Prinsip Kerja Transformator

Komponen Transformator (trafo) Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.

Bagian-Bagian Transformator

Contoh Transformator Prinsip Kerja Transformator

Lambang Transformator

Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). Pada skema transformator di samping, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya.

44 Φm N f E N f m 4.go. fluks bolak-balik timbul di dalam inti besi yang dihubungkan dengan kumparan yang lain menyebabkan atau menimbulkan ggl (gaya gerak listrik) induksi ( sesuai dengan induksi elektromagnet) dari hukum faraday.surabaya.id/AuP/e-DU. Dalam bentuk yang sederhana. Kedua kumparan tersebut mempunyai mutual induction yang tinggi. Jika salah satu kumparan dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik.http://soerya.net/SMP/Fisika/Transformator/ tambahan : Prinsip kerja suatu transformator adalah induksi bersama (mutual induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan oleh fluks magnet.1 Rangkaian transformer Berdasarkan hukum Faraday yang menyatakan magnitude dari electromotive force (emf) proporsional terhadap perubahan fluks terhubung dan hukum Lenz yang menyatakan arah dari emf berlawanan dengan arah fluks sebagai reaksi perlawanan dari perubahan fluks tersebut didapatkan persaman :   e = emf sesaat (instantaneous emf) Ψ = fluks terhubung (linked flux) Dan pada transformer ideal yang dieksitasi dengan sumber sinusoidal berlaku persamaan: E = 4.KONTEN/edukasi. transformator terdiri dari dua buah kumparan yang secara listrik terpisah tetapi secara magnet dihubungkan oleh suatu alur induksi.44  E = Tegangan (rms) N = jumlah lilitan . Gambar 2.

Nilai Rc dan Xm jauh lebih besar dibandingkan Req dan Xeq. kita mendapatkan nilai Rc dan Xm.. Sehingga didapat rangkaian untuk tanpa bebean. jelaskan rangkaian pengganti beban nol Uji Rangkaian Tanpa Beban Dari pengujian ini. Ioc) Dimana.Φm = fluks puncak (peak flux) f = frekuensi dan persamaan: Dikarenakan pada transformer ideal seluruh mutual flux yang dihasilkan salah satu kumparan akan diterima seutuhnya oleh kumparan yang lainnya tanpa adanya leakage flux maupun loss lain misalnya berubah menjadi panas.pd  2./transformerpaper. Yang pertama kali kita hitung adalah lYcml dan Power Factor dari data yang diambil.ac. Ycm = (1 / Rc) + j (1 / Xm) .ui.. lYcml = Ioc / Voc PF = cos(pi) = Poc / (Voc . Karena drop tegangan lebih signifikan terjadi di Rc dan Xm. Sumber : staff.id/internal/.

Oleh karenanya. Zeq = Req + j Xeq = lZeql cos(pi) + j lZeql sin(pi) . Zeq = Vsc / Isc PF = cos(pi) = Psc / (Vsc . tegangan yang didapat merupakan tegangan di Zeq. Isc) Dimana. Rc = 1 / ( lYcml cos(pi) ) Xm = 1 / ( lYcml sin(pi) )  3. Dapat dijelaskan melalui rangkaian saat hubung singkat sebagai berikut. jelaskan rangkaian pengganti hubung singkat! Uji Hubung Singkat Tegangan di sisi sekunder pada hubung singkat relatif kecil. Pertama-tama kita hitung terlebih dahulu lZeql dan PF.= lYcml cos(pi) + j lYcml sin (pi) Sehingga didapat. Sehingga drop tegangan di Rc dan atau Xm sangatlah kecil. dapat diabaikan.

Req = lZeql cos(pi) Xeq = lZeql sin(pi) Sumber : http://konversi.com/2008/12/02/mendapatkan-rangkaian-ekivalen-trafo/ 4. dalam transformator terdapat rugi-rugi apa saja.Sehingga didapat. jelaskan! 1.wordpress. Arah pergerakan arus pusar adalah 90o terhadap arah fluks seperti terlihat pada Gambar Dengan adanya resistansi dari material inti maka arus pusar dapat menimbulkan panas sehingga mempengaruhi sifat fisik material inti tersebut bahkan hingga membuat transformer terbakar. Rugi Arus Pusar (eddy current) Arus pusar adalah arus yang mengalir pada material inti karena tegangan yang diinduksi oleh fluks. Untuk mengurangi efek arus pusar maka material inti harus dibuat tipis dan dilaminasi sehingga dapat disusun hingga sesuai tebal yang diperlukan Rugi arus pusar dapat dihitung dengan menggunakan persamaan : pe = Rugi arus pusar [w/kg] ke = Konstanta material inti f = frekuensi [Hz] t = ketebalan material [m] Bmax = Nilai puncak medan magnet [T] .

Rugi Tembaga Rugi tembaga adalah rugi yang dihasilkan oleh konduktor/tembaga yang digunakan sebagai bahan pembuat kumparan. Untuk mengurangi rugi ini. Rugi ini diakibatkan oleh adanya resistansi bahan. tergantung material dan Bmax Rugi hysteris maupun rugi arus pusar bernilai tetap. Sebelum fluks mencapai nilai 0 arus sudah mulai mengalir kembali atau dengan kata lain arus sudah bernilai tidak sama dengan 0 sehingga akan membangkitkan fluks kembali.7 Grafik hysterisis Iex terhadap Φ Rugi hysterisis ini memperbesar arus eksitasi karena medan magnetik residu mempunyai arah yang berlawanan dengan medan magnet yang dihasilkan oleh arus eksitasi. material inti dibuat dari besi lunak yang umum digunakan adalah besi silikon. Nilai resistansi konduktor dapat dihitung dengan Persamaan . Besarnya rugi hysterisis dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan ph = Rugi arus pusar [w/kg] kh = Konstanta material inti f = frekuensi [Hz] Bmax = Nilai puncak medan magnet [T] n = Nilai eksponensial.Rugi Hysterisis Rugi hysterisis terjadi karena respon yang lambat dari material inti. jadi saat arus eksitasi bernilai 0. Hal ini terjadi karena masih adanya medan magnetik residu yang bekerja pada material.7. Gambar 2. tidak bergantung pada besarnya beban. Grafik hysterisis dapat dilihat pada Gambar 2. fluks tidak serta merta berubah menjadi 0 namun perlahan-lahan menuju 0.

didapat dari Persamaan 1 Rs = Tahanan kumparan sekunder.m) l = Panjang (m) A = Luas penampang (m2) Sedangkan untuk menghitung kerugian tembaga itu sendiri dapat mempergunakan Persamaan Untuk kumparan primer : Untuk kumparan sekunder : Pcp = Rugi konduktor primer Pcs = Rugi konduktor sekunder Ip = Arus pada kumparan primer Is = Arus pada kumparan sekunder Rp = Tahanan kumparan primer. Buktikan P delta = 3. Jelaskan rangkaian pengganti dari transformator keadaan berbeban transformator keadaan berbeban transformator keadaan berbeban transformator keadaan berbeban .R = Tahanan (Ohm) ρ = Tahanan jenis (Ohm. didapat dari Persamaan 1 Dengan memperhatikan Persamaan 2 dan Persamaan 3 terlihat bahwa besarnya arus yang mengalir pada kumparan berpengaruh terhadap besarnya rugi konduktor. jelaskan hubung bintang dan delta pada percobaan transformator 3 fasa! 6. dengan kata lain besarnya beban mempengaruhi besarnya nilai kerugian. Pbintang 7. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful