P. 1
Mioma Dan Kistoma

Mioma Dan Kistoma

|Views: 28|Likes:
Published by Ponco Rosso
preskes
preskes

More info:

Published by: Ponco Rosso on Feb 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/12/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

ABSTRAK Seorang P1A0 38 tahun dengan keluhan ada benjolan di perut, riwayat fertilitas baik, riwayat obstetri baik

, riwayat haid tidak teratur, terdapat perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri haid dan jumlah darah haid banyak. Teraba massa di abdomen dengan konsistensi padat, berbatas tegas, permukaan tidak berbenjol, dengan batas atas : 1 jari di bawah pusat, batas kanan : linea medioclavicularis dextra, batas kiri linea medioclavicularis sinistra, batas bawah : kesan masuk panggul. Hasil pemeriksaan dalam, VT: CU sebesar kepala bayi, teraba massa seukuran kepalan tangan dewasa, konsistensi padat, terfiksir, kesan berasal dari adnexa, massa digerakkan portio tidak bergerak. Hasil USG: kesan menyokong gambaran myoma uteri dan kistoma ovarii. Pemeriksaan Ca125 : 76,29 u/ml (N : <35 u/ml).

BAB I TINJAUAN PUSTAKA A. MIOMA UTERI 1. Definisi Mioma uteri merupakan tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya. Mioma uteri berbatas tegas, tidak berkapsul, dan berasal dari otot polos jaringan fibrous, sehingga mioma uteri dapat berkonsistensi padat jika jaringan ikatnya dominan, dan berkonsistensi lunak jika otot rahimnya yang dominan. Mioma uteri biasa juga disebut leiomioma uteri, fibroma uteri, fibroleiomioma, mioma fibroid atau mioma simpel. Mioma uteri merupakan tumor jinak yang paling sering ditemukan yaitu satu dari empat wanita selama masa reproduksi yang aktif. 11 Kejadian mioma uteri sukar ditetapkan karena tidak semua mioma uteri memberikan keluhan dan memerlukan tindakan operatif. Walaupun kebanyakan mioma muncul tanpa gejala tetapi sekitar 60% ditemukan secara kebetulan pada

Estrogen Mioma uteri dijumpai setelah menarke. 1.3. Dipercayai bahwa mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal. adalah estrogen. 2. Dalam Jeffcoates Principles of Gynecology. memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leiomioma selama kehamilan mingkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan Estrogen.8%). 5 Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor. Sel-sel tumor mempunyai abnormalitas kromosom. Sato (1998) dan Chiaffarino menemukan bahwa resiko myoma meningkat seiring bertambahnya indeks massa tubuh dan konsumsi daging dan ham. yaitu : a. Mioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas.5%) dan hiperplasia endometrium (9.14 Diet dan lemak tubuh juga berpengaruh terhadap resiko terjadinya myoma. karena diduga berhubungan dengan aktivitas estrogen. Progesteron Progesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. khususnya pada kromosom lengan 12q13-15. Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous. tetapi tidak jika mioma uteri tidak regresi setelah menopause atau bahkan bertambah besar maka kemungkinan besar mioma uteri tersebut telah mengalami degenerasi ganas menjadi sarkoma uteri. Bila ditemukan pembesaran abdomen sebelum menarke. Seringkali terdapat pertumbuhan tumor yang cepat selama kehamilan dan terapi estrogen eksogen. a. Sebagian besar mioma uteri ditemukan pada masa reproduksi. Progesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara yaitu: mengaktifkan 17B hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor. ada beberapa faktor yang diduga kuat sebagai faktor predisposisi terjadinya mioma uteri. progesteron dan human growth hormone.3%). tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa yaitu HPL. Tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 35-45 tahun. Dengan demikian mioma uteri tidak dijumpai sebelum menarke dan akan mengalami regresi setelah menopause. adenomyosis (16. dan sekitar 5-10% merupakan submukosa. hal itu pasti bukan mioma uteri tetapi kemungkinan besar kista ovarium dan resiko untuk mengalami keganasan sangat besar. di samping faktor predisposisi genetik. Adanya hubungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen seperti endometriosis (50%). perubahan fibrosistik dari payudara (14.15 Mioma uteri yang tidak memberikan gejala klinik yang bermakna paling sering ditemukan pada dekade ke-4 dan ke-5 serta lebih sering pada wanita kulit hitam. ditemukan sekitar 10% pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. b. Umur Mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun.3. Marshall (1998). Mioma uteri akan mengecil pada saat menopause dan pengangkatan ovarium. 17B hidroxydesidrogenase: enzim ini mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak daripada miometrium normal.laparatomi daerah pelvis. Etiologi dan Patogenesis Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial. terlihat pada periode ini. Hormon pertumbuhan Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan. 1. c. .

lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius. Efek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain.2%). Pertumbuhan ke arah lateral dapat berada di dalam ligamentum latum dan disebut sebagai mioma intraligamenter. 3. telah mendemonstrasikan munculnya gen yang distimulasi oleh estrogen lebih banyak pada mioma daripada miometrium normal dan mungkin penting pada perkembangan mioma. Corporal (91%). kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita mioma. a. d. Isthmica (7. umumnya tumbuh ke arah vagina menyebabkan infeksi. atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi. Mioma yang cukup besar akan mengisi rongga peritoneal sebagai suatu massa. Mioma jenis ini dikenal sebagai jenis parasitik. berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause. Paritas Lebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanirta yang relatif infertil. menjadi tiga jenis Mioma Uteri Subserosa Lokasi tumor di subserosa korpus uteri dapat hanya sebagai tonjolan saja. sesuai dengan lokasinya dibagi yaitu : 1). Fungsi ovarium Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma. Lebih daripada itu tumor ini kadang-kadang berkembang setelah menopause bahkan setelah ooforektomi bilateral pada usia dini. dan seringkali tanpa gejala. Namun bukti-bukti masih kurang meyakinkan karena tumor ini tidak mengalami regresi yang bermakna setelah menopause sebagaimana yang disangka. tetapi sampai saat ini belum diketahui apakan infertilitas menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertilitas. Lokasi Cerivical (2. 14 Terlepas dari faktor ras. merupakan lokasi paling lazim. Lapisan Uterus Mioma uteri pada daerah korpus. Perlengketan dengan usus. angka kejadian mioma uteri tinggi. Terdapat bukti peningkatan produksi reseptor progesteron. Pemberian agonis GnRH dalam waktu lama sehingga terjadi hipoestrogenik dapat mengurangi ukuran mioma. omentum atau mesenterium di sekitarnya menyebabkan sistem peredaran darah diambil alih dari sehingga mioma akan terlepas dari uterus sebagai massa tumor yang bebas dalam rongga peritoneum. khususnya wanita berkulit hitam. Klasifikasi Klasifikasi mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena. Anderson dkk. Faktor ras dan genetik Pada wanita ras tertentu. faktor pertumbuhan epidermal dan insulin-like growth factor 1 yang distimulasi oleh estrogen. b.b. c. .6%). dimana mioma uteri muncul setelah menarke. dapat pula sebagai satu massa yang dihubungkan dengan uterus melalui tangkai.

Pada mioma uteri submukosa walaupun hanya kecil selalu memberikan keluhan perdarahan melalui vagina. dan hipermenorrhea. tetapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol-benjol. bentuknya. Biasanya multipel apabila masih kecil tidak merubah bentuk uterus. Perubahan-perubahan pada mioma uteri. padat (jaringan ikat dominan). Gejala traktus urinarius: urine frequency. 2). Perdarahan abnormal ini dapat dijelaskan oleh karena bertambahnya area permukaaan dari endometrium yang menyebabkan gangguan kontraksi otot rahim. Perdarahan abnormal Merupakan gejala klinik yang sering ditemukan (30%). Akibatnya tangkai makin mengecil dan terputus. Adapun gejala klinik yang dapat timbul pada mioma uteri: a. uterus bertambah besar dan berubah tangkai ke omentum. Pada penderita memang tidak mempunyai keluhan apa-apa dan tidak sadar bahwa mereka sedang mengandung satu tumor dalam uterus. dapat disebabkan oleh 3). dan pada keadaan ini mudah terjadi torsi atau infeksi. Mioma Uteri Submukosa Terletak di bawah endometrium. Dapat pula bertangkai maupun tidak. Pada potongan. metroragi. sehingga tumor mudah dilepaskan. b. distorsi dan kongesti dari pembuluh darah di sekitarnya dan ulserasi dari lapisan endometrium. Kadang kala tumor tumbuh sebagai mioma subserosa dan kadang-kadang sebagai mioma submukosa. Terasa berat di abdomen bagian bawah. 2). Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya gejala klinik meliputi : a. 4. Dari sudut klinik mioma uteri submukosa mempunyai arti yang subserosa ataupun intramural walaupun ditemukan cukup besar tetapi sering kali memberikan keluhan yang tidak berarti. Gejala klinik terjadi hanya pada sekitar 35 % – 50% dari pasien yang terkena. Perdarahan sulit untuk dihentikan sehingga sebagai terapinya dilakukan histerektomi. . retensi urine. obstruksi ureter dan hidronefrosis. Bila terjadi kalsifikasi maka konsistensi menjadi keras. lunak (jaringan otot rahim dominan). Secara makroskopis terlihat uterus berbenjol-benjol dengan permukaan halus. Besarnya mioma uteri. Tumor berbatas tegas dan berbeda dengan miometrium yang sehat. Mioma bertangkai dapat menonjol melalui kanalis servikalis.Mioma Uteri Intramural Disebut juga sebagai mioma intraepitelial. 4). Terasa nyeri karena tertekannya saraf. Gambaran Klinik Hampir separuh dari kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan pelvik rutin. Mioma sering tidak memberikan gejala klinis yang berarti kecuali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut sebelah bawah. Gejala intestinal: konstipasi dan obstruksi intestinal. Nyeri. b. c. Perdarahan dapat menyebabkan anemia defisiensi Fe. tampak tumor berwarna putih dengan struktur mirip potongan daging ikan. Penekanan rahim yang membesar 1). Sebaliknya pada jenis lebih penting dibandingkan dengan jenis yang lain. Bentuk perdarahan yang ditemukan berupa: menoragi. Lokalisasi mioma uteri. c. bila terjadi degenerasi kistik maka konsistensi menjadi lunak. Tumor ini memperluas permukaan ruangan rahim. Konsistensi kenyal. Di dalam otot rahim dapat besar. 3).

3). Tertutupnya saluran indung telur menimbulkan infentiritas. Kongesti vena Disebabkan oleh kompresi tumor yang menyebabkan edema ekstremitas bawah.Konsistensi padat. 1). permukaan tumor umumnya rata. Gangguan proses persalinan. Pemeriksaan penunjang . 3). 2)Kadang-kadang disertai gangguan haid. Kehamilan dapat mengalami keguguran. 3. 5). 2. 3.Nyeri. Kehamilan dengan disertai mioma uteri menimbulkan proses saling mempengaruhi : 1). Infeksi pada mioma. terpuntir. buang air kecil atau buang air besar. Infertilitas Akibat penekanan saluran tuba oleh mioma yang berlokasi di cornu. Gejala klinis 1).1). 4). 1). 4). Torsi bertangkai. 5. terutama saat menstruasi. pecah. Diagnosis Diagnosis mioma uteri ditegakkan berdasarkan: a. 3). 2. Perdarahan kontinyu pada pasien dengan mioma submukosa dapat menghalangi implantasi.Pemeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum Douglasi. kenyal.Palpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian bawah. 1)Timbul benjolan di perut bagian bawah dalam waktu yang relatif lama. 4). d.Adanya perdarahan abnormal.Adanya rasa penuh pada perut bagian bawah dan tanda massa yang padat kenyal. hemorrhoid. Persalinan prematuritas. Submukosa mioma terlahir. 2). Anamnesis 1. 2). Pemeriksaan dalam Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan secara kebetulan. Terdapat peningkatan insiden aborsi dan kelahiran prematur pada pasien dengan mioma intramural dan submukosa. 4). mobil. 3). 2). d. Infertilitas dan abortus. Pemeriksaan fisik 1. nyeri dan dyspareunia. f. e. f. Pada kala III dapat terjadi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. 3)Nyeri perut bila terinfeksi. Pemeriksaan luar Teraba massa tumor pada abdomen bagian bawah serta pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas. c. Penekanan saraf. b. 2). 2). e. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan. 3).

Tumor solid ovarium. 2). 6). Perdarahan uterus disfungsional. lebih lanjut uterus membesar dan berbentuk tak teratur. paritas. dan ukuran tumor. • Persalinan prematuritas dan kelainan letak. 3). Endometriosis. bila : mioma yang kecil pada pra dan post menopause tanpa . leiomiosarkoma sangat jarang karena USG tidak dapat membedakannya dengan mioma dan konfirmasinya membutuhkan diagnosa jaringan. Histerografi dan histeroskopi untuk menilai pasien mioma submukosa disertai dengan infertilitas. 3. Pengaruh timbal balik mioma dan kehamilan. • Inersia uteri. • Perdarahan post partum. Untungnya. Kelainan bawaan rahim. Pengaruh kehamilan terhadap mioma uteri • Mioma cepat membesar karena rangsangan estrogen. Nekrosis dan infeksi. • Gangguan jalan persalinan. adenomiosis.14 g. lokasi mioma. gula darah. 7). Diagnosis Banding 1). dan terbagi atas : 1). Dalam sebagian besar kasus. 5).5. • Mioma uteri submukosa.1). Perdarahan sampai terjadi anemia. Penanganan Penanganan mioma uteri tergantung pada umur. Tes kehamilan. ureum. 5). Penanganan konservatif. urine lengkap. Laparaskopi untuk mengevaluasi massa pada pelvis. 2). Pengaruh mioma terhadap kehamilan. mioma mudah dikenali karena pola gemanya pada beberapa bidang tidak hanya menyerupai tetapi juga bergabung dengan uterus. 4). Uterus gravid. ketebalan endometriium dan keadaan adnexa dalam rongga pelvis. • Kemungkinan torsi mioma uteri bertangkai. 5). Mioma juga dapat dideteksi dengan CT scan ataupun MRI. j. tes fungsi hati. 3). setelah torsi dapat terjadi nekrosis dan infeksi. h. USG. • Retensi plasenta.8. kreatinin darah. lokasi. Torsi tangkai mioma dari: • Mioma uteri subserosa. Komplikasi Mioma uteri dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut : 1). 4). tetapi kedua pemeriksaan itu lebih mahal dan tidak memvisualisasi uterus sebaik USG. • Abortus. Foto BNO/IVP pemeriksaan ini penting untuk menilai massa di rongga pelvis serta menilai fungsi ginjal dan perjalanan ureter. 3). untuk menentukan jenis tumor. • Infertilitas. 2). 4). Laboratorium : darah lengkap.6.

gejala. dan masih menjadi pilihan terbaik. 3) Rasa tidak nyaman di pelvis akibat mioma meliputi : i. 2). dan pada penderita yang memiliki leiomioma yang simptomatik atau yang sudah bergejala. Jenis operasi yang dilakukan dapat berupa : a. iii. Enukleasi sebaiknya tidak dilakukan bila ada kemungkinan terjadinya karsinoma endometrium atau sarkoma uterus. ii. b. Terapi agonis GnRH ini dapat pula diberikan sebelum pembedahan. 2) Perdarahan uterus berlebihan : i. • Hipermenorea pada mioma submukosa. • Bila anemia. Enukleasi Mioma Dilakukan pada penderita infertil atau yang masih menginginkan anak atau mempertahankan uterus demi kelangsungan fertilitas. • Pemberian zat besi. • Penekanan pada organ sekitarnya. Rasa tertekan punggung bawah atau perut bagian bawah yang kronis. kehamilan berikutnya harus dilahirkan dengan seksio sesarea. Anemia akibat kehilangan darah akut atau kronis. Baru-baru ini. Obat ini mengakibatkan pengerutan tumor dan menghilangkan gejala. juga dihindari pada masa kehamilan.75 mg IM pada hari 1-3 menstruasi setiap minggu sebanyak tiga kali. Tindakan ini seharusnya dibatasi pada tumor dengan tangkai dan jelas yang dengan mudah dapat dijepit dan diikat. Nyeri hebat dan akut. Obat ini menekan sekresi gonadotropin dan menciptakan keadaan hipoestrogenik yang serupa yang ditemukan pada periode postmenopause. karena memberikan beberapa keuntungan: mengurangi hilangnya darah selama pembedahan. • Bila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya. • Penggunaan agonis GnRH leuprolid asetat 3. efektif. Perdarahan yang banyak bergumpal-gumpal atau berulang-ulang selama lebih dari 8 hari. progestin dan antipprogestin dilaporkan mempunyai efek terapeutik. Efek maksimum dalam mengurangi ukuran tumor diobservasi dalam 12 minggu. Sejauh ini tampaknya aman. Bila miomektomi menyebabkan cacat yang menembus atau sangat berdekatan dengan endometrium. Kriteria ACOG untuk histerektomi adalah sebagai berikut: 1) Terdapatnya 1 sampai 3 leiomioma asimptomatik atau yang dapat teraba dari luar dan dikeluhkan olah pasien. ii. Cara penanganan konservatif sebagai berikut : • Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan. • Mioma subserosa bertangkai dan torsi.Penekanan buli-buli dan frekuensi urine yang berulang-ulang dan tidak . • Pertumbuhan tumor cepat. Histerektomi Dilakukan bila pasien tidak menginginkan anak lagi. bila : • Ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus 12-14 minggu. Kehadiran tumor dapat ditekan atau diperlambat dengan pemberian progestin dan levonorgestrol intrauterin. dan dapat mengurangi kebutuhan akan transfusi darah. Penanganan operatif.

5 Di Amerika insidensi keganasan ovarium semua ras adalah 12. Ada beberapa yang menjadi ganas.2. dapat terjadi torsi (putaran tangkai) dengan gejala-gejala mendadak. Jadi tidak semua kista ovarium dioperasi. Pada kasus kasus tertentu ditemukannya komplikasi ascites dan hidrothorax disebut dengan sindroma Meigs. • Uterus harus lebih kecil dari usia kehamilan 12 minggu. Tindakan operatif selain sangat invasif. serous dan berwarna kuning.6. Kistoma ovarium biasanya berukuran kecil (<5 cm). Kebanyakan tumor ovarium tidak menunjukkan gejala dan tanda. Sebagian besar gejala dan tanda merupakan akibat pertumbuhan. Terdapat variasi yang luas insidensi keganasan ovarium. rasa sesak nafas dan pada tumor yang besar dapat mengurangi nafsu makan.3. diagnosisnya harus benar-benar jelas. • Tidak dilakukan pada wanita muda. perubahan keganasan.3 per 100.000 populasi). memakan .4 Keganasan ovarium merupakan 6 kasus kanker terbanyak dan merupakan penyebab kematian oleh karena keganasan ginekologi.disebabkan infeksi saluran kemih.10 3). dengan risiko terjadinya karsinoma terutama pada wanita wanita yang mulai menopause. 1. akan tetapi jaringan yang dikeluarkan harus segera dilakukan pemeriksaan secara histologi untuk menilai apakah ada keganasan. Beberapa kista ovarium ini tidak menimbulkan gejala. KISTOMA OVARII Kistoma ovarii merupakan golongan tumor neoplastik ovarium. B. sebab dapat menyebabkan menopause. Dinding kista tipis dan cairan didalam kista jernih. Terapi terdiri atas pengangkatan kista dengan reseksi ovarium.6 Penanganan terhadap kista ovarium didasarkan pada jenis kista tersebut. Pada dinding kista tampak lapisan epitel kubik.5-15. cara ini invasif.5 kasus per 100. 1. aktivitas endokrin dan komplikasi tumor-tumor tersebut. • Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum. biasanya bertangkai seringkali bilateral dan dapat menjadi besar. 1. Komplikasi komplikasi yang ditimbulkan dari tumor neoplastik jinak ovarium antara lain : perdarahan kista. Pembesaran dari tumor dapat memberikan gejala yang mengganggu antara lain : gangguan miksi.7 Untuk menegakkan diagnosis kista terutama jenis kista. berkapsul dengan isi cairan. Penanganan Radioterapi • Hanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi (bad risk patient). rerata tertinggi terdapat di Negara Skandinavia (14. apalagi ternyata kista tersebut dapat resolusi spontan. tekanan dari tumor dapat menyebabkan obstipasi. yaitu dengan pungsi kista dengan panduan ultrasonografi vaginal dilanjutkan pemeriksaan sitologi cairannya. Berhubung dengan adanya tangkai. terutama tumor ovarium yang kecil. • Bukan jenis submukosa. Adanya tumor pada rongga perut bawah bisa menyebabkan benjolan perut. dan dapat mengalami resolusi spontan. dapat berdampak terhadap fertilitas seseorang. Kistoma ovarii mempunyai permukaan rata dan halus. odema pada tungkai. Torsio lebih sering jika diameter >5 cm dan bertangkai. robekan dinding kista. tetapi ada yang menyebabkan nyeri dan perasaan tidak menyenangkan. infeksi. ada 2 cara yang selama ini sudah dilaksanakan dan dikembangkan. Klasifikasi tumor neoplastik jinak ovarium belum dapat diberikan secara tuntas karena masih belum dapat diterima karena tumortumor yang sama bisa dari asal yang berbeda.000 populasi pada tahun 1988 sampai 1991. Sehingga untuk menentukan apakah kista tersebut harus diangkat atau tidak.

atau komplikasi tumor tersebut. Pasien dalam terapi infertilitas. gigi. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit. dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari. termasuk FSH dan HCG.waktu lama dan biaya yang mahal.15 Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. aktivitas endokrin. endodermal. dan mesodermal.15 Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Sebagian gejala dan tanda adalah akibat dari pertumbuhan. adalah kista ovarium yang paling banyak dijumpai. Jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik. adalah jenis kista ovarium yang dapat berasal dari jaringan ektoderm. termasuk endometriosis eksterna. keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial. korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. tulang.8 Ada beberapa macam jenis kista ovarium. Kista multipel. yang pada saat matang memiliki struktur 1. dalam manajemen intraoperasi maupun pasca operasi pada setiap kasus. korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan. biasanya terdapat pada wanita yang menstruasinya bersifat an-ovulasi. yaitu adanya jaringan endometrium yang tumbuh pada ovarium. Pada pertengahan siklus. dengan pemeriksaan ultrasonografi transvaginal. folikel dominan dengan diameter lebih dari 2. rambut. Pada sindroma ovari pilokistik.7 Untuk mencapai prognosis yang baik bagi penderita. ektodermal. Jenisnya kista folikel dan kista lutein.15 Endometrioma adalah kista berisi darah dari endometrium ektopik. Pada stadium awal dapat berupa gangguan haid. Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah . cepat.1. Oleh karena itu diagnosis banding yang akurat antara tumor ovarium yang jinak atau ganas sangat penting. bahkan endoderm. Sejauh ini. Kista dermoid. dan kulit. lebih murah . sedangkan yang kedua. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik. termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cel tumor dari germ sel primordial. ovarium biasanya terdiri folikel-folikel dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm. mesoderm. sehingga dapat berisi jaringan lemak. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin. Endometrioma disebut juga kista coklat. yaitu kista fungsional. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-lutein.5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah.3. keduanya dapat hilang dengan sendirinya. Pada neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes.4 Patofisiologi Setiap hari.8 cm akan melepaskan oosit mature. yang paling sering adalah sindroma ovarium polikistik. ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de Graff. Gejala dan tandanya Kebanyakan wanita dengan tumor ovarium tidak menimbulkan gejala dalam waktu yang lama. dan tidak invasif. Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. Kista-kista itu sendiri bukan menjadi problem utama dan diskusi tentang penyakit tersebut diluar cakupan artikel ini. seperti terlihat dalam sonogram. terutama bila disertai dengan pemberian HCG.1. tindakan pembedahan pengangkatan massa tumor yang adekuat sangatlah penting. Namun bila terjadi fertilisasi. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mucinous. Adanya kista ini sangat mempengaruhi fertilitas seseorang. HCg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum. induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate.15 D. Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal embrional.

apakah tumor kistik atau solid. dan organ-organ di dalam rongga perut lainnya seperti usus-usus dan hati. Perlu diperhatikan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan kavum peritonei dengan isi kista bila dinding kista tertusuk G. dan pada pemeriksaan tumor-tumor akibat peradangan tidak dapat digerakkan karena perlengketan.16 Di negara-negara berkembang. kesukaran ini biasanya dapat diatasi. Jika tumor ovarium terletak di garis tengah dalam rongga perut bagian bawah dan tumor itu konsistensinya kistik. Perut membuncit. 2. Tumor nonneoplastik akibat peradangan umumnya dalam anamnesis menunjukkan gejala-gejala ke arah peradangan genital. kembung. Selanjutnya. gangguan nafsu makan. 3. apakah tumor berasal dari uterus. maka setelah diteliti sifat-sifatnya (besarnya. gangguan buang air besar dan buang air kecil. 16 Apabila sudah ditentukan bahwa tumor yang ditemukan ialah tumor ovarium.Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak napas. permukaan.Foto Rontgen Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks. karena tidak segera dioperasi tumor ovarium bisa menjadi besar. 16 E. dan dapat pula dibedakan antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak.Laparaskopi Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak. Diagnosa Apabila pada pemeriksaan ditemukan tumor di rongga perut bagian bawah dan atau di rongga panggul. sehingga pada anamnesis perlulah lebih cermat dan disertai pemeriksaan tambahan. 4. akan tetapi dengan pemeriksaan yang dilakukan dengan teliti. serta untuk menentukan sifat-sifat tumor itu. pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat adanya gigi dalam tumor. terpisah dari tumor. maka perlu diketahui apakah tumor itu bersifat neoplastik atau nonneoplastik. Penanganan Prinsip bahwa tumor ovarium neoplastik memerlukan operasi dan tumor nonneoplastik tidak. ovarium. 16 16 Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis adalah 1. konsistensi. Pada tumor ovarium biasanya uterus dapat diraba tersendiri. akan tetapi pemeriksaan yang cermat dan analisis yang tajam dari gejala-gejala yang ditemukan dapat membantu dalam pembuatan differensial diagnosis. lokalisasi. Dalam hal ini kadang-kadang sukar untuk menentukan apakah pembesaran perut disebabkan oleh tumor atau ascites. perlulah ditentukan jenis tumor tersebut. 16 Pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut). Pemeriksaan Penunjang Tidak jarang tentang penegakkan diagnosis tidak dapat diperoleh kepastian sebelum dilakukan operasi. perlu dipikirkan adanya adanya kehamilan atau kandung kemih penuh. atau kandung kencing. apakah dapat digerakkan atau tidak). . Kista nonneoplastik umumnya tidak menjadi besar. 16 F. penyebaran ke omentum (lemak perut).Parasintesis Pungsi ascites berguna untuk menentukan sebab ascites.panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama. sehingga mengisi seluruh rongga perut. mual. dan diantaranya pada suatu waktu biasanya menghilang sendiri.

sehingga perlu diambil sikap untuk menunggu selama 2-3 bulan. Disgerminoma dengan stadium lanjut berkaitan dengan prognosis yang lebih baik dibandingkan germinal sel tumor nondisgerminoma. akan tetapi dalam persentase yang relative sedikit. Akan tetapi pada wanita muda yang masih ingin mendapat keturunan dan dengan tingkat keganasan tumor yang rendah.2% . jika selama waktu observasi dilihat peningkatan dalam pertumbuhan tumor tersebut. I. Tidak jarang tumor tersebut mengalami pengecilan secara spontan dan menghilang. Dkk mengatakan : Prognisis dari kista jinak sangat baik. akan tetapi jika tumornya besar atau ada komplikasi perlu dilakukan pengangkatan ovarium. Tumor yang lebih tidak agresif dengan potensi keganasan yang rendah mempunyai sifat yang lebih jinak tetapi tetap berhubungan dengan angka kematian yang tinggi. bervariasi antara 86. Secara keseluruhan angka bertahan hidup selama 5 tahun adalah 86. kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan tumor besar itu bersifat neoplastik dan dapat dipertimbangkan untuk pengobatan operatif.6%. Prognosis: William Helm. dapat dipertanggungjawabkan untuk mengambil resiko dengan melakukan operasi yang tidak seberapa radikal. Kematian disebabkan karena karsinoma ovari ganas berhubungan dengan stadium saat terdiagnosis pertama kali dan pasien dengan keganasan ini sering ditemukan sudah dalam stadium akhir. kemungkinan besar tumor tersebut adalah kista folikel atau kista korpus luteum.1% untuk stadium IV.16 H. Jika terdapat keganasan operasi yang lebih tepat ialah histerektomi dan salphyngoooforektomi bilateral.jika menghadapi tumor ovarium yang tidak memberikan gejala/keluhan pada penderita dan yang besarnya tidak melebihi 5 cm diameternya. kista dermoid dan endometriosis dapat berubah menjadi ganas. Sebagian besar tumor sel germinal yang terdiagnosis pada stadium awal memiliki prognosis yang sangat baik. Komplikasi Komplikasi yang dapat terjadi pada kista ovarium diantaranya15 : Torsi Ruptur Perdarahan Menjadi Keganansan : Potensi kistadenoma ovarium jinak menjadi ganas sudah dipostulasikan. Angka harapan hidup dalam 5 tahun rata-rata 41.9% untuk stadium FIGO Ia dan 11. Tumor sel granuloma memiliki angka bertahan hidup 82% sedangakan karsinoma sel skuamosa yang berasal dari kista dermoid berkaitan dengan prognosis yang buruk. 2005. Kista jinak tersebut dapat tumbuh di jaringan sisa ovarium atau di ovarium kontralateral. biasanya disertai dengan pengangkatan tuba (salphyngoooforektomi). C.16 Tindakan operasi pada tumor ovarium neoplastik yang tidak ganas ialah pengangkatan tumor dengan mengadakan reseksi pada bagian ovarium yang mengandung tumor.

Benjolan dirasakan semakin lama semakin membesar. Alergi Obat : Disangkal R. Sukoharjo : Swasta : Kawin : Swasta : 12 Desember 2007 : 80 19 73 II. Nyeri haid (+) namun masih bisa melakukan aktifitas. 34 kali ganti pembalut/hari. selama 7 hari. Operasi : Disangkal R. c. disertai rasa mules dan pinggang mules. Mondok di RS : Disangkal. Riwayat Penyakit Keluarga R. Menstruasi tidak teratur. d. Asma : Disangkal R. Riwayat Penyakit Dahulu R.BAB II STATUS PASIEN I. keputihan (-). DM : Disangkal R. Keluhan Utama : Benjolan pada perut b. Grogol. BAB dan BAK tidak ada keluhan. ANAMNESIS a. Penyakit Jantung : Disangkal R. Alergi Obat : Disangkal f. Riwayat Penyakit Sekarang : Datang seorang P1A0 dengan keluhan ada benjolan di perut yang sudah dirasakan sejak ± 1 tahun yang lalu. S : Perempuan : 37 tahun : Langenharjo 04/12. Menstruasi yang banyak jumlahnya (+) pada bulan Juli. perdarahan di luar siklus menstruasi (+) pada bulan Agustus. KB (-). Hipertensi : Disangkal R. nyeri saat berhubungan (-). Hipertensi : Disangkal R. Riwayat Haid Menarche : 13 tahun Lama Haid : 7 hari . IDENTITAS Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Pekerjaan Status Perkawinan Pekerjaan Tanggal Masuk No CM : Ny. DM : Disangkal R.

terfiksir. batas kanan : linea medioclavicularis dextra. konsistensi padat. 19 tahun. Sklera ikterik (-/-) Leher : KGB tidak membesar. TFU teraba 1 jari di bawah pusat. 18 tahun : Menikah 1 kali dengan suami sekarang. portio. batas bawah : kesan masuk panggul P: undulasi (-). lemah. OUE tertutup. Gizi kesan kurang. Riwayat Perkawinan k. nyeri tekan (-). dinding vagina dbN. teraba massa seukuran kepalan tangan dewasa. P: supel. III. CU sebesar kepala bayi. Status Interna Keadaan Umum : baik. : Tidak KB. regular. utuh. Thorak Cor membesar. massa (-). Kepala : Mesocephal Mata : Conjungtiva pucat (-/-). compos mentis. glandula thyroid tidak meningkat. PEMERIKSAAN FISIK a.8 derajat celcius. dinding vagina dbN. discharge (-) : I : Ictus cordis tidak tampak P: Ictus cordis tidak kuat angkat. permukaan tidak berbenjol. bising (-) : I : Pengembangan dada kanan = kiri P : Fremitus raba kanan = kiri P: Sonor/ sonor A: SDV (+/+). shifting dullness (-) A: Peristaltik (+) normal. Tanda Vital : Tensi : 110/70 mmHg Nadi : 80 x/menit RR : 16 x/menit Suhu : 36. darah (-). Perempuan. Riwayat KB : 28 hari : (+) : baik : I.Siklus Haid Nyeri haid g. : Oedem (-/-) : Perdarahan (-). kenyal. berbatas tegas. Riwayat Fertilitas h. teraba massa padat. Riwayat Obstetri j. Suara tambahan (-/-). massa digerakkan portio tidak bergerak. lendir (-). batas kiri linea medioclavicularis sinistra. dengan batas atas : 1 jari di bawah pusat. . Status Ginekologis Pemeriksaan Dalam VT : V/U tenang. JVP tidak Pulmo Abdomen Ekstremitas Genital b. darah (-). A: BJ I-II interval normal. discharge (-) Inspekulo : V/U tenang. OUE tertutup. portio livid (-). I: Dinding perut // dinding dada. P : Batas Jantung kesan tidak melebar. kesan berasal dari adnexa.

7 mmol/L : 110 mmol/L : negatif : negatif USG : VU terisi cukup. Tampak massa hipoechoic ukuran 8 x 9 cm kesan dari adnexa kiri.29 u/ml (N : <35 u/ml) V.200 /µL :O : 89 mg/dL : 343. tak tampak endometrial line.000 /µL Ureum Creatinin Na K Cl PP test HBsAg : 31 mg/dl : 1.7 g/dl : 44. dengan batas atas : 1 jari di bawah pusat. berbatas tegas. KESIMPULAN Seorang P1A0 38 tahun. tampak uterus berubah menjadi massa tumor ukuran 11 x 10 cm.1 mg/dl : 144 mmol/L : 5.790. batas kiri linea medioclavicularis sinistra. PROGNOSIS Dubia VIII.IV PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium tanggal 28 Agustus 2007 : Hb Hct Eritrosit Leukosit Gol Darah GDS Trombosit : 14. ekhostruktur in homogen. batas kanan : linea medioclavicularis dextra.000/µL : 7. PENATALAKSANAAN • Mondok Bangsal • Usul myomektomi + kistektomi + Frozen Section . batas bawah : kesan masuk panggul VI. DIAGNOSIS Myoma uteri + Kistoma ovarii VII. pada abdomen teraba massa dengan konsistensi padat. permukaan tidak berbenjol. Kesan : menyokong gambaran myoma uteri + kistoma ovarii. Foto thoraks Kesan : cor dan pulmo dbN Pemeriksaan Ca-125 : 76.1 % : 4.

portio kenyal. Penyebab myoma uteri tidak diketahui. utuh. discharge (-) . massa digerakkan portio tidak bergerak. kesan berasal dari adnexa. Status Ginekologis : VT : V/U tenang. OUE tertutup. konsistensi padat. Menstruasi tidak teratur. Menstruasi yang banyak jumlahnya (+) pada bulan Juli. gizi kesan cukup Vital sign : T : 110/70 mmHg Rr : 16 x/menit N : 80 x/menit S : 36. darah (-). compos mentis. berbatas tegas. semakin lama dirasa semakin membesar. permukaan tidak berbenjol. teraba massa dengan konsistensi padat. Faktor keturunan tidak berperan dalam hal ini walaupun pada orang berkulit hitam kejadian myoma uteri 10 kali lebih sering ditemukan.BAB II PEMBAHASAN Mioma Uteri Myoma uteri merupakan tumor yang paling sering terjadi pada saluran reproduksi wanita yang berasal dari otot polos uterus. Pada kasus ini penegakan diagnosis diperoleh dari : Anamnesis : Benjolan pada perut. selama 7 hari. Benjolan dirasa sejak ± 1 tahun yang lalu. 3-4 kali ganti pembalut/hari. TFU teraba 1 jari di bawah pusat. Pemeriksaan Fisik : Keadaan Umum : baik. portio livid (-).7°C Abdomen : Supel. darah (-). discharge (-) Inspekulo : V/U tenang. Nyeri haid (+) Saat haid darah banyak. batas bawah : kesan masuk panggul. teraba massa seukuran kepalan tangan dewasa. dinding vagina dbN. batas kanan : linea medioclavicularis dextra. NT (-). CU sebesar kepala bayi. batas kiri linea medioclavicularis sinistra. OUE tertutup. terfiksir. dengan batas atas : 1 jari di bawah pusat. disertai rasa mules dan pinggang mules. dinding vagina dbN. perdarahan di luar siklus menstruasi (+) pada bulan Agustus.

yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo . Sumber bacaan: Wiknjosastro. 2002. dkk. Jakarta. Kesan : menyokong gambaran myoma uteri + kistoma ovarii. Tampak massa hipoechoic ukuran 8 x 9 cm kesan dari adnexa kiri. tak tampak endometrial line.Pemeriksaan Penunjang : USG : VU terisi cukup. ekhostruktur in homogen. Ilmu Kandungan. tampak uterus berubah menjadi massa tumor ukuran 11 x 10 cm. Edis ketigai. Hanifa. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->