MODUL PELATIHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

MITRA CITRA REMAJA PERKUPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA JAWA BARAT 2013

1

Mitra Citra Remaja (MCR) – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat 2013 Pusat Informasi Pendidikan Layanan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Wisma PKBI Jawa Barat Lt.3 Jalan Soekarno Hatta 496, Bandung, Indonesia Hotline 022 7069 7997 Sms : nama (spasi) umur (spasi) Jenis kelamin (spasi) sekolah Fb : mcrpkbi@yahoo.com ; Twitter : @mcrpkbi Email : mcrpkbi@yahoo.com

2

PENDAHULUAN A. Latar Belakang PKPR merupakan Pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Singkatnya, PKPR adalah pelayanan kesehatan kepada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien. Tujuan PKPR adalah untuk mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas. Salah satu strategi pelaksanaan dan pengembangan PKPR di Puskesmas adalah dengan penyertaan remaja secara aktif. Puskesmas memilih perwakilan kelompok remaja laki-laki dan perempuan yang dapat “bersuara“ mewakili Puskesmas untuk informasi penyediaan pelayanan kepada sebayanya dan sebaliknya mewakili sebayanya meneruskan keinginan, kebutuhan, dan harapannya berkaitan dengan penyediaan pelayanan. Puskemas meminta bantuan dari Mitra Citra Remaja sebagai youth center yang menangani masalahmasalah remaja untuk memberikan pelatihan-pelatihan tersebut dan membantu para calon kader agar mampu mengemban tugas yang nantinya mereka akan jalani sebagai kader puskesmas. Bentuk kerja sama tersebut juga berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh MCR-PKBI Jabar sebagai pusat pelayanan informasi kesehatan reproduksi remaja yaitu untuk meningkatkan kontribusi terhadap kondisi kesehatan reproduksi remaja di Bandung, dan salah satu strategi yang digunakan oleh MCR-PKBI Jabar dalam melaksanakan programnya adalah memberdayakan fungsi sekolah, keluarga, pemerintah serta LSM lainnya agar berperan dalam memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya pelaksanaan pelatihan dan pembentukan kader puskemas ini diharapkan dapat melibatkan remaja secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pelayanan. Ide dan tindak nyata mereka akan lebih mengena dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan karena mereka mengerti kebutuhan mereka, mengerti “bahasa” mereka, serta mengerti bagaimana memotivasi sebaya mereka. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai konselor sebaya. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu: a) Memahami kesehatan remaja b) Melaksanakan konseling kepada teman sebayanya c) Menerapkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
3

Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas 4 . karton putih. lembar kerja. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. Tumbuh Kembang Remaja Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. (15 menit). (5 menit). 5. F. Proses Pembelajaran 1. Perwakilan dari tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain (15 menit). Fasilitator membagi peserta menjadi tiga kelompok menjadi kelompok perkembangan fisik. D. d. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan problematika remaja yang berhubungan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. 7. Menjelaskan karakteristik perkembangan psikis remaja. G. Alat Pendukung Lembar bacaan. E. (15 menit). Metode Presentasi dan diskusi. dan perlengkapan permainan. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan problematika yang dihadapi oleh remaja. 2. Fasilitator melaksanakan pre test kepada peserta. dan sosial. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan tema yang berkaitan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. 4. Menjelaskan problematika yang pada umumnya dihadapi oleh remaja. (15 menit). alat bantu visual. Menjelaskan karakteristik perkembangan fisik remaja terutama masalah pubertas. 9. (15 menit). (10 menit). Waktu 120 menit. Menjelaskan karakteristik perkembanganan sosial remaja. c. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. 10. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan mengenai tumbuh kembang remaja. 6. psikis. spidol.MASA REMAJA A. 8. (10 menit). b. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. Lembar Bacaan 1. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang masa remaja dan problematikanya. B. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. 3. (15 menit) 11. (5 menit). C.

Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. karena: 1) Seringkali melibatkan beberapa hal yang vital dan mendasar seperti. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik.ketidakselarasan. dalam setiap fase perkembangan. individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. maka secara umum remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan (dalam Herdiansiska & Wardhani:2000): a) Rasa ingin tahu yang besar Rasa ingin tahu ini bisa jadi membahayakan. termasuk pada masa remaja. Berdasarkan ciri-ciri perkembangannya. dll. jika rasa ingin tahu ini tidak di jaga dalam batasan tertentu yang tidak dapat dikuasainya akan membawanya kepada pengetahuan yang sebenarnya emosional belum siap diterima remaja. yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Oleh sebab itu remaja membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih dewasa dalam memberi batasan tentang sejauh mana dia boleh “mencoba” dan dampak (resiko dan manfaat) dari setiap hasil “percobaan” tersebut. Sebagaimana diketahui. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. 2) Seringkali dikaitkan dengan karateristik remaja lain yaitu kebutuhan akan kemandirian yang mendorong ke arah tindakan untuk membuktikan rasa ingin tahunya. apakah Tuhan itu ada. Menurut Thornburgh (dalam Retnowati). sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa (Steinberg. psikologis. bagaimanakah rasanya melakukan HUS (Hubungan Seks) itu. emosional sosial dan fisik (Hurlock. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental. sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. Akan tetapi. maka akan tercapai kepuasan. c) Menurut Schneider. 1993). 1991). kebutuhan khas yang dimiliki remaja sesuai dengan perkembangannya adalah sebagai berikut:  Kebutuhan akan identitas diri  Kebutuhan akan individualitas/ privacy  Kebutuhan akan kemandirian 5 . Hurlock (dalam Retnowati) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis. Remaja merupakan periode transisi (biologi. kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. b) Rasa ingin tahu dan kebutuhan akan kemandirian tersebut mendorong remaja ke arah kematangan. batasan usia tersebut adalah batasan tradisional. Remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa.

sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian dalam Retnowati). Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi. drastis. Pada usia tersebut. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun. yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut (dalam Retnowati): a) Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis b) Mencapai peran sosial maskulin dan feminin c) Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif d) Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya e) Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi f) Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja g) Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga h) Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara i) Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial j) Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Retnowati). a) Perkembangan Fisik Menurut Imran (dalam Retnowati) masa remaja diawali dengan masa pubertas. 1989). Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. namun pada remaja kebutuhan ini sangat menonjol dan seringkali menjadi sumber permasalahan dengan lingkungan karena lingkungan kurang memahami kebutuhan khas remaja ini. iklim. dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. berlangsung cepat. Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. rangsangan dari lingkungan. dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono. Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik.Meskipun kebutuhan ini juga dimiliki oleh individu dalam tahap perkembangan selanjutnya. tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. Menurut Mussen dkk (dalam Retnowati) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. 6 . Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun. sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin.

kumis. jakun mulai tumbuh. mulai dari perut hingga ke dada. kulit skrotum menjadi gelap dan rambut pubis mulai tumbuh. aerola melebar. terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik. karena berkembangnya kelenjar apokrin yang juga menyebabkan keringat ketiak mempunyai bau yang khas. Perkembangan payudara merupakan tanda awal dari pubertas. Menstruasi terjadi pada usia 11-14 tahun. Areola. dimana penis mulai membesar. Ejakulasi mulai terjadi pada usia 13-14 tahun. ditandai dengan keluarnya mukus cair dari lubang penis setelah penis memanjang. 2) Remaja laki-laki Pertumbuhan pesat umumnya terjadi pada usia 12-13 tahun. halus agak kehitaman atau sedikit keriting. Pada usia 11-12 tahun. Pematangan seksual penuh remaja perempuan terjadi pada usia 16 tahun. stadium ini terjadi pada usia 10-12 tahun. Tabel Stadium Pubertas pada Laki-Laki 7 . Rambut ketiak. rambut badan. Suara parau timbul saat usia 14-15 tahun. testis dan skrotum membesar. jejaring payudara membesar dan menonjol membentuk payudara dewasa. Pada sepertiga anak remaja. cambang dan jenggot pada usia 13-15 tahun. tampak sepanjang labia. Rambut sudah semakin dewasa tetapi tidak ada pertumbuhan ke arah permukaan medial paha. rambut ketiak dan badan mulai tumbuh pada usia 12-13 tahun. dan pertumbuhannya pada badan sangat bervariasi. disertai perluasan areola. Tabel Stadium Pertumbuhan Rambut Pubis Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Bulu halus pubis tetapi tidak mencapai dinding abdomen. 2011): 1) Remaja Perempuan Pertumbuhan pesat umumnya pada usia 10-11 tahun. Rambuh pubis dewasa. Puting susu dan aerola tampak menonjol dari jejaring sekitarnya. tumbuhnya rambut badan bervariasi luas. Pengeluaran sekret vagina terjadi pada usia 10-13 tahun. Payudara mulai sedikit membesar di sekitar puting dan areola (daerah hitam di seputar puting). papila menonjol. dapat dijelaskan sebagai berikut (Kementerian Kesehatan RI. pertumbuhan rambut pubis terjadi sebelum tumbuhnya payudara. dimana daerah puting susu dan sekitarnya mulai membesar. Perkembangan kelenjar keringat ketiak yaitu kelenjar apokrin meningkatkan produksi keringat di ketiak dan menimbulkan bau badan dewasa. penyebaran mencapai bagian medial paha. Stadium matang. Pertumbuhan rambut tipis panjang. puting susu dan jejaring payudara semakin menonjol dan membesar.Adanya perbedaan perubahan fisik antara perempuan dan laki-laki. Setahun sebelum suara pecah. Tabel Stadium Pubertas pada Perempuan Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Stadium V Hanya berupa penonjolan puting dan sedikit pembengkakan jejaring dibawahnya. tetapi aerola dan puting masih belum tampak terpisah dari jejaring sekitarnya. Keringat ketiak mulai diproduksi pada usia 12-13 tahun. kemudian rambut pubis mulai muncul.

Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Pembesaran testis terus berlanjut.Stadium I Stadium II Stadium III 10-11 tahun 12-13 tahun 13-14 tahun Stadium IV 14-15 tahun Stadium V 16 tahun Ukuran penis. Mulai terjadi ejakulasi pertama kali. Rambut mulai tumbuh di badan dan makin lama semakin banyak. Suara menjadi lebih dalam. Rambut pubis terdistribusi berbentuk segitiga terbalik. 2000). perubahan permukaan kulit skrotum menjadi berwarna gelap. mimpi basah. kasar dan keriting. Kadang-kadang mulai timbul kumis. Lapisan ini terbentuk sebagai persiapan jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. 1993) • • • • • • • • • Pria Wanita Suara menjadi berat • Suara menjadi halus Dada membidang • Payudara mulai tumbuh dan berkembang Pertumbuhan otot yang pesat dbandingkan • Tumbuhnya rambut pubis di sekitar organ seks pertumbuhan rangka • Matangnya organ seks Tumbuhnya rambut pubis di bagian kelamin • Kulit menjadi halus Munculnya bulu-bulu di wajah seperti kumis • Bagian pinggul mulai membesar atau janggut • Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti Kulit menjadi kasar terutama bagian paha menstruasi dan lengan Peningkatan kelenjar keringat Matangnya organ seks Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti mimpi basah Pada masa pubertas akan muncul ciri-ciri sekunder yang biasanya dialami remaja yaitu menstruasi bagi remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja laki-laki (dalam Wahyudi S. 1) Menstruasi Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). Anak laki-laki akan sering mengalami ereksi tidak terkendali dan mimpi basah. Jarak satu haid ke haid berikutnya atau yang disebut siklus haid pada setiap perempuan tidak sama. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa. Siklus menstruasi dapat 8 . Rambut pubis dan sekitar penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. kepala penis menjadi lebih besar dan bewarna semakin gelap. Individu yang belum mengalami menstruasi di atas 17 tahun biasa dikatakan individu yang mengalami keterlambatan menstruasi pertama ( menarche). testis dan skrotum masi sama dengan anak-anak. Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar. Jika sel telur tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh. tebal. Menstruasi umumnya mulai terjadi pada usia 8-13 tahun. Hal ini biasanya berlangsung kurang lebih 28 hari (antara 21 -35 hari). Perubahan pada masa pubertas (Steinberg. Pada saat ini tinggi badan. besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran dewasa. Rambut daerah muka sudah mulai berhenti pertumbuhannya. Rambut di lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. Hal ini tidak perlu dicemaskan karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Skrotum dan penis membesar. Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara. di samping juga rambut pubis dan lengan bawah.

Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek pada hari ke-28 dan terjadilah fase pendarahan/menstruasi. Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. serta dapat membuat hormon estrogen diproduksi kembali. Corpus lutheum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah. Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan Folicle Stimulating Hormone (FSH) dan merangsang folikel dalam ovarium.000 saja pada kedua indung telur. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormon estrogen dan progesteron sehingga kandungan hormon dalam darah jadi tidak ada. Dalam indung telur terkandung kira-kira 750. Dilihat dari prosesnya. seperti stres.000 kepompong telur (folicle de Graaf) kemudian menyusut menjadi 400. Estrogen dapat menghambat sekresi FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endomentrium yang robek. Fase Pasca Ovulasi/ fase sekresi ditandai dengan corpus lutheum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormon estrogen dan progesteron pada hari ke-24 sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Namun dari sekian banyak kepompong telur yang berhasil menjadi masak dan dikeluarkan (ovum matang) hanya 300-400 telur saja yang ditempuh perempuan selama masa reproduksinya (masa reproduktif) yang rata-rata 35 tahun panjangnya itu (kirakira 10-45 tahun). Siklus menstruasi terdiri dari empat fase yaitu (Saktiyono. Pada masa remaja biasanya siklus ini belum teratur. 3.dipengaruhi oleh kondisi tertentu. pengobatan dan latihan olahraga. Menopause terjadi pada usia 40-50 tahun. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan mengkerut dan berubah menjadi corpus lutheum. 9 . 2004): 1. Pada saat hal ini terjadi maka kadang-kadang sebagian dari perempuan ada yang mengalami sakit perut (kram). Menopause adalah saat berhentinya haid karena ovarium tidak bereaksi terhadap gonadotrofin hipofisis lagi. terutama pada awal haid namun setelah kurun waktu tertentu akan mejadi lebih teratur. maka ovulasi terjadi sebelum menstruasi maka mungkin saja terjadi kehamilan sebelum menstruasi pertama. 4. 2. Sel folikel berkembang jadi Folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormon estrogen yang menrangsang keluarnya Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis. Fase Ovulasi/ fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah menstruasi.

Penyebabnya adalah penyakit seperti infeksi rahim. Keadaan nyeri yang hebat yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. tumor sekitar kandungan. kadang-kadang terbentuk gumpalan kecil dari darah. Jadi tidak dikotori bakteri atau kuman-kuman lain. Darah menstruasi tidak berbau dan bebas hama.Sumber: http://medicastore. Nyeri haid sekunder biasanya baru muncul kemudian yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah. Nyeri haid ini normal namun nyeri haid ini dapat berlebihan bila dipengaruhi fisik dan psikis seperti stres. penyempitan pembuluh darah. Baru jika cairan menstruasi terkena udara dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodik. Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi.com/image_news/clip_image002. kurang darah. Nyeri haid primer timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. shock. Untuk yang berat ini lazim disebut Dismenorrhoe. Cairan menstruasi terdiri dari darah dan berbagai bagian jaringan dari selaput lendir rahim yang telah dilepaskan. 2. kondisi tubuh yang menurun atau pengaruh hormon prostaglandin F2. kista/polip. Pada saat menstruasi remaja perempuan kadang mengalami rasa nyeri. Ketika testis mulai bereproduksi maka setiap hari testis memproduksi sperma. 10 . Mulai dari yang ringan sampai yang terberat.jpg Rata-rata pengeluaran darah selama haid antara 50-150 milimeter. penyakit yang menahun. Nyeri haid dibagi dua jenis yaitu: 1. Bagian jaringan selaput lendir kadang-kadang dapat terlihat dalam darah haid sebagai jaringan kecil-kecil. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan. kelainan kedudukan rahim yang menetap. berkisar setiap 2-3 minggu. dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Darah menstruasi tidak selalu cair. 2) Mimpi basah Mimpi basah pertama terjadi pada remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun.

Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit. 2000) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya. Setelah kencing. Terkadang tekanan pada prostat merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. 2000). seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya.Jika produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnya dengan cara sanggama atau masturbasi) maka air mani akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur melalui mimpi. rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lenyap. Remaja laki-laki tidak perlu merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah. takut. artinya sudah dapat mempunyai keturunan. terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh. Darah ini mengisi jaringan berongga pada penis yang tersusun dalam tiga silinder panjang. Pada masa pubertas. Ereksi dapat juga terjadi ketika seseorang tidur. Meskipun demikian. usia 11 . hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. letih atau sedih. sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk dalam Wahyudi S. Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi refleks yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa rangsangan fisik atau mental. termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini. sehingga penis tetap dipenuhi darah. Di akhir masa remaja. Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis. sebaliknya harus merasa bersyukur karena itu merupakan salah satu tanda akil baligh dan tanda bahwa organ reproduksinya sudah mulai berfungsi. Menurut PKBI (dalam Wahyudi S. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. Tekanan darah ekstra itu pada dinding penis sebelah dalam merupakan “kemantapan” yang disebut dengan ereksi. Setelah laki-laki bersangkutan bangun dari tidurnya ereksi ini akan segera menghilang. Kemudian darah ekstra dikirim ke daerah panggul. Jika tidak dikeluarkan melalui mimpi juga. kandung kemih akan terisi air seni secara perlahan-lahan. Menurut Bourgeois dan Wolfish (dalam Wahyudi S. Kadang-kadang salah satu ereksi yang terjadi dibarengi dorongan untuk kencing sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjelang subuh setiap pagi hari. Pada malam hari. Tubuh dapat mengagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. marah. Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar sembilan puluh menit sekali selama tidurnya di malam hari. Selama masa remaja. 2000) secara fisik.

berisi evaluasi terhadap bagaimana remaja menerima penilaian lingkungan sosial terhadap dirinya. Pada masa remaja. 12 . Keadaan ini akan mempengaruhi konsep dirinya yang positif atau negatif. Sebaliknya penilaian yang negatif seperti nakal. b. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. sedih atau risau. Selain itu. budaya. Sampoerno dan Azwar (dalam Wahyudi S. Sikap remaja terhadap body imagenya bisa positif ataupun negatif. Ada bagian yang mereka sukai dan yang ingin mereka rubah. agama. bodoh. 2000) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai (dalam Herdiansiska & Wardhani.reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. a. kebutuhan. maka konsep diri yang buruk atau perasaamn rendah diri akan dimiliki remaja. Bagaimana kita mengetahui dan mengendalikan dorongan. secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa.  Suasana hati yang sedang dihayati remaja. Tetapi banyak juga yang tidak terlalu perduli dengan tampilan tubuhnya. Konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri. 2000). sebelum wanita berusia 20 tahun secara fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin.  Bayangan subjektif terhadap kondisi tubuhnya. Penilaian sosial yang positif seperti (cerdas. sekolah. setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Penilaian diri berisi pandangan dirinya terhadap:  Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri. 1) Perkembangan Konsep Diri (Kepribadian) Body image terkait dengan konsep diri (bagaimana seseorang menggambarkan dirinya) dan harga diri (bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya). Hal ini meliputi kemampuan. trait. Misalnya. dan perasaan-perasaan dalam diri kita. Konsep diri yang positif akan dimiliki remaja bila ia merasa puas (menerima) dengan keadaan fisiknya. pengaruh media massa. Sebaliknya bila ia merasa tidak puas dan menilai buruk. kebutuhan. karakter diri. Penilaian sosial. teman sebaya. dll akan membuat remaja memiliki konsep diri yang buruk. b) Perkembangan Psikis Ketika memasuki masa pubertas. sikap. supel) akan mampu meningkatkan konsep diri dan kepercayaan dirinya. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam . tujuan hidup. Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. seperti bahagia. keluarga. dan penampilan diri.

Salah satu identitas yang diharapkan dalam masa remaja adalah identitas jenis kelamin.2) Perkembangan Identitas Remaja Dalam perkembangan identitas ini selain mempertanyakan siapa dirinya. Menurut James Marcia (dalam Herdiansiska & Wardhani. Menurutnya orang harus mengalami krisis terlebih dahulu sehingga mendesak orang tersebut untuk melakukan ekplorasi dan baru kemudian menemukan siapa dirinya. misalnya perempuan kodratnya harus mengalami menstruasi.  Orientasi seksual yang selaras dengan norma sosial (heteroseksual). hamil. 13 . Identitas jenis kelamin juga termasuk pada:  Kesediaan menerima dan merasa puas dengan jenis kelaminnya dan kodratinya. mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi sehingga tidak mudah tersinggung jika dikritik. Diffusion (mereka yang sedang mengalami krisis atau tidak sama sekali dan belum mengambil keputusan. Moraturium (mereka yang sedang mengalami krisis dan belum mengambil keputusan) Kelompok ini biasanya terus melakukan eksplorasi dengan √ melakukan banyak aktivitas-aktivitas atau mencoba-coba berbagai hal tanpa mempunyai kejelasan arah atau tujuan yang akan di raih. Sebagian besar remaja termasuk dalam status identitas ini. 2000). Mereka ini juga biasanya akan mudah membangun relasi kemitraan. Achievement (mereka yang sudah mengalami krisis dan sudah mengambil keputusan atau menentukan siapa dirinya) Orang-orang yang termasuk dalam status identitas ini biasanya √ √ mandiri.  Kesediaan menerima dan menjalankan peran jenis kelamin (tergantung konteks sosial masing-masing). melahirkan. Orang dengan status identitas jenis ini biasa akan merasa kesulitan jika menghadapi suatu perubahan. Konsep Status Identitas dari James Marcia Status Identitas Crisis Commitment Foreclosure (mereka yang sudah menemukan (commited) identitas tanpa melalui suatu krisis) Pembentukan identitas pada kelompok ini biasanya lebih √ ditentukan oleh orang dewasa dengan aturan-aturan/ normanorma dan mereka bersedia menerimanya tanpa adanya suatu pergolakan yang berarti. hal yang lebih penting bagi remaja adalah menemukan dalam konteks kelompok mana dirinya bisa tampil dan menjadi sesuatu. Identitas atau jati diri remaja tergantung bagaimana dan pada kelompok mana dia bermakna dan dimaknakan. dan menyusui. terdapat dua hal yang menjadi patokan dalam merumuskan identitas yaitu crisis&commitment. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk merumuskan siapa dirinya) -/√ Mereka yang termasuk dalam status identitas ini biasanya tergolong orang yang pasif namun juga sulit untuk menerima masukan dari orang lain dan tidak mempunyai nilai-nilai yang kuat dianut untuk meneguhkan jati dirinya.

Segala sesuatu masih dilihat dari sudut pandangnya. e. kemmampuan kognitif remaja berada pada tahap formal operasional. d. Berkaitan dengan perkembangan kognitifnya. Jalan pikiran egosentris Remaja kembali memusatkan perhatiannya dan pikirannya pada hal-hal yang ada dipikirannya. Jenis-jenis emosi sudah lebih bervariasi perbedaan antara emosi satu dengan yang lainnya semakin tipis. Selain itu juga muncul emosi-emosi yang bertentangan (misal: benci dengan sayang) dalam satu waktu. 4) Perkembangan Kognitif Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. Remaja umumnya sangat peka terhadap cara orang lain memandang mereka. b. Keingintahuan yang kuat ini biasanya beriringan dengan kebutuhan bereksplorasi terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. Kritis Segala sesuatu harus rasional dan jelas sehingga remaja cenderung mempertanyakan kembali aturan-aturan yang diterimanya (termasuk norma agama). Mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang. Ia harus dapat memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan menyelesaikannya dengan mengambil banyak faktor sebagai landasan pertimbangannya.Namun demikian idealnya peran jenis kelamin ini diharapkan tidak membatasi kesempatan salah satu jenis kelamin dalam aktualisasi dirinya serta mensubordinasi salah satu jenis kelamin dan meninggikan jenis kelamin lainnya. b. c. Remaja harus mampu mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggung jawabkannya. dll). Akibatnya remaja mudah tersinggung dan merasa malu. c. umumnya remaja menampilkan tingkah laku: a. Rasa ingin tahu yang kuat Perkembangan intelektual pada remaja meransang adanya kebutuhan atau kegelisahan akan sesuatu yang harus diketahui atau dipecahkan. Kondisi emosional biasanya berlangsung cukup lama sampai pada akhirnya kembali ke keadaan semula. Hal ini menyebabkan remaja bingung dengan emosinya sendiri. Emosi lebih mudah bergejolak dan biasanya diekspresikan secara meledak-ledak. 3) Perkembangan Emosi Ciri-ciri perkembangan emosi pada remaja: a. cemburu. hal ini terkait dengan perkembangan konsep dirinya. yaitu keadaan sebelum munculnya suatu keadaan emosi. cinta. Bahkan ada kalanya emosi bercampur baur sehingga sulit dikenali oleh dirinya sendiri. Jalan pikiran egosentris ini berkaitan dengan:  Menentang pendapat yang berbeda Cara pikir yang kritis dan egosentris menyebabkan remaja cenderung sulit menerima pola pikir yang berbeda dengan pola pikirnya.  Imagery Audience 14 .

Perubahan dalam perilaku seksual terutama dalam hubungan heteroseksual. Sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. Menurut Hurlock (dalam Retnowati) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. Remaja cenderung memilih kelompok teman sebaya sebagai wadah interaksi yang dirasa paling sesuai dengannya. 3. penyesuaian sosial. Personal Fabels Remaja merasa dirinya sangat unik dan berbeda dari orang lain. c. Perkembangan Sosial Pada masa remaja mulai terjadi perluasan area sosial. Hambatan ini dapat berasal dari dalam dirinya atau lingkungannya. Bertambahnya wawasan sehingga remaja lebih memiliki penilaian yang lebih baik serta lebih bisa mengerti orang lain. Adanya keinginan dari dalam dirinya untuk menjadi mandiri. Remaja mulai memiliki keinginan untuk berelasi dengan lawan jenis (keinginan untuk berpacaran).Remaja menjelaskan ia selalu diperhatikan atau menjadi pusat perhatian orang lain. d. Bagi remaja penerimaan dari teman sebaya merupakan sesuatu yang sangat berarti. Problematika Remaja Menurut Edward V. 2. sekolah. Daubner (dalam Herdiansiska & Wardhani. Berikut ini adalah uraian khas tentang perkembangan sosial remaja yaitu: a. Hal ini menyebabkan remaja sangat terpengaruh oleh penampilan fisiknya dan dapat mempengaruhi konsep dirinya. yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. b. Salah satu bentuk kemandirian itu adalah dengan mulai melepaskan diri dari pengaruh orang tua dan ketergantungan secara emosional pada orang tua sehingga orang tua dan remaja seringkali bertentangan karena perbedaan nilai yang dimiliki mereka masing-masing. emosi. 2000). yaitu: a) Masalah pribadi. tugas dan nilai-nilai. d. dari keluarga meluas ke lingkungan teman sebaya. penampilan. atau ketika ia frustrasi dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Ini dapat menjadi berbahaya. secara psikologis dikatakan bermasalah jika ia mendapat hambatan atau halangan dalam mencapai tujuannya. Remaja juga mengembangkan kemampuan sosial yang mendorongnya lebih percaya diri dan aktif dalam aktivitas sosial. Tingkah laku atau norma/ aturan-aturan yang dipegang umumnya banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya. karena misalnya ketika remaja mulai mencoba-coba sesuatu seperti obat terlarang ia akan merasa yakin bahwa dia tidak akan menjadi ketagihan seperti orang lain. kondisi fisik. 15 .

yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. malu. Elkind dan Postman (dalam Retnowati) menyebutkan tentang fenomena akhir abad dua puluh. Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. Menurutnya. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah.b) Masalah khas remaja. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. penyalahgunaan obat-obatan. depresi dan bunuh diri. keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis. Akibatnya timbul perasaan terasing. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga. antara lain: a) Keluarga tidak utuh (broken home by death. Bellak (dalam Retnowati) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. keputusasaan. separation. Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapai kemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. 16 . remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. divorce ) b) Kesibukan orangtua. seperti masalah pencapaian kemandirian. dan mengalami gangguan emosional. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah c) Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) d) Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak. Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. absurditas. Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan. kehilangan harga diri.

Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut. Majalah. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). kehilangan orang tua. antara lain. dirawat di rumah sakit. Kriteria dari kedua faktor tersebut. faktor kerawanan masyarakat dan kedua. yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. yaitu pertama. a) Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai b) Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai c) Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai d) Kesejahteraan guru yang tidak memadai e) Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. menjadi anak angkat. antara lain: a) Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 1) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari 2) Peredaran alkohol. kontrol yang tidak cukup i) j) Kurang stimuli kongnitif atau sosial Lain-lain. Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. narkotika. obat-obatan terlarang lainnya 3) Pengangguran 4) Anak-anak putus sekolah/anak jalanan 5) Wanita tuna susila (WTS) 6) Beredarnya bacaan. TV. berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. tontonan. Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik. muatan agama/budi pekerti yang kurang f) Lokasi sekolah di daerah rawan. dan lain sebagainya.Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas. dan lain sebagainya. dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan 17 . yaitu: a) Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu b) Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga c) Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek d) Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak e) Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak f) Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak g) Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain h) Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten.

2003). Kenakalan remaja atau juvenile deliquency adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. perampasan. 18 . Masalah tersebut dapat berupa kesulitan berkomunikasi.7) Perumahan kumuh dan padat 8) Pencemaran lingkungan 9) Tindak kekerasan dan kriminalitas 10) Kesenjangan sosial b) Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 1) Penyalahgunaan alkohol. penodongan. Masalah umum pada remaja merupakan masalah yang dialami remaja berkaitan dengan tumbuh kembangnya sebagai berikut (dalam Herdiansiska & Wardhani. 5) Cara mendidik yang salah dari orang tua. sudut pandang dan pola pikir yang dianut orang tua dan remaja. pengompasan. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang (Kartono. sehingga komunikasi kurang terjalin. 3) Ketidaksepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik atau mendisiplinkan anak. narkotika dan zat aditif lainnya 2) Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal 3) Kebut-kebutan 4) Pencurian. 2000): a) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan rumahnya. dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yangmelakukannya masuk penjara. Hurlock (1991) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja. merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja. Masalah yang sering paling ditemui adalah kesulitan hubungan remaja dengan orang tua mereka. 6) Perbedaan cita-cita atau keinginan serta kebutuhan antara orang tua dan anak. 2) Kemerosotan wibawa orang tua karena perbuatan orang tua bertentangan dengan peraturan yang dibuatnya sendiri. 4) Anak segan berkomunikasi dengan orang tua karena kurangnya bahasa penerimaan orang tua terhadap pengungkapan pikiran/ perasaan/ pengalaman remaja. perampokan 5) Perkosaan 6) Pembunuhan 7) Tindak kekerasan lainnya 8) Pengrusakan 9) Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. Faktor-faktor penyebab kesulitan komunikasi dengan orang tua ini adalah: 1) Perbedaan norma.

tawuran. pacaran.  Dismenorrhoe: nyeri haid pada wanita yang sudah berat. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang. bau badan. Glosarium  Adolescere: tumbuh menjadi dewasa. melakukan perilaku seksual beresiko. Kondisi tertekan ini dapat menimbulkan kompensasi tingkah laku sebagai cara remaja menyalurkan beban/ ketegangan emosi.  Mimpi basah: pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah pada saat tidur melalui mimpi. jerawat.  Pubertas: masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). h) Nilai-nilai (moral. naksir.  Information overload: pemasukan informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. penyalahgunaan obat-obatan. d) Kondisi fisik (kesehatan atau latihan). ciri-ciri daya tarik. Misalnya: menggunakan obat-obatan terlarang.  Remaja: periode transisi (biologi. H. psikologis. suasana hati berubah-ubah). Anak-anak dari keluarga broken home merupakan anak-anak dengan kesulitan tersendiri. dan hubungan seksual). Masalahmasalah seperti perceraian orang tua dan penyelewengan orang tua menjadi masalah yang sulit bagi remaja karena remaja kehilangan orang yang menjadi pengayom atau panutan bagi dirinya.  Harga diri: bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya.  Konsep diri: bagaimana seseorang menggambarkan dirinya. tindak kriminal dan lain-lain. g) Masalah pekerjaan (pilihan pekerjaan. penampilan (berat badan. penerimaan oleh teman sebaya. e) Emosi (temperamen yang meledak-ledak.b) Masalah keretakan keluarga. peran pemimpin). sulit punya pacar dan lain-lain. kesesuaian dengan jenis kelamin). pengangguran). c) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekolah seperti rangking.  Menstruasi: peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). pacaran backstreet. relasi dengan guru. i) Masalah yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis (heteroseksual) seperti putus pacar. sulit bergaul. kegiatan ekstrakurikuler.  Kenakalan remaja (juvenile deliquency) : perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa. 19 .  Formal operasional: tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. f) Penyesuaian sosial (minder.

(2004). R. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan.staff. E. Wahyudi S. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Retnowati. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada Steinberg. (1993). (2000). Bandung: PKBI Jawa Barat 20 . [Online]. (2000). Jakarta: Esis-Erlangga Sarwono.co.id/ url?sa=t&rct=j&q=remaja%20dan%20permasalahanya&source=web&cd= 6&ved=0CEIQFjAF&url= http%3A% 2F%2Fsofia-psy.doc&ei=-sliT7PMDM3KrAflmbm9B w&usg=AFQjCNHq_a8bqOhg7j JImY51Q9y8VnL_LA. United Stated of America: Mc-Graw Hill. Tersedia: http://www. S. Inc. W.id%2Ffiles%2Fremaja_dan_ permasalahannya.K. (2011). (t. Kementerian Kesehatan RI. Remaja dan Permasalahannya.ugm. E.google. Jakarta: Erlangga. Sains: Biologi SMP 3. Sarlito. Adolesence. B. (1989) Psikologi Remaja. Sumber Herdiansiska. Y. (3rd ed). (8 Maret 2012) Saktiyono. Psikologi Perkembangan – Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (1991). L.t). & Wardhani.I. Modul 6: Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. Bandung: PKBI Jawa Barat Hurlock.ac.

f. 21 . Proses Pembelajaran 1. e. Fasilitator membagi para kader menjadi dua kelompok.LAMPIRAN LEMBAR KERJA Perkembangan Fisik Perkembangan Psikis Perkembangan Sosial KESEHATAN REPRODUKSI A. Waktu 120 menit. Fasilitator melaksanakan pre test kepada para kader. Menjelaskan aktivitas seksual yang berisiko. Alat Pendukung Lembar bacaan. D. dan hubungan seksual. Metode Presentasi. dan Permainan. 3. alat bantu visual. Menyebutkan alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. dan perlengkapan permainan. Menjelaskan dan menyebutkan perilaku. Menjelaskan personal hygiene. (5 menit). Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang kesehatan reproduksi. (5 menit). B. aktivitas. Diskusi. 4. d. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. b. c. Menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. C. Para kader diminta untuk memilih kertas bertuliskan nama-nama alat reproduksi atau fungsi alat reproduksi yang sudah tersedia dan menempelkannya di alat bantu visual alat reproduksi (20 menit). F. 2. E. Menjelaskan fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. (15 menit). Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a.

G. Bentuknya seperti kantung berisi 2 butir pelir (buah zakar). Alat reproduksi laki-laki bagian luar. Anatomi fungsi alat reproduksi Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. merupakan selaput pembungkus testis yang meripukan pelindung testis serta mengatrur suhu yang sesuai bagi spermatozoa. (5 menit). 6.jpg Alat reproduksi laki-laki terdapat di bagian luar dan dibagian dalam tubuh. berisi sperma) 2) Kantung Zakar/scrotum. (15 menit). a) Alat reproduksi laki-laki Sumber: http://gurungeblog. 10. aktivitas dan hubungan seksual (15 menit). (10 menit). Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. yang terdiri dari: 1) Zakar/Penis. terletak dibawah pangkal penis. Fasilitator menjelaskan mengenai anatomi fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan dan personal hygiene.5. Alat reproduksi laki-laki dan perempuan berbeda. 7. Fasilitator menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. ujungnya sedikit lebih besar dan bulat (disebut glans) dan sangat peka karena didalamnya banyak terdapat serabut saraf. Lembar Bacaan 1. Fasilitator menjelaskan mengenai perilaku.wordpress. diperut bagian bawah yang terdiri dari : 22 . 8. Di ujung glans terdapat tempat keluarnya air seni (kencing) dan air mani (cairan kental yang warnanya seperti susu encer. Alat reproduksi laki-laki bagian dalam tidak telihat karena terletak didalam tubuh. 9. dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh.files. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. (15 menit). Tiap kelompok di minta mencari kata-kata tersembunyi yang berkaitan dengan aktivitas seksual (15 menit). Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. bentuknya bulat panjang seperti batang.com/2008/11/anatomi_pria.

a. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut dengan tubulus seminiferus. b. Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma. c. Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis. d. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang berisi nutrisi untuk menghidupi sperma. e. Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. f. Saluran kencing/urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi, jalan bagi air seni dan air mani menuju ke lubang diujung glans. Saat air mani keluar, secara otomatis katup air seni menutup. b) Alat reproduksi perempuan

Sumber: http://www.happylife.lk/kb/sites/default/files/untitled.bmp http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg Alat reproduksi perempuan terdapat dibagian luar dan dibagian dalam tubuh. Alat reproduksi perempuan bagian luar dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh terdiri dari : 1) Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan/keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara. 2) Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:  Bibir luar kemaluan/labia mayora merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luar dan membatasi vulva.  Bibir dalam kemaluan/labia minora merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. 3) Kelentit/clitoris, merupakan bagian yang paling peka karena mengandung banyak serabut saraf.
23

4) Mulut vagina, sebagai penghubung alat reproduksi perempuan bagian luar dengan bagian dalam. 5) Selaput dara/hymen, merupakan lipatan mukosa mengelilingi vagina, hampir menutupi vagina dengan lubang kemaluan, biasanya ditengah, untuk keluarnya darah dan cairan lain. Alat reproduksi perempuan bagian dalam, tidak terlihat karena terletak didalam tubuh dan terlindungi oleh rongga panggul, yang terdiri dari : 1) Indung Telur/ovarium, berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Masing-masing berisi ribuan sel telur atau benih perempuan. Setiap bulan, satu sel telur yang sudah matang dilepaskan ke saluran falopi saluran telur. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti:  Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan sel telur.  Progesteron yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan. 2) Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium. 3) Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae. 4) Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 5) Oviduct merupakan salurang panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 6) Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah sederhana dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai tiga macam lapisan dinding yaitu:  Perimetrium yaitu lapisan yang terluar dan berfungsi sebagai pelindung uterus.  Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.  Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila terjadi pembuahan maka dinding endomentrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. 7) Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai lahir rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. 8) Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervix dan sampai pada vagina, serta jalan keluar bagi darah haid, bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina.
24

2. Personal Hygiene a) Pengertian

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejathteraan fisik dan psikis. Tujuan personal hygiene antara lain: 1) Meningkatkan derajat kesehatan 2) Memelihara kebersihan diri 3) Memperbaiki personal hygiene 4) Pencegahan penyakit 5) Meningkatkan percaya diri 6) Menciptakan keindahan b) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene 1) Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan dirinya misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli pada kebersihannya. 2) Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. 3) Status sosial-ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4) Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasian penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 5) Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 6) Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain. 7) Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawt diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. c) Bagian-bagian tubuh yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene  Secara umum 1) Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari. 2) Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus. Selain dengan air, dapat digunakan benda-benda lain seperti kertas pembersih (tissue), pasir dan kayu.
25

h. sehingga permukaan vagina tidak lembab maupun basah yang mudah sekali menjadi tumbuhnya bakteri dan kuman c. e. 26 . Tidak memasukkan benda asing dalam vagina. sehingga tetap bisa merasa nyaman selama menggunakannya. Pakailah celana dalam dari bahan katun dan menyerap keringat. pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. 5. Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul. terlebih dahulu rendam memakai sabun pada tempat tertutup. 4. lalu di buang ke tempat sampah. Hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri pada saat haid adalah: 1. Jangan memainkan/ mengorek-ngorek kelamin bila lecet/ putih. 4) Dianjurkan untuk mencukur/merapikan rambut kemaluan karena rambut kemaluan bisa ditumbuhi sejenis jamur atau kutu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa gatal. Celana yang terlalu ketat menyebabkan permukaan vagina/penis menjadi berkeringat. 2. 3. d. Badan terasa kurang segar pada saat haid karena tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak serta getah-getah tubuh lainnya. sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dibungkus. Jangan masukkan jari ke vagina atau dubur. penggunaan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah mandi dan buang air kecil. Oleh karena itu kebersihan vagina harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi.3) Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci vagina/penis. b. Jadi remaja puteri sebaiknya tetap mandi dan keramas seperti biasa. Menyeka kelamin dari depan ke belakang. Pilihlah pembalut yang daya serapnya tinggi. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum dicuci. Mencatat siklus haid agar dapat mendeteksi adanya gangguan. Tidak menggunakan sabun atau produk berparfum. Pada saat haid. Tidak melakukan penyemprotan pada vagina (douching). 5) Menghindari celana ketat bagi perempuan dan laki-laki. g. Jika memakai pembalut sekali pakai. f. Memeriksa ada atau tidak benjolan pada payudara minimal 1x/bulan setiap setelah selesai menstruasi.  Secara khusus 1) Perempuan a. hanya mungkin tubuh agak terasa demam sehingga lebih baik menggunakan air hangat. Hal ini disebabkan adanya peregangan-peregangan (kontraksi) pada otot rahim. 6. i. Untuk menjaga kebersihan.

Jika tidak di sunat. batasi lemak dan daging. c.7. Ikan dan ayam lebih cocok serta minum air putih yang banyak serta perbanyak mengonsumsi karbohidrat agar tubuh tidak menjadi lemah. berbau. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan keperawanan/ keperjakaan. jangan lupa mengeringkan dengan handuk untuk mencegah timbulnya jamur. d) Akibat jika tidak menjaga kebersihan diri 1) Bila terkena sejenis jamur atau kutu yang dapat menyebabkan rasa gatal atau tidak nyaman. 2) Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga. pemeriksaan yang tidak hiegenis dan adanya benda asing dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang abnormal. 27 . Sesudah membersihkan. Oleh karena itu. e. Cuci tangan sebelum dan sesudah BAK. keagamaan. Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis sehingga dapat menghambat produksi sperma. sebaiknya selama haid garam dikurangi. Keputihan yang abnormal bewarna putih. seni. Penis dicuci dengan air dan sabun lembut minimal sehari sekali. pemakaian pembilas vagina yang berlebihan. perbanyak buah-buahan dan sayur mayur segar. 3) Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno. Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma (cairan dari kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih. Aktivitas Seksual Berisiko Aktivitas seksual dapat menimbulkan risiko yaitu infeksi menular seksual dan HIV AIDS. tertular atau menularkan IMS/ISR. celana yang tidak menyerap keringat dan penyakit menular seksual. f. hijau atau kuning. Contoh aktivitas seksual yang dapat menimbulkan resiko antara lain: a) Melakukan hubungan seksual sebelum menikah/ seks pra nikah. b. Keputihan juga bisa timbul karena pengobatan hormonal. harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin. air di dalam tubuh lebih banyak. hal ini menyebabkan timbulnya keluhan nyeri perut dan lainnya. 2) Mencuci vagina dengan air kotor. 3. Hindari keadaan ini dengan: 1) Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Pada waktu haid. kehamilan yang tidak diinginkan (KtD) atau terpaksa dikawinkan. sangat gatal atau disertai nyeri perut bagian bawah. pemeriksaan dalam yang tidak benar. d. 2) Laki-laki a.

23 tahun 2002 menjelaskan perlindungan anak sejak usia dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun terhadap kekerasan fisik maupun mental termasuk yang berhubungan dengan perilaku seksual. Remaja perlu mengenali tanda-tanda orang dewasa yang akan melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat memicu terjadinya pengguran kandungan (aborsi) karena sebagian besar perempuan yang mengalami KtD mengambil jalan keluar dengan melakukan aborsi yang sebagian besar dilakukan dengan tidak aman.  Fertilisasi/ konsepsi: terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. Dalam hal pemerkosaan remaja sebaiknya dipersiapkan untuk tidak menyembunyikan peristiwa tersebut agar dapat diambil tindakan terhadap pelaku (hukuman pidana) serta tindakan pencegahan dan penanggulangan untuk mencegah kehamilan.  Masturbasi: perilaku seksual dengan merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual. Undang-Undang PA No.4) Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat kontrasepsi. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. Psikolog atau Psikiater. b) Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis c) Mengalami kekerasan seksual seperti pemerkosaan.  Hubungan seksual: kontak seksual yang dilakukan berpasangan dengan lawan jenis.  Intercourse /making love (ML) atau senggama: aktivitas memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan. d) Kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. SpKK. 5) Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat-alat kontrasepsi dan cara penanggulangannya. 28 . Banyak kasus menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab atas kondisi ini. teman sebaya perlu: 1) Tidak menghakimi 2) Bersikap bersahabat dengan remaja yang bersangkutan 3) Memberikan konseling pada remaja yang bersangkutan 4) Solusi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu 5) Apabila ada masalah yang serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila masih belum bisa terselesaikan supaya dikonsultasikan ke SpOG. Glosarium  Aktivitas seksual: kegiatan yang dilakukan dalam upaya memenuhi dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai perilaku.  Alat reproduksi: bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Jika sudah terjadi KtD maka saat menemukan kasus kehamilan remaja. H.

 Perilaku seksual: perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis.F. I. (2011). Tersedia: http://www. (2005).  Reproduksi: kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tersedia: http://www.scribd. N. L. Buku Panduan Peer Educator Kesehatan. yaitu setelah terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. I. Materi Presentasi: Ada Apa dengan Seks. Bandung: Mitra Citra Remaja Tim ACD PKBI Jawa Barat.com/doc/60772068/kesehatan-Reproduksi-Remaja-yang-Bertanggung-Jawab.t. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene.). Materi Developmental: Kehamilan. (8 Maret 2012) Mitra Citra Remaja. (t.  Personal hygiene: suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejathteraan fisik dan psikis.scribd. (2000). (t. [Online]. Kehamilan: suatu keadaan normal yang terjadi mengikuti proses pembuahan. Bandung: PKBI Wahyudi S. (8 Maret 2012) Dziab.). Bandung: Mitra Citra Remaja Ibrahim. [Online].t).t. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. Materi Presentasi: Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual.t. Sumber Andi.  Oral seks: aktivitas memasukkan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis. (t. R.com/doc/59034888/20/Faktor-faktor-yang-Mempengaruhi-Personal-Hygiene. Kesehatan Reproduksi yang Bertanggungjawab bagi Remaja . Bandung: Mitra Citra Remaja Mitra Citra Remaja.  Petting atau bercumbu berat: keseluruhan aktivitas seksual non intercourse hingga menempelkan alat kelamin. namun tidak terjadi penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina). Bandung: PKBI Jawa Barat 29 . W. (t.).

Anatomi fungsi alat reproduksi Nama alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Penis Klitoris Fungsi alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai Alat reproduksi ini berfungsi sebagai pelindung testis serta mengatur suhu organ kopulasi / keluarnya bayi.LAMPIRAN 1. Alat reproduksi ini berfungsi untuk Alat reproduksi ini berfungsi sebagai menyimpan sperma sementara dan tempat pertumbuhan embrio. Alat reproduksi ini berfungsi Alat reproduksi ini berfungsi untuk menghasilkan sel-sel sperma serta menangkap sel ovum yang telah hormon testosteron. mematangkan sperma. Alat reproduksi ini menghasilkan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai cairan yang berisi nutrisi untuk tempat fertilisasi dan jalan bagi sel menghidupi sperma. yang sesuai bagi spermatozoa. Vas deferens Cervix Saluran Ejakulasi Saluran Kencing/Urethra Saluran Vagina Indung Telur/Ovarium 2. matang yang dikeluarkan oleh ovarium. Kata Tersembunyi P D X D C D M I M P O T E N S I J N B E A U S I U L A M H U B U N G A N I S T P S E U R K O S A P E R M A N F M E T A S K M U A S A E M P T A S A I A K I L V E A N K A L M E M E S N X S K S N O A R N F L U A O E A S T E T A T U G N G P N G K M D N D R A U C E N I A L A I E G A G E R T A S A R K R G V L E N N N N G N G U O I I S B I I A I U T I T T I R D C M N L T S A A K A T K S V A G P E R I L A K U E S A N S A S O R A L U S D U A G U R S I S G S S E 30 . ovum menuju uterus.

4. Mengetahui apa saja resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi remaja. jenis-jenis resikoresiko kesehatan reproduksi berserta cara penularan dan dampaknya. Proses Pembelajaran 1. Fasilitator kemudian membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk sesi diskusi dan permainan. diskusi. (20 menit). jenis-jenis. (5 menit). Tujuan Umum : Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi. majalah bekas. (15 menit) 8. 7. Menjelaskan pengertian HIV/AIDS dan cara penularannya. 2. (5 menit). resiko. Fasilitator melaksanakan pre-test pada para peserta. 31 . presentasi. (15 menit). Fasilitator meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menjelaskan gambar yang telah mereka buat. Fasilitator kemudian memberikan waktu kepada narasumber untuk menjelaskan pengertian. dan gunting F. 6. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Menjelaskan pengertian kehamilan yang tidak diinginkan dan resiko yang ditimbulkan. Setelah itu meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk memilih kertas yang berisikan tema yang akan mereka diskusikan. Menjelaskan pengertian IMS. (15 menit). cara penularannya. Output : Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. dan permainan E. Metode Ceramah. Fasilitator melaksanakan post-test pada para peserta. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. 2. B. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. dan upaya pencegahan. kertas. Waktu 120 menit D. Alat Pendukung Alat bantu visual. Fasilitator kemudian meminta setiap kelompok untuk membuat tampilan visual mengenai tema yang telah mereka pilih menggambarkan mengenai tema. 5. spidol warna. 3. lembar bacaan. lem. (45 menit) 4. tanya jawab.RESIKO KESEHATAN REPRODUKSI A. penyebab. 3. C. dan dampaknya.

Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum d. Ulkus molle disebabkan oleh Haemophilus ducreyi e.G. perlu disadri bahwa resiko untuk terinfeksi IMS lebih besar dari laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. Infeksi Menular Seksual a) Pengertian IMS Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). mata atau bagian lain dari tubuh manusia. 1 Jenis-Jenis IMS Kencing nanah/Gonore Pada laki-laki Pengertiannya  Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae  Penyakit yang biasanya menyerang organ-organ reproduksi seperti pada saluran kencing laki-lai atau saluran kelamin perempuan 32 . Kondiloma akuminata disebabkan oleh Human papilloma virus c. Hepatitis B dan C disebabkan oleh Hepatitis virus type B dan C 3) Jenis IMS yang disebabkan oleh parasit sbb: a. Granuloma inguinale disebabkan oleh Calymmatobacterium granulomatis f. Infeksi ini mempunyai cakupan arti yang lebih luas dan gejala dari infeksi tidak hanya terjadi pada alat kelamin saja tapi bisa saja terjadi di tenggorokan. IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. Untuk remaja perempuan. infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan. Pedikulosis pubis disebabkan oleh Phthirus pubis 4) Jenis IMS yang disebabkan oleh jamur adalah Kandiosis vaginalis disebabkan oleh Candida albicans. IMS biasa dikenal juga sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau bisa disebut sebagai penyakit kelamin. AIDS disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV) e. Limpogranuloma venereum disebabkan oleh Chlamydia trachomatis 2) Jenis IMS yang disebabkan oleh virus sbb: a. Skabies/kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei c. sakit berkepanjangan. Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae b. Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomoniasis vaginalis b. Seringkali berakibat parah karena gejala awal tidak segera dikenali. Bila tidak diobati secara cepat. Berikut ini adalah beberapa contoh IMS yang umum dijumpai No. kemandulan dan bahkan kematian. Lembar Bacaan 1. b) Jenis-Jenis IMS 1) Jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri sbb: a. Moluskum kontagiosum disebabkan oleh Molluscum contagiosum virus d. Uretritis (infeksi saluran kencing) non spesifik terutama disebabkan oleh Chlamydia trachomatis c. Herpes genitalis disebabkan oleh Herves simplex virus b. sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah.

Bila infeksi mengenai saluran kemih timbul rasa nyeri waktu kencing .Sering kencing . limpa. dan agak kental . demam.Infeksi telah lanjut dapat menimbulkan rasa nyeri pada perutbagian bawah sebagai akibat terjadinya infeksi pada saluran telur atau indung telur (dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan ataupun kemandulan) . bibir kemaluan atau leher  Bercak kemerahan yang tidak gatal terutama di telapak tangan dan kaki.Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari .Bila terinfeksi kepada ibu hamil dapat ditularkan kepada bayi yang menyebabkan infeksi mata pada bayi yang dapat menyebabkan kebutaan  Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum  Sifilis dibagi menjadi Sifilis Akuisita (didapat) dan Sifilis Kongenital (ditularkan dari ibu ke janin) yang bisa menyebabkan abortus.Bila infeksi mengenai kelenjar di bibir kemaluan.Umumnya berlangsung tanpa keluhan karena infeksi awal terjadi pada mulut rahim . kematian janin atau lahir dengan kerusakan kulit.Stadium II (Sifilis Sekunder):  Terjadi setelah 6-8 minggu lenih dan bisa berlangsung sampai 9 bulan  Kelainan dimulai dengan adanya gejala nafus makan yang berkurang. hati.Terkadang keluar darah  Keluhan pada wanita: . pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh.Rasa gatal dan panas sewaktu kencing . sakit kepala. tetapi penyakitnya akan berlanjut ke stadium II  Lokasi pada laki-laki biasanya pada alat kelamin  Lokasi pada perempuan selain pada alat kelamin luar juga bisa pada vagina maupun leher rahim  Tempat lain yang bisa terkena adalah pada bibir.Rasa nyeri saat buang air kecil atau ereksi . lidah. dan keterbelakangan mental  Bersifat kronis. dapat timbul abses (Bartholinitis) .Bila ada keputihan biasanya berwarna putih. kulit di sekitar kelamin dan anus.  Mengalami 4 stadium: .Stadium I (Sifilis Primer):  Timbul antara 2-4 minggu setelah bakteri masuk  Ditandai dengan adanya benjolan kecil merah biasanya 1 buah yang kemudian menjadi luka/koreng yang tidak disertai rasa nyeri tetapi akan hilang secara spontan dalam waktu 3-10 minggu. dan nyeri sendi  Disebut dengan the great imitator of the skin disease karena mempunyai tanda atau gejala menyerupai penyakit kulit berupa 33 . sekitar dubur atau tergantung dari cara hubungan seksualnya  Biasanya disertai juga dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional (sesuai dengan lokasi sifilis primernya) . dapat menyerang semua organ tubuh dan dapat menyerupai banyak penyakit  Gejala timbul luka yang tidak nyeri di penis.Pada perempuan 2 Raja singa/Sifilis  Keluhan pada laki-laki: . kuning kehijauan.

dapat membesar sehingga menyerupai jengger ayam . .Pada wanita sering bersamaan dengan gejala keputihan . kehamilan lahir muda. makanan yang merangsang.Pada laki-laki: di kepala penis 34 4 Jengger Ayam Pada laki-laki Pada perempuan . alkohol.  Ditandai dengan 2 macam kelainan yaitu berupa kelainan yang bersifat destruktif pada kulit. trauma. demam.Pada perempuan: di sekitar kelamin.  Penyebab: Herpes simplex virus (HSV)  Komplikasi : kanker leher rahim.Ada rasa seperti terbakar atau gatal beberapa jam sebelum timbulnya lesi .Gejala awal pada lesi awal lenih berat dan lama . selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. di dinding liang kemaluan dan di sekitar anus . obat-obatan dan beberapa halyang sulit diketahui  Lokasi bintil atau luka/lecet: . dan nyeri otot .Pada laki-laki terutama dijumpai pada yang tidak dsirkumsisi atau dengan imunitas terganggu  Lokasi: . koitus yang berlebihan.Timbulnya gelembung-gelembung yang berkelompok dan mudah pecah . tulang sendi serta adanya radang yang terjdi secara perlahan-lahan pada jantung.Pada bentuk ulang (rekurens) biasanya ditandai oleh faktor pencetus mislanya stres psikis. terdiri atas stadium laten lanjut dan sifilis stadium III  Stadium laten lanjut: setelah 1 tahun.3 Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis Pada laki-laki Pada perempuan bercak merah. benjolan kecil-kecil seluruh tubuh.Pada laki-laki: di batang atau kepala penis. sifilis masuk ke stadium laten lanjut yang dapat berlangsung bertahun-tahun .  Stadium lanjut dianggap tidak menular yaitu sifilis yang timbul setelah 1 tahun sejak infeksi. namun pada saat pemeriksaan selorosis untuk sifilis hasilnya positif. tidak gatal.Tumbuh bintil-bintil yang runcing seperti kutil.Stadium III (Sifilis Tersier)  Umumnya timbul antara 3-10 tahun setelah infeksi.Kadang-kadang disertai gejala konstitusi. sistim pembuluh darah dan syaraf. Pada keadaan ini tidak akan ditemukan kelainan klinis. atau di sekitar anus  Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)  Komplikasi : kanker leher rahim (terutama karena tipe 16 dan 18) atau kanker kulit disekitar kulit kelamin  Keluhan . kelainan kongenital dan kematian  Gejala dan tanda: . kebotakan rambut dan sebagainya  Disertai juga dengan pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat menyeluruh  Stadium laten dini: bila sifilis sekunder tidak diobati setelah beberapa minggu atau bulan gejala akan hilang seakan-akan sudah sembuh. selaput lendiri. Namun infeksi masih berlangsung terus dan masuk ke stadium laten lanjut.Pada perempuan: di kulit daerah kelamin sampai anus. misalnya lemas.

Kebanyakan orang dengan HIV akan 35 . sehingga bayi dapat cacat. sehingga bila ditemukan gejala demikian sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. dan Herpes genitalis 3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin. yaitu: Sifilis.id/imghp?hl=id&tab=ii c) Gejala-Gejala IMS Berdasarkan gejala klinis yang timbul maka IMS dibedakan menjadi: 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih. bakterial vaginosis dan Trikomoniasis. serta nyeri perut bawah pada wanita. kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin. dan Syndrome adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit penyakit. Ulkus molle. Chlamydia) 2) Kanker leher rahim (kondilomata akuminata) 3) Wanita hamil yang menderita IMS. infeksi genital nonspesifik. 2) IMS yang ditandai dengan adanya luka atau koreng di alat kelamin.google. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang memungkinkan berbagai penyakit masuk dan sulit disembuhkan karena HIV berjalan sangat progresif merusak sel limfosit tersebut. IMS tidak selalu menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Perlu diingat pula. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia). Deficiency artinya tidak cukup atau kurang. Granuloma inguinale. pada laki-laki maupun perempuan (infeksi gonore. Acruired artinya tidak diturunkan.co. Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh IMS. atau meninggal (sifilis. HIV dan AIDS a) Pengertian AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. yaitu: Kondiloma akuminata dan Limpogranuloma venerium (bubo) Selain tanda-tanda tersebut. dapat menularkan kepada bayinya. pembengkakan buah zakar pada laki-laki.Sumber gambar: http://www. misalnya: 1) Kemandulan. Immune adalah sistem daya tangkal atau kekebalan tubuh terhadap penyakit. AIDS) 2. Kandiosis genital. AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. yaitu: Gonore. IMS yang lebih lanjut sering disertai dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha. herpes genitalis) 4) Kematian (sifilis. tetapi ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. lahir muda.

Penularan melalui hubungan seksual dapat terjadi selama hubungan baik itu laki-laki dengan perempuan juga laki-laki dengan laki-laki. Pada seseorang yang terinfeksi HIV. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (sel limfosit) manusia sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun dan tidak mampu melawan berbagai penyakit. orang yang tertular HIV tidak berarti langsung jatuh sakit. penggunaan ulang jarum dan semprit suntikan. Kontak seksual langsung (mulut ke penis atau mulut ke vagina) masuk dalam kategori resiko rendah tertular HIV. dilahirkan. yaitu: 1) Seksual Penularan melalui hubungan heteroseksual adalah cara yang paling dominan dari semua cara penularan. perdarahan gusi dan atau penyakit gigi mulut atau pada alat genital. Kejadian diatas dapat terjadi pada semua pelayanan kesehatan. atau penggunaan alat medis lainnya. seperti rumah sakit.meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul. tetapi jumlahnya tidak cukup untuk ditularkan pada orang lain. poliklinik. juga pada IDU. Hubungan seksual ini bisa dalam bentuk venetrasi vaginal atau anal yang tak terlindungi dari individu yang terinfeksi HIV. Berikut ini adalah bentuk-bentuk cara penularan HIV. pengobatan tradisional melalui alat tusuk/jarum. darah. 2) Masuknya darah terinfeksi pada sistem tubuh. air mata. yaitu enzim yang memungkinkan virus mengubah informasi genetiknya yang berada dalam RNA ke dalam bentuk DNA yang kemudian diintegrasikan ke dalam informasi genetik sel limfosit yang diserang. Dengan demikian HIV dapat memanfaatkan mekanisme sel limfosit untuk mengkopi dirinya menjadi virus baru yang memiliki ciri-ciri HIV. ludah. Penularan HIV terjadi melalui kontak seksual. Penularan HIV pada organ tubuh juga dapat terjadi dalam proses transplantasi jaringan/organ di pelayanan kesehatan. b) Proses Penularan virus HIV HIV merupakan penyakit menular yang merupakan golongan RNA virus dan memiliki enzim reverse transcriptase. Tingkatan resiko tergantung pada jumlah virus yang keluar dan masuk ke dalam pintu masuk di tubuh seseorang. Hal ini bisa terjadi pada proses persalinan dan pemberian ASI. ibu ke anak selama masa kehamilan. bila tidak ada pelayanan dan terapi yang diberikan. Namun demikian. persalinan dan pemberian ASI. tinja (kotoran BAB). virus juga terdapat pada cairan tubuh lainnya. seseorang bisa hidup dengan HIV dalam tubuhnya selama bertahuntahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan serius. air kencing . seperti luka sayat/gores dalam mulut. dan sesudah lahir. 36 . 3) Penularan dari ibu ke anak Kebanyakan infeksi HIV pada anak didapat dari ibunya saat ia dikandung. seperti keringat. produk darah atau transplantasi organ dan jaringan: Penularan dari darah dapat terjadi jika darah donor tidak di lakukan uji saring untuk antibodi HIV. dan muntahan.

Virus HIV umumnya tidak akan menular melalui perilaku-perilaku seperti jabatan tangan. yaitu: a. Fase III (AIDS) Ini adalah fase terminal dari HIV yang kita sebut AIDS. b. Promiskuitas (berganti-ganti pasangan seks) : prostitusi. IMS juga dapat membuat individu rentan terhadap infeksi HIV. IMS dalam populasi merupakan faktor utama pendorong penyebaran HIV di negara berkembang. c) Fase Perjalanan Penyakit HIV/AIDS Fase perjalanan penyakit HIV/AIDS. b. seperti perilaku bergantian pasangan seksual. berpelukan. pasangan berisiko tinggi. memakai toilet yang sama. bersentuhan. namun gejala dan tanda belum terlihat jelas. pelanggan penjaja seks komersial.  Diare terus menerus  Flu tidak sembuh-sembuh  Berat badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan. Meski tidak menunjukkan gejala-gejala tapi pada masa ini penderita bisa menularkan virus. Pada fase ini penderita sudah dapat menularkan virus pada orang lain. Lama masa jendela antara 1-3 bulan. Pengguna NAPZA suntikan : menggunakan jarum suntik bersamaan/bergantian. perselingkuhan.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. Pada fase ini kekebalan tubuh menurun dan timbul gejala penyakit terkait HIV seperti:  Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh. penjaja seks komersial (lakilaki/perempuan). dan tidak konsisten dalam menggunakan kondom.Selain itu.  Keringat dingin berlebihan pada malam hari. Lelaki seks dengan lelaki : gay. Fase II (Masa tanpa gejala/Asimptomatik) Masa tanpa gejala berlangsung rata-rata selama 2-3 tahun untuk tipe rapid progessors. Transgender : waria. d. 5-8 tahun tipe progressors dan lebih dari 10 tahun untuk tipe non progessors sejak terinfeksi HIV. bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan. c. yaitu: a. c. Berikut ini adalah kelompok-kelompok dengan perilaku beresiko tertular HIV. termasuk melalui gigitan nyamuk. diantaranya:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. kelumpuhan. 37 . Fase I (Masa Jendela/Window Period) Fase dimana tubuh sudah terinfeksi HIV. Selain itu pada fase ini akan timbul infeksi-infeksi yang lain. Penularan infeksi melalui hubungan seksusal diikuti dengan perilaku yang menempatkan individu pada resiko tertular HIV. wadam. menggunakan alat makan atau minum yang sama. berangkulan. kadang kala timbul dalam bentuk influenza.

Lebih mudah terinfeksi HIV i.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. e) Tips-tips Pencegahan IMS dan HIV 1) Abstinence : absen seks sangat berhasil mencegah IMS dan HIV sampai mencapai kesiapan mental dan fisik. Peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan kecenderungan terjadi kehamilan di luar rahim c. Rendah diri b.  Infeksi jamur pada tenggorokan. d) Dampak dan Pencegahan IMS dan HIV 1. Nyeri waktu kencing karena peradangan mengenai saluran kemih g. Kanker leher rahim (Carcinoma Cervix Uteri) e. Gejala neurologi atau gangguan syaraf (stadium lanjut Sifilis) h. Kemadulan (perlengketan saluran reproduksi dan gangguan produksi sperma) 2. 2) Be Faithful : saling setia pada satu pasangan bisa mencegah dan menurunkan resiko terinfeksi IMS. kelumpuhan. Bekas bisul/nanah di daerah kelamin dapat mengganggu kualitas hubungan seksual di kemudian hari karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman waktu berhubungan seksual f. Dampak Secara Psikologis a. 38 . gangguan pendengaran. kelainan jantung. Gangguan hubungan seks setelah menikah karena takut tertulat lagi atau takut menularkan penyakit pada pasangannya. Infeksi jamur pada tenggorokan. dan cacat lainnya d. Dampak Fisik Penderita HIV/AIDS Adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan infeksi-infeksi sbb:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. Malu dan takut sehingga tidak mau berobat yang akan memperberat penyait atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat yang justru akan memperberat penyakitnya dismaping terjadi resistensi obat. c. Dampak Fisik Penderita IMS a. 3. Infeksi alat reproduksi akan menurunkan kualitas ovulasi sehingga akan mengganggu siklus dan banyaknya haid serta menurunkan kesuburan b. Melahirkan anak dengan cacat bawaan seperti katarak. 3) Condom Use : menggunakan kondom secara benar dan konsisten.

Pada seorang anak yang berusia kurang dari 8 tahun. dan setelah usia 8 tahun ukuran rahimnya kurang lebih sama dengan vaginanya. karena pada masa remaja ini. Terlalu dininya usia kehamilan dan persalinan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif. alat tusuk atau alat medis yang baru atau steril. Penjelasan: a. Ketidakteraturan tersebut membuat kehamilan menjadi tidak stabil. ditandai dengan mulai menstruasi. sehingga resiko yang lain juga dapat terjadi yaitu prolapsus uteri (turunnya rahim ke liang vagina) pada persalinan. Hal ini dapat dilihat dari belum teraturnya menstruasi. b. Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Kehamilan yang tidak diiginkan (KTD) a) Pengertian Kehamilan bisa menjadi dambaan. otot-otot rahim ini belum cukup baik konstraksi dan kekuatannya. Ukuran ini menetap sampai terjadinya kehamilan. Hal ini berlanjut sampai usianya kurang lebih dari 14 tahun (masa menstruasi) hingga besar rahimnya lebih besar sedikit dari vagina. Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun. Pada usia antara 14-19 tahun sistem hormonal belum stabil. sehingga jika terjadi kehamilan dapat terjadi ruptur-nya (robek) rahim. Pematangan rahim ini dapat dilihat juga dari perubahan ukuran rahim secara anatomis. ukuran rahimnya kurang hanya setengah dari panjang vaginanya. Hal ini akan meningkatkan resiko timbulnya kanker leher rahim (serviks) di kemudian hari.4) Don‟t Share Needle : tidak menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya secara bergantian. 5) Education : cari informasi sendiri dan sebanyak mungkin agar terhindar dari penularan IMS dan HIVAIDS 3. Gunakan hanya alat suntik. penyangga rahim juga belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan. mudah terjadi pendarahan dan terjadilah abortus atau kematian janin. Pada seorang perempuan ukuran rahim ini berubah sejalan dengan umur dan perkembangan hormonal. hal yang sama terjadi bila remaja tersebut mengalami kehamilan. tetapi bisa juga menjadi suatu malapetaka apabila kehamilan itu dialami seorang remaja. Rahim pada perempuan mulai mengalami pematangannya sejak umur 14 tahun. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. b) Resiko yang ditimbulkan akibat kehamilan yang tidak diinginkan 1) Resiko Medis Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi. karena baru pada usia ini fungsi hormonal melewati masa kerjanya yang maksimal. 39 . Disamping otot rahim. Hanya saja pada usia 14-18 tahun. alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya. c.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kehamilan remaja yang tidak diinginkan. Dari sisi anak yang dikandung Kehamilan remaja yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan lahirnya seorang anak yang tidak diinginkan. 2) Risiko Psikologis dan Sosial Menurut Kinsey dkk (dalam setiawan dan Suryati. kehamilan pada remaj sekolah akibatnya mereka terpaksa harus meninggalkan sekolah. merupakan hal yang secara umum dipercaya oleh banyak orang dan tidak mempunyai tempat pada nilai-nilai moral. Hal tersebut telah menjadi faktor yang membatasi perilaku seksual pra nikah di masyarakat.Kehamilan remaja sebagian besar merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan. diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape). Dari sisi remaja Kehamilan remaja dapat menyebabkan terganggunya perencanaan masa depan remaja. 40 melahirkan suatu tindakan kekerasan yang sangat traumatis terhadap anak. Misalnya. c. Masalah semakin berat karena terkadang orang tua tidak mampu menghadapi persoalan tersebut secara proposional. sehingga seksual pra nikah tersebut diketahui orang lain. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus kehamilan remaja di laur nikah. b. Itu berarti cita-cita terhambat atau bahkan tidak akan mungkin tercapai. terlebih lagi bila kehamilan telah menjadi buah hubungan tersebut. Kegagalan alat kontrasepsi akibat remaja menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar. Hal ini menambah tekanan psikologis yang berat. bukan karena alasan kesehatan. Kehamilan akibat pemerkosaan. e. Pada kehamilan pra nikah. Kenyataan bahwa hubungan seksual pra nikah seringkali tidak menyenangkan. 1998) kekhawatiran dan rasa takut terhadap kehamilan dialami sekitar 44% dari responden perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. Sekitar 89% beralasan karena alasan moral dan sosial. Aktivitas seksual pra nikah selalu membawa gangguan psikologis dan penyeselan berkepanjangan. rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan dapat dialami remaja apalagi bila kehamilan tersebut diketahui pihak lain seperti orang tuanya. 3) Risiko Masa Depan a. b. 1998): a. Usia menstruasi yang semakin dini disertai usia kawin yang semakin tinggi menyebabkan “masa-masa rawan” yaitu kecenderungan perilaku seksual aktif semakin panjang. yang akhirnya mengarah pada depresi (rasa tertekan yang . bahkan cenderung mendalam). Tidak menggunakan alat kontrasepsi. d. Hal tersebut dapat terjadi antara lain karena (Iskandar dalam Setiawan dan Suryati. sehingga anak ini akan mendapat cap buruk sepanjang hidupnya.

2) Abortus provocatus criminalis. yang menjadi korban misalnya tidak boleh melanjutkan sekolah adalah remaja perempuan. Secara medis. atau keadaan patologis lain. seperti dengan melakukan pijatan rahim agar janin dapat terlepas dari rahim. yaitu jika terdapat indikasi bahwa kehamilan dapat membahayakan atau mengancam nyawa ibu apabila kehamilan berlanjut. aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. digunakan empat metode dasar terminasi kehamilan atau hamil: 1) Kuretase atau pengerokan dengan sendok kuret ataupun vakum kuret pada dinding rahim tempat menempelnya janin. Secara medis. Selain itu juga terdapat hal-hal seperti perlakuan yang kurang adil dari masyarakat atau institusi formal terhadap remaja perempuan. apabila bila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. kelainan saluran reproduksi. Sedangkan remaja lakilaki masih diperbolehkan melanjutkan sekolah. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dapat memicu terjadinya pengguguran kandungan atau aborsi. Seringkali dalam suatu kasus kasus kehamilan di luar nikah. Perkembangan psikologis baik ibu dan anak akan terganggu. misalnya dengan cara: 1) Penggunaan ramuan dengan jamu peluruh rahim. Penguguran jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan: 1) Abortus provocatus therapeuticus . Aborsi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu abortus spontaneus dan abortus provocatus. Tindakan aborsi mengandung resiko yang cukup tinggi. Metode ini meniru proses mulainya persalinan dan biasanya digunakan untuk mengakhiri kehamilan pada trimester II (4-6 bulan).Masa depan anak ini sering mengalami keadaan yang menyedihkan karena tidak adanya kualitas asuh yang baik dari ibunya yang masih remaja dan belum siap menjadi ibu. ialah penguguran kandungan yang dilakukan dengan sengaja tanpa mempunyai alasan kesehatan (medis). yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. terjadi apabila ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun. 3) Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril dan berakibat negatif pada rahim. 2) Memasukkan cairan NaCl hipertonis pada lapiasan amnion untuk melepaskan janin dari dinding rahim. maka ia akan cenderung mengambil jalan keluar seperti mengugurkan kandungan atau aborsi. Abortus provocatus (buatan). ialah penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Pandangan negatif dari masyarakat pun cenderung lebih memberatkan perempuan daripada laki-laki. Tindakan aborsi dengan cara di atas tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya dan mengandung resiko yang sangat tinggi. memakan nanas muda yang dicampur lada (merica). 2) Manipulasi fisik. 41 . Besar kemungkinan anak tersebut tumbuh tanpa kasih sayang dan mengalami perlakuan penolakan dari orang tuanya. Secara psikologis pada saat seseorang mengalami kehamilan di luar nikah. Abortus spontaneus (yang tidak disengaja).

Hal tersebut dapat menyebakan resiko kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya. Selain itu akibat lainnya adalah terganggunya kesehatan dan resiko kehamilan serta kematian bayi yang tinggi serta terdapat juga akibat putus sekolah dan akibat ekonomis karena diperlukan ongkos perawatan dan lain-lain. dan memasukkaannya melalui vagina dan uterus dengan dosis tertentu. dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah jika seorang gadis tiba-tiba hamil serta akan terjadi cemoohan dan penolakan dari masyarakat sekitarnya. 4) Dengan meletakkan vacuum aspiration. ketegangan mental. 3) Karena keadaan rahim yang belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan serta kemungkinan persalinan yang sulit. Prostaglandin ini dimaksudkan untuk menginduksi persalinan buatan. tindak aborsi melanggar UU Kesehatan No. 2) Perdarahan hingga remaja tersebut dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologis/ syaraf di kemudian hari. Secara hukum. resiko shock hipovelmik sehingga menyebabkan resiko kematian ibu. yaitu menggunakan semacam selang plastik berdiameter tertentu untuk menghisap janin dari rongga rahim. selain itu pendarahan tersebut dapat menyebabkan tingginya resiko kematian ibu atau anak atau kedua-duanya. 42 . Akibat tindak penguguran ini dapat memunculkan perasaan bersalah. resiko infeksi. Hal ini sangat merugikan remaja karena akan mengurangi konsep diri yang positif dan menurunkan nilai harga diri yang positif dalam pergaulannya. sehingga janin dapat keluar dari rahim.23 tahun 1992 dan dapat diancam hukuman pidana seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berikut ini: Pasal 346: Seorang perempuan yang sengaja mengugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu di ancam dengan pidana penjara seberat-beratnya selama empat tahun. Berdasarkan nilai-nilai budaya. 4) Terjadinya Fitsula Genital Traumatis yaitu timbulnya suatu saluran/ hubungan yang secara normal tidak ada antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan. Hal tersebut dapat membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah. penguguran kandungan merupakan tindakan yang dikecam dan membuat pelaku terkucil di dalam masyrakat. anak atau keduanya. resiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretase.3) Pemberian prostaglandin PgF2 melalui pembuluh darah balik. depresi. marah. Tindakan aborsi yang sesuai standar profesi medis seperti di atas pun masih mengandung resiko-resiko baik yang bersifat dini maupun lanjutan. Resiko melakukan aborsi pada remaja antara lain: 1) Infeksi alat reproduksi karena kuretase yang dilakukan secara tidak steril. cairan amnion.

anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). Jakarta: Departemen Kesehatan RI Materi presentasi pelatihan IPP – Paket 1.  Kehamilan yang tidak diinginkan: suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. dkk.  Abortus provocatus (buatan): penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja.. kelainan saluran reproduksi. Jakarta: PKBI & UNFPA Setiawan. (2009). B. (1998).H.  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS): sindrom yang menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Husein. Bandung: PKBI Jawa Barat Viora. R. (2011). Bagus Rahmat Prabowo PKBI Jabar IMS PKBI Jabar Informasi Dasar IMS dan HIV-AIDS 43 . Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR). (2006).  Gonore: disebut juga sebagai “kencing nanah”. (t.  HIV (Human Immunodeficiency Virus) : Virus yang menyebabkan AIDS  Infeksi Menular Seksua (IMS)/ Penyakit Menular Seksual (PMS): infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina).  Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis: penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes simplex virus (HSV). Modul 3: Resiko Reproduksi Remaja.t). (2010). F. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Muhammad.  Promiskuitas : berganti-ganti pasangan I. Glosarium  Abortus spontaneus : pengguguran kandungan yang tidak disengaja dikarenakan ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun.  Aborsi: berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. E. Sumber Arizal.. Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV. & Mardiati. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. atau keadaan patologis lain. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. & Suryawati. FIQH HIV & AIDS: Pedulikah Kita?. Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang HIV & AIDS .  Sifilis: disebut juga “raja singa” disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.  Jengger Ayam: penyakit yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus). Jakarta: PKBI Pusat Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. Infeksi Menular Seksual Materi presentasi Informasi IMS dan HIV-AIDS oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Materi presentasi Dr. E.

4. 6. psikotropika. peserta diharapkan mampu untuk: a. F. Proses Pembelajaran 1. dan kocokan pertanyaan. B. 5. kertas pertanyaan. Alkohol.NAPZA (Narkoba. c. Alat Pendukung Alat bantu visual. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader (5 menit). Lembar Bacaan 1. Psikotropika. Masyarakat pada umumnya mengenal obat-obat terlarang tersebut sebagai istilah NARKOBA (Narkotika dan Bahan-bahan berbahaya). Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang NAPZA. D. Fasilitator memberikan post test kepada peserta. Menjelaskan bagaimana penggolongan NAPZA. diskusi. Menjelaskan apa saja dampak yang disebabkan oleh pengkonsumsian NAPZA. (15 menit) 7. Fasilitator penutup kegiatan pelatihan. Metode Presentasi. Fasilitator melanjutkan diskusi dengan tanya jawab (15 menit). Output Setelah proses pembelajaran selesai. dan permainan E. 44 . Menjelaskan pengertian NAPZA dan mampu membedakan antara narkoba. Fasilitator memberikan pre test kepada peserta (15 menit). 3. Pertanyaan bisa dialihkan pada teman lainnya yang mampu menjawab pertanyaan (20 menit). dan Zat Adiktif) A. Waktu 120 menit. Fasilitator memberikan penjelasan materi mengenai NAPZA (45 menit). Fasilitator memulai sesi permainan dengan mengocok tema pertanyaan dan ditanyakan pada peserta satu persatu sesuai dengan kertas yang mereka pilih. dan Zat-zat adiktif lainnya. Psikotropika. 2. Alkohol. b. C. dan zat adiktif. G. Istilah ini biasanya dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi dan ditujukan pada berbagai obatobat terlarang yang dapat menyebabkan gangguan baik terhadap kesehatan fisik ataupun jiwa penggunanya hingga kecanduan terhadap penggunanya. Pengertian NAPZA Istilah NAPZA merupakan akronim dari Narkotika.

pil. Pemakaian secara terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. panik. 2000) Berikut ini adalah berbagai istilah yang berkenaan dengan penyalahgunaan NAPZA: a) Intoksikasi/Overdosis (Keracunan) adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. misalnya sebagai cara untuk menghibur diri. Namun jika zat-zat tersebut digunakan untuk maksud lain. b) Toleransi adalah ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. dan perilaku seseorang. paru-paru. dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui urat darah. Zat-zat kimia. Risiko yang umumnya terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung. heroin digunakan bersama alkohol. dll. 45 . Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan” Meski begitu. suhu badan meningkat atau menurun. suasana hati atau perasaan. Pengertian diatas didasarkan pada berbagai definisi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Undangundang No. maka hal tersebut dapat dianggap sebagai “penyalahgunaan” (dalam Marviana. umumnya dalam dunia pengobatan zat-zat kimia yang masuk ke dalam NAPZA sering dimanfaatkan oleh para dokter sebagai zat yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit dan juga obat penenang bagi pasiennya dengan penggunaan sesuai dosis yang diperlukan. Atau menelan obat tidur secara berlebihan.dan hati. 22 tahun 1997 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa pengertian narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. c) Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) adalah gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. OD sering terjadi bila menggunakan narkoba dalam jumlah banyak dengan rentang waktu terlalu singkat. Psikotropika adalah “zat atau obat. Adiksi lebih merupakan efek obat yang menimbulkan ketagihan atau kecandua pada si pemakai. tersebut dapat mengubah pikiran. d) Kecanduan Obat (Adiksi) adalah suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. rasa sakit diseluruh tubuh. sebagai akibat apabila seorang pemakai obat tidak mendapatkan atau menghetikan obat yang dibutuhkan. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. baik dengan ditelan melalui mulut. biasanya digunakan secara bersamaan antara putaw. hilangnya rasa. mual-mual.

46 . deksafetamin. Efek yang ditimbulkan NAPZA Kalau dilihat menurut efeknya pada sistem saraf pusat pemakai. Penggolongan NAPZA Berdasarkan proses pembuatannya. yaitu: a) Alami Merupakan jenis zat/obat yang diambil langsung dari alam. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. 3. Beberapa orang menyalahgunakan obat penenang karena efeknya menenangkan. dan lain-lain. kodein.e) Dependensi (Ketergantungan) suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. dan kegunaan kedokteran lainnya. pethidin. psikocybin. Contoh opida/opiate (opium. Misalnya: ganja. kecemasan. morphin. Contohnya: morfin. c) Sintesis Adalah zat/obat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1930-an untuk keperluan medis dan penelitian yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan penekan batuk (antitusif) seperti amfetamin. memberikan rasa melambung tinggi. kokain. kafein. dll. heroin. crack. narkotika terbagi menjadi 3 golongan. heroin. Obat penenang depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut „ benzodiazepine‟. 2. tanpa adanya proses fermentasi atau produksi. kodein). opium. untuk membantu orang tidur. alkohol. Obat anti depresan ini dapat membuat pemakai merasa tenang. b) Semi sintesis Yaitu jenis zat/obat yang diproses sedemikian rupa melalui proses fermentasi. Obatobat ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stress. narkoba dan zat adiktif lainnya dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis : a) Depresan Obat jenis ini menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu aktivitas tubuh. dan obat tidur trankuiliser atau obat penenang.

c.com Opioda merupakan zat yang diambil dari bagian pohon “Poppy” yang pertama kali ditemukan di Asia Kecil dan umumnya digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir sampai akhirnya tersebar hingga India dan China. Sering digunakan oleh para dokter sebagai penghilang rasa sakit. Efek psikologis dari penggunaan heroin dan putaw diantaranya adalah meliputi perasaan bebas dari rasa sakit. Pada abad XVIII pemerintah China mengimpor dan menjual dan menggunakan opioda sebagai obat untuk menimbulkan rasa senang. hangat. Heroin juga memiliki turunan yaitu Putaw. Opiat/Opium adalah obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy yang dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk bunga opium. Heroin atau Putaw umumnya disalahgunakan dengan cara dihirup melalui hidung. yaitu dengan memanaskan bubuk heroin di atas kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas. Bubuk ini mengandung morfin dan kodein yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit. Morfin adalah zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. Heroin memiliki kekuatan dua kali lipat daripada morfin sehingga ketergantungan heroin akan lebih hebat dibandingkan dengan morfin. b. pusing. Heroin adalah zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. Perasaan menyenangkan tersebut berasal dari 47 . Berikut ini adalah obat-obat yang termasuk opioda yaitu: a. rasa dingin dan perasaan tegang dengan diiringi perasaan senang. jalanan.1. dan keinginan bersuka ria. Opioda Sumber: google.

Efek psikologisnya dapat menimbulkan rasa gembira.kemampuan opiate untuk menstimulasi sirkut kenikmatan otak secara langsung. bertambahnya tenaga. namun sejumlah stimultan menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. 2001). 1.com b) Stimultan Stimultan seperti amphetamin dan kokain adalah zat psikoaktif yang meningkatkan aktivitas sistem saraf. dihirup hidung dengan pipa kecil (snorting) atau melalui injeksi pada pembuluh darah. 48 . Disalahgunakan dengan ditelah bersama dengan minuman. dihisap seperti rokok. Jaringan otak yang bertanggung jawab untuk kenikmatan secara seksual atau kenikmatan dari makan makanan yang memuaskan (Begley. Sumber: google. Kokain Merupakan zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). teransang. meningkatkan percaya diri serta mencapai perasaan sukses. Efeknya agak berbeda antara satu dengan obat lainnya.

serta bentuk lainnya yang digunakan dalam pengobatan medis sebagai obat penahan rasa lapar. meningkatkan rasa percaya diri. atau dilinting dalam rokok. Penggunaannya dengan ditelan. terutama bila obat dihisap atau disuntikkan melalui vena (APA.com 2. kapsul. Sumber: google. disuntik.com 49 . Perilaku agresif juga dapat terjadi.Sumber: google. Amfetamin Amfetamin umumnya ditemukan dalam bentuk tablet. mengurangi rasa kantuk serta mengurangi rasa lelah dan bosan atau menurunkan berat badan. dihisap. meningkatkan konsentrasi. Efek penggunaannya dapat meningkatkan kewaspadaan. 2000).

ketegangan dan kegelisahan. dan ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif seperti sebelumnya. itu adalah dalam kategori obat-obatan psikoaktif. kesulitan dalam berkonsentrasi. kopi. dan insomnia. Nikotin dan karbon monoksida yang dilepaskan dalam asap rokok adalah faktor penting yang menyebabkan atau memperburuk penyakit jantung koroner. Efek fisiologis utama dari kafein adalah merangsang saraf pusat dan otot rangka. dan tembakau asap. Kafein Kafein merupakan zat peransang yang biasa ditemukan dalam obat generik. the. resah.3. kulit berkeringat. gugup. coklat atau minuman soda. Umumnya orang mungkin tidak berpikir kafein sebagai penyalahgunaan. gelisah. 50 . mual dan muntah. atau keracunan kafein yang akan menyebabkan kegelisahan. hiperaktif. kebingungan dan pusing serta diare. Gejala khas dari nikotin termasuk juga keinginan terus-menerus untuk substansi. Nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu juga dapat menghasilkan reaksi kecanduan yang dikenal sebagai caffeinism. Individu yang menggunakan kafein dalam jangka panjang dan berlebihan akan mengalami efek psikologis seperti: cepat marah. meningkatkan resiko flu. mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan mental. Sumber: google. substansi. cerutu. gampang tersinggung dan penurunan detak jantung.com 4. Nikotin Zat nikotin umumnya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok.

Efek jangka panjang bisa mempengaruhi kontrol motorik tubuh. Efek bagi penggunanya hampir sama seperti minuman beralkohol tetapi membuat mabuk dengan lebih cepat dan efeknya menghilang beberapa menit setelah menggunakannya. thiner. Hal tersebut akan berbahaya bagi si pemakai karena dia akan bertingkah laku sesuai dengan apa yang dia khayalkan. merusak hati dan ginjal hingga menyebabkan kematian. LSD juga memberi efek halusinasi sehingga pemakai dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain seperti khayalannya. Istilah yang paling umum untuk hal ini adalah “glue sniffing” (ngelem). Efek penggunaannya bisa menimbulkan perasaan “ fly” yang timbul dari 30-60 menit setelah menggunakannya dan mencapai puncak pada 2-6 jam kemudian. Pengguna sendiri menyatakan LSD “memperluas kesadaran dan 51 .Sumber: google. c) Halusinogen Halusinogen merupakan zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran juga seringkali menciptakan sebuah gambaran hanya bisa dilihat oleh si pengguna dan membuat perasaannya terganggu. dll. solven. inhalasia serta cairan penghapus. Bahan Pelarut Merupakan zat organik (karbon) yang dapat menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. LSD tersedia dalam berbagai bentuk baik kapsul. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) LSD berasal dari jamur yang tumbuh pada kotoran sapi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk bubuk putih yang dapat larut dalam air. gula batok. 1. erosol. Yang biasanya digunakan adalah bahanbahan pelarut seperti lem.com 5.

Penggunaan ganja bisa merasakan kenikmatan. tidak bisa istirahat. Seseorang dapat mengalami paranoia dalam pikiran dan perasaan. dan sulit berkonsentrasi. Pada saat penggunaannya memuncak. Sumber: google. Pengguna dapat merasa 52atak dan takut kehilangan kendali atau kewarasan. perubahan abnormal pada suasana hati. bingung. Ingatannya akan terserang. Kandungan kimia dari tumbuhan ini yang dapat menimbulkan efek psikoaktif dinamakan delta tetra hydrocannabinol atau lebih sering disingkat THC. kenikmatan tersebut akan berubah menjadi kecemasan. Phencylidine (PCP) Phencyclidine (PCP) pertama kali diuji di laboratorium farmakologi selama tahun 1950-an potensi untuk digunakan sebagai obat bius. akibatnya. tetapi efek samping seperti gelisah dan delirium mencegah penerimaan medisnya (Schuckit. Beberapa mengalami ketakutan yang amat sangat akan kematian. bahkan mereka akan mengalami speech block. 2. mengigau.com 52 . termasuk mabuk. hingga halusinasi dan delusi.membuka dunia baruseolah mereka melihat suatu kenyataan yang melampaui kenyataan yang biasa”. karena mereka tidak dapat mengingat apa saja yang ingin mereka 52atakana. Mariyuana Marijuana / ganja terdiri dari daun kering dan bagian atas bunga (biji atau bunga) dari tumbuhan Cannabis Sativa dan Cannabis Indica. 1979: 122). dan delusi. 3. Kecelakaan fatal kerap terjadi selama perjalanan dengan LSD. Penyalahgunaan kronis PCP dapat menghasilkan ketergantungan dan berbagai gangguan mental 52atakan.

c) Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV. pikiran dan perilakunya dipengaruhi oleh zat yang dipakainya.4. ingin bunuh diri. Beberapa dampak yang sering terjadi dari peningkatan ini adalah sebagai berikut: a) Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri dan menipu orang lain untuk mendapatkan uang membeli NAPZA. Sehingga perasaan. marah.kasar. terutama karena pemakaian berlebih (overdosis) dan kematian karena AIDS (akibat pemakaian NAPZA melalui jarum suntik bersama dengan orang yang sudah terinfeksi HIV). a) Secara fisik: penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang. Sehingga muncul konflik dengan orang tua. d) Pemakaian NAPZA secara berlebihan menyebabkan kematian. yaitu para penyalahguna NAPZA juga Semua akibat ini berujung pada meningkatkannya perilaku penyalahgunaan NAPZA. Cara yang kemudian ditempuh untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi mental itu adalah dengan mengkonsumsi lagi NAPZA. teman-teman. Sudah terlalu banyak kasus kematian terjadi akibat pemakaian NAPZA. Ketergantungan pada NAPZA juga menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilakunormal. seperti rasa bersalah. apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja. 53 . Penyalahgunaan NAPZA pada dasarnya membahayakan seluruh tubuh. agresif. Dampak Penyalahgunaan NAPZA Paling tidak terdapat 3 aspek akibat langsung penyalahgunaan NAPZA yang berujung pada menguatnya ketergantungan. Keduanya menyebabkan seseorang untuk berusaha terus-menerus mengkonsumsi NAPZA. dll. ketakutan. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. b) Secara psikis: berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental. c) Secara sosial: dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. Gejala over dosis pada penyalahguna NAPZA menjadi lebih besar karena batas toleransi seseorang sering tidak disadari oleh yang bersangkutan. Hal ini terlihat dari peningkatan dosis yang semakin lama semakin besar dan gejala putus obat. Berbagai gangguan psikis atau kejiwaan yang sering dialami oleh mereka yang menyalahgunakan NAPZA antara lain rasa tertekan. b) Menurun bahkan menghilangnya produktivitas pemakai. Peningkatan jumlah orang dengan HIV positif di Indonesia akhir-akhir ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA. malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA. cemas. Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga. pihak sekolah atau pekerjaan. Perasaan dikucilkan pihak-pihak ini kemudian menyebabkan si penyalahguna bergabung dengan kelompok orang-orang serupa.

 Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi  Psikotropika : zat atau obat.  Dependensi (Ketergantungan): suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. Praktisi: ahli dalam bidangnya. hilangnya rasa.  Halusinogen: zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi  Stimultan seperti amphetamin dan kokain: jenis obat yang dapat menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri.  Intoksikasi/Overdosis (Keracunan): gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh.H. Rehabilitasi: tempat penanganan individu ketergantungan obat-obat terlarang. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. Glosarium  Alkohol: Minuman yang memabukkan.  Benzodiazepine: kelompok obat yang biasa dipakai oleh dokter sebagai obat penenang.  “glue sniffing” (ngelem): aktivitas individu penyalahguna bahan pelarut. rasa sakit diseluruh tubuh. mual-mual.  Kecanduan Obat (Adiksi): suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika.     Zat-zat adiktif: zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan. dll. suhu badan meningkat atau menurun. sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.  Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat): gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.  Depresan : jenis obat yang dapat membuat pemakai merasa tenang. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. memberikan rasa melambung tinggi. Heroin: zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. Obat-obat terlarang: obat-obat yang dilarang untuk dikonsumsi karena dapat menimbulkan ketergantungan.  Opiat/Opium: obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy termasuk ke dalam golongan zat depresan Morfin: zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. panik.  Toleransi: ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali.   54 .

 Kafein: zat yang dapat meningkatkan kesadaran dan biasa ditemukan pada minuman seperti kopi atau the. I.com. Modul 5: NAPZA. R. Makalah Kel. Modul Basic Knowloedge.  Kafeinism: kecanduan kafein  Nikotin: zat stimultan yang biasa ditemukan di produk tembakau seperti rokok.e-psikologi. (2011). D. Jakarta: PKBI Novianita. 7: Penyalahgunaan dan Ketergantungan Obat-obatan. Tersedia: http://www. Kokain : Zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). Tim PLA Jurusan Psikologi UPI. (2000). [17 Maret 2012]. 55 .  Amphetamin: obat yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat penahan rasa lapar. dkk. Bandung: Mitra Citra Remaja. [Online]. G.M. (2011). Bandung: UPI Tambunan. Sumber Marviana. (2010).  Phencyclidine (PCP): zat yang biasa dipakai sebagai obat bius dalam ilmu kedokteran. Akibat Penyalahgunaan NAPZA.

Keterampilan Public Speaking dan Pengembangan Diri 56 .Community Orginazier & Public Speaking 1. Keterampilan Konseling 2.

Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. (5 menit). Tiap pasangan mendiskusikan kasus/permasalahan remaja yang sudah ditentukan oleh masing-masing pasangan. Fasilitator menjelaskan materi konseling dengan metode ceramah dan tanya jawab. dan Role Play E. kedewasaan. Waktu 120 menit D. Diskusi. G. (10 menit) 6. 3. (5 menit) 5. 4. Pengertian konseling Konseling adalah suatu hubungan di mana sedikitnya satu di antara pihak-pihak yang terlibat mempunyai maksud membantu pihak lain untuk meningkatkan perkembangan dirinya. Berperan sebagai peer counselor dengan mengaplikasikan pengetahuan mengenai konseling. Lembar Bacaan 1. Kelompok lain dan fasilitator memberikan komentar atau masukan (15 menit) 8. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. C. lembar bacaan. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang bagaimana proses konseling pada remaja. 2. Memahami pengertian. (5 menit). Tiap pasangan melakukan role play proses konseling sesuai dengan kasus yang didapat. sebagai konselor dan klien (dalam situasi saling tatap muka) dengan kedudukannya yang setara untuk bekerja sama dalam upaya membantu 57 . 2. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1.KONSELING REMAJA A. kemampuan berfungsi dan menghadapi hidup dengan lebih baik . Dalam konseling terjadi proses hubungan saling membantu dimana dua pihak. Proses Pembelajaran 1. Tiap pasangan diberi waktu role play masing-masing 5 menit. tujuan. B. kompetensi yang diperlukan dan proses konseling. Metode Presentasi. (20 menit). 7. Fasilitator melakukan role play proses konseling. Tiap pasangan yang tampil diobservasi oleh pasangan yang lain dan menuliskan kekurangan dan kelebihan kelompok yang lain (50 menit). Alat Pendukung Alat bantu visual. F. Fasilitator membagi para kader secara berpasang-pasangan. dan perlengkapan role play.

kesulitan belajar.klien menolong dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam kehidupannya. HIV-AIDS. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). kesehatan reproduksi secara umum. lebih dapat mngerti dirinya. Empati dapat ditunjukkan melalui sikap memahami perasaan klien sebayamu dan bisa membayangkan seandainya kamu memiliki maslah serupa dengan masalah kliemu tersebut. mengurangi kekhawatiran dan penderitaan teman sebayamu 3. dn masalah-masalah kesehatan lainnya. Konseling dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. 58 . Kelebihan konseling kelompo adlah memberikan kesempatan klien untuk belajar dari pengalaman orang lain. b) Sikap 1) Empati Sebagai konselor sebaya. perilaku seksual. Infeksi Menular Seksual (IMS). Kompetensi Berikut ini adalah kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh peer konselor antara lain: a) Pengetahuan Untuk menjadi peer konselor yang harus dimiliki mengenai karakteristik remaja dan maslaahmaslaah kesehatan yang teman sebaya hadapi terutama berkaitan dengan perilaku beresiko. 2. kamu perlu memahami apa yang dirasakan oleh klien sebaya tetapi masih dapat memisahkan perasaan itu dengan diri sendiri. dan lebih dapat mneyesuaikan dirinya. Tujuan Konseling pada Remaja Mengapa teman sebayamu membutuhkan konseling? a) Membantu teman sebayamu agar mampu memahami masalah yang sedang dihadapi b) Memberi informasi yang berkaitan dengan masalah teman sebayamu tanpa memihak dan memerikan informasi tentang jangkauan kepada berbagai sumber daya/ fasilitas kesehatan c) Mendorong teman sebayamu menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah d) Membantu teman sebayamu untuk mengambil keputusan tersebut dnegan bertanggung jawab e) Memberikan dukungan emosi. Tugas Peer Konselor Tugas peer counselor adalah sebagai berikut: a) Sebagai pendengar yang baik bagi curhat klien sebayamu b) Mmabantu petugas PKPR atau pendampingmu untuk menemukan sedini mungkin masalah yang dialmai klien sebaya c) Membantu menyelesaikan masalah klien sebaya sesyai dnegan kemampuan d) Memberikan informasi/ pengetahuan yang benar tentang kesehatan remaja e) Mangajak (merujuk) klien sebayamu ke ahli jika masalahnya di luar kemmapuanmu untuk membantunya 4. seperti maslah pacaran.

Apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. dan sebagainya. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari mendengar aktif. nilai-nilai kesopanan. Sungguh-sungguh ingin membantu klien sebayamu. g. kamu harus mampu mengajak temanmu tersebut (merujuk) ke pihak lain yang lebih kompeten. agama. jenis kelamin. Kamu menerima keterbatasan dan kelebihan klien sebayamu. atau justru temanmu jauh lebih pandai darimu. misalnya jika temanmu tersebut adalah orang yang kurang pandai. e. Sikap penerimaan tanpa syarat bisa terlihat dari: a. Bernai bertanggung jawab terhadap setiap tindakanmu. c. seperti nilai-nilai berpacaran. Kamu dapat dipercaya dan akan menyimpan rahasia c) Keterampilan 1) Mendengar aktif Konseling melibatkan kemampuan mendengar aktif. umur tingkat pendidikan. b. baik berdasarkan jenis masalah yang sedang dihadapi. tingkat sosial ekonomi. Mengerti keterbatasan diri sendiri sehingga kalau klien sebayamu memiliki masalah masalah dimana kamu tidak dapat membantunya. Bisa menerima dirimu apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan. nilai-nilai menyontek. c. ras. b. f. a. Bisa mengendalikan emosi.2) Kongruensi Sebagai konselor sebaya. 3) Penerimaan tanpa syarat Sebagai konselor sebaya. b. Tidak menghakimu klien sebayamu maupun perilakunya meskipun menurut pandanganmu temanmu tersebut salah. d. kamu diharapkan bisa menghargai dan menerima nilai-nilai klien sebayamu yang bisa jadi berbeda dengan nilai-nilai yang kamu milik. e. Tidak membeda-bedakan klien sebayamu. Bisa menjadi sahabat bagi klien sebayamu yang sedang bermasalah. kamu bukan hanya sekedar mendengar melainkan juga menyimak dan mampu menyampaikan kembali apa yang kamu dengar. kamu perlu memahami dirimu sendiri. Peka terhadap kepentingan orang lain. Ciri-ciri kongruensi dapat terlihat dari sikapmu sebagai berikut: a. emosional. Kamu dapat mengecek kembali apakah pemahamanmu terhadap pesan yang disampaikan oleh klien sebayamu sudha benar atau belum. Mau belajar memecahkan masalahmu sendiri. orientasi seks maupun pilihan pekerjaan yang tidak lazim seperti pekerja seks dan lain-lain. f. Klien sebayamu akan sangat menghargai bila merasa didengarkan. 59 . Mendengarkan curhat klien sebayamu dengan sabar. suku. Dalam mendengar aktif. d. g.

Komunikasi Nonverbal 1. Refleksi Makna Merupakan gabungan refleksi isi dan redleksi perasaan. 2) Komunikasi non verbal-verbal a. kecewa. b. akan membantu klien sebaya untuk mencari perasaan yang ada di balik pesan verbalnya. tangan membuat gerakan tertentu. c) Suara d) Kontak mata e) Sentuhan 60 . gelisah. menunjukkan minat Hindari: muram. condong ke arah klien sebaya yang diajak bicara Hindari: menunduk. bingung Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Menatap mata klien remaja tanpa ketegangan Menepuk bahu. yaitu: a.c. Bahasa tubuh a) Gerakan dan posisi tubuh   Rileks. memegang tangan. Parafrasing (Refleksi Isi) Pernyataanmu yang menyebutkan esensi dari isi pesan klien sebayamu yang disampaikan dengan menggunakan kata-katamu sendiri (kata-kata yang berbeda dari apa yang diucapkan oleh klien sebaya). marah. terus bergerak. c. kesal. konselor harus bisa menangkap dan mengungkapkan kembali isi perasaan yang dirasakan oleh klien sebaya dalam bentuk kata-kata yang diucapkan kembali oleh konselor sebaya. takut. dengan merefleksikan perasaan. Membantumu untuk menjaga hubungan baik dengan klien sebayamu karena kamu tidak mengguruinya. melihat ke jalan/jam/handphone terus menerus b) Ekspresi        Wajah tersenyum. senang. Membantumu untuk mengingat apa yang diaktakan oleh klien sebayamu e. Selain itu terdapat berbagai teknik yang perlu dikuasai dari bisa mendengar aktif. Mencegah timbulnya rasa marah klien sebayamu d. Refleksi Perasaan Pada refleksi perasaan.

61 .. tidak pakai kondom malah tidak tertular”  Memberikan solusi :  Memerintahkan “Akan lebih baik bila kamu . Klarifikasi. maka .. badai pasti berlalu . Hal yang perlu diperhatikan:  Konselor sebaya tidak secara spontan dipercaya oleh klien sebaya. sebaiknya konselor sebayalah yang terlebih dahulu memberikan salam dan memperkenalkan diri.. a) Greet – Salam Tujuan : Membangun hubungan untuk mencairkan suasana suapaya klien merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan masalahnya..b.”  Menghindar  Membelokkan “Olahraga apa yang kamu lakukan sekarang?”  Argumen logik “ Satu-satunya cara agar tidak tertular HIV adalah tidak „pakai‟ lagi”  Menentramkan “Ya sudah. dengan cara mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup sesuai kebutuhan 5. Tidak memotong pembicaraan 4. Proses Konseling Dalam proses konseling. Komunikasi Verbal 1.”  Moralisasi “Kamu seharusnya . konselor dapat menggunakan langkah-langkah yang disebut gather atau satu tuju... Oleh karena itu. apa yang kamu lakukan”  Menasehati “kamu akan lebih baik bila . siapa yang pergi bersamamu. berempati dan mengerti perasaan mereka. Menyimpulkan Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindarkan  Menghakimi  Mengkritik misalnya “Apa kamu belum mengerti juga”  Memberikan julukan “Kamu kok tolol”  Mengasumsi “Anda tidak suka dengan sikap saya”  Menyindir “Kamu hebat ya. Menafsirkan dengan benar 3.”  Mengancam “ Kalau kamu tidak lakukan.... Menjaga alur pembicaraan dengan cara paraphrasng yang bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas pernyataan klien sebaya dan membantunya untuk dapat memfokuskan pembicaraan dan merefleksikan pembicaraan 2. akan tetapi perlu dibina melalui sikap dan perilaku konselor sebaya.”  Pertanyaan berlebihan “kamu pergi kemana.” 5..

b) Ask – Tanyakan Tujuan: Mengetahui secara mendalam tentang perasaan klien sebaya. situasi klien sebaya dan alasannya datang untuk meminta bantuan dan mengidentifikasi masalah.. merangkul atau menepuk pundak klien sebaya remaja da mengucapkan :  “Halo apa kabar. bagaimana perjalanannya?” 2) Perkenalan Konselor sebaya memperkenalkan diri sebaik mungkin dan buat klien sebaya merasa nyaman agar klien sebaya dapat memperkenalkan diri sebaliknya dengan baik pula. selamat datang (sesuaikan dengan lokasi)  “Selamat datang. jangan terburu-buru. Hal-hal yang perlu diperhatikan:             Ajukan pertanyaan dengan tenang dan perlahan Jangan memaksa dan hindari suara seperti menginterogasi Memahami perilaku.. 62 Contoh pertanyaan yang bisa menggali perasaan remaja agar lebih terbuka: Dari jawaban yang diberikan kita bisa melakukan probing (menggali lebih dalam) untuk: . (sesuai kasus)?” “Apa kebiasaan yang kamu lakukan sehari-hari?” “Coba ceritakan masalahmu?” Mengetahui lebih jels dan dalam berdasarkan jawabn yang sudah diberikan oleh klien sebaya Mengetahui apakah pemahaman konselor sebaya sudah sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh klien sebaya.. Contoh salam dan perkenalan 1) Salam Konselor sebaya dapat memberi salam sambil menjabat tangan. silakan duduk... pemikiran dan perasaan klien sebaya Biarkan klien sebaya menceritakan dan merumuskan masalahnya Konselor sebaya menggali untuk mengetahui apakah masalah ada pada klien sendiri atau orang lain “Bagaimana keadaanmu saat ini di sekolah?” “Apa saja yang kamu ketahui mengenai masalah yang kamu hadapi?” “Bagaimana tanggapan teman tentang masalah . temponya sesuaikan dengan keadaan klien sebaya. Tolong jelaskan apa yang kamu maksud dengan sikapnya yang memaksa?” “Jadi menurutmu sebenarnya kamu tidak suka kalau pacarmu . Contoh:   “Tadi kamu bilang merasa tidak nyaman dengan sikap pacarmu yang suka memaksa. (sesuai masalah/keluhan yang diungkapkan)”. Pakailah bahasa yang mudah dimengeti oleh klien sebaya.

dll) mengenai kekhawatiranmu ini?” “Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari hubungan dengan pacarmu?” c) Explain – Jelaskan Tujuan: Menjelaskan kepada klien sebaya apa yang perlu dilakukan setelah mengambil keputusan. Petugasnya ramah kok. orangtua. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Tapi kalo kamu malu nanti bisa saya natar ke sana”. “Jika kamu sudah memutuskan untuk melakukan tes urin. Contoh:   “Kalau kamu mau menyelesaikan maslaahmu dengan cara bilang jujur kepada pacarmu bahwa kamu terlambat haid. konselor sebaya. Terminasi  Konselor sebaya perlu mencegah kemungkinan terjadinya ketergantungan klien sebaya terhadap dirinya yaitu dengan member kesempatan klien sebaya untuk menjalankan keputusannya. sahabat.  Apakah sudah mampu berelasi lebih baik 2. maka kamu bisa pergi ke Puskesmas PKPR. dengan 63 .   “Siapa saja yang sudah tahu mengenai kekhawatiranmu ini?” Bagaimana tanggapan ornag sekitarmu (teman. konselor sebaya perlu melakukan evaluasi bersama klien sebaya terhadap hasil konsleing untuk mengetahui apakah klien sebaya merasa benar-benar terbantu selama proses konseling. pacar. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Mengingatkan kembali resiko-resiko yang mungkin muncul atas keputusannya. Hal-hal yang perlu dievaluasi mencakup :  Apakah masalah dan gejala hilang atau berkurang  Masih adakah perasaan-perasaan yang menimbulkan stress  Apakah klien remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah  Sejauh apakah pemahaman diri klien sebaya dan orang lian. termasuk konsekuensinya. Evaluasi Sebagai persiapan mengakhiri konseling. pasangan. d) Return – Undang Tujuan:   Mengevaluasi proses konseling apakah sudah sesuai dengan kebutuhan klien sebaya Mengakhiri proses konseling (terminasi) dengan tetap membuka kesempatan bagi klien sebaya untuk tindak lanjut atau kembali kalu diperlukan. maka harus siap ditinggalkannya”.

Teknik Konseling Kesehatan Remaja bagi Konselor Sebaya.  Keputusan untuk menghentikan konseling adalah usaha bersama antara klien sebaya dan konselor sebaya. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. H. Kementrian Kesehatan RI. Sumber Direktorat Bina Kesehatan Anak.tetap meyakinkan klien sebaya bahwa ia bisa datang lagi sesuai keperluannya atau jika ia merasa memerlukan. 2010. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI LAMPIRAN Format Penilaian Keterampilan Konselor Komunikasi Non Verbal Posisi duduk Rileks Condong ke arah klien Ekspresi Senyum Antusias Suara Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Kontak mata Menatap mata klien Sentuhan Menepuk bahu Memegang tangan Komunikasi Verbal Tidak menghakimi Tidak mengkritik Tidak memberi julukan/ label Tidak berasumsi Tidak menyindir Tidak memberikan Tidak memerintah solusi Tidak mengancam Tidak moralisasi Tidak bertanya berlebihan Tidak menasehati Tidak menghindari Tidak membelokkan masalah masalah Tidak menghibur Tidak berargumen Mendengar Aktif Refleksi Isi Refleksi Perasaan Refleksi Makna GATHER Greet Ask Tell Help Explain Return Ya Tidak Keterangan 64 .

peserta diharapkan mampu untuk: 1. (5 menit) 6. 65 . diskusi. Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing dan menyimpulkan tujuan dari roleplay sebelumnya (10 menit). Permainan jembatan gantung dilaksanakan (30 menit). 10. Output Setelah proses pembelajaran selesai. Tujuan Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada peserta yang dapat mereka gunakan sebagai bekal mereka nanti sebagai kader puskesmas bagi remaja. 3. Bola dilempar hingga semua peserta mendapat giliran (15 menit). 4. Tumbuhnya sikap dan kepedulian terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan 10 kompetensi psikososial. 8. Fasilitator melakukan diskusi mengenai tujuan dari permainan jembatan gantung. Mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif melalui penerapan 10 kompetensi psikososial. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Proses Pembelajaran 1. Fasilitator meminta peserta melingkar dan melemparkan bola secara spontan pada peserta. 2. Fasilitator menjelaskan peraturan permainan (5 menit). Fasilitator mengajak peserta berdiskusi mengenai apa yang terjadi dan manfaat dari permainan (10 menit). dan permainan E. B. Metode Role play. Alat Pendukung Alat bantu visual. kapur tulis. korek api. Peserta yang terkena lemparan bola kepada peserta lain harus segera menyebutkan sifat positif. (Jembatan Gantung) 3. Proses role play (15 menit) 7. dan bola kertas. D. 9. C. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Fasilitator menjelaskan tentang peraturan permainan. Waktu 120 menit. dan citacitanya. Fasilitator meminta peserta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan dan mempersiapkan mereka untuk melakukan role play mengenai kasus remaja.PENGENALAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) A. 5. F. (5 menit). Memahami dan paham mengenai 10 kompetensi psikososial 2. sifat negative.

keinginan dan ketidakinginan remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih berada pada tahap transisi. dan kurang peduli terhadap lingkungan. empati dapat membantu seseorang untuk bisa menerima satu sama lain. kekuatan. menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalannya. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam Kehidupan sehari-hari mereka masih cenderung mementingkan diri sendiri. kelemahan.G. c) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk menentukan pilihan yang tepat secara konstruktif dari berbagai alternatif yang ada. merauka diri sendiri. sehingga tidak terlalu mudah untuk memahami perasaan orang lain. menganalisis diri. Lembar Bacaan 1. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mamu memahami orang lain sehingga dapat hidup berkelompok. mudah terpengaruh oleh orang lain. saling menolong. 66 . Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih banyak remaja yang masih perlu dibantu dalam mengambil keputusan yang tepat. dan gagal memnafaatkannya untuk kemajuan. mendorong dan memberi semangat serta toleransi antar sesama. menilai dan mengantisipasi tantangan masa depan. b) Empati Empati adalah kemampuan untuk memposisikan peraaan orang lain pada diri sendiri. lemah semangat). Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah kemmapuan mengambil keputusan yang tepat. putus asa atau asal-asalan dalam menentukan langkah. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mampu menghadapi berbagai permasalahn dengan cara yang tepat dan cepat. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi cengeng (tidak mandiri. Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan kemampuan menguraikan informasi atau permalahan. KOMPETENSI PSIKOSOSIAL a) Kesadaran Diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenal diri sendiri tentang karakter. Tidak berkembangnya kompetensi ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi frustasi. menghubungkan pemasalahan dengan hal-hal yang relevan. mengikuti atau meniru hal-hal yang sedang trend. tenggelam dalam kesalahan. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemandirian dan integritas diri. d) Pemecahan Masalah Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan kesadaran diri (pembelajaran efektif).

Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena remaja membutuhkan jaringan dan kelompok yang dapat memberikan dorongan dan dukungan. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mengalami kegagalan berkomunikasi dengan pihak lain yang menyebabkan kurang baiknya hubungan pribadi. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah mampu berinovasi untuk menemukan ide-ide baru.e) Berfikir kritis Berfikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi dan pengalaman-pengalamn secara objektif. Pengembangan kemampuan psikososial ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan dalam melakukan interaksi yang menyenangkan. h) Hubungan interpersonal Kompetensi hubungan interpersonal adalah kemampuan yang dapat menolong kita berinteraksi dengan sesama kompetensi positif dan harmonis. mengendalikan diri agar mampu menghadapi situasi yang emosional dengan tenag. tidak tenang dan mudah tersinggung. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mudah marah. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja tidak produktif. agresif. f) Berfikir kreatif Berfikir kreatif adlaah kemampuan membuat ide baru dnegan menganalisis informasi dan berbagai pengalaman. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemampuan menganalisis situasi atau masalah. untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Target komunikasi efektif ini adalah kemampuan menyampaikan pesan yang dapat dipahami dan membina hubungan baik. merasa tidak nyaman dalam beraktifitas serta selalu merasa kesepian dan kurang mampu. baik dengan teman sebaya dan orang tua maupun orang dewasa lainnya. melakukan uji coba dan eksplorasi dalam mencitakan ide baru. cenderung meniru dan malas. Tidka berkembangnya kompetensi ini pada remaja akan menyebabkan mereka merasa terkucil dan sulit mencari teman. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan seharihari diperlukan kemampuan mengendaikan emosi. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini menyebabkan remaja sulit memahami sebuah fakta dengan benar. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan kemampuan komunikasi secara efektif. g) Komunikasi efektif Kompetensi komunikasi efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan sehingga dimengerti oleh orang lain maupun kelompok di lingkungannya. Target pengembangan 67 . Target pengembangan kompetesi psikososial ini pada remaja adalah kemampuan berinteraksi positif dengan orang lain. i) Pengendalian emosi Merupakan suatu kemampuan untuk meredam gejolak emosi sehingga bermanifestasi dalam perilaku yang terkendali.

j) Mengatasi stress Kemampuan mengatasi stres adalah kemampuan pengenalan sumber yang menyebabkan stres dalam kehidupan. Sumber Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Tidak berkembangnya kompetensi psikosoal ini pada remaja menyebabkan mereka menjadi lamban. agar cepat pulih dan melakukan pengembangan diri. H. dan tidak berdaya. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. apsif. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari remaja masih rentan dalam menghadapi kesulitan an kegagaln dan membutuhkan kemampuan bertahan dan bangkit dari keterpurukan. tidak termotivasi. 68 . (2011). Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah ketegaran (resiliensi). Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.kompetensi psikososial ini adalah kemampuan untuk meredam gejolak emosi dan melatih pengungkapan emosi secara positif. bagaimana efeknya dancara mengontrol diri terhadpa stres.

Pengambilan keputusan d. Sasaran Metode Tempat Proses kegiatan 1. h. Skenario b.  Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing. Peserta bebas menyampaikan perasaannya. Penilaian Ukuran : ada proses pemahaman terhadap 10 aspek kompetensi psikososial 69 .  Fasilitator kemudian menyimpulkan bahwa dibutuhkan keterampilan 10 kompetensi psikososial untuk menghadapi tekanan lingkungan. Komunikasi yang efektif 5. Proses (15 menit)  Fasilitator meminta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan yang berperan sebagai: . Tujuan Umum c. j. Kesadaran diri 2. Berpikir kritis 3.  Kemudian fasilitator meminta pengamat untuk menjelaskan hasil pengamatannya dan peserta lain memberikan komentar.LAMPIRAN Role play a. : Peserta kader yang terdiri dari 20 orang kader. melalui pengembangan kompetensi psikososial terutama: Alat perlengkapan : Alat bantu visual dan scenario bermain peran. Tujuan Khusus 1. (Seks Pranikah) : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial Pendidikan : Meningkatkan kemampuan peserta untuk menolak tekanan atau ajakan yang merugikan Keterampilan Hidup Sehat. e.Pengamat  Kemudian fasilitator memberikan skenario yang akan dimainkan. Briefing (5 menit)  Fasilitator menjelaskan judul dan peraturan roleplay 2. : Role Play : Dalam ruangan : Say No To….Remaja perempuan yang dipaksa . g. f. Berpikir kreatif 4.Remaja laki-laki yang memaksa . Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. 3.

Cara : Fasilitator dapat mengamati cara mereka bermain peran terutama bagaimana mereka menolak ajakan temannya yang negative. Proses Kegiatan Proses (25 menit)  Permainan terdiri dari 3 kelompok. Apa yang dilakukan untuk mencapai seberang? i. c. : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan Alat Perlengkapan : : . Kedua lingkaran berfungsi sebagai pulau. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus antara lain:  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri)  Menjalin hubungan interpersonal  Berkomunikasi efektif  Mengendalikan emosi  Berfikir kreatif  Memecahkan masalah yang dihadapi  Mengatasi stress  Mengambil keputusan yang tepat. : Para kader yang berjumlah 20 orang. Mengapa harus bekerja sama? 2. g. misalnya meteran  Amplop 3 buah yang masing-masing berisi kertas dengan pertanyaan: 1.  Tarik dua garis sejajar dengan jarak sekitar ½ meter yang berfungsi sebagai jembatan gantung. Apa yang kamu rasakan ketika harus mengambil keputusan? 3. Permainan: 1 a. 1 kelompok terdiri dari 7 orang dengan jenis kelamin yang sama. masing-masing kotak berisi 10 batang korek api. Sasaran Metode Waktu Tempat  Kapur tulis  Korek api sebanyak 3 kotak.  Setiap kelompok menggambar 2 lingkaran. keterampilan hidup sehat. masing-masing berdiameter 2 meter di lantai atau tanah dengan menggunakan kapur tulis. f. e. b. h. d. 70 : Jembatan Gantung : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan para kader mampu menerapkan kompetensi psikososial. Jarak antara kedua lingkaran tersebut 3 meter.  Alat ukur.

g.  Jika semua anggota sudah sampai di pulau 2.  Salah satu dari sepasang peserta yang telah berhasil sampai ke pulau 2. Setiap kali penyebrangan harus dilakukan oleh dua orang sekaligus.  Fasilitator menanyakan manfaat yang didapat dari permainan jembatan gantung.  Fasilitator menanyakan apa yang dialami selama mengikuti permainan jembatan gantung. j.  Kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada di amplop tersebut. Jumlah ini harus mencukupi untuk memindahkan semua anggota kelompok. kembali ke pulau 1 untuk menyerahkan korek kepada sepasang peserta berikutnya.  Ketika menyebrangi jembatan. kedua peserta harus menyalakan korek api yang harus tetap menyala selama penyebrangan. Penilaian Ukuran Cara : Ada proses pemahaman terhadap aspek kompetensi psikososial : Fasilitator dapat mengamati peserta dengan kecepatan menyebrang. f.  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri) . Begitu seterusnya sampai peserta habis. b. Permainan: 2 a. Sasaran Metode Waktu Tempat : kader yang berjumlah 20 orang : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan 71 : bola panas : mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus  Berpikir kritis  Mengambil keputusan yang tepat  Berkomunikasi efektif  Menjalin hubungan interpersonal. dan kembali pulau 2. para kader mampu: keterampilan hidup sehat. d.  Satu kelompok hanya memiliki 10 batang korek api. Kemudian menunjuk salah satu anggota untuk menjelaskan jawaban di depan kelompok lain. banyaknya korek api yang terpakai dan cara mereka berdiskusi. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar.  Kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda sehingga banyak korek api yang dibutuhkan pun berbeda. e. maka fasilitator akan memberikan satu amplop kepada ketua kelompok. c.

72 . yang meliputi aspek kesadaran diri.  Peserta yang terkena lemparan bola harus segera menyebutkan sifat positif. pengambilan keputusan. Debriefing Ukuran Cara : Ada proses pemahaman kompetensi psikososial. i. berpikir kritis. komunikasi efektif dan hubungan interpersonal.h. sifat negative dan cita-citanya.  Kemudian peserta tersebut melemparkan bola kepada pserta lainnya dan peserta lain yang terkena lemparan bola juga harus menyebutkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas sampai semua peserta mendapat giliran.  Fasilitator akan melemparkan bola secara spontan kepada peserta karena bolanya diumpamakan sebagai bola yang panas. Perlengkapan Proses Kegiatan Proses : bola tenis sebanyak 1 buah :  Fasilitator meminta peserta berdiri melingkar dan menyebutkan nama lengkap dan panggilan dengan jelas. : Fasilitator dapat mengamati peserta melalui cara peserta menyebutkan identitas diri dan orang lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful