P. 1
f. Pendekatan Dan Metodologi

f. Pendekatan Dan Metodologi

|Views: 4,612|Likes:
Published by Bambang Sutejo

More info:

Published by: Bambang Sutejo on Feb 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2015

pdf

text

original

Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto

F.1. U M U M
Dalam melaksanaan tugasnya, kami selaku Konsultan Perencana akan melakukan beberapa pendekatan agar dapat tercapai Maksud dan Tujuan dari Perencanaan.. Pendekatan yang kami lakukan adalah sebagai berikut :  Memahami Isi Kerangka Acuan Kerja (KAK)  Memahami literatur literatur dari aspek teknis substansial maupun kebijakan dan peraturan yang terkait dengan perencanaan, perancangan, persyaratan teknis, pelaksanaan pembangunan seperti : a. b. c. d. e. f. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Kepmen PU No. 441/KPTS/1998) Persyaratan Teknis Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung Umum dan Lingkungan (Kepmen PU No. 468/KPTS/1998) Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan (Kepmen PU No 10 /KPTS/2000) Kepmen Kimpraswil No. 332/KPTS/M/2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara SK. Menpraswil No. IK. 02.05.Mn/135 tanggal 19 Pebruari 2003.

F.2. Pendekatan dan Metodologi
A. Metode Pendekatan Metode pendekatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah : 1. Pengumpulan data, yang terdiri dari : a. Studi literatur baik aspek teknis-substansial maupun kebijakan dan peraturan yang terkait dengan perencanaan, perancangan, persyaratan

Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto

teknis, pelaksanaan pembangunan, dan pengawasan pembangunan Gedung Pemerintah b. 2. Melakukan survey dan kunjungan lapangan untuk pengukuran dan penelitian tentang lokasi dan daya dukung tanah. Membuat analisis-analisis yang meliputi : a.

Analisis pengelolaan, yang meliputi kajian tentang : Peraturan-peraturan Pemerintah tentang Bangunan Perniagaan atau Perdagangan dan lain lainnya. • Evaluasi terhadap mekanisme yang berhubungan dengan bangunan sekitarnya (jika ada). Analisis • •
• •

b.

kebijakan

pemerintah,

yang

meliputi

kajian

tentang

kebijakan-kebijakan baik berskala normal maupun regional, seperti : Kebijakan Tata Ruang Kebijakan Standard Bangunan Kebijakan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kota Kebijakan Inventarisasi Bangunan dan Lingkungan pada Kawasan Analisis potensi dan kendala yang meliputi : • • • d. 3. Sumber daya alam & infrastruktur Sumber daya manusia Sosial dan budaya Analisis permasalahan yang meliputi kajian permasalahan secara umum, lokal dan regional Strategi Pengembangan Dari analisis diatas di susun strategi pengembangan agar dapat dicapai sasaran dan studi untuk pembangunan. 4. Membuat Perumusan Pedoman Pembangunan Pedoman ini berguna untuk mengetahui hal-hal yang harus dipersiapkan untuk membangun Gedung Pasar, mulai dari persyaratan, perijinan, pihakpihak terkait yang harus dihubungi dan lain-lain.
5. Melakukan konsultasi dan diskusi dengan pihak-pihak terkait baik tingkat

c.

Propinsi dan Kotamadya, serta pihak-pihak yang berkompeten dalam proses pembangunan Pasar Kota Sawahlunto
6. Melakukan pembahasan dengan Pemko Sawahlunto, maupun Dinas Terkait

dan bersama dengan para stakeholders khususnya Satuan kerja dan

Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto

Pemerintah Daerah setempat dalam rangka merumuskan Perencanaan dan Perancangan Pasar Kota Sawah Lunto

F.3 Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan
Metodologi yang akan digunakan sebagai berikut : 1. Pengumpulan data awal lokasi Yaitu dengan melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap lokasi sehingga dapat dihasilkan pendefenisian dan identifikasi terhadap kawasan. Penyiapan pengumpulan data ini meliputi : a) Pemilihan instansi/kelompok masyarakat/responden lain berdasarkan metode stakeholders analisis yaitu : •
• •

Pemerintah Kota Sawahlunto Walikota dan perangkat Bappeda Instansi pemerintah dalam hal ini Dinas PU dan Kantor Pendapatan Daerah melalui UPT Pasar, Tata Kota dan lainnya yang terkait Team Teknis dan Pendamping Ahli Bangunan Pasar Swasta/Asosiasi Profesi Kelompok Masyarakat LSM Data primer, berdasarkan pengamatan, wawancara dan konsulting langsung dilapangan, serta rapat koordinasi. Pengumpulan data primer ini dilakukan konsultan setelah melakukan kajian kelayakan teknis dan biaya, untuk memperoleh rancangan yang sesuai.

• • • • •

Rancangan teknis pengumpulan data yang terdiri dari :

Data sekunder, berdasarkan kajian literatur peraturan dan perundangundangan serta kajian dan perumusan konsep rancangan pembangunan.

b) Perangkat pembantu pengumpulan data Perangkat ini dipersiapkan sebelum melakukan kegiatan pengumpulan data, yang antara lain terdiri dari :

Surat pengantar survey dari Proyek Pembinaan Teknis Bangunan Gedung .

agar dapat meningkatkan pelayanan pada . baik langsung maupun tidak langsung. Perumusan-perumusan yang dilakukan antara lain : • Perumusan Permasalahan ”Problem Tree” Dengan metode ”Problem Tree” ini dapat teridentifikasi permasalahanpermasalahan yang ada dan dapat diklarifikasi. Tahap selanjutnya adalah memantapkan Konsep Filosofi dan Konsepsi Fisik yang akan mendasari langkah-langkah selanjutnya.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto • • Perencanaan dan penyiapan materi untuk melakukan konsulting/wawancara. budaya. sehingga dapat tersusun suatu tingkatan permasalahan dan kaitannya. ekonomi dan lingkungan setempat.4 Proses Perancangan Pelaksanaan Perencanaan Proyek terlihat pada bagan terlampir (Bagan Alir). Dalam pendekatan untuk selanjutnya dikembangkan dalam Desain Development dan Final Design. 2. • Perumusan strategi penataan kawasan dan program implememtasi Perumusan ini disusun dengan memperhatikan aspek-aspek sosial. yang menggambarkan jaringan jalur hubungan kerja dan informasi dari semua disiplin yang terlibat. Dari permasalahan ini dapat diketahui langkah-langkah skala prioritas apa saja yang diperlukan dalam pemecahan masalahan pembangunan Pasar dilokasi tersebut. Dalam tahap Pra Studi diperlukan studi banding untuk memperluas cakrawala perencanaan dalam merencanakan suatu pedoman. Selanjutnya dimantapkan dalam perumusan kebutuhan yang meliputi Program Besaran maupun Organisasi Ruang dan sebagainya. antara lain : Analisis Stakeholder Adalah analisis untuk mengidentifikasi pelaku-pelaku yang terlibat dalam proyek Pembangunan Gedung Pasar Kota Sawahlunto. harus sudah diantisipasi sebelumnya. Rapat koordinasi. dll. 3. F. Analisis yang akan dilakukan konsultan. Masalah baru yang diakibatkan akan masalah lingkungan yang akan muncul.

plafond Detail tangga. Gambar-gambar PENGEMBANGAN RENCANA yang akan dibuat konsultan pada tahap ini antara lain : a) Gambar-gambar perencanaan detail arsitektur. yang merupakan pengembangan dari gambar-gambar pra-rencana. PRA-RENCANA Membuat gambar-gambar pra-rencana arsitektur. kusen Detail Arsitektur lainnya. potongan bangunan Rencana pola lantai. toilet.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto masyarakat sesuai dengan fungsinya dan tidak merusak lingkungan baik alamiah maupun buatan manusia . seperti tingkat kebisingan dan polusi . sistem struktur dan sistem instalasi dan elektrikal.5 Strategi Perencanaan Strategi perencanaan yang akan dilakukan oleh konsultan adalah sebagai berikut : 1. Potongan Bangunan 2. Gambar-gambar PRA-RENCANA ARSITEKTUR yang akan dibuat antara lain : Site Plan. Rencana pondasi dan kolom Rencana plat lantai. sistem dan perhitungan yang berpedoman pada standar dan peraturan yang ada. sehingga akan didapat produk gambar yang terkoordinasi. PENGEMBANGAN RENCANA Pada tahap ini konsultan membuat gambar-gambar pengembangan arsitektur. balok. kolom b) Gambar-gambar perencanaan detail sistem struktur.gambar perencanaan yang dihasilkan konsultan ini sudah berdasarkan hasil analisa. Denah. Tampak. terpadu dan terorganisasi. Dalam tahap ini konsultan perencana akan selalu mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan Pemberi Tugas. meliputi : • • • • • • Denah. Selain itu konsultan juga akan berpedoman pada standar dan peraturan yang ada. tampak. F. sehingga akan didapat produk gambar yang selaras. meliputi : . yang merupakan pengembangan dari konsep gambar yang sudah dibuat terlebih dahulu dalam tahapan pra-rancangan. Gambar . Dalam tahap ini konsultan perencana akan selalu mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan pihak Pemberi Tugas.

Sipil & Struktur dan ME yang ada dalam gambar perencanaan detail bangunan . meliputi :  Mekanikal : • • • • • •  Elektrikal : • • • • Jaringan Instalasi Listrik Wiring Diagram Jaringan Penangkal Petir Detail-detail Elektrikal Jaringan Air Bersih Jaringan Air Kotor dan Air Hujan Jaringan Air Kotor Rencana Septic Tank Isometri (sesuai kebutuhan) Detail-detail Mekanikal Semua perhitungan struktur akan dibuat analisanya Konstruksi permanen dengan batas umur konstruksi berdasarkan analisyang lazim digunakan. • • Efisiensi biaya dengan memperhitungkan sistem konstruksi yang paling mudah. aman dan kemampuan teknis kontraktor.skala besar. SPESIFIKASI TEKNIS Spesifikasi teknis mencakup ketentuan-ketentuan lengkap tentang Arsitektur. daya tahan serta kemudahan memperoleh material yang disesuaikan dengan kondisi keuangan. • • minimal 10 tahun. Keamanan dalam pelaksanaan dengan c) Gambar perencanaan detail mekanikal dan elektrikal bangunan .Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto • • • • arsitektur Rencana ring balok. portal Rencana tangga Detail struktur lainnya Detail penjelasan struktur yang terkait dengan gambar Arahan yang digunakan dalam perencanaan detail ini antara lain : • Perencanaan struktur akan diperhitungkan terhadap keamanan. 3.

Persyaratan peruntukkan dan intensitas yang menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di daerah yang bersangkutan. jenis serta ukurannya. tampak dan potongan serta luasan ruangan. Perkiraan biaya ini harus cukup berbobot sehingga oleh Pemberi Tugas dapat dipakai sebagai nilai pembanding dalam mengevaluasi biaya yang diajukan oleh Kontraktor pada waktu pelelangan. 5.6 Persyaratan Umum Bangunan Dengan hal-hal tersebut diatas maka konsultan harus memperhatikan beberapa persyaratan umum bangunan yang disesuaikan berdasarkan fubgsi dan kompleksitas bangunan seperti : 1. 6. PERKIRAAN BIAYA (COST ESTIMATE) Konsultan Perencanaan harus membuat perkiraan biaya tentang seluruh pekerjaan Pembangunan Gedung Pasar yang mencakup dalam gambar rancangan terinci dengan berpedoman pula pada daftar peralatan dan bahan (Bill of Quantity). . BILL OF QUANTITY Konsultan Perencanaan akan membuat daftar lengkap mengenai peralatan dan bahan yang terdapat dalam gambar rancangan terinci yang mencakup baik jumlah satuannya maupun nama. uji coba (testing & comisioning) dan pengawasan.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Rusunawa beserta batasan-batasan yang kelak akan dikerjakan oleh kontraktor yaitu : • • • Penjelasan mengenai lingkup pekerjaan Peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan Kode dan standar yang dipergunakan • Hal-hal yang berkaitan dengan pemeriksaan. Daftar tersebut harus dibuat sejelas-jelasnya dengan demikian kontraktor dapat memakai untuk mengajukan penawaran. 4. BLOK PLAN & IJIN TPAK (Jika Ada )/ ADVIS PLANNING Konsultan perencana akan membuat gambar blok plan arsitektur dan dokumen untuk pengurusan ijin TPAK berupa gambar : Denah. F.

Struktur Lantai dan Rangka Atap. penghijauan. d. c. Struktur Kolom. pemeliharaanya. karakteristik lingkungan dari budaya daerah setempat serta kemajuan teknologi yang berkembang pada saat ini. 4. perkerasan. anatara lain : Struktur Pondasi. 3. Persyaratan Arsitektur dan lingkungan bangunan gedung harus memenuhi kriteria-kriteri sebagai berikut : a.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto 2. batas-batas topografi Kondisi tanah Keadaan air tanah Koefisien lantai bangunan (KLB) Koefisien daerah hijau (KDH) Garis sempadan Bangunan (GSB) Bentuk kapling Peruntukan bangunan sekitar kapling Ketinggian bangunan Rincian penggunaan lahan. Persyaratan struktur bangunan. Mencerminkan fungsi sebagai bangunan Pasar / Pertokoan Seimbang. serasi dan selaras dengan lingkungannya Efisien dalam penggunaan sumber daya didalam pemanfaatan dan Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang sesuai dengan b. dll Data pengukuran tapak perencanaan Kondisi fisik seperti luasan. • • • • • • • • • • • Air bersih (sumber air serta jaringan dan kapasitasnya) Air hujan dan air buangan Air kotor dan sampah Tata udara Transpotasi dalam banguanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Jaringan listrik Jaringan komunikasi. Persyaratan Utilitas bangunan seperti : • • • • • • • • 5. dll Pengenalan dan pemahaman informasi tentang tapak wilayah yang antara lain : .

332/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Pengembangan Bangunan Gedung Negara Peraturan Pembebanan Indonesia 1983 Peraturan Beton Bertulang Indonesia (SKSNI) 1992 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI : 03-1726-2002) . Pengenalan dan pemahaman konsep-konsep serta kaidah-kaidah perencanaan dan perancangan serta spesifikasi yang berlaku Menyusun dan merumuskan perkiraan rencana anggaran biaya F.441/KPTS/1998) Persyaratan Teknis Aksesibilitas pada bangunan gedung umum dan lingkungan (Kep Men PU No.60/PRT/1992 tentang persyaratan teknis pembangunan Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (KepMen PU No. Standar desain yang harus diikuti konsultan perencana yang diuraikan dibawah ini merupakan penegasan pokok yang harus diikuti disamping peraturan/persyaratan maupun standar lainnya yang tetap mengikat sesuai dengan peraturan yang berlaku antara lain : • • • • • • • • • Peraturan Menteri PU No.7 Persyaratan Teknis/Standard Perancangan Konsultan perencanaan harus mengetahui dan mengikuti segala peraturan-peraturan pembangunan yang masih berlaku di Indonesia pada umumnya dan Peraturan Pemerintah Daerah khususnya. baik peraturan yang sifatnya administratif maupun teknis pembangunan.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto • 6.468/KPTS/1998) Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan (KepMeneg PU No.10/KPTS/2000) Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Pertokoan (KepMeneg PU No.11/KPTS/2000) KepMen Kimpraswil No.

upaya banyak penyerapan radiasi Konsep Perencanaan dan Perancangan pembukaan. Sudut Kemiringan panas Tidak tajam dan cur5ah sebagai hujan.  Fasade lebar. ketinggian bangunan cukup tinggi / 5 M) .Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto • Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI : 031729-2002) KONSEP PERENCANAAN IDE PERANCANGAN & GAYA ARSITEKTUR Gaya Arsitektur : TROPIS MODERN  Tropis (tritisan yang memperkecil  Modern (memiliki penampilan ciri-ciri arsitektur Kuno seperti Klasik dan filosofi tradisional minangkabau dan tidak meninggalkan country style.

Allmunium Batako / Bata / GRC Menggunakan Penutup / Gybsum .Kaca dan Allmunium.Penutup Dinding Mengunakan Keramik (Tinggi Maksimum Pasangan Keramik 1.Kloset Jongkok Keramik . Komponen Bangunan LANTAI . KM/WC 8.80 M dari Level Lantai) Beton bertulang & Rangka Smartruss 7.Plester + aci + keramik Kaca biasa/One way glaas Allmunium .Unit Pertokoan .Lantai mengunakan Keramik . 4.Tangga dan selasar Kaca Kusen jendela dan pintu . 2. Kuda – Kuda .Daun pintu .daun Jendela Dinding Plafond GAGASAN AWAL FINISHING MATERIAL . Dinding Masif perpaduan kontekstual dengan arsitektur modren Sifat Bangunan : COMERSIAL  Sifat & Karakteristik ( Komersial dan Fungsional lebih menonjolkan Nilai jual yang tinggi) Modul Bangunan  Modul Bangunan / Unit Bangunan 3  Modul Struktur 6 Rencana Material Bangunan No 1. 6.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto (menonjolkan Art deco Kolonial / Bangunan Kuno. 3. 5.

80 M dari Level Lantai) Lantai Keramik .Reiling Kayu 10.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto 9. Atap Genteng Multi Roof Penutup Meja Dapur & dinding Meja dapurMengunakan Keramik (tinggi Maksimum Pasangan Keramik 1. Dapur 11. Tangga Prarencana Perencanaan Ded Pasar Kota Sawahlunto SITE PLAN PRARENCANA PERENCANAAN DED PASAR KOTA SAWAHLUNTO .

1500 x 80% = 1.B ● Land Use Tata ruang Kawasan Berdasarkan data yang didapat dari Planning Tata KDB Koefisiensi dasar bangunan Kawasan KDB / Koefisien Dasar Bangunan (BC / Building Coveage) kota atau rencana Induk Tata Kota Sawahlunto Ditetapkan bahwa Bagian Wilayah kota ● Perencanaan Teknis Pembangunan adalah 80% KDB Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Pasar Kota Pasar Kota sawahlunto KDB sawahlunto = Luas Lahan X 80% = Maksimal luas Dasar Bangunan.000 m2 .Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto BLOK PLAN & SIRKULASI PERENCANAAN DED PASAR KOTA SAWAHLUNTO GROUND PLAN PERENCANAAN DED PASAR KOTA SAWAHLUNTO Lansekap : Pohon mahoni (swethenia macrophylla) Pohon bungur (legerstroenia speciosa) Pohon dadap merah (erythrina Crystagali) plamboyan (delonix regia) Pohon Palm .C ● KLB/ Koefisien Lantai Bangunan (FAR) KLB Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Pasar Kota sawahlunto = Luas Lahan x 2 = Maksimal Luas Bangunan 1500 x 2 = 3.200 m2 .A .

Fasilitas Bangunan : Kantor Pengelola Pertokoan Perkantoran / Bank Food Court Work shop . Utilitas Umum : . Lokasi b. Ahmad Yani Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto : : : : Pertokoan Jalan Ahmad Yani / Terminal Pasar Jl.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto .430 m2 TOTAL DATA PERENCANAAN DAN LOKASI a.D ● GSB / Garis Sempadan Bangunan GSB Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Jumlah Luas Kebutuhan Ruang Sarana Utama : Perkantoran / Bank *) Pertokoan -100 TOKO = = = = = = = 200 m2 1. Kampung Teleng b.200 m2 500 m2 312 m2 220 m2 486 m2 2.916 m2 Pasar Kota sawahlunto = 5 Meter .Sumber utama air bersih direncanakan dari : Terletak di Jl. Batas – batas Tanah Sebelah Utara Sebelah Barat Sebelah Selatan Sebelah Timur KETENTUAN RENCANA a.E   Sarana Penunjang : Food Court / Workshop Areal Parkir Fasilitas Umum Sirkulasi 20% x 2.

Luas Lahan KDB KLB GSB Tinggi Bangunan Jumlah Blok .Sumur dalam sebagai Alternatif lain apabila sumber PAM tidak memenuhi .Genset sebagai cadangan . e. dapat berbentuk sumur. c.Air kotor dari kloset (WC). PERATURAN : : : : : : Penyusunan Perencanaan Pembangunan Pasar Kota Sawahlunto ± 1500 M2 80 % Maksimal 2 5 M2 Maksimal 2 Lantai ( Dalam Rencana ) . Fire Alarm Diluar Bangunan : HP (Hydrant pilar) Tempat Pembuangan sampah : menggunakan bak sampah . baik dari permukaan tanah maupun dari air hujan yang disalurkan melalui atap bangunan.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Air Bersih : Penerangan : Drainase PAM . Sumur resapoan merupakan salah satu upaya untuk melestarikan air tanah dangkal serta mengurangi debit banjir/genangan. Didalam Bangunan : Hydrant.Sumur resapan Sumur resapan adalah system resapan buatan yang dapat menampung air hujan. g. f.Mobilitas orang dan barang INTENSITAS a. saluran resapan dan sejenisnya. Bekas dan Air Hujan . d.Saluran pembuanga Air kotor. kolam dengan resapan. Urinoir dan Air Bekas dialirkan ke Sistem Pengolah Limbah (STP) : Sirkulasi Vertikal melalui Tangga Instalasi Pemadam Kebakaran .Sumber Penerangan dari Jaringan Listrik PLN . Peruntukan b.

GENSET R. POMPA GROUND TANK GUDANG PERTOKOAN WORK SHOP & FOOD COURT RUANG IKLAN PENGELOLA PARKIR PERKANTORAN / BANK OPEN SPACE ME .Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto DIAGRAM ORANISASI RUANG PLUMBING AIR BERSIH S H A F T SAMPAH OPEN SPACE STP HYDANT R.

Kampung Teleng PERKANTORAN Perkantoran Pemerintah : KANTOR PENDATAN DAERAH dan BPD Kawasan Konservasi Mengacu pada bangunan sekitarnya .Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto TERMINAL KOTA Titik tangkap dan orientasi kearah terminal menjadikan lokasi perencanaan lebih mengutamkan fasade PONTENSIAL SITE Lokasi yang majemuk dan diharapkan sebagai panutan untuk pengembangan kawasan Jl. Ahmad Yani maupun Jl. Kampong Teleng AKSES JALAN MASUK Pencapaian dari Dua sisi bangunan. Baik untuk Kawasan Jl. Ahmad Yani nantinya dengan pencapaian 2 sisi lokasi perencanaan dapat menghidupkan kawasan Jl.

berikut : 1.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto A. Sirkulasi dalam tapak sebaiknya di buat langsung mengarah ke main entrance bangunan guna memudahkan dalam titik tangkap pintu utamanya. Ahmad Yani Pencapaian Alternatif : Jl. Kampung Teleng B. Ahmad Yani dan satunya lagi di Jl. Sirkulasi kendaraan • • • Pola sirkulasi kendaraan harus jelas agar dapat menunjang Kemudahan dalam pencapaian ke tujuan Tidak terjadi cross dengan sirkulasi manusia kelancaran tapak • • Pola Sirkulasi yang direkomendasikan pada bentuk ruang yang ada Lintasan sirkulasi udara secara optimal membentuk sistim cross ventilasi dengan baik Lintasan udara yang tidak direkomendasikan Akan terjadi ketidak efektifan penghawaan dalam ruang • • . Pencapaian dapat dibuat Dua arah dari Arah Jl. Kampung Teleng Pencapaian Utama : Jl. 3. Sirkulasi dalam Tapak 1. Sirkulasi dan Pencapaian Analisa Tapak Untuk sirkulasi dan pencapaian sebaiknya di perlukan hal-hal sebagai Sebaiknya pejalan kaki dan kendaraan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di luar tapak khususnya pada area masukl ke tapak (main entrance) 2.

tetapi Pengaturan vegetasi sebagai elemen penyerap Bentuk/Letak bangunan yang menyudut terhadap arah lintasan cukup untuk angina dan sinar matahari .Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Sirkulasi kendaraan mengutamakan jalur pedestarian di dalam tapak. pelindung dan penyerap udara panas. dan memberikan kemudahan pencapaian ke seluruh daerah tapaK Sirkulasi Kendaraan KLIMATOLOGI Vegetasi lebih direkomendasikan sebagai vegetasi pengarah dan pelindung Pengaturan vegetasi tengah lokasi sesuai dengan pola sirkulasi dengan zonanya - Vegetasi lebih direkomendasikan sebagai pengarah. memiliki bentuk sederhana. pemasangan lebih rapat Pengaruh arah lintasan matahari dan arah angin menjadikan sisi bangunan yang terkena langsung harus diantisipasi dengan beberapa alternative antara lain : langsung Pintu atau jendela bukaan dinding yang tidak terlalu lebar.

serta pelindung Unsur-unsur pembentuk ruang luar meliputi : . sehingga pola ruang luar yang terjadi dapat di manfaatkan untuk : • • • • Pengarah sirkulasi Sudut tangkap bangunan Pelindung dan peneduh Pendukung penampilan bangunan Pola Tata Ruang Luar Tata ruang luar memiliki peranan penting dalam menciptakan ruang kota untuk menghidupkan interaksi sosial dan titik orientasi lingkungan masyarakat setempat . berupa pohon dengan jenis sebagai tanaman peneduh.. • • • • • • • • kriteria dalam penataan ruang luar meliputi : ruang terbuka sebagai ruang penerima Ruang terbuka sebagai pengikat beberapa kegiatan yang ada Ruang terbuka privacy Unsur bidang alas dengan sifat lunak. untuk jalan kendaraan dan pejalan kaki. akan di buat berupa taman. hiasan. Unsur bidang alas yang sifatnya keras. seperti lampu taman.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Pola tata ruang luar yang di inginkan adalah pola ruang yang mengarah pada estetika. plaza Unsur bidang penghijauan. dinding pembatas dan sebagai pengarah. Unsur pendukung ruang luar.

Pola tersebut dibuat sedinamis mungkin dikarenakan Tuntutan kondisi lahan dan Lingkungan.. Agar mudah dikenal dan Jelas. . KOMPOSISI MASA DAN ZONING PARKIR MENYUDUT SERONG PARKIR TEGAK LURUS Kebutuhan dan bentuk parkir Kebutuhan lahan parkir di sesuaikan dengan Persentase Toko.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Pola Linier pada Konsep Penataan masa Bangunan.

MATERIAL STRUKTUR KRITERIA DASAR PERANCANGAN Setiap material struktur mempunyai karakteristik tersendiri. KONFIGURASI BANGUNAN Meliputi dua macam Konfigurasi bangunan : Konfigurasi denah bangunan diusahakan mempunyai bentuk yang kompak serta simetris agar mempunyai kekakuan yang sama terhadap pengaruh torsi.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Rencana bentuk parkir Bentuk parkir yang di rencanakan adalah dengan melihat sirkulasi dalam dan arah jalan masuk dan keluar. pembebanan. karena dengan menggunakan model ini ruang sirkulasi parkir lebih mudah dan efisien. dan model parkir menyudut serong. struktur atas dan bawah. sehinnga suatu jenis bahan bangunan tidak dapat dipergunakan pada semua jenis bangunan. 2. Bentuk parkir yang ingin di tetapkan adalah model parkir tegak lurus. data material.. Pada struktur pada bagian – bagian yang menonjol dan tidak simetris peslu adanya dilatasi gempa (seismic joint) untuk memisahkan bagian struktur yang menonjol dengan .sistem pelaksanaan dan pelaksanaan dan dasar dasar perhitungan. Lahan parkir yang di sediakan di atur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu ketenangan dan kenyamanan penghuni. PROPOSAL KONSEP PERENCANAAN Konsep desain ini meliputi tinjauan perencanaan struktur tahan gempa. Beberapa kiteria yang perlu diperhatikan untuk perancangan struktur antara lain : 1. denah konfirgurasi bangunan.

Konfigurasi vertikal struktur. MODEL KERUNTUHAN STRUKTUR Perencanaan struktur didaerah gempa menggunakan desain kapasitas terlebih dahulu harus ditentukan elemen – elemen Kritisnya.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto struktur utamanya. Dalam hal ini diperlukan analisis dinamik. suatu gerak/getaran yang besar akan terjadi pada tempat – tempat tertentu pada struktur. STRUTUR BAWAH (SUB STRCTURE) . Desain struktural akan mempengaruhi desain gedung secara keseluruhan. 3. yakni :  Rangka penahanan Momen. efesiensi. Dilatasi tersebut harus mempunyai jarak yang cukup agar bagian – bagian struktur yang dipisahkan tidak saling berbenturan saat terjadinya gempa. Mekanisme tersebut diusahakan agar sendi – sendi plastis tebentuk pada balok terlebih dahulu dan bukanyapada kolom. SISTEM RANGKA STRUKTUR Terdapat dua Macam Siitem. jika konfigurasi dalam arah vertikal tidak menerus. A. sedemikian rupa sehingga mekanisme keruntuhannya dapat memancarkan energi sebesar – besarnya. berupa Rangka dengan diagfragma Vertikal. Untuk itu perlu dipasang dinding dinding geser (Shear Wall) yang dapat berfungsi sebagai core Walls 5. perlui dihindari adanya perubahan bentuk yang tidak menerus. serviceability.hal tersebut dengan pertimbangan bahwa bahaya ketidak stabilan efek perpindahan jauh lebih kecil dibanding mekanisme Plastis pada kolom pada kolom dan juga kolom lebih sulit diperbaiki dari pada balok sehingga harus dilindungi dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi. rangka ini banyak digunakan. dipergunakan jika kekuatan dan kontruksi beton bertulang yang terdiri dari elemen – elemen balok dan kolom  kekakuan dar suatu rangka struktural tidak mencukupi untuk mendukung beban – beban yang bekerja. 4. KEKAKUAN DAN KEKUATAN Perlu dihindari adanya perubahan kekakuan dan kekuatan yang drastic. KONSEP PEMILIHAN SISTEM STRUKTUR Pemilihan sistem struktur bawah (Sub Structure) dan struktur atas (Upper Structure) mempunyai hubungan yang erat dengan sistem fungsional gedung. Sehingga konsep sebaiknya diteapkan adalah kolom lebih kuat dari pada balok (Stong Column Weak Bean) 6. Dalam proses Desain struktur perlu kiranya dicari kedekatan antara strukturdengan masalah – masalah seperti Arsitektural. kemudahan pelaksanaan dan juga biaya yang diperlukan.

yaitu : a. untuk tumpuan mencor balok sloof. daya dukung tanah kedalam lapisan tanah keras dan sebagainya. b. sebagai alternatif penggunaan jenis pondasi yang akan digunakan adalah : . • Batasan – Batasan keadaan lingkungan disekitarnya. tak tentu dan kekakuannya. pada pemakaian pondasi setempat ini masih tetap diperlukan adanya pondasi menerus yang berfungsi. Dari cara pemancangannya. Meliputi kondisi beban (besar beban. kemudian baru dipasang bored pile. Batasan – Batasan akibat strutur diatasnya. b. Meliputi kondisi lokasi proyek. Sheet Pile Tiang yang penempatanya dengan cara disediakan ruang sebelumnya didalam tanah. Tiang yang pemancangnya dengan cara mendesak tanah: tiang pancang. • Biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan pemilihan pondasi juga memperhitungkan besar biaya yang telah direncanakan untuk pondasi serta batas waktu pelaksanaan pekerjaan yang telah ditentukan. Untuk menentukan daya dukung satu pile ada 3 macam cara. Mengunakan soil propeties Menggunakan hasil sondir c. segi enam beraturan atau segi delapan beraturan. pondasi tiang dapat dikelompokan dalam dua cara : a. arah beban dan penyebaran beban) dan sifat dinamis bangunan diatasnya (statis tertentu.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Pemilihan jenis struktur bawah (Sub Structure) yakni pondasi harus mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut : • • Keadaan tanah pondasi meliputi jenis tanah. PONDASI TIANG PANCANG Pondasi Tiang Pancang biasanya merupakan tiang beton pracetak. Bentuk dari pondasi dapat berbentuk lingkaran bujur sangkar. yaitu pondasi tidak boleh mengganggu ataupun membahayakan bangunan dan lingkungan yang telah ada sebelumnya. dan lain – lain.Menggunakan rumus dynamicpile driving PONDASI TAPAK SETEMPAT/MENERUS Pondasi Tapak Setempat/Menerus biasanya digunakan sesuai untuk lapisan tanah keras yang tidak terlalu dalam. pemilihan jenis pondasi dan perencanaannya akan dilakukan berdasarkan laporan hasil Penyelidikan tanah.

antara lain : Struktur Baja (STEEL STRUCTURE) . STUKTUR ATAS (UPPER STRUCTURE) Faktor – Faktor yang dapat menentukan dalam pemilihan sistem struktur atas adalah sebagai berikut :  Aspek arsitektur Berkait dengan denah dan bentuk struktur yang dipilih. ditinjau dari segi arsitektural. maupun beban lateral yang disebabkan oleh gempa serta kestabilan struktur dalam kedua arah tersebut. Aspek ekonomi dan kemudahan pelaksanaan Pada suatu gedung dapat digunakan lebih dari satu sistem struktur. Terdapat beberapa jenis struktur atas. Pondasi Tiang Pancang Pondasi Tapak Setempat/Menerus B.  Aspek fungsional Berkait dgn pengunaan ruang. yaitu menyangkut pekerjaan elektirikal dan mekanikal.baik beban vertikal.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto 1. Aspek kekuatan dan stabilitas struktur Berkait dengan kemampuan struktur dalam menerima beban yang bekerja. Oleh sebab itu faktor ekonomi dan kemudahan pelaksanaan pengerjaan merupakan faktor yang mempengaruhi sitem struktur yang dipilih Faktor kemampuaan struktur dalam mengakomodasi sistem pelayanan gedung Pemilihan sistem struktur harus mempertimbangkan kemampuan struktur dalam mengakomodasi sistem pelayanan yang ada. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi pengunaan benteng elemen struktur yang digunakan. 2.

pengunaan material baja untuk bangunan ini dipandan tidak ekonomis. Struktur Komposit (COMPOSITE STRUCTURE) Struktur komposit merupakan Struktur gabungan yang terdiri dari dua jenis material atau lebih. Di beberapa negara. Srtuktur komposit banyak digunakan untuk bangunan menengah sampai tinggi. . Bahan konstruksi utama yang direncanakan pada Perencanaan Teknis Pembangunan gedung Pasar adalah Konstruksi beton. karena di tinjau dari segi biaya. Dalam perencanaan beton bertulang tahan gempa kiranya perlu diperhatikan adanya detail tulangan yang baik dan benar. Struktur Kayu (WOODEN STRUCTURE) Struktur Kayu merupakan sistem dengan ketahanan yang cukup baik terhadap pengaruh gempa. Struktur beton bertulang Cor ditempat (CAST IN SITU REINFORSE CONCRETE STRUCTURE) Struktur beton ini banyak digunakan untuk struktur bangunan tingkat menengah sampai tinggi. STRUKTUR RANGKA ATAP Struktur Kayu Struktur Kayu merupakan sistem dengan ketahanan yang cukup baik terhadap pengaruh gempa. struktur baja tidak banyak dipergunakanuntuk struktur bangunan tingkat rendah dan menengah. Pada umumnya Struktur komposit yang sering digunakan adalah kombinasi antara baja struktural dengan beton bertulang. dan mempunyai harga yang ekonomis.struktur ini banyak digunakan apabila dibanding dengan yang lain karena Struktur beton lebih monolith apabila dibandingkan dengan struktur baja maupun komposit.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Struktur Baja sangat tepat digunakan pada bangunan bertingkat tinggi. Pemilihan struktur bangunan atas (Upper Structure) ditentukan oleh bahan struktur utama bangunan/bahan Konstruksi. kelemahan dari struktur kayu ini adalah tidak tahan terhadap kebakaran dan struktur kayu ini digunakan pada struktur bangunan tingkat rendah. dan mempunyai harga yang ekonomis. karena material baja mempunyai kekuatan serta daktilitas yang tinggi apabila dibandingkan dengan material struktur lainnya.

dan untuk pelaksanaan konsruksi lebih ceapat.struktur ini banyak digunakan apabila dibanding dengan yang lain karena Struktur beton lebih monolith apabila dibandingkan dengan struktur baja maupun komposit. Sistem Pelaksanaan Precast/prefab .Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto kelemahan dari struktur kayu ini adalah tidak tahan terhadap kebakaran dan struktur kayu ini digunakan pada struktur bangunan tingkat rendah Struktur beton bertulang Cor ditempat Struktur beton ini banyak digunakan untuk struktur bangunan tingkat menengah sampai tinggi. SISTEM PELAKSANAAN STRUKTUR Sistem Pelaksanaan Konvensional Sistem pelaksanaan Konvensional ini sesuai untuk bangunan dengan bentuk tidak typikal dan dalam jumlah lantai sedikit. Struktur Alumunium Struktur Alumunium merupakan sistem dengan ketahanan kelembaban yang cukup baik. Pemilihan struktur rangka atap yang direncanakan pada Perencanaan Teknis Pembangunan gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Ketransmigrasian adalah dari beton dengan pertimbangan sistem dengan ketahanan yang cukup baik terhadap pengaruh gempa. kerugian dari struktur Alumunium ini adalah kurang mampu mendukung beban yang besar. kelemahan dari pelaksanaan Konvensional ini adalah pelaksanaan pembangunannya relatif llebih lama. Dalam perencanaan beton bertulang tahan gempa kiranya perlu diperhatikan adanya detail tulangan yang baik dan benar.

2D + 1. Dari hasil analisis ini dapat diketahui bagaimana prilaku struktur setelah mendapat gaya – gaya luar yang bekerja pada bangunan. Ex + 1. L + 1. beban yang harus diperhitungkan bekerja pada struktur adalah : U = 1. Analisis dilakukan dengan permodelan struktur secara 3 dimensi. L + 1.5 (A atau R) kombinasi pembebanan sementara pada kombinasi pembebanan sementara ini. Kombinasi pembebanan yang digunakan dalam pendekatan analisa ini adalah : kombinasi pembebanan tetap pada kombinasi pembebanan tetap ini. ANALISIS STRUKTUR Analisis struktur bangunan Gedung Pasar mengunakan Program /Software bantu SAP 2000 untuk mengetahui gaya – gaya dalam yang bekerja pada elemen struktur (balok – kolom – pelat lantai – tangga .pondasi – atap) yang kemudian digunakan sebagai input dasar pendimensian struktur.1. pelaksanaan jumlah Untuk mencapai efisien sistem struktur baik dari segi biaya dan waktu.0 .3. Ey D L W E = Beben mati = Beban hidup = Beban angin = Beban gempa BAHAN KONSTRUKSI DATA DATA MATERIAL . agar dapat mendekati bentuk struktur yang ada. Ex + 1.1.1.0 . maka pelaksanaan sistem konstruksi pada Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Pasar Kota sawahlunto digunakan sistem pricast/prefab yang dikombinasikan dengan sistem konvensional. Ey U = 1.5. beban yang harus diperhitungkan bekerja pada struktur adalah : U = 1.2D + 0.1.6 L + 0.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Sistem pelaksanaan Precast/prefab bentuk typikal dan dalam pembangunannya lebih cepat.3.2D + 05. ini sesuai untuk bangunan dengan lantai banyak.

Tegangan rencana analisis kekuatan batas penampang. 0136-84. dapat berupa kombinasi dari beberapa kasus kasus pembebanan (LOAD CASE) yang terjadi secara bersamaan. . Mengigat hal tersebut. maka pada proses dari perancangan struktur.Parameter rangka dan susut harus diperhitungkan menurut Peraturan Beton Indonesia 1971. . . baik untuk beban sementara.1 Beton Struktural dengan Peraturan Beton Indonesia 1971. harus sesuai dengan dengan Peraturan Beton Indonesia 1971. Berdasarkan peraturan pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIG th. . standar SNI – 2002.Semua baja tulangan harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam peraturan Beton Indonesia 1971 dan SII No. Maka sebelum melakukan analisis dan desain struktur. Kombinasi pembebanan yang ditinjau pada perencana struktur menurut tata cara perencanaan struktur beton bertulang untuk bangunan gedung. Beban – beban yang bekerja pada struktur bangunan gedung. Untuk memastikan bahwa suatu struktur bangunan gedung dapat bertahan selama umur rencananya (50 Tahun). 1983): Berat jenis beberapa Material kontruksi : Baja Beton Batu belah Beton bertulang = 7850 Kg/m³ = 2200 Kg/m³ = 1500 Kg/m³ = (2400 – 2500) Kg/m³ . perlu adanya gambar yang jelas melngenai prilaku dan besar beban yang akan bekerja pada struktur beserta karakteristiknya.Kekuatan karakteristikk beton adalah K300 untuk itu diharuskan memakai PC yang dapat menghasilkan mutu beton sesuai diatas.2 Baja Tulangan .Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Adapun spesifikasi bahan bahan / material yang digunakan dalam perencana struktur gedung ini adalah sebagai berikut : .Semua adukan beton diperoleh dengan menggunakan mix design sesuai PEMBEBANAN Kesalahan dalam menganalisis bahan merupakan salah satu penyebab utama kegagalan struktur. .

2000) Kg/m³ Berat beberapa komponen bangunan : Atap genting.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Kayu Pasir kering Pasir basah Pasir kerikil Tanah = 1000 Kg/m³ = 1600 Kg/m³ = 1800 Kg/m³ = 1850 Kg/m³ = (1700. Yang termasuk beban Mati adalah berat struktur sendiri dan juga semua benda yang tetap posisinya selama struktur berdiri Beban beban (Live Load) : L Adalah beban yang bekerja akibatAkibat penghuniaan/Pengunaan suatu gedung dan barang barang yang dapat berpindah. Mesin dan peralatan lain yang dapat digantikan selama umur gedung Beban Gempa beban (Eart Quake Load) :EL Adalah beban akibat gempa yang digambarkan sebagai gaya horizontal yang besarnya dipengaruhi oleh beban hidup beban mati yang telah = 50 Kg² = 20 Kg² = 10 Kg² = 21 Kg² = 24 Kg² = 250 Kg² = 200 Kg² = 15 Kg² Besar dan macam bahan yang bekerja pada struktur sangat tergantung dari . usuk dan reng Plafon dan pengantung Atap seng gelomban Adukan/ Spesi Penutup lantai/ubin persenti tebal Pasangan batu bata setengah lantai Pasangan batako barlubang Aspal per cm tebal jenis struktur Dasar acuan bagi perhitungan struktur adalah : JENIS BEBAN Beban Mati (Dead Load) : DL Adalah beban yang bekerja karena gravitasi yang bekerja tetap pada posisinya secara terus menerus dengan arah kebumi tempat struktur didirikan.

05 : 1. Selain masa bangunan yang merupakan faktor yang paling utama yang paling mempengaruhi besar gempa adalah kekakuan dari struktur. dan tentu saja besarnya getaran atau percepatan gempa itu sendiri.2 pada gedung tertutup dengan tinggi > 16 Meter dapat diberikan kebebanan atas pengaruh Angin FAKTOR BEBAN Berdasarkan SKSNI T – 15 1991 – 03 dikatakan bahwa beban yang bekerja pada struktur harus dikalikan faktor beban : Beban hidup Beban Mati Beban gempa : 1. (LL) : 1. Gaya gaya yang timbul ini disebut gaya inersia. LLr = LL3 PERENCANAAN GEDUNG TAHAN GEMPA Pada saat bangunan bergerak karna pengaruh gempa. tergantung pada beberapa faktor. maka akan timbul gaya gaya pada struktur bangunan gedung karena adanya kecendrungan dari masa bangunan untuk mempertahankan dirinya dari gerakan.4.  Beban Gempa Rencana Berdasarkan Tata cara Perencanaan Ketahan gempa untuk bangunan Gedung.(DL+LLr +EL) . Besar gaya Inersia.05. Koefesien Gempa. SNI – 1726 – mn2003.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto direduksi.2 Kombinasi pembebanan yang harus ditinjau Kombinasi beban tetap Kombinasi beban sementara : 1. foktor keutamaan struktur dan faktor jenis struktur Beban Angin (Wind Load) :WL Beban angin diatur dalam peraturan Pembebanan Indonesia untuk gedung 1983 pasal 4. Besar gaya Inersia (gaya gempa) yang bekerja pada struktur bangunan.6. besarnya beban gempa Rencana (V) yang dimana .6 : 1. Waktu getar.2 (DL) + 1.

dan perkantoran Monumen dan bangunan monumental Gedung penting pasca Gempa seperti rumah (1) 1 1 .6 µ adalah nilai faktor daktilitas struktur bangunan gedung Jika RR = 2.2 ≤ R = µ . dimana F1 adalah faktor tahanan lebih beban dan bahan yang terkandung didalam struktur bangunan gedung. maka sekurang kurangnya 25%dari beban hidup rencana harus diperhitungkan Beban tetap total dari seluruh peralatan dalam struktur bangunan gedung R adalah faktor Reduksi Gempa. tetapi tidak boleh diambil lebih besar dari nilai faktor daktilitas maksimum µm. Perniagaan. maka harus diperhitungkan tambahan beban sebesar 0. I adalah faktor keutamaan struktur yang besarnya tergantung dari tingkat kepentingan gedung pasca gempa. Wt adalah berat total struktur yang ditetap sebagai jumlah dari beban – beban berikut ini : Beban Mati dari struktur bangunan gedung Bila digunakan dinding partisi pada perencanaan lantai. Faktor Keutamaan struktur (1) untuk berbagai kategori gedung atau bangunan - Faktor Keutamaan Kategori Gedung atau bangunan Gedung Umum seperti untuk penghunian.2. maka struktur bangunan gedung akan berprilaku elastis pada saat terjadinya Gempa Harga µ dapat dipilih menurut kebutuhan. yang nilainya ditetapkan sebesar F1 = 1. yang besarnya ditetapkan : 2. Faktor keutamaan struktur untuk berbagai kategori gedung atau bangunan dapat dilihat pada tabel dibawah.I Wt R Dimana c adalah nilai Faktor Respons Gempa yang didapat dari Spektrum Respons Gempa Rencana menurut gambar 2 untuk priode getardari struktur yang dihitung dari analisis stastikatau dinamik . Dapat dihitung dari persamaan : V= C.5 Kpa Pada gudang gudang dan tempat – tempat barang. SNI – 1726 – 2003. dapat dilihat pada tabel 2 standar perencana Tata cara perencana Ketahanan gempa untuk bangunan gedung.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto terjadi ditingkat dasar dari bangunan gedung. Harga µm dan Rm untuk berbagai jenis System strutur. F1 ≤ Rm.

5 1. pusat penyelamatan dan keadaan darurat. Asam. Pembangkit tenaga Listrik.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto sakit. Bahan beracun Cerobong.70 A Keras) T 0. Produk minyak bumi.64(Tanah Lunak) T 0.42(Tanah sedang) T 0. fasilitasradio dan televisi Gedung untuk penyimpanan bahan berbahaya seperti gas. Instalasi air bersih. jika lapisan setebal maksimum 30 meter yang paling atas. Tanah sedang.03 (Tanah . Selain tergantung dari priode atau waktu getar struktur ( T).85 0. Tangki diatas Menara 1. dan tanah lunak. dipenuhi sebgai berikut : Nilai Test Penetrasi Jenis tanah dasar Standar Rata rata N Tanah Keras Tanah sedang Tanah lunak N ≤ 50 15 ≤ N <50 N < 15 Nilai kuat Geser Rata rata S (kPa) Sa ≤ 100 50 ≤ Sa < 100 Sa < N  Spektrum Respons C 0. Juga dipengaruhi oleh jenis lapisan tanah didasar bangunan. Tanah keras.25  Jenis Tanah Dasar Nilai Faktor Respon Gempa C yang didapat dari spektrum Respon Gempa Rencana.5 1. Jenis tanah yang ditetapkan sebagai tanah keras.

24 T 0 0.75 2. Pada stuktur bangunan tingkat tinggi atau struktur dengan bentuk atau konfigurasi yang tidak teratur. serta untuk mengetahui prilaku dari struktur akibat pengaruh gempa.0 Metode Analisis Struktur terhadap beban Gempa metode yang dipergukan untuk memperhitungkan pengaruh beban gempa terhadap struktur adalah sebagai berikut : Metode analisis Statik Metode ini prinsipnya adalah mengantikan gaya gaya horizontal yang bekerja pada stuktur akibat pegerakan tanah dengan gaya gaya statis yang ekivalen.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto 0.pada cara elastis dapat dibedakan menjadi : o Analisis ragam riwayat waktu (TIME HISTORI MODAL ANALYSIS) pada cara ini diperlukan rekaman percepatan gempa. o Analisis Ragam spektrum Respons (RESPONSE SPEKTRUM MODAL ANALISIS) pada cara ini respons maksimum dari tiap ragam getar yang terjadi didapat dari spektrum Respons Rencana (DESIGN SPEKTRA) KONDISI INKFRASTRUKTUR DI LOKASI KONDISI JARINGAN DRAINASE  Saat ini kawasan perencana merupakan kebun yang berfungsi sebagai penampung sementara (polder).28 0. .5 0.2 0. dengan tujuan penyederhanaan dan kemudahan dalam perhitungan.34 0.6 0. Metode analisis dinamika Analisis dinamis untuk perancangan struktur tahan gempa dilakukan jika diperlukan evaluasi yang akurat dari gaya gaya gempa pada struktur. Analisis dinamis dapat dilakukan dengan cara elastis maupun inelastis. Metode yang sering disebut sebagai metode gaya laterial ekivalen ini di asumsikan bahwa gaya horizontal akibat gempa yang bekerja pada suatu elemen struktur besarnya ditentukan berdasarkan hasil perkalian antara suatu suatu konstanta berat / masa dari elemen struktur tersebut.

Jalur pipa sekunder berjarak ± 200m dari lokasi perencana. Telkom Jalur Jaringan Kabel telepon melewati jalan sekitar kawasan perencanaan Kondisi Jaringan udara Jaringan udara memanfaatkan pengudaraan secara alamiah yang di kombinasikan dengan AC sesuai dengan kebutuhan Kondisi Jaringan penangkal petir . Kondisi pengelola sampah Masalah persampahan disekitar kawasan Perencanaan sudah dikelola dengan baik dan di koordinasi oleh DKK Sawahlunto Sistem pengeloaan persampahan yang dilakukan adalah melalui pewadahan pada masing masing Blok kemudian dikumpulkan dengan gerobak sampah menuju TPS atau Kontainer terdekat kemudian diangkat ke TPA Mengunakan Truk Sampah atau Arm Roll Truck Kondisi Jaringan Listrik Jaringan Listrik sudah masuk disekitar Kawasan perencana dan kebutuhan permukiman di sekitarnya sudah mengunakan Listrik PLN Jalur jaringan Listrik melewati jalan disekitar kawasan perencanaan Kondisi Jaringan telepon Jaringan telepon sudah Masuk di sekitar Kawasan perencanaan dan Masyarakat di sekitar sudah mengunakan Fasilitas telepon melalui SST dari PT. Ahmad Yani Disisi timur kawasan Jalan Kampung Teleng KONDISI JARINGAN AIR BERSIH Jaringan pipa PDAM sudah masuk disekitar kawasan perencana dan dan kebutuhan air bersih untuk permukiman di sekitarnya sudah mengunakan jaringan pipa PDAM. Jalur pipa PDAM melewati sisi jalan Penganten Ali 500m dari Lokasi perencana.Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto  Di sebelah Timur kawasan perencana berjarak ± 20 m terdapat Sungai Sebagai saluran utama penampung air hujan  Disisi Selatan Kawasan terdapat saluran sekunder lebar 3m sebagai tampungan saluran tersier pada pemukiman di sekitar kawasan perencanaan KONDISI JARINGAN JALAN Jalan utama disekitar kawasan perencana adalah Jl.

Usulan Teknis Perencanaan DED Pasar Pada Eks Bangunan Kantor Pos Kota Sawahlunto Jaringan Sistim penagkal petir yang di gunakan adalah sistim konvensional karena sistim ini lebih aman serta relatif mudah berfungsi. di samping tidak menimbulkan radiasi. Yakni dengan cara menggunakan batang-batang logam penangkal petir di atap bangunan yang di hubungkan ke tanah dengan kabelkabel penghantar listrik =======0000000====== .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->