MAKALAH MESIN PEMINDAH BAHAN

CONVEYOR
18 FEBRUARI 2013 MISEL TUMARI EFFENDI (D211 10 272) ALFIAN MARWAN (D211 10 266) NURI ERVANTO (D21110282) REDZKI SM UMAR (D21110107) MUH FADHILAH USMAN (D21110306)

yuiopasdfghjklzxcvbnmqwer

1. Conveyor Di dalam industri, bahan -bahan yang digunakan kadang kala merupakan bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan alat transportasi untuk mengangkut bahan-bahan tersebut mengingat keterbatasan kemampuan tenaga manusia baik itu berupa kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari karyawan. Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah Conveyor yang berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat. Pemilihan alat transportasi (conveying equipment) material padatan antara lain tergantung pada : ϖ Kapasitas material yang ditangani ϖ Jarak perpindahan material ϖ Kondisi pengangkutan : horizontal, vertikal atau inklinasi ϖ Ukuran (size), bentuk (shape) dan sifat material (properties) ϖ Harga peralatan tersebut. 2. Jenis - Jenis Conveyor Secara umum jenis - jenis Conveyor yang sering digunakan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Belt Conveyor Chain Conveyor : ¬ ¬ Scraper Conveyor Apron Conveyor

kulit ataupun logam yang tergantung dari jenis dan sifat bahan yang akan diangkut. plastik. ϖ Kecepatannya sampai dengan 600 ft/m ϖ Dapat naik turun ϖ Perawatan mudah.1 Belt Conveyor Belt Conveyor pada dasarnya mernpakan peralatan yang cukup sederhana. Alat tersebut terdiri dari sabuk yang tahan terhadap pengangkutan benda padat. sabuk yang digunakan terbuat dari logam yang tahan terhadap panas. Untuk mengangkut bahan -bahan yang panas. . Sabuk yang digunakan pada belt conveyor ini dapat dibuat dari berbagai jenis bahan misalnya dari karet. ϖ Kapasitas tinggi ϖ Serba guna ϖ Dapat beroprasi secara continyu ϖ Kapasitas dapat diatur. ϖ Sabuk disanggah oleh plat roller untuk membawa bahan. Karakteristik dan performance dari belt conveyor adalah: ϖ Dapat beroprasi secara mendatar atau miring dengan sudut maksimum sampai dengan 180.¬ Bucket Conveyor Bucket Elevator Screw Conveyor Pneumatic Conveyor Conveyor Chute Conveyor Roda Conveyor Slat Vibrating Conveyor Conveyor Verti 2.

.

yaitu: ϖ Scraper conveyor ϖ Apron conveyor ϖ Bucket conveyor ϖ Bucket elevator Dari keempat jenis elevator tersebut pada dasarnya menggunakan rantai untuk menggerakkan material. Lower pulley 7. Idler roller atas dan Idler roller bawah.2 Chain Conveyor Chain conveyor dapat dibagi atas beberapa jenis. Gambar Konstruksi belt conveyor Keterangan : 1.Pada umumnya belt conveyor terdiri dari : kerangka (frame). Feed hopper 9. Discharge 10. dan pembersih belt (belt cleaner) yang biasanya dipasang dekat head pulley. Cleaner 2. Frame 2. Drive unit 8. cawan pengisi (feed hopper) yang dipasang di atas conveyor. saluran buang (discharge spout). unit penggerak. dua buah pulley yaitu pulley penggerak (driving pulley) pada head end dan pulley pembalik ( take-up pulley) pada tail end. Upper pulley 6. Drive pulley 3. Take up pulley 4. Endless belt 5. sabuk lingkar (endless belt). .

Palang kayu dipasang pada alat tambahan A diantara rantai dengan seluruh tumpuandari tarikan .3 Scraper Conveyor Scraper conveyor merupakan conveyor yang sederhana dan paling murah diantara jenis conveyor lainnya. dan kepingan. ϖ Mempunyai kecepatan maksimum 150 ft/m ϖ Kapasitas pengangkutan hingga 360 ton/jam ϖ Harganya murah Kelemahan pada scraper conveyor : ϖ mempunyai jarak yang pendek ϖ Tenaga tidak konstan ϖ Biaya mahal ϖ Mengangkut beban ringan dan tidak tepat. 2. Conveyor jenis ini digunakan untuk mengangkut material ringan yang tidak mudah rusak. Apron conveyor yang sederhana terdiri dari dua rantai yang dibuat dari mata rantai yang dapat ditempa dan ditanggalkan dengan alat tambahan A.4 Apron Conveyor Apron conveyor digunakan untuk variasi yang lebih luas dan untuk beban yang lebih berat dengan jarak yang pendek. Karakteristik dan performance dari scraper conveyor adalah : ϖ Dapat beroprasi dengan kemiringan sampai 450. seperti : abu. Conveyor jenis ini dapat digunakan dengan kemiringan yang besar. kayu.2.

Untuk bahan yang berat dan pengangkutan yang lama dapat ditambahkan roda .conveyor.

ϖ Kecepatan maksimum 100 ft/m ϖ Dapat digunakan untuk bahan yang kasar. Selain digunakan roller. berminyak maupun yang besar. Karakteristik dan performance Apron Conveyor adalah : ϖ Dapat beroprasi dengan kemiringan hingga 25 0.(roller) pada alat tambahan A. palang kayu dapat juga digantikan dengan plat baja untuk mengangkut bahan yang berat.3 Apron Conveyor . ϖ Kapasitas hingga 100 ton/jam. ϖ Perawatan murah Kelemahan Apron Conveyor ϖ Kecepatan relative rendah ϖ Kapasitas pengangkutan yang kecil ϖ Hanya satu arah gerakan Gambar 2.

6 Bucket Elevator Belt.2. Belt conveyor jarang beroprasi pada sudut yang lebih besar dari 15-200 dan scraper jarang melebihi 300. Karakteristik dan perfamance dari bucket conveyor adalah : ϖ Bucket terbuat dari baja ϖ Bucket digerakkan dengan rantai ϖ Biaya relative murah ϖ Rangkaian sederhana ϖ Dapat digunakan untuk mengangkut bahan bentuk bongkahan ϖ Kecepatan maksimum 100 ft/m ϖ Kapasitas kecil 100 ton/jam Kelemahan bucket conveyor adalah: ϖ Ukuran partikel yang diangkut 2-3 in ϖ Investasi mahal ϖ Kecepatan rendah 2.5 Bucket Conveyor Bucket Conveyor merupakan jenis conveyor yang menyerupai Apron conveyor yang dalam. Sedangkan kadangkala diperlukan pengangkatan material dengan . scraper maupun apron conveyor mengankut material dengan kemiringan yang terbatas.

kemiringan yang curam. Timba-timba yang digunakan mempunyai beberapa bentuk sesuai dengan fungsinya masingmasing.5 Bucket Elevator . Digunakan untuk mengangkut material yang cenderung lengket. Bentuk dari bucket dapat dibagi atas: ϖ Minneapolis Type Bentuk ini hamper dipakai di seluruh dunia. Ketiga jenis bucket tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 2. Untuk itu dapat digunakan bucket elevator. ϖ Bucket for wet or sticky materials Bucket yang lebih datar. Secara umum Bucket elevator terdiri dari timba-timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau sabuk yang bergerak. dipergunakan untuk mengangkut bbutiran dan material kering yang sudah lumat. ϖ Stamped steel bucket for crused rock Dipergunakan untuk mengangkut bongkahan-bongkahan besar dan material yang berat.

Sepasang conveyor pendek disatukan dengan sebuah penahan yang disebut hanger dan disesuaikan pasangan pilinannya. Flight khusus digunakan dimana suhu dan tingkat kerusakan tinggi adalah flight cast iron. .7). biasanya conveyor tersebut disusun dari conveyor-conveyor pendek. yaitu dengan cara memotong flight biasa lalu membengkokan potongan ke berbagai arah.6-a) dibuat dari pisau pendek yang disatukan tiap pisau berpilin satu putaran penuh dengan cara disimpul tepat pada tiap ujung sebuah pisau dengan paku keeling sehingga akhirnya akan membentuk sebuah pilinan yang panjang. bentuknya seperti pita panjang yang berpilin mengelilingi suatu poros ( Gambar 2. pisau ini disebut Filight. Untuk bahan yang lengket. digunakan ribbon flight (Gambar 2. Flight-flight ini disusun sehingga membentuk sebuah conveyor (Gambar 2. Macam-macam flight adalah : ϖ Sectional flight ϖ Helicoid flight ϖ Special flight ¬ Cast iron flight ¬ Ribbon Flight ¬ Cut flight Conveyor berflight section (gambar 2. Alat ini pada dasarnya terbuat dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu sumbbu sehingga bentuknya mirip screw. yaitu dengan cara memasukkan salah satu poros sebuah conveyor ke lubang yang terdapat pada poros conveyor yang satunya lagi (Gambar 2. Untuk mendapatkan conveyor panjang yang lebih sederhana dan murah. Sebuah helicoid flight. tiap conveyor pendek mempunyai standar tertentu sehingga dapat dipasang dengan conveyor pendek lainnya. flight-flight disatukan dengan cara dilas tepat pada poros yang bersesuaian dengan pilinan berikutnya.6-d). untuk mengaduk digunakan cut flight (Gambar 2. Flight pengaduk ini dibuat dari flight biasa.6-b ).6-c).2.6-e). Untuk membentuk suatu conveyor.7 Screw Conveyor Jenis konveyor yang paling tepat untuk mengangkut benda padat berbentuk halus atau bubur adalah screw conveyor.

Cast Iron . panjang sebuah wadah antar 8. sedangkan sisi-sisi lurus lainnya terbuat dari kayu. dan 12 ft.Gambar 2. Gambar 2. e. Cut Flight Gambar 2.8-a) hanya bagian dasarnya.7 Screw Conveyor Coupling Wadah conveyor biasanya terbuat dari lempeng baja (Gambar 2. yang berbentuk setengah lingkaran. Sectional . Tipe wadah yang paling sederhana (gambar 2. 10.8). wadah-wadah pendek disusun sehingga sesuai dengan panjang conveyor. c. Untuk mendapatkan sebuah wadah yang panjang. b. Helicoid . d. .6 Screw conveyor: a. Ribbon .8-b menunjukkan wadah yang lebih rumit dimana semua konstruksinga terbuat dari besi.

Ujung dari wadah conveyor disebut box ends. Gambar 2. Gambar 29.9-b menunjukkantipe yang mempunyai persambungan terpisah danditempatkan di wadah. dua buah persambungan di buat pada ujung wadah. Biasanya sebuah hanger untuk tiap bagian. bentuk yang paling rumit mempunyai persambungan yang dapat distel dan juga dengan cara meminyaki yang lebih baik. box ends awal mempunyai roda gigi (gears) bevel untuk memutar poros conveyor. dan wadah kayu akan basah oleh minyak. Jika bahan yang diangkut conveyor bersentuhan dengan persambungan hanger. Gambar 2.9-a menunjukkan tipe palingsederhana dan murah. .9 menunjukkan beberapa tipe hanger. dan sepanjang wadah harus tetap das hanger atau penahan. Oleh karena itu wadah dalam hanger dibuat dari besi cor putih (Gambar 2.Perlu diperhatikan bahwa poros conveyor harus digantung dan dipersambung yang tetap sejajar. Umumnya box ends awal berbeda konstruksinya dengan box ends akhir.9-c) sehingga tempat bergerak akan dapat digunakan walaupun tanpa pelumas. sering kali minyak atau pelumas tidak dapat dipakai karena akan mencemari bahan tersebut.

ϖ Sebuah kotak penyaringan (bag filter) untuk menyaring debu. Kemudian. Pada jenis conveyor ini bahan dalam bentuk suspense diangkut oleh aliran udara.11).8 Pneumatic Conveyor Conveyor yang digunakan untuk mengangkut bahan yang ringan atau berbentuk bongkahan kecil adalah conveyor aliran udara (pneumatic conveyor).2. aliran udara yang mengangkut bahan padat dalam bentuk suspense akan menuju siklon dan selanjutnya menuju pompa. Pada conveyor ini banyak alat yang dipakai. ϖ Sebuah cyclone untuk memisahkan partikel-partikel besar. . Pada tipe yang sederhana (gambar 2. sebuah pompa cycloid akan menghasilkan kehampaan yang sedang dan sedotannya dihubungkan dengan system pengangkutan. antara lain : ϖ Sebuah pompa atau kipas angina untuk menghasilkan aliran udara. Bahanbahan akan terhisap naik melalui selang yang dapat dipindah-pindahkan ujungnya.

Kerugian menggunakan conveyor ini adlah pemakaian energinya lebih besar disbanding jenis conveyor lainnya untuk jumlah pengangkutan yang sama. Kadangkadang juga digunakan bila jalan yang dilalui bahan berkelok-kelok atau jika bahan harus diangkat dan lain-lain hal yang pada tipe conveyor lainnya menyebabkan biaya operasional lebih tinggi. dengan kata lain debu adalah produk yang tidak diinginka. bit pulp kering. Conveyor ini juga dapat dipakai untuk mengangkut bahan-bahan yang berbentuk bongkahan kecil sepertu chip kayu. Kecepatan aliran udara pada kecepatan rendah adalah 3000-7500 fpm dan pada kecepatan tinggi adalah 10000-20000 fpm. dan bahan lainnya yang sejenis. Karenanya.perhitungan pada conveyor pneumatic sama sekali empiris dan memuat factor-faktor yang tidak terdapat di luar data-data peralatan pabrik. Perhitungan.11 Pneumatic Conveyor . bahan-bahan lumat seperti soda abu dan lain-lain) supaya keadaanya tetap baik dan tidak mengandung zat-zat beracun seperti timbal dan asren. Sedangkan jumlah udara yang digunakan untuk mengangkut tiap ton bahan per jam adalah 50-200 cfm. dan kemiringan pengangkutan. sebuah kotak penyaring ditempatkan dalam siklon pompa. dan lain-lain. debu ini tentunya akan merusak pompa dan debu ini juga akan membahayakan jika dibuang ke udara. Jenis conveyor ini terutama digunakan untuk mengangkut bahan yang kebersihannya harus tetap terjaga baik (seperti biji-bijian.Jika bahan-bahan ini mengandung debu. jarak. Gambar 2. tergantung pada keadaan dan berat bahan.

12 Conveyor Chute 2.10 Conveyor Roda Gambar 2.9 Conveyor Chute Digunakan untuk menghubungkan dua perangkat penanganan Digunakan untuk menyediakan akumulasi dalam pengiriman daerah Digunakan untuk menyampaikan item antara lantai Sulit untuk mengontrol posisi dari item Gambar 2.2.13 Conveyor Roda Menggunakan serangkaian skatewheels dipasang pada sebuah poros (atau gandar). dimana jarak roda tergantung pada beban yang sedang diangkut Lereng untuk gerakan gravitasi tergantung pada beban berat Lebih ekonomis dari conveyor roller Untuk aplikasi ringan Fleksibel. dapat diupgrade versi yang tersedia .

2. suhu.14 Conveyor Slat Menggunakan discretely bilah spasi terhubung ke rantai Unit yang diangkut tetap dapat mempertahankan posisi (seperti conveyor belt) Orientasi dan penempatan beban dikendalikan Digunakan untuk beban berat atau beban yang mungkin merusak sabuk Pengolahan dan pengalengan tanaman menggunakan rantai datar atau konveyor slat karena kondisi basah. dan persyaratan kebersihan Tilt slat conveyor yang digunakan untuk sortasi .11 Conveyor Slat Gambar 2.

palung. bahan-bahan gratis mengalir Sebuah Conveyor osilasi mirip dalam konstruksi. tetapi bergetar pada frekuensi yang lebih rendah dan amplitudo yang lebih besar (tidak lembut) dalam rangka untuk menyampaikan objek yang lebih besar seperti tuang panas. atau tabung Bergetar pada frekuensi tinggi dan amplitudo yang relatif kecil dalam rangka untuk menyampaikan unit individu produk atau materi massal Dapat digunakan untuk menyampaikan hampir semua granular.12 Vibrating Conveyor Gambar 2.15 Vibrating Conveyor Terdiri dari tempat tidur.2. .

SCREW CONVEYOR Tujuan desain screw conveyor ialah untuk mendorong bahan umpan sepanjang tabung. Dorongan ini diakibatkan pengecilan jarak antar ulir sehingga menyebabkan volume antar ulir mengecil. Penggunaan screw conveyor tidak terbatas pada pengangkutan material dalam arah horizontal. tetapi screw conveyor juga dapat digunakan untuk mengangkut material dengan sudut tertentu.1 Macam-macam bentuk screw .3. Bahkan juga dapat digunakan untuk memindahkan material dalam arah vertikal. Gambar 3.

.

material yang bau. dapat mengeluarkan material pada beberapa titik yang dikehendaki. (d) trough ends.Gambar 3. dan (h) supporting feet and saddles . Ini penting untuk material yang berdebu dan material panas. (b) coupling.2 Susunan Screw Conveyor Screw conveyor mudah dalam hal perencanaan. maintenance. Karena gesekan material terhadap screw dan through dapat mengakibatkan konsumsi daya yang tinggi. (c) hanger and bearing. (e) trough. (f) weld flange. maka screw conveyor digunakan untuk kapasitas rendah sampai sedang ( sampai 100 m3/jam ) dan panjang biasanya 30 sampai 40 meter. dimensi kecil. (g) feed and discharge spouts. Bagian – bagian screw conveyor Bagian utama screw conveyor adalah (a) conveyor screw.covers. dan menjijikan. clamps and shroud.

Desain screw dipilih untuk mnyesuaikan bahan yang akan dipindahkan. ganda atau triple. maka digunakan trough screw atau continous screw . Paddle dan cut-flight conveyor digunakan untuk pencampuran.Gambar 3. Jika conveyor adalah untuk memindahkan butiran kering atau material bubuk. ulir (thread) tunggal.4 Horinzontal “U” Trough Screw Conveyor .3 Bagian Utama Screw Conveyor Screw conveyor bisa putar kanan (right-hand) yang merupakan jenis umum atau putar kiri ( left-hand). pengadukan. Gambar 3. dan pencampuran dua atau lebih material untuk tujuan yang sama. untuk bahan berbentuk bongkahan dan material lengket digunakan ribbon screw.

lebih mudah untuk menyambungnya. Ribbon screw terpisah oleh poros oleh radial rods. Screw kadang juga dicor menyatu dengan poros. c-paddle fligh. Metode sambungan ini sederhana dan kompak tetapi sulit terpecah. Pin berfungsi sebagai jurnal untuk bantalan utama dan bantalan antara (main and intermediate bearing). Gambar 3.Screw biasanya dibuat dari lembaran baja 4 ± 8 mm. continous.6 Bagian dari Hollow Shaft . Gambar 3. kuat. Poros hollow digabung dengan memasukkan bushing 3 dan pin 4 melalui baut 5. d cut-fligh Poros kadang pejal atau hollow. b-ribbon.5 Jenis-jenis Screw a-solid. Poros 1 dan screw 2 biasanya dibuat dalam 2 sampai 4 bagian. Setiap bagian dilas ke poros dan dilas atau di-keling satu sama lain. Poros hollow ringan.

5 mm. 2-spiral turns. Celah yang dianjurkan 6 sampai 9. Trough untuk penggunaan screw conveyor umum dibuat dari lembaran baja (sheet steel). dimana pelumasan melalui grease cup yang dipasang di atas trough cover. 3-bushing. .1-hollow shaft. Flanged dilas melingtang trough berfungsi sebagai pengaku dan juga menyambung trough dan cover. Diameter dalam cylindrical trough sedikit lebih besar daripada screw sehingga meninggalkan sedikit celah. 4-bolts bantalan (bearing) utama biasanya dipasang pada sisi buang (discharge end) screw conveyor. Pelumasan dengan gemuk (grease).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful