RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

RPT0

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 5. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 6. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... PEKERJAAN PERENCANAAN ........................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN DETAIL DESAIN............................................................................ Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN KONSTRUKSI ............................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. i ii iii 1 1 2 4 4 5 21 21 22 22 23 32 32 33 33 36 41 45 48 48 51 53 54 57

7. PEKERJAAN PEMELIHARAAN .......................................................................... 7.1. Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran ............................................... 7.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan.................................................... BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... LAMPIRAN A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencaan Krib .......................... LAMPIRAN A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib ......................

LAMPIRAN A.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan ......................................................................................... 58 LAMPIRAN B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib....... LAMPIRAN B.2 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Detail Desain Krib .................. LAMPIRAN B.3 Kriteria Desain Bangunan Krib ........................................................... LAMPIRAN C LAMPIRAN D LAMPIRAN E Contoh KAK Pekerjaan Konstruksi Krib ............................................. Bagan Alir Pemeliharaan Bangunan Persungaian ............................ Form Pemeliharan Bangunan Persungaian ....................................... 69 70 83 90 106 107

i

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

ii

PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. hidrologi). geologi permukaan. Pedoman pemeliharaan mencakup kegiatan inventarisasi kerusakan. pedoman dan manual (NSPM). Pedoman ini mencakup kegiatan perencanaan (studi awal. pekerjaan beton. Sehubungan dengan hal tersebut. pekerjaan penyelidikan geoteknik. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan bangunan krib. desain. survey hidrometri. data primer (survey pengukuran topografi dan pemetaan. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan. pekerjaan dewatering. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. analisis hidrolika. survey pengukuran. perencanaan dan perhitungan dimensi. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan). pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. Pedoman detail desain mencakup kegiatan collecting data sekunder (topografi. pekerjaan pasangan batu. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. konstruksi dan pemeliharaan dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. konstruksi dan pemeliharaan dalam pekerjaan pembangunan bangunan krib. standar. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. detail desain. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. analisis hidrologi. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. pedoman dan manual (NSPM). pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan.7 tahun 2004. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. studi identifikasi. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. standar. investigasi. iii .

SNI 03-0090-1999 : Spesifikasi Bronjong Kawat 1 dari 120 . pekerjaan beton. 2. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. pekerjaan dewatering. kelembaban relatif.A Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib 1. pekerjaan pasangan batu. ACUAN NORMATIF UU No. Pedoman perencanaan mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. pelaksanaan pekerjaan. desain hidraulik. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). studi pengenalan perencaaan pendahuluan dan studi kelayakan dalam kegiatan pembangunan krib. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. analisis konstruksi. studi identifikasi. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. data kilmatologi (temperatur. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) KEPMEN KLH No. desain hidraulik. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air KEPMEN KIMPRASWIL No. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk setiap masing-masing kegiatan perencanaan. survey hidrometri. sampling sedimen). baik fisik maupun non fisik. analisis ekonomi. Pedoman pemeliharaan mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. kelembaban relatif. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. pekerjaan penyelidikan geoteknik. analisis hidrologi. dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan. penyelidikan geoteknik. survey hidrometri). perencanaan. perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. program pelaksanaan. peta geologi regional. peta geologi regional. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. analisis hidrologi. data kilmatologi (temperatur. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : Standar Nasional Indonesia (SNI) : . Pedoman perencanaan menetapkan spesifikasi teknis bagian pekerjaan perencanaan yang meliputi studi awal. penyelidikan geoteknik. gambar desain. analisis dampak lingkungan dan gambar desain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan perencanaan krib Pedoman detail desain mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. detail desain. konstruksi dan pemeliharaan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan).

Pekerjaan Pasangan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.1. T. Bagian-3. T.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan diadakan. T. : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pd. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan datadata sekunder yang ada.A Pd.1. xx – xxxx. Bagian – 1. 3. Volume I : Umum. : Pedoman Analisa Harga Satuan. Pekerjaan Tanah : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pd.A Pd. 2 dari 120 . xx – xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting. Bagian – 1. ISTILAH DAN DEFINISI Perencanaan adalah rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. penentuan metode. Volume I : Umum. T. Bagian – 6. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. T. T. xx – xxxx. T. Krib 3. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. Bagian – 4. Volume I : Umum. Volume I : Umum.1. xx – xxxx.A Pd. Bagian – 2. Pekerjaan Pemancangan.11 – 2004 – A : Pemeliharaan Bangunan Persungaian Rancangan Pedoman Teknis : Pd. serta penentuan skala prioritas. Pekerjaan Bangunan Pengaman Sungai. xx – xxxx.A Pd. pengumpulan data.RPT0-Pd T-xx-xxxx. T. Volume I : Umum. Bagian – 5. xx – xxxx.A - SNI 03-1724-1989 SNI 03-2400-1991 SNI 03-2414-1991 SNI 03-2415-1991 SNI 03-2819-1992 SNI 03-2820-1992 SNI 03-2822-1992 SNI 03-2829-1992 SNI 03-2830-1992 SNI 03-3414-1994 - SNI 03-3444-1994 SNI 03-3961-1995 SNI 03-3961-1995 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka : Metode Perhitungan Debit Banjir : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis : Metode Perhitungan Tiang Pancang Beton pada Krib di Sungai : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Penamopang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan Pedoman Teknis : Pd. Volume I : Umum. xx – xxxx. 3.

3.2. Medan krib adalah daerah disekitar bangunan krib yang arah dan atau besar kecepatan alirannya dipengaruhi krib tersebut. Direksi pekerjaan adalah personil yang ditunjuk oleh pemilik pekerjaan untuk membimbing dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana 3.2. Panjang krib (b) adalah panjang krib (b) adalah dihitung mulai dari pangkal sampai dengan ujung krib 3. Letak krib menunjukan tempat sebuah krib dipasang.2.2. Krib tajam adalah krib yang arahnya menyerong ke hulu 3. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib.3.3. Pangkal krib adalah bagian krib yang masuk ke tebing sungai 3.12.4.6.2. 3.2. memberikan garis besar 3. 3.1.1.1. Krib kedap air adalah krib yang diantara bagian konstruksinya tidak dapat dilewati aliran.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 3.4. 3. 3. Krib adalah bangunan menyilang / sejajar arah aliran yang ditujukan guna mengubah pola dan sifat aliran untuk suatu tujuan tertentu.2. Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan.3.8. 3. Pengenalan studi adalah suatu proses untuk pengembangan proyek multisektor dari segi-segi teknis. Arah krib adalah arah yang dinyatakan dengan sudut antara as krib dan arah aliran.1.2. 3. Lantai kerja adalah lantai yang terbuat dari beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil.7.3. 3.5.3.3. Krib lulus air adalah krib yang diantara bagian-bagian konstruksinya dapat dilewati aliran. Krib tegak adalah krib yang arahnya tegak lurus aliran 3.2.2. Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. Krib semi lulus air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong.2.9. Panjang efektif krib adalah panjang krib mulai dari ujung krib sampai pertengahan tebing baru yang direncanakan akan dibentuk. gambar perencanaan maupun gambar detail dari seri krib yang akan dibuat 3. 3.11.2. 3.2.1.4. 3.2. Konstruksi adalah merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik. Studi kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh. Dokumen perencanaan adalah keterangan yang mencakup tentang spesifikasi teknik.2.10. dipergunakan untuk tatakan mencetak tiang pancang beton 3 dari 120 . krib ini secara efektif mengarahkan aliran ke tengah sungai.3.3.A 3. sehingga kecepatannya akan berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan memungkinkan adanya endapan angkutan muatan di tempat ini.2. Gambar pelaksanaan adalah gambar bangunan (krib) yang sudah dilaksanakan apabila terjadi perubahan dimensi dari perencanaan 3.

PEKERJAAN PERENCANAAN Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya.A 3.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan pembangunan krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.5. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. 3. gambar konstruksi dan spesifikasi teknis 3. 4. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa 4 dari 120 . 3. Perbaikan permanen adalah usaha perbaikan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi secara permanen. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan).RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). meliputi perhitungan. pengumpulan data. Perawatan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan setiap waktu. Perawatan adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi. 3. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu. Pemeliharaan periodik adalah suatu kegiatan yang mempunyai waktu yang lama dan dampak yang diakibatkannya akan lebih besar dibandingkan dengan pemeliharaan rutin. serta penentuan skala prioritas.4. Perawatan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan secara berkala. iii. 3. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah.2.4. Perbaikan darurat adalah usaha perbaikan dengan maksud agar konstruksi sementara dapat berfungsi. 3.5.3. penyediaan data dan fasilitas penunjang. penentuan metode. Perencana adalah personil yang membuat desain/rencana krib.5.2.6. 3. Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi. Pemeliharaan adalah usaha-usaha untuk menjaga agar prasarana irigasi selalu dapat berfungsi dengan baik guna mempertahankan kelestariannya.6. 3. waktunya pendek dan harus dilakukan serta secara kontinyu.5.1. 3. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 4.1.1.4. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan.6. Pemeliharaan rutin adalah kegiatan yang mempunyai frekuensi lebih sering dilakukan dengan skala kecil. tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti. ii.2.

Cakupan kegiatan studi awal adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. dimana kondisi tata guna lahan akan 5 dari 120 . Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. asisten. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.RPT0-Pd T-xx-xxxx. i. ii. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan data-data sekunder yang ada. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan.A Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan bangunan krib dibagi menjadi kegiatan studi awal. 4. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Adapun uraian pedoman spesifikasi teknis sebagai berikut : 1) Studi Awal Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan krib diadakan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi awal berkisar antara 1 – 2 bulan. studi identifikasi. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.

b) Perekayasaan 6 dari 120 . peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. besarnya curah hujan. ruang lahan dan tanah. data meteorologi. iv. iii. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. SK DJ Pengairan No. tingkat pendidikan. ii. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. komponen sosial. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. SK DJ Pengairan No. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. hidrologi/kualitas air. iv. iii. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. ii. rencana tata ruang wilayah. penyebaran jenis batuan. fisiografi dan geologi. kelembaban relatif. lama penyinaran dan kecepatan angin. debit historis baik debit minimum. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.000. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. minimum selama 5 tahun.A berpengaruh terhadap laju erosi. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Data-data tersebut meliputi : i. PSDA. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. dan BAPEDAL. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. fauna dan biota air. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora.000 sesuai dengan KP– 01. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.

c) Produk yang dihasilkan Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi : (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. 7 dari 120 . Cakupan kegiatan studi identifikasi adalah : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx.000 atau yang lebih detail. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. besarnya curah hujan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang usulan pekerjaan berikutnya berdasarkan kajian di atas meja dan perumusan untuk kegiatan selanjutnya. data meteorologi. debit historis baik debit minimum. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 1 – 2 bulan. Data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Ahli Hidrologi. Ahli Sungai dan Ahli Geologi 2) Studi Identifikasi Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i.A Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang ketersediaan data sekunder dari suatu lokasi pekerjaan. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. ii.

Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS.000 sesuai dengan KP– 01. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. tingkat pendidikan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. pengukuran tinggi muka air di sungai. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. Data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. kemiringan dan elevasi tanggul. Data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. ii. 8 dari 120 .A iii. fauna dan biota air. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iii. iv. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Data-data tersebut meliputi : i. (2) Survey Topografi Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan peta topografi dengan tujuan untuk mengecek kondisi topografi sebenarnya di lapangan sesuai dengan KP–01. hidrologi/kualitas air. ruang lahan dan tanah. Hasil survey topografi disini adalah inventarisasi kondisi morfologi sungai calon pekerjaan yang meliputi lebar. penyebaran jenis batuan. inventarisasi dan pengecekan terhadap kondisi bangunan–bangunan air yang diambil data debitnya pada studi awal. Komponen sosial. ii. fisiografi dan geologi. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. b) Survey (1) Survey Hidrologi Kegiatan survey hidrologi berupa kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir keadaan tinggi muka air banjir yang terjadi selama musim hujan sesuai dengan KP–01. Rencana tata ruang wilayah. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. Kegiatannya meliputi : i. iv. dan BAPEDAL. SK DJ Pengairan No. PSDA. lama penyinaran dan kecepatan angin. kelembaban relatif. minimum selama 5 tahun. SK DJ Pengairan No. SK DJ Pengairan No.

iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Adapun analisisnya meliputi : i. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… f) Tenaga Ahli 9 dari 120 . jika berfungsi untuk menormalkan kondisi aliran maka krib diletakkan pada tempat terjadinya longsoran. harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang penentuan lokasi pengamanan sungai dengan bangunan krib. (4) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor melakukan kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir permasalahan jika terjadi pengembangan dan menilai latar belakang sosial-ekonomi-budaya sesuai dengan KP–01. hindari lokasi krib pada kondisi tebing sungai yang secara geologi mempunyai kecenderungan untuk longsor. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir. d) Perekayasaan Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang hasil identifikasi berdasarkan data sekunder serta kondisi lapangan tentang penentuan lokasi bangunan pengaman sungai dengan krib. lokasi krib hindari pada formasi geologi yang tidak akan terjadi sesar dan patahan. jika berfungsi sebagai pengarah aliran maka krib diletakkan pada hulu bangunan pengambilan yang mengalami perubahan arah arus.A (3) Survey Geologi Melakukan kegiatan kunjungan lapangan untuk keperluan klarifikasi klasfikasi jenis tanah berdasarkan peta geologi regional wilayah sesuai dengan KP–01. c) Analisis (1) Analisis Topografi Kegiatan analisis topografi adalah melakukan kajian di atas meja serta pertimbangan hasil inventarisir kondisi lapangan dengan tujuan menetapkan lokasi bangunan krib sesuai dengan fungsinya. Adapun perletakan bangunan krib berdasarkan fungsinya sesuai dengan SNI 03-1724-1989 sebagai berikut : i. ii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. SK DJ Pengairan No. SK DJ Pengairan No. (2) Analisis Geologi Analisis geologi berupa kajian di atas meja berdasarkan peta geologi regional untuk menilai kecocokan daerah terhadap usulan pembangunan krib berdasarkan formasi geologinya. jika berfungsi untuk perlindungan tebing maka penetapan lokasi krib harus berada pada tikungan luar sungai. e) Produk yang Dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. ii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.

kelembaban relatif. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Cakupan kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. debit historis baik debit minimum. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. 10 dari 120 . penyebaran jenis batuan. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. data meteorologi. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. minimum selama 5 tahun.A Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iv. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. SK DJ Pengairan No. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Ahli Geodesi dan Ahli Geologi 3) Studi Pengenalan Studi Pengenalan adalah suatu proses kegiatan berkelanjutan dari studi identifikasi yang menginformasikan tentang garis besar perencanaan bangunan krib dengan melakukan kegiatan survey lapangan. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Ahli Hidrologi. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 2 – 3 bulan. Ahli Sungai. lama penyinaran dan kecepatan angin. besarnya curah hujan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. ii.000 sesuai dengan KP– 01.000.

(2) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. tingkat pendidikan. iii. PSDA. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. i. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. Bagian-2. Data-data tersebut meliputi : i. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk.000. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Perletakan 11 dari 120 . Pengukuran Topografi dan Pemetaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. rencana tata ruang wilayah. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. iv. Volume I : Umum. dan BAPEDAL. komponen sosial. b) Survey (1) Survey Topografi Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. fisiografi dan geologi. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. SK DJ Pengairan No.000 atau 1:2. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. hidrologi/kualitas air. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. iii. ii. ruang lahan dan tanah. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib.A (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. fauna dan biota air.

curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir 12 dari 120 . jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. kadar air. gradasi butiran dan Atterberg Limits. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. e) Analisis Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. Bagian-3. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994. Bagian-3. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995.A peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Volume I : Umum. (2) Geoteknik Investigasi Geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah untuk mendapatkan parameter perencanaan yang berupa stabilitas pondasi dan lereng serta menentukan lokasi dan material ketersediaan bahan bangunan. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. ii. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat.RPT0-Pd T-xx-xxxx. berat spesifik. Uji yang dimaksud adalah berat jenis tanah. (2) Geoteknik (Index Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Geoteknik. Volume I : Umum. (a) Sedimen Layang i. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Pekerjaan Geoteknik.

sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. (2) Angkutan Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material.Metode US – Soil Conservation Service. (3) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Layout bangunan krib iii.Metode Rasional. Penggambaran peta topografi yang harus menampilkan kondisi tata guna lahan ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. jarak krib. jarak antar tiang dan panjang tiang. panjang krib. Metode puncak banjir di atas ambang.Metode Hidrograf Satuan. f) Perekayasaan Buat garis besar perencanaan krib dengan sketsa tata letak dan uraian pekerjaan dengan skala minimal 1:2000. Net present value (NPV). . g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan 13 dari 120 . Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. . Dimensi krib yang meliputi elevasi mercu krib. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. v. Engelund-Hansen. Metode analisis regional. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Log Pearson atau Log Normal ii. Garis besar perencanaan krib sesui dengan SNI 032400-1991 memuat : i. iii. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS.Melchior. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.Der Weduwen. .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. apabila data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) .A Jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). dimensi tiang. .

RPT0-Pd T-xx-xxxx. serta konsep lokasi krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. 14 dari 120 . dimensi dan layout krib dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. Cakupan kegiatan studi adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi.A Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Ahli Hidrologi. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. Ahli Geologi dan Ahli Sosial Ekonomi 4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan Studi Kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. analisis laju sedimen. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Ahli Sungai. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan berkisar antara 3 – 5 bulan.000. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Ahli Geodesi. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.

hidrologi/kualitas air. fauna dan biota air. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. fisiografi dan geologi. ii. debit historis baik debit minimum. penyebaran jenis batuan. besarnya curah hujan. iii. minimum selama 5 tahun. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. tingkat pendidikan. kelembaban relatif.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iii. rencana tata ruang wilayah 15 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. ruang lahan dan tanah. SK DJ Pengairan No. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. SK DJ Pengairan No. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). lama penyinaran dan kecepatan angin. Data-data tersebut meliputi : i. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. ii. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. komponen sosial. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG. dan BAPEDAL. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. iv. data meteorologi. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. PSDA. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. iv.000 sesuai dengan KP– 01.

geometri dan badan sungai harus stabil.000. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. iii. ii. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran.A b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Kedalaman pengukuran minimal 3.000 atau 1:2. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. menggunakan perahu. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. iii. ii. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. Jika aliran rendah. debit perlu lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. bagian alur sungai yang terbuka lurus. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. keandalan peralatan dan sarana penunjang. i. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. v. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. mampu melewatkan banjir. 16 dari 120 . Bagian-2. dibersihkan dan dirawat dengan baik. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. adanya kontrol penampang.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (a) Sedimen Layang, pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.

ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

17 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS sesuai dengan SNI 03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal;

ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode analisis regional; iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun, maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang; iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan

daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha);
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS

dengan luas < 100 km2;
- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas

> 100 km2;
- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa

memperhatikan luas DAS;
- Metode Hidrograf Satuan; - Metode US – Soil Conservation Service.

v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
18 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-34441994. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL. (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Net present value (NPV),
19 dari 120

f) Perekayasaan Hasil perekayasaan dalam kegiatan ini meliputi : (1) Rencana pendahuluan tata letak bangunan. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. (2) Kapasitas rencana (3) Tipe bangunan dan penggambaran. dimensi dan layout krib. analisis laju sedimen. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii.A Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. Laporan Analisis Ekonomi 20 dari 120 . Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (5) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. (4) Rincian volume dan perkiraan anggaran biaya kasar g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.

investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 4. Ahli Sungai. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan perencanaan yang diukur menurut ketentuan di atas. survey dan investigasi. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. asisten serta tenaga pendukung.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 21 dari 120 .4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. Ahli Geodesi. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. Ahli Sosial Ekonomi dan Ahli Lingkungan 4. dimana harga dan pembayaran tersebut. Ahli Hidrologi.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan pendahuluan dan studi awal adalah Team Leader. Ahli Geologi.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang dihadapi. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.

ii. PEKERJAAN DETAIL DESAIN Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu.Pengukuran poligon dan situasi .8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .3) Pengukuran dan Pemetaan . Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib. 22 dari 120 . penyediaan data dan fasilitas penunjang.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. long section 2.2) Biaya Operasional Kantor 2. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 5.Pemasangan Patok BM dan CP . 2.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2.Pengukuran cross-section.RPT0-Pd T-xx-xxxx.4) Penyelidikan Geoteknik 2.7) Biaya Pelaporan 2. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 5. iii.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.

Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. 23 dari 120 . misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. 5.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. ii.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain krib meliputi : 1) Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.000. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. asisten. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-17241989. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.A i. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.

c) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. kelembaban relatif. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. besarnya curah hujan. ii. iii. penyebaran jenis batuan. lama penyinaran dan kecepatan angin. tingkat pendidikan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. fauna dan biota air. Kegiatan ini akan dilakukan oleh 24 dari 120 . dan BAPEDAL. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. PSDA. d) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 e) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.000 sesuai dengan KP–01. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. komponen sosial. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. SK DJ Pengairan No. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). debit historis baik debit minimum. fisiografi dan geologi. Bagian-2. ii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. minimum selama 5 tahun. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. iv. 2) Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x. iv. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. SK DJ Pengairan No. iii. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. rencana tata ruang wilayah. data meteorologi. ruang lahan dan tanah. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Volume I : Umum. Data-data tersebut meliputi : i. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. hidrologi/kualitas air. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.

menggunakan perahu. keandalan peralatan dan sarana penunjang. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. geometri dan badan sungai harus stabil. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Peta ini harus meliputi jarak 1. lengkap dengan koordinat dan elevasinya.25 m. ii. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. iv. mampu melewatkan banjir.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dibersihkan dan dirawat dengan baik.50 m.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. v. Kedalaman pengukuran minimal 3. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. iii. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. kemampuan tim pengukurnya. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. bagian alur sungai yang terbuka lurus. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0.0 m. adanya kontrol penampang. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung.A Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau 25 dari 120 .

Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-28201992. SK DJ Pengairan No. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-34141994.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-41451996. pengambilan sampel serta bor tangan. 4) Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. Pekerjaan Geoteknik. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. ii.A peralatannya. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 26 dari 120 . jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-39611995. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. Bagian-3. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. Volume I : Umum. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. (1) Sedimen Layang i. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. 3) Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat.

A (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. maka digunakan metode analisis regional. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.Metode Hidrograf Satuan. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. iv. . Bagian-3. 5) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . Volume I : Umum. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit 27 dari 120 . . jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Engelund-Hansen. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Pekerjaan Geoteknik.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. v. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2.Metode US – Soil Conservation Service. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i.Der Weduwen. ii. iii.Melchior. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. Log Pearson atau Log Normal. . maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material.Metode Rasional. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun).

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
28 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

iii. Net present value (NPV), Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 7) Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan, layout krib dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang krib, detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. 8) Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 9) Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai, Bagian-1, Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan b) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya c) untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan d) menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi, dewatering dll. 10) Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen bahan dan spesifikasi konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004 11) Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan, dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf kantor, tenaga kerja lapangan dan lain-lain, sudah termasuk dalam item mobilisasi. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. b) Foto Dokumentasi
29 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. (4) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. (5) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. c) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. 12) Produk yang dihasilkan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut. ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep lokasi krib. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara
30 dari 120

masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. rangkap 3 (tiga) (4) dokumen tender. jadwal pelaksanaan. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. geoteknik. paket konstruksi dan lain-lain. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. hidrologi. perhitungan desain. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) rencana anggaran biaya (RAB) (2) gambar desain A1. tender drawing ii. metode dan jadwal konstruksi. rangkap 3 (tiga). dan koreksi. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 iii. ii. termasuk 1 kalkir (3) gambar desain A3. estimasi biaya.A Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. perhitungan desain. daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. hidrolika. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Laporan Analisis Ekonomi 31 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). tanggapan. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200.

Ahli Geodesi.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan detail desain harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. asisten serta tenaga pendukung.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 13) Keperluan Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. Ahli Lingkungan. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. 5. survey dan investigasi. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 5. 32 dari 120 . dimana harga dan pembayaran tersebut adalah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Ahli Geoteknik.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. Ahli Geologi. Ahli Hidrologi. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi biaya perjalanan dinas. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Ahli Sungai. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.

Pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi bangunan pengaman sungai krib harus memuat : 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx.2) Biaya Operasional Kantor 2. b) Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak.Pemasangan Patok BM dan CP . Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kalender. 2.Pengukuran cross-section 2.1) Biaya Perjalanan Dinas 2. c) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi krib memuat : 1) Program Pelaksanaan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam pembuatan program pelaksanaan adalah sebagai berikut : a) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.7) Biaya Pelaporan 2. PEKERJAAN KONSTRUKSI Konstruksi merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. 33 dari 120 .8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .3) Pengukuran dan Pemetaan . jangka waktu yang diperlukan. dengan metode PERT/CPM network.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1. lama pelaksanaan dan sebagainya. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci.4) Penyelidikan Geologi 2. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. tanggal mulai paling awal.Pengukuran poligon dan situasi . tanggal selesai paling awal dan paling lambat.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 6.

Peralatan. e) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. c) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. d) Aspek Ekonomis Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. hal-hal yang ditabukan. dan pengadaan bahan. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. serah terima. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. Hal-hal yang cukup sensitif. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. pelaksanaan. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat 34 dari 120 . Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. surat pengumuman. b) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. urutan waktu. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. e) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. atau kategori lain yang dianggap penting.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. 2) Aspek-aspek yang Perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan a) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatanperalatan tersebut diadakan dengan sewa. waktu istirahat.A d) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan.

Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. b) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Volume I : Umum. 4) Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. Bagian-9. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan–pekerjaan pelaksanaan. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Pekerjaan Lain-lain 6) Material dan Peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa Ketentuan yang memuat tentang penyediaan material dan peralatan oleh Penyedia Jasa diatur sebagai berikut : a) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Volume I : Umum. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. 3) Sumber Bahan Pelaksanaan a) Penyedia Jasa bertanggungjawab atas pengadaan material beton pasangan. b) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. c) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar.A mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Dewatering. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. boleh memakai material pengganti 35 dari 120 . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. 5) Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika diperlukan. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Bagian-7.

2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-9. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. tempat produksi atau pabrik ii. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. lokasi proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. pengangkutan iii. Bagian-9. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan.A dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. f) Spesifikasi. d) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : i. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. 6. Volume I : Umum. 36 dari 120 . material dan pemasangan peralatan di lapangan. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. Pekerjaan Lain-lain b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. e) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i.

mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. . perumahan staf Penyedia Jasa. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. . Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan.. iii.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa.. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya.A ii. Barak... Volume I : Umum. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. Bagian-9. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. kawat.. tempat parkir. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. penerangan. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. air minum.. bengkel.. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan.. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Gudang dan Kantor. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. Pekerja. . Bagian-2. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa.. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx. jalan.. d) Kantor. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. Penyedia Jasa harus menyediakan.. Selambat-lambatnya tanggal. Laboratorium. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Bengkel. . . Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 37 dari 120 . Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. saluran. Laboratorium. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai.

Bagian-6. 38 dari 120 . Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Bagian-5. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-6. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi.. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing). Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan.. pembersihan medan. Volume I : Umum. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-3. Volume I : Umum.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum.A 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx... Volume I : Umum. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. Bagian-4. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. ii. galian dan timbunan.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Bagian-1. Volume I : Umum. Bagian-2..... Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

b) Rencana Kerja Harian. lokasi dan penjelasan foto. 39 dari 120 . viii. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. ix. pengadaan bahan. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.Jumlah banyaknya bangunan. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. vii. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. .A iii. Daftar tenaga setempat. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. c) Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan. 2) Foto Dokumentasi Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan. v. Daftar perlengkapan konstruksi. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. dll.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan. vi. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. . iv. . Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan.

melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. iii. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. tepat biaya. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya.A Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. melakukan pengecekan. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. Sebelum pengambilan gambar-gambar. 40 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. rujukan : dokumen kontrak. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. kewajibannya sebagai berikut : i. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. v. ii. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. iv. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. dan tepat waktu. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. vi. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. pengukuran. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman.

xi. iv. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi. ix.3 Pengendalian Biaya. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. Evaluasi biaya. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. oleh karena itu. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). menyiapkan as built drawing.A vii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. dan laporan akhir proyek. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 1) Pengendalian Biaya 41 dari 120 . menyiapkan laporan bulanan. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. x. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. 6. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. ii. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. laporan triwulan. iii. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. viii. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas.

pembongkaran. evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar.Pemeriksaan .apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan.alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : .Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul. Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. pemeriksaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. Memastikan sasaran pengendalian: .Pengawasan .Audit Sasaran yang dicapai: . pengawasan.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? .A Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan 42 dari 120 . murah dan efisien. finishing.Mengetahui dan mendapat informasi . yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).Peninjauan .apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi.Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? .

sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan.A Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan . .realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. pekerjaan finishing.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. material dan alat sesuai rencana yang wajar.realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : . Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : . perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan). Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran.RPT0-Pd T-xx-xxxx.realisasi progress fisik terhadap rencananya . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) .termasuk dalam hal unit price pekerjaan.penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan 43 dari 120 .termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification. agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan - - melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. murah dan efisien. . (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan.rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan .

kuat tekan. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. adukan semen.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. dsb) . Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : a) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . tinggi. yaitu: . 44 dari 120 . daya dukung tanah. kemiringan. adukan beton dan lain-lain) .kualitas (kepadatan.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. batu pecah hasil stone crasher. yaitu: . tebal.RPT0-Pd T-xx-xxxx.dimensi (panjang.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. beton struktur dll). meliputi pengendalian biaya.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya . dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. mutu dan waktu. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. membuat laporan jalannya pelaksanaan. haruslah dinilai dari beberapa aspek. lebar. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. batu. .mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan.A - perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan.

tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6.4 Pengukuran dan Pembayaran 45 dari 120 . mengangkut dan merekayasa). Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. alasan sosial politik lainnya. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . debit banjir. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. produktivitas sumber daya. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. iv. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. skala gempa tahunan. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi.A - Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. dan lain-lain x. daerah. dan hari-hari keagamaan. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. musim. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. iii. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. percobaan-percobaan. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. xi. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru b) Penerapan standar/pedoman 1.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. peralatan pekerjaan. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. dan tenaga kerja pekerjaan. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. . cuaca.

Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 3. Bagian – 1.A.A. gambar-gambar. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 4. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 1.A 1) Pengukuran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Bagian – 6.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum.A. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 9. Bagian – 5. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. misal : photo dokumentasi. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi 46 dari 120 . Bagian – 2. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Volume I : Umum.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 6. Volume I : Umum.A. Volume I : Umum. Bagian – 2. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 3. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. gambar-gambar.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian – 5.A. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx.A. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 4. Pekerjaan Lain-lain 47 dari 120 . Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. misal : photo dokumentasi.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 9. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.

T-11-2004-A. ii. Kegiatan tingkat II ini dilakukan sebagai pelengkap kegiatan tingkat I. tengah. setiap instansi pengelola sungai akan melakukan seleksi yang didasarkan pada ukuran sungai.1 Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran Tujuan inventarisasi kerusakan dan survei pengukuran adalah untuk mendeteksi adanya gejala kerusakan sejak dini. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. dengan kegiatan sebagai berikut : 7. tenaga. 6. kegiatan pemeliharaan tidak dapat dilakukan secara serempak pada seluruh sungai. 4. Kegiatan ini meliputi : a) Penggal sungai Untuk tujuan pemeriksaan survei. Yang perlu dicatat dalam peninjauan lapangan dan survei pengukuran adalah inventarisasi kondisi tiaptiap ruas sungai dan bangunan persungaian. 1) Kegiatan Tingkat I Kegiatan ini dilakukan secara periodik . Data-data yang didapat bisa langsung digunakan untuk analisis kerusakan. 5. Bagian–7 7. pentingnya bangunan persungaian.RPT0-Pd T-xx-xxxx. sebuah sungai harus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu hulu. dan pentingnya melakukan pemeliharaan. 8. yaitu : i. 3. 9. Bagian–3 Pd T-xx-200x. Bagian–5 Pd T-xx-200x. Bagian–6 Pd T-xx-200x. sedang sisanya adalah bagian tengah dan hulu yang panjang biasanya hampir sama. PEKERJAAAN PEMELIHARAAN Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan mengacu pada Pd. hilir. kegiatan tingkat I yang merupakan kegiatan langkah pertama yang cukup penting dan dilakukan secara rutin. serta dana. 7. Kegiatan ini ada 2 (dua) tingkat. Untuk itu.A Nomor Pembayaran 1. Karena keterbatasan daya. Kegiatan ini dilakukan dengan memantau terjadinya perubahan geometri sungai dan bangunan persungaian yang dilakukan secara periodik. 48 dari 120 . 2. Bagian–1 Pd T-xx-200x. Bagian–2 Pd T-xx-200x. Bagian paling hilir biasanya terdiri dari muara sungai terpengaruh oleh perubahan tinggi muka air laut. kegiatan tingkat II yang meliputi pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif dan rumit dalam komputer model. 10. Bagian–4 Pd T-xx-200x.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. 2 tahun sekali. Lokasi tersebut penampang melintangnya harus dimonitor dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. Pengukuran dilakukan pada lokasi dan arah yang tetap. PTU tersebut digunakan sebagai titik referensi untuk perubahan sungai arah vertikal akibat agradasi/degradasi dan perubahan sungai arah horizontal (ke arah samping). c) Survei sungai Pengukuran penampang melintang untuk seluruh ruas sungai harus dilakukan dengan interval jarak dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya jarak tiap 1000 m. minimum satu tahun sekali. endapan sedimen atau adanya kegiatan galian pasir yang cukup besar dan terus menerus. Untuk menjamin pengukuran pada lokasi dan arah yang sama. Pemantauan alinyemen sungai pada ruas tersebut dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. 49 dari 120 . Pencatat tinggi muka air bisa bersifat manual (peil skal) dan otomatis (automatic water level recorder). Jika memungkinkan memanfaatkan bangunan yang sudah ada. tergantung dari sifat hidrologis sungai. untuk mendapatkan data debit. sebuah pencatat tinggi muka air harus dipasang pada bendung. Agar pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan. semua bangunan persungaian dan ruas sungainya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala. Debit bendung yang didapat dari geometri mercu bendung harus dikalibrasikan dengan pengukuran debit sesungguhnya. pada musim kemarau). disarankan pada akhir musim hujan.A b) Debit sungai Debit sungai didapat dari tinggi muka air yang dipasang pada daerah hulu dan daerah sungai tengah. Perbandingan penampangmelintang tersebut dengan penampang melintang tahun lalu akan memberikan informasi yang sangat berguna apakah tebing sungai stabil atau tidak. satu di daerah tengah dan yang lainnya di hulu dan hilir. sperti dijelaskan di bawah ini (1) Tebing sungai yang tererosi Setiap daerah tebing sungai yang sedang mengalami erosi harus dipasang PTU yang diletakkan pada tempat yang cukup aman pada dua sisi sungai. Jika terdapat bendung. Jika panjang erosi 400 m. digunakan patok tetap utama – PTU (BM – Bench Mark) yang dipasang pada lokasi survei penampang melintang di 2 (dua) sisi sungai. d) Pemeriksaan dan survei bangunan persungaian Suatu ruas sungai perlu dilakukan monitoring jika ruas tersebut mengalami perubahan (perubahan vertikal ataupun horizontal) karena adanya erosi tebing. maka penampang melintang harus ada pada tiap-tiap 100 m.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. Selain itu. Pengukuran sekurang-kurangnya pada tiga penampang melintang. Lengkung debitnya harus diperbarui dalam periode waktu tertentu. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam formulir inventarisasi yaitu Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir. yang disebabkan oleh meandering atau tergerusnya tebing sungai. Selain PTU juga dapat dipasang patok tetap pembantu – PTP (CP –control point) yang dipasang dengan interval tertentu (misalnya tiap 100 m) pada lokasi yang diperlukan.

iii. yaitu ditengah. dengan jarak tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya : 200 m atau 2 kali lebar sungai). Dalam komputer model. Survei harus melingkupi seluruh timbunan pasir yang menutupi muara. Daftar sistem sungai Persiapkan daftar nama semua sungai untuk inventarisasi dan anak sungainya.A (2) Lokasi penambangan pasir Pada setiap lokasi yang terdapat penambangan pasir. (4) Krib Bangunan krib akan diperiksa minimal setahun sekali pada akhir musim hujan. oleh karena itu perlu dibuat daftar prioritas sungai mana yang akan dilakukan inventarisasi dan survei awal. program tahunan harus dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan tingkat I. Pengukuran penampang melintang minimum di tiga lokasi. pada lokasi yang tetap. Hasil pemeriksaan dimasukkan dalam formulir inventarisasi. Pengukuran dimulai dari muara sungai ke arah hulu sekurang-kurangnya 1000 m atau sampai dengan penggal sungai yang sudah tidak terpengaruh air laut. dibagian hulu dan hilir lokasi. Misalnya satu pada jarak 250 m ke arah hulu. kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi kegiatan I. Program tersebut harus menjelaskan secara detail waktu pelaksanaan dari semua kegiatan yang terjadi.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. Survei dilakukan pada tiga penampang melintang. Kegiatan tersebut adalah : i. Kegiatan tingkat II ini dilakukan dengan interval yang lebih jarang dari kegiatan tingkat I. e) Kegiatan awal Bagian ini akan meringkas kegiatan awal yang perlu dilakukan pada sistem sungai sebekum dilakukan pelaksanaan kegiatan berkala. harus dilakukan survei pengukuran tiap tahun dalam musim kemarau. Data-data yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu agar dapat dipergunakan untuk analisis kerusakan meliputi : a) Data angkutan sedimen Pengambilan angkutan sedimen dasar dan sedimen layang untuk analisis sedimen. dimulai dari bagian hulu dan tengah dari setiap panjang sungai yang diamati.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam Formulir Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir Formulir. ii. yaitu Formulir-Kondisi krib dan Formulir-Penaksiran pemeliharaan krib. Kegiatan tersebut dilakukan oleh staf dari instansi pengelola sungai. (3) Muara sungai Pemantauan penampang melintang muara sungai beserta gosong-gosong pasirnya (sand bars) harus dilakukan sekali setahun pada musim kemarau. 2) Kegiatan pada tingkat II Kegiatan ini adalah kegiatan pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Yang dikontrakkan ke pihak ketiga harus didefinisikan dengan jelas. Prioritas sistem sungai untuk inventarisasi dan survei awal Karena keterbatasan dana dan tenaga tidak mungkin melaksanakan pemeliharaan bangunan persungaian secara serentak. survei awal dan inventarisasi bangunan Pada saat pertama kali akan mulai. Program pemeriksaan. 50 dari 120 . dan 250 m ke arah hilir.

dan satu kali pada musim kemarau. Angkutan sedimen layang (suspended sediment) harus diambil secara vertikal pada lokasi ¼. 3) Ringkasan Pemeriksaan dan Survei Bagain ini memperlihatkan tabel kegiatan tingkat I yang terdiri atas pemeriksaan dan survei sesuai dengan penjelasan di atas. Angkutan sedimen dasar (bed load) diambil dari tempat yang sama.A dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. Pemeliharaan korektif ini biasanya terdiri dari beberapa pekerjaan penting. Jika dilakukan pengamatan angkutan sedimen. Selain itu. dan ¾ dari lebar sungai. 2) Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan pencegahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memelihara fungsi sungai dan bangunan persungaian agar tetap optimal. Pekerjaan tersebut dibagi dalam kegiatan awal dan kegiatan berkala. Pemeliharaan korektif dibagi dalam tiga kategori. rehabilitasi dan rektifikasi. Pekerjaan pemeliharaan darurat bisa bersifat pemeliharaan pencegahan atau pemeliharaan korektif yang berskala besar. satu set pengamatan harus diambil pada lokasi pengukuran sekurang-kurangnya dua kali di musim hujan. pembersihan bahan-bahan terapung seperti dahan/ranting pohon yang tersangkut pada bangunan sungai. 3) Pemeliharaan Darurat Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan pencegahan yang harus segera dilaksanakan untuk melindungi keutuhan dan kekuatan bangunan (dalam skala besar) yag akan atau telah mengalami kerusakan sehingga kerusakan bangunan tidak menjadi lebih parah dan dapat mengancam fungsi bangunan. pekerjaan perbaikan yang kecil pada bangunan persungaian bertujuan untuk mengembalikan bangunan itu sesuai dengan kapasitas semula. Kegiatan tersebut termasuk pekerjaan yang bersifat rutin. tetapi bangunan atau pelaksanaannya bersifat sementara. yaitu pemeliharaan khusus.RPT0-Pd T-xx-xxxx. baik yang bersifat permanen maupun yang dilaksanakan untuk sementara (darurat). misalnya pemotongan rumput/semak/semak.2 Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan Konsep usulan program pemeliharaan adalah : a) pencegahan terjadinya permasalahan (kerusakan)walaupun kerusakan belum terlihat b) perbaikan kerusakan yang tidak diharapkan segera setalah kejadian sehingga kerusakan yang lebih parah tidak terjadi Jadi pemeliharaan merupakan pencegahan dan koreksi. 4) Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang mencoba untuk mengembalikan ke fungsi semula sungai atau bangunan persungaian yang rusak atau terkena pengaruh aliran sungai atau akibat ulah manusia. Pengamatan tersebut juga harus terdiri atas pengukuran debit harian selama tujuh hari berturut-turut. 7. khusunya yang bertugas pada pemeliharaan sungai. Pemeliharaan pencegahan juga termasuk pemeliharaan berkala yang dilakukan dengan interval yang terputus-putus dengan tujuan untuk melestarikan (mengawetkan) fungsi dari bangunan persungaian. ½. 1) Tujuan Pemeliharaan 51 dari 120 . Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan atau diawasi oleh staf dari instansi pengelola sungai.

A Pemeliharaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan dengan cara memperbaiki kerusakan sebuah bangunan persungaian atau bagiannya yang saat itu fungsinya antara 70% samapai dengan 50% dari desain aslinya. Oleh karena itu. Rehabilitasi adalah pekerjaan perbaikan utuk mengembalikan fungsi bangunan persungaian yang telah turun sampai kurang dari 50% dari desain asli.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Rektifikasi sistem bangunan merupakan kegiatan pemeliharaan bangunan sungai yang mengalami kerusakan atau belum rusak tetapi kondisinya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. sistemnya harus diperbaiki secara keseluruhan dengan menggunakan perencanaan baru yang menyeluruh dan terpadu Pemeliharaan korektif ini harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan atau penurunan fungsi bangunan yang lebih parah. 52 dari 120 .

Pradnya Mitra. SNI 03-1724-1989. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Jakarta. Jakarta 53 dari 120 . Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. 2002. 2002.Pemeliharaan Bangunan Persungaian. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. dan Gayo dkk. 2002. Jakarta. SNI 03-2822-1992. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Jakarta. PT. SNI 03-2819-1992. Pd. Krib Yusuf Muhammad Ir. SNI 03-2415-1991. 2004. Jakarta. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning.Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. SNI 03-2820-1992. T-11-2004-A.A Bibliografi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. KP-07. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. Metode Perhitungan Debit Banjir. 1994.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-3444-1994. Badan Penelitian dan Pengembangan. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. Jakarta. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Pembangunan Pengaman Sungai. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta. SNI 03-2830-1992. 2002. Pd T-xx-xxxx. Jakarta. SNI 03-2400-1991. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling. 2002. Bagian – 1. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002.

1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Krib 54 dari 120 PERENCANAAN PENDAHULUAN RPT0-Pd T-xx-xxxx.STUDI IDENTIFIKASI STUDI AWAL STUDI KELAYAKAN STUDI PENGENALAN STUDI IDENTIFIKASI LAMPIRAN A Lampiran A.A .

CEK LOKASI BANGUNAN DAN RENCANA PENYELIDIKAN PENYELUSURAN BERSAMA SIPIL GEOTEKNIK. GEODETIK .PENGUMPULAN DATA TAMBAHAN -SURVEI DAN PENYELIDIKAN TAMBAHAN . GEODETIK UNTUK CHECKING ELEVASI.PENYELUSURAN BERSAMA AHLI SIPIL.RPT0-Pd T-xx-xxxx.PENGUKURAN TRASE SUNGAI.A A PERENCANAAN PENDAHULUAN DESKRIPTIF EKONOMI DOMINAN RENCANA PETA SUNGAI YA TIDAK ANALISA KELAYAKAN DATA NONTEKNIS TIPE PENGAMANAN SUNGAI LAYAK ? TIDAK BATAL YA . GEOTEKNIK.TINJAU KEMBALI DATA . DAN SITUASI . DAN SITUASI BANGUNAN .PENYELIDIKAN GEOTEKNIK PERMASALAHAN ? B LOKASI BANGUNAN PENGAMAN SUNGAI 55 dari 120 .

A .PERENCANAAN DETAIL 56 dari 120 PERENCANAAN DETAIL RPT0-Pd T-xx-xxxx.

A Lampiran A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib 57 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang.. SASARAN Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah melakukan pengamanan tebing sungai dari bahaya gerusan lokal........RPT0-Pd T-xx-xxxx.. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. 5. 6.1... kondisi klimatologi.Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan - 2.. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara.. 4.............(.. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi....2. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989....Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .... Lingkup Kegiatan 58 dari 120 ... LINGKUP..3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan 1.Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran ... MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai.. 2. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.000.. 6. Maksud 2. LOKASI KEGIATAN.. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada..........A Lampiran A....... geologi regional. Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp . Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi...1. menguraikan : Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi..... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.

PSDA. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. iii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. fauna dan biota air iii. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. SK DJ Pengairan No. penyebaran jenis batuan.000 sesuai dengan KP–01. minimum selama 5 tahun. hidrologi/kualitas air. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. tingkat pendidikan. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. ruang lahan dan tanah ii. kelembaban relatif.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. lama penyinaran dan kecepatan angin. iv. komponen sosial. debit historis baik debit minimum. dan BAPEDAL. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. SK DJ Pengairan No. Data-data tersebut meliputi : i. fisiografi dan geologi. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG iv. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. data meteorologi. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. rencana tata ruang wilayah b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan 59 dari 120 . besarnya curah hujan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait.

(3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. i. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. bagian alur sungai yang terbuka lurus. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. dibersihkan dan dirawat dengan baik kemampuan tim pengukurnya ii. Jika aliran rendah. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib ii. geometri dan badan sungai harus stabil. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi.A Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Volume I : Umum. mampu melewatkan banjir. iv. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Kedalaman pengukuran minimal 3. v. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. adanya kontrol penampang. iii. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. SK DJ 60 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya keandalan peralatan dan sarana penunjang. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. iii. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. menggunakan perahu. Bagian-2. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran.000.000 atau 1:2.

d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. (2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. ii. pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. Volume I : Umum. (a) Sedimen Layang. Pedoman 61 dari 120 . (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx.A Pengairan No. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Pekerjaan Geoteknik. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Bagian-3. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang.

Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - Metode Rasional. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. curah hujan dan luas DAS SNI 03-24151991. iv. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. iii. Engelund-Hansen. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. Bagian-3. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. Volume I : Umum. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Pekerjaan Geoteknik. maka digunakan metode analisis regional. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Log Pearson atau Log Normal ii. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan 62 dari 120 . Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i.A Penyusunan Spesifikasi Teknik.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 Melchior. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun.

identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994.000 m3 iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jarak antar tiang dan panjang tiang). keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. ii. gaya seret. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. jarak krib. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. tekanan. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. Economic Internal Rate of Return (EIRR) Benefit/Cost ratio (B/C ratio) 63 dari 120 . kecepatan aliran. kekasaran. dimensi tiang. perumusan RKL dan RPL (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit.000 m3 ii. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. panjang krib. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah.A debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 .000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. tinggi air. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i.

Kecamatan ... b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi......3..3. 6.... Net present value (NPV)..... Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 64 dari 120 ..A iii. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6.. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa.2.... Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan.3.. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan..3. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.... a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan.. 6.3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.1. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan.. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. pekerjaan berada di Sungai. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten.2. 6. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi...

. 4. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik).. 6. Tenaga Ahli Geoteknik 65 dari 120 . pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan...6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. 9.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.... staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan... berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan. pelaksanaan pembangunan. O&P bangunan air. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. O&P bangunan air.A 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.... geologi regional).. (. 7. 2. pelaksanaan pembangunan.. pengolahan data dan perencanaan bangunan.. asisten. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. O&P bangunan air.. 5..) hari kalender PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi. 8. pelaksanaan pembangunan. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). dengan pengalaman minimal 8 tahun. dengan pengalaman minimal 8 tahun.. pelaksanaan pembangunan. dengan pengalaman minimal 7 tahun... Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).RPT0-Pd T-xx-xxxx. hidrologi. O&P bangunan air. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. 3.... Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. dengan pengalaman minimal 10 tahun. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan .

5 (lima) Tahun.. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. kelayakan ekonomis iii. kajian pendahuluan penentuan krib ii. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air... LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. (tgl/bulan/tahun) 2.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). 9.. Laporan Bulanan 66 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.. irigasi.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik.A Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . Nisbah Biaya Keuntungan (BCR). KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah : i... 10. 10. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. Ahli Sosial . gambar teknis pendahluan 11. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.. dan lain-lain. 8. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi.

(tgl/bulan/tahun) 4.... gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii.... analisis laju sedimen....(tgl/bln/thn) 5.. Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan... analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return... Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal..A Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3... Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i.... Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi................ peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i... Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal .(tgl/bln/thn) iv. dimensi dan layout check dam. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ....(tgl/bln/thn) iii.. ii. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200...... lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium... Laporan Penyelidikan Geoteknik 67 dari 120 . serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal .. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : ii... lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium............RPT0-Pd T-xx-xxxx.(tgl/bln/thn) 12... Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan..(tgl/bln/thn) 6.

Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 68 dari 120 . investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3.A 1. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2.

Gambar Teknik .BOQ dan RAB .Laporan Kajian Andal .Dokumen Tender SELESAI 69 dari 120 . terdiri : .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Laporan Akhir .1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.A LAMPIRAN – B Lampiran B.Laporan Investigasi Geoteknik .RPT0-Pd T-xx-xxxx. kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN KRIB ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Laporan Analisis Sosek .

.... 2. geologi regional.....1.Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran . SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .. menguraikan : ....Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi... kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. 6... MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai...2.. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.(.. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. 5. LINGKUP. LOKASI KEGIATAN..... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja... Lingkup Kegiatan 70 dari 120 . kondisi klimatologi........A LAMPIRAN B.Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2..... Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi... 6. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi....Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan . Maksud 2.............1.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan krib adalah pengamanan badan sungai dari bahaya gerusan lokal sehingga kondisi palung sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya 4.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara.2 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Krib 1. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6...1..... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan ...

debit historis baik debit minimum. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. fauna dan biota air 71 dari 120 . hidrologi/kualitas air. ii. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. lama penyinaran dan kecepatan angin. penyebaran jenis batuan. fisiografi dan geologi. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989.A Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. ii. iii. dan BAPEDAL. SK DJ Pengairan No. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait.000. data meteorologi. besarnya curah hujan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. ruang lahan dan tanah komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora.000 sesuai dengan KP–01. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. Data-data tersebut meliputi : i. PSDA. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. kelembaban relatif. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. minimum selama 5 tahun.

rencana tata ruang wilayah 6. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. iii. Bagian-2. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan.50 m. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. adanya kontrol penampang.1. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0.A iii.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. . Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. geometri dan badan sungai harus stabil. Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x.25 m. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. tingkat pendidikan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iv. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. bagian alur sungai yang terbuka lurus. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1.2. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Volume I : Umum. Peta ini harus meliputi jarak 1. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya 72 dari 120 ii. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. mampu melewatkan banjir.0 m. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. komponen sosial.

Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 6. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.3. Volume I : Umum. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. 73 dari 120 . kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. SK DJ Pengairan No. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Pekerjaan Geoteknik. Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. menggunakan perahu. keandalan peralatan dan sarana penunjang. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP– 01.1. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Bagian-3.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A iv. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. pengambilan sampel serta bor tangan. Kedalaman pengukuran minimal 3. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994.

6.A 6. Log Pearson atau Log Normal ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Pekerjaan Geoteknik.4. maka digunakan metode analisis regional. (1) Sedimen Layang i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. curah hujan dan luas DAS SNI 032415-1991. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - berdasarkan Metode Rasional. Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. iv. Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Bagian-3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel.1. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Volume I : Umum.1. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. ii. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 74 dari 120 . b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer SNI 03-4145-1996.5.

tinggi air.A - Melchior. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. jarak antar tiang dan panjang tiang). Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . kekasaran. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : 75 dari 120 . digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. EngelundHansen. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. panjang krib. jarak krib. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dimensi tiang. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. tekanan. gaya seret. kecepatan aliran. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib.

1. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan.8. 6. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. Net present value (NPV).000 m3 identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. iii. Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan 76 dari 120 . Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 6. iii. Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 6. Penggambaran mengacu pada KP-07.A i. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6. layout krib dan bangunan pelengkapnya. detail bangunan. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx.1.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. DJ Pengairan No. ii. potongan memanjang dan melintang krib.1. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup terkena dampak besar dan penting yang akan ii.9. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai.1. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan.7. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i.6. Bagian-a.

. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten.10. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa.. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai.... Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan.. Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.. d) 6.1.3. tenaga kerja lapangan dan lain-lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 77 dari 120 ..11. dewatering dll.. dokumentasi. pekerjaan berada di Sungai.. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. b) Foto Dokumentasi (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan..... dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan.2. (3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya.RPT0-Pd T-xx-xxxx. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi..Kecamatan . 257/PTS/M/2004 6..3.1. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.... Mobilisasi staf kantor... (2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal.. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya... (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi.. 6.1.. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. sudah termasuk dalam item mobilisasi.A b) c) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi... c) 6...

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

78 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

7.

METODOLOGI

Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. 8. 9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 10 tahun. 2. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 3. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 7 tahun. 4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 5. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 6. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
79 dari 120

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ....... (....................) hari kalende.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 9. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender, sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. 10. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain. 11. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. 10. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : i. Nota Desain ii. Gambar Teknis iii. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. LAPORAN Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal………………

80 dari 120

A b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. hidrolika. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. tanggapan. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. jadwal pelaksanaan. perhitungan desain. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. hidrologi. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. perhitungan desain. uraian permasalahan. program dan jadwal kerja selanjutnya. serta konsep lokasi krib. v. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). iii. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. rangkap 3 (tiga). lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. tender drawing ii. estimasi biaya.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan koreksi. ii. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. paket konstruksi dan lain-lain. geoteknik. iv. daftar kuantitas dan harga satuan 81 dari 120 . Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) (2) (3) (4) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. metode dan jadwal konstruksi.

Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. ii. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 82 dari 120 .A Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 12. iii. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1.

yaitu i. terdiri dari : (1) keamanan hidraulik meliputi : kemanan terhadap gerusan lokal. muatan arus sungai (2) kemanan struktural : stabil terhadap guling. 1:2.3 Kriteria Desain Bangunan Krib Penentuan kriteria desain mengacu pada SNI 03-2400-1991.000. geser dan penurunan. dan penggerowongan tebing. pengatur/pengarah arus dan perbaikan alinyemen sungai. iii. dengan menggunakan data aliran langsung ii. dan kondisi lapangan c) Persyaratan keamanan bangunan Persyaratan keamanan bangunan krib. Fungsi krib sebagai pelindung tebing tidak langsung. degradasi dasar sungai. Peta ini dipakai untuk mencari Daerah Pengaliran Sungai (DPS) serta stasiun-stasiun hujan yang bersangkutan. kesesuaian perencanaan teknik dengan perencanaan pengelolaan sungai terpadu. b) Data hidrologi Data hidrologi untuk menentukan debit desain dalam perencanaan krib dapat dibagi menjadi dua macam. dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pertimbangan dan Persyaratan Perencanaan a) Pertimbangan perencanaan Pemilihan jenis krib harus sesuai serta mempertimbangkan data dan informasi tentang tujuan pembuatan krib yang meliputi : i. sebagai pengarah arus atau berfungsi untuk memperbaiki alinyemen sungai ii. Jenis dan nilai kegunaan bangunan yang akan dilindungi dengan krib b) Persyaratan perencanaan Persyaratan perencanaan bangunan krib.A Lampiran B. meliputi : i. dengan menggunakan data hujan 83 dari 120 . kondisi tanah. persyaratan pemilihan jenis krib didasarkan : tujuan pemasangan krib. persyaratan fungsional meliputi : ketentuan yang perlu diperhatikan dalam perlindungan sungai secara tidak langsung dari bahaya gerusan lokal atau bahaya meander.000. aman terhadap deformasi yang diijinkan (3) keamanan ligkungan yaitu keamanan terhadap gangguan angkutan sedimen dan benda padat lain 2) Data dan Informasi Data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan teknis bangunan pengaman sungai krib meliputi hal-hal berikut : a) Data topografi Untuk perencanaan bangunan pengaman sungai krib diperlukan peta topografi 1:25.RPT0-Pd T-xx-xxxx. keamanan terhadap benturan dan abrasi oleh muatan dan benda padat lain.000 atau peta situasi sungai dengan skala 1:10. aman terhadap regangan dan tegangan yang terjadi. ii.

d) Data hujan Data hujan dipergunakan apabila data aliran langsung yang tersedia tidak cukup panjang. Berdasarkan data hujan yang ada terlebih dahulu dihitung hujan rencana dengan menggunakan cara-cara statistik. e) Data geoteknik Data geoteknik yang diperlukan untuk desain krib di antaranya : i. ii. keausan dan kekasaran. dan nilai ekonomis. sungai tetap.RPT0-Pd T-xx-xxxx. ii. berjalin. berat isi. g) Data bangunan Data bangunan air di hulu dan di hilirnya yang akan terpengaruh oleh bangunan krib yang akan di desain. lurus. lembah. sumber dan jumlah yang tersedia. ii. jenis dan ketahanan umur. kekuatan geser. viii. degradasi atau penurunan dasar alur dan atau palung sungai dengan parameter panjang. bentuk dan ukuran alur. dan daya dukung. kadar air. keausan. palung dan lembah sungai secara vertikal dan horizontal (penampang melintang dan memanjang sungai) mencakup parameter panjang. lebar. sifat lapisan dan material : dasar sungai. kekuatan geser. : i. kemudahan pengerjaan. konsintensi dan kepadatan. dan dalam. tebing dan lemball. tengah. sifat fisik tanah dan batuan di sekitar calon krib meliputi berat jenis. antara lain dengan memperhatikan faktor-faktor : i. gradasi butiran. ix. lebar dan dalam. kemiringan dasar sungai : sungai terjal dan landai. f) Data geometri sungai Data geometri sungai yang diperlukan untuk desain krib di antaranya bentuk dan ukuran dasar sungai terdalam. iii. sungai berdegradasi.A c) Data aliran langsung Data ini adalah data aliran sungai hasil survai dan penyelidikan hidrometri dengan melakukan pengukuran kecepatan aliran dilapangan dan atau hasil penghitungan hidraulika sungai dengan menggunakan rumus-rumus atau persamaan hidraulik sungai. vii. tetapi data hujan tersedia cukup panjang. lebar. palung. lokasi daerah aliran : hulu. perubahan geometri sungai ke arah horizontal: sungai berliku. persyaratan kualitas. dengan parameter: panjang. jenis. iii. Kemudian debit desain dihitung dengan menggunakan metode-metode pedoman yang berlaku. pegunungan dan pedataran. ketinggian. gradasi butiran. kemiringan. h) Data morfologi sungai Data dan informasi morfologi sungai yang diperlukan. dan kekasaran. modul elastisitas. perubahan geometri sungai ke arah vertikal: sungai beragradasi. 84 dari 120 . dan kekerasan. hilir. v. sifat fisik dan teknik bahan bangunan yang terdiri dari berat jenis. i) Data bahan bangunan Pemilihan bahan yang akan digunakan untuk bangunan krib dan perlengkapannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. vi. kelulusan air. agradasi/sedimentasi atau peninggian dasar alur dan atau palung sungai. sifat teknik tanah dan batuan meliputi pemampatan. sifat pemadatan. alur. iv.

pemasangan konstruksi krib baik untuk perlindungan tebing maupun perbaikan arah aliran pada suatu daerah krib. meliputi : i. pemasangan tegak lurus terhadap sisi sungai atau aliran yang disebut krib normal. iv. Jadi penggunaan krib ini harus lebih hati-hati d) Perencanaan teknik struktur dan pondasi Perencanaan teknik struktur dan pondasi meliputi : (1) Dimensi krib Dimensi krib yang harus ditentukan sesuai SNI 03-2829-1992 meliputi : (a) elevasi mercu krib ditentukan : sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). iii. dengan krib ini arah aliran akan tertarik ke sisi/tebing sungai meskipun pada ujung krib tersebut mulamula aliran terdorong ke tengah. Sudut inklinasi dapat diambil antara 10o – 20o dari garis normal terhadap sisi sungai. keamanan/kestabilan. i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pemasangan condong ke arah udik yang disebut krib elak. iii. krib dipasang dengan jarak optimal. iii. sehingga krib tegak paling sesuai untuk pelindung tebing dan pengatur alinyemen horisontal alur sungai. Debit alur penuh diambil berdasarkan kala ulang 2 tahun c) Arah pemasangan krib Untuk memperoleh hasil yang paling optimum. v. krib normal dibangun dengan tujuan untuk menyempitkan suatu ruas sungai yang telah melebar akibat adanya perubahan morfologi sungai ii. ii. letak krib dengan arah tegak paling efektif untuk menciptakan medan krib. 85 dari 120 . yang sesuai dengan kondisi sungai itu. dalam rangka mewujudkan konsep pengelolaan sungai secara terpadu (2) letak krib. disamping berfungsi untuk menyempitkan aliran bagian sungai yang telah melebar yang disebabkan adanya perubahan morfologi sungai. resiko. pangkal krib diletakkan pada tebing yang mantap untuk menghindari terobosan arus dibelakang krib dan agar tahan terhadap longsoran tebing. maka arah pemasangan dapat dilakukan dalam 3 cara berikut ini : i. ii. jenis ini dapat digunakan pada sisi yang cekung pada belokan-belokan. peletakan krib sepanjang daerah krib. informasi historis di lokasi rencana krib. pemasangan condong ke arah hilir yang disebut krib pikat. harus mempertimbangkan perencanaan sungai secara keseluruhan. miring ke arah ujung. konsekuensi dan ekonomi.A 3) Penentuan Tata Letak dan Perencanaan Teknik a) Penentuan Tata Letak Penentuan tata letak krib harus dipertimbangkan berdasarkan tinjauan berikut : (1) pertimbangan terhadap perencanaan sungai terpadu. krib untuk pendalaman alur bagi navigasi diletakkan pada kedua tebing sungai sepanjang alur yang dikehendaki dengan arah tegak atau arah tajam. jika panjang tiang terbatas maka mercu krib dapat dibuat bertingkat. diambil berdasarkan panjang tebing yang perlu dilindungi dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan arus pada keadaan krib terpasang b) Penentuan debit rencana Debit banjir rencana harus diperiksa dan dikontrol terhadap data morfologi sungai.

perbandingan panjang krib dan jarak krib dibuat sedemikian rupa sehingga kecepatan arus di tepi tebing cukup aman untuk kestabilan lereng. v. dibuat sedemikian rupa sehingga susunan krib menghasilkan suatu model krib yang paling efektif. susunan tiang pancang dibuat satu baris ditambah tiang stabilitas di ujung krib.4 . ii. stabilitas dan kekuatan krib pasangan batu . Tabel Hubungan antara panjang dan interval krib Lokasi pembuatan krib di Hubungan antara interval sungai (D) dan panjang (l) Bagian lurus D = (1. krib harus dtinjau kestabilan masing-masing tiangnya (single of pile) .RPT0-Pd T-xx-xxxx.6)l (f) jarak krib .1. panjang krib ditentukan oleh faktor lebar dan kedalaman alur yang diperlukan untuk navigasi. ii. iii. panjang krib untuk pengarah arus ditentukan sedemikian rupa sehingga didapatkan pola aliran baru. ditentukan berdasarkan persyaratan hidraulik dan persyaratan kestabilan konstruksi. (d) jarak antar tiang . untuk memastikan hal ini dapat digunakan penyelidikan hidraulik dengan model (2) stabilitas dan kekuatan krib konstruksi krib disebut stabil.2. iv. anyaman dibuat dengan lilitan ganda dan lilitan pada kawat sisi dibuat sedemikian rupa . krib harus ditinjau terhadap tegangan yang terjadi akibat krib tidak boleh melampaui daya dukung pondasi. dan lilitan pada kawat sisi gaya-gaya yang mempengaruhi stabilitas krib tiang pancang adalah : i. stabilitas terhadap longsoran tebing ke arah alur sungai . meliputi : i. stabilitas dan kekuatan krib bronjong : kawat bronjong yang harus digunakan harus mengikuti standar yang berlaku . jika mampu menahan semua beban atau gaya yang bekerja pada krib. tiang ditinjau tunggal maupun secara kesatuan (3) stabilitas tanah dasar pondasi stabilitas tanah pondasi diperhitungkan terhadap : i. (c) dimensi tiang . pada pangkal krib susunan tiang dibuat lebih rapat makin jarang ke arah ujung (e) panjang tiang . gerusan lokal yang terjadi akibat penempatan krib merupakan akumulasi dari gerusan yang diakibatkan oleh penyempitan alur dan gerusan akibat 86 dari 120 . jika krib berfungsi untuk memperdalam alur bagi navigasi.0 m.3)l Belokan luar D = (1.A (b) panjang krib.8 – 3. tekanan tanah pasif pada tiang yang terpancang. stabilitas dan kekuatan krib tiang pancang . untuk mendapatkan terjadinya endapan antara lain . ditentukan berdasarkan elevasi mercu krib dan kedalaman pemancangan tiang menurut persyaratan keamanan dan stabilitas. tekanan tambahan akibat penumpukan sampah setebal 1.7 .8)l Belokan dalam D = (2. ii. iii. material sedimen dan sifat aliran sungai. tekanan arus sejajar arah aliran dianggap merata pada tiang dengan kecepatan arus maksimal pada debit desain. iii. ditentukan berdasarkan : i. beban lateral sejajar krib yang bekerja pada tiang-tiang akibat endapan diperkirakan membentuk lereng dengan kemiringan 1 : 1.

00) b.: b = panjang krib.A penempatan tiang pada dasar sungai. (2) lebar mercu antara 1. disamping penurunan dasar sungai secara menyeluruh . (3) pada bagian peralihan l = (1.RPT0-Pd T-xx-xxxx.00 – 1. lokasi maupun besaran gerusan yang terjadi akibat penempatan krib/tiang pancang.50 – 2. gerusan setempat rangkaian krib maupun gerusan akibat degradasi. atau bisa dibuat bertingkat.50) b. (5) jika konstruksi krib bronjong cukup tinggi dan besar maka bagian tengah bisa diisi dengan batu lepas 87 dari 120 . disarankan dilakukan model uji hidraulik fisik di laboratorium e) spesifikasi dan jenis krib berdasarkan bahan pembuatnya jenis krib berdasarkan bahan pembuatannya meliputi : (a) krib bronjong. Gambar 1 Ukuran jarak krib (2) tinggi dan lebar mercu krib (1) elevasi mercu krib dapat dibuat sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge).00 – 2. (4) ujung krib bronjong diambil kemiringan 1v : 1h. baik gerusan setempat pada tiang krib. (3) kemiringan potongan melintang antara 2v : 1h dan 1v : 1h.00 meter. ii. perkiraan penggerusan dan besarnya rip-rap sebagai pelindung dasar dengan menggunakan persamaan yang berlaku iii. spessifikasi perencanaannya adalah sebagai berikut : (1) jarak krib (1) pada tikungan luar l = b (2) pada tikungan dalam l = (1.

(c) mencari hubungan antara parameter aliran sedimen / morfologi sungai. posisi lokasi dan jumlah bangunan krib. 88 dari 120 . a) Kegunaan UMH Kegunaan UMH. Penentuan parameter aliran dan koefisien – koefisien lainya dilakukan melalui proses kalibrasi dan analisis kepekaan antara model dan prototipe.00 m 1 :1 1 :1 2 :1 pot : A – A untuk 1V : 1 H pot : A – A untuk 2 V : 1 H Gambar 2 Ukuran lebar puncak dan kemiringan krib (3) panjang krib i. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Antara Lain : (a) Menguji Kesempurnaan Pra-perencanaan direncanakan dengan analisa teoritis.A A Muka Air alur 1 :1 A 1.00 engsel 1. panjang krib paling kecil : 0. panjang krib adalah dihitung mulai dari pangkal krib sampai dengan garis ujung krib yang direncanakan.00 – 2. teknik bangunan krib yang (b) mencari rencana tipikal bangunan krib yang secara hidraulik dianggap lebih baik sesuai dengan maksud dan tujuan pembengunan krib. 4) Penyelidikan Hidraulik dengan Model Uji Model Hidraulik (UMH) adalah suatu penyelidikan pengujian hidraulik sebagai alat bantu yang dapat mementapkan suatu perencanaan teknik atau gagasan UMH dapat dilakukan dengan model matematik maupun dengan model fisik di laboratorium. b) UMH Matematik UMH matematik adalah suatu penyelidikan pengujian dengan model matematik yaitu simulasi keadaan aliran yang didasarkan pada hasil hubungan matematik dengan prinsip – prinsip hidraulik.25 jarak antara dua krib. (d) mencari menentukan metoda perbaikan krib.

untuk mempelajari berbagai masalah hidraulik yang mungkin timbul karena didirikannya suatu bangunan di sungai dan pengaruh perubahan morfologi sungai terhadap masalah hidraulik yang erat kaitannya dengan fungsi dan keamanan bangunan (b) Untuk melaksanakan UMH Fisik Bangunan krib diperlukan data survei lapangan guna menunjang kesamaan model dengan prototipe (c) Dalam UMH fisik dipelajari masalah – masalah hidraulik yang timbul akibat dibangunnya bangunan krib antara lain sebagai berikut : (1) Gejala dan parameter aliran. kecepatan.A c) UMH Fisik Ikhwal yang perlu diketahui : (a) UMH Fisik adalah suatu penyelidikan pengujian di Laboratorium dengan peniruan secara fisik keadaan di lapangan dengan skala tertentu. tekanan dan lain – lain (2) penggerusan lokal / setempat (3) pengaruh degradasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. agradasi dan gejala nagkutan muatan yang lain (4) angkutan dan pengendalian muatan benda padat lainnya (5) pengoperasian (6) beberapa parameter dan koefisien rumus aliran dan muatan untuk perhitungan teoritis 89 dari 120 . berupa tinggi muka air. macam arus. arah aliran. debit.

laboratorium dan lain– lain.Generator termasuk jaringan listriknya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. bangunan/dam sementara termasuk pembelian. sampai dengan …… dan musim kemarau biasa terjadi mulai bulan …..A LAMPIRAN – C Conto Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Konstruksi Konstruksi Pembangunan Krib di Sungai .Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi. peralatan pelaksanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx... Kabupaten.. 4.1. b. Latar Belakang Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. material. KETENTUAN DAN PERSYARATAN 4. . Iklim di lokasi proyek terdiri dari dua musim : musim hujan terjadi dari bulan ………. pemencangan....Saluran pengelak.. m jatuh dalam bulan …. Pemberi tugas dan Direksi tidak bertanggung jawab atas ketelitian data... Pelaksanaan pekerjaan krib yang meliputi bangunan utama dan semua bangunan penunjang sesuai yang tercakup dalam Kontrak.. dan semua resiko akibat salah penafsiran data tersebut adalah menjadi beban Kontraktor. Kondisi Cuaca Informasi umum berikut ini memberikan petunjuk kondisi cuaca dilapangan yang bisa diharapkan untuk sepanjang tahun. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan lengkap serta merawat seperti yang diminta dalam Gambar dan Spesifikasi Teknik atau Petunjuk Direksi.Fasilitas kerja Kontraktor seperti kantor lapangan. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan . .. pekerjaan sementara dan pekerjaan lainnya untuk pelaksanaan. pembongkaran dan penyerahan Steel Sheet Pile sebanyak yang diperlukan untuk pelaksanaan Coferdam sementara kepada Direksi. . Hujan rata – rata tahunan sekitar ……. kondisi klimatologi...Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2.Jalan masuk sementara berikut jembatan dan fasilitas lainnya. 90 dari 120 . operasi.. Pekerjaan yang harus dilaksanakan menurut Kontrak mencakup dibawah ini : a.....Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan . Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci. Lingkup Pekerjaan dalam Kontrak Kontraktor harus memenuhi kebutuhan semua tenaga kerja.Perlengkapan komunikasi Radio/Telepon dari lokasi pekerjaan ke kantor Proyek di Padang termasuk peralatan lainnya yang perlu... 1. geologi regional. gudang.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan . Pelaksanaan pekerjaan.. ... Program Pelaksanaan 1) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak. sampai dengan ……….. menguraikan : . 3.Tempat penyimpanan semen berikut material beton dan peralatan pengolah beton... perawatan dan pembongkaran bangunan–bangunan sementara antara lain : .. ... m dan 80 % nya adalah ……. sampai dengan ………….

Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). 4) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. 4) Aspek Ekonomis 91 dari 120 . Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. atau kategori lain yang dianggap penting. 4. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak.2. pelaksanaan. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. 5) Jika selama pelaksanaan pekerjaan.A 2) Tiga puluh (30) hari setelah menerima Surat Penunjukan. Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. tanggal selesai paling awal dan paling lambat. urutan waktu. jangka waktu yang diperlukan. 2) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). surat pengumuman. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. serah terima. Aspek – aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan 1) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kelender. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. lama pelaksanaan dan sebagainya. 3) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. 3) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. tanggal mulai paling awal. dengan metode PERT/CPM network.

Sumber Bahan Pelaksanaan 1) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan. maka Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan– pekerjaan pelaksanaan. dan pengadaan bahan. hal-hal yang ditabukan. Hal-hal yang cukup sensitif. Material dan peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa 1) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. 4. Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika tidak ditentukan lain. waktu istirahat. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Volume I : Umum. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. 92 dari 120 . Pekerjaan Dewatering 4. 4. 5) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan.3. Peralatan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. 2) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. Pekerjaan Lain-lain 4. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Bagian-9. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. Bagian-7.A Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan.6. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.5. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-peralatan tersebut diadakan dengan sewa. Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain.4.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

Pekerjaan Lain-lain 93 dari 120 .A 2) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Lokasi Proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. 3) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. material dan pemasangan peralatan di lapangan. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. Volume I : Umum. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. 5. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Tempat produksi atau pabrik v. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. 5) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 6) Spesifikasi. 4) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : iv. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. boleh memakai material pengganti dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pengangkutan vi. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Bagian-9.

iii.. Bengkel.. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. . Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. jalan.. Selambat-lambatnya tanggal.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator.. . Laboratorium. Penyedia Jasa harus menyediakan.. Gudang dan Kantor. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. .A b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. perumahan staf Penyedia Jasa. penerangan. . Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan.. Laboratorium. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan ii. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. d) Kantor.. saluran. Bagian-9. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan 94 dari 120 . . Barak.. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. bengkel.. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. air minum. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. tempat parkir. Pekerja. kawat. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i.. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa.

Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Tiang Pancang Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-5. pembersihan medan. Bagian-9..tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. Bagian-2.. Volume I : Umum. Bagian-1. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama.. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan 95 dari 120 ... Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Volume I : Umum. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. galian dan timbunan.. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-6. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum.. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing). Bagian-6. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Bagian-2.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik... Volume I : Umum. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Bagian-3. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Lain-lain 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Volume I : Umum. Bagian-4. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

ix.A b) Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah.Jumlah banyaknya bangunan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. Daftar tenaga setempat v. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan . vi. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. ii. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. pengadaan bahan. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. Rencana Kerja Harian.Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . 2) Foto Dokumentasi 96 dari 120 . Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. Daftar perlengkapan konstruksi. iii. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. dll. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. iv. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. viii. Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan c) Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan .Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan . Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. vii. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu.

maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. 97 dari 120 . iv. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. Sebelum pengambilan gambar-gambar. lokasi dan penjelasan foto. rujukan : dokumen kontrak. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman.A Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. ii. kewajibannya sebagai berikut : i. dan tepat waktu. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. iii. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. tepat biaya. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya.

yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. vii. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. iii. Evaluasi biaya. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. ii. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek 98 dari 120 1) Pengendalian Biaya .5 Pengendalian Biaya. vi. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. xi. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. x. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak.A v. 6. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. laporan triwulan. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. iv. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. ix. menyiapkan laporan bulanan. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). menyiapkan as built drawing. melakukan pengecekan. viii. tetapi semua pembayarannya sangat lancar.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. pengukuran. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. dan laporan akhir proyek. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman.

apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . pemeriksaan. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).Audit Sasaran yang dicapai: . agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar.Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan .Pemeriksaan . oleh karena itu. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : .Mengetahui dan mendapat informasi .apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? 99 dari 120 . Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar. Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian.Peninjauan . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan. Memastikan sasaran pengendalian: . murah dan efisien. murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian.RPT0-Pd T-xx-xxxx.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? . tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. finishing.Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul.A pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. pengawasan.Pengawasan . pembongkaran. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan.A . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) . sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut. murah dan efisien.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan). .termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .realisasi progress fisik terhadap rencananya . pekerjaan finishing. (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification.melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. material dan alat sesuai rencana yang wajar. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : .alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu.realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : 100 dari 120 .termasuk dalam hal unit price pekerjaan. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer .rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan .melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager .

batu pecah hasil stone crasher. haruslah dinilai dari beberapa aspek. meliputi pengendalian biaya. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : .mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. kemiringan.A - - realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. adukan semen. dsb) . mutu dan waktu. lebar. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. membuat laporan jalannya pelaksanaan. batu. beton struktur dll). tebal.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya . Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut 101 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. kuat tekan. . yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : c) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. adukan beton dan lain-lain) .kualitas (kepadatan. tinggi. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. daya dukung tanah. yaitu: . yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan.dimensi (panjang.

apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii.A Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. alasan sosial politik lainnya. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. yaitu: . xi. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. dan hari-hari keagamaan. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. skala gempa tahunan. mengangkut dan merekayasa). .tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : 102 dari 120 . maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru d) Penerapan standar/pedoman 1.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. percobaan-percobaan. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. debit banjir.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. cuaca. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). dan lain-lain x. musim. . peralatan pekerjaan. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. produktivitas sumber daya. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. iii. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. dan tenaga kerja pekerjaan. daerah.

Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 1. Bagian – 4.6 Pengukuran dan Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 3.A.A.A. Bagian – 9. Volume I : Umum. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd 1) Pengukuran 103 dari 120 . Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A. Bagian – 2. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A. Bagian – 5. misal : photo dokumentasi. Bagian – 6. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. gambar-gambar. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Bagian – 6. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A.A.A. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. gambar-gambar. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Volume I : Umum. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 4. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Beton e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. misal : photo dokumentasi. Volume I : Umum. Pekerjaan Lain-lain 104 dari 120 .A. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A.A T-xx-xxxx. Bagian – 9. Bagian – 1. Bagian – 3. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 5. Bagian – 2. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.

8. 2. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. 3. 7. 5.A Nomor Pembayaran 1. 10. Bagian–5 Pd T-xx-200x. Bagian–1 Pd T-xx-200x. 6. Bagian–2 Pd T-xx-200x. Bagian–6 Pd T-xx-200x. Bagian–4 Pd T-xx-200x. Bagian–7 105 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. 4. 9. Bagian–3 Pd T-xx-200x.

PROGRAM SURVEI & INVENTARISASI BANGUNAN KEGIATAN TINGKAT I PENENTUAN PENGGAL SUNGAI PENGUMPULAN DATA DEBIT SURVEI PENGUKURAN INVENTARISASI & SURVEI BANGUNAN PERSUNGAIAN KEGIATAN TINGKAT 2 DATA ANGKUTAN SEDIMEN ANALISIS SEDIMEN KOMPUTER MODEL PEMELIHARAAN PENCEGAHAN PEMELIHARAAN DARURAT PEMELIHARAAN KOLEKTIF PEMELIHARAAN RUTIN PEMELIHARAAN BERKALA PEMELIHARAAN PERBAIKAN KECIL RETIFIKASI REHABILITASI PEMELIHARAAN KHUSUS PENGHITUNGAN BIAYA & PELAKSANAAN PEMELIHARAAN Bagan Alir pemeliharaan bangunan persungaian 106 dari 120 . PRIORITAS -> INVENTARISASI & SURVEI AWAL 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. DAFTAR SISTEM SUNGAI 2.A LAMPIRAN – D PEMELIHARAAN BANGUNAN PERSUNGAIAN INVENTARISASI KERUSAKAN & SURVEI PENGUKURAN KEGIATAN AWAL : 1.

tanggal 16 Gambar pelaksanaan 17 Nomor gambar 18 Konsultan desain 19 Nama-nota penghitungan. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 1 2 3 4 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tanggal pemasukan data Kali Hulu. tanggal 20 Uraian ringkas formulir 1 Nomor….hilir Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS Masukan data DOKUMEN KONTRAK / LAPORAN 10 Judul kontrak.Identitas Tgl.. laporan. dan gambar Contoh No.RPT0-Pd T-xx-xxxx.Nomor….d.Referensi kontrak.tengah.s. Formulir .A LAMPIRAN – E Form Pemeliharan Bangunan Persungaian Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….. nota penjelasan desain. kantor GAMBAR 15 Judul gambar. tanggal 11 Nama kontraktor 12 Nama konsultan pengawas 13 Judul dokumen laporan / tanggal 14 Nama penulis dokumen laporan . 107 dari 120 .

. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tipe sempadan sungai Kali Hulu.PTP A 17 Jarak langsung PTU .hilir Tanggul kiri/tanggul kanan/ tanggul kiri+kanan/ tanpa tanggul Tulis nama desa setempat Masukan < 20 m atau > 20m Masukan < 20 m atau > 20m Tulis PTU……… PTP A…. ….PTP B 18 Nama dan nomor gambar pengukuran 19 Bangunan 1 20 Lokasi bangunan 1 21 Kondisi bangunan 1 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 22 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 1 Uraian singkat/sketsa usulan perbaikan 108 dari 120 .. Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran PTU = PTP A = PTP B = o GL = ….'………" o GB = …. Formulir Klasifikasi Ruas Sungai contoh 1 2 3 4 No.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….. & B …..'………" GL = …. ….'………" o GB = ….RPT0-Pd T-xx-xxxx. ….'………" o Masukan data Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS 10 Nama desa 11 Lebar bantaran kiri 12 Lebar bantaran kanan 13 Nomor titik patok PTU & PTP A (awal) dan B (akhir) 14 Lokasi GPS A 15 Lokasi GPS B 16 Jarak langsung PTU ..tengah. ….Identitas Tgl.

A 23 Bangunan 2 24 Lokasi bangunan 2 25 Kondisi bangunan 2 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 26 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 2 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 27 Bangunan 3 28 Lokasi bangunan 3 29 Kondisi bangunan 3 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 30 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 3 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 31 Bangunan 4 32 Lokasi bangunan 4 33 Kondisi bangunan 4 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 109 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 34 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 4 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 35 Bangunan 5 36 Lokasi bangunan 5 37 Kondisi bangunan 5 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 38 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 5 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 39 Uraian ringkas penting Formulir 2A & gambar sketsa Buat catatan seperlunya 110 dari 120 .

Kondisi Ruas Sungai contoh Masukan data 1 No. sal. perumahan.pembuang. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang Tidak/ ya 22 Membahayakan tanggul KONDISI MUARA/ALUR/JALAN AIR Selalu terbuka 23 Kondisi muara Laut lepas Kadang tertutup selalu tertutup selalu baik 24 Kondisi pelayaran baik saat pasang tidak bisa bagus.irigasi.dll Tanaman. bangunan 10 Penggunaan tanah Tanaman yang mengganggu 11 Macam tanaman aliran:rumput.RPT0-Pd T-xx-xxxx. perumahan. proyek sungai 9 Kepemilikan tanah pribadi.pisang dll 19 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 20 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 21 Penambangan galian C.sedang. bangunan 17 Penggunaan tanah 18 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu aliran:rumput.pembuang. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang 15 Membahayakan tanggul Tidak/ ya KONDISI TANAH BANTARAN KANAN Balai PSDA.pisang dll 12 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 13 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 14 Penambangan galian C.pengendapan. 4 Kepemilikan bagian luar kiri pribadi. Pemeriksaan/survei 3 Nama Petugas Tulis namanya KONDISI SEMPADAN SUNGAI DI SEBELAH LUAR SISI TANGGUL Binamarga. sal 7 Penggunaan tanah bagian luar kanan irigasi.sedang.dsb 8 KONDISI TANAH BANTARAN KIRI Balai PSDA.dsb Binamarga.dll Tanaman. sal 5 Penggunaan tanah bagian luar kiri irigasi.kecil tidak ada. proyek sungai 16 Kepemilikan tanah pribadi.kecil 27 Erosi/longsoran tebing kiri 28 Erosi/longsoran tebing kanan 29 Erosi dasar sungai tidak ada.Identitas Tgl/bulan/tahun 2 Tgl.sedang.sedang. bambu. 6 Kepemilikan bagian luar kanan pribadi.kecil 111 dari 120 .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : …………… Lembar : ………………… Formulir . dsb Jalan desa.kecil tidak ada.erosi. sal.irigasi. 25 Kondisi keseluruhan alur sungai (dilihat dari morfologi sungai) longsor 26 Erosi dasar sungai tidak ada. bambu. dsb Jalan desa.

sedang. talang. penambangan.kecil tidak berarti tanaman dibantaran Jembatan Bangunan lama Bangunan sementara 33 % hambatan aliran air terhadap luas penampang 34 Bangunan terancam?(oleh erosi. dan gangguan lainnya) 35 Uraian ringkas formulir 2B Ya atau tidak 112 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.kecil tidak ada.siphon) tidak ada.sedang.A 30 Penambangan galian sungai pada alur sungai 31 Pengendapan/sedimentasi di dasar sungai 32 Hambatan aliran oleh bangunan yang melintang sungai (jembatan.endapan.

dll Pelebaran sungai.m 6 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) Perbaikan talud dengan 9 Usulan perbaikan kecil 1 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa Perbaikan talud dengan 10 Usulan perbaikan kecil 2 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT Galian endapan.Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kiri Contoh Masukan data 1 No..sudetan.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN PREVENTIF potong rumput/tanaman 4 Usulan pemeliharaan rutin yang mengganggu :……………. bongkar 11 Usulan perbaikan khusus (50%<fungsi<70%) bangunan..m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 Luas m :…………….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. Formulir . 12 Usulan rehabilitasi (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 113 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 :……………. Formulir . dll 12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai.m 6 Luas m 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) 9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No..sudetan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.15 10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei 3 Nama petugas Tulis namanya PEMELIHARAAN PREVENTIF 4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman yang mengganggu :……………. (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 114 dari 120 ..15 PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT 11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan. bongkar (50%<fungsi<70%) bangunan.Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kanan Contoh Masukan data 1 No.

A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………… Formulir ..Kondisi krib (bangunan yang ada/ existing) Contoh KONDISI RUNTUHAN BANGUNAN 1 No.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) – Bagus – Rusak ringan – Pecah – Tergeser – Lapisan beton hilang – Besi beton rusak – Bagus – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 115 dari 120 ...foto KONDISI STRUKTUR BERONJONG 7 Kondisi krib bronjong – Tak dapat dipakai – Bagus – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan….foto) 6 No.film/No. – 50% < x < 70% 5 Kegunaan runtuhan – x < 50 % – Tak berfungsi (No.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas – Tak dapat dipakai 4 Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah – Bagus runtuh) – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan…. – Tak dapat dipakai – Bagus – Lapisan pelindung hilang – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi Masukan data 8 Kondisi kawat beronjong 9 Kegunaan beronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang – Tak dapat dipakai pancang – Bagus – Tiang rusak – Kepala tiang – Batu hilang hancur – Tiang hilang – Tiang poer hilang – Bangunan….

jumlah dan lain-lain 116 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 14 Uraian ringkas Formulir 4B & sketsa (Perlu sketsa posisi susunan krib.

50% < x < 70% .Rusak ringan .Bagus .x < 50% .Batu hilang .Bagus . foto) Masukan data 5 Krib kiri/kanan 6 No.x < 50% .Pecah .Bagus .Tak berfungsi (No.Tiang rusak .Tak dapat dipakai . Foto KONDISI STRUKTUR BRONJONG 7 Kondisi krib bronjong .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Tak berbentuk . Pelindung hilang .Tak berfungsi 8 Kondisi kawat bronjong 9 Kegunaan bronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang pancang .Lap.Batu hilang .Batu hilang .Identitas Tgl pemeriksaan/survei Nama petugas Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah runtuh) Tgl/bln/thn Tulis namanya .Bagus .Tergeser .Bangunan hilang .Tiang hilang .50% < x < 70% .Bangunan ………..Bagus .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ………… Lembar : ………………… Formulir .Lapisan beton hilang .Bangunan……… .Besi beton rusak .Kepala tiang hancur .50% < x < 70% .Bangunan……… .Tak berbentuk .Bangunan hilang .Kerusakan kecil .Tak dapat dipakai .Tak dapat dipakai .Bagus .Tak berfungsi 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 117 dari 120 .Tak dapat dipakai .x < 50% . film/No.Kondisi krib (bangunan yang ada/existing ) Contoh KONDISI TUNTUHAN BANGUNAN 1 2 3 4 No. .Longsor .Tiang poer hilang .Pecah .Longsor .Rusak ringan .

jumlah dan lain-lain) 118 dari 120 .A 14 Uraian ringkas Formulir & sketsa (perlu sketsa posisi susunan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

m – Tak perlu – Isi batu + kawat – Isi batu + panel – Ganti unit bronjong – Tak perlu – Galvanisasi – Lapis pelindung Fondasi + filter + unit bronjong 3 8 Jenis material Volume pekerjaan tanah (m 3) 10 Pekerjaan batu minor (bila krib dari pasangan batu) 9 11 Ukuran batu (m) 12 Luas dasar (batu) (m) 13 Ketinggian (batu) (m) 14 Pekerjaan bronjong minor (bila krib dari bronjong ) 15 Penggantian unit bronjong 16 Banyaknya unit bronjong/ jumlah yang diganti 17 Ukuran unit bronjong yang diganti 18 Luas dasar (bronjong) (m 2) yang diganti 19 Ketebalan (bronjong)(m) total yang akan diganti 20 Ukuran batu (bronjong) (m) 21 Perbaikan pengikat bronjong ……… buah Lebar x panjang x tebal ….RPT0-Pd T-xx-xxxx.m ………………………….Penaksiran pemeliharaan krib Contoh 1 No.m x……m x……=.x…….m 2 ……x…….Identitas 2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN RUTIN 4 Pemeliharaan rutin – Pembersihan sampah – Pembersihan runtuhan 5 Jumlah krib pemeliharaan rutin 1 PERBAIKAN KECIL Pekerjaan tanah minor Masukan data 7 – Tak perlu – Mengganti timbunan – Tanah – Kerikil – Lain-lain ……m x…...m diameter batu – Tak perlu – Ganti kawat – Ganti panel ………………….m x……m x……=.m x….m 2 22 Luas pengikat bronjong (m 2) 23 Kayu pengganti (untuk krib kayu) 24 Ukuran kayu (mm x mm) 25 Panjang kayu (m) – Tak perlu – Kayu dolken …. Formulir.m=……m – Tak perlu – Mengganti batu – Batu & filter – Fondasi+batu+filter ………………………….m ….m …m x ……m = ……….m x……m x……...A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….m …………………..m F = m …………………m 119 dari 120 .

A 26 Perbaikan beton (untuk krib beton) 27 Luas permukaan beton (m ) 28 Kedalaman beton (m) 29 Perbaikan korektif besar/ Perlu sketsa + deskripsi spesial (bila 50% < x < 70%) 30 Rehabilitasi Perlu sketsa + deskripsi (Bila x < 50%) 31 Rektifikasi (bila sama Perlu sketsa + deskripsi sekali tak berfungsi) 32 Pemeliharaan darurat (bila Perlu sketsa + deskripsi konstruksi dalam keadaan bahaya) 33 Uraian ringkas penting Formulir 4C & sketsa 2 – Tak perlu – Perbaikan kepala tiang – Perbaikan lapis beton ….m x……m x……=.m …………………m 2 120 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful