P. 1
MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

|Views: 521|Likes:
Konflik Sara
Konflik Sara

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Sona Karisnata Inriano on Feb 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA KONFLIK SARA

Disusun oleh : Agnesia Brilianti Kananlua Vicky Wijoyo Stephanie Siti Sisca Audya Edward Christian Sona Karisnata Inriano (128114129) (128114131) (128114145) (128114151) (128114156) (128114167)

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2012

dan ras. Ras. Dengan adanya perbedaan masyarakat dapat saling mengisi dan melengkapi.BAB I PENDAHULUAN I. dan golongan yang beraneka ragam. Pluralisme dalam bangsa Indonesia terlihat dari budaya. suku. Seharusnya masyarakat dapat membandingkan dan mengambil nilai positif dari setiap perbedaan yang ada. Hal ini disebabkan terjadinya beberapa konflik antarwarga daerah tertentu.1. Konflik ini didasarkan oleh sentimen identitas yang menyangkut agama. agama. masyarakat Indonesia tidka dapat terbuka terhadap suatu perbedaan. bahasa. Dewasa ini. bahasa. Agama. golongan. Banyak cara yang dapat dilakukan generasi muda untuk dapat mengubah pikiran masyarakat yang primitif terhadap pluralisme menjadi pola pikir yang terbuka terhadapat pluralisme. Tetapi di lain sisi. Sungguh sangat memprihatinkan bahwa di zaman yang sudah modern seperti ini. kemajemukan (pluralisme) ini menjadi suatu pemicu konflik antarwarga masyarakat. Keprihatinan ini yang melatarbelakangi penulis untuk mengangkat Konflik SARA sebagai judul makalah ini. Sebagai generasi muda. dan Antar golongan) marak terjadi di Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia dapat berkembang. Pluralisme ini sebenarnya menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia di mata dunia. kehidupan masyarakat Indonesia di beberapa daerah mulai tidak kondusif. . kitaseharusnya dapat meredam konflik SARA yang sering terjadi tersebut. Konflik SARA (Suku. Latar Belakang Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural. Sifat-sifat positif tersebut kemudian dapat pula diterapkan di dalam kehidupan masing-masing golongan. Masyarakat masih terjebak dalam pola pikir primitif yang mana menganggap kepunyaannya adalah yang paling baik. Suatu perbedaan itu sudah selayaknya dipandang sebagai suatu anugerah. suku.

Untuk mengetahui apa saja tindakan konkret yang dapat dilakukan generasi muda untuk mengatasi konflik tersebut.I.2. pemulis mengangkat beberapa permasalahan yang akan di bahas dalam makalah ini.3. 2. Apa penyebab terjadinya konflik SARA? 2. Bagaimana hubungan nilai-nilai Pancasila dengan konflik tersebut? 3. Adapun masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Adapun tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Apa saja tindakan konkret yang dapat dilakukan generasi muda untuk mengatasi konflik tersebut? I. Untuk mengetahui bagaimana hubungan nilai-nilai Pancasila dengan konflik tersebut. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas. . Untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya konflik SARA. 3.

Apabila dilihat dengan kacamata positif. Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk karakter yangberbeda Perbedaan kepentingan antar individu atau kelompok Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam suatu masyarakat Konflik bukanlah sesuatu yang mudah untuk dihindari dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Faktor Penyebab Konflik SARA Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan suatu hal yang patut dibanggakan di mata dunia. hal ini merupakan suatu anugerah yang sangat besar yang patut disyukuri. 4. atau ras. 3. Hal ini disebabkan karena pola pikir masyarakat yang masih primitif mengenai golongannya masing-masing. agama atau kesukuan. Agama. Individual : merupakan tindakan SARA yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. dan Antargolongan). SARA adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan. dan adat istiadat. 2.Konflik ini bisa disebabkan oleh perbedaan antar individu atau kelompok. diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan golongan dapat digolongkan sebagai SARA. di antaranya adalah perbedaan latar belakang seperti agama. Ras. ras. Sifat mengagung-agungkan golongan masing-masing menjadi salah satu faktor utama terjadinya suatu konflik. Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan. SARA dapat digolongkan menjadi 3 golongan yaitu : 1. Kemajemukan di Indonesia meliputi agama. Termasuk di dalamnya tindakan maupun pernyataan yang bersifat . suku. konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih dimana satu pihak berusaha menghancurkan pihak lainnya atau membuatnya tidak berdaya. Faktor-faktor terjadinya konflik antara lain: 1. kebangsaan. Konflik kepentingan yang kita angkat dalam kelompok ini adalah konflik mengenai SARA (Suku. Secara sosiologis.BAB II PEMBAHASAN II.1. Indonesia memiliki harta yang paling berharga yang tidak dapat dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. dapat saja menjadi pemicu dari munculnya suatu perpecahan antar warga masyarakat. suku. yaitu kemajemukan. budaya. Kemajemukan yang seharusnya mempersatukan bangsa Indonesia.

Kultural : merupakan penyebaran mitos. Perselisihan antar agama yang sudah menjadi fenomena umum. daisengaja maupun tidak. ras. 3. dan ide-ide diskriminatif melalui struktur budaya masyarakat. masyarakat ini tidak mau atau menolak adanya perbedaan. agama. diskriminasi. Ras.menyerang. atau melecehkan identitas diri maupun golongan. Selain karena kepentingan pribadi. Konflik-konflik SARA mungkin memanglah sudah menjadi konsumsi umum dan tidak jarang lagi kita temui di Indonesia. atau bahkan intern suatu suku atau golongan. akhir-akhir ini sering terjadi konflik yang berkaitan dengan SARA (Suku. Misalnya saja dapat dilihat dari kasus . merupakan suatu peraturan diskriminatif dalam struktur organisasi maupun kebijakannya. mengintimidasi. konflik SARA juga disebabkan oleh adanya kesenjangan ekonomi. menghina. Konflik mengenai SARA selalu diwarnai dengan aksi kekerasan. Agama. SARA merupakan pandangan atau tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas masyarakat yang meliputi suatu suku. dan golongan. 2. Mereka merasa golongan mereka adalah yang paling bagus dan paling utama. Masyarakat yang terlibat konflik SARA merupakan masyarakat yang masih terjebak dalam pola pikir yang masih primitif terhadap perbedaan. budaya. Pemicu dari konflik ini sendiri adalah adanya salah satu pihak yang mudah tersinggu karena merasa dilecehkan nama golongannya oleh kelompok lain. serta pelecehan antar golongan. Konflik dan perang antar suku. Artinya. Diskriminasi antar ras dalam suatu institusi atau kepengurusan dari yang sederhana sampai di tingkat DPR. tradisi. Nampaknya juga tidak ada suatu tindakan yang berarti yang mampu menyadarkan masyarakat kita dan menghentikan rentetan konflik ini. yang telah membuat suatu peraturan ataupun kebijakan yang secara langsung maupun tidak langsung. Di Indonesia. Institusional : merupakan tindakan SARA yang dilakukan oleh suatu institusi. keturunan. termasuk negara. pengucilan. Kesenjangan ekonomi ini yang menyebabkan kecemburuan sosial terhadap suatu golongan. Semua masalah ini berakar dari keegoisan masing-masing golongan atau kelompok yang tidak mau mengalah dan senantiasa bersaing satu sama lain. Kecemburuan sosial itu diperparah dengan adanya tindakan anarkis dari masing-masing pihak. Antar Golongan).

Etnosentisme merupakan suatu anggapan bahwa golongannya merupakan yang paling hebat dan utama. misalnya membantu. Selain itu. Stigmatisasi ini juga tidak lepas dari adanya etnosentisme. Sehingga konflik SARA dapat saja mudah terjadi. Undang-undang ini menimbulkan banyak pertentangan karena ada pasal-pasal yang dapat diinterpretasikan dalam segala hal yang menguntungkan penganut agama yang sedang berkuasa. mengingat Indonesia memiliki banyak suku dan golongan. Begitu juga dengan masyarakat Tiong Hua yang akan terus membela kepentingan golongannya. Sehingga muncul anggapan negatif terhadap penganut agama yang diuntungkan serta timbul suatu kebencian di antara mereka. konflik SARA juga dapat terjadi karena kebijakan-kebijakan pemerintah yang hanya menguntungkan satu golongan saja. . Stigmatisasi merupakan salah satu hal yang berkaitan erat dengan konflik SARA. golongan yang melakukan stigmatisasi akan merasa mudah tersinggng. Apabila setiap golongan hidup dalam stigmatisasi dan etnosentisme maka konflik SARA dipastikan akan terus terjadi.konflik kecemburuan sosial antara pribumi dengan keturunan Tiong Hua. Masyarakat pribumi mudah untuk memprotes atau melakukan tindakan yang anarkis untuk membela golonganya. Contohnya saja peristiwa sampit yang terjadi di Kalimantan antara suku Dayak dan suku Madura. Di sini berarti. Maka muculah sentimen negatif pada pribumi terhadap masyarakat Tiong Hua. Hal ini memicu terjadinya konflik atas dasar ketidakadilan. Stigmatisasi ini yang terkadang menjadi pemicu adanya konflik tersebut. Stigmatisasi merupakan suatu anggapan negatif terhadap suatu golongan. suatu golongan memiliki anggapan yang negatif terhadap golongan lain. Penganut agama lain tentu merasa dirugikan dengan adanya kebijakan ini. Bahkan saat golongan yang menjadi objek stigmatisasi melakukan perbuatan baik. namun mereka terlihat lebih sukses dibandingkan dengan pribumi. Masyarakat Tiong Hua dianggap sebagai pendatang. Misalnya saja undangundang mengenai penodaan agama. Masyarakat pribumi lebih cenderung mudah tersinggung dengan perlakuan masyarakat Tiong Hua.

Padahal bangsa ini mempunyai identitas yang jelas. konflik SARA ini jelas sangat bertenangan dengan prinsip dasar yang dijunjung tinggi oleh bangsa kita ini. Krisis identitas yang mulai tergerus itulah yang menyebabkan banyaknya perbedaan diantara golongan dan berdampak timbulnya konflik ataupun permusuhan. Suatu konflik jelas telah menyingkirkan nilai Kemanusiaan yang ada di sila kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab). Belum lagi . atau upaya pengaburan (eliminasi) identitas. Konflik SARA dan Hubungannya dengan Pancasila Era globalisasi yang sedang melanda masyarakat dunia. Konflik tersebut menjadi konflik yang struktural. Jika dihubungkan dengan prinsip moral dan ajaran nilai-nilai Pancasila yang ada dianut oleh masyarakat Indonesia. Pluralisme yang menjadi alasan berdirinya NKRI (Negara KesatuanRepublik Indonesia). Beliau kemudian menjelaskan sejarah Indonesia yang sejak abad ke-18 telah menunjukkan kultur bangsa dan semangat yang berkobar. artinya konflik tersebut berlanjut dan dengan adanya tindakan nyata dari kedua belah pihak untuk saling memenangkan argumen mereka. pemerintah kurang tegas dalam menangani masalah tersebut sehingga menimbulkan masalah baru yang bersifat struktural dan berkelanjutan.II. seperti konflik yang terjadi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Ahmadiyah. Konfik SARA yang berhubungan dengan agama dan menentang suatu agama atau kepercayaan lain telah melawan prinsip Ketuhanan yang dijunjung jelas di sila pertama.2. Meskipun demikian bangsa Indonesia pada tataran selanjutnya masih banyak terjadi konflik yang berbau SARA. yang berbeda dengan kapitalis dan fundamentalis. yaitu Pancasila. “Bangsa Indonesia krisis identitas. Menurut MUI.Bangsa Indonesia pun dihadapkan pada problem krisis identitas. yaitu tatanan dunia baru.” ucap Gus Dur. Hal ini didukung dengan fakta sering dijumpai masyarakat Indonesia yang dari segi perilaku sama sekali tidak menampakkan identitas mereka sebagai masyarakat Indonesia. terancam. cenderung melebur semua identitas menjadi satu.Masyarakat Indonesia ditantang untuk makin memperkokoh jati dirinya. Suatu konflik antar golongan juga berdampingan dengan timbulnya suatu perpecahan yang bertentangan dengan sila ketiga (Persatuan Indonesia).

dan bahkan bisa membawa nama masing-masing kelompok tersebut dalam ranah konflik yang bersifat SARA (Suku. Sementara di . Krisis agama yang bersifat kerusuhan tersebut tidak hanya terdapat pada masyarakat yang berbedakeyakinan. sudah jelas dan tidak diragukan lagi. Agama. Fundamentalismeseperti merupakansalahsatufenomena yang telahdikemukakanoleh Karen Armstrong. Keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat yang berbeda kepercayaan merupakan wujud nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam bentuk keharmonisan. danAntarGolongan). Modal sosial terbentuk karena trust (kepercayaan) masyarakat terhadap apa yang mereka dengar dan lihat. Sebagai bukti. setiap manusia pasti mempunyai Tuhan dan percaya bahwa Tuhan itu ada. Pancasila berperan penting dalam segala hal. kepaling 2001 yang sangatmengejutkanpadaabad peristiwa 20.dampak dari konflik SARA yang bisa mengakibatkan suatu pihak yang merasa dirugikan juga bertentangan dengan prinsip keadilan di sila kelima. Pancasila khusus nya Sila ke-1 berbunyi “Ketuhanan Yang MahaEsa”. Pada dasarnya. Indonesia merupakan negara yang meyakini keberadaan agama. tanpa adanya agama manusia tidak bisa berpikir secara naluri dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. begitu pula dalam keagamaan. Ras. kebersamaan. Substansi kerusuhan tersebut sangat sempit dan kecil. agama merupakan pondasi hidup setiap manusia. bahkan tak jarang dari mereka yang mempunyai keyakinan dan tujuan yang sama justru malah mengalami konflik internal.Begitumengerikanekspresidarifundamentalismeini. dan sebagainya. tidak jarang hal tersebut justru mendorong berbagai keributan atau pun kerusuhan. tapi bisa juga menjadi kerusuhan berskala besardansulituntukmenemukanjalantengahnya. AmerikaSerikat. kejadiantersebutdihubungkandenganfundamentalisme. Perbedaan keyakinan yang terdapat di dalam masyarakat itu merupakan multikulturalisme bangsa Indonesia. Hal tersebut dikarenakan rendah nya jiwa nasionalisme bangsa. Namun. ketentraman. yaitu jiwa yang mengikat kita pada satu rasa dan satu tujuan. menghebohkandunia yang terjadipadaSeptember silamyaitupenghancurangedung World Trade Center (WTC) di New York. ada 6 keyakinan yang terdapat di Indonesia dan masing-masing keyakinan mempunyai dasar atau pun pedoman sesuai dengan keyakinannya.

Fenomena yang disebut sebagai fundamentalisme agama tersebut memang tidak dapat dilepaskan dari situasi sosial. ras. Solusi Konflikberlatar SARA (suku. yaitutetapdikuasaiumat Islam. Contoh konflik SARA lainnya ialah perang salib. politik. danantargolongan)seringsekalimerebutnyawanyawatidakbersalahsebagaikambinghitamdaripelampiasan masing. Perang Salib berlangsung hinggatujuh kali (PerangSalib VII tahun 1270-1291) status Yerusalem atau Palestinatidakberubah. hal-halitutetapakanterusberlangsung. yang ketidaktegasanaparatjugaturutmemberiandilbagikelangsunganhiduporganisasi identikdengankekerasandalammengemukakanpendapatnya. danekonomimasyarakatdanselamaaparattidaktegasdalammenindakkejadiankejadiansepertiitu.Na mun. yang diharapkandisinitidakhanyasekedaraksisimpatik yang yang terucapbelakasaja. BomKedutaanBesar Australia di Jakarta. Di sampingitu. II. PerangSalib (1069-1291) merupakanperangantarumat Kristen Eropadenganumat Islam yang memperebutkan Yerussalem atau Palestina.Indonesia terjadiperistiwabombunuhdiri di berbagaitempatsepertiBom Bali I. Motif dariperistiwaitutidakjauhdarifundamentalisme agama yaitumenghalalkansegalacara demi mencapaitujuandengandilandasifanatisme agama yang berlebihan.3.Perbedaanaliran ego merekamasingyang menjadifaktorpemicumembuatinsidenberdarahtersebutmenjadiisunasional.Semua media cetakdanelektroniktertarikuntukmenyajikannyasebagaiberitautamaselamabeberapahari. Bahkan kedudukan bangsa Barat atau Kristen di SyiradanPalestinahilang. Bom Bali II.Sehinggadapatdikatakanbah waselamatidakadaperubahandarikondisisosial. dan ekonomi masyarakatkita. agama. Beragamkomentardanaksisimpatik punmengalirdarisegenapkomponenbangsamulaidaripresidensampaimasyarakatbiasa. dan lain sebagainya. politik.Perbuatanatautindakansekecilapapun .Kegagalanpemerintahmengatasikemiskinandanmasalahmasalahekonomiselalumembuatmasyarakattergodauntukmelakukankekerasandalammen yalurkanaspirasinya.

berbeda.mendukunguntukterciptanyapersatuandankesatuan yang kokohmerupakantindakan yang berharga.kelompokmasyarakatiniberusahauntukmenyatukanperbedaanmerekamenjadise buahharmoni yang membangkitkan rasa persatuandankesatuan yang kokoh. Sebenarnya konflik berbau SARA ini tidak harus terjadi dan bisa ditanggulangi dengan jalan kesadaran dan keterbukaan antar golongan sehingga bersedia mengesampingkan egonya masing-masing demi kebaikan dan kerukunan antar golongan. Banyakpihak yang menyayangkanataumengutukperistiwatersebut. Proses recovery iniharusdilaksanakandenganbaikagar dapatterciptakehidupan yang harmonis di masadepan. yang Meskipunberasaldarisuku. bukanberartidenganadanya proses recovery pascakonflikmakakonflik SARA yang seringterjadi di Indonesia dapatdianggapremeh. semualapisanmasyarakatdiharapkandapatberperanaktifdalam proses recovery yang sedangberlangsung. Prinsip keterbukaan ini memang klise dan telah sangat sering digemborgemborkan namun memang inilah prinsip dasar yang masih perlu dipertahankan. Supaya proses recovery tersebuttidakmenjadirutinitaspascakonflik. Sebagai generasi muda.Namun. sehinggadiharapkanmasyarakat sedangbertikaitersebutdapatmelihatdarisudutpandang mengenaimasalahperbedaantersebut. Langkahkrusial yang yang harussegeradilakukanadalahmengusuttuntassemuapihak yang . maupunras Indonesia. yang lain Padatitikini. agar masalahpertikaian yang disebabkanolehkonflik SARA dapatsegeraterselesaikandantidakberkepanjangan. sudahlah menjadi kewajiban bagi kita untuk merubah “tradisi” dan cara pandang kolot dari masyarakat negri kita yang masih saja mengkotakkotakkan masyarakatnya yang multikultur ini. perluketerlibatansemuaelemenbangsa. tetapi yang paling positifadalahresponscepatmasyarakatlainuntukikutbertanggungjawabataskonflik yang terjadikarenakesadaranmerekasebagaibagiandaribangsa agama. baikstructuralmaupunculturaldalamproyekrekonsiliasidanrekonstruksi komprehensif.

pemerintahharuslebihseriusmenjalankan amanah UUD 1945 Pasal 28 dan 29. Pengelolaan dan kontrol konflik ini juga membutuhkan suatu keterbukaan antar golongan. Resolusi konflik Resolusi konflik merupakan upaya untuk menganalisa sebab-sebab terjadinya konflik dalam upaya membangun suatu hubungan dan pemikiran baru dari tiap-tiap golongan atau kelompok yang terlibat konflik. Pengelolaan konflik Selama terjadi suatu ketegangan antar golongan.Pemerintahtidak bolehraguuntukmengerahkansetiapinstrumen yang dimiliki demi tegaknyapelaksanaanundang-undangini. Di sampingitu. maka suatu penyelesaian harus secepat mungkin dibuat agar tidak terjadi hal-hal lain yang tidak diinginkan. Pencegahan konflik Langkah ini merupakan perwujudan tindakan-tindakan preventif untuk mencegah terjadinya suatu perbedaan pendapat atau hal-hal yang dapat menjadi pemicu terjadinya konflik. Transformasi konflik . Membentuk suatu kehidupan yang saling rukun dan membantu satu sama lain tanpa memandang perbedaan yang ada merupakan suatu langkah kecil yang dapat mengawali tahap ini. 5. Penyelesaian konflik Apabila konflik telah terjadi. Secara teoritis hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi konflik SARA ini antara lain: 1. Suatu mediasi dari petinngi atau pihak yang dipercaya mungkin dibutuhkan. baiklah supaya tiap pihak mampu mengelola emosi nya dan tidak menimbulkan suatu pertikaian yang mampu merugikan pihak-pihak yang tidak bersalah. supayatiapwargabenar-benarmendapatkanhaknyadalammemeluk agamadanmelaksanakankeyakinanmereka. 3. 4.berusahauntukmemecahbelahkesatuanbangsakitadenganmemprovokasipihaktertentume ngenaiperbedaan yang terjadidalammasyarakat yang seharusnyabukanmerupakanhal yang negativemelainkanpositifbilakitamaumenelusurinyalebihjauh. dan yang paling penting adalah kesiapan hati dari masing-masing pihak untuk menyelesaikan konflik tersebut. termasukBadanIntelijen Negara (BIN). 2.

. Faktor yang menyebabkan konflik SARA di Indonesia. Saran Agar konflik SARA ini terjadi secara terus-menerus.Adalah suatu upaya mengatasi sumber-sumber konflik dengan mengalihkan kekuatan negatif dari sumber perbedaan kepada kekuatan positif. yaitu:  Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan  Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk karakter yangberbeda  Perbedaan kepentingan antar individu atau kelompok  Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam suatu masyarakat 2. Suatu konflik antar golongan juga berdampingan dengan timbulnya suatu perpecahan yang bertentangan dengan sila ketiga (Persatuan Indonesia). Kesimpulan 1. Hubungan konflik SARA dengan Pancasila. Suatu konflik jelas telah menyingkirkan nilai Kemanusiaan yang ada di sila kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab). Solusi untuk mengatasi konflik SARA yaitu dengan pencegahan konflik. BAB III PENUTUP III. III. resolusi konflik. 3. Belum lagi dampak dari konflik SARA yang bisa mengakibatkan suatu pihak yang merasa dirugikan juga bertentangan dengan prinsip keadilan di sila kelima. Dengan begitu kerukunan antarwarga dapat tercapai sehingga tidak terjadi konflik SARA yang berkepanjangan. pengelolahan konflik.2. penyelesaian konflik. yaitu konfik SARA yang berhubungan dengan agama dan menentang suatu agama atau kepercayaan lain telah melawan prinsip Ketuhanan yang dijunjung jelas di sila pertama. dan transformasi konflik.1. masyarakat sebaiknya saling menghargai dan menghormati setiap perbedaan yang ada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->