BAB I LANDASAN TEORI

Tujuan Percobaan 1. 2. 3. 4. 5. Menjelaskan prinsip reaksi dan proses substitusi khususnya reaksi penyambungan Menyiapkan pembutan senyawa metil jingga dan senyawa azo pada umumnya. Mampu melaksanakan proses pembuatan metil jingga skala laboratorium. Mampu menghitung perolehan metil jingga baik dalam gram maupun dalam Melakukan pengujian secara kualitatif metil jingga yang dihasikan. (coupling reaktion)

persen (%yield)

Dasar Teori Reaksi Diazotisasi Reaksi Diazotizasi adalah reaksi pembentukan garam diazonium ion. Garam ini biasanya adalah senyawa intermediet dalam pembentukan senyawa azo. Senyawa aromatik amina apabila direaksikan dengan asam nitrit pada suhu 0-5°C pada kondisi asam akan menghasilkan garam diazonium ion.

NH2 + HNO2 + HX

N+=NX- + 2H2O

Garam diazonium Proses pembentukan garam diazonium ion adalah sebagai berikut; 2HO―N ═ O H2O ArNH2 + N2O3 O ═ N―O―N ═ O Dinitrogen trioxide Ar―NH―N═O Nitrosoamine

Laporan Pembuatan Metil Orange | 1

N+≡NX‾ + KI I + kX + N2(g) Senyawa azo dan Reaksi Penyambungan (Substitusi) Salah satu aplikasi dari pengunaan garam diazonium ion ini adalah dalam pembentukan senyawa azo.. Pada kondisi asam. H3O+ Ar―N―N═O H . pada posisi ortho dan para akan menambah karakter elektropilik pada diazonium kation. garam diazonium ion sangat mudah terhidrolisa menjadi senyawa nitrogen dan phenol... . seprti pada persamaan rekasi di bawah.. yang hanya akan mampu bereaksi dengan baik dengan senyawa aromatik yang sangat reaktif seperti phenol dan amina. + Ar―N═N―OH Ar―N═N―O Ar―N≡N + H2O diazotic acid H diazonium ion Kation diazonium ion dalam bentuk sebagai berikut di bawah. N≡N+ N═N+ Diazonium ion diatas adalah merupakan elektopil yang lemah (spesies miskin elektron). N+≡NX‾ + H2O OH + HX + N2(g) Sedangkan perlakuan garam diazonium ion dengan larutan potassium iodida akan menghasilkan arenediazonium iodida yang akan mengalami dekomposisi dengan sedikit pemanasan membentuk senyawa aromatik iodida dan nitrogen. . Senyawa azo memiliki formula umum R-N=N-R dimana Laporan Pembuatan Metil Orange | 2 .... H3O+ H . . Senyawa aromatik yang mengandung gugus penarik elektron. Proses hidrolisa garam diazonium ion dapat digambarkan pada persamaan reaksi di bawah.

N-dimetil anilin. Reaksi akan terjadi antara diazonium ion dengan senyawa amina bebas ataupun dengan ion phenoxida. Sedangkan warna dari senyawa yang dihasilkan akan bervariasi tergantung dari pH. Studi kasus pembentukan senyawa azo adalah pembentukan senyawa metil jingga. dan akan memberikan zat warna yang memiliki warna yang bermacam-macam tergantung dari turunannya. Metil jingga adalah salah satu senyawa zat warna azo yang biasanya digunakan sebagai indicator asam basa. Senyawa metil jingga ini dibuat dari penggabungan (coupling) senyawa asam sulfanilat yang telah diazotisasi dengan N. Proses reaksi pembentukan metil jingga dari kedua senyawa tersebut adalah sebagai berikut dibawah. N: NaNO2 O3S NH3+ HCl Na+O3S N+=N:ClCH3 CH3 CH3 Na+O3S N=N CH3 Cl- -H+ N H NaoH CH3 Na+O3S N=N N H + NaCl + H2O CH3 Methyl orange Laporan Pembuatan Metil Orange | 3 .senyawa azo dapat dengan mudah dibentuk dengan mereaksikan garam diazonium ion dengan senyawa aromatik amina dan turunan phenol dengan reaksi sibstitusi aromatik elektrophilik (SRE).

spatula 8. beaker plastik 2000 ml 3. botol semprot 13. magnetic stirer 9. Bahan 1. pipet ukur 10 ml 4.N dimetil anilin 8. Alat dan Bahan A. termometer 6. asam asetat glasial Laporan Pembuatan Metil Orange | 4 . asam sulfanilat 2.BAB II PERCOBAAN 1. labu isap 11. natrium karbonat 3. natrium klorida 7. N. hot plate 7. kaca arloji B. HCl da NaOH 5. Alat 1. penyaring buchner 10. gelas kimia 250 ml dan 600 ml 2. gelas ukur 14. jet pump 12. batang pengaduk 5. larutan garam jenuh 6. natrium nitrit 4. pecahan es 9.

65 gram natrium karbonat + 100 ml air 10. Langkah Kerja A.7 gram natrium nitrit + 10 ml air Dinginkan (15-20°C) Gelas kimia 600 ml (11 ml HCl & 60 gram pecahan es) biarkan endapan kristal putih (larutan A) Laporan Pembuatan Metil Orange | 5 .5 gram asam sulfanilat dihidrat hingga semua padatan larut (warna bening) + 3. Pembentukan Garam Diazonium Ion (Diazotisasi) + 2.2.

A) 35 ml NaOH 20% + Biarkan ± 10 menit asam metil jingga warna merah Amati ( berubah menjadi jingga) panaskan + 10 gram Garam NaCl Dinginkan dalam campuran es-air Biarkan ± 15 menit Pertahankan pada suhu 80-90 °C (garam NaCl larut) Saring (buchner funnel) Bilas padatan metil jingga (lart NaCl jenuh 35 gr NaCl/100 gr air) Laporan Pembuatan Metil Orange | 6 .B. Reaksi Penyambungan (Substitusi-SRE) 6.N dimetil anilin + 3ml asam asetat glasial Aduk sampai homogen Larutan garam diazonium ion (lart.05 gram N.

Rekristalisasi Laporan Pembuatan Metil Orange | 7 .C.

produk Larutkan dalam 150 ml air panas Saring larutan (buchner funnel) Metal jingga di filtrat Kotoran yang tidak larut Pada kertas saring Padatan terpisah dari larutan Saat larutan dingin Saring padatan (buchner funnel) Bilas padatan tersaring (etanol) Hasil : Padatan metal jingga setengah kering Panaskan dalam oven 75°C (sehari semalam) Padatan kering Tentukan titik lelehnya Catat yield & %yield BAB III DATA PENGAMATAN Laporan Pembuatan Metil Orange | 8 .

lahan kemudian didiamkan sesaat Dibiarkan 10 menit Laporan Pembuatan Metil Orange | 9 . Zat yang Gambar Direaksikan Pengamatan Kondisi proses Pengamatan N.N dimetilanilin 1 + asam asetat glacial Larutan berwana bening kekuningan Dicampurkan Hasil larutan 2 tahap 2 + Garam diazonium Warna larutan menjadi merah tua Diaduk sampai homogen Terbentuk 2 lapisan. Campuran berubah menjadi Larutan + 35 ml LarutanNaOH 20 % 4 pasta Asam metil jingga warna merah terpisah dari larutannya.a. bagian atas berwarna 3 Pendiaman larutan kuning dan bagian bawah yaitu larutan + endapan Kristal berwarna merah marun. Pengamatan Fisik Reaksi Penyambungan (substitusi-SRE) No. warna larutan menjadi Pengadukan perlahan.

Menghasilkan produk yang mudah disaring Didinginkan dalam campuran esair. suhu larutan 60°C. pendinginan selama 15 menit Garam NaCl larut.jingga/orange Memanaskan Pemanasan larutan Terjadi perubahan warna menjadi jingga tua gelap pada suhu 8090 °C menggunakan hot plate dan pengadukan Larutan pasta 6 PenambahanNaCl pada larutan menjadi lebih encer dan warnanya orange gelap Pengadukkan dan pemanasan 7 (setelah penambahan NaCl) 8 Pendiaman kembali Suhu larutan 80°C Larutan pasta kembali 9 Pendinginan (campuran es dan air) mengental dan berwarna jingga. suhu larutan 87°C Pengadukan dan pemanasan (suhu 80-90 °C) menggunakan hot plate Pengadukan dan pemanasan menggunakan hot plate Dibiarkan dingin dengan sendirinya (15 menit) 5 Laporan Pembuatan Metil Orange | 10 .

88 gram 2.88 gram + H2O 150 mL  kristalisasi) Berat kertas = 0. Pengeringan 1 Berat kertas = 0.09 gram Laporan Pembuatan Metil Orange | 11 . Pengeringan 2 (produk 28. Data Pengamatan Rekristalisasi 1.Residu berwarna Penyaringan 10 menghasilkan residu dan filtrate penyaringan jingga/oranye dan filtrate berwarna ungu gelap kehitaman Disaring menggunakan Buchner Residu metil jingga 11 Residu menjadi Pengovenan kering karena air yang terkandung menguap Di keringkan dalam oven dengan suhu 60oC selama 24 jam b.81 gram Berat Methyl Orange +kertas= 14.80 gram Berat Methyl Orange = 28.92 gram Berat Methyl Orange +kertas= 29.

28 gram (residu/MO yang masih ada pengotornya) Sisa filtratnya.3 gr/mol = 16.025 0. Pengeringan 3 Berat kertas = 0.3 gr/mol  Berat Metil jingga berdasarkan Teori : 0.05 mol x 327.055 0.6 gram (residu/MO murni) Perhitungan  mol As.035 0.025 0.2 gr/mol = 0.025 2NaC6H6NO3S + CO2 + H2O 2NaC6H6NO3S + NaNO2 m r s : : : 0.77 gr/69 gr/mol = 0.8 gram Berat Methyl Orange +kertas= 2.05 0.4 gram Berat Methyl Orange = 1.05 0.05 _ _ 0.28 gr % Yield = Berat secara praktik x 100 % Laporan Pembuatan Metil Orange | 12 .05 0.05 NaCl C6H4N2O3S 0. direkristalisasi kembali 3.05 0.05 0.05 0.025 mol  mol Natrium Nitrit: 3.025 0.06 mol  mol Natrium Karbonat: 2.05 -  Mr Metil Jingga = 327.05 0.005 Tahap kedua Penyambungan (coupling): NaCl C6H4N2O3S + C6H5N(CH3)2 m r s : : : 0.365 gr  Berat Metil Jingga berdasarkan praktik (hasil pengeringan 2): 13.05 0.05 0.Sulfanilat: 10.055 mol Tahap pertama Diazotisasi: 2C6H7NO3S + Na2CO3 m r s : : : 0.Berat Methyl Orange = 13.06 0.025 0.025 0.05 NaC6H4O3SN=NC6H5N(CH3)2 0.5 gr/173.025 0.68 gr/106 gr/mol = 0.

77% x 100 % x 100 % x 100 % Berdasarkan Literatur Percobaan (Metil Orange hasil pengeringan 2) Titik Leleh (oC) >300 320.15%  Berat Metil Jingga berdasarkan praktik (hasil pengeringan 3): 1.Berat secara teori = 13.2 Percobaan (Metil Orange hasil pengeringan 3) 292 BAB IV PEMBAHASAN Laporan Pembuatan Metil Orange | 13 .6 gr % Yield = Berat secara praktik Berat secara teori = 1.28 gr 16.365 gr = 9.6 gr 16.365 gr = 81.

Penggabungan tersebut akan memberikan zat warna yang memiliki warna yang bermacammacam tergantung dari turunannya. suhu proses reaksi dijaga konstan antara 0 – 5 °C. Reaksi pembentukannya terdiri dari tiga proses penting yaitu Reaksi Diazotisasi. Pada percobaan digunakan senyawa Asam Sulfanilat yang telah diazotisasi menjadi garamnya garam diazonium ion dan sebagai senyawa aromatik aminanya digunakan N. Reaksi penyambungan (coupling) berlangsung dengan menghasilkan asam metil jingga yang berwarna ungu yang kemudian berubah menjadi jingga setelah dilakukan penambahan dengan NaOH 60% dan asam metil jingga tersebut lama-kelamaan menjadi semakin mengental. dengan dua tahapan proses diatas pun produk metil jingga sudah terbentuk hanya saja masih dalam keadaan basah/setengah kering sehingga akan mempengaruhi catatan perolehan yieldnya. Reaksi Penyambungan (coupling) dan Rekristalisasi. Endapan yang terbentuk diharapkan masih tetap basah karena diazonium tidak stabil dan pada keadaan kering dapat menimbulkan ledakan. Setelah diperoleh produk metil jingga yang telah disaring.N Dimetil Anilin yang dilarutkan dalam 3 mL asam asetat glasial. Reaksi diazotisasi merupakan reaksi pembentukan garam diazonium ion yang terbentuk dari reaksi antara Asam Sulfanilat dengan Natrium Karbonat menghasilkan Natrium Sulfanilat yang kemudian direaksikan lagi dengan Natrium nitrit menghasilkan Garam Diazonium. Reaksi Penyambungan (coupling) yaitu reaksi untuk menggabungkan garam diazonium ion sebagai nukleofil (ion yang kekurangan/miskin elektron) dengan senyawa yang kaya akan elektron seperti senyawa aromatik amina bebas atau senyawa turunan fenol.N – Dimetil anilin dengan senyawa Asam Sulfanilat yang telah diazotisasi dan biasanya digunakan sebagai indikator asam-basa. kemudian dilakukan tahapan proses yang terakhir yaitu Rekristalisasi produk yang dilakukan untuk memperoleh produk dalam keadaan kering atau kristal. Garam diazonium dari asam sulfanilat inilah yang nantinya akan direaksikan dengan N. Untuk menghindari terjadinya penguraian alkohol dan N2.Metil Jingga adalah suatu senyawa organik yang termasuk dalam golongan senyawa zat warna azo yang dibuat dari penggabungan senyawa N. Tahapan ini boleh dilakukan boleh tidak karena jika ingin memperoleh produk kering maka tahapan ini harus dilakukan tetapi jika tidak. Asam metil jingga tersebut kemudian dipanaskan dan ditambahkan NaCl ke dalamnya untuk membantu memudahkan pemisahan padatan dari campurannya sehingga menjadi produk yang mudah untuk disaring. Pembentukan kristal garam terjadi setelah larutan didiamkan beberapa menit (± 15 menit).N dimetil anilin menghasilkan senyawa Metil Jingga. Laporan Pembuatan Metil Orange | 14 kristal garam .

Selain itu juga disebabkan oleh proses penyaringan yang kurang sempurna. hal ini membuktikan bahwa metal orange yang didapatkan pada proses pengeringan kedua sudah cukup murni.Sitrat warna larutannya berubah menjadi kuning. sehingga pereaksi pereaksi yang dicampurkan tidak dapat bereaksi dengan sempurna sehingga menghasilkan jumlah methyl orange yang sedikit.15% namun ini merupakn yield metal orange yang belum murni.Metil jingga yang telah diperoleh biasanya digunakan sebagai indikator asam-basa.2oC dan berdasarkan percobaan proses pengeringan ke 3 yaitu sebesar 292 oC. Hasil uji titik leleh berdasarkan percobaan proses pengeringan ke 2 yaitu sebesar 320. Perolehan yield pada proses pengeringan ke 3 (metil orange murni) sebesar 9.77%. sehingga bisa diketahui bahwa metil jingga tersebut mengindikasikan bahwa suatu larutan atau senyawa bersifat asam adalah dengan memberikan warna merah pada larutan dan indikasi bahwa suatu larutan basa adalah dengan memberikan warna kuning pada larutannya. Dalam aquadest yaitu dengan pH 7 warna normalnya adalah berwarna jingga tetapi ketika ditambahkan HCl warna larutannya berubah menjadi merah dan ketika ditambahkan NaOH dan As. masih ada pengotor-pengotor. Sedangkan perolehan yield pada proses pengeringan ke 2 sebesar 81. BAB V KESIMPULAN Laporan Pembuatan Metil Orange | 15 . sedangkan berdasarkan literature titk leleh metal orange berkisar pada suhu diatas 300 oC. hal ini dapat disebabkan karena saat proses pemanasan tidak mencapai suhu optimumnya.

6 gram = 9. BAB VI DAFTAR PUSTAKA Laporan Pembuatan Metil Orange | 16 .77% = 13.28 gram = 81.15% Titik leleh Berdasarkan Literatur Percobaan (Metil Jingga hasil pengeringan 2) Titik Leleh (oC) >300 320. Dari percobaan tersebut juga diperoleh : • Pengerngan ke 2 Berat Metil Jingga Yield • Pengeringan ke 3 Berat Metil Jingga Yield = 1.2 Percobaan (Metil Jingga hasil pengeringan 3) 292 Berdasarkan hasil percobaan. Metil Jingga hasil pengeringan ke 2 bisa dikatakan cukup murni.Berdasarkan hasil percobaan yang telah kami lakukan maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya proses pembentukan atau pembuatan metil jingga hanya melibatkan dua tahapan proses yaitu tahap diazotizasi dan tahap penyambungan (coupling) sedangkan tahap rekristalisasi dilakukan hanya jika ingin memperoleh produk dalam bentuk kristalnya.

Laporan Pembuatan Metil Orange | 17 .Andrijanto. Proses Substitusi Pembuatan Metil Jingga. Eko. Jobsheet Praktikum Satuan Proses. Polban.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful