P. 1
Teori Pasar Modal Dan Pembentukan Porto Folio

Teori Pasar Modal Dan Pembentukan Porto Folio

|Views: 14|Likes:
Published by ardiarrea

More info:

Published by: ardiarrea on Feb 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2014

pdf

text

original

Tugas Individu PASAR MODAL DAN MANAJEMEN KEUANGAN TEORI PASAR MODAL DAN PEMBENTUKAN PORTOFOLIO

Disusun Oleh: MOCH ICHSAN A3211 00 38

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

Defenisi Pasar Modal
1

Pasar modal pada hakekatnya adalah jaringan tatanan yang memungkinkan pertukaran klaim jangka panjang, memungkinkan penambahan financial asset dan hutang pada saat yang sama memungkinkan investor untuk selalu mengubah dan menyesuaikan portofolio investasinya. Sedangkan fungsi pasar modal adalah meningkatkan aliran dana jangka panjang dengan “kriteria pasarnya” secara efisien akan menunjang pertumbuhan rill ekonomi secara keseluruhan. Instrument pasar modal terbagi atas dua kelompok besar yaitu instrument pemilikan (equity) seperti saham dan instrument hutang (obligasi) seperti obligasi perusahaan, obligasi langganan, obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham dan sebagainya. Dengan adanya pasar modal, maka perusahaan-perusahaan akan lebih mudah memperoleh dana sehingga Kegiatan ekonomi di berbagai sector dapat ditingkatkan. Terjadinya peningkatan kegiatan ekonomi akan menciptakan dan mengembangkan lapangan kerja yang luas yang dengan sendirinya dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, secara langsung. Lembaga-lembaga keuangan menjembatani jurang pemisah antara pihak yan g menggun akan dana dan pihak penyedia dana. Tanpa lembaga-lembaga perantara sesungguhnya pasar modal tidak akan dapat berfungsi secara baik dan akan merusak pembangunan ekonomi. Di pasar modal ada istilah pasar perdana, pasar sekunder, dan bursa paralel. Pada dasarnya, pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif, maupun instrumen laiinnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain ( misalnya pemerintah ) dan sarana bagi kegiatan berinvestasi. Secara formal pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang atau modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Dengan demikian pasar modal merupakan konsep yang lebih sempit dari pasar keuangan(financial market ). Dalam financial market, diperdagangkan semua bentuk hutang dan modal sendiri, baik dana jangka pendek maupun jangka panjang, baik negotiable ataupun tidak. Instrumen keuangan yang diperdagangkan dipasar modal merupakan instrumen jagka panjang seperti saham (stock), obligasi (bond), waran (warrant), right, reksa dana (mutual fund ), dan berbagai instrumen derivative seperti opsi (option ), kontrak berjangka (futures), dan lain-lain. Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 memberikan pangertian yang lebih spesifik mengenai pasar modal, yaitu “ kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan public yang berkaitan dengan efek ynag diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.”
2

Saham biasa sebagai salah satu instrumen yang diperdagangkan di pasar modal. Instrumen investasi di pasar modal biasa disebut sebagai efek, yaitu surat-surat berharga umum diperjualbelikan melalui pasar modal. Menurut UU No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal, efek adalah setiap pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti hutang, setiap right, waran opsi, atau derivative dari efek, atau setiap instrumen yang ditetapkan sebagai efek. Saham biasa ( common stock ) merupakan salah satu instrumen yang paling sering diperjualbelikan di pasar modal. Secara sederhana saham (common stock) dapat didefenisikan sebagai tanda penyertaan modal atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Wujud saham adalah selembar kertas yang memberikan beberapa hak kepada pemiliknya, antara lain : Hak control (untuk memilih pemimpin perusahaan ), hak menerima pembagian keuntungan ( dividen ), hak preemptive (hak untuk mendapatkan persentase kepemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan saham baru) dan hak klaim sisa. Membeli saham seperti halnya dengan menabung, imbalan yang akan diperoleh dengan kepemilikan saham adalah kemampuannya memberikan keuntungan yang tidak terhingga, tidak terhingga ini bukan berarti keuntungan investasi saham sangat besar, tetapi tergantung pada perkembangan perusahaan penerbitnya. Bila perusahaan penerbit mampu menghasilkan laba yang besar maka ada kemugkinan para pemegang sahamnya akan menikmati keuntungan yang besar pula. Karena laba yang besar tersebut, menyediakan dana yang besar pula untuk didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Setiap tahun perusahaan menerbitkan laporan keuangan. Dalam laporan keuangan tersebut dapat dilihat besarnya laba perusahaan pada tahun yang bersangkutan, laba yang diperoleh ini akan dialokasikan untuk dua kepentingan, yaitu dibagikan sebagai deviden dan laba ditahan yang digunakan untuk pengembangan usaha. Pemegang saham harus bersedia menahan atau memegang saham yang dibeli dalam waktu yang relative lama (setidaknya satu tahun) untuk mendapatkan dividen. Dalam kurun waktu tersebut emiten sudah wajib menerbitkan laporan keuangan untuk membagikan dividen. Meskipun demikian bisa juga tidak perlu terlalu lama menahan saham, ini dapat terjadi kalau kita melakukan pembelian- pembelian saham menjelang emiten membayar dividen. Dengan kepemilikan saham, pemegang saham juga dapat memperoleh capital gain. Capital gain akan diperoleh bila harga jual melebihi harga beli. Namun, disamping memberikan penghasilan yang tidak terhingga, risiko yang ditanggung pemilik saham juga relatif paling tinggi, karena pemodal memiliki hak klaim yang terakhir, bila emiten bangkrut. Secara normal, artinya diluar kebangkrutan, risiko potensial yang akan dihadapi pemodal hanya dua, yaitu tidak menerima pembayaran dividen atau menderita capital loss. A. Mekanisme Pasar Modal
3

Kegiatan pasar modal dengan lembaga-lembaga perantara emisi dan bursa Berta lembaga-lembaga perantara perdagangan adalah merupakan suatu mekanisme yang sekaligus digerakan akan mengatur permintaan dan penawaran akan dana, dan pengeluaran dana akan tertuju kepada sektor-sektor produksi. Hubungan antara pemilik dana (investor) dan pengelola dana (perusahaan) dalam pasar modal agak berbeda dibanding dengan dalam perbankan. Risiko pemilik dana dalam pasar modal relatif lebih besar, di samping itu jangkauan sepenanya lebih lus di banding dengan perbankan. Sehubungan dengan hal itu para investor dan juga pemerintah berkepentingan untuk menekan risiko tersebut sekecil mungkin, dengan tidak menghambat mekanisme pasar modal itu sendiri. Cara mengurangi risiko itu antara lain dengan menggunakan bantuan lembaga-lembaga perantara yang telah diberi izin oleh pemerintah untuk beroperasi. Dengan adanya lembaga-lembaga perantara tersebut maka jarak antara sumber dana (investor) dengan yang butch dana (perusahaan) menjadi semakin jauh, sehingga perlu adanya aturan main sebagai berikut : 1. Emiten Emiten (calon emiten) yaitu badan usaha yang bermaksud mengeluarkan-menawarkan efek kepada masyarakat, pertama-tama harus mengubungi perantara emisi. 2. Perantara Emisi Yang dimaksud dengan perantara emisi di sini adalah : a. Penjamin emisi (Underwriter) b. Akuntan Publik
c. Perusahaan Penilai (Appraisal Company)

3.

Badan Pelaksana Pasar Modal

Setelah diadakan penilaian oleh perusahaan penilai dan pemeriksaan oleh Akuntan Publik, calon emiten mengajukan permohonan pendaftaran emisi kepada Bapepam melalui Perusahaan Penjamin, dengan melampirkan pernyataan pendaftaran, prospektus dan laporan keuangan (pasal 3 ayat (1) Surat Keputusan Menteri Keuangan No.. KEP 1672/MK/IV/12/1976). 4. Bursa Efek, Untuk setiap permohonan yang mendapat persetujuan dari peinipinan Bapepam diberikan Surat izin menawarkan efek di Bursa (pasal 10 ayat (1) Surat. Keputusan Menteri Keuangan No KEP1672/MK/IV/12/1976). Setelah izin emisi diterima, penawaran pertama dilakukan dengan penjualan perdana di luar bursa dalam batas waktu yang telah ditentukan. Dalam penjualan perdana tersebut biasanya yang dilayani adalah pembeli-pembeli besar, seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, bank- tabungan, PT. Danareksa, yayasan-yayasan dan perusahaan penjamin.
4

Apabila batas penjualan perdana telah habis, maka penjualan selanjutnya harus melalui makelar dan komisioner di Bursa dan efek itu saat diperdagangkan secara tertutup atau secara terbuka. Secara tertutup, maksudnya penawaran diajukan dalam amplop tertutup. Secara terbuka artinya tawar menawar secara langsung di bawah pimpinan kol. Perantara perdagangan efek Efek yang sudah tercatat di bursa hanya boleh diperdagangkan melalui perantara perdagangan efek. Yang dimaksud dengan perantara perdagangan efek adalah makelar dan komisioner efek.
a.

5.

Makelar adalah makelar yang dimaksud dalam KUHP yang melakukan usaha di bidang pembelian clan atau penjualan efek untuk kepentingan orang lain dengan memperoleh imbalan. Komisioner adalah komisioner sebagai dimaksud dalam KUHP yang melakukan usaha di bidang pembelian clan atau penjualan efek untuk diri sendiri clan atau untuk orang lain dengan memperoleh imbalan.

b.

6. Investor/pemodal Sebelum membeli atau menjual efek, investor perlu mengadakan pilihan yang tepat tentang : Efek yang dibeli hendaknya terdaftar pads Daftar Kurs Resmi yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia. Makelar dan komisioner yang diminta untuk melaksanakan amanat/order supaya yang terdaftar sebagai anggota Kurs Efek Indonesia. Setelah menentukan pilihan efek yang akan dibeli sampaikanlah aunanat/order anda secara tertulis ataupun secara lisan dengan perantaraar tilpon tetapi kemudian disusuli secara tertulis kepada makelarpicomisioner yang anda pilih dengan menyebutkan :
– Jumlah nominal atau lembar – Nama efek dan emitennya – Kurs (harga)

Syarat-syarat lain (seperti batas waktu berlakunya aiiianat/6rder dan cars penyelesaiannya.

Hanya dengan jalan demikian anda dapat membatasi atau mengurangi risiko dalam jual bell efek, sampai seminimum mungkin. 7. Risiko, Return, dan Diversifikasi 1 Risiko Investasi Risiko dapat diartikan sebagai berikut:
5

a. b. c. d.

Kesempatan timbulnya kerugian Probabilitas timbulnya kerugian Penyimpangan aktual dari yang diharapkan Probabilitas suatu hasil akan berbeda dari yang diharapkan

Jadi jika kita mengatakan bahwa suatu investasi mempunyai risiko, berarti bahwa investasi tersebut tidak akan memberikan keuntungan yang pasti. Dengan kata lain, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan tingkat keuntungan yang diperoleh menyimpang dari tingkat keuntungan yang diharapkan. Memang tidak semua pihak sepakat merumuskan risiko dalam artian ini. Sebagai contoh, ada yang mengukur risiko sebagai probabilitas menderita kerugian. Tetapi dalam teori portofolio, risiko dinyatakan sebagai kemungkinan keuntungan menyimpang dari yang diharapkan. Karena itu risiko mempunyai dua dimensi, yaitu menyimpang lebih besar atau lebih kecil yang diharapkan. Dalam konteks portofolio pasar, risiko investasi (total risk) terdiri dari dua komponen, yaitu: Risiko sistematis ( systematic risk ) Merupakan risiko pasar yang bersifat umum karena risiko ini mempengaruhi pada tiap sekuritas atau portofolio di dalam pasar secara keseluruhan. Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan sehingga tidak dapat dihindari oleh para investor, misalnya : perubahan keadaan perekonomian secara keseluruhan, masa boom, masa resesi, terjadinya inflasi dan sebagainya.
a.

Risiko tak sistematis ( unsystematic risk ) Merupakan risiko yang unik atau khusus untuk perusahaan-perusahaan tertentu dan terlepas dari faktor-faktor perekonomian, politik, atau faktor-faktor lainnya. Misalnya terjadi lonjakan teknologi, bertambahnya pesaing yang memproduksi produk serupa dan sebagainya. Risiko semacam ini dapat dihindari ( avoidable ) atau diperkecil melalui diversifikasi ( diversible ).
b.

Ada tiga kelompok investor yang berprilaku tidak sama dalam menghadapi risiko, antara lain: 1. Risk Averse, yaitu investor yang mengharapkan return atau tingkat pengembalian lebih tinggi bila risiko meningkat. 2. Risk indifferent, yaitu investor yang bersedia menerima return atau tingkat pengembalian yang tetap walaupun risiko meningkat. 3. Risk Seeking, yaitu investor yang bersedia menerima tingkat pengembalian/return yang menurun walaupun risiko meningkat. 2.Return Investasi
6

Pengembalian investasi atau biasa juga disebut sebagai tingkat keuntungan investasi atau investment return dapat diartikan sebagai penerimaan atau penghasilan dari suatu investasi, berupa aliran kas dan atau kenaikan dalam nilai investasi yang diperoleh investor dimasa mendatang. Seperti diketahui bahwa tidak semua jenis investasi memberikan tingkat pengembalian (return) yang pasti seperti deposito dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia) . Ada jenis investasi yang memberikan return yang bervariasi, sehingga cenderung menyebabkan fluktuasi terhadap pendapatan yang diterima oleh investor, investasi semacam ini dikenal sebagai investasi berisiko (risky investment) yaitu sarana investasi yang mungkin memberikan tingkat pengembalian realisasi (realized return) yang menyimpang dari tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return). Tingkat pengembalian realisasi merupakan hasil dari investasi diukur dari pengembalian yang diperoleh dalam periode waktu tertentu, umumnya satu tahun. Pengembalian realisasi sama dengan perubahan dalam nilai investasi dalam kurun waktu tertentu dibagi dengan nilai investasi,sedangkan tingkat pengembalian yang diharapkan adalah rata-rata distribusi probabilitas tingkat pengembalian yang mungkin diperoleh. Dalam merancang suatu portofolio, para investor senantiasa berupaya memaksimumkan expected return dari investasi mereka, dengan mempertimbangkan tingkat risiko tertentu yang akan mereka terima. Investor biasanya melakukan perkiraan terhadap expected return portofolio mereka, dan seberapa jauh kemungkinan hasil yang sebenarnya nanti akan menyimpang dari hasil yang diharapkan. Jenis-jenis return menurut Jogiyanto ( 2000; 107) terbagi atas dua bagian yaitu: Return realisasi ( realized return ) adalah merupakan return yang telah terjadi. Return realisasi ini dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi sangat penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan dan berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasi ( expected return ) dan risiko di masa yang akan datang. 2. Return ekspektasi ( expected return ) adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor di masa mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi sifatnya belum terjadi.
1.

3 Diversifikasi Portofolio Pengertian diversifikasi portofolio Secara umum portofolio dapat diartikan sebagai serangkaian kombinasi beberapa aktiva yang diinvestasikan dan dipegang oleh investor, baik perorangan maupun lembaga. Kombinasi aktiva tersebut bisa berupa aktiva riil, aktiva finansial, maupun keduanya. Pembentukan portofolio berangkat dari suatu diversifikasi investasi seorang investor dengan tujuan untuk mengoptimalkan return sekaligus meminimumkan tingkat risiko yang akan dihadapi. Sesuai dengan pendapat Fabozzi (1999: 73) yang menyatakan bahwa “ diversifikasi portofolio diartikan
7

sebagai pembentukan portofolio sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi risiko portofolio tanpa mengorbankan pengembalian yang dihasilkan “. Menurut Andrias Harefa (2004) dalam artikelnya mengatakan bahwa diversifikasi portofolio adalah sebuah strategi investasi dengan menempatkan dana dalam berbagai instumen investasi dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda, atau strategi ini biasa disebut dengan alokasi asset ( asset allocation ). Seperti dikemukakan sebelumnya bahwa dengan diversifikasi akan mengurangi risiko yang akan ditanggung oleh investor. Jika suatu saham nilainya jatuh, sedang saham lainnya naik, maka kerugian dan keuntungan ini diharapkan akan saling mengkompensir sehingga fluktuasi pendapatan investor tidak akan begitu tajam. Berbeda dengan pengembalian yang diharapkan dari portofolio, yang merupakan rata-rata tertimbang dari pengembalian yang diharapkan oleh masing-masing sekuritas yang membentuk portofolio. Risiko portofolio bukan merupakan penimbangan sederhana rata-rata tertimbang sekuritas tunggal dalam portofolio. Risiko suatu portofolio tergantung pada: 1. 2. 3. 4. portofolio Jumlah sekuritas dalam portofolio Proporsi masing-masing sekuritas dalam portofolio Risiko masing-masing sekuritas yang membentuk portofolio Kovarian (koefisien korelasi ) antar tingkat keuntungan sekuritas dalam

Karena bukan merupakan rata-rata tertimbang dari risiko sekuritas tunggal dalam portofolio, maka tidak jarang kita temukan risiko dari pengembalian sekuritas-sekuritas individual jauh lebih besar dari risiko portofolio dan pengembalian rata-rata dari suatu sekuritas individual lebih rendah dari pengembalian portofolio. Frank J.Fobozzi(1999:261) mengatakan bahwa diversifikasi ditimbulkan oleh penggabungan sekuritas-sekuritas yang pengembaliannya tidak saling berkorelasi secara sempurna, sehingga menguranig risiko portofolio. Pengembalian portofolio adalah rata-rata tertimbang dari pengembalian-pengembalian sekuritas-sekuritas individual, berapapun banyaknya sekuritas dalam portofolio tersebut. Secara teoritis, jika dapat mengumpulkan sekuritas-sekuritas dalam jumlah yang memadai dan memiliki tingkat pengembalian yang tidak berkorelasi (negatif sempurna) maka risiko portofolio dapat dihilangkan seluruhnya. Namun, situasi ini jarang ditemukan dalam keuangan riil, tempat dimana pengembalian-pengembalian tersebut cenderung bereaksi terhadap sejumlah faktor yang sama (misalnya siklus bisnis, dan suku bunga). Jadi walaupun sebagian besar risiko total portofolio dapat dikurangi melalui diversifikasi, risiko tersebut tidak dapat dihilangkan seluruhnya. Untuk mengetahui seberapa besar dari risiko total portofolio, harus dibedakan antara risiko tidak sistematis yang bisa dihilangkan dengan melakukan diversifikasi dengan risiko sistematis yang tidak bisa dihilangkan melalui
8

diversifikasi. Penjumlahan kedua jenis risiko tersebut disebut sebagai risiko total, keadaan semacam ini ditunjukkan pada gambar

Pengurangan risiko dengan diversifikasi Standard deviasi ---------------------------------------------------------------------------------------

Risiko tidak sistematis ( dapat terdiversifikasi ) --------------------------------------------------------------------------------------

Risiko Total Risiko Sistematis

( tidak dapat terdiversifikasi )

Jumlah Sekuriti Bentuk-bentuk diversifikasi portofolio Telah diketahui bahwa risiko yang dapat didiversifikasi adalah risiko yang tidak sistematis (berdasarkan gambar 2.1). Menurut Jogiyanto (2000;162) mengatakan bahwa risiko yang dapat didiversifikasikan adalah risiko yang tidak sistematik atau risiko spesifik dan unik untuk perusahaan. Diversifikasi terhadap risiko ini sangat penting untuk investor, karena dapat
9

meminimumkan risiko tanpa harus mengurangi return yang diterima. Investor dapat melakukan diversifikasi dengan beberapa cara: a. Diversifikasi dengan banyak aktiva Mengikuti hukum statistik bahwa semakin besar ukuran sampel, maka semakin dekat nilai rata-rata dengan nilai ekspektasi dari populasi. Hukum ini disebut dengan hukum jumlah besar. Asumsi yang digunakan disini adalah bahwa tingkat hasil untuk masing-masing sekuritas secara statistik adalah independent. b. Diversifikasi secara Random Diversifikasi secara random merupakan pembentukan portofolio dengan memilih sekuritassekuritas secara acak tanpa memperhatikan karakteristik dari investasi yang relevan seperti misalnya return dari sekuritas itu sendiri. Investor hanya memilih sekuritas secara acak. c. Diversifikasi secara Markowitz Dengan menggunakan metode mean-variance dari Markowitz, sekuritas-sekuritas yang mempunyai korelasi lebih kecil dari + 1 akan menurunkan risiko portofolio. Semakin banyak sekuritas yang dimasukkan ke dalam portofolio, semakin kecil risiko portofolio. Dengan menggunakan metode Markowitz, maka diversifikasi ini dapat dibuktikan secara matematis. Tingkat Pengembalian (return) Sekuritas Tunggal Tingkat pengembalian (return) yang akan dilihat dalam penelitian ini terdiri dari :
1. a. Return terealisasi (realized return)

Return terealisasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang dikutip dari Jogiyanto (1998:86): Rit = Dengan notasi: R it P it P it-1 = = = Return saham i pada periode t Harga saham i pada periode t Harga saham i pada periode yang lalu ( t-1) Pit - Pit-1 Pit-1

b. Market return Menurut Jogiyanto (1998:162), untuk menghitung tingkat pengembalian pasar akan dihitung dengan rumus: Rm = IHSGt - IHSGt-1
10

IHSGt-1 Keterangan: Rm IHSG t = Tingkat Pengembalian Pasar Piode t = Indeks Harga Saham Gabungan pada akhir periode t sebelumnya

IHSG t-1 = Indeks Harga Saham Gabungan pada akhir periode (t-1)
c.

Return Ekspektasi Untuk menghitung return ekspektasi saham tungggal digunakan rumus yang dikutip dari Jogiyanto (1998:164): E(Ri) = аi + ß i E ( Rm) E(Ri) ai ßi E ( Rm) = Tingkat Pengembalian yang diharapkan dari saham i = Notasi titik potong (komponen dari Ri terhadap Rm) yang independent Ri

= Beta sekuritas saham i (koefisien yang mengukur perubahan akibat dari perubahan Rm ) = Return Ekspektasi indeks pasar (nilai rata-rata Rm ).

Menurut Frank J. Fobozzi (1999:266) nilai a dan ß dari suatu sekuritas atau portofolio hanya bisa diestimasikan dengan menggunakan analisis statistik yaitu analisis regresi. Tingkat Pengembalian (return) Portofolio Tingkat pengembalian (return) portofolio dihitung dengan rumus yang dikutip dari Jogiyanto (1998:175) yaitu: n
2.

E (R p ) =∑ { Wi E(Ri)} i =1 keterangan: E (R p ) = Return Ekspektasi dari Portofolio Wi E(Ri) n 3. = Porsi saham i terhadap seluruh saham di portofolio = Return Ekspektasi dari saham ke i = Jumlah dari sekuritas tunggal dalam portofolio Resiko Total Sekuritas Tunggal
11

Menurut Jogiyanto (1998:167), resiko total sekuritas tunggal dihitung dengan rumus: σi² Keterangan: σi² = Resiko total ( varian ) saham i = ß i ² . σ m ² + σei ²

ß i ² . σ m ² = Resiko sistematis saham i σei ² = Resiko tak sistematis saham i ( kesalahan residu saham i )

4. Resiko Total Portofolio Resiko total portofolio merupakan penjumlahan dari resiko pasar (unsystematis risk) dan resiko unik (unsystematic risk), diukur oleh varian portofolio, dikutip dari Jogiyanto (1998:176):
n

σp²

= ß p ² . σm ² + ( ∑ wi . σei ) ² i=1

keterangan : σ p ² ß p ² . σm ² wi σei ²

=

Varian/resiko total portofolio

= Resiko Pasar portofolio = Resiko unik Portofolio

Berdasarkan dari data harga saham bulanan tersebut, selanjutnya penulis menghitung tingkat pengembalian saham sekuritas tunggal yang terealisasi (Realized return) dengan menggunakan rumus Realized return, yaitu: Rit =
1.

Pit - Pit-1 Pit-1

Selanjutnya dihitung Return pasar untuk digunakan dalam menghitung return ekspektasi saham sekuritas tunggal. Rumus yang digunakan dalam menghitung return ekspektasi digunakan rumus: E(Ri) = аi + ß i E ( Rm) Setelah return saham sekuritas tunggal diperoleh, penulis selanjutnya menghitung besar risiko dari saham sekuritas tunggal dengan menggunakan rumus:
2. 12

σi²
3.

=

ß i ² . σ m ² + σei ²

Setelah diperoleh risiko dan return saham sekuritas tunggal, dilakukan analisis terhadap risiko dan return portofolio dengan porsi yang sama sebesar 1/36 atau 0,0278 yang menunjukkan bahwa telah dilakukan diversifikasi. Untuk risiko dan return portofolio digunakan rumus: Risiko Portofolio : n σp² = ß p ² . σm ² + ( ∑ wi . σei ) ² i=1 Return Portofolio :
n

E (R p ) =∑ { Wi E(Ri)} i =1 4. Langkah selanjutnya dilakukan analisis perbandingan dengan menguji hipotesis-hipotesis antara : a. Risiko sekuritas tunggal dengan risiko portofolio. b. Return saham sekuritas tunggal dengan Alat analisis yang digunakan dalam menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan, penulis menggunakan Uji T berpasangan (paired sample T test) yang ada pada program SPSS versi 12.0. 1 Return Realisasi Saham Sekuritas Tunggal Tingkat pengembalian (return) merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi, atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi diharapkan akan terjadi di masa mendatang. Tabel 5.1 menyajikan hasil perhitungan return saham selama periode Januari sampai Desember dirumuskan: Rit = Pit - Pit-1 Pit-1

Dengan menggunakan harga saham (lampiran 1) diperoleh hasil perhitungan realisasi saham selama tahun 2006 (Januari s/d Desember) yang dapat dilihat pada lampiran 2. setelah diketahui return realisasi 36 emiten selama tahun 2006, dapat diambil rata-rata return saham tersebut dengan metode rata-rata aritmatika dengan rumus: R A = ( R1+ R2+...+Rn) / n Dengan notasi :
13

RA R1 R2 Rn n

= Rata-rata return = Return periode ke 1 = Return periode ke 2 = Return periode ke n = Jumlah observasi

2 Return Ekspektasi Saham Sekuritas Tunggal Untuk menghitung return saham yang diharapkan investor (expected return) digunakan rumus berdasarkan model indeks tunggal yaitu dengan rumus: E(Ri) = аi + ß i E ( Rm) Keterangan: E(Ri) аi ßi E ( Rm) = Return Ekspektasi Saham i = Notasi titik potong saham i = Beta sekuritas saham i = Return ekspektasi indeks pasar

Nilai Rm dapat dilihat pada lampiran 3. sedangkan untuk nilai nilai a dan ß suatu sekuritas ataupun portofolio diestimasikan dengan menggunakan analisis regresi dimana return pasar (IHSG) sebagai variabel independent (X) dan return saham sebagai variabel dependent (Y), Hal ini dilakukan untuk mencari nilai titik potong/konstanta (a) dan nilai koefisien regresi (b) yang digunakan sebagai variabel dalam perhitungan return ekspektasi saham. (Fobozzi: 1999) Risiko Sekuritas Tunggal Dalam berinvestasi selain menghitung return ekspektasi dari saham, juga harus menghitung seberapa besar risiko yang harus diperhitungkan, karena antara return dan risiko sangat erat kaitannya dan merupakan dua hal yang tidak terpisah dan sama pentingnya dipertimbangkan dalam hal keputusan berinvestasi. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur risiko sekuritas tunggal yaitu dengan menggunakan model indeks tunggal. Berdasarkan model ini risiko saham yang dinotasikan dengan varian return (σ i ² ) terbagi atas dua bagian yaitu risiko yang berhubungan dengan pasar (market related risk) yaitu ( ß il ² . σ l ² ) dan risiko unik masing-masing saham (unique risk) yaitu σei ² . rumusnya: σi² = ß il ² . σ l ² + σei ²
14

dengan notasi: σi² = Risiko total (varian) saham i

ß il ² . σ l ² = risiko sistematis saham i σei ² = risiko unik saham i (kesalahan residu saham i)

Perhitungan dari risiko total masing-masing sekuritas dimulai dengan menentukan kesalahan residu untuk tiap periode dari masing-masing sekuritas (eit), yang dilanjutkan dengan penentuan nilai ekspektasi dari kesalahan residu (E(ei)), dan diakhiri dengan perhitungan standar deviasi kesalahan residu (σei) masing-masing saham (lampiran 4). Analisis Return dan Risiko Portofolio Setelah diperoleh nilai return dan risiko uantuk masing-masing sekuritas tunggal, selanjutnya kita akan mencari nilai dari return dan risiko portofolio untuk mengukur perubahan yang akan terjadi setelah dilakukan diversifikasi portofolio. 1 Return Portofolio Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return realisasi masingmasing sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut. Secara matematis, return portofolio dihitung menggunakan:
n

R p =∑ Wi . Ri i = Keterangan: R p = Return realisasi portofolio W i Ri n = Porsi saham i terhadap seluruh saham dalam portofolio = Return realisasi dari saham i = Jumlah dari sekuritas tunggal dalam portofolio.

Adapun return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-masing sekuritas di dalam portofolio. Rumus yang digunakan:
n

E (R p ) =∑ { Wi E(Ri)} i =1
15

Keterangan: E (R p ) = Return Ekspektasi dari Portofolio Wi E(Ri) n = Porsi saham i terhadap seluruh saham di portofolio = Return Ekspektasi dari saham ke i = Jumlah dari sekuritas tunggal dalam portofolio

Berdasarkan hasil perhitungan return realisasi dan ekspektasi saham sekuritas tunggal yang telah dilakukan pada bagian sebelumnya, maka nilai return realisasi dan portofolio dapat dihitung. Dengan porsi yang sama untuk masing-masing sekuritas tunggal yaitu sebesar 1/36 = 0,0278 atau 2,78%, maka perhitungan portofolio yang terdiri dari 36 emiten saham perusahaan industri barang-barang konsumsi yang ada di BEJ, Risiko Portofolio Kita tahu bahwa return portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari seluruh return sekuritas tunggal yang masuk dalam portofolio. Namun tidak halnya dengan risiko portofolio, risiko portofolio mungkin dapat lebih kecil dari risiko rata-rata tertimbang masing-masing sekuritas tunggal. Sama halnya dengan metode yang digunakan dalam perhitungan risiko sekuritas tunggal, risiko total portofoliopun diukur dengan menggunakan model indeks tunggal yang dinotasikan dengan varian portofolio (σ p ² ). Di dalam varian portofolio juga terkandung dua komponen risiko, yaitu risiko sistematis/pasar portofolio ( ß p ² . σm ²) dan risiko tidak sistematis portofolio/unik portofolio. Rumus yang digunakan adalah sebagai:
n

σp²

= ß p ² . σm ² + ( ∑ wi . σei ) ² i=1

keterangan : σp² ß p ² . σm ² (wi σei) ² = Varian/resiko total portofolio

= Resiko Pasar portofolio = Resiko unik Portofolio

8.Tata Cara Perdagangan Efek (PAU UGM, 1990) Perdagangan efek di Bursa Reguler dan di Bursa Paralel diselenggarakan masing-masing oleh BAPEPAM dan Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE) yang dilaksanakan setiap hari kerja Senin sampai Jum'at. Waktu pelaksanaan di Bursa reguler dilaksanakan dalam 2 session yaitu : session pertama, jam 10.00- 12.00 WIB dan session ke dua, jam 13.00 - 14.00 WIB
16

Khusus untuk hari Jumat, session ke dua tidak diadakan. Waktu penyelenggaraan di Bursa Paralel dilaksanakan hanya 1 (satu) session yaitu jam 09.00 - 10.00 WIB. Sistem yang digunakan dalam perdagangan efek maupun tata cara jual belinya: 1. Sistem Perdagangan Efek di Bursa Reguler Sistem perdagangan di bursa reguler dilaksanakan dalam dua sistem, yaitu Sistem Kol dan Sistem Terus Menerus. a. Sistem Kol adalah sistem perdagangan yang dipimpin oleh petugas Bursa yang disebut pimpinan Kol. Efek yang diperdagangkan dengan sistem Kol adalah efek yang untuk pertama kalinya dicatatkan di Bursa dan dilakukan selama 2 (dua) hari secara berturut-turut, setelah itu efek baru diperdagangkan dengan Sistem Terus Menerus. Pada sistem Kol ini ada 2 (dua ) macam sistem, yaitu Sistem Kol Terbuka dan Sistem Kol Tertutup. Pada sistem Kol Terbuka, pimpinan Kol akan menyebutkan nama dan catatan kurs terakhir suatu efek satu persatu secara berurutan sesuai dengan urutan yang tercantum dalam daftar kurs resmi (DKR), kemudian anggota bursa akan melakukan penawaran jual beli. Tawar menawar yang dilakukan oleh anggota bursa akan berlangsung sampai terjadi persesuaian harga. Penawaran anggota bursa dilakukan dengan angkat tangan dan berteriak Apabila suatu efek telah terjadi suatu kurs/kesepakatan harga, maka pimpinan kol akan beralih ke efek lainnya. Pada Sistem Kol Tertutup, pengajuan penawaran tidak dilakukan secara terbuka dengan mengangkat Langan dan berteriak menyebutkan jurnlah dan harganya, tetapi penawaran dilakukan dengan mengajukan penawaran dalam amplop tertutup. b. Sistem Terus Menerus Pada sistem ini perdagangan efek dilakukan oleh para anggota bursa secara langsung tanpa melalui Pimpinan Kol, akan tetapi ada pejabat bursa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan sistem ini. Pada sistem ini, para anggota Bursa secara serentak meninggalkan tempat duduk setelah bursa dibuka oleh pejabat bursa untuk menuliskan tawarannya di papan-papan tulis masing-masing efek yang tersedia. Jumlah pesanan maupun penawaran harga yag telah dicantumkan pada papan kurs oleh anggota bursa tidak dapat dicabut kembali, apabila penawaran telah ditutup oleh anggota bursa lain. Tawar menawar antara anggota bursa akan berlangsung terus sampai terjadi persesuaian harga. Baik perdagangan dengan Sistem Kol maupun perdagangan dengan Sistem Terus Menerus, terjadinya perubahan kurs ditentukan dalam jumlah minimum 500 lembar saham. Sedangkan perhitungan perubahan kurs (fraksi) ditetapkan sebesar Rp.25,- per point. Penyelesaian selanjutnya terhadap efek setelah terjadi transaksi yang dilakukan oleh anggota Bursa, yaitu dengan menggunakan Nota Transaksi dan atau Akta Pemindahan Hak yang ditangani penjual dan pembeli
17

atau kuasanya serta dilegalisir oleh pejabat bursa. Semua transaksi di Bursa adalah transaksi tunai yang jangka waktu penyelesaiannya dilakukan selambat-Iambatnya 4 (empat) hari tertutung sejak terjadinya transaksi. Sistem Perdagangan Efek di Bursa Paralel Sistem perdagangan di Bursa Paralel dilakukan dengan Sistem Terus-menerus. Masingmasing membentuk pasar (market maker) mempunyai papan tulis untuk tawar manawar dengan para pialang dengan membentuk harga saham. Sistem perdagangannya terbagi dalam 5 (lima) periode, di mana setiap periode terdiri dari 15 menit. pelaksanaannya dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Pra Periode Perdagangan Adalah masa penyesuaian harga penawaran dan harga pembelian bagi para pembentuk pasar. Periode ini dilaksanakan pukul 08.45 - 09.00 WIB. Periode Satu Periode satu ini dilaksanakan berdasarkan daftar harga pedoman pada point a di atas yag tereatat di lantai infonnasi dan dilakukan oleh para wakil pembentuk pasar beserta perantara perdagangan efek dan pedagangan efek. Periode satu ini dilaksanakan pada pukul 09.00--09.15 WIB., c. Periode Dua Periode dua ini diawali dengan mencatatkan lagi harga penawaran dan harga pembelian baru (bila ada) pada papan daftar harga di lantai informasi. Periode ini dilaksanakan pukul 09.15- 9.30 WIB. d. Periode Tiga Periode tiga ini prosedumya perdagangannya sama dengan periode dua di atas dan dilaksanakan pukul 9.30-9.45 WIB. e. Periode Empat Periode empat ini, prosedur perdagangannya sama dengan periode dua d an tiga s erta diakhiri dengan penutupan. Pelaksanaannya pukul 9.45-10.00 WIB. f. Setiap kali menetapkan harga penawaran dan harga pembelian, pembentukan pasar wajib menyerahkan slip harga tersebut kepada petugas lantai infonnasi yang membubuhi paraf dan cap dari pembentuk pasar. B. Proses Pelaksanaan Perdagangan di Bursa
2.

b.

Pelaksanaan perdagangan Efek di Bursa dilakukan dengan menggunakan fasilitas JATS (Jakarta Automatic Trading System). Perdagangan Efek di Bursa hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa (AB) yang juga menjadi Anggota Kliring KPEI (Kliring Penjamin Efek Indonesia). Anggota Bursa Efek bertanggungjawab terhadap seluruh transaksi yang dilakukan di Bursa baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah. Anggota Bursa Efek bertanggung jawab terhadap penyelesaian seluruh Transaksi Bursa atas nama Anggota Bursa
18

Efek yang bersangkutan sebagaimana tercantum dalam DTB, termasuk Transaksi Bursa yang terjadi antara lain karena: Kesalahan Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek dalam rangka Remote Trading kecuali kesalahan perangkat lunak JONEC yang disediakan oleh Bursa; dan atau • Kelalaian atau kesalahan PJPP dalam melaksanakan penawaran jual dan atau permintaan beli ke JATS; dan atau • Kelalaian atau kesalahan IT Officer-RT dalam pengoperasian Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek; dan atau • Adanya akses yang tidak sah yang dilakukan melalui Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek. 1. Segmen Pasar di Bursa
• • • •

Pasar Reguler; Pasar Tunai; Pasar Negosiasi.

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) hanya dapat diperdagangkan pada Pasar Tunai dan di Pasar Negosiasi pada sesi I. Penyelesaian Transaksi

Jam Perdagangan Perdagangan Efek di Pasar Reguler, Pasar Tunai dan Pasar Negosiasi dilakukan selama jam perdagangan pada setiap Hari Bursa dengan berpedoman pada Waktu JATS.

Pra Pembukaan untuk Pasar Reguler dilakukan setiap Hari Bursa:

19

Jam Perdagangan Pasar Tunai:

Pesanan Nasabah. Pesanan yang dapat dilaksanakan di Bursa oleh Anggota Bursa adalah hanya pesanan terbatas (limit order), yaitu pesanan yang dilaksanakan oleh Anggota Bursa sampai dengan batas harga yang ditetapkan oleh nasabahnya. Penawaran jual dan atau permintaan beli nasabah atas Efek selain HMETD hanya boleh ditransaksikan oleh Anggota Bursa di Pasar Reguler, kecuali nasabah menginstruksikan atau menyetujui secara tertulis bahwa penawaran jual atau permintaan belinya ditransaksikan di Pasar Tunai atau Pasar Negosiasi. Satuan Perdagangan Perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot) Efek atau kelipatannya, yaitu 500 (lima ratus) Efek. Perdagangan di Pasar Negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan (tidak round lot). Satuan perubahan harga (fraksi)

AutoRejection Harga penawaran jual dan atau permintaan beli yang dimasukkan ke dalam JATS adalah harga penawaran yang masih berada di dalam rentang harga tertentu. Bila Anggota Bursa memasukkan harga diluar rentang harga tersebut maka secara otomatis akan ditolak oleh JATS (auto rejection).
20

Batasan auto rejection yang berlaku saat ini: Kelompok Harga Batasan Auto Rejection Harga < Rp 100 50% Rp 100 < Harga < Rp 500 35% Rp 500 < Harga < Rp 2.500 30% Rp 2.500 < Harga < Rp 25% 5.000 > Rp 5.000 20% Tawar menawar patokan harga Auto Rejection berpedoman pada:
• • • • • •

Harga Previous untuk saham yang sudah diperdagangkan di Bursa; Harga Pra-Pembukaan bila terbentuk harga pembukaan di Pra-Pembukaan. Harga Teoritis untuk saham yang sudah diperdagangkan di Bursa yang melakukan tindakan korporasi (Corporate Action); Harga perdana untuk saham Emiten yang pertama kali diperdagangkan di Bursa; Harga wajar yang ditetapkan oleh pihak independen untuk saham yang berasal dari Perusahaan Publik atau saham dari Bursa lain. Auto rejection saham yang baru tercatat di bursa (hari pertama) adalah 2x parameter di atas.

Pra-pembukaan Pelaksanaan perdagangan di Pasar Reguler dimulai dengan Pra-pembukaan. Anggota Bursa dapat memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli sesuai dengan ketentuan satuan perdagangan, satuan perubahan harga (fraksi) dan ketentuan Auto Rejection. Harga Pembukaan terbentuk berdasarkan akumulasi jumlah penawaran jual dan permintaan beli terbanyak yang dapat dialokasikan oleh JATS pada harga tertentu pada periode Pra-pembukaan. Seluruh penawaran jual dan atau permintaan beli yang tidak teralokasi di Pra-pembukaan, akan diproses secara langsung (tanpa memasukkan kembali penawaran jual dan atau permintaan beli) pada sesi I perdagangan, kecuali Harga penawaran jual dan atau permintaan beli tersebut melampaui batasan Auto Rejection. Pasar Reguler Penawaran jual atau permintaan beli telah dimasukkan ke dalam JATS diproses JATS memperhatikan: 1. Prioritas harga (price priority): Permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.
21

2. Prioritas-Waktu-(timePriority)

Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, JATS memberikan prioritas kepada pe rmintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu. Pengurangan jumlah Efek pada JATS baik pada penawaran jual maupun pada permintaan beli untuk tingkat harga yang sama tidak mengakibatkan hilangnya prioritas waktu. Sedangkan penambahan jumlah Efek baik pada penawaran jual maupun permintaan beli untuk tingkat harga yang sama diperlakukan sama dengan penawaran jual maupun permintaan beli baru. Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai terjadi dan mengikat pada saat penawaran jual dijumpakan (match) dengan permintaan beli oleh JATS. Pasar-Negosiasi Perdagangan Efek di Pasar Negosiasi dilakukan melalui proses tawar menawar secara individual (negosiasi secara langsung) antar: • Anggota Bursa atau • Nasabah melalui satu Anggota Bursa atau • Nasabah dengan Anggota Bursa atau • Anggota Bursa dengan KPEI Selanjutnya hasil kesepakatan dari tawar menawar tersebut diproses melalui JATS. Anggota Bursa dapat menyampaikan penawaran jual dan atau permintaan beli melalui papan tampilan informasi (advertising) dan bisa di ubah atau dibatalkan sebelum kesepakatan dilaksanakan di JATS. Kesepakatan mulai mengikat pada saat terjadi penjumpaan antara penawaran jual dan permintaan beli di JATS. Penyelesaian Transaksi Bursa  Pasar Reguler dan Pasar Tunai Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai antara Anggota Bursa jual dan Anggota Bursa beli dijamin oleh KPEI. - Transaksi Bursa Pasar Reguler wajib diselesaikan pada Hari Bursa ke-3 (T+3). - Transaksi Bursa Pasar Tunai wajib diselesaikan pada Hari Bursa yang sama (T+0). Penyelesaian Transaksi Bursa yang dilakukannya di Pasar Reguler dan Pasar Tunai akan ditentukan oleh KPEI melalui proses Netting dan dilakukan melalui pemindahbukuan Efek dan atau dana ke rekening Efek Anggota Bursa yang berhak yang berada pada KSEI. Dalam hal kewajiban Anggota Bursa untuk menyerahkan Efek tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, maka Anggota Bursa tersebut wajib untuk menyelesaikan kewajibannya dengan uang pengganti (ACS= Alternate Cash Settlement) yang besarnya ditetapkan sebesar 125% (seratus dua puluh lima perseratus) dari harga tertinggi atas Efek yang sama yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai yang penyelesaiannya jatuh tempo pada tanggal yang sama; Pasar Reguler pada Sesi I pada hari penyelesaian transaksi yang jatuh temponya sebagaimana di atas. Dalam hal Anggota Bursa tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar kepada KPEI sebagaimana tercantum dalam DHK Netting, maka kewajiban Anggota Bursa tersebut wajib diselesaikan sesuai dengan
22

Peraturan KPEI. Anggota Bursa yang tidak memenuhi kewajibannya dalam penyelesaian Transaksi Bursa dilarang melakukan kegiatan perdagangan Efek di Bursa sampai dengan KPEI melaporkan ke Bursa bahwa semua kewajiban Anggota Bursa tersebut telah terpenuhi dan Anggota Bursa dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Bursa. Penyelesaian-Transaksi-Bursa-Pasar-Negosiasi Waktu penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Negosiasi ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara AB jual dan AB beli dan diselesaikan secara Per-transaksi (tidak netting). Bila tidak ditetapkan, maka penyelesaian Transaksi Bursa dilakukan selambat-lambatnya pada Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi (T+3) atau Hari Bursa yang sama dengan terjadinya transaksi (T+0) khusus untuk Hari Bursa terakhir perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Negosiasi dilakukan dengan pemindahbukuan secara langsung oleh Anggota Bursa jual dan Anggota Bursa beli dan tidak dijamin KPEI. Biaya Transaksi Anggota Bursa wajib membayar biaya transaksi kepada Bursa, KPEI dan KSEI yang dihitung berdasarkan nilai pertransaksi Anggota Bursa sebagai berikut:

* Dibayarkan ke Bursa sebagai Wajib Pungut, sesuai ketentuan yang berlaku. Minimum biaya transaksi yang harus dibayar AB adalah Rp 2.000.000,- (dua juta Rupiah) per bulan termasuk untuk AB dalam keadaan suspensi atau SPABnya dibekukan; Pembayaran harus sudah efektif dalam rekening Bursa setiap bulan selambat-lambatnya pada hari kalender ke-12 bulan berikutnya. Dalam hal hari kalender ke-12 (dua belas) di atas jatuh pada hari Sabtu atau hari Minggu atau hari libur maka kewajiban dimaksud efektif pada hari kerja berikutnya. Keterlambatan pembayaran dikenakan denda sebesar 1% (satu per seratus) setiap hari kalender keterlambatan. Anggota Bursa yang tidak memenuhi kewajibannya selambat-lambatnya 5 Hari Bursa setelah lampaunya batas waktu pembayaran, maka Anggota Bursa tersebut disamping dikenakan denda juga dikenakan suspensi sampai dengan diselesaikannya seluruh kewajiban pembayaran biaya transaksi dan dendanya.Informasi detil mengenai tata cara perdagangan Efek bisa dilihat dalam Peraturan BEI Nomor II-A Tentang Perdagangan Efek.
23

Gambar 1 : Mekanisme Perdagangan Di Bursa Efek

24

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->