TIGA PILAR PRA SEBAGAI DASAR UNTUK PEMICUAN CLTS

1

Pandangan Upper dan lower sebagai faktor penghambat dalam proses fasilitasi /pemicuan
• Dalam hubungan antar personal, antar institusi dan profesi
ada pandangan bahwa kelompok yang satu berada di tingkat atas (upper) dan kelompok yang lain berada di tingkat bawah (lower). - Orangtua>< anak (personal) - Camat >< kepala desa (institusional) - Dokter><bidan (profesional). dirinya sebagai kelompok “yang lebih pintar” , “lebih berkuasa”, “suka memberi”, dll.

• Contoh-contoh:

• Kelompok yang berperilaku upper biasanya menempatkan • Kelompok yang berperilaku lower biasanya menempatkan
dirinya sebagai orang/kelompok yang “kurang berdaya” , “tidak tahu apa-apa” dan “butuh bantuan”.
2

Perilaku/kebiasaan apa yang harus diubah oleh fasilitator ketika melakukan pemicuan CLTS ?

• Mengubah cara pandang upper-lower menjadi

“pembelajaran bersama” bahkan menempatkan masyarakat sebagai “guru” (sumber informasi), karena masyarakat yang paling tahu apa yang terjadi dalam masyarakat itu sendiri.

• Mengubah cara pikir : bahwa kita datang bukan
untuk “memberi” sesuatu, tetapi “menolong” masyarakat untuk menemukan sesuatu.

• Hindari bahasa tubuh yang menunjukkan bahwa

fasilitator mempunyai pengetahuan atau keterampilan yang lebih dibandingkan masyarakat.
3

Dengan mengubah perilaku/kebiasaan, maka :

• Masyarakat menjadi lebih terbuka

sehingga mereka mau berbagi informasi (sharing).

• Berbagai metode untuk memicu

menjadi semakin mudah digunakan dan efektif untuk menggali pengakuan/informasi yang jujur dari masyarakat. 4

Perubahan perilaku dan kebiasaan tersebut harus total, meliputi:
Perilaku personal atau individual; Perilaku institusional atau
kelembagaan; dan

Perilaku profesional atau yang
berkaitan dengan profesi

5

TIGA PILAR UTAMA PRA dalam pendekatan CLTS
PERSONAL

Perubahan perilaku & kebiasaan

Metode

Berbagi

INSTITUTIONAL

PROFESIONAL

6

Catatan:
 Dalam CLTS fasilitator tidak memberikan solusi.  Ketika metode telah diterapkan (proses pemicuan
telah dilakukan) dan masyarakat sudah terpicu sehingga di antara mereka sudah ada keinginan untuk berubah tetapi masih ada kendala yang mereka rasakan misalnya kendala teknis, ekonomi, budaya, dan lain-lain maka fasilitator mulai memotivasi mereka untuk mecapai perubahan ke arah yang lebih baik, misalnya dengan cara memberikan alternatif pemecahan masalah-masalah tersebut. digunakan, semuanya harus dikembalikan kepada masyarakat tersebut
7

 Tentang usaha atau alternatif mana yang akan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful