P. 1
Modul Pelatihan Mcr Pkbi Bandung

Modul Pelatihan Mcr Pkbi Bandung

|Views: 274|Likes:
Published by Abdurrahman Shaleh

More info:

Published by: Abdurrahman Shaleh on Feb 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

MODUL PELATIHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

MITRA CITRA REMAJA PERKUPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA JAWA BARAT 2013

1

Mitra Citra Remaja (MCR) – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat 2013 Pusat Informasi Pendidikan Layanan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Wisma PKBI Jawa Barat Lt.3 Jalan Soekarno Hatta 496, Bandung, Indonesia Hotline 022 7069 7997 Sms : nama (spasi) umur (spasi) Jenis kelamin (spasi) sekolah Fb : mcrpkbi@yahoo.com ; Twitter : @mcrpkbi Email : mcrpkbi@yahoo.com

2

PENDAHULUAN A. Latar Belakang PKPR merupakan Pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Singkatnya, PKPR adalah pelayanan kesehatan kepada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien. Tujuan PKPR adalah untuk mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas. Salah satu strategi pelaksanaan dan pengembangan PKPR di Puskesmas adalah dengan penyertaan remaja secara aktif. Puskesmas memilih perwakilan kelompok remaja laki-laki dan perempuan yang dapat “bersuara“ mewakili Puskesmas untuk informasi penyediaan pelayanan kepada sebayanya dan sebaliknya mewakili sebayanya meneruskan keinginan, kebutuhan, dan harapannya berkaitan dengan penyediaan pelayanan. Puskemas meminta bantuan dari Mitra Citra Remaja sebagai youth center yang menangani masalahmasalah remaja untuk memberikan pelatihan-pelatihan tersebut dan membantu para calon kader agar mampu mengemban tugas yang nantinya mereka akan jalani sebagai kader puskesmas. Bentuk kerja sama tersebut juga berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh MCR-PKBI Jabar sebagai pusat pelayanan informasi kesehatan reproduksi remaja yaitu untuk meningkatkan kontribusi terhadap kondisi kesehatan reproduksi remaja di Bandung, dan salah satu strategi yang digunakan oleh MCR-PKBI Jabar dalam melaksanakan programnya adalah memberdayakan fungsi sekolah, keluarga, pemerintah serta LSM lainnya agar berperan dalam memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya pelaksanaan pelatihan dan pembentukan kader puskemas ini diharapkan dapat melibatkan remaja secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pelayanan. Ide dan tindak nyata mereka akan lebih mengena dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan karena mereka mengerti kebutuhan mereka, mengerti “bahasa” mereka, serta mengerti bagaimana memotivasi sebaya mereka. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai konselor sebaya. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu: a) Memahami kesehatan remaja b) Melaksanakan konseling kepada teman sebayanya c) Menerapkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
3

Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan tema yang berkaitan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. 7. (5 menit). 3. Menjelaskan karakteristik perkembangan fisik remaja terutama masalah pubertas. Proses Pembelajaran 1. c. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang masa remaja dan problematikanya. Alat Pendukung Lembar bacaan. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan mengenai tumbuh kembang remaja. Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan problematika remaja yang berhubungan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. Menjelaskan karakteristik perkembanganan sosial remaja. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. 2. Metode Presentasi dan diskusi. lembar kerja. Fasilitator melaksanakan pre test kepada peserta. b. d. (15 menit). Tumbuh Kembang Remaja Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. E. Waktu 120 menit. (5 menit). Lembar Bacaan 1. 10.MASA REMAJA A. Perwakilan dari tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain (15 menit). (15 menit). Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. dan perlengkapan permainan. psikis. 5. dan sosial. (10 menit). Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas 4 . Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan problematika yang dihadapi oleh remaja. G. Menjelaskan problematika yang pada umumnya dihadapi oleh remaja. Menjelaskan karakteristik perkembangan psikis remaja. 8. (15 menit) 11. (15 menit). 9. (15 menit). C. 6. Fasilitator membagi peserta menjadi tiga kelompok menjadi kelompok perkembangan fisik. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. F. spidol. karton putih. alat bantu visual. D. B. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. 4. (10 menit). Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan.

individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Menurut Thornburgh (dalam Retnowati). yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Berdasarkan ciri-ciri perkembangannya. Oleh sebab itu remaja membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih dewasa dalam memberi batasan tentang sejauh mana dia boleh “mencoba” dan dampak (resiko dan manfaat) dari setiap hasil “percobaan” tersebut. sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. karena: 1) Seringkali melibatkan beberapa hal yang vital dan mendasar seperti. 2) Seringkali dikaitkan dengan karateristik remaja lain yaitu kebutuhan akan kemandirian yang mendorong ke arah tindakan untuk membuktikan rasa ingin tahunya. b) Rasa ingin tahu dan kebutuhan akan kemandirian tersebut mendorong remaja ke arah kematangan. 1993).ketidakselarasan. maka akan tercapai kepuasan. jika rasa ingin tahu ini tidak di jaga dalam batasan tertentu yang tidak dapat dikuasainya akan membawanya kepada pengetahuan yang sebenarnya emosional belum siap diterima remaja. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental. dalam setiap fase perkembangan. dll. termasuk pada masa remaja. emosional sosial dan fisik (Hurlock. Remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa. batasan usia tersebut adalah batasan tradisional. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. Sebagaimana diketahui. c) Menurut Schneider. kebutuhan khas yang dimiliki remaja sesuai dengan perkembangannya adalah sebagai berikut:  Kebutuhan akan identitas diri  Kebutuhan akan individualitas/ privacy  Kebutuhan akan kemandirian 5 . kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa (Steinberg. Remaja merupakan periode transisi (biologi. apakah Tuhan itu ada. mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. bagaimanakah rasanya melakukan HUS (Hubungan Seks) itu. Akan tetapi. maka secara umum remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan (dalam Herdiansiska & Wardhani:2000): a) Rasa ingin tahu yang besar Rasa ingin tahu ini bisa jadi membahayakan. Hurlock (dalam Retnowati) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis. psikologis. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. 1991).

namun pada remaja kebutuhan ini sangat menonjol dan seringkali menjadi sumber permasalahan dengan lingkungan karena lingkungan kurang memahami kebutuhan khas remaja ini. dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono. iklim.Meskipun kebutuhan ini juga dimiliki oleh individu dalam tahap perkembangan selanjutnya. rangsangan dari lingkungan. sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian dalam Retnowati). Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting. Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi. 6 . tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. Pada usia tersebut. dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. Menurut Mussen dkk (dalam Retnowati) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut (dalam Retnowati): a) Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis b) Mencapai peran sosial maskulin dan feminin c) Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif d) Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya e) Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi f) Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja g) Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga h) Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara i) Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial j) Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Retnowati). drastis. a) Perkembangan Fisik Menurut Imran (dalam Retnowati) masa remaja diawali dengan masa pubertas. yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). 1989). berlangsung cepat. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun. sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun.

Ejakulasi mulai terjadi pada usia 13-14 tahun. Pengeluaran sekret vagina terjadi pada usia 10-13 tahun. kulit skrotum menjadi gelap dan rambut pubis mulai tumbuh. rambut badan. Pada usia 11-12 tahun. Perkembangan payudara merupakan tanda awal dari pubertas. tampak sepanjang labia. Payudara mulai sedikit membesar di sekitar puting dan areola (daerah hitam di seputar puting). dan pertumbuhannya pada badan sangat bervariasi. testis dan skrotum membesar.Adanya perbedaan perubahan fisik antara perempuan dan laki-laki. dimana daerah puting susu dan sekitarnya mulai membesar. Suara parau timbul saat usia 14-15 tahun. Pada sepertiga anak remaja. Rambuh pubis dewasa. Areola. penyebaran mencapai bagian medial paha. Tabel Stadium Pertumbuhan Rambut Pubis Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Bulu halus pubis tetapi tidak mencapai dinding abdomen. Puting susu dan aerola tampak menonjol dari jejaring sekitarnya. rambut ketiak dan badan mulai tumbuh pada usia 12-13 tahun. Setahun sebelum suara pecah. disertai perluasan areola. ditandai dengan keluarnya mukus cair dari lubang penis setelah penis memanjang. karena berkembangnya kelenjar apokrin yang juga menyebabkan keringat ketiak mempunyai bau yang khas. kumis. Tabel Stadium Pubertas pada Laki-Laki 7 . puting susu dan jejaring payudara semakin menonjol dan membesar. dimana penis mulai membesar. Perkembangan kelenjar keringat ketiak yaitu kelenjar apokrin meningkatkan produksi keringat di ketiak dan menimbulkan bau badan dewasa. tetapi aerola dan puting masih belum tampak terpisah dari jejaring sekitarnya. 2011): 1) Remaja Perempuan Pertumbuhan pesat umumnya pada usia 10-11 tahun. Tabel Stadium Pubertas pada Perempuan Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Stadium V Hanya berupa penonjolan puting dan sedikit pembengkakan jejaring dibawahnya. Pertumbuhan rambut tipis panjang. pertumbuhan rambut pubis terjadi sebelum tumbuhnya payudara. halus agak kehitaman atau sedikit keriting. kemudian rambut pubis mulai muncul. tumbuhnya rambut badan bervariasi luas. 2) Remaja laki-laki Pertumbuhan pesat umumnya terjadi pada usia 12-13 tahun. terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik. papila menonjol. Rambut ketiak. Rambut sudah semakin dewasa tetapi tidak ada pertumbuhan ke arah permukaan medial paha. cambang dan jenggot pada usia 13-15 tahun. Keringat ketiak mulai diproduksi pada usia 12-13 tahun. dapat dijelaskan sebagai berikut (Kementerian Kesehatan RI. Menstruasi terjadi pada usia 11-14 tahun. jakun mulai tumbuh. aerola melebar. jejaring payudara membesar dan menonjol membentuk payudara dewasa. mulai dari perut hingga ke dada. Pematangan seksual penuh remaja perempuan terjadi pada usia 16 tahun. Stadium matang. stadium ini terjadi pada usia 10-12 tahun.

Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara.Stadium I Stadium II Stadium III 10-11 tahun 12-13 tahun 13-14 tahun Stadium IV 14-15 tahun Stadium V 16 tahun Ukuran penis. Menstruasi umumnya mulai terjadi pada usia 8-13 tahun. Individu yang belum mengalami menstruasi di atas 17 tahun biasa dikatakan individu yang mengalami keterlambatan menstruasi pertama ( menarche). tebal. Hal ini biasanya berlangsung kurang lebih 28 hari (antara 21 -35 hari). Suara menjadi lebih dalam. Lapisan ini terbentuk sebagai persiapan jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Skrotum dan penis membesar. Kadang-kadang mulai timbul kumis. kasar dan keriting. Anak laki-laki akan sering mengalami ereksi tidak terkendali dan mimpi basah. 1993) • • • • • • • • • Pria Wanita Suara menjadi berat • Suara menjadi halus Dada membidang • Payudara mulai tumbuh dan berkembang Pertumbuhan otot yang pesat dbandingkan • Tumbuhnya rambut pubis di sekitar organ seks pertumbuhan rangka • Matangnya organ seks Tumbuhnya rambut pubis di bagian kelamin • Kulit menjadi halus Munculnya bulu-bulu di wajah seperti kumis • Bagian pinggul mulai membesar atau janggut • Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti Kulit menjadi kasar terutama bagian paha menstruasi dan lengan Peningkatan kelenjar keringat Matangnya organ seks Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti mimpi basah Pada masa pubertas akan muncul ciri-ciri sekunder yang biasanya dialami remaja yaitu menstruasi bagi remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja laki-laki (dalam Wahyudi S. Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Jarak satu haid ke haid berikutnya atau yang disebut siklus haid pada setiap perempuan tidak sama. Siklus menstruasi dapat 8 . testis dan skrotum masi sama dengan anak-anak. Rambut pubis terdistribusi berbentuk segitiga terbalik. perubahan permukaan kulit skrotum menjadi berwarna gelap. Hal ini tidak perlu dicemaskan karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Mulai terjadi ejakulasi pertama kali. 2000). 1) Menstruasi Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran dewasa. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa. Rambut pubis dan sekitar penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. Perubahan pada masa pubertas (Steinberg. Rambut di lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. mimpi basah. Rambut daerah muka sudah mulai berhenti pertumbuhannya. kepala penis menjadi lebih besar dan bewarna semakin gelap. Jika sel telur tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh. Pembesaran testis terus berlanjut. Rambut mulai tumbuh di badan dan makin lama semakin banyak. Pada saat ini tinggi badan. Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar. di samping juga rambut pubis dan lengan bawah.

Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Fase Pasca Ovulasi/ fase sekresi ditandai dengan corpus lutheum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormon estrogen dan progesteron pada hari ke-24 sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Namun dari sekian banyak kepompong telur yang berhasil menjadi masak dan dikeluarkan (ovum matang) hanya 300-400 telur saja yang ditempuh perempuan selama masa reproduksinya (masa reproduktif) yang rata-rata 35 tahun panjangnya itu (kirakira 10-45 tahun). serta dapat membuat hormon estrogen diproduksi kembali.000 kepompong telur (folicle de Graaf) kemudian menyusut menjadi 400. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormon estrogen dan progesteron sehingga kandungan hormon dalam darah jadi tidak ada. terutama pada awal haid namun setelah kurun waktu tertentu akan mejadi lebih teratur. Sel folikel berkembang jadi Folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormon estrogen yang menrangsang keluarnya Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis. Pada saat hal ini terjadi maka kadang-kadang sebagian dari perempuan ada yang mengalami sakit perut (kram). pengobatan dan latihan olahraga. Fase Ovulasi/ fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah menstruasi. Menopause adalah saat berhentinya haid karena ovarium tidak bereaksi terhadap gonadotrofin hipofisis lagi. 9 . Pada masa remaja biasanya siklus ini belum teratur. Menopause terjadi pada usia 40-50 tahun. Dilihat dari prosesnya. Dalam indung telur terkandung kira-kira 750. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan mengkerut dan berubah menjadi corpus lutheum. Corpus lutheum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah.dipengaruhi oleh kondisi tertentu. 3. 2004): 1. Estrogen dapat menghambat sekresi FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endomentrium yang robek. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek pada hari ke-28 dan terjadilah fase pendarahan/menstruasi.000 saja pada kedua indung telur. Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan Folicle Stimulating Hormone (FSH) dan merangsang folikel dalam ovarium. 2. seperti stres. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase yaitu (Saktiyono. 4. maka ovulasi terjadi sebelum menstruasi maka mungkin saja terjadi kehamilan sebelum menstruasi pertama.

Darah menstruasi tidak selalu cair.com/image_news/clip_image002. shock. kondisi tubuh yang menurun atau pengaruh hormon prostaglandin F2. 10 .Sumber: http://medicastore. Ketika testis mulai bereproduksi maka setiap hari testis memproduksi sperma. Nyeri haid ini normal namun nyeri haid ini dapat berlebihan bila dipengaruhi fisik dan psikis seperti stres. Baru jika cairan menstruasi terkena udara dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Untuk yang berat ini lazim disebut Dismenorrhoe. kurang darah. Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. 2) Mimpi basah Mimpi basah pertama terjadi pada remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah. tumor sekitar kandungan. Cairan menstruasi terdiri dari darah dan berbagai bagian jaringan dari selaput lendir rahim yang telah dilepaskan. kadang-kadang terbentuk gumpalan kecil dari darah. penyempitan pembuluh darah. penyakit yang menahun.jpg Rata-rata pengeluaran darah selama haid antara 50-150 milimeter. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodik. Mulai dari yang ringan sampai yang terberat. Nyeri haid sekunder biasanya baru muncul kemudian yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. Jadi tidak dikotori bakteri atau kuman-kuman lain. kelainan kedudukan rahim yang menetap. 2. Nyeri haid dibagi dua jenis yaitu: 1. Darah menstruasi tidak berbau dan bebas hama. kista/polip. Penyebabnya adalah penyakit seperti infeksi rahim. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan. Bagian jaringan selaput lendir kadang-kadang dapat terlihat dalam darah haid sebagai jaringan kecil-kecil. Pada saat menstruasi remaja perempuan kadang mengalami rasa nyeri. Keadaan nyeri yang hebat yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid primer timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. berkisar setiap 2-3 minggu.

Kadang-kadang salah satu ereksi yang terjadi dibarengi dorongan untuk kencing sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. usia 11 . Pada malam hari. Jika tidak dikeluarkan melalui mimpi juga. Setelah kencing. terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh. Tekanan darah ekstra itu pada dinding penis sebelah dalam merupakan “kemantapan” yang disebut dengan ereksi. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini. seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya. sebaliknya harus merasa bersyukur karena itu merupakan salah satu tanda akil baligh dan tanda bahwa organ reproduksinya sudah mulai berfungsi. Terkadang tekanan pada prostat merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. Pada masa pubertas. letih atau sedih. Menurut PKBI (dalam Wahyudi S. misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. takut. Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi refleks yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa rangsangan fisik atau mental. marah. Selama masa remaja. 2000) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya. artinya sudah dapat mempunyai keturunan. Darah ini mengisi jaringan berongga pada penis yang tersusun dalam tiga silinder panjang. sehingga penis tetap dipenuhi darah. Ereksi dapat juga terjadi ketika seseorang tidur. Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjelang subuh setiap pagi hari. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. Tubuh dapat mengagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah. 2000). rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lenyap. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit.Jika produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnya dengan cara sanggama atau masturbasi) maka air mani akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur melalui mimpi. Remaja laki-laki tidak perlu merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah. Setelah laki-laki bersangkutan bangun dari tidurnya ereksi ini akan segera menghilang. Di akhir masa remaja. 2000) secara fisik. Kemudian darah ekstra dikirim ke daerah panggul. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk dalam Wahyudi S. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis. Meskipun demikian. kandung kemih akan terisi air seni secara perlahan-lahan. Menurut Bourgeois dan Wolfish (dalam Wahyudi S. Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar sembilan puluh menit sekali selama tidurnya di malam hari.

dan penampilan diri. keluarga. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai (dalam Herdiansiska & Wardhani. tujuan hidup. Penilaian sosial. berisi evaluasi terhadap bagaimana remaja menerima penilaian lingkungan sosial terhadap dirinya. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. karakter diri. secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa. budaya. Sebaliknya bila ia merasa tidak puas dan menilai buruk. seperti bahagia. sekolah. 1) Perkembangan Konsep Diri (Kepribadian) Body image terkait dengan konsep diri (bagaimana seseorang menggambarkan dirinya) dan harga diri (bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya). Penilaian diri berisi pandangan dirinya terhadap:  Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri.  Bayangan subjektif terhadap kondisi tubuhnya. Konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri.  Suasana hati yang sedang dihayati remaja. Sampoerno dan Azwar (dalam Wahyudi S. teman sebaya.reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun. 12 . agama. a. Ada bagian yang mereka sukai dan yang ingin mereka rubah. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam . kebutuhan. Konsep diri yang positif akan dimiliki remaja bila ia merasa puas (menerima) dengan keadaan fisiknya. supel) akan mampu meningkatkan konsep diri dan kepercayaan dirinya. bodoh. sedih atau risau. kebutuhan. Penilaian sosial yang positif seperti (cerdas. maka konsep diri yang buruk atau perasaamn rendah diri akan dimiliki remaja. b. pengaruh media massa. Sikap remaja terhadap body imagenya bisa positif ataupun negatif. Pada masa remaja. Sebaliknya penilaian yang negatif seperti nakal. sebelum wanita berusia 20 tahun secara fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin. Keadaan ini akan mempengaruhi konsep dirinya yang positif atau negatif. Bagaimana kita mengetahui dan mengendalikan dorongan. Hal ini meliputi kemampuan. 2000). Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. Tetapi banyak juga yang tidak terlalu perduli dengan tampilan tubuhnya. Selain itu. setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. b) Perkembangan Psikis Ketika memasuki masa pubertas. Misalnya. dll akan membuat remaja memiliki konsep diri yang buruk. dan perasaan-perasaan dalam diri kita. trait. 2000) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. sikap.

Menurut James Marcia (dalam Herdiansiska & Wardhani. Diffusion (mereka yang sedang mengalami krisis atau tidak sama sekali dan belum mengambil keputusan. Sebagian besar remaja termasuk dalam status identitas ini. Mereka ini juga biasanya akan mudah membangun relasi kemitraan. Konsep Status Identitas dari James Marcia Status Identitas Crisis Commitment Foreclosure (mereka yang sudah menemukan (commited) identitas tanpa melalui suatu krisis) Pembentukan identitas pada kelompok ini biasanya lebih √ ditentukan oleh orang dewasa dengan aturan-aturan/ normanorma dan mereka bersedia menerimanya tanpa adanya suatu pergolakan yang berarti. mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi sehingga tidak mudah tersinggung jika dikritik. 2000). misalnya perempuan kodratnya harus mengalami menstruasi. terdapat dua hal yang menjadi patokan dalam merumuskan identitas yaitu crisis&commitment. Identitas jenis kelamin juga termasuk pada:  Kesediaan menerima dan merasa puas dengan jenis kelaminnya dan kodratinya. hamil. Salah satu identitas yang diharapkan dalam masa remaja adalah identitas jenis kelamin.  Kesediaan menerima dan menjalankan peran jenis kelamin (tergantung konteks sosial masing-masing). Moraturium (mereka yang sedang mengalami krisis dan belum mengambil keputusan) Kelompok ini biasanya terus melakukan eksplorasi dengan √ melakukan banyak aktivitas-aktivitas atau mencoba-coba berbagai hal tanpa mempunyai kejelasan arah atau tujuan yang akan di raih.2) Perkembangan Identitas Remaja Dalam perkembangan identitas ini selain mempertanyakan siapa dirinya. dan menyusui.  Orientasi seksual yang selaras dengan norma sosial (heteroseksual). hal yang lebih penting bagi remaja adalah menemukan dalam konteks kelompok mana dirinya bisa tampil dan menjadi sesuatu. melahirkan. Orang dengan status identitas jenis ini biasa akan merasa kesulitan jika menghadapi suatu perubahan. Achievement (mereka yang sudah mengalami krisis dan sudah mengambil keputusan atau menentukan siapa dirinya) Orang-orang yang termasuk dalam status identitas ini biasanya √ √ mandiri. Menurutnya orang harus mengalami krisis terlebih dahulu sehingga mendesak orang tersebut untuk melakukan ekplorasi dan baru kemudian menemukan siapa dirinya. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk merumuskan siapa dirinya) -/√ Mereka yang termasuk dalam status identitas ini biasanya tergolong orang yang pasif namun juga sulit untuk menerima masukan dari orang lain dan tidak mempunyai nilai-nilai yang kuat dianut untuk meneguhkan jati dirinya. Identitas atau jati diri remaja tergantung bagaimana dan pada kelompok mana dia bermakna dan dimaknakan. 13 .

Kritis Segala sesuatu harus rasional dan jelas sehingga remaja cenderung mempertanyakan kembali aturan-aturan yang diterimanya (termasuk norma agama). Jalan pikiran egosentris ini berkaitan dengan:  Menentang pendapat yang berbeda Cara pikir yang kritis dan egosentris menyebabkan remaja cenderung sulit menerima pola pikir yang berbeda dengan pola pikirnya. Mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang. c.Namun demikian idealnya peran jenis kelamin ini diharapkan tidak membatasi kesempatan salah satu jenis kelamin dalam aktualisasi dirinya serta mensubordinasi salah satu jenis kelamin dan meninggikan jenis kelamin lainnya. e. Selain itu juga muncul emosi-emosi yang bertentangan (misal: benci dengan sayang) dalam satu waktu. Remaja umumnya sangat peka terhadap cara orang lain memandang mereka. Keingintahuan yang kuat ini biasanya beriringan dengan kebutuhan bereksplorasi terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. b. Akibatnya remaja mudah tersinggung dan merasa malu. cemburu. 3) Perkembangan Emosi Ciri-ciri perkembangan emosi pada remaja: a. Segala sesuatu masih dilihat dari sudut pandangnya. Emosi lebih mudah bergejolak dan biasanya diekspresikan secara meledak-ledak. cinta. Remaja harus mampu mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggung jawabkannya. Jenis-jenis emosi sudah lebih bervariasi perbedaan antara emosi satu dengan yang lainnya semakin tipis. hal ini terkait dengan perkembangan konsep dirinya. Berkaitan dengan perkembangan kognitifnya.  Imagery Audience 14 . Kondisi emosional biasanya berlangsung cukup lama sampai pada akhirnya kembali ke keadaan semula. Jalan pikiran egosentris Remaja kembali memusatkan perhatiannya dan pikirannya pada hal-hal yang ada dipikirannya. umumnya remaja menampilkan tingkah laku: a. b. c. Hal ini menyebabkan remaja bingung dengan emosinya sendiri. d. dll). Rasa ingin tahu yang kuat Perkembangan intelektual pada remaja meransang adanya kebutuhan atau kegelisahan akan sesuatu yang harus diketahui atau dipecahkan. Ia harus dapat memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan menyelesaikannya dengan mengambil banyak faktor sebagai landasan pertimbangannya. kemmampuan kognitif remaja berada pada tahap formal operasional. 4) Perkembangan Kognitif Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. yaitu keadaan sebelum munculnya suatu keadaan emosi. Bahkan ada kalanya emosi bercampur baur sehingga sulit dikenali oleh dirinya sendiri.

penampilan. Hambatan ini dapat berasal dari dalam dirinya atau lingkungannya. Daubner (dalam Herdiansiska & Wardhani. emosi. Tingkah laku atau norma/ aturan-aturan yang dipegang umumnya banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya. 2000). penyesuaian sosial. Ini dapat menjadi berbahaya. atau ketika ia frustrasi dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Adanya keinginan dari dalam dirinya untuk menjadi mandiri. Salah satu bentuk kemandirian itu adalah dengan mulai melepaskan diri dari pengaruh orang tua dan ketergantungan secara emosional pada orang tua sehingga orang tua dan remaja seringkali bertentangan karena perbedaan nilai yang dimiliki mereka masing-masing.Remaja menjelaskan ia selalu diperhatikan atau menjadi pusat perhatian orang lain. Bertambahnya wawasan sehingga remaja lebih memiliki penilaian yang lebih baik serta lebih bisa mengerti orang lain. Personal Fabels Remaja merasa dirinya sangat unik dan berbeda dari orang lain. 3. d. 2. secara psikologis dikatakan bermasalah jika ia mendapat hambatan atau halangan dalam mencapai tujuannya. Perubahan dalam perilaku seksual terutama dalam hubungan heteroseksual. Hal ini menyebabkan remaja sangat terpengaruh oleh penampilan fisiknya dan dapat mempengaruhi konsep dirinya. yaitu: a) Masalah pribadi. Perkembangan Sosial Pada masa remaja mulai terjadi perluasan area sosial. c. d. dari keluarga meluas ke lingkungan teman sebaya. yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. b. Remaja juga mengembangkan kemampuan sosial yang mendorongnya lebih percaya diri dan aktif dalam aktivitas sosial. tugas dan nilai-nilai. karena misalnya ketika remaja mulai mencoba-coba sesuatu seperti obat terlarang ia akan merasa yakin bahwa dia tidak akan menjadi ketagihan seperti orang lain. kondisi fisik. Remaja mulai memiliki keinginan untuk berelasi dengan lawan jenis (keinginan untuk berpacaran). Sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. Remaja cenderung memilih kelompok teman sebaya sebagai wadah interaksi yang dirasa paling sesuai dengannya. 15 . sekolah. Berikut ini adalah uraian khas tentang perkembangan sosial remaja yaitu: a. Menurut Hurlock (dalam Retnowati) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. Problematika Remaja Menurut Edward V. Bagi remaja penerimaan dari teman sebaya merupakan sesuatu yang sangat berarti.

malu. yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. seperti masalah pencapaian kemandirian. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah c) Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) d) Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga. Akibatnya timbul perasaan terasing. kehilangan harga diri. Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. absurditas. problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan. separation. keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. penyalahgunaan obat-obatan. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal. Menurutnya. dan mengalami gangguan emosional. Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. 16 . Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapai kemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. antara lain: a) Keluarga tidak utuh (broken home by death. Elkind dan Postman (dalam Retnowati) menyebutkan tentang fenomena akhir abad dua puluh. maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. divorce ) b) Kesibukan orangtua.b) Masalah khas remaja. kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru. depresi dan bunuh diri. Bellak (dalam Retnowati) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. keputusasaan.

berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. kehilangan orang tua. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. dan lain sebagainya. Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. kontrol yang tidak cukup i) j) Kurang stimuli kongnitif atau sosial Lain-lain. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut. obat-obatan terlarang lainnya 3) Pengangguran 4) Anak-anak putus sekolah/anak jalanan 5) Wanita tuna susila (WTS) 6) Beredarnya bacaan. yaitu: a) Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu b) Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga c) Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek d) Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak e) Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak f) Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak g) Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain h) Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten. tontonan. a) Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai b) Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai c) Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai d) Kesejahteraan guru yang tidak memadai e) Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. faktor kerawanan masyarakat dan kedua. dirawat di rumah sakit. menjadi anak angkat. Majalah. antara lain. Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik. Kriteria dari kedua faktor tersebut. TV. dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan 17 . yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. yaitu pertama. antara lain: a) Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 1) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari 2) Peredaran alkohol. dan lain sebagainya. muatan agama/budi pekerti yang kurang f) Lokasi sekolah di daerah rawan. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). narkotika.Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas.

Kenakalan remaja atau juvenile deliquency adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. 2003). 2) Kemerosotan wibawa orang tua karena perbuatan orang tua bertentangan dengan peraturan yang dibuatnya sendiri. penodongan. Masalah yang sering paling ditemui adalah kesulitan hubungan remaja dengan orang tua mereka. Masalah tersebut dapat berupa kesulitan berkomunikasi.7) Perumahan kumuh dan padat 8) Pencemaran lingkungan 9) Tindak kekerasan dan kriminalitas 10) Kesenjangan sosial b) Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 1) Penyalahgunaan alkohol. merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja. dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yangmelakukannya masuk penjara. 6) Perbedaan cita-cita atau keinginan serta kebutuhan antara orang tua dan anak. narkotika dan zat aditif lainnya 2) Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal 3) Kebut-kebutan 4) Pencurian. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang (Kartono. 2000): a) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan rumahnya. Hurlock (1991) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja. Masalah umum pada remaja merupakan masalah yang dialami remaja berkaitan dengan tumbuh kembangnya sebagai berikut (dalam Herdiansiska & Wardhani. pengompasan. 3) Ketidaksepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik atau mendisiplinkan anak. sudut pandang dan pola pikir yang dianut orang tua dan remaja. 18 . 5) Cara mendidik yang salah dari orang tua. perampokan 5) Perkosaan 6) Pembunuhan 7) Tindak kekerasan lainnya 8) Pengrusakan 9) Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. Faktor-faktor penyebab kesulitan komunikasi dengan orang tua ini adalah: 1) Perbedaan norma. 4) Anak segan berkomunikasi dengan orang tua karena kurangnya bahasa penerimaan orang tua terhadap pengungkapan pikiran/ perasaan/ pengalaman remaja. perampasan. sehingga komunikasi kurang terjalin.

 Harga diri: bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya.  Konsep diri: bagaimana seseorang menggambarkan dirinya. Masalahmasalah seperti perceraian orang tua dan penyelewengan orang tua menjadi masalah yang sulit bagi remaja karena remaja kehilangan orang yang menjadi pengayom atau panutan bagi dirinya. sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa.  Mimpi basah: pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah pada saat tidur melalui mimpi.  Dismenorrhoe: nyeri haid pada wanita yang sudah berat. g) Masalah pekerjaan (pilihan pekerjaan. tawuran. peran pemimpin). 19 . melakukan perilaku seksual beresiko. h) Nilai-nilai (moral. jerawat. kesesuaian dengan jenis kelamin). pengangguran). sulit bergaul. Glosarium  Adolescere: tumbuh menjadi dewasa.  Formal operasional: tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. H.  Menstruasi: peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang. tindak kriminal dan lain-lain. penerimaan oleh teman sebaya. pacaran.  Information overload: pemasukan informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. psikologis. bau badan. c) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekolah seperti rangking. f) Penyesuaian sosial (minder.  Remaja: periode transisi (biologi. penyalahgunaan obat-obatan.b) Masalah keretakan keluarga. i) Masalah yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis (heteroseksual) seperti putus pacar. naksir. kegiatan ekstrakurikuler. relasi dengan guru. sulit punya pacar dan lain-lain. d) Kondisi fisik (kesehatan atau latihan). Anak-anak dari keluarga broken home merupakan anak-anak dengan kesulitan tersendiri.  Kenakalan remaja (juvenile deliquency) : perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. Kondisi tertekan ini dapat menimbulkan kompensasi tingkah laku sebagai cara remaja menyalurkan beban/ ketegangan emosi. Misalnya: menggunakan obat-obatan terlarang. pacaran backstreet. penampilan (berat badan. ciri-ciri daya tarik.  Pubertas: masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). suasana hati berubah-ubah). e) Emosi (temperamen yang meledak-ledak. dan hubungan seksual).

co. E. E. (1991).doc&ei=-sliT7PMDM3KrAflmbm9B w&usg=AFQjCNHq_a8bqOhg7j JImY51Q9y8VnL_LA. Tersedia: http://www. (8 Maret 2012) Saktiyono.ugm. Remaja dan Permasalahannya. S. & Wardhani. Sarlito.id%2Ffiles%2Fremaja_dan_ permasalahannya. Bandung: PKBI Jawa Barat Hurlock. (t. (2000). Sains: Biologi SMP 3.google. (1993).K. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Retnowati. L. (2011). Inc. Psikologi Perkembangan – Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.I. Kementerian Kesehatan RI. R. Jakarta: Erlangga. [Online]. (1989) Psikologi Remaja. Jakarta: Esis-Erlangga Sarwono. B.t). (3rd ed). Modul 6: Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. (2000). Bandung: PKBI Jawa Barat 20 . (2004). W. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. Sumber Herdiansiska.ac. United Stated of America: Mc-Graw Hill. Y.staff.id/ url?sa=t&rct=j&q=remaja%20dan%20permasalahanya&source=web&cd= 6&ved=0CEIQFjAF&url= http%3A% 2F%2Fsofia-psy. Jakarta: Raja Grafindo Persada Steinberg. Adolesence. Wahyudi S.

C. Menjelaskan aktivitas seksual yang berisiko. d. Menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan.LAMPIRAN LEMBAR KERJA Perkembangan Fisik Perkembangan Psikis Perkembangan Sosial KESEHATAN REPRODUKSI A. E. 21 . alat bantu visual. Waktu 120 menit. Menjelaskan dan menyebutkan perilaku. 3. f. e. Fasilitator membagi para kader menjadi dua kelompok. Diskusi. 4. B. Menyebutkan alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. Menjelaskan personal hygiene. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Fasilitator melaksanakan pre test kepada para kader. D. F. dan perlengkapan permainan. (5 menit). Metode Presentasi. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. c. b. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang kesehatan reproduksi. Para kader diminta untuk memilih kertas bertuliskan nama-nama alat reproduksi atau fungsi alat reproduksi yang sudah tersedia dan menempelkannya di alat bantu visual alat reproduksi (20 menit). Alat Pendukung Lembar bacaan. 2. Menjelaskan fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. (15 menit). dan Permainan. dan hubungan seksual. aktivitas. (5 menit). Proses Pembelajaran 1. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader.

terletak dibawah pangkal penis. Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. 8. 10. Di ujung glans terdapat tempat keluarnya air seni (kencing) dan air mani (cairan kental yang warnanya seperti susu encer. Alat reproduksi laki-laki bagian dalam tidak telihat karena terletak didalam tubuh. diperut bagian bawah yang terdiri dari : 22 .jpg Alat reproduksi laki-laki terdapat di bagian luar dan dibagian dalam tubuh. Fasilitator menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan.wordpress. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader.5. berisi sperma) 2) Kantung Zakar/scrotum.files. Anatomi fungsi alat reproduksi Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. 9. dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh. 6. aktivitas dan hubungan seksual (15 menit). a) Alat reproduksi laki-laki Sumber: http://gurungeblog. Fasilitator menjelaskan mengenai anatomi fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan dan personal hygiene. Alat reproduksi laki-laki dan perempuan berbeda.com/2008/11/anatomi_pria. Bentuknya seperti kantung berisi 2 butir pelir (buah zakar). (10 menit). (5 menit). Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. (15 menit). Lembar Bacaan 1. Alat reproduksi laki-laki bagian luar. yang terdiri dari: 1) Zakar/Penis. (15 menit). Tiap kelompok di minta mencari kata-kata tersembunyi yang berkaitan dengan aktivitas seksual (15 menit). G. bentuknya bulat panjang seperti batang. ujungnya sedikit lebih besar dan bulat (disebut glans) dan sangat peka karena didalamnya banyak terdapat serabut saraf. 7. merupakan selaput pembungkus testis yang meripukan pelindung testis serta mengatrur suhu yang sesuai bagi spermatozoa. Fasilitator menjelaskan mengenai perilaku.

a. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut dengan tubulus seminiferus. b. Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma. c. Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis. d. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang berisi nutrisi untuk menghidupi sperma. e. Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. f. Saluran kencing/urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi, jalan bagi air seni dan air mani menuju ke lubang diujung glans. Saat air mani keluar, secara otomatis katup air seni menutup. b) Alat reproduksi perempuan

Sumber: http://www.happylife.lk/kb/sites/default/files/untitled.bmp http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg Alat reproduksi perempuan terdapat dibagian luar dan dibagian dalam tubuh. Alat reproduksi perempuan bagian luar dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh terdiri dari : 1) Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan/keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara. 2) Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:  Bibir luar kemaluan/labia mayora merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luar dan membatasi vulva.  Bibir dalam kemaluan/labia minora merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. 3) Kelentit/clitoris, merupakan bagian yang paling peka karena mengandung banyak serabut saraf.
23

4) Mulut vagina, sebagai penghubung alat reproduksi perempuan bagian luar dengan bagian dalam. 5) Selaput dara/hymen, merupakan lipatan mukosa mengelilingi vagina, hampir menutupi vagina dengan lubang kemaluan, biasanya ditengah, untuk keluarnya darah dan cairan lain. Alat reproduksi perempuan bagian dalam, tidak terlihat karena terletak didalam tubuh dan terlindungi oleh rongga panggul, yang terdiri dari : 1) Indung Telur/ovarium, berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Masing-masing berisi ribuan sel telur atau benih perempuan. Setiap bulan, satu sel telur yang sudah matang dilepaskan ke saluran falopi saluran telur. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti:  Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan sel telur.  Progesteron yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan. 2) Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium. 3) Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae. 4) Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 5) Oviduct merupakan salurang panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 6) Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah sederhana dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai tiga macam lapisan dinding yaitu:  Perimetrium yaitu lapisan yang terluar dan berfungsi sebagai pelindung uterus.  Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.  Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila terjadi pembuahan maka dinding endomentrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. 7) Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai lahir rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. 8) Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervix dan sampai pada vagina, serta jalan keluar bagi darah haid, bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina.
24

2. Personal Hygiene a) Pengertian

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejathteraan fisik dan psikis. Tujuan personal hygiene antara lain: 1) Meningkatkan derajat kesehatan 2) Memelihara kebersihan diri 3) Memperbaiki personal hygiene 4) Pencegahan penyakit 5) Meningkatkan percaya diri 6) Menciptakan keindahan b) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene 1) Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan dirinya misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli pada kebersihannya. 2) Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. 3) Status sosial-ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4) Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasian penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 5) Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 6) Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain. 7) Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawt diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. c) Bagian-bagian tubuh yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene  Secara umum 1) Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari. 2) Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus. Selain dengan air, dapat digunakan benda-benda lain seperti kertas pembersih (tissue), pasir dan kayu.
25

Pilihlah pembalut yang daya serapnya tinggi. Jangan memainkan/ mengorek-ngorek kelamin bila lecet/ putih. 26 . Pada saat haid. h. b. penggunaan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah mandi dan buang air kecil. 4. Memeriksa ada atau tidak benjolan pada payudara minimal 1x/bulan setiap setelah selesai menstruasi. Jika memakai pembalut sekali pakai. pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. sehingga permukaan vagina tidak lembab maupun basah yang mudah sekali menjadi tumbuhnya bakteri dan kuman c. Tidak memasukkan benda asing dalam vagina. 3. terlebih dahulu rendam memakai sabun pada tempat tertutup. i. Tidak menggunakan sabun atau produk berparfum. Badan terasa kurang segar pada saat haid karena tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak serta getah-getah tubuh lainnya. 5.  Secara khusus 1) Perempuan a. Oleh karena itu kebersihan vagina harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. hanya mungkin tubuh agak terasa demam sehingga lebih baik menggunakan air hangat. Hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri pada saat haid adalah: 1. 5) Menghindari celana ketat bagi perempuan dan laki-laki. sehingga tetap bisa merasa nyaman selama menggunakannya. e. d.3) Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci vagina/penis. Celana yang terlalu ketat menyebabkan permukaan vagina/penis menjadi berkeringat. 4) Dianjurkan untuk mencukur/merapikan rambut kemaluan karena rambut kemaluan bisa ditumbuhi sejenis jamur atau kutu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa gatal. 2. Mencatat siklus haid agar dapat mendeteksi adanya gangguan. sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dibungkus. 6. Hal ini disebabkan adanya peregangan-peregangan (kontraksi) pada otot rahim. lalu di buang ke tempat sampah. Pakailah celana dalam dari bahan katun dan menyerap keringat. Menyeka kelamin dari depan ke belakang. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum dicuci. Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul. f. Jangan masukkan jari ke vagina atau dubur. Untuk menjaga kebersihan. Tidak melakukan penyemprotan pada vagina (douching). Jadi remaja puteri sebaiknya tetap mandi dan keramas seperti biasa. g.

Penis dicuci dengan air dan sabun lembut minimal sehari sekali. pemakaian pembilas vagina yang berlebihan. batasi lemak dan daging. Oleh karena itu. jangan lupa mengeringkan dengan handuk untuk mencegah timbulnya jamur. Cuci tangan sebelum dan sesudah BAK. Keputihan juga bisa timbul karena pengobatan hormonal. sebaiknya selama haid garam dikurangi.7. Pada waktu haid. d) Akibat jika tidak menjaga kebersihan diri 1) Bila terkena sejenis jamur atau kutu yang dapat menyebabkan rasa gatal atau tidak nyaman. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan keperawanan/ keperjakaan. Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis sehingga dapat menghambat produksi sperma. Aktivitas Seksual Berisiko Aktivitas seksual dapat menimbulkan risiko yaitu infeksi menular seksual dan HIV AIDS. 2) Laki-laki a. d. seni. 2) Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga. kehamilan yang tidak diinginkan (KtD) atau terpaksa dikawinkan. berbau. b. e. hijau atau kuning. perbanyak buah-buahan dan sayur mayur segar. Keputihan yang abnormal bewarna putih. Ikan dan ayam lebih cocok serta minum air putih yang banyak serta perbanyak mengonsumsi karbohidrat agar tubuh tidak menjadi lemah. Contoh aktivitas seksual yang dapat menimbulkan resiko antara lain: a) Melakukan hubungan seksual sebelum menikah/ seks pra nikah. 3. hal ini menyebabkan timbulnya keluhan nyeri perut dan lainnya. c. air di dalam tubuh lebih banyak. Jika tidak di sunat. tertular atau menularkan IMS/ISR. Hindari keadaan ini dengan: 1) Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. 2) Mencuci vagina dengan air kotor. Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma (cairan dari kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih. Sesudah membersihkan. harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin. keagamaan. 3) Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno. celana yang tidak menyerap keringat dan penyakit menular seksual. sangat gatal atau disertai nyeri perut bagian bawah. 27 . pemeriksaan dalam yang tidak benar. pemeriksaan yang tidak hiegenis dan adanya benda asing dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang abnormal. f.

28 .  Intercourse /making love (ML) atau senggama: aktivitas memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan. Glosarium  Aktivitas seksual: kegiatan yang dilakukan dalam upaya memenuhi dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai perilaku.4) Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat kontrasepsi. b) Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis c) Mengalami kekerasan seksual seperti pemerkosaan. Undang-Undang PA No.  Hubungan seksual: kontak seksual yang dilakukan berpasangan dengan lawan jenis. Remaja perlu mengenali tanda-tanda orang dewasa yang akan melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat memicu terjadinya pengguran kandungan (aborsi) karena sebagian besar perempuan yang mengalami KtD mengambil jalan keluar dengan melakukan aborsi yang sebagian besar dilakukan dengan tidak aman. teman sebaya perlu: 1) Tidak menghakimi 2) Bersikap bersahabat dengan remaja yang bersangkutan 3) Memberikan konseling pada remaja yang bersangkutan 4) Solusi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu 5) Apabila ada masalah yang serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila masih belum bisa terselesaikan supaya dikonsultasikan ke SpOG. SpKK. Jika sudah terjadi KtD maka saat menemukan kasus kehamilan remaja.  Alat reproduksi: bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan.23 tahun 2002 menjelaskan perlindungan anak sejak usia dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun terhadap kekerasan fisik maupun mental termasuk yang berhubungan dengan perilaku seksual.  Fertilisasi/ konsepsi: terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. d) Kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Psikolog atau Psikiater. Dalam hal pemerkosaan remaja sebaiknya dipersiapkan untuk tidak menyembunyikan peristiwa tersebut agar dapat diambil tindakan terhadap pelaku (hukuman pidana) serta tindakan pencegahan dan penanggulangan untuk mencegah kehamilan. 5) Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat-alat kontrasepsi dan cara penanggulangannya. Banyak kasus menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab atas kondisi ini. H.  Masturbasi: perilaku seksual dengan merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual.

t. Kehamilan: suatu keadaan normal yang terjadi mengikuti proses pembuahan. R. (2005). Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. Tersedia: http://www. Materi Presentasi: Ada Apa dengan Seks. Bandung: PKBI Wahyudi S. (t.  Petting atau bercumbu berat: keseluruhan aktivitas seksual non intercourse hingga menempelkan alat kelamin. Materi Presentasi: Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual.t. W. I.  Personal hygiene: suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejathteraan fisik dan psikis. [Online]. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene. (t. I. Bandung: Mitra Citra Remaja Mitra Citra Remaja.scribd. Tersedia: http://www.  Oral seks: aktivitas memasukkan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis. yaitu setelah terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. (8 Maret 2012) Dziab. (t.com/doc/60772068/kesehatan-Reproduksi-Remaja-yang-Bertanggung-Jawab.scribd. Materi Developmental: Kehamilan.).F. Bandung: PKBI Jawa Barat 29 .  Perilaku seksual: perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis. Bandung: Mitra Citra Remaja Ibrahim. L.). N. (t.). (2011). (8 Maret 2012) Mitra Citra Remaja. Bandung: Mitra Citra Remaja Tim ACD PKBI Jawa Barat.  Reproduksi: kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru.com/doc/59034888/20/Faktor-faktor-yang-Mempengaruhi-Personal-Hygiene.t). Kesehatan Reproduksi yang Bertanggungjawab bagi Remaja .t. namun tidak terjadi penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina). [Online]. Buku Panduan Peer Educator Kesehatan. (2000). Sumber Andi.

LAMPIRAN 1. Alat reproduksi ini berfungsi Alat reproduksi ini berfungsi untuk menghasilkan sel-sel sperma serta menangkap sel ovum yang telah hormon testosteron. yang sesuai bagi spermatozoa. Alat reproduksi ini menghasilkan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai cairan yang berisi nutrisi untuk tempat fertilisasi dan jalan bagi sel menghidupi sperma. mematangkan sperma. Alat reproduksi ini berfungsi untuk Alat reproduksi ini berfungsi sebagai menyimpan sperma sementara dan tempat pertumbuhan embrio. Kata Tersembunyi P D X D C D M I M P O T E N S I J N B E A U S I U L A M H U B U N G A N I S T P S E U R K O S A P E R M A N F M E T A S K M U A S A E M P T A S A I A K I L V E A N K A L M E M E S N X S K S N O A R N F L U A O E A S T E T A T U G N G P N G K M D N D R A U C E N I A L A I E G A G E R T A S A R K R G V L E N N N N G N G U O I I S B I I A I U T I T T I R D C M N L T S A A K A T K S V A G P E R I L A K U E S A N S A S O R A L U S D U A G U R S I S G S S E 30 . Vas deferens Cervix Saluran Ejakulasi Saluran Kencing/Urethra Saluran Vagina Indung Telur/Ovarium 2. ovum menuju uterus. matang yang dikeluarkan oleh ovarium. Anatomi fungsi alat reproduksi Nama alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Penis Klitoris Fungsi alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai Alat reproduksi ini berfungsi sebagai pelindung testis serta mengatur suhu organ kopulasi / keluarnya bayi.

5. 4. Fasilitator melaksanakan post-test pada para peserta. Fasilitator kemudian membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk sesi diskusi dan permainan. jenis-jenis resikoresiko kesehatan reproduksi berserta cara penularan dan dampaknya. Setelah itu meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk memilih kertas yang berisikan tema yang akan mereka diskusikan. (5 menit). presentasi. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. majalah bekas. 3. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. (5 menit). Proses Pembelajaran 1. resiko. Menjelaskan pengertian kehamilan yang tidak diinginkan dan resiko yang ditimbulkan. lembar bacaan. Fasilitator melaksanakan pre-test pada para peserta. dan gunting F. Menjelaskan pengertian IMS. Tujuan Umum : Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi. spidol warna. Metode Ceramah. 7. Mengetahui apa saja resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi remaja. 2. (15 menit) 8. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. (15 menit). C. 6. 2. Menjelaskan pengertian HIV/AIDS dan cara penularannya. tanya jawab. Alat Pendukung Alat bantu visual. cara penularannya. (20 menit). 31 . lem. Fasilitator kemudian memberikan waktu kepada narasumber untuk menjelaskan pengertian. jenis-jenis. Fasilitator kemudian meminta setiap kelompok untuk membuat tampilan visual mengenai tema yang telah mereka pilih menggambarkan mengenai tema. dan upaya pencegahan. penyebab. 3. Output : Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. diskusi. (45 menit) 4. B. Waktu 120 menit D. kertas. dan dampaknya. dan permainan E. (15 menit). Fasilitator meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menjelaskan gambar yang telah mereka buat.RESIKO KESEHATAN REPRODUKSI A.

Hepatitis B dan C disebabkan oleh Hepatitis virus type B dan C 3) Jenis IMS yang disebabkan oleh parasit sbb: a. Herpes genitalis disebabkan oleh Herves simplex virus b. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum d. sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah. Uretritis (infeksi saluran kencing) non spesifik terutama disebabkan oleh Chlamydia trachomatis c. Untuk remaja perempuan. b) Jenis-Jenis IMS 1) Jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri sbb: a. Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomoniasis vaginalis b. Kondiloma akuminata disebabkan oleh Human papilloma virus c. Skabies/kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei c. IMS biasa dikenal juga sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau bisa disebut sebagai penyakit kelamin. Bila tidak diobati secara cepat. Ulkus molle disebabkan oleh Haemophilus ducreyi e. Infeksi Menular Seksual a) Pengertian IMS Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). Infeksi ini mempunyai cakupan arti yang lebih luas dan gejala dari infeksi tidak hanya terjadi pada alat kelamin saja tapi bisa saja terjadi di tenggorokan. Berikut ini adalah beberapa contoh IMS yang umum dijumpai No. Granuloma inguinale disebabkan oleh Calymmatobacterium granulomatis f. kemandulan dan bahkan kematian. perlu disadri bahwa resiko untuk terinfeksi IMS lebih besar dari laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. AIDS disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV) e. mata atau bagian lain dari tubuh manusia. Lembar Bacaan 1.G. Seringkali berakibat parah karena gejala awal tidak segera dikenali. Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae b. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). sakit berkepanjangan. Moluskum kontagiosum disebabkan oleh Molluscum contagiosum virus d. Pedikulosis pubis disebabkan oleh Phthirus pubis 4) Jenis IMS yang disebabkan oleh jamur adalah Kandiosis vaginalis disebabkan oleh Candida albicans. Limpogranuloma venereum disebabkan oleh Chlamydia trachomatis 2) Jenis IMS yang disebabkan oleh virus sbb: a. 1 Jenis-Jenis IMS Kencing nanah/Gonore Pada laki-laki Pengertiannya  Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae  Penyakit yang biasanya menyerang organ-organ reproduksi seperti pada saluran kencing laki-lai atau saluran kelamin perempuan 32 . infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan.

dapat menyerang semua organ tubuh dan dapat menyerupai banyak penyakit  Gejala timbul luka yang tidak nyeri di penis. sekitar dubur atau tergantung dari cara hubungan seksualnya  Biasanya disertai juga dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional (sesuai dengan lokasi sifilis primernya) . limpa.Bila ada keputihan biasanya berwarna putih.Stadium II (Sifilis Sekunder):  Terjadi setelah 6-8 minggu lenih dan bisa berlangsung sampai 9 bulan  Kelainan dimulai dengan adanya gejala nafus makan yang berkurang.Sering kencing .Pada perempuan 2 Raja singa/Sifilis  Keluhan pada laki-laki: . sakit kepala.Stadium I (Sifilis Primer):  Timbul antara 2-4 minggu setelah bakteri masuk  Ditandai dengan adanya benjolan kecil merah biasanya 1 buah yang kemudian menjadi luka/koreng yang tidak disertai rasa nyeri tetapi akan hilang secara spontan dalam waktu 3-10 minggu.Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari . demam. tetapi penyakitnya akan berlanjut ke stadium II  Lokasi pada laki-laki biasanya pada alat kelamin  Lokasi pada perempuan selain pada alat kelamin luar juga bisa pada vagina maupun leher rahim  Tempat lain yang bisa terkena adalah pada bibir.Bila terinfeksi kepada ibu hamil dapat ditularkan kepada bayi yang menyebabkan infeksi mata pada bayi yang dapat menyebabkan kebutaan  Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum  Sifilis dibagi menjadi Sifilis Akuisita (didapat) dan Sifilis Kongenital (ditularkan dari ibu ke janin) yang bisa menyebabkan abortus. kematian janin atau lahir dengan kerusakan kulit.Infeksi telah lanjut dapat menimbulkan rasa nyeri pada perutbagian bawah sebagai akibat terjadinya infeksi pada saluran telur atau indung telur (dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan ataupun kemandulan) . pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh.Umumnya berlangsung tanpa keluhan karena infeksi awal terjadi pada mulut rahim . kuning kehijauan.Bila infeksi mengenai kelenjar di bibir kemaluan.Terkadang keluar darah  Keluhan pada wanita: .Rasa gatal dan panas sewaktu kencing . dan nyeri sendi  Disebut dengan the great imitator of the skin disease karena mempunyai tanda atau gejala menyerupai penyakit kulit berupa 33 . dan agak kental . hati.  Mengalami 4 stadium: . lidah. dapat timbul abses (Bartholinitis) . kulit di sekitar kelamin dan anus. dan keterbelakangan mental  Bersifat kronis.Bila infeksi mengenai saluran kemih timbul rasa nyeri waktu kencing . bibir kemaluan atau leher  Bercak kemerahan yang tidak gatal terutama di telapak tangan dan kaki.Rasa nyeri saat buang air kecil atau ereksi .

makanan yang merangsang.  Ditandai dengan 2 macam kelainan yaitu berupa kelainan yang bersifat destruktif pada kulit. namun pada saat pemeriksaan selorosis untuk sifilis hasilnya positif.Pada laki-laki: di batang atau kepala penis. Pada keadaan ini tidak akan ditemukan kelainan klinis.Kadang-kadang disertai gejala konstitusi. di dinding liang kemaluan dan di sekitar anus .Gejala awal pada lesi awal lenih berat dan lama .3 Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis Pada laki-laki Pada perempuan bercak merah. demam. atau di sekitar anus  Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)  Komplikasi : kanker leher rahim (terutama karena tipe 16 dan 18) atau kanker kulit disekitar kulit kelamin  Keluhan . dapat membesar sehingga menyerupai jengger ayam .Pada bentuk ulang (rekurens) biasanya ditandai oleh faktor pencetus mislanya stres psikis. misalnya lemas. obat-obatan dan beberapa halyang sulit diketahui  Lokasi bintil atau luka/lecet: .Ada rasa seperti terbakar atau gatal beberapa jam sebelum timbulnya lesi . . selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim.Pada laki-laki: di kepala penis 34 4 Jengger Ayam Pada laki-laki Pada perempuan .  Stadium lanjut dianggap tidak menular yaitu sifilis yang timbul setelah 1 tahun sejak infeksi. koitus yang berlebihan.Tumbuh bintil-bintil yang runcing seperti kutil.Stadium III (Sifilis Tersier)  Umumnya timbul antara 3-10 tahun setelah infeksi. trauma. kehamilan lahir muda.Pada perempuan: di sekitar kelamin. alkohol.Pada laki-laki terutama dijumpai pada yang tidak dsirkumsisi atau dengan imunitas terganggu  Lokasi: . kelainan kongenital dan kematian  Gejala dan tanda: . benjolan kecil-kecil seluruh tubuh. sistim pembuluh darah dan syaraf.Pada perempuan: di kulit daerah kelamin sampai anus. Namun infeksi masih berlangsung terus dan masuk ke stadium laten lanjut. kebotakan rambut dan sebagainya  Disertai juga dengan pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat menyeluruh  Stadium laten dini: bila sifilis sekunder tidak diobati setelah beberapa minggu atau bulan gejala akan hilang seakan-akan sudah sembuh. selaput lendiri. tidak gatal.  Penyebab: Herpes simplex virus (HSV)  Komplikasi : kanker leher rahim. sifilis masuk ke stadium laten lanjut yang dapat berlangsung bertahun-tahun . tulang sendi serta adanya radang yang terjdi secara perlahan-lahan pada jantung. terdiri atas stadium laten lanjut dan sifilis stadium III  Stadium laten lanjut: setelah 1 tahun. dan nyeri otot .Timbulnya gelembung-gelembung yang berkelompok dan mudah pecah .Pada wanita sering bersamaan dengan gejala keputihan .

Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang memungkinkan berbagai penyakit masuk dan sulit disembuhkan karena HIV berjalan sangat progresif merusak sel limfosit tersebut. Ulkus molle. atau meninggal (sifilis. tetapi ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. herpes genitalis) 4) Kematian (sifilis. serta nyeri perut bawah pada wanita. AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. Kebanyakan orang dengan HIV akan 35 . yaitu: Kondiloma akuminata dan Limpogranuloma venerium (bubo) Selain tanda-tanda tersebut. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia).Sumber gambar: http://www. IMS tidak selalu menimbulkan beberapa masalah kesehatan. infeksi genital nonspesifik. pembengkakan buah zakar pada laki-laki. HIV dan AIDS a) Pengertian AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Immune adalah sistem daya tangkal atau kekebalan tubuh terhadap penyakit. IMS yang lebih lanjut sering disertai dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha. sehingga bayi dapat cacat. Kandiosis genital. Granuloma inguinale. sehingga bila ditemukan gejala demikian sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. AIDS) 2. Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh IMS. Acruired artinya tidak diturunkan. Perlu diingat pula. Deficiency artinya tidak cukup atau kurang. 2) IMS yang ditandai dengan adanya luka atau koreng di alat kelamin. Chlamydia) 2) Kanker leher rahim (kondilomata akuminata) 3) Wanita hamil yang menderita IMS.google. dan Herpes genitalis 3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin. kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin.co. misalnya: 1) Kemandulan. bakterial vaginosis dan Trikomoniasis. yaitu: Sifilis. lahir muda.id/imghp?hl=id&tab=ii c) Gejala-Gejala IMS Berdasarkan gejala klinis yang timbul maka IMS dibedakan menjadi: 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih. yaitu: Gonore. pada laki-laki maupun perempuan (infeksi gonore. dapat menularkan kepada bayinya. dan Syndrome adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit penyakit.

dilahirkan. dan sesudah lahir. seperti keringat. ludah. 2) Masuknya darah terinfeksi pada sistem tubuh.meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul. tetapi jumlahnya tidak cukup untuk ditularkan pada orang lain. air kencing . yaitu: 1) Seksual Penularan melalui hubungan heteroseksual adalah cara yang paling dominan dari semua cara penularan. yaitu enzim yang memungkinkan virus mengubah informasi genetiknya yang berada dalam RNA ke dalam bentuk DNA yang kemudian diintegrasikan ke dalam informasi genetik sel limfosit yang diserang. dan muntahan. air mata. Penularan melalui hubungan seksual dapat terjadi selama hubungan baik itu laki-laki dengan perempuan juga laki-laki dengan laki-laki. orang yang tertular HIV tidak berarti langsung jatuh sakit. seperti luka sayat/gores dalam mulut. ibu ke anak selama masa kehamilan. Hal ini bisa terjadi pada proses persalinan dan pemberian ASI. seperti rumah sakit. b) Proses Penularan virus HIV HIV merupakan penyakit menular yang merupakan golongan RNA virus dan memiliki enzim reverse transcriptase. Penularan HIV terjadi melalui kontak seksual. Berikut ini adalah bentuk-bentuk cara penularan HIV. 36 . Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (sel limfosit) manusia sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun dan tidak mampu melawan berbagai penyakit. produk darah atau transplantasi organ dan jaringan: Penularan dari darah dapat terjadi jika darah donor tidak di lakukan uji saring untuk antibodi HIV. perdarahan gusi dan atau penyakit gigi mulut atau pada alat genital. Pada seseorang yang terinfeksi HIV. virus juga terdapat pada cairan tubuh lainnya. Penularan HIV pada organ tubuh juga dapat terjadi dalam proses transplantasi jaringan/organ di pelayanan kesehatan. persalinan dan pemberian ASI. pengobatan tradisional melalui alat tusuk/jarum. Dengan demikian HIV dapat memanfaatkan mekanisme sel limfosit untuk mengkopi dirinya menjadi virus baru yang memiliki ciri-ciri HIV. Tingkatan resiko tergantung pada jumlah virus yang keluar dan masuk ke dalam pintu masuk di tubuh seseorang. bila tidak ada pelayanan dan terapi yang diberikan. Kejadian diatas dapat terjadi pada semua pelayanan kesehatan. seseorang bisa hidup dengan HIV dalam tubuhnya selama bertahuntahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan serius. Namun demikian. darah. Kontak seksual langsung (mulut ke penis atau mulut ke vagina) masuk dalam kategori resiko rendah tertular HIV. 3) Penularan dari ibu ke anak Kebanyakan infeksi HIV pada anak didapat dari ibunya saat ia dikandung. atau penggunaan alat medis lainnya. tinja (kotoran BAB). poliklinik. Hubungan seksual ini bisa dalam bentuk venetrasi vaginal atau anal yang tak terlindungi dari individu yang terinfeksi HIV. penggunaan ulang jarum dan semprit suntikan. juga pada IDU.

Promiskuitas (berganti-ganti pasangan seks) : prostitusi. Virus HIV umumnya tidak akan menular melalui perilaku-perilaku seperti jabatan tangan. 37 . bersentuhan. perselingkuhan. Transgender : waria. yaitu: a. Pada fase ini kekebalan tubuh menurun dan timbul gejala penyakit terkait HIV seperti:  Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh.  Diare terus menerus  Flu tidak sembuh-sembuh  Berat badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan. penjaja seks komersial (lakilaki/perempuan). Lama masa jendela antara 1-3 bulan. Pengguna NAPZA suntikan : menggunakan jarum suntik bersamaan/bergantian. c. Fase I (Masa Jendela/Window Period) Fase dimana tubuh sudah terinfeksi HIV. Lelaki seks dengan lelaki : gay. Fase II (Masa tanpa gejala/Asimptomatik) Masa tanpa gejala berlangsung rata-rata selama 2-3 tahun untuk tipe rapid progessors. Meski tidak menunjukkan gejala-gejala tapi pada masa ini penderita bisa menularkan virus. Selain itu pada fase ini akan timbul infeksi-infeksi yang lain. IMS juga dapat membuat individu rentan terhadap infeksi HIV. pasangan berisiko tinggi. c) Fase Perjalanan Penyakit HIV/AIDS Fase perjalanan penyakit HIV/AIDS. termasuk melalui gigitan nyamuk. Pada fase ini penderita sudah dapat menularkan virus pada orang lain. dan tidak konsisten dalam menggunakan kondom. berpelukan. Penularan infeksi melalui hubungan seksusal diikuti dengan perilaku yang menempatkan individu pada resiko tertular HIV. menggunakan alat makan atau minum yang sama. wadam. kelumpuhan.  Keringat dingin berlebihan pada malam hari.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. b.Selain itu. diantaranya:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. 5-8 tahun tipe progressors dan lebih dari 10 tahun untuk tipe non progessors sejak terinfeksi HIV. yaitu: a. Berikut ini adalah kelompok-kelompok dengan perilaku beresiko tertular HIV. d. namun gejala dan tanda belum terlihat jelas. c. Fase III (AIDS) Ini adalah fase terminal dari HIV yang kita sebut AIDS. berangkulan. IMS dalam populasi merupakan faktor utama pendorong penyebaran HIV di negara berkembang. b. bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan. kadang kala timbul dalam bentuk influenza. pelanggan penjaja seks komersial. memakai toilet yang sama. seperti perilaku bergantian pasangan seksual.

Rendah diri b. 38 . Nyeri waktu kencing karena peradangan mengenai saluran kemih g. 2) Be Faithful : saling setia pada satu pasangan bisa mencegah dan menurunkan resiko terinfeksi IMS. Infeksi alat reproduksi akan menurunkan kualitas ovulasi sehingga akan mengganggu siklus dan banyaknya haid serta menurunkan kesuburan b. Gejala neurologi atau gangguan syaraf (stadium lanjut Sifilis) h. Malu dan takut sehingga tidak mau berobat yang akan memperberat penyait atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat yang justru akan memperberat penyakitnya dismaping terjadi resistensi obat.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. dan cacat lainnya d.  Infeksi jamur pada tenggorokan. d) Dampak dan Pencegahan IMS dan HIV 1. c. Bekas bisul/nanah di daerah kelamin dapat mengganggu kualitas hubungan seksual di kemudian hari karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman waktu berhubungan seksual f. 3. Dampak Fisik Penderita HIV/AIDS Adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan infeksi-infeksi sbb:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. Infeksi jamur pada tenggorokan. Gangguan hubungan seks setelah menikah karena takut tertulat lagi atau takut menularkan penyakit pada pasangannya. Dampak Secara Psikologis a. Melahirkan anak dengan cacat bawaan seperti katarak. Kanker leher rahim (Carcinoma Cervix Uteri) e. kelainan jantung. Dampak Fisik Penderita IMS a. Lebih mudah terinfeksi HIV i. kelumpuhan. Peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan kecenderungan terjadi kehamilan di luar rahim c. Kemadulan (perlengketan saluran reproduksi dan gangguan produksi sperma) 2. e) Tips-tips Pencegahan IMS dan HIV 1) Abstinence : absen seks sangat berhasil mencegah IMS dan HIV sampai mencapai kesiapan mental dan fisik. 3) Condom Use : menggunakan kondom secara benar dan konsisten. gangguan pendengaran.

dan setelah usia 8 tahun ukuran rahimnya kurang lebih sama dengan vaginanya. Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun. Hanya saja pada usia 14-18 tahun. otot-otot rahim ini belum cukup baik konstraksi dan kekuatannya. Hal ini berlanjut sampai usianya kurang lebih dari 14 tahun (masa menstruasi) hingga besar rahimnya lebih besar sedikit dari vagina. Penjelasan: a. Pada seorang perempuan ukuran rahim ini berubah sejalan dengan umur dan perkembangan hormonal. karena baru pada usia ini fungsi hormonal melewati masa kerjanya yang maksimal. tetapi bisa juga menjadi suatu malapetaka apabila kehamilan itu dialami seorang remaja. Pada seorang anak yang berusia kurang dari 8 tahun. Disamping otot rahim. Terlalu dininya usia kehamilan dan persalinan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif. Hal ini dapat dilihat dari belum teraturnya menstruasi. Pematangan rahim ini dapat dilihat juga dari perubahan ukuran rahim secara anatomis. c. Hal ini akan meningkatkan resiko timbulnya kanker leher rahim (serviks) di kemudian hari.4) Don‟t Share Needle : tidak menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya secara bergantian. karena pada masa remaja ini. Rahim pada perempuan mulai mengalami pematangannya sejak umur 14 tahun. penyangga rahim juga belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. Pada usia antara 14-19 tahun sistem hormonal belum stabil. Kehamilan yang tidak diiginkan (KTD) a) Pengertian Kehamilan bisa menjadi dambaan. Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. sehingga jika terjadi kehamilan dapat terjadi ruptur-nya (robek) rahim. Gunakan hanya alat suntik. ditandai dengan mulai menstruasi. 5) Education : cari informasi sendiri dan sebanyak mungkin agar terhindar dari penularan IMS dan HIVAIDS 3. b) Resiko yang ditimbulkan akibat kehamilan yang tidak diinginkan 1) Resiko Medis Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi. Ukuran ini menetap sampai terjadinya kehamilan. ukuran rahimnya kurang hanya setengah dari panjang vaginanya. sehingga resiko yang lain juga dapat terjadi yaitu prolapsus uteri (turunnya rahim ke liang vagina) pada persalinan. Ketidakteraturan tersebut membuat kehamilan menjadi tidak stabil. mudah terjadi pendarahan dan terjadilah abortus atau kematian janin. 39 . alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya. b. hal yang sama terjadi bila remaja tersebut mengalami kehamilan. alat tusuk atau alat medis yang baru atau steril.

Aktivitas seksual pra nikah selalu membawa gangguan psikologis dan penyeselan berkepanjangan. diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape). merupakan hal yang secara umum dipercaya oleh banyak orang dan tidak mempunyai tempat pada nilai-nilai moral. Pada kehamilan pra nikah. bukan karena alasan kesehatan. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus kehamilan remaja di laur nikah. 3) Risiko Masa Depan a. 1998) kekhawatiran dan rasa takut terhadap kehamilan dialami sekitar 44% dari responden perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. kehamilan pada remaj sekolah akibatnya mereka terpaksa harus meninggalkan sekolah. 2) Risiko Psikologis dan Sosial Menurut Kinsey dkk (dalam setiawan dan Suryati. b. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kehamilan remaja yang tidak diinginkan. Dari sisi remaja Kehamilan remaja dapat menyebabkan terganggunya perencanaan masa depan remaja. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan. e. d. bahkan cenderung mendalam). 40 melahirkan suatu tindakan kekerasan yang sangat traumatis terhadap anak. Hal ini menambah tekanan psikologis yang berat. Masalah semakin berat karena terkadang orang tua tidak mampu menghadapi persoalan tersebut secara proposional. Hal tersebut telah menjadi faktor yang membatasi perilaku seksual pra nikah di masyarakat. Tidak menggunakan alat kontrasepsi. Kehamilan akibat pemerkosaan. terlebih lagi bila kehamilan telah menjadi buah hubungan tersebut. Kenyataan bahwa hubungan seksual pra nikah seringkali tidak menyenangkan.Kehamilan remaja sebagian besar merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. 1998): a. Itu berarti cita-cita terhambat atau bahkan tidak akan mungkin tercapai. Usia menstruasi yang semakin dini disertai usia kawin yang semakin tinggi menyebabkan “masa-masa rawan” yaitu kecenderungan perilaku seksual aktif semakin panjang. Dari sisi anak yang dikandung Kehamilan remaja yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan lahirnya seorang anak yang tidak diinginkan. Hal tersebut dapat terjadi antara lain karena (Iskandar dalam Setiawan dan Suryati. sehingga anak ini akan mendapat cap buruk sepanjang hidupnya. b. c. Misalnya. Kegagalan alat kontrasepsi akibat remaja menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar. yang akhirnya mengarah pada depresi (rasa tertekan yang . Sekitar 89% beralasan karena alasan moral dan sosial. rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan dapat dialami remaja apalagi bila kehamilan tersebut diketahui pihak lain seperti orang tuanya. sehingga seksual pra nikah tersebut diketahui orang lain.

Pandangan negatif dari masyarakat pun cenderung lebih memberatkan perempuan daripada laki-laki. 3) Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril dan berakibat negatif pada rahim. Penguguran jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan: 1) Abortus provocatus therapeuticus . Secara psikologis pada saat seseorang mengalami kehamilan di luar nikah. yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. 2) Memasukkan cairan NaCl hipertonis pada lapiasan amnion untuk melepaskan janin dari dinding rahim. Secara medis. Metode ini meniru proses mulainya persalinan dan biasanya digunakan untuk mengakhiri kehamilan pada trimester II (4-6 bulan). aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. ialah penguguran kandungan yang dilakukan dengan sengaja tanpa mempunyai alasan kesehatan (medis). digunakan empat metode dasar terminasi kehamilan atau hamil: 1) Kuretase atau pengerokan dengan sendok kuret ataupun vakum kuret pada dinding rahim tempat menempelnya janin. misalnya dengan cara: 1) Penggunaan ramuan dengan jamu peluruh rahim. Abortus provocatus (buatan). Secara medis. Sedangkan remaja lakilaki masih diperbolehkan melanjutkan sekolah. yaitu jika terdapat indikasi bahwa kehamilan dapat membahayakan atau mengancam nyawa ibu apabila kehamilan berlanjut. memakan nanas muda yang dicampur lada (merica). 41 . Tindakan aborsi mengandung resiko yang cukup tinggi. 2) Manipulasi fisik. Tindakan aborsi dengan cara di atas tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya dan mengandung resiko yang sangat tinggi. 2) Abortus provocatus criminalis. seperti dengan melakukan pijatan rahim agar janin dapat terlepas dari rahim. kelainan saluran reproduksi. Besar kemungkinan anak tersebut tumbuh tanpa kasih sayang dan mengalami perlakuan penolakan dari orang tuanya. apabila bila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. yang menjadi korban misalnya tidak boleh melanjutkan sekolah adalah remaja perempuan. Aborsi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu abortus spontaneus dan abortus provocatus. atau keadaan patologis lain. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dapat memicu terjadinya pengguguran kandungan atau aborsi. Seringkali dalam suatu kasus kasus kehamilan di luar nikah. terjadi apabila ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun. ialah penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. maka ia akan cenderung mengambil jalan keluar seperti mengugurkan kandungan atau aborsi.Masa depan anak ini sering mengalami keadaan yang menyedihkan karena tidak adanya kualitas asuh yang baik dari ibunya yang masih remaja dan belum siap menjadi ibu. Perkembangan psikologis baik ibu dan anak akan terganggu. Abortus spontaneus (yang tidak disengaja). Selain itu juga terdapat hal-hal seperti perlakuan yang kurang adil dari masyarakat atau institusi formal terhadap remaja perempuan.

Selain itu akibat lainnya adalah terganggunya kesehatan dan resiko kehamilan serta kematian bayi yang tinggi serta terdapat juga akibat putus sekolah dan akibat ekonomis karena diperlukan ongkos perawatan dan lain-lain.3) Pemberian prostaglandin PgF2 melalui pembuluh darah balik. anak atau keduanya. selain itu pendarahan tersebut dapat menyebabkan tingginya resiko kematian ibu atau anak atau kedua-duanya. sehingga janin dapat keluar dari rahim. dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah jika seorang gadis tiba-tiba hamil serta akan terjadi cemoohan dan penolakan dari masyarakat sekitarnya. Akibat tindak penguguran ini dapat memunculkan perasaan bersalah. yaitu menggunakan semacam selang plastik berdiameter tertentu untuk menghisap janin dari rongga rahim. Hal tersebut dapat menyebakan resiko kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya. resiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretase. 3) Karena keadaan rahim yang belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan serta kemungkinan persalinan yang sulit. 42 . 2) Perdarahan hingga remaja tersebut dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologis/ syaraf di kemudian hari. resiko infeksi. cairan amnion. tindak aborsi melanggar UU Kesehatan No. dan memasukkaannya melalui vagina dan uterus dengan dosis tertentu. Prostaglandin ini dimaksudkan untuk menginduksi persalinan buatan. marah. ketegangan mental. 4) Terjadinya Fitsula Genital Traumatis yaitu timbulnya suatu saluran/ hubungan yang secara normal tidak ada antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan. penguguran kandungan merupakan tindakan yang dikecam dan membuat pelaku terkucil di dalam masyrakat. Hal tersebut dapat membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah. Resiko melakukan aborsi pada remaja antara lain: 1) Infeksi alat reproduksi karena kuretase yang dilakukan secara tidak steril. Tindakan aborsi yang sesuai standar profesi medis seperti di atas pun masih mengandung resiko-resiko baik yang bersifat dini maupun lanjutan. Hal ini sangat merugikan remaja karena akan mengurangi konsep diri yang positif dan menurunkan nilai harga diri yang positif dalam pergaulannya. Berdasarkan nilai-nilai budaya. Secara hukum. depresi. resiko shock hipovelmik sehingga menyebabkan resiko kematian ibu.23 tahun 1992 dan dapat diancam hukuman pidana seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berikut ini: Pasal 346: Seorang perempuan yang sengaja mengugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu di ancam dengan pidana penjara seberat-beratnya selama empat tahun. 4) Dengan meletakkan vacuum aspiration.

(1998). Jakarta: PKBI & UNFPA Setiawan.t). Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR).  Sifilis: disebut juga “raja singa” disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.. (t. Bagus Rahmat Prabowo PKBI Jabar IMS PKBI Jabar Informasi Dasar IMS dan HIV-AIDS 43 . Jakarta: Departemen Kesehatan RI Materi presentasi pelatihan IPP – Paket 1. (2009). Modul 3: Resiko Reproduksi Remaja. kelainan saluran reproduksi. Jakarta: PKBI Pusat Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. R. atau keadaan patologis lain.H.  Gonore: disebut juga sebagai “kencing nanah”. FIQH HIV & AIDS: Pedulikah Kita?. Husein. Sumber Arizal. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). (2010).  Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis: penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes simplex virus (HSV).  HIV (Human Immunodeficiency Virus) : Virus yang menyebabkan AIDS  Infeksi Menular Seksua (IMS)/ Penyakit Menular Seksual (PMS): infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). Bandung: PKBI Jawa Barat Viora. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Muhammad. dkk. Infeksi Menular Seksual Materi presentasi Informasi IMS dan HIV-AIDS oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Materi presentasi Dr.  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS): sindrom yang menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang HIV & AIDS . (2011). B. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. & Suryawati.  Aborsi: berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu.  Promiskuitas : berganti-ganti pasangan I. Glosarium  Abortus spontaneus : pengguguran kandungan yang tidak disengaja dikarenakan ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun. F.  Kehamilan yang tidak diinginkan: suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan.. (2006).  Abortus provocatus (buatan): penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. & Mardiati. Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV. E. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.  Jengger Ayam: penyakit yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus). Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. E.

Waktu 120 menit. kertas pertanyaan. Fasilitator penutup kegiatan pelatihan. 6. D. Fasilitator memberikan pre test kepada peserta (15 menit). C. Istilah ini biasanya dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi dan ditujukan pada berbagai obatobat terlarang yang dapat menyebabkan gangguan baik terhadap kesehatan fisik ataupun jiwa penggunanya hingga kecanduan terhadap penggunanya. c. 4. Menjelaskan apa saja dampak yang disebabkan oleh pengkonsumsian NAPZA. b. dan Zat Adiktif) A. peserta diharapkan mampu untuk: a. Output Setelah proses pembelajaran selesai. Fasilitator memulai sesi permainan dengan mengocok tema pertanyaan dan ditanyakan pada peserta satu persatu sesuai dengan kertas yang mereka pilih. Pertanyaan bisa dialihkan pada teman lainnya yang mampu menjawab pertanyaan (20 menit). Lembar Bacaan 1. Fasilitator memberikan penjelasan materi mengenai NAPZA (45 menit). 5. Fasilitator memberikan post test kepada peserta. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. dan kocokan pertanyaan. F. psikotropika. Psikotropika. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang NAPZA. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader (5 menit). Masyarakat pada umumnya mengenal obat-obat terlarang tersebut sebagai istilah NARKOBA (Narkotika dan Bahan-bahan berbahaya).NAPZA (Narkoba. Metode Presentasi. G. Menjelaskan bagaimana penggolongan NAPZA. Menjelaskan pengertian NAPZA dan mampu membedakan antara narkoba. Alkohol. Pengertian NAPZA Istilah NAPZA merupakan akronim dari Narkotika. dan Zat-zat adiktif lainnya. 44 . 3. 2. Alkohol. dan zat adiktif. Psikotropika. dan permainan E. Proses Pembelajaran 1. B. Alat Pendukung Alat bantu visual. diskusi. Fasilitator melanjutkan diskusi dengan tanya jawab (15 menit). (15 menit) 7.

dan hati. rasa sakit diseluruh tubuh. c) Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) adalah gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. 2000) Berikut ini adalah berbagai istilah yang berkenaan dengan penyalahgunaan NAPZA: a) Intoksikasi/Overdosis (Keracunan) adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”. d) Kecanduan Obat (Adiksi) adalah suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. Atau menelan obat tidur secara berlebihan. tersebut dapat mengubah pikiran. suhu badan meningkat atau menurun. heroin digunakan bersama alkohol. 45 . Psikotropika adalah “zat atau obat. Risiko yang umumnya terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. 22 tahun 1997 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa pengertian narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. umumnya dalam dunia pengobatan zat-zat kimia yang masuk ke dalam NAPZA sering dimanfaatkan oleh para dokter sebagai zat yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit dan juga obat penenang bagi pasiennya dengan penggunaan sesuai dosis yang diperlukan. dll. mual-mual. Namun jika zat-zat tersebut digunakan untuk maksud lain. paru-paru. Pengertian diatas didasarkan pada berbagai definisi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Undangundang No. OD sering terjadi bila menggunakan narkoba dalam jumlah banyak dengan rentang waktu terlalu singkat. hilangnya rasa. suasana hati atau perasaan. pil. dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui urat darah. baik dengan ditelan melalui mulut. dan perilaku seseorang. Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan” Meski begitu. b) Toleransi adalah ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. Pemakaian secara terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis. misalnya sebagai cara untuk menghibur diri. panik.NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. biasanya digunakan secara bersamaan antara putaw. Adiksi lebih merupakan efek obat yang menimbulkan ketagihan atau kecandua pada si pemakai. maka hal tersebut dapat dianggap sebagai “penyalahgunaan” (dalam Marviana. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. sebagai akibat apabila seorang pemakai obat tidak mendapatkan atau menghetikan obat yang dibutuhkan. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. Zat-zat kimia.

morphin. untuk membantu orang tidur. Obat penenang depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut „ benzodiazepine‟. Obatobat ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stress. yaitu: a) Alami Merupakan jenis zat/obat yang diambil langsung dari alam. narkoba dan zat adiktif lainnya dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis : a) Depresan Obat jenis ini menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu aktivitas tubuh. deksafetamin. dll. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. kafein. kokain. narkotika terbagi menjadi 3 golongan. Efek yang ditimbulkan NAPZA Kalau dilihat menurut efeknya pada sistem saraf pusat pemakai. Contoh opida/opiate (opium. kecemasan. heroin. Contohnya: morfin. dan kegunaan kedokteran lainnya. memberikan rasa melambung tinggi. b) Semi sintesis Yaitu jenis zat/obat yang diproses sedemikian rupa melalui proses fermentasi. Obat anti depresan ini dapat membuat pemakai merasa tenang. heroin. dan lain-lain. psikocybin. kodein. opium. pethidin. alkohol. 46 . 3. crack. dan obat tidur trankuiliser atau obat penenang. Beberapa orang menyalahgunakan obat penenang karena efeknya menenangkan. Misalnya: ganja. tanpa adanya proses fermentasi atau produksi.e) Dependensi (Ketergantungan) suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. 2. kodein). Penggolongan NAPZA Berdasarkan proses pembuatannya. c) Sintesis Adalah zat/obat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1930-an untuk keperluan medis dan penelitian yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan penekan batuk (antitusif) seperti amfetamin.

rasa dingin dan perasaan tegang dengan diiringi perasaan senang. Opiat/Opium adalah obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy yang dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk bunga opium. Opioda Sumber: google. Heroin memiliki kekuatan dua kali lipat daripada morfin sehingga ketergantungan heroin akan lebih hebat dibandingkan dengan morfin. jalanan.com Opioda merupakan zat yang diambil dari bagian pohon “Poppy” yang pertama kali ditemukan di Asia Kecil dan umumnya digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir sampai akhirnya tersebar hingga India dan China. yaitu dengan memanaskan bubuk heroin di atas kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas. Perasaan menyenangkan tersebut berasal dari 47 . c. Heroin atau Putaw umumnya disalahgunakan dengan cara dihirup melalui hidung. Sering digunakan oleh para dokter sebagai penghilang rasa sakit.1. pusing. Heroin adalah zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. dan keinginan bersuka ria. Efek psikologis dari penggunaan heroin dan putaw diantaranya adalah meliputi perasaan bebas dari rasa sakit. b. Pada abad XVIII pemerintah China mengimpor dan menjual dan menggunakan opioda sebagai obat untuk menimbulkan rasa senang. Berikut ini adalah obat-obat yang termasuk opioda yaitu: a. hangat. Heroin juga memiliki turunan yaitu Putaw. Bubuk ini mengandung morfin dan kodein yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit. Morfin adalah zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain.

Efeknya agak berbeda antara satu dengan obat lainnya.kemampuan opiate untuk menstimulasi sirkut kenikmatan otak secara langsung. namun sejumlah stimultan menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri.com b) Stimultan Stimultan seperti amphetamin dan kokain adalah zat psikoaktif yang meningkatkan aktivitas sistem saraf. bertambahnya tenaga. 2001). Sumber: google. 48 . 1. dihisap seperti rokok. Kokain Merupakan zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). teransang. Efek psikologisnya dapat menimbulkan rasa gembira. Disalahgunakan dengan ditelah bersama dengan minuman. Jaringan otak yang bertanggung jawab untuk kenikmatan secara seksual atau kenikmatan dari makan makanan yang memuaskan (Begley. meningkatkan percaya diri serta mencapai perasaan sukses. dihirup hidung dengan pipa kecil (snorting) atau melalui injeksi pada pembuluh darah.

dihisap. kapsul. atau dilinting dalam rokok. meningkatkan rasa percaya diri. Perilaku agresif juga dapat terjadi. Efek penggunaannya dapat meningkatkan kewaspadaan. meningkatkan konsentrasi. mengurangi rasa kantuk serta mengurangi rasa lelah dan bosan atau menurunkan berat badan. serta bentuk lainnya yang digunakan dalam pengobatan medis sebagai obat penahan rasa lapar. Penggunaannya dengan ditelan. terutama bila obat dihisap atau disuntikkan melalui vena (APA. Amfetamin Amfetamin umumnya ditemukan dalam bentuk tablet.com 2.com 49 . disuntik.Sumber: google. Sumber: google. 2000).

atau keracunan kafein yang akan menyebabkan kegelisahan. coklat atau minuman soda. gelisah. resah. ketegangan dan kegelisahan. kebingungan dan pusing serta diare. Nikotin Zat nikotin umumnya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok. Nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan. the. Sumber: google. hiperaktif. Efek fisiologis utama dari kafein adalah merangsang saraf pusat dan otot rangka. substansi. kulit berkeringat. Umumnya orang mungkin tidak berpikir kafein sebagai penyalahgunaan. Gejala khas dari nikotin termasuk juga keinginan terus-menerus untuk substansi. gugup. 50 . Individu yang menggunakan kafein dalam jangka panjang dan berlebihan akan mengalami efek psikologis seperti: cepat marah. gampang tersinggung dan penurunan detak jantung. dan insomnia. meningkatkan resiko flu. cerutu. dan tembakau asap. kopi. dan ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif seperti sebelumnya. Nikotin dan karbon monoksida yang dilepaskan dalam asap rokok adalah faktor penting yang menyebabkan atau memperburuk penyakit jantung koroner. kesulitan dalam berkonsentrasi.3. mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan mental. Kafein Kafein merupakan zat peransang yang biasa ditemukan dalam obat generik.com 4. Selain itu juga dapat menghasilkan reaksi kecanduan yang dikenal sebagai caffeinism. itu adalah dalam kategori obat-obatan psikoaktif. mual dan muntah.

erosol.Sumber: google. merusak hati dan ginjal hingga menyebabkan kematian. gula batok. LSD tersedia dalam berbagai bentuk baik kapsul. LSD juga memberi efek halusinasi sehingga pemakai dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain seperti khayalannya. 1. c) Halusinogen Halusinogen merupakan zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran juga seringkali menciptakan sebuah gambaran hanya bisa dilihat oleh si pengguna dan membuat perasaannya terganggu. thiner. Yang biasanya digunakan adalah bahanbahan pelarut seperti lem. solven. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) LSD berasal dari jamur yang tumbuh pada kotoran sapi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk bubuk putih yang dapat larut dalam air. Efek bagi penggunanya hampir sama seperti minuman beralkohol tetapi membuat mabuk dengan lebih cepat dan efeknya menghilang beberapa menit setelah menggunakannya. Hal tersebut akan berbahaya bagi si pemakai karena dia akan bertingkah laku sesuai dengan apa yang dia khayalkan. Bahan Pelarut Merupakan zat organik (karbon) yang dapat menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Efek jangka panjang bisa mempengaruhi kontrol motorik tubuh. Istilah yang paling umum untuk hal ini adalah “glue sniffing” (ngelem). dll. Pengguna sendiri menyatakan LSD “memperluas kesadaran dan 51 . inhalasia serta cairan penghapus.com 5. Efek penggunaannya bisa menimbulkan perasaan “ fly” yang timbul dari 30-60 menit setelah menggunakannya dan mencapai puncak pada 2-6 jam kemudian.

Beberapa mengalami ketakutan yang amat sangat akan kematian. dan sulit berkonsentrasi. bahkan mereka akan mengalami speech block. tetapi efek samping seperti gelisah dan delirium mencegah penerimaan medisnya (Schuckit. Pengguna dapat merasa 52atak dan takut kehilangan kendali atau kewarasan.com 52 . karena mereka tidak dapat mengingat apa saja yang ingin mereka 52atakana. 1979: 122). perubahan abnormal pada suasana hati. mengigau. Pada saat penggunaannya memuncak. Penggunaan ganja bisa merasakan kenikmatan. 2. 3. Seseorang dapat mengalami paranoia dalam pikiran dan perasaan. tidak bisa istirahat. Phencylidine (PCP) Phencyclidine (PCP) pertama kali diuji di laboratorium farmakologi selama tahun 1950-an potensi untuk digunakan sebagai obat bius. hingga halusinasi dan delusi. akibatnya. bingung. Kecelakaan fatal kerap terjadi selama perjalanan dengan LSD. Kandungan kimia dari tumbuhan ini yang dapat menimbulkan efek psikoaktif dinamakan delta tetra hydrocannabinol atau lebih sering disingkat THC. Mariyuana Marijuana / ganja terdiri dari daun kering dan bagian atas bunga (biji atau bunga) dari tumbuhan Cannabis Sativa dan Cannabis Indica. Penyalahgunaan kronis PCP dapat menghasilkan ketergantungan dan berbagai gangguan mental 52atakan. kenikmatan tersebut akan berubah menjadi kecemasan. Ingatannya akan terserang. Sumber: google. dan delusi.membuka dunia baruseolah mereka melihat suatu kenyataan yang melampaui kenyataan yang biasa”. termasuk mabuk.

dll. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. yaitu para penyalahguna NAPZA juga Semua akibat ini berujung pada meningkatkannya perilaku penyalahgunaan NAPZA. pihak sekolah atau pekerjaan. Sehingga perasaan. Perasaan dikucilkan pihak-pihak ini kemudian menyebabkan si penyalahguna bergabung dengan kelompok orang-orang serupa. Beberapa dampak yang sering terjadi dari peningkatan ini adalah sebagai berikut: a) Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri dan menipu orang lain untuk mendapatkan uang membeli NAPZA. Keduanya menyebabkan seseorang untuk berusaha terus-menerus mengkonsumsi NAPZA. terutama karena pemakaian berlebih (overdosis) dan kematian karena AIDS (akibat pemakaian NAPZA melalui jarum suntik bersama dengan orang yang sudah terinfeksi HIV). Gejala over dosis pada penyalahguna NAPZA menjadi lebih besar karena batas toleransi seseorang sering tidak disadari oleh yang bersangkutan. d) Pemakaian NAPZA secara berlebihan menyebabkan kematian. seperti rasa bersalah. b) Secara psikis: berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental. b) Menurun bahkan menghilangnya produktivitas pemakai. ketakutan. 53 . malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA. Berbagai gangguan psikis atau kejiwaan yang sering dialami oleh mereka yang menyalahgunakan NAPZA antara lain rasa tertekan. Sudah terlalu banyak kasus kematian terjadi akibat pemakaian NAPZA. cemas. Cara yang kemudian ditempuh untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi mental itu adalah dengan mengkonsumsi lagi NAPZA. a) Secara fisik: penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang. agresif. marah. c) Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV. Hal ini terlihat dari peningkatan dosis yang semakin lama semakin besar dan gejala putus obat.4.kasar. apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja. Sehingga muncul konflik dengan orang tua. c) Secara sosial: dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga. teman-teman. ingin bunuh diri. pikiran dan perilakunya dipengaruhi oleh zat yang dipakainya. Penyalahgunaan NAPZA pada dasarnya membahayakan seluruh tubuh. Ketergantungan pada NAPZA juga menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilakunormal. Peningkatan jumlah orang dengan HIV positif di Indonesia akhir-akhir ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA. Dampak Penyalahgunaan NAPZA Paling tidak terdapat 3 aspek akibat langsung penyalahgunaan NAPZA yang berujung pada menguatnya ketergantungan.

baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. suhu badan meningkat atau menurun.     Zat-zat adiktif: zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan.   54 .H. dll.  Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat): gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat.  Opiat/Opium: obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy termasuk ke dalam golongan zat depresan Morfin: zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. hilangnya rasa. panik.  Halusinogen: zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi  Stimultan seperti amphetamin dan kokain: jenis obat yang dapat menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Praktisi: ahli dalam bidangnya.  “glue sniffing” (ngelem): aktivitas individu penyalahguna bahan pelarut. Heroin: zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. rasa sakit diseluruh tubuh.  Depresan : jenis obat yang dapat membuat pemakai merasa tenang.  Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi  Psikotropika : zat atau obat. Glosarium  Alkohol: Minuman yang memabukkan. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. Rehabilitasi: tempat penanganan individu ketergantungan obat-obat terlarang.  Toleransi: ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. mual-mual. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.  Dependensi (Ketergantungan): suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. Obat-obat terlarang: obat-obat yang dilarang untuk dikonsumsi karena dapat menimbulkan ketergantungan. memberikan rasa melambung tinggi.  Kecanduan Obat (Adiksi): suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk.  Intoksikasi/Overdosis (Keracunan): gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh.  Benzodiazepine: kelompok obat yang biasa dipakai oleh dokter sebagai obat penenang.

Tersedia: http://www. Bandung: UPI Tambunan. 7: Penyalahgunaan dan Ketergantungan Obat-obatan. 55 .e-psikologi. Akibat Penyalahgunaan NAPZA. Kokain : Zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca).  Phencyclidine (PCP): zat yang biasa dipakai sebagai obat bius dalam ilmu kedokteran. Bandung: Mitra Citra Remaja.  Amphetamin: obat yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat penahan rasa lapar. Sumber Marviana. G.com. (2011). [17 Maret 2012]. [Online]. Makalah Kel. Modul Basic Knowloedge. (2000).  Kafeinism: kecanduan kafein  Nikotin: zat stimultan yang biasa ditemukan di produk tembakau seperti rokok. Tim PLA Jurusan Psikologi UPI. dkk. I. D. Modul 5: NAPZA. R. Jakarta: PKBI Novianita. (2010).M.  Kafein: zat yang dapat meningkatkan kesadaran dan biasa ditemukan pada minuman seperti kopi atau the. (2011).

Keterampilan Konseling 2.Community Orginazier & Public Speaking 1. Keterampilan Public Speaking dan Pengembangan Diri 56 .

Fasilitator menjelaskan materi konseling dengan metode ceramah dan tanya jawab. kompetensi yang diperlukan dan proses konseling. Kelompok lain dan fasilitator memberikan komentar atau masukan (15 menit) 8.KONSELING REMAJA A. Fasilitator membagi para kader secara berpasang-pasangan. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang bagaimana proses konseling pada remaja. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Dalam konseling terjadi proses hubungan saling membantu dimana dua pihak. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. (10 menit) 6. Diskusi. (5 menit). Tiap pasangan mendiskusikan kasus/permasalahan remaja yang sudah ditentukan oleh masing-masing pasangan. Pengertian konseling Konseling adalah suatu hubungan di mana sedikitnya satu di antara pihak-pihak yang terlibat mempunyai maksud membantu pihak lain untuk meningkatkan perkembangan dirinya. B. Tiap pasangan yang tampil diobservasi oleh pasangan yang lain dan menuliskan kekurangan dan kelebihan kelompok yang lain (50 menit). Metode Presentasi. (5 menit) 5. dan perlengkapan role play. 4. Fasilitator melakukan role play proses konseling. Proses Pembelajaran 1. dan Role Play E. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. C. tujuan. 7. 2. kemampuan berfungsi dan menghadapi hidup dengan lebih baik . lembar bacaan. Tiap pasangan melakukan role play proses konseling sesuai dengan kasus yang didapat. Alat Pendukung Alat bantu visual. Tiap pasangan diberi waktu role play masing-masing 5 menit. 3. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. 2. sebagai konselor dan klien (dalam situasi saling tatap muka) dengan kedudukannya yang setara untuk bekerja sama dalam upaya membantu 57 . (20 menit). F. Memahami pengertian. Berperan sebagai peer counselor dengan mengaplikasikan pengetahuan mengenai konseling. Lembar Bacaan 1. Waktu 120 menit D. G. (5 menit). kedewasaan.

Kelebihan konseling kelompo adlah memberikan kesempatan klien untuk belajar dari pengalaman orang lain. Konseling dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. 58 . Kompetensi Berikut ini adalah kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh peer konselor antara lain: a) Pengetahuan Untuk menjadi peer konselor yang harus dimiliki mengenai karakteristik remaja dan maslaahmaslaah kesehatan yang teman sebaya hadapi terutama berkaitan dengan perilaku beresiko. perilaku seksual. kamu perlu memahami apa yang dirasakan oleh klien sebaya tetapi masih dapat memisahkan perasaan itu dengan diri sendiri. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Infeksi Menular Seksual (IMS). Tujuan Konseling pada Remaja Mengapa teman sebayamu membutuhkan konseling? a) Membantu teman sebayamu agar mampu memahami masalah yang sedang dihadapi b) Memberi informasi yang berkaitan dengan masalah teman sebayamu tanpa memihak dan memerikan informasi tentang jangkauan kepada berbagai sumber daya/ fasilitas kesehatan c) Mendorong teman sebayamu menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah d) Membantu teman sebayamu untuk mengambil keputusan tersebut dnegan bertanggung jawab e) Memberikan dukungan emosi. dn masalah-masalah kesehatan lainnya. kesehatan reproduksi secara umum. lebih dapat mngerti dirinya. dan lebih dapat mneyesuaikan dirinya. Tugas Peer Konselor Tugas peer counselor adalah sebagai berikut: a) Sebagai pendengar yang baik bagi curhat klien sebayamu b) Mmabantu petugas PKPR atau pendampingmu untuk menemukan sedini mungkin masalah yang dialmai klien sebaya c) Membantu menyelesaikan masalah klien sebaya sesyai dnegan kemampuan d) Memberikan informasi/ pengetahuan yang benar tentang kesehatan remaja e) Mangajak (merujuk) klien sebayamu ke ahli jika masalahnya di luar kemmapuanmu untuk membantunya 4. 2.klien menolong dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam kehidupannya. mengurangi kekhawatiran dan penderitaan teman sebayamu 3. seperti maslah pacaran. HIV-AIDS. Empati dapat ditunjukkan melalui sikap memahami perasaan klien sebayamu dan bisa membayangkan seandainya kamu memiliki maslah serupa dengan masalah kliemu tersebut. kesulitan belajar. b) Sikap 1) Empati Sebagai konselor sebaya.

b. kamu perlu memahami dirimu sendiri. agama. Bisa menerima dirimu apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan. Kamu dapat mengecek kembali apakah pemahamanmu terhadap pesan yang disampaikan oleh klien sebayamu sudha benar atau belum. Bisa mengendalikan emosi. baik berdasarkan jenis masalah yang sedang dihadapi. c. Apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. b. g. Mengerti keterbatasan diri sendiri sehingga kalau klien sebayamu memiliki masalah masalah dimana kamu tidak dapat membantunya. emosional. kamu harus mampu mengajak temanmu tersebut (merujuk) ke pihak lain yang lebih kompeten. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari mendengar aktif. misalnya jika temanmu tersebut adalah orang yang kurang pandai. Mau belajar memecahkan masalahmu sendiri.2) Kongruensi Sebagai konselor sebaya. kamu diharapkan bisa menghargai dan menerima nilai-nilai klien sebayamu yang bisa jadi berbeda dengan nilai-nilai yang kamu milik. Mendengarkan curhat klien sebayamu dengan sabar. d. Kamu menerima keterbatasan dan kelebihan klien sebayamu. kamu bukan hanya sekedar mendengar melainkan juga menyimak dan mampu menyampaikan kembali apa yang kamu dengar. d. Tidak membeda-bedakan klien sebayamu. 59 . Ciri-ciri kongruensi dapat terlihat dari sikapmu sebagai berikut: a. f. a. seperti nilai-nilai berpacaran. e. 3) Penerimaan tanpa syarat Sebagai konselor sebaya. Sungguh-sungguh ingin membantu klien sebayamu. Bernai bertanggung jawab terhadap setiap tindakanmu. Klien sebayamu akan sangat menghargai bila merasa didengarkan. atau justru temanmu jauh lebih pandai darimu. umur tingkat pendidikan. Dalam mendengar aktif. jenis kelamin. nilai-nilai menyontek. Tidak menghakimu klien sebayamu maupun perilakunya meskipun menurut pandanganmu temanmu tersebut salah. ras. Sikap penerimaan tanpa syarat bisa terlihat dari: a. orientasi seks maupun pilihan pekerjaan yang tidak lazim seperti pekerja seks dan lain-lain. tingkat sosial ekonomi. Bisa menjadi sahabat bagi klien sebayamu yang sedang bermasalah. nilai-nilai kesopanan. f. b. Kamu dapat dipercaya dan akan menyimpan rahasia c) Keterampilan 1) Mendengar aktif Konseling melibatkan kemampuan mendengar aktif. g. e. dan sebagainya. suku. Peka terhadap kepentingan orang lain. c.

melihat ke jalan/jam/handphone terus menerus b) Ekspresi        Wajah tersenyum.c. menunjukkan minat Hindari: muram. yaitu: a. gelisah. konselor harus bisa menangkap dan mengungkapkan kembali isi perasaan yang dirasakan oleh klien sebaya dalam bentuk kata-kata yang diucapkan kembali oleh konselor sebaya. bingung Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Menatap mata klien remaja tanpa ketegangan Menepuk bahu. Refleksi Perasaan Pada refleksi perasaan. dengan merefleksikan perasaan. Selain itu terdapat berbagai teknik yang perlu dikuasai dari bisa mendengar aktif. Komunikasi Nonverbal 1. Membantumu untuk menjaga hubungan baik dengan klien sebayamu karena kamu tidak mengguruinya. Refleksi Makna Merupakan gabungan refleksi isi dan redleksi perasaan. takut. condong ke arah klien sebaya yang diajak bicara Hindari: menunduk. marah. terus bergerak. b. Parafrasing (Refleksi Isi) Pernyataanmu yang menyebutkan esensi dari isi pesan klien sebayamu yang disampaikan dengan menggunakan kata-katamu sendiri (kata-kata yang berbeda dari apa yang diucapkan oleh klien sebaya). Membantumu untuk mengingat apa yang diaktakan oleh klien sebayamu e. kesal. c. kecewa. tangan membuat gerakan tertentu. c) Suara d) Kontak mata e) Sentuhan 60 . memegang tangan. senang. Bahasa tubuh a) Gerakan dan posisi tubuh   Rileks. akan membantu klien sebaya untuk mencari perasaan yang ada di balik pesan verbalnya. 2) Komunikasi non verbal-verbal a. Mencegah timbulnya rasa marah klien sebayamu d.

. konselor dapat menggunakan langkah-langkah yang disebut gather atau satu tuju..”  Menghindar  Membelokkan “Olahraga apa yang kamu lakukan sekarang?”  Argumen logik “ Satu-satunya cara agar tidak tertular HIV adalah tidak „pakai‟ lagi”  Menentramkan “Ya sudah. Menafsirkan dengan benar 3. Menjaga alur pembicaraan dengan cara paraphrasng yang bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas pernyataan klien sebaya dan membantunya untuk dapat memfokuskan pembicaraan dan merefleksikan pembicaraan 2. akan tetapi perlu dibina melalui sikap dan perilaku konselor sebaya.”  Moralisasi “Kamu seharusnya ..” 5.. sebaiknya konselor sebayalah yang terlebih dahulu memberikan salam dan memperkenalkan diri. Klarifikasi.”  Mengancam “ Kalau kamu tidak lakukan. berempati dan mengerti perasaan mereka. maka . Menyimpulkan Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindarkan  Menghakimi  Mengkritik misalnya “Apa kamu belum mengerti juga”  Memberikan julukan “Kamu kok tolol”  Mengasumsi “Anda tidak suka dengan sikap saya”  Menyindir “Kamu hebat ya.. badai pasti berlalu . Hal yang perlu diperhatikan:  Konselor sebaya tidak secara spontan dipercaya oleh klien sebaya. siapa yang pergi bersamamu. Komunikasi Verbal 1. Oleh karena itu. tidak pakai kondom malah tidak tertular”  Memberikan solusi :  Memerintahkan “Akan lebih baik bila kamu . a) Greet – Salam Tujuan : Membangun hubungan untuk mencairkan suasana suapaya klien merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan masalahnya.. dengan cara mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup sesuai kebutuhan 5. apa yang kamu lakukan”  Menasehati “kamu akan lebih baik bila .b..”  Pertanyaan berlebihan “kamu pergi kemana. 61 . Tidak memotong pembicaraan 4.... Proses Konseling Dalam proses konseling.

merangkul atau menepuk pundak klien sebaya remaja da mengucapkan :  “Halo apa kabar.. Tolong jelaskan apa yang kamu maksud dengan sikapnya yang memaksa?” “Jadi menurutmu sebenarnya kamu tidak suka kalau pacarmu . (sesuai kasus)?” “Apa kebiasaan yang kamu lakukan sehari-hari?” “Coba ceritakan masalahmu?” Mengetahui lebih jels dan dalam berdasarkan jawabn yang sudah diberikan oleh klien sebaya Mengetahui apakah pemahaman konselor sebaya sudah sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh klien sebaya. pemikiran dan perasaan klien sebaya Biarkan klien sebaya menceritakan dan merumuskan masalahnya Konselor sebaya menggali untuk mengetahui apakah masalah ada pada klien sendiri atau orang lain “Bagaimana keadaanmu saat ini di sekolah?” “Apa saja yang kamu ketahui mengenai masalah yang kamu hadapi?” “Bagaimana tanggapan teman tentang masalah . b) Ask – Tanyakan Tujuan: Mengetahui secara mendalam tentang perasaan klien sebaya. situasi klien sebaya dan alasannya datang untuk meminta bantuan dan mengidentifikasi masalah. bagaimana perjalanannya?” 2) Perkenalan Konselor sebaya memperkenalkan diri sebaik mungkin dan buat klien sebaya merasa nyaman agar klien sebaya dapat memperkenalkan diri sebaliknya dengan baik pula.. silakan duduk. 62 Contoh pertanyaan yang bisa menggali perasaan remaja agar lebih terbuka: Dari jawaban yang diberikan kita bisa melakukan probing (menggali lebih dalam) untuk: . Hal-hal yang perlu diperhatikan:             Ajukan pertanyaan dengan tenang dan perlahan Jangan memaksa dan hindari suara seperti menginterogasi Memahami perilaku.... jangan terburu-buru. (sesuai masalah/keluhan yang diungkapkan)”. Contoh:   “Tadi kamu bilang merasa tidak nyaman dengan sikap pacarmu yang suka memaksa. temponya sesuaikan dengan keadaan klien sebaya. Pakailah bahasa yang mudah dimengeti oleh klien sebaya. selamat datang (sesuaikan dengan lokasi)  “Selamat datang. Contoh salam dan perkenalan 1) Salam Konselor sebaya dapat memberi salam sambil menjabat tangan.

dll) mengenai kekhawatiranmu ini?” “Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari hubungan dengan pacarmu?” c) Explain – Jelaskan Tujuan: Menjelaskan kepada klien sebaya apa yang perlu dilakukan setelah mengambil keputusan. Tapi kalo kamu malu nanti bisa saya natar ke sana”. Terminasi  Konselor sebaya perlu mencegah kemungkinan terjadinya ketergantungan klien sebaya terhadap dirinya yaitu dengan member kesempatan klien sebaya untuk menjalankan keputusannya. konselor sebaya perlu melakukan evaluasi bersama klien sebaya terhadap hasil konsleing untuk mengetahui apakah klien sebaya merasa benar-benar terbantu selama proses konseling. termasuk konsekuensinya. Contoh:   “Kalau kamu mau menyelesaikan maslaahmu dengan cara bilang jujur kepada pacarmu bahwa kamu terlambat haid. Petugasnya ramah kok. maka harus siap ditinggalkannya”. dengan 63 . pacar. orangtua.  Apakah sudah mampu berelasi lebih baik 2. maka kamu bisa pergi ke Puskesmas PKPR. d) Return – Undang Tujuan:   Mengevaluasi proses konseling apakah sudah sesuai dengan kebutuhan klien sebaya Mengakhiri proses konseling (terminasi) dengan tetap membuka kesempatan bagi klien sebaya untuk tindak lanjut atau kembali kalu diperlukan. “Jika kamu sudah memutuskan untuk melakukan tes urin. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Mengingatkan kembali resiko-resiko yang mungkin muncul atas keputusannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. pasangan. sahabat. Hal-hal yang perlu dievaluasi mencakup :  Apakah masalah dan gejala hilang atau berkurang  Masih adakah perasaan-perasaan yang menimbulkan stress  Apakah klien remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah  Sejauh apakah pemahaman diri klien sebaya dan orang lian. Evaluasi Sebagai persiapan mengakhiri konseling. konselor sebaya.   “Siapa saja yang sudah tahu mengenai kekhawatiranmu ini?” Bagaimana tanggapan ornag sekitarmu (teman.

H.  Keputusan untuk menghentikan konseling adalah usaha bersama antara klien sebaya dan konselor sebaya. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI LAMPIRAN Format Penilaian Keterampilan Konselor Komunikasi Non Verbal Posisi duduk Rileks Condong ke arah klien Ekspresi Senyum Antusias Suara Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Kontak mata Menatap mata klien Sentuhan Menepuk bahu Memegang tangan Komunikasi Verbal Tidak menghakimi Tidak mengkritik Tidak memberi julukan/ label Tidak berasumsi Tidak menyindir Tidak memberikan Tidak memerintah solusi Tidak mengancam Tidak moralisasi Tidak bertanya berlebihan Tidak menasehati Tidak menghindari Tidak membelokkan masalah masalah Tidak menghibur Tidak berargumen Mendengar Aktif Refleksi Isi Refleksi Perasaan Refleksi Makna GATHER Greet Ask Tell Help Explain Return Ya Tidak Keterangan 64 . Kementrian Kesehatan RI. Sumber Direktorat Bina Kesehatan Anak. 2010. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.tetap meyakinkan klien sebaya bahwa ia bisa datang lagi sesuai keperluannya atau jika ia merasa memerlukan. Teknik Konseling Kesehatan Remaja bagi Konselor Sebaya.

PENGENALAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) A. dan bola kertas. (5 menit) 6. B. (5 menit). tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Alat Pendukung Alat bantu visual. kapur tulis. F. 8. Fasilitator meminta peserta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan dan mempersiapkan mereka untuk melakukan role play mengenai kasus remaja. Permainan jembatan gantung dilaksanakan (30 menit). Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing dan menyimpulkan tujuan dari roleplay sebelumnya (10 menit). 4. (Jembatan Gantung) 3. 2. Proses role play (15 menit) 7. 5. diskusi. Mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif melalui penerapan 10 kompetensi psikososial. Bola dilempar hingga semua peserta mendapat giliran (15 menit). 10. Output Setelah proses pembelajaran selesai. Fasilitator menjelaskan peraturan permainan (5 menit). Memahami dan paham mengenai 10 kompetensi psikososial 2. dan citacitanya. 9. peserta diharapkan mampu untuk: 1. dan permainan E. Fasilitator mengajak peserta berdiskusi mengenai apa yang terjadi dan manfaat dari permainan (10 menit). Proses Pembelajaran 1. sifat negative. korek api. D. Peserta yang terkena lemparan bola kepada peserta lain harus segera menyebutkan sifat positif. Fasilitator menjelaskan tentang peraturan permainan. C. Metode Role play. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Fasilitator melakukan diskusi mengenai tujuan dari permainan jembatan gantung. 65 . Waktu 120 menit. 3. Tujuan Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada peserta yang dapat mereka gunakan sebagai bekal mereka nanti sebagai kader puskesmas bagi remaja. Fasilitator meminta peserta melingkar dan melemparkan bola secara spontan pada peserta. Tumbuhnya sikap dan kepedulian terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan 10 kompetensi psikososial.

Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah kemmapuan mengambil keputusan yang tepat. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi cengeng (tidak mandiri. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam Kehidupan sehari-hari mereka masih cenderung mementingkan diri sendiri. lemah semangat).G. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mampu menghadapi berbagai permasalahn dengan cara yang tepat dan cepat. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mamu memahami orang lain sehingga dapat hidup berkelompok. mudah terpengaruh oleh orang lain. Lembar Bacaan 1. dan kurang peduli terhadap lingkungan. keinginan dan ketidakinginan remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih berada pada tahap transisi. putus asa atau asal-asalan dalam menentukan langkah. 66 . Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih banyak remaja yang masih perlu dibantu dalam mengambil keputusan yang tepat. merauka diri sendiri. Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan kemampuan menguraikan informasi atau permalahan. b) Empati Empati adalah kemampuan untuk memposisikan peraaan orang lain pada diri sendiri. dan gagal memnafaatkannya untuk kemajuan. saling menolong. KOMPETENSI PSIKOSOSIAL a) Kesadaran Diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenal diri sendiri tentang karakter. Tidak berkembangnya kompetensi ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi frustasi. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan kesadaran diri (pembelajaran efektif). menilai dan mengantisipasi tantangan masa depan. empati dapat membantu seseorang untuk bisa menerima satu sama lain. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemandirian dan integritas diri. mendorong dan memberi semangat serta toleransi antar sesama. menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalannya. kelemahan. c) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk menentukan pilihan yang tepat secara konstruktif dari berbagai alternatif yang ada. mengikuti atau meniru hal-hal yang sedang trend. kekuatan. menghubungkan pemasalahan dengan hal-hal yang relevan. tenggelam dalam kesalahan. menganalisis diri. d) Pemecahan Masalah Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. sehingga tidak terlalu mudah untuk memahami perasaan orang lain.

Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja tidak produktif. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini menyebabkan remaja sulit memahami sebuah fakta dengan benar. agresif. merasa tidak nyaman dalam beraktifitas serta selalu merasa kesepian dan kurang mampu. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemampuan menganalisis situasi atau masalah. Target komunikasi efektif ini adalah kemampuan menyampaikan pesan yang dapat dipahami dan membina hubungan baik. i) Pengendalian emosi Merupakan suatu kemampuan untuk meredam gejolak emosi sehingga bermanifestasi dalam perilaku yang terkendali. Target pengembangan 67 . g) Komunikasi efektif Kompetensi komunikasi efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan sehingga dimengerti oleh orang lain maupun kelompok di lingkungannya. Pengembangan kemampuan psikososial ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan dalam melakukan interaksi yang menyenangkan. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mudah marah. Tidka berkembangnya kompetensi ini pada remaja akan menyebabkan mereka merasa terkucil dan sulit mencari teman. baik dengan teman sebaya dan orang tua maupun orang dewasa lainnya. melakukan uji coba dan eksplorasi dalam mencitakan ide baru. untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. mengendalikan diri agar mampu menghadapi situasi yang emosional dengan tenag. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah mampu berinovasi untuk menemukan ide-ide baru. Target pengembangan kompetesi psikososial ini pada remaja adalah kemampuan berinteraksi positif dengan orang lain. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mengalami kegagalan berkomunikasi dengan pihak lain yang menyebabkan kurang baiknya hubungan pribadi. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan seharihari diperlukan kemampuan mengendaikan emosi. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan kemampuan komunikasi secara efektif. cenderung meniru dan malas. tidak tenang dan mudah tersinggung.e) Berfikir kritis Berfikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi dan pengalaman-pengalamn secara objektif. h) Hubungan interpersonal Kompetensi hubungan interpersonal adalah kemampuan yang dapat menolong kita berinteraksi dengan sesama kompetensi positif dan harmonis. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena remaja membutuhkan jaringan dan kelompok yang dapat memberikan dorongan dan dukungan. f) Berfikir kreatif Berfikir kreatif adlaah kemampuan membuat ide baru dnegan menganalisis informasi dan berbagai pengalaman.

bagaimana efeknya dancara mengontrol diri terhadpa stres. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. dan tidak berdaya. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah ketegaran (resiliensi). Tidak berkembangnya kompetensi psikosoal ini pada remaja menyebabkan mereka menjadi lamban. (2011). Sumber Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. apsif. tidak termotivasi. agar cepat pulih dan melakukan pengembangan diri. j) Mengatasi stress Kemampuan mengatasi stres adalah kemampuan pengenalan sumber yang menyebabkan stres dalam kehidupan. H. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari remaja masih rentan dalam menghadapi kesulitan an kegagaln dan membutuhkan kemampuan bertahan dan bangkit dari keterpurukan. 68 .kompetensi psikososial ini adalah kemampuan untuk meredam gejolak emosi dan melatih pengungkapan emosi secara positif.

: Role Play : Dalam ruangan : Say No To….LAMPIRAN Role play a. Berpikir kreatif 4. Pengambilan keputusan d. Tujuan Umum c. Tujuan Khusus 1.  Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing. h. (Seks Pranikah) : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial Pendidikan : Meningkatkan kemampuan peserta untuk menolak tekanan atau ajakan yang merugikan Keterampilan Hidup Sehat. j. Penilaian Ukuran : ada proses pemahaman terhadap 10 aspek kompetensi psikososial 69 . e.  Kemudian fasilitator meminta pengamat untuk menjelaskan hasil pengamatannya dan peserta lain memberikan komentar. 3. f. Briefing (5 menit)  Fasilitator menjelaskan judul dan peraturan roleplay 2. Berpikir kritis 3. Peserta bebas menyampaikan perasaannya. g. : Peserta kader yang terdiri dari 20 orang kader. Kesadaran diri 2. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar.Pengamat  Kemudian fasilitator memberikan skenario yang akan dimainkan.  Fasilitator kemudian menyimpulkan bahwa dibutuhkan keterampilan 10 kompetensi psikososial untuk menghadapi tekanan lingkungan. Skenario b.Remaja laki-laki yang memaksa . melalui pengembangan kompetensi psikososial terutama: Alat perlengkapan : Alat bantu visual dan scenario bermain peran. Sasaran Metode Tempat Proses kegiatan 1. Komunikasi yang efektif 5. Proses (15 menit)  Fasilitator meminta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan yang berperan sebagai: .Remaja perempuan yang dipaksa .

b. masing-masing berdiameter 2 meter di lantai atau tanah dengan menggunakan kapur tulis. Apa yang dilakukan untuk mencapai seberang? i. Sasaran Metode Waktu Tempat  Kapur tulis  Korek api sebanyak 3 kotak.Cara : Fasilitator dapat mengamati cara mereka bermain peran terutama bagaimana mereka menolak ajakan temannya yang negative. e.  Tarik dua garis sejajar dengan jarak sekitar ½ meter yang berfungsi sebagai jembatan gantung. f. Apa yang kamu rasakan ketika harus mengambil keputusan? 3. keterampilan hidup sehat. Jarak antara kedua lingkaran tersebut 3 meter. : Para kader yang berjumlah 20 orang. c. h. Kedua lingkaran berfungsi sebagai pulau. 70 : Jembatan Gantung : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan para kader mampu menerapkan kompetensi psikososial. : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan Alat Perlengkapan : : .  Setiap kelompok menggambar 2 lingkaran. misalnya meteran  Amplop 3 buah yang masing-masing berisi kertas dengan pertanyaan: 1.  Alat ukur. 1 kelompok terdiri dari 7 orang dengan jenis kelamin yang sama. g. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus antara lain:  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri)  Menjalin hubungan interpersonal  Berkomunikasi efektif  Mengendalikan emosi  Berfikir kreatif  Memecahkan masalah yang dihadapi  Mengatasi stress  Mengambil keputusan yang tepat. Permainan: 1 a. Mengapa harus bekerja sama? 2. Proses Kegiatan Proses (25 menit)  Permainan terdiri dari 3 kelompok. d. masing-masing kotak berisi 10 batang korek api.

c.  Salah satu dari sepasang peserta yang telah berhasil sampai ke pulau 2. b.  Kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda sehingga banyak korek api yang dibutuhkan pun berbeda.  Kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada di amplop tersebut. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus  Berpikir kritis  Mengambil keputusan yang tepat  Berkomunikasi efektif  Menjalin hubungan interpersonal. Jumlah ini harus mencukupi untuk memindahkan semua anggota kelompok. Penilaian Ukuran Cara : Ada proses pemahaman terhadap aspek kompetensi psikososial : Fasilitator dapat mengamati peserta dengan kecepatan menyebrang. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. j. kembali ke pulau 1 untuk menyerahkan korek kepada sepasang peserta berikutnya. g. d. banyaknya korek api yang terpakai dan cara mereka berdiskusi. Begitu seterusnya sampai peserta habis. Setiap kali penyebrangan harus dilakukan oleh dua orang sekaligus.  Fasilitator menanyakan apa yang dialami selama mengikuti permainan jembatan gantung.  Jika semua anggota sudah sampai di pulau 2.  Satu kelompok hanya memiliki 10 batang korek api. dan kembali pulau 2. f. Sasaran Metode Waktu Tempat : kader yang berjumlah 20 orang : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan 71 : bola panas : mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan. Kemudian menunjuk salah satu anggota untuk menjelaskan jawaban di depan kelompok lain.  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri) . maka fasilitator akan memberikan satu amplop kepada ketua kelompok. e.  Ketika menyebrangi jembatan.  Fasilitator menanyakan manfaat yang didapat dari permainan jembatan gantung. Permainan: 2 a. para kader mampu: keterampilan hidup sehat. kedua peserta harus menyalakan korek api yang harus tetap menyala selama penyebrangan.

: Fasilitator dapat mengamati peserta melalui cara peserta menyebutkan identitas diri dan orang lain. pengambilan keputusan.  Fasilitator akan melemparkan bola secara spontan kepada peserta karena bolanya diumpamakan sebagai bola yang panas.  Peserta yang terkena lemparan bola harus segera menyebutkan sifat positif. komunikasi efektif dan hubungan interpersonal. berpikir kritis. Debriefing Ukuran Cara : Ada proses pemahaman kompetensi psikososial. i. yang meliputi aspek kesadaran diri.  Kemudian peserta tersebut melemparkan bola kepada pserta lainnya dan peserta lain yang terkena lemparan bola juga harus menyebutkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas sampai semua peserta mendapat giliran. 72 . sifat negative dan cita-citanya.h. Perlengkapan Proses Kegiatan Proses : bola tenis sebanyak 1 buah :  Fasilitator meminta peserta berdiri melingkar dan menyebutkan nama lengkap dan panggilan dengan jelas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->