Uretritis Non Spesifik

URETRITIS NON SPESIFIK Penulis : Irnizarifka Erika Khairani Pendahuluan Sebelum tahun 1970 hampir 90% kasus uretritis belum diketahui penyebabnya, sedangkan 10% sudah diketahui penyebabnya, yaitu Gonokok, Trichomonas vaginalis, Candida albicans dan benda asing. Dengan semakin majunya fasilitas diagnostik sesudah tahun 1970, penyebab uretritis sudah diketahui 75%, sedangkan sisanya 25% lagi masih dalam taraf penelitian2. Uretritis merupakan kondisi urologis yang normal terjadi dan sulit ditegakkan diagnosanya oleh dokter, sehingga mempersulit pemberian pengobatan yang tepat. Organisme seperti Trichomonas vaginalis, Neiserria gonorrheae, Chlamydial trachomatis dan Mycoplasma spp dilaporkan menjadi penyebab terjadinya uretritis. Meski demikian, sebagian pasien dengan uretritis tidak memiliki organisme tersebut. Dengan demikian, diagnosa uretritis khususnya pada pria dengan tidak adanya penanda inflamasi uretra menjadi sulit, karena belum adanya informasi yang jelas mengenai komposisi flora uretra pada pria normal maupun penderita uretritis5. Pada sebuah studi yang dilakukan, didapatkan beberapa mikroorganisme gram positif yang menjadi mikroflora pada uretra seseorang yang normal. Lactobacilli, Coagulase negative staphylococci dan Streptococci dilaporkan juga menjadi bagian dari flora normal. Partisipasi dari beberapa flora normal ini diyakini menjadi bagian untuk mencegah invasi mikroorganisme oportunistik5. Uretritis merupakan kondisi inflamasi yang terjadi pada uretra yang dapat disebabkan oleh proses infeksi atau non infeksi dengan manifestasi discar, disuria, atau gatal pada ujung uretra. Temuan fisik yang paling sering ditemukan berupa discar uretra, sedangkan temuan laboratorium menunjukkan adanya peningkatan jumlah leukosit polimorfonuklear dengan pengecatan Gram pada usapan uretra atau dari sedimen pancaran urin awal. Untuk memudahkan dalam perawatan, seringkali infeksi uretritis diklasifikasikankan menjadi Uretritis Gonococcal dan Uretritis Nongonococcal (disebut pula uretritis non spesifik)3. Disebut sebagai uretritis gonococcal jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Neisseria gonorrhea, sebaliknya jika tidak ditemukan N.gonorrhea disebut sebagai urethritia non gonococcal atau uretritis non spesifik. Kedua klasifikasi diatas termasuk dalam kategori penyakit dengan transmisi secara seksual7. Infeksi Chlamidya trachomatis pada banyak negara merupakan penyebab utama infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Laporan WHO tahun 1995 menunjukkan bahwa infeksi oleh C. trachomatis diperkirakan 89 juta orang. Di Indonesia sendiri sampai saat ini belum ada angka yang pasti mengenai infeksi C. trachomatis6. Definisi Uretritis Non Spesifik (UNS) memiliki pengertian yang lebih sempit dari Infeksi Genital Non Spesifik, dimana peradangan hanya pada uretra yang disebabkan oleh kuman non spesifik. Yang dimaksud dengan kuman spesifik adalah kuman yang dengan fasilitas laboratorium biasa atau sederhana dapat ditemukan seketika, misalnya gonokok, Candida albicans, Trichomonas vaginalis dan Gardnerella vaginalis2.

trachomatis. gonorrhea Nongonococcal : C. 2-3% Adenovirus. Epidemiologi Uretritis Non Spesifik banyak ditemukan pada orang dengan keadaan sosial ekonomi lebih tinggi.. Proteus. Mikroorganisme ini utamanya menyerang traktus genitalia4. ataupun parasit.Coli. Klebsiella atau Enterobacter. Namun pada kasus uretritis non spesifik yang dapat ditularkan secara seksual agen yang sangat berperan adalah8 : Bakteri : Chlamydia trachomatis. usia lebih tua dan aktivitas seksual yang lebih tinggi. . 20-50 % T. genitalium. Etiologi Uretritis non spesifik adalah inflamsi pada uretra yang disebabkan oleh infeksi selain gonococcal. tetapi mungkin juga asmtomatik. <15% HSV. dan Mycoplasma genitalium. 2-4% Haemophilus sp. Haemophylus vaginalis. jarang Tidak diketahui 1. 15-25 % Lain-lain. Dari berbagai studi dilaporkan bahwa 30 – 60 % dari penderita UNS dapat diisolasi C. Chlamydial trachomatis merupakan mikroorganisme tersering di negara maju yang menular melalui kontak seksual. 15-40% M. Etiologi Uretritis Menular Seksual Gonococcal : N. selanjutnya 4 – 43 % dari pria penderita gonore dan 0 – 7 % dari pria dengan uretritis asimtomatik6. vaginalis. Banyak organisme berbeda yang berperan dalam terjadinya uretritis terutama agen bakteri basil Gram negative seperti E.Uretritis Non Spesifik ditandai dengan keluarnya sekret dan/atau disuria. trachomatis. Chlamydial trachomatis merupakan parasit intraobligat. 5-15% U. Parasit : Trichomonas vaginalis. Tabel I. Chlamydia trachomatis merupakan penyebab Uretritis Non Spesifik (UNS) terbanyak dibanding dengan organisme lain. viral. Viral : Herpes simpleks. Etiologi dari uretritis non spesifik dapat disebabkan oleh bakterial. Infeksi Chlamydial trachomatis Telah terbukti bahwa lebih dari 50% kasus Uretritis Non Spesifik disebabkan oleh kuman ini. Adenovirus. urealyticum. menyerupai bakteri gram negatif. Ureaplasma urealyticum. Juga ternyata pria lebih banyak daripada wanita dan golongan heteroseksual lebih banyak daripada golongan homoseksual2.

B dan C menyebabkan tarchoma. Prevalensi kejadian pada pria tidak diketahui tetapi diperkirakan rendah. Fase pertama (non infeksiosa) terjadi keadaan laten yang dapat ditemukan pada genitalia maupun konjungtiva. Infeksi menular melalui kontak penetrasi seksual termasuk seks oral. dengan 1 atau lebih partner seksual. Species C. minim kontrasepsi. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi akan mengalami konjungtivitis klamidial (30-50%) atau pneumonia. Pathogenesis dari sekuel inflamasi kronis dipercaya dimediasi oleh agen imunologis. dengan 4-5 juta penderita berada di USA. Mikroorganisme ini menginfeksi 3-5% wanita muda yang secara seksual aktif. yaitu berupa Badan Inisial6. Dalam perkembangannya. uretritis dikeluhkan dalam kurun waktu 1 bulan setelah mendapat pajanan infeksi. ditandai dengan discharge encer atau mukoid pada uretra. serovar D sampai K menyebabkan infeksi genital. dikarenakan terdapat banyak infeksi yang tidak diketahui sehingga tidak mendapatkan terapi. atau 15-40% dari kasus uretritis non spesifik atau dua kali prevalensi dari kasus Gonorrhea. Chlamydial trachomatis adalah bakteri Gram negatif obligat intraseluler. dapat disertai dengan disuria.7. Prevalensi secara keseluruhan diyakini meningkat. anal. kuman bersifat intraseluler dan berada di dalam vakuol yang letaknya melekat pada inti sel hospes (disebut badan inklusi). Infeksi klamidial terjadi lebih banyak pada kelompok usia di bawah 25 tahun. Masa inkubasinya tidak diketahui. Pada pria. hanya dapat berkembang biak di dalam sel eukariot hidup dengan membentuk semacam koloni atau mikrokoloni yang disebut Badan Inklusi (BI). Namun demikian. dan merupakan penyebab penyakit menular seksual yang paling sering terjadi. Tetapi hal ini masih dalam penelitian4. Gejala terjadi dalam 1-3 minggu setelah infeksi. Kebanyakan wanita yang terinfeksi akan mengalami periode asimtomatik dalam hitungan bulan hingga tahun. Chlamydial trachomatis mengalami 2 fase. pengguna pil kontrasepsi dan pelaku aborsi kehamilan4. Chlamydia merupakan bakteri obligat intraselular. sering terjadi infeksi asimtomatik sebesar 80% pada wanita dan 50 % pada pria. Sedangkan fase kedua (penularan) bila vakuola pecah kuman keluar dalam bentuk badan elementer yang dapat menimbulkan infeksi pada sel hospes yang baru2. atau melalui hubungan seksual. Transmisi terjadi melalui rute oral. Traktus urogenital merupakan daerah yang paling sering terinfeksi oleh C.Chlamydial trachomatis penyebab Uretritis Non Spesifik ini termasuk subgroup A dan mempunyai tipe serologic D-K2. serovar L1 sampai L3 menyebabkan limfogranuloma venereum (LGV) 6. Diperkirakan terjadi 4 juta kasus infeksi Chlamydia tiap tahunnya dengan angka prevalensi > 10 %. Manifestasi penyakit yang paling umum terjadi pada infeksi C. Terhitung 89 juta infeksi terjadi di dunia setiap tahunnya. Pada saat ini. Chlamydial trachomatis merupakan bakteri pathogen intraseluler yang mengakibatkan reaksi inflamasi. Pada beberapa kasus didapatkan penularan non kontak seksual. tetapi sekitar 50% kasus asimtomatik4. trachomatis berbeda dari kebanyakkan bakteri karena berkembang mengikuti suatu siklus pertumbuhan yang unik dalam dua bentuk yang berbeda. tetapi sangat jarang terjadi. Infeksi juga dapat termanifestasi sebagai Lymphogranuloma venerum3. Chlamydia membelah secara benary fision dalam badan intrasitoplasma. C. . trachomatis. tetapi 1040% akan mengalami penyakit peradangan pelvis. trachomatis mempunyai 515 serovar. dimana serovar A. Pada infeksi rectum menyebabkan proktitis pada wanita maupun pria. Co-infeksi dengan penyakit menular seksual lainnya sering kali terjadi terutama gonorrhea7. trachomatis adalah uretritis.

dan meningitis8. Alergi Ada dugaan bahwa Uretritis Non Spesifik disebabkan oleh reaksi alergi terhadap komponen sekret alat urogenital pasangan seksualnya. infeksi mycoplasma genital mengakibatkan uretritis. menyebabkan ulserasi. Kedua uretritis . 6. Keduanya sama secara klinis sama efektif. Mycoplasma hominis juga sering bersama-sama dengan infeksi Ureaplasma urealyticum. yaitu Mycoplasma hominis. PID. disertai pruritus. Infeksi Trichomonas vaginalis Organisme lain seperti Trichomonas vaginalis dan virus herpes simpleks hanya berperan kecil dalam kejadian kasus uretritis non spesifik. Infeksi Ureaplasma urealyticum dan Mycoplasma hominis Ureaplasma urealyticum merupakan 25% sebagai penyebab Uretritis Non Spesifik dan sering bersamaan dengan infeksi Chlamydial trachomatis. Seperti halnya Chlamydia. 4. Bakteri Mikroorganisme penyebab Uretritis Non Spesifik ini adalah Staphylococcus dan Diphteroid. Infeksi pada wanita menyebabkan timbulnya keputihan yang berbau. pneumonia neonatal. endometritis. dan frekuensi8. eritema dan dispareunia. nyeri berkemih yang terasa panas. Ureaplasma parvum. T. Dahulu dikenal dengan nama T-strain mycoplasma. Pada wanita hamil. Infeksi Mycoplasma genitalium Mycoplasma sp. gram negative dan sangat pleomorfik karena tidak memiliki dinding sel yang kaku2. vaginalis merupakan protozoa yang menyebabkan kondisi yang dinamakan trikomoniasis. arthritis septic. M. urealyticum. Sekitar 40-80 % wanita yang aktif secara seksual mengalami kolonisasi genital dari ureaplasma. cervicitis. karena kuman ini bersifat komensal yang dapat menjadi pathogen dalam kondisi tertentu. Sesungguhnya bakteri ini dapat tumbuh komensal dan menyebabkan uretritis hanya pada beberapa kasus2. 4 diantaranya menginfeksi traktus genital. Pada pria seringkali asimtomatis. karena gejala yang timbul biasanya dikaitkan dengan patogen lain yang lebih umum seperti Chlamydia.Terapi yang direkomendasikan adalah doksisiklin 100 mg bd untuk 7 hari atau azitromisin 1 gram per oral dosis tunggal. eritromisin 500 md bd untuk 14 hari atau amoksisilin 500 mg td adalah obat pilihan. 3. salpingitis. Pasien dengan infeksi mycoplasma genital sering tidak terdiagnosis. keluhan yang muncul berupa discar uretra. T. berwarna kuning kehijauan. Organisme ini juga berperan dalam 20-30% kasus uretritis nonspesifik8. namun berbeda pada derajat keparahan gejala yang timbul. Mycoplasma memiliki 13 spesies. Ureaplasma urealyticum merupakan mikroorganisme paling kecil. tetapi penggunaan amoksisilin masih dalam perdebatan4. 5. Alasan ini dikemukakan karena pada pemeriksaan sekret Uretritis Non Spesifik tersebut ternyata steril dan pemberian obat antihistamin dan kortikosteroid mengurangi gejala penyakit2. Gejala Klinis Tanda dan gejala Uretritis Gonococcal (UG) dan Uretritis Non-Gonococcal (UNG) pada dasarnya adalah sama. 2. dan chorioamnionitis. dan U. merupakan salah satu mikroorganisme terkecil yang dapt berkoloni di traktur respirasi dan urogenital. Mycoplasma hominis sebagai penyebab Uretritis Non Spesifik masih diragukan. vaginalis menginfeksi epitel vagina dan uretra. genitalium. Spesies lainnya dpat menyebabkan infeksi pernapasan.

termasuk uretritis. disuria ringan. Adanya inflamasi pada meatus uretra. . Pada beberapa keadaan tidak terlihat keluarnya cairan duh tubuh. Sama seperti pada gonore. Pemeriksaan menyeluruh pada pasien dengan penyakit menular seksual. edema penis. Dibandingkan dengan gonore. Berbeda dengan infeksi Chlamydia dan Trichomonal dengan sedikit lendir berwarna jernih atau mukoid7. frekuensi. Jika hanya lendir bening. Sebagian kecil dengan keluhan keluarnya duh tubuh vagina. dan urgensi sering terjadi pada kedua jenis infeksi. sedangkan pada kondisi UNG. umumnya wanita tidak menunjukkan adanya gejala. dibandingkan pada infeksi Chlamydia 82%. Lendir berwarna kekuningan atau hijau disebut sebagai lender purulen. Kuantitas discar pada uretritis dapat dikategorikan “banyak” (mengalir secara spontan dari uretra). 82% berjumlah sangat banyak dan purulen. kelenjar Bartholin atau uretra sendiri. sedangkan pada UNG. chlamydial. Gejalanya berupa disuria ringan. dan pembesaran kelenjar limfe juga harus diperhatikan7. Lendir berwarna putih yang bercampur cairan jernih dinamakan lender “mukoid”. “sedang” (keluar secara spontan. perjalanan penyakit lebih lama karena masa inkubasi yang lebih lama dan ada kecenderungan kambuh kembali. Diagnosis Diagnosis secara klinis sukar untuk membedakan infeksi karena gonore atau non-gonore. Pada penelitian yang dilakukan oleh Kreiger yang membandingkan manifestasi klinis uretritis gonococcal. lendir sering hanya muncul pada pagi hari. sehingga menyulitkan diagnosis. Masa inkubasi jauh lebih pendek pada infeksi gonorrhea. Komplikasi yang dapat terjadi berupa prostatitis. perasaan tidak enak di uretra. sering kencing. sangat penting dalam mengarahkan terapi yang tepat. salfingitis dan sistitis. trachomatis2. yaitu dalam 2-6 hari. nyeri daerah pelvis dan dispareunia. Pemeriksaan laboratorium yang umum digunakan sejak lama adalah pemeriksaan sediaan sitologi langsung dan biakan dari inokulum yang diambil dari specimen urogenital. vesikulitis. hematuria. Pada pemeriksaan serviks dapat dilihat tanda-tanda servisitis yang disertai adanya folikel-folikel kecil yang mudah berdarah. dan trichomonal. epididimitis dan striktur uretra2. dysuria. dan purulen lebih sering pada gonorrhea. gejala muncul dalam 1-5 minggu setelah infeksi. dan 93% pada gonorrhea. Dalam keadaan demikian sangat diperlukan pemeriksaan laboratorium. namun hanya sedikit). Lendir yang sangat banyak. trachomatis.baik gonococcal maupun non-gonococcal menyebabkan adanya lendir. Hanya 55% pria dengan trichomoniasis yang mengalami lendir uretra. sering kencing dan keluarnya duh tubuh seropurulen. Menegakkan diagnosis servisitis atau uretritis oleh klamidia. gonorrhea. Pada UNG. Lendir yang dihasilkan pada infeksi N. Komplikasi dapat berupa bartholinitis. Tanda pada Wanita Infeksi lebih ringan terjadi di serviks bila dibandingkan dengan vagina. Warna dan karakter discharge uretra harus diperhatikan. dinamakan “jernih”. dengan masa inkubasi rata-rata 2-3 minggu7. Baru pada tahun 1980an ditemukan tehnologi pemeriksaan terhadap antigen dan asam nukleat C. Tanda pada Pria Gejala baru mulai timbul biasanya setelah 1-3 minggu kontak seksual dan umumnya tidak seberat gonore. Peritonitis dan perihepatitis juga pernah dilaporkan2. perlu pemeriksaan khusus untuk menemukan atau menentukan adanya C. “sedikit” (keluar hanya jika uretra di ekspos). dan gatal pada uretra. lendir yang dihasilkan lebih sedikit dan mukoid. atau hanya terlihat seperti krusta yang melekat di meatus atau terlihat seperti bercak pada pakaian dalam. proktitis.

manajemen obat yang paling efektif adalah golongan tetrasiklin dan eritromisin. gonorrhea atau C. gonorrhea atau C. Pengecatan Gram pada sekresi uretra menunjukkan adanya >5 leukosit per lapang pandang. yaitu Direct Fluorescent Antibody (DFA) yang menggunakan antibodi monoklonal atau poliklonal dengan mikroskop imunofluoresen dan Enzyme Immuno Assay (EIA) atau Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang menggunakan antibodi monoklonal atau poliklonal dengan alat spektrofotometri. wanita 41%). pasangan seksual ikut untuk menjalani tes7. Metode pendeteksian antigen ada beberapa cara. tehnik dan biaya pemeriksaan biakan ini tinggi serta perlu waktu 3 hingga 7 hari2. 2. Pengecatan Gram merupakan tes diagnostik yang umum digunakan untuk mengevaluasi uretritis. Prosedur.trachomatis. Sitologi dengan Papaniculou sensitivitasnya juga rendah. Cara lain menggunakan Amplifikasi Asam Nukleat (Polimerase Chain Reaction dan Ligase Chain Reaction) 2. 62%. Di samping itu dapat juga digunakan gabungan sulfa-trimetoprim. 3. Penegakan diagnosis uretritis didasarkan pada tanda klinis serta pemeriksaan laboratorium. Medikamentosa Medikasi Dosis Tetrasiklin HCl 4 x 500mg sehari selama 1 minggu atau 4 x 250mg sehari selama 2 minggu Oksitertrasiklin 4 x 250mg sehari . spiramisin dan kuinolon2. pasien harus diberikan perawatan yang sesuai. Jika tidak ada kriteria diatas yang positif. Hingga saat ini pemeriksaan biakan masih menjadi baku emas pemeriksaan klamidia. Tes leukosit esterase pada pancaran urin pertama yang menunjukkan hasil positif atau pemeriksaan mikroskopis pancaran urin pertama menunjukkan ≥10 leukosit per lapang pandang besar. Infeksi gonococcal ditegakkan jika ditemukan diplococcus intraseluler pada leukosit. tetapi sensitivitasnya bervariasi bergantung pada laboratorium yang digunakan (nilai berkisar 75-85%).Pemeriksaan sitologi langsung dengan pewarnaan giemsa memiliki sensitivitas tinggi untuk konjungtivitis (95%). Pemeriksaan ini cukup sensitif dan spesifik untuk menentukan adanya uretritis dan ada tidaknya infeksi gonococcal. sedangkan untuk infeksi genital rendah (pria 15%. trachomatis. Tabel II. Spesifitasnya mencapai 100%. pasien harus di tes untuk konfirmasi infeksi N. didapatkan hasil bahwa tidak diperlukan adanya investigasi lebih lanjut menggunakan mikroskopi pada penderita yang asimtomatik karena hanya presentase kecil penderita didapatkan hasil yang positif akan bakteri patogen1. Metode pendeteksian terbaru adalah dengan cara mendeteksi asam nukleat C. Beberapa dosis obat yang dapat digunakan sebagai pada tabel berikut. Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008. Hibridisasi DNA Probe (Gen Probe) mendeteksi DNA CT lebih sensitive dibanding Elisa karena dapat mendeteksi DNA dalam jumlah kecil melalui proses hibridisasi. trachomatis. Penatalaksanaan Secara umum. Discar purulen atau mukopurulen. sebagai berikut: 1. Jika hasil tes menunjukkan infeksi N.

B. International Journal of STD and AIDS. . Hominis dan Ureaplasma sp. pencegahan hubungan seksual sementara serta penyelesaian terapi dengan benar harus dicek. Harrison’s Principles of Internal Medicine 16th Edition. Horner P. Djuanda A.B. kira-kira 10% penderita akan mengalami eksaserbasi atau rekurensi2. hamil. Chlamydia and Nonspecific Uretritis. 2002. dkk. Prognosis Kadang-kadang tanpa pengobatan. Jameson H. 2005. et al.. 6. 2008. Karmila N. Microbiological Features of Persistent Nonspecific Uretritis in Men. sama dengan pengobatan pada chlamydia. Dalam hal ini pasangan maupun semua orang yang memiliki kontak seksual langsung dengan penderita harus diidentifikasi dan diberikan saran untuk mendapatkan terapi serupa4. Obstetrics and Gynaecology. Journal of Microbiology. 2005. Should Men with Asymptomatic Non Specific Uretritis be Identified and Treated. REFERENSI 1. 2. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. USA : Mc Graw Hill Companies. Pengobatan untuk infeksi mycoplasma genital. Setelah pengobatan. Pemberian informasi kepada pasangan.40:157-161. atau < 12 tahun) Sulfatrimetoprim Azitromisin Spiramisin Ofloksasin 2 x 2 tablet sehari selama 1 minggu 1 gram dosis tunggal 4 x 500mg sehari selama 1 minggu 2 x 200 mg sehari selama 10 hari Pasien dengan infeksi klamidia harus dimonitor selama 2 minggu. Fluorokuinolon dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk M. penyakit lambat laun berkurang dan akhirnya sembuh sendiri (50-70% dalam waktu sekitar 3 bulan). Blume A. Ivanov Y. 3. Immunology and Infection 2007. 4. 2001.. Jakarta : Fakultas Kedokteran Indonesia.. Fauci K.Doksisiklin Eritromisin selama 2 minggu 2 x 100mg sehari selama 1 minggu 4 x 500mg sehari selama 1 minggu atau 4 x 250mg sehari selama 2 minggu (untuk penderita tidak tahan tetrasiklin. Journal of Paediatrics. 2008. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 5. 5.. pada kondisi resistensi terhadap antibiotik lain3.. Infeksi Chlamidia Trachomatis.B.

7. Andrew’s Diseases of the Skin Clinical Dermatology 9th Edition. 8.com. Saunders Philadelpia.0 dari masukan ini Anda dapat memberikan tanggapan. 2008. 2010 1:38 am dan disimpan pada Tak Berkategori . Wolff K. Odom R. Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel. et al. i Rate This Masukan ini dipos pada Agustus 15. Theme: Black Letterhead by Ulysses Ronquillo. McGraw Hill Medical.. atau trackback dari situs anda. Tinggalkan Balasan Klik di sini untuk membatalkan balasan. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine 7th Edition Volume 1 and 2. . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2. 2000. Bottom of Form Blog pada WordPress. Top of Form Nama (wajib) E-mail (wajib) Situs web Kirim Komentar 29 0 1286031705 Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful