PERKEMBANGAN FILSAFAT DI MASA DAHULU,SEKARANG,DAN DI MASA YANG AKAN DATANG

LATAR BELAKANG
Makin ilmu pengetahuan menggali dan menekuni hal-hal yang khusus dari kenyataan (realitas), makin nyatalah tuntutan untuk mencari tahu tentang seluruh kenyataan (realitas). Jauh sebelum manusia menemukan dan menetapkan apa yang sekarang kita sebut sesuatu sebagai suatu disiplin ilmu sebagaimana kita mengenal ilmu kedokteran, fisika, matematika, dan lain sebagainya, umat manusia lebih dulu memfikirkan dengan bertanya tentang berbagai hakikat apa yang mereka lihat. Dan jawaban mereka itulah yang nanti akan kita sebut sebagai sebuah jawaban filsafati. Kegiatan manusia yang memiliki tingkat tertinggi adalah filsafat yang merupakan pengetahuan benar mengenai hakikat segala yang ada sejauh mungkin bagi manusia . Bagian filsafat yang paling mulia adalah filsafat pertama, yaitu pengetahuan kebenaran pertama yang merupakan sebab dari segala kebenaran (801 873 M). Metode filsafat adalah metode bertanya. Objek formal filsafat adalah ratio yang bertanya. Obyek materinya semua yang ada. Maka menjadi tugas filsafat mempersoalkan segala sesuatu yang ada sampai akhirnya menemukan kebijaksanaan universal.Ilmu filsafat sering diartikan sebagai ilmu tentag bertanya atau berpikir tentang segala sesuatu (apa saja dan bahkan tentang pemikiran itu sendiri) dari segala sudut pandang. Thinking about thinking. Meski bagaimanapun banyaknya gambaran yang kita dapatkan tentang filsafat, sebenarnya masih sulit untuk mendefinisikan secara konkret apa itu filsafat dan apa kriteria suatu pemikiran hingga kita bisa memvonisnya, karena filsafat bukanlah sebuah disiplin ilmu. Sebagaimana definisinya, sejarah dan perkembangan filsafat pun takkan pernah habis untuk dikupas. Tapi justru karena itulah mengapa fisafat begitu layak untuk dikaji demi mencari serta memaknai segala esensi kehidupan.

Benar. Beberapa filsuf mengajukan beberapa definitif pokok filsafat seperti: Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas. Sesuatu yang berupaya untuk membantu kita melihat apa yang kita katakan dan untuk mengatakan apa yang kita lihat. padahal ilmu filsafat itu dekat dan berada dalam kehidupan kita sehari-hari. dan nilainya. etika. Ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaanpercobaan. serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. tetapi dengan mengutarakan problem secara persis. memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Upaya untuk melukiskan hakekat realitas akhir dan dasar serta nyata. mencari solusi untuk itu. Kalau menurut tradisi filsafati yang diambil dari zaman Yunani Kuno. filsafat merupakan pengetahuan tentang kenyataan-kenyataan yang paling umum dan kaidah-kaidah realitas serta hakekat manusia dalam segala aspek perilakunya seperti: logika.PEMBAHASAN Kajian Filsafat Definisi kata filsafat bisa dikatakan sebagai sebuah problem falsafi pula. filsafat bersifat tidak konkrit (atau lebih bisa dikatakan tidak tunggal). estetika dan teori pengetahuan.Kerapkali ilmu filsafat dipandang sebagai ilmu yang abstrak dan berada di awang-awang (tidak mendarat) saja. Menurut Merriam-Webster (dalam Soeparmo. mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa . 1984). keabsahannya. Tetapi. Untuk studi falsafi. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. orang yang pertama memakai istilah philosophia dan philosophos ialah Pytagoras (592-497 . Banyak pengertian-pengertian atau definisi-definisi tentang filsafat yang telah dikemukakan oleh para filsuf. paling tidak bisa dikatakan bahwa "filsafat" adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan mendasar (radikal). Penyelidikan kritis dan radikal atas pengandaianpengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan. hakekatnya. karena menggunakan metode berpikir sebagai cara pergulatannya dengan realitas hidup kita. Upaya untuk menentukan batas-batas jangkauan pengetahuan: sumbernya.

M. . philosophia. nila-nilainya dan kemungkinannya. Dalam istilah Inggris. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang juga diambil dari bahasa Yunani.Dalam bahasa ini. pengetahuan luas. filsafat berarti cinta kearifan. kata tersebut merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Menurut pengertiannya yang semula dari zaman Yunani Kuno itu. melainkan meliputi pula kebenaran pertama. juga berasal dari kata Yunani “philosophia” yang lazim diterjemahkan ke dalam bahasa tersebut sebagai cinta kearifan. Dahulu sophia tidak hanya berarti kearifan saja. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Filsafat berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang asal mula dan sifat dasar alam semesta tempat manusia hidup serta apa yang merupakan tujuan hidupnya. Suatu bidang yang berhubungan erat dengan bidang-bidang pokok pengalaman manusia. Karena itulah filsafat merupakan pendekatan yang menyeluruh terhadap kehidupan dan dunia. Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan” atau “ilmu”. Filsafat menggunakan bahan-bahan dasar deskriptif yang disajikan bidang-bidang studi khusus dan melampaui deskripsi tersebut dengan menyelidiki atau menanyakan sifat dasarnya. cinta dsb. setelah dia membaca tulisan Herakleides Pontikos (penganut ajaran Aristoteles) yang memakai kata sophia. Namun. Pytagoras menganggap dirinya “philosophos” (pencinta kearifan). cakupan pengertian sophia yang semula itu ternyata luas sekali. Baginya kearifan yang sesungguhnya hanyalah dimiliki sematamata oleh Tuhan. kebajikan intelektual. Filsafat adalah usaha untuk memahami atau mengerti semesta dalam hal makna (hakikat) dan nilai-nilainya (esensi) yang tidak cukup dijangkau hanya dengan panca indera manusia sekalipun. pertimbangan sehat sampai kepandaian pengrajin dan bahkan kecerdikkan dalam memutuskan soal-soal praktis (The Liang Gie. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf". yang berarti filsafat.Tujuannya adalah pemahaman dan kebijaksanaan.Bidang filsafat sangatlah luas dan mencakup secara keseluruhan sejauh dapat dijangkau oleh pikiran. philosophy. 1999).S.) .

peran mitologi yang sebelumnya mengikat segala aspek pemikiran kemudian secara perlahan-lahan digantikan oleh logos (rasio/ ilmu). dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada agama pada saat itu yang dianggap sebagai “tirai besi keilmuan” lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. terbukalah kemungkinan bagi pertanyaanpertanyaan lain dan penilaian serta kritik dalam memahami alam semesta. dunia. Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang berberadaban lain kala itu seperti Babilonia. Filsafat. Dan selanjutnya mereka mulai berpikir sendiri. yaitu berpikir secara ilmiah. mulai ada kesadaran untuk mendekati problem dan kejadian alam semesta secara logis dan rasional. Semangat inilah yang memunculkan filosof-filosof pada jaman Yunani. Di balik aneka kejadian yang diamati secara umum.. muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.Munculnya Filsafat Akibat dari berkembangnya kesusasteraan Yunani dan masuknya ilmu pengetahuan serta semakin hilangnya kepercayaan akan kebenaran yang diberikan oleh pemikiran keagamaan. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berfikir-fikir dan berdiskusi akan keadaan alam. tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas. Pada saat inilah. mereka melepaskan diri dari hal-hal mistis yang secara turun-temurun diwariskan oleh tradisi.M. . terutama Filsafat Barat. mereka mulai mencari suatu keterangan yang memungkinkan mereka mampu mengerti kejadiankejadian itu. Dalam artian inilah. Sebab hanya dengan cara semacam ini. Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani. Filsafat dan ilmu menjadi satu. para filsofof kemudian mencoba memandang dunia dengan cara yang lain yang belum pernah dipraktekkan sebelumnya. Dalam mencari keterangan tentang alam semesta.

Periode pertama. b. Ia merupakan seorang Filsuf yang mendirikan aliran filsafat alam semesta atau kosmos dalam perkataan Yunani.H. dan lain sebagainya. filsafat adalah suatu penelaahan terhadap alam semesta untuk mengetahui asal mulanya. a. kebenaran hanya menjadi otoritas . Menurut aliran filsafat kosmos.Sejarah Perkembangan Awal Filsafat Dunia di Masa Yang Lalu. Phythagoras.Masa Kini dan Masa Yang Akan Datang Meski istilah philosophia pertama kali dimunculkan oleh Pythagoras. Hull (1950). Aristoteles. seperti Socrates. filsafat Yunani abad 6 SM Pada masa ini ahli filsafatnya adalah Thales. Dalam buku History and Philosophy of Science karangan L. Para raja membatasi kebebasan berfikir sehingga filsafat seolah-olah telah mati suri. Anaximandros. Tentang bumi.M. Periode Kedua. Thales berpendapat bahwa sumber kehidupan adalah air. dan Anaximenes yang dianggap sebagai bapak-bapak fisafat dari Mileta. Ilmu menjadi beku. Setelah mereka bertiga. Hypocrates. Makhluk yang pertama kali hidup adalah ikan dan menusia yang pertama kali terlahir dari perut ikan. Thales juga berpendapat bahwa bumi terletak di atas air. Udara di alam semesta ibarat jiwa yang dipupuk dengan pernapasan di dalam tubuh manusia. Plato. Periode setelah kelahiran Al Masih (Abad 0-6 M) Pada masa ini pertentangan antara gereja yang diwakili oleh para pastur dan para raja yang pro kepada gereja. namun orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales (640-546 S. termasuk di dalamnya tokoh-tokoh yang terkenal pada periode itu. Sehingga pada masa ini filsafat mengalami kemunduran. Sementara Anaximenes dapat dikatakan sebagai pemikir pertama yang mengemukakan persamaan antara tubuh manusia dan jagat raya. unsur-unsurnya dan kaidah-kaidahnya (The Liang Gie. Anaximandros mengatakan bahwa bumi persis berada di pusat jagat raya dengan jarak yang sama terhadap semua badan yang lain. dengan para ulama filsafat.) dari Mileta (sekarang di pesisir barat Turki). 1999). menulis setidaknya sejarah filsafat dan ilmu dapat dibagi dalam beberapa periode.W. Yunani kemudian memiliki pemikir-pemikir terkenal yang lebih berpengaruh lagi terhadap perkembangan fisafat.

gereja. Selanjutnya dikatakan bahwa seandainya kitab-kitab terjemahan Boethius menjadi sumber perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan di Eropa. Tetapi setelah perang salib terjadi umat Islam mengalami kemundurran. Terhadap pendapat pertama Hoesin (1961) dengan tegas menolaknya. Periode kejayaan Islam (Abad 6-13 M) Pada masa ini dunia Kristen Eropa mengalami abad kegelapan. Ibnu Khaldun ahali sosiologi. Terdapat 2 pendapat mengenai sumbangan peradaban Islam terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan. yang kemudian diteruskan oleh Anicius Manlius Boethius (480 – 524 M) dan John Scotus. Syafii. c. Anzahel ahli dan penemu teori peredaran planet. Alghazali intelek yang meramu berbagai ilmu sehingga menjadi kesatuan dan kesinambungan dan mensintesis antara agama. Al-farabi ahli astronomi dan matematika. Agustine (354 – 430 M). Maliki. filsafat sejarah. Al-kindi ahli filsafat. karena menurutnya salinan buku filsafat Aristoteles seperti Isagoge. Periode Ketiga. melalui kitab-kitab yang disalin oleh St. Pendapat pertama mengatakan bahwa orang Eropa belajar filsafat dari filosof Yunani seperti Aristoteles. seorang guru besar filsafat di Universitas Paris. ada juga yang menyatakan periode ini sebagai periode pertengahan. umat Islam dalam keadaan porak-poranda oleh berbagai peperangan. Masa keemasan atau kebangkitan Islam ditandai dengan banyaknya ilmuan-ilmuan Islam yang ahli dibidang masing-masing. berbagai buku inilah diterbitkan dan ditulis. filsafat. mistik dan sufisme . social dan kenegaraan. politik. Categories dan Porphyry telah dimusnahkan oleh pemerintah Romawi bersamaan dengan eksekusi mati terhadap Boethius. yang terus berkembang hingga saat ini. Sebagaimana telah diketahui. Di antara tokoh-tokoh tersebut adalah Hanafi. ekonomi. yang dianggap telah menyebarkan ajaran yang dilarang oleh negara. dan Hanbali yang ahli dalam hokum Islam. maka John Salisbury. yang telah dikerjakan oleh filosof Islam. gereja dan para raja yang berhak mengatakan dan menjadi sumber kebenaran. Ibnu Sina ahli kedokteran dengan buku terkenalnya yaitu The Canon of Medicine. orang yang pertama kali belajar dan mengajarkan filsafat dari orang-orang sophia atau sophists (500 – 400 SM) adalah Socrates (469 – . tidak akan menyalin kembali buku Organon karangan Aristoteles dari terjemahan-terjemahan berbahasa Arab. Pendapat kedua menyatakan bahwa orang Eropah belajar filsafat orang-orang Yunani dari buku-buku filasafat Yunani yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh filosof Islam seperti Al-Kindi dan Al-Farabi.

lebih dikenal sebagai seorang filosof. sejarah tidak mencatat lagi generasi penerus hingga munculnya Al-Kindi pada tahun 801 M. Sebenarnya apa yang dikemukakan oleh Ibnu Rushd sudah dikemukakan pula oleh Al-Kindi dalam bukunya Falsafah El-Ula (First Philosophy). Setelah itu diteruskan oleh muridnya yang bernama Aristoteles (384 – 322 SM). Akhirnya kedua orang ini bisa menjadi sahabat. Al-Kindi menyatakan bahwa kaum fakih tidak dapat menjelaskan kebenaran dengan sempurna. muncul filosof-filosof Islam kenamaan yang terus mengembangkan filsafat. Oleh Raja Al-Makmun dan Raja Harun Al-Rasyid pada Zaman Abbasiyah. sehingga mereka meminta kepada khalifah yang memerintah di Spanyol untuk menyatakan Ibnu Rushd sebagai atheis.399 SM). Jamaluddin Al-Afghani. yang dianggap setara dengan kitab Canon karangan Ibnu Sina. Pandangan Ibnu Rushd yang menyatakan bahwa jalan filsafat merupakan jalan terbaik untuk mencapai kebenaran sejati dibanding jalan yang ditempuh oleh ahli agama. Berbeda dengan filosof-filosof Islam pendahulunya yang lahir dan besar di Timur. Ibnu baja dan Ibnu Tufail merupakan pendukung rasionalisme Aris-toteles. Muhamad Iqbal. oleh karena pengetahuan mereka yang tipis dan kurang bernilai. Muhammad Abduh. Spanyol meskipun seorang dokter dan telah mengarang Buku Ilmu Kedokteran berjudul Colliget. telah memancing kemarahan pemuka-pemuka agama. Filosof-filosof itu diantaranya adalah : Al-Farabi. Setelah zaman Aristoteles. Filosof Islam lainnya yang lahir di barat adalah Ibnu Baja (Avempace) dan Ibnu Tufail (Abubacer). Ibnu Rushd dilahirkan di Barat (Spanyol). kemudian diteruskan oleh Plato (427 – 457 SM). Al-Kindi banyak belajar dari kitab-kitab filsafat karangan Plato dan Aristoteles. yang kemudian digunakan pula oleh pihak gereja untuk menghambat berkembangnya pikiran bebas di Eropah pada Zaman Renaisance. Ibnu Sina. Al-Kindi diperintahkan untuk menyalin karya Plato dan Aristoteles tersebut ke dalam Bahasa Arab. Sedangkan Ibnu Rushd yang lahir dan dibesarkan di Cordova. Al-Ghazali berpendapat bahwa mempelajari filsafat dapat menyebabkan seseorang menjadi atheis. dan Ibnu Rushd. Pertentangan antara filosof yang diwakili oleh Ibnu Rushd dan kaum ulama yang diwakili oleh Al-Ghazali semakin memanas dengan terbitnya karangan Al-Ghazali yang berjudul Tahafut-El-Falasifah. Untuk mencapai kebenaran sejati menurut Al-Ghazali hanya ada satu . Sepeninggal Al-Kindi.

Kalangan yang menentang ajaran filsafat Ibnu Rushd ini antara lain pendeta Thomas Aquinas. Penterjemahan karya-karya kaum muslimin antara lain dilakukan di Toledo. berkembangnya filsafat . d. ketika Raymund menjadi uskup Besar Kristen di Toledo pada Tahun 1130 – 1150 M. Eropah mengalami kebangkitan. Dari hal ini dapat dikatakan bahwa apa yang diperdebatkan oleh kalangan filosof di Eropah Barat pada abad 12 dan 13. Buku karangan Al-Ghazali ini kemudian ditanggapi oleh Ibnu Rushd dalam karyanya Tahafut-et-Tahafut (The Incohenrence of the Incoherence).cara yaitu melalui tasawuf (mistisisme). Pada masa ini. buku-buku filsafat dan ilmu pengetahuan karangan dan terjemahan filosof Islam seperti Al-Kindi. tidak lain adalah masalah yang diperdebatkan oleh filosof Islam. Periode kebangkitan Eropa (Abad 12-17) Bersamaannya dengan mundurnya kebudayaan Islam. Hal ini sejalan dengan pendapat Suriasumantri (2002) yang menyatakan bahwa perkembangan ilmu dalam peradaban Islam bermula dengan berkembangnya filsafat dan mengalami kemunduran dengan kematian filsafat. Seperti halnya yang dilakukan oleh pemuka agama Islam. Hoesin (1961) menyatakan bahwa pelarangan penyebaran filsafat Ibnu Rushd merupakan titik awal keruntuhan peradaban Islam yang didukung oleh maraknya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Universitas Paris menggunakan buku teks Organon karya Aristoteles yang disalin dari Bahasa Arab ke dalam Bahasa Latin oleh John Salisbury pada tahun 1182. Hasil terjemahan dari Toledo ini menyebar sampai ke Italia. Ernest Renan dan Roger Bacon. Periode Keempat. sehingga saat itu berkembang 2 paham yaitu paham pembela Ibnu Rushd (Averroisme) dan paham yang menentangnya. Kemenangan pandangan Al-Ghazali atas pandangan Ibnu Rushd telah menyebabkan dilarangnya pengajaran ilmu filsafat di berbagai perguruan-perguruan Islam. Ibnu Sina dan Ibnu Rushd diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin. Dante menulis Divina Comedia setelah terinspirasi oleh hikayat Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW. Al-Farabi. Pada zaman itu Bahasa Latin menjadi bahasa kebudayaan bangsa-bangsa Eropah. Mereka yang menentang Averroisme umumnya banyak menggunakan argumentasi yang dikemukakan oleh Al-Ghazali dalam kitabnya Tahafut-el-Falasifah. Pada pertengahan abad 12 kalangan gereja melakukan sensor terhadap karangan Ibnu Rushd.

dan juga awal abad kemunduran bagi umat Islam. termasuk kitab tahafut-et-tahafut. Banyak orientalis menyatakan bahwa Michael Scot telah berhasil menterjemahkan Komentar Ibnu Rushd dengan judul de coelo et de mundo dan bagian pertama dari Kitab Anima. lalu disusul dengan putusan Papal Legate pada tahun 1215 yang melarang pengajaran dan penyebaran filsafat ajaran Ibnu Rushd. alur pemikiran yang mereka anut adalah rasionalitas. Untuk tujuan ini putranya mengutus orang Jerman bernama Hermann untuk kembali ke Toledo pada tahun 1256. guna mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di Eropah Barat. Berbagai pemikiran Yunani muncul. Periode Filsafat Modern (Abad 17-20 M) Dikenal Juga sebagai abad Äufklarung. sehingga sinode gereja mengeluarkan dekrit pada Tahun 1209. Frederick mendirikan Universitas Naples. Setelah Kaisar Frederick II wafat. Masa ini juga memunculkan intelektual Gerard Van Cromona yang menyalin buku Ibnu Sina. Pada Tahun 1215 saat Frederick II menjadi Kaisar Sicilia. empirisrme. dan Kritisme. yang diterjemahkan oleh Colonymus pada Tahun 1328. Pada tahun 1217 Frederick II mengutus Michael Scot ke Toledo untuk mengumpulkan terjemahan-terjemahan filsafat berbahasa latin karangan kaum muslimin. Pekerjaan yang dilakukan oleh Kaisar Frederick II untuk menterje-mahkan karyakarya filsafat Islam ke dalam Bahasa Latin. ”The canon of medicine”. usahanya untuk mengembangkan pengetahuan diteruskan oleh putranya. Pada Tahun 1214. untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di Jazirah Arab. Fransiscan Roger . e. Pada pertengahan abad 13 hampir seluruh karya Ibnu Rushd telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin. Berkembangnya ajaran filsafat Ibnu Rushd di Eropah Barat tidak lepas dari hasil terjemahan Michael Scot. ajaran filsafat Islam mulai berkembang lagi. Pada masa ini Kristen yang berkuasa dan menjadi sumber otoritas kebenaran mengalami kehancuran. yang kemudian memiliki akademi yang bertugas menterjemahkan kitab-kitab berbahasa Arab ke dalam Bahasa latin.ajaran Ibnu Rushd dianggap dapat membahayakan iman kristiani oleh para pemuka agama Kristen. Peradaban Eropa bangkit melampaui dunia islam. Hermann kemudian menterjemahkan Ichtisar Manthiq karangan Al-Farabi dan Ichtisar Syair karangan Ibnu Rushd. serupa dengan pekerjaan yang pernah dilakukan oleh Raja Al-Makmun dan Harun Al-Rashid dari Dinasti Abbasiyah.

serta hak berfikir. tetapi dari diri manusia sendiri. Dalam hal ini Galileo dan Copernicus juga mengalami penindasan dari penguasa. secara metodis. John Locke yang menghembuskan perlawanan kepada pihak gereja dengan mengemukakan bahwa manusia bebas untuk berbicara. tidak juga dari para penguasa. Pada masa ini banyak muncul para ilmuwan seperti Newton dengan teori gravitasinya.J . Kalau suatu kebenaran tahan terhadap ujian kesangsian yang radikal ini. yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu. Intelektual Islam yang gigih menyeru umat Islam untuk kembali pada ajaran al-Quran dan Hadis. maka kebenaran itu 100% pasti dan menjadi landasan bagi seluruh pengetahuan. Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama. Aliran empirisme.Rousseau mengecam penguasa dalam bukunya yang berjudul Social Contak. sebaliknya. Hal serupa juga dilakuklan ole J. Perlawanan terhadap gereja dan raja yang menindas terus berlangsung Revolusi ilmu pengetahuan makin gencar dan meningkat. hak untuk hidup. Descartes adalah pelopor kaum rasionalis.Bacon. bebas mengeluarkan pendapat. hak untuk merdeka. yang memilih . Aliran rasionalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). Dalam buku Discourse de la Methode tahun 1637 ia menegaskan perlunya ada metode yang jitu sebagai dasar kokoh bagi semua pengetahuan. Aliran rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650 M). yang menganut aliran pemikiran empirisme dan realisme berusaha menentang berbagai kebijakan gereja dan penguasa pada waktu itu. yaitu Kristen Katolik dan Protestan. Pada masa krisis moral dan peradaban muncul ilmuwan lainnya yaitu Muhammad Abduh. Muhammad Abduh berusaha membangkitkan umat Islam untuk menggunakan akalnya. maupun yang inderawi. Hal tersebut dilakukan oleh Muhammad Abduh agara umat Islam menemukan ilmu yang berasal dari al-Quran dan hadis. baik yang batin. yaitu mereka yang percaya bahwa dasar semua pengetahuan ada dalam pikiran. yaitu dengan menyangsikan segalanya. Hal berbeda terjadi didunai Islam. meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu. pada masa ini umat Islam tertatih untuk bangkit dari keterpurukan spiritual. Ia berusaha mengikis habis taklid. Aliran empririsme nyata dalam pemikiran David Hume (1711-1776). Masa ini juga menyebabkan perpecahan dalam agama Kristen. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat. Lalu muncul aliran kritisisme.

ketika Neil Amstrong benar-benar menjadi manusia pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan. . fisikal. melalui penelaahan dan pengukuran kuantitatif sebagai andalan utamanya. Berbagai penemuan teori dan penggalian ilmu berlangsung secara mengesankan Pada periode ini berbagai kejadian dan peristiwa yang sebelumnya mungkin dianggap sesuatu yang mustahil. serta memberikan kontribusi yang besar dalam membangun peradaban manusia seperti sekarang ini. Memang. maupun yang batiniah (yang menyangkut pribadi manusia). dalam bentuk mesin-mesin micro-chip yang serba mini namun memiliki daya guna sangat luar biasa. Bagaimana pada waktu itu orang dibuat tercengang dan terkagum-kagum. yang percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari indera. yang memungkinkan manusia untuk menjelajah dunia melalui internet. namun berkat kemajuan ilmu dan teknologi dapat berubah menjadi suatu kenyataan. PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU Semenjak tahun 1960 filsafat ilmu mengalami perkembangan yang sangat pesat.pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan. Menurut Hume ada batasan-batasan yang tegas tentang bagaimana kesimpulan dapat diambil melalui persepsi indera kita. tidak dipungkiri lagi bahwa positivisme-empirik yang serba matematik. Pengalaman itu dapat yang bersifat lahirilah (yang menyangkut dunia). Semua keberhasilan ini kiranya semakin memperkokoh keyakinan manusia terhadap kebesaran ilmu dan teknologi. atau mengembangkan cyber technology. Begitu juga ketika manusia berhasil mengembangkan teori rekayasa genetika dengan melakukan percobaan cloning pada kambing. Oleh karena itu pengenalan inderawi merupakan bentuk pengenalan yang paling jelas dan sempurna. Hume merupakan pelopor para empirisis. Belum lagi keberhasilan manusia dalam mencetak berbagai produk nano technology . reduktif dan free of value telah membuktikan kehebatan dan memperoleh kejayaannya. terutama sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi yang ditopang penuh oleh positivisme-empirik.

Selain itu Positivisme dipandang menghilangkan pandangan aktor. karena manusia telah memperlakukan dan mengexploitasinya tanpa memperhatikan keseimbangan dan kelestariannya. yang tidak kuasa menantang sistem yang eksis. yaitu manusia. sebagaimana diungkap oleh Ridwan Al Makasary (2000:3). Nasution (1996:4) mengemukan pula tentang kritik post-positivime terhadap pandangan positivisme yang bercirikan free of value. Positivisme juga diserang oleh aliran kritik dari berbagai latar belakang dan didakwa berkecenderungan mereifikasi dunia sosial. telah memunculkan berbagi kritik di kalangan ilmuwan tertentu. fisikal. Berbagai persoalan baru sebagai dampak dari kemajuan ilmu dan teknologi yang dikembangkan oleh kaum positivisme-empirik. Alam menjadi marah dan tidak ramah lagi terhadap manusia. karena sebagian atau keseluruhan bangunan determinisme ekonomi dipancangkan dari teori pengetahuan positivistik. Berbagai gejolak sosial hampir terjadi di mana-mana sebagai akibat dari benturan budaya yang tak terkendali. Senada dengan pemikiran di atas. Hesse (1980) . Pandangan teoritikus kritik dengan kekhususan aktor. Usaha untuk menghasilkan ilmu sosial yang bebas nilai makin ditinggalkan karena tak mungkin tercapai dan karena itu bersifat “self deceptive” atau penipuan diri dan digantikan oleh ilmu sosial yang berdasarkan ideologi tertentu.Namun. Akhirnya “ Teori Kritik Masyarakat” menganggap bahwa positivisme dengan sendirinya konservatif. Kritik yang sangat tajam muncul dari kalangan penganut “Teori Kritik Masyarakat”. Kritik terhadap positivisme. di mana mereka menolak ide bahwa aturan aturan umum ilmu dapat diterapkan tanpa mempertanyakan tindakan manusia. ternyata telah memunculkan persoalanpersoalan baru yang tidak sederhana. dibalik keberhasilan itu. krisis dan chaos yang hampir terjadi di setiap belahan dunia ini. yang direduksi sebatas entitas pasif yang sudah ditentukan oleh “kekuatan-kekuatan natural”. reduktif dan matematika. Raksasa-raksasa teknologi yang diciptakan manusia itu seakan-akan berbalik untuk menghantam dan menerkam si penciptanya sendiri. kurang lebih bertali temali dengan kritik terhadap determinisme ekonomi. Kesuksesan manusia dalam menciptakan teknologi-teknologi raksasa ternyata telah menjadi boomerang bagi kehidupan manusia itu sendiri. dalam bentuk kekacauan.

“ Knowledge is a’socially contitued’. menuju paradigma baru ke arah postpositivisme yang lebih etik. sehingga dapat dipercaya dan diandalkan. terutama sejak tahun 1960 hingga sekarang ini sedang dan telah mengalami pergeseran dari paradigma positivisme-empirik. –perubahan yang sering disebut purna-modern. Terjadinya perubahan paradigma ini dijelaskan oleh John M. and valuationally.mengemukakan bahwa kenetralan dalam penelitian sosial selalu merupakan problema dan hanya merupakan suatu ilusi. Namun ini tidak berarti bahwa hasil penelitian bersifat subyektif semata-mata. apabila kita mengacu kepada pemikiran Thomas Kuhn dalam bukunya The Structure of Scientific Revolutions (1962) bahwa perkembangan filsafat ilmu. oleh sebab penelitian harus selalu dapat dipertanggungjawabkan secara empirik.W. . meliputi persoalan-persoalan : (1) antihumanisme (2) dekonstruksi (3) fragmentasi identitas.– terutama dalam karya intelektual untuk memahami identitas manusia. Ketiga unsur ini memuat tentang berbagai problem yang berhubungan dengan fungsi sosial cendekiawan dan pentingnya paradigma kultural. Dalam penelitian sosial tidak ada apayang disebut “obyektivitas”. Venhaar bahwa perubahan kultural yang sedang terwujud akhir-akhir ini. historically embeded.–yang dianggap telah mengalami titik jenuh dan banyak mengandung kelemahan–. Macam-macam cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tingkat kepercayaan hasil penelitian Jelasnya.

Sedang objek materinya ialah semua yang ada yang bagi manusia perlu dipertanyakan hakikatnya. umat manusia lebih dulu memfikirkan dengan bertanya tentang berbagai hakikat apa yang mereka lihat. serta buah solusi. ranting pemahaman. fisika. maka filsafat adalah tanah dasar tempat pohon tersebut berpijak dan tumbuh. Kalau ilmu diibiratkan sebagai sebuah pohon yang memiliki berbagai cabang pemikiran. Dan jawaban mereka itulah yang nanti akan kita sebut sebagai sebuah jawaban filsafati. Metode filsafat adalah metode bertanya. . dan lain sebagainya. Objek formal filsafat adalah ratio yang bertanya. Maka menjadi tugas filsafat mempersoalkan segala sesuatu yang ada sampai akhirnya menemukan kebijaksanaan universal.PENUTUP Jauh sebelum manusia menemukan dan menetapkan apa yang sekarang kita sebut sesuatu sebagai suatu disiplin ilmu sebagaimana kita mengenal ilmu kedokteran. matematika.

masa kini.TUGAS FILSAFAT ” Perkembangan Filsafat di masa lalu.dan masa depan” Di susun oleh : Tjia Nova Ruliana Kp C/3062880 Fakultas ekonomi Universitas Surabaya 2008 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful