Kebijakan kependudukan dan program pembangunan sosial dan ekonomi yang dilaksanakan Indonesia selama tiga dekade yang

lalu telah berhasil menurunkan angka kelahiran dan kematian sehingga mampu menghambat laju pertumbuhan penduduk dari 2,3% pada periode 1971-1980 menjadi 1,4% per tahun pada periode 1990-2000. Walaupun demikian, jumlah penduduk Indonesia masih akan terus bertambah. Di daerah yang pertumbuhan penduduknya telah menurun, terjadi perubahan struktur umur penduduk yang ditandai dengan penurunan proporsi anak-anak usia di bawah 15 tahun disertai dengan peningkatan pesat proporsi penduduk usia kerja dan peningkatan proporsi penduduk usia lanjut (lansia) secara perlahan.

Sedangkan di daerah yang tingkat pertumbuhan penduduknya masih tinggi, proporsi penduduk usia 014 tahun masih besar sehingga memerlukan investasi sosial dan ekonomi yang besar pula untuk penyediaan sarana tumbuh kembang, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Daerah yang berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk menghadapi tantangan baru dimana peningkatan yang pesat dari proporsi penduduk usia kerja akan berdampak pada tuntutan perluasan kesempatan kerja. Disamping itu telah terjadi pergeseran permintaan tenaga kerja dengan penguasaan teknologi dan matematika, yang mampu berkomunikasi, serta mempunyai daya saing tinggi di era globalisasi. Kesemuanya ini berkaitan dengan program bagaimana menyiapkan calon pekerja agar mempunyai kualitas tinggi, dengan ketrampilan yang memadai.

Saat ini setiap tahunnya terjadi kelahiran sekitar 4,5 juta bayi. Bayi-bayi ini akan berkembang dan mempunyai kebutuhan yang berbeda sesuai dengan peningkatan usianya. Pada saat ini dari 100 persen anak-anak yang masuk sekolah dasar, 50% diantaranya tidak dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi setelah lulus SMP. Mereka akan putus sekolah dan menuntut pekerjaan padahal tidak

mempunyai ketrampilan yang memadai. Sempitnya lapangan kerja membuat para pemuda-pemudi putus sekolah menciptakan pekerjaannya sendiri di sektor informal.

Pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah, dan sempitnya kesempatan kerja merupakan akar permasalahan kemiskinan. Jadi aspek demografis mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan yang dihadapi di Indonesia pada saat ini. Daerah miskin sering ditinggalkan penduduknya untuk bermigrasi ke tempat lain dengan alasan mencari kerja. Mereka dapat berpindah secara permanen, menjadi migran ulang-alik, menjadi migran sirkuler yakni bekerja di tempat lain dan pulang ke rumahnya sekali dalam beberapa minggu atau beberapa bulan, atau menjadi migran musiman, misalnya bekerja di kota setelah musim tanam dan musim panen.

Kemiskinan berkaitan erat dengan kemampuan mengakses pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori. Dengan demikian penyakit masyarakat umumnya berkaitan dengan penyakit menular, seperti diare, penyakit lever, dan TBC. Selain itu, masyarakat juga menderita penyakit kekurangan gizi termasuk busung lapar, anemi terutama pada bayi, anak-anak, dan ibu hamil. Kematian bayi adalah konsekuensi dari penyakit yang ditimbulkan karena kemiskinan ini (kekurangan gizi menyebabkan bayi rentan terhadap infeksi).

Keluarga mempunyai tanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar anggotanya seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Oleh karenanya diperlukan pemberdayaan keluarga terutama melalui peningkatan akses terhadap informasi tentang permasalahan ini.

Kesimpulannya adalah bahwa pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.

Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia dalam Kaitannya dengan Perkembangan Penduduk Dunia

1980. Indonesia dengan Negara ASEAN 1.8% per tahun b. yaitu 114 jiwa per km2. Kepadatan penduduk : Indonesia berada pada urutan ke-5. Pada tahun 2005.8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0. Indonesia dengan Negara-negara di Dunia 1. Singapura memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dan Brunei Darussalam memiliki kepadatan penduduk terendah 3. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. registrasi dan survei penduduk. . Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda.068 milyar jiwa) dan Amerika Serkat (295 juta jiwa) pada tahun 2005. setelah Cina (1.0% per tahun) Malaysia (1. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk.27 ju ta jiwa).45% per tahun). Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali.9% per tahun).80% per tahun). setelah Laos (2. Kamboja (1.Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran. Jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan ke-4 (215. kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia dengan beberapa negara lain : a.Jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah dapat diketahui secara resmi dari publikasi hasil sensus penduduk. India (1. Brunei Darussalam (1. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. 1990 dan yang terakhir 2000. 1971. laju perumbuhan penduduk Indonesia menempati urutan ke-6 (1.3% per tahun) Filipina (2. Perbandingan jumlah. Jumlah penduduk : Indonesia menempati urutan pertama dalam kelompok negara ASEAN 2.306 milyar jiwa).

Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut: a. Unsur-unsur Dinamika Penduduk A. Migrasi (perpindahan) Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Kelahiran (natalitas) b. Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain : 1. Kawin usia muda .260 jiwa per km2). oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian.135 jiwa per km2) dan Singapura (7. Negara terpadat penduduknya adalah Macao (22. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan penduduk telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Eropa dan Rusia umumnya sangat kecil. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu : a. setelah itu Monako(16. Pertumbuhan penduduk di negara-negara Afrika dan Timur Tengah umumnya masih sangat tinggi dan berada di atas Indonesia serta negara Amerika Serikat. yaitu sebesar 341 jiwa per km Di negara-negara ASEAN. Kematian (mortalitas) c. bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia dan sudah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduknya. Indonesia memiliki kepadatan penduduk jauh di bawah ketiga negara tersebut. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Negara Dunia Tahun 2005 Cina dan India adalah dua negara yang jumlah penduduknya terbesar. beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih tergolong tinggi.461 jiwa per km2).

adalah sebagai berikut : a. Anak merupakan penentu status social 5. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah 4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus. gempa bumi. Fasilitas kesehatan yang belum memadai 3. Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain : 1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB) 2. Keadaan gizi penduduk yang rendah 4. Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain : 1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 2. b. apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk 3. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan 3. Pandangan “banyak anak banyak rezeki” 3. Peparangan.2. angka kelahiran tinggi. Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) : 1. angka kelahiran sedang. pembunuhan . banjir 5. Semakin banyak wanita karir. apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia. wabah penyakit. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki. angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk 2.

Norwegia. Komposisi penduduk biologis. Fasilitas kesehatan yang memadai 3. Bentuk Limas (Expansive). Belanda. misalnya didasarkan atas usia dan jenis kelamin. apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk B. dan bidan Penggolongan angka kelahiran kasar : 1. apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk 3. Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain : 1. Nigeria. angka kematian tinggi. Komposisi social didasarkan atas atribut social seperti status kawin. Finlandia. angka kematian sedang. menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari pada usia dewasa maupun tua.tingkat pendidikan dan mata pencaharian. Piramida Penduduk Komposisi penduduk adalah struktur penduduk yang didasarkan atas kriteria tertentu. 2. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan 2. Bentuk Granat (Stationer). Filipina.b. . sehingga pertumbuhan penduduk kecil sekali. sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi. Seperti komposisi geografis. Komposisi penduduk geografis didasarkan atas pemilahan karakteristik lokasi seperti penduduk perkotaan dan pedesaan. contohnya: Indonesia. angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk 2. Bentuk-bentuk Piramida Penduduk Bentuk piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu : 1. menunjukkan jumlah usia muda seimbang dengan usia dewasa. a. Meningkatnya keadaan gizi penduduk 4. contohnya: Amerika Serikat. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter. Mesir. biologis dan sosial. Brazil.

Pertumbuhan penduduk tinggi 2. menunjukkan jumlah penduduk usia tua lebih besar dari pada usia muda. Piramida Penduduk Expansif memiliki ciri-ciri : a. Bentuk Batu Nisan (Constructive). Kelompok usia tua jumlahnya sedikit c. Jumlah penduduk usia muda sangat sedikit . Ciri-ciri struktur penduduk pada tiap bentuk piramida : 1. Tingkat kelahiran rendah c. Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua b. Pertumbuhan penduduk mendekati nol atau lambat 3. Penduduk pada tiap kelompok umur hampir sama b. Tingkat kelahiran bayi tinggi d. Piramida Penduduk Stasioner memiliki ciri-ciri : a. Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki piramida penduduk berbentuk limas. Sebagian besar berada pada kelompok penduduk muda b. Piramida Penduduk Constructive memiliki ciri-ciri : a.3. jumlah penduduk mengalami penurunan. sedangkan negara-negara maju umumnya berbentuk granat atau batu nisan. Tingkat kematian rendah d. contohnya: negara-negara yang baru dilanda perang.

Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan hal inipun membuat pemerintah berusaha untuk mengatasinya ledakan penduduk tersebut. Dampak Ledakan Penduduk antara lain : 1. Menurut Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) yang menangani masalah kependudukan melaporkan bahwa pada tahun 2003 jumlah penduduk dunia 6. dikatakan bahwa “ penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung ”. Kebutuhan pendidik. Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798). Tingkat kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian d. Pertumbuhan penduduk terus berkurang Ledakan Penduduk Ledakan penduduk adalah suatu peristiwa kependudukan yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk secara drastic dan pesat.c. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat dari pada produksi makanan yang dibutuhkan. Jumlah pengangguran semakin meningkat 2. kesehatan dan perumahan sukar diperoleh 4.Pertumbuhan penduduk di setiap negara akan berdampak pula terhadap pertumbuhan penduduk dunia secara keseluruhan. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah 3. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk.3 milyar. Terjadinya polusi dan kerusakan lingkungan . a.

Menambah sarana pendidikan dan perumahan sederhana Migrasi Penduduk Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Usaha mengatasi Ledakan Penduduk antara lain : 1. Berdasarkan hal tersebut.5. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran 2) Emigrasi. 1. Migrasi Internasional. migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu : a. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigrant . Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Tingkat kemiskinan semakin meningkat b. Meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk 4. Melaksanakan program transmigrasi 5. yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu : 1) Imigrasi. yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi 2. Jenis-jenis Migrasi Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap. Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB) 3. dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional.

Terjadinya urbanisasi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut : 1. yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah 3) Ruralisasi. Ingin mencari pekerjaan. yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu. transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan atas : 1. yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia.3) Remigrasi atau repatriasi. Migrasi Nasional atau Internal. Transmigrasi Spontan (swakarsa). yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Berdasarkan pelaksanaannya. yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri 3. Ingin mencari pengalaman di kota 4. Migrasi nasional /internal terdiri atas beberapa jenis. Transmigrasi Khusus. yaitu sebagai berikut : 1) Urbanisasi. karena di kota lebih banyak lapangan kerja dan upahnya tinggi 2. yaitu perpindahan penduduk di dalam satu negara. yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya b. seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek 2. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi. Transmigrasi Lokal. yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama 4. yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap. Transmigrasi Umum. Ingin lebih banyak mendapatkan hiburan dan sebagainya 2) Transmigrasi. Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi 3. . Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi.

gempa bumi. misalnya terjadi antara Pakistan dan India setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris f. yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat seperti RRC dan Uni Soviet (Rusia) yang berfaham komunis e. Faktor agama. a. Faktor ekonomi. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang. yaitu ingin menyelamatkan diri dari bencana alam seperti tanah longsor.Dampak Positif Imigrasi . banjir.Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas. yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan seperti peperangan. Faktor keselamatan. yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru b. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain : . terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. yaitu migrasi yang terjadi karena daerahnya terkena proyek pembangunan seperti pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA g. yaitu migrasi yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi Dampak Migrasi Penduduk Migrasi penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan. Faktor politik. 2. yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan agama. dan konflik antar kelompok d. adalah sebagai berikut : a. Faktor pendidikan. bencana alam dan sebagainya. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Migrasi Secara umum faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi. gunung meletus dan bencana alam lainnya c. Faktor keamanan. Faktor kepentingan pembangunan.

Dampak Positif Emigrasi 1. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain : .Dampak Positif Urbanisasi 1. Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri. Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota 2. Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran . Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan 2.1. Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing b. Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi 3. terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya 2. Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya 4. Mengurangi jumlah pengangguran di desa . karet. Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa 4. Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi 5. Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli . Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit.Dampak Positif Transmigrasi 1. coklat dan lain-lain 3. Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain 3. Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk 2.

2. Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas 5. Meningkatkan taraf hidup penduduk desa 4.Dampak Negatif Emigrasi 1.Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan d. Dampak Negatif Migrasi Internasional antara lain : . Dampak Negatif Migrasi Nasional antara lain : .Dampak Negatif Imigrasi 1. Imigran yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba. dan lain-lain. Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran Dampak Negatif Urbanisasi . bertujuan politik.3. Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah asalnya 2. Perekonomian di kota semakin berkembang C.Dampak Negatif Transmigrasi 1.Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa . Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya. 2.

Pembangunan fasilitas yang lebih lengkap seperti pendidikan dan kesehatan 4. Usaha-usaha untuk Menanggulangi Permasalahan Migrasi Beberapa usaha pemerintah untuk menanggulangi permasalahan migrasi. Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa e. Meningkatnya tindak kriminalitas di kota 3. Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan 5. Persebaran pembangunan industri sampai ke daerah-daerah 2.1. Meningkatkan penyuluhan program Keluarga Berencana untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di pedesaan Faktor Pendorong & Penarik Migrasi Pada dasarnya ada dua pengelompokan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi. yaitu faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor). Faktor-faktor pendorong (push factor) antara lain adalah: . Lalu lintas di kota sangat padat. adalah sebagai berikut : 1. Meningkatnya pengangguran di kota 4. Produktivitas pertanian di desa menurun 2. 6. Pembangunan jaringan jalan sampai ke desa-desa sehingga hubungan antara desa dan kota menjadi lancar 5. Peningkatan pendapatan masyarakat desa melalui intensifikasi dan Koperasi Unit Desa 3. sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.

• Adanya tekanan-tekanan seperti politik. sekolah dan fasilitas-fasilitas publik lainnya.• Makin berkurangnya sumber-sumber kehidupan seperti menurunnya daya dukung lingkungan. • Adanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. misalnya iklim. . sehingga mengganggu hak asasi penduduk di daerah asal. kayu. • Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan. • Menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal (misalnya tanah untuk pertanian di wilayah perdesaan yang makin menyempit). tsunami. dan suku. atau bahan dari pertanian. gempa bumi. kebakaran. menurunnya permintaan atas barang-barang tertentu yang bahan bakunya makin susah diperoleh seperti hasil tambang. agama. • Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar. Faktor-faktor penarik (pull factor) antara lain adalah: • Adanya harapan akan memperoleh kesempatan untuk memperbaikan taraf hidup. pekerjaan atau perkawinan. perumahan. pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang daerah lain untuk bermukim di kota besar. musim kemarau panjang atau adanya wabah penyakit. • Alasan pendidikan. tempat-tempat hiburan. • Bencana alam seperti banjir.

yaitu dalam hal kuantitas dan kualitas penduduknya. . dan Upaya Mengatasinya Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. dan survei penduduk. Data tentang kualitas dan kuantitas penduduk tersebut dapat diketahui melalui beberapa cara. diantaranya melalui metode sensus. Secara umum. A. Dampak.BAB 2 DINAMIKA PENDUDUK Permasalahan Kependudukan di Indonesia. registrasi. masalah kependudukan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua.

metode pencatatan atau sensus yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua. dan bersifat menyeluruh dalam suatu batas negara untuk kepentingan demografi negara yang bersangkutan. dilakukan secara serentak. ekonomi. Sensus Penduduk Sensus adalah penghitungan jumlah penduduk. . yaitu metode householder dan metode canvaser.1. Pada pelaksanaannya. dan sebagainya yang dilakukan oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu.

pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan diserahkan kepada penduduk atau responden. Metode Householder Pada metode ini. karena mereka mampu memahami dan menjawab setiap pertanyaan yang diserahkan kepada mereka. Metode Canvaser . b.a. sehingga penduduk diberi daftar pertanyaan untuk diisi dan akan diambil kembali beberapa waktu kemudian. Metode semacam ini hanya dapat dilakukan pada daerah yang tingkat pendidikan penduduknya relatif tinggi.

pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan dilakukan oleh petugas sensus dengan cara mendatangi dan mewawancarai penduduk atau responden secara langsung. sensus dapat dibedakan menjadi sensus de facto dan sensus de jure.Pada metode ini. Adapun berdasarkan status tempat tinggal penduduknya. Petugas sensus mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai daftar dan penduduk yang didatangi menjawab secara lisan sesuai dengan keadaan atau kondisi yang sebenarnya. .

b.a. pencatatan penduduk dilakukan oleh petugas hanya untuk penduduk yang secara resmi tercatat dan tinggal . Metode sensus ini tidak membedakan antara penduduk asli yang menetap ataupun penduduk yang hanya tinggal sementara waktu. Sensus De Facto Pada metode ini. pencatatan dilakukan oleh petugas pada setiap orang yang ada di daerah tersebut pada saat sensus diadakan. Sensus De Jure Pada metode ini.

Dengan menggunakan sensus de jure. Di Indonesia. penduduk yang belum secara resmi tercatat sebagai penduduk di daerah tersebut tidak disertakan dalam penghitungan.sebagai penduduk di daerah tersebut pada saat dilakukannya sensus. pada umumnya sensus penduduk dilakukan dengan metode canvaser . sehingga dapat dibedakan antara penduduk asli yang menetap dan penduduk yang hanya tinggal untuk sementara waktu atau yang belum terdaftar sebagai penduduk setempat.

dengan mengombinasikan antara sensus de facto dan sensus de jure. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure. sehingga pemerintah dapat: . sedangkan untuk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto. Sensus penduduk perlu dilakukan agar pemerintah memiliki data kependudukan yang up to date (sesuai perkembangan zaman).

mata pencaharian. 2. .mengetahui perkembangan jumlah penduduk.mengetahui arus migrasi.merencanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial sesuai dengan kondisi kependudukan daerah. Registrasi Penduduk .mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk. . . tingkat pendidikan.mengetahui komposisi penduduk (berdasarkan jenis kelamin. serta . .. umur.mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk. dan sebagainya).

kematian. perubahan tempat tinggal atau perubahan pekerjaan. Tujuan registrasi penduduk yaitu sebagai suatu catatan resmi dari peristiwa tertentu dan sebagai sumber yang berharga bagi penyusunan yang langsung dapat digunakan dalam proses perencanaan kemasyarakatan. .Selain melalui sensus data kependudukan juga dapat diperoleh melalui registrasi. perceraian. perkawinan. Sistem registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat yang meliputi pencatatan kelahiran.

maka untuk memperoleh data yang up to date dengan segera. sistem registrasi tidak dilakukan oleh satu departemen tetapi oleh beberapa departemen. kematian oleh Departemen Kesehatan. pemerintah mengadakan penghitungan penduduk di luar jadwal . Mengingat pelaksanaan sensus yang dilakukan hanya tiap 10 tahun. Misalnya peristiwa kelahiran dicatat oleh Departemen Dalam Negeri. migrasi penduduk oleh Departemen Kehakiman.Di Indonesia. Data-data tersebut kemudian dihimpun oleh Badan Pusat Statistik dan diterbitkan dalam seri registrasi penduduk.

misalnya dengan melakukan Survai Penduduk Antarsensus (Supas) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).sensus. Jenis-jenis pencatatan penduduk tersebut pada dasarnya untuk mengetahui permasalahan kependudukan dari segi kuantitas dan kualitas penduduk. Kuantitas Penduduk Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kuantitas adalah masalah kependudukan dalam hal jumlah. 1. Permasalahan yang .

hal tersebut . a. Sebenarnya. jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan.000 berdasarkan sensus penduduk tahun 2000).456. Jumlah Penduduk Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar (mencapai 203.terkait dengan kuantitas penduduk. secara singkat diuraikan berikut ini. dan upaya penanggulangannya. maka tidak heran jika Indonesia dianggap sebagai pasar yang menjanjikan bagi kalangan dunia usaha. Akan tetapi. dampak.

maka banyaknya jumlah penduduk merupakan kendala dalam melaksanakan pembangunan.dapat terjadi jika sumber daya manusia yang ada merupakan sumber daya manusia yang berkualitas. namun jika sumber daya manusia yang berkualitas tersebut jumlahnya terbatas. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat ketergantungan dari manusia yang tidak produktif terhadap manusia yang produktif. Indonesia telah mengadakan sensus sebanyak .

Survai Penduduk Hasil sensus dan registrasi penduduk masih mempunyai keterbatasan karena hanya menyediakan data statistik kependudukan dan kurang memberikan . Perkembangan jumlah penduduk sejak sensus pertama hingga terakhir (2000) dapat dilihat pada tabel di samping.lima kali sejak tahun 1945 hingga tahun 2000. 3.

Survai demografi pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam tiga tipe yaitu survai bertahap tunggal. Pada umumnya survai kependudukan ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus. maka perlu dilaksanakan survai penduduk yang sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan lebih mendalam.informasi. survai bertahap ganda. dan survai . tentang sifat dan perilaku penduduk tersebut. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut.

besarnya jumlah penduduk Indonesia menempati urutan pertama di antara negara-negara ASEAN. Kondisi . serta menempati urutan ke empat dunia setelah RRC. menempati urutan ke tiga di Benua Asia setelah RRC dan India. Saat ini. India. Perhatikan tabel berikut! Kenaikan jumlah penduduk di tiap negara tersebut secara otomatis memengaruhi banyaknya jumlah penduduk dunia. dan Amerika Serikat.kombinasi.

Beberapa dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk. 1 ) Dampak Jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak dari tahun ke tahun tentunya menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi Indonesia. b) meningkatnya persaingan dalam dunia kerja sehingga mempersempit lapangan dan peluang kerja. . antara lain: a) meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial.ini merupakan bentuk dinamika penduduk dunia.

a) Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional. dengan cara memperkenalkan tujuan-tujuan . serta d) meningkatnya angka kriminalitas. 2 ) Upaya Penanggulangan Berikut ini beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi masalah jumlah penduduk.c) meningkatnya angka pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu bersaing).

b. c) Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua. b) Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur serta menetapkan tentang batas usia nikah.program KB melalui jalur pendidikan. . Pertumbuhan Penduduk Seperti halnya negara-negara berkembang pada umumnya. mengenalkan alat-alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur. dan menepis anggapan yang salah tentang anak.

negara kita senantiasa mengalami peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Namun. Hal ini berarti Indonesia mengalami laju pertumbuhan penduduk. laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari periode ke periode cenderung mengalami penurunan. 1 ) Dampak . jika diperhatikan. Perhatikan tabel di samping.

. 2 ) Upaya Penanggulangan Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi hal-hal berikut ini.Permasalahan kependudukan yang ditimbulkan dari pertumbuhan penduduk memiliki kesamaan dengan permasalahan yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk.

sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat. dari 6 tahun menjadi 9 tahun. b) Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan.a) Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana. c . c) Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat. Persebaran/Kepadatan Penduduk Persebaran penduduk erat kaitannya dengan tingkat hunian .

tingkat kepadatan penduduk atau population density dapat diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuan luas tertentu. . Secara umum.atau kepadatan penduduk Indonesia yang tidak merata. Sekitar 60% penduduknya tinggal di Pulau Jawa yang hanya memiliki luas ± 6.9% dari luas wilayah daratan Indonesia.

a) Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara . 1) Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan Pertanian Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian dapat dibedakan atas kepadatan penduduk agraris dan kepadatan penduduk fisiologis. berikut ini.Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi tiga macam.

Di kawasan Asia Tenggara negara yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi adalah Singapura yaitu mencapai 6.jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian.600 penduduk per . b) Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk total (baik yang bermata pencaharian sebagai petani ataupun tidak) dengan luas lahan pertanian.

2) Kepadatan Penduduk Umum (Aritmatik) Kepadatan aritmatik merupakan perbandingan antara jumlah penduduk total (tanpa memandang mata pencaharian) dengan luas wilayah (baik lahan pertanian ataupun tidak). kita menggunakan perhitungan kepadatan penduduk umum (aritmatik).km2. 3) Kepadatan Penduduk Ekonomi . Untuk perhitungan kependudukan di Indonesia.

hal ini tentu saja menimbulkan permasalahan kependudukan. Kepadatan penduduk di tiaptiap wilayah Indonesia tidaklah sama.Kepadatan penduduk ekonomi adalah besarnya jumlah penduduk pada suatu wilayah didasarkan atas kemampuan wilayah yang bersangkutan. Permasalahan ini terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana .

stabilitas keamanan. Informasi-informasi tersebut pada akhirnya .sosial. serta untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun budaya. serta pemerataan pembangunan. Informasi kepadatan penduduk tiap daerah perlu diketahui untuk mengetahui ada tidaknya gejala kelebihan penduduk (overpopulation). kesempatan kerja. untuk mengetahui pusat-pusat aglomerasi penduduk.

antara lain: a) munculnya kawasan-kawasan kumuh kota dengan rumah-rumah yang tidak layak huni. .akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan di tiap-tiap daerah. 1 ) Dampak Pemusatan penduduk pada daerah tertentu (terutama di kawasan perkotaan dan pusatpusat kegiatan) akan menimbulkan berbagai permasalahan kependudukan.

. dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia. masalah kualitas penduduk yang terjadi. Di Indonesia. Kualitas Penduduk Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kualitas adalah masalah kependudukan dalam hal mutu kehidupan dan kemampuan sumber daya manusianya.2. rendahnya taraf kesehatan sehingga kesemuanya itu pada akhirnya mengarah pada rendahnya pendapatan perkapita masyarakatnya. antara lain.

Perhatikan tabel berikut! b) sulitnya persaingan di dunia kerja. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai. tingkat pendidikan masyarakat tersebut senantiasa diupayakan untuk selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun. Secara umum. sehingga menyebabkan . maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.a. Masalah Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk. tingkat pendidikan penduduk Indonesia masih tergolong relatif rendah. Akan tetapi.

seperti pedagang kaki lima. 2 ) Upaya Penanggulangannya Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi dampak ketidakmerataan penduduk meliputi hal-hal . serta d) terganggunya stabilitas keamanan.merebaknya sektor-sektor informal. dan sebagainya yang terkadang keberadaannya dapat mengganggu ketertiban. pengamen. c) turunnya kualitas lingkungan.

.berikut ini. b) Melaksanakan program pemerataan pembangunan dengan cara mendistribusikan perusahaan atau industri di pinggir kota (dekat kawasan pedesaan) di pulau-pulau selain Pulau Jawa. sehingga pelayanan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat desa dapat dipenuhi sendiri dan dapat mencegah atau mengurangi arus urbanisasi. c) Melengkapi sarana dan prasarana sosial masyarakat hingga ke pelosok desa. a) Melaksanakan program transmigrasi.

sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya lebih lanjut atau .Hal-hal yang memengaruhi rendahnya tingkat pendidikan di negara Indonesia. sehingga mereka tidak perlu sekolah terlalu tinggi (khususnya untuk anak perempuan). antara lain meliputi hal-hal berikut ini. 2) Rendahnya penerimaan pendapatan perkapita. 1) Kurangnya kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan.

1 ) Dampak . khususnya di pedesaan dan daerah-daerah terpencil.bahkan tidak disekolahkan sama sekali. 4) Keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah dalam mengusahakan program pendidikan yang terjangkau masyarakat. 3) Kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan.

Rendahnya tingkat pendidikan penduduk akan berdampak pada kemampuan penduduk tersebut dalam memahami dan menghadapi kemajuan zaman. 2 ) Upaya Penanggulangan Untuk menyikapi hal-hal tersebut. pemerintah telah mengambil beberapa upaya dalam memperluas dan meratakan kesempatan . sehingga mereka akan lebih produktif dan inovatif. ilmu pengetahuan. dan teknologi. Penduduk yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memahami dan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan zaman.

b) Mendorong kesadaran masyarakat yang mampu atau badanbadan usaha untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu.memperoleh pendidikan. d) Membuka jalur-jalur pendidikan alternatif atau nonformal (seperti kursus-kursus keterampilan) sehingga dapat . khususnya bagi siswa berprestasi yang kurang mampu. c) Menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi. a) Menggalakkan program wajib belajar 9 tahun. diantaranya dengan jalan berikut ini.

sehingga diharapkan mampu mempertegas arah pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam upaya mencerdaskan bangsa. Pengembangan sistem pendidikan nasional saat ini telah dipertegas dalam Undang-Undang No 2 Tahun 1989. Masalah Kesehatan Tingkat kesehatan merupakan salah satu indikator kualitas .memperkaya kemampuan atau kualitas seseorang. b. e) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana belajar mengajar hingga ke pelosok daerah.

Pada tahun 1971. angka kematian ibu melahirkan. tingkat kesehatan dapat diindikasikan dari angka kematian bayi. angka kematian bayi telah menurun menjadi 8 tiap 1.000 kelahiran. Dalam hal ini. dan usia harapan hidup. 1) Angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi. Menurunnya angka kematian bayi ini didukung oleh meningkatnya derajat kesehatan dan . akan tetapi pada tahun 1990. meskipun terus menurun dari tahun ke tahun.penduduk suatu negara. ketercukupan gizi makanan.000 kelahiran. angka kematian bayi mencapai 218 tiap 1.

Kondisi ini juga berpengaruh terhadap angka kematian ibu melahirkan yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Saat ini.400 kalori/hari/kepala keluarga. . Artinya. 2) Tingkat ketercukupan gizi masyarakat juga mulai meningkat.gizi ibu. pemerintah melalui Departemen Kesehatan menetapkan standar ketercukupan gizi. suatu keluarga dikatakan sejahtera jika mampu memenuhi angka ketercukupan kalori tersebut. yaitu 2.

angka tersebut masih tergolong relatif rendah. Akan tetapi.73 tahun pada tahun 1971 menjadi 65.3) Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata umur yang dapat dicapai penduduk suatu negara. karena negaranegara lain dapat mencapai 70 bahkan lebih dari 80 tahun. dari 45. Angka ini di Indonesia cenderung mengalami peningkatan.43 tahun pada tahun 2000. 1 ) Dampak Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat akan memunculkan serangkaian dampak yang berhubungan dengan kualitas sumber .

Generasi yang tidak ketercukupan gizi tentu akan memiliki kondisi fisik dan psikis yang kurang bila dibandingkan dengan generasi yang terpenuhi gizinya. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada pola pikir.daya manusia. dan kreatifitasnya. ketahanan belajar. 2 ) Upaya Penanggulangan Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan taraf kesehatan .

b) Melaksanakan program peningkatan kualitas lingkungan. a) Menjalin kerja sama dengan badan kesehatan dunia (WHO) dalam mengadakan program kesehatan. serta peningkatan gizi masyarakat. berikut ini. misalnya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional. standarisasi obat dan makanan. baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui kerja sama dengan .masyarakatnya ditempuh melalui langkahlangkah.

luar negeri (misalnya dengan menjalin kerja sama dengan badan pembangunan dunia/UNDP). c) Menggiatkan program pemerataan kesehatan dengan cara melengkapi sarana dan prasarana kesehatan yang meliputi tenaga medis. Salah satu contoh program peningkatan kualitas lingkungan yang telah dan masih dilakukan adalah Kampoong Improvement Programme (KIP). dan alat-alat penunjang medis lainnya hingga ke pelosok desa. . obatobatan.

e) Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.d) Menghimbau penggunaan dan penyediaan obatobat generik bermutu sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat. c . Rendahnya Pendapatan Perkapita . misalnya melalui program asuransi kesehatan keluarga miskin (Askeskin) untuk keluarga miskin (prasejahtera).

data tahun 2002 menyebutkan pendapatan perkapita Indonesia mencapai 2. Pendapatan perkapita mencerminkan tingkat kemakmuran suatu negara. Di antara negara-negara anggota ASEAN saja.800 dollar Amerika Serikat. Pendapatan perkapita negara Indonesia masih tergolong rendah. Thailand. Brunei Darussalam. .Pendapatan perkapita adalah banyaknya pendapatan kotor nasional dalam satu tahun dibagi jumlah penduduk. Indonesia menempati urutan keenam setelah Singapura. dan Filipina. Malaysia.

ataupun karena ketidakseimbangan sumber daya manusia yang ada di tiap daerah.Keadaan ini menggambarkan bahwa tingkat kehidupan masyarakat Indonesia masih didominasi masyarakat miskin atau masyarakat prasejahtera dengan tingkat penghasilan yang relatif rendah. Kondisi semacam ini dapat disebabkan keadaan sumber daya alam yang tidak merata di tiap daerah. Beberapa . 1 ) Dampak Rendahnya pendapatan perkapita akan berdampak pada kelangsungan pelaksanaan pembangunan suatu negara.

. pemerintah telah melakukan beberapa langkah. tidak berkembang karena tidak mengalami kemajuan. antara lain meliputi hal-hal berikut ini.rencana pembangunan akan sulit diwujudkan karena pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai pelaksanaan pembangunan. 2 ) Upaya Penanggulangan Untuk mengatasi rendahnya tingkat pendapatan penduduk. Akibatnya keadaan negara menjadi statis.

Di antara negara-negara berkembang

di kawasan Asia Tenggara,

negara yang memiliki angka

harapan hidup tertinggi adalah

Singapura yaitu sekitar 79 tahun.

Negara-negara lain yang memiliki

usia harapan hidup tinggi di antaranya

adalah negara-negara Eropa

Barat, Jepang, Australia dan

Amerika Serikat.

a) Memberikan subsidi keluarga miskin melalui berbagai program

sosial.

b) Memberi keringanan biaya pendidikan dan kesehatan untuk

masyarakat kurang mampu.

c) Meningkatkan standar upah buruh atau upah minimum kota.

d) Memberikan modal atau pinjaman lunak dan pelatihan kepada

para pengusaha mikro dan pengusaha kecil agar dapat bertahan

atau dapat lebih berkembang.

e) Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial,

misalnya penyediaan air bersih, WC umum, perbaikan lingkungan,

ataupun sarana sanitasi lainnya.

Dari berbagai uraian tersebut, dapat disimpulkan

bahwa keadaan penduduk sangat

memengaruhi dinamika pembangunan dalam

suatu negara. Hal ini dikarenakan penduduk

merupakan titik sentral dari seluruh kebijakan dan

program pembangunan yang sedang dan akan

dilakukan oleh pemerintah. Dengan kata lain,

dalam konsep pembangunan. penduduk adalah subjek dan sekaligus objek pembangunan. manusia bertindak sebagai pelaku dan pelaksana pembangunan. penduduk merupakan sasaran pembangunan. Adapun sebagai objek pembangunan. Permasalahan penduduk di Indonesia baik dari jumlah penduduk (kuantitas) maupun mutu (kualitas) merupakan suatu masalah yang dilematis dan kontradiktif. Sebagai subjek pembangunan. Di satu sisi jumlah penduduk yang besar .

merupakan modal dan potensi yang dapat meningkatkan produksi nasional apabila dapat dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif sehingga sangat menguntungkan bagi usaha pembangunan di segala bidang. Sebaliknya penduduk dengan mutu dan kualitas yang rendah yang tidak mampu bersaing karena minimnya kesempatan kerja yang tersedia. akan menjadi beban dan penghambat pembangunan. sebagai subjek pembangunan. Oleh karena itu. penduduk harus terus dibina dan dikembangkan sehingga mampu menjadi motor penggerak dan modal dasar .

pembangunan juga harus dikembangkan dengan memperhitungkan kondisi dan kemampuan penduduk sehingga penduduk dapat berpartisipasi aktif dalam dinamika pembangunan.pembangunan. Selain itu. Buatlah kliping yang memberitakan tentang upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi dampak dari permasalahan kuantitas dan kualitas penduduk! Kerjakan secara berkelompok dan kumpulkan untuk mendapatkan penilaian dari bapak/ibu guru! Macam Pertumbuhan Penduduk dan Faktor- Faktor yang Memengaruhinya B. .

Macam-macam Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam. Pertumbuhan . Pertumbuhan Penduduk Alami Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian. pertumbuhan migrasi.1. a. dan pertumbuhan penduduk total. yaitu pertumbuhan alami.

Keterangan: Pa = L – M Pa = Pertumbuhan penduduk alami L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian b. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan menggunakan .alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. Pertumbuhan Penduduk Migrasi Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar.

Pertumbuhan . kematian. Pertumbuhan Penduduk Total Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran.rumus berikut ini. Keterangan: Pm = I – E Pm= Pertumbuhan penduduk migrasi I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi c . dan migrasi.

Keterangan: P = (L – M) + (I – E) P = Pertumbuhan penduduk total L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi Contoh: Jumlah penduduk di negara X pada pertengahan tahun 2007 .penduduk migrasi dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

000 jiwa dan kematian 700.000 jiwa.000 jiwa. pertumbuhan penduduk alami b. Pertumbuhan Penduduk Alami . pertumbuhan penduduk migrasi c. pertumbuhan penduduk total Jawab: a.500. Dari data tersebut hitunglah! a. Jumlah migrasi masuk (imigrasi) pada tahun tersebut sebesar 20.000 jiwa.300.000 jiwa dan migrasi keluar 15.sebesar 24. Pada tahun tersebut terdapat kelahiran 1.

000 = 600.000 – 700.Pa = L – M = 1.300.000 jiwa .000 jiwa Jadi.000 – 15.000 = 5.000 jiwa. b. Pertumbuhan Penduduk Migrasi Pm = I – E = 20. pertumbuhan penduduk alami di negara X pada periode tahun 2007 sebesar 600.

300.000) = 600. pertumbuhan penduduk total di negara X selama periode tahun 2007 sebesar 605. Pertumbuhan Penduduk Total P = (L – M) + (I – E) = (1. pertumbuhan penduduk migrasi di negara X selama periode tahun 2007 sebesar 5.000 + 5. .000 jiwa.Jadi.000) – (20.000 jiwa.000 = 605.000 – 700. c.000 – 15.000 jiwa Jadi.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk suatu negara secara umum dipengaruhi oleh faktor-faktor demografis (yang meliputi kelahiran. 2.Secara umum pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang masih relatif tinggi di banding pertumbuhan penduduk di negara-negara maju. kematian dan migrasi) serta faktor nondemografi (seperti kesehatan . Demikian juga negara Indonesia mempunyai pertumbuhan penduduk yang masih relatif tergolong tinggi.

dan tingkat pendidikan). Berikut ini dibahas faktor-faktor demografi

yang memengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran,

kematian, dan migrasi.

a. Kelahiran (Natalitas/Fertilitas)

Secara umum angka kelahiran dapat dibedakan menjadi tiga

yaitu angka kelahiran kasar, angka kelahiran khusus, dan angka

kelahiran umum.

1) Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR)

Angka kelahiran kasar yaitu angka yang menunjukkan

banyaknya kelahiran bayi setiap 1.000 penduduk.

CBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

CBR = LP

× 1.000

Keterangan :

CBR : Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)

L : Jumlah kelahiran selama 1 tahun

P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun

1.000 : Konstanta

Kriteria angka kelahiran kasar (CBR) di bedakan menjadi tiga

macam.

- CBR <>

- CBR antara 20 – 30, termasuk kriteria sedang

- CBR > 30, termasuk kriteria tinggi

2) Angka kelahiran khusus (Age Specific Birth Rate/ASBR)

Angka kelahiran khusus yaitu angka yang menunjukkan

banyaknya kelahiran bayi setiap 1.000 penduduk wanita pada

kelompok umur tertentu. ASBR = i i L P × 1.000 Keterangan : .Li : Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok . ASBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini.ASBR: Angka kelahiran khusus .

000 wanita yang berusia 15 – 49 tahun dalam satu tahun.000 : Konstanta 3) Angka kelahiran umum (General Fertility Rate/GFR) Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran setiap 1.Pi : Jumlah penduduk wanita umur tertentu pada pertengahan tahun . GFR dapat dihitung dengan .umur tertentu .1.

000 Keterangan : GFR = Angka kelahiran umum L = Jumlah kelahiran selama satu tahun W(15 – 49) = Jumlah penduduk wanita umur 15 – 49 tahun pada pertengahan tahun.49) × 1.menggunakan rumus berikut ini. GFR = L W(15 . .

1.000 = Konstanta

Besar kecilnya angka kelahiran (natalitas) dipengaruhi oleh

beberapa faktor. Berikut ini faktor pendorong dan faktor penghambat

kelahiran.

1) Faktor pendorong kelahiran (pronatalitas)

(a) Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.

(b) Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan.

(c) Pernikahan usia dini (usia muda).

Bab 2 Dinamika Penduduk 47

(d) Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya,

jika dibandingkan dengan anak perempuan, sehingga

bagi keluarga yang belum memiliki anak laki-laki akan

berusaha untuk mempunyai anak laki-laki.

(e) Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi

keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana

supaya memiliki anak.

2) Faktor penghambat kelahiran (antinatalitas)

(a) Adanya program Keluarga Berencana (KB).

(b) Kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan.

(c) Adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan

tunjungan anak bagi PNS.

(d) Adanya UU perkawinan yang membatasi dan mengatur

usia pernikahan.

(e) Penundaan usia pernikahan karena alasan ekonomi,

pendidikan dan karir.

(f) Adanya perasaan malu bila memiliki banyak anak.

b. Angka Kematian (Mortalitas)

Angka kematian dibedakan menjadi tiga macam yaitu angka

kematian kasar, angka kematian khusus, dan angka kematian bayi.

1) Angka kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)

Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan banyaknya

kematian setiap 1.000 penduduk dalam waktu satu tahun.

CBR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.

CDR = MP

termasuk kriteria rendah .CDR kurang dari 10. .× 1.000 = Konstanta Kriteria angka kematian kasar (CDR) dibedakan menjadi tiga macam.000 Keterangan : ASDR = Angka kematian kasar M = Jumlah kematian selama satu tahun P = Jumlah penduduk pertengahan tahun 1.

CDR antara 10 – 20.CDR lebih dari 20. termasuk kriteria sedang ..000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. ASDR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. termasuk kriteria tinggi 2) Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) Angka kematian khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1. ASDR = MP .

000 = Konstanta 3) Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) .000 Keterangan : ASDR = Angka kematian khusus Mi = Jumlah kematian pada kelompok umur tertentu Pi = Jumlah penduduk pada kelompok tertentu 1.i i × 1.

Angka kematian bayi yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian bayi (anak yang umurnya di bawah satu tahun) setiap 1. IMR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. .000 kelahiran bayi hidup dalam satu tahun. IMR = Jumlah kematian bayi umur <> Jumlah kelahiran bayi hidup × 1.000 Keterangan : Kriteria angka kematian bayi dibedakan menjadi berikut ini.

termasuk kriteria rendah . termasuk kriteria tinggi . termasuk kriteria sangat tinggi Tinggi rendahnya angka kematian penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat.IMR lebih dari 125. termasuk kriteria sedang ..IMR antara 75 sampai 125.IMR kurang dari 35.IMR antara 35 sampai 75. flu . 1) Faktor pendorong kematian (promortalitas) (a) Adanya wabah penyakit seperti demam berdarah.

(e) Tingkat pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat. tsunami. (c) Kesehatan serta pemenuhan gizi penduduk yang rendah. (d) Adanya peperangan. 2) Faktor penghambat kematian (antimortalitas) . (b) Adanya bencana alam seperti gempa bumi. kecelakaan. banjir dan sebagainya. dan sebagainya.burung dan sebagainya.

(a) Tingkat kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat yang sudah baik. Migrasi . (d) Adanya pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain. karena ajaran agama melarang hal tersebut. (b) Negara dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan. (c) Adanya kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam penyakit dapat diobati. c .

. Orang dikatakan telah melakukan migrasi apabila orang tersebut telah melewati batas administrasi wilayah lain. 1) Migrasi keluar adalah keluarnya penduduk dari suatu wilayah menuju wilayah lain dan bertujuan untuk menetap di wilayah yang didatangi. Migrasi adalah perpindahan penduduk.Migrasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi angka pertumbuhan penduduk. 2) Migrasi masuk adalah masuknya penduduk dari wilayah lain ke suatu wilayah dengan tujuan menetap di wilayah tujuan.

Migrasi keluar adalah orang yang melakukan migrasi ditinjau dari daerah asalnya. angka kematian khusus (ASDR) dan angka kematian bayi (IMR) selama periode tahun tersebut dan buatlah kesimpulan dari hasil perhitungan kalian! . Diskusikan hasil data yang kalian peroleh dengan kelompok belajar kalian. angka kelahiran khusus (ASBR). Catatlah data kelahiran dan data kematian penduduk selama periode tahun 2007. angka kematian kasar (CDR). angka kelahiran umum (GFR). sedangkan migrasi masuk adalah orang yang melakukan migrasi ditinjau dari daerah tujuannya. kemudian hitunglah angka kelahiran kasar (CBR). Carilah data monografi penduduk di kelurahan kalian masing-masing.

sumbu vertikal menggambarkan kelompok umur . Penggambaran piramida penduduk dimulai dengan menggambarkan dua garis yang saling tegak lurus.Kondisi Penduduk Indonesia Berdasarkan C. Bentuk Piramida Penduduknya Piramida penduduk pada dasarnya merupakan bentuk penyajian data kependudukan (jenis kelamin dan kelompok umur) antara dua grafik batang yang digambarkan secara berlawanan arah dengan posisi horizontal.

konstruktif. piramida penduduk dapat dibedakan menjadi piramida penduduk ekspansif. baik absolut ataupun relatif (dalam %). . Sayap sebelah kiri piramida menggambarkan jumlah penduduk lakilaki.penduduk mulai 0 . sedangkan sayap sebelah kanan piramida menggambarkan jumlah penduduk perempuan. dan stasioner. Berdasarkan bentuknya. sedangkan sumbu horizontal menggambarkan jumlah penduduk tertentu.4 tahun hingga umur tertentu (> 65 tahun atau > 75 tahun).

Bentuk piramida ini dicirikan melebar di bagian bawah dan semakin meruncing di bagian atasnya. 2.1. Hal ini menunjukkan banyaknya tingkat kelahiran. Bentuk piramida semacam ini umumnya terjadi di negara-negara sedang berkembang. Piramida Penduduk Ekspansif Bentuk piramida ekspansif terjadi jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda. Piramida Penduduk Konstruktif .

Bentuk piramida konstruktif terjadi jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur dewasa. dan mengecil kembali di kelompok umur tua. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan yang cepat terhadap tingkat kelahiran dan rendahnya tingkat kematian penduduk. Bentuk piramida seperti ini . melebar di kelompok umur dewasa. Bentuk piramida ini dicirikan dengan bentuk mengecil di kelompok umur muda.

Piramida Penduduk Stasioner Bentuk piramida stasioner terjadi jika jumlah penduduk pada tiap kelompok umur (muda. bentuk piramida semacam ini . dewasa. dan tua) relatif seimbang. 3. seperti Jepang dan Swedia. Bentuk piramida ini dicirikan dengan bentuk yang relatif sama atau rata di tiap kelompok umur. Pada umumnya.terdapat di negara-negara maju.

sementara . Pembagian penduduk Indonesia berdasarkan umur dan jenis kelamin dapat kalian perhatikan pada tabel berikut! Piramida tersebut dapat diartikan bahwa penduduk Indonesia masih tergolong penduduk muda.terdapat di negara-negara Eropa yang telah lama maju serta mempunyai tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang rendah. Ini terlihat dari persentase penduduk pada kelompok umur muda (0-14 tahun) sebesar 30.43%.

sementara. pada kelompok umur tua menampakkan kenaikan persentase yang berarti jumlah penduduk lanjut usia semakin meningkat. bila dilihat tren pada kelompok umur muda menunjukkan penurunan persentase. Kondisi ini tidak berbeda jauh dengan keadaan pada tahun 1980 dan 1990. karena kakikaki atau dasar piramida tidak lagi menunjukkan data terbesar.54%. Namun demikian.kelompok umur tua (65 tahun atau lebih) sebesar 4. Bentuk piramidanya pun tidak lagi menunjukkan bentuk piramida muda (ekspansif) murni. Carilah data komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin berdasarkan hasil .

sensus penduduk tahun 1980 dan 1990! Gambarkanlah piramida penduduknya. Rasio Jenis Kelamin Rasio jenis kelamin (sex ratio) merupakan angka perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk . 1. dan bandingkan dengan pola piramida penduduk tahun 2000! Apa yang dapat kalian simpulkan? Rasio Jenis Kelamin dan Rasio Beban Ketergantungan D.

perempuan di suatu daerah. 52 Ilmu Pengetahuan Sosial VIII SR = MF × 100 SR = Sex Ratio atau rasio jenis kelamin M = Male atau jumlah penduduk laki-laki F = Female atau jumlah penduduk perempuan . Rasio jenis kelamin dapat diketahui dengan menggunakan rumus berikut ini. Penyajian data mengenai sex ratio dapat ditampilkan secara umum (tanpa melihat kelompok umur) atau juga dapat didasarkan kelompok umur tertentu.

Berapa sex ratio-nya? Jawab: SR = MF × 100 = 101.814.Perhatikan contoh berikut! Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2000.641. Jika perhitungan ini .641.570 dan jumlah penduduk perempuan sejumlah 101.83 Artinya.83 penduduk laki-laki.814. diketahui jumlah penduduk laki-laki Indonesia sebanyak 101. pada tahun 2000 setiap 100 penduduk perempuan di Indonesia terdapat 99.435 × 100 = 99.435.570 101.

didasarkan pada kelompok umur tertentu.14 tahun . jumlah penduduk laki-laki berumur 10 . maka rumusnya menjadi: SRi = i 1 MF × 100 SRi = Sex Ratio atau rasio jenis kelamin umur tertentu Mi = Male atau jumlah penduduk laki-laki umur tertentu Fi = Female atau jumlah penduduk perempuan umur tertentu Perhatikan contoh berikut! Pada tahun 1995.

sedangkan jumlah penduduk perempuan sebesar 10.201.588 orang.14) (10 .14) M .617.di Indonesia berjumlah 11. Berapakah sex ratio-nya? Jawab: SR(10 – 14) = i 1 MF × 100 SR(10 – 14) = (10 .694 orang.

588 10.F × 100 = 11.201.5 penduduk laki-laki berumur 10 .694 × 100 = 105. . 2.64 tahun).14 tahun. Rasio Beban Ketergantungan Rasio beban ketergantungan (dependency ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang belum produktif (usia <> 64 tahun) dengan jumlah penduduk produktif (usia 14 .55 Artinya.617. pada tahun 1995 setiap 100 penduduk perempuan di Indonesia terdapat 105.

205.7.580.300 jumlah penduduk belum produktif sebanyak 63. diketahui jumlah penduduk usia produktif sebanyak 133.057.100. DR = (Penduduk belum produktif) + (Penduduk tidak produktif) (Jumlah penduduk usia produktif) × 100 Perhatikan contoh berikut! Berdasarkan Tabel 2.Rasio beban ketergantungan dapat dirumuskan berikut ini.600 dan penduduk yang tidak produktif sebanyak 9. Berapa rasio beban ketergantungannya? .

205.057.700 133.300 × 100 .600 + 9.057.785.100 133.300 × 100 = 72.580.Bab 2 Dinamika Penduduk 53 Jawab: DR = (Penduduk belum produktif) + (Penduduk tidak produktif) (Jumlah penduduk usia produktif) × 100 = 63.

Jelaskan arti pentingnya angka perbandingan jenis kelamin! Mengapa angka ketergantungan dapat memengaruhi proses pembangunan? Diskusikan dengan kelompok belajar kalian dan paparkan hasilnya dalam diskusi kelas! E. Jenis-Jenis Migrasi dan Faktor Penyebabnya Migrasi adalah perpindahan penduduk antardaerah dengan melintasi batas administrasi tertentu.70 ≈ 55 Artinya.= 54. setiap 100 orang penduduk produktif menanggung beban hidup sebanyak 55 orang yang belum atau tidak produktif. baik untuk tinggal sementara .

migrasi dapat dibedakan menjadi migrasi lokal atau nasional dan migrasi internasional.ataupun menetap. Migrasi yang dilakukan untuk menetap dapat memengaruhi perubahan jumlah penduduk suatu daerah. menjadi berikut ini. Bentuk-bentuk migrasi lokal dapat dibedakan. . Migrasi Lokal/Nasional Migrasi lokal/nasional adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam satu negara. 1. Berdasarkan jangkauan kepindahannya.

Berdasarkan intensitas waktunya. atau bulanan. sirkulasi dapat dibedakan menjadi sirkulasi harian. 1) Sirkulasi harian adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah . mingguan.a. Sirkulasi Sirkulasi merupakan bentuk perpindahan penduduk tidak menetap. namun ada juga yang menetap atau tinggal untuk sementara waktu di daerah tujuan.

Urbanisasi pada umumnya bersifat menetap. . Urbanisasi Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dalam satu pulau. b. Pelaku sirkulasi ulang-alik ini disebut dengan penglaju atau komuter.lain yang dilakukan pada pagi hari dan kembali pada sore atau malam harinya (ulang-alik tanpa menginap).

sehingga dapat memengaruhi jumlah penduduk kota yang dituju ataupun jumlah penduduk di desa yang ditinggalkan. Faktor pendorong: 1) kurang bervariasinya peluang kerja dan kesempatan berusaha. 2) semakin sempitnya lahan pertanian. khususnya di luar sektor pertanian. berikut ini. . Terjadinya urbanisasi dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor penarik.

. serta 6) merasa tidak cocok lagi dengan pola kehidupan di desa. Faktor penarik: 1) lebih bervariasinya peluang kerja dan kesempatan berusaha di kota. 5) adanya perasaan lebih terpandang bila dapat bekerja di kota. 4) keterbatasan sarana dan prasarana sosial.3) rendahnya upah tenaga kerja.

3) Sirkulasi bulanan adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain yang dilakukan sebulan sekali.2) upah tenaga kerja di kota relatif lebih besar. serta 3) ketersediaan sarana dan prasarana sosial yang kompleks. sehingga dianggap tidak efektif (baik dari segi waktu atau . Sirkulasi bulanan terjadi jika jarak tempuh antardaerah relatif jauh. 2) Sirkulasi mingguan adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain pada awal pekan dan akan kembali pada akhir pekan (ulang-alik dengan menginap).

namun banyak juga pelaku ruralisasi yang merupakan orang kota asli. . Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya ruralisasi dibedakan menjadi faktor pendorong dan faktor penarik berikut ini. Ruralisasi Ruralisasi adalah kebalikan dari urbanisasi. c .biaya) untuk melakukan sirkulasi harian atau mingguan. Ruralisasi pada umumnya banyak dilakukan oleh mereka yang dulu pernah melakukan urbanisasi. yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa.

3) suasana lebih tenang. 2) harga lahan di kota semakin mahal sehingga tidak terjangkau. serta 4) merasa tidak mampu lagi mengikuti dinamika kehidupan di kota.Faktor pendorong: 1) kejenuhan tinggal di kota. sehingga cocok untuk penduduk usia . 3) keinginan untuk memajukan desa atau daerah asalnya. 2) pola kehidupan masyarakatnya lebih sederhana. Faktor penarik: 1) harga lahan di pedesaan relatif masih murah.

Transmigrasi Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah atau pulau yang padat penduduknya ke daerah (pulau) yang berpenduduk jarang.tua dalam menjalani masa pensiun. Pelaku transmigrasi disebut dengan transmigran. transmigrasi dapat dibedakan. d. serta 4) adanya perasaan keterkaitan dengan daerah asal atau kenangan masa kecil. . Berdasarkan pelaksanaannya.

yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama antara pemerintah daerah asal dan pemerintah daerah tujuan transmigrasi. . 3) Transmigrasi sektoral. 1) Transmigrasi umum. yaitu transmigrasi yang dilakukan melalui program pemerintah. yaitu transmigrasi yang dilakukan atas kesadaran dan biaya sendiri (swakarsa). termasuk penyediaan lahan pertanian dan biaya hidup untuk beberapa bulan. 2) Transmigrasi spontan. Biaya transmigrasi ditanggung pemerintah.menjadi berikut ini.

atau b) daerah asal merupakan kawasan . misalnya pembangunan waduk yang luas.4) Transmigrasi bedol desa. yaitu transmigrasi yang dilakukan terhadap satu desa atau daerah secara bersama-sama. antara lain: a) daerah asal terkena pembangunan proyek pemerintah. Transmigrasi ini dilakukan karena beberapa faktor.

karena terjadi peperangan. bencana alam. a.bencana. antara lain. Migrasi internasional terjadi karena beberapa hal. Migrasi Internasional Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk antarnegara. atau untuk mencari kehidupan yang lebih baik. 2. Imigrasi adalah masuknya penduduk dari luar . Migrasi internasional dapat dibedakan menjadi dua. sehingga masyarakat yang ada di dalamnya harus dipindahkan. yaitu imigrasi dan emigrasi.

negeri ke dalam negeri untuk tujuan menetap. Pelaku emigrasi disebut dengan emigran. Emigrasi yaitu perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri untuk tujuan menetap. b. Pelaku imigrasi disebut dengan imigran. Terjadinya migrasi penduduk dari suatu daerah ke daerah yang lain dikarenakan daerah yang dituju memiliki kelebihan tertentu seperti .

Dampak-Dampak Migrasi dan Upaya Penanggulangannya F.tingkat ekonomi. Sirkulasi . kehidupan sosial dan situasi politik yang lebih baik. persiapkan diri kalian jika sewaktu-waktu bapak/ibu guru menunjuk kalian untuk menguraikannya secara lisan! 1. Pernahkah kalian mendengar istilah imigran atau emigran gelap? Carilah makna kata tersebut.

a. b. Dampak Positif Sirkulasi 1) Terjadi penyerapan tenaga kerja dari luar daerah. Dampak Negatif Sirkulasi . 4) Terjadi pemerataan pendapatan. 2) Memperoleh tenaga kerja dengan upah yang relatif lebih murah. 3) Adanya arus para penglaju dapat meningkatkan sarana dan prasarana transportasi.

misalnya di pagi dan sore hari atau pada awal pekan dan akhir pekan.1) Menimbulkan kenaikan volume lalu lintas dan angkutan pada jam-jam atau hari-hari tertentu. 2) Mengurangi peluang kerja bagi masyarakat atau penduduk asli. Urbanisasi . 2. 3) Beban kota atau daerah yang didatangi semakin berat karena terjadinya kenaikan jumlah penduduk (khususnya di siang hari) sehingga kota atau daerah tersebut terasa lebih padat.

2) Masyarakat desa yang bekerja di kota dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya. misalnya dengan membuka usaha sendiri di desanya. Dampak Negatif Urbanisasi .a. Dampak Positif Urbanisasi 1) Mengurangi angka pengangguran di daerah pedesaan. b. 3) Para pelaku urbanisasi dapat menularkan pengalaman kerjanya di desa.

3) Merebaknya kawasan-kawasan kumuh di kota. yang . seperti PKL. khususnya generasi muda sebagai tenaga penggerak pembangunan.1) Desa kehilangan tenaga kerja. 5) Merebaknya sektor-sektor informal. 4) Meningkatkan kesenjangan sosial masyarakat kota. 2) Peluang kerja di kota menjadi semakin sempit karena sebagian telah diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

dapat mengurangi keindahan kota. Transmigrasi a. Dampak Positif Transmigrasi 1) Memeratakan kepadatan penduduk. . 2) Meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat. 7) Meningkatkan angka kriminalitas di kota karena dampak pengangguran. 6) Peningkatan jumlah penduduk di kota menuntut penyediaan sarana dan prasarana sosial. 3.

2) Terganggunya habitat hewan liar di daerah tujuan transmigrasi. 3) Pada beberapa kasus. b. Dampak Negatif Transmigrasi 1) Berkurangnya areal hutan untuk lahan permukiman. pelaksanaan transmigrasi terkadang menimbulkan kecemburuan sosial antara penduduk asli . 4) Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui pembauran antarsuku bangsa.3) Merangsang pembangunan di daerah baru.

Untuk mengantisipasi dampak-dampak negatif dari berbagai jenis migrasi tersebut. Melaksanakan program-program pembangunan desa. sehingga kesenjangan pembangunan dapat dikurangi. pemerintah mengambil langkah-langkah. berikut ini. Merealisasikan pemerataan pembangunan antardaerah. . 1. 2. seperti pelaksanaan IDT (Inpres Desa Tertinggal) dan program Bangga Suka Desa. sehingga dapat lebih mengoptimalkan pembangunan desa.dengan para pendatang.

5. Bekasi. 4. Merangsang kegiatan industri di pinggiran kota atau dekat dengan kawasan pedesaan. sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Melaksanakan pembangunan terpadu antardaerah dalam satu kawasan. . yaitu larangan bagi penduduk (khususnya penduduk pendatang) yang tidak memiliki KTP atau pekerjaan tetap untuk tinggal di kota yang dituju. 6.3. Melakukan kebijakan “kota tertutup”. Meningkatkan hasil-hasil pertanian melalui intensifikasi pertanian ataupun ekstensifikasi pertanian. misalnya antara Jakarta dengan Tangerang.

yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi masalah yang berkaitan dengan kuantitas penduduk dan masalah yang berkaitan . Diskusikan dengan kelompok belajar kalian tentang dampak positif dan dampak negatif dari migrasi internasional! Buatlah sebuah resume tentang hasil diskusi kalian! Kemudian serahkan kepada bapak/ibu guru untuk mendapatkan penilaian! * Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dialami oleh setiap negara di dunia.Depok dan Bogor sehingga pusat pertumbuhan tidak hanya memusat di Jakarta.

registrasi penduduk. * Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi pertumbuhan penduduk . dan survai penduduk. * Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yang berkaitan dengan kuantitas penduduk antara lain jumlah penduduk yang besar.dengan kualitas penduduk. masalah kesehatan. serta kepadatan dan persebaran penduduk yang tidak merata. * Data tentang kependudukan dapat diperoleh dengan melalui metode sensus penduduk. dan tingkat pendapatan perkapita yang masih rendah. * Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yang berkaitan dengan kualitas penduduk meliputi masalah pendidikan. pertumbuhan penduduk yang tinggi.

dan stasioner. Berdasarkan bentuknya piramida penduduk dibedakan menjadi piramida penduduk ekspansif. kematian dan migrasi) serta faktor nondemografi (kesehatan dan tingkat pendidikan). * Rasio jenis kelamin (sex ratio) merupakan angka perbandingan antara jumlah lakilaki .alami. pertumbuhan penduduk migrasi. * Piramida penduduk adalah suatu jenis grafik balok tentang komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu. dan pertumbuhan penduduk total. Sementara faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk meliputi faktor demografi (kelahiran. konstruktif.

Migrasi dibedakan menjadi migrasi nasional yang meliputi sirkulasi. urbanisasi. Sementara beban ketergantungan (dependency ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang belum dan tidak produktif dengan jumlah penduduk yang produktif. baik untuk tinggal sementara atau pun menetap.dengan jumlah penduduk perempuan di suatu wilayah. transmigrasi. Renungkanlah! Permasalahan kependudukan di Indonesia sangatlah kompleks baik masalahmasalah yang berkaitan dengan kuantitas penduduk maupun masalah-masalah yang . * Migrasi adalah perpindahan penduduk antardaerah yang melintasi batas administrasi tertentu. serta migrasi internasional yang meliputi imigrasi dan emigrasi. rulalisasi.

A. Berkaitan dengan hal tersebut kita sebagai generasi muda yang merupakan bagian dari penduduk Indonesia hendaknya terus mengasah diri dan terus belajar meningkatkan serta mengembangkan potensi diri agar kelak tidak menjadi beban negara tetapi dapat menjadi bagian dari sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan.berkaitan dengan kualitas penduduk. Pilihlah jawaban yang paling tepat! . Sejauh ini pemerintah kita sudah ber-upaya untuk mengatasi berbagai masalah tersebut meskipun belum sepenuhnya berhasil dengan maksimal.

dan migrasi c. a. . dan keluarga berencana . de jure b. Made adalah orang Bali asli. pendapatan.. Pada waktu pelaksanaan sensus ternyata Made ikut disensus di Jakarta. house holder d. convasser c. Faktor-faktor yang memengaruhi dinamika penduduk adalah . migrasi.. Pelaksanaan sensus seperti itu disebut . sudah dua tahun ia kuliah di Universitas Indonesia (UI) Jakarta..1. . jumlah penduduk. de facto 2. kelahiran. dan pertumbuhan penduduk b.. migrasi. a. pertumbuhan penduduk.

... pendataan penduduk d. regritasi penduduk b... sensus penduduk c. meningkatkan kesejahteraan penduduk . Pendataan penduduk terhadap daerah tertentu untuk mendapatkan data tentang sifat dan perilaku penduduk yang dilakukan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus disebut . a. kematian. . Transmigrasi dilakukan untuk tujuan-tujuan berikut. menyeragamkan akar budaya daerah tertentu b. dan migrasi 3.d. survei penduduk 4. a. kecuali . kelahiran.

kelompok umur dan beban ketergantungan c. jumlah penduduk dan pendapatan perkapita b. meratakan jumlah penduduk d. kelompok umur dan jenis kelamin 6.. . a.. jenis kelamin dan mata pencaharian d.c. memperkukuh ketahanan nasional 5. Berikut adalah berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam . Elemen-elemen pembentuk piramida penduduk adalah .

membangun berbagai sarana kesehatan 7.upaya mengatasi masalah jumlah penduduk. menetapkan batas usia nikah yang diatur dalam undang-undang c. Rendahnya tingkat kesehatan penduduk di Indonesia dapat terlihat dari beberapa indikator berikut ini.. kecuali ... a. a. mencanangkan program KB b.. angka kematian bayi yang tinggi b. . angka harapan hidup yang rendah . kecuali . membatasi tunjangan anak bagi PNS/ABRI d. .

angka harapan hidup yang tinggi 8.. . penduduk belum dan tidak produktif dengan penduduk produktif d. Rasio ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah . banyaknya anak-anak gizi buruk d. penduduk tidak produktif dengan penduduk produktif b. penduduk produktif dan belum produktif dengan penduduk tidak produktif 9. Pelaksanaan transmigrasi yang diharapkan pemerintah karena menggunakan . a. penduduk belum produktif dengan penduduk produktif c.c..

pronatalitas d.. a. transmigrasi spontan b.. promortalitas . transmigrasi bedol desa 10.... karena hal tersebut termasuk faktor . transmigrasi sektoral d. antimortalitas b. . antinatalitas c. a. menempuh pendidikan ataupun karir secara tidak langsung dapat memengaruhi pertumbuhan penduduk. .biaya sendiri oleh para transmigran adalah . Penundaan usia pernikahan yang dilakukan oleh seseorang karena alasan ekonomi. transmigrasi umum c.

11. a. .. meningkatnya angka kriminalitas . Berikut ini yang bukan termasuk dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari jumlah penduduk yang besar adalah ... a. canvaser d. de facto b.. Metode sensus yang paling tepat digunakan untuk melakukan pencatatan di daerah yang mayoritas penduduknya memiliki tingkat pendidikan yang rendah adalah sensus . house holder c. . de jure 12.

menggalakkan program wajar 9 tahun . Upaya-upaya pemerintah berikut ini yang paling tepat untuk mengatasi masalah persebaran penduduk yang tidak merata di Indonesia adalah . a.. meningkatnya pendapatan negara dari sektor pajak 13. meningkatkan pelayanan kesehatan c. semakin sempitnya lapangan kerja d. melaksanakan program transmigrasi d. meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial c.b. .. mencanangkan program KB b.

Kurang bervariasinya peluang kerja dan kesempatan berusaha di desa merupakan .14. a.. stasioner c. Gambar di samping merupakan piramida tipe . konvensional 15. ekspansif d. konstruktif b.. a. faktor penarik urbanisasi c.. . .. faktor penarik ruralisasi .

a. faktor pendorong ruralisasi 16.. faktor pendorong urbanisasi d.. ekspansif b. Kondisi penduduk yang dicirikan dengan kelahiran dengan kematian relatif seimbang. . stasioner d. Jenis-jenis migrasi berikut berpengaruh terhadap perubahan jumlah penduduk . konvensional 17. kelompok penduduk muda memiliki proporsi yang sama dengan kelompok penduduk dewasa.b. maka akan digambarkan dengan piramida penduduk berbentuk . konstruktif c.

a. a. emigrasi 19. Merebaknya berbagai sektor informal dan munculnya slum area di daerah perkotaan merupakan salah satu dampak negatif dari . urbanisasi d. transmigrasi d. kecuali . sirkulasi 18. .. urbanisasi c. . ruralisasi b. sirkulasi penduduk c. Apabila diketahui angka sex ratio daerah X adalah 90. . ......suatu daerah. maka dapat disimpulkan bahwa . transmigrasi b.

namun sudah tiga tahun ia dan keluarganya tinggal dan menetap di Amerika Serikat.. di daerah X setiap 100 wanita terdapat laki-laki sebanyak 90 20. imigrasi c. Pak Nababan telah melakukan . emigrasi b. Di tinjau dari negara asalnya. di daerah X setiap 100 laki-laki terdapat wanita sebanyak 90 c.. a. . emigrasi d. remigrasi . Pak Nababan adalah orang Sumatra Utara asli. jumlah wanita di daerah X lebih sedikit daripada jumlah laki-lakinya d. jumlah laki-laki di daerah X lebih banyak daripada wanitanya b.a.

Sebutkan faktor-faktor penghambat kelahiran! 4. Mengapa dalam sebuah negara perlu dilakukan sensus penduduk? Apa kegunaan data hasil sensus bagi pemerintah? 2. Sebutkan dampak positif dan dampak negatif transmigrasi! . Kerjakan soal-soal berikut! 1. Coba carilah data jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin di daerah kalian masing-masing.B. lalu buatlah bentuk piramidanya! 3. Apa yang dimaksud dengan angka usia harapan hidup? 5.

6. Sebutkan faktor pendorong dan faktor penarik timbulnya urbanisasi! 7. Mengapa kepadatan penduduk Indonesia dikatakan tidak seimbang? Jelaskan menurut pendapat kalian! *** . Sebutkan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi dampak ledakan penduduk di bidang kependudukan dan ketenagakerjaan! 9.000 dan penduduk yang tidak produktif sebanyak 85.000 sedangkan jumlah penduduk belum produktif sebanyak 175. Apa yang dimaksud transmigrasi bedol desa? Mengapa dapat terjadi? 10.000. Jika diketahui jumlah penduduk usia produktif sebanyak 855. Berapa rasio beban ketergantungannya? 8.

org/portal/ .edu2000.Sumber : http://www.

Studi kasus : sesus penduduk: perhitungan jumlah penduduk Dalam jangka waktu tertentu Pendapat : jadi di dalam suatu bangsa jumlah penduduk bisa saja bertambah dan berkurang itu bisa terjadi karena ada nya kelahiran dan juga kematian. Bentuk piramida ini menggambarkan angka kelahiran dan tingkat kelahiran yang rendah. Berdasarkan bentuknya. piramida penduduk dibedakan sebagai berikut. 2) Piramida penduduk bentuk pucuk granat. Bentuk piramida ini menggambarkan tingkat kelahiran mengalami penurunan yang tajam dan tingkat kematian yang sangat rendah. 1) Piramida penduduk bentuk kerucut atau limas. Perubahan inilah yang dimaksud dengan dinamika penduduk. Perubahan tersebut dapat bertambah ataupun berkurang. 3) Piramida penduduk bentuk kepala nisan. artinya senantiasa berubah sesuai dengan keadaan atau kondisi zaman. JENIS-JENIS PYRAMID PENDUDUK Piramida penduduk adalah diagram batang komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dan umur yang disusun horizontal.ISD dinamika penduduk ARTI DINAMIKA PENDUDUK bentuknya suatu negara. Penduduk bersifat dinamis. tetapi tingkat fertilitas masih tinggi. . Bentuk piramida ini menggambarkan pertumbuhan penduduk yang cepat karena terjadi penurunan tingkat kelahiran bayi dan anak-anak.

konstruktif. dan stasioner. 3) Mengendalikan dan memantau pemanfaatan sumber daya alam agar dapat hidup berkelanjutan. dewasa. yaitu ekspansif. 2) Menata sarana dan prasarana kehidupan bermasyarakat. sedangkan piramida stasioner adalah piramida yang terjadi apabila banyaknya penduduk dalam setiap kelompok usia relatif sama. Bentuk piramida ini dicirikan dengan bentuk yang relatif sama atau . bernegara. Adapun piramida konstruktif adalah piramida yang terjadi apabila kelompok usia muda jumlahnya sedikit. 1) Setiap penduduk memiliki usia dan jenis kelamin yang berbeda sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda pula. Komposisi penduduk dapat dikaji dengan tujuan sebagai berikut.MUDA DAN TUA Bentuk piramida stasioner terjadi jika jumlah penduduk pada tiap kelompok umur (muda. Studi kasus : Pendapat : kita jadi bisa menjelaskan suatu perkembangan yang terjadi pada penduduk dalam suatu gambar/diagram PIRAMIDA STASIONER. dan tua) relatif seimbang. Piramida ekspansif adalah piramida yang terjadi apabila sebagian besar penduduk berada pada kelompok usia muda. dan berbangsa sesuai dengan perkembangan penduduk. Adapun yang dimaksud dengan komposisi penduduk adalah susunan atau tata susun penduduk suatu negara atau suatu wilayah berdasarkan kriteria tertentu.Piramida penduduk dapat dibedakan pula atas tiga macam.

com .43%. Bentuk piramidanya pun tidak lagi menunjukkan bentuk piramida muda (ekspansif) murni. Pada umumnya. Ini terlihat dari persentase penduduk pada kelompok umur muda (0-14 tahun) sebesar 30. sementara. Studi kasus : Pendapat : bisa menggolongkan penduduk usia muda dan penduduk usia tua sumber : www.google. masih tergolong penduduk muda. Namun demikian. pada kelompok umur tua menampakkan kenaikan persentase yang berarti jumlah penduduk lanjut usia semakin meningkat. sementara kelompok umur tua (65 tahun atau lebih) sebesar 4. bila dilihat tren pada kelompok umur muda menunjukkan penurunan persentase.54%. karena kakikaki atau dasar piramida tidak lagi menunjukkan data terbesar.rata di tiap kelompok umur. Kondisi ini tidak berbeda jauh dengan keadaan pada tahun 1980 dan 1990. bentuk piramida semacam ini terdapat di negara-negara Eropa yang telah lama maju serta mempunyai tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang rendah.

Manfaat Vitamin K Manfaat vitamin K jelas sebagai pembekuan darah dan juga berperan dalam proses pembentukan tulang dengan kalsium. Tapi kasus kelebihan vitamin K lebih jarang dibandingkan dengan kasus kekurangan vitamin K. semuanya memiliki perbedaan sumber yang didapatkannya. bagi mereka yang telah mengkonsumsi vitamin K. ASI oleh ibunya pun hanya mengandung sedikit vitamin K. Dari ketiga jenis vitamin K tersebut.Salah satu manfaat vitamin K adalah meningkatkan penggumpalan dan pembekuan darah dalam tubuh. vitamin K2 yang disebut menaquinone. Mengapa Pemberian Vitamin K Penting Bagi Bayi Baru Lahir? Sistem pencernaan pada bayi masih steril dan tidak adanya bakteri sintesis vitamin K yang bisa memproduksi vitamin K2. Bayi dapat mengalami pendarahan dalam karena berbagai macam sebab. Sehingga mengkonsumsi vitamin K pun jadi penting bagi anak-anak yang ingin memiliki tumbuh kembang tinggi badan yang optimal. Seperti adanya . ini memang telah diteliti karena kebanyakan ASI sedikit mengandung vitamin K. malah memberikan suntikan vitamin K1. Sehingga diperlukan tambahan vitamin K dari luar atau biasanya langsung sintesis yaitu vitamin K3. Kali ini kami akan membahas manfaat pemberian vitamin k pada bayi yang baru lahir. Atau pada banyak kasus. Tapi tetap harus diperhatikan. Vitamin K juga tak lepas dari ketiga jenisnya yaitu vitamin K1 yang disebut phytonadione. Jika pada orang dewasa. dan vitamin K3 yang disebut menadione. maka diyakini kurang mengkonsumsi vitamin K. Ini juga berdampak pada mereka yang jarang mengkonsumsi vitamin K adalah adanya kelainan tulang. tentu saat terjadi pendarahan luka luar yang tidak begitu parah. Diketahui bahwa orang yang hanya mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dan tinggi badan tidak berkembang ideal. Tentu diupayakan tubuh si bayi agar mampu mensintesa vitamin K1 tersebut tidak melalui usus. Kelebihan vitamin K pun tidak baik. pemulihannya pun akan segera cepat terjadi.

Bayi belum memiliki tubuh yang berkembang dengan baik sehingga hal ini dimungkinkan terjadi. Jika dibiarkan bisa menyebabkan kecacatan saat tumbuh dewasa bahkan kematian. Perdarahan Akibat Defisiensi Vitamin K (PDVK) Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Vitamin K1 adalah bentuk dasar dari vitamin K.indikasi penyakit bawaan atau karena guncangan dari orang tuanya saat menggendong. Terjadi masalah pada bayi ini hendaknya dikonsultasikan terus dengan dokter anda. vitamin K3 (menadione). Dokter tetap akan memberikan vitamin K ini agar penyakit sukarnya pembekuan darah dapat diobati. Akibat defisiensi vitamin K juga bisa terjadi pendarahan pada bayi. Ada tiga macam yaitu vitamin K1 (phytonadione). vitamin K2 (menaquinone). Bentuk-bentuk Vitamin K Diketahui juga diawal bahwa bentuk-bentuk vitamin K ini ada berbagai macam. Jika terjadi pada otak. Vitamin K2 merupakan vitamin yang . maka bentuk otak akan membenjol. Jika terjadi pada kulit. Terdapat langsung pada sayuran hijau. otak. Untuk itulah pemberian vitamin K pada bayi sangat diperlukan. maka kulit akan berwana keunguan atau kecoklatan. saluran pencernaan pun bisa mengalami pendarahan. Tanda-tandanya jika saluran pencernaan mengalami pendarahan adalah adanya muntah darah atau berak darah. Bisa terjadi begitu saja. pendarahan pada bayi bisa disebabkan banyak hal. bayi terus menerus menangis disertai muntah-muntah. Jangan sampai anda membiarkan masalah pada bayi anda hingga berlarut-larut. Atau bayi mengalami penyakit sukarnya pembekuan darah. Kemudian organ seperti mata. Karena bayi yang ditarik dari rahim dan pemotongan tali pusar atau plasenta pastilah mengalami pendarahan.

Dari struktur kimia vitamin K tersebut. Suntikan diberikan pada paha kiri bayi secara intra muskular. Untuk itu jagalah ibu hamil serta masa persalinan dan bayi serta balita anda untuk tumbuh kembang sehat serta terhindar dari berbagai macam jenis kecatatan fisik maupun mental serta jauh dari penyakit. Dengan demikian. Untuk lokasi yang jauh dari rumah sakit atau bidan pun tetap harus diberikan suntikan vitamin K agar mengurangi angka kematian pada bayi dan kecatatan. Kemudian tanda vital bayi di periksa untuk mengetahui adanya efek akibat pemberian vitamin K1 ini setelah 1 jam pemberian obat. Cara Pemberian dan Dosis Vitamin K Untuk pemberian vitamin K pada bayi yang baru lahir adalah dengan cara suntikan. Walaupun vitamin K3 sudah jarang digunakan dalam suntik bayi karena yang digunakan sekarang adalah suntik vitamin K1 pada bayi. pentingnya pemberian vitamin K pada bayi sudah anda ketahui. dengan ukuran 1 ml dan masukkan dosis 1 mg vitamin K1. Artikel ini dimaksudkan agar semakin banyak yang paham bahwa makanan sehat bervitamin penting bahkan sejak bayi. Sedangkan vitamin K3 merupakan vitamin K sintesis atau merupakan penambahan dari bentuk vitamin K karena sengaja dibuat untuk kebutuhan bayi. Kemudian disinfeksi dilakukan dengan alkohol 75% seperlunya. Diberikan biasanya setelah 1 jam setelah melahirkan. vitamin K3 adalah vitamin K yang memiliki struktur kimia paling sederhana.dibentuk secara normal bersama bakteri di dalam usus. Perlu diperhatikan cara pemberian ini mintalah dokter atau bidan yang melakukannya. . Cara pemberiannya yaitu disediakan 1 injeksi suntik baru. Untuk itu vitamin K suntik dosis 10 mg/1 ml.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful