RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

RPT0

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 5. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 6. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... PEKERJAAN PERENCANAAN ........................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN DETAIL DESAIN............................................................................ Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN KONSTRUKSI ............................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. i ii iii 1 1 2 4 4 5 21 21 22 22 23 32 32 33 33 36 41 45 48 48 51 53 54 57

7. PEKERJAAN PEMELIHARAAN .......................................................................... 7.1. Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran ............................................... 7.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan.................................................... BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... LAMPIRAN A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencaan Krib .......................... LAMPIRAN A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib ......................

LAMPIRAN A.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan ......................................................................................... 58 LAMPIRAN B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib....... LAMPIRAN B.2 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Detail Desain Krib .................. LAMPIRAN B.3 Kriteria Desain Bangunan Krib ........................................................... LAMPIRAN C LAMPIRAN D LAMPIRAN E Contoh KAK Pekerjaan Konstruksi Krib ............................................. Bagan Alir Pemeliharaan Bangunan Persungaian ............................ Form Pemeliharan Bangunan Persungaian ....................................... 69 70 83 90 106 107

i

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

ii

data primer (survey pengukuran topografi dan pemetaan. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. survey pengukuran. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. pedoman dan manual (NSPM).PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. survey hidrometri. Pedoman pemeliharaan mencakup kegiatan inventarisasi kerusakan. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan). pedoman dan manual (NSPM). hidrologi). pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. konstruksi dan pemeliharaan dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. analisis hidrolika. Sehubungan dengan hal tersebut. analisis hidrologi. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). perencanaan dan perhitungan dimensi. investigasi. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. konstruksi dan pemeliharaan dalam pekerjaan pembangunan bangunan krib. detail desain. geologi permukaan. standar. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey.7 tahun 2004. Pedoman ini mencakup kegiatan perencanaan (studi awal. pekerjaan dewatering. standar. studi identifikasi. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan bangunan krib. pekerjaan pasangan batu. Pedoman detail desain mencakup kegiatan collecting data sekunder (topografi. pekerjaan penyelidikan geoteknik. perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. iii . pekerjaan beton. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. desain.

analisis hidrologi. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). pekerjaan dewatering. perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya.A Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib 1. analisis dampak lingkungan dan gambar desain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan perencanaan krib Pedoman detail desain mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. gambar desain. program pelaksanaan. desain hidraulik. kelembaban relatif. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : Standar Nasional Indonesia (SNI) : . penyelidikan geoteknik. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. studi identifikasi. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. Pedoman perencanaan menetapkan spesifikasi teknis bagian pekerjaan perencanaan yang meliputi studi awal. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. analisis konstruksi. Pedoman pemeliharaan mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan. peta geologi regional. baik fisik maupun non fisik. studi pengenalan perencaaan pendahuluan dan studi kelayakan dalam kegiatan pembangunan krib. pekerjaan pasangan batu. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. survey hidrometri. peta geologi regional. data kilmatologi (temperatur. penyelidikan geoteknik. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk setiap masing-masing kegiatan perencanaan. desain hidraulik. detail desain. Pedoman perencanaan mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi.SNI 03-0090-1999 : Spesifikasi Bronjong Kawat 1 dari 120 . dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). pelaksanaan pekerjaan. ACUAN NORMATIF UU No. perencanaan. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. data kilmatologi (temperatur. survey hidrometri). konstruksi dan pemeliharaan. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) KEPMEN KLH No. pekerjaan beton. analisis ekonomi. analisis hidrologi. 2. pekerjaan penyelidikan geoteknik. sampling sedimen). kelembaban relatif. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air KEPMEN KIMPRASWIL No.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan datadata sekunder yang ada.A Pd. xx – xxxx. Volume I : Umum. 2 dari 120 . Bagian – 2. Volume I : Umum. Pekerjaan Beton dan Bekisting. Bagian – 6. T. Pekerjaan Geoteknik : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Bagian – 1. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. : Pedoman Analisa Harga Satuan. xx – xxxx. : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A - SNI 03-1724-1989 SNI 03-2400-1991 SNI 03-2414-1991 SNI 03-2415-1991 SNI 03-2819-1992 SNI 03-2820-1992 SNI 03-2822-1992 SNI 03-2829-1992 SNI 03-2830-1992 SNI 03-3414-1994 - SNI 03-3444-1994 SNI 03-3961-1995 SNI 03-3961-1995 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka : Metode Perhitungan Debit Banjir : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis : Metode Perhitungan Tiang Pancang Beton pada Krib di Sungai : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Penamopang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan Pedoman Teknis : Pd. Bagian – 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 3. Volume I : Umum. ISTILAH DAN DEFINISI Perencanaan adalah rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. xx – xxxx. 3. T. T.1. xx – xxxx. T. T. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan diadakan. penentuan metode. xx – xxxx. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. Pekerjaan Bangunan Pengaman Sungai. xx – xxxx. T.A Pd.1. Bagian-3. xx – xxxx. Pekerjaan Pasangan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pd.A Pd. pengumpulan data. T. Volume I : Umum. Bagian – 1.11 – 2004 – A : Pemeliharaan Bangunan Persungaian Rancangan Pedoman Teknis : Pd. Bagian – 5. Krib 3. serta penentuan skala prioritas.A Pd.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pemancangan. T.1. Pekerjaan Tanah : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Pd.

1. krib ini secara efektif mengarahkan aliran ke tengah sungai.2. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib.3. Panjang efektif krib adalah panjang krib mulai dari ujung krib sampai pertengahan tebing baru yang direncanakan akan dibentuk. Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan.9.2.1. 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx.2. 3. Krib semi lulus air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong. 3.1.2. 3. 3.5. 3.11.1.2. Panjang krib (b) adalah panjang krib (b) adalah dihitung mulai dari pangkal sampai dengan ujung krib 3. Krib tajam adalah krib yang arahnya menyerong ke hulu 3. 3. gambar perencanaan maupun gambar detail dari seri krib yang akan dibuat 3. Krib lulus air adalah krib yang diantara bagian-bagian konstruksinya dapat dilewati aliran.2.2. Studi kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh.8. 3.2. Krib tegak adalah krib yang arahnya tegak lurus aliran 3.2.3.2. memberikan garis besar 3.7.2.3. Lantai kerja adalah lantai yang terbuat dari beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil. dipergunakan untuk tatakan mencetak tiang pancang beton 3 dari 120 .3. Letak krib menunjukan tempat sebuah krib dipasang. Pengenalan studi adalah suatu proses untuk pengembangan proyek multisektor dari segi-segi teknis.10. 3. Direksi pekerjaan adalah personil yang ditunjuk oleh pemilik pekerjaan untuk membimbing dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana 3.2. Dokumen perencanaan adalah keterangan yang mencakup tentang spesifikasi teknik. 3.2. 3.2. Arah krib adalah arah yang dinyatakan dengan sudut antara as krib dan arah aliran.4.3. Krib adalah bangunan menyilang / sejajar arah aliran yang ditujukan guna mengubah pola dan sifat aliran untuk suatu tujuan tertentu.A 3. sehingga kecepatannya akan berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan memungkinkan adanya endapan angkutan muatan di tempat ini. Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya.4.3.2. Konstruksi adalah merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik. Krib kedap air adalah krib yang diantara bagian konstruksinya tidak dapat dilewati aliran.3. Gambar pelaksanaan adalah gambar bangunan (krib) yang sudah dilaksanakan apabila terjadi perubahan dimensi dari perencanaan 3. Medan krib adalah daerah disekitar bangunan krib yang arah dan atau besar kecepatan alirannya dipengaruhi krib tersebut. Pangkal krib adalah bagian krib yang masuk ke tebing sungai 3.6.2. 3.3.4.1.12.

3. 3.4. ii.6. 3. Perbaikan darurat adalah usaha perbaikan dengan maksud agar konstruksi sementara dapat berfungsi.2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan pembangunan krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Pemeliharaan periodik adalah suatu kegiatan yang mempunyai waktu yang lama dan dampak yang diakibatkannya akan lebih besar dibandingkan dengan pemeliharaan rutin. penentuan metode. 3. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. waktunya pendek dan harus dilakukan serta secara kontinyu. Perbaikan permanen adalah usaha perbaikan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi secara permanen. Perencana adalah personil yang membuat desain/rencana krib. 3. Perawatan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan setiap waktu. 3. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). Perawatan adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi. serta penentuan skala prioritas. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. 3.1.5.5. Pemeliharaan adalah usaha-usaha untuk menjaga agar prasarana irigasi selalu dapat berfungsi dengan baik guna mempertahankan kelestariannya. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa 4 dari 120 . 3.4.6.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Perawatan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan secara berkala.5.1.5. tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi.A 3. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 4. iii. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan.2. Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi. penyediaan data dan fasilitas penunjang. 4. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu. PEKERJAAN PERENCANAAN Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya.6.1.2. meliputi perhitungan.4. Pemeliharaan rutin adalah kegiatan yang mempunyai frekuensi lebih sering dilakukan dengan skala kecil. pengumpulan data. gambar konstruksi dan spesifikasi teknis 3. 3.

A Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. ii. Adapun uraian pedoman spesifikasi teknis sebagai berikut : 1) Studi Awal Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan krib diadakan. i. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. studi identifikasi. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 4. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan bangunan krib dibagi menjadi kegiatan studi awal. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi awal berkisar antara 1 – 2 bulan. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan data-data sekunder yang ada. Cakupan kegiatan studi awal adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. asisten. dimana kondisi tata guna lahan akan 5 dari 120 . Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan.

mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. hidrologi/kualitas air. PSDA. ruang lahan dan tanah. lama penyinaran dan kecepatan angin. komponen sosial.000 sesuai dengan KP– 01. besarnya curah hujan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. iii. ii. rencana tata ruang wilayah. SK DJ Pengairan No. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. dan BAPEDAL.RPT0-Pd T-xx-xxxx. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. kelembaban relatif. fisiografi dan geologi. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. ii. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. SK DJ Pengairan No. b) Perekayasaan 6 dari 120 . iv. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. debit historis baik debit minimum. data meteorologi.000. minimum selama 5 tahun. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. tingkat pendidikan.A berpengaruh terhadap laju erosi. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. fauna dan biota air. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. penyebaran jenis batuan. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. iv. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. Data-data tersebut meliputi : i.

besarnya curah hujan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 1 – 2 bulan. Peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Cakupan kegiatan studi identifikasi adalah : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan.000 atau yang lebih detail. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. 7 dari 120 . debit historis baik debit minimum. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang usulan pekerjaan berikutnya berdasarkan kajian di atas meja dan perumusan untuk kegiatan selanjutnya.A Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang ketersediaan data sekunder dari suatu lokasi pekerjaan. c) Produk yang dihasilkan Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi : (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. ii. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. Data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. Ahli Hidrologi. Ahli Sungai dan Ahli Geologi 2) Studi Identifikasi Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. data meteorologi.

(3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. lama penyinaran dan kecepatan angin. 8 dari 120 . inventarisasi dan pengecekan terhadap kondisi bangunan–bangunan air yang diambil data debitnya pada studi awal. Kegiatannya meliputi : i. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. fauna dan biota air.A iii. Data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. fisiografi dan geologi. pengukuran tinggi muka air di sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. SK DJ Pengairan No.000 sesuai dengan KP– 01. iv. Komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. minimum selama 5 tahun. Komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Hasil survey topografi disini adalah inventarisasi kondisi morfologi sungai calon pekerjaan yang meliputi lebar. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. kelembaban relatif. Data-data tersebut meliputi : i. iii. kemiringan dan elevasi tanggul. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iv. ruang lahan dan tanah. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. penyebaran jenis batuan. Komponen sosial. b) Survey (1) Survey Hidrologi Kegiatan survey hidrologi berupa kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir keadaan tinggi muka air banjir yang terjadi selama musim hujan sesuai dengan KP–01. ii. PSDA. SK DJ Pengairan No. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. Rencana tata ruang wilayah. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. hidrologi/kualitas air. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. dan BAPEDAL. tingkat pendidikan. (2) Survey Topografi Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan peta topografi dengan tujuan untuk mengecek kondisi topografi sebenarnya di lapangan sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. ii. Data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.

iii. SK DJ Pengairan No. hindari lokasi krib pada kondisi tebing sungai yang secara geologi mempunyai kecenderungan untuk longsor. jika berfungsi untuk perlindungan tebing maka penetapan lokasi krib harus berada pada tikungan luar sungai. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… f) Tenaga Ahli 9 dari 120 . SK DJ Pengairan No. d) Perekayasaan Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang hasil identifikasi berdasarkan data sekunder serta kondisi lapangan tentang penentuan lokasi bangunan pengaman sungai dengan krib. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Adapun analisisnya meliputi : i. harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang penentuan lokasi pengamanan sungai dengan bangunan krib. ii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. jika berfungsi untuk menormalkan kondisi aliran maka krib diletakkan pada tempat terjadinya longsoran. jika berfungsi sebagai pengarah aliran maka krib diletakkan pada hulu bangunan pengambilan yang mengalami perubahan arah arus. (2) Analisis Geologi Analisis geologi berupa kajian di atas meja berdasarkan peta geologi regional untuk menilai kecocokan daerah terhadap usulan pembangunan krib berdasarkan formasi geologinya. Adapun perletakan bangunan krib berdasarkan fungsinya sesuai dengan SNI 03-1724-1989 sebagai berikut : i.A (3) Survey Geologi Melakukan kegiatan kunjungan lapangan untuk keperluan klarifikasi klasfikasi jenis tanah berdasarkan peta geologi regional wilayah sesuai dengan KP–01. c) Analisis (1) Analisis Topografi Kegiatan analisis topografi adalah melakukan kajian di atas meja serta pertimbangan hasil inventarisir kondisi lapangan dengan tujuan menetapkan lokasi bangunan krib sesuai dengan fungsinya. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. lokasi krib hindari pada formasi geologi yang tidak akan terjadi sesar dan patahan. e) Produk yang Dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir. (4) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor melakukan kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir permasalahan jika terjadi pengembangan dan menilai latar belakang sosial-ekonomi-budaya sesuai dengan KP–01.

Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. lama penyinaran dan kecepatan angin. SK DJ Pengairan No. data meteorologi. iii. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Cakupan kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Ahli Geodesi dan Ahli Geologi 3) Studi Pengenalan Studi Pengenalan adalah suatu proses kegiatan berkelanjutan dari studi identifikasi yang menginformasikan tentang garis besar perencanaan bangunan krib dengan melakukan kegiatan survey lapangan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. kelembaban relatif. penyebaran jenis batuan. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. minimum selama 5 tahun.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. ii. debit historis baik debit minimum. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Ahli Hidrologi. Ahli Sungai.000 sesuai dengan KP– 01. 10 dari 120 . iv. besarnya curah hujan.A Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 2 – 3 bulan. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi.

ii. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. rencana tata ruang wilayah.000. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. PSDA. Bagian-2. Volume I : Umum. b) Survey (1) Survey Topografi Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iii. tingkat pendidikan. fauna dan biota air. Perletakan 11 dari 120 . mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. Pengukuran Topografi dan Pemetaan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. iv. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. ruang lahan dan tanah. SK DJ Pengairan No. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. dan BAPEDAL. ii. (2) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. SK DJ Pengairan No. fisiografi dan geologi. Data-data tersebut meliputi : i. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. i. komponen sosial. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. hidrologi/kualitas air.000 atau 1:2. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.A (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim.

kadar air. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994. gradasi butiran dan Atterberg Limits. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Bagian-3. (2) Geoteknik (Index Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i.A peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Pekerjaan Geoteknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-3. (2) Geoteknik Investigasi Geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah untuk mendapatkan parameter perencanaan yang berupa stabilitas pondasi dan lereng serta menentukan lokasi dan material ketersediaan bahan bangunan. (a) Sedimen Layang i. Volume I : Umum. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. berat spesifik. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.RPT0-Pd T-xx-xxxx. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir 12 dari 120 . Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. e) Analisis Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. ii. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Uji yang dimaksud adalah berat jenis tanah.

Log Pearson atau Log Normal ii. Dimensi krib yang meliputi elevasi mercu krib. . jarak antar tiang dan panjang tiang. (3) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. apabila data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Engelund-Hansen.Metode Hidrograf Satuan.A Jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). dimensi tiang.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. v.Metode US – Soil Conservation Service. Layout bangunan krib iii. jarak krib. iii. .Metode Rasional. Net present value (NPV). Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Metode analisis regional. panjang krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan 13 dari 120 . Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. (2) Angkutan Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. iv. f) Perekayasaan Buat garis besar perencanaan krib dengan sketsa tata letak dan uraian pekerjaan dengan skala minimal 1:2000. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . Metode puncak banjir di atas ambang. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. .Der Weduwen. Garis besar perencanaan krib sesui dengan SNI 032400-1991 memuat : i. . Penggambaran peta topografi yang harus menampilkan kondisi tata guna lahan ii.Melchior. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2.

Cakupan kegiatan studi adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan berkisar antara 3 – 5 bulan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi.000. serta konsep lokasi krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Ahli Sungai.A Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. analisis laju sedimen. dimensi dan layout krib dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. Ahli Hidrologi. 14 dari 120 . Ahli Geodesi. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Ahli Geologi dan Ahli Sosial Ekonomi 4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan Studi Kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.

000 sesuai dengan KP– 01. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. ii. besarnya curah hujan. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. ruang lahan dan tanah. fisiografi dan geologi. lama penyinaran dan kecepatan angin. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. iv.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. minimum selama 5 tahun. hidrologi/kualitas air. iv. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). dan BAPEDAL. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. data meteorologi. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iii. ii. tingkat pendidikan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. komponen sosial. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. rencana tata ruang wilayah 15 dari 120 . SK DJ Pengairan No. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG. PSDA. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. fauna dan biota air. Data-data tersebut meliputi : i. penyebaran jenis batuan. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. SK DJ Pengairan No. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. debit historis baik debit minimum. iii. kelembaban relatif.

Kedalaman pengukuran minimal 3. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. Volume I : Umum. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. i. Bagian-2. iv.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. geometri dan badan sungai harus stabil. debit perlu lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. 16 dari 120 . Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. v. iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran.000.A b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis.000 atau 1:2. iii. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. adanya kontrol penampang. Jika aliran rendah. menggunakan perahu. dibersihkan dan dirawat dengan baik. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. ii. bagian alur sungai yang terbuka lurus. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. keandalan peralatan dan sarana penunjang. mampu melewatkan banjir. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (a) Sedimen Layang, pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.

ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

17 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS sesuai dengan SNI 03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal;

ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode analisis regional; iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun, maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang; iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan

daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha);
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS

dengan luas < 100 km2;
- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas

> 100 km2;
- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa

memperhatikan luas DAS;
- Metode Hidrograf Satuan; - Metode US – Soil Conservation Service.

v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
18 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-34441994. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL. (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Net present value (NPV),
19 dari 120

analisis laju sedimen.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (5) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. (4) Rincian volume dan perkiraan anggaran biaya kasar g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. f) Perekayasaan Hasil perekayasaan dalam kegiatan ini meliputi : (1) Rencana pendahuluan tata letak bangunan. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.A Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. (2) Kapasitas rencana (3) Tipe bangunan dan penggambaran. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Analisis Ekonomi 20 dari 120 . hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. dimensi dan layout krib. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.

dimana harga dan pembayaran tersebut. 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. asisten serta tenaga pendukung.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang dihadapi. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Ahli Sungai. 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan perencanaan yang diukur menurut ketentuan di atas.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Ahli Sosial Ekonomi dan Ahli Lingkungan 4. Ahli Geodesi. Ahli Hidrologi. survey dan investigasi. 21 dari 120 . investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 4. Ahli Geologi. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan pendahuluan dan studi awal adalah Team Leader. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas.

Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 5.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 5. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan).7) Biaya Pelaporan 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu.1) Biaya Perjalanan Dinas 2. long section 2.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.Pengukuran poligon dan situasi . Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. penyediaan data dan fasilitas penunjang.Pemasangan Patok BM dan CP . 22 dari 120 . Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi. b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. PEKERJAAN DETAIL DESAIN Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. 2. iii.4) Penyelidikan Geoteknik 2.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit . ii. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).Pengukuran cross-section.2) Biaya Operasional Kantor 2.3) Pengukuran dan Pemetaan .

Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa.000. asisten. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.A i. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain krib meliputi : 1) Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 5. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. 23 dari 120 . staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-17241989. ii.

dan BAPEDAL. iv. besarnya curah hujan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989.RPT0-Pd T-xx-xxxx. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). kelembaban relatif. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Kegiatan ini akan dilakukan oleh 24 dari 120 . iii. Bagian-2. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. hidrologi/kualitas air. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. SK DJ Pengairan No. lama penyinaran dan kecepatan angin. komponen sosial. c) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. minimum selama 5 tahun. debit historis baik debit minimum. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. penyebaran jenis batuan. rencana tata ruang wilayah. tingkat pendidikan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Volume I : Umum. fauna dan biota air. PSDA. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. SK DJ Pengairan No. ruang lahan dan tanah. ii. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. fisiografi dan geologi. data meteorologi. iv. Data-data tersebut meliputi : i. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.A b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. ii. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. 2) Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x. d) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 e) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01.000 sesuai dengan KP–01. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim.

dibersihkan dan dirawat dengan baik. adanya kontrol penampang.RPT0-Pd T-xx-xxxx. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. iv. menggunakan perahu. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling.A Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. ii. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. Peta ini harus meliputi jarak 1.0 m. geometri dan badan sungai harus stabil. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. bagian alur sungai yang terbuka lurus. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Kedalaman pengukuran minimal 3. kemampuan tim pengukurnya. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. keandalan peralatan dan sarana penunjang. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. iii. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau 25 dari 120 . Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0.50 m. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. v. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. mampu melewatkan banjir. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.25 m. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0.

b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Bagian-3. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-28201992. 26 dari 120 . (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 4) Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-39611995. (1) Sedimen Layang i. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. 3) Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. pengambilan sampel serta bor tangan. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-41451996. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat.A peralatannya. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. SK DJ Pengairan No. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-34141994.

meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit 27 dari 120 . maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. v.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. iv. ii. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.A (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Volume I : Umum.Der Weduwen. Log Pearson atau Log Normal. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel.Metode Rasional. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. . Pekerjaan Geoteknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.Metode US – Soil Conservation Service. maka digunakan metode analisis regional. . Bagian-3. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. . jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. Engelund-Hansen. iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun).Melchior. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . . digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2.Metode Hidrograf Satuan. 5) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
28 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

iii. Net present value (NPV), Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 7) Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan, layout krib dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang krib, detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. 8) Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 9) Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai, Bagian-1, Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan b) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya c) untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan d) menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi, dewatering dll. 10) Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen bahan dan spesifikasi konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004 11) Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan, dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf kantor, tenaga kerja lapangan dan lain-lain, sudah termasuk dalam item mobilisasi. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. b) Foto Dokumentasi
29 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. (4) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. (5) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. c) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. 12) Produk yang dihasilkan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut. ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep lokasi krib. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara
30 dari 120

geoteknik. perhitungan desain. jadwal pelaksanaan. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. rangkap 3 (tiga). estimasi biaya. termasuk 1 kalkir (3) gambar desain A3. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Laporan Analisis Ekonomi 31 dari 120 . spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. metode dan jadwal konstruksi. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. hidrolika. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. hidrologi. paket konstruksi dan lain-lain. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. tanggapan. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) rencana anggaran biaya (RAB) (2) gambar desain A1. rangkap 3 (tiga) (4) dokumen tender. perhitungan desain. ii. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 iii. dan koreksi.A Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. tender drawing ii. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200.

3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. 5.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 13) Keperluan Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. dimana harga dan pembayaran tersebut adalah. Ahli Lingkungan. asisten serta tenaga pendukung. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi biaya perjalanan dinas. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. survey dan investigasi. Ahli Sungai. Ahli Geologi. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 5. Ahli Geoteknik. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan detail desain harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. Ahli Geodesi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Ahli Hidrologi. 32 dari 120 .

RPT0-Pd T-xx-xxxx. c) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci.7) Biaya Pelaporan 2. tanggal mulai paling awal. jangka waktu yang diperlukan.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.1) Biaya Perjalanan Dinas 2. dengan metode PERT/CPM network. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kalender. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. b) Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi krib memuat : 1) Program Pelaksanaan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam pembuatan program pelaksanaan adalah sebagai berikut : a) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak.4) Penyelidikan Geologi 2. PEKERJAAN KONSTRUKSI Konstruksi merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik. 2. lama pelaksanaan dan sebagainya.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 6.Pengukuran poligon dan situasi . 33 dari 120 .2) Biaya Operasional Kantor 2. Pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi bangunan pengaman sungai krib harus memuat : 6.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.Pengukuran cross-section 2. tanggal selesai paling awal dan paling lambat.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.Pemasangan Patok BM dan CP .3) Pengukuran dan Pemetaan .

serah terima. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. pelaksanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada).A d) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. 2) Aspek-aspek yang Perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan a) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. surat pengumuman. b) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. atau kategori lain yang dianggap penting. waktu istirahat. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatanperalatan tersebut diadakan dengan sewa. d) Aspek Ekonomis Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. e) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. Peralatan. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. hal-hal yang ditabukan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat 34 dari 120 . c) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. e) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. dan pengadaan bahan. urutan waktu. Hal-hal yang cukup sensitif. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan.

Bagian-9.A mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. Volume I : Umum. 3) Sumber Bahan Pelaksanaan a) Penyedia Jasa bertanggungjawab atas pengadaan material beton pasangan. Pekerjaan Lain-lain 6) Material dan Peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa Ketentuan yang memuat tentang penyediaan material dan peralatan oleh Penyedia Jasa diatur sebagai berikut : a) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. Pekerjaan Dewatering. b) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan–pekerjaan pelaksanaan. Bagian-7. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. boleh memakai material pengganti 35 dari 120 . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.RPT0-Pd T-xx-xxxx. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. 4) Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. b) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. c) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. 5) Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika diperlukan.

brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. 36 dari 120 . material dan pemasangan peralatan di lapangan. Volume I : Umum. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. Bagian-9. Volume I : Umum. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. e) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. lokasi proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan.A dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. 6. f) Spesifikasi. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-9. tempat produksi atau pabrik ii. pengangkutan iii. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. d) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : i.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Lain-lain b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui.

Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. tempat parkir.. Gudang dan Kantor. saluran. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . . . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Penyedia Jasa harus menyediakan. perumahan staf Penyedia Jasa.A ii. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. Bengkel. . Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. Bagian-9... Volume I : Umum. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa.. penerangan. iii. . Laboratorium.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Barak... jalan. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. air minum.... merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Volume I : Umum. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Bagian-2.. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. Pekerja. Pekerjaan Lain-lain 37 dari 120 . Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. bengkel. . Laboratorium.. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. d) Kantor. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. kawat. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. Selambat-lambatnya tanggal. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx.

pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing). Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx.. Volume I : Umum. Volume I : Umum. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. galian dan timbunan. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi... Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx..RPT0-Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. 38 dari 120 . Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-2. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-6. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. Bagian-3. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama.. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. Bagian-5. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Bagian-4. ii. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. pembersihan medan.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. Volume I : Umum..A 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Bagian-1. Bagian-6. Volume I : Umum. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu... Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.

Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. . viii. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. dll. c) Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.A iii. vii. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah.Jumlah banyaknya bangunan.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. b) Rencana Kerja Harian. vi. lokasi dan penjelasan foto. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . Daftar tenaga setempat. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. 39 dari 120 . dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan. . Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. v. Daftar perlengkapan konstruksi. iv. pengadaan bahan. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. 2) Foto Dokumentasi Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan. ix. . pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. kewajibannya sebagai berikut : i. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut.A Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. iii. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. rujukan : dokumen kontrak. melakukan pengecekan. dan tepat waktu. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. vi. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. ii. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. pengukuran. 40 dari 120 . Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. iv. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. tepat biaya. Sebelum pengambilan gambar-gambar. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. v.

sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar.A vii. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. ix. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. oleh karena itu. menyiapkan laporan bulanan. 6. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 1) Pengendalian Biaya 41 dari 120 . oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). viii. dan laporan akhir proyek. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi. iii. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas.3 Pengendalian Biaya. xi. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. menyiapkan as built drawing. laporan triwulan. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat.RPT0-Pd T-xx-xxxx. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. Evaluasi biaya. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). x. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. iv. ii. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian.

pembongkaran.alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? .apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan.A Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan.Audit Sasaran yang dicapai: .Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul.RPT0-Pd T-xx-xxxx.Pengawasan . Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan 42 dari 120 . dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : . agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. finishing. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).Pemeriksaan .apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . Memastikan sasaran pengendalian: . murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan.Peninjauan .Mengetahui dan mendapat informasi .apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. murah dan efisien.apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? . yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar.Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . pemeriksaan. pengawasan. Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang.

sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : .realisasi progress fisik terhadap rencananya .dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan - - melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi.rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan. agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .A Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . pekerjaan finishing. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran. material dan alat sesuai rencana yang wajar. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan. murah dan efisien.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) .termasuk dalam hal unit price pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. .realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : . (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification. Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang. .realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow.penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan 43 dari 120 . perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan).

meliputi pengendalian biaya. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. batu pecah hasil stone crasher. haruslah dinilai dari beberapa aspek. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. adukan semen. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. lebar.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik.kualitas (kepadatan. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. kuat tekan. yaitu: .pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. tinggi.A - perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. kemiringan. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. adukan beton dan lain-lain) . membuat laporan jalannya pelaksanaan. ukuran-ukuran sesuai dengan desain.dimensi (panjang.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. dsb) .semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya . Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. beton struktur dll).RPT0-Pd T-xx-xxxx. mutu dan waktu. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. yaitu: . Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. . Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : a) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. batu. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. 44 dari 120 . Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. tebal. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. daya dukung tanah.

Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. cuaca. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. dan tenaga kerja pekerjaan. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . mengangkut dan merekayasa). produktivitas sumber daya. peralatan pekerjaan. dan hari-hari keagamaan. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. musim. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. iii. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. iv. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru b) Penerapan standar/pedoman 1. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. debit banjir. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. daerah. percobaan-percobaan. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3.A - Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik).tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. dan lain-lain x. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut.4 Pengukuran dan Pembayaran 45 dari 120 . serta adat setempat dimana pekerjaan berada. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. xi. . Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. skala gempa tahunan. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. alasan sosial politik lainnya. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix.

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A 1) Pengukuran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. misal : photo dokumentasi. Bagian – 6. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 4.A. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A.A. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 9. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Bagian – 1. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi 46 dari 120 .A. Volume I : Umum. gambar-gambar. Bagian – 2. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 3. Volume I : Umum. Bagian – 5. Bagian – 1. Volume I : Umum. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

misal : photo dokumentasi. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 3. Pekerjaan Lain-lain 47 dari 120 .A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 2.A. Bagian – 6. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 9. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Bagian – 5. Volume I : Umum. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. gambar-gambar. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A. Volume I : Umum. Bagian – 4.A.

Bagian–4 Pd T-xx-200x. tenaga. setiap instansi pengelola sungai akan melakukan seleksi yang didasarkan pada ukuran sungai. 6. Bagian–2 Pd T-xx-200x. 48 dari 120 . Untuk itu. 7. pentingnya bangunan persungaian. PEKERJAAAN PEMELIHARAAN Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan mengacu pada Pd. sedang sisanya adalah bagian tengah dan hulu yang panjang biasanya hampir sama. 10. Karena keterbatasan daya. sebuah sungai harus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu hulu. kegiatan pemeliharaan tidak dapat dilakukan secara serempak pada seluruh sungai. Bagian paling hilir biasanya terdiri dari muara sungai terpengaruh oleh perubahan tinggi muka air laut. ii. Kegiatan ini meliputi : a) Penggal sungai Untuk tujuan pemeriksaan survei. Bagian–5 Pd T-xx-200x. 2. yaitu : i. Kegiatan ini dilakukan dengan memantau terjadinya perubahan geometri sungai dan bangunan persungaian yang dilakukan secara periodik. 5. 4. 3. Bagian–7 7. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. Bagian–6 Pd T-xx-200x. serta dana. 9. hilir. Yang perlu dicatat dalam peninjauan lapangan dan survei pengukuran adalah inventarisasi kondisi tiaptiap ruas sungai dan bangunan persungaian. tengah.1 Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran Tujuan inventarisasi kerusakan dan survei pengukuran adalah untuk mendeteksi adanya gejala kerusakan sejak dini. dan pentingnya melakukan pemeliharaan. 8.RPT0-Pd T-xx-xxxx. kegiatan tingkat II yang meliputi pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif dan rumit dalam komputer model. Data-data yang didapat bisa langsung digunakan untuk analisis kerusakan. Kegiatan tingkat II ini dilakukan sebagai pelengkap kegiatan tingkat I. Bagian–3 Pd T-xx-200x. 1) Kegiatan Tingkat I Kegiatan ini dilakukan secara periodik . dengan kegiatan sebagai berikut : 7.A Nomor Pembayaran 1. T-11-2004-A. kegiatan tingkat I yang merupakan kegiatan langkah pertama yang cukup penting dan dilakukan secara rutin. Bagian–1 Pd T-xx-200x. Kegiatan ini ada 2 (dua) tingkat.

satu di daerah tengah dan yang lainnya di hulu dan hilir. minimum satu tahun sekali. Jika panjang erosi 400 m. sebuah pencatat tinggi muka air harus dipasang pada bendung. endapan sedimen atau adanya kegiatan galian pasir yang cukup besar dan terus menerus. sperti dijelaskan di bawah ini (1) Tebing sungai yang tererosi Setiap daerah tebing sungai yang sedang mengalami erosi harus dipasang PTU yang diletakkan pada tempat yang cukup aman pada dua sisi sungai. Selain PTU juga dapat dipasang patok tetap pembantu – PTP (CP –control point) yang dipasang dengan interval tertentu (misalnya tiap 100 m) pada lokasi yang diperlukan. Lokasi tersebut penampang melintangnya harus dimonitor dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. Jika memungkinkan memanfaatkan bangunan yang sudah ada. yang disebabkan oleh meandering atau tergerusnya tebing sungai. maka penampang melintang harus ada pada tiap-tiap 100 m. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam formulir inventarisasi yaitu Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir. tergantung dari sifat hidrologis sungai. digunakan patok tetap utama – PTU (BM – Bench Mark) yang dipasang pada lokasi survei penampang melintang di 2 (dua) sisi sungai. untuk mendapatkan data debit. PTU tersebut digunakan sebagai titik referensi untuk perubahan sungai arah vertikal akibat agradasi/degradasi dan perubahan sungai arah horizontal (ke arah samping). Pencatat tinggi muka air bisa bersifat manual (peil skal) dan otomatis (automatic water level recorder). Lengkung debitnya harus diperbarui dalam periode waktu tertentu. pada musim kemarau).RPT0-Pd T-xx-xxxx. Untuk menjamin pengukuran pada lokasi dan arah yang sama. Pengukuran sekurang-kurangnya pada tiga penampang melintang. Pengukuran dilakukan pada lokasi dan arah yang tetap. Perbandingan penampangmelintang tersebut dengan penampang melintang tahun lalu akan memberikan informasi yang sangat berguna apakah tebing sungai stabil atau tidak. c) Survei sungai Pengukuran penampang melintang untuk seluruh ruas sungai harus dilakukan dengan interval jarak dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya jarak tiap 1000 m.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. disarankan pada akhir musim hujan. semua bangunan persungaian dan ruas sungainya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala. Pemantauan alinyemen sungai pada ruas tersebut dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. 49 dari 120 . Selain itu. Debit bendung yang didapat dari geometri mercu bendung harus dikalibrasikan dengan pengukuran debit sesungguhnya. d) Pemeriksaan dan survei bangunan persungaian Suatu ruas sungai perlu dilakukan monitoring jika ruas tersebut mengalami perubahan (perubahan vertikal ataupun horizontal) karena adanya erosi tebing. Agar pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. Jika terdapat bendung.A b) Debit sungai Debit sungai didapat dari tinggi muka air yang dipasang pada daerah hulu dan daerah sungai tengah. 2 tahun sekali.

yaitu Formulir-Kondisi krib dan Formulir-Penaksiran pemeliharaan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. program tahunan harus dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan tingkat I. Kegiatan tingkat II ini dilakukan dengan interval yang lebih jarang dari kegiatan tingkat I. Survei dilakukan pada tiga penampang melintang. Dalam komputer model.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. dibagian hulu dan hilir lokasi. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam Formulir Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir Formulir. Hasil pemeriksaan dimasukkan dalam formulir inventarisasi. dengan jarak tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya : 200 m atau 2 kali lebar sungai). (3) Muara sungai Pemantauan penampang melintang muara sungai beserta gosong-gosong pasirnya (sand bars) harus dilakukan sekali setahun pada musim kemarau. oleh karena itu perlu dibuat daftar prioritas sungai mana yang akan dilakukan inventarisasi dan survei awal.A (2) Lokasi penambangan pasir Pada setiap lokasi yang terdapat penambangan pasir. Kegiatan tersebut adalah : i. (4) Krib Bangunan krib akan diperiksa minimal setahun sekali pada akhir musim hujan. Data-data yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu agar dapat dipergunakan untuk analisis kerusakan meliputi : a) Data angkutan sedimen Pengambilan angkutan sedimen dasar dan sedimen layang untuk analisis sedimen. Prioritas sistem sungai untuk inventarisasi dan survei awal Karena keterbatasan dana dan tenaga tidak mungkin melaksanakan pemeliharaan bangunan persungaian secara serentak. survei awal dan inventarisasi bangunan Pada saat pertama kali akan mulai. yaitu ditengah. e) Kegiatan awal Bagian ini akan meringkas kegiatan awal yang perlu dilakukan pada sistem sungai sebekum dilakukan pelaksanaan kegiatan berkala. Kegiatan tersebut dilakukan oleh staf dari instansi pengelola sungai. 2) Kegiatan pada tingkat II Kegiatan ini adalah kegiatan pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif. iii. Daftar sistem sungai Persiapkan daftar nama semua sungai untuk inventarisasi dan anak sungainya. ii. dan 250 m ke arah hilir. Survei harus melingkupi seluruh timbunan pasir yang menutupi muara. Program pemeriksaan. pada lokasi yang tetap. 50 dari 120 . Pengukuran dimulai dari muara sungai ke arah hulu sekurang-kurangnya 1000 m atau sampai dengan penggal sungai yang sudah tidak terpengaruh air laut. harus dilakukan survei pengukuran tiap tahun dalam musim kemarau. Misalnya satu pada jarak 250 m ke arah hulu. dimulai dari bagian hulu dan tengah dari setiap panjang sungai yang diamati. Yang dikontrakkan ke pihak ketiga harus didefinisikan dengan jelas. Pengukuran penampang melintang minimum di tiga lokasi. Program tersebut harus menjelaskan secara detail waktu pelaksanaan dari semua kegiatan yang terjadi. kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi kegiatan I.

tetapi bangunan atau pelaksanaannya bersifat sementara. Pengamatan tersebut juga harus terdiri atas pengukuran debit harian selama tujuh hari berturut-turut. Pemeliharaan korektif dibagi dalam tiga kategori. 3) Pemeliharaan Darurat Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan pencegahan yang harus segera dilaksanakan untuk melindungi keutuhan dan kekuatan bangunan (dalam skala besar) yag akan atau telah mengalami kerusakan sehingga kerusakan bangunan tidak menjadi lebih parah dan dapat mengancam fungsi bangunan. Pekerjaan tersebut dibagi dalam kegiatan awal dan kegiatan berkala. ½. 7. yaitu pemeliharaan khusus. Angkutan sedimen layang (suspended sediment) harus diambil secara vertikal pada lokasi ¼. dan satu kali pada musim kemarau. baik yang bersifat permanen maupun yang dilaksanakan untuk sementara (darurat). rehabilitasi dan rektifikasi. Pekerjaan pemeliharaan darurat bisa bersifat pemeliharaan pencegahan atau pemeliharaan korektif yang berskala besar. pekerjaan perbaikan yang kecil pada bangunan persungaian bertujuan untuk mengembalikan bangunan itu sesuai dengan kapasitas semula. Pemeliharaan korektif ini biasanya terdiri dari beberapa pekerjaan penting. satu set pengamatan harus diambil pada lokasi pengukuran sekurang-kurangnya dua kali di musim hujan. misalnya pemotongan rumput/semak/semak. Angkutan sedimen dasar (bed load) diambil dari tempat yang sama. Jika dilakukan pengamatan angkutan sedimen. 4) Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang mencoba untuk mengembalikan ke fungsi semula sungai atau bangunan persungaian yang rusak atau terkena pengaruh aliran sungai atau akibat ulah manusia. 3) Ringkasan Pemeriksaan dan Survei Bagain ini memperlihatkan tabel kegiatan tingkat I yang terdiri atas pemeriksaan dan survei sesuai dengan penjelasan di atas. 2) Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan pencegahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memelihara fungsi sungai dan bangunan persungaian agar tetap optimal. pembersihan bahan-bahan terapung seperti dahan/ranting pohon yang tersangkut pada bangunan sungai. Pemeliharaan pencegahan juga termasuk pemeliharaan berkala yang dilakukan dengan interval yang terputus-putus dengan tujuan untuk melestarikan (mengawetkan) fungsi dari bangunan persungaian.2 Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan Konsep usulan program pemeliharaan adalah : a) pencegahan terjadinya permasalahan (kerusakan)walaupun kerusakan belum terlihat b) perbaikan kerusakan yang tidak diharapkan segera setalah kejadian sehingga kerusakan yang lebih parah tidak terjadi Jadi pemeliharaan merupakan pencegahan dan koreksi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan ¾ dari lebar sungai. Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan atau diawasi oleh staf dari instansi pengelola sungai. khusunya yang bertugas pada pemeliharaan sungai. Selain itu. Kegiatan tersebut termasuk pekerjaan yang bersifat rutin.A dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. 1) Tujuan Pemeliharaan 51 dari 120 .

RPT0-Pd T-xx-xxxx. 52 dari 120 . Oleh karena itu. Rehabilitasi adalah pekerjaan perbaikan utuk mengembalikan fungsi bangunan persungaian yang telah turun sampai kurang dari 50% dari desain asli.A Pemeliharaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan dengan cara memperbaiki kerusakan sebuah bangunan persungaian atau bagiannya yang saat itu fungsinya antara 70% samapai dengan 50% dari desain aslinya. Rektifikasi sistem bangunan merupakan kegiatan pemeliharaan bangunan sungai yang mengalami kerusakan atau belum rusak tetapi kondisinya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. sistemnya harus diperbaiki secara keseluruhan dengan menggunakan perencanaan baru yang menyeluruh dan terpadu Pemeliharaan korektif ini harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan atau penurunan fungsi bangunan yang lebih parah.

SNI 03-2415-1991.RPT0-Pd T-xx-xxxx. KP-07.A Bibliografi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pd. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-1724-1989. PT. 1994. T-11-2004-A. Jakarta.A Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-3444-1994. Metode Perhitungan Debit Banjir. Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. dan Gayo dkk. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan.Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. SNI 03-2820-1992. 2002. Jakarta. SNI 03-2822-1992. Jakarta 53 dari 120 . Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. 2004. SNI 03-2819-1992. Badan Penelitian dan Pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Pembangunan Pengaman Sungai. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta. Jakarta. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pd T-xx-xxxx. Jakarta. SNI 03-2400-1991. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. 2002. SNI 03-2830-1992. Krib Yusuf Muhammad Ir. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pradnya Mitra. Jakarta. Bagian – 1. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.Pemeliharaan Bangunan Persungaian. Badan Penelitian dan Pengembangan. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Jakarta. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002.

STUDI IDENTIFIKASI STUDI AWAL STUDI KELAYAKAN STUDI PENGENALAN STUDI IDENTIFIKASI LAMPIRAN A Lampiran A.A .1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Krib 54 dari 120 PERENCANAAN PENDAHULUAN RPT0-Pd T-xx-xxxx.

DAN SITUASI BANGUNAN .PENYELIDIKAN GEOTEKNIK PERMASALAHAN ? B LOKASI BANGUNAN PENGAMAN SUNGAI 55 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. GEODETIK UNTUK CHECKING ELEVASI.PENGUKURAN TRASE SUNGAI.A A PERENCANAAN PENDAHULUAN DESKRIPTIF EKONOMI DOMINAN RENCANA PETA SUNGAI YA TIDAK ANALISA KELAYAKAN DATA NONTEKNIS TIPE PENGAMANAN SUNGAI LAYAK ? TIDAK BATAL YA . DAN SITUASI .TINJAU KEMBALI DATA .PENYELUSURAN BERSAMA AHLI SIPIL.PENGUMPULAN DATA TAMBAHAN -SURVEI DAN PENYELIDIKAN TAMBAHAN . GEOTEKNIK.CEK LOKASI BANGUNAN DAN RENCANA PENYELIDIKAN PENYELUSURAN BERSAMA SIPIL GEOTEKNIK. GEODETIK .

PERENCANAAN DETAIL 56 dari 120 PERENCANAAN DETAIL RPT0-Pd T-xx-xxxx.A .

A Lampiran A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib 57 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan 1. Maksud 2....Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan - 2...... 2... Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Lingkup Kegiatan 58 dari 120 ..2.... menguraikan : Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan . misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.... kondisi klimatologi. 6. 4..Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .... geologi regional.....1..(... SASARAN Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah melakukan pengamanan tebing sungai dari bahaya gerusan lokal.. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi........ LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja....Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran . Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi..... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara.A Lampiran A. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. 5..... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS... MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989.....RPT0-Pd T-xx-xxxx..1... SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .. LINGKUP... 6.000.. LOKASI KEGIATAN.... Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang..

Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. kelembaban relatif. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. dan BAPEDAL. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. debit historis baik debit minimum. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. komponen sosial. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. lama penyinaran dan kecepatan angin. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. iii.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. minimum selama 5 tahun. fauna dan biota air iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. SK DJ Pengairan No. besarnya curah hujan. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. rencana tata ruang wilayah b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan 59 dari 120 .000 sesuai dengan KP–01. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. fisiografi dan geologi. hidrologi/kualitas air. penyebaran jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. data meteorologi. SK DJ Pengairan No. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG iv. tingkat pendidikan. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. Data-data tersebut meliputi : i. iv. ruang lahan dan tanah ii. PSDA. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.

Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. (3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. geometri dan badan sungai harus stabil. mampu melewatkan banjir. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. iii. iii. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Bagian-2. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. adanya kontrol penampang. v. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. bagian alur sungai yang terbuka lurus.000. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya keandalan peralatan dan sarana penunjang. i.000 atau 1:2. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kedalaman pengukuran minimal 3. Volume I : Umum. dibersihkan dan dirawat dengan baik kemampuan tim pengukurnya ii.A Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. iv. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. SK DJ 60 dari 120 . Jika aliran rendah. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. menggunakan perahu. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis.

d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Bagian-3. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Pekerjaan Geoteknik. ii. pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. (a) Sedimen Layang.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Pengairan No. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Volume I : Umum. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Pedoman 61 dari 120 . (2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran.

Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. Engelund-Hansen. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Log Pearson atau Log Normal ii. iv. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - Metode Rasional. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Volume I : Umum. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 Melchior. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. maka digunakan metode analisis regional. curah hujan dan luas DAS SNI 03-24151991. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan 62 dari 120 . Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Bagian-3. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. iii.A Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel.

tinggi air. kecepatan aliran. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. jarak krib. gaya seret. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. perumusan RKL dan RPL (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. ii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii.000 m3 iii. dimensi tiang.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) Benefit/Cost ratio (B/C ratio) 63 dari 120 . Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994.A debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.RPT0-Pd T-xx-xxxx. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. kekasaran. jarak antar tiang dan panjang tiang). keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. panjang krib.000 m3 ii. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. tekanan.

.2.. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan...1. Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 64 dari 120 .. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.. 6.... pekerjaan berada di Sungai. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten..RPT0-Pd T-xx-xxxx...Kecamatan .. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi.. 6...... Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan.. 6. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan...3....3. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan.2.3. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).. 6.A iii.3. Net present value (NPV). Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa..3...

... asisten.. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).... 9.... Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. geologi regional). Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Tenaga Ahli Geoteknik 65 dari 120 .. pelaksanaan pembangunan. 7. 8.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. dengan pengalaman minimal 8 tahun. 2. METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi..) hari kalender PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. 5. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik).. pengolahan data dan perencanaan bangunan. O&P bangunan air. O&P bangunan air.. pelaksanaan pembangunan.. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. O&P bangunan air. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 6... pelaksanaan pembangunan. dengan pengalaman minimal 10 tahun. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. pelaksanaan pembangunan.A 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan... 3. 4.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. dengan pengalaman minimal 7 tahun. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). dengan pengalaman minimal 8 tahun.... pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan . hidrologi.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya. O&P bangunan air. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan. (.

8. 10... Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S..5 (lima) Tahun. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi.. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR). berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. kajian pendahuluan penentuan krib ii. dan lain-lain.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. (tgl/bulan/tahun) 2. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah : i. gambar teknis pendahluan 11.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). Ahli Sosial . Laporan Bulanan 66 dari 120 . 9. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal .A Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 10.. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. kelayakan ekonomis iii.. irigasi. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan.. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun.

..... PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : ii.A Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3.. analisis laju sedimen. Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i... lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return...RPT0-Pd T-xx-xxxx.. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan......... Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ...... ii. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal.(tgl/bln/thn) 6. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal . Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii..... Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal .(tgl/bln/thn) 5..(tgl/bulan/tahun) 4..... hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 ....(tgl/bln/thn) iii.(tgl/bln/thn) iv. dimensi dan layout check dam. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i........... Laporan Penyelidikan Geoteknik 67 dari 120 .......(tgl/bln/thn) 12.............

Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 68 dari 120 .A 1.

Laporan Akhir . terdiri : .Laporan Kajian Andal .1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Laporan Investigasi Geoteknik .A LAMPIRAN – B Lampiran B.BOQ dan RAB .RPT0-Pd T-xx-xxxx. kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN KRIB ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Dokumen Tender SELESAI 69 dari 120 .Gambar Teknik .Laporan Analisis Sosek .

1..RPT0-Pd T-xx-xxxx.. menguraikan : .A LAMPIRAN B........1...Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6....(... 6... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait....2 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Krib 1.. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .....2.... Lingkup Kegiatan 70 dari 120 .. LINGKUP.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan .. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi.. LOKASI KEGIATAN...Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi. 6. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada..... 2... dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi... MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja......1. SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan krib adalah pengamanan badan sungai dari bahaya gerusan lokal sehingga kondisi palung sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya 4.1. Maksud 2... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989....... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara. kondisi klimatologi... geologi regional... SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2.... 5..Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan .

Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. fisiografi dan geologi.A Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang.000 sesuai dengan KP–01. ii. iii. penyebaran jenis batuan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. ruang lahan dan tanah komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. dan BAPEDAL. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG iv. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. debit historis baik debit minimum. hidrologi/kualitas air. SK DJ Pengairan No.000. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). besarnya curah hujan. Data-data tersebut meliputi : i. minimum selama 5 tahun. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. lama penyinaran dan kecepatan angin. fauna dan biota air 71 dari 120 . misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. data meteorologi. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. PSDA. ii. kelembaban relatif. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait.

2.A iii. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. . mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. rencana tata ruang wilayah 6. iii. Volume I : Umum. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. komponen sosial. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. Peta ini harus meliputi jarak 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. iv.0 m. Bagian-2. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. mampu melewatkan banjir. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. adanya kontrol penampang.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai.50 m.25 m.1. tingkat pendidikan. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. geometri dan badan sungai harus stabil. bagian alur sungai yang terbuka lurus. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya 72 dari 120 ii. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung.A iv.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. 73 dari 120 . SK DJ Pengairan No. pengambilan sampel serta bor tangan. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat.3. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. keandalan peralatan dan sarana penunjang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Volume I : Umum. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP– 01. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Bagian-3. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Kedalaman pengukuran minimal 3. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal.RPT0-Pd T-xx-xxxx.1. Pekerjaan Geoteknik. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. 6. menggunakan perahu.

(2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Log Pearson atau Log Normal ii. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995.5. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. 6. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun.1.1. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. (1) Sedimen Layang i. curah hujan dan luas DAS SNI 032415-1991. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun).4. Volume I : Umum. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - berdasarkan Metode Rasional. Pekerjaan Geoteknik. Bagian-3. Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. maka digunakan metode analisis regional. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995.A 6. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 74 dari 120 . iv. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer SNI 03-4145-1996. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. iii. Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : 75 dari 120 . panjang krib. tekanan. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . jarak krib. kekasaran. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. EngelundHansen. jarak antar tiang dan panjang tiang).A - Melchior. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. kecepatan aliran. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. tinggi air. gaya seret. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. dimensi tiang.

1. detail bangunan.7. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i.6. ii.8. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. iii. potongan memanjang dan melintang krib.9. 6. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup terkena dampak besar dan penting yang akan ii. Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan 76 dari 120 . Bagian-a.1.1. Penggambaran mengacu pada KP-07. layout krib dan bangunan pelengkapnya. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Net present value (NPV). 6. 6.1.000 m3 identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 6. Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan.A i. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. DJ Pengairan No. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx.

. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan.. Mobilisasi staf kantor.RPT0-Pd T-xx-xxxx..11. b) Foto Dokumentasi (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan.1.10.. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa.. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi.. (2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal.3..2.. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No..3.. d) 6..1.. 6... pekerjaan berada di Sungai... Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.. tenaga kerja lapangan dan lain-lain.Kecamatan .... dewatering dll.. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat... c) 6.. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. dokumentasi. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya.. 257/PTS/M/2004 6. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 77 dari 120 ...1. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. sudah termasuk dalam item mobilisasi. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. (3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya.A b) c) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

78 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

7.

METODOLOGI

Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. 8. 9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 10 tahun. 2. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 3. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 7 tahun. 4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 5. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 6. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
79 dari 120

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ....... (....................) hari kalende.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 9. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender, sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. 10. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain. 11. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. 10. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : i. Nota Desain ii. Gambar Teknis iii. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. LAPORAN Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal………………

80 dari 120

rangkap 3 (tiga).RPT0-Pd T-xx-xxxx. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) (2) (3) (4) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir). rangkap 3 (tiga) dokumen tender. hidrologi. perhitungan desain. paket konstruksi dan lain-lain. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. perhitungan desain. estimasi biaya. daftar kuantitas dan harga satuan 81 dari 120 . lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. serta konsep lokasi krib. hidrolika. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi.A b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. geoteknik. tanggapan. metode dan jadwal konstruksi. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. tender drawing ii. dan koreksi. jadwal pelaksanaan. iv. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. program dan jadwal kerja selanjutnya. uraian permasalahan. ii. v. iii. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. iii.A Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. ii. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 12. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 82 dari 120 . Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.

Peta ini dipakai untuk mencari Daerah Pengaliran Sungai (DPS) serta stasiun-stasiun hujan yang bersangkutan. pengatur/pengarah arus dan perbaikan alinyemen sungai. Fungsi krib sebagai pelindung tebing tidak langsung.000. dengan menggunakan data aliran langsung ii. kondisi tanah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan kondisi lapangan c) Persyaratan keamanan bangunan Persyaratan keamanan bangunan krib.3 Kriteria Desain Bangunan Krib Penentuan kriteria desain mengacu pada SNI 03-2400-1991. sebagai pengarah arus atau berfungsi untuk memperbaiki alinyemen sungai ii. kesesuaian perencanaan teknik dengan perencanaan pengelolaan sungai terpadu. dengan menggunakan data hujan 83 dari 120 . b) Data hidrologi Data hidrologi untuk menentukan debit desain dalam perencanaan krib dapat dibagi menjadi dua macam. yaitu i. keamanan terhadap benturan dan abrasi oleh muatan dan benda padat lain. persyaratan pemilihan jenis krib didasarkan : tujuan pemasangan krib. degradasi dasar sungai.000 atau peta situasi sungai dengan skala 1:10. muatan arus sungai (2) kemanan struktural : stabil terhadap guling. persyaratan fungsional meliputi : ketentuan yang perlu diperhatikan dalam perlindungan sungai secara tidak langsung dari bahaya gerusan lokal atau bahaya meander. Jenis dan nilai kegunaan bangunan yang akan dilindungi dengan krib b) Persyaratan perencanaan Persyaratan perencanaan bangunan krib. aman terhadap regangan dan tegangan yang terjadi. geser dan penurunan.A Lampiran B. ii. terdiri dari : (1) keamanan hidraulik meliputi : kemanan terhadap gerusan lokal. iii. dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pertimbangan dan Persyaratan Perencanaan a) Pertimbangan perencanaan Pemilihan jenis krib harus sesuai serta mempertimbangkan data dan informasi tentang tujuan pembuatan krib yang meliputi : i. 1:2. meliputi : i. dan penggerowongan tebing.000. aman terhadap deformasi yang diijinkan (3) keamanan ligkungan yaitu keamanan terhadap gangguan angkutan sedimen dan benda padat lain 2) Data dan Informasi Data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan teknis bangunan pengaman sungai krib meliputi hal-hal berikut : a) Data topografi Untuk perencanaan bangunan pengaman sungai krib diperlukan peta topografi 1:25.

g) Data bangunan Data bangunan air di hulu dan di hilirnya yang akan terpengaruh oleh bangunan krib yang akan di desain. konsintensi dan kepadatan. kekuatan geser. lurus. sungai berdegradasi. sumber dan jumlah yang tersedia. persyaratan kualitas. kemiringan dasar sungai : sungai terjal dan landai. ix. dan kekerasan. kemudahan pengerjaan. degradasi atau penurunan dasar alur dan atau palung sungai dengan parameter panjang. alur. i) Data bahan bangunan Pemilihan bahan yang akan digunakan untuk bangunan krib dan perlengkapannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. lokasi daerah aliran : hulu.RPT0-Pd T-xx-xxxx. e) Data geoteknik Data geoteknik yang diperlukan untuk desain krib di antaranya : i. hilir. f) Data geometri sungai Data geometri sungai yang diperlukan untuk desain krib di antaranya bentuk dan ukuran dasar sungai terdalam. palung. ii. gradasi butiran. v. h) Data morfologi sungai Data dan informasi morfologi sungai yang diperlukan. Berdasarkan data hujan yang ada terlebih dahulu dihitung hujan rencana dengan menggunakan cara-cara statistik. sifat fisik tanah dan batuan di sekitar calon krib meliputi berat jenis. viii. vi. dan daya dukung.A c) Data aliran langsung Data ini adalah data aliran sungai hasil survai dan penyelidikan hidrometri dengan melakukan pengukuran kecepatan aliran dilapangan dan atau hasil penghitungan hidraulika sungai dengan menggunakan rumus-rumus atau persamaan hidraulik sungai. sifat lapisan dan material : dasar sungai. pegunungan dan pedataran. d) Data hujan Data hujan dipergunakan apabila data aliran langsung yang tersedia tidak cukup panjang. keausan dan kekasaran. kemiringan. modul elastisitas. gradasi butiran. berat isi. tebing dan lemball. ketinggian. keausan. jenis dan ketahanan umur. dan dalam. agradasi/sedimentasi atau peninggian dasar alur dan atau palung sungai. ii. : i. antara lain dengan memperhatikan faktor-faktor : i. iv. palung dan lembah sungai secara vertikal dan horizontal (penampang melintang dan memanjang sungai) mencakup parameter panjang. iii. kadar air. tetapi data hujan tersedia cukup panjang. jenis. dengan parameter: panjang. 84 dari 120 . lebar dan dalam. ii. berjalin. lebar. sifat teknik tanah dan batuan meliputi pemampatan. perubahan geometri sungai ke arah horizontal: sungai berliku. kelulusan air. dan nilai ekonomis. sifat fisik dan teknik bahan bangunan yang terdiri dari berat jenis. tengah. kekuatan geser. bentuk dan ukuran alur. vii. perubahan geometri sungai ke arah vertikal: sungai beragradasi. sifat pemadatan. sungai tetap. lembah. Kemudian debit desain dihitung dengan menggunakan metode-metode pedoman yang berlaku. iii. lebar. dan kekasaran.

konsekuensi dan ekonomi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jenis ini dapat digunakan pada sisi yang cekung pada belokan-belokan. maka arah pemasangan dapat dilakukan dalam 3 cara berikut ini : i. pemasangan condong ke arah hilir yang disebut krib pikat. harus mempertimbangkan perencanaan sungai secara keseluruhan. ii. yang sesuai dengan kondisi sungai itu. dalam rangka mewujudkan konsep pengelolaan sungai secara terpadu (2) letak krib. dengan krib ini arah aliran akan tertarik ke sisi/tebing sungai meskipun pada ujung krib tersebut mulamula aliran terdorong ke tengah. pangkal krib diletakkan pada tebing yang mantap untuk menghindari terobosan arus dibelakang krib dan agar tahan terhadap longsoran tebing. ii. krib dipasang dengan jarak optimal. Sudut inklinasi dapat diambil antara 10o – 20o dari garis normal terhadap sisi sungai. 85 dari 120 . miring ke arah ujung. pemasangan condong ke arah udik yang disebut krib elak. krib untuk pendalaman alur bagi navigasi diletakkan pada kedua tebing sungai sepanjang alur yang dikehendaki dengan arah tegak atau arah tajam. letak krib dengan arah tegak paling efektif untuk menciptakan medan krib. Debit alur penuh diambil berdasarkan kala ulang 2 tahun c) Arah pemasangan krib Untuk memperoleh hasil yang paling optimum. peletakan krib sepanjang daerah krib. diambil berdasarkan panjang tebing yang perlu dilindungi dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan arus pada keadaan krib terpasang b) Penentuan debit rencana Debit banjir rencana harus diperiksa dan dikontrol terhadap data morfologi sungai. sehingga krib tegak paling sesuai untuk pelindung tebing dan pengatur alinyemen horisontal alur sungai. pemasangan tegak lurus terhadap sisi sungai atau aliran yang disebut krib normal. iii. iii. meliputi : i. jika panjang tiang terbatas maka mercu krib dapat dibuat bertingkat. iii. krib normal dibangun dengan tujuan untuk menyempitkan suatu ruas sungai yang telah melebar akibat adanya perubahan morfologi sungai ii.A 3) Penentuan Tata Letak dan Perencanaan Teknik a) Penentuan Tata Letak Penentuan tata letak krib harus dipertimbangkan berdasarkan tinjauan berikut : (1) pertimbangan terhadap perencanaan sungai terpadu. resiko. Jadi penggunaan krib ini harus lebih hati-hati d) Perencanaan teknik struktur dan pondasi Perencanaan teknik struktur dan pondasi meliputi : (1) Dimensi krib Dimensi krib yang harus ditentukan sesuai SNI 03-2829-1992 meliputi : (a) elevasi mercu krib ditentukan : sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). pemasangan konstruksi krib baik untuk perlindungan tebing maupun perbaikan arah aliran pada suatu daerah krib. informasi historis di lokasi rencana krib. disamping berfungsi untuk menyempitkan aliran bagian sungai yang telah melebar yang disebabkan adanya perubahan morfologi sungai. i. v. iv. keamanan/kestabilan.

iii. v. gerusan lokal yang terjadi akibat penempatan krib merupakan akumulasi dari gerusan yang diakibatkan oleh penyempitan alur dan gerusan akibat 86 dari 120 . material sedimen dan sifat aliran sungai. meliputi : i.0 m. untuk mendapatkan terjadinya endapan antara lain . iii. perbandingan panjang krib dan jarak krib dibuat sedemikian rupa sehingga kecepatan arus di tepi tebing cukup aman untuk kestabilan lereng.2. untuk memastikan hal ini dapat digunakan penyelidikan hidraulik dengan model (2) stabilitas dan kekuatan krib konstruksi krib disebut stabil. jika krib berfungsi untuk memperdalam alur bagi navigasi. iv. jika mampu menahan semua beban atau gaya yang bekerja pada krib.8 – 3. stabilitas dan kekuatan krib pasangan batu .6)l (f) jarak krib . iii. ii. panjang krib untuk pengarah arus ditentukan sedemikian rupa sehingga didapatkan pola aliran baru. ditentukan berdasarkan elevasi mercu krib dan kedalaman pemancangan tiang menurut persyaratan keamanan dan stabilitas. pada pangkal krib susunan tiang dibuat lebih rapat makin jarang ke arah ujung (e) panjang tiang . ditentukan berdasarkan persyaratan hidraulik dan persyaratan kestabilan konstruksi.7 . ii. dan lilitan pada kawat sisi gaya-gaya yang mempengaruhi stabilitas krib tiang pancang adalah : i. dibuat sedemikian rupa sehingga susunan krib menghasilkan suatu model krib yang paling efektif. stabilitas terhadap longsoran tebing ke arah alur sungai .4 . susunan tiang pancang dibuat satu baris ditambah tiang stabilitas di ujung krib. krib harus ditinjau terhadap tegangan yang terjadi akibat krib tidak boleh melampaui daya dukung pondasi. ii. panjang krib ditentukan oleh faktor lebar dan kedalaman alur yang diperlukan untuk navigasi. tekanan tambahan akibat penumpukan sampah setebal 1. ditentukan berdasarkan : i. anyaman dibuat dengan lilitan ganda dan lilitan pada kawat sisi dibuat sedemikian rupa .A (b) panjang krib. tiang ditinjau tunggal maupun secara kesatuan (3) stabilitas tanah dasar pondasi stabilitas tanah pondasi diperhitungkan terhadap : i. beban lateral sejajar krib yang bekerja pada tiang-tiang akibat endapan diperkirakan membentuk lereng dengan kemiringan 1 : 1. tekanan tanah pasif pada tiang yang terpancang. (d) jarak antar tiang .3)l Belokan luar D = (1. stabilitas dan kekuatan krib tiang pancang .1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. stabilitas dan kekuatan krib bronjong : kawat bronjong yang harus digunakan harus mengikuti standar yang berlaku .8)l Belokan dalam D = (2. tekanan arus sejajar arah aliran dianggap merata pada tiang dengan kecepatan arus maksimal pada debit desain. (c) dimensi tiang . Tabel Hubungan antara panjang dan interval krib Lokasi pembuatan krib di Hubungan antara interval sungai (D) dan panjang (l) Bagian lurus D = (1. krib harus dtinjau kestabilan masing-masing tiangnya (single of pile) .

perkiraan penggerusan dan besarnya rip-rap sebagai pelindung dasar dengan menggunakan persamaan yang berlaku iii.00 meter.: b = panjang krib.50 – 2. (2) lebar mercu antara 1. atau bisa dibuat bertingkat. baik gerusan setempat pada tiang krib.50) b.A penempatan tiang pada dasar sungai. (5) jika konstruksi krib bronjong cukup tinggi dan besar maka bagian tengah bisa diisi dengan batu lepas 87 dari 120 . disamping penurunan dasar sungai secara menyeluruh . lokasi maupun besaran gerusan yang terjadi akibat penempatan krib/tiang pancang. (4) ujung krib bronjong diambil kemiringan 1v : 1h. (3) kemiringan potongan melintang antara 2v : 1h dan 1v : 1h. ii.00) b. disarankan dilakukan model uji hidraulik fisik di laboratorium e) spesifikasi dan jenis krib berdasarkan bahan pembuatnya jenis krib berdasarkan bahan pembuatannya meliputi : (a) krib bronjong. (3) pada bagian peralihan l = (1. spessifikasi perencanaannya adalah sebagai berikut : (1) jarak krib (1) pada tikungan luar l = b (2) pada tikungan dalam l = (1.00 – 2.00 – 1. Gambar 1 Ukuran jarak krib (2) tinggi dan lebar mercu krib (1) elevasi mercu krib dapat dibuat sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). gerusan setempat rangkaian krib maupun gerusan akibat degradasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

panjang krib adalah dihitung mulai dari pangkal krib sampai dengan garis ujung krib yang direncanakan. posisi lokasi dan jumlah bangunan krib.00 m 1 :1 1 :1 2 :1 pot : A – A untuk 1V : 1 H pot : A – A untuk 2 V : 1 H Gambar 2 Ukuran lebar puncak dan kemiringan krib (3) panjang krib i. (c) mencari hubungan antara parameter aliran sedimen / morfologi sungai.00 – 2. 4) Penyelidikan Hidraulik dengan Model Uji Model Hidraulik (UMH) adalah suatu penyelidikan pengujian hidraulik sebagai alat bantu yang dapat mementapkan suatu perencanaan teknik atau gagasan UMH dapat dilakukan dengan model matematik maupun dengan model fisik di laboratorium.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Penentuan parameter aliran dan koefisien – koefisien lainya dilakukan melalui proses kalibrasi dan analisis kepekaan antara model dan prototipe. ii. b) UMH Matematik UMH matematik adalah suatu penyelidikan pengujian dengan model matematik yaitu simulasi keadaan aliran yang didasarkan pada hasil hubungan matematik dengan prinsip – prinsip hidraulik. (d) mencari menentukan metoda perbaikan krib. a) Kegunaan UMH Kegunaan UMH.00 engsel 1. 88 dari 120 . Antara Lain : (a) Menguji Kesempurnaan Pra-perencanaan direncanakan dengan analisa teoritis.25 jarak antara dua krib.A A Muka Air alur 1 :1 A 1. teknik bangunan krib yang (b) mencari rencana tipikal bangunan krib yang secara hidraulik dianggap lebih baik sesuai dengan maksud dan tujuan pembengunan krib. panjang krib paling kecil : 0.

arah aliran. kecepatan. untuk mempelajari berbagai masalah hidraulik yang mungkin timbul karena didirikannya suatu bangunan di sungai dan pengaruh perubahan morfologi sungai terhadap masalah hidraulik yang erat kaitannya dengan fungsi dan keamanan bangunan (b) Untuk melaksanakan UMH Fisik Bangunan krib diperlukan data survei lapangan guna menunjang kesamaan model dengan prototipe (c) Dalam UMH fisik dipelajari masalah – masalah hidraulik yang timbul akibat dibangunnya bangunan krib antara lain sebagai berikut : (1) Gejala dan parameter aliran. berupa tinggi muka air. debit.RPT0-Pd T-xx-xxxx. tekanan dan lain – lain (2) penggerusan lokal / setempat (3) pengaruh degradasi. macam arus.A c) UMH Fisik Ikhwal yang perlu diketahui : (a) UMH Fisik adalah suatu penyelidikan pengujian di Laboratorium dengan peniruan secara fisik keadaan di lapangan dengan skala tertentu. agradasi dan gejala nagkutan muatan yang lain (4) angkutan dan pengendalian muatan benda padat lainnya (5) pengoperasian (6) beberapa parameter dan koefisien rumus aliran dan muatan untuk perhitungan teoritis 89 dari 120 .

Pelaksanaan pekerjaan krib yang meliputi bangunan utama dan semua bangunan penunjang sesuai yang tercakup dalam Kontrak. Program Pelaksanaan 1) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak... 4. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan lengkap serta merawat seperti yang diminta dalam Gambar dan Spesifikasi Teknik atau Petunjuk Direksi..... ... Pekerjaan yang harus dilaksanakan menurut Kontrak mencakup dibawah ini : a..A LAMPIRAN – C Conto Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Konstruksi Konstruksi Pembangunan Krib di Sungai . pemencangan. KETENTUAN DAN PERSYARATAN 4... pekerjaan sementara dan pekerjaan lainnya untuk pelaksanaan. Pemberi tugas dan Direksi tidak bertanggung jawab atas ketelitian data. dan semua resiko akibat salah penafsiran data tersebut adalah menjadi beban Kontraktor.Perlengkapan komunikasi Radio/Telepon dari lokasi pekerjaan ke kantor Proyek di Padang termasuk peralatan lainnya yang perlu.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. 90 dari 120 . kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi.Saluran pengelak. operasi. Iklim di lokasi proyek terdiri dari dua musim : musim hujan terjadi dari bulan ………. sampai dengan …… dan musim kemarau biasa terjadi mulai bulan …. Latar Belakang Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. perawatan dan pembongkaran bangunan–bangunan sementara antara lain : .Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan .. .1..Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan . laboratorium dan lain– lain.. geologi regional. sampai dengan ………….Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2. menguraikan : . Kabupaten.. .Tempat penyimpanan semen berikut material beton dan peralatan pengolah beton. Pelaksanaan pekerjaan..Jalan masuk sementara berikut jembatan dan fasilitas lainnya. m jatuh dalam bulan ….Generator termasuk jaringan listriknya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.. pembongkaran dan penyerahan Steel Sheet Pile sebanyak yang diperlukan untuk pelaksanaan Coferdam sementara kepada Direksi. kondisi klimatologi.. Hujan rata – rata tahunan sekitar ……... 1.. bangunan/dam sementara termasuk pembelian. 3.. b. . gudang. material. m dan 80 % nya adalah ……. sampai dengan ……….. Lingkup Pekerjaan dalam Kontrak Kontraktor harus memenuhi kebutuhan semua tenaga kerja. peralatan pelaksanaan.... .Fasilitas kerja Kontraktor seperti kantor lapangan... Kondisi Cuaca Informasi umum berikut ini memberikan petunjuk kondisi cuaca dilapangan yang bisa diharapkan untuk sepanjang tahun. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci..

mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. 5) Jika selama pelaksanaan pekerjaan.A 2) Tiga puluh (30) hari setelah menerima Surat Penunjukan. jangka waktu yang diperlukan. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kelender. 3) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. surat pengumuman. atau kategori lain yang dianggap penting. urutan waktu. 4. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan.2. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). tanggal mulai paling awal. dengan metode PERT/CPM network. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. tanggal selesai paling awal dan paling lambat. serah terima. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. pelaksanaan. Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. lama pelaksanaan dan sebagainya. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Aspek – aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan 1) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. 3) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 2) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. 4) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. 4) Aspek Ekonomis 91 dari 120 .

Bagian-9. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 4. dan pengadaan bahan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan.5. Pekerjaan Lain-lain 4. hal-hal yang ditabukan. Sumber Bahan Pelaksanaan 1) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. Pekerjaan Dewatering 4. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. 2) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. 4. maka Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan– pekerjaan pelaksanaan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. 5) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. 92 dari 120 .A Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Volume I : Umum.4. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Peralatan. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. waktu istirahat. Hal-hal yang cukup sensitif. Bagian-7. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-peralatan tersebut diadakan dengan sewa. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Volume I : Umum. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan.3. Material dan peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa 1) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika tidak ditentukan lain. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan.6. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan.

Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. Lokasi Proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. 4) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : iv. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. boleh memakai material pengganti dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. 3) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. material dan pemasangan peralatan di lapangan. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja.A 2) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. 5) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. 5. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. Bagian-9. Pengangkutan vi. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 93 dari 120 . 6) Spesifikasi. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Tempat produksi atau pabrik v. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan.

. . f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. Selambat-lambatnya tanggal. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan ii. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. . pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. bengkel. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. d) Kantor. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. . Barak. Laboratorium. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan 94 dari 120 . perumahan staf Penyedia Jasa.A b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. air minum. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan.. penerangan. Laboratorium. Penyedia Jasa harus menyediakan... . Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal .RPT0-Pd T-xx-xxxx. saluran. . Pekerja. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan... tempat parkir. Gudang dan Kantor. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan.. Bagian-9. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain.. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. iii.. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. Bengkel.. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. kawat. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor.. jalan. Volume I : Umum. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot.

Volume I : Umum. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan 95 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. pembersihan medan. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Bagian-1. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal.. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Bagian-2.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing). Bagian-6. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Tiang Pancang Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.. Bagian-6.A Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-5. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx... Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi.. Volume I : Umum. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Bagian-2. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Bagian-3. Volume I : Umum... Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Bagian-9. Pekerjaan Lain-lain 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Volume I : Umum. galian dan timbunan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-4. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx.

peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. ii. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. pengadaan bahan. viii.A b) Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. Daftar tenaga setempat v. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. iii. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya.Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan . Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. ix.Jumlah banyaknya bangunan. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan c) Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. iv. vi. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan . Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. Rencana Kerja Harian. 2) Foto Dokumentasi 96 dari 120 . Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. vii. Daftar perlengkapan konstruksi.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan . Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. dll.

iii. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. ii. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. lokasi dan penjelasan foto. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. rujukan : dokumen kontrak. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. Sebelum pengambilan gambar-gambar.A Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. iv. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. 97 dari 120 . tepat biaya. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. kewajibannya sebagai berikut : i. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. dan tepat waktu. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design.

laporan triwulan. Evaluasi biaya. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). ii. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek 98 dari 120 1) Pengendalian Biaya . rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. 6. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. dan laporan akhir proyek. iii.A v. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba.5 Pengendalian Biaya. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. vii. menyiapkan as built drawing. iv. vi. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. viii. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar).RPT0-Pd T-xx-xxxx. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. melakukan pengecekan. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. pengukuran. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. menyiapkan laporan bulanan. x. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. xi. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). ix. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga.

Mengetahui dan mendapat informasi . Memastikan sasaran pengendalian: . yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan). ditambah lagi pembayarannya tidak lancar.A pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi.Pengawasan . murah dan efisien. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : . Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar. evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. pembongkaran.RPT0-Pd T-xx-xxxx. oleh karena itu. finishing. murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan.apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? 99 dari 120 .apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? .Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul. dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan. yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar.Pemeriksaan .apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . pemeriksaan.Peninjauan . Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian.Audit Sasaran yang dicapai: .Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? . pengawasan.

alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan . Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang.termasuk dalam hal unit price pekerjaan. kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan.dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus. pekerjaan finishing. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : . (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification.melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer . sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut.melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : 100 dari 120 .A . yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan.rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan . guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien .apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? . dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan. material dan alat sesuai rencana yang wajar.alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu. murah dan efisien.RPT0-Pd T-xx-xxxx.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) . .realisasi progress fisik terhadap rencananya . perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan).melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager .

meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut 101 dari 120 . dsb) . adukan semen. daya dukung tanah. batu pecah hasil stone crasher. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. membuat laporan jalannya pelaksanaan. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya .kualitas (kepadatan. meliputi pengendalian biaya. yaitu: . kemiringan.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. batu. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. . haruslah dinilai dari beberapa aspek.dimensi (panjang. kuat tekan. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. adukan beton dan lain-lain) .A - - realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. mutu dan waktu. tinggi. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. tebal.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. lebar. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : c) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. beton struktur dll).

3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : .RPT0-Pd T-xx-xxxx. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. . tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : 102 dari 120 . keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. yaitu: . produktivitas sumber daya. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. mengangkut dan merekayasa). debit banjir. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i. dan tenaga kerja pekerjaan.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru d) Penerapan standar/pedoman 1. iv. peralatan pekerjaan. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik.A Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. dan hari-hari keagamaan. percobaan-percobaan. skala gempa tahunan. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. daerah.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). dan lain-lain x. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. musim. alasan sosial politik lainnya. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. . cuaca. xi. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi. iii. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix.

pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. gambar-gambar. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 5. Bagian – 1. Bagian – 9. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.6 Pengukuran dan Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. misal : photo dokumentasi. Bagian – 6. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 4. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A. Volume I : Umum.A.A. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd 1) Pengukuran 103 dari 120 . pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A. Bagian – 3. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 2. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

A. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Bagian – 6. Volume I : Umum. Volume I : Umum. gambar-gambar. Bagian – 1.A. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 4. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Bagian – 2. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 5. Pekerjaan Beton e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Bagian – 9. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Bagian – 3. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Pekerjaan Lain-lain 104 dari 120 .A. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. misal : photo dokumentasi. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx.

Bagian–6 Pd T-xx-200x. Bagian–3 Pd T-xx-200x. Bagian–4 Pd T-xx-200x. Bagian–5 Pd T-xx-200x. 3. Bagian–7 105 dari 120 . Bagian–2 Pd T-xx-200x. 9. 8. 10. 6. 7.A Nomor Pembayaran 1. 5. 2. 4. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. Bagian–1 Pd T-xx-200x.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. PROGRAM SURVEI & INVENTARISASI BANGUNAN KEGIATAN TINGKAT I PENENTUAN PENGGAL SUNGAI PENGUMPULAN DATA DEBIT SURVEI PENGUKURAN INVENTARISASI & SURVEI BANGUNAN PERSUNGAIAN KEGIATAN TINGKAT 2 DATA ANGKUTAN SEDIMEN ANALISIS SEDIMEN KOMPUTER MODEL PEMELIHARAAN PENCEGAHAN PEMELIHARAAN DARURAT PEMELIHARAAN KOLEKTIF PEMELIHARAAN RUTIN PEMELIHARAAN BERKALA PEMELIHARAAN PERBAIKAN KECIL RETIFIKASI REHABILITASI PEMELIHARAAN KHUSUS PENGHITUNGAN BIAYA & PELAKSANAAN PEMELIHARAAN Bagan Alir pemeliharaan bangunan persungaian 106 dari 120 .A LAMPIRAN – D PEMELIHARAAN BANGUNAN PERSUNGAIAN INVENTARISASI KERUSAKAN & SURVEI PENGUKURAN KEGIATAN AWAL : 1. PRIORITAS -> INVENTARISASI & SURVEI AWAL 3. DAFTAR SISTEM SUNGAI 2.

. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 1 2 3 4 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tanggal pemasukan data Kali Hulu. dan gambar Contoh No. 107 dari 120 . tanggal 20 Uraian ringkas formulir 1 Nomor…..hilir Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS Masukan data DOKUMEN KONTRAK / LAPORAN 10 Judul kontrak. laporan.d.Identitas Tgl.RPT0-Pd T-xx-xxxx. tanggal 11 Nama kontraktor 12 Nama konsultan pengawas 13 Judul dokumen laporan / tanggal 14 Nama penulis dokumen laporan .tengah.s.Nomor…. Formulir .A LAMPIRAN – E Form Pemeliharan Bangunan Persungaian Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. tanggal 16 Gambar pelaksanaan 17 Nomor gambar 18 Konsultan desain 19 Nama-nota penghitungan. nota penjelasan desain. kantor GAMBAR 15 Judul gambar.Referensi kontrak.

'………" o GB = ….'………" GL = ….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. Formulir Klasifikasi Ruas Sungai contoh 1 2 3 4 No.PTP B 18 Nama dan nomor gambar pengukuran 19 Bangunan 1 20 Lokasi bangunan 1 21 Kondisi bangunan 1 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 22 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 1 Uraian singkat/sketsa usulan perbaikan 108 dari 120 . ….... …. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tipe sempadan sungai Kali Hulu.'………" o GB = ….RPT0-Pd T-xx-xxxx.PTP A 17 Jarak langsung PTU . ….hilir Tanggul kiri/tanggul kanan/ tanggul kiri+kanan/ tanpa tanggul Tulis nama desa setempat Masukan < 20 m atau > 20m Masukan < 20 m atau > 20m Tulis PTU……… PTP A….tengah. Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran PTU = PTP A = PTP B = o GL = …. & B ….. ….'………" o Masukan data Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS 10 Nama desa 11 Lebar bantaran kiri 12 Lebar bantaran kanan 13 Nomor titik patok PTU & PTP A (awal) dan B (akhir) 14 Lokasi GPS A 15 Lokasi GPS B 16 Jarak langsung PTU .Identitas Tgl..

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 23 Bangunan 2 24 Lokasi bangunan 2 25 Kondisi bangunan 2 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 26 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 2 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 27 Bangunan 3 28 Lokasi bangunan 3 29 Kondisi bangunan 3 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 30 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 3 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 31 Bangunan 4 32 Lokasi bangunan 4 33 Kondisi bangunan 4 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 109 dari 120 .

A 34 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 4 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 35 Bangunan 5 36 Lokasi bangunan 5 37 Kondisi bangunan 5 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 38 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 5 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 39 Uraian ringkas penting Formulir 2A & gambar sketsa Buat catatan seperlunya 110 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

dsb Jalan desa. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang Tidak/ ya 22 Membahayakan tanggul KONDISI MUARA/ALUR/JALAN AIR Selalu terbuka 23 Kondisi muara Laut lepas Kadang tertutup selalu tertutup selalu baik 24 Kondisi pelayaran baik saat pasang tidak bisa bagus. sal.sedang. 6 Kepemilikan bagian luar kanan pribadi. sal.dll Tanaman. sal 7 Penggunaan tanah bagian luar kanan irigasi. perumahan.kecil tidak ada. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang 15 Membahayakan tanggul Tidak/ ya KONDISI TANAH BANTARAN KANAN Balai PSDA.sedang. 25 Kondisi keseluruhan alur sungai (dilihat dari morfologi sungai) longsor 26 Erosi dasar sungai tidak ada.kecil 27 Erosi/longsoran tebing kiri 28 Erosi/longsoran tebing kanan 29 Erosi dasar sungai tidak ada.dsb 8 KONDISI TANAH BANTARAN KIRI Balai PSDA.irigasi.pisang dll 12 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 13 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 14 Penambangan galian C.dll Tanaman.pembuang.Identitas Tgl/bulan/tahun 2 Tgl.pisang dll 19 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 20 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 21 Penambangan galian C. Pemeriksaan/survei 3 Nama Petugas Tulis namanya KONDISI SEMPADAN SUNGAI DI SEBELAH LUAR SISI TANGGUL Binamarga. bambu. sal 5 Penggunaan tanah bagian luar kiri irigasi.sedang. bangunan 17 Penggunaan tanah 18 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu aliran:rumput.sedang.pembuang.irigasi. 4 Kepemilikan bagian luar kiri pribadi.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : …………… Lembar : ………………… Formulir . bambu.pengendapan. perumahan.erosi.kecil 111 dari 120 . proyek sungai 9 Kepemilikan tanah pribadi. proyek sungai 16 Kepemilikan tanah pribadi.dsb Binamarga.Kondisi Ruas Sungai contoh Masukan data 1 No. dsb Jalan desa. bangunan 10 Penggunaan tanah Tanaman yang mengganggu 11 Macam tanaman aliran:rumput.RPT0-Pd T-xx-xxxx.kecil tidak ada.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. penambangan.A 30 Penambangan galian sungai pada alur sungai 31 Pengendapan/sedimentasi di dasar sungai 32 Hambatan aliran oleh bangunan yang melintang sungai (jembatan. talang.kecil tidak berarti tanaman dibantaran Jembatan Bangunan lama Bangunan sementara 33 % hambatan aliran air terhadap luas penampang 34 Bangunan terancam?(oleh erosi.endapan.siphon) tidak ada. dan gangguan lainnya) 35 Uraian ringkas formulir 2B Ya atau tidak 112 dari 120 .kecil tidak ada.sedang.sedang.

bongkar 11 Usulan perbaikan khusus (50%<fungsi<70%) bangunan..sudetan.RPT0-Pd T-xx-xxxx.m 6 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) Perbaikan talud dengan 9 Usulan perbaikan kecil 1 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa Perbaikan talud dengan 10 Usulan perbaikan kecil 2 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT Galian endapan.m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 Luas m :……………. dll Pelebaran sungai. 12 Usulan rehabilitasi (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 113 dari 120 .Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN PREVENTIF potong rumput/tanaman 4 Usulan pemeliharaan rutin yang mengganggu :…………….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. Formulir .Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kiri Contoh Masukan data 1 No..

(fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 114 dari 120 .m 6 Luas m 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) 9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.15 PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT 11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 :…………….. Formulir .Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei 3 Nama petugas Tulis namanya PEMELIHARAAN PREVENTIF 4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman yang mengganggu :…………….sudetan.15 10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kanan Contoh Masukan data 1 No.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. bongkar (50%<fungsi<70%) bangunan. dll 12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai.

.film/No. – 50% < x < 70% 5 Kegunaan runtuhan – x < 50 % – Tak berfungsi (No.RPT0-Pd T-xx-xxxx. – Tak dapat dipakai – Bagus – Lapisan pelindung hilang – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi Masukan data 8 Kondisi kawat beronjong 9 Kegunaan beronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang – Tak dapat dipakai pancang – Bagus – Tiang rusak – Kepala tiang – Batu hilang hancur – Tiang hilang – Tiang poer hilang – Bangunan….foto) 6 No.foto KONDISI STRUKTUR BERONJONG 7 Kondisi krib bronjong – Tak dapat dipakai – Bagus – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan…. 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) – Bagus – Rusak ringan – Pecah – Tergeser – Lapisan beton hilang – Besi beton rusak – Bagus – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 115 dari 120 .Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas – Tak dapat dipakai 4 Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah – Bagus runtuh) – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan…..A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………… Formulir .Kondisi krib (bangunan yang ada/ existing) Contoh KONDISI RUNTUHAN BANGUNAN 1 No..

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 14 Uraian ringkas Formulir 4B & sketsa (Perlu sketsa posisi susunan krib. jumlah dan lain-lain 116 dari 120 .

Rusak ringan ..Longsor .Kondisi krib (bangunan yang ada/existing ) Contoh KONDISI TUNTUHAN BANGUNAN 1 2 3 4 No.50% < x < 70% .Besi beton rusak .Tak berfungsi 8 Kondisi kawat bronjong 9 Kegunaan bronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang pancang .Bangunan hilang .Tak berfungsi 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 117 dari 120 .Lap.Bangunan ………. .Tiang rusak .Pecah .Lapisan beton hilang .Identitas Tgl pemeriksaan/survei Nama petugas Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah runtuh) Tgl/bln/thn Tulis namanya .Tak dapat dipakai .Pecah .Kerusakan kecil .Bangunan……… .Bagus .x < 50% .Batu hilang .Bagus .50% < x < 70% .Tergeser .Tak berbentuk . Foto KONDISI STRUKTUR BRONJONG 7 Kondisi krib bronjong . film/No. Pelindung hilang .Bangunan……… .Bangunan hilang .Tak dapat dipakai .Bagus .Bagus .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Rusak ringan .Bagus .Longsor .Batu hilang .Tak berbentuk .Tak berfungsi (No.x < 50% .Tiang poer hilang .50% < x < 70% . foto) Masukan data 5 Krib kiri/kanan 6 No.Kepala tiang hancur .Tiang hilang .Tak dapat dipakai .x < 50% .Bagus .Batu hilang .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ………… Lembar : ………………… Formulir .Tak dapat dipakai .

jumlah dan lain-lain) 118 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 14 Uraian ringkas Formulir & sketsa (perlu sketsa posisi susunan krib.

m ………………………….m 2 22 Luas pengikat bronjong (m 2) 23 Kayu pengganti (untuk krib kayu) 24 Ukuran kayu (mm x mm) 25 Panjang kayu (m) – Tak perlu – Kayu dolken ….m diameter batu – Tak perlu – Ganti kawat – Ganti panel ………………….x…….m x……m x…….m x……m x……=. Formulir.m – Tak perlu – Isi batu + kawat – Isi batu + panel – Ganti unit bronjong – Tak perlu – Galvanisasi – Lapis pelindung Fondasi + filter + unit bronjong 3 8 Jenis material Volume pekerjaan tanah (m 3) 10 Pekerjaan batu minor (bila krib dari pasangan batu) 9 11 Ukuran batu (m) 12 Luas dasar (batu) (m) 13 Ketinggian (batu) (m) 14 Pekerjaan bronjong minor (bila krib dari bronjong ) 15 Penggantian unit bronjong 16 Banyaknya unit bronjong/ jumlah yang diganti 17 Ukuran unit bronjong yang diganti 18 Luas dasar (bronjong) (m 2) yang diganti 19 Ketebalan (bronjong)(m) total yang akan diganti 20 Ukuran batu (bronjong) (m) 21 Perbaikan pengikat bronjong ……… buah Lebar x panjang x tebal …..Identitas 2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN RUTIN 4 Pemeliharaan rutin – Pembersihan sampah – Pembersihan runtuhan 5 Jumlah krib pemeliharaan rutin 1 PERBAIKAN KECIL Pekerjaan tanah minor Masukan data 7 – Tak perlu – Mengganti timbunan – Tanah – Kerikil – Lain-lain ……m x….m ….m F = m …………………m 119 dari 120 .m x….m x……m x……=..RPT0-Pd T-xx-xxxx..m …………………...m=……m – Tak perlu – Mengganti batu – Batu & filter – Fondasi+batu+filter ………………………….m …m x ……m = ……….m 2 ……x…….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….Penaksiran pemeliharaan krib Contoh 1 No.

m …………………m 2 120 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 26 Perbaikan beton (untuk krib beton) 27 Luas permukaan beton (m ) 28 Kedalaman beton (m) 29 Perbaikan korektif besar/ Perlu sketsa + deskripsi spesial (bila 50% < x < 70%) 30 Rehabilitasi Perlu sketsa + deskripsi (Bila x < 50%) 31 Rektifikasi (bila sama Perlu sketsa + deskripsi sekali tak berfungsi) 32 Pemeliharaan darurat (bila Perlu sketsa + deskripsi konstruksi dalam keadaan bahaya) 33 Uraian ringkas penting Formulir 4C & sketsa 2 – Tak perlu – Perbaikan kepala tiang – Perbaikan lapis beton ….m x……m x……=.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful