RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

RPT0

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 5. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 6. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... PEKERJAAN PERENCANAAN ........................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN DETAIL DESAIN............................................................................ Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN KONSTRUKSI ............................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. i ii iii 1 1 2 4 4 5 21 21 22 22 23 32 32 33 33 36 41 45 48 48 51 53 54 57

7. PEKERJAAN PEMELIHARAAN .......................................................................... 7.1. Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran ............................................... 7.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan.................................................... BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... LAMPIRAN A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencaan Krib .......................... LAMPIRAN A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib ......................

LAMPIRAN A.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan ......................................................................................... 58 LAMPIRAN B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib....... LAMPIRAN B.2 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Detail Desain Krib .................. LAMPIRAN B.3 Kriteria Desain Bangunan Krib ........................................................... LAMPIRAN C LAMPIRAN D LAMPIRAN E Contoh KAK Pekerjaan Konstruksi Krib ............................................. Bagan Alir Pemeliharaan Bangunan Persungaian ............................ Form Pemeliharan Bangunan Persungaian ....................................... 69 70 83 90 106 107

i

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

ii

geologi permukaan. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. pedoman dan manual (NSPM). Pedoman detail desain mencakup kegiatan collecting data sekunder (topografi. pekerjaan beton. perencanaan dan perhitungan dimensi. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. studi identifikasi. standar. konstruksi dan pemeliharaan dalam pekerjaan pembangunan bangunan krib.7 tahun 2004. data primer (survey pengukuran topografi dan pemetaan. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. pedoman dan manual (NSPM). Sehubungan dengan hal tersebut. analisis hidrolika. survey pengukuran. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan). hidrologi). pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. survey hidrometri. investigasi. konstruksi dan pemeliharaan dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. analisis hidrologi. desain. detail desain. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. pekerjaan dewatering. pekerjaan penyelidikan geoteknik. Pedoman pemeliharaan mencakup kegiatan inventarisasi kerusakan. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. Pedoman ini mencakup kegiatan perencanaan (studi awal.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. iii . sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). pekerjaan pasangan batu. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan bangunan krib. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. standar. perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan.

kelembaban relatif. analisis hidrologi. peta geologi regional. pekerjaan dewatering. Pedoman pemeliharaan mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan. ACUAN NORMATIF UU No. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. peta geologi regional. pekerjaan penyelidikan geoteknik. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. pekerjaan pasangan batu. penyelidikan geoteknik. studi pengenalan perencaaan pendahuluan dan studi kelayakan dalam kegiatan pembangunan krib. 2. Pedoman perencanaan mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. detail desain. pelaksanaan pekerjaan. analisis dampak lingkungan dan gambar desain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan perencanaan krib Pedoman detail desain mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. analisis konstruksi. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk setiap masing-masing kegiatan perencanaan. data kilmatologi (temperatur.RPT0-Pd T-xx-xxxx. desain hidraulik. konstruksi dan pemeliharaan.SNI 03-0090-1999 : Spesifikasi Bronjong Kawat 1 dari 120 . sampling sedimen). 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : Standar Nasional Indonesia (SNI) : . 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air KEPMEN KIMPRASWIL No. survey hidrometri).A Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib 1. perencanaan. studi identifikasi. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. baik fisik maupun non fisik. data kilmatologi (temperatur. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). Pedoman perencanaan menetapkan spesifikasi teknis bagian pekerjaan perencanaan yang meliputi studi awal. desain hidraulik. survey hidrometri. analisis hidrologi. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). program pelaksanaan. pekerjaan beton. perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. kelembaban relatif. analisis ekonomi. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) KEPMEN KLH No. gambar desain. penyelidikan geoteknik.

xx – xxxx. T. T. xx – xxxx. Bagian – 1. xx – xxxx. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. Bagian – 4. ISTILAH DAN DEFINISI Perencanaan adalah rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. Pekerjaan Geoteknik : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. Bagian – 5. T. T. Bagian – 1. xx – xxxx. Pekerjaan Pemancangan. Pekerjaan Beton dan Bekisting. Krib 3. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan datadata sekunder yang ada. Pekerjaan Tanah : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.1. Bagian-3.A Pd.11 – 2004 – A : Pemeliharaan Bangunan Persungaian Rancangan Pedoman Teknis : Pd. Volume I : Umum. Bagian – 2. xx – xxxx.A Pd.A - SNI 03-1724-1989 SNI 03-2400-1991 SNI 03-2414-1991 SNI 03-2415-1991 SNI 03-2819-1992 SNI 03-2820-1992 SNI 03-2822-1992 SNI 03-2829-1992 SNI 03-2830-1992 SNI 03-3414-1994 - SNI 03-3444-1994 SNI 03-3961-1995 SNI 03-3961-1995 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka : Metode Perhitungan Debit Banjir : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis : Metode Perhitungan Tiang Pancang Beton pada Krib di Sungai : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Penamopang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan Pedoman Teknis : Pd.A Pd. T.A Pd. Pekerjaan Bangunan Pengaman Sungai.1. T. pengumpulan data. Volume I : Umum. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. Volume I : Umum. 3. penentuan metode. Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan diadakan. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pd. Bagian – 6.1. 2 dari 120 . : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 3.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. T. Volume I : Umum. : Pedoman Analisa Harga Satuan. xx – xxxx.A Pd. serta penentuan skala prioritas. Volume I : Umum. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. xx – xxxx. T. Pekerjaan Pasangan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

2. krib ini secara efektif mengarahkan aliran ke tengah sungai.10. 3. Lantai kerja adalah lantai yang terbuat dari beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil.4.8. sehingga kecepatannya akan berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan memungkinkan adanya endapan angkutan muatan di tempat ini.3. 3. Direksi pekerjaan adalah personil yang ditunjuk oleh pemilik pekerjaan untuk membimbing dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana 3.12.1. Krib lulus air adalah krib yang diantara bagian-bagian konstruksinya dapat dilewati aliran. 3. Arah krib adalah arah yang dinyatakan dengan sudut antara as krib dan arah aliran.3.1.2.1. 3.3.2. Krib kedap air adalah krib yang diantara bagian konstruksinya tidak dapat dilewati aliran. Medan krib adalah daerah disekitar bangunan krib yang arah dan atau besar kecepatan alirannya dipengaruhi krib tersebut. Pangkal krib adalah bagian krib yang masuk ke tebing sungai 3. gambar perencanaan maupun gambar detail dari seri krib yang akan dibuat 3. Krib adalah bangunan menyilang / sejajar arah aliran yang ditujukan guna mengubah pola dan sifat aliran untuk suatu tujuan tertentu.2.2. dipergunakan untuk tatakan mencetak tiang pancang beton 3 dari 120 . 3.3.4.1.3.4.2. Panjang krib (b) adalah panjang krib (b) adalah dihitung mulai dari pangkal sampai dengan ujung krib 3. Konstruksi adalah merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik.2.2. Pengenalan studi adalah suatu proses untuk pengembangan proyek multisektor dari segi-segi teknis.2. Letak krib menunjukan tempat sebuah krib dipasang. Krib tegak adalah krib yang arahnya tegak lurus aliran 3.3. Gambar pelaksanaan adalah gambar bangunan (krib) yang sudah dilaksanakan apabila terjadi perubahan dimensi dari perencanaan 3. Panjang efektif krib adalah panjang krib mulai dari ujung krib sampai pertengahan tebing baru yang direncanakan akan dibentuk.2.7.2.3.11.1.2. Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. Studi kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh.9. memberikan garis besar 3. 3.2.5. Krib tajam adalah krib yang arahnya menyerong ke hulu 3. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib.3. Dokumen perencanaan adalah keterangan yang mencakup tentang spesifikasi teknik. 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 3. Krib semi lulus air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong.2. 3. Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan.6. 3.A 3. 3.2.2. 3.

tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti. Perawatan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan secara berkala. Perawatan adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi. 3. 3.A 3. Perencana adalah personil yang membuat desain/rencana krib.4. iii.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pemeliharaan periodik adalah suatu kegiatan yang mempunyai waktu yang lama dan dampak yang diakibatkannya akan lebih besar dibandingkan dengan pemeliharaan rutin. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). 3. Perawatan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan setiap waktu.4. Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi. Pemeliharaan adalah usaha-usaha untuk menjaga agar prasarana irigasi selalu dapat berfungsi dengan baik guna mempertahankan kelestariannya.2. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi.5. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 4. 4. 3. 3. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan pembangunan krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.1. PEKERJAAN PERENCANAAN Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya.5.2. waktunya pendek dan harus dilakukan serta secara kontinyu. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu.1. penyediaan data dan fasilitas penunjang.6.5. 3. 3.5. 3. meliputi perhitungan.6. pengumpulan data. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa 4 dari 120 . pelaksanaan investigasi dan penyelidikan.4.6. ii. Pemeliharaan rutin adalah kegiatan yang mempunyai frekuensi lebih sering dilakukan dengan skala kecil.3. gambar konstruksi dan spesifikasi teknis 3. Perbaikan darurat adalah usaha perbaikan dengan maksud agar konstruksi sementara dapat berfungsi. penentuan metode. serta penentuan skala prioritas.2. Perbaikan permanen adalah usaha perbaikan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi secara permanen.

Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. i. 4. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi awal berkisar antara 1 – 2 bulan. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. ii. studi identifikasi. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. dimana kondisi tata guna lahan akan 5 dari 120 . Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Cakupan kegiatan studi awal adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan bangunan krib dibagi menjadi kegiatan studi awal. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. asisten. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan data-data sekunder yang ada. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Adapun uraian pedoman spesifikasi teknis sebagai berikut : 1) Studi Awal Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan krib diadakan.A Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan.

185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. fisiografi dan geologi. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. ruang lahan dan tanah. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. komponen sosial. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. ii. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. hidrologi/kualitas air.RPT0-Pd T-xx-xxxx. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. data meteorologi. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. SK DJ Pengairan No. dan BAPEDAL. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). SK DJ Pengairan No. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. iv. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. b) Perekayasaan 6 dari 120 .000 sesuai dengan KP– 01. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. iii. besarnya curah hujan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. rencana tata ruang wilayah. penyebaran jenis batuan. fauna dan biota air. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG.000. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. iii. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. tingkat pendidikan. lama penyinaran dan kecepatan angin.A berpengaruh terhadap laju erosi. kelembaban relatif. minimum selama 5 tahun. debit historis baik debit minimum. PSDA. iv. Data-data tersebut meliputi : i. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.

Data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 1 – 2 bulan. debit historis baik debit minimum. Ahli Sungai dan Ahli Geologi 2) Studi Identifikasi Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Cakupan kegiatan studi identifikasi adalah : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. c) Produk yang dihasilkan Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi : (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi.A Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang ketersediaan data sekunder dari suatu lokasi pekerjaan. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). ii. 7 dari 120 . data meteorologi. besarnya curah hujan. Ahli Hidrologi.000 atau yang lebih detail. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang usulan pekerjaan berikutnya berdasarkan kajian di atas meja dan perumusan untuk kegiatan selanjutnya.

(4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. b) Survey (1) Survey Hidrologi Kegiatan survey hidrologi berupa kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir keadaan tinggi muka air banjir yang terjadi selama musim hujan sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. minimum selama 5 tahun. hidrologi/kualitas air. iv. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Komponen sosial. iii.A iii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. kemiringan dan elevasi tanggul. Kegiatannya meliputi : i. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. fisiografi dan geologi. SK DJ Pengairan No. Hasil survey topografi disini adalah inventarisasi kondisi morfologi sungai calon pekerjaan yang meliputi lebar. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. 8 dari 120 . Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. dan BAPEDAL.000 sesuai dengan KP– 01. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. (2) Survey Topografi Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan peta topografi dengan tujuan untuk mengecek kondisi topografi sebenarnya di lapangan sesuai dengan KP–01. fauna dan biota air. kelembaban relatif. lama penyinaran dan kecepatan angin. Data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. ii. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Rencana tata ruang wilayah. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. PSDA. iv. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. Data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. inventarisasi dan pengecekan terhadap kondisi bangunan–bangunan air yang diambil data debitnya pada studi awal. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Data-data tersebut meliputi : i. penyebaran jenis batuan. Komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. pengukuran tinggi muka air di sungai. ii. SK DJ Pengairan No. tingkat pendidikan. ruang lahan dan tanah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. SK DJ Pengairan No.

lokasi krib hindari pada formasi geologi yang tidak akan terjadi sesar dan patahan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. jika berfungsi sebagai pengarah aliran maka krib diletakkan pada hulu bangunan pengambilan yang mengalami perubahan arah arus. hindari lokasi krib pada kondisi tebing sungai yang secara geologi mempunyai kecenderungan untuk longsor. Adapun analisisnya meliputi : i. ii. ii. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… f) Tenaga Ahli 9 dari 120 . SK DJ Pengairan No.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (4) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor melakukan kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir permasalahan jika terjadi pengembangan dan menilai latar belakang sosial-ekonomi-budaya sesuai dengan KP–01. Adapun perletakan bangunan krib berdasarkan fungsinya sesuai dengan SNI 03-1724-1989 sebagai berikut : i. (2) Analisis Geologi Analisis geologi berupa kajian di atas meja berdasarkan peta geologi regional untuk menilai kecocokan daerah terhadap usulan pembangunan krib berdasarkan formasi geologinya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iii. harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang penentuan lokasi pengamanan sungai dengan bangunan krib. e) Produk yang Dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. c) Analisis (1) Analisis Topografi Kegiatan analisis topografi adalah melakukan kajian di atas meja serta pertimbangan hasil inventarisir kondisi lapangan dengan tujuan menetapkan lokasi bangunan krib sesuai dengan fungsinya. jika berfungsi untuk perlindungan tebing maka penetapan lokasi krib harus berada pada tikungan luar sungai. jika berfungsi untuk menormalkan kondisi aliran maka krib diletakkan pada tempat terjadinya longsoran. d) Perekayasaan Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang hasil identifikasi berdasarkan data sekunder serta kondisi lapangan tentang penentuan lokasi bangunan pengaman sungai dengan krib. SK DJ Pengairan No.A (3) Survey Geologi Melakukan kegiatan kunjungan lapangan untuk keperluan klarifikasi klasfikasi jenis tanah berdasarkan peta geologi regional wilayah sesuai dengan KP–01.

185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. SK DJ Pengairan No. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. iii.000 sesuai dengan KP– 01. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Ahli Sungai. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Ahli Geodesi dan Ahli Geologi 3) Studi Pengenalan Studi Pengenalan adalah suatu proses kegiatan berkelanjutan dari studi identifikasi yang menginformasikan tentang garis besar perencanaan bangunan krib dengan melakukan kegiatan survey lapangan. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. minimum selama 5 tahun. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. ii. Ahli Hidrologi. penyebaran jenis batuan. data meteorologi. debit historis baik debit minimum. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. iv. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. kelembaban relatif. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. besarnya curah hujan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.000. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 2 – 3 bulan. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG.A Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. Cakupan kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. 10 dari 120 . lama penyinaran dan kecepatan angin. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989.

Data-data tersebut meliputi : i. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. SK DJ Pengairan No. b) Survey (1) Survey Topografi Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. Bagian-2. i. hidrologi/kualitas air. Pengukuran Topografi dan Pemetaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ii. SK DJ Pengairan No.000. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. iii. (2) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. iv. Perletakan 11 dari 120 . rencana tata ruang wilayah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. fisiografi dan geologi. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. Volume I : Umum. dan BAPEDAL. tingkat pendidikan.000 atau 1:2. PSDA. iii. komponen sosial.A (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. fauna dan biota air. ii. ruang lahan dan tanah.

berat spesifik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. gradasi butiran dan Atterberg Limits. Pekerjaan Geoteknik. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. (a) Sedimen Layang i. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Volume I : Umum. e) Analisis Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir 12 dari 120 . Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. kadar air. Pekerjaan Geoteknik. Bagian-3. Bagian-3. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. (2) Geoteknik Investigasi Geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah untuk mendapatkan parameter perencanaan yang berupa stabilitas pondasi dan lereng serta menentukan lokasi dan material ketersediaan bahan bangunan. Uji yang dimaksud adalah berat jenis tanah. Volume I : Umum.A peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. ii. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (2) Geoteknik (Index Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx.

digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Dimensi krib yang meliputi elevasi mercu krib. Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. panjang krib. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . Garis besar perencanaan krib sesui dengan SNI 032400-1991 memuat : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (2) Angkutan Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. Engelund-Hansen. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. Log Pearson atau Log Normal ii. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. . iii.A Jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Metode puncak banjir di atas ambang.Metode Rasional. Metode analisis regional. (3) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. jarak antar tiang dan panjang tiang. apabila data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. Layout bangunan krib iii.Metode Hidrograf Satuan.Der Weduwen. .Metode US – Soil Conservation Service. dimensi tiang. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. v. f) Perekayasaan Buat garis besar perencanaan krib dengan sketsa tata letak dan uraian pekerjaan dengan skala minimal 1:2000. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. . jarak krib. Net present value (NPV). digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS.Melchior. . Penggambaran peta topografi yang harus menampilkan kondisi tata guna lahan ii. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan 13 dari 120 . iv.

000. Ahli Hidrologi. Ahli Sungai. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Ahli Geologi dan Ahli Sosial Ekonomi 4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan Studi Kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh. Cakupan kegiatan studi adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. serta konsep lokasi krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.A Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. analisis laju sedimen. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan berkisar antara 3 – 5 bulan. 14 dari 120 . Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Ahli Geodesi. dimensi dan layout krib dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. iii. fisiografi dan geologi. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. komponen sosial. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iv. SK DJ Pengairan No. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. iv. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). fauna dan biota air. ii. minimum selama 5 tahun. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. tingkat pendidikan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.RPT0-Pd T-xx-xxxx. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. Data-data tersebut meliputi : i. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. data meteorologi. ruang lahan dan tanah. PSDA. debit historis baik debit minimum. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. dan BAPEDAL. SK DJ Pengairan No.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. besarnya curah hujan.000 sesuai dengan KP– 01. penyebaran jenis batuan. hidrologi/kualitas air. lama penyinaran dan kecepatan angin. rencana tata ruang wilayah 15 dari 120 . Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. kelembaban relatif. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait.

adanya kontrol penampang. ii. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. mampu melewatkan banjir. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. 16 dari 120 . Kedalaman pengukuran minimal 3.000. (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. geometri dan badan sungai harus stabil. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. iii. bagian alur sungai yang terbuka lurus. v. Volume I : Umum. dibersihkan dan dirawat dengan baik. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. ii. Jika aliran rendah. keandalan peralatan dan sarana penunjang. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. Bagian-2. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. i. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala.A b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. iv. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. menggunakan perahu. debit perlu lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan .000 atau 1:2.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (a) Sedimen Layang, pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.

ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

17 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS sesuai dengan SNI 03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal;

ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode analisis regional; iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun, maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang; iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan

daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha);
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS

dengan luas < 100 km2;
- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas

> 100 km2;
- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa

memperhatikan luas DAS;
- Metode Hidrograf Satuan; - Metode US – Soil Conservation Service.

v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
18 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-34441994. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL. (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Net present value (NPV),
19 dari 120

(2) Kapasitas rencana (3) Tipe bangunan dan penggambaran. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. f) Perekayasaan Hasil perekayasaan dalam kegiatan ini meliputi : (1) Rencana pendahuluan tata letak bangunan. analisis laju sedimen. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (5) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Laporan Analisis Ekonomi 20 dari 120 . lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. (4) Rincian volume dan perkiraan anggaran biaya kasar g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. dimensi dan layout krib. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi.A Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan pendahuluan dan studi awal adalah Team Leader.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan perencanaan yang diukur menurut ketentuan di atas. dimana harga dan pembayaran tersebut. survey dan investigasi. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Ahli Hidrologi. asisten serta tenaga pendukung. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 4. 21 dari 120 . Ahli Sungai. Ahli Geodesi. Ahli Geologi. Ahli Sosial Ekonomi dan Ahli Lingkungan 4. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang dihadapi. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan.

ii.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 5. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit . b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. PEKERJAAN DETAIL DESAIN Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi. 22 dari 120 .Pengukuran poligon dan situasi . Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. 2. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan).Pengukuran cross-section. penyediaan data dan fasilitas penunjang.Pemasangan Patok BM dan CP .7) Biaya Pelaporan 2. iii.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2. long section 2. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i.2) Biaya Operasional Kantor 2.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.4) Penyelidikan Geoteknik 2.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.3) Pengukuran dan Pemetaan . Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 5.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.

misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. ii. asisten. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. 5. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. 23 dari 120 . kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-17241989. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.A i. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain krib meliputi : 1) Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.

tingkat pendidikan. iii. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. minimum selama 5 tahun. iv. penyebaran jenis batuan. SK DJ Pengairan No. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Volume I : Umum. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. dan BAPEDAL. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-2. ii. ii. d) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 e) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. komponen sosial. iii. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. hidrologi/kualitas air. rencana tata ruang wilayah. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. Data-data tersebut meliputi : i. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. PSDA. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iv. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. data meteorologi. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. 2) Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. debit historis baik debit minimum. SK DJ Pengairan No. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. lama penyinaran dan kecepatan angin. fauna dan biota air.RPT0-Pd T-xx-xxxx. fisiografi dan geologi. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. ruang lahan dan tanah. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. besarnya curah hujan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Kegiatan ini akan dilakukan oleh 24 dari 120 . c) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan.000 sesuai dengan KP–01. kelembaban relatif. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.A b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan.

(2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500.A Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi.50 m. iii. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. kemampuan tim pengukurnya. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau 25 dari 120 . Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. bagian alur sungai yang terbuka lurus. adanya kontrol penampang. keandalan peralatan dan sarana penunjang. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0.25 m. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. iv. mampu melewatkan banjir. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. v. geometri dan badan sungai harus stabil.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. dibersihkan dan dirawat dengan baik. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Peta ini harus meliputi jarak 1. menggunakan perahu. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. Kedalaman pengukuran minimal 3. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. ii.0 m.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis.

(1) Sedimen Layang i. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. 4) Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. 26 dari 120 . Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Volume I : Umum. SK DJ Pengairan No. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-39611995. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Bagian-3. 3) Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. Pekerjaan Geoteknik. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-28201992. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-34141994. pengambilan sampel serta bor tangan. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-41451996.A peralatannya.

Metode Rasional. 5) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. . . Bagian-3. Pekerjaan Geoteknik.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Log Pearson atau Log Normal. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. ii. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . maka digunakan metode analisis regional. v. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i.A (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. . b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx.Metode Hidrograf Satuan.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. iii.Der Weduwen. Engelund-Hansen.Melchior. iv. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. . jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Volume I : Umum. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun.Metode US – Soil Conservation Service. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit 27 dari 120 . sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
28 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

iii. Net present value (NPV), Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 7) Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan, layout krib dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang krib, detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. 8) Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 9) Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai, Bagian-1, Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan b) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya c) untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan d) menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi, dewatering dll. 10) Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen bahan dan spesifikasi konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004 11) Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan, dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf kantor, tenaga kerja lapangan dan lain-lain, sudah termasuk dalam item mobilisasi. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. b) Foto Dokumentasi
29 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. (4) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. (5) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. c) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. 12) Produk yang dihasilkan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut. ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep lokasi krib. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara
30 dari 120

tender drawing ii. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) rencana anggaran biaya (RAB) (2) gambar desain A1. estimasi biaya. paket konstruksi dan lain-lain. hidrolika. ii. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. termasuk 1 kalkir (3) gambar desain A3. Laporan Analisis Ekonomi 31 dari 120 . Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. rangkap 3 (tiga).RPT0-Pd T-xx-xxxx. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. perhitungan desain. dan koreksi. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 iii. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. rangkap 3 (tiga) (4) dokumen tender. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv.A Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). metode dan jadwal konstruksi. tanggapan. jadwal pelaksanaan. hidrologi. geoteknik. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. perhitungan desain. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i.

32 dari 120 . asisten serta tenaga pendukung. Ahli Geologi.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan detail desain harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. survey dan investigasi. Ahli Lingkungan. Ahli Geoteknik. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 5. 5. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Ahli Hidrologi.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi biaya perjalanan dinas. Ahli Geodesi.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 13) Keperluan Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. Ahli Sungai. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. dimana harga dan pembayaran tersebut adalah.

Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit . b) Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. dengan metode PERT/CPM network. 2.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.Pengukuran poligon dan situasi .A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.3) Pengukuran dan Pemetaan .Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 6. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. c) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. tanggal mulai paling awal. 33 dari 120 . Pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi bangunan pengaman sungai krib harus memuat : 6. jangka waktu yang diperlukan. PEKERJAAN KONSTRUKSI Konstruksi merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik. lama pelaksanaan dan sebagainya. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci.7) Biaya Pelaporan 2.2) Biaya Operasional Kantor 2. tanggal selesai paling awal dan paling lambat.Pemasangan Patok BM dan CP .6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx.4) Penyelidikan Geologi 2. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kalender.Pengukuran cross-section 2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi krib memuat : 1) Program Pelaksanaan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam pembuatan program pelaksanaan adalah sebagai berikut : a) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak.

Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). dan pengadaan bahan. d) Aspek Ekonomis Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. c) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. Peralatan.A d) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. 2) Aspek-aspek yang Perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan a) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. atau kategori lain yang dianggap penting. e) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat 34 dari 120 . Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatanperalatan tersebut diadakan dengan sewa. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. urutan waktu. Hal-hal yang cukup sensitif. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). hal-hal yang ditabukan. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. serah terima. e) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. surat pengumuman. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. pelaksanaan. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. waktu istirahat. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. b) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan.

b) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. 4) Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. boleh memakai material pengganti 35 dari 120 . Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. Volume I : Umum. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Dewatering. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan–pekerjaan pelaksanaan. 5) Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika diperlukan. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. 3) Sumber Bahan Pelaksanaan a) Penyedia Jasa bertanggungjawab atas pengadaan material beton pasangan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Pekerjaan Lain-lain 6) Material dan Peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa Ketentuan yang memuat tentang penyediaan material dan peralatan oleh Penyedia Jasa diatur sebagai berikut : a) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. c) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. Bagian-9. b) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. Bagian-7.A mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

pengangkutan iii. Volume I : Umum. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. material dan pemasangan peralatan di lapangan. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. lokasi proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-9. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. d) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : i. e) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. Bagian-9. Pekerjaan Lain-lain b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. 6. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. Volume I : Umum. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. f) Spesifikasi.A dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. 36 dari 120 . tempat produksi atau pabrik ii.

Laboratorium. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . saluran. Gudang dan Kantor. .. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx.. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Barak. d) Kantor. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A ii. penerangan. kawat. . Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. bengkel. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Pekerja.. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. Penyedia Jasa harus menyediakan. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa.. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan... Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. . perumahan staf Penyedia Jasa. Pekerjaan Lain-lain 37 dari 120 . merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. .. Laboratorium. tempat parkir. Volume I : Umum. air minum. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. Bengkel. Selambat-lambatnya tanggal.. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan.. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. . pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-2. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. Bagian-9.. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator... Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. jalan. iii. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan.

Volume I : Umum. Bagian-6. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. 38 dari 120 .. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Volume I : Umum.. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Bagian-1. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Bagian-2. Volume I : Umum.. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. pembersihan medan. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing).... Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx..RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Bagian-5. Bagian-6. Bagian-3. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. ii. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi .A 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. Bagian-4.. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. galian dan timbunan.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

vi. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. lokasi dan penjelasan foto. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. Daftar perlengkapan konstruksi. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan. pengadaan bahan. 2) Foto Dokumentasi Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan. Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. Daftar tenaga setempat. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. vii. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. b) Rencana Kerja Harian. viii. . Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . dll. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. v. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. iv. ix. c) Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.Jumlah banyaknya bangunan. 39 dari 120 .Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan. . dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. .A iii.

Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. 40 dari 120 . Sebelum pengambilan gambar-gambar. kewajibannya sebagai berikut : i. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. iii. rujukan : dokumen kontrak. ii. iv. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. v. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. vi. pengukuran.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. tepat biaya. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. dan tepat waktu. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. melakukan pengecekan. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya.A Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %.

sehingga labanya berwujud sebagai tunai. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. Evaluasi biaya. dan laporan akhir proyek. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 1) Pengendalian Biaya 41 dari 120 . pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. iii. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. ii. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. menyiapkan as built drawing. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). x. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. iv. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. ix. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. 6. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi.A vii. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas.3 Pengendalian Biaya. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki.RPT0-Pd T-xx-xxxx. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar. laporan triwulan. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. xi. menyiapkan laporan bulanan. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. viii. oleh karena itu.

dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Memastikan sasaran pengendalian: .apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . pemeriksaan. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan 42 dari 120 .apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? . evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan.Mengetahui dan mendapat informasi .Peninjauan .alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu. Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. pengawasan.Pemeriksaan . dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi.Audit Sasaran yang dicapai: . finishing. yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan. Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian. pembongkaran. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul. murah dan efisien. tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar.Pengawasan .apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? .Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan .apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? .A Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan.

realisasi progress fisik terhadap rencananya . murah dan efisien. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran.realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) .RPT0-Pd T-xx-xxxx.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif . perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan).rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan . . Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : . (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification. Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang. kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.termasuk dalam hal unit price pekerjaan. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan - - melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. pekerjaan finishing. agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan. . (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan.penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan 43 dari 120 .realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : .A Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan . material dan alat sesuai rencana yang wajar.

Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. adukan beton dan lain-lain) . hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. batu.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya . dsb) . Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. yaitu: . meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. adukan semen.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. tinggi. mutu dan waktu.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. kemiringan. kuat tekan. membuat laporan jalannya pelaksanaan.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik.kualitas (kepadatan. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. lebar. yaitu: . mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : a) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. batu pecah hasil stone crasher. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. meliputi pengendalian biaya. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. 44 dari 120 . metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. beton struktur dll). haruslah dinilai dari beberapa aspek. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. .RPT0-Pd T-xx-xxxx.dimensi (panjang. daya dukung tanah.A - perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. tebal.

Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. xi.4 Pengukuran dan Pembayaran 45 dari 120 . Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. serta adat setempat dimana pekerjaan berada.A - Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). musim. produktivitas sumber daya. dan lain-lain x. dan tenaga kerja pekerjaan. iii. iv. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. daerah.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. dan hari-hari keagamaan. mengangkut dan merekayasa). kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. alasan sosial politik lainnya. debit banjir. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru b) Penerapan standar/pedoman 1. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. cuaca. . skala gempa tahunan. peralatan pekerjaan. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. percobaan-percobaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi 46 dari 120 . Volume I : Umum. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 4. Volume I : Umum. gambar-gambar. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 1. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Bagian – 5. Bagian – 1. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian – 6. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 3. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 2. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 9.A. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. misal : photo dokumentasi.A. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A 1) Pengukuran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.

A. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 5.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. gambar-gambar. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Bagian – 2. misal : photo dokumentasi. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 4. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 6. Bagian – 3. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Volume I : Umum.A.A. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Pekerjaan Lain-lain 47 dari 120 . Bagian – 9. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian–5 Pd T-xx-200x. 5.1 Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran Tujuan inventarisasi kerusakan dan survei pengukuran adalah untuk mendeteksi adanya gejala kerusakan sejak dini. PEKERJAAAN PEMELIHARAAN Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan mengacu pada Pd.A Nomor Pembayaran 1. Bagian–2 Pd T-xx-200x. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. Bagian–3 Pd T-xx-200x. Yang perlu dicatat dalam peninjauan lapangan dan survei pengukuran adalah inventarisasi kondisi tiaptiap ruas sungai dan bangunan persungaian. kegiatan pemeliharaan tidak dapat dilakukan secara serempak pada seluruh sungai. hilir. tenaga. 10. 9. 3. 8. Data-data yang didapat bisa langsung digunakan untuk analisis kerusakan. Bagian–7 7. Bagian paling hilir biasanya terdiri dari muara sungai terpengaruh oleh perubahan tinggi muka air laut. serta dana. Bagian–6 Pd T-xx-200x. kegiatan tingkat I yang merupakan kegiatan langkah pertama yang cukup penting dan dilakukan secara rutin. tengah. kegiatan tingkat II yang meliputi pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif dan rumit dalam komputer model. sedang sisanya adalah bagian tengah dan hulu yang panjang biasanya hampir sama. yaitu : i. 6. setiap instansi pengelola sungai akan melakukan seleksi yang didasarkan pada ukuran sungai. dan pentingnya melakukan pemeliharaan. 4. 2. Kegiatan tingkat II ini dilakukan sebagai pelengkap kegiatan tingkat I. Kegiatan ini meliputi : a) Penggal sungai Untuk tujuan pemeriksaan survei. 1) Kegiatan Tingkat I Kegiatan ini dilakukan secara periodik . 48 dari 120 . Karena keterbatasan daya. 7. Kegiatan ini dilakukan dengan memantau terjadinya perubahan geometri sungai dan bangunan persungaian yang dilakukan secara periodik. ii. T-11-2004-A. sebuah sungai harus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu hulu. Untuk itu. pentingnya bangunan persungaian. Kegiatan ini ada 2 (dua) tingkat. Bagian–1 Pd T-xx-200x. Bagian–4 Pd T-xx-200x. dengan kegiatan sebagai berikut : 7.

Untuk menjamin pengukuran pada lokasi dan arah yang sama.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. Perbandingan penampangmelintang tersebut dengan penampang melintang tahun lalu akan memberikan informasi yang sangat berguna apakah tebing sungai stabil atau tidak. endapan sedimen atau adanya kegiatan galian pasir yang cukup besar dan terus menerus. maka penampang melintang harus ada pada tiap-tiap 100 m. Jika memungkinkan memanfaatkan bangunan yang sudah ada. Pengukuran sekurang-kurangnya pada tiga penampang melintang. Pemantauan alinyemen sungai pada ruas tersebut dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. semua bangunan persungaian dan ruas sungainya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. c) Survei sungai Pengukuran penampang melintang untuk seluruh ruas sungai harus dilakukan dengan interval jarak dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya jarak tiap 1000 m. Jika terdapat bendung. Pengukuran dilakukan pada lokasi dan arah yang tetap. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam formulir inventarisasi yaitu Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir. digunakan patok tetap utama – PTU (BM – Bench Mark) yang dipasang pada lokasi survei penampang melintang di 2 (dua) sisi sungai. PTU tersebut digunakan sebagai titik referensi untuk perubahan sungai arah vertikal akibat agradasi/degradasi dan perubahan sungai arah horizontal (ke arah samping). Debit bendung yang didapat dari geometri mercu bendung harus dikalibrasikan dengan pengukuran debit sesungguhnya. yang disebabkan oleh meandering atau tergerusnya tebing sungai. Jika panjang erosi 400 m. Agar pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan.A b) Debit sungai Debit sungai didapat dari tinggi muka air yang dipasang pada daerah hulu dan daerah sungai tengah. pada musim kemarau). 49 dari 120 . Selain PTU juga dapat dipasang patok tetap pembantu – PTP (CP –control point) yang dipasang dengan interval tertentu (misalnya tiap 100 m) pada lokasi yang diperlukan. disarankan pada akhir musim hujan. sebuah pencatat tinggi muka air harus dipasang pada bendung. Lengkung debitnya harus diperbarui dalam periode waktu tertentu. Pencatat tinggi muka air bisa bersifat manual (peil skal) dan otomatis (automatic water level recorder). Selain itu. 2 tahun sekali. sperti dijelaskan di bawah ini (1) Tebing sungai yang tererosi Setiap daerah tebing sungai yang sedang mengalami erosi harus dipasang PTU yang diletakkan pada tempat yang cukup aman pada dua sisi sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. minimum satu tahun sekali. satu di daerah tengah dan yang lainnya di hulu dan hilir. d) Pemeriksaan dan survei bangunan persungaian Suatu ruas sungai perlu dilakukan monitoring jika ruas tersebut mengalami perubahan (perubahan vertikal ataupun horizontal) karena adanya erosi tebing. untuk mendapatkan data debit. Lokasi tersebut penampang melintangnya harus dimonitor dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. tergantung dari sifat hidrologis sungai.

dibagian hulu dan hilir lokasi. Kegiatan tersebut dilakukan oleh staf dari instansi pengelola sungai.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. yaitu ditengah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Survei harus melingkupi seluruh timbunan pasir yang menutupi muara.A (2) Lokasi penambangan pasir Pada setiap lokasi yang terdapat penambangan pasir.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. Daftar sistem sungai Persiapkan daftar nama semua sungai untuk inventarisasi dan anak sungainya. (3) Muara sungai Pemantauan penampang melintang muara sungai beserta gosong-gosong pasirnya (sand bars) harus dilakukan sekali setahun pada musim kemarau. ii. Yang dikontrakkan ke pihak ketiga harus didefinisikan dengan jelas. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam Formulir Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir Formulir. Data-data yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu agar dapat dipergunakan untuk analisis kerusakan meliputi : a) Data angkutan sedimen Pengambilan angkutan sedimen dasar dan sedimen layang untuk analisis sedimen. 2) Kegiatan pada tingkat II Kegiatan ini adalah kegiatan pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif. 50 dari 120 . harus dilakukan survei pengukuran tiap tahun dalam musim kemarau. Pengukuran dimulai dari muara sungai ke arah hulu sekurang-kurangnya 1000 m atau sampai dengan penggal sungai yang sudah tidak terpengaruh air laut. Program pemeriksaan. Prioritas sistem sungai untuk inventarisasi dan survei awal Karena keterbatasan dana dan tenaga tidak mungkin melaksanakan pemeliharaan bangunan persungaian secara serentak. survei awal dan inventarisasi bangunan Pada saat pertama kali akan mulai. kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi kegiatan I. dimulai dari bagian hulu dan tengah dari setiap panjang sungai yang diamati. Misalnya satu pada jarak 250 m ke arah hulu. dengan jarak tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya : 200 m atau 2 kali lebar sungai). Program tersebut harus menjelaskan secara detail waktu pelaksanaan dari semua kegiatan yang terjadi. iii. program tahunan harus dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan tingkat I. dan 250 m ke arah hilir. oleh karena itu perlu dibuat daftar prioritas sungai mana yang akan dilakukan inventarisasi dan survei awal. (4) Krib Bangunan krib akan diperiksa minimal setahun sekali pada akhir musim hujan. e) Kegiatan awal Bagian ini akan meringkas kegiatan awal yang perlu dilakukan pada sistem sungai sebekum dilakukan pelaksanaan kegiatan berkala. pada lokasi yang tetap. Kegiatan tersebut adalah : i. yaitu Formulir-Kondisi krib dan Formulir-Penaksiran pemeliharaan krib. Dalam komputer model. Kegiatan tingkat II ini dilakukan dengan interval yang lebih jarang dari kegiatan tingkat I. Survei dilakukan pada tiga penampang melintang. Pengukuran penampang melintang minimum di tiga lokasi. Hasil pemeriksaan dimasukkan dalam formulir inventarisasi.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. Angkutan sedimen dasar (bed load) diambil dari tempat yang sama. 4) Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang mencoba untuk mengembalikan ke fungsi semula sungai atau bangunan persungaian yang rusak atau terkena pengaruh aliran sungai atau akibat ulah manusia. misalnya pemotongan rumput/semak/semak. dan ¾ dari lebar sungai. 1) Tujuan Pemeliharaan 51 dari 120 . tetapi bangunan atau pelaksanaannya bersifat sementara. Angkutan sedimen layang (suspended sediment) harus diambil secara vertikal pada lokasi ¼. Selain itu. Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan atau diawasi oleh staf dari instansi pengelola sungai. satu set pengamatan harus diambil pada lokasi pengukuran sekurang-kurangnya dua kali di musim hujan. ½. pembersihan bahan-bahan terapung seperti dahan/ranting pohon yang tersangkut pada bangunan sungai. 7. Kegiatan tersebut termasuk pekerjaan yang bersifat rutin. rehabilitasi dan rektifikasi. Pemeliharaan korektif dibagi dalam tiga kategori. baik yang bersifat permanen maupun yang dilaksanakan untuk sementara (darurat). pekerjaan perbaikan yang kecil pada bangunan persungaian bertujuan untuk mengembalikan bangunan itu sesuai dengan kapasitas semula. Pemeliharaan pencegahan juga termasuk pemeliharaan berkala yang dilakukan dengan interval yang terputus-putus dengan tujuan untuk melestarikan (mengawetkan) fungsi dari bangunan persungaian. 2) Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan pencegahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memelihara fungsi sungai dan bangunan persungaian agar tetap optimal. Pemeliharaan korektif ini biasanya terdiri dari beberapa pekerjaan penting. khusunya yang bertugas pada pemeliharaan sungai. Pekerjaan pemeliharaan darurat bisa bersifat pemeliharaan pencegahan atau pemeliharaan korektif yang berskala besar. dan satu kali pada musim kemarau. Pengamatan tersebut juga harus terdiri atas pengukuran debit harian selama tujuh hari berturut-turut.A dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. Pekerjaan tersebut dibagi dalam kegiatan awal dan kegiatan berkala. 3) Ringkasan Pemeriksaan dan Survei Bagain ini memperlihatkan tabel kegiatan tingkat I yang terdiri atas pemeriksaan dan survei sesuai dengan penjelasan di atas.2 Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan Konsep usulan program pemeliharaan adalah : a) pencegahan terjadinya permasalahan (kerusakan)walaupun kerusakan belum terlihat b) perbaikan kerusakan yang tidak diharapkan segera setalah kejadian sehingga kerusakan yang lebih parah tidak terjadi Jadi pemeliharaan merupakan pencegahan dan koreksi. 3) Pemeliharaan Darurat Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan pencegahan yang harus segera dilaksanakan untuk melindungi keutuhan dan kekuatan bangunan (dalam skala besar) yag akan atau telah mengalami kerusakan sehingga kerusakan bangunan tidak menjadi lebih parah dan dapat mengancam fungsi bangunan. Jika dilakukan pengamatan angkutan sedimen. yaitu pemeliharaan khusus.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. Oleh karena itu. Rehabilitasi adalah pekerjaan perbaikan utuk mengembalikan fungsi bangunan persungaian yang telah turun sampai kurang dari 50% dari desain asli. 52 dari 120 . sistemnya harus diperbaiki secara keseluruhan dengan menggunakan perencanaan baru yang menyeluruh dan terpadu Pemeliharaan korektif ini harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan atau penurunan fungsi bangunan yang lebih parah.A Pemeliharaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan dengan cara memperbaiki kerusakan sebuah bangunan persungaian atau bagiannya yang saat itu fungsinya antara 70% samapai dengan 50% dari desain aslinya. Rektifikasi sistem bangunan merupakan kegiatan pemeliharaan bangunan sungai yang mengalami kerusakan atau belum rusak tetapi kondisinya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 1994. dan Gayo dkk. Bagian – 1. Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. 2002. SNI 03-1724-1989. PT. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. Krib Yusuf Muhammad Ir. SNI 03-3444-1994. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002. T-11-2004-A. SNI 03-2820-1992. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-2819-1992. Jakarta. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Jakarta. SNI 03-2822-1992. SNI 03-2400-1991. 2002.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 2002. Jakarta. KP-07. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Pd. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.Pemeliharaan Bangunan Persungaian. 2004. Badan Penelitian dan Pengembangan. Metode Perhitungan Debit Banjir. Pembangunan Pengaman Sungai. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.A Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-2415-1991. Jakarta. 2002. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan.Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-2830-1992. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Pd T-xx-xxxx. Pradnya Mitra. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.A Bibliografi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Jakarta. Jakarta 53 dari 120 . Badan Penelitian dan Pengembangan.

1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Krib 54 dari 120 PERENCANAAN PENDAHULUAN RPT0-Pd T-xx-xxxx.STUDI IDENTIFIKASI STUDI AWAL STUDI KELAYAKAN STUDI PENGENALAN STUDI IDENTIFIKASI LAMPIRAN A Lampiran A.A .

DAN SITUASI .PENGUMPULAN DATA TAMBAHAN -SURVEI DAN PENYELIDIKAN TAMBAHAN . GEODETIK .PENYELUSURAN BERSAMA AHLI SIPIL.CEK LOKASI BANGUNAN DAN RENCANA PENYELIDIKAN PENYELUSURAN BERSAMA SIPIL GEOTEKNIK. DAN SITUASI BANGUNAN . GEODETIK UNTUK CHECKING ELEVASI.TINJAU KEMBALI DATA .PENGUKURAN TRASE SUNGAI.RPT0-Pd T-xx-xxxx.PENYELIDIKAN GEOTEKNIK PERMASALAHAN ? B LOKASI BANGUNAN PENGAMAN SUNGAI 55 dari 120 .A A PERENCANAAN PENDAHULUAN DESKRIPTIF EKONOMI DOMINAN RENCANA PETA SUNGAI YA TIDAK ANALISA KELAYAKAN DATA NONTEKNIS TIPE PENGAMANAN SUNGAI LAYAK ? TIDAK BATAL YA . GEOTEKNIK.

A .PERENCANAAN DETAIL 56 dari 120 PERENCANAAN DETAIL RPT0-Pd T-xx-xxxx.

A Lampiran A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib 57 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi.000..... kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989...Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ... LINGKUP..... 6...... geologi regional.. Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3.... Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp . kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .. Maksud 2.Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .....(. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi.....A Lampiran A...... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara...RPT0-Pd T-xx-xxxx..... 5. menguraikan : Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi.... kondisi klimatologi.... Lingkup Kegiatan 58 dari 120 ...1. LOKASI KEGIATAN.Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan - 2. 6. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja..2.. SASARAN Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah melakukan pengamanan tebing sungai dari bahaya gerusan lokal.. 4.....3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan 1... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai. 2... Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang.1..

Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Data-data tersebut meliputi : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. dan BAPEDAL. minimum selama 5 tahun. iv. ruang lahan dan tanah ii.000 sesuai dengan KP–01. PSDA.RPT0-Pd T-xx-xxxx. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. SK DJ Pengairan No. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. debit historis baik debit minimum. kelembaban relatif. hidrologi/kualitas air. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. iii. SK DJ Pengairan No. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG iv. fisiografi dan geologi. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. fauna dan biota air iii. besarnya curah hujan. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. data meteorologi. penyebaran jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. komponen sosial. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. lama penyinaran dan kecepatan angin. rencana tata ruang wilayah b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan 59 dari 120 . ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. tingkat pendidikan. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan.

000 atau 1:2. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib ii. Volume I : Umum. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. mampu melewatkan banjir. SK DJ 60 dari 120 . pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. (3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01.A Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. v. menggunakan perahu. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Bagian-2. Kedalaman pengukuran minimal 3. dibersihkan dan dirawat dengan baik kemampuan tim pengukurnya ii. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. iv.000. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya keandalan peralatan dan sarana penunjang. geometri dan badan sungai harus stabil. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. i. Jika aliran rendah. adanya kontrol penampang. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . iii. bagian alur sungai yang terbuka lurus.

Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Bagian-3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. (a) Sedimen Layang. Pekerjaan Geoteknik. ii. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995.A Pengairan No. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Pedoman 61 dari 120 . pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. Volume I : Umum.

Log Pearson atau Log Normal ii. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan 62 dari 120 . Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - Metode Rasional. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. curah hujan dan luas DAS SNI 03-24151991. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Pekerjaan Geoteknik. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. maka digunakan metode analisis regional.A Penyusunan Spesifikasi Teknik. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Volume I : Umum. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 Melchior. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. Engelund-Hansen. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. iv. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. Bagian-3. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. iii. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran.RPT0-Pd T-xx-xxxx. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.

jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.A debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 .000 m3 iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. jarak antar tiang dan panjang tiang). terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. perumusan RKL dan RPL (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i.000 m3 ii. kecepatan aliran.RPT0-Pd T-xx-xxxx. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Economic Internal Rate of Return (EIRR) Benefit/Cost ratio (B/C ratio) 63 dari 120 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. tekanan. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. panjang krib. jarak krib. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. gaya seret. dimensi tiang. ii. tinggi air. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. kekasaran.

.1..A iii.......RPT0-Pd T-xx-xxxx..3.Kecamatan . 6..2. 6..... 6.... 6. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.3..3..2.. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan.... atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten. Net present value (NPV)..3. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. pekerjaan berada di Sungai. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan.3... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan.. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 64 dari 120 . 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis.

pengolahan data dan perencanaan bangunan. 8. 5..... Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. O&P bangunan air... berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. 6... 7. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.A 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. pelaksanaan pembangunan.. dengan pengalaman minimal 7 tahun. O&P bangunan air. Tenaga Ahli Geoteknik 65 dari 120 . dengan pengalaman minimal 10 tahun. asisten. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 2..6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. dengan pengalaman minimal 8 tahun. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3)... O&P bangunan air.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (. geologi regional). 4...) hari kalender PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan . berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3)... berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik). O&P bangunan air.. hidrologi. dengan pengalaman minimal 8 tahun. pelaksanaan pembangunan.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. pelaksanaan pembangunan. METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi. pelaksanaan pembangunan.. 3. 9....

kelayakan ekonomis iii. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai.. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. Ahli Sosial .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. 8. 9. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi.A Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3)... Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah : i. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. kajian pendahuluan penentuan krib ii. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air.5 (lima) Tahun. 10. (tgl/bulan/tahun) 2. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR).Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV).. gambar teknis pendahluan 11. dan lain-lain. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . irigasi. 10. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.. Laporan Bulanan 66 dari 120 ..

..... Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium... hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi....(tgl/bln/thn) iv.... gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii.. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200.. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 ..... serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal .... Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ... analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return... Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal..... dimensi dan layout check dam. Laporan Penyelidikan Geoteknik 67 dari 120 .. Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.........(tgl/bln/thn) 6... lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium..... Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i... Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal .(tgl/bulan/tahun) 4..RPT0-Pd T-xx-xxxx.. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : ii... analisis laju sedimen.........A Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3.(tgl/bln/thn) iii.... ii..(tgl/bln/thn) 12.(tgl/bln/thn) 5.. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ..

investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 1. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 68 dari 120 . Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2.

A LAMPIRAN – B Lampiran B. kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN KRIB ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .RPT0-Pd T-xx-xxxx.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Gambar Teknik .Laporan Investigasi Geoteknik . terdiri : .Laporan Kajian Andal .Laporan Akhir .Laporan Analisis Sosek .BOQ dan RAB .Dokumen Tender SELESAI 69 dari 120 .

DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6...... 6.1...2 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Krib 1. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait..1. 2.. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi...... 6........ kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan ..RPT0-Pd T-xx-xxxx..Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .. Lingkup Kegiatan 70 dari 120 ....Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .. LOKASI KEGIATAN.. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara. 5..Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi..... Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada...1.. geologi regional... SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp ..Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan .. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi..1..A LAMPIRAN B... SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan krib adalah pengamanan badan sungai dari bahaya gerusan lokal sehingga kondisi palung sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya 4... MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3.(...Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2... Maksud 2... menguraikan : ..2.... LINGKUP. kondisi klimatologi...... LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS..

185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. PSDA. SK DJ Pengairan No. fauna dan biota air 71 dari 120 . data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG iv. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. data meteorologi.A Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. hidrologi/kualitas air.000 sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. ii. kelembaban relatif. minimum selama 5 tahun. debit historis baik debit minimum. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. lama penyinaran dan kecepatan angin. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. ruang lahan dan tanah komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. penyebaran jenis batuan. fisiografi dan geologi. ii. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.000. Data-data tersebut meliputi : i. dan BAPEDAL. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. besarnya curah hujan. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan.

Bagian-2. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai.0 m.1.A iii. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. Peta ini harus meliputi jarak 1. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. rencana tata ruang wilayah 6.25 m. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain.2. adanya kontrol penampang. iv. komponen sosial.RPT0-Pd T-xx-xxxx. . lengkap dengan koordinat dan elevasinya. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. tingkat pendidikan.50 m. Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya 72 dari 120 ii. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. Volume I : Umum. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. mampu melewatkan banjir. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. bagian alur sungai yang terbuka lurus. iii. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. geometri dan badan sungai harus stabil. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk.

kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. SK DJ Pengairan No.3. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. keandalan peralatan dan sarana penunjang. Bagian-3. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. 73 dari 120 . c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP– 01. menggunakan perahu. Volume I : Umum. 6.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.A iv. pengambilan sampel serta bor tangan. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. Pekerjaan Geoteknik. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Kedalaman pengukuran minimal 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling.1. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992.

maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - berdasarkan Metode Rasional. iii. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. Pekerjaan Geoteknik. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. ii.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. curah hujan dan luas DAS SNI 032415-1991.5. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun.4. maka digunakan metode analisis regional. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. Bagian-3. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer SNI 03-4145-1996. iv. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel.1. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A 6. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 74 dari 120 . 6. Log Pearson atau Log Normal ii. Volume I : Umum. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). (1) Sedimen Layang i. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx.

stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. kekasaran. kecepatan aliran. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : 75 dari 120 . Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. tekanan. jarak antar tiang dan panjang tiang). EngelundHansen. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v.A - Melchior. jarak krib. panjang krib. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. gaya seret. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. dimensi tiang. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. tinggi air. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit.

Bagian-a. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.1. Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan 76 dari 120 .000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.1. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. 6. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii.6. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup terkena dampak besar dan penting yang akan ii. DJ Pengairan No. detail bangunan. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Penggambaran mengacu pada KP-07.7. ii. 6. iii. potongan memanjang dan melintang krib.9.1. Net present value (NPV). Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. layout krib dan bangunan pelengkapnya.000 m3 identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 6.8.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx. Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. 6. iii.1.A i. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan.

... (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi.1. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi.1.. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat.... dokumentasi.. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 77 dari 120 .3.. Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan.. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan.... (2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten. tenaga kerja lapangan dan lain-lain.2.. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.3. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. b) Foto Dokumentasi (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. (3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. 257/PTS/M/2004 6. dewatering dll.. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan..11. c) 6. selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan..... 6.. pekerjaan berada di Sungai. Mobilisasi staf kantor.. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya.A b) c) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi... sudah termasuk dalam item mobilisasi. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa..10.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.Kecamatan .. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.. d) 6. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan.1....

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

78 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

7.

METODOLOGI

Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. 8. 9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 10 tahun. 2. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 3. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 7 tahun. 4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 5. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 6. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
79 dari 120

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ....... (....................) hari kalende.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 9. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender, sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. 10. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain. 11. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. 10. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : i. Nota Desain ii. Gambar Teknis iii. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. LAPORAN Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal………………

80 dari 120

serta konsep lokasi krib. v. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. tender drawing ii. geoteknik. program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. metode dan jadwal konstruksi. ii. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. perhitungan desain. estimasi biaya. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. paket konstruksi dan lain-lain.A b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) (2) (3) (4) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. hidrologi. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. hidrolika. jadwal pelaksanaan. tanggapan. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. rangkap 3 (tiga). hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. iv. perhitungan desain. iii. uraian permasalahan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. daftar kuantitas dan harga satuan 81 dari 120 . Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. dan koreksi.

Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200.RPT0-Pd T-xx-xxxx. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. ii.A Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. iii. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 82 dari 120 . Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 12. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii.

dan penggerowongan tebing. kondisi tanah. aman terhadap deformasi yang diijinkan (3) keamanan ligkungan yaitu keamanan terhadap gangguan angkutan sedimen dan benda padat lain 2) Data dan Informasi Data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan teknis bangunan pengaman sungai krib meliputi hal-hal berikut : a) Data topografi Untuk perencanaan bangunan pengaman sungai krib diperlukan peta topografi 1:25.RPT0-Pd T-xx-xxxx. persyaratan pemilihan jenis krib didasarkan : tujuan pemasangan krib.A Lampiran B. dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pertimbangan dan Persyaratan Perencanaan a) Pertimbangan perencanaan Pemilihan jenis krib harus sesuai serta mempertimbangkan data dan informasi tentang tujuan pembuatan krib yang meliputi : i.3 Kriteria Desain Bangunan Krib Penentuan kriteria desain mengacu pada SNI 03-2400-1991. b) Data hidrologi Data hidrologi untuk menentukan debit desain dalam perencanaan krib dapat dibagi menjadi dua macam. kesesuaian perencanaan teknik dengan perencanaan pengelolaan sungai terpadu.000. meliputi : i. degradasi dasar sungai. iii. dan kondisi lapangan c) Persyaratan keamanan bangunan Persyaratan keamanan bangunan krib. terdiri dari : (1) keamanan hidraulik meliputi : kemanan terhadap gerusan lokal. 1:2. yaitu i.000. muatan arus sungai (2) kemanan struktural : stabil terhadap guling. ii. dengan menggunakan data hujan 83 dari 120 . Fungsi krib sebagai pelindung tebing tidak langsung. aman terhadap regangan dan tegangan yang terjadi. Peta ini dipakai untuk mencari Daerah Pengaliran Sungai (DPS) serta stasiun-stasiun hujan yang bersangkutan. keamanan terhadap benturan dan abrasi oleh muatan dan benda padat lain. sebagai pengarah arus atau berfungsi untuk memperbaiki alinyemen sungai ii. geser dan penurunan.000 atau peta situasi sungai dengan skala 1:10. pengatur/pengarah arus dan perbaikan alinyemen sungai. dengan menggunakan data aliran langsung ii. persyaratan fungsional meliputi : ketentuan yang perlu diperhatikan dalam perlindungan sungai secara tidak langsung dari bahaya gerusan lokal atau bahaya meander. Jenis dan nilai kegunaan bangunan yang akan dilindungi dengan krib b) Persyaratan perencanaan Persyaratan perencanaan bangunan krib.

dengan parameter: panjang. konsintensi dan kepadatan. h) Data morfologi sungai Data dan informasi morfologi sungai yang diperlukan. sungai tetap. degradasi atau penurunan dasar alur dan atau palung sungai dengan parameter panjang. f) Data geometri sungai Data geometri sungai yang diperlukan untuk desain krib di antaranya bentuk dan ukuran dasar sungai terdalam. kekuatan geser. persyaratan kualitas. hilir. sifat fisik tanah dan batuan di sekitar calon krib meliputi berat jenis.RPT0-Pd T-xx-xxxx. keausan. kemiringan. kemudahan pengerjaan. gradasi butiran. ii. iii. : i. alur. e) Data geoteknik Data geoteknik yang diperlukan untuk desain krib di antaranya : i. ii. ketinggian. gradasi butiran. Kemudian debit desain dihitung dengan menggunakan metode-metode pedoman yang berlaku. Berdasarkan data hujan yang ada terlebih dahulu dihitung hujan rencana dengan menggunakan cara-cara statistik. berat isi. berjalin. vi. jenis dan ketahanan umur. modul elastisitas. d) Data hujan Data hujan dipergunakan apabila data aliran langsung yang tersedia tidak cukup panjang. ix. lurus. lebar. i) Data bahan bangunan Pemilihan bahan yang akan digunakan untuk bangunan krib dan perlengkapannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. bentuk dan ukuran alur. dan kekasaran. keausan dan kekasaran. tetapi data hujan tersedia cukup panjang. dan nilai ekonomis. iii. kadar air. pegunungan dan pedataran. agradasi/sedimentasi atau peninggian dasar alur dan atau palung sungai. antara lain dengan memperhatikan faktor-faktor : i. kelulusan air. perubahan geometri sungai ke arah horizontal: sungai berliku. g) Data bangunan Data bangunan air di hulu dan di hilirnya yang akan terpengaruh oleh bangunan krib yang akan di desain. v. viii.A c) Data aliran langsung Data ini adalah data aliran sungai hasil survai dan penyelidikan hidrometri dengan melakukan pengukuran kecepatan aliran dilapangan dan atau hasil penghitungan hidraulika sungai dengan menggunakan rumus-rumus atau persamaan hidraulik sungai. dan dalam. tebing dan lemball. sifat fisik dan teknik bahan bangunan yang terdiri dari berat jenis. sungai berdegradasi. sumber dan jumlah yang tersedia. sifat pemadatan. kekuatan geser. tengah. dan daya dukung. dan kekerasan. lebar. lebar dan dalam. jenis. perubahan geometri sungai ke arah vertikal: sungai beragradasi. vii. iv. lokasi daerah aliran : hulu. sifat lapisan dan material : dasar sungai. ii. palung. palung dan lembah sungai secara vertikal dan horizontal (penampang melintang dan memanjang sungai) mencakup parameter panjang. kemiringan dasar sungai : sungai terjal dan landai. lembah. 84 dari 120 . sifat teknik tanah dan batuan meliputi pemampatan.

iii. 85 dari 120 . peletakan krib sepanjang daerah krib. jika panjang tiang terbatas maka mercu krib dapat dibuat bertingkat. pemasangan tegak lurus terhadap sisi sungai atau aliran yang disebut krib normal. ii. keamanan/kestabilan. informasi historis di lokasi rencana krib. maka arah pemasangan dapat dilakukan dalam 3 cara berikut ini : i. i. ii. yang sesuai dengan kondisi sungai itu. krib dipasang dengan jarak optimal. pemasangan konstruksi krib baik untuk perlindungan tebing maupun perbaikan arah aliran pada suatu daerah krib. Sudut inklinasi dapat diambil antara 10o – 20o dari garis normal terhadap sisi sungai. meliputi : i. miring ke arah ujung. iii. dengan krib ini arah aliran akan tertarik ke sisi/tebing sungai meskipun pada ujung krib tersebut mulamula aliran terdorong ke tengah. pemasangan condong ke arah udik yang disebut krib elak. jenis ini dapat digunakan pada sisi yang cekung pada belokan-belokan. diambil berdasarkan panjang tebing yang perlu dilindungi dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan arus pada keadaan krib terpasang b) Penentuan debit rencana Debit banjir rencana harus diperiksa dan dikontrol terhadap data morfologi sungai. v. letak krib dengan arah tegak paling efektif untuk menciptakan medan krib. krib untuk pendalaman alur bagi navigasi diletakkan pada kedua tebing sungai sepanjang alur yang dikehendaki dengan arah tegak atau arah tajam. pemasangan condong ke arah hilir yang disebut krib pikat. iii. resiko.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dalam rangka mewujudkan konsep pengelolaan sungai secara terpadu (2) letak krib. iv. Jadi penggunaan krib ini harus lebih hati-hati d) Perencanaan teknik struktur dan pondasi Perencanaan teknik struktur dan pondasi meliputi : (1) Dimensi krib Dimensi krib yang harus ditentukan sesuai SNI 03-2829-1992 meliputi : (a) elevasi mercu krib ditentukan : sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). pangkal krib diletakkan pada tebing yang mantap untuk menghindari terobosan arus dibelakang krib dan agar tahan terhadap longsoran tebing. krib normal dibangun dengan tujuan untuk menyempitkan suatu ruas sungai yang telah melebar akibat adanya perubahan morfologi sungai ii. disamping berfungsi untuk menyempitkan aliran bagian sungai yang telah melebar yang disebabkan adanya perubahan morfologi sungai. konsekuensi dan ekonomi. sehingga krib tegak paling sesuai untuk pelindung tebing dan pengatur alinyemen horisontal alur sungai. harus mempertimbangkan perencanaan sungai secara keseluruhan.A 3) Penentuan Tata Letak dan Perencanaan Teknik a) Penentuan Tata Letak Penentuan tata letak krib harus dipertimbangkan berdasarkan tinjauan berikut : (1) pertimbangan terhadap perencanaan sungai terpadu. Debit alur penuh diambil berdasarkan kala ulang 2 tahun c) Arah pemasangan krib Untuk memperoleh hasil yang paling optimum.

Tabel Hubungan antara panjang dan interval krib Lokasi pembuatan krib di Hubungan antara interval sungai (D) dan panjang (l) Bagian lurus D = (1. iv. pada pangkal krib susunan tiang dibuat lebih rapat makin jarang ke arah ujung (e) panjang tiang . (d) jarak antar tiang .7 .2.A (b) panjang krib. jika krib berfungsi untuk memperdalam alur bagi navigasi. panjang krib ditentukan oleh faktor lebar dan kedalaman alur yang diperlukan untuk navigasi.1. v. untuk memastikan hal ini dapat digunakan penyelidikan hidraulik dengan model (2) stabilitas dan kekuatan krib konstruksi krib disebut stabil.4 . ditentukan berdasarkan persyaratan hidraulik dan persyaratan kestabilan konstruksi. ditentukan berdasarkan : i. ii.6)l (f) jarak krib . tiang ditinjau tunggal maupun secara kesatuan (3) stabilitas tanah dasar pondasi stabilitas tanah pondasi diperhitungkan terhadap : i. untuk mendapatkan terjadinya endapan antara lain . krib harus ditinjau terhadap tegangan yang terjadi akibat krib tidak boleh melampaui daya dukung pondasi. tekanan tanah pasif pada tiang yang terpancang. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. krib harus dtinjau kestabilan masing-masing tiangnya (single of pile) .8 – 3. gerusan lokal yang terjadi akibat penempatan krib merupakan akumulasi dari gerusan yang diakibatkan oleh penyempitan alur dan gerusan akibat 86 dari 120 . ii. material sedimen dan sifat aliran sungai. iii. stabilitas dan kekuatan krib pasangan batu . panjang krib untuk pengarah arus ditentukan sedemikian rupa sehingga didapatkan pola aliran baru. tekanan arus sejajar arah aliran dianggap merata pada tiang dengan kecepatan arus maksimal pada debit desain.8)l Belokan dalam D = (2. iii. (c) dimensi tiang . dibuat sedemikian rupa sehingga susunan krib menghasilkan suatu model krib yang paling efektif. anyaman dibuat dengan lilitan ganda dan lilitan pada kawat sisi dibuat sedemikian rupa . perbandingan panjang krib dan jarak krib dibuat sedemikian rupa sehingga kecepatan arus di tepi tebing cukup aman untuk kestabilan lereng. jika mampu menahan semua beban atau gaya yang bekerja pada krib.3)l Belokan luar D = (1. stabilitas dan kekuatan krib bronjong : kawat bronjong yang harus digunakan harus mengikuti standar yang berlaku . ii. tekanan tambahan akibat penumpukan sampah setebal 1. stabilitas terhadap longsoran tebing ke arah alur sungai . meliputi : i. beban lateral sejajar krib yang bekerja pada tiang-tiang akibat endapan diperkirakan membentuk lereng dengan kemiringan 1 : 1. susunan tiang pancang dibuat satu baris ditambah tiang stabilitas di ujung krib. ditentukan berdasarkan elevasi mercu krib dan kedalaman pemancangan tiang menurut persyaratan keamanan dan stabilitas. dan lilitan pada kawat sisi gaya-gaya yang mempengaruhi stabilitas krib tiang pancang adalah : i.0 m. stabilitas dan kekuatan krib tiang pancang .

ii.50) b.50 – 2. lokasi maupun besaran gerusan yang terjadi akibat penempatan krib/tiang pancang. disamping penurunan dasar sungai secara menyeluruh . (4) ujung krib bronjong diambil kemiringan 1v : 1h. disarankan dilakukan model uji hidraulik fisik di laboratorium e) spesifikasi dan jenis krib berdasarkan bahan pembuatnya jenis krib berdasarkan bahan pembuatannya meliputi : (a) krib bronjong.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) kemiringan potongan melintang antara 2v : 1h dan 1v : 1h. atau bisa dibuat bertingkat. baik gerusan setempat pada tiang krib.: b = panjang krib. spessifikasi perencanaannya adalah sebagai berikut : (1) jarak krib (1) pada tikungan luar l = b (2) pada tikungan dalam l = (1.00 – 2.A penempatan tiang pada dasar sungai. gerusan setempat rangkaian krib maupun gerusan akibat degradasi. Gambar 1 Ukuran jarak krib (2) tinggi dan lebar mercu krib (1) elevasi mercu krib dapat dibuat sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge).00) b.00 meter. (2) lebar mercu antara 1. (5) jika konstruksi krib bronjong cukup tinggi dan besar maka bagian tengah bisa diisi dengan batu lepas 87 dari 120 . (3) pada bagian peralihan l = (1. perkiraan penggerusan dan besarnya rip-rap sebagai pelindung dasar dengan menggunakan persamaan yang berlaku iii.00 – 1.

a) Kegunaan UMH Kegunaan UMH.RPT0-Pd T-xx-xxxx. b) UMH Matematik UMH matematik adalah suatu penyelidikan pengujian dengan model matematik yaitu simulasi keadaan aliran yang didasarkan pada hasil hubungan matematik dengan prinsip – prinsip hidraulik.00 m 1 :1 1 :1 2 :1 pot : A – A untuk 1V : 1 H pot : A – A untuk 2 V : 1 H Gambar 2 Ukuran lebar puncak dan kemiringan krib (3) panjang krib i. ii. panjang krib adalah dihitung mulai dari pangkal krib sampai dengan garis ujung krib yang direncanakan.A A Muka Air alur 1 :1 A 1.00 – 2. 88 dari 120 . posisi lokasi dan jumlah bangunan krib. (d) mencari menentukan metoda perbaikan krib. 4) Penyelidikan Hidraulik dengan Model Uji Model Hidraulik (UMH) adalah suatu penyelidikan pengujian hidraulik sebagai alat bantu yang dapat mementapkan suatu perencanaan teknik atau gagasan UMH dapat dilakukan dengan model matematik maupun dengan model fisik di laboratorium. Penentuan parameter aliran dan koefisien – koefisien lainya dilakukan melalui proses kalibrasi dan analisis kepekaan antara model dan prototipe. teknik bangunan krib yang (b) mencari rencana tipikal bangunan krib yang secara hidraulik dianggap lebih baik sesuai dengan maksud dan tujuan pembengunan krib. (c) mencari hubungan antara parameter aliran sedimen / morfologi sungai. panjang krib paling kecil : 0. Antara Lain : (a) Menguji Kesempurnaan Pra-perencanaan direncanakan dengan analisa teoritis.25 jarak antara dua krib.00 engsel 1.

A c) UMH Fisik Ikhwal yang perlu diketahui : (a) UMH Fisik adalah suatu penyelidikan pengujian di Laboratorium dengan peniruan secara fisik keadaan di lapangan dengan skala tertentu. kecepatan. tekanan dan lain – lain (2) penggerusan lokal / setempat (3) pengaruh degradasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. untuk mempelajari berbagai masalah hidraulik yang mungkin timbul karena didirikannya suatu bangunan di sungai dan pengaruh perubahan morfologi sungai terhadap masalah hidraulik yang erat kaitannya dengan fungsi dan keamanan bangunan (b) Untuk melaksanakan UMH Fisik Bangunan krib diperlukan data survei lapangan guna menunjang kesamaan model dengan prototipe (c) Dalam UMH fisik dipelajari masalah – masalah hidraulik yang timbul akibat dibangunnya bangunan krib antara lain sebagai berikut : (1) Gejala dan parameter aliran. agradasi dan gejala nagkutan muatan yang lain (4) angkutan dan pengendalian muatan benda padat lainnya (5) pengoperasian (6) beberapa parameter dan koefisien rumus aliran dan muatan untuk perhitungan teoritis 89 dari 120 . debit. macam arus. arah aliran. berupa tinggi muka air.

4. Kabupaten. b..... gudang... Pekerjaan yang harus dilaksanakan menurut Kontrak mencakup dibawah ini : a. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan lengkap serta merawat seperti yang diminta dalam Gambar dan Spesifikasi Teknik atau Petunjuk Direksi. dan semua resiko akibat salah penafsiran data tersebut adalah menjadi beban Kontraktor... KETENTUAN DAN PERSYARATAN 4. . 1.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan . Lingkup Pekerjaan dalam Kontrak Kontraktor harus memenuhi kebutuhan semua tenaga kerja.Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan . Pemberi tugas dan Direksi tidak bertanggung jawab atas ketelitian data. Latar Belakang Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.A LAMPIRAN – C Conto Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Konstruksi Konstruksi Pembangunan Krib di Sungai . sampai dengan ………. .. menguraikan : ..RPT0-Pd T-xx-xxxx.. laboratorium dan lain– lain. operasi.1.Fasilitas kerja Kontraktor seperti kantor lapangan.Jalan masuk sementara berikut jembatan dan fasilitas lainnya. .Generator termasuk jaringan listriknya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan... Program Pelaksanaan 1) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak. kondisi klimatologi. 90 dari 120 .Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi.. geologi regional.. Pelaksanaan pekerjaan.... sampai dengan …… dan musim kemarau biasa terjadi mulai bulan …..Saluran pengelak.. Iklim di lokasi proyek terdiri dari dua musim : musim hujan terjadi dari bulan ………. sampai dengan …………. 3..Tempat penyimpanan semen berikut material beton dan peralatan pengolah beton. pemencangan. m dan 80 % nya adalah …….Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2. perawatan dan pembongkaran bangunan–bangunan sementara antara lain : .. pembongkaran dan penyerahan Steel Sheet Pile sebanyak yang diperlukan untuk pelaksanaan Coferdam sementara kepada Direksi. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci.. Kondisi Cuaca Informasi umum berikut ini memberikan petunjuk kondisi cuaca dilapangan yang bisa diharapkan untuk sepanjang tahun. . . material.. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .. bangunan/dam sementara termasuk pembelian.Perlengkapan komunikasi Radio/Telepon dari lokasi pekerjaan ke kantor Proyek di Padang termasuk peralatan lainnya yang perlu.. peralatan pelaksanaan.. Hujan rata – rata tahunan sekitar ……... pekerjaan sementara dan pekerjaan lainnya untuk pelaksanaan.. m jatuh dalam bulan …. Pelaksanaan pekerjaan krib yang meliputi bangunan utama dan semua bangunan penunjang sesuai yang tercakup dalam Kontrak.

2. atau kategori lain yang dianggap penting. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. pelaksanaan. 3) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. 3) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). 5) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. 4) Aspek Ekonomis 91 dari 120 . Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. tanggal mulai paling awal. Aspek – aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan 1) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. dengan metode PERT/CPM network. urutan waktu. 4. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kelender.RPT0-Pd T-xx-xxxx. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. 2) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan.A 2) Tiga puluh (30) hari setelah menerima Surat Penunjukan. surat pengumuman. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. serah terima. jangka waktu yang diperlukan. 4) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. lama pelaksanaan dan sebagainya. tanggal selesai paling awal dan paling lambat.

Material dan peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa 1) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx.6. 2) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-peralatan tersebut diadakan dengan sewa. waktu istirahat. hal-hal yang ditabukan. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Hal-hal yang cukup sensitif. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan.3. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. 92 dari 120 . maka Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan– pekerjaan pelaksanaan. Bagian-9.4. Bagian-7. Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang.5. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. 4. 5) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. dan pengadaan bahan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. Volume I : Umum. Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika tidak ditentukan lain.A Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. 4. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. Pekerjaan Dewatering 4. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. Pekerjaan Lain-lain 4. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. Sumber Bahan Pelaksanaan 1) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan. Peralatan. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu.

PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. 6) Spesifikasi. Pengangkutan vi. material dan pemasangan peralatan di lapangan. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Volume I : Umum. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. 3) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi.A 2) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Bagian-9. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak. Tempat produksi atau pabrik v.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 4) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : iv. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Pekerjaan Lain-lain 93 dari 120 . 5. Lokasi Proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. boleh memakai material pengganti dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. 5) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan.

merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. jalan.. saluran. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Volume I : Umum. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. penerangan..... Bengkel. Gudang dan Kantor.A b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. tempat parkir. Laboratorium. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan ii. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. air minum. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan... Bagian-9. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan 94 dari 120 . Barak. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan...RPT0-Pd T-xx-xxxx. d) Kantor. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . Selambat-lambatnya tanggal. .. . Penyedia Jasa harus menyediakan. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. kawat. iii. Laboratorium. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. . .. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. bengkel. Pekerja.. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. perumahan staf Penyedia Jasa. . tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-2. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Tiang Pancang Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-5. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Lain-lain 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi .. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.. galian dan timbunan... Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Bagian-9. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-6. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Bagian-2. Bagian-6. pembersihan medan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Bagian-1.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi.A Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum.. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing).. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan 95 dari 120 . Bagian-4. Bagian-3. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum..

pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Daftar perlengkapan konstruksi. Rencana Kerja Harian.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. dll. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan . vii. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan c) Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. ix.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan . Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. 2) Foto Dokumentasi 96 dari 120 .Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan . Daftar tenaga setempat v. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . iv. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan.Jumlah banyaknya bangunan. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. viii. pengadaan bahan. iii. ii. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. vi. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya.A b) Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan.

Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. Sebelum pengambilan gambar-gambar. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iii. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. 97 dari 120 . lokasi dan penjelasan foto. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak.A Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. dan tepat waktu. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. ii. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. tepat biaya. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. rujukan : dokumen kontrak. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. iv. kewajibannya sebagai berikut : i. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan.

memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. 6. iv. dan laporan akhir proyek. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula.RPT0-Pd T-xx-xxxx. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). menyiapkan as built drawing. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar.A v. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. xi. ii. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek 98 dari 120 1) Pengendalian Biaya . dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. x. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. viii. vi. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. Evaluasi biaya.5 Pengendalian Biaya. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. vii. laporan triwulan. iii. melakukan pengecekan. menyiapkan laporan bulanan. ix. pengukuran.

terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).Pengawasan . pemeriksaan. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? .apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. oleh karena itu. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : . finishing.apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? 99 dari 120 .A pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi.Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul. pembongkaran.Pemeriksaan . b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar. tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? .Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar.Peninjauan . murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan.Mengetahui dan mendapat informasi . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan. pengawasan. Memastikan sasaran pengendalian: . murah dan efisien.Audit Sasaran yang dicapai: . Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian. dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi.

(b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan.apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan . perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan). (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification. material dan alat sesuai rencana yang wajar.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) .realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : 100 dari 120 .melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager . Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : .rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan . pekerjaan finishing. .alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu.realisasi progress fisik terhadap rencananya . alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan . Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .termasuk dalam hal unit price pekerjaan. murah dan efisien. kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer .A . sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut.

.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya . tinggi. kemiringan. adukan semen. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. daya dukung tanah.kualitas (kepadatan. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. yaitu: . - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. haruslah dinilai dari beberapa aspek. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. kuat tekan. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA.dimensi (panjang. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. dsb) . Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . lebar. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : c) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. batu pecah hasil stone crasher. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. tebal. membuat laporan jalannya pelaksanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. beton struktur dll). Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut 101 dari 120 .A - - realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. meliputi pengendalian biaya.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. mutu dan waktu. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. adukan beton dan lain-lain) . batu.

dan lain-lain x. dan hari-hari keagamaan. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. peralatan pekerjaan. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. iii. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. cuaca. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. . haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. . musim.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut.A Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. alasan sosial politik lainnya.RPT0-Pd T-xx-xxxx. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. mengangkut dan merekayasa). Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. xi.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : 102 dari 120 .Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru d) Penerapan standar/pedoman 1. dan tenaga kerja pekerjaan. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. produktivitas sumber daya. debit banjir. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. percobaan-percobaan. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. daerah. iv. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. skala gempa tahunan. yaitu: .

pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd 1) Pengukuran 103 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 6. Bagian – 5.A. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6.A. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 4. misal : photo dokumentasi. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 9. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 2. Volume I : Umum.A.6 Pengukuran dan Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. gambar-gambar. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 3. Volume I : Umum.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 1.

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 104 dari 120 . Bagian – 4.A. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Bagian – 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 3. gambar-gambar.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Beton e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum.A. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. misal : photo dokumentasi. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Bagian – 5. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 6. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 1. Volume I : Umum.A.A T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 9. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Volume I : Umum.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.

2. 5. Bagian–2 Pd T-xx-200x. 10. 8. 9. Bagian–7 105 dari 120 . 7.A Nomor Pembayaran 1. 6. Bagian–5 Pd T-xx-200x. 3. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. Bagian–4 Pd T-xx-200x. Bagian–1 Pd T-xx-200x. Bagian–6 Pd T-xx-200x. 4. Bagian–3 Pd T-xx-200x.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. PROGRAM SURVEI & INVENTARISASI BANGUNAN KEGIATAN TINGKAT I PENENTUAN PENGGAL SUNGAI PENGUMPULAN DATA DEBIT SURVEI PENGUKURAN INVENTARISASI & SURVEI BANGUNAN PERSUNGAIAN KEGIATAN TINGKAT 2 DATA ANGKUTAN SEDIMEN ANALISIS SEDIMEN KOMPUTER MODEL PEMELIHARAAN PENCEGAHAN PEMELIHARAAN DARURAT PEMELIHARAAN KOLEKTIF PEMELIHARAAN RUTIN PEMELIHARAAN BERKALA PEMELIHARAAN PERBAIKAN KECIL RETIFIKASI REHABILITASI PEMELIHARAAN KHUSUS PENGHITUNGAN BIAYA & PELAKSANAAN PEMELIHARAAN Bagan Alir pemeliharaan bangunan persungaian 106 dari 120 .A LAMPIRAN – D PEMELIHARAAN BANGUNAN PERSUNGAIAN INVENTARISASI KERUSAKAN & SURVEI PENGUKURAN KEGIATAN AWAL : 1. DAFTAR SISTEM SUNGAI 2. PRIORITAS -> INVENTARISASI & SURVEI AWAL 3.

107 dari 120 . laporan. tanggal 11 Nama kontraktor 12 Nama konsultan pengawas 13 Judul dokumen laporan / tanggal 14 Nama penulis dokumen laporan . dan gambar Contoh No.. Formulir .Nomor…. nota penjelasan desain.hilir Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS Masukan data DOKUMEN KONTRAK / LAPORAN 10 Judul kontrak.s.tengah. tanggal 16 Gambar pelaksanaan 17 Nomor gambar 18 Konsultan desain 19 Nama-nota penghitungan. kantor GAMBAR 15 Judul gambar. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 1 2 3 4 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tanggal pemasukan data Kali Hulu.A LAMPIRAN – E Form Pemeliharan Bangunan Persungaian Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. tanggal 20 Uraian ringkas formulir 1 Nomor….RPT0-Pd T-xx-xxxx.d.Identitas Tgl..Referensi kontrak.

.PTP B 18 Nama dan nomor gambar pengukuran 19 Bangunan 1 20 Lokasi bangunan 1 21 Kondisi bangunan 1 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 22 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 1 Uraian singkat/sketsa usulan perbaikan 108 dari 120 ..hilir Tanggul kiri/tanggul kanan/ tanggul kiri+kanan/ tanpa tanggul Tulis nama desa setempat Masukan < 20 m atau > 20m Masukan < 20 m atau > 20m Tulis PTU……… PTP A…. Formulir Klasifikasi Ruas Sungai contoh 1 2 3 4 No. Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran PTU = PTP A = PTP B = o GL = …. & B ….Identitas Tgl.'………" GL = …. …..'………" o GB = …. …. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tipe sempadan sungai Kali Hulu..A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. …. ….PTP A 17 Jarak langsung PTU .tengah.RPT0-Pd T-xx-xxxx..'………" o GB = ….'………" o Masukan data Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS 10 Nama desa 11 Lebar bantaran kiri 12 Lebar bantaran kanan 13 Nomor titik patok PTU & PTP A (awal) dan B (akhir) 14 Lokasi GPS A 15 Lokasi GPS B 16 Jarak langsung PTU .

A 23 Bangunan 2 24 Lokasi bangunan 2 25 Kondisi bangunan 2 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 26 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 2 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 27 Bangunan 3 28 Lokasi bangunan 3 29 Kondisi bangunan 3 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 30 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 3 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 31 Bangunan 4 32 Lokasi bangunan 4 33 Kondisi bangunan 4 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 109 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

A 34 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 4 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 35 Bangunan 5 36 Lokasi bangunan 5 37 Kondisi bangunan 5 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 38 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 5 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 39 Uraian ringkas penting Formulir 2A & gambar sketsa Buat catatan seperlunya 110 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

kecil tidak ada.Identitas Tgl/bulan/tahun 2 Tgl. 4 Kepemilikan bagian luar kiri pribadi. sal 5 Penggunaan tanah bagian luar kiri irigasi. proyek sungai 16 Kepemilikan tanah pribadi. bangunan 17 Penggunaan tanah 18 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu aliran:rumput. bambu.Kondisi Ruas Sungai contoh Masukan data 1 No. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang 15 Membahayakan tanggul Tidak/ ya KONDISI TANAH BANTARAN KANAN Balai PSDA. perumahan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.pembuang.sedang. bangunan 10 Penggunaan tanah Tanaman yang mengganggu 11 Macam tanaman aliran:rumput.erosi. dsb Jalan desa. 25 Kondisi keseluruhan alur sungai (dilihat dari morfologi sungai) longsor 26 Erosi dasar sungai tidak ada.pisang dll 19 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 20 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 21 Penambangan galian C. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang Tidak/ ya 22 Membahayakan tanggul KONDISI MUARA/ALUR/JALAN AIR Selalu terbuka 23 Kondisi muara Laut lepas Kadang tertutup selalu tertutup selalu baik 24 Kondisi pelayaran baik saat pasang tidak bisa bagus.kecil 111 dari 120 . proyek sungai 9 Kepemilikan tanah pribadi. Pemeriksaan/survei 3 Nama Petugas Tulis namanya KONDISI SEMPADAN SUNGAI DI SEBELAH LUAR SISI TANGGUL Binamarga. 6 Kepemilikan bagian luar kanan pribadi.dll Tanaman.dsb 8 KONDISI TANAH BANTARAN KIRI Balai PSDA. perumahan. sal. sal 7 Penggunaan tanah bagian luar kanan irigasi.kecil 27 Erosi/longsoran tebing kiri 28 Erosi/longsoran tebing kanan 29 Erosi dasar sungai tidak ada.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : …………… Lembar : ………………… Formulir .irigasi.sedang. bambu.dsb Binamarga.pembuang.kecil tidak ada.irigasi. sal.sedang. dsb Jalan desa.pisang dll 12 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 13 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 14 Penambangan galian C.sedang.dll Tanaman.pengendapan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 30 Penambangan galian sungai pada alur sungai 31 Pengendapan/sedimentasi di dasar sungai 32 Hambatan aliran oleh bangunan yang melintang sungai (jembatan. talang. dan gangguan lainnya) 35 Uraian ringkas formulir 2B Ya atau tidak 112 dari 120 .sedang.kecil tidak ada.endapan.kecil tidak berarti tanaman dibantaran Jembatan Bangunan lama Bangunan sementara 33 % hambatan aliran air terhadap luas penampang 34 Bangunan terancam?(oleh erosi. penambangan.sedang.siphon) tidak ada.

Formulir .sudetan.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN PREVENTIF potong rumput/tanaman 4 Usulan pemeliharaan rutin yang mengganggu :……………. bongkar 11 Usulan perbaikan khusus (50%<fungsi<70%) bangunan.Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kiri Contoh Masukan data 1 No. dll Pelebaran sungai..RPT0-Pd T-xx-xxxx. 12 Usulan rehabilitasi (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 113 dari 120 .m 6 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) Perbaikan talud dengan 9 Usulan perbaikan kecil 1 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa Perbaikan talud dengan 10 Usulan perbaikan kecil 2 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT Galian endapan.m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 Luas m :……………..

m 6 Luas m 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) 9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 :……………..Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kanan Contoh Masukan data 1 No.15 PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT 11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei 3 Nama petugas Tulis namanya PEMELIHARAAN PREVENTIF 4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman yang mengganggu :……………. (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 114 dari 120 . bongkar (50%<fungsi<70%) bangunan.15 10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No. Formulir .. dll 12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai.sudetan.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….

RPT0-Pd T-xx-xxxx. – Tak dapat dipakai – Bagus – Lapisan pelindung hilang – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi Masukan data 8 Kondisi kawat beronjong 9 Kegunaan beronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang – Tak dapat dipakai pancang – Bagus – Tiang rusak – Kepala tiang – Batu hilang hancur – Tiang hilang – Tiang poer hilang – Bangunan….foto KONDISI STRUKTUR BERONJONG 7 Kondisi krib bronjong – Tak dapat dipakai – Bagus – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan…..A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………… Formulir .Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas – Tak dapat dipakai 4 Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah – Bagus runtuh) – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan…. 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) – Bagus – Rusak ringan – Pecah – Tergeser – Lapisan beton hilang – Besi beton rusak – Bagus – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 115 dari 120 .foto) 6 No.Kondisi krib (bangunan yang ada/ existing) Contoh KONDISI RUNTUHAN BANGUNAN 1 No. – 50% < x < 70% 5 Kegunaan runtuhan – x < 50 % – Tak berfungsi (No...film/No.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 14 Uraian ringkas Formulir 4B & sketsa (Perlu sketsa posisi susunan krib. jumlah dan lain-lain 116 dari 120 .

Tak dapat dipakai ..Batu hilang .Pecah .Batu hilang .Besi beton rusak .Tiang poer hilang .Lap.Kerusakan kecil .Longsor .Bagus .Kepala tiang hancur . .Pecah .Bangunan hilang .Bangunan……… .Tiang hilang .50% < x < 70% .Longsor .Tiang rusak .Bagus .Tak berfungsi 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 117 dari 120 .Bangunan hilang .Identitas Tgl pemeriksaan/survei Nama petugas Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah runtuh) Tgl/bln/thn Tulis namanya .x < 50% .Tak berbentuk .Lapisan beton hilang .Bagus .Bangunan ………. Pelindung hilang .50% < x < 70% .Tak dapat dipakai .x < 50% .Rusak ringan .Tak dapat dipakai .50% < x < 70% .Bagus . film/No.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ………… Lembar : ………………… Formulir .Batu hilang .Rusak ringan . foto) Masukan data 5 Krib kiri/kanan 6 No.Bagus .Tergeser .Bangunan……… .Tak berfungsi (No.Tak berfungsi 8 Kondisi kawat bronjong 9 Kegunaan bronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang pancang .x < 50% . Foto KONDISI STRUKTUR BRONJONG 7 Kondisi krib bronjong .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Tak dapat dipakai .Tak berbentuk .Bagus .Kondisi krib (bangunan yang ada/existing ) Contoh KONDISI TUNTUHAN BANGUNAN 1 2 3 4 No.

A 14 Uraian ringkas Formulir & sketsa (perlu sketsa posisi susunan krib. jumlah dan lain-lain) 118 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

Penaksiran pemeliharaan krib Contoh 1 No.m=……m – Tak perlu – Mengganti batu – Batu & filter – Fondasi+batu+filter …………………………..m x……m x……=.m 2 ……x…….m x……m x…….m F = m …………………m 119 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.m 2 22 Luas pengikat bronjong (m 2) 23 Kayu pengganti (untuk krib kayu) 24 Ukuran kayu (mm x mm) 25 Panjang kayu (m) – Tak perlu – Kayu dolken ….m x……m x……=. Formulir..m – Tak perlu – Isi batu + kawat – Isi batu + panel – Ganti unit bronjong – Tak perlu – Galvanisasi – Lapis pelindung Fondasi + filter + unit bronjong 3 8 Jenis material Volume pekerjaan tanah (m 3) 10 Pekerjaan batu minor (bila krib dari pasangan batu) 9 11 Ukuran batu (m) 12 Luas dasar (batu) (m) 13 Ketinggian (batu) (m) 14 Pekerjaan bronjong minor (bila krib dari bronjong ) 15 Penggantian unit bronjong 16 Banyaknya unit bronjong/ jumlah yang diganti 17 Ukuran unit bronjong yang diganti 18 Luas dasar (bronjong) (m 2) yang diganti 19 Ketebalan (bronjong)(m) total yang akan diganti 20 Ukuran batu (bronjong) (m) 21 Perbaikan pengikat bronjong ……… buah Lebar x panjang x tebal ….m …m x ……m = ………..m ………………….x…….m ………………………….m x….m diameter batu – Tak perlu – Ganti kawat – Ganti panel ………………….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….Identitas 2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN RUTIN 4 Pemeliharaan rutin – Pembersihan sampah – Pembersihan runtuhan 5 Jumlah krib pemeliharaan rutin 1 PERBAIKAN KECIL Pekerjaan tanah minor Masukan data 7 – Tak perlu – Mengganti timbunan – Tanah – Kerikil – Lain-lain ……m x….m …...

m …………………m 2 120 dari 120 .m x……m x……=.A 26 Perbaikan beton (untuk krib beton) 27 Luas permukaan beton (m ) 28 Kedalaman beton (m) 29 Perbaikan korektif besar/ Perlu sketsa + deskripsi spesial (bila 50% < x < 70%) 30 Rehabilitasi Perlu sketsa + deskripsi (Bila x < 50%) 31 Rektifikasi (bila sama Perlu sketsa + deskripsi sekali tak berfungsi) 32 Pemeliharaan darurat (bila Perlu sketsa + deskripsi konstruksi dalam keadaan bahaya) 33 Uraian ringkas penting Formulir 4C & sketsa 2 – Tak perlu – Perbaikan kepala tiang – Perbaikan lapis beton ….RPT0-Pd T-xx-xxxx.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful