MODUL PELATIHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

MITRA CITRA REMAJA PERKUPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA JAWA BARAT 2013

1

Mitra Citra Remaja (MCR) – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat 2013 Pusat Informasi Pendidikan Layanan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Wisma PKBI Jawa Barat Lt.3 Jalan Soekarno Hatta 496, Bandung, Indonesia Hotline 022 7069 7997 Sms : nama (spasi) umur (spasi) Jenis kelamin (spasi) sekolah Fb : mcrpkbi@yahoo.com ; Twitter : @mcrpkbi Email : mcrpkbi@yahoo.com

2

PENDAHULUAN A. Latar Belakang PKPR merupakan Pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Singkatnya, PKPR adalah pelayanan kesehatan kepada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien. Tujuan PKPR adalah untuk mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas. Salah satu strategi pelaksanaan dan pengembangan PKPR di Puskesmas adalah dengan penyertaan remaja secara aktif. Puskesmas memilih perwakilan kelompok remaja laki-laki dan perempuan yang dapat “bersuara“ mewakili Puskesmas untuk informasi penyediaan pelayanan kepada sebayanya dan sebaliknya mewakili sebayanya meneruskan keinginan, kebutuhan, dan harapannya berkaitan dengan penyediaan pelayanan. Puskemas meminta bantuan dari Mitra Citra Remaja sebagai youth center yang menangani masalahmasalah remaja untuk memberikan pelatihan-pelatihan tersebut dan membantu para calon kader agar mampu mengemban tugas yang nantinya mereka akan jalani sebagai kader puskesmas. Bentuk kerja sama tersebut juga berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh MCR-PKBI Jabar sebagai pusat pelayanan informasi kesehatan reproduksi remaja yaitu untuk meningkatkan kontribusi terhadap kondisi kesehatan reproduksi remaja di Bandung, dan salah satu strategi yang digunakan oleh MCR-PKBI Jabar dalam melaksanakan programnya adalah memberdayakan fungsi sekolah, keluarga, pemerintah serta LSM lainnya agar berperan dalam memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya pelaksanaan pelatihan dan pembentukan kader puskemas ini diharapkan dapat melibatkan remaja secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pelayanan. Ide dan tindak nyata mereka akan lebih mengena dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan karena mereka mengerti kebutuhan mereka, mengerti “bahasa” mereka, serta mengerti bagaimana memotivasi sebaya mereka. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai konselor sebaya. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu: a) Memahami kesehatan remaja b) Melaksanakan konseling kepada teman sebayanya c) Menerapkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
3

(15 menit). c. Lembar Bacaan 1. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan problematika yang dihadapi oleh remaja. (15 menit). F. (5 menit). dan sosial. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas 4 . Tumbuh Kembang Remaja Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. psikis. Fasilitator melaksanakan pre test kepada peserta. 9. 10. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. alat bantu visual. Waktu 120 menit. G. D. Perwakilan dari tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain (15 menit). Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain. 6.MASA REMAJA A. B. (15 menit). 8. 7. Metode Presentasi dan diskusi. b. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan problematika remaja yang berhubungan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan mengenai tumbuh kembang remaja. 2. 5. Menjelaskan problematika yang pada umumnya dihadapi oleh remaja. (10 menit). (15 menit) 11. Proses Pembelajaran 1. Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. lembar kerja. (5 menit). 3. (15 menit). Menjelaskan karakteristik perkembanganan sosial remaja. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. Menjelaskan karakteristik perkembangan psikis remaja. Fasilitator meminta para kader untuk mendiskusikan tema yang berkaitan dengan tema tiap kelompok dan ditulis pada lembar kerja. Fasilitator membagi peserta menjadi tiga kelompok menjadi kelompok perkembangan fisik. spidol. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang masa remaja dan problematikanya. dan perlengkapan permainan. 4. karton putih. d. Menjelaskan karakteristik perkembangan fisik remaja terutama masalah pubertas. (10 menit). tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. C. Alat Pendukung Lembar bacaan. E.

Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. 2) Seringkali dikaitkan dengan karateristik remaja lain yaitu kebutuhan akan kemandirian yang mendorong ke arah tindakan untuk membuktikan rasa ingin tahunya. individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. bagaimanakah rasanya melakukan HUS (Hubungan Seks) itu. dll. Oleh sebab itu remaja membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih dewasa dalam memberi batasan tentang sejauh mana dia boleh “mencoba” dan dampak (resiko dan manfaat) dari setiap hasil “percobaan” tersebut. Berdasarkan ciri-ciri perkembangannya. apakah Tuhan itu ada. karena: 1) Seringkali melibatkan beberapa hal yang vital dan mendasar seperti. jika rasa ingin tahu ini tidak di jaga dalam batasan tertentu yang tidak dapat dikuasainya akan membawanya kepada pengetahuan yang sebenarnya emosional belum siap diterima remaja. Menurut Thornburgh (dalam Retnowati). Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. kebutuhan khas yang dimiliki remaja sesuai dengan perkembangannya adalah sebagai berikut:  Kebutuhan akan identitas diri  Kebutuhan akan individualitas/ privacy  Kebutuhan akan kemandirian 5 . c) Menurut Schneider. termasuk pada masa remaja. 1991). emosional sosial dan fisik (Hurlock. Sebagaimana diketahui. b) Rasa ingin tahu dan kebutuhan akan kemandirian tersebut mendorong remaja ke arah kematangan. sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa (Steinberg. Remaja merupakan periode transisi (biologi. Hurlock (dalam Retnowati) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis. Akan tetapi. yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa. 1993). psikologis. sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental.ketidakselarasan. batasan usia tersebut adalah batasan tradisional. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. maka secara umum remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan (dalam Herdiansiska & Wardhani:2000): a) Rasa ingin tahu yang besar Rasa ingin tahu ini bisa jadi membahayakan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. maka akan tercapai kepuasan. dalam setiap fase perkembangan.

a) Perkembangan Fisik Menurut Imran (dalam Retnowati) masa remaja diawali dengan masa pubertas. 6 . Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun. Menurut Mussen dkk (dalam Retnowati) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi. berlangsung cepat. dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting. Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik. namun pada remaja kebutuhan ini sangat menonjol dan seringkali menjadi sumber permasalahan dengan lingkungan karena lingkungan kurang memahami kebutuhan khas remaja ini. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian dalam Retnowati). sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin. drastis. tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut (dalam Retnowati): a) Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis b) Mencapai peran sosial maskulin dan feminin c) Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif d) Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya e) Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi f) Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja g) Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga h) Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara i) Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial j) Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Retnowati). rangsangan dari lingkungan. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun. iklim.Meskipun kebutuhan ini juga dimiliki oleh individu dalam tahap perkembangan selanjutnya. Pada usia tersebut. yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). 1989). tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi.

pertumbuhan rambut pubis terjadi sebelum tumbuhnya payudara. penyebaran mencapai bagian medial paha. dimana daerah puting susu dan sekitarnya mulai membesar. ditandai dengan keluarnya mukus cair dari lubang penis setelah penis memanjang. 2011): 1) Remaja Perempuan Pertumbuhan pesat umumnya pada usia 10-11 tahun. kulit skrotum menjadi gelap dan rambut pubis mulai tumbuh. Menstruasi terjadi pada usia 11-14 tahun. Perkembangan payudara merupakan tanda awal dari pubertas. kemudian rambut pubis mulai muncul. Rambut sudah semakin dewasa tetapi tidak ada pertumbuhan ke arah permukaan medial paha. Pematangan seksual penuh remaja perempuan terjadi pada usia 16 tahun. Pada sepertiga anak remaja. karena berkembangnya kelenjar apokrin yang juga menyebabkan keringat ketiak mempunyai bau yang khas. Pengeluaran sekret vagina terjadi pada usia 10-13 tahun. Puting susu dan aerola tampak menonjol dari jejaring sekitarnya. stadium ini terjadi pada usia 10-12 tahun. kumis. rambut ketiak dan badan mulai tumbuh pada usia 12-13 tahun. rambut badan. Stadium matang. jejaring payudara membesar dan menonjol membentuk payudara dewasa. tetapi aerola dan puting masih belum tampak terpisah dari jejaring sekitarnya. tampak sepanjang labia. terdistribusi dalam bentuk segitiga terbalik. jakun mulai tumbuh. Pertumbuhan rambut tipis panjang. Tabel Stadium Pubertas pada Perempuan Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Stadium V Hanya berupa penonjolan puting dan sedikit pembengkakan jejaring dibawahnya. testis dan skrotum membesar. Rambut ketiak. halus agak kehitaman atau sedikit keriting. tumbuhnya rambut badan bervariasi luas. Areola. Payudara mulai sedikit membesar di sekitar puting dan areola (daerah hitam di seputar puting). Tabel Stadium Pubertas pada Laki-Laki 7 . dan pertumbuhannya pada badan sangat bervariasi. puting susu dan jejaring payudara semakin menonjol dan membesar.Adanya perbedaan perubahan fisik antara perempuan dan laki-laki. disertai perluasan areola. Suara parau timbul saat usia 14-15 tahun. Tabel Stadium Pertumbuhan Rambut Pubis Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Bulu halus pubis tetapi tidak mencapai dinding abdomen. cambang dan jenggot pada usia 13-15 tahun. Keringat ketiak mulai diproduksi pada usia 12-13 tahun. aerola melebar. 2) Remaja laki-laki Pertumbuhan pesat umumnya terjadi pada usia 12-13 tahun. dimana penis mulai membesar. dapat dijelaskan sebagai berikut (Kementerian Kesehatan RI. Setahun sebelum suara pecah. Pada usia 11-12 tahun. Rambuh pubis dewasa. papila menonjol. Perkembangan kelenjar keringat ketiak yaitu kelenjar apokrin meningkatkan produksi keringat di ketiak dan menimbulkan bau badan dewasa. mulai dari perut hingga ke dada. Ejakulasi mulai terjadi pada usia 13-14 tahun.

Suara menjadi lebih dalam. Skrotum dan penis membesar. Kadang-kadang mulai timbul kumis.Stadium I Stadium II Stadium III 10-11 tahun 12-13 tahun 13-14 tahun Stadium IV 14-15 tahun Stadium V 16 tahun Ukuran penis. Rambut mulai tumbuh di badan dan makin lama semakin banyak. Siklus menstruasi dapat 8 . Hal ini tidak perlu dicemaskan karena akan hilang sendiri setelah dua tahun. Hal ini biasanya berlangsung kurang lebih 28 hari (antara 21 -35 hari). Rambut di lengan bawah dan daerah muka mulai tumbuh. Perubahan hormon juga menyebabkan perubahan tingkah laku anak dan pembesaran payudara untuk sementara. Mulai terjadi ejakulasi pertama kali. Rambut daerah muka sudah mulai berhenti pertumbuhannya. Penis tumbuh menjadi panjang dan testis semakin besar. testis dan skrotum masi sama dengan anak-anak. Jika sel telur tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh. Pada saat ini tinggi badan. Perubahan pada masa pubertas (Steinberg. di samping juga rambut pubis dan lengan bawah. tebal. Rambut pubis menjadi lebih mendekati rambut dewasa. kasar dan keriting. Penis terus makin panjang dan mulai semakin tebal. Pembesaran testis terus berlanjut. Anak laki-laki akan sering mengalami ereksi tidak terkendali dan mimpi basah. Rambut pubis terdistribusi berbentuk segitiga terbalik. Menstruasi umumnya mulai terjadi pada usia 8-13 tahun. 2000). Jarak satu haid ke haid berikutnya atau yang disebut siklus haid pada setiap perempuan tidak sama. Lapisan ini terbentuk sebagai persiapan jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. besaran penis dan testis remaja mencapai ukuran dewasa. mimpi basah. 1) Menstruasi Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). Individu yang belum mengalami menstruasi di atas 17 tahun biasa dikatakan individu yang mengalami keterlambatan menstruasi pertama ( menarche). 1993) • • • • • • • • • Pria Wanita Suara menjadi berat • Suara menjadi halus Dada membidang • Payudara mulai tumbuh dan berkembang Pertumbuhan otot yang pesat dbandingkan • Tumbuhnya rambut pubis di sekitar organ seks pertumbuhan rangka • Matangnya organ seks Tumbuhnya rambut pubis di bagian kelamin • Kulit menjadi halus Munculnya bulu-bulu di wajah seperti kumis • Bagian pinggul mulai membesar atau janggut • Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti Kulit menjadi kasar terutama bagian paha menstruasi dan lengan Peningkatan kelenjar keringat Matangnya organ seks Munculnya ciri-ciri sekunder lainnya seperti mimpi basah Pada masa pubertas akan muncul ciri-ciri sekunder yang biasanya dialami remaja yaitu menstruasi bagi remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja laki-laki (dalam Wahyudi S. perubahan permukaan kulit skrotum menjadi berwarna gelap. Rambut pubis dan sekitar penis menjadi lebih banyak dan lebih tebal. kepala penis menjadi lebih besar dan bewarna semakin gelap.

Menopause adalah saat berhentinya haid karena ovarium tidak bereaksi terhadap gonadotrofin hipofisis lagi. Estrogen dapat menghambat sekresi FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endomentrium yang robek. Dalam indung telur terkandung kira-kira 750. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase yaitu (Saktiyono. Menopause terjadi pada usia 40-50 tahun. pengobatan dan latihan olahraga. Corpus lutheum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan mengkerut dan berubah menjadi corpus lutheum. Dilihat dari prosesnya. Pada masa remaja biasanya siklus ini belum teratur. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormon estrogen dan progesteron sehingga kandungan hormon dalam darah jadi tidak ada. terutama pada awal haid namun setelah kurun waktu tertentu akan mejadi lebih teratur. Sel folikel berkembang jadi Folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormon estrogen yang menrangsang keluarnya Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis. 9 . Fase Ovulasi/ fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah menstruasi. maka ovulasi terjadi sebelum menstruasi maka mungkin saja terjadi kehamilan sebelum menstruasi pertama. Namun dari sekian banyak kepompong telur yang berhasil menjadi masak dan dikeluarkan (ovum matang) hanya 300-400 telur saja yang ditempuh perempuan selama masa reproduksinya (masa reproduktif) yang rata-rata 35 tahun panjangnya itu (kirakira 10-45 tahun). Pada saat hal ini terjadi maka kadang-kadang sebagian dari perempuan ada yang mengalami sakit perut (kram). Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek.000 saja pada kedua indung telur. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek pada hari ke-28 dan terjadilah fase pendarahan/menstruasi. 2.000 kepompong telur (folicle de Graaf) kemudian menyusut menjadi 400. Fase Pasca Ovulasi/ fase sekresi ditandai dengan corpus lutheum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormon estrogen dan progesteron pada hari ke-24 sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. 3. 4.dipengaruhi oleh kondisi tertentu. Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan Folicle Stimulating Hormone (FSH) dan merangsang folikel dalam ovarium. 2004): 1. serta dapat membuat hormon estrogen diproduksi kembali. seperti stres.

Baru jika cairan menstruasi terkena udara dapat menimbulkan bau yang tidak enak. shock. Pada saat menstruasi remaja perempuan kadang mengalami rasa nyeri. 10 . Jadi tidak dikotori bakteri atau kuman-kuman lain. 2. Keadaan nyeri yang hebat yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid ini normal namun nyeri haid ini dapat berlebihan bila dipengaruhi fisik dan psikis seperti stres. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan.Sumber: http://medicastore. penyempitan pembuluh darah. kurang darah. tumor sekitar kandungan. Nyeri haid primer timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah.com/image_news/clip_image002. penyakit yang menahun. dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. kadang-kadang terbentuk gumpalan kecil dari darah. kista/polip. Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. kelainan kedudukan rahim yang menetap. Nyeri haid sekunder biasanya baru muncul kemudian yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. Cairan menstruasi terdiri dari darah dan berbagai bagian jaringan dari selaput lendir rahim yang telah dilepaskan. Untuk yang berat ini lazim disebut Dismenorrhoe. Darah menstruasi tidak berbau dan bebas hama. Bagian jaringan selaput lendir kadang-kadang dapat terlihat dalam darah haid sebagai jaringan kecil-kecil.jpg Rata-rata pengeluaran darah selama haid antara 50-150 milimeter. kondisi tubuh yang menurun atau pengaruh hormon prostaglandin F2. Darah menstruasi tidak selalu cair. Ketika testis mulai bereproduksi maka setiap hari testis memproduksi sperma. berkisar setiap 2-3 minggu. Penyebabnya adalah penyakit seperti infeksi rahim. Nyeri haid dibagi dua jenis yaitu: 1. 2) Mimpi basah Mimpi basah pertama terjadi pada remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Mulai dari yang ringan sampai yang terberat. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodik.

Tubuh dapat mengagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah. Selama masa remaja. termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. 2000) secara fisik. 2000) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya.Jika produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnya dengan cara sanggama atau masturbasi) maka air mani akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur melalui mimpi. marah. letih atau sedih. Menurut Bourgeois dan Wolfish (dalam Wahyudi S. Meskipun demikian. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. Remaja laki-laki tidak perlu merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. Kemudian darah ekstra dikirim ke daerah panggul. seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya. Darah ini mengisi jaringan berongga pada penis yang tersusun dalam tiga silinder panjang. Setelah kencing. Setelah laki-laki bersangkutan bangun dari tidurnya ereksi ini akan segera menghilang. rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lenyap. Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar sembilan puluh menit sekali selama tidurnya di malam hari. Pada malam hari. Ereksi dapat juga terjadi ketika seseorang tidur. sehingga penis tetap dipenuhi darah. Di akhir masa remaja. 2000). kandung kemih akan terisi air seni secara perlahan-lahan. hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjelang subuh setiap pagi hari. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini. Jika tidak dikeluarkan melalui mimpi juga. sebaliknya harus merasa bersyukur karena itu merupakan salah satu tanda akil baligh dan tanda bahwa organ reproduksinya sudah mulai berfungsi. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit. Pada masa pubertas. sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk dalam Wahyudi S. Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi refleks yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa rangsangan fisik atau mental. usia 11 . Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis. Tekanan darah ekstra itu pada dinding penis sebelah dalam merupakan “kemantapan” yang disebut dengan ereksi. takut. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh. Terkadang tekanan pada prostat merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. Kadang-kadang salah satu ereksi yang terjadi dibarengi dorongan untuk kencing sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. Menurut PKBI (dalam Wahyudi S. misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. artinya sudah dapat mempunyai keturunan.

b. 2000) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. sedih atau risau. Konsep diri yang positif akan dimiliki remaja bila ia merasa puas (menerima) dengan keadaan fisiknya. Sebaliknya penilaian yang negatif seperti nakal. pengaruh media massa. trait. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. Misalnya. kebutuhan. b) Perkembangan Psikis Ketika memasuki masa pubertas. sekolah. berisi evaluasi terhadap bagaimana remaja menerima penilaian lingkungan sosial terhadap dirinya. maka konsep diri yang buruk atau perasaamn rendah diri akan dimiliki remaja. setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Sebaliknya bila ia merasa tidak puas dan menilai buruk. Penilaian sosial yang positif seperti (cerdas. kebutuhan. 12 . secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa.reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun. seperti bahagia. Penilaian sosial. Hal ini meliputi kemampuan. Sampoerno dan Azwar (dalam Wahyudi S. Selain itu. teman sebaya.  Bayangan subjektif terhadap kondisi tubuhnya. budaya. Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. Keadaan ini akan mempengaruhi konsep dirinya yang positif atau negatif. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam . 2000). a. Pada masa remaja. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. sikap.  Suasana hati yang sedang dihayati remaja. Ada bagian yang mereka sukai dan yang ingin mereka rubah. karakter diri. Konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri. Bagaimana kita mengetahui dan mengendalikan dorongan. agama. sebelum wanita berusia 20 tahun secara fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin. keluarga. Tetapi banyak juga yang tidak terlalu perduli dengan tampilan tubuhnya. 1) Perkembangan Konsep Diri (Kepribadian) Body image terkait dengan konsep diri (bagaimana seseorang menggambarkan dirinya) dan harga diri (bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya). Sikap remaja terhadap body imagenya bisa positif ataupun negatif. dan perasaan-perasaan dalam diri kita. dll akan membuat remaja memiliki konsep diri yang buruk. supel) akan mampu meningkatkan konsep diri dan kepercayaan dirinya. dan penampilan diri. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai (dalam Herdiansiska & Wardhani. tujuan hidup. Penilaian diri berisi pandangan dirinya terhadap:  Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri. bodoh.

melahirkan. Menurutnya orang harus mengalami krisis terlebih dahulu sehingga mendesak orang tersebut untuk melakukan ekplorasi dan baru kemudian menemukan siapa dirinya. misalnya perempuan kodratnya harus mengalami menstruasi. Identitas jenis kelamin juga termasuk pada:  Kesediaan menerima dan merasa puas dengan jenis kelaminnya dan kodratinya. Konsep Status Identitas dari James Marcia Status Identitas Crisis Commitment Foreclosure (mereka yang sudah menemukan (commited) identitas tanpa melalui suatu krisis) Pembentukan identitas pada kelompok ini biasanya lebih √ ditentukan oleh orang dewasa dengan aturan-aturan/ normanorma dan mereka bersedia menerimanya tanpa adanya suatu pergolakan yang berarti. Mereka ini juga biasanya akan mudah membangun relasi kemitraan. hamil. Sebagian besar remaja termasuk dalam status identitas ini. 2000).  Kesediaan menerima dan menjalankan peran jenis kelamin (tergantung konteks sosial masing-masing). terdapat dua hal yang menjadi patokan dalam merumuskan identitas yaitu crisis&commitment.2) Perkembangan Identitas Remaja Dalam perkembangan identitas ini selain mempertanyakan siapa dirinya.  Orientasi seksual yang selaras dengan norma sosial (heteroseksual). 13 . hal yang lebih penting bagi remaja adalah menemukan dalam konteks kelompok mana dirinya bisa tampil dan menjadi sesuatu. Moraturium (mereka yang sedang mengalami krisis dan belum mengambil keputusan) Kelompok ini biasanya terus melakukan eksplorasi dengan √ melakukan banyak aktivitas-aktivitas atau mencoba-coba berbagai hal tanpa mempunyai kejelasan arah atau tujuan yang akan di raih. Diffusion (mereka yang sedang mengalami krisis atau tidak sama sekali dan belum mengambil keputusan. Orang dengan status identitas jenis ini biasa akan merasa kesulitan jika menghadapi suatu perubahan. Identitas atau jati diri remaja tergantung bagaimana dan pada kelompok mana dia bermakna dan dimaknakan. Menurut James Marcia (dalam Herdiansiska & Wardhani. mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi sehingga tidak mudah tersinggung jika dikritik. Salah satu identitas yang diharapkan dalam masa remaja adalah identitas jenis kelamin. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk merumuskan siapa dirinya) -/√ Mereka yang termasuk dalam status identitas ini biasanya tergolong orang yang pasif namun juga sulit untuk menerima masukan dari orang lain dan tidak mempunyai nilai-nilai yang kuat dianut untuk meneguhkan jati dirinya. dan menyusui. Achievement (mereka yang sudah mengalami krisis dan sudah mengambil keputusan atau menentukan siapa dirinya) Orang-orang yang termasuk dalam status identitas ini biasanya √ √ mandiri.

4) Perkembangan Kognitif Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget.Namun demikian idealnya peran jenis kelamin ini diharapkan tidak membatasi kesempatan salah satu jenis kelamin dalam aktualisasi dirinya serta mensubordinasi salah satu jenis kelamin dan meninggikan jenis kelamin lainnya. Remaja harus mampu mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggung jawabkannya.  Imagery Audience 14 . Jalan pikiran egosentris Remaja kembali memusatkan perhatiannya dan pikirannya pada hal-hal yang ada dipikirannya. Kritis Segala sesuatu harus rasional dan jelas sehingga remaja cenderung mempertanyakan kembali aturan-aturan yang diterimanya (termasuk norma agama). umumnya remaja menampilkan tingkah laku: a. d. Jenis-jenis emosi sudah lebih bervariasi perbedaan antara emosi satu dengan yang lainnya semakin tipis. b. c. Remaja umumnya sangat peka terhadap cara orang lain memandang mereka. Bahkan ada kalanya emosi bercampur baur sehingga sulit dikenali oleh dirinya sendiri. Segala sesuatu masih dilihat dari sudut pandangnya. Ia harus dapat memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan menyelesaikannya dengan mengambil banyak faktor sebagai landasan pertimbangannya. cemburu. b. 3) Perkembangan Emosi Ciri-ciri perkembangan emosi pada remaja: a. Akibatnya remaja mudah tersinggung dan merasa malu. Emosi lebih mudah bergejolak dan biasanya diekspresikan secara meledak-ledak. Berkaitan dengan perkembangan kognitifnya. e. c. Hal ini menyebabkan remaja bingung dengan emosinya sendiri. Jalan pikiran egosentris ini berkaitan dengan:  Menentang pendapat yang berbeda Cara pikir yang kritis dan egosentris menyebabkan remaja cenderung sulit menerima pola pikir yang berbeda dengan pola pikirnya. hal ini terkait dengan perkembangan konsep dirinya. Selain itu juga muncul emosi-emosi yang bertentangan (misal: benci dengan sayang) dalam satu waktu. Rasa ingin tahu yang kuat Perkembangan intelektual pada remaja meransang adanya kebutuhan atau kegelisahan akan sesuatu yang harus diketahui atau dipecahkan. Kondisi emosional biasanya berlangsung cukup lama sampai pada akhirnya kembali ke keadaan semula. dll). cinta. Mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang. yaitu keadaan sebelum munculnya suatu keadaan emosi. Keingintahuan yang kuat ini biasanya beriringan dengan kebutuhan bereksplorasi terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. kemmampuan kognitif remaja berada pada tahap formal operasional.

atau ketika ia frustrasi dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Personal Fabels Remaja merasa dirinya sangat unik dan berbeda dari orang lain. Bertambahnya wawasan sehingga remaja lebih memiliki penilaian yang lebih baik serta lebih bisa mengerti orang lain. 2. Perkembangan Sosial Pada masa remaja mulai terjadi perluasan area sosial. d. Remaja juga mengembangkan kemampuan sosial yang mendorongnya lebih percaya diri dan aktif dalam aktivitas sosial. Perubahan dalam perilaku seksual terutama dalam hubungan heteroseksual. karena misalnya ketika remaja mulai mencoba-coba sesuatu seperti obat terlarang ia akan merasa yakin bahwa dia tidak akan menjadi ketagihan seperti orang lain. Adanya keinginan dari dalam dirinya untuk menjadi mandiri. c. Tingkah laku atau norma/ aturan-aturan yang dipegang umumnya banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya. Sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. Menurut Hurlock (dalam Retnowati) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. yaitu: a) Masalah pribadi. tugas dan nilai-nilai. penyesuaian sosial. Hal ini menyebabkan remaja sangat terpengaruh oleh penampilan fisiknya dan dapat mempengaruhi konsep dirinya. Ini dapat menjadi berbahaya. Bagi remaja penerimaan dari teman sebaya merupakan sesuatu yang sangat berarti. emosi. Problematika Remaja Menurut Edward V. Berikut ini adalah uraian khas tentang perkembangan sosial remaja yaitu: a.Remaja menjelaskan ia selalu diperhatikan atau menjadi pusat perhatian orang lain. 15 . Daubner (dalam Herdiansiska & Wardhani. dari keluarga meluas ke lingkungan teman sebaya. d. kondisi fisik. yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. penampilan. Remaja mulai memiliki keinginan untuk berelasi dengan lawan jenis (keinginan untuk berpacaran). Remaja cenderung memilih kelompok teman sebaya sebagai wadah interaksi yang dirasa paling sesuai dengannya. secara psikologis dikatakan bermasalah jika ia mendapat hambatan atau halangan dalam mencapai tujuannya. b. 2000). Hambatan ini dapat berasal dari dalam dirinya atau lingkungannya. 3. sekolah. Salah satu bentuk kemandirian itu adalah dengan mulai melepaskan diri dari pengaruh orang tua dan ketergantungan secara emosional pada orang tua sehingga orang tua dan remaja seringkali bertentangan karena perbedaan nilai yang dimiliki mereka masing-masing.

Menurutnya. problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga. dan mengalami gangguan emosional. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload.b) Masalah khas remaja. kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru. divorce ) b) Kesibukan orangtua. yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. absurditas. dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). penyalahgunaan obat-obatan. malu. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal. Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. Bellak (dalam Retnowati) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah. Elkind dan Postman (dalam Retnowati) menyebutkan tentang fenomena akhir abad dua puluh. separation. keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis. depresi dan bunuh diri. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. 16 . maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapai kemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan. seperti masalah pencapaian kemandirian. Akibatnya timbul perasaan terasing. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. keputusasaan. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. kehilangan harga diri. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah c) Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) d) Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak. antara lain: a) Keluarga tidak utuh (broken home by death. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa.

tontonan. dan lain sebagainya. antara lain: a) Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 1) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari 2) Peredaran alkohol. a) Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai b) Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai c) Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai d) Kesejahteraan guru yang tidak memadai e) Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. Kriteria dari kedua faktor tersebut. berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. obat-obatan terlarang lainnya 3) Pengangguran 4) Anak-anak putus sekolah/anak jalanan 5) Wanita tuna susila (WTS) 6) Beredarnya bacaan. narkotika. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). dan lain sebagainya. Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik. dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. TV.Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas. kontrol yang tidak cukup i) j) Kurang stimuli kongnitif atau sosial Lain-lain. faktor kerawanan masyarakat dan kedua. antara lain. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut. yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan 17 . Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. yaitu: a) Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu b) Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga c) Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek d) Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak e) Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak f) Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak g) Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain h) Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten. Majalah. menjadi anak angkat. kehilangan orang tua. dirawat di rumah sakit. muatan agama/budi pekerti yang kurang f) Lokasi sekolah di daerah rawan. yaitu pertama.

18 . 5) Cara mendidik yang salah dari orang tua. Faktor-faktor penyebab kesulitan komunikasi dengan orang tua ini adalah: 1) Perbedaan norma. narkotika dan zat aditif lainnya 2) Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal 3) Kebut-kebutan 4) Pencurian. Masalah umum pada remaja merupakan masalah yang dialami remaja berkaitan dengan tumbuh kembangnya sebagai berikut (dalam Herdiansiska & Wardhani. dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yangmelakukannya masuk penjara. 4) Anak segan berkomunikasi dengan orang tua karena kurangnya bahasa penerimaan orang tua terhadap pengungkapan pikiran/ perasaan/ pengalaman remaja. perampasan. 2000): a) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan rumahnya. 2) Kemerosotan wibawa orang tua karena perbuatan orang tua bertentangan dengan peraturan yang dibuatnya sendiri. sudut pandang dan pola pikir yang dianut orang tua dan remaja. perampokan 5) Perkosaan 6) Pembunuhan 7) Tindak kekerasan lainnya 8) Pengrusakan 9) Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. pengompasan. Kenakalan remaja atau juvenile deliquency adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. Masalah yang sering paling ditemui adalah kesulitan hubungan remaja dengan orang tua mereka. Hurlock (1991) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja. 6) Perbedaan cita-cita atau keinginan serta kebutuhan antara orang tua dan anak. 2003). merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang (Kartono. penodongan. sehingga komunikasi kurang terjalin. Masalah tersebut dapat berupa kesulitan berkomunikasi.7) Perumahan kumuh dan padat 8) Pencemaran lingkungan 9) Tindak kekerasan dan kriminalitas 10) Kesenjangan sosial b) Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 1) Penyalahgunaan alkohol. 3) Ketidaksepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik atau mendisiplinkan anak. merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja.

c) Masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekolah seperti rangking. Masalahmasalah seperti perceraian orang tua dan penyelewengan orang tua menjadi masalah yang sulit bagi remaja karena remaja kehilangan orang yang menjadi pengayom atau panutan bagi dirinya. sulit bergaul. tawuran. kegiatan ekstrakurikuler. Anak-anak dari keluarga broken home merupakan anak-anak dengan kesulitan tersendiri. sosial dan ekonomi) dari masa anak-anak ke masa dewasa. 19 . d) Kondisi fisik (kesehatan atau latihan).  Formal operasional: tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. f) Penyesuaian sosial (minder. psikologis. Misalnya: menggunakan obat-obatan terlarang. Glosarium  Adolescere: tumbuh menjadi dewasa. h) Nilai-nilai (moral. melakukan perilaku seksual beresiko.b) Masalah keretakan keluarga. H.  Dismenorrhoe: nyeri haid pada wanita yang sudah berat.  Mimpi basah: pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah pada saat tidur melalui mimpi. penyalahgunaan obat-obatan.  Information overload: pemasukan informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. penerimaan oleh teman sebaya. g) Masalah pekerjaan (pilihan pekerjaan. e) Emosi (temperamen yang meledak-ledak. relasi dengan guru. kesesuaian dengan jenis kelamin). pacaran.  Harga diri: bagaimana seseorang memaknakan keberadaaan dirinya. tindak kriminal dan lain-lain. bau badan. merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka mengembangkan perilaku yang menyimpang. pengangguran). jerawat. sulit punya pacar dan lain-lain. peran pemimpin).  Remaja: periode transisi (biologi. naksir.  Pubertas: masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). dan hubungan seksual).  Kenakalan remaja (juvenile deliquency) : perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda. pacaran backstreet. ciri-ciri daya tarik. i) Masalah yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis (heteroseksual) seperti putus pacar. suasana hati berubah-ubah).  Menstruasi: peristiwa luruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium). Kondisi tertekan ini dapat menimbulkan kompensasi tingkah laku sebagai cara remaja menyalurkan beban/ ketegangan emosi.  Konsep diri: bagaimana seseorang menggambarkan dirinya. penampilan (berat badan.

co. Inc. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Retnowati. (1991).id/ url?sa=t&rct=j&q=remaja%20dan%20permasalahanya&source=web&cd= 6&ved=0CEIQFjAF&url= http%3A% 2F%2Fsofia-psy. (1993). (1989) Psikologi Remaja. E.id%2Ffiles%2Fremaja_dan_ permasalahannya. Kementerian Kesehatan RI. (2000). Y. Sains: Biologi SMP 3. (2004).staff. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja.google. R. B. Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. & Wardhani.ac. Wahyudi S. [Online]. Tersedia: http://www. L. E.ugm. W. Sumber Herdiansiska. Jakarta: Esis-Erlangga Sarwono. Bandung: PKBI Jawa Barat Hurlock. Psikologi Perkembangan – Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Remaja dan Permasalahannya. S.K. (2000). (t.doc&ei=-sliT7PMDM3KrAflmbm9B w&usg=AFQjCNHq_a8bqOhg7j JImY51Q9y8VnL_LA. (8 Maret 2012) Saktiyono. Modul 6: Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja.I. United Stated of America: Mc-Graw Hill. Jakarta: Raja Grafindo Persada Steinberg.t). (3rd ed). Adolesence. (2011). Bandung: PKBI Jawa Barat 20 . Jakarta: Erlangga. Sarlito.

Menjelaskan aktivitas seksual yang berisiko. d. Diskusi. Menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. E. e. b.LAMPIRAN LEMBAR KERJA Perkembangan Fisik Perkembangan Psikis Perkembangan Sosial KESEHATAN REPRODUKSI A. 4. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Waktu 120 menit. Menjelaskan dan menyebutkan perilaku. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: a. Fasilitator melaksanakan pre test kepada para kader. (5 menit). dan Permainan. Metode Presentasi. (15 menit). Alat Pendukung Lembar bacaan. C. Menyebutkan alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. aktivitas. Menjelaskan personal hygiene. f. Menjelaskan fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan. D. Fasilitator membagi para kader menjadi dua kelompok. 21 . dan hubungan seksual. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. c. Para kader diminta untuk memilih kertas bertuliskan nama-nama alat reproduksi atau fungsi alat reproduksi yang sudah tersedia dan menempelkannya di alat bantu visual alat reproduksi (20 menit). (5 menit). dan perlengkapan permainan. Proses Pembelajaran 1. 2. F. B. 3. alat bantu visual. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang kesehatan reproduksi.

G. (5 menit). Fasilitator menutup kegiatan pelatihan.5. Fasilitator menjelaskan mengenai perilaku. Alat reproduksi laki-laki bagian luar. Alat reproduksi laki-laki dan perempuan berbeda. 9. 10. 6. Fasilitator menjelaskan mengenai konsepsi dan kehamilan. aktivitas dan hubungan seksual (15 menit). ujungnya sedikit lebih besar dan bulat (disebut glans) dan sangat peka karena didalamnya banyak terdapat serabut saraf. bentuknya bulat panjang seperti batang. Lembar Bacaan 1. (15 menit).files. diperut bagian bawah yang terdiri dari : 22 . 8. dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh. Bentuknya seperti kantung berisi 2 butir pelir (buah zakar). Fasilitator melaksanakan post test kepada para kader. (10 menit). Fasilitator menjelaskan mengenai anatomi fungsi alat-alat reproduksi laki-laki dan perempuan dan personal hygiene. Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. terletak dibawah pangkal penis.com/2008/11/anatomi_pria. Di ujung glans terdapat tempat keluarnya air seni (kencing) dan air mani (cairan kental yang warnanya seperti susu encer. (15 menit). yang terdiri dari: 1) Zakar/Penis. 7. Tiap kelompok di minta mencari kata-kata tersembunyi yang berkaitan dengan aktivitas seksual (15 menit).wordpress. merupakan selaput pembungkus testis yang meripukan pelindung testis serta mengatrur suhu yang sesuai bagi spermatozoa. a) Alat reproduksi laki-laki Sumber: http://gurungeblog. berisi sperma) 2) Kantung Zakar/scrotum. Anatomi fungsi alat reproduksi Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru.jpg Alat reproduksi laki-laki terdapat di bagian luar dan dibagian dalam tubuh. Alat reproduksi laki-laki bagian dalam tidak telihat karena terletak didalam tubuh.

a. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut dengan tubulus seminiferus. b. Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma. c. Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis. d. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang berisi nutrisi untuk menghidupi sperma. e. Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. f. Saluran kencing/urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi, jalan bagi air seni dan air mani menuju ke lubang diujung glans. Saat air mani keluar, secara otomatis katup air seni menutup. b) Alat reproduksi perempuan

Sumber: http://www.happylife.lk/kb/sites/default/files/untitled.bmp http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg Alat reproduksi perempuan terdapat dibagian luar dan dibagian dalam tubuh. Alat reproduksi perempuan bagian luar dapat dilihat karena berada dibagian permukaan tubuh terdiri dari : 1) Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan/keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara. 2) Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:  Bibir luar kemaluan/labia mayora merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luar dan membatasi vulva.  Bibir dalam kemaluan/labia minora merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. 3) Kelentit/clitoris, merupakan bagian yang paling peka karena mengandung banyak serabut saraf.
23

4) Mulut vagina, sebagai penghubung alat reproduksi perempuan bagian luar dengan bagian dalam. 5) Selaput dara/hymen, merupakan lipatan mukosa mengelilingi vagina, hampir menutupi vagina dengan lubang kemaluan, biasanya ditengah, untuk keluarnya darah dan cairan lain. Alat reproduksi perempuan bagian dalam, tidak terlihat karena terletak didalam tubuh dan terlindungi oleh rongga panggul, yang terdiri dari : 1) Indung Telur/ovarium, berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Masing-masing berisi ribuan sel telur atau benih perempuan. Setiap bulan, satu sel telur yang sudah matang dilepaskan ke saluran falopi saluran telur. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti:  Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan sel telur.  Progesteron yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan. 2) Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium. 3) Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae. 4) Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 5) Oviduct merupakan salurang panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 6) Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah sederhana dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai tiga macam lapisan dinding yaitu:  Perimetrium yaitu lapisan yang terluar dan berfungsi sebagai pelindung uterus.  Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.  Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila terjadi pembuahan maka dinding endomentrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. 7) Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai lahir rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. 8) Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervix dan sampai pada vagina, serta jalan keluar bagi darah haid, bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina.
24

2. Personal Hygiene a) Pengertian

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejathteraan fisik dan psikis. Tujuan personal hygiene antara lain: 1) Meningkatkan derajat kesehatan 2) Memelihara kebersihan diri 3) Memperbaiki personal hygiene 4) Pencegahan penyakit 5) Meningkatkan percaya diri 6) Menciptakan keindahan b) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene 1) Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan dirinya misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli pada kebersihannya. 2) Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. 3) Status sosial-ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4) Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasian penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 5) Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 6) Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain. 7) Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawt diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. c) Bagian-bagian tubuh yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene  Secara umum 1) Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari. 2) Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus. Selain dengan air, dapat digunakan benda-benda lain seperti kertas pembersih (tissue), pasir dan kayu.
25

Pada saat haid. 4. 5) Menghindari celana ketat bagi perempuan dan laki-laki. Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul. Jika memakai pembalut sekali pakai. 5. h. Celana yang terlalu ketat menyebabkan permukaan vagina/penis menjadi berkeringat. Tidak menggunakan sabun atau produk berparfum.  Secara khusus 1) Perempuan a. f. Untuk menjaga kebersihan. Hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri pada saat haid adalah: 1. Menyeka kelamin dari depan ke belakang. Jangan masukkan jari ke vagina atau dubur. Tidak melakukan penyemprotan pada vagina (douching). hanya mungkin tubuh agak terasa demam sehingga lebih baik menggunakan air hangat. Mencatat siklus haid agar dapat mendeteksi adanya gangguan. Hal ini disebabkan adanya peregangan-peregangan (kontraksi) pada otot rahim. Jadi remaja puteri sebaiknya tetap mandi dan keramas seperti biasa. sehingga tetap bisa merasa nyaman selama menggunakannya. 3. 6. i. Pakailah celana dalam dari bahan katun dan menyerap keringat. b. 2. 4) Dianjurkan untuk mencukur/merapikan rambut kemaluan karena rambut kemaluan bisa ditumbuhi sejenis jamur atau kutu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa gatal. pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. g. Memeriksa ada atau tidak benjolan pada payudara minimal 1x/bulan setiap setelah selesai menstruasi. 26 . Tidak memasukkan benda asing dalam vagina. sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dibungkus. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum dicuci.3) Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci vagina/penis. sehingga permukaan vagina tidak lembab maupun basah yang mudah sekali menjadi tumbuhnya bakteri dan kuman c. Pilihlah pembalut yang daya serapnya tinggi. Badan terasa kurang segar pada saat haid karena tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak serta getah-getah tubuh lainnya. e. terlebih dahulu rendam memakai sabun pada tempat tertutup. lalu di buang ke tempat sampah. Oleh karena itu kebersihan vagina harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. penggunaan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah mandi dan buang air kecil. Jangan memainkan/ mengorek-ngorek kelamin bila lecet/ putih. d.

sangat gatal atau disertai nyeri perut bagian bawah. f. batasi lemak dan daging. 2) Laki-laki a. Sesudah membersihkan. Cuci tangan sebelum dan sesudah BAK. Keputihan juga bisa timbul karena pengobatan hormonal. keagamaan. Hindari keadaan ini dengan: 1) Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. hal ini menyebabkan timbulnya keluhan nyeri perut dan lainnya. Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma (cairan dari kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih. 3. Keputihan yang abnormal bewarna putih.7. Jika tidak di sunat. celana yang tidak menyerap keringat dan penyakit menular seksual. e. pemakaian pembilas vagina yang berlebihan. hijau atau kuning. 27 . perbanyak buah-buahan dan sayur mayur segar. Aktivitas Seksual Berisiko Aktivitas seksual dapat menimbulkan risiko yaitu infeksi menular seksual dan HIV AIDS. sebaiknya selama haid garam dikurangi. berbau. Contoh aktivitas seksual yang dapat menimbulkan resiko antara lain: a) Melakukan hubungan seksual sebelum menikah/ seks pra nikah. jangan lupa mengeringkan dengan handuk untuk mencegah timbulnya jamur. Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis sehingga dapat menghambat produksi sperma. 2) Mencuci vagina dengan air kotor. tertular atau menularkan IMS/ISR. c. Oleh karena itu. d) Akibat jika tidak menjaga kebersihan diri 1) Bila terkena sejenis jamur atau kutu yang dapat menyebabkan rasa gatal atau tidak nyaman. 3) Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan keperawanan/ keperjakaan. Pada waktu haid. pemeriksaan dalam yang tidak benar. pemeriksaan yang tidak hiegenis dan adanya benda asing dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang abnormal. d. seni. Ikan dan ayam lebih cocok serta minum air putih yang banyak serta perbanyak mengonsumsi karbohidrat agar tubuh tidak menjadi lemah. Penis dicuci dengan air dan sabun lembut minimal sehari sekali. air di dalam tubuh lebih banyak. b. 2) Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga. harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin. kehamilan yang tidak diinginkan (KtD) atau terpaksa dikawinkan.

H. Remaja perlu mengenali tanda-tanda orang dewasa yang akan melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut.  Fertilisasi/ konsepsi: terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot.  Hubungan seksual: kontak seksual yang dilakukan berpasangan dengan lawan jenis. Jika sudah terjadi KtD maka saat menemukan kasus kehamilan remaja. SpKK.4) Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat kontrasepsi. b) Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis c) Mengalami kekerasan seksual seperti pemerkosaan. 5) Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat-alat kontrasepsi dan cara penanggulangannya. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat memicu terjadinya pengguran kandungan (aborsi) karena sebagian besar perempuan yang mengalami KtD mengambil jalan keluar dengan melakukan aborsi yang sebagian besar dilakukan dengan tidak aman.23 tahun 2002 menjelaskan perlindungan anak sejak usia dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun terhadap kekerasan fisik maupun mental termasuk yang berhubungan dengan perilaku seksual. Glosarium  Aktivitas seksual: kegiatan yang dilakukan dalam upaya memenuhi dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai perilaku.  Alat reproduksi: bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Psikolog atau Psikiater.  Intercourse /making love (ML) atau senggama: aktivitas memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan. Banyak kasus menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab atas kondisi ini. Dalam hal pemerkosaan remaja sebaiknya dipersiapkan untuk tidak menyembunyikan peristiwa tersebut agar dapat diambil tindakan terhadap pelaku (hukuman pidana) serta tindakan pencegahan dan penanggulangan untuk mencegah kehamilan.  Masturbasi: perilaku seksual dengan merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual. Undang-Undang PA No. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. d) Kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. 28 . teman sebaya perlu: 1) Tidak menghakimi 2) Bersikap bersahabat dengan remaja yang bersangkutan 3) Memberikan konseling pada remaja yang bersangkutan 4) Solusi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu 5) Apabila ada masalah yang serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila masih belum bisa terselesaikan supaya dikonsultasikan ke SpOG.

I. Bandung: PKBI Jawa Barat 29 . W.scribd. Tersedia: http://www. I.t. Sumber Andi. (8 Maret 2012) Mitra Citra Remaja. (t.  Petting atau bercumbu berat: keseluruhan aktivitas seksual non intercourse hingga menempelkan alat kelamin. N.scribd.  Oral seks: aktivitas memasukkan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis.  Personal hygiene: suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejathteraan fisik dan psikis.  Reproduksi: kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru.t. (8 Maret 2012) Dziab.t. [Online].  Perilaku seksual: perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis. (2005). Kesehatan Reproduksi yang Bertanggungjawab bagi Remaja . namun tidak terjadi penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina).com/doc/59034888/20/Faktor-faktor-yang-Mempengaruhi-Personal-Hygiene. (2011). Bandung: PKBI Wahyudi S. Bandung: Mitra Citra Remaja Mitra Citra Remaja.).F.). Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene. Tersedia: http://www.com/doc/60772068/kesehatan-Reproduksi-Remaja-yang-Bertanggung-Jawab. Modul 1: Kesehatan Reproduksi Remaja. Kehamilan: suatu keadaan normal yang terjadi mengikuti proses pembuahan. Buku Panduan Peer Educator Kesehatan.). Materi Presentasi: Ada Apa dengan Seks. Bandung: Mitra Citra Remaja Tim ACD PKBI Jawa Barat. R. yaitu setelah terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur (ovum) yang kemudian membentuk bakal janin atau zygot. Materi Presentasi: Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual. (t. [Online]. Bandung: Mitra Citra Remaja Ibrahim. (t. Materi Developmental: Kehamilan.t). (t. (2000). L.

LAMPIRAN 1. Alat reproduksi ini berfungsi Alat reproduksi ini berfungsi untuk menghasilkan sel-sel sperma serta menangkap sel ovum yang telah hormon testosteron. ovum menuju uterus. mematangkan sperma. Kata Tersembunyi P D X D C D M I M P O T E N S I J N B E A U S I U L A M H U B U N G A N I S T P S E U R K O S A P E R M A N F M E T A S K M U A S A E M P T A S A I A K I L V E A N K A L M E M E S N X S K S N O A R N F L U A O E A S T E T A T U G N G P N G K M D N D R A U C E N I A L A I E G A G E R T A S A R K R G V L E N N N N G N G U O I I S B I I A I U T I T T I R D C M N L T S A A K A T K S V A G P E R I L A K U E S A N S A S O R A L U S D U A G U R S I S G S S E 30 . Anatomi fungsi alat reproduksi Nama alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Penis Klitoris Fungsi alat-alat reproduksi Laki-Laki Perempuan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai Alat reproduksi ini berfungsi sebagai pelindung testis serta mengatur suhu organ kopulasi / keluarnya bayi. Alat reproduksi ini menghasilkan Alat reproduksi ini berfungsi sebagai cairan yang berisi nutrisi untuk tempat fertilisasi dan jalan bagi sel menghidupi sperma. Vas deferens Cervix Saluran Ejakulasi Saluran Kencing/Urethra Saluran Vagina Indung Telur/Ovarium 2. matang yang dikeluarkan oleh ovarium. yang sesuai bagi spermatozoa. Alat reproduksi ini berfungsi untuk Alat reproduksi ini berfungsi sebagai menyimpan sperma sementara dan tempat pertumbuhan embrio.

Menjelaskan pengertian HIV/AIDS dan cara penularannya. (15 menit). Setelah itu meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk memilih kertas yang berisikan tema yang akan mereka diskusikan. Metode Ceramah. presentasi. penyebab. lem. diskusi. Alat Pendukung Alat bantu visual. B. Fasilitator kemudian meminta setiap kelompok untuk membuat tampilan visual mengenai tema yang telah mereka pilih menggambarkan mengenai tema. kertas. Tujuan Umum : Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi. dan permainan E. (15 menit) 8. 4. dan upaya pencegahan. lembar bacaan. 3. jenis-jenis. Fasilitator melaksanakan pre-test pada para peserta. 6. Fasilitator melaksanakan post-test pada para peserta.RESIKO KESEHATAN REPRODUKSI A. cara penularannya. Waktu 120 menit D. Fasilitator meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menjelaskan gambar yang telah mereka buat. majalah bekas. Menjelaskan pengertian IMS. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Proses Pembelajaran 1. Fasilitator kemudian membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk sesi diskusi dan permainan. Output : Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. dan gunting F. 2. Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. C. jenis-jenis resikoresiko kesehatan reproduksi berserta cara penularan dan dampaknya. (45 menit) 4. 3. (5 menit). 7. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Mengetahui apa saja resiko-resiko dalam kesehatan reproduksi remaja. tanya jawab. spidol warna. (5 menit). 2. (15 menit). Fasilitator kemudian memberikan waktu kepada narasumber untuk menjelaskan pengertian. (20 menit). 5. Menjelaskan pengertian kehamilan yang tidak diinginkan dan resiko yang ditimbulkan. 31 . resiko. dan dampaknya.

AIDS disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV) e. Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae b. sakit berkepanjangan. mata atau bagian lain dari tubuh manusia. Infeksi Menular Seksual a) Pengertian IMS Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). Seringkali berakibat parah karena gejala awal tidak segera dikenali. Untuk remaja perempuan. Hepatitis B dan C disebabkan oleh Hepatitis virus type B dan C 3) Jenis IMS yang disebabkan oleh parasit sbb: a. infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan. Uretritis (infeksi saluran kencing) non spesifik terutama disebabkan oleh Chlamydia trachomatis c. Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomoniasis vaginalis b. IMS biasa dikenal juga sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau bisa disebut sebagai penyakit kelamin. Kondiloma akuminata disebabkan oleh Human papilloma virus c. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum d. sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah. kemandulan dan bahkan kematian. Granuloma inguinale disebabkan oleh Calymmatobacterium granulomatis f. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). b) Jenis-Jenis IMS 1) Jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri sbb: a. 1 Jenis-Jenis IMS Kencing nanah/Gonore Pada laki-laki Pengertiannya  Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae  Penyakit yang biasanya menyerang organ-organ reproduksi seperti pada saluran kencing laki-lai atau saluran kelamin perempuan 32 . Limpogranuloma venereum disebabkan oleh Chlamydia trachomatis 2) Jenis IMS yang disebabkan oleh virus sbb: a. Skabies/kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei c. Lembar Bacaan 1. Herpes genitalis disebabkan oleh Herves simplex virus b.G. Ulkus molle disebabkan oleh Haemophilus ducreyi e. Infeksi ini mempunyai cakupan arti yang lebih luas dan gejala dari infeksi tidak hanya terjadi pada alat kelamin saja tapi bisa saja terjadi di tenggorokan. Pedikulosis pubis disebabkan oleh Phthirus pubis 4) Jenis IMS yang disebabkan oleh jamur adalah Kandiosis vaginalis disebabkan oleh Candida albicans. IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. Bila tidak diobati secara cepat. Berikut ini adalah beberapa contoh IMS yang umum dijumpai No. perlu disadri bahwa resiko untuk terinfeksi IMS lebih besar dari laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. Moluskum kontagiosum disebabkan oleh Molluscum contagiosum virus d.

dan keterbelakangan mental  Bersifat kronis.Bila infeksi mengenai kelenjar di bibir kemaluan. kematian janin atau lahir dengan kerusakan kulit.Infeksi telah lanjut dapat menimbulkan rasa nyeri pada perutbagian bawah sebagai akibat terjadinya infeksi pada saluran telur atau indung telur (dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan ataupun kemandulan) . lidah. bibir kemaluan atau leher  Bercak kemerahan yang tidak gatal terutama di telapak tangan dan kaki. dapat timbul abses (Bartholinitis) . hati.Stadium I (Sifilis Primer):  Timbul antara 2-4 minggu setelah bakteri masuk  Ditandai dengan adanya benjolan kecil merah biasanya 1 buah yang kemudian menjadi luka/koreng yang tidak disertai rasa nyeri tetapi akan hilang secara spontan dalam waktu 3-10 minggu.Pada perempuan 2 Raja singa/Sifilis  Keluhan pada laki-laki: . kuning kehijauan.Bila infeksi mengenai saluran kemih timbul rasa nyeri waktu kencing . kulit di sekitar kelamin dan anus. dan nyeri sendi  Disebut dengan the great imitator of the skin disease karena mempunyai tanda atau gejala menyerupai penyakit kulit berupa 33 . sekitar dubur atau tergantung dari cara hubungan seksualnya  Biasanya disertai juga dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional (sesuai dengan lokasi sifilis primernya) . dapat menyerang semua organ tubuh dan dapat menyerupai banyak penyakit  Gejala timbul luka yang tidak nyeri di penis.  Mengalami 4 stadium: .Terkadang keluar darah  Keluhan pada wanita: .Bila ada keputihan biasanya berwarna putih. pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh. demam. dan agak kental .Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari . limpa. tetapi penyakitnya akan berlanjut ke stadium II  Lokasi pada laki-laki biasanya pada alat kelamin  Lokasi pada perempuan selain pada alat kelamin luar juga bisa pada vagina maupun leher rahim  Tempat lain yang bisa terkena adalah pada bibir.Rasa gatal dan panas sewaktu kencing .Stadium II (Sifilis Sekunder):  Terjadi setelah 6-8 minggu lenih dan bisa berlangsung sampai 9 bulan  Kelainan dimulai dengan adanya gejala nafus makan yang berkurang.Bila terinfeksi kepada ibu hamil dapat ditularkan kepada bayi yang menyebabkan infeksi mata pada bayi yang dapat menyebabkan kebutaan  Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum  Sifilis dibagi menjadi Sifilis Akuisita (didapat) dan Sifilis Kongenital (ditularkan dari ibu ke janin) yang bisa menyebabkan abortus.Rasa nyeri saat buang air kecil atau ereksi .Sering kencing .Umumnya berlangsung tanpa keluhan karena infeksi awal terjadi pada mulut rahim . sakit kepala.

selaput lendiri. benjolan kecil-kecil seluruh tubuh.  Penyebab: Herpes simplex virus (HSV)  Komplikasi : kanker leher rahim. Pada keadaan ini tidak akan ditemukan kelainan klinis. di dinding liang kemaluan dan di sekitar anus . kehamilan lahir muda.Stadium III (Sifilis Tersier)  Umumnya timbul antara 3-10 tahun setelah infeksi. obat-obatan dan beberapa halyang sulit diketahui  Lokasi bintil atau luka/lecet: .Gejala awal pada lesi awal lenih berat dan lama .Kadang-kadang disertai gejala konstitusi. makanan yang merangsang. tulang sendi serta adanya radang yang terjdi secara perlahan-lahan pada jantung.Pada laki-laki: di batang atau kepala penis.Ada rasa seperti terbakar atau gatal beberapa jam sebelum timbulnya lesi .3 Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis Pada laki-laki Pada perempuan bercak merah. koitus yang berlebihan. alkohol. kebotakan rambut dan sebagainya  Disertai juga dengan pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat menyeluruh  Stadium laten dini: bila sifilis sekunder tidak diobati setelah beberapa minggu atau bulan gejala akan hilang seakan-akan sudah sembuh. demam. namun pada saat pemeriksaan selorosis untuk sifilis hasilnya positif. atau di sekitar anus  Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)  Komplikasi : kanker leher rahim (terutama karena tipe 16 dan 18) atau kanker kulit disekitar kulit kelamin  Keluhan .Timbulnya gelembung-gelembung yang berkelompok dan mudah pecah .Pada perempuan: di sekitar kelamin.Pada wanita sering bersamaan dengan gejala keputihan .Tumbuh bintil-bintil yang runcing seperti kutil. tidak gatal. dan nyeri otot .Pada perempuan: di kulit daerah kelamin sampai anus. kelainan kongenital dan kematian  Gejala dan tanda: . selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim.  Ditandai dengan 2 macam kelainan yaitu berupa kelainan yang bersifat destruktif pada kulit. sifilis masuk ke stadium laten lanjut yang dapat berlangsung bertahun-tahun .Pada laki-laki: di kepala penis 34 4 Jengger Ayam Pada laki-laki Pada perempuan . .  Stadium lanjut dianggap tidak menular yaitu sifilis yang timbul setelah 1 tahun sejak infeksi. terdiri atas stadium laten lanjut dan sifilis stadium III  Stadium laten lanjut: setelah 1 tahun. misalnya lemas. Namun infeksi masih berlangsung terus dan masuk ke stadium laten lanjut.Pada laki-laki terutama dijumpai pada yang tidak dsirkumsisi atau dengan imunitas terganggu  Lokasi: . sistim pembuluh darah dan syaraf.Pada bentuk ulang (rekurens) biasanya ditandai oleh faktor pencetus mislanya stres psikis. dapat membesar sehingga menyerupai jengger ayam . trauma.

id/imghp?hl=id&tab=ii c) Gejala-Gejala IMS Berdasarkan gejala klinis yang timbul maka IMS dibedakan menjadi: 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih. dapat menularkan kepada bayinya. yaitu: Gonore. Acruired artinya tidak diturunkan. lahir muda. AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. Kandiosis genital. herpes genitalis) 4) Kematian (sifilis. serta nyeri perut bawah pada wanita. infeksi genital nonspesifik. 2) IMS yang ditandai dengan adanya luka atau koreng di alat kelamin. Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh IMS. sehingga bayi dapat cacat.google. tetapi ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Immune adalah sistem daya tangkal atau kekebalan tubuh terhadap penyakit. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia). Perlu diingat pula. kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin. IMS yang lebih lanjut sering disertai dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha. Granuloma inguinale. Ulkus molle. dan Syndrome adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit penyakit. sehingga bila ditemukan gejala demikian sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. atau meninggal (sifilis. AIDS) 2. Kebanyakan orang dengan HIV akan 35 .Sumber gambar: http://www. HIV dan AIDS a) Pengertian AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Deficiency artinya tidak cukup atau kurang. yaitu: Sifilis. Chlamydia) 2) Kanker leher rahim (kondilomata akuminata) 3) Wanita hamil yang menderita IMS. IMS tidak selalu menimbulkan beberapa masalah kesehatan. pembengkakan buah zakar pada laki-laki. misalnya: 1) Kemandulan. dan Herpes genitalis 3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin. bakterial vaginosis dan Trikomoniasis.co. yaitu: Kondiloma akuminata dan Limpogranuloma venerium (bubo) Selain tanda-tanda tersebut. pada laki-laki maupun perempuan (infeksi gonore. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang memungkinkan berbagai penyakit masuk dan sulit disembuhkan karena HIV berjalan sangat progresif merusak sel limfosit tersebut.

yaitu: 1) Seksual Penularan melalui hubungan heteroseksual adalah cara yang paling dominan dari semua cara penularan. Dengan demikian HIV dapat memanfaatkan mekanisme sel limfosit untuk mengkopi dirinya menjadi virus baru yang memiliki ciri-ciri HIV. yaitu enzim yang memungkinkan virus mengubah informasi genetiknya yang berada dalam RNA ke dalam bentuk DNA yang kemudian diintegrasikan ke dalam informasi genetik sel limfosit yang diserang. atau penggunaan alat medis lainnya. seperti keringat.meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul. virus juga terdapat pada cairan tubuh lainnya. 2) Masuknya darah terinfeksi pada sistem tubuh. Penularan melalui hubungan seksual dapat terjadi selama hubungan baik itu laki-laki dengan perempuan juga laki-laki dengan laki-laki. ibu ke anak selama masa kehamilan. juga pada IDU. seperti luka sayat/gores dalam mulut. Namun demikian. tetapi jumlahnya tidak cukup untuk ditularkan pada orang lain. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (sel limfosit) manusia sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun dan tidak mampu melawan berbagai penyakit. Tingkatan resiko tergantung pada jumlah virus yang keluar dan masuk ke dalam pintu masuk di tubuh seseorang. air mata. dilahirkan. bila tidak ada pelayanan dan terapi yang diberikan. Hal ini bisa terjadi pada proses persalinan dan pemberian ASI. air kencing . orang yang tertular HIV tidak berarti langsung jatuh sakit. Kontak seksual langsung (mulut ke penis atau mulut ke vagina) masuk dalam kategori resiko rendah tertular HIV. Kejadian diatas dapat terjadi pada semua pelayanan kesehatan. penggunaan ulang jarum dan semprit suntikan. Pada seseorang yang terinfeksi HIV. seperti rumah sakit. darah. Penularan HIV pada organ tubuh juga dapat terjadi dalam proses transplantasi jaringan/organ di pelayanan kesehatan. ludah. perdarahan gusi dan atau penyakit gigi mulut atau pada alat genital. b) Proses Penularan virus HIV HIV merupakan penyakit menular yang merupakan golongan RNA virus dan memiliki enzim reverse transcriptase. Penularan HIV terjadi melalui kontak seksual. tinja (kotoran BAB). dan sesudah lahir. dan muntahan. 36 . Hubungan seksual ini bisa dalam bentuk venetrasi vaginal atau anal yang tak terlindungi dari individu yang terinfeksi HIV. 3) Penularan dari ibu ke anak Kebanyakan infeksi HIV pada anak didapat dari ibunya saat ia dikandung. seseorang bisa hidup dengan HIV dalam tubuhnya selama bertahuntahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan serius. pengobatan tradisional melalui alat tusuk/jarum. poliklinik. produk darah atau transplantasi organ dan jaringan: Penularan dari darah dapat terjadi jika darah donor tidak di lakukan uji saring untuk antibodi HIV. Berikut ini adalah bentuk-bentuk cara penularan HIV. persalinan dan pemberian ASI.

 Diare terus menerus  Flu tidak sembuh-sembuh  Berat badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan. dan tidak konsisten dalam menggunakan kondom. yaitu: a. b. Penularan infeksi melalui hubungan seksusal diikuti dengan perilaku yang menempatkan individu pada resiko tertular HIV. perselingkuhan. b.Selain itu. Fase III (AIDS) Ini adalah fase terminal dari HIV yang kita sebut AIDS. 5-8 tahun tipe progressors dan lebih dari 10 tahun untuk tipe non progessors sejak terinfeksi HIV. Selain itu pada fase ini akan timbul infeksi-infeksi yang lain. Pada fase ini penderita sudah dapat menularkan virus pada orang lain. d.  Keringat dingin berlebihan pada malam hari. Transgender : waria. penjaja seks komersial (lakilaki/perempuan). pelanggan penjaja seks komersial. c) Fase Perjalanan Penyakit HIV/AIDS Fase perjalanan penyakit HIV/AIDS. namun gejala dan tanda belum terlihat jelas. bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan. c. Berikut ini adalah kelompok-kelompok dengan perilaku beresiko tertular HIV. pasangan berisiko tinggi. Pengguna NAPZA suntikan : menggunakan jarum suntik bersamaan/bergantian. seperti perilaku bergantian pasangan seksual.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. bersentuhan. c. Fase I (Masa Jendela/Window Period) Fase dimana tubuh sudah terinfeksi HIV. IMS juga dapat membuat individu rentan terhadap infeksi HIV. Lelaki seks dengan lelaki : gay. 37 . Pada fase ini kekebalan tubuh menurun dan timbul gejala penyakit terkait HIV seperti:  Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh. termasuk melalui gigitan nyamuk. Meski tidak menunjukkan gejala-gejala tapi pada masa ini penderita bisa menularkan virus. kadang kala timbul dalam bentuk influenza. Virus HIV umumnya tidak akan menular melalui perilaku-perilaku seperti jabatan tangan. diantaranya:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. wadam. kelumpuhan. Lama masa jendela antara 1-3 bulan. menggunakan alat makan atau minum yang sama. IMS dalam populasi merupakan faktor utama pendorong penyebaran HIV di negara berkembang. memakai toilet yang sama. Fase II (Masa tanpa gejala/Asimptomatik) Masa tanpa gejala berlangsung rata-rata selama 2-3 tahun untuk tipe rapid progessors. Promiskuitas (berganti-ganti pasangan seks) : prostitusi. berangkulan. berpelukan. yaitu: a.

Rendah diri b.  Infeksi otak yang menyebabkan kakacauan mental. kelumpuhan. Infeksi alat reproduksi akan menurunkan kualitas ovulasi sehingga akan mengganggu siklus dan banyaknya haid serta menurunkan kesuburan b. Lebih mudah terinfeksi HIV i. 38 . Gejala neurologi atau gangguan syaraf (stadium lanjut Sifilis) h. Dampak Fisik Penderita HIV/AIDS Adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan infeksi-infeksi sbb:  Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)  Infeksi paru-paru (seringnya TBC)  Infeksi usus yang menyebabkan diare oarah selama berminggu-minggu. Dampak Fisik Penderita IMS a. c. 3) Condom Use : menggunakan kondom secara benar dan konsisten. d) Dampak dan Pencegahan IMS dan HIV 1. Malu dan takut sehingga tidak mau berobat yang akan memperberat penyait atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat yang justru akan memperberat penyakitnya dismaping terjadi resistensi obat. Kemadulan (perlengketan saluran reproduksi dan gangguan produksi sperma) 2. e) Tips-tips Pencegahan IMS dan HIV 1) Abstinence : absen seks sangat berhasil mencegah IMS dan HIV sampai mencapai kesiapan mental dan fisik. Nyeri waktu kencing karena peradangan mengenai saluran kemih g. gangguan pendengaran. Infeksi jamur pada tenggorokan. Bekas bisul/nanah di daerah kelamin dapat mengganggu kualitas hubungan seksual di kemudian hari karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman waktu berhubungan seksual f. Dampak Secara Psikologis a. Kanker leher rahim (Carcinoma Cervix Uteri) e. Melahirkan anak dengan cacat bawaan seperti katarak. Gangguan hubungan seks setelah menikah karena takut tertulat lagi atau takut menularkan penyakit pada pasangannya.  Infeksi jamur pada tenggorokan. Peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan kecenderungan terjadi kehamilan di luar rahim c. dan cacat lainnya d. 3. kelainan jantung. 2) Be Faithful : saling setia pada satu pasangan bisa mencegah dan menurunkan resiko terinfeksi IMS.

Pada seorang anak yang berusia kurang dari 8 tahun. Rahim pada perempuan mulai mengalami pematangannya sejak umur 14 tahun. Hanya saja pada usia 14-18 tahun. ukuran rahimnya kurang hanya setengah dari panjang vaginanya. sehingga resiko yang lain juga dapat terjadi yaitu prolapsus uteri (turunnya rahim ke liang vagina) pada persalinan. Hal ini dapat dilihat dari belum teraturnya menstruasi. karena baru pada usia ini fungsi hormonal melewati masa kerjanya yang maksimal. Terlalu dininya usia kehamilan dan persalinan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif. Pematangan rahim ini dapat dilihat juga dari perubahan ukuran rahim secara anatomis. Pada seorang perempuan ukuran rahim ini berubah sejalan dengan umur dan perkembangan hormonal. Disamping otot rahim. Gunakan hanya alat suntik. karena pada masa remaja ini. Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. dan setelah usia 8 tahun ukuran rahimnya kurang lebih sama dengan vaginanya. Pada usia antara 14-19 tahun sistem hormonal belum stabil. Penjelasan: a. 39 . Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun. Hal ini akan meningkatkan resiko timbulnya kanker leher rahim (serviks) di kemudian hari. Kehamilan yang tidak diiginkan (KTD) a) Pengertian Kehamilan bisa menjadi dambaan. Ketidakteraturan tersebut membuat kehamilan menjadi tidak stabil. sehingga jika terjadi kehamilan dapat terjadi ruptur-nya (robek) rahim. alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya. Hal ini berlanjut sampai usianya kurang lebih dari 14 tahun (masa menstruasi) hingga besar rahimnya lebih besar sedikit dari vagina. Ukuran ini menetap sampai terjadinya kehamilan. b) Resiko yang ditimbulkan akibat kehamilan yang tidak diinginkan 1) Resiko Medis Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi. penyangga rahim juga belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan. tetapi bisa juga menjadi suatu malapetaka apabila kehamilan itu dialami seorang remaja. Kehamilan tersebut bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hubungan seksual baik yang disengaja maupun tidak. mudah terjadi pendarahan dan terjadilah abortus atau kematian janin. b. 5) Education : cari informasi sendiri dan sebanyak mungkin agar terhindar dari penularan IMS dan HIVAIDS 3. hal yang sama terjadi bila remaja tersebut mengalami kehamilan. c. ditandai dengan mulai menstruasi. otot-otot rahim ini belum cukup baik konstraksi dan kekuatannya. alat tusuk atau alat medis yang baru atau steril.4) Don‟t Share Needle : tidak menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya secara bergantian.

Sekitar 89% beralasan karena alasan moral dan sosial. Aktivitas seksual pra nikah selalu membawa gangguan psikologis dan penyeselan berkepanjangan. Itu berarti cita-cita terhambat atau bahkan tidak akan mungkin tercapai. Kenyataan bahwa hubungan seksual pra nikah seringkali tidak menyenangkan. 40 melahirkan suatu tindakan kekerasan yang sangat traumatis terhadap anak. b. bahkan cenderung mendalam). Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan. d. Hal ini menambah tekanan psikologis yang berat. merupakan hal yang secara umum dipercaya oleh banyak orang dan tidak mempunyai tempat pada nilai-nilai moral. e. 1998): a. Masalah semakin berat karena terkadang orang tua tidak mampu menghadapi persoalan tersebut secara proposional. rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan dapat dialami remaja apalagi bila kehamilan tersebut diketahui pihak lain seperti orang tuanya. 2) Risiko Psikologis dan Sosial Menurut Kinsey dkk (dalam setiawan dan Suryati. Kehamilan akibat pemerkosaan. 3) Risiko Masa Depan a. yang akhirnya mengarah pada depresi (rasa tertekan yang . Dari sisi anak yang dikandung Kehamilan remaja yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan lahirnya seorang anak yang tidak diinginkan. Misalnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kehamilan remaja yang tidak diinginkan. c. bukan karena alasan kesehatan. Pada kehamilan pra nikah. sehingga anak ini akan mendapat cap buruk sepanjang hidupnya. Hal tersebut telah menjadi faktor yang membatasi perilaku seksual pra nikah di masyarakat. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus kehamilan remaja di laur nikah. Hal tersebut dapat terjadi antara lain karena (Iskandar dalam Setiawan dan Suryati. diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape). Dari sisi remaja Kehamilan remaja dapat menyebabkan terganggunya perencanaan masa depan remaja. terlebih lagi bila kehamilan telah menjadi buah hubungan tersebut. b. sehingga seksual pra nikah tersebut diketahui orang lain. kehamilan pada remaj sekolah akibatnya mereka terpaksa harus meninggalkan sekolah. Kegagalan alat kontrasepsi akibat remaja menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar. Tidak menggunakan alat kontrasepsi. 1998) kekhawatiran dan rasa takut terhadap kehamilan dialami sekitar 44% dari responden perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. Usia menstruasi yang semakin dini disertai usia kawin yang semakin tinggi menyebabkan “masa-masa rawan” yaitu kecenderungan perilaku seksual aktif semakin panjang.Kehamilan remaja sebagian besar merupakan kehamilan yang tidak diinginkan.

Aborsi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu abortus spontaneus dan abortus provocatus. ialah penguguran kandungan yang dilakukan dengan sengaja tanpa mempunyai alasan kesehatan (medis). 3) Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril dan berakibat negatif pada rahim. 2) Abortus provocatus criminalis. memakan nanas muda yang dicampur lada (merica). Secara medis. yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. Besar kemungkinan anak tersebut tumbuh tanpa kasih sayang dan mengalami perlakuan penolakan dari orang tuanya. Secara psikologis pada saat seseorang mengalami kehamilan di luar nikah. yaitu jika terdapat indikasi bahwa kehamilan dapat membahayakan atau mengancam nyawa ibu apabila kehamilan berlanjut. Secara medis. maka ia akan cenderung mengambil jalan keluar seperti mengugurkan kandungan atau aborsi. Metode ini meniru proses mulainya persalinan dan biasanya digunakan untuk mengakhiri kehamilan pada trimester II (4-6 bulan). Tindakan aborsi mengandung resiko yang cukup tinggi. Pandangan negatif dari masyarakat pun cenderung lebih memberatkan perempuan daripada laki-laki. Abortus provocatus (buatan). Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dapat memicu terjadinya pengguguran kandungan atau aborsi. yang menjadi korban misalnya tidak boleh melanjutkan sekolah adalah remaja perempuan. misalnya dengan cara: 1) Penggunaan ramuan dengan jamu peluruh rahim. Tindakan aborsi dengan cara di atas tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya dan mengandung resiko yang sangat tinggi. seperti dengan melakukan pijatan rahim agar janin dapat terlepas dari rahim.Masa depan anak ini sering mengalami keadaan yang menyedihkan karena tidak adanya kualitas asuh yang baik dari ibunya yang masih remaja dan belum siap menjadi ibu. 2) Manipulasi fisik. 2) Memasukkan cairan NaCl hipertonis pada lapiasan amnion untuk melepaskan janin dari dinding rahim. ialah penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Abortus spontaneus (yang tidak disengaja). Seringkali dalam suatu kasus kasus kehamilan di luar nikah. Perkembangan psikologis baik ibu dan anak akan terganggu. atau keadaan patologis lain. aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. 41 . kelainan saluran reproduksi. Penguguran jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan: 1) Abortus provocatus therapeuticus . Selain itu juga terdapat hal-hal seperti perlakuan yang kurang adil dari masyarakat atau institusi formal terhadap remaja perempuan. Sedangkan remaja lakilaki masih diperbolehkan melanjutkan sekolah. digunakan empat metode dasar terminasi kehamilan atau hamil: 1) Kuretase atau pengerokan dengan sendok kuret ataupun vakum kuret pada dinding rahim tempat menempelnya janin. apabila bila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. terjadi apabila ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun.

3) Karena keadaan rahim yang belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan serta kemungkinan persalinan yang sulit. Berdasarkan nilai-nilai budaya. penguguran kandungan merupakan tindakan yang dikecam dan membuat pelaku terkucil di dalam masyrakat. Secara hukum.3) Pemberian prostaglandin PgF2 melalui pembuluh darah balik. Prostaglandin ini dimaksudkan untuk menginduksi persalinan buatan. anak atau keduanya. resiko infeksi. 4) Dengan meletakkan vacuum aspiration. ketegangan mental. sehingga janin dapat keluar dari rahim. yaitu menggunakan semacam selang plastik berdiameter tertentu untuk menghisap janin dari rongga rahim. Hal tersebut dapat menyebakan resiko kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya. Tindakan aborsi yang sesuai standar profesi medis seperti di atas pun masih mengandung resiko-resiko baik yang bersifat dini maupun lanjutan. tindak aborsi melanggar UU Kesehatan No. cairan amnion. dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah jika seorang gadis tiba-tiba hamil serta akan terjadi cemoohan dan penolakan dari masyarakat sekitarnya. Akibat tindak penguguran ini dapat memunculkan perasaan bersalah. Hal ini sangat merugikan remaja karena akan mengurangi konsep diri yang positif dan menurunkan nilai harga diri yang positif dalam pergaulannya. selain itu pendarahan tersebut dapat menyebabkan tingginya resiko kematian ibu atau anak atau kedua-duanya. 4) Terjadinya Fitsula Genital Traumatis yaitu timbulnya suatu saluran/ hubungan yang secara normal tidak ada antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan. 2) Perdarahan hingga remaja tersebut dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologis/ syaraf di kemudian hari. dan memasukkaannya melalui vagina dan uterus dengan dosis tertentu. depresi. Resiko melakukan aborsi pada remaja antara lain: 1) Infeksi alat reproduksi karena kuretase yang dilakukan secara tidak steril. Hal tersebut dapat membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah. Selain itu akibat lainnya adalah terganggunya kesehatan dan resiko kehamilan serta kematian bayi yang tinggi serta terdapat juga akibat putus sekolah dan akibat ekonomis karena diperlukan ongkos perawatan dan lain-lain. 42 . resiko shock hipovelmik sehingga menyebabkan resiko kematian ibu. resiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretase.23 tahun 1992 dan dapat diancam hukuman pidana seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berikut ini: Pasal 346: Seorang perempuan yang sengaja mengugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu di ancam dengan pidana penjara seberat-beratnya selama empat tahun. marah.

(t.  Sifilis: disebut juga “raja singa” disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. B. Modul 3: Resiko Reproduksi Remaja. R. FIQH HIV & AIDS: Pedulikah Kita?. F. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Muhammad.  Jengger Ayam: penyakit yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus). E.. Glosarium  Abortus spontaneus : pengguguran kandungan yang tidak disengaja dikarenakan ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun. atau keadaan patologis lain. Bandung: PKBI Jawa Barat Viora. (2011).  Kehamilan yang tidak diinginkan: suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya kelahiran akibat dari kehamilan. Sumber Arizal.  Herpes Kelamin/ Herpes Genitalis: penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes simplex virus (HSV). Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan..H. anal (melalui anus) ataupun oral (melalui mulut). Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. kelainan saluran reproduksi.  Aborsi: berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu.  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS): sindrom yang menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang HIV & AIDS . (2006). E. (2009). Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV.  Gonore: disebut juga sebagai “kencing nanah”.t). Jakarta: PKBI Pusat Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. dkk. Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR).  Promiskuitas : berganti-ganti pasangan I.  Abortus provocatus (buatan): penguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Husein. Infeksi Menular Seksual Materi presentasi Informasi IMS dan HIV-AIDS oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Materi presentasi Dr. Bagus Rahmat Prabowo PKBI Jabar IMS PKBI Jabar Informasi Dasar IMS dan HIV-AIDS 43 . (2010). Jakarta: PKBI & UNFPA Setiawan.  HIV (Human Immunodeficiency Virus) : Virus yang menyebabkan AIDS  Infeksi Menular Seksua (IMS)/ Penyakit Menular Seksual (PMS): infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual baik itu melalui hubungan seks vaginal (melalui vagina). Jakarta: Departemen Kesehatan RI Materi presentasi pelatihan IPP – Paket 1. & Suryawati. (1998). & Mardiati.

Fasilitator penutup kegiatan pelatihan. Psikotropika. Fasilitator memberikan pre test kepada peserta (15 menit). kertas pertanyaan. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang NAPZA. D. Alkohol. Output Setelah proses pembelajaran selesai. dan Zat Adiktif) A. Lembar Bacaan 1. 3. 4. Menjelaskan bagaimana penggolongan NAPZA. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. Masyarakat pada umumnya mengenal obat-obat terlarang tersebut sebagai istilah NARKOBA (Narkotika dan Bahan-bahan berbahaya). B. Menjelaskan apa saja dampak yang disebabkan oleh pengkonsumsian NAPZA. Metode Presentasi. (15 menit) 7. Alat Pendukung Alat bantu visual. psikotropika. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader (5 menit). Psikotropika. dan permainan E. 6. Waktu 120 menit. Fasilitator melanjutkan diskusi dengan tanya jawab (15 menit). F. C. Istilah ini biasanya dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi dan ditujukan pada berbagai obatobat terlarang yang dapat menyebabkan gangguan baik terhadap kesehatan fisik ataupun jiwa penggunanya hingga kecanduan terhadap penggunanya. Alkohol. 5. Proses Pembelajaran 1. dan Zat-zat adiktif lainnya. Pertanyaan bisa dialihkan pada teman lainnya yang mampu menjawab pertanyaan (20 menit). Fasilitator memberikan penjelasan materi mengenai NAPZA (45 menit). b. diskusi. Menjelaskan pengertian NAPZA dan mampu membedakan antara narkoba. dan zat adiktif. c. 2. G. peserta diharapkan mampu untuk: a.NAPZA (Narkoba. Fasilitator memulai sesi permainan dengan mengocok tema pertanyaan dan ditanyakan pada peserta satu persatu sesuai dengan kertas yang mereka pilih. dan kocokan pertanyaan. 44 . Fasilitator memberikan post test kepada peserta. Pengertian NAPZA Istilah NAPZA merupakan akronim dari Narkotika.

Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan” Meski begitu. hilangnya rasa. dan perilaku seseorang. dll.NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. sebagai akibat apabila seorang pemakai obat tidak mendapatkan atau menghetikan obat yang dibutuhkan. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”. 22 tahun 1997 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa pengertian narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Risiko yang umumnya terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung. b) Toleransi adalah ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. Adiksi lebih merupakan efek obat yang menimbulkan ketagihan atau kecandua pada si pemakai. suasana hati atau perasaan. Namun jika zat-zat tersebut digunakan untuk maksud lain. rasa sakit diseluruh tubuh. baik dengan ditelan melalui mulut.dan hati. tersebut dapat mengubah pikiran. Zat-zat kimia. mual-mual. dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui urat darah. Pemakaian secara terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis. panik. umumnya dalam dunia pengobatan zat-zat kimia yang masuk ke dalam NAPZA sering dimanfaatkan oleh para dokter sebagai zat yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit dan juga obat penenang bagi pasiennya dengan penggunaan sesuai dosis yang diperlukan. d) Kecanduan Obat (Adiksi) adalah suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. maka hal tersebut dapat dianggap sebagai “penyalahgunaan” (dalam Marviana. 2000) Berikut ini adalah berbagai istilah yang berkenaan dengan penyalahgunaan NAPZA: a) Intoksikasi/Overdosis (Keracunan) adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. biasanya digunakan secara bersamaan antara putaw. Pengertian diatas didasarkan pada berbagai definisi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Undangundang No. suhu badan meningkat atau menurun. OD sering terjadi bila menggunakan narkoba dalam jumlah banyak dengan rentang waktu terlalu singkat. c) Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) adalah gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat. Atau menelan obat tidur secara berlebihan. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. 45 . heroin digunakan bersama alkohol. Psikotropika adalah “zat atau obat. misalnya sebagai cara untuk menghibur diri. paru-paru. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. dan dapat menimbulkan ketergantungan”. pil.

kecemasan. heroin. 3. morphin. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. 2. untuk membantu orang tidur. Contohnya: morfin. dan obat tidur trankuiliser atau obat penenang. pethidin. dll. kodein). Efek yang ditimbulkan NAPZA Kalau dilihat menurut efeknya pada sistem saraf pusat pemakai. crack. heroin. Contoh opida/opiate (opium. kodein. kafein. kokain. narkoba dan zat adiktif lainnya dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis : a) Depresan Obat jenis ini menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu aktivitas tubuh. narkotika terbagi menjadi 3 golongan. dan lain-lain. 46 . b) Semi sintesis Yaitu jenis zat/obat yang diproses sedemikian rupa melalui proses fermentasi. c) Sintesis Adalah zat/obat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1930-an untuk keperluan medis dan penelitian yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan penekan batuk (antitusif) seperti amfetamin. dan kegunaan kedokteran lainnya. deksafetamin. alkohol. Obat penenang depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut „ benzodiazepine‟. Obat anti depresan ini dapat membuat pemakai merasa tenang. tanpa adanya proses fermentasi atau produksi. memberikan rasa melambung tinggi.e) Dependensi (Ketergantungan) suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. yaitu: a) Alami Merupakan jenis zat/obat yang diambil langsung dari alam. Beberapa orang menyalahgunakan obat penenang karena efeknya menenangkan. psikocybin. Misalnya: ganja. Penggolongan NAPZA Berdasarkan proses pembuatannya. opium. Obatobat ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stress.

hangat. Heroin atau Putaw umumnya disalahgunakan dengan cara dihirup melalui hidung. Heroin juga memiliki turunan yaitu Putaw. pusing. Sering digunakan oleh para dokter sebagai penghilang rasa sakit. Morfin adalah zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. Efek psikologis dari penggunaan heroin dan putaw diantaranya adalah meliputi perasaan bebas dari rasa sakit.1. Bubuk ini mengandung morfin dan kodein yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit. dan keinginan bersuka ria. yaitu dengan memanaskan bubuk heroin di atas kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas alumunium foil dan menghisap asapnya dengan menggunakan pipa kecil atau gulungan kertas. b. Heroin memiliki kekuatan dua kali lipat daripada morfin sehingga ketergantungan heroin akan lebih hebat dibandingkan dengan morfin. Perasaan menyenangkan tersebut berasal dari 47 . Berikut ini adalah obat-obat yang termasuk opioda yaitu: a. c. jalanan. rasa dingin dan perasaan tegang dengan diiringi perasaan senang. Opioda Sumber: google. Heroin adalah zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi.com Opioda merupakan zat yang diambil dari bagian pohon “Poppy” yang pertama kali ditemukan di Asia Kecil dan umumnya digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir sampai akhirnya tersebar hingga India dan China. Opiat/Opium adalah obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy yang dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk bunga opium. Pada abad XVIII pemerintah China mengimpor dan menjual dan menggunakan opioda sebagai obat untuk menimbulkan rasa senang.

Efek psikologisnya dapat menimbulkan rasa gembira. Efeknya agak berbeda antara satu dengan obat lainnya. Disalahgunakan dengan ditelah bersama dengan minuman. Jaringan otak yang bertanggung jawab untuk kenikmatan secara seksual atau kenikmatan dari makan makanan yang memuaskan (Begley. namun sejumlah stimultan menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri. teransang.com b) Stimultan Stimultan seperti amphetamin dan kokain adalah zat psikoaktif yang meningkatkan aktivitas sistem saraf. dihirup hidung dengan pipa kecil (snorting) atau melalui injeksi pada pembuluh darah. 48 . 2001).kemampuan opiate untuk menstimulasi sirkut kenikmatan otak secara langsung. dihisap seperti rokok. 1. Kokain Merupakan zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca). bertambahnya tenaga. Sumber: google. meningkatkan percaya diri serta mencapai perasaan sukses.

mengurangi rasa kantuk serta mengurangi rasa lelah dan bosan atau menurunkan berat badan. Perilaku agresif juga dapat terjadi. meningkatkan konsentrasi. atau dilinting dalam rokok.com 49 . terutama bila obat dihisap atau disuntikkan melalui vena (APA. kapsul. serta bentuk lainnya yang digunakan dalam pengobatan medis sebagai obat penahan rasa lapar. meningkatkan rasa percaya diri. Efek penggunaannya dapat meningkatkan kewaspadaan.com 2. 2000). disuntik. Sumber: google. Amfetamin Amfetamin umumnya ditemukan dalam bentuk tablet.Sumber: google. Penggunaannya dengan ditelan. dihisap.

Sumber: google. Umumnya orang mungkin tidak berpikir kafein sebagai penyalahgunaan. dan tembakau asap. Selain itu juga dapat menghasilkan reaksi kecanduan yang dikenal sebagai caffeinism. kulit berkeringat. mual dan muntah. kesulitan dalam berkonsentrasi. meningkatkan resiko flu. coklat atau minuman soda. resah. gampang tersinggung dan penurunan detak jantung. Nikotin dan karbon monoksida yang dilepaskan dalam asap rokok adalah faktor penting yang menyebabkan atau memperburuk penyakit jantung koroner. Kafein Kafein merupakan zat peransang yang biasa ditemukan dalam obat generik. atau keracunan kafein yang akan menyebabkan kegelisahan. Nikotin Zat nikotin umumnya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok. the. dan insomnia. ketegangan dan kegelisahan. Gejala khas dari nikotin termasuk juga keinginan terus-menerus untuk substansi. gelisah. Efek fisiologis utama dari kafein adalah merangsang saraf pusat dan otot rangka. itu adalah dalam kategori obat-obatan psikoaktif. gugup. substansi. kebingungan dan pusing serta diare. mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan mental. cerutu. dan ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif seperti sebelumnya. 50 . Nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan.3. kopi.com 4. Individu yang menggunakan kafein dalam jangka panjang dan berlebihan akan mengalami efek psikologis seperti: cepat marah. hiperaktif.

LSD juga memberi efek halusinasi sehingga pemakai dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain seperti khayalannya. Bahan Pelarut Merupakan zat organik (karbon) yang dapat menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Yang biasanya digunakan adalah bahanbahan pelarut seperti lem. Efek bagi penggunanya hampir sama seperti minuman beralkohol tetapi membuat mabuk dengan lebih cepat dan efeknya menghilang beberapa menit setelah menggunakannya.Sumber: google.com 5. 1. Hal tersebut akan berbahaya bagi si pemakai karena dia akan bertingkah laku sesuai dengan apa yang dia khayalkan. erosol. Efek penggunaannya bisa menimbulkan perasaan “ fly” yang timbul dari 30-60 menit setelah menggunakannya dan mencapai puncak pada 2-6 jam kemudian. inhalasia serta cairan penghapus. merusak hati dan ginjal hingga menyebabkan kematian. gula batok. LSD tersedia dalam berbagai bentuk baik kapsul. Efek jangka panjang bisa mempengaruhi kontrol motorik tubuh. Pengguna sendiri menyatakan LSD “memperluas kesadaran dan 51 . thiner. solven. Istilah yang paling umum untuk hal ini adalah “glue sniffing” (ngelem). c) Halusinogen Halusinogen merupakan zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran juga seringkali menciptakan sebuah gambaran hanya bisa dilihat oleh si pengguna dan membuat perasaannya terganggu. dll. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) LSD berasal dari jamur yang tumbuh pada kotoran sapi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk bubuk putih yang dapat larut dalam air.

membuka dunia baruseolah mereka melihat suatu kenyataan yang melampaui kenyataan yang biasa”. Kecelakaan fatal kerap terjadi selama perjalanan dengan LSD. 1979: 122). bahkan mereka akan mengalami speech block.com 52 . karena mereka tidak dapat mengingat apa saja yang ingin mereka 52atakana. kenikmatan tersebut akan berubah menjadi kecemasan. Kandungan kimia dari tumbuhan ini yang dapat menimbulkan efek psikoaktif dinamakan delta tetra hydrocannabinol atau lebih sering disingkat THC. Penyalahgunaan kronis PCP dapat menghasilkan ketergantungan dan berbagai gangguan mental 52atakan. perubahan abnormal pada suasana hati. akibatnya. Ingatannya akan terserang. mengigau. Sumber: google. Pada saat penggunaannya memuncak. termasuk mabuk. Seseorang dapat mengalami paranoia dalam pikiran dan perasaan. 3. Mariyuana Marijuana / ganja terdiri dari daun kering dan bagian atas bunga (biji atau bunga) dari tumbuhan Cannabis Sativa dan Cannabis Indica. Phencylidine (PCP) Phencyclidine (PCP) pertama kali diuji di laboratorium farmakologi selama tahun 1950-an potensi untuk digunakan sebagai obat bius. Penggunaan ganja bisa merasakan kenikmatan. hingga halusinasi dan delusi. tetapi efek samping seperti gelisah dan delirium mencegah penerimaan medisnya (Schuckit. dan delusi. 2. Pengguna dapat merasa 52atak dan takut kehilangan kendali atau kewarasan. dan sulit berkonsentrasi. tidak bisa istirahat. bingung. Beberapa mengalami ketakutan yang amat sangat akan kematian.

Perasaan dikucilkan pihak-pihak ini kemudian menyebabkan si penyalahguna bergabung dengan kelompok orang-orang serupa. yaitu para penyalahguna NAPZA juga Semua akibat ini berujung pada meningkatkannya perilaku penyalahgunaan NAPZA. malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA. apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja. terutama karena pemakaian berlebih (overdosis) dan kematian karena AIDS (akibat pemakaian NAPZA melalui jarum suntik bersama dengan orang yang sudah terinfeksi HIV). Penyalahgunaan NAPZA pada dasarnya membahayakan seluruh tubuh. pihak sekolah atau pekerjaan. Cara yang kemudian ditempuh untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi mental itu adalah dengan mengkonsumsi lagi NAPZA. Dampak Penyalahgunaan NAPZA Paling tidak terdapat 3 aspek akibat langsung penyalahgunaan NAPZA yang berujung pada menguatnya ketergantungan. c) Secara sosial: dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. Sehingga perasaan. ketakutan. teman-teman. Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga. a) Secara fisik: penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang. cemas. Sehingga muncul konflik dengan orang tua. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. Keduanya menyebabkan seseorang untuk berusaha terus-menerus mengkonsumsi NAPZA. Peningkatan jumlah orang dengan HIV positif di Indonesia akhir-akhir ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA. 53 . d) Pemakaian NAPZA secara berlebihan menyebabkan kematian. Beberapa dampak yang sering terjadi dari peningkatan ini adalah sebagai berikut: a) Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri dan menipu orang lain untuk mendapatkan uang membeli NAPZA. Sudah terlalu banyak kasus kematian terjadi akibat pemakaian NAPZA. Berbagai gangguan psikis atau kejiwaan yang sering dialami oleh mereka yang menyalahgunakan NAPZA antara lain rasa tertekan. Hal ini terlihat dari peningkatan dosis yang semakin lama semakin besar dan gejala putus obat. Ketergantungan pada NAPZA juga menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilakunormal.4. pikiran dan perilakunya dipengaruhi oleh zat yang dipakainya. agresif.kasar. b) Menurun bahkan menghilangnya produktivitas pemakai. ingin bunuh diri. b) Secara psikis: berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental. seperti rasa bersalah. Gejala over dosis pada penyalahguna NAPZA menjadi lebih besar karena batas toleransi seseorang sering tidak disadari oleh yang bersangkutan. c) Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV. dll. marah.

Heroin: zat turunan dari morfin melalui suatu proses kimiawi.H. memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri.  Dependensi (Ketergantungan): suatu keadaan yang lebih ekstrim dari kecanduan dimana pemakai akan selalu membuthkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar baik secara fisik maupun psikologis hingga mengabaikan hampir seluruh aspek kehidupan lainnya. suhu badan meningkat atau menurun.  Kecanduan Obat (Adiksi): suatu keadaan dimana seorang pemakai merasa kecanduan atau ketagihan pada pemakaian obat/zat tersebut sehingga menimbulkan akibat-akibat buruk. Rehabilitasi: tempat penanganan individu ketergantungan obat-obat terlarang. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.     Zat-zat adiktif: zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan. hilangnya rasa. Glosarium  Alkohol: Minuman yang memabukkan. Praktisi: ahli dalam bidangnya.   54 .  Depresan : jenis obat yang dapat membuat pemakai merasa tenang. dll.  Opiat/Opium: obat berupa bubuk yang berasal dari getah tanaman poppy termasuk ke dalam golongan zat depresan Morfin: zat turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah pohon poppy dengan bahan-bahan kimia lain. dan dapat menimbulkan ketergantungan”.  Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat): gejala-gejala yang timbul seperti berkeringat.  Intoksikasi/Overdosis (Keracunan): gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa diterima oleh tubuh. memberikan rasa melambung tinggi. rasa sakit diseluruh tubuh. Obat-obat terlarang: obat-obat yang dilarang untuk dikonsumsi karena dapat menimbulkan ketergantungan. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. panik.  Halusinogen: zat atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi  Stimultan seperti amphetamin dan kokain: jenis obat yang dapat menyebabkan perasaan senang dan kepercayaan diri.  Benzodiazepine: kelompok obat yang biasa dipakai oleh dokter sebagai obat penenang. mual-mual.  Toleransi: ditujukan pada pemakai yang akan selalu membutuhkan zat yang lebih banyak (peningkatan dosis) untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.  “glue sniffing” (ngelem): aktivitas individu penyalahguna bahan pelarut.  Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi  Psikotropika : zat atau obat.

Jakarta: PKBI Novianita.com. (2011). Sumber Marviana. (2010). (2011). (2000). [17 Maret 2012]. 55 . Bandung: Mitra Citra Remaja.  Kafein: zat yang dapat meningkatkan kesadaran dan biasa ditemukan pada minuman seperti kopi atau the. [Online].  Phencyclidine (PCP): zat yang biasa dipakai sebagai obat bius dalam ilmu kedokteran.e-psikologi.  Amphetamin: obat yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat penahan rasa lapar. I. G. Bandung: UPI Tambunan. R.M. dkk. Kokain : Zat peransang yang sangat kuat berupa bubuk kristal putih yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca).  Kafeinism: kecanduan kafein  Nikotin: zat stimultan yang biasa ditemukan di produk tembakau seperti rokok. Modul 5: NAPZA. D. Modul Basic Knowloedge. 7: Penyalahgunaan dan Ketergantungan Obat-obatan. Makalah Kel. Akibat Penyalahgunaan NAPZA. Tersedia: http://www. Tim PLA Jurusan Psikologi UPI.

Community Orginazier & Public Speaking 1. Keterampilan Konseling 2. Keterampilan Public Speaking dan Pengembangan Diri 56 .

dan perlengkapan role play. (5 menit) 5. Fasilitator membagi para kader secara berpasang-pasangan. 2. Metode Presentasi. (5 menit). Fasilitator menutup kegiatan pelatihan. Memahami pengertian. Proses Pembelajaran 1. Diskusi. Fasilitator menjelaskan materi konseling dengan metode ceramah dan tanya jawab. (5 menit). (10 menit) 6. sebagai konselor dan klien (dalam situasi saling tatap muka) dengan kedudukannya yang setara untuk bekerja sama dalam upaya membantu 57 . Kelompok lain dan fasilitator memberikan komentar atau masukan (15 menit) 8. (20 menit). Tiap pasangan yang tampil diobservasi oleh pasangan yang lain dan menuliskan kekurangan dan kelebihan kelompok yang lain (50 menit). Fasilitator melakukan role play proses konseling. lembar bacaan. B. 7. 3. kemampuan berfungsi dan menghadapi hidup dengan lebih baik . C. tujuan. 4. Pengertian konseling Konseling adalah suatu hubungan di mana sedikitnya satu di antara pihak-pihak yang terlibat mempunyai maksud membantu pihak lain untuk meningkatkan perkembangan dirinya. F. Output Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan para kader mampu: 1. kedewasaan. Tiap pasangan melakukan role play proses konseling sesuai dengan kasus yang didapat. Tujuan Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para kader dapat memahami tentang bagaimana proses konseling pada remaja. Tiap pasangan mendiskusikan kasus/permasalahan remaja yang sudah ditentukan oleh masing-masing pasangan. Berperan sebagai peer counselor dengan mengaplikasikan pengetahuan mengenai konseling. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. dan Role Play E. 2. Lembar Bacaan 1. Waktu 120 menit D. Tiap pasangan diberi waktu role play masing-masing 5 menit.KONSELING REMAJA A. G. Alat Pendukung Alat bantu visual. Dalam konseling terjadi proses hubungan saling membantu dimana dua pihak. kompetensi yang diperlukan dan proses konseling. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader.

perilaku seksual. lebih dapat mngerti dirinya. Empati dapat ditunjukkan melalui sikap memahami perasaan klien sebayamu dan bisa membayangkan seandainya kamu memiliki maslah serupa dengan masalah kliemu tersebut. Tujuan Konseling pada Remaja Mengapa teman sebayamu membutuhkan konseling? a) Membantu teman sebayamu agar mampu memahami masalah yang sedang dihadapi b) Memberi informasi yang berkaitan dengan masalah teman sebayamu tanpa memihak dan memerikan informasi tentang jangkauan kepada berbagai sumber daya/ fasilitas kesehatan c) Mendorong teman sebayamu menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah d) Membantu teman sebayamu untuk mengambil keputusan tersebut dnegan bertanggung jawab e) Memberikan dukungan emosi.klien menolong dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam kehidupannya. 58 . kesulitan belajar. Kompetensi Berikut ini adalah kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh peer konselor antara lain: a) Pengetahuan Untuk menjadi peer konselor yang harus dimiliki mengenai karakteristik remaja dan maslaahmaslaah kesehatan yang teman sebaya hadapi terutama berkaitan dengan perilaku beresiko. 2. Konseling dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Tugas Peer Konselor Tugas peer counselor adalah sebagai berikut: a) Sebagai pendengar yang baik bagi curhat klien sebayamu b) Mmabantu petugas PKPR atau pendampingmu untuk menemukan sedini mungkin masalah yang dialmai klien sebaya c) Membantu menyelesaikan masalah klien sebaya sesyai dnegan kemampuan d) Memberikan informasi/ pengetahuan yang benar tentang kesehatan remaja e) Mangajak (merujuk) klien sebayamu ke ahli jika masalahnya di luar kemmapuanmu untuk membantunya 4. dan lebih dapat mneyesuaikan dirinya. kesehatan reproduksi secara umum. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). b) Sikap 1) Empati Sebagai konselor sebaya. dn masalah-masalah kesehatan lainnya. HIV-AIDS. mengurangi kekhawatiran dan penderitaan teman sebayamu 3. Kelebihan konseling kelompo adlah memberikan kesempatan klien untuk belajar dari pengalaman orang lain. Infeksi Menular Seksual (IMS). seperti maslah pacaran. kamu perlu memahami apa yang dirasakan oleh klien sebaya tetapi masih dapat memisahkan perasaan itu dengan diri sendiri.

Tidak membeda-bedakan klien sebayamu. c. Dalam mendengar aktif. d. g. Bernai bertanggung jawab terhadap setiap tindakanmu. f. f. Bisa menerima dirimu apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan.2) Kongruensi Sebagai konselor sebaya. tingkat sosial ekonomi. Kamu dapat dipercaya dan akan menyimpan rahasia c) Keterampilan 1) Mendengar aktif Konseling melibatkan kemampuan mendengar aktif. a. Ciri-ciri kongruensi dapat terlihat dari sikapmu sebagai berikut: a. Bisa mengendalikan emosi. Apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. misalnya jika temanmu tersebut adalah orang yang kurang pandai. jenis kelamin. b. g. agama. nilai-nilai kesopanan. e. orientasi seks maupun pilihan pekerjaan yang tidak lazim seperti pekerja seks dan lain-lain. Kamu dapat mengecek kembali apakah pemahamanmu terhadap pesan yang disampaikan oleh klien sebayamu sudha benar atau belum. seperti nilai-nilai berpacaran. ras. Sungguh-sungguh ingin membantu klien sebayamu. suku. c. Bisa menjadi sahabat bagi klien sebayamu yang sedang bermasalah. nilai-nilai menyontek. Peka terhadap kepentingan orang lain. 3) Penerimaan tanpa syarat Sebagai konselor sebaya. b. e. kamu diharapkan bisa menghargai dan menerima nilai-nilai klien sebayamu yang bisa jadi berbeda dengan nilai-nilai yang kamu milik. Mau belajar memecahkan masalahmu sendiri. kamu perlu memahami dirimu sendiri. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari mendengar aktif. Mendengarkan curhat klien sebayamu dengan sabar. kamu harus mampu mengajak temanmu tersebut (merujuk) ke pihak lain yang lebih kompeten. umur tingkat pendidikan. atau justru temanmu jauh lebih pandai darimu. kamu bukan hanya sekedar mendengar melainkan juga menyimak dan mampu menyampaikan kembali apa yang kamu dengar. 59 . b. Sikap penerimaan tanpa syarat bisa terlihat dari: a. baik berdasarkan jenis masalah yang sedang dihadapi. Kamu menerima keterbatasan dan kelebihan klien sebayamu. Mengerti keterbatasan diri sendiri sehingga kalau klien sebayamu memiliki masalah masalah dimana kamu tidak dapat membantunya. d. Klien sebayamu akan sangat menghargai bila merasa didengarkan. emosional. dan sebagainya. Tidak menghakimu klien sebayamu maupun perilakunya meskipun menurut pandanganmu temanmu tersebut salah.

gelisah. Komunikasi Nonverbal 1. memegang tangan. senang. Parafrasing (Refleksi Isi) Pernyataanmu yang menyebutkan esensi dari isi pesan klien sebayamu yang disampaikan dengan menggunakan kata-katamu sendiri (kata-kata yang berbeda dari apa yang diucapkan oleh klien sebaya). c) Suara d) Kontak mata e) Sentuhan 60 . terus bergerak. takut. Refleksi Makna Merupakan gabungan refleksi isi dan redleksi perasaan. melihat ke jalan/jam/handphone terus menerus b) Ekspresi        Wajah tersenyum. kecewa. Mencegah timbulnya rasa marah klien sebayamu d. dengan merefleksikan perasaan. Bahasa tubuh a) Gerakan dan posisi tubuh   Rileks. condong ke arah klien sebaya yang diajak bicara Hindari: menunduk. tangan membuat gerakan tertentu. Selain itu terdapat berbagai teknik yang perlu dikuasai dari bisa mendengar aktif.c. marah. b. Membantumu untuk mengingat apa yang diaktakan oleh klien sebayamu e. kesal. akan membantu klien sebaya untuk mencari perasaan yang ada di balik pesan verbalnya. bingung Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Menatap mata klien remaja tanpa ketegangan Menepuk bahu. 2) Komunikasi non verbal-verbal a. menunjukkan minat Hindari: muram. Refleksi Perasaan Pada refleksi perasaan. yaitu: a. konselor harus bisa menangkap dan mengungkapkan kembali isi perasaan yang dirasakan oleh klien sebaya dalam bentuk kata-kata yang diucapkan kembali oleh konselor sebaya. c. Membantumu untuk menjaga hubungan baik dengan klien sebayamu karena kamu tidak mengguruinya.

Menyimpulkan Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindarkan  Menghakimi  Mengkritik misalnya “Apa kamu belum mengerti juga”  Memberikan julukan “Kamu kok tolol”  Mengasumsi “Anda tidak suka dengan sikap saya”  Menyindir “Kamu hebat ya.. Hal yang perlu diperhatikan:  Konselor sebaya tidak secara spontan dipercaya oleh klien sebaya. tidak pakai kondom malah tidak tertular”  Memberikan solusi :  Memerintahkan “Akan lebih baik bila kamu . Proses Konseling Dalam proses konseling..”  Menghindar  Membelokkan “Olahraga apa yang kamu lakukan sekarang?”  Argumen logik “ Satu-satunya cara agar tidak tertular HIV adalah tidak „pakai‟ lagi”  Menentramkan “Ya sudah. apa yang kamu lakukan”  Menasehati “kamu akan lebih baik bila ... Menafsirkan dengan benar 3. a) Greet – Salam Tujuan : Membangun hubungan untuk mencairkan suasana suapaya klien merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan masalahnya. Komunikasi Verbal 1. akan tetapi perlu dibina melalui sikap dan perilaku konselor sebaya. maka .b. badai pasti berlalu . Klarifikasi.. Menjaga alur pembicaraan dengan cara paraphrasng yang bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas pernyataan klien sebaya dan membantunya untuk dapat memfokuskan pembicaraan dan merefleksikan pembicaraan 2.”  Mengancam “ Kalau kamu tidak lakukan. Oleh karena itu. Tidak memotong pembicaraan 4. 61 .” 5.. siapa yang pergi bersamamu.. dengan cara mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup sesuai kebutuhan 5.. konselor dapat menggunakan langkah-langkah yang disebut gather atau satu tuju.. sebaiknya konselor sebayalah yang terlebih dahulu memberikan salam dan memperkenalkan diri..”  Moralisasi “Kamu seharusnya . berempati dan mengerti perasaan mereka.”  Pertanyaan berlebihan “kamu pergi kemana.

 Pakailah bahasa yang mudah dimengeti oleh klien sebaya. 62 Contoh pertanyaan yang bisa menggali perasaan remaja agar lebih terbuka: Dari jawaban yang diberikan kita bisa melakukan probing (menggali lebih dalam) untuk: . Hal-hal yang perlu diperhatikan:             Ajukan pertanyaan dengan tenang dan perlahan Jangan memaksa dan hindari suara seperti menginterogasi Memahami perilaku... situasi klien sebaya dan alasannya datang untuk meminta bantuan dan mengidentifikasi masalah. (sesuai kasus)?” “Apa kebiasaan yang kamu lakukan sehari-hari?” “Coba ceritakan masalahmu?” Mengetahui lebih jels dan dalam berdasarkan jawabn yang sudah diberikan oleh klien sebaya Mengetahui apakah pemahaman konselor sebaya sudah sesuai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh klien sebaya.. silakan duduk. (sesuai masalah/keluhan yang diungkapkan)”. Contoh salam dan perkenalan 1) Salam Konselor sebaya dapat memberi salam sambil menjabat tangan. Contoh:   “Tadi kamu bilang merasa tidak nyaman dengan sikap pacarmu yang suka memaksa. merangkul atau menepuk pundak klien sebaya remaja da mengucapkan :  “Halo apa kabar. Tolong jelaskan apa yang kamu maksud dengan sikapnya yang memaksa?” “Jadi menurutmu sebenarnya kamu tidak suka kalau pacarmu . b) Ask – Tanyakan Tujuan: Mengetahui secara mendalam tentang perasaan klien sebaya.. bagaimana perjalanannya?” 2) Perkenalan Konselor sebaya memperkenalkan diri sebaik mungkin dan buat klien sebaya merasa nyaman agar klien sebaya dapat memperkenalkan diri sebaliknya dengan baik pula. pemikiran dan perasaan klien sebaya Biarkan klien sebaya menceritakan dan merumuskan masalahnya Konselor sebaya menggali untuk mengetahui apakah masalah ada pada klien sendiri atau orang lain “Bagaimana keadaanmu saat ini di sekolah?” “Apa saja yang kamu ketahui mengenai masalah yang kamu hadapi?” “Bagaimana tanggapan teman tentang masalah . selamat datang (sesuaikan dengan lokasi)  “Selamat datang.. jangan terburu-buru. temponya sesuaikan dengan keadaan klien sebaya.

sahabat. dengan 63 . Petugasnya ramah kok. pacar.   “Siapa saja yang sudah tahu mengenai kekhawatiranmu ini?” Bagaimana tanggapan ornag sekitarmu (teman. Tapi kalo kamu malu nanti bisa saya natar ke sana”.  Apakah sudah mampu berelasi lebih baik 2. “Jika kamu sudah memutuskan untuk melakukan tes urin. orangtua. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Mengingatkan kembali resiko-resiko yang mungkin muncul atas keputusannya. dll) mengenai kekhawatiranmu ini?” “Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari hubungan dengan pacarmu?” c) Explain – Jelaskan Tujuan: Menjelaskan kepada klien sebaya apa yang perlu dilakukan setelah mengambil keputusan. Evaluasi Sebagai persiapan mengakhiri konseling. termasuk konsekuensinya. Hal-hal yang perlu dievaluasi mencakup :  Apakah masalah dan gejala hilang atau berkurang  Masih adakah perasaan-perasaan yang menimbulkan stress  Apakah klien remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah  Sejauh apakah pemahaman diri klien sebaya dan orang lian. maka kamu bisa pergi ke Puskesmas PKPR. d) Return – Undang Tujuan:   Mengevaluasi proses konseling apakah sudah sesuai dengan kebutuhan klien sebaya Mengakhiri proses konseling (terminasi) dengan tetap membuka kesempatan bagi klien sebaya untuk tindak lanjut atau kembali kalu diperlukan. pasangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. konselor sebaya. Terminasi  Konselor sebaya perlu mencegah kemungkinan terjadinya ketergantungan klien sebaya terhadap dirinya yaitu dengan member kesempatan klien sebaya untuk menjalankan keputusannya. Contoh:   “Kalau kamu mau menyelesaikan maslaahmu dengan cara bilang jujur kepada pacarmu bahwa kamu terlambat haid. konselor sebaya perlu melakukan evaluasi bersama klien sebaya terhadap hasil konsleing untuk mengetahui apakah klien sebaya merasa benar-benar terbantu selama proses konseling. maka harus siap ditinggalkannya”.

H.tetap meyakinkan klien sebaya bahwa ia bisa datang lagi sesuai keperluannya atau jika ia merasa memerlukan. Teknik Konseling Kesehatan Remaja bagi Konselor Sebaya. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI LAMPIRAN Format Penilaian Keterampilan Konselor Komunikasi Non Verbal Posisi duduk Rileks Condong ke arah klien Ekspresi Senyum Antusias Suara Volume cukup terdengar Bicara tidak cepat Nada bicara tenang Kontak mata Menatap mata klien Sentuhan Menepuk bahu Memegang tangan Komunikasi Verbal Tidak menghakimi Tidak mengkritik Tidak memberi julukan/ label Tidak berasumsi Tidak menyindir Tidak memberikan Tidak memerintah solusi Tidak mengancam Tidak moralisasi Tidak bertanya berlebihan Tidak menasehati Tidak menghindari Tidak membelokkan masalah masalah Tidak menghibur Tidak berargumen Mendengar Aktif Refleksi Isi Refleksi Perasaan Refleksi Makna GATHER Greet Ask Tell Help Explain Return Ya Tidak Keterangan 64 . Kementrian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Sumber Direktorat Bina Kesehatan Anak.  Keputusan untuk menghentikan konseling adalah usaha bersama antara klien sebaya dan konselor sebaya. 2010.

Fasilitator meminta peserta melingkar dan melemparkan bola secara spontan pada peserta. 10. 2. Memahami dan paham mengenai 10 kompetensi psikososial 2. Fasilitator mengajak peserta berdiskusi mengenai apa yang terjadi dan manfaat dari permainan (10 menit). Tujuan Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada peserta yang dapat mereka gunakan sebagai bekal mereka nanti sebagai kader puskesmas bagi remaja. Fasilitator menjelaskan peraturan permainan (5 menit). Waktu 120 menit. 65 . Peserta yang terkena lemparan bola kepada peserta lain harus segera menyebutkan sifat positif. Mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif melalui penerapan 10 kompetensi psikososial. Proses role play (15 menit) 7. 5. 8. Alat Pendukung Alat bantu visual. B. Fasilitator menjelaskan tentang peraturan permainan. kapur tulis. F. C. diskusi. 9. dan citacitanya. 4. Output Setelah proses pembelajaran selesai. Fasilitator menjelaskan kepada peserta mengenai tema kegiatan. 3. Tumbuhnya sikap dan kepedulian terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan 10 kompetensi psikososial. tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh para kader. Fasilitator melakukan diskusi mengenai tujuan dari permainan jembatan gantung. D. dan bola kertas. Proses Pembelajaran 1. Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing dan menyimpulkan tujuan dari roleplay sebelumnya (10 menit). Metode Role play. (Jembatan Gantung) 3. korek api.PENGENALAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) A. Bola dilempar hingga semua peserta mendapat giliran (15 menit). (5 menit). Fasilitator meminta peserta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan dan mempersiapkan mereka untuk melakukan role play mengenai kasus remaja. dan permainan E. Permainan jembatan gantung dilaksanakan (30 menit). sifat negative. (5 menit) 6. peserta diharapkan mampu untuk: 1.

Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam Kehidupan sehari-hari mereka masih cenderung mementingkan diri sendiri. lemah semangat). menilai dan mengantisipasi tantangan masa depan. b) Empati Empati adalah kemampuan untuk memposisikan peraaan orang lain pada diri sendiri. kekuatan. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan kesadaran diri (pembelajaran efektif). Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mamu memahami orang lain sehingga dapat hidup berkelompok. 66 . Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan kemampuan menguraikan informasi atau permalahan. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemandirian dan integritas diri. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah mampu menghadapi berbagai permasalahn dengan cara yang tepat dan cepat. dan kurang peduli terhadap lingkungan. mudah terpengaruh oleh orang lain. mendorong dan memberi semangat serta toleransi antar sesama. Tidak berkembangnya kompetensi ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi frustasi. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah kemmapuan mengambil keputusan yang tepat. merauka diri sendiri.G. sehingga tidak terlalu mudah untuk memahami perasaan orang lain. mengikuti atau meniru hal-hal yang sedang trend. c) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk menentukan pilihan yang tepat secara konstruktif dari berbagai alternatif yang ada. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih banyak remaja yang masih perlu dibantu dalam mengambil keputusan yang tepat. tenggelam dalam kesalahan. empati dapat membantu seseorang untuk bisa menerima satu sama lain. dan gagal memnafaatkannya untuk kemajuan. d) Pemecahan Masalah Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. kelemahan. menghubungkan pemasalahan dengan hal-hal yang relevan. keinginan dan ketidakinginan remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini karena masih berada pada tahap transisi. menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalannya. Lembar Bacaan 1. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja menjadi cengeng (tidak mandiri. menganalisis diri. putus asa atau asal-asalan dalam menentukan langkah. saling menolong. KOMPETENSI PSIKOSOSIAL a) Kesadaran Diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenal diri sendiri tentang karakter.

f) Berfikir kreatif Berfikir kreatif adlaah kemampuan membuat ide baru dnegan menganalisis informasi dan berbagai pengalaman. Tidka berkembangnya kompetensi ini pada remaja akan menyebabkan mereka merasa terkucil dan sulit mencari teman. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan seharihari diperlukan kemampuan mengendaikan emosi. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena remaja membutuhkan jaringan dan kelompok yang dapat memberikan dorongan dan dukungan. mengendalikan diri agar mampu menghadapi situasi yang emosional dengan tenag.e) Berfikir kritis Berfikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi dan pengalaman-pengalamn secara objektif. i) Pengendalian emosi Merupakan suatu kemampuan untuk meredam gejolak emosi sehingga bermanifestasi dalam perilaku yang terkendali. cenderung meniru dan malas. h) Hubungan interpersonal Kompetensi hubungan interpersonal adalah kemampuan yang dapat menolong kita berinteraksi dengan sesama kompetensi positif dan harmonis. Pengembangan kemampuan psikososial ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan dalam melakukan interaksi yang menyenangkan. Target komunikasi efektif ini adalah kemampuan menyampaikan pesan yang dapat dipahami dan membina hubungan baik. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah mampu berinovasi untuk menemukan ide-ide baru. merasa tidak nyaman dalam beraktifitas serta selalu merasa kesepian dan kurang mampu. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mengalami kegagalan berkomunikasi dengan pihak lain yang menyebabkan kurang baiknya hubungan pribadi. agresif. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja tidak produktif. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini menyebabkan remaja sulit memahami sebuah fakta dengan benar. melakukan uji coba dan eksplorasi dalam mencitakan ide baru. Target pengembangan kompetensi psikososial ini adalah kemampuan menganalisis situasi atau masalah. tidak tenang dan mudah tersinggung. Tidak berkembangnya kompetensi psikososial ini pada remaja menyebabkan remaja mudah marah. Target pengembangan kompetesi psikososial ini pada remaja adalah kemampuan berinteraksi positif dengan orang lain. baik dengan teman sebaya dan orang tua maupun orang dewasa lainnya. Remaja harus mengembangkan kompetensi psikososial ini. g) Komunikasi efektif Kompetensi komunikasi efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan sehingga dimengerti oleh orang lain maupun kelompok di lingkungannya. Target pengembangan 67 . untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan kemampuan komunikasi secara efektif.

Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. apsif. dan tidak berdaya. agar cepat pulih dan melakukan pengembangan diri. Tidak berkembangnya kompetensi psikosoal ini pada remaja menyebabkan mereka menjadi lamban. 68 . bagaimana efeknya dancara mengontrol diri terhadpa stres. j) Mengatasi stress Kemampuan mengatasi stres adalah kemampuan pengenalan sumber yang menyebabkan stres dalam kehidupan. (2011). H.kompetensi psikososial ini adalah kemampuan untuk meredam gejolak emosi dan melatih pengungkapan emosi secara positif. Remaja harus mengembangkan kompetensi ini karena dalam kehidupan sehari-hari remaja masih rentan dalam menghadapi kesulitan an kegagaln dan membutuhkan kemampuan bertahan dan bangkit dari keterpurukan. Target pengembangan kompetensi psikososial ini pada remaja adalah ketegaran (resiliensi). Sumber Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. tidak termotivasi.

Sasaran Metode Tempat Proses kegiatan 1. melalui pengembangan kompetensi psikososial terutama: Alat perlengkapan : Alat bantu visual dan scenario bermain peran. Tujuan Khusus 1. Pengambilan keputusan d. j. Penilaian Ukuran : ada proses pemahaman terhadap 10 aspek kompetensi psikososial 69 . Peserta bebas menyampaikan perasaannya. Briefing (5 menit)  Fasilitator menjelaskan judul dan peraturan roleplay 2.Remaja perempuan yang dipaksa .  Fasilitator menanyakan apa yang dirasakan dalam memerankan peran masing-masing. g. Berpikir kreatif 4.  Fasilitator kemudian menyimpulkan bahwa dibutuhkan keterampilan 10 kompetensi psikososial untuk menghadapi tekanan lingkungan.Remaja laki-laki yang memaksa . h. Berpikir kritis 3. : Role Play : Dalam ruangan : Say No To…. f. 3.Pengamat  Kemudian fasilitator memberikan skenario yang akan dimainkan. Skenario b. Komunikasi yang efektif 5.  Kemudian fasilitator meminta pengamat untuk menjelaskan hasil pengamatannya dan peserta lain memberikan komentar. : Peserta kader yang terdiri dari 20 orang kader. Proses (15 menit)  Fasilitator meminta 3 peserta untuk menjadi sukarelawan yang berperan sebagai: . Kesadaran diri 2. e. Tujuan Umum c.LAMPIRAN Role play a. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. (Seks Pranikah) : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial Pendidikan : Meningkatkan kemampuan peserta untuk menolak tekanan atau ajakan yang merugikan Keterampilan Hidup Sehat.

Kedua lingkaran berfungsi sebagai pulau. : Para kader yang berjumlah 20 orang. 1 kelompok terdiri dari 7 orang dengan jenis kelamin yang sama. g. Permainan: 1 a. Jarak antara kedua lingkaran tersebut 3 meter.Cara : Fasilitator dapat mengamati cara mereka bermain peran terutama bagaimana mereka menolak ajakan temannya yang negative. masing-masing kotak berisi 10 batang korek api. Apa yang kamu rasakan ketika harus mengambil keputusan? 3. misalnya meteran  Amplop 3 buah yang masing-masing berisi kertas dengan pertanyaan: 1. keterampilan hidup sehat. f. b. Apa yang dilakukan untuk mencapai seberang? i. 70 : Jembatan Gantung : Mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan para kader mampu menerapkan kompetensi psikososial. : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan Alat Perlengkapan : : . masing-masing berdiameter 2 meter di lantai atau tanah dengan menggunakan kapur tulis. Proses Kegiatan Proses (25 menit)  Permainan terdiri dari 3 kelompok. c.  Alat ukur.  Tarik dua garis sejajar dengan jarak sekitar ½ meter yang berfungsi sebagai jembatan gantung. Sasaran Metode Waktu Tempat  Kapur tulis  Korek api sebanyak 3 kotak.  Setiap kelompok menggambar 2 lingkaran. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus antara lain:  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri)  Menjalin hubungan interpersonal  Berkomunikasi efektif  Mengendalikan emosi  Berfikir kreatif  Memecahkan masalah yang dihadapi  Mengatasi stress  Mengambil keputusan yang tepat. Mengapa harus bekerja sama? 2. d. h. e.

Permainan: 2 a. Jumlah ini harus mencukupi untuk memindahkan semua anggota kelompok. kembali ke pulau 1 untuk menyerahkan korek kepada sepasang peserta berikutnya. Kemudian menunjuk salah satu anggota untuk menjelaskan jawaban di depan kelompok lain. banyaknya korek api yang terpakai dan cara mereka berdiskusi. Begitu seterusnya sampai peserta habis.  Satu kelompok hanya memiliki 10 batang korek api. g.  Salah satu dari sepasang peserta yang telah berhasil sampai ke pulau 2. dan kembali pulau 2. e. Judul Permainan Tujuan Umum Tujuan Khusus  Berpikir kritis  Mengambil keputusan yang tepat  Berkomunikasi efektif  Menjalin hubungan interpersonal. c. j.  Mengenal dirinya (konsep/kesadaran diri) .  Ketika menyebrangi jembatan. kedua peserta harus menyalakan korek api yang harus tetap menyala selama penyebrangan.  Fasilitator menanyakan manfaat yang didapat dari permainan jembatan gantung. Debriefing (10 menit)  Fasilitator meminta peserta untuk bergabung menjadi satu kelompok besar. f.  Kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda sehingga banyak korek api yang dibutuhkan pun berbeda. b.  Kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada di amplop tersebut.  Fasilitator menanyakan apa yang dialami selama mengikuti permainan jembatan gantung. maka fasilitator akan memberikan satu amplop kepada ketua kelompok. Setiap kali penyebrangan harus dilakukan oleh dua orang sekaligus. Penilaian Ukuran Cara : Ada proses pemahaman terhadap aspek kompetensi psikososial : Fasilitator dapat mengamati peserta dengan kecepatan menyebrang. para kader mampu: keterampilan hidup sehat. Sasaran Metode Waktu Tempat : kader yang berjumlah 20 orang : Permainan dan diskusi : 40 menit : dalam ruangan 71 : bola panas : mempermudah para kader dalam memahami kompetensi psikososial pendidikan : Setelah mengikuti permainan. d.  Jika semua anggota sudah sampai di pulau 2.

 Kemudian peserta tersebut melemparkan bola kepada pserta lainnya dan peserta lain yang terkena lemparan bola juga harus menyebutkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas sampai semua peserta mendapat giliran. Debriefing Ukuran Cara : Ada proses pemahaman kompetensi psikososial.  Fasilitator akan melemparkan bola secara spontan kepada peserta karena bolanya diumpamakan sebagai bola yang panas. berpikir kritis. : Fasilitator dapat mengamati peserta melalui cara peserta menyebutkan identitas diri dan orang lain. i. pengambilan keputusan.h. komunikasi efektif dan hubungan interpersonal. sifat negative dan cita-citanya. 72 . Perlengkapan Proses Kegiatan Proses : bola tenis sebanyak 1 buah :  Fasilitator meminta peserta berdiri melingkar dan menyebutkan nama lengkap dan panggilan dengan jelas. yang meliputi aspek kesadaran diri.  Peserta yang terkena lemparan bola harus segera menyebutkan sifat positif.