RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

RPT0

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 5. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 6. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... PEKERJAAN PERENCANAAN ........................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN DETAIL DESAIN............................................................................ Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Mutu .............................................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. PEKERJAAN KONSTRUKSI ............................................................................... Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................................... Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu................................................................. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. i ii iii 1 1 2 4 4 5 21 21 22 22 23 32 32 33 33 36 41 45 48 48 51 53 54 57

7. PEKERJAAN PEMELIHARAAN .......................................................................... 7.1. Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran ............................................... 7.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan.................................................... BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... LAMPIRAN A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencaan Krib .......................... LAMPIRAN A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib ......................

LAMPIRAN A.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan ......................................................................................... 58 LAMPIRAN B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib....... LAMPIRAN B.2 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Detail Desain Krib .................. LAMPIRAN B.3 Kriteria Desain Bangunan Krib ........................................................... LAMPIRAN C LAMPIRAN D LAMPIRAN E Contoh KAK Pekerjaan Konstruksi Krib ............................................. Bagan Alir Pemeliharaan Bangunan Persungaian ............................ Form Pemeliharan Bangunan Persungaian ....................................... 69 70 83 90 106 107

i

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

ii

survey hidrometri. Sehubungan dengan hal tersebut.7 tahun 2004. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. pedoman dan manual (NSPM). pekerjaan penyelidikan geoteknik. data primer (survey pengukuran topografi dan pemetaan. survey pengukuran. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik).PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. geologi permukaan. perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan. pekerjaan pasangan batu. standar. pekerjaan dewatering. Pedoman pemeliharaan mencakup kegiatan inventarisasi kerusakan. analisis hidrolika. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. konstruksi dan pemeliharaan dalam pekerjaan pembangunan bangunan krib. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan bangunan krib. detail desain. konstruksi dan pemeliharaan dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. pekerjaan beton. standar. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. investigasi. studi identifikasi. pedoman dan manual (NSPM). Pedoman ini mencakup kegiatan perencanaan (studi awal. iii . pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan). analisis hidrologi. hidrologi). desain. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. perencanaan dan perhitungan dimensi. Pedoman detail desain mencakup kegiatan collecting data sekunder (topografi. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya.

analisis ekonomi.A Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume IV : Pengaman Sungai Bagian – 1 : Krib 1. analisis hidrologi. konstruksi dan pemeliharaan. data kilmatologi (temperatur. survey hidrometri. analisis hidrologi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pekerjaan pemancangan dan pekerjaan lain-lain. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) KEPMEN KLH No. 2. perencanaan. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. desain hidraulik. dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan. Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang pekerjaan persiapan umum dan khusus. pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi : pekerjaan tanah. gambar desain. Pedoman perencanaan mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. ACUAN NORMATIF UU No. Pedoman perencanaan menetapkan spesifikasi teknis bagian pekerjaan perencanaan yang meliputi studi awal. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan. data kilmatologi (temperatur. kelembaban relatif. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : Standar Nasional Indonesia (SNI) : . desain hidraulik. program pelaksanaan. Pedoman pemeliharaan mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan. pekerjaan pasangan batu. peta geologi regional. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). pekerjaan beton. peta geologi regional. perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya.SNI 03-0090-1999 : Spesifikasi Bronjong Kawat 1 dari 120 . analisis konstruksi. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk setiap masing-masing kegiatan perencanaan. pelaksanaan pekerjaan. penyelidikan geoteknik. baik fisik maupun non fisik. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). kelembaban relatif. survey hidrometri). 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air KEPMEN KIMPRASWIL No. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. penyelidikan geoteknik. pekerjaan penyelidikan geoteknik. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. analisis dampak lingkungan dan gambar desain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan perencanaan krib Pedoman detail desain mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. studi identifikasi. studi pengenalan perencaaan pendahuluan dan studi kelayakan dalam kegiatan pembangunan krib. detail desain. sampling sedimen). pekerjaan dewatering.

Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan datadata sekunder yang ada. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. serta penentuan skala prioritas.A Pd. Pekerjaan Pasangan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pemancangan. Volume I : Umum. T. xx – xxxx. 3.A Pd.A Pd.1. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.1. Bagian – 1. pengumpulan data. xx – xxxx. xx – xxxx.A Pd. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. T.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan diadakan. Bagian – 5. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pekerjaan Beton dan Bekisting. T. xx – xxxx. xx – xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Tanah : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian – 2. 3. Bagian – 4. T.11 – 2004 – A : Pemeliharaan Bangunan Persungaian Rancangan Pedoman Teknis : Pd. 2 dari 120 . : Pedoman Analisa Harga Satuan. Bagian – 6. T. : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Krib 3. T.1.A Pd. Pekerjaan Bangunan Pengaman Sungai. Bagian – 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.A - SNI 03-1724-1989 SNI 03-2400-1991 SNI 03-2414-1991 SNI 03-2415-1991 SNI 03-2819-1992 SNI 03-2820-1992 SNI 03-2822-1992 SNI 03-2829-1992 SNI 03-2830-1992 SNI 03-3414-1994 - SNI 03-3444-1994 SNI 03-3961-1995 SNI 03-3961-1995 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka : Metode Perhitungan Debit Banjir : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis : Metode Perhitungan Tiang Pancang Beton pada Krib di Sungai : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Penamopang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan Pedoman Teknis : Pd. xx – xxxx.A Pd. penentuan metode. T. Bagian-3. xx – xxxx. Volume I : Umum. ISTILAH DAN DEFINISI Perencanaan adalah rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya. T.

2.4.6.2.3. Studi kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh.2.5. Krib tegak adalah krib yang arahnya tegak lurus aliran 3.1. 3.12. 3.3.11. Krib semi lulus air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong. sehingga kecepatannya akan berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan memungkinkan adanya endapan angkutan muatan di tempat ini. gambar perencanaan maupun gambar detail dari seri krib yang akan dibuat 3. Pangkal krib adalah bagian krib yang masuk ke tebing sungai 3.2. Medan krib adalah daerah disekitar bangunan krib yang arah dan atau besar kecepatan alirannya dipengaruhi krib tersebut.2.2.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 3. 3. memberikan garis besar 3.1. Direksi pekerjaan adalah personil yang ditunjuk oleh pemilik pekerjaan untuk membimbing dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana 3. Konstruksi adalah merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik. Krib tajam adalah krib yang arahnya menyerong ke hulu 3.2.3. Krib lulus air adalah krib yang diantara bagian-bagian konstruksinya dapat dilewati aliran.2.4. krib ini secara efektif mengarahkan aliran ke tengah sungai. Arah krib adalah arah yang dinyatakan dengan sudut antara as krib dan arah aliran. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib. Dokumen perencanaan adalah keterangan yang mencakup tentang spesifikasi teknik. Panjang efektif krib adalah panjang krib mulai dari ujung krib sampai pertengahan tebing baru yang direncanakan akan dibentuk. 3.2. Letak krib menunjukan tempat sebuah krib dipasang. Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. 3.1. 3.2. Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. dipergunakan untuk tatakan mencetak tiang pancang beton 3 dari 120 . 3.3.10.3.1.3.3.9.2. Pengenalan studi adalah suatu proses untuk pengembangan proyek multisektor dari segi-segi teknis.2.2. Panjang krib (b) adalah panjang krib (b) adalah dihitung mulai dari pangkal sampai dengan ujung krib 3. 3. 3.1. Gambar pelaksanaan adalah gambar bangunan (krib) yang sudah dilaksanakan apabila terjadi perubahan dimensi dari perencanaan 3. 3.2.7.8. Krib kedap air adalah krib yang diantara bagian konstruksinya tidak dapat dilewati aliran. Krib adalah bangunan menyilang / sejajar arah aliran yang ditujukan guna mengubah pola dan sifat aliran untuk suatu tujuan tertentu. Lantai kerja adalah lantai yang terbuat dari beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil. 3.2.4.2.3. 3.

penyediaan data dan fasilitas penunjang. Perawatan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan secara berkala. Perawatan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi yang dilaksanakan setiap waktu. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa 4 dari 120 . Perbaikan darurat adalah usaha perbaikan dengan maksud agar konstruksi sementara dapat berfungsi.4. 3.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan pembangunan krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.2. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah. Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). PEKERJAAN PERENCANAAN Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum pembangunannya.1. 3.4. Perencana adalah personil yang membuat desain/rencana krib. 3.6. pelaksanaan investigasi dan penyelidikan. 3. tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti.2.5.6. pengumpulan data. 3. iii.5. Perawatan adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi konstruksi. Pemeliharaan adalah usaha-usaha untuk menjaga agar prasarana irigasi selalu dapat berfungsi dengan baik guna mempertahankan kelestariannya.1. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 4.A 3. 3.6.2.5. Pemeliharaan periodik adalah suatu kegiatan yang mempunyai waktu yang lama dan dampak yang diakibatkannya akan lebih besar dibandingkan dengan pemeliharaan rutin. optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi. Pemeliharaan rutin adalah kegiatan yang mempunyai frekuensi lebih sering dilakukan dengan skala kecil.1.3.4. 3.5. penentuan metode. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu. serta penentuan skala prioritas. 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. ii. gambar konstruksi dan spesifikasi teknis 3. waktunya pendek dan harus dilakukan serta secara kontinyu. 4. Perbaikan permanen adalah usaha perbaikan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi konstruksi secara permanen. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). meliputi perhitungan.

Cakupan kegiatan studi awal adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. 4.A Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. ii. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan data-data sekunder yang ada. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. dimana kondisi tata guna lahan akan 5 dari 120 . Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi awal berkisar antara 1 – 2 bulan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. studi identifikasi. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. i.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan bangunan krib dibagi menjadi kegiatan studi awal. studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan. Adapun uraian pedoman spesifikasi teknis sebagai berikut : 1) Studi Awal Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan krib diadakan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. asisten. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi.

000. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii.000 sesuai dengan KP– 01. penyebaran jenis batuan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. hidrologi/kualitas air. dan BAPEDAL. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). debit historis baik debit minimum. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. fisiografi dan geologi. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. minimum selama 5 tahun. PSDA. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. besarnya curah hujan. iii. lama penyinaran dan kecepatan angin. rencana tata ruang wilayah. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. iv. data meteorologi. komponen sosial. ii. kelembaban relatif. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.A berpengaruh terhadap laju erosi. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. SK DJ Pengairan No. SK DJ Pengairan No. b) Perekayasaan 6 dari 120 . fauna dan biota air. ruang lahan dan tanah. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iv. ii. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. tingkat pendidikan. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. Data-data tersebut meliputi : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01.

Data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). besarnya curah hujan. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. 7 dari 120 . Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang usulan pekerjaan berikutnya berdasarkan kajian di atas meja dan perumusan untuk kegiatan selanjutnya. c) Produk yang dihasilkan Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi : (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.000 atau yang lebih detail. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Cakupan kegiatan studi identifikasi adalah : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. data meteorologi. Peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi.A Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang ketersediaan data sekunder dari suatu lokasi pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Ahli Hidrologi. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 1 – 2 bulan. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. debit historis baik debit minimum. ii. Ahli Sungai dan Ahli Geologi 2) Studi Identifikasi Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989.

dan BAPEDAL. penyebaran jenis batuan. SK DJ Pengairan No. (2) Survey Topografi Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan peta topografi dengan tujuan untuk mengecek kondisi topografi sebenarnya di lapangan sesuai dengan KP–01. tingkat pendidikan. Data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. fisiografi dan geologi. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. kelembaban relatif. (4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. hidrologi/kualitas air. ii.000 sesuai dengan KP– 01. Data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. minimum selama 5 tahun. Hasil survey topografi disini adalah inventarisasi kondisi morfologi sungai calon pekerjaan yang meliputi lebar. iv. Data-data tersebut meliputi : i. fauna dan biota air. Komponen sosial. kemiringan dan elevasi tanggul.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iii. Rencana tata ruang wilayah. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. SK DJ Pengairan No. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain.A iii. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. inventarisasi dan pengecekan terhadap kondisi bangunan–bangunan air yang diambil data debitnya pada studi awal. PSDA. pengukuran tinggi muka air di sungai. b) Survey (1) Survey Hidrologi Kegiatan survey hidrologi berupa kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir keadaan tinggi muka air banjir yang terjadi selama musim hujan sesuai dengan KP–01. Kegiatannya meliputi : i. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. ruang lahan dan tanah. lama penyinaran dan kecepatan angin. ii. Komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. iv. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. SK DJ Pengairan No. 8 dari 120 .

harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang penentuan lokasi pengamanan sungai dengan bangunan krib. e) Produk yang Dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. jika berfungsi untuk perlindungan tebing maka penetapan lokasi krib harus berada pada tikungan luar sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. d) Perekayasaan Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang hasil identifikasi berdasarkan data sekunder serta kondisi lapangan tentang penentuan lokasi bangunan pengaman sungai dengan krib. Adapun analisisnya meliputi : i. c) Analisis (1) Analisis Topografi Kegiatan analisis topografi adalah melakukan kajian di atas meja serta pertimbangan hasil inventarisir kondisi lapangan dengan tujuan menetapkan lokasi bangunan krib sesuai dengan fungsinya. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ii. SK DJ Pengairan No. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… f) Tenaga Ahli 9 dari 120 . jika berfungsi sebagai pengarah aliran maka krib diletakkan pada hulu bangunan pengambilan yang mengalami perubahan arah arus. lokasi krib hindari pada formasi geologi yang tidak akan terjadi sesar dan patahan. ii. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Akhir.A (3) Survey Geologi Melakukan kegiatan kunjungan lapangan untuk keperluan klarifikasi klasfikasi jenis tanah berdasarkan peta geologi regional wilayah sesuai dengan KP–01. Adapun perletakan bangunan krib berdasarkan fungsinya sesuai dengan SNI 03-1724-1989 sebagai berikut : i. iii. hindari lokasi krib pada kondisi tebing sungai yang secara geologi mempunyai kecenderungan untuk longsor. jika berfungsi untuk menormalkan kondisi aliran maka krib diletakkan pada tempat terjadinya longsoran. (4) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor melakukan kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menginventarisir permasalahan jika terjadi pengembangan dan menilai latar belakang sosial-ekonomi-budaya sesuai dengan KP–01. (2) Analisis Geologi Analisis geologi berupa kajian di atas meja berdasarkan peta geologi regional untuk menilai kecocokan daerah terhadap usulan pembangunan krib berdasarkan formasi geologinya.

yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. data meteorologi. iii. ii. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Ahli Geodesi dan Ahli Geologi 3) Studi Pengenalan Studi Pengenalan adalah suatu proses kegiatan berkelanjutan dari studi identifikasi yang menginformasikan tentang garis besar perencanaan bangunan krib dengan melakukan kegiatan survey lapangan. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. SK DJ Pengairan No. 10 dari 120 . Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. debit historis baik debit minimum. besarnya curah hujan. penyebaran jenis batuan. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. lama penyinaran dan kecepatan angin.000. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). minimum selama 5 tahun. iv.A Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader.000 sesuai dengan KP– 01. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Ahli Hidrologi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Ahli Sungai. Cakupan kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 2 – 3 bulan. kelembaban relatif. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.

iii. fisiografi dan geologi. Perletakan 11 dari 120 . pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. rencana tata ruang wilayah.000. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. fauna dan biota air. dan BAPEDAL. ii. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pengukuran Topografi dan Pemetaan. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain.RPT0-Pd T-xx-xxxx. i. SK DJ Pengairan No. ii. b) Survey (1) Survey Topografi Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. iv. (2) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Data-data tersebut meliputi : i. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. tingkat pendidikan. hidrologi/kualitas air. ruang lahan dan tanah. Bagian-2. iii. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari BPS. SK DJ Pengairan No. Volume I : Umum. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.000 atau 1:2. PSDA. komponen sosial.A (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01.

(2) Geoteknik Investigasi Geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah untuk mendapatkan parameter perencanaan yang berupa stabilitas pondasi dan lereng serta menentukan lokasi dan material ketersediaan bahan bangunan. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai.A peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994. Pekerjaan Geoteknik. ii. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. (2) Geoteknik (Index Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. Bagian-3. gradasi butiran dan Atterberg Limits. kadar air. (a) Sedimen Layang i. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. berat spesifik. Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir 12 dari 120 . Uji yang dimaksud adalah berat jenis tanah. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. Volume I : Umum. e) Analisis Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Bagian-3. Volume I : Umum.

Dimensi krib yang meliputi elevasi mercu krib. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . jarak krib. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . v. panjang krib. . Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii.Metode Hidrograf Satuan. iv.Der Weduwen.Metode Rasional. .Melchior. iii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. Metode puncak banjir di atas ambang. Engelund-Hansen. (3) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. dimensi tiang. Penggambaran peta topografi yang harus menampilkan kondisi tata guna lahan ii. Log Pearson atau Log Normal ii. Metode analisis regional. (2) Angkutan Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material.A Jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun).Metode US – Soil Conservation Service. g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan 13 dari 120 . f) Perekayasaan Buat garis besar perencanaan krib dengan sketsa tata letak dan uraian pekerjaan dengan skala minimal 1:2000. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2. Net present value (NPV). Garis besar perencanaan krib sesui dengan SNI 032400-1991 memuat : i. apabila data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. jarak antar tiang dan panjang tiang. Layout bangunan krib iii. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. . Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. .

Ahli Geologi dan Ahli Sosial Ekonomi 4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan Studi Kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang sudah dirumuskan dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh. 14 dari 120 . Cakupan kegiatan studi adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi.000. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. serta konsep lokasi krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. dimensi dan layout krib dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return.A Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. analisis laju sedimen. Ahli Hidrologi. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Ahli Geodesi. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan berkisar antara 3 – 5 bulan. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Ahli Sungai.

Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lainlain. SK DJ Pengairan No. fauna dan biota air. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.000 sesuai dengan KP– 01. PSDA. iii. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. SK DJ Pengairan No. iv. hidrologi/kualitas air. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. tingkat pendidikan. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. minimum selama 5 tahun. iii. data meteorologi. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. iv. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. ii. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. ruang lahan dan tanah. dan BAPEDAL. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. besarnya curah hujan. komponen sosial.RPT0-Pd T-xx-xxxx. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. ii. lama penyinaran dan kecepatan angin. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. kelembaban relatif. debit historis baik debit minimum. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. Data-data tersebut meliputi : i. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. fisiografi dan geologi. penyebaran jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. rencana tata ruang wilayah 15 dari 120 .

pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. dibersihkan dan dirawat dengan baik. 16 dari 120 . ii. mampu melewatkan banjir. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.000. i. Kedalaman pengukuran minimal 3. (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib. menggunakan perahu. ii. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. keandalan peralatan dan sarana penunjang. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan.000 atau 1:2. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. debit perlu lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . v. adanya kontrol penampang. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. geometri dan badan sungai harus stabil. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. iii. bagian alur sungai yang terbuka lurus. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Jika aliran rendah.A b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Volume I : Umum. iv. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Bagian-2.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. (a) Sedimen Layang, pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-34141994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996.

ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 033961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

17 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum, Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik. e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS sesuai dengan SNI 03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal;

ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode analisis regional; iii. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun, maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang; iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan

daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha);
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS

dengan luas < 100 km2;
- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas

> 100 km2;
- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa

memperhatikan luas DAS;
- Metode Hidrograf Satuan; - Metode US – Soil Conservation Service.

v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan EinsteinBrown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
18 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-34441994. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL. (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Net present value (NPV),
19 dari 120

hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Laporan Analisis Ekonomi 20 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. analisis laju sedimen. dimensi dan layout krib. (2) Kapasitas rencana (3) Tipe bangunan dan penggambaran. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (5) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. (4) Rincian volume dan perkiraan anggaran biaya kasar g) Produk yang dihasilkan (1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv.A Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (4) Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… (2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan (3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. f) Perekayasaan Hasil perekayasaan dalam kegiatan ini meliputi : (1) Rencana pendahuluan tata letak bangunan.

Ahli Sungai. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas. asisten serta tenaga pendukung. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. Ahli Geodesi. Ahli Geologi. dimana harga dan pembayaran tersebut. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 4.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… h) Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan pendahuluan dan studi awal adalah Team Leader.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang dihadapi. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. survey dan investigasi. 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan perencanaan yang diukur menurut ketentuan di atas. 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. Ahli Hidrologi. 21 dari 120 . Ahli Sosial Ekonomi dan Ahli Lingkungan 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan.

5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2. penyediaan data dan fasilitas penunjang.Pengukuran poligon dan situasi . Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu. iii. ii. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib memuat : 1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan). long section 2.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.Pengukuran cross-section. 22 dari 120 . 2.7) Biaya Pelaporan 2.2) Biaya Operasional Kantor 2.3) Pengukuran dan Pemetaan .6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bangunan pengaman sungai berupa krib harus memuat : 5.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 5. Contoh detail desain untuk krib dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan krib. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi. meliputi : a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : i.Pemasangan Patok BM dan CP . PEKERJAAN DETAIL DESAIN Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya.4) Penyelidikan Geoteknik 2.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.

A i. 5. ii. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. b) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. 3) Persyaratan Pelaksanaan a) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.000. asisten. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-17241989.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain krib meliputi : 1) Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. 2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung a) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertifikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 23 dari 120 .

iii. dan BAPEDAL.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-2. PSDA. SK DJ Pengairan No. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. lama penyinaran dan kecepatan angin. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. data meteorologi. SK DJ Pengairan No. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. ruang lahan dan tanah. penyebaran jenis batuan. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. iii. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. fauna dan biota air. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). tingkat pendidikan. kelembaban relatif. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. komponen sosial. hidrologi/kualitas air. iv.000 sesuai dengan KP–01. ii. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. rencana tata ruang wilayah. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Volume I : Umum. 2) Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x. iv. debit historis baik debit minimum. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. minimum selama 5 tahun. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Data-data tersebut meliputi : i. Kegiatan ini akan dilakukan oleh 24 dari 120 . d) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 e) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. ii. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. fisiografi dan geologi. besarnya curah hujan. c) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan.

Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. v. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan .0 m. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar. adanya kontrol penampang. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. keandalan peralatan dan sarana penunjang. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. menggunakan perahu. dibersihkan dan dirawat dengan baik. iii. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau 25 dari 120 . Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. kemampuan tim pengukurnya. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. ii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran.50 m.25 m. iv.A Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. bagian alur sungai yang terbuka lurus. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya. Peta ini harus meliputi jarak 1. geometri dan badan sungai harus stabil. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. mampu melewatkan banjir. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. Kedalaman pengukuran minimal 3.

3) Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (1) Sedimen Layang i. 26 dari 120 . Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01. Bagian-3. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. pengambilan sampel serta bor tangan. ii. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-34141994. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat.A peralatannya. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. 4) Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-39611995. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. Pekerjaan Geoteknik. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-41451996. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-28201992.

. curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : . maka digunakan metode analisis regional. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2.A (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. iii. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Volume I : Umum.Metode Rasional.RPT0-Pd T-xx-xxxx. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . Pekerjaan Geoteknik.Metode US – Soil Conservation Service. iv. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). ii. .Metode Hidrograf Satuan. c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Log Pearson atau Log Normal. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit 27 dari 120 . b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel.Melchior. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun.Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx.Der Weduwen. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Engelund-Hansen. 5) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. . Bagian-3.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-24001991. (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3;

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3; Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;

ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting; iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; iv. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
28 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

iii. Net present value (NPV), Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 7) Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan, layout krib dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang krib, detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. 8) Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 9) Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai, Bagian-1, Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan b) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya c) untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan d) menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi, dewatering dll. 10) Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen bahan dan spesifikasi konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004 11) Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan, dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf kantor, tenaga kerja lapangan dan lain-lain, sudah termasuk dalam item mobilisasi. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. b) Foto Dokumentasi
29 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

(3) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. (4) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. (5) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya. c) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. 12) Produk yang dihasilkan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut. ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep lokasi krib. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara
30 dari 120

Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. termasuk 1 kalkir (3) gambar desain A3. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. perhitungan desain. tanggapan. daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. jadwal pelaksanaan. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. rangkap 3 (tiga). Laporan Analisis Ekonomi 31 dari 120 . rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. geoteknik. paket konstruksi dan lain-lain. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) rencana anggaran biaya (RAB) (2) gambar desain A1. ii. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. metode dan jadwal konstruksi. estimasi biaya. hidrolika. tender drawing ii. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir).A Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. perhitungan desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan koreksi. hidrologi. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 iii. rangkap 3 (tiga) (4) dokumen tender. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii.

5. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 5. Ahli Geoteknik. Ahli Geodesi. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli.4 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain krib harus memuat : 1) Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan detail desain harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli.A Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 13) Keperluan Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost 2) Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. asisten serta tenaga pendukung. survey dan investigasi. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Ahli Hidrologi. Ahli Sungai. Ahli Geologi. asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang serta biaya langsung non personil yang meliputi biaya perjalanan dinas. Ahli Lingkungan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 32 dari 120 . dimana harga dan pembayaran tersebut adalah.3 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan krib harus memuat : 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.

tanggal selesai paling awal dan paling lambat.7) Biaya Pelaporan 2.4) Penyelidikan Geologi 2.1) Biaya Perjalanan Dinas 2. Pedoman penyusunan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi bangunan pengaman sungai krib harus memuat : 6.3) Pengukuran dan Pemetaan . Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci.2) Biaya Operasional Kantor 2. tanggal mulai paling awal. 2.1 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi krib memuat : 1) Program Pelaksanaan Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam pembuatan program pelaksanaan adalah sebagai berikut : a) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. dengan metode PERT/CPM network. PEKERJAAN KONSTRUKSI Konstruksi merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan teknik. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kalender.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Nomor Pembayaran Uraian Satuan Pengukuran 1.Pengukuran cross-section 2.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2. 33 dari 120 . b) Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. c) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. jangka waktu yang diperlukan.Pengukuran poligon dan situasi .Pemasangan Patok BM dan CP .Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 6. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. lama pelaksanaan dan sebagainya.8) Biaya Diskusi OB Orang-hari Unit .

2) Aspek-aspek yang Perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan a) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. serah terima. Peralatan. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan. surat pengumuman. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut. e) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. b) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. Hal-hal yang cukup sensitif. dan pengadaan bahan. pelaksanaan. urutan waktu. hal-hal yang ditabukan. atau kategori lain yang dianggap penting. e) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. waktu istirahat. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. d) Aspek Ekonomis Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. c) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pelaksanaan pekerjaan harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan).A d) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat 34 dari 120 . Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatanperalatan tersebut diadakan dengan sewa.

Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. Bagian-7. 5) Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika diperlukan. Pekerjaan Dewatering. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. 3) Sumber Bahan Pelaksanaan a) Penyedia Jasa bertanggungjawab atas pengadaan material beton pasangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-9. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. b) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain. 4) Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan–pekerjaan pelaksanaan. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Pekerjaan Lain-lain 6) Material dan Peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa Ketentuan yang memuat tentang penyediaan material dan peralatan oleh Penyedia Jasa diatur sebagai berikut : a) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. b) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. boleh memakai material pengganti 35 dari 120 .A mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Volume I : Umum. c) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar.

Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. tempat produksi atau pabrik ii. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. f) Spesifikasi. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. 6. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. material dan pemasangan peralatan di lapangan. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. Volume I : Umum. 36 dari 120 .A dengan persetujuan Direksi Pekerjaan.2 Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-9. Bagian-9. lokasi proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. d) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : i. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. Volume I : Umum. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Lain-lain b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. e) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. pengangkutan iii.

Bagian-2. saluran. . kawat. . Laboratorium.. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini.. bengkel. perumahan staf Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . Penyedia Jasa harus menyediakan. . e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. . Pekerja. . alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. penerangan. Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa. Selambat-lambatnya tanggal.. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan.. Gudang dan Kantor. Pekerjaan Lain-lain 37 dari 120 .. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. tempat parkir. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. Volume I : Umum. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bengkel. Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan.. Bagian-9. jalan. Barak.. Volume I : Umum... d) Kantor. merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa... air minum.A ii.. Laboratorium. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx. iii. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Bagian-5. Volume I : Umum. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-6. Bagian-2. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik... pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing). Volume I : Umum. Bagian-3. Bagian-6. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx... Volume I : Umum. Bagian-1.. pembersihan medan.A 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-4..tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi. ii. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. galian dan timbunan. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi .. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. 38 dari 120 . Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.... Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi.. Volume I : Umum..RPT0-Pd T-xx-xxxx.

Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.Jumlah banyaknya bangunan. . dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. ix. pengadaan bahan. .Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan. 39 dari 120 . vii. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman. dll.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan. iv. viii. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak. vi. v. b) Rencana Kerja Harian. Daftar tenaga setempat. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. lokasi dan penjelasan foto. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. c) Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. .Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : . Daftar perlengkapan konstruksi. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. 2) Foto Dokumentasi Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan.A iii.

iv. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengukuran. v. rujukan : dokumen kontrak. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. iii. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. 40 dari 120 . kewajibannya sebagai berikut : i. ii. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. vi. melakukan pengecekan. Sebelum pengambilan gambar-gambar. tepat biaya.A Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. dan tepat waktu. Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak.

laporan triwulan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. menyiapkan laporan bulanan. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. x. dan laporan akhir proyek. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. ix. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 1) Pengendalian Biaya 41 dari 120 . menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. menyiapkan as built drawing. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. 6. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. iii. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga.A vii. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. oleh karena itu. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. ii. viii. terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. iv. xi. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula.3 Pengendalian Biaya. Evaluasi biaya. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar.

pengawasan.alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan).Peninjauan . tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan 42 dari 120 . dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : .Mengetahui dan mendapat informasi .apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . pembongkaran. pemeriksaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan.apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? . Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan.Pengawasan . dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi.Pemeriksaan .apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? .A Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan. finishing. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian.Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan .Audit Sasaran yang dicapai: .Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul. murah dan efisien. Memastikan sasaran pengendalian: .apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? .

perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan). (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan.dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) . sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut.realisasi progress fisik terhadap rencananya . Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : . material dan alat sesuai rencana yang wajar.realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. .RPT0-Pd T-xx-xxxx. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan. pekerjaan finishing. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan - - melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien .termasuk dalam hal unit price pekerjaan.rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan .dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. murah dan efisien. yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran.penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan 43 dari 120 .A Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan . (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification.realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : . Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang.

kemiringan.kualitas (kepadatan. daya dukung tanah.dimensi (panjang. membuat laporan jalannya pelaksanaan. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. beton struktur dll). adukan beton dan lain-lain) . metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA. yaitu: .A - perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya .RPT0-Pd T-xx-xxxx. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium. tebal. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. haruslah dinilai dari beberapa aspek. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. lebar. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. meliputi pengendalian biaya. .mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut Tahap ini terdiri dari dua kegiatan. batu pecah hasil stone crasher.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. mutu dan waktu.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. dsb) . tinggi. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. batu. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. adukan semen. kuat tekan. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : a) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. 44 dari 120 . dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan. yaitu: .

kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. iv. dan hari-hari keagamaan. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. skala gempa tahunan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx. . peralatan pekerjaan. dan tenaga kerja pekerjaan. debit banjir. percobaan-percobaan. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. daerah. mengangkut dan merekayasa). Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. cuaca. produktivitas sumber daya. Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. musim. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : . keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. dan lain-lain x. maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru b) Penerapan standar/pedoman 1.A - Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). iii. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. xi. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. alasan sosial politik lainnya. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. serta adat setempat dimana pekerjaan berada.4 Pengukuran dan Pembayaran 45 dari 120 . haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut.

A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 1. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 1. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A 1) Pengukuran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi 46 dari 120 .A. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 2. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 4. Volume I : Umum. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. misal : photo dokumentasi. Bagian – 5. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 3. Bagian – 6. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum.A. gambar-gambar. Volume I : Umum. Bagian – 9.RPT0-Pd T-xx-xxxx.A. Volume I : Umum. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A.A. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx.

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Bagian – 2. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. Bagian – 5. Bagian – 4. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Volume I : Umum.A dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 3. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. misal : photo dokumentasi. Volume I : Umum. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. gambar-gambar. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Pekerjaan Lain-lain 47 dari 120 . Bagian – 6. Bagian – 9.A. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A.A.

Bagian–1 Pd T-xx-200x. 2. serta dana. 5. Kegiatan ini meliputi : a) Penggal sungai Untuk tujuan pemeriksaan survei. 10. pentingnya bangunan persungaian. Untuk itu. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. Bagian–7 7. Bagian paling hilir biasanya terdiri dari muara sungai terpengaruh oleh perubahan tinggi muka air laut. Data-data yang didapat bisa langsung digunakan untuk analisis kerusakan. 48 dari 120 . kegiatan tingkat II yang meliputi pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif dan rumit dalam komputer model. tengah. Bagian–5 Pd T-xx-200x. yaitu : i. Bagian–3 Pd T-xx-200x. ii. 8. Kegiatan ini dilakukan dengan memantau terjadinya perubahan geometri sungai dan bangunan persungaian yang dilakukan secara periodik. Kegiatan ini ada 2 (dua) tingkat. Bagian–6 Pd T-xx-200x. 9.A Nomor Pembayaran 1. 1) Kegiatan Tingkat I Kegiatan ini dilakukan secara periodik . 7. hilir. Bagian–4 Pd T-xx-200x. dengan kegiatan sebagai berikut : 7. dan pentingnya melakukan pemeliharaan. sebuah sungai harus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu hulu.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Yang perlu dicatat dalam peninjauan lapangan dan survei pengukuran adalah inventarisasi kondisi tiaptiap ruas sungai dan bangunan persungaian. Bagian–2 Pd T-xx-200x. setiap instansi pengelola sungai akan melakukan seleksi yang didasarkan pada ukuran sungai.1 Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran Tujuan inventarisasi kerusakan dan survei pengukuran adalah untuk mendeteksi adanya gejala kerusakan sejak dini. kegiatan tingkat I yang merupakan kegiatan langkah pertama yang cukup penting dan dilakukan secara rutin. Kegiatan tingkat II ini dilakukan sebagai pelengkap kegiatan tingkat I. 3. tenaga. PEKERJAAAN PEMELIHARAAN Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan mengacu pada Pd. kegiatan pemeliharaan tidak dapat dilakukan secara serempak pada seluruh sungai. sedang sisanya adalah bagian tengah dan hulu yang panjang biasanya hampir sama. 6. Karena keterbatasan daya. 4. T-11-2004-A.

Pemantauan alinyemen sungai pada ruas tersebut dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. tergantung dari sifat hidrologis sungai. pada musim kemarau). 2 tahun sekali.A b) Debit sungai Debit sungai didapat dari tinggi muka air yang dipasang pada daerah hulu dan daerah sungai tengah. yang disebabkan oleh meandering atau tergerusnya tebing sungai. endapan sedimen atau adanya kegiatan galian pasir yang cukup besar dan terus menerus. 49 dari 120 . maka penampang melintang harus ada pada tiap-tiap 100 m. Jika panjang erosi 400 m. Jika memungkinkan memanfaatkan bangunan yang sudah ada. satu di daerah tengah dan yang lainnya di hulu dan hilir. Debit bendung yang didapat dari geometri mercu bendung harus dikalibrasikan dengan pengukuran debit sesungguhnya. d) Pemeriksaan dan survei bangunan persungaian Suatu ruas sungai perlu dilakukan monitoring jika ruas tersebut mengalami perubahan (perubahan vertikal ataupun horizontal) karena adanya erosi tebing.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. digunakan patok tetap utama – PTU (BM – Bench Mark) yang dipasang pada lokasi survei penampang melintang di 2 (dua) sisi sungai. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam formulir inventarisasi yaitu Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir. c) Survei sungai Pengukuran penampang melintang untuk seluruh ruas sungai harus dilakukan dengan interval jarak dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya jarak tiap 1000 m. minimum satu tahun sekali. PTU tersebut digunakan sebagai titik referensi untuk perubahan sungai arah vertikal akibat agradasi/degradasi dan perubahan sungai arah horizontal (ke arah samping). disarankan pada akhir musim hujan. Pengukuran sekurang-kurangnya pada tiga penampang melintang. untuk mendapatkan data debit.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Lokasi tersebut penampang melintangnya harus dimonitor dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. Perbandingan penampangmelintang tersebut dengan penampang melintang tahun lalu akan memberikan informasi yang sangat berguna apakah tebing sungai stabil atau tidak. Untuk menjamin pengukuran pada lokasi dan arah yang sama. Agar pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Pencatat tinggi muka air bisa bersifat manual (peil skal) dan otomatis (automatic water level recorder). sebuah pencatat tinggi muka air harus dipasang pada bendung. Selain PTU juga dapat dipasang patok tetap pembantu – PTP (CP –control point) yang dipasang dengan interval tertentu (misalnya tiap 100 m) pada lokasi yang diperlukan. semua bangunan persungaian dan ruas sungainya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala. Lengkung debitnya harus diperbarui dalam periode waktu tertentu. Pengukuran dilakukan pada lokasi dan arah yang tetap. Selain itu.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. sperti dijelaskan di bawah ini (1) Tebing sungai yang tererosi Setiap daerah tebing sungai yang sedang mengalami erosi harus dipasang PTU yang diletakkan pada tempat yang cukup aman pada dua sisi sungai. Jika terdapat bendung.

Survei dilakukan pada tiga penampang melintang. Prioritas sistem sungai untuk inventarisasi dan survei awal Karena keterbatasan dana dan tenaga tidak mungkin melaksanakan pemeliharaan bangunan persungaian secara serentak. dan 250 m ke arah hilir. Yang dikontrakkan ke pihak ketiga harus didefinisikan dengan jelas. Kegiatan tersebut dilakukan oleh staf dari instansi pengelola sungai.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan. Pengukuran dimulai dari muara sungai ke arah hulu sekurang-kurangnya 1000 m atau sampai dengan penggal sungai yang sudah tidak terpengaruh air laut. Pengukuran penampang melintang minimum di tiga lokasi. program tahunan harus dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan tingkat I. Kegiatan tersebut adalah : i. Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam Formulir Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir Formulir.A (2) Lokasi penambangan pasir Pada setiap lokasi yang terdapat penambangan pasir. survei awal dan inventarisasi bangunan Pada saat pertama kali akan mulai. pada lokasi yang tetap.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Survei harus melingkupi seluruh timbunan pasir yang menutupi muara. kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi kegiatan I. dibagian hulu dan hilir lokasi. Program tersebut harus menjelaskan secara detail waktu pelaksanaan dari semua kegiatan yang terjadi. Dalam komputer model. Misalnya satu pada jarak 250 m ke arah hulu. oleh karena itu perlu dibuat daftar prioritas sungai mana yang akan dilakukan inventarisasi dan survei awal. (3) Muara sungai Pemantauan penampang melintang muara sungai beserta gosong-gosong pasirnya (sand bars) harus dilakukan sekali setahun pada musim kemarau. dimulai dari bagian hulu dan tengah dari setiap panjang sungai yang diamati. 50 dari 120 . dengan jarak tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya : 200 m atau 2 kali lebar sungai). Program pemeriksaan. Kegiatan tingkat II ini dilakukan dengan interval yang lebih jarang dari kegiatan tingkat I. Data-data yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu agar dapat dipergunakan untuk analisis kerusakan meliputi : a) Data angkutan sedimen Pengambilan angkutan sedimen dasar dan sedimen layang untuk analisis sedimen. yaitu ditengah. Hasil pemeriksaan dimasukkan dalam formulir inventarisasi. Daftar sistem sungai Persiapkan daftar nama semua sungai untuk inventarisasi dan anak sungainya.Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir. ii. yaitu Formulir-Kondisi krib dan Formulir-Penaksiran pemeliharaan krib. 2) Kegiatan pada tingkat II Kegiatan ini adalah kegiatan pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan sebagai analisis yang komprehensif. harus dilakukan survei pengukuran tiap tahun dalam musim kemarau. iii. (4) Krib Bangunan krib akan diperiksa minimal setahun sekali pada akhir musim hujan. e) Kegiatan awal Bagian ini akan meringkas kegiatan awal yang perlu dilakukan pada sistem sungai sebekum dilakukan pelaksanaan kegiatan berkala.

½. Kegiatan tersebut termasuk pekerjaan yang bersifat rutin. Selain itu. Pekerjaan tersebut dibagi dalam kegiatan awal dan kegiatan berkala. Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan atau diawasi oleh staf dari instansi pengelola sungai. 4) Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang mencoba untuk mengembalikan ke fungsi semula sungai atau bangunan persungaian yang rusak atau terkena pengaruh aliran sungai atau akibat ulah manusia. Angkutan sedimen layang (suspended sediment) harus diambil secara vertikal pada lokasi ¼. 3) Pemeliharaan Darurat Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan pencegahan yang harus segera dilaksanakan untuk melindungi keutuhan dan kekuatan bangunan (dalam skala besar) yag akan atau telah mengalami kerusakan sehingga kerusakan bangunan tidak menjadi lebih parah dan dapat mengancam fungsi bangunan. 1) Tujuan Pemeliharaan 51 dari 120 . Pemeliharaan korektif ini biasanya terdiri dari beberapa pekerjaan penting.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pengamatan tersebut juga harus terdiri atas pengukuran debit harian selama tujuh hari berturut-turut. Angkutan sedimen dasar (bed load) diambil dari tempat yang sama. Pekerjaan pemeliharaan darurat bisa bersifat pemeliharaan pencegahan atau pemeliharaan korektif yang berskala besar. dan ¾ dari lebar sungai. baik yang bersifat permanen maupun yang dilaksanakan untuk sementara (darurat). 7. 3) Ringkasan Pemeriksaan dan Survei Bagain ini memperlihatkan tabel kegiatan tingkat I yang terdiri atas pemeriksaan dan survei sesuai dengan penjelasan di atas. rehabilitasi dan rektifikasi.A dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. pekerjaan perbaikan yang kecil pada bangunan persungaian bertujuan untuk mengembalikan bangunan itu sesuai dengan kapasitas semula. Pemeliharaan korektif dibagi dalam tiga kategori. khusunya yang bertugas pada pemeliharaan sungai. dan satu kali pada musim kemarau. Pemeliharaan pencegahan juga termasuk pemeliharaan berkala yang dilakukan dengan interval yang terputus-putus dengan tujuan untuk melestarikan (mengawetkan) fungsi dari bangunan persungaian. satu set pengamatan harus diambil pada lokasi pengukuran sekurang-kurangnya dua kali di musim hujan. tetapi bangunan atau pelaksanaannya bersifat sementara. misalnya pemotongan rumput/semak/semak. 2) Pemeliharaan Pencegahan Pemeliharaan pencegahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memelihara fungsi sungai dan bangunan persungaian agar tetap optimal. yaitu pemeliharaan khusus. pembersihan bahan-bahan terapung seperti dahan/ranting pohon yang tersangkut pada bangunan sungai.2 Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan Konsep usulan program pemeliharaan adalah : a) pencegahan terjadinya permasalahan (kerusakan)walaupun kerusakan belum terlihat b) perbaikan kerusakan yang tidak diharapkan segera setalah kejadian sehingga kerusakan yang lebih parah tidak terjadi Jadi pemeliharaan merupakan pencegahan dan koreksi. Jika dilakukan pengamatan angkutan sedimen.

Oleh karena itu. Rehabilitasi adalah pekerjaan perbaikan utuk mengembalikan fungsi bangunan persungaian yang telah turun sampai kurang dari 50% dari desain asli.A Pemeliharaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan dengan cara memperbaiki kerusakan sebuah bangunan persungaian atau bagiannya yang saat itu fungsinya antara 70% samapai dengan 50% dari desain aslinya. sistemnya harus diperbaiki secara keseluruhan dengan menggunakan perencanaan baru yang menyeluruh dan terpadu Pemeliharaan korektif ini harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan atau penurunan fungsi bangunan yang lebih parah. 52 dari 120 . Rektifikasi sistem bangunan merupakan kegiatan pemeliharaan bangunan sungai yang mengalami kerusakan atau belum rusak tetapi kondisinya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta. Metode Perhitungan Debit Banjir. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Jakarta 53 dari 120 . Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. 2002. Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. dan Gayo dkk. SNI 03-3444-1994. Pd. Jakarta. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Jakarta. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling. 2002. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. T-11-2004-A. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-2415-1991. 2002. Pembangunan Pengaman Sungai. Pradnya Mitra. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pd T-xx-xxxx. Badan Penelitian dan Pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan. SNI 03-2830-1992. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. 2002. Jakarta. PT. 2002. 2004. Badan Penelitian dan Pengembangan.Pemeliharaan Bangunan Persungaian. SNI 03-1724-1989. Bagian – 1. KP-07. SNI 03-2820-1992. Jakarta. 1994. SNI 03-2819-1992. 2002. SNI 03-2400-1991. SNI 03-2822-1992. Badan Penelitian dan Pengembangan.A Bibliografi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. Badan Penelitian dan Pengembangan.A Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Krib Yusuf Muhammad Ir. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.

1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Krib 54 dari 120 PERENCANAAN PENDAHULUAN RPT0-Pd T-xx-xxxx.A .STUDI IDENTIFIKASI STUDI AWAL STUDI KELAYAKAN STUDI PENGENALAN STUDI IDENTIFIKASI LAMPIRAN A Lampiran A.

A A PERENCANAAN PENDAHULUAN DESKRIPTIF EKONOMI DOMINAN RENCANA PETA SUNGAI YA TIDAK ANALISA KELAYAKAN DATA NONTEKNIS TIPE PENGAMANAN SUNGAI LAYAK ? TIDAK BATAL YA .PENGUMPULAN DATA TAMBAHAN -SURVEI DAN PENYELIDIKAN TAMBAHAN .PENGUKURAN TRASE SUNGAI. GEODETIK UNTUK CHECKING ELEVASI. DAN SITUASI .PENYELUSURAN BERSAMA AHLI SIPIL. DAN SITUASI BANGUNAN .PENYELIDIKAN GEOTEKNIK PERMASALAHAN ? B LOKASI BANGUNAN PENGAMAN SUNGAI 55 dari 120 .TINJAU KEMBALI DATA . GEODETIK .CEK LOKASI BANGUNAN DAN RENCANA PENYELIDIKAN PENYELUSURAN BERSAMA SIPIL GEOTEKNIK. GEOTEKNIK.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

PERENCANAAN DETAIL 56 dari 120 PERENCANAAN DETAIL RPT0-Pd T-xx-xxxx.A .

2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Krib 57 dari 120 .A Lampiran A.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

.......1. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250... Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi.....Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan - 2.. Maksud 2.1.. Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3.000. 6....Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran ... kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ....RPT0-Pd T-xx-xxxx. LINGKUP. menguraikan : Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi.. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. LOKASI KEGIATAN....2. 4.(. SASARAN Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah melakukan pengamanan tebing sungai dari bahaya gerusan lokal..A Lampiran A..... Lingkup Kegiatan 58 dari 120 .. Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang... kondisi klimatologi....3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan 1. 2.... 6.. geologi regional.... dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS..... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) Pengumpulan Data Sekunder (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. 5....... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara.. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp ......

185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. kelembaban relatif. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. fauna dan biota air iii. tingkat pendidikan. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. komponen sosial. PSDA. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi BMG iv. iii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. lama penyinaran dan kecepatan angin. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). minimum selama 5 tahun. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. SK DJ Pengairan No. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. rencana tata ruang wilayah b) Survey (1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan 59 dari 120 . komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. penyebaran jenis batuan. ruang lahan dan tanah ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. hidrologi/kualitas air. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. SK DJ Pengairan No. fisiografi dan geologi. besarnya curah hujan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. data meteorologi. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan.A (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan.000 sesuai dengan KP–01. debit historis baik debit minimum. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. iv. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. dan BAPEDAL. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Data-data tersebut meliputi : i.

i. v.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. kegiatan pengukuran dan pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.A Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta topografi ukuran 1:1. Volume I : Umum. Bagian-2. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. bagian alur sungai yang terbuka lurus. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib ii. dibersihkan dan dirawat dengan baik kemampuan tim pengukurnya ii. (3) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP–01.000. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya keandalan peralatan dan sarana penunjang. iii. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. geometri dan badan sungai harus stabil. menggunakan perahu. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Kedalaman pengukuran minimal 3. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. pengukuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. adanya kontrol penampang. SK DJ 60 dari 120 . Jika aliran rendah. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang untuk mengetahui profil morfologi sungai pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang bangunan krib (2) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. iii. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas.000 atau 1:2. mampu melewatkan banjir.

pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. (b) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Bagian-3. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. (b) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. (2) Geoteknik Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta pelaksanaan pemboran. Volume I : Umum. (2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. c) Investigasi (1) Sungai (a) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. d) Uji Laboratorium (1) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996. pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut : i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. Pedoman 61 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan Geoteknik.A Pengairan No. ii. (a) Sedimen Layang.

digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 Melchior. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). e) Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : (1) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. curah hujan dan luas DAS SNI 03-24151991. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. Log Pearson atau Log Normal ii. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen. (2) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. maka digunakan metode analisis regional. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - Metode Rasional. Pekerjaan Geoteknik. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. iii.A Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-3. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Engelund-Hansen. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. (3) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel. iv. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan 62 dari 120 . diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.

perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. tinggi air.000 m3 iii. ii.000 m3 Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i.A debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . kekasaran. (5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.000 m3 ii. (4) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991. kecepatan aliran. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. Economic Internal Rate of Return (EIRR) Benefit/Cost ratio (B/C ratio) 63 dari 120 . jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. jarak krib. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. gaya seret. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500. jarak antar tiang dan panjang tiang). 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : i. tekanan. dimensi tiang. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah.RPT0-Pd T-xx-xxxx. panjang krib. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500. perumusan RKL dan RPL (6) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan.

a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan..3. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6... 6. pekerjaan berada di Sungai.... Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten....2.. Net present value (NPV). Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 64 dari 120 ..A iii. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). 6.1..3. 6..RPT0-Pd T-xx-xxxx. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa..2.3....3.. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan.. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR..... Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. 6. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup..... 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi.3...Kecamatan ..

3. O&P bangunan air. pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan.) hari kalender PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. 8. 9. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan... Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). hidrologi.. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan ...A 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan.. (.. dengan pengalaman minimal 7 tahun.. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.. Tenaga Ahli Geoteknik 65 dari 120 . pelaksanaan pembangunan.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan. 6. pelaksanaan pembangunan. 5. staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. O&P bangunan air.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. dengan pengalaman minimal 10 tahun. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).... pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi. 2. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).... dengan pengalaman minimal 8 tahun. dengan pengalaman minimal 8 tahun. pelaksanaan pembangunan. asisten. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik)...RPT0-Pd T-xx-xxxx.... Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 4. geologi regional). berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. 7. pelaksanaan pembangunan.. O&P bangunan air. O&P bangunan air.. pengolahan data dan perencanaan bangunan.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.

5 (lima) Tahun. 10. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan.. gambar teknis pendahluan 11. 10...RPT0-Pd T-xx-xxxx. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. kajian pendahuluan penentuan krib ii. 8. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 9. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR). penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. dan lain-lain. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.. (tgl/bulan/tahun) 2. Laporan Bulanan 66 dari 120 . Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.. kelayakan ekonomis iii. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air.A Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah : i. irigasi... Ahli Sosial . berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik..

analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return........ Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal..(tgl/bulan/tahun) 4. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 ... gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii... PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : ii.. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi.......... Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal .. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium... gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200.(tgl/bln/thn) iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx... Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i.. serta konsep perencanaan krib Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ....(tgl/bln/thn) 12...(tgl/bln/thn) iii.......(tgl/bln/thn) 6.. Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . ii. Laporan Penyelidikan Geoteknik 67 dari 120 ...(tgl/bln/thn) 5. analisis laju sedimen.. dimensi dan layout check dam... Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.A Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3....... lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium... Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal . Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.......... Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan... Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ..

investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 68 dari 120 .A 1. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4.

BOQ dan RAB .RPT0-Pd T-xx-xxxx.A LAMPIRAN – B Lampiran B.Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Dokumen Tender SELESAI 69 dari 120 . terdiri : .Laporan Akhir .Laporan Investigasi Geoteknik .1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Krib MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air. kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN KRIB ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Gambar Teknik .Laporan Kajian Andal .Laporan Analisis Sosek .

menguraikan : ....... Lingkup Kegiatan 70 dari 120 . SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp ..Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2.. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.1.... kondisi klimatologi.. geologi regional..2 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Krib 1..... 2. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan ..Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan ...RPT0-Pd T-xx-xxxx... dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi..Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran . Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan tebing sungai agar tidak terjadi longsor atau gerusan pada lokasi pekerjaaan 3.. Kegiatan pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib meliputi : (1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. 5.(. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait.... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6... 6......2... 6. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja... kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan perencanaan pendahuluan bangunan krib yang berfungsi untuk pengaman tebing sungai...Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi...... LOKASI KEGIATAN...A LAMPIRAN B.1.. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara....... SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan krib adalah pengamanan badan sungai dari bahaya gerusan lokal sehingga kondisi palung sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya 4..Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ......1.. LINGKUP...1... Maksud 2.. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi.

iii. data meteorologi. (4) Data Bangunan Air di Sungai Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991 (5) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. ruang lahan dan tanah komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. ii. kelembaban relatif. minimum selama 5 tahun. (3) Data Geologi Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Berbagai data dan informasi diantaranya berupa : i. SK DJ Pengairan No. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. debit historis baik debit minimum. PSDA. yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. hidrologi/kualitas air. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait. (2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. ii.000 sesuai dengan KP–01. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. fauna dan biota air 71 dari 120 . fisiografi dan geologi. besarnya curah hujan. penyebaran jenis batuan. SK DJ Pengairan No. Perolehan data dapat diperoleh dari Instansi BMG iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim.A Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang.000. dan BAPEDAL. lama penyinaran dan kecepatan angin. Data-data tersebut meliputi : i. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.

komponen sosial. adanya kontrol penampang. Volume I : Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. iii. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan . mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. mampu melewatkan banjir. geometri dan badan sungai harus stabil. bagian alur sungai yang terbuka lurus. mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. rencana tata ruang wilayah 6.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai.1. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran. Survey a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. lengkap dengan koordinat dan elevasinya. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi : (1) Pemetaan situasi sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. . ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta ini harus meliputi jarak 1. b) Survey Hidrometri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i.2. iv.0 m. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1.A iii. Bagian-2.25 m. Jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya 72 dari 120 ii. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan. Jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. tingkat pendidikan.50 m. (2) Pengukuran detail situasi bangunan krib Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500.

Volume I : Umum. Penyelidikan geoteknik lapangan mencakup kegiatan pemboran. pengambilan sampel serta bor tangan. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. menggunakan perahu. menggunakan jembatan dan menggunakan kereta gantung. 73 dari 120 . kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat. (2) Sampling Sedimen Dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat.1. Kedalaman pengukuran minimal 3. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya.3.A iv. 6. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. Investigasi atau Penyelidikan a) Sungai Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. c) Survey Aspek Multisektor Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP– 01. b) Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992.RPT0-Pd T-xx-xxxx. pengambilan sampel sedimen layang dilakukan di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. SK DJ Pengairan No. Bagian-3. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. keandalan peralatan dan sarana penunjang. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Kegiatannya meliputi : (1) Sampling Sedimen Layang Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar maupun layang. Pekerjaan Geoteknik.

4. iv. curah hujan dan luas DAS SNI 032415-1991. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. Volume I : Umum. Log Pearson atau Log Normal ii.A 6.1. Bagian-3. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun. (1) Sedimen Layang i. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain : - berdasarkan Metode Rasional. Analisis dan Perencanaan Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut : a) Hidrologi Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir rancangan berdasarkan data debit. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995. Metode perhitungan adalah sebagai berikut : i. maka digunakan metode analisis regional. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun. (2) Sedimen Dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer SNI 03-4145-1996. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995.1. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun). Pekerjaan Geoteknik. Uji Laboratorium a) Sedimen Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. iii. b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties) Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 74 dari 120 . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 6. ii. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel.RPT0-Pd T-xx-xxxx. maka digunakan Metode puncak banjir di atas ambang.5. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) Der Weduwen.

c) Analisis Hidrolika Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib. EngelundHansen.A - Melchior. Jika data debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 . (3) Perencanaan Krib Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu krib. tinggi air. Lengkung debit menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. gaya seret.RPT0-Pd T-xx-xxxx. tekanan. jarak krib. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut : 75 dari 120 . Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. dimensi tiang. panjang krib. keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991. kekasaran. Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994. kecepatan aliran. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah. meliputi : (1) Analisis Lengkung Debit Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. (2) Analisis Parameter Hidraulik Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. jarak antar tiang dan panjang tiang). (4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS Metode Hidrograf Satuan Metode US – Soil Conservation Service v. b) Muatan Sedimen Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2400-1991.

7. 6. 6. iii. DJ Pengairan No. Bagian-a. Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai. perumusan RKL dan RPL (5) Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Net present value (NPV).000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 10 km dan volume pengerukan ≥ 500. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.8.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran.6. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. detail bangunan. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup terkena dampak besar dan penting yang akan ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 5 km dan volume pengerukan ≥ 500.9.000 m3 jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai ≥ 15 km dan volume pengerukan ≥ 500.000 m3 identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang 6.A i. Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. iii.1. potongan memanjang dan melintang krib. Krib yang didasarkan pada : a) kuantitas dan harga satuan pekerjaan 76 dari 120 . 6.1. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv.1. layout krib dan bangunan pelengkapnya. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. Penggambaran mengacu pada KP-07. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. ii. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. c) 6. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.....Kecamatan .... d) 6. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi.. dewatering dll. selama dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan.1...... Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. Mobilisasi staf kantor. (2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten. (3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya.2.. (2) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi.. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya.. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. 257/PTS/M/2004 6..... dokumentasi. tenaga kerja lapangan dan lain-lain.11.1.3. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.1. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan.. sudah termasuk dalam item mobilisasi. b) Foto Dokumentasi (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan.. 6...10. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Pekerjaan Lain-lain a) Mobilisasi dan Demobilisasi (1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan....A b) c) harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi.... pekerjaan berada di Sungai. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 77 dari 120 .3.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktuwaktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

78 dari 120

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

7.

METODOLOGI

Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. 8. 9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 10 tahun. 2. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 3. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 7 tahun. 4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman minimal 8 tahun. 5. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 6. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
79 dari 120

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ....... (....................) hari kalende.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A

8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. 9. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender, sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. 10. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain. 11. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. 10. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : i. Nota Desain ii. Gambar Teknis iii. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. LAPORAN Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : a) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: i. ii. iii. iv. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Konsultan

Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan lapangan, dan rencana kerja berikutnya. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal………………

80 dari 120

hidrolika. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: i. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… f) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: (1) (2) (3) (4) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. daftar kuantitas dan harga satuan 81 dari 120 . tanggapan. serta konsep lokasi krib. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. tender drawing ii. geoteknik. uraian permasalahan. paket konstruksi dan lain-lain.A b) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: i. estimasi biaya. jadwal pelaksanaan. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. v. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. program dan jadwal kerja selanjutnya. metode dan jadwal konstruksi. perhitungan desain. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… e) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan masing-masing pada bulan tersebut realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. Laporan Akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir).RPT0-Pd T-xx-xxxx. hidrologi. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. ii. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis iii. perhitungan desain. Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… d) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan topografi. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… c) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. rencana pelaksanaan fisik dan construction method iv. iii. rangkap 3 (tiga). iv. dan koreksi.

Laporan Analisis Dampak Lingkungan Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Laporan Penyelidikan Geoteknik Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… iii. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal …………… 12. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. iii. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 82 dari 120 .A Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… g) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… h) Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 – 1 : 200 gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal ……………… ii. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. ii.

dan kondisi lapangan c) Persyaratan keamanan bangunan Persyaratan keamanan bangunan krib. aman terhadap deformasi yang diijinkan (3) keamanan ligkungan yaitu keamanan terhadap gangguan angkutan sedimen dan benda padat lain 2) Data dan Informasi Data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan teknis bangunan pengaman sungai krib meliputi hal-hal berikut : a) Data topografi Untuk perencanaan bangunan pengaman sungai krib diperlukan peta topografi 1:25. kesesuaian perencanaan teknik dengan perencanaan pengelolaan sungai terpadu. keamanan terhadap benturan dan abrasi oleh muatan dan benda padat lain. b) Data hidrologi Data hidrologi untuk menentukan debit desain dalam perencanaan krib dapat dibagi menjadi dua macam. persyaratan pemilihan jenis krib didasarkan : tujuan pemasangan krib. Peta ini dipakai untuk mencari Daerah Pengaliran Sungai (DPS) serta stasiun-stasiun hujan yang bersangkutan.000. aman terhadap regangan dan tegangan yang terjadi. Fungsi krib sebagai pelindung tebing tidak langsung.RPT0-Pd T-xx-xxxx. persyaratan fungsional meliputi : ketentuan yang perlu diperhatikan dalam perlindungan sungai secara tidak langsung dari bahaya gerusan lokal atau bahaya meander. yaitu i. iii. dengan menggunakan data hujan 83 dari 120 . terdiri dari : (1) keamanan hidraulik meliputi : kemanan terhadap gerusan lokal. kondisi tanah. dan penggerowongan tebing.3 Kriteria Desain Bangunan Krib Penentuan kriteria desain mengacu pada SNI 03-2400-1991.A Lampiran B. degradasi dasar sungai.000. meliputi : i. geser dan penurunan.000 atau peta situasi sungai dengan skala 1:10. 1:2. dengan menggunakan data aliran langsung ii. pengatur/pengarah arus dan perbaikan alinyemen sungai. sebagai pengarah arus atau berfungsi untuk memperbaiki alinyemen sungai ii. ii. dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pertimbangan dan Persyaratan Perencanaan a) Pertimbangan perencanaan Pemilihan jenis krib harus sesuai serta mempertimbangkan data dan informasi tentang tujuan pembuatan krib yang meliputi : i. Jenis dan nilai kegunaan bangunan yang akan dilindungi dengan krib b) Persyaratan perencanaan Persyaratan perencanaan bangunan krib. muatan arus sungai (2) kemanan struktural : stabil terhadap guling.

berat isi. i) Data bahan bangunan Pemilihan bahan yang akan digunakan untuk bangunan krib dan perlengkapannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. kemudahan pengerjaan. agradasi/sedimentasi atau peninggian dasar alur dan atau palung sungai. sungai tetap. ix. vii.RPT0-Pd T-xx-xxxx. sifat fisik dan teknik bahan bangunan yang terdiri dari berat jenis.A c) Data aliran langsung Data ini adalah data aliran sungai hasil survai dan penyelidikan hidrometri dengan melakukan pengukuran kecepatan aliran dilapangan dan atau hasil penghitungan hidraulika sungai dengan menggunakan rumus-rumus atau persamaan hidraulik sungai. pegunungan dan pedataran. 84 dari 120 . Berdasarkan data hujan yang ada terlebih dahulu dihitung hujan rencana dengan menggunakan cara-cara statistik. lebar. dan nilai ekonomis. keausan. sumber dan jumlah yang tersedia. persyaratan kualitas. kekuatan geser. v. iii. ketinggian. keausan dan kekasaran. viii. perubahan geometri sungai ke arah horizontal: sungai berliku. antara lain dengan memperhatikan faktor-faktor : i. alur. lebar. sifat lapisan dan material : dasar sungai. h) Data morfologi sungai Data dan informasi morfologi sungai yang diperlukan. lokasi daerah aliran : hulu. kemiringan. d) Data hujan Data hujan dipergunakan apabila data aliran langsung yang tersedia tidak cukup panjang. lurus. dengan parameter: panjang. dan daya dukung. ii. kekuatan geser. konsintensi dan kepadatan. sifat teknik tanah dan batuan meliputi pemampatan. palung. modul elastisitas. jenis dan ketahanan umur. palung dan lembah sungai secara vertikal dan horizontal (penampang melintang dan memanjang sungai) mencakup parameter panjang. lebar dan dalam. kelulusan air. gradasi butiran. tebing dan lemball. sifat fisik tanah dan batuan di sekitar calon krib meliputi berat jenis. dan dalam. sifat pemadatan. degradasi atau penurunan dasar alur dan atau palung sungai dengan parameter panjang. dan kekerasan. e) Data geoteknik Data geoteknik yang diperlukan untuk desain krib di antaranya : i. Kemudian debit desain dihitung dengan menggunakan metode-metode pedoman yang berlaku. hilir. gradasi butiran. iv. bentuk dan ukuran alur. berjalin. tetapi data hujan tersedia cukup panjang. g) Data bangunan Data bangunan air di hulu dan di hilirnya yang akan terpengaruh oleh bangunan krib yang akan di desain. iii. dan kekasaran. : i. f) Data geometri sungai Data geometri sungai yang diperlukan untuk desain krib di antaranya bentuk dan ukuran dasar sungai terdalam. perubahan geometri sungai ke arah vertikal: sungai beragradasi. vi. ii. kadar air. lembah. jenis. tengah. kemiringan dasar sungai : sungai terjal dan landai. ii. sungai berdegradasi.

krib dipasang dengan jarak optimal. jika panjang tiang terbatas maka mercu krib dapat dibuat bertingkat. krib normal dibangun dengan tujuan untuk menyempitkan suatu ruas sungai yang telah melebar akibat adanya perubahan morfologi sungai ii. disamping berfungsi untuk menyempitkan aliran bagian sungai yang telah melebar yang disebabkan adanya perubahan morfologi sungai. krib untuk pendalaman alur bagi navigasi diletakkan pada kedua tebing sungai sepanjang alur yang dikehendaki dengan arah tegak atau arah tajam. pemasangan konstruksi krib baik untuk perlindungan tebing maupun perbaikan arah aliran pada suatu daerah krib. miring ke arah ujung. ii. yang sesuai dengan kondisi sungai itu.RPT0-Pd T-xx-xxxx. ii. harus mempertimbangkan perencanaan sungai secara keseluruhan. pemasangan tegak lurus terhadap sisi sungai atau aliran yang disebut krib normal. Debit alur penuh diambil berdasarkan kala ulang 2 tahun c) Arah pemasangan krib Untuk memperoleh hasil yang paling optimum. meliputi : i. pemasangan condong ke arah hilir yang disebut krib pikat. konsekuensi dan ekonomi. dengan krib ini arah aliran akan tertarik ke sisi/tebing sungai meskipun pada ujung krib tersebut mulamula aliran terdorong ke tengah. Sudut inklinasi dapat diambil antara 10o – 20o dari garis normal terhadap sisi sungai. letak krib dengan arah tegak paling efektif untuk menciptakan medan krib. maka arah pemasangan dapat dilakukan dalam 3 cara berikut ini : i. peletakan krib sepanjang daerah krib. iii. sehingga krib tegak paling sesuai untuk pelindung tebing dan pengatur alinyemen horisontal alur sungai. diambil berdasarkan panjang tebing yang perlu dilindungi dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan arus pada keadaan krib terpasang b) Penentuan debit rencana Debit banjir rencana harus diperiksa dan dikontrol terhadap data morfologi sungai. informasi historis di lokasi rencana krib. iii.A 3) Penentuan Tata Letak dan Perencanaan Teknik a) Penentuan Tata Letak Penentuan tata letak krib harus dipertimbangkan berdasarkan tinjauan berikut : (1) pertimbangan terhadap perencanaan sungai terpadu. jenis ini dapat digunakan pada sisi yang cekung pada belokan-belokan. iv. v. pemasangan condong ke arah udik yang disebut krib elak. pangkal krib diletakkan pada tebing yang mantap untuk menghindari terobosan arus dibelakang krib dan agar tahan terhadap longsoran tebing. keamanan/kestabilan. dalam rangka mewujudkan konsep pengelolaan sungai secara terpadu (2) letak krib. i. Jadi penggunaan krib ini harus lebih hati-hati d) Perencanaan teknik struktur dan pondasi Perencanaan teknik struktur dan pondasi meliputi : (1) Dimensi krib Dimensi krib yang harus ditentukan sesuai SNI 03-2829-1992 meliputi : (a) elevasi mercu krib ditentukan : sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge). 85 dari 120 . resiko. iii.

krib harus ditinjau terhadap tegangan yang terjadi akibat krib tidak boleh melampaui daya dukung pondasi.8)l Belokan dalam D = (2. ii. ii. untuk mendapatkan terjadinya endapan antara lain . pada pangkal krib susunan tiang dibuat lebih rapat makin jarang ke arah ujung (e) panjang tiang . dan lilitan pada kawat sisi gaya-gaya yang mempengaruhi stabilitas krib tiang pancang adalah : i.0 m. krib harus dtinjau kestabilan masing-masing tiangnya (single of pile) .8 – 3. tekanan tambahan akibat penumpukan sampah setebal 1. tekanan arus sejajar arah aliran dianggap merata pada tiang dengan kecepatan arus maksimal pada debit desain. Tabel Hubungan antara panjang dan interval krib Lokasi pembuatan krib di Hubungan antara interval sungai (D) dan panjang (l) Bagian lurus D = (1. anyaman dibuat dengan lilitan ganda dan lilitan pada kawat sisi dibuat sedemikian rupa . (c) dimensi tiang . iv. untuk memastikan hal ini dapat digunakan penyelidikan hidraulik dengan model (2) stabilitas dan kekuatan krib konstruksi krib disebut stabil.A (b) panjang krib. gerusan lokal yang terjadi akibat penempatan krib merupakan akumulasi dari gerusan yang diakibatkan oleh penyempitan alur dan gerusan akibat 86 dari 120 . v. panjang krib untuk pengarah arus ditentukan sedemikian rupa sehingga didapatkan pola aliran baru. ditentukan berdasarkan elevasi mercu krib dan kedalaman pemancangan tiang menurut persyaratan keamanan dan stabilitas.2. ii. (d) jarak antar tiang . beban lateral sejajar krib yang bekerja pada tiang-tiang akibat endapan diperkirakan membentuk lereng dengan kemiringan 1 : 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx. iii. panjang krib ditentukan oleh faktor lebar dan kedalaman alur yang diperlukan untuk navigasi.7 .1. tiang ditinjau tunggal maupun secara kesatuan (3) stabilitas tanah dasar pondasi stabilitas tanah pondasi diperhitungkan terhadap : i. tekanan tanah pasif pada tiang yang terpancang. dibuat sedemikian rupa sehingga susunan krib menghasilkan suatu model krib yang paling efektif. iii.4 .6)l (f) jarak krib . ditentukan berdasarkan : i. stabilitas terhadap longsoran tebing ke arah alur sungai . iii. stabilitas dan kekuatan krib bronjong : kawat bronjong yang harus digunakan harus mengikuti standar yang berlaku . stabilitas dan kekuatan krib tiang pancang .3)l Belokan luar D = (1. ditentukan berdasarkan persyaratan hidraulik dan persyaratan kestabilan konstruksi. susunan tiang pancang dibuat satu baris ditambah tiang stabilitas di ujung krib. stabilitas dan kekuatan krib pasangan batu . jika krib berfungsi untuk memperdalam alur bagi navigasi. meliputi : i. perbandingan panjang krib dan jarak krib dibuat sedemikian rupa sehingga kecepatan arus di tepi tebing cukup aman untuk kestabilan lereng. material sedimen dan sifat aliran sungai. jika mampu menahan semua beban atau gaya yang bekerja pada krib.

(5) jika konstruksi krib bronjong cukup tinggi dan besar maka bagian tengah bisa diisi dengan batu lepas 87 dari 120 .50) b. ii. (4) ujung krib bronjong diambil kemiringan 1v : 1h.50 – 2. Gambar 1 Ukuran jarak krib (2) tinggi dan lebar mercu krib (1) elevasi mercu krib dapat dibuat sama tinggi dengan elevasi muka air pada debit alur penuh (bank full discharge).00 – 2.: b = panjang krib.00 meter. (3) pada bagian peralihan l = (1. perkiraan penggerusan dan besarnya rip-rap sebagai pelindung dasar dengan menggunakan persamaan yang berlaku iii. gerusan setempat rangkaian krib maupun gerusan akibat degradasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. (3) kemiringan potongan melintang antara 2v : 1h dan 1v : 1h. spessifikasi perencanaannya adalah sebagai berikut : (1) jarak krib (1) pada tikungan luar l = b (2) pada tikungan dalam l = (1.A penempatan tiang pada dasar sungai.00 – 1. lokasi maupun besaran gerusan yang terjadi akibat penempatan krib/tiang pancang. (2) lebar mercu antara 1. atau bisa dibuat bertingkat. disarankan dilakukan model uji hidraulik fisik di laboratorium e) spesifikasi dan jenis krib berdasarkan bahan pembuatnya jenis krib berdasarkan bahan pembuatannya meliputi : (a) krib bronjong. baik gerusan setempat pada tiang krib. disamping penurunan dasar sungai secara menyeluruh .00) b.

A A Muka Air alur 1 :1 A 1. panjang krib paling kecil : 0. (d) mencari menentukan metoda perbaikan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx. a) Kegunaan UMH Kegunaan UMH. 88 dari 120 . Antara Lain : (a) Menguji Kesempurnaan Pra-perencanaan direncanakan dengan analisa teoritis. Penentuan parameter aliran dan koefisien – koefisien lainya dilakukan melalui proses kalibrasi dan analisis kepekaan antara model dan prototipe. 4) Penyelidikan Hidraulik dengan Model Uji Model Hidraulik (UMH) adalah suatu penyelidikan pengujian hidraulik sebagai alat bantu yang dapat mementapkan suatu perencanaan teknik atau gagasan UMH dapat dilakukan dengan model matematik maupun dengan model fisik di laboratorium.00 m 1 :1 1 :1 2 :1 pot : A – A untuk 1V : 1 H pot : A – A untuk 2 V : 1 H Gambar 2 Ukuran lebar puncak dan kemiringan krib (3) panjang krib i. panjang krib adalah dihitung mulai dari pangkal krib sampai dengan garis ujung krib yang direncanakan. ii. (c) mencari hubungan antara parameter aliran sedimen / morfologi sungai.00 engsel 1. teknik bangunan krib yang (b) mencari rencana tipikal bangunan krib yang secara hidraulik dianggap lebih baik sesuai dengan maksud dan tujuan pembengunan krib. b) UMH Matematik UMH matematik adalah suatu penyelidikan pengujian dengan model matematik yaitu simulasi keadaan aliran yang didasarkan pada hasil hubungan matematik dengan prinsip – prinsip hidraulik. posisi lokasi dan jumlah bangunan krib.25 jarak antara dua krib.00 – 2.

untuk mempelajari berbagai masalah hidraulik yang mungkin timbul karena didirikannya suatu bangunan di sungai dan pengaruh perubahan morfologi sungai terhadap masalah hidraulik yang erat kaitannya dengan fungsi dan keamanan bangunan (b) Untuk melaksanakan UMH Fisik Bangunan krib diperlukan data survei lapangan guna menunjang kesamaan model dengan prototipe (c) Dalam UMH fisik dipelajari masalah – masalah hidraulik yang timbul akibat dibangunnya bangunan krib antara lain sebagai berikut : (1) Gejala dan parameter aliran.A c) UMH Fisik Ikhwal yang perlu diketahui : (a) UMH Fisik adalah suatu penyelidikan pengujian di Laboratorium dengan peniruan secara fisik keadaan di lapangan dengan skala tertentu. arah aliran. debit. tekanan dan lain – lain (2) penggerusan lokal / setempat (3) pengaruh degradasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. macam arus. kecepatan. berupa tinggi muka air. agradasi dan gejala nagkutan muatan yang lain (4) angkutan dan pengendalian muatan benda padat lainnya (5) pengoperasian (6) beberapa parameter dan koefisien rumus aliran dan muatan untuk perhitungan teoritis 89 dari 120 .

. Lingkup Pekerjaan dalam Kontrak Kontraktor harus memenuhi kebutuhan semua tenaga kerja.. m jatuh dalam bulan …...Fasilitas kerja Kontraktor seperti kantor lapangan. pemencangan. sampai dengan ………. b. bangunan/dam sementara termasuk pembelian.Perlengkapan komunikasi Radio/Telepon dari lokasi pekerjaan ke kantor Proyek di Padang termasuk peralatan lainnya yang perlu. . kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan . . perawatan dan pembongkaran bangunan–bangunan sementara antara lain : ...Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan 2. operasi. Pelaksanaan pekerjaan krib yang meliputi bangunan utama dan semua bangunan penunjang sesuai yang tercakup dalam Kontrak. menguraikan : ... ... Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan lengkap serta merawat seperti yang diminta dalam Gambar dan Spesifikasi Teknik atau Petunjuk Direksi.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan . Kondisi Cuaca Informasi umum berikut ini memberikan petunjuk kondisi cuaca dilapangan yang bisa diharapkan untuk sepanjang tahun.. Program Pelaksanaan 1) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih terperinci..RPT0-Pd T-xx-xxxx. material.1..A LAMPIRAN – C Conto Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Konstruksi Konstruksi Pembangunan Krib di Sungai . sampai dengan …… dan musim kemarau biasa terjadi mulai bulan …. 4.. kondisi klimatologi. Pelaksanaan pekerjaan.Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan . m dan 80 % nya adalah ……. laboratorium dan lain– lain...Tempat penyimpanan semen berikut material beton dan peralatan pengolah beton. Hujan rata – rata tahunan sekitar …….Jalan masuk sementara berikut jembatan dan fasilitas lainnya. dan semua resiko akibat salah penafsiran data tersebut adalah menjadi beban Kontraktor. Pekerjaan yang harus dilaksanakan menurut Kontrak mencakup dibawah ini : a. Latar Belakang Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.. Iklim di lokasi proyek terdiri dari dua musim : musim hujan terjadi dari bulan ……….. 90 dari 120 . .. pembongkaran dan penyerahan Steel Sheet Pile sebanyak yang diperlukan untuk pelaksanaan Coferdam sementara kepada Direksi. sampai dengan …………. KETENTUAN DAN PERSYARATAN 4. peralatan pelaksanaan.... 1..Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi... . geologi regional. pekerjaan sementara dan pekerjaan lainnya untuk pelaksanaan..Saluran pengelak.. Pemberi tugas dan Direksi tidak bertanggung jawab atas ketelitian data..Generator termasuk jaringan listriknya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. gudang... Kabupaten. 3.

surat pengumuman. Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak. Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan. tanggal selesai paling awal dan paling lambat. mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan. Jadwal Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kelender. 3) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis.2. 3) Aspek Administrasi Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat. Program ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. 2) Aspek Lingkungan Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan. Penyedia Jasa harus membuat program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/ pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). 4) Aspek Ekonomis 91 dari 120 . 5) Jika selama pelaksanaan pekerjaan. urutan waktu. Penyedia Jasa harus dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui. lama pelaksanaan dan sebagainya. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan berdasarkan Kontrak. maka Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian pekerjaan tersebut.A 2) Tiga puluh (30) hari setelah menerima Surat Penunjukan. Aspek – aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan 1) Aspek Keselamatan Kerja Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. dan termasuk dalam Dokumen Kontrak. surat undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan. tanggal mulai paling awal. dengan metode PERT/CPM network. serah terima. rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan. 4) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan. pelaksanaan. Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan Bulanan). dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan kelompok pekerjaan. 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx. jangka waktu yang diperlukan. atau kategori lain yang dianggap penting.

5) Aspek Sosial dan Budaya Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan Dewatering 4. Pekerjaan Pengeringan (Dewatering) Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air tergenang. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Hal-hal yang cukup sensitif. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Pengadaan bahan/material harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan. 4. Volume I : Umum. Semua bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan. seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah. Pekerjaan Lain-lain 4. dan pengadaan bahan. hal-hal yang ditabukan. Bagian-7. maka Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan– pekerjaan pelaksanaan. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-peralatan tersebut diadakan dengan sewa. harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Material dan peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa 1) Umum Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam Kontrak. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain.3. Bagian-9.4. 92 dari 120 . atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Sumber Bahan Pelaksanaan 1) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan. Peralatan. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara. bila perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan.A Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan. Termasuk dalam hal ini aspek SDM. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 2) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain. Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan. SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan kualitas pekerjaan.6.5. Volume I : Umum. waktu istirahat. Proyek akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan. 4. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan. Pemagaran Lokasi Pekerjaan Jika tidak ditentukan lain.

RPT0-Pd T-xx-xxxx. Pengangkutan vi. dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah menerima surat perintah kerja. PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan konstruski krib memuat : 1) Pekerjaan Persiapan Umum Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi : a) Mobilisasi dan Demobilisasi Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Lokasi Proyek Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan pemeriksaan. 3) Material Pengganti Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan dalam spesifikasi teknik atau gambar. brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak. Tidak boleh ada material pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap spesifikasi. Tempat produksi atau pabrik v.A 2) Peralatan untuk Pelaksanaan Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. 5. brosur dan data mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. jika menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak. Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan. Penyedia Jasa harus menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 5) Program dan Catatan Pengangkutan Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan. Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap. Pekerjaan Lain-lain 93 dari 120 . material dan pemasangan peralatan di lapangan. boleh memakai material pengganti dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. 6) Spesifikasi. Volume I : Umum. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan. 4) Pemeriksaan Peralatan dan Material Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas : iv. Bagian-9. lengkap dengan suku cadangnya yang cukup. dengan urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik. tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa.

Laboratorium. iii. perumahan staf Penyedia Jasa. Barak. Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya. bengkel. pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan ii. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal . Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton. merawat dan membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. alat-alat penyambung dan lain sebagainya 2) Pekerjaan Persiapan Khusus Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi krib meliputi : a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan 94 dari 120 . merawat dan selanjutnya membongkar bangunan sementara seperti kantor. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan.. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan. f) Air Kerja Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal staf Penyedia Jasa. Pekerjaan Lain-lain c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai berikut : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx.. jalan. Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot. pengujian pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai. . . Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material pelaksanaan dan tanah. Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa Penyedia Jasa harus membuat. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian laboratorium. Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia Jasa.. e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa Jika tidak ditentukan lain. . Bengkel. Selambat-lambatnya tanggal. penerangan.... Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan pekerjaan ini. d) Kantor.. air minum. .. Volume I : Umum. Bagian-9. saluran.. g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan. tempat buangan dan akomodasi yang bersifat sementara. Laboratorium. Penyedia Jasa harus menyediakan. mengoperasikan dan merawat sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang ada antara lain : generator.. Gudang dan Kantor. kawat. tempat parkir. dan gudang yang hanya diperlukan pada saat pelaksanaan. . Bengkel dan tempat lain yang perlu dilokasi pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan Penyedia Jasa.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerja..A b) Jalan Penghubung Sementara Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.

Volume I : Umum. Pekerjaan Pemancangan 5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi 1) Pelaporan Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Tiang Pancang Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian-4... Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Volume I : Umum. Bagian-1. Bagian-9. Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Pemancangan 4) Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Pekerjaan Tanah b) Pekerjan pengukuran atau stacke out Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx. meliputi : a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal.. Pelaksanaan pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan b) Gambar-gambar Pelaksanaan Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum.A Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.. Volume I : Umum..tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi.. pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built drawing).. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Bagian-2. Bagian-2. Bagian-5. Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan 95 dari 120 . Volume I : Umum. galian dan timbunan...RPT0-Pd T-xx-xxxx. Bagian-3.. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan Lain-lain 3) Pekerjaan Konstruksi Krib Pelaksanaan kegiatan konstruksi krib terdiri dari pekerjaaan : a) Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan. Volume I : Umum. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Pasangan Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pembersihan medan. Volume I : Umum. Bagian-6.. Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Volume I : Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Pekerjaan lain-lain meliputi foto dokumentasi . Bagian-6.

Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i. pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah. dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. Rencana Kerja Harian. 2) Foto Dokumentasi 96 dari 120 . vi.Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan c) Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.RPT0-Pd T-xx-xxxx. yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. pengadaan bahan. ii.Jumlah banyaknya bangunan. peralatan dan bahan dilapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan dipindahkan dari lapangan. iii. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak.Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan . dll. Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem barchart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Daftar perlengkapan konstruksi. Daftar tenaga setempat v. Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. ix. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan.Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan . pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan.Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan . Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : .A b) Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi. vii. pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. iv. Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah. viii.

posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. pengambilan harus dari titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam albumalbum. 50 % dan 100 % dan ditempelkan pada satu halaman. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak. Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album negatifnya. kewajibannya sebagai berikut : i. rujukan : dokumen kontrak. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi oleh pelaksana. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. lokasi dan penjelasan foto. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum pelaksanaan. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design. 97 dari 120 . Juga pada akhir pelaksanaan Kontrak. dan tepat waktu. maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan lokasi. Sebelum pengambilan gambar-gambar. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang yang berpengalaman.A Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya. Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi. iii. ii. pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan. 6) Kebutuhan Tenaga Ahli a) Field Supervision Team. Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Detail Kontrak Nama atau Lokasi Tanggal Pengambilan Tahap Pelaksanaan Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan / dipinjamkan kepada siapapun. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi. tepat biaya. Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi obyek yang akan difoto.RPT0-Pd T-xx-xxxx. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor tepat mutu. dimana arah pengambilan melalui satu titik yang sama. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %. iv.

Sedangkan data cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian. Jadi dapat diartikan bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat menghasilkan laba yang baik pula.RPT0-Pd T-xx-xxxx. dampaknya dapat mengurangi kondisi rentabilitas. vii. Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai. Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu : i. menyiapkan as built drawing. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas menjadi lebih baik. melakukan pengecekan. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi kerja. pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas. vi. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. dan perhitungan volume setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan. sebagai bagian dari proses pengendalian biaya. padahal data tersebut juga ada dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan. tetapi semua pembayarannya sangat lancar. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan pembayarannya lancar. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek 98 dari 120 1) Pengendalian Biaya .A v. biasanya menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). viii. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat. harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro). ii. 6. bila kondisi likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki. dan kemajuan fisik / keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik. Evaluasi biaya. seperti pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya juga lancar. iii. sehingga labanya berwujud sebagai tunai. dan laporan akhir proyek. pengukuran. seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar). menyiapkan laporan bulanan. laporan triwulan. oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow yang defisit. iv. ix. x. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO. yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap terjaga. Mutu dan Waktu a) Umum Pengendalian biaya pekerjaan.5 Pengendalian Biaya. Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana pinjaman. xi. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan (yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba.

seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat. pengawasan. dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi. Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian. Memastikan sasaran pengendalian: .Pengawasan .apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar spesifikasi teknis dan kontrak? .A pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak terjadi.Audit Sasaran yang dicapai: . evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional pelaksanan pekerjaan. oleh karena itu. pengendalian likuiditas pekerjaan perlu menjadi perhatian.apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan? . Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh : (1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak langsung) (2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang. yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncanakan). murah dan efisien. tetapi lebih merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan. yaitu biaya langsung maupun tidak langsung) (3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan.Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan . terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian pekerjaan.apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait? . dilakukan dengan dua cara : (1) Cara langsung Cara ini dilakukan dengan : .apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik pekerjaan? 99 dari 120 .Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan timbul. b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf) dan perusahaan. agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar. ditambah lagi pembayarannya tidak lancar.Pemeriksaan . murah dan efisien sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan. pembongkaran. finishing. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan yang wajar. pemeriksaan.Mengetahui dan mendapat informasi .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Peninjauan .

A . yang dalam hal ini menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya tambahan (mungkin pembongkaran.realisasi progress fisik terhadap rencananya . murah dan efisien.melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer pekerjaan kepada perusahaan / direksi. dan lain-lain Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan. sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut. .termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien . kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal (d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan. material dan alat sesuai rencana yang wajar. perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik pekerjaan).dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair) . pekerjaan finishing. alasan teknis harus wajar) (e) Laporan-laporan pekerjaan .melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer . agar selalu tercapai likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus. (b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow) Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan. guna mencapai sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya? (2) Cara tidak langsung (a) Dokumen Pekerjaan Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman biaya pelaksanaan .rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan .termasuk dalam hal unit price pekerjaan. (c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification.RPT0-Pd T-xx-xxxx.termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif .apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan? .dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan hutang jatuh tempo. Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut : .alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu.melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau project manager . Jika pelaksanaanya tidak konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk kerja ulang.realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi / revisi terakhir) : 100 dari 120 .

meliputi : (1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan. Prosedur pengendalian mutu dapat dilakukan sebagai berikut : c) Metode pengawasan kualitas pekerjaan. Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu : . Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan dapat dilihat pada gambar. daya dukung tanah. yaitu : pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah. meliputi pengendalian biaya. lebar. . dsb) . tebal. hasil pengujian lapangan dan bendabenda uji yang akan dikirim ke laboratorium (2) Tahap pemeriksaan Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan.dimensi (panjang. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan (3) Tahap tindak lanjut 101 dari 120 . dsb) Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan.mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. tinggi. adukan beton dan lain-lain) . beton struktur dll). kemiringan. metode pemeriksaan frekuensi pemeriksaan spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100% toleransi hasil : misalnya 0 % Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA.semen) pengendalian mutu bahan olahan (misalnya .RPT0-Pd T-xx-xxxx. mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan.A - - realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana yang diambil dari rap / cash flow. penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya terhadap rencana sampai bulan depan foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol 2) Pengendalian Mutu Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. ukuran-ukuran sesuai dengan desain. yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak. kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik. - Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat : nama pemeriksaan. kuat tekan. Untuk mencapai maksud tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan konstruksi.memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan. adukan semen. mutu dan waktu. batu.pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah. biayanya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. batu pecah hasil stone crasher. membuat laporan jalannya pelaksanaan. hasil-hasil pengujian lapangan dan hasil pengujian laboratorium.kualitas (kepadatan. haruslah dinilai dari beberapa aspek. yaitu: .

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan : i.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik). Standar/pedoman spesifikasi Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pekerjaan 2. xi. tata cara pelaksanaan (mengolah/meramu. Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. musim. harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan. skala gempa tahunan. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung viii. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis ix. apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah. mengangkut dan merekayasa). keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya vi.tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut. peralatan pekerjaan. alasan sosial politik lainnya. haruslah dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut.Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi teknik. Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan yang dikehendaki. dan tenaga kerja pekerjaan. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material. iv.tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik. dan hari-hari keagamaan. cuaca. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek seperti pemilihan bahan. Standar/pedoman pengujian Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku 3. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan ii. peralatan dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan vii. Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan : .A Tahap ini terdiri dari dua kegiatan.RPT0-Pd T-xx-xxxx. serta adat setempat dimana pekerjaan berada. kondisi alam dan lokasi pekerjaan v. yaitu: . daerah. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah : 102 dari 120 . maka tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki menurut cara baru d) Penerapan standar/pedoman 1. 3) Pengendalian Waktu Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan dana pekerjaan yang bersangkutan. . debit banjir. maka pekerjaan harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang telah ditetapkan. Beberapa jenis jadwal dapat dipergunakan. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi nasional. iii. produktivitas sumber daya. . percobaan-percobaan. dan lain-lain x.

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 2.A.6 Pengukuran dan Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Bagian – 6. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Bagian – 1. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Bagian – 5. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Volume I : Umum. Bagian – 4.A. gambar-gambar. Bagian – 9. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Bagian – 3. Pekerjaan Beton dan Bekisting e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan.A a) Bar Charts – Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait) b) Critical Path Method atau network planning 6. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A.A. Volume I : Umum. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx. misal : photo dokumentasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain. pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd 1) Pengukuran 103 dari 120 . Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan pengukuran pekerjaan. Pekerjaan Lain-lain 2) Dasar Pembayaran a) Pekerjaan Tanah Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Lain-lain 104 dari 120 . pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.RPT0-Pd T-xx-xxxx. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Volume I : Umum.A. Bagian – 6. Bagian – 9. Pekerjaan Beton e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Pekerjaan Pemancangan g) Pekerjaan Lain-lain Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Volume I : Umum. Bagian – 2. Bagian – 4. Pekerjaan Tanah b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan.A. pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain.A T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx. perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx. pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Pekerjaan Pasangan f) Pekerjaan Pemancangan Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd Txx-xxxx. Volume I : Umum.A. misal : photo dokumentasi. Bagian – 5. Pekerjaan Geoteknik d) Pekerjaan Beton Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis.A. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. gambar-gambar. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Dalam pelaksanaan konstruksi krib semua kegiatan yang berkaitan dengan dasar pembayaran pengukuran pekerjaan. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis. Volume I : Umum. Bagian – 3. pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx. Volume I : Umum. Bagian – 1.

4. Bagian–1 Pd T-xx-200x. 2. Bagian–6 Pd T-xx-200x. Bagian–5 Pd T-xx-200x. Bagian–2 Pd T-xx-200x. 10. 8. 6. 9. Bagian–4 Pd T-xx-200x. Uraian Satuan Pengukuran Mobilisasi dan Demobilisasi Jalan masuk dan jalan sementara Gambar konstruksi dan gambar purna laksana Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Pekerjaan Beton Pekerjaan Pasangan Batu Kosong dan Bronjong Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Lump Sum Lump Sum Lump Sum Pd T-xx-200x. Bagian–7 105 dari 120 . 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 7. 5.A Nomor Pembayaran 1. Bagian–3 Pd T-xx-200x.

PRIORITAS -> INVENTARISASI & SURVEI AWAL 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx. DAFTAR SISTEM SUNGAI 2. PROGRAM SURVEI & INVENTARISASI BANGUNAN KEGIATAN TINGKAT I PENENTUAN PENGGAL SUNGAI PENGUMPULAN DATA DEBIT SURVEI PENGUKURAN INVENTARISASI & SURVEI BANGUNAN PERSUNGAIAN KEGIATAN TINGKAT 2 DATA ANGKUTAN SEDIMEN ANALISIS SEDIMEN KOMPUTER MODEL PEMELIHARAAN PENCEGAHAN PEMELIHARAAN DARURAT PEMELIHARAAN KOLEKTIF PEMELIHARAAN RUTIN PEMELIHARAAN BERKALA PEMELIHARAAN PERBAIKAN KECIL RETIFIKASI REHABILITASI PEMELIHARAAN KHUSUS PENGHITUNGAN BIAYA & PELAKSANAAN PEMELIHARAAN Bagan Alir pemeliharaan bangunan persungaian 106 dari 120 .A LAMPIRAN – D PEMELIHARAAN BANGUNAN PERSUNGAIAN INVENTARISASI KERUSAKAN & SURVEI PENGUKURAN KEGIATAN AWAL : 1.

dan gambar Contoh No.s.hilir Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS Masukan data DOKUMEN KONTRAK / LAPORAN 10 Judul kontrak..Identitas Tgl.d. Formulir .. laporan. tanggal 20 Uraian ringkas formulir 1 Nomor….RPT0-Pd T-xx-xxxx.Nomor…. kantor GAMBAR 15 Judul gambar. tanggal 16 Gambar pelaksanaan 17 Nomor gambar 18 Konsultan desain 19 Nama-nota penghitungan. tanggal 11 Nama kontraktor 12 Nama konsultan pengawas 13 Judul dokumen laporan / tanggal 14 Nama penulis dokumen laporan . Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 1 2 3 4 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tanggal pemasukan data Kali Hulu.Referensi kontrak.A LAMPIRAN – E Form Pemeliharan Bangunan Persungaian Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………. nota penjelasan desain. 107 dari 120 .tengah.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : ……………………..PTP A 17 Jarak langsung PTU ...'………" o Masukan data Tgl/bulan/tahun Tulis namanya Tulis : SWS 10 Nama desa 11 Lebar bantaran kiri 12 Lebar bantaran kanan 13 Nomor titik patok PTU & PTP A (awal) dan B (akhir) 14 Lokasi GPS A 15 Lokasi GPS B 16 Jarak langsung PTU .tengah. Formulir Klasifikasi Ruas Sungai contoh 1 2 3 4 No.Identitas Tgl.'………" o GB = …. ….. ….hilir Tanggul kiri/tanggul kanan/ tanggul kiri+kanan/ tanpa tanggul Tulis nama desa setempat Masukan < 20 m atau > 20m Masukan < 20 m atau > 20m Tulis PTU……… PTP A…. Pemeriksaan/survei Nama Petugas Nama satuan wilayah sungai (SWS) 5 Nomor SWS 6 Daerah aliran sungai 7 Nama Sungai 8 Terletak/melewati kabupaten 9 Tipe sempadan sungai Kali Hulu. Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Garis lintang/bujur hasil pembacaan GPS Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran Ambil dari gambar pengukuran PTU = PTP A = PTP B = o GL = ….PTP B 18 Nama dan nomor gambar pengukuran 19 Bangunan 1 20 Lokasi bangunan 1 21 Kondisi bangunan 1 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 22 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 1 Uraian singkat/sketsa usulan perbaikan 108 dari 120 . ….. & B …. ….'………" GL = ….'………" o GB = ….

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 23 Bangunan 2 24 Lokasi bangunan 2 25 Kondisi bangunan 2 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 26 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 2 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 27 Bangunan 3 28 Lokasi bangunan 3 29 Kondisi bangunan 3 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 30 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 3 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 31 Bangunan 4 32 Lokasi bangunan 4 33 Kondisi bangunan 4 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 109 dari 120 .

A 34 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 4 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 35 Bangunan 5 36 Lokasi bangunan 5 37 Kondisi bangunan 5 Sebut macam bangunan dari hulu ke hilir dalam GPS dan jarak dari PTU PTP A/B Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 38 Usulan perbaikan/pemeliharaan bangunan 5 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan 39 Uraian ringkas penting Formulir 2A & gambar sketsa Buat catatan seperlunya 110 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.

irigasi.kecil 111 dari 120 .dsb 8 KONDISI TANAH BANTARAN KIRI Balai PSDA.pembuang.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : …………… Lembar : ………………… Formulir . sal.sedang.kecil 27 Erosi/longsoran tebing kiri 28 Erosi/longsoran tebing kanan 29 Erosi dasar sungai tidak ada. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang 15 Membahayakan tanggul Tidak/ ya KONDISI TANAH BANTARAN KANAN Balai PSDA. 4 Kepemilikan bagian luar kiri pribadi.pengendapan. perumahan.dll Tanaman.Identitas Tgl/bulan/tahun 2 Tgl. bambu.sedang. proyek sungai 9 Kepemilikan tanah pribadi.pisang dll 12 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 13 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 14 Penambangan galian C.RPT0-Pd T-xx-xxxx. 6 Kepemilikan bagian luar kanan pribadi. 25 Kondisi keseluruhan alur sungai (dilihat dari morfologi sungai) longsor 26 Erosi dasar sungai tidak ada. bambu. proyek sungai 16 Kepemilikan tanah pribadi. perumahan. dsb Jalan desa. bangunan 17 Penggunaan tanah 18 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu aliran:rumput.pisang dll 19 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/ kiri rapat 20 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar bangunan 21 Penambangan galian C.kecil tidak ada.sedang. Pemeriksaan/survei 3 Nama Petugas Tulis namanya KONDISI SEMPADAN SUNGAI DI SEBELAH LUAR SISI TANGGUL Binamarga.kecil tidak ada.Kondisi Ruas Sungai contoh Masukan data 1 No.erosi. sal 5 Penggunaan tanah bagian luar kiri irigasi. pada Macam galian dan tingkat galian: tidak ada/sedikit/ bantaran sedang Tidak/ ya 22 Membahayakan tanggul KONDISI MUARA/ALUR/JALAN AIR Selalu terbuka 23 Kondisi muara Laut lepas Kadang tertutup selalu tertutup selalu baik 24 Kondisi pelayaran baik saat pasang tidak bisa bagus.irigasi. bangunan 10 Penggunaan tanah Tanaman yang mengganggu 11 Macam tanaman aliran:rumput. sal.pembuang.dll Tanaman. dsb Jalan desa.dsb Binamarga.sedang. sal 7 Penggunaan tanah bagian luar kanan irigasi.

A 30 Penambangan galian sungai pada alur sungai 31 Pengendapan/sedimentasi di dasar sungai 32 Hambatan aliran oleh bangunan yang melintang sungai (jembatan. penambangan.endapan. dan gangguan lainnya) 35 Uraian ringkas formulir 2B Ya atau tidak 112 dari 120 .siphon) tidak ada.kecil tidak ada.RPT0-Pd T-xx-xxxx. talang.kecil tidak berarti tanaman dibantaran Jembatan Bangunan lama Bangunan sementara 33 % hambatan aliran air terhadap luas penampang 34 Bangunan terancam?(oleh erosi.sedang.sedang.

A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 Luas m :…………….RPT0-Pd T-xx-xxxx...Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN PREVENTIF potong rumput/tanaman 4 Usulan pemeliharaan rutin yang mengganggu :…………….sudetan.m 6 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) Perbaikan talud dengan 9 Usulan perbaikan kecil 1 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa Perbaikan talud dengan 10 Usulan perbaikan kecil 2 bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT Galian endapan. Formulir .Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kiri Contoh Masukan data 1 No. bongkar 11 Usulan perbaikan khusus (50%<fungsi<70%) bangunan. 12 Usulan rehabilitasi (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 113 dari 120 . dll Pelebaran sungai.

m 6 Luas m 7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan berkala Jumlah atau volumenya 8 Banyaknya (unit) 9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No.Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kanan Contoh Masukan data 1 No.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei 3 Nama petugas Tulis namanya PEMELIHARAAN PREVENTIF 4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman yang mengganggu :…………….sudetan.A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….RPT0-Pd T-xx-xxxx.15 PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT 11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan..m 5 Panjang pemeliharaan Rutin 2 2 :……………. bongkar (50%<fungsi<70%) bangunan..15 10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan bronjong/pasangan-jelaskan dengan sketsa di No. Formulir . dll 12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai. (fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci 13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci tidak berfungsi seperti rencana) 14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci mencegah kerusakan lebih parah) 15 Uraian ringkas Formulir 2C dan sketsa 114 dari 120 .

– Tak dapat dipakai – Bagus – Lapisan pelindung hilang – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi Masukan data 8 Kondisi kawat beronjong 9 Kegunaan beronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang – Tak dapat dipakai pancang – Bagus – Tiang rusak – Kepala tiang – Batu hilang hancur – Tiang hilang – Tiang poer hilang – Bangunan…..RPT0-Pd T-xx-xxxx.. – 50% < x < 70% 5 Kegunaan runtuhan – x < 50 % – Tak berfungsi (No.Identitas Tgl/bln/thn 2 Tgl pemeriksaan/survei Tulis namanya 3 Nama petugas – Tak dapat dipakai 4 Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah – Bagus runtuh) – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan….film/No.Kondisi krib (bangunan yang ada/ existing) Contoh KONDISI RUNTUHAN BANGUNAN 1 No..foto) 6 No.foto KONDISI STRUKTUR BERONJONG 7 Kondisi krib bronjong – Tak dapat dipakai – Bagus – Kerusakan kecil – Longsor – Batu hilang – Bangunan hilang – Bangunan….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………… Formulir . 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) – Bagus – Rusak ringan – Pecah – Tergeser – Lapisan beton hilang – Besi beton rusak – Bagus – Rusak ringan – Rusak berat – 50% < x < 70% – x < 50 % – Tak berfungsi 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 115 dari 120 .

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A 14 Uraian ringkas Formulir 4B & sketsa (Perlu sketsa posisi susunan krib. jumlah dan lain-lain 116 dari 120 .

Bangunan ……….Kondisi krib (bangunan yang ada/existing ) Contoh KONDISI TUNTUHAN BANGUNAN 1 2 3 4 No.Tak dapat dipakai .Besi beton rusak .x < 50% .Longsor .A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ………… Lembar : ………………… Formulir .Identitas Tgl pemeriksaan/survei Nama petugas Kondisi runtuhan (bila krib yang ada telah runtuh) Tgl/bln/thn Tulis namanya .50% < x < 70% .Kerusakan kecil . Pelindung hilang .Bangunan hilang .Tiang poer hilang .Tak berfungsi (No.Tiang hilang .Tak dapat dipakai .Bagus .Pecah .RPT0-Pd T-xx-xxxx.Bagus .Bagus .Bangunan……… .Bagus .Bagus .Tergeser .Batu hilang .Tak berbentuk .Tiang rusak .. .50% < x < 70% .Rusak ringan .Kepala tiang hancur .Lap.Tak berfungsi 8 Kondisi kawat bronjong 9 Kegunaan bronjong yang ada KONDISI STRUKTUR TIANG PANCANG BETON/KAYU 10 Kondisi struktur tiang pancang .x < 50% .Bangunan……… .x < 50% .Tak berfungsi 11 Kondisi beton (untuk krib tiang beton) 12 Kondisi kayu (untuk krib tiang kayu) 13 Kegunaan tiang pancang 117 dari 120 .Longsor . Foto KONDISI STRUKTUR BRONJONG 7 Kondisi krib bronjong . film/No.Pecah .Bagus .Rusak ringan .Bangunan hilang .Batu hilang .Tak dapat dipakai .Tak dapat dipakai . foto) Masukan data 5 Krib kiri/kanan 6 No.Lapisan beton hilang .Batu hilang .50% < x < 70% .Tak berbentuk .

jumlah dan lain-lain) 118 dari 120 .A 14 Uraian ringkas Formulir & sketsa (perlu sketsa posisi susunan krib.RPT0-Pd T-xx-xxxx.

x…….m x….m diameter batu – Tak perlu – Ganti kawat – Ganti panel ………………….m – Tak perlu – Isi batu + kawat – Isi batu + panel – Ganti unit bronjong – Tak perlu – Galvanisasi – Lapis pelindung Fondasi + filter + unit bronjong 3 8 Jenis material Volume pekerjaan tanah (m 3) 10 Pekerjaan batu minor (bila krib dari pasangan batu) 9 11 Ukuran batu (m) 12 Luas dasar (batu) (m) 13 Ketinggian (batu) (m) 14 Pekerjaan bronjong minor (bila krib dari bronjong ) 15 Penggantian unit bronjong 16 Banyaknya unit bronjong/ jumlah yang diganti 17 Ukuran unit bronjong yang diganti 18 Luas dasar (bronjong) (m 2) yang diganti 19 Ketebalan (bronjong)(m) total yang akan diganti 20 Ukuran batu (bronjong) (m) 21 Perbaikan pengikat bronjong ……… buah Lebar x panjang x tebal ….A Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian Nama sungai : ……………… Lembar : …………………….Identitas 2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn Tulis namanya 3 Nama petugas PEMELIHARAAN RUTIN 4 Pemeliharaan rutin – Pembersihan sampah – Pembersihan runtuhan 5 Jumlah krib pemeliharaan rutin 1 PERBAIKAN KECIL Pekerjaan tanah minor Masukan data 7 – Tak perlu – Mengganti timbunan – Tanah – Kerikil – Lain-lain ……m x….m …m x ……m = ……….m x……m x……=.m x……m x……=.Penaksiran pemeliharaan krib Contoh 1 No.m x……m x……. Formulir.m 2 22 Luas pengikat bronjong (m 2) 23 Kayu pengganti (untuk krib kayu) 24 Ukuran kayu (mm x mm) 25 Panjang kayu (m) – Tak perlu – Kayu dolken ….m ………………………….m ….m=……m – Tak perlu – Mengganti batu – Batu & filter – Fondasi+batu+filter …………………………...m F = m …………………m 119 dari 120 .RPT0-Pd T-xx-xxxx.m 2 ……x……...m …………………..

A 26 Perbaikan beton (untuk krib beton) 27 Luas permukaan beton (m ) 28 Kedalaman beton (m) 29 Perbaikan korektif besar/ Perlu sketsa + deskripsi spesial (bila 50% < x < 70%) 30 Rehabilitasi Perlu sketsa + deskripsi (Bila x < 50%) 31 Rektifikasi (bila sama Perlu sketsa + deskripsi sekali tak berfungsi) 32 Pemeliharaan darurat (bila Perlu sketsa + deskripsi konstruksi dalam keadaan bahaya) 33 Uraian ringkas penting Formulir 4C & sketsa 2 – Tak perlu – Perbaikan kepala tiang – Perbaikan lapis beton ….RPT0-Pd T-xx-xxxx.m …………………m 2 120 dari 120 .m x……m x……=.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful