RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

RPT0

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 5. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 6. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... PEKERJAAN PERENCANAAN ........................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN DETAIL DESAIN............................................................................ Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN KONSTRUKSI ............................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. i ii iii 1 1 2 4 4 5 21 21 22 22 23 32 32 33 33 36 41 45 48 48 51 53 54 57

7. PEKERJAAN PEMELIHARAAN .......................................................................... 7.1. Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran ............................................... 7.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan.................................................... BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... LAMPIRAN A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencaan Krib .......................... LAMPIRAN A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib ......................

LAMPIRAN A.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan ......................................................................................... 58 LAMPIRAN B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib....... LAMPIRAN B.2 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Detail Desain Krib .................. LAMPIRAN B.3 Kriteria Desain Bangunan Krib ........................................................... LAMPIRAN C LAMPIRAN D LAMPIRAN E Contoh KAK Pekerjaan Konstruksi Krib ............................................. Bagan Alir Pemeliharaan Bangunan Persungaian ............................ Form Pemeliharan Bangunan Persungaian ....................................... 69 70 83 90 106 107

i

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

ii

survey hidrometri. Pedoman pemeliharaan mencakup kegiatan inventarisasi kerusakan. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. pedoman dan manual (NSPM). perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan. standar. Sehubungan dengan hal tersebut.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. hidrologi). sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). data primer (survey pengukuran topografi dan pemetaan. desain. investigasi. iii .7 tahun 2004. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. pekerjaan dewatering. pekerjaan pasangan batu. konstruksi dan pemeliharaan dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. pekerjaan beton. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. detail desain. geologi permukaan. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan). analisis hidrolika. Pedoman detail desain mencakup kegiatan collecting data sekunder (topografi. survey pengukuran. studi identifikasi. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. perencanaan dan perhitungan dimensi. pedoman dan manual (NSPM). standar. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. Pedoman ini mencakup kegiatan perencanaan (studi awal. konstruksi dan pemeliharaan dalam pekerjaan pembangunan bangunan krib. analisis hidrologi. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan bangunan krib. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. pekerjaan penyelidikan geoteknik.

pekerjaan beton. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk setiap masing-masing kegiatan perencanaan. dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). program pelaksanaan. survey hidrometri. data kilmatologi (temperatur. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air KEPMEN KIMPRASWIL No. baik fisik maupun non fisik. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. ACUAN NORMATIF UU No. Pedoman pemeliharaan mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan. gambar desain. desain hidraulik. kelembaban relatif. desain hidraulik. penyelidikan geoteknik. Pedoman perencanaan menetapkan spesifikasi teknis bagian pekerjaan perencanaan yang meliputi studi awal. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) KEPMEN KLH No. pekerjaan dewatering. sampling sedimen). survey hidrometri). Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah.A Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib 1. peta geologi regional. analisis dampak lingkungan dan gambar desain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan perencanaan krib Pedoman detail desain mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. kelembaban relatif. analisis ekonomi. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. studi pengenalan perencaaan pendahuluan dan studi kelayakan dalam kegiatan pembangunan krib. analisis konstruksi.SNI 03-0090-1999 : Spesifikasi Bronjong Kawat 1 dari 120 . penyelidikan geoteknik.RPT0-Pd T-xx-xxxx. perencanaan. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : Standar Nasional Indonesia (SNI) : . konstruksi dan pemeliharaan. analisis hidrologi. pelaksanaan pekerjaan. detail desain. 2. studi identifikasi. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. analisis hidrologi. pekerjaan pasangan batu. data kilmatologi (temperatur. peta geologi regional. Pedoman perencanaan mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. pekerjaan penyelidikan geoteknik.

pengumpulan data. Volume I : Umum. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. Bagian – 6. T. Pekerjaan Bangunan Pengaman Sungai.1. Bagian – 2. Krib 3. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. Pekerjaan Tanah : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. xx – xxxx.A Pd. Volume I : Umum. Volume I : Umum. : Pedoman Analisa Harga Satuan. Volume I : Umum. T. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. xx – xxxx. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. Pekerjaan Geoteknik : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. penentuan metode.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pd. T. Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan diadakan. Pekerjaan Pasangan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. T.A Pd.A Pd. Bagian-3. T. Bagian – 1. xx – xxxx. xx – xxxx. xx – xxxx. xx – xxxx.A Pd. Pekerjaan Beton dan Bekisting. serta penentuan skala prioritas. Bagian – 1. Pekerjaan Pemancangan. ISTILAH DAN DEFINISI Perencanaan adalah rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. T.A - SNI 03-1724-1989 SNI 03-2400-1991 SNI 03-2414-1991 SNI 03-2415-1991 SNI 03-2819-1992 SNI 03-2820-1992 SNI 03-2822-1992 SNI 03-2829-1992 SNI 03-2830-1992 SNI 03-3414-1994 - SNI 03-3444-1994 SNI 03-3961-1995 SNI 03-3961-1995 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka : Metode Perhitungan Debit Banjir : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis : Metode Perhitungan Tiang Pancang Beton pada Krib di Sungai : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Penamopang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan Pedoman Teknis : Pd.A Pd.11 – 2004 – A : Pemeliharaan Bangunan Persungaian Rancangan Pedoman Teknis : Pd. Bagian – 5. T.1. 2 dari 120 . Bagian – 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Volume I : Umum. 3. xx – xxxx. 3.1. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan datadata sekunder yang ada. T.

3.2.3. 3.3.12. Direksi pekerjaan adalah personil yang ditunjuk oleh pemilik pekerjaan untuk membimbing dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana 3. Pengenalan studi adalah suatu proses untuk pengembangan proyek multisektor dari segi-segi teknis. Krib adalah bangunan menyilang / sejajar arah aliran yang ditujukan guna mengubah pola dan sifat aliran untuk suatu tujuan tertentu.2.2.5.4. Konstruksi adalah merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik.4.3. 3. 3.10. Lantai kerja adalah lantai yang terbuat dari beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil.1.7.1.3. 3. 3. Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. 3. Panjang efektif krib adalah panjang krib mulai dari ujung krib sampai pertengahan tebing baru yang direncanakan akan dibentuk. dipergunakan untuk tatakan mencetak tiang pancang beton 3 dari 120 . Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib.11.2. Krib tajam adalah krib yang arahnya menyerong ke hulu 3.2.2. Krib kedap air adalah krib yang diantara bagian konstruksinya tidak dapat dilewati aliran. Krib semi lulus air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong.2.2. 3.3. 3. 3. Letak krib menunjukan tempat sebuah krib dipasang. Krib tegak adalah krib yang arahnya tegak lurus aliran 3. sehingga kecepatannya akan berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan memungkinkan adanya endapan angkutan muatan di tempat ini. 3. Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. Gambar pelaksanaan adalah gambar bangunan (krib) yang sudah dilaksanakan apabila terjadi perubahan dimensi dari perencanaan 3.6. Krib lulus air adalah krib yang diantara bagian-bagian konstruksinya dapat dilewati aliran.2.2. Dokumen perencanaan adalah keterangan yang mencakup tentang spesifikasi teknik.1. Arah krib adalah arah yang dinyatakan dengan sudut antara as krib dan arah aliran. memberikan garis besar 3.9.3.2.2. Pangkal krib adalah bagian krib yang masuk ke tebing sungai 3. gambar perencanaan maupun gambar detail dari seri krib yang akan dibuat 3.3.1. Panjang krib (b) adalah panjang krib (b) adalah dihitung mulai dari pangkal sampai dengan ujung krib 3. 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx.2.2.2.1.2. Studi kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh.8. Medan krib adalah daerah disekitar bangunan krib yang arah dan atau besar kecepatan alirannya dipengaruhi krib tersebut.A 3. krib ini secara efektif mengarahkan aliran ke tengah sungai. 3.4.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.6. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu.5.A 3. 3. Perawatan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan secara berkala.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan pembangunan krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). pelaksanaan investigasi dan penyelidikan.3. PEKERJAAN PERENCANAAN Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. pengumpulan data. iii. tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti.6.5. Perbaikan permanen adalah usaha perbaikan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi secara permanen. 3. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). 4. Pemeliharaan adalah usaha-usaha untuk menjaga agar prasarana irigasi selalu dapat berfungsi dengan baik guna mempertahankan kelestariannya.5.1. penentuan metode. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. serta penentuan skala prioritas.4.2. 3. meliputi perhitungan.6. waktunya pendek dan harus dilakukan serta secara kontinyu. Pemeliharaan periodik adalah suatu kegiatan yang mempunyai waktu yang lama dan dampak yang diakibatkannya akan lebih besar dibandingkan dengan pemeliharaan rutin. Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi. Pemeliharaan rutin adalah kegiatan yang mempunyai frekuensi lebih sering dilakukan dengan skala kecil. gambar konstruksi dan spesifikasi teknis 3. 3. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i.4. 3.1. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 4. Perawatan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan setiap waktu. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa 4 dari 120 .2. Perawatan adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi. Perencana adalah personil yang membuat desain/rencana krib. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah.2. 3. 3.1.5. 3. ii. penyediaan data dan fasilitas penunjang.4. Perbaikan darurat adalah usaha perbaikan dengan maksud agar konstruksi sementara dapat berfungsi.

staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. ii. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. i. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan data-data sekunder yang ada. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Cakupan kegiatan studi awal adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.A Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. studi identifikasi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Adapun uraian pedoman spesifikasi teknis sebagai berikut : 1) Studi Awal Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan krib diadakan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dimana kondisi tata guna lahan akan 5 dari 120 . b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. asisten. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi awal berkisar antara 1 – 2 bulan. 4. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan bangunan krib dibagi menjadi kegiatan studi awal. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.

iii. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. minimum selama 5 tahun. dan BAPEDAL. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. fisiografi dan geologi. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. penyebaran jenis batuan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. b) Perekayasaan 6 dari 120 . (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. hidrologi/kualitas air. tingkat pendidikan. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). komponen sosial. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. ii. fauna dan biota air. iv. debit historis baik debit minimum.000 sesuai dengan KP– 01. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. ruang lahan dan tanah. rencana tata ruang wilayah. iv. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. lama penyinaran dan kecepatan angin. SK DJ Pengairan No. kelembaban relatif.000. SK DJ Pengairan No. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG.A berpengaruh terhadap laju erosi. besarnya curah hujan. ii. Data-data tersebut meliputi : i. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. PSDA. data meteorologi. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.

kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989.A Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang ketersediaan data sekunder dari suatu lokasi pekerjaan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. besarnya curah hujan. Peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).000 atau yang lebih detail. Data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. c) Produk yang dihasilkan Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi : (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Cakupan kegiatan studi identifikasi adalah : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang usulan pekerjaan berikutnya berdasarkan kajian di atas meja dan perumusan untuk kegiatan selanjutnya. data meteorologi. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. debit historis baik debit minimum. Ahli Sungai dan Ahli Geologi 2) Studi Identifikasi Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 1 – 2 bulan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. 7 dari 120 . Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Ahli Hidrologi. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

Komponen sosial. kelembaban relatif. Data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. inventarisasi dan pengecekan terhadap kondisi bangunan–bangunan air yang diambil data debitnya pada studi awal. iv.000 sesuai dengan KP– 01. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Rencana tata ruang wilayah. tingkat pendidikan. fisiografi dan geologi. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. hidrologi/kualitas air. SK DJ Pengairan No. iv. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. kemiringan dan elevasi tanggul. 8 dari 120 .A iii. pengukuran tinggi muka air di sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. lama penyinaran dan kecepatan angin. b) Survey (1) Survey Hidrologi Kegiatan survey hidrologi berupa kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir keadaan tinggi muka air banjir yang terjadi selama musim hujan sesuai dengan KP–01. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. PSDA. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. ii. SK DJ Pengairan No. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. (2) Survey Topografi Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan peta topografi dengan tujuan untuk mengecek kondisi topografi sebenarnya di lapangan sesuai dengan KP–01. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. Kegiatannya meliputi : i. ii. SK DJ Pengairan No. ruang lahan dan tanah. iii. Data-data tersebut meliputi : i. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. minimum selama 5 tahun. SK DJ Pengairan No. Hasil survey topografi disini adalah inventarisasi kondisi morfologi sungai calon pekerjaan yang meliputi lebar. dan BAPEDAL. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. penyebaran jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. fauna dan biota air. Data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.

SK DJ Pengairan No. hindari lokasi krib pada kondisi tebing sungai yang secara geologi mempunyai kecenderungan untuk longsor. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir. jika berfungsi untuk perlindungan tebing maka penetapan lokasi krib harus berada pada tikungan luar sungai. Adapun perletakan bangunan krib berdasarkan fungsinya sesuai dengan SNI 03-1724-1989 sebagai berikut : i. lokasi krib hindari pada formasi geologi yang tidak akan terjadi sesar dan patahan. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. e) Produk yang Dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Analisis (1) Analisis Topografi Kegiatan analisis topografi adalah melakukan kajian di atas meja serta pertimbangan hasil inventarisir kondisi lapangan dengan tujuan menetapkan lokasi bangunan krib sesuai dengan fungsinya. harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang penentuan lokasi pengamanan sungai dengan bangunan krib. SK DJ Pengairan No. jika berfungsi sebagai pengarah aliran maka krib diletakkan pada hulu bangunan pengambilan yang mengalami perubahan arah arus. d) Perekayasaan Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang hasil identifikasi berdasarkan data sekunder serta kondisi lapangan tentang penentuan lokasi bangunan pengaman sungai dengan krib. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… f) Tenaga Ahli 9 dari 120 . (2) Analisis Geologi Analisis geologi berupa kajian di atas meja berdasarkan peta geologi regional untuk menilai kecocokan daerah terhadap usulan pembangunan krib berdasarkan formasi geologinya. jika berfungsi untuk menormalkan kondisi aliran maka krib diletakkan pada tempat terjadinya longsoran. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ii. (4) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor melakukan kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir permasalahan jika terjadi pengembangan dan menilai latar belakang sosial-ekonomi-budaya sesuai dengan KP–01. Adapun analisisnya meliputi : i.A (3) Survey Geologi Melakukan kegiatan kunjungan lapangan untuk keperluan klarifikasi klasfikasi jenis tanah berdasarkan peta geologi regional wilayah sesuai dengan KP–01. ii.

000 sesuai dengan KP– 01. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. iv. penyebaran jenis batuan. SK DJ Pengairan No. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 2 – 3 bulan. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. kelembaban relatif. besarnya curah hujan.A Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. lama penyinaran dan kecepatan angin. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.000. Cakupan kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. iii. 10 dari 120 . data meteorologi. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. debit historis baik debit minimum. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. minimum selama 5 tahun. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Ahli Geodesi dan Ahli Geologi 3) Studi Pengenalan Studi Pengenalan adalah suatu proses kegiatan berkelanjutan dari studi identifikasi yang menginformasikan tentang garis besar perencanaan bangunan krib dengan melakukan kegiatan survey lapangan. Ahli Sungai. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Ahli Hidrologi. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).

Bagian-2. i. rencana tata ruang wilayah. fauna dan biota air.000. b) Survey (1) Survey Topografi Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Perletakan 11 dari 120 . ruang lahan dan tanah. ii. komponen sosial. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Data-data tersebut meliputi : i. (2) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. fisiografi dan geologi.000 atau 1:2. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. hidrologi/kualitas air. iv. PSDA. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim.A (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. Volume I : Umum. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. tingkat pendidikan. SK DJ Pengairan No. iii. dan BAPEDAL. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora.RPT0-Pd T-xx-xxxx. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ii. Pengukuran Topografi dan Pemetaan. iii. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk.

gradasi butiran dan Atterberg Limits. e) Analisis Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. ii. Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir 12 dari 120 . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-3. (2) Geoteknik (Index Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. kadar air.A peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. (a) Sedimen Layang i. Volume I : Umum. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. berat spesifik. Bagian-3. Uji yang dimaksud adalah berat jenis tanah. Pekerjaan Geoteknik. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi Geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah untuk mendapatkan parameter perencanaan yang berupa stabilitas pondasi dan lereng serta menentukan lokasi dan material ketersediaan bahan bangunan. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pekerjaan Geoteknik. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994.

iv. Penggambaran peta topografi yang harus menampilkan kondisi tata guna lahan ii. jarak antar tiang dan panjang tiang. (2) Angkutan Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. . Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. Garis besar perencanaan krib sesui dengan SNI 032400-1991 memuat : i.Metode US – Soil Conservation Service. Log Pearson atau Log Normal ii.Der Weduwen. Metode puncak banjir di atas ambang. Engelund-Hansen.Metode Hidrograf Satuan.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . Net present value (NPV). Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. Metode analisis regional. Dimensi krib yang meliputi elevasi mercu krib. . persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. f) Perekayasaan Buat garis besar perencanaan krib dengan sketsa tata letak dan uraian pekerjaan dengan skala minimal 1:2000. jarak krib. g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan 13 dari 120 . Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. . Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. . dimensi tiang. apabila data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. iii. Layout bangunan krib iii. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel.A Jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun).Melchior. v. panjang krib.Metode Rasional.

Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Ahli Sungai. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Cakupan kegiatan studi adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan berkisar antara 3 – 5 bulan. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. dimensi dan layout krib dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return.000. Ahli Geodesi. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. serta konsep lokasi krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. 14 dari 120 . misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. Ahli Geologi dan Ahli Sosial Ekonomi 4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan Studi Kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh.RPT0-Pd T-xx-xxxx. analisis laju sedimen. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Ahli Hidrologi.A Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi.

SK DJ Pengairan No. fauna dan biota air. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i.000 sesuai dengan KP– 01.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. kelembaban relatif. iii. rencana tata ruang wilayah 15 dari 120 . komponen sosial. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. data meteorologi. penyebaran jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ii. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. tingkat pendidikan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. fisiografi dan geologi. iv. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. lama penyinaran dan kecepatan angin. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. Data-data tersebut meliputi : i. hidrologi/kualitas air. iv. dan BAPEDAL. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). PSDA. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). ii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. ruang lahan dan tanah. minimum selama 5 tahun. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. besarnya curah hujan. debit historis baik debit minimum. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. iii.

Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. adanya kontrol penampang.000 atau 1:2. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. ii. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. keandalan peralatan dan sarana penunjang. 16 dari 120 . Jika aliran rendah. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. iii. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala.A b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Bagian-2. geometri dan badan sungai harus stabil. debit perlu lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . dibersihkan dan dirawat dengan baik. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.000. Volume I : Umum. (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. Kedalaman pengukuran minimal 3. bagian alur sungai yang terbuka lurus. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. ii. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. menggunakan perahu. v.RPT0-Pd T-xx-xxxx. mampu melewatkan banjir. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. i. iv. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. iii.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (a) Sedimen Layang, pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.

ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

17 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS sesuai dengan SNI 03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal;

ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode analisis regional; iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun, maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang; iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan

daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha);
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS

dengan luas < 100 km2;
- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas

> 100 km2;
- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa

memperhatikan luas DAS;
- Metode Hidrograf Satuan; - Metode US – Soil Conservation Service.

v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
18 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-34441994. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL. (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Net present value (NPV),
19 dari 120

lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. (2) Kapasitas rencana (3) Tipe bangunan dan penggambaran. Laporan Analisis Ekonomi 20 dari 120 .A Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (5) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. analisis laju sedimen.RPT0-Pd T-xx-xxxx. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. dimensi dan layout krib. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. (4) Rincian volume dan perkiraan anggaran biaya kasar g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. f) Perekayasaan Hasil perekayasaan dalam kegiatan ini meliputi : (1) Rencana pendahuluan tata letak bangunan.

Ahli Sosial Ekonomi dan Ahli Lingkungan 4. Ahli Sungai. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan perencanaan yang diukur menurut ketentuan di atas.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. asisten serta tenaga pendukung. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. Ahli Geologi. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 4. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Ahli Hidrologi.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang dihadapi. 21 dari 120 . Ahli Geodesi. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas. survey dan investigasi. dimana harga dan pembayaran tersebut.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan pendahuluan dan studi awal adalah Team Leader.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

PEKERJAAN DETAIL DESAIN Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 5.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1. 2.7) Biaya Pelaporan 2.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 5.3) Pengukuran dan Pemetaan .4) Penyelidikan Geoteknik 2. penyediaan data dan fasilitas penunjang.Pengukuran cross-section.1) Biaya Perjalanan Dinas 2. b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. ii. 22 dari 120 . atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.Pengukuran poligon dan situasi . Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan).8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .Pemasangan Patok BM dan CP . Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. long section 2.2) Biaya Operasional Kantor 2. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). iii.

Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.000. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. 23 dari 120 . asisten. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain krib meliputi : 1) Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait.A i. 5. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. ii. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-17241989. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.

mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain.RPT0-Pd T-xx-xxxx.000 sesuai dengan KP–01. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. d) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 e) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. data meteorologi. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 2) Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x. ii. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. besarnya curah hujan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. Volume I : Umum. debit historis baik debit minimum. PSDA. SK DJ Pengairan No. SK DJ Pengairan No. tingkat pendidikan.A b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. iv. Data-data tersebut meliputi : i. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. iii. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. penyebaran jenis batuan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. lama penyinaran dan kecepatan angin. hidrologi/kualitas air. kelembaban relatif. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan ini akan dilakukan oleh 24 dari 120 . data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). minimum selama 5 tahun. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. komponen sosial. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). ii. iv. fisiografi dan geologi. Bagian-2. rencana tata ruang wilayah. c) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. ruang lahan dan tanah. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. dan BAPEDAL. iii. fauna dan biota air.

Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau 25 dari 120 . pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. iv. mampu melewatkan banjir. Kedalaman pengukuran minimal 3. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . dibersihkan dan dirawat dengan baik. geometri dan badan sungai harus stabil. iii.A Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. ii. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. adanya kontrol penampang. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung.50 m. Peta ini harus meliputi jarak 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. keandalan peralatan dan sarana penunjang. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. kemampuan tim pengukurnya. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim.25 m. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. menggunakan perahu. v. bagian alur sungai yang terbuka lurus.0 m. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.

Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. SK DJ Pengairan No. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-41451996. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Volume I : Umum. 26 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-3. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-39611995. 4) Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. ii. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-28201992.A peralatannya. pengambilan sampel serta bor tangan. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (1) Sedimen Layang i. 3) Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-34141994. Pekerjaan Geoteknik. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x.

jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun.Metode US – Soil Conservation Service. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. Volume I : Umum. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : .Metode Rasional. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. . meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit 27 dari 120 . curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang.A (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. Engelund-Hansen. Bagian-3. iv. . digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Metode Hidrograf Satuan. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx.Der Weduwen. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. . ii. Pekerjaan Geoteknik. Log Pearson atau Log Normal.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. maka digunakan metode analisis regional. iii. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.Melchior. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. . b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. v. 5) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
28 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

iii. Net present value (NPV), Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 7) Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan, layout krib dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang krib, detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. 8) Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 9) Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai, Bagian-1, Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan b) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya c) untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan d) menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi, dewatering dll. 10) Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen bahan dan spesifikasi konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004 11) Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan, dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf kantor, tenaga kerja lapangan dan lain-lain, sudah termasuk dalam item mobilisasi. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. b) Foto Dokumentasi
29 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. (4) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. (5) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. c) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. 12) Produk yang dihasilkan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut. ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep lokasi krib. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara
30 dari 120

tender drawing ii. perhitungan desain. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. rangkap 3 (tiga) (4) dokumen tender. hidrolika. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) rencana anggaran biaya (RAB) (2) gambar desain A1. dan koreksi.A Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). ii. daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. estimasi biaya. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. Laporan Analisis Ekonomi 31 dari 120 . rangkap 3 (tiga). paket konstruksi dan lain-lain. metode dan jadwal konstruksi. perhitungan desain. geoteknik. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. jadwal pelaksanaan. tanggapan. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. termasuk 1 kalkir (3) gambar desain A3. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 iii. hidrologi. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii.

asisten serta tenaga pendukung. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi biaya perjalanan dinas. dimana harga dan pembayaran tersebut adalah. Ahli Lingkungan.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan detail desain harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 13) Keperluan Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. Ahli Geologi. Ahli Geodesi. 5. Ahli Sungai. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Ahli Geoteknik. Ahli Hidrologi. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 5. survey dan investigasi. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. 32 dari 120 .

PEKERJAAN KONSTRUKSI Konstruksi merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik.Pemasangan Patok BM dan CP .7) Biaya Pelaporan 2.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci.4) Penyelidikan Geologi 2. tanggal mulai paling awal.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 6. tanggal selesai paling awal dan paling lambat.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.Pengukuran poligon dan situasi . c) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis.2) Biaya Operasional Kantor 2. 2. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi krib memuat : 1) Program Pelaksanaan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam pembuatan program pelaksanaan adalah sebagai berikut : a) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak. 33 dari 120 . dengan metode PERT/CPM network.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .RPT0-Pd T-xx-xxxx.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kalender. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2.Pengukuran cross-section 2. jangka waktu yang diperlukan.3) Pengukuran dan Pemetaan . b) Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. lama pelaksanaan dan sebagainya.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. Pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi bangunan pengaman sungai krib harus memuat : 6.

serah terima. waktu istirahat. Hal-hal yang cukup sensitif. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. d) Aspek Ekonomis Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. dan pengadaan bahan. surat pengumuman. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat 34 dari 120 . Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). e) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. Peralatan. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. e) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. b) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. urutan waktu. atau kategori lain yang dianggap penting. hal-hal yang ditabukan. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatanperalatan tersebut diadakan dengan sewa. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). pelaksanaan. c) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan.A d) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 2) Aspek-aspek yang Perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan a) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja.

harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Volume I : Umum. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. Volume I : Umum. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. 4) Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. 5) Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika diperlukan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. b) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. Pekerjaan Lain-lain 6) Material dan Peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa Ketentuan yang memuat tentang penyediaan material dan peralatan oleh Penyedia Jasa diatur sebagai berikut : a) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. Bagian-7. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan–pekerjaan pelaksanaan. Bagian-9. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. boleh memakai material pengganti 35 dari 120 .A mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. b) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. 3) Sumber Bahan Pelaksanaan a) Penyedia Jasa bertanggungjawab atas pengadaan material beton pasangan. c) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Pekerjaan Dewatering. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx.

Volume I : Umum. 6.A dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Bagian-9. f) Spesifikasi. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. lokasi proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. pengangkutan iii. tempat produksi atau pabrik ii. material dan pemasangan peralatan di lapangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. Bagian-9.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak. Volume I : Umum. e) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. d) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : i. 36 dari 120 . Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. Pekerjaan Lain-lain b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja.

. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. Bengkel.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laboratorium. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Penyedia Jasa harus menyediakan. Barak. saluran. . . Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat... penerangan. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Volume I : Umum. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. Volume I : Umum. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. kawat. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. Bagian-2. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx.. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. Pekerjaan Lain-lain 37 dari 120 .. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. . jalan. d) Kantor. Selambat-lambatnya tanggal. Bagian-9.. Pekerja. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . Laboratorium. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya.. Gudang dan Kantor.. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan. . bengkel.A ii.. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. tempat parkir. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. perumahan staf Penyedia Jasa. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. . Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. iii.. air minum...

Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. ii. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya.. Bagian-6. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx.A 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-2. Bagian-1.. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. galian dan timbunan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. 38 dari 120 .. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Bagian-5. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum.. pembersihan medan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-4. Bagian-6. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx.. Volume I : Umum. Volume I : Umum.. Volume I : Umum. Bagian-3. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx...tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing)... Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i..

viii. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. c) Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. vi. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan.A iii. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. vii. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. . 39 dari 120 . Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. Daftar perlengkapan konstruksi. 2) Foto Dokumentasi Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan. lokasi dan penjelasan foto. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. v. iv. Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. ix.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. . Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan. . Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. b) Rencana Kerja Harian. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Daftar tenaga setempat. pengadaan bahan.Jumlah banyaknya bangunan. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan. dll.

kewajibannya sebagai berikut : i. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. v. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. Sebelum pengambilan gambar-gambar. vi. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. melakukan pengecekan. pengukuran. rujukan : dokumen kontrak. ii. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. dan tepat waktu.A Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. 40 dari 120 . 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. iii. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. tepat biaya. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. iv. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak.

b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 1) Pengendalian Biaya 41 dari 120 . membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. laporan triwulan. oleh karena itu. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. xi. x. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi. menyiapkan laporan bulanan. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. ix. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar.3 Pengendalian Biaya. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian.RPT0-Pd T-xx-xxxx. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. dan laporan akhir proyek. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit.A vii. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. iv. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. ii. 6. Evaluasi biaya. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. iii. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). viii. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. menyiapkan as built drawing. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. tetapi semua pembayarannya sangat lancar.

Pemeriksaan . guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan 42 dari 120 . murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. finishing.Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian.A Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan.apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? . Memastikan sasaran pengendalian: .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. murah dan efisien.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? .Pengawasan . tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan.Audit Sasaran yang dicapai: . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).Peninjauan . pemeriksaan. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . pengawasan.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? .alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu.Mengetahui dan mendapat informasi . dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : . pembongkaran.

material dan alat sesuai rencana yang wajar.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) .A Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .termasuk dalam hal unit price pekerjaan. pekerjaan finishing.realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. . . Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran.rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan . perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan). sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan - - melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. murah dan efisien. kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : . dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : . (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan 43 dari 120 .realisasi progress fisik terhadap rencananya .

dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. daya dukung tanah.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. tinggi. kuat tekan. adukan semen. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. meliputi pengendalian biaya. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. tebal. batu.kualitas (kepadatan. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya .Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. membuat laporan jalannya pelaksanaan. haruslah dinilai dari beberapa aspek. batu pecah hasil stone crasher. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak.dimensi (panjang. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : a) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. 44 dari 120 . Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . lebar. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan.A - perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. yaitu: . hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. beton struktur dll).RPT0-Pd T-xx-xxxx. yaitu: . adukan beton dan lain-lain) . hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. kemiringan. . yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. mutu dan waktu. dsb) .

iii. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru b) Penerapan standar/pedoman 1. daerah. skala gempa tahunan. . maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. cuaca. mengangkut dan merekayasa). alasan sosial politik lainnya.A - Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. peralatan pekerjaan. produktivitas sumber daya. xi. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . percobaan-percobaan.4 Pengukuran dan Pembayaran 45 dari 120 . haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. musim. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. debit banjir. iv. dan tenaga kerja pekerjaan.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. dan hari-hari keagamaan.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. dan lain-lain x.

Bagian – 5. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 9. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 6. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi 46 dari 120 . pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 2. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 3. Bagian – 1. Bagian – 1.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A. Volume I : Umum.A. misal : photo dokumentasi. Volume I : Umum. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Volume I : Umum.A. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.A. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. gambar-gambar. Volume I : Umum.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian – 4. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A 1) Pengukuran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.

Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 9. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 3. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. gambar-gambar.A. Bagian – 4. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Lain-lain 47 dari 120 . Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Volume I : Umum.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. misal : photo dokumentasi.A.A. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 2. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Bagian – 5.A. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 6. Volume I : Umum.

Data-data yang didapat bisa langsung digunakan untuk analisis kerusakan. kegiatan pemeliharaan tidak dapat dilakukan secara serempak pada seluruh sungai. 8. Bagian–6 Pd T-xx-200x. 4. Kegiatan ini meliputi : a) Penggal sungai Untuk tujuan pemeriksaan survei.RPT0-Pd T-xx-xxxx. tenaga. 9. Bagian–4 Pd T-xx-200x. hilir. kegiatan tingkat II yang meliputi pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif dan rumit dalam komputer model. Bagian–3 Pd T-xx-200x. pentingnya bangunan persungaian. Bagian paling hilir biasanya terdiri dari muara sungai terpengaruh oleh perubahan tinggi muka air laut. tengah. sebuah sungai harus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu hulu. 3. Yang perlu dicatat dalam peninjauan lapangan dan survei pengukuran adalah inventarisasi kondisi tiaptiap ruas sungai dan bangunan persungaian. Bagian–5 Pd T-xx-200x. 6. sedang sisanya adalah bagian tengah dan hulu yang panjang biasanya hampir sama. dengan kegiatan sebagai berikut : 7. 48 dari 120 . kegiatan tingkat I yang merupakan kegiatan langkah pertama yang cukup penting dan dilakukan secara rutin. Kegiatan ini dilakukan dengan memantau terjadinya perubahan geometri sungai dan bangunan persungaian yang dilakukan secara periodik. setiap instansi pengelola sungai akan melakukan seleksi yang didasarkan pada ukuran sungai. Kegiatan ini ada 2 (dua) tingkat. Bagian–2 Pd T-xx-200x. 10. Bagian–1 Pd T-xx-200x. 5. PEKERJAAAN PEMELIHARAAN Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan mengacu pada Pd. 2. Bagian–7 7. 1) Kegiatan Tingkat I Kegiatan ini dilakukan secara periodik . Kegiatan tingkat II ini dilakukan sebagai pelengkap kegiatan tingkat I. ii. serta dana.A Nomor Pembayaran 1. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. T-11-2004-A. yaitu : i.1 Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran Tujuan inventarisasi kerusakan dan survei pengukuran adalah untuk mendeteksi adanya gejala kerusakan sejak dini. Untuk itu. Karena keterbatasan daya. dan pentingnya melakukan pemeliharaan. 7.

disarankan pada akhir musim hujan. c) Survei sungai Pengukuran penampang melintang untuk seluruh ruas sungai harus dilakukan dengan interval jarak dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya jarak tiap 1000 m. Lengkung debitnya harus diperbarui dalam periode waktu tertentu. Jika memungkinkan memanfaatkan bangunan yang sudah ada. Pengukuran dilakukan pada lokasi dan arah yang tetap. 2 tahun sekali. Debit bendung yang didapat dari geometri mercu bendung harus dikalibrasikan dengan pengukuran debit sesungguhnya. 49 dari 120 . sperti dijelaskan di bawah ini (1) Tebing sungai yang tererosi Setiap daerah tebing sungai yang sedang mengalami erosi harus dipasang PTU yang diletakkan pada tempat yang cukup aman pada dua sisi sungai. yang disebabkan oleh meandering atau tergerusnya tebing sungai. sebuah pencatat tinggi muka air harus dipasang pada bendung.A b) Debit sungai Debit sungai didapat dari tinggi muka air yang dipasang pada daerah hulu dan daerah sungai tengah. endapan sedimen atau adanya kegiatan galian pasir yang cukup besar dan terus menerus. Selain PTU juga dapat dipasang patok tetap pembantu – PTP (CP –control point) yang dipasang dengan interval tertentu (misalnya tiap 100 m) pada lokasi yang diperlukan. semua bangunan persungaian dan ruas sungainya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Perbandingan penampangmelintang tersebut dengan penampang melintang tahun lalu akan memberikan informasi yang sangat berguna apakah tebing sungai stabil atau tidak. Untuk menjamin pengukuran pada lokasi dan arah yang sama. d) Pemeriksaan dan survei bangunan persungaian Suatu ruas sungai perlu dilakukan monitoring jika ruas tersebut mengalami perubahan (perubahan vertikal ataupun horizontal) karena adanya erosi tebing. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam formulir inventarisasi yaitu Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir. Pencatat tinggi muka air bisa bersifat manual (peil skal) dan otomatis (automatic water level recorder). Agar pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan. digunakan patok tetap utama – PTU (BM – Bench Mark) yang dipasang pada lokasi survei penampang melintang di 2 (dua) sisi sungai. Jika panjang erosi 400 m. Pemantauan alinyemen sungai pada ruas tersebut dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. untuk mendapatkan data debit. Lokasi tersebut penampang melintangnya harus dimonitor dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. Pengukuran sekurang-kurangnya pada tiga penampang melintang. minimum satu tahun sekali. Jika terdapat bendung. Selain itu. maka penampang melintang harus ada pada tiap-tiap 100 m. tergantung dari sifat hidrologis sungai. PTU tersebut digunakan sebagai titik referensi untuk perubahan sungai arah vertikal akibat agradasi/degradasi dan perubahan sungai arah horizontal (ke arah samping). pada musim kemarau). satu di daerah tengah dan yang lainnya di hulu dan hilir.

ii. e) Kegiatan awal Bagian ini akan meringkas kegiatan awal yang perlu dilakukan pada sistem sungai sebekum dilakukan pelaksanaan kegiatan berkala. Data-data yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu agar dapat dipergunakan untuk analisis kerusakan meliputi : a) Data angkutan sedimen Pengambilan angkutan sedimen dasar dan sedimen layang untuk analisis sedimen. Program pemeriksaan. pada lokasi yang tetap. Hasil pemeriksaan dimasukkan dalam formulir inventarisasi. Kegiatan tingkat II ini dilakukan dengan interval yang lebih jarang dari kegiatan tingkat I. Program tersebut harus menjelaskan secara detail waktu pelaksanaan dari semua kegiatan yang terjadi. Prioritas sistem sungai untuk inventarisasi dan survei awal Karena keterbatasan dana dan tenaga tidak mungkin melaksanakan pemeliharaan bangunan persungaian secara serentak. Survei harus melingkupi seluruh timbunan pasir yang menutupi muara. dan 250 m ke arah hilir.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. dengan jarak tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya : 200 m atau 2 kali lebar sungai).RPT0-Pd T-xx-xxxx. survei awal dan inventarisasi bangunan Pada saat pertama kali akan mulai. iii. Pengukuran penampang melintang minimum di tiga lokasi. (3) Muara sungai Pemantauan penampang melintang muara sungai beserta gosong-gosong pasirnya (sand bars) harus dilakukan sekali setahun pada musim kemarau. dimulai dari bagian hulu dan tengah dari setiap panjang sungai yang diamati. Survei dilakukan pada tiga penampang melintang. yaitu Formulir-Kondisi krib dan Formulir-Penaksiran pemeliharaan krib. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam Formulir Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir Formulir.A (2) Lokasi penambangan pasir Pada setiap lokasi yang terdapat penambangan pasir. harus dilakukan survei pengukuran tiap tahun dalam musim kemarau. yaitu ditengah. Daftar sistem sungai Persiapkan daftar nama semua sungai untuk inventarisasi dan anak sungainya. Pengukuran dimulai dari muara sungai ke arah hulu sekurang-kurangnya 1000 m atau sampai dengan penggal sungai yang sudah tidak terpengaruh air laut. (4) Krib Bangunan krib akan diperiksa minimal setahun sekali pada akhir musim hujan. 2) Kegiatan pada tingkat II Kegiatan ini adalah kegiatan pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif. Yang dikontrakkan ke pihak ketiga harus didefinisikan dengan jelas. Kegiatan tersebut adalah : i. dibagian hulu dan hilir lokasi. kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi kegiatan I. oleh karena itu perlu dibuat daftar prioritas sungai mana yang akan dilakukan inventarisasi dan survei awal. Misalnya satu pada jarak 250 m ke arah hulu. program tahunan harus dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan tingkat I.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. Dalam komputer model. 50 dari 120 . Kegiatan tersebut dilakukan oleh staf dari instansi pengelola sungai.

rehabilitasi dan rektifikasi. yaitu pemeliharaan khusus. misalnya pemotongan rumput/semak/semak. Pekerjaan tersebut dibagi dalam kegiatan awal dan kegiatan berkala. Pemeliharaan korektif ini biasanya terdiri dari beberapa pekerjaan penting. tetapi bangunan atau pelaksanaannya bersifat sementara. pekerjaan perbaikan yang kecil pada bangunan persungaian bertujuan untuk mengembalikan bangunan itu sesuai dengan kapasitas semula. ½. dan satu kali pada musim kemarau. Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan atau diawasi oleh staf dari instansi pengelola sungai. Angkutan sedimen dasar (bed load) diambil dari tempat yang sama. baik yang bersifat permanen maupun yang dilaksanakan untuk sementara (darurat). 3) Pemeliharaan Darurat Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan pencegahan yang harus segera dilaksanakan untuk melindungi keutuhan dan kekuatan bangunan (dalam skala besar) yag akan atau telah mengalami kerusakan sehingga kerusakan bangunan tidak menjadi lebih parah dan dapat mengancam fungsi bangunan.2 Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan Konsep usulan program pemeliharaan adalah : a) pencegahan terjadinya permasalahan (kerusakan)walaupun kerusakan belum terlihat b) perbaikan kerusakan yang tidak diharapkan segera setalah kejadian sehingga kerusakan yang lebih parah tidak terjadi Jadi pemeliharaan merupakan pencegahan dan koreksi. Pekerjaan pemeliharaan darurat bisa bersifat pemeliharaan pencegahan atau pemeliharaan korektif yang berskala besar. Angkutan sedimen layang (suspended sediment) harus diambil secara vertikal pada lokasi ¼.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Selain itu. Pemeliharaan pencegahan juga termasuk pemeliharaan berkala yang dilakukan dengan interval yang terputus-putus dengan tujuan untuk melestarikan (mengawetkan) fungsi dari bangunan persungaian. 4) Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang mencoba untuk mengembalikan ke fungsi semula sungai atau bangunan persungaian yang rusak atau terkena pengaruh aliran sungai atau akibat ulah manusia. 2) Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan pencegahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memelihara fungsi sungai dan bangunan persungaian agar tetap optimal.A dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. 3) Ringkasan Pemeriksaan dan Survei Bagain ini memperlihatkan tabel kegiatan tingkat I yang terdiri atas pemeriksaan dan survei sesuai dengan penjelasan di atas. 7. pembersihan bahan-bahan terapung seperti dahan/ranting pohon yang tersangkut pada bangunan sungai. Pemeliharaan korektif dibagi dalam tiga kategori. Kegiatan tersebut termasuk pekerjaan yang bersifat rutin. 1) Tujuan Pemeliharaan 51 dari 120 . khusunya yang bertugas pada pemeliharaan sungai. dan ¾ dari lebar sungai. satu set pengamatan harus diambil pada lokasi pengukuran sekurang-kurangnya dua kali di musim hujan. Jika dilakukan pengamatan angkutan sedimen. Pengamatan tersebut juga harus terdiri atas pengukuran debit harian selama tujuh hari berturut-turut.

A Pemeliharaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan dengan cara memperbaiki kerusakan sebuah bangunan persungaian atau bagiannya yang saat itu fungsinya antara 70% samapai dengan 50% dari desain aslinya. Rektifikasi sistem bangunan merupakan kegiatan pemeliharaan bangunan sungai yang mengalami kerusakan atau belum rusak tetapi kondisinya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Rehabilitasi adalah pekerjaan perbaikan utuk mengembalikan fungsi bangunan persungaian yang telah turun sampai kurang dari 50% dari desain asli. 52 dari 120 . sistemnya harus diperbaiki secara keseluruhan dengan menggunakan perencanaan baru yang menyeluruh dan terpadu Pemeliharaan korektif ini harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan atau penurunan fungsi bangunan yang lebih parah. Oleh karena itu.

SNI 03-2400-1991. T-11-2004-A.A Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. dan Gayo dkk. Badan Penelitian dan Pengembangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta. KP-07. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Metode Perhitungan Debit Banjir. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta 53 dari 120 . 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Pd T-xx-xxxx. PT. SNI 03-2820-1992. SNI 03-2819-1992. SNI 03-2415-1991. Badan Penelitian dan Pengembangan. Krib Yusuf Muhammad Ir. Jakarta. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. Jakarta. 2002. Jakarta. SNI 03-2830-1992.Pemeliharaan Bangunan Persungaian. Jakarta. SNI 03-3444-1994. Jakarta. 2002. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta. Pembangunan Pengaman Sungai. Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.A Bibliografi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2004. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta. Bagian – 1. Badan Penelitian dan Pengembangan. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. 2002. 1994. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pd. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-1724-1989. 2002. Pradnya Mitra. SNI 03-2822-1992.Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai.

A .STUDI IDENTIFIKASI STUDI AWAL STUDI KELAYAKAN STUDI PENGENALAN STUDI IDENTIFIKASI LAMPIRAN A Lampiran A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Krib 54 dari 120 PERENCANAAN PENDAHULUAN RPT0-Pd T-xx-xxxx.

GEODETIK .CEK LOKASI BANGUNAN DAN RENCANA PENYELIDIKAN PENYELUSURAN BERSAMA SIPIL GEOTEKNIK.PENGUKURAN TRASE SUNGAI.PENGUMPULAN DATA TAMBAHAN -SURVEI DAN PENYELIDIKAN TAMBAHAN .PENYELUSURAN BERSAMA AHLI SIPIL. GEOTEKNIK. DAN SITUASI . GEODETIK UNTUK CHECKING ELEVASI. DAN SITUASI BANGUNAN .RPT0-Pd T-xx-xxxx.PENYELIDIKAN GEOTEKNIK PERMASALAHAN ? B LOKASI BANGUNAN PENGAMAN SUNGAI 55 dari 120 .TINJAU KEMBALI DATA .A A PERENCANAAN PENDAHULUAN DESKRIPTIF EKONOMI DOMINAN RENCANA PETA SUNGAI YA TIDAK ANALISA KELAYAKAN DATA NONTEKNIS TIPE PENGAMANAN SUNGAI LAYAK ? TIDAK BATAL YA .

PERENCANAAN DETAIL 56 dari 120 PERENCANAAN DETAIL RPT0-Pd T-xx-xxxx.A .

RPT0-Pd T-xx-xxxx.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib 57 dari 120 .A Lampiran A.

. 2........ SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .. 6... Maksud 2. LOKASI KEGIATAN... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.....RPT0-Pd T-xx-xxxx... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada... LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. SASARAN Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah melakukan pengamanan tebing sungai dari bahaya gerusan lokal...Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ...000..2.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan 1.1.. Lingkup Kegiatan 58 dari 120 . 4. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi.. kondisi klimatologi.. 6.... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .. geologi regional.. menguraikan : Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi.. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada..1..Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan - 2.... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang.Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran ...........A Lampiran A.... MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai...(.... Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250..... Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. LINGKUP. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara..... kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. 5.

rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. PSDA. iii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. dan BAPEDAL. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. SK DJ Pengairan No. penyebaran jenis batuan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. komponen sosial. fauna dan biota air iii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. SK DJ Pengairan No. kelembaban relatif. Data-data tersebut meliputi : i. lama penyinaran dan kecepatan angin. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. rencana tata ruang wilayah b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan 59 dari 120 . Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. fisiografi dan geologi.000 sesuai dengan KP–01. iv. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. minimum selama 5 tahun. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. tingkat pendidikan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. ruang lahan dan tanah ii. besarnya curah hujan. debit historis baik debit minimum. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. data meteorologi. hidrologi/kualitas air.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG iv. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.

menggunakan perahu. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. bagian alur sungai yang terbuka lurus.000. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. v. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. adanya kontrol penampang. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. mampu melewatkan banjir. dibersihkan dan dirawat dengan baik kemampuan tim pengukurnya ii. i. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya keandalan peralatan dan sarana penunjang. Jika aliran rendah.000 atau 1:2. (3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. iii. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. iii. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . Kedalaman pengukuran minimal 3. geometri dan badan sungai harus stabil. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992.A Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. SK DJ 60 dari 120 . kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-2. iv.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.

Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. (2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman 61 dari 120 . Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Bagian-3. Volume I : Umum.A Pengairan No. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. (a) Sedimen Layang. Pekerjaan Geoteknik. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. ii. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994.

Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - Metode Rasional. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Log Pearson atau Log Normal ii.A Penyusunan Spesifikasi Teknik. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. maka digunakan metode analisis regional. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. curah hujan dan luas DAS SNI 03-24151991. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Volume I : Umum. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. Engelund-Hansen. Pekerjaan Geoteknik. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 Melchior. Bagian-3. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. iv. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan 62 dari 120 .

gaya seret. ii. Economic Internal Rate of Return (EIRR) Benefit/Cost ratio (B/C ratio) 63 dari 120 . jarak antar tiang dan panjang tiang). stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991.000 m3 iii. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. jarak krib. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. perumusan RKL dan RPL (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. dimensi tiang. kekasaran. tekanan.000 m3 ii. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.A debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.RPT0-Pd T-xx-xxxx. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. kecepatan aliran. panjang krib. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. tinggi air.

3. pekerjaan berada di Sungai.3. 6..... b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6. 6.. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa.3. 6.. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.1........ Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 64 dari 120 .3.. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart)..3. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan.........2... Net present value (NPV).A iii. 6.2...Kecamatan ... Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.

.. dengan pengalaman minimal 7 tahun... berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik). pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan.. hidrologi.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.... JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan . (. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. 8...RPT0-Pd T-xx-xxxx. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.. dengan pengalaman minimal 8 tahun. pelaksanaan pembangunan. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S... pelaksanaan pembangunan. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). dengan pengalaman minimal 8 tahun... O&P bangunan air. O&P bangunan air.. geologi regional)... METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). pelaksanaan pembangunan. 2.. 5. O&P bangunan air. pengolahan data dan perencanaan bangunan.A 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.... pelaksanaan pembangunan. 3. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 7. O&P bangunan air. 4. asisten. 9. 6..) hari kalender PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Tenaga Ahli Geoteknik 65 dari 120 . pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. dengan pengalaman minimal 10 tahun..

KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah : i.. 10. (tgl/bulan/tahun) 2. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya..RPT0-Pd T-xx-xxxx. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR).A Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan.. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). Ahli Sosial . Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal .. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. dan lain-lain. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. 9. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air..5 (lima) Tahun. gambar teknis pendahluan 11.. 8. Laporan Bulanan 66 dari 120 . berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.. irigasi. 10. kajian pendahuluan penentuan krib ii. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. kelayakan ekonomis iii.

Laporan Penyelidikan Geoteknik 67 dari 120 ..... analisis laju sedimen.RPT0-Pd T-xx-xxxx..(tgl/bln/thn) 5.... lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi.(tgl/bln/thn) 12.......(tgl/bulan/tahun) 4... lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium...(tgl/bln/thn) iii... Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.... ii....... dimensi dan layout check dam... analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200..(tgl/bln/thn) 6..... Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 ... Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : ii.. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ....... Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal....(tgl/bln/thn) iv. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i.......A Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3.. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ..... Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii..... Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ..

Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 68 dari 120 . Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2.A 1.

1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Laporan Kajian Andal .BOQ dan RAB .Dokumen Tender SELESAI 69 dari 120 .Laporan Analisis Sosek . terdiri : .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Laporan Akhir . kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN KRIB ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .A LAMPIRAN – B Lampiran B.Gambar Teknik .Laporan Investigasi Geoteknik .

.. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada...... 6..2 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Krib 1.Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran ..Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi..........1.RPT0-Pd T-xx-xxxx....1.. geologi regional. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6. 2. 5....A LAMPIRAN B...2...... menguraikan : . dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. LINGKUP...... 6.. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp ... Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi...Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan ... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait.... LOKASI KEGIATAN. Maksud 2....1....Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. kondisi klimatologi.. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai.1. Lingkup Kegiatan 70 dari 120 .... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan ..(... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara... SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan krib adalah pengamanan badan sungai dari bahaya gerusan lokal sehingga kondisi palung sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya 4.... LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.

iii. fisiografi dan geologi. SK DJ Pengairan No. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. lama penyinaran dan kecepatan angin. debit historis baik debit minimum. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG iv. kelembaban relatif. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. PSDA. minimum selama 5 tahun.000.A Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. Data-data tersebut meliputi : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. besarnya curah hujan. SK DJ Pengairan No. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. ruang lahan dan tanah komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.000 sesuai dengan KP–01. data meteorologi. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. penyebaran jenis batuan. hidrologi/kualitas air. dan BAPEDAL. ii. fauna dan biota air 71 dari 120 .

mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi.1. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. rencana tata ruang wilayah 6. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. bagian alur sungai yang terbuka lurus. iv. tingkat pendidikan.A iii. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. mampu melewatkan banjir.50 m. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya 72 dari 120 ii. adanya kontrol penampang. iii. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. Peta ini harus meliputi jarak 1. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk.0 m. Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. geometri dan badan sungai harus stabil. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Volume I : Umum.2. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi.25 m. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. komponen sosial. . Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-2.

keandalan peralatan dan sarana penunjang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. menggunakan perahu. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Kedalaman pengukuran minimal 3. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. pengambilan sampel serta bor tangan. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP– 01.3.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A iv. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. Volume I : Umum. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. 6.1. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. SK DJ Pengairan No. Pekerjaan Geoteknik. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. 73 dari 120 . Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. Bagian-3. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat.

5. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Log Pearson atau Log Normal ii. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer SNI 03-4145-1996. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. (1) Sedimen Layang i. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 74 dari 120 . Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. ii. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. 6. curah hujan dan luas DAS SNI 032415-1991.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - berdasarkan Metode Rasional. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun.A 6.1. Volume I : Umum. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. maka digunakan metode analisis regional. iii. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. Bagian-3. iv. Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.4. Pekerjaan Geoteknik.1.

digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. kecepatan aliran. tekanan.A - Melchior. dimensi tiang. EngelundHansen. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. tinggi air. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. jarak antar tiang dan panjang tiang). meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : 75 dari 120 . Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit.RPT0-Pd T-xx-xxxx. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. panjang krib. gaya seret. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. kekasaran. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. jarak krib. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991.

perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup terkena dampak besar dan penting yang akan ii. Bagian-a. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. DJ Pengairan No.6.A i. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 6. ii.9. 6.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Net present value (NPV).000 m3 identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan.8.7.1. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. iii. Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Penggambaran mengacu pada KP-07. potongan memanjang dan melintang krib.1.1.1. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. layout krib dan bangunan pelengkapnya. detail bangunan. Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan 76 dari 120 . 6. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. iii.

Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten. tenaga kerja lapangan dan lain-lain.11... selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan.. Mobilisasi staf kantor.... mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat.1.. pekerjaan berada di Sungai. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. 6.1.A b) c) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan.. sudah termasuk dalam item mobilisasi... Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan...... peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai.3.RPT0-Pd T-xx-xxxx... Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.. Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan..10. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. 257/PTS/M/2004 6.Kecamatan . Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 77 dari 120 . cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. dokumentasi. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan.. c) 6.... b) Foto Dokumentasi (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan.2. dewatering dll.. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi..3.. d) 6.... (3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya.1.. (2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

78 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

7.

METODOLOGI

Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. 8. 9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 10 tahun. 2. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 3. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 7 tahun. 4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 5. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 6. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
79 dari 120

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ....... (....................) hari kalende.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 9. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender, sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. 10. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain. 11. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. 10. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : i. Nota Desain ii. Gambar Teknis iii. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. LAPORAN Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal………………

80 dari 120

Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) (2) (3) (4) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. jadwal pelaksanaan. program dan jadwal kerja selanjutnya. iii. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i.A b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. uraian permasalahan. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. serta konsep lokasi krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. perhitungan desain. metode dan jadwal konstruksi. hidrolika. geoteknik. v. tanggapan. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. rangkap 3 (tiga). tender drawing ii. ii. dan koreksi. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. hidrologi. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. daftar kuantitas dan harga satuan 81 dari 120 . perhitungan desain. paket konstruksi dan lain-lain. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. estimasi biaya. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. iv.

Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii.A Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 12. iii. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 82 dari 120 . ii.

b) Data hidrologi Data hidrologi untuk menentukan debit desain dalam perencanaan krib dapat dibagi menjadi dua macam. aman terhadap deformasi yang diijinkan (3) keamanan ligkungan yaitu keamanan terhadap gangguan angkutan sedimen dan benda padat lain 2) Data dan Informasi Data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan teknis bangunan pengaman sungai krib meliputi hal-hal berikut : a) Data topografi Untuk perencanaan bangunan pengaman sungai krib diperlukan peta topografi 1:25. sebagai pengarah arus atau berfungsi untuk memperbaiki alinyemen sungai ii. dengan menggunakan data hujan 83 dari 120 .000. Fungsi krib sebagai pelindung tebing tidak langsung.000. kondisi tanah. Jenis dan nilai kegunaan bangunan yang akan dilindungi dengan krib b) Persyaratan perencanaan Persyaratan perencanaan bangunan krib. geser dan penurunan. keamanan terhadap benturan dan abrasi oleh muatan dan benda padat lain. muatan arus sungai (2) kemanan struktural : stabil terhadap guling. yaitu i. meliputi : i. aman terhadap regangan dan tegangan yang terjadi.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Lampiran B. terdiri dari : (1) keamanan hidraulik meliputi : kemanan terhadap gerusan lokal. pengatur/pengarah arus dan perbaikan alinyemen sungai. kesesuaian perencanaan teknik dengan perencanaan pengelolaan sungai terpadu. iii. persyaratan fungsional meliputi : ketentuan yang perlu diperhatikan dalam perlindungan sungai secara tidak langsung dari bahaya gerusan lokal atau bahaya meander. degradasi dasar sungai. dan penggerowongan tebing. persyaratan pemilihan jenis krib didasarkan : tujuan pemasangan krib. Peta ini dipakai untuk mencari Daerah Pengaliran Sungai (DPS) serta stasiun-stasiun hujan yang bersangkutan.000 atau peta situasi sungai dengan skala 1:10. 1:2. ii.3 Kriteria Desain Bangunan Krib Penentuan kriteria desain mengacu pada SNI 03-2400-1991. dan kondisi lapangan c) Persyaratan keamanan bangunan Persyaratan keamanan bangunan krib. dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pertimbangan dan Persyaratan Perencanaan a) Pertimbangan perencanaan Pemilihan jenis krib harus sesuai serta mempertimbangkan data dan informasi tentang tujuan pembuatan krib yang meliputi : i. dengan menggunakan data aliran langsung ii.

berjalin. dan kekasaran. viii. lembah. kemiringan. sifat lapisan dan material : dasar sungai. vii. kadar air. lebar dan dalam. kekuatan geser. dengan parameter: panjang. hilir. vi. sumber dan jumlah yang tersedia. ii. ix. antara lain dengan memperhatikan faktor-faktor : i. dan dalam. kekuatan geser. sifat fisik dan teknik bahan bangunan yang terdiri dari berat jenis. sungai berdegradasi. lokasi daerah aliran : hulu. h) Data morfologi sungai Data dan informasi morfologi sungai yang diperlukan. g) Data bangunan Data bangunan air di hulu dan di hilirnya yang akan terpengaruh oleh bangunan krib yang akan di desain. perubahan geometri sungai ke arah vertikal: sungai beragradasi. berat isi. ketinggian. bentuk dan ukuran alur. d) Data hujan Data hujan dipergunakan apabila data aliran langsung yang tersedia tidak cukup panjang. palung dan lembah sungai secara vertikal dan horizontal (penampang melintang dan memanjang sungai) mencakup parameter panjang. persyaratan kualitas. sifat teknik tanah dan batuan meliputi pemampatan. keausan. pegunungan dan pedataran. ii. degradasi atau penurunan dasar alur dan atau palung sungai dengan parameter panjang. lebar. keausan dan kekasaran.A c) Data aliran langsung Data ini adalah data aliran sungai hasil survai dan penyelidikan hidrometri dengan melakukan pengukuran kecepatan aliran dilapangan dan atau hasil penghitungan hidraulika sungai dengan menggunakan rumus-rumus atau persamaan hidraulik sungai. jenis. lurus. dan daya dukung. Berdasarkan data hujan yang ada terlebih dahulu dihitung hujan rencana dengan menggunakan cara-cara statistik. iii. Kemudian debit desain dihitung dengan menggunakan metode-metode pedoman yang berlaku. gradasi butiran. sungai tetap. gradasi butiran. f) Data geometri sungai Data geometri sungai yang diperlukan untuk desain krib di antaranya bentuk dan ukuran dasar sungai terdalam. e) Data geoteknik Data geoteknik yang diperlukan untuk desain krib di antaranya : i. dan nilai ekonomis. alur. perubahan geometri sungai ke arah horizontal: sungai berliku. agradasi/sedimentasi atau peninggian dasar alur dan atau palung sungai. palung. iii. konsintensi dan kepadatan. tetapi data hujan tersedia cukup panjang. kemudahan pengerjaan. iv. lebar. : i. tebing dan lemball. kelulusan air. i) Data bahan bangunan Pemilihan bahan yang akan digunakan untuk bangunan krib dan perlengkapannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. sifat pemadatan. tengah. dan kekerasan. sifat fisik tanah dan batuan di sekitar calon krib meliputi berat jenis. 84 dari 120 . jenis dan ketahanan umur. ii. modul elastisitas.RPT0-Pd T-xx-xxxx. v. kemiringan dasar sungai : sungai terjal dan landai.

keamanan/kestabilan. pemasangan tegak lurus terhadap sisi sungai atau aliran yang disebut krib normal. harus mempertimbangkan perencanaan sungai secara keseluruhan. sehingga krib tegak paling sesuai untuk pelindung tebing dan pengatur alinyemen horisontal alur sungai. meliputi : i. yang sesuai dengan kondisi sungai itu. diambil berdasarkan panjang tebing yang perlu dilindungi dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan arus pada keadaan krib terpasang b) Penentuan debit rencana Debit banjir rencana harus diperiksa dan dikontrol terhadap data morfologi sungai. iii. i. krib untuk pendalaman alur bagi navigasi diletakkan pada kedua tebing sungai sepanjang alur yang dikehendaki dengan arah tegak atau arah tajam. pemasangan condong ke arah udik yang disebut krib elak. pangkal krib diletakkan pada tebing yang mantap untuk menghindari terobosan arus dibelakang krib dan agar tahan terhadap longsoran tebing. disamping berfungsi untuk menyempitkan aliran bagian sungai yang telah melebar yang disebabkan adanya perubahan morfologi sungai. ii. pemasangan konstruksi krib baik untuk perlindungan tebing maupun perbaikan arah aliran pada suatu daerah krib. peletakan krib sepanjang daerah krib. maka arah pemasangan dapat dilakukan dalam 3 cara berikut ini : i. 85 dari 120 . iii. dalam rangka mewujudkan konsep pengelolaan sungai secara terpadu (2) letak krib. Debit alur penuh diambil berdasarkan kala ulang 2 tahun c) Arah pemasangan krib Untuk memperoleh hasil yang paling optimum. konsekuensi dan ekonomi. jenis ini dapat digunakan pada sisi yang cekung pada belokan-belokan. v. informasi historis di lokasi rencana krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. miring ke arah ujung.A 3) Penentuan Tata Letak dan Perencanaan Teknik a) Penentuan Tata Letak Penentuan tata letak krib harus dipertimbangkan berdasarkan tinjauan berikut : (1) pertimbangan terhadap perencanaan sungai terpadu. iv. dengan krib ini arah aliran akan tertarik ke sisi/tebing sungai meskipun pada ujung krib tersebut mulamula aliran terdorong ke tengah. jika panjang tiang terbatas maka mercu krib dapat dibuat bertingkat. pemasangan condong ke arah hilir yang disebut krib pikat. Jadi penggunaan krib ini harus lebih hati-hati d) Perencanaan teknik struktur dan pondasi Perencanaan teknik struktur dan pondasi meliputi : (1) Dimensi krib Dimensi krib yang harus ditentukan sesuai SNI 03-2829-1992 meliputi : (a) elevasi mercu krib ditentukan : sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). Sudut inklinasi dapat diambil antara 10o – 20o dari garis normal terhadap sisi sungai. ii. krib dipasang dengan jarak optimal. resiko. iii. letak krib dengan arah tegak paling efektif untuk menciptakan medan krib. krib normal dibangun dengan tujuan untuk menyempitkan suatu ruas sungai yang telah melebar akibat adanya perubahan morfologi sungai ii.

material sedimen dan sifat aliran sungai. v.8)l Belokan dalam D = (2.7 . stabilitas dan kekuatan krib bronjong : kawat bronjong yang harus digunakan harus mengikuti standar yang berlaku . ii. ditentukan berdasarkan : i. krib harus ditinjau terhadap tegangan yang terjadi akibat krib tidak boleh melampaui daya dukung pondasi. panjang krib untuk pengarah arus ditentukan sedemikian rupa sehingga didapatkan pola aliran baru. iv. panjang krib ditentukan oleh faktor lebar dan kedalaman alur yang diperlukan untuk navigasi.A (b) panjang krib. Tabel Hubungan antara panjang dan interval krib Lokasi pembuatan krib di Hubungan antara interval sungai (D) dan panjang (l) Bagian lurus D = (1. jika krib berfungsi untuk memperdalam alur bagi navigasi. untuk memastikan hal ini dapat digunakan penyelidikan hidraulik dengan model (2) stabilitas dan kekuatan krib konstruksi krib disebut stabil. (c) dimensi tiang .6)l (f) jarak krib . tiang ditinjau tunggal maupun secara kesatuan (3) stabilitas tanah dasar pondasi stabilitas tanah pondasi diperhitungkan terhadap : i.8 – 3. anyaman dibuat dengan lilitan ganda dan lilitan pada kawat sisi dibuat sedemikian rupa . krib harus dtinjau kestabilan masing-masing tiangnya (single of pile) . perbandingan panjang krib dan jarak krib dibuat sedemikian rupa sehingga kecepatan arus di tepi tebing cukup aman untuk kestabilan lereng. stabilitas dan kekuatan krib pasangan batu .2. ii. ditentukan berdasarkan elevasi mercu krib dan kedalaman pemancangan tiang menurut persyaratan keamanan dan stabilitas.3)l Belokan luar D = (1. iii. stabilitas terhadap longsoran tebing ke arah alur sungai . ditentukan berdasarkan persyaratan hidraulik dan persyaratan kestabilan konstruksi. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jika mampu menahan semua beban atau gaya yang bekerja pada krib. pada pangkal krib susunan tiang dibuat lebih rapat makin jarang ke arah ujung (e) panjang tiang . stabilitas dan kekuatan krib tiang pancang . dan lilitan pada kawat sisi gaya-gaya yang mempengaruhi stabilitas krib tiang pancang adalah : i.4 . susunan tiang pancang dibuat satu baris ditambah tiang stabilitas di ujung krib. tekanan arus sejajar arah aliran dianggap merata pada tiang dengan kecepatan arus maksimal pada debit desain. tekanan tambahan akibat penumpukan sampah setebal 1. untuk mendapatkan terjadinya endapan antara lain . tekanan tanah pasif pada tiang yang terpancang. gerusan lokal yang terjadi akibat penempatan krib merupakan akumulasi dari gerusan yang diakibatkan oleh penyempitan alur dan gerusan akibat 86 dari 120 .0 m. beban lateral sejajar krib yang bekerja pada tiang-tiang akibat endapan diperkirakan membentuk lereng dengan kemiringan 1 : 1. (d) jarak antar tiang . ii.1. meliputi : i. iii. dibuat sedemikian rupa sehingga susunan krib menghasilkan suatu model krib yang paling efektif.

00 meter. atau bisa dibuat bertingkat. Gambar 1 Ukuran jarak krib (2) tinggi dan lebar mercu krib (1) elevasi mercu krib dapat dibuat sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). perkiraan penggerusan dan besarnya rip-rap sebagai pelindung dasar dengan menggunakan persamaan yang berlaku iii.50 – 2.00 – 1. gerusan setempat rangkaian krib maupun gerusan akibat degradasi. disamping penurunan dasar sungai secara menyeluruh . spessifikasi perencanaannya adalah sebagai berikut : (1) jarak krib (1) pada tikungan luar l = b (2) pada tikungan dalam l = (1. (5) jika konstruksi krib bronjong cukup tinggi dan besar maka bagian tengah bisa diisi dengan batu lepas 87 dari 120 .00) b. ii. baik gerusan setempat pada tiang krib.50) b.00 – 2.A penempatan tiang pada dasar sungai. disarankan dilakukan model uji hidraulik fisik di laboratorium e) spesifikasi dan jenis krib berdasarkan bahan pembuatnya jenis krib berdasarkan bahan pembuatannya meliputi : (a) krib bronjong. (4) ujung krib bronjong diambil kemiringan 1v : 1h.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) pada bagian peralihan l = (1. (2) lebar mercu antara 1.: b = panjang krib. (3) kemiringan potongan melintang antara 2v : 1h dan 1v : 1h. lokasi maupun besaran gerusan yang terjadi akibat penempatan krib/tiang pancang.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. panjang krib adalah dihitung mulai dari pangkal krib sampai dengan garis ujung krib yang direncanakan.A A Muka Air alur 1 :1 A 1. teknik bangunan krib yang (b) mencari rencana tipikal bangunan krib yang secara hidraulik dianggap lebih baik sesuai dengan maksud dan tujuan pembengunan krib. (c) mencari hubungan antara parameter aliran sedimen / morfologi sungai. (d) mencari menentukan metoda perbaikan krib. 88 dari 120 . posisi lokasi dan jumlah bangunan krib. a) Kegunaan UMH Kegunaan UMH. 4) Penyelidikan Hidraulik dengan Model Uji Model Hidraulik (UMH) adalah suatu penyelidikan pengujian hidraulik sebagai alat bantu yang dapat mementapkan suatu perencanaan teknik atau gagasan UMH dapat dilakukan dengan model matematik maupun dengan model fisik di laboratorium. panjang krib paling kecil : 0. Penentuan parameter aliran dan koefisien – koefisien lainya dilakukan melalui proses kalibrasi dan analisis kepekaan antara model dan prototipe. Antara Lain : (a) Menguji Kesempurnaan Pra-perencanaan direncanakan dengan analisa teoritis.00 – 2.00 m 1 :1 1 :1 2 :1 pot : A – A untuk 1V : 1 H pot : A – A untuk 2 V : 1 H Gambar 2 Ukuran lebar puncak dan kemiringan krib (3) panjang krib i. b) UMH Matematik UMH matematik adalah suatu penyelidikan pengujian dengan model matematik yaitu simulasi keadaan aliran yang didasarkan pada hasil hubungan matematik dengan prinsip – prinsip hidraulik.00 engsel 1.25 jarak antara dua krib. ii.

A c) UMH Fisik Ikhwal yang perlu diketahui : (a) UMH Fisik adalah suatu penyelidikan pengujian di Laboratorium dengan peniruan secara fisik keadaan di lapangan dengan skala tertentu. arah aliran. debit. kecepatan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. berupa tinggi muka air. macam arus. tekanan dan lain – lain (2) penggerusan lokal / setempat (3) pengaruh degradasi. untuk mempelajari berbagai masalah hidraulik yang mungkin timbul karena didirikannya suatu bangunan di sungai dan pengaruh perubahan morfologi sungai terhadap masalah hidraulik yang erat kaitannya dengan fungsi dan keamanan bangunan (b) Untuk melaksanakan UMH Fisik Bangunan krib diperlukan data survei lapangan guna menunjang kesamaan model dengan prototipe (c) Dalam UMH fisik dipelajari masalah – masalah hidraulik yang timbul akibat dibangunnya bangunan krib antara lain sebagai berikut : (1) Gejala dan parameter aliran. agradasi dan gejala nagkutan muatan yang lain (4) angkutan dan pengendalian muatan benda padat lainnya (5) pengoperasian (6) beberapa parameter dan koefisien rumus aliran dan muatan untuk perhitungan teoritis 89 dari 120 .

...Generator termasuk jaringan listriknya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. 4. perawatan dan pembongkaran bangunan–bangunan sementara antara lain : .. Latar Belakang Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.Tempat penyimpanan semen berikut material beton dan peralatan pengolah beton..RPT0-Pd T-xx-xxxx.1. m jatuh dalam bulan …. Kondisi Cuaca Informasi umum berikut ini memberikan petunjuk kondisi cuaca dilapangan yang bisa diharapkan untuk sepanjang tahun.. b. gudang. .. bangunan/dam sementara termasuk pembelian. Lingkup Pekerjaan dalam Kontrak Kontraktor harus memenuhi kebutuhan semua tenaga kerja.Jalan masuk sementara berikut jembatan dan fasilitas lainnya. geologi regional... laboratorium dan lain– lain. Program Pelaksanaan 1) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak.A LAMPIRAN – C Conto Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Konstruksi Konstruksi Pembangunan Krib di Sungai . . peralatan pelaksanaan. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan lengkap serta merawat seperti yang diminta dalam Gambar dan Spesifikasi Teknik atau Petunjuk Direksi. .. 1... . sampai dengan …… dan musim kemarau biasa terjadi mulai bulan …. KETENTUAN DAN PERSYARATAN 4. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan . sampai dengan …………. Iklim di lokasi proyek terdiri dari dua musim : musim hujan terjadi dari bulan ………..Perlengkapan komunikasi Radio/Telepon dari lokasi pekerjaan ke kantor Proyek di Padang termasuk peralatan lainnya yang perlu.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ... dan semua resiko akibat salah penafsiran data tersebut adalah menjadi beban Kontraktor...Fasilitas kerja Kontraktor seperti kantor lapangan.. 90 dari 120 . Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci.. Pelaksanaan pekerjaan. m dan 80 % nya adalah …….... pembongkaran dan penyerahan Steel Sheet Pile sebanyak yang diperlukan untuk pelaksanaan Coferdam sementara kepada Direksi.. material. sampai dengan ………... 3. kondisi klimatologi. pekerjaan sementara dan pekerjaan lainnya untuk pelaksanaan.. pemencangan. . Hujan rata – rata tahunan sekitar …….Saluran pengelak. Pekerjaan yang harus dilaksanakan menurut Kontrak mencakup dibawah ini : a.Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan . menguraikan : . Pelaksanaan pekerjaan krib yang meliputi bangunan utama dan semua bangunan penunjang sesuai yang tercakup dalam Kontrak.Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2. Kabupaten..Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi.. Pemberi tugas dan Direksi tidak bertanggung jawab atas ketelitian data.. operasi..

Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 5) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. 4) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kelender. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. lama pelaksanaan dan sebagainya. tanggal selesai paling awal dan paling lambat. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). jangka waktu yang diperlukan. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. surat pengumuman.2. 4. pelaksanaan. 2) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. serah terima. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. atau kategori lain yang dianggap penting. Aspek – aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan 1) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. tanggal mulai paling awal. Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak.A 2) Tiga puluh (30) hari setelah menerima Surat Penunjukan. 4) Aspek Ekonomis 91 dari 120 . 3) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. dengan metode PERT/CPM network. 3) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. urutan waktu.

Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. 92 dari 120 . 4. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Volume I : Umum. hal-hal yang ditabukan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. maka Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan– pekerjaan pelaksanaan.4. waktu istirahat. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika tidak ditentukan lain. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-peralatan tersebut diadakan dengan sewa. Hal-hal yang cukup sensitif. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan.A Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. Pekerjaan Lain-lain 4. 4.5. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. 2) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. Termasuk dalam hal ini aspek SDM.3. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. dan pengadaan bahan. Peralatan. Sumber Bahan Pelaksanaan 1) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan. 5) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-9.6. Pekerjaan Dewatering 4. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-7. Material dan peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa 1) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak.

dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. boleh memakai material pengganti dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak. 4) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : iv. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. 3) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. Tempat produksi atau pabrik v. 5) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. Pekerjaan Lain-lain 93 dari 120 . 6) Spesifikasi. 5. material dan pemasangan peralatan di lapangan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui.RPT0-Pd T-xx-xxxx. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Lokasi Proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. Pengangkutan vi. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-9. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Volume I : Umum.A 2) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan.

Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot.. Volume I : Umum. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. jalan.. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah.. .. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan. perumahan staf Penyedia Jasa. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. air minum. Selambat-lambatnya tanggal.A b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerja.. Laboratorium. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. Penyedia Jasa harus menyediakan. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan 94 dari 120 . bengkel. Bagian-9.. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. .. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. d) Kantor. Barak. . penerangan. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. Gudang dan Kantor.RPT0-Pd T-xx-xxxx. .. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. ... pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan ii. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. tempat parkir. saluran. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. iii. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Laboratorium.. kawat. Bengkel.. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator.

Bagian-6. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing).A Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum.. Pekerjaan Lain-lain 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan 95 dari 120 . Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx. galian dan timbunan. Bagian-4. Volume I : Umum. Volume I : Umum.. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Tiang Pancang Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx... Bagian-1. Bagian-6.. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx.. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Bagian-2. Bagian-2.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Bagian-9. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-5.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi... Bagian-3. pembersihan medan. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx.

Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan . pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. vi. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. 2) Foto Dokumentasi 96 dari 120 . Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan . Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.Jumlah banyaknya bangunan.Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. iii. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Daftar perlengkapan konstruksi. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan . Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan c) Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. Daftar tenaga setempat v. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. iv. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. ii. vii. pengadaan bahan.A b) Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. dll.RPT0-Pd T-xx-xxxx. viii. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. Rencana Kerja Harian. ix.

Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. rujukan : dokumen kontrak. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum.A Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. iv. tepat biaya. lokasi dan penjelasan foto. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. Sebelum pengambilan gambar-gambar. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan. dan tepat waktu. 97 dari 120 . Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. kewajibannya sebagai berikut : i. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. ii. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. iii. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak.

Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. viii. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek 98 dari 120 1) Pengendalian Biaya . xi. x. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). menyiapkan as built drawing. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). ii. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. iv. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. menyiapkan laporan bulanan. pengukuran. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO.A v. vi. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. iii. Evaluasi biaya. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. ix.RPT0-Pd T-xx-xxxx. melakukan pengecekan.5 Pengendalian Biaya. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. laporan triwulan. 6. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. vii. dan laporan akhir proyek. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat.

Mengetahui dan mendapat informasi . evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. pemeriksaan. tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? . finishing.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . oleh karena itu. Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar. pengawasan. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat.Pengawasan . yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).Peninjauan . murah dan efisien. dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. pembongkaran. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? .Audit Sasaran yang dicapai: .A pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan.apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? 99 dari 120 .Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian. Memastikan sasaran pengendalian: .Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : . murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan.Pemeriksaan .

dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran. (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification. Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus. perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan).melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager .rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan .alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu.A .realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : 100 dari 120 .dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo.RPT0-Pd T-xx-xxxx. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) . sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut.melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer . murah dan efisien. .termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . material dan alat sesuai rencana yang wajar. pekerjaan finishing.termasuk dalam hal unit price pekerjaan.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? .melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : .realisasi progress fisik terhadap rencananya .

mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. daya dukung tanah. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. tebal. haruslah dinilai dari beberapa aspek. dsb) . lebar. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : c) Metode pengawasan kualitas pekerjaan.kualitas (kepadatan. batu.A - - realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. .memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut 101 dari 120 . ukuran-ukuran sesuai dengan desain.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. yaitu: . kuat tekan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. tinggi. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . beton struktur dll). adukan beton dan lain-lain) . mutu dan waktu.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya .dimensi (panjang. membuat laporan jalannya pelaksanaan. batu pecah hasil stone crasher. kemiringan. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. meliputi pengendalian biaya. adukan semen. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah.

tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : 102 dari 120 .tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. alasan sosial politik lainnya. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. dan hari-hari keagamaan. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru d) Penerapan standar/pedoman 1. skala gempa tahunan. xi. musim. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. daerah. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. yaitu: . ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. peralatan pekerjaan. cuaca. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. produktivitas sumber daya. iii. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. debit banjir. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. . peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki.A Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. . Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. dan tenaga kerja pekerjaan. dan lain-lain x. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. percobaan-percobaan.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. serta adat setempat dimana pekerjaan berada.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. mengangkut dan merekayasa). iv.

Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 6. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 1.A. Bagian – 4. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A. Volume I : Umum. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd 1) Pengukuran 103 dari 120 . pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. gambar-gambar.A. Bagian – 2. misal : photo dokumentasi. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Bagian – 9. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 3. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian – 5. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6.6 Pengukuran dan Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.

Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx.A. Bagian – 4.A T-xx-xxxx. misal : photo dokumentasi. Volume I : Umum.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 2. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. gambar-gambar.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A. Bagian – 5. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum.A. Volume I : Umum. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 9. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 6. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A.A. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Lain-lain 104 dari 120 . Bagian – 1. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Bagian – 3. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.

7. Bagian–4 Pd T-xx-200x. 3. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. 10. 6. 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian–5 Pd T-xx-200x. 4. Bagian–1 Pd T-xx-200x.A Nomor Pembayaran 1. Bagian–7 105 dari 120 . Bagian–3 Pd T-xx-200x. Bagian–6 Pd T-xx-200x. 9. 5. 8. Bagian–2 Pd T-xx-200x.

PROGRAM SURVEI & INVENTARISASI BANGUNAN KEGIATAN TINGKAT I PENENTUAN PENGGAL SUNGAI PENGUMPULAN DATA DEBIT SURVEI PENGUKURAN INVENTARISASI & SURVEI BANGUNAN PERSUNGAIAN KEGIATAN TINGKAT 2 DATA ANGKUTAN SEDIMEN ANALISIS SEDIMEN KOMPUTER MODEL PEMELIHARAAN PENCEGAHAN PEMELIHARAAN DARURAT PEMELIHARAAN KOLEKTIF PEMELIHARAAN RUTIN PEMELIHARAAN BERKALA PEMELIHARAAN PERBAIKAN KECIL RETIFIKASI REHABILITASI PEMELIHARAAN KHUSUS PENGHITUNGAN BIAYA & PELAKSANAAN PEMELIHARAAN Bagan Alir pemeliharaan bangunan persungaian 106 dari 120 . DAFTAR SISTEM SUNGAI 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx. PRIORITAS -> INVENTARISASI & SURVEI AWAL 3.A LAMPIRAN – D PEMELIHARAAN BANGUNAN PERSUNGAIAN INVENTARISASI KERUSAKAN & SURVEI PENGUKURAN KEGIATAN AWAL : 1.

. kantor GAMBAR 15 Judul gambar.tengah..Referensi kontrak. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 1 2 3 4 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tanggal pemasukan data Kali Hulu.A LAMPIRAN – E Form Pemeliharan Bangunan Persungaian Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….Identitas Tgl. laporan. tanggal 16 Gambar pelaksanaan 17 Nomor gambar 18 Konsultan desain 19 Nama-nota penghitungan.Nomor….hilir Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS Masukan data DOKUMEN KONTRAK / LAPORAN 10 Judul kontrak. Formulir . tanggal 20 Uraian ringkas formulir 1 Nomor…. 107 dari 120 . tanggal 11 Nama kontraktor 12 Nama konsultan pengawas 13 Judul dokumen laporan / tanggal 14 Nama penulis dokumen laporan .d.s. dan gambar Contoh No. nota penjelasan desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

. & B …. Formulir Klasifikasi Ruas Sungai contoh 1 2 3 4 No.'………" o GB = …. ….Identitas Tgl. …..RPT0-Pd T-xx-xxxx. …..hilir Tanggul kiri/tanggul kanan/ tanggul kiri+kanan/ tanpa tanggul Tulis nama desa setempat Masukan < 20 m atau > 20m Masukan < 20 m atau > 20m Tulis PTU……… PTP A…..PTP B 18 Nama dan nomor gambar pengukuran 19 Bangunan 1 20 Lokasi bangunan 1 21 Kondisi bangunan 1 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 22 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 1 Uraian singkat/sketsa usulan perbaikan 108 dari 120 . …. Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran PTU = PTP A = PTP B = o GL = ….tengah.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….'………" o GB = ….'………" o Masukan data Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS 10 Nama desa 11 Lebar bantaran kiri 12 Lebar bantaran kanan 13 Nomor titik patok PTU & PTP A (awal) dan B (akhir) 14 Lokasi GPS A 15 Lokasi GPS B 16 Jarak langsung PTU .'………" GL = …. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tipe sempadan sungai Kali Hulu..PTP A 17 Jarak langsung PTU .

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 23 Bangunan 2 24 Lokasi bangunan 2 25 Kondisi bangunan 2 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 26 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 2 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 27 Bangunan 3 28 Lokasi bangunan 3 29 Kondisi bangunan 3 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 30 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 3 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 31 Bangunan 4 32 Lokasi bangunan 4 33 Kondisi bangunan 4 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 109 dari 120 .

A 34 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 4 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 35 Bangunan 5 36 Lokasi bangunan 5 37 Kondisi bangunan 5 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 38 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 5 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 39 Uraian ringkas penting Formulir 2A & gambar sketsa Buat catatan seperlunya 110 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

perumahan. bangunan 17 Penggunaan tanah 18 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu aliran:rumput.erosi. bangunan 10 Penggunaan tanah Tanaman yang mengganggu 11 Macam tanaman aliran:rumput. bambu. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang Tidak/ ya 22 Membahayakan tanggul KONDISI MUARA/ALUR/JALAN AIR Selalu terbuka 23 Kondisi muara Laut lepas Kadang tertutup selalu tertutup selalu baik 24 Kondisi pelayaran baik saat pasang tidak bisa bagus.sedang. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang 15 Membahayakan tanggul Tidak/ ya KONDISI TANAH BANTARAN KANAN Balai PSDA. 4 Kepemilikan bagian luar kiri pribadi. proyek sungai 9 Kepemilikan tanah pribadi. sal 5 Penggunaan tanah bagian luar kiri irigasi.pembuang.dsb 8 KONDISI TANAH BANTARAN KIRI Balai PSDA.irigasi.pisang dll 19 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 20 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 21 Penambangan galian C.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : …………… Lembar : ………………… Formulir .kecil tidak ada.irigasi.sedang.kecil 111 dari 120 .pengendapan.Kondisi Ruas Sungai contoh Masukan data 1 No.dll Tanaman.pisang dll 12 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 13 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 14 Penambangan galian C. dsb Jalan desa. 6 Kepemilikan bagian luar kanan pribadi. perumahan. Pemeriksaan/survei 3 Nama Petugas Tulis namanya KONDISI SEMPADAN SUNGAI DI SEBELAH LUAR SISI TANGGUL Binamarga.sedang. sal. proyek sungai 16 Kepemilikan tanah pribadi. 25 Kondisi keseluruhan alur sungai (dilihat dari morfologi sungai) longsor 26 Erosi dasar sungai tidak ada. bambu.sedang. sal. dsb Jalan desa.pembuang.dsb Binamarga.kecil tidak ada.kecil 27 Erosi/longsoran tebing kiri 28 Erosi/longsoran tebing kanan 29 Erosi dasar sungai tidak ada.Identitas Tgl/bulan/tahun 2 Tgl. sal 7 Penggunaan tanah bagian luar kanan irigasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx.dll Tanaman.

penambangan.kecil tidak berarti tanaman dibantaran Jembatan Bangunan lama Bangunan sementara 33 % hambatan aliran air terhadap luas penampang 34 Bangunan terancam?(oleh erosi.sedang.sedang.endapan. talang.siphon) tidak ada.A 30 Penambangan galian sungai pada alur sungai 31 Pengendapan/sedimentasi di dasar sungai 32 Hambatan aliran oleh bangunan yang melintang sungai (jembatan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.kecil tidak ada. dan gangguan lainnya) 35 Uraian ringkas formulir 2B Ya atau tidak 112 dari 120 .

.sudetan. bongkar 11 Usulan perbaikan khusus (50%<fungsi<70%) bangunan. 12 Usulan rehabilitasi (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 113 dari 120 .Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN PREVENTIF potong rumput/tanaman 4 Usulan pemeliharaan rutin yang mengganggu :…………….. dll Pelebaran sungai.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….RPT0-Pd T-xx-xxxx.m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 Luas m :…………….Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kiri Contoh Masukan data 1 No. Formulir .m 6 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) Perbaikan talud dengan 9 Usulan perbaikan kecil 1 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa Perbaikan talud dengan 10 Usulan perbaikan kecil 2 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT Galian endapan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 114 dari 120 . dll 12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai..sudetan.m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 :……………. bongkar (50%<fungsi<70%) bangunan.Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kanan Contoh Masukan data 1 No.15 10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei 3 Nama petugas Tulis namanya PEMELIHARAAN PREVENTIF 4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman yang mengganggu :……………..A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….15 PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT 11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan. Formulir .m 6 Luas m 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) 9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.

Kondisi krib (bangunan yang ada/ existing) Contoh KONDISI RUNTUHAN BANGUNAN 1 No.film/No.foto) 6 No.foto KONDISI STRUKTUR BERONJONG 7 Kondisi krib bronjong – Tak dapat dipakai – Bagus – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………… Formulir . – Tak dapat dipakai – Bagus – Lapisan pelindung hilang – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi Masukan data 8 Kondisi kawat beronjong 9 Kegunaan beronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang – Tak dapat dipakai pancang – Bagus – Tiang rusak – Kepala tiang – Batu hilang hancur – Tiang hilang – Tiang poer hilang – Bangunan…... 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) – Bagus – Rusak ringan – Pecah – Tergeser – Lapisan beton hilang – Besi beton rusak – Bagus – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 115 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. – 50% < x < 70% 5 Kegunaan runtuhan – x < 50 % – Tak berfungsi (No..Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas – Tak dapat dipakai 4 Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah – Bagus runtuh) – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan….

RPT0-Pd T-xx-xxxx. jumlah dan lain-lain 116 dari 120 .A 14 Uraian ringkas Formulir 4B & sketsa (Perlu sketsa posisi susunan krib.

A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ………… Lembar : ………………… Formulir .Tak dapat dipakai .50% < x < 70% .Rusak ringan .Kondisi krib (bangunan yang ada/existing ) Contoh KONDISI TUNTUHAN BANGUNAN 1 2 3 4 No.Tiang poer hilang .Identitas Tgl pemeriksaan/survei Nama petugas Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah runtuh) Tgl/bln/thn Tulis namanya . Foto KONDISI STRUKTUR BRONJONG 7 Kondisi krib bronjong .50% < x < 70% .Lapisan beton hilang ..Bangunan……… .Rusak ringan .Bagus .x < 50% .x < 50% .Tiang hilang .Pecah .Tak berbentuk .Pecah .Bagus .Bangunan ……….Kepala tiang hancur .Kerusakan kecil .Bagus .Batu hilang .Bangunan……… .Batu hilang .Tak berbentuk .Bagus . .Longsor . film/No.Tak dapat dipakai .Tak dapat dipakai .Besi beton rusak .Tergeser .Longsor .Bangunan hilang .Bagus .Bangunan hilang .Tak berfungsi 8 Kondisi kawat bronjong 9 Kegunaan bronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang pancang .Tak berfungsi 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 117 dari 120 .x < 50% . Pelindung hilang .Batu hilang .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Bagus .Tak dapat dipakai .Tak berfungsi (No.Lap. foto) Masukan data 5 Krib kiri/kanan 6 No.Tiang rusak .50% < x < 70% .

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 14 Uraian ringkas Formulir & sketsa (perlu sketsa posisi susunan krib. jumlah dan lain-lain) 118 dari 120 .

m 2 22 Luas pengikat bronjong (m 2) 23 Kayu pengganti (untuk krib kayu) 24 Ukuran kayu (mm x mm) 25 Panjang kayu (m) – Tak perlu – Kayu dolken ….m …m x ……m = ………..RPT0-Pd T-xx-xxxx.m x……m x……=.m – Tak perlu – Isi batu + kawat – Isi batu + panel – Ganti unit bronjong – Tak perlu – Galvanisasi – Lapis pelindung Fondasi + filter + unit bronjong 3 8 Jenis material Volume pekerjaan tanah (m 3) 10 Pekerjaan batu minor (bila krib dari pasangan batu) 9 11 Ukuran batu (m) 12 Luas dasar (batu) (m) 13 Ketinggian (batu) (m) 14 Pekerjaan bronjong minor (bila krib dari bronjong ) 15 Penggantian unit bronjong 16 Banyaknya unit bronjong/ jumlah yang diganti 17 Ukuran unit bronjong yang diganti 18 Luas dasar (bronjong) (m 2) yang diganti 19 Ketebalan (bronjong)(m) total yang akan diganti 20 Ukuran batu (bronjong) (m) 21 Perbaikan pengikat bronjong ……… buah Lebar x panjang x tebal ….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………..m 2 ……x…….m x……m x……=.m x….m ………………………….m F = m …………………m 119 dari 120 .m ………………….m diameter batu – Tak perlu – Ganti kawat – Ganti panel …………………. Formulir.Penaksiran pemeliharaan krib Contoh 1 No.m=……m – Tak perlu – Mengganti batu – Batu & filter – Fondasi+batu+filter …………………………..Identitas 2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN RUTIN 4 Pemeliharaan rutin – Pembersihan sampah – Pembersihan runtuhan 5 Jumlah krib pemeliharaan rutin 1 PERBAIKAN KECIL Pekerjaan tanah minor Masukan data 7 – Tak perlu – Mengganti timbunan – Tanah – Kerikil – Lain-lain ……m x….x…….m x……m x……...m ….

m …………………m 2 120 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.m x……m x……=.A 26 Perbaikan beton (untuk krib beton) 27 Luas permukaan beton (m ) 28 Kedalaman beton (m) 29 Perbaikan korektif besar/ Perlu sketsa + deskripsi spesial (bila 50% < x < 70%) 30 Rehabilitasi Perlu sketsa + deskripsi (Bila x < 50%) 31 Rektifikasi (bila sama Perlu sketsa + deskripsi sekali tak berfungsi) 32 Pemeliharaan darurat (bila Perlu sketsa + deskripsi konstruksi dalam keadaan bahaya) 33 Uraian ringkas penting Formulir 4C & sketsa 2 – Tak perlu – Perbaikan kepala tiang – Perbaikan lapis beton ….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful