MODUL PELATIHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

MITRA CITRA REMAJA PERKUPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA JAWA BARAT 2013

1

Mitra Citra Remaja (MCR) – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat 2013 Pusat Informasi Pendidikan Layanan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Wisma PKBI Jawa Barat Lt.3 Jalan Soekarno Hatta 496, Bandung, Indonesia Hotline 022 7069 7997 Sms : nama (spasi) umur (spasi) Jenis kelamin (spasi) sekolah Fb : mcrpkbi@yahoo.com ; Twitter : @mcrpkbi Email : mcrpkbi@yahoo.com

2

PENDAHULUAN A. Latar Belakang PKPR merupakan Pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Singkatnya, PKPR adalah pelayanan kesehatan kepada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien. Tujuan PKPR adalah untuk mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas. Salah satu strategi pelaksanaan dan pengembangan PKPR di Puskesmas adalah dengan penyertaan remaja secara aktif. Puskesmas memilih perwakilan kelompok remaja laki-laki dan perempuan yang dapat “bersuara“ mewakili Puskesmas untuk informasi penyediaan pelayanan kepada sebayanya dan sebaliknya mewakili sebayanya meneruskan keinginan, kebutuhan, dan harapannya berkaitan dengan penyediaan pelayanan. Puskemas meminta bantuan dari Mitra Citra Remaja sebagai youth center yang menangani masalahmasalah remaja untuk memberikan pelatihan-pelatihan tersebut dan membantu para calon kader agar mampu mengemban tugas yang nantinya mereka akan jalani sebagai kader puskesmas. Bentuk kerja sama tersebut juga berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh MCR-PKBI Jabar sebagai pusat pelayanan informasi kesehatan reproduksi remaja yaitu untuk meningkatkan kontribusi terhadap kondisi kesehatan reproduksi remaja di Bandung, dan salah satu strategi yang digunakan oleh MCR-PKBI Jabar dalam melaksanakan programnya adalah memberdayakan fungsi sekolah, keluarga, pemerintah serta LSM lainnya agar berperan dalam memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya pelaksanaan pelatihan dan pembentukan kader puskemas ini diharapkan dapat melibatkan remaja secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pelayanan. Ide dan tindak nyata mereka akan lebih mengena dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan karena mereka mengerti kebutuhan mereka, mengerti “bahasa” mereka, serta mengerti bagaimana memotivasi sebaya mereka. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai konselor sebaya. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu: a) Memahami kesehatan remaja b) Melaksanakan konseling kepada teman sebayanya c) Menerapkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
3

spidol. (15 menit). Metode Presentasi dan diskusi. dan sosial. Alat Pendukung Lembar bacaan. Menjelaskan karakteristik perkembangan psikis remaja. 3. Proses Pembelajaran 1. (5 menit). Fasilitator membagi peserta menjadi tiga kelompok menjadi kelompok perkembangan fisik. 10. Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain. D. Menjelaskan problematika yang pada umumnya dihadapi oleh remaja. (15 menit). Tumbuh Kembang Remaja Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. lembar kerja. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. 6. d. (15 menit). karton putih. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan problematika remaja yang berhubungan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang masa remaja dan problematikanya. b. (15 menit) 11. B. (15 menit). 9. alat bantu visual. (10 menit). (5 menit). F. 5. 4. G. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan problematika yang dihadapi oleh remaja. Fasilitator melaksanakan pre test kepada peserta. 7. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan mengenai tumbuh kembang remaja. 2. (10 menit). psikis. Perwakilan dari tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain (15 menit). tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Lembar Bacaan 1. Waktu 120 menit. c.MASA REMAJA A. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas 4 . Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. dan perlengkapan permainan. C. E. 8. Menjelaskan karakteristik perkembangan fisik remaja terutama masalah pubertas. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan tema yang berkaitan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. Menjelaskan karakteristik perkembanganan sosial remaja.

sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa (Steinberg.ketidakselarasan. c) Menurut Schneider. batasan usia tersebut adalah batasan tradisional. 1993). Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental. dalam setiap fase perkembangan. maka secara umum remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan (dalam Herdiansiska & Wardhani:2000): a) Rasa ingin tahu yang besar Rasa ingin tahu ini bisa jadi membahayakan. 1991). 2) Seringkali dikaitkan dengan karateristik remaja lain yaitu kebutuhan akan kemandirian yang mendorong ke arah tindakan untuk membuktikan rasa ingin tahunya. kebutuhan khas yang dimiliki remaja sesuai dengan perkembangannya adalah sebagai berikut:  Kebutuhan akan identitas diri  Kebutuhan akan individualitas/ privacy  Kebutuhan akan kemandirian 5 . mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. emosional sosial dan fisik (Hurlock. apakah Tuhan itu ada. Oleh sebab itu remaja membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih dewasa dalam memberi batasan tentang sejauh mana dia boleh “mencoba” dan dampak (resiko dan manfaat) dari setiap hasil “percobaan” tersebut. Menurut Thornburgh (dalam Retnowati). b) Rasa ingin tahu dan kebutuhan akan kemandirian tersebut mendorong remaja ke arah kematangan. yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. Akan tetapi. dll. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. psikologis. Remaja merupakan periode transisi (biologi. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. Berdasarkan ciri-ciri perkembangannya. Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. jika rasa ingin tahu ini tidak di jaga dalam batasan tertentu yang tidak dapat dikuasainya akan membawanya kepada pengetahuan yang sebenarnya emosional belum siap diterima remaja. sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. Remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa. bagaimanakah rasanya melakukan HUS (Hubungan Seks) itu. karena: 1) Seringkali melibatkan beberapa hal yang vital dan mendasar seperti. Hurlock (dalam Retnowati) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis. Sebagaimana diketahui. maka akan tercapai kepuasan. individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. termasuk pada masa remaja.

yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut (dalam Retnowati): a) Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis b) Mencapai peran sosial maskulin dan feminin c) Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif d) Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya e) Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi f) Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja g) Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga h) Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara i) Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial j) Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Retnowati). Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi. berlangsung cepat. namun pada remaja kebutuhan ini sangat menonjol dan seringkali menjadi sumber permasalahan dengan lingkungan karena lingkungan kurang memahami kebutuhan khas remaja ini. Menurut Mussen dkk (dalam Retnowati) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. 6 . iklim. 1989). sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian dalam Retnowati). rangsangan dari lingkungan. Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi.Meskipun kebutuhan ini juga dimiliki oleh individu dalam tahap perkembangan selanjutnya. drastis. dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono. Pada usia tersebut. Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik. a) Perkembangan Fisik Menurut Imran (dalam Retnowati) masa remaja diawali dengan masa pubertas. sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting.

tumbuhnya rambut badan bervariasi luas. Tabel Stadium Pertumbuhan Rambut Pubis Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Bulu halus pubis tetapi tidak mencapai dinding abdomen. karena berkembangnya kelenjar apokrin yang juga menyebabkan keringat ketiak mempunyai bau yang khas. puting susu dan jejaring payudara semakin menonjol dan membesar. Perkembangan payudara merupakan tanda awal dari pubertas. kumis. 2) Remaja laki-laki Pertumbuhan pesat umumnya terjadi pada usia 12-13 tahun. Rambut ketiak. dimana daerah puting susu dan sekitarnya mulai membesar. jakun mulai tumbuh. tampak sepanjang labia. Areola. dapat dijelaskan sebagai berikut (Kementerian Kesehatan RI. kemudian rambut pubis mulai muncul. kulit skrotum menjadi gelap dan rambut pubis mulai tumbuh. Ejakulasi mulai terjadi pada usia 13-14 tahun. Pada usia 11-12 tahun. Pertumbuhan rambut tipis panjang. Stadium matang. Tabel Stadium Pubertas pada Laki-Laki 7 . 2011): 1) Remaja Perempuan Pertumbuhan pesat umumnya pada usia 10-11 tahun. rambut ketiak dan badan mulai tumbuh pada usia 12-13 tahun. Perkembangan kelenjar keringat ketiak yaitu kelenjar apokrin meningkatkan produksi keringat di ketiak dan menimbulkan bau badan dewasa. dimana penis mulai membesar. halus agak kehitaman atau sedikit keriting. papila menonjol. Puting susu dan aerola tampak menonjol dari jejaring sekitarnya. Pengeluaran sekret vagina terjadi pada usia 10-13 tahun. Pada sepertiga anak remaja. Menstruasi terjadi pada usia 11-14 tahun. Suara parau timbul saat usia 14-15 tahun. terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik.Adanya perbedaan perubahan fisik antara perempuan dan laki-laki. pertumbuhan rambut pubis terjadi sebelum tumbuhnya payudara. aerola melebar. rambut badan. Tabel Stadium Pubertas pada Perempuan Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Stadium V Hanya berupa penonjolan puting dan sedikit pembengkakan jejaring dibawahnya. mulai dari perut hingga ke dada. testis dan skrotum membesar. ditandai dengan keluarnya mukus cair dari lubang penis setelah penis memanjang. jejaring payudara membesar dan menonjol membentuk payudara dewasa. Keringat ketiak mulai diproduksi pada usia 12-13 tahun. stadium ini terjadi pada usia 10-12 tahun. Payudara mulai sedikit membesar di sekitar puting dan areola (daerah hitam di seputar puting). Pematangan seksual penuh remaja perempuan terjadi pada usia 16 tahun. Rambut sudah semakin dewasa tetapi tidak ada pertumbuhan ke arah permukaan medial paha. dan pertumbuhannya pada badan sangat bervariasi. Rambuh pubis dewasa. penyebaran mencapai bagian medial paha. cambang dan jenggot pada usia 13-15 tahun. Setahun sebelum suara pecah. disertai perluasan areola. tetapi aerola dan puting masih belum tampak terpisah dari jejaring sekitarnya.

Pada saat ini tinggi badan. 2000). Rambut pubis terdistribusi berbentuk segitiga terbalik. Rambut di lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. Rambut daerah muka sudah mulai berhenti pertumbuhannya. 1993) • • • • • • • • • Pria Wanita Suara menjadi berat • Suara menjadi halus Dada membidang • Payudara mulai tumbuh dan berkembang Pertumbuhan otot yang pesat dbandingkan • Tumbuhnya rambut pubis di sekitar organ seks pertumbuhan rangka • Matangnya organ seks Tumbuhnya rambut pubis di bagian kelamin • Kulit menjadi halus Munculnya bulu-bulu di wajah seperti kumis • Bagian pinggul mulai membesar atau janggut • Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti Kulit menjadi kasar terutama bagian paha menstruasi dan lengan Peningkatan kelenjar keringat Matangnya organ seks Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti mimpi basah Pada masa pubertas akan muncul ciri-ciri sekunder yang biasanya dialami remaja yaitu menstruasi bagi remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja laki-laki (dalam Wahyudi S. besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran dewasa. Pembesaran testis terus berlanjut. kasar dan keriting. perubahan permukaan kulit skrotum menjadi berwarna gelap. tebal. mimpi basah. Jarak satu haid ke haid berikutnya atau yang disebut siklus haid pada setiap perempuan tidak sama. Lapisan ini terbentuk sebagai persiapan jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Perubahan pada masa pubertas (Steinberg. Siklus menstruasi dapat 8 . Rambut mulai tumbuh di badan dan makin lama semakin banyak. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa. Kadang-kadang mulai timbul kumis. Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Individu yang belum mengalami menstruasi di atas 17 tahun biasa dikatakan individu yang mengalami keterlambatan menstruasi pertama ( menarche).Stadium I Stadium II Stadium III 10-11 tahun 12-13 tahun 13-14 tahun Stadium IV 14-15 tahun Stadium V 16 tahun Ukuran penis. Hal ini tidak perlu dicemaskan karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Skrotum dan penis membesar. Menstruasi umumnya mulai terjadi pada usia 8-13 tahun. Jika sel telur tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh. testis dan skrotum masi sama dengan anak-anak. di samping juga rambut pubis dan lengan bawah. Rambut pubis dan sekitar penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar. Anak laki-laki akan sering mengalami ereksi tidak terkendali dan mimpi basah. Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara. 1) Menstruasi Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). kepala penis menjadi lebih besar dan bewarna semakin gelap. Mulai terjadi ejakulasi pertama kali. Suara menjadi lebih dalam. Hal ini biasanya berlangsung kurang lebih 28 hari (antara 21 -35 hari).

maka ovulasi terjadi sebelum menstruasi maka mungkin saja terjadi kehamilan sebelum menstruasi pertama. Estrogen dapat menghambat sekresi FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endomentrium yang robek. Menopause terjadi pada usia 40-50 tahun. Dilihat dari prosesnya. 3. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormon estrogen dan progesteron sehingga kandungan hormon dalam darah jadi tidak ada. 2004): 1. serta dapat membuat hormon estrogen diproduksi kembali. 2. pengobatan dan latihan olahraga. Sel folikel berkembang jadi Folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormon estrogen yang menrangsang keluarnya Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis. Corpus lutheum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah. Fase Ovulasi/ fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah menstruasi. Pada masa remaja biasanya siklus ini belum teratur. seperti stres. Pada saat hal ini terjadi maka kadang-kadang sebagian dari perempuan ada yang mengalami sakit perut (kram). Menopause adalah saat berhentinya haid karena ovarium tidak bereaksi terhadap gonadotrofin hipofisis lagi.000 kepompong telur (folicle de Graaf) kemudian menyusut menjadi 400. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase yaitu (Saktiyono. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek pada hari ke-28 dan terjadilah fase pendarahan/menstruasi. 4. Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan mengkerut dan berubah menjadi corpus lutheum.000 saja pada kedua indung telur. Fase Pasca Ovulasi/ fase sekresi ditandai dengan corpus lutheum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormon estrogen dan progesteron pada hari ke-24 sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Dalam indung telur terkandung kira-kira 750. 9 . Namun dari sekian banyak kepompong telur yang berhasil menjadi masak dan dikeluarkan (ovum matang) hanya 300-400 telur saja yang ditempuh perempuan selama masa reproduksinya (masa reproduktif) yang rata-rata 35 tahun panjangnya itu (kirakira 10-45 tahun). Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan Folicle Stimulating Hormone (FSH) dan merangsang folikel dalam ovarium. terutama pada awal haid namun setelah kurun waktu tertentu akan mejadi lebih teratur.dipengaruhi oleh kondisi tertentu.

penyempitan pembuluh darah. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah. Jadi tidak dikotori bakteri atau kuman-kuman lain. Mulai dari yang ringan sampai yang terberat. Nyeri haid primer timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodik. Darah menstruasi tidak berbau dan bebas hama. kista/polip. Darah menstruasi tidak selalu cair. Ketika testis mulai bereproduksi maka setiap hari testis memproduksi sperma. 10 . shock. Keadaan nyeri yang hebat yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Baru jika cairan menstruasi terkena udara dapat menimbulkan bau yang tidak enak. berkisar setiap 2-3 minggu. kurang darah.jpg Rata-rata pengeluaran darah selama haid antara 50-150 milimeter. 2. Nyeri haid ini normal namun nyeri haid ini dapat berlebihan bila dipengaruhi fisik dan psikis seperti stres. 2) Mimpi basah Mimpi basah pertama terjadi pada remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Penyebabnya adalah penyakit seperti infeksi rahim. dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Untuk yang berat ini lazim disebut Dismenorrhoe. tumor sekitar kandungan. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan.com/image_news/clip_image002.Sumber: http://medicastore. Pada saat menstruasi remaja perempuan kadang mengalami rasa nyeri. kelainan kedudukan rahim yang menetap. penyakit yang menahun. Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. Nyeri haid dibagi dua jenis yaitu: 1. kadang-kadang terbentuk gumpalan kecil dari darah. Cairan menstruasi terdiri dari darah dan berbagai bagian jaringan dari selaput lendir rahim yang telah dilepaskan. Nyeri haid sekunder biasanya baru muncul kemudian yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. kondisi tubuh yang menurun atau pengaruh hormon prostaglandin F2. Bagian jaringan selaput lendir kadang-kadang dapat terlihat dalam darah haid sebagai jaringan kecil-kecil.

misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. letih atau sedih. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. 2000) secara fisik. Tubuh dapat mengagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah. usia 11 . marah. terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh. Terkadang tekanan pada prostat merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. Kadang-kadang salah satu ereksi yang terjadi dibarengi dorongan untuk kencing sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. 2000) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya. termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. Pada masa pubertas. Menurut PKBI (dalam Wahyudi S. Ereksi dapat juga terjadi ketika seseorang tidur. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. sehingga penis tetap dipenuhi darah. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit.Jika produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnya dengan cara sanggama atau masturbasi) maka air mani akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur melalui mimpi. Remaja laki-laki tidak perlu merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah. kandung kemih akan terisi air seni secara perlahan-lahan. Di akhir masa remaja. Setelah laki-laki bersangkutan bangun dari tidurnya ereksi ini akan segera menghilang. Tekanan darah ekstra itu pada dinding penis sebelah dalam merupakan “kemantapan” yang disebut dengan ereksi. seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya. takut. artinya sudah dapat mempunyai keturunan. Pada malam hari. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini. Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjelang subuh setiap pagi hari. Menurut Bourgeois dan Wolfish (dalam Wahyudi S. 2000). Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis. Jika tidak dikeluarkan melalui mimpi juga. Darah ini mengisi jaringan berongga pada penis yang tersusun dalam tiga silinder panjang. sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk dalam Wahyudi S. Kemudian darah ekstra dikirim ke daerah panggul. Setelah kencing. Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar sembilan puluh menit sekali selama tidurnya di malam hari. sebaliknya harus merasa bersyukur karena itu merupakan salah satu tanda akil baligh dan tanda bahwa organ reproduksinya sudah mulai berfungsi. Selama masa remaja. Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi refleks yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa rangsangan fisik atau mental. rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lenyap. hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. Meskipun demikian.

Penilaian sosial yang positif seperti (cerdas. dan penampilan diri. teman sebaya. dll akan membuat remaja memiliki konsep diri yang buruk. sekolah. Keadaan ini akan mempengaruhi konsep dirinya yang positif atau negatif. Penilaian diri berisi pandangan dirinya terhadap:  Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri. supel) akan mampu meningkatkan konsep diri dan kepercayaan dirinya. Tetapi banyak juga yang tidak terlalu perduli dengan tampilan tubuhnya. b) Perkembangan Psikis Ketika memasuki masa pubertas. sikap. dan perasaan-perasaan dalam diri kita. Konsep diri yang positif akan dimiliki remaja bila ia merasa puas (menerima) dengan keadaan fisiknya. pengaruh media massa. Ada bagian yang mereka sukai dan yang ingin mereka rubah. Bagaimana kita mengetahui dan mengendalikan dorongan. seperti bahagia. Sebaliknya bila ia merasa tidak puas dan menilai buruk.  Bayangan subjektif terhadap kondisi tubuhnya. Misalnya. agama. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. trait. Sampoerno dan Azwar (dalam Wahyudi S. karakter diri. bodoh. 2000). setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. kebutuhan. 1) Perkembangan Konsep Diri (Kepribadian) Body image terkait dengan konsep diri (bagaimana seseorang menggambarkan dirinya) dan harga diri (bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya).  Suasana hati yang sedang dihayati remaja. maka konsep diri yang buruk atau perasaamn rendah diri akan dimiliki remaja. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. tujuan hidup. keluarga. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai (dalam Herdiansiska & Wardhani. secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa. Hal ini meliputi kemampuan. sebelum wanita berusia 20 tahun secara fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin. 2000) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. Pada masa remaja.reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun. a. Selain itu. Sebaliknya penilaian yang negatif seperti nakal. b. 12 . kebutuhan. Penilaian sosial. Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. Konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri. sedih atau risau. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam . Sikap remaja terhadap body imagenya bisa positif ataupun negatif. berisi evaluasi terhadap bagaimana remaja menerima penilaian lingkungan sosial terhadap dirinya. budaya.

 Kesediaan menerima dan menjalankan peran jenis kelamin (tergantung konteks sosial masing-masing).2) Perkembangan Identitas Remaja Dalam perkembangan identitas ini selain mempertanyakan siapa dirinya. dan menyusui. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk merumuskan siapa dirinya) -/√ Mereka yang termasuk dalam status identitas ini biasanya tergolong orang yang pasif namun juga sulit untuk menerima masukan dari orang lain dan tidak mempunyai nilai-nilai yang kuat dianut untuk meneguhkan jati dirinya. melahirkan. Moraturium (mereka yang sedang mengalami krisis dan belum mengambil keputusan) Kelompok ini biasanya terus melakukan eksplorasi dengan √ melakukan banyak aktivitas-aktivitas atau mencoba-coba berbagai hal tanpa mempunyai kejelasan arah atau tujuan yang akan di raih. Orang dengan status identitas jenis ini biasa akan merasa kesulitan jika menghadapi suatu perubahan. 2000). Menurut James Marcia (dalam Herdiansiska & Wardhani. Salah satu identitas yang diharapkan dalam masa remaja adalah identitas jenis kelamin. Identitas atau jati diri remaja tergantung bagaimana dan pada kelompok mana dia bermakna dan dimaknakan. Identitas jenis kelamin juga termasuk pada:  Kesediaan menerima dan merasa puas dengan jenis kelaminnya dan kodratinya. mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi sehingga tidak mudah tersinggung jika dikritik. hamil. Diffusion (mereka yang sedang mengalami krisis atau tidak sama sekali dan belum mengambil keputusan. terdapat dua hal yang menjadi patokan dalam merumuskan identitas yaitu crisis&commitment. Achievement (mereka yang sudah mengalami krisis dan sudah mengambil keputusan atau menentukan siapa dirinya) Orang-orang yang termasuk dalam status identitas ini biasanya √ √ mandiri. Mereka ini juga biasanya akan mudah membangun relasi kemitraan.  Orientasi seksual yang selaras dengan norma sosial (heteroseksual). Menurutnya orang harus mengalami krisis terlebih dahulu sehingga mendesak orang tersebut untuk melakukan ekplorasi dan baru kemudian menemukan siapa dirinya. Sebagian besar remaja termasuk dalam status identitas ini. Konsep Status Identitas dari James Marcia Status Identitas Crisis Commitment Foreclosure (mereka yang sudah menemukan (commited) identitas tanpa melalui suatu krisis) Pembentukan identitas pada kelompok ini biasanya lebih √ ditentukan oleh orang dewasa dengan aturan-aturan/ normanorma dan mereka bersedia menerimanya tanpa adanya suatu pergolakan yang berarti. hal yang lebih penting bagi remaja adalah menemukan dalam konteks kelompok mana dirinya bisa tampil dan menjadi sesuatu. misalnya perempuan kodratnya harus mengalami menstruasi. 13 .

hal ini terkait dengan perkembangan konsep dirinya. Jalan pikiran egosentris ini berkaitan dengan:  Menentang pendapat yang berbeda Cara pikir yang kritis dan egosentris menyebabkan remaja cenderung sulit menerima pola pikir yang berbeda dengan pola pikirnya. cemburu. Bahkan ada kalanya emosi bercampur baur sehingga sulit dikenali oleh dirinya sendiri. 3) Perkembangan Emosi Ciri-ciri perkembangan emosi pada remaja: a. Remaja harus mampu mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggung jawabkannya. Berkaitan dengan perkembangan kognitifnya. 4) Perkembangan Kognitif Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. c. Segala sesuatu masih dilihat dari sudut pandangnya. yaitu keadaan sebelum munculnya suatu keadaan emosi. d. Kondisi emosional biasanya berlangsung cukup lama sampai pada akhirnya kembali ke keadaan semula. Mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang. umumnya remaja menampilkan tingkah laku: a. c. Jalan pikiran egosentris Remaja kembali memusatkan perhatiannya dan pikirannya pada hal-hal yang ada dipikirannya. b. dll). Rasa ingin tahu yang kuat Perkembangan intelektual pada remaja meransang adanya kebutuhan atau kegelisahan akan sesuatu yang harus diketahui atau dipecahkan. Kritis Segala sesuatu harus rasional dan jelas sehingga remaja cenderung mempertanyakan kembali aturan-aturan yang diterimanya (termasuk norma agama). kemmampuan kognitif remaja berada pada tahap formal operasional. e. Keingintahuan yang kuat ini biasanya beriringan dengan kebutuhan bereksplorasi terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. Hal ini menyebabkan remaja bingung dengan emosinya sendiri.Namun demikian idealnya peran jenis kelamin ini diharapkan tidak membatasi kesempatan salah satu jenis kelamin dalam aktualisasi dirinya serta mensubordinasi salah satu jenis kelamin dan meninggikan jenis kelamin lainnya. Jenis-jenis emosi sudah lebih bervariasi perbedaan antara emosi satu dengan yang lainnya semakin tipis. Emosi lebih mudah bergejolak dan biasanya diekspresikan secara meledak-ledak. Akibatnya remaja mudah tersinggung dan merasa malu. Ia harus dapat memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan menyelesaikannya dengan mengambil banyak faktor sebagai landasan pertimbangannya. cinta.  Imagery Audience 14 . b. Remaja umumnya sangat peka terhadap cara orang lain memandang mereka. Selain itu juga muncul emosi-emosi yang bertentangan (misal: benci dengan sayang) dalam satu waktu.

karena misalnya ketika remaja mulai mencoba-coba sesuatu seperti obat terlarang ia akan merasa yakin bahwa dia tidak akan menjadi ketagihan seperti orang lain. Salah satu bentuk kemandirian itu adalah dengan mulai melepaskan diri dari pengaruh orang tua dan ketergantungan secara emosional pada orang tua sehingga orang tua dan remaja seringkali bertentangan karena perbedaan nilai yang dimiliki mereka masing-masing. Tingkah laku atau norma/ aturan-aturan yang dipegang umumnya banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya. secara psikologis dikatakan bermasalah jika ia mendapat hambatan atau halangan dalam mencapai tujuannya. Problematika Remaja Menurut Edward V. yaitu: a) Masalah pribadi. yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. Perubahan dalam perilaku seksual terutama dalam hubungan heteroseksual. Bertambahnya wawasan sehingga remaja lebih memiliki penilaian yang lebih baik serta lebih bisa mengerti orang lain. Ini dapat menjadi berbahaya. Berikut ini adalah uraian khas tentang perkembangan sosial remaja yaitu: a. sekolah. 2000). dari keluarga meluas ke lingkungan teman sebaya. kondisi fisik. penampilan. Personal Fabels Remaja merasa dirinya sangat unik dan berbeda dari orang lain. Hal ini menyebabkan remaja sangat terpengaruh oleh penampilan fisiknya dan dapat mempengaruhi konsep dirinya. Hambatan ini dapat berasal dari dalam dirinya atau lingkungannya. 3. Remaja cenderung memilih kelompok teman sebaya sebagai wadah interaksi yang dirasa paling sesuai dengannya. Adanya keinginan dari dalam dirinya untuk menjadi mandiri. Remaja juga mengembangkan kemampuan sosial yang mendorongnya lebih percaya diri dan aktif dalam aktivitas sosial. penyesuaian sosial. d. Remaja mulai memiliki keinginan untuk berelasi dengan lawan jenis (keinginan untuk berpacaran). Bagi remaja penerimaan dari teman sebaya merupakan sesuatu yang sangat berarti. b. atau ketika ia frustrasi dalam usaha memenuhi kebutuhannya. 15 . Perkembangan Sosial Pada masa remaja mulai terjadi perluasan area sosial. Daubner (dalam Herdiansiska & Wardhani. c.Remaja menjelaskan ia selalu diperhatikan atau menjadi pusat perhatian orang lain. emosi. Menurut Hurlock (dalam Retnowati) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. Sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. d. 2. tugas dan nilai-nilai.

Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan. dan mengalami gangguan emosional. seperti masalah pencapaian kemandirian. antara lain: a) Keluarga tidak utuh (broken home by death. keputusasaan. depresi dan bunuh diri. problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. kehilangan harga diri. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. Bellak (dalam Retnowati) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. Menurutnya. Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. absurditas. dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). 16 . Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapai kemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja.b) Masalah khas remaja. keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis. separation. yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru. Elkind dan Postman (dalam Retnowati) menyebutkan tentang fenomena akhir abad dua puluh. divorce ) b) Kesibukan orangtua. remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. Akibatnya timbul perasaan terasing. malu. penyalahgunaan obat-obatan. Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah c) Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) d) Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak.

TV. narkotika. muatan agama/budi pekerti yang kurang f) Lokasi sekolah di daerah rawan. Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik. dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan 17 . dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. menjadi anak angkat. kehilangan orang tua. yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. obat-obatan terlarang lainnya 3) Pengangguran 4) Anak-anak putus sekolah/anak jalanan 5) Wanita tuna susila (WTS) 6) Beredarnya bacaan. yaitu: a) Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu b) Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga c) Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek d) Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak e) Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak f) Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak g) Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain h) Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten. kontrol yang tidak cukup i) j) Kurang stimuli kongnitif atau sosial Lain-lain.Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas. a) Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai b) Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai c) Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai d) Kesejahteraan guru yang tidak memadai e) Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. dirawat di rumah sakit. antara lain: a) Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 1) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari 2) Peredaran alkohol. dan lain sebagainya. faktor kerawanan masyarakat dan kedua. yaitu pertama. Majalah. dan lain sebagainya. Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. Kriteria dari kedua faktor tersebut. tontonan. antara lain. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut.

Masalah yang sering paling ditemui adalah kesulitan hubungan remaja dengan orang tua mereka. penodongan. 2003). Kenakalan remaja atau juvenile deliquency adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. 6) Perbedaan cita-cita atau keinginan serta kebutuhan antara orang tua dan anak. perampasan. sehingga komunikasi kurang terjalin. Faktor-faktor penyebab kesulitan komunikasi dengan orang tua ini adalah: 1) Perbedaan norma. 5) Cara mendidik yang salah dari orang tua. sudut pandang dan pola pikir yang dianut orang tua dan remaja. 18 . merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja.7) Perumahan kumuh dan padat 8) Pencemaran lingkungan 9) Tindak kekerasan dan kriminalitas 10) Kesenjangan sosial b) Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 1) Penyalahgunaan alkohol. perampokan 5) Perkosaan 6) Pembunuhan 7) Tindak kekerasan lainnya 8) Pengrusakan 9) Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. 3) Ketidaksepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik atau mendisiplinkan anak. Hurlock (1991) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja. Masalah umum pada remaja merupakan masalah yang dialami remaja berkaitan dengan tumbuh kembangnya sebagai berikut (dalam Herdiansiska & Wardhani. 2000): a) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan rumahnya. narkotika dan zat aditif lainnya 2) Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal 3) Kebut-kebutan 4) Pencurian. 4) Anak segan berkomunikasi dengan orang tua karena kurangnya bahasa penerimaan orang tua terhadap pengungkapan pikiran/ perasaan/ pengalaman remaja. 2) Kemerosotan wibawa orang tua karena perbuatan orang tua bertentangan dengan peraturan yang dibuatnya sendiri. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang (Kartono. pengompasan. Masalah tersebut dapat berupa kesulitan berkomunikasi. dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yangmelakukannya masuk penjara.

 Konsep diri: bagaimana seseorang menggambarkan dirinya. pacaran. peran pemimpin). f) Penyesuaian sosial (minder. relasi dengan guru. Kondisi tertekan ini dapat menimbulkan kompensasi tingkah laku sebagai cara remaja menyalurkan beban/ ketegangan emosi. 19 . dan hubungan seksual). i) Masalah yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis (heteroseksual) seperti putus pacar. h) Nilai-nilai (moral.  Dismenorrhoe: nyeri haid pada wanita yang sudah berat. ciri-ciri daya tarik. d) Kondisi fisik (kesehatan atau latihan). Masalahmasalah seperti perceraian orang tua dan penyelewengan orang tua menjadi masalah yang sulit bagi remaja karena remaja kehilangan orang yang menjadi pengayom atau panutan bagi dirinya. H.  Formal operasional: tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak.  Information overload: pemasukan informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. sulit bergaul. g) Masalah pekerjaan (pilihan pekerjaan. penyalahgunaan obat-obatan. pengangguran). pacaran backstreet. Glosarium  Adolescere: tumbuh menjadi dewasa.b) Masalah keretakan keluarga.  Mimpi basah: pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah pada saat tidur melalui mimpi. kegiatan ekstrakurikuler. penerimaan oleh teman sebaya. jerawat. sulit punya pacar dan lain-lain. suasana hati berubah-ubah). tindak kriminal dan lain-lain. psikologis.  Kenakalan remaja (juvenile deliquency) : perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. c) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekolah seperti rangking. tawuran. Anak-anak dari keluarga broken home merupakan anak-anak dengan kesulitan tersendiri. Misalnya: menggunakan obat-obatan terlarang. penampilan (berat badan. kesesuaian dengan jenis kelamin).  Harga diri: bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya.  Remaja: periode transisi (biologi.  Menstruasi: peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang. naksir. melakukan perilaku seksual beresiko. bau badan.  Pubertas: masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). e) Emosi (temperamen yang meledak-ledak.

co. Tersedia: http://www.ac. (1991).doc&ei=-sliT7PMDM3KrAflmbm9B w&usg=AFQjCNHq_a8bqOhg7j JImY51Q9y8VnL_LA.t). & Wardhani. W. S. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. Bandung: PKBI Jawa Barat 20 . B. Jakarta: Raja Grafindo Persada Steinberg. (2000). Adolesence. (1989) Psikologi Remaja. Sumber Herdiansiska. Y.google. R. (2011). Sains: Biologi SMP 3. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan.id%2Ffiles%2Fremaja_dan_ permasalahannya. Jakarta: Erlangga. (2004).ugm. (t. Remaja dan Permasalahannya. L. Sarlito. Wahyudi S.staff. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Retnowati. [Online]. (1993). (2000).K. Inc. Modul 6: Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. Psikologi Perkembangan – Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.id/ url?sa=t&rct=j&q=remaja%20dan%20permasalahanya&source=web&cd= 6&ved=0CEIQFjAF&url= http%3A% 2F%2Fsofia-psy. E. Jakarta: Esis-Erlangga Sarwono. (3rd ed). E.I. Kementerian Kesehatan RI. United Stated of America: Mc-Graw Hill. Bandung: PKBI Jawa Barat Hurlock. (8 Maret 2012) Saktiyono.

Menjelaskan aktivitas seksual yang berisiko. Menjelaskan fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. Waktu 120 menit. 4. F. 3. Metode Presentasi. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. e. aktivitas. E. 2. C.LAMPIRAN LEMBAR KERJA Perkembangan Fisik Perkembangan Psikis Perkembangan Sosial KESEHATAN REPRODUKSI A. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. d. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang kesehatan reproduksi. (5 menit). b. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. (5 menit). dan perlengkapan permainan. Fasilitator melaksanakan pre test kepada para kader. f. Menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. alat bantu visual. Fasilitator membagi para kader menjadi dua kelompok. Para kader diminta untuk memilih kertas bertuliskan nama-nama alat reproduksi atau fungsi alat reproduksi yang sudah tersedia dan menempelkannya di alat bantu visual alat reproduksi (20 menit). Alat Pendukung Lembar bacaan. D. dan hubungan seksual. dan Permainan. 21 . B. Menjelaskan personal hygiene. Menjelaskan dan menyebutkan perilaku. Diskusi. c. Menyebutkan alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. Proses Pembelajaran 1. (15 menit).

berisi sperma) 2) Kantung Zakar/scrotum. Bentuknya seperti kantung berisi 2 butir pelir (buah zakar).wordpress. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. Tiap kelompok di minta mencari kata-kata tersembunyi yang berkaitan dengan aktivitas seksual (15 menit). dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh. Alat reproduksi laki-laki bagian dalam tidak telihat karena terletak didalam tubuh. Alat reproduksi laki-laki dan perempuan berbeda. Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Alat reproduksi laki-laki bagian luar. merupakan selaput pembungkus testis yang meripukan pelindung testis serta mengatrur suhu yang sesuai bagi spermatozoa. Lembar Bacaan 1. bentuknya bulat panjang seperti batang. 6. (15 menit).files. diperut bagian bawah yang terdiri dari : 22 . Di ujung glans terdapat tempat keluarnya air seni (kencing) dan air mani (cairan kental yang warnanya seperti susu encer.jpg Alat reproduksi laki-laki terdapat di bagian luar dan dibagian dalam tubuh. Fasilitator menjelaskan mengenai perilaku. (5 menit). aktivitas dan hubungan seksual (15 menit). Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. G. yang terdiri dari: 1) Zakar/Penis. Fasilitator menjelaskan mengenai anatomi fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan dan personal hygiene. ujungnya sedikit lebih besar dan bulat (disebut glans) dan sangat peka karena didalamnya banyak terdapat serabut saraf. 10. 7. terletak dibawah pangkal penis.com/2008/11/anatomi_pria. (10 menit). Anatomi fungsi alat reproduksi Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. a) Alat reproduksi laki-laki Sumber: http://gurungeblog. 9. 8. Fasilitator menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan.5. (15 menit).

a. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut dengan tubulus seminiferus. b. Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma. c. Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis. d. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang berisi nutrisi untuk menghidupi sperma. e. Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. f. Saluran kencing/urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi, jalan bagi air seni dan air mani menuju ke lubang diujung glans. Saat air mani keluar, secara otomatis katup air seni menutup. b) Alat reproduksi perempuan

Sumber: http://www.happylife.lk/kb/sites/default/files/untitled.bmp http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg Alat reproduksi perempuan terdapat dibagian luar dan dibagian dalam tubuh. Alat reproduksi perempuan bagian luar dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh terdiri dari : 1) Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan/keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara. 2) Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:  Bibir luar kemaluan/labia mayora merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luar dan membatasi vulva.  Bibir dalam kemaluan/labia minora merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. 3) Kelentit/clitoris, merupakan bagian yang paling peka karena mengandung banyak serabut saraf.
23

4) Mulut vagina, sebagai penghubung alat reproduksi perempuan bagian luar dengan bagian dalam. 5) Selaput dara/hymen, merupakan lipatan mukosa mengelilingi vagina, hampir menutupi vagina dengan lubang kemaluan, biasanya ditengah, untuk keluarnya darah dan cairan lain. Alat reproduksi perempuan bagian dalam, tidak terlihat karena terletak didalam tubuh dan terlindungi oleh rongga panggul, yang terdiri dari : 1) Indung Telur/ovarium, berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Masing-masing berisi ribuan sel telur atau benih perempuan. Setiap bulan, satu sel telur yang sudah matang dilepaskan ke saluran falopi saluran telur. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti:  Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan sel telur.  Progesteron yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan. 2) Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium. 3) Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae. 4) Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 5) Oviduct merupakan salurang panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 6) Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah sederhana dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai tiga macam lapisan dinding yaitu:  Perimetrium yaitu lapisan yang terluar dan berfungsi sebagai pelindung uterus.  Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.  Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila terjadi pembuahan maka dinding endomentrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. 7) Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai lahir rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. 8) Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervix dan sampai pada vagina, serta jalan keluar bagi darah haid, bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina.
24

2. Personal Hygiene a) Pengertian

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejathteraan fisik dan psikis. Tujuan personal hygiene antara lain: 1) Meningkatkan derajat kesehatan 2) Memelihara kebersihan diri 3) Memperbaiki personal hygiene 4) Pencegahan penyakit 5) Meningkatkan percaya diri 6) Menciptakan keindahan b) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene 1) Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan dirinya misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli pada kebersihannya. 2) Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. 3) Status sosial-ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4) Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasian penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 5) Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 6) Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain. 7) Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawt diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. c) Bagian-bagian tubuh yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene  Secara umum 1) Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari. 2) Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus. Selain dengan air, dapat digunakan benda-benda lain seperti kertas pembersih (tissue), pasir dan kayu.
25

hanya mungkin tubuh agak terasa demam sehingga lebih baik menggunakan air hangat. Memeriksa ada atau tidak benjolan pada payudara minimal 1x/bulan setiap setelah selesai menstruasi. 5. Pakailah celana dalam dari bahan katun dan menyerap keringat. Oleh karena itu kebersihan vagina harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. Celana yang terlalu ketat menyebabkan permukaan vagina/penis menjadi berkeringat. 3.3) Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci vagina/penis. Hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri pada saat haid adalah: 1. Pada saat haid. 26 . Pilihlah pembalut yang daya serapnya tinggi. Badan terasa kurang segar pada saat haid karena tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak serta getah-getah tubuh lainnya. Jangan masukkan jari ke vagina atau dubur.  Secara khusus 1) Perempuan a. terlebih dahulu rendam memakai sabun pada tempat tertutup. Jangan memainkan/ mengorek-ngorek kelamin bila lecet/ putih. sehingga tetap bisa merasa nyaman selama menggunakannya. d. sehingga permukaan vagina tidak lembab maupun basah yang mudah sekali menjadi tumbuhnya bakteri dan kuman c. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum dicuci. h. e. Jadi remaja puteri sebaiknya tetap mandi dan keramas seperti biasa. Hal ini disebabkan adanya peregangan-peregangan (kontraksi) pada otot rahim. f. g. i. b. 4) Dianjurkan untuk mencukur/merapikan rambut kemaluan karena rambut kemaluan bisa ditumbuhi sejenis jamur atau kutu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa gatal. Mencatat siklus haid agar dapat mendeteksi adanya gangguan. 4. Jika memakai pembalut sekali pakai. 5) Menghindari celana ketat bagi perempuan dan laki-laki. 6. 2. Tidak menggunakan sabun atau produk berparfum. Tidak memasukkan benda asing dalam vagina. Menyeka kelamin dari depan ke belakang. Tidak melakukan penyemprotan pada vagina (douching). penggunaan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah mandi dan buang air kecil. pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dibungkus. Untuk menjaga kebersihan. lalu di buang ke tempat sampah. Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul.

Pada waktu haid. Keputihan yang abnormal bewarna putih. jangan lupa mengeringkan dengan handuk untuk mencegah timbulnya jamur. c. berbau. Sesudah membersihkan. hal ini menyebabkan timbulnya keluhan nyeri perut dan lainnya. keagamaan. pemakaian pembilas vagina yang berlebihan. pemeriksaan dalam yang tidak benar. 3. Contoh aktivitas seksual yang dapat menimbulkan resiko antara lain: a) Melakukan hubungan seksual sebelum menikah/ seks pra nikah. tertular atau menularkan IMS/ISR. celana yang tidak menyerap keringat dan penyakit menular seksual. 2) Mencuci vagina dengan air kotor. 2) Laki-laki a. d. Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma (cairan dari kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih. Penis dicuci dengan air dan sabun lembut minimal sehari sekali.7. sebaiknya selama haid garam dikurangi. Aktivitas Seksual Berisiko Aktivitas seksual dapat menimbulkan risiko yaitu infeksi menular seksual dan HIV AIDS. hijau atau kuning. Oleh karena itu. harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin. Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis sehingga dapat menghambat produksi sperma. batasi lemak dan daging. 2) Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga. Jika tidak di sunat. Cuci tangan sebelum dan sesudah BAK. e. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan keperawanan/ keperjakaan. sangat gatal atau disertai nyeri perut bagian bawah. pemeriksaan yang tidak hiegenis dan adanya benda asing dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang abnormal. 27 . d) Akibat jika tidak menjaga kebersihan diri 1) Bila terkena sejenis jamur atau kutu yang dapat menyebabkan rasa gatal atau tidak nyaman. air di dalam tubuh lebih banyak. Ikan dan ayam lebih cocok serta minum air putih yang banyak serta perbanyak mengonsumsi karbohidrat agar tubuh tidak menjadi lemah. Keputihan juga bisa timbul karena pengobatan hormonal. seni. perbanyak buah-buahan dan sayur mayur segar. kehamilan yang tidak diinginkan (KtD) atau terpaksa dikawinkan. 3) Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno. f. Hindari keadaan ini dengan: 1) Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. b.

d) Kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Dalam hal pemerkosaan remaja sebaiknya dipersiapkan untuk tidak menyembunyikan peristiwa tersebut agar dapat diambil tindakan terhadap pelaku (hukuman pidana) serta tindakan pencegahan dan penanggulangan untuk mencegah kehamilan. b) Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis c) Mengalami kekerasan seksual seperti pemerkosaan.  Alat reproduksi: bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. SpKK.23 tahun 2002 menjelaskan perlindungan anak sejak usia dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun terhadap kekerasan fisik maupun mental termasuk yang berhubungan dengan perilaku seksual. Banyak kasus menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab atas kondisi ini.  Fertilisasi/ konsepsi: terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot.  Intercourse /making love (ML) atau senggama: aktivitas memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan. Jika sudah terjadi KtD maka saat menemukan kasus kehamilan remaja. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat memicu terjadinya pengguran kandungan (aborsi) karena sebagian besar perempuan yang mengalami KtD mengambil jalan keluar dengan melakukan aborsi yang sebagian besar dilakukan dengan tidak aman. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. Undang-Undang PA No. Remaja perlu mengenali tanda-tanda orang dewasa yang akan melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut. teman sebaya perlu: 1) Tidak menghakimi 2) Bersikap bersahabat dengan remaja yang bersangkutan 3) Memberikan konseling pada remaja yang bersangkutan 4) Solusi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu 5) Apabila ada masalah yang serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila masih belum bisa terselesaikan supaya dikonsultasikan ke SpOG. 5) Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat-alat kontrasepsi dan cara penanggulangannya.4) Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat kontrasepsi.  Masturbasi: perilaku seksual dengan merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual. Glosarium  Aktivitas seksual: kegiatan yang dilakukan dalam upaya memenuhi dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai perilaku. Psikolog atau Psikiater.  Hubungan seksual: kontak seksual yang dilakukan berpasangan dengan lawan jenis. 28 . H.

). (t.com/doc/59034888/20/Faktor-faktor-yang-Mempengaruhi-Personal-Hygiene. Kesehatan Reproduksi yang Bertanggungjawab bagi Remaja . Bandung: PKBI Wahyudi S. (8 Maret 2012) Mitra Citra Remaja. Materi Presentasi: Ada Apa dengan Seks.). namun tidak terjadi penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina). Materi Presentasi: Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual. Materi Developmental: Kehamilan. Bandung: PKBI Jawa Barat 29 .com/doc/60772068/kesehatan-Reproduksi-Remaja-yang-Bertanggung-Jawab. Tersedia: http://www. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. (t.  Personal hygiene: suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejathteraan fisik dan psikis.scribd. Bandung: Mitra Citra Remaja Tim ACD PKBI Jawa Barat. Bandung: Mitra Citra Remaja Mitra Citra Remaja.t).  Petting atau bercumbu berat: keseluruhan aktivitas seksual non intercourse hingga menempelkan alat kelamin. [Online]. I. Tersedia: http://www. Buku Panduan Peer Educator Kesehatan.t. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene.  Reproduksi: kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. yaitu setelah terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot.t.  Oral seks: aktivitas memasukkan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis. Sumber Andi. W. (t. N. [Online].). Kehamilan: suatu keadaan normal yang terjadi mengikuti proses pembuahan. (2000). (t. I.  Perilaku seksual: perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis. Bandung: Mitra Citra Remaja Ibrahim. (2011).t.scribd. (8 Maret 2012) Dziab. (2005). R.F. L.

Alat reproduksi ini berfungsi Alat reproduksi ini berfungsi untuk menghasilkan sel-sel sperma serta menangkap sel ovum yang telah hormon testosteron. ovum menuju uterus. Kata Tersembunyi P D X D C D M I M P O T E N S I J N B E A U S I U L A M H U B U N G A N I S T P S E U R K O S A P E R M A N F M E T A S K M U A S A E M P T A S A I A K I L V E A N K A L M E M E S N X S K S N O A R N F L U A O E A S T E T A T U G N G P N G K M D N D R A U C E N I A L A I E G A G E R T A S A R K R G V L E N N N N G N G U O I I S B I I A I U T I T T I R D C M N L T S A A K A T K S V A G P E R I L A K U E S A N S A S O R A L U S D U A G U R S I S G S S E 30 . yang sesuai bagi spermatozoa. Alat reproduksi ini menghasilkan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai cairan yang berisi nutrisi untuk tempat fertilisasi dan jalan bagi sel menghidupi sperma. Vas deferens Cervix Saluran Ejakulasi Saluran Kencing/Urethra Saluran Vagina Indung Telur/Ovarium 2.LAMPIRAN 1. Anatomi fungsi alat reproduksi Nama alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Penis Klitoris Fungsi alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai Alat reproduksi ini berfungsi sebagai pelindung testis serta mengatur suhu organ kopulasi / keluarnya bayi. mematangkan sperma. matang yang dikeluarkan oleh ovarium. Alat reproduksi ini berfungsi untuk Alat reproduksi ini berfungsi sebagai menyimpan sperma sementara dan tempat pertumbuhan embrio.

presentasi. penyebab. jenis-jenis. Fasilitator kemudian memberikan waktu kepada narasumber untuk menjelaskan pengertian. (5 menit). 3. B. diskusi. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. 7. Menjelaskan pengertian IMS. Setelah itu meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk memilih kertas yang berisikan tema yang akan mereka diskusikan.RESIKO KESEHATAN REPRODUKSI A. Fasilitator kemudian membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk sesi diskusi dan permainan. Tujuan Umum : Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi. dan dampaknya. Fasilitator melaksanakan post-test pada para peserta. cara penularannya. C. kertas. 3. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. dan gunting F. Metode Ceramah. 2. 2. (5 menit). lembar bacaan. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. spidol warna. 6. (15 menit). Mengetahui apa saja resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi remaja. Proses Pembelajaran 1. Fasilitator meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menjelaskan gambar yang telah mereka buat. Fasilitator kemudian meminta setiap kelompok untuk membuat tampilan visual mengenai tema yang telah mereka pilih menggambarkan mengenai tema. lem. (20 menit). Alat Pendukung Alat bantu visual. 5. dan permainan E. jenis-jenis resikoresiko kesehatan reproduksi berserta cara penularan dan dampaknya. 31 . (45 menit) 4. dan upaya pencegahan. tanya jawab. 4. Waktu 120 menit D. (15 menit). resiko. majalah bekas. Output : Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. Fasilitator melaksanakan pre-test pada para peserta. Menjelaskan pengertian kehamilan yang tidak diinginkan dan resiko yang ditimbulkan. (15 menit) 8. Menjelaskan pengertian HIV/AIDS dan cara penularannya.

Kondiloma akuminata disebabkan oleh Human papilloma virus c.G. Hepatitis B dan C disebabkan oleh Hepatitis virus type B dan C 3) Jenis IMS yang disebabkan oleh parasit sbb: a. kemandulan dan bahkan kematian. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). Lembar Bacaan 1. perlu disadri bahwa resiko untuk terinfeksi IMS lebih besar dari laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. Bila tidak diobati secara cepat. sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah. Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae b. Herpes genitalis disebabkan oleh Herves simplex virus b. AIDS disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV) e. IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan. Uretritis (infeksi saluran kencing) non spesifik terutama disebabkan oleh Chlamydia trachomatis c. Infeksi ini mempunyai cakupan arti yang lebih luas dan gejala dari infeksi tidak hanya terjadi pada alat kelamin saja tapi bisa saja terjadi di tenggorokan. Pedikulosis pubis disebabkan oleh Phthirus pubis 4) Jenis IMS yang disebabkan oleh jamur adalah Kandiosis vaginalis disebabkan oleh Candida albicans. Untuk remaja perempuan. Skabies/kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei c. Limpogranuloma venereum disebabkan oleh Chlamydia trachomatis 2) Jenis IMS yang disebabkan oleh virus sbb: a. Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomoniasis vaginalis b. sakit berkepanjangan. Berikut ini adalah beberapa contoh IMS yang umum dijumpai No. IMS biasa dikenal juga sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau bisa disebut sebagai penyakit kelamin. Moluskum kontagiosum disebabkan oleh Molluscum contagiosum virus d. Granuloma inguinale disebabkan oleh Calymmatobacterium granulomatis f. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum d. b) Jenis-Jenis IMS 1) Jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri sbb: a. Ulkus molle disebabkan oleh Haemophilus ducreyi e. Infeksi Menular Seksual a) Pengertian IMS Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). 1 Jenis-Jenis IMS Kencing nanah/Gonore Pada laki-laki Pengertiannya  Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae  Penyakit yang biasanya menyerang organ-organ reproduksi seperti pada saluran kencing laki-lai atau saluran kelamin perempuan 32 . mata atau bagian lain dari tubuh manusia. Seringkali berakibat parah karena gejala awal tidak segera dikenali.

kulit di sekitar kelamin dan anus.Bila infeksi mengenai kelenjar di bibir kemaluan. kematian janin atau lahir dengan kerusakan kulit. lidah. kuning kehijauan. pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh. tetapi penyakitnya akan berlanjut ke stadium II  Lokasi pada laki-laki biasanya pada alat kelamin  Lokasi pada perempuan selain pada alat kelamin luar juga bisa pada vagina maupun leher rahim  Tempat lain yang bisa terkena adalah pada bibir.Bila infeksi mengenai saluran kemih timbul rasa nyeri waktu kencing . demam. limpa.Rasa gatal dan panas sewaktu kencing . sekitar dubur atau tergantung dari cara hubungan seksualnya  Biasanya disertai juga dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional (sesuai dengan lokasi sifilis primernya) .Rasa nyeri saat buang air kecil atau ereksi .Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari . hati. dan nyeri sendi  Disebut dengan the great imitator of the skin disease karena mempunyai tanda atau gejala menyerupai penyakit kulit berupa 33 .Infeksi telah lanjut dapat menimbulkan rasa nyeri pada perutbagian bawah sebagai akibat terjadinya infeksi pada saluran telur atau indung telur (dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan ataupun kemandulan) . bibir kemaluan atau leher  Bercak kemerahan yang tidak gatal terutama di telapak tangan dan kaki. dapat timbul abses (Bartholinitis) . dapat menyerang semua organ tubuh dan dapat menyerupai banyak penyakit  Gejala timbul luka yang tidak nyeri di penis.  Mengalami 4 stadium: . dan agak kental .Sering kencing . dan keterbelakangan mental  Bersifat kronis. sakit kepala.Pada perempuan 2 Raja singa/Sifilis  Keluhan pada laki-laki: .Bila terinfeksi kepada ibu hamil dapat ditularkan kepada bayi yang menyebabkan infeksi mata pada bayi yang dapat menyebabkan kebutaan  Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum  Sifilis dibagi menjadi Sifilis Akuisita (didapat) dan Sifilis Kongenital (ditularkan dari ibu ke janin) yang bisa menyebabkan abortus.Bila ada keputihan biasanya berwarna putih.Terkadang keluar darah  Keluhan pada wanita: .Stadium I (Sifilis Primer):  Timbul antara 2-4 minggu setelah bakteri masuk  Ditandai dengan adanya benjolan kecil merah biasanya 1 buah yang kemudian menjadi luka/koreng yang tidak disertai rasa nyeri tetapi akan hilang secara spontan dalam waktu 3-10 minggu.Umumnya berlangsung tanpa keluhan karena infeksi awal terjadi pada mulut rahim .Stadium II (Sifilis Sekunder):  Terjadi setelah 6-8 minggu lenih dan bisa berlangsung sampai 9 bulan  Kelainan dimulai dengan adanya gejala nafus makan yang berkurang.

Gejala awal pada lesi awal lenih berat dan lama . Namun infeksi masih berlangsung terus dan masuk ke stadium laten lanjut. tidak gatal. makanan yang merangsang.Pada wanita sering bersamaan dengan gejala keputihan .3 Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis Pada laki-laki Pada perempuan bercak merah.Ada rasa seperti terbakar atau gatal beberapa jam sebelum timbulnya lesi . . sifilis masuk ke stadium laten lanjut yang dapat berlangsung bertahun-tahun .Stadium III (Sifilis Tersier)  Umumnya timbul antara 3-10 tahun setelah infeksi. dapat membesar sehingga menyerupai jengger ayam . kebotakan rambut dan sebagainya  Disertai juga dengan pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat menyeluruh  Stadium laten dini: bila sifilis sekunder tidak diobati setelah beberapa minggu atau bulan gejala akan hilang seakan-akan sudah sembuh. selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim.Pada bentuk ulang (rekurens) biasanya ditandai oleh faktor pencetus mislanya stres psikis. koitus yang berlebihan. terdiri atas stadium laten lanjut dan sifilis stadium III  Stadium laten lanjut: setelah 1 tahun.Pada perempuan: di kulit daerah kelamin sampai anus.Tumbuh bintil-bintil yang runcing seperti kutil. trauma.Pada laki-laki: di kepala penis 34 4 Jengger Ayam Pada laki-laki Pada perempuan .Pada laki-laki terutama dijumpai pada yang tidak dsirkumsisi atau dengan imunitas terganggu  Lokasi: .  Penyebab: Herpes simplex virus (HSV)  Komplikasi : kanker leher rahim. atau di sekitar anus  Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)  Komplikasi : kanker leher rahim (terutama karena tipe 16 dan 18) atau kanker kulit disekitar kulit kelamin  Keluhan . obat-obatan dan beberapa halyang sulit diketahui  Lokasi bintil atau luka/lecet: . dan nyeri otot .Pada laki-laki: di batang atau kepala penis.Timbulnya gelembung-gelembung yang berkelompok dan mudah pecah . selaput lendiri. benjolan kecil-kecil seluruh tubuh. demam. misalnya lemas.  Stadium lanjut dianggap tidak menular yaitu sifilis yang timbul setelah 1 tahun sejak infeksi. kehamilan lahir muda. sistim pembuluh darah dan syaraf. di dinding liang kemaluan dan di sekitar anus . tulang sendi serta adanya radang yang terjdi secara perlahan-lahan pada jantung.  Ditandai dengan 2 macam kelainan yaitu berupa kelainan yang bersifat destruktif pada kulit. namun pada saat pemeriksaan selorosis untuk sifilis hasilnya positif.Kadang-kadang disertai gejala konstitusi. Pada keadaan ini tidak akan ditemukan kelainan klinis.Pada perempuan: di sekitar kelamin. alkohol. kelainan kongenital dan kematian  Gejala dan tanda: .

IMS tidak selalu menimbulkan beberapa masalah kesehatan. AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang memungkinkan berbagai penyakit masuk dan sulit disembuhkan karena HIV berjalan sangat progresif merusak sel limfosit tersebut. Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh IMS. Perlu diingat pula. Kebanyakan orang dengan HIV akan 35 . Kandiosis genital. atau meninggal (sifilis. sehingga bila ditemukan gejala demikian sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. dapat menularkan kepada bayinya. misalnya: 1) Kemandulan. yaitu: Kondiloma akuminata dan Limpogranuloma venerium (bubo) Selain tanda-tanda tersebut.id/imghp?hl=id&tab=ii c) Gejala-Gejala IMS Berdasarkan gejala klinis yang timbul maka IMS dibedakan menjadi: 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih. Deficiency artinya tidak cukup atau kurang. serta nyeri perut bawah pada wanita. dan Herpes genitalis 3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin. Acruired artinya tidak diturunkan.co. IMS yang lebih lanjut sering disertai dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha. pada laki-laki maupun perempuan (infeksi gonore. tetapi ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. infeksi genital nonspesifik. Granuloma inguinale.google. pembengkakan buah zakar pada laki-laki. AIDS) 2. Immune adalah sistem daya tangkal atau kekebalan tubuh terhadap penyakit. sehingga bayi dapat cacat. bakterial vaginosis dan Trikomoniasis.Sumber gambar: http://www. kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin. 2) IMS yang ditandai dengan adanya luka atau koreng di alat kelamin. Chlamydia) 2) Kanker leher rahim (kondilomata akuminata) 3) Wanita hamil yang menderita IMS. yaitu: Gonore. herpes genitalis) 4) Kematian (sifilis. yaitu: Sifilis. dan Syndrome adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit penyakit. lahir muda. Ulkus molle. HIV dan AIDS a) Pengertian AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia).

dilahirkan. dan sesudah lahir. Dengan demikian HIV dapat memanfaatkan mekanisme sel limfosit untuk mengkopi dirinya menjadi virus baru yang memiliki ciri-ciri HIV. Hal ini bisa terjadi pada proses persalinan dan pemberian ASI. Namun demikian. virus juga terdapat pada cairan tubuh lainnya. b) Proses Penularan virus HIV HIV merupakan penyakit menular yang merupakan golongan RNA virus dan memiliki enzim reverse transcriptase. Hubungan seksual ini bisa dalam bentuk venetrasi vaginal atau anal yang tak terlindungi dari individu yang terinfeksi HIV. yaitu enzim yang memungkinkan virus mengubah informasi genetiknya yang berada dalam RNA ke dalam bentuk DNA yang kemudian diintegrasikan ke dalam informasi genetik sel limfosit yang diserang. perdarahan gusi dan atau penyakit gigi mulut atau pada alat genital. seperti rumah sakit. Penularan HIV pada organ tubuh juga dapat terjadi dalam proses transplantasi jaringan/organ di pelayanan kesehatan. seperti luka sayat/gores dalam mulut. air kencing . dan muntahan. Tingkatan resiko tergantung pada jumlah virus yang keluar dan masuk ke dalam pintu masuk di tubuh seseorang. tinja (kotoran BAB). Berikut ini adalah bentuk-bentuk cara penularan HIV. Kejadian diatas dapat terjadi pada semua pelayanan kesehatan. seperti keringat. darah. bila tidak ada pelayanan dan terapi yang diberikan. seseorang bisa hidup dengan HIV dalam tubuhnya selama bertahuntahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan serius. Pada seseorang yang terinfeksi HIV. Penularan HIV terjadi melalui kontak seksual. Penularan melalui hubungan seksual dapat terjadi selama hubungan baik itu laki-laki dengan perempuan juga laki-laki dengan laki-laki.meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul. 2) Masuknya darah terinfeksi pada sistem tubuh. persalinan dan pemberian ASI. pengobatan tradisional melalui alat tusuk/jarum. juga pada IDU. air mata. tetapi jumlahnya tidak cukup untuk ditularkan pada orang lain. produk darah atau transplantasi organ dan jaringan: Penularan dari darah dapat terjadi jika darah donor tidak di lakukan uji saring untuk antibodi HIV. yaitu: 1) Seksual Penularan melalui hubungan heteroseksual adalah cara yang paling dominan dari semua cara penularan. 36 . ludah. atau penggunaan alat medis lainnya. penggunaan ulang jarum dan semprit suntikan. 3) Penularan dari ibu ke anak Kebanyakan infeksi HIV pada anak didapat dari ibunya saat ia dikandung. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (sel limfosit) manusia sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun dan tidak mampu melawan berbagai penyakit. poliklinik. ibu ke anak selama masa kehamilan. Kontak seksual langsung (mulut ke penis atau mulut ke vagina) masuk dalam kategori resiko rendah tertular HIV. orang yang tertular HIV tidak berarti langsung jatuh sakit.

kadang kala timbul dalam bentuk influenza. c) Fase Perjalanan Penyakit HIV/AIDS Fase perjalanan penyakit HIV/AIDS. IMS juga dapat membuat individu rentan terhadap infeksi HIV. IMS dalam populasi merupakan faktor utama pendorong penyebaran HIV di negara berkembang. Promiskuitas (berganti-ganti pasangan seks) : prostitusi. termasuk melalui gigitan nyamuk. Transgender : waria. 5-8 tahun tipe progressors dan lebih dari 10 tahun untuk tipe non progessors sejak terinfeksi HIV. bersentuhan. c. berpelukan. pelanggan penjaja seks komersial. memakai toilet yang sama. yaitu: a. Lelaki seks dengan lelaki : gay. dan tidak konsisten dalam menggunakan kondom. Berikut ini adalah kelompok-kelompok dengan perilaku beresiko tertular HIV. Lama masa jendela antara 1-3 bulan. yaitu: a. bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. perselingkuhan. b. Fase III (AIDS) Ini adalah fase terminal dari HIV yang kita sebut AIDS. menggunakan alat makan atau minum yang sama. Fase II (Masa tanpa gejala/Asimptomatik) Masa tanpa gejala berlangsung rata-rata selama 2-3 tahun untuk tipe rapid progessors. penjaja seks komersial (lakilaki/perempuan).Selain itu. wadam. namun gejala dan tanda belum terlihat jelas.  Diare terus menerus  Flu tidak sembuh-sembuh  Berat badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan. d. seperti perilaku bergantian pasangan seksual. c. Selain itu pada fase ini akan timbul infeksi-infeksi yang lain. b. Pada fase ini kekebalan tubuh menurun dan timbul gejala penyakit terkait HIV seperti:  Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh. Pengguna NAPZA suntikan : menggunakan jarum suntik bersamaan/bergantian. Fase I (Masa Jendela/Window Period) Fase dimana tubuh sudah terinfeksi HIV. diantaranya:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. 37 . kelumpuhan. Penularan infeksi melalui hubungan seksusal diikuti dengan perilaku yang menempatkan individu pada resiko tertular HIV. pasangan berisiko tinggi. Pada fase ini penderita sudah dapat menularkan virus pada orang lain. Virus HIV umumnya tidak akan menular melalui perilaku-perilaku seperti jabatan tangan. berangkulan.  Keringat dingin berlebihan pada malam hari. Meski tidak menunjukkan gejala-gejala tapi pada masa ini penderita bisa menularkan virus.

 Infeksi jamur pada tenggorokan. Peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan kecenderungan terjadi kehamilan di luar rahim c. Nyeri waktu kencing karena peradangan mengenai saluran kemih g. Bekas bisul/nanah di daerah kelamin dapat mengganggu kualitas hubungan seksual di kemudian hari karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman waktu berhubungan seksual f. 3) Condom Use : menggunakan kondom secara benar dan konsisten. Kanker leher rahim (Carcinoma Cervix Uteri) e. Infeksi alat reproduksi akan menurunkan kualitas ovulasi sehingga akan mengganggu siklus dan banyaknya haid serta menurunkan kesuburan b. 38 . Lebih mudah terinfeksi HIV i. gangguan pendengaran. Gangguan hubungan seks setelah menikah karena takut tertulat lagi atau takut menularkan penyakit pada pasangannya. Melahirkan anak dengan cacat bawaan seperti katarak. d) Dampak dan Pencegahan IMS dan HIV 1. 3. Malu dan takut sehingga tidak mau berobat yang akan memperberat penyait atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat yang justru akan memperberat penyakitnya dismaping terjadi resistensi obat. Dampak Fisik Penderita HIV/AIDS Adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan infeksi-infeksi sbb:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. Dampak Secara Psikologis a. Gejala neurologi atau gangguan syaraf (stadium lanjut Sifilis) h.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. Rendah diri b. Kemadulan (perlengketan saluran reproduksi dan gangguan produksi sperma) 2. Dampak Fisik Penderita IMS a. kelainan jantung. kelumpuhan. dan cacat lainnya d.  Infeksi jamur pada tenggorokan. 2) Be Faithful : saling setia pada satu pasangan bisa mencegah dan menurunkan resiko terinfeksi IMS. e) Tips-tips Pencegahan IMS dan HIV 1) Abstinence : absen seks sangat berhasil mencegah IMS dan HIV sampai mencapai kesiapan mental dan fisik. c.

tetapi bisa juga menjadi suatu malapetaka apabila kehamilan itu dialami seorang remaja. alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya. Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. dan setelah usia 8 tahun ukuran rahimnya kurang lebih sama dengan vaginanya. karena baru pada usia ini fungsi hormonal melewati masa kerjanya yang maksimal. otot-otot rahim ini belum cukup baik konstraksi dan kekuatannya. sehingga jika terjadi kehamilan dapat terjadi ruptur-nya (robek) rahim. alat tusuk atau alat medis yang baru atau steril. Pada seorang anak yang berusia kurang dari 8 tahun. Hal ini berlanjut sampai usianya kurang lebih dari 14 tahun (masa menstruasi) hingga besar rahimnya lebih besar sedikit dari vagina. Pada seorang perempuan ukuran rahim ini berubah sejalan dengan umur dan perkembangan hormonal. Hal ini akan meningkatkan resiko timbulnya kanker leher rahim (serviks) di kemudian hari. Gunakan hanya alat suntik. Disamping otot rahim. c. penyangga rahim juga belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan. Penjelasan: a. b) Resiko yang ditimbulkan akibat kehamilan yang tidak diinginkan 1) Resiko Medis Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi. Hanya saja pada usia 14-18 tahun. ukuran rahimnya kurang hanya setengah dari panjang vaginanya. b. karena pada masa remaja ini. Pada usia antara 14-19 tahun sistem hormonal belum stabil. Pematangan rahim ini dapat dilihat juga dari perubahan ukuran rahim secara anatomis.4) Don‟t Share Needle : tidak menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya secara bergantian. 5) Education : cari informasi sendiri dan sebanyak mungkin agar terhindar dari penularan IMS dan HIVAIDS 3. mudah terjadi pendarahan dan terjadilah abortus atau kematian janin. Hal ini dapat dilihat dari belum teraturnya menstruasi. Ketidakteraturan tersebut membuat kehamilan menjadi tidak stabil. Terlalu dininya usia kehamilan dan persalinan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif. 39 . Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun. Kehamilan yang tidak diiginkan (KTD) a) Pengertian Kehamilan bisa menjadi dambaan. ditandai dengan mulai menstruasi. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. sehingga resiko yang lain juga dapat terjadi yaitu prolapsus uteri (turunnya rahim ke liang vagina) pada persalinan. Rahim pada perempuan mulai mengalami pematangannya sejak umur 14 tahun. Ukuran ini menetap sampai terjadinya kehamilan. hal yang sama terjadi bila remaja tersebut mengalami kehamilan.

Kenyataan bahwa hubungan seksual pra nikah seringkali tidak menyenangkan.Kehamilan remaja sebagian besar merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. b. yang akhirnya mengarah pada depresi (rasa tertekan yang . Dari sisi anak yang dikandung Kehamilan remaja yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan lahirnya seorang anak yang tidak diinginkan. Tidak menggunakan alat kontrasepsi. 2) Risiko Psikologis dan Sosial Menurut Kinsey dkk (dalam setiawan dan Suryati. Hal tersebut dapat terjadi antara lain karena (Iskandar dalam Setiawan dan Suryati. d. Kegagalan alat kontrasepsi akibat remaja menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar. Itu berarti cita-cita terhambat atau bahkan tidak akan mungkin tercapai. Masalah semakin berat karena terkadang orang tua tidak mampu menghadapi persoalan tersebut secara proposional. 1998): a. Hal ini menambah tekanan psikologis yang berat. bukan karena alasan kesehatan. kehamilan pada remaj sekolah akibatnya mereka terpaksa harus meninggalkan sekolah. c. diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape). Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus kehamilan remaja di laur nikah. Kehamilan akibat pemerkosaan. Sekitar 89% beralasan karena alasan moral dan sosial. terlebih lagi bila kehamilan telah menjadi buah hubungan tersebut. Pada kehamilan pra nikah. sehingga anak ini akan mendapat cap buruk sepanjang hidupnya. Misalnya. rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan dapat dialami remaja apalagi bila kehamilan tersebut diketahui pihak lain seperti orang tuanya. 1998) kekhawatiran dan rasa takut terhadap kehamilan dialami sekitar 44% dari responden perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. Aktivitas seksual pra nikah selalu membawa gangguan psikologis dan penyeselan berkepanjangan. e. 40 melahirkan suatu tindakan kekerasan yang sangat traumatis terhadap anak. Usia menstruasi yang semakin dini disertai usia kawin yang semakin tinggi menyebabkan “masa-masa rawan” yaitu kecenderungan perilaku seksual aktif semakin panjang. merupakan hal yang secara umum dipercaya oleh banyak orang dan tidak mempunyai tempat pada nilai-nilai moral. 3) Risiko Masa Depan a. sehingga seksual pra nikah tersebut diketahui orang lain. b. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kehamilan remaja yang tidak diinginkan. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan. bahkan cenderung mendalam). Hal tersebut telah menjadi faktor yang membatasi perilaku seksual pra nikah di masyarakat. Dari sisi remaja Kehamilan remaja dapat menyebabkan terganggunya perencanaan masa depan remaja.

atau keadaan patologis lain. yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. yaitu jika terdapat indikasi bahwa kehamilan dapat membahayakan atau mengancam nyawa ibu apabila kehamilan berlanjut. 3) Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril dan berakibat negatif pada rahim. apabila bila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dapat memicu terjadinya pengguguran kandungan atau aborsi. Tindakan aborsi dengan cara di atas tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya dan mengandung resiko yang sangat tinggi. Secara psikologis pada saat seseorang mengalami kehamilan di luar nikah. Sedangkan remaja lakilaki masih diperbolehkan melanjutkan sekolah. seperti dengan melakukan pijatan rahim agar janin dapat terlepas dari rahim. Pandangan negatif dari masyarakat pun cenderung lebih memberatkan perempuan daripada laki-laki. Perkembangan psikologis baik ibu dan anak akan terganggu.Masa depan anak ini sering mengalami keadaan yang menyedihkan karena tidak adanya kualitas asuh yang baik dari ibunya yang masih remaja dan belum siap menjadi ibu. Secara medis. Secara medis. Aborsi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu abortus spontaneus dan abortus provocatus. Abortus provocatus (buatan). memakan nanas muda yang dicampur lada (merica). Penguguran jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan: 1) Abortus provocatus therapeuticus . yang menjadi korban misalnya tidak boleh melanjutkan sekolah adalah remaja perempuan. Besar kemungkinan anak tersebut tumbuh tanpa kasih sayang dan mengalami perlakuan penolakan dari orang tuanya. Seringkali dalam suatu kasus kasus kehamilan di luar nikah. 2) Memasukkan cairan NaCl hipertonis pada lapiasan amnion untuk melepaskan janin dari dinding rahim. ialah penguguran kandungan yang dilakukan dengan sengaja tanpa mempunyai alasan kesehatan (medis). 2) Abortus provocatus criminalis. digunakan empat metode dasar terminasi kehamilan atau hamil: 1) Kuretase atau pengerokan dengan sendok kuret ataupun vakum kuret pada dinding rahim tempat menempelnya janin. Metode ini meniru proses mulainya persalinan dan biasanya digunakan untuk mengakhiri kehamilan pada trimester II (4-6 bulan). 41 . ialah penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Tindakan aborsi mengandung resiko yang cukup tinggi. Abortus spontaneus (yang tidak disengaja). kelainan saluran reproduksi. terjadi apabila ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun. 2) Manipulasi fisik. maka ia akan cenderung mengambil jalan keluar seperti mengugurkan kandungan atau aborsi. misalnya dengan cara: 1) Penggunaan ramuan dengan jamu peluruh rahim. Selain itu juga terdapat hal-hal seperti perlakuan yang kurang adil dari masyarakat atau institusi formal terhadap remaja perempuan. aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu.

dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah jika seorang gadis tiba-tiba hamil serta akan terjadi cemoohan dan penolakan dari masyarakat sekitarnya. Akibat tindak penguguran ini dapat memunculkan perasaan bersalah. penguguran kandungan merupakan tindakan yang dikecam dan membuat pelaku terkucil di dalam masyrakat. anak atau keduanya. selain itu pendarahan tersebut dapat menyebabkan tingginya resiko kematian ibu atau anak atau kedua-duanya. 4) Terjadinya Fitsula Genital Traumatis yaitu timbulnya suatu saluran/ hubungan yang secara normal tidak ada antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan. Tindakan aborsi yang sesuai standar profesi medis seperti di atas pun masih mengandung resiko-resiko baik yang bersifat dini maupun lanjutan. Berdasarkan nilai-nilai budaya. depresi. resiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretase.23 tahun 1992 dan dapat diancam hukuman pidana seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berikut ini: Pasal 346: Seorang perempuan yang sengaja mengugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu di ancam dengan pidana penjara seberat-beratnya selama empat tahun. tindak aborsi melanggar UU Kesehatan No. 42 . Hal tersebut dapat membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah. 2) Perdarahan hingga remaja tersebut dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologis/ syaraf di kemudian hari. marah. resiko shock hipovelmik sehingga menyebabkan resiko kematian ibu. ketegangan mental. cairan amnion. Hal ini sangat merugikan remaja karena akan mengurangi konsep diri yang positif dan menurunkan nilai harga diri yang positif dalam pergaulannya. resiko infeksi. Resiko melakukan aborsi pada remaja antara lain: 1) Infeksi alat reproduksi karena kuretase yang dilakukan secara tidak steril. Prostaglandin ini dimaksudkan untuk menginduksi persalinan buatan. yaitu menggunakan semacam selang plastik berdiameter tertentu untuk menghisap janin dari rongga rahim. dan memasukkaannya melalui vagina dan uterus dengan dosis tertentu. Selain itu akibat lainnya adalah terganggunya kesehatan dan resiko kehamilan serta kematian bayi yang tinggi serta terdapat juga akibat putus sekolah dan akibat ekonomis karena diperlukan ongkos perawatan dan lain-lain. Secara hukum. 4) Dengan meletakkan vacuum aspiration. Hal tersebut dapat menyebakan resiko kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya. sehingga janin dapat keluar dari rahim.3) Pemberian prostaglandin PgF2 melalui pembuluh darah balik. 3) Karena keadaan rahim yang belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan serta kemungkinan persalinan yang sulit.

Sumber Arizal. & Mardiati. R.  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS): sindrom yang menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. E. Modul 3: Resiko Reproduksi Remaja.  Aborsi: berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. Jakarta: Departemen Kesehatan RI Materi presentasi pelatihan IPP – Paket 1. Jakarta: PKBI & UNFPA Setiawan.. (2006).  HIV (Human Immunodeficiency Virus) : Virus yang menyebabkan AIDS  Infeksi Menular Seksua (IMS)/ Penyakit Menular Seksual (PMS): infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). Husein. (t.  Abortus provocatus (buatan): penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Muhammad.t). Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV.  Gonore: disebut juga sebagai “kencing nanah”. Glosarium  Abortus spontaneus : pengguguran kandungan yang tidak disengaja dikarenakan ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun.  Sifilis: disebut juga “raja singa” disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. F. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut).. FIQH HIV & AIDS: Pedulikah Kita?. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. kelainan saluran reproduksi. Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR). E. B.  Kehamilan yang tidak diinginkan: suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang HIV & AIDS . (1998). Infeksi Menular Seksual Materi presentasi Informasi IMS dan HIV-AIDS oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Materi presentasi Dr. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. Bandung: PKBI Jawa Barat Viora. & Suryawati.  Promiskuitas : berganti-ganti pasangan I. Bagus Rahmat Prabowo PKBI Jabar IMS PKBI Jabar Informasi Dasar IMS dan HIV-AIDS 43 . (2011). (2010).  Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis: penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes simplex virus (HSV).  Jengger Ayam: penyakit yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus). Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. dkk. (2009). Jakarta: PKBI Pusat Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. atau keadaan patologis lain.H.

44 . Fasilitator memulai sesi permainan dengan mengocok tema pertanyaan dan ditanyakan pada peserta satu persatu sesuai dengan kertas yang mereka pilih. Menjelaskan pengertian NAPZA dan mampu membedakan antara narkoba. dan kocokan pertanyaan.NAPZA (Narkoba. Alat Pendukung Alat bantu visual. Masyarakat pada umumnya mengenal obat-obat terlarang tersebut sebagai istilah NARKOBA (Narkotika dan Bahan-bahan berbahaya). Fasilitator penutup kegiatan pelatihan. Menjelaskan bagaimana penggolongan NAPZA. psikotropika. Pengertian NAPZA Istilah NAPZA merupakan akronim dari Narkotika. c. Alkohol. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader (5 menit). dan Zat-zat adiktif lainnya. F. Waktu 120 menit. Proses Pembelajaran 1. Metode Presentasi. kertas pertanyaan. 3. Menjelaskan apa saja dampak yang disebabkan oleh pengkonsumsian NAPZA. Fasilitator memberikan penjelasan materi mengenai NAPZA (45 menit). Istilah ini biasanya dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi dan ditujukan pada berbagai obatobat terlarang yang dapat menyebabkan gangguan baik terhadap kesehatan fisik ataupun jiwa penggunanya hingga kecanduan terhadap penggunanya. Fasilitator memberikan pre test kepada peserta (15 menit). C. Output Setelah proses pembelajaran selesai. dan zat adiktif. 6. b. Psikotropika. peserta diharapkan mampu untuk: a. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. G. dan Zat Adiktif) A. 4. (15 menit) 7. dan permainan E. D. Alkohol. Fasilitator melanjutkan diskusi dengan tanya jawab (15 menit). Pertanyaan bisa dialihkan pada teman lainnya yang mampu menjawab pertanyaan (20 menit). Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang NAPZA. 5. 2. Fasilitator memberikan post test kepada peserta. Psikotropika. B. Lembar Bacaan 1. diskusi.

pil. Pemakaian secara terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis. Adiksi lebih merupakan efek obat yang menimbulkan ketagihan atau kecandua pada si pemakai.dan hati. Zat-zat kimia. suhu badan meningkat atau menurun. sebagai akibat apabila seorang pemakai obat tidak mendapatkan atau menghetikan obat yang dibutuhkan. mual-mual. dll. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”. baik dengan ditelan melalui mulut. 45 . maka hal tersebut dapat dianggap sebagai “penyalahgunaan” (dalam Marviana. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. c) Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) adalah gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan” Meski begitu. heroin digunakan bersama alkohol. suasana hati atau perasaan. Risiko yang umumnya terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung. Psikotropika adalah “zat atau obat. tersebut dapat mengubah pikiran. 2000) Berikut ini adalah berbagai istilah yang berkenaan dengan penyalahgunaan NAPZA: a) Intoksikasi/Overdosis (Keracunan) adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. hilangnya rasa. dan dapat menimbulkan ketergantungan”.NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. dan perilaku seseorang. 22 tahun 1997 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa pengertian narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. panik. dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui urat darah. OD sering terjadi bila menggunakan narkoba dalam jumlah banyak dengan rentang waktu terlalu singkat. Atau menelan obat tidur secara berlebihan. Namun jika zat-zat tersebut digunakan untuk maksud lain. d) Kecanduan Obat (Adiksi) adalah suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. Pengertian diatas didasarkan pada berbagai definisi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Undangundang No. biasanya digunakan secara bersamaan antara putaw. rasa sakit diseluruh tubuh. paru-paru. umumnya dalam dunia pengobatan zat-zat kimia yang masuk ke dalam NAPZA sering dimanfaatkan oleh para dokter sebagai zat yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit dan juga obat penenang bagi pasiennya dengan penggunaan sesuai dosis yang diperlukan. misalnya sebagai cara untuk menghibur diri. b) Toleransi adalah ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.

dan lain-lain. 3. deksafetamin. dan kegunaan kedokteran lainnya. crack. 2. memberikan rasa melambung tinggi. alkohol. morphin. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. dll. untuk membantu orang tidur. kokain. heroin. Contoh opida/opiate (opium. yaitu: a) Alami Merupakan jenis zat/obat yang diambil langsung dari alam. kecemasan. Beberapa orang menyalahgunakan obat penenang karena efeknya menenangkan. Obat anti depresan ini dapat membuat pemakai merasa tenang. tanpa adanya proses fermentasi atau produksi.e) Dependensi (Ketergantungan) suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. pethidin. b) Semi sintesis Yaitu jenis zat/obat yang diproses sedemikian rupa melalui proses fermentasi. Contohnya: morfin. narkoba dan zat adiktif lainnya dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis : a) Depresan Obat jenis ini menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu aktivitas tubuh. psikocybin. dan obat tidur trankuiliser atau obat penenang. 46 . kafein. Efek yang ditimbulkan NAPZA Kalau dilihat menurut efeknya pada sistem saraf pusat pemakai. Misalnya: ganja. Penggolongan NAPZA Berdasarkan proses pembuatannya. narkotika terbagi menjadi 3 golongan. c) Sintesis Adalah zat/obat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1930-an untuk keperluan medis dan penelitian yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan penekan batuk (antitusif) seperti amfetamin. Obatobat ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stress. opium. kodein). kodein. heroin. Obat penenang depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut „ benzodiazepine‟.

Heroin atau Putaw umumnya disalahgunakan dengan cara dihirup melalui hidung. c. Heroin juga memiliki turunan yaitu Putaw. yaitu dengan memanaskan bubuk heroin di atas kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas. rasa dingin dan perasaan tegang dengan diiringi perasaan senang. Heroin adalah zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. Perasaan menyenangkan tersebut berasal dari 47 . pusing. hangat. Morfin adalah zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. b. Opiat/Opium adalah obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy yang dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk bunga opium. Efek psikologis dari penggunaan heroin dan putaw diantaranya adalah meliputi perasaan bebas dari rasa sakit. Bubuk ini mengandung morfin dan kodein yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit. Sering digunakan oleh para dokter sebagai penghilang rasa sakit. dan keinginan bersuka ria.1. Berikut ini adalah obat-obat yang termasuk opioda yaitu: a. jalanan.com Opioda merupakan zat yang diambil dari bagian pohon “Poppy” yang pertama kali ditemukan di Asia Kecil dan umumnya digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir sampai akhirnya tersebar hingga India dan China. Heroin memiliki kekuatan dua kali lipat daripada morfin sehingga ketergantungan heroin akan lebih hebat dibandingkan dengan morfin. Opioda Sumber: google. Pada abad XVIII pemerintah China mengimpor dan menjual dan menggunakan opioda sebagai obat untuk menimbulkan rasa senang.

dihirup hidung dengan pipa kecil (snorting) atau melalui injeksi pada pembuluh darah. Jaringan otak yang bertanggung jawab untuk kenikmatan secara seksual atau kenikmatan dari makan makanan yang memuaskan (Begley. Sumber: google.kemampuan opiate untuk menstimulasi sirkut kenikmatan otak secara langsung. 48 . Kokain Merupakan zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). dihisap seperti rokok. 2001). teransang. 1. Disalahgunakan dengan ditelah bersama dengan minuman. bertambahnya tenaga.com b) Stimultan Stimultan seperti amphetamin dan kokain adalah zat psikoaktif yang meningkatkan aktivitas sistem saraf. Efeknya agak berbeda antara satu dengan obat lainnya. namun sejumlah stimultan menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. meningkatkan percaya diri serta mencapai perasaan sukses. Efek psikologisnya dapat menimbulkan rasa gembira.

serta bentuk lainnya yang digunakan dalam pengobatan medis sebagai obat penahan rasa lapar. mengurangi rasa kantuk serta mengurangi rasa lelah dan bosan atau menurunkan berat badan. atau dilinting dalam rokok. 2000).Sumber: google. disuntik.com 49 . Perilaku agresif juga dapat terjadi. Efek penggunaannya dapat meningkatkan kewaspadaan. terutama bila obat dihisap atau disuntikkan melalui vena (APA. kapsul. Sumber: google. Amfetamin Amfetamin umumnya ditemukan dalam bentuk tablet. dihisap. meningkatkan konsentrasi. Penggunaannya dengan ditelan.com 2. meningkatkan rasa percaya diri.

Kafein Kafein merupakan zat peransang yang biasa ditemukan dalam obat generik. kebingungan dan pusing serta diare. substansi. Umumnya orang mungkin tidak berpikir kafein sebagai penyalahgunaan. Gejala khas dari nikotin termasuk juga keinginan terus-menerus untuk substansi. Individu yang menggunakan kafein dalam jangka panjang dan berlebihan akan mengalami efek psikologis seperti: cepat marah. meningkatkan resiko flu. Efek fisiologis utama dari kafein adalah merangsang saraf pusat dan otot rangka.3. gelisah. 50 . itu adalah dalam kategori obat-obatan psikoaktif. Nikotin Zat nikotin umumnya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok. gugup. atau keracunan kafein yang akan menyebabkan kegelisahan. dan ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif seperti sebelumnya. mual dan muntah. ketegangan dan kegelisahan. dan tembakau asap. gampang tersinggung dan penurunan detak jantung. resah. the. mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan mental. kulit berkeringat. dan insomnia. Nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan. Sumber: google. Selain itu juga dapat menghasilkan reaksi kecanduan yang dikenal sebagai caffeinism. hiperaktif.com 4. kesulitan dalam berkonsentrasi. cerutu. kopi. coklat atau minuman soda. Nikotin dan karbon monoksida yang dilepaskan dalam asap rokok adalah faktor penting yang menyebabkan atau memperburuk penyakit jantung koroner.

Hal tersebut akan berbahaya bagi si pemakai karena dia akan bertingkah laku sesuai dengan apa yang dia khayalkan. inhalasia serta cairan penghapus. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) LSD berasal dari jamur yang tumbuh pada kotoran sapi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk bubuk putih yang dapat larut dalam air. LSD juga memberi efek halusinasi sehingga pemakai dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain seperti khayalannya. Bahan Pelarut Merupakan zat organik (karbon) yang dapat menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Pengguna sendiri menyatakan LSD “memperluas kesadaran dan 51 .com 5. Efek jangka panjang bisa mempengaruhi kontrol motorik tubuh. c) Halusinogen Halusinogen merupakan zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran juga seringkali menciptakan sebuah gambaran hanya bisa dilihat oleh si pengguna dan membuat perasaannya terganggu. 1. Efek bagi penggunanya hampir sama seperti minuman beralkohol tetapi membuat mabuk dengan lebih cepat dan efeknya menghilang beberapa menit setelah menggunakannya. erosol. solven. thiner. merusak hati dan ginjal hingga menyebabkan kematian. Yang biasanya digunakan adalah bahanbahan pelarut seperti lem. LSD tersedia dalam berbagai bentuk baik kapsul.Sumber: google. Istilah yang paling umum untuk hal ini adalah “glue sniffing” (ngelem). Efek penggunaannya bisa menimbulkan perasaan “ fly” yang timbul dari 30-60 menit setelah menggunakannya dan mencapai puncak pada 2-6 jam kemudian. gula batok. dll.

Ingatannya akan terserang. bingung. Sumber: google. dan sulit berkonsentrasi. Pada saat penggunaannya memuncak. Kandungan kimia dari tumbuhan ini yang dapat menimbulkan efek psikoaktif dinamakan delta tetra hydrocannabinol atau lebih sering disingkat THC. tetapi efek samping seperti gelisah dan delirium mencegah penerimaan medisnya (Schuckit. hingga halusinasi dan delusi.com 52 . Penyalahgunaan kronis PCP dapat menghasilkan ketergantungan dan berbagai gangguan mental 52atakan. mengigau.membuka dunia baruseolah mereka melihat suatu kenyataan yang melampaui kenyataan yang biasa”. Kecelakaan fatal kerap terjadi selama perjalanan dengan LSD. Mariyuana Marijuana / ganja terdiri dari daun kering dan bagian atas bunga (biji atau bunga) dari tumbuhan Cannabis Sativa dan Cannabis Indica. kenikmatan tersebut akan berubah menjadi kecemasan. dan delusi. 1979: 122). Pengguna dapat merasa 52atak dan takut kehilangan kendali atau kewarasan. karena mereka tidak dapat mengingat apa saja yang ingin mereka 52atakana. Penggunaan ganja bisa merasakan kenikmatan. Beberapa mengalami ketakutan yang amat sangat akan kematian. termasuk mabuk. perubahan abnormal pada suasana hati. 3. 2. Phencylidine (PCP) Phencyclidine (PCP) pertama kali diuji di laboratorium farmakologi selama tahun 1950-an potensi untuk digunakan sebagai obat bius. tidak bisa istirahat. akibatnya. bahkan mereka akan mengalami speech block. Seseorang dapat mengalami paranoia dalam pikiran dan perasaan.

Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga. yaitu para penyalahguna NAPZA juga Semua akibat ini berujung pada meningkatkannya perilaku penyalahgunaan NAPZA. a) Secara fisik: penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang. pikiran dan perilakunya dipengaruhi oleh zat yang dipakainya. c) Secara sosial: dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. marah.kasar. Cara yang kemudian ditempuh untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi mental itu adalah dengan mengkonsumsi lagi NAPZA. Keduanya menyebabkan seseorang untuk berusaha terus-menerus mengkonsumsi NAPZA. d) Pemakaian NAPZA secara berlebihan menyebabkan kematian. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. seperti rasa bersalah.4. Dampak Penyalahgunaan NAPZA Paling tidak terdapat 3 aspek akibat langsung penyalahgunaan NAPZA yang berujung pada menguatnya ketergantungan. dll. 53 . Beberapa dampak yang sering terjadi dari peningkatan ini adalah sebagai berikut: a) Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri dan menipu orang lain untuk mendapatkan uang membeli NAPZA. Perasaan dikucilkan pihak-pihak ini kemudian menyebabkan si penyalahguna bergabung dengan kelompok orang-orang serupa. Penyalahgunaan NAPZA pada dasarnya membahayakan seluruh tubuh. ingin bunuh diri. agresif. Sudah terlalu banyak kasus kematian terjadi akibat pemakaian NAPZA. Gejala over dosis pada penyalahguna NAPZA menjadi lebih besar karena batas toleransi seseorang sering tidak disadari oleh yang bersangkutan. pihak sekolah atau pekerjaan. cemas. Ketergantungan pada NAPZA juga menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilakunormal. terutama karena pemakaian berlebih (overdosis) dan kematian karena AIDS (akibat pemakaian NAPZA melalui jarum suntik bersama dengan orang yang sudah terinfeksi HIV). teman-teman. Berbagai gangguan psikis atau kejiwaan yang sering dialami oleh mereka yang menyalahgunakan NAPZA antara lain rasa tertekan. Hal ini terlihat dari peningkatan dosis yang semakin lama semakin besar dan gejala putus obat. Sehingga muncul konflik dengan orang tua. c) Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV. Peningkatan jumlah orang dengan HIV positif di Indonesia akhir-akhir ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA. malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA. b) Secara psikis: berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental. b) Menurun bahkan menghilangnya produktivitas pemakai. ketakutan. Sehingga perasaan. apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja.

yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.     Zat-zat adiktif: zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan.  Depresan : jenis obat yang dapat membuat pemakai merasa tenang.  Halusinogen: zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi  Stimultan seperti amphetamin dan kokain: jenis obat yang dapat menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. hilangnya rasa. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. rasa sakit diseluruh tubuh. mual-mual.  Kecanduan Obat (Adiksi): suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk.  Dependensi (Ketergantungan): suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya.  Opiat/Opium: obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy termasuk ke dalam golongan zat depresan Morfin: zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. dll.   54 .  Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi  Psikotropika : zat atau obat. Rehabilitasi: tempat penanganan individu ketergantungan obat-obat terlarang.  Intoksikasi/Overdosis (Keracunan): gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. dan dapat menimbulkan ketergantungan”.  Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat): gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. Heroin: zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. Obat-obat terlarang: obat-obat yang dilarang untuk dikonsumsi karena dapat menimbulkan ketergantungan.  Toleransi: ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. Glosarium  Alkohol: Minuman yang memabukkan.H. Praktisi: ahli dalam bidangnya. memberikan rasa melambung tinggi. panik. sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.  Benzodiazepine: kelompok obat yang biasa dipakai oleh dokter sebagai obat penenang. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika.  “glue sniffing” (ngelem): aktivitas individu penyalahguna bahan pelarut. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. suhu badan meningkat atau menurun.

 Phencyclidine (PCP): zat yang biasa dipakai sebagai obat bius dalam ilmu kedokteran. Tersedia: http://www.  Amphetamin: obat yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat penahan rasa lapar. Makalah Kel. Bandung: UPI Tambunan. 55 .e-psikologi. Bandung: Mitra Citra Remaja. R. Kokain : Zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). Modul 5: NAPZA. dkk. (2000). Akibat Penyalahgunaan NAPZA. Tim PLA Jurusan Psikologi UPI. Jakarta: PKBI Novianita. D. Modul Basic Knowloedge. I. [Online].M. (2010). [17 Maret 2012].  Kafein: zat yang dapat meningkatkan kesadaran dan biasa ditemukan pada minuman seperti kopi atau the. G. (2011).com.  Kafeinism: kecanduan kafein  Nikotin: zat stimultan yang biasa ditemukan di produk tembakau seperti rokok. (2011). Sumber Marviana. 7: Penyalahgunaan dan Ketergantungan Obat-obatan.

Keterampilan Public Speaking dan Pengembangan Diri 56 . Keterampilan Konseling 2.Community Orginazier & Public Speaking 1.

Fasilitator menjelaskan materi konseling dengan metode ceramah dan tanya jawab. Memahami pengertian. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. 3. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. kompetensi yang diperlukan dan proses konseling. Tiap pasangan mendiskusikan kasus/permasalahan remaja yang sudah ditentukan oleh masing-masing pasangan. (10 menit) 6. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Tiap pasangan yang tampil diobservasi oleh pasangan yang lain dan menuliskan kekurangan dan kelebihan kelompok yang lain (50 menit). (5 menit). dan Role Play E. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang bagaimana proses konseling pada remaja. B. 7. 4. sebagai konselor dan klien (dalam situasi saling tatap muka) dengan kedudukannya yang setara untuk bekerja sama dalam upaya membantu 57 . Tiap pasangan diberi waktu role play masing-masing 5 menit. Fasilitator melakukan role play proses konseling. Lembar Bacaan 1. Diskusi. Pengertian konseling Konseling adalah suatu hubungan di mana sedikitnya satu di antara pihak-pihak yang terlibat mempunyai maksud membantu pihak lain untuk meningkatkan perkembangan dirinya. Alat Pendukung Alat bantu visual. Fasilitator membagi para kader secara berpasang-pasangan. G. 2. Berperan sebagai peer counselor dengan mengaplikasikan pengetahuan mengenai konseling. Tiap pasangan melakukan role play proses konseling sesuai dengan kasus yang didapat. Dalam konseling terjadi proses hubungan saling membantu dimana dua pihak. Proses Pembelajaran 1. Metode Presentasi. lembar bacaan. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. dan perlengkapan role play. Kelompok lain dan fasilitator memberikan komentar atau masukan (15 menit) 8. kemampuan berfungsi dan menghadapi hidup dengan lebih baik . C. (5 menit). kedewasaan. F. (5 menit) 5. tujuan. Waktu 120 menit D.KONSELING REMAJA A. 2. (20 menit).

lebih dapat mngerti dirinya. Konseling dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Tugas Peer Konselor Tugas peer counselor adalah sebagai berikut: a) Sebagai pendengar yang baik bagi curhat klien sebayamu b) Mmabantu petugas PKPR atau pendampingmu untuk menemukan sedini mungkin masalah yang dialmai klien sebaya c) Membantu menyelesaikan masalah klien sebaya sesyai dnegan kemampuan d) Memberikan informasi/ pengetahuan yang benar tentang kesehatan remaja e) Mangajak (merujuk) klien sebayamu ke ahli jika masalahnya di luar kemmapuanmu untuk membantunya 4. 58 . 2. Kelebihan konseling kelompo adlah memberikan kesempatan klien untuk belajar dari pengalaman orang lain. kamu perlu memahami apa yang dirasakan oleh klien sebaya tetapi masih dapat memisahkan perasaan itu dengan diri sendiri. Tujuan Konseling pada Remaja Mengapa teman sebayamu membutuhkan konseling? a) Membantu teman sebayamu agar mampu memahami masalah yang sedang dihadapi b) Memberi informasi yang berkaitan dengan masalah teman sebayamu tanpa memihak dan memerikan informasi tentang jangkauan kepada berbagai sumber daya/ fasilitas kesehatan c) Mendorong teman sebayamu menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah d) Membantu teman sebayamu untuk mengambil keputusan tersebut dnegan bertanggung jawab e) Memberikan dukungan emosi. kesehatan reproduksi secara umum. seperti maslah pacaran.klien menolong dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam kehidupannya. Kompetensi Berikut ini adalah kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh peer konselor antara lain: a) Pengetahuan Untuk menjadi peer konselor yang harus dimiliki mengenai karakteristik remaja dan maslaahmaslaah kesehatan yang teman sebaya hadapi terutama berkaitan dengan perilaku beresiko. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). perilaku seksual. Infeksi Menular Seksual (IMS). Empati dapat ditunjukkan melalui sikap memahami perasaan klien sebayamu dan bisa membayangkan seandainya kamu memiliki maslah serupa dengan masalah kliemu tersebut. mengurangi kekhawatiran dan penderitaan teman sebayamu 3. b) Sikap 1) Empati Sebagai konselor sebaya. dn masalah-masalah kesehatan lainnya. kesulitan belajar. HIV-AIDS. dan lebih dapat mneyesuaikan dirinya.

f. umur tingkat pendidikan.2) Kongruensi Sebagai konselor sebaya. Tidak menghakimu klien sebayamu maupun perilakunya meskipun menurut pandanganmu temanmu tersebut salah. g. Mengerti keterbatasan diri sendiri sehingga kalau klien sebayamu memiliki masalah masalah dimana kamu tidak dapat membantunya. Bernai bertanggung jawab terhadap setiap tindakanmu. nilai-nilai menyontek. a. atau justru temanmu jauh lebih pandai darimu. d. Klien sebayamu akan sangat menghargai bila merasa didengarkan. seperti nilai-nilai berpacaran. c. d. Ciri-ciri kongruensi dapat terlihat dari sikapmu sebagai berikut: a. dan sebagainya. Mendengarkan curhat klien sebayamu dengan sabar. kamu harus mampu mengajak temanmu tersebut (merujuk) ke pihak lain yang lebih kompeten. baik berdasarkan jenis masalah yang sedang dihadapi. Kamu dapat mengecek kembali apakah pemahamanmu terhadap pesan yang disampaikan oleh klien sebayamu sudha benar atau belum. agama. Peka terhadap kepentingan orang lain. Tidak membeda-bedakan klien sebayamu. g. suku. c. Dalam mendengar aktif. kamu perlu memahami dirimu sendiri. Bisa menjadi sahabat bagi klien sebayamu yang sedang bermasalah. 59 . Mau belajar memecahkan masalahmu sendiri. f. b. Sikap penerimaan tanpa syarat bisa terlihat dari: a. 3) Penerimaan tanpa syarat Sebagai konselor sebaya. e. Sungguh-sungguh ingin membantu klien sebayamu. misalnya jika temanmu tersebut adalah orang yang kurang pandai. b. Kamu dapat dipercaya dan akan menyimpan rahasia c) Keterampilan 1) Mendengar aktif Konseling melibatkan kemampuan mendengar aktif. Apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. emosional. Bisa menerima dirimu apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan. tingkat sosial ekonomi. Kamu menerima keterbatasan dan kelebihan klien sebayamu. Bisa mengendalikan emosi. nilai-nilai kesopanan. b. kamu bukan hanya sekedar mendengar melainkan juga menyimak dan mampu menyampaikan kembali apa yang kamu dengar. kamu diharapkan bisa menghargai dan menerima nilai-nilai klien sebayamu yang bisa jadi berbeda dengan nilai-nilai yang kamu milik. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari mendengar aktif. e. orientasi seks maupun pilihan pekerjaan yang tidak lazim seperti pekerja seks dan lain-lain. ras. jenis kelamin.

condong ke arah klien sebaya yang diajak bicara Hindari: menunduk. marah. konselor harus bisa menangkap dan mengungkapkan kembali isi perasaan yang dirasakan oleh klien sebaya dalam bentuk kata-kata yang diucapkan kembali oleh konselor sebaya. melihat ke jalan/jam/handphone terus menerus b) Ekspresi        Wajah tersenyum. Komunikasi Nonverbal 1. 2) Komunikasi non verbal-verbal a. b. akan membantu klien sebaya untuk mencari perasaan yang ada di balik pesan verbalnya. Membantumu untuk menjaga hubungan baik dengan klien sebayamu karena kamu tidak mengguruinya. c) Suara d) Kontak mata e) Sentuhan 60 . takut. Bahasa tubuh a) Gerakan dan posisi tubuh   Rileks. Refleksi Makna Merupakan gabungan refleksi isi dan redleksi perasaan.c. Refleksi Perasaan Pada refleksi perasaan. Membantumu untuk mengingat apa yang diaktakan oleh klien sebayamu e. memegang tangan. c. terus bergerak. tangan membuat gerakan tertentu. yaitu: a. menunjukkan minat Hindari: muram. kesal. senang. Selain itu terdapat berbagai teknik yang perlu dikuasai dari bisa mendengar aktif. gelisah. bingung Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Menatap mata klien remaja tanpa ketegangan Menepuk bahu. Mencegah timbulnya rasa marah klien sebayamu d. Parafrasing (Refleksi Isi) Pernyataanmu yang menyebutkan esensi dari isi pesan klien sebayamu yang disampaikan dengan menggunakan kata-katamu sendiri (kata-kata yang berbeda dari apa yang diucapkan oleh klien sebaya). dengan merefleksikan perasaan. kecewa.

.”  Pertanyaan berlebihan “kamu pergi kemana.” 5. a) Greet – Salam Tujuan : Membangun hubungan untuk mencairkan suasana suapaya klien merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan masalahnya. badai pasti berlalu . siapa yang pergi bersamamu... Klarifikasi. Menafsirkan dengan benar 3. Proses Konseling Dalam proses konseling... dengan cara mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup sesuai kebutuhan 5. 61 .. tidak pakai kondom malah tidak tertular”  Memberikan solusi :  Memerintahkan “Akan lebih baik bila kamu . Menyimpulkan Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindarkan  Menghakimi  Mengkritik misalnya “Apa kamu belum mengerti juga”  Memberikan julukan “Kamu kok tolol”  Mengasumsi “Anda tidak suka dengan sikap saya”  Menyindir “Kamu hebat ya.. akan tetapi perlu dibina melalui sikap dan perilaku konselor sebaya. Oleh karena itu.”  Menghindar  Membelokkan “Olahraga apa yang kamu lakukan sekarang?”  Argumen logik “ Satu-satunya cara agar tidak tertular HIV adalah tidak „pakai‟ lagi”  Menentramkan “Ya sudah.. maka .. sebaiknya konselor sebayalah yang terlebih dahulu memberikan salam dan memperkenalkan diri. berempati dan mengerti perasaan mereka. Tidak memotong pembicaraan 4. konselor dapat menggunakan langkah-langkah yang disebut gather atau satu tuju.b.”  Moralisasi “Kamu seharusnya . Hal yang perlu diperhatikan:  Konselor sebaya tidak secara spontan dipercaya oleh klien sebaya.”  Mengancam “ Kalau kamu tidak lakukan. apa yang kamu lakukan”  Menasehati “kamu akan lebih baik bila . Komunikasi Verbal 1.. Menjaga alur pembicaraan dengan cara paraphrasng yang bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas pernyataan klien sebaya dan membantunya untuk dapat memfokuskan pembicaraan dan merefleksikan pembicaraan 2.

(sesuai masalah/keluhan yang diungkapkan)”. bagaimana perjalanannya?” 2) Perkenalan Konselor sebaya memperkenalkan diri sebaik mungkin dan buat klien sebaya merasa nyaman agar klien sebaya dapat memperkenalkan diri sebaliknya dengan baik pula. Contoh salam dan perkenalan 1) Salam Konselor sebaya dapat memberi salam sambil menjabat tangan.. pemikiran dan perasaan klien sebaya Biarkan klien sebaya menceritakan dan merumuskan masalahnya Konselor sebaya menggali untuk mengetahui apakah masalah ada pada klien sendiri atau orang lain “Bagaimana keadaanmu saat ini di sekolah?” “Apa saja yang kamu ketahui mengenai masalah yang kamu hadapi?” “Bagaimana tanggapan teman tentang masalah . Hal-hal yang perlu diperhatikan:             Ajukan pertanyaan dengan tenang dan perlahan Jangan memaksa dan hindari suara seperti menginterogasi Memahami perilaku.. temponya sesuaikan dengan keadaan klien sebaya. 62 Contoh pertanyaan yang bisa menggali perasaan remaja agar lebih terbuka: Dari jawaban yang diberikan kita bisa melakukan probing (menggali lebih dalam) untuk: . Pakailah bahasa yang mudah dimengeti oleh klien sebaya... b) Ask – Tanyakan Tujuan: Mengetahui secara mendalam tentang perasaan klien sebaya. jangan terburu-buru. merangkul atau menepuk pundak klien sebaya remaja da mengucapkan :  “Halo apa kabar. (sesuai kasus)?” “Apa kebiasaan yang kamu lakukan sehari-hari?” “Coba ceritakan masalahmu?” Mengetahui lebih jels dan dalam berdasarkan jawabn yang sudah diberikan oleh klien sebaya Mengetahui apakah pemahaman konselor sebaya sudah sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh klien sebaya. Tolong jelaskan apa yang kamu maksud dengan sikapnya yang memaksa?” “Jadi menurutmu sebenarnya kamu tidak suka kalau pacarmu . situasi klien sebaya dan alasannya datang untuk meminta bantuan dan mengidentifikasi masalah. Contoh:   “Tadi kamu bilang merasa tidak nyaman dengan sikap pacarmu yang suka memaksa.. silakan duduk. selamat datang (sesuaikan dengan lokasi)  “Selamat datang.

 Apakah sudah mampu berelasi lebih baik 2. orangtua. konselor sebaya. pacar. maka harus siap ditinggalkannya”. Hal-hal yang perlu dievaluasi mencakup :  Apakah masalah dan gejala hilang atau berkurang  Masih adakah perasaan-perasaan yang menimbulkan stress  Apakah klien remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah  Sejauh apakah pemahaman diri klien sebaya dan orang lian. sahabat. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. “Jika kamu sudah memutuskan untuk melakukan tes urin. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Mengingatkan kembali resiko-resiko yang mungkin muncul atas keputusannya. Terminasi  Konselor sebaya perlu mencegah kemungkinan terjadinya ketergantungan klien sebaya terhadap dirinya yaitu dengan member kesempatan klien sebaya untuk menjalankan keputusannya. dengan 63 . Tapi kalo kamu malu nanti bisa saya natar ke sana”. maka kamu bisa pergi ke Puskesmas PKPR. pasangan. Petugasnya ramah kok. Contoh:   “Kalau kamu mau menyelesaikan maslaahmu dengan cara bilang jujur kepada pacarmu bahwa kamu terlambat haid. Evaluasi Sebagai persiapan mengakhiri konseling. dll) mengenai kekhawatiranmu ini?” “Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari hubungan dengan pacarmu?” c) Explain – Jelaskan Tujuan: Menjelaskan kepada klien sebaya apa yang perlu dilakukan setelah mengambil keputusan.   “Siapa saja yang sudah tahu mengenai kekhawatiranmu ini?” Bagaimana tanggapan ornag sekitarmu (teman. d) Return – Undang Tujuan:   Mengevaluasi proses konseling apakah sudah sesuai dengan kebutuhan klien sebaya Mengakhiri proses konseling (terminasi) dengan tetap membuka kesempatan bagi klien sebaya untuk tindak lanjut atau kembali kalu diperlukan. termasuk konsekuensinya. konselor sebaya perlu melakukan evaluasi bersama klien sebaya terhadap hasil konsleing untuk mengetahui apakah klien sebaya merasa benar-benar terbantu selama proses konseling.

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI LAMPIRAN Format Penilaian Keterampilan Konselor Komunikasi Non Verbal Posisi duduk Rileks Condong ke arah klien Ekspresi Senyum Antusias Suara Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Kontak mata Menatap mata klien Sentuhan Menepuk bahu Memegang tangan Komunikasi Verbal Tidak menghakimi Tidak mengkritik Tidak memberi julukan/ label Tidak berasumsi Tidak menyindir Tidak memberikan Tidak memerintah solusi Tidak mengancam Tidak moralisasi Tidak bertanya berlebihan Tidak menasehati Tidak menghindari Tidak membelokkan masalah masalah Tidak menghibur Tidak berargumen Mendengar Aktif Refleksi Isi Refleksi Perasaan Refleksi Makna GATHER Greet Ask Tell Help Explain Return Ya Tidak Keterangan 64 .  Keputusan untuk menghentikan konseling adalah usaha bersama antara klien sebaya dan konselor sebaya. 2010. H.tetap meyakinkan klien sebaya bahwa ia bisa datang lagi sesuai keperluannya atau jika ia merasa memerlukan. Teknik Konseling Kesehatan Remaja bagi Konselor Sebaya. Kementrian Kesehatan RI. Sumber Direktorat Bina Kesehatan Anak.

sifat negative. (5 menit). 4. Fasilitator menjelaskan peraturan permainan (5 menit). korek api. dan permainan E. 3. Alat Pendukung Alat bantu visual. 65 . Memahami dan paham mengenai 10 kompetensi psikososial 2. 2. 8. Fasilitator menjelaskan tentang peraturan permainan. dan bola kertas. Fasilitator mengajak peserta berdiskusi mengenai apa yang terjadi dan manfaat dari permainan (10 menit). Tumbuhnya sikap dan kepedulian terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan 10 kompetensi psikososial. Fasilitator meminta peserta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan dan mempersiapkan mereka untuk melakukan role play mengenai kasus remaja. Proses role play (15 menit) 7. Proses Pembelajaran 1. B. (Jembatan Gantung) 3. 5. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Waktu 120 menit. Output Setelah proses pembelajaran selesai. kapur tulis. diskusi. Fasilitator melakukan diskusi mengenai tujuan dari permainan jembatan gantung. (5 menit) 6. 10. Mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif melalui penerapan 10 kompetensi psikososial. D. Peserta yang terkena lemparan bola kepada peserta lain harus segera menyebutkan sifat positif. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Permainan jembatan gantung dilaksanakan (30 menit). 9. Metode Role play. dan citacitanya. Fasilitator meminta peserta melingkar dan melemparkan bola secara spontan pada peserta. F. Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing dan menyimpulkan tujuan dari roleplay sebelumnya (10 menit). peserta diharapkan mampu untuk: 1.PENGENALAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) A. Tujuan Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada peserta yang dapat mereka gunakan sebagai bekal mereka nanti sebagai kader puskesmas bagi remaja. C. Bola dilempar hingga semua peserta mendapat giliran (15 menit).

tenggelam dalam kesalahan. mengikuti atau meniru hal-hal yang sedang trend. 66 . mendorong dan memberi semangat serta toleransi antar sesama. kekuatan. dan gagal memnafaatkannya untuk kemajuan. putus asa atau asal-asalan dalam menentukan langkah. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemandirian dan integritas diri. mudah terpengaruh oleh orang lain. menilai dan mengantisipasi tantangan masa depan. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan kesadaran diri (pembelajaran efektif). Tidak berkembangnya kompetensi ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi frustasi. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mamu memahami orang lain sehingga dapat hidup berkelompok. Lembar Bacaan 1. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam Kehidupan sehari-hari mereka masih cenderung mementingkan diri sendiri. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mampu menghadapi berbagai permasalahn dengan cara yang tepat dan cepat.G. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah kemmapuan mengambil keputusan yang tepat. menganalisis diri. kelemahan. merauka diri sendiri. KOMPETENSI PSIKOSOSIAL a) Kesadaran Diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenal diri sendiri tentang karakter. saling menolong. b) Empati Empati adalah kemampuan untuk memposisikan peraaan orang lain pada diri sendiri. dan kurang peduli terhadap lingkungan. d) Pemecahan Masalah Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan kemampuan menguraikan informasi atau permalahan. empati dapat membantu seseorang untuk bisa menerima satu sama lain. menghubungkan pemasalahan dengan hal-hal yang relevan. sehingga tidak terlalu mudah untuk memahami perasaan orang lain. c) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk menentukan pilihan yang tepat secara konstruktif dari berbagai alternatif yang ada. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi cengeng (tidak mandiri. lemah semangat). menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalannya. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih banyak remaja yang masih perlu dibantu dalam mengambil keputusan yang tepat. keinginan dan ketidakinginan remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih berada pada tahap transisi.

Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemampuan menganalisis situasi atau masalah. Tidka berkembangnya kompetensi ini pada remaja akan menyebabkan mereka merasa terkucil dan sulit mencari teman. mengendalikan diri agar mampu menghadapi situasi yang emosional dengan tenag.e) Berfikir kritis Berfikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi dan pengalaman-pengalamn secara objektif. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah mampu berinovasi untuk menemukan ide-ide baru. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini. agresif. Target pengembangan kompetesi psikososial ini pada remaja adalah kemampuan berinteraksi positif dengan orang lain. Pengembangan kemampuan psikososial ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan dalam melakukan interaksi yang menyenangkan. merasa tidak nyaman dalam beraktifitas serta selalu merasa kesepian dan kurang mampu. cenderung meniru dan malas. h) Hubungan interpersonal Kompetensi hubungan interpersonal adalah kemampuan yang dapat menolong kita berinteraksi dengan sesama kompetensi positif dan harmonis. baik dengan teman sebaya dan orang tua maupun orang dewasa lainnya. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini menyebabkan remaja sulit memahami sebuah fakta dengan benar. Target komunikasi efektif ini adalah kemampuan menyampaikan pesan yang dapat dipahami dan membina hubungan baik. tidak tenang dan mudah tersinggung. i) Pengendalian emosi Merupakan suatu kemampuan untuk meredam gejolak emosi sehingga bermanifestasi dalam perilaku yang terkendali. melakukan uji coba dan eksplorasi dalam mencitakan ide baru. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja tidak produktif. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan kemampuan komunikasi secara efektif. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan seharihari diperlukan kemampuan mengendaikan emosi. f) Berfikir kreatif Berfikir kreatif adlaah kemampuan membuat ide baru dnegan menganalisis informasi dan berbagai pengalaman. untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mengalami kegagalan berkomunikasi dengan pihak lain yang menyebabkan kurang baiknya hubungan pribadi. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena remaja membutuhkan jaringan dan kelompok yang dapat memberikan dorongan dan dukungan. g) Komunikasi efektif Kompetensi komunikasi efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan sehingga dimengerti oleh orang lain maupun kelompok di lingkungannya. Target pengembangan 67 . Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mudah marah.

Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah ketegaran (resiliensi). (2011). Sumber Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. tidak termotivasi. dan tidak berdaya. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari remaja masih rentan dalam menghadapi kesulitan an kegagaln dan membutuhkan kemampuan bertahan dan bangkit dari keterpurukan. Tidak berkembangnya kompetensi psikosoal ini pada remaja menyebabkan mereka menjadi lamban. agar cepat pulih dan melakukan pengembangan diri. apsif. H.kompetensi psikososial ini adalah kemampuan untuk meredam gejolak emosi dan melatih pengungkapan emosi secara positif. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. bagaimana efeknya dancara mengontrol diri terhadpa stres. 68 . j) Mengatasi stress Kemampuan mengatasi stres adalah kemampuan pengenalan sumber yang menyebabkan stres dalam kehidupan. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

LAMPIRAN Role play a.Remaja laki-laki yang memaksa .  Kemudian fasilitator meminta pengamat untuk menjelaskan hasil pengamatannya dan peserta lain memberikan komentar. Berpikir kritis 3. Berpikir kreatif 4.Remaja perempuan yang dipaksa . (Seks Pranikah) : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial Pendidikan : Meningkatkan kemampuan peserta untuk menolak tekanan atau ajakan yang merugikan Keterampilan Hidup Sehat. Tujuan Umum c. Skenario b. Sasaran Metode Tempat Proses kegiatan 1. : Role Play : Dalam ruangan : Say No To…. h. Briefing (5 menit)  Fasilitator menjelaskan judul dan peraturan roleplay 2. e. 3. Komunikasi yang efektif 5.  Fasilitator kemudian menyimpulkan bahwa dibutuhkan keterampilan 10 kompetensi psikososial untuk menghadapi tekanan lingkungan. Proses (15 menit)  Fasilitator meminta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan yang berperan sebagai: . melalui pengembangan kompetensi psikososial terutama: Alat perlengkapan : Alat bantu visual dan scenario bermain peran. Tujuan Khusus 1. Penilaian Ukuran : ada proses pemahaman terhadap 10 aspek kompetensi psikososial 69 . Pengambilan keputusan d. g.Pengamat  Kemudian fasilitator memberikan skenario yang akan dimainkan. Kesadaran diri 2. f. j. : Peserta kader yang terdiri dari 20 orang kader.  Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. Peserta bebas menyampaikan perasaannya.

 Tarik dua garis sejajar dengan jarak sekitar ½ meter yang berfungsi sebagai jembatan gantung. masing-masing berdiameter 2 meter di lantai atau tanah dengan menggunakan kapur tulis. c.  Setiap kelompok menggambar 2 lingkaran. d. h. Kedua lingkaran berfungsi sebagai pulau. 70 : Jembatan Gantung : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan para kader mampu menerapkan kompetensi psikososial. : Para kader yang berjumlah 20 orang. misalnya meteran  Amplop 3 buah yang masing-masing berisi kertas dengan pertanyaan: 1. Apa yang dilakukan untuk mencapai seberang? i. e. 1 kelompok terdiri dari 7 orang dengan jenis kelamin yang sama. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus antara lain:  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri)  Menjalin hubungan interpersonal  Berkomunikasi efektif  Mengendalikan emosi  Berfikir kreatif  Memecahkan masalah yang dihadapi  Mengatasi stress  Mengambil keputusan yang tepat. Permainan: 1 a. f. Sasaran Metode Waktu Tempat  Kapur tulis  Korek api sebanyak 3 kotak. Jarak antara kedua lingkaran tersebut 3 meter. Proses Kegiatan Proses (25 menit)  Permainan terdiri dari 3 kelompok.Cara : Fasilitator dapat mengamati cara mereka bermain peran terutama bagaimana mereka menolak ajakan temannya yang negative. masing-masing kotak berisi 10 batang korek api. Mengapa harus bekerja sama? 2. Apa yang kamu rasakan ketika harus mengambil keputusan? 3.  Alat ukur. g. b. : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan Alat Perlengkapan : : . keterampilan hidup sehat.

b. maka fasilitator akan memberikan satu amplop kepada ketua kelompok.  Fasilitator menanyakan apa yang dialami selama mengikuti permainan jembatan gantung. d. j.  Kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda sehingga banyak korek api yang dibutuhkan pun berbeda. Permainan: 2 a. Jumlah ini harus mencukupi untuk memindahkan semua anggota kelompok. Sasaran Metode Waktu Tempat : kader yang berjumlah 20 orang : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan 71 : bola panas : mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan. kedua peserta harus menyalakan korek api yang harus tetap menyala selama penyebrangan.  Jika semua anggota sudah sampai di pulau 2. Begitu seterusnya sampai peserta habis. banyaknya korek api yang terpakai dan cara mereka berdiskusi.  Kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada di amplop tersebut. Penilaian Ukuran Cara : Ada proses pemahaman terhadap aspek kompetensi psikososial : Fasilitator dapat mengamati peserta dengan kecepatan menyebrang.  Ketika menyebrangi jembatan. c.  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri) .  Fasilitator menanyakan manfaat yang didapat dari permainan jembatan gantung. e. Setiap kali penyebrangan harus dilakukan oleh dua orang sekaligus. para kader mampu: keterampilan hidup sehat.  Salah satu dari sepasang peserta yang telah berhasil sampai ke pulau 2. f. g.  Satu kelompok hanya memiliki 10 batang korek api. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. Kemudian menunjuk salah satu anggota untuk menjelaskan jawaban di depan kelompok lain. kembali ke pulau 1 untuk menyerahkan korek kepada sepasang peserta berikutnya. dan kembali pulau 2. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus  Berpikir kritis  Mengambil keputusan yang tepat  Berkomunikasi efektif  Menjalin hubungan interpersonal.

h.  Kemudian peserta tersebut melemparkan bola kepada pserta lainnya dan peserta lain yang terkena lemparan bola juga harus menyebutkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas sampai semua peserta mendapat giliran. : Fasilitator dapat mengamati peserta melalui cara peserta menyebutkan identitas diri dan orang lain. sifat negative dan cita-citanya. berpikir kritis. 72 . komunikasi efektif dan hubungan interpersonal.  Fasilitator akan melemparkan bola secara spontan kepada peserta karena bolanya diumpamakan sebagai bola yang panas. i.  Peserta yang terkena lemparan bola harus segera menyebutkan sifat positif. Perlengkapan Proses Kegiatan Proses : bola tenis sebanyak 1 buah :  Fasilitator meminta peserta berdiri melingkar dan menyebutkan nama lengkap dan panggilan dengan jelas. Debriefing Ukuran Cara : Ada proses pemahaman kompetensi psikososial. yang meliputi aspek kesadaran diri. pengambilan keputusan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful