P. 1
Dasar Hukum Praktek Perawat

Dasar Hukum Praktek Perawat

|Views: 89|Likes:
Published by Rosikhah Al-Maris

More info:

Published by: Rosikhah Al-Maris on Feb 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

SEMINAR KIAT2 LEGAL PRAKTEK PERAWAT DARI JERAT HUKUM TGL 25 MEI 2007 -SURABAYA PEMBICARA I PRAKTIK KEPERAWATAN

SEBAGAI BENTUK PELAYANAN KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT, SUATU TINJAUAN ETIK DAN HUKUM Oleh : H. Bambang Tutuko, SH., S.Kep., Ns. Ketua PPNI Provinsi Jawa Timur PELAYANAN KEPERAWATAN Bentuk Pelayanan : Fisiologis Psikologis Sosial dan Kultural Diberikan karena : Ketidakmampuan Ketidakmauan Ketidaktahuan Dalam memenuhi kebutuhan dasar yang sedang terganggu FOKUS KEPERAWATAN : Respons Klien Terhadap : Penyakit Pengobatan Lingkungan Praktik Keperawatan Profesional Tindakan Mandiri Perawat Profesional Melalui Kerjasama Dengan : Klien Tenaga Kesehatan Lain Sesuai Dengan : Wewenang Tanggung Jawab Menggunakan Pendekatan Proses Keperawatan Yang Dinamis - 1KEWENANGAN PERAWAT : 1. Melaksanakan pengkajian keperawatan 2. Merumuskan diagnosis keperawatan 3. Menyusun rencana tindakan keperawatan 4. Melaksanakan tindakan keperawatan (termasuk tindakan medik yang dapat dilakukan perawat) 5. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan 6. Mendokumentasikan hasil keperawatan 7. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada sistem klien 8. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian berdasarkan kemampuannya 9. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa sesuai ketentuan yang berlaku (Standing Order) di sarana kesehatan 10. Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada tenaga yang kompeten, perawat berwenang melaksanakan tindakan kesehatan diluar kewenangannya TANGGUNG JAWAB UTAMA PERAWAT ADALAH :

dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan system klien. KUHP Pasal 361 Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam melakukan sesuatu jabatan atau pekerjaan. 2. KUHP Pasal 360 1. pelayanan KB. maka hukuman dapat ditambah dengan sepertiganya dan si tersalah dapat dipecat dari pekerjaannya. Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang Luka Berat di hukum dengan hukuman penjara selama – lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama – lamanya satu tahun. imunisasi. Hukum BOLEH DAN BISA TINJAUAN ETIK DAN HUKUM . Tindak terhadap tubuh¬ Tindak pidana yang¬ berkenaan dengan Asuhan Keperawatan semata untuk tujuan komersial Tindak¬ pidana yang berkenaan dengan pelaksanan Asuhan Keperawatan tanpa keahlian atau kewenangan Tindak pidana yang berkenaan dengan tidak dipenuhinya¬ persyaratan administratif Tindak pidana yang berkenaan dengan hak atas¬ informasi Tindak pidana yang berkenaan dengan produksi dan peredaran alat¬ kesehatan dan sediaan informasi .11 Mengakibatkan orang mati atau luka karena salahnya. Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain : • Perawatan luka • Monitoring cairan infus • Monitoring pemberian O2 • Pemberian injeksi • Memasang sonde • Fixasi / pengikatan 5.1. Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya. KUHP Pasal 359 Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang. Memulihkan Kesehatan 4. nasehat. 4. 2. Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter. pendidikan. 3. Memberikan asuhan keperawatan pada individu. Berdasarkan kompetensi yang memenuhi standar dan memperhatikan Kaidah Etik. • Luka berat : Penyakit / luka yang tak boleh harap akan sembuh lagi dengan sempurna atau mendatangkan bahaya maut. dihukum dengan hukuman penjara selama – lamanya 9 bulan atau hukuman kurungan selama – lamanya 6 bulan. keluarga. dihukum penjara selama – lamanya lima tahun atau kurungan selama – lamanya satu tahun. konseling. Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatannya atau pekerjaannya sementara. Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas. pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat/resep. Meningkatkan Kesehatan 2. Moral. kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks. -2CAKUPAN PERILAKU PERAWAT : ¬ Tindak pidana terhadap nyawa. Memberikan tindakan keperawatan langsung. Mencegah Penyakit 3. Mengurangi Penderitaan LINGKUP PRAKTIK KEPERAWATAN 1.

kesukuan. warna kulit. Dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan” Pembuktian bahwa seseorang itu membuka rahasia :ϖ • Yang diberitahukan (dibuka) itu harus rahasia • Bahwa orang itu diwajibkan untuk menyimpan rahasia tersebut. umur. ia diwajibkan menyimpannya. warna kulit. Yang menurut jabatannya atau pekerjaannya. BANGSA DAN TANAH AIR Pasal 17 Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN A. -3Pasal 8 Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. jenis kelamin. -4Sanksi Hukum Membuka Rahasia KUHP Pasal 322 ” Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia. • Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya. BAB V TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP PEMERINTAH. baik yang sekarang maupun yang dahulu. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. PERAWAT DAN KLIEN • Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia. dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. • Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pasal 9 Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan. adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Pasal 6 Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. jenis kelamin. Pasal 7 Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan. dan ia harus betul-betul mengetahui bahwa ia harus wajib menyimpan rahasia itu . kesukuan. ASPEK ETIK : Kode Etik Keperawatan BAB II TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP TUGAS Pasal 5 Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu keluarga dan masyarakat. keunikan klien. • Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.

23 tahun 1992 Tentang Kesehatan Pasal 32 1. Perawat dalam menjalankan praktik perorangan sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan : • Memiliki tempat praktik yang memenuhi syarat kesehatan. Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian . 3. meskipun telah meninggal • SK Menkes 1239/2001 Pasal 16 huruf C a. Undang – Undang No. Membuka Rahasia Rahasia : yaitu barang sesuatu yang hanya diketahui oleh yang berkepentingan. mengembalikan fungsi badan akibat cacat atau menghilangkan cacat. sedangkan orang lain belum mengetahuinya. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. • Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan maupun kunjugan rumah. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk mengembalikan status kesehatan akibat penyakit. menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain. B. Perawat berkewajiban menyimpan kerahasiaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku b. Pasal 50 1. ASPEK HUKUM I. butir 4. formulir catatan tindakan asuhan keperawatan serta formulir rujukan. Penyembuhan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di pertanggungjawabkan. PERMASALAHAN DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN YANG DAPAT MENIMBULKAN MASALAH HUKUM 1. sesuai dengan standart perlengkapan asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.• Bahwa kewajiban untuk menyimpan rahasia itu adalah akibat dari suatu jabatan atau pekerjaan sekarang maupun maupun yang dahulu pernah ia jabat • Membukanya rahasia itu dilakukan dengan sengaja -9Pasal 23 1. • Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. • Asas Etikࠁsas Kerahasiaan tenaga kesehatan harus menghormati kerahasiaan klien. Tuntutan untuk menyimpan rahasia bagi perawat • Kode etik keperawatan Indonesia hubungan perawat dan klien. 2. 2. Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di pertanggungjawabkan. Lafal sumpah jabatan Perawat -8PERAWAT DAN PRAKTIK Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang keperawatan melalui belajar terus menerus. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang kuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi. 4. Persyaratan perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya.

Perawat yang melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan harus memiliki SIK. penetapan diagnosa keperawatan. Pasal 17 Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan. melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan. II. 2. Pasal 19 Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus senantiasa meningkatkan mutu pelayanan profesinya dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya. Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. perencanaan. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Perawat dapat melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan BAB III Pasal 4 Tenaga kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan Setelah tenaga kesehatan yang bersangkutan Memenuhi ijin dari menteri III. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter. observasi keperawatan. praktik perorangan dan atau kelompok. Perawat yang melaksanakan praktik perorangan / berkelompok harus memiliki SIPP. Pasal 55 Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan. 3. 2. pendidikan dan konseling kesehatan. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan. . 4. berdasarkan pendidikan dan pengalaman serta dalam memberikan pelayanan berkewajiban mematuhi standart profesi. Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian di tentukan oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan. Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien. 2. Pasal 54 1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian. -5Pasal 53 1.dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan. PP No. KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat BAB III Pasal 8 1. 3. 2. Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin. -6BAB IV Pasal 15 Perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan berwenang untuk : 1. baik diselenggarakan oleh pemerintah maupun organisasi profesi.

perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 15.. Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang / pasien. I. 2. Setiap perawat yang praktik wajib memiliki SIP. Dalam pelayanan kesehatan (Yan-Kes). senantiasa diatur diantaranya norma agama. perlunya kejelasan yang membatasi antara perawatan kesehatan dengan tindakan tertentu. Kesehatan. PEMBICARA II LANDASAN HUKUM PROFESI PERAWAT DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN Oleh : I Wayan Titib Sulaksana. Praktik keperawatan berkaitan erat dengan kehidupan manusia untuk itu praktik keperawatan harus dilakukan oleh perawat profesional yang berkompeten. sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang. norma etik dan norma hukum. Di dalam konteks ini. Dosen Hukum FH UNAIR & Ketua YLBHI Surabaya Manusia sebagai makhluk sosial yang selalu senantiasa berhubungan dengan manusia lain dalam masyarakat. karena hubungan tersebut bersifat interpersonal.S.2. Pasal 1 Ayat 4 Sarana Kesehatan adalah tempat yang dipergunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk penyelamatan jiwa. Sebab pembangunan di bidang kesehatan diperlukan tiga faktor : 1. pangan. ketentraman dan pada kahirnya perdamaian dalam berkehidupan. papan dan pendidikan. perlunya perawatan kesehatan diatur dengan langkah-langkah tindakan konkrit dari pemerintah 2. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan I. saya mencoba memberikan pemahaman kepada kawan-kawan perawat tentang arti penting peraturan hukum di bidang kesehatan dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan. SIK. Undang-Undang No. 647/MENKES/SK/IV/2000) II. diharapkan kepentingan manusia dapat terpenuhi. khususnya norma hukum dibutuhkan untuk menciptakan ketertiban di dalam masyarakat. SIPP. -1I. perlu diatur dengan berbagai piranti hukum. Ketiga norma tersebut.1. tidak saja diatur oleh hukum tetapi juga oleh etika dan moral. Oleh karena itu. Surat Izin Perawat selanjutnya disebut SIP adalah bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan keperawatan di seluruh Indonesia (garis bawah saya). 2.1. Surat Ijin Kerja selanjutnya disebut SIK adalah bukti tertulis untuk menjalankan pekerjaan keperawatan di seluruh . SIMPULAN Pengendalian praktik keperawatan secara internal adalah Kode Etik sedangkan secara eksternal adalah hukum Praktik keperawatan harus dilakukan secara BENAR dalam arti keilmuanya dan BAIK dalam arti aspek Etik dan Legalnya. Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1239/MENKES/SK/XI/2001 tentang Registrasi dan Praktek Perawat (sebagai revisi dari SK No. Ketiga faktor tersebut memerlukan piranti hukum untuk melindungi pemberi dan penerima jasa kesehatan.Pasal 20 1. Perawat adalah orang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perlunya pengaturan hukum di lingkungan sistem perawatan kesehatan 3. pada dasarnya merupakan hubungan “unik”. Pasal 1 Ayat 3 Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Dengan terciptanya ketertiban. M. agar ada kepastian hukum dalam melaksanakan tugas profesinya. BAB I Ketentuan Umum. II. 3. BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 : Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan : 1. SH.

5. Perawat yang melakukan praktek perorangan/berkelompok harus memiliki SIPP (garis bawah saya). 351.1.SIPP hanya diberikan kepada perawat yang memiliki pendidikan ahli madya keperawatan atau memiliki pendidikan keperawatan dengan kompetensi yang lebih tinggi. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan : ”barang siapa yang tanpa keahlian dan kewenagan dengan sengaja : melakukan pengobatan dan atau peraywatan sebagaimana dimaksud pasal 32 ayat (4). penetapan diagnosa keperawatan. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan. d. observasi keperawatan. Pelanggaran atas pasal tersebut dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1a) Undang-Undang No. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter (garis bawah saya).2.wilayah Indonesia (garis bawah saya). 2.000. Pasal 9 Ayat 1 SIK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Ayat 2 diperoleh dengan mengajukan permohonan kepada kepala dinas kesehatan kabupaten/kota setempat. b. Standar Profesi adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi secara baik II. Perawat dapat melaksanakan praktek keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan. Dalam ketentuan tersebut diatur mengenai pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Pasal 12 (1). Surat Ijin Praktek Perawat selanjutnya disebut SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan perawat untuk menjalankan praktek perawat -3(2). Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimana dmaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standar asuhan keperawatan yang ditetapkan organisasi profesi. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. 360. pendidikan dan konseling kesehatan.” perorangan/berkelompok (garis bawah saya).00 (seratus juta rupiah).000. BAB III Perizinan. praktek perorangan/atau berkelompok. 4. 338 bahkan bisa juga dikenakan pasal 340 KUHP. -4- . Pasal 8 : 1. perencanaan. 3. Pasal 13 Rekomendasi untuk mendapatkan SIK dan/atau SIPP dilakukan melalui penilaian kemampuan keilmuan dan keterampilan bidang keperawatan.SIPP sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (3) diperoleh dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat. Salah satu contohnya adalah pelanggaran yang menyangkut Pasal 32 Ayat (4) Undang-Undang No. Pasal 10 SIK hanya berlaku pada 1 (satu) sarana pelayanan kesehatan. kepatuhan terhadap kode etik profesi serta kesanggupan melakukan praktek keperawatan. melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian. Pasal 15 Perawat dalam melaksanakan praktek keperawatan berwenang untuk : a. 100. c. melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan. Perawat yang melaksanakan praktek keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan harus memiliki SIK (garis bawah saya). -2ketentuan Pidana yang diatur dalam Pasal 359.

Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa pasien/perorangan. (2).Pengecualian pasal 15 adalah pasal 20. Pasal 31 (1). Bagi perawat yang memberikan pertolongan dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas di daerah terpencil yang tidak ada tenaga kesehatan lain. melakukan perbuatan bertentangan dengan standar profesi. Di dalam praktek apabila terjadi pelanggaraan praktek keperawatan. (2). perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. (1). aparat penegak hukum lebih cenderung mempergunakan Undang-Undang No. (garis bawah saya). Pasal 21 (1). b. Perawat yang telah mendapatkan SIK aatau SIPP dilarang : a. menjalankan praktek selain ketentuan yang tercantum dalam izin tersebut. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dan ketentuanSebagai penutup. dikecualikan dari larangan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) butir a.Perawat yang menjalankan praktek perorangan harus mencantumkan SIPP di ruang prakteknya. saya sangat berharap adanya pemahaman yang baik dan benar tentang beberapa piranti hukum yang mengatur pelayanan kesehatan untuk menunjang pelaksanaan tugas di bidang keperawatan dengan baik dan benar. (2). Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditujukan untuk penyelamatan jiwa.Perawat yang menjalankan praktek perorangan tidak diperbolehkan memasang papan praktek (garis bawah saya). .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->