P. 1
Pengertian Ham Dalam Agama Islam

Pengertian Ham Dalam Agama Islam

5.0

|Views: 601|Likes:

More info:

Published by: Hendra Ferdinan Silalahi on Feb 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2014

pdf

text

original

PENGERTIAN HAM DALAM AGAMA ISLAM Hukum Islam adalah hukum yang ditetapkan oleh Allah melalui wahyu

-Nya yang kini terdapat dalam Al Qur’an dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad sebagai Rasul-Nya melalui Sunnah beliau yang kini terhimpun dengan baik dalam kitab-kitab hadits. Terdapat perbedaan pendapat antara ulama ushul fiqh dan ulama fiqh dalam memberikan pengertian hukum syar’i karena berbedanya sisi pandang mereka. Ulama fiqh berpendapat bahwa hukum adalah akibat yang ditimbulkan oleh tuntutan yaitu wajib, sunnah, haram, makruh dan mubah. Sedangkan ulama ushul fiqh mengatakan bahwa yang disebut hukum adalah dalil itu sendiri. Mereka membagi hukum tersebut kepada dua bagian besar yaitu hukum taklifi dan hukum wadh’i. Hukum taklifi berbentuk tuntutan dan pilihan yang disebut dengan wajib, sunnat, haram, makruh dan mubah. Dan hukum wadh’i terbagi kepada lima macam yaitu sabab, syarat, mani’, shah dan bathal. Masyarakat Indonesia disamping memakai istilah hukum Islam juga menggunakan istilah lain seperti syari’at Islam, atau fiqh Islam. Istilah-istilah tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan. Syari’at Islam sering dipergunakan untuk ilmu syari’at dan fiqh Islam dipergunakan istilah hukum fiqh atau kadang-kadang hukum Islam, yang jelas antara yang satu dengan yang lain saling terkait
NILAI-NILAI HAM DALAM SYARI’AH Secara normatif, nilai-nilai HAM dirumuskan oleh PBB dalam sebuah deklarasi yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal (Universal Declaration of Human Rights) PBB pada 10 Desember 1948. Deklarasi ini disepakati oleh 48 negara dimaksudkan untuk menjadi standar umum yang universal dari hak asasi manusia bagi sleuruh bangsa dan umat manusia. Deklarasi ini menyebutkan seluruh hak dan kebebasan yang dinikmati setiap individu tanpa memandang ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, opini politik, dan opini lainnya, asal-usul kebangsaan atau sosial, status kekayaan, kelahiran, dan status lainnya. Deklarasi ini terdiri dari 30 pasal. Secara umum pasal-pasal itu mengatur hak-hak yang menjunjung tinggi martabat manusia baik sebagai individu, anggota masyarakat bangsa, maupun masyarakat internasional. Dilihat dari tujuan, nilai-nilai HAM di atas sangat universal dan baik. Harkat dan martabat manusia dijunjung tinggi terlepas dari perbedaan ras, agama, warna kulit, dan perbedaan lainnya. Dalam konteks ajaran Islam, nilai-nilai itu diakui sebagai sunnatullah. Islam adalah agama yang universal dan komprehensif yang melingkupi beberapa konsep. Konsep yang dimaksud yaitu aqidah, ibadah, dan muamalat yang masing-masing memuat ajaran keimanan. Aqidah, ibadah dan muamalat, di samping mengandung ajaran keimanan, juga mencakup dimensi ajaran agama Islam yang dilandasi oleh ketentuan-ketentuan berupa syariat atau fikih. Selanjutnya, di dalam Islam, menurut Abu A'Ala Al-Maududi, ada dua konsep tentang Hak.Pertama, Hak Manusia atau huquq al-insān al-dharuriyyah. Kedua, Hak Allah atau huquq Allah. Kedua jenis hak tersebut tidak bisa dipisahkan. Dan hal inilah yang membedakan antara konsep HAM menurut Islam dan HAM menurut perspektif Barat. Perlu dicatat bahwa inti dari HAM adalah egalitarianisme, demokrasi, persamaan hak di depan hukum, dan keadilan sosial, ekonomi, dan budaya. Elemen-elemen itu mengejawantah dalam bentuk di antaranya dalam perbedaan dan keragaman dalam arti yang luas. Perbedaan, misalnya dalam pandangan Islam, adalah kehendak Allah karena itu segala upaya yang

Karena itu. terorisme. Selain prinsip HAM di atas. satu opini politik) adalah penyangkalan terhadap sunnatullah itu. diskriminasi. keluarga. maka setiap pemaksaan kehendak. al-Qur'an menyampaikan kritik ini seperti ketidakadilan ekonomi dalam pernyataan "kekayaan tidak boleh berputar di kalangan orang-orang kaya saja". anak-anak. dan bernegara. Islam menyadari bahwa mengakui perbedaan adalah sikap paling realistis. Nilai-nilai ini adalah juga yang diperjuangkan oleh HAM. 59:7. Namun demikian. Unit keluarga adalah dasar keharmonisan di mana harkat manusia mulai ditegakkan. penindasan. peningkatan harkat dan martabat manusia hanya bisa bermakna jika dikaitkan dengan aspek keadilan ekonomi. Selanjutnya. intoleransi. Sejak 1500 tahun yang lalu. dan kakek-nenek. dan lain-lain. berbangsa. satu bangsa. Yunus [10]: 99. dan diskriminasi. maupun masyarakat. ketimpangan sosial. maupun politik. pada level sosial-politik al-Qur'an ingin menguatkan unit kekeluargaan paling dasar yang terdiri dari kedua orang tua. keadilan. Ini juga menunjukkan bahwa dengan perbedaan manusia didorong untuk saling menolong dan bekerjasama. Jadi. QS. Hal ini ditegaskan dalam al-Qur'an Surat al-Baqarah: 272 "Bukan tugasmu (hai Rasul) memberi petunjuk kepada mereka. sikap menghargai atas perbedaan di antara manusia adalah sikap primordial yang tumbuh secara organik sejak Islam diserukan kepada umat manusia 1500 tahun yang lalu. tolong-menolong. Dengan prinsip-prinsip yang sangat jelas di atas. satu warna kulit. sosial. tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. yang artinya: "dan Jikalau Tuhanmu menghendaki. Baik secara ekonomi. dan persamaan di depan hukum adalah prinsip-prinsip kunci yang sangat diperhatikan di dalam Syari'ah. 6:161. 2: 83. Ayat-ayat ini adalah prinsip HAM dalam beragama dan dalam menghormati perbedaan. "hendak kau paksa jugakah orang untuk melakukan apa yang Allah sendiri tidak ingin melakukannya terhadap mereka?" Penegasan Jalalain dapat mempertegas bahwa usaha untuk menyamakan semua perbedaan semua umat manusia adalah sebuah tindakan pelanggaran HAM. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orangorang yang beriman semuanya?" QS. persamaan hak. prinsip-prinsip lain yang bersifat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia adalah kritik Islam atas ketidakadilan.memaksa agar semua manusia itu seragam (satu agama. Dalam al-Qur'an Allah menegaskan. Karena itu. Prinsip-prinsip al-Qur'an di atas mengatur sedemikian rupa sehingga hak-hak manusia tidak dilanggar baik dalam tingkat individu. membuat tekanan sentral yang lebih memperjelas ayat ini dengan mengatakan. Tafsir Jalalain. 29:8. 17:23. sosial. Karena itu al-Qur'an peduli pada aspek ini seperti diterangkan dalam QS. prinsip-prinsip ini dipegang oleh umat Islam sebagai cara hidup bermasyarakat. Juga aturan zakat dalam QS 9:60 memperkuat bagaimana Islam peduli pada orang-orang tertindas yang perlu ditolong dan ditingkatkan harkat dan martabatnya. dan hal-hal yang . dan politik. Tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapapun yang kekehendakiNya". 4:36. Melakukan pembiaran atas nasib orang-orang miskin dan terlantar adalah perbuatan melanggar agama dan HAM. ayat ini menganjurkan agar setiap orang yang beriman harus tetap teguh tanpa harus terpengaruh oleh ajaran yang lain. Kitab tafsir yang sangat dihormati. Dalam sejarah peradaban Islam.

"Sesungguhnya Tuhanmu jauh lebih mengetahui daripada engkau tentang siapa yang menyimpang dari jalan-Nya dan siapa yang mendapat petunjuk". Selanjutnya "Teologi HAM" dapat dirumuskan melalui kajian tafsir tematik (maudhu'iy). keagamaan. Sekalipun hal ini dilakukan oleh oknum umat Islam. Kegamangan untuk menegakkan HAM oleh umat Islam justru menandai kemunduran perspektif Islam dan membiarkan prinsip ini tidak aplikatif. dalam bentuk terorisme. kekejaman. karena semua pelanggaran HAM dalam bentuk pemerintahan otoriter (Sadam Husen. Penggalian prinsip-prinsip HAM dari Syari'ah memang sudah mulai dilakukan oleh sejumlah ulama. Konsep Syari'ah tentang HAM dan seluk-beluknya masih terus dapat digali. Dalam sejarah. pelanggaran semacam ini pernah dilakukan oleh setiap agama. atau "Teologi Kerukunan Beragama". Namun. Prinsip al-Qur'an ini menjadi jalan umat Islam untuk menjadi pelopor dalam toleransi dan penegakan hak-hak asasi manusia. Prinsip ini mempertegas bahwa dahulukan penghormatan terhadap HAM dan jangan engkau hiraukan keyakinannya selama ia tidak memusuhi dan melakukan penyerangan. keagamaan. tidak ada agama yang menganjurkan kekerasan. "Teologi HAM". Terorisme bukan ajaran agama karena ia bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sunnatullah. Umat Islam semestinya tidak gamang berbicara soal HAM. Khomeini.menyalahi sunnatullah bukanlah ajaran Islam. saling menghormati. namun ini tetap sebagai bukan ajaran Islam. Terorisme adalah persoalan politik dan ada di setiap agama manapun. yang manusia sendiri tidak memiliki kewenangan untuk mengadili. Di sini perlu adanya upaya-upaya kerja sama di antara semua pemeluk agama untuk mencari akar-akarnya sehingga ajaran agama tidak menjadi pendorong pelanggaran HAM. Masalah keyakinan adalah masalah Tuhan. dan dalam bentuk penindasan kaum wanita selalu dialamatkan kepada umat Islam. Penegasan ini perlu. Dalam konteks ajaran Islam. Kadafi. ia justru menawarkan konsep kerja sama berdasarkan keadilan. tetapi semata-mata oleh oknum-oknum umat beragama yang salah menginterpretasikan ajaran agamanya. dan lain-lain). Dengan kata lain. keyakinan yang berbeda jangan menghalangi kerja sama dan saling menghormati di antara manusia. Pengembangan nilai-nilai HAM dengan pengayaan prinsip-prinsip Syari'ah dapat menjadi pilihan masa depan yang selanjutnya membentuk semacam "Teologi Toleransi". yakni mengklasifikasikan ayat-ayat yang memuat tema HAM kemudian dirumuskan dalam bentuk konsep-konsep utama tentang "Teologi HAM". karena prinsip-prinsipnya telah diajarkan dalam al-Qur'an 1500 tahun yang lalu. serta perlindungan semua anggota komunitas yang hidup bersama-sama tersebut sampai . Hal ini ditegaskan dalam QS. dan pelanggaran atas hak-hak asasi manusia. Bahkan dengan pengayaan baru bahwa Hak Asasi Manusia harus satu paket dengan Kewajiban Asasi Manusia. Hasilnya adalah munculnya karya-karya tentang HAM. akan lebih bijak kalau pelanggaran dan kekejaman atas nama agama bukan karena ajaran agama itu sendiri. serta perlindungan semua anggota komunitas yang hidup bersama-sama di Madinah. Fenomena Piagam Madinah yang dijadikan pedoman perilaku sosial. Bahkan bisa ditambahkan ke dalam muatan HAM yang sudah ada. 16:125. dan persaudaraan. Langkah semacam ini bisa diambil dari lompatan sejarah Islam tentang HAM sebagaimana tertulis dalam Piagam Madinah (alDustur al-Madinah) danCairo Declaration. Secara normatif. Dalam deklarasi Madinah melalui Piagam Madinah yang terdiri 47 point merupakan konstitusi atau Undang-Undang Dasar (UUD) bagi negara Islam yang pertama didirikan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman perilaku sosial.

Hak Mendapatkan Pendidikan (QS. An Nisa : 58. Hak Memperoleh Pekerjaan (QS. Dan kelima menghormati kebebasan beragama. Selanjutnya. Al-Baqarah 275 . yaitu Robert N Bellah. Al-Maidah : 45 dan Al . .17. Al-Baqarah : 228 dan Al-Hujrat : 13). Ketiga.278. Ayat-ayat di atas yang secara tematik dapat menjadi konsep-konsep utama al-Qur'an tentang HAM dapat diperluas lagi. Hak Kepemilikan (QS. Al-kafirun : 1 .5). Keempat. saling menasihati. Dan Hak Taharan (QS. Al-Imran : 130). 107. Hak Kehormatan Pribadi (QS. Al-Rum : 21. Hak Hidup (QS. Al-Mumtaharah : 8). Hak Anak dari Orangtua (QS. At-Tahrim :6). Kedua.24). suku. Satu dasar itu yang telah diletakkan oleh Piagam Madinah sebagai landasan bagi kehidupan bernegara untuk masyarakat majemuk di Madinah. At-Taubah : 122. Hak Keluarga (QS. Al Mumtaharoh : 9). al-Balad : 12 . Hak Keseteraan Wanita dan Pria (QS. betapa besarnya perhatian Islam terhadap HAM yang dimulai sejak Islam ada sehingga Islam tidak membeda-bedakan latar belakang agama. budaya.6. Al-Alaq : 1 . interaksi secara baik dengan sesama. At-Taubah : 105. At-Taubah : 6). Adapun ajaran pokok dalam Piagam Madinah itu adalah: Pertama. terlampau modern untuk ukuran zaman itu.Isra : 33). Dari gambaran di atas baik deklarasi Madinah maupun deklarasi Cairo. At-Taubah : 6). Al-Baqarah : 233 dan surah Al-Isra : 23 . yang menyatakan bahwa kehidupan Madinah yang sangat menjunjung tinggi HAM. Al-Baqarah : 221. strata sosial dan sebagainya. 105. Selain deklarasi Madinah juga terdapat deklarasi Cairo yang memuat ketentuan HAM yakni Hak Persamaan dan Kebebasan (QS. Al-Baqarah : 136 dan Al Kahti : 29). An-Nisa 1. Hak Kebebasan Beragama (QS. An-Nisa : 29). An-Nisa 161. Al-Baqarah : 29. Al-Malk : 15). Hak Memperoleh Perlakuan yang Sama (QS. saling membantu dalam menghadapi musuh bersama. Hak Perlindungan Diri (QS. An-Nisa : 97. membela mereka yang teraniaya. Al-Baqarah : 286. baik pemeluk Islam maupun non Muslim.menimbulkan decak kagum dari seorang sosiolog modern terkemuka berkebangsaan Amerika. 135 dan AlMumahanah : 8). Hak Kebebasan Mencari Suaka (QS. Al-Isra : 70.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->