Semester Genap

MODUL 6 Hukum Thermodinamika I dan Gas Ideal Bentuk-bentuk energi Dalam kehidupan kita sehari-hari terdapat banyak bentuk energi. Pada pokok bahasan usaha dan energi, kita sudah berkenalan dengan dua bentuk energi mekanik, yakni energi potensial (potensial = tersimpan) dan energi kinetik (kinetik = gerak). Energi potensial terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah EP gravitasi, EP elastis dan EP magnet. Energi kinetik terdiri dari dua jenis, yakni energi kinetik translasi dan energi kinetik rotasi. Buah mangga yang lezat dan ranum memiliki energi potensial gravitasi ketika sedang menggelayut pada tangkainya.. Energi potensial gravitasi dimiliki benda karena posisi relatifnya terhadap bumi. Karet ketapel yang kita regangkan memiliki energi potensial elastis. Karet ketapel dapat melontarkan batu karena adanya energi potensial elastis pada karet yang diregangkan. Demikian juga busur yang ditarik oleh pemanah dapat menggerakan anak panah, karena terdapat energi potensial elastis pada busur yang diregangkan. Benda yang berada di dekat magnet memiliki energi potensial magnet. Ketika kita melepaskan benda yang kita pegang (paku, misalnya), dalam waktu singkat paku akan bergerak menuju magnet. Selain energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki materi yang berukuran besar dan sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, terdapat juga bentuk energi yang lain. Ada energi listrik, energi nuklir, energi kimia, etc… setelah muncul teori kinetik, dikatakan bahwa energi dalam bentuk lain tersebut (energi listrik, energi kimia, dkk) merupakan energi kinetik atau energi potensial pada tingkat atom atau molekul. Energi kimia yang tersimpan dalam makanan dan bahan bakar dianggap sebagai energi potensial yang tersimpan dalam molekul, akibat adanya gaya listrik antara atom penyusun molekul (disebut juga sebagai ikatan kimia). Energi listrik, energi magnetik, energi nuklir juga dapat diangap sebagai energi kinetik atau energi potensial dalam skala atomik. Mengenai hal ini akan dibahas secara lengkap dalam episode berikutnya… Perubahan bentuk energi Perlu diketahui bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Pada tingkat makroskopis, kita bisa menemukan begitu banyak contoh perubahan bentuk energi. Buah mangga yang menggelayut di tangkainya memiliki energi potensial gravitasi. Pada saat buah mangga jatuh ke tanah, energi potensialnya berkurang sepanjang lintasan geraknya menuju tanah. Ketika mulai

‘12

1

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Seandainya tidak ada kerja yang dilakukan. Busur yang melengkung memiliki energi potensial elastis. tidak mungkin anak panah bergerak ketika busur dilepaskan. Proses perubahan bentuk energi listrik ini sebenarnya disebabkan oleh adanya perubahan antara energi potensial dan energi kinetik pada tingkat atom atau molekul. Perubahan bentuk energi biasanya melibatkan perpindahan energi dari satu benda ke benda lain Perubahan bentuk energi biasanya melibatkan perpindahan energi dari satu benda ke benda lainnya. energi potensial berkurang karena jarak vertikal buah mangga dari tanah makin kecil. sepeda motor mogok dan turbin bergerak. Ketika energi berpindah dari air menuju turbin. Ketika energi berpindah dari busur menuju anak panah. Selanjutnya air yang jatuh tadi menggerakan turbin. pada saat yang sama terjadi perubahan energi listrik menjadi energi cahaya. energi potensial kimia dalam tubuh berubah bentuk menjadi energi kinetik translasi sepeda motor. energi potensial elastis busur berubah bentuk menjadi energi kinetik translasi anak panah. Ketika mendorong sepeda motor yang lagi mogok. Contoh lain adalah perubahan energi listrik menjadi energi gerak (kipas angin) dll. MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . energi potensial gravitasi air berubah menjadi energi kinetik translasi air. tampak bahwa perpindahan energi selalu disertai dengan adanya usaha alias kerja (Work). Kerja selalu dilakukan ketika terjadi perpindahan energi Pada masing-masing contoh yang telah diulas sebelumnya. EP tersebut berubah bentuk menjadi energi kinetik translasi karena kecepatan buah mangga bertambah akibat percepatan gravitasi yang bernilai konstan. energi berpindah dari kita menuju sepeda motor. busur melakukan kerja pada anak panah. Ketika air jatuh. Ketika busur dilepaskan. Energi potensial elastis yang tersimpan pada ketapel yang diregangkan dapat berubah menjadi energi kinetik translasi batu apabila ketapel kita lepas… busur yang melengkung juga memiliki energi potensial elastis. bisa disimpulkan bahwa usaha alias kerja (W) selalu dilakukan ketika energi berpindah dari satu benda ke benda yang lainnya. Energi potensial elastis pada busur yang melengkung dapat berubah menjadi energi kinetik translasi anak panah. Pada saat yang sama. Ketika air menggerakan turbin. sepeda motor yang mogok tidak mungkin bergerak ketika didorong. ‘12 2 Fisika Industri Resa Taruna Suhada S. Air di bagian atas bendungan memiliki energi potensial gravitasi.Semester Genap jatuh. energi berpindah dari air menuju turbin. kita juga bisa menemukan contoh perubahan bentuk energi.Si. Demikian juga dengan turbin. Pada saat yang sama. Pada saat yang sama. Dari kenyataan ini. energi kinetik translasi air berubah menjadi energi kinetik rotasi turbin. energi berpindah dari busur menuju anak panah. Ketika dirimu menyalakan lampu neon. air melakukan kerja pada turbin. Pada tingkat mikroskopis. Tapi kenyataannya anak panah.

Setiap proses perpindahan energi yang melibatkan Kalor dan Kerja akan mengakibatkan perubahan energi dalam. energi selalu kekal… Dari hasil eksperimen dan analisis para ilmuwan. Perlu diketahui bahwa istilah sistem dan lingkungan yang kita pakai dalam termodinamika sebenarnya hanya membantu analisa kita saja… Pada dasarnya energi berpindah dari satu benda ke benda lain. yakni energi dalam (U). berpindah dari satu benda ke benda yang lain. Dalam hukum pertama termodinamika. Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. sedangkan benda yang lain kita beri julukan lingkungan… ‘12 3 Fisika Industri Resa Taruna Suhada S. antara benda dengan makhluk hidup atau antara makhluk hidup dengan makhluk hidup. Istilah gaulnya. MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Tapi alangkah baiknya jika kita batasi saja hal-hal yang mau kita selidiki dan hal-hal lain yang tidak kita selidiki. Energi dalam merupakan jumlah total energi kinetik molekul-molekul dan energi potensial yang timbul akibat adanya interaksi antara atom-atom penyusun molekul atau interaksi antara molekulmolekul penyusun suatu benda atau makhluk hidup… Setiap benda tersusun dari atom-atom atau molekul-molekul. tetapi energi total tidak pernah berkurang atau bertambah. diketahui bahwa kalor sebenarnya merupakan energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu (pengertian makroskopis) atau kalor merupakan energi kinetik molekul-molekul yang bergerak cepat (pengertian mikroskopis). akhirnya para ilmuwan merumuskan hukum kekekalan energi. Kalor dan kerja bukan suatu bentuk energi. Jadi dirimu jangan pake heran kalau ada orang yang mengatakan bahwa hukum pertama termodinamika = hukum kekekalan energi. dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lain. Hukum pertama termodinamika yang sudah kita pelajari dalam pokok bahasan sebelumnya merupakan hukum yang menjelaskan perpindahan energi yang melibatkan kalor dan kerja. Kita bisa mengatakan bahwa kerja (W) dan kalor (Q) terlibat dalam perpindahan energi. setiap benda yang ada di alam semesta ini pasti punya energi dalam.Semester Genap Kalor/ panas Setelah mengetahui bahwa kalor /panas merupakan energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu (pengertian makroskopis) atau kalor merupakan energi kinetik molekul-molekul yang bergerak cepat (pengertian mikroskopis).Si. Hal ini yang kita bahas dalam hukum pertama termodinamika. Kita menyebut bendabenda yang diselidiki sebagai sistem. terdapat sebuah besaran baru. Dengan demikian. Kalor dan kerja hanya terlibat dalam perpindahan energi antara benda dengan benda.

yaitu: • Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga. MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu.Semester Genap Hukum-hukum Dasar Termodinamika Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem. • Hukum kedua Termodinamika Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. • Hukum Pertama Termodinamika Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya. mendekati nilai maksimumnya. semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum Thermodinamika I  Dikenal dengan hukum kekalan energi  Jika suatu energi hilang dari suatu bentuk energi maka akan muncul dalam bentuk energi yang lain  Dalam bentuk persamaan matematis dapat dinyatakan dengan : ‘12 4 Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si. • Hukum ketiga Termodinamika Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut.

cm3 v = volume molar. atm V = volume. K R = tekanan gas ideal Proses-proses pada Gas Ideal  Isokhoris (volume konstan) dU = dQ – dW dW = PdV = 0 dU = dQ = Cv dT dH = Cp dT ‘12 5 Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Semester Genap dU = dQ – dW Besarnya perubahan energi dalam adalah sama dengan panas yang ditambahkan dikurangi kerja yang dilakukan oleh suatu sistem Persamaan Gas Ideal  Persamaan gas ideal dinyatakan dengan : PV = nRT atau : P V/n = RT Pv = RT dimana P = tekanan.Si. MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . cm3/mol T = temperatur.

 Mempertimbangkan interaksi antar molekul  Persamaan Van der Waals : P = RT/(v-b) – a/v2  Persamaan Redlich-Kwong : P = RT/(v-b) – a/(T1/2 v(v+b)) a dan b adalah konstanta yang merupakan fungsi Tc dan Pc ‘12 6 Fisika Industri Resa Taruna Suhada S. MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .dW = Cv dT (T2/T1) = (V1/V2)γ-1 (T2/T1) = (P2/P1)(γ-1)/γ γ = Cp/Cv dH = Cp dT Persamaan Gas Nyata Equation of State (EOS)  Adalah persamaan yang mengoreksi persamaan gas ideal agar lebih mendekati kondisi realnya.Semester Genap  Isobaris (tekanan konstan) dU = dQ – dW dW = PdV dQ = dH = Cp dT  Isothermal (temperatur konstan) dU = dQ – dW dU= Cv dT = 0 dQ = dW = PdV dH = 0  Adiabatis (tidak ada transfer panas) dU = dQ – dW dQ = 0 dU = .Si.

Indonesia diprediksi oleh para ahli energi pada kurun waktu 15-20 tahun mendatang akan mengalami krisis energi. Ditengah prediksi yang mencemaskan itu. Dalam upaya efisiensi energi ini. maka penggunaannya pun cenderung boros atau tidak memperhatikan efisiensi. fenomena diatas pun telah lama terjadi.Semester Genap Efisiensi Energi dan Exergi secara Optimal dengan Hukum Termodinamika Sepertinya telah menjadi kodrat manusia di dunia ini apabila sesuatu itu tersedia secara melimpah dan murah. Dalam pendekatan hukum ke-1 ini. Konsep Efisiensi dalam Hukum Termodinamika Untuk merancang sebuah perencanaan yang optimal dalam memanfaatkan energi. yang salah satunya adalah dengan analisis energi dan analisis exergi yang berdasarkan pada hukum Termodinamika. Berbagai solusi dan alternatif telah ditawarkan oleh banyak para ahli. ataupun dengan konservasi energi. berbagai konsep telah dikembangkan. Disebutkan dalam hukum ke-1 Termodinamika bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. maka masalah energi secara umum menjadi krusial untuk disiasati. baik berupa pendiversifikasian energi. Hal tersebut juga berlaku dalam penggunaan di bidang energi terutama untuk penggunaan jenis energi yang vital bagi manusia dan pembangunan yaitu energi listrik dan bahan bakar minyak (BBM). penggunaan energi alternatif. pemerintah ataupun industri. konsepnya terfokus pada hukum ke-1 Termodinamika sedangkan analisis exergi terfokus pada hukum ke-2 Termodinamika. Tetapi apabila tidak diikuti dengan adanya efisiensi energi oleh masyarakat. Secara tidak langsung. Di Indonesia. Akibat dari pemborosan tersebut.Si. sehingga menimbulkan suatu argumen bahwa energi berada dalam jumlah melimpah. MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. maka semua solusi tersebut bukanlah sebuah solusi pemecahan yang tuntas dan berkelanjutan. kajian kimia dan fisika terutama pada hukum Termodinamika yang membahas masalah energi telah memberikan konsep ilmiah yang berguna dalam upaya efisiensi energi secara tepat guna dan optimal. hal ini telah menumbuhkan perilaku pola konsumsi yang konsumtif/boros dan tidak terkendali dari sebagian besar rakyat Indonesia terhadap penggunaan energi. Prinsip dasar dari efisiensi energi adalah menggunakan jumlah energi yang sedikit tetapi tujuan atau hasil yang didapat sangat maksimal. strategi efisiensi energi lebih cenderung pada pemanfaatan sumber daya ‘12 7 Fisika Industri Resa Taruna Suhada S. Secara umum semua solusi yang ditawarkan adalah tepat. Untuk analisis energi. Selama ini rakyat Indonesia telah dimanjakan dengan biaya listrik dan harga BBM murah.

Diketahui bahwa hasil dari analisis exergi lebih mempunyai dampak secara signifikan dalam upaya efisiensi energi dan exergi secara optimal dibandingkan analisis energi. dan terakhir (3) dapat menentukan kualitas energi. Untuk itu. pendekatan hukum ke-2 Termodinamika telah memberikan konsep efisiensi yang lebih baik. Beberapa kelebihan analisis exergi dibandingkan analisis energi menurut Agus Sugiyono (2000) adalah (1) lebih akurat dalam membuat desain yang optimal bagi proses industri maupun pembangkit listrik. Di beberapa gedung perkantoran di beberapa negara maju. Jelasnya adalah memaksimalkan efisiensi hukum ke-2 Termodinamika akan mendorong strategi yang lebih baik daripada memaksimalkan efisiensi hukum ke-1 Termodinamika. untuk memanaskan ruangan. Kualitas energi ini disebut sebagai exergi. Exergi ini dapat ditransfer di antara sistem dan dapat dihancurkan oleh irreversibiltas di dalam sistem. Sedangkan hukum ke-2 Termodinamika menilai bahwa penggunaan listrik untuk pemanas ruangan termasuk dalam kategori pemborosan energi. Beberapa contoh lain yang sejenis dari strategi hukum ke-2 Termodinamika mengenai energi panas adalah dalam hal evaluasi penggunaan water heater (pemanas air). Sehingga dalam pendekatan ini diharapkan tidak ada energi dan exergi yang terbuang percuma ke lingkungan. dimana untuk memanaskan air kita tidak lagi perlu menggunakan listrik. Efisien yang dimaksud disini adalah penggunaan sumber-sumber energi disesuaikan dengan kualitas yang dibutuhkan. tetapi memanfaatkan limbah panas dari mesin Air Conditioner (AC) ataupun contoh lain adalah pemanfaatan limbah panas dari mesin generator listrik berbahan bakar solar untuk memanaskan air di bak mandi. Dalam pendekatan hukum ke-2 Termodinamika ini strategi efisiensi energi yang direkomendasikan adalah pemanfaatan energi secara optimal termasuk di dalamnya pemanfaatan exergi-exergi. Pendekatan hukum ke-1 Termodinamika hanya akan memberikan strategi efisiensi energi dengan cara merekomendasikan penggunaan peralatan pemanas ruangan yang efisien. Dalam hukum ke-2 Termodinamika atau dikenal juga sebagai hukum degradasi energi dikemukakan bahwa tidak ada proses pengubahan energi yang efisien sehingga pastilah akan terjadi penurunan kualitas energi didalamnya. Jadi dalam hal ini energi listrik yang merupakan energi dengan kualitas tinggi tetap dipertahankan untuk melakukan suatu kerja dengan kualitas yang sepadan. MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Contoh sederhana dalam membedakan kedua strategi antara hukum ke-1 dan 2 Termodinamika adalah dalam hal evaluasi penggunaan listrik untuk pemanas ruangan. Dari kedua analisis diatas yaitu analisis energi dan exergi. mesin photocopy. energi panas tersebut dapat diperoleh dengan cara menangkap limbah panas yang dipancarkan dari peralatan kantor seperti komputer. Hal ini karena energi panas termasuk dalam kategori energi berkualitas rendah. Tugas dan kebutuhan energi kualitas rendah seperti pemanas ruangan ini dapat diperoleh lebih efisien dan murah dengan cara lain.Si. Dengan menyesuaikan sumbersumber energi dengan penugasannya sehingga dapat mencegah pemborosan penggunaan energi berkualitas tinggi hanya untuk tugas yang berkualitas rendah. Kelemahan pada pendekatan hukum ke-1 Termodinamika ini terletak pada hukum ini tidak memperhitungkan terjadinya penurunan kualitas energi. Sedangkan energi-energi listrik yang telah terkonversi menjadi energi panas. dan lampu. tidak begitu ‘12 8 Fisika Industri Resa Taruna Suhada S. (2) lebih teliti dalam menentukan energi yang hilang dalam proses maupun yang dibuang ke udara.Semester Genap energi secara efisien.

Akan tetapi di Indonesia sangat sedikit sekali bahkan bisa dikatakan tidak ada peneliti yang mengkaji dan menerapkan konsep emergy ini. Dari kasus-kasus diatas diketahui bahwa memaksimalkan efisiensi hukum ke-2 Termodinamika akan menghasilkan dampak yang lebih baik terhadap penentuan kebijakan di bidang energi. Sehingga dengan cara ini pemanfaatan energi benar-benar dikelola secara optimal. sangatlah diperlukan dalam mendukung pembuatan model exergi untuk kemudian dintreprestasi lebih lanjut untuk menentukan langkah-langkah efisiensi yang harus dilakukan. penggunaan analisis exergi yang berdasarkan pada hukum ke-2 Termodinamika ini telah banyak diterapkan di berbagai proses industri maupun di pembangkit-pembangkit listrik. semisal dalam suatu kota di pegunungan yang memerlukan kapasitas pemanas ruangan. Beberapa data yang diperlukan adalah pendapatan daerah. ‘12 9 Fisika Industri Resa Taruna Suhada S. penjualan listrik dari PLN dan data produksi dari sektor pertanian. Lebih lanjut. Geliat perkembangan di bidang termodinamika dewasa ini terus melaju dan dinamis. jumlah rumah tangga. Yang menurut beberapa pakar dibidang ini lebih baik daripada konsep exergy terutama bila merujuk pada sifat heterogenitas dari sistem. jumlah angkutan umum. tetapi dimanfaatkan untuk hal lain yang sepadan dengan kualitas energinya. Sehingga penggunaan konsep exergy di Indonesia masih layak untuk tetap diaplikasikan. Penggunaan datadata primer tentang energi yang rinci dan konsisten. Sejauh ini. Hal yang berbeda akan diberikan oleh hukum ke-2 Termodinamika yang akan terdiri dari (1) identifikasi sumber-sumber energi kualitas rendah dalam struktur lokal yang bisa dipanaskan dan (2) cara-cara menyalurkan sumber-sumber tersebut. MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Penutup Hukum Termodinamika yang telah kita pelajari dalam bangku-bangku perkuliahan secara tersirat telah memberikan sebuah konsep yang unik dalam upaya efisiensi energi yang perlu terus kita gali dan kembangkan. Untuk membuat model dalam analisis exergi ini melibatkan variabel-variabel data yang sangat banyak dan berinteraksi dengan persamaan yang kompleks. strategi hukum ke-1 Termodinamika akan terdiri dari (1) penggunaan pemanas listrik yang sangat efisien. dan (2) membangun banyak pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).Si.Semester Genap saja terbuang percuma ke lingkungan. Tetapi jika data-data tersebut sulit diperoleh maka penggunaan data-data sekunder yang diturunkan dari data-data non energi dapatlah digunakan. termasuk diperkenalkannya konsep emergy (embodied energy) atau energi yang telah disertakan dalam suatu benda oleh H. T Odum dari Environmental Enginering Sciences University of Florida. dalam contoh skala yang lebih besar. pendapatan sektor industri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful