Pandangan Islam Tentang Pendidikan

Pandangan Islam tentang pendidikan dapat dirumuskan Bahawa belajar merupakan perintah utama dari agama Islam, hal ini tercermin pada ayat yang pertama sekali diturunkan dalam surat al 'Alaq ayat 1-4.Ertinya: Bacalah dengan nama tuhanmu yang telah menciptakan, yakni telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dengan nama tuhanmu yang Maha Mulia, yang telah mengajarkan dengan pena, yakni telah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Membaca juga menjadikan sesesorang itu banyak pegetahuan disamping menguatkan mental, dengan membaca juga menjadikan pemikiran dan daya kreatif individu mantap. Membaca merupakan satu cara mewujudkan sistem perhubungan dan sosial, kerana dengan membaca membolehkan kita mengetahui budaya masyarakat lain.

Ilmu dan orang berilmu sangat dihargai dalam Islam. Pandangan Islam terhadap ilmu bukan hanya terkandung dalam ajaran tetapi juga terbukti dalam sejarah, terutama sejarah klasik Islam. Dalam al Qur'an disebutkan bahawa orang mu'min yang berilmu dilebihkan derajatnya (Q/58:11). Mereka juga diberi gelar ulu al albab, ulu an nuha, ulu al abshar, dan zi hijr.(Q/39:9, Q/59:2, Q/20:54). Memilih ilmu berbanding harta adalah merupakan keputusan yang tepat dan menguntungkan, baik secara moral mahupun material. Ketika Nabi Sulaiman ditawarkan Allah SWT untuk memilih ilmu, harta atau kekuasaan, Sulaiman memilih ilmu, dan dengan ilmu maka ia kemudian memperoleh harta dan kekuasaan. Ali bin Abi Talib pernah berkata bahwa ilmu bisa menjagamu, sedangkan harta, engkaulah yang harus menjaganya. Harta jika diberikan kepada orang lain maka harta itu berkurang, tetapi ilmu semakin kerap diberikan kepada orang justeru semakin bertambah. Hadis Riwayat Al turmizi ada menceritakan bahawa “barang siapa memilih jalur ilmu maka Allah akan memudahkan jalan baginya ke syurga” dalam hadis yang lain pula ada menerangkan “Kelak di akhirat, manusia tidak akan terlepas sbelum dipertangungjawabkan empat hal,(1) tentang umurnya, untuk berbuat apa saja, (2) tentang masa mudanyya untuk mempersiapkan apa saja, (3) tentang ilmunya, seberapa jauh ia mengamalkannya, dan (4) tentang harta, darimana ia memperoleh dan untuk apa harta itu digunakan. Orang 'alim yang tidak mengamalkan ilmunya, secara moral dosanya lebih besar dibanding orang kafir (yang memang tidak memiliki ilmu). Orang 'alim yang tidak mengamalkan ilmunya, akan disiksa lebih dahulu (di akhirat) sebelum siksaan bagi penyembah berhala

Pendidikan harus diorientasikan ke masa depan, untuk membantu dan mengantisipasi perkembangan akan datang. Islam memandang ilmu sebagai suatu yang amat penting, kerana dengan berilmu manusia akan diangkat darjatnya oleh Allah s.w.t. islam juga menyuruh umatnya supaya mendidik anak-anak mereka ketika masih kecil lagi.

Driyarkara. Pendidikan merupakan usaha yang disengaja dan terencana untuk mendorong seseorang belajar dan bertanggungjawab. Perbuatan mendidik disebutpaedagogi. Dalam rumusan sebab musabab yang saling bergantungan (paticcasamuppada).I. Keinginan (tanha) tergantung pada faktor lain yang mendahuluinya. membawa kesejahteraan. 4). Pemikiran ilmiah bersifat kritis. DASAR FILOSOFIS PENDIDIKAN Sang Buddha adalah guru para dewa dan manusia (Satta Deva Manussanang). “Orang yang tidak mau belajar akan menjadi tua seperti sapi. Para bhikkhu. metodis dan sistematis. sedangkan pendidik disebut paedagog dan ilmu pendidikan disebut paedagogiek. Penderitaan bersumber pada keinginan rendah (tanha). Pendidikan adalah penerusan nilai.21). mengembangkan diri atau mengubah perilaku. Namun. sebagai proses menyingkirkan kebodohan dan mendewasakan diri menuju kesempurnaan.Pandangan Budha Ilmu pendidikan berasal dari bahasa Latin yaituPaedagogus yang berarti pemuda yang bertugas mengantar anak ke sekolah serta menjaga anak agar bertingkah laku susial dan disiplin. kemampuan. sikap dan tingkah laku. Menurut Prof. Mereka mengemban misi atas dasar kasih sayang. “Yang lebih buruk dari semua dosa adalah kebodohan. sehingga bermanfaat bagi kepentingan individu dan masyarakat (Materi Pelatihan Pandita Penatar MBI.N. Sang Buddha juga menjelaskan pentingnya belajar dalam kehidupan manusia. Sang Buddha mengajar para dewa dan manusia dengan berbagai macam ilmu dengan tujuan untuk membebaskan mereka dari penderitaan. memiliki pengetahuan dan ketrampilan merupakan berkah utama (Sn II. pengetahuan. tidak didasarkan pada . 2001: 1). pendidikan adalah salah satu jalan untuk mencapainya. Tujuan umum pendidikan tak berbeza dengan tujuan penyebaran agama sebagaimana yang diamanatkan oleh Buddha kepada enam puluh orang arahat. ilmu pendidikan adalah pemikiran ilmiah tentang realitas yang disebut mendidik dan dididik. perlu diingat bahwa ajaran agama Buddha dalam mencapai kebenaran tertinggi kebangkitan dari kebodohan untuk mencari pengetahuan penuh . Buddha menempatkan di urutan pertama kebodohan (avijja). demi kebaikan. yang dalam arti luas pendidikan merupakan hidup itu sendiri (dan belajar itu seumur hidup). Kebodohan merupakan dosa yang paling buruk. Sebagai seorang guru. Karena mendatangkan kebaikan ini. 152). dagingnya bertambah tetapi kebijaksanaannya tidak berkembang” (Dhp. Belajar merupakan jalan satu-satunya untuk dapat membebaskan diri dari kebodohan. Makna dan Tujuan Pendidikan Selaras dengan tujuan untuk membebaskan manusia dari penderitaan yang disebabkan oleh kebodohan.Dr. singkirkan dosa inidan jadilah orang yang tidak melakukan dosa” (Dhp.243). keselamatan dan kebahagiaan bagi orang banyak (Vin.

kaitannya dengan perkembangan anak. Tanggapan peranan serta citra guru adalah. Kebenaran terakhir juga tidak memerlukan merek agama. dan Memberi dorongan yang wajar agar dapat meningkatkan pencapaian anak-anak murid dari segi pencarian ilmu kerohanian . Penerimaan ajaran itu dalam praktek yang menuntun para pengikut kepada penerangan sempurna dan tujuan akhir – Nirvana (A Peng: 1990: 7). Teori pendidikan.kemajuan intelek akademis. agama hanyalah rakit untuk mengantar ke tujuan.I. pembawaan itu dapat berubah karena adanya pengaruh dari lingkungan. Teori-teori pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli berbeza-beza karana mereka memandang pendidikan dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian. dan wali-wali (saints). kemudian diambil alih oleh rasul-rasul (apostles). Melindungi muridmurid mereka daripada kumpulan-kumpulan pengaruh negatif atau ajaran-ajaran sesat. Namun pembawaan itu bukanlah suatu takdir yang tidak dapat dirubah lagi. sang Buddha memberikan analogi melalui perumpamaan dalam Alagaddupama Sutta (M. Buddhisme memandang. Membimbing dan membantu murid-murid mereka melengkapi diri dengan yang sedang mereka cari tetapi tidak sepenuhnya. setiap orang dilahirkan dengan pembawaan baik dan buruk. Lebih jauh lagi ditunjukkan bagaimana perbuatan pada saat sekarang dapat meniadakan akibat dari perbuatan (karma) lampau. Pandangan Kristian Yesus Kristian merupakan Mahaguru yang menyampaikan segala agama Kristian lebih daripada dua tahun. DASAR PSIKOLOGIS PENDIDIKAN Manusia dilahirkan dengan harkat dan martabat yang sama. pendidikan merupakan suatu cara untuk mengubah pembawaan manusia. Menunjukkan arah yang tepat agar murid-murid mereka berpeluang menjumpai jalan yang benar dan betul berpandukan ajaran kitab-kitab suci namun tetap diberi kebebasan.22) dengan mengumpamakan Dhamma sebagai rakit yang tidak perlu harus dipikul karena telah berjasa menyeberangkan seseorang.

Pelajar dikehendaki membuat nota mengenainya. Para pelajar berpeluang membahas secara konstruktif. Zaman purba. Guru dianggap sebagai wakil Tuhan di dunia. Para guru pakar dari segi kitab-kitab suci dan Buddha Hindu . Dianggap role model dan teladan dicontohi serta disanjungi oleh masyarakat sekeliling.dan eksperimen.pendidikan Brahmanic dijalankan di rumah seorang guru yang berdasarkan kepada sistem kasta serta dikhaskan untuk divas (Brahmanas dan Kshatriyas) sahaja. 2. Menggunakan variasi teknik pengajaran umpamanya penggunaan jadual. yakni Tok Guru menyampaikan ilmu manakala murid jarang berinteraksi dua hala memandangkan ilmu tersebut benar belaka.Teknik hafalan ditekankan. Para guru mengajar di sekolah pondok dan madrasah. 4. Pengajian kitab: 1. Agama Islam Pandangan Perspektif sejajar dengan pendidikan tradisional. Penganut memperolehi pahala melalui pemberian hadiah (barangan) dan sokongan moral yang padu. Guru mempunyai kehormatan tertinggi dan berada di kedudukan kedua selepas ibu bapa. Mereka dianggap sebagai teladan kepada komuniti setempat kerana mempunyai ilmu yang meluas mengenai doktrin dan displin Buddha.Mencari bahan melalui internet dan perpustakaan mengenai pandangan agama yang berlainan mengenai pendidikan. pakar dalam bidang pengajian kitab suci. Para pelajar dikehendaki menghafal segala yang terkandung dalam Dhamma (kebenaran) dan Vinaya (displin atau pertuturan).Membuat penaakulan dan mengemukakan idea secara individual.Dijalankan berulang kali. 3. Seorang guru berpengetahuan luas. berkemampuan mengajar kesemua mata pelajaran kepada sekumpulan kecil di bawah jagaan beliau.ISL M7-. ilustrasi. Sesi pengajaran adalah berbentuk induktif.

2.com/2010/08/pandangan-agama-terhadap-pendidikan.amalan dan celik akal yang tinggi.Sikh Kristian berupaya menunjukkan jalan yang benar berdasarkan pengalaman. Menunjukkan arah yang tepat agar murid-murid mereka berpeluang menjumpai jalan yang benar dan betul berpandukan ajaran kitab-kitab suci namun tetap diberi kebebasan. 4. Guru mempunyai tanggungjawab moral dan professional demi pembentukan murid-murid yang bertanggungjawab apabila dewasa. Melindungi murid-murid mereka daripada kumpulan-kumpulan pengaruh negative dan ajaran-ajaran sesat. 2. Guru diumpamakan sebagai jambatan yang menghubungkan manusia dengan Tuhan. Membimbing dan membantu muridmurid mereka melengkapi diri dengan yang sedang mereka cari tetapi tidak sepenuhya.kemudian diambil alih oleh rasul-rasul (apostles) dan wali-wali *(saints) Tanggapan peranan serta citra guru adalah : 1.30AM-12.13 11. Ang Pei Chyi 1 PISMP PC 7.Rashid dan rakan-rakan . Mempunyai ilmu yang lengkap dan komprehensif mengenai kitab-kitab suci.blogspot. 3.html Siri Pendidikan Guru Falsafah &Pendidikan di Malaysia. Guru Nanak adalah pengasas agama Sikh dan merupakan Guru pertama dalam rantaian 10 orang guru.30PM Sumber:http://irakan06. Noriati A. Yesus Kristus merupakan mahaguru yang menyampaikan segala agama kristian lebih daripada 2 ribu tahun yang lalu. Memberi dorongan yang wajar agar dapat meningkatkan pencapaian anakanak murid dari segi pencapaian ilmu kerohanian. Pengajian ditamatkan apabila guru berpuas hati terhadap pencapaian pelajar berkenaan. Guru ialah pelita jalan yang akan menunjukkan jalan yang benar kepada murid-muridnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful