WAYANG GUNG

 Sejarah singkat
Wayang Gong nerupakan cabang dari kesenian wayang, yang tidak lepas dari induknya. Menurut G.A.J. Hazeu dan J.L.A. Brandes yang meneliti kesenian wayang, diperoleh suatu kesimpulan bahwa kesenian wayang di Indonesia berinduk kepada kebudayaan asli Jawa, meskipun ceritera yang ditampilkan disadur dari pengaruh kebuayaan Hindu. Bentuk kesenian yang tertua adalah wayang purwa, dari sini kemudian berkembang menjadi jenis-jenis wayang yang beragam. Di Kalimantan Selatan seni wayang jelas menunjukan pengaruh dari Jawa. Dengan embandingkan jenis wayang kulit Banjar dengan Wayang kulit Jawa bahkan dapat diketahi bahwa bentuk wayang, lakon dan kelengkapannya menunjukkan adanya kesamaan-kesamaan dengan wayang Jawa, di segi lain ukuran wayang, bahasa yang digunakan serta tata cara pementasan sudah menunjukkan adanya perkembangan yang khas sebagai “Wayang Banjar”. Sejarah wayang di Kalimantan Selatan secara kronologis belum diketahui detilnya. Dalam “Hikayat Banjar” disebutkan bahwa seni wayang sudah tumbuh di Kalimantan Selatan sejak adanya Kerajaan Dipa. “….. Bawayang Wong, menopeng, bawayang gadogan, bawayang purwa, babaksan….” Merupakan kesenian yang biasa dipertunjukkan di Kerajaan Dipa. Apabila latar belakang Kerajaan Dipa diperkirakan pada abad XIV, maka seni wayang di Kalimantan Selatan sejak hamper 6 abad silam. Dari kutipan tersebut diketahui bahwa Wayang Gong belum disebut-sebut. Maka semakin jelas bahwa Wayang Gong bukan pengaruh langsung dari Jawa, melainkan perkembangan khas Kalimantan Selatan. Menurut penuturan para seniman Wayang Gong, jenis wayang tersebut muncul setelah Wayang Orang Banjar sudah terlalu jauh berkembang baik ceritera maupun pementasannya. Wayang orang terlalu banyak melakonkan kisah-kisah syair di luar pakam. Seni pentasnya juga cenderung surut. Maka Wayang Gong merupakan kreasi yang ingin mengangkat kembali kesenian di tengah masyarakat Banjar. Kisah syair yang sering ditampilkan dalam wayang orang adalah “syair Abdul Muluk” dari Melayu, selain itu kisah saduran “Damarwulan”. Maka kemudian sangat

dikenal adanya Seni Abdul Muluk atau “Bada Muluk” dan juga “Badamarwulanan”. Perkembangan selanjutnya, abdul Muluk berkembang menjadi dua yaitu bdul Muluk cabang yaitu Abdul Muluk yang menggunakan “cabang” ( kuluk atau katopang) yang kemudian lebih dikenal sebagai “Wayang Gong”. Sedangkan yang lainnya adalah Abdul Muluk Ceritera, yang kemudian dikenal sebagai “Mamanda”. Wayang Gong sendiri kemudian menurunkan kesenian “Kuda Gepang Cerita” dan Tarian Kuda Gepang. Sampai sat ini masih dapat disksikan antara kesenian-kesenian tersebut memiliki unsur pementasan (dalam hal ini kostum-baju dan gamelan) yang sama. Hal itu menunjukkan bahwa perkembangannya antara atu dengan yang lain sangat erat, bahkan mempunyai akar yang sama.

 Iringan –iringan yang di gunakan dalam kesenian wayang gong
Yaitu menggunakan alat musik tradisional banjar yang terdiri dari babun , gong besar dan kecil , sarun besar dan kecil, kenong dan lima alat . dan ada kurang lebih 10 orang yang memainkannya

 Tokoh –tokoh pembawa kesenian wayang gong
Dulu, kesenian ini sering dimainkan saat acara adat dan seni pertunjukan sosial kemasyarakatan seperti Mawlid Nabi, saprah amal, hajatan hingga nazar pasca panen padi. Namun sekarang sudah jarang dimainkan. Beruntung masih ada salah satu sanggar seni yang masih eksis memainkan kesenian ini walaupun insidential. Sanggar seni Ading Bastari, Barikin (HST) yang di pimpin A.W. Syarbaini lah yang membuat kesenian ini masih bertahan, walaupun dalam kondisi yang tak memungkinkan.

Waktu pelaksanaan wayang gong bisa siang dan malam . Maka kemudian sangat dikenal adanya seni abdul muluk atau “Badamuluk dan juga “Damarwulan”. abdul muluk cabang yaitu abdul mulluk yang menggunakan “cabang” (kuluk atau katopang) yang kemudian lebih dikenal sebagai “wayang gong”. dan dialog. dalam babakan ketiga ini perang atau pertempuran antara tokoh baik dengan tokoh jahat . yaitu. Fungsi dalang pangambar dan dalang utusan adalah melengkapi tutur dari dalang sejati. dalang pengambar dan dalang utusan.dan durasi waktunya lebih kurang 3 – 4 jam atau kurang dari itu . Konflik. babakan tuturan permulaan kisah dalam bentuk sindin . Sidang jajar . Susunan Acara Pelaksanaan Dalam pergelaran wayang gong mempunyai bentuk tempat struktur babakan . selain itu kisah saduran “Damarwulan”. adalah babakan antiklimak dari konflik. dan diadakan pada peringatan hari –hari besar keagamaan . adalah babakan sidang kerajaan dari para satria kerajaan membahas suatu peristiwa yang berhubungan dengan masalah – masalah yang dihadapi kerajaan tersebut. Umumnya pelakon dari wayang gong merupakan pelakon yang khusus artinya setiap tokoh dilakonkan oleh pelakon tertentu. . Struktur babakan ini yaitu : Mamuncukani . abdul muluk berkembang menjadi dua yaitu . Perkembangan selanjutnya . Bapacah. Najar seseorang dan lainnya . penyambutan tamu . babakan ini merupakan inti struktur alur. Misalnya tokoh Hanoman dilakon oleh seseorang yang bener menggeluti dan menghayati perilaku atau karakter tokoh Hanoman. Biasanya dalam wayang gong selalu disajikan happy ending atau kemenangan dipihak kebaikan.  Cerita dan lakon Kisah syair yang sering ditampilkan dalam wayang gong adalah syair “Abdul muluk” dari melayu. Begitu juga tokoh Dasamuka (Rahwana) dilakonkan oleh pelakon tertentu dan seterusnya. Ada tigadalang yang terdiri dari dalang sejati .

bahkan . Hal itu menunjukkan bahwa perkembangannya antara satu dengan yang lain sangat erat . mempunyai akar yang sama.Sampai saat ini masih dapat disaksikan antara kesenian – kesenian tersebut memiliki unsure pementasan (dalam hal ini kostum\-baju dan gamelan) yang sama.

LAMUT. sementara proses pewarisan dan regenerasi kesenian itu mandek. Sedang berlamut. lembaga atau instansi senibudaya untuk melestarikian kehidupan Lamut yang semakin langka ini. Anggasina dan Labai Buranta. dan terjadi perang tanding. Kasan Mandi kawin dengan Galuh Putri Jung Masari melahirkan seorang putra bernama Bujang Maluala. sesepuh. baik dilingkungan kerajaan atau pun masyarakat seperti halnya Semar dalam cerita wayang. Seni lamut bisa dikatakan bernasib malang karena kini di ambang punah. Cerita yang dikenal masyarakat Banjar yakni cerita tentang percintaan antara Kasan Mandi dengan Galuh Putri Jung Masari. sedangkan Galuh Putri Jung Masari adalah putri dari Indra Bayu. Satu per satu pelamutan meninggal dunia. pendundam ketika membawakan ceritanya tidak tampak atau samar – samar dalam gelap. Keseneian . akhirnya Sultan Aliudin kalah. pelamutannya tampak oleh penonton dan ceritanya menurut pakem yang ada walau tak tertulis.BALAMUT  Latar Belakang Lamut adalah salah satu Sastra Banjar atau dikatakan juga cerita bertutur yang dikhawatirkan suatu saat nanti akan punah. Kasan Mandi adalah putera dari Maharajua Bungsu dari Kerajaan Palinggam Cahaya. Kesenian balamut kini tak banyak dikenal oleh para generasi muda. raja dari Mesir Keraton. dan tidak ada yang peduli dari masyarakat banjar itu sendiri. Di dalam cerita ini ada tokoh antagonis bernama Sultan Aliudin yang sakti mandraguna dari Lautan Gandang Mirung yang jadi penghalang. yaitu Paman Lamut seorang tokoh yang menjadi panutan. Disebabkan hampir tidak ada lagi yang berminat untuk menjadi Palamutan ( orang yang bercerita lamut ). Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa lamut berasal dari kesenian Dundam yaitu cerita bertutur dengan menggunakan instrumen perkusi yaitu tarbang. dalam sejarahnya merupakan sebuah kristalisasi budaya masyarakat yang berproses alami dan cukup panjang. Cerita yang dibawakan adalah dongeng kerajaan Antah Berantah. bercerita sambil membunyikan ( memukul ) alat tersebut. Mengapa dikatakan Lamut ? Ada yang mengatakan bahwa lamut diambil dari nama seorang tokoh cerita di dalamnya. seni tradisional yg spesifik masyarakat etnis Banjar. Konon. Kasan Mandi dibantu oleh paman Lamut bersama anak – anaknya yaitu Anglung.

maupun acara nasional. Padahal. dan memandikan air yang telah didoakan kepada si sakit. Mereka yang baru melihat seni lamut selalu mengira kesenian ini mendapat pengaruh dari Timur Tengah. dan lainnya. Bedanya. bakesah. madihin. kini ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Utara. Bahkan namanya saja banyak warga etnis Banjar sendiri yang tak tahu. Seni berkisah itu juga semakin ditinggalkan karena generasi muda tak lagi tertarik memainkannya.Lamut merupakan seni cerita bertutur. membuatnya telah dilupakan masyarakat. Raden Ngabe belajar lamut saat menjadi utusan Kerajaan Banjar yang bertugas di Amuntai. Pada masa Kerajaan Banjar dipimpin Sultan Suriansyah. wayang atau cianjuran dimainkan dengan seperangkat gamelan dan kecapi." kata Gusti Jamhar Akbar yang merupakan turunan ke empat. kesenian ini sebenarnya berasal dari China. "Buku salinan cerita lamut yang dimiliki keluarga itu masih ada sampai sekarang. Raden Ngabe bertemu pedagang China pemilik kapal dagang Bintang Tse Cay. Lamut mendapat iringan terbang. sedangkan lamut dibawakan dengan terbang. Setelah itu dilakukan tepung tawar dengan mahundang-hundang (mengundang) roh halus. seperti wayang atau cianjuran. Bila pada wayang ada tokoh . Orang yang punya hajat dan terkabul biasanya juga mengundang palamutan. alat tabuh untuk seni hadrah. Pertama kesenian lamut dikuasai oleh Raden Ngabe Jayanegara dari Yogyakarta.ini malah kalah populer dibanding Madihin dan Mamanda. sebelum lamut dimainkan. Lamut juga digunakan dalam proses batatamba (penyembuhan penyakit). Raden Ngabe mendapatkan salinan syair China tersebut. kemenyan atau perapin (dupa). Kata "lamut" konon berasal dari bahasa Arab. Pada batatamba. beras kuning. Ketika kesenian hadrah masuk di daerah ini. disiapkan dulu perangkat piduduk (sesaji). pewaris seni lamut. Sejak itulah Raden Ngabe mempelajari dan melantunkannya. Dalam pertemuan enam bulan kemudian. di Amuntai. Seni bertutur itu disebut lamut karasmin karena menjadi hiburan pada perkawinan. Dari pedagang itulah ia pertama kali mendengar alunan syair China. membacakan doa selamat. Lamut mulai berkembang setelah warga minta dimainkan setiap kali panen padi berhasil baik. Frekuensi pertunjukan balamut di panggung yang amat jarang dan nyaris tak terdengar. dan merasa aneh dan asing. dan bapantun. seperti dundam. hari besar keagamaan. lamut hidup bersama seni tutur Banjar yang lain. tanpa iringan terbang. laamauta (tidak mati). Ceritanya. Kesenian ini diwariskan secara turun-temurun.

penonton berdesakan. dan Labai Buranta."Pada masa itu saya hanya bisa istirahat pada malam Jumat. Mereka tak beranjak semalam suntuk mendengarkan kisahnya. Andi-andi." ucap Jamhar. paling mengharapkan kisah percintaan antara Junjung Masari dan Kasan Mandi. ." ucapnya. bahkan cerita 1. "Mereka gemar mendengar cerita Bujang Maluwala karena ada kisah perkawinan dengan orang China. Mereka kerap minta lamut dimainkan saat hendak sembahyang di Pulau Kembang di tengah Sungai Barito di Banjarmasin. "Lamut makin ditinggalkan orang setelah karaoke sampai ke desa-desa. dan Bagong. atau Tutur Candi. Kini Lamut semakin meredup seiring masuknya berbagai musik modern. "Para penonton hanyut ketika mendengar kisah percintaan kedua tokoh itu dalam syair pantun bahasa Banjar. Gareng." kata Jamhar yang beristri keturunan China dan penggemar lamut juga. tetapi dia berlamut sampai ke Jakarta.001 malam. Surabaya. Petruk. Kisah juga bisa menjadi dramatis dengan lakon yang gagah berani atau romantis. pada lamut tokohnya adalah Paman Lamut serta tiga anaknya: Anglung. Saat itu. Pada masa itu hampir setiap malam ia diundang warga untuk balamut. Masyarakat Banjar. Undangan tak hanya di Kalsel. dan beberapa kota di KalimantanTengah. Cerita lamut yang dibawakan Jamhar bisa dimainkan bersambung selama 27 malam. setiap kali ia memainkan lamut. pengembangan cerita tetap dimungkinkan sesuai kemampuan si pelamutan dalam meramu. Sedangkan ceritanya sudah berpakem seperti wayang purwa. Meski tokoh dan pakem cerita lamut tertentu. Ramuan cerita itu bisa disadur dari kisah Panji." Jamhar mencontohkan sebait syair : ading ada pantun ding.punakawan yang terdiri dari Semar. tentang kerajaan yang dipimpin Prabu Awang Selenong. Cerita dia kembangkan berdasarkan perjalanan hidupnya. Angsina. ada pantun ding urang dahulu mari ding pergi ka bukit ada anak kapitan bermain sumpit mari ding kucium sadikit badan kupaluk pinggang kugapit Lamut juga digemari warga China keturunan di Banjarmasin. Masa keemasan Jamhar mulai tahun 1960-an hingga 1985-an.

Pada 1982 di Kalsel ada 112 pelamutan. Jamhar. sebulan paling banyak tiga. ia sisipkan pesan moral. Lamut bukan saja berkembang di seluruh pelosok Kalimantan Selatan tetapi juga sampai di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.  Sejarah Sastra Banjar "Lamut" Berlamut sudah ada pada zaman kuno yaitu tahun 1500 Masehi sampai tahun 1800 Masehi tetapi bercerita tidak menggunakan tarbang. barulah berlamut memakai tarbang. Kini." tutur pelamutan yang pernah menerima honor Rp 1 juta setiap sekali main ini. Kala itu. Ketika Agama Islam masuk ke Kalimantan Selatan. kritik. . Ketika Sultan Suriansyah masuk Islam. yang berusia 40 tahun. banyak kebudayaan dan kesenian Jawa yaitu dari Demak ( Jawa Tengah ) berbaur pada kebudayaan dan kesenian Banjar. apalagi membina munculnya pelamutan baru. Dan Sastra Banjar Lamut juga mendapat tempat yang strategis dalam penyebaran Islam di masyarakat Banjar. maka tak heran Lamut mendapat pengaruh juga dari Wayang Kulit yaitu dialognya mirip dialek wayang. kesenian Islam sangat berpengaruh pada perkembangan kebudayaan dan kesenian Banjar. Syair – syair dan pantun hidup dan berkembang dalam masyarakat. Seiring dengan pesatnya penyebaran agama Islam. Sebab kesenian Islam terkenal dengan Hadrah dan Burdahnya. "Kini yang mengundang lamut sudah jarang. setelah Raja Banjar Sultan Suriansyah. Jamhar mengibaratkan lamut sebagai anak tiri yang tersisihkan. dan saran.Belakangan ia hanya balamut untuk satu malam. Dalam balamut. selama sekitar lima jam. tak ada organisasi atau lembaga yang peduli kepada lamut. termasuk pelamutan muda.

Biasanya petatah petitih berupa nasehat. dan perayaan hari – hari besar atau daerah. Durasi penampilan lamut biasanya 3 jam sampai 5 jam. Hajat seperti untuk tolak bala atau doa selamat pada acara kelahiran anak. penokohan.5 x 2 meter. Cacampan ini diberi titilaman ( tilam kecil ). kalau menyampir dan hajat ini tidak dilaksanakan maka akan membuat mamingit yakni menyebabkan sakit bagi yang bersangkutan. Penggarapan Dan Instrumen Lamut  Penyajian Lamut ditampilkan pada umumnya pada malam hari sebagai hiburan masyarakat Banjar pada acara perkawinan. Fungsi. − Sebagai pendidikan terutama mengenai tata kerama kehidupan masyarakat Banjar.Pelamutan sekaligus sebagai sutradara atau dalang yang menciptakan karakter meskipun sudah ada pada pakem. . manyampir yaitu berkaitan dengan tradisi keluarga.  Fungsi Sastra Banjar Lamut Lamut berfungsi : − − − − − Sebagai media da’wah agama islam dan muatan pesan – pesan pemerintah atau pesan dari pengundang lamut. Menurut kepercayaan. sutradara atau dalang. penonton. Pada waktu dulu. Penyajian. Palamutan membawakan cerita duduk di sebuah meja kecil bernama cacampan yang berukuran 1. yaitu tradisi bagi keturunan palamutan. mendapat rejeki. petuah atau bimbingan moral. kitanan atau sunatan. di hadapan palamutan disediakan parapen ( perapian ) dupa kemenyan yang selalu berasap dan sebiji kelapa muda yang sudah dipangkas untuk minuman palamutan. Penonton lamut biasanya duduk melingkar seperti tapal kuda. dan tempat pertunjukan. Sebagai hiburan Manyampir. Lamut termasuk juga teater tutur yang mempunyai komponen cerita.

tetapi masih di dalam suatu pakem. baik bumbu dialog maupun gaya ceritanya. Anglung. pakem yang tidak tertulis. Kasan Mandi kawin dengan Galuh Jung Masari dan melahirkan Bujang Maluala. bahkan ada yang keluar sama sekali dari carangan (pakem). Memang kreativitas pelamutan sangat diperlukan agar cerita lebih menarik. sedangkan Indra Bayu berputri Galuh Putri Jung Masari. Narator dan berdialog dilaksanakan dengan terampil oleh pelamutan sendiri. Antara babak –babak lakon selalu diselingi dengan lelucon atau dagelan. Setiap dinasti ini mempunyai cerita tentang percintaan. Cerita pada lamut merupakan cerita terdahulu dari turun temurun. Dan tokoh – tokoh yang selalu hadir yaitu Paman Lamut. tidak jarang pelamutan membawakan kisah terjadi ada penambahan dan pengurangan pada cerita semula. Anggasina dan Labai Buranta. Sebab tidak ada buku – buku yang merupakan pakem cerita lamut. bernama Indra Bungsu dan Indra Bayu. . cerita Andi – Andi. yaitu : − − − − Sebelum memulai cerita. Dalam pengembangan cerita dapat pula mengambil dari cerita Panji. penasihat dan panglima perang dari putra –putra raja tersebut. atau pun cerita rakyat. Pelamutan terlebih dahulu membunyikan tarbnang dengan nyanyian pembukaan yang terdiri dari syair – syair dan pantun. Sebenarnya pakem yang ada adalah bermula pada sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja bernama Jaya Sakti yang berputra kembar . Oleh karena itu. tutur candi. cerita lamut sudah mengalami perkembangan cerita oleh pelamutan yakni menciptakan cerita baru yang lebih menarik. Anggasina dan Labai Buranta. Setelah dinasti Bujang Bungsu. Ditutup kembali dengan bunyi – bunyian tarbang yang dinamis. Bujang Maluala kawin dengan putri maharaja Cina bernama Dandan Walayu Galuh Mamagar Sari. perang dengan adu kesaktian. tetapi dalam cerita itu ada tokoh utama Lamut berikut anak – anaknya Anglung. dongeng seribu satu malam. sebagai pendamping setia. Indra Bungsu berputra bernama Kasan Mandi. Penggarapan Sastra Banjar Lamut Lamut mempunyai struktur lakon.

sebagai tradisi maka ia menghaturkan salam kepada penonton dengan berpantun sebagai pembuka. Instrumen Lamut Instrumen sebagai penunjang lakon yang digunakan oleh pelamutan adalah sebuah tarbang lamut. kayu sepat. merupakan ungkapan bermacam peristiwa. diberi kulit kambing kemudian disimpai sedemikian rupadengan rotan. Tarbang ini bentuknya seperti rebana namun lebih besar.  Pantun dan syair dalam Sastra Banjar "Lamut" Pelamutan setelah memukul tarbang dengan beberapa irama. Antara lain : Bismillah itu mula pang ku bilang Kartas pang dawat jualan dagang Kartasnya putih salain lapang Pena manulis di kartas lapang Bukan badanku pandai mangarang . Agar mengencangkan kulit tersebut diberi pasak kayu pada penampang bagian belakang tarbang dan dipasak dengan batangan rotan bagian dalamnya. dengan berlagu. kayu kursi atau kayu apa saja yang asal liat ( keras ). dengan ukuran berdiameter 45 sampas 60cm. Pantun tersebut antara lain : Tabusa salah sarai sarapun Bawa balayar kuliling nargi Lamun tasalah banyak-banyak maminta ampun Kisah Banjar dibawa kamari Pinang anum barangkap – rangkap Pinang tuha barundun – rundun Lawan nang anum maminta maaf Lawan nang tuha maminta ampun Kemudian dilanjutkan dengan bersyair. terbuat dari kayu seperti kayu nangka.

subuh tatarang upih. maka ujar Kasan Mandi : “ Paman Lamut lakasi paman . seperti berikut ini : Hanyar kurait pulang kaya bilaran Satu pang tali. matanya intan Lah jua baisi jukung bapangayuh bagiwas Ulin manggis.Hanya taingat di dalam badan Syair tidak sembarang ucap. rupa nang langkar. Antara lain : Nagri Palinggam Cahaya mimang sugih Handak malunta ada hundang Bajanggut amas. malam pacangan kadap. manisnya. Mamukul kuda. Sabagaimana kambang nang sadang harum – harumnya. Jauh tatinggal. seperti : Kasan Mandi maluncat ka atas kuda. anam kulindan Tujuh kompas. Misalnya : Bengkengnya Galuh Putri Jung Masari dalam mahligai. Anak rambutnya malantang wilis. sisiknya pirak. kita mudahan sampai ka rimba rimbangun. Bakambang goyang. Putih kuning kuku panjang nipis nang kaya gambar ditulis. dua pang lalaran Katiga tungkat. makmur sejahtera. lamut ka atas kuda Kasan Mandi. maupun keindahan atau kecantikan seseorang. tarur Kasan Mandi mambalap ka hujung kampung nargi Palinggam Cahaya. Kemudian penuturan cerita biasanya dengan prosa lirik. lapan padoman Kasambilan teori politik Kasapuluh lawan aturan Syair yang mengungkapkan sebuah negeri atau kerajaan yang kaya raya. ampat pang ukuran Kalima jarum. tetapi berplot. bapananjak buluh parindu Ada beberapa prosa lirik merupakan monolog dalam mengungkapkan jalam cerita. bagalang di batis. Rupa bungas.Lamut mambontel di balakang malalui Pasiban Basar. lamut jua. .

 Salah Satu Pakem Lamut BUJANG MALUALA Setelah dewasa pergi berlayar tanpa tujuan. Kerajaan Cina sangat besar. Bujang Maluala melarikan diri dan melaporkan hal ihwal yang dialamainya kepada Lamut. dan Labai Buranta menyamar seperti orang Cina. rajanya bernama Tiung Dermawan mempunyai putri bernama Dandan Amas Salian Kaca serta amban. ditengah lautan tidak disangka – sangka kapalnya dilanda topan sehingga kapalnya hancur. Kemudian Lamut memberikan minyak guna – guna. maka minyak itu disapukan kepada putri. Anglung. Bujang Maluala beserta ponakawannya Lamut... dan memperoleh putra diberi nama Bujang Busur. akhirnya putri jatuh cinta. . dan masing – masing merubah nama yang disesuaikan dengan nama orang cina. Tak lama kemudian Bujang Maluala jatuh sakit lalu dipukul oleh putri karena dianggap malas bekerja. Kemudian dia minta agar dirinya dijual pada orang Cina itu. Dan bertuigas sebagai pesuruh mengerjakan perintah putri di rumah. kemudian Bujang Maluala kawin dengan putri. Anggasina. dan kapalnya terapung hanyut sesat ke banua Cina. Lalu Lamut menjual pada raja Cina itu. Benua Cina ini bernama Siming Dermaya. Bujang Maluala merindukan putri raja meskipun dia belum pernah bertemu Cuma mendengar namanya saja.

Selain itu. misalnya acara malam perkawinan. seorang wanita harus cantik dan pandai menari. Kalau di masyarakat Jawa dikenal istilah tledek dalam tari tayuban. pengumpulan dana kampung dan sebagainya. Kecamatan Tapin Tengah. Pada waktu itu memang ada kebiasaan para penonton memberikan uang kepada penari. karena tidak sembarangan wanita mampu menjadi penari Bagandut. Namun seiring masuknya ajaran agama. Tari ini dimainkan setiap ada keramaian. permaisuri Sultan Adam adalah seorang mantan penari Gandut yang terkenal.TARI GANDUT  Sejarah Tari Gandut Banjar. Persaingan ini bisa dilihat melalui cara para lelaki tersebut mempertontonkan keahlian menari dan besarnya jumlah uang yang diserahkan kepada para Gandut. terutama ajaran Islam. Tari Gandut sebagai hiburan terus berkembang di wilayah pertanian di seluruh Kerajaan Banjar. Nama tarian ini berasal dari sebutan terhadap penarinya yaitu Gandut. Faktor agama Islam merupakan penyebab utama hilangnya jenis kesenian ini ditambah lagi dengan gempuran jenis kesenian modern lainnya. dengan pusatnya di daerah Pandahan. Salah satunya adalah Tari Gandut. Namun kini kebiasaan tersebut semakin berkurang. Tari Gandut sejak tahun 1960-an sudah tidak berkembang lagi. Awalnya memang hanya sebagai apresiasi. Tarian ini merupakan hasil dari kebudayaan Banjar yang mempunyai nilai mistis besar. Kini keindahan dan keserasian gerak tarian Bagandutlah yang lebih ditonjolkan. Dahulu banyak Gandut yang diperistri oleh para bangsawan dan pejabat pemerintahan. ia wajib menguasai seni bela diri dan mantera-mantera tertentu. Dahulu profesi sebagai penari Bagandut merupakan profesi yang unik dalam masyarakat Banjar. arena tari Gandut sering pula menjadi arena persaingan adu gengsi para lelaki yang ikut menari. hajad. Untuk menjadi penari Bagandut. Mereka menari berpasangan dengan penonton laki-laki. sisi erotisme tarian ini semakin berkurang. baru pada kurang lebih tahun 1860-an tari ini berkembang ke pelosok kerajaan dan menjadi jenis kesenian yang disukai oleh golongan rakyat biasa. namun lama-kelamaan menjadi sebuah adu gengsi. Kabupaten Tapin. disamping paras cantik mereka juga diyakini memiliki ilmu pemikat hati penonton yang dikehendakinya. salah satu suku terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan. Para penari Bagandut umumnya adalah wanita. Sekarang Gandut masih bisa dimainkan tetapi tidak lagi . Pada masa kejayaannya. Tari Gandut ini pada mulanya hanya dimainkan di lingkungan istana kerajaan. Ilmu tambahan ini sangat penting bagi penari Bagandut untuk melindungi dirinya dari tangantangan usil penonton yang ingin memikat para penari tersebut dengan ilmu hitam. Nyai Ratu Komalasari. memiliki beragam seni dan budaya yang menarik untuk disaksikan.

Dalam tarian ini terlihat gerakan mengurung Gandut yang dilakukan oleh penari pria. Jadi. Tari Gandut Mangandangan Istilah “Mangandangan” berasal dari kata ‘kandangan’ yang berarti pagar atau kurung. sehingga Gandut harus berupaya mengelakkan diri agar bisa keluar dari kurungan yang dilakukan tersebut. karena gerakan tarinya boleh dikatakan tidak ada. Pria yang menjadi pasangan Gandut hanya duduk menanti berselubung kain sehingga identitasnya tidak diketahui. Gerakan penari pria yang seakan siap menyentuh itu diantisipasi dengan gerakan menangkis oleh Gandut sehingga nampak terlihat seperti gerakan pencak silat. . Penari pria yang menjadi pasangan Gandut menari tidak berusaha mengurung seperti halnya tari mangandangan. karena dalam tarian Gandut Karoncongan lebih mengutamakan unsur hiburannya. Kemudian Gandut duduk di atas pangkuan pria yang berselubung tersebut sambil menyanyi dan mengelus-elus tangan pria yang didudukinya. 4. Tari Gandut Manunggul Pada dasarnya gerakan yang dilakukan tidak dapat dikatakan sebuah tari. pria yang berselubung itu dibimbing dan didudukan pada sebuah kursi yang telah disediakan. maka pada jenis tari karoncongan tidak terlalu dituntut kepandaian menari. namun berusaha menyentuh bagian tertentu dari seorang Gandut. Penari pria selalu berusaha menyudutkan Gandut.  Jenis Tari Gandut Ditinjau dari segi pertunjukannya Tari gandut terbagi atas 4 jenis yaitu : 1. Oleh Gandut. mangandangan dapat diartikan mengurung atau memagar. Tari Gandut Mandung-Mandung Tari Gandut Mandung-Mandung dalam gerakannya banyak menggunakan gerak silat Banjar.sebagai tarian aslinya hanya sebagai pengingat dalam pelestarian kesenian tradisional Banjar. Tari Gandut Karoncongan Apabila dalam tari Gandut Mangandangan dan Mandung-Mandung penari prianya harus memiliki keterampilan menari yang baik untuk mengimbangi kemahiran Gandut. 2. 3. Nampaknya jenis tari Gandut Manunggal ini konon khusus diperuntukkan bagi pria yang tidak pandai menari dan pemalu. tetapi ingin dihibur oleh Gandut.

4. 2. Sabuk d. pakaian danproperti yang biasa digunakan adalah : 1. Baju poko b. Laung tutup 2. Pending e. Sapu tangan Jenis pakaian dan properti seperti yang sudah disebutkan merupakan pakaian tari yang sudah diolah sedemikian rupa sesuai dengan nafas tari daerah. Penempatan tabuhan ini diatur demikian supaya dalam memulai lagu dan juga mengakhirinya dapat serasi. Biola Gong kecil Gong besar Babun Para pemain musik/penabuh music pengiring tarian ini duduk berjejer pada salah satu sisi arena yang tidak jauh dari Gandut tersebut. Baju poko b. Pakaian untuk wanita a. alat musik penggiring tari Gandut ini terdiri atas : 1. Tapih lasam atau Pagatan c. Tari Gandut Mangandangan dengan lagu pengiring Lagu Mangandangan Tari Gandut Mandung-Mandung dengan lagu pengiring Lagu Mandung-Mandung Tari Gandut Karoncongan dengan lagu pengiring Lagu Karoncongan Tari Gandut Manunggul dengan lagu pengiring Lagu Manunggul  Busana dan Properti yang digunakan Dalam tarian Gamdut. Pakaian untuk laki-laki a. 4. Gaung malang d. 3. Iringan Tari Gandut Dalam pergelaran tari Gandut ini. 2. Sedangkan pakaian . Bogam ditambah untaian melati e. Selendang f. Lagu-lagu pengiring tarian ini adalah : 1. Salawar pidadang c. 3.

Tarian ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1850-an yang dalam perkembangannya hidup subur dilingkungan masyarakat Kalimantan Selatan. Waktu pertunjukkan biasanya pada malam hari. Sekarang ini tari gandut masih bisa disaksikan di Desa Pandahan dan sekitarnya. baju kebaya biasa. Tari Gandut mulai tersisih.  Fungsi Tari Gandut Tari Gandut termasuk jenis tari rakyat yang berfungsi sebagai hiburan. Padahal apa yang diperlihatkan dari fungsi sesungguhnya tarian ini hanyalah sebagai media hiburan bagi masyarakat. Hal ini bersumber pada penilaian sepihak yang menyimpulkan tari Gandut berpengaruh negatif terhadap kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi norma agama. Dengan demikian fungsi tari Gandut cukup potensial untuk dijadikan pusat pengembangan daerah. . Dalam perkembangannya hingga sekarang ini. Dengan memasyarakatnya tarian ini. juga dikarenakan tersedianya dana untuk penyelenggaraannya. yaitu dinilai mempertontonkan pergaulan bebas antara pria dan wanita. Adanya seniman pendukung. Tari Gandut biasanya di selenggarakan pada peristiwa tertentu seperti pesta perkawinan dan nazar keluarga atau masyarakat. baik penari maupun pengiring tabuhannya yang didukung pula oleh keinginan masyarakat untuk terus menyaksikannya. Beitu pula dengan penari prianya. lama kelamaan menimbulkan petentangan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat yang kebanyakan menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian yang diperoleh. Upaya pengembangan tari ini terbukti dapat penghargaan di tingkat nasional. Keadaan ini akhirnya menjadi faktor penghambat terhadap kelangsungan hidup tari Gandut. selendang atau sapu tangan.tari Gandut pada zaman dahulu cukup hanya dengan menggunakan kain. karena dianggap kurang sesuai dengan norma. biasanya mengadakan pertunjukkan Tari Gandut setelah panen berakhir.  Faktor Pendukung dan Penghambat Tari Gandut yang dahulu banyak digemari dan menyebar diseluruh daerah Kalimantan Selatan. para senimannya yang mahir menari dan pengiring music tarian ini sudah tua-tua. Pada saat itu selain merupakan waktu luang bagi para petani. telah menjadikan tari ini memasyarakat. Tetapi tari Gandut yang mulanya banyak digemari masyarakat karena dapat memberikan hiburan segar dikala penat bekerja di sawah. hanya berpakaian biasa seperti pakaian lazim dipakai oleh masyarakat petani untuk acara-acara pesta atau pakaian yang biasa mereka pakai dalam upacara perkawinan di desa. terutama penabuh gendang yang memiliki kekhasannya tersendiri. maka sangatlah mudah melakukan pembinaannya. Di samping itu. tari Gandut tidak akan punah. Tari Gandut yang telah mengalami penyesuaian pun tetap berfungsi sebagai tari hiburan. Dengan demikian fungsi tari ini sejk dulu diperuntukkan sebagai hiburan rakyat.

 Alat dan Sesajen yang digunakan dalam upacara Manyanggar Banua . Beliau pergi mengasingkan diri bersama saudara-saudaranya menyisiri sungai mulai dari Muara Bahan (Marabahan) dengan mengambil arah ke hulu sungai dan sampai membuka perkampungan yang diberi nama Pamatang Kambat yang sekarang dikenal dengan nama desa Barikin. dari legenda Datu Taruna Ksatria yang disegani di Negara Dipa dimasa berkuasanya Pangeran Suryanata. wayang. Datu Taruna adalah seorang pemandu atau pelatih karawitan di kerajaan Dipa karena terjadinya pergolakan dalam kerajaan dan tidak ingin ikut campur dalam perselisihan di istana beliau mengasingkan diri dengan membawa seperangkat gamelan dan perabot lainnya. tari topeng serta adat kebiasaan beliau berada di kerajaan seperti mandi badudus untuk juriat dan anak cucu beliau. Di perkampungan Pamatang Kambat (Barikin) inilah Datu Taruna mewariskan budaya dan kesenian-kesenian dari kerajaan kepada keturunannya diantaranya menabuh gemalan. upacara tersebut dinamakan manyanggar banua atau disebut babunga tahun. Datu taruna beramanat kepada anak cucu dan para juriat yang ada diperkampungan Pamatang Kambat supaya melanjutkan kebiasaan beliau untuk menjamu para petinggi dan sahabat beliau setahun sekali serta upacara selamatan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat dan juriat Datu Taruna.UPACARA MANYANGGAR BANUA  Sejarah Manyanggar Banua Tradisi manyanggar banua erat kaitannya dengan Sejarah Kesultanan Banjar.

Bubur merah dan bubur putih. kelapa. g. gunanya agar penduduk tidak diganggu makhlik halus. Lemang (beras ketan). piduduk. h. upacara manyanggar banua ini juga membutuhkan perlengkapan upacara. lebar 8 m) diggunakan untuk tempat pelaksanaan upacara. c. simbol agar daerah menjadi subur dan penyakit agar cepat hilang. Binatang. Tapai. e. diletakkan bersama ranting kayu tadi. Tombak. e. Perlengkapan tersebut meliputi :  Alat Upacara a. c. biasanya kerbau atau kambing. dipercaya dapat mendinginkan daerah yang dianggap tidak aman tadi. Ranting kayu uringin. dan uang i. . Beras merah dan kuning. paket yang berisi beras.  Sesajen a. gula merah. sebagai simbol menebus daerah tempat yang terkena wabah penyakit atau yang dianggap tidak aman. Panggung (panjang 10 m. Tatungkal (tapung tawar). jarum.Sebagaimana upacara-upacara adat lainnya. f. merupakan simbol agar selalu bersatu dan tidak melakukan perpecahan. gunanya utuk memanggil makhluk halus. Ancak. Dimaksudkan untuk menutupi kekurangan dalam upacara tersebut. d. Telur ayam atau bebek. diletakkan diatas panggung. Nasi ketan. b. b. tempat sesasjen seperangkat alat kesenian (wayang kulit dan topeng) secukupnya. Harapan supaya cita-cita mereka tercapai. d. f. harapan mengenai hasil panen agar lebih baik dari tahuntahun kemarin. Pisang emas.

dipergunakan seperangkat gamelan yang di tabuh oleh keluarga yang memakai pakaian khas banjar kuning bagi pria dan hitam bagi wanita Upacara ini dilaksanakan dalam sebuah atap khas yang berlangit-langit berwarna kuning dan sekeliling tingnya diikat pohon pisang dan tebu. Dalam rangkaian upacara ini biasanya. Nasi topeng. Dua ekor ayam sudah masak hitam (mengusir penyakit) dan putih n. l. Anak-anak yang didudus tadi harus menyerahkan piduduk. Disamping kiri-kanan atap berdiri dua orang yang memegang tombak. Wajik. dan perbuatan mereka selalu bermanfaat. (makhluk halus tidak mendiami tempat itu lagi). Arak-arakan ini diikuti oleh seluruh keluarga Datuk Taruna. terdapat beberapa orang keluarga yang kesurupan. Seorang diantaranya membawa sebilah keris Naga Runting dan tombak ambulung. Di belakang pembawa .g. i. kira-kira pukul 14. gunanya sebagi simbol pengharapan agar usaha mereka selalu memperoleh keuntungan. Selagi sesajen disiapkan. h. maka diadakanlah upacara badudus (mandi-mandi atau selamtan tahunan). dimulailah arak-arakan mengantarkan sesajen. yang biasanya dilakukan pada hari minggu sebelum tengah hari. m. sebagai simbol pengharapan agar apa yang mereka kerjakan berjalan dengan lancar. Kakicak. k. Serabi  Susunan Acara Manyanggar Banua Upacara ini di awali dengan mempersiapkan peralatan dan sesajen yang telah dibahas di atas. Setelah tengah hari.00 waktu setempat. pengharapan agar usaha mereka semakin meningkat (berkembang). Kakulih. gunanya sebagai simbol agar pekerjaan.. Ada lagi seorang wanita muda pembawa pakaian warna hitam untuk Datuk taruna yang didampingi pimpinan upacara dan para pembantunya. j. Ketupat. lelaki memakai baju berwarna kuning sedangkan wanitanya memakai selendang berwarna hitam. Umumnya mereka yang didudus adalah anak-anak. Cucur. Dalam upacara badudus ini. pengharapan agar mereka gemar melakukan kebajikan.

Dengan demikian selesailah upacara manyaggar banua. Pada malam harinya diadakan acara wayang sampir yang membawakan lakon khas penyerahan sesajen. Pada acara tari topeng ini. Seorang wanita yang kesurupan mengambilnya sambil menari-nari memakan kepala kambing sambil menghisap darahnya. Acara mengantar sesajen diakhiri dengan dipercikannya tapung tawar dan batampungas (membasuh muka) di sumur datu. Mejelang subuh diadakan wayang ba ayun yang menceritakan anak cucu sudah di-dudus di-ayun dan resmi menjadi keluarga Datu taruna. Dalang selaku pemimpin upacara mengucapkan manteramantera mempersilakan para makhluk ghain yang dipercayai telah hadir dalam upacara untuk kembali ke alam mereka. dimainkan peran Pantul dan Amban sebagai pengasuh anak-anak dengan gerak-gerik hyang menggelikan. diadakan upacara mambulikakan undangan “(memulangkan undangan)”. Sebagai penutup.tombak terdapat para pembawa ancak sesajen dan diapit oleh sekitar 40-50 orang menuju sumur sambil membunyikan gamelan. pimpinan upacara mengambil kepala hewan (kerbau atau kambing) yang masih berdarah dan di letakkan disebatang pohon bambu disekitar lokasi upacara. . Sesampainya di sumur. dalangnya ialah dalang khusus dari keturunan datuk Taruna. Rangkaian terakhir dari upacara ini ialah upacara manopeng.

yaitu: 1. Kata ini juga sering digunakan oleh seorang sultan ketika menyapa mangkubumi atau wazirnya dengan sebutan “mamanda mangkubumi” atau “mamanda wazir”. Mamanda berarti “paman yang terhormat”. kesenian ini dipopulerkan dan disambut hangat oleh masyarakat Banjar. Aliran Batang Banyu. Istilah “Mamanda” berasal dari kata “mama” yang berarti “paman atau pakcik” dan kata “nda” sebagai morfem terikat yang berarti “terhormat”. Ada dua aliran dalam Mamanda. Bermula dari kedatangan rombongan bangsawan Malaka (1897 M) yang dipimpin oleh Encik Ibrahim dan isterinya Cik Hawa di Tanah Banjar. . Setelah beradaptasi. Jika digabung. Kesenian ini hingga saat ini lebih dikenal dengan sebutan mamanda. Kata paman merupakan kata sapaan dalam sistem kekerabatan masyarakat Banjar. teater ini melahirkan sebuah teater baru bernama "Mamanda". Aliran ini dipentaskan di perairan atau sungai sehingga disebut dengan istilah Mamanda Batang Banyu. Aliran yang juga disebut Mamanda Periuk dan berasal dari Margasari ini merupakan cikal bakal Mamanda. Persinggungan kesenian lokal di Banjar dengan Komedi Indra Bangsawan melahirkan bentuk kesenian baru yang disebut sebagai Ba Abdoel Moeloek atau lebih tenar dengan Badamuluk. Kata Mamanda juga sering digunakan dalam syairsyair Banjar. Dulunya di Kalimantan selatan bernama komedi indra bangsawan.MAMANDA  Sejarah Mamanda Asal muasal Mamanda adalah kesenian badamuluk yang dibawa rombongan Abdoel Moeloek dari malaka tahun 1897. Sapaan ini juga berlaku untuk orang yang dianggap seusia atau sebaya dengan ayah atau orang tua.

dan cerita. . Lagu Tirik. Mamanda mempunyai pengiring musik yaitu orkes melayu dengan mendendangkan lagu-lagu berirama melayu. menerima penghargaan Sultan Award 2009 dari Sultan Kutai HAM Salehoeddin II. Lagu Baladon. namun dikarang sendiri dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. cerita yang diangkat tidak bersumber dari syair atau hikayat..  Struktur Pemain Sebagaimana kesenian tradisional pada umumnya. Lagu MandungMandung. Peran pemain tokoh utama harus ada pada setiap pertunjukan.. salah seorang pelestarian kesenian Mamanda di Samarinda. Aliran ini berkembang pesat di Kalimantan Selatan. Lagu Tarima Kasih. Lagu Gandut . Pementasan aliran ini tidak mengutamakan musik atau tari. Para pemainnya ada yang berperan sebagai tokoh utama dan ada pula yang berperan sebagai tokoh pendukung..2. Mamanda merupakan ekspresi kesenian yang memperlihatkan sisi karakter pada setiap lakon yang dipentaskan. dan Lagu Nasib.  Iringan Musik Mamanda Bermula.Satar Miskan((1938-. namun lebih mengutamakan bagaimana isi ceritanya. sidang kerajaan. Aliran Tubau (lahir pada tahun 1937 M).  Tokoh Pelestari Mamanda M.). yang dimulai dari ladon atau konom. Aliran ini biasanya dipentaskan di daratan sehingga juga dikenal dengan sebutan Mamanda Batubau. Struktur pertunjukannya masih seperti teater pada umumnya.. Lagu Mambujuk. Aliran yang berasal dari Desa Tubau Rantau ini merupakan perkembangan baru dari Mamanda yang kini justru sangat terkenal. Dalam pementasannya. sekarang beralih dengan iringan musik panting dengan mendendangkan Lagu Dua Harapan. Lagu Japin. Lagu Dua Raja.

yaitu acara pembukaan yang berisi tentang tari-tarian dan nyanyian. Sandut/putri Tokoh-tokoh pendukung dalam pementasan Mamanda adalah sebagai berikut: 1. kehadiran pemain pendukung hanya ketika dibutuhkan saja. Orang miskin 7. Orang tua  Urutan Turunnya Pemain Urutan turunnya pemain pada pementasan Mamanda sudah tersusun secara rapi. Panglima perang 6. Harapan I dan Harapan II . Raja jin 6. dan ada yang bertindak sebagai pemimpin atau pengikutnya. Wazir 4. Baru setelah itu para pemain turun ke pentas secara berurutan.Sedangkan peran pemain pendukung hanya berdasarkan pada cerita yang mengharuskan kehadirannya. Mangkubumi 3. Harapan I dan harapan II 7. Pemain atau pelaku ladun biasanya berjumlah ganjil. Berikut ini adalah urutan turunnya para pemain: a. Sebelum dilangsungkan sidang kesultanan. Sultan 2. Dayang 4. Khadam/badut 8. Artinya. Komplotan bial/penyamun 5. biasanya pertunjukan Mamanda dimulai dengan acara baladon atau ladun. Anak Sultan “Kurang Satu Empat Puluh” 2. Tokoh-tokoh utama yang diangkat dalam pementasan Mamanda adalah sebagai berikut: 1. Perdana menteri 5. Anak muda 3.

yadan sayang sayang Ramai bagaimana. Sultan kemudian mengungkapkan nama. Mamanda Mangkubumi nang kusayangi nagri di dalam lanya la nagri yadan sayang saya Lagu Dua Mamanda Tubau Aduhai wazir Usullah Darmawan Aduhai wazir Usullah Darmawan . yaitu mangkubumi. jabatan. Ia diikuti oleh para stafnya. sultan memasuki ruang sidang kesultanan. dan kemampuannya masing-masing. Ia menyempatkan diri menyanyikan lagu yang isinya memuji kesultanannya. mereka berhenti sejenak lantas menyebutkan nama. Ia diikuti oleh para stafnya. sultan memukul-mukulkan tongkatnya sembari memuji segala pekerjaan harapan I dan harapan II. kasian banarai barpai sayang lanya pang barpari yadan Salama saya dinagni pang dinagni Salama lanya pang la sayang. Ia menyempatkan diri menyanyikan lagu yang isinya memuji kesultanannya. Sultan dan Para Staf Setelah mendapatkan laporan dari perdana menteri. Sultan kemudian mengungkapkan nama. dan perdana menteri. dan perdana menteri. dan apa saja seluruh kekuasaannya. wazir. Ayahnda. Ketika baru sampai sepertiga arena. la nagri yadan sayang sayang Ramai bagaimana. tepatnya di dekat meja sidang kesultanan. Lagu-lagu tersebut misalnya: Lagu Dua Mamanda Banyu Batari yadan wayuhai lanya pangbastari yadan sayang saying Angkaumu dangar. Sesampainya di belakang meja persidangan. dan apa saja seluruh kekuasaannya. ramai bagaimana. wazir. yaitu mangkubumi. waduhai Ayahnda Wazir nang kusayangi nagri. dalam lanya pang. Perdana Menteri Setelah mendapatkan laporan dari perdana menteri. jabatan. c. sultan memasuki ruang sidang kesultanan.Harapan I dan harapan II muncul ke pentas pertunjukan. Sesampainya di belakang meja persidangan. b. sultan memukul-mukulkan tongkatnya sembari memuji segala pekerjaan harapan I dan harapan II. jabatan.

Sebagai catatan tambahan. Kedatangan mereka ke dalam ruang sidang diiringi oleh dayang-dayang. Artinya. setiap pemain yang diturunkan sering dimulai dengan penjelasan yang menggunakan monolog tertentu. yang juga diiringi dengan kata-kata rayuan.Cukup atawa bukan Waduhai uang pemberian Yalan yalan yalan Dengan sabanar jua wayuhai nang Lamak sadang mangatakan Betalah mangatakan. biasanya acara pertunjukan bisa diisi dengan tari-tarian. sultan pun memerintahkan para stafnya untuk ikut bernyanyi dan menari bersama. katakan. Sultan kemudian menyatakan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah bergembira bersamanya. Sultan kemudian memerintahkan harapan I dan harapan II untuk menjemput panglima perang ke ruang sidang kesultanan. Ketika ada jeda waktu. f. d. Suasana sidang menjadi penuh dengan luapan kegembiraan. Acara yang digelar berupa babujukan. e. peran mereka tidak perlu lagi didasarkan pada tradisi turunnya pemain dalam sidang kesultanan yang sebelumnya telah usai digelar. Pemain Dalam bagian ini. maka mereka diharapkan agar datang ke sidang sebelum acara dimulai. Anak Sultan “Kurang Satu Empat Puluh” Bagian ini merupakan akhir dari pertunjukan Mamanda. Acara ini dilakukan dengan nyanyian dan tarian. Setelah acara sidang kesultanan selesai digelar. Monolog yang diucapkan masing- . yaitu semacam acara peminangan terhadap satu atau beberapa orang putri yang dilakukan oleh anak Sultan “Kurang Satu Empat Puluh”. Panglima perang Jika ternyata sultan memiliki putra-putri. betalah mangatakan Yalan yalan yalan Setelah selesai bernyanyi dan menari-nari. para pemain yang akan diturunkan disesuaikan dengan bagaimana isi jalannya cerita. para pemain kembali ke balairung seri yang letaknya tidak jauh dari pentas pertunjukan.

alias bulat. serta tugas dan kewajibannya masingmasing. perdana menteri tidak menggunakan mahkota. 3. bahkan kadang tidak menggunakan tutup kepala sama sekali. sehingga terjadi apa yang disebut dengan alur cerita. Sultan Sultan mengenakan seluar bersirit tepi. Ia mengenakan penutup kepala yang tidak bersegi.  Tata Busana 1. 2) Bahasa di luar sidang kesultanan Di luar sidang kesultanan biasanya yang digunakan adalah bahasa Banjar.  Bahasa Bahasa dalam teater Mamanda digunakan sebagai alat komunikasi untuk melakukan dialog. Wazir Wazir biasanya mengenakan pakaian dalam yang lebih panjang dari pakaian luarnya. .masing berbeda karena disesuaikan dengan lakon yang diperankan. Perdana Menteri Busana yang digunakan perdana menteri hampir sama dengan busana sultan. Ada dua macam penggunaan bahasa dalam pertunjukan Mamanda. Monolog tersebut selalu menjelaskan nama. Bahasa Banjar merupakan perpaduan antara bahasa Melayu dengan bahasa Jawa Kuno. 2. kegagahan diri. Di bagian tengah tutup kepala dihiasi dengan bulu burung putih sebagai mahkota sultan. yaitu baju yang disulam dengan manikmanik. Dipergunakannya dialek dan struktur bahasa Belanda karena Mamanda lahir pada masa penjajahan Belanda. yaitu: 1) Bahasa di dalam sidang kesultanan Dialog dalam sidang ini biasanya menggunakan bahasa Melayu dengan dialek dan struktur bahasa Belanda. pangkat. Hanya saja.

Di samping itu. Panglima Perang Panglima perang mengenakan baju bermanik-manik. Tutup kepalanya berupa laung.  Tata Cara Pementasan • Pementasan teater rakyat Mamanda sebenarnya sangat sederhana dan sifatnya spontan saja. 8. Putri Putri mengenakan kebaya atau kadang baju kurung yang dilengkapi dengan mahkota di kepalanya. 9. asalkan ada panggung pementasan dan ada tempat duduk untuk para penontonnya. 6. bahkan kadang mengenakan topi polisi saja. . asalkan ada suatu sudut ruang yang bisa dijadikan sebagai tempat pementasan. ia juga mengenakan kacamata berwarna hitam. Raja Jin Raja jin biasanya mengenakan topeng.4. Di bahunya diselendangkan teratai yang terbuat dari benang emas. 7. namun dengan ada sedikit manik-maniknya. Alat perlengkapan yang digunakan pun juga sederhana. yang dilengkapi dengan senjata pedang. Mereka berdua menggunakan senjata dan penutup kepala. Penyamun Penyamun mengenakan sebuah topi yang mirip dengan topi dalam pementasan teater di Barat. Jika tidak ada. Harapan I dan Harapan II Harapan I dan harapan II mengenakan baju dalam dan baju luar yang mirip dengan baju koboi. Soal tempat bisa dilakukan di mana saja. Tidak ada tempat duduk pun bisa jadi. Anak Muda Anak muda mengenakan kemeja putih dengan dasi kupu-kupu warna hitam. ia juga bisa membedaki wajahnya dengan arang atau kapur yang dicampur denga pewarna merah kesumba. yang penting disesuaikan dengan tempatnya. 5.

namun kadang pula tidak ada sekat sama sekali. Setelah itu lakon baru dipertunjukkan. . Proses penyajian lakon dilakukan secara berurutan yang disesuaikan dengan jalan cerita. Tidak jarang cara penyajiannya dibungkus dengan lawakan dan lelucon yang biasanya muncul secara spontan sebagai bentuk kreativitas para pemainnya sendiri.• Alat perlengkapan yang digunakan biasanya hanya berupa meja dan kursi. namun juga diringi dengan tarian dan nyanyian. yang disusun rapi dan disesuaikan dengan bagaimana isi atau cerita pertunjukannya. Pertunjukan di awal biasanya berupa acara perkenalan dengan nyanyian dan tarian. Kadang ada sekat yang memisahkan antara panggung dan tempat duduk penonton. • Struktur atau urutan pementasannya biasanya dibuka dengan adanya bunyibunyian yang berfungsi sebagai pemberitahuan kepada penonton bahwa pertunjukan akan dimulai. Penyajiannya tidak hanya berupa dialog dan laku.