MODUL PELATIHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

MITRA CITRA REMAJA PERKUPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA JAWA BARAT 2013

1

Mitra Citra Remaja (MCR) – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat 2013 Pusat Informasi Pendidikan Layanan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Wisma PKBI Jawa Barat Lt.3 Jalan Soekarno Hatta 496, Bandung, Indonesia Hotline 022 7069 7997 Sms : nama (spasi) umur (spasi) Jenis kelamin (spasi) sekolah Fb : mcrpkbi@yahoo.com ; Twitter : @mcrpkbi Email : mcrpkbi@yahoo.com

2

PENDAHULUAN A. Latar Belakang PKPR merupakan Pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Singkatnya, PKPR adalah pelayanan kesehatan kepada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien. Tujuan PKPR adalah untuk mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas. Salah satu strategi pelaksanaan dan pengembangan PKPR di Puskesmas adalah dengan penyertaan remaja secara aktif. Puskesmas memilih perwakilan kelompok remaja laki-laki dan perempuan yang dapat “bersuara“ mewakili Puskesmas untuk informasi penyediaan pelayanan kepada sebayanya dan sebaliknya mewakili sebayanya meneruskan keinginan, kebutuhan, dan harapannya berkaitan dengan penyediaan pelayanan. Puskemas meminta bantuan dari Mitra Citra Remaja sebagai youth center yang menangani masalahmasalah remaja untuk memberikan pelatihan-pelatihan tersebut dan membantu para calon kader agar mampu mengemban tugas yang nantinya mereka akan jalani sebagai kader puskesmas. Bentuk kerja sama tersebut juga berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh MCR-PKBI Jabar sebagai pusat pelayanan informasi kesehatan reproduksi remaja yaitu untuk meningkatkan kontribusi terhadap kondisi kesehatan reproduksi remaja di Bandung, dan salah satu strategi yang digunakan oleh MCR-PKBI Jabar dalam melaksanakan programnya adalah memberdayakan fungsi sekolah, keluarga, pemerintah serta LSM lainnya agar berperan dalam memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya pelaksanaan pelatihan dan pembentukan kader puskemas ini diharapkan dapat melibatkan remaja secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pelayanan. Ide dan tindak nyata mereka akan lebih mengena dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan karena mereka mengerti kebutuhan mereka, mengerti “bahasa” mereka, serta mengerti bagaimana memotivasi sebaya mereka. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai konselor sebaya. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu: a) Memahami kesehatan remaja b) Melaksanakan konseling kepada teman sebayanya c) Menerapkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
3

Alat Pendukung Lembar bacaan. (10 menit). Perwakilan dari tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain (15 menit). b. F. Menjelaskan karakteristik perkembangan psikis remaja. Menjelaskan problematika yang pada umumnya dihadapi oleh remaja. 9.MASA REMAJA A. Menjelaskan karakteristik perkembanganan sosial remaja. (15 menit). (15 menit). dan perlengkapan permainan. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. G. 8. Menjelaskan karakteristik perkembangan fisik remaja terutama masalah pubertas. (5 menit). Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. (15 menit). Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. 2. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan problematika remaja yang berhubungan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. Fasilitator melaksanakan pre test kepada peserta. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan tema yang berkaitan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. 5. Lembar Bacaan 1. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. D. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan mengenai tumbuh kembang remaja. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. 7. d. psikis. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang masa remaja dan problematikanya. 6. 3. (5 menit). lembar kerja. spidol. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas 4 . karton putih. Proses Pembelajaran 1. (15 menit). Tumbuh Kembang Remaja Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. 4. E. 10. c. Metode Presentasi dan diskusi. alat bantu visual. C. dan sosial. Waktu 120 menit. (15 menit) 11. Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain. Fasilitator membagi peserta menjadi tiga kelompok menjadi kelompok perkembangan fisik. B. (10 menit). Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan problematika yang dihadapi oleh remaja.

Akan tetapi. kebutuhan khas yang dimiliki remaja sesuai dengan perkembangannya adalah sebagai berikut:  Kebutuhan akan identitas diri  Kebutuhan akan individualitas/ privacy  Kebutuhan akan kemandirian 5 . termasuk pada masa remaja. emosional sosial dan fisik (Hurlock. karena: 1) Seringkali melibatkan beberapa hal yang vital dan mendasar seperti. maka akan tercapai kepuasan. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Sebagaimana diketahui. individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental. Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. jika rasa ingin tahu ini tidak di jaga dalam batasan tertentu yang tidak dapat dikuasainya akan membawanya kepada pengetahuan yang sebenarnya emosional belum siap diterima remaja. maka secara umum remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan (dalam Herdiansiska & Wardhani:2000): a) Rasa ingin tahu yang besar Rasa ingin tahu ini bisa jadi membahayakan. Hurlock (dalam Retnowati) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis. Menurut Thornburgh (dalam Retnowati). Oleh sebab itu remaja membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih dewasa dalam memberi batasan tentang sejauh mana dia boleh “mencoba” dan dampak (resiko dan manfaat) dari setiap hasil “percobaan” tersebut. dalam setiap fase perkembangan. b) Rasa ingin tahu dan kebutuhan akan kemandirian tersebut mendorong remaja ke arah kematangan. 1991). sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. 1993). apakah Tuhan itu ada. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. dll. Remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa. bagaimanakah rasanya melakukan HUS (Hubungan Seks) itu. Berdasarkan ciri-ciri perkembangannya.ketidakselarasan. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. batasan usia tersebut adalah batasan tradisional. c) Menurut Schneider. psikologis. sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa (Steinberg. 2) Seringkali dikaitkan dengan karateristik remaja lain yaitu kebutuhan akan kemandirian yang mendorong ke arah tindakan untuk membuktikan rasa ingin tahunya. Remaja merupakan periode transisi (biologi. yaitu antara 13 hingga 18 tahun. mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak.

yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). iklim.Meskipun kebutuhan ini juga dimiliki oleh individu dalam tahap perkembangan selanjutnya. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting. rangsangan dari lingkungan. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun. sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin. drastis. Menurut Mussen dkk (dalam Retnowati) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian dalam Retnowati). dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono. dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. berlangsung cepat. tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut (dalam Retnowati): a) Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis b) Mencapai peran sosial maskulin dan feminin c) Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif d) Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya e) Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi f) Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja g) Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga h) Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara i) Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial j) Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Retnowati). 1989). Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. a) Perkembangan Fisik Menurut Imran (dalam Retnowati) masa remaja diawali dengan masa pubertas. 6 . Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik. namun pada remaja kebutuhan ini sangat menonjol dan seringkali menjadi sumber permasalahan dengan lingkungan karena lingkungan kurang memahami kebutuhan khas remaja ini. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun. tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. Pada usia tersebut. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi.

tampak sepanjang labia. halus agak kehitaman atau sedikit keriting. pertumbuhan rambut pubis terjadi sebelum tumbuhnya payudara. Tabel Stadium Pubertas pada Laki-Laki 7 . Pada usia 11-12 tahun. dan pertumbuhannya pada badan sangat bervariasi. disertai perluasan areola. Ejakulasi mulai terjadi pada usia 13-14 tahun. papila menonjol. stadium ini terjadi pada usia 10-12 tahun. tumbuhnya rambut badan bervariasi luas. tetapi aerola dan puting masih belum tampak terpisah dari jejaring sekitarnya. Rambut sudah semakin dewasa tetapi tidak ada pertumbuhan ke arah permukaan medial paha. aerola melebar. dapat dijelaskan sebagai berikut (Kementerian Kesehatan RI. penyebaran mencapai bagian medial paha. dimana penis mulai membesar. jejaring payudara membesar dan menonjol membentuk payudara dewasa. Keringat ketiak mulai diproduksi pada usia 12-13 tahun. 2011): 1) Remaja Perempuan Pertumbuhan pesat umumnya pada usia 10-11 tahun. rambut badan. karena berkembangnya kelenjar apokrin yang juga menyebabkan keringat ketiak mempunyai bau yang khas. Menstruasi terjadi pada usia 11-14 tahun. kemudian rambut pubis mulai muncul. cambang dan jenggot pada usia 13-15 tahun. Setahun sebelum suara pecah. kumis. Tabel Stadium Pertumbuhan Rambut Pubis Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Bulu halus pubis tetapi tidak mencapai dinding abdomen.Adanya perbedaan perubahan fisik antara perempuan dan laki-laki. Rambut ketiak. Tabel Stadium Pubertas pada Perempuan Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Stadium V Hanya berupa penonjolan puting dan sedikit pembengkakan jejaring dibawahnya. Pengeluaran sekret vagina terjadi pada usia 10-13 tahun. testis dan skrotum membesar. puting susu dan jejaring payudara semakin menonjol dan membesar. Pada sepertiga anak remaja. Puting susu dan aerola tampak menonjol dari jejaring sekitarnya. Rambuh pubis dewasa. jakun mulai tumbuh. mulai dari perut hingga ke dada. Pertumbuhan rambut tipis panjang. dimana daerah puting susu dan sekitarnya mulai membesar. rambut ketiak dan badan mulai tumbuh pada usia 12-13 tahun. Stadium matang. terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik. Suara parau timbul saat usia 14-15 tahun. Areola. Pematangan seksual penuh remaja perempuan terjadi pada usia 16 tahun. 2) Remaja laki-laki Pertumbuhan pesat umumnya terjadi pada usia 12-13 tahun. ditandai dengan keluarnya mukus cair dari lubang penis setelah penis memanjang. kulit skrotum menjadi gelap dan rambut pubis mulai tumbuh. Perkembangan kelenjar keringat ketiak yaitu kelenjar apokrin meningkatkan produksi keringat di ketiak dan menimbulkan bau badan dewasa. Payudara mulai sedikit membesar di sekitar puting dan areola (daerah hitam di seputar puting). Perkembangan payudara merupakan tanda awal dari pubertas.

Mulai terjadi ejakulasi pertama kali. Anak laki-laki akan sering mengalami ereksi tidak terkendali dan mimpi basah. Rambut di lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. testis dan skrotum masi sama dengan anak-anak. 2000). Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Kadang-kadang mulai timbul kumis. Pada saat ini tinggi badan. di samping juga rambut pubis dan lengan bawah.Stadium I Stadium II Stadium III 10-11 tahun 12-13 tahun 13-14 tahun Stadium IV 14-15 tahun Stadium V 16 tahun Ukuran penis. Suara menjadi lebih dalam. Perubahan pada masa pubertas (Steinberg. Lapisan ini terbentuk sebagai persiapan jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Rambut pubis dan sekitar penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. Siklus menstruasi dapat 8 . Rambut daerah muka sudah mulai berhenti pertumbuhannya. tebal. 1) Menstruasi Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). Hal ini biasanya berlangsung kurang lebih 28 hari (antara 21 -35 hari). perubahan permukaan kulit skrotum menjadi berwarna gelap. kepala penis menjadi lebih besar dan bewarna semakin gelap. Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar. kasar dan keriting. Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa. Hal ini tidak perlu dicemaskan karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Jarak satu haid ke haid berikutnya atau yang disebut siklus haid pada setiap perempuan tidak sama. Individu yang belum mengalami menstruasi di atas 17 tahun biasa dikatakan individu yang mengalami keterlambatan menstruasi pertama ( menarche). mimpi basah. Rambut mulai tumbuh di badan dan makin lama semakin banyak. Rambut pubis terdistribusi berbentuk segitiga terbalik. Jika sel telur tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh. Pembesaran testis terus berlanjut. Skrotum dan penis membesar. Menstruasi umumnya mulai terjadi pada usia 8-13 tahun. besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran dewasa. 1993) • • • • • • • • • Pria Wanita Suara menjadi berat • Suara menjadi halus Dada membidang • Payudara mulai tumbuh dan berkembang Pertumbuhan otot yang pesat dbandingkan • Tumbuhnya rambut pubis di sekitar organ seks pertumbuhan rangka • Matangnya organ seks Tumbuhnya rambut pubis di bagian kelamin • Kulit menjadi halus Munculnya bulu-bulu di wajah seperti kumis • Bagian pinggul mulai membesar atau janggut • Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti Kulit menjadi kasar terutama bagian paha menstruasi dan lengan Peningkatan kelenjar keringat Matangnya organ seks Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti mimpi basah Pada masa pubertas akan muncul ciri-ciri sekunder yang biasanya dialami remaja yaitu menstruasi bagi remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja laki-laki (dalam Wahyudi S.

Estrogen dapat menghambat sekresi FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endomentrium yang robek. terutama pada awal haid namun setelah kurun waktu tertentu akan mejadi lebih teratur.000 saja pada kedua indung telur. Dalam indung telur terkandung kira-kira 750. Menopause adalah saat berhentinya haid karena ovarium tidak bereaksi terhadap gonadotrofin hipofisis lagi. 9 . serta dapat membuat hormon estrogen diproduksi kembali. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormon estrogen dan progesteron sehingga kandungan hormon dalam darah jadi tidak ada. Sel folikel berkembang jadi Folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormon estrogen yang menrangsang keluarnya Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis. 4. 2004): 1. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan mengkerut dan berubah menjadi corpus lutheum. Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan Folicle Stimulating Hormone (FSH) dan merangsang folikel dalam ovarium. pengobatan dan latihan olahraga. Pada saat hal ini terjadi maka kadang-kadang sebagian dari perempuan ada yang mengalami sakit perut (kram). maka ovulasi terjadi sebelum menstruasi maka mungkin saja terjadi kehamilan sebelum menstruasi pertama. Menopause terjadi pada usia 40-50 tahun. Fase Ovulasi/ fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah menstruasi. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase yaitu (Saktiyono. Pada masa remaja biasanya siklus ini belum teratur. 2.dipengaruhi oleh kondisi tertentu. Dilihat dari prosesnya.000 kepompong telur (folicle de Graaf) kemudian menyusut menjadi 400. Corpus lutheum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah. Namun dari sekian banyak kepompong telur yang berhasil menjadi masak dan dikeluarkan (ovum matang) hanya 300-400 telur saja yang ditempuh perempuan selama masa reproduksinya (masa reproduktif) yang rata-rata 35 tahun panjangnya itu (kirakira 10-45 tahun). 3. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek pada hari ke-28 dan terjadilah fase pendarahan/menstruasi. Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. seperti stres. Fase Pasca Ovulasi/ fase sekresi ditandai dengan corpus lutheum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormon estrogen dan progesteron pada hari ke-24 sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH.

Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. shock. kadang-kadang terbentuk gumpalan kecil dari darah. Ketika testis mulai bereproduksi maka setiap hari testis memproduksi sperma. 2) Mimpi basah Mimpi basah pertama terjadi pada remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Nyeri haid dibagi dua jenis yaitu: 1. Pada saat menstruasi remaja perempuan kadang mengalami rasa nyeri.jpg Rata-rata pengeluaran darah selama haid antara 50-150 milimeter. Nyeri haid primer timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. kurang darah. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodik. 2. Mulai dari yang ringan sampai yang terberat. Nyeri haid ini normal namun nyeri haid ini dapat berlebihan bila dipengaruhi fisik dan psikis seperti stres. 10 . Cairan menstruasi terdiri dari darah dan berbagai bagian jaringan dari selaput lendir rahim yang telah dilepaskan. Nyeri haid sekunder biasanya baru muncul kemudian yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. kista/polip. penyempitan pembuluh darah. Baru jika cairan menstruasi terkena udara dapat menimbulkan bau yang tidak enak. kelainan kedudukan rahim yang menetap. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan. Untuk yang berat ini lazim disebut Dismenorrhoe. kondisi tubuh yang menurun atau pengaruh hormon prostaglandin F2. berkisar setiap 2-3 minggu.com/image_news/clip_image002. dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Darah menstruasi tidak berbau dan bebas hama. tumor sekitar kandungan. Keadaan nyeri yang hebat yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Jadi tidak dikotori bakteri atau kuman-kuman lain.Sumber: http://medicastore. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah. Darah menstruasi tidak selalu cair. Penyebabnya adalah penyakit seperti infeksi rahim. penyakit yang menahun. Bagian jaringan selaput lendir kadang-kadang dapat terlihat dalam darah haid sebagai jaringan kecil-kecil.

Di akhir masa remaja. 2000) secara fisik. Tubuh dapat mengagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah. Pada masa pubertas. 2000) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini. sehingga penis tetap dipenuhi darah. artinya sudah dapat mempunyai keturunan. Selama masa remaja. Menurut PKBI (dalam Wahyudi S. takut. Remaja laki-laki tidak perlu merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah. Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis. Ereksi dapat juga terjadi ketika seseorang tidur. 2000). misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk dalam Wahyudi S. Darah ini mengisi jaringan berongga pada penis yang tersusun dalam tiga silinder panjang. Kemudian darah ekstra dikirim ke daerah panggul. Meskipun demikian. Kadang-kadang salah satu ereksi yang terjadi dibarengi dorongan untuk kencing sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar sembilan puluh menit sekali selama tidurnya di malam hari. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya. Setelah kencing. Tekanan darah ekstra itu pada dinding penis sebelah dalam merupakan “kemantapan” yang disebut dengan ereksi.Jika produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnya dengan cara sanggama atau masturbasi) maka air mani akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur melalui mimpi. Jika tidak dikeluarkan melalui mimpi juga. marah. Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi refleks yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa rangsangan fisik atau mental. rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lenyap. terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh. Pada malam hari. Terkadang tekanan pada prostat merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjelang subuh setiap pagi hari. Menurut Bourgeois dan Wolfish (dalam Wahyudi S. usia 11 . sebaliknya harus merasa bersyukur karena itu merupakan salah satu tanda akil baligh dan tanda bahwa organ reproduksinya sudah mulai berfungsi. termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. kandung kemih akan terisi air seni secara perlahan-lahan. Setelah laki-laki bersangkutan bangun dari tidurnya ereksi ini akan segera menghilang. hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. letih atau sedih.

tujuan hidup. Sikap remaja terhadap body imagenya bisa positif ataupun negatif. dan penampilan diri.reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun. b) Perkembangan Psikis Ketika memasuki masa pubertas. secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa. Sebaliknya bila ia merasa tidak puas dan menilai buruk. Sampoerno dan Azwar (dalam Wahyudi S. budaya. berisi evaluasi terhadap bagaimana remaja menerima penilaian lingkungan sosial terhadap dirinya. Bagaimana kita mengetahui dan mengendalikan dorongan. 2000) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. Selain itu. seperti bahagia. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam . pengaruh media massa. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. agama. bodoh. a. supel) akan mampu meningkatkan konsep diri dan kepercayaan dirinya. Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. sedih atau risau. sebelum wanita berusia 20 tahun secara fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin. trait. Penilaian sosial. 1) Perkembangan Konsep Diri (Kepribadian) Body image terkait dengan konsep diri (bagaimana seseorang menggambarkan dirinya) dan harga diri (bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya). 12 . Misalnya. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. Keadaan ini akan mempengaruhi konsep dirinya yang positif atau negatif. Sebaliknya penilaian yang negatif seperti nakal. Konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri. Ada bagian yang mereka sukai dan yang ingin mereka rubah. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai (dalam Herdiansiska & Wardhani. b. Hal ini meliputi kemampuan. keluarga.  Suasana hati yang sedang dihayati remaja. dll akan membuat remaja memiliki konsep diri yang buruk. Tetapi banyak juga yang tidak terlalu perduli dengan tampilan tubuhnya. maka konsep diri yang buruk atau perasaamn rendah diri akan dimiliki remaja. setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. 2000). teman sebaya. kebutuhan. sekolah. Penilaian diri berisi pandangan dirinya terhadap:  Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri. dan perasaan-perasaan dalam diri kita. Pada masa remaja. karakter diri. Penilaian sosial yang positif seperti (cerdas. Konsep diri yang positif akan dimiliki remaja bila ia merasa puas (menerima) dengan keadaan fisiknya. kebutuhan.  Bayangan subjektif terhadap kondisi tubuhnya. sikap.

Menurutnya orang harus mengalami krisis terlebih dahulu sehingga mendesak orang tersebut untuk melakukan ekplorasi dan baru kemudian menemukan siapa dirinya.  Orientasi seksual yang selaras dengan norma sosial (heteroseksual). Konsep Status Identitas dari James Marcia Status Identitas Crisis Commitment Foreclosure (mereka yang sudah menemukan (commited) identitas tanpa melalui suatu krisis) Pembentukan identitas pada kelompok ini biasanya lebih √ ditentukan oleh orang dewasa dengan aturan-aturan/ normanorma dan mereka bersedia menerimanya tanpa adanya suatu pergolakan yang berarti. Menurut James Marcia (dalam Herdiansiska & Wardhani. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk merumuskan siapa dirinya) -/√ Mereka yang termasuk dalam status identitas ini biasanya tergolong orang yang pasif namun juga sulit untuk menerima masukan dari orang lain dan tidak mempunyai nilai-nilai yang kuat dianut untuk meneguhkan jati dirinya. Identitas jenis kelamin juga termasuk pada:  Kesediaan menerima dan merasa puas dengan jenis kelaminnya dan kodratinya. Identitas atau jati diri remaja tergantung bagaimana dan pada kelompok mana dia bermakna dan dimaknakan.  Kesediaan menerima dan menjalankan peran jenis kelamin (tergantung konteks sosial masing-masing). hal yang lebih penting bagi remaja adalah menemukan dalam konteks kelompok mana dirinya bisa tampil dan menjadi sesuatu. Achievement (mereka yang sudah mengalami krisis dan sudah mengambil keputusan atau menentukan siapa dirinya) Orang-orang yang termasuk dalam status identitas ini biasanya √ √ mandiri. melahirkan. hamil. Salah satu identitas yang diharapkan dalam masa remaja adalah identitas jenis kelamin. misalnya perempuan kodratnya harus mengalami menstruasi. 13 . Sebagian besar remaja termasuk dalam status identitas ini. Moraturium (mereka yang sedang mengalami krisis dan belum mengambil keputusan) Kelompok ini biasanya terus melakukan eksplorasi dengan √ melakukan banyak aktivitas-aktivitas atau mencoba-coba berbagai hal tanpa mempunyai kejelasan arah atau tujuan yang akan di raih. terdapat dua hal yang menjadi patokan dalam merumuskan identitas yaitu crisis&commitment. Diffusion (mereka yang sedang mengalami krisis atau tidak sama sekali dan belum mengambil keputusan. dan menyusui. Mereka ini juga biasanya akan mudah membangun relasi kemitraan. Orang dengan status identitas jenis ini biasa akan merasa kesulitan jika menghadapi suatu perubahan. mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi sehingga tidak mudah tersinggung jika dikritik. 2000).2) Perkembangan Identitas Remaja Dalam perkembangan identitas ini selain mempertanyakan siapa dirinya.

e. cinta. d. kemmampuan kognitif remaja berada pada tahap formal operasional. cemburu. Kritis Segala sesuatu harus rasional dan jelas sehingga remaja cenderung mempertanyakan kembali aturan-aturan yang diterimanya (termasuk norma agama). Jenis-jenis emosi sudah lebih bervariasi perbedaan antara emosi satu dengan yang lainnya semakin tipis.  Imagery Audience 14 . dll). Keingintahuan yang kuat ini biasanya beriringan dengan kebutuhan bereksplorasi terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. Rasa ingin tahu yang kuat Perkembangan intelektual pada remaja meransang adanya kebutuhan atau kegelisahan akan sesuatu yang harus diketahui atau dipecahkan. Hal ini menyebabkan remaja bingung dengan emosinya sendiri. c. Remaja harus mampu mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggung jawabkannya. b. b. Berkaitan dengan perkembangan kognitifnya. 3) Perkembangan Emosi Ciri-ciri perkembangan emosi pada remaja: a. Mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang. Jalan pikiran egosentris ini berkaitan dengan:  Menentang pendapat yang berbeda Cara pikir yang kritis dan egosentris menyebabkan remaja cenderung sulit menerima pola pikir yang berbeda dengan pola pikirnya. Akibatnya remaja mudah tersinggung dan merasa malu. Selain itu juga muncul emosi-emosi yang bertentangan (misal: benci dengan sayang) dalam satu waktu. Kondisi emosional biasanya berlangsung cukup lama sampai pada akhirnya kembali ke keadaan semula. Emosi lebih mudah bergejolak dan biasanya diekspresikan secara meledak-ledak. hal ini terkait dengan perkembangan konsep dirinya. Ia harus dapat memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan menyelesaikannya dengan mengambil banyak faktor sebagai landasan pertimbangannya. umumnya remaja menampilkan tingkah laku: a. Segala sesuatu masih dilihat dari sudut pandangnya.Namun demikian idealnya peran jenis kelamin ini diharapkan tidak membatasi kesempatan salah satu jenis kelamin dalam aktualisasi dirinya serta mensubordinasi salah satu jenis kelamin dan meninggikan jenis kelamin lainnya. 4) Perkembangan Kognitif Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. Bahkan ada kalanya emosi bercampur baur sehingga sulit dikenali oleh dirinya sendiri. yaitu keadaan sebelum munculnya suatu keadaan emosi. Jalan pikiran egosentris Remaja kembali memusatkan perhatiannya dan pikirannya pada hal-hal yang ada dipikirannya. Remaja umumnya sangat peka terhadap cara orang lain memandang mereka. c.

karena misalnya ketika remaja mulai mencoba-coba sesuatu seperti obat terlarang ia akan merasa yakin bahwa dia tidak akan menjadi ketagihan seperti orang lain. secara psikologis dikatakan bermasalah jika ia mendapat hambatan atau halangan dalam mencapai tujuannya. 3. yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. tugas dan nilai-nilai. Remaja cenderung memilih kelompok teman sebaya sebagai wadah interaksi yang dirasa paling sesuai dengannya. penyesuaian sosial. Sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. Bertambahnya wawasan sehingga remaja lebih memiliki penilaian yang lebih baik serta lebih bisa mengerti orang lain. Perubahan dalam perilaku seksual terutama dalam hubungan heteroseksual. dari keluarga meluas ke lingkungan teman sebaya. Problematika Remaja Menurut Edward V. Daubner (dalam Herdiansiska & Wardhani. 2000). emosi. Bagi remaja penerimaan dari teman sebaya merupakan sesuatu yang sangat berarti. atau ketika ia frustrasi dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Perkembangan Sosial Pada masa remaja mulai terjadi perluasan area sosial. Hambatan ini dapat berasal dari dalam dirinya atau lingkungannya. Ini dapat menjadi berbahaya. Adanya keinginan dari dalam dirinya untuk menjadi mandiri. d. Hal ini menyebabkan remaja sangat terpengaruh oleh penampilan fisiknya dan dapat mempengaruhi konsep dirinya. Menurut Hurlock (dalam Retnowati) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. Personal Fabels Remaja merasa dirinya sangat unik dan berbeda dari orang lain. Tingkah laku atau norma/ aturan-aturan yang dipegang umumnya banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya.Remaja menjelaskan ia selalu diperhatikan atau menjadi pusat perhatian orang lain. sekolah. c. Remaja juga mengembangkan kemampuan sosial yang mendorongnya lebih percaya diri dan aktif dalam aktivitas sosial. penampilan. Salah satu bentuk kemandirian itu adalah dengan mulai melepaskan diri dari pengaruh orang tua dan ketergantungan secara emosional pada orang tua sehingga orang tua dan remaja seringkali bertentangan karena perbedaan nilai yang dimiliki mereka masing-masing. Remaja mulai memiliki keinginan untuk berelasi dengan lawan jenis (keinginan untuk berpacaran). kondisi fisik. Berikut ini adalah uraian khas tentang perkembangan sosial remaja yaitu: a. b. 15 . yaitu: a) Masalah pribadi. 2. d.

Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapai kemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. absurditas. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah. Menurutnya. depresi dan bunuh diri. Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. kehilangan harga diri. Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan. seperti masalah pencapaian kemandirian. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Elkind dan Postman (dalam Retnowati) menyebutkan tentang fenomena akhir abad dua puluh. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. antara lain: a) Keluarga tidak utuh (broken home by death. divorce ) b) Kesibukan orangtua. separation. keputusasaan. dan mengalami gangguan emosional. malu. dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). Bellak (dalam Retnowati) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. Akibatnya timbul perasaan terasing. kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru.b) Masalah khas remaja. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah c) Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) d) Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak. 16 . remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. penyalahgunaan obat-obatan. problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload.

berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. Majalah. antara lain. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). dan lain sebagainya.Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas. narkotika. menjadi anak angkat. dan lain sebagainya. dirawat di rumah sakit. faktor kerawanan masyarakat dan kedua. kontrol yang tidak cukup i) j) Kurang stimuli kongnitif atau sosial Lain-lain. a) Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai b) Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai c) Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai d) Kesejahteraan guru yang tidak memadai e) Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. kehilangan orang tua. yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. tontonan. antara lain: a) Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 1) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari 2) Peredaran alkohol. yaitu: a) Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu b) Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga c) Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek d) Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak e) Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak f) Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak g) Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain h) Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten. Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik. dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. obat-obatan terlarang lainnya 3) Pengangguran 4) Anak-anak putus sekolah/anak jalanan 5) Wanita tuna susila (WTS) 6) Beredarnya bacaan. muatan agama/budi pekerti yang kurang f) Lokasi sekolah di daerah rawan. yaitu pertama. dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan 17 . TV. Kriteria dari kedua faktor tersebut.

2003). 5) Cara mendidik yang salah dari orang tua. narkotika dan zat aditif lainnya 2) Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal 3) Kebut-kebutan 4) Pencurian. pengompasan.7) Perumahan kumuh dan padat 8) Pencemaran lingkungan 9) Tindak kekerasan dan kriminalitas 10) Kesenjangan sosial b) Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 1) Penyalahgunaan alkohol. 2000): a) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan rumahnya. 6) Perbedaan cita-cita atau keinginan serta kebutuhan antara orang tua dan anak. Masalah yang sering paling ditemui adalah kesulitan hubungan remaja dengan orang tua mereka. sehingga komunikasi kurang terjalin. dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yangmelakukannya masuk penjara. perampasan. perampokan 5) Perkosaan 6) Pembunuhan 7) Tindak kekerasan lainnya 8) Pengrusakan 9) Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. Masalah umum pada remaja merupakan masalah yang dialami remaja berkaitan dengan tumbuh kembangnya sebagai berikut (dalam Herdiansiska & Wardhani. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang (Kartono. 18 . Faktor-faktor penyebab kesulitan komunikasi dengan orang tua ini adalah: 1) Perbedaan norma. 2) Kemerosotan wibawa orang tua karena perbuatan orang tua bertentangan dengan peraturan yang dibuatnya sendiri. Masalah tersebut dapat berupa kesulitan berkomunikasi. penodongan. 4) Anak segan berkomunikasi dengan orang tua karena kurangnya bahasa penerimaan orang tua terhadap pengungkapan pikiran/ perasaan/ pengalaman remaja. Kenakalan remaja atau juvenile deliquency adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. Hurlock (1991) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja. 3) Ketidaksepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik atau mendisiplinkan anak. sudut pandang dan pola pikir yang dianut orang tua dan remaja. merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja.

 Mimpi basah: pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah pada saat tidur melalui mimpi.  Konsep diri: bagaimana seseorang menggambarkan dirinya. dan hubungan seksual). Glosarium  Adolescere: tumbuh menjadi dewasa. kegiatan ekstrakurikuler. melakukan perilaku seksual beresiko.b) Masalah keretakan keluarga. d) Kondisi fisik (kesehatan atau latihan). Kondisi tertekan ini dapat menimbulkan kompensasi tingkah laku sebagai cara remaja menyalurkan beban/ ketegangan emosi. pacaran. penerimaan oleh teman sebaya. jerawat.  Dismenorrhoe: nyeri haid pada wanita yang sudah berat. relasi dengan guru. Masalahmasalah seperti perceraian orang tua dan penyelewengan orang tua menjadi masalah yang sulit bagi remaja karena remaja kehilangan orang yang menjadi pengayom atau panutan bagi dirinya. ciri-ciri daya tarik. h) Nilai-nilai (moral.  Formal operasional: tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. e) Emosi (temperamen yang meledak-ledak. 19 . peran pemimpin). sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa. f) Penyesuaian sosial (minder. tindak kriminal dan lain-lain.  Menstruasi: peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang. suasana hati berubah-ubah). g) Masalah pekerjaan (pilihan pekerjaan. naksir. c) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekolah seperti rangking. kesesuaian dengan jenis kelamin). H. penyalahgunaan obat-obatan. Misalnya: menggunakan obat-obatan terlarang. pengangguran).  Pubertas: masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). Anak-anak dari keluarga broken home merupakan anak-anak dengan kesulitan tersendiri. i) Masalah yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis (heteroseksual) seperti putus pacar. pacaran backstreet. bau badan.  Information overload: pemasukan informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti.  Kenakalan remaja (juvenile deliquency) : perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda.  Remaja: periode transisi (biologi. sulit punya pacar dan lain-lain. tawuran. penampilan (berat badan.  Harga diri: bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya. sulit bergaul. psikologis.

Sumber Herdiansiska.doc&ei=-sliT7PMDM3KrAflmbm9B w&usg=AFQjCNHq_a8bqOhg7j JImY51Q9y8VnL_LA.id%2Ffiles%2Fremaja_dan_ permasalahannya. & Wardhani. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Retnowati. (2000).id/ url?sa=t&rct=j&q=remaja%20dan%20permasalahanya&source=web&cd= 6&ved=0CEIQFjAF&url= http%3A% 2F%2Fsofia-psy. S.staff. (2004). (1993).t).K. Remaja dan Permasalahannya. Bandung: PKBI Jawa Barat 20 . B. Tersedia: http://www. Jakarta: Raja Grafindo Persada Steinberg. (t. Bandung: PKBI Jawa Barat Hurlock.ac. E. Jakarta: Esis-Erlangga Sarwono. Psikologi Perkembangan – Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Kementerian Kesehatan RI.I. Modul 6: Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. (1991). (3rd ed). [Online]. United Stated of America: Mc-Graw Hill. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. (2000). (1989) Psikologi Remaja. Adolesence. (2011).google. Jakarta: Erlangga.ugm. Y. Sains: Biologi SMP 3. Wahyudi S. W. R. (8 Maret 2012) Saktiyono. E. Inc.co. L. Sarlito. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja.

aktivitas. b. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang kesehatan reproduksi. Para kader diminta untuk memilih kertas bertuliskan nama-nama alat reproduksi atau fungsi alat reproduksi yang sudah tersedia dan menempelkannya di alat bantu visual alat reproduksi (20 menit). Waktu 120 menit. (5 menit). Fasilitator membagi para kader menjadi dua kelompok. B. alat bantu visual. Menjelaskan fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. dan hubungan seksual. f. C. Menjelaskan dan menyebutkan perilaku. D. c. e. d. Menyebutkan alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. Menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. Menjelaskan personal hygiene. dan Permainan. Proses Pembelajaran 1. E. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. 3. Metode Presentasi. dan perlengkapan permainan. Fasilitator melaksanakan pre test kepada para kader. 21 . F.LAMPIRAN LEMBAR KERJA Perkembangan Fisik Perkembangan Psikis Perkembangan Sosial KESEHATAN REPRODUKSI A. Menjelaskan aktivitas seksual yang berisiko. 2. Diskusi. Alat Pendukung Lembar bacaan. (5 menit). 4. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. (15 menit).

5. merupakan selaput pembungkus testis yang meripukan pelindung testis serta mengatrur suhu yang sesuai bagi spermatozoa. Di ujung glans terdapat tempat keluarnya air seni (kencing) dan air mani (cairan kental yang warnanya seperti susu encer. (5 menit). (10 menit). diperut bagian bawah yang terdiri dari : 22 . 10. berisi sperma) 2) Kantung Zakar/scrotum. 9.wordpress. 6. (15 menit). Bentuknya seperti kantung berisi 2 butir pelir (buah zakar). 7. bentuknya bulat panjang seperti batang. Tiap kelompok di minta mencari kata-kata tersembunyi yang berkaitan dengan aktivitas seksual (15 menit). Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. Anatomi fungsi alat reproduksi Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. ujungnya sedikit lebih besar dan bulat (disebut glans) dan sangat peka karena didalamnya banyak terdapat serabut saraf. G. Fasilitator menjelaskan mengenai anatomi fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan dan personal hygiene. 8. Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Alat reproduksi laki-laki bagian luar. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. aktivitas dan hubungan seksual (15 menit). dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh.jpg Alat reproduksi laki-laki terdapat di bagian luar dan dibagian dalam tubuh.com/2008/11/anatomi_pria. terletak dibawah pangkal penis. Alat reproduksi laki-laki bagian dalam tidak telihat karena terletak didalam tubuh. Fasilitator menjelaskan mengenai perilaku. (15 menit). yang terdiri dari: 1) Zakar/Penis. Lembar Bacaan 1. a) Alat reproduksi laki-laki Sumber: http://gurungeblog.files. Alat reproduksi laki-laki dan perempuan berbeda. Fasilitator menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan.

a. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut dengan tubulus seminiferus. b. Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma. c. Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis. d. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang berisi nutrisi untuk menghidupi sperma. e. Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. f. Saluran kencing/urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi, jalan bagi air seni dan air mani menuju ke lubang diujung glans. Saat air mani keluar, secara otomatis katup air seni menutup. b) Alat reproduksi perempuan

Sumber: http://www.happylife.lk/kb/sites/default/files/untitled.bmp http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg Alat reproduksi perempuan terdapat dibagian luar dan dibagian dalam tubuh. Alat reproduksi perempuan bagian luar dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh terdiri dari : 1) Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan/keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara. 2) Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:  Bibir luar kemaluan/labia mayora merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luar dan membatasi vulva.  Bibir dalam kemaluan/labia minora merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. 3) Kelentit/clitoris, merupakan bagian yang paling peka karena mengandung banyak serabut saraf.
23

4) Mulut vagina, sebagai penghubung alat reproduksi perempuan bagian luar dengan bagian dalam. 5) Selaput dara/hymen, merupakan lipatan mukosa mengelilingi vagina, hampir menutupi vagina dengan lubang kemaluan, biasanya ditengah, untuk keluarnya darah dan cairan lain. Alat reproduksi perempuan bagian dalam, tidak terlihat karena terletak didalam tubuh dan terlindungi oleh rongga panggul, yang terdiri dari : 1) Indung Telur/ovarium, berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Masing-masing berisi ribuan sel telur atau benih perempuan. Setiap bulan, satu sel telur yang sudah matang dilepaskan ke saluran falopi saluran telur. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti:  Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan sel telur.  Progesteron yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan. 2) Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium. 3) Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae. 4) Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 5) Oviduct merupakan salurang panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 6) Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah sederhana dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai tiga macam lapisan dinding yaitu:  Perimetrium yaitu lapisan yang terluar dan berfungsi sebagai pelindung uterus.  Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.  Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila terjadi pembuahan maka dinding endomentrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. 7) Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai lahir rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. 8) Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervix dan sampai pada vagina, serta jalan keluar bagi darah haid, bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina.
24

2. Personal Hygiene a) Pengertian

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejathteraan fisik dan psikis. Tujuan personal hygiene antara lain: 1) Meningkatkan derajat kesehatan 2) Memelihara kebersihan diri 3) Memperbaiki personal hygiene 4) Pencegahan penyakit 5) Meningkatkan percaya diri 6) Menciptakan keindahan b) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene 1) Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan dirinya misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli pada kebersihannya. 2) Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. 3) Status sosial-ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4) Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasian penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 5) Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 6) Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain. 7) Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawt diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. c) Bagian-bagian tubuh yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene  Secara umum 1) Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari. 2) Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus. Selain dengan air, dapat digunakan benda-benda lain seperti kertas pembersih (tissue), pasir dan kayu.
25

h. terlebih dahulu rendam memakai sabun pada tempat tertutup. f. 3. 5. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum dicuci. b. Pilihlah pembalut yang daya serapnya tinggi. Mencatat siklus haid agar dapat mendeteksi adanya gangguan. Oleh karena itu kebersihan vagina harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. penggunaan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah mandi dan buang air kecil. sehingga tetap bisa merasa nyaman selama menggunakannya. Jangan masukkan jari ke vagina atau dubur. 5) Menghindari celana ketat bagi perempuan dan laki-laki. i. Tidak melakukan penyemprotan pada vagina (douching). e. Jadi remaja puteri sebaiknya tetap mandi dan keramas seperti biasa. Celana yang terlalu ketat menyebabkan permukaan vagina/penis menjadi berkeringat. 6.  Secara khusus 1) Perempuan a. g. hanya mungkin tubuh agak terasa demam sehingga lebih baik menggunakan air hangat.3) Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci vagina/penis. Hal ini disebabkan adanya peregangan-peregangan (kontraksi) pada otot rahim. Jangan memainkan/ mengorek-ngorek kelamin bila lecet/ putih. Memeriksa ada atau tidak benjolan pada payudara minimal 1x/bulan setiap setelah selesai menstruasi. 4. 2. Jika memakai pembalut sekali pakai. Hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri pada saat haid adalah: 1. 4) Dianjurkan untuk mencukur/merapikan rambut kemaluan karena rambut kemaluan bisa ditumbuhi sejenis jamur atau kutu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa gatal. sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dibungkus. Untuk menjaga kebersihan. Tidak menggunakan sabun atau produk berparfum. Tidak memasukkan benda asing dalam vagina. Badan terasa kurang segar pada saat haid karena tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak serta getah-getah tubuh lainnya. Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul. lalu di buang ke tempat sampah. Pada saat haid. 26 . Pakailah celana dalam dari bahan katun dan menyerap keringat. d. Menyeka kelamin dari depan ke belakang. pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. sehingga permukaan vagina tidak lembab maupun basah yang mudah sekali menjadi tumbuhnya bakteri dan kuman c.

seni. jangan lupa mengeringkan dengan handuk untuk mencegah timbulnya jamur. keagamaan. pemakaian pembilas vagina yang berlebihan. hijau atau kuning. berbau. Ikan dan ayam lebih cocok serta minum air putih yang banyak serta perbanyak mengonsumsi karbohidrat agar tubuh tidak menjadi lemah. 3. pemeriksaan yang tidak hiegenis dan adanya benda asing dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang abnormal. 27 . sebaiknya selama haid garam dikurangi. harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin. Cuci tangan sebelum dan sesudah BAK. 2) Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga. pemeriksaan dalam yang tidak benar. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan keperawanan/ keperjakaan. b. Jika tidak di sunat. 2) Laki-laki a. batasi lemak dan daging. d) Akibat jika tidak menjaga kebersihan diri 1) Bila terkena sejenis jamur atau kutu yang dapat menyebabkan rasa gatal atau tidak nyaman. sangat gatal atau disertai nyeri perut bagian bawah. e. perbanyak buah-buahan dan sayur mayur segar. Aktivitas Seksual Berisiko Aktivitas seksual dapat menimbulkan risiko yaitu infeksi menular seksual dan HIV AIDS. hal ini menyebabkan timbulnya keluhan nyeri perut dan lainnya. Sesudah membersihkan. c. f. kehamilan yang tidak diinginkan (KtD) atau terpaksa dikawinkan. air di dalam tubuh lebih banyak. Oleh karena itu. Pada waktu haid. Penis dicuci dengan air dan sabun lembut minimal sehari sekali. Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis sehingga dapat menghambat produksi sperma. 2) Mencuci vagina dengan air kotor. celana yang tidak menyerap keringat dan penyakit menular seksual. Hindari keadaan ini dengan: 1) Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Keputihan juga bisa timbul karena pengobatan hormonal. Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma (cairan dari kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih. tertular atau menularkan IMS/ISR. Contoh aktivitas seksual yang dapat menimbulkan resiko antara lain: a) Melakukan hubungan seksual sebelum menikah/ seks pra nikah. 3) Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno.7. d. Keputihan yang abnormal bewarna putih.

 Alat reproduksi: bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Dalam hal pemerkosaan remaja sebaiknya dipersiapkan untuk tidak menyembunyikan peristiwa tersebut agar dapat diambil tindakan terhadap pelaku (hukuman pidana) serta tindakan pencegahan dan penanggulangan untuk mencegah kehamilan.  Intercourse /making love (ML) atau senggama: aktivitas memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan. teman sebaya perlu: 1) Tidak menghakimi 2) Bersikap bersahabat dengan remaja yang bersangkutan 3) Memberikan konseling pada remaja yang bersangkutan 4) Solusi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu 5) Apabila ada masalah yang serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila masih belum bisa terselesaikan supaya dikonsultasikan ke SpOG. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat memicu terjadinya pengguran kandungan (aborsi) karena sebagian besar perempuan yang mengalami KtD mengambil jalan keluar dengan melakukan aborsi yang sebagian besar dilakukan dengan tidak aman. Remaja perlu mengenali tanda-tanda orang dewasa yang akan melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. Glosarium  Aktivitas seksual: kegiatan yang dilakukan dalam upaya memenuhi dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai perilaku.  Hubungan seksual: kontak seksual yang dilakukan berpasangan dengan lawan jenis. Banyak kasus menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab atas kondisi ini. Psikolog atau Psikiater. 5) Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat-alat kontrasepsi dan cara penanggulangannya. Jika sudah terjadi KtD maka saat menemukan kasus kehamilan remaja.  Fertilisasi/ konsepsi: terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. Undang-Undang PA No.23 tahun 2002 menjelaskan perlindungan anak sejak usia dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun terhadap kekerasan fisik maupun mental termasuk yang berhubungan dengan perilaku seksual. b) Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis c) Mengalami kekerasan seksual seperti pemerkosaan. SpKK. H.4) Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat kontrasepsi.  Masturbasi: perilaku seksual dengan merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual. 28 . d) Kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan.

t.  Petting atau bercumbu berat: keseluruhan aktivitas seksual non intercourse hingga menempelkan alat kelamin.com/doc/60772068/kesehatan-Reproduksi-Remaja-yang-Bertanggung-Jawab.). Kehamilan: suatu keadaan normal yang terjadi mengikuti proses pembuahan. [Online]. Materi Presentasi: Ada Apa dengan Seks. yaitu setelah terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. (t. Tersedia: http://www. (8 Maret 2012) Dziab. [Online]. Bandung: PKBI Wahyudi S. Tersedia: http://www. Sumber Andi. I. Bandung: Mitra Citra Remaja Ibrahim.com/doc/59034888/20/Faktor-faktor-yang-Mempengaruhi-Personal-Hygiene.  Perilaku seksual: perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis. W. (t. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja.  Personal hygiene: suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejathteraan fisik dan psikis. L. Buku Panduan Peer Educator Kesehatan.F.t). (2011). I. (t. namun tidak terjadi penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina). (2000). N. Bandung: PKBI Jawa Barat 29 . Bandung: Mitra Citra Remaja Tim ACD PKBI Jawa Barat. Bandung: Mitra Citra Remaja Mitra Citra Remaja.scribd. Kesehatan Reproduksi yang Bertanggungjawab bagi Remaja . R. Materi Developmental: Kehamilan.  Reproduksi: kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru.t.  Oral seks: aktivitas memasukkan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis. (t.t.). (2005).). (8 Maret 2012) Mitra Citra Remaja.scribd. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene. Materi Presentasi: Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual.

Kata Tersembunyi P D X D C D M I M P O T E N S I J N B E A U S I U L A M H U B U N G A N I S T P S E U R K O S A P E R M A N F M E T A S K M U A S A E M P T A S A I A K I L V E A N K A L M E M E S N X S K S N O A R N F L U A O E A S T E T A T U G N G P N G K M D N D R A U C E N I A L A I E G A G E R T A S A R K R G V L E N N N N G N G U O I I S B I I A I U T I T T I R D C M N L T S A A K A T K S V A G P E R I L A K U E S A N S A S O R A L U S D U A G U R S I S G S S E 30 . mematangkan sperma. matang yang dikeluarkan oleh ovarium. yang sesuai bagi spermatozoa. Alat reproduksi ini berfungsi Alat reproduksi ini berfungsi untuk menghasilkan sel-sel sperma serta menangkap sel ovum yang telah hormon testosteron. Vas deferens Cervix Saluran Ejakulasi Saluran Kencing/Urethra Saluran Vagina Indung Telur/Ovarium 2. Alat reproduksi ini berfungsi untuk Alat reproduksi ini berfungsi sebagai menyimpan sperma sementara dan tempat pertumbuhan embrio.LAMPIRAN 1. ovum menuju uterus. Alat reproduksi ini menghasilkan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai cairan yang berisi nutrisi untuk tempat fertilisasi dan jalan bagi sel menghidupi sperma. Anatomi fungsi alat reproduksi Nama alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Penis Klitoris Fungsi alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai Alat reproduksi ini berfungsi sebagai pelindung testis serta mengatur suhu organ kopulasi / keluarnya bayi.

C. Setelah itu meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk memilih kertas yang berisikan tema yang akan mereka diskusikan. (5 menit). 3. tanya jawab. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. presentasi. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. 6. (5 menit). Metode Ceramah. dan dampaknya. lem. Fasilitator melaksanakan post-test pada para peserta. resiko. Fasilitator melaksanakan pre-test pada para peserta. dan upaya pencegahan. 4. spidol warna. 7. Waktu 120 menit D. jenis-jenis resikoresiko kesehatan reproduksi berserta cara penularan dan dampaknya. Fasilitator kemudian membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk sesi diskusi dan permainan. Output : Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. 2. Fasilitator kemudian memberikan waktu kepada narasumber untuk menjelaskan pengertian. majalah bekas. 31 . Menjelaskan pengertian HIV/AIDS dan cara penularannya. (20 menit). dan permainan E. (45 menit) 4. lembar bacaan. (15 menit). 3. B. Alat Pendukung Alat bantu visual. Menjelaskan pengertian kehamilan yang tidak diinginkan dan resiko yang ditimbulkan. Menjelaskan pengertian IMS. Fasilitator kemudian meminta setiap kelompok untuk membuat tampilan visual mengenai tema yang telah mereka pilih menggambarkan mengenai tema. Fasilitator meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menjelaskan gambar yang telah mereka buat. dan gunting F. kertas. Proses Pembelajaran 1. (15 menit) 8. jenis-jenis. cara penularannya. 2.RESIKO KESEHATAN REPRODUKSI A. diskusi. Mengetahui apa saja resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi remaja. penyebab. 5. Tujuan Umum : Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. (15 menit).

Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum d. sakit berkepanjangan. Berikut ini adalah beberapa contoh IMS yang umum dijumpai No.G. Untuk remaja perempuan. Kondiloma akuminata disebabkan oleh Human papilloma virus c. b) Jenis-Jenis IMS 1) Jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri sbb: a. Hepatitis B dan C disebabkan oleh Hepatitis virus type B dan C 3) Jenis IMS yang disebabkan oleh parasit sbb: a. 1 Jenis-Jenis IMS Kencing nanah/Gonore Pada laki-laki Pengertiannya  Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae  Penyakit yang biasanya menyerang organ-organ reproduksi seperti pada saluran kencing laki-lai atau saluran kelamin perempuan 32 . Granuloma inguinale disebabkan oleh Calymmatobacterium granulomatis f. Seringkali berakibat parah karena gejala awal tidak segera dikenali. Bila tidak diobati secara cepat. Ulkus molle disebabkan oleh Haemophilus ducreyi e. IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. Herpes genitalis disebabkan oleh Herves simplex virus b. Lembar Bacaan 1. kemandulan dan bahkan kematian. Infeksi ini mempunyai cakupan arti yang lebih luas dan gejala dari infeksi tidak hanya terjadi pada alat kelamin saja tapi bisa saja terjadi di tenggorokan. Moluskum kontagiosum disebabkan oleh Molluscum contagiosum virus d. Skabies/kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei c. sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah. mata atau bagian lain dari tubuh manusia. IMS biasa dikenal juga sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau bisa disebut sebagai penyakit kelamin. Infeksi Menular Seksual a) Pengertian IMS Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). AIDS disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV) e. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). Limpogranuloma venereum disebabkan oleh Chlamydia trachomatis 2) Jenis IMS yang disebabkan oleh virus sbb: a. Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomoniasis vaginalis b. infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan. Uretritis (infeksi saluran kencing) non spesifik terutama disebabkan oleh Chlamydia trachomatis c. Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae b. perlu disadri bahwa resiko untuk terinfeksi IMS lebih besar dari laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. Pedikulosis pubis disebabkan oleh Phthirus pubis 4) Jenis IMS yang disebabkan oleh jamur adalah Kandiosis vaginalis disebabkan oleh Candida albicans.

demam. sakit kepala.Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari . kuning kehijauan. dan keterbelakangan mental  Bersifat kronis.Rasa nyeri saat buang air kecil atau ereksi . kematian janin atau lahir dengan kerusakan kulit. kulit di sekitar kelamin dan anus.Bila infeksi mengenai kelenjar di bibir kemaluan. dan agak kental . tetapi penyakitnya akan berlanjut ke stadium II  Lokasi pada laki-laki biasanya pada alat kelamin  Lokasi pada perempuan selain pada alat kelamin luar juga bisa pada vagina maupun leher rahim  Tempat lain yang bisa terkena adalah pada bibir. dapat timbul abses (Bartholinitis) .Umumnya berlangsung tanpa keluhan karena infeksi awal terjadi pada mulut rahim .Sering kencing . hati. dapat menyerang semua organ tubuh dan dapat menyerupai banyak penyakit  Gejala timbul luka yang tidak nyeri di penis.Stadium II (Sifilis Sekunder):  Terjadi setelah 6-8 minggu lenih dan bisa berlangsung sampai 9 bulan  Kelainan dimulai dengan adanya gejala nafus makan yang berkurang.Bila ada keputihan biasanya berwarna putih. lidah.Bila infeksi mengenai saluran kemih timbul rasa nyeri waktu kencing .Infeksi telah lanjut dapat menimbulkan rasa nyeri pada perutbagian bawah sebagai akibat terjadinya infeksi pada saluran telur atau indung telur (dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan ataupun kemandulan) .Stadium I (Sifilis Primer):  Timbul antara 2-4 minggu setelah bakteri masuk  Ditandai dengan adanya benjolan kecil merah biasanya 1 buah yang kemudian menjadi luka/koreng yang tidak disertai rasa nyeri tetapi akan hilang secara spontan dalam waktu 3-10 minggu.Terkadang keluar darah  Keluhan pada wanita: .Rasa gatal dan panas sewaktu kencing . dan nyeri sendi  Disebut dengan the great imitator of the skin disease karena mempunyai tanda atau gejala menyerupai penyakit kulit berupa 33 . pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh. sekitar dubur atau tergantung dari cara hubungan seksualnya  Biasanya disertai juga dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional (sesuai dengan lokasi sifilis primernya) . bibir kemaluan atau leher  Bercak kemerahan yang tidak gatal terutama di telapak tangan dan kaki.  Mengalami 4 stadium: .Pada perempuan 2 Raja singa/Sifilis  Keluhan pada laki-laki: .Bila terinfeksi kepada ibu hamil dapat ditularkan kepada bayi yang menyebabkan infeksi mata pada bayi yang dapat menyebabkan kebutaan  Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum  Sifilis dibagi menjadi Sifilis Akuisita (didapat) dan Sifilis Kongenital (ditularkan dari ibu ke janin) yang bisa menyebabkan abortus. limpa.

koitus yang berlebihan. benjolan kecil-kecil seluruh tubuh. tulang sendi serta adanya radang yang terjdi secara perlahan-lahan pada jantung. dan nyeri otot . makanan yang merangsang.Pada perempuan: di kulit daerah kelamin sampai anus. obat-obatan dan beberapa halyang sulit diketahui  Lokasi bintil atau luka/lecet: .Kadang-kadang disertai gejala konstitusi.Pada laki-laki terutama dijumpai pada yang tidak dsirkumsisi atau dengan imunitas terganggu  Lokasi: . trauma.  Penyebab: Herpes simplex virus (HSV)  Komplikasi : kanker leher rahim.Timbulnya gelembung-gelembung yang berkelompok dan mudah pecah . selaput lendiri.Pada perempuan: di sekitar kelamin. sistim pembuluh darah dan syaraf. misalnya lemas. . sifilis masuk ke stadium laten lanjut yang dapat berlangsung bertahun-tahun . kebotakan rambut dan sebagainya  Disertai juga dengan pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat menyeluruh  Stadium laten dini: bila sifilis sekunder tidak diobati setelah beberapa minggu atau bulan gejala akan hilang seakan-akan sudah sembuh. demam.Pada wanita sering bersamaan dengan gejala keputihan .Gejala awal pada lesi awal lenih berat dan lama . namun pada saat pemeriksaan selorosis untuk sifilis hasilnya positif.Tumbuh bintil-bintil yang runcing seperti kutil. selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. atau di sekitar anus  Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)  Komplikasi : kanker leher rahim (terutama karena tipe 16 dan 18) atau kanker kulit disekitar kulit kelamin  Keluhan . tidak gatal.Pada laki-laki: di kepala penis 34 4 Jengger Ayam Pada laki-laki Pada perempuan . terdiri atas stadium laten lanjut dan sifilis stadium III  Stadium laten lanjut: setelah 1 tahun.Pada laki-laki: di batang atau kepala penis.  Stadium lanjut dianggap tidak menular yaitu sifilis yang timbul setelah 1 tahun sejak infeksi.3 Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis Pada laki-laki Pada perempuan bercak merah.Ada rasa seperti terbakar atau gatal beberapa jam sebelum timbulnya lesi .Stadium III (Sifilis Tersier)  Umumnya timbul antara 3-10 tahun setelah infeksi. Pada keadaan ini tidak akan ditemukan kelainan klinis. kelainan kongenital dan kematian  Gejala dan tanda: .  Ditandai dengan 2 macam kelainan yaitu berupa kelainan yang bersifat destruktif pada kulit. dapat membesar sehingga menyerupai jengger ayam . alkohol. kehamilan lahir muda. di dinding liang kemaluan dan di sekitar anus . Namun infeksi masih berlangsung terus dan masuk ke stadium laten lanjut.Pada bentuk ulang (rekurens) biasanya ditandai oleh faktor pencetus mislanya stres psikis.

pembengkakan buah zakar pada laki-laki. Kebanyakan orang dengan HIV akan 35 . misalnya: 1) Kemandulan. AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. tetapi ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. sehingga bayi dapat cacat. infeksi genital nonspesifik. Deficiency artinya tidak cukup atau kurang. lahir muda. sehingga bila ditemukan gejala demikian sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. AIDS) 2. Immune adalah sistem daya tangkal atau kekebalan tubuh terhadap penyakit. Chlamydia) 2) Kanker leher rahim (kondilomata akuminata) 3) Wanita hamil yang menderita IMS.google. Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh IMS. Kandiosis genital. Perlu diingat pula. yaitu: Kondiloma akuminata dan Limpogranuloma venerium (bubo) Selain tanda-tanda tersebut. Granuloma inguinale.Sumber gambar: http://www. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang memungkinkan berbagai penyakit masuk dan sulit disembuhkan karena HIV berjalan sangat progresif merusak sel limfosit tersebut. Acruired artinya tidak diturunkan. Ulkus molle. kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin.co. pada laki-laki maupun perempuan (infeksi gonore. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia). IMS tidak selalu menimbulkan beberapa masalah kesehatan. dan Syndrome adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit penyakit. IMS yang lebih lanjut sering disertai dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha. yaitu: Gonore. bakterial vaginosis dan Trikomoniasis. atau meninggal (sifilis.id/imghp?hl=id&tab=ii c) Gejala-Gejala IMS Berdasarkan gejala klinis yang timbul maka IMS dibedakan menjadi: 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih. serta nyeri perut bawah pada wanita. herpes genitalis) 4) Kematian (sifilis. dapat menularkan kepada bayinya. 2) IMS yang ditandai dengan adanya luka atau koreng di alat kelamin. HIV dan AIDS a) Pengertian AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. dan Herpes genitalis 3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin. yaitu: Sifilis.

pengobatan tradisional melalui alat tusuk/jarum. air mata. Penularan HIV terjadi melalui kontak seksual. ludah. b) Proses Penularan virus HIV HIV merupakan penyakit menular yang merupakan golongan RNA virus dan memiliki enzim reverse transcriptase. seseorang bisa hidup dengan HIV dalam tubuhnya selama bertahuntahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan serius. air kencing . darah. Namun demikian. yaitu: 1) Seksual Penularan melalui hubungan heteroseksual adalah cara yang paling dominan dari semua cara penularan. atau penggunaan alat medis lainnya. poliklinik.meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul. produk darah atau transplantasi organ dan jaringan: Penularan dari darah dapat terjadi jika darah donor tidak di lakukan uji saring untuk antibodi HIV. Pada seseorang yang terinfeksi HIV. orang yang tertular HIV tidak berarti langsung jatuh sakit. tetapi jumlahnya tidak cukup untuk ditularkan pada orang lain. seperti keringat. Dengan demikian HIV dapat memanfaatkan mekanisme sel limfosit untuk mengkopi dirinya menjadi virus baru yang memiliki ciri-ciri HIV. Hal ini bisa terjadi pada proses persalinan dan pemberian ASI. penggunaan ulang jarum dan semprit suntikan. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (sel limfosit) manusia sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun dan tidak mampu melawan berbagai penyakit. Tingkatan resiko tergantung pada jumlah virus yang keluar dan masuk ke dalam pintu masuk di tubuh seseorang. juga pada IDU. yaitu enzim yang memungkinkan virus mengubah informasi genetiknya yang berada dalam RNA ke dalam bentuk DNA yang kemudian diintegrasikan ke dalam informasi genetik sel limfosit yang diserang. Berikut ini adalah bentuk-bentuk cara penularan HIV. seperti luka sayat/gores dalam mulut. Kejadian diatas dapat terjadi pada semua pelayanan kesehatan. perdarahan gusi dan atau penyakit gigi mulut atau pada alat genital. 36 . Hubungan seksual ini bisa dalam bentuk venetrasi vaginal atau anal yang tak terlindungi dari individu yang terinfeksi HIV. ibu ke anak selama masa kehamilan. virus juga terdapat pada cairan tubuh lainnya. persalinan dan pemberian ASI. dilahirkan. Penularan HIV pada organ tubuh juga dapat terjadi dalam proses transplantasi jaringan/organ di pelayanan kesehatan. tinja (kotoran BAB). dan sesudah lahir. Kontak seksual langsung (mulut ke penis atau mulut ke vagina) masuk dalam kategori resiko rendah tertular HIV. seperti rumah sakit. bila tidak ada pelayanan dan terapi yang diberikan. 3) Penularan dari ibu ke anak Kebanyakan infeksi HIV pada anak didapat dari ibunya saat ia dikandung. Penularan melalui hubungan seksual dapat terjadi selama hubungan baik itu laki-laki dengan perempuan juga laki-laki dengan laki-laki. 2) Masuknya darah terinfeksi pada sistem tubuh. dan muntahan.

Transgender : waria. c) Fase Perjalanan Penyakit HIV/AIDS Fase perjalanan penyakit HIV/AIDS. Selain itu pada fase ini akan timbul infeksi-infeksi yang lain. Pengguna NAPZA suntikan : menggunakan jarum suntik bersamaan/bergantian. bersentuhan. c. pasangan berisiko tinggi. Fase III (AIDS) Ini adalah fase terminal dari HIV yang kita sebut AIDS. kadang kala timbul dalam bentuk influenza. Promiskuitas (berganti-ganti pasangan seks) : prostitusi. pelanggan penjaja seks komersial. Lama masa jendela antara 1-3 bulan. IMS juga dapat membuat individu rentan terhadap infeksi HIV. bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan. memakai toilet yang sama. Fase II (Masa tanpa gejala/Asimptomatik) Masa tanpa gejala berlangsung rata-rata selama 2-3 tahun untuk tipe rapid progessors.  Keringat dingin berlebihan pada malam hari. menggunakan alat makan atau minum yang sama. Virus HIV umumnya tidak akan menular melalui perilaku-perilaku seperti jabatan tangan. Meski tidak menunjukkan gejala-gejala tapi pada masa ini penderita bisa menularkan virus.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. IMS dalam populasi merupakan faktor utama pendorong penyebaran HIV di negara berkembang. kelumpuhan. perselingkuhan.Selain itu.  Diare terus menerus  Flu tidak sembuh-sembuh  Berat badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan. c. yaitu: a. yaitu: a. Pada fase ini penderita sudah dapat menularkan virus pada orang lain. Berikut ini adalah kelompok-kelompok dengan perilaku beresiko tertular HIV. d. Lelaki seks dengan lelaki : gay. wadam. seperti perilaku bergantian pasangan seksual. b. dan tidak konsisten dalam menggunakan kondom. berpelukan. namun gejala dan tanda belum terlihat jelas. termasuk melalui gigitan nyamuk. b. Pada fase ini kekebalan tubuh menurun dan timbul gejala penyakit terkait HIV seperti:  Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh. 5-8 tahun tipe progressors dan lebih dari 10 tahun untuk tipe non progessors sejak terinfeksi HIV. Fase I (Masa Jendela/Window Period) Fase dimana tubuh sudah terinfeksi HIV. penjaja seks komersial (lakilaki/perempuan). diantaranya:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. 37 . berangkulan. Penularan infeksi melalui hubungan seksusal diikuti dengan perilaku yang menempatkan individu pada resiko tertular HIV.

 Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. kelainan jantung. Rendah diri b. Gejala neurologi atau gangguan syaraf (stadium lanjut Sifilis) h. dan cacat lainnya d. Melahirkan anak dengan cacat bawaan seperti katarak. Lebih mudah terinfeksi HIV i. Infeksi alat reproduksi akan menurunkan kualitas ovulasi sehingga akan mengganggu siklus dan banyaknya haid serta menurunkan kesuburan b. Infeksi jamur pada tenggorokan. d) Dampak dan Pencegahan IMS dan HIV 1. Peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan kecenderungan terjadi kehamilan di luar rahim c. Kanker leher rahim (Carcinoma Cervix Uteri) e. 3) Condom Use : menggunakan kondom secara benar dan konsisten.  Infeksi jamur pada tenggorokan. Dampak Fisik Penderita IMS a. Dampak Secara Psikologis a. c. Malu dan takut sehingga tidak mau berobat yang akan memperberat penyait atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat yang justru akan memperberat penyakitnya dismaping terjadi resistensi obat. kelumpuhan. 38 . Bekas bisul/nanah di daerah kelamin dapat mengganggu kualitas hubungan seksual di kemudian hari karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman waktu berhubungan seksual f. gangguan pendengaran. Nyeri waktu kencing karena peradangan mengenai saluran kemih g. Dampak Fisik Penderita HIV/AIDS Adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan infeksi-infeksi sbb:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. e) Tips-tips Pencegahan IMS dan HIV 1) Abstinence : absen seks sangat berhasil mencegah IMS dan HIV sampai mencapai kesiapan mental dan fisik. Kemadulan (perlengketan saluran reproduksi dan gangguan produksi sperma) 2. 3. Gangguan hubungan seks setelah menikah karena takut tertulat lagi atau takut menularkan penyakit pada pasangannya. 2) Be Faithful : saling setia pada satu pasangan bisa mencegah dan menurunkan resiko terinfeksi IMS.

Ukuran ini menetap sampai terjadinya kehamilan. karena baru pada usia ini fungsi hormonal melewati masa kerjanya yang maksimal. ditandai dengan mulai menstruasi. Pada seorang perempuan ukuran rahim ini berubah sejalan dengan umur dan perkembangan hormonal. sehingga resiko yang lain juga dapat terjadi yaitu prolapsus uteri (turunnya rahim ke liang vagina) pada persalinan. tetapi bisa juga menjadi suatu malapetaka apabila kehamilan itu dialami seorang remaja. karena pada masa remaja ini. alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya. Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Gunakan hanya alat suntik. Penjelasan: a. penyangga rahim juga belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan. Hal ini dapat dilihat dari belum teraturnya menstruasi. Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun. dan setelah usia 8 tahun ukuran rahimnya kurang lebih sama dengan vaginanya. Rahim pada perempuan mulai mengalami pematangannya sejak umur 14 tahun. Disamping otot rahim. b) Resiko yang ditimbulkan akibat kehamilan yang tidak diinginkan 1) Resiko Medis Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi. alat tusuk atau alat medis yang baru atau steril. Pada usia antara 14-19 tahun sistem hormonal belum stabil. Ketidakteraturan tersebut membuat kehamilan menjadi tidak stabil. sehingga jika terjadi kehamilan dapat terjadi ruptur-nya (robek) rahim. c. 5) Education : cari informasi sendiri dan sebanyak mungkin agar terhindar dari penularan IMS dan HIVAIDS 3. mudah terjadi pendarahan dan terjadilah abortus atau kematian janin. 39 . Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. otot-otot rahim ini belum cukup baik konstraksi dan kekuatannya. Pada seorang anak yang berusia kurang dari 8 tahun. Hal ini akan meningkatkan resiko timbulnya kanker leher rahim (serviks) di kemudian hari. b.4) Don‟t Share Needle : tidak menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya secara bergantian. Hanya saja pada usia 14-18 tahun. Kehamilan yang tidak diiginkan (KTD) a) Pengertian Kehamilan bisa menjadi dambaan. Terlalu dininya usia kehamilan dan persalinan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif. Pematangan rahim ini dapat dilihat juga dari perubahan ukuran rahim secara anatomis. Hal ini berlanjut sampai usianya kurang lebih dari 14 tahun (masa menstruasi) hingga besar rahimnya lebih besar sedikit dari vagina. ukuran rahimnya kurang hanya setengah dari panjang vaginanya. hal yang sama terjadi bila remaja tersebut mengalami kehamilan.

d. Aktivitas seksual pra nikah selalu membawa gangguan psikologis dan penyeselan berkepanjangan. Dari sisi anak yang dikandung Kehamilan remaja yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan lahirnya seorang anak yang tidak diinginkan. bahkan cenderung mendalam). Pada kehamilan pra nikah. Kehamilan akibat pemerkosaan. sehingga anak ini akan mendapat cap buruk sepanjang hidupnya. b.Kehamilan remaja sebagian besar merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Kenyataan bahwa hubungan seksual pra nikah seringkali tidak menyenangkan. 1998) kekhawatiran dan rasa takut terhadap kehamilan dialami sekitar 44% dari responden perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. 1998): a. Kegagalan alat kontrasepsi akibat remaja menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus kehamilan remaja di laur nikah. Misalnya. Hal ini menambah tekanan psikologis yang berat. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan. c. Sekitar 89% beralasan karena alasan moral dan sosial. rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan dapat dialami remaja apalagi bila kehamilan tersebut diketahui pihak lain seperti orang tuanya. 3) Risiko Masa Depan a. e. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kehamilan remaja yang tidak diinginkan. 40 melahirkan suatu tindakan kekerasan yang sangat traumatis terhadap anak. diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape). yang akhirnya mengarah pada depresi (rasa tertekan yang . bukan karena alasan kesehatan. b. sehingga seksual pra nikah tersebut diketahui orang lain. Tidak menggunakan alat kontrasepsi. Itu berarti cita-cita terhambat atau bahkan tidak akan mungkin tercapai. kehamilan pada remaj sekolah akibatnya mereka terpaksa harus meninggalkan sekolah. Hal tersebut dapat terjadi antara lain karena (Iskandar dalam Setiawan dan Suryati. Hal tersebut telah menjadi faktor yang membatasi perilaku seksual pra nikah di masyarakat. merupakan hal yang secara umum dipercaya oleh banyak orang dan tidak mempunyai tempat pada nilai-nilai moral. terlebih lagi bila kehamilan telah menjadi buah hubungan tersebut. 2) Risiko Psikologis dan Sosial Menurut Kinsey dkk (dalam setiawan dan Suryati. Usia menstruasi yang semakin dini disertai usia kawin yang semakin tinggi menyebabkan “masa-masa rawan” yaitu kecenderungan perilaku seksual aktif semakin panjang. Dari sisi remaja Kehamilan remaja dapat menyebabkan terganggunya perencanaan masa depan remaja. Masalah semakin berat karena terkadang orang tua tidak mampu menghadapi persoalan tersebut secara proposional.

yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. Secara medis. kelainan saluran reproduksi. Sedangkan remaja lakilaki masih diperbolehkan melanjutkan sekolah. Besar kemungkinan anak tersebut tumbuh tanpa kasih sayang dan mengalami perlakuan penolakan dari orang tuanya. Abortus spontaneus (yang tidak disengaja).Masa depan anak ini sering mengalami keadaan yang menyedihkan karena tidak adanya kualitas asuh yang baik dari ibunya yang masih remaja dan belum siap menjadi ibu. Secara medis. memakan nanas muda yang dicampur lada (merica). apabila bila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dapat memicu terjadinya pengguguran kandungan atau aborsi. misalnya dengan cara: 1) Penggunaan ramuan dengan jamu peluruh rahim. 2) Memasukkan cairan NaCl hipertonis pada lapiasan amnion untuk melepaskan janin dari dinding rahim. ialah penguguran kandungan yang dilakukan dengan sengaja tanpa mempunyai alasan kesehatan (medis). seperti dengan melakukan pijatan rahim agar janin dapat terlepas dari rahim. 3) Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril dan berakibat negatif pada rahim. Abortus provocatus (buatan). Secara psikologis pada saat seseorang mengalami kehamilan di luar nikah. maka ia akan cenderung mengambil jalan keluar seperti mengugurkan kandungan atau aborsi. 41 . Pandangan negatif dari masyarakat pun cenderung lebih memberatkan perempuan daripada laki-laki. Penguguran jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan: 1) Abortus provocatus therapeuticus . Metode ini meniru proses mulainya persalinan dan biasanya digunakan untuk mengakhiri kehamilan pada trimester II (4-6 bulan). digunakan empat metode dasar terminasi kehamilan atau hamil: 1) Kuretase atau pengerokan dengan sendok kuret ataupun vakum kuret pada dinding rahim tempat menempelnya janin. yaitu jika terdapat indikasi bahwa kehamilan dapat membahayakan atau mengancam nyawa ibu apabila kehamilan berlanjut. 2) Abortus provocatus criminalis. atau keadaan patologis lain. terjadi apabila ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun. Aborsi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu abortus spontaneus dan abortus provocatus. yang menjadi korban misalnya tidak boleh melanjutkan sekolah adalah remaja perempuan. ialah penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Tindakan aborsi dengan cara di atas tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya dan mengandung resiko yang sangat tinggi. 2) Manipulasi fisik. Seringkali dalam suatu kasus kasus kehamilan di luar nikah. Perkembangan psikologis baik ibu dan anak akan terganggu. Selain itu juga terdapat hal-hal seperti perlakuan yang kurang adil dari masyarakat atau institusi formal terhadap remaja perempuan. aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. Tindakan aborsi mengandung resiko yang cukup tinggi.

3) Karena keadaan rahim yang belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan serta kemungkinan persalinan yang sulit. dan memasukkaannya melalui vagina dan uterus dengan dosis tertentu. Hal tersebut dapat membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah. Tindakan aborsi yang sesuai standar profesi medis seperti di atas pun masih mengandung resiko-resiko baik yang bersifat dini maupun lanjutan. marah. tindak aborsi melanggar UU Kesehatan No. Secara hukum. dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah jika seorang gadis tiba-tiba hamil serta akan terjadi cemoohan dan penolakan dari masyarakat sekitarnya. Resiko melakukan aborsi pada remaja antara lain: 1) Infeksi alat reproduksi karena kuretase yang dilakukan secara tidak steril. Akibat tindak penguguran ini dapat memunculkan perasaan bersalah. selain itu pendarahan tersebut dapat menyebabkan tingginya resiko kematian ibu atau anak atau kedua-duanya. Hal tersebut dapat menyebakan resiko kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya. ketegangan mental. anak atau keduanya. sehingga janin dapat keluar dari rahim. Hal ini sangat merugikan remaja karena akan mengurangi konsep diri yang positif dan menurunkan nilai harga diri yang positif dalam pergaulannya. 42 . Prostaglandin ini dimaksudkan untuk menginduksi persalinan buatan. resiko infeksi. 4) Dengan meletakkan vacuum aspiration. penguguran kandungan merupakan tindakan yang dikecam dan membuat pelaku terkucil di dalam masyrakat. resiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretase. Selain itu akibat lainnya adalah terganggunya kesehatan dan resiko kehamilan serta kematian bayi yang tinggi serta terdapat juga akibat putus sekolah dan akibat ekonomis karena diperlukan ongkos perawatan dan lain-lain. Berdasarkan nilai-nilai budaya. yaitu menggunakan semacam selang plastik berdiameter tertentu untuk menghisap janin dari rongga rahim. depresi. 4) Terjadinya Fitsula Genital Traumatis yaitu timbulnya suatu saluran/ hubungan yang secara normal tidak ada antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan. cairan amnion. 2) Perdarahan hingga remaja tersebut dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologis/ syaraf di kemudian hari.23 tahun 1992 dan dapat diancam hukuman pidana seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berikut ini: Pasal 346: Seorang perempuan yang sengaja mengugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu di ancam dengan pidana penjara seberat-beratnya selama empat tahun. resiko shock hipovelmik sehingga menyebabkan resiko kematian ibu.3) Pemberian prostaglandin PgF2 melalui pembuluh darah balik.

FIQH HIV & AIDS: Pedulikah Kita?.  Gonore: disebut juga sebagai “kencing nanah”. (2010).  Abortus provocatus (buatan): penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. (2006).  Aborsi: berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. & Suryawati. Jakarta: PKBI Pusat Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. Jakarta: Departemen Kesehatan RI Materi presentasi pelatihan IPP – Paket 1. & Mardiati. B. Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang HIV & AIDS .  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS): sindrom yang menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.  Sifilis: disebut juga “raja singa” disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). E. E. Bagus Rahmat Prabowo PKBI Jabar IMS PKBI Jabar Informasi Dasar IMS dan HIV-AIDS 43 .t).. F.  Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis: penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes simplex virus (HSV). Glosarium  Abortus spontaneus : pengguguran kandungan yang tidak disengaja dikarenakan ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Muhammad. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.  HIV (Human Immunodeficiency Virus) : Virus yang menyebabkan AIDS  Infeksi Menular Seksua (IMS)/ Penyakit Menular Seksual (PMS): infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina).  Promiskuitas : berganti-ganti pasangan I. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. atau keadaan patologis lain. Sumber Arizal. Jakarta: PKBI & UNFPA Setiawan. (2009).  Kehamilan yang tidak diinginkan: suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. (2011).  Jengger Ayam: penyakit yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus). Modul 3: Resiko Reproduksi Remaja. R. (t. Infeksi Menular Seksual Materi presentasi Informasi IMS dan HIV-AIDS oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Materi presentasi Dr.. Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV. (1998).H. dkk. Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR). Bandung: PKBI Jawa Barat Viora. Husein. kelainan saluran reproduksi.

Menjelaskan pengertian NAPZA dan mampu membedakan antara narkoba. B. Fasilitator memberikan post test kepada peserta. diskusi. D. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. dan zat adiktif. C. 6. Psikotropika. 4. Menjelaskan apa saja dampak yang disebabkan oleh pengkonsumsian NAPZA. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang NAPZA. Fasilitator melanjutkan diskusi dengan tanya jawab (15 menit). Psikotropika. dan Zat-zat adiktif lainnya. Fasilitator memulai sesi permainan dengan mengocok tema pertanyaan dan ditanyakan pada peserta satu persatu sesuai dengan kertas yang mereka pilih. Fasilitator memberikan penjelasan materi mengenai NAPZA (45 menit).NAPZA (Narkoba. kertas pertanyaan. Pertanyaan bisa dialihkan pada teman lainnya yang mampu menjawab pertanyaan (20 menit). Alat Pendukung Alat bantu visual. Waktu 120 menit. Alkohol. (15 menit) 7. 44 . c. Menjelaskan bagaimana penggolongan NAPZA. Proses Pembelajaran 1. peserta diharapkan mampu untuk: a. Pengertian NAPZA Istilah NAPZA merupakan akronim dari Narkotika. Masyarakat pada umumnya mengenal obat-obat terlarang tersebut sebagai istilah NARKOBA (Narkotika dan Bahan-bahan berbahaya). dan kocokan pertanyaan. 5. dan permainan E. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader (5 menit). F. Alkohol. Metode Presentasi. Lembar Bacaan 1. Output Setelah proses pembelajaran selesai. b. 3. psikotropika. Fasilitator memberikan pre test kepada peserta (15 menit). dan Zat Adiktif) A. Fasilitator penutup kegiatan pelatihan. Istilah ini biasanya dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi dan ditujukan pada berbagai obatobat terlarang yang dapat menyebabkan gangguan baik terhadap kesehatan fisik ataupun jiwa penggunanya hingga kecanduan terhadap penggunanya. G. 2.

c) Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) adalah gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. heroin digunakan bersama alkohol. Adiksi lebih merupakan efek obat yang menimbulkan ketagihan atau kecandua pada si pemakai. Atau menelan obat tidur secara berlebihan. suasana hati atau perasaan. 45 . 22 tahun 1997 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa pengertian narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. dan perilaku seseorang. pil. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. misalnya sebagai cara untuk menghibur diri. paru-paru. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Psikotropika adalah “zat atau obat. sebagai akibat apabila seorang pemakai obat tidak mendapatkan atau menghetikan obat yang dibutuhkan. Zat-zat kimia. mual-mual. Risiko yang umumnya terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung. b) Toleransi adalah ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. dll. 2000) Berikut ini adalah berbagai istilah yang berkenaan dengan penyalahgunaan NAPZA: a) Intoksikasi/Overdosis (Keracunan) adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. Pemakaian secara terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis. maka hal tersebut dapat dianggap sebagai “penyalahgunaan” (dalam Marviana. rasa sakit diseluruh tubuh. OD sering terjadi bila menggunakan narkoba dalam jumlah banyak dengan rentang waktu terlalu singkat. suhu badan meningkat atau menurun.dan hati. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. panik. d) Kecanduan Obat (Adiksi) adalah suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui urat darah. baik dengan ditelan melalui mulut. Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan” Meski begitu. Namun jika zat-zat tersebut digunakan untuk maksud lain. umumnya dalam dunia pengobatan zat-zat kimia yang masuk ke dalam NAPZA sering dimanfaatkan oleh para dokter sebagai zat yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit dan juga obat penenang bagi pasiennya dengan penggunaan sesuai dosis yang diperlukan. tersebut dapat mengubah pikiran. Pengertian diatas didasarkan pada berbagai definisi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Undangundang No. biasanya digunakan secara bersamaan antara putaw. hilangnya rasa.

dan lain-lain. opium. narkoba dan zat adiktif lainnya dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis : a) Depresan Obat jenis ini menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu aktivitas tubuh. pethidin. kokain. memberikan rasa melambung tinggi. psikocybin. dll. yaitu: a) Alami Merupakan jenis zat/obat yang diambil langsung dari alam.e) Dependensi (Ketergantungan) suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. Contohnya: morfin. b) Semi sintesis Yaitu jenis zat/obat yang diproses sedemikian rupa melalui proses fermentasi. Misalnya: ganja. Obat penenang depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut „ benzodiazepine‟. Penggolongan NAPZA Berdasarkan proses pembuatannya. kecemasan. heroin. untuk membantu orang tidur. kodein. kafein. deksafetamin. 3. Obat anti depresan ini dapat membuat pemakai merasa tenang. morphin. Obatobat ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stress. heroin. c) Sintesis Adalah zat/obat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1930-an untuk keperluan medis dan penelitian yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan penekan batuk (antitusif) seperti amfetamin. dan obat tidur trankuiliser atau obat penenang. 46 . Contoh opida/opiate (opium. crack. dan kegunaan kedokteran lainnya. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. narkotika terbagi menjadi 3 golongan. alkohol. Efek yang ditimbulkan NAPZA Kalau dilihat menurut efeknya pada sistem saraf pusat pemakai. 2. kodein). tanpa adanya proses fermentasi atau produksi. Beberapa orang menyalahgunakan obat penenang karena efeknya menenangkan.

Heroin adalah zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi.1. hangat. yaitu dengan memanaskan bubuk heroin di atas kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas. c. Opioda Sumber: google. Pada abad XVIII pemerintah China mengimpor dan menjual dan menggunakan opioda sebagai obat untuk menimbulkan rasa senang. Bubuk ini mengandung morfin dan kodein yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit. Heroin juga memiliki turunan yaitu Putaw. Heroin atau Putaw umumnya disalahgunakan dengan cara dihirup melalui hidung.com Opioda merupakan zat yang diambil dari bagian pohon “Poppy” yang pertama kali ditemukan di Asia Kecil dan umumnya digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir sampai akhirnya tersebar hingga India dan China. pusing. Berikut ini adalah obat-obat yang termasuk opioda yaitu: a. Perasaan menyenangkan tersebut berasal dari 47 . Sering digunakan oleh para dokter sebagai penghilang rasa sakit. dan keinginan bersuka ria. Opiat/Opium adalah obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy yang dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk bunga opium. Heroin memiliki kekuatan dua kali lipat daripada morfin sehingga ketergantungan heroin akan lebih hebat dibandingkan dengan morfin. jalanan. b. Efek psikologis dari penggunaan heroin dan putaw diantaranya adalah meliputi perasaan bebas dari rasa sakit. rasa dingin dan perasaan tegang dengan diiringi perasaan senang. Morfin adalah zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain.

Sumber: google. 48 . Jaringan otak yang bertanggung jawab untuk kenikmatan secara seksual atau kenikmatan dari makan makanan yang memuaskan (Begley. bertambahnya tenaga. Kokain Merupakan zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). dihisap seperti rokok.kemampuan opiate untuk menstimulasi sirkut kenikmatan otak secara langsung. 2001). Efek psikologisnya dapat menimbulkan rasa gembira. dihirup hidung dengan pipa kecil (snorting) atau melalui injeksi pada pembuluh darah. Disalahgunakan dengan ditelah bersama dengan minuman.com b) Stimultan Stimultan seperti amphetamin dan kokain adalah zat psikoaktif yang meningkatkan aktivitas sistem saraf. 1. teransang. meningkatkan percaya diri serta mencapai perasaan sukses. Efeknya agak berbeda antara satu dengan obat lainnya. namun sejumlah stimultan menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri.

atau dilinting dalam rokok.Sumber: google. meningkatkan konsentrasi. terutama bila obat dihisap atau disuntikkan melalui vena (APA. serta bentuk lainnya yang digunakan dalam pengobatan medis sebagai obat penahan rasa lapar. kapsul. dihisap. Penggunaannya dengan ditelan. meningkatkan rasa percaya diri.com 49 . Amfetamin Amfetamin umumnya ditemukan dalam bentuk tablet. 2000). Sumber: google. Perilaku agresif juga dapat terjadi. mengurangi rasa kantuk serta mengurangi rasa lelah dan bosan atau menurunkan berat badan. disuntik.com 2. Efek penggunaannya dapat meningkatkan kewaspadaan.

gugup. dan insomnia. mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan mental. 50 .com 4. Nikotin dan karbon monoksida yang dilepaskan dalam asap rokok adalah faktor penting yang menyebabkan atau memperburuk penyakit jantung koroner. kopi. Kafein Kafein merupakan zat peransang yang biasa ditemukan dalam obat generik. Sumber: google. Selain itu juga dapat menghasilkan reaksi kecanduan yang dikenal sebagai caffeinism. substansi. atau keracunan kafein yang akan menyebabkan kegelisahan. mual dan muntah. Nikotin Zat nikotin umumnya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok. Efek fisiologis utama dari kafein adalah merangsang saraf pusat dan otot rangka. ketegangan dan kegelisahan. cerutu. Umumnya orang mungkin tidak berpikir kafein sebagai penyalahgunaan. dan tembakau asap.3. hiperaktif. Gejala khas dari nikotin termasuk juga keinginan terus-menerus untuk substansi. the. gelisah. coklat atau minuman soda. resah. Nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan. kesulitan dalam berkonsentrasi. Individu yang menggunakan kafein dalam jangka panjang dan berlebihan akan mengalami efek psikologis seperti: cepat marah. dan ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif seperti sebelumnya. itu adalah dalam kategori obat-obatan psikoaktif. kebingungan dan pusing serta diare. meningkatkan resiko flu. kulit berkeringat. gampang tersinggung dan penurunan detak jantung.

Hal tersebut akan berbahaya bagi si pemakai karena dia akan bertingkah laku sesuai dengan apa yang dia khayalkan. Bahan Pelarut Merupakan zat organik (karbon) yang dapat menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Efek penggunaannya bisa menimbulkan perasaan “ fly” yang timbul dari 30-60 menit setelah menggunakannya dan mencapai puncak pada 2-6 jam kemudian. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) LSD berasal dari jamur yang tumbuh pada kotoran sapi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk bubuk putih yang dapat larut dalam air. dll. erosol. inhalasia serta cairan penghapus. Efek bagi penggunanya hampir sama seperti minuman beralkohol tetapi membuat mabuk dengan lebih cepat dan efeknya menghilang beberapa menit setelah menggunakannya. 1.Sumber: google. Efek jangka panjang bisa mempengaruhi kontrol motorik tubuh. merusak hati dan ginjal hingga menyebabkan kematian. Pengguna sendiri menyatakan LSD “memperluas kesadaran dan 51 . c) Halusinogen Halusinogen merupakan zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran juga seringkali menciptakan sebuah gambaran hanya bisa dilihat oleh si pengguna dan membuat perasaannya terganggu. LSD juga memberi efek halusinasi sehingga pemakai dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain seperti khayalannya. solven. Yang biasanya digunakan adalah bahanbahan pelarut seperti lem. LSD tersedia dalam berbagai bentuk baik kapsul. thiner. gula batok. Istilah yang paling umum untuk hal ini adalah “glue sniffing” (ngelem).com 5.

hingga halusinasi dan delusi. Beberapa mengalami ketakutan yang amat sangat akan kematian. Kecelakaan fatal kerap terjadi selama perjalanan dengan LSD. Ingatannya akan terserang. Pada saat penggunaannya memuncak. Seseorang dapat mengalami paranoia dalam pikiran dan perasaan. tidak bisa istirahat. bingung. dan delusi. kenikmatan tersebut akan berubah menjadi kecemasan. Mariyuana Marijuana / ganja terdiri dari daun kering dan bagian atas bunga (biji atau bunga) dari tumbuhan Cannabis Sativa dan Cannabis Indica. 1979: 122). Sumber: google. dan sulit berkonsentrasi.membuka dunia baruseolah mereka melihat suatu kenyataan yang melampaui kenyataan yang biasa”. Penyalahgunaan kronis PCP dapat menghasilkan ketergantungan dan berbagai gangguan mental 52atakan. tetapi efek samping seperti gelisah dan delirium mencegah penerimaan medisnya (Schuckit. bahkan mereka akan mengalami speech block.com 52 . termasuk mabuk. perubahan abnormal pada suasana hati. Penggunaan ganja bisa merasakan kenikmatan. mengigau. 2. Kandungan kimia dari tumbuhan ini yang dapat menimbulkan efek psikoaktif dinamakan delta tetra hydrocannabinol atau lebih sering disingkat THC. karena mereka tidak dapat mengingat apa saja yang ingin mereka 52atakana. 3. akibatnya. Pengguna dapat merasa 52atak dan takut kehilangan kendali atau kewarasan. Phencylidine (PCP) Phencyclidine (PCP) pertama kali diuji di laboratorium farmakologi selama tahun 1950-an potensi untuk digunakan sebagai obat bius.

Cara yang kemudian ditempuh untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi mental itu adalah dengan mengkonsumsi lagi NAPZA. terutama karena pemakaian berlebih (overdosis) dan kematian karena AIDS (akibat pemakaian NAPZA melalui jarum suntik bersama dengan orang yang sudah terinfeksi HIV). Sehingga muncul konflik dengan orang tua. Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga. a) Secara fisik: penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang. Beberapa dampak yang sering terjadi dari peningkatan ini adalah sebagai berikut: a) Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri dan menipu orang lain untuk mendapatkan uang membeli NAPZA. Sudah terlalu banyak kasus kematian terjadi akibat pemakaian NAPZA. teman-teman. pihak sekolah atau pekerjaan. Penyalahgunaan NAPZA pada dasarnya membahayakan seluruh tubuh. pikiran dan perilakunya dipengaruhi oleh zat yang dipakainya. ingin bunuh diri. b) Menurun bahkan menghilangnya produktivitas pemakai. b) Secara psikis: berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental. malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA. yaitu para penyalahguna NAPZA juga Semua akibat ini berujung pada meningkatkannya perilaku penyalahgunaan NAPZA. d) Pemakaian NAPZA secara berlebihan menyebabkan kematian. apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja. Gejala over dosis pada penyalahguna NAPZA menjadi lebih besar karena batas toleransi seseorang sering tidak disadari oleh yang bersangkutan. c) Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV. Berbagai gangguan psikis atau kejiwaan yang sering dialami oleh mereka yang menyalahgunakan NAPZA antara lain rasa tertekan. Peningkatan jumlah orang dengan HIV positif di Indonesia akhir-akhir ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. dll. Perasaan dikucilkan pihak-pihak ini kemudian menyebabkan si penyalahguna bergabung dengan kelompok orang-orang serupa.kasar. 53 . agresif. c) Secara sosial: dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. ketakutan. Sehingga perasaan. seperti rasa bersalah.4. Ketergantungan pada NAPZA juga menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilakunormal. Keduanya menyebabkan seseorang untuk berusaha terus-menerus mengkonsumsi NAPZA. Dampak Penyalahgunaan NAPZA Paling tidak terdapat 3 aspek akibat langsung penyalahgunaan NAPZA yang berujung pada menguatnya ketergantungan. cemas. Hal ini terlihat dari peningkatan dosis yang semakin lama semakin besar dan gejala putus obat. marah.

 Depresan : jenis obat yang dapat membuat pemakai merasa tenang. sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Rehabilitasi: tempat penanganan individu ketergantungan obat-obat terlarang.  Dependensi (Ketergantungan): suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.  Intoksikasi/Overdosis (Keracunan): gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. Praktisi: ahli dalam bidangnya.  “glue sniffing” (ngelem): aktivitas individu penyalahguna bahan pelarut.  Halusinogen: zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi  Stimultan seperti amphetamin dan kokain: jenis obat yang dapat menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. Obat-obat terlarang: obat-obat yang dilarang untuk dikonsumsi karena dapat menimbulkan ketergantungan.  Opiat/Opium: obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy termasuk ke dalam golongan zat depresan Morfin: zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain.  Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi  Psikotropika : zat atau obat. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. hilangnya rasa. suhu badan meningkat atau menurun.   54 . memberikan rasa melambung tinggi.  Kecanduan Obat (Adiksi): suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk.  Toleransi: ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. Glosarium  Alkohol: Minuman yang memabukkan.H. rasa sakit diseluruh tubuh.  Benzodiazepine: kelompok obat yang biasa dipakai oleh dokter sebagai obat penenang.     Zat-zat adiktif: zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan. Heroin: zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi. panik. dll. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika.  Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat): gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. mual-mual. dan dapat menimbulkan ketergantungan”.

[Online].com. R. 7: Penyalahgunaan dan Ketergantungan Obat-obatan.  Kafein: zat yang dapat meningkatkan kesadaran dan biasa ditemukan pada minuman seperti kopi atau the. (2011).  Phencyclidine (PCP): zat yang biasa dipakai sebagai obat bius dalam ilmu kedokteran. (2011). 55 .  Kafeinism: kecanduan kafein  Nikotin: zat stimultan yang biasa ditemukan di produk tembakau seperti rokok. I. (2010). Tersedia: http://www. Makalah Kel. Akibat Penyalahgunaan NAPZA. Bandung: UPI Tambunan.e-psikologi. G. Modul 5: NAPZA. Tim PLA Jurusan Psikologi UPI. D. Sumber Marviana. Kokain : Zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). Jakarta: PKBI Novianita. (2000). [17 Maret 2012]. dkk.  Amphetamin: obat yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat penahan rasa lapar. Bandung: Mitra Citra Remaja.M. Modul Basic Knowloedge.

Community Orginazier & Public Speaking 1. Keterampilan Konseling 2. Keterampilan Public Speaking dan Pengembangan Diri 56 .

Dalam konseling terjadi proses hubungan saling membantu dimana dua pihak. tujuan. kemampuan berfungsi dan menghadapi hidup dengan lebih baik . kompetensi yang diperlukan dan proses konseling. 2. dan Role Play E. F. Lembar Bacaan 1. Tiap pasangan diberi waktu role play masing-masing 5 menit. Diskusi. Kelompok lain dan fasilitator memberikan komentar atau masukan (15 menit) 8. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. 3. Pengertian konseling Konseling adalah suatu hubungan di mana sedikitnya satu di antara pihak-pihak yang terlibat mempunyai maksud membantu pihak lain untuk meningkatkan perkembangan dirinya. dan perlengkapan role play. Alat Pendukung Alat bantu visual.KONSELING REMAJA A. (5 menit). Tiap pasangan mendiskusikan kasus/permasalahan remaja yang sudah ditentukan oleh masing-masing pasangan. (5 menit) 5. (5 menit). B. Fasilitator melakukan role play proses konseling. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. G. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Berperan sebagai peer counselor dengan mengaplikasikan pengetahuan mengenai konseling. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Tiap pasangan melakukan role play proses konseling sesuai dengan kasus yang didapat. kedewasaan. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang bagaimana proses konseling pada remaja. sebagai konselor dan klien (dalam situasi saling tatap muka) dengan kedudukannya yang setara untuk bekerja sama dalam upaya membantu 57 . Fasilitator menjelaskan materi konseling dengan metode ceramah dan tanya jawab. 4. Waktu 120 menit D. 2. Tiap pasangan yang tampil diobservasi oleh pasangan yang lain dan menuliskan kekurangan dan kelebihan kelompok yang lain (50 menit). (10 menit) 6. (20 menit). Metode Presentasi. Fasilitator membagi para kader secara berpasang-pasangan. Memahami pengertian. lembar bacaan. 7. Proses Pembelajaran 1. C.

Empati dapat ditunjukkan melalui sikap memahami perasaan klien sebayamu dan bisa membayangkan seandainya kamu memiliki maslah serupa dengan masalah kliemu tersebut. kesulitan belajar. HIV-AIDS. mengurangi kekhawatiran dan penderitaan teman sebayamu 3. kamu perlu memahami apa yang dirasakan oleh klien sebaya tetapi masih dapat memisahkan perasaan itu dengan diri sendiri. Konseling dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. lebih dapat mngerti dirinya. b) Sikap 1) Empati Sebagai konselor sebaya. dan lebih dapat mneyesuaikan dirinya.klien menolong dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam kehidupannya. Kompetensi Berikut ini adalah kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh peer konselor antara lain: a) Pengetahuan Untuk menjadi peer konselor yang harus dimiliki mengenai karakteristik remaja dan maslaahmaslaah kesehatan yang teman sebaya hadapi terutama berkaitan dengan perilaku beresiko. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Kelebihan konseling kelompo adlah memberikan kesempatan klien untuk belajar dari pengalaman orang lain. dn masalah-masalah kesehatan lainnya. perilaku seksual. Tugas Peer Konselor Tugas peer counselor adalah sebagai berikut: a) Sebagai pendengar yang baik bagi curhat klien sebayamu b) Mmabantu petugas PKPR atau pendampingmu untuk menemukan sedini mungkin masalah yang dialmai klien sebaya c) Membantu menyelesaikan masalah klien sebaya sesyai dnegan kemampuan d) Memberikan informasi/ pengetahuan yang benar tentang kesehatan remaja e) Mangajak (merujuk) klien sebayamu ke ahli jika masalahnya di luar kemmapuanmu untuk membantunya 4. 2. seperti maslah pacaran. 58 . kesehatan reproduksi secara umum. Infeksi Menular Seksual (IMS). Tujuan Konseling pada Remaja Mengapa teman sebayamu membutuhkan konseling? a) Membantu teman sebayamu agar mampu memahami masalah yang sedang dihadapi b) Memberi informasi yang berkaitan dengan masalah teman sebayamu tanpa memihak dan memerikan informasi tentang jangkauan kepada berbagai sumber daya/ fasilitas kesehatan c) Mendorong teman sebayamu menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah d) Membantu teman sebayamu untuk mengambil keputusan tersebut dnegan bertanggung jawab e) Memberikan dukungan emosi.

Peka terhadap kepentingan orang lain. 59 . Tidak membeda-bedakan klien sebayamu. Tidak menghakimu klien sebayamu maupun perilakunya meskipun menurut pandanganmu temanmu tersebut salah. dan sebagainya. orientasi seks maupun pilihan pekerjaan yang tidak lazim seperti pekerja seks dan lain-lain. Kamu menerima keterbatasan dan kelebihan klien sebayamu. 3) Penerimaan tanpa syarat Sebagai konselor sebaya. d. c. Dalam mendengar aktif. Kamu dapat dipercaya dan akan menyimpan rahasia c) Keterampilan 1) Mendengar aktif Konseling melibatkan kemampuan mendengar aktif. b. g. agama. misalnya jika temanmu tersebut adalah orang yang kurang pandai. baik berdasarkan jenis masalah yang sedang dihadapi. nilai-nilai menyontek. c. f. suku. kamu diharapkan bisa menghargai dan menerima nilai-nilai klien sebayamu yang bisa jadi berbeda dengan nilai-nilai yang kamu milik. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari mendengar aktif. kamu harus mampu mengajak temanmu tersebut (merujuk) ke pihak lain yang lebih kompeten. Apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. atau justru temanmu jauh lebih pandai darimu. umur tingkat pendidikan. emosional. ras. a. Klien sebayamu akan sangat menghargai bila merasa didengarkan. Ciri-ciri kongruensi dapat terlihat dari sikapmu sebagai berikut: a.2) Kongruensi Sebagai konselor sebaya. b. Mendengarkan curhat klien sebayamu dengan sabar. kamu perlu memahami dirimu sendiri. nilai-nilai kesopanan. Bisa menerima dirimu apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan. Mau belajar memecahkan masalahmu sendiri. b. Bernai bertanggung jawab terhadap setiap tindakanmu. e. f. Bisa mengendalikan emosi. kamu bukan hanya sekedar mendengar melainkan juga menyimak dan mampu menyampaikan kembali apa yang kamu dengar. tingkat sosial ekonomi. Mengerti keterbatasan diri sendiri sehingga kalau klien sebayamu memiliki masalah masalah dimana kamu tidak dapat membantunya. jenis kelamin. Kamu dapat mengecek kembali apakah pemahamanmu terhadap pesan yang disampaikan oleh klien sebayamu sudha benar atau belum. e. seperti nilai-nilai berpacaran. g. Sikap penerimaan tanpa syarat bisa terlihat dari: a. Sungguh-sungguh ingin membantu klien sebayamu. d. Bisa menjadi sahabat bagi klien sebayamu yang sedang bermasalah.

yaitu: a. melihat ke jalan/jam/handphone terus menerus b) Ekspresi        Wajah tersenyum. senang. bingung Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Menatap mata klien remaja tanpa ketegangan Menepuk bahu. Refleksi Makna Merupakan gabungan refleksi isi dan redleksi perasaan. Bahasa tubuh a) Gerakan dan posisi tubuh   Rileks. Mencegah timbulnya rasa marah klien sebayamu d. Membantumu untuk mengingat apa yang diaktakan oleh klien sebayamu e.c. condong ke arah klien sebaya yang diajak bicara Hindari: menunduk. c) Suara d) Kontak mata e) Sentuhan 60 . Selain itu terdapat berbagai teknik yang perlu dikuasai dari bisa mendengar aktif. b. memegang tangan. konselor harus bisa menangkap dan mengungkapkan kembali isi perasaan yang dirasakan oleh klien sebaya dalam bentuk kata-kata yang diucapkan kembali oleh konselor sebaya. akan membantu klien sebaya untuk mencari perasaan yang ada di balik pesan verbalnya. menunjukkan minat Hindari: muram. kecewa. terus bergerak. Membantumu untuk menjaga hubungan baik dengan klien sebayamu karena kamu tidak mengguruinya. c. takut. Komunikasi Nonverbal 1. marah. gelisah. 2) Komunikasi non verbal-verbal a. dengan merefleksikan perasaan. kesal. Refleksi Perasaan Pada refleksi perasaan. Parafrasing (Refleksi Isi) Pernyataanmu yang menyebutkan esensi dari isi pesan klien sebayamu yang disampaikan dengan menggunakan kata-katamu sendiri (kata-kata yang berbeda dari apa yang diucapkan oleh klien sebaya). tangan membuat gerakan tertentu.

a) Greet – Salam Tujuan : Membangun hubungan untuk mencairkan suasana suapaya klien merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan masalahnya. Oleh karena itu. Menyimpulkan Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindarkan  Menghakimi  Mengkritik misalnya “Apa kamu belum mengerti juga”  Memberikan julukan “Kamu kok tolol”  Mengasumsi “Anda tidak suka dengan sikap saya”  Menyindir “Kamu hebat ya.. Menafsirkan dengan benar 3. sebaiknya konselor sebayalah yang terlebih dahulu memberikan salam dan memperkenalkan diri.”  Moralisasi “Kamu seharusnya .. Tidak memotong pembicaraan 4. tidak pakai kondom malah tidak tertular”  Memberikan solusi :  Memerintahkan “Akan lebih baik bila kamu . Hal yang perlu diperhatikan:  Konselor sebaya tidak secara spontan dipercaya oleh klien sebaya.”  Mengancam “ Kalau kamu tidak lakukan. apa yang kamu lakukan”  Menasehati “kamu akan lebih baik bila .. berempati dan mengerti perasaan mereka.... Komunikasi Verbal 1.”  Pertanyaan berlebihan “kamu pergi kemana. badai pasti berlalu .. akan tetapi perlu dibina melalui sikap dan perilaku konselor sebaya. siapa yang pergi bersamamu..b. Menjaga alur pembicaraan dengan cara paraphrasng yang bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas pernyataan klien sebaya dan membantunya untuk dapat memfokuskan pembicaraan dan merefleksikan pembicaraan 2. konselor dapat menggunakan langkah-langkah yang disebut gather atau satu tuju.”  Menghindar  Membelokkan “Olahraga apa yang kamu lakukan sekarang?”  Argumen logik “ Satu-satunya cara agar tidak tertular HIV adalah tidak „pakai‟ lagi”  Menentramkan “Ya sudah.. Klarifikasi. 61 ..” 5. maka . Proses Konseling Dalam proses konseling. dengan cara mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup sesuai kebutuhan 5.

merangkul atau menepuk pundak klien sebaya remaja da mengucapkan :  “Halo apa kabar. Contoh salam dan perkenalan 1) Salam Konselor sebaya dapat memberi salam sambil menjabat tangan. (sesuai masalah/keluhan yang diungkapkan)”. jangan terburu-buru. 62 Contoh pertanyaan yang bisa menggali perasaan remaja agar lebih terbuka: Dari jawaban yang diberikan kita bisa melakukan probing (menggali lebih dalam) untuk: . Hal-hal yang perlu diperhatikan:             Ajukan pertanyaan dengan tenang dan perlahan Jangan memaksa dan hindari suara seperti menginterogasi Memahami perilaku. situasi klien sebaya dan alasannya datang untuk meminta bantuan dan mengidentifikasi masalah. Tolong jelaskan apa yang kamu maksud dengan sikapnya yang memaksa?” “Jadi menurutmu sebenarnya kamu tidak suka kalau pacarmu . pemikiran dan perasaan klien sebaya Biarkan klien sebaya menceritakan dan merumuskan masalahnya Konselor sebaya menggali untuk mengetahui apakah masalah ada pada klien sendiri atau orang lain “Bagaimana keadaanmu saat ini di sekolah?” “Apa saja yang kamu ketahui mengenai masalah yang kamu hadapi?” “Bagaimana tanggapan teman tentang masalah .... temponya sesuaikan dengan keadaan klien sebaya. bagaimana perjalanannya?” 2) Perkenalan Konselor sebaya memperkenalkan diri sebaik mungkin dan buat klien sebaya merasa nyaman agar klien sebaya dapat memperkenalkan diri sebaliknya dengan baik pula. b) Ask – Tanyakan Tujuan: Mengetahui secara mendalam tentang perasaan klien sebaya. Contoh:   “Tadi kamu bilang merasa tidak nyaman dengan sikap pacarmu yang suka memaksa. (sesuai kasus)?” “Apa kebiasaan yang kamu lakukan sehari-hari?” “Coba ceritakan masalahmu?” Mengetahui lebih jels dan dalam berdasarkan jawabn yang sudah diberikan oleh klien sebaya Mengetahui apakah pemahaman konselor sebaya sudah sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh klien sebaya. silakan duduk. Pakailah bahasa yang mudah dimengeti oleh klien sebaya. selamat datang (sesuaikan dengan lokasi)  “Selamat datang...

“Jika kamu sudah memutuskan untuk melakukan tes urin. dll) mengenai kekhawatiranmu ini?” “Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari hubungan dengan pacarmu?” c) Explain – Jelaskan Tujuan: Menjelaskan kepada klien sebaya apa yang perlu dilakukan setelah mengambil keputusan.  Apakah sudah mampu berelasi lebih baik 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. dengan 63 . termasuk konsekuensinya. sahabat. Petugasnya ramah kok. Tapi kalo kamu malu nanti bisa saya natar ke sana”. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Mengingatkan kembali resiko-resiko yang mungkin muncul atas keputusannya. Terminasi  Konselor sebaya perlu mencegah kemungkinan terjadinya ketergantungan klien sebaya terhadap dirinya yaitu dengan member kesempatan klien sebaya untuk menjalankan keputusannya. konselor sebaya perlu melakukan evaluasi bersama klien sebaya terhadap hasil konsleing untuk mengetahui apakah klien sebaya merasa benar-benar terbantu selama proses konseling. maka kamu bisa pergi ke Puskesmas PKPR. Evaluasi Sebagai persiapan mengakhiri konseling. pacar. orangtua. pasangan. maka harus siap ditinggalkannya”. Hal-hal yang perlu dievaluasi mencakup :  Apakah masalah dan gejala hilang atau berkurang  Masih adakah perasaan-perasaan yang menimbulkan stress  Apakah klien remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah  Sejauh apakah pemahaman diri klien sebaya dan orang lian.   “Siapa saja yang sudah tahu mengenai kekhawatiranmu ini?” Bagaimana tanggapan ornag sekitarmu (teman. konselor sebaya. Contoh:   “Kalau kamu mau menyelesaikan maslaahmu dengan cara bilang jujur kepada pacarmu bahwa kamu terlambat haid. d) Return – Undang Tujuan:   Mengevaluasi proses konseling apakah sudah sesuai dengan kebutuhan klien sebaya Mengakhiri proses konseling (terminasi) dengan tetap membuka kesempatan bagi klien sebaya untuk tindak lanjut atau kembali kalu diperlukan.

Teknik Konseling Kesehatan Remaja bagi Konselor Sebaya. Kementrian Kesehatan RI. Sumber Direktorat Bina Kesehatan Anak. 2010.tetap meyakinkan klien sebaya bahwa ia bisa datang lagi sesuai keperluannya atau jika ia merasa memerlukan.  Keputusan untuk menghentikan konseling adalah usaha bersama antara klien sebaya dan konselor sebaya. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI LAMPIRAN Format Penilaian Keterampilan Konselor Komunikasi Non Verbal Posisi duduk Rileks Condong ke arah klien Ekspresi Senyum Antusias Suara Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Kontak mata Menatap mata klien Sentuhan Menepuk bahu Memegang tangan Komunikasi Verbal Tidak menghakimi Tidak mengkritik Tidak memberi julukan/ label Tidak berasumsi Tidak menyindir Tidak memberikan Tidak memerintah solusi Tidak mengancam Tidak moralisasi Tidak bertanya berlebihan Tidak menasehati Tidak menghindari Tidak membelokkan masalah masalah Tidak menghibur Tidak berargumen Mendengar Aktif Refleksi Isi Refleksi Perasaan Refleksi Makna GATHER Greet Ask Tell Help Explain Return Ya Tidak Keterangan 64 . H. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.

Memahami dan paham mengenai 10 kompetensi psikososial 2. Metode Role play. Tumbuhnya sikap dan kepedulian terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan 10 kompetensi psikososial. Permainan jembatan gantung dilaksanakan (30 menit). Fasilitator meminta peserta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan dan mempersiapkan mereka untuk melakukan role play mengenai kasus remaja. Mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif melalui penerapan 10 kompetensi psikososial. Bola dilempar hingga semua peserta mendapat giliran (15 menit).PENGENALAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) A. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. peserta diharapkan mampu untuk: 1. sifat negative. dan bola kertas. C. 5. Proses Pembelajaran 1. 8. 65 . Proses role play (15 menit) 7. 4. (5 menit) 6. Fasilitator mengajak peserta berdiskusi mengenai apa yang terjadi dan manfaat dari permainan (10 menit). tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Tujuan Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada peserta yang dapat mereka gunakan sebagai bekal mereka nanti sebagai kader puskesmas bagi remaja. diskusi. Fasilitator menjelaskan peraturan permainan (5 menit). dan citacitanya. B. Fasilitator meminta peserta melingkar dan melemparkan bola secara spontan pada peserta. Fasilitator melakukan diskusi mengenai tujuan dari permainan jembatan gantung. Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing dan menyimpulkan tujuan dari roleplay sebelumnya (10 menit). (Jembatan Gantung) 3. Alat Pendukung Alat bantu visual. Waktu 120 menit. korek api. Output Setelah proses pembelajaran selesai. 3. dan permainan E. kapur tulis. Fasilitator menjelaskan tentang peraturan permainan. (5 menit). F. D. Peserta yang terkena lemparan bola kepada peserta lain harus segera menyebutkan sifat positif. 10. 9. 2.

Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah kemmapuan mengambil keputusan yang tepat. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mamu memahami orang lain sehingga dapat hidup berkelompok. sehingga tidak terlalu mudah untuk memahami perasaan orang lain. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mampu menghadapi berbagai permasalahn dengan cara yang tepat dan cepat. 66 . menghubungkan pemasalahan dengan hal-hal yang relevan. mudah terpengaruh oleh orang lain. Lembar Bacaan 1. lemah semangat). keinginan dan ketidakinginan remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih berada pada tahap transisi. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi cengeng (tidak mandiri. kelemahan. menganalisis diri. Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan kemampuan menguraikan informasi atau permalahan. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih banyak remaja yang masih perlu dibantu dalam mengambil keputusan yang tepat. mendorong dan memberi semangat serta toleransi antar sesama. dan gagal memnafaatkannya untuk kemajuan. tenggelam dalam kesalahan. dan kurang peduli terhadap lingkungan. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam Kehidupan sehari-hari mereka masih cenderung mementingkan diri sendiri. empati dapat membantu seseorang untuk bisa menerima satu sama lain. menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalannya. menilai dan mengantisipasi tantangan masa depan. KOMPETENSI PSIKOSOSIAL a) Kesadaran Diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenal diri sendiri tentang karakter. d) Pemecahan Masalah Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. mengikuti atau meniru hal-hal yang sedang trend. putus asa atau asal-asalan dalam menentukan langkah. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan kesadaran diri (pembelajaran efektif). merauka diri sendiri. saling menolong. b) Empati Empati adalah kemampuan untuk memposisikan peraaan orang lain pada diri sendiri. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemandirian dan integritas diri.G. c) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk menentukan pilihan yang tepat secara konstruktif dari berbagai alternatif yang ada. Tidak berkembangnya kompetensi ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi frustasi. kekuatan.

Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah mampu berinovasi untuk menemukan ide-ide baru. Tidka berkembangnya kompetensi ini pada remaja akan menyebabkan mereka merasa terkucil dan sulit mencari teman. Target komunikasi efektif ini adalah kemampuan menyampaikan pesan yang dapat dipahami dan membina hubungan baik. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan kemampuan komunikasi secara efektif. tidak tenang dan mudah tersinggung. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini. Target pengembangan kompetesi psikososial ini pada remaja adalah kemampuan berinteraksi positif dengan orang lain. cenderung meniru dan malas. baik dengan teman sebaya dan orang tua maupun orang dewasa lainnya. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mudah marah. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan seharihari diperlukan kemampuan mengendaikan emosi. untuk menciptakan sesuatu yang berbeda.e) Berfikir kritis Berfikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi dan pengalaman-pengalamn secara objektif. Target pengembangan 67 . Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja tidak produktif. h) Hubungan interpersonal Kompetensi hubungan interpersonal adalah kemampuan yang dapat menolong kita berinteraksi dengan sesama kompetensi positif dan harmonis. Pengembangan kemampuan psikososial ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan dalam melakukan interaksi yang menyenangkan. agresif. merasa tidak nyaman dalam beraktifitas serta selalu merasa kesepian dan kurang mampu. f) Berfikir kreatif Berfikir kreatif adlaah kemampuan membuat ide baru dnegan menganalisis informasi dan berbagai pengalaman. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini menyebabkan remaja sulit memahami sebuah fakta dengan benar. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mengalami kegagalan berkomunikasi dengan pihak lain yang menyebabkan kurang baiknya hubungan pribadi. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena remaja membutuhkan jaringan dan kelompok yang dapat memberikan dorongan dan dukungan. melakukan uji coba dan eksplorasi dalam mencitakan ide baru. i) Pengendalian emosi Merupakan suatu kemampuan untuk meredam gejolak emosi sehingga bermanifestasi dalam perilaku yang terkendali. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemampuan menganalisis situasi atau masalah. g) Komunikasi efektif Kompetensi komunikasi efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan sehingga dimengerti oleh orang lain maupun kelompok di lingkungannya. mengendalikan diri agar mampu menghadapi situasi yang emosional dengan tenag.

Tidak berkembangnya kompetensi psikosoal ini pada remaja menyebabkan mereka menjadi lamban. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. j) Mengatasi stress Kemampuan mengatasi stres adalah kemampuan pengenalan sumber yang menyebabkan stres dalam kehidupan. tidak termotivasi. H.kompetensi psikososial ini adalah kemampuan untuk meredam gejolak emosi dan melatih pengungkapan emosi secara positif. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah ketegaran (resiliensi). bagaimana efeknya dancara mengontrol diri terhadpa stres. apsif. 68 . Sumber Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. (2011). agar cepat pulih dan melakukan pengembangan diri. dan tidak berdaya. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari remaja masih rentan dalam menghadapi kesulitan an kegagaln dan membutuhkan kemampuan bertahan dan bangkit dari keterpurukan.

Briefing (5 menit)  Fasilitator menjelaskan judul dan peraturan roleplay 2. e.Remaja laki-laki yang memaksa . h. : Role Play : Dalam ruangan : Say No To…. : Peserta kader yang terdiri dari 20 orang kader. Kesadaran diri 2. Tujuan Khusus 1. Berpikir kritis 3. 3.LAMPIRAN Role play a. Penilaian Ukuran : ada proses pemahaman terhadap 10 aspek kompetensi psikososial 69 . Berpikir kreatif 4. j.  Fasilitator kemudian menyimpulkan bahwa dibutuhkan keterampilan 10 kompetensi psikososial untuk menghadapi tekanan lingkungan. melalui pengembangan kompetensi psikososial terutama: Alat perlengkapan : Alat bantu visual dan scenario bermain peran.  Kemudian fasilitator meminta pengamat untuk menjelaskan hasil pengamatannya dan peserta lain memberikan komentar. Komunikasi yang efektif 5. g. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar.Remaja perempuan yang dipaksa . Skenario b. (Seks Pranikah) : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial Pendidikan : Meningkatkan kemampuan peserta untuk menolak tekanan atau ajakan yang merugikan Keterampilan Hidup Sehat. Peserta bebas menyampaikan perasaannya. Proses (15 menit)  Fasilitator meminta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan yang berperan sebagai: . Sasaran Metode Tempat Proses kegiatan 1.  Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing. f.Pengamat  Kemudian fasilitator memberikan skenario yang akan dimainkan. Pengambilan keputusan d. Tujuan Umum c.

70 : Jembatan Gantung : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan para kader mampu menerapkan kompetensi psikososial. keterampilan hidup sehat. f. Jarak antara kedua lingkaran tersebut 3 meter. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus antara lain:  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri)  Menjalin hubungan interpersonal  Berkomunikasi efektif  Mengendalikan emosi  Berfikir kreatif  Memecahkan masalah yang dihadapi  Mengatasi stress  Mengambil keputusan yang tepat. c. h.Cara : Fasilitator dapat mengamati cara mereka bermain peran terutama bagaimana mereka menolak ajakan temannya yang negative.  Setiap kelompok menggambar 2 lingkaran. : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan Alat Perlengkapan : : . Mengapa harus bekerja sama? 2. Apa yang dilakukan untuk mencapai seberang? i. masing-masing kotak berisi 10 batang korek api. misalnya meteran  Amplop 3 buah yang masing-masing berisi kertas dengan pertanyaan: 1. masing-masing berdiameter 2 meter di lantai atau tanah dengan menggunakan kapur tulis. 1 kelompok terdiri dari 7 orang dengan jenis kelamin yang sama.  Alat ukur. Proses Kegiatan Proses (25 menit)  Permainan terdiri dari 3 kelompok. b. d. Apa yang kamu rasakan ketika harus mengambil keputusan? 3. Permainan: 1 a. e. g. Kedua lingkaran berfungsi sebagai pulau. Sasaran Metode Waktu Tempat  Kapur tulis  Korek api sebanyak 3 kotak.  Tarik dua garis sejajar dengan jarak sekitar ½ meter yang berfungsi sebagai jembatan gantung. : Para kader yang berjumlah 20 orang.

Sasaran Metode Waktu Tempat : kader yang berjumlah 20 orang : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan 71 : bola panas : mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan.  Kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda sehingga banyak korek api yang dibutuhkan pun berbeda.  Fasilitator menanyakan manfaat yang didapat dari permainan jembatan gantung.  Fasilitator menanyakan apa yang dialami selama mengikuti permainan jembatan gantung. g.  Satu kelompok hanya memiliki 10 batang korek api. kembali ke pulau 1 untuk menyerahkan korek kepada sepasang peserta berikutnya. e. Kemudian menunjuk salah satu anggota untuk menjelaskan jawaban di depan kelompok lain. d. j.  Jika semua anggota sudah sampai di pulau 2. Permainan: 2 a. dan kembali pulau 2. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. Jumlah ini harus mencukupi untuk memindahkan semua anggota kelompok.  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri) . Setiap kali penyebrangan harus dilakukan oleh dua orang sekaligus. banyaknya korek api yang terpakai dan cara mereka berdiskusi.  Kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada di amplop tersebut. kedua peserta harus menyalakan korek api yang harus tetap menyala selama penyebrangan. Begitu seterusnya sampai peserta habis.  Ketika menyebrangi jembatan. b. Penilaian Ukuran Cara : Ada proses pemahaman terhadap aspek kompetensi psikososial : Fasilitator dapat mengamati peserta dengan kecepatan menyebrang.  Salah satu dari sepasang peserta yang telah berhasil sampai ke pulau 2. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus  Berpikir kritis  Mengambil keputusan yang tepat  Berkomunikasi efektif  Menjalin hubungan interpersonal. f. maka fasilitator akan memberikan satu amplop kepada ketua kelompok. para kader mampu: keterampilan hidup sehat. c.

72 . Perlengkapan Proses Kegiatan Proses : bola tenis sebanyak 1 buah :  Fasilitator meminta peserta berdiri melingkar dan menyebutkan nama lengkap dan panggilan dengan jelas. komunikasi efektif dan hubungan interpersonal.  Peserta yang terkena lemparan bola harus segera menyebutkan sifat positif.  Fasilitator akan melemparkan bola secara spontan kepada peserta karena bolanya diumpamakan sebagai bola yang panas.h. i. pengambilan keputusan. : Fasilitator dapat mengamati peserta melalui cara peserta menyebutkan identitas diri dan orang lain. berpikir kritis. yang meliputi aspek kesadaran diri. sifat negative dan cita-citanya.  Kemudian peserta tersebut melemparkan bola kepada pserta lainnya dan peserta lain yang terkena lemparan bola juga harus menyebutkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas sampai semua peserta mendapat giliran. Debriefing Ukuran Cara : Ada proses pemahaman kompetensi psikososial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful