MODUL PELATIHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

MITRA CITRA REMAJA PERKUPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA JAWA BARAT 2013

1

Mitra Citra Remaja (MCR) – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat 2013 Pusat Informasi Pendidikan Layanan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Wisma PKBI Jawa Barat Lt.3 Jalan Soekarno Hatta 496, Bandung, Indonesia Hotline 022 7069 7997 Sms : nama (spasi) umur (spasi) Jenis kelamin (spasi) sekolah Fb : mcrpkbi@yahoo.com ; Twitter : @mcrpkbi Email : mcrpkbi@yahoo.com

2

PENDAHULUAN A. Latar Belakang PKPR merupakan Pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Singkatnya, PKPR adalah pelayanan kesehatan kepada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien. Tujuan PKPR adalah untuk mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas. Salah satu strategi pelaksanaan dan pengembangan PKPR di Puskesmas adalah dengan penyertaan remaja secara aktif. Puskesmas memilih perwakilan kelompok remaja laki-laki dan perempuan yang dapat “bersuara“ mewakili Puskesmas untuk informasi penyediaan pelayanan kepada sebayanya dan sebaliknya mewakili sebayanya meneruskan keinginan, kebutuhan, dan harapannya berkaitan dengan penyediaan pelayanan. Puskemas meminta bantuan dari Mitra Citra Remaja sebagai youth center yang menangani masalahmasalah remaja untuk memberikan pelatihan-pelatihan tersebut dan membantu para calon kader agar mampu mengemban tugas yang nantinya mereka akan jalani sebagai kader puskesmas. Bentuk kerja sama tersebut juga berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh MCR-PKBI Jabar sebagai pusat pelayanan informasi kesehatan reproduksi remaja yaitu untuk meningkatkan kontribusi terhadap kondisi kesehatan reproduksi remaja di Bandung, dan salah satu strategi yang digunakan oleh MCR-PKBI Jabar dalam melaksanakan programnya adalah memberdayakan fungsi sekolah, keluarga, pemerintah serta LSM lainnya agar berperan dalam memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya pelaksanaan pelatihan dan pembentukan kader puskemas ini diharapkan dapat melibatkan remaja secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pelayanan. Ide dan tindak nyata mereka akan lebih mengena dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan karena mereka mengerti kebutuhan mereka, mengerti “bahasa” mereka, serta mengerti bagaimana memotivasi sebaya mereka. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai konselor sebaya. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu: a) Memahami kesehatan remaja b) Melaksanakan konseling kepada teman sebayanya c) Menerapkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
3

Proses Pembelajaran 1. dan perlengkapan permainan. 7. Metode Presentasi dan diskusi. Tumbuh Kembang Remaja Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. C. 9. dan sosial. Menjelaskan karakteristik perkembangan fisik remaja terutama masalah pubertas. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan problematika yang dihadapi oleh remaja. 4. lembar kerja. Perwakilan dari tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain (15 menit). 6. 10. 3. (15 menit). Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan problematika remaja yang berhubungan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. 2. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang masa remaja dan problematikanya. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas 4 . Alat Pendukung Lembar bacaan. Waktu 120 menit. Menjelaskan karakteristik perkembangan psikis remaja. (15 menit). Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain. (5 menit). Menjelaskan problematika yang pada umumnya dihadapi oleh remaja. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. B. (15 menit). karton putih. 5. d. c. b. Fasilitator melaksanakan pre test kepada peserta. Menjelaskan karakteristik perkembanganan sosial remaja. (15 menit) 11. spidol. alat bantu visual.MASA REMAJA A. psikis. (5 menit). Lembar Bacaan 1. 8. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan mengenai tumbuh kembang remaja. G. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. (10 menit). Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan tema yang berkaitan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. (15 menit). F. Fasilitator membagi peserta menjadi tiga kelompok menjadi kelompok perkembangan fisik. (10 menit). D. E.

Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. Berdasarkan ciri-ciri perkembangannya. c) Menurut Schneider. Hurlock (dalam Retnowati) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis. mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. kebutuhan khas yang dimiliki remaja sesuai dengan perkembangannya adalah sebagai berikut:  Kebutuhan akan identitas diri  Kebutuhan akan individualitas/ privacy  Kebutuhan akan kemandirian 5 . Menurut Thornburgh (dalam Retnowati). dll. Oleh sebab itu remaja membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih dewasa dalam memberi batasan tentang sejauh mana dia boleh “mencoba” dan dampak (resiko dan manfaat) dari setiap hasil “percobaan” tersebut. psikologis. batasan usia tersebut adalah batasan tradisional. kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Sebagaimana diketahui. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. bagaimanakah rasanya melakukan HUS (Hubungan Seks) itu. 1991). sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa (Steinberg. apakah Tuhan itu ada. maka akan tercapai kepuasan. Remaja merupakan periode transisi (biologi. 1993). dalam setiap fase perkembangan. karena: 1) Seringkali melibatkan beberapa hal yang vital dan mendasar seperti. 2) Seringkali dikaitkan dengan karateristik remaja lain yaitu kebutuhan akan kemandirian yang mendorong ke arah tindakan untuk membuktikan rasa ingin tahunya. emosional sosial dan fisik (Hurlock. maka secara umum remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan (dalam Herdiansiska & Wardhani:2000): a) Rasa ingin tahu yang besar Rasa ingin tahu ini bisa jadi membahayakan. individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. yaitu antara 13 hingga 18 tahun. termasuk pada masa remaja. sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. Remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa. b) Rasa ingin tahu dan kebutuhan akan kemandirian tersebut mendorong remaja ke arah kematangan. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental.ketidakselarasan. Akan tetapi. Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. jika rasa ingin tahu ini tidak di jaga dalam batasan tertentu yang tidak dapat dikuasainya akan membawanya kepada pengetahuan yang sebenarnya emosional belum siap diterima remaja.

dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. Pada usia tersebut. 6 . namun pada remaja kebutuhan ini sangat menonjol dan seringkali menjadi sumber permasalahan dengan lingkungan karena lingkungan kurang memahami kebutuhan khas remaja ini. iklim. Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik. dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun.Meskipun kebutuhan ini juga dimiliki oleh individu dalam tahap perkembangan selanjutnya. yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin. Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. Menurut Mussen dkk (dalam Retnowati) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun. tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. rangsangan dari lingkungan. tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut (dalam Retnowati): a) Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis b) Mencapai peran sosial maskulin dan feminin c) Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif d) Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya e) Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi f) Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja g) Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga h) Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara i) Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial j) Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Retnowati). Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi. a) Perkembangan Fisik Menurut Imran (dalam Retnowati) masa remaja diawali dengan masa pubertas. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting. berlangsung cepat. 1989). drastis. sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian dalam Retnowati). Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder.

dimana daerah puting susu dan sekitarnya mulai membesar. Setahun sebelum suara pecah. aerola melebar. tampak sepanjang labia. jejaring payudara membesar dan menonjol membentuk payudara dewasa. Pada sepertiga anak remaja. Ejakulasi mulai terjadi pada usia 13-14 tahun. Puting susu dan aerola tampak menonjol dari jejaring sekitarnya. rambut badan. ditandai dengan keluarnya mukus cair dari lubang penis setelah penis memanjang. penyebaran mencapai bagian medial paha. stadium ini terjadi pada usia 10-12 tahun. Rambut ketiak. Tabel Stadium Pertumbuhan Rambut Pubis Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Bulu halus pubis tetapi tidak mencapai dinding abdomen. dimana penis mulai membesar. Pematangan seksual penuh remaja perempuan terjadi pada usia 16 tahun. Pengeluaran sekret vagina terjadi pada usia 10-13 tahun.Adanya perbedaan perubahan fisik antara perempuan dan laki-laki. papila menonjol. Pada usia 11-12 tahun. dapat dijelaskan sebagai berikut (Kementerian Kesehatan RI. Perkembangan payudara merupakan tanda awal dari pubertas. rambut ketiak dan badan mulai tumbuh pada usia 12-13 tahun. halus agak kehitaman atau sedikit keriting. 2) Remaja laki-laki Pertumbuhan pesat umumnya terjadi pada usia 12-13 tahun. tumbuhnya rambut badan bervariasi luas. mulai dari perut hingga ke dada. testis dan skrotum membesar. Tabel Stadium Pubertas pada Perempuan Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Stadium V Hanya berupa penonjolan puting dan sedikit pembengkakan jejaring dibawahnya. Keringat ketiak mulai diproduksi pada usia 12-13 tahun. disertai perluasan areola. jakun mulai tumbuh. Suara parau timbul saat usia 14-15 tahun. pertumbuhan rambut pubis terjadi sebelum tumbuhnya payudara. Rambuh pubis dewasa. kemudian rambut pubis mulai muncul. dan pertumbuhannya pada badan sangat bervariasi. karena berkembangnya kelenjar apokrin yang juga menyebabkan keringat ketiak mempunyai bau yang khas. Tabel Stadium Pubertas pada Laki-Laki 7 . puting susu dan jejaring payudara semakin menonjol dan membesar. Payudara mulai sedikit membesar di sekitar puting dan areola (daerah hitam di seputar puting). Perkembangan kelenjar keringat ketiak yaitu kelenjar apokrin meningkatkan produksi keringat di ketiak dan menimbulkan bau badan dewasa. Areola. kulit skrotum menjadi gelap dan rambut pubis mulai tumbuh. Rambut sudah semakin dewasa tetapi tidak ada pertumbuhan ke arah permukaan medial paha. kumis. Menstruasi terjadi pada usia 11-14 tahun. cambang dan jenggot pada usia 13-15 tahun. 2011): 1) Remaja Perempuan Pertumbuhan pesat umumnya pada usia 10-11 tahun. tetapi aerola dan puting masih belum tampak terpisah dari jejaring sekitarnya. terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik. Pertumbuhan rambut tipis panjang. Stadium matang.

tebal. 1993) • • • • • • • • • Pria Wanita Suara menjadi berat • Suara menjadi halus Dada membidang • Payudara mulai tumbuh dan berkembang Pertumbuhan otot yang pesat dbandingkan • Tumbuhnya rambut pubis di sekitar organ seks pertumbuhan rangka • Matangnya organ seks Tumbuhnya rambut pubis di bagian kelamin • Kulit menjadi halus Munculnya bulu-bulu di wajah seperti kumis • Bagian pinggul mulai membesar atau janggut • Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti Kulit menjadi kasar terutama bagian paha menstruasi dan lengan Peningkatan kelenjar keringat Matangnya organ seks Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti mimpi basah Pada masa pubertas akan muncul ciri-ciri sekunder yang biasanya dialami remaja yaitu menstruasi bagi remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja laki-laki (dalam Wahyudi S. Rambut mulai tumbuh di badan dan makin lama semakin banyak. Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara. perubahan permukaan kulit skrotum menjadi berwarna gelap. Rambut pubis dan sekitar penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. kepala penis menjadi lebih besar dan bewarna semakin gelap. Anak laki-laki akan sering mengalami ereksi tidak terkendali dan mimpi basah. Rambut pubis terdistribusi berbentuk segitiga terbalik. Kadang-kadang mulai timbul kumis. Siklus menstruasi dapat 8 . Hal ini tidak perlu dicemaskan karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar. Menstruasi umumnya mulai terjadi pada usia 8-13 tahun. Pada saat ini tinggi badan. Suara menjadi lebih dalam. Hal ini biasanya berlangsung kurang lebih 28 hari (antara 21 -35 hari). Jika sel telur tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh. Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Rambut daerah muka sudah mulai berhenti pertumbuhannya. 2000).Stadium I Stadium II Stadium III 10-11 tahun 12-13 tahun 13-14 tahun Stadium IV 14-15 tahun Stadium V 16 tahun Ukuran penis. Mulai terjadi ejakulasi pertama kali. Individu yang belum mengalami menstruasi di atas 17 tahun biasa dikatakan individu yang mengalami keterlambatan menstruasi pertama ( menarche). testis dan skrotum masi sama dengan anak-anak. besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran dewasa. Skrotum dan penis membesar. Lapisan ini terbentuk sebagai persiapan jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa. Rambut di lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. di samping juga rambut pubis dan lengan bawah. Perubahan pada masa pubertas (Steinberg. kasar dan keriting. Jarak satu haid ke haid berikutnya atau yang disebut siklus haid pada setiap perempuan tidak sama. mimpi basah. Pembesaran testis terus berlanjut. 1) Menstruasi Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium).

Pada saat hal ini terjadi maka kadang-kadang sebagian dari perempuan ada yang mengalami sakit perut (kram). Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormon estrogen dan progesteron sehingga kandungan hormon dalam darah jadi tidak ada. Estrogen dapat menghambat sekresi FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endomentrium yang robek. Dilihat dari prosesnya. seperti stres. pengobatan dan latihan olahraga. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase yaitu (Saktiyono. Sel folikel berkembang jadi Folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormon estrogen yang menrangsang keluarnya Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis. 9 . 2004): 1.dipengaruhi oleh kondisi tertentu. Menopause adalah saat berhentinya haid karena ovarium tidak bereaksi terhadap gonadotrofin hipofisis lagi. Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan Folicle Stimulating Hormone (FSH) dan merangsang folikel dalam ovarium. Pada masa remaja biasanya siklus ini belum teratur. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan mengkerut dan berubah menjadi corpus lutheum. Fase Ovulasi/ fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah menstruasi. Menopause terjadi pada usia 40-50 tahun. terutama pada awal haid namun setelah kurun waktu tertentu akan mejadi lebih teratur. Namun dari sekian banyak kepompong telur yang berhasil menjadi masak dan dikeluarkan (ovum matang) hanya 300-400 telur saja yang ditempuh perempuan selama masa reproduksinya (masa reproduktif) yang rata-rata 35 tahun panjangnya itu (kirakira 10-45 tahun). Corpus lutheum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek pada hari ke-28 dan terjadilah fase pendarahan/menstruasi. 4. maka ovulasi terjadi sebelum menstruasi maka mungkin saja terjadi kehamilan sebelum menstruasi pertama.000 saja pada kedua indung telur. Fase Pasca Ovulasi/ fase sekresi ditandai dengan corpus lutheum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormon estrogen dan progesteron pada hari ke-24 sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Dalam indung telur terkandung kira-kira 750.000 kepompong telur (folicle de Graaf) kemudian menyusut menjadi 400. serta dapat membuat hormon estrogen diproduksi kembali. 2. 3.

Jadi tidak dikotori bakteri atau kuman-kuman lain. Mulai dari yang ringan sampai yang terberat. kondisi tubuh yang menurun atau pengaruh hormon prostaglandin F2. Cairan menstruasi terdiri dari darah dan berbagai bagian jaringan dari selaput lendir rahim yang telah dilepaskan.Sumber: http://medicastore. tumor sekitar kandungan. Untuk yang berat ini lazim disebut Dismenorrhoe. 2) Mimpi basah Mimpi basah pertama terjadi pada remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. penyempitan pembuluh darah. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah. dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. Keadaan nyeri yang hebat yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid sekunder biasanya baru muncul kemudian yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. kista/polip. Nyeri haid ini normal namun nyeri haid ini dapat berlebihan bila dipengaruhi fisik dan psikis seperti stres. kurang darah. Nyeri haid primer timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu.com/image_news/clip_image002. 2. Nyeri haid dibagi dua jenis yaitu: 1. kadang-kadang terbentuk gumpalan kecil dari darah. berkisar setiap 2-3 minggu. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodik. Darah menstruasi tidak berbau dan bebas hama. Ketika testis mulai bereproduksi maka setiap hari testis memproduksi sperma. kelainan kedudukan rahim yang menetap.jpg Rata-rata pengeluaran darah selama haid antara 50-150 milimeter. Penyebabnya adalah penyakit seperti infeksi rahim. penyakit yang menahun. Baru jika cairan menstruasi terkena udara dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Bagian jaringan selaput lendir kadang-kadang dapat terlihat dalam darah haid sebagai jaringan kecil-kecil. Pada saat menstruasi remaja perempuan kadang mengalami rasa nyeri. 10 . Darah menstruasi tidak selalu cair. shock.

usia 11 . Menurut PKBI (dalam Wahyudi S. Setelah kencing. 2000). Jika tidak dikeluarkan melalui mimpi juga. misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Ereksi dapat juga terjadi ketika seseorang tidur. Darah ini mengisi jaringan berongga pada penis yang tersusun dalam tiga silinder panjang.Jika produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnya dengan cara sanggama atau masturbasi) maka air mani akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur melalui mimpi. hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. Pada masa pubertas. Menurut Bourgeois dan Wolfish (dalam Wahyudi S. sebaliknya harus merasa bersyukur karena itu merupakan salah satu tanda akil baligh dan tanda bahwa organ reproduksinya sudah mulai berfungsi. Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar sembilan puluh menit sekali selama tidurnya di malam hari. Remaja laki-laki tidak perlu merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah. kandung kemih akan terisi air seni secara perlahan-lahan. seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya. artinya sudah dapat mempunyai keturunan. takut. Tekanan darah ekstra itu pada dinding penis sebelah dalam merupakan “kemantapan” yang disebut dengan ereksi. 2000) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya. termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. Setelah laki-laki bersangkutan bangun dari tidurnya ereksi ini akan segera menghilang. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini. Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. Kemudian darah ekstra dikirim ke daerah panggul. Kadang-kadang salah satu ereksi yang terjadi dibarengi dorongan untuk kencing sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh. letih atau sedih. rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lenyap. Tubuh dapat mengagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit. Selama masa remaja. marah. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi refleks yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa rangsangan fisik atau mental. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. Terkadang tekanan pada prostat merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjelang subuh setiap pagi hari. Meskipun demikian. Di akhir masa remaja. sehingga penis tetap dipenuhi darah. 2000) secara fisik. Pada malam hari. sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk dalam Wahyudi S.

Pada masa remaja. sebelum wanita berusia 20 tahun secara fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin. karakter diri.reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai (dalam Herdiansiska & Wardhani. sikap. seperti bahagia. budaya. Sikap remaja terhadap body imagenya bisa positif ataupun negatif. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam . 2000). Ada bagian yang mereka sukai dan yang ingin mereka rubah. dll akan membuat remaja memiliki konsep diri yang buruk. Hal ini meliputi kemampuan. keluarga. Sebaliknya penilaian yang negatif seperti nakal. Keadaan ini akan mempengaruhi konsep dirinya yang positif atau negatif. 1) Perkembangan Konsep Diri (Kepribadian) Body image terkait dengan konsep diri (bagaimana seseorang menggambarkan dirinya) dan harga diri (bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya). tujuan hidup. trait. supel) akan mampu meningkatkan konsep diri dan kepercayaan dirinya. maka konsep diri yang buruk atau perasaamn rendah diri akan dimiliki remaja. Penilaian sosial yang positif seperti (cerdas. b) Perkembangan Psikis Ketika memasuki masa pubertas. bodoh.  Suasana hati yang sedang dihayati remaja. b. Sampoerno dan Azwar (dalam Wahyudi S.  Bayangan subjektif terhadap kondisi tubuhnya. sekolah. dan perasaan-perasaan dalam diri kita. Selain itu. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. Konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. Bagaimana kita mengetahui dan mengendalikan dorongan. Penilaian sosial. berisi evaluasi terhadap bagaimana remaja menerima penilaian lingkungan sosial terhadap dirinya. setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa. sedih atau risau. 2000) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. a. Tetapi banyak juga yang tidak terlalu perduli dengan tampilan tubuhnya. kebutuhan. agama. dan penampilan diri. pengaruh media massa. teman sebaya. 12 . Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. Konsep diri yang positif akan dimiliki remaja bila ia merasa puas (menerima) dengan keadaan fisiknya. Penilaian diri berisi pandangan dirinya terhadap:  Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri. Sebaliknya bila ia merasa tidak puas dan menilai buruk. Misalnya. kebutuhan.

13 . Tidak ada upaya yang dilakukan untuk merumuskan siapa dirinya) -/√ Mereka yang termasuk dalam status identitas ini biasanya tergolong orang yang pasif namun juga sulit untuk menerima masukan dari orang lain dan tidak mempunyai nilai-nilai yang kuat dianut untuk meneguhkan jati dirinya. terdapat dua hal yang menjadi patokan dalam merumuskan identitas yaitu crisis&commitment. Mereka ini juga biasanya akan mudah membangun relasi kemitraan.  Kesediaan menerima dan menjalankan peran jenis kelamin (tergantung konteks sosial masing-masing). 2000).  Orientasi seksual yang selaras dengan norma sosial (heteroseksual). Sebagian besar remaja termasuk dalam status identitas ini. misalnya perempuan kodratnya harus mengalami menstruasi. Identitas jenis kelamin juga termasuk pada:  Kesediaan menerima dan merasa puas dengan jenis kelaminnya dan kodratinya. Salah satu identitas yang diharapkan dalam masa remaja adalah identitas jenis kelamin. melahirkan. Orang dengan status identitas jenis ini biasa akan merasa kesulitan jika menghadapi suatu perubahan. dan menyusui. Menurutnya orang harus mengalami krisis terlebih dahulu sehingga mendesak orang tersebut untuk melakukan ekplorasi dan baru kemudian menemukan siapa dirinya. Konsep Status Identitas dari James Marcia Status Identitas Crisis Commitment Foreclosure (mereka yang sudah menemukan (commited) identitas tanpa melalui suatu krisis) Pembentukan identitas pada kelompok ini biasanya lebih √ ditentukan oleh orang dewasa dengan aturan-aturan/ normanorma dan mereka bersedia menerimanya tanpa adanya suatu pergolakan yang berarti. Diffusion (mereka yang sedang mengalami krisis atau tidak sama sekali dan belum mengambil keputusan. Moraturium (mereka yang sedang mengalami krisis dan belum mengambil keputusan) Kelompok ini biasanya terus melakukan eksplorasi dengan √ melakukan banyak aktivitas-aktivitas atau mencoba-coba berbagai hal tanpa mempunyai kejelasan arah atau tujuan yang akan di raih. mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi sehingga tidak mudah tersinggung jika dikritik. hamil. hal yang lebih penting bagi remaja adalah menemukan dalam konteks kelompok mana dirinya bisa tampil dan menjadi sesuatu. Achievement (mereka yang sudah mengalami krisis dan sudah mengambil keputusan atau menentukan siapa dirinya) Orang-orang yang termasuk dalam status identitas ini biasanya √ √ mandiri.2) Perkembangan Identitas Remaja Dalam perkembangan identitas ini selain mempertanyakan siapa dirinya. Identitas atau jati diri remaja tergantung bagaimana dan pada kelompok mana dia bermakna dan dimaknakan. Menurut James Marcia (dalam Herdiansiska & Wardhani.

Kritis Segala sesuatu harus rasional dan jelas sehingga remaja cenderung mempertanyakan kembali aturan-aturan yang diterimanya (termasuk norma agama). Rasa ingin tahu yang kuat Perkembangan intelektual pada remaja meransang adanya kebutuhan atau kegelisahan akan sesuatu yang harus diketahui atau dipecahkan.Namun demikian idealnya peran jenis kelamin ini diharapkan tidak membatasi kesempatan salah satu jenis kelamin dalam aktualisasi dirinya serta mensubordinasi salah satu jenis kelamin dan meninggikan jenis kelamin lainnya. cemburu.  Imagery Audience 14 . dll). Jalan pikiran egosentris ini berkaitan dengan:  Menentang pendapat yang berbeda Cara pikir yang kritis dan egosentris menyebabkan remaja cenderung sulit menerima pola pikir yang berbeda dengan pola pikirnya. Jenis-jenis emosi sudah lebih bervariasi perbedaan antara emosi satu dengan yang lainnya semakin tipis. c. Kondisi emosional biasanya berlangsung cukup lama sampai pada akhirnya kembali ke keadaan semula. Bahkan ada kalanya emosi bercampur baur sehingga sulit dikenali oleh dirinya sendiri. Selain itu juga muncul emosi-emosi yang bertentangan (misal: benci dengan sayang) dalam satu waktu. hal ini terkait dengan perkembangan konsep dirinya. e. c. 4) Perkembangan Kognitif Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. Ia harus dapat memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan menyelesaikannya dengan mengambil banyak faktor sebagai landasan pertimbangannya. Akibatnya remaja mudah tersinggung dan merasa malu. Remaja harus mampu mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggung jawabkannya. 3) Perkembangan Emosi Ciri-ciri perkembangan emosi pada remaja: a. Keingintahuan yang kuat ini biasanya beriringan dengan kebutuhan bereksplorasi terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. Mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang. b. d. umumnya remaja menampilkan tingkah laku: a. yaitu keadaan sebelum munculnya suatu keadaan emosi. Emosi lebih mudah bergejolak dan biasanya diekspresikan secara meledak-ledak. Remaja umumnya sangat peka terhadap cara orang lain memandang mereka. b. Berkaitan dengan perkembangan kognitifnya. kemmampuan kognitif remaja berada pada tahap formal operasional. Jalan pikiran egosentris Remaja kembali memusatkan perhatiannya dan pikirannya pada hal-hal yang ada dipikirannya. cinta. Hal ini menyebabkan remaja bingung dengan emosinya sendiri. Segala sesuatu masih dilihat dari sudut pandangnya.

sekolah. penampilan. Berikut ini adalah uraian khas tentang perkembangan sosial remaja yaitu: a. emosi.Remaja menjelaskan ia selalu diperhatikan atau menjadi pusat perhatian orang lain. Problematika Remaja Menurut Edward V. tugas dan nilai-nilai. Ini dapat menjadi berbahaya. penyesuaian sosial. 15 . secara psikologis dikatakan bermasalah jika ia mendapat hambatan atau halangan dalam mencapai tujuannya. yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. Personal Fabels Remaja merasa dirinya sangat unik dan berbeda dari orang lain. kondisi fisik. karena misalnya ketika remaja mulai mencoba-coba sesuatu seperti obat terlarang ia akan merasa yakin bahwa dia tidak akan menjadi ketagihan seperti orang lain. Menurut Hurlock (dalam Retnowati) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. Sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. Hal ini menyebabkan remaja sangat terpengaruh oleh penampilan fisiknya dan dapat mempengaruhi konsep dirinya. Daubner (dalam Herdiansiska & Wardhani. Bertambahnya wawasan sehingga remaja lebih memiliki penilaian yang lebih baik serta lebih bisa mengerti orang lain. Bagi remaja penerimaan dari teman sebaya merupakan sesuatu yang sangat berarti. d. Remaja cenderung memilih kelompok teman sebaya sebagai wadah interaksi yang dirasa paling sesuai dengannya. Adanya keinginan dari dalam dirinya untuk menjadi mandiri. dari keluarga meluas ke lingkungan teman sebaya. Salah satu bentuk kemandirian itu adalah dengan mulai melepaskan diri dari pengaruh orang tua dan ketergantungan secara emosional pada orang tua sehingga orang tua dan remaja seringkali bertentangan karena perbedaan nilai yang dimiliki mereka masing-masing. Remaja juga mengembangkan kemampuan sosial yang mendorongnya lebih percaya diri dan aktif dalam aktivitas sosial. 2. 3. atau ketika ia frustrasi dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Perkembangan Sosial Pada masa remaja mulai terjadi perluasan area sosial. b. 2000). Tingkah laku atau norma/ aturan-aturan yang dipegang umumnya banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya. yaitu: a) Masalah pribadi. d. c. Remaja mulai memiliki keinginan untuk berelasi dengan lawan jenis (keinginan untuk berpacaran). Perubahan dalam perilaku seksual terutama dalam hubungan heteroseksual. Hambatan ini dapat berasal dari dalam dirinya atau lingkungannya.

Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. penyalahgunaan obat-obatan. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. kehilangan harga diri. separation. dan mengalami gangguan emosional. remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. Akibatnya timbul perasaan terasing. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal. Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Menurutnya. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. depresi dan bunuh diri. Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapai kemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. absurditas. Elkind dan Postman (dalam Retnowati) menyebutkan tentang fenomena akhir abad dua puluh. maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). antara lain: a) Keluarga tidak utuh (broken home by death. malu. kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah c) Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) d) Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga. seperti masalah pencapaian kemandirian. 16 . keputusasaan. Bellak (dalam Retnowati) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. divorce ) b) Kesibukan orangtua. Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan.b) Masalah khas remaja. keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis.

yaitu pertama. menjadi anak angkat. TV. berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. narkotika. Majalah. tontonan. dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. dan lain sebagainya. dan lain sebagainya. kehilangan orang tua. a) Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai b) Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai c) Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai d) Kesejahteraan guru yang tidak memadai e) Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. muatan agama/budi pekerti yang kurang f) Lokasi sekolah di daerah rawan. Kriteria dari kedua faktor tersebut. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. yaitu: a) Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu b) Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga c) Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek d) Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak e) Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak f) Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak g) Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain h) Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten. faktor kerawanan masyarakat dan kedua.Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas. dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan 17 . antara lain. kontrol yang tidak cukup i) j) Kurang stimuli kongnitif atau sosial Lain-lain. dirawat di rumah sakit. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). obat-obatan terlarang lainnya 3) Pengangguran 4) Anak-anak putus sekolah/anak jalanan 5) Wanita tuna susila (WTS) 6) Beredarnya bacaan. antara lain: a) Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 1) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari 2) Peredaran alkohol. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut. Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik.

4) Anak segan berkomunikasi dengan orang tua karena kurangnya bahasa penerimaan orang tua terhadap pengungkapan pikiran/ perasaan/ pengalaman remaja. 5) Cara mendidik yang salah dari orang tua. Masalah tersebut dapat berupa kesulitan berkomunikasi. dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yangmelakukannya masuk penjara. 6) Perbedaan cita-cita atau keinginan serta kebutuhan antara orang tua dan anak. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang (Kartono. narkotika dan zat aditif lainnya 2) Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal 3) Kebut-kebutan 4) Pencurian. Faktor-faktor penyebab kesulitan komunikasi dengan orang tua ini adalah: 1) Perbedaan norma. perampasan. pengompasan. 3) Ketidaksepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik atau mendisiplinkan anak. 18 .7) Perumahan kumuh dan padat 8) Pencemaran lingkungan 9) Tindak kekerasan dan kriminalitas 10) Kesenjangan sosial b) Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 1) Penyalahgunaan alkohol. Masalah yang sering paling ditemui adalah kesulitan hubungan remaja dengan orang tua mereka. perampokan 5) Perkosaan 6) Pembunuhan 7) Tindak kekerasan lainnya 8) Pengrusakan 9) Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. 2000): a) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan rumahnya. 2) Kemerosotan wibawa orang tua karena perbuatan orang tua bertentangan dengan peraturan yang dibuatnya sendiri. sudut pandang dan pola pikir yang dianut orang tua dan remaja. merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja. Masalah umum pada remaja merupakan masalah yang dialami remaja berkaitan dengan tumbuh kembangnya sebagai berikut (dalam Herdiansiska & Wardhani. Kenakalan remaja atau juvenile deliquency adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. 2003). sehingga komunikasi kurang terjalin. penodongan. Hurlock (1991) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja.

suasana hati berubah-ubah). g) Masalah pekerjaan (pilihan pekerjaan. penerimaan oleh teman sebaya. penampilan (berat badan. tawuran. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang. pacaran backstreet.  Harga diri: bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya. naksir. 19 . tindak kriminal dan lain-lain. relasi dengan guru. h) Nilai-nilai (moral.  Formal operasional: tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. pengangguran). sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa. jerawat. kesesuaian dengan jenis kelamin).  Konsep diri: bagaimana seseorang menggambarkan dirinya. Misalnya: menggunakan obat-obatan terlarang. Anak-anak dari keluarga broken home merupakan anak-anak dengan kesulitan tersendiri.  Mimpi basah: pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah pada saat tidur melalui mimpi. psikologis.  Pubertas: masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). Kondisi tertekan ini dapat menimbulkan kompensasi tingkah laku sebagai cara remaja menyalurkan beban/ ketegangan emosi. pacaran. bau badan.  Information overload: pemasukan informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti.  Kenakalan remaja (juvenile deliquency) : perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. d) Kondisi fisik (kesehatan atau latihan). c) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekolah seperti rangking. melakukan perilaku seksual beresiko.b) Masalah keretakan keluarga.  Dismenorrhoe: nyeri haid pada wanita yang sudah berat. Glosarium  Adolescere: tumbuh menjadi dewasa. e) Emosi (temperamen yang meledak-ledak. sulit bergaul. kegiatan ekstrakurikuler. sulit punya pacar dan lain-lain. f) Penyesuaian sosial (minder. Masalahmasalah seperti perceraian orang tua dan penyelewengan orang tua menjadi masalah yang sulit bagi remaja karena remaja kehilangan orang yang menjadi pengayom atau panutan bagi dirinya. ciri-ciri daya tarik. peran pemimpin).  Menstruasi: peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). i) Masalah yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis (heteroseksual) seperti putus pacar. H.  Remaja: periode transisi (biologi. penyalahgunaan obat-obatan. dan hubungan seksual).

Sains: Biologi SMP 3. (8 Maret 2012) Saktiyono. (2011). & Wardhani.K. Adolesence. (2004). Bandung: PKBI Jawa Barat Hurlock. Wahyudi S. (2000).id/ url?sa=t&rct=j&q=remaja%20dan%20permasalahanya&source=web&cd= 6&ved=0CEIQFjAF&url= http%3A% 2F%2Fsofia-psy.ac.t). L. United Stated of America: Mc-Graw Hill. S.staff. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan.google.ugm. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Retnowati. Psikologi Perkembangan – Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. [Online]. E. Modul 6: Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. (2000). (1989) Psikologi Remaja. Inc.id%2Ffiles%2Fremaja_dan_ permasalahannya. W. (1991). E. Sumber Herdiansiska.I. Jakarta: Esis-Erlangga Sarwono. Sarlito. Bandung: PKBI Jawa Barat 20 . Remaja dan Permasalahannya. (t. R. Y. Jakarta: Erlangga. (3rd ed). (1993). Jakarta: Raja Grafindo Persada Steinberg.co. Kementerian Kesehatan RI. B. Tersedia: http://www.doc&ei=-sliT7PMDM3KrAflmbm9B w&usg=AFQjCNHq_a8bqOhg7j JImY51Q9y8VnL_LA.

(5 menit). Alat Pendukung Lembar bacaan. e. Menjelaskan fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. (15 menit). Proses Pembelajaran 1. E. dan Permainan. Diskusi. Metode Presentasi. 3. 4. d. Menjelaskan personal hygiene. Para kader diminta untuk memilih kertas bertuliskan nama-nama alat reproduksi atau fungsi alat reproduksi yang sudah tersedia dan menempelkannya di alat bantu visual alat reproduksi (20 menit). Menyebutkan alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. C. dan hubungan seksual. Menjelaskan aktivitas seksual yang berisiko. f. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. 21 . c. D. aktivitas. Menjelaskan dan menyebutkan perilaku. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang kesehatan reproduksi. F. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. 2. Waktu 120 menit. Menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. alat bantu visual. b. Fasilitator membagi para kader menjadi dua kelompok. dan perlengkapan permainan.LAMPIRAN LEMBAR KERJA Perkembangan Fisik Perkembangan Psikis Perkembangan Sosial KESEHATAN REPRODUKSI A. Fasilitator melaksanakan pre test kepada para kader. (5 menit). Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. B.

Lembar Bacaan 1. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. aktivitas dan hubungan seksual (15 menit). Tiap kelompok di minta mencari kata-kata tersembunyi yang berkaitan dengan aktivitas seksual (15 menit). (5 menit). Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. Anatomi fungsi alat reproduksi Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Di ujung glans terdapat tempat keluarnya air seni (kencing) dan air mani (cairan kental yang warnanya seperti susu encer. Alat reproduksi laki-laki bagian luar. merupakan selaput pembungkus testis yang meripukan pelindung testis serta mengatrur suhu yang sesuai bagi spermatozoa. Fasilitator menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. a) Alat reproduksi laki-laki Sumber: http://gurungeblog. 10. 7. 8. (15 menit). 9.jpg Alat reproduksi laki-laki terdapat di bagian luar dan dibagian dalam tubuh. Fasilitator menjelaskan mengenai anatomi fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan dan personal hygiene. yang terdiri dari: 1) Zakar/Penis. Fasilitator menjelaskan mengenai perilaku.com/2008/11/anatomi_pria. berisi sperma) 2) Kantung Zakar/scrotum.wordpress. (10 menit).files. G. Alat reproduksi laki-laki dan perempuan berbeda. Bentuknya seperti kantung berisi 2 butir pelir (buah zakar). bentuknya bulat panjang seperti batang. dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh. Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan.5. diperut bagian bawah yang terdiri dari : 22 . 6. ujungnya sedikit lebih besar dan bulat (disebut glans) dan sangat peka karena didalamnya banyak terdapat serabut saraf. (15 menit). terletak dibawah pangkal penis. Alat reproduksi laki-laki bagian dalam tidak telihat karena terletak didalam tubuh.

a. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut dengan tubulus seminiferus. b. Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma. c. Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis. d. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang berisi nutrisi untuk menghidupi sperma. e. Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. f. Saluran kencing/urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi, jalan bagi air seni dan air mani menuju ke lubang diujung glans. Saat air mani keluar, secara otomatis katup air seni menutup. b) Alat reproduksi perempuan

Sumber: http://www.happylife.lk/kb/sites/default/files/untitled.bmp http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg Alat reproduksi perempuan terdapat dibagian luar dan dibagian dalam tubuh. Alat reproduksi perempuan bagian luar dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh terdiri dari : 1) Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan/keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara. 2) Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:  Bibir luar kemaluan/labia mayora merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luar dan membatasi vulva.  Bibir dalam kemaluan/labia minora merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. 3) Kelentit/clitoris, merupakan bagian yang paling peka karena mengandung banyak serabut saraf.
23

4) Mulut vagina, sebagai penghubung alat reproduksi perempuan bagian luar dengan bagian dalam. 5) Selaput dara/hymen, merupakan lipatan mukosa mengelilingi vagina, hampir menutupi vagina dengan lubang kemaluan, biasanya ditengah, untuk keluarnya darah dan cairan lain. Alat reproduksi perempuan bagian dalam, tidak terlihat karena terletak didalam tubuh dan terlindungi oleh rongga panggul, yang terdiri dari : 1) Indung Telur/ovarium, berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Masing-masing berisi ribuan sel telur atau benih perempuan. Setiap bulan, satu sel telur yang sudah matang dilepaskan ke saluran falopi saluran telur. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti:  Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan sel telur.  Progesteron yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan. 2) Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium. 3) Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae. 4) Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 5) Oviduct merupakan salurang panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 6) Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah sederhana dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai tiga macam lapisan dinding yaitu:  Perimetrium yaitu lapisan yang terluar dan berfungsi sebagai pelindung uterus.  Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.  Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila terjadi pembuahan maka dinding endomentrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. 7) Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai lahir rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. 8) Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervix dan sampai pada vagina, serta jalan keluar bagi darah haid, bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina.
24

2. Personal Hygiene a) Pengertian

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejathteraan fisik dan psikis. Tujuan personal hygiene antara lain: 1) Meningkatkan derajat kesehatan 2) Memelihara kebersihan diri 3) Memperbaiki personal hygiene 4) Pencegahan penyakit 5) Meningkatkan percaya diri 6) Menciptakan keindahan b) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene 1) Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan dirinya misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli pada kebersihannya. 2) Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. 3) Status sosial-ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4) Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasian penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 5) Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 6) Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain. 7) Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawt diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. c) Bagian-bagian tubuh yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene  Secara umum 1) Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari. 2) Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus. Selain dengan air, dapat digunakan benda-benda lain seperti kertas pembersih (tissue), pasir dan kayu.
25

Jika memakai pembalut sekali pakai. b. hanya mungkin tubuh agak terasa demam sehingga lebih baik menggunakan air hangat. Badan terasa kurang segar pada saat haid karena tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak serta getah-getah tubuh lainnya. Oleh karena itu kebersihan vagina harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. 3. Menyeka kelamin dari depan ke belakang. 26 . Tidak menggunakan sabun atau produk berparfum. terlebih dahulu rendam memakai sabun pada tempat tertutup. Jangan masukkan jari ke vagina atau dubur. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum dicuci. Hal ini disebabkan adanya peregangan-peregangan (kontraksi) pada otot rahim. penggunaan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah mandi dan buang air kecil. h. Mencatat siklus haid agar dapat mendeteksi adanya gangguan. d. Jadi remaja puteri sebaiknya tetap mandi dan keramas seperti biasa. 4) Dianjurkan untuk mencukur/merapikan rambut kemaluan karena rambut kemaluan bisa ditumbuhi sejenis jamur atau kutu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa gatal. Jangan memainkan/ mengorek-ngorek kelamin bila lecet/ putih. 5. f. Tidak melakukan penyemprotan pada vagina (douching). 2. Pakailah celana dalam dari bahan katun dan menyerap keringat. Pilihlah pembalut yang daya serapnya tinggi. Tidak memasukkan benda asing dalam vagina. 6. g. lalu di buang ke tempat sampah.  Secara khusus 1) Perempuan a. sehingga tetap bisa merasa nyaman selama menggunakannya. 4. Untuk menjaga kebersihan.3) Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci vagina/penis. Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul. sehingga permukaan vagina tidak lembab maupun basah yang mudah sekali menjadi tumbuhnya bakteri dan kuman c. i. Pada saat haid. 5) Menghindari celana ketat bagi perempuan dan laki-laki. Memeriksa ada atau tidak benjolan pada payudara minimal 1x/bulan setiap setelah selesai menstruasi. Celana yang terlalu ketat menyebabkan permukaan vagina/penis menjadi berkeringat. pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. e. Hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri pada saat haid adalah: 1. sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dibungkus.

2) Laki-laki a. Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma (cairan dari kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih. Ikan dan ayam lebih cocok serta minum air putih yang banyak serta perbanyak mengonsumsi karbohidrat agar tubuh tidak menjadi lemah. hal ini menyebabkan timbulnya keluhan nyeri perut dan lainnya. pemakaian pembilas vagina yang berlebihan. Penis dicuci dengan air dan sabun lembut minimal sehari sekali. Jika tidak di sunat. hijau atau kuning. sangat gatal atau disertai nyeri perut bagian bawah. celana yang tidak menyerap keringat dan penyakit menular seksual. Contoh aktivitas seksual yang dapat menimbulkan resiko antara lain: a) Melakukan hubungan seksual sebelum menikah/ seks pra nikah.7. b. d. kehamilan yang tidak diinginkan (KtD) atau terpaksa dikawinkan. harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin. keagamaan. Pada waktu haid. Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis sehingga dapat menghambat produksi sperma. Oleh karena itu. jangan lupa mengeringkan dengan handuk untuk mencegah timbulnya jamur. c. Keputihan yang abnormal bewarna putih. air di dalam tubuh lebih banyak. Aktivitas Seksual Berisiko Aktivitas seksual dapat menimbulkan risiko yaitu infeksi menular seksual dan HIV AIDS. tertular atau menularkan IMS/ISR. Keputihan juga bisa timbul karena pengobatan hormonal. pemeriksaan dalam yang tidak benar. 27 . Cuci tangan sebelum dan sesudah BAK. pemeriksaan yang tidak hiegenis dan adanya benda asing dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang abnormal. Sesudah membersihkan. berbau. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan keperawanan/ keperjakaan. batasi lemak dan daging. d) Akibat jika tidak menjaga kebersihan diri 1) Bila terkena sejenis jamur atau kutu yang dapat menyebabkan rasa gatal atau tidak nyaman. e. 2) Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga. perbanyak buah-buahan dan sayur mayur segar. f. 2) Mencuci vagina dengan air kotor. Hindari keadaan ini dengan: 1) Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. sebaiknya selama haid garam dikurangi. seni. 3) Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno. 3.

SpKK. b) Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis c) Mengalami kekerasan seksual seperti pemerkosaan.  Intercourse /making love (ML) atau senggama: aktivitas memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan. H. d) Kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. 5) Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat-alat kontrasepsi dan cara penanggulangannya.  Hubungan seksual: kontak seksual yang dilakukan berpasangan dengan lawan jenis. Glosarium  Aktivitas seksual: kegiatan yang dilakukan dalam upaya memenuhi dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai perilaku. Dalam hal pemerkosaan remaja sebaiknya dipersiapkan untuk tidak menyembunyikan peristiwa tersebut agar dapat diambil tindakan terhadap pelaku (hukuman pidana) serta tindakan pencegahan dan penanggulangan untuk mencegah kehamilan. Undang-Undang PA No. Banyak kasus menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab atas kondisi ini. teman sebaya perlu: 1) Tidak menghakimi 2) Bersikap bersahabat dengan remaja yang bersangkutan 3) Memberikan konseling pada remaja yang bersangkutan 4) Solusi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu 5) Apabila ada masalah yang serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila masih belum bisa terselesaikan supaya dikonsultasikan ke SpOG.  Fertilisasi/ konsepsi: terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot.  Masturbasi: perilaku seksual dengan merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual.4) Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat kontrasepsi. Remaja perlu mengenali tanda-tanda orang dewasa yang akan melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut.23 tahun 2002 menjelaskan perlindungan anak sejak usia dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun terhadap kekerasan fisik maupun mental termasuk yang berhubungan dengan perilaku seksual. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat memicu terjadinya pengguran kandungan (aborsi) karena sebagian besar perempuan yang mengalami KtD mengambil jalan keluar dengan melakukan aborsi yang sebagian besar dilakukan dengan tidak aman. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak.  Alat reproduksi: bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. 28 . Psikolog atau Psikiater. Jika sudah terjadi KtD maka saat menemukan kasus kehamilan remaja.

I. Sumber Andi. (8 Maret 2012) Mitra Citra Remaja.  Petting atau bercumbu berat: keseluruhan aktivitas seksual non intercourse hingga menempelkan alat kelamin.t). I. [Online].F. Bandung: Mitra Citra Remaja Tim ACD PKBI Jawa Barat. Tersedia: http://www. namun tidak terjadi penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina).t.com/doc/59034888/20/Faktor-faktor-yang-Mempengaruhi-Personal-Hygiene. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene. Kehamilan: suatu keadaan normal yang terjadi mengikuti proses pembuahan. Materi Presentasi: Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual. (2005). (8 Maret 2012) Dziab.  Personal hygiene: suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejathteraan fisik dan psikis. L.  Oral seks: aktivitas memasukkan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. Tersedia: http://www. Bandung: Mitra Citra Remaja Mitra Citra Remaja.scribd. [Online]. (t. W.scribd. (t.). Kesehatan Reproduksi yang Bertanggungjawab bagi Remaja . (2011). (t.  Reproduksi: kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru.t.t. Bandung: PKBI Jawa Barat 29 . Buku Panduan Peer Educator Kesehatan.).). yaitu setelah terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. Bandung: PKBI Wahyudi S.  Perilaku seksual: perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis. R. Materi Developmental: Kehamilan. Materi Presentasi: Ada Apa dengan Seks.com/doc/60772068/kesehatan-Reproduksi-Remaja-yang-Bertanggung-Jawab. (t. Bandung: Mitra Citra Remaja Ibrahim. N. (2000).

matang yang dikeluarkan oleh ovarium. Anatomi fungsi alat reproduksi Nama alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Penis Klitoris Fungsi alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai Alat reproduksi ini berfungsi sebagai pelindung testis serta mengatur suhu organ kopulasi / keluarnya bayi. Vas deferens Cervix Saluran Ejakulasi Saluran Kencing/Urethra Saluran Vagina Indung Telur/Ovarium 2. Kata Tersembunyi P D X D C D M I M P O T E N S I J N B E A U S I U L A M H U B U N G A N I S T P S E U R K O S A P E R M A N F M E T A S K M U A S A E M P T A S A I A K I L V E A N K A L M E M E S N X S K S N O A R N F L U A O E A S T E T A T U G N G P N G K M D N D R A U C E N I A L A I E G A G E R T A S A R K R G V L E N N N N G N G U O I I S B I I A I U T I T T I R D C M N L T S A A K A T K S V A G P E R I L A K U E S A N S A S O R A L U S D U A G U R S I S G S S E 30 . Alat reproduksi ini berfungsi Alat reproduksi ini berfungsi untuk menghasilkan sel-sel sperma serta menangkap sel ovum yang telah hormon testosteron. ovum menuju uterus. yang sesuai bagi spermatozoa. Alat reproduksi ini menghasilkan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai cairan yang berisi nutrisi untuk tempat fertilisasi dan jalan bagi sel menghidupi sperma. mematangkan sperma.LAMPIRAN 1. Alat reproduksi ini berfungsi untuk Alat reproduksi ini berfungsi sebagai menyimpan sperma sementara dan tempat pertumbuhan embrio.

kertas. 6. Mengetahui apa saja resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi remaja. Menjelaskan pengertian kehamilan yang tidak diinginkan dan resiko yang ditimbulkan. Fasilitator kemudian meminta setiap kelompok untuk membuat tampilan visual mengenai tema yang telah mereka pilih menggambarkan mengenai tema. tanya jawab. 4. B. C. Fasilitator meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menjelaskan gambar yang telah mereka buat. majalah bekas. 7. 2. (45 menit) 4. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. 3. lembar bacaan. Fasilitator melaksanakan post-test pada para peserta. (5 menit). lem. (15 menit). 5. diskusi. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. 2. dan dampaknya. dan permainan E. (15 menit). Fasilitator kemudian membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk sesi diskusi dan permainan. spidol warna. penyebab. Proses Pembelajaran 1. Tujuan Umum : Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi. (20 menit). jenis-jenis. (5 menit).RESIKO KESEHATAN REPRODUKSI A. Waktu 120 menit D. Menjelaskan pengertian IMS. Output : Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. Fasilitator melaksanakan pre-test pada para peserta. dan upaya pencegahan. Metode Ceramah. (15 menit) 8. Menjelaskan pengertian HIV/AIDS dan cara penularannya. dan gunting F. presentasi. Alat Pendukung Alat bantu visual. Setelah itu meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk memilih kertas yang berisikan tema yang akan mereka diskusikan. 3. resiko. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. 31 . cara penularannya. jenis-jenis resikoresiko kesehatan reproduksi berserta cara penularan dan dampaknya. Fasilitator kemudian memberikan waktu kepada narasumber untuk menjelaskan pengertian.

Granuloma inguinale disebabkan oleh Calymmatobacterium granulomatis f. Uretritis (infeksi saluran kencing) non spesifik terutama disebabkan oleh Chlamydia trachomatis c. sakit berkepanjangan. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah. b) Jenis-Jenis IMS 1) Jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri sbb: a. kemandulan dan bahkan kematian. Pedikulosis pubis disebabkan oleh Phthirus pubis 4) Jenis IMS yang disebabkan oleh jamur adalah Kandiosis vaginalis disebabkan oleh Candida albicans. perlu disadri bahwa resiko untuk terinfeksi IMS lebih besar dari laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. mata atau bagian lain dari tubuh manusia. Ulkus molle disebabkan oleh Haemophilus ducreyi e. Kondiloma akuminata disebabkan oleh Human papilloma virus c. Infeksi Menular Seksual a) Pengertian IMS Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum d. IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. Seringkali berakibat parah karena gejala awal tidak segera dikenali. Moluskum kontagiosum disebabkan oleh Molluscum contagiosum virus d. Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae b. AIDS disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV) e. Bila tidak diobati secara cepat. Lembar Bacaan 1. Untuk remaja perempuan. Hepatitis B dan C disebabkan oleh Hepatitis virus type B dan C 3) Jenis IMS yang disebabkan oleh parasit sbb: a. Limpogranuloma venereum disebabkan oleh Chlamydia trachomatis 2) Jenis IMS yang disebabkan oleh virus sbb: a. Infeksi ini mempunyai cakupan arti yang lebih luas dan gejala dari infeksi tidak hanya terjadi pada alat kelamin saja tapi bisa saja terjadi di tenggorokan. 1 Jenis-Jenis IMS Kencing nanah/Gonore Pada laki-laki Pengertiannya  Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae  Penyakit yang biasanya menyerang organ-organ reproduksi seperti pada saluran kencing laki-lai atau saluran kelamin perempuan 32 . Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomoniasis vaginalis b.G. Herpes genitalis disebabkan oleh Herves simplex virus b. Berikut ini adalah beberapa contoh IMS yang umum dijumpai No. Skabies/kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei c. infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan. IMS biasa dikenal juga sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau bisa disebut sebagai penyakit kelamin.

Sering kencing . dapat menyerang semua organ tubuh dan dapat menyerupai banyak penyakit  Gejala timbul luka yang tidak nyeri di penis. sekitar dubur atau tergantung dari cara hubungan seksualnya  Biasanya disertai juga dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional (sesuai dengan lokasi sifilis primernya) .Terkadang keluar darah  Keluhan pada wanita: . bibir kemaluan atau leher  Bercak kemerahan yang tidak gatal terutama di telapak tangan dan kaki. kuning kehijauan.Rasa gatal dan panas sewaktu kencing . sakit kepala.Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari .Bila ada keputihan biasanya berwarna putih.Bila infeksi mengenai kelenjar di bibir kemaluan.Umumnya berlangsung tanpa keluhan karena infeksi awal terjadi pada mulut rahim .Stadium I (Sifilis Primer):  Timbul antara 2-4 minggu setelah bakteri masuk  Ditandai dengan adanya benjolan kecil merah biasanya 1 buah yang kemudian menjadi luka/koreng yang tidak disertai rasa nyeri tetapi akan hilang secara spontan dalam waktu 3-10 minggu.Rasa nyeri saat buang air kecil atau ereksi .Pada perempuan 2 Raja singa/Sifilis  Keluhan pada laki-laki: .Bila terinfeksi kepada ibu hamil dapat ditularkan kepada bayi yang menyebabkan infeksi mata pada bayi yang dapat menyebabkan kebutaan  Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum  Sifilis dibagi menjadi Sifilis Akuisita (didapat) dan Sifilis Kongenital (ditularkan dari ibu ke janin) yang bisa menyebabkan abortus. demam. tetapi penyakitnya akan berlanjut ke stadium II  Lokasi pada laki-laki biasanya pada alat kelamin  Lokasi pada perempuan selain pada alat kelamin luar juga bisa pada vagina maupun leher rahim  Tempat lain yang bisa terkena adalah pada bibir. dan keterbelakangan mental  Bersifat kronis. hati.Stadium II (Sifilis Sekunder):  Terjadi setelah 6-8 minggu lenih dan bisa berlangsung sampai 9 bulan  Kelainan dimulai dengan adanya gejala nafus makan yang berkurang. lidah. kulit di sekitar kelamin dan anus.Bila infeksi mengenai saluran kemih timbul rasa nyeri waktu kencing . dan nyeri sendi  Disebut dengan the great imitator of the skin disease karena mempunyai tanda atau gejala menyerupai penyakit kulit berupa 33 . limpa. kematian janin atau lahir dengan kerusakan kulit. dapat timbul abses (Bartholinitis) .  Mengalami 4 stadium: . dan agak kental . pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh.Infeksi telah lanjut dapat menimbulkan rasa nyeri pada perutbagian bawah sebagai akibat terjadinya infeksi pada saluran telur atau indung telur (dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan ataupun kemandulan) .

atau di sekitar anus  Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)  Komplikasi : kanker leher rahim (terutama karena tipe 16 dan 18) atau kanker kulit disekitar kulit kelamin  Keluhan .Ada rasa seperti terbakar atau gatal beberapa jam sebelum timbulnya lesi . alkohol. makanan yang merangsang.  Penyebab: Herpes simplex virus (HSV)  Komplikasi : kanker leher rahim.Pada bentuk ulang (rekurens) biasanya ditandai oleh faktor pencetus mislanya stres psikis. tulang sendi serta adanya radang yang terjdi secara perlahan-lahan pada jantung. benjolan kecil-kecil seluruh tubuh. Namun infeksi masih berlangsung terus dan masuk ke stadium laten lanjut.Pada perempuan: di kulit daerah kelamin sampai anus. dapat membesar sehingga menyerupai jengger ayam . kebotakan rambut dan sebagainya  Disertai juga dengan pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat menyeluruh  Stadium laten dini: bila sifilis sekunder tidak diobati setelah beberapa minggu atau bulan gejala akan hilang seakan-akan sudah sembuh. terdiri atas stadium laten lanjut dan sifilis stadium III  Stadium laten lanjut: setelah 1 tahun. selaput lendiri.Stadium III (Sifilis Tersier)  Umumnya timbul antara 3-10 tahun setelah infeksi. kelainan kongenital dan kematian  Gejala dan tanda: .  Ditandai dengan 2 macam kelainan yaitu berupa kelainan yang bersifat destruktif pada kulit. namun pada saat pemeriksaan selorosis untuk sifilis hasilnya positif. tidak gatal.Pada laki-laki: di batang atau kepala penis.3 Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis Pada laki-laki Pada perempuan bercak merah. trauma. demam. . misalnya lemas.Pada laki-laki: di kepala penis 34 4 Jengger Ayam Pada laki-laki Pada perempuan . kehamilan lahir muda. sistim pembuluh darah dan syaraf.Kadang-kadang disertai gejala konstitusi.Pada laki-laki terutama dijumpai pada yang tidak dsirkumsisi atau dengan imunitas terganggu  Lokasi: . selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim.Timbulnya gelembung-gelembung yang berkelompok dan mudah pecah . obat-obatan dan beberapa halyang sulit diketahui  Lokasi bintil atau luka/lecet: .Pada wanita sering bersamaan dengan gejala keputihan . di dinding liang kemaluan dan di sekitar anus . sifilis masuk ke stadium laten lanjut yang dapat berlangsung bertahun-tahun .Tumbuh bintil-bintil yang runcing seperti kutil.Pada perempuan: di sekitar kelamin. Pada keadaan ini tidak akan ditemukan kelainan klinis.  Stadium lanjut dianggap tidak menular yaitu sifilis yang timbul setelah 1 tahun sejak infeksi.Gejala awal pada lesi awal lenih berat dan lama . koitus yang berlebihan. dan nyeri otot .

dan Herpes genitalis 3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin. tetapi ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin. IMS tidak selalu menimbulkan beberapa masalah kesehatan. pada laki-laki maupun perempuan (infeksi gonore. Perlu diingat pula. Kandiosis genital. yaitu: Kondiloma akuminata dan Limpogranuloma venerium (bubo) Selain tanda-tanda tersebut. Deficiency artinya tidak cukup atau kurang. Granuloma inguinale. Chlamydia) 2) Kanker leher rahim (kondilomata akuminata) 3) Wanita hamil yang menderita IMS. AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. infeksi genital nonspesifik.Sumber gambar: http://www. AIDS) 2. dan Syndrome adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit penyakit.id/imghp?hl=id&tab=ii c) Gejala-Gejala IMS Berdasarkan gejala klinis yang timbul maka IMS dibedakan menjadi: 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih. yaitu: Gonore. Acruired artinya tidak diturunkan. pembengkakan buah zakar pada laki-laki. Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh IMS. serta nyeri perut bawah pada wanita. 2) IMS yang ditandai dengan adanya luka atau koreng di alat kelamin. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang memungkinkan berbagai penyakit masuk dan sulit disembuhkan karena HIV berjalan sangat progresif merusak sel limfosit tersebut. herpes genitalis) 4) Kematian (sifilis. Ulkus molle. dapat menularkan kepada bayinya. IMS yang lebih lanjut sering disertai dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha. Kebanyakan orang dengan HIV akan 35 . misalnya: 1) Kemandulan. atau meninggal (sifilis. sehingga bila ditemukan gejala demikian sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. HIV dan AIDS a) Pengertian AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome.co. Immune adalah sistem daya tangkal atau kekebalan tubuh terhadap penyakit. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia). sehingga bayi dapat cacat.google. yaitu: Sifilis. lahir muda. bakterial vaginosis dan Trikomoniasis.

b) Proses Penularan virus HIV HIV merupakan penyakit menular yang merupakan golongan RNA virus dan memiliki enzim reverse transcriptase. poliklinik. darah. 2) Masuknya darah terinfeksi pada sistem tubuh. air kencing . dilahirkan. Hal ini bisa terjadi pada proses persalinan dan pemberian ASI. bila tidak ada pelayanan dan terapi yang diberikan. yaitu enzim yang memungkinkan virus mengubah informasi genetiknya yang berada dalam RNA ke dalam bentuk DNA yang kemudian diintegrasikan ke dalam informasi genetik sel limfosit yang diserang. seperti rumah sakit. seperti keringat. Namun demikian. Penularan HIV pada organ tubuh juga dapat terjadi dalam proses transplantasi jaringan/organ di pelayanan kesehatan. Penularan melalui hubungan seksual dapat terjadi selama hubungan baik itu laki-laki dengan perempuan juga laki-laki dengan laki-laki. air mata. dan muntahan. pengobatan tradisional melalui alat tusuk/jarum. 36 . Tingkatan resiko tergantung pada jumlah virus yang keluar dan masuk ke dalam pintu masuk di tubuh seseorang. perdarahan gusi dan atau penyakit gigi mulut atau pada alat genital. ludah. Kejadian diatas dapat terjadi pada semua pelayanan kesehatan. 3) Penularan dari ibu ke anak Kebanyakan infeksi HIV pada anak didapat dari ibunya saat ia dikandung. tetapi jumlahnya tidak cukup untuk ditularkan pada orang lain. produk darah atau transplantasi organ dan jaringan: Penularan dari darah dapat terjadi jika darah donor tidak di lakukan uji saring untuk antibodi HIV. tinja (kotoran BAB). juga pada IDU. orang yang tertular HIV tidak berarti langsung jatuh sakit. ibu ke anak selama masa kehamilan. atau penggunaan alat medis lainnya. seseorang bisa hidup dengan HIV dalam tubuhnya selama bertahuntahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan serius. seperti luka sayat/gores dalam mulut. Pada seseorang yang terinfeksi HIV. persalinan dan pemberian ASI. Dengan demikian HIV dapat memanfaatkan mekanisme sel limfosit untuk mengkopi dirinya menjadi virus baru yang memiliki ciri-ciri HIV. penggunaan ulang jarum dan semprit suntikan. Kontak seksual langsung (mulut ke penis atau mulut ke vagina) masuk dalam kategori resiko rendah tertular HIV. yaitu: 1) Seksual Penularan melalui hubungan heteroseksual adalah cara yang paling dominan dari semua cara penularan. Penularan HIV terjadi melalui kontak seksual. virus juga terdapat pada cairan tubuh lainnya. Hubungan seksual ini bisa dalam bentuk venetrasi vaginal atau anal yang tak terlindungi dari individu yang terinfeksi HIV. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (sel limfosit) manusia sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun dan tidak mampu melawan berbagai penyakit. dan sesudah lahir. Berikut ini adalah bentuk-bentuk cara penularan HIV.meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul.

37 .Selain itu. Promiskuitas (berganti-ganti pasangan seks) : prostitusi. perselingkuhan. berangkulan. menggunakan alat makan atau minum yang sama. Pada fase ini penderita sudah dapat menularkan virus pada orang lain. memakai toilet yang sama. Transgender : waria. b. Fase III (AIDS) Ini adalah fase terminal dari HIV yang kita sebut AIDS. Fase I (Masa Jendela/Window Period) Fase dimana tubuh sudah terinfeksi HIV. c. termasuk melalui gigitan nyamuk.  Keringat dingin berlebihan pada malam hari. namun gejala dan tanda belum terlihat jelas. kelumpuhan. penjaja seks komersial (lakilaki/perempuan). Fase II (Masa tanpa gejala/Asimptomatik) Masa tanpa gejala berlangsung rata-rata selama 2-3 tahun untuk tipe rapid progessors. dan tidak konsisten dalam menggunakan kondom. Meski tidak menunjukkan gejala-gejala tapi pada masa ini penderita bisa menularkan virus. Selain itu pada fase ini akan timbul infeksi-infeksi yang lain. pasangan berisiko tinggi. kadang kala timbul dalam bentuk influenza. yaitu: a. pelanggan penjaja seks komersial. c) Fase Perjalanan Penyakit HIV/AIDS Fase perjalanan penyakit HIV/AIDS. d. c. b.  Diare terus menerus  Flu tidak sembuh-sembuh  Berat badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan. diantaranya:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. seperti perilaku bergantian pasangan seksual. 5-8 tahun tipe progressors dan lebih dari 10 tahun untuk tipe non progessors sejak terinfeksi HIV. Berikut ini adalah kelompok-kelompok dengan perilaku beresiko tertular HIV. Penularan infeksi melalui hubungan seksusal diikuti dengan perilaku yang menempatkan individu pada resiko tertular HIV. bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan. Lama masa jendela antara 1-3 bulan. Virus HIV umumnya tidak akan menular melalui perilaku-perilaku seperti jabatan tangan. wadam. bersentuhan. Pada fase ini kekebalan tubuh menurun dan timbul gejala penyakit terkait HIV seperti:  Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh. yaitu: a. Lelaki seks dengan lelaki : gay. IMS juga dapat membuat individu rentan terhadap infeksi HIV. berpelukan. Pengguna NAPZA suntikan : menggunakan jarum suntik bersamaan/bergantian. IMS dalam populasi merupakan faktor utama pendorong penyebaran HIV di negara berkembang.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental.

38 . Dampak Fisik Penderita HIV/AIDS Adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan infeksi-infeksi sbb:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. gangguan pendengaran. 3. Kanker leher rahim (Carcinoma Cervix Uteri) e. Melahirkan anak dengan cacat bawaan seperti katarak. Dampak Fisik Penderita IMS a.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. Gejala neurologi atau gangguan syaraf (stadium lanjut Sifilis) h. Kemadulan (perlengketan saluran reproduksi dan gangguan produksi sperma) 2. Nyeri waktu kencing karena peradangan mengenai saluran kemih g. 3) Condom Use : menggunakan kondom secara benar dan konsisten. Gangguan hubungan seks setelah menikah karena takut tertulat lagi atau takut menularkan penyakit pada pasangannya. Rendah diri b. e) Tips-tips Pencegahan IMS dan HIV 1) Abstinence : absen seks sangat berhasil mencegah IMS dan HIV sampai mencapai kesiapan mental dan fisik. Peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan kecenderungan terjadi kehamilan di luar rahim c. Infeksi alat reproduksi akan menurunkan kualitas ovulasi sehingga akan mengganggu siklus dan banyaknya haid serta menurunkan kesuburan b. kelumpuhan. Dampak Secara Psikologis a. dan cacat lainnya d. Infeksi jamur pada tenggorokan. c. Bekas bisul/nanah di daerah kelamin dapat mengganggu kualitas hubungan seksual di kemudian hari karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman waktu berhubungan seksual f.  Infeksi jamur pada tenggorokan. Lebih mudah terinfeksi HIV i. Malu dan takut sehingga tidak mau berobat yang akan memperberat penyait atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat yang justru akan memperberat penyakitnya dismaping terjadi resistensi obat. d) Dampak dan Pencegahan IMS dan HIV 1. kelainan jantung. 2) Be Faithful : saling setia pada satu pasangan bisa mencegah dan menurunkan resiko terinfeksi IMS.

b. dan setelah usia 8 tahun ukuran rahimnya kurang lebih sama dengan vaginanya. mudah terjadi pendarahan dan terjadilah abortus atau kematian janin. sehingga jika terjadi kehamilan dapat terjadi ruptur-nya (robek) rahim. c. Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun. Pada seorang anak yang berusia kurang dari 8 tahun. Hal ini dapat dilihat dari belum teraturnya menstruasi. hal yang sama terjadi bila remaja tersebut mengalami kehamilan. Pematangan rahim ini dapat dilihat juga dari perubahan ukuran rahim secara anatomis. Ketidakteraturan tersebut membuat kehamilan menjadi tidak stabil. Disamping otot rahim. ukuran rahimnya kurang hanya setengah dari panjang vaginanya. 5) Education : cari informasi sendiri dan sebanyak mungkin agar terhindar dari penularan IMS dan HIVAIDS 3. karena pada masa remaja ini. karena baru pada usia ini fungsi hormonal melewati masa kerjanya yang maksimal. tetapi bisa juga menjadi suatu malapetaka apabila kehamilan itu dialami seorang remaja. Pada seorang perempuan ukuran rahim ini berubah sejalan dengan umur dan perkembangan hormonal. Hal ini akan meningkatkan resiko timbulnya kanker leher rahim (serviks) di kemudian hari. Kehamilan yang tidak diiginkan (KTD) a) Pengertian Kehamilan bisa menjadi dambaan. Penjelasan: a. ditandai dengan mulai menstruasi. alat tusuk atau alat medis yang baru atau steril. 39 . sehingga resiko yang lain juga dapat terjadi yaitu prolapsus uteri (turunnya rahim ke liang vagina) pada persalinan. otot-otot rahim ini belum cukup baik konstraksi dan kekuatannya. Ukuran ini menetap sampai terjadinya kehamilan. Terlalu dininya usia kehamilan dan persalinan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif.4) Don‟t Share Needle : tidak menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya secara bergantian. Hanya saja pada usia 14-18 tahun. penyangga rahim juga belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan. Rahim pada perempuan mulai mengalami pematangannya sejak umur 14 tahun. Pada usia antara 14-19 tahun sistem hormonal belum stabil. Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Gunakan hanya alat suntik. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. b) Resiko yang ditimbulkan akibat kehamilan yang tidak diinginkan 1) Resiko Medis Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi. Hal ini berlanjut sampai usianya kurang lebih dari 14 tahun (masa menstruasi) hingga besar rahimnya lebih besar sedikit dari vagina. alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya.

kehamilan pada remaj sekolah akibatnya mereka terpaksa harus meninggalkan sekolah. yang akhirnya mengarah pada depresi (rasa tertekan yang . c. Dari sisi remaja Kehamilan remaja dapat menyebabkan terganggunya perencanaan masa depan remaja. 3) Risiko Masa Depan a. Dari sisi anak yang dikandung Kehamilan remaja yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan lahirnya seorang anak yang tidak diinginkan. Hal ini menambah tekanan psikologis yang berat. rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan dapat dialami remaja apalagi bila kehamilan tersebut diketahui pihak lain seperti orang tuanya. sehingga seksual pra nikah tersebut diketahui orang lain. diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape). Hal tersebut dapat terjadi antara lain karena (Iskandar dalam Setiawan dan Suryati. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus kehamilan remaja di laur nikah. sehingga anak ini akan mendapat cap buruk sepanjang hidupnya. Kehamilan akibat pemerkosaan. bahkan cenderung mendalam). Misalnya. merupakan hal yang secara umum dipercaya oleh banyak orang dan tidak mempunyai tempat pada nilai-nilai moral. b. Hal tersebut telah menjadi faktor yang membatasi perilaku seksual pra nikah di masyarakat. Usia menstruasi yang semakin dini disertai usia kawin yang semakin tinggi menyebabkan “masa-masa rawan” yaitu kecenderungan perilaku seksual aktif semakin panjang. 1998): a. b. Aktivitas seksual pra nikah selalu membawa gangguan psikologis dan penyeselan berkepanjangan. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan. Pada kehamilan pra nikah. d. 1998) kekhawatiran dan rasa takut terhadap kehamilan dialami sekitar 44% dari responden perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. Kenyataan bahwa hubungan seksual pra nikah seringkali tidak menyenangkan. e. terlebih lagi bila kehamilan telah menjadi buah hubungan tersebut. bukan karena alasan kesehatan. 40 melahirkan suatu tindakan kekerasan yang sangat traumatis terhadap anak. Masalah semakin berat karena terkadang orang tua tidak mampu menghadapi persoalan tersebut secara proposional.Kehamilan remaja sebagian besar merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Itu berarti cita-cita terhambat atau bahkan tidak akan mungkin tercapai. Sekitar 89% beralasan karena alasan moral dan sosial. Kegagalan alat kontrasepsi akibat remaja menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar. Tidak menggunakan alat kontrasepsi. 2) Risiko Psikologis dan Sosial Menurut Kinsey dkk (dalam setiawan dan Suryati. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kehamilan remaja yang tidak diinginkan.

misalnya dengan cara: 1) Penggunaan ramuan dengan jamu peluruh rahim. Tindakan aborsi mengandung resiko yang cukup tinggi. Secara medis. apabila bila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. 2) Manipulasi fisik. yang menjadi korban misalnya tidak boleh melanjutkan sekolah adalah remaja perempuan. 3) Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril dan berakibat negatif pada rahim. seperti dengan melakukan pijatan rahim agar janin dapat terlepas dari rahim. Abortus spontaneus (yang tidak disengaja). 2) Memasukkan cairan NaCl hipertonis pada lapiasan amnion untuk melepaskan janin dari dinding rahim. yaitu jika terdapat indikasi bahwa kehamilan dapat membahayakan atau mengancam nyawa ibu apabila kehamilan berlanjut. Secara psikologis pada saat seseorang mengalami kehamilan di luar nikah. memakan nanas muda yang dicampur lada (merica). kelainan saluran reproduksi. Secara medis. Aborsi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu abortus spontaneus dan abortus provocatus. Seringkali dalam suatu kasus kasus kehamilan di luar nikah. ialah penguguran kandungan yang dilakukan dengan sengaja tanpa mempunyai alasan kesehatan (medis). ialah penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Selain itu juga terdapat hal-hal seperti perlakuan yang kurang adil dari masyarakat atau institusi formal terhadap remaja perempuan. atau keadaan patologis lain. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dapat memicu terjadinya pengguguran kandungan atau aborsi. Tindakan aborsi dengan cara di atas tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya dan mengandung resiko yang sangat tinggi. Abortus provocatus (buatan).Masa depan anak ini sering mengalami keadaan yang menyedihkan karena tidak adanya kualitas asuh yang baik dari ibunya yang masih remaja dan belum siap menjadi ibu. aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. 2) Abortus provocatus criminalis. Penguguran jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan: 1) Abortus provocatus therapeuticus . Pandangan negatif dari masyarakat pun cenderung lebih memberatkan perempuan daripada laki-laki. maka ia akan cenderung mengambil jalan keluar seperti mengugurkan kandungan atau aborsi. digunakan empat metode dasar terminasi kehamilan atau hamil: 1) Kuretase atau pengerokan dengan sendok kuret ataupun vakum kuret pada dinding rahim tempat menempelnya janin. 41 . yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. Metode ini meniru proses mulainya persalinan dan biasanya digunakan untuk mengakhiri kehamilan pada trimester II (4-6 bulan). Besar kemungkinan anak tersebut tumbuh tanpa kasih sayang dan mengalami perlakuan penolakan dari orang tuanya. Sedangkan remaja lakilaki masih diperbolehkan melanjutkan sekolah. Perkembangan psikologis baik ibu dan anak akan terganggu. terjadi apabila ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun.

anak atau keduanya. Berdasarkan nilai-nilai budaya. 2) Perdarahan hingga remaja tersebut dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologis/ syaraf di kemudian hari. resiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretase. Secara hukum. 4) Terjadinya Fitsula Genital Traumatis yaitu timbulnya suatu saluran/ hubungan yang secara normal tidak ada antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan. cairan amnion. 4) Dengan meletakkan vacuum aspiration.3) Pemberian prostaglandin PgF2 melalui pembuluh darah balik. yaitu menggunakan semacam selang plastik berdiameter tertentu untuk menghisap janin dari rongga rahim. Resiko melakukan aborsi pada remaja antara lain: 1) Infeksi alat reproduksi karena kuretase yang dilakukan secara tidak steril.23 tahun 1992 dan dapat diancam hukuman pidana seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berikut ini: Pasal 346: Seorang perempuan yang sengaja mengugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu di ancam dengan pidana penjara seberat-beratnya selama empat tahun. Hal tersebut dapat membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah. penguguran kandungan merupakan tindakan yang dikecam dan membuat pelaku terkucil di dalam masyrakat. ketegangan mental. Hal tersebut dapat menyebakan resiko kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya. resiko infeksi. selain itu pendarahan tersebut dapat menyebabkan tingginya resiko kematian ibu atau anak atau kedua-duanya. sehingga janin dapat keluar dari rahim. Tindakan aborsi yang sesuai standar profesi medis seperti di atas pun masih mengandung resiko-resiko baik yang bersifat dini maupun lanjutan. 42 . dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah jika seorang gadis tiba-tiba hamil serta akan terjadi cemoohan dan penolakan dari masyarakat sekitarnya. Hal ini sangat merugikan remaja karena akan mengurangi konsep diri yang positif dan menurunkan nilai harga diri yang positif dalam pergaulannya. 3) Karena keadaan rahim yang belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan serta kemungkinan persalinan yang sulit. Prostaglandin ini dimaksudkan untuk menginduksi persalinan buatan. depresi. tindak aborsi melanggar UU Kesehatan No. Selain itu akibat lainnya adalah terganggunya kesehatan dan resiko kehamilan serta kematian bayi yang tinggi serta terdapat juga akibat putus sekolah dan akibat ekonomis karena diperlukan ongkos perawatan dan lain-lain. dan memasukkaannya melalui vagina dan uterus dengan dosis tertentu. marah. Akibat tindak penguguran ini dapat memunculkan perasaan bersalah. resiko shock hipovelmik sehingga menyebabkan resiko kematian ibu.

Jakarta: Departemen Kesehatan RI Materi presentasi pelatihan IPP – Paket 1..  Kehamilan yang tidak diinginkan: suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. atau keadaan patologis lain.  Jengger Ayam: penyakit yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus). (t. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. B. Modul 3: Resiko Reproduksi Remaja. Bagus Rahmat Prabowo PKBI Jabar IMS PKBI Jabar Informasi Dasar IMS dan HIV-AIDS 43 . Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Muhammad. Sumber Arizal. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). E. (2009). kelainan saluran reproduksi. Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV. (2006).  HIV (Human Immunodeficiency Virus) : Virus yang menyebabkan AIDS  Infeksi Menular Seksua (IMS)/ Penyakit Menular Seksual (PMS): infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). (2010). & Suryawati. Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR). FIQH HIV & AIDS: Pedulikah Kita?.  Promiskuitas : berganti-ganti pasangan I.H. & Mardiati. (1998). Jakarta: PKBI Pusat Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. Husein. Jakarta: PKBI & UNFPA Setiawan. dkk. Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang HIV & AIDS . R. (2011).  Aborsi: berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu.t). Infeksi Menular Seksual Materi presentasi Informasi IMS dan HIV-AIDS oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Materi presentasi Dr. F. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.  Abortus provocatus (buatan): penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja.  Sifilis: disebut juga “raja singa” disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.  Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis: penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes simplex virus (HSV).  Gonore: disebut juga sebagai “kencing nanah”. Bandung: PKBI Jawa Barat Viora. Glosarium  Abortus spontaneus : pengguguran kandungan yang tidak disengaja dikarenakan ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun.  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS): sindrom yang menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. E..

kertas pertanyaan. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Pengertian NAPZA Istilah NAPZA merupakan akronim dari Narkotika. dan kocokan pertanyaan. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang NAPZA. Alat Pendukung Alat bantu visual. Alkohol. Alkohol. Pertanyaan bisa dialihkan pada teman lainnya yang mampu menjawab pertanyaan (20 menit). 6. psikotropika. D. B. Menjelaskan bagaimana penggolongan NAPZA. diskusi. C. Fasilitator memulai sesi permainan dengan mengocok tema pertanyaan dan ditanyakan pada peserta satu persatu sesuai dengan kertas yang mereka pilih. Istilah ini biasanya dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi dan ditujukan pada berbagai obatobat terlarang yang dapat menyebabkan gangguan baik terhadap kesehatan fisik ataupun jiwa penggunanya hingga kecanduan terhadap penggunanya. 44 . Metode Presentasi. dan Zat Adiktif) A. Masyarakat pada umumnya mengenal obat-obat terlarang tersebut sebagai istilah NARKOBA (Narkotika dan Bahan-bahan berbahaya). Output Setelah proses pembelajaran selesai. 5. Menjelaskan apa saja dampak yang disebabkan oleh pengkonsumsian NAPZA. 4. Fasilitator melanjutkan diskusi dengan tanya jawab (15 menit). Proses Pembelajaran 1. 3. dan zat adiktif. peserta diharapkan mampu untuk: a. Psikotropika. Lembar Bacaan 1. Fasilitator memberikan penjelasan materi mengenai NAPZA (45 menit). Fasilitator memberikan post test kepada peserta. Psikotropika. F.NAPZA (Narkoba. 2. G. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader (5 menit). c. Fasilitator penutup kegiatan pelatihan. dan permainan E. Fasilitator memberikan pre test kepada peserta (15 menit). dan Zat-zat adiktif lainnya. Menjelaskan pengertian NAPZA dan mampu membedakan antara narkoba. b. (15 menit) 7. Waktu 120 menit.

baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. tersebut dapat mengubah pikiran. pil. suhu badan meningkat atau menurun. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”. dan perilaku seseorang. Pemakaian secara terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis. Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan” Meski begitu. maka hal tersebut dapat dianggap sebagai “penyalahgunaan” (dalam Marviana. Atau menelan obat tidur secara berlebihan. dll. Risiko yang umumnya terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung. rasa sakit diseluruh tubuh. c) Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) adalah gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. OD sering terjadi bila menggunakan narkoba dalam jumlah banyak dengan rentang waktu terlalu singkat. biasanya digunakan secara bersamaan antara putaw. paru-paru. hilangnya rasa. panik. suasana hati atau perasaan.dan hati. Adiksi lebih merupakan efek obat yang menimbulkan ketagihan atau kecandua pada si pemakai. mual-mual. b) Toleransi adalah ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. sebagai akibat apabila seorang pemakai obat tidak mendapatkan atau menghetikan obat yang dibutuhkan. d) Kecanduan Obat (Adiksi) adalah suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. 45 . misalnya sebagai cara untuk menghibur diri. heroin digunakan bersama alkohol. 2000) Berikut ini adalah berbagai istilah yang berkenaan dengan penyalahgunaan NAPZA: a) Intoksikasi/Overdosis (Keracunan) adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. Pengertian diatas didasarkan pada berbagai definisi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Undangundang No. Namun jika zat-zat tersebut digunakan untuk maksud lain. umumnya dalam dunia pengobatan zat-zat kimia yang masuk ke dalam NAPZA sering dimanfaatkan oleh para dokter sebagai zat yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit dan juga obat penenang bagi pasiennya dengan penggunaan sesuai dosis yang diperlukan. 22 tahun 1997 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa pengertian narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. dan dapat menimbulkan ketergantungan”.NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Psikotropika adalah “zat atau obat. baik dengan ditelan melalui mulut. Zat-zat kimia. dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui urat darah.

untuk membantu orang tidur. Obatobat ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stress. 46 . narkoba dan zat adiktif lainnya dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis : a) Depresan Obat jenis ini menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu aktivitas tubuh. deksafetamin. alkohol. Penggolongan NAPZA Berdasarkan proses pembuatannya. heroin. Misalnya: ganja. memberikan rasa melambung tinggi. narkotika terbagi menjadi 3 golongan. Contohnya: morfin. crack. Obat anti depresan ini dapat membuat pemakai merasa tenang. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. psikocybin. 3. dan lain-lain. tanpa adanya proses fermentasi atau produksi. Beberapa orang menyalahgunakan obat penenang karena efeknya menenangkan. 2. kafein. Efek yang ditimbulkan NAPZA Kalau dilihat menurut efeknya pada sistem saraf pusat pemakai. pethidin. dan kegunaan kedokteran lainnya. yaitu: a) Alami Merupakan jenis zat/obat yang diambil langsung dari alam. Obat penenang depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut „ benzodiazepine‟. morphin. kodein). kokain. dll. opium. c) Sintesis Adalah zat/obat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1930-an untuk keperluan medis dan penelitian yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan penekan batuk (antitusif) seperti amfetamin. b) Semi sintesis Yaitu jenis zat/obat yang diproses sedemikian rupa melalui proses fermentasi. heroin. kodein.e) Dependensi (Ketergantungan) suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. kecemasan. dan obat tidur trankuiliser atau obat penenang. Contoh opida/opiate (opium.

hangat. jalanan. c. Heroin atau Putaw umumnya disalahgunakan dengan cara dihirup melalui hidung. yaitu dengan memanaskan bubuk heroin di atas kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas. Morfin adalah zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. rasa dingin dan perasaan tegang dengan diiringi perasaan senang. Efek psikologis dari penggunaan heroin dan putaw diantaranya adalah meliputi perasaan bebas dari rasa sakit.1. Opiat/Opium adalah obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy yang dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk bunga opium. pusing.com Opioda merupakan zat yang diambil dari bagian pohon “Poppy” yang pertama kali ditemukan di Asia Kecil dan umumnya digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir sampai akhirnya tersebar hingga India dan China. Berikut ini adalah obat-obat yang termasuk opioda yaitu: a. Bubuk ini mengandung morfin dan kodein yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit. dan keinginan bersuka ria. Heroin adalah zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. Perasaan menyenangkan tersebut berasal dari 47 . Opioda Sumber: google. Sering digunakan oleh para dokter sebagai penghilang rasa sakit. b. Heroin juga memiliki turunan yaitu Putaw. Pada abad XVIII pemerintah China mengimpor dan menjual dan menggunakan opioda sebagai obat untuk menimbulkan rasa senang. Heroin memiliki kekuatan dua kali lipat daripada morfin sehingga ketergantungan heroin akan lebih hebat dibandingkan dengan morfin.

teransang.com b) Stimultan Stimultan seperti amphetamin dan kokain adalah zat psikoaktif yang meningkatkan aktivitas sistem saraf. namun sejumlah stimultan menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. Jaringan otak yang bertanggung jawab untuk kenikmatan secara seksual atau kenikmatan dari makan makanan yang memuaskan (Begley. 2001). Sumber: google. 48 . bertambahnya tenaga. 1. dihisap seperti rokok. dihirup hidung dengan pipa kecil (snorting) atau melalui injeksi pada pembuluh darah. meningkatkan percaya diri serta mencapai perasaan sukses. Efek psikologisnya dapat menimbulkan rasa gembira.kemampuan opiate untuk menstimulasi sirkut kenikmatan otak secara langsung. Efeknya agak berbeda antara satu dengan obat lainnya. Kokain Merupakan zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). Disalahgunakan dengan ditelah bersama dengan minuman.

Sumber: google. meningkatkan konsentrasi.com 49 . terutama bila obat dihisap atau disuntikkan melalui vena (APA. atau dilinting dalam rokok.Sumber: google. Penggunaannya dengan ditelan. Amfetamin Amfetamin umumnya ditemukan dalam bentuk tablet. kapsul.com 2. 2000). meningkatkan rasa percaya diri. Perilaku agresif juga dapat terjadi. mengurangi rasa kantuk serta mengurangi rasa lelah dan bosan atau menurunkan berat badan. Efek penggunaannya dapat meningkatkan kewaspadaan. dihisap. disuntik. serta bentuk lainnya yang digunakan dalam pengobatan medis sebagai obat penahan rasa lapar.

ketegangan dan kegelisahan.3. substansi. 50 . kesulitan dalam berkonsentrasi. hiperaktif.com 4. resah. Gejala khas dari nikotin termasuk juga keinginan terus-menerus untuk substansi. Efek fisiologis utama dari kafein adalah merangsang saraf pusat dan otot rangka. atau keracunan kafein yang akan menyebabkan kegelisahan. itu adalah dalam kategori obat-obatan psikoaktif. Nikotin Zat nikotin umumnya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok. Nikotin dan karbon monoksida yang dilepaskan dalam asap rokok adalah faktor penting yang menyebabkan atau memperburuk penyakit jantung koroner. dan ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif seperti sebelumnya. Individu yang menggunakan kafein dalam jangka panjang dan berlebihan akan mengalami efek psikologis seperti: cepat marah. kopi. Selain itu juga dapat menghasilkan reaksi kecanduan yang dikenal sebagai caffeinism. kulit berkeringat. gugup. the. Nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan. gelisah. Sumber: google. kebingungan dan pusing serta diare. coklat atau minuman soda. cerutu. dan insomnia. Kafein Kafein merupakan zat peransang yang biasa ditemukan dalam obat generik. meningkatkan resiko flu. gampang tersinggung dan penurunan detak jantung. mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan mental. Umumnya orang mungkin tidak berpikir kafein sebagai penyalahgunaan. dan tembakau asap. mual dan muntah.

gula batok. inhalasia serta cairan penghapus. erosol. Efek bagi penggunanya hampir sama seperti minuman beralkohol tetapi membuat mabuk dengan lebih cepat dan efeknya menghilang beberapa menit setelah menggunakannya. Istilah yang paling umum untuk hal ini adalah “glue sniffing” (ngelem). LSD juga memberi efek halusinasi sehingga pemakai dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain seperti khayalannya. Pengguna sendiri menyatakan LSD “memperluas kesadaran dan 51 .Sumber: google. dll. merusak hati dan ginjal hingga menyebabkan kematian. thiner. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) LSD berasal dari jamur yang tumbuh pada kotoran sapi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk bubuk putih yang dapat larut dalam air. c) Halusinogen Halusinogen merupakan zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran juga seringkali menciptakan sebuah gambaran hanya bisa dilihat oleh si pengguna dan membuat perasaannya terganggu. solven. Bahan Pelarut Merupakan zat organik (karbon) yang dapat menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Yang biasanya digunakan adalah bahanbahan pelarut seperti lem. Efek penggunaannya bisa menimbulkan perasaan “ fly” yang timbul dari 30-60 menit setelah menggunakannya dan mencapai puncak pada 2-6 jam kemudian. LSD tersedia dalam berbagai bentuk baik kapsul. Efek jangka panjang bisa mempengaruhi kontrol motorik tubuh. Hal tersebut akan berbahaya bagi si pemakai karena dia akan bertingkah laku sesuai dengan apa yang dia khayalkan.com 5. 1.

Penggunaan ganja bisa merasakan kenikmatan. Phencylidine (PCP) Phencyclidine (PCP) pertama kali diuji di laboratorium farmakologi selama tahun 1950-an potensi untuk digunakan sebagai obat bius. Ingatannya akan terserang. bahkan mereka akan mengalami speech block. Penyalahgunaan kronis PCP dapat menghasilkan ketergantungan dan berbagai gangguan mental 52atakan. 2. Kandungan kimia dari tumbuhan ini yang dapat menimbulkan efek psikoaktif dinamakan delta tetra hydrocannabinol atau lebih sering disingkat THC. 3. Beberapa mengalami ketakutan yang amat sangat akan kematian. tetapi efek samping seperti gelisah dan delirium mencegah penerimaan medisnya (Schuckit. dan sulit berkonsentrasi. tidak bisa istirahat. termasuk mabuk. bingung. Kecelakaan fatal kerap terjadi selama perjalanan dengan LSD. mengigau. hingga halusinasi dan delusi. 1979: 122). karena mereka tidak dapat mengingat apa saja yang ingin mereka 52atakana. Seseorang dapat mengalami paranoia dalam pikiran dan perasaan. Pada saat penggunaannya memuncak. dan delusi.membuka dunia baruseolah mereka melihat suatu kenyataan yang melampaui kenyataan yang biasa”. kenikmatan tersebut akan berubah menjadi kecemasan. perubahan abnormal pada suasana hati.com 52 . Sumber: google. Mariyuana Marijuana / ganja terdiri dari daun kering dan bagian atas bunga (biji atau bunga) dari tumbuhan Cannabis Sativa dan Cannabis Indica. akibatnya. Pengguna dapat merasa 52atak dan takut kehilangan kendali atau kewarasan.

pikiran dan perilakunya dipengaruhi oleh zat yang dipakainya. Berbagai gangguan psikis atau kejiwaan yang sering dialami oleh mereka yang menyalahgunakan NAPZA antara lain rasa tertekan. cemas. terutama karena pemakaian berlebih (overdosis) dan kematian karena AIDS (akibat pemakaian NAPZA melalui jarum suntik bersama dengan orang yang sudah terinfeksi HIV). d) Pemakaian NAPZA secara berlebihan menyebabkan kematian. malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA. Penyalahgunaan NAPZA pada dasarnya membahayakan seluruh tubuh. teman-teman. Ketergantungan pada NAPZA juga menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilakunormal. marah. a) Secara fisik: penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang. b) Menurun bahkan menghilangnya produktivitas pemakai. dll. Dampak Penyalahgunaan NAPZA Paling tidak terdapat 3 aspek akibat langsung penyalahgunaan NAPZA yang berujung pada menguatnya ketergantungan. Beberapa dampak yang sering terjadi dari peningkatan ini adalah sebagai berikut: a) Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri dan menipu orang lain untuk mendapatkan uang membeli NAPZA. Perasaan dikucilkan pihak-pihak ini kemudian menyebabkan si penyalahguna bergabung dengan kelompok orang-orang serupa. Cara yang kemudian ditempuh untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi mental itu adalah dengan mengkonsumsi lagi NAPZA. Sehingga perasaan. Sudah terlalu banyak kasus kematian terjadi akibat pemakaian NAPZA. ketakutan. pihak sekolah atau pekerjaan.4. b) Secara psikis: berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental. Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga. seperti rasa bersalah. 53 . Gejala over dosis pada penyalahguna NAPZA menjadi lebih besar karena batas toleransi seseorang sering tidak disadari oleh yang bersangkutan. c) Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV. yaitu para penyalahguna NAPZA juga Semua akibat ini berujung pada meningkatkannya perilaku penyalahgunaan NAPZA. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.kasar. Hal ini terlihat dari peningkatan dosis yang semakin lama semakin besar dan gejala putus obat. c) Secara sosial: dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. agresif. ingin bunuh diri. Keduanya menyebabkan seseorang untuk berusaha terus-menerus mengkonsumsi NAPZA. Peningkatan jumlah orang dengan HIV positif di Indonesia akhir-akhir ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA. apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja. Sehingga muncul konflik dengan orang tua.

mual-mual. Praktisi: ahli dalam bidangnya.H. suhu badan meningkat atau menurun.  Benzodiazepine: kelompok obat yang biasa dipakai oleh dokter sebagai obat penenang. sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. memberikan rasa melambung tinggi. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika.   54 .  Dependensi (Ketergantungan): suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. panik.  Halusinogen: zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi  Stimultan seperti amphetamin dan kokain: jenis obat yang dapat menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri.     Zat-zat adiktif: zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan.  Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi  Psikotropika : zat atau obat. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.  Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat): gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. Rehabilitasi: tempat penanganan individu ketergantungan obat-obat terlarang. Glosarium  Alkohol: Minuman yang memabukkan.  Intoksikasi/Overdosis (Keracunan): gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh.  Kecanduan Obat (Adiksi): suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk.  Depresan : jenis obat yang dapat membuat pemakai merasa tenang. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.  Toleransi: ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. Heroin: zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. dll. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. Obat-obat terlarang: obat-obat yang dilarang untuk dikonsumsi karena dapat menimbulkan ketergantungan. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. hilangnya rasa.  Opiat/Opium: obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy termasuk ke dalam golongan zat depresan Morfin: zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain.  “glue sniffing” (ngelem): aktivitas individu penyalahguna bahan pelarut. rasa sakit diseluruh tubuh.

I. Modul 5: NAPZA.com.M. Kokain : Zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). D. Akibat Penyalahgunaan NAPZA.e-psikologi. 7: Penyalahgunaan dan Ketergantungan Obat-obatan. Tersedia: http://www. Jakarta: PKBI Novianita. [Online]. (2010). dkk. Bandung: Mitra Citra Remaja. G. R.  Kafeinism: kecanduan kafein  Nikotin: zat stimultan yang biasa ditemukan di produk tembakau seperti rokok. [17 Maret 2012]. Bandung: UPI Tambunan. (2011). Tim PLA Jurusan Psikologi UPI. Makalah Kel. 55 .  Kafein: zat yang dapat meningkatkan kesadaran dan biasa ditemukan pada minuman seperti kopi atau the. (2000). (2011). Sumber Marviana.  Phencyclidine (PCP): zat yang biasa dipakai sebagai obat bius dalam ilmu kedokteran.  Amphetamin: obat yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat penahan rasa lapar. Modul Basic Knowloedge.

Keterampilan Public Speaking dan Pengembangan Diri 56 . Keterampilan Konseling 2.Community Orginazier & Public Speaking 1.

tujuan. Fasilitator membagi para kader secara berpasang-pasangan. (10 menit) 6. (20 menit). Kelompok lain dan fasilitator memberikan komentar atau masukan (15 menit) 8. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang bagaimana proses konseling pada remaja. Waktu 120 menit D. F. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Tiap pasangan yang tampil diobservasi oleh pasangan yang lain dan menuliskan kekurangan dan kelebihan kelompok yang lain (50 menit). 7. (5 menit) 5. Dalam konseling terjadi proses hubungan saling membantu dimana dua pihak. Pengertian konseling Konseling adalah suatu hubungan di mana sedikitnya satu di antara pihak-pihak yang terlibat mempunyai maksud membantu pihak lain untuk meningkatkan perkembangan dirinya. 3. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. sebagai konselor dan klien (dalam situasi saling tatap muka) dengan kedudukannya yang setara untuk bekerja sama dalam upaya membantu 57 . Alat Pendukung Alat bantu visual. C. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Tiap pasangan diberi waktu role play masing-masing 5 menit. lembar bacaan. kompetensi yang diperlukan dan proses konseling. Lembar Bacaan 1. Fasilitator melakukan role play proses konseling.KONSELING REMAJA A. Metode Presentasi. Memahami pengertian. kedewasaan. B. G. Berperan sebagai peer counselor dengan mengaplikasikan pengetahuan mengenai konseling. 2. Tiap pasangan melakukan role play proses konseling sesuai dengan kasus yang didapat. kemampuan berfungsi dan menghadapi hidup dengan lebih baik . Fasilitator menjelaskan materi konseling dengan metode ceramah dan tanya jawab. dan Role Play E. Diskusi. Proses Pembelajaran 1. 4. (5 menit). Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. 2. dan perlengkapan role play. (5 menit). Tiap pasangan mendiskusikan kasus/permasalahan remaja yang sudah ditentukan oleh masing-masing pasangan.

lebih dapat mngerti dirinya.klien menolong dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam kehidupannya. Tujuan Konseling pada Remaja Mengapa teman sebayamu membutuhkan konseling? a) Membantu teman sebayamu agar mampu memahami masalah yang sedang dihadapi b) Memberi informasi yang berkaitan dengan masalah teman sebayamu tanpa memihak dan memerikan informasi tentang jangkauan kepada berbagai sumber daya/ fasilitas kesehatan c) Mendorong teman sebayamu menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah d) Membantu teman sebayamu untuk mengambil keputusan tersebut dnegan bertanggung jawab e) Memberikan dukungan emosi. Infeksi Menular Seksual (IMS). Tugas Peer Konselor Tugas peer counselor adalah sebagai berikut: a) Sebagai pendengar yang baik bagi curhat klien sebayamu b) Mmabantu petugas PKPR atau pendampingmu untuk menemukan sedini mungkin masalah yang dialmai klien sebaya c) Membantu menyelesaikan masalah klien sebaya sesyai dnegan kemampuan d) Memberikan informasi/ pengetahuan yang benar tentang kesehatan remaja e) Mangajak (merujuk) klien sebayamu ke ahli jika masalahnya di luar kemmapuanmu untuk membantunya 4. 58 . seperti maslah pacaran. Konseling dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. dan lebih dapat mneyesuaikan dirinya. kesehatan reproduksi secara umum. HIV-AIDS. kamu perlu memahami apa yang dirasakan oleh klien sebaya tetapi masih dapat memisahkan perasaan itu dengan diri sendiri. perilaku seksual. 2. mengurangi kekhawatiran dan penderitaan teman sebayamu 3. Kelebihan konseling kelompo adlah memberikan kesempatan klien untuk belajar dari pengalaman orang lain. b) Sikap 1) Empati Sebagai konselor sebaya. Empati dapat ditunjukkan melalui sikap memahami perasaan klien sebayamu dan bisa membayangkan seandainya kamu memiliki maslah serupa dengan masalah kliemu tersebut. dn masalah-masalah kesehatan lainnya. Kompetensi Berikut ini adalah kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh peer konselor antara lain: a) Pengetahuan Untuk menjadi peer konselor yang harus dimiliki mengenai karakteristik remaja dan maslaahmaslaah kesehatan yang teman sebaya hadapi terutama berkaitan dengan perilaku beresiko. kesulitan belajar. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD).

Kamu dapat dipercaya dan akan menyimpan rahasia c) Keterampilan 1) Mendengar aktif Konseling melibatkan kemampuan mendengar aktif. emosional. umur tingkat pendidikan. a. g. atau justru temanmu jauh lebih pandai darimu. b. Sikap penerimaan tanpa syarat bisa terlihat dari: a. c. c. tingkat sosial ekonomi. kamu perlu memahami dirimu sendiri. 3) Penerimaan tanpa syarat Sebagai konselor sebaya.2) Kongruensi Sebagai konselor sebaya. ras. b. baik berdasarkan jenis masalah yang sedang dihadapi. kamu harus mampu mengajak temanmu tersebut (merujuk) ke pihak lain yang lebih kompeten. Klien sebayamu akan sangat menghargai bila merasa didengarkan. Dalam mendengar aktif. Mengerti keterbatasan diri sendiri sehingga kalau klien sebayamu memiliki masalah masalah dimana kamu tidak dapat membantunya. Tidak membeda-bedakan klien sebayamu. Bisa menerima dirimu apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan. suku. Kamu dapat mengecek kembali apakah pemahamanmu terhadap pesan yang disampaikan oleh klien sebayamu sudha benar atau belum. Peka terhadap kepentingan orang lain. Apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. f. Sungguh-sungguh ingin membantu klien sebayamu. Mendengarkan curhat klien sebayamu dengan sabar. d. b. Kamu menerima keterbatasan dan kelebihan klien sebayamu. f. misalnya jika temanmu tersebut adalah orang yang kurang pandai. Bernai bertanggung jawab terhadap setiap tindakanmu. dan sebagainya. e. e. Mau belajar memecahkan masalahmu sendiri. nilai-nilai kesopanan. 59 . kamu bukan hanya sekedar mendengar melainkan juga menyimak dan mampu menyampaikan kembali apa yang kamu dengar. d. Bisa mengendalikan emosi. kamu diharapkan bisa menghargai dan menerima nilai-nilai klien sebayamu yang bisa jadi berbeda dengan nilai-nilai yang kamu milik. orientasi seks maupun pilihan pekerjaan yang tidak lazim seperti pekerja seks dan lain-lain. Tidak menghakimu klien sebayamu maupun perilakunya meskipun menurut pandanganmu temanmu tersebut salah. nilai-nilai menyontek. Ciri-ciri kongruensi dapat terlihat dari sikapmu sebagai berikut: a. g. agama. jenis kelamin. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari mendengar aktif. seperti nilai-nilai berpacaran. Bisa menjadi sahabat bagi klien sebayamu yang sedang bermasalah.

Membantumu untuk menjaga hubungan baik dengan klien sebayamu karena kamu tidak mengguruinya. 2) Komunikasi non verbal-verbal a.c. condong ke arah klien sebaya yang diajak bicara Hindari: menunduk. Komunikasi Nonverbal 1. Bahasa tubuh a) Gerakan dan posisi tubuh   Rileks. dengan merefleksikan perasaan. b. marah. gelisah. Refleksi Perasaan Pada refleksi perasaan. c. takut. kecewa. konselor harus bisa menangkap dan mengungkapkan kembali isi perasaan yang dirasakan oleh klien sebaya dalam bentuk kata-kata yang diucapkan kembali oleh konselor sebaya. memegang tangan. melihat ke jalan/jam/handphone terus menerus b) Ekspresi        Wajah tersenyum. yaitu: a. terus bergerak. akan membantu klien sebaya untuk mencari perasaan yang ada di balik pesan verbalnya. Parafrasing (Refleksi Isi) Pernyataanmu yang menyebutkan esensi dari isi pesan klien sebayamu yang disampaikan dengan menggunakan kata-katamu sendiri (kata-kata yang berbeda dari apa yang diucapkan oleh klien sebaya). senang. Refleksi Makna Merupakan gabungan refleksi isi dan redleksi perasaan. Mencegah timbulnya rasa marah klien sebayamu d. kesal. Selain itu terdapat berbagai teknik yang perlu dikuasai dari bisa mendengar aktif. Membantumu untuk mengingat apa yang diaktakan oleh klien sebayamu e. bingung Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Menatap mata klien remaja tanpa ketegangan Menepuk bahu. c) Suara d) Kontak mata e) Sentuhan 60 . tangan membuat gerakan tertentu. menunjukkan minat Hindari: muram.

”  Menghindar  Membelokkan “Olahraga apa yang kamu lakukan sekarang?”  Argumen logik “ Satu-satunya cara agar tidak tertular HIV adalah tidak „pakai‟ lagi”  Menentramkan “Ya sudah. Menjaga alur pembicaraan dengan cara paraphrasng yang bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas pernyataan klien sebaya dan membantunya untuk dapat memfokuskan pembicaraan dan merefleksikan pembicaraan 2. apa yang kamu lakukan”  Menasehati “kamu akan lebih baik bila .b. sebaiknya konselor sebayalah yang terlebih dahulu memberikan salam dan memperkenalkan diri.. tidak pakai kondom malah tidak tertular”  Memberikan solusi :  Memerintahkan “Akan lebih baik bila kamu . maka .. Proses Konseling Dalam proses konseling.. konselor dapat menggunakan langkah-langkah yang disebut gather atau satu tuju. Menyimpulkan Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindarkan  Menghakimi  Mengkritik misalnya “Apa kamu belum mengerti juga”  Memberikan julukan “Kamu kok tolol”  Mengasumsi “Anda tidak suka dengan sikap saya”  Menyindir “Kamu hebat ya..” 5. dengan cara mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup sesuai kebutuhan 5.. badai pasti berlalu .. siapa yang pergi bersamamu. berempati dan mengerti perasaan mereka.”  Pertanyaan berlebihan “kamu pergi kemana..”  Moralisasi “Kamu seharusnya . Tidak memotong pembicaraan 4. Klarifikasi.. Komunikasi Verbal 1.. a) Greet – Salam Tujuan : Membangun hubungan untuk mencairkan suasana suapaya klien merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan masalahnya.”  Mengancam “ Kalau kamu tidak lakukan. Hal yang perlu diperhatikan:  Konselor sebaya tidak secara spontan dipercaya oleh klien sebaya.. akan tetapi perlu dibina melalui sikap dan perilaku konselor sebaya. Menafsirkan dengan benar 3. 61 . Oleh karena itu.

selamat datang (sesuaikan dengan lokasi)  “Selamat datang. 62 Contoh pertanyaan yang bisa menggali perasaan remaja agar lebih terbuka: Dari jawaban yang diberikan kita bisa melakukan probing (menggali lebih dalam) untuk: . Contoh salam dan perkenalan 1) Salam Konselor sebaya dapat memberi salam sambil menjabat tangan. silakan duduk. merangkul atau menepuk pundak klien sebaya remaja da mengucapkan :  “Halo apa kabar. situasi klien sebaya dan alasannya datang untuk meminta bantuan dan mengidentifikasi masalah. (sesuai masalah/keluhan yang diungkapkan)”. Hal-hal yang perlu diperhatikan:             Ajukan pertanyaan dengan tenang dan perlahan Jangan memaksa dan hindari suara seperti menginterogasi Memahami perilaku.. Tolong jelaskan apa yang kamu maksud dengan sikapnya yang memaksa?” “Jadi menurutmu sebenarnya kamu tidak suka kalau pacarmu . b) Ask – Tanyakan Tujuan: Mengetahui secara mendalam tentang perasaan klien sebaya.. pemikiran dan perasaan klien sebaya Biarkan klien sebaya menceritakan dan merumuskan masalahnya Konselor sebaya menggali untuk mengetahui apakah masalah ada pada klien sendiri atau orang lain “Bagaimana keadaanmu saat ini di sekolah?” “Apa saja yang kamu ketahui mengenai masalah yang kamu hadapi?” “Bagaimana tanggapan teman tentang masalah . temponya sesuaikan dengan keadaan klien sebaya.. (sesuai kasus)?” “Apa kebiasaan yang kamu lakukan sehari-hari?” “Coba ceritakan masalahmu?” Mengetahui lebih jels dan dalam berdasarkan jawabn yang sudah diberikan oleh klien sebaya Mengetahui apakah pemahaman konselor sebaya sudah sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh klien sebaya. bagaimana perjalanannya?” 2) Perkenalan Konselor sebaya memperkenalkan diri sebaik mungkin dan buat klien sebaya merasa nyaman agar klien sebaya dapat memperkenalkan diri sebaliknya dengan baik pula. jangan terburu-buru. Contoh:   “Tadi kamu bilang merasa tidak nyaman dengan sikap pacarmu yang suka memaksa... Pakailah bahasa yang mudah dimengeti oleh klien sebaya.

Evaluasi Sebagai persiapan mengakhiri konseling.   “Siapa saja yang sudah tahu mengenai kekhawatiranmu ini?” Bagaimana tanggapan ornag sekitarmu (teman. Petugasnya ramah kok. dengan 63 . Terminasi  Konselor sebaya perlu mencegah kemungkinan terjadinya ketergantungan klien sebaya terhadap dirinya yaitu dengan member kesempatan klien sebaya untuk menjalankan keputusannya. konselor sebaya. Tapi kalo kamu malu nanti bisa saya natar ke sana”. maka kamu bisa pergi ke Puskesmas PKPR. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Mengingatkan kembali resiko-resiko yang mungkin muncul atas keputusannya. pacar. d) Return – Undang Tujuan:   Mengevaluasi proses konseling apakah sudah sesuai dengan kebutuhan klien sebaya Mengakhiri proses konseling (terminasi) dengan tetap membuka kesempatan bagi klien sebaya untuk tindak lanjut atau kembali kalu diperlukan. sahabat. konselor sebaya perlu melakukan evaluasi bersama klien sebaya terhadap hasil konsleing untuk mengetahui apakah klien sebaya merasa benar-benar terbantu selama proses konseling. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. maka harus siap ditinggalkannya”. Hal-hal yang perlu dievaluasi mencakup :  Apakah masalah dan gejala hilang atau berkurang  Masih adakah perasaan-perasaan yang menimbulkan stress  Apakah klien remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah  Sejauh apakah pemahaman diri klien sebaya dan orang lian. orangtua. Contoh:   “Kalau kamu mau menyelesaikan maslaahmu dengan cara bilang jujur kepada pacarmu bahwa kamu terlambat haid. pasangan. “Jika kamu sudah memutuskan untuk melakukan tes urin. dll) mengenai kekhawatiranmu ini?” “Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari hubungan dengan pacarmu?” c) Explain – Jelaskan Tujuan: Menjelaskan kepada klien sebaya apa yang perlu dilakukan setelah mengambil keputusan.  Apakah sudah mampu berelasi lebih baik 2. termasuk konsekuensinya.

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. 2010. Teknik Konseling Kesehatan Remaja bagi Konselor Sebaya. H. Sumber Direktorat Bina Kesehatan Anak.  Keputusan untuk menghentikan konseling adalah usaha bersama antara klien sebaya dan konselor sebaya.tetap meyakinkan klien sebaya bahwa ia bisa datang lagi sesuai keperluannya atau jika ia merasa memerlukan. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI LAMPIRAN Format Penilaian Keterampilan Konselor Komunikasi Non Verbal Posisi duduk Rileks Condong ke arah klien Ekspresi Senyum Antusias Suara Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Kontak mata Menatap mata klien Sentuhan Menepuk bahu Memegang tangan Komunikasi Verbal Tidak menghakimi Tidak mengkritik Tidak memberi julukan/ label Tidak berasumsi Tidak menyindir Tidak memberikan Tidak memerintah solusi Tidak mengancam Tidak moralisasi Tidak bertanya berlebihan Tidak menasehati Tidak menghindari Tidak membelokkan masalah masalah Tidak menghibur Tidak berargumen Mendengar Aktif Refleksi Isi Refleksi Perasaan Refleksi Makna GATHER Greet Ask Tell Help Explain Return Ya Tidak Keterangan 64 . Kementrian Kesehatan RI.

dan citacitanya. 8. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Fasilitator menjelaskan tentang peraturan permainan. Output Setelah proses pembelajaran selesai. Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing dan menyimpulkan tujuan dari roleplay sebelumnya (10 menit). 10.PENGENALAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) A. Memahami dan paham mengenai 10 kompetensi psikososial 2. 65 . Proses Pembelajaran 1. dan bola kertas. peserta diharapkan mampu untuk: 1. Tujuan Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada peserta yang dapat mereka gunakan sebagai bekal mereka nanti sebagai kader puskesmas bagi remaja. (5 menit) 6. Fasilitator meminta peserta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan dan mempersiapkan mereka untuk melakukan role play mengenai kasus remaja. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Permainan jembatan gantung dilaksanakan (30 menit). Bola dilempar hingga semua peserta mendapat giliran (15 menit). sifat negative. kapur tulis. Peserta yang terkena lemparan bola kepada peserta lain harus segera menyebutkan sifat positif. 2. (5 menit). 5. Mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif melalui penerapan 10 kompetensi psikososial. F. Alat Pendukung Alat bantu visual. B. Waktu 120 menit. Metode Role play. Fasilitator meminta peserta melingkar dan melemparkan bola secara spontan pada peserta. 9. Fasilitator melakukan diskusi mengenai tujuan dari permainan jembatan gantung. 3. C. Tumbuhnya sikap dan kepedulian terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan 10 kompetensi psikososial. Proses role play (15 menit) 7. Fasilitator mengajak peserta berdiskusi mengenai apa yang terjadi dan manfaat dari permainan (10 menit). dan permainan E. D. diskusi. Fasilitator menjelaskan peraturan permainan (5 menit). 4. korek api. (Jembatan Gantung) 3.

kelemahan.G. mengikuti atau meniru hal-hal yang sedang trend. saling menolong. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan kesadaran diri (pembelajaran efektif). tenggelam dalam kesalahan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan kemampuan menguraikan informasi atau permalahan. lemah semangat). b) Empati Empati adalah kemampuan untuk memposisikan peraaan orang lain pada diri sendiri. menilai dan mengantisipasi tantangan masa depan. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah kemmapuan mengambil keputusan yang tepat. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mamu memahami orang lain sehingga dapat hidup berkelompok. menghubungkan pemasalahan dengan hal-hal yang relevan. Tidak berkembangnya kompetensi ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi frustasi. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi cengeng (tidak mandiri. d) Pemecahan Masalah Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. sehingga tidak terlalu mudah untuk memahami perasaan orang lain. menganalisis diri. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemandirian dan integritas diri. c) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk menentukan pilihan yang tepat secara konstruktif dari berbagai alternatif yang ada. menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalannya. mudah terpengaruh oleh orang lain. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mampu menghadapi berbagai permasalahn dengan cara yang tepat dan cepat. mendorong dan memberi semangat serta toleransi antar sesama. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam Kehidupan sehari-hari mereka masih cenderung mementingkan diri sendiri. 66 . KOMPETENSI PSIKOSOSIAL a) Kesadaran Diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenal diri sendiri tentang karakter. kekuatan. dan kurang peduli terhadap lingkungan. merauka diri sendiri. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih banyak remaja yang masih perlu dibantu dalam mengambil keputusan yang tepat. Lembar Bacaan 1. putus asa atau asal-asalan dalam menentukan langkah. empati dapat membantu seseorang untuk bisa menerima satu sama lain. dan gagal memnafaatkannya untuk kemajuan. keinginan dan ketidakinginan remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih berada pada tahap transisi.

f) Berfikir kreatif Berfikir kreatif adlaah kemampuan membuat ide baru dnegan menganalisis informasi dan berbagai pengalaman. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini menyebabkan remaja sulit memahami sebuah fakta dengan benar. Tidka berkembangnya kompetensi ini pada remaja akan menyebabkan mereka merasa terkucil dan sulit mencari teman. Target pengembangan 67 . Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan kemampuan komunikasi secara efektif. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah mampu berinovasi untuk menemukan ide-ide baru. i) Pengendalian emosi Merupakan suatu kemampuan untuk meredam gejolak emosi sehingga bermanifestasi dalam perilaku yang terkendali. melakukan uji coba dan eksplorasi dalam mencitakan ide baru. g) Komunikasi efektif Kompetensi komunikasi efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan sehingga dimengerti oleh orang lain maupun kelompok di lingkungannya. h) Hubungan interpersonal Kompetensi hubungan interpersonal adalah kemampuan yang dapat menolong kita berinteraksi dengan sesama kompetensi positif dan harmonis. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mengalami kegagalan berkomunikasi dengan pihak lain yang menyebabkan kurang baiknya hubungan pribadi. baik dengan teman sebaya dan orang tua maupun orang dewasa lainnya. agresif. Pengembangan kemampuan psikososial ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan dalam melakukan interaksi yang menyenangkan. merasa tidak nyaman dalam beraktifitas serta selalu merasa kesepian dan kurang mampu. mengendalikan diri agar mampu menghadapi situasi yang emosional dengan tenag. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena remaja membutuhkan jaringan dan kelompok yang dapat memberikan dorongan dan dukungan. tidak tenang dan mudah tersinggung. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mudah marah. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja tidak produktif. untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemampuan menganalisis situasi atau masalah. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini. Target komunikasi efektif ini adalah kemampuan menyampaikan pesan yang dapat dipahami dan membina hubungan baik. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan seharihari diperlukan kemampuan mengendaikan emosi. Target pengembangan kompetesi psikososial ini pada remaja adalah kemampuan berinteraksi positif dengan orang lain.e) Berfikir kritis Berfikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi dan pengalaman-pengalamn secara objektif. cenderung meniru dan malas.

Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari remaja masih rentan dalam menghadapi kesulitan an kegagaln dan membutuhkan kemampuan bertahan dan bangkit dari keterpurukan. tidak termotivasi. bagaimana efeknya dancara mengontrol diri terhadpa stres. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. dan tidak berdaya. agar cepat pulih dan melakukan pengembangan diri. (2011). j) Mengatasi stress Kemampuan mengatasi stres adalah kemampuan pengenalan sumber yang menyebabkan stres dalam kehidupan. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah ketegaran (resiliensi). Tidak berkembangnya kompetensi psikosoal ini pada remaja menyebabkan mereka menjadi lamban.kompetensi psikososial ini adalah kemampuan untuk meredam gejolak emosi dan melatih pengungkapan emosi secara positif. H. 68 . Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. apsif. Sumber Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Berpikir kritis 3. : Role Play : Dalam ruangan : Say No To…. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. Tujuan Khusus 1. 3. : Peserta kader yang terdiri dari 20 orang kader. Briefing (5 menit)  Fasilitator menjelaskan judul dan peraturan roleplay 2. Pengambilan keputusan d. Skenario b. f. Tujuan Umum c. Penilaian Ukuran : ada proses pemahaman terhadap 10 aspek kompetensi psikososial 69 . (Seks Pranikah) : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial Pendidikan : Meningkatkan kemampuan peserta untuk menolak tekanan atau ajakan yang merugikan Keterampilan Hidup Sehat. Sasaran Metode Tempat Proses kegiatan 1.Remaja laki-laki yang memaksa . Proses (15 menit)  Fasilitator meminta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan yang berperan sebagai: .  Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing.LAMPIRAN Role play a.Pengamat  Kemudian fasilitator memberikan skenario yang akan dimainkan. melalui pengembangan kompetensi psikososial terutama: Alat perlengkapan : Alat bantu visual dan scenario bermain peran.Remaja perempuan yang dipaksa .  Fasilitator kemudian menyimpulkan bahwa dibutuhkan keterampilan 10 kompetensi psikososial untuk menghadapi tekanan lingkungan. g. e. Berpikir kreatif 4. h. Komunikasi yang efektif 5. Kesadaran diri 2.  Kemudian fasilitator meminta pengamat untuk menjelaskan hasil pengamatannya dan peserta lain memberikan komentar. Peserta bebas menyampaikan perasaannya. j.

h.  Alat ukur. Apa yang dilakukan untuk mencapai seberang? i. Proses Kegiatan Proses (25 menit)  Permainan terdiri dari 3 kelompok. d. Jarak antara kedua lingkaran tersebut 3 meter. 70 : Jembatan Gantung : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan para kader mampu menerapkan kompetensi psikososial. Apa yang kamu rasakan ketika harus mengambil keputusan? 3.Cara : Fasilitator dapat mengamati cara mereka bermain peran terutama bagaimana mereka menolak ajakan temannya yang negative. misalnya meteran  Amplop 3 buah yang masing-masing berisi kertas dengan pertanyaan: 1.  Tarik dua garis sejajar dengan jarak sekitar ½ meter yang berfungsi sebagai jembatan gantung. e.  Setiap kelompok menggambar 2 lingkaran. masing-masing berdiameter 2 meter di lantai atau tanah dengan menggunakan kapur tulis. : Para kader yang berjumlah 20 orang. 1 kelompok terdiri dari 7 orang dengan jenis kelamin yang sama. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus antara lain:  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri)  Menjalin hubungan interpersonal  Berkomunikasi efektif  Mengendalikan emosi  Berfikir kreatif  Memecahkan masalah yang dihadapi  Mengatasi stress  Mengambil keputusan yang tepat. keterampilan hidup sehat. : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan Alat Perlengkapan : : . Kedua lingkaran berfungsi sebagai pulau. g. c. f. Permainan: 1 a. b. Mengapa harus bekerja sama? 2. masing-masing kotak berisi 10 batang korek api. Sasaran Metode Waktu Tempat  Kapur tulis  Korek api sebanyak 3 kotak.

 Satu kelompok hanya memiliki 10 batang korek api. e. Jumlah ini harus mencukupi untuk memindahkan semua anggota kelompok. Setiap kali penyebrangan harus dilakukan oleh dua orang sekaligus.  Jika semua anggota sudah sampai di pulau 2. para kader mampu: keterampilan hidup sehat. Begitu seterusnya sampai peserta habis. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus  Berpikir kritis  Mengambil keputusan yang tepat  Berkomunikasi efektif  Menjalin hubungan interpersonal. Kemudian menunjuk salah satu anggota untuk menjelaskan jawaban di depan kelompok lain. Sasaran Metode Waktu Tempat : kader yang berjumlah 20 orang : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan 71 : bola panas : mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan.  Fasilitator menanyakan manfaat yang didapat dari permainan jembatan gantung. b. j. Penilaian Ukuran Cara : Ada proses pemahaman terhadap aspek kompetensi psikososial : Fasilitator dapat mengamati peserta dengan kecepatan menyebrang. f. dan kembali pulau 2.  Kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada di amplop tersebut.  Ketika menyebrangi jembatan. kedua peserta harus menyalakan korek api yang harus tetap menyala selama penyebrangan. banyaknya korek api yang terpakai dan cara mereka berdiskusi. d. Permainan: 2 a.  Fasilitator menanyakan apa yang dialami selama mengikuti permainan jembatan gantung.  Salah satu dari sepasang peserta yang telah berhasil sampai ke pulau 2.  Kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda sehingga banyak korek api yang dibutuhkan pun berbeda. g. maka fasilitator akan memberikan satu amplop kepada ketua kelompok.  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri) . c. kembali ke pulau 1 untuk menyerahkan korek kepada sepasang peserta berikutnya.

komunikasi efektif dan hubungan interpersonal. yang meliputi aspek kesadaran diri. Debriefing Ukuran Cara : Ada proses pemahaman kompetensi psikososial. sifat negative dan cita-citanya. 72 .  Kemudian peserta tersebut melemparkan bola kepada pserta lainnya dan peserta lain yang terkena lemparan bola juga harus menyebutkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas sampai semua peserta mendapat giliran. Perlengkapan Proses Kegiatan Proses : bola tenis sebanyak 1 buah :  Fasilitator meminta peserta berdiri melingkar dan menyebutkan nama lengkap dan panggilan dengan jelas.h. pengambilan keputusan. berpikir kritis. i. : Fasilitator dapat mengamati peserta melalui cara peserta menyebutkan identitas diri dan orang lain.  Peserta yang terkena lemparan bola harus segera menyebutkan sifat positif.  Fasilitator akan melemparkan bola secara spontan kepada peserta karena bolanya diumpamakan sebagai bola yang panas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful