MODUL PELATIHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

MITRA CITRA REMAJA PERKUPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA JAWA BARAT 2013

1

Mitra Citra Remaja (MCR) – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat 2013 Pusat Informasi Pendidikan Layanan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Wisma PKBI Jawa Barat Lt.3 Jalan Soekarno Hatta 496, Bandung, Indonesia Hotline 022 7069 7997 Sms : nama (spasi) umur (spasi) Jenis kelamin (spasi) sekolah Fb : mcrpkbi@yahoo.com ; Twitter : @mcrpkbi Email : mcrpkbi@yahoo.com

2

PENDAHULUAN A. Latar Belakang PKPR merupakan Pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Singkatnya, PKPR adalah pelayanan kesehatan kepada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien. Tujuan PKPR adalah untuk mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas. Salah satu strategi pelaksanaan dan pengembangan PKPR di Puskesmas adalah dengan penyertaan remaja secara aktif. Puskesmas memilih perwakilan kelompok remaja laki-laki dan perempuan yang dapat “bersuara“ mewakili Puskesmas untuk informasi penyediaan pelayanan kepada sebayanya dan sebaliknya mewakili sebayanya meneruskan keinginan, kebutuhan, dan harapannya berkaitan dengan penyediaan pelayanan. Puskemas meminta bantuan dari Mitra Citra Remaja sebagai youth center yang menangani masalahmasalah remaja untuk memberikan pelatihan-pelatihan tersebut dan membantu para calon kader agar mampu mengemban tugas yang nantinya mereka akan jalani sebagai kader puskesmas. Bentuk kerja sama tersebut juga berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh MCR-PKBI Jabar sebagai pusat pelayanan informasi kesehatan reproduksi remaja yaitu untuk meningkatkan kontribusi terhadap kondisi kesehatan reproduksi remaja di Bandung, dan salah satu strategi yang digunakan oleh MCR-PKBI Jabar dalam melaksanakan programnya adalah memberdayakan fungsi sekolah, keluarga, pemerintah serta LSM lainnya agar berperan dalam memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya pelaksanaan pelatihan dan pembentukan kader puskemas ini diharapkan dapat melibatkan remaja secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pelayanan. Ide dan tindak nyata mereka akan lebih mengena dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan karena mereka mengerti kebutuhan mereka, mengerti “bahasa” mereka, serta mengerti bagaimana memotivasi sebaya mereka. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai konselor sebaya. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu: a) Memahami kesehatan remaja b) Melaksanakan konseling kepada teman sebayanya c) Menerapkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
3

Alat Pendukung Lembar bacaan. (10 menit). Perwakilan dari tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain (15 menit). c. Tumbuh Kembang Remaja Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. B. C. 3. dan perlengkapan permainan. dan sosial. Lembar Bacaan 1. Metode Presentasi dan diskusi. alat bantu visual. Menjelaskan karakteristik perkembangan psikis remaja. (15 menit). Menjelaskan karakteristik perkembanganan sosial remaja. (5 menit). Waktu 120 menit. d. 9. Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain. (15 menit) 11. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan problematika remaja yang berhubungan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. (15 menit). tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas 4 . Menjelaskan problematika yang pada umumnya dihadapi oleh remaja. E. lembar kerja. Fasilitator melaksanakan pre test kepada peserta. (10 menit). Menjelaskan karakteristik perkembangan fisik remaja terutama masalah pubertas. (5 menit). spidol. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. 4. 7. 8. G. (15 menit). Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan tema yang berkaitan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. 2. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. psikis. 6. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang masa remaja dan problematikanya. D. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan problematika yang dihadapi oleh remaja. Fasilitator membagi peserta menjadi tiga kelompok menjadi kelompok perkembangan fisik. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan mengenai tumbuh kembang remaja. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. 5. karton putih. (15 menit). Proses Pembelajaran 1.MASA REMAJA A. 10. b. F.

Remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. kebutuhan khas yang dimiliki remaja sesuai dengan perkembangannya adalah sebagai berikut:  Kebutuhan akan identitas diri  Kebutuhan akan individualitas/ privacy  Kebutuhan akan kemandirian 5 . Menurut Thornburgh (dalam Retnowati). c) Menurut Schneider. psikologis. sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. termasuk pada masa remaja. dalam setiap fase perkembangan. Remaja merupakan periode transisi (biologi. 1991). batasan usia tersebut adalah batasan tradisional. yaitu antara 13 hingga 18 tahun. maka akan tercapai kepuasan. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental. b) Rasa ingin tahu dan kebutuhan akan kemandirian tersebut mendorong remaja ke arah kematangan. Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. Hurlock (dalam Retnowati) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis. jika rasa ingin tahu ini tidak di jaga dalam batasan tertentu yang tidak dapat dikuasainya akan membawanya kepada pengetahuan yang sebenarnya emosional belum siap diterima remaja. 1993). karena: 1) Seringkali melibatkan beberapa hal yang vital dan mendasar seperti. apakah Tuhan itu ada. kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. 2) Seringkali dikaitkan dengan karateristik remaja lain yaitu kebutuhan akan kemandirian yang mendorong ke arah tindakan untuk membuktikan rasa ingin tahunya. dll. Sebagaimana diketahui. Berdasarkan ciri-ciri perkembangannya. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. Akan tetapi. bagaimanakah rasanya melakukan HUS (Hubungan Seks) itu. emosional sosial dan fisik (Hurlock. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa (Steinberg. maka secara umum remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan (dalam Herdiansiska & Wardhani:2000): a) Rasa ingin tahu yang besar Rasa ingin tahu ini bisa jadi membahayakan. mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak.ketidakselarasan. individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Oleh sebab itu remaja membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih dewasa dalam memberi batasan tentang sejauh mana dia boleh “mencoba” dan dampak (resiko dan manfaat) dari setiap hasil “percobaan” tersebut.

Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik. a) Perkembangan Fisik Menurut Imran (dalam Retnowati) masa remaja diawali dengan masa pubertas. tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder.Meskipun kebutuhan ini juga dimiliki oleh individu dalam tahap perkembangan selanjutnya. dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono. namun pada remaja kebutuhan ini sangat menonjol dan seringkali menjadi sumber permasalahan dengan lingkungan karena lingkungan kurang memahami kebutuhan khas remaja ini. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi. rangsangan dari lingkungan. Pada usia tersebut. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun. drastis. sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian dalam Retnowati). dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun. yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut (dalam Retnowati): a) Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis b) Mencapai peran sosial maskulin dan feminin c) Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif d) Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya e) Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi f) Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja g) Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga h) Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara i) Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial j) Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Retnowati). Menurut Mussen dkk (dalam Retnowati) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. iklim. 1989). Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting. 6 . berlangsung cepat.

Keringat ketiak mulai diproduksi pada usia 12-13 tahun. Pada usia 11-12 tahun. Perkembangan payudara merupakan tanda awal dari pubertas. rambut badan. ditandai dengan keluarnya mukus cair dari lubang penis setelah penis memanjang. Pematangan seksual penuh remaja perempuan terjadi pada usia 16 tahun. testis dan skrotum membesar. Areola. karena berkembangnya kelenjar apokrin yang juga menyebabkan keringat ketiak mempunyai bau yang khas. kemudian rambut pubis mulai muncul. Setahun sebelum suara pecah.Adanya perbedaan perubahan fisik antara perempuan dan laki-laki. tetapi aerola dan puting masih belum tampak terpisah dari jejaring sekitarnya. dan pertumbuhannya pada badan sangat bervariasi. dimana daerah puting susu dan sekitarnya mulai membesar. rambut ketiak dan badan mulai tumbuh pada usia 12-13 tahun. tumbuhnya rambut badan bervariasi luas. Puting susu dan aerola tampak menonjol dari jejaring sekitarnya. Rambuh pubis dewasa. mulai dari perut hingga ke dada. kulit skrotum menjadi gelap dan rambut pubis mulai tumbuh. 2011): 1) Remaja Perempuan Pertumbuhan pesat umumnya pada usia 10-11 tahun. 2) Remaja laki-laki Pertumbuhan pesat umumnya terjadi pada usia 12-13 tahun. jakun mulai tumbuh. Perkembangan kelenjar keringat ketiak yaitu kelenjar apokrin meningkatkan produksi keringat di ketiak dan menimbulkan bau badan dewasa. halus agak kehitaman atau sedikit keriting. kumis. dapat dijelaskan sebagai berikut (Kementerian Kesehatan RI. aerola melebar. cambang dan jenggot pada usia 13-15 tahun. Pengeluaran sekret vagina terjadi pada usia 10-13 tahun. Tabel Stadium Pubertas pada Perempuan Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Stadium V Hanya berupa penonjolan puting dan sedikit pembengkakan jejaring dibawahnya. Rambut sudah semakin dewasa tetapi tidak ada pertumbuhan ke arah permukaan medial paha. stadium ini terjadi pada usia 10-12 tahun. pertumbuhan rambut pubis terjadi sebelum tumbuhnya payudara. Stadium matang. penyebaran mencapai bagian medial paha. tampak sepanjang labia. Tabel Stadium Pertumbuhan Rambut Pubis Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Bulu halus pubis tetapi tidak mencapai dinding abdomen. dimana penis mulai membesar. Pertumbuhan rambut tipis panjang. disertai perluasan areola. terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik. Suara parau timbul saat usia 14-15 tahun. Tabel Stadium Pubertas pada Laki-Laki 7 . Ejakulasi mulai terjadi pada usia 13-14 tahun. Rambut ketiak. Menstruasi terjadi pada usia 11-14 tahun. papila menonjol. Pada sepertiga anak remaja. Payudara mulai sedikit membesar di sekitar puting dan areola (daerah hitam di seputar puting). jejaring payudara membesar dan menonjol membentuk payudara dewasa. puting susu dan jejaring payudara semakin menonjol dan membesar.

Individu yang belum mengalami menstruasi di atas 17 tahun biasa dikatakan individu yang mengalami keterlambatan menstruasi pertama ( menarche). Jika sel telur tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh. Rambut daerah muka sudah mulai berhenti pertumbuhannya. 1993) • • • • • • • • • Pria Wanita Suara menjadi berat • Suara menjadi halus Dada membidang • Payudara mulai tumbuh dan berkembang Pertumbuhan otot yang pesat dbandingkan • Tumbuhnya rambut pubis di sekitar organ seks pertumbuhan rangka • Matangnya organ seks Tumbuhnya rambut pubis di bagian kelamin • Kulit menjadi halus Munculnya bulu-bulu di wajah seperti kumis • Bagian pinggul mulai membesar atau janggut • Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti Kulit menjadi kasar terutama bagian paha menstruasi dan lengan Peningkatan kelenjar keringat Matangnya organ seks Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti mimpi basah Pada masa pubertas akan muncul ciri-ciri sekunder yang biasanya dialami remaja yaitu menstruasi bagi remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja laki-laki (dalam Wahyudi S. Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Hal ini tidak perlu dicemaskan karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Suara menjadi lebih dalam. Mulai terjadi ejakulasi pertama kali. di samping juga rambut pubis dan lengan bawah. Rambut pubis dan sekitar penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. tebal. Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar. kepala penis menjadi lebih besar dan bewarna semakin gelap. Hal ini biasanya berlangsung kurang lebih 28 hari (antara 21 -35 hari). testis dan skrotum masi sama dengan anak-anak. mimpi basah. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa. Rambut di lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. Pada saat ini tinggi badan. Siklus menstruasi dapat 8 . Lapisan ini terbentuk sebagai persiapan jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Skrotum dan penis membesar. Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara. Anak laki-laki akan sering mengalami ereksi tidak terkendali dan mimpi basah. Pembesaran testis terus berlanjut. besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran dewasa. 1) Menstruasi Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). Rambut mulai tumbuh di badan dan makin lama semakin banyak. Kadang-kadang mulai timbul kumis. perubahan permukaan kulit skrotum menjadi berwarna gelap.Stadium I Stadium II Stadium III 10-11 tahun 12-13 tahun 13-14 tahun Stadium IV 14-15 tahun Stadium V 16 tahun Ukuran penis. Jarak satu haid ke haid berikutnya atau yang disebut siklus haid pada setiap perempuan tidak sama. 2000). Perubahan pada masa pubertas (Steinberg. Menstruasi umumnya mulai terjadi pada usia 8-13 tahun. Rambut pubis terdistribusi berbentuk segitiga terbalik. kasar dan keriting.

9 . 4. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan mengkerut dan berubah menjadi corpus lutheum. Dilihat dari prosesnya. Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormon estrogen dan progesteron sehingga kandungan hormon dalam darah jadi tidak ada. Fase Pasca Ovulasi/ fase sekresi ditandai dengan corpus lutheum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormon estrogen dan progesteron pada hari ke-24 sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Namun dari sekian banyak kepompong telur yang berhasil menjadi masak dan dikeluarkan (ovum matang) hanya 300-400 telur saja yang ditempuh perempuan selama masa reproduksinya (masa reproduktif) yang rata-rata 35 tahun panjangnya itu (kirakira 10-45 tahun). Menopause terjadi pada usia 40-50 tahun. Fase Ovulasi/ fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah menstruasi. Estrogen dapat menghambat sekresi FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endomentrium yang robek. terutama pada awal haid namun setelah kurun waktu tertentu akan mejadi lebih teratur. pengobatan dan latihan olahraga. maka ovulasi terjadi sebelum menstruasi maka mungkin saja terjadi kehamilan sebelum menstruasi pertama. 3. Dalam indung telur terkandung kira-kira 750. serta dapat membuat hormon estrogen diproduksi kembali. seperti stres. Pada masa remaja biasanya siklus ini belum teratur.dipengaruhi oleh kondisi tertentu. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek pada hari ke-28 dan terjadilah fase pendarahan/menstruasi. Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan Folicle Stimulating Hormone (FSH) dan merangsang folikel dalam ovarium. Pada saat hal ini terjadi maka kadang-kadang sebagian dari perempuan ada yang mengalami sakit perut (kram).000 saja pada kedua indung telur. 2. 2004): 1.000 kepompong telur (folicle de Graaf) kemudian menyusut menjadi 400. Corpus lutheum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah. Menopause adalah saat berhentinya haid karena ovarium tidak bereaksi terhadap gonadotrofin hipofisis lagi. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase yaitu (Saktiyono. Sel folikel berkembang jadi Folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormon estrogen yang menrangsang keluarnya Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis.

Ketika testis mulai bereproduksi maka setiap hari testis memproduksi sperma. Baru jika cairan menstruasi terkena udara dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Darah menstruasi tidak berbau dan bebas hama. tumor sekitar kandungan.jpg Rata-rata pengeluaran darah selama haid antara 50-150 milimeter. Jadi tidak dikotori bakteri atau kuman-kuman lain. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan. Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodik. Darah menstruasi tidak selalu cair. Nyeri haid primer timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. kurang darah. dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. kondisi tubuh yang menurun atau pengaruh hormon prostaglandin F2. kadang-kadang terbentuk gumpalan kecil dari darah. berkisar setiap 2-3 minggu. 2) Mimpi basah Mimpi basah pertama terjadi pada remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. kelainan kedudukan rahim yang menetap. Nyeri haid dibagi dua jenis yaitu: 1. kista/polip. 2. Nyeri haid ini normal namun nyeri haid ini dapat berlebihan bila dipengaruhi fisik dan psikis seperti stres. Nyeri haid sekunder biasanya baru muncul kemudian yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. Untuk yang berat ini lazim disebut Dismenorrhoe. Mulai dari yang ringan sampai yang terberat.Sumber: http://medicastore. penyakit yang menahun. Penyebabnya adalah penyakit seperti infeksi rahim. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah. shock. Bagian jaringan selaput lendir kadang-kadang dapat terlihat dalam darah haid sebagai jaringan kecil-kecil. Cairan menstruasi terdiri dari darah dan berbagai bagian jaringan dari selaput lendir rahim yang telah dilepaskan.com/image_news/clip_image002. penyempitan pembuluh darah. Pada saat menstruasi remaja perempuan kadang mengalami rasa nyeri. Keadaan nyeri yang hebat yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. 10 .

Tekanan darah ekstra itu pada dinding penis sebelah dalam merupakan “kemantapan” yang disebut dengan ereksi. letih atau sedih. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. Jika tidak dikeluarkan melalui mimpi juga. seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya. Kadang-kadang salah satu ereksi yang terjadi dibarengi dorongan untuk kencing sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. Setelah laki-laki bersangkutan bangun dari tidurnya ereksi ini akan segera menghilang. Di akhir masa remaja. Darah ini mengisi jaringan berongga pada penis yang tersusun dalam tiga silinder panjang. Remaja laki-laki tidak perlu merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah. Setelah kencing. terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh. Pada masa pubertas. 2000). Menurut PKBI (dalam Wahyudi S.Jika produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnya dengan cara sanggama atau masturbasi) maka air mani akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur melalui mimpi. Selama masa remaja. sebaliknya harus merasa bersyukur karena itu merupakan salah satu tanda akil baligh dan tanda bahwa organ reproduksinya sudah mulai berfungsi. usia 11 . Menurut Bourgeois dan Wolfish (dalam Wahyudi S. kandung kemih akan terisi air seni secara perlahan-lahan. misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Ereksi dapat juga terjadi ketika seseorang tidur. marah. Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjelang subuh setiap pagi hari. sehingga penis tetap dipenuhi darah. Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar sembilan puluh menit sekali selama tidurnya di malam hari. Tubuh dapat mengagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis. 2000) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya. 2000) secara fisik. takut. sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk dalam Wahyudi S. Terkadang tekanan pada prostat merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. Kemudian darah ekstra dikirim ke daerah panggul. termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. Meskipun demikian. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. artinya sudah dapat mempunyai keturunan. Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi refleks yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa rangsangan fisik atau mental. rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lenyap. Pada malam hari. hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini.

dan penampilan diri. 2000) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. tujuan hidup. karakter diri.reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun. Hal ini meliputi kemampuan. sikap. Penilaian sosial yang positif seperti (cerdas. a. Sebaliknya bila ia merasa tidak puas dan menilai buruk. trait. b. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai (dalam Herdiansiska & Wardhani. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. Konsep diri yang positif akan dimiliki remaja bila ia merasa puas (menerima) dengan keadaan fisiknya. sedih atau risau.  Suasana hati yang sedang dihayati remaja. maka konsep diri yang buruk atau perasaamn rendah diri akan dimiliki remaja. supel) akan mampu meningkatkan konsep diri dan kepercayaan dirinya. dan perasaan-perasaan dalam diri kita. Sampoerno dan Azwar (dalam Wahyudi S. Sebaliknya penilaian yang negatif seperti nakal. keluarga. Tetapi banyak juga yang tidak terlalu perduli dengan tampilan tubuhnya. Konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri. pengaruh media massa. berisi evaluasi terhadap bagaimana remaja menerima penilaian lingkungan sosial terhadap dirinya. kebutuhan. agama. kebutuhan. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam . 2000). Penilaian sosial. Ada bagian yang mereka sukai dan yang ingin mereka rubah. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. 1) Perkembangan Konsep Diri (Kepribadian) Body image terkait dengan konsep diri (bagaimana seseorang menggambarkan dirinya) dan harga diri (bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya). b) Perkembangan Psikis Ketika memasuki masa pubertas. sebelum wanita berusia 20 tahun secara fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin. Keadaan ini akan mempengaruhi konsep dirinya yang positif atau negatif.  Bayangan subjektif terhadap kondisi tubuhnya. Bagaimana kita mengetahui dan mengendalikan dorongan. Sikap remaja terhadap body imagenya bisa positif ataupun negatif. secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa. budaya. teman sebaya. dll akan membuat remaja memiliki konsep diri yang buruk. bodoh. Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. Pada masa remaja. sekolah. setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Misalnya. seperti bahagia. 12 . Selain itu. Penilaian diri berisi pandangan dirinya terhadap:  Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri.

misalnya perempuan kodratnya harus mengalami menstruasi. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk merumuskan siapa dirinya) -/√ Mereka yang termasuk dalam status identitas ini biasanya tergolong orang yang pasif namun juga sulit untuk menerima masukan dari orang lain dan tidak mempunyai nilai-nilai yang kuat dianut untuk meneguhkan jati dirinya. Diffusion (mereka yang sedang mengalami krisis atau tidak sama sekali dan belum mengambil keputusan. melahirkan. Sebagian besar remaja termasuk dalam status identitas ini. Konsep Status Identitas dari James Marcia Status Identitas Crisis Commitment Foreclosure (mereka yang sudah menemukan (commited) identitas tanpa melalui suatu krisis) Pembentukan identitas pada kelompok ini biasanya lebih √ ditentukan oleh orang dewasa dengan aturan-aturan/ normanorma dan mereka bersedia menerimanya tanpa adanya suatu pergolakan yang berarti.  Orientasi seksual yang selaras dengan norma sosial (heteroseksual). Orang dengan status identitas jenis ini biasa akan merasa kesulitan jika menghadapi suatu perubahan. Moraturium (mereka yang sedang mengalami krisis dan belum mengambil keputusan) Kelompok ini biasanya terus melakukan eksplorasi dengan √ melakukan banyak aktivitas-aktivitas atau mencoba-coba berbagai hal tanpa mempunyai kejelasan arah atau tujuan yang akan di raih. 13 . mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi sehingga tidak mudah tersinggung jika dikritik. Identitas jenis kelamin juga termasuk pada:  Kesediaan menerima dan merasa puas dengan jenis kelaminnya dan kodratinya. Salah satu identitas yang diharapkan dalam masa remaja adalah identitas jenis kelamin. Achievement (mereka yang sudah mengalami krisis dan sudah mengambil keputusan atau menentukan siapa dirinya) Orang-orang yang termasuk dalam status identitas ini biasanya √ √ mandiri. Menurut James Marcia (dalam Herdiansiska & Wardhani. Menurutnya orang harus mengalami krisis terlebih dahulu sehingga mendesak orang tersebut untuk melakukan ekplorasi dan baru kemudian menemukan siapa dirinya. Mereka ini juga biasanya akan mudah membangun relasi kemitraan. dan menyusui. terdapat dua hal yang menjadi patokan dalam merumuskan identitas yaitu crisis&commitment.2) Perkembangan Identitas Remaja Dalam perkembangan identitas ini selain mempertanyakan siapa dirinya. hal yang lebih penting bagi remaja adalah menemukan dalam konteks kelompok mana dirinya bisa tampil dan menjadi sesuatu. 2000). Identitas atau jati diri remaja tergantung bagaimana dan pada kelompok mana dia bermakna dan dimaknakan.  Kesediaan menerima dan menjalankan peran jenis kelamin (tergantung konteks sosial masing-masing). hamil.

cemburu. Keingintahuan yang kuat ini biasanya beriringan dengan kebutuhan bereksplorasi terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. Kritis Segala sesuatu harus rasional dan jelas sehingga remaja cenderung mempertanyakan kembali aturan-aturan yang diterimanya (termasuk norma agama). e. Segala sesuatu masih dilihat dari sudut pandangnya. 4) Perkembangan Kognitif Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. umumnya remaja menampilkan tingkah laku: a. Akibatnya remaja mudah tersinggung dan merasa malu. d. Ia harus dapat memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan menyelesaikannya dengan mengambil banyak faktor sebagai landasan pertimbangannya. Berkaitan dengan perkembangan kognitifnya.Namun demikian idealnya peran jenis kelamin ini diharapkan tidak membatasi kesempatan salah satu jenis kelamin dalam aktualisasi dirinya serta mensubordinasi salah satu jenis kelamin dan meninggikan jenis kelamin lainnya. b. Hal ini menyebabkan remaja bingung dengan emosinya sendiri. c. Remaja harus mampu mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggung jawabkannya. Jalan pikiran egosentris ini berkaitan dengan:  Menentang pendapat yang berbeda Cara pikir yang kritis dan egosentris menyebabkan remaja cenderung sulit menerima pola pikir yang berbeda dengan pola pikirnya. yaitu keadaan sebelum munculnya suatu keadaan emosi.  Imagery Audience 14 . Emosi lebih mudah bergejolak dan biasanya diekspresikan secara meledak-ledak. Jalan pikiran egosentris Remaja kembali memusatkan perhatiannya dan pikirannya pada hal-hal yang ada dipikirannya. Remaja umumnya sangat peka terhadap cara orang lain memandang mereka. hal ini terkait dengan perkembangan konsep dirinya. Kondisi emosional biasanya berlangsung cukup lama sampai pada akhirnya kembali ke keadaan semula. Rasa ingin tahu yang kuat Perkembangan intelektual pada remaja meransang adanya kebutuhan atau kegelisahan akan sesuatu yang harus diketahui atau dipecahkan. c. b. Selain itu juga muncul emosi-emosi yang bertentangan (misal: benci dengan sayang) dalam satu waktu. dll). cinta. Mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang. kemmampuan kognitif remaja berada pada tahap formal operasional. 3) Perkembangan Emosi Ciri-ciri perkembangan emosi pada remaja: a. Bahkan ada kalanya emosi bercampur baur sehingga sulit dikenali oleh dirinya sendiri. Jenis-jenis emosi sudah lebih bervariasi perbedaan antara emosi satu dengan yang lainnya semakin tipis.

sekolah. Menurut Hurlock (dalam Retnowati) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. 15 . Ini dapat menjadi berbahaya. yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. secara psikologis dikatakan bermasalah jika ia mendapat hambatan atau halangan dalam mencapai tujuannya. dari keluarga meluas ke lingkungan teman sebaya. kondisi fisik. Perubahan dalam perilaku seksual terutama dalam hubungan heteroseksual. yaitu: a) Masalah pribadi. Remaja juga mengembangkan kemampuan sosial yang mendorongnya lebih percaya diri dan aktif dalam aktivitas sosial. Hambatan ini dapat berasal dari dalam dirinya atau lingkungannya. d. Bertambahnya wawasan sehingga remaja lebih memiliki penilaian yang lebih baik serta lebih bisa mengerti orang lain. Adanya keinginan dari dalam dirinya untuk menjadi mandiri. emosi. 2. tugas dan nilai-nilai. Tingkah laku atau norma/ aturan-aturan yang dipegang umumnya banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya. atau ketika ia frustrasi dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Remaja cenderung memilih kelompok teman sebaya sebagai wadah interaksi yang dirasa paling sesuai dengannya. Sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. Berikut ini adalah uraian khas tentang perkembangan sosial remaja yaitu: a. Perkembangan Sosial Pada masa remaja mulai terjadi perluasan area sosial. Daubner (dalam Herdiansiska & Wardhani. penampilan. Salah satu bentuk kemandirian itu adalah dengan mulai melepaskan diri dari pengaruh orang tua dan ketergantungan secara emosional pada orang tua sehingga orang tua dan remaja seringkali bertentangan karena perbedaan nilai yang dimiliki mereka masing-masing. c.Remaja menjelaskan ia selalu diperhatikan atau menjadi pusat perhatian orang lain. 3. karena misalnya ketika remaja mulai mencoba-coba sesuatu seperti obat terlarang ia akan merasa yakin bahwa dia tidak akan menjadi ketagihan seperti orang lain. penyesuaian sosial. d. Hal ini menyebabkan remaja sangat terpengaruh oleh penampilan fisiknya dan dapat mempengaruhi konsep dirinya. 2000). Remaja mulai memiliki keinginan untuk berelasi dengan lawan jenis (keinginan untuk berpacaran). Bagi remaja penerimaan dari teman sebaya merupakan sesuatu yang sangat berarti. Problematika Remaja Menurut Edward V. Personal Fabels Remaja merasa dirinya sangat unik dan berbeda dari orang lain. b.

Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan. Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. Bellak (dalam Retnowati) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. absurditas. Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. 16 . dan mengalami gangguan emosional. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. kehilangan harga diri. yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. seperti masalah pencapaian kemandirian. keputusasaan. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. penyalahgunaan obat-obatan. Menurutnya. remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. divorce ) b) Kesibukan orangtua. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah c) Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) d) Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak. malu. Elkind dan Postman (dalam Retnowati) menyebutkan tentang fenomena akhir abad dua puluh. antara lain: a) Keluarga tidak utuh (broken home by death. Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapai kemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. Akibatnya timbul perasaan terasing.b) Masalah khas remaja. dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru. maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis. separation. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. depresi dan bunuh diri. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga.

antara lain: a) Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 1) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari 2) Peredaran alkohol. kehilangan orang tua. yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. antara lain. a) Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai b) Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai c) Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai d) Kesejahteraan guru yang tidak memadai e) Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. dan lain sebagainya. kontrol yang tidak cukup i) j) Kurang stimuli kongnitif atau sosial Lain-lain. faktor kerawanan masyarakat dan kedua. menjadi anak angkat. Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. obat-obatan terlarang lainnya 3) Pengangguran 4) Anak-anak putus sekolah/anak jalanan 5) Wanita tuna susila (WTS) 6) Beredarnya bacaan. yaitu: a) Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu b) Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga c) Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek d) Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak e) Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak f) Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak g) Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain h) Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten. Majalah. dan lain sebagainya. TV. tontonan.Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas. dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan 17 . muatan agama/budi pekerti yang kurang f) Lokasi sekolah di daerah rawan. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. narkotika. yaitu pertama. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut. berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. dirawat di rumah sakit. Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik. Kriteria dari kedua faktor tersebut. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas).

dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yangmelakukannya masuk penjara. Hurlock (1991) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja. sehingga komunikasi kurang terjalin. Masalah umum pada remaja merupakan masalah yang dialami remaja berkaitan dengan tumbuh kembangnya sebagai berikut (dalam Herdiansiska & Wardhani. 2000): a) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan rumahnya. 6) Perbedaan cita-cita atau keinginan serta kebutuhan antara orang tua dan anak. Kenakalan remaja atau juvenile deliquency adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang (Kartono. 3) Ketidaksepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik atau mendisiplinkan anak. merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja. Masalah yang sering paling ditemui adalah kesulitan hubungan remaja dengan orang tua mereka. pengompasan. 2003). 18 .7) Perumahan kumuh dan padat 8) Pencemaran lingkungan 9) Tindak kekerasan dan kriminalitas 10) Kesenjangan sosial b) Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 1) Penyalahgunaan alkohol. 2) Kemerosotan wibawa orang tua karena perbuatan orang tua bertentangan dengan peraturan yang dibuatnya sendiri. penodongan. perampokan 5) Perkosaan 6) Pembunuhan 7) Tindak kekerasan lainnya 8) Pengrusakan 9) Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. perampasan. sudut pandang dan pola pikir yang dianut orang tua dan remaja. Masalah tersebut dapat berupa kesulitan berkomunikasi. 5) Cara mendidik yang salah dari orang tua. 4) Anak segan berkomunikasi dengan orang tua karena kurangnya bahasa penerimaan orang tua terhadap pengungkapan pikiran/ perasaan/ pengalaman remaja. narkotika dan zat aditif lainnya 2) Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal 3) Kebut-kebutan 4) Pencurian. Faktor-faktor penyebab kesulitan komunikasi dengan orang tua ini adalah: 1) Perbedaan norma.

Masalahmasalah seperti perceraian orang tua dan penyelewengan orang tua menjadi masalah yang sulit bagi remaja karena remaja kehilangan orang yang menjadi pengayom atau panutan bagi dirinya. relasi dengan guru. suasana hati berubah-ubah).  Mimpi basah: pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah pada saat tidur melalui mimpi.  Kenakalan remaja (juvenile deliquency) : perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. tawuran. sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa. penampilan (berat badan. tindak kriminal dan lain-lain. peran pemimpin). H. penerimaan oleh teman sebaya.b) Masalah keretakan keluarga.  Information overload: pemasukan informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. psikologis. pacaran backstreet. ciri-ciri daya tarik. Kondisi tertekan ini dapat menimbulkan kompensasi tingkah laku sebagai cara remaja menyalurkan beban/ ketegangan emosi. kegiatan ekstrakurikuler. naksir. Misalnya: menggunakan obat-obatan terlarang.  Pubertas: masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). jerawat.  Dismenorrhoe: nyeri haid pada wanita yang sudah berat.  Harga diri: bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang. h) Nilai-nilai (moral. sulit bergaul. dan hubungan seksual).  Formal operasional: tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. Anak-anak dari keluarga broken home merupakan anak-anak dengan kesulitan tersendiri. 19 . d) Kondisi fisik (kesehatan atau latihan). sulit punya pacar dan lain-lain. penyalahgunaan obat-obatan. c) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekolah seperti rangking.  Remaja: periode transisi (biologi. kesesuaian dengan jenis kelamin). e) Emosi (temperamen yang meledak-ledak. melakukan perilaku seksual beresiko. Glosarium  Adolescere: tumbuh menjadi dewasa. g) Masalah pekerjaan (pilihan pekerjaan. pengangguran).  Menstruasi: peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). i) Masalah yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis (heteroseksual) seperti putus pacar.  Konsep diri: bagaimana seseorang menggambarkan dirinya. f) Penyesuaian sosial (minder. pacaran. bau badan.

(1989) Psikologi Remaja.I. Psikologi Perkembangan – Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (8 Maret 2012) Saktiyono.google.id%2Ffiles%2Fremaja_dan_ permasalahannya.t). R. Sumber Herdiansiska. Jakarta: Erlangga. E. (2011). Wahyudi S. S.staff. United Stated of America: Mc-Graw Hill. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja.ugm. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. Bandung: PKBI Jawa Barat 20 . Y. (t.co. Inc. (2000). Jakarta: Esis-Erlangga Sarwono.K. Adolesence. Modul 6: Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. Kementerian Kesehatan RI. [Online]. Sains: Biologi SMP 3. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Retnowati. L. (3rd ed). (1991). (2000).id/ url?sa=t&rct=j&q=remaja%20dan%20permasalahanya&source=web&cd= 6&ved=0CEIQFjAF&url= http%3A% 2F%2Fsofia-psy. W. Bandung: PKBI Jawa Barat Hurlock.doc&ei=-sliT7PMDM3KrAflmbm9B w&usg=AFQjCNHq_a8bqOhg7j JImY51Q9y8VnL_LA. (1993). E. B. Tersedia: http://www. (2004). Remaja dan Permasalahannya. & Wardhani. Jakarta: Raja Grafindo Persada Steinberg. Sarlito.ac.

B. d. Fasilitator melaksanakan pre test kepada para kader. Menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. 21 . dan Permainan. dan hubungan seksual. dan perlengkapan permainan. e. Menjelaskan dan menyebutkan perilaku. 3. E. Menjelaskan fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. alat bantu visual. Menjelaskan personal hygiene. Alat Pendukung Lembar bacaan. aktivitas. Para kader diminta untuk memilih kertas bertuliskan nama-nama alat reproduksi atau fungsi alat reproduksi yang sudah tersedia dan menempelkannya di alat bantu visual alat reproduksi (20 menit). (5 menit). Fasilitator membagi para kader menjadi dua kelompok. Menyebutkan alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. F. Menjelaskan aktivitas seksual yang berisiko. (5 menit). b. Metode Presentasi. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. 4. C. D. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang kesehatan reproduksi. c. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. Waktu 120 menit. Diskusi. 2. (15 menit). f.LAMPIRAN LEMBAR KERJA Perkembangan Fisik Perkembangan Psikis Perkembangan Sosial KESEHATAN REPRODUKSI A. Proses Pembelajaran 1. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan.

yang terdiri dari: 1) Zakar/Penis. Di ujung glans terdapat tempat keluarnya air seni (kencing) dan air mani (cairan kental yang warnanya seperti susu encer.wordpress.com/2008/11/anatomi_pria. Lembar Bacaan 1. bentuknya bulat panjang seperti batang. Fasilitator menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. merupakan selaput pembungkus testis yang meripukan pelindung testis serta mengatrur suhu yang sesuai bagi spermatozoa.files. dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh. Fasilitator menjelaskan mengenai perilaku. 8. Alat reproduksi laki-laki bagian dalam tidak telihat karena terletak didalam tubuh. 6. a) Alat reproduksi laki-laki Sumber: http://gurungeblog. Anatomi fungsi alat reproduksi Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Fasilitator menjelaskan mengenai anatomi fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan dan personal hygiene.jpg Alat reproduksi laki-laki terdapat di bagian luar dan dibagian dalam tubuh. Tiap kelompok di minta mencari kata-kata tersembunyi yang berkaitan dengan aktivitas seksual (15 menit). aktivitas dan hubungan seksual (15 menit). 7. ujungnya sedikit lebih besar dan bulat (disebut glans) dan sangat peka karena didalamnya banyak terdapat serabut saraf. Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. (15 menit). G. (10 menit). diperut bagian bawah yang terdiri dari : 22 . Alat reproduksi laki-laki dan perempuan berbeda. (5 menit). Bentuknya seperti kantung berisi 2 butir pelir (buah zakar).5. berisi sperma) 2) Kantung Zakar/scrotum. Alat reproduksi laki-laki bagian luar. 9. 10. terletak dibawah pangkal penis. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. (15 menit). Fasilitator menutup kegiatan pelatihan.

a. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut dengan tubulus seminiferus. b. Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma. c. Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis. d. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang berisi nutrisi untuk menghidupi sperma. e. Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. f. Saluran kencing/urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi, jalan bagi air seni dan air mani menuju ke lubang diujung glans. Saat air mani keluar, secara otomatis katup air seni menutup. b) Alat reproduksi perempuan

Sumber: http://www.happylife.lk/kb/sites/default/files/untitled.bmp http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg Alat reproduksi perempuan terdapat dibagian luar dan dibagian dalam tubuh. Alat reproduksi perempuan bagian luar dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh terdiri dari : 1) Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan/keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara. 2) Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:  Bibir luar kemaluan/labia mayora merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luar dan membatasi vulva.  Bibir dalam kemaluan/labia minora merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. 3) Kelentit/clitoris, merupakan bagian yang paling peka karena mengandung banyak serabut saraf.
23

4) Mulut vagina, sebagai penghubung alat reproduksi perempuan bagian luar dengan bagian dalam. 5) Selaput dara/hymen, merupakan lipatan mukosa mengelilingi vagina, hampir menutupi vagina dengan lubang kemaluan, biasanya ditengah, untuk keluarnya darah dan cairan lain. Alat reproduksi perempuan bagian dalam, tidak terlihat karena terletak didalam tubuh dan terlindungi oleh rongga panggul, yang terdiri dari : 1) Indung Telur/ovarium, berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Masing-masing berisi ribuan sel telur atau benih perempuan. Setiap bulan, satu sel telur yang sudah matang dilepaskan ke saluran falopi saluran telur. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti:  Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan sel telur.  Progesteron yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan. 2) Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium. 3) Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae. 4) Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 5) Oviduct merupakan salurang panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 6) Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah sederhana dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai tiga macam lapisan dinding yaitu:  Perimetrium yaitu lapisan yang terluar dan berfungsi sebagai pelindung uterus.  Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.  Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila terjadi pembuahan maka dinding endomentrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. 7) Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai lahir rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. 8) Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervix dan sampai pada vagina, serta jalan keluar bagi darah haid, bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina.
24

2. Personal Hygiene a) Pengertian

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejathteraan fisik dan psikis. Tujuan personal hygiene antara lain: 1) Meningkatkan derajat kesehatan 2) Memelihara kebersihan diri 3) Memperbaiki personal hygiene 4) Pencegahan penyakit 5) Meningkatkan percaya diri 6) Menciptakan keindahan b) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene 1) Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan dirinya misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli pada kebersihannya. 2) Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. 3) Status sosial-ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4) Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasian penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 5) Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 6) Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain. 7) Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawt diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. c) Bagian-bagian tubuh yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene  Secara umum 1) Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari. 2) Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus. Selain dengan air, dapat digunakan benda-benda lain seperti kertas pembersih (tissue), pasir dan kayu.
25

Jika memakai pembalut sekali pakai. Jangan memainkan/ mengorek-ngorek kelamin bila lecet/ putih. Hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri pada saat haid adalah: 1. Hal ini disebabkan adanya peregangan-peregangan (kontraksi) pada otot rahim. Badan terasa kurang segar pada saat haid karena tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak serta getah-getah tubuh lainnya. h. sehingga tetap bisa merasa nyaman selama menggunakannya. pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. 2. 5) Menghindari celana ketat bagi perempuan dan laki-laki. penggunaan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah mandi dan buang air kecil. 3. Tidak memasukkan benda asing dalam vagina. Jangan masukkan jari ke vagina atau dubur. Celana yang terlalu ketat menyebabkan permukaan vagina/penis menjadi berkeringat. Pilihlah pembalut yang daya serapnya tinggi. i. Tidak melakukan penyemprotan pada vagina (douching). Oleh karena itu kebersihan vagina harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. f. sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dibungkus. Pada saat haid. 6. 4) Dianjurkan untuk mencukur/merapikan rambut kemaluan karena rambut kemaluan bisa ditumbuhi sejenis jamur atau kutu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa gatal.  Secara khusus 1) Perempuan a. Pakailah celana dalam dari bahan katun dan menyerap keringat. terlebih dahulu rendam memakai sabun pada tempat tertutup. b. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum dicuci. Untuk menjaga kebersihan. g. d. 4. Jadi remaja puteri sebaiknya tetap mandi dan keramas seperti biasa.3) Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci vagina/penis. lalu di buang ke tempat sampah. Mencatat siklus haid agar dapat mendeteksi adanya gangguan. Tidak menggunakan sabun atau produk berparfum. 5. e. Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul. hanya mungkin tubuh agak terasa demam sehingga lebih baik menggunakan air hangat. Memeriksa ada atau tidak benjolan pada payudara minimal 1x/bulan setiap setelah selesai menstruasi. Menyeka kelamin dari depan ke belakang. 26 . sehingga permukaan vagina tidak lembab maupun basah yang mudah sekali menjadi tumbuhnya bakteri dan kuman c.

batasi lemak dan daging. berbau. 2) Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga. hijau atau kuning. celana yang tidak menyerap keringat dan penyakit menular seksual. d) Akibat jika tidak menjaga kebersihan diri 1) Bila terkena sejenis jamur atau kutu yang dapat menyebabkan rasa gatal atau tidak nyaman. Jika tidak di sunat. pemeriksaan dalam yang tidak benar. d. pemeriksaan yang tidak hiegenis dan adanya benda asing dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang abnormal. Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma (cairan dari kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan keperawanan/ keperjakaan. Pada waktu haid. Contoh aktivitas seksual yang dapat menimbulkan resiko antara lain: a) Melakukan hubungan seksual sebelum menikah/ seks pra nikah. Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis sehingga dapat menghambat produksi sperma. tertular atau menularkan IMS/ISR. hal ini menyebabkan timbulnya keluhan nyeri perut dan lainnya. Sesudah membersihkan. Hindari keadaan ini dengan: 1) Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. jangan lupa mengeringkan dengan handuk untuk mencegah timbulnya jamur. seni. Ikan dan ayam lebih cocok serta minum air putih yang banyak serta perbanyak mengonsumsi karbohidrat agar tubuh tidak menjadi lemah. sangat gatal atau disertai nyeri perut bagian bawah. 27 . 3) Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno. kehamilan yang tidak diinginkan (KtD) atau terpaksa dikawinkan. 2) Mencuci vagina dengan air kotor. air di dalam tubuh lebih banyak. keagamaan. sebaiknya selama haid garam dikurangi. pemakaian pembilas vagina yang berlebihan. Penis dicuci dengan air dan sabun lembut minimal sehari sekali.7. 2) Laki-laki a. Aktivitas Seksual Berisiko Aktivitas seksual dapat menimbulkan risiko yaitu infeksi menular seksual dan HIV AIDS. Keputihan juga bisa timbul karena pengobatan hormonal. harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin. Oleh karena itu. e. Cuci tangan sebelum dan sesudah BAK. Keputihan yang abnormal bewarna putih. c. f. 3. perbanyak buah-buahan dan sayur mayur segar. b.

Kehamilan yang tidak diinginkan dapat memicu terjadinya pengguran kandungan (aborsi) karena sebagian besar perempuan yang mengalami KtD mengambil jalan keluar dengan melakukan aborsi yang sebagian besar dilakukan dengan tidak aman. 5) Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat-alat kontrasepsi dan cara penanggulangannya. Jika sudah terjadi KtD maka saat menemukan kasus kehamilan remaja.  Alat reproduksi: bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Dalam hal pemerkosaan remaja sebaiknya dipersiapkan untuk tidak menyembunyikan peristiwa tersebut agar dapat diambil tindakan terhadap pelaku (hukuman pidana) serta tindakan pencegahan dan penanggulangan untuk mencegah kehamilan. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. d) Kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan.4) Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat kontrasepsi. SpKK. Remaja perlu mengenali tanda-tanda orang dewasa yang akan melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut. Undang-Undang PA No. b) Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis c) Mengalami kekerasan seksual seperti pemerkosaan. Banyak kasus menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab atas kondisi ini. 28 .  Masturbasi: perilaku seksual dengan merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual. teman sebaya perlu: 1) Tidak menghakimi 2) Bersikap bersahabat dengan remaja yang bersangkutan 3) Memberikan konseling pada remaja yang bersangkutan 4) Solusi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu 5) Apabila ada masalah yang serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila masih belum bisa terselesaikan supaya dikonsultasikan ke SpOG.23 tahun 2002 menjelaskan perlindungan anak sejak usia dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun terhadap kekerasan fisik maupun mental termasuk yang berhubungan dengan perilaku seksual.  Fertilisasi/ konsepsi: terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. Glosarium  Aktivitas seksual: kegiatan yang dilakukan dalam upaya memenuhi dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai perilaku. Psikolog atau Psikiater.  Hubungan seksual: kontak seksual yang dilakukan berpasangan dengan lawan jenis. H.  Intercourse /making love (ML) atau senggama: aktivitas memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan.

Buku Panduan Peer Educator Kesehatan. Materi Developmental: Kehamilan. (2000). (8 Maret 2012) Mitra Citra Remaja. N. I.  Petting atau bercumbu berat: keseluruhan aktivitas seksual non intercourse hingga menempelkan alat kelamin. (t.  Oral seks: aktivitas memasukkan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis.t. Tersedia: http://www.com/doc/60772068/kesehatan-Reproduksi-Remaja-yang-Bertanggung-Jawab. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. (t. [Online].  Personal hygiene: suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejathteraan fisik dan psikis.). Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene. Kehamilan: suatu keadaan normal yang terjadi mengikuti proses pembuahan. (8 Maret 2012) Dziab. Bandung: PKBI Wahyudi S.  Perilaku seksual: perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis. Bandung: Mitra Citra Remaja Mitra Citra Remaja.t. Materi Presentasi: Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual. Tersedia: http://www.t). (2005).). namun tidak terjadi penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina).scribd. (t. L.). Materi Presentasi: Ada Apa dengan Seks. Kesehatan Reproduksi yang Bertanggungjawab bagi Remaja .scribd. (2011). Sumber Andi. Bandung: PKBI Jawa Barat 29 . (t.t.com/doc/59034888/20/Faktor-faktor-yang-Mempengaruhi-Personal-Hygiene. Bandung: Mitra Citra Remaja Ibrahim.  Reproduksi: kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. I. Bandung: Mitra Citra Remaja Tim ACD PKBI Jawa Barat. yaitu setelah terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot.F. W. [Online]. R.

Anatomi fungsi alat reproduksi Nama alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Penis Klitoris Fungsi alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai Alat reproduksi ini berfungsi sebagai pelindung testis serta mengatur suhu organ kopulasi / keluarnya bayi. Kata Tersembunyi P D X D C D M I M P O T E N S I J N B E A U S I U L A M H U B U N G A N I S T P S E U R K O S A P E R M A N F M E T A S K M U A S A E M P T A S A I A K I L V E A N K A L M E M E S N X S K S N O A R N F L U A O E A S T E T A T U G N G P N G K M D N D R A U C E N I A L A I E G A G E R T A S A R K R G V L E N N N N G N G U O I I S B I I A I U T I T T I R D C M N L T S A A K A T K S V A G P E R I L A K U E S A N S A S O R A L U S D U A G U R S I S G S S E 30 . Alat reproduksi ini berfungsi Alat reproduksi ini berfungsi untuk menghasilkan sel-sel sperma serta menangkap sel ovum yang telah hormon testosteron. matang yang dikeluarkan oleh ovarium. Alat reproduksi ini berfungsi untuk Alat reproduksi ini berfungsi sebagai menyimpan sperma sementara dan tempat pertumbuhan embrio. ovum menuju uterus. yang sesuai bagi spermatozoa.LAMPIRAN 1. mematangkan sperma. Alat reproduksi ini menghasilkan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai cairan yang berisi nutrisi untuk tempat fertilisasi dan jalan bagi sel menghidupi sperma. Vas deferens Cervix Saluran Ejakulasi Saluran Kencing/Urethra Saluran Vagina Indung Telur/Ovarium 2.

Fasilitator kemudian memberikan waktu kepada narasumber untuk menjelaskan pengertian. 31 . cara penularannya. Mengetahui apa saja resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi remaja. (20 menit). lem. jenis-jenis. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. dan gunting F. Menjelaskan pengertian kehamilan yang tidak diinginkan dan resiko yang ditimbulkan. Menjelaskan pengertian IMS. (15 menit). 3. presentasi. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. dan permainan E. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. majalah bekas. lembar bacaan.RESIKO KESEHATAN REPRODUKSI A. 7. Fasilitator melaksanakan post-test pada para peserta. Proses Pembelajaran 1. resiko. Menjelaskan pengertian HIV/AIDS dan cara penularannya. 6. (5 menit). (15 menit). Metode Ceramah. 2. tanya jawab. Tujuan Umum : Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi. Setelah itu meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk memilih kertas yang berisikan tema yang akan mereka diskusikan. Fasilitator melaksanakan pre-test pada para peserta. Fasilitator kemudian membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk sesi diskusi dan permainan. dan upaya pencegahan. 2. kertas. Alat Pendukung Alat bantu visual. Output : Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. 4. Waktu 120 menit D. 5. jenis-jenis resikoresiko kesehatan reproduksi berserta cara penularan dan dampaknya. dan dampaknya. Fasilitator kemudian meminta setiap kelompok untuk membuat tampilan visual mengenai tema yang telah mereka pilih menggambarkan mengenai tema. C. B. spidol warna. (5 menit). diskusi. 3. (15 menit) 8. penyebab. (45 menit) 4. Fasilitator meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menjelaskan gambar yang telah mereka buat.

Granuloma inguinale disebabkan oleh Calymmatobacterium granulomatis f. Bila tidak diobati secara cepat. AIDS disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV) e. kemandulan dan bahkan kematian. Kondiloma akuminata disebabkan oleh Human papilloma virus c.G. infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan. Hepatitis B dan C disebabkan oleh Hepatitis virus type B dan C 3) Jenis IMS yang disebabkan oleh parasit sbb: a. Moluskum kontagiosum disebabkan oleh Molluscum contagiosum virus d. Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae b. sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah. Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomoniasis vaginalis b. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum d. IMS biasa dikenal juga sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau bisa disebut sebagai penyakit kelamin. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. Infeksi Menular Seksual a) Pengertian IMS Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). Pedikulosis pubis disebabkan oleh Phthirus pubis 4) Jenis IMS yang disebabkan oleh jamur adalah Kandiosis vaginalis disebabkan oleh Candida albicans. 1 Jenis-Jenis IMS Kencing nanah/Gonore Pada laki-laki Pengertiannya  Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae  Penyakit yang biasanya menyerang organ-organ reproduksi seperti pada saluran kencing laki-lai atau saluran kelamin perempuan 32 . b) Jenis-Jenis IMS 1) Jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri sbb: a. mata atau bagian lain dari tubuh manusia. sakit berkepanjangan. Untuk remaja perempuan. perlu disadri bahwa resiko untuk terinfeksi IMS lebih besar dari laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. Lembar Bacaan 1. Infeksi ini mempunyai cakupan arti yang lebih luas dan gejala dari infeksi tidak hanya terjadi pada alat kelamin saja tapi bisa saja terjadi di tenggorokan. Seringkali berakibat parah karena gejala awal tidak segera dikenali. Limpogranuloma venereum disebabkan oleh Chlamydia trachomatis 2) Jenis IMS yang disebabkan oleh virus sbb: a. Berikut ini adalah beberapa contoh IMS yang umum dijumpai No. Herpes genitalis disebabkan oleh Herves simplex virus b. Skabies/kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei c. Ulkus molle disebabkan oleh Haemophilus ducreyi e. Uretritis (infeksi saluran kencing) non spesifik terutama disebabkan oleh Chlamydia trachomatis c.

demam.Bila ada keputihan biasanya berwarna putih.Bila terinfeksi kepada ibu hamil dapat ditularkan kepada bayi yang menyebabkan infeksi mata pada bayi yang dapat menyebabkan kebutaan  Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum  Sifilis dibagi menjadi Sifilis Akuisita (didapat) dan Sifilis Kongenital (ditularkan dari ibu ke janin) yang bisa menyebabkan abortus. kematian janin atau lahir dengan kerusakan kulit. hati. bibir kemaluan atau leher  Bercak kemerahan yang tidak gatal terutama di telapak tangan dan kaki. sekitar dubur atau tergantung dari cara hubungan seksualnya  Biasanya disertai juga dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional (sesuai dengan lokasi sifilis primernya) . dapat timbul abses (Bartholinitis) . limpa.Infeksi telah lanjut dapat menimbulkan rasa nyeri pada perutbagian bawah sebagai akibat terjadinya infeksi pada saluran telur atau indung telur (dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan ataupun kemandulan) .Stadium II (Sifilis Sekunder):  Terjadi setelah 6-8 minggu lenih dan bisa berlangsung sampai 9 bulan  Kelainan dimulai dengan adanya gejala nafus makan yang berkurang. dan keterbelakangan mental  Bersifat kronis.Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari . kuning kehijauan.Sering kencing . pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh. kulit di sekitar kelamin dan anus. lidah. dapat menyerang semua organ tubuh dan dapat menyerupai banyak penyakit  Gejala timbul luka yang tidak nyeri di penis.Bila infeksi mengenai saluran kemih timbul rasa nyeri waktu kencing .Umumnya berlangsung tanpa keluhan karena infeksi awal terjadi pada mulut rahim . dan nyeri sendi  Disebut dengan the great imitator of the skin disease karena mempunyai tanda atau gejala menyerupai penyakit kulit berupa 33 .  Mengalami 4 stadium: .Pada perempuan 2 Raja singa/Sifilis  Keluhan pada laki-laki: .Bila infeksi mengenai kelenjar di bibir kemaluan.Rasa gatal dan panas sewaktu kencing .Rasa nyeri saat buang air kecil atau ereksi . tetapi penyakitnya akan berlanjut ke stadium II  Lokasi pada laki-laki biasanya pada alat kelamin  Lokasi pada perempuan selain pada alat kelamin luar juga bisa pada vagina maupun leher rahim  Tempat lain yang bisa terkena adalah pada bibir.Stadium I (Sifilis Primer):  Timbul antara 2-4 minggu setelah bakteri masuk  Ditandai dengan adanya benjolan kecil merah biasanya 1 buah yang kemudian menjadi luka/koreng yang tidak disertai rasa nyeri tetapi akan hilang secara spontan dalam waktu 3-10 minggu. sakit kepala. dan agak kental .Terkadang keluar darah  Keluhan pada wanita: .

3 Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis Pada laki-laki Pada perempuan bercak merah. kebotakan rambut dan sebagainya  Disertai juga dengan pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat menyeluruh  Stadium laten dini: bila sifilis sekunder tidak diobati setelah beberapa minggu atau bulan gejala akan hilang seakan-akan sudah sembuh.Pada laki-laki terutama dijumpai pada yang tidak dsirkumsisi atau dengan imunitas terganggu  Lokasi: . tidak gatal.Stadium III (Sifilis Tersier)  Umumnya timbul antara 3-10 tahun setelah infeksi. misalnya lemas.  Ditandai dengan 2 macam kelainan yaitu berupa kelainan yang bersifat destruktif pada kulit. selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. dan nyeri otot . di dinding liang kemaluan dan di sekitar anus . sifilis masuk ke stadium laten lanjut yang dapat berlangsung bertahun-tahun .Ada rasa seperti terbakar atau gatal beberapa jam sebelum timbulnya lesi . namun pada saat pemeriksaan selorosis untuk sifilis hasilnya positif. terdiri atas stadium laten lanjut dan sifilis stadium III  Stadium laten lanjut: setelah 1 tahun.Pada perempuan: di kulit daerah kelamin sampai anus.Pada laki-laki: di batang atau kepala penis.Tumbuh bintil-bintil yang runcing seperti kutil. kelainan kongenital dan kematian  Gejala dan tanda: .Pada laki-laki: di kepala penis 34 4 Jengger Ayam Pada laki-laki Pada perempuan .Pada wanita sering bersamaan dengan gejala keputihan .Pada perempuan: di sekitar kelamin.Timbulnya gelembung-gelembung yang berkelompok dan mudah pecah . kehamilan lahir muda. koitus yang berlebihan.  Stadium lanjut dianggap tidak menular yaitu sifilis yang timbul setelah 1 tahun sejak infeksi. tulang sendi serta adanya radang yang terjdi secara perlahan-lahan pada jantung.Pada bentuk ulang (rekurens) biasanya ditandai oleh faktor pencetus mislanya stres psikis. sistim pembuluh darah dan syaraf. trauma. demam.Kadang-kadang disertai gejala konstitusi. makanan yang merangsang.Gejala awal pada lesi awal lenih berat dan lama . benjolan kecil-kecil seluruh tubuh. . dapat membesar sehingga menyerupai jengger ayam . alkohol.  Penyebab: Herpes simplex virus (HSV)  Komplikasi : kanker leher rahim. selaput lendiri. Pada keadaan ini tidak akan ditemukan kelainan klinis. obat-obatan dan beberapa halyang sulit diketahui  Lokasi bintil atau luka/lecet: . Namun infeksi masih berlangsung terus dan masuk ke stadium laten lanjut. atau di sekitar anus  Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)  Komplikasi : kanker leher rahim (terutama karena tipe 16 dan 18) atau kanker kulit disekitar kulit kelamin  Keluhan .

IMS yang lebih lanjut sering disertai dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha. 2) IMS yang ditandai dengan adanya luka atau koreng di alat kelamin. AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. pembengkakan buah zakar pada laki-laki. herpes genitalis) 4) Kematian (sifilis. dan Herpes genitalis 3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin.id/imghp?hl=id&tab=ii c) Gejala-Gejala IMS Berdasarkan gejala klinis yang timbul maka IMS dibedakan menjadi: 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih. HIV dan AIDS a) Pengertian AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. yaitu: Kondiloma akuminata dan Limpogranuloma venerium (bubo) Selain tanda-tanda tersebut. sehingga bayi dapat cacat. serta nyeri perut bawah pada wanita. misalnya: 1) Kemandulan. pada laki-laki maupun perempuan (infeksi gonore. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia). dan Syndrome adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit penyakit.co. yaitu: Sifilis. dapat menularkan kepada bayinya.Sumber gambar: http://www. sehingga bila ditemukan gejala demikian sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. yaitu: Gonore. bakterial vaginosis dan Trikomoniasis. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang memungkinkan berbagai penyakit masuk dan sulit disembuhkan karena HIV berjalan sangat progresif merusak sel limfosit tersebut. kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin. Deficiency artinya tidak cukup atau kurang. Kebanyakan orang dengan HIV akan 35 . AIDS) 2. Immune adalah sistem daya tangkal atau kekebalan tubuh terhadap penyakit. Acruired artinya tidak diturunkan. Granuloma inguinale. Kandiosis genital. atau meninggal (sifilis. Ulkus molle. lahir muda. tetapi ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Perlu diingat pula. Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh IMS.google. Chlamydia) 2) Kanker leher rahim (kondilomata akuminata) 3) Wanita hamil yang menderita IMS. infeksi genital nonspesifik. IMS tidak selalu menimbulkan beberapa masalah kesehatan.

Dengan demikian HIV dapat memanfaatkan mekanisme sel limfosit untuk mengkopi dirinya menjadi virus baru yang memiliki ciri-ciri HIV. Penularan HIV pada organ tubuh juga dapat terjadi dalam proses transplantasi jaringan/organ di pelayanan kesehatan. Kejadian diatas dapat terjadi pada semua pelayanan kesehatan. tinja (kotoran BAB). orang yang tertular HIV tidak berarti langsung jatuh sakit. dilahirkan. air kencing . Namun demikian. poliklinik. seseorang bisa hidup dengan HIV dalam tubuhnya selama bertahuntahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan serius. Penularan HIV terjadi melalui kontak seksual. Hal ini bisa terjadi pada proses persalinan dan pemberian ASI. 36 . b) Proses Penularan virus HIV HIV merupakan penyakit menular yang merupakan golongan RNA virus dan memiliki enzim reverse transcriptase. 2) Masuknya darah terinfeksi pada sistem tubuh. ludah. seperti rumah sakit. persalinan dan pemberian ASI. yaitu enzim yang memungkinkan virus mengubah informasi genetiknya yang berada dalam RNA ke dalam bentuk DNA yang kemudian diintegrasikan ke dalam informasi genetik sel limfosit yang diserang. Hubungan seksual ini bisa dalam bentuk venetrasi vaginal atau anal yang tak terlindungi dari individu yang terinfeksi HIV. Berikut ini adalah bentuk-bentuk cara penularan HIV. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (sel limfosit) manusia sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun dan tidak mampu melawan berbagai penyakit. Pada seseorang yang terinfeksi HIV. dan muntahan. ibu ke anak selama masa kehamilan. 3) Penularan dari ibu ke anak Kebanyakan infeksi HIV pada anak didapat dari ibunya saat ia dikandung. tetapi jumlahnya tidak cukup untuk ditularkan pada orang lain. pengobatan tradisional melalui alat tusuk/jarum. air mata. virus juga terdapat pada cairan tubuh lainnya. seperti keringat.meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul. penggunaan ulang jarum dan semprit suntikan. perdarahan gusi dan atau penyakit gigi mulut atau pada alat genital. Kontak seksual langsung (mulut ke penis atau mulut ke vagina) masuk dalam kategori resiko rendah tertular HIV. produk darah atau transplantasi organ dan jaringan: Penularan dari darah dapat terjadi jika darah donor tidak di lakukan uji saring untuk antibodi HIV. darah. dan sesudah lahir. Penularan melalui hubungan seksual dapat terjadi selama hubungan baik itu laki-laki dengan perempuan juga laki-laki dengan laki-laki. seperti luka sayat/gores dalam mulut. atau penggunaan alat medis lainnya. bila tidak ada pelayanan dan terapi yang diberikan. Tingkatan resiko tergantung pada jumlah virus yang keluar dan masuk ke dalam pintu masuk di tubuh seseorang. yaitu: 1) Seksual Penularan melalui hubungan heteroseksual adalah cara yang paling dominan dari semua cara penularan. juga pada IDU.

kelumpuhan. diantaranya:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. c) Fase Perjalanan Penyakit HIV/AIDS Fase perjalanan penyakit HIV/AIDS. berangkulan. b. penjaja seks komersial (lakilaki/perempuan).Selain itu. bersentuhan. pelanggan penjaja seks komersial. 37 .  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. b. Pada fase ini kekebalan tubuh menurun dan timbul gejala penyakit terkait HIV seperti:  Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh. termasuk melalui gigitan nyamuk. Fase III (AIDS) Ini adalah fase terminal dari HIV yang kita sebut AIDS. Virus HIV umumnya tidak akan menular melalui perilaku-perilaku seperti jabatan tangan. Promiskuitas (berganti-ganti pasangan seks) : prostitusi. Pengguna NAPZA suntikan : menggunakan jarum suntik bersamaan/bergantian. c. Penularan infeksi melalui hubungan seksusal diikuti dengan perilaku yang menempatkan individu pada resiko tertular HIV.  Keringat dingin berlebihan pada malam hari. c. Berikut ini adalah kelompok-kelompok dengan perilaku beresiko tertular HIV. IMS juga dapat membuat individu rentan terhadap infeksi HIV. Lelaki seks dengan lelaki : gay. menggunakan alat makan atau minum yang sama. d. Lama masa jendela antara 1-3 bulan. kadang kala timbul dalam bentuk influenza. namun gejala dan tanda belum terlihat jelas. 5-8 tahun tipe progressors dan lebih dari 10 tahun untuk tipe non progessors sejak terinfeksi HIV. bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan. seperti perilaku bergantian pasangan seksual. Fase II (Masa tanpa gejala/Asimptomatik) Masa tanpa gejala berlangsung rata-rata selama 2-3 tahun untuk tipe rapid progessors. pasangan berisiko tinggi. Transgender : waria. Fase I (Masa Jendela/Window Period) Fase dimana tubuh sudah terinfeksi HIV. perselingkuhan. IMS dalam populasi merupakan faktor utama pendorong penyebaran HIV di negara berkembang. Selain itu pada fase ini akan timbul infeksi-infeksi yang lain. Meski tidak menunjukkan gejala-gejala tapi pada masa ini penderita bisa menularkan virus. berpelukan. yaitu: a. memakai toilet yang sama.  Diare terus menerus  Flu tidak sembuh-sembuh  Berat badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan. yaitu: a. dan tidak konsisten dalam menggunakan kondom. Pada fase ini penderita sudah dapat menularkan virus pada orang lain. wadam.

 Infeksi jamur pada tenggorokan. Malu dan takut sehingga tidak mau berobat yang akan memperberat penyait atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat yang justru akan memperberat penyakitnya dismaping terjadi resistensi obat. 38 . c. Kanker leher rahim (Carcinoma Cervix Uteri) e. Nyeri waktu kencing karena peradangan mengenai saluran kemih g.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. Rendah diri b. Dampak Fisik Penderita IMS a. gangguan pendengaran. Dampak Fisik Penderita HIV/AIDS Adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan infeksi-infeksi sbb:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. 2) Be Faithful : saling setia pada satu pasangan bisa mencegah dan menurunkan resiko terinfeksi IMS. d) Dampak dan Pencegahan IMS dan HIV 1. Peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan kecenderungan terjadi kehamilan di luar rahim c. Lebih mudah terinfeksi HIV i. Infeksi alat reproduksi akan menurunkan kualitas ovulasi sehingga akan mengganggu siklus dan banyaknya haid serta menurunkan kesuburan b. Bekas bisul/nanah di daerah kelamin dapat mengganggu kualitas hubungan seksual di kemudian hari karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman waktu berhubungan seksual f. dan cacat lainnya d. Melahirkan anak dengan cacat bawaan seperti katarak. Gangguan hubungan seks setelah menikah karena takut tertulat lagi atau takut menularkan penyakit pada pasangannya.  Infeksi jamur pada tenggorokan. kelainan jantung. Kemadulan (perlengketan saluran reproduksi dan gangguan produksi sperma) 2. e) Tips-tips Pencegahan IMS dan HIV 1) Abstinence : absen seks sangat berhasil mencegah IMS dan HIV sampai mencapai kesiapan mental dan fisik. 3. kelumpuhan. Dampak Secara Psikologis a. 3) Condom Use : menggunakan kondom secara benar dan konsisten. Gejala neurologi atau gangguan syaraf (stadium lanjut Sifilis) h.

alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya. penyangga rahim juga belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan. karena baru pada usia ini fungsi hormonal melewati masa kerjanya yang maksimal. hal yang sama terjadi bila remaja tersebut mengalami kehamilan. Disamping otot rahim. Pada usia antara 14-19 tahun sistem hormonal belum stabil. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. Pada seorang anak yang berusia kurang dari 8 tahun. ukuran rahimnya kurang hanya setengah dari panjang vaginanya. Rahim pada perempuan mulai mengalami pematangannya sejak umur 14 tahun. sehingga resiko yang lain juga dapat terjadi yaitu prolapsus uteri (turunnya rahim ke liang vagina) pada persalinan. Hal ini dapat dilihat dari belum teraturnya menstruasi. Ketidakteraturan tersebut membuat kehamilan menjadi tidak stabil.4) Don‟t Share Needle : tidak menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya secara bergantian. 5) Education : cari informasi sendiri dan sebanyak mungkin agar terhindar dari penularan IMS dan HIVAIDS 3. Pada seorang perempuan ukuran rahim ini berubah sejalan dengan umur dan perkembangan hormonal. alat tusuk atau alat medis yang baru atau steril. otot-otot rahim ini belum cukup baik konstraksi dan kekuatannya. karena pada masa remaja ini. c. Penjelasan: a. Pematangan rahim ini dapat dilihat juga dari perubahan ukuran rahim secara anatomis. Hal ini berlanjut sampai usianya kurang lebih dari 14 tahun (masa menstruasi) hingga besar rahimnya lebih besar sedikit dari vagina. sehingga jika terjadi kehamilan dapat terjadi ruptur-nya (robek) rahim. 39 . Hanya saja pada usia 14-18 tahun. dan setelah usia 8 tahun ukuran rahimnya kurang lebih sama dengan vaginanya. Terlalu dininya usia kehamilan dan persalinan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif. b. ditandai dengan mulai menstruasi. Kehamilan yang tidak diiginkan (KTD) a) Pengertian Kehamilan bisa menjadi dambaan. Ukuran ini menetap sampai terjadinya kehamilan. Hal ini akan meningkatkan resiko timbulnya kanker leher rahim (serviks) di kemudian hari. b) Resiko yang ditimbulkan akibat kehamilan yang tidak diinginkan 1) Resiko Medis Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi. Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun. tetapi bisa juga menjadi suatu malapetaka apabila kehamilan itu dialami seorang remaja. mudah terjadi pendarahan dan terjadilah abortus atau kematian janin. Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Gunakan hanya alat suntik.

Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus kehamilan remaja di laur nikah. bahkan cenderung mendalam). sehingga anak ini akan mendapat cap buruk sepanjang hidupnya. yang akhirnya mengarah pada depresi (rasa tertekan yang . Kehamilan akibat pemerkosaan. Kenyataan bahwa hubungan seksual pra nikah seringkali tidak menyenangkan. Sekitar 89% beralasan karena alasan moral dan sosial. b. c. Pada kehamilan pra nikah. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan. Misalnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kehamilan remaja yang tidak diinginkan. merupakan hal yang secara umum dipercaya oleh banyak orang dan tidak mempunyai tempat pada nilai-nilai moral. d. Dari sisi anak yang dikandung Kehamilan remaja yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan lahirnya seorang anak yang tidak diinginkan. 1998) kekhawatiran dan rasa takut terhadap kehamilan dialami sekitar 44% dari responden perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. Tidak menggunakan alat kontrasepsi. Aktivitas seksual pra nikah selalu membawa gangguan psikologis dan penyeselan berkepanjangan. Masalah semakin berat karena terkadang orang tua tidak mampu menghadapi persoalan tersebut secara proposional. Kegagalan alat kontrasepsi akibat remaja menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar. Hal ini menambah tekanan psikologis yang berat.Kehamilan remaja sebagian besar merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. terlebih lagi bila kehamilan telah menjadi buah hubungan tersebut. e. Itu berarti cita-cita terhambat atau bahkan tidak akan mungkin tercapai. Usia menstruasi yang semakin dini disertai usia kawin yang semakin tinggi menyebabkan “masa-masa rawan” yaitu kecenderungan perilaku seksual aktif semakin panjang. 3) Risiko Masa Depan a. kehamilan pada remaj sekolah akibatnya mereka terpaksa harus meninggalkan sekolah. Dari sisi remaja Kehamilan remaja dapat menyebabkan terganggunya perencanaan masa depan remaja. 40 melahirkan suatu tindakan kekerasan yang sangat traumatis terhadap anak. 2) Risiko Psikologis dan Sosial Menurut Kinsey dkk (dalam setiawan dan Suryati. 1998): a. rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan dapat dialami remaja apalagi bila kehamilan tersebut diketahui pihak lain seperti orang tuanya. Hal tersebut telah menjadi faktor yang membatasi perilaku seksual pra nikah di masyarakat. diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape). Hal tersebut dapat terjadi antara lain karena (Iskandar dalam Setiawan dan Suryati. b. bukan karena alasan kesehatan. sehingga seksual pra nikah tersebut diketahui orang lain.

2) Manipulasi fisik. Tindakan aborsi mengandung resiko yang cukup tinggi. Metode ini meniru proses mulainya persalinan dan biasanya digunakan untuk mengakhiri kehamilan pada trimester II (4-6 bulan). Abortus spontaneus (yang tidak disengaja). ialah penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. ialah penguguran kandungan yang dilakukan dengan sengaja tanpa mempunyai alasan kesehatan (medis). Sedangkan remaja lakilaki masih diperbolehkan melanjutkan sekolah. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dapat memicu terjadinya pengguguran kandungan atau aborsi. kelainan saluran reproduksi.Masa depan anak ini sering mengalami keadaan yang menyedihkan karena tidak adanya kualitas asuh yang baik dari ibunya yang masih remaja dan belum siap menjadi ibu. memakan nanas muda yang dicampur lada (merica). 3) Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril dan berakibat negatif pada rahim. Tindakan aborsi dengan cara di atas tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya dan mengandung resiko yang sangat tinggi. 2) Memasukkan cairan NaCl hipertonis pada lapiasan amnion untuk melepaskan janin dari dinding rahim. Secara psikologis pada saat seseorang mengalami kehamilan di luar nikah. 2) Abortus provocatus criminalis. apabila bila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. maka ia akan cenderung mengambil jalan keluar seperti mengugurkan kandungan atau aborsi. digunakan empat metode dasar terminasi kehamilan atau hamil: 1) Kuretase atau pengerokan dengan sendok kuret ataupun vakum kuret pada dinding rahim tempat menempelnya janin. Perkembangan psikologis baik ibu dan anak akan terganggu. Aborsi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu abortus spontaneus dan abortus provocatus. Pandangan negatif dari masyarakat pun cenderung lebih memberatkan perempuan daripada laki-laki. Secara medis. Penguguran jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan: 1) Abortus provocatus therapeuticus . misalnya dengan cara: 1) Penggunaan ramuan dengan jamu peluruh rahim. terjadi apabila ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun. Selain itu juga terdapat hal-hal seperti perlakuan yang kurang adil dari masyarakat atau institusi formal terhadap remaja perempuan. atau keadaan patologis lain. yaitu jika terdapat indikasi bahwa kehamilan dapat membahayakan atau mengancam nyawa ibu apabila kehamilan berlanjut. yang menjadi korban misalnya tidak boleh melanjutkan sekolah adalah remaja perempuan. seperti dengan melakukan pijatan rahim agar janin dapat terlepas dari rahim. Besar kemungkinan anak tersebut tumbuh tanpa kasih sayang dan mengalami perlakuan penolakan dari orang tuanya. Abortus provocatus (buatan). aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. 41 . yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. Seringkali dalam suatu kasus kasus kehamilan di luar nikah. Secara medis.

4) Dengan meletakkan vacuum aspiration. penguguran kandungan merupakan tindakan yang dikecam dan membuat pelaku terkucil di dalam masyrakat. 3) Karena keadaan rahim yang belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan serta kemungkinan persalinan yang sulit. marah. dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah jika seorang gadis tiba-tiba hamil serta akan terjadi cemoohan dan penolakan dari masyarakat sekitarnya. Resiko melakukan aborsi pada remaja antara lain: 1) Infeksi alat reproduksi karena kuretase yang dilakukan secara tidak steril. resiko infeksi. tindak aborsi melanggar UU Kesehatan No.3) Pemberian prostaglandin PgF2 melalui pembuluh darah balik.23 tahun 1992 dan dapat diancam hukuman pidana seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berikut ini: Pasal 346: Seorang perempuan yang sengaja mengugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu di ancam dengan pidana penjara seberat-beratnya selama empat tahun. Secara hukum. ketegangan mental. Hal tersebut dapat membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah. 2) Perdarahan hingga remaja tersebut dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologis/ syaraf di kemudian hari. Tindakan aborsi yang sesuai standar profesi medis seperti di atas pun masih mengandung resiko-resiko baik yang bersifat dini maupun lanjutan. resiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretase. Akibat tindak penguguran ini dapat memunculkan perasaan bersalah. sehingga janin dapat keluar dari rahim. cairan amnion. Hal tersebut dapat menyebakan resiko kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya. Selain itu akibat lainnya adalah terganggunya kesehatan dan resiko kehamilan serta kematian bayi yang tinggi serta terdapat juga akibat putus sekolah dan akibat ekonomis karena diperlukan ongkos perawatan dan lain-lain. yaitu menggunakan semacam selang plastik berdiameter tertentu untuk menghisap janin dari rongga rahim. Prostaglandin ini dimaksudkan untuk menginduksi persalinan buatan. resiko shock hipovelmik sehingga menyebabkan resiko kematian ibu. depresi. dan memasukkaannya melalui vagina dan uterus dengan dosis tertentu. 4) Terjadinya Fitsula Genital Traumatis yaitu timbulnya suatu saluran/ hubungan yang secara normal tidak ada antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan. selain itu pendarahan tersebut dapat menyebabkan tingginya resiko kematian ibu atau anak atau kedua-duanya. anak atau keduanya. Hal ini sangat merugikan remaja karena akan mengurangi konsep diri yang positif dan menurunkan nilai harga diri yang positif dalam pergaulannya. Berdasarkan nilai-nilai budaya. 42 .

Jakarta: PKBI Pusat Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. (t.  Promiskuitas : berganti-ganti pasangan I. (2010).  Aborsi: berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu.  Sifilis: disebut juga “raja singa” disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). Infeksi Menular Seksual Materi presentasi Informasi IMS dan HIV-AIDS oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Materi presentasi Dr. FIQH HIV & AIDS: Pedulikah Kita?. Bagus Rahmat Prabowo PKBI Jabar IMS PKBI Jabar Informasi Dasar IMS dan HIV-AIDS 43 .  Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis: penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes simplex virus (HSV).  HIV (Human Immunodeficiency Virus) : Virus yang menyebabkan AIDS  Infeksi Menular Seksua (IMS)/ Penyakit Menular Seksual (PMS): infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). (2011). Jakarta: PKBI & UNFPA Setiawan. kelainan saluran reproduksi. Glosarium  Abortus spontaneus : pengguguran kandungan yang tidak disengaja dikarenakan ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun.. Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang HIV & AIDS .  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS): sindrom yang menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. E. Husein. R. & Suryawati. F. dkk.H. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.  Gonore: disebut juga sebagai “kencing nanah”.  Abortus provocatus (buatan): penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. B. atau keadaan patologis lain. Bandung: PKBI Jawa Barat Viora. (1998). Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. (2006). Jakarta: Departemen Kesehatan RI Materi presentasi pelatihan IPP – Paket 1. Sumber Arizal. Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR). & Mardiati. Modul 3: Resiko Reproduksi Remaja. Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV.t). E. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Muhammad. (2009).  Kehamilan yang tidak diinginkan: suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan.  Jengger Ayam: penyakit yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus)..

Menjelaskan pengertian NAPZA dan mampu membedakan antara narkoba. Alkohol. Fasilitator memulai sesi permainan dengan mengocok tema pertanyaan dan ditanyakan pada peserta satu persatu sesuai dengan kertas yang mereka pilih. Menjelaskan apa saja dampak yang disebabkan oleh pengkonsumsian NAPZA. Fasilitator melanjutkan diskusi dengan tanya jawab (15 menit). (15 menit) 7. Output Setelah proses pembelajaran selesai. Lembar Bacaan 1. 6. Fasilitator memberikan post test kepada peserta. 3. 5. Menjelaskan bagaimana penggolongan NAPZA. F. D. Fasilitator memberikan pre test kepada peserta (15 menit). dan permainan E. Psikotropika. Fasilitator memberikan penjelasan materi mengenai NAPZA (45 menit). Istilah ini biasanya dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi dan ditujukan pada berbagai obatobat terlarang yang dapat menyebabkan gangguan baik terhadap kesehatan fisik ataupun jiwa penggunanya hingga kecanduan terhadap penggunanya. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Psikotropika. C. B. Masyarakat pada umumnya mengenal obat-obat terlarang tersebut sebagai istilah NARKOBA (Narkotika dan Bahan-bahan berbahaya). dan Zat Adiktif) A. kertas pertanyaan. Proses Pembelajaran 1. Waktu 120 menit. Pertanyaan bisa dialihkan pada teman lainnya yang mampu menjawab pertanyaan (20 menit). 4. psikotropika. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang NAPZA. Fasilitator penutup kegiatan pelatihan. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader (5 menit). Pengertian NAPZA Istilah NAPZA merupakan akronim dari Narkotika. Alat Pendukung Alat bantu visual. Metode Presentasi. c. peserta diharapkan mampu untuk: a. b. 44 . 2. dan Zat-zat adiktif lainnya. dan zat adiktif. G. Alkohol.NAPZA (Narkoba. diskusi. dan kocokan pertanyaan.

Adiksi lebih merupakan efek obat yang menimbulkan ketagihan atau kecandua pada si pemakai. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. Namun jika zat-zat tersebut digunakan untuk maksud lain. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. baik dengan ditelan melalui mulut. 2000) Berikut ini adalah berbagai istilah yang berkenaan dengan penyalahgunaan NAPZA: a) Intoksikasi/Overdosis (Keracunan) adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. OD sering terjadi bila menggunakan narkoba dalam jumlah banyak dengan rentang waktu terlalu singkat. paru-paru. Pemakaian secara terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis. hilangnya rasa. dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui urat darah. suhu badan meningkat atau menurun.dan hati. sebagai akibat apabila seorang pemakai obat tidak mendapatkan atau menghetikan obat yang dibutuhkan. tersebut dapat mengubah pikiran. suasana hati atau perasaan. dan perilaku seseorang. panik. b) Toleransi adalah ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. Atau menelan obat tidur secara berlebihan. misalnya sebagai cara untuk menghibur diri. d) Kecanduan Obat (Adiksi) adalah suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. heroin digunakan bersama alkohol. maka hal tersebut dapat dianggap sebagai “penyalahgunaan” (dalam Marviana. c) Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) adalah gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. Risiko yang umumnya terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung. Pengertian diatas didasarkan pada berbagai definisi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Undangundang No. mual-mual. rasa sakit diseluruh tubuh. Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan” Meski begitu. 45 . dll. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. umumnya dalam dunia pengobatan zat-zat kimia yang masuk ke dalam NAPZA sering dimanfaatkan oleh para dokter sebagai zat yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit dan juga obat penenang bagi pasiennya dengan penggunaan sesuai dosis yang diperlukan. 22 tahun 1997 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa pengertian narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Psikotropika adalah “zat atau obat. biasanya digunakan secara bersamaan antara putaw. pil. Zat-zat kimia.

kokain. Penggolongan NAPZA Berdasarkan proses pembuatannya. kafein. deksafetamin. b) Semi sintesis Yaitu jenis zat/obat yang diproses sedemikian rupa melalui proses fermentasi. memberikan rasa melambung tinggi. 2. dan kegunaan kedokteran lainnya. Contohnya: morfin. heroin. dll. Contoh opida/opiate (opium. untuk membantu orang tidur. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. narkoba dan zat adiktif lainnya dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis : a) Depresan Obat jenis ini menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu aktivitas tubuh. heroin. Beberapa orang menyalahgunakan obat penenang karena efeknya menenangkan. Obat anti depresan ini dapat membuat pemakai merasa tenang. morphin. 46 . crack. dan lain-lain. Obat penenang depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut „ benzodiazepine‟. narkotika terbagi menjadi 3 golongan. kodein. Obatobat ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stress. c) Sintesis Adalah zat/obat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1930-an untuk keperluan medis dan penelitian yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan penekan batuk (antitusif) seperti amfetamin. psikocybin. Efek yang ditimbulkan NAPZA Kalau dilihat menurut efeknya pada sistem saraf pusat pemakai. alkohol. Misalnya: ganja. kodein). dan obat tidur trankuiliser atau obat penenang. 3. kecemasan. pethidin. opium.e) Dependensi (Ketergantungan) suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. tanpa adanya proses fermentasi atau produksi. yaitu: a) Alami Merupakan jenis zat/obat yang diambil langsung dari alam.

b. Morfin adalah zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. Heroin adalah zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. dan keinginan bersuka ria. Opioda Sumber: google. Sering digunakan oleh para dokter sebagai penghilang rasa sakit. hangat. c. Heroin juga memiliki turunan yaitu Putaw. Heroin memiliki kekuatan dua kali lipat daripada morfin sehingga ketergantungan heroin akan lebih hebat dibandingkan dengan morfin. Pada abad XVIII pemerintah China mengimpor dan menjual dan menggunakan opioda sebagai obat untuk menimbulkan rasa senang. Heroin atau Putaw umumnya disalahgunakan dengan cara dihirup melalui hidung. rasa dingin dan perasaan tegang dengan diiringi perasaan senang.com Opioda merupakan zat yang diambil dari bagian pohon “Poppy” yang pertama kali ditemukan di Asia Kecil dan umumnya digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir sampai akhirnya tersebar hingga India dan China. pusing.1. Efek psikologis dari penggunaan heroin dan putaw diantaranya adalah meliputi perasaan bebas dari rasa sakit. Perasaan menyenangkan tersebut berasal dari 47 . Bubuk ini mengandung morfin dan kodein yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit. Opiat/Opium adalah obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy yang dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk bunga opium. jalanan. Berikut ini adalah obat-obat yang termasuk opioda yaitu: a. yaitu dengan memanaskan bubuk heroin di atas kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas.

kemampuan opiate untuk menstimulasi sirkut kenikmatan otak secara langsung. Kokain Merupakan zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). meningkatkan percaya diri serta mencapai perasaan sukses. dihirup hidung dengan pipa kecil (snorting) atau melalui injeksi pada pembuluh darah. 48 . 1. Sumber: google. Jaringan otak yang bertanggung jawab untuk kenikmatan secara seksual atau kenikmatan dari makan makanan yang memuaskan (Begley. Disalahgunakan dengan ditelah bersama dengan minuman. Efek psikologisnya dapat menimbulkan rasa gembira. Efeknya agak berbeda antara satu dengan obat lainnya.com b) Stimultan Stimultan seperti amphetamin dan kokain adalah zat psikoaktif yang meningkatkan aktivitas sistem saraf. namun sejumlah stimultan menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. bertambahnya tenaga. dihisap seperti rokok. teransang. 2001).

disuntik.com 2. kapsul.Sumber: google. meningkatkan konsentrasi. Amfetamin Amfetamin umumnya ditemukan dalam bentuk tablet. dihisap. Efek penggunaannya dapat meningkatkan kewaspadaan. terutama bila obat dihisap atau disuntikkan melalui vena (APA. Penggunaannya dengan ditelan. Perilaku agresif juga dapat terjadi. meningkatkan rasa percaya diri. atau dilinting dalam rokok. serta bentuk lainnya yang digunakan dalam pengobatan medis sebagai obat penahan rasa lapar. mengurangi rasa kantuk serta mengurangi rasa lelah dan bosan atau menurunkan berat badan. 2000). Sumber: google.com 49 .

kebingungan dan pusing serta diare. Efek fisiologis utama dari kafein adalah merangsang saraf pusat dan otot rangka. gelisah. Selain itu juga dapat menghasilkan reaksi kecanduan yang dikenal sebagai caffeinism. kopi. resah. Kafein Kafein merupakan zat peransang yang biasa ditemukan dalam obat generik.com 4. kesulitan dalam berkonsentrasi. meningkatkan resiko flu. Individu yang menggunakan kafein dalam jangka panjang dan berlebihan akan mengalami efek psikologis seperti: cepat marah. 50 . Sumber: google. atau keracunan kafein yang akan menyebabkan kegelisahan. Nikotin Zat nikotin umumnya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok. dan ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif seperti sebelumnya. the. Nikotin dan karbon monoksida yang dilepaskan dalam asap rokok adalah faktor penting yang menyebabkan atau memperburuk penyakit jantung koroner. dan insomnia. gampang tersinggung dan penurunan detak jantung. mual dan muntah. coklat atau minuman soda. kulit berkeringat. mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan mental.3. hiperaktif. ketegangan dan kegelisahan. Gejala khas dari nikotin termasuk juga keinginan terus-menerus untuk substansi. cerutu. gugup. itu adalah dalam kategori obat-obatan psikoaktif. dan tembakau asap. substansi. Umumnya orang mungkin tidak berpikir kafein sebagai penyalahgunaan. Nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan.

Efek bagi penggunanya hampir sama seperti minuman beralkohol tetapi membuat mabuk dengan lebih cepat dan efeknya menghilang beberapa menit setelah menggunakannya. Hal tersebut akan berbahaya bagi si pemakai karena dia akan bertingkah laku sesuai dengan apa yang dia khayalkan.Sumber: google. erosol. inhalasia serta cairan penghapus. solven.com 5. merusak hati dan ginjal hingga menyebabkan kematian. Istilah yang paling umum untuk hal ini adalah “glue sniffing” (ngelem). thiner. LSD juga memberi efek halusinasi sehingga pemakai dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain seperti khayalannya. 1. Yang biasanya digunakan adalah bahanbahan pelarut seperti lem. Efek penggunaannya bisa menimbulkan perasaan “ fly” yang timbul dari 30-60 menit setelah menggunakannya dan mencapai puncak pada 2-6 jam kemudian. dll. Efek jangka panjang bisa mempengaruhi kontrol motorik tubuh. gula batok. Pengguna sendiri menyatakan LSD “memperluas kesadaran dan 51 . c) Halusinogen Halusinogen merupakan zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran juga seringkali menciptakan sebuah gambaran hanya bisa dilihat oleh si pengguna dan membuat perasaannya terganggu. LSD tersedia dalam berbagai bentuk baik kapsul. Bahan Pelarut Merupakan zat organik (karbon) yang dapat menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) LSD berasal dari jamur yang tumbuh pada kotoran sapi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk bubuk putih yang dapat larut dalam air.

dan sulit berkonsentrasi. hingga halusinasi dan delusi. 1979: 122). Mariyuana Marijuana / ganja terdiri dari daun kering dan bagian atas bunga (biji atau bunga) dari tumbuhan Cannabis Sativa dan Cannabis Indica. dan delusi. Kandungan kimia dari tumbuhan ini yang dapat menimbulkan efek psikoaktif dinamakan delta tetra hydrocannabinol atau lebih sering disingkat THC. Sumber: google. 3. Phencylidine (PCP) Phencyclidine (PCP) pertama kali diuji di laboratorium farmakologi selama tahun 1950-an potensi untuk digunakan sebagai obat bius. 2. Ingatannya akan terserang. tidak bisa istirahat. karena mereka tidak dapat mengingat apa saja yang ingin mereka 52atakana. Penyalahgunaan kronis PCP dapat menghasilkan ketergantungan dan berbagai gangguan mental 52atakan. kenikmatan tersebut akan berubah menjadi kecemasan. termasuk mabuk. Kecelakaan fatal kerap terjadi selama perjalanan dengan LSD.com 52 . Pada saat penggunaannya memuncak. Beberapa mengalami ketakutan yang amat sangat akan kematian. tetapi efek samping seperti gelisah dan delirium mencegah penerimaan medisnya (Schuckit. akibatnya.membuka dunia baruseolah mereka melihat suatu kenyataan yang melampaui kenyataan yang biasa”. Pengguna dapat merasa 52atak dan takut kehilangan kendali atau kewarasan. Seseorang dapat mengalami paranoia dalam pikiran dan perasaan. Penggunaan ganja bisa merasakan kenikmatan. mengigau. bingung. perubahan abnormal pada suasana hati. bahkan mereka akan mengalami speech block.

Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga. malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA. c) Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV. Beberapa dampak yang sering terjadi dari peningkatan ini adalah sebagai berikut: a) Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri dan menipu orang lain untuk mendapatkan uang membeli NAPZA. Peningkatan jumlah orang dengan HIV positif di Indonesia akhir-akhir ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA. 53 . Berbagai gangguan psikis atau kejiwaan yang sering dialami oleh mereka yang menyalahgunakan NAPZA antara lain rasa tertekan. Sehingga perasaan. Sudah terlalu banyak kasus kematian terjadi akibat pemakaian NAPZA. Penyalahgunaan NAPZA pada dasarnya membahayakan seluruh tubuh. b) Menurun bahkan menghilangnya produktivitas pemakai. a) Secara fisik: penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang. pihak sekolah atau pekerjaan. Cara yang kemudian ditempuh untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi mental itu adalah dengan mengkonsumsi lagi NAPZA. cemas. d) Pemakaian NAPZA secara berlebihan menyebabkan kematian. Keduanya menyebabkan seseorang untuk berusaha terus-menerus mengkonsumsi NAPZA. c) Secara sosial: dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja. dll. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. ketakutan. yaitu para penyalahguna NAPZA juga Semua akibat ini berujung pada meningkatkannya perilaku penyalahgunaan NAPZA. Gejala over dosis pada penyalahguna NAPZA menjadi lebih besar karena batas toleransi seseorang sering tidak disadari oleh yang bersangkutan.kasar.4. marah. terutama karena pemakaian berlebih (overdosis) dan kematian karena AIDS (akibat pemakaian NAPZA melalui jarum suntik bersama dengan orang yang sudah terinfeksi HIV). Dampak Penyalahgunaan NAPZA Paling tidak terdapat 3 aspek akibat langsung penyalahgunaan NAPZA yang berujung pada menguatnya ketergantungan. agresif. b) Secara psikis: berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental. pikiran dan perilakunya dipengaruhi oleh zat yang dipakainya. Perasaan dikucilkan pihak-pihak ini kemudian menyebabkan si penyalahguna bergabung dengan kelompok orang-orang serupa. Sehingga muncul konflik dengan orang tua. teman-teman. Hal ini terlihat dari peningkatan dosis yang semakin lama semakin besar dan gejala putus obat. ingin bunuh diri. seperti rasa bersalah. Ketergantungan pada NAPZA juga menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilakunormal.

 Intoksikasi/Overdosis (Keracunan): gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. Praktisi: ahli dalam bidangnya.  Benzodiazepine: kelompok obat yang biasa dipakai oleh dokter sebagai obat penenang. Glosarium  Alkohol: Minuman yang memabukkan. memberikan rasa melambung tinggi.     Zat-zat adiktif: zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.  Depresan : jenis obat yang dapat membuat pemakai merasa tenang. Obat-obat terlarang: obat-obat yang dilarang untuk dikonsumsi karena dapat menimbulkan ketergantungan. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri.  Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat): gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. Heroin: zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi.  “glue sniffing” (ngelem): aktivitas individu penyalahguna bahan pelarut.  Dependensi (Ketergantungan): suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. panik. rasa sakit diseluruh tubuh. sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.  Opiat/Opium: obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy termasuk ke dalam golongan zat depresan Morfin: zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. hilangnya rasa. mual-mual.  Kecanduan Obat (Adiksi): suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. Rehabilitasi: tempat penanganan individu ketergantungan obat-obat terlarang.  Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi  Psikotropika : zat atau obat. dll.  Halusinogen: zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi  Stimultan seperti amphetamin dan kokain: jenis obat yang dapat menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. suhu badan meningkat atau menurun. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika.H.   54 . yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.  Toleransi: ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali.

Modul Basic Knowloedge. Bandung: Mitra Citra Remaja. Tersedia: http://www. (2010). (2000).com.  Phencyclidine (PCP): zat yang biasa dipakai sebagai obat bius dalam ilmu kedokteran. D.  Kafeinism: kecanduan kafein  Nikotin: zat stimultan yang biasa ditemukan di produk tembakau seperti rokok. Sumber Marviana. (2011). Tim PLA Jurusan Psikologi UPI. Akibat Penyalahgunaan NAPZA.e-psikologi.M. [17 Maret 2012].  Kafein: zat yang dapat meningkatkan kesadaran dan biasa ditemukan pada minuman seperti kopi atau the. Kokain : Zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). Makalah Kel. (2011). G. 7: Penyalahgunaan dan Ketergantungan Obat-obatan. Jakarta: PKBI Novianita. dkk. 55 .  Amphetamin: obat yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat penahan rasa lapar. Modul 5: NAPZA. R. I. [Online]. Bandung: UPI Tambunan.

Community Orginazier & Public Speaking 1. Keterampilan Konseling 2. Keterampilan Public Speaking dan Pengembangan Diri 56 .

Kelompok lain dan fasilitator memberikan komentar atau masukan (15 menit) 8. Berperan sebagai peer counselor dengan mengaplikasikan pengetahuan mengenai konseling. 2. kemampuan berfungsi dan menghadapi hidup dengan lebih baik . (5 menit). Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. 4. Pengertian konseling Konseling adalah suatu hubungan di mana sedikitnya satu di antara pihak-pihak yang terlibat mempunyai maksud membantu pihak lain untuk meningkatkan perkembangan dirinya. Lembar Bacaan 1. kompetensi yang diperlukan dan proses konseling. Waktu 120 menit D. lembar bacaan. B. 3. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang bagaimana proses konseling pada remaja. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. Tiap pasangan diberi waktu role play masing-masing 5 menit. G. Alat Pendukung Alat bantu visual. Fasilitator melakukan role play proses konseling. Fasilitator membagi para kader secara berpasang-pasangan. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. dan Role Play E. F. (20 menit). Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Memahami pengertian. sebagai konselor dan klien (dalam situasi saling tatap muka) dengan kedudukannya yang setara untuk bekerja sama dalam upaya membantu 57 . (10 menit) 6. Dalam konseling terjadi proses hubungan saling membantu dimana dua pihak. Tiap pasangan yang tampil diobservasi oleh pasangan yang lain dan menuliskan kekurangan dan kelebihan kelompok yang lain (50 menit). dan perlengkapan role play. Tiap pasangan mendiskusikan kasus/permasalahan remaja yang sudah ditentukan oleh masing-masing pasangan. (5 menit) 5. kedewasaan. Tiap pasangan melakukan role play proses konseling sesuai dengan kasus yang didapat. C. 2. tujuan. (5 menit). Fasilitator menjelaskan materi konseling dengan metode ceramah dan tanya jawab. Proses Pembelajaran 1. Metode Presentasi.KONSELING REMAJA A. Diskusi. 7.

Kompetensi Berikut ini adalah kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh peer konselor antara lain: a) Pengetahuan Untuk menjadi peer konselor yang harus dimiliki mengenai karakteristik remaja dan maslaahmaslaah kesehatan yang teman sebaya hadapi terutama berkaitan dengan perilaku beresiko. b) Sikap 1) Empati Sebagai konselor sebaya. lebih dapat mngerti dirinya. dn masalah-masalah kesehatan lainnya. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Kelebihan konseling kelompo adlah memberikan kesempatan klien untuk belajar dari pengalaman orang lain. mengurangi kekhawatiran dan penderitaan teman sebayamu 3. seperti maslah pacaran. Infeksi Menular Seksual (IMS). perilaku seksual. dan lebih dapat mneyesuaikan dirinya. kesehatan reproduksi secara umum. Konseling dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Tugas Peer Konselor Tugas peer counselor adalah sebagai berikut: a) Sebagai pendengar yang baik bagi curhat klien sebayamu b) Mmabantu petugas PKPR atau pendampingmu untuk menemukan sedini mungkin masalah yang dialmai klien sebaya c) Membantu menyelesaikan masalah klien sebaya sesyai dnegan kemampuan d) Memberikan informasi/ pengetahuan yang benar tentang kesehatan remaja e) Mangajak (merujuk) klien sebayamu ke ahli jika masalahnya di luar kemmapuanmu untuk membantunya 4. 58 . Tujuan Konseling pada Remaja Mengapa teman sebayamu membutuhkan konseling? a) Membantu teman sebayamu agar mampu memahami masalah yang sedang dihadapi b) Memberi informasi yang berkaitan dengan masalah teman sebayamu tanpa memihak dan memerikan informasi tentang jangkauan kepada berbagai sumber daya/ fasilitas kesehatan c) Mendorong teman sebayamu menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah d) Membantu teman sebayamu untuk mengambil keputusan tersebut dnegan bertanggung jawab e) Memberikan dukungan emosi. kesulitan belajar. kamu perlu memahami apa yang dirasakan oleh klien sebaya tetapi masih dapat memisahkan perasaan itu dengan diri sendiri. 2.klien menolong dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam kehidupannya. Empati dapat ditunjukkan melalui sikap memahami perasaan klien sebayamu dan bisa membayangkan seandainya kamu memiliki maslah serupa dengan masalah kliemu tersebut. HIV-AIDS.

b. d. Kamu dapat dipercaya dan akan menyimpan rahasia c) Keterampilan 1) Mendengar aktif Konseling melibatkan kemampuan mendengar aktif. Sikap penerimaan tanpa syarat bisa terlihat dari: a. Mengerti keterbatasan diri sendiri sehingga kalau klien sebayamu memiliki masalah masalah dimana kamu tidak dapat membantunya. Mau belajar memecahkan masalahmu sendiri. a. d. Peka terhadap kepentingan orang lain. Bernai bertanggung jawab terhadap setiap tindakanmu. Bisa menerima dirimu apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan. Apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. Kamu dapat mengecek kembali apakah pemahamanmu terhadap pesan yang disampaikan oleh klien sebayamu sudha benar atau belum. c. Kamu menerima keterbatasan dan kelebihan klien sebayamu. tingkat sosial ekonomi. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari mendengar aktif. kamu diharapkan bisa menghargai dan menerima nilai-nilai klien sebayamu yang bisa jadi berbeda dengan nilai-nilai yang kamu milik. kamu bukan hanya sekedar mendengar melainkan juga menyimak dan mampu menyampaikan kembali apa yang kamu dengar. seperti nilai-nilai berpacaran. 3) Penerimaan tanpa syarat Sebagai konselor sebaya. umur tingkat pendidikan. Ciri-ciri kongruensi dapat terlihat dari sikapmu sebagai berikut: a. e. b. Mendengarkan curhat klien sebayamu dengan sabar. dan sebagainya. Bisa menjadi sahabat bagi klien sebayamu yang sedang bermasalah. f. agama. kamu harus mampu mengajak temanmu tersebut (merujuk) ke pihak lain yang lebih kompeten. g. orientasi seks maupun pilihan pekerjaan yang tidak lazim seperti pekerja seks dan lain-lain.2) Kongruensi Sebagai konselor sebaya. Dalam mendengar aktif. e. Tidak menghakimu klien sebayamu maupun perilakunya meskipun menurut pandanganmu temanmu tersebut salah. b. misalnya jika temanmu tersebut adalah orang yang kurang pandai. Tidak membeda-bedakan klien sebayamu. suku. Bisa mengendalikan emosi. nilai-nilai kesopanan. 59 . nilai-nilai menyontek. Sungguh-sungguh ingin membantu klien sebayamu. baik berdasarkan jenis masalah yang sedang dihadapi. emosional. f. Klien sebayamu akan sangat menghargai bila merasa didengarkan. jenis kelamin. g. atau justru temanmu jauh lebih pandai darimu. kamu perlu memahami dirimu sendiri. ras. c.

yaitu: a. gelisah. kesal. konselor harus bisa menangkap dan mengungkapkan kembali isi perasaan yang dirasakan oleh klien sebaya dalam bentuk kata-kata yang diucapkan kembali oleh konselor sebaya. menunjukkan minat Hindari: muram. Selain itu terdapat berbagai teknik yang perlu dikuasai dari bisa mendengar aktif. kecewa. melihat ke jalan/jam/handphone terus menerus b) Ekspresi        Wajah tersenyum. senang. Bahasa tubuh a) Gerakan dan posisi tubuh   Rileks. dengan merefleksikan perasaan. c. bingung Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Menatap mata klien remaja tanpa ketegangan Menepuk bahu. c) Suara d) Kontak mata e) Sentuhan 60 . Mencegah timbulnya rasa marah klien sebayamu d. Komunikasi Nonverbal 1. memegang tangan. tangan membuat gerakan tertentu. Refleksi Perasaan Pada refleksi perasaan. marah. Refleksi Makna Merupakan gabungan refleksi isi dan redleksi perasaan. akan membantu klien sebaya untuk mencari perasaan yang ada di balik pesan verbalnya. 2) Komunikasi non verbal-verbal a. condong ke arah klien sebaya yang diajak bicara Hindari: menunduk. Membantumu untuk mengingat apa yang diaktakan oleh klien sebayamu e. Parafrasing (Refleksi Isi) Pernyataanmu yang menyebutkan esensi dari isi pesan klien sebayamu yang disampaikan dengan menggunakan kata-katamu sendiri (kata-kata yang berbeda dari apa yang diucapkan oleh klien sebaya). b. Membantumu untuk menjaga hubungan baik dengan klien sebayamu karena kamu tidak mengguruinya. terus bergerak. takut.c.

. badai pasti berlalu .. sebaiknya konselor sebayalah yang terlebih dahulu memberikan salam dan memperkenalkan diri. Komunikasi Verbal 1.. 61 . Menyimpulkan Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindarkan  Menghakimi  Mengkritik misalnya “Apa kamu belum mengerti juga”  Memberikan julukan “Kamu kok tolol”  Mengasumsi “Anda tidak suka dengan sikap saya”  Menyindir “Kamu hebat ya. Menafsirkan dengan benar 3.. a) Greet – Salam Tujuan : Membangun hubungan untuk mencairkan suasana suapaya klien merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan masalahnya. berempati dan mengerti perasaan mereka.”  Pertanyaan berlebihan “kamu pergi kemana. maka . Hal yang perlu diperhatikan:  Konselor sebaya tidak secara spontan dipercaya oleh klien sebaya.b.. Proses Konseling Dalam proses konseling.” 5.”  Mengancam “ Kalau kamu tidak lakukan. Klarifikasi.. Menjaga alur pembicaraan dengan cara paraphrasng yang bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas pernyataan klien sebaya dan membantunya untuk dapat memfokuskan pembicaraan dan merefleksikan pembicaraan 2. Tidak memotong pembicaraan 4.. Oleh karena itu.. dengan cara mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup sesuai kebutuhan 5. konselor dapat menggunakan langkah-langkah yang disebut gather atau satu tuju.”  Moralisasi “Kamu seharusnya . apa yang kamu lakukan”  Menasehati “kamu akan lebih baik bila .. akan tetapi perlu dibina melalui sikap dan perilaku konselor sebaya. tidak pakai kondom malah tidak tertular”  Memberikan solusi :  Memerintahkan “Akan lebih baik bila kamu .”  Menghindar  Membelokkan “Olahraga apa yang kamu lakukan sekarang?”  Argumen logik “ Satu-satunya cara agar tidak tertular HIV adalah tidak „pakai‟ lagi”  Menentramkan “Ya sudah. siapa yang pergi bersamamu..

bagaimana perjalanannya?” 2) Perkenalan Konselor sebaya memperkenalkan diri sebaik mungkin dan buat klien sebaya merasa nyaman agar klien sebaya dapat memperkenalkan diri sebaliknya dengan baik pula. b) Ask – Tanyakan Tujuan: Mengetahui secara mendalam tentang perasaan klien sebaya. Hal-hal yang perlu diperhatikan:             Ajukan pertanyaan dengan tenang dan perlahan Jangan memaksa dan hindari suara seperti menginterogasi Memahami perilaku. selamat datang (sesuaikan dengan lokasi)  “Selamat datang.. Contoh salam dan perkenalan 1) Salam Konselor sebaya dapat memberi salam sambil menjabat tangan. (sesuai kasus)?” “Apa kebiasaan yang kamu lakukan sehari-hari?” “Coba ceritakan masalahmu?” Mengetahui lebih jels dan dalam berdasarkan jawabn yang sudah diberikan oleh klien sebaya Mengetahui apakah pemahaman konselor sebaya sudah sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh klien sebaya. silakan duduk. situasi klien sebaya dan alasannya datang untuk meminta bantuan dan mengidentifikasi masalah. Pakailah bahasa yang mudah dimengeti oleh klien sebaya. pemikiran dan perasaan klien sebaya Biarkan klien sebaya menceritakan dan merumuskan masalahnya Konselor sebaya menggali untuk mengetahui apakah masalah ada pada klien sendiri atau orang lain “Bagaimana keadaanmu saat ini di sekolah?” “Apa saja yang kamu ketahui mengenai masalah yang kamu hadapi?” “Bagaimana tanggapan teman tentang masalah . temponya sesuaikan dengan keadaan klien sebaya.. jangan terburu-buru.... Contoh:   “Tadi kamu bilang merasa tidak nyaman dengan sikap pacarmu yang suka memaksa. Tolong jelaskan apa yang kamu maksud dengan sikapnya yang memaksa?” “Jadi menurutmu sebenarnya kamu tidak suka kalau pacarmu . 62 Contoh pertanyaan yang bisa menggali perasaan remaja agar lebih terbuka: Dari jawaban yang diberikan kita bisa melakukan probing (menggali lebih dalam) untuk: . merangkul atau menepuk pundak klien sebaya remaja da mengucapkan :  “Halo apa kabar. (sesuai masalah/keluhan yang diungkapkan)”.

   “Siapa saja yang sudah tahu mengenai kekhawatiranmu ini?” Bagaimana tanggapan ornag sekitarmu (teman. sahabat. “Jika kamu sudah memutuskan untuk melakukan tes urin. dengan 63 . konselor sebaya. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Mengingatkan kembali resiko-resiko yang mungkin muncul atas keputusannya. maka kamu bisa pergi ke Puskesmas PKPR. dll) mengenai kekhawatiranmu ini?” “Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari hubungan dengan pacarmu?” c) Explain – Jelaskan Tujuan: Menjelaskan kepada klien sebaya apa yang perlu dilakukan setelah mengambil keputusan. Hal-hal yang perlu dievaluasi mencakup :  Apakah masalah dan gejala hilang atau berkurang  Masih adakah perasaan-perasaan yang menimbulkan stress  Apakah klien remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah  Sejauh apakah pemahaman diri klien sebaya dan orang lian. termasuk konsekuensinya. orangtua. pacar. Tapi kalo kamu malu nanti bisa saya natar ke sana”. maka harus siap ditinggalkannya”. Evaluasi Sebagai persiapan mengakhiri konseling. Terminasi  Konselor sebaya perlu mencegah kemungkinan terjadinya ketergantungan klien sebaya terhadap dirinya yaitu dengan member kesempatan klien sebaya untuk menjalankan keputusannya.  Apakah sudah mampu berelasi lebih baik 2. Petugasnya ramah kok. Contoh:   “Kalau kamu mau menyelesaikan maslaahmu dengan cara bilang jujur kepada pacarmu bahwa kamu terlambat haid. konselor sebaya perlu melakukan evaluasi bersama klien sebaya terhadap hasil konsleing untuk mengetahui apakah klien sebaya merasa benar-benar terbantu selama proses konseling. d) Return – Undang Tujuan:   Mengevaluasi proses konseling apakah sudah sesuai dengan kebutuhan klien sebaya Mengakhiri proses konseling (terminasi) dengan tetap membuka kesempatan bagi klien sebaya untuk tindak lanjut atau kembali kalu diperlukan. pasangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1.

Kementrian Kesehatan RI. Teknik Konseling Kesehatan Remaja bagi Konselor Sebaya. Sumber Direktorat Bina Kesehatan Anak. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. 2010. H.  Keputusan untuk menghentikan konseling adalah usaha bersama antara klien sebaya dan konselor sebaya. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI LAMPIRAN Format Penilaian Keterampilan Konselor Komunikasi Non Verbal Posisi duduk Rileks Condong ke arah klien Ekspresi Senyum Antusias Suara Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Kontak mata Menatap mata klien Sentuhan Menepuk bahu Memegang tangan Komunikasi Verbal Tidak menghakimi Tidak mengkritik Tidak memberi julukan/ label Tidak berasumsi Tidak menyindir Tidak memberikan Tidak memerintah solusi Tidak mengancam Tidak moralisasi Tidak bertanya berlebihan Tidak menasehati Tidak menghindari Tidak membelokkan masalah masalah Tidak menghibur Tidak berargumen Mendengar Aktif Refleksi Isi Refleksi Perasaan Refleksi Makna GATHER Greet Ask Tell Help Explain Return Ya Tidak Keterangan 64 .tetap meyakinkan klien sebaya bahwa ia bisa datang lagi sesuai keperluannya atau jika ia merasa memerlukan.

10. (Jembatan Gantung) 3. Tujuan Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada peserta yang dapat mereka gunakan sebagai bekal mereka nanti sebagai kader puskesmas bagi remaja. Fasilitator meminta peserta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan dan mempersiapkan mereka untuk melakukan role play mengenai kasus remaja. Bola dilempar hingga semua peserta mendapat giliran (15 menit). Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing dan menyimpulkan tujuan dari roleplay sebelumnya (10 menit). D. Alat Pendukung Alat bantu visual. Fasilitator mengajak peserta berdiskusi mengenai apa yang terjadi dan manfaat dari permainan (10 menit). Fasilitator menjelaskan peraturan permainan (5 menit). B. Fasilitator menjelaskan tentang peraturan permainan. Proses Pembelajaran 1. Tumbuhnya sikap dan kepedulian terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan 10 kompetensi psikososial. sifat negative. Metode Role play. dan bola kertas. Proses role play (15 menit) 7. Peserta yang terkena lemparan bola kepada peserta lain harus segera menyebutkan sifat positif. 8. 5. 2. Memahami dan paham mengenai 10 kompetensi psikososial 2. dan citacitanya. Output Setelah proses pembelajaran selesai. Permainan jembatan gantung dilaksanakan (30 menit). Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Fasilitator melakukan diskusi mengenai tujuan dari permainan jembatan gantung. diskusi. (5 menit). 4. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. 9.PENGENALAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) A. dan permainan E. peserta diharapkan mampu untuk: 1. korek api. 65 . F. Waktu 120 menit. (5 menit) 6. kapur tulis. C. Fasilitator meminta peserta melingkar dan melemparkan bola secara spontan pada peserta. Mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif melalui penerapan 10 kompetensi psikososial. 3.

Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mampu menghadapi berbagai permasalahn dengan cara yang tepat dan cepat. kelemahan. mendorong dan memberi semangat serta toleransi antar sesama. menganalisis diri. menghubungkan pemasalahan dengan hal-hal yang relevan. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah kemmapuan mengambil keputusan yang tepat. Tidak berkembangnya kompetensi ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi frustasi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan kemampuan menguraikan informasi atau permalahan. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemandirian dan integritas diri. putus asa atau asal-asalan dalam menentukan langkah. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mamu memahami orang lain sehingga dapat hidup berkelompok. dan gagal memnafaatkannya untuk kemajuan. mengikuti atau meniru hal-hal yang sedang trend. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan kesadaran diri (pembelajaran efektif). empati dapat membantu seseorang untuk bisa menerima satu sama lain. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi cengeng (tidak mandiri. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih banyak remaja yang masih perlu dibantu dalam mengambil keputusan yang tepat. mudah terpengaruh oleh orang lain. menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalannya. kekuatan. Lembar Bacaan 1.G. b) Empati Empati adalah kemampuan untuk memposisikan peraaan orang lain pada diri sendiri. d) Pemecahan Masalah Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. dan kurang peduli terhadap lingkungan. 66 . saling menolong. lemah semangat). Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam Kehidupan sehari-hari mereka masih cenderung mementingkan diri sendiri. keinginan dan ketidakinginan remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih berada pada tahap transisi. menilai dan mengantisipasi tantangan masa depan. KOMPETENSI PSIKOSOSIAL a) Kesadaran Diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenal diri sendiri tentang karakter. merauka diri sendiri. c) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk menentukan pilihan yang tepat secara konstruktif dari berbagai alternatif yang ada. sehingga tidak terlalu mudah untuk memahami perasaan orang lain. tenggelam dalam kesalahan.

Pengembangan kemampuan psikososial ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan dalam melakukan interaksi yang menyenangkan. cenderung meniru dan malas. merasa tidak nyaman dalam beraktifitas serta selalu merasa kesepian dan kurang mampu. mengendalikan diri agar mampu menghadapi situasi yang emosional dengan tenag. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan seharihari diperlukan kemampuan mengendaikan emosi. i) Pengendalian emosi Merupakan suatu kemampuan untuk meredam gejolak emosi sehingga bermanifestasi dalam perilaku yang terkendali. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan kemampuan komunikasi secara efektif. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini menyebabkan remaja sulit memahami sebuah fakta dengan benar. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja tidak produktif. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini. Tidka berkembangnya kompetensi ini pada remaja akan menyebabkan mereka merasa terkucil dan sulit mencari teman. agresif. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah mampu berinovasi untuk menemukan ide-ide baru. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena remaja membutuhkan jaringan dan kelompok yang dapat memberikan dorongan dan dukungan.e) Berfikir kritis Berfikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi dan pengalaman-pengalamn secara objektif. g) Komunikasi efektif Kompetensi komunikasi efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan sehingga dimengerti oleh orang lain maupun kelompok di lingkungannya. Target pengembangan 67 . f) Berfikir kreatif Berfikir kreatif adlaah kemampuan membuat ide baru dnegan menganalisis informasi dan berbagai pengalaman. h) Hubungan interpersonal Kompetensi hubungan interpersonal adalah kemampuan yang dapat menolong kita berinteraksi dengan sesama kompetensi positif dan harmonis. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemampuan menganalisis situasi atau masalah. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mengalami kegagalan berkomunikasi dengan pihak lain yang menyebabkan kurang baiknya hubungan pribadi. Target komunikasi efektif ini adalah kemampuan menyampaikan pesan yang dapat dipahami dan membina hubungan baik. melakukan uji coba dan eksplorasi dalam mencitakan ide baru. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mudah marah. tidak tenang dan mudah tersinggung. Target pengembangan kompetesi psikososial ini pada remaja adalah kemampuan berinteraksi positif dengan orang lain. baik dengan teman sebaya dan orang tua maupun orang dewasa lainnya. untuk menciptakan sesuatu yang berbeda.

H. bagaimana efeknya dancara mengontrol diri terhadpa stres. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. 68 . tidak termotivasi. agar cepat pulih dan melakukan pengembangan diri.kompetensi psikososial ini adalah kemampuan untuk meredam gejolak emosi dan melatih pengungkapan emosi secara positif. (2011). dan tidak berdaya. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. Sumber Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah ketegaran (resiliensi). Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari remaja masih rentan dalam menghadapi kesulitan an kegagaln dan membutuhkan kemampuan bertahan dan bangkit dari keterpurukan. j) Mengatasi stress Kemampuan mengatasi stres adalah kemampuan pengenalan sumber yang menyebabkan stres dalam kehidupan. Tidak berkembangnya kompetensi psikosoal ini pada remaja menyebabkan mereka menjadi lamban. apsif.

Proses (15 menit)  Fasilitator meminta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan yang berperan sebagai: . melalui pengembangan kompetensi psikososial terutama: Alat perlengkapan : Alat bantu visual dan scenario bermain peran. j. Pengambilan keputusan d.  Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing. Komunikasi yang efektif 5. Sasaran Metode Tempat Proses kegiatan 1.  Kemudian fasilitator meminta pengamat untuk menjelaskan hasil pengamatannya dan peserta lain memberikan komentar. Peserta bebas menyampaikan perasaannya. : Peserta kader yang terdiri dari 20 orang kader.Remaja laki-laki yang memaksa . f.LAMPIRAN Role play a. Berpikir kritis 3. 3. Berpikir kreatif 4. Briefing (5 menit)  Fasilitator menjelaskan judul dan peraturan roleplay 2. Tujuan Umum c. : Role Play : Dalam ruangan : Say No To…. g. Kesadaran diri 2. Skenario b. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar.Pengamat  Kemudian fasilitator memberikan skenario yang akan dimainkan.Remaja perempuan yang dipaksa . Tujuan Khusus 1.  Fasilitator kemudian menyimpulkan bahwa dibutuhkan keterampilan 10 kompetensi psikososial untuk menghadapi tekanan lingkungan. e. (Seks Pranikah) : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial Pendidikan : Meningkatkan kemampuan peserta untuk menolak tekanan atau ajakan yang merugikan Keterampilan Hidup Sehat. h. Penilaian Ukuran : ada proses pemahaman terhadap 10 aspek kompetensi psikososial 69 .

: Para kader yang berjumlah 20 orang. 1 kelompok terdiri dari 7 orang dengan jenis kelamin yang sama. b. Apa yang kamu rasakan ketika harus mengambil keputusan? 3. Kedua lingkaran berfungsi sebagai pulau. masing-masing berdiameter 2 meter di lantai atau tanah dengan menggunakan kapur tulis. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus antara lain:  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri)  Menjalin hubungan interpersonal  Berkomunikasi efektif  Mengendalikan emosi  Berfikir kreatif  Memecahkan masalah yang dihadapi  Mengatasi stress  Mengambil keputusan yang tepat. Permainan: 1 a. c. f. Proses Kegiatan Proses (25 menit)  Permainan terdiri dari 3 kelompok. Mengapa harus bekerja sama? 2. masing-masing kotak berisi 10 batang korek api. d. g. Apa yang dilakukan untuk mencapai seberang? i. h. e. keterampilan hidup sehat. Sasaran Metode Waktu Tempat  Kapur tulis  Korek api sebanyak 3 kotak.  Alat ukur. 70 : Jembatan Gantung : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan para kader mampu menerapkan kompetensi psikososial.Cara : Fasilitator dapat mengamati cara mereka bermain peran terutama bagaimana mereka menolak ajakan temannya yang negative. misalnya meteran  Amplop 3 buah yang masing-masing berisi kertas dengan pertanyaan: 1. Jarak antara kedua lingkaran tersebut 3 meter.  Setiap kelompok menggambar 2 lingkaran. : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan Alat Perlengkapan : : .  Tarik dua garis sejajar dengan jarak sekitar ½ meter yang berfungsi sebagai jembatan gantung.

Begitu seterusnya sampai peserta habis. Jumlah ini harus mencukupi untuk memindahkan semua anggota kelompok. para kader mampu: keterampilan hidup sehat. d. b.  Salah satu dari sepasang peserta yang telah berhasil sampai ke pulau 2. Kemudian menunjuk salah satu anggota untuk menjelaskan jawaban di depan kelompok lain. Sasaran Metode Waktu Tempat : kader yang berjumlah 20 orang : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan 71 : bola panas : mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan. Penilaian Ukuran Cara : Ada proses pemahaman terhadap aspek kompetensi psikososial : Fasilitator dapat mengamati peserta dengan kecepatan menyebrang. f. g. Setiap kali penyebrangan harus dilakukan oleh dua orang sekaligus.  Satu kelompok hanya memiliki 10 batang korek api. dan kembali pulau 2.  Fasilitator menanyakan manfaat yang didapat dari permainan jembatan gantung. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus  Berpikir kritis  Mengambil keputusan yang tepat  Berkomunikasi efektif  Menjalin hubungan interpersonal. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. maka fasilitator akan memberikan satu amplop kepada ketua kelompok.  Kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada di amplop tersebut. e.  Kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda sehingga banyak korek api yang dibutuhkan pun berbeda.  Ketika menyebrangi jembatan.  Jika semua anggota sudah sampai di pulau 2. j. Permainan: 2 a. banyaknya korek api yang terpakai dan cara mereka berdiskusi.  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri) . kembali ke pulau 1 untuk menyerahkan korek kepada sepasang peserta berikutnya. c. kedua peserta harus menyalakan korek api yang harus tetap menyala selama penyebrangan.  Fasilitator menanyakan apa yang dialami selama mengikuti permainan jembatan gantung.

h. berpikir kritis. sifat negative dan cita-citanya. Debriefing Ukuran Cara : Ada proses pemahaman kompetensi psikososial. pengambilan keputusan. Perlengkapan Proses Kegiatan Proses : bola tenis sebanyak 1 buah :  Fasilitator meminta peserta berdiri melingkar dan menyebutkan nama lengkap dan panggilan dengan jelas. i.  Kemudian peserta tersebut melemparkan bola kepada pserta lainnya dan peserta lain yang terkena lemparan bola juga harus menyebutkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas sampai semua peserta mendapat giliran. yang meliputi aspek kesadaran diri.  Peserta yang terkena lemparan bola harus segera menyebutkan sifat positif. 72 .  Fasilitator akan melemparkan bola secara spontan kepada peserta karena bolanya diumpamakan sebagai bola yang panas. : Fasilitator dapat mengamati peserta melalui cara peserta menyebutkan identitas diri dan orang lain. komunikasi efektif dan hubungan interpersonal.