P. 1
Makalah Vitamin

Makalah Vitamin

|Views: 123|Likes:
Published by Arief Eka Nugraha
Makalah vitamin
Makalah vitamin

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Arief Eka Nugraha on Feb 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2013

pdf

text

original

KLASIFIKASI, FUNGSI DAN METABOLISME VITAMIN

Oleh Drh. Imbang Dwi Rahayu, M.Kes. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang Sebelum abad ke dua puluh, karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa zat mineral telah dianggap sebagai zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal. Akan tetapi berabad-abad sebelumnya, berbagai pengamatan menduga bahwa senyawasenyawa organik lainnya adalah esensial untuk menjaga kesehatan. Sebagai misal telah diketahui selama 300 tahun, bahwa dengan makan buah-buahan dan sayur-sayuran segar ternyata berguna untuk pencegahan atau pengobatan scorbut (sariawan). Juga telah diakui, bahwa rakhitis dapat disembuhkan dengan minum minyak ikan. Pengamatanpengamatan tersebut menimbulkan dugaan, bahwa ada senyawa-senyawa zat makanan lain diperlukan untuk menjaga kesehatan di samping karbohidrat, lemak atau protein. Pada tahun 1912, Funk, seorang sarjana biokimia bangsa Polandia yang bekerja di London untuk pertama kali memperkenalkan istilah vitamin (amine yang vital) yang kemudian terkenal dengan nama vitamin (dari bahasa Latin, vital yang berarti hidup), untuk menandakan kelompok dari senyawa-senyawa organik tersebut. Pengertian Umum Vitamin Vitamin adalah molekul organik yang di dalam tubuh mempunyai fungsi yang sangat bervariasi. Fungsi vitamin dalam metabolisme yang paling utama adalah sebagai kofaktor. Di dalam tubuh diperlukan dalam jumlah sedikit (micronutrient). Biasanya tidak disintesis di dalam tubuh, jika dapat disintesis jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan atau diet. Vitamin dalam arti luas adalah senyawa organik, bukan karbohidrat, lemak maupun protein, yang memiliki peranan vital uutuk berjalannya fungsi tubuh yang normal, meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil. Vitamin adalah zat gisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena berperan mambantu proses metabolisme tubuh yang normal. Beberapa vitamin tidak dapat dibuat tubuh dalam jumlah cukup, sehingga harus dilengkapi dari bahan pangan, kecuali vitamin D. Defisiensi vitamin tertentu akan menyebabkan berkembangnya suatu sindrome yang spesifik untuk tiap-tiap vitamin. Beberapa vitamin tidak diperlukan dalam diet, dikarenakan vitamin-vitamin tersebut dapat disintesis sendiri dengan bantuan mikroflora usus.

terutama pada ransum-ransum yang tidak mengandung protein hewan. . dewasa ini sebagian vitamin dapat dihasilkan secara sintetik dan penggunaan penentuan secara kimiawi makin meningkat. walaupun untuk beberapa seri. asam nikotinat dan kadangkala asam pantothenat yang tidak mencukupi dapat dijumpai dalam berbagai ransum. maka akan timbul gejala defisiensi vitamin A. riboflavin.Adanya vitamin dalam bahan makanan belum merupakan suatu jaminan bahwa suatu defisiensi dari vitamin tersebut tidak timbul. Pada manusia. panenan dan kondisi penyimpanan. sistem ini tetap dipakai. Pembedaan nama vitamin yang satu dengan lainnya didasarkan dengan huruf. Vitamin A. nama vitamin dan nama kimianya tetap dipakai. Oleh karena itu. Vitamin-vitamin sintetik memungkinkan formulasi ransum yang fleksibel. karena mungkin ada faktor-faktor lain yang terdapat dalam diet yang menghalangi pemanfaatannya oleh tubuh. sedangkan sifat-sifat kimianya dipelajari kemudian. Bila hanya tersedia sumber-sumber vitamin alami. terutama karoten. di dalam praktek. D. dan stabilitasnya. Pada umumnya. D3. garansi potensinya. Pada beberapa hal. Bentuk-bentuk stabilitas vitamin A. dan E dapat diperoleh di pasaran. Infeksi usus ada hubungannya dengan penyerapan vitamin A dan penggunaannya. buah dan produk hewani. untuk beberapa vitamin. vitamin yang alami bisa didapat dari sayur. Dalam “tentative rules” (1970). maka perlu diperhatikan bahwa konsentrasi vitamin-vitamin tersebut dalam bahan makanan dapat bervariasi luas dengan musim. Vitamin-vitamin sintetik tersebut sama efektifnya seperti dari sumber-sumber alam dan lebih disukai karena kualitas standarnya. yang kadang-kadang disertai dengan nomor-nomor subskrip. terutama untuk membawahi suatu grup zat-zat organik yang essensial. Pada ternak. antibiotika dan lain-lain. terminologi kimianya dibuang. Merupakan fakta yang jelas juga bahwa terlalu banyak minyak ikan dalam diet akan menimbulkan defisiensi vitamin E dalam waktu singkat dengan akibat degenerasi otot. Akan tetapi jumlah kholin. karena parafin melarutkan senyawa karoten dan membentuk suatu larutan yang tidak dapat diserap oleh mukosa usus. walaupun sifat-sifat kimianya telah ditemukan kemudian. vitamin-vitamin ditemukan berkaitan dengan adanya pengaruh biologis yang menarik bagi seorang peneliti. Vitamin dapat diberikan terdiri dalam konsentrasi tinggi atau sebagai premiks yang berpotensi rendah dalam kombinasi dengan zat-zat makanan aktif lainnya. diganti dengan nama lain. seperti zat-zat mineral. nama umum tersebut segera dirubah karena terminologi vitamin tidak lagi diterima dengan baik. E. Nilai hayati vitamin dapat berkurang atau hilang akibat terdapatnya zat-zat antagonis dalam sumber-sumber vitamin alam tersebut. tentang pemberian nama vitamin dan zat-zat yang berhubungan dengannya dinyatakan bahwa nama umum vitamin penting. di lain pihak. Telah diketahui bahwa pengobatan secara terus-menerus dengan parafin cair dapat menghalangi penyerapan karoten. Di bidang peternakan. Gangguan hidrolisis lemak dan penyerapannya secara otomatis mempengaruhi penyerapan semua vitamin yang larut dalam lemak. sesuai dengan kebutuhan setempat dan penggunaan ekonomisnya. misalnya proses absorbsinya di dalam usus. daun hijau leguminosa dan rumput diketahui merupakan sumber vitamin yang baik. dan B12 perlu mendapat perhatian khusus.

tidak disimpan. E dan K. yaitu vitamin B kompleks dan C. vitamin digolongkan dalam dua kelompok. sedangkan pada biji-bijian. hidrogen dan oksigen.Pemberian nama dengan huruf masih penting. (6) tidak disimpan secara khusus dalam tubuh. berdasarkan kelarutannya. susu dan hati. Metabolisme Umum Vitamin Vitamin yang larut lemak atau minyak. E. siklus kreb. oksigen. Secara umum dapat dikatakan bahwa bahan pangan dari hewan. (5) diserap bersama lemak. (5) diserap dengan proses difusi biasa. (3) memiliki bentuk prekusor atau provitamin. misalnya jagung dan umbi-umbian. vitamin yang larut dalam air. yang selain mengandung unsur-unsur karbon. Vitamin yang larut dalam lemak. (8) kurang stabil jika dibandingkan vitamin B. Akibatnya. juga mengandung nitrogen. seperti daging.unsur karbon. yang hanya mengandung unsur. jika berlebihan tidak dikeluarkan oleh. selalu dibutuhkan asupan vitamin tersebut setiap hari. transport elektron. karena yang pertama dapat diekstraksi dari bahan makanan dengan pelarut lemak dan yang terakhir dengan air. dan K. (8) relatif lebih stabil. Vitamin yang larut dalam air memiliki sifat-sifat umum. Klasifikasi Vitamin Secara klasik. (2) terdiri dari unsur-unsur karbon. Jenis dan jumlah vitamin dalam masing-masing bahan pangan sangat bervariasi. dapat dipengaruhi oleh cahaya. (7) diekskresi melalui feses. hidrogen dan oksigen. D. Vitamin yang larut dalam air terdiri atas asam askorbat (C) dan B-komplek (B1 sampai B12). sulfur atau kobalt. Vitamin yang . Beberapa vitamin larut lemak adalah vitamin A. (3) terdapat di semua jaringan. yaitu A. melainkan akan disimpan. memiliki sifat-sifat umum. (7) diekskresi melalui urin. mengandung hampir semua jenis vitamin yang telah diketahui dan jumlahnya relatif tinggi. mengandung hanya sedikit sampai cukup saja. melainkan akan dikeluarkan oleh sistem pembuangan tubuh. Fungsi Vitamin Beberapa vitamin berfungsi langsung dalam metabolisme penghasilan energi Jalur metabolisme yang menghasilkan energi untuk mendukung kerja sel diantaranya adalah glikolisis. tubuh. hidrogen dan oksigen. D. antara lain (1) tidak terdapat di semua jaringan. misalnya ubi kayu. (4) menyusun struktur jaringan tubuh. (6) disimpan bersama lemak dalam tubuh. oksidasi dan lain sebagainya. telur. Sebaliknya. (4) sebagai prekusor enzim-enzim. namun pada temperatur berlebihan menimbulkan kelabilan. dan β oksidasi. (2) tidak memiliki provitamin. yaitu (1) vitamin yang larut dalam lemak dan (2) vitamin yang larut dalam air. hidrogen. antara lain : (1) tidak hanya tersusun atas unsur-unsur karbon. sekurang-kurangnya untuk para ahli nutrisi.

Vitamin larut lemak akan diserap secara difusi pasif dan kemudian di dalam dinding usus digabungkan dengan kilomikron (lipoprotein) yang kemudian diserap sistem limfatik. Seringkali vitamin yang terkandung dalam makanan atau minuman tidak berada dalam keadaan bebas. diserap melalui saluran limfatik. melainkan terikat. Sumber : Muchtadi. Vitamin yang larut dalam lemak biasanya ditimbun dalam tubuh dan karenanya tidak perlu disediakan setiap hari dalam makanan. Absorbsi vitamin larut lemak yang normal ditentukan oleh absorbsi normal dari lemak. 2009 VITAMIN A Sebelum ditemukan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin C Difusi pasif (lambat) atau menggunakan Na+ (cepat) Vitamin B1 (Tiamin) Difusi pasif (apabila jumlahnya dalam lumen usus sedikit). Sedangkan vitamin larut air langsung diserap melalui saluran darah dan ditransportasikan ke hati. baru kemudian bergabung dengan saluran darah untuk ditransportasikan ke hati. secara difusi pasif. Vitamin diserap oleh usus dengan proses dan mekanisme yang berbeda. Terdapat perbedaan prinsip proses penyerapan antara vitamin larut lemak dengan vitamin larut air. baik di dalam lambung maupun usus halus akan membantu melepaskan vitamin dari makanan agar bisa diserap oleh usus. Tabel 1. D. E. digabungkan beta-karoten dengan kilomikron. Vitamin B2 (Riboflavin) Difusi pasif Niasin Difusi pasif (menggunakan Na+) Vitamin B6 (Piridoksin) Difusi pasif Folasin (Asam Folat) Menggunakan Na+ Vitamin B12 Menggunakan bantuan faktor intrinsik (IF) dari lambung. orang menduga bahwa lemak hanya berfungsi sebagai sumber energi. Proses dan mekanisme penyerapan vitamin dalam usus halus diperlihatkan pada Tabel 1. Proses dan Mekanisme Penyerapan Vitamin dalam Usus Halus Jenis Vitamin Mekanisme Penyerapan Vitamin A. buah dan produk hewani. K danDari micelle. dengan bantuan Na+ (bila jumlahnya dalam lumen usus banyak). Vitamin larut lemak diserap di dalam usus bersama dengan lemak atau minyak yang dikonsumsi. Proses pencernaan makanan. Gangguan absorbsi lemak yang disebabkan oleh gangguan sistim empedu akan . baik secara fisik maupun kimia.alami bisa didapat dari sayur.

yaitu retinol. yaitu bentuk alkohol. Retinol juga sukar berubah. bahkan vitamin A. akan tetapi manusia dan hewan mempunyai enzim di dalam mukosa usus yang sanggup merubah karotenoid provitamin A menjadi vitamin A. Di dalam darah. vitamin ini dibawa ke hepar dalam bentuk kilomikron dan disimpan di hepar atau dalam jaringan lemak.karoten. Struktur Kimia Vitamin A Vitamin A terdiri dari 3 biomolekul aktif. sehingga bisa disimpan dalam bentuk ampul. pada suhu di bawah nol. Retinol tidak akan berubah dalam gelap. β. dan γ. maka ekskresinya lewat empedu. Melalui pemanasan yang sempurna pada kacang kedele dan pengeringan pada alfafa akan merusak enzim tersebut. Dikenal bentuk-bentuk vitamin A. apalagi disediakan antioksidan yang cocok. dikenal sebagai retinol. Leguminosa tertentu. dengan penambahan antioksidan dan secara mekanis dengan melapisi tetesantetesan vitamin A dengan lemak stabil. sehingga merupakan butiranbutiran kecil. terutama dalam penyimpanan. yaitu asam retinoat. . Retinol dan retinal mudah dirusak oleh oksidasi terutama dalam keadaan panas dan lembab dan bila berhubungan dengan mineral mikro atau dengan lemak/minyak yang tengik. dan berbentuk asam. terutama kacang kedele dan alfafa. Secara kimia. Melalui teknik tersebut. vitamin A bersifat tidak stabil. yang dikeluarkan bersama-sama feses. mengandung enzim lipoksigenase yang bisa merusak karoten. retinal (retinaldehyde) dan retinoic acid . maka sebagian besar vitamin A bisa dilindungi dari kontak langsung dengan oksigen. gelatin atau lilin. melalui tahapan-tahapan oksidasi dengan asam lemak tidak jenuh. Di dalam praktek. yaitu secara kimia. β – karoten merupakan pigmen kuning dan salah satu jenis antioksidan yang memegang peran penting dalam mengurangi reaksi berantai radikal bebas dalam jaringan. bentuk aldehid disebut retinal. vitamin larut lemak diangkut oleh lipoprotein atau protein pengikat spesifik (Spesific Binding Protein). dan karena tidal larut dalam air. penambahan vitamin E dan antioksidan alami dari tanaman bisa melindungi vitamin A dalam bahan makanan. Provitamin A Vitamin A dalam tumbuhan terdapat dalam bentuk prekusor (provitamin). di tempat gelap.menyababkan gangguan absorbsi vitamin–vitamin yang larut lemak. Sifat-sifat Vitamin A Tumbuh-tumbuhan tidak mensintesis vitamin A. Provitamin A terdiri dari α. Vitamin dalam bentuk ester asetat atau palmitat bersifat lebih stabil dibanding bentuk alkohol maupun aldehid. Setelah diabsorbsi. xantofil. jika disimpan dalam tempat tertutup rapat. maka dapat diambil langkah-langkah. Guna menciptakan kestabilannya.

Vitamin A berperan dalam berbagai proses tubuh. yang selanjutnya dirubah menjadi kolesterol dan sebagai pengemban (carrier) pada sintesis glikoprotein membran. sehingga terjadi kelainan-kelainan melihat. memacu perubahan mevalonat menjadi squalen. hati. vitamin A berperan dalam memacu sintesis kortikosteroid. seperti cabe merah. Warna hijau tumbuh-tumbuhan merupakan petunjuk yang baik tingginya kadar karoten. ß-karoten. pemeliharaan kesempurnaan selaput lendir (mukosa). Secara metabolik. alat pencernaan. hijauan dan wortel. yaitu pada proses hidroksilasi pregnenolon menjadi progesteron. yang berkombinasi dengan protein membentuk grup prostetik yang disebut “visual purple”. alat pernapasan. Vitamin A diperlukan juga dalam pencegahan ataxia. berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan terbukti bisa melawan ketuaan. syaraf dan sistem pembuangan urine. biasanya vitamin A terdapat dalam makanan yang sudah difortifikasi (ditambahkan nilai gizinya). maka sintesis ”visual purple” akan terganggu. karena merupakan senyawa penting yang menciptakan tubuh tahan terhadap infeksi dan memelihara jaringan epithel berfungsi normal. pertumbuhan tulang rawan yang baik dan cairan serebrospinal yang norma. wortel. keju. reproduksi. antara lain. pisang. Metabolisme Vitamin A . Vitamin A yang berasal dari minyak ikan. Untuk makanan. pepaya. Vitamin A berperan dalam sintesis stereoisomer dari retinal yang disebut retinen. banyak mengandung provitamin A. stereoisomer dari retinal yang disebut retinen. Buah-buahan berwarna merah dan kuning. memainkan peranan penting dalam penglihatan. terutama terkandung dalam hati ikan tawar. terutama banyak terkandung dalam hati ikan laut. mampu meningkatkan sistem imun. Jaringan epithel yang dimaksud adalah terutama pada mata. Vitamin A2 (retinol) atau 3-dehidro retinol. Apabila vitamin A pada suatu saat kurang dalam tubuh. yang selalu pecah atau dirusak oleh proses fotokimiawi sebagai salah satu proses fisiologis dalam sistem melihat. kuning telur.Manfaat Vitamin A Vitamin A essensial untuk pertumbuhan. Vitamin A juga terkandung dalam bahan pangan. pertumbuhan dan perkembangan sel. perlu mendapat perhatian khusus. seperti mentega (lemak susu). Hubungan antara vitamin A dengan fungsi mata yang normal. Sumber Vitamin A Vitamin A banyak terkandung dalam minyak ikan. sebagian besar ada dalam bentuk ester. Jadi vitamin A diperlukan untuk mensintesis rodopsin. yang lebih dikenal dengan istilah rodopsin. Vitamin A1 (retinal). alat reproduksi.

yang disintesis dalam hati. bersisik dan mengelupas. katarak. Setelah dilepaskan dari bahan pangan dalam proses pencernaan. dan (3) pemecahan yang kurang efisien. Tidak seluruh karoten dapat dikonversi menjadi vitamin A. Sebagian kecil karoten disimpan dalam jaringan adiposa dan yang tidak digunakan oleh tubuh diekskresikan bersama asam empedu melalui feses. kemudian bergabung dengan saluran darah dan ditransportasikan ke hati. Beberapa hal yang menyebabkan karoten gagal dikonversi menjadi vitamin A. Pada diet nabati. Hipervitaminosis A . Karoten diserap oleh usus seperti halnya vitamin A. yang selanjutnya diekskresikan ke usus halus. retinol ester dihidrolisis oleh esterase dari pankreas. yaitu “transthyretin” untuk diangkut ke sel-sel jaringan. Bila diperlukan oleh sel-sel tubuh. sebagian dikonversi menjadi retinol dan metabolismenya seperti di atas. oleh enzim β.karoten tersebut dipecah menjadi retinal (retinaldehid).karoten 15. kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui feses. Vitamin A yang tidak digunakan oleh sel-sel tubuh diikat oleh protein pengikat retinol seluler (celluler retinol binding protein). infeksi saluran pernapasan. retinil palmitat diikat oleh protein pengikat retinol (PPR) atau retinol-binding protein (RBP). senyawa tersebut diserap oleh usus halus dengan bantuan asam empedu (pembentukan micelle). sebagian diserap utuh dan masuk ke dalam sirkulasi.Vitamin A dan β-karoten diserap dari usus halus dan sebagian besar disimpan di dalam hati. Pada diet hewani. sehingga tidak dimungkinkan produksi vitamin A dari karoten secara berlebihan. salah satu sebab adalah diantara karoten lolos ke saluran limfe. hal ini akan digunakan tubuh sebagai antioksidan. antara lain (1) penyerapan tidak sempurna . Selanjutnya ditransfer ke protein lain. yang kemudian direduksi menjadi retinol oleh enzim retinaldehid reduktase. adalah α. menurunnya daya tahan tubuh. β. Vitamin A dan karoten diserap oleh usus dari micelle secara difusi pasif. kemudian digabungkan dengan kilomikron dan diserap melalui saluran limfatik. Sebagian lagi diangkut ke ginjal dan diekskresikan melalui urine dalam bentuk asam retinoat.15-deoksigenase. (2) konversi tidak 100%. Proses di atas sangat terkontrol. sebagian diangkut ke hati dan bergabung dengan asam empedu. keratinisasi (sel epithel kering). γ-karoten serta kriptosantin. Di hati. Bentuk karoten dalam tumbuhan selain β. Defisiensi Vitamin A Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A. selanjutnya diabsorbsi dalam bentuk retinol. antara lain rabun senja (night blindness)). vitamin A digabungkan dengan asam palmitat dan disimpan dalam bentuk retinil-palmitat. sehingga diperlukan garam empedu. kulit yang tidak sehat. di lumen usus.

o Vitamin E Vitamin E (α-tokoferol) adalah suatu antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh terhadap kerusakan oleh senyawa kimia reaktif yang dikenal sebagai radikal bebas. hati. yang secara perlahan akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Sayuran berdaun hijau dan sayuran berwarna kuning mengandung karoten (misalnya beta karoten). pusing. K dan vitamin yang larut dalam air yang terdiri dari vitamin C dan B.Terutama pada anak-anak. bibir pecah-pecah. luka di sudut mulut. DASAR TEORI Vitamin dikenal sebagai suatu kelompok senyawa organik yang tidak termasuk dalam golongan karbohidrat. kelebihan vitamin A ditandai dengan kemunculan gejala-gejala. Vitamin tersebut umumnya dapat dikelompokan ke dalam 2 golongan utama yaitu vitamin yang larut dalam lemak yang meliputi A. mual. . • Vitamin larut lemak o Vitamin A Vitamin A (retinol) terutama terdapat pada minyak ikan. D. ACARA Praktikum analisa kuantitatif vitamin C dengan metode iodimetri (secara langsung). TUJUAN Mengetahui kadar vitamin C dalam sample yang dianalisa. mentega dan krim. maupun lemak. D. ANALISA VITAMIN C METODE IODIMETRI (LANGSUNG) A. protein. PRINSIP Oksidasi analat oleh I2 sehingga I. C. antara lain hilangnya napsu makan. diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai bagian tubuh untuk dimanfaatkan dan atau disimpan dalam hati. berat badan menurun. kuning telur. o Vitamin D Vitamin D dapat disintesis dalam tubuh manusia dan hewan.tereduksi menjadi ion iodida. dan terdapat dalam jumlah yang kecil dalam bahan makanan tetapi sangat penting peranannya bagi beberapa fungsi tertentu tubuh untuk menjaga kelangsungan hidup serta pertumbuhan. rambut rontok dan nyeri tulang. E. B. Vitamin tidak memberikan kalori dan tidak ikut menyusun jaringan tubuh tetapi memberikan fungsi yang spesifik dalam tubuh. o Vitamin K Vitamin K adalah nama generik untuk beberapa bahan yang diperlukan dalam pembekuan darah yang normal.

asam folat sedikit larut dalam air. Karena itulah. daging. inaktif oleh cahaya. terutama yang menghasilkan energi dan metabolisme asam amino. ikan. oksidasi. asam keras. dan gandum. o Vitamin B9 (vitamin M atau vitamin N atau Asam folat atau folasin) Fungsi asam folat (folasin) berkaitan dalam pembentukan salah satu komponen DNA yang penting (timidin). bersifat tahan panas. o Vitamin B12 (Sinokobalalamin) Vitamin B12 saling berkaitan dalam pembentukan sel darah merah dan dalam pembentukan salah satu komponen DNA yang penting (timidin). ginjal. o Vitamin B6 (Piridoksin) Vitamin ini diperlukan sebagai katalisator pada reaksi yang melibatkan asam amino dalam sel darah. telur. dan kacang-kacangan. alkali. dan larutan alkali.• Vitamin larut air o Vitamin B1 (Tiamin) Vitamin B1 diperlukan dalam sejumlah reaksi yang melibatkan enzim. sel otak. sumber makanan yang mengandung vitamin B2 adalah produk-produk olahan susu. dan unggas. biotin banyak ditemukan dalam berbagai makanan dan sumber yang mengandung banyak biotin adalah hati. ikan. o Vitamin B2 (riboflavin) Vitamin B2 sangat penting dalam berbagai proses yang terjadi di dalam sel. tanaman polong. vitamin perlu dikonsumsi setiap hari umtuk mencegah kekurangan yang . dan sel kulit. mudah dioksidasi dalam larutan asam. termasuk pelepasan energi dari gula. vitamin ini tahan terhadap panas. Vitamin ini stabil terhadap panas dan asam. Sumber dari vitamin B1 adalah ragi. o Vitamin B3 (Niasin) Niasin penting untuk metabolisme berbagai bahan dalam tubuh. susu. tetapi dikeluarkan dalam tubuh melalui urin dalam jumlah kecil. o Vitamin B7 (Biotin) Adalah vitamin B yang diperlukan unutk metabolisme lemak dan karbohidrat. asam. o Vitamin C Vitamin C banyak membantu dalam proses metabolisme energi. banyak terdapat dalam tumbuhan hijau dan mikroorganisme kecuali hewan tingkat tinggi. daging babi. vitamin ini tidak disimpan dalam tubuh. peka terhadap sinar matahari. vitamin ini banyak ditemukan dalam banyak bahan makanan. pankreas. Akan tetapi rusak dalam larutan alkali. o Vitamin B5 (Asam pantotenat atau Vilantae) Vitamin ini merupakan blok pembangun koenzim A yang sangat diperlukan untuk metabolisme.

• Menambahkan 2 mL larutan amilum 1% dan bila perlu menambahkan 20 mL aquadest.01 N sampai larutan berwarna biru. cara biologis maupun cara mikrobiologis.dapat mengganggu fungsi tubuh normal. minyak ikan dan biji-bijian sumber minyak seperti kacang tanah. E. vitamin mudah rusak dalam pengolahan dan mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air sehingga keluar dari bahan. Karena sifatnya yang larut dalam air. Vitamin yang larut dalam lemak banyak terdapat dalam daging ikan. • Menitrasi dengan larutan I2 0. PROSEDUR • Menimbang 10 g sampel • Memasukkan ke dalam labu ukur dan mengencerkannya dengan aquadest sampai tanda batas. darah. ALAT DAN BAHAN • Alat o Spatula o Beaker glass 250 mL o Neraca analitik o Labu ukur 100 mL o Corong gelas o Batang pengaduk o Pipet tetes o Botol semprot o Pipet ukur 10 mL o Erlenmeyer 250 mL o Gelas ukur 25 mL o Buret coklat 25 mL • Bahan o Sampel (ale-ale) o Aquadest o Amilum 1% o Larutan I2 0. kacang kedelai. maka cara analisanya juga spesifik. Dan vitamin yang larut dalam air bergerak bebas dalam tubuh.01 N F. • Memipet 10 mL filtrat kemudian memasukkannya ke dalam Erlenmeyer 250 mL. limpa. Ada beberapa cara analisa vitamin yaitu cara kimiawi. Vitamin mempunyai sifat fisis maupun kimiawi yang spesifik. dan sebagainya. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->