SEMINAR KIAT2 LEGAL PRAKTEK PERAWAT DARI JERAT HUKUM TGL 25 MEI 2007 -SURABAYA PEMBICARA I PRAKTIK KEPERAWATAN

SEBAGAI BENTUK PELAYANAN KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT, SUATU TINJAUAN ETIK DAN HUKUM Oleh : H. Bambang Tutuko, SH., S.Kep., Ns. Ketua PPNI Provinsi Jawa Timur PELAYANAN KEPERAWATAN Bentuk Pelayanan : Fisiologis Psikologis Sosial dan Kultural Diberikan karena : Ketidakmampuan Ketidakmauan Ketidaktahuan Dalam memenuhi kebutuhan dasar yang sedang terganggu FOKUS KEPERAWATAN : Respons Klien Terhadap : Penyakit Pengobatan Lingkungan Praktik Keperawatan Profesional Tindakan Mandiri Perawat Profesional Melalui Kerjasama Dengan : Klien Tenaga Kesehatan Lain Sesuai Dengan : Wewenang Tanggung Jawab Menggunakan Pendekatan Proses Keperawatan Yang Dinamis - 1KEWENANGAN PERAWAT : 1. Melaksanakan pengkajian keperawatan 2. Merumuskan diagnosis keperawatan 3. Menyusun rencana tindakan keperawatan 4. Melaksanakan tindakan keperawatan (termasuk tindakan medik yang dapat dilakukan perawat) 5. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan 6. Mendokumentasikan hasil keperawatan 7. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada sistem klien 8. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian berdasarkan kemampuannya 9. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa sesuai ketentuan yang berlaku (Standing Order) di sarana kesehatan 10. Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada tenaga yang kompeten, perawat berwenang melaksanakan tindakan kesehatan diluar kewenangannya TANGGUNG JAWAB UTAMA PERAWAT ADALAH :

KUHP Pasal 359 Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang. Hukum BOLEH DAN BISA TINJAUAN ETIK DAN HUKUM . Tindak terhadap tubuh¬ Tindak pidana yang¬ berkenaan dengan Asuhan Keperawatan semata untuk tujuan komersial Tindak¬ pidana yang berkenaan dengan pelaksanan Asuhan Keperawatan tanpa keahlian atau kewenangan Tindak pidana yang berkenaan dengan tidak dipenuhinya¬ persyaratan administratif Tindak pidana yang berkenaan dengan hak atas¬ informasi Tindak pidana yang berkenaan dengan produksi dan peredaran alat¬ kesehatan dan sediaan informasi . 4. imunisasi. Mencegah Penyakit 3. dihukum dengan hukuman penjara selama – lamanya 9 bulan atau hukuman kurungan selama – lamanya 6 bulan. Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas. Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter. KUHP Pasal 361 Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam melakukan sesuatu jabatan atau pekerjaan. -2CAKUPAN PERILAKU PERAWAT : ¬ Tindak pidana terhadap nyawa. Meningkatkan Kesehatan 2. Berdasarkan kompetensi yang memenuhi standar dan memperhatikan Kaidah Etik. dihukum penjara selama – lamanya lima tahun atau kurungan selama – lamanya satu tahun. KUHP Pasal 360 1. Moral.11 Mengakibatkan orang mati atau luka karena salahnya. Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang Luka Berat di hukum dengan hukuman penjara selama – lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama – lamanya satu tahun. 2. Memberikan asuhan keperawatan pada individu.1. pendidikan. kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks. pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat/resep. Memulihkan Kesehatan 4. maka hukuman dapat ditambah dengan sepertiganya dan si tersalah dapat dipecat dari pekerjaannya. Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatannya atau pekerjaannya sementara. Mengurangi Penderitaan LINGKUP PRAKTIK KEPERAWATAN 1. • Luka berat : Penyakit / luka yang tak boleh harap akan sembuh lagi dengan sempurna atau mendatangkan bahaya maut. Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain : • Perawatan luka • Monitoring cairan infus • Monitoring pemberian O2 • Pemberian injeksi • Memasang sonde • Fixasi / pengikatan 5. 3. nasehat. keluarga. konseling. Memberikan tindakan keperawatan langsung. Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya. pelayanan KB. 2. dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan system klien.

• Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. umur. kesukuan. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. keunikan klien.DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN A. adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien. BANGSA DAN TANAH AIR Pasal 17 Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat. Dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan” Pembuktian bahwa seseorang itu membuka rahasia :ϖ • Yang diberitahukan (dibuka) itu harus rahasia • Bahwa orang itu diwajibkan untuk menyimpan rahasia tersebut. Pasal 7 Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan. Pasal 9 Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan. jenis kelamin. dan ia harus betul-betul mengetahui bahwa ia harus wajib menyimpan rahasia itu . ASPEK ETIK : Kode Etik Keperawatan BAB II TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP TUGAS Pasal 5 Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu keluarga dan masyarakat. baik yang sekarang maupun yang dahulu. PERAWAT DAN KLIEN • Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia. kesukuan. -3Pasal 8 Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. warna kulit. Yang menurut jabatannya atau pekerjaannya. -4Sanksi Hukum Membuka Rahasia KUHP Pasal 322 ” Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia. ia diwajibkan menyimpannya. jenis kelamin. dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. • Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. Pasal 6 Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. warna kulit. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. BAB V TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP PEMERINTAH. • Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya.

sesuai dengan standart perlengkapan asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. formulir catatan tindakan asuhan keperawatan serta formulir rujukan. Persyaratan perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tuntutan untuk menyimpan rahasia bagi perawat • Kode etik keperawatan Indonesia hubungan perawat dan klien. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk mengembalikan status kesehatan akibat penyakit. ASPEK HUKUM I. Undang – Undang No. 2. B. Perawat berkewajiban menyimpan kerahasiaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku b. Penyembuhan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di pertanggungjawabkan. sedangkan orang lain belum mengetahuinya. PERMASALAHAN DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN YANG DAPAT MENIMBULKAN MASALAH HUKUM 1. 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan Pasal 32 1. 4. • Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan.• Bahwa kewajiban untuk menyimpan rahasia itu adalah akibat dari suatu jabatan atau pekerjaan sekarang maupun maupun yang dahulu pernah ia jabat • Membukanya rahasia itu dilakukan dengan sengaja -9Pasal 23 1. Lafal sumpah jabatan Perawat -8PERAWAT DAN PRAKTIK Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang keperawatan melalui belajar terus menerus. perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya. • Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan maupun kunjugan rumah. 3. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang kuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi. mengembalikan fungsi badan akibat cacat atau menghilangkan cacat. Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian . butir 4. menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain. meskipun telah meninggal • SK Menkes 1239/2001 Pasal 16 huruf C a. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di pertanggungjawabkan. • Asas Etikࠁsas Kerahasiaan tenaga kesehatan harus menghormati kerahasiaan klien. Membuka Rahasia Rahasia : yaitu barang sesuatu yang hanya diketahui oleh yang berkepentingan. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. Pasal 50 1. 2. Perawat dalam menjalankan praktik perorangan sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan : • Memiliki tempat praktik yang memenuhi syarat kesehatan.

4. praktik perorangan dan atau kelompok. berdasarkan pendidikan dan pengalaman serta dalam memberikan pelayanan berkewajiban mematuhi standart profesi. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan BAB III Pasal 4 Tenaga kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan Setelah tenaga kesehatan yang bersangkutan Memenuhi ijin dari menteri III. Perawat yang melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan harus memiliki SIK. KepMenKes No. Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. -6BAB IV Pasal 15 Perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan berwenang untuk : 1. observasi keperawatan. baik diselenggarakan oleh pemerintah maupun organisasi profesi. 2. Perawat dapat melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan. Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin. 2. -5Pasal 53 1. . Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. 2. pendidikan dan konseling kesehatan. Pasal 54 1. II. 3. Pasal 55 Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan. Pasal 17 Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan.dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan. Pasal 19 Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus senantiasa meningkatkan mutu pelayanan profesinya dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya. PP No. 3. melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan. perencanaan. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian. penetapan diagnosa keperawatan. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat BAB III Pasal 8 1. Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter. Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian di tentukan oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan. Perawat yang melaksanakan praktik perorangan / berkelompok harus memiliki SIPP. 2.

Oleh karena itu. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan I. Pasal 1 Ayat 4 Sarana Kesehatan adalah tempat yang dipergunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. SH.S. I. BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 : Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan : 1. Ketiga norma tersebut. pada dasarnya merupakan hubungan “unik”. M. Dengan terciptanya ketertiban. Setiap perawat yang praktik wajib memiliki SIP. Undang-Undang No. Di dalam konteks ini. perlunya kejelasan yang membatasi antara perawatan kesehatan dengan tindakan tertentu. 647/MENKES/SK/IV/2000) II. Ketiga faktor tersebut memerlukan piranti hukum untuk melindungi pemberi dan penerima jasa kesehatan. PEMBICARA II LANDASAN HUKUM PROFESI PERAWAT DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN Oleh : I Wayan Titib Sulaksana.. 2. senantiasa diatur diantaranya norma agama. perlunya perawatan kesehatan diatur dengan langkah-langkah tindakan konkrit dari pemerintah 2. BAB I Ketentuan Umum. Praktik keperawatan berkaitan erat dengan kehidupan manusia untuk itu praktik keperawatan harus dilakukan oleh perawat profesional yang berkompeten. II. norma etik dan norma hukum. SIPP. papan dan pendidikan. Kesehatan.1.1. perlunya pengaturan hukum di lingkungan sistem perawatan kesehatan 3. Dosen Hukum FH UNAIR & Ketua YLBHI Surabaya Manusia sebagai makhluk sosial yang selalu senantiasa berhubungan dengan manusia lain dalam masyarakat. Perawat adalah orang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. karena hubungan tersebut bersifat interpersonal. SIK. tidak saja diatur oleh hukum tetapi juga oleh etika dan moral.2. khususnya norma hukum dibutuhkan untuk menciptakan ketertiban di dalam masyarakat. 3. Pasal 1 Ayat 3 Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. ketentraman dan pada kahirnya perdamaian dalam berkehidupan. Surat Izin Perawat selanjutnya disebut SIP adalah bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan keperawatan di seluruh Indonesia (garis bawah saya). Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1239/MENKES/SK/XI/2001 tentang Registrasi dan Praktek Perawat (sebagai revisi dari SK No. SIMPULAN Pengendalian praktik keperawatan secara internal adalah Kode Etik sedangkan secara eksternal adalah hukum Praktik keperawatan harus dilakukan secara BENAR dalam arti keilmuanya dan BAIK dalam arti aspek Etik dan Legalnya. diharapkan kepentingan manusia dapat terpenuhi. 2. Surat Ijin Kerja selanjutnya disebut SIK adalah bukti tertulis untuk menjalankan pekerjaan keperawatan di seluruh . perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 15. Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk penyelamatan jiwa. agar ada kepastian hukum dalam melaksanakan tugas profesinya. saya mencoba memberikan pemahaman kepada kawan-kawan perawat tentang arti penting peraturan hukum di bidang kesehatan dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan. -1I. Sebab pembangunan di bidang kesehatan diperlukan tiga faktor : 1. pangan. perlu diatur dengan berbagai piranti hukum. Dalam pelayanan kesehatan (Yan-Kes). sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang.Pasal 20 1. Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang / pasien.

100. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan : ”barang siapa yang tanpa keahlian dan kewenagan dengan sengaja : melakukan pengobatan dan atau peraywatan sebagaimana dimaksud pasal 32 ayat (4). penetapan diagnosa keperawatan. Pasal 12 (1).000.” perorangan/berkelompok (garis bawah saya). Surat Ijin Praktek Perawat selanjutnya disebut SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan perawat untuk menjalankan praktek perawat -3(2).000. Dalam ketentuan tersebut diatur mengenai pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. 3. d. praktek perorangan/atau berkelompok. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. perencanaan. pendidikan dan konseling kesehatan.1. 338 bahkan bisa juga dikenakan pasal 340 KUHP. 351. Pasal 13 Rekomendasi untuk mendapatkan SIK dan/atau SIPP dilakukan melalui penilaian kemampuan keilmuan dan keterampilan bidang keperawatan. 2. melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan. Standar Profesi adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi secara baik II. kepatuhan terhadap kode etik profesi serta kesanggupan melakukan praktek keperawatan. BAB III Perizinan. Pasal 9 Ayat 1 SIK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Ayat 2 diperoleh dengan mengajukan permohonan kepada kepala dinas kesehatan kabupaten/kota setempat. melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter (garis bawah saya). Perawat yang melakukan praktek perorangan/berkelompok harus memiliki SIPP (garis bawah saya). Pasal 8 : 1.SIPP hanya diberikan kepada perawat yang memiliki pendidikan ahli madya keperawatan atau memiliki pendidikan keperawatan dengan kompetensi yang lebih tinggi. 4. 5.2. -4- . Salah satu contohnya adalah pelanggaran yang menyangkut Pasal 32 Ayat (4) Undang-Undang No. Perawat yang melaksanakan praktek keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan harus memiliki SIK (garis bawah saya). b. Pasal 10 SIK hanya berlaku pada 1 (satu) sarana pelayanan kesehatan. Pasal 15 Perawat dalam melaksanakan praktek keperawatan berwenang untuk : a. 360.wilayah Indonesia (garis bawah saya). c. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimana dmaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standar asuhan keperawatan yang ditetapkan organisasi profesi. Perawat dapat melaksanakan praktek keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan.00 (seratus juta rupiah). dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan. -2ketentuan Pidana yang diatur dalam Pasal 359.SIPP sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (3) diperoleh dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat. observasi keperawatan. Pelanggaran atas pasal tersebut dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1a) Undang-Undang No.

Perawat yang menjalankan praktek perorangan tidak diperbolehkan memasang papan praktek (garis bawah saya). menjalankan praktek selain ketentuan yang tercantum dalam izin tersebut. saya sangat berharap adanya pemahaman yang baik dan benar tentang beberapa piranti hukum yang mengatur pelayanan kesehatan untuk menunjang pelaksanaan tugas di bidang keperawatan dengan baik dan benar. (2). (1). Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa pasien/perorangan. Di dalam praktek apabila terjadi pelanggaraan praktek keperawatan. Perawat yang telah mendapatkan SIK aatau SIPP dilarang : a. Bagi perawat yang memberikan pertolongan dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas di daerah terpencil yang tidak ada tenaga kesehatan lain. aparat penegak hukum lebih cenderung mempergunakan Undang-Undang No. Pasal 21 (1). (garis bawah saya). perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. b. . Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditujukan untuk penyelamatan jiwa. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dan ketentuanSebagai penutup. Pasal 31 (1). (2).Pengecualian pasal 15 adalah pasal 20.Perawat yang menjalankan praktek perorangan harus mencantumkan SIPP di ruang prakteknya. dikecualikan dari larangan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) butir a. (2). melakukan perbuatan bertentangan dengan standar profesi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful