JERAMI UNTUK MAKANAN TERNAK

Jerami merupakan limbah pertanian yang sering disepelekan oleh para petani terutama petani yang ada di Sulawesi Selatan. ini terjadi karena jerami sering dianggap tidak bermanfaat selain karena jumlahnya yang tidak sedikit juga karena fantor tenaga yang dimiliki oleh para petani yang terbatas sehingga untuk membawa pulang jerami tidak gampang.

Beberapa alternatif pemberian jerami pada ternak :
1. Pemberian langung jerami pada ternak 2. Campuran jerami dengan gamal (daun ambas) ternyata jerami bisa dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif makanan ternak jika sedang krisis pakan terutama pada musim kemarau yang berkepanjangan. walaupun kandungan gizi jerami sangat minim namun ada beberapa cara untuk menambah nilai gizinya antara lain dengan menambahkan gamal (daun ambas ) dengan mencampurkan sebanyak 5 % dri banyaknya jerami, kemudian memberikan langsung pada ternaknya.. 3.Fermentasi Jerami melalui teknologi pengolahan yang tepat dapat menjadi sumber pakan yang berlimpah bagi ternak. Potensi fisik jerami yang sangat besar belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pemanfaatan jerami sebagian besar dibakar (37%) untuk pupuk, dijadikan alas kandang (36%) yang kemudian dijadikan kompos dan hanya sekitar 15% sampai 22% yang digunakan sebagai pakan ternak. Kendala utama penggunaan jerami sebagai bahan pakan ternak adalah kecernaan (45-50%) dan protein (3-5%) yang rendah. Nilai manfaat jerami padi sebagai bahan pakan ternak dapat ditingkatkan dengan dua cara, yaitu dengan mengoptimumkan lingkungan saluran pencernaan atau dengan meningkatkan nilai nutrisi jerami. Optimasi lingkungan saluran pencernaan terutama rumen, dapat dilakukan dengan pemberian bahan pakan suplemen yang mampu memicu pertumbuhan mikroba rumen pencerna serat seperti bahan pakan sumber protein. Cara fermentasi jerami yang dilakukan oleh BPTP Jawa Barat adalah melalui proses anaerob (tanpa membutuhkan udara) dengan memanfaatkan campuran beberapa bakteri seperti: Mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik dan lipolitik. Bahan dan alat yang digunakan cukup sederhana yaitu: 2 buah drum plastik bervolume 60-80 liter, pompa/motor sirkulasi 1 unit, selang/paralon secukupnya. Sedangkan bahan yang digunakan, yaitu: 1. Formula I: jamur Trichoderma sp (1 liter), air bersih (100 liter), pupuk Za (1,5 kg), TSP (6 ons), KCl (6 ons), tepung beras (1 kg), dan Gula merah/pasir/tetes (2 kg). 2. Formula I: jamur Trichoderma sp (1 liter), air bersih (60 liter), pupuk Za (1 kg), TSP (1 kg), KCl (1 kg), tepung beras (1 kg), Gula merah/pasir/tetes (3 kg), dan mineral (2

Lama penyimpanan yang ideal 1 tahun. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan jerami fermentasi adalah (1) tumpukan jerami tidak kena hujan. Tebal lapisan masing-masing lebih kurang 30 cm. dapat diberikan hijauan sebanyak 25% saja sedangkan lainnya dengan memberikan jerami fermentasi. Sedangkan cara terbuka dilakukan dengan cara: (a) Buat satu tonggak bambu setinggi lebih kurang 6 meter. Selama proses pembuatan perlu ada langkah pengaktifan yaitu dengan pengadukan larutan selama 3 hari sampai menjadi rata. (2) pisahkan sesuai varietas dan kondisi jerami (segar. bahan tidak terlalu basah. Lama fermentasi lebih kurang 21 hari. dan (c). sebagai tonggak penguat tumpukan jerami. Keadaan bahan yang terlalu basah atau terkena air hujan maka akan terjadi pembusukan jerami akhirnya timbulah panas yang menyebabkan hasil yang diperoleh tidak menjadi baik. Kemudian menyusun lapisan berikutnya dengan arah yang berlawanan. Tinggi atau tebal lapisan dapat mencapai 2. Jerami fermentasi yang baik ciri-cirinya: Bentuk jerami masih nampak segar tetapi texturnya sudah lunak dan warnanya ke-kuning-kuningan. Susun Jerami di atas alas secara melingkari tiang tonggak sampai terbentuk suatu lapisan melingkar. Untuk umur sapi 12 tahun diberikan jerami 5 kg/ekor. Penyimpanan jerami fermentasi: dapat dilakukan dengan cara tertutup dan terbukan. Untuk melengkapi kandungan gizi pakan sapi penggemukan perlu dilakukan pemberian makanan tambahan berupa tongkol/biji jagung fermentasi sebanyak 1 kg. Kemudian simpan ditempat yang teduh dan tidak kena hujan. Cara terbukan yaitu sebelum disimpan Jerami fermentasi harus dikering anginkan terlebih dahulu agar selama penyimpanan tidak tumbuh jamur yang dapat merusak kualitas jerami yang sudah dihasilkan. Proses fermentasi jerami dapat berjalan dengan baik ditandai pada tumpukan jerami tidak terbentuk panas atau keluar asap. (b) Buat alas yang terbuat dari tepas bambu yang diberi jarak sedikit dari permukaan tanah. Lebar dan panjang hamparan sesuai dengan kebutuhan. layu atau kering). . Pemberian pakan ini cukup mendukung pertumbuhan sapi dengan baik. Pada waktu musim kemarau atau tidak cukup persediaan pakan. perbandingan 1:20:100 untuk jerami kering dan apabila jerami dalam keadaan basah cukup dilakukan dengan menggunakan perbandingan 1:5:100.5 meter dari dasar tumpukan.bungkus). dan 4 kg bekatul. Susunlah jerami mentah ditempat yang sudah disediakan dengan tebal setiap hamparan 20-30 cm. dan umur sapi 4 atau lebih diberikan 9 kg/ekor. demikian selanjutnya sehingga diperoleh ketinggian lebih kurang 6 meter. (3) fermentasi jerami segar dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan starter : air : jerami = 1:100 pada setiap lapisan dengan perbandingan 1:10:100 untuk jerami yang sudah layu. umur sapi 3 tahun diberikan 8 kg/ekor. Lama penyimpanan hampir sama yaitu: dapat mencapai 2 tahun atau dapat disesuaikan dengan kondisi fisiknya. Waktu pemberian cukup 2 kali sehari dengan dosis sesuai dengan umur sapi. Pemberian pakan jerami diberikan dalam bentuk aslinya tanpa mengadakan pascapanen sekunder seperti pengepresan dan lain-lain.

Kerusakan ini disebut kerusakan mikrobiologis. dan serangan serangga. tumbuhnya jamur. alat pengemas. kantong plastik kapasitas 10 kg. faktor eksternal . Penyimpanan beras ada 2 sistem yaitu sistem curah (bulky) yaitu penyimpanan tanpa menggunakan kemasan dan sistem kemasan (packing) yaitu beras dikemas.TATA CARA PENYIMPANAN. Yang perlu dipertimbangkan dalam perawatan beras yaitu kualitas beras. dan pemberian label secara baik. Kerusakan beras. bobot tidak susut. binatang mengerat dan bahkan yang sering kita alami yaitu timbulnya serangan kutu beras. PENGEMASAN MAUPUN PELABELAN GABAH ATAU BERAS SECARA BAIK DAN BENAR Salah satu cara untuk mempertahankan agar gabah atau beras tetap dalam keadaan baik sebelum dijual yaitu dengan penyimpanan. dan faktor lingkungan. 25 kg. misalnya dalam karung. 50 kg baru disimpan dalam bentuk tumpukan. dapat disebabkan dari 2 faktor yaitu: 1. faktor internal akibat penyosohan beras yang kurang bersih. Tentunya itu semua akan dapat menurunkan mutu gabah. pengemasan. demikian juga warna dan aromanya. Kesalahan dalam melakukan penyimpanan gabah dapat mengakibatkan terjadinya respirasi. 2. bau tidak berubah. bekatul yang kaya lemak dan masih menempel pada beras mengalami oksidasi oleh udara dan enzim menghasilkan senyawa asam lemak yang berbau tengik sehingga beras menjadi bau apek.

Karung dapat disterilkan dengan air panas atau freezer. dinding dan atap bangunan mesti diperbaiki. 4) Pasang anyaman kawat untuk anti tikus dan burung 5) Perbaiki atap yang bocor agar air hujan tidak masuk 6) Bersihkan lingkungan tempat penyimpanan 7) Bersihkan wadah dan karung kemasan. Bangunan penyimpanan tidak baik kalau terkena sinar matahari langsung dan atap seng dilapisi aluminium foil dan glass wool. pengendalian (fisik dan insektisida). 4) Pengecekan serial yang disimpan secara berkala Pembersihan dan penyiapan tempat penyimpanan. 1) Bangunan atau ruang tempat penyimpanan gabah/beras harus dibersihkan. karena serangga (sitopilus) yang menyebabkan gabah dan beras berlubang dan bau serta kerusakan lainnya yang bisa disebabkan oleh tikus. Cara menyimpan gabah/beras bisa secara curah. Jadi kalau gabah atau beras akan disimpan lama tentunya kadar airnya juga harus semakin rendah. Lokasi bebas banjir dan drainase bagus. 3) Keretakan dan lubang pada lantai. kadar air gabah 13 – 14 %. tikus maupun burung. Tata cara penyimpanan yang baik (googd Storage Practices). dan apabila disimpan selama 7 – 12 bulan. gabah/beras lama/ tua. Lumbung jangan menempel langsung pada lantai untuk menghindari pengaruh kelembaban lantai gudang sehingga gabah yang disimpannya itu tidak mudah diserang jamur. 2) Usahakan bangunan dan wadah gabah/beras kedap air. jerami) dari tempat penyimpanan. tidak ada serangan hama gudang baik berupa serangga. 2) Singkirkan dan bakar sampah (debu. pengeringan. penerangan dan ventilasi yang cukup dan mudah dibersihkan. Pada dasarnya. pengemas karung plastik yang baik. beras yang dihasilkan kusam kehitaman. 3) Wadah sebaiknya tak dapat dimasuki tikus dan burung. 1) Proteksi terhadap gangguan hama gudang: melalui pembersihan (gabah/beras dan wadahnya). burung dan ayam yang berakibat bobot berkurang. kadar air gabah 11%. sebelum gabah disimpan tentunya yang harus diperhatikan yaitu beras harus kering. maupun kotoran. 8) Gunakan pestisida hanya bila sangat diperlukan dan tersedia SDM terampil. derajat sosoh sempurna. Cara curah biasanya dalam lumbung dengan cara: Gabah yanh akan disimpan dalam lumbung bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Selain itu lindungi tempat/gudang penyimpanan gabah dari suhu lingkungan yang ekstrim panas namun usahakan gudang penyimpanan dalam suasana yang sejuk. Contohnya kalau mau disimpan selama 1 – 3 bulan. Selain itu kerusakan biologis. Tikus dan serangga senang masuk lubang tersebut. ruang penyimpanan atau lingkungan harus bersih dan bebas dari debu. kadar airnya bagus berkisar 14% atau kurang.kerusakan mikrobiologis karena serangan jamur yang mengakibatkan gabah berwarna hitam. dan secara kemasan. Serangga hama dan tikus suka dengan tempat kotor. 9) Pasang perangkap tikus kalau dimungkinkan kemasukan tikus. Oleh karena itu untuk mencegah kerusakan dalam penyimpanan. . 4 – 6 bulan kadar air 12%. gabah/beras kalau disimpan mengalami penyusutan.

kemasan karung tidak boleh mengakibatkan kerusakan atau pencemaran terhadap gabah yang disimpannya. dengan kemasan karung. Jika gabah akan disimpan dalam karung. gabah yang sudah kering dan bersih dicurahkan langung ke dalam lumbung penyimpanan tersebut. maka dapat dikatakan relatif mahal karena hanya bisa dipakai satu atau dua kali saja. ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dari karung yang akan digunakan untuk menyimpan gabah tersebut yaitu: 1. 3. Kalau dengan cara kemasan. jika keadaan point 1 – 4 sudah disiapkan. Sedangkan kelemahannya yaitu yaitu karena karung mudah rusak. Sedang untuk mengeringkannya. b. Gabah dikatakan sudah kering apabila kadar airnya sudah mencapai 12% . disamping itu juga tidak dapat melindungi dari ancaman air. disekitar lumbung dibersihkan karena serangga hama dan tikus mudah menyerang pada tempat yang kotor. Lama pengeringan tergantung dari keadaan cuaca. Karena karung itu berlobang-lobang kecil. 3. apakah gabah yang disimpannya terkena serangan hama serangga atau tidak. Menyimpan dengan kemasan karung ada kelebihan dan kelemahannya. kemasan karung harus kuat.14%. 5. serangga ataupun hama tikus. dengan kemsan plastik. usahakan lumbung terlindungi dari air atau hujan 4. 2. . Adapun masing-masing caranya sebagai berikut: Dengan cara karung. periksa kondisi gabah paling tidak satu atau dua hari sekali. tak perlu gudang khusus sehingga lebih aman dari pencuri. Kelebihannya antara lain: a. dapat menahan tumpukan dan melindungi fisik dan tahan terhadap goncangan serta dapat mempertahankan keseragaman. Karung dapat dipasang label dan diisi gabah dari berbagai jenis sehingga dapat disimpan secara terpisah misalnya gabah untuk benih disimpan secara terpisah dengan gabah untuk konsumsi. karena dapat diaerasi secara alami. Adapun caranya sebagai berikut: a) gabah yang akan dsimpan dikeringkan sampai kadar airnya 12 – 14% dan karung sebelum diisi gabah dibersihkan dan disucuhamakan agar bebas dari hama dan penyakit. gabah bisa dijemur langsung pada terik matahari pada lantai penjemuran dengan ketebalan tumpukan 2 – 4 cm dimana setiap 30 menit gabah dibalik-balik agar pengeringannya seragam dan unuk menghindari overhaetting. 2. Selain itu bisa menggunakan pula dengan memanfaatkan angin alami atau menggunakan angin buatan/ kipas angin. yaitu menggunakan tampah dan ayakan dari bambu. dan c. dengan kemasan yute. disamping juga untuk memeriksa kadar airnya. kemasan karung harus dapat melindungi gabah dari kerusakan dalam pengangkutan dan atau penyimpanan. 6. untuk membersihkan gabah dapat dilakukan dengan cara pengayakan manual. yang kemudian disimpan dalam gudang ada beberapa kemasan yaitu: 1. buatkan pintu pengeluaran gabah supaya tidak sering membuka tutupnya. 7. Oleh karena itu bahan kemasan/ karung dan karung tidak membawa organisme pengganggu tanaman seperti serangga hama 3.2. sehingga gabah yang disimpan tidak harus kering sekali. Karung mudah dipindah-pindahkan dan dapat disimpan di rumah.

b) Gabah yang telah kering tersebut dimasukkan ke dalam karung yang sudah bersih.kantong kosong yang bertebaran didalam maupun disekitar gudang/ tempat penyimpanan gabah yang ditaruh dalam karung tersebut. Serangga tersebut juga tumbuh dan memakan butiran gabah. 25 kg. f) Jika disimpan dalam gudang cukup luas. bersihkan kantong. aman dari serangga dan gangguan lainnya. penyemprotan dengan insektisida ini jangan disemprotkan langsung pada butiran gabah. Cara penyimpanannya sebagai berikut: a) Bersihkan ruang penyimpanan dan disanitasi (dibersihkan dengan fungisida dan atau dengan insektisida). c) Sebelum beras dimasukkan kedalam kemasan plastik. hal tersebut untuk menjaga agar gabah tidak lembab. apa gabah tersebut menjadi panas. g) Ruang penyimpanan harus mudah dibersihkan. kantong. e) Tempat penyimpanan gabah usahakan selalu bersih. periksa kondisi gabah. 10 kg.kantong plastik dengan kapasitas tertentu. setiap jenis berat dalam tumpukan disusun dalam blok-blok yang terpisah. bisa dilakukan melalui fumigasi misal dengan fumigan Aluminium phopspide. Larva yang memakan butiran gabah/ beras setelah serangga menjadi dewasa biasanya tidak dapat terbang. b) Gunakan balok kayu dan papan yang kering untuk mengganjal tumpukan kemasan beras. e) Beras yang sudah dimasukkan kedalam kemasan ditumpuk diatas papan tempat penyimpanan maksimal 15 tumpukan. berkutu dan sebagainya. Selain itu bisa juga menggunakan insektisida jenis sentuh seperti Malathion. setiap 2 minggu. atau 50 kg tepat untuk mempermudah pengawasan ataupun pengangkutan. Apabila akan dikendalikan dengan cara kimiawi. masih jarang digunakan orang petani padahal bisa tahan lama atau dapat memperpanjang masa kecambah benih untuk masa tanam hingga . Untuk mencegah adanya serangan hama serangga gudang.kantong itu akan menjadi tempat serangga gudang bersembunyi dan berkembanga biak. Caranya: insektisida tersebut disemprotkan pada lantai. Pyrethrin atau dengan Delta methrin. Siklus hidup mulai dari telur sampai dewasa + 30 hari. Tapi harus diingat. Selama penyimpanan gabah dalam karung yang ditaruh pada gudang selain adanya serangan jamur. 10 kg. cek atau periksa kadar air beras. serangganya setelah dewasa ddapat terbang. Kemasan dengan karung Super IRRI Mengemas gabah dengan karung super IRRI. apakah kadar airnya sudah 14% atau dibawahnya. caranya sebagai berikut: Beras dimasukkan dalam kantong. misalnya 5 kg. Fenitrothion. Namun demikian ada larva dari serangga gudang yang disebut Graint moth. misalnya 5 kg. karena daya simpan beras dipengaruhi pula oleh kadar air yang terkandung dalam beras. Jadi tumpukan karung harus diatas pallet d) Tumpukan karung agar disusun secara rapih dan upayakan ada sirkulasi udara yang baik. Larva akan membuat lubang dan muncul apabila sayapnya sudah tumbuh. c) Karung tempat pengemasan gabah jangan ditaruh langsung diatas lantai atau menempel dinding gudang. dinding gudang dan permukaan kemasan gabah. Soalnya. Kemasan dengan menggunakan plastik. sering pula diserang hama serangga gudang yang berbentuk larva (ulat). d) Beras dikemas ditakaran tertentu. 25 kg atau 50 kg yang kemudian disimpan dalam ruangan secara tumpuk-tumpuk. bau.

gabah yang disimpan dalam gudang. meskipun setelah bahan itu menjadi beras. Perubahan aroma dan warna tersebut tidak dapat dikembalikan keasal. selama gabah disimpan kita harus awas terhadap adanya serangan jamur tersebut/ Tanda-tanda bahwa gabah itu diserang jamur selalu diikuti oleh pelepasan panas sehingga dapat diketahui dari hasil pengukuran suhu butiran gabah. Jika diisi gabah. kemudian lipat menjadi dua. c) Hilangkan sebanyak mungkin udara diatas gabah/ benih dengan menguatkan ikatannya. Produk gabah dan beras seperti ini tentunya mutunya berkurang dan bila dijual harganya akan menurun. Sebab. usahakan kadar air gabah yang disimpan < 14% dan pisahkan gabah yang basah dan kering. kita perlu waspada adanya serangan jamur.maka panas yang dilepas hampir tidak ada. tetapi “Karung Super IRRI” ini digunakan sebagai pelapis dalam karung pengemasan seperti karung goni ataupun karung plastik. . gabah yang disimpannya itu mempunyai kadar air kurang dari 14% sedang jika diisi dengan benih. respirasi (penguapan) gabah/ benih dapat ditekan. Stabilitas ini mengurangi pecahnya gabah sehingga persentase beras kepala dapat tetap tinggi ketika digiling. seringkali sampai 10% lebih tinggi dibanding cara tradisional. tidak digunakan langsung. butiran gabah akam mengalami perubahan warna akibat fermentasi dan timbul aroma tidak sedap. Adapun cara menggunakannya: a) Karung super dimasukkan kedalam karung goni atau karung plastik yang biasa digunakan untuk menyimpan gabah/ benih. ikat ujungnya dengan karet atau selotip yang kuat. Oleh karena itu. Selain itu. Apabila pertumbuhan jamur sangat lambat.mencapai 12 bulan. d) Tutup karung dengan cara memlintir bagian atas plastik. syaratnya karung super IRRI itu tidak bocor. Selanjutnya. sewaktu-waktu dikeluarkan dan dikeringkan untuk mengurangi kadar air gabah. Jika karung super akan digunakan lagi untuk menyimpan gabah/ benih. Jenis karung ini dirancang untuk menyinpan gabah/ benih sampai 50 kg. gabah sampai diserang jamur. Selain itu. b) Isi karung super dengan gabah/ benih kering. kemudian diamati dengan kaca pembesar daerah germinasi dan yang rusak pada gabah tersebut karena pada bagian ini jamur akan tumbuh dan terlihat. Jika ditutup dengan baik. Untuk mencegah/ mengendalikan adanya serangan jamur. Dengan terjadinya pengurangan tingkat oksigen ini maka akan dapat menekan daya hidup serangga. Walaupun gabah/ benih padi sudah dikemas dalam karung super IRRI. Selain itu dapat mengendalikan hama serangga dgudang tanpa menggunakan insektisida dan dapat mempertahankan persentase beras kepala agar tetap tinggi. e) Tutup bagian luar karung dengan hati-hati agar gabah/ benih yang disimpannya itu tidak menusuk atau membuat karung super IRRI bocor. Hal tersebut karena “karung super IRRI” dapat mengurangi aliran oksigen ataupun uap air ke udara luar. stabilitas pengendalian kandungan air gabah/ benih didalam karung menjaga tingkat kebasahan dan kekeringan dari gabah/ benih. kadar airnya kurang dari 12%. Penggunaan Karung Super IRRI Penggunaan “Karung Super IRRI” untuk mengemas gabah/ benih. Untuk mengecek ada tidaknya serangan jamur bisa dilakukan dengan mengumpulkan contoh gabah dari beberapa tempat kedalam karton hitam.

Untuk mencegah rembesan air hujan yang terbawa angin ke dalam gudang. cara menanak nasi. maka jenis pakan yang diberikan harus bermutu baik dan dalam jumlah cukup. Pengolahan bahan pakan yang dilakukan secara fisik dengan pemotongan rumput sebelum diberikan memberikan kemudahan bagi ternak untuk mengkonsumsinya. misalnya: Beras organik Cap Jago. Manfaat merek antara lain untuk membangun. untuk perlindungan hukum. dikenal sebagai beras yang dikonsumsi raja surakarta. Merek diperlukan karena untuk mempermudah proses pemesanan. Sedang dalam pelabelan harus sesuai aturan pemeritah. • Label pakai Bar Code. untuk segmentasi pasar/ konsumen dan untuk menarik pelanggan. dengan syarat kelembaban udara luar gudang lebih randah daripada kelembaban udara yang ada dalam gudang. Pemakai: menunjukkan kelas konsumen. pertama-tama keringkan kembali gabah yang disimpan itu. Disamping itu juga dicantumkan berat. Bahkan mengubah hasil ikutan pertanian yang kurang berguna menjadi produk berdaya guna. di 22. kadaluarsa. Bisa saja dilakukan fumigasi dengan fungisida yang dianjurkan apabila cara lain sudah tidak efektif lagi. Cara pengemasan modern: • Tempa pengemasan terpisah. • Kemasan vakum.P. emosional.03 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook TEKNOLOGI PAKAN TERNAK RUMINANSIA TEKNOLOGI PAKAN TERNAK RUMINANSIA Teknologi pakan ternak ruminansia adalah kegiatan pengolahan bahan pakan untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan daya cerna. mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (daging. isi. Jika gabah sudah terlanjur diserang jamur. Untuk mengurangi kelembaban gudang. Pakan bagi ternak. berperan untuk pertumbuhan ternak muda. susu dan anak) serta tenaga bagi ternak dewasa. lapis Al-Foil. Pisahkan gabah yang diserang jamur itu sesuai dengan tingkat pertumbuhan jamur dan kemudian dikeringkan. dan isi gas atau . hygienis. awet. Pakan juga memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. nutrisi. Misal “Beras Organik Cap Jago” bukan sekedar simbol. Merek sebagai kekayaan yang mahal. ditulis ulang dari majalah sinar tani Diposkan oleh Erwan Saripudin S. Sedangkan pengolahan bahan pakan secara kimiawi dengan menambahkan beberapa bahan kimiawi agar dinding sel . perbaiki pintu dan jendela yang memungkinkan air hujan merembes kedalam gudang.Usahakan kelembaban gudang tempat penyimpanan gabah tidak jauh melebihi 70%. tetapi juga mengandung arti: mahal. Merek Merek adalah janji penjual untuk secara konsisten memberi tampilan dan manfaat ke konsumen. Kegunaan merek yaitu untuk identifikasi produk dan menyatakan mutu. Agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. buka pintu ventilasi gudang agar udara luar masuk kedalam gudang. Dalam menjelaskan produk yang perlu ditulis antara lain pembuat. memperpanjang masa simpan. untuk mempermudah administrasi penyimpanan dan penjualan.

tanaman yang semula berstruktur sangat keras berubah menjadi lunak sehingga memudahkan mikroba yang hidup didalam rumen untuk mencernanya. Adanya pergeseran peruntukan lahan. Dilakukan dengan menggunakan semacam rak sebagai tempat penyimpanan hijauan yang telah dijemur selama 1 – 3 hari (kadar air kurang dari 5 %). penyusunan formula pakan dan pakan jadi. Jay yang dibuat dengan cara ini biasanya memiliki kadar air 20 – 30% (tanda warna kecoklat-coklatan) Metode Pod. Beberapa teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan dilapangan adalah: 1. Banyak teknik pengolahan yang telah dilakukan. pakan konsentrat. Kombinasi penanaman rumput dan leguminosa sangat dianjurkan karena selain berdampak meningkatkan produksi dan kualitas hijauan juga mengurangi penggunaan pupuk. Hijauan yang akan diolah harus dipanen saat menjelang berbunga (berkadar protein tinggi. Meliputi pengolahan pakan hijauan. maka untuk menyimpan lebih lama perlu dilakukan teknik pengolahan. Prinsip utama pembuatan silase. A. karena penanaman leguminosanya sendiri masih sedikit. serat kasar dan kandungan air optimal). menghentikan pernafasan dan penguapan sel-sel tanaman mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udara menahan aktifitas enzim dan bakteri pembusuk . Karena pada saat musim hujan produksi hijauan melimpah. 2. Pakan hijauan leguminosa masih sangat terbatas produksinya. PEMBUATAN SILASE Pembuatan silase bertujuan mengatasi kekurangan pakan dimusim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidak mungkin dilakukan. PAKAN HIJAUAN Pakan hijauan yang terdapat pada padang rumput alam pada umumnya produksinya rendah serta tidak tahan terhadap kemarau panjang. Ada dua metode pembuatan Hay yang dapat diterapkan yaitu: Metode hamparan Merupakan metode sederhana dilakukan dengan cara menghamparkan hijauan yang sudah dipotong dilapangan terbuka dibawah sinar matahari. PEMBUATAN HAY Tujuan khusus pembuatan hay adalah agar tanaman hijauan (pada waktu panen yang berlebihan) dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauann pada musim kemarau. yaitu lahan padang rumput dialihkan untuk keperluan lain mengakibatkan luas lahan padang rumput yang semakin berkurang sehingga produksi hijauan yang dihasilkan setiap tahun semakin berkurang. baik yang ditanam sebagai pagar. sebaliknya dimusim kemarau semakin berkurang. maka disajikan informasi tentang teknologi pakan ternak ruminansia. pembatas lahan atau galangan (pematang) sawah. Setiap hari hamparan dibolak balik hingga kering . Untuk melengkapi pengetauan para penyuluh dalam memandu peternak mengolah pakan. sehingga hay yang diperoleh tidak berjamur (tidak berwarna “gosong”) yang akan menyebabkab turunnya palatabilitas dan kualitas.

mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri pembusuk. menir 35 kg. dedak padi 40 kg. berwarna kehijauhijauan. asam klorida. metode pencampuran Hijauan dicampur dengan bahan lain terlebih dahulu sebelum dipadatkan (bertujuan untuk mempercepat fermentasi.50 %). molases/ tetes. tidak berbau disukai ternak. asam sulfat. Proses amoniasi dapat menggunakan urea sebagai bahan kima agar biayanya murah serta untuk menghindari polusi. meningkatkan tekanan osmosis sel. Proses amoniasi dapat dilakukan dengan cara basah dan cara kering. garam 30 kg. Dimasukkan ke dalam lubang galian (silo) beralas plastik Tumpukan hijauan dipadatkan (diinjak-injak) Tutup dengan plastik dan tanah. Tutup plastik serapi mungkin agar tidak terjadi kebocoran. Siramkan larutan urea ke dalam tumpukan jerai selapis demi selapis hingga merata. garam.sel hijauan. a. tidak berjamur. metode pemotongan Hijauan dipotong-potong terlebih dahulu dengan ukuran 3 – 5 cm. menir/ onggok dengan dosis per ton hijauan diperlukan sebagai berikut: asam organik 4 -6 kg. a. Bahan lain yang ditambahkan yaitu air sebagai pelarut (1 liter air/ 1 kg jerami). Apabila menggunakan molases/tetes lakukan secara bertahap dengan perbandingan 2 bagian pada lapisan tengah dan 5 bagian pada lapsan atas agar terjadi pencampuran yang merata. tidak menggumpal. Pemberian bahan tambahanan tersebut harus dilakukan secara merata ke seluruh hijauan yang akan diproses. onggok 30 kg. Beberapa metode dalam pembuatan silase. metode pelayuan Hijauan dilayukan dahulu selama 2 hari (kandungan bahan kering sampai 40% . Tumpukan hijauan dipadatkan (diinjak-injak) Tutup dengan plastik dan tanah. Bahan campuran dapat berupa asam-asam organik (asam fomiat. menghasilkan kualitas yang sangat baik. Hal tersebut dapat diketahui secara organoleptik. . dedak padi. molases/ tetes 40 kg. Penutupan dengan plastik untuk mendapatkan kondisi yang diinginkan. Dimasukkan kedalam lubang galian (silo) beralas plastik. Jumlah urea yang diperlukan dalam proses amoniasi adalah 4 kg/100 kg jerami. 3.pembuatan silase pada temperatur 27 – 35oC. semua tersiram dengan baik. Timbang urea sebanyak 4 kg dan larutkan dalam 100 kg kering udara. Sodium hidroksida (KOH) atau urea CO(NH2)2. AMONIASI Amoniasi merupakan proses perlakuan terhadap bahan pakan hasil sampingan pertanian (jerami dengan penambahan bahan kimia: kaustik soda (NaOH). yakni mempunyai tekstur segar. Pengolahan jerami padi dengan urea cara basah jerami padi disusun dan dipadatkan dalam kotak pengepresan lalu diikat. Jerami yang telah di packing dan diikat siap untuk diolah Susun jerami diatas plastik serapi mungkin dan diperkirakan berat jerami 100 kg kering udara. asam propionat).

udara harus bebas mengalir. Untuk menyempurnakan proses fermentasi. Pemberian kepada ternak setelah diproses adalah dengan cara di diamkan terlebih dahulu setelah 24 jam untuk melepaskan bau amoniak yang tersisa. Setelah itu dapat disimpan dalam bentuk kering dan diberikan sewaktu-waktu. Bahan yang digunakan sebagai stater antara lain starbio. bioplas atau koenzym. Perhatikan ventilasi gudang penyimpanan. Saat pemberian jerami olahan sebaiknya diberikan karbohidrat siap pakai misalnya tetes untuk mendapatkan hasil yang optimum. Tohoku Nasional Agricultural Experiment centre. bungkus dengan plastik. sehingga penutupan harus sempurna jangan sampai ada bocoran. Beberapa keuntungan penggunaan jerami fermentasi sebagai pakan diantaranya adalah: Meningkatkan produksi ternak karena kualitas nutrisi meningkat. Lama proses penyimpanan selama 30 hari/ 1 bulan. Diamkan untuk proses selama kurang lebih 1 bulan. Setiap 100 kg jerami padi diberi 3-4 kg urea (hasil penelitian Masaru Murai. Setelah ditaburi urea. Kondisi fermentasi harus keadaan anaerob. . Non Publish). Jika penyimpanan baik maka jerami olahan ini dapat bertahan lama (sampai 6 bulan bahkan bisa sampai 1 tahun). Setelah bau yang menyengat berkurang. Jerami yang sudah terpilih diikat dengan tali yang trbuat dari bambu setelah di packing supaya mudah dalam penanganan. Proses fermentasi dilakukan dengan menggunakan probiotik sebagai stater. Cara penyimpanan ditempat yang tidak terkena air hujan. Makin kuat tingkatan asamnya makin tinggi kenaikan kualitas jerami. Sambungan dibawah ditutup dengan tanah dan sambungan plastik harus rapih dan tidak terjadi bocor agar kondisi yang diinginkan dapat tercapai. Mengurangi biaya pakan. oleh karena itu hati-hati pada saat membukanya. Hasil yang baik ditandai dengan amoniak yang menyengat. Peranan probiotik adalah untuk memecah selulosa menjadi nutrisi yang mudah diserap oleh tubuh ternak. Penyimpanan diberi beban diatasnya agar ada tekanan ke bawah sehingga gas yang terbentuk dimanfaatkan oleh jerami. Jerami olahan siap diberikan kepada ternak. FERMENTASI Proses fermentasi merupakan proses anaerob sehingga perlu dihindarkan tindakan yang mengakibatkan masuknya udara. Pilij jerami yang tidak terendam air sawah karena dapat rusak dan busuk. 4. Pengolahan jerami padi dengan urea cara kering. Setelah 1 bulan. pindahkan ke ruang penyimpanan. Setelah ditutup dengan plastik kemudian ditutup dengan terpal agar kondisi plastik tidak rusak atau bocor dan tidak kena sinar matahari langsung. Sapi yang diberi jerami olahan harus selalu tersedia air dan jangan lupa diberi tambahan mineral. penyimpanan dapat dibuka. Fungsi fermentasi adalah perlakuan/ pengawetan oleh senyawa asam yang dihasilkan oleh mikroba dan dilakukan diluar tubuh ternak. Simpan jerami olahan ditempat penyimpanan yang beratap agar tidak terkena air hujan. Setelah dibiarkan/ dianginkan selama 2-3 hari bau amoniak akan hilang. Jika terjadi kebocoran/ terbuka plastiknya maka kualitas hasil akan rusak.Sambungan plastik ditutup serapi mungkin agar udara dari luar tidak masuk dan udara gas amoniak dari dalam tdak keluar. Taburi urea secara merata lapis perlapis.

Biarkan selama 3-4 minggu. gandum. daun pisang. rumput benggala. penyimpanan. sebaiknya hasil fermentasi dipadatkan dengan alat pres. dan tidak berbau. sorgum). Syarat dari pembuatan pakan konsentrat. Lingkungan kandang lebih sehat dan nyaman. Jumlah pemberiannya sama dengan pemberian hijauan yaitu 10% dari berat badan. dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkatan umur. lamtoro. semua bahan pakan ternak yang berasal dari tanaman dan hewan. Banyaknya lapisan tumpukan sesuai kebutuhan. turi. Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengangkutan. bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok. Bahan pakan ternak secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu bahan baku yang berasal dari tumbuhan dan hasil ikutannya (nabati) serta yang berasal dari hewan dan . daun ketela rambat. kering. pengolahan. bagian atas ditutupi daun-daun kering atau daun pisang. dll. bongkar dan angin-anginkan sebentar. pemanenan. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam misalnya.5 m x 2. gamal. Disamping itu. Ganggang dan bungkil). Sumber vitamin dan mineral. setelah dianggap cukup. Bahan pakan ini dikelompokkan menjadi 3 bagian: Kelompok hijauan sebagai sisa hasil ikutan pertanian yang terdiri atas jenis daun-daun sebagai hasil ikutannya (daun nangka. Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan. dengan ukuran tumpukan 2. beberapa perlakuan seperti pemanasan. PAKAN KONSENTRAT Pakan konsentrat merupakan pakan olahan yang dibuat dari berbagai bahan pakan ternak yang berfungsi sebagai pakan penguat. biji dan daun). Sumber protein. 2.Penggunaan pakan dan tenaga kerja lebih efisien. untuk 100 kg jerami. Untuk ternak yang belum terbiasa dengan jerami fermentasi perlu dilatih dengan mempuasakannya beberapa saat. termasuk semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan dan tanaman). Karena kotoran lebih sedikit. termasuk semua bahan pakan yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%. stater yang dperlukan sebanyak 0. Jerami yang telah difermentasi dan sudah diangin-anginkan dapat langsung diberikan kepada ternak. jenis dan bagian-bagiannya (batang. yaitu: Kelompok serealia/ biji-bijian (jagung. tepung tulang. Setiap lapis siram dengan air hingga rata dan taburkan stater hingga rata. 3. oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya. dan sebagainya. Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah. Sumber energi. baru diberikan jerami hasil fermentasi. Timbang stater. kaliandra. Timbang jerami. Pakan konsentrat ini harus berfungsi sebagai: 1. dan sebagainya). bahan-bahannya harus tersedia setiap saat dan harganya lebih ekonomis dan menguntungkan bagi peternak. Sediakan air. B.5 m x 25 cm. Kelompok umbi-umbian (ketela rambat. dan rumput setaria). Berdasarkan jenisnya. dengan konsentrasi serat kasar dibawah 18%. ketela pohon dan hasil ikutannya).5 kg dan 40 liter air. Pembuatan fermentasi jerami sebagai berikut: Siapkan jerami. Tumpuk jerami lapis demi lapis dengan ketebalan 25 cm. Kelompok hasil ikutan serealia (hasil ikutan penggilingan).

ME = 15.5%. C. Kcal energi. % protein dan harganya). ME = 13 Mcal. Ketersediaan bahan pakan yang mudah diperoleh serta tersedia dalam jumlah yang cukup dan kontinu menjadi pertmbangan utama dalam pembuatan pakan. Bungkil kelapa: bahan kering = 86%. Lakukan pengecekan kualitas dengan membandingkan kualitas nutrisi 50% pakan konsentrat. protein = 663.0 kg .6 gr dan mineral = 5 gr. protein = 93.5 gr % BK. Dalam penyusunan ransum ternak ruminansia perlu menggunakan tabel patokan kebutuhan nutrisi. Harga satuan pakan. maka 50% formula sudah diperoleh. Sebagai contoh penyusunan ransum sapi perah betina muda dengan berat badan 350 kg (1. Tentukan standar kualitas nutrisi pakan konsentrat yang akan dibuat. ME = 2. Bahan-bahan baku yang dipakai dalam pembuatan pakan ternak berfungsi sebagai sumber protein.6 gr% BK dan mineral = 5.hasil ikutannya (hewani).5gr=% BK. Misalnya dengan metode bahan-bahan pakan yang tersedia: Rumput gajah: bahan kering = 16%. Dari kebutuhan nutrisi tersebut diatas. sehinggan keseragaman harga per unit nutrisi (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih dahulu. Laktasi 1: bahan kering = 1.8 gr=%= BK (bahan kering) dan mineral = 2. Rumput gajah yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan kering sebanyak 80%= . Penyusunan formula Faktor-faktor yang harus diketahui oleh peternak dalam menyusun formula pakan yang ekonomis dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia setempat adalah: a. Buat daftar bahan pakan yang akan digunakan. setiap kg pakan konsentrat harus mengandung minimal 2500 Kcal energi.6 gr dan mineral = 42 gr. protein = 1. harga per unit protein dan harga per unit energi. Sebagai pedoman.6 gr % Bk dan Mineral = 5. Bahan pakan lokal menjadi prioritas karena diharapkan dapat bersaing dengan bahan pakan lainnya yang berasal dari luar. PENYUSUNAN POLA PAKAN 1.44 Mcal.4 kg. Prosedur memformulasikan. Ketersediaan bahan pakan. Protein = 18. Sehingga jumlah bahan kering yang dibutuhkan = 7. Tentukan sebanyak 30% bahan pakan yang mempunyai kandungan energi lebih tinggi dari kandungan pakan konsentrat.5 bulan sebelum melahirkan.5 % Bk. harga per unit berat. ME = 3. ME = 0. Harga per unit bahan pakan sangat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. pada umur 36 bulan) dengan membutuhkan pakan setiap hari dengan kandungan nutrisi sebagai berikut: Kebutuhan hidup pokok dan reproduksi: bahan kering = 6. tetapi harga per unit energinya yang paling murah (dapat digunakan lebih dari 1 macam bahan pakan). protein). Tentukan sebanyak 18% bahan pakan yang mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari pada kandungan protein pakan konsentrat . protein 17% dan serat kasar 12%.02 kg. protein = 570 gr dan mineral = 37 gr. pakannya dapat disusun dengan suatu metode. dan mineral dan vitamin. Kualitas pakan konsentrat dinyatakan dengan nilai nutrisi yang dikandungnya terutama kandungan energi dan protein. energi. Standar kualitas pakan konsentrat. kandungan nutrisinya (energi.4 kg. Bungkil kedelai: bahan kering = 93.02 Mcal.33 Mcal. Jumlahkan (% bahan. tetapi harga per unit proteinnya paling murah.86 Mcal. ME = 2. protein= 18.

92 x 100/16kg= 37kg. diambil sampel dan dilakukan analisa. jumlah bahan pakan segar yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ternak sapi perah tersebut adalah: Rumput gajah = 5.14kg dan bungkil kelapa = 0. Pengecilan partikel dilakukan dengan cara penggilingan sampai dengan bahan baku mencapai kehalusan tertentu sesuai dengan kebutuhan. Pengolahan pakan Pengolahan pakan dari bahan pakan menjadi pakan konsentrat dapat dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: a. protein = (663.3 x 1.92kg BK.04gr atau 557. Pembuatan Pellet (Pelleting).6-106.48 kg=1. Penggilingan pakan (Grinding).41 x 100/86 kg = 0. Kekurangan: Bahan kering = 7. c.4kg = 5. Setelah proses pencampuran selesai. Perlu diperhatikan dalam proses pengecilan ukuran partikel alat yang digunakan harus lebih bersih untuk menghindari adanya kontaminasi dengan penurunan kandungan nutrisi bahan baku pakan. pakan yang akan dibuat pellet. PAKAN JADI (COMPLETE FEED) Salah satu teknologi penyajian pakan adalah pakan lengkap yang merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan hasil ikutan pertanian dan pakan non konvensional yaitu dengan mencampurkan bahan-bahan tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan nutrisi ternak baik kebutuhan serat maupun zat pakan lainnya.48 kg.92kg= 1. dan bungkil kelapa akan memenuhi kekurangan tersebut sejumlah: 7. Pada waktu tertentu.56)gr= 557.07 x 100/93.64%. pakan tersebut harus dimasukkan keruang pendinginan sampai temperaturnya sama dengan suhu kamar. harus mencampur sendiri yang terdiri dari pelengkap pakan (feed suplement) dan pakan tambahan lainnya (feed additive).48 kg= 0.41 kg BK. Amati proses pemcampuran sampai selesai. Setelah proses pembuatan selesai.8/ 100x 5.04/ 1480 x 100%=37.07kg BK. b.48kg. Pencampuran harus sesuai dengan pakan yang akan diproduksi. Pencampuran Pakan (Mixing). Sedangkan bahan baku dengan bentuk yang belum halus harus dilakukan pengecilan ukuran partikel bahan baku pakan.92kg = 106. Cek penimbangan untuk masing-masing bahan baku yang akan dibuat. 2. Jadi. Pengecilan ukuran partikel dilakukan dengan maksud agar memudahkan dalam proses pencampuran (mixing) sehingga diharapkan bahan baku dengan bentuk halus akan lebih mudah mencapai homogenitas dari produk akhir pakan. bungkil kedelai = 1. Apabila tidak menggunakan premix secara langsung.26/26.56gr protein.4-5. D.80/100 x 7. Teknologi pakan ternak lengkap dikembangkan dari dasar “self feeding” yaitu ternak diberi kebebasan memilih pakan .04/26. setelah pencampuran selesai. Bahan pakan yang belum halus seperti bentuk biji atau lempengan harus digiling terlebih dahulu sampai halus.3 x 1.5kg = 1. maka kandungan protein yang sudah dapat dipenuhi dari rumput gajah sebanyak = 1. Bahan pakan yang sudah halus langsung disiapkan untuk dicampur. Bungkil kedelai akan memenuhi kekurangan tersebut sebanyak:19.

maka menjadi pakan jadi atau disebut complete feed. Bahan baku penyusunan ransum secara umum terdiri dari sumber hijauan dan konsentrat. tongkol jagung. Prosedur pembuatan pakan jadi yang menggunakan bahan baku hasil ikutan pertanian dan hasil ikutan agroindustri adalah sebagai berikut: Bahan-bahan sumber serat dipotong-potong dengan alat pemotong (chopper) dengan ukuran 0. Mendukung program industrialisasi peternakan di daerah subur dan marginal. kulit kopi. mempermudah pengangkutan serta menjaga kontinuitas ketersediaan bahan pakan. Pakan hijauan merupakan sumber serat dan sedikir vitamin. Salah satu bentuk pakan jadi yang telah dikembangkan adalah pembuatan roti sapi (wafer). mineral. Mobilitas pakan antar daerah lebih efektif dan efisien. jerami. tapioka. dan tepung tulang sampai tercampur merata. sedangkan pakan konsentrat merupakan protein. bungkil minyak biji kapok/ randu. kemudian dikeringkan dengan menggunakan pemanasan matahari atau alat-alat pemanas sampai kadar air 10-12%. Proses pencampuran (mixing) dengan menggunakan alat pencampur (mixer) dan perlakuan penggilingan dengan alat giling yang disebut Hammer Mill dan terakhir proses pengemasan. pucuk tebu. Teknologi pengolahan hasil ikutan pertanian dan hasil ikutan agroindustri menjadi pakan jadi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai hasil ikutan dengan menggunakan metode prosessing yang terdiri dari: Perlakuan pencacahan (chopping) untuk merubah ukuran partikel dan melunakkan tekstur bahan agar konsumsi ternak lebih efisien. dll. dan mineral. kedelai. yaitu untuk mempercepat . Bahan-bahan sumber energi dicampur dalam alat pemcampur/ Mixer bersama dengan larutan molases sampai merata. Bahan-bahan sumber protein seperti bungkil kopra. molases. Pakan jadi (complete feed) perlu diperhatikan dan dikembangkan mengingat keunggulankeunggulan yang dimiliki antara lain: Menjamin suplai pakan ternak sepanjang waktu. garam dapur.onggok (hasil ikutan tapioka) dll. Pakan jadi dapat dibuat dari bahan-bahan hasil ikutan pertanian sebagai sumber seratnya seperti ampas tahu. Perlakuan pengeringan (drying) dengan panas matahari atau alat pengering untuk menurunkan kadar air bahan. bungkil sawit. Apabila sumber pakan serat dicampur dengan pakan konsentrat. tepung tulang. dedak padi. Pengolahan pakan yang berasal dari hijauan dan hasil ikutan pertanian menjadi roti sapi dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan palatabilitas. Selanjutnya dikembangkan untuk memproses pakan menjadi bentuk yang sederhana dan dikemas untuk memudahkan pemberiannya dan dapat menekan biaya operasional khususnya tenaga kerja. Cara pembuatan roti sapi secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut: Rumput dan hasil ikutan pertanian dicacah dengan ukuran 3-5 cm. Mempercepat produksi pupuk organik yang sangat diperlukan dalam reklamasi dan rehabilitasi lahan marginal. energi. kulit coklat/ kakao dan urea. Seluruh bahan-bahan tersebut selanjutnya digiling dengan alat penggilingan (grinding) atau Hammer Mill dan ditambahkan urea. Ditambah hasil ikutan agroindustri sebagai sumber energi yaitu pollar (hasil ikutan gandum).ternak sendiri yang sudah disediakan oleh peternak. kulit kacang tanah. Meningkatkan nilai tambah ekonomi. Dilengkapi dengan sumber mineral seperti garam dapur. dll.51cm. zeolit.

Penggunaan: bahan 1 bagian dicampur air 100 bagian 9. Jika gula terlalu banyak bahan menjadi keras 8. pedoman teknis pakan ruminansia.P. Campurkan mikroba I dengan gula merah dengan perbandingan 1:1. MIKROBA II CARA MEMBUAT 1. 3. tebarkan diatas jerami dan kemudian tutup dengan jerami lagi. Diposkan oleh Erwan Saripudin S. 4. 2. di 21. Kemudian dikeluarkan dari cetakan dan dibiarkan selama kurang lebih 24 jam pada suhu kamar. telp/ Fax (021) 781 5782. Rumput dan hasil ikutan pertanian yang sudah dicacah dan leguminosa dikeringkan dibawah sinar matahari (lebih kurang 24jam). Masukkan nasi dalam wadah (ketebalan + kemudian tutup dengan kain atau kertas). 2006. Kemudian ditambahkan leguminosa yang telah digiling dan konsentrat. 6. sumber. Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia. Leguminosa yang sudah dikering kemudian digiling.proses pengeringan serta mempermudah dalam pencampuran dengan bahan perekat. 4. Fungsi mikroba ini adalah mengubah mineral dan unsur hara tanah agar siap diserap tanaman.58 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook CARA MEMBUAT MIKROORGANISME LOKAL MIKROBA I 1. Maiyunir Jamal menulis di majalah sinar tani. Rumput dan hasil ikutan pertanian yan sudah kering dicampur dengan bahan perekat sampai rata. Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian. serta diaduk sampai rata. Tanam wadah di bawah rumpun bambu kurang lebih selama 3 hari Bila sudah 3 hari mikroba sudah jadi Mikroba ini dapat langsung digunakan dengan cara mencampur dengan air tunggak bambu. 3. 5. Campuran yang sudah homogen dimasukkan kedalam cetakan (mall) yang telah dipanaskan untuk dipadatkan. 2. Baik digunakan untuk pertumbuhan tanaman . Tempatkan dalam wadah kemudian tutup dengan kertas buram Diamkan selama 3-7 hari ditempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari Mikroba ii dapat disimpan selama 2 – 3 tahun Mikroba yang jadi akan berwarna kecoklatan dan tidak cair atau keras Bila dalam wadah terdapat gelembung-gelembung atau buih hal tersebut menunjukkan gula yang dicampur kurang 7.

bila dedak dapat keluar dari sela-sela jari berarti kadar air sudah cukup) 3. Kemudian campur dengan air hingga kadar air mencapai 65 – 70% (tes dengan meremas dedak. Tempatkan dalam wadah/botol dan tutup rapat dengan jerami yang diikat rapat 4.MIKROBA III CARA MEMBUAT 1. Campurlah mikroba II dengan dedak dengan perbandingan 1:1000 2. Diamkan selama 3 hari bahan dapat langsung digunakan dilahan dengan cara menebarkan dilahan dan tutup dengan jerami. (Disadur dari Sinar Tani) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful