P. 1
Pengaman Sungai_Krib

Pengaman Sungai_Krib

|Views: 41|Likes:
Published by msuarman5871

More info:

Published by: msuarman5871 on Feb 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

RPT0

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 5. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 6. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... PEKERJAAN PERENCANAAN ........................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN DETAIL DESAIN............................................................................ Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN KONSTRUKSI ............................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. i ii iii 1 1 2 4 4 5 21 21 22 22 23 32 32 33 33 36 41 45 48 48 51 53 54 57

7. PEKERJAAN PEMELIHARAAN .......................................................................... 7.1. Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran ............................................... 7.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan.................................................... BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... LAMPIRAN A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencaan Krib .......................... LAMPIRAN A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib ......................

LAMPIRAN A.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan ......................................................................................... 58 LAMPIRAN B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib....... LAMPIRAN B.2 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Detail Desain Krib .................. LAMPIRAN B.3 Kriteria Desain Bangunan Krib ........................................................... LAMPIRAN C LAMPIRAN D LAMPIRAN E Contoh KAK Pekerjaan Konstruksi Krib ............................................. Bagan Alir Pemeliharaan Bangunan Persungaian ............................ Form Pemeliharan Bangunan Persungaian ....................................... 69 70 83 90 106 107

i

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

ii

perencanaan dan perhitungan dimensi. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. hidrologi). pekerjaan dewatering. konstruksi dan pemeliharaan dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. Pedoman detail desain mencakup kegiatan collecting data sekunder (topografi. survey pengukuran. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan bangunan krib. pedoman dan manual (NSPM). pedoman dan manual (NSPM). iii . investigasi. konstruksi dan pemeliharaan dalam pekerjaan pembangunan bangunan krib. data primer (survey pengukuran topografi dan pemetaan. geologi permukaan. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. desain. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan). analisis hidrologi. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. studi identifikasi. survey hidrometri. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. standar.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. pekerjaan pasangan batu. Sehubungan dengan hal tersebut. standar. perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan. Pedoman pemeliharaan mencakup kegiatan inventarisasi kerusakan. Pedoman ini mencakup kegiatan perencanaan (studi awal. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. detail desain. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. pekerjaan beton.7 tahun 2004. pekerjaan penyelidikan geoteknik. analisis hidrolika. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus.

perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. survey hidrometri). 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air KEPMEN KIMPRASWIL No. analisis dampak lingkungan dan gambar desain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan perencanaan krib Pedoman detail desain mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : Standar Nasional Indonesia (SNI) : . analisis hidrologi. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk setiap masing-masing kegiatan perencanaan. pekerjaan dewatering. Pedoman pemeliharaan mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan. analisis ekonomi. data kilmatologi (temperatur. 2. konstruksi dan pemeliharaan. ACUAN NORMATIF UU No. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. gambar desain. data kilmatologi (temperatur. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. desain hidraulik. studi identifikasi. peta geologi regional. pelaksanaan pekerjaan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). survey hidrometri. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) KEPMEN KLH No. baik fisik maupun non fisik. analisis hidrologi. pekerjaan beton. penyelidikan geoteknik.A Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib 1. penyelidikan geoteknik. studi pengenalan perencaaan pendahuluan dan studi kelayakan dalam kegiatan pembangunan krib. analisis konstruksi. detail desain. kelembaban relatif.RPT0-Pd T-xx-xxxx. kelembaban relatif. sampling sedimen). pekerjaan penyelidikan geoteknik. program pelaksanaan. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). desain hidraulik. pekerjaan pasangan batu. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. perencanaan. Pedoman perencanaan menetapkan spesifikasi teknis bagian pekerjaan perencanaan yang meliputi studi awal.SNI 03-0090-1999 : Spesifikasi Bronjong Kawat 1 dari 120 . Pedoman perencanaan mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. peta geologi regional. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus.

A Pd.A Pd. 3. Volume I : Umum.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. 2 dari 120 . Bagian – 1.11 – 2004 – A : Pemeliharaan Bangunan Persungaian Rancangan Pedoman Teknis : Pd. xx – xxxx. Bagian – 5. ISTILAH DAN DEFINISI Perencanaan adalah rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. T.1. penentuan metode. Pekerjaan Tanah : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. T. xx – xxxx. T. T. T. T. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan datadata sekunder yang ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx. : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian – 4. 3. Pekerjaan Bangunan Pengaman Sungai. Pekerjaan Pasangan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pd. Bagian – 2. serta penentuan skala prioritas.A - SNI 03-1724-1989 SNI 03-2400-1991 SNI 03-2414-1991 SNI 03-2415-1991 SNI 03-2819-1992 SNI 03-2820-1992 SNI 03-2822-1992 SNI 03-2829-1992 SNI 03-2830-1992 SNI 03-3414-1994 - SNI 03-3444-1994 SNI 03-3961-1995 SNI 03-3961-1995 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka : Metode Perhitungan Debit Banjir : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis : Metode Perhitungan Tiang Pancang Beton pada Krib di Sungai : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Penamopang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan Pedoman Teknis : Pd. T. Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan diadakan. Krib 3. Pekerjaan Beton dan Bekisting. Bagian-3. xx – xxxx.1. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pemancangan. Bagian – 6. Volume I : Umum. xx – xxxx. xx – xxxx. Volume I : Umum. T. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah.A Pd.A Pd. Bagian – 1. Volume I : Umum. : Pedoman Analisa Harga Satuan. Pekerjaan Geoteknik : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. xx – xxxx. pengumpulan data. xx – xxxx.A Pd.1.

3.3.4. Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. Konstruksi adalah merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik. 3.2.4. Krib tegak adalah krib yang arahnya tegak lurus aliran 3.2.2. Krib kedap air adalah krib yang diantara bagian konstruksinya tidak dapat dilewati aliran. Lantai kerja adalah lantai yang terbuat dari beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil.1. Krib lulus air adalah krib yang diantara bagian-bagian konstruksinya dapat dilewati aliran.2. 3. dipergunakan untuk tatakan mencetak tiang pancang beton 3 dari 120 .A 3.3. Pangkal krib adalah bagian krib yang masuk ke tebing sungai 3.5. Letak krib menunjukan tempat sebuah krib dipasang. 3. Krib semi lulus air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong. Dokumen perencanaan adalah keterangan yang mencakup tentang spesifikasi teknik.2. Studi kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh. Arah krib adalah arah yang dinyatakan dengan sudut antara as krib dan arah aliran.3. Medan krib adalah daerah disekitar bangunan krib yang arah dan atau besar kecepatan alirannya dipengaruhi krib tersebut.2.3.2. memberikan garis besar 3.2.10.8. Panjang krib (b) adalah panjang krib (b) adalah dihitung mulai dari pangkal sampai dengan ujung krib 3.3.12. Panjang efektif krib adalah panjang krib mulai dari ujung krib sampai pertengahan tebing baru yang direncanakan akan dibentuk.3.6.3. 3.2. 3.3.2. Gambar pelaksanaan adalah gambar bangunan (krib) yang sudah dilaksanakan apabila terjadi perubahan dimensi dari perencanaan 3.2. Direksi pekerjaan adalah personil yang ditunjuk oleh pemilik pekerjaan untuk membimbing dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana 3. sehingga kecepatannya akan berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan memungkinkan adanya endapan angkutan muatan di tempat ini. 3. Krib tajam adalah krib yang arahnya menyerong ke hulu 3.11. 3.2.2. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib.1. 3.1.2.1. Krib adalah bangunan menyilang / sejajar arah aliran yang ditujukan guna mengubah pola dan sifat aliran untuk suatu tujuan tertentu. krib ini secara efektif mengarahkan aliran ke tengah sungai. gambar perencanaan maupun gambar detail dari seri krib yang akan dibuat 3. Pengenalan studi adalah suatu proses untuk pengembangan proyek multisektor dari segi-segi teknis.2.4.1.9. Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. 3. 3.2.RPT0-Pd T-xx-xxxx.7. 3.

1. gambar konstruksi dan spesifikasi teknis 3. Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi. 3. Perawatan adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi. Perencana adalah personil yang membuat desain/rencana krib. 3. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa 4 dari 120 . PEKERJAAN PERENCANAAN Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya.5.4.5. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. Perbaikan darurat adalah usaha perbaikan dengan maksud agar konstruksi sementara dapat berfungsi.5. Pemeliharaan periodik adalah suatu kegiatan yang mempunyai waktu yang lama dan dampak yang diakibatkannya akan lebih besar dibandingkan dengan pemeliharaan rutin.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 4. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi.5.4. 3.1.2. 3. 3. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. 3. tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti. waktunya pendek dan harus dilakukan serta secara kontinyu. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu. pengumpulan data. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 4. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). meliputi perhitungan. penyediaan data dan fasilitas penunjang.2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan pembangunan krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Pemeliharaan adalah usaha-usaha untuk menjaga agar prasarana irigasi selalu dapat berfungsi dengan baik guna mempertahankan kelestariannya.1. iii.3. 3.4.6.6. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. ii. penentuan metode. Perbaikan permanen adalah usaha perbaikan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi secara permanen.A 3. serta penentuan skala prioritas. Pemeliharaan rutin adalah kegiatan yang mempunyai frekuensi lebih sering dilakukan dengan skala kecil.6.2. Perawatan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan setiap waktu. 3. Perawatan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan secara berkala.

Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. ii. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. 4. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan data-data sekunder yang ada. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. studi identifikasi. Cakupan kegiatan studi awal adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Adapun uraian pedoman spesifikasi teknis sebagai berikut : 1) Studi Awal Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan krib diadakan. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.A Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi awal berkisar antara 1 – 2 bulan. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. asisten. i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dimana kondisi tata guna lahan akan 5 dari 120 . Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan bangunan krib dibagi menjadi kegiatan studi awal. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.

000. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. lama penyinaran dan kecepatan angin. rencana tata ruang wilayah. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. ii. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. iii. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. SK DJ Pengairan No.000 sesuai dengan KP– 01. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. besarnya curah hujan. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). fauna dan biota air. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. komponen sosial. dan BAPEDAL. iv. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. ii. fisiografi dan geologi. b) Perekayasaan 6 dari 120 .A berpengaruh terhadap laju erosi. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. tingkat pendidikan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. PSDA. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. ruang lahan dan tanah. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. minimum selama 5 tahun. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. hidrologi/kualitas air. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. iv. iii. kelembaban relatif. SK DJ Pengairan No. penyebaran jenis batuan. debit historis baik debit minimum. data meteorologi. Data-data tersebut meliputi : i.

kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Ahli Hidrologi. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Cakupan kegiatan studi identifikasi adalah : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. Data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).000 atau yang lebih detail. debit historis baik debit minimum. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. besarnya curah hujan. 7 dari 120 . Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang usulan pekerjaan berikutnya berdasarkan kajian di atas meja dan perumusan untuk kegiatan selanjutnya. ii. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Ahli Sungai dan Ahli Geologi 2) Studi Identifikasi Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan.A Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang ketersediaan data sekunder dari suatu lokasi pekerjaan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 1 – 2 bulan. c) Produk yang dihasilkan Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi : (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. data meteorologi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.

Komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. dan BAPEDAL. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. PSDA.000 sesuai dengan KP– 01. ii. b) Survey (1) Survey Hidrologi Kegiatan survey hidrologi berupa kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir keadaan tinggi muka air banjir yang terjadi selama musim hujan sesuai dengan KP–01. pengukuran tinggi muka air di sungai. Data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. fisiografi dan geologi. 8 dari 120 . minimum selama 5 tahun. Komponen sosial. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Kegiatannya meliputi : i. Hasil survey topografi disini adalah inventarisasi kondisi morfologi sungai calon pekerjaan yang meliputi lebar. fauna dan biota air. kelembaban relatif. kemiringan dan elevasi tanggul. iii. hidrologi/kualitas air. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. iv. SK DJ Pengairan No. SK DJ Pengairan No. ruang lahan dan tanah. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. iv. Data-data tersebut meliputi : i.A iii. Rencana tata ruang wilayah. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. penyebaran jenis batuan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. ii. lama penyinaran dan kecepatan angin. tingkat pendidikan. SK DJ Pengairan No. inventarisasi dan pengecekan terhadap kondisi bangunan–bangunan air yang diambil data debitnya pada studi awal. (2) Survey Topografi Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan peta topografi dengan tujuan untuk mengecek kondisi topografi sebenarnya di lapangan sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. Data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.

ii. Adapun perletakan bangunan krib berdasarkan fungsinya sesuai dengan SNI 03-1724-1989 sebagai berikut : i. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. (2) Analisis Geologi Analisis geologi berupa kajian di atas meja berdasarkan peta geologi regional untuk menilai kecocokan daerah terhadap usulan pembangunan krib berdasarkan formasi geologinya.RPT0-Pd T-xx-xxxx. hindari lokasi krib pada kondisi tebing sungai yang secara geologi mempunyai kecenderungan untuk longsor. lokasi krib hindari pada formasi geologi yang tidak akan terjadi sesar dan patahan. SK DJ Pengairan No. jika berfungsi untuk menormalkan kondisi aliran maka krib diletakkan pada tempat terjadinya longsoran. ii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Analisis (1) Analisis Topografi Kegiatan analisis topografi adalah melakukan kajian di atas meja serta pertimbangan hasil inventarisir kondisi lapangan dengan tujuan menetapkan lokasi bangunan krib sesuai dengan fungsinya. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… f) Tenaga Ahli 9 dari 120 . e) Produk yang Dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. jika berfungsi untuk perlindungan tebing maka penetapan lokasi krib harus berada pada tikungan luar sungai. d) Perekayasaan Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang hasil identifikasi berdasarkan data sekunder serta kondisi lapangan tentang penentuan lokasi bangunan pengaman sungai dengan krib. SK DJ Pengairan No. harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang penentuan lokasi pengamanan sungai dengan bangunan krib. iii. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir. jika berfungsi sebagai pengarah aliran maka krib diletakkan pada hulu bangunan pengambilan yang mengalami perubahan arah arus.A (3) Survey Geologi Melakukan kegiatan kunjungan lapangan untuk keperluan klarifikasi klasfikasi jenis tanah berdasarkan peta geologi regional wilayah sesuai dengan KP–01. (4) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor melakukan kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir permasalahan jika terjadi pengembangan dan menilai latar belakang sosial-ekonomi-budaya sesuai dengan KP–01. Adapun analisisnya meliputi : i.

(2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait.A Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. penyebaran jenis batuan. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i.000 sesuai dengan KP– 01. ii. Ahli Hidrologi. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Cakupan kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. 10 dari 120 . Ahli Sungai. SK DJ Pengairan No. data meteorologi. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. kelembaban relatif.000. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. iv. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. lama penyinaran dan kecepatan angin. minimum selama 5 tahun. Ahli Geodesi dan Ahli Geologi 3) Studi Pengenalan Studi Pengenalan adalah suatu proses kegiatan berkelanjutan dari studi identifikasi yang menginformasikan tentang garis besar perencanaan bangunan krib dengan melakukan kegiatan survey lapangan. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). debit historis baik debit minimum. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. besarnya curah hujan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 2 – 3 bulan.

iv. pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. Perletakan 11 dari 120 .000.000 atau 1:2. Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. iii. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. tingkat pendidikan. PSDA. (2) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. ii. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. fauna dan biota air. dan BAPEDAL. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Data-data tersebut meliputi : i. rencana tata ruang wilayah. hidrologi/kualitas air. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. SK DJ Pengairan No. Volume I : Umum. b) Survey (1) Survey Topografi Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. fisiografi dan geologi. iii.A (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. komponen sosial. SK DJ Pengairan No. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. ruang lahan dan tanah. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. i. Bagian-2. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.

Uji yang dimaksud adalah berat jenis tanah. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. kadar air. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. (a) Sedimen Layang i. berat spesifik. Bagian-3. (2) Geoteknik (Index Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik. Pekerjaan Geoteknik. e) Analisis Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Volume I : Umum. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995.A peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994. Volume I : Umum. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir 12 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. ii. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (2) Geoteknik Investigasi Geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah untuk mendapatkan parameter perencanaan yang berupa stabilitas pondasi dan lereng serta menentukan lokasi dan material ketersediaan bahan bangunan. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Bagian-3. gradasi butiran dan Atterberg Limits. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat.

Metode analisis regional. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. panjang krib. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. iii. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. Penggambaran peta topografi yang harus menampilkan kondisi tata guna lahan ii. apabila data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. . digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.Metode Hidrograf Satuan. Layout bangunan krib iii. g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan 13 dari 120 . Garis besar perencanaan krib sesui dengan SNI 032400-1991 memuat : i. Engelund-Hansen. f) Perekayasaan Buat garis besar perencanaan krib dengan sketsa tata letak dan uraian pekerjaan dengan skala minimal 1:2000. Log Pearson atau Log Normal ii. Net present value (NPV). dimensi tiang. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. v. Metode puncak banjir di atas ambang. iv.Der Weduwen.Metode US – Soil Conservation Service. Dimensi krib yang meliputi elevasi mercu krib. jarak krib. .Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. (3) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) .Metode Rasional. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel.A Jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii.Melchior. jarak antar tiang dan panjang tiang. . . (2) Angkutan Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material.

serta konsep lokasi krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Ahli Geologi dan Ahli Sosial Ekonomi 4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan Studi Kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. dimensi dan layout krib dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Ahli Sungai. 14 dari 120 .A Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. analisis laju sedimen. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Ahli Geodesi.000. Cakupan kegiatan studi adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Ahli Hidrologi. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan berkisar antara 3 – 5 bulan.

sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. dan BAPEDAL. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Data-data tersebut meliputi : i. SK DJ Pengairan No. ii. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. ii. rencana tata ruang wilayah 15 dari 120 . Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. lama penyinaran dan kecepatan angin. besarnya curah hujan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.000 sesuai dengan KP– 01. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. minimum selama 5 tahun. komponen sosial. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. tingkat pendidikan. SK DJ Pengairan No. PSDA. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. data meteorologi. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. fauna dan biota air. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. fisiografi dan geologi. iii. penyebaran jenis batuan. ruang lahan dan tanah. iv. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iv. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. hidrologi/kualitas air. kelembaban relatif. iii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). debit historis baik debit minimum.

16 dari 120 . peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. dibersihkan dan dirawat dengan baik. v. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. iii. keandalan peralatan dan sarana penunjang. adanya kontrol penampang. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. iv. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. mampu melewatkan banjir. Jika aliran rendah. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. ii. i. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx.A b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1.000 atau 1:2. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. debit perlu lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . ii. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. iii. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Bagian-2. Volume I : Umum. Kedalaman pengukuran minimal 3. geometri dan badan sungai harus stabil.RPT0-Pd T-xx-xxxx.000. menggunakan perahu.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. bagian alur sungai yang terbuka lurus.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (a) Sedimen Layang, pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.

ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

17 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS sesuai dengan SNI 03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal;

ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode analisis regional; iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun, maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang; iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan

daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha);
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS

dengan luas < 100 km2;
- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas

> 100 km2;
- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa

memperhatikan luas DAS;
- Metode Hidrograf Satuan; - Metode US – Soil Conservation Service.

v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
18 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-34441994. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL. (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Net present value (NPV),
19 dari 120

(2) Kapasitas rencana (3) Tipe bangunan dan penggambaran. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. f) Perekayasaan Hasil perekayasaan dalam kegiatan ini meliputi : (1) Rencana pendahuluan tata letak bangunan. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (5) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.A Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. dimensi dan layout krib. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Analisis Ekonomi 20 dari 120 . analisis laju sedimen. (4) Rincian volume dan perkiraan anggaran biaya kasar g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

21 dari 120 . survey dan investigasi. Ahli Sungai. 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Ahli Geodesi. Ahli Geologi. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 4. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang dihadapi. Ahli Hidrologi. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.RPT0-Pd T-xx-xxxx.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. asisten serta tenaga pendukung. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas. 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan perencanaan yang diukur menurut ketentuan di atas. dimana harga dan pembayaran tersebut.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan pendahuluan dan studi awal adalah Team Leader. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Ahli Sosial Ekonomi dan Ahli Lingkungan 4.

8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit . Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).4) Penyelidikan Geoteknik 2. 2. 22 dari 120 . Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 5.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib. ii.Pengukuran cross-section. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2.Pemasangan Patok BM dan CP .7) Biaya Pelaporan 2. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.3) Pengukuran dan Pemetaan .1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. PEKERJAAN DETAIL DESAIN Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.2) Biaya Operasional Kantor 2.Pengukuran poligon dan situasi . long section 2. iii. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). penyediaan data dan fasilitas penunjang.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 5.

5. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-17241989. ii. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 23 dari 120 .A i. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain krib meliputi : 1) Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. asisten. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan.

c) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. rencana tata ruang wilayah. tingkat pendidikan. iv. debit historis baik debit minimum. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. Kegiatan ini akan dilakukan oleh 24 dari 120 . data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. ruang lahan dan tanah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. ii. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. kelembaban relatif. data meteorologi. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. 2) Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x. minimum selama 5 tahun. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iv. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. SK DJ Pengairan No. ii. komponen sosial. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. penyebaran jenis batuan. iii. d) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 e) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. iii. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. Bagian-2. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. fauna dan biota air. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. fisiografi dan geologi. Volume I : Umum.000 sesuai dengan KP–01. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.A b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. dan BAPEDAL. besarnya curah hujan. hidrologi/kualitas air. PSDA. lama penyinaran dan kecepatan angin. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Data-data tersebut meliputi : i.

mampu melewatkan banjir. keandalan peralatan dan sarana penunjang. kemampuan tim pengukurnya. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. adanya kontrol penampang. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.50 m. bagian alur sungai yang terbuka lurus. menggunakan perahu. dibersihkan dan dirawat dengan baik.25 m. iii. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500.RPT0-Pd T-xx-xxxx. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan .A Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. iv. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Kedalaman pengukuran minimal 3.0 m. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau 25 dari 120 . peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. v. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. ii.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. geometri dan badan sungai harus stabil. Peta ini harus meliputi jarak 1. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya.

maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-28201992. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. 26 dari 120 . pengambilan sampel serta bor tangan. ii. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Pekerjaan Geoteknik. 4) Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-34141994.A peralatannya. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. SK DJ Pengairan No. Volume I : Umum. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-41451996. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (1) Sedimen Layang i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-39611995. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 3) Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. Bagian-3.

v. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. iii. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit 27 dari 120 . jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). . Engelund-Hansen. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. Pekerjaan Geoteknik. Bagian-3. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. .Metode Hidrograf Satuan. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.Melchior.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. iv. . persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.RPT0-Pd T-xx-xxxx. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang.Metode Rasional.Der Weduwen. ii.A (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. 5) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Volume I : Umum. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. .Metode US – Soil Conservation Service. maka digunakan metode analisis regional. Log Pearson atau Log Normal. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
28 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

iii. Net present value (NPV), Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 7) Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan, layout krib dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang krib, detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. 8) Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 9) Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai, Bagian-1, Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan b) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya c) untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan d) menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi, dewatering dll. 10) Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen bahan dan spesifikasi konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004 11) Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan, dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf kantor, tenaga kerja lapangan dan lain-lain, sudah termasuk dalam item mobilisasi. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. b) Foto Dokumentasi
29 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. (4) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. (5) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. c) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. 12) Produk yang dihasilkan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut. ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep lokasi krib. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara
30 dari 120

gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 iii. dan koreksi. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. metode dan jadwal konstruksi. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. termasuk 1 kalkir (3) gambar desain A3. daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. rangkap 3 (tiga) (4) dokumen tender. Laporan Analisis Ekonomi 31 dari 120 . hidrolika. paket konstruksi dan lain-lain. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. hidrologi. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. tender drawing ii. tanggapan. perhitungan desain. jadwal pelaksanaan. geoteknik. rangkap 3 (tiga). Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). estimasi biaya.RPT0-Pd T-xx-xxxx. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . perhitungan desain. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i.A Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. ii. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) rencana anggaran biaya (RAB) (2) gambar desain A1.

Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. 32 dari 120 . investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 5. 5. Ahli Geoteknik. asisten serta tenaga pendukung. Ahli Geologi. Ahli Sungai.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 13) Keperluan Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. dimana harga dan pembayaran tersebut adalah. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi biaya perjalanan dinas. survey dan investigasi. Ahli Hidrologi. Ahli Lingkungan. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. Ahli Geodesi.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan detail desain harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli.

4) Penyelidikan Geologi 2. 2. Pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi bangunan pengaman sungai krib harus memuat : 6.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 6. jangka waktu yang diperlukan.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .Pengukuran cross-section 2.7) Biaya Pelaporan 2. 33 dari 120 .Pengukuran poligon dan situasi .A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1. tanggal selesai paling awal dan paling lambat. b) Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi krib memuat : 1) Program Pelaksanaan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam pembuatan program pelaksanaan adalah sebagai berikut : a) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak. tanggal mulai paling awal. PEKERJAAN KONSTRUKSI Konstruksi merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik. c) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis.2) Biaya Operasional Kantor 2.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.3) Pengukuran dan Pemetaan .6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. lama pelaksanaan dan sebagainya. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.Pemasangan Patok BM dan CP .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kalender. dengan metode PERT/CPM network.

maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). dan pengadaan bahan. e) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. pelaksanaan. urutan waktu. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat 34 dari 120 . e) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatanperalatan tersebut diadakan dengan sewa. surat pengumuman.RPT0-Pd T-xx-xxxx. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. 2) Aspek-aspek yang Perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan a) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. c) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. b) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. Peralatan. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. waktu istirahat. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. serah terima. atau kategori lain yang dianggap penting. d) Aspek Ekonomis Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). hal-hal yang ditabukan. Hal-hal yang cukup sensitif. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak.A d) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan.

untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 6) Material dan Peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa Ketentuan yang memuat tentang penyediaan material dan peralatan oleh Penyedia Jasa diatur sebagai berikut : a) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Volume I : Umum. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan–pekerjaan pelaksanaan. Bagian-7. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. b) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. b) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. 4) Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. Pekerjaan Dewatering. 5) Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika diperlukan. 3) Sumber Bahan Pelaksanaan a) Penyedia Jasa bertanggungjawab atas pengadaan material beton pasangan. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Bagian-9. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan.A mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. boleh memakai material pengganti 35 dari 120 . harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. c) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. tempat produksi atau pabrik ii.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. material dan pemasangan peralatan di lapangan.A dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. Bagian-9. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. lokasi proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. Pekerjaan Lain-lain b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengangkutan iii. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. e) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. Volume I : Umum. 6. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. d) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : i. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-9. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak. 36 dari 120 . f) Spesifikasi. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx.. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-2. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa.. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Laboratorium.. iii. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. Selambat-lambatnya tanggal.RPT0-Pd T-xx-xxxx. saluran. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. . Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. Bengkel.. jalan. Pekerjaan Lain-lain 37 dari 120 .A ii. bengkel. kawat. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. Gudang dan Kantor. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa... Volume I : Umum. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. perumahan staf Penyedia Jasa. Laboratorium. Penyedia Jasa harus menyediakan. penerangan. . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. air minum. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator.. Bagian-9.. Barak. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya.. d) Kantor. tempat parkir. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. . Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan. Pekerja..

Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. Bagian-1. Bagian-2. ii. 38 dari 120 .tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-4. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu.. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Volume I : Umum. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan.. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. Bagian-5. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing).RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-6.. Volume I : Umum.. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Bagian-6. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx.. Volume I : Umum.A 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi.. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. galian dan timbunan.. pembersihan medan. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal.. Volume I : Umum. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-3..

pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. . dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. . Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. 39 dari 120 . Daftar tenaga setempat. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. 2) Foto Dokumentasi Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. dll.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengadaan bahan.Jumlah banyaknya bangunan. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. ix. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. lokasi dan penjelasan foto. v. . Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan. b) Rencana Kerja Harian. vii. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. viii. Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. c) Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. iv. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. Daftar perlengkapan konstruksi. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. vi.A iii. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.

dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. 40 dari 120 . v.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengukuran. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. ii.A Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. iv. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. melakukan pengecekan. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. iii. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. kewajibannya sebagai berikut : i. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. vi. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. rujukan : dokumen kontrak. tepat biaya. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. Sebelum pengambilan gambar-gambar. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. dan tepat waktu. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto.

ix. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. xi. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. viii. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 1) Pengendalian Biaya 41 dari 120 . pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. menyiapkan laporan bulanan. 6. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. iv.A vii. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. oleh karena itu. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. dan laporan akhir proyek. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). ii.3 Pengendalian Biaya. menyiapkan as built drawing.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. Evaluasi biaya. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. iii. laporan triwulan. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). x. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan.

dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. pengawasan. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu.RPT0-Pd T-xx-xxxx.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? .Audit Sasaran yang dicapai: . Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . murah dan efisien. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : .Pengawasan .Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul.Peninjauan . murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. finishing.Pemeriksaan .A Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan.Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan. Memastikan sasaran pengendalian: .apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? . tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan.Mengetahui dan mendapat informasi . pembongkaran. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan 42 dari 120 .apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? . Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar. pemeriksaan. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? .

realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan. Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan - - melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. murah dan efisien. . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan).realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : .dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran. material dan alat sesuai rencana yang wajar. (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification. pekerjaan finishing. sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien .termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .realisasi progress fisik terhadap rencananya .A Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .termasuk dalam hal unit price pekerjaan. . Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : .rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan .penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan 43 dari 120 .

Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. tebal. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. membuat laporan jalannya pelaksanaan. yaitu: . mutu dan waktu. tinggi.dimensi (panjang. haruslah dinilai dari beberapa aspek. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. 44 dari 120 . adukan beton dan lain-lain) .semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya . Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : a) Metode pengawasan kualitas pekerjaan.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. kemiringan. meliputi pengendalian biaya. daya dukung tanah. .memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. adukan semen. dsb) . beton struktur dll). batu pecah hasil stone crasher. kuat tekan. batu. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. ukuran-ukuran sesuai dengan desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx.kualitas (kepadatan. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . lebar. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. yaitu: . harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah.A - perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru b) Penerapan standar/pedoman 1. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. xi.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. produktivitas sumber daya. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. mengangkut dan merekayasa). Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. daerah. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. peralatan pekerjaan. dan lain-lain x.4 Pengukuran dan Pembayaran 45 dari 120 . dan hari-hari keagamaan. iii. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. cuaca.RPT0-Pd T-xx-xxxx. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. dan tenaga kerja pekerjaan. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. iv. debit banjir. musim. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. percobaan-percobaan. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. . maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. skala gempa tahunan.A - Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). alasan sosial politik lainnya. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya.

A. Bagian – 4. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A 1) Pengukuran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Bagian – 1. Bagian – 3. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. misal : photo dokumentasi. Bagian – 6. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. gambar-gambar. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Bagian – 9. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi 46 dari 120 . Bagian – 1.A. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 2. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A.A. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Volume I : Umum. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A. Bagian – 5. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.

Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. gambar-gambar. misal : photo dokumentasi.A dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum.A. Pekerjaan Lain-lain 47 dari 120 . pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 2. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 6. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 5. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A.A. Bagian – 9. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Bagian – 4.

setiap instansi pengelola sungai akan melakukan seleksi yang didasarkan pada ukuran sungai. 8. sebuah sungai harus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu hulu. Bagian–1 Pd T-xx-200x. tenaga. yaitu : i. Untuk itu. pentingnya bangunan persungaian. T-11-2004-A. 6. Bagian paling hilir biasanya terdiri dari muara sungai terpengaruh oleh perubahan tinggi muka air laut. dengan kegiatan sebagai berikut : 7. Kegiatan ini meliputi : a) Penggal sungai Untuk tujuan pemeriksaan survei. 4. Bagian–5 Pd T-xx-200x. Yang perlu dicatat dalam peninjauan lapangan dan survei pengukuran adalah inventarisasi kondisi tiaptiap ruas sungai dan bangunan persungaian.A Nomor Pembayaran 1. Karena keterbatasan daya. 9. 10. PEKERJAAAN PEMELIHARAAN Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan mengacu pada Pd. hilir. 5. ii. serta dana. Bagian–6 Pd T-xx-200x.1 Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran Tujuan inventarisasi kerusakan dan survei pengukuran adalah untuk mendeteksi adanya gejala kerusakan sejak dini. 48 dari 120 . Kegiatan ini ada 2 (dua) tingkat. Bagian–4 Pd T-xx-200x. 3. Bagian–2 Pd T-xx-200x. kegiatan pemeliharaan tidak dapat dilakukan secara serempak pada seluruh sungai. dan pentingnya melakukan pemeliharaan. tengah. Bagian–3 Pd T-xx-200x. kegiatan tingkat II yang meliputi pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif dan rumit dalam komputer model. Kegiatan tingkat II ini dilakukan sebagai pelengkap kegiatan tingkat I. Kegiatan ini dilakukan dengan memantau terjadinya perubahan geometri sungai dan bangunan persungaian yang dilakukan secara periodik. 1) Kegiatan Tingkat I Kegiatan ini dilakukan secara periodik . 2. Bagian–7 7. kegiatan tingkat I yang merupakan kegiatan langkah pertama yang cukup penting dan dilakukan secara rutin. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Data-data yang didapat bisa langsung digunakan untuk analisis kerusakan. 7. sedang sisanya adalah bagian tengah dan hulu yang panjang biasanya hampir sama.

Jika terdapat bendung. Untuk menjamin pengukuran pada lokasi dan arah yang sama. Perbandingan penampangmelintang tersebut dengan penampang melintang tahun lalu akan memberikan informasi yang sangat berguna apakah tebing sungai stabil atau tidak. sebuah pencatat tinggi muka air harus dipasang pada bendung. disarankan pada akhir musim hujan. Selain PTU juga dapat dipasang patok tetap pembantu – PTP (CP –control point) yang dipasang dengan interval tertentu (misalnya tiap 100 m) pada lokasi yang diperlukan. semua bangunan persungaian dan ruas sungainya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala. Pencatat tinggi muka air bisa bersifat manual (peil skal) dan otomatis (automatic water level recorder).RPT0-Pd T-xx-xxxx.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. PTU tersebut digunakan sebagai titik referensi untuk perubahan sungai arah vertikal akibat agradasi/degradasi dan perubahan sungai arah horizontal (ke arah samping). Lengkung debitnya harus diperbarui dalam periode waktu tertentu. tergantung dari sifat hidrologis sungai. Jika memungkinkan memanfaatkan bangunan yang sudah ada. 49 dari 120 . endapan sedimen atau adanya kegiatan galian pasir yang cukup besar dan terus menerus. Lokasi tersebut penampang melintangnya harus dimonitor dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. Debit bendung yang didapat dari geometri mercu bendung harus dikalibrasikan dengan pengukuran debit sesungguhnya. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam formulir inventarisasi yaitu Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir. c) Survei sungai Pengukuran penampang melintang untuk seluruh ruas sungai harus dilakukan dengan interval jarak dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya jarak tiap 1000 m.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. sperti dijelaskan di bawah ini (1) Tebing sungai yang tererosi Setiap daerah tebing sungai yang sedang mengalami erosi harus dipasang PTU yang diletakkan pada tempat yang cukup aman pada dua sisi sungai. d) Pemeriksaan dan survei bangunan persungaian Suatu ruas sungai perlu dilakukan monitoring jika ruas tersebut mengalami perubahan (perubahan vertikal ataupun horizontal) karena adanya erosi tebing. 2 tahun sekali. Pengukuran dilakukan pada lokasi dan arah yang tetap. untuk mendapatkan data debit. Pemantauan alinyemen sungai pada ruas tersebut dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan.A b) Debit sungai Debit sungai didapat dari tinggi muka air yang dipasang pada daerah hulu dan daerah sungai tengah. Jika panjang erosi 400 m. pada musim kemarau). digunakan patok tetap utama – PTU (BM – Bench Mark) yang dipasang pada lokasi survei penampang melintang di 2 (dua) sisi sungai. minimum satu tahun sekali. satu di daerah tengah dan yang lainnya di hulu dan hilir. Pengukuran sekurang-kurangnya pada tiga penampang melintang. yang disebabkan oleh meandering atau tergerusnya tebing sungai. Agar pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu. maka penampang melintang harus ada pada tiap-tiap 100 m.

Dalam komputer model.A (2) Lokasi penambangan pasir Pada setiap lokasi yang terdapat penambangan pasir. Pengukuran penampang melintang minimum di tiga lokasi. dibagian hulu dan hilir lokasi. Survei dilakukan pada tiga penampang melintang. Daftar sistem sungai Persiapkan daftar nama semua sungai untuk inventarisasi dan anak sungainya. 50 dari 120 . Prioritas sistem sungai untuk inventarisasi dan survei awal Karena keterbatasan dana dan tenaga tidak mungkin melaksanakan pemeliharaan bangunan persungaian secara serentak.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. (4) Krib Bangunan krib akan diperiksa minimal setahun sekali pada akhir musim hujan. Program tersebut harus menjelaskan secara detail waktu pelaksanaan dari semua kegiatan yang terjadi. Survei harus melingkupi seluruh timbunan pasir yang menutupi muara. ii. program tahunan harus dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan tingkat I.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir.RPT0-Pd T-xx-xxxx. yaitu Formulir-Kondisi krib dan Formulir-Penaksiran pemeliharaan krib. harus dilakukan survei pengukuran tiap tahun dalam musim kemarau. Data-data yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu agar dapat dipergunakan untuk analisis kerusakan meliputi : a) Data angkutan sedimen Pengambilan angkutan sedimen dasar dan sedimen layang untuk analisis sedimen. oleh karena itu perlu dibuat daftar prioritas sungai mana yang akan dilakukan inventarisasi dan survei awal. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam Formulir Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir Formulir. pada lokasi yang tetap. kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi kegiatan I. Pengukuran dimulai dari muara sungai ke arah hulu sekurang-kurangnya 1000 m atau sampai dengan penggal sungai yang sudah tidak terpengaruh air laut. Yang dikontrakkan ke pihak ketiga harus didefinisikan dengan jelas. dimulai dari bagian hulu dan tengah dari setiap panjang sungai yang diamati. yaitu ditengah. e) Kegiatan awal Bagian ini akan meringkas kegiatan awal yang perlu dilakukan pada sistem sungai sebekum dilakukan pelaksanaan kegiatan berkala. (3) Muara sungai Pemantauan penampang melintang muara sungai beserta gosong-gosong pasirnya (sand bars) harus dilakukan sekali setahun pada musim kemarau. Misalnya satu pada jarak 250 m ke arah hulu. dengan jarak tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya : 200 m atau 2 kali lebar sungai). Program pemeriksaan. 2) Kegiatan pada tingkat II Kegiatan ini adalah kegiatan pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif. survei awal dan inventarisasi bangunan Pada saat pertama kali akan mulai. iii. Hasil pemeriksaan dimasukkan dalam formulir inventarisasi. Kegiatan tersebut dilakukan oleh staf dari instansi pengelola sungai. Kegiatan tersebut adalah : i. Kegiatan tingkat II ini dilakukan dengan interval yang lebih jarang dari kegiatan tingkat I. dan 250 m ke arah hilir.

Pekerjaan tersebut dibagi dalam kegiatan awal dan kegiatan berkala. baik yang bersifat permanen maupun yang dilaksanakan untuk sementara (darurat). yaitu pemeliharaan khusus. ½.A dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. 1) Tujuan Pemeliharaan 51 dari 120 . Selain itu. Kegiatan tersebut termasuk pekerjaan yang bersifat rutin. 4) Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang mencoba untuk mengembalikan ke fungsi semula sungai atau bangunan persungaian yang rusak atau terkena pengaruh aliran sungai atau akibat ulah manusia. 2) Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan pencegahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memelihara fungsi sungai dan bangunan persungaian agar tetap optimal. misalnya pemotongan rumput/semak/semak. Pengamatan tersebut juga harus terdiri atas pengukuran debit harian selama tujuh hari berturut-turut. 3) Pemeliharaan Darurat Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan pencegahan yang harus segera dilaksanakan untuk melindungi keutuhan dan kekuatan bangunan (dalam skala besar) yag akan atau telah mengalami kerusakan sehingga kerusakan bangunan tidak menjadi lebih parah dan dapat mengancam fungsi bangunan. Pekerjaan pemeliharaan darurat bisa bersifat pemeliharaan pencegahan atau pemeliharaan korektif yang berskala besar. rehabilitasi dan rektifikasi. Angkutan sedimen layang (suspended sediment) harus diambil secara vertikal pada lokasi ¼. 3) Ringkasan Pemeriksaan dan Survei Bagain ini memperlihatkan tabel kegiatan tingkat I yang terdiri atas pemeriksaan dan survei sesuai dengan penjelasan di atas. Pemeliharaan pencegahan juga termasuk pemeliharaan berkala yang dilakukan dengan interval yang terputus-putus dengan tujuan untuk melestarikan (mengawetkan) fungsi dari bangunan persungaian. dan ¾ dari lebar sungai.2 Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan Konsep usulan program pemeliharaan adalah : a) pencegahan terjadinya permasalahan (kerusakan)walaupun kerusakan belum terlihat b) perbaikan kerusakan yang tidak diharapkan segera setalah kejadian sehingga kerusakan yang lebih parah tidak terjadi Jadi pemeliharaan merupakan pencegahan dan koreksi. Pemeliharaan korektif ini biasanya terdiri dari beberapa pekerjaan penting. khusunya yang bertugas pada pemeliharaan sungai. dan satu kali pada musim kemarau. Angkutan sedimen dasar (bed load) diambil dari tempat yang sama. tetapi bangunan atau pelaksanaannya bersifat sementara. Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan atau diawasi oleh staf dari instansi pengelola sungai. Pemeliharaan korektif dibagi dalam tiga kategori.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pekerjaan perbaikan yang kecil pada bangunan persungaian bertujuan untuk mengembalikan bangunan itu sesuai dengan kapasitas semula. satu set pengamatan harus diambil pada lokasi pengukuran sekurang-kurangnya dua kali di musim hujan. Jika dilakukan pengamatan angkutan sedimen. 7. pembersihan bahan-bahan terapung seperti dahan/ranting pohon yang tersangkut pada bangunan sungai.

A Pemeliharaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan dengan cara memperbaiki kerusakan sebuah bangunan persungaian atau bagiannya yang saat itu fungsinya antara 70% samapai dengan 50% dari desain aslinya. 52 dari 120 . Rehabilitasi adalah pekerjaan perbaikan utuk mengembalikan fungsi bangunan persungaian yang telah turun sampai kurang dari 50% dari desain asli.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Oleh karena itu. Rektifikasi sistem bangunan merupakan kegiatan pemeliharaan bangunan sungai yang mengalami kerusakan atau belum rusak tetapi kondisinya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. sistemnya harus diperbaiki secara keseluruhan dengan menggunakan perencanaan baru yang menyeluruh dan terpadu Pemeliharaan korektif ini harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan atau penurunan fungsi bangunan yang lebih parah.

2002. SNI 03-2830-1992. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning.A Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Bagian – 1. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. SNI 03-2819-1992. SNI 03-2415-1991. Metode Perhitungan Debit Banjir. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-1724-1989. SNI 03-2820-1992. Jakarta. Pembangunan Pengaman Sungai. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-3444-1994. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. KP-07. Jakarta. Pradnya Mitra. 2002. 2002. 1994.A Bibliografi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2004. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Jakarta. 2002. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. SNI 03-2400-1991. PT. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jakarta 53 dari 120 . 2002. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. 2002. Jakarta. Krib Yusuf Muhammad Ir. Badan Penelitian dan Pengembangan. dan Gayo dkk. Pd. T-11-2004-A.Pemeliharaan Bangunan Persungaian. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pd T-xx-xxxx. Jakarta. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-2822-1992. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.

STUDI IDENTIFIKASI STUDI AWAL STUDI KELAYAKAN STUDI PENGENALAN STUDI IDENTIFIKASI LAMPIRAN A Lampiran A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Krib 54 dari 120 PERENCANAAN PENDAHULUAN RPT0-Pd T-xx-xxxx.A .

RPT0-Pd T-xx-xxxx. DAN SITUASI BANGUNAN . GEODETIK UNTUK CHECKING ELEVASI.PENYELIDIKAN GEOTEKNIK PERMASALAHAN ? B LOKASI BANGUNAN PENGAMAN SUNGAI 55 dari 120 . GEODETIK .PENYELUSURAN BERSAMA AHLI SIPIL. GEOTEKNIK.PENGUMPULAN DATA TAMBAHAN -SURVEI DAN PENYELIDIKAN TAMBAHAN .TINJAU KEMBALI DATA .A A PERENCANAAN PENDAHULUAN DESKRIPTIF EKONOMI DOMINAN RENCANA PETA SUNGAI YA TIDAK ANALISA KELAYAKAN DATA NONTEKNIS TIPE PENGAMANAN SUNGAI LAYAK ? TIDAK BATAL YA . DAN SITUASI .CEK LOKASI BANGUNAN DAN RENCANA PENYELIDIKAN PENYELUSURAN BERSAMA SIPIL GEOTEKNIK.PENGUKURAN TRASE SUNGAI.

PERENCANAAN DETAIL 56 dari 120 PERENCANAAN DETAIL RPT0-Pd T-xx-xxxx.A .

RPT0-Pd T-xx-xxxx.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib 57 dari 120 .A Lampiran A.

... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .1.. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja....Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .. SASARAN Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah melakukan pengamanan tebing sungai dari bahaya gerusan lokal. Maksud 2. Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara.Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan - 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx... LOKASI KEGIATAN. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.. kondisi klimatologi......2...3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan 1...... 6.....Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .... LINGKUP. Lingkup Kegiatan 58 dari 120 . 6. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai...1.. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi..A Lampiran A..... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. 2... 4.. 5.... geologi regional.. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.......000.(.... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. menguraikan : Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi......... dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989..

mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG iv. besarnya curah hujan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. kelembaban relatif. penyebaran jenis batuan. lama penyinaran dan kecepatan angin. iv. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). SK DJ Pengairan No. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. PSDA. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. data meteorologi.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iii. komponen sosial. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. ruang lahan dan tanah ii. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. fisiografi dan geologi. fauna dan biota air iii. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. dan BAPEDAL. hidrologi/kualitas air. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Data-data tersebut meliputi : i. tingkat pendidikan. rencana tata ruang wilayah b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan 59 dari 120 . minimum selama 5 tahun. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. debit historis baik debit minimum. SK DJ Pengairan No.000 sesuai dengan KP–01. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.

adanya kontrol penampang. dibersihkan dan dirawat dengan baik kemampuan tim pengukurnya ii. i. mampu melewatkan banjir. SK DJ 60 dari 120 . kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. iii. menggunakan perahu. Volume I : Umum. iii.000. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya keandalan peralatan dan sarana penunjang.A Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1.000 atau 1:2. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. iv. Kedalaman pengukuran minimal 3.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. Bagian-2. (3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. geometri dan badan sungai harus stabil. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. bagian alur sungai yang terbuka lurus. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling.RPT0-Pd T-xx-xxxx. v. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib ii. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Jika aliran rendah. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992.

maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Geoteknik. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. Volume I : Umum. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. ii. (a) Sedimen Layang. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman 61 dari 120 . 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Bagian-3. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i.A Pengairan No. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran.

Engelund-Hansen. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Log Pearson atau Log Normal ii. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun.A Penyusunan Spesifikasi Teknik. iv. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. maka digunakan metode analisis regional. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan 62 dari 120 . Pekerjaan Geoteknik. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. Volume I : Umum. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 Melchior. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - Metode Rasional. curah hujan dan luas DAS SNI 03-24151991. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. Bagian-3.

perumusan RKL dan RPL (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. jarak krib. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. tinggi air.000 m3 iii.000 m3 ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.A debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . kecepatan aliran. tekanan. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Economic Internal Rate of Return (EIRR) Benefit/Cost ratio (B/C ratio) 63 dari 120 . dimensi tiang. ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. gaya seret. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. panjang krib. kekasaran. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. jarak antar tiang dan panjang tiang). (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit.

3.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR... Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan.. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.1. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi.3.. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis. 6.... 6.. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).. Net present value (NPV). 6. 6...3. Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 64 dari 120 .2.. pekerjaan berada di Sungai.2.Kecamatan ...... a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan..... atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.3...3..A iii....

A 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan... 7. (. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). asisten.. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. pelaksanaan pembangunan.. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).... pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. pelaksanaan pembangunan... dengan pengalaman minimal 10 tahun.. dengan pengalaman minimal 8 tahun.. pelaksanaan pembangunan. 6...RPT0-Pd T-xx-xxxx... 9.. 4. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi. O&P bangunan air. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan ... pelaksanaan pembangunan. dengan pengalaman minimal 8 tahun.. O&P bangunan air... 3. pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. Tenaga Ahli Geoteknik 65 dari 120 . Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 8. pengolahan data dan perencanaan bangunan. O&P bangunan air. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. geologi regional).6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 2. hidrologi. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.. 5.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan.. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.) hari kalender PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. O&P bangunan air. dengan pengalaman minimal 7 tahun. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik).

. 9.. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1..Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV).RPT0-Pd T-xx-xxxx. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. gambar teknis pendahluan 11.. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.A Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 10.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air.. irigasi. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.. 10.. dan lain-lain. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR). Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . kelayakan ekonomis iii. 8. kajian pendahuluan penentuan krib ii. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. (tgl/bulan/tahun) 2. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah : i.5 (lima) Tahun. Laporan Bulanan 66 dari 120 . Ahli Sosial . Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik.

.(tgl/bln/thn) 6... Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i....... gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ......... ii... dimensi dan layout check dam.... serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ....... Laporan Penyelidikan Geoteknik 67 dari 120 ........ peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 .... Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal .. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : ii... analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return..A Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3..(tgl/bulan/tahun) 4. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i.... Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ..RPT0-Pd T-xx-xxxx.. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ... gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal.....(tgl/bln/thn) iv.. analisis laju sedimen. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi...(tgl/bln/thn) 12..(tgl/bln/thn) iii.....(tgl/bln/thn) 5..

Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 68 dari 120 . Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 1. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3.

Gambar Teknik .Laporan Kajian Andal .BOQ dan RAB .Laporan Akhir .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan . kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN KRIB ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Laporan Investigasi Geoteknik .1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Dokumen Tender SELESAI 69 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. terdiri : .Laporan Analisis Sosek .A LAMPIRAN – B Lampiran B.

... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6. Lingkup Kegiatan 70 dari 120 ...2.... LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp . 6.1.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ..Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .. kondisi klimatologi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. 2..1...A LAMPIRAN B... Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada......2 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Krib 1.. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai.....1. SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan krib adalah pengamanan badan sungai dari bahaya gerusan lokal sehingga kondisi palung sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya 4........ menguraikan : ... LOKASI KEGIATAN..Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi..Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2.... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait...Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan . 5... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3.. Maksud 2...........(.... Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi... geologi regional. 6.... LINGKUP.1.

000. besarnya curah hujan. lama penyinaran dan kecepatan angin. PSDA. debit historis baik debit minimum. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. SK DJ Pengairan No. fauna dan biota air 71 dari 120 . jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. ii. fisiografi dan geologi. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. Data-data tersebut meliputi : i. ii. hidrologi/kualitas air. ruang lahan dan tanah komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. minimum selama 5 tahun. SK DJ Pengairan No. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. penyebaran jenis batuan.A Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. data meteorologi. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG iv. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. dan BAPEDAL. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. kelembaban relatif. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan.000 sesuai dengan KP–01. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan.

tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. Volume I : Umum.50 m. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. rencana tata ruang wilayah 6. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. bagian alur sungai yang terbuka lurus. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. mampu melewatkan banjir. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. iii. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0.2. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Bagian-2. Peta ini harus meliputi jarak 1.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.RPT0-Pd T-xx-xxxx. adanya kontrol penampang. komponen sosial. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup.0 m. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . . b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. geometri dan badan sungai harus stabil. Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x.A iii. iv. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain.25 m. tingkat pendidikan.1. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya 72 dari 120 ii.

keandalan peralatan dan sarana penunjang. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas.1. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Volume I : Umum. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. 73 dari 120 . Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Pekerjaan Geoteknik. Bagian-3. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. 6. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. pengambilan sampel serta bor tangan. SK DJ Pengairan No. Kedalaman pengukuran minimal 3. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang.3. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. menggunakan perahu. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat.RPT0-Pd T-xx-xxxx. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP– 01. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi.A iv. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992.

ii. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Log Pearson atau Log Normal ii. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i.A 6. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - berdasarkan Metode Rasional. iii. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer SNI 03-4145-1996. Bagian-3. maka digunakan metode analisis regional. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 74 dari 120 .5.RPT0-Pd T-xx-xxxx.4. 6. (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. (1) Sedimen Layang i. Volume I : Umum. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. curah hujan dan luas DAS SNI 032415-1991. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995.1. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). iv. Pekerjaan Geoteknik. Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel.1.

Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit.A - Melchior. panjang krib. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. jarak krib. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. tinggi air. jarak antar tiang dan panjang tiang). c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. kekasaran. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. dimensi tiang. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. gaya seret. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . kecepatan aliran. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991.RPT0-Pd T-xx-xxxx. EngelundHansen. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. tekanan. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : 75 dari 120 . persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.

6. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. 6. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.7. potongan memanjang dan melintang krib.1. Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. 6. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup terkena dampak besar dan penting yang akan ii. detail bangunan. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.1.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. Bagian-a. DJ Pengairan No.A i. Penggambaran mengacu pada KP-07.000 m3 identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx.9. iii. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan 76 dari 120 . layout krib dan bangunan pelengkapnya. Net present value (NPV). Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 6.6.1. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. iii. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. ii.8.

1. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi......11. sudah termasuk dalam item mobilisasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx...1. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan.. dokumentasi.3.Kecamatan ... Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan.. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan.. d) 6. c) 6.. (3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.... b) Foto Dokumentasi (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa.2.10... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 77 dari 120 . pekerjaan berada di Sungai... 257/PTS/M/2004 6.. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.1.. Mobilisasi staf kantor. 6.. tenaga kerja lapangan dan lain-lain. Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan.. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten.. dewatering dll. Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.. selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan.. (2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai.A b) c) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi.. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat..3..

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

78 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

7.

METODOLOGI

Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. 8. 9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 10 tahun. 2. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 3. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 7 tahun. 4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 5. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 6. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
79 dari 120

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ....... (....................) hari kalende.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 9. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender, sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. 10. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain. 11. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. 10. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : i. Nota Desain ii. Gambar Teknis iii. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. LAPORAN Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal………………

80 dari 120

Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. perhitungan desain. program dan jadwal kerja selanjutnya. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. dan koreksi. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. tanggapan. metode dan jadwal konstruksi. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). hambatan dan temuan pada bulan tersebut. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. iii. rangkap 3 (tiga). tender drawing ii. daftar kuantitas dan harga satuan 81 dari 120 . lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. paket konstruksi dan lain-lain. serta konsep lokasi krib. hidrolika. rangkap 3 (tiga) dokumen tender.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. ii. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) (2) (3) (4) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. geoteknik. uraian permasalahan.A b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. jadwal pelaksanaan. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. v. estimasi biaya. hidrologi. iv. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. perhitungan desain.

Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv.A Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. ii. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. iii. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 82 dari 120 . Laporan Analisis Ekonomi Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 12. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. persyaratan pemilihan jenis krib didasarkan : tujuan pemasangan krib. yaitu i. kondisi tanah.000 atau peta situasi sungai dengan skala 1:10. terdiri dari : (1) keamanan hidraulik meliputi : kemanan terhadap gerusan lokal. aman terhadap deformasi yang diijinkan (3) keamanan ligkungan yaitu keamanan terhadap gangguan angkutan sedimen dan benda padat lain 2) Data dan Informasi Data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan teknis bangunan pengaman sungai krib meliputi hal-hal berikut : a) Data topografi Untuk perencanaan bangunan pengaman sungai krib diperlukan peta topografi 1:25.3 Kriteria Desain Bangunan Krib Penentuan kriteria desain mengacu pada SNI 03-2400-1991. aman terhadap regangan dan tegangan yang terjadi. 1:2. dan penggerowongan tebing. Fungsi krib sebagai pelindung tebing tidak langsung. persyaratan fungsional meliputi : ketentuan yang perlu diperhatikan dalam perlindungan sungai secara tidak langsung dari bahaya gerusan lokal atau bahaya meander. kesesuaian perencanaan teknik dengan perencanaan pengelolaan sungai terpadu.000. Jenis dan nilai kegunaan bangunan yang akan dilindungi dengan krib b) Persyaratan perencanaan Persyaratan perencanaan bangunan krib. meliputi : i. pengatur/pengarah arus dan perbaikan alinyemen sungai. degradasi dasar sungai. b) Data hidrologi Data hidrologi untuk menentukan debit desain dalam perencanaan krib dapat dibagi menjadi dua macam. ii. dan kondisi lapangan c) Persyaratan keamanan bangunan Persyaratan keamanan bangunan krib.A Lampiran B. dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pertimbangan dan Persyaratan Perencanaan a) Pertimbangan perencanaan Pemilihan jenis krib harus sesuai serta mempertimbangkan data dan informasi tentang tujuan pembuatan krib yang meliputi : i. muatan arus sungai (2) kemanan struktural : stabil terhadap guling.000. sebagai pengarah arus atau berfungsi untuk memperbaiki alinyemen sungai ii. geser dan penurunan. Peta ini dipakai untuk mencari Daerah Pengaliran Sungai (DPS) serta stasiun-stasiun hujan yang bersangkutan. keamanan terhadap benturan dan abrasi oleh muatan dan benda padat lain. dengan menggunakan data aliran langsung ii. dengan menggunakan data hujan 83 dari 120 . iii.

perubahan geometri sungai ke arah vertikal: sungai beragradasi. lokasi daerah aliran : hulu. sifat lapisan dan material : dasar sungai. iii. 84 dari 120 . lebar dan dalam. d) Data hujan Data hujan dipergunakan apabila data aliran langsung yang tersedia tidak cukup panjang. sifat fisik tanah dan batuan di sekitar calon krib meliputi berat jenis. perubahan geometri sungai ke arah horizontal: sungai berliku. v. i) Data bahan bangunan Pemilihan bahan yang akan digunakan untuk bangunan krib dan perlengkapannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. lembah. berjalin. persyaratan kualitas. ii. palung dan lembah sungai secara vertikal dan horizontal (penampang melintang dan memanjang sungai) mencakup parameter panjang. jenis. ix. dan kekerasan. vi. vii. dan dalam. agradasi/sedimentasi atau peninggian dasar alur dan atau palung sungai. degradasi atau penurunan dasar alur dan atau palung sungai dengan parameter panjang. dan daya dukung. f) Data geometri sungai Data geometri sungai yang diperlukan untuk desain krib di antaranya bentuk dan ukuran dasar sungai terdalam. g) Data bangunan Data bangunan air di hulu dan di hilirnya yang akan terpengaruh oleh bangunan krib yang akan di desain. keausan. hilir. viii. sungai berdegradasi. iv. dengan parameter: panjang. gradasi butiran. : i. lurus. gradasi butiran. antara lain dengan memperhatikan faktor-faktor : i. kemudahan pengerjaan. sifat fisik dan teknik bahan bangunan yang terdiri dari berat jenis. kemiringan. Kemudian debit desain dihitung dengan menggunakan metode-metode pedoman yang berlaku. kadar air. lebar. sumber dan jumlah yang tersedia. sifat pemadatan. kekuatan geser. Berdasarkan data hujan yang ada terlebih dahulu dihitung hujan rencana dengan menggunakan cara-cara statistik. jenis dan ketahanan umur. palung. alur. bentuk dan ukuran alur. ii. kemiringan dasar sungai : sungai terjal dan landai. e) Data geoteknik Data geoteknik yang diperlukan untuk desain krib di antaranya : i. iii. h) Data morfologi sungai Data dan informasi morfologi sungai yang diperlukan. dan kekasaran. konsintensi dan kepadatan. berat isi. ketinggian. sungai tetap. dan nilai ekonomis. lebar. kelulusan air. tengah. tebing dan lemball. modul elastisitas.A c) Data aliran langsung Data ini adalah data aliran sungai hasil survai dan penyelidikan hidrometri dengan melakukan pengukuran kecepatan aliran dilapangan dan atau hasil penghitungan hidraulika sungai dengan menggunakan rumus-rumus atau persamaan hidraulik sungai. kekuatan geser. ii. pegunungan dan pedataran. tetapi data hujan tersedia cukup panjang. keausan dan kekasaran.RPT0-Pd T-xx-xxxx. sifat teknik tanah dan batuan meliputi pemampatan.

85 dari 120 . Jadi penggunaan krib ini harus lebih hati-hati d) Perencanaan teknik struktur dan pondasi Perencanaan teknik struktur dan pondasi meliputi : (1) Dimensi krib Dimensi krib yang harus ditentukan sesuai SNI 03-2829-1992 meliputi : (a) elevasi mercu krib ditentukan : sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). informasi historis di lokasi rencana krib. pemasangan condong ke arah hilir yang disebut krib pikat. maka arah pemasangan dapat dilakukan dalam 3 cara berikut ini : i. peletakan krib sepanjang daerah krib. resiko. meliputi : i. ii. v. pemasangan tegak lurus terhadap sisi sungai atau aliran yang disebut krib normal. iii. pangkal krib diletakkan pada tebing yang mantap untuk menghindari terobosan arus dibelakang krib dan agar tahan terhadap longsoran tebing. keamanan/kestabilan. i. sehingga krib tegak paling sesuai untuk pelindung tebing dan pengatur alinyemen horisontal alur sungai. harus mempertimbangkan perencanaan sungai secara keseluruhan. dalam rangka mewujudkan konsep pengelolaan sungai secara terpadu (2) letak krib. Debit alur penuh diambil berdasarkan kala ulang 2 tahun c) Arah pemasangan krib Untuk memperoleh hasil yang paling optimum. jenis ini dapat digunakan pada sisi yang cekung pada belokan-belokan. miring ke arah ujung. diambil berdasarkan panjang tebing yang perlu dilindungi dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan arus pada keadaan krib terpasang b) Penentuan debit rencana Debit banjir rencana harus diperiksa dan dikontrol terhadap data morfologi sungai. konsekuensi dan ekonomi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. yang sesuai dengan kondisi sungai itu. iv. iii. dengan krib ini arah aliran akan tertarik ke sisi/tebing sungai meskipun pada ujung krib tersebut mulamula aliran terdorong ke tengah. krib untuk pendalaman alur bagi navigasi diletakkan pada kedua tebing sungai sepanjang alur yang dikehendaki dengan arah tegak atau arah tajam. iii. jika panjang tiang terbatas maka mercu krib dapat dibuat bertingkat. disamping berfungsi untuk menyempitkan aliran bagian sungai yang telah melebar yang disebabkan adanya perubahan morfologi sungai. Sudut inklinasi dapat diambil antara 10o – 20o dari garis normal terhadap sisi sungai. pemasangan condong ke arah udik yang disebut krib elak. letak krib dengan arah tegak paling efektif untuk menciptakan medan krib. krib dipasang dengan jarak optimal. pemasangan konstruksi krib baik untuk perlindungan tebing maupun perbaikan arah aliran pada suatu daerah krib. krib normal dibangun dengan tujuan untuk menyempitkan suatu ruas sungai yang telah melebar akibat adanya perubahan morfologi sungai ii.A 3) Penentuan Tata Letak dan Perencanaan Teknik a) Penentuan Tata Letak Penentuan tata letak krib harus dipertimbangkan berdasarkan tinjauan berikut : (1) pertimbangan terhadap perencanaan sungai terpadu. ii.

dan lilitan pada kawat sisi gaya-gaya yang mempengaruhi stabilitas krib tiang pancang adalah : i.3)l Belokan luar D = (1. tekanan tambahan akibat penumpukan sampah setebal 1. panjang krib untuk pengarah arus ditentukan sedemikian rupa sehingga didapatkan pola aliran baru.A (b) panjang krib. (d) jarak antar tiang . material sedimen dan sifat aliran sungai. stabilitas dan kekuatan krib pasangan batu . tekanan tanah pasif pada tiang yang terpancang. ii.8 – 3.7 . ii. iv.2. untuk mendapatkan terjadinya endapan antara lain . ditentukan berdasarkan : i. untuk memastikan hal ini dapat digunakan penyelidikan hidraulik dengan model (2) stabilitas dan kekuatan krib konstruksi krib disebut stabil. ditentukan berdasarkan elevasi mercu krib dan kedalaman pemancangan tiang menurut persyaratan keamanan dan stabilitas. jika krib berfungsi untuk memperdalam alur bagi navigasi. jika mampu menahan semua beban atau gaya yang bekerja pada krib. panjang krib ditentukan oleh faktor lebar dan kedalaman alur yang diperlukan untuk navigasi. (c) dimensi tiang . perbandingan panjang krib dan jarak krib dibuat sedemikian rupa sehingga kecepatan arus di tepi tebing cukup aman untuk kestabilan lereng.1. krib harus dtinjau kestabilan masing-masing tiangnya (single of pile) .6)l (f) jarak krib . Tabel Hubungan antara panjang dan interval krib Lokasi pembuatan krib di Hubungan antara interval sungai (D) dan panjang (l) Bagian lurus D = (1. gerusan lokal yang terjadi akibat penempatan krib merupakan akumulasi dari gerusan yang diakibatkan oleh penyempitan alur dan gerusan akibat 86 dari 120 . iii. ditentukan berdasarkan persyaratan hidraulik dan persyaratan kestabilan konstruksi. meliputi : i. anyaman dibuat dengan lilitan ganda dan lilitan pada kawat sisi dibuat sedemikian rupa . stabilitas dan kekuatan krib tiang pancang . stabilitas terhadap longsoran tebing ke arah alur sungai .4 . iii. v.8)l Belokan dalam D = (2. susunan tiang pancang dibuat satu baris ditambah tiang stabilitas di ujung krib. stabilitas dan kekuatan krib bronjong : kawat bronjong yang harus digunakan harus mengikuti standar yang berlaku . pada pangkal krib susunan tiang dibuat lebih rapat makin jarang ke arah ujung (e) panjang tiang . ii. tekanan arus sejajar arah aliran dianggap merata pada tiang dengan kecepatan arus maksimal pada debit desain.0 m. dibuat sedemikian rupa sehingga susunan krib menghasilkan suatu model krib yang paling efektif. krib harus ditinjau terhadap tegangan yang terjadi akibat krib tidak boleh melampaui daya dukung pondasi. beban lateral sejajar krib yang bekerja pada tiang-tiang akibat endapan diperkirakan membentuk lereng dengan kemiringan 1 : 1. iii. tiang ditinjau tunggal maupun secara kesatuan (3) stabilitas tanah dasar pondasi stabilitas tanah pondasi diperhitungkan terhadap : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.00) b. disarankan dilakukan model uji hidraulik fisik di laboratorium e) spesifikasi dan jenis krib berdasarkan bahan pembuatnya jenis krib berdasarkan bahan pembuatannya meliputi : (a) krib bronjong. (3) kemiringan potongan melintang antara 2v : 1h dan 1v : 1h. (4) ujung krib bronjong diambil kemiringan 1v : 1h.50 – 2. ii.00 meter. (3) pada bagian peralihan l = (1. (2) lebar mercu antara 1. spessifikasi perencanaannya adalah sebagai berikut : (1) jarak krib (1) pada tikungan luar l = b (2) pada tikungan dalam l = (1. lokasi maupun besaran gerusan yang terjadi akibat penempatan krib/tiang pancang. baik gerusan setempat pada tiang krib. atau bisa dibuat bertingkat.00 – 1. perkiraan penggerusan dan besarnya rip-rap sebagai pelindung dasar dengan menggunakan persamaan yang berlaku iii.00 – 2. disamping penurunan dasar sungai secara menyeluruh .50) b. gerusan setempat rangkaian krib maupun gerusan akibat degradasi. Gambar 1 Ukuran jarak krib (2) tinggi dan lebar mercu krib (1) elevasi mercu krib dapat dibuat sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). (5) jika konstruksi krib bronjong cukup tinggi dan besar maka bagian tengah bisa diisi dengan batu lepas 87 dari 120 .A penempatan tiang pada dasar sungai.: b = panjang krib.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. a) Kegunaan UMH Kegunaan UMH.00 – 2.00 m 1 :1 1 :1 2 :1 pot : A – A untuk 1V : 1 H pot : A – A untuk 2 V : 1 H Gambar 2 Ukuran lebar puncak dan kemiringan krib (3) panjang krib i. teknik bangunan krib yang (b) mencari rencana tipikal bangunan krib yang secara hidraulik dianggap lebih baik sesuai dengan maksud dan tujuan pembengunan krib. panjang krib paling kecil : 0. Penentuan parameter aliran dan koefisien – koefisien lainya dilakukan melalui proses kalibrasi dan analisis kepekaan antara model dan prototipe. (d) mencari menentukan metoda perbaikan krib.25 jarak antara dua krib. 88 dari 120 . ii. b) UMH Matematik UMH matematik adalah suatu penyelidikan pengujian dengan model matematik yaitu simulasi keadaan aliran yang didasarkan pada hasil hubungan matematik dengan prinsip – prinsip hidraulik. Antara Lain : (a) Menguji Kesempurnaan Pra-perencanaan direncanakan dengan analisa teoritis.00 engsel 1. panjang krib adalah dihitung mulai dari pangkal krib sampai dengan garis ujung krib yang direncanakan. (c) mencari hubungan antara parameter aliran sedimen / morfologi sungai. 4) Penyelidikan Hidraulik dengan Model Uji Model Hidraulik (UMH) adalah suatu penyelidikan pengujian hidraulik sebagai alat bantu yang dapat mementapkan suatu perencanaan teknik atau gagasan UMH dapat dilakukan dengan model matematik maupun dengan model fisik di laboratorium.A A Muka Air alur 1 :1 A 1. posisi lokasi dan jumlah bangunan krib.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. kecepatan. untuk mempelajari berbagai masalah hidraulik yang mungkin timbul karena didirikannya suatu bangunan di sungai dan pengaruh perubahan morfologi sungai terhadap masalah hidraulik yang erat kaitannya dengan fungsi dan keamanan bangunan (b) Untuk melaksanakan UMH Fisik Bangunan krib diperlukan data survei lapangan guna menunjang kesamaan model dengan prototipe (c) Dalam UMH fisik dipelajari masalah – masalah hidraulik yang timbul akibat dibangunnya bangunan krib antara lain sebagai berikut : (1) Gejala dan parameter aliran. debit. arah aliran. agradasi dan gejala nagkutan muatan yang lain (4) angkutan dan pengendalian muatan benda padat lainnya (5) pengoperasian (6) beberapa parameter dan koefisien rumus aliran dan muatan untuk perhitungan teoritis 89 dari 120 . macam arus.A c) UMH Fisik Ikhwal yang perlu diketahui : (a) UMH Fisik adalah suatu penyelidikan pengujian di Laboratorium dengan peniruan secara fisik keadaan di lapangan dengan skala tertentu. tekanan dan lain – lain (2) penggerusan lokal / setempat (3) pengaruh degradasi. berupa tinggi muka air.

. Pelaksanaan pekerjaan. Latar Belakang Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.. laboratorium dan lain– lain. pekerjaan sementara dan pekerjaan lainnya untuk pelaksanaan. geologi regional... m jatuh dalam bulan ….Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2... .... Pekerjaan yang harus dilaksanakan menurut Kontrak mencakup dibawah ini : a... bangunan/dam sementara termasuk pembelian. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan lengkap serta merawat seperti yang diminta dalam Gambar dan Spesifikasi Teknik atau Petunjuk Direksi. peralatan pelaksanaan. KETENTUAN DAN PERSYARATAN 4. 4..Jalan masuk sementara berikut jembatan dan fasilitas lainnya. operasi.. sampai dengan …… dan musim kemarau biasa terjadi mulai bulan …. Lingkup Pekerjaan dalam Kontrak Kontraktor harus memenuhi kebutuhan semua tenaga kerja.Saluran pengelak. sampai dengan ………. pembongkaran dan penyerahan Steel Sheet Pile sebanyak yang diperlukan untuk pelaksanaan Coferdam sementara kepada Direksi. menguraikan : ..Generator termasuk jaringan listriknya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.... Iklim di lokasi proyek terdiri dari dua musim : musim hujan terjadi dari bulan ………. Pelaksanaan pekerjaan krib yang meliputi bangunan utama dan semua bangunan penunjang sesuai yang tercakup dalam Kontrak.Fasilitas kerja Kontraktor seperti kantor lapangan. .RPT0-Pd T-xx-xxxx. 90 dari 120 .. .. Pemberi tugas dan Direksi tidak bertanggung jawab atas ketelitian data.. 1.A LAMPIRAN – C Conto Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Konstruksi Konstruksi Pembangunan Krib di Sungai . Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci. 3.. .. gudang. dan semua resiko akibat salah penafsiran data tersebut adalah menjadi beban Kontraktor. Kondisi Cuaca Informasi umum berikut ini memberikan petunjuk kondisi cuaca dilapangan yang bisa diharapkan untuk sepanjang tahun..Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .. .Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan .. kondisi klimatologi.. material. pemencangan. sampai dengan …………. m dan 80 % nya adalah ……. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi..Tempat penyimpanan semen berikut material beton dan peralatan pengolah beton.Perlengkapan komunikasi Radio/Telepon dari lokasi pekerjaan ke kantor Proyek di Padang termasuk peralatan lainnya yang perlu.. perawatan dan pembongkaran bangunan–bangunan sementara antara lain : .. Kabupaten. Program Pelaksanaan 1) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak.. Hujan rata – rata tahunan sekitar ……. b.1.

urutan waktu. 4. 3) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat.A 2) Tiga puluh (30) hari setelah menerima Surat Penunjukan. jangka waktu yang diperlukan. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. surat pengumuman. atau kategori lain yang dianggap penting. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. 4) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kelender.2. 2) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. dengan metode PERT/CPM network. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. tanggal selesai paling awal dan paling lambat. 4) Aspek Ekonomis 91 dari 120 . 3) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. lama pelaksanaan dan sebagainya. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. 5) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). serah terima. Aspek – aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan 1) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. tanggal mulai paling awal. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. pelaksanaan.

Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-peralatan tersebut diadakan dengan sewa. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. maka Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan– pekerjaan pelaksanaan. Volume I : Umum. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. Pekerjaan Dewatering 4. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. hal-hal yang ditabukan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.5. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. 2) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. Material dan peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa 1) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. Bagian-9. 4. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. Bagian-7.A Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. Peralatan.6. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. dan pengadaan bahan.4. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 5) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 92 dari 120 . Sumber Bahan Pelaksanaan 1) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan. Pekerjaan Lain-lain 4.3. Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika tidak ditentukan lain. 4. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. Hal-hal yang cukup sensitif. waktu istirahat.

Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Volume I : Umum. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. 5) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. Bagian-9. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak. Pengangkutan vi.A 2) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. 4) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : iv. Lokasi Proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. boleh memakai material pengganti dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. 6) Spesifikasi. 5. Tempat produksi atau pabrik v. material dan pemasangan peralatan di lapangan. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 93 dari 120 . PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. 3) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan.

Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. . Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan.. tempat parkir.. Pekerja. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan 94 dari 120 . Volume I : Umum. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Selambat-lambatnya tanggal.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. Penyedia Jasa harus menyediakan.. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara.. Bagian-9.. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa.. penerangan. Laboratorium. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan ii. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. iii. . Gudang dan Kantor. Bengkel. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat.. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. d) Kantor. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. . . bengkel. Barak. jalan. . Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan.. saluran. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton.. air minum... Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa.A b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. kawat. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. Laboratorium. perumahan staf Penyedia Jasa.

Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik... Bagian-2. Bagian-1. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-6. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-4.. galian dan timbunan. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx.. Volume I : Umum. Bagian-2. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx.. Volume I : Umum. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing). Bagian-9. Bagian-6. Volume I : Umum.. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan 95 dari 120 ... Pekerjaan Lain-lain 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan.. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama.A Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Tiang Pancang Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. pembersihan medan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Bagian-3. Bagian-5... Volume I : Umum.

Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. 2) Foto Dokumentasi 96 dari 120 . iv. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. Daftar tenaga setempat v. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. Daftar perlengkapan konstruksi.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A b) Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan . ix. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : .Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan . Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya.Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. dll. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. Rencana Kerja Harian.Jumlah banyaknya bangunan. vi. pengadaan bahan. viii. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan c) Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. vii. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan . Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. iii. ii. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya.

iii. dan tepat waktu. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. kewajibannya sebagai berikut : i. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. ii. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. iv. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. tepat biaya. Sebelum pengambilan gambar-gambar. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. rujukan : dokumen kontrak. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. lokasi dan penjelasan foto. 97 dari 120 . membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya.

laporan triwulan. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik.A v. iv.5 Pengendalian Biaya. x. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. menyiapkan as built drawing. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar).RPT0-Pd T-xx-xxxx. vii. melakukan pengecekan. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. ii. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. xi. pengukuran. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). sehingga labanya berwujud sebagai tunai. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. ix. 6. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek 98 dari 120 1) Pengendalian Biaya . vi. menyiapkan laporan bulanan. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. Evaluasi biaya. viii. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. iii. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. dan laporan akhir proyek. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya.

Mengetahui dan mendapat informasi . Memastikan sasaran pengendalian: .A pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . pembongkaran.Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul.Pemeriksaan . dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi.Audit Sasaran yang dicapai: .Peninjauan . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan). ditambah lagi pembayarannya tidak lancar.Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. finishing. tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar. pemeriksaan.apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? 99 dari 120 .apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? .apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . oleh karena itu. murah dan efisien. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan. Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang.RPT0-Pd T-xx-xxxx. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian. evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. pengawasan. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : . murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan.Pengawasan .

dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) .rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan . murah dan efisien.melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .A .melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer . pekerjaan finishing.alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.realisasi progress fisik terhadap rencananya . yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan. perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan). Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang. (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan .termasuk dalam hal unit price pekerjaan. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : 100 dari 120 . .termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien .melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager . material dan alat sesuai rencana yang wajar.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo.

membuat laporan jalannya pelaksanaan. kemiringan. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. batu. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : c) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. dsb) . yaitu: .memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. mutu dan waktu.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. batu pecah hasil stone crasher. adukan semen. .A - - realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. adukan beton dan lain-lain) . biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. tebal. beton struktur dll). daya dukung tanah. lebar. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. kuat tekan. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. meliputi pengendalian biaya. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut 101 dari 120 .dimensi (panjang. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . tinggi. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. haruslah dinilai dari beberapa aspek.RPT0-Pd T-xx-xxxx.kualitas (kepadatan.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya . kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik.

peralatan pekerjaan. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. alasan sosial politik lainnya. percobaan-percobaan. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. yaitu: . Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . iv. xi. mengangkut dan merekayasa). dan hari-hari keagamaan. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : 102 dari 120 . keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. . dan lain-lain x. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru d) Penerapan standar/pedoman 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. . Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. cuaca. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. iii.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. debit banjir. daerah. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. skala gempa tahunan. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). dan tenaga kerja pekerjaan. produktivitas sumber daya.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. serta adat setempat dimana pekerjaan berada.A Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. musim.

Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd 1) Pengukuran 103 dari 120 . pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Bagian – 9. Bagian – 5. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 1. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 6. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. gambar-gambar.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian – 2. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 3. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. misal : photo dokumentasi. Bagian – 4.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.6 Pengukuran dan Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A. Volume I : Umum. Volume I : Umum.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.

Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. misal : photo dokumentasi. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 4. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum.A.A. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Bagian – 9. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian – 5. Bagian – 1. gambar-gambar. Bagian – 6. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pekerjaan Lain-lain 104 dari 120 . Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 3. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A.A.A. Bagian – 2. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.

8. 6. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. 4. Bagian–7 105 dari 120 . 10. 2.A Nomor Pembayaran 1. Bagian–2 Pd T-xx-200x. Bagian–5 Pd T-xx-200x.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian–4 Pd T-xx-200x. 9. Bagian–6 Pd T-xx-200x. Bagian–1 Pd T-xx-200x. Bagian–3 Pd T-xx-200x. 5. 3. 7.

PRIORITAS -> INVENTARISASI & SURVEI AWAL 3. DAFTAR SISTEM SUNGAI 2.A LAMPIRAN – D PEMELIHARAAN BANGUNAN PERSUNGAIAN INVENTARISASI KERUSAKAN & SURVEI PENGUKURAN KEGIATAN AWAL : 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. PROGRAM SURVEI & INVENTARISASI BANGUNAN KEGIATAN TINGKAT I PENENTUAN PENGGAL SUNGAI PENGUMPULAN DATA DEBIT SURVEI PENGUKURAN INVENTARISASI & SURVEI BANGUNAN PERSUNGAIAN KEGIATAN TINGKAT 2 DATA ANGKUTAN SEDIMEN ANALISIS SEDIMEN KOMPUTER MODEL PEMELIHARAAN PENCEGAHAN PEMELIHARAAN DARURAT PEMELIHARAAN KOLEKTIF PEMELIHARAAN RUTIN PEMELIHARAAN BERKALA PEMELIHARAAN PERBAIKAN KECIL RETIFIKASI REHABILITASI PEMELIHARAAN KHUSUS PENGHITUNGAN BIAYA & PELAKSANAAN PEMELIHARAAN Bagan Alir pemeliharaan bangunan persungaian 106 dari 120 .

Nomor…. 107 dari 120 .d. tanggal 16 Gambar pelaksanaan 17 Nomor gambar 18 Konsultan desain 19 Nama-nota penghitungan.A LAMPIRAN – E Form Pemeliharan Bangunan Persungaian Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. tanggal 20 Uraian ringkas formulir 1 Nomor….Referensi kontrak.s. tanggal 11 Nama kontraktor 12 Nama konsultan pengawas 13 Judul dokumen laporan / tanggal 14 Nama penulis dokumen laporan .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Formulir .tengah. dan gambar Contoh No. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 1 2 3 4 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tanggal pemasukan data Kali Hulu.. nota penjelasan desain.Identitas Tgl.. laporan. kantor GAMBAR 15 Judul gambar.hilir Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS Masukan data DOKUMEN KONTRAK / LAPORAN 10 Judul kontrak.

'………" GL = ….Identitas Tgl. Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran PTU = PTP A = PTP B = o GL = ….'………" o GB = …. Formulir Klasifikasi Ruas Sungai contoh 1 2 3 4 No.'………" o GB = …...A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tipe sempadan sungai Kali Hulu. & B …. ….'………" o Masukan data Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS 10 Nama desa 11 Lebar bantaran kiri 12 Lebar bantaran kanan 13 Nomor titik patok PTU & PTP A (awal) dan B (akhir) 14 Lokasi GPS A 15 Lokasi GPS B 16 Jarak langsung PTU .. ….PTP A 17 Jarak langsung PTU .. ….RPT0-Pd T-xx-xxxx.tengah.hilir Tanggul kiri/tanggul kanan/ tanggul kiri+kanan/ tanpa tanggul Tulis nama desa setempat Masukan < 20 m atau > 20m Masukan < 20 m atau > 20m Tulis PTU……… PTP A….PTP B 18 Nama dan nomor gambar pengukuran 19 Bangunan 1 20 Lokasi bangunan 1 21 Kondisi bangunan 1 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 22 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 1 Uraian singkat/sketsa usulan perbaikan 108 dari 120 .. ….

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 23 Bangunan 2 24 Lokasi bangunan 2 25 Kondisi bangunan 2 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 26 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 2 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 27 Bangunan 3 28 Lokasi bangunan 3 29 Kondisi bangunan 3 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 30 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 3 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 31 Bangunan 4 32 Lokasi bangunan 4 33 Kondisi bangunan 4 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 109 dari 120 .

A 34 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 4 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 35 Bangunan 5 36 Lokasi bangunan 5 37 Kondisi bangunan 5 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 38 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 5 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 39 Uraian ringkas penting Formulir 2A & gambar sketsa Buat catatan seperlunya 110 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

sedang. bambu. sal. dsb Jalan desa. 4 Kepemilikan bagian luar kiri pribadi. perumahan.sedang.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : …………… Lembar : ………………… Formulir .kecil tidak ada.dll Tanaman. 25 Kondisi keseluruhan alur sungai (dilihat dari morfologi sungai) longsor 26 Erosi dasar sungai tidak ada.irigasi.pisang dll 12 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 13 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 14 Penambangan galian C. proyek sungai 9 Kepemilikan tanah pribadi. sal 5 Penggunaan tanah bagian luar kiri irigasi. Pemeriksaan/survei 3 Nama Petugas Tulis namanya KONDISI SEMPADAN SUNGAI DI SEBELAH LUAR SISI TANGGUL Binamarga. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang Tidak/ ya 22 Membahayakan tanggul KONDISI MUARA/ALUR/JALAN AIR Selalu terbuka 23 Kondisi muara Laut lepas Kadang tertutup selalu tertutup selalu baik 24 Kondisi pelayaran baik saat pasang tidak bisa bagus.pembuang.dsb 8 KONDISI TANAH BANTARAN KIRI Balai PSDA.kecil tidak ada.kecil 111 dari 120 .irigasi. 6 Kepemilikan bagian luar kanan pribadi. bangunan 17 Penggunaan tanah 18 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu aliran:rumput.Kondisi Ruas Sungai contoh Masukan data 1 No.kecil 27 Erosi/longsoran tebing kiri 28 Erosi/longsoran tebing kanan 29 Erosi dasar sungai tidak ada. dsb Jalan desa. proyek sungai 16 Kepemilikan tanah pribadi.sedang.erosi.pengendapan.sedang.dll Tanaman. sal. bambu.RPT0-Pd T-xx-xxxx.pisang dll 19 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 20 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 21 Penambangan galian C.pembuang. perumahan. sal 7 Penggunaan tanah bagian luar kanan irigasi.Identitas Tgl/bulan/tahun 2 Tgl. bangunan 10 Penggunaan tanah Tanaman yang mengganggu 11 Macam tanaman aliran:rumput.dsb Binamarga. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang 15 Membahayakan tanggul Tidak/ ya KONDISI TANAH BANTARAN KANAN Balai PSDA.

sedang.kecil tidak berarti tanaman dibantaran Jembatan Bangunan lama Bangunan sementara 33 % hambatan aliran air terhadap luas penampang 34 Bangunan terancam?(oleh erosi. talang.A 30 Penambangan galian sungai pada alur sungai 31 Pengendapan/sedimentasi di dasar sungai 32 Hambatan aliran oleh bangunan yang melintang sungai (jembatan.sedang. dan gangguan lainnya) 35 Uraian ringkas formulir 2B Ya atau tidak 112 dari 120 . penambangan.siphon) tidak ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx.endapan.kecil tidak ada.

.m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 Luas m :…………….m 6 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) Perbaikan talud dengan 9 Usulan perbaikan kecil 1 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa Perbaikan talud dengan 10 Usulan perbaikan kecil 2 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT Galian endapan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dll Pelebaran sungai.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN PREVENTIF potong rumput/tanaman 4 Usulan pemeliharaan rutin yang mengganggu :…………….sudetan. bongkar 11 Usulan perbaikan khusus (50%<fungsi<70%) bangunan.Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kiri Contoh Masukan data 1 No. 12 Usulan rehabilitasi (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 113 dari 120 .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….. Formulir .

Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kanan Contoh Masukan data 1 No..sudetan. bongkar (50%<fungsi<70%) bangunan.m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 :……………..15 10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.RPT0-Pd T-xx-xxxx.15 PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT 11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan. (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 114 dari 120 .m 6 Luas m 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) 9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No. Formulir .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei 3 Nama petugas Tulis namanya PEMELIHARAAN PREVENTIF 4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman yang mengganggu :……………. dll 12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai.

Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas – Tak dapat dipakai 4 Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah – Bagus runtuh) – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan…...Kondisi krib (bangunan yang ada/ existing) Contoh KONDISI RUNTUHAN BANGUNAN 1 No.. – 50% < x < 70% 5 Kegunaan runtuhan – x < 50 % – Tak berfungsi (No.foto KONDISI STRUKTUR BERONJONG 7 Kondisi krib bronjong – Tak dapat dipakai – Bagus – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan…. – Tak dapat dipakai – Bagus – Lapisan pelindung hilang – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi Masukan data 8 Kondisi kawat beronjong 9 Kegunaan beronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang – Tak dapat dipakai pancang – Bagus – Tiang rusak – Kepala tiang – Batu hilang hancur – Tiang hilang – Tiang poer hilang – Bangunan…. 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) – Bagus – Rusak ringan – Pecah – Tergeser – Lapisan beton hilang – Besi beton rusak – Bagus – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 115 dari 120 .film/No.foto) 6 No.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………… Formulir .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

A 14 Uraian ringkas Formulir 4B & sketsa (Perlu sketsa posisi susunan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jumlah dan lain-lain 116 dari 120 .

Bangunan hilang .Batu hilang .Tiang hilang .50% < x < 70% .Kondisi krib (bangunan yang ada/existing ) Contoh KONDISI TUNTUHAN BANGUNAN 1 2 3 4 No.Tergeser .Tak berbentuk .Tak dapat dipakai .Bagus .50% < x < 70% .Tak dapat dipakai .Bagus .Tak berfungsi (No. Foto KONDISI STRUKTUR BRONJONG 7 Kondisi krib bronjong .Tiang poer hilang .Rusak ringan .Bagus .Pecah .Longsor .Bagus .Batu hilang .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Tak berbentuk . Pelindung hilang .Bangunan……… .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ………… Lembar : ………………… Formulir .x < 50% .Bagus .Identitas Tgl pemeriksaan/survei Nama petugas Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah runtuh) Tgl/bln/thn Tulis namanya .x < 50% .Kerusakan kecil .Lap.Kepala tiang hancur ..Batu hilang .Bagus .Tak berfungsi 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 117 dari 120 .Tak berfungsi 8 Kondisi kawat bronjong 9 Kegunaan bronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang pancang .50% < x < 70% .Tak dapat dipakai .Longsor . film/No.Besi beton rusak .Tiang rusak .Pecah .Bangunan hilang .Tak dapat dipakai .Lapisan beton hilang .Bangunan ……….x < 50% .Rusak ringan . foto) Masukan data 5 Krib kiri/kanan 6 No. .Bangunan……… .

A 14 Uraian ringkas Formulir & sketsa (perlu sketsa posisi susunan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jumlah dan lain-lain) 118 dari 120 .

m=……m – Tak perlu – Mengganti batu – Batu & filter – Fondasi+batu+filter ………………………….m x….m x……m x…….m ….m 2 ……x……..Penaksiran pemeliharaan krib Contoh 1 No.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….m x……m x……=.m 2 22 Luas pengikat bronjong (m 2) 23 Kayu pengganti (untuk krib kayu) 24 Ukuran kayu (mm x mm) 25 Panjang kayu (m) – Tak perlu – Kayu dolken ….m ………………………….m …m x ……m = ………..m x……m x……=.x…….m diameter batu – Tak perlu – Ganti kawat – Ganti panel ………………….RPT0-Pd T-xx-xxxx.m F = m …………………m 119 dari 120 ...Identitas 2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN RUTIN 4 Pemeliharaan rutin – Pembersihan sampah – Pembersihan runtuhan 5 Jumlah krib pemeliharaan rutin 1 PERBAIKAN KECIL Pekerjaan tanah minor Masukan data 7 – Tak perlu – Mengganti timbunan – Tanah – Kerikil – Lain-lain ……m x….m – Tak perlu – Isi batu + kawat – Isi batu + panel – Ganti unit bronjong – Tak perlu – Galvanisasi – Lapis pelindung Fondasi + filter + unit bronjong 3 8 Jenis material Volume pekerjaan tanah (m 3) 10 Pekerjaan batu minor (bila krib dari pasangan batu) 9 11 Ukuran batu (m) 12 Luas dasar (batu) (m) 13 Ketinggian (batu) (m) 14 Pekerjaan bronjong minor (bila krib dari bronjong ) 15 Penggantian unit bronjong 16 Banyaknya unit bronjong/ jumlah yang diganti 17 Ukuran unit bronjong yang diganti 18 Luas dasar (bronjong) (m 2) yang diganti 19 Ketebalan (bronjong)(m) total yang akan diganti 20 Ukuran batu (bronjong) (m) 21 Perbaikan pengikat bronjong ……… buah Lebar x panjang x tebal …. Formulir.m …………………..

A 26 Perbaikan beton (untuk krib beton) 27 Luas permukaan beton (m ) 28 Kedalaman beton (m) 29 Perbaikan korektif besar/ Perlu sketsa + deskripsi spesial (bila 50% < x < 70%) 30 Rehabilitasi Perlu sketsa + deskripsi (Bila x < 50%) 31 Rektifikasi (bila sama Perlu sketsa + deskripsi sekali tak berfungsi) 32 Pemeliharaan darurat (bila Perlu sketsa + deskripsi konstruksi dalam keadaan bahaya) 33 Uraian ringkas penting Formulir 4C & sketsa 2 – Tak perlu – Perbaikan kepala tiang – Perbaikan lapis beton ….m …………………m 2 120 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.m x……m x……=.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->