharto (dan CIA). Namun teori-teori yang terkadang saling berlawanan menjadikanya diskusi besar sampai hari ini. dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau . mantan anggota PKI dan beberapa orang yang lolos dari pembantaian anti PKI. Setidaknya lebih dari lima teori berusaha mengungkap kejadian tersebut. mendalangi pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948 dan dicap oleh rezim Orde Baru ikut mendalangi insiden G30S pada tahun 1965. Latar belakang sejarah Sebelum Revolusi Indonesia Gerakan Awal PKI Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda. Akibatnya banyak orang-orang Indo-Belanda yang keluar dari NIP dan membentuk partai sendiri yang sesuai dengan kepentingan mereka sendiri yaitu “Indo-Europeesch Verbong” (IEV). PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan melawan pemerintah kolonial Belanda pada 1926. Meskipun banyak ditinggalkan oleh anggotanya.Akan tetapi NIP rupanya tidak mendapat sambutan yang luas di masyarakat bumi putera karena masih banyak pemuda bumi putera yang takut secara terang-terangan menyatakan kemerdekaannya dan pihak Indo-Belanda masih ingin mempertahankan hak prerogatifnya sebagai warga negara kelas satu. Namun tuduhan dalang PKI dalam pemberontakan tahun 1965 tidak pernah terbukti secara tuntas. Henk Sneevliet pada 1914. dan masih dipertanyakan seberapa jauh kebenaran tuduhan bahwa pemberontakan itu didalangi PKI. Partai Komunis Indonesia (PKI) Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia yang berideologi komunis. C. Dalam sejarahnya. sepak terjang tiga serangkai tidaklah surut. Sumber luar memberikan fakta lain bahwa PKI tahun 1965 tidak terlibat. Hal ini masih diperdebatkan oleh golongan liberal. sehingga demikian pada tahun 1921 Nationaal-Indische Partij (NIP) dibubarkan.

Editornya adalah Adolf Baars. Pada saat pembentukannya. Namun demikian. dikirim kembali ke Belanda. ISDV terus melakukan kegiatannya. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan yang lain. Soeara Ra’jat. "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Pada 1917. Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3. Pada 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa Melayu. ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober seperti yang terjadi di Rusia harus diikuti Indonesia. yang aktif di Hindia Belanda Pada Oktober 1915 ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda. dan yang menjauhkan diri dari ISDV.000 orang. Di bawah kepemimpinan Sneevliet. dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis). meskipun dengan cara bergerak di bawah tanah. "Soeara Merdeka". Para pemimpin ISDV tahun.Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda. sebuah pangkalan angkatan laut utama di Indonesia saat itu. Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda. Para pemimpin pemberontakan di kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 . dan membentuk sebuah dewan soviet. partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan soviet di Surabaya dan ISDV. Pada saat itu. ditambah dengan pekerjaan di kalangan Sarekat Islam. ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan dengan paksa. Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentara-tentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. para tentara dan pelaut itu memberontak di Surabaya. kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri. yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia. termasuk Sneevliet. keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia. Pada akhir 1917.

nama organisasi ini diubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia.Pada 1919. Henk Sneevliet mewakili partai ini pada kongresnya kedua Komunis Internasional pada 1920. dari jumlah keseluruhan kurang dari 400 orang anggota. D. Biro Chusus (BC) Partai Komunis Indonesia (PKI) memegang peranan sangat penting dalam peristiwa G30S. terutama di Semarang dan Yogyakarta membuat Sarekat Islam melaksanakan disiplin partai. Pembentukan Partai Komunis Pada awalnya PKI adalah gerakan yang berasimilasi ke dalam Sarekat Islam. biro ini menangani aspek teknis operasional dari keseluruhan program G30S yang dibidani oleh Politbiro dan CC PKI terutama oleh ketua CC PKI sendiri. Tjipto Mangunkusumo. PKH adalah partai komunis pertama di Asia yang menjadi bagian dari Komunis Internasional. ISDV hanya mempunyai 25 orang Belanda di antara anggotanya. . Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo. Partai Nasional Indonesia (PNI) PNI atau Partai Nasional Indonesia adalah partai politik tertua di Indonesia. Pada Kongres ISDV di Semarang (Mei 1920). Keadaan yang semakin parah dimana ada perselisihan antara para anggotanya. kali ini adalah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Yakni melarang anggotanya mendapat gelar ganda di kancah perjuangan pergerakan indonesia. BC dibentuk oleh Aidit pada paruh kedua tahun 1964 atas nasehat Menteri Luar Negeri Cina. Mr. Aidit. Pada 1924 nama partai ini sekali lagi diubah. Partai ini didirikan pada 4 Juli 1927 dengan nama Perserikatan Nasional Indonesia dengan ketuanya pada saat itu adalah Dr. Semaoen diangkat sebagai ketua partai. Sartono. Chou En Lai. Keputusan tersebut tentu saja membuat para anggota yang beraliran komunis kesal dan keluar dari partai dan membentuk partai baru yang disebut ISDV. Chou mendesak Aidit untuk membentuk badan itu yang mana dapat digunakan untuk menangani aksi-aksi rahasia partai yang dengan demikian aksi-aksi rahasia itu dapat dipisahkan dari politik resmi partai.

yaitu menginflitrasi Angkatan Bersenjata. Politbiro telah menyetujui laporan Aidit pada tahun 1964 bahwa ia telah mendirikan organisasi BC ini untuk membantu melaksanakan tugasnya dalam ‘masalah-masalah’ militer. Lukman. Salah satu cara perekrutan adalah mengadakan suatu seminar/pelatihan khusus yang mana perwira AB yang ikut dalam pelatihan itu diajarkan Marxisme-Leninisme. Psikologi. para koordinator dan tutor yang mendidik para rekrutmen serta kelompok dan sel lainnya. Meski BC itu bukanlah sebuah badan PKI yang sesuai dengan statuta yang tercantum dalam konstitusinya. meskipun demikian Aidit tetap merupakan juru bicara satusatunya. Aidit meletakkan tanggung jawab BC di tangan Dewan Harian Tetap Politbiro yang terdiri dari Aidit. yang bertugas mencari di Angkatan Laut (AL) dan Kepolisian (AK) serta orang nomer tiga adalah Walujo yang bertugas mencari di Angkatan Udara (AU) dan intelejen. Orang nomer dua Pono. Dan perlu diketahui bahwa awal tahun 1965. Biro itu diciptakan dengan tujuan jelas. Sosiologi dan mata pelajaran lain. Struktur organisasi BC itu terdiri dari Biro Pusat di Jakarta. Biro Regional di setiap provinsi. Biro Regional terdiri dari 2-3 pemimpin yang melakukan perekrutan terhadap AB dan orang-orang lain untuk meningkatkan kepentingan PKI.Sebagai pimpinan BC ini. Pendidikan dan indoktrinasi perwira yang telah direkrut berada di tangan Ramin. Sujono Pradigdo dan Ismail. Pada awalnya dibentuknya. Namun demikian harus ditekankan bahwa konstitusi PKI dengan jelas sekali melarang rekrutmen para perwira AB untuk menjadi anggota langsung Partai. karena bekerja sama dengan Inggris dan Amerika. mendirikan sel-sel rahasia di unit-unit mereka yang terdiri dari perwira yang bersimpati dengan PKI dan menetralisir orang-orang yang memusuhi partai. Aidit mengangkat Syam (Kamaruzaman) yang bertugas untuk mencari orang-orang yang bersimpati pada partai dalam Angkatan Darat (AD). menurut Njono. (2) menuduh . Sedangkan Suwandi bertugas sebagai sekretaris BC. namun pada rapat Politbiro PKI tanggal 28 Agustus 1965. Njoto dan Sudisman. BC ini merupakan kewenangan Aidit. Aidit dan BC-nya mulai meletakkan dasar-dasar untuk melawan komando puncak AD yaitu dengan cara: (1) Mencemarkan komando itu dengan tuduhan terlibat dalam konspirasi menentang RI.

Komandan Brigade Inf. • 1928 . I dari Kodam V (dipenjara tahun 1965. dibebaskan atas grasi presiden tahun 1998.komando puncak AD itu telah mendirikan ‘Dewan Jenderal’ yang bertujuan menggulingkan Presiden Sukarno dan dasar-dasar lainnya. Sartono.Didirikan di Bandung oleh para tokoh nasional seperti Dr. Setelah diadili di pengadilan Belanda maka para tokoh . Tjakrabirawa. Soekarno turut pula bergabung dengan partai ini. Selain itu para pelajar yang tergabung dalam Algemeene Studie Club yang diketuai oleh Ir. Mr.Pengadilan para tokoh yang ditangkap ini dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1930.Berganti nama dari Perserikatan Nasional Indonesia menjadi Partai Nasional Indonesia 1929 . dijatuhi hukuman mati tahun 1982. Tjipto Mangunkusumo. Diantara beberapa perwira yang penting (yang nantinya berperan aktif pada peristiwa G30S) yang berhubungan dengan Biro Chusus PKI adalah :  Letnan Kolonel Untung. BC yang memiliki 44 anggota tetap di 12 Provinsi telah merekrut dan mengendalikan kurang lebih 700 perwira. yang secara ideologi adalah seorang Komunis sejak pemberontakan PKI tahun 1948 (kemudian dihukum mati dan dieksekusi pada tahun 1966)  Mayor Jenderal Pranoto (kemudian ditahan dari tahun 1966 sampai 1981)  Brigadir Jenderal Supardjo (kemudian dihukum mati dan dieksekusi)  Kolonel Latief. Komandan Pangkalan Udara Halim (dihukum mati tahun 1966 dan dieksekusi) a. Penangkapan baru dilakukan pada tanggal 29 Desember 1929 terhadap tokoh-tokoh PNI di Yogyakarta seperti Soekarno. dibebaskan 1995)  Mayor Sujono.PNI dianggap membahayakan Belanda karena menyebarkan ajaran-ajaran pergerakan kemerdekaan sehingga Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah penangkapan pada tanggal 24 Desember 1929. Di tahun 1965 sendiri. Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo.  Laksamana Madya Udara Omar Dhani (divonis hukuman mati tahun 1966. Gatot Mangkupraja. menurut Sjam. Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja • • 1930 . Kronologis PNI • 1927 .

Hatta dan Syahrir dibuang ke Bandaneira sampai dengan 1942. Ir. Hatta yang tidak setuju pembentukan Partindo akhirnya membentuk PNI Baru. mantan Duta besar keliling Indonesia. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende.Dipimpin oleh Supeni. 1973 . Sartono.PNI menjadi peserta pemilu 1999.Ir. Hatta Gatot Mangkuprojo Soepriadinata Maskun Sumadiredja Amir Sjarifuddin Wilopo Ali Sastroamidjojo Djuanda Kartawidjaja Mohammad Isnaeni Supeni . membacakannya di depan pengadilan sebagai gugatannya. 1934 .[3] Moh.Pimpinan PNI. Tjipto Mangunkusumo Mr. Soekarno bergabung dengan Partindo.PNI bergabung dengan empat partai peserta pemilu 1971 lainnya membentuk Partai Demokrasi Indonesia.Moh. Flores sampai dengan 1942. anak dari Soekarno. Bandung.PNI memenangkan Pemilihan Umum 1955. Tokoh-tokoh dan mantan tokoh-tokoh • • • • • • • • • • • • • • • Dr. 1999 . Ir. • • • • • • b. PNI didirikan kembali. 1955 . • Dalam masa pengadilan ini Ir. Sartono Mr Iskaq Tjokrohadisuryo Mr Sunaryo Soekarno Moh. Soekarno diganti oleh Mr. Mr.PNI berubah nama menjadi PNI Marhaenisme dan diketuai oleh Sukmawati Soekarno. • 1933 . 1998 .ini dimasukkan dalam penjara Sukamiskin. Soekarno menulis pidato "Indonesia Menggugat" dan 1931 . Sartono kemudian membubarkan PNI dan membentuk Partindo pada tanggal 25 April 1931. 2002 .

salah seorang pendiri Budi Utomo. Soetomo pada tahun 1930 di Surabaya. Serikat Selebes. Partai Indonesia Raya (PARINDRA) Partai Indonesia Raya atau Parindra adalah suatu partai politik yang berdasarkan nasionalisme Indonesia dan menyatakan tujuannya adalah Indonesia Mulia dan Sempurna (bukan Indonesia Merdeka). menjadi Partai Indonesia Raya atau Parindra.• • • Sanusi Hardjadinata Sukmawati Soekarno Agus Supartono Supeni c. Parindra menganut azas cooperatie alias bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara duduk di dalam dewan-dewan untuk waktu yang tertentu. Partai-Partai Penerus • • • • • • Partindo PNI Baru PNI Marhaenisme PNI Supeni PNI Massa Marhaen PNI Partai Nasional Indonesia E. Serikat Sumatera. Sejarah Dr. pada akhir tahun 1935 di kota Solo. Budi Utomo. dan lainnya. Tokoh . Jawa Tengah berusaha untuk menggabungkan antara PBI (Persatuan Bangsa Indonesia). Serikat Ambon. PBI sendiri merupakan klub studi yang didirikan Dr. Jawa Timur. sebagai tanda berakhirnya fase kedaerahan dalam pergerakan kebangsaan. Soetomo.

Soekardjo Wirjopranoto. Soesanto Pergerakan PARINDRA Parindra adalah suatu partai politik yang berdasarkan nasionalisme Indonesia dan menyatakan tujuannya adalah Indonesia Mulya dan Sempurna (bukan Indonesia Merdeka).500 orang. menjadi “beambtenstaat” (“negara pegawai”) yang memberi konsensi yang lebih baik kepada organisasi-organisasi yang kooperatif dengan pemerintah. Di kemudian hari partai ini bertambah maju dan mulai berpengaruh di masyarakat Indonesia. Gubernur Jenderal van Starkenborg memodifikasi “politiestaat” peninggalan de Jonge. Parindra mengaku memiliki anggota 4.600 orang. Panji Soeroso dan Mr. Soetomo meninggal pada bulan Mei 1938. R.Tokoh-tokoh Tirtoprodjo. menyusun serikat pekerja perkapalan dengan mendirikan “Rukun Pelayaran Indonesia” (Rupelin). Parindra menganut azas “cooperatie” alias bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara duduk di dalam dewan-dewan untuk waktu yang tertentu. Partai Indonesia Raya ini menyatakan punya anggota sebanyak 19. mendirikan “Bank Nasional Indonesia” di Surabaya. Kegiatan Parindra ini mendapat semakin mendapatkan dukungan dari Gubernur Jenderal yang baru. Ketika Dr. Moehammad Hoesni Thamrin telah mengadakan kontak-kontak dagang dengan Jepang. dimana Jawa Timurlah konsentrasi pengikutnya yang terbesar. yang menggantikan de Jonge pada tahun 1936. van Starkenborg. Anggota ini sebagian besar di Jawa. menyusun perekonomian dengan menganjurkan “Swadeshi” (menolong diri sendiri). kedudukannya sebagai ketua Parindra digantikan oleh Moehammad Hoesni Thamrin. Sebelum menjadi ketua Parindra.250 orang. Pada tahun 1937. Pada ahir tahun 1938. .  lain yang ikut bergabung dengan Parindra antara lain Woeryaningrat. Pada bulai Mei 1941 (menjelang perang Pasifik). Dan ia memainkan “kartu Jepang” ketika ia berada di panggung politik “Volksraad”. Parindra berusaha menyusun kaum tani dengan mendirikan “Rukun Tani”. serta mendirikan percetakan-percetakan yang menerbitkan surat kabar dan majalah. 11. seorang pedagang dan anggota “Volksraad”.

para anggota Parindra memberikan penghormatan dengan mengangkat tangan kanannya. Soetomo dan Herman Kartawisastra organisasi ini berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. rumah Moehammad Hoesni Thamrin digeledah oleh PID (dinas rahasia Hinda Belanda) ketika ia sedang terkena penyakit malaria. Saat itu istilah "Indonesier" dan kata sifat "Indonesich" sudah tenar digunakan oleh para pemrakarsa Politik Etis. akan tetapi dicurigai di akhir kekuasaan Hindia Belanda di Indonesia pada tahun 1942 sebagai partai yang “bermain mata” dengan Jepang untuk memperoleh kemerdekaan. gagasan nama indonesisch (Indonesia) diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Pada September 1922.Karena aktifitas politiknya yang menguat dan kedekatannya dengan Jepang. Perhimpunan Indonesia (PI) Semula. Salah satu bukti kedekatan Parindra dengan Jepang yaitu ketika Thamrin meninggal dunia. Maka pada tanggal 9 Februari 1941. F. Bukti lain adalah pembentukan gerakan pemuda yang disebut “Surya Wirawan” (Matahari Gagah Berani). Dengan demikian Parindra digambarkan sebagai partai yang bekerjasama dengan pemerintahan Hindia Belanda di awal berdirinya. Penerbitan kembali Hindia Poetra ini menjadi sarana untuk menyebarkan ide-ide antikolonial. Dalam 2 edisi pertama. Majalah ini terbit dwibulanan. Penyebab kematiannya masih merupakan teka-teki hingga saat ini. inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia). dengan 16 halaman dan biaya langganan seharga 2. Indonesische mulai menyebarkan ide non-kooperasi yang mempunyai arti berjuang demi . Sejalan dengan itu.5 gulden setahun. pemerintah Hindia Belanda menganggap ia lebih berbahaya daripada Soekarno. Hatta menyumbangkan tulisan kritik mengenai praktek sewa tanah industri gula Hindia Belanda yang merugikan petani. saat pergantian ketua antara Dr. selang dua hari kemudian Muhammad Husni Thamrin menghembuskan nafas yang terakhir. Saat Iwa Kusumasumantri menjadi ketua pada 1923. Para anggota Indonesische juga memutuskan untuk menerbitkan kembali majalah Hindia Poetra dengan Mohammad Hatta sebagai pengasuhnya. yang disinyalir nama ini bertendensi dengan negara Jepang.

G. Sutomo. Gatot Mangkupradja. Namun demikian kejadian tersebut ditentang oleh beberapa tokoh PNI lainnya seperti Soedjadi Moerad. Pengadilan Negeri Bandung menghukum empat orang pemimpin PNI yaitu. Setiadjid dan Abdul Madjid) dalam suatu rapat pleno tanggal 27 November 1931. Arnold Mononutu. saat M. Hatta dan Sjahrir memulai suatu perjuangan baru yaitu bergabung dengan Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru) yang bertujuan kearah Indonesia Merdeka. Perhimpunan Indonesia kemudian menggalakkan secara terencana propaganda tentang Perhimpunan Indonesia ke luar negeri Belanda. Sebelumnya. Hatta menjadi Voorzitter (Ketua) PI terlama yaitu sejak awal tahun 1926 hingga 1930. Bondan. berkenaan dengan keputusan pengadilan negeri Bandung tersebut. Soekarto dan Teguh. Maskoen dan Soepriadinata.kemerdekaan tanpa bekerjasama dengan Belanda. Prof Mr Sunario Sastrowardoyo. dll. mengusulkan pembubaran PNI dan sebagai gantinya mereka mendirikan Partai Indonesia (Partindo). namun pada tanggal 17 April 1931 Raad van Justitie Batavia mengukuhkan keputusan Pengadilan Negeri Bandung dengan tetap menghukum penjara keempat pemimpin PNI tersebut. Sartono. Tokoh-tokoh lain yang menjadi anggota organisasi ini antara lain: Achmad Soebardjo. Keempat orang tersebut naik banding. Pengurus besar PNI atas anjuran Mr. . Ali Sastroamidjojo. sebelumnya setiap ketua hanya menjabat selama setahun. Soekarno. nama majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka. Soekiman Wirjosandjojo. Sutan Sjahrir. PNI Baru 1931 Setelah dipecat dari Perhimpunan Indonesia di Belanda oleh kader-kader komunis (seperti Rustam Effendi. Nazir Datuk Pamoentjak menjadi ketua. pada tanggal 22 Desember 1930. Tahun 1924. Mereka menolak bergabung dengan Partindo dan membentuk dalam daerahnya masing-masing “Golongan Merdeka”. Sastromoeljono. Tahun 1925 saat Soekiman Wirjosandjojo nama organisasi ini resmi berubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Abdul Madjid. Kantaatmaka.

Pimpinan Umum PNI Baru diserahkan oleh Sjahrir kepada Hatta. Sebagian besar kegiatan partai ini adalah menyelenggarakan pendidikan politik bagi para anggotanya.Soedjadi Moerad yang sudah lama berkorespondensi dengan Hatta yaitu sejak sebelum didirikannya PNI (tanggal 4 Juli 1927) menyampaikan sikap mereka kepada Hatta. Keputusan bahwa PNI Baru adalah sebagai partai kader setelah mengalami diskusi yang cukup panjang dan rumit yang pada akhirnya argumentasi Sjahrir yang cukup kuat untuk membawa PNI Baru sebagai partai kader dapat diterima oleh sebagian besar pengurus. yang mempertahankan asas kerakyatan yang sebenarnya dalam segala susunan politik. yaitu tentang bubarnya PNI dan pembentukan “Golongan Merdeka”. Hatta mengusulkan majalah itu diberi nama “Daulat Rakjat”. yang sebagian dilakukan melalui halaman-halaman “Daulat Rakjat” dan tulisan-tulisan lain. termasuk risalah “Kearah Indonesia Merdeka”-KIM yang secara khusus ditulis oleh Hatta sebagai semacam manifesto pergerakan itu. . Mohammad Hatta kemudian membuat kesepakatan dengan Soedjadi Moerad. Dan dengan pulangnya Hatta pada awal tahun 1933. Sjahrir terpilih sebagai ketua cabang Jakarta dan sekretaris cabangnya adalah Djohan Sjahroezah. Pada tanggal 25-27 Desember 1931 (menurut Soebadio Sastroastomo diadakan pada bulan Februari 1932) sebuah konferensi diadakan di Yogyakarta untuk merampungkan penyatuan golongan-golongan Merdeka yang mana kelompok tersebut kemudian diberi nama Pendidikan Nasional Indonesia atau yang dikenal sebagai PNI-Baru dengan Soekemi sebagai ketuanya. Kemudian dalam Kongres Pendidikan Nasional Indonesia bulan Juni 1932 yang berlangsung di Bandung Sjahrir terpilih menjadi Pimpinan Umum Pendidikan Nasional Indonesia menggantikan Soekemi. untuk menerbitkan majalah yang diterbitkan sekali dalam 10 hari guna pendidikan kader baru. Dimasukkannya kata ‘Pendidikan’ ke dalam nama partai mengandung maksud yang serius. Kemudian Hatta dan Sjahrir bermufakat agar Sjahrir pulang ke Indonesia pada Bulan Desember 1931 untuk membantu “Golongan Merdeka” serta membantu “Daulat Rakjat”. Bagi Hatta pembubaran PNI melemahkan pergerakan rakyat. Dalam kongres itu dirumuskan bahwa PNI Baru sebagai suatu partai politik yang merupakan partai kader. perekonomian dan pergaulan sosial.

ekonomi dan sosial. “Tujuan kita adalah merdeka 100% !”.Arah sentral pendidikan diungkapkan ke dalam 150 pertanyaan di dalam KIM yang mencakup banyak aspek politik. “Mengapa demokrasi politik saja tidak cukup ?”. seperti. Jawabannya. jawabannya. Suasana dalam kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Pendidikan Nasional Indonesia dan kesungguhan anggota-anggotanya mengingatkan banyak orang kepada “Workers Educational Association” (WEA-Perhimpunan Pendidikan Kaum Buruh) yang berusaha memberikan pendidikan kepada masyarakat Inggris pada . bahwa kekuasaan politik didistribusikan menurut distribusi kekuasaan ekonomi dalam suatu masyarakat. bahwa kebebasan politik tanpa persamaan di bidang ekonomi sangatlah terbatas dan bahwa kemerdekaan Indonesia baru merupakan realita jika disertai perubahan ekonomi. sebagaimana pertanyaan (kunci) sebagai berikut. “Apa tujuan PNI (baru) ?”. “Demokrasi politik saja tidak cukup karena ia akan dilumpuhkan oleh otokrasi yang masih ada di bidang-bidang ekonomi dan social. Secara keseluruhan. oligarki dan revolusi ?  Siapakah Rousseau dan apa yang diajarkannya ?  Apa itu Revolusi Industri ?  Apakah kartel itu ?  Bagaimana sifat kombinasi vertikal ? Bagaimana pula kombinasi horisontal ?  dan lainnya Jawaban-jawabannya juga diberikan. Mayoritas rakyat masih menderita di bawah kekuasaan kaum kapitalis dan majikan”. Beberapa pertanyaan dalam KIM diantaranya :  Apa tujuan PNI baru ?  Apa yang dimaksud dengan nasionalisme ?  Apa yang dimaksud dengan demokrasi ?  Apa itu parlemen ?  Apa yang dimaksudkan oleh Montesqieu dengan otokrasi. jawaban-jawaban itu mengandung suatu doktrin yang jelas walaupun sederhana.

Burhanuddin. persatuan tidak ada artinya kecuali apabila didasarkan pada pengertian atas prinsip-prinsip bersama. WEA mempunyai ikatan-ikatan yang kuat dengan gerakan Fabian dan sebagian kegiatannya adalah memberikan pendidikan sosialis. karena sebagian besar mereka adalah berpendidikan menengah. PNI Baru. Murwoto. PNI Baru. Hamdani. Wangsawidjaja. Ciri khasnya adalah pengutamaan terhadap teori sosial sebagai suatu pedoman aksi. imperialisme dan munculnya fasisme yang saling melengkapi dan berusaha untuk menempatkan kemalangan Indonesia dalam suatu gambaran global. Bagi Hatta dan Sjahrir. imperialisme dan fasisme melalui kegiatan intelektual masih mempunyai arti penting pada tahun 1948 ketika anggota-anggota PNI Baru yang masih hidup. PNI Baru tidak memiliki monopoli ideologis. Sekitar bulan Januari 1935. Oesman. Meskipun anggota PNI Baru bukan terdiri dari kelas pekerja. Karena kegiatan aktivitas politik PNI Baru yang dinilai mulai membahayakan bagi pemerintah kolonial Belanda maka pada tanggal 25 Februari 1934 jajaran teras PNI Baru seperti Hatta. mengembangkan suatu pandangan dunia yang khas dan suatu cara yang unik dalam membahas masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh pergerakan kebangsaan. . banyak berhutang kepada tradisi sosial demokrasi Eropa. Hatta. Wagiman dan Karwani ditangkap. dibawah kepemimpinan Hatta dan Sjahrir.akhir abad 19. Kesadaran diri akan perjuangan melawan kapitalisme. Sjahrir dan beberapa pimpinan PNI Baru diasingkan ke Boven Digoel. Kartawikanta. Tentu saja harus diakui bahwa sejauh menyangkut analisis-analisisnya mengenai imperialisme dan tatanan sosial. Basri. Tisno. Atmadipura. adanya koherensi pada pandangan dunianya yang merangkul analisis-analisis tentang kapitalisme. Soeka. PNI Baru bersikap kritis dengan terhadap watak PNI Lama dan Partindo seperti gaya agitasi yang ekspresif dan mempertahankan persatuan nasional tanpa syarat. namun mereka menginginkan suatu pendidikan politik yang berwarna sosialis yang akan membawa mereka melampaui batas-batas gaya agitasi nasionalisme yang sempit. Bondan. menurut Benhard Dahm. Setiarata. Yang pasti PNI Baru memiliki pandangan yang berbeda dengan PNI Lama ataupun Partindo. bersama-sama dengan orang yang sependirian dan generasi yang lebih muda keluar dari Partai Sosialis untuk mendirikan PSI. Sjahrir. Dengan cara ini.

Sarekat Islam .H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful