RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

RPT0

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 5. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 6. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... PEKERJAAN PERENCANAAN ........................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN DETAIL DESAIN............................................................................ Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN KONSTRUKSI ............................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. i ii iii 1 1 2 4 4 5 21 21 22 22 23 32 32 33 33 36 41 45 48 48 51 53 54 57

7. PEKERJAAN PEMELIHARAAN .......................................................................... 7.1. Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran ............................................... 7.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan.................................................... BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... LAMPIRAN A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencaan Krib .......................... LAMPIRAN A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib ......................

LAMPIRAN A.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan ......................................................................................... 58 LAMPIRAN B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib....... LAMPIRAN B.2 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Detail Desain Krib .................. LAMPIRAN B.3 Kriteria Desain Bangunan Krib ........................................................... LAMPIRAN C LAMPIRAN D LAMPIRAN E Contoh KAK Pekerjaan Konstruksi Krib ............................................. Bagan Alir Pemeliharaan Bangunan Persungaian ............................ Form Pemeliharan Bangunan Persungaian ....................................... 69 70 83 90 106 107

i

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

ii

pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. iii .PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. perencanaan dan perhitungan dimensi. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. studi identifikasi. desain. analisis hidrolika. pedoman dan manual (NSPM). konstruksi dan pemeliharaan dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. Sehubungan dengan hal tersebut. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan bangunan krib. perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. data primer (survey pengukuran topografi dan pemetaan. pedoman dan manual (NSPM). sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). konstruksi dan pemeliharaan dalam pekerjaan pembangunan bangunan krib. Pedoman detail desain mencakup kegiatan collecting data sekunder (topografi.7 tahun 2004. pekerjaan penyelidikan geoteknik. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. survey pengukuran. detail desain. pekerjaan pasangan batu. hidrologi). pekerjaan dewatering. investigasi. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan). geologi permukaan. standar. Pedoman ini mencakup kegiatan perencanaan (studi awal. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. standar. analisis hidrologi. Pedoman pemeliharaan mencakup kegiatan inventarisasi kerusakan. survey hidrometri. pekerjaan beton.

pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. survey hidrometri. Pedoman pemeliharaan mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). pekerjaan beton. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air KEPMEN KIMPRASWIL No. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). analisis hidrologi. pekerjaan dewatering. desain hidraulik. perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. detail desain. analisis konstruksi. desain hidraulik. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. sampling sedimen). ACUAN NORMATIF UU No. survey hidrometri). 2. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) KEPMEN KLH No. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : Standar Nasional Indonesia (SNI) : . analisis hidrologi. analisis dampak lingkungan dan gambar desain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan perencanaan krib Pedoman detail desain mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. data kilmatologi (temperatur. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. data kilmatologi (temperatur. kelembaban relatif. penyelidikan geoteknik. peta geologi regional. dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan. kelembaban relatif. pekerjaan penyelidikan geoteknik.A Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib 1. studi pengenalan perencaaan pendahuluan dan studi kelayakan dalam kegiatan pembangunan krib. gambar desain. program pelaksanaan. Pedoman perencanaan menetapkan spesifikasi teknis bagian pekerjaan perencanaan yang meliputi studi awal.SNI 03-0090-1999 : Spesifikasi Bronjong Kawat 1 dari 120 . studi identifikasi. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk setiap masing-masing kegiatan perencanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. peta geologi regional. analisis ekonomi. pelaksanaan pekerjaan. pekerjaan pasangan batu. Pedoman perencanaan mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. baik fisik maupun non fisik. konstruksi dan pemeliharaan. penyelidikan geoteknik. perencanaan.

: Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. T. Volume I : Umum. pengumpulan data. T. xx – xxxx. : Pedoman Analisa Harga Satuan. Bagian-3.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A - SNI 03-1724-1989 SNI 03-2400-1991 SNI 03-2414-1991 SNI 03-2415-1991 SNI 03-2819-1992 SNI 03-2820-1992 SNI 03-2822-1992 SNI 03-2829-1992 SNI 03-2830-1992 SNI 03-3414-1994 - SNI 03-3444-1994 SNI 03-3961-1995 SNI 03-3961-1995 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka : Metode Perhitungan Debit Banjir : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis : Metode Perhitungan Tiang Pancang Beton pada Krib di Sungai : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Penamopang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan Pedoman Teknis : Pd. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian – 5. xx – xxxx. Bagian – 1. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan datadata sekunder yang ada. Volume I : Umum.A Pd. xx – xxxx.1.1. T.A Pd. T.A Pd. Pekerjaan Pasangan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pd. xx – xxxx. Pekerjaan Geoteknik : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.1.11 – 2004 – A : Pemeliharaan Bangunan Persungaian Rancangan Pedoman Teknis : Pd. Bagian – 6. penentuan metode. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. T. Pekerjaan Bangunan Pengaman Sungai. Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan diadakan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. serta penentuan skala prioritas. xx – xxxx. xx – xxxx. Bagian – 2. Pekerjaan Beton dan Bekisting.A Pd.A Pd.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. xx – xxxx. Pekerjaan Tanah : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian – 1. ISTILAH DAN DEFINISI Perencanaan adalah rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. T. 2 dari 120 . Bagian – 4. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. Pekerjaan Pemancangan. Volume I : Umum. 3. T. Volume I : Umum. Krib 3. Volume I : Umum. T. 3.

gambar perencanaan maupun gambar detail dari seri krib yang akan dibuat 3. 3.4.2. Dokumen perencanaan adalah keterangan yang mencakup tentang spesifikasi teknik. Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.3.3. Gambar pelaksanaan adalah gambar bangunan (krib) yang sudah dilaksanakan apabila terjadi perubahan dimensi dari perencanaan 3. Direksi pekerjaan adalah personil yang ditunjuk oleh pemilik pekerjaan untuk membimbing dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana 3.11. Panjang efektif krib adalah panjang krib mulai dari ujung krib sampai pertengahan tebing baru yang direncanakan akan dibentuk. Krib tegak adalah krib yang arahnya tegak lurus aliran 3. sehingga kecepatannya akan berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan memungkinkan adanya endapan angkutan muatan di tempat ini.6.2.1.1.2. Krib lulus air adalah krib yang diantara bagian-bagian konstruksinya dapat dilewati aliran.12. Pengenalan studi adalah suatu proses untuk pengembangan proyek multisektor dari segi-segi teknis.3.2.9. Krib adalah bangunan menyilang / sejajar arah aliran yang ditujukan guna mengubah pola dan sifat aliran untuk suatu tujuan tertentu.3.2. 3. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib. 3. 3.A 3.2. Arah krib adalah arah yang dinyatakan dengan sudut antara as krib dan arah aliran. Pangkal krib adalah bagian krib yang masuk ke tebing sungai 3. Konstruksi adalah merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik.4.1. Krib semi lulus air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong. Letak krib menunjukan tempat sebuah krib dipasang. 3. Krib tajam adalah krib yang arahnya menyerong ke hulu 3.3. 3.2. 3.10. 3.1. Panjang krib (b) adalah panjang krib (b) adalah dihitung mulai dari pangkal sampai dengan ujung krib 3. 3.2.2.7.2.2. Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya.3.2. Lantai kerja adalah lantai yang terbuat dari beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil. Krib kedap air adalah krib yang diantara bagian konstruksinya tidak dapat dilewati aliran.2.2. krib ini secara efektif mengarahkan aliran ke tengah sungai.4.2.3. 3.5. Medan krib adalah daerah disekitar bangunan krib yang arah dan atau besar kecepatan alirannya dipengaruhi krib tersebut. memberikan garis besar 3.8. dipergunakan untuk tatakan mencetak tiang pancang beton 3 dari 120 .2.3.1. 3. 3. Studi kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh.

5. tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti. Perbaikan darurat adalah usaha perbaikan dengan maksud agar konstruksi sementara dapat berfungsi. penentuan metode. Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi. Pemeliharaan adalah usaha-usaha untuk menjaga agar prasarana irigasi selalu dapat berfungsi dengan baik guna mempertahankan kelestariannya. Perawatan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan setiap waktu. Perawatan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan secara berkala. 3.5. Perawatan adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi.6.1. iii. 3. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. serta penentuan skala prioritas. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).6. Perbaikan permanen adalah usaha perbaikan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi secara permanen. 3. 3. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 4. 3.3. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. waktunya pendek dan harus dilakukan serta secara kontinyu. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. 3. 4.4.RPT0-Pd T-xx-xxxx.2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan pembangunan krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa 4 dari 120 . meliputi perhitungan. 3.4. Pemeliharaan periodik adalah suatu kegiatan yang mempunyai waktu yang lama dan dampak yang diakibatkannya akan lebih besar dibandingkan dengan pemeliharaan rutin.6. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). ii.5. Pemeliharaan rutin adalah kegiatan yang mempunyai frekuensi lebih sering dilakukan dengan skala kecil.2.4. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu. penyediaan data dan fasilitas penunjang. PEKERJAAN PERENCANAAN Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. Perencana adalah personil yang membuat desain/rencana krib.1. gambar konstruksi dan spesifikasi teknis 3. 3.A 3.2. pengumpulan data.1.5.

b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan bangunan krib dibagi menjadi kegiatan studi awal. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi awal berkisar antara 1 – 2 bulan. ii. dimana kondisi tata guna lahan akan 5 dari 120 . b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. i.A Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Adapun uraian pedoman spesifikasi teknis sebagai berikut : 1) Studi Awal Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan krib diadakan. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Cakupan kegiatan studi awal adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan data-data sekunder yang ada. asisten. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan. 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx. studi identifikasi. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan.

(4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. fisiografi dan geologi. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.000. minimum selama 5 tahun. rencana tata ruang wilayah. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. SK DJ Pengairan No. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. debit historis baik debit minimum. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. Data-data tersebut meliputi : i. lama penyinaran dan kecepatan angin. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). PSDA. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. SK DJ Pengairan No. hidrologi/kualitas air. komponen sosial. penyebaran jenis batuan. ii. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.000 sesuai dengan KP– 01. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. iii. besarnya curah hujan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iv. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. iv. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.RPT0-Pd T-xx-xxxx. tingkat pendidikan. dan BAPEDAL. kelembaban relatif. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. iii. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. ruang lahan dan tanah. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. ii. b) Perekayasaan 6 dari 120 . Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. fauna dan biota air. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang.A berpengaruh terhadap laju erosi. data meteorologi.

Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Ahli Hidrologi. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader.000 atau yang lebih detail.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang usulan pekerjaan berikutnya berdasarkan kajian di atas meja dan perumusan untuk kegiatan selanjutnya.A Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang ketersediaan data sekunder dari suatu lokasi pekerjaan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. besarnya curah hujan. Ahli Sungai dan Ahli Geologi 2) Studi Identifikasi Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 1 – 2 bulan. Cakupan kegiatan studi identifikasi adalah : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. c) Produk yang dihasilkan Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi : (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. 7 dari 120 . data meteorologi. ii. debit historis baik debit minimum. Peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan.

penyebaran jenis batuan. b) Survey (1) Survey Hidrologi Kegiatan survey hidrologi berupa kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir keadaan tinggi muka air banjir yang terjadi selama musim hujan sesuai dengan KP–01. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Data-data tersebut meliputi : i. iv. iii. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. kemiringan dan elevasi tanggul. Rencana tata ruang wilayah. PSDA. 8 dari 120 . hidrologi/kualitas air. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. iv. inventarisasi dan pengecekan terhadap kondisi bangunan–bangunan air yang diambil data debitnya pada studi awal. SK DJ Pengairan No. Komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. Data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengukuran tinggi muka air di sungai. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. dan BAPEDAL. minimum selama 5 tahun. SK DJ Pengairan No. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. lama penyinaran dan kecepatan angin. Kegiatannya meliputi : i. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. (2) Survey Topografi Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan peta topografi dengan tujuan untuk mengecek kondisi topografi sebenarnya di lapangan sesuai dengan KP–01. kelembaban relatif. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ii. fisiografi dan geologi. ii. SK DJ Pengairan No. Komponen sosial. Data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ruang lahan dan tanah. Komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Hasil survey topografi disini adalah inventarisasi kondisi morfologi sungai calon pekerjaan yang meliputi lebar. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01.000 sesuai dengan KP– 01.A iii. tingkat pendidikan. SK DJ Pengairan No. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. fauna dan biota air.

SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang penentuan lokasi pengamanan sungai dengan bangunan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jika berfungsi untuk menormalkan kondisi aliran maka krib diletakkan pada tempat terjadinya longsoran. d) Perekayasaan Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang hasil identifikasi berdasarkan data sekunder serta kondisi lapangan tentang penentuan lokasi bangunan pengaman sungai dengan krib. Adapun perletakan bangunan krib berdasarkan fungsinya sesuai dengan SNI 03-1724-1989 sebagai berikut : i. e) Produk yang Dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. lokasi krib hindari pada formasi geologi yang tidak akan terjadi sesar dan patahan. ii. iii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. (2) Analisis Geologi Analisis geologi berupa kajian di atas meja berdasarkan peta geologi regional untuk menilai kecocokan daerah terhadap usulan pembangunan krib berdasarkan formasi geologinya. Adapun analisisnya meliputi : i.A (3) Survey Geologi Melakukan kegiatan kunjungan lapangan untuk keperluan klarifikasi klasfikasi jenis tanah berdasarkan peta geologi regional wilayah sesuai dengan KP–01. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… f) Tenaga Ahli 9 dari 120 . ii. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir. jika berfungsi sebagai pengarah aliran maka krib diletakkan pada hulu bangunan pengambilan yang mengalami perubahan arah arus. hindari lokasi krib pada kondisi tebing sungai yang secara geologi mempunyai kecenderungan untuk longsor. (4) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor melakukan kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir permasalahan jika terjadi pengembangan dan menilai latar belakang sosial-ekonomi-budaya sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. jika berfungsi untuk perlindungan tebing maka penetapan lokasi krib harus berada pada tikungan luar sungai. c) Analisis (1) Analisis Topografi Kegiatan analisis topografi adalah melakukan kajian di atas meja serta pertimbangan hasil inventarisir kondisi lapangan dengan tujuan menetapkan lokasi bangunan krib sesuai dengan fungsinya.

Ahli Geodesi dan Ahli Geologi 3) Studi Pengenalan Studi Pengenalan adalah suatu proses kegiatan berkelanjutan dari studi identifikasi yang menginformasikan tentang garis besar perencanaan bangunan krib dengan melakukan kegiatan survey lapangan. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. Cakupan kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan.000 sesuai dengan KP– 01. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 2 – 3 bulan. penyebaran jenis batuan.A Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader.RPT0-Pd T-xx-xxxx. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. besarnya curah hujan. Ahli Sungai. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). 10 dari 120 . 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.000. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. iii. iv. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). minimum selama 5 tahun. lama penyinaran dan kecepatan angin. data meteorologi. debit historis baik debit minimum. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. ii. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. kelembaban relatif. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. SK DJ Pengairan No. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Ahli Hidrologi. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan.

Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. (2) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Data-data tersebut meliputi : i. hidrologi/kualitas air. Perletakan 11 dari 120 . iii. iii. fisiografi dan geologi. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. Bagian-2. iv.A (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ruang lahan dan tanah. Pengukuran Topografi dan Pemetaan. SK DJ Pengairan No. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain.000 atau 1:2. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. komponen sosial. b) Survey (1) Survey Topografi Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. dan BAPEDAL. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. fauna dan biota air. rencana tata ruang wilayah. Volume I : Umum. tingkat pendidikan. ii. PSDA.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. SK DJ Pengairan No. i. pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib.000. ii. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang.

jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. (2) Geoteknik Investigasi Geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah untuk mendapatkan parameter perencanaan yang berupa stabilitas pondasi dan lereng serta menentukan lokasi dan material ketersediaan bahan bangunan. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-3. kadar air. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. berat spesifik. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. e) Analisis Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994. Bagian-3. ii. (a) Sedimen Layang i. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir 12 dari 120 . d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. (2) Geoteknik (Index Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Geoteknik. gradasi butiran dan Atterberg Limits. Uji yang dimaksud adalah berat jenis tanah. Volume I : Umum. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. (3) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. iv. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.Der Weduwen. Layout bangunan krib iii. . Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. f) Perekayasaan Buat garis besar perencanaan krib dengan sketsa tata letak dan uraian pekerjaan dengan skala minimal 1:2000. Net present value (NPV). panjang krib. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. iii. Dimensi krib yang meliputi elevasi mercu krib.A Jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). (2) Angkutan Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. Log Pearson atau Log Normal ii. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Garis besar perencanaan krib sesui dengan SNI 032400-1991 memuat : i. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Metode Rasional.Melchior. Metode puncak banjir di atas ambang.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. Metode analisis regional. apabila data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan 13 dari 120 . dimensi tiang. . . jarak krib. Engelund-Hansen. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. v.Metode US – Soil Conservation Service. Penggambaran peta topografi yang harus menampilkan kondisi tata guna lahan ii. jarak antar tiang dan panjang tiang.Metode Hidrograf Satuan. . diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.

Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. Ahli Geologi dan Ahli Sosial Ekonomi 4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan Studi Kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. serta konsep lokasi krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan berkisar antara 3 – 5 bulan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Ahli Sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. analisis laju sedimen. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.000. Ahli Geodesi. Cakupan kegiatan studi adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. dimensi dan layout krib dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return.A Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. 14 dari 120 . kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Ahli Hidrologi.

SK DJ Pengairan No. tingkat pendidikan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. iii. iii. ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iv. fisiografi dan geologi. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. ruang lahan dan tanah. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. ii. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. komponen sosial. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. penyebaran jenis batuan. dan BAPEDAL. data meteorologi. debit historis baik debit minimum. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan.000 sesuai dengan KP– 01. hidrologi/kualitas air. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. rencana tata ruang wilayah 15 dari 120 . rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. kelembaban relatif. fauna dan biota air. minimum selama 5 tahun. Data-data tersebut meliputi : i. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. PSDA. besarnya curah hujan. lama penyinaran dan kecepatan angin. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx. SK DJ Pengairan No.

tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. i. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. ii. Volume I : Umum.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. adanya kontrol penampang. debit perlu lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Jika aliran rendah. Bagian-2. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis.000 atau 1:2. keandalan peralatan dan sarana penunjang. iii. bagian alur sungai yang terbuka lurus. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Kedalaman pengukuran minimal 3. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. iii. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. 16 dari 120 . pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. iv. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. mampu melewatkan banjir.000. ii. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. v. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. geometri dan badan sungai harus stabil.A b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. menggunakan perahu. dibersihkan dan dirawat dengan baik.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (a) Sedimen Layang, pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.

ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

17 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS sesuai dengan SNI 03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal;

ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode analisis regional; iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun, maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang; iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan

daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha);
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS

dengan luas < 100 km2;
- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas

> 100 km2;
- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa

memperhatikan luas DAS;
- Metode Hidrograf Satuan; - Metode US – Soil Conservation Service.

v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
18 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-34441994. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL. (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Net present value (NPV),
19 dari 120

Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (5) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. f) Perekayasaan Hasil perekayasaan dalam kegiatan ini meliputi : (1) Rencana pendahuluan tata letak bangunan. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Analisis Ekonomi 20 dari 120 . analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return.A Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. dimensi dan layout krib. (2) Kapasitas rencana (3) Tipe bangunan dan penggambaran. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. analisis laju sedimen. (4) Rincian volume dan perkiraan anggaran biaya kasar g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.

Ahli Geodesi. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. Ahli Sungai. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan perencanaan yang diukur menurut ketentuan di atas. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. dimana harga dan pembayaran tersebut. asisten serta tenaga pendukung. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 4.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang dihadapi. 21 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. survey dan investigasi.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan pendahuluan dan studi awal adalah Team Leader.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. Ahli Sosial Ekonomi dan Ahli Lingkungan 4. Ahli Hidrologi. Ahli Geologi.

atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi. 2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan).2) Biaya Operasional Kantor 2. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.Pengukuran poligon dan situasi . Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. penyediaan data dan fasilitas penunjang. PEKERJAAN DETAIL DESAIN Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. long section 2. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 5. iii.Pemasangan Patok BM dan CP . ii.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.3) Pengukuran dan Pemetaan .Pengukuran cross-section.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 5. b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit . 22 dari 120 .4) Penyelidikan Geoteknik 2.7) Biaya Pelaporan 2. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.

Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. asisten. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain krib meliputi : 1) Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.A i. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.RPT0-Pd T-xx-xxxx. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-17241989. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. 23 dari 120 . Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. ii. 5. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.000. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan.

yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.A b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Volume I : Umum. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. ii. SK DJ Pengairan No. iv. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). ruang lahan dan tanah. Data-data tersebut meliputi : i. data meteorologi. tingkat pendidikan. rencana tata ruang wilayah. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. 2) Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x. Bagian-2. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. penyebaran jenis batuan. kelembaban relatif. lama penyinaran dan kecepatan angin. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. minimum selama 5 tahun. d) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 e) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. debit historis baik debit minimum. PSDA. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. SK DJ Pengairan No. iv. fisiografi dan geologi. fauna dan biota air. komponen sosial. Kegiatan ini akan dilakukan oleh 24 dari 120 . mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. besarnya curah hujan. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. iii.000 sesuai dengan KP–01. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. ii. c) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. hidrologi/kualitas air. dan BAPEDAL. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim.

menggunakan perahu. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. iv. ii. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. dibersihkan dan dirawat dengan baik. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. geometri dan badan sungai harus stabil. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau 25 dari 120 . Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.A Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi.0 m. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . adanya kontrol penampang. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. bagian alur sungai yang terbuka lurus. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0.50 m. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. v. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. kemampuan tim pengukurnya. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. keandalan peralatan dan sarana penunjang. Kedalaman pengukuran minimal 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. Peta ini harus meliputi jarak 1.25 m. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. iii. mampu melewatkan banjir. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000.

maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-41451996. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-39611995.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. (1) Sedimen Layang i. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. SK DJ Pengairan No. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994.A peralatannya. Bagian-3. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 3) Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. Pekerjaan Geoteknik. 26 dari 120 . Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-34141994. ii. 4) Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. Volume I : Umum. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-28201992. pengambilan sampel serta bor tangan.

Pekerjaan Geoteknik. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit 27 dari 120 . Bagian-3. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2.Melchior. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun).A (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. ii. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991.Der Weduwen. . . Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. v. Log Pearson atau Log Normal.Metode Rasional. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. . diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. . Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib.Metode US – Soil Conservation Service. maka digunakan metode analisis regional. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Volume I : Umum. 5) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit.Metode Hidrograf Satuan. iv. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Engelund-Hansen.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
28 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

iii. Net present value (NPV), Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 7) Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan, layout krib dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang krib, detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. 8) Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 9) Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai, Bagian-1, Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan b) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya c) untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan d) menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi, dewatering dll. 10) Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen bahan dan spesifikasi konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004 11) Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan, dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf kantor, tenaga kerja lapangan dan lain-lain, sudah termasuk dalam item mobilisasi. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. b) Foto Dokumentasi
29 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. (4) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. (5) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. c) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. 12) Produk yang dihasilkan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut. ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep lokasi krib. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara
30 dari 120

paket konstruksi dan lain-lain. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Laporan Analisis Ekonomi 31 dari 120 . tender drawing ii. dan koreksi. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. tanggapan. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan.A Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. rangkap 3 (tiga). hidrologi. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. termasuk 1 kalkir (3) gambar desain A3. rangkap 3 (tiga) (4) dokumen tender. hidrolika. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. metode dan jadwal konstruksi. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) rencana anggaran biaya (RAB) (2) gambar desain A1. perhitungan desain. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. perhitungan desain. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). jadwal pelaksanaan. estimasi biaya. geoteknik. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 iii. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. ii. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv.

A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 13) Keperluan Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. Ahli Sungai. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. Ahli Hidrologi. survey dan investigasi. Ahli Geologi. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. dimana harga dan pembayaran tersebut adalah. 32 dari 120 . Ahli Geodesi. Ahli Lingkungan. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 5. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi biaya perjalanan dinas. Ahli Geoteknik. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 5.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. asisten serta tenaga pendukung.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan detail desain harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli.

Pengukuran cross-section 2.3) Pengukuran dan Pemetaan . Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci. tanggal mulai paling awal. Pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi bangunan pengaman sungai krib harus memuat : 6. PEKERJAAN KONSTRUKSI Konstruksi merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.4) Penyelidikan Geologi 2.7) Biaya Pelaporan 2.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. b) Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. lama pelaksanaan dan sebagainya.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 6.1) Biaya Perjalanan Dinas 2. jangka waktu yang diperlukan.Pengukuran poligon dan situasi . 33 dari 120 .8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .Pemasangan Patok BM dan CP . c) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kalender.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.2) Biaya Operasional Kantor 2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi krib memuat : 1) Program Pelaksanaan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam pembuatan program pelaksanaan adalah sebagai berikut : a) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak. dengan metode PERT/CPM network. 2. tanggal selesai paling awal dan paling lambat.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.

surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. dan pengadaan bahan. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah.A d) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat 34 dari 120 . waktu istirahat. e) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. 2) Aspek-aspek yang Perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan a) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. surat pengumuman. pelaksanaan. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. urutan waktu. Peralatan. b) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. atau kategori lain yang dianggap penting. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatanperalatan tersebut diadakan dengan sewa. hal-hal yang ditabukan. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. d) Aspek Ekonomis Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. serah terima. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). e) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. c) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. Hal-hal yang cukup sensitif. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui.

tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. Pekerjaan Lain-lain 6) Material dan Peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa Ketentuan yang memuat tentang penyediaan material dan peralatan oleh Penyedia Jasa diatur sebagai berikut : a) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. 3) Sumber Bahan Pelaksanaan a) Penyedia Jasa bertanggungjawab atas pengadaan material beton pasangan. Bagian-9. Volume I : Umum. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. boleh memakai material pengganti 35 dari 120 . Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. Bagian-7. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. c) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. b) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Volume I : Umum. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. 4) Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. 5) Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika diperlukan. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan–pekerjaan pelaksanaan. b) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. Pekerjaan Dewatering. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara.

Bagian-9. lokasi proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik.A dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. material dan pemasangan peralatan di lapangan. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. f) Spesifikasi. Pekerjaan Lain-lain b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. tempat produksi atau pabrik ii. 36 dari 120 . 6. pengangkutan iii. Volume I : Umum. Bagian-9. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. d) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : i. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. e) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan.

. air minum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. . Volume I : Umum.. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya.. Laboratorium.. . merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. Selambat-lambatnya tanggal..RPT0-Pd T-xx-xxxx. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. iii. . kawat. perumahan staf Penyedia Jasa. tempat parkir. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. Bagian-2.. saluran. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. penerangan. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. Bagian-9. .. bengkel.. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyediakan. Gudang dan Kantor. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 37 dari 120 . Pekerja. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . jalan.. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx. Bengkel. Laboratorium.. . Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. d) Kantor. Volume I : Umum.. Barak. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa.A ii. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot..

Bagian-2.. ii.A 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-1. Bagian-4. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. 38 dari 120 . Bagian-6. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx.. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.. galian dan timbunan.... Volume I : Umum..RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Bagian-3. Bagian-6.. Volume I : Umum. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Bagian-5.. Volume I : Umum. pembersihan medan. Volume I : Umum. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing). Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya.. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Volume I : Umum.

c) Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. vii. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Daftar tenaga setempat. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. b) Rencana Kerja Harian. dll.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak.Jumlah banyaknya bangunan. 2) Foto Dokumentasi Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. v. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. ix. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. iv. lokasi dan penjelasan foto. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. vi. Daftar perlengkapan konstruksi. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan.A iii. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. viii. . Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. pengadaan bahan. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. . Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. .RPT0-Pd T-xx-xxxx. 39 dari 120 .

kewajibannya sebagai berikut : i. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. rujukan : dokumen kontrak. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. iv. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. iii. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. v. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan tepat waktu. 40 dari 120 . tepat biaya. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. Sebelum pengambilan gambar-gambar. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. ii. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. vi. melakukan pengecekan. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. pengukuran.A Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya.

Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). tetapi semua pembayarannya sangat lancar. menyiapkan as built drawing. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. ix.A vii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 1) Pengendalian Biaya 41 dari 120 . rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. ii. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). iv. 6.3 Pengendalian Biaya. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. x. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. viii. Evaluasi biaya. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. laporan triwulan. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. menyiapkan laporan bulanan. oleh karena itu. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. xi. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. iii. dan laporan akhir proyek. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. sehingga labanya berwujud sebagai tunai.

pembongkaran. tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar.apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? .Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan .RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengawasan. pemeriksaan.Pemeriksaan .Peninjauan .alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? . agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan 42 dari 120 . Memastikan sasaran pengendalian: . murah dan efisien.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? .A Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan.Pengawasan .Audit Sasaran yang dicapai: . finishing.Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul.Mengetahui dan mendapat informasi . Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian.

pekerjaan finishing.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan. (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification.realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : . alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan - - melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. . dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan.penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan 43 dari 120 . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan. Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang.RPT0-Pd T-xx-xxxx. .A Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .realisasi progress fisik terhadap rencananya .realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan . material dan alat sesuai rencana yang wajar.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo.termasuk dalam hal unit price pekerjaan.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif . perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan). sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut. murah dan efisien.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) .

mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. daya dukung tanah. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : .kualitas (kepadatan. kuat tekan. kemiringan. tebal. lebar. 44 dari 120 . membuat laporan jalannya pelaksanaan.dimensi (panjang. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : a) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium.A - perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. adukan beton dan lain-lain) . - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. yaitu: . batu.RPT0-Pd T-xx-xxxx.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. beton struktur dll). metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. mutu dan waktu. . Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. dsb) . tinggi. yaitu: . kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. batu pecah hasil stone crasher.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya .Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. adukan semen. meliputi pengendalian biaya. haruslah dinilai dari beberapa aspek.

kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii.4 Pengukuran dan Pembayaran 45 dari 120 . percobaan-percobaan. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. debit banjir. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. produktivitas sumber daya. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. alasan sosial politik lainnya. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. iii. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. musim. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. dan lain-lain x. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. cuaca. . peralatan pekerjaan. mengangkut dan merekayasa). Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu.A - Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). dan hari-hari keagamaan. dan tenaga kerja pekerjaan.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. iv. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru b) Penerapan standar/pedoman 1. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. daerah. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. xi. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. skala gempa tahunan.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik.

Bagian – 1. Volume I : Umum. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 2. misal : photo dokumentasi. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A 1) Pengukuran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 5. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 1.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 4. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi 46 dari 120 . pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. gambar-gambar. Volume I : Umum. Bagian – 9. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.A. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Bagian – 3.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 6. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.

pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A.A. Bagian – 6.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. misal : photo dokumentasi.A. Pekerjaan Lain-lain 47 dari 120 . pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 2. gambar-gambar. Bagian – 5. Bagian – 3. Volume I : Umum. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A.A. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 9. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Bagian – 4.

Kegiatan ini meliputi : a) Penggal sungai Untuk tujuan pemeriksaan survei. 10. tengah. Bagian–2 Pd T-xx-200x. Bagian–7 7. ii. 4. Kegiatan tingkat II ini dilakukan sebagai pelengkap kegiatan tingkat I. 8. Bagian–5 Pd T-xx-200x. Karena keterbatasan daya. Kegiatan ini ada 2 (dua) tingkat.A Nomor Pembayaran 1. setiap instansi pengelola sungai akan melakukan seleksi yang didasarkan pada ukuran sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 48 dari 120 . Bagian paling hilir biasanya terdiri dari muara sungai terpengaruh oleh perubahan tinggi muka air laut. 5. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. T-11-2004-A. tenaga. hilir. 6. dengan kegiatan sebagai berikut : 7. PEKERJAAAN PEMELIHARAAN Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan mengacu pada Pd. 9. yaitu : i. Kegiatan ini dilakukan dengan memantau terjadinya perubahan geometri sungai dan bangunan persungaian yang dilakukan secara periodik. 3. Bagian–6 Pd T-xx-200x. kegiatan tingkat I yang merupakan kegiatan langkah pertama yang cukup penting dan dilakukan secara rutin. kegiatan pemeliharaan tidak dapat dilakukan secara serempak pada seluruh sungai.1 Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran Tujuan inventarisasi kerusakan dan survei pengukuran adalah untuk mendeteksi adanya gejala kerusakan sejak dini. Untuk itu. 2. Yang perlu dicatat dalam peninjauan lapangan dan survei pengukuran adalah inventarisasi kondisi tiaptiap ruas sungai dan bangunan persungaian. kegiatan tingkat II yang meliputi pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif dan rumit dalam komputer model. Bagian–3 Pd T-xx-200x. pentingnya bangunan persungaian. sedang sisanya adalah bagian tengah dan hulu yang panjang biasanya hampir sama. serta dana. Bagian–1 Pd T-xx-200x. Data-data yang didapat bisa langsung digunakan untuk analisis kerusakan. 1) Kegiatan Tingkat I Kegiatan ini dilakukan secara periodik . 7. dan pentingnya melakukan pemeliharaan. Bagian–4 Pd T-xx-200x. sebuah sungai harus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu hulu.

maka penampang melintang harus ada pada tiap-tiap 100 m. Untuk menjamin pengukuran pada lokasi dan arah yang sama. yang disebabkan oleh meandering atau tergerusnya tebing sungai. Perbandingan penampangmelintang tersebut dengan penampang melintang tahun lalu akan memberikan informasi yang sangat berguna apakah tebing sungai stabil atau tidak.A b) Debit sungai Debit sungai didapat dari tinggi muka air yang dipasang pada daerah hulu dan daerah sungai tengah. endapan sedimen atau adanya kegiatan galian pasir yang cukup besar dan terus menerus. 2 tahun sekali. minimum satu tahun sekali. Jika memungkinkan memanfaatkan bangunan yang sudah ada. Pengukuran sekurang-kurangnya pada tiga penampang melintang. Pencatat tinggi muka air bisa bersifat manual (peil skal) dan otomatis (automatic water level recorder).Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. Pengukuran dilakukan pada lokasi dan arah yang tetap. satu di daerah tengah dan yang lainnya di hulu dan hilir. Debit bendung yang didapat dari geometri mercu bendung harus dikalibrasikan dengan pengukuran debit sesungguhnya. c) Survei sungai Pengukuran penampang melintang untuk seluruh ruas sungai harus dilakukan dengan interval jarak dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya jarak tiap 1000 m. Jika terdapat bendung. pada musim kemarau).RPT0-Pd T-xx-xxxx. Lengkung debitnya harus diperbarui dalam periode waktu tertentu. Selain itu. untuk mendapatkan data debit. digunakan patok tetap utama – PTU (BM – Bench Mark) yang dipasang pada lokasi survei penampang melintang di 2 (dua) sisi sungai. disarankan pada akhir musim hujan. sperti dijelaskan di bawah ini (1) Tebing sungai yang tererosi Setiap daerah tebing sungai yang sedang mengalami erosi harus dipasang PTU yang diletakkan pada tempat yang cukup aman pada dua sisi sungai. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam formulir inventarisasi yaitu Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir. semua bangunan persungaian dan ruas sungainya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala. d) Pemeriksaan dan survei bangunan persungaian Suatu ruas sungai perlu dilakukan monitoring jika ruas tersebut mengalami perubahan (perubahan vertikal ataupun horizontal) karena adanya erosi tebing. sebuah pencatat tinggi muka air harus dipasang pada bendung. Lokasi tersebut penampang melintangnya harus dimonitor dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. Agar pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan. PTU tersebut digunakan sebagai titik referensi untuk perubahan sungai arah vertikal akibat agradasi/degradasi dan perubahan sungai arah horizontal (ke arah samping). Pemantauan alinyemen sungai pada ruas tersebut dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. 49 dari 120 . Selain PTU juga dapat dipasang patok tetap pembantu – PTP (CP –control point) yang dipasang dengan interval tertentu (misalnya tiap 100 m) pada lokasi yang diperlukan. Jika panjang erosi 400 m. tergantung dari sifat hidrologis sungai.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan.

dibagian hulu dan hilir lokasi. program tahunan harus dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan tingkat I. Misalnya satu pada jarak 250 m ke arah hulu. 2) Kegiatan pada tingkat II Kegiatan ini adalah kegiatan pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif. Pengukuran dimulai dari muara sungai ke arah hulu sekurang-kurangnya 1000 m atau sampai dengan penggal sungai yang sudah tidak terpengaruh air laut. yaitu ditengah. Survei dilakukan pada tiga penampang melintang. (3) Muara sungai Pemantauan penampang melintang muara sungai beserta gosong-gosong pasirnya (sand bars) harus dilakukan sekali setahun pada musim kemarau. (4) Krib Bangunan krib akan diperiksa minimal setahun sekali pada akhir musim hujan. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam Formulir Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir Formulir. Data-data yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu agar dapat dipergunakan untuk analisis kerusakan meliputi : a) Data angkutan sedimen Pengambilan angkutan sedimen dasar dan sedimen layang untuk analisis sedimen. yaitu Formulir-Kondisi krib dan Formulir-Penaksiran pemeliharaan krib. Prioritas sistem sungai untuk inventarisasi dan survei awal Karena keterbatasan dana dan tenaga tidak mungkin melaksanakan pemeliharaan bangunan persungaian secara serentak. dengan jarak tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya : 200 m atau 2 kali lebar sungai). Program tersebut harus menjelaskan secara detail waktu pelaksanaan dari semua kegiatan yang terjadi. 50 dari 120 . ii.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. Daftar sistem sungai Persiapkan daftar nama semua sungai untuk inventarisasi dan anak sungainya. pada lokasi yang tetap. survei awal dan inventarisasi bangunan Pada saat pertama kali akan mulai. e) Kegiatan awal Bagian ini akan meringkas kegiatan awal yang perlu dilakukan pada sistem sungai sebekum dilakukan pelaksanaan kegiatan berkala. dan 250 m ke arah hilir.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi kegiatan I. oleh karena itu perlu dibuat daftar prioritas sungai mana yang akan dilakukan inventarisasi dan survei awal. Survei harus melingkupi seluruh timbunan pasir yang menutupi muara. Pengukuran penampang melintang minimum di tiga lokasi. Hasil pemeriksaan dimasukkan dalam formulir inventarisasi. Kegiatan tersebut adalah : i.A (2) Lokasi penambangan pasir Pada setiap lokasi yang terdapat penambangan pasir. harus dilakukan survei pengukuran tiap tahun dalam musim kemarau. dimulai dari bagian hulu dan tengah dari setiap panjang sungai yang diamati. Program pemeriksaan. iii. Dalam komputer model. Kegiatan tersebut dilakukan oleh staf dari instansi pengelola sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Yang dikontrakkan ke pihak ketiga harus didefinisikan dengan jelas. Kegiatan tingkat II ini dilakukan dengan interval yang lebih jarang dari kegiatan tingkat I.

Kegiatan tersebut termasuk pekerjaan yang bersifat rutin. 3) Pemeliharaan Darurat Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan pencegahan yang harus segera dilaksanakan untuk melindungi keutuhan dan kekuatan bangunan (dalam skala besar) yag akan atau telah mengalami kerusakan sehingga kerusakan bangunan tidak menjadi lebih parah dan dapat mengancam fungsi bangunan. Selain itu. 7. ½. Jika dilakukan pengamatan angkutan sedimen.A dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. 3) Ringkasan Pemeriksaan dan Survei Bagain ini memperlihatkan tabel kegiatan tingkat I yang terdiri atas pemeriksaan dan survei sesuai dengan penjelasan di atas.2 Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan Konsep usulan program pemeliharaan adalah : a) pencegahan terjadinya permasalahan (kerusakan)walaupun kerusakan belum terlihat b) perbaikan kerusakan yang tidak diharapkan segera setalah kejadian sehingga kerusakan yang lebih parah tidak terjadi Jadi pemeliharaan merupakan pencegahan dan koreksi. dan satu kali pada musim kemarau. Angkutan sedimen layang (suspended sediment) harus diambil secara vertikal pada lokasi ¼. tetapi bangunan atau pelaksanaannya bersifat sementara. yaitu pemeliharaan khusus. 2) Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan pencegahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memelihara fungsi sungai dan bangunan persungaian agar tetap optimal. Pekerjaan tersebut dibagi dalam kegiatan awal dan kegiatan berkala. 1) Tujuan Pemeliharaan 51 dari 120 . pembersihan bahan-bahan terapung seperti dahan/ranting pohon yang tersangkut pada bangunan sungai. khusunya yang bertugas pada pemeliharaan sungai. Pemeliharaan korektif ini biasanya terdiri dari beberapa pekerjaan penting. Pekerjaan pemeliharaan darurat bisa bersifat pemeliharaan pencegahan atau pemeliharaan korektif yang berskala besar. Pengamatan tersebut juga harus terdiri atas pengukuran debit harian selama tujuh hari berturut-turut. Angkutan sedimen dasar (bed load) diambil dari tempat yang sama. rehabilitasi dan rektifikasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pemeliharaan korektif dibagi dalam tiga kategori. Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan atau diawasi oleh staf dari instansi pengelola sungai. Pemeliharaan pencegahan juga termasuk pemeliharaan berkala yang dilakukan dengan interval yang terputus-putus dengan tujuan untuk melestarikan (mengawetkan) fungsi dari bangunan persungaian. 4) Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang mencoba untuk mengembalikan ke fungsi semula sungai atau bangunan persungaian yang rusak atau terkena pengaruh aliran sungai atau akibat ulah manusia. misalnya pemotongan rumput/semak/semak. pekerjaan perbaikan yang kecil pada bangunan persungaian bertujuan untuk mengembalikan bangunan itu sesuai dengan kapasitas semula. satu set pengamatan harus diambil pada lokasi pengukuran sekurang-kurangnya dua kali di musim hujan. dan ¾ dari lebar sungai. baik yang bersifat permanen maupun yang dilaksanakan untuk sementara (darurat).

sistemnya harus diperbaiki secara keseluruhan dengan menggunakan perencanaan baru yang menyeluruh dan terpadu Pemeliharaan korektif ini harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan atau penurunan fungsi bangunan yang lebih parah. 52 dari 120 .A Pemeliharaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan dengan cara memperbaiki kerusakan sebuah bangunan persungaian atau bagiannya yang saat itu fungsinya antara 70% samapai dengan 50% dari desain aslinya. Rehabilitasi adalah pekerjaan perbaikan utuk mengembalikan fungsi bangunan persungaian yang telah turun sampai kurang dari 50% dari desain asli.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Oleh karena itu. Rektifikasi sistem bangunan merupakan kegiatan pemeliharaan bangunan sungai yang mengalami kerusakan atau belum rusak tetapi kondisinya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

SNI 03-2822-1992. Jakarta. Jakarta. 1994. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-2820-1992. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-2819-1992. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-3444-1994. Badan Penelitian dan Pengembangan. dan Gayo dkk. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002. Jakarta. 2002. SNI 03-2400-1991. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Badan Penelitian dan Pengembangan. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling.Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. T-11-2004-A. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pembangunan Pengaman Sungai.A Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pd. Jakarta. SNI 03-2415-1991. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. Pradnya Mitra. 2002. SNI 03-1724-1989. Jakarta. Jakarta 53 dari 120 . 2004. 2002. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Badan Penelitian dan Pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-2830-1992. Badan Penelitian dan Pengembangan. KP-07. Jakarta. Jakarta.Pemeliharaan Bangunan Persungaian. Krib Yusuf Muhammad Ir.A Bibliografi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Jakarta. 2002. Metode Perhitungan Debit Banjir. Pd T-xx-xxxx. Jakarta. PT. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Bagian – 1.

1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Krib 54 dari 120 PERENCANAAN PENDAHULUAN RPT0-Pd T-xx-xxxx.A .STUDI IDENTIFIKASI STUDI AWAL STUDI KELAYAKAN STUDI PENGENALAN STUDI IDENTIFIKASI LAMPIRAN A Lampiran A.

TINJAU KEMBALI DATA .PENYELIDIKAN GEOTEKNIK PERMASALAHAN ? B LOKASI BANGUNAN PENGAMAN SUNGAI 55 dari 120 .A A PERENCANAAN PENDAHULUAN DESKRIPTIF EKONOMI DOMINAN RENCANA PETA SUNGAI YA TIDAK ANALISA KELAYAKAN DATA NONTEKNIS TIPE PENGAMANAN SUNGAI LAYAK ? TIDAK BATAL YA .PENYELUSURAN BERSAMA AHLI SIPIL. GEOTEKNIK. GEODETIK UNTUK CHECKING ELEVASI. DAN SITUASI . GEODETIK .RPT0-Pd T-xx-xxxx.PENGUKURAN TRASE SUNGAI.PENGUMPULAN DATA TAMBAHAN -SURVEI DAN PENYELIDIKAN TAMBAHAN .CEK LOKASI BANGUNAN DAN RENCANA PENYELIDIKAN PENYELUSURAN BERSAMA SIPIL GEOTEKNIK. DAN SITUASI BANGUNAN .

PERENCANAAN DETAIL 56 dari 120 PERENCANAAN DETAIL RPT0-Pd T-xx-xxxx.A .

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Lampiran A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib 57 dari 120 .

.. 6. 2...........Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan . Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250... Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang........ NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara... LINGKUP.A Lampiran A... menguraikan : Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi...2. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi..Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan - 2.... SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .. Lingkup Kegiatan 58 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx... LOKASI KEGIATAN.... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS..... SASARAN Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah melakukan pengamanan tebing sungai dari bahaya gerusan lokal..000..3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan 1.... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan . 4. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi..Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .. geologi regional........1. 5. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.(..1. kondisi klimatologi.. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai. Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3.... 6..... Maksud 2.. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989.. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.

dan BAPEDAL. minimum selama 5 tahun. besarnya curah hujan. debit historis baik debit minimum. data meteorologi. penyebaran jenis batuan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. komponen sosial. tingkat pendidikan. PSDA. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. rencana tata ruang wilayah b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan 59 dari 120 . ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. lama penyinaran dan kecepatan angin. fisiografi dan geologi.000 sesuai dengan KP–01. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Data-data tersebut meliputi : i. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. iv. hidrologi/kualitas air. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. kelembaban relatif. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. fauna dan biota air iii. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG iv. SK DJ Pengairan No. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. ruang lahan dan tanah ii. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. SK DJ Pengairan No.

iii. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Bagian-2. SK DJ 60 dari 120 .5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. v. geometri dan badan sungai harus stabil. Kedalaman pengukuran minimal 3. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. menggunakan perahu. Jika aliran rendah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dibersihkan dan dirawat dengan baik kemampuan tim pengukurnya ii. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. i. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. iii. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis.000. bagian alur sungai yang terbuka lurus.A Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. iv. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib ii. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya keandalan peralatan dan sarana penunjang. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. Volume I : Umum. (3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan .000 atau 1:2. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. mampu melewatkan banjir. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. adanya kontrol penampang. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling.

d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (a) Sedimen Layang. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Bagian-3. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. Pekerjaan Geoteknik. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat.A Pengairan No.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Volume I : Umum. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. ii. (2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman 61 dari 120 . Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i.

Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan 62 dari 120 . Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - Metode Rasional. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. iii. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Volume I : Umum. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.A Penyusunan Spesifikasi Teknik. curah hujan dan luas DAS SNI 03-24151991. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. maka digunakan metode analisis regional. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. Log Pearson atau Log Normal ii. Bagian-3. Engelund-Hansen. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. iv. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana.RPT0-Pd T-xx-xxxx. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 Melchior. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Pekerjaan Geoteknik.

(2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. ii. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994.000 m3 iii. Economic Internal Rate of Return (EIRR) Benefit/Cost ratio (B/C ratio) 63 dari 120 . tinggi air. gaya seret. perumusan RKL dan RPL (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. dimensi tiang. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. panjang krib. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.A debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 .000 m3 ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.RPT0-Pd T-xx-xxxx. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. tekanan. kecepatan aliran. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. jarak krib. jarak antar tiang dan panjang tiang). identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. kekasaran.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i.

... 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis.. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan.. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.... Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.3. Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 64 dari 120 . pekerjaan berada di Sungai. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan.... b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6. Net present value (NPV). Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).2..3. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten...Kecamatan . 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6..1...... 6... Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup...3..... atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan..3.2.A iii..3.

. pelaksanaan pembangunan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.. pelaksanaan pembangunan. pelaksanaan pembangunan. METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi. 8. 9..... O&P bangunan air.A 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.) hari kalender PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan... 5. dengan pengalaman minimal 10 tahun.. pengolahan data dan perencanaan bangunan. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). pelaksanaan pembangunan. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).....6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. dengan pengalaman minimal 8 tahun. O&P bangunan air.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik). Tenaga Ahli Geoteknik 65 dari 120 ... Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. geologi regional). berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. 7.. asisten. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 3. 2.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.. pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. hidrologi.. (. O&P bangunan air. 6. 4.. dengan pengalaman minimal 8 tahun. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan.. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan..1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya. dengan pengalaman minimal 7 tahun. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. O&P bangunan air. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan .

gambar teknis pendahluan 11.. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S. 10. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. kelayakan ekonomis iii.. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). dan lain-lain. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. Laporan Bulanan 66 dari 120 . (tgl/bulan/tahun) 2.. Ahli Sosial . Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR)..A Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah : i. 9. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. kajian pendahuluan penentuan krib ii.. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. 10.. 8. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun.. irigasi. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi.5 (lima) Tahun. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.

...... hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ... dimensi dan layout check dam..RPT0-Pd T-xx-xxxx........(tgl/bulan/tahun) 4. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ....... Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal .(tgl/bln/thn) iv. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200..... ii....(tgl/bln/thn) 5. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.(tgl/bln/thn) 12............... PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : ii. analisis laju sedimen. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i...A Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3. Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.... Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal... Laporan Penyelidikan Geoteknik 67 dari 120 .. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ..(tgl/bln/thn) iii...(tgl/bln/thn) 6.. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 ........ Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ..

RPT0-Pd T-xx-xxxx. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4.A 1. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 68 dari 120 .

Gambar Teknik .Laporan Investigasi Geoteknik . terdiri : .1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Laporan Kajian Andal . kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN KRIB ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Laporan Analisis Sosek .Laporan Akhir .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .BOQ dan RAB .A LAMPIRAN – B Lampiran B.Dokumen Tender SELESAI 69 dari 120 .

...... Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan krib adalah pengamanan badan sungai dari bahaya gerusan lokal sehingga kondisi palung sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya 4. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja..1.Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .2 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Krib 1. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. kondisi klimatologi. Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi... 2..(.......Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi.. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi....Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2...... LINGKUP...Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .1.. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai..2...... 6. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989.. Maksud 2.. Lingkup Kegiatan 70 dari 120 . menguraikan : .. 6..1..... LOKASI KEGIATAN... geologi regional.. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx....Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan . 5....A LAMPIRAN B. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp . kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan ...........1....

Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG iv. penyebaran jenis batuan. besarnya curah hujan. fauna dan biota air 71 dari 120 .000. Data-data tersebut meliputi : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. dan BAPEDAL. minimum selama 5 tahun. SK DJ Pengairan No. ii. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. fisiografi dan geologi. iii. data meteorologi. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. ruang lahan dan tanah komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. kelembaban relatif. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).RPT0-Pd T-xx-xxxx. hidrologi/kualitas air. PSDA.A Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. debit historis baik debit minimum. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. ii. lama penyinaran dan kecepatan angin. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS.000 sesuai dengan KP–01. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01.

tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya 72 dari 120 ii.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i.0 m.50 m. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan.2. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. komponen sosial. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. iii. iv. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. rencana tata ruang wilayah 6.1. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. adanya kontrol penampang. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim.RPT0-Pd T-xx-xxxx. . Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. bagian alur sungai yang terbuka lurus. geometri dan badan sungai harus stabil.25 m. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Volume I : Umum.A iii. tingkat pendidikan. Bagian-2. Peta ini harus meliputi jarak 1. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. mampu melewatkan banjir.

5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. keandalan peralatan dan sarana penunjang. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.3. Volume I : Umum. pengambilan sampel serta bor tangan. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Pekerjaan Geoteknik. 73 dari 120 . SK DJ Pengairan No. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. Bagian-3. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. Kedalaman pengukuran minimal 3. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP– 01.1. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. dibersihkan dan dirawat dengan baik v.A iv. menggunakan perahu.

jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Pekerjaan Geoteknik. maka digunakan metode analisis regional. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. Log Pearson atau Log Normal ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995.4. Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. (1) Sedimen Layang i. Bagian-3.A 6.1. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - berdasarkan Metode Rasional. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 74 dari 120 . 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iv. iii. Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. curah hujan dan luas DAS SNI 032415-1991. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.1.5. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer SNI 03-4145-1996. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. ii.

keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991.A - Melchior. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. jarak krib. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . tinggi air. dimensi tiang. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. gaya seret.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. jarak antar tiang dan panjang tiang). panjang krib. kekasaran. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : 75 dari 120 . kecepatan aliran. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. EngelundHansen. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. tekanan. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.

potongan memanjang dan melintang krib.1. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 6. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.1. iii.1.6. Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai.A i. Net present value (NPV). Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan 76 dari 120 . 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran.7. 6. ii. Bagian-a. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.000 m3 identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. 6.1. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup terkena dampak besar dan penting yang akan ii. 6. iii. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. DJ Pengairan No.9. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv.8. Penggambaran mengacu pada KP-07. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. detail bangunan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. layout krib dan bangunan pelengkapnya.

dokumentasi. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan.. sudah termasuk dalam item mobilisasi. 257/PTS/M/2004 6.... tenaga kerja lapangan dan lain-lain. 6.. selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.3.. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi.. b) Foto Dokumentasi (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan..A b) c) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi.... Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan.. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan.. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 77 dari 120 .2. c) 6.. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan........ (3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi.Kecamatan . peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai.1.. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6. dewatering dll..3.. pekerjaan berada di Sungai..1. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten....11.10. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. d) 6. Mobilisasi staf kantor. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat.1.. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya.. (2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

78 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

7.

METODOLOGI

Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. 8. 9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 10 tahun. 2. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 3. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 7 tahun. 4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 5. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 6. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
79 dari 120

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ....... (....................) hari kalende.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 9. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender, sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. 10. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain. 11. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. 10. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : i. Nota Desain ii. Gambar Teknis iii. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. LAPORAN Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal………………

80 dari 120

perhitungan desain.A b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. metode dan jadwal konstruksi. geoteknik. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) (2) (3) (4) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. ii. rangkap 3 (tiga). paket konstruksi dan lain-lain. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. hidrolika. tanggapan. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. jadwal pelaksanaan. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. tender drawing ii. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. daftar kuantitas dan harga satuan 81 dari 120 . daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. estimasi biaya. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. uraian permasalahan. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. iii. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. serta konsep lokasi krib. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. v. iv. dan koreksi. perhitungan desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. hidrologi.

Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 82 dari 120 . Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. iii. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Laporan Analisis Ekonomi Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 12. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. ii. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.A Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.

dan kondisi lapangan c) Persyaratan keamanan bangunan Persyaratan keamanan bangunan krib. iii. Jenis dan nilai kegunaan bangunan yang akan dilindungi dengan krib b) Persyaratan perencanaan Persyaratan perencanaan bangunan krib. degradasi dasar sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. persyaratan fungsional meliputi : ketentuan yang perlu diperhatikan dalam perlindungan sungai secara tidak langsung dari bahaya gerusan lokal atau bahaya meander. 1:2. persyaratan pemilihan jenis krib didasarkan : tujuan pemasangan krib.3 Kriteria Desain Bangunan Krib Penentuan kriteria desain mengacu pada SNI 03-2400-1991. Peta ini dipakai untuk mencari Daerah Pengaliran Sungai (DPS) serta stasiun-stasiun hujan yang bersangkutan. dan penggerowongan tebing.000 atau peta situasi sungai dengan skala 1:10. aman terhadap regangan dan tegangan yang terjadi. sebagai pengarah arus atau berfungsi untuk memperbaiki alinyemen sungai ii. meliputi : i.000. kondisi tanah. muatan arus sungai (2) kemanan struktural : stabil terhadap guling. dengan menggunakan data hujan 83 dari 120 . keamanan terhadap benturan dan abrasi oleh muatan dan benda padat lain. terdiri dari : (1) keamanan hidraulik meliputi : kemanan terhadap gerusan lokal. yaitu i. geser dan penurunan. dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pertimbangan dan Persyaratan Perencanaan a) Pertimbangan perencanaan Pemilihan jenis krib harus sesuai serta mempertimbangkan data dan informasi tentang tujuan pembuatan krib yang meliputi : i. kesesuaian perencanaan teknik dengan perencanaan pengelolaan sungai terpadu. b) Data hidrologi Data hidrologi untuk menentukan debit desain dalam perencanaan krib dapat dibagi menjadi dua macam. dengan menggunakan data aliran langsung ii. Fungsi krib sebagai pelindung tebing tidak langsung. aman terhadap deformasi yang diijinkan (3) keamanan ligkungan yaitu keamanan terhadap gangguan angkutan sedimen dan benda padat lain 2) Data dan Informasi Data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan teknis bangunan pengaman sungai krib meliputi hal-hal berikut : a) Data topografi Untuk perencanaan bangunan pengaman sungai krib diperlukan peta topografi 1:25.A Lampiran B. pengatur/pengarah arus dan perbaikan alinyemen sungai. ii.000.

i) Data bahan bangunan Pemilihan bahan yang akan digunakan untuk bangunan krib dan perlengkapannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. tengah. g) Data bangunan Data bangunan air di hulu dan di hilirnya yang akan terpengaruh oleh bangunan krib yang akan di desain. vi. kemiringan dasar sungai : sungai terjal dan landai. persyaratan kualitas.A c) Data aliran langsung Data ini adalah data aliran sungai hasil survai dan penyelidikan hidrometri dengan melakukan pengukuran kecepatan aliran dilapangan dan atau hasil penghitungan hidraulika sungai dengan menggunakan rumus-rumus atau persamaan hidraulik sungai. iv. ii. berjalin. kadar air. perubahan geometri sungai ke arah horizontal: sungai berliku. lebar. 84 dari 120 . dan daya dukung. dengan parameter: panjang. Kemudian debit desain dihitung dengan menggunakan metode-metode pedoman yang berlaku. sifat pemadatan. : i. sungai berdegradasi. Berdasarkan data hujan yang ada terlebih dahulu dihitung hujan rencana dengan menggunakan cara-cara statistik. hilir. modul elastisitas. gradasi butiran. jenis. sifat fisik dan teknik bahan bangunan yang terdiri dari berat jenis. sifat lapisan dan material : dasar sungai. sumber dan jumlah yang tersedia. e) Data geoteknik Data geoteknik yang diperlukan untuk desain krib di antaranya : i. sungai tetap. f) Data geometri sungai Data geometri sungai yang diperlukan untuk desain krib di antaranya bentuk dan ukuran dasar sungai terdalam. sifat teknik tanah dan batuan meliputi pemampatan. v. perubahan geometri sungai ke arah vertikal: sungai beragradasi. sifat fisik tanah dan batuan di sekitar calon krib meliputi berat jenis. iii. tebing dan lemball. dan dalam. ix. gradasi butiran. kemiringan. berat isi. lebar dan dalam. dan kekerasan. ii. d) Data hujan Data hujan dipergunakan apabila data aliran langsung yang tersedia tidak cukup panjang. kemudahan pengerjaan. antara lain dengan memperhatikan faktor-faktor : i. degradasi atau penurunan dasar alur dan atau palung sungai dengan parameter panjang. jenis dan ketahanan umur. h) Data morfologi sungai Data dan informasi morfologi sungai yang diperlukan. dan nilai ekonomis. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. lebar. viii. keausan. kekuatan geser. agradasi/sedimentasi atau peninggian dasar alur dan atau palung sungai. kekuatan geser. ketinggian. vii. tetapi data hujan tersedia cukup panjang. keausan dan kekasaran. alur. dan kekasaran. lembah. kelulusan air. konsintensi dan kepadatan. pegunungan dan pedataran. palung. iii. bentuk dan ukuran alur. palung dan lembah sungai secara vertikal dan horizontal (penampang melintang dan memanjang sungai) mencakup parameter panjang. lurus. lokasi daerah aliran : hulu.

konsekuensi dan ekonomi. pangkal krib diletakkan pada tebing yang mantap untuk menghindari terobosan arus dibelakang krib dan agar tahan terhadap longsoran tebing. disamping berfungsi untuk menyempitkan aliran bagian sungai yang telah melebar yang disebabkan adanya perubahan morfologi sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Debit alur penuh diambil berdasarkan kala ulang 2 tahun c) Arah pemasangan krib Untuk memperoleh hasil yang paling optimum. letak krib dengan arah tegak paling efektif untuk menciptakan medan krib. harus mempertimbangkan perencanaan sungai secara keseluruhan. jika panjang tiang terbatas maka mercu krib dapat dibuat bertingkat. iii. pemasangan konstruksi krib baik untuk perlindungan tebing maupun perbaikan arah aliran pada suatu daerah krib. meliputi : i. pemasangan tegak lurus terhadap sisi sungai atau aliran yang disebut krib normal. krib untuk pendalaman alur bagi navigasi diletakkan pada kedua tebing sungai sepanjang alur yang dikehendaki dengan arah tegak atau arah tajam. v. 85 dari 120 . dengan krib ini arah aliran akan tertarik ke sisi/tebing sungai meskipun pada ujung krib tersebut mulamula aliran terdorong ke tengah. ii. krib normal dibangun dengan tujuan untuk menyempitkan suatu ruas sungai yang telah melebar akibat adanya perubahan morfologi sungai ii. informasi historis di lokasi rencana krib. dalam rangka mewujudkan konsep pengelolaan sungai secara terpadu (2) letak krib. i. iii. pemasangan condong ke arah hilir yang disebut krib pikat. resiko. maka arah pemasangan dapat dilakukan dalam 3 cara berikut ini : i. ii. jenis ini dapat digunakan pada sisi yang cekung pada belokan-belokan. peletakan krib sepanjang daerah krib. pemasangan condong ke arah udik yang disebut krib elak. iii. yang sesuai dengan kondisi sungai itu. iv.A 3) Penentuan Tata Letak dan Perencanaan Teknik a) Penentuan Tata Letak Penentuan tata letak krib harus dipertimbangkan berdasarkan tinjauan berikut : (1) pertimbangan terhadap perencanaan sungai terpadu. Sudut inklinasi dapat diambil antara 10o – 20o dari garis normal terhadap sisi sungai. miring ke arah ujung. krib dipasang dengan jarak optimal. Jadi penggunaan krib ini harus lebih hati-hati d) Perencanaan teknik struktur dan pondasi Perencanaan teknik struktur dan pondasi meliputi : (1) Dimensi krib Dimensi krib yang harus ditentukan sesuai SNI 03-2829-1992 meliputi : (a) elevasi mercu krib ditentukan : sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). keamanan/kestabilan. sehingga krib tegak paling sesuai untuk pelindung tebing dan pengatur alinyemen horisontal alur sungai. diambil berdasarkan panjang tebing yang perlu dilindungi dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan arus pada keadaan krib terpasang b) Penentuan debit rencana Debit banjir rencana harus diperiksa dan dikontrol terhadap data morfologi sungai.

0 m. ii.4 . (c) dimensi tiang .8)l Belokan dalam D = (2. meliputi : i. ditentukan berdasarkan : i. stabilitas dan kekuatan krib bronjong : kawat bronjong yang harus digunakan harus mengikuti standar yang berlaku . dan lilitan pada kawat sisi gaya-gaya yang mempengaruhi stabilitas krib tiang pancang adalah : i.7 . ditentukan berdasarkan persyaratan hidraulik dan persyaratan kestabilan konstruksi. ii. v. tekanan arus sejajar arah aliran dianggap merata pada tiang dengan kecepatan arus maksimal pada debit desain. iii. dibuat sedemikian rupa sehingga susunan krib menghasilkan suatu model krib yang paling efektif.6)l (f) jarak krib .RPT0-Pd T-xx-xxxx. susunan tiang pancang dibuat satu baris ditambah tiang stabilitas di ujung krib. krib harus dtinjau kestabilan masing-masing tiangnya (single of pile) . panjang krib untuk pengarah arus ditentukan sedemikian rupa sehingga didapatkan pola aliran baru. gerusan lokal yang terjadi akibat penempatan krib merupakan akumulasi dari gerusan yang diakibatkan oleh penyempitan alur dan gerusan akibat 86 dari 120 . stabilitas terhadap longsoran tebing ke arah alur sungai . tekanan tambahan akibat penumpukan sampah setebal 1.3)l Belokan luar D = (1.8 – 3. ii.A (b) panjang krib. iii. stabilitas dan kekuatan krib pasangan batu . untuk mendapatkan terjadinya endapan antara lain . material sedimen dan sifat aliran sungai. krib harus ditinjau terhadap tegangan yang terjadi akibat krib tidak boleh melampaui daya dukung pondasi. untuk memastikan hal ini dapat digunakan penyelidikan hidraulik dengan model (2) stabilitas dan kekuatan krib konstruksi krib disebut stabil. jika krib berfungsi untuk memperdalam alur bagi navigasi.2. iii. (d) jarak antar tiang . iv.1. panjang krib ditentukan oleh faktor lebar dan kedalaman alur yang diperlukan untuk navigasi. pada pangkal krib susunan tiang dibuat lebih rapat makin jarang ke arah ujung (e) panjang tiang . jika mampu menahan semua beban atau gaya yang bekerja pada krib. ditentukan berdasarkan elevasi mercu krib dan kedalaman pemancangan tiang menurut persyaratan keamanan dan stabilitas. anyaman dibuat dengan lilitan ganda dan lilitan pada kawat sisi dibuat sedemikian rupa . beban lateral sejajar krib yang bekerja pada tiang-tiang akibat endapan diperkirakan membentuk lereng dengan kemiringan 1 : 1. stabilitas dan kekuatan krib tiang pancang . Tabel Hubungan antara panjang dan interval krib Lokasi pembuatan krib di Hubungan antara interval sungai (D) dan panjang (l) Bagian lurus D = (1. tekanan tanah pasif pada tiang yang terpancang. tiang ditinjau tunggal maupun secara kesatuan (3) stabilitas tanah dasar pondasi stabilitas tanah pondasi diperhitungkan terhadap : i. perbandingan panjang krib dan jarak krib dibuat sedemikian rupa sehingga kecepatan arus di tepi tebing cukup aman untuk kestabilan lereng.

(2) lebar mercu antara 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx.00 meter.: b = panjang krib.00 – 2. baik gerusan setempat pada tiang krib. disamping penurunan dasar sungai secara menyeluruh .50) b. (3) kemiringan potongan melintang antara 2v : 1h dan 1v : 1h. atau bisa dibuat bertingkat.A penempatan tiang pada dasar sungai. ii.00 – 1. disarankan dilakukan model uji hidraulik fisik di laboratorium e) spesifikasi dan jenis krib berdasarkan bahan pembuatnya jenis krib berdasarkan bahan pembuatannya meliputi : (a) krib bronjong. gerusan setempat rangkaian krib maupun gerusan akibat degradasi. (3) pada bagian peralihan l = (1. perkiraan penggerusan dan besarnya rip-rap sebagai pelindung dasar dengan menggunakan persamaan yang berlaku iii. Gambar 1 Ukuran jarak krib (2) tinggi dan lebar mercu krib (1) elevasi mercu krib dapat dibuat sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). spessifikasi perencanaannya adalah sebagai berikut : (1) jarak krib (1) pada tikungan luar l = b (2) pada tikungan dalam l = (1. (5) jika konstruksi krib bronjong cukup tinggi dan besar maka bagian tengah bisa diisi dengan batu lepas 87 dari 120 . (4) ujung krib bronjong diambil kemiringan 1v : 1h.50 – 2.00) b. lokasi maupun besaran gerusan yang terjadi akibat penempatan krib/tiang pancang.

panjang krib adalah dihitung mulai dari pangkal krib sampai dengan garis ujung krib yang direncanakan. ii.00 – 2. Penentuan parameter aliran dan koefisien – koefisien lainya dilakukan melalui proses kalibrasi dan analisis kepekaan antara model dan prototipe.RPT0-Pd T-xx-xxxx.00 m 1 :1 1 :1 2 :1 pot : A – A untuk 1V : 1 H pot : A – A untuk 2 V : 1 H Gambar 2 Ukuran lebar puncak dan kemiringan krib (3) panjang krib i. Antara Lain : (a) Menguji Kesempurnaan Pra-perencanaan direncanakan dengan analisa teoritis. b) UMH Matematik UMH matematik adalah suatu penyelidikan pengujian dengan model matematik yaitu simulasi keadaan aliran yang didasarkan pada hasil hubungan matematik dengan prinsip – prinsip hidraulik. (d) mencari menentukan metoda perbaikan krib. (c) mencari hubungan antara parameter aliran sedimen / morfologi sungai. a) Kegunaan UMH Kegunaan UMH. posisi lokasi dan jumlah bangunan krib. panjang krib paling kecil : 0.25 jarak antara dua krib.A A Muka Air alur 1 :1 A 1. 4) Penyelidikan Hidraulik dengan Model Uji Model Hidraulik (UMH) adalah suatu penyelidikan pengujian hidraulik sebagai alat bantu yang dapat mementapkan suatu perencanaan teknik atau gagasan UMH dapat dilakukan dengan model matematik maupun dengan model fisik di laboratorium. 88 dari 120 . teknik bangunan krib yang (b) mencari rencana tipikal bangunan krib yang secara hidraulik dianggap lebih baik sesuai dengan maksud dan tujuan pembengunan krib.00 engsel 1.

agradasi dan gejala nagkutan muatan yang lain (4) angkutan dan pengendalian muatan benda padat lainnya (5) pengoperasian (6) beberapa parameter dan koefisien rumus aliran dan muatan untuk perhitungan teoritis 89 dari 120 .A c) UMH Fisik Ikhwal yang perlu diketahui : (a) UMH Fisik adalah suatu penyelidikan pengujian di Laboratorium dengan peniruan secara fisik keadaan di lapangan dengan skala tertentu. macam arus. untuk mempelajari berbagai masalah hidraulik yang mungkin timbul karena didirikannya suatu bangunan di sungai dan pengaruh perubahan morfologi sungai terhadap masalah hidraulik yang erat kaitannya dengan fungsi dan keamanan bangunan (b) Untuk melaksanakan UMH Fisik Bangunan krib diperlukan data survei lapangan guna menunjang kesamaan model dengan prototipe (c) Dalam UMH fisik dipelajari masalah – masalah hidraulik yang timbul akibat dibangunnya bangunan krib antara lain sebagai berikut : (1) Gejala dan parameter aliran. berupa tinggi muka air. tekanan dan lain – lain (2) penggerusan lokal / setempat (3) pengaruh degradasi. debit. kecepatan. arah aliran.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

Lingkup Pekerjaan dalam Kontrak Kontraktor harus memenuhi kebutuhan semua tenaga kerja. b. Latar Belakang Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. sampai dengan ………. 90 dari 120 . gudang...Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan . pemencangan. .. 4. m jatuh dalam bulan ….Generator termasuk jaringan listriknya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. Pekerjaan yang harus dilaksanakan menurut Kontrak mencakup dibawah ini : a. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci..Jalan masuk sementara berikut jembatan dan fasilitas lainnya. sampai dengan ………….. kondisi klimatologi. KETENTUAN DAN PERSYARATAN 4.Fasilitas kerja Kontraktor seperti kantor lapangan..A LAMPIRAN – C Conto Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Konstruksi Konstruksi Pembangunan Krib di Sungai .. pembongkaran dan penyerahan Steel Sheet Pile sebanyak yang diperlukan untuk pelaksanaan Coferdam sementara kepada Direksi. Pelaksanaan pekerjaan. perawatan dan pembongkaran bangunan–bangunan sementara antara lain : . Iklim di lokasi proyek terdiri dari dua musim : musim hujan terjadi dari bulan ……….Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi... geologi regional..Tempat penyimpanan semen berikut material beton dan peralatan pengolah beton. Pemberi tugas dan Direksi tidak bertanggung jawab atas ketelitian data.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan . Program Pelaksanaan 1) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak..Saluran pengelak. sampai dengan …… dan musim kemarau biasa terjadi mulai bulan …. Kabupaten. . operasi.Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2. ... Kondisi Cuaca Informasi umum berikut ini memberikan petunjuk kondisi cuaca dilapangan yang bisa diharapkan untuk sepanjang tahun.. Pelaksanaan pekerjaan krib yang meliputi bangunan utama dan semua bangunan penunjang sesuai yang tercakup dalam Kontrak..1. Hujan rata – rata tahunan sekitar ……... pekerjaan sementara dan pekerjaan lainnya untuk pelaksanaan.. peralatan pelaksanaan.Perlengkapan komunikasi Radio/Telepon dari lokasi pekerjaan ke kantor Proyek di Padang termasuk peralatan lainnya yang perlu.. laboratorium dan lain– lain. menguraikan : .. . 1.. bangunan/dam sementara termasuk pembelian.. 3. m dan 80 % nya adalah ……. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .. material. ... Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan lengkap serta merawat seperti yang diminta dalam Gambar dan Spesifikasi Teknik atau Petunjuk Direksi.... dan semua resiko akibat salah penafsiran data tersebut adalah menjadi beban Kontraktor..

tanggal selesai paling awal dan paling lambat. atau kategori lain yang dianggap penting. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. 5) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. jangka waktu yang diperlukan. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 4) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. pelaksanaan. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. 3) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat.A 2) Tiga puluh (30) hari setelah menerima Surat Penunjukan. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. Aspek – aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan 1) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kelender. tanggal mulai paling awal. serah terima. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). 4) Aspek Ekonomis 91 dari 120 . 4. 3) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. 2) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. surat pengumuman. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. lama pelaksanaan dan sebagainya. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. dengan metode PERT/CPM network. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. urutan waktu.2.

harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Lain-lain 4. Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang.6. Volume I : Umum. waktu istirahat. Bagian-9. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Hal-hal yang cukup sensitif.4. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. 4. 5) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-peralatan tersebut diadakan dengan sewa.3. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. dan pengadaan bahan. Material dan peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa 1) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. Volume I : Umum. maka Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan– pekerjaan pelaksanaan. 4. Peralatan.A Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Dewatering 4. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. hal-hal yang ditabukan. 2) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain.5. Sumber Bahan Pelaksanaan 1) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan. Bagian-7. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika tidak ditentukan lain. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. 92 dari 120 . Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

Tempat produksi atau pabrik v. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 2) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. boleh memakai material pengganti dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. 5. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. Pengangkutan vi. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. 5) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. 4) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : iv. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. Volume I : Umum. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 93 dari 120 . Bagian-9. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 6) Spesifikasi. 3) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. Lokasi Proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. material dan pemasangan peralatan di lapangan. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap.

bengkel. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. Laboratorium. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa.. saluran... Selambat-lambatnya tanggal. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus menyediakan. Bagian-9. .. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bengkel. d) Kantor. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. jalan. iii. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya.. Pekerja. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. . Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan.. Barak. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton.. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. Gudang dan Kantor.A b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. tempat parkir.. kawat. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara.. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. Volume I : Umum. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan ii. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain.. .RPT0-Pd T-xx-xxxx.. air minum. perumahan staf Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . Laboratorium. penerangan. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa.. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan 94 dari 120 . . .

Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama.. Pekerjaan Lain-lain 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Volume I : Umum. Bagian-2. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Volume I : Umum. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Tiang Pancang Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan 95 dari 120 . Bagian-5. Bagian-4. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi.. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-6. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Bagian-6. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing). Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-2. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pembersihan medan. Volume I : Umum.. Volume I : Umum. Volume I : Umum... Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi... Bagian-9. galian dan timbunan. Bagian-1. Bagian-3. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Volume I : Umum. Volume I : Umum.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A b) Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. vii. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. Rencana Kerja Harian. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. iv. 2) Foto Dokumentasi 96 dari 120 .Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan . ii. pengadaan bahan. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah.Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan . Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. viii. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. Daftar tenaga setempat v. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. ix. iii. dll. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. vi.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan . Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan c) Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.Jumlah banyaknya bangunan. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. Daftar perlengkapan konstruksi. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan.

maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. tepat biaya. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. dan tepat waktu. iii. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. iv. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. lokasi dan penjelasan foto. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun.A Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. rujukan : dokumen kontrak. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. 97 dari 120 . ii. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. kewajibannya sebagai berikut : i. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. Sebelum pengambilan gambar-gambar.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

5 Pengendalian Biaya. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. ix. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. vi. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. x. melakukan pengecekan. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. menyiapkan laporan bulanan. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat.A v. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. iii. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. viii. dan laporan akhir proyek. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. iv. xi. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. 6. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek 98 dari 120 1) Pengendalian Biaya . dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. Evaluasi biaya. pengukuran. ii. vii. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. menyiapkan as built drawing. laporan triwulan.

Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan.Pengawasan .RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar.Audit Sasaran yang dicapai: .Pemeriksaan . pengawasan. oleh karena itu.Peninjauan . tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar. murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. pemeriksaan. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. pembongkaran.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? . Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. finishing.A pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? .Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . Memastikan sasaran pengendalian: . murah dan efisien. Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan). evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan.apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? 99 dari 120 .Mengetahui dan mendapat informasi .

melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer .realisasi progress fisik terhadap rencananya .A . murah dan efisien. material dan alat sesuai rencana yang wajar.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien .rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan .realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : 100 dari 120 .melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.RPT0-Pd T-xx-xxxx. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan .termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif . Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) .alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.termasuk dalam hal unit price pekerjaan. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan. perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan).dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo.melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. . sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut. (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification. pekerjaan finishing.

Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : c) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. mutu dan waktu.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . tinggi. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. kuat tekan.dimensi (panjang. tebal. meliputi pengendalian biaya. yaitu: .kualitas (kepadatan. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. beton struktur dll). Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut 101 dari 120 . membuat laporan jalannya pelaksanaan. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. .memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya . adukan beton dan lain-lain) . hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. batu pecah hasil stone crasher. penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. batu. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. haruslah dinilai dari beberapa aspek. daya dukung tanah. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. ukuran-ukuran sesuai dengan desain.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. lebar. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. kemiringan. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. dsb) . adukan semen. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan.A - - realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan.

tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : 102 dari 120 . peralatan pekerjaan. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. alasan sosial politik lainnya. yaitu: . 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan.A Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. skala gempa tahunan. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru d) Penerapan standar/pedoman 1. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. iv. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. xi. dan hari-hari keagamaan. cuaca. musim. percobaan-percobaan. . referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. dan tenaga kerja pekerjaan. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. produktivitas sumber daya. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. debit banjir. daerah. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. dan lain-lain x. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. mengangkut dan merekayasa). keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. . Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). iii.

Bagian – 6. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd 1) Pengukuran 103 dari 120 .6 Pengukuran dan Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A.A. misal : photo dokumentasi. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 4. Volume I : Umum. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 5. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Bagian – 1.A.A.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. gambar-gambar. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 9. Volume I : Umum. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 3. Bagian – 2. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.

perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Volume I : Umum.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Bagian – 2.A. Bagian – 4. Volume I : Umum.A. Bagian – 3. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 1. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. misal : photo dokumentasi. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Lain-lain 104 dari 120 .A. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. gambar-gambar. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 6. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A T-xx-xxxx. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Beton e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 5. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 9. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A.

Bagian–1 Pd T-xx-200x. Bagian–6 Pd T-xx-200x. 8. 9. Bagian–7 105 dari 120 . 4. Bagian–3 Pd T-xx-200x. 5.A Nomor Pembayaran 1. 2. Bagian–2 Pd T-xx-200x. 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 7. 10. Bagian–4 Pd T-xx-200x. Bagian–5 Pd T-xx-200x. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. 3.

A LAMPIRAN – D PEMELIHARAAN BANGUNAN PERSUNGAIAN INVENTARISASI KERUSAKAN & SURVEI PENGUKURAN KEGIATAN AWAL : 1. PROGRAM SURVEI & INVENTARISASI BANGUNAN KEGIATAN TINGKAT I PENENTUAN PENGGAL SUNGAI PENGUMPULAN DATA DEBIT SURVEI PENGUKURAN INVENTARISASI & SURVEI BANGUNAN PERSUNGAIAN KEGIATAN TINGKAT 2 DATA ANGKUTAN SEDIMEN ANALISIS SEDIMEN KOMPUTER MODEL PEMELIHARAAN PENCEGAHAN PEMELIHARAAN DARURAT PEMELIHARAAN KOLEKTIF PEMELIHARAAN RUTIN PEMELIHARAAN BERKALA PEMELIHARAAN PERBAIKAN KECIL RETIFIKASI REHABILITASI PEMELIHARAAN KHUSUS PENGHITUNGAN BIAYA & PELAKSANAAN PEMELIHARAAN Bagan Alir pemeliharaan bangunan persungaian 106 dari 120 . PRIORITAS -> INVENTARISASI & SURVEI AWAL 3. DAFTAR SISTEM SUNGAI 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

laporan. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 1 2 3 4 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tanggal pemasukan data Kali Hulu. dan gambar Contoh No.tengah. tanggal 16 Gambar pelaksanaan 17 Nomor gambar 18 Konsultan desain 19 Nama-nota penghitungan.Nomor…..RPT0-Pd T-xx-xxxx.s.Identitas Tgl.hilir Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS Masukan data DOKUMEN KONTRAK / LAPORAN 10 Judul kontrak.. tanggal 20 Uraian ringkas formulir 1 Nomor….A LAMPIRAN – E Form Pemeliharan Bangunan Persungaian Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….d. Formulir . kantor GAMBAR 15 Judul gambar.Referensi kontrak. 107 dari 120 . nota penjelasan desain. tanggal 11 Nama kontraktor 12 Nama konsultan pengawas 13 Judul dokumen laporan / tanggal 14 Nama penulis dokumen laporan .

hilir Tanggul kiri/tanggul kanan/ tanggul kiri+kanan/ tanpa tanggul Tulis nama desa setempat Masukan < 20 m atau > 20m Masukan < 20 m atau > 20m Tulis PTU……… PTP A….PTP B 18 Nama dan nomor gambar pengukuran 19 Bangunan 1 20 Lokasi bangunan 1 21 Kondisi bangunan 1 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 22 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 1 Uraian singkat/sketsa usulan perbaikan 108 dari 120 .PTP A 17 Jarak langsung PTU .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….'………" GL = ….'………" o GB = …..'………" o Masukan data Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS 10 Nama desa 11 Lebar bantaran kiri 12 Lebar bantaran kanan 13 Nomor titik patok PTU & PTP A (awal) dan B (akhir) 14 Lokasi GPS A 15 Lokasi GPS B 16 Jarak langsung PTU ... …. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tipe sempadan sungai Kali Hulu.tengah..RPT0-Pd T-xx-xxxx. Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran PTU = PTP A = PTP B = o GL = …. …. Formulir Klasifikasi Ruas Sungai contoh 1 2 3 4 No..'………" o GB = ….Identitas Tgl. …. & B …. ….

A 23 Bangunan 2 24 Lokasi bangunan 2 25 Kondisi bangunan 2 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 26 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 2 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 27 Bangunan 3 28 Lokasi bangunan 3 29 Kondisi bangunan 3 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 30 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 3 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 31 Bangunan 4 32 Lokasi bangunan 4 33 Kondisi bangunan 4 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 109 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

A 34 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 4 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 35 Bangunan 5 36 Lokasi bangunan 5 37 Kondisi bangunan 5 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 38 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 5 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 39 Uraian ringkas penting Formulir 2A & gambar sketsa Buat catatan seperlunya 110 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

dsb 8 KONDISI TANAH BANTARAN KIRI Balai PSDA.sedang.Identitas Tgl/bulan/tahun 2 Tgl. sal.pembuang.kecil tidak ada. proyek sungai 9 Kepemilikan tanah pribadi. Pemeriksaan/survei 3 Nama Petugas Tulis namanya KONDISI SEMPADAN SUNGAI DI SEBELAH LUAR SISI TANGGUL Binamarga.kecil 27 Erosi/longsoran tebing kiri 28 Erosi/longsoran tebing kanan 29 Erosi dasar sungai tidak ada.dll Tanaman.pengendapan.dsb Binamarga.kecil tidak ada.Kondisi Ruas Sungai contoh Masukan data 1 No.pisang dll 12 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 13 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 14 Penambangan galian C. perumahan. dsb Jalan desa.sedang. 25 Kondisi keseluruhan alur sungai (dilihat dari morfologi sungai) longsor 26 Erosi dasar sungai tidak ada. dsb Jalan desa.RPT0-Pd T-xx-xxxx.dll Tanaman. 4 Kepemilikan bagian luar kiri pribadi. bambu. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang Tidak/ ya 22 Membahayakan tanggul KONDISI MUARA/ALUR/JALAN AIR Selalu terbuka 23 Kondisi muara Laut lepas Kadang tertutup selalu tertutup selalu baik 24 Kondisi pelayaran baik saat pasang tidak bisa bagus.irigasi. perumahan.irigasi.sedang. sal 5 Penggunaan tanah bagian luar kiri irigasi. proyek sungai 16 Kepemilikan tanah pribadi.pisang dll 19 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 20 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 21 Penambangan galian C.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : …………… Lembar : ………………… Formulir . sal. bangunan 10 Penggunaan tanah Tanaman yang mengganggu 11 Macam tanaman aliran:rumput. sal 7 Penggunaan tanah bagian luar kanan irigasi.pembuang. bangunan 17 Penggunaan tanah 18 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu aliran:rumput.sedang. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang 15 Membahayakan tanggul Tidak/ ya KONDISI TANAH BANTARAN KANAN Balai PSDA.kecil 111 dari 120 . 6 Kepemilikan bagian luar kanan pribadi.erosi. bambu.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.siphon) tidak ada.sedang. talang.A 30 Penambangan galian sungai pada alur sungai 31 Pengendapan/sedimentasi di dasar sungai 32 Hambatan aliran oleh bangunan yang melintang sungai (jembatan.kecil tidak berarti tanaman dibantaran Jembatan Bangunan lama Bangunan sementara 33 % hambatan aliran air terhadap luas penampang 34 Bangunan terancam?(oleh erosi.endapan.sedang. penambangan. dan gangguan lainnya) 35 Uraian ringkas formulir 2B Ya atau tidak 112 dari 120 .kecil tidak ada.

. 12 Usulan rehabilitasi (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 113 dari 120 . Formulir .Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kiri Contoh Masukan data 1 No..m 6 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) Perbaikan talud dengan 9 Usulan perbaikan kecil 1 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa Perbaikan talud dengan 10 Usulan perbaikan kecil 2 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT Galian endapan. bongkar 11 Usulan perbaikan khusus (50%<fungsi<70%) bangunan.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN PREVENTIF potong rumput/tanaman 4 Usulan pemeliharaan rutin yang mengganggu :…………….sudetan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dll Pelebaran sungai.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 Luas m :…………….

(fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 114 dari 120 ... Formulir .sudetan.m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 :…………….15 10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No. dll 12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai. bongkar (50%<fungsi<70%) bangunan.15 PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT 11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kanan Contoh Masukan data 1 No.m 6 Luas m 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) 9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei 3 Nama petugas Tulis namanya PEMELIHARAAN PREVENTIF 4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman yang mengganggu :…………….

Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas – Tak dapat dipakai 4 Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah – Bagus runtuh) – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………… Formulir . – Tak dapat dipakai – Bagus – Lapisan pelindung hilang – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi Masukan data 8 Kondisi kawat beronjong 9 Kegunaan beronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang – Tak dapat dipakai pancang – Bagus – Tiang rusak – Kepala tiang – Batu hilang hancur – Tiang hilang – Tiang poer hilang – Bangunan….Kondisi krib (bangunan yang ada/ existing) Contoh KONDISI RUNTUHAN BANGUNAN 1 No..foto) 6 No..foto KONDISI STRUKTUR BERONJONG 7 Kondisi krib bronjong – Tak dapat dipakai – Bagus – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan….RPT0-Pd T-xx-xxxx. 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) – Bagus – Rusak ringan – Pecah – Tergeser – Lapisan beton hilang – Besi beton rusak – Bagus – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 115 dari 120 .film/No. – 50% < x < 70% 5 Kegunaan runtuhan – x < 50 % – Tak berfungsi (No..

jumlah dan lain-lain 116 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 14 Uraian ringkas Formulir 4B & sketsa (Perlu sketsa posisi susunan krib.

Longsor .Tak dapat dipakai .50% < x < 70% .Tak berbentuk .Tak berfungsi 8 Kondisi kawat bronjong 9 Kegunaan bronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang pancang .Tak berfungsi (No.Tergeser .Tiang rusak .x < 50% .Bagus .x < 50% .Bangunan……… .Tak berfungsi 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 117 dari 120 .Tak dapat dipakai . film/No.Batu hilang .Tak berbentuk .50% < x < 70% .Lapisan beton hilang .Pecah .Tak dapat dipakai .Bagus .Besi beton rusak .Tiang poer hilang .Kepala tiang hancur .Kondisi krib (bangunan yang ada/existing ) Contoh KONDISI TUNTUHAN BANGUNAN 1 2 3 4 No..Batu hilang .Bangunan ……….Bangunan……… .Longsor .x < 50% .Kerusakan kecil .Bangunan hilang .Lap.50% < x < 70% . foto) Masukan data 5 Krib kiri/kanan 6 No.Identitas Tgl pemeriksaan/survei Nama petugas Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah runtuh) Tgl/bln/thn Tulis namanya .Rusak ringan .Bagus .Tiang hilang .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Batu hilang .Bagus .Bagus .Bagus .Rusak ringan .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ………… Lembar : ………………… Formulir . . Foto KONDISI STRUKTUR BRONJONG 7 Kondisi krib bronjong . Pelindung hilang .Tak dapat dipakai .Bangunan hilang .Pecah .

A 14 Uraian ringkas Formulir & sketsa (perlu sketsa posisi susunan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jumlah dan lain-lain) 118 dari 120 .

Identitas 2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN RUTIN 4 Pemeliharaan rutin – Pembersihan sampah – Pembersihan runtuhan 5 Jumlah krib pemeliharaan rutin 1 PERBAIKAN KECIL Pekerjaan tanah minor Masukan data 7 – Tak perlu – Mengganti timbunan – Tanah – Kerikil – Lain-lain ……m x…...x…….m=……m – Tak perlu – Mengganti batu – Batu & filter – Fondasi+batu+filter …………………………..m x……m x……=..m ………………………….m diameter batu – Tak perlu – Ganti kawat – Ganti panel ………………….m 2 22 Luas pengikat bronjong (m 2) 23 Kayu pengganti (untuk krib kayu) 24 Ukuran kayu (mm x mm) 25 Panjang kayu (m) – Tak perlu – Kayu dolken ….m …………………..m …. Formulir.m 2 ……x…….m …m x ……m = ……….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….m x….Penaksiran pemeliharaan krib Contoh 1 No.m x……m x……=.RPT0-Pd T-xx-xxxx.m – Tak perlu – Isi batu + kawat – Isi batu + panel – Ganti unit bronjong – Tak perlu – Galvanisasi – Lapis pelindung Fondasi + filter + unit bronjong 3 8 Jenis material Volume pekerjaan tanah (m 3) 10 Pekerjaan batu minor (bila krib dari pasangan batu) 9 11 Ukuran batu (m) 12 Luas dasar (batu) (m) 13 Ketinggian (batu) (m) 14 Pekerjaan bronjong minor (bila krib dari bronjong ) 15 Penggantian unit bronjong 16 Banyaknya unit bronjong/ jumlah yang diganti 17 Ukuran unit bronjong yang diganti 18 Luas dasar (bronjong) (m 2) yang diganti 19 Ketebalan (bronjong)(m) total yang akan diganti 20 Ukuran batu (bronjong) (m) 21 Perbaikan pengikat bronjong ……… buah Lebar x panjang x tebal ….m x……m x…….m F = m …………………m 119 dari 120 .

m x……m x……=.A 26 Perbaikan beton (untuk krib beton) 27 Luas permukaan beton (m ) 28 Kedalaman beton (m) 29 Perbaikan korektif besar/ Perlu sketsa + deskripsi spesial (bila 50% < x < 70%) 30 Rehabilitasi Perlu sketsa + deskripsi (Bila x < 50%) 31 Rektifikasi (bila sama Perlu sketsa + deskripsi sekali tak berfungsi) 32 Pemeliharaan darurat (bila Perlu sketsa + deskripsi konstruksi dalam keadaan bahaya) 33 Uraian ringkas penting Formulir 4C & sketsa 2 – Tak perlu – Perbaikan kepala tiang – Perbaikan lapis beton ….m …………………m 2 120 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.