KELENJAR ENDOKRIN

Fungsi tubuh diatur oleh dua system pengatur utama yaitu system saraf dan system endokrin . Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung ke dalam darah yang beredar dalam jaringan . Kelenjar endokrin ini disebut juga kelenjar buntu karena hormon yang dihasilkan tidak dialirkan melalui suatu saluran tetapi langsung masuk kedalam pembuluh darah. Hormon dari kelenjar endokrin mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh hingga mencapai organ – organ tertentu. Hormon umum disekresi oleh kelenjar endokrin spesifik dan ditranspor dalam darah untuk menyebabkan kerja fisiologia pada tempat-tempat yang jauh dalam tubuh. Hormon umum tersebut contohnya adalah hormone pertumbuhan dari adenohipofisis dan hormone tiroid dari kelenjar tiroid. Fungsi kelenjar endokrin secara umum yaitu : * Menghasilkan hormone yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringan dalam tubuh tertentu * Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh * Merangsang aktivitas kelenjar tubuh * Merangsang pertumbuhan jaringan * Mengatur metabolisme, oksidasi , meningkatkan absorpsi glukosa pada usus halus * Mempengaruhi metabolisme lemak, protein , hidratarang, vitamin, mineral dan air. Dilihat dari aktivitasnya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi : 1. kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang memegang peranan pada proses metabolisme 2. kelenjar yang bekerjanya mulai saat tertentu, misalnya hormon kelamin 3. kelenjar yang bekerja hanya sampai saat tertentu saja, misalnya kelenjar timus Dilihat dari aspek dan macam lokasinya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi :

dan menambah ukuran sel .FISIOLOGI KELENJAR HIPOFISIS Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar yang paling banyak menghasilkan hormone. Misalnya. Hormon yang dikeluarkan oleh hipofisis anterior berperan utama dalam pengaturan fungsi metabolisme di seluruh tubuh. Kelenjar Hipofisis anterior ( adeno hipofisis) Kelenjar hipofisis anterior mengandung banyak jenis sel sekretorik. Kelenjar hipofisis disebut master gland ( kelenjar induk / kelenjar ibu). hipofisis menyampaikan informasi tentang keadaan tubuh ke hipotalamus. lalu hipotalamus memutuskan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menaikkannya Kelenjar hipofisis menghasilkan beberapa jenis hormone yang mengendalikan organ-organ lain. ketika terjadi penurunan tekanan darah. sedangkan pengaturan hipofisis oleh susunan saraf pusat dilakukan melalui mekanisme humoral melalui pembuluh darah. Bagian-bagian kelenjar hipofisis : 1. Kelenjar hipofisis ini merupakan pembantu hipotalamus. Hormon-hormon yang dihasilkan diantaranya yaitu: a) Hormon Pertumbuhan(hormon somatotropin) Fungsi Hormon Pertumbuhan yaitu : * menyebabkan pertumbuhan seluruh jaringan tubuh . informasi dikirimkan. Hormon yang mengatur fungsi hiposisis dihasilkan oleh sel-sel neuro sekretoris yang terdapat didalam hipotalamus. karena kelenjar Hipofisis ini terletak pada lekukan tulang selatursika di bagian tulang baji dan menghasilkan bermacammacam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Pengaturan dilakukan oleh sejumlah hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus akibat rangsangan susunan saraf pusat. Fungsi kelenjar hipofisis diatur oleh susunan saraf melalui hipotalamus. dan mengabari hipotalamus tentang perubahan tekanan ini. Kemudian hipofisis juga menyampaikan keputusan yang telah diambil hipotalamus kepada seluruh tubuh.

* Meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel * Meningkatkan kecepatan sintesis protein diseluruh tubuh * Meningkatkan metabolisme asam lemak dari jaringan adiposa * Menurunkan kecepatan pemakaian glukosa didalam tubuh. Triroid Stimulating Hormone ( TSH ) tidak dapat disekresikan. Hormon somatotropin juga dapat menghambat kerja TRF. pemberian progesteron dalam jangka pendek mempunyai efek menurunkan respons hormon gonadotropin terhadap rangsangan GnRF dan bila diberikan dalam jangka panjang akan meningkatkan rangsangan GnRF . kelaparan dan hipoglikemi. Pada keadaan stres . konsentrasi CRF dalam hipotalamus menurun dan pemberian kortison menyebabkan CRF terhadap reaksi adeno cortiko tropicx hormone (ACTH) oleh hipofisis terlambat dan mengatur sekresi beberapa hormon adrenokortikal. Pada seorang wanita. 2. mengandung sekretori granules dan hormon stimulating untuk merangsang perkembangan folikel de Graf dalam ovarium dan membentuk spermatozoa pada testis untuk merangsang gametosis laki-laki. * Melanosit stimulating hormon : mempengaruhi melanosit dalam kulit. yang didapatkan pada serebrum. Kadar hormon akan meningkat jika seseorang dalam keadaan berolahraga . Bila estrogen diberikan pada lakilaki akan terlihat gejala-gejala respons gonadotropin terhadap GnRF menurun. Efek TRF terhadap perilaku ini diperkirakan akan mempengaruhi sel-sel saraf terhadap sintesis serta penguraian zat yang dihasilkan oleh saraf itu. * Lutein Hormone : sel-selnya berbentuk angular dan terdapat diseluroh hipofisis . b) Hormon Kortikotropika atau Cotikotropik Releasing Factror (CRF) Hormon ini merupakan polipeptida dengan berat molekul 1000-1500. c) Hormon Tirotropin atau Thirotropin Releasing Factror (TRF) Berfungsi untuk merangsang sekresi TRH dan merupakan mekanisme untuk dapat menghasilkan hormon dengan melakukan sintesis protein. serebelum dan talamus. yang selanjutnya akan mempengaruhi metabolisme glukosa. sebaliknya jika testoteron yang diberikan akan menghambat respons gonadotropin terhadap GnRF . * Folikel Stimulating Hormon : mengendalikan sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium . Pengaturan sekresi hormon pertumbuhan dilakukan dengan keseimbangan dan lebih banyak disekresi oleh hipotalamus. dan trauma ). Akibat hambatan ini. (misalnya . Kelenjar Hipofisis Posterior (neurohipofisis) . ketegangan. mempengaruhi luteinisial pada wanita dan pada laki-laki disebut sebagai Interstisial Cel Stimulating Hormon ( ICSH) yang mempengaruhi produksi testoteron dalam testis. Dalam waktu beberapa menit kecepatan sekresi hormon pertumbuhan akan meningkat dan menurun terutama yang berkaitan dengan stress dan keadaan nutrisi . * Prolaktin hormon : mempertahankan laktasi dengan mempengaruhi langsung pada kelenjarkelenjar susu. protein dan lemak. d) Hormon Gonadotropin atau Gonadotropin Releasing Factor (GnRF) Hormon ini mempunyai daya kerja yaitu merangsang sekresi Folikel Stimuling Hormon (FSH) dan Luteinizing Hormone ( LH ) agar mampu menghasilkan hormon gonad ( estrogen dan progesteron) .

Hormon yang dihasilkan pada Hipofisis posterior adalah · Hormon anti diuretik (ADH) : Dibentuk dalam nukleus supraoptik dan mengandung asam amino. maka cairan ditarik dengan proses osmosis keluar dari sel osmoreseptor sehingga mengurangi ukuran sel dan menimbulkan sinyal saraf dalam hipotalamus untuk menyekresi ADH tambahan . bila cairan ekstraseluler terlalu ancer .Sel – sel pada kelenjar ini disebut dengan pituisit yang bekerja sebagai struktur penunjang bagi ujung-ujung saraf. Keadaan ini akan menurunkan sinyal saraf untuk menurunkan sekresi ADH. o Pengaturan produksi ADH Bila cairan ekstraseluler pekat . Hormon yang dihasilkan intermediet hipofisis Mekanisme Kerja ACTH (kortikotropin) Tahapan dari mekanisme kerja ACTH (kortikotropin) adalah : . Kelenjar Hipofisis Intermediet Daerah kecil diantara hipofisis anterior dan posterior yang relative avaskular. Peranan penting dalam proses pembentukan laktasi adalah menyebabkan timbulnya pengiriman air susu dari alvioli ke duktus sehingga dapat dihisap oleh bayi. pada manusia hampir tidak ada sedangkan pada beberapa jenis binatang rendah ukurannya jauh lebih berfungsi. Mekanisme kerja ADH adalah meningkatkan permeabilitas duktus untuk mereabsorpsi sebagian besar air yang disimpan dalam tubuh dan mempengaruhi difusi bebas air dari tubulus cairan tubuh kemudian diabsorpsi secara osmosis. maka air bergerak melalui osmosis dengan arah berlawanan masuk ke dalam sel. selanjutnya bergabung dengan protein pembawa untuk mencapai kelenjar yang membutuhkan . Sebaliknya. Keadaan ini terjadi secara hebat saat volume darah turun 15-25% dengan kecepatan sekresi meningkat 50x dari keadaan normal. · Oksitosin Membantu menyalurkan air susu dari kelenjar payudara ke putting susu selama pengisapan dan mungkin membantu melahirkan bayi pada saat akhir masa kehamilan. 3. Salah satu rangsangan yang menyebabkan sekresi ADH menjadi kuat adalah penurunan volume darah. Hormon ini disintesis dalam badan sel.

ACTH akan memacu perubahan Kolesterol menjadi pregnolon. Hal yang sama . Kemudian dari pregnolon dihasilkanlah adrenokortikosteroid dan androgen adrenal. Kemudian pada . Pada hipofisis anterior releasing dan inhibitory ini bekerja pada sel kelenjar untuk mengatur sekresinya. meningkatkan glukoneogenesis. ACTH adalah produk dari proses pasca translasi prekursor polipeptida Pro-Opiomelanokortin. Dimana fungsi kortisol adalah kerja antiinflamasi. 3. jaring kapilar pertama dialiri vena potal hipofisis . Pengaturan Sekresi Hipofisis oleh Hipotalamus Sekresi hipofisis posterior diatur oleh serabut saraf yang berasal pada hipotalamus dan berakhir pada hipofisis posterior . Sebaliknya sekresi hipofisis anterior diatur oleh hormon yang dinamakan “ releasing” dan “ inhibitory hormones” yang di sekresi oleh hipotalamus sendiri dan kemudian dihantarkan ke hipofisis anterior melalui pembuluh darah kecil yang dinamakan portal hipotalamik-hipofisial. meningkatkan penghancuran protein. 3. Mobilitas lemak. yang merupakan cabang arteri karotis internal. bila seseorang mengalami pikiran yang sangat menekan atau merangsang. Stabilisasi lisosom Hubungan Hipofisis dan Hipotalamus * Sistem portal hipotalamus dan hipofisis 1. Contohnya : bila seseorang menderita nyeri . suplai darah ke lobus posterior ( neurohipofisis ) terjadi melalui dua arteri hipofisis interior. Setelah di korteks adrenal. kemudian memasuki lobus posterior dan membentuk jaring-jaring kapilar. Hipotalamus merupakan pusat himpunan informasi dan selanjutnya sebagian besar informasi ini digunakan untuk mengatur sekresi kelenjar hipofisis.1. Arteri hipofisis superior (cabang arteri karotis internal) memasuki bagian tengah tonjolan hipotalamus dan batang infundibulum sehingga membentuk jaring-jaring kapilar pertama. hormon yang diproduksi di hipotalamus langsung dibawa ke adenohipofisis tanpa memasuki sirkulasi darah besar. Melalui sistem ini. suplai darah ke lobus anterior adalah tidak langsung. 2. 4. Aliran vena mengalir melalui vena hipofisis kedalam sinus dural. rangsang penciuman yang . sebagian isyarat dihantarkan ke hipotalamus. 2. sistem portal hipotalamus dan hipofisis mengacu pada kedua jaring kapilar diatas ( satu di hipotalamus dan satu lagi dalam adenohipofisis ) dan vena yang terletak diantara keduanya. Organ target ACTH adalah korteks adrenal tempat kortikotropin terikat. yang menjadi awal jaring kapilar kedua di bagian bawah lobus anterior 4. sebagian isyarat nyeri dihantarkan ke hipotalamus. Mobilitas protein.

Neuron-neuron khusus di dalam hypothalamus mensintesis dan mensekresi hormone pelepas hypothalamus dan hormone penghambat yang mengatur sekresi hormone hipofisis anterior. • Hormone penghambat prolaktin (PIH) : menghambat sekresi prolaktin. Hubungan Saraf Lobus anterior tidak memiliki hubungan syaraf langsung dengan hipotalamus. Hormone – hormone pelepas dan penghambat hypothalamus yang terpenting adalah : • TRH : hormone pelepas tiroid yang menyebabkab pelepasan hormone perangsang tiroid. Akan tetapi badan sel neuron yang menyebar ke eminensia mediana ini terletak pada daerah yang berdekatan dengan bagian basal otak. 4. Hubungan Hipofisis anterior dengan Hipotalamus 1. Hormon hipofisis anterior juga dilepas berdasarkan sinyal dari hipotalamus. Sekresi hormon pelepas hipothalamus dan hormon penghambat ke eminensia mediana.menyatakan bau yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Neuron –neuron ini berasal dari berbagai bagian hypothalamus dan mengirimkan serat – serat sarafnya menuju ke eminensia mediana dan tuber sinerum (jaringan hypothalamus yang menyebar menuju tangkai hipofisis). Bagian ujung serat – serat saraf ini berbeda dengan ujungujung serat saraf umum yang ada di dalam sistem saraf pusat. Hormon-hormon ini segera diabsorbsi ke dalam kapiler sistem porta hypothalamus dan hipofisis dan langsung diangkut ke kelenjar hipofisis anterior. • Hormone pelepas gonadotropin(GnRH) : menyebabkan pelepasan dari dua hormone gonadotropik. oleh karena itu pada dasarnya menyebabkan pelepasan semua hormone hypothalamus. menghantarkan komponen isyarat yang kuat melalui nuklei amigdala ke hipotalamus. Perangsangan listrik pada daerah ini merangsang ujung. • Hormone pelepas kortikotropin(CRH) : menyebabkan pelepasan adenokortikotropin. Hubungan Hipofisis Posterior dengan Hipotalamus . Daerah –daerah spesifik dalam hipothalamus yang mengatur sekresi faktor pelepas dan faktor penghambat hipothalamus Sebelum diangkut ke kelenjar hipofisis anterior . Fungsi hormon pelepas dan hormon penghambat dalam hipofisis anterior. Hormone –hormon pelepas dan hormone – hormone penghambat berfungsi mengatur sekresi hormone hipofisis anterior. semua hormone hypothalamus disekresi ke ujung serat saraf yang terletak di dalam eminensia mediana. Dimana fungsi serat ini tidak menghantarkan sinyal – sinyal yang berasal dari neuron ke neuron yang melainkan hanya mensekresi hormone pelepas dan hormone penghambat hypothalamus saja ke dalam cairan jaringan. 3. hormone lutein dan hormone perangsang folikel. • Hormone pelepas hormone pertumbuhan (GHRH) : menyebabkan pelepasan hormone pertumbuhan dan hormone penghambat hormone pertumbuhan (GHIH) yang mirip dengan hormone somatostatin dan menghambat pelepasan hormone pertumbuhan. tetapi melalui hubungan vaskular. 2.ujung saraf.

kelenjar ini menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor di dalam tubuh Kelenjar paratiroid tersusun oleh 3 macam sel. Aksonnya memanjang menuruni batang infundibulum sebagai traktus saraf hipofisis dan hipotalamus untuk masuk ke neuron hipofisis KELENJAR PARATIROID (parathyroid gland) Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah.Kelenjar hipofisis posterior juga dinamakan neurohipofisis terutama terdiri atas sel – sel seperti sel glia yang dinamakan pitulsit.lokasi ini sangat bervariasi tergantung pertumbuhannya secara embriologis. berwarna kuning kecoklatan.dan oxyphil cells. *Hubungan saraf 1. Dalam keadaan istirahat . sejumlah ADH dan oksitosin terkumpul pada ujung-ujung saraf kelenjar hipofisis posterior . Pitulsit tidak menyekresi hormon . sedangkan oksitosin dibentuk pada nuklei paraventrikularis. tempat mereka menyekresi hormon hipofisis posterior yaitu hormon ADH dan hormon oksitosin . Masing-masing melekat pada bagian belakang kelenjar tiroid.Panjang ± 5mm dan tebal 2 mm.clear cells. Ujung-ujung saraf merupakan tombol bulosa yang terletak pada permukaan kapiler. mereka bekerja sebagai struktur penyokong untuk serabut saraf terminal yang jumlahnya banyak dan ujung-ujung saraf terminal dari traktus saraf yang berasal dari nuklei supraoptikus dan paraventrikum hipotalamus . lobus posterior diinervasi langsung oleh neuron nukleus supraoptik dan nukleus paraventrikular dalam hipotalamus. ADH dibentuk pada nuklei supraoptikus .Chief cells bertanggung jawab pada sintesis dan sekresi hormone paratiroid atau .yaitu : chief cells. hormon segera dikeluarkan dari ujungujung saraf dan diabsorpsi masuk ke kapiler yang berdekatan.Bentuknya oval. Kemudian bila impuls saraf dihantarkan kebawah sepanjang serabut – serabut dari nuklei supraoptikus dan paraventrkulus .Kendati letaknya dekat dengan kelenjar tiroid.

Jika kalsium darah rendah.Kelenjar paratiroid normal dewasa berisikan lemak. Beratnya 50 mg. tapi bisa juga turun bersama timus ke thorax atau pada bifurcation karotis.Tingkat kedua.Kerja utama HPT pada tulang.traktus gastrointestinal.Untuk perangsangan ataupun penekanan sekresi HPT.Di dalam keadaan aktif.HPT juga merangsang pembongkaran kalsium dari simpanannya di tulang. EFEK HORMON PARATIROID Ion kalsium dan fosfat darah menggambarkan keseimbangan keluar masuknya ion-ion tersebut di tulang. kuning kecoklatan oval. di bawah arteri tiroid.memobilisasi kalsium sebagai akibat pembongkaran matriks tulang dan kemudian perubahan pembentukan tulang. Bagian inferior sangat bervariasi pada beberapa situasi (tergantung perkembangan embriologisnya) dan bias tanpa selubung fascia tiroid. superior dan inferior. HPT bekerja pada tulang dengan cara dua tingkat.daerah yang ada hubungan langsung dengan cairan ekstrasel.Clear cells kemungkinan juga chief cells yang berisikan glikogen yang tinggi.tempat pembuatan HTP dan siap untuk disekresikan. Kadar kalsium ion darah yang rendah merangasang sekresi HPT. Bentuk Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid kecil.perubahan kadar kalsium ion darah sedikit saja sudah sangat mempengaruhi. Biasanya 2 pada tiap sisi.Keseimbangan ion-ion tersebut diatur oleh HPT dan vitamin D3.dan yang tinggi menekan sekresi HPT.akan merangsang sekresi HPT dengan cepat dan terjadi kenaikan reabsorpsi kalsium di tubulus distalis ginjal dan loop henle asendens.yaitu: tingkat pertama memobilisasi kalsium dan fosfat secara cepat.retikulum endoplasmic sel-sel tersebut terlihat jelas dengan apparatus golgi yang padat.Selanjutnya HPT merangsang pembentukan dan pembongkaran berjalan.dan filtrasi di ginjal. . biasanya terletak antara garis lobus posterior dari kelenjar tiroid dan kapsulnya. atau pada kelenjar tiroid dekat kutub inferior. Normalnya paratiroid posterior bergeser hanya pada kutub paratiroid posterior.parathormon (HPT).adalah menaikkan aktiitas osteoklas dan kemudian absorpsi tulang. Kelenjar paratiroid superior letaknya lebih konstan daripada inferior dan biasanya terlihat di tengah garis posterior kelenjar tiroid walaupun bisa lebih tinggi. Ukurannya kira2 6x3x2 mm.Kedua hal menyebabkan kearah kalsium darah menjadi normal.Oxyphil cells hanya Nampak dalam kelenjar paratiroid setelah pubertas dan jumlahnya bertambah pada pertambahan umur.

membantu mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat. yang terletak tepat di bawah laring sebelah kanan dan kiri depan trakea. Fungsi umum kelenjar paratiroid adalah: 1.hormone paratiroid menstimulir reabsorpsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah 6. kalsium di urin diserap kembali. jika pemasukan kalsium berkurang. dan kalsium yang ada dalam makanan diserap. Hormon tiroid merangsang konsumsi O2 pada sebagian besar sel di tubuh. hormon paratiroid memastikan bahwa kalsium diambil dari tulangtulang. . menyekresi tiroksin dan triyodotironin yang mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan agar optimal sehingga mereka berfungsi normal. Saat kadar kalsium di dalam darah terlalu tinggi.mempunyai efek terhadap reabsoprsi tubuler dari kalsium dan sekresi fosfor 4. dapat menstimulir transport kalsium dan fosfat melalui membrane dari mitokondria. mengatur metabolisme fosfor 2. mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat oleh ginjal. KELENJAR TIROID Kelenjar tiroid. mengatur kadar kalsium darah 3. kalsitonin memastikan bahwa kalsium di dalam tulang dipertahankan dan tulang mempercepat penyerapan kalsium. dan penting untuk pertumbuhan dan pematangan normal. mempercepat absorpsi kalium di intestinal 5.Saat kadar kalsium menurun.

membentuk tiroglobulin dan mengeluarkannya ke dalam koloid.000. Tiroglobulin dibentuk oleh sel-sel tiroid (sel kelenjar khas yang menyekresi protein) dan dikeluarkan ke dalam koloid oleh eksositosis granula yang juga mengandung peroksidase tiroid. akibatnya perlambatan perkembanga mental dan fisik. Setelah sintesis hormon tiroid berlangsung. akibatnya badan menjadi kurus. Proteinase. Distribusi dalam plasma terikat pada protein plasma Protein bound iodine (PBI). dan kelebihan pembentukan panas. Sebagian besar PBI T4 dan sebagian PBI T3 terikat pada protein jaringan yang bebas dalam keadaan seimbang. tremor. Sekresi tiroid diatur oleh hormon perangsang tiroid (thyroid-stimulating hormon hormone = TSH = tirotropin) yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. sekresi tiroksin yang berlebihan sekali dapat menyebabkan laju metabolisme basal meningkat setinggi 60 sampai 100 persen di atas normal. T3 lebih aktif daripada T4. Sejumlah kecil cadangan triiodotironin. Hormon ini tetap terikat pada tiroglobulin sampai disekresikan. Tidak adanya sekresi tiroid sama sekali biasanya menyebabkan laju metabolisme turun sekitar 40 persen di bawah normal. ke dalam kapiler yang terdapat disekitarnya. suatu hormon yang penting untuk metabolisme kalsium. Dengan demikian. sel-sel tiroid memiliki fungsi: mengumpulkan dan memindahkan iodium. Molekul ini juga mengandung 123 residu tirosin yang merupakan substrat utama yang berikatan dengan yodium untuk membentuk hormon tiroid. monoiodotirosin. Pembentukan dan Sekresi Hormon Tiroid Kimia Hormon utama yang disekresi oleh tiroid adalah tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). yang kemudian berdifusi melalui basis sel tiroid. maka tiroglobulin ini disintesis dan disekresi oleh retikulum endoplasma dan kompleks golgi ke lumen folikel. takikardia. Kedua hormon adalah asam-asam amino yang mengandung iodium. serta pada anak-anak timbul retardasi mental dan kecebolan (dwarfism). Kemudian lisosom segera bersatu dengan vesikel ini untuk membentuk vesikel digestif yang mengandung enzim-enzim pencernaan dari lisosom yang bercampur dengan koloid.Kelenjar ini juga menyekresi kalsitonin. Tiroglobulin T4 dan T3 disintesis di dalam koloid melalui iodinasi dan kondensasi molekul-molekul tirosin yang terikat pada linkage peptida dalam tiroglobulin. hormon tiroid dikeluarkan ke dalam darah. berkurangnya daya tahan terhadap dingin. setiap molekul tiroglobulin mengandung 5 sampai 6 molekul . gelisah. mengandung karbohidrat 10% berat. Jika Tiroid Stimulating Hormone (TSH) mengikat reseptor sel folikel. yang merupakan salah satu enzim-enzim tersebut mencernakan molekul tiroglobulin serta melepaskan tiroksin dan triyodotironin. dan senyawa-senyawa lain juga ditemukan dalam darah vena tiroid. permukaan apikal sel tiroid dalam keadaan normal mengeluarkan penonjolan seperti pseudopodi yang meliputi sebagian kecil koloid untuk membentuk vesikel pinositik. Sebaliknya. tetapi hanya 4-8 yang secara normal bergabung menjadi hormon tiroid. Tiroglobulin merupakan glikoprotein yang terbentuk dari 2 submit dan memiliki berat molekul 660. dan mengeluarkan hormon tiroid dari tiroglobulin dan mensekresikannya ke dalam sirkulasi. Jadi. Saat hormon tirosin akan disekresikan.

tiroksin. sedangkan satu molekul monoiiodotirosin dan satu molekul diiodotirosin membentuk T3 (triiodotironin). di tempat mana molekul tiroglobulin pertama keluar dari kompleks golgi. yang bersama-sama menyelenggarakan sistem yang kuat. tetapi baik defisiensi maupun kelebihan iodida menghambat fungsi tiroid. karena iodida penting untuk fungsi tiroid normal. Mekanisme ini juga bergantung pada Na. Pada kelenjar normal. yang kemudian mampu berikatan langsung dengan asam amino tirosin. tetapi bila yodium yang telah teroksidasi disertai dengan sistem enzim peroksidase. Tiroglobulin masuk ke dalam darah serta koloid. Molekul iodium bereaksi dengan tirosin dalam tiroglobulin untuk membentuk molekul monoiodotirosin dan diiodotirosin. ATPase. yodium terikat dengan sekitar seperenam sisa tirosin di dalam molekul tiroglobulin. yamg mampu mengoksidasi iodida. maka proses ini dapat terjadi dalam beberapa detik atau menit. Oksidasi yodium ini dipermudah oleh enzim peroksidase dan hidrogen peroksida yang menyertai . Selsel folikular memisahkan iodida dari darah dan mengubahnya menjadi molekul (unsur) iodium (iodium teroksidasi). tetapi di AS asupan makanan rata-rata adalah sekitar 500 µg/h. Hubungan fungsi tiroid dan iodida bersifat unik. dan I ˉ disebarkan dalam suatu “ruang” sekitar 25L (35% berat tubuh). Iodium yang tertelan bersama makanan dibawa aliran darah dalam bentuk ion iodida (Iˉ). Peroksidase terletak di dalam membrana apikal sel atau juga di dalam sitoplasma yang tepat berdekatan dengan membrana ini. Pengikatan yodium dengan molekul tiroglobulin dinamai organifikasi tiroglobulin. pompa iodida dapat memekatkan ion iodida sekitar 40 kali konsentrasi iodida dalam . Dua molekul diiodotirosin membentuk T4 (tiroksin).sekitar 18 molekul tirosin untuk setiap satu molekul triyodotironin. Kadar I ˉ plasma normal adalah sekitar 0. Yodium yang telah dioksidasi dalam bentuk molekul akan terikat langsung tetapi perlahan-lahan dengan asam amino tirosin. Iodida dipompa ke dalam sel pada dasarnya melawan gradien listrik ini. yaitu sel memiliki potensial membran istirahat sebesar -50 mV. Mekanisme transport sering disebut “iodide-trapping mechanism” atau “pompa iodida”. Pengambilan Iodium Kelenjar tiroid mengkonsentratkan iodium dengan transpor aktif iodium dari cairan ekstrasel ke sel kelenjar tiroid dan kemudian ke folikel. Metabolisme Iodium Iodium adalah bahan dasar yang penting untuk sintesis hormon tiroid. jadi memberikan yodium yang telah dioksidasi pada titik yang tepat di dalam sel.3 µg/dL. Asupan iodium harian minimum yang dapat mempertahankan fungsi tiroid normal adalah 150 µg pada orang dewasa. dan rata-rata satu molekul triyodotironin untuk setiap tiga sampai empat molekul tiroglobulin . Sel-sel tirod bermuatan 50 mV relatif negatif terhadap daerah interstitium dan koloid. K. dan kadar ini meningkat pada hipertiroidisme dan beberapa bentuk kanker tiroid. Sehingga hampir sama cepat seperti pelepasan molekul tiroglobulin dari alat Golgi atau secepat ia disekresi melalui membrana sel apikal ke dalam folikel. menuju kelenjar tiroid. Mekanisme transpor aktif iodida dirangsang oleh TSH. lalu berdifusi mengikuti gradien listrik ke dalam koloid. Konsentrasi tiroglobulin serum normal pada manusia adalah sekitar 6 ng/mL.

pengikatan hormone mencegah pengambilan berlebihan oleh sel pertama yang dijumpai dan meningkatkan distribusi jaringan yang merata. sebagian besar keduanya terikat pada protein plasma. iodide mengalami oksidasi menjadi iodium dan dalam beberapa detik berikatan ke posisi tiga molekul tirosin yang melakat ke tiroglobulin. .3nmol/L). Dua molekul DIT kemudian mengalami suatu kondensasi oksidatif membentuk T4 dengan pengeluaran rantai sisi alanin dari molekul yang membentuk cincin luar. Dalam bentuk ini hormone tiroid sering disimpan dalam folikel selama beberapa bulan. sekitar 18 molekul tiroksin untuk setiap satu molekul triodotironin. setiap molekul tiroglobulin mengandung 5 sampai 6 molekul tirosin. Enzim yang berperan dalam oksidasi dan pengikatan iodide adalah tiroid peroksidase. Akan tetapi. paling tidak untuk T3. Setelah sintesis hormone tiroid berlangsung. Hormone tiroid bebas ditambahkan pada cadangan sirkulasi oleh kelenjar tiroid. Ternyata. rasio konsentrasi dapat meningkat sampai beberapa kali nilai ini. efek defisiensi mungkin tidak ditemukan selama berbulan-bulan.15 µg/dL (2. Sintesis Hormon Tiroid Di dalam kelenjar tiroid. Oleh karena itu. dan kadar T3 plasma adalah sekitar 0. bila kelenjar tiroid menjadi aktif sepenuhnya. jumlah total yang disimpan cukup untuk mensuplai tubuh dengan kebutuhan normal akan hormone tiroid selama 1 sampai 3 bulan. walaupun sintesis hormone tiroid berhenti seluruhnya. Monoiodotirosin (MIT) kemudian mengalami iodinasi di posisi 5 untuk membentuk diidotirosin (DIT). Fungsi pengikatan protein adalah untuk mempertahankan cadangan hormone yang siap dibebaskan dalam jumlah besar. Transpor Hormon Tiroid Kadar T4 plasma total normal adalah sekitar 8 µg/dL (103 nmol/L). Selain itu. dan rata-rata satu molekul triodotironin untuk setiaap 3 sampai 4 molekul tiroglobulin.darah. Hormone tiroid bebas dalam plasma adalah yang secara fisiologis aktif dan menghambat sekresi TSH oleh hipofisis. Hormon tiroid bebas dalam plasma berada Dallam keseimbangan hormone tiroid yang terikat pada protein plasma dan jaringan.

Konjugat tiroid mengalami hidrolisis dan sebagian diserap kembali. Namun. Namun perubahan ini sementara karena penurunan konsentrasi hormone tiroid bebas dalam sirkulasi akan merangsan sekresi TSH. Secara normal 99. Hanya 13% T3 dalam darah disekresi oleh kelenjar tiroid dan 87% dibentuk melalui deiodinasi T4. maka konsentrasi bebas menurun. sebagian T4 dan T3 berpindah langsung dari sirkulasi ke lumen usus.Protein plasma yang mengikat hormone tiroid adalah albumin dan globulin. Hanya terdapat sedikit T4 dalam urin. Dua enzim yang berbeda berperan disini. 0. sehingga sebagian besar T4 dalam sirkulasi terikat pada globulin. afinitas (aviditas ikatan protein dengan T4 pada keadaan fisiologis) protein terhadap T4 adalah sedemikian.98% T4 dalam plasma terikat . Albumin memiliki kapaitas terbesar untuk mengikat T4 . kadar T4 bebas hanya sekitar 2 ng/dL. dari 0. dan TSH sendiri sekresinya terangsang oleh TRH. Sisa 99. T4 dalam jumlah yang lebih kecil terikat pada albumin.3 ng/dL) berada dalam keadaan bebas. Sekresi . Hormone tiroid bebas menghambat sekresi TSH baik langsung maupun tidak langsung. demikian juga hanya 5% RT3 dalam darah disekresi oleh kelenjar tiroid dan 95% dibentuk dari deiodinasi T4. Pada orang dewasa normal sepertiga T4 dalam darah secra normal diubah menjadi T3 dan 45% diubah menjadi reverse triiodotironin ( RT3). Selain itu. ginjal dan banyak jaringan lain. 5‟deiodinase mengkatalis pembentukan T3 dan 5 deiodinase mengkatalis pembentukan T3 dan RT3 diubah menjadi berbagai diiodotironin. tetapi sebagian diekskresi melalui tinja. dengan lebih dari sepertiga tempat ikatan pada protein ditempati. Bila terjadi peningkatan konsentrasi protein pengikat tiroid dalam plasma yang mendadak dan menetap. Di hati T4 dan T3 mengalami konjugasi dan membentuk sulfat serta glukuronida. protein ini dapat mengikat T4 paling banyak sebelum menjadi jenuh. Konjugatkonjugat ini masuk ke dalam empedu lalu ke usus.15 µg/dL yang secarra normal terdapat dalam plasma.2% (0. 46% pada globulin dan sebagian besar sisanya pada albumin. T3 tidak terlalu terikat. yang pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan pembentukan hormone tiroid bebas. Metabolisme Hormon Tiroid T4 dan T3 mengalami deiodinasi di hati. kecepatan metabolismenya keccepatan sekresi TSHnya normal. Akhirnya akan tercapai keseimbangan baru dimana kuantitas total hormone tiroid meningkat tetapi konsentrasi hormone bebas.8% terikat pada protein. Sekresi Hormon Tiroid Sekresi hormone tiroid terangsang oleh TSH.

Sewaktu disekresi. Mengatur kecepatan metabolisme tubuh dan mempengaruhi beberapa reaksi metabolic dalam tubuh 3. serta penggunaan energy total 2. keseimbangan nitrogen negative dan sintesis protein berkurang 5. Dalam konsentrasi tinggi. Menambah produksi panas dan menyimpan energy yang didapatkan pada konsentrasi hormone tiroid yang tinggi 6. Absorpsi glukosa di intestinal bertambah lancar oleh hormon tiroid sehingga memungkinkan factor toleransi glukosa yang abnormal sering ditemukan pada hipertiroidisme KELENJAR TIMUS . ikatan peptida mengalami hidrolisis dengan bantuan enzim proteolitik. kemungkinan melalui penghambatan glukokortikoid paada sekresi TRH. Pada bayi sekresi TSH naik akibat rangsangan dingin dan terhambat akibat rangsangan panas.TSH dapat dihambat oleh stress. Mempengaruhi pertumbuhan dan maturasi (pematangan) jaringan tubuh. dan T3 serta T4 bebas dilepaskan ke dalam peredaran darah Efek Hormon Tiroid · Menaikkan aktivitas membran dalam ikatan ion-ion natrium kalium ATPase · Menaikkan produksi panas · Merangsang pemakaian oksigen (kalorigenesis) · Merangsang sekresi Growth Hormone · Memperkuat efek Growth Hormone · Mempengaruhi sel-sel saraf dan perkembangan mental pada anak balita dan janin · Membantu regulasi metabolisme lipid · Menaikkan absorpsi dan neropinefrin Fungsi Hormon Tiroid 1. koloid diambil oleh sel-sel tiroid. Menambah sintesis Ribonukleat Acid (RNA) dan protein suatu aksi yang mendahului meningginya basal metabolism 4.

Sel-sel T-supresor memiliki efek penghambat pada limfosit-limfosit sehingga tidak telalu banyak antibodi yang terbentuk. karena di dalam timus terjadi diferensiasi dan proliferasi dari sel T atau limfosit T. Akibatnya. Limfosit-T CD4 adalah sel T dari sistem kekebalan yang mempunyai molekul CD4 pada permukaannya sedangkan limfosit-T CD8 mempunyai molekul CD8. Kelenjar timus dapat dijumpai pada anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Dengan demikian involusi dari kelenjar timus akan menyebabkan penurunan dari sel T. Masing-masing memiliki sekitar 10. namun fungsinya menurun seiring usia. Kelenjar Timus penting peranannya dalam sistem imun spesifik seluler. Selain itu kelenjar timus berinteraksi dengan gonad dalam mempengaruhi pertumbuhan tubuh. Sisanya yang ada di kelenjar timus akan di didik untuk mengenali antara antigen-antigen „diri‟ (self) dan asing. Artinya tiap satu limfosit membentuk reaktivitas yang spesifik untuk melawan antigen. Sekitar 3% akan bermigrasi ke timus sebelum melanjutkan perjalanan ke sirkulasi darah. Subkelompok dari limfosit T akan terus terbentuk melalui kontak dengan timosit (hormon timus). Kemudian limfosit berikutnya membentuk spesifitas melawan antigen yang lain.000 atau lebih tiruan molekul reseptor antigen tertentu pada permukaan selnya. Perkembangan limfosit T dari sel induk yang ada di sum-sum tulang belakang juga melalui kelenjar timus. Limfosit sel B tidak akan sanggup mengubah diri mereka menjadi immunoglobulin yang memproduksi sel-sel plasma jika tidak ada sel-sel T-helper atau faktor timus. diantaranya adalah sel T CD4+ (sel T helper 1 [Th1] dan sel T helper 2 [Th2]).Kelenjar timus terletak dibagian posterior toraks terhadap sternum dan melapisi bagian atas jantung. Kedua sel ini memiliki reseptor pada permukaannya. Hormon yang dihasilkan kelenjar ini meliputi enam peptide yang secara kolektif disebut dengan Timosin. berwarna kemerah-merahan dan terdiri atas 2 lobus . Kelenjar timus berkembang sampai masa pubertas. insiden penyakit autoimun dan pertumbuhan sel-sel ganas meningkat. Kelejar timus melakukan pengolahan terhadap limfosit T Limfosit-T sering kali dinamakan sesuai dengan molekul pada permukaannya. dan setelah itu ia akan menyusut atau digantikan oleh jaringan lemak . Kelenjar timus normalnya berfungsi secara efektif sepanjang umur manusia. Kemudian kelenjar Timus bersama-sama dengan sumsum tulang adalah organ imunitas yang utama. Perkembangan seluruh sistem limfatik diputuskan dan diatur oleh kelenjar timus. Hal ini terus berlangsung sampai terdapat bermacam-macam limfosit timus dengan reaktivitas spesifik untuk . Jika perlu (aksi defensif) produk ini akan memproduksi imunoglobin yang spesifik melawan agen-agen asing. misalnya sel-sel T-helper. Tetapi sejumlah nukleoprotein (asam timonukleat) mengambil alih beberapa fungsi timus. Pada bayi yang baru lahir ukurannya sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gram.

Variasi ini terjadi ketika sel dibentuk (biasanya pada permulaan kehidupan. di dalam rahim atau pada bayi). Miliaran jenis sel terjadi karena miliaran variasi reseptor sel T. mengurangi aktivitas kelamin. mengaktifkan pertumbuhan badan sehingga pertumbuhan sangat meningkat pada masa bayi sampai remaja dan setelah dewasa pertumbuhan akan berkurang 4. yaitu ketidakmampuan total untuk memproduksi antibodi. gen tertentu dari sel tersebut akan bergabung secara acak. sumber hormone timik yang mempersiapkan proliferasi dan maturasi sel-sel yang mempunyai kemampuan potensial imunologis dalam banyak jaringan lain 3. Fungsi Hormon Timosin * Mengendalikan perkembangan sistem imun dependen timus dengan menstimulasi diferensiasi dan sel limfosit T * Timosin berperan dalam penyakit immunodefisiensi kongenital seperti α gamma globulinemia . . Sel batang tertentu dirancang oleh kelenjar timus untuk menjadi sel T.melawan jutaan antigen yang berbeda-beda. Fungsi kelenjar timuS 1. Berbagai tipe limfosit T yang ada di proses tersebut sekarang meninggalakan timus dan menyebar keseluruh tubuh untuk memenuhi jaringa limfoid disetiap tempat. suatu sumber sel yang mempunyai kemampuan imunologis 2. Sel T berawal sebagai sel batang yang tidak berdiferensiasi dan mampu berkembang dewasa menjadi bermacam-macam sel darah. ketika hal itu terjadi. membentuk banyak kombinasi yang berbeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful