Fungsi Wahyu

Menggali dan meneliti kembali asa hidup dan pandangan hidup Islam, kita perlu membuka Al Kitab, mengetahui kehendak dan fungsi Wahyu dalam tata-kehidupan manusia dan mengendalikan kemanusaan sesuai dengan pola dan formula Al-Chalik Maha Pencipta Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.
Rangkaian wahyu yang kita angkat dibawah ini, adalah meletakkan tangga tempat naik untuk mengenal hakekat (Ma’rifatul-hakekat), apa tujuan dan sengaja Ilahy menciptakan Hidup dan membuat halaman kemanusiaan bercahaya diatas buminya. Wahai manusia sekalian ! Sesungguhnya telah datang kepada kamu satu keterangan dari Tuhan kamu, dan Kami telah turunkan kepadamu satu cahaya yang nyata. Maka adapun mereka yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada Al Qur-an itu, Tuhan akan memasukkan mereka didalam rahmat dan Karunia dari padaNya, dan Ia akan memimpin mereka kejalan yang lurus yang akan menyampaikan mereka kepadaNya. (QS. Annisaa’: 175-176) Wahai ahli kitab ! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menerangkan kepada kamu banyak sekali dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan ia (Rasul itu) tidak memperdulikan banyak lagi kesalahan kamu. Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah Cahaya dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itu, Allah memimpin orang yang menurut keridlaanNya dijalan keselamatan, dan Kitab itu mengeluarkan mereka daripada belenggu kegelapan kepada cahaya terang dengan idzinNya, dan kitab itu memimpin mereka kejalan yang lurus. (QS. Al Maidah : 15-16) Ini suatu kitab yang kami turunkan kepada kamu, supaya engkau keluarkan manusia dari kungkungan kegelapan kepada Cayaha dengan idzin Tuhan mereka, kejalan Tuhan Yang Maha Gagah, Maha Terpuji. (QS. Ibrahim : 1) Tidak kami turunkan kepadamu Qur-an, supaya engkau jadi susah dan gelisah. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut. Diturunkan dari Tuhan yang menjadikan bumi serta langit-langit yang tinggi. Barang siapa yang berpaling dari pada peringatan, maka adalah baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengabulkan dia pada hari Qiyamat dalam keadaan buta. Ia berkata : “Wahai Tuhanku ! Mengapakah Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulunya aku adalah orang yang melek” Ia (Allah) menjawab : “Begitulah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, tetapi engkau lupakan dia, dan begitulah hari ini engkau dilupakan. Dan begitulah Kami balas orang yang melewati batas, dan tidak ber Iman kepada ayat-ayat Tuhannya, Dan sesungguhnya ‘adzab Achirat lebih pedih dan lebih kekal. (QS. Thaha : 2-4, 124-127) Allah sediakan untuk mereka siksa yang keras, maka hendaklah kamu berbakti kepada Allah, wahai manusia yang berfikir, yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan kepadamu satu peringatan. Yaitu seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang nyata untuk mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dari belenggu gelap kepada Cahaya terang. Barang siapa ber-Iman kepada Allah dan menjalankan shaleh, pasti Dia masukkan ia kedalam syurga yang mengalir padanya sungai-sungai, dan mereka kekal didalamnya selama-lamanya, sesungguhnya Allah telah menyempurnakan karunia baginya (QS. Atthalaq : 10-11)

Ialah yang menurunkan atas hambaNya perintah yang nyata dan jelas, karena Ia hendak melepaskan kamu dari belenggu kegelapan kepada Cahaya terang, sesungguhnya Allah itu belas kasihan kepada kamu. ( QS. Al Hadied : 9 )

Rangkaian wahyu yang dikemukakan diatas, adalah fundasi-landasan untuk memahamkan apa fungsi dan arti Risalah yang kita bawa ketengah-tengah dunia untuk berbicara dan berkata dalam gelanggang dan halaman kemanusiaan.
Persoalan zaman kita bukanlah lagi berkisar pada ada atau tiadanya Tuhan, tetapi berkisar kepada Tuhan yang mana yang wajib disembah dan di tha’ati. Bukan lagi berkisar kepada perlu atau tidak perlunya agama, tetapi berkisar kepada Agama yang bagaimana yang sanggup menjawab dan memecahkan persoalan dan tuntutan kemanusiaan, agama yang dapat dijadikan anutan dan pegangan. Bukan lagi berkisar pada perlu atau tidaknya Iman dan kepercayaan, tapi berkisar kepada kepercayaan dan keyakinan yang bagaimana yang sesuai dengan Fithrah-Insaniyyah, dasar kemanusiaan yang asli dan murni. Susunan filsafat demi susunan filsafat, ternyata tidak mampu menyiram kemanusiaan dan kehidupan yang kering dan layu. Filsafat ternyata tidak mampu memecahkan rahasia dan misteria hidup, menunjukkan tujuan hidup kepada manusia. Da’wah Islam langsung datang kepada fithrah-Insaniyyah, membuka matahati dan nurani kemanusiaan. Sebagaimana mata biasa tidak mungkin dapat melihat dan menikmati warna yang indah tanpa mata yang dapat melihat, demikian pula matahati dan nurany kemanusiaan tidak akan mampu melihat dan menggunakan hikmah-keagungan Ilahy, tanpa adanya Nur dan Cahaya Wahyu dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Nur dan cahaya Wahyu tidak mungkin pula akan dapat ditangkap oleh hati yang buta dan kemanusiaan yang telah ternoda. Menyambung cahaya besar dengan cahaya kecil, menyambungkan Cahaya Ilahy dengan nurani kemanusiaan, itulah pokok tugas Da’wah Islam dalam arti yang umum. Persoalan kemanusiaan zaman kita demikian menyeluruhnya dan penuhnya. Hanyalah dengan berpedoman kepada Al-Kitab, berpedoman kepada Wahyu, Ideologi Da’wah Islam akan mampu menjawab dan memecahkan persoalan yang penuh dan menyeluruh itu. Muhammad Ali Jinnah pembangun Negara Islam Pakistan itu pernah berkata :

Bahwasannya Islam itu bukan hanya sekedar rentetan upacara ibadah belaka, tetapi adalah satu hukum, satu syari’at yang maha sempurna, mengatur peri kehidupan dan memberikan kesejahteraan kepada pribadi dan masyarakat.
Agama kita yang hanief itu adalah agama yang mahasempurna, diatasnyalah kita hidup menurut ajaran-ajarannya yang luhur, maka sukses-berhasilnya kita bergantung kepada kesediaan dan kerelaan kita mengikuti ajaran-ajaran emas ini, yang dibawa oleh Al Quranul karim dan ditafsirkan oleh Nabi yang besar dengan ucapan dan perbuatannya.

Al Ustadzul Imam Prof. Syech Muhammad Abduh dalam Muqadimah Tafsirnya (Al-Hakiem) menulis :

....... saya yakin sungguh, sebab kelumpuhan dan kelemahan kaum Muslimin adalah oleh karena mereka telah berpaling dari pimpinan Al-Qur-an. Kemuliaan mereka, kemenangan mereka dan hak milik kekuasaan mereka tidaklah akan pulih kembali kepada mereka, kecuali jika mereka telah kembali kepada pimpinan Al-Qur-an, mentha’ati petunjuknya dan memegang teguh talinya, sebagaimana yang mereka dapat lihat dan mengetahui yang demikian itu dengan jelasnya dalam ayat-ayat yang menerangkan demikian itu.

Dengarlah seorang Barat Prof. M. Thonnon ikut menyalahkan Ummat Islam tatkala dia menulis :
....... Tuan orang Timur sangat gemar meniru kami orang Barat : tetapi yang tuan tiru itu ialah perkaraperkara yang amat rendah, kerusakan-kerusakan dan hal-hal yang sama sekali tidak berguna, bahkan tuan sangat gemar meniru kami dalam perkara yang oleh orang Barat sendiri dianggap penyakit yang merusakkan tubuh, dan orang terpelajar Barat memerangi dan membasminya. Jikalau tuan ingin berkemajuan yang sebenar-benarnya dan ingin berdiri sama tinggi dengan kami, maka pertama-tama pegang teguhlah agamamu, sebab aku dapatkan Al-Qur-an itu berisi pengajaran yang amat luhur, cukup mengatur peri lahir dan bathinmu

Nabi Muhammad SAW yang telah memenangkan keyakinan Islam dan berhasil menegakkan Negara Islam yang pertama di Madinah, pada sahir hayatnya meninggalkan pesan dan wasiat kepada Muslimin :
Sesungguhnya aku tinggalkan padamu sesuatu (tuntunan) manakala kamu berpegang teguh kepadanya, maka kamu tidak akan sesat selama-lemanya, suatu ketentuan yang cukup jelas yaitu Kitab Allah dan Sunnah NabiNya

Perjuangan Nabi telah menang dan berhasil menegakkan Daulah dan Hukumah, Syaukah dan Kekuasaan yang berupa Madinatul Munawarah, namun beliau tidak meninggalkan pesan bahwa beliau meninggalkan negara sebagai warisan kepada Ummatnya, tetapi hanyalah Al-Qur-an dan dan Sunnah, harta lama pusaka bersama bagi kaum Muslimin.
Wasiat terachir itu mengajarkan kepada kita bahwa Negara, Daulah dan Hukumah, kekuasaan dibumi hanyalah natijah atau akibat dari berpegang teguhnya kaum Muslimin kepada Qur-an dan Sunnah. Kekuasaan akan lenyap, kemuliaan akan runtuh, persatuan akan binasa, Daulah dan Hukumah akan bertukar dengan perbudakan dan perhambaan, jikalau Ummat Islam telah lepas dari pimpinan Al-Quran dan Sunnah. Berabad-abad Dunia Islam dalam kungkungan dan belenggu imperialisme Nasrani. Chilafah Umaiyah, Abbasiah, Fathimiyah, Usmaniyah runtuh semuanya, dan kekuasaan direbut oleh kaum imperialis, karena kaum Muslimin telah lari dari pimpinan Al-Qur-an dan Sunnah. Keadaan yang demikian itu, telah diramalkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah Hadiets : Kamu sekalian senantiasa akan ditolong oleh Allah untuk mengalahkan musuh-musuh kamu, selama kamu tetap memegang teguh Sunnahku. Sekiranya kamu telah keluar dari Sunnahku, Allah akan menurunkan pemerintahan atas kamu semua dari pada musuh-musuh kamu orang yang menakutnakuti kamu. Maka tidak akan dicabut rasa takut dari hati kamu kembali sebelum mentha’ati Sunnahku.

Kekuasaan, kekuatan, kebebasan dan kemuliaan yang dijanjikan dalam Al-Qur-an kepada Ummat Islam, tidak akan diberikan selama mereka tidak berpegang teguh secara konsekwen kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.

banyak terdiri dari kaum Muslimin yang terikat oleh ‘Aqidah yang satu dan keyakinan yang serupa. . agar mereka membuktikan ke Islamannya dalam praktek – kenyataan. Sebagai Ummatan wasathan. bangsa-bangsa Afro-Asia dan dunia umumnya kini menghadapi pembangunan dalam segala lapangan : pembangunan bangsa dan negara. milik pusaka kita. ekonomi dan politik. Dienul Islam sebagai Undang-undang Ilahy dilapangan syachsiyyah dan ijtima’iyyah. tidak berhak memiliki kemuliaan dan kebesaran. sosial dan masyarakat. Jikalau Ayub Khan dari Pakistan. Amir Faisal dari Haramain. memberi sumbangan kepada kemanusiaandan kebudayaan. Kaum Muslimin seantero nation harus aktif memberikan sumbangan yang positif untuk membangun dunia dan kemanusiaan itu. ber-amar ma’ruf dan ber-nahi munkar dimuka bumi. Karena karunia Ilahy ummat Islam didunia sekarang banyak yang memegang kekuasaan dalam negara-negara yang baru merdeka. Ideologi Da’wah Islam sepenuhnya harus bersumber kepada Qur-an dan Sunnah. dalam waktu yang dekat Dunia Islam akan beroleh kembali kedudukannya sebagai pemimpin dan penengah didunia. yalah Qur-an dan Sunnah. agar diatas bumi yang telah merdeka itu tegak Daulah dan Hukumah Islamiyah. penguasa atasnya. melaksanakan hukum dan syari’at Islam dalam lapangan kemasyarakatan dan kenegaraan. dan lain-lain kepala dari negara Muslimin didunia mengatur kerjasama yang rapi. Seluruh Ummat Islam memberikan harapan dan kepercayaan kepada para putera Islam yang kebetulan kini sedang memegang pemerintahan negara.Ummat yang sudah lepas dari pimpinan Qur-an dan Sunnah. Negara dan bangsa-bangsa Afro-Asia yang kini bergolak mengusir penjajah. Kemukakan ajaran Islam kepada manusia. Kita dibangkitkan untuk peri-kemanusiaan. tidak berhak mewarisi bumi sebagai chalifah. Dengan Qur-an dan Sunnah kaum Muslimin berbicara kepada manusia. membangun dunia dan kemanusiaan yang bersalam dan berbahagia. jikalau Ummat Islam tidak berpedoman kepada Qur-an dan Sunnah. Ummat Islam tidak akan mampu berbuat baik. dan zaman kita ditandai oleh kiamatnya imperialisme dan kolonialisme. Pakistan. Sebagai Muslim dia menerima pesan – amanat dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk membawa dan melaksanakan ajaran dan syari’at Islam didaerah kekuasaannya. Ummat Risalah kita bertanggung jawab atas jalan dan perkembangan dunia dan kemanusiaan. Kita harus aktif menyumbangkan harta kita kepada kemanusiaan. menuntut muthlak-perlu adanya Daulah dan Hukumah Islamiyah itu. nasional dan internasional. pembangunan dunia dan kemanusiaan. membawa dan memperjuangkan ajaran Islam untuk membangun dunia dan kemanusiaan kembali. Tidak ada alasan yang dapat menghalangi mereka untuk mengadakan kerjasama dalam menghadapi masalah dunia dan manusia. Setelah bebas dan lepasnya bangsa-bangsa Afro-Asia dari belenggu imperialisme Barat. wahai. Hanya itulah satu-satunya harta-kekayaan kita. ikut memberikan sumbangannya untuk membangun bangsa dan negara. Ummat Islam tidak boleh pasif dan statis membiarkan pembangunan dunia tanpa mendengar suara dan bahasa kaum Muslimin. Pena dan pedang Syuhada yang membina Haramain. Suria dan Mesir dan lain-lain negara Muslimin lainnya memesankan. menyumbangkan apa yang kita miliki untuk membangun dunia kembali diatas puing reruntuhan dunia lama. Gempitakan suara Islam dalam segala pertemuan. perdamaian yang abadi dan sejati. Ummat penengah.

seperti yang diamanatkan oleh Piagam Jakarta yang terkenal itu. Al A’raf : 17) Ayat-ayat diatas secara langsung juga berbicara kepada Amir Faisal. justru Ummat Islam adalah golongan mayorita dinegeri ini. jiwa dan jasad. menggunakan dia menjadi asas pembangunan untuk kebahagiaan rakyat. Kewajiban moril karena kita adalah kaum Muslimin. Kamu terimalah Kitab yang Aku berikan kepada kamu dengan kekuatan dan dengarkanlah betul-betul. dan ingatlah apa yang tersebut didalamnya supaya kamu menjadi orang Taqwa.Qur-an dan Hadits. Di Indonesia warganegaranya tidak kurang dari 95% yang beragama Islam. tidak bisa dipisahkan dengan gerakan reformasi dan modernisasi dalam batang tubuhnya Ummat Islam sendiri. bahwa mereka adalah pendukung Qur-an dan Sunnah itu. seperti satunya jasmani dan ruhani. agar mereka menggunakan kedudukan dan kekuasaan mereka untuk kejayaan Islam dan kaum Muslimin. menciptakan mashlahatuljama’ah. (QS. pujangga dan sarjana Islam yang masyhur Muhammad Iqbal ? Nation building yang kini kita jadikan thema pokok dalam segala kegiatan. hukum dan syari’at Islam memerlukan kekuasaan duniawi (weldlijke macht). tugas pokok dari setiap Mu’min yang memahami fungsi dan misinya didunia. adalah dengan kesadaran. dan formil konstitusionil karena Piagam Jakarta tidak boleh dipisahkan dengan UUD 45. Bukankah Negara Sa’udi Arabia yang pimpinannya sekarang (1964) ditangan Amir Faisal adalah jerih payah dari perjuangan besar Syechul Islam Muhammad bin Abdulwahhab. Jikalau kita menyebut beberapa kepala Negara diatas agar merintis perjuangan Qur-an dan Sunnah dengan kuasa dan wewenang yang ada ditangannya. Menegakkan Qur-an dan Sunnah. yang memperjuangkan Qur-an dan Sunnah itu dengan pena dan pedang ? Bukankah Negara Pakistan tidak bisa dipisahkan dengan peletak dasar yang pertama. Dalam bidang ini Mujahid Da’wah (Muballigh Islam) dapat memberikan darmabaktinya. Ajaran Islam yang murni dan asli (Qur-an dan Sunnah) bukan saja berguna untuk nation building kita. Para penjabat Negara dari pusat sampai ke Rukun Tetangga terdiri dari sebagian besar Ummat Islam. untuk ‘Izzul Islam wal Muslimin. sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya pula. bahagia bersama. mempunyai kewajiban moril dan formil untuk menjalankan syari’at Islam (Syar’iyyah Islamiyah). Ayub Khan dan lain-lain putera Islam yang memegang kekuasaan negara. Kekuasaan itu yang berwenang untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. tetapi untuk membangun dunia baru yang bebas dari perbudakan dan perhambaan. 93 . Kamu terimalah Kitab yang Aku berikan kepada kamu dengan kekuatan. Nation Building dan reformisme-modernisme Islam pada hakekatnya adalah satu. . Qur-an dan Hadits. Adalah kewajiban Ulama dan Sarjana Islam untuk memberi bekal dan sumbangan kepada para pemimpin negara diseluruh dunia. tidak bisa berjalan sendiri. yang berhak memerintah dan menegah manusia. hakum dan syari’at dan syari’at Islamiyah tidak berkaki dan bertahan. Islam dipakai untuk membangun masyarakat dan negara. kedua-duanya memberi landasan kebijaksanaan untuk melakukan itu. Ber-Da’wah kepada para Pemimpin Negara supaya dengan kekuasaan dan syaukah yang ditangan mereka. terutama di Afro-Asia yang para Umara’nya banyak terdiri dari kaum Muslimin. Al Baqarah : 63.

misalkan ada orang yang menguasi ilmu Fiqh tetapi tidak memahami ilmu-ilmu yang lain setiap ada masalah jawabannya selalu ilmu fiqh yang diberikan. B. NUR CHOLIS MAJID : Sikap pasrah kepada Tuhan adalah merupakan hakikat dari pengertian islam. Dari seorang fakir-miskin tak ada kewajiban zakat yang harus dibayarnya. mengedalikan kemanusiaan. Rumus Ideologi Da’wah yang bersumber kepada Qur-an dan Sunnah. Kebahasaan Islam dari bahasa Arab salima selamat. sistem perekonomian dan sebagainya. karena dalam masalah itu tidak serta merta hanya masalah pelacuran tetapi ada masalah yang lauin yaitu ketenaga kerjaan. BEBERAPA PENDAPAT TENTANG ISLAM Ada dua sisi yang dapat digunakan untuk memahami pengertian Agama Islam. Kalau kepada mereka tentang bagaimana cara mengatasi masalah pelacuran maka yang ada hanya bagaimana menghancurkan tempat pelacuran tersebut. MAULANA MUHAMMAD ALI : Islam adalah agama perdamaian. hanya itu sajalah yang dapat kita ketengahkan kepada manusia. Negara dan Dunia. yang penuh dengan churafat. malah tidak berhak berbicara atas nama Ummat Islam. Padahal tidak bisa mengatasi persoalan pelacuran menghancurkan tempatnya saja. bid’ah dan sebagainya. NAAN METODOLOGI Sejak kedatangan Islam abad ke-13 hingga saat ini. Sebagai contoh. Adanya sejumlah orang yang pengetahuan tentang ke-Islamannya cukup luas dan mendalam. pemahaman tentang ke-Islaman ummat Islam di Indonesia sangat variatif. Gejala seperti ini apakah memang sudah alami yang menjadi sebuah kenyataan untuk bisa diambil hikmahnya. sentosa dan damai. namun tidak terkoordinasi dan tidak tersusun secara sistemik. struktur sosial. Kemudian Aslama berserah diri masuk dalam kedamaian. Ummat yang tidak berpegang kepada Qur-an dan Sunnah (Ummat Islam) tidak mempunyai apa-apa yang dapat disumbangkannya kepada Dunia dan Manusia. malah dia yang berhak menerima zakat. Sehingga sesuatu yang variatif ini tidak keluar dari ajaran yang tekandung dalam al-Qur’an dan As-Sunnah sehingga tidak akan keluar dari keabsahannya.Islam yang tidak bersumber kepada Qur-an dan Sunnah. tidak akan mampuh memberikan sumbangannya bagi pembangunan Bangsa. yaitu sisi kebahasaan dan sisi peristilahan. ataukah diperlukan standart umum untuk bisa mengetahui keadaan yang variatif seperti ini. syirik. dan dua ajaran pokok yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan ummat manusia menjadi bukti nyata. membuat Negara dan Dunia ini menjadi bahagia dan bercahaya buat semuanya. Keadaan ini juga terjadi pada negara lain. sebagai pilihan dan alternatif untuk mengembangkan kehidupan. Islam yang sudah dikebiri dan dilucuti oleh seribu satu penyakit yang ditumbuhkan oleh Ummat Islam sendiri. Karena orang tidak menerima Islam secara sistemik maka antara guru satu dengan yang lainnya tidak akan pernah ketemu karena tidak sebuah silabus yang mengacu menjadi satu kesatuan. Dari sisi peristilahan dalam memberi pengertian para ilmuwan beragama dalam memberi . tidak mungkin dapat memberikan sahamnya untuk nation building dan character building. kesenjangan sosial.

idenya muncul dan nafasnya dihembuskan oleh semangat tokoh pemikir. Setiap pemikir ketika melontarkan gagasan atau buah pikirannya tidak lepas oleh situasi lingkungan yang dihadapi . manusia dengan manusia. Menurut Sosiologi pemikiran teologi dan filosofi selalu terkait dengan politik atau kemasyarakatan. Airnya kian pekat karena mengangkut pula lumpur dan sampah. Sesungguhnya setan musuh yang nyata bagimu” Kata ‫ السـلم‬yang dalam ayat diatas diterjemahkan kedamaian atas Islam. demikian juga sebaliknya. Peristilahan ini disamakan pada umumnya agama diluar Islam yang namanya disandarkan kepada nama pendirinya. Geraknyapun menjadi lamban. maka kajian pemikiran Islam hanya dibagi dalam bidang teologi (kalam). tetapi mengenai beberapa segi dari kehidupan manusia. HARUN NASUTION: Islam sebagai agama adalah agama yang ajaran-ajaranya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui nabi Muhammad sebagai rasul. sufisme dan filsafat saja dengan meninggalkan . C. berliku-liku dan bercabang-cabang. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya satu segi. makna dasarnya adalah damai atau tidak mengganggu. Setiap pemikiran yang kemudian didukung oleh sekelompok orang. Wajar jika sumber mata airnya yang semula bening dan jernih serta mengalir pada alur sempit dan deras dalam perjalanannya menuju muara kian melebar.pengertian antara lain adalah : Ahmad Abdullah Al-Masdoosi (1962) : Islam adalah Kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sejak manusia digelarkan ke muka bumi. AKIBAT YANG TIMBUL DARI PEMAHAMAN ISLAM Perjalanan Islam samapi kini telah melampui kurun waktu lima belas abad dan dipeluk oleh manusia diseluruh penjuru dunia. satu kaidah yang memuat tuntunan yang jelas dan lengkap mengenai aspek hidup manusia baik spritual maupun material. Pengertian Islam menurut Maulana Ali dapat dipahami dari Firman Allah surat Al-Baqorah ayat 208 : ٌ ْ ِ ّ ّ ُ َ ْ ُ َ ُ ِّ ِ َ ْ ّ ِ َ ُ ُ ْ ُ ِ َّ َ َ َ ّ َ ِ ّْ ‫ياأيهاالذين أمنواادخلوا فى السلم كافة ولتتبعوا خطوات الشيطان انه لكم عدو مبين‬ ِ ْ ُُ ْ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ “Hai Orang-orang yang beriman. masuklah kamu ke dalam Kedamaian/Islam secara menyeluruh dan jangan kamu ikuti langkah-langkah Setan. manusia dengan alam semesta. Jika teori ini benar. Pemikiran Islam dapat diibaratkan dengan sebagai sungai yang besar dan panjang. pandangan hidup dan sikap politiknya. ORIENTALIS : islam sering di identikkan dengan Mohammadanism dan Mohammedan. Dari definisi itu dapat disimpulkan bahwa Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui Rasul-rasul-Nya berisi hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah. dan terbina dalam bentuknya terakhir dan sempurna dalam al-Qur’an yang suci yang diwahyukan Tuhan Kepada Nabi-Nya yang terakhir yakni Nabi Muhammad Ibnu Abdullah.

Ali Syariati juga menawarkan cara memahami Islam melalui pendekatan aliran. c. maka yang akan terlihat hanya satu dimensi saja dari gejalanya yang bersegi banyak. Memahami Islam secara menyeluruh adalah penting walaupun tidak secara detail. karena metode dan pendekatan dalam memahami Islam yang demikian itu masih perlu dilengkapi dengan metode yang bersifat teologis dan normatif. Mempelajari tokoh-tokoh Islam terkemuka dan membandingkan tokoh-tokoh utama agama maupun aliran-aliran pemikiran lain. Pencampuradukkan antara Islam sebagai agama dan Islam sebagai rangka historis bagi pengembangan budaya dan peradaban telah dilanggengkan dan pernah berkembang lebih kompleks hingga hari ini. d. Ali Syariati lebih lanjut mengatakan. Untuk itu dalam memahami dan menelaah ajaran Islam yang ada dalam buku-buku ilmiah terkadang perlu kita cermati apakah ajaran ini persial atau apakah sudah komprehensif. karya Ali Syariati dijumpai uraian singkat tentang metode memahami yang pada intinya Islam harus di lihat dari berbagai dimensi. perseorangan maupun masyarakat. Secara akademis suatu perbandingan memerlukan persyaratan tertentu. Perbandingan menghendaki obyektifitas. menjadi sebuah kajian yang tidak lengkap. Namun demikian. Mempelajari Islam dengan metode ilmiah saja tidak cukup. NASRUDDIN RAZAK metode memahami Islam sama dengan Ali Syariati menawarkan metode pemahaman Islam secara menyeluruh. ada berbagai cara memahami Islam a. Dalam buku yang berjudul Tentang Sosiologi Islam. namun tidak cukup apabila kita memahami secara keseluruhan. masyarakat-masyarakat Islam harus dikaji dalam dan untuk diri sendiri. Selain dengan menggunakan pendekatan komparasi. D. Mungkin kita berhasil melihatnya secara tepat. Tugas intelektual hari ini ialah mempelajari memahami Islam sebagai aliran pemikiran yang membangkitkan kehidupan manusia. Dengan demikian untuk menghasilkan Islam secara utuh dan menyeluruh perlu menatapnya dari berbagai situasi yang mengitari disekitar kalahiran Islam tersebut serta tokoh-tokoh yang mengembangkannya. Mempelajari kepribadian Rasul Islam dan membandingkannya dengan tokoh-tokoh besar pembahruan yang pernah hidup dalam sejarah.ketatanegaraan(politik) dan hukum. Dengan mengenal Allah dan membandingkan-Nya dengan sesembahan agama lain b. Dengan mempelajari Kitab suci Al-Qur’an dan membandingkan dengan kitab-kitab samawi (atau kitab-kitab yang dikatakan sebagai samawi) lainnya. Pada intinya metode ini adalah metode komparasi (perbandingan). Dalam hubungan ini ia mengatakan jika kita meninjau Islam dari satu sudut pandangan saja. Begitulah cara paling minimal untuk memahami agama paling besar sekarang ini agar menjadi pemeluk agama yang mantap dan untuk menumbuhkan sikap . BEBERAPA METODE MEMAHAMI ISLAM Kami mencoba menelusuri metode memahami Islam sepanjang yang dapat dijumpai dari berbagai literaratur ke-islaman.

yaitu pemahaman Islam dipahami secara komprehensif. Setelah itu dilanjutkan dengan melihat agama sebagai norma ajaran yang berkaitan dengan aspek kehidupan manusia yang secara . yaitu suatu cara memahami agama dengan membandingkan seluruh aspek yang ada dalam agama Islam tersebut dengan agama lainnya. dengan demikian akan dihasilkan pemahaman Islam yang obyektif dan utuh. baru kemudian dihubungkan dengan kenyataan historis. atau melalui pengenalan dari sumber kitab-kitab fiqh dan tasawuf yang semangatnya sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. maka kita hanya akan melihat satu dimensi dari fenomena-fenomena yang multi faset (terdiri dari banyak segi). Hal ini didasarkan pada alasan. Mempelajari Islam dengan cara demikian akan menjadikan orang tersebut sebagai pemeluk Islam yang sinkretisme. Islam seharusnya dipahami secara bulat. apabila kita melihat Islam hanya dari satu segi saja. Metode lain yang diajukan Mukti Ali adalah metode tipologi. dan apa yang berasal dari Tuhan Mutlak benar. Islam harus di pelajari dengan integral. karena pada umumnya mereka memiliki pemahaman Islam yang baik yaitu pemahaman yang lahir dari perpaduan ilmu yang dalam terhadap ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah dengan pengalaman yang indah dari praktek ibadah yang dilakukan setiap hari. tidak dengan cara persial artinya ia dipelajari secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang bulat tidak secara sebagian saja. empiris dan sosiologis yang ada di masyarakat. Metode ini banyak ahli sosiologi dianggap obyentif berisi klasifikasi topik dan tema sesuai dengan tipenya. Islam perlu dipelajari dari kepustakaan yang ditulis oleh para ulama besar dan sarjana-sarjana Islam. karena agama bersal dari Tuhan. maka agamapun mutlak benar. Metode sintesis yaitu suatu cara memahami Islam yang memadukan antara metode ilmiah dengan segala cirinya yang rasional obyektif. menimbulkan skeptis. lalu dibandingkan dengan topik dan tema yang mempunyai tipe yang sama. Kekeliruan memahami Islam. 4. yaitu 1)aspek ketuhanan 2)aspek kenabian 3)aspek kitab suci dan 4)aspek keadaan sewaktu munculnya nabi dan orang-orang yang didakwahinya serta individu-individu terpilih yang dihasilkan oleh agama itu. sekalipun kita melihatnya itu betul. Kedua. Metode ilmiah digunakan untuk memahami Islam yang terkandung dalam kitab suci. bimbang dan penuh keraguan. Untuk memahami agama Islam secara benar Nasruddin Razak mengajukan empat cara : 1. Dalam hubungan ini Mukti Ali mengatakan.yang hormat bagi pemeluk agama lainnya. 3. Metode ini juga untuk memahami agama Islam. Islam harus dipelajari dari sumber aslinya Al-Qur’an dan hadits. Selain itu Mukti Ali juga mengajukan pendapat tentang metode memahami Islam sebagaimana yang dikemukakan oleh Ali Syariati yang menekankan pentingnya melihat Islam secara menyeluruh. karena orang mengenalnya dari sebagian ulama dan pemeluknya yang telah jauh dari bimbingan Al-Qur’an dan Al-Sunah. juga agama-agama lain. Pertama metode Komparasi. kita dapat mengindentifikasi lima aspek dari ciri yang sama dari agama lain. yakni bercampur dengan hal-hal yang tidak islami jauh dari ajaran islam yang murni. kritis dan seterusnya dengan metode teologis normatif. Dari beberapa metode diatas kita melihat bahwa metode yang dapat digunakan untuk memahami Islam secara garis besar ada dua macam. Memahami Islam secara persial akan membahayakan. 2. Melalui metode teologis normatif ini seseorang memulai dari meyakini Islam sebagai agama yang mutlak benar. Islam hendaknya dipelajari dari ketentuan teologi normatif yang ada dalam al-Qur’an.

misalnya aspek lingustik dan . kokoh dan militan pada Islam. Wahyu perlu untuk mengatur masyarakat manusia dan memang demikian pendapat kaun Asy’ariah. bahwa segala sesuatu dalam beragama tak dapat selalu diisolaikan dengan akal atau rasional manusia. jika Islam ditinjau dari satu sudut pandang saja. seperti sebab pertama dan terakhir segala sesuatu.keseluruhan diyakini amat ideal. Berikut ini beberapa metode yang ditawarkan oleh ilmuwan muslim yang dapat membantu seorang muslim memahami agamanya. Hal ini dikarenakan pendapat akal manusia kadang melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Karena akal yang diberi oleh Tuhan punya keterbatasan dalam membuka hijabNya. Melalui metode teologi normatif yang tergolong tua usianya ini dapat dihasilkan keyakinan dan kecintaan yang kuat. Sehingga cara befikir teologis disini berusaha mencari jawaban absolut dari masalah-masalah yang dihadapi. Menurutnya. Harun Nasution dalam bukunya teologi Islam. METODE MEMAHAMI ISLAM Oleh Rustina N Untuk memahami Islam secara komprehensi dan tepat diperlukan metode. Hal ini memang dapat dapat dibenarkan. dalam kaitannya dengan peranan akal Asy’ariyah berpendapat bahwa kewajiban mengetahui Tuhan. melainkan harus melalui wahyu yang disampaikan oleh Tuhan. salah satu fungsi wahyu ialah member tuntunan kepada manusia untuk mengatur hidupnya di dunia. Buktinya ialah Alquran yang memiliki banyak dimensi. Al-Dawwani pernah berkata. maka yang akan terlihat hanya satu dimensi saja dari gejalanya yang bersegi banyak. sedangkan metode ilmiah yang dinilai sebagai tergolong muda usianya ini dapat dihasilkan kemampuan menerapkan Islam yang diyakini dan dicintainya itu dalam kenyataan hidup serta memberi jawaban terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi manusia. Mungkin pandangan kita itu akan tepat. Namun sampai sekarang kita belum tahu dimana batasan akal yang kita miliki. Latar belakang penyebab lain timbulnya paham Teologis-Normatif adalah karena berkembang pesatnya paham teologi teo-centris yang berkembang di dunia Islam. yakni teologi Asy’ariyah. namun tidak cukup bila kita ingin memahaminya secara keseluruhan. Faktor lainnya dari latar belakang paham Teologis-Normatif ialah karena sikap yang kurang percaya kepada pendapat akal manusia. Sehingga pada pendapat akal yang salah dapat menyesatkan atau menyalahkan manusia dalam berbagai bidang kehidupannya. ← PENGERTIAN FILSAFAT ISLAM | TASAWUF → Rating tidak diperbolehkan • • • • • • • • • • Melaporkan penyalahgunaan Bagikan Paham Teologis-Normatif dalam Islam tak dapat terlepas dari pemahaman mengenai kondisi obyektif masyarakat. Ali Syariati dalam bukunya Tentang Sosiologi Islam menguraikan secara singkat tentang metode memahami Islam yang pada intinya bahwa Islam harus dilihat dari berbagai dimensi. Keyakinan pada wahyu inilah yang menjadi salah satu faktor timbulnya paham TeologisNormatif ini berkembang. kewajiban mengetahui baik dan jahat serta kewajiban mengetahui yang baik dan menjauhi yang buruk tidak dapat dicapai oleh akal.

yakni para intelektual muslim memikul tugas dan amanah untuk memahami Islam. Metode perbandingan atau komparasi dengan cara membandingkan Alquran dengan kitab-kitab samawi lainnya. Memahami Islam dengan cara keempat sebagaimana disebutkan di atas sangat diperlukan dalam upaya menunjukkan peran sosial dan kemanusiaan dari ajaran Islam itu sendiri. artinya ia dipelajari secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang bulat tidak secara sebagian saja. islam harus dipelajari dari sumbernya yang asli. mengkajinya sesuai dengan bidangnya masingmasing untuk menumbuhkan pemahaman yang segar tentang Islam demi masa depan ummat manusia yang lebih baik dengan berpedoman pada Alquran dan Sunnah. Ali Syariati menawarkan berbagai cara memahami Islam yang pada intinya adalah melalui metode perbandingan serta melalui pendekatan aliran. pertama. Adapun cara kedua dalam memahami Islam menurut Ali Syariati adalah melalui pendekatan aliran. mempelajari kepribadian Rasul Islam dan membandingkannya dengan tokoh-tokoh besar pembaharuan yang pernah hidup dalam sejarah. dan sosiologis yang ada di masyarakat. ketiga. empiris. Metode lain untuk memahami Islam yang diajukan Mukti Ali adalah metode tipologi. Secara teknis. aspek kenabian. Mukti Ali melihat bahwa untuk melihat Islam sebagai sebuah agama dapat digunakan metode doktriner dan untuk melihat Islam sebagai sebuah disiplin ilmu. aspek kitab suci. atau hanya dari kitab-kitab filih dan tasawuf. Sementara dimensi manusiawinya yang mengandung aspek historis. Selanjutnya terdapat pula metode memahami Islam yang dikemukakan oleh Nasruddin Razak yang hampir sama dengan konsep Ali Syariati. yaitu metode memahami islam secara menyeluruh. dapat digunakan metode ilmiah dengan ciri-ciri rasional. tidak dengan cara parsial. Islam perlu dipelajari dari kepustakaan yang ditulis oleh para ulama besar. Amin Abdullah dan Mukti Ali juga menawarkan dua metode memahami Islam.sastra yang telah banyak dipelajari. sosiologis dan psikologis belum banyak dikaji. Keempat. serta agama lain kita dapat menidentifikasi lima aspek atau ciri dari agama itu. empiris. Ia mengajukan empat cara. islam harus dipelajari secara integral. kaum zuamaa dan sarjana-sarjana Islam karena mereka pada umumnya memiliki pemahaman Islam yang baik yang lahir dari perpaduan ilmu yang dalam terhadap Alquran dan Sunnah serta praktek ibadah yang dilakukan setiap hari. mempelajari tokohtokoh Islam terkemuka dan membandingkannya dengan tokoh-tokoh utama agama atau aliran-aliran pemikiran lain. Islam hendaknya dipelajari dari ketentuan normatif teologis yang ada dalam Alquran lalu dihubungkan dengan kenyataan historis. yaitu bahwa untuk melihat Islam sebagai sebuah disiplin ilmu (islamic studies) dapat digunakan pendekatan ilmiah yang ciri-cirinya rasional. Aspek-aspek tersebut seharusnya dikaji untuk menghasilkan pemahaman Islam secara menyeluruh. yaitu. Dalam hal agama Islam. empiris. obyektif yang selanjutnya disebut pendekatan sintesis. kedua. bukan hanya dari sebagian ulama dan pemeluknya. yaitu mengklasifikasi topik dan tema sesuai dengan tipenya. lalu dibandingkan dengan aspek dan ciri yang sama dari agama lain. aspek keadaan sewaktu munculnya Nabi dan orang-orang yang .obyektif Sedangkan untuk melihat Islam sebagai agama dapat digunakan pendekatan normatif teologis. yaitu aspek ketuhanan. Demikian juga aspek-aspek filosofis dan keimanan Alquran yang telah banyak dikaji oleh filosof dan teolog. lalu dibandingkan dengan topik dan tema yang mempunyai tipe yang sama. yaitu Alquran dan al-Sunnah.

104-115).didakwahi serta individu-individu terpilih yang dihasilkan oleh agama itu. Cet. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara garis besar ada dua metode yang dapat ditempuh untuk memahami Islam. Melalui metode teologis normatif yang tergolong tua usianya dapat dihasilkan keyakinan dan kecintaan yang kuat. sedangkan metode teologis normatif digunakan untuk memahmi Islam yang terkandung dalam kitab suci. yaitu suatu cara memahami Islam yang memadukan antara metode ilmiah dengan segala cirinya yang rasional. Pertama. Bulan Bintang : 1991 : xvi + 233 halaman (termasuk biografi singkat) . Metode-metode yang digunakan untuk memahi Islam itu suatu saat mungkin dipandang tidak cukup lagi. Metode ilmiah digunakan untuk memahami Islam yang nampak dalam kenyataan historis. dan sosiologis. sedangkan dengan metode ilmiah yang nilai tergolong muda usianya dapat dihasilkan kemampuan menerapkan Islam yang diyakini dan dicintainya dalam kenyataan hidup serta memberi jawaban terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi manusia. Metode teologis normatif dimulai dari keyakinan bahwa Islam sebagai agama mutlak benar dengan alasan karena agama berasal dari Tuhan dan apa yang berasal dari Tuhan mutlak benar. A. Kedua metode sintesis. Mukti Ali : PT. Metodologi Studi Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Setelah itu dilanjutkan dengan melihat agama sebagaimmana norma ajaran yang berkaitan dengan dengan berbagai aspek kehidupan manusia yang secara keseluruhan diyakini amat ideal. Selanjutnya untuk memahami Islam dapat pula dilakukan dengan memahami kitab sucinya dan mempelajari pribadi Muhammad bin Abdullah. sehingga diperlukan pendekatan baru yang harus terus digali oleh pembaharu. dan militan pada Islam. obyektif.empiris. empiris. kritis dengan metode teologis normatif. h. kokoh. (Abuddin Nata. yaitu suatu cara memahami agama dengan membandingkan seluruh aspek yang ada dalam agama Islam dengan agama lain sehingga dihasilkan pemahaman Islam yang obyektif dan utuh. • • • • • • • • METODE MEMAHAMI AGAMA ISLAM Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Tebal : Metode Memahami Agama Islam : H. IV. maka agama pun mutlak benar. serta meneliti suasana dan situasi di mana Nabi Muhammad bangkit. metode komparasi.

Metode kognitif yang betul untuk mencari kebenaran adalah lebih penting daripada filsafat. Mereka hanya mengetahui kulit luarnya agama Islam. v) • Pada bagian kedua bukunya. Ia lalu mengusulkan bahwa sistem pengajaran dan pendidikan yang paling baik di Indonesia adalah madrasah dalam pesantren. yang membahas tentang "Ulama dan Pesantren" Mukti Ali menerangkan ciri-ciri pesantren kemudian menyatakan bahwa sistem pesantren baik dalam pendidikannya. Mukti Ali menganjurkan para peneliti Muslim untuk menggunakannya. atau sosiologis. psikologis. Mukti Ali mengatakan bahwa metodologi adalah masalah yang sangat penting dalam sejarah pertumbuhan ilmu. tidak subjektif. Pertanyaannya adalah bagaimana metode yang baik itu? Orang-orang Barat yang mengkaji Islam menggunakan metode naturalistik. diperlukan suatu metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. • Pada bagian pertama bukunya ini. sistematis. 31) • Walaupun demikian. Akibatnya adalah penelitiannya menarik. (hlm. Islam dapat dipahami secara objektif. tetapi mereka sebenarnya belum mengerti Islam secara utuh. tetapi tidak baik dalam pengajarannya. ia tetap mengkritik cara Barat (orientalis) dalam mempelajari Islam yang hanya mendekati Islam dengan metode ilmiah saja. 27) • Demikian pula halnya ketika mengkaji tentang Islam. (hlm.• Persoalan metodologi selalu menjadi perhatian utama para ilmuwan atau peneliti ketika membahas suatu objek kajian. (hlm. sains. benar. ilmiah. hanya hanya mempunyai bakat. tidak emosional. (hlm. Hal ini diperlukan untuk menghasilkan penelitian yang seobjektif mungkin dan seilmiah mungkin. 32) . dan lain-lain. Dengan metodologi itu.

dalam lingkungan apa ia dibesarkan. Untuk memahami manusia. sehingga timbul kesan bahwa Islam sudah ketinggalan zaman dan sudah tidak sesuai dengan alam pembangunan ini. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ide dan kepercayaannya sebagai pendahuluan yang harus dilakukan untuk mengetahui orang tersebut. siapa saja guru-gurunya. sukunya. 3334) • Cara pertama dianggap tidak mencukupi. di mana ia belajar. Seseorang yang ingin mengetahui orang itu lebih jauh. 32) • Mukti Ali mengajukan metode Ali Syari'ati dalam memahami agama Islam. (hlm. penafsirannya tidak dapat diterapkan dalam masyarakat. bagaimana keluarganya. mempelajari hasil karyanya dan mempelajari biografinya. Akibatnya. apa yang dia pelajari. para ulama sudah terbiasa memahami ajaran Islam dengan cara doktriner dan dogmatis. maka ada dua cara yang harus ditempuh yaitu. Hal-hal yang berkaitan dengan itu adalah di mana tempat lahir. bagaimana kehidupan pendidikan yang diberikan kepadanya. • Adapun cara pertama.• Para ulama pun mendapatkan kritik dari guru besar Ilmu Perbandingan Agama. seseorang harus mempelajari dan meneliti hasil karyanya. kejadian- . Karya-karya yang dimaksudkan di sini adalah karangan-karangan intelektualnya atau karya-karya ilmiahnya. rasnya. berbagai pidato dan kuliahnya. Ia lalu menawarkan pendekatan baru dalam memahami Islam yaitu pendekatan ilmiah-cumdoktriner atau dengan kata lain metode sintesis. (hlm. teori-teori yang digunakannya. yang sama sekali tidak dihubungkan dengan kenyataan-kenyataan hidup dalam masyarakat. maka ia harus menenpuh cara yang kedua. Menurutnya. kapan ia lahir. bagaimana hidupnya ketika masih kecil. Ali Syari'ati membandingkan agama dengan manusia. buku-buku yang ditulisnya. yaitu mempelajari biografinya. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. negerinya.

seperti Khadijah (mewakili wanita). 37-38) • Jika metode di atas diterapkan pada Islam. 40). Pendekatan ini dianggap banyak digunakan oleh para sarjana Barat dalam memahami manusia. maka yang dipelajari darinya adalah pertama. pertama kali muncul (hlm. (hlm. kemudian dibandingkan dengan topik dan tema yang mempunyai tipe yang sama. konsep. Metode yang dimaksud adalah metode tipologi. 38-39). 4) keadaan sekitar ketika munculnya sang nabi dan keadaan orangorang yang didakwahi. apa saja kegagalan yang ia alami dan apa saja kesuksesan yang ia dapatkan? (hlm. pelajaran tentang sejarah Islam.kejadian penting apa saja yang pernah dialami dalam kehidupannya. yaitu mempelajari tentang perkembangan Islam sejak awal misi Nabi Muhammad saw. 34) • Selain metode di atas. (hlm. 34) • Apabila metode di atas diterapkan pada agama Islam. 39). 5) sejarah orang-orang yang berjuang pertama kali bersama Nabi saw. (hlm. 3) Kitab. hingga sekarang. Kedua. Cara kerja metode ini adalah mengklasifikasikan topik dan tema sesuai dengan tipenya. 2) al-Qur'an sebagai kitab suci agama Islam (hlm. 1) Allah swt. gambaran. al-Quran yang merupakan himpunan ide dan output ilmiah dan literer yang terkenal dengan Islam. yang berkaitan dengan tipe. dan 5) pribadi-pribadi pilihan hasil didikan agama tersebut. Mukti Ali juga menawarkan metode lain dalam memahami Islam. 3) pribadi Rasulullah saw. (hlm. 38). Abu Bakar ash-Shiddiq . Kelima aspek tersebut adalah 1) Tuhan. 4) sejarah bangsa Arab ketika Nabi Muhammad saw. maka yang harus dipelajari adalah. 2) Nabi. maka setidaknya ada lima aspek atau ciri yang bisa diidentifikasi pada semua agama. dan ciri-ciri Tuhan yang dibahas dalam Islam (hlm. 37) • Apabila metode ini diterapkan pada agama.

• Kelompok pertama adalah buku-buku yang sengaja ditujukan kepada kelompok khusus seperti khusus ditujukan kepada non-muslim atau ditujukan kepada para intelektual. dua jilid. cetakan kesebelas. cetakan . Ali bin Abi Thalib (mewakili pemuda). 1397/ 1977). 1967).(mewakili orang kaya yang terhormat). Towards Understanding Islam. Beberapa contoh tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai dengan tujuan dan sasaran penulisannya. 179 halaman (lahore: Islamic Publication. 4) Abu Bakar Jabir al-Jazairi. 1) Hamka. Galwash. saat ini diperlukan pengetahuan tentang ajaran Islam yang komprehensif atau menyeluruh yang bersumber dari al-Qur'an dan Sunnah. cetakan kedua (Jakarta: UI Press. dua jilid. Beberapa contoh buku tersebut adalah. 3) Ahmad A. Minhajul Muslim. Sunnah. Pelajaran Agama Islam. 45) • Mukti Ali kemudian memberikan beberapa contoh buku yang membahas tentang Islam secara komprehensif. dan Ijtihad sebagai metode pendekatan yang digunakan. (hlm. Qatar: Dar al-Uloom. Mukti Ali mengkritik Muhammadiyah yang menggunakan al-Qur'an. cetakan ketiga. 260 dan 244 halaman (Doha. 1973). 1978). 1) Harun Nasution. (hlm. 2) Abu A'la Maududi. Bilal bin Rabah (mewakili budak yang dianggap hina dina oleh kaumnya kala itu). 126 dan 122 halaman. Beberapa contoh kelompok ini adalah. Padahal. 46-47) • Kelompok kedua adalah buku yang ditujukan tidak kepada kelompok khusus. (42) • Pada bagian ketiga bukunya. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. 575 halaman (al-Magrib: dar at-Tiba'ah al-Haditsah. The Religion of Islam. tetapi Muhammadiyah sendiri belum menghasilkan karya tentang Islam yang bersumber dari al-Qur'an dan Sunnah.

47) • Kelompok ketiga adalah buku yang mempunyai ciri khusus yaitu berusaha untuk mempertahan Islam dari serangan-serangan dan berbagai tuduhan orang-orang Barat. Buku ini tidak diantarkan oleh penulis lain selain Mukti Ali sendiri. 2) Mahmoud Syaltut.kelima. dan sejarah tokoh lainnya.t. Hal ini terjadi disebabkan karena materi buku ini merupakan materi pidato dan prasaran yang di sampaikan di berbagai tempat. selainnya lebih berbicara tentang sejarah Muhammadiyah dan pendirinya. Kata pengantar dari tokoh lain sangat penting untuk informasi awal dari suatu buku agar tidak terkesan subjektif. 408 halaman (Jakarta: Bulan Bintang. (hlm. • 4. Buku ini tidak dilengkapi dengan indeks. 1973). 47) • • Adapun kekurangan buku ini menurut penulis adalah. kedua. dan ketiga yang membahas metode yang dimaksudkan tersebut. 784 halaman (Cairo: The Arab Writer Publication & Printers. The Religion of Islam. 1966). sehingga sulit untuk melacak referensi yang digunakan penulis.). Buku ini berjudul tentang "metode memahami Agama Islam" yang dalam bayangan penulis buku ini membahas secara tuntas tentang berbagai metode yang digunakan dalam memahami agama Islam. • 5. . Seringnya terjadi pengulangan pembahasan di berbagai tempat. cetakan ketiga. (hlm. Contoh buku tersebut adalah Maulana Muhammad Ali. • 2. 570 halaman (Cairo: Dar al-Qalam. • 3. Buku ini tidak dilengkapi dengan foonote dan daftar pustaka. Al-Islam Aqidah wa Syari'ah. tetapi ternyata hanya bagian pertama. sehingga untuk mencari atau memeriksa kata-kata yang dibutuhkan secara cepat. 1. t.

Padahal informasi yang tidak kalah pentingnya adalah kapan ia lahir. Antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilaku mereka untuk dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia. Dengan kata lain bahwa cara-cara yang digunakan dalam disiplin ilmu antropologis dalam melihat suatu masalah digunakan pula untuk memahami agama. sebagai sebuah ilmu yang mempelajari manusia. Antropologi dalam kaitan ini sebagaimana dikatakan Powam Rahardjo. 04 November 2009 PENDEKATAN ANTROPOLOGI DALAM KAJIAN ISLAM PENDEKATAN ANTROPOLOGI DALAM KAJIAN ISLAM Pendahuluan Pendekatan antropologis dalam memahami agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. agama tampak akrab dan dekat dengan masalah-masalah yang dihadapi manusia dan berupaya menjelaskan dan memberikan jawabannya. Antropologi. lebih mengutamakan pengamatan langsung. menjadi sangat penting untuk memahami agama.• 6. Biodata penulis kurang memadai atau kurang lengkap karena hanya mencantumkan jabatan dan bukunya yang baru terbit. Penelitian antropologi Grounded Research adalah penelitian yang penelitinya terlibat dalam kehidupan masyarakat yang ditelitinya. Seorang peneliti datang ke lapangan tanpa ada prakonsepsi apapun terhadap fenomena keagamaan yang akan diamatinya. Dibekali dengan pendekatan yang holistik dan komitmen antropologi akan pemahaman tentang manusia. bahkan sifatnya partisipatif. Fenomena-fenomena tersebut selanjutnya diinterpretasi dengan menggunakan kerangka teori tertentu. di mana ia lahir bagaimana latar belakang pendidikannya. maka sesungguhnya antropologi merupakan ilmu yang penting untuk mempelajari agama dan interaksi sosialnya . • • Rabu. dan berbagai informasi lainnya. Melalui pendekatan ini.

Posisi penting manusia dalam Islam juga mengindikasikan bahwa sesungguhnya persoalan utama dalam memahami agama Islam adalah bagaimana memahami manusia. sementera itu religious sense adalah kegiatan atau kejadian yang terjadi di luar jangkauan kemampuan nalar maupun teknologi. Walaupun harus disadari pula bahwa usaha-usaha manusia untuk menafikan agama juga sering muncul dan juga menjadi fenomena global masyarakat. Islam yang menjadi gambaran sesungguhnya dari keberagamaan manusia. Penjelasan lain misalnya yang diungkapkan oleh Emile Durkheim tentang fungsi agama sebagai penguat solidaritas sosial. Nurcholish Madjid mengungkapkan bahwa pendekatan antropologis sangat penting untuk memahami agama Islam. . Dalam satu sisi common sense mencerminkan kegiatan sehari-hari yang biasa diselesaikan dengan pertimbangan rasional ataupun dengan bantuan teknologi. sesungguhnya mencerminkan betapa agama begitu penting bagi eksistensi manusia. Para antropolog menjelaskan keberadaan agama dalam kehidupan manusia dengan membedakan apa yang mereka sebut sebagai common sense dan religious atau mystical event. merupakan simbol akan pentingnya posisi manusia dalam Islam. Karena realitas keagamaan sesungguhnya adalah realitas kemanusiaan yang mengejawantah dalam dunia nyata. Terlebih dari itu. misalnya. makna hakiki dari keberagamaan adalah terletak pada interpretasi dan pengamalan agama. Pergumulan dalam kehidupan kemanusiaan pada dasarnya adalah pergumulan keagamaannya. antropologi sangat diperlukan untuk memahami Islam.dengan berbagai budaya. Barangkali karya Clifford Geertz The Religion of Java yang ditulis pada awal 1960an menjadi karya yang populer sekaligus penting bagi diskusi tentang agama di Indonesia khususnya di Jawa. karena konsep manusia sebagai 'khalifah' (wakil Tuhan) di bumi. Dengan demikian memahami Islam yang telah berproses dalam sejarah dan budaya tidak akan lengkap tanpa memahami manusia. Oleh karena itu. Di Indonesia usaha para antropolog untuk memahami hubungan agama dan sosial telah banyak dilakukan. Persoalan-persoalan yang dialami manusia adalah sesungguhnya persoalan agama yang sebenarnya. atau Sigmund Freud yang mengungkap posisi penting agama dalam penyeimbang gejala kejiwaan manusia. Pandangan Geertz yang mengungkapkan tentang adanya trikotomi-abangan. sebagai alat untuk memahami realitas kemanusiaan dan memahami Islam yang telah dipraktikkan. Dua sisi kajian ini-usaha untuk memahami agama dan menegasi eksistensi agama-sesungguhnya menggambarkan betapa kajian tentang agama adalah sebagai persoalan universal manusia.

Penjelasan Geertz tentang adanya pengelompokkan masyarakat Jawa ke dalam kelompok sosial politik didasarkan pada orientasi ideologi keagamaan. Teori politik aliran ini. Walaupun Geertz mengkelompokkan masyarakat Jawa ke dalam tiga kelompok. Keterpengaruhan itu bisa dilihat dari beberapa pandangan yang mencoba menerapkan kerangka berfikir Geertz ataupun mereka yang ingin melakukan kritik terhadap wacana Geertz. dan diyakini oleh penganutnya. Karya Geertz ini disebut untuk sekedar memberikan ilustrasi bahwa kajian antropologi di Indonesia telah berhasil membentuk wacana tersendiri tentang hubungan agama dan masyarakat secara luas. menurut Bahtiar Effendy memberikan arti penting terhadap wacana tentang hubungan antara agama-khususnya Islam-dan negara. Melihat agama di masyarakat. Kaum abangan lebih dekat dengan partai politik dengan isu-isu kerakyatan. Pernyataan Geertz bahwa abangan adalah kelompok masyarakat yang berbasis pertanian dan santri yang berbasis pada perdagangan dan priyayi yang dominan di dalam birokrasi. ketika dihadapkan pada realitas politik. Pandangan trikotomi Geertz tentang pengelompokan masyarakat Jawa berdasar religiokulturalnya berpengaruh terhadap cara pandang para ahli dalam melihat hubungan agama dan politik.santri dan priyayi-di dalam masyarakat Jawa. dan kaum santri memilih partaipartai yang memberikan perhatian besar terhadap masalah keagamaan. Antropologi yang melihat langsung secara detil hubungan antara agama dan masarakat dalam tataran grassroot memberikan informasi yang sebenarnya yang terjadi dalam masyarakat. Teori politik aliran dapat digunakan untuk memberikan penjelasan yang baik mengenai salah satu dasar (basis) pengelompokkan religio-sosial di Indonesia. bagi antropologi adalah melihat bagaimana agama dipraktikkan. Dalam diskursus interaksi antara agama-khususnya Islam-dan budaya di Jawa. pandangan Geertz telah mengilhami banyak orang untuk melihat lebih mendalam tentang interrelasi antara keduanya. . Pengelompokkan sosial tersebut mempengaruhi pola interaksi politik yang lebih luas di Indonesia. Jadi pembahasan tentang bagaimana hubungan agama dan budaya sangat penting untuk melihat agama yang dipraktikkan. ataupun hubungan antara agama dan politik. yang jelas-jelas menunjukkan oposisinya adalah kelompok abangan dan santri. diinterpretasi. priyayi dengan partai nasionalis. ternyata telah mempengaruhi banyak orang dalam melakukan analisis baik tentang hubungan antara agama dan budaya. ternyata mempunyai afiliasi politik yang berbeda.

Artinya pertanyaan apakah globalisasi nanti akan juga menyatukan budaya dunia atau akan munculnya kembali budaya-budaya lokal dalam pertarungan dunia. Bassam Tibbi tidak menafikan bahwa ada perbedaan-perbedaan yang nyata antara penafsiran demokrasi di Barat dan di wilayah lain sehingga muncul adanya Demokrasi Asia (Asian Democracy) atau Demokrasi Islam (Islamic Democracy). Bagi ahli ekonomi. Walaupun para ilmuwan sosial masih mendebatkan apakah yang disebut sebagai posmodernis adalah "fenomena" atau sebuah kerangka "desconstruction theory".Kepentingan untuk melihat agama dalam masyarakat juga sangat penting jika dikaitkan dengan wacana posmodernisme yang berkembang belakangan ini. globalisasi berarti adalah diterimanya sistem demokrasi liberal sebagai satu sistem yang laik dipakai. Ia mengakui bahwa fenomena demokrasi adalah fenomena universal yang mau tidak mau mempengaruhi masyarakat lain yang tidak mempunyai tradisi demokrasi untuk mengadopsinya. Bagi ahli politik. misalnya apa yang disinyalir oleh Fukuyama dengan klaimnya “The End of History and the Last Man”. utamanya mereka yang terlibat langsung dengan urusan budaya seperti antropologi. wujudnya sistem moneter ala Keynesian telah membuktikan bahwa dunia perekonomian menganut satu sistem. mereka bersepakat tentang bangkitnya-dalam arti diakuinya kembali local knowledge sebagai sebuah kebenaran-budaya lokal dalam percaturan dunia global. Ungkapan terkenal James Clifford tentang runtuhnya "mercu suar" untuk mengklaim suatu kenyataan dengan ukuran rasionalitas Barat. Terbukanya komunikasi dan ruang bagi dialog antarbudaya memungkinkan masingmasing budaya untuk mengungkapkan atau memberikan alternatif terhadap kebenaran. Tetapi perbedaan itu bukan berarti akan menimbulkan konflik seperti apa yang disinyalir oleh Samuel Huntington. Namun demikian hal itu tidak berarti bahwa budayabudaya lokal harus menyerah dan digantikan total dengan demokrasi. Namun bagi ilmu sosial. menjadi sangat penting. Bassam Tibbi mengungkapkan bahwa globalisasi memungkin manusia untuk melakukan dialog antarkebudayaan yang ada di dunia. menunjukkan bangkitnya "pengetahuan lokal" di era posmodernisme. Ia lebih optimis melihat perbedaan itu sebagai awal dari keharusan untuk mengadakan dialog antarbudaya untuk menelorkan yang ia . Penggunaan alat telekomonukasi dan komputer dengan internetnya dapat juga membuktikan bahwa globalisasi telah mencapai pada satu kesepakatan bersama. globalisasi mengimplikasikan makna yang lain.

Berdasar pada pengertian ini agama sebagai ethos telah membentuk karakter yang khusus bagi manusia. Dipandang dari makna kebudayaan yang demikian. melainkan kajian interpretatif untuk mencari makna (meaning)." Bagi Geertz agama telah memberikan karakter yang khusus bagi manusia yang kemudian mempengaruhi tingkah laku kesehariannya. karakter dan kualitas dari kehidupan manusia yang berarti juga aspek moral maupun estitika mereka. Oleh karena itu analisis tentang kebudayaan dan manusia dalam tradisi antropologi tidaklah berupaya menemukan hukum-hukum seperti di ilmuilmu alam. yang kemudian dia bisa memenuhi gambaran realitas kehidupan (worldview) yang hendak dicapai oleh manusia. artinya kajian agama harus diarahkan pada pemahaman aspek-aspek social context yang melingkupi agama. maka mengkaji budaya dan masyarakat yang melingkupi kehidupan manusia juga menjadi sangat penting. Di samping itu agama memberikan gambaran tentang realitas yang hendak dicapai oleh manusia. penjelasan antropologi sangat berguna untuk membantu mempelajari agama secara empirik. Hal ini jelas menunjukkan bahwa persoalan agama yang harus diamati secara empiris adalah tentang manusia. Kebudayaan. Geertz kemudian mengelaborasi pengertian kebudayaan sebagai pola makna (pattern of meaning) yang diwariskan secara historis dan tersimpan dalam simbol-simbol yang dengan itu manusia kemudian berkomunikasi. Kemudian sebagai akibat dari pentingnya kajian manusia. berperilaku dan memandang kehidupan. sebagai system of meaning yang memberikan arti bagi kehidupan dan perilaku manusia. dan sekaligus mengarahkan kepada kehidupan yang lebih baik. Clifford Geertz mengartikan ethos sebagai "tone. suatu sistem nilai dunia yang dihasilkan dari gabungan nilai-nilai terbaik dari budaya-budaya yang ada. Pertama. . maka agama sebagai sebuah sistem makna yang tersimpan dalam simbol-simbol suci sesungguhnya adalah pola makna yang diwarisi manusia sebagai ethos dan juga worldview-nya. adalah aspek esensial manusia yang tidak dapat dipisahkan dalam memahami manusia. Pada dasarnya agama diciptakan untuk membantu manusia untuk dapat memenuhi keinginan-keinginan kemanusiaannya.sebut sebagai "international morality". Kajian agama secara empiris dapat diarahkan ke dalam dua aspek yaitu manusia dan budaya. maka dapat dilihat relevansinya dengan melihat dari dua hal. Tanpa memahami manusia maka pemahaman tentang agama tidak akan menjadi sempurna. maka budaya adalah jaring-jaring itu. Mengutip Max Weber bahwa manusia adalah makhluk yang terjebak dalam jaring-jaring (web) kepentingan yang mereka buat sendiri. Jika kembali pada persoalan kajian antropologi bagi kajian Islam.

dirasakan juga oleh mereka yang beragama. ketika menulis tentang perjuangan para Sufi di Cyrenica Libia melawan penjajahan Italia. Evans-Pritchard. Kajian agama dengan crossculture akan memberikan gambaran yang variatif tentang hubungan agama dan budaya. dengan mempelajari wacana. Pemahaman realitas nyata dalam sebuah masyarakat akan menemukan suatu kajian Islam yang lebih empiris. Kesulitan itu terjadi karena ketakutan untuk membicarakan masalah agama yang sakral dan bahkan mungkin tabu untuk dipelajari. berkembang dengan pesat. Dengan pemahaman yang luas akan budaya-budaya yang ada memungkinkan kita untuk melakukan dialog dan barangkali tidak mustahil memunculkan satu gagasan moral dunia seperti apa yang disebut Tibbi sebagai "international morality" berdasarkan pada kekayaan budaya dunia. misalnya. tradisi antropologi untuk mengkaji agama. mengatakan bahwa dilema kajian tentang agama adalah bahwa pemahaman realitas agama tidak akan sepenuhnya dapat difahami kecuali oleh orang yang mengamalkan agama itu sendiri. Persoalan itu ditambah lagi dengan keyakinan bahwa agama adalah bukan hasil rekayasa intelektual manusia.Kajian antropologi juga memberikan fasilitas bagi kajian Islam untuk lebih melihat keragamaan pengaruh budaya dalam praktik Islam. Bukankah penyebaran agama sangat terkait dengan usaha manusia untuk menyebarkannya ke wilayahwilayah lain. dimana ia merasa kesulitan untuk menjelaskan fenomena ketaatan pengikut Sufi kepada guru Sufi mereka. Hal ini pernah ia rasakan. menerjemahkan dan mengkonstruksi ajaran agama ke dalam suatu kerangka sistem yang . tetapi berasal dari wahyu suci Tuhan. salah seorang pionir dalam tradisi antropologi sosial di Inggris. Sehingga realitas keagamaan diyakini sebagai sebuah "takdir sosial" yang tak perlu lagi dipahami. jika dalam Islam bisa dilihat peran para sahabat. Kesulitan mempelajari agama dengan pendekatan budaya. terutama abad ke 16 dan 17. pemahaman dan tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan ajaran agama. Dan bukankah pula usaha-usaha manusia. Tradisi Antropologi dalam Kajian Agama: Kajian Empirik Relasi Agama dan Sosial Walaupun sejak awal disadari bahwa kajian tentang agama akan mengalami kesulitan karena meneliti sesuatu yang menyangkut kepercayaan (beliefs) yang ukuran kebenarannya terletak pada keyakinan. Tidak dapat disangkal bahwa kemudian Evans-Pritchard dapat menggambarkan fenomena Sufi di Cyrenica dengan penuh empati. Sesungguhnya harus disadari bahwa tidak dapat dielakkan agama tanpa pengaruh budaya-ulah pikir manusia-tidak akan dapat berkembang meluas ke seluruh manusia.

Keberagaman sosial budaya yang ada di dunia ini mengakibatkan pada kompleksitas agama. Kajian-kajian agama baik dalam masyarakat primitif sampai pada masyarakat yang modern menunjukkan bahwa keberadaan agama selalu mengandung dua sisi yang berbarengan. Sebagai fenomena universal yang kompleks. Secara garis besar kajian agama dalam antropologi dapat dikategorikan ke dalam empat kerangka teoritis. Menurut Mircea Eliade perkembangan agama menujukkan adanya gejala seperti bandul jam yang selalu bergerak dari satu ujung ke ujung yang lain. ilmu fikih dan ilmu usul fikih adalah hasil konstruksi intelektual manusia dalam menerjemahkan ajaran agama sesuai dengan kebutuhan manusia di dalam lingkungan sosial dan budayanya. Demikian juga agama berkembang dari kecenderungan anismisme menuju monoteisme dan akan kembali ke animisme. Walaupun definisi agama ini sangat minimalis. Lahirnya ilmu tafsir. Termasuk dalam tradisi adalah misalnya E. Tradisi kajian agama dalam antropologi diawali dengan mengkaji agama dari sudut pandang intelektualisme yang mencoba untuk melihat definisi agama dalam setiap masyarakat dan kemudian melihat perkembangan (religious development) dalam satu masyarakat. Socrates berapa ribu tahun yang lalu menyatakan bahwa fenomena agama adalah fenomena kemanusiaan. tetapi ternyata realitas keagamaan berperan besar dalam perubahan sosial dan transformasi sosial.B. . berdasar pada ajaran yang terdapat dalam kitab suci. Tetapi. ilmu hadits. Makanya kecenderungan tradisi intelektualisme ini kemudian meneliti dari sudut perkembangan agama dari yang anismisme menuju monoteisme. Namun perlu juga ditandaskan bahwa sikap mempertanyakan kembali makna agama dan relevansinya dengan kehidupan sosial juga fenomena universal yang ada dimana-mana.dapat diikuti oleh manusia. Kajian-kajian tentang agama berkembang bukannya karena agama ternyata tak dapat dipisahkan dari realitas sosial. functionalist dan symbolist. keberadaan agama dalam masyarakat telah mendorong lahirnya banyak kajian tentang agama. Pernyataan ini seringkali digunakan para apologis agama untuk menguatkan keyakinan mereka akan betapa mendasarnya posisi agama dalam nilai-nilai kemanusiaan. Taylor yang berupaya untuk mendefinisikan agama sebagai kepercayaan terhadap adanya kekuatan supranatural. structuralist. yaitu kecenderungan transendensi dan sekularisasi. Max Muller berpandangan bahwa agama bermula dari monotheisme kemudian berkembang menjadi agama-agama yang banyak itu. intellectualist. definis ini menunjukkan kecenderungan melakukan generalisasi realitas agama dari animisme sampai kepada agama monoteis.

telah mengilhami banyak orang dalam melihat agama. fungsionalis dan simbolis. Sementara itu pandangan Durkheim tentang fungsi dalam masyarakat sangat berpengaruh dalam tradisi antropologi sosial di Inggris. Buku Durkheim. Claude Levi-Strauss adalah satu murid Durkheim yang terus mengembangkan pendekatan strukturalisme. Lewat buku itu Durkheim ingin melihat agama dari bentuknya yang paling sederhana yang diimani oleh suku Aborigin di Asutralia sampai ke agama yang well-structured dan well-organised seperti yang dicerminkan dalam agama monoteis. magic adalah model bagi kerangka bertindak bagi individu dalam masyarakat. . Dalam pengertian ini maka society (masyarakat) bagi Durkheim adalah "struktur dari ikatan sosial yang dikuatkan dengan konsensus moral. Branislaw Malinowski mengatakan bahwa fungsi agama dalam masyarakat adalah memberikan jawaban-jawaban terhadap permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan common sense-rasionalitas dan kemampuan menggunakan teknologi. Namun demikian ia tak setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa yang sacred itu selalu bersifat spiritual. Jadi pandangan sosial Durkheim dikembangkan oleh Levi-Strauss kepada tidak saja secara hubungan sosial tetapi juga dalam ideologi dan pikiran sebagai struktur sosial. Durkheim menemukan bahwa aspek terpenting dalam pengertian agama adalah adanya distingsi antara yang sacred dan yang profan." Pandangan ini yang mengilhami para antropolog untuk menggunakan pendekatan struktural dalam memahami agama dalam masyarakat. Di samping kritik terhadap pendekatan intelektualis itu. telah mendorong para antropolog untuk melihat fungsi agama dalam masyarakat yang seimbang tersebut. Pandangan Durkheim yang mengasumsikan bahwa masyarakat selalu dalam keadaan equilibrium dan saling terikat satu dengan yang lain. sesungguhnya lahir dari Emile Durkheim. Durkheim juga mengungkapkan bahwa masyarakat dikonseptualisasikan sebagai sebuah totalitas yang diikat oleh hubungan sosial. Fungsi psikologi agama. Dalam agama sederhana suku Aborigin Australia ditemukan bahwa penyembahan kepada yang sacred ternyata diberikan kepada hal-hal yang profan semisal Kanguru. The Elementary Forms of the Religious Life. Bagi Levi-Strauss agama baik dalam bentuk mitos.Ketiga teori. strukturalis. utamanya untuk mencari jawaban hubungan antara individu dan masyarakat. sebagai penguat dari ikatan moral masyarakat dan fungsi sosial agama sebagai penguat solidaritas manusia menjadi dasar dari perkembangan teori fungsionalisme.

Ketika sebuah masyarakat traditional Suku Trobiand di daerah pesisir Papua Nugini menemukan bahwa ladangnya telah dirusak oleh babi hutan. utama cult ritual (ritual yang berhubungan dengan masalah-masalah ketidakberuntungan-misfortune) mengandung empat fungsi sosial yang penting. ada tradisi dalam kajian agama yang berkembang dari pandanganpandangan Weber. Di samping tradisi intelektual dan tiga tradisi-strukturalis. Weber lebih tertarik untuk melihat hubungan antara doktrin agama dan aktifitas duniawi . ritual sebagai sarana untuk memantapkan kembali hubungan yang akrab. mereka menggunakan agama sebagai pemecahnya. Kedua. Salah satu yang menggunakan teori tersebut adalah Victor Turner ketika ia melakukan kajian ritual (upacara keagamaan) di masyarakat Ndembu di Afrika. Ketiga. Pertama. Teori simbolisme yang menjadi teori dominan pada dekade 70-an sebenarnya juga mengambil akarnya dari Durkheim. Tidak seperti halnya tradisi-tradisi intelektualis dan tradisi Durkheimian. Pandangan Durkheim mengenai makna dan fungsi ritual dalam masyarakat sebagai suatu aktifitas untuk mengembalikan kesatuan masyarakat mengilhami para antropolog untuk menerapkan pandangan ritual sebagai simbol. ritual digunakan untuk menutup jurang perbedaan yang disebabkan friksi di dalam masyarakat. Namun ketika hendak berburu ikan di lautan. Oleh karena itu. Maka sebelum mereka berlayar. walaupun tidak secara eksplisit Durkheim membangun teori simbolisme. fungsionalis dan simbolis-yang berakar dari tradisi Durkheim. Jadi Turner melihat ritual tidak hanya sebagai kewajiban (prescribed) saja. Turner melihat bahwa ritual adalah simbol yang dipakai oleh masyarakat Ndembu untuk menyampaikan konsep kebersamaan. Ritual bagi masyarakat Ndembu adalah tempat mentransendensikan konflik keseharian kepada nilai-nilai spiritual agama. dimana gelombang lautan dan cuaca yang tidak dapat mereka kontrol dengan kemampuan rasionalitas dan teknologi. ritual. Keempat.Dalam setiap kali menyelesaikan persoalan-persoalannya. melainkan sebagai simbol dari apa yang sebenarnya terjadi dalam masyarakat. manusia menggunakan kemampuan rasionalitas dan penciptaan teknologi. mereka melakukan ritual dengan sesaji sebagai sarana komunikasi dengan kekuatan spiritual untuk menyelesaikan masalah yang unpredictable. maka dengan kemampuan rasionalitas dan penguasaan teknologinya masyarakat suku Trobiand membuat pagar agar babi tak dapat lagi masuk ke ladangnya. ritual sebagai media untuk mengurangi permusuhan (reduce hostility) di antara warga masyarakat yang disebabkan adanya kecurigaan-kecurigaan niat jahat seseorang kepada yang lain. ritual sebagai medium untuk menegaskan kembali nilai-nilai masyarakat.

yang menjadi perhatian kajian sosial. Bellah tentang Tokugawa Religion yang mencoba melihat hubungan etika agama dengan restorasi Meiji. Jika agama diperuntukkan untuk kepentingan manusia. Tanpa memahami realitas manusiatermasuk di dalamnya adalah realitas sosial budayanya-pemahaman terhadap ketuhanan tidak akan sempurna. Di sini terlihat betapa kajian tentang manusia. khususnya sekte Calvinisme. tentu hal-hal yang empirislah. pertanyaan keabsahan suatu agama tidak terletak pada argumentasi-argumentasi teologisnya. melainkan terletak pada bagaimana agama dapat berperan dalam kehidupan sosial manusia. Al-Qur'an . Di sini agama diposisikan dalam kerangka sosial empiris. Oleh karena itu Weber tidak tertarik untuk mendiskusikan definisi atau argumentasi rasionalitas keberadaan agama. Akibat yang nyata dari pendekatan kajian di atas menempatkan agama pada realitas empiris yang dapat dilihat dan diteliti. menunjukkan minat Weber untuk mendiskusikan hubungan antara religious ethic dan kapitalisme. maka sesungguhnya persoalanpersoalan manusia adalah juga merupakan persoalan agama. adalah sesuai dengan karakter buruh modern. Pentingnya mempelajari realitas manusia ini juga terlihat dari pesan Al-Qur'an ketika membicarakan konsep-konsep keagamaan. Dalam Islam manusia digambarkan sebagai khalifah (wakil) Tuhan di muka bumi. Dalam pandangan ilmu sosial. sebagaimana realitas sosial lainnya. Ajaran etika tentang bekerja keras yang selalu muncul dalam tulisan-tulisan pendeta sekte Calvinisme dan yang juga menjadi tema-tema yang diulangulang dalam ceramah keagamaan sekte ini. sebab dalam kaitannya dengan kehidupan manusia. tetapi melihat sejauhmana agama-aspek idealisme-mempengaruhi perilaku sosial manusia. dan perkembangan kapitalisme modern. Misalnya. seperti misalnya ekonomi dan politik. menjadi sangat penting. Dalam kajian tentang hubungan antara etika Protestan. untuk menjelaskan tentang konsep takwa. Secara antropologis ungkapan ini berarti bahwa sesungguhnya realitas manusia adalah realitas ketuhanan. Tradisi yang dikembangkan oleh Weber ini banyak diikuti oleh ilmuwan sosial utamanya di Amerika. Kajian yang dilakukan oleh Robert N. karena separuh dari realitas ketuhanan tidak dimengerti.manusia. yang itu menjadi pusat perhatian antropologi. Al-Qur'an seringkali menggunakan "orang" untuk menjelaskan konsep kesalehan. dan juga kajian yang dilakukan oleh Geertz tentang pasar di Jawa dan priyayi Bali memakai pendekatan yang dipakai oleh Weber. Kajian-kajian yang demikian ini tidak lagi mempersoalkan benar dan salahnya suatu agama. walaupun hal yang ghaib juga menjadi hal penting.

Geertz mengartikan simbol sebagai suatu kendaraan (vehicle) untuk menyampaikan suatu konsepsi tertentu. Agama Sebagai Sistem Budaya Geertz adalah orang pertama yang mengungkapkan pandangan tentang agama sebagai sebuah system budaya. Pandangan Geertz. Kenyataan bahwa realitas manusia-yang tercermin dalam bermacam-macam budaya-beragam. memberikan arah baru bagi kajian agama. Maka mempelajari realitas manusia. Marshal Hodgson menggambarkan bahwa bermacam-macamnya manifestasi agama dalam kebudayaan tertentu-little tradition-sesungguhnya adalah mosaik dari realitas universal agama-great tradition. Tidak seperti pendahulunya yang menganggap agama sebagai bagian kecil dari system budaya." dianggap sebagai tulisan klasik tentang agama. untuk menjelaskan konsep sabar. Oleh karena itu Geertz mendefinisikan agama sebagai: "A system of symbols which acts to establish powerful. Jadi bagi Geertz norma atau nilai keagamaan harusnya diinterpretasikan sebagai sebuah simbol yang menyimpan konsepsi . Al-Qur'an menggunakan kata "orang sabar" dan seterusnya. Weber dan Durkheim yang berkutat pada teori fungsionalisme dan struktural fungsionalisme.menunjuk pada konsep "muttaqien". Kalau kita merujuk pada pesan Qur'an yang demikian itu sesungguhnya. "Religion as a Cultural System. Walaupun Geertz mengakui bahwa ide yang demikian tidaklah baru. Dan persoalan-persoalan yang dihadapi manusia adalah cerminan dari permasalahan ketuhanan. maka diperlukan kajian cross culture untuk melihat realitas universal agama. adalah mempelajari Tuhan-baca agama-dalam realitas empiris. Dengan demikian realitas manusia sesungguhnya adalah realitas empiris dari ketuhanan. saat itu ketika teori-teori tentang kajian agama mandeg pada teori-teori besar Mark. konsep-konsep keagamaan itu termanifestasikan dalam perilaku manusia. Geertz berkayinan bahwa agama adalah system budaya sendiri yang dapat membentuk karakter masyarakat. Oleh karena itu pemahaman konsep agama terletak pada pemahaman realitas kemanusiaan. Geertz mengungkapkan bahwa agama harus dilihat sebagai suatu system yang mampu mengubah suatu tatanan masyarakat." Dengan pandangan seperti ini. pervasive and long-lasting moods and motivations of a general order of existence and clothing these conceptions with such an aura of factuality that the moods and motivations seem uniquely realistic. dengan segala aspeknya. Karya Geertz. Geertz dapat dikategorikan ke dalam kelompok kajian semiotic tradition warisan dari Ferdinand de Saussure yang pertama mengungkapkan tentang makna simbol dalam tradisi linguistik. tetapi agaknya sedikit orang yang berusaha untuk membahasnya lebih mendalam.

antropologi menjadi amat plural. antropologi dipergunakan sebagai suatu hal untuk kepentingan kemanusiaan yang lebih luas. Pada dataran ini. pada satu sisi ia merupakan modes for reality dan di sisi yang lainnya ia merupakan modes of reality. Geertz menerapkan pandangan-pandangannya untuk meneliti tentang agama dalam satu masyarakat. Yang pertama menunjukkan suatu existensi agama sebagai suatu sistem yang dapat membentuk masyarakat ke dalam cosmic order tertentu. Pendidikan Islam Dalam Pendekatan Antropologi Antropologi adalah suatu ilmu yang memahami sifat-sifat semua jenis manusia secara lebih komprehensif. Karya Geertz yang tertuang dalam The Religion of Java maupun Islam Observed merupakan dua buku yang bercerita bagaimana agama dikaji dalam masyarakat. antropologi agama. Buku The Religion of Java memperlihatkan hubungan agama dengan ekonomi dan politik suatu daerah. Antropologi pertama kali dipergunakan oleh kaum Misionaris dalam rangka penyebaran agama Nasrani dan bersamaan dengan itu pula berlangsung sistem penjajahan terhadap negar-negara diluar Eropa. Sehingga. di negara-negara yang masuk dalam kategori Negara ketiga (Negara berkembang) sangat urgen sebagai “pisau analisis” untuk pengambilan kebijakan (policy) dalam rangka pembangunan dan pengembangan masyarakat. Studi antropologi selain untuk kepentingan pengembangan ilmu itu sendiri. ada bermacam-macam antropologi seperti antropologi ekonomi.tertentu. antropologi terfregmentasi menjadi beberapa bagian yang masing-masing ahli antropologi mengkhususkan dirinya pada spesialisasi bidangnya masing-masing. sesuai dengan perkembangan ahli-ahli antropologi dalam mengarahkan studinya untuk lebih memahami sifat-sifat dan hajat hidup manusia secara lebih komprehensif. maka tidak ada seorang ahli antropologi yang mampu menelaah dan menguasai antropologi secara sempurna dan global. Sebagai suatu disiplin ilmu yang cakupan studinya cukup luas. Juga bagaimana agama menjadi ideologi kelompok yang kemudian menimbulkan konflik maupun integrasi dalam suatu masyarakat. Pada era dewasa ini. sementara itu sisi modes of reality merupakan pengakuan Geertz akan sisi agama yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan perilaku manusia. antropologi kebudayaan. Sementara itu Islam Observed ingin melihat perwujudan agama dalam masyarakat yang berbeda untuk memperlihatkan kemampuan agama dalam mewujudkan masyarakat maupun sebagai perwujudan dari interaksi dengan budaya lokal. Dan hubungan dengan ini pula. Simbol keagamaan tersebut mempunyai dua corak yang berbeda. . antropologi politik.

bahwa hal tersebut merupakan suatu langkah yang ada relevansinya dengan isu-isu Islamisasi ilmu pengetahuan. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kedudukan antropologi pendidikan sebagai sebuah disiplin studi yang tergolong baru di tambah kata “Islam” sehingga menjadi “antropologi pendidikan Islam”. Maka antropologi pendidikan Islam. maka yang objek dikajiannya adalah penggunaan teori-teori dan metode yang digunakan oleh para antropolog serta pengetahuan yang diperoleh khususnya yang berhubungan dengan kebutuhan manusia atau masyarakat. Grace de Raguna. Seperti dalam ekonomi Islam (juga Hukum Islam) yang sejak awal pertumbuhannya telah diberi contoh oleh Nabi Muhammad dan diteruskan oleh para sahabat. Pendidikan Agama Islam arahnya dari atas ke bawah. artinya sesuatu yang dilakukan berupa upaya agar wahyu dan ajaran Islam dapat dijadikan pandangan hidup anak . Karakteristik dari antropologi pendidikan Islam adalah terletak pada sasaran kajiannya yang tertuju pada fenomena pemikiran yang berarah balik dengan fenomena Pendidikan Agama Islam (PAI). seorang filsuf wanita pada tahun 1941. kaidah-kaidah keilmiahannya harus juga bersumber atau didasarkan pada Al Qur’an dan As Sunah. bahwa antropologi telah memberi lebih banyak kejelasan tentang sifat manusia daripada semua pemikiran filsuf atau studi para ilmuwan di laboratoriumnya. antropologi perkotaan. sehingga muncul pula kaidahkaidah keilmiahannya yang bersumber dari kitab suci Al Qur’an dan dari As Sunah. bukan bertujuan menghasilkan ahli-ahli antropologi melainkan menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang pendidikan melalui perspektif antropologi. Artinya apabila antropologi pendidikan dimunculkan sebagai suatu materi kajian. maka antropologi pendidikan Islam tentunya harus dikategorikan “sama” dengan ekonomi Islam. Dan dalam studi kependidikan yang dikaji melalui pendekatan antropologi. Meskipun berkemungkinan ada yang menjadi antropolog pendidikan setelah memperoleh wawasan pengetahuan dari mengkaji antropologi pendidikan.antropologi pendidikan. Hal ini telah menjadi sorotan para ahli pendidikan Islam. maka kajian tersebut masuk dalam sub antropologi yang bias dikenal menjadi antropologi pendidikan. menyampaikna pidatonya dihadapan American Philosophical Association Eastern Division. kajian materi antropologi pendidikan. Akan tetapi dalam sejarah kebudayaan Islam belum ada pengakuan terhadap tokoh-tokoh atau pelopor antropologi yang diakui dari zaman Nabi Muhammad atau sesudahnya. Dengan demikian. dan lain sebagainya. Dengan pola itu. Artinya bagaimana bagunan keilmuan yang ditonjolkan dalam ekonomi Islam muncul juga dalam dalam antropologi pendidikan Islam.

Kesimpulan Agaknya kajian-kajian tentang agama dan budaya dapat kita arahkan dalam berbagai kerangka. agar anak dapat membangun pandangan hidup berdasarkan pengalaman agamanya bagi kemampuannya untuk menghadapi lingkungan. kajian tersebut dapat dipusatkan untuk mempetakan Islam lokal dalam sebuah peta besar Islam universal. Kajian tentang local Islam dapat dijadikan sebagai pengkayaan wacana manusia. mempunyai sesuatu yang diupayakan dalam mendidik anak. Dengan demikian pemahaman agama secara keseluruhan tidak akan tercapai tanpa memahami separuh dari agama yaitu manusia. Barangkali tidak berlebihan untuk menyebut bahwa realitas manusia sesungguhnya adalah realitas ketuhanan yang empiris. Masalah ilmiah yang mendasar pada Pendidikan Agama Islam adalah berpusat pada bagaimana (metode) cara yang seharusnya dilakukan. Sebagai ilmu yang mengkhususkan diri . Ibnu Sina banyak memaparkan tentang pentingnya pendidikan usia dini yang dimulai dengan pemberian “nama yang baik” dan diteruskan dengan membiasakan berperilaku. Posisi penting manusia dalam Islam-seperti digambarkan dalam proses penciptaannya yang ruhnya merupakan tiupan dari ruh Tuhan-memberikan indikasi bahwa manusia menempati posisi penting dalam mengetahui tentang Tuhan. Sedangkan masalah yang mendasar pada antropologi pendidikan Islam adalah berpusat pada pengalaman apa yang ditemui. Pertama dapat kita terapkan dalam upaya mencari konsep-konsep lokal tentang bagaimana agama dan budaya berinteraksi. Kedua. Uraian di atas memperlihatkan bahwa sesungguhnya pemahaman agama tidak akan lengkap tanpa memahami realitas manusia yang tercermin dalam budayanya. berucap-kata. Ibnu Sina.didik (manusia). local discourse atau local konwledge yang tumbuh dari pergumulan agama dan budaya dapat dijadikan sebagai tambahan wacana baru globalisasi. Dalam kitabnya al-Siyasah. Di sinilah letak pentingnya kajian antropologi dalam mengkaji Islam. dan berpenampilan yang baik serta pujian dan hukuman dalam mendidikan anak. Ketiga. yang kita kenal sebagai tokoh kedokteran dalam dunia Islam ternyata juga merupakan sorang pemerhati pendidikan anak usia dini yang merupakan pengalaman pertama anak. Dan juga yang paling urgen adalah penanaman nilai-nilai sosial pada anak seperti rasa belas kasihan (confession) dan empati terhadap orang lain. Sedangkan antropologi pendidikan Islam dari bawah ke atas.

2002. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Aksara Baru. Bandung: PT. 2004. 2004 Sulaeman. Munandar. Panduan Dasar Ilmu-Ilmu Sosial. Membuka Jendela Pendidikan: Mengurai Benang Tradisi Dan Integrasi Keilmuan Pendidikan Islam. Jakarta: Media Da’wah Azyumardi Azra. Logos Wacana Ilmu. Jakarta: PT. Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik: Humanisme Relegius Sebagai Paradigma Pendidikan Islam. Kearah Antropologi Islam. Rajawali. 1993 Diposkan oleh tasauf dalam islam di 22:12 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog • ▼ 2009 (10) o ▼ November (10)  ISLAM MASA KHULAFAUR RASYIDIN .. Bandung: PT. Pengantar Ilmu Antropologi. Akbar S. Munandar Sulaeman. Metodologi Studi Islam. Bets F. 1988 Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi. Erosco. Ahmad. Yogyakarta: Gama Media. Jakarta: PT. Ilmu Budaya Dasar. Koentjaraningrat. DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman Mas’ud. 2002. Raja Grafindo Persada. RajaGrafindo Persada. 1980 M. Jakarta: CV.mempelajari manusia-yang merupakan realitas empiris agama-maka antropologi juga merupakan separuh dari ilmu agama itu sendiri. Jakarta: PT. Pendidikan Islam: Tradisi Dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Hoselitz. Erosco. 1993 Noto Abuddin.

DAN PERADABAN PENDEKATAN ANTROPOLOGI DALAM KAJIAN ISLAM PENDEKATAN HISTORIS DALAM STUDI ISLAM PRODUK-PRODUK PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM Makalah Filsafat Ilmu makalah Pembelajaran Piqih Makalah METAFISIKA RIVIEW TENTANG TAFSIR dan HADITS TARBAWI MENELADANI SIFAT – SIFAT NABI SAW Kajian . .. KEBUDAYAAN..kajian.         ISLAM AGAMA.

Istilah “tauhid sosial” merupakan istilah baru yang diperkenalkannya dalam wacana ilmu-ilmu sosial. yakni yang datangnya dari Allah yang berupa wahyu. unity of Godhead. dan seterusnya memiliki dimensi sosial. Menurut Amien Rais. Hal ini bisa dirujuk pada pernyataannya yang retoris: “Benang merah dari ajaran Islam adalah keadilan. unity of the purpose of life. Karena Islam itu . satu-satunya tujuan hidup adalah untuk mencapai rida Allah. unity of guidance. unity of creation. Jadi. Kualitas ibadah seseorang sangat tergantung pada sejauh mana ibadah tersebut mempengaruhi perilaku sosialnya. perbedaan warna kulit. dan segala perbedaan yang melatarbelakangi keragaman umat manusia tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan diskriminasi. Kedua. yaitu kesatuan penciptaan. yang lahir maupun yang gaib. Sebagai konsekuensi pemikiran ini. Tauhid sosial dimaksudkan sebagai dimensi sosial dari pengakuan kita bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu adalah Rasul-Nya. geografi. hanya ada satu pedoman hidup. baik yang kelihatan maupun yang tidak. bahasa. haji. merupakan bagian dari ciptaan Allah. yaitu kesatuan kemanusiaan. tetapi harus dilanjutkan dalam bentuk perbuatan. Kelima. yaitu kesatuan ketuhanan. yaitu kesatuan pedoman hidup. Karena Allah yang menciptakan manusia. puasa. tauhid sesungguhnya menurunkan atau mengisyaratkan adanya lima pengertian. yaitu kesatuan tujuan hidup. maka Allah pula yang paling tahu apa yang baik atau buruk bagi manusia. sehingga kita betul-betul dapat mencapai kebahagiaan di dunia maupun akhirat. sejarah. tidaklah cukup kalimat tauhid tersebut hanya dinyatakan dalam bentuk ucapan (lisan) dan diyakini dalam hati. Konsep “tauhid sosial” ini tampaknya muncul dari Amien Rais sebagai respon terhadap meluasnya persoalan ketidakadilan yang ia lihat. unity of mankind. Sebagai muslim. berarti semua ibadah murni (mahdhah) seperti salat. Bagi orang yang beriman. Bagi orang yang beriman. Ketiga. Pertama. Seluruh makhluk di alam semesta ini. Keempat.

Dan. walaupun aktualisasinya dalam dimensi kehidupan tidak selalu menjadi kenyataan. sekaligus memperoleh ridha Allah. maka secara potensial setiap orang Islam bisa menjadi trouble maker bagi kemapanan yang tidak adil. Jadi. Praktek sosial Islam ini banyak dibahasakan dengan berbagai istilah. Amien Rais juga mengatakan bahwa di muka bumi ini. ”Dengan merujuk sosiolog Prof. Dengan mengutip Ibn Hazim . Padahal. sejarah membuktikan bahwa tauhid menjadi senjata yang hebat dalam menancapkan pilar-pilar kesejarahan Islam. Dengan kata lain. Secara substasial. Syafi’i Ma’arif menyebutkan Tauhid Sosial sebagai dimensi praksis dari resiko keimanan kepada Allah SWT. secara sederhana. Dalam konteks ini. setiap orang Islam bisa menjadi masalah bagi rezim yang mapan yang mempertahankan ketidakadilan. Gelner. menjadi hak dari si papa untuk mengambil bagiannya dari si kaya. antara lain Tauhid Sosial. di bawah prinsip-prinsip . AlQur’an. konsep tauhid sosial Amien Rais dapat disimpulkan sebagai tuntutan terwujudnya masyarakat yang adil.merupakan religion of justice. Doktrin ini sudah sangat dini dideklarasikan. bila di tengah masyarakat ada kelompok kaya dan miskin. dan selalu ingin mengejawantahkan nilai-nilai keadilan dalam berbagai dimensi kehidupannya. kepercayaan kepada ke-Esa-an Allah belum tentu terkait dengan prilaku umat dalam kiprah kesejarahannya. ia juga mengatakan. Memilih Islam adalah menjalani suatu pola kehidupan yang utuh dan terpadu (integrated). gagasan Tauhid Sosial Syafi’i Ma’arif menggambarkan dua hal: pertama. karena orang Islam selalu resah. adalah kewajiban si kaya untuk melakukan proses pemerataan sosial ekonomi ke seluruh masyarakat. Doktrin tauhid yang menjadi ruh kekuatan Islam tidak pernah hilang dari perjalanan sejarah. orang kemudian mempertanyakan praktek sosial Islam yang dianggap tidak komprehensif. gelisah. yaitu pada masa Mekkah tahun-tahun awal. iman adalah kekuatan yang menjadi pilar utama perjalanan sejarah umat Islam.

dikotomik. Di dalam Al-Qur’an kita sering sekali membaca seruan agar manusia itu beriman. ekonomi dan budaya. disebutkan bahwa agar manusia itu menjadi muttaqin. ‘percaya kepada yang gaib’. Dalam surah Al-Baqarah ayat kedua misalnya. dan menunaikan zakat. cendekiawan muslim. politik. ekonomi dan budaya. dan kemudian beramal. Artinya. Islam menolak pola kehidupan yang fragmentatif. Artinya. bukan hanya tersimpan dalam teks-teks suci. Sehingga kekuatan tauhid inilah yang menjadi pengawal dan pusat dari semua orientasi nilai. pada aksi. tauhid harus diaktualisasikan: pusat keimanan Islam . doktrin ‘amrun bi al-ma’ruf wa nahyun ‘ani al-munkar’ dijumpai dalam delapan ayat. dua makkiyah dan tiga madaniyyah. tersebar dalam lima surat. Praktek kehidupan seperti ini telah ditunjukkan dalam perjalanan kerasulan Muhammad yang diteruskan oleh sebagian generasi setelahnya. Dalam perspektif yang berbeda. iman harus mampu menjawab dimensi praksis persoalan keummatan. pemerintah dan umat yang beriman secara keseluruhan.tauhid. Oleh karena itu. Setiap aspek kehidupan yang dijalani merupakan refleksi dari prinsip-prinsip tauhid itu. kita juga mengenal trilogi iman-ilmu-amal. Sementara dalam formulasi lain. Kuntowijoyo. Di dalam ayat tersebut kita melihat adanya trilogi iman-shalat-zakat. yang kemudian terwujud dalam dimensi sosial. Masyarakat yang adil harus didirikan dalam prinsip ‘amrun bi al-ma’ruf wa nahyun ‘ani almunkar’. tugas terbesar Islam sebenarnya adalah melakukan transformasi sosial dan budaya dengan nilainilai tersebut. dan juga sinkretik. kemudian mendirikan shalat. Kedua. pertama-tama yang harus ia miliki adalah iman. Islam berprinsip pada tauhid. lebih dari segalanya. Dengan memperhatikan ini. politik. kita dapat menyimpulkan bahwa iman berujung pada amal. menyatakan bahwa nilai-nilai Islam sebenarnya bersifat all-embracing bagi penataan sistem kehidupan sosial. Dalam Al-Qur’an. Tugas ini dibebankan pada rasul. kekuatan tauhid ini harus diaktualisasikan.

tauhid sosial sebenarnya merupakan perwujudan aksi sosial Islam dalam konteks menjadikannya sebagai rahmatan li al’alamin. Dalam konteks inilah Islam disebut sebagai rahmatan li al’alamin. rahmat untuk alam semesta. Demikian juga dalam masyarakat Eropa abad ke 17. dan masakin. kaum fakir. lalu masuk dalam dimensi amal berupa praktek sosial kepada sesama manusia. masyarakat industri menurut terminologi ini hanya mengenal dua kelas. Sementara pada saat yang sama melihat manusia sebagai tujuan dari transformasi nilai. Masyarakat Arab pada zaman nabi juga terbagi dalam dua kelas sosial. ketidakadilan. tetapi ujung aktualisasinya adalah manusia. yaitu kelas pendeta. Dengan demikian. mustadh’afin. seperti konsep golongan dhu’afa. Dengan demikian. Ketidaksamaan sosial ini kemudian dirumuskan dengan membaginya dalam istilah ‘kelas sosial’. Islam dan Ketidaksamaan Sosial Ketidaksamaan sosial (social inequality) terjadi di hampir semua komunitas masyarakat dunia. Proses menuju ke arah itu harus dimulai dari penguatan dimensi tauhid. Al-Qur’an juga merefleksikan adanya kenyataan sosial lain mengenai pembagian kelas sosial ini. termasuk untuk kemanusiaan. Lenin mendefinisikan kelas sosial sebagai golongan sosial dalam sebuah tatanan masyarakat yang ditentukan oleh posisi tertentu dalam proses produksi. yakni kelas bangsawan dan kelas budak. dimana terdapat tiga kelas sosial di sana. Kemudian juga dikenal kelas proletar Dalam terminologi Marx. penindasan bahkan perbudakan. Tapi. kesenjangan. sehingga pada umumnya terminologi kelas dalam konsep Marxis didefinisikan secara mashur oleh Lenin. ia tidak pernah menjelaskan apa yang dimaksud dengan istilah ‘kelas’. kemudian dimensi epistemik. Adanya ketidaksamaan sosial ini pada umumnya melahirkan polarisasi sosial yang dalam banyak hal melahirkan kasus-kasus kemiskinan. Dengan melihat penjelasan ini. Islam menjadikan tauhid sebagai pusat dari semua orientasi nilai. kelas bangsawan dan kelas borjuasi. yaitu .adalah Tuhan.

Cita-Cita Praktek Sosial Islam Persoalannya adalah tidak mudah mewujudkan cita-cita sosial Islam ini. demikian . sebagai hukum alam. Banyak ayat Al-Qur’an yang memaklumkan dilebihkannya derajat sosial.kelas borjuis dan kelas proletar. Realitas sosial empiris yang dipenuhi oleh fenomena diferensiasi dan polarisasi sosial. golongan proletar adalah yang paling miskin. Islam juga mengedepankan peran untuk mengutamakan dan membela gologan masyarakat yang tertindas dan lemah seperti kaum dhu’afa dan mustadh’afin. Islam justru memiliki cita-cita sosial untuk secara terus-menerus menegakkan egalitarianisme. Terlebih lagi dalam kondisi masyarakat yang dimanjakan oleh arus materialisme sekarang ini. Dengan demikian. Dalam banyak perspektif. Marx yakin bahwa dalam masyarakat industrialkapitalis. Al-Qur’an melihat fenomena ketidaksamaan sosial ini sebagai sunnatullah. Kuntowijoyo punya pandangan menarik dalam merumuskan proses transformasi ini. Islam menghendaki adanya distribusi kekayaan dan kekuasaan secara adil bagi segenap lapisan sosial masyarakat. atau kapasitas-kapasitas lainnya dari sebagian orang atas sebagian yang lainnya. Dengan doktrinnya yang terkenal. Mengakui jelas tidak sama dengan mentoleransi. Kendatipun demikian. Sebaliknya. ini tidak dapat diartikan bahwa AlQur’an mentoleransi social-inequality. oleh Al-Qur’an dipandang sebagai ajang riel duniawi tempat setiap muslim akan memperjuangkan cita-cita keadilan sosialnya. Keterlibatannya dalam perjuangan inilah yang akan menentukan kualitasnya sebagai khalifatullah fil ‘ardh. Proses ini memang harus dimulai dari transformasi nilai-nilai Islam. Sementara dalam Islam. “Pada dasarnya seluruh kandungan nilai Islam bersifat normatif”. Kuntowijoyo mencatat bahwa Islam mengakui adanya deferensiasi dan bahkan polarisasi sosial. baru kemudian dilakukan lompatan-lompatan dalam dataran praksis. sebagai realitas empiris yang ditakdirkan kepada dunia manusia. ‘materialisme dialektis’ dan ‘determinisme ekonomi’. ekonomi.

sosial. kepada yang empirik. Bagaimana mungkin kita dapat mengatur perubahan masyarakat jika kita tak punya teori sosial? Sementara Syafi’i Ma’arif berpendapat bahwa transformasi ini harus dilakukan dengan membongkar teologi klasik yang sudah tidak relevan lagi dengan masalah-masalah pemberdayaan masyarakat karena terlalu intelektual spekulatif. Untuk jenis aktualisasi semacam ini. iptek.Kuntowijoyo. jika kita ingin melakukan restorasi terhadap masyarakat Islam dalam konteks masyarakat industri. kita belum melakukan usaha semacam itu. Tingkatnya hanya tingkat angan-angan. sebab di sana juga . Metode transformasi nilai melalui teori ilmu untuk kemudian diaktualisasikan dalam dimensi praksis. Pemberdayaan masyarakat hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang berdaya secara politik. Oleh sebab itu. ke dalam prilaku. Cara yang kedua adalah mentransformasikan nilai-nilai normatif ini menjadi teori ilmu sebelum diaktualisasikan ke dalam prilaku. ekonomi. misalnya untuk menghormati orang tua. Umat yang terlalu banyak berangan-angan tapi tidak berdaya adalah beban Islam dan beban sejarah. Ilmu ini cenderung menunjukkan secara langsung. Pendekatan seperti ini telah dikembangkan melalui ilmu fiqh. Orang yang tidak berdaya tapi ingin memberdayakan masyarakat tidak pernah akan berhasil. dan budaya. suatu restorasi yang membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh dari pada sekedar pendekatan legal. contohnya adalah seruan praktis Al-Qur’an. memang membutuhkan beberapa fase formulasi: teologi®filsafat sosial®teori sosial®perubahan sosial. Pertama. bagaimana secara legal prilaku harus sesuai dengan sistem normatif. nilai normatif ini diaktualkan langsung menjadi perilaku. Agaknya cara yang kedua ini lebih relevan pada saat sekarang ini. Seruan ini langsung dapat diterjemahkan ke dalam praktek. Ada dua cara bagaimana nilai-nilai normatif ini menjadi operasional dalam kehidupan sehari-hari. Sampai sekarang ini. Al-Qur’an menyuruh kita bercermin kepada yang kongkret.

Akan tetapi. Seperti yang saya katakan tadi. Perjuangan ke arah itu memang tidak ringan. tidak lebih tidak kurang. Karenanya. Allah telah menciptakan alam semesta sebagai khaliq (pencipta). Padahal. Ini tugas kita semua REALITA IMPLEMENTASI TAUHID SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT Diposkan oleh Menuju Cahaya on Sabtu. Jika tauhid kita artikan peng-esaan Tuhan. kita perlu melakukan pembongkaran terhadap prinsip-prinsip teologi klasik yang terlalu sibuk mengurus masalah ghaib. dan Dia tidak lain adalah Allah SWT. kita memang sudah didesak untuk segera memikirkan metode transformasi nilai Islam pada level yang empiris melalui diciptakannya ilmu-ilmu sosial Islam. Tapi. yakni ayat-ayat kauniyah. suatu sistem teologi yang terlalu sibuk mengurus yang serba ghaib dan lupa terhadap yang kongkret tidak akan pernah menang dalam kompetisi duniawi. Tauhid sejatinya memerlukan manifestasi dalam realitas empiris. Dan artinya kita hanya fokus kepada satu Tuhan.terdapat ayat-ayat Allah. Cita-cita sosial Islam untuk melahirkan keadilan sosial bagi seluruh alam memang masih jauh dari cita-cita. 10 April 2010 Konsep awal dari tauhid adalah menempatkan Allah sebagai Rabb. Dengan menyadari kekurangan ini. tentu akan sia-sia jika tak didukung oleh kerja-kerja intelektual yang menopang terbentuknya suatu tatanan sosial masyarakat seperti yang kita cita-citakan. Perjuangan umat Islam yang masih bergulat untuk bangun dari kemiskinan dan keterbelakangan. juga tidak bijak kalau kita hanya menyimpannya dalam teks-teks suci. Tapi di sisi lain. Sehingga. Tapi itulah tugas kita kalau kita mau menyumbangkan sesuatu yang anggun untuk kemanusiaan. konsep tauhid dalam tataran yang lebih luas tidak cukup hanya dengan membenarkan bahwa Allah itu Maha Esa. pengakuan kita bahwa Tuhan hanya ada satu. kejayaan di dunia dibutuhkan untuk menggapai kejayaan di akhirat. Konsep ini merupakan konsep paling pokok dalam aqidah. sehingga jika seseorang belum mengimani hal ini ia tidak dapat dianggap sebagai seorang muslim yang lurus. dan kita adalah makhluq (yang diciptakan). pengesaan ini adalah konsep awal dan utama dalam . manusia harus tunduk pada penciptanya.

Hal ini menunjukkan bahwa Tauhid hanya menjadi pajangan hati saja. bukan dukun. artinya kita hanya percaya bahwa Allah-lah yang bisa memberikan pertolongan. tidak boleh menduakan kewajiban itu dengan kepentingan lain apalgi kepentingan pribadi. memanusiakan anak-anak didik mereka. tidak cukup dengan mengesakan Tuhan tanpa melakukan ibadah-ibadah yang di perintahkanNya. maka dalam kehidupan seharihari kita juga harus fokus tehadap kewajiban yang kita emban. mereka tidak fokus terhadap satu kewajiban utama mereka. menyekutukan kewajiban mereka dengan kepentingan pribadi (setidaknya begitulah saya menyebutnya). baik ibadah spiritual maupun sosial. Kita harus setia terhadap aturan dan hukum sosial yang ada. mereka tidak menghiraukan ketimpanganketimpangan sosial yang terjadi didekatnya. Ini berarti bahwa mereka telah menduakan kewajiban mereka sebagai seorang guru. Kesetiaan dan ketaatan adalah sebuah keniscayaan yang harus kita miliki selama kita menginginkan kehidupan yang tentram. jika kita menariknya lebih dalam ia memiliki hal lain yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sosial juga. Makna ini juga mempunya sisi lain yang dapat dan harus kita implementasikan dalam kehidupan sosial. wiraswasta atau profesi lain dan akhirnya waktu mereka untuk mengajar terkadang terenggut untuk hal-hal yang bukan dalam lingkup mendidika anak-anak mereka. tanpa implikasi sosial yang berarti. Dan lagi-lagi. Akan tetapi hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan saat ini. bukan pula peramal. dimana banyak guru yang tidak hanya menjadi guru. maka itu berarti kita masuk dalam golongan orang-orang munafik. Jika kita ingat sebuah perkataan Nabi yang menyatakan bahwa jika berjanji lalu kita mengingkari. hanya dengan keduanya kita bisa membangun kepercayaan orang lain trhadap kita. meskipun kita tetap percaya dan teguh bahwa Tuhan itu esa. mereka juga tidak peka terhadap kehidupan sekitarnya. Akan tetapi. akan tetapi mereka tidak pernah sekalipun melakukan penyembahan terhadapNya baik melalu shalat ataupun puasa atau yang lainnya. terutama bisa kita lihat munculnya dukun-dukun entertainer yang sering muncul di televisi. mereka termasuk orang-orang yang “musyrik sosial”. Karena hanya dengan keduanya kita bisa menjalin relasi yang baik dengan orang lain. ada yang merangkap pengusaha. Ki Bodo atau yang lainnya. Makna lain—dan merupakan kelanjutan dari makna diatas—adalah bahwa tauhid bisa diartikan kesetiaan dan ketaatan kita terhadap Tuhan. Contoh kecilnya adalah realita kehidupan para guru—terutama pns—saat ini. Kita bertauhid berarti kita mengikat diri dengan janji kita dengan Tuhan. hal ini mulai terhapus dan dihapus pada masa ini. Maka sama . Kita tahu bahwa kewajiban utama seorang guru adalah mendidik anak didik mereka. salah satu aplikasi sosialnya adalah tidak adanya peramal dan dukun. Maka menurut penulis. mengaku bahwa Muhammad itu Nabi mereka. Ini adalah pondasi kita untuk menggapai kesejahteraan bersama sebagai mahluk yang oleh Plato disebut Zoon Politicon atau mahluk yang bermasyarakat.Karena jika kita tidak berpikiran demikian. entah Mama laurent. maka berarti kita telah menduakan Dia sebagai Yang Maha memberikan pertolongan. ketika kita mengingkari perintahnya. Kita tidak bisa dikatan sebagai orang yang bertauhid ketika kita melanggar janji kita dengan Tuhan. Tidak bisa kita pungkiri jika saat ini banyak orang percaya bahwa Tuhan itu Esa. janji untuk taat terhadap segala aturan yang Dia berikan. Artinya. nampaknya makna ini juga sudah mulai tidak berlaku lagi dalam masyarakat kita. yaitu tadi dikatakan bahwa pengesaan Tuhan berarti hanya fokus kepada satu Tuhan. kita juga harus setia dan taat terhadap segala janji yang kita ucapkan terhadap orang lain.tauhid. menjadikan anak didik mereka berpendidikan yang sesungguhnya. Tapi konsep pengesaan ini tidak hanya berhenti di sini saja.

Tidar No 21 Oct 31. Secara umum disepakati bahwa periode Mekkah. dengan Tauhid Sosial tersebut. Hal inilah yang disebut sebagai amal shalih. Allah swt telah menjelaskan didalam Al Quran bahwa jin dan manusia telah diciptakan memiliki maksud dan tujuan untuk beribadah kepadaNya. Tetapi nabi berteguh dan terus berjuang untuk meraih sejumlah pengikut dalam masa lebih dari 13 tahun selama misinya di Mekkah. (Hasan. . Immawan Luqman Novanto Takmir Masjid Tanwir Komlepk PTM Jl. (Abdullahi ahmed. tetapi juga harus menjalankan perintahNya dan peka terhadap urusan kemanusiaan. realita-realita menyedihkan di atas tidak muncul. 2003:137). Makna ibadah menurut ulama Tauhid adalah meng-Esakan Allah SWT dengan sungguh-sungguh dan merendahkan diri serta menundukkan jiwa setunduk-tunduknya kepadaNya. jika kita tidak setia dan tidak taat terhadap janji kita dalam ranah sosial. sehingga muncul keseimbangan antara ibadah dan perilaku sosial. agar mendapatkan nilai bagus yang mana hal ini juga berarti “musyrik” terhadap kewajiban utama mereka. 2004:21). Sedangkan makna ibadah adalah taat kepada Allah dengan menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya melalui lesan-lesan para Rosul. Seorang muslim tidak cukup hanya menjalankan tauhid dengan meyakini bahwa Allah itu esa. termasuk oleh para petinggi negeri yang megingkari janjinya dengan memakan uang yang seharusnya tidak mereka makan. Tauhid Sosial Sebagai Konsekuensi Tauhiddullah Oleh. Tapi. krena menduakan kewajiban mencari ilmu dengan mencari nilai. Dengan mentaati perintah dan cara-cara yang Rosul ajarkan. Pengingkarana dan penghianatan telah banyak dilakukan oleh banyak orang. Tauhid sebagai ilmu. lagi-lagi hal ini juga nampak mulai luntur dalam kehidupan masyarakat kita. maka itu berarti bahwa kita “munafik sosial”. Al Quran dan sunnah lebih banyak berisi tentang ajaran Agama (Tauhid) dan Moral. (Ahmad Tib. mulai saat itu pula ia menyebarkan misi keagamaan. Seharusnya. baru dikenal ratusan tahun setelah Nabi Muhammad wafat. adalah bekal seorang hamba dalam manjalankan tugas ibadah. Adz-Dzariat (51):56). 1994:27). '07 5:29 AM untuk semuanya Manusia hidup di dunia ini pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu.” (QS. Pengingkaran tauhid sosial ini juga dilakukan oleh para tullab—yang seharusnya jujur— dengan budaya “mengutip total” alias plagiat bin copy-tempel tugas-tugas mereka. dengan Tauhid Sosial umat Islam seharusnya mempraktikkan nilai-nilai Tauhid ke dalam realitas sosial secara benar. Reaksi masyarakat Mekkah pada umumnya. Pada waktu nabi menerima wahyu Al Quran.dengan hal ini. dan reformasi sosial. khususnya suku Quraisy yang juga merupakan suku nabi sendiri menolak dan menentang secara ekstrim. Firman Allah “telah aku ciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepadaKu. seorang hamba akan lebih termotifasi ketaatannya dalam beribadah kepada Allah. Sifat ketundukan dan pengakuan bahwa yang Maha Esa hanyalah Allah.

Dalam pandangan Islam. sifat-sifat yang boleh disifatkan kepadaNya dan tentang sifat-sifat yang sama sekali wajib dilenyapkan dari padaNya. Dari berbagai pandangan tentang makna tauhid yang di maknai oleh Muhammad Abduh. juga membahas tentang Rosul-rosul Allah meyakinkan kerosulan mereka. buka sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud dan ke-Esa-an Nya serta bukan sekedar mengenal asma dan sifat-sifatNya. dan Hasan Hanafi. yang diwujudkan dan tercermin dalam berbagai aspek kehidupan. . Musa Asy'arie menambahkan bahwa makna Tauhid menurut pandangan filsafat Islam adalah suatu sistem pandangan hidup yang menegaskan adanya proses satu kesatuan dan tunggal kemanunggalan dalam berbagai aspek hidup dan kehidupan semua yang ada. dapat di tarik kesimpula bahwa makna Tauhid adalah tema sentral yang membahas tentang wujud Allah. Namun yang terpenting adalah agar sikap ketauhidan ini dapat menyemangati kehidupan sehingga bukan hanya keshalehan individu yang kita harapkan dapat terwujud. Bagi seorang muslim dalam konteks Teologi. karena pernyataan iman seseorang kepada Tuhan. Pengingkaran terhadap makna tauhid adalah perbuatan syirik. Tauhid yang menjadi proses satu kesatuan dan tunggal kemanunggalan dalam berbagai aspek hidup dan kehidupan yang bersumber pada satu Tuhan saja. Musa Asyari. 2002 : 181). tetapi yang paling pokok dari itu adalah penerimaan dan resfons cinta kasih dan kehendak Tuhan yang dialamatkan kepada manusia. dan apa yang terlarang menghubungkannya kepada diri mereka. Tauhid bukan sekedar mengenal dan memahami bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah. haruslah menjadi falsafah hidup seorang muslim. (Asy'arie. selama dalam sistem sosial masyarakat masih ada kesenjangan antara si kaya dengan miskin.Meskipun inti pokok risalah Nabi Muhammad saw adalah tauhid. jenis dan bidang kehidupan. dan Rosul-rosul Allah yang mempunyai konsekuensi dalam kehidupan berupa praktek sosial umat Islam yang konkrit. (Yusran Asmuni. dalam suatu sistem. Dari dua pandangan ini. karena syirik bukan semata-mata tindakan yang ujudnya adalah penyembahan berhala atau kesukaan pergi kekuburan yang maknanya dalam ibadah. kepercayaan kepada ke-Esa-an Allah belum tentu terkait dengan prilaku umat dalam kiprah kesejarahannya. melainkan juga penguasaan manusia atas manusia lain. (Asy'arie. adanya golongan penindas dan tertindas maka selama itu pula masyarakat dibalut oleh paham syirik (Shimogaki. 2003:03) . pikiran dan hati atau kalbu. melainkan juga keshalehan dan ketaqwaan sosialnya Pandangan Hasan Hanafi yang di kutip oleh Kazuo Shimogaki menyebutkan bahawa. berasal dan bersumber hanya pada satu Tuhan saja.Istilah ilmu Tauhid itu sendiri baru muncul pada abad ketiga Hijriyah. ternyata Tauhid memiliki tema pembahasan dan peran yang sangat penting dalam membentuk pribadi seorang muslim. namun pada masa beliau Tauhid belum merupakan ilmu keislaman yang berdiri sendiri. bukan hanya kepada pengakuan lesan. Doktrin tauhid yang menjadi ruh kekuatan Islam tidak pernah hilang dari perjalanan sejarah. sejarah membuktikan bahwa tauhid menjadi senjata yang hebat dalam . 2003:20). tetapi juga tindakan dan aktualisasi. walaupun aktualisasinya dalam dimensi kehidupan tidak selalu menjadi kenyataan. 1979 : 36). Padahal. sifat-sifat Allah. yang menjadi asas kesatauan ciptaanNya dalam berbagai bentuk. Muhammad Abduh mendefinisikan makna tauhid sebagai suatu ilmu yang membahas tentang wujud Allah. Kholifah ketujuh dinasti Bani Abas. Tauhid adalah pernyataan iman kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. tentang sifat-sifat yang wajib tetap padaNy. (Muhammad Abduh. Dengan kata lain. 2002 : 182). tetapi Tauhid sudah terbukti mampu menjadi pilar perjuangan umat Islam. Tepatnya dizaman pemerintahan khalifah Al Makmun.

Doktrin ini sudah sangat dini dideklarasikan Al-Qur’an. iman adalah kekuatan yang menjadi pilar utama perjalanan sejarah umat Islam. disebutkan bahwa agar manusia itu menjadi muttaqin. tauhid i'tiqadi ilmi (keyakinan teoritis) dengan tauhid amali suluki (amal perbuatan praktis) atau dengan istilah lain dua ketauhidan yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. politik. yang kemudian terwujud dalam dimensi sosial. Manusia memiliki dua kekuatan. http:// my. Dalam perspektif yang berbeda. Secara substasial. Sehingga kekuatan tauhid inilah yang menjadi pengawal dan pusat dari semua orientasi nilai Artinya. Islam menolak pola kehidupan yang fragmentatif. dikotomik. lebih dari segalanya. politik. Dengan memperhatikan ini. Di dalam Al-Qur’an kita sering sekali membaca seruan agar manusia itu beriman. Adie Usman Musa mengutip dari Syafi’i Ma’arif. Pertama. dan kemudian beramal. gagasan Tauhid Sosial Syafi’i Ma’arif menggambarkan dua hal: pertama. pertama-tama yang harus ia miliki adalah iman. tauhid harus diaktualisasikan: pusat keimanan Islam adalah Tuhan. dan menunaikan zakat. orang kemudian mempertanyakan praktek sosial Islam yang dianggap tidak komprehensif. AM Fatwa menegaskan bahwa setiap perbuatan pribadi akan menyebabkan berbagai implikasi . (Syulthut. orang yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang mereka dalam keadaan beriman maka oleh Allah akan diberikan kehidupan yang baik dan juga akan diberi balasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (An-Nahl: 97). iman harus mampu menjawab dimensi praksis persoalan keummatan. kemudian mendirikan shalat. Dalam surah Al-Baqarah ayat kedua misalnya. Oleh sebab itu tauhid juga bisa dibagi dalam dua tahapan dalam aktualisasinya. 1991 : 197).opra. antara lain Tauhid Sosial. Praktek kehidupan seperti ini telah ditunjukkan dalam perjalanan kerasulan Muhammad yang diteruskan oleh sebagian generasi setelahnya. ekonomi dan budaya. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. menyatakan bahwa nilainilai Islam sebenarnya bersifat all-embracing bagi penataan sistem kehidupan sosial. Di dalam ayat tersebut dapat dilihat adanya trilogi iman-shalat-zakat. bukan hanya tersimpan dalam teks-teks suci. Kuntowojoyo. Amaliah (tindakan) puncaknya melaksanakan menurut semestinya dalam urusan hidup dan penghidupan. Oleh karena itu.Com/adieusman/htm) Memilih Islam adalah menjalani suatu pola kehidupan yang utuh dan terpadu (integrated). Kedua bentuk kekuatan tauhid ini mempunyai keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan. tugas terbesar Islam sebenarnya adalah melakukan transformasi sosial dan budaya dengan nilai-nilai tersebut. Islam berprinsip pada tauhid. Dalam konteks ini. cendekiawan muslim. di bawah prinsip-prinsip tauhid.menancapkan pilar-pilar kesejarahan Islam. 1994 : 49). yaitu pada masa Mekkah tahun-tahun awal. Allah menjelaskan dalam firmanNya bahwa. Masyarakat yang adil harus didirikan dalam prinsip ‘amrun bi al-ma’ruf wa nahyun ‘ani almunkar’.1996:33). penulis menyimpulkan bahwa iman berujung pada amal. ada juga trilogi iman-ilmu-amal. 2006. dan juga sinkretik. pemerintah dan umat yang beriman secara keseluruhan.(Ade Usman. ekonomi dan budaya. (Qordhawi. maka keduanya harus dijalankan secara seimbang. Sementara dalam formulasi lain. Setiap aspek kehidupan yang dijalani merupakan refleksi dari prinsip-prinsip tauhid. tetapi ujung aktualisasinya adalah manusia. pada aksi. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang akan dilakukan. Nazairah (penyelidikan) puncaknya adalah mengenal hakekat sesuatu menurut keadaan yang sebenarnya. Artinya. (Kuntowijoyo. ‘percaya kepada yang gaib’. Tugas ini dibebankan pada rasul. Kedua. beliau menyebutkan bahwa Tauhid Sosial sebagai dimensi praksis dari resiko keimanan kepada Allah SWT. kekuatan tauhid ini harus diaktualisasikan. Dua. Praktek sosial Islam ini banyak dibahasakan dengan berbagai istilah.

Fatwa. lalu masuk dalam dimensi amal berupa praktek sosial kepada sesama manusia. maka tauhid praktis dapat melakukan rekonstruksi dan reformasi sosial. Inilah yang sering dipahami dari rahasia susunan Al Quran bahwa setiap kali Kitab Suci menyabut kata iman (aamanu) yang merupakan perbuatan peribadi selalu diikuti dengan penyebutan amal saleh (aamilus shalihati) yang merupakan tindakan kemasyarakatan. Tauhid ibadah atau tauhid praktis inilah yang di istilahkan oleh Prof. Amin Rais dengan sebutan Tauhid Soaial. Labels • • • • • • Kitab Kitab Kitab Kitab Kitab Kitab Tauhid Tauhid Tauhid Tauhid Tauhid Tauhid 1 2 3 3 3 3 (29) (6) Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 (5) (11) (6) (4) Kitab Tauhid 1 • • • • • • • • • • • • • • Makna Aqidah Dan Urgensinya Sebagai Landasan Agama Sumber-sumber Aqidah Yang Benar dan Manhaj Salaf dalam Mengambil Aqidah. Dalam konteks inilah Islam disebut sebagai rahmatan li al’alamin. Dimaksudkan agar tauhid Ilahiyah dan Rububiyah yang sudah tertanam di kalangan kaum muslimin dan muslimat. ( Rais. Syarat. 2001:51). Prof. Penyimpangan Aqidah Dan Cara-Cara Penanggulangannya Makna Tauhid Rububiyah dan Kefitrahannya serta Pengakuan Orang-orang Musyrik Terhadapnya. (AM. Amin Rais mengatakan bahwa yang dimaksud tauhid Sosial adalah dimensi sosial dari Tauhidullah. realitas sosial. 1998: 108) Dengan demikian.kemasyarakatan. Dr. Dengan melihat penjelasan diatas. secara konkrit. Dan Bahwa Ia Adalah Inti Dakwah Para Rasul Makna Syahadatain. Dr. Sementara pada saat yang sama melihat manusia sebagai tujuan dari transformasi nilai. kemudian dimensi epistemik. Dengan kata lain bahwa Tauhidullah harus diujudkan dalam praktek sosial. Tauhid Sosial sebenarnya merupakan perwujudan aksi sosial Islam dalam konteks menjadikannya sebagai rahmatan li al’alamin. rahmat untuk alam semesta. Rukun. bisa diturunkan lagi kedataran pergaulan sosial. Konsekuansi Dan Yang Membatalkannya TaSyRi' Ibadah: Pengertian. termasuk untuk kemanusiaan. Pengertian Rabb Dalam Al-Qur'an Dan As-Sunnah Alam Semesta Dan Fitrahnya Dalam Tunduk Dan Patuh Kepada Allah Manhaj Al-Qur'an Dalam Menetapkan Wujud Dan Keesaan Al-Khaliq Tauhid Rububiyah Mengharuskan Adanya Tauhid Uluhiyah Makna Tauhid Uluhiyah. maka tanggung jawab pribadi itu memberi akibat adanya tanggung jawab sosial. Proses menuju ke arah itu harus dimulai dari penguatan dimensi tauhid. Macam Dan Keluasan Cakupannya Paham-Paham Yang Salah Tentang Pembatasan Ibadah Syarat Diterimanya Ibadah . Jika tauhid teoritis dapat melakukan perubahan batiniah dan pembebasan spiritual. Islam menjadikan tauhid sebagai pusat dari semua orientasi nilai.

Ibadah itu terbagi menjadi ibadah hati. Ini adalah definisi ibadah yang paling lengkap. 2.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan A. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. haji dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta Pendapat Golongan Sesat Berikut Bantahannya Buah Tarbiyah Tauhid Asma' Wa Sifat Pada Diri Individu Dan Masyarakat Al-wala' wal bara' Mudahanah dan Mudarah berikut kaitannya dengan al-wala' wal bara' Beberapa Contoh Tentang Setia Dan Memusuhi Karena Allah Menyayangi Dan Memusuhi Para Ahli Maksiat Menyambut Dan Ikut rayakan Hari Raya Atau Pesta Orang Kafir Serta Berbelasungkawa dlm Hari Duka Mereka Hukum Meminta Bantuan Kepada Orang-Orang Kafir Mengutamakan Tinggal Dan Bekerja Di Negara Kafir Hukum Meniru Kaum Kuffar. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. Di dalam syara'. Sedangkan shalat. raghbah (senang) dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). May 18. mahabbah (cinta). zakat. Rasa khauf (takut). tawakkal (ketergantungan). baik berupa ucapan atau perbuatan. Ibadah ialah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasulNya. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak . Macam Dan Keluasan Cakupannya Wednesday. tetapi makna dan maksudnya satu. raja' (mengharap). yang zhahir maupun yang batin. Definisi Ibadah Ibadah secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk. ibadah mempunyai banyak definisi. Macam-Macam Dan Dampaknya Bentuk-Bentuk Taqlid Kepada Kuffar Yang Buruk Sikap Pasif Kaum Muslimin Dan Problematikanya Ibadah: Pengertian. Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Subhannahu wa Ta'ala . Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan hati. 3. lisan dan badan. 2005 Kitab Tauhid 1 oleh: Dr. Definisi itu antara lain adalah: 1. lisan dan anggota badan.• • • • • • • • • • • • • • • Pilar-Pilar Ubudiyah Yang Benar Tingkatan Dien Makna Tauhid Asma' Wa Sifat Dan Manhaj Salaf Di Dalamnya Asma' Husna Dan Sifat Kesempurnaan.

Seperti tidur. zakat. pemberi seluruh anugerah. Seperti dzikir. Tujuan utama ibadah adalah menemukan jalan untuk mendekatkan diri kepada derajat kesempurnaan mutlak dan mutlak sempurna. sabar terhadap hu-kumNya. Dan sifat ini tidak akan dijumpai selain pada Dzat Nan Kudus. tidaklah ibadah itu terbatas hanya pada syi'ar-syi'ar yang biasa dikenal. satu-satunya Dzat yang harus disembah. minum. yang merupakan Pemilik kesempurnaan mutlak. Berbagai kebiasaan tersebut jika disertai niat baik (benar) maka menjadi bernilai ibadah yang berhak mendapatkan pahala. berbuat baik kepada kerabat. hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. khasyyatullah (takut kepada Allah). bekerja mencari nafkah. shalat. tawakkal. Maka siapa yang menolak beribadah kepada Allah. Bahkan adat kebiasaan (yang mubah) pun bernilai ibadah jika diniatkan sebagai bekal untuk taat kepadaNya. tahlil dan membaca Al-Qur'an. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. inabah (kembali) kepadaNya. dan selain-Nya tidak pantas disembah. B. serta menggayutkan diri kepada membina dan menghias diri (tahdzib nafs). puasa. Dan refleksi pancaran dari sifat sempurna dan indahNya bertakhta dalam relung jiwa yang merupakan hasil penjagaan jarak dari hawa nafsu. ia adalah sombong. Karena ibadah khusus bagi seseorang yang sempurna mutlak (kamâl mutlaq) dan mutlak sempurna (mutlaq kamâl). ridha dengan qadha'-Nya. jihad. makan. anggota badan dan yang lahir dari hati." (Adz-Dazariyat: 56-58) Allah Subhannahu wa Ta'ala memberitahukan. nikah dan sebagainya. orang miskin dan ibnu sabil. Jadi. Macam-Macam Ibadah Dan Keluasan Cakupannya Ibadah itu banyak macamnya.menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. karena ketergantungan mereka kepada Allah. Ia mencakup semua macam ketaatan yang nampak pada lisan. ibadah mencakup seluruh tingkah laku seorang mukmin jika diniatkan qurbah (mendekatkan diri kepada Allah) atau apa-apa yang membantu qurbah. mengharap nikmatNya dan takut dari siksaNya. anak yatim. maka dia adalah muk-min muwahhid (yang mengesakan Allah). Siapa yang menyembahNya tetapi dengan selain apa yang disyari'at-kanNya maka ia adalah mubtadi' (pelaku bid'ah). akan tetapi merekalah yang membutuhkannya. jual-beli. Karenanya. Tujuan ini hanya dapat tercapai dengan beribadah kepada Allah swt. pencipta seluruh wujud. Dan Allah Mahakaya. ikhlas kepadaNya. Dan siapa yang hanya menyembahNya dan dengan syari'atNya. Begitu pula cinta kepada Allah dan RasulNya. maka mereka menyembahNya sesuai dengan aturan syari'atNya. [2] . auhid Ibadah Maksudnya adalah Allah swt. tidak membutuhkan ibadah mereka. tasbih. Wujud Nir-Batas itu. amar ma'ruf nahi mungkar. haji. Dzat yang tidak memerlukan segala sesuatu.

rang Muslim beriman kepada ketuhanan Allah Ta'ala bagi manusia sejak pertama hingga generasi terakhir, kerububiyahan-Nya terhadap alam semesta, bahwa tidak ada pengaturan dunia selain Dia, dan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Oleh karena itu, ia memperuntukkan bagi Allah ibadah-ibadah yang disyariatkan-Nya kepadanya, dan tidak memalingkannya sedikit pun kepada selain Allah. Jika ia minta pertolongan, ia meminta pertolongan kepada Allah. Jika ia bernadzar, ia tidak bernadzar untuk selain Allah. Untuk Allah-lah semua amal perbuatan batinnya, seperti takut, berharap, taubat, cinta, pengagungan, tawakkal, dan amal perbuatan lahiriyahnya seperti shalat, zakat, haji, dan jihad. Itu semua karena dalil-dalil wahyu dan dalil-dalil akal seperti berikut. Dalil-Dalil Wahyu 1. Perintah Allah Ta'ala kepada sikap seperti di atas dalam firman-firman-Nya, seperti firman-firman-Nya berikut ini. o "Sesungguhnya Aku Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengikuti Aku." (Thaha: 14) o "Dan hanya kepada-Kulah kalian harus takut (tunduk)." (Al-Baqarah: 40) o "Hai manusia, sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian agar kalian bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untuk kalian karena itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui." (Al-Baqarah: 21-22) o "Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang benar melainkan Allah." (Muhammad: 19) o "Maka mohonlah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Fushshilat:36) o "Dan hendaklah orang-orang Mukmin itu bertawakal kepada Allah saja." (AtTaghabun: 13) 2. Penjelasan Allah Ta'ala tentang hal tersebut dalam firman-firman-Nya seperti dalam firman-firman-Nya berikut ini. o "Dan sungguh Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thagut'." (An-Nahl: 36) o "Barang siapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat dan tidak akan putus." (Al-Baqarah: 256) o "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwa tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah oleh kalian akan Aku'." (Al-Anbiya': 25) o "Katakanlah, 'Maka apakah kalian menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?'." (Az-Zumar: 64) o "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5)

"Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu, 'Peringatkanlah oleh kalian, bahwa tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kalian bertakwa kepada-Ku'." (An-Nahl: 2) 3. Penjelasan Rasulullah saw. tentang hal tersebut dalam hadits-haditsnya, seperti dalam hadits-haditsnya berikut ini. o Sabda Rasulullah saw. kepada Muadz bin Jabal r.a. yang beliu utus ke Yaman, "Hendaklah yang pertama kali engkau serukan kepada mereka ialah hendaknya mereka beribadah kepada Allah Ta'ala." (Muttafaq Alaih). o Sabda Rasulullah saw. kepada Muadz bin Jabal r.a., "Hai Muadz, apa hak Allah atas hamba-hamba?" Muadz bin Jabal menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Rasulullah saw. bersabda, "Yaitu hendaknya mereka beribadah kepada-Nya, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun." (Diriwayatkan An-Nasai dan ia men-shahih-kannya). o Sabda Rasulullah saw. kepada Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, "Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Dan jika engkau minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah." (Diriwayatkan At-Tirmidzi). o "Sesuatu yang paling aku khawatirkan pada kalian ialah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apa yang dimaksud dengan syirik kecil, wahai Rasulullah?" Rasulullah saw. menjawab, "Riya'. Pada hari kiamat Allah berfirman setelah membalas manusia dengan amal perbuatan mereka, Pergilah kepada orangorang yang kalian lakukan riya' di dunia, kemudian lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?" (Diriwayatkan Ahmad dari banyak jalur dan hadits ini hasan). o "Bukankah mereka menghalalkan bagi kalian apa yang diharamkan Allah bagi kalian kemudian kalian juga menghalalkannya dan mereka mengharamkan apa yang dihalalkan Allah kemudian kalian juga mengharamkannya?" Orang-orang menjawab, "Ya betul." Rasulullah saw. bersabda, "Itulah bentuk ibadah mereka kepadanya." (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan ia meng-hasan-kannya). Sabda di atas diucapkan Rasulullah saw. kepada Adi bin Hatim ketika ia mendengar firman Allah Ta'ala, "Mereka menjadikan pendeta-pendeta, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah." Kemudian Adi bin Hatim berkata, "Wahai Rasulullah, kita tidak menyembah mereka." o "Sesungguhnya permintaan tolong itu tidak kepadaku, namun permintaan tolong itu kepada Allah." (Diriwayatkan Ath-Thabrani. Hadits ini hasan). Sabda di atas diucapkan Rasulullah saw. setelah sebagian sahabat berkata kepada sebagian sahabat yang lain, "Mari kita minta tolong kepada Rasulullah saw. dari orang munafik yang mengganggu kita." o "Barang siapa bersumpah dengan selain Allah, ia telah melakukan syirik." (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan ia meng-hasan-kannya). o "Sesungguhnya mantra, jimat, dan guna-guna adalah syirik." (Diriwayatkan Ahmad, Abu Daud, dan lain sebagainya. Hadits ini hasan).
o

Dalil-Dalil Akal

1. Kesendirian Allah Ta'ala dalam penciptaan makhluk, pemberian rizki, dan pengurusan alam semesta mengharuskan manusia beribadah kepada-Nya saja, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. 2. Semua makhluk membutuhkan Allah Ta'ala. Jadi, tidak satu pun dari makhluk-makhluk pantas menjadi Tuhan yang disembah bersama Allah Ta'ala. 3. Sesuatu yang tidak mampu memberi pertolongan atau perlindungan tidak berhak untuk dimintai kepadanya pertolongan, bernadzar untuknya, bergantung atau bertawakkal kepadanya. Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 65-70.

Jabariyah & Qadariyah
BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Persoalan Iman (aqidah) agaknya merupakan aspek utama dalam ajaran Islam yang didakwahkan oleh Nabi Muhammad. Pentingnnya masalah aqidah ini dalam ajaran Islam tampak jelas pada misi pertama dakwah Nabi ketika berada di Mekkah. Pada periode Mekkah ini, persoalan aqidah memperoleh perhatian yang cukup kuat dibanding persoalan syari’at, sehingga tema sentral dari ayat-ayat al-Quran yang turun selama periode ini adalah ayat-ayat yang menyerukan kepada masalah keimanan.[[1]] Berbicara masalah aliran pemikiran dalam Islam berarti berbicara tentang Ilmu Kalam. Kalam secara harfiah berarti “kata-kata”. Kaum teolog Islam berdebat dengan kata-kata dalam mempertahankan pendapat dan pemikirannya sehingga teolog disebut sebagai mutakallim yaitu ahli debat yang pintar mengolah kata. Ilmu kalam juga diartikan sebagai teologi Islam atau

d. hari akhir dan berbagai ajaran nabi yang tidak mungkin lagi ada peluang untuk memperdebatkannya. Syiah. Makalah ini akan mencoba menjelaskan aliran Jabariyah dan Qadariyah. Perbedaan itu kemudian memunculkan berbagai macam aliran. Jabariyah dan Qadariyah serta aliran-aliran lainnya. e.ushuluddin. b. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan yang mendasar dan tidak mudah digoyahkan. Secara teoritis. Akan tetapi perselisihan politik ini. Perbedaan yang pertama muncul dalam Islam bukanlah masalah teologi melainkan di bidang politik. f. B. seiring dengan perjalanan waktu. Tetapi patut dicatat bahwa perbedaan yang ada umumnya masih sebatas pada aspek filosofis diluar persoalan keesaan Allah. Munculnya perbedaan antara umat Islam. yaitu Mu'tazilah. ilmu yang membahas ajaran-ajaran dasar dari agama. perbedaan itu demikian tampak melalui perdebatan aliran-aliran kalam yang muncul tentang berbagai persoalan.[[2]] Perbedaan teologis di kalangan umat Islam sejak awal memang dapat mengemuka dalam bentuk praktis maupun teoritis. Khawarij. para malaikat. keadilan Tuhan. kedudukan wahyu dan akal. Aliran Jabariyah Ajaran-ajaran Jabariyah Aliran Qadariyah Aliran Jabariyah Ajaran-ajaran Qadariyah Refleksi Faham Qadariyah dan Jabariyah : Sebuah Perbandingan tentang Musibah BAB II . TOPIK PEMBAHASAN a. Mencakup di dalamnya adalah latar belakang lahirnya sebuah aliran dan ajaranajarannya secara umum. keimanan kepada para rasul. c. Misalnya tentang kekuasaan Allah dan kehendak manusia. Dalam makalah ini penulis hanya menjelaskan secara singkat dan umum tentang aliran Jabariyah dan Qadariyah. meningkat menjadi persoalan teologi.

karena tidak memiliki kemampuan. ALIRAN JABARIYAH (FATALISM/PREDESTINATION) Latar Belakang Lahirnya Jabariyah Secara bahasa Jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung pengertian memaksa. Dengan kata lain adalah manusia mengerjakan perbuatan dalam keadaan terpaksa (majbur).[[4]] Adapun mengenai latar belakang lahirnya aliran Jabariyah tidak adanya penjelelasan yang sarih. [[3]] Menurut Harun Nasution Jabariyah adalah paham yang menyebutkan bahwa segala perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh Qadha dan Qadar Allah. Abu Zahra menuturkan bahwa paham ini muncul sejak zaman sahabat dan masa Bani Umayyah. Di dalam kamus Munjid dijelaskan bahwa nama Jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskannya melakukan sesuatu. Sedangkan secara istilah Jabariyah adalah menolak adanya perbuatan dari manusia dan menyandarkan semua perbuatan kepada Allah. Pendapat yang lain mengatakan bahwa paham ini diduga telah muncul sejak sebelum agama Islam datang ke masyarakat Arab. tapi yang tumbuh .PEMBAHASAN a. Maksudnya adalah bahwa setiap perbuatan yang dikerjakan manusia tidak berdasarkan kehendak manusia. Ada yang mengistilahlkan bahwa Jabariyah adalah aliran manusia menjadi wayang dan Tuhan sebagai dalangnya. tapi diciptakan oleh Tuhan dan dengan kehendak-Nya.[[5]] Adapaun tokoh yang mendirikan aliran ini menurut Abu Zaharah dan al-Qasimi adalah Jahm bin Safwan. Ketika itu para ulama membicarakan tentang masalah Qadar dan kekuasaan manusia ketika berhadapan dengan kekuasaan mutlak Tuhan. Kehidupan bangsa Arab yang diliputi oleh gurun pasir sahara telah memberikan pengaruh besar dalam cara hidup mereka. di sini manusia tidak mempunyai kebebasan dalam berbuat. Di tengah bumi yang disinari terik matahari dengan air yang sangat sedikit dan udara yang panas ternyata dapat tidak memberikan kesempatan bagi tumbuhnya pepohonan dan suburnya tanaman. Salah satu sifat dari Allah adalah al-Jabbar yang berarti Allah Maha Memaksa.[[6]] yang bersamaan dengan munculnya aliran Qadariayah.

Suatu ketika Nabi menjumpai sahabatnya yang sedang bertengkar dalam masalah Takdir Tuhan.hanya rumput yang kering dan beberapa pohon kuat untuk menghadapi panasnya musim serta keringnya udara. sehingga menyebabakan mereka kepada paham fatalisme. Mereka merasa lemah dalam menghadapi kesukaran-kesukaran hidup. b. Artinya mereka banyak tergantung dengan Alam.[[7]] Harun Nasution menjelaskan bahwa dalam situasi demikian masyarakat arab tidak melihat jalan untuk mengubah keadaan disekeliling mereka sesuai dengan kehidupan yang diinginkan. Mendengar itu Umar kemudian marah sekali dan menganggap orang itu telah berdusta. Ketika diintrogasi. Khalifah Umar bin al-Khaththab pernah menangkap seorang pencuri. diantaranya: Selain ayat-ayat Alquran di atas benih-benih faham al-Jabar juga dapat dilihat dalam beberapa peristiwa sejarah: a. Kalau itu sebuah paksaan. pencuri itu berkata "Tuhan telah menentukan aku mencuri"."apabila perjalanan (menuju perang siffin) itu terjadi dengan qadha dan qadar Tuhan. maka tidak ada pahala dan siksa.[[8]] Terlepas dari perbedaan pendapat tentang awal lahirnya aliran ini. Ketika Khalifah Ali bin Abu Thalib ditanya tentang qadar Tuhan dalam kaitannya dengan siksa dan pahala. Nabi melarang mereka untuk memperdebatkan persoalan tersebut. Orang tua itu bertanya. agar terhindar dari kekeliruan penafsiran tentang ayat-ayat Tuhan mengenai takdir. yaitu: hukuman potongan tangan karena mencuri dan hukuman dera karena menggunakan dalil takdir Tuhan. c. Pahala dan siksa akan didapat berdasarkan atas amal perbuatan manusia. Kemudian Ali menjelaskannya bahwa Qadha dan Qadha Tuhan bukanlah sebuah paksaan. Oleh karena itu Umar memberikan dua jenis hukuman kepada orang itu. dalam Alquran sendiri banyak terdapat ayat-ayat yeng menunjukkan tentang latar belakang lahirnya paham Jabariyah. gugur pula janji dan . tidak ada pahala sebagai balasannya.

Lebih dari itu adalah adanya pengaruh dari luar Islam yang ikut andil dalam melahirkan aliran ini. kalam Tuhan. aliran ekstrim.ancaman Allah. Adanya paham Jabar telah mengemuka kepermukaan pada masa Bani Umayyah yang tumbuh berkembang di Syiria. Ada sebuah pandangan mengatakan bahwa aliran Jabar muncul karena adanya pengaruh dari dari pemikriran asing. Pendapat Jahm tentang keterpaksaan ini lebih dikenal dibandingkan dengan pendapatnya tentang surga dan neraka. dan melihat Tuhan di akherat. dan tidak mempunyai pilihan. yang mempunyai paham yang mengarah kepada Jabariyah. konsep iman. Ajaran-ajaran Jabariyah Adapun ajaran-ajaran Jabariyah dapat dibedakan menjadi dua kelompok. yaitu factor yang berasal dari pemahaman ajaran-ajaran Islam yang bersumber dari Alquran dan Sunnah. yaitu pengaruh agama Yahudi bermazhab Qurra dan agama Kristen bermazhab Yacobit. Surga dan . yaitu ekstrim dan moderat. Ia tidak mempunyai daya. Di antara tokoh adalah Jahm bin Shofwan dengan pendapatnya adalah bahwa manusia tidak mempu untuk berbuat apa-apa. Adapun yang menjadi dasar munculnya paham ini adalah sebagai reaksi dari tiga perkara: pertama.[[10]] Dengan demikian.[[9]] Di samping adanya bibit pengaruh faham jabar yang telah muncul dari pemahaman terhadap ajaran Islam itu sendiri. meniadakan sifat Tuhan. adanya paham Qadariyah. keduanya. [[11]] c. latar belakang lahirnya aliran Jabariyah dapat dibedakan kedalam dua factor. telalu tekstualnya pamahaman agama tanpa adanya keberanian menakwilkan dan ketiga adalah adanya aliran salaf yang ditokohi Muqatil bin Sulaiman yang berlebihan dalam menetapkan sifat-sifat Tuhan sehingga membawa kepada Tasybih. tidak mempunyai kehendak sendiri. dan tidak pujian bagi orang yang baik dan tidak ada celaan bagi orang berbuat dosa. Pertama. d.

tetapi manusia mengambil bagian atau peran dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan itu dan Tuhan tidak dapat dilihat di akherat. mendengar. Kedua. tidak berdaya. Seluruh tindakan dan perbuatan manusia tidak boleh lepas dari scenario dan kehendak Allah. Kalam Tuhan adalah makhluk. dan hal ini sama dengan konsep yang dikemukakan oleh kaum Murjiah. baik dan buruk yang diterima oleh manusia dalam perjalanan hidupnya adalah merupakan ketentuan Allah. Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala hal.[[12]] Aliran ini dikenal juga dengan nama al-Jahmiyyah atau Jabariyah Khalisah. Tenaga yang diciptakan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujudkan perbuatannya. dan yang kekal hanya Allah. baik itu positif atau negatif. tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimilki oleh paham Qadariyah.[[15]] C.[[14]] Dengan demikian ajaran Jabariyah yang ekstrim mengatakan bahwa manusia lemah. tetapi manusia mempunyai bagian di dalamnya.nerka tidak kekal. dan Tuhan juga tidak dapat dilihat dengan indera mata di akherat kelak. ajaran Jabariyah yang moderat adalah Tuhan menciptakan perbuatan manusia. Allah tidak mempunyai keserupaan dengan manusia seperti berbicara. Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan makhluk. menjelaskan tentang ajaran pokok dari Jabariyah adalah Alquran adalah makhluk dan sesuatu yang baru dan tidak dapat disifatkan kepada Allah.[[13]] Ja'ad bin Dirham. Tokoh yang berpaham seperti ini adalah Husain bin Muhammad an-Najjar yang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan segala perbuatan manusia. Sedangkan iman dalam pengertianya adalah ma'rifat atau membenarkan dengan hati. tetapi manusia memperoleh perbuatan yang diciptakan tuhan. Sedangkan adhDhirar (tokoh jabariayah moderat lainnya) pendapat bahwa Tuhan dapat saja dilihat dengan indera keenam dan perbuatan dapat ditimbulkan oleh dua pihak. tidak seperti wayang yang dikendalikan oleh dalang dan tidak pula menjadi pencipta perbuatan. terikat dengan kekuasaan dan kehendak Tuhan. Manusia juga tidak dipaksa. melihat dan mendengar. Segala akibat. dan melihat. ALIRAN QADARIYAH ( FREE WILL AND FREE ACT( . seperti berbicara.

Aliran ini lebih menekankan atas kebebasan dan kekuatan manusia dalam mewujudkan perbutan-perbutannya.Latar Belakang Lahirnya Aliran Qadariyah Pengertian Qadariyah secara etomologi. ada sebagian pakar teologi yang mengatakan bahwa Qadariyah pertama kali dimunculkan oleh Ma’bad al-Jauhani dan Ghilan ad-Dimasyqi sekitar tahun 70 H/689M. dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk pada qadar Tuhan. aliran Qadariyah pertama kali dimunculkan oleh orang Irak yang pada mulanya beragama Kristen.[[19]] Ditinjau dari segi politik kehadiran mazhab Qadariyah sebagai isyarat menentang politik Bani Umayyah.[[16]] Menurut Ahmad Amin sebagaimana dikutip oleh Dr. [[18]] Ibnu Nabatah menjelaskan dalam kitabnya. karena itu kehadiran Qadariyah dalam wilayah kekuasaanya selalu mendapat tekanan. Sementara W. demikian juga pendapat Muhammad Ibnu Syu’ib. Montgomery Watt menemukan dokumen lain yang menyatakan bahwa paham Qadariyah terdapat dalam kitab ar-Risalah dan ditulis untuk Khalifah Abdul Malik oleh Hasan al-Basri sekitar tahun 700M. mencakup semua perbuatan.[[17]] Sejarah lahirnya aliran Qadariyah tidak dapat diketahui secara pasti dan masih merupakan sebuah perdebatan. Namanya adalah Susan. kemudian masuk Islam dan kembali lagi ke agama Kristen. orang-orang yang berpaham Qadariyah adalah mereka yang mengatakan bahwa manusia memiliki kebebasan berkehendak dan memiliki kemampuan dalam melakukan perbuatan. yakni baik dan buruk. bahkan pada zaman Abdul Malik bin Marwan pengaruh Qadariyah dapat dikatakan . berasal dari bahasa Arab. Hadariansyah. Akan tetepi menurut Ahmad Amin. sebagaimana yang dikemukakan oleh Ahmad Amin. Manusia mampu melakukan perbuatan. Harun Nasution menegaskan bahwa aliran ini berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya. Aliran-aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya. yaitu qadara yang bemakna kemampuan dan kekuatan. Adapun secara termenologi istilah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diinrvensi oleh Allah. ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri.

Manusia mempunyai kewenangan untuk melakukan segala perbuatan atas kehendaknya sendiri. kecuali mengikuti hokum alam. Demikian juga manusia tidak mempunyai kekuatan seperti gajah yang mampu membawa barang seratus kilogram.[[21]] Dengan demikian bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri.[[20]] d.lenyap tapi hanya untuk sementara saja. . yaitu hokum yang dalam istilah Alquran adalah sunnatullah. Ajaran-ajaran Qadariyah Harun Nasution menjelaskan pendapat Ghalian tentang ajaran Qadariyah bahwa manusia berkuasa atas perbuatan-perbutannya. Dalam perbuatannya. Oleh karena itu. Dengan demikian takdir adalah ketentuan Allah yang diciptakan-Nya bagi alam semesta beserta seluruh isinya. Karena itu sangat pantas. sebab dalam perkembangan selanjutnya ajaran Qadariyah itu tertampung dalam Muktazilah. itu didasarkan atas pilihan pribadinya sendiri. bukan oleh takdir Tuhan. Manusia dalam demensi fisiknya tidak dapat bebruat lain. orang yang berbuat akan mendapatkan balasannya sesuai dengan tindakannya. Ganjaran kebaikan di sini disamakan dengan balasan surga kelak di akherat dan ganjaran siksa dengan balasan neraka kelak di akherat.[[22]] Faham takdir yang dikembangkan oleh Qadariyah berbeda dengan konsep yang umum yang dipakai oleh bangsa Arab ketika itu. ia berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak pula memperoleh hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya. sejak azali. Misalnya manusia ditakdirkan oleh Tuhan tidak mempunyai sirip seperti ikan yang mampu berenang di lautan lepas. yaitu paham yang mengatakan bahwa nasib manusia telah ditentukan terlebih dahulu. Secara alamiah sesungguhnya manusia telah memiliki takdir yang tidak dapat diubah. manusia hanya bertindak menurut nasib yang telah ditentukan sejak azali terhadap dirinya. baik berbuat baik maupun berbuat jahat. dan dengan daya itu ia dapat berkuasa atas segala perbuatannya. Manusia sendirilah yang melakukan perbuatan baik atas kehendak dan kekuasaan sendiri dan manusia sendiri pula yang melakukan atau menjauhi perbuatan-perbutan jahat atas kemauan dan dayanya sendiri. Tokoh an-Nazzam menyatakan bahwa manusia hidup mempunyai daya.

(QS. (QS. kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Fush-Shilat : 40). Padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar). barang siapa yang mau beriman maka berimanlah dan barang siapa yang mau kafir maka kafirlah”. Al-Kahfi : 29).Dengan pemahaman seperti ini tidak ada alasan untuk menyandarkan perbuatan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.                    Artinya : “Katakanlah kebenaran dari Tuhanmu. Di antara dalil yang mereka gunakan adalah banyak ayat-ayat Alquran yang berbicara dan mendukung paham itu :      Artinya : “Kerjakanlah apa yang kamu kehendaki sesungguhnya Ia melihat apa yang kamu perbuat”. (QS.Ali Imran :165)               .                           Artinya : “dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud).

Dalam paham Qadariyah.dan aqli (argumen pikiran). (QS. Pada paham Jabariyah semangat melakukan investigasi sangat kecil. karena semua peristiwa dipandang sudah kehendak dan dilakukan oleh Allah.Ar-R’d :11) e. yang berpaham Qadariyah condong mencari tahu di mana letak peranan manusia pada kecelakaan itu.sesuai pemahaman masing-masing atas nash-nash agama (Alquran dan hadits-hadits Nabi Muhammad) . paham Jabariyah disebut juga sebagai paham tradisional dan konservatif dalam Islam dan paham Qadariyah disebut juga sebagai paham rasional dan liberal dalam Islam. manusia digambarkan bagai kapas yang melayang di udara yang tidak memiliki sedikit pun daya untuk menentukan gerakannya yang ditentukan dan digerakkan oleh arus angin. Refleksi Faham Qadariyah dan Jabariyah : Sebuah Perbandingan tentang Musibah Dalam paham Jabariyah. Kedua paham teologi Islam tersebut melandaskan diri di atas dalil-dalil naqli (agama) . selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. Sedang. bahwa perbuatan manusia ditentukan dan dikerjakan oleh manusia. Bagi yang berpaham Jabariyah biasanya dengan enteng mengatakan bahwa kecelakaan itu sudah kehendak dan perbuatan Allah. Orang Muslim yang berpaham Qadariyah merupakan kalangan yang terbatas atau hanya sedikit dari mereka. Di negeri-negeri kaum Muslimin. Sedang. Kedua paham teologi Islam tersebut membawa efek masing-masing. yang dominan adalah paham Jabariyah.] yang ada pada diri mereka sendiri”.Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka. Pada perkembangan selanjutnya. kecelakaan pesawat terbang. berkaitan dengan perbuatannya. misalnya. manusia digambarkan sebagai berkuasa penuh untuk menentukan dan mengerjakan perbuatannya. . semangat investigasi amat besar. Kedua paham itu dapat dicermati pada suatu peristiwa yang menimpa dan berkaitan dengan perbuatan manusia. seperti di Indonesia. pada paham Qadariyah. bukan Allah. berkaitan dengan perbuatannya. Sedang yang berpaham Qadariyah akan menjawab. karena semua peristiwa yang berkaitan dengan peranan (perbuatan) manusia harus dipertanggungjawabkan oleh manusia melalui suatu investigasi.

Sedang bagi yang berpaham Qadariyah. misalnya. namun mengajukan pertanyaan yang harus dijawab : adakah andil manusia di dalam "mengganggu" ekosistem kehidupan yang menyebabkan alam "marah" dalam bentuk gempa dan tsunami? Untuk itu. Sedang hikmat yang dimaksud hanya berupa pengakuan dosa-dosa dan hidup selanjutnya tanpa mengulangi dosa-dosa. dalam paham Qadariyah. karena menyikapinya sebagai kehendak dan perbuatan Allah.Dengan demikian. Akibat dari perbedaan sikap dan posisi itu. Dalam hal musibah gempa dan tsunami baru-baru ini. ilmu pengetahuan lebih pasti berkembang di dalam paham Qadariyah ketimbang Jabariyah. selain manusia dinyatakan sebagai makhluk yang merdeka. meski gempa dan tsunami tidak secara langsung menunjuk perbuatan manusia. Posisi manusia demikian tidak terdapat di dalam paham Jabariyah. paham Qadariyah membenarkan suatu investigasi (pencaritahuan). BABIII KESIMPULAN Menurut penulis solusi terhadap pandangan aliran Jabariyah dan Qodariyah yaitu bahwa manusia benar-benar memiliki kebebasan berkehendak dan karenanya ia akan dimintai . sudah cukup bila tindakan membantu korban dan memetik "hikmat" sudah dilakukan. dengan memotret lewat satelit kawasan yang dilanda musibah. bagi yang berpaham Jabariyah. juga adalah makhluk yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

DAFTAR PUSTAKA 1. mereka pun tentu akan mencari jalan dan dalil-dalil lain yang lebih tepat.pertanggungjawaban atas keputusannya. terutama dalam langkah awal menyampaikan dakwah Islam sehingga dapat merangkul berbagai golongan Islam yang masih memerlukan pengayoman. Penghindaran itu pun tidak mutlak dan tidak selama-lamanya. (Bandung: Puskata Setia. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. bahkan jika dirasanya akan berbahaya pula. ketaatan dan juga ketidaktaatan. ditambah pula dengan sifat wahdaniat-Nya. cet ke-2 Asmuni. Ilmu Kalam. Rosihan. Dengan kata lain. Dirasah Islamiyah: Pengantar Studi Sejarah Kebudayaan Islam dan Pemikiran. Di samping itu pendapat-pendapat Jabariyah sebenarnya didasarkan karena kuatnya iman terhadap qudrot dan irodat Allah SWT. Demikian makalah dari kami yang berjudul “Jabariyah dan Qodariyah” kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan demi perbaikan di masa mendatang. baik Qadariyah ataupun Jabariyah nampaknya memperlihatkan paham yang saling bertentangan sekalipun mereka sama-sama berpegang pada Alquran. kebebasan berkehendak manusia tidak dapat tercapai tanpa campur tangan Allah SWT. kursi atau jendela tidak akan tercapai tanpa adanya kayu sementara kayu tersebut yang membuat adalah Allah SWT. Yusran. Dari keterangan ajaran-ajaran Jabariyah dan Qodariyah tersebut di atas yang terpenting harus kita pahami bahwa mereka (Jabariyah dan Qodariyah) mengemukakan alasan-alasan dan dalil-dalil serta pendapat yang demikian itu dengan maksud untuk menghindarkan diri dari bahaya yang akan menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan beragama dan mencapai kemuliaan dan kesucian Allah SWT dengan sesempurna-sempurnanya. 2. meskipun demikian keputusan tersebut pada dasarnya merupakan pemenuhan takdir (ketentuan) yang telah ditentukan. Sementara bagi Qodariyah manusia adalah pelaku kebaikan dan juga keburukan. Anwar. 2006). Hal ini menunjukkan betapa terbukanya kemungkinan perbedaan pendapat dalam Islam. seperti seseorang yang ingin membuat meja. 1996) . keimanan dan juga kekufuran. Dalam masalah Iman dan Kufur ajaran Jabariyah yang begitu lemah tetap bisa diberlakukan secara temporal. Sebagai penutup dalam makalah ini. Kedua aliran.

2002) 6. 4. Nasy'at al-Fikr al-Falsafi fi al-Islam. Enseklopedi Islam. (Cairo: Dar al-Ma'arif. (Jakarta: UI-Press. al-Qaththan. (Beirut-Libanon: Dar al-Kurub al-'Ilmiyah. Faham Jabariyah pertama kali dipopulerkan oleh Ja’d bin Dirham di Basrah yang intinya menafikan adanya perbuatan otonom . mula-mula muncul permasalahan tentang kebebasan dan keterpaksaan manusia (al-jabr wa al-ikhtiyar). asy-Syahrastani. t. 1997) Hadariansyah. Filsafat dan Tasawuf. Kuliah Ilmu Kalam. Koreksi atas Pemikiran Kalam dan Filsafat Islam. (Jakarta: Litera AntarNusa. Muhammad. 1998) 9. 1977) 8. 1986). Ilmu Kalam. Maghfur. Nata. Pemikiran seputar masalah ini melahirkan dua kutub pemikiran ekstrim yang berbeda. al-Milal wa an-Nihal. Manna Khalil.th) 11. Ahmad. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.3. Abudin. "Jabariyah" (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. an-Nasyar. Muhammad ibn Abd al-Karim. Ali Syami. Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. Pemikiran-pemikiran Teologi dalam Sejarah Pemikiran Islam. (Jakarta: Bulan Bintang. yaitu Jabariyah dan Qadariyah. Tim. Nasution. diterjemahkan dari "Mabahits fi Ulum al-Qur'an. Harun. 2004) 10. (Bangil: alIzzah. (Banjarmasin: Antasari Press. Daudy. cet ke-5 7. AB. 2008) 5. 1997) ← Mu’tazilah Murji’ah → Jabariyah dan Qadariyah 16 January 2009 by Kangsata Leave a Comment Terkait qada’ dan qadar. Studi Ilmu-ilmu Alqur'an.

Jadi. kalam Allah bersifat tidak qadim. iman adalah ma’rifah dan kekufuran adalah jahl. kehendak maupun usahanya sendiri. bebas dari kehendak Allah. Dalam pendapatnya. . Di samping menerima ide jabariyah. Sedangkan faham Qadariyah dengan tokoh utamanya Ma’bad bin Khalid al-Juhani dan Ghailan al-Dimasyqi menyatakan bahwa semua perbuatan manusia adalah karena kehendaknya sendiri. Allah bukan sesuatu dan tidak bisa dilihat pada hari kiamat. manusia digambarkan tidak memiliki sifat kesanggupan yang hakiki sehingga segala perbuatannya (baik ketaatan atau kemaksiatan) pada dasarnya adalah keterpaksaan (majburah) karena tidak berasal dari kekuasaan.seorang hamba dengan menyandarkan semuanya kepada Allah. perbuatan manusia berada di luar ruang lingkup kekuasaan atau campur tangan Allah. Ide jabariyah ini kemudian terpelihara dalam gerakan pemikiran muridnya yaitu Jahm bin Shafwan. yang kepadanya dinisbatkan aliran Jahmiyah. Jahm juga mengembangkan pemikiranpemikiran lain seperti mengemukakan pendapat bahwa surga dan neraka bersifat fana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful