KELENJAR ENDOKRIN

Fungsi tubuh diatur oleh dua system pengatur utama yaitu system saraf dan system endokrin . Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung ke dalam darah yang beredar dalam jaringan . Kelenjar endokrin ini disebut juga kelenjar buntu karena hormon yang dihasilkan tidak dialirkan melalui suatu saluran tetapi langsung masuk kedalam pembuluh darah. Hormon dari kelenjar endokrin mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh hingga mencapai organ – organ tertentu. Hormon umum disekresi oleh kelenjar endokrin spesifik dan ditranspor dalam darah untuk menyebabkan kerja fisiologia pada tempat-tempat yang jauh dalam tubuh. Hormon umum tersebut contohnya adalah hormone pertumbuhan dari adenohipofisis dan hormone tiroid dari kelenjar tiroid. Fungsi kelenjar endokrin secara umum yaitu : * Menghasilkan hormone yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringan dalam tubuh tertentu * Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh * Merangsang aktivitas kelenjar tubuh * Merangsang pertumbuhan jaringan * Mengatur metabolisme, oksidasi , meningkatkan absorpsi glukosa pada usus halus * Mempengaruhi metabolisme lemak, protein , hidratarang, vitamin, mineral dan air. Dilihat dari aktivitasnya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi : 1. kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang memegang peranan pada proses metabolisme 2. kelenjar yang bekerjanya mulai saat tertentu, misalnya hormon kelamin 3. kelenjar yang bekerja hanya sampai saat tertentu saja, misalnya kelenjar timus Dilihat dari aspek dan macam lokasinya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi :

Kemudian hipofisis juga menyampaikan keputusan yang telah diambil hipotalamus kepada seluruh tubuh. Kelenjar hipofisis ini merupakan pembantu hipotalamus. karena kelenjar Hipofisis ini terletak pada lekukan tulang selatursika di bagian tulang baji dan menghasilkan bermacammacam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar hipofisis disebut master gland ( kelenjar induk / kelenjar ibu). Hormon yang mengatur fungsi hiposisis dihasilkan oleh sel-sel neuro sekretoris yang terdapat didalam hipotalamus. Hormon yang dikeluarkan oleh hipofisis anterior berperan utama dalam pengaturan fungsi metabolisme di seluruh tubuh. dan menambah ukuran sel . sedangkan pengaturan hipofisis oleh susunan saraf pusat dilakukan melalui mekanisme humoral melalui pembuluh darah. Hormon-hormon yang dihasilkan diantaranya yaitu: a) Hormon Pertumbuhan(hormon somatotropin) Fungsi Hormon Pertumbuhan yaitu : * menyebabkan pertumbuhan seluruh jaringan tubuh . hipofisis menyampaikan informasi tentang keadaan tubuh ke hipotalamus. ketika terjadi penurunan tekanan darah. Kelenjar Hipofisis anterior ( adeno hipofisis) Kelenjar hipofisis anterior mengandung banyak jenis sel sekretorik.FISIOLOGI KELENJAR HIPOFISIS Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar yang paling banyak menghasilkan hormone. Bagian-bagian kelenjar hipofisis : 1. Pengaturan dilakukan oleh sejumlah hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus akibat rangsangan susunan saraf pusat. Fungsi kelenjar hipofisis diatur oleh susunan saraf melalui hipotalamus. Misalnya. dan mengabari hipotalamus tentang perubahan tekanan ini. lalu hipotalamus memutuskan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menaikkannya Kelenjar hipofisis menghasilkan beberapa jenis hormone yang mengendalikan organ-organ lain. informasi dikirimkan.

Pengaturan sekresi hormon pertumbuhan dilakukan dengan keseimbangan dan lebih banyak disekresi oleh hipotalamus. c) Hormon Tirotropin atau Thirotropin Releasing Factror (TRF) Berfungsi untuk merangsang sekresi TRH dan merupakan mekanisme untuk dapat menghasilkan hormon dengan melakukan sintesis protein. mempengaruhi luteinisial pada wanita dan pada laki-laki disebut sebagai Interstisial Cel Stimulating Hormon ( ICSH) yang mempengaruhi produksi testoteron dalam testis. * Prolaktin hormon : mempertahankan laktasi dengan mempengaruhi langsung pada kelenjarkelenjar susu. * Folikel Stimulating Hormon : mengendalikan sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium . Pada seorang wanita. yang selanjutnya akan mempengaruhi metabolisme glukosa. * Lutein Hormone : sel-selnya berbentuk angular dan terdapat diseluroh hipofisis . Triroid Stimulating Hormone ( TSH ) tidak dapat disekresikan. b) Hormon Kortikotropika atau Cotikotropik Releasing Factror (CRF) Hormon ini merupakan polipeptida dengan berat molekul 1000-1500. Bila estrogen diberikan pada lakilaki akan terlihat gejala-gejala respons gonadotropin terhadap GnRF menurun. (misalnya . serebelum dan talamus. sebaliknya jika testoteron yang diberikan akan menghambat respons gonadotropin terhadap GnRF . protein dan lemak. d) Hormon Gonadotropin atau Gonadotropin Releasing Factor (GnRF) Hormon ini mempunyai daya kerja yaitu merangsang sekresi Folikel Stimuling Hormon (FSH) dan Luteinizing Hormone ( LH ) agar mampu menghasilkan hormon gonad ( estrogen dan progesteron) . mengandung sekretori granules dan hormon stimulating untuk merangsang perkembangan folikel de Graf dalam ovarium dan membentuk spermatozoa pada testis untuk merangsang gametosis laki-laki. Efek TRF terhadap perilaku ini diperkirakan akan mempengaruhi sel-sel saraf terhadap sintesis serta penguraian zat yang dihasilkan oleh saraf itu.* Meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel * Meningkatkan kecepatan sintesis protein diseluruh tubuh * Meningkatkan metabolisme asam lemak dari jaringan adiposa * Menurunkan kecepatan pemakaian glukosa didalam tubuh. kelaparan dan hipoglikemi. Kadar hormon akan meningkat jika seseorang dalam keadaan berolahraga . Dalam waktu beberapa menit kecepatan sekresi hormon pertumbuhan akan meningkat dan menurun terutama yang berkaitan dengan stress dan keadaan nutrisi . ketegangan. Kelenjar Hipofisis Posterior (neurohipofisis) . 2. konsentrasi CRF dalam hipotalamus menurun dan pemberian kortison menyebabkan CRF terhadap reaksi adeno cortiko tropicx hormone (ACTH) oleh hipofisis terlambat dan mengatur sekresi beberapa hormon adrenokortikal. Akibat hambatan ini. pemberian progesteron dalam jangka pendek mempunyai efek menurunkan respons hormon gonadotropin terhadap rangsangan GnRF dan bila diberikan dalam jangka panjang akan meningkatkan rangsangan GnRF . Hormon somatotropin juga dapat menghambat kerja TRF. Pada keadaan stres . dan trauma ). yang didapatkan pada serebrum. * Melanosit stimulating hormon : mempengaruhi melanosit dalam kulit.

Hormon yang dihasilkan intermediet hipofisis Mekanisme Kerja ACTH (kortikotropin) Tahapan dari mekanisme kerja ACTH (kortikotropin) adalah : . Sebaliknya.Sel – sel pada kelenjar ini disebut dengan pituisit yang bekerja sebagai struktur penunjang bagi ujung-ujung saraf. Salah satu rangsangan yang menyebabkan sekresi ADH menjadi kuat adalah penurunan volume darah. · Oksitosin Membantu menyalurkan air susu dari kelenjar payudara ke putting susu selama pengisapan dan mungkin membantu melahirkan bayi pada saat akhir masa kehamilan. Hormon ini disintesis dalam badan sel. selanjutnya bergabung dengan protein pembawa untuk mencapai kelenjar yang membutuhkan . Peranan penting dalam proses pembentukan laktasi adalah menyebabkan timbulnya pengiriman air susu dari alvioli ke duktus sehingga dapat dihisap oleh bayi. Mekanisme kerja ADH adalah meningkatkan permeabilitas duktus untuk mereabsorpsi sebagian besar air yang disimpan dalam tubuh dan mempengaruhi difusi bebas air dari tubulus cairan tubuh kemudian diabsorpsi secara osmosis. maka cairan ditarik dengan proses osmosis keluar dari sel osmoreseptor sehingga mengurangi ukuran sel dan menimbulkan sinyal saraf dalam hipotalamus untuk menyekresi ADH tambahan . 3. o Pengaturan produksi ADH Bila cairan ekstraseluler pekat . Hormon yang dihasilkan pada Hipofisis posterior adalah · Hormon anti diuretik (ADH) : Dibentuk dalam nukleus supraoptik dan mengandung asam amino. maka air bergerak melalui osmosis dengan arah berlawanan masuk ke dalam sel. bila cairan ekstraseluler terlalu ancer . Keadaan ini akan menurunkan sinyal saraf untuk menurunkan sekresi ADH. Kelenjar Hipofisis Intermediet Daerah kecil diantara hipofisis anterior dan posterior yang relative avaskular. Keadaan ini terjadi secara hebat saat volume darah turun 15-25% dengan kecepatan sekresi meningkat 50x dari keadaan normal. pada manusia hampir tidak ada sedangkan pada beberapa jenis binatang rendah ukurannya jauh lebih berfungsi.

ACTH akan memacu perubahan Kolesterol menjadi pregnolon. suplai darah ke lobus anterior adalah tidak langsung. Kemudian dari pregnolon dihasilkanlah adrenokortikosteroid dan androgen adrenal. Organ target ACTH adalah korteks adrenal tempat kortikotropin terikat. hormon yang diproduksi di hipotalamus langsung dibawa ke adenohipofisis tanpa memasuki sirkulasi darah besar. sebagian isyarat nyeri dihantarkan ke hipotalamus. kemudian memasuki lobus posterior dan membentuk jaring-jaring kapilar. Hipotalamus merupakan pusat himpunan informasi dan selanjutnya sebagian besar informasi ini digunakan untuk mengatur sekresi kelenjar hipofisis. Kemudian pada . sistem portal hipotalamus dan hipofisis mengacu pada kedua jaring kapilar diatas ( satu di hipotalamus dan satu lagi dalam adenohipofisis ) dan vena yang terletak diantara keduanya. Melalui sistem ini. yang merupakan cabang arteri karotis internal. meningkatkan glukoneogenesis. Dimana fungsi kortisol adalah kerja antiinflamasi. Mobilitas lemak. suplai darah ke lobus posterior ( neurohipofisis ) terjadi melalui dua arteri hipofisis interior. jaring kapilar pertama dialiri vena potal hipofisis . Stabilisasi lisosom Hubungan Hipofisis dan Hipotalamus * Sistem portal hipotalamus dan hipofisis 1. meningkatkan penghancuran protein. Aliran vena mengalir melalui vena hipofisis kedalam sinus dural. 3. 4. Setelah di korteks adrenal. 2. 2. 3. Pada hipofisis anterior releasing dan inhibitory ini bekerja pada sel kelenjar untuk mengatur sekresinya. rangsang penciuman yang . sebagian isyarat dihantarkan ke hipotalamus. Mobilitas protein. Arteri hipofisis superior (cabang arteri karotis internal) memasuki bagian tengah tonjolan hipotalamus dan batang infundibulum sehingga membentuk jaring-jaring kapilar pertama.1. bila seseorang mengalami pikiran yang sangat menekan atau merangsang. Sebaliknya sekresi hipofisis anterior diatur oleh hormon yang dinamakan “ releasing” dan “ inhibitory hormones” yang di sekresi oleh hipotalamus sendiri dan kemudian dihantarkan ke hipofisis anterior melalui pembuluh darah kecil yang dinamakan portal hipotalamik-hipofisial. ACTH adalah produk dari proses pasca translasi prekursor polipeptida Pro-Opiomelanokortin. Hal yang sama . Contohnya : bila seseorang menderita nyeri . Pengaturan Sekresi Hipofisis oleh Hipotalamus Sekresi hipofisis posterior diatur oleh serabut saraf yang berasal pada hipotalamus dan berakhir pada hipofisis posterior . yang menjadi awal jaring kapilar kedua di bagian bawah lobus anterior 4.

• Hormone pelepas gonadotropin(GnRH) : menyebabkan pelepasan dari dua hormone gonadotropik. • Hormone pelepas kortikotropin(CRH) : menyebabkan pelepasan adenokortikotropin. Neuron –neuron ini berasal dari berbagai bagian hypothalamus dan mengirimkan serat – serat sarafnya menuju ke eminensia mediana dan tuber sinerum (jaringan hypothalamus yang menyebar menuju tangkai hipofisis).ujung saraf. Hormone –hormon pelepas dan hormone – hormone penghambat berfungsi mengatur sekresi hormone hipofisis anterior. menghantarkan komponen isyarat yang kuat melalui nuklei amigdala ke hipotalamus. Fungsi hormon pelepas dan hormon penghambat dalam hipofisis anterior. Sekresi hormon pelepas hipothalamus dan hormon penghambat ke eminensia mediana. Hormon hipofisis anterior juga dilepas berdasarkan sinyal dari hipotalamus. Akan tetapi badan sel neuron yang menyebar ke eminensia mediana ini terletak pada daerah yang berdekatan dengan bagian basal otak. Hormon-hormon ini segera diabsorbsi ke dalam kapiler sistem porta hypothalamus dan hipofisis dan langsung diangkut ke kelenjar hipofisis anterior.menyatakan bau yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Daerah –daerah spesifik dalam hipothalamus yang mengatur sekresi faktor pelepas dan faktor penghambat hipothalamus Sebelum diangkut ke kelenjar hipofisis anterior . • Hormone penghambat prolaktin (PIH) : menghambat sekresi prolaktin. oleh karena itu pada dasarnya menyebabkan pelepasan semua hormone hypothalamus. Hubungan Hipofisis Posterior dengan Hipotalamus . tetapi melalui hubungan vaskular. 3. hormone lutein dan hormone perangsang folikel. 2. 4. Hormone – hormone pelepas dan penghambat hypothalamus yang terpenting adalah : • TRH : hormone pelepas tiroid yang menyebabkab pelepasan hormone perangsang tiroid. Dimana fungsi serat ini tidak menghantarkan sinyal – sinyal yang berasal dari neuron ke neuron yang melainkan hanya mensekresi hormone pelepas dan hormone penghambat hypothalamus saja ke dalam cairan jaringan. Hubungan Hipofisis anterior dengan Hipotalamus 1. Perangsangan listrik pada daerah ini merangsang ujung. semua hormone hypothalamus disekresi ke ujung serat saraf yang terletak di dalam eminensia mediana. Bagian ujung serat – serat saraf ini berbeda dengan ujungujung serat saraf umum yang ada di dalam sistem saraf pusat. • Hormone pelepas hormone pertumbuhan (GHRH) : menyebabkan pelepasan hormone pertumbuhan dan hormone penghambat hormone pertumbuhan (GHIH) yang mirip dengan hormone somatostatin dan menghambat pelepasan hormone pertumbuhan. Hubungan Saraf Lobus anterior tidak memiliki hubungan syaraf langsung dengan hipotalamus. Neuron-neuron khusus di dalam hypothalamus mensintesis dan mensekresi hormone pelepas hypothalamus dan hormone penghambat yang mengatur sekresi hormone hipofisis anterior.

dan oxyphil cells. lobus posterior diinervasi langsung oleh neuron nukleus supraoptik dan nukleus paraventrikular dalam hipotalamus.clear cells. ADH dibentuk pada nuklei supraoptikus . mereka bekerja sebagai struktur penyokong untuk serabut saraf terminal yang jumlahnya banyak dan ujung-ujung saraf terminal dari traktus saraf yang berasal dari nuklei supraoptikus dan paraventrikum hipotalamus . berwarna kuning kecoklatan.yaitu : chief cells. Masing-masing melekat pada bagian belakang kelenjar tiroid. Ujung-ujung saraf merupakan tombol bulosa yang terletak pada permukaan kapiler.Kendati letaknya dekat dengan kelenjar tiroid. sejumlah ADH dan oksitosin terkumpul pada ujung-ujung saraf kelenjar hipofisis posterior . *Hubungan saraf 1. hormon segera dikeluarkan dari ujungujung saraf dan diabsorpsi masuk ke kapiler yang berdekatan.Panjang ± 5mm dan tebal 2 mm. kelenjar ini menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor di dalam tubuh Kelenjar paratiroid tersusun oleh 3 macam sel. tempat mereka menyekresi hormon hipofisis posterior yaitu hormon ADH dan hormon oksitosin . Pitulsit tidak menyekresi hormon .Bentuknya oval. Dalam keadaan istirahat . Aksonnya memanjang menuruni batang infundibulum sebagai traktus saraf hipofisis dan hipotalamus untuk masuk ke neuron hipofisis KELENJAR PARATIROID (parathyroid gland) Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah. Kemudian bila impuls saraf dihantarkan kebawah sepanjang serabut – serabut dari nuklei supraoptikus dan paraventrkulus .lokasi ini sangat bervariasi tergantung pertumbuhannya secara embriologis.Chief cells bertanggung jawab pada sintesis dan sekresi hormone paratiroid atau .Kelenjar hipofisis posterior juga dinamakan neurohipofisis terutama terdiri atas sel – sel seperti sel glia yang dinamakan pitulsit. sedangkan oksitosin dibentuk pada nuklei paraventrikularis.

Kelenjar paratiroid superior letaknya lebih konstan daripada inferior dan biasanya terlihat di tengah garis posterior kelenjar tiroid walaupun bisa lebih tinggi.Selanjutnya HPT merangsang pembentukan dan pembongkaran berjalan. . Bentuk Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid kecil.memobilisasi kalsium sebagai akibat pembongkaran matriks tulang dan kemudian perubahan pembentukan tulang. EFEK HORMON PARATIROID Ion kalsium dan fosfat darah menggambarkan keseimbangan keluar masuknya ion-ion tersebut di tulang. kuning kecoklatan oval.Kerja utama HPT pada tulang.Kedua hal menyebabkan kearah kalsium darah menjadi normal.traktus gastrointestinal.dan filtrasi di ginjal. atau pada kelenjar tiroid dekat kutub inferior. HPT bekerja pada tulang dengan cara dua tingkat.parathormon (HPT). biasanya terletak antara garis lobus posterior dari kelenjar tiroid dan kapsulnya. Beratnya 50 mg.HPT juga merangsang pembongkaran kalsium dari simpanannya di tulang.Kelenjar paratiroid normal dewasa berisikan lemak.akan merangsang sekresi HPT dengan cepat dan terjadi kenaikan reabsorpsi kalsium di tubulus distalis ginjal dan loop henle asendens. di bawah arteri tiroid.Jika kalsium darah rendah.Tingkat kedua.Untuk perangsangan ataupun penekanan sekresi HPT.tempat pembuatan HTP dan siap untuk disekresikan.perubahan kadar kalsium ion darah sedikit saja sudah sangat mempengaruhi.yaitu: tingkat pertama memobilisasi kalsium dan fosfat secara cepat. Biasanya 2 pada tiap sisi. Bagian inferior sangat bervariasi pada beberapa situasi (tergantung perkembangan embriologisnya) dan bias tanpa selubung fascia tiroid.dan yang tinggi menekan sekresi HPT.retikulum endoplasmic sel-sel tersebut terlihat jelas dengan apparatus golgi yang padat. superior dan inferior.Clear cells kemungkinan juga chief cells yang berisikan glikogen yang tinggi.adalah menaikkan aktiitas osteoklas dan kemudian absorpsi tulang.daerah yang ada hubungan langsung dengan cairan ekstrasel. Normalnya paratiroid posterior bergeser hanya pada kutub paratiroid posterior. tapi bisa juga turun bersama timus ke thorax atau pada bifurcation karotis.Di dalam keadaan aktif.Keseimbangan ion-ion tersebut diatur oleh HPT dan vitamin D3. Ukurannya kira2 6x3x2 mm. Kadar kalsium ion darah yang rendah merangasang sekresi HPT.Oxyphil cells hanya Nampak dalam kelenjar paratiroid setelah pubertas dan jumlahnya bertambah pada pertambahan umur.

Hormon tiroid merangsang konsumsi O2 pada sebagian besar sel di tubuh. menyekresi tiroksin dan triyodotironin yang mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan agar optimal sehingga mereka berfungsi normal.mempunyai efek terhadap reabsoprsi tubuler dari kalsium dan sekresi fosfor 4. mempercepat absorpsi kalium di intestinal 5. dapat menstimulir transport kalsium dan fosfat melalui membrane dari mitokondria. kalsium di urin diserap kembali. dan kalsium yang ada dalam makanan diserap. jika pemasukan kalsium berkurang. . mengatur kadar kalsium darah 3.hormone paratiroid menstimulir reabsorpsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah 6. Saat kadar kalsium di dalam darah terlalu tinggi. mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat oleh ginjal. dan penting untuk pertumbuhan dan pematangan normal. KELENJAR TIROID Kelenjar tiroid. hormon paratiroid memastikan bahwa kalsium diambil dari tulangtulang. membantu mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat. Fungsi umum kelenjar paratiroid adalah: 1. yang terletak tepat di bawah laring sebelah kanan dan kiri depan trakea. kalsitonin memastikan bahwa kalsium di dalam tulang dipertahankan dan tulang mempercepat penyerapan kalsium.Saat kadar kalsium menurun. mengatur metabolisme fosfor 2.

Distribusi dalam plasma terikat pada protein plasma Protein bound iodine (PBI). tetapi hanya 4-8 yang secara normal bergabung menjadi hormon tiroid. Hormon ini tetap terikat pada tiroglobulin sampai disekresikan. dan mengeluarkan hormon tiroid dari tiroglobulin dan mensekresikannya ke dalam sirkulasi. maka tiroglobulin ini disintesis dan disekresi oleh retikulum endoplasma dan kompleks golgi ke lumen folikel. Saat hormon tirosin akan disekresikan. Sebagian besar PBI T4 dan sebagian PBI T3 terikat pada protein jaringan yang bebas dalam keadaan seimbang. Tiroglobulin dibentuk oleh sel-sel tiroid (sel kelenjar khas yang menyekresi protein) dan dikeluarkan ke dalam koloid oleh eksositosis granula yang juga mengandung peroksidase tiroid. Molekul ini juga mengandung 123 residu tirosin yang merupakan substrat utama yang berikatan dengan yodium untuk membentuk hormon tiroid. hormon tiroid dikeluarkan ke dalam darah. Sejumlah kecil cadangan triiodotironin. setiap molekul tiroglobulin mengandung 5 sampai 6 molekul . serta pada anak-anak timbul retardasi mental dan kecebolan (dwarfism). monoiodotirosin. Pembentukan dan Sekresi Hormon Tiroid Kimia Hormon utama yang disekresi oleh tiroid adalah tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). yang kemudian berdifusi melalui basis sel tiroid. Proteinase. sel-sel tiroid memiliki fungsi: mengumpulkan dan memindahkan iodium. berkurangnya daya tahan terhadap dingin. Dengan demikian. Sekresi tiroid diatur oleh hormon perangsang tiroid (thyroid-stimulating hormon hormone = TSH = tirotropin) yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. gelisah. sekresi tiroksin yang berlebihan sekali dapat menyebabkan laju metabolisme basal meningkat setinggi 60 sampai 100 persen di atas normal. akibatnya perlambatan perkembanga mental dan fisik. akibatnya badan menjadi kurus. permukaan apikal sel tiroid dalam keadaan normal mengeluarkan penonjolan seperti pseudopodi yang meliputi sebagian kecil koloid untuk membentuk vesikel pinositik. Kedua hormon adalah asam-asam amino yang mengandung iodium. Kemudian lisosom segera bersatu dengan vesikel ini untuk membentuk vesikel digestif yang mengandung enzim-enzim pencernaan dari lisosom yang bercampur dengan koloid. yang merupakan salah satu enzim-enzim tersebut mencernakan molekul tiroglobulin serta melepaskan tiroksin dan triyodotironin. Jika Tiroid Stimulating Hormone (TSH) mengikat reseptor sel folikel. tremor. takikardia. mengandung karbohidrat 10% berat. membentuk tiroglobulin dan mengeluarkannya ke dalam koloid. T3 lebih aktif daripada T4. Tiroglobulin merupakan glikoprotein yang terbentuk dari 2 submit dan memiliki berat molekul 660.Kelenjar ini juga menyekresi kalsitonin. Setelah sintesis hormon tiroid berlangsung. Sebaliknya.000. ke dalam kapiler yang terdapat disekitarnya. Jadi. Tidak adanya sekresi tiroid sama sekali biasanya menyebabkan laju metabolisme turun sekitar 40 persen di bawah normal. Tiroglobulin T4 dan T3 disintesis di dalam koloid melalui iodinasi dan kondensasi molekul-molekul tirosin yang terikat pada linkage peptida dalam tiroglobulin. suatu hormon yang penting untuk metabolisme kalsium. dan senyawa-senyawa lain juga ditemukan dalam darah vena tiroid. dan kelebihan pembentukan panas.

Kadar I ˉ plasma normal adalah sekitar 0. tetapi baik defisiensi maupun kelebihan iodida menghambat fungsi tiroid. pompa iodida dapat memekatkan ion iodida sekitar 40 kali konsentrasi iodida dalam . di tempat mana molekul tiroglobulin pertama keluar dari kompleks golgi. Sel-sel tirod bermuatan 50 mV relatif negatif terhadap daerah interstitium dan koloid. yang kemudian mampu berikatan langsung dengan asam amino tirosin. Mekanisme transport sering disebut “iodide-trapping mechanism” atau “pompa iodida”. dan kadar ini meningkat pada hipertiroidisme dan beberapa bentuk kanker tiroid. menuju kelenjar tiroid. Dua molekul diiodotirosin membentuk T4 (tiroksin). Yodium yang telah dioksidasi dalam bentuk molekul akan terikat langsung tetapi perlahan-lahan dengan asam amino tirosin. tetapi di AS asupan makanan rata-rata adalah sekitar 500 µg/h. Sehingga hampir sama cepat seperti pelepasan molekul tiroglobulin dari alat Golgi atau secepat ia disekresi melalui membrana sel apikal ke dalam folikel. Pengambilan Iodium Kelenjar tiroid mengkonsentratkan iodium dengan transpor aktif iodium dari cairan ekstrasel ke sel kelenjar tiroid dan kemudian ke folikel. dan I ˉ disebarkan dalam suatu “ruang” sekitar 25L (35% berat tubuh). Oksidasi yodium ini dipermudah oleh enzim peroksidase dan hidrogen peroksida yang menyertai . yamg mampu mengoksidasi iodida.3 µg/dL. dan rata-rata satu molekul triyodotironin untuk setiap tiga sampai empat molekul tiroglobulin . lalu berdifusi mengikuti gradien listrik ke dalam koloid. yang bersama-sama menyelenggarakan sistem yang kuat. Selsel folikular memisahkan iodida dari darah dan mengubahnya menjadi molekul (unsur) iodium (iodium teroksidasi). Pada kelenjar normal. jadi memberikan yodium yang telah dioksidasi pada titik yang tepat di dalam sel. Molekul iodium bereaksi dengan tirosin dalam tiroglobulin untuk membentuk molekul monoiodotirosin dan diiodotirosin. sedangkan satu molekul monoiiodotirosin dan satu molekul diiodotirosin membentuk T3 (triiodotironin). Metabolisme Iodium Iodium adalah bahan dasar yang penting untuk sintesis hormon tiroid. Peroksidase terletak di dalam membrana apikal sel atau juga di dalam sitoplasma yang tepat berdekatan dengan membrana ini.sekitar 18 molekul tirosin untuk setiap satu molekul triyodotironin. K. Tiroglobulin masuk ke dalam darah serta koloid.tiroksin. tetapi bila yodium yang telah teroksidasi disertai dengan sistem enzim peroksidase. Pengikatan yodium dengan molekul tiroglobulin dinamai organifikasi tiroglobulin. Mekanisme transpor aktif iodida dirangsang oleh TSH. ATPase. Hubungan fungsi tiroid dan iodida bersifat unik. Iodida dipompa ke dalam sel pada dasarnya melawan gradien listrik ini. Mekanisme ini juga bergantung pada Na. yaitu sel memiliki potensial membran istirahat sebesar -50 mV. maka proses ini dapat terjadi dalam beberapa detik atau menit. yodium terikat dengan sekitar seperenam sisa tirosin di dalam molekul tiroglobulin. Konsentrasi tiroglobulin serum normal pada manusia adalah sekitar 6 ng/mL. Asupan iodium harian minimum yang dapat mempertahankan fungsi tiroid normal adalah 150 µg pada orang dewasa. karena iodida penting untuk fungsi tiroid normal. Iodium yang tertelan bersama makanan dibawa aliran darah dalam bentuk ion iodida (Iˉ).

darah. sebagian besar keduanya terikat pada protein plasma. Hormone tiroid bebas dalam plasma adalah yang secara fisiologis aktif dan menghambat sekresi TSH oleh hipofisis. iodide mengalami oksidasi menjadi iodium dan dalam beberapa detik berikatan ke posisi tiga molekul tirosin yang melakat ke tiroglobulin. Hormon tiroid bebas dalam plasma berada Dallam keseimbangan hormone tiroid yang terikat pada protein plasma dan jaringan. Enzim yang berperan dalam oksidasi dan pengikatan iodide adalah tiroid peroksidase. setiap molekul tiroglobulin mengandung 5 sampai 6 molekul tirosin. efek defisiensi mungkin tidak ditemukan selama berbulan-bulan. Monoiodotirosin (MIT) kemudian mengalami iodinasi di posisi 5 untuk membentuk diidotirosin (DIT). . Akan tetapi. bila kelenjar tiroid menjadi aktif sepenuhnya. dan rata-rata satu molekul triodotironin untuk setiaap 3 sampai 4 molekul tiroglobulin. Setelah sintesis hormone tiroid berlangsung. Oleh karena itu. Transpor Hormon Tiroid Kadar T4 plasma total normal adalah sekitar 8 µg/dL (103 nmol/L). Selain itu. walaupun sintesis hormone tiroid berhenti seluruhnya. sekitar 18 molekul tiroksin untuk setiap satu molekul triodotironin. Dua molekul DIT kemudian mengalami suatu kondensasi oksidatif membentuk T4 dengan pengeluaran rantai sisi alanin dari molekul yang membentuk cincin luar. paling tidak untuk T3. jumlah total yang disimpan cukup untuk mensuplai tubuh dengan kebutuhan normal akan hormone tiroid selama 1 sampai 3 bulan. Sintesis Hormon Tiroid Di dalam kelenjar tiroid. Dalam bentuk ini hormone tiroid sering disimpan dalam folikel selama beberapa bulan. Fungsi pengikatan protein adalah untuk mempertahankan cadangan hormone yang siap dibebaskan dalam jumlah besar. dan kadar T3 plasma adalah sekitar 0. rasio konsentrasi dapat meningkat sampai beberapa kali nilai ini. pengikatan hormone mencegah pengambilan berlebihan oleh sel pertama yang dijumpai dan meningkatkan distribusi jaringan yang merata. Ternyata.3nmol/L).15 µg/dL (2. Hormone tiroid bebas ditambahkan pada cadangan sirkulasi oleh kelenjar tiroid.

protein ini dapat mengikat T4 paling banyak sebelum menjadi jenuh.3 ng/dL) berada dalam keadaan bebas. ginjal dan banyak jaringan lain. maka konsentrasi bebas menurun. Sekresi Hormon Tiroid Sekresi hormone tiroid terangsang oleh TSH. tetapi sebagian diekskresi melalui tinja. Hanya 13% T3 dalam darah disekresi oleh kelenjar tiroid dan 87% dibentuk melalui deiodinasi T4.2% (0. Selain itu. dan TSH sendiri sekresinya terangsang oleh TRH.8% terikat pada protein. Konjugatkonjugat ini masuk ke dalam empedu lalu ke usus. demikian juga hanya 5% RT3 dalam darah disekresi oleh kelenjar tiroid dan 95% dibentuk dari deiodinasi T4. dari 0. Pada orang dewasa normal sepertiga T4 dalam darah secra normal diubah menjadi T3 dan 45% diubah menjadi reverse triiodotironin ( RT3). Secara normal 99. dengan lebih dari sepertiga tempat ikatan pada protein ditempati. Namun. Sisa 99.Protein plasma yang mengikat hormone tiroid adalah albumin dan globulin. Hanya terdapat sedikit T4 dalam urin. Sekresi . 0. Namun perubahan ini sementara karena penurunan konsentrasi hormone tiroid bebas dalam sirkulasi akan merangsan sekresi TSH. T3 tidak terlalu terikat. Bila terjadi peningkatan konsentrasi protein pengikat tiroid dalam plasma yang mendadak dan menetap. Akhirnya akan tercapai keseimbangan baru dimana kuantitas total hormone tiroid meningkat tetapi konsentrasi hormone bebas. Metabolisme Hormon Tiroid T4 dan T3 mengalami deiodinasi di hati.98% T4 dalam plasma terikat . afinitas (aviditas ikatan protein dengan T4 pada keadaan fisiologis) protein terhadap T4 adalah sedemikian. Konjugat tiroid mengalami hidrolisis dan sebagian diserap kembali. sehingga sebagian besar T4 dalam sirkulasi terikat pada globulin. Di hati T4 dan T3 mengalami konjugasi dan membentuk sulfat serta glukuronida. yang pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan pembentukan hormone tiroid bebas. Dua enzim yang berbeda berperan disini. Albumin memiliki kapaitas terbesar untuk mengikat T4 . Hormone tiroid bebas menghambat sekresi TSH baik langsung maupun tidak langsung. 46% pada globulin dan sebagian besar sisanya pada albumin. sebagian T4 dan T3 berpindah langsung dari sirkulasi ke lumen usus. T4 dalam jumlah yang lebih kecil terikat pada albumin. kadar T4 bebas hanya sekitar 2 ng/dL. 5‟deiodinase mengkatalis pembentukan T3 dan 5 deiodinase mengkatalis pembentukan T3 dan RT3 diubah menjadi berbagai diiodotironin.15 µg/dL yang secarra normal terdapat dalam plasma. kecepatan metabolismenya keccepatan sekresi TSHnya normal.

Mempengaruhi pertumbuhan dan maturasi (pematangan) jaringan tubuh. ikatan peptida mengalami hidrolisis dengan bantuan enzim proteolitik. Mengatur kecepatan metabolisme tubuh dan mempengaruhi beberapa reaksi metabolic dalam tubuh 3. Sewaktu disekresi. Dalam konsentrasi tinggi. Absorpsi glukosa di intestinal bertambah lancar oleh hormon tiroid sehingga memungkinkan factor toleransi glukosa yang abnormal sering ditemukan pada hipertiroidisme KELENJAR TIMUS . Menambah produksi panas dan menyimpan energy yang didapatkan pada konsentrasi hormone tiroid yang tinggi 6. serta penggunaan energy total 2. Pada bayi sekresi TSH naik akibat rangsangan dingin dan terhambat akibat rangsangan panas. keseimbangan nitrogen negative dan sintesis protein berkurang 5. koloid diambil oleh sel-sel tiroid. kemungkinan melalui penghambatan glukokortikoid paada sekresi TRH. Menambah sintesis Ribonukleat Acid (RNA) dan protein suatu aksi yang mendahului meningginya basal metabolism 4.TSH dapat dihambat oleh stress. dan T3 serta T4 bebas dilepaskan ke dalam peredaran darah Efek Hormon Tiroid · Menaikkan aktivitas membran dalam ikatan ion-ion natrium kalium ATPase · Menaikkan produksi panas · Merangsang pemakaian oksigen (kalorigenesis) · Merangsang sekresi Growth Hormone · Memperkuat efek Growth Hormone · Mempengaruhi sel-sel saraf dan perkembangan mental pada anak balita dan janin · Membantu regulasi metabolisme lipid · Menaikkan absorpsi dan neropinefrin Fungsi Hormon Tiroid 1.

Sekitar 3% akan bermigrasi ke timus sebelum melanjutkan perjalanan ke sirkulasi darah. Limfosit sel B tidak akan sanggup mengubah diri mereka menjadi immunoglobulin yang memproduksi sel-sel plasma jika tidak ada sel-sel T-helper atau faktor timus. Selain itu kelenjar timus berinteraksi dengan gonad dalam mempengaruhi pertumbuhan tubuh. Kemudian kelenjar Timus bersama-sama dengan sumsum tulang adalah organ imunitas yang utama. Pada bayi yang baru lahir ukurannya sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gram.000 atau lebih tiruan molekul reseptor antigen tertentu pada permukaan selnya. Kelenjar timus dapat dijumpai pada anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Subkelompok dari limfosit T akan terus terbentuk melalui kontak dengan timosit (hormon timus). Kelejar timus melakukan pengolahan terhadap limfosit T Limfosit-T sering kali dinamakan sesuai dengan molekul pada permukaannya. Kemudian limfosit berikutnya membentuk spesifitas melawan antigen yang lain. karena di dalam timus terjadi diferensiasi dan proliferasi dari sel T atau limfosit T. Kelenjar Timus penting peranannya dalam sistem imun spesifik seluler. misalnya sel-sel T-helper. Kelenjar timus berkembang sampai masa pubertas. Sisanya yang ada di kelenjar timus akan di didik untuk mengenali antara antigen-antigen „diri‟ (self) dan asing. diantaranya adalah sel T CD4+ (sel T helper 1 [Th1] dan sel T helper 2 [Th2]). Tetapi sejumlah nukleoprotein (asam timonukleat) mengambil alih beberapa fungsi timus. Akibatnya. Masing-masing memiliki sekitar 10. namun fungsinya menurun seiring usia. Limfosit-T CD4 adalah sel T dari sistem kekebalan yang mempunyai molekul CD4 pada permukaannya sedangkan limfosit-T CD8 mempunyai molekul CD8.Kelenjar timus terletak dibagian posterior toraks terhadap sternum dan melapisi bagian atas jantung. dan setelah itu ia akan menyusut atau digantikan oleh jaringan lemak . Perkembangan seluruh sistem limfatik diputuskan dan diatur oleh kelenjar timus. insiden penyakit autoimun dan pertumbuhan sel-sel ganas meningkat. Sel-sel T-supresor memiliki efek penghambat pada limfosit-limfosit sehingga tidak telalu banyak antibodi yang terbentuk. Jika perlu (aksi defensif) produk ini akan memproduksi imunoglobin yang spesifik melawan agen-agen asing. Perkembangan limfosit T dari sel induk yang ada di sum-sum tulang belakang juga melalui kelenjar timus. Hormon yang dihasilkan kelenjar ini meliputi enam peptide yang secara kolektif disebut dengan Timosin. Kedua sel ini memiliki reseptor pada permukaannya. Kelenjar timus normalnya berfungsi secara efektif sepanjang umur manusia. Artinya tiap satu limfosit membentuk reaktivitas yang spesifik untuk melawan antigen. Dengan demikian involusi dari kelenjar timus akan menyebabkan penurunan dari sel T. Hal ini terus berlangsung sampai terdapat bermacam-macam limfosit timus dengan reaktivitas spesifik untuk . berwarna kemerah-merahan dan terdiri atas 2 lobus .

. membentuk banyak kombinasi yang berbeda. Variasi ini terjadi ketika sel dibentuk (biasanya pada permulaan kehidupan. Sel T berawal sebagai sel batang yang tidak berdiferensiasi dan mampu berkembang dewasa menjadi bermacam-macam sel darah. mengurangi aktivitas kelamin. Fungsi kelenjar timuS 1. ketika hal itu terjadi. Berbagai tipe limfosit T yang ada di proses tersebut sekarang meninggalakan timus dan menyebar keseluruh tubuh untuk memenuhi jaringa limfoid disetiap tempat. Miliaran jenis sel terjadi karena miliaran variasi reseptor sel T. gen tertentu dari sel tersebut akan bergabung secara acak. Fungsi Hormon Timosin * Mengendalikan perkembangan sistem imun dependen timus dengan menstimulasi diferensiasi dan sel limfosit T * Timosin berperan dalam penyakit immunodefisiensi kongenital seperti α gamma globulinemia .melawan jutaan antigen yang berbeda-beda. suatu sumber sel yang mempunyai kemampuan imunologis 2. di dalam rahim atau pada bayi). mengaktifkan pertumbuhan badan sehingga pertumbuhan sangat meningkat pada masa bayi sampai remaja dan setelah dewasa pertumbuhan akan berkurang 4. sumber hormone timik yang mempersiapkan proliferasi dan maturasi sel-sel yang mempunyai kemampuan potensial imunologis dalam banyak jaringan lain 3. Sel batang tertentu dirancang oleh kelenjar timus untuk menjadi sel T. yaitu ketidakmampuan total untuk memproduksi antibodi.