hizbut -t ahrir.or.

id

http://hizbut-tahrir.or.id/2011/05/04/perubahan-revolusioner-perspektif-islam/

Analisis
Perubahan Revolusioner Perspektif Islam
Tsunami’ perubahan yang melanda beberapa negara di Timur Tengah sesaat telah membangkitkan kembali optimisme umat akan adanya perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Gelombang perubahan tersebut juga mampu mengembalikan kegembiraan yang telah lama dirampas oleh penguasa-penguasa lalim dan fasik. Namun, di tengah rasa optimis dan kegembiraan itu, mereka melupakan perkara penting yang justru di kemudian hari akan menyebabkan terberangusnya kembali optimisme dan kegembiraan mereka. Mereka lupa bahwa selama Kapitalisme dan sistem demokrasi-sekular masih tegak berdiri, juga selama urusan negara mereka diserahkan kepada para penguasa antek negara kafir imperialisme, niscaya mereka akan terus dikungkung kesyirikan, kelaliman dan kenistaan. Mereka juga lupa, bahwa perubahan tidak cukup hanya mengganti penguasa saja, tetapi mengganti sistem kapitalis dengan sistem Islam. Sebab, akar masalah dari seluruh problem kehidupan yang menimpa mereka adalah penerapan sistem kapitalis-sekular dan pengabaian hukum syariah dalam ranah negara dan masyarakat. Selama hukum syariah belum diterapkan secara sempurna, juga selama eksistensi sistem kapitalissekular masih terjaga, selama itu pula kaum Muslim akan tetap didera dengan masalah. Untuk itu, perubahan harus diarahkan ke perubahan sistem, bukan hanya perubahan rezim. Jika kita tidak bisa berharap terlalu banyak terhadap perubahan yang terjadi di Timur Tengah saat ini, lantas model perubahan seperti apa yang harus dipilih; inqilabiyyah (revolusioner) atau ishlahiyyah (evolusioner)? Penentuan model perubahan apa yang harus dipilih dikembalikan lagi pada realitas yang hendak diubah. Jika realitas yang hendak diubah adalah sistem kufur, maka perubahan yang harus dilakukan adalah mengganti asas dan aturan kufur yang diterapkan di dalam masyarakat tersebut dengan asas dan aturan Islam. Perubahan seperti ini disebut dengan perubahan revolusioner (inqilaabiyyah). Sebaliknya, jika asas dan aturan penyelenggaraan urusan masyarakat dan negara adalah Islam, maka yang dibutuhkan adalah perbaikan pada tataran cabangnya, bukan mengganti asas dan sistem aturannya. Model perubahan seperti ini disebut dengan perbaikan (ishlahiyyah). Hal ini hampir sama dengan seorang Muslim yang hendak memperbaiki keadaan orang kafir; ia harus mengubah akidah dan pandangan hidup orang tersebut terlebih dulu; setelah itu barulah orang tersebut diajari berbagai perkara furu’ semacam shalat, puasa, zakat, haji, dan lain sebagainya. Mengubah akidah dan pandangan hidup merupakan bentuk perubahan inqilabiyyah. Adapun memperbaiki keadaan seorang Muslim agar semakin sempurna keislaman dan keimanannya merupakan bentuk perubahan ishlahiyyah. Sesungguhnya negeri-negeri kaum Muslim saat ini menerapkan sistem kufur. Hampir seluruh negeri kaum Muslim telah menjadikan Kapitalisme-sekularisme sebagai asas pengaturan urusan negara

tetapi mengganti sistem kufur dengan sistem Islam. Master plan (rancangan induk perubahan) atau ats-tsaqafah almutabannah memuat sejumlah konsepsi rinci dan praktis tentang sistem pemerintahan Islam. sistem politik dalam negeri dan luar negeri. Mereka juga harus disadarkan bahwa sistem Islam hanya bisa ditegakkan ketika hukum syariah diterapkan secara menyeluruh dalam koridor Negara Khilafah Islamiyah. Oleh karena itu. Menegakkan Khilafah hanya bisa diwujudkan dengan kerja kolektif yang melibatkan sejumlah orang yang teroganisasi secara baik dalam sebuah jamaah islamiyah. adanya kelompok Islam yang berjuang menegakkan Khilafah Islamiyah merupakan sebuah keniscayaan demi tercetusnya perubahan revolusioner. bukan sekadar mendirikan sebuah gerakan Islam. Hanya dengan perubahan seperti ini saja Islam bisa ditegakkan secara sempurna di ranah masyarakat dan negara. Jika demikian keadaannya. Dengan kata lain. syariah Islam telah menetapkan bahwa gerakan Islam yang harus didirikan oleh kaum Muslim adalah gerakan kuat yang memiliki kemampuan untuk menegakkan Khilafah Islamiyah.dan masyarakat. sistem pendidikan Islam. Dengan kata lain. sistem sosial Islam. perubahan yang harus diusung oleh umat Islam adalah perubahan yang bercorak inqilabiyyah. Di antara persiapan dan bekal yang harus disiapkan gerakan Islam adalah master plan (rancangan induk perubahan) atau ats-tsaqafah al-mutabannah. gerakan Islam harus mempersiapkan dirinya dengan persiapan-persiapan dan bekal-bekal yang mampu mentransformasikan dirinya menjadi gerakan Islam yang kuat dan dominan. Mereka mengadopsi hukum kufur sebagai aturan untuk mengatur urusan rakyat. serta sistem-sistem lain yang dibutuhkan untuk membangun Khilafah Islamiyah. Gerakan Islam ini juga harus memiliki metode perjuangan yang sahih yang sejalan dengan manhaj dakwah Nabi saw. Pertama: adanya visi perubahan yang kuat dan jelas. Kedua: adanya kelompok kuat yang mampu memimpin dan mengawal umat menuju perubahan revolusioner. Untuk itu. maka perjuangan umat Islam harus diarahkan untuk mengubah asas dan sistem kufur yang diterapkan di masyarakat dengan Islam. sistem ekonomi Islam. serta benar-benar mampu mengantarkan umat pada perubahan yang . Lalu syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi agar masyarakat memiliki kapasitas untuk melakukan perubahan inqilabiyyah? Mempersiapkan Perubahan Revolusioner Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mencetuskan perubahan inqilabiyyah di tengahtengah masyarakat. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa menegakkan Khilafah Islamiyah adalah aktivitas berat yang tidak mungkin dipikul oleh individu atau sekelompok individu. Visi perubahan yang harus ditumbuhkan di tengah-tengah masyarakat adalah mengubah sistem kufur menjadi sistem Islam. bukan ishlahiyyah. Hanya saja. di tengah-tengah umat harus ditumbuhkan sebuah kesadaran bahwa yang harus mereka tuntut bukan sekadar mengganti rezim.

Pasalnya. Tanpa dukungan mereka. dari sudut pandang Islam. kecuali jika mereka mampu membebaskan dirinya dari pemerintahan yang menerapkan hukum-hukum kufur. Kelima: adanya dukungan ahlun-nushrah atau ahlul-quwwah kepada gerakan Islam. tetapi kesadaran untuk memandang urusan dunia berdasarkan perspektif akidah dan syariat Islam. gerakan Islam tidak akan mungkin mampu meraih kekuasaan dari tangan umat dan mendirikan Khilafah Islamiyah. bahwa kemenangan adalah milik Allah SWT. Ketiga: adanya opini umum (ra’yu al-‘am) yang lahir dari kesadaran umum (wa’yu al-‘am). baik lokal maupun internasional. ahlul-quwwah adalah pemilik kekuasaan real di tengah-tengah masyarakat sekaligus representasi dari kekuasaan sebuah masyarakat. 5) kesadaran umat untuk mendukung gerakan Islam mukhlish yang berjuang untuk membebaskan umat dari dominasi sistem kufur dan serta kesadaran untuk mendukung gerakan Islam hingga siap menyongsong urusan yang sangat besar (tegaknya Khilafah Islamiyah). Untuk itu. (4) kesadaran terhadap tipudaya dan permainan politik kaum kafir untuk memalingkan umat dari jalan yang benar.hakiki. berinteraksi dengan mereka serta memimpin mereka dalam perjuangan menegakkan syariat dan Khilafah Islamiyah. (3) keasadaran bahwa umat tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari problematikanya. Setelah bekal dan persiapan ini dimiliki. adanya dukungan dari ahlul-quwwah merupakan syarat bagi terjadinya peralihan kekuasaan. Oleh karena itu. (2) opini umum untuk membela dan membantu gerakan Islam yang hendak mendirikan Daulah Khilafah Islamiyah. Adapun yang dimaksud dengan kesadaran umum (wa’yu al-’am) adalah kesadaran umum terhadap beberapa hal: (1) kesadaran tentang Islam. Hanya saja. Kesadaran politik bukanlah sekadar kesadaran memahami kejadian-kejadian politik kekinian dan konstelasi politik internasional. selalu menjaga keikhlasan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT merupakan perkara yang tidak boleh ditawar-tawar bagi siapa saja yang hendak memperjuangkan tegaknya agama-Nya. Yang dimaksud dengan kesadaran politik adalah kesadaran untuk selalu memandang setiap persoalan. aktivis gerakan Islam tidak boleh lupa. gerakan Islam tersebut harus terjun ke masyarakat. gerakan rakyat yang kuat tetap tidak memiliki kapasitas untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan tanpa dukungan dari ahlul-quwwah. Selain persiapan yang maksimal. (2) kesadaran tentang permusuhan dan upaya-upaya penyesatan yang dilakukan kaum kafir untuk menghalang-halangi tegaknya Khilafah. Keempat: adanya kesadaran politik (wa’yu as-siyasi) di tengah-tengah umat. dari kekuasaan kufur menuju kekuasaan Islam. Inilah beberapa bekal dan persiapan yang harus dimiliki gerakan Islam untuk mencetuskan perubahan revolusioner di tengah-tengah masyarakat. Dalam banyak kasus perubahan. Yang dimaksud opini umum adalah: (1) opini umum untuk membela Islam dan keinginan untuk hidup di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. mulai dari Tunisia hingga Mesir. terutama pemikiran tentang Khilafah dan kekuasaan. keikhlasan dan kedekatan seorang Muslim kepada Allah SWT merupakan faktor penting agar mereka mendapatkan pertolongan-Nya. .

Pemilu dan Perubahan 5. Perempuan dan Pilkada dalam Perspektif Islam 3. HT Sudan: Perubahan Demokratis atau Kembali Kepada Islam?! 4. Harus Disertai Perubahan Sistem 2. [Fathiy Syamsuddin Ramadhan An-Nawiy] Baca juga : 1.Wallahu al-Musta’an wa Huwa Waliyy at-tawfiq. Parlemen Bukan Satu-satunya Jalan Perubahan . HIP ke-11 Lampung: Perubahan Rezim Saja Tidak Cukup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful