MAKALAH

KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN (OKSIGENASI DAN NUTRISI)

Disusun Oleh:

LUSI MARTA DOVA 12103084106630 1B

Dosen Pembimbing RAHMAYUNI EKA PUTRI, S.Kep

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERINTIS SUMATERA BARAT TAHUN 2012

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya dan karena izin-Nyalah saya dapat menyelasaikan tugas keterampilan dasar kebidanan mengenai Konsep Nutrisi dan Oksigenasi. Tak lupa pula

shalawat beserta salam kepada rasul akhir zaman , panutan dalam segala hal, nabi Muhammad SAW. Apabila ada kesalahan ataupun kekurangan dalam makalah ini,saya mohon maaf. Wassalamualaikum Wr. Wb

Bukittinggi, Desember 2012

Penulis

i

........................2 Tujuan ................................................................................................................................................................. Pemasangan Oksigen ................3................6........... Pengkajian Nutrisi .....................................................................................................................................................................1 1........... Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Penduga............................. Saran ........................................................................................23 BAB III PENUTUP 3..................................................2 2.....11 2...DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......................................................5........18 2.........ii BAB I PENDAHULUAN 1......................2......13 2.......1 Nutrisi ..........2.... Kesimpulan .......................1..................... Pemberian Oksigen Melalui Masker Oksigen .... Pemberian Oksigen Melalui Nasal Kanula.......21 2.................................1 BAB II PEMBAHASAN 2...25 3...1 Latar Belakang ......................................................................i DAFTAR ISI .............................25 DAFTAR PUSTAKA ii ....................................4.............................

saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai usu halus bagian distal. kantong empedu dan pankreas.1 Latar Belakang Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi semua makhluk hidup. 1. Sehingga bisa menyebabkan penyakit / terkena gizi buruk oleh karena itu kita harus memperbanyak nutrisi.2 Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang nutrisi 1 . mengkonsumsi nutrien (zat gizi) yang buruk bagi tubuh tiga kali sehari selama puluhan tahun akan menjadi racun yang menyebabkan penyakit dikemudian hari Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ada sistem yang berperan di dalamnya yaitu sistem pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris. Sedangkan organ asesoris terdiri dari hati. Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena apabila tidak ada nutrisi maka gizi dalam tubuh kita.BAB I PENDAHULUAN 1.

 Nutrition is term that include the bodily processed in the ingestion and metabolisme of food = Nutrisi meliputi semua proses tubuh yang melibatkan ingesti dan metabolisme makanan “(Fundamental of nursing concept.3) b. 1985. 2. absorpsi. Nutrien sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. pemeliharaan serta fungsi normal dari sel tubuh. transportasi.419)  Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zatzat lain yang ada dalam makanan serta kerjanya. interaksinya dan keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit melalui proses ingesti. Nutrien akan digunakan untuk memproduksi energi berupa ATP (Adenosin triphospat ) untuk seluruh aktifitas tubuh :     Pergerakan otot Transmisi impuls saraf Tergantung pada energi yang Proses berfikir di produksi dari makanan yang Produksi panas dikonsumsi individu 2 . penggantian jaringan dan pemeliharaan kegiatan dalam tubuh secara keseluruhan “ (Dasardasar ilmu keperawatan.436). pemakaian dan ekskresi dari makanan “ (Essential of nutrition therapy. Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia 1.1979. Zat makanan / nutrien yang didapat dari pemasukan makanan materimateri yang dibutuhkan oleh tubuh.BAB II PEMBAHASAN 2. Pengertian  Nutrisi merupakan proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan zat makanan yang meliputi cara pemakaian gizi oleh proses-proses dalam tubuh. seperti pertumbuhan. 3.1 Nutrisi a.

3 . & masuk lambung. absorpsi. Proses ini terjadi secara refleks sebagai akibat adanya penekanan pd bagian faring & mulai sejak makanan sudah dikunyah secara adekuat. serta refleks ini akan menahan proses respirasi. metabolisme dan ekskresi. Digesti. Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia  Nutrien dibutuhkan untuk membuat zat-zat penting seperti hormon dan enzim Jika tubuh mengalami kekurangan beberapa zat penting maka akan terjadi ketidakmampuan untuk :    Tumbuh Risiko buruk bagi tubuh Memelihara fungsi & pergantian jaringan d.  Proses menelan merupakan tahap terakhir dr peristiwa ingesti. a) Ingesti Ada proses masuknya makanan kedalam tubuh yang terdiri dari :  Dimulai dari koordinasi otot-otot lengan dan tangan untuk membawa makanan ke mulut  Proses mengunyah Proses pemecahan. penyederhanaan makanan dr ukuran besar menjadi ukuran lebih kecil.c. yg diatur o/ SSP. yaitu bergeraknya makanan dr mulut ke esophagus. Fisiologi Nutrisi Makanan akan diproses tubuh melalui tahap-tahap : Ingesti. Proses mengunyah melibatkan gigi & kontrol volunter otot-otot mulut bila makanan berada pd gigi. palatum keras & lidah. gusi. maka akan terjadi refleks mengunyah yg volunter (disadari).

b) Digesti Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang dibawa kedalam tubuh. Karbohidrat Amilum dipecah menjadi maltosa/somaltosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah. Lemak Dilambung hanya diemulsikan saja dirubah menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase pancreas. Proses kimiawi pada digesti : 1. Disakarida akan dirubah menjadi monosakarida pada permukaan dinding usus halus dengan bantuan enzim laktase. pharing. dimana protein dirubah menjadi pepton oleh enzim pepsin masuk ke duodenum dirubah menjadi peptida oleh enzim tripsin (dihasilkan pancreas) berubah menjadi asam amino oleh enzim dipermukaan usus halus. lambung. Saluran yang berperan antara lain : mulut. c) Absorpsi  Adalah proses dimana nutrien yang telah berbentuk paling sederhana diserap oleh usus 4 . yang dibantu oleh enzim amilase dari pancreas. usus halus. usus besar. esophagus. Protein Terjadi perubahan secara kimiawi mulai dari lambung. 3. Terjadi penyederhanaan zat makanan sehingga dapat diabsorpsi oleh saluran intestinal. sehingga karbohidrat sampai pada usus halus sudah menjadi maltosa/disakarida lainnya (laktosa & sukrosa). sakrose dan maltose 2.

natrium. usus halus bagian diusus halus bagian atas d) Metabolisme Merupakan bagian akhir dlm penggunaan makanan di tubuh. tengah 3. Kalsium. asam amino (protein). Karbohidrat  Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa  Dalam sel glukosa dirubah energi dengan perubahan proses oksidasi yang menghasilkan ATP. Vitamin yang larut dalam air.  Setelah diserap oleh usus nutrien akan dilanjutkan ke saluran darah Tempat – tempat absorpsi nutrisi : 1. besi dan klorida 2. Nutrien diserap berupa: (glukosa karbohidrat). mineral dan air. Proses ini meliputi semua perubahan kimia yg dialami zat makanan sejak diserap o/ usus hingga dikeluarkan o/ tubuh sebagai sampah 1. asam lemak dan gliserol (lemak). asam lemak/gliserol. tanpa kecuali vitamin. Garam empedu. kalori dan zat buangan (air dan CO2)   Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen dihati dan otot Glikogen sewaktu – waktu dirubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukannya  Glikogen akan mensuplai kebutuhan energi bila glukosa sudah tidak memungkinkan lagi. vit B12 dan natrium bawah 4. dan dapat berjalan hingga 12 jam  Bila glikogen dan glukosa habis tubuh akan memecah protein dan lemak sebagai bahan energi 5 .

6 . Karbohidrat digunakan tubuh utk energi hampir 60 % dr kebutuhan energi keseluruhan  Kebutuhan karbohidrat utk orang dewasa dgn aktivitas sedang 5. susu.5 gr/kgBB/hari. dan pemegang andil penting yang membuat makanan terasa enak  Lemak terkontribusi dalam kulit terutama pada kelenjar adiposa dan folikel rambut  Kandungan lemak dlm subcutis sangat membantu tubuh dlm mengatur temperatur   Lemak juga berfungsi untuk mencegah organ dlm injury Bila tidak digunakan untuk energi. Lemak  Merupakan sumber energi yang paling produktif 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori  Merupakan kelengkapan makanan yang penting sebagai wahana berbagai vitamin yang larut dalam lemak. 2. sayuran. lemak terus disimpan dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan berat badan  Kebutuhan lemak untuk orang dewasa dengan aktivitas sedang 1. buah-buahan. roti. Lemak tak jenuh Dapat dengan mudah bergabung dengan molekul lain/membentuk struktur lain HDL (High Density Lipid) mudah dimetabolisme oleh hati. umbi-umbian. Jenis lemak : a.5 gr/kgBB/hari   1 gram karbohidrat memberikan energi 4 kalori Proses masuknya glukosa ke intra sel sangat dibantu dengan peran insulin yang dihasilkan pancreas  Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat : padi-padian.

dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh Vitamin larut dalam lemak : A. diperlukan untuk melengkapi cairan empedu untuk pencernaan lemak. E dan K.5 mg Vitamin B6 : 2 mg Vitamin B12 : 3 mg Vitamin C : 45 mg Vitamin D : 400 iu Vitamin K : 300 – 500 mcg 7 . kelebihan vitamin ini akan dibuang melalui ginjal  Vitamin C membantu absorpsi zat besi Kebutuhan tubuh akan vitamin :         Vitamin A : 5000 iu Vitamin B1 : 1.2 mg Vitamin B2 : 1. juga sebagai bahan dasar beberapa jenis hormon steroid. bila kelebihan jumlah vitamin ini akan memungkinkan terjadinya keracunan karena sulit dibuang melalui ginjal. D. Makanan yang banyak mengandung lemak : daging 3. Vitamin   Merupakan bahan makanan pelengkap yang penting Vitamin tidak menghasilkan kalori dalam jumlah yang berarti tapi memegang peranan penting dalam berbagai proses yang diperlukan guna menjaga kesehatan   Vitamin bersifat organik.b. Lemak jenuh Tidak mudah bergabung dengan molekul lain LDL (Low Density Lipid) sukar dimetabolisme menjadi zat lain Kolesterol merupakan satu bentuk lemak jenuh.  Vitamin larut dalam air : C dan B.

Kalori  Kalori ad/ panas yg dihasilkan tubuh dr hasil pembakaran zat gizi (nutrien) 8 .4. terutama pada anak – anak. walau tidak menghasilkan energi bagi tubuh. Mineral  Mineral mudah larut dalam air yang fungsi utamanya menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh  Umumnya mineral terdapat cukup banyak dalam makanan bila diet normal dan berimbang jarang kekurangan mineral  Kalsium dibutuhkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan sistem kerangka tubuh. kehamilan dan menyusui  Kalium dapat membantu frekuensi dan kekuatan kontraksi otot jantung bila kalium pada ekstra sel banyak penurunan frekuensi dan dilatasi pembuluh darah jantung  Kekurangan zat besi dapat menyebabkan penurunan Hb Kebutuhan mineral tubuh :        Kalsium : 800 mg Iodium : 110 mg Besi : 10 mg Magnesium : 350 mg Posphor : 800 mg Kalium : 1959-5850 mg Natrium : 2300 – 6900 mg 5. Air  Merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh. Kandungan air dalam tubuh 60 – 70% dan merupakan bahan terpenting untuk proses sekresi dan ekskresi   Fungsi paling nyata untuk air adalah untuk bertahan (Survival) 6.

tergantung pada :  Berat badan dan tinggi badan  Usia dan jenis kelamin  Aktivitas fisik  Iklim/cuaca  Selama masa kehamilan dan menyusui e) Ekskresi Ekskresi atau eliminasi merupakan pekerjaan tubuh untuk membuang zat sisa dari metabolisme yang tidak terpakai lagi untuk keperluan tubuh. remaja dan hamil) Selama perbaikan jaringan karena proses luka/pembedahan Meningkatnya suhu tubuh (tiap kenaikan suhu 10 F. e. Miksi (zat sisa dari saluran kemih). toddler. dan ekspirasi (pengeluaran air dan CO2).  Kebutuhan makanan dan kalori berbeda antar individu. antara lain : defekasi (zat sisa dari saluran cerna). diaporesis (pengeluaran keringat). Proses ini terjadi dalam bermacam – macam bentuk. Faktor – faktor yang Meningkatkan Kebutuhan Nutrisi       Periode pertumbuhan yang cepat (infant. peningkatan berat badan akan meningkatkan metabolisme)  Terjadi infeksi (untuk pembentukan zat fagositer bakteri patogen) 9 . Angka metabolisme dasar bagi laki – laki dewasa adalah 1700 dan bagi wanita dewasa adalah 1400. Satu kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius  Produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh disebut angka metabolisme dasar. kalori naik 7 %) Meningkatnya aktivitas otot Jenis kelamin (BMR laki – laki lebih tinggi dari wanita) Berat badan (secara kuantitatif.

dll)  Penyakit kronis yang mempengaruhi fisiologi nutrisi (diabet. jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan secara pasti belum jelas g. luka bakar. laktasi. psikosis. Pengaturan makan dipengaruhi oleh beberapa hal :   Aktivitas Usia. menstruasi. diare. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penurunan Kebutuhan Nutrisi         Penurunan laju pertumbuhan Penurunan angka metabolisme dasar Hypotermia (penurunan metabolisme sel) Hypothyroid (penurunan BMR) Jenis kelamin (Wanita < pria) Gaya hidup yang cenderung pasif Immobilisasi/bedrest Kehilangan berat badan (karena penurunan aktivitas otot untuk bergerak)   Pengaturan konsumsi makanan dan minuman Mekanisme yang menyebabkan orang makan dan minum. dll 10 . jenis kelamin. hyperthyroid. penyakit ginjal/hati. Faktor – faktor yang berperan dalam pengaturan makanan :    Lapar Tdk menyenangkan Haus h. drainage. dialisa ginjal. pernafasan) kanker. masalah f. Stress (meningkatkan produksi hormon thyroid sehingga meningkatkan epinephrin yang mensupport metabolisme)  Meningkatnya kehilangan nutrisi karena kehilangan cairan (hemorhagi.

Faktor – faktor budaya yang berkaitan dengan kegiatan makan :       Praktek keagamaan Vegetarian Budaya/kultur Kebangsaan Psikososial Sifat j.2. kebiasaan makan hasil dari proses belajar i. Pengkajian Nutrisi Pengkajian nutrisi merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan klien dan menurunkan angka rawat inap. mineral atau protein. Pengkajian nutrisi melibatkan pengumpulan informasi mengenai klien 11 . konsistensi. kurus dan gemuk Aspek budaya kegiatan makanan Sikap menyukai/tidak.    Pengaturan konsumsi makanan hypothalamus Pengaturan konsumsi makanan . dan stabilitas makanan  Type tambahan makanan yang banyak digunakan :  Bahan pengawet  Zat anti oksidasi  Zat untuk adonan stabil  Zat penebal  Pewarna  Pemanis  pengembang 2.  yang digunakan untuk menyempurnakan warna makanan. rasa. Tambahan dan pelengkap makanan  Pelengkap makanan preparat yang mengandung vitamin. atau kombinasinya dengan zat makanan lain.

Komponen pengkajian dan pendekatan holistik antara lain :     Kebudayaan dan pola konsumsi makanan Makanan yang lazim dikonsumsi Tingkat aktivitas fisik Standard hidup Pengkajian status nutrisi secara tim Tim pelaksanaan pengkajian nutrisi terdiri dari : Perawat . tapi bila aktivitas menurun maka kebutuhan akan kalori juga menurun. Mengidentifikasi adanya malnutrisi dan efeknya terhadap status kesehatan klien 2. Mengidentifikasi pola makan yang berlebihan dan hubungannya dengan kejadian obesitas.untuk mengetahui status nutrisi. 12 . diabet. Ahli gizi Komponen pengkajian nutrisi Data Biografi Khususnya untuk usia dan jenis kelamin dapat membantu menemukan faktor resiko khusus. penyakit cardio vaskuler dan kanker 3. perawat harus mempertimbangkan kebutuhan klien secara menyeluruh dihubungkan dengan nutrisi. Saat mengkaji status nutrisi klien dan menentukan rencana keperawatan. Contoh lain anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja wanita daripada remaja pria. mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan menetapkan rencana tindakan bagi klien sesuai dengan kebutuhan Tujuan Pengkajian 1. Mengidentifikasi parameter nutrisi untuk status kesehatan klien yang optimal dan kondisi yang fit. hypertensi. Mis : Dewasa tua mempunyai kebutuhan nutrisi yang hampir sama dengan dewasa muda. Dokter .

B. perubahan kulit dan gangguan pergerakan. 2. kelebihan berat badan. Bilas lambung yaitu irigasi lambung akibat pendarahan aktif.3. 4. atau dilatasi lambung. Persiapan alat Alat yang perlu dipersiapkan dalam pemberian nutrisi melalui pipa penduga antara lain: Baki yang dilapisi pengalas berisi: mencegah atau menghilangkan distensi 13 . keracunan. Kompressi yaitu memberi tekanan internal dengan cara mengembangkan balon untuk mencegah perdarahan internal pada esofagus. kelemahan. gangguan gastrointestinal. 3. Pengertian Pemberian nutrisi melalui pipa penduga atau lambung merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral atau tidak mampu menelan dengan cara memberi makan melalui pipa lambung atau pipa penduga. abdomen. Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Penduga A. Memberi makan yaitu memasukkan suplemen nutrisi cair atau makanan kedalam lambung untuk klien yang tidak dapat menelan cairan. Dekompressi yaitu membuang dan substansi gas dari saluran gastrointestinal. Tujuan Adapun tujuan kita dalam pemberian nutrisi melalui pipa penduga antara lain: 1.Keluhan Utama Keluhan yang lazim terjadi antar lain :Kehilangan berat badan. C. 2.

Prosedur pelaksanaan 14 . F. Non steril:              Jeli Senter Plester Stetoskop Handuk kecil / serbet / pengalas Tisu / selstop Bengkok Makanan cair pasien Gelas berisi air minum Gunting Air bersih di dalam baskom kecil Peniti Spuit 20 cc D. E. Persiapan lingkungan Persiapan lingkungan dapat ditempuh antara lain dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang.1. Persiapan pasien Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan sehingga pasien mengerti apa yang harus dilakukannya. Bak instrumen steril:       Sepasang sarung tangan atau handcoen NGT / magslang / sonde lambung Sudip lidah / spatel Kasa pada tempatnya Corong / tabung semprot 50-100 cc Kapas alkohol 2.

Kemudian cek udara yang melalui lubang hidung. Jika terasa agak tertahan. caranya: pijit salah satu kuping hidung dan rasakan aliran udara pada lubang hidung yang bebas dan begitu pula sebaliknya   Pasang sarung tangan Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan menggunakan:  Ukur jarak dari puncak lubang hidung ke daun telinga bawah dan ke prosesus xyfoideus di sternum  Ukur selang dari puncak dahi ke epigastrium  Ukur selang dari daun telinga bawah kepuncak lubang hidung dan ke prosesus xyfoideus di sternum      Beri tanda pada panjang selang yang sudah di ukur Olesi jeli pada NGT sepanjang 10-20 cm Atur posisi klien dengan kepala ekstensi. putarlah slang dan jangan dipaksakan untuk dimasukkan Lanjutkan memasang slang sampai melewati nasofaring (3-4 cm) anjurkan pasien untuk menekuk leher dan menelan 15 .         Beri salam / sapa pasien Jelaskan tindakan yang akan dilakukan Perawat cuci tangan Pasang sampiran Dekatkan alat kepasien Baca basmalah sebelum melakukan tindakan Bentu pasien pada posisi nyaman (bila memungkinkan pada posisi semi fowler / fowler) Pasang handuk di atas dada pasien sampai ke pinggir tempat tidur dan letakkan tisu di dekat bantal pasien Untuk menentukan insersi NGT. dan masukkan selang melalui lubang hidung yang telah ditentukan Masukkan slang sepanjang rongga hidung. minta klien untuk rileks dan bernafas normal.

hentikan mendorong selang. Tekankan pentingnya bernafas lewat mulut Jangan memaksakan slang untuk masuk. anjurkan pasien untuk rileks dan bernafas normal Periksa letak slang dengan cara:  Memasang spuit pada ujung NGT. sianosis. Periksa posisi slang di belakang tenggorok dengan menggunakan sudip lidah dan senter   Jika telah selesai memasang NGT sampai ujung yang telah ditentukan. Jika ada hambatan atau pasien tersedak. Jika terdapat gelembung udara. Biarkan pasien pada posisi semifowler / fowler selama 15-30 menit 10 cm dan silangkan plester pada 16 . mengaspirasi pelan-pelan untuk mendapatkan isi lambung  Memasukkan ujung bagian luar slang NGT ke dalam waskom yang berisi air.  Dorong pasien untuk menelan dengan memberikan sedikit air minum (jika perlu). slang masuk ke paru-paru. jika tidak slang masuk ke dalam lambung    Oleskan alkohol pada ujung hidung pasien dan biarkan sampai kering Yakinkan slang tidak tersumbat dengan cara: Masukkan makanan dengan aliran perlahan (perhatikan: aliran air dan jarak corong 30 cm dan lihat reaksi pasien terhadap rasa tidak nyaman)     Setelah makan masukkan 15-30 ml air putih (bila ada obat dalam bentuk tablet haluskan dahulu) Fiksasi slang dengan plester slang yang keluar dari hidung Klem dan tutup ujung slang dengan kassa dan plester / karet gelang Penitikan slang kebaju pasien. memasang bagian diafragma stetoskop pada perut di kuadran kiri atas pasien (lambung) kemudian suntikkan 10-20 cc udara bersamaan dengan auskultasi abdomen  Dengan menggunakan spuit.

     Evaluasi klien setelah terpasang NGT Baca hamdalah setelah melakukan tindakan Rapikan alat Perawat cuci tangan Dokumentasikan hasil tindakan pada catatan perawatan Indikasi      Adapun indikasi pada pemasangan NGT antara lain: Fraktur rahang Kesadaran menurun Gangguan menelan Muntah terus-menerus Kontra indikasi           Adapun kontra indikasi pada pemasangan NGT antara lain: Rahang amandel Gangguan pada saluran pencernaan yang dapat menghambat pemasangan selang sehinggan menimbulkan komplikasi Hal-hal yang perlu diperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pamasangan NGT antara lain: Mempartahankan kenyamanan klien Mengkaji adanya inflamasi dan ekskoriasi pada lubang hidung dan mukosa Mengganti plester yang digunakan untuk menempelkan slang setiap hari untuk mengurangi iritasi Melakukan perawatan mulut untuk meminimalkan dehidrasi Mengubah posisi klien secara teratur yang membantu penutupan saluran sekresi lambung dan mempercepat pengosongan isi lambung untuk menghindari distensi  Mendokumentasikan prosedur 17 .

Tujuan Umum 1. Gagal nafas Ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan tekanan parsial normal O2 dan CO2 di dalam darah. Pemberian oksigen pada klien dapat melalui kanula nasal dan masker oksigen. Mencegah hipoksia 5. Pengertian Pemberian oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat bantu dan oksigen.2.4. Menurunkan kerja jantung 6. 2008:66) B. Kelumpuhan alat pernafasan 18 . Gangguan jantung (gagal jantung) Ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien dan oksigen. 2. (Suparmi. Indikasi Efektif diberikan pada klien yang mengalami : 5. Membantu kelancaran metabolisme 4. Meningkatkan rasa nyaman dan efisiensi frekuensi napas pada penyakit paru (Aryani. disebabkan oleh gangguan pertukaran O2 dan CO2 sehingga sistem pernapasan tidak mampu memenuhi metabolisme tubuh. Menurunkan kerja paru –paru pada klien dengan dyspnea 7. 3. Memperbaiki status oksigenasi klien dan memenuhi kekurangan oksigen 3. Meningkatkan ekspansi dada 2. Pemasangan Oksigen A. 2009:53) C.

misal pada pasien asma). misal pada pasien koma tidak dapat mempertahankan sendiri jalan napas mengalami penurunan oksigenasi. Post operasi Setelah operasi.Suatu keadaan dimana terjadi kelumpuhan pada alat pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen karena kehilangan kemampuan ventilasi secara adekuat sehingga terjadi kegagalan pertukaran gas O2 dan CO2. konsumsi oksigen oleh jaringan akan meningkat dua kali lipat sebagai akibat dari keadaan yang adekuat sehingga hipermetabolisme. 4. sehingga sel tidak mendapat asupan oksigen yang cukup. apnea (tidak bernapas/ berhenti bernapas) bradipnea (pernapasan lebih lambat dari normal dengan frekuensi kurang dari 16x/menit). 6. tubuh akan kehilangan banyak darah dan pengaruh dari obat bius akan mempengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh.sianosis (perubahan warna menjadi kebiru-biruan pada permukaan kulit karena kekurangan oksigen). 9. Hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan). 2010:35) 5. jika terjadi benturan atau cedera akan mengalami gangguan untuk melakukan inspirasi dan ekspirasi. Keracunan karbon monoksida 19 . Metabolisme yang meningkat : luka bakar Pada luka bakar. Trauma paru Paru-paru sebagai alat penapasan. 8. Perubahan pola napas. dyspnea (kesulitan bernapas. 7. Keadaan gawat (misalnya : koma) Pada keadaan gawat. takipnea (pernapasan lebih cepat dari normal dengan frekuensi lebih dari 24x/menit (Tarwoto&Wartonah.

2009:53) E. perawat harus mengobservasi lebih sering terhadap respon klien selama pemberian terapi oksigen  Pada beberapa klien. Pada klien dengan PPOM (Penyakit Paru Obstruktif Menahun) yang mulai bernafas spontan maka pemasangan masker partial rebreathing dan non rebreathing dapat menimbulkan tanda dan gejala keracunan oksigen.Keberadaan CO di dalam tubuh akan sangat berbahaya jika dihirup karena akan menggantikan posisi O2 yang berikatan dengan hemoglobin dalam darah. Face mask tidak dianjurkan pada klien yang mengalami muntahmuntah 3. Hal . perhatikan pada khusus berikut ini : 1. Hal ini penting untuk mencegah kekeringan membran mukosa dan membantu untuk mengencerkan sekret di saluran pernafasan klien  Pada beberapa kasus seperti bayi premature. Rasa tersebut dapat di 20 . (Aryani.hal yang perlu diperhatikan  Perhatikan jumlah air steril dalam humidifier. Namun demikan. Jika klien terdapat obstruksi nasal maka hindari pemakaian nasal kanul. 2009:53) D. (Aryani. klien dengan penyakit akut. pemasangan masker akan memberikan tidak nyaman karena merasa “terperangkat”. Kontraindikasi Tidak ada konsentrasi pada pemberian terapi oksigen dengan syarat pemberian jenis dan jumlah aliran yang tepat. jangan berlebih atau kurang dari batas. Hal ini dikarenakan jenis masker rebreathing dan nonrebreathing dapat mengalirkan oksigen dengan konsentrasi yang tinggi yaitu sekitar 90-95% 2. klien dengan keadaan yang tidak stabil atau klien post operasi.

 Jika terapi oksigen tidak dipakai lagi. mudah digunakan cocok untuk segala umur. relatif nyaman.3 cm. dengan cara memasukan selang yang terbuat dari plastik ke dalam hidung dan mengaitkannya di belakang telinga. 2009:53) 2. posisikan flow meter dalam posisi OFF Pasanglah tanda : “dilarang merokok : ada pemakaian oksigen” di pintu kamar klien. Pemasangan nasal kanula merupakan cara yang paling mudah. sederhana. Maka perawat dapat memakaikan kassa berukuran 4x4cm di area tempat penekanan tersebut. Pengertian Pemberian oksigen pada klien yang memerlukan oksigen secara kontinyu dengan kecepatan aliran 1-6 liter/menit serta konsentrasi 20-40%. murah.  Akan lebih baik jika perawat menyediakan alat suction di samping klien dengan terapi oksigen  Pada klien dengan usia anak-anak.5.6 – 1. Panjang selang yang dimasukan ke dalam lubang dihidung hanya berkisar 0.  Jika terdapat luka lecet pada bagian telinga klien karena pemasangan ikatan tali nasal kanul dan masker. (Aryani.  Pada klien dengan masalah febris dan diaforesis. maka perawat perlu melakukan perawatan kulit dan mulut secara extra karena pemasangan masker tersebut dapat menyebabkan efek kekeringan di sekitar area tersebut. biarkan anak bermain-main terlebih dahulu dengan contoh masker.minimalisir jika perawat dapat meyakinkan klien akan pentingnya pemakaian masker tersebut. di bagian kaki atau kepala tempat tidur. cocok untuk 21 . Instrusikan kepada klien dan pengunjung akan bahaya merokok di area pemasangan oksigen yang dapat  menyebabkan kebakaran. dan di dekat tabung oksigen. Pemberian Oksigen Melalui Nasal Kanula A.

Pemakaian nasal kanul juga tidak mengganggu klien untuk melakukan aktivitas. Indikasi Klien yang bernapas spontan tetapi membutuhkan alat bantu nasal kanula untuk memenuhi kebutuhan oksigen (keadaan sesak atau tidak sesak). (Aryani. 2009:54) 22 . 2009:54) B. Tujuan a.6. b. seperti berbicara atau makan. (Suparmi. (Suparmi.pemasangan jangka pendek dan jangka panjang. Masker oksigen umumnya berwarna bening dan mempunyai tali sehingga dapat mengikat kuat mengelilingi wajah klien. 2008:67) 2. Pemberian Oksigen Melalui Masker Oksigen A. (Aryani. Tidak dapat mengalirkan oksigen dengan konsentrasi >40 %. dan efektif dalam mengirimkan oksigen. Pengertian Pemberian oksigen kepada klien dengan menggunakan masker yang dialiri oksigen dengan posisi menutupi hidung dan mulut klien. Memberikan oksigen yang tidak terputus saat klien makan atau minum. Membutuhkan pernapasan hidung c. Bentuk dari face mask bermacam-macam. Prinsip a. b. biasanya hanya 2-3 L/menit. (Aryani. Perbedaan antara rebreathing dan non-rebreathing mask terletak pada adanya vulve yang mencegah udara ekspirasi terinhalasi kembali. Memberikan oksigen dengan konsentrasi relatif rendah saat kebutuhan oksigen minimal. 2009:54) C. 2008:67) D. Nasal kanula untuk mengalirkan oksigen dengan aliran ringan atau rendah.

(Tarwoto&Wartonah. saat inspirasi maupun ekspirasi. 2009:33) c. ditambah oksigen dari kamar yang masuk dalam lubang ekspirasi pada kantong. Pada saat inspirasi. dan 1 katup yang fungsinya 23 . Non rebreathing mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen sampai 80-100% dengan kecepatan aliran 10-12 liter/menit. Simple face mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen 40-60% dengan kecepatan aliran 5-8 liter/menit. udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi karena mempunyai 2 katup. Pada prinsipnya. oksigen masuk dari sungkup melalui lubang antara sungkup dan kantung reservoir. b. 2010:37) ♣ Indikasi : klien dengan kadar tekanan CO2 yang rendah. 1 katup terbuka pada saat inspirasi dan tertutup saat pada saat ekspirasi. Udara inspirasi sebagian tercampur dengan udara ekspirasi sehingga konsentrasi CO2 lebih tinggi daripada simple face mask. (Asmadi. Rebreathing mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen 60-80% dengan kecepatan aliran 8-12 liter/menit.Macam Bentuk Masker : a. Memiliki kantong yang terus mengembang baik.

(Asmadi. 2008:68) 24 . 2008:68) C. dengan aliran 5-6 liter/menit dengan konsentrasi 40 . (Tarwoto&Wartonah. 2010:37) ♣ Indikasi : klien dengan kadar tekanan CO2 yang tinggi.mencegah udara kamar masuk pada saat inspirasi dan akan membuka pada saat ekspirasi. (Suparmi. (Suparmi. Prinsip Mengalirkan oksigen tingkat sedang dari hidung ke mulut. 2009:34) B.60%. Tujuan Memberikan tambahan oksigen dengan kadar sedang dengan konsentrasi dan kelembaban yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanul.

3. protein.1. Saran a. fungsi enzim. Untuk menambah wawasan pembaca dapat melihat reverensi yang lain. Nutrisi itu meliputi air. antara lain:   Individu yang menderita luka pada tenggorok mengalami kesulitan untuk menelan Individu yang mengalami masalah lambung sehingga mual terhadap makanan Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan pemasangan selang nasogastrik (NGT) yaitu selang plastik yang lentur dan lunak. pertumbuhan dan pergantian sel yang rusak.2. Namun dalam memenuhi kebutuhan tersebut manusia seringkali sulit mendapatkan nutrisi yang adekuat karna kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan. Dimana protein secara khusus penting untuk melawan infeksi karna protein berfungsi sebagai antibody. 25 . vitamin dan mineral. Sebaiknya konsep yang telah diketahui oleh seorang perawat dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya b. Kesimpulan Pemenuhan nutrisi merupakan hal penting dalam kelangsungan hidup manusia karna tubuh memerlukan energi untuk fungsi-fungsi organ tubuh. karbohidrat. pergerakan tubuh. yang dimasukkan melalui nasofaring kedalam lambung sehingga kebutuhan nutrisi seseorang dapat terpenuhi. Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dan tubuhnya.BAB III PENUTUP 3. lemak.

Wartonah.nutrisi. Curton (1983) dalam Long. A. Edisi 2.wikipedia. 2008. 26 .. Aziz Alimul. Jakarta : Salemba Mardika 2007 Perry. Fundamental of nursing Edisi 4. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. BC. Morby Company. Volume 1 & 2. Essensial of Medikal Surgical a Nursing Process Approach.asiayama.org/wiki/nutrisi http://www. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Alimul. Jakarta : Salemba Medika. Edisi 3. Jakarta : EGC.com Hidayat. St. Louis http://id. Jakarta : Salemba Mardika tahun 2006 Aziz.DAFTAR PUSTAKA Tarwoto. Arthur C. Potter. Ketrampilan Dasar Praktik Klinik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful