LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FARMAKOLOGI II AKTIVITAS ANTELMINTIK

KELOMPOK 4 SHIFT Anne Yulia Agung Dwi Hardiansyah Reza Ardiansyah Edi Retno Susanto Iis Solihat (10060308062) (10060308063) (10060308064) (10060308065) (10060308067)

HARI/TANGGAL PRAKTIKUM HARI/TANGGAL LAPORAN ASISTEN

: Kamis/19 Mei 2011 : Kamis/26 Mei 2011 : Sri Peni

LABORATORIUM TERPADU FARMASI UNIT D PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2011

larutannnya bersifat sedikit asam. Yang tercakup dalam istilah ini adalah semua zat yang bekerja lokal menghalau cacing dari saluran cerna maupun obatobat sistemis yang membasmi cacing maupun larvanya yang menghinggapi organ dan jaringan tubuh. Pengalaman klinik menunjukkan bahwa piperazin efektif sekali terhadap A. Banyak antelmintik dalam dosis terapi hanya bersifat melumpuhkan cacing. Piperazin juga terdapat sebagai heksahidrat yang mengandung 44% basa. lumbricoides dan E. ekskresi melalui urine. Juga didapat sebagai garam sitrat. Piperazin Efektif terhadap A. Mekanisme kerjanya menyebabkan blokade respon otot cacing terhadap asetilkolin _ paralisis dan cacing mudah dikeluarkan oleh peristaltik usus. Guna mencegah jangan sampai parasit menjadi aktif lagi atau sisa–sisa cacing mati dapat menimbulkan reaksi alergi.I. Pendahuluan Antelmintik atau obat cacing adalah obat-obat yang dapat memusnahkan cacing dalam tubuh manusia dan hewan. diantaranya: 1. jadi tidak mematikannya. (Anonim.lumbricoides dan E.vermicularis. (Anonim. Garam-garam ini bersifat stabil non higroskopis. berupa kristal putih yang sangat larut dalam air. maka harus dikeluarkan secepat mungkin (Tjay dan Rahardja.2010) Piperazin pertama kali digunakan sebagai antelmintik oleh Fayard (1949).  Dapat menjelaskan perbedaan paralisis spastic dan flasid yang terjadi pada cacing setelah kontak dengan antelmintik (anti cacing) II. kalsium edetat dan tartrat. vermicularis sebelumnya pernah dipakai untuk penyakit pirai.A) . 2002:185) Contoh zat aktif antelmintik yang lazim digunakan. Absorpsi melalui saluran cerna. Tujuan  Dapat merancang dan melakukan eksperimen sederhana untuk menguji aktivitas antelmintik (anti cacing) suatu bahan uji secara in vitro.

Cacing yang telah terkena obat dapat menjadi normal kembali bila ditaruh dalam larutan garam faal pada suhu 37°C. baik. sehingga menyebabkan hiperpolarisasi dan supresi impuls spontan. Efek antelmintik Piperazin menyebabkan blokade respon otot cacing terhadap asetilkolin sehinggga terjadi paralisis dan cacing mudah dikeluarkan oleh peristaltik usus.A) c. (Anonim. Rogers (1958) tidak ada perbedaan yang berarti antara garam sitrat.A) Pada suatu studi yang dilakukan terhadap sukarelawan yang diberi piperazin ternyata dalam urin dan lambungnya ditemukan suatu derivat nitrosamine yakni N-monistrosopiperazine dan arti klinis dari penemuan ini belum diketahui. Yang diekskresi lewat urin sebanyak 20% dan dalam bentuk utuh. Sebagian obat yang diserap mengalami metabolisme. sisanya diekskresi melalui urin. (Anonim.A) Diduga cara kerja piperazin pada otot cacing dengan mengganggu permeabilitas membran sel terhadap ion-ion yang berperan dalam mempertahankan potensial istirahat. disertai paralisis. (Anonim. Tetapi ditemukan variasi yang besar pada kecepatan ekskresi antar individu. (Anonim. Obat yang diekskresi lewat urin ini berlangsung selama 24 jam. Cacing biasanya keluar 1-3 hari setelah pengobatan dan tidak diperlukan pencahar untuk mengeluarkan cacing itu. Efek nonterapi dan kontraindikasi . fosfat dan adipat dalam kecepatan ekskresinya melalui urin. Menurut.a. Farmakokinetik Penyerapan piperazin melalui saluran cerna.A) b.

diare.A) 2. ekskresi sebagian besar bersama tinja. (Anonim.5 g sekali sehari.2010) . Pada dosis terapi umumnya tidak menyebabkan efek samping. Absorpsi melalui usus tidak baik. bingung yang akan hilang setelah pengobatan dihentikan. dan alergi. atau kelemahan otot.5 g) sekali sehari. Untuk cacing kremi (enterobiasis) dosis dewasa dan anak adalah 65 mg/kgBB (maksimum 2. kesulitan bicara. <15% lewat urine. Dosis letal menyebabkan konvulsi dan depresi pernapasan. kecuali kadang-kadang nausea.A) d. Piperazin dapat memperkuat efek kejang pada penderita epilepsi. Pemberian obat ini pada penderita malnutrisi dan anemia berat. (Anonim. Dosis pada anak 75 mg/kgBB (maksimum 3. Karena itu piperazin tidak boleh diberikan pada penderita epilepsi dan gangguan hati dan ginjal. Karena piperazin menghasilkan nitrosamin. sedangkan piperazin tartrat dalam tablet 250 mg dan 500 mg. vomitus. Terapi hendaknya diulangi sesudah 1-2 minggu. menghambat enzim kolinesterase. vertigo. Pemberian i. Mekanisme kerjanya menimbulkan depolarisasi pada otot cacing dan meningkatkan frekuensi imfuls. perlu mendapatkan pengawasan ekstra. Pada takar lajak atau pada akumulasi obat karena gangguan faal ginjal dapat terjadi inkoordinasi otot. Pirantel Pamoat Untuk cacing gelang. (Anonim.Piperazin memiliki batas keamanan yang lebar. cacing kremi dan cacing tambang. Obat diberikan 2 hari berturutturut.5 g) sekali sehari selama 7 hari. penggunaannya untuk wanita hamil hanya kalau benar-benar perlu atau kalau tak tersedia obat alternatif. Dosis dewasa pada askariasis adalah 3.v menyebabkan penurunan tekanan darah selintas. Sediaan dan posologi Piperazin sitrat tersedia dalam bentuk tablet 250 mg dan sirop 500 mg/ml.

cacing akan segera mati. (Tjay dan Rhardja. Dosis terhadap cacing kremi dan cacing gelang sekaligus 2-3 tablet dari 250 mg. (Tjay dan Rhardja. Berbeda dengan Platyhelminthes dan . muntah. annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Mekanisme kerjanya berdasarkan perintangan penerusan impuls neuromuskuler. 2002:193). Dosis tunggal pirantel pamoat 10mg/kg Bb (ISO. (Tjay dan Rhardja. anak-anak ½ 2 tablet sesuai usia (10mg/kg). gangguan saluran cerna dan kadang sakit kepala.Pirantel pamoat sangat efektif terhadap Ascaris. 2002:193). Setelah keluar dari tubuh. Oxyuris dan Cacing tambang. 2002:193) Resorpsinya dari usus ringan kira – kira 50% diekskresikan dalam keadaan utuh bersamaan dengan tinja dan lebih kurang 7% dikeluarkan melalui urin. 2009 : 81). yaitu: Cacing Tanah Kerajaan : Animalia Filum Kelas Ordo Famili Jenis : Annelida : Clitellata : Haplotaxida : Lumbricoides : Lumbricoides terrestris Annelida (dalam bahasa latin. Efek sampingnya cukup ringan yaitu berupa mual. Di samping itu pirantel pamoat juga berkhasiat laksans lemah. . tetapi tidak efektif terhadap trichiuris. Cacing yang lumpuh akan mudah terbawa keluar bersama tinja. hingga cacing dilumpuhkan untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh oleh gerak peristaltik usus. Cacing yang digunakan.

dan anus.B) Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata. (Anonim. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. sehingga berwarna merah. Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia. esofagus (kerongkongan).Nemathelminthes. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior. (Anonim.B) Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal). (Anonim. Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat liang sendiri. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya. nefrostom. Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). Nefrotor merupaka npori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. terdiri dari mulut.B) . Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup. Darahnya mengandung hemoglobin. Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. Nefridia (tunggal–nefridium) merupakan organ ekskresi yang terdiri dari saluran. faring. usus. sistem ekskresi. Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan bersegmen menyerupai cincin. (Anonim. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar.B) Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali. (Anonim.Contoh annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia. dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. Pembuluh darah. termasuk manusia. Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. dan nefrotor. (Anonim.B) Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap. dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap.B) Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya.

(Anonim.B) III. Di siapkan larutan uji (pirantel pamoat dan piperazin sitrat) serta control (NaCl) dengan konsentrasi masing-masing 5%. Prosedur Paragraf pasif Di aktifkan cacing terlebih dahulu pada suhu 370C.Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet. dan Hirudinea. Oligochaeta (cacing berambut sedikit). Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi. (Anonim.9%. Di tuangkan larutan uji masing-masing ke dalam tiap cawan petri dengan pola sebagai berikut: Cawan petri I Cawan petri II : Pirantel pamoat : piperazin sitrat .B) Annelida dibagi menjadi tiga kelas.Alat dan bahan Alat • • • • • • • • Bahan • Lumbricus terrestris • • • • • Cawan petri(diameter 20 cm) Batang pengaduk kaca Gelas piala 1 L Pinset Sarung tangan Thermometer Incubator pinset pirantel pamoat piperazin sitrat NaCl 0. yang kemudian beregenerasi. yaitu Polychaeta (cacing berambut banyak). 20% dan 0.9% b/v Air suling Air suhu 500C IV. Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).

lalu di catat waktunya Diagram alir Di aktifkan terlebih dahulu cacing pada suhu 370C Di siapkan larutan uji (pirantel dan piperazin sitrat) serta control (NaCl) dengan konsentrasi masing-masing 5%. Di letakkan satu pasang Ascaris suum yang masih aktif ke dalam masing-masing cawan.- Cawan petri III : NaCl fisiologis (kontrol) Di tempatkan cawan petri yang telah berisi larutan uji ke dalam incubator pada suhu 370C. 20% dan 0.9% Di tuangkan larutan uji masing-masing ke dalam cawan petri dengan pola: Cawan petri I Cawan petri II Cawan petri III : Pirantel pamoat : piperazin sitrat : NaCl fisiologis Di tempatkan cawan petri yang telah berisi larutan uji ke dalam incubator pada suhu 370C .

yang menjadi bahan amatan pengamat adalah aktivitas pirantel pamoat juga piperazin sitrat sebagai obat antelmintik yang bekerja dalam mempengaruhi sistem saraf dari cacing yang akan diamati efeknya.5 ml) 45 60 75 90 10 5 M M N 12 0 M M N 15 N Pf 30 N M DOSIS 2 (2.Di letakkan satu pasang Ascaris suum yang masih aktif ke dalam masing-masing cawan Di catat waktunya Data pengamatan Nama Sediaan Uji Pirantel Pamoat Piperazin Sitrat NaCl Fisiologis N N N Ps Pf N Ps M N M M N M M N M M N 15 30 EFEK DOSIS 1 (1.5 ml) 45 60 75 90 10 Ps M M M M M M M 5 M M 120 M M - Keterangan : N = Normal Ps= Paralisis Spastik Pf= Paralisis Flasid M= Mati V. Pembahasaan Pada praktikum kali ini. .

dan cawan petri yang kedua untuk dosis dua sebanyak 2. Cacing yang sudah aktif diletakan pada dua cawan petri yang berbeda. hal tersebut tidak perlu dilakukan. 15 menit sekali. paralisis atau mati. dapat disimpulkan bahwa cacing yang diberikan dosis dua mengalami paralisis flasid. sebelum semua prosedur dilakukan seharusnya cacing diaktifkan terlebih dulu pada suhu 37oC. yaitu berupa pirantel pamoat. hal ini dapat dilakukan karena yang akan diamati oleh pengamat adalah aktivitas piperazin sitrat dan pirantel pamoat terhadap aktivitas sistem saraf pusat. maka yang perlu dilakukan adalah menyiapkan sediaan uji.5 ml dan dosis dua sebanyak 2. jadi dapat digantikan oleh jenis cacing lain. karena cacing tanah merupakan cacing berkelamin ganda (hemaprodit). maka diganti oleh cacing tanah (Lumbricoides terrestris). sedangkan pada cacing yang diberikan dosis dua. memberikan efek cacing yang diam tidak bergerak. Dan setelah hal itu dilakukan. dapat dilakukan dengan menempatkan cacing tersebut ke dalam air yang sudah dipanaskan. cawan petri yang pertama untuk dosis satu sebanyak 1. maka oleh dari itu dapat dikatagorikan sebagai normal.5 ml. Pada 15 menit pertama. selain itu disiapkan air panas bersuhu 50oC sebagai sarana uji penentuan sifat paralisis yang akan terjadi karena aktivitas obat antelmintik yang diberikan. piperazin sitrat juga sediaan kontrol berupa NaCl fisiologis. hidup. Setelah pemberian piperazin sitrat. cacing diamati dengan waktu maksimal 120 menit dengan jarak pengamatan. Setelah cacing aktif. cacing yang digunakannya haruslah berupa cacing pita babi (Ascaris suum) jantan dan betina. Untuk memastikan cacing tersebut.5 ml. Pada praktikum yang lalu kelompok kami hanya mengamati efek piperazin sitrat saja dengan dua dosis berbeda. namun karena keterbatasan sumber daya. dan yang lebih memudahkannya adalah bila menggunakan cacing tanah tidak diperlukan dua jenis cacing dari jenis kelamin yang berbeda.Pada prosedur awal. Pada awal praktikum. karena cacing tanah sudah aktif pada suhu ruangan (± 25oC).5 ml. karena cacing pita babi hidup didalam perut babi dengan keadaan sistem bersuhu 37oC. Sedangkan setelah diganti dengan cacing tanah. pada cacing yang diberikan dosis satu belum memberikan aktifitas yang signifikan. dosis satu sebanyak 1. .

2010.2009.A. Rahardja. ISO Indonesia. Pengamat tidak menyimpulkan bahwa cacing tersebut bukan mengalami paralisis spastik. cacing tersebut diam kembali.wordpress.html Anonim.com/2008/11/11/mengenal-seluk-beluk-phylumannelida/ Anonim.pdf Tjay. karena mengalami ciri-ciri sesuai dengan cacing dosis dua pada 15 menit pertama. http://farmakologi. Sedangkan untuk cacing dosis dua.B.blogspot. didapat hasil berupa cacing yang diberikan dosis satu memberikan efek paralisis flasid. Jakarta Kasim. PT.karena ia masih mampu bergerak dalam air yang dipanaskan. atau t= 30 menit. karena bentuk cacing yang lemas. karena tidak meberikan aktivitas apapun setelah dimasukan ke dalam air panas. Dari sini dapat disimpulkan bahwa piperazin sitrat memberikan efek paralisis flasid karena mempunyai mekanisme kerja berupa penghambatan sinyal yang akan menempel pada reseptor asetilkolin.com/2010/02/antelmintik. Obat – Obat Penting.http://puputo. Pada 15 menit kedua. Tan Hoan.wordpress. maka cacing tersebut bentuknya lemas atau flasid. 2002. dkk. namun ketika diangkat darinya.files. Jakarta . Fauzi.com/2008/12/farkol-antelmintik. Kirana. Daftar pustaka Anonim. Dan akan memberikan efek kematian seiring dengan dinaikkannya dosis. Elex Media Komputindo.. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.http://gurungeblog. volume 44. pada t= 30 menit ini mengalami kematian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful