KASUS NO: 2 KEKERASAN SEKSUAL DAN KONTRASEPSI DARURAT

Kelompok I Agustina Abuk Seran Bebaskita br Ginting Dwi Winarni

UU setempat mengijinkan dilakukan aborsi dalam kasus perkosaan. Hukum dan HAM? . Nn.R mengetahui penyelidikan polisi akan dilakukan dalam waktu lama.• Dr. bila kasusnya dilaporkan ke polisi dan bila berdasarkan penyelidikan polisi itu benar kasus perkosaan.S mengatakan pacarnya menolak telah memperkosa dia. • Apakah kewajiban Dr. Nn. dengan mempertimbangkan aspek Medis.R dipanggil ke UGD RS untuk memeriksa Nn.S yang mengaku telah mengalami serangan seksual.R. dan Dr.S mengatakan telah diperkosa oleh pacarnya dan ingin menghindari kehamilan karena dia tidak siap hamil akibat diperkosa. Etik.

l: • Aspek Medis – Melakukan pemeriksaan secara fisik dan cermat. dan melakukan penanganan bila ada indikasi tertular PMS dari orang yang memperkosanya. – Memastikan bahwa Nn.Jawab: Kewajiban Dr. . Hal ini dilakukan segera sebelum ada tanda-tanda kehamilan. – Memberikan kontrasepsi darurat untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.S tidak tertular PMS. apakah ada tanda-tanda kekerasan fisik pada organ genitalia akibat perkosaan dan melakukan penanganan pasca trauma.R dengan mempertimbangkan beberapa aspek a.

S harus diperlakukan dengan adil sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara cepat untuk mencegah trauma yang berlarut-larut pasca perkosaan. Nn. dimana Nn. . hal penting yang bermanfaat dilakukan adalah pemberian kontrasepsi darurat untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. oleh karena.Aspek Etik • Salah satu prinsip Etik yang perlu dipertimbangkan oleh Dr.R adalah Benefit.S baru diperkosa. • Hal lain adalah prinsip keadilan. hal ini perlu dilakukan segera supaya tidak terjadi kehamilan yang berujung dengan unsave abortion.

Hal ini penting (1) sebagai alat bukti dipengadilan. (2) menghindari penyelidikan yang berlarut-larut dikepolisian. • Undang-Undang No. karena temasuk perbuatan kekerasan terhadap organ/alat reproduksi. bahwa perbuatan perkosaan merupakan suatu perbuatan melanggar hukum. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia Pasal 9 (f) : Perkosaan.Aspek Hukum • Berdasarkan pasal 285 KUHP. • .R secara hukum adalah melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan terpenuhinya unsur-unsur kekerasan atau perkosaan dalam kasus ini. perbudakan seksual adalah bagian dari kejahatan terhadap kemanusiaan Kewajiban Dr.

R adalah pemberian kontrasepsi darurat yang sesuai. apalagi karena perkosaan. melindungi.S berhak mencegah terjadinya kehamilan dengan segera mendapatkan kontrasepsi darurat.Aspek HAM • Pasal 69 (2) : setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati.S belum hamil tidak ada hak manusia lain (janin) yang dikorbankan sehingga untuk memenuhi hak reproduksi Nn.S. . sehingga Nn. • Salah satu konsekwensi dari hak reproduksi menurut dokumen ICPD 1994 adalah kebebasan setiap orang untuk menentukan kapan ingin memiliki anak.S belum siap punya anak. menegakkan dan memajukannya. Dalam kasus ini karena Nn. Dalam hal ini Nn. hal paling penting dilakukan oleh Dr.